Rombongan 1079

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on November 22, 2017

RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat : Blok Nyongat, RT 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak 7 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun diterapi. Menginjak usia dua tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orangtua Rahmansyah berikhtiar di Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak seusianya. Dengan dukungan sedekaholics, ia rajin menjalani fisioterapi tiga kali dalam seminggu di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di SD bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Putra bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada anak periang ini. Bantuan yang diterima kali ini digunakan biaya rontgen ke Jakarta pasca pembuatan sepatu kaki kanan Rahmansyah yang terkena TB dan pembelian vitamin tulang. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela dwi @asiihlestari

Rahmansyah mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya


UNDANG SUDARNA (53, Tumor Mata + Tumor Kulit). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luka di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya menyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kab. Bandung dan Kab. Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung. Rupanya ia berencana pindah ke Kab. Bandung, agar ia bisa memulai hidup baru dan lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya, Pak Undang mengutarakan harapannya melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Dia termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat berobat. Selama bulan November 2016 sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kec. Ciwidey. Pak Undang menjalani pemeriksaan CT-Scan pada akhir Desember 2016. Pada pertengahan Januari 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS dan RS Mata Cicendo, akhir bulan Februari 2017, ia harus terus berikhtiar di kedua rumah sakit tersebut. Meskipun kondisi psikologisnya makin membaik, upayanya masih cukup lama. Pada awal Mei 2017 Pak Undang diperiksa intensif di RSM Cicendo Bandung dan sempat tiga hari dirawat inap pascaoperasi tumor pada matanya. Ia kemudian tinggal di RSSR Bandung sambil rutin kontrol ke RSM Cicendo dan RSHS Bandung. Selain ada tumor di matanya, ia juga diduga mengidap tumor kulit sekitar mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama bulan Juli 2017, pihak medis memutuskan bahwa Pak Undang harus menjalani 30 kali terapi sinar di RSHS Bandung. Bersyukur ia dapat menyelesaikan tindakan median, baik RSM Cicendo maupun RSHS pada minggu pertama November 2017. Kondisinya sangat menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan membutuhkan bantuan untuk terus berobat sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Undang Sudarna. Bantuan yang digunakan untuk biaya membeli obat/alat kesehatan, bayar BPJS Mandiri, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Pak Undang tumor mata + tumor kulit


TITIN PRIATIN (35, Ganggaun Ginjal). Alamat: Jalan Cihampelas Gg. Marga Setia No. 38/25, RT 4/15, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 Ibu Titin mengalami sakit di perut, terus merasa mual dan muntah-muntah. Setelah diperiksa di dokter umum dokter menyatakan bahwa ia sakit maag dan memberinya obat. Akan tetapi, setelah minum obat, Ibu Titin tambah sering muntah-muntah dan kesakitan di perut serta dadanya. Karena kondisinya semakin parah ia pun dievakuasi ke RS Salamun di Ciumbuleuit Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, ia dinyatakan sakit ginjal dan dirujuk ke RS Advent atau RS Khusus Ginjal R.A. Habibie. Sungguh sedih dan panik dirasakan bagi suami Ibu Titin, yaitu Bpk. Rendi Permana (37 thn). Sudah tiga tahun yang lalu suami Ibu Titin ini diberhentikan sebagai karyawan hotel dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, kecuali bekerja sebagai tukang ojeg on line. Sekarang pun Ibu Titin beserta suami dan satu orang anaknya tinggal bersama orang tuanya. Sewaktu bekerja dulu perusahaannya mendaftarkan keluarga Ibu Titin sebagai anggota BPJS kelas 1, namun sudah tiga tahun tidak terbayar. Demi memperoleh kesembuhan Ibu Titin, maka keluarganya pun berusaha membuat SKTM, agar Ibu Titin dapat berobat secara gratis. Namun, SKTM itu ditolak karena harus melunasi iuran BPJS. Setelah bernegosiasi dengan pihak BPJS, akhirnya mendapat keringanan dengan hanya diwajibkan membayar tunggakan sebesar Rp 3.120.000,- Namun tetap saja keluarga mereka tidak mampu membayarnya karena tidak memiliki uang. Demi menyelamatkan Ibu Titin, maka keluarganya pun terpaksa membawa Ibu Titin ke RS Khusus Ginjal R.A. Habibie melalui jalur umum. Di rumah sakit itu Ibu Titin dirawat-inap dan dicuci darah 1x dengan membayar biaya Rp 3.311.500,- yang diperoleh dari bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Setelah menjalani rawat inap, dokter pun menyarankan agar datang kembali seminggu kemudian untuk menjalani cuci darah, akan tetapi setelah hamper dua minggu sejak pulang, Ibu Titin belum bisa menjalani cuci darah disebabkan tidak memiliki biaya dan tunggakan BPJS-nya belum terbayar. Kondisi Ibu Titin semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan. Ia terus terbaring karena merasa pusing, mual dan muntah-muntah serta di badannya mulai muncul bintik-bintik merah. Kisah duka dan penderitaan Ibu Titin itu disampaikan kakaknya kepada Kurir Sedekah Rombongan (#SR) Bandung. Karena berempati, maka Kurir #SR pun mengunjunginya diantar oleh oleh Kakaknya itu. Pada kunjungan itu Kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan dari para sedekaholics yang berempati terhadap kesusahan dan penderitaan Ibu Titin. Bantuan uang tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga mereka dan dapat digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta membeli obat yang disarankan dokter. Pada kesempatan itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan keprihatinannya dan akan berusaha mencari bantuan agar memperoleh biaya untuk melunasi tunggakan iuran BPJS-nya. Syukur Alhamdulillah, pada akhir Agustus 2017 Kurir #SR kembali dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS agar Ibu Titin dapat menjalani cuci darah rutin sesuai petunjuk dokter. Pada akhir September 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa keadaan Ibu Titin Priatin semakin memburuk. Selain harus menjalani cuci darah 2x setiap minggu, ia pun harus dirawat karena kondisinya semakin menurun. Maka pada 28 September Kurir Sedekah Rombongan kembali megunjungi Ibu Titin, yang pada saat itu sedang dirawat di rumah sakit. Pada kunjungan itu disampaikan kembali bantuan uang dari para Sedekaholik #SR. Bantuan tersebut diperlukan untuk biaya akomodasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama menjalani rawat-inap di rumah sakit. Pada November 2017 Ibu Titin tidak lagi menjalani cuci darah, akan tetapi ia menjalani operasi untuk membuat saluran kencing dan dipasangi selang di kedua belah pinggulnya. Selang tersebut berfungi sebagai saluran untuk pembuangan air seninya. Ibu Titin masih memerlukan bantuan dan biaya untuk pengobatan serta perawatannya, dan ketika ditemui kembali ia sedang terbaring lemah. Pada kunjungan awal November itu Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari pada sedekaholik. Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat mengantarkan Ibu Titin untuk memperoleh kesembuhannya. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima Yedi

Bu Titin menderita ganggaun ginjal


ANNISA SITI NURAENI (5, Tumor Perut). Alamat: Kampung Kelapa Dua RT 3/3, Desa Sindanglaya, Kecamatam Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun yang lalu adik kita, Annisa Siti Nuraeni sering mengalami sakit perut. Awalnya dikira sakit perut biasa, akan tetapi karena sakit perutnya sering terjadi dan dalamwaktu yang lama, maka orang tuanya pun merasa khawatir dan membawanya ke klinik. Karena keterbatasan peralatan medis, dari klinik Anisa dirujuk ke rumah sakit daerah (RSDH). Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit, adik kita Annisa ini didiagnosa tumor pada perutnya, dan dokter rumah sakit merujuknya ke RSHS Bandung. Mengetahui kenyataan itu kedua orang tua Annisa sangat panic dan sedih, belum lagi mengingat kondisi ekonomi mereka yang serba kekurangan dan mereka tidak memiliki biaya untuk berobat ke RSHS Bandung. Ayah Annisa, yaitu Riki Siswono (38) hanya bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya pas-pasan. Pak Riki bersama istri dan anaknya itu pun masih tinggal di rumah mertuanya. Mereka pun berusaha mencari pinjaman untuk biaya transportasi dan berobat Annisa ke RSHS Bandung, tetapi belum juga memperolehnya. Mendapat kabar dari tetangga keluarga Annisa yang merasa prihatin, beruntung sekali kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga dhuafa tersebut. Pada kunjungan pertama itu pun, Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat membantunya membawa Annisa ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Sesampai di Bandung Annisa pun dibantu agar selama berobat jalan dapat tinggal dan menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK). Selain membantunya berobat ke RSHS Bandung, Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para sedekaholik untuk Annisa dan keluarganya. Bantuan uang tersebut akan digunakan sebagai bekal sehari-hari dan membeli obat yang diperlukan. Mudah-mudahan bantuan sedekaholik ini dapat meringankan beban hidup keluarga Annisa, memberinya harapan dan semangat untuk terus berikhtiar serta dapat mengantarkan Annisa untuk memperoleh kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @alwiejozz, Dede

Annisa didiagnosa tumor pada perut


SRI UDAYATI (49, Jantung + Paru-Paru + Liver). Alamat : Suryamatmajan DN.1/52 RT. 30/10, Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sri Udayati menderita sakit gagal jantung sejak 11 tahun yang lalu setelah kelahiran putra keduanya. Selain itu, di kurun waktu tersebut ia juga pernah operasi kista. Pada tahun 2015, tiba-tiba perut Bu Sri membesar, hasil diagnosa dokter dan uji laboratorium livernya sudah tidak berfungsi dengan baik. Tiap 3 bulan sekali cairan di perutnya disedot. Ibu Sri juga mengalami sesak nafas karena radang paru-paru. Bulan September 2017, Bu Sri dirawat ruang ICCU RS Bethesda selama 2 minggu untuk penyedotan cairan dalam perutnya, dan cuci darah 1 kali. Tidak ada sebulan kemudian ia dirawat kembali karena perutnya membesar dan susah bernafas. Hasil pemeriksaan dan diagnosa dokter penyakitnya sudah menjalar ke ginjal. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ia sudah rawat jalan di rumah. Perutnya makin membesar. Ia menjalani kontrol rutin setiap 2 minggu sekali. Sebelum sakit, sehari-hari Ibu Sri berjualan es teh di dekat rumah. Suaminya dahulu bekerja sebagai tukang parkir namun sekarang tidak lagi karena sepi. Ibu Sri dan keluarga hidup di satu kamar 3 x 4 m² dari satu rumah yang ditempati 5 KK dengan jumlah anggota keseluruhan 13 orang. Selama pengobatan ini Bu Sri sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan KIS, tetapi biaya transportasi dan akomodasinya masih menjadi beban. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatan Bu Sri. Bu Sri sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 November 2017
Kurir : @kissherry @Rofiq_silver @atinlelyas @panggihjuni Yani

Bu Sri menderita jantung + paru-paru + liver


ASRI AGUSTIN (16, Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penyakit kulit yang diderita Asri mulai terasa sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Pada mulanya di wajah Asri timbul bintk-bintik yang mirip dengan bisul kecil. Seiring perjalanan waktu, bintik-bintik itu semakin lama semakin banyak, menyebar, dan menyiksa karena menimbulkan rasa gatal yang hebat. Selain itu, ia juga cukup lama mengalami gangguan pada pencernaan. Sayang, Asri belum pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena tidak ada biaya dan jauhnya tempat tinggal Asri –ia dan keluarganya tinggal di kampung, di daerah pegunungan. Bersama ayahnya, Asri numpang di rumah neneknya yang juga sedang sakit. Ayahnya, meskipun sehat, tidak dapat membiayainya berobat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup mereka. Meskipun demikian, ayah Asri terus berusaha menyekolahkan anaknya padahal ongkos ke sekolah menghabiskan sekitar Rp.150.000,- per minggu. Kehidupan keluarga dhuafa ini serba sulit dan sangat memerlukan bantuan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga membutuhkan bantuan untuk berobat di tengah tingginya biaya transportasi karena akses dari rumah ke pusat kesehatan yang jauh dan sulit ditempuh. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari penghasilan ayah Asri yang tak mencukupi itu, juga diperoleh dari bantuan warga dan jemaah pengajian yang datang memberi santunan. Atas kehendak Allah SWT, informasi mengenai kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya, sedekaholics Sedekah Rombongan kemudian memberi mereka bantuan yang disampaikan kurir di rumah sederhana itu, yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari. Alhamdulillah, sejak itu Asri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Karena Asri harus menjalani control rutin ke RSUD Ujungberung, pada bulan berikutnya Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholics berupa uang untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Pada bulan Juli 2017, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa penyakit Asri semakin bertambah, dengan muncul benjolan-benjolan berair sampai ke bagian wajahnya. Alhamdulillah, pada awal Agustus Sedekah Rombongan dapat berkunjung menjenguknya dan kembali menyampaikan bantuan uang, titipan dari sedekaholics untuk Asri Agustin. Pada November 2017 kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjunginya, karena mendapat kabar bahwa penyakit Asri belum juga berkurang dan ia masih membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi berobat dan membayar iuran BPJS-nya. Syukur Alhamdulillah, Sedekah rombongan kembali dapat memberikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik. Dengan wajah gembira bantuan diterima Asri di rumah saudara yang membantunya berobat di Kota Bandung. Tidak lupa, Asri dan saudaranya mengucapkan terima kasih kepada para dermawan dan mendoakan semua kebaikan bagi semuanya. Semoga bantuan para dermawan ini menjadi berkah bagi semua dan membawa kesembuhan, khusunya bagi Asri. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Asri menderita susp. penyakit kulit dan sembelit


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (42, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau didiagnosa menderita Ca Mamae dextra atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya. Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hanya saja Ibu Uri tidak melanjutkan kemoterapinya dikarenakan tidak adanya pendamping dari pihak keluarga selama pengobatan di bandung. Namun saat ini beliau harus mengkonsumsi obat obatan herbal, sebagai pengganti kemoterapinya. Setelah kurang lebih beberapa bulan mengkonsumsi obat obatan herbal, Alhamdulillah Ibu Uri masih dalam keadaan sehat. Dan beliau tidak merasakan lagi kesakitan seperti dulu. Hanya saja, Ibu Uri belum melakukan kontrol lanjutan ke rumah sakit untuk memastikan apakah sel kankernya sudah hilang atau belum. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedelapan kepada Ibu Uri untuk biaya membeli obat obatan herbal dan pembayaran bpjs. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Uri. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Dedeh

Bu Uri menderita ca mamae dextra


AZMI HAIL MAHLAL (3, Gangguan Perkembangan Motorik). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan sudah hampir satu tahunan. Usia Azmi baru menginjak 3 tahun, ia tumbuh dengan normal, namun perkembangan motoriknya tumbuh dengan lambat. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis. Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Kondisi Azmi saat ini sudah banyak perkembangan, selain sudah mulai bisa berbicara walau belum jelas, Azmi sudah bisa duduk dengan tegak dan sedang belajar berjalan. Beberapa minggu lalu kondisi Azmi sempat turun dan harus dirawat di rumah sakit. Terkadang kondisinya tidak stabil jika sudah demam. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi untuk ke rumah sakit. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kelima belas kepada Azmi untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Azmi menderita gangguan perkembangan motorik


ARIS SUNANDAR (30, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Cibodas, RT 2/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Aris biasa beliau dipanggil menderita sakit sejak beliau berusia 10 tahun. Awalnya, beliau pernah jatuh dari ranjang ketika tidur yang membuatnya dibawa ke tukang pijat. Alhamdulillah kondisinya membaik bahkan sembuh hingga beberapa tahun. Kemudian, saat usia 17 tahun beliau mulai ikut bekerja menjadi buruh bangunan di luar kota. Selama bekerja beliau tidak merasakan sesuatu yang berarti dan tetap lanjut bekerja di proyek bangunan. Setelah sepuluh tahun bekerja, tepatnya di usia 27 tahun tiba-tiba tangan kiri beliau mati rasa, leher kiri membengkak dan kaki kiri pun mati rasa. Akhirnya beliau pulang ke kampung halaman untuk mendapat perawatan di rumah. Beberapa kali beliau pernah menjalani terapi ke ahli pijat namun tidak ada hasilnya. Beliau juga berobat ke dokter hingga dokter memvonis stroke ringan. Kondisinya semakin hari semakin menurun, badannya semakin kurus dan masih ada beberapa bagian tubuh yang mati rasa. Saat ini beliau sering rutin melakukan terapi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur, dengan menggunakan sinar. Alhamdulillah tangannya sedikit demi sedikit sudah bisa di gerakkan. Dan otot ototnya sudah mulai lemas kembali. Saat ini beliau melakukan kontrol ke poly saraf, hanya saja waktu minggu kemarin, Dokter mengatakan kalau ada pembengkokan tulang lehernya, lalu disarankan untuk melakukan kontrol ke poly rehabilitasi medik. Kondisi beliau masih belum bisa jalan dengan normal dan saat kontrol minggu kemarin, tim medis menyuntikkan semacam vitamin untuk menunjang kondisi kesehatan beliau. Saat ini, beliau masih ingin berobat ke rumah sakit namun terkendala biaya. Maklum saja beliau sudah tidak bekerja dan bergantung pada kedua orang tuanya Bapak Suhana (63) dan Ibu Rukini (48) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan minim. Biarpun memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Aris sehingga santunan kelima dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Arif untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Aris masuk kedalam Rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Aris menderita stroke ringan


BUDIYANTO BIN MARTOWIYONO (17, Patah Tulang Belakang). Alamat : Dusun Ngrancah, RT 55/26, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 9 Desember 2016 sepulang dari sekolah, Budiyanto membantu orang tuanya memindahkan gabah dari rumahnya ke rumah kakaknya. Di perjalanan agak naik kaki Budiyanto terpeleset dan terjatuh. Saat itu Budiyanto hendak memindahkan letak karung gabah yang dijinjingnya. Budiyanto sempat pingsan dan dilarikan ke RS Klepu, Minggir, Sleman. Oleh dokter yang memeriksa, Budiyanto segera dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut Budiyanto didiagnosa menderita patah tulang belakang. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Budiyanto masih terbaring dan belum bisa duduk. Ia dipasang selang di leher untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru, juga dipasang selang untuk membantu buang air kecil selama kurang lebih 9 bulan. Orangtuanya, Martowiyono (51) dan Sumiyem (48) bekerja sebagai petani. Keduanya sangat bersyukur karena selama pengobatan anaknya sudah dibiayai oleh fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi keduanya masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi setiap kontrol rutin, terlebih jarak rumah ke rumah sakit tidaklah dekat. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Budiyanto, Aamiin. Keluarga Budiyanto sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas

Budiyanto didiagnosa menderita patah tulang belakang


ICOH BINTI MISJA (48, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi ke enamnya dan harus segera berangkat ke bandung. Ibu Icoh harusnya b erangkat awal bulan nopember, hanya saja beliau belum mempunyai biaya untuk berangkat, beliau terpaksa menunggu dana dari Sedekah Rombongan dikarnakan tidak mempunyai biaya lagi. Kondisi beliau saat ini Alhamdulillah sehat dan tekanan darahnya stabil. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan kesepuluh dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 12 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Ibu Icoh menderita penyakit kelenjar getah bening


RSSR BANDUNG (Sembako dan Obat-obatan). Alamat: Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Oktober 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 21 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR Bandung dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien, juga kebutuhan pasien lainnya seperti obat-obatan. Semoga semua bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien dampingan di RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.953.900,-
Tanggal: 14 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya sembako dan obat-obatan


WAGINEM BINTI JOYOHARJO (67, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Madigondo, RT 25/10, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Waginem menderita kanker payudara sejak empat tahun lalu. Selama ini pengobatannya dilakukan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Awalnya tumbuh benjolan kecil di payudaranya. Setelah berobat ke puskesmas terdekat, Bu Waginem dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit dengan peralatan lebih lengkap. Selama pengobatan ini Bu Waginem sudah menjalani dua kali rawat inap di RS Panti Rapih. Tanggal 10 September 2017 lalu Bu Waginem menjalani operasi pengangkatan kanker payudara. Alhamdulillah, untuk biaya pengobatannya selama ini keluarga Bu Waginem terbantu dengan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bu Waginem masih terbaring lemah pascaoperasi dan rawat inap. Suaminya, Suprapto (67) sehari-hari bekerja sebagai petani. Ia mengaku selama pengobatan istrinya ini masih terkendala biaya untuk kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi dan akomodasi selama berobat ke rumah sakit. Keluarga ini pun memilih untuk berhutang kepada saudara dan tetangga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga Bu Waginem. Keluarga Bu Waginem sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas

Bu Waginem menderita kanker payudara


MIDAH ISTIKOMAH (28, Bantuan Bedah Rumah). Alamat : Dsn. Cikarees, RT 7/2, Ds. Harumandala, Kec. Cigugur, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Neng Midah adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran yang menderita Radang Sendi sejak dua belas tahun yang lalu, kini kedaannya mulai membaik walau belum sembuh total, sampai saat ini telah dilakukan pengambilan pen yang ke empat kalinya. Midah tinggal di rumahnya bersama Ibunya yang bernama Munawaroh (41). Ibunya seorang janda yang berpenghasilan tidak menentu sebagai buruh tani. Rumah yang ditinggali oleh Neng Midah bersama Ibunya adalah rumah panggung berukuran 4×6 M2 beratap rumbia, berdinding anyaman bambu dengan kondisinya sangat memperihatinkan. Saat di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Mas Saptuari Sugiharto sebagai penggagas Sedekah Rombongan bisa menemui Neng Midah dan langsung menyampaikan Bantuan Bedah Rumah untuk tempat Midah tinggal agar lebih nyaman untuk ditinggali. Alhamdulillah, pelaksanaan renovasi rumah Midah berjalan dengan lancar. Midah dan keluarga merasa terbantu dan sangat bersyukur sekali serta mengucapkan terima kasih kepada Sedekaholic yang telah memberikan bantuan biaya renovasi rumahnya. Semoga Midah bisa cepat pulih dengan keadaan tempat yang lebih nyaman. Sebelumnya Midah adalah pasien Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 21.000.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhirdha, @indarkusnandar

Bantuan bedah rumah


RSSR BANDUNG (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Oktober 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 21 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, kebutuhan operasional RSSR di antaranya: Bahan Bakar Minyak (BBM) motor, alat tulis kantor (ATK), print berkas, retribusi (parkir, sampah & iuran RT), dan utility (listrik, internet, & telepon) bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.555.560,-
Tanggal: 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


KARTINI BINTI ACANG (29, Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump). Alamat : Dusun Pangkalan, RT 9/3, Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kartini seorang ibu beranak satu, sejak Februari 2017 selalu merasakan sakit pada perut bagian bawah, mual, pusing dan susah buang air besar disertai keluarnya darah. Melihat kondisinya Bu Kartini berobat ke Puskesmas Tirtajaya Kabupaten Karawang hingga akhirnya beliau di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump atau dalam bahasa umum dikenal dengan Tumor didalam perut. Bu Kartini kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dokter menjadwalkan agar Bu Kartini bisa menjalani pengobatan dan kontrol secara rutin. Untuk memudahkannya selama berobat, beliau tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Bu Kartini yang saat dijumpai kondisinya terlihat baik, saat ini masih menanti ruangan untuk menjalani tindakan kemoterapinya yang terakhir. Pak Ojo (35) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli disawah, ikut mengurus anaknya Rohman (11) selama istrinya sakit. Walau terbantu Jaminan Kesehatan Karawang Sehat dalam upaya pengobatan istrinya, namun Pak Ojo masih menghadapi masalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama pengobatan istrinya. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya hidup selama berobat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1060. Semoga ibu Kartini terus semangat dalam menjalani pengobatannya untuk mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badan nya semakin menurun, wajahnya terlihat pucat, dan sering kali sesak nafas. Menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, di diagnosa Suspect Tumor Ginjal, kemudian dokter merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter rumah sakit melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Dan dokter di RSHS memberikan Nurhalimah protokol terapi untuk enam siklus kemoterapi. Setelah menjalani kemoterapi selama empat siklus kesehatan Nurhalimah makin membaik dan sudah bisa bermain lagi bersama teman teman nya. Saat ini Nurhalimah akan menjalani pemeriksaan untuk kesiapan menjalani kemoterapi siklus yang ke lima di RSHS Bandung dan menjalani rangkaian pemeriksaan penunjang untuk keperluan mengevaluasi hasil pengobatan terhadap besar tumornya. Walaupun selama berobat Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI namun Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari hari selama di Bandung. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah guna membantu biaya sehari hari selama di Bandung dan pembelian susu. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1074. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya dan menjadi sehat kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Retno_indrayati

Nurhalimah di diagnosa suspect tumor ginjal


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat: Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit serta mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan kanker usus besar kemudian disarankan untuk menjalani operasi. Operasi berjalan dengan baik dan selanjutnya disarankan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, Pak Endar tidak berangkat ke RSHS Bandung. Pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut, beliau memeriksakannya ke RSUD Kabupaten Karawang dan kembali di rujuk ke RSHS Bandung. Pak Endar yang sempat dirawat beberapa waktu lalu, kondisinya kini membaik dan selesai menjalani tindakan CT Scan dan Kolonoskopi dengan hasil yang baik. Pak Endar dijadwalkan menjalani operasi pada bulan lalu, namun dikarenakan HBnya yang rendah, operasi terpaksa diundur untuk menjalani transfusi darah. Kini kondisinya kembali stabil, Pak Endar sudah menjalani proses masuk ruangan persiapan operasinya minggu ini. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari selama berobat. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk bekal selama beliau menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Santunan lanjutan masuk dalam Rombongan . Semoga kondisi Pak Endar stabil dan operasinya dapat berjalan dengan lancar. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Pak Endar diketahui menderita Ca Colon


HANDI KUSNAWAN (11, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang semangatnya tinggi menjalani ikhtiarnya. Ia merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi sampai saat ini rutin menjalani cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu pada hari Rabu dan Sabtu di RSUD Kabupaten Karawang. Handi dianjurkan mengkonsumsi makanan yang memgandung zat besi dan bergizi guna menjaga kondisi HB nya agar tetap normal. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun kesulitan dalam mencari kebutuhan biaya transportasi selama Handi berobat di rumah sakit. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan keluarga memenuhi biaya transportasi selama Handi berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan . Semoga titipan dari sedekaholics menambah semangat hidup Handi menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin @etydewi2

Handi menderita end stage renal disease


ARIF RIYANTO (48, Pembengkakan Jantung). Alamat : Dusun Gorolangu, RT 34/21, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak setahun yang lalu Bapak Arif sering mengeluh sesak nafas. BUlan Juli 2017, Bapak Arif dibawa ke RS PKU Nanggulan, Kulon Progo. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter merujuk Bapak Arif untuk berobat lebih lanjut ke RS PKU Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan lanjutan ini diketahui ada pembengkakan pada jantung Bapak Arif. Bapak Arif pun harus menjalani kontrol dan pengobatan rutin ke Yogyakarta. Istri Bapak Arif, Suwarni (45) bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga dan tidak mampu merawat suaminya. Sebelum sakit, Bapak Arif pun bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara ayah Bapak Arif, Bapak Sudirlan (78) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Sumarni (74) bekerja sebagai buruh serabutan. Kedua orangtua Bapak Arif sangat membantu dalam proses pengobatan dan perawatan anaknya. Sebelumnya Bapak Arif berobat ke rumah sakit dengan jalur umum, alhamdulillah, saat ini ia memiliki kartu fasilitas kesehatan BPJS Mandiri Kelas III. Tetapi, Bapak Arif masih kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit. Bantuan dari sedekaholics ini disampaikan untuk meringankan beban keluarga Bapak Arif tersebut. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Arif, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas

Pak Arif mengalami pembengkakan pada jantung


PUJIYATI BINTI RUMINO (46, Miom). Alamat : Dusun Plono, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak dua tahun yang lalu Ibu Pujiyati didiagnosa dokter sakit miom. Miom atau mioma berasal dari sel otot rahim yang tumbuh abnormal dan membentuk tumor jinak. Pertumbuhan sel tumor ini berada di dalam atau sekitar rahim. Oleh dokter yang memeriksa Bu Pujiyati disarankan untuk operasi, tetapi karena ketiadaan biaya keluarga Bu Pujiyati memilih pengobatan alternatif. Bu Pujiyati terus bersemangat berobat, meskipun sampai saat ini belum ada perkembangan secara signifikan. Suaminya, Bapak Pujiyanto (48) bekerja sebagai buruh lepas di pengolahan teh di Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo. Bu Pujiyati memiliki fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi Bapak Pujiyanto mengaku masih kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit, bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja sudah minim. Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu pengobatan Ibu Pujiyati. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Pujiyati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @kissherry Yudan @atinlelyas

Ibu Pujiyati didiagnosa dokter sakit miom


DASIMAH BINTI ATEMOWIYONO (63, Lemah Jantung). Alamat : Dusun Madigondo, RT 21/8, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Dasimah menderita sakit lemah jantung sudah cukup lama. Selama kurang lebih dua tahun ini Bu Dasimah sering rawat inap di rumah sakit. Kondisi kesehatannya tidak stabil. Kadang, meskipun sudah menjalani rawat inap dan diperbolehkan pulang untuk pengobatan rawat jalan sampai di rumah kondisinya kadang menurun, sehingga Bu Dasimah sering keluar-masuk rumah sakit. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, Bu Dasimah terbaring lemah. Dokter menyarankan Bu Dasimah harus istirahat total, tidak boleh terlalu lelah. Di rumah, Bu Dasimah dirawat oleh suaminya, Bapak Karim. Selain itu Bapak Karim bekerja sebagai petani penggarap dengan lahan yang sempit, penghasilannya pun tak menentu. Bahkan belum tentu dapat mencukupi kehidupan sehari-hari keluarga ini. Selama pengobatan ini Bu Dasimah memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi untuk biaya transportasi dan operasional selama pengobatan ke rumah sakit, Bapak Karim mengaku sangat berat. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk membantu meringankan keluarga ini. Semoga Bu Dasimah segera memeroleh kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @kisherry Yudan @atinlelyas

Bu Dasimah menderita sakit lemah jantung


SEMBODO RANGGIT DWIPRADIPTA (1, Jantung Bocor). Alamat : Purwodiningratan NG 1/825 RT 43/9, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir Dik Sembodo diketahui menderita penyakit jantung bawaan. Dik Sembodo selalu melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit, kemudian didiagnosa menderita sakit jantung bocor. Saat berumur 1 bulan Dik Sembodo dirawat di ruang NICU RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan operasi PA Banding (Pulmonary Artey Banding). Saluran bilik kanan jantungnya diberi selang untuk mengurangi darah yang mengalir ke paru-paru. Ayahnya, Aji Sukmawanto (28) sebelumnya tidak bekerja dan baru memulai berdagang, sementara ibunya Astri Purwaningsih (31) bekerja di warung depan rumah. Dik Sembodo mendapat rujukan untuk pengobatan lebih lanjut ke RS Harapan Kita, Jakarta. Tetapi karena kondisinya tidak stabil Dik Sembodo tidak sempat dibawa ke Jakarta. Pascaoperasi tersebut kondisi Dik Sembodo tidak membaik, sementara jantung yang bocor sudah kompleks. Selama pengobatan ini Dik Sembodo memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Kondisi Dik Sembodo terus menurun dan tidak terselamatkan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka untuk membantu meringankan kesulitan keluarga Ibu Astri. Keluarga Bu Astri sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @kisherry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Sembodo menderita sakit jantung bocor


WALDIAH BINTI JUMALI (57, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Jomblangan, RT 4/31 NO 55, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. BU Waldiah menderita sakit kanker payudara sejak bulan Agustus 2016. Awalnya Bu Waldiah hanya merasakan badan pegal-pegal dan nyeri di tangan. Setelah periksa ke rumah sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi karena penyakitnya akut. Alhamdulillah operasi pengangkatan kanker payudara kiri Bu Waldiah berjalan lancar. Selama pengobatan Bu Waldiah mendapatkan keringanan dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri. Tetapi sebenarnya Bu Waldiah merasa kesulitan untuk membayar iuran BPJS setiap bulannya. Saat ini Bu Waldiah masih terus bersemangat menjalani kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Sementara untuk obat yang tidak tercover BPJS dan biaya akomodasi selama di rumah sakit Bu Waldiah berhutang di kelompok arisan. Bu Waldiah pun harus menyewa mobil untuk transportasi ke rumah sakit, karena Bu Waldiah tidak bisa duduk terlalu lama. Suaminya, Bapak Paiman (62) bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya akomodasi selama pengobatan Bu Waldiah. Keluarga Bu Waldiah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @kisherry @rofiq_silver @atinlelyas

Bu Waldiah menderita sakit kanker payudara


FITA MELDITA (23, Tumor Kandungan). Alamat : Dusun Mengger, RT 4/2 , Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar bulan Juli lalu, diketahui Fita menderita tumor kandungan. Awalnya Fita dipijat oleh tukang pijat dan dirasa ada sesuatu berada di perutnya. Fita pun memeriksakan diri ke puskesmas. Beberapa waktu kemudian Fita mengalami demam tinggi, dari puskesmas ia dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul, dan dirujuk kembali ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut diketahui ada tumor sebesar 7 cm di perutnya. Saat kontrol rutin dua minggu kemudian tumor di perutnya makin membesar. Dokter pun segera memutuskan untuk tindakan operasi. Tetapi operasi diurungkan karena ada perlengketan di usus. Keadaan Fita juga semakin menurun. Fita sering muntah darah dan ginjalnya pun bermasalah. Fita ialah anak dari Muhammad Saleh (74) dan Jumini (44). Ayahnya tinggal di Sulawesi dan ibunya bekerja sebagai honorer guru. Fita mendapat fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Santunan ini diberikan untuk membantu kebutuhan pembelian obat yang tidak tercover dan akomodasi selama di rumah sakit. Beberapa hari kemudian, Kurir Sedekah Rombongan memeroleh kabar duka dari keluarga Fita. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Fita, Aamiin. Keluarga Fita sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Fita menderita tumor kandungan


LILIANA MAULIDA (13, Tumor Mata). Alamat: Desa Karang Tanjunget, RT 7/2, Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Liliana mengalami masalah mata sejak bayi. Dari lahir hingga berumur satu tahun matanya selalu mengeluarkan lendir. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Rumah Sakit Bangil Pasuruan. Disana ia diberi obat tetes mata. Ketika berumur lima tahun, saat Liliana bermain saat hujan dan matanya terkena debu. Ia lalu mengusap matanya hingga memerah. Kedua orang tuanya membawa Liliana ke Puskesmas Porong karena khawatir dan juga diberi obat tetes mata. Mata Liliana tidak berangsur membaik, namun terjadi pembengkakan di kedua matanya. Liliana dirujuk ke Rumah Sakit di daerah Malang namun tidak ada hasil yang baik dan dirujuk lagi ke RSUD yang lain juga hanya diberi obat tetes mata. Alhasil Liliana dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo namun lagi-lagi juga hanya obat tetes mata yang diberi. Ketika sudah berusaha mencari banyak alternatif dengan tetap memberikan obat tetes mata untuk dikonsumsi oleh Liliana, ada bintik-bintik di dekat bulu mata hingga Liliana dirujuk ke rumah sakit dan opname. Ayah Liliana, Bapak Muhlasin (34) bekerja sebagai karyawan swasta sedangkan ibunya, Arti Sri Dewi (31) sebagai ibu rumah tangga. Walaupun Liliana sudah mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga masih kesulitan untuk mendapatkan biaya untuk berobat yang tidak dicover KIS. Liliana semakin kesakitan tatkala matanya ketika matanya terasa semakin sakit, muncul sakit kepala yang mengikutinya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Liliana. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dan dipergunakan untuk mencukupi biaya akomodasi selama berobat. Semoga Liliana segera mendapatkan kesembuhan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : Mira @nurrypay

Liliana menderita tumor mata


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1025. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 637.500,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty Mistam

Pak Mawani menderita tumor otak


MA’ARIF BIN AWALUDIN (49, Tumor Paru + Kelenjar Tiroid). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, Blok ZA20, RT 8/2, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Ma’arif sudah sakit sejal April 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit kepala. Beliau menganggap keluhan tersebut adalah sakit kepala biasa sehingga beliau mengkonsumsi obat generik yang beliau beli di toko obat. Setelah meminum obat sakit kepala dan sakitnya reda, pak Ma’arif kembali mengeluh sakit kepala. Semakin lama, keluhan tersebut tidak mereda sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri. Pak Ma’arif adalah penduduk asli dari kota Mataram, NTB sehingga saat itu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Puskesmas, pak Ma’arif dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru. Dokter menyatakan bahwa tumor yang ada di paru-paru pak Ma’arif sudah terlalu besar sehingga apabila dilakukan tindakan operasi maka risiko kematian akan menjadi besar. Dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk pak Ma’arif ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pak Arif diharuskan untuk melakukan perawatan kembali pada tanggal 30 Agustus 2017. Namun, pada saat itu kondisi pak Ma’arif sudah terlalu lemas dan khawatir untuk perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya terlalu lama sehingga keluarga membawa pak Ma’arif ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Sesampainya pak Ma’arif di RS Siti Khodijah, ternyata peralatan untuk kemoterapi kurang lengkap. Dokter di RS Siti Khodijah kemudian menyarankan untuk membawa pak Ma’arif ke RSU Anwar Medika, Sidoarjo. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ma’arif juga mengalami penyakit tiroid. Kini dokter masih menunggu kondisi pak Ma’arif membaik, setelah itu beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani kemoterapi. Berat badan pak Ma’arif sempat menurun drastis. Pak Ma’arif adalah seorang guru mengaji di daerah tempat tinggal beliau. Sedangkan istri beliau, Nawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Ma’arif menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika berobat .Dan saat ini alhamdulillah beliau sudah melakukan kemo ke empat di RS. Semen Gresik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 15 oktober 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty

Pak Maarif menderita tumor paru + kelenjar tiroid


ZAHIRA BINTI ZAINURI ( 2, Atresia Biliaer ). Alamat : Jl. Kalijaten No 87 , RT 16/3 .Kec.Taman , Kab.Sidoarjo . Prov. Jawa Timur. Adek Zahira anak tunggal dari ibu Aliah Syamlan (43) dan bapak Zainuri lahir pada tanggal 27 Januari 2016 lalu secara Caesar dan mengalami cacat bawaan (tanpa anus). Saat usia 0-3 bulan kesehatan nya berjalan normal namun saat menginjak usia 4bl ada keanehan terjadi, semua berawal ketika adek Zahira ke susahan BAB dan merasakan sakit yang luar biasa , lalu dibawa ke Rs dan akan di lakukan inject microlax pada anus nya dari situ baru di ketahui bahwa anus adek Zahira menutup sepenuhnya ,kondisi terkini adek Zahira sudah melakukan operasi pertama nya pada usia 5bl,operasi kedua pada usia 9bl dan saat ini sedang menunggu untuk operasi pembuatan anus Di RS.Dr.Soetomo , ibu adek Zahira bekerja sebagai penjual gorengan dan ayah nya meninggal 3bln yang lalu karena TB Kelenjar, saat ini mereka tinggal bersama paman yang bekerja serabutan. Sedekah Rombongan telah bersilaturahmi dengan keluarga adek Zahira dan Kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan titipan para sedekaholic untuk membantu adek Zahira. Santunan telah di sampaikan untuk biaya berobat dan pembelian susu. Semoga santunan yang di berikan kepada Adek Zahira bermanfaat. Terima kasih kepada Sedekaholic telah berbagi untuk membantu sesama, semoga Allah melimpahkan rejeki para sedekaholic. Aamiin

Jumlah Bantuan : 525.000
Tanggal : 10 November 2017
Kurir : Mira @mzboz1027

Zahira menderita atresia biliaer


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tetangganya. AlhamdulillaH Sedekah Rombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, sedekah rombongan beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1000. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @mzboz1027 @NurryPay

Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara


RUSTAM BIN AHMAD JINGGA (57, Stroke) Jl Galunggung 13, Blok D5 no 9 ,Rt 01/10 Kelurahan Cengkareng timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Bapak Rustam Bin Ahmad Jingga adalah Penderita Stroke, Gejala awal beliau sakit darah tinggi, beliau sudah beberapa kali mengalami tekan darah tinggi dan mendapat perawatan di RSUD Cengkareng. Terakhir beliau darah tinggi naik dan mengalami seramgan stroke yang mengakibatkan kelumpuhan pada tubuhnya sampai sekarang. Saat dikunjungi #SedekahRombongan, Bapak Rustam Bin Ahmad jingga hanya berobat kepengobatan alternative dikarenakan keterbatasan biaya, dan beliau tinggal di rumah anaknya bersama dengan beberapa cucunya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini dan menyampaikan bantuan untuk membantu keperluan sehari-hari. Semoga bantuan ini bermanfaat bisa membantu meringankan kebutuhan bapak Rustam Bin Ahmad dan semogs bapak Rustam dapat sehat kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik

Bapak Rustam menderita stroke


RAMDHAN MAULANA HIDZBULLOH BIN IBROHIM (20, Usus bocor). Alamat : Kp.Cihoe Kramat Iyok RT. 1/5, Kahuripan, Ciseeng, Parung, Bogor Jawa Barat. Ramdhan Maulana Hidzbulloh adalah putra pertama bapak Ibrohim dan ibu Heni yang saat ini kegiatannya di rumah saja karena sakit usus bocor. Awal tahun 2015 Ramdhan Maulana Hizbulloh menjalani operasi usus buntu, setelah 6-7 bulan kemudian sakit yang lebih parah di rasakan di area sekitar perut, saat akan di lakukan oprasi pembedahan oleh team dokter barulah diketahui bahwa sudah ada pelengketan pada ususnya sehingga operasi tidak jadi dilakukan dan untuk sementara menunggu proses usus terpisah. Ramdhan Maulana Hidzbulloh berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS, namun BPJS yang sudah dimilikinya tidak aktif karena ternyata keluarga bapak Ibrohim belum membayar iuran BPJS dan masih mempunyai tunggakan kurang lebih 1 tahun dengan 7 anggota keluarga. Kondisi ini mengakibatkan pengobatan Ramdhan Maulana Hidzbulloh terputus dan pada perut Ramdhan Maulana bocor serta mengeluarkan cairan semua di tangani sendiri tanpa bantuan medis. Setelah dilakukan pengecekan online diketahui ternyata bukan tunggakan BPJS melainkan pemindahan dari BPJS Mandiri menjadi BPJS PBI Yang faskes nya otomatis berubah dari Klinik menjadi Puskesmas Kelurahan setempat. Hal ini karena keluarga bapak Ibrohim sudah mulai berdomisili di Parung Bogor namun segala bentuk identitas masih menggunakan alamat Jakarta. Bapak Ibrohim yang berprofesi sebagai penjual ikan keliling sangat ingin anaknya bisa berobat dan sembuh kembali namun karna kondisi ekonomi yang pas-pasan Ramdhan Maulana Hidzbulloh tidak dapat meneruskan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry Puput @endangnumik

Ramdhan menderita sakit usus bocor


ROHAYATI BINTI PEIN (40, Ca Mammae). Alamat : Jalan Letjen Sarbini RT 3/1, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Maret 2017, tumbuh benjolan kecil di sekitar payudara sebelah kiri. Awalnya diabaikan, namun lama-kelamaan semakin membesar. Bu Rohayati mencoba untuk memeriksakan ke puskesmas terdekat dengan jaminan KIS PBI yang ia miliki. Setelah diperiksa di Puskesmas, ia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit dengan peralatan lebih lengkap. Keesokan harinya ia menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi, namun langsung dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Hingga saat ini Bu Rohayati masih menjalani kemoterapy di RS Persahabatan. Suami Bu Rohayati, Pak Suteja (60) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang kecil. Mereka kesulitan dalam mencukupi kebutuhan selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Bu Rohayati menderita ca mammae


CECEP SYAFRUDIN (53, Hernia). Alamat : Kp. Jati Bulak RT 4/1, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Cecep sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan berjualan kopi. Setiap berangkat jualan, ia harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki. Hingga pada akhir tahun 2016, buah zakar Pak Cecep jadi membesar. Hal tersebut membuat aktifitasnya terganggu dan semenjak itu ia tidak dapat berjualan lagi. Terkadang ia juga merasakan sakit yang luar biasa dan sesak nafas. Saat ini Pak Cecep menjalani pengobatan di RS Hermina Kota Bekasi. Meskipun biaya pengobatan ditanggung Kartu BPJS yang ia miliki, namun biaya transport sangat berat ia rasakan karena saat ini Pak Cecep sudah tidak bisa mencari nafkah. Sedangkan istrinya, Bu Kurnia (46) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 1073.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Pak Cecep menderita hernia


HAIKAL FEBRIAN SYAHPUTRA (5, Flek Paru). Alamat : Kp. Lubang Buaya RT 2/4, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Haikal adalah seorang anak yatim piatu yang saat ini diasuh oleh nenek nya. Saat baru lahir hingga usia 2 tahun, tak ada tanda-tanda yang tampak kalau Haikal sakit. Awal tahun 2015, Haikal mulai merasakan sesak nafas, disertai kondisi berat badan semakin menurun. Upaya pengobatan dilakukan secara rutin di puskesmas terdekat, namun tidak berlangsung lama karena ketiadaan biaya untuk akomodasi karena nenek Haikal sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari Haikal. Pada saat ditemui Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Haikal sangat memperhatikan, kondisi badan kurus tinggal tulang. Kedua orang tua Haikal sudah meninggal pada awal tahun 2014 hampir bersamaan karena sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan Haikal membeli nutrisi agar pertumbuhan nya layak. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Haikal menderita Flek Paru


KENI BINTI KARTA (35, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Muaragembong RT 3/1, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal Januari 2017, Bu Keni merasakan sering lemas dengan kondisi tubuh agak bengkak. Awal pemeriksaan ia lakukan di puskesmas terdekat, namun akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi. Bu Keni menjalani cuci darah seminggu 1 kali namun pada akhir Oktober 2017 sempat terhenti karena biaya transport tidak ada. Karena hal tersebut, Bu Keni sempat drop dan dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi. Suami Bu Keni, Pak Nisan (40) hanya seorang nelayan. Namun semenjak istrinya sering berobat, Pak Nisan mengurangi waktu kerjanya untuk menemani istri ke rumah sakit. Tentunya pemasukan uang untuk sehari-hari jadi berkurang dan mereka saat ini kesulitan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Bu Keni berjalan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Keni menderita gagal ginjal


ANDRE CASIA NUR (20, Mag Kronis). Alamat : Kedung Cinde RT 1/5, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal Agustus 2017, Andre mengalami sakit perut, karena dianggap hanya sakit perut biasa ia menkonsumsi obat warung dengan harapan segera sembuh. Namun ternyata sakit perutnya tersebut semakin menyiksa sehingga ia dievakuasi ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Andre dirujuk ke RS Medirosa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut menggunakan jaminan KIS PBI. Andre menjalani perwatan selama 4 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat ini Andre diharuskan menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya transportasi, akhirnya rencana untuk kontrol batal. Ayah Andre, Pak Nur (60) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Sedangkan ibunya, Bu Hodijah (58) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Andre, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Andre menderita magh kronis


SUMIYATI BINTI ROHMAT (40, Asam Lambung). Alamat : Kp. Bulaksana RT 2/6, Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Agustus 2017, Bu sumiyati sering merasakan sesak nafas dan sakit tulang belakang, namun tak begitu dihiraukan karena dianggap hanya kelelahan saja. Semakin lama rasa sakit itu semakin menyiksa dan pada pertengahan November 2017 ia merasakan sakit yang luar biasa dan terpaksa dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma. Bu Sumiyati menjalani perawatan selama beberapa hari dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki. Setelah menjalani pemeriksaan, Bu Sumiyati dinyatakan terkena asam lambung. Selama menjalani perawatan, ia kesulitan bekal untuk keperluan makan dan kebutuhan lainnya. Suaminya, Pak Darkim (46) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumaah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nuraini

Bu Sumiyati dinyatakan terkena asam lambung


NOVIANTO RESIAWAN (28, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Cibeber RT 2/5, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2014, Novi pernah bekerja sebagai Cleaning Servis di sebuah perusahaan swasta. Namun karena gaji yang ia peroleh sangat kecil akhirnya ia tidak bertahan lama dengan pekerjaan tersebut. Dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih memadai, ia pun dibantu orang tuanya untuk mencari pekerjaan. Namun tak satu pun pekerjaan yang cocok dengan gaji lebih besar. Terakhir Novi sering mendadak marah-marah, bahkan menghancurkan apa yang ada di hadaapannya. Novi sering melamun yang dan kadang marah-marah tidak jelas. Kedua orang tua Novi akhirnya memutuskan untuk membawanya ke Panti Yayasan Galuh, sebuah panti rehabilitasi mental. Kedua orang tua Novi harus membayar tiap bulan ke yayasan tersebut untuk biaya pengobatan mental di Yayasan Galuh. Ayah Novi, Pak Muchni Minarno (63) hanya seorang pensiunan yang penghasilannya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, sedangkan ibunya, Bu Nyai Rohati (58) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membayar iuran biaya pengobatan Novi. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pengobatan Novi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Novi mengalami gangguan jiwa


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Wulan menjalani operasi pembukaan pen yang tertanam di lengan kiri. Setelah operasi ia diwajibkan kontrol sejak tanggal 20 Juni 2017 di RS Fatmawati Jakarta. Dan akan segera dijadwalkan operasi tangan sebelah kanan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan mengalami kanker tulang


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arif di diagnosa TB Luar


SITI AL BAROKAH (9, Hydrocepalus). Alamat : Jalan Wibawamukti 2, Komplek Asabri, Kp. Pedurenan RT 5/6, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Dek Siti menderita Hydrocepalus sejak ia lahir dan saat itulah upaya pengobatan dilakukan. Berbagai upaya yang dilakukan oleh orang tua Siti untuk kesembuhannya. Dari pengobatan medis, terapy dan lain sebagainya dilakukan demi sang buah hati. Saat ini, Siti menjalani terapy di RS Angkatan Udara Halim Jakarta. Sayang nya hingga saat ini Siti tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan yang dapat membantu meringankan beban mereka. Setelah bermediasi dengan Kurir Sedekah Rombongan, akhirnya keluarga ini mau dibuatkan kartu BPJS Kesehatan. Ayah Siti, Pak Ramin (44) hanya seorang buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu, sedangkan ibunya, Bu Uminah (35) ibu rumah tangga. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka sangat kesulitan dan ditambah biaya pengobatan sang buah hati yang masih panjang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan kartu BPJS Kesehatan agar meringankan beban biaya pengobatan Siti.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @SahuriNur

Dek Siti menderita hydrocepalus


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya gaji driver MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


SODIQ BIN MUKHSIN (45, Liver). Alamat: Desa Lemahputro, RT 24/10, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Sodiq sudah sakit sejak Februari 2017. Awal mulanya, pak Sodiq sering mengalami pusing dan sakit perut. Karena menganggap hanya sakit perut dan kurang enak badan seperti biasanya, beliau beranggapan keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, keluhan yang pak Sodiq alami tak kunjung hilang. Sebaliknya, beliau sering mengalami rasa lelah yang teramat sangat dan hilangnya nafsu makan. Ditambah lagi, pak Sodiq mengalami kesulitan dalam berjalan. Karena hal tersebut, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau dirujuk untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Sodiq didiagnosa menderita Liver. Kini, kaki pak Sodiq semakin membengkak dan menghitam. Beliau juga masih mengalami kesulitan dalam berjalan. Pak Sodiq bekerja sebagai kuli bangunan. Istri beliau, Suci (33) bekerja sebagai tukang tenun. Mereka dikaruniai dua orang anak. Pak Sodiq belum memiliki jaminan kesehatan sehingga untuk menjalani pengobatan di RSUD masih menggunakan biaya pribadi. Karena biaya yang besar, beliau pun mengalami kesulitan. Maklum saja, upah pak Sodiq hanya dapat untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Sedangkan beliau membutuhkan membutuhkan biaya untuk ke RSUD dan pengobatan lebih lanjut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Sodiq. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic untuk pak Sodiq. Namun takdir berkata lain, pada tanggal 10 oktober 2017 Pak sodiq Bin Mukhlsin menghembuskan nafas terakhirnya . Semoga keluarga yang di tinggal di berikan ketabahan dan kesabaran. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1053

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 11 oktober 2017
Kurir : Mira @laksmiwaty Ida

Pak Sodiq didiagnosa menderita liver


MOH. SUJARWANTO (38, Kanker Usus). Alamat: Desa Sidorangu RT 10/5, Kelurahan Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Kesibukan membuat pak Wanto mengesampingkan kesehatan, hingga pada akhirnya penyakit yang beliau derita baru terdeteksi pada Juni 2017. Awal mulanya, pak Wanto sering mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, pak Wanto merasakan adanya nyeri di perut bagian bawah yang kerap muncul. Nyeri tersebut membuat perut pak Wanto terasa kaku dan tidak dapat bergerak. Karena khawatir, akhirnya pak Wanto memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, pak Wanto langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Al-Islam H. M. Mawardi karena fasilitas kesehatan beliau berada di RSU Al-Islam H.M Mawardi, Krian. Setelah diperiksa, pak Wanto didiagnosa menderita Kanker Usus. Di sana, pak Wanto kembali dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Sidoarjo, ternyata dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi pengangkatan kanker usus beliau. Dokter akhirnya menjadwalkan operasi untuk pak Wanto pada awal September 2017. Sebelum sakit, pak Wanto bekerja sebagai tukang kebun di sebuah Pabrik Oli. Ayah pak Wanto, Samsuri sudah meninggal sedangkan ibu pak Wanto, Kasiati (60) adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu pak Wanto dikaruniai 4 orang anak. Di rumah, pak Wanto tidak menikah dan saat ini hidup dengan 9 orang dengan 2 Kartu Keluarga karena Saudara pak Wanto juga tinggal serumah dengan pak Wanto. Selama menjalani pengobatan, pak Wanto menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pak Wanto masih mengalami kesulitan mengenai transportasi ketika ke RSUD Sidoarjo . Sedekah Rombongan membantu meringankan beban pak Wanto dengan menyampaikan santuanan yang digunakan untuk biaya transportasi dan pengobatan. Santunan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1053. Namun takdir berkata lain, pada tanggal 10 Oktober 2017 pak Sujarwanto kesehatannya menurun drastic dan meninggal dunia. Sedekah Rombongan mengucapkan turut berduka cita,semoga amal ibadah almarhum di terima Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan di beri kesabaran dan ke ikhlasan. Aamiin

Jumlah Bantuan : 1.050.000
Tanggal : 10 oktober 2017
Kurir : Mira @Nurrypay Kaka @laksmiwaty

Pak Wanto didiagnosa menderita kanker usus


MOHAMMAD HASAN (65,kanker tulang). Alamat: Jl.Jendral S.Parman 3/8, Rt/Rw 002/003 kec.waru, kab. Sidoarjo. Provinsi. Jawa Timur. Pak Hasan adalah seorang bujang tua yang tinggal Bersama kakak kandung dan keponakannya, beliau memutuskan untuk tidak menikah semasa muda nya. Saat muda beliau seorang pekerja keras di tahun 1970, beliau pernah bekerja di pabrik baja selama 11th dan menjadi tukang becak selama 16th. Pak Hasan di tahun 2013 di vonis mengidap kanker tulang, berawal dari beliau terkena putung rokok dibagian kaki dan terjadi pembekakan disertai keluarnya nanah. Beliau pun menganggap itu hanya luka biasa dan diobati dengan obat luka luar. Tapi luka itu tidak sembuh dan semakin parah selama 1th . Akhirnya Pak Hasan berobat ke RSUD Dr.Soetomo dari tahun 2013-2015. Dan dokter pun memvonis Pak Hasan terkena kanker tulang dan harus diamputasi. Setahun setelah operasi amputasi kaki seharusya pak Hasan rutin control untuk proses penyembuhan kakinya, hanya saja pak Hasan tidak pernah control dengan alasan tidak ada biaya dan tidak ada yang mengantar. Sekarang kondisi Pak Hasan masih dalam keadaan luka terbuka dan dibalut kain seadanya. Pak Hasan tidak memiliki BPJS atau kartu berobat lainnya, selama beliau berobat menggunakan jalur umum bantuan dari saudara dan tetangga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau pada tgl 10-10-2017 sehingga beliau langsung dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk perawatan lukanya, Namun diluar dugaan,pak Hasan diharuskan MRS untuk pemeriksaan lebih lanjut. 2 hari setelahnya,pihak RS menginformasikan bahwa kankernya sudah menjalar naik,sehingga beliau diharuskan untuk amputasi lagi pada pahanya. Alhamdulillah pada tanggal 30-10-2017 pak Hasan melaksanakan operasi kembali dan sampai saat ini masih rutin melakukan control di Rsud Sidoarjo. Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan . Terima kasih untuk sedekaholic, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : Mira @nurrypay

Pak Hasan mengidap kanker tulang


MUHIDIN BIN SUTARNO (42, Stroke). Alamat : Kampung Pisangan Bulak RT 10/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Didin adalah nama panggilan sehari-harinya, setahun lalu ia masih bekerja sebagai professional marketing di sebuah perusahaan refractory di daerah Citeureup Bogor. Hingga pada suatu hari di penghujung tahun 2016 saat Didin pulang dari kantornya ia mengalami pusing yang sangat berat hingga mengakibatkan dia pingsan di dalam mobil perusahaan yang ia kendarai, untung di sekitaran tempat kejadian banyak orang-orang yang menolongnya membawa ke rumah sakit. Hampir 2 minggu ia dirawat karna mengalami ketidaksadaran yang cukup lama dan ia didiagnosis terkena stroke setelah dilakukan CTScan, hingga saat ini Didin kehilangan pekerjaannya. Sampai saat ini ia berobat dengan terapi dan lainnya, namun biaya berobat sangat membebani Didin dikarnakan iasudah tidak lagi bekerja. Didin masih membiayai 4 orang anak-anaknya yang masih sekolah, sedangkan istri memaksakan diri bekerja sebagai buruh di pabrik untuk membantu biaya sehari-hari. Alhamdulillah SSedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga yang memerlukan uluran tangan ini, bantuan awalpun disampaikan untuk membeli kursi roda dan biaya terapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin Ruhendra

Pak Didin didiagnosis terkena stroke

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RAHMANSYAH BIN MARTONO 850,000
2 UNDANG SUDARNA 500,000
3 TITIN PRIATIN 500,000
4 ANNISA SITI NURAENI 500,000
5 SRI UDAYATI 1,500,000
6 ASRI AGUSTIN 750,000
7 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 750,000
8 AZMI HAIL MAHLAL 800,000
9 ARIS SUNANDAR 800,000
10 BUDIYANTO BIN MARTOWIYONO 1,000,000
11 ICOH BINTI MISJA 600,000
12 RSSR BANDUNG 6,953,900
13 WAGINEM BINTI JOYOHARJO 1,000,000
14 MIDAH ISTIKOMAH 21,000,000
15 RSSR BANDUNG 1,555,560
16 KARTINI BINTI ACANG 500,000
17 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
18 ENDAR BIN DATI 500,000
19 HANDI KUSNAWAN 500,000
20 ARIF RIYANTO 1,000,000
21 PUJIYATI BINTI RUMINO 1,000,000
22 DASIMAH BINTI ATEMOWIYONO 1,000,000
23 SEMBODO RANGGIT DWIPRADIPTA 1,000,000
24 WALDIAH BINTI JUMALI 1,500,000
25 FITA MELDITA 1,000,000
26 LILIANA MAULIDA 800,000
27 MAWANI PANE 637,500
28 MA’ARIF BIN AWALUDIN 750,000
29 ZAHIRA BINTI ZAINURI 525,000
30 SITI MARDIYAH 500,000
31 RUSTAM BIN AHMAD JINGGA 1,000,000
32 RAMDHAN MAULANA HIDZBULLOH BIN IBROHIM 500,000
33 ROHAYATI BINTI PEIN 500,000
34 CECEP SYAFRUDIN 500,000
35 HAIKAL FEBRIAN SYAHPUTRA 500,000
36 KENI BINTI KARTA 500,000
37 ANDRE CASIA NUR 500,000
38 SUMIYATI BINTI ROHMAT 500,000
39 NOVIANTO RESIAWAN 500,000
40 WULAN JAMILAH 500,000
41 ARIEF HUSEIN 1,000,000
42 SITI AL BAROKAH 500,000
43 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
44 MTSR BEKASI 2,000,000
45 SODIQ BIN MUKHSIN 1,000,000
46 MOH. SUJARWANTO 1,050,000
47 MOHAMMAD HASAN 500,000
48 MUHIDIN BIN SUTARNO 2,000,000
Total 65,321,960

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 65,321,960,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1079 ROMBONGAN

Rp. 57,337,843,828,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.