MUDIYA BIN SUGANDA (37, TB Paru). Alamat : Gang Soban 1, RT 15/4, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sedekah Rombongan pertama kali bertemu dengan Pak Mudiya ketika dia baru pulang ke Cirebon usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu Bandung pada bulan Juli lalu. Pak Mudiya dirawat karena sakit paru-paru yang dideritanya. Hal ini mungkin disebabkan karena Pak Mudiya pernah bekerja selama beberapa tahun di gudang semen sebagai kuli angkut. Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu, Pak Mudiya disarankan untuk check-up kembali. Keterbatasan biaya hampir saja membuatnya tidak melanjutkan pengobatan. Pak Mudiya adalah seorang kepala keluarga dengan seorang anak. Istrinya, Ibu Murniasih (32) hanya mengurus rumah tangga tanpa bekerja sambilan. Keadaan ekonomi keluarga ini menjadi semakin berat karena Pak Mudiya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu. Bersyukur biaya pengobatan Pak Mudiya selama ini telah dijamin melalui fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan bantuanpun diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan. Pada keberangkatan berikutnya setelah mendapat bantuan, Pak Mudiya dirawat kembali selama beberapa hari di RS. H.A. Rotinsulu Bandung dan masih menjalani pemeriksaan rutin selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini telah termasuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak Mudiya menderita TB Paru


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 26 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk pembelian token listrik dan biaya perbaikan priter yang ada di RSSR Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1055.

Jumlah Bantuan: Rp. 870.000,-
Tanggal: 14 November 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


NAMI BINTI PEYANG (39, Infeksi Lambung / Usus Buntu). Alamat : Kp. Pedurenan RT 2/6 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Awal mulanya Ibu Nami mengeluh nyeri di bagian perut dan agak membesar. Semakin lama, keluhan tersebut terasa semakin sakit. Ibu Nami memeriksakan diri ke klinik terdekat. Ternyata keluhan sakit perut Ibu Nami bukan sakit perut biasa. Keluarga membawa ke Rumah Sakit Jati sampurna, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Melia, dari Rumah Sakit Melia dirujuk kembali ke RS POLRI. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan kemungkinan ada kebocoran pada lambung dan akan dilakukan tindakan operasi. Ibu Nami berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan kartu Indonesia Sehat. Suami beliau, bapak Yunab Saputra (44) hanya seorang buruh bangunan harian lepas. Keinginan ibu Nami untuk sembuh sangat tinggi, namun beliau memiliki kendala biaya untuk perawatan lebih lanjut ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan mencoba memahami keadaan Ibu Nami, alhasil Ibu Nami menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari yang diterima oleh Bapak Yunab.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 November 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Nami menderita kebocoran pada lambung


YULIANA DWI RAHAYU (17,Thalassemia Mayor). Alamat: Kontarakan bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan ibu Arti Rahayu (42), ibu rumah tangga biasa, Yuli menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisinya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM untuk dilakukan transfuse darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya operasional berobat Yuliana ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1037. Semoga kondisi Yuliana cepat pulih kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yuli menderita thalassemia mayor


YULI BHAYANGKARA (44, Tumor Perut). Alamat: Jl. Nusantara No. 31 RT 4/2, Kelapa dua, Kelurahan, Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sakit yang lama tidak dirasa itu ternyata tumor yang semakin hari menggerogoti dinding perutnya, Yuli kini berobat ke RS Fatmawati dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Yuli yang sehari hari biasanya bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai rabat ini sudah hampir setahun terakhir tidak bisa bekerja karena sakitnya. Yuli tinggal di rumah dinas orangtuanya bersama ibu yang sudah berusia 64 tahun dan juga anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar, bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ketika masih bekerja dulu. Yuli kurang memperhatikan makan dan sering mengkomsumsi minuman berkarbonat. Sedekah Rombongan kembali menyampaian bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya menebus obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1037. Sampai saat ini Yuli masih menunggu jadwal operasi. Semoga, Yuli segera mendapatkan jadwal operasi sehingga sakitnya segera diangkat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Yuli menderita tumor perut


ERNA YURIS (39, Janda Dhuafa) Alamat : Jl. Haji Icang, Gg. Ampeng, kontrakan Ibu Broto, Palsiginung, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat. Ibu Erna seorang Janda setelah suaminya meninggal kerana sakit ketika Ibu Erna sedang mengandung anaknya. Kini sang bayi sudah berusai 1 tahun. Pekerjaan sehari hari Ibu Erna adalah berdagang lauk pauk matang di kontrakan lamanya, namun karena di kontrakan lamanya terkena banjir yang menyebabkan barang barangnya banyak yang rusak karena air banjir, termasuk berkas berkas pentingnya. Kini Ibu Erna sudah mendapatkan kontrakan baru, namun tidak mempunyai apa apa lagi, Termasuk Kasur yang rusak akibat banjir. Kontrakan yang ditinggali Ibu Erna yang sekarang tidak memungkinkan untuk Ibu Erna berjualan lauk pauk, kini usahanya membantu tetangganya yag butuh bantuan untuk cuci gosok. Ini merupakan santunan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1071. Semoga Allah lekas memberikan kesehatan untuk Ibu Erna dan anaknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 14 November 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bantuan tunai


ALVARO RIKI ADITYA (5, Retinoblastoma). Alamat : RT 21/9, Dukuh Karangsempu, Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dik Alvaro menderita retinoblastoma, yaitu tumor ganas primer mata pada anak. Ia sempat menjaani pengobatan di puskesmas setempat dan Rumah Sakit (RS) Margono sebelum akhirnya dirujuk ke RS Sardjito, Yogyakarta. Mulai saat itu juga ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Alvaro tinggal bersama kedua orang tuanya sepetak rumah yang sangat sederhana. Kondisi atap rumahnya sangat memprihatinkan dan hampir roboh. Belum lama ini adik bungsunya lahir melalui operasi caesar. Kondisi rumah yang memprihatinkan sangat mengganggu proses pengobatannya. Ayahnya, Kirwan (35) bekerja serabutan, sedangkan ibunya, Miyanti (29) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehai-hari sehingga tidak ada dana untuk memperbaiki atap rumah yang hampir roboh. Biaya pengobatan Dik Alvaro selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun keluarga masih kesulitan dana untuk biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit dan biaya perbaikan rumahnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Alvaro sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya renovasi rumahnya. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 951. Saat ini Dik Alvaro sedang menjalani kontrol rutin di Rumah Sakit (RS) Sardjito, Yogyakarta. Semoga ia dapat tinggal dengan nyaman bersama keluarganya dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @arfanesia Rahayu @paulsyifa

Dik Alvaro menderita retinoblastoma


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, pembelian gas oksigen dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1065.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.200.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti Arif @ddeean

Biaya operasional Oktober 2017


KASMIATI BINTI MUHERI (33, Tumor Otak). Alamat : RT 3/5, Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Povinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita ibu Kasmiati diduga berawal saat beliau jatuh dari sepeda motor. Saat itu beliau sempat merasa pusing disertai kejang-kejang. Beberapa tahun kemudian, diketahui ada bercak hitam di kepalanya. Beliau pun diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Nirmala, Purblingga. Ibu Kasmiati kemudian dirujuk ke RS Margono, Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita tumor otak. Sejak saat itu, kondisi Ibu Kasmiati semakin menurun. Hingga akhirnya pada 15 Oktober 2017, Ibu Kasmiati meninggal dunia. Suaminya, Sunarno (34) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari beserta seorang anaknya yang masih berusia 10 tahun. Biaya pengobatan Ibu Kasmiati selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kasmiati sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Bu Kasmiati menderita tumor otak


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 6 terapi suntik dan obat. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi selama ia menjalani kontrol di RSUD Moewardi bulan September – Oktober 2017. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1049. Kini keadaan Yudi semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya naik setelah sempat turun 2 kg.Ia juga sudah dapat beraktivitas ringan. Semoga pengobatan Yudi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Bu Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC)


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, Tuberculosis Paru). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosisparu padatahun 2005. Tuberculosis parumerupakaninfeksipadaparu-paru yang disebabkanolehbakteri tuberculosis.Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Beliau kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi selama kontrol ke RS Moewardi pada bulan September – Oktober 2017. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1049. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya bertambah. Beliau juga sudah kembali bekerja sebagai tukang parkir meski belum masuk setiap hari. Saat ini beliau sedang menjalani kontrol di puskesmas setiap hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosisparu


MUHAMMAD NAUFAL NAIL (9, Tumor Ganas di Perut). Alamat : RT 3/1, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Naufal mulai tidak bisa buang air besar dan air kecil pada Mei 2016. Setelah diperiksakan ke Rmah Sakit Umum (RSU) Banyumas ternyata ditemukan ada benjolan tumor di perut. Ia kemudian menjalani operasi di RSU Banyumas. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dik Naufal kemudian menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sardjito. Kondisinya sempat membaik, namun pada 26 September 2017 kondisinya memburuk. Akhirnya pada hari itu Dik Naufal menghembuskan nafas terakhirnya. Dik Naufal adalah putra dari pasangan Bapak Riswanto (46) dan Ibu Nurjaenah (49). Bapak Riswanto adalah mantan supir di Arab Saudi (Tenaga Kerja Indonesia) dan sekarang tidak bekerja, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Dik Naufal dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi ke Yogyakarta. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dik Naufal. Santunan kembali diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 980. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Naufal menderita benjolan tumor di perut


JASMINE ADI PUTRI (5, Hernia). Alamat : RT 2/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar awal Juli lalu, daerah kemaluan Dik Jasmine membesar dan terasa sakit. Setiap ia buang air kecil dan buang air besar pun terasa sakit hingga seringkali ia menangis. Pada 31 Juli 2017, ia diperiksa di puskesmas. Kemudian, Dik Jasmine dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Goetheng Wirasana, Purbalingga. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ia menderita hernia. Kini sakitnya sewaktu-waktu dapat kambuh dan terasa sangat sakit. Dik Jasmine adalah putra dari pasangan Bapak Adi Pamuji (26) dan Ibu Daris Liyanawati (25). Bapak Adi bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta, sedangkan Ibu Daris adalah karyawan di sebuah pabrik. Penghasilan keluarga yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dik Jasmine memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI yang sudah tidak aktif selama satu tahun karena masalah ekonomi. Selain itu, pengobatannya juga terkendala akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Jasmine sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi saat ia menjalani operasi hernia di RS Goetheng. Semoga Dik Jasmine segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Jasmine menderita hernia


DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI (5, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Alif, begitu ia biasa dipanggil. Saat usia 2 tahun, ia terjatuh saat bermain bersama temannya. Setelah kejadian tersebut, Dik Alif sulit untuk duduk dan berjalan. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit. Orang tuanya pun segera mengupayakan berbagai macam pengobatan, mulai dari pijat tradisional hingga terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng dan Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah. Dik Alif sempat disarankan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo. Namum saat diperiksa, dokter menyampaikan bahwa ia tidak perlu menjalani operasi, hanya fisioterapi rutin dan dibuatkan sepatu fisioterapi untuk meluruskan kaki dan berlatih berjalan. Kedua orang tuanya, Bapak Sajidin (47) dan Ibu Suswati (47) menceritakan sakit yang dialami Dik Alif saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Sajidin bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alif dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama Dik Alif menjalani pengobatan di RS Moewardi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Alif sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Dik Alif. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1049. Kini Dik Alif sudah bisa duduk namun belum dapat berdiri dan berjalan. Semoga Dik Alif segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit


SANKARDI BIN SANTANI (67, Tetanus). Alamat : RT 2/4, Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Juli 2017, seperti biasa Bapak Sankardi pergi ke kebun untuk bekerja. Naas, kakinya tertusuk paku. Selang beberapa hari kemudian, beliau mengalami demam tinggi, telapak kaki yang bekas tertusuk paku bengkak dan bernanah. Beliau pun dilarikan ke puskesmas terdekat dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Medika Lestari, Buntu. Disana beliau menjalani rawat inap selama 3 hari. Sebulan kemudian, telapak kakinya tersebut kembali bernanah dan berwarna kemerahan. Beliau juga mengalami panas tinggi, sehingga pihak keluarga membawanya ke RS Medika Lestari. Bapak Sankardi didiagnosis menderita tetanus dan harus segera dioperasi. Setelah menjalani operasi, beliau disarankan untuk menjalani kontrol setiap 2 pekan sekali karena lukanya masih basah sampai saat ini. Semenjak Bapak Sankardi sakit, kebutuhan sehari-hari keluarganya menjadi tanggungan istrinya, Sitem (72) yang bekerja sebagai buruh. Biaya pengobatan Bapak Sankardi dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas, namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk akomodasi ke rumah sakit dan kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sankardi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit dan biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga beliau segera diberi kesebuhan sehingga dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Bapak Sankardi didiagnosis menderita tetanus


ROHYATI NASIM (43, Tumor Payudara Kanan). Alamat : RT 4/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Ibu Rohyati bermula dari selurug dada hingga punggung yang terasa linu dan nyeri. Beliau kemudian beberapa kali diperiksakan ke puskesmas namun tidak ada perubahan yang berarti. Beliau kemudian sempat dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Orthopaedi dan RS Banyumas, namun juga belum ada perkembangan. Semakin lama, payudara kanan Ibu Rohyati mulai membesar, sehingga beliau diperiksakan ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita tumor payudara sebelah kanan yang sudah menyebar hingga ke tulang rusuk. Beliau pun dijadwalkan menjalani operasi pada 17 Mei 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Suaminya, Nasim (47) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya tersebut sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Menjelang Ibu Rohyati dioperasi, Bapak Nasim pergi ke Bandung untuk bekerja mencari tambahan biaya pengobatan istrinya. Ibu Rohyati pun sementara harus tinggal berdua dengan putranya yang masih kelas 3 SD. Biaya pengobatan Ibu Rohyati dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun masih kesulitan biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Ibu Rohyati sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan akomodasi selama kontrol di RS Margono. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1016. Kini Ibu Rohyati masih menjalani kontrol rutin di RS Margono.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Bu Rohyati menderita tumor payudara sebelah kanan


SOLIHUN BIN KASIKUN (45, Syaraf Terjempit + Lumpuh). Alamat : RT 3/7, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. sekitar 20 tahun yang lalu, Bapak Solihun jatuh dari pohon cengkeh. Beliau pun dipijat, namun lututnya justru membengkak. Keluarga Bapak Solihun kemudian membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau menderita syaraf terjepit dan dirawat inap selama 20 hari. Kini kondisi tubuh Bapak Solihun lumpuh total, kaki mengecil, tangan bengkok dan kaku. Sejak sakit, Bapak Solihun tidak bekerja. Beliau tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Kasikun (75) dan Ibu Sariyah (67). Bapak Kasikun bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibu Sariyah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Kasikun yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Bapak Solihun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga selama ini beliau berobat dengan biaya sendiri. Pengobatan Bapak Solihun saat ini terhenti karena terkendala biaya pengobatan. Alhamdulilllah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Solihun sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Solihun diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Pak Solihun menderita syaraf terjepit


MTSR UNGARAN SALATIGA (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan Oktober 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “Srbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar dan menjemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowono, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah-daerah perbatasan yang jarak tempuh ke RSUD/RSUP sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian BBM, service, dan gaji pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR UNGARAN SALATIGA di Wilayah Ungaran dan Salatiga yang kini MTSR Ungaran-Salatiga diberi amanah untuk menjangkau wilayah Kab. Boyolali akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit.. Laporan mengenai MTSR Ungaran Salatiga sebelumnya ada dalam Rombongan 1059.

Jumlah Bantuan: Rp 2.465.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2017
Kurir: @agtian @muhtadinexc

Biaya operasional MTSR bulan Oktober 2017


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Kondisi Pak Mamad terus membaik dan banyak mengalami peningkatan setelah menjalani terapi dan kontrol rutin. Ia masih harus terapi rutin agar sembuh total dan dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan terapi ke RSUD Tangerang pun kembali disampaikan, setelah sebelumnya Pak Mamad dibantu dalam rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak Yahya mengalami stroke ringan


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit di kakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Setelah rutin berobat kondisi Nenek Sri makin membaik, kini ia bisa kembali bekerja mencari nafkah. Nenek sri masih harus kontrol dan minum obat karena jika tidak rasa nyeri dan kakinya akan bengkak kembali. Nenek Sri masih membutuhkan bantuan untuk transportasi berobat, karena untuk ke RSUD Tangerang ia harus menyewa kendaraan karena tidak memungkinkan untuk naik angkutan umum. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk sewa transportasi berobat. Sebelumnya Nenek Sri dibantu pada Rombongan 1066. Semoga Nenek Sri sehat selalu, panjang umur dan banyak hamba Allah SWT yang peduli padanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Bu Sri menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya


LALU MUHAMMAD AMIN (31, Ca. Ameloblastoma). Alamat : Dusun Esot, RT 2/1, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Sejak 2 tahun lalu, Lalu Amin mengidap kanker pada rahangnya yang ditandai dengan benjolan yang semakin membesar. Kondisi tersebut membuat Lalu Amin kesulitan mengunyah makanan sehingga istrinya, Baiq Nilawati, memberikan makanan dalam bentuk cair. Sakit yang dialami Lalu Amin membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga kehidupan sehari – hari dibantu ayahnya, Lalu Kitun (65), yang bekerja sebagai petani. Kondisi keuangan yang sulit membuat Lalu Amin tidak bisa berobat dengan optimal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan telah mendampingi Lalu Amin sejak bulan Mei 2017. Kurir pun mendampingi Lalu Amin dari awal pengobatan di RSUP NTB, namun karena dokter spesialis yang menangani tidak bisa membuatkan rahang palsu sehingga pada 24 Mei 2017 ia dirujuk ke RSUP Sanglah Bali. Lalu Amin telah memiliki JKN – KIS dan saat ini ia masih menunggu jadwal operasi di RSUP Sanglah. Saat ini Lalu Amin masih menjalani pengobatan di RSUP Sanglah dan menjalani rangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi. Lalu Amin diharuskan memperbaiki berkas administrasi rujukannya untuk persiapan operasi di RSUP Sanglah yang rencananya akan dilakukan pada bulan Desember 2017. Jadwal operasi yang cukup lama membuat kondisi Lalu Amin semakin menurun, kini ia semakin sulit menelan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kebutuhan pengobatan Lalu Amin. Sebelumnya Lalu Amin telah dibantu dalam Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan Rp. 3.550.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia Panca Rinjanah @ririn_restu

Pak Lalu Amin mengidap kanker pada rahangnya


YESNITATI BINTI ADAM (47, Kanker Payudara). Alamat : Desa B. Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Sejak 3 tahun terakhir, muncul benjolan di payudara Ibu Yesni dan setelah diperiksa ia didiagnosis kanker payudara. Payudara Ibu Yesni semakin membengkak, saat Kurir Sedekah Rombongan berkunjung, ia mengungkapkan kesedihannya. Maklum saja, Ibu Yesni tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan JKN – KIS kelas III yang dimiliki juga belum bisa difungsikan karena baru mendaftar. Saat ini, biaya pengobatan sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Suami Ibu Yesni, Nasril (50), terus berusaha bekerja sebagai pengayuh becak dengan penghasilan rata – rata sekitar Rp.30.000 – Rp.40.000 setiap harinya. Ada kalanya Pak Nasril bahkan sama sekali tak mendapatkan uang. Sebelum sakit Ibu Yesni juga membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai buruh cuci. Saat ini perut Ibu Yesni juga mengalami pembesaran, sehingga ia semakin sulit beraktivitas. Ibu Yesni berobat di RS Sobirin Sumatra Selatan dan akan dirujuk ke Palembang. Suaminya kebingungan untuk transportasi berobat Ibu Yesni. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, Ibu Yesni tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk mendapatkan kesembuhan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Ibu Yesni. Kurir pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Ibu Yesni kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @praditandian @ririn_restu

Ibu Yesni didiagnosis kanker payudara


PANTI ASUHAN AL IHSAN (Bantuan Biaya Renovasi Kamar Santriwati). Alamat : Jln. Joni Anwar, No. 22, RT 1/1, Kel. Lapai Nanggalo, Kec. Padang Utara, Kodya Padang, Prov. Sumatera Barat. Panti Al Ihsan berdiri sejak 10 Januari 2014 di atas tanah wakaf warga, dengan tujuan untuk membantu pendidikan anak-anak dhuafa yatim dan piatu. Dalam perjalanan waktu hingga saat ini Panti Asuhan Al Ihsan ternyata tidak hanya menampung dhuafa yatim dan atau piatu tapi juga pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera baik untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Total jumlah anak yang ditampung dan menginap di panti saat ini sebanyak 21 anak, dan 55 anak dari keluarga prasejahtera yang tinggal bersama orangtuanya. Kondisi 2 kamar panti yang sesak dihuni 21 anak-anak inilah yang membuat para pengurus panti memutuskan untuk menambah 2 ruangan di lantai 2, yang akan digunakan untuk kamar bagi anak-anak nantinya. Ruangan yang sehat, aman dan nyaman sehingga anak-anak panti bisa belajar dan istirahat tanpa harus berdesak-desakan lagi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Padang dipertemukan dengan pengurus Panti Asuhan Al Ihsan. Pelukan haru diberikan pengurus panti pada kurir saat diserahkan titipan langit dari Sedekaholics untuk membantu mempercepat penyelesaian kamar untuk anak-anak panti yang sudah terbengkalai beberapa bulan. Terima kasih tak berhingga disampaikan para pengurus Panti atas bantuan Sedekah Rombongan. Barakallahu untuk semuanya.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Bantuan biaya renovasi kamar santriwati


SITI NURJANNAH (15, Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nunuy, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMK yang duduk di bangku kelas XI. Nunuy juga sering mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Ia sudah menjadi anak yatim semenjak ayahnya meninggal beberapa bulan lalu, dan ibunya tinggal berjauhan darinya sehingga ia hanya mendiami rumah sendirian bersama adiknya yang masih SD. Untuk makan, ia mengandalkan belas kasihan tetangga atau keluarga terdekat. Untuk bekal sekolah, ia tak punya dan tak jarang Nunuy menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat keadaan Nunuy di rumahnya dan memberikan santunan biaya sekolah, biaya sehari-hari dan alat tulis yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Nunuy menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Santunan biaya sekolah


ULFAH FAUZIAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kel. Setianegara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ulfa adalah seorang siswa berprestasi. Ketika duduk di bangku SMP, ia meraih ranking pertama hingga bangku SMA. Ia bersekolah di pesantren selama 6 tahun. Selama sekolah, sudah banyak kegiatan yang ia geluti dan ia termasuk anak yang aktif terbukti dengan terpilihnya Ulfa sebagai ketua OSIS semasa SMA. Namun sayang, pendidikannya harus terkendala masalah ekonomi keluarganya sehingga sekarang ia masih saja menunggak biaya iuran bulanan. Tunggakan sekolahnya sudah mencapai 8 juta dan sekarang ijazahnya ditahan sekolah. Ayahnya, Ahmad (49) adalah seorang pedagang di pasar dengan pendapatan tidak menentu sedangkan ibunya, Iis (46) adalah seorang IRT. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan sekarang terbebani dengan tunggakan sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke rumahnya dan meyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan biaya iuran sekolah yang sudah lama tidak terbayar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 951. Semoga ada jalan dari Allah SWT sehingga pendidikan Ulfa tak terbebani dengan masalah biaya dan keluarganya diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 850.00,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Santunan biaya sekolah


ROSHID BIN HADIMI (61, Kanker Mulut). Alamat: Kp. Bojong Tengah, RT 2/10, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Roshid adalah seorang perokok berat, hingga suatu hari terdapat sariawan di langit mulutnya yang ia kira hanya sariawan biasa dan akan sembuh dengan sendirinya sehingga ia hanya memberikan vitamin C untuk mempercepat penyembuhan. Ternyata, sariawan tersebut malah makin membesar dan lama-kelamaan menimbulkan rasa sakit yang membuat Pak Roshid tidak mau makan. Akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter terdekat namun kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih jauh, ternyata ia didiagnosa dengan kanker mulut, hingga kini kondisinya memprihatinkan karena langit mulutnya sudah terlihat seperti luka yang menganga, badan semakin kurus karena terkadang ia enggan makan dan rasa sakit selalu menghantui saat mengunyah. Harusnya ia kembali dirujuk ke RS Cicendo Bandung, tapi ia memilih berobat jalan ke klinik karena keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi ia tak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS dan menolak mendaftar karena takut dengan iurannya. Pak Rashid dulunya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan tidak menentu, ia kini dirawat istrinya, Emin (44) yang seorang IRT. Untuk biaya sehari-hari, mereka dibantu sanak saudara. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menjenguk Pak Rashid di rumahnya saat ia sedang berbaring di atas kasur tipis. Ia menceritakan penyakitnya yang menggerogoti kesehatannya, santunan pun diberikan agar ia bisa melanjutkan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit kankernya tersebut. Semoga ada kejaiban dari Allah karena Ia Maha Penyembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Rosyid didiagnosa dengan kanker mulut


ROHAYATI BINTI AHIM (71, Diabetes Mellitus). Alamat : Kp. Gunung Batu, RT 6/6, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohayati sudah tiga tahun ini menderita penyakit diabetes mellitus. Awalnya, ia tak merasakan penyakit yang serius namun terkadang ia merasakan sakit di bagian lambung karena memang ia mempunyai penyakit maag yang agak kronis. Kemudian ia mencoba pengobatan gratis di daerahnya, setelah dicek ternyata gula darahnya hampir menginjak angka 500 dan diharuskan berobat dan berhenti memakan nasi. Beberapa bulan setelah itu, Bu Rohayati tiba-tiba saja tidak bisa berjalan hingga sekarang yang tadinya hanya sakit di bagian pinggang dan kemudian ia pergi ke tukang pijat tradisional. Belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya hingga sekarang karena Bu Rohayati enggan pergi ke RS, takut dengan uang yang harus keluar. Sekarang ia hanya berobat jalan ke dokter setempat tanpa jaminan kesehatan. Sekali berobat, ia menghabiskan tiga ratus ribu, belum lagi biaya transportasi dan akomodasi. Di kakinya juga ada luka yang tak kunjung sembuh, luka yang kerap menyerang penderita diabetes yang ditakutkan memperburuk kondisinya. Ia sempat dirawat selama sehari karena penyakit maag-nya namun memaksa pulang. Suaminya, Nanang (72) sempat bekerja sebagai buruh lepas dan sekarang sudah berhenti karena faktor usia. Mereka berdua dirawat ketiga anaknya yang sering berkunjung ke rumah untuk mengecek keadaan ibunya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa menjenguknya di rumah dengan ukuran 4X5 dan harus melewati gang kecil. Saat itu beliau sedang duduk memijat kakinya sendiri di atas kasur. Santunan pun diberikan agar Bu Rohayati bisa melanjutkan pengobatan. Semoga Bu Rohayati diberi kesembuhan dan kembali berjalan seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Ibu Rohayati menderita penyakit diabetes mellitus


AGUS SASMITA (52, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Gang Bambu Kuning 1 RT 4/2, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Agus biasa kami memanggil sehari – hari bekerja sebagai buruh serabutan yang jika sore hari tiba ia mengajar ngaji anak – anak sekitar daerah rumahnya secara Cuma – Cuma. Pak Agus yang hidup seorang diri ini sudah sejak lama mengajar mengaji anak – anak, namun dengan rumah yang sudah hampir rubuh dan membahayakan anak – anak didiknya akhirnya pengajiannyapun di alihkan ketempat lain. Oleh warga setempat Pak Agus diajukan untuk renovasi rumah ke pemerintah setempat dan alhamdulillah pemerintah setempat menyetujui untuk renovasi rumah Pak Agus. Ditengah hidup yang sendiri tak jarang Pak Agus berpuasa karena tidak adanya uang untuk makan, Bagi nya lebih baik ia meninggal dalam kondisi kelaparan daripada harus makan tapi dengan uang yang tidak halal. Kurir sedekah rombongan yang mendapatkan kabar tentang Pak Agus langsung mengunjungi dan memberikan titipan dana dari para sedekaholic untuk Pak Agus yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari – hari. Semoga setelah renovasi rumah Pak Agus selesai ia dapat kembali mengajarkan mengaji kepada anak – anak sekitar rumahnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Bantuan tunai


IGOH SAEPUDIN (44, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kampung Wangun Jaya RT 1/7, Kelurahan Ciaruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Igoh akrab kami menyapa pria paruh baya ini, sekilas dari penampilannya terlihat sehat namun jika diperhatikan lebih jelas terlihat kondisinya yang sedang sakit. Sudah beberapa tahun belakangan ia sering merasakan sesak ketika tidur, mudah berkeringat dan sangat mudah lelah yang menyebabkan sering pingsan. Dengan kondisi tersebut membuat Pak Igoh tidak bisa banyak beraktifitas berat karena jika kelelahan akan mudah pingsan. Pemeriksaan Pak Igoh pun terbentur biaya karena pekerjaan Pak Igoh hanya buruh serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap ditambah ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun yang bisa digunakan untuk mengobati sakit yang di deritanya. Pernah sesekali ia memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Dramaga. Dokter menyebut kalau Pak Igoh mengalami pembengkakan jantung dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk penanganan yang tepat atas sakit yang dideritanya. Kurir yang mendapatkan info tentang kondisi kesehatan Pak Igoh langsung mengunjungi kediaman Pak Igoh. Pak Igoh bercerita ke kurir yang mengunjunginya tentang kesulitan yang dirasakannya, ia sangat ingin memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit namun terbentur masalah biaya. Kurir yang mendengar cerita Pak Igoh tersebut langsung menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk Pak Igoh yang akan digunakan untuk membuat jaminan kesehatan dan untuk akomodasi berobat Pak Igoh ke RSUD Dramaga. Namun belum sempat Pak Igoh membuat jaminankesehatan untuk berobat, pada tanggal 22 Oktober 2017 Pak Igoh dipanggil untuk menghadap yang maha kuasa. Semoga amal ibadah Pak Igoh diterima oleh Allah dan semoga keluarga Pak Igoh diberikan kesabaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Pak Igoh mengalami pembengkakan jantung


ZAENUDDIN BIN UJANG (45, Gangguan Ginjal + Gangguan Liver + Malnutrisi). Alamat : Jl. Sawojajar Simpang Bogor Permai, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Udin sudah sejak 1 tahun belakangan mengalami gangguan pada Ginjal, Liver serta didiagnosa dokter klinik mengidap Malnutrisi, Hal tersebut membuat kondisinya cukup memprihatinkan karena matanya sudah menguning disertai perutnya yang membuncit, ketika bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, Pak Udin yang merupakan seorang Tunawisma ini bercerita kalau ia tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit karena tidak adanya biaya serta tidak memiliki BPJS. Jika sedang memiliki Uang, Ia hanya memeriksakan kondisinya ke klinik dekat tempat ia tidur atau hanya menebus obat yang pernah dikasih oleh dokter klinik tersebut. Kondisi yang menurut kurir pendamping sangat memprihatinkan ditambah dengan Pak Udin yang tidak memiliki identitas apapun yang membuat kami sebagai Kurir kesulitan untuk membuatkan jaminan Kesehatan Pak Udin. Sambil berkordinasi dengan dinas – dinas dan pihak terkait, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic yang digunakan Pak Udin untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter sambil menunggu dinas terkait membuatkan jaminan kesehatan Pak Udin agar dapat berobat ke RS tanpa menggunakan Biaya. Semoga Allah Senantiasa melindungi dan memberikan Pak Udin kekuatan untuk menjalani ujian yang diberikan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Udin menderita gangguan ginjal + gangguan liver + malnutrisi


MERLIN BINTI ISHAK (26, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Tipar RT 1/4, Kelurahan Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Merlin biasa ia dipanggil merupakan ibu dari 1 orang anak yang sejak lahir sudah ditinggal pergi oleh suaminya. Ia tinggal dengan anak dan kedua orang tuanya dirumah yang sangat sederhana di kawasan Ciawi, untuk menghidupi keluarganya, ia dan sang ayah bekerja sebagai pengumpul barang bekas yang kemudian dijual kembali untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Dengan kondisi yang serba sederhana ia berjuang keras untuk menghidupi keluarganya dengan harapan suatu saat nanti akan mendapatkan hidup yang lebih baik. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan dirumah sederhananya ia bercerita ingin sekali memberikan sang anak gizi yang cukup agar pertumbuhannya dapat sempurna dan seperti anak – anak lain pada umumnya, namun karena kendala ekonomi membuat ia tidak dapat memberikan sang anak makanan yang cukup bergizi. Padahal anak seumuran itu sedang sangat membutuhkan saupan gizi yang baik. Kurir yang mendengar cerita tersebut merasakan kesulitan yang dialami oleh Merlin, Bantuan Awalpun disampaikan yang akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan membeli asupan gizi yang baik untuk anak semata wayangnya. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk merlin dan keluargam. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 11 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Bantuan tunai


JAJANG PERMANA (39, Stroke). Alamat: Kampung Bojongkoneng, RT 4/ 12, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Provinsi Jawa Barat. Pada bulan April 2014 Bapak Jajang tiba-tiba tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Seluruh badannya terasa lemas. Berdasarkan pemeriksaan dokter di Graha Rancamanyar Kab. Bandung, Pak Jajang didiagnosa terserang stroke. Akibat sakitnya itu, ia tidak lagi bisa mencari nafkah, berjualan bandros keliling, padahal ia memiliki istri dan dua orang anak yang masih kecil. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya itu, Pak Jajang hanya mengandalkan pemberian mertuanya yang bekerja sebagai tukang becak. Sebagai ikhtiar untuk kesembuhannya, Pak Jajang sesekali berobat ke dokter ahli saraf, yang praktek di daerah dekat rumahnya. Untuk melanjutkan berobat ke rumah sakit, mereka tidak memiliki biaya dan belum memilik jaminan kesehatan. Kondisi kehidupannya yang sulit itu sudah berlangsung kurang lebih dua tahun. Sekarang Pak Jajang sudah bisa berjalan, namun langkahnya masih terpapah-papah dan tangannya masih belum bisa digerakkan. Dalam kondisi yang belum sehat dan normal seperti biasa, dia memaksakan diri mencari nafkah untuk anak-istrinya, dengan menjadi pemulung, mengumpulkan rongsokan untuk dijual. Anaknya yang pertama sudah kelas 1 SMP, dan anaknya yang kedua masih berusia empat tahun. Oleh karena itu, istrinya tidak bisa membantu mencari nafkah karena harus mengurusi kedua anaknya yang masih kecil. Sementara itu, mertuanya yang hanya tukang becak tidak bisa terus membantu lagi karena penghasilannya pun semakin berkurang. Kondisi kehidupannya yang miskin dan dalam kesulitan itu diketahui kurir Sedekah Rombongan yang tinggal tak jauh dari tempat tinggal Pak Jajang. Bersyukur, kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Pak Jajang dan bersilaturahmi dengan keluarganya. Pada kunjungan pertama itu, alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan berupa uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarganya. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk meringankan beban hidupnya, membantunya untuk biaya transportasi membuat BPJS dan biaya berobat. Pada Februari 2017, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Pak Jajang untuk melihat kondisi kesehatannya. Pada kunjungan itu diketahui bahwa kehidupan keluarganya makin susah. Ia belum bekerja dan sering tidak memiliki uang atau bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pada kunjungan kedua itu Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholik untuk membeli kebutuhan makanan pokok dan biaya transportasi berobat. Pada Sepbember 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi Pak Jajang untuk melihat perkembangannya. Pada saat ke rumahnya Pak Jajang baru pulang setelah berkeliling untuk mengumpulkan rongsokan. Walau terlihat belum sehat dan masih terpincang-pincang, ia terpaksa harus mencari nafkah dengan bekerja seperti itu. Untuk membantu melanjutkan ikhtiarnya berobat, serta untuk meringankan biaya hidupnya, pada 5 November 2017 Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholik #SR. Mudahan bantuan ini membuka jalan bagi kesembuhan Pak Jajang serta membantunya meringankan beban biaya hidup sehari-harinya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @seynie05

Pak Jajang didiagnosa terserang stroke


APENDI BIN MUHAMMAD (49, Ca Nasofaring). Alamat : Perum. Tanah Baru, Jl. Karyawan No 2 Blok A No 7RT 1/8, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Pendi biasa ia kami panggil sejak bulan Desember 2016 sudah sering mengeluh kalau penglihatannya sering terganggu yang disertai sakit kepala. Sekitar 5 bulan berikhtiar di RSUD Kota Bogor tidak diketahui penyaki apa yang dideritanya hingga pada akhirnya ia dirujuk ke RSUP Fatmawati dan dari situ diketahui bahwa ia mengidap Ca Nasofaring Grade 4, oleh pihak RSUP Fatmawati Pak Pendi dirujuk kembali ke RSCM Jakarta untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan oleh pihak dokter RSCM disarankan Pak Pendi langsung mengikuti kemoterapi untuk mengetahui penyebaran penyakit yang ia rasakan. Bersyukur nya segala pengobatan Pak Pendi di rumah sakit sudah tercover oleh BPJS mandiri kelas 3 yang ia miliki namun jadwal kontrol yang padat membuat ia kesulitan dalam akomodasi pergi pulang ke RSCM ditambah ada obat yang harus ditebus namun tidak tercover oleh BPJS yang ia miliki. Pak Pendi Kini hanya bisa duduk dikursi Roda dalam menjalani pengobatan yang dilakukan 1 minggu sekali di RSCM. Kepada Kurir Sedekah Rombongan yang mendampingi, Pak Pendi bercerita sudah tidak memiliki biaya untuk digunakan sebagai akomodasi, segala harta benda berharga yang dimiliki sudah habis terjual untuk memenuhi kebutuhan dan untuk akomodasi ke RSCM. Kurir yang mendengar cerita tersebut merasakan kesulitan yang dialami oleh Pak Pendi. Bantuan awalpun disampaikan untuk Pak Pendi untuk digunakan sebagai Akomodasi Pak Pendi Berobat ke RSCM serta untuk menebus obat yang tidak di cover oleh BPJS. Semoga Allah memudahkan Ikhtiar Pak Pendi untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Pak Apendi mengidap Ca Nasofaring Grade 4


WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN (16, Patah Tulang Kaki). Alamat: Jalan Laswi Kampung Pasir Malang RT 3/8, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada 11 Februari 2017, Widiati mengalami musibah, yaitu tertabrak sepeda motor, yang mengakibatkan patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul. Berdasarkan pemeriksaan dan rontgen rumah sakit Widiati harus menjalani operasi, dengan biaya berkisar antara Rp 29.000.000,-. Tentu saja musibah yang menimpa Widiati ini membuat sedih dan panik ibunya. Ibunya, yaitu Ibu Siti, adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Sedangkan Widiati adalah anak pertamanya. Sedangkan ayahnya, Bpk. Ade Sulaeman, sudah tidak pernah mengurusnya sejak Widiati masih sekolah di kelas 2 SD. Untuk membiayai ketiga anaknya itu, Ibu Siti bekerja banting tulang dengan bekerja apa saja, dari mulai bantu-bantu tetangga sampai berjualan apa saja, “yang penting saya dapat rezeki halal…..” begitu kata Ibu Siti. Karena keluarga Ibu Siti belum mempunyai jaminan kesehatan dan karena pihak yang menabrak juga termasuk warga miskin, maka pihak penabrak tidak bisa membantu biaya operasi yang cukup besar itu. Karena tidak ada biaya Widiati akhirnya dibawa pulang. Ibunya terus berikhtiar mendapatkan uang agar dapat mengobati patah tulang Widiati. Setiap empat hari Widiati dibawa berobat ke tempat pengobatan alternative dengan cara diurut. Setiap berobat, Ibu Siti membutuhkan biaya Rp 300.000,-. Oleh karena itu, penderitaan dan kesusahan orang tua Widiati semakin berat karena ia jadi tidak bisa bekerja. Ibu Siti harus merawat Widiati yang sudah empat bulan terbaring di rumah serta harus bolak-balik ke tempat pengobatan alternative. Demi membiayai segala kebutuhannya, Ibu Siti sudah menjual apa pun barang miliknya dan juga meminjam kepada tetangga dan saudaranya. Kisah duka dan memprihatinkan dari keluarga dhuafa ini disampaikan oleh teman ibunya kepada kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, pada pertengahan Agustus 2017 kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menjenguk Widiati dan bersilaturahmi dengan ibu dan adik-adiknya. Pada kunjungan tersebut kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari para sedekaholik, yaitu bantuan uang untuk meringankan beban hidup mereka. Uang tersebut akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan pengobatan Widiati. Syukur Alhamdulillah, pada September 2017 Widiati dapat menjalani operasi dengan menggunakan fasilitas BPJS. Pada Oktober 2017 ibunya Widiati kembali mengabarkan Kurir #SR bahwa pasca operasi Widiati memerlukan bantuan untuk biaya transportasi dan kontrol ke rumah sakit. Selain itu, obat-obatan untuk perawatan di rumah yang harus dibeli di apotek, yang tidak bisa menggunakan BPJS, juga cukup banyak. Oleh karena itu pada kunjungan bulan Oktober 2017 itu, Kurir #SR memberikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR, yang diterima oleh ibunya Widiati. Pada 5 November 2017 Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk Widiati, karena bantuan tersebut sangat diperlukan untuk biaya transportasi-akomodasi dan obat-obatan pasca operasi Widiati. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut dapat meringankan beban hidup keluarga Widiati dan memudahkan ikhtiar bagi kesembuhan Widiati. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @seynie05

Bu Widi mengalami patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul.


NURUL FADHILA (20, TB Paru + Infeksi Lambung). Alamat : Gang Masjid, RT 2/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nurul biasa kami memanggil awalnya hanya merasakan sakit di bagian perutnya sekitar 1 Tahun yang lalu, karena mengira hanya sakit maag biasa Nurul hanya meminum obat maag yang dibelinya diwarung. Namun sakit tersebut bukannya hilang malah semakin menjadi yang membuat Nurul tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga. Karena merasakan khawatir dengan kondisinya, Nurul memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan lagi lagi hanya diberikan obat maag oleh pihak Puskesmas. Sebulan terakhir Nurul merasakan kalau berat badannya berangsur turun dengan drastic yang membuat ia makin khawatir dengan kondisi kesehatannya, kembali ia memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas memberikan diagnosa awal kalau Nurul mengidap Susp. TB Paru dan infeksi lambung dan harus dirujuk ke RSUD. Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Walaupun untuk biaya pengobatan memiliki JKN-BPJS Mandiri Kelas 3, Nurul tidak pernah memeriksakan kondisi kesehatannya karena tidak memiliki biaya untuk akomodasi. Nurul merupakan seorang Yatim piatu yang sejak beberapa tahun lalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya yang membuat ia harus mencari nafkah sendiri untuk menghidupi dia dan adik – adiknya. Kini kondisi Nurul makin menurun karena kurang nya asupan makanan yang bergizi yang ia konsumsi karena tidak adanya biaya untuk membeli makanan yang bergizi. Kini kondisi Nurul makin hari makin menunjukan kemajuan, Berat badannya perlahan – lahan mulai naik kembali namun ia harus tetap kontrol ke RSUD untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk Nurul yang akan digunakan untuk biaya akomodasi lanjutan Nurul berobat ke RSUD serta untuk membeli makanan bergizi untuk membantu pemulihan Nurul. Semoga Nurul lekas kembali pulih agar dapat kembali mencari beraktifitas seperti biasanya. Aamiin. Banuan Sebelumnya masuk di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nurul mengidap Susp. TB Paru dan infeksi lambung


HIKMAH NURMAULIDA (8, Kelainan Tulang Tangan Kanan + Kecelakaan Motor). Alamat: Dusun 2, RT 5/1, Desa Dukuh Badag , Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Hikmah adalah seorang anak yang baru berusia 8 tahun. Ia mengalami kelainan tulang tangan kanan. Kelainan tersebut terasa saat ia duduk di bangku sekolah taman kanak kanak. Sebetulnya, sejak lahir ia terlahir secara normal hanya saja ketika menginjak usia 5 tahun tiba-tiba ada yang terasa aneh di sekitar tangan kanan ketika ia bangun tidur. Hikmah merasakan sakit disekitar tulang bahu hingga bagian leher. Kemudian, orang tua Hikmah membawanya ke seorang mantri desa, bahkan ke beberapa ahli syaraf yang ada di daerahnya. Karena sering rutin melakukan terapi secara tradisional, Alhamdulillah Hikmah mulai bisa menggerakkan tangannya walau belum sempurna. Kemudian orang tua Hikmah mengambil tindakan medis dengan membawa hikmah ke Apotek Salsa Kuningan untuk meakukan CT Scan. Anehnya, dari hasil CT Scan tersebut tidak menunjukkan adanya sakit yang di derita oleh Hikmah. Belum sembuh sakit yang diderita Hikmah, pada awal oktober 2017 ia tertabrak motor dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan di dalam. Ia mengalami penggumpalan darah di sekitar kepala dan harus dilakukan tindakan operasi saat itu juga. Ia menjalani operasi di Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC) Kuningan dan Alhamdulillah berhasil dilakukan dengan baik. Saat ini, ia harus terus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit. Kedua orang tua Hikmah, Bapak Sukri Ukito (43) dan Ibu Suheti (34) selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya, walaupun keduanya harus bersusah payah mencari biaya untuk pengobatan Hikmah. Bapak Sukri bekerja sebagai buruh serabutan dengan hasil yang hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Biaya perawatan Hikmah beliau dapatkan dengan cara meminjam ke sanak saudara karena biaya yang dibutuhkan sangat besar, terlebih tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Hikmah sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Hikmah untuk biaya transportasi ke rumah sakit untuk melakukan kontrol rutin. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Hikmah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Hikmah menderita kelainan tulang tangan kanan + kecelakaan motor


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Saat ini Ian sudah tidak melakukan terapi lagi dan hanya mengkonsumsi obat obatan saja, jika ada keluhan, Ian disuntik vitamin oleh tim medis rumah sakit. Kondisi Ian baik, hanya saja otot lehernya belum kembali normal. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan kedelapan kepada Ian untuk biaya transportasi keberangkatan selama berobat ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Ian menderita Tortikolis Sinistra


ANDRI NUGROHO (38, TB Paru) Alamat : Kampung Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Andri sekitar 1 tahun yang lalu merasakan sakit batuk biasa. Walau sudah diobatinya dengan mengkonsumsi obat batuk warung, namun berbulan-bulan lamanya batuknya tak kunjung sembuh. Batuk yang dirasakan, terkadang tidak diperdulikannya hingga badan Pak Andri semakin lama semakin kurus serta kondisinya melemah. Selama ini beliau menemani istrinya berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang juga pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bapak Andri yang awalnya mengurungkan niatnya untuk berobat dikarenakan keterbatasan biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan, akhirnya memeriksakan sakitnya ke RSHS Bandung bersamaan jadwal kontrol istrinya di RSHS Bandung. Bapak Andri didiagnosis sakit TB Paru oleh dokter dan harus teratur check up dan minum obat. Istri Pak Andi, Ibu Rika Melani (25) yang juga pasien dampingan Sedekah Rombongan merasa kesulitan biaya pengobatan suaminya yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santuan awal untuk biaya check up dan pembelian obat TBC di RSHS Bandung . Semoga Pak Andri Nugroho diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Lisdamojang @andraalfarabi

Bapak Andri didiagnosis sakit TB Paru


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Berawal dari benjolan yang dirasakannya 2 tahun lalu pada payudara sebelah kanannya, yang sebelumnya beliau hiraukan. Kurang lebih di bulan oktober tahun lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui menderita Ca Mamae atau dalam bahasa umum dikenal dengan kanker payudara, Bu Juriah pun menjalani pengobatannya di RSHS Bandung. Untuk memudahkannya menjalani kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Bu Juriah pada bulan Mei lalu sempat menjalani perawatan di RSHS Bandung dan diperbolehkan pulang. Rencananya Bu Juriah akan menjalani kemoterapinya yang ke 13 apabila kondisinya stabil, namun 20 Juli lalu kondisinya kembali menurun dan beliau terpaksa kembali mendapatkan perawatan di RSHS Bandung. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, kini kesulitan untuk bekerja dikarenakan mendampingi istrinya selama sakit. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya serta tanggungan ke 3 anaknya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1058. Semoga Bu Juriah senantiasa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Bu Juriah menderita Ca Mamae


RACI BINTI DIRJA (47, Chirrosis Hepatis). Alamat : Dusun Rawaraden RT 5/3, Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Raci merupakan ibu dari tiga orang anak. Beliau sudah sejak lama mengidap penyakit Diabetes atau Kencing manis. Namun sejak dua tahun yang lalu penyakitnya bertambah, yakni sering merasakan sesak napas, mual, dan semakin kesini perutnya semakin membesar. Ibu Raci memeriksakan penyakit yang dideritanya ini ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, dengan menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS)-PBI. Dari hasil pemeriksaan diketahui Ibu Raci terkena Chirrosis Hepatis atau gangguan fungsi hati yang sudah kronis. Dokterpun menganjurkan Ibu Raci dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih mendalam lagi. Keseharian Ibu Raci sebagai ibu rumah tangga biasa, ditambah dengan keadaan suami ibu Raci yakni Pak Encar (63) yang sedang terkena kanker kulit sehingga tidak bisa bekerja penuh sebagai buruh, merasa kesulitan bila harus menyediakan biaya transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Ibu Raci sehingga bantuan awal dari para sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu kesulitannya. Semoga usaha Ibu Raci untuk mendapatkan kesembuhan diridhoi Allah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @@shofwan @giantosu

Ibu Raci terkena Chirrosis Hepatis


ENCAR BIN SURYA (64, Basalioma). Alamat : Dusun Rawaraden RT 5/3, Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Penyakit yang dialami Pak Encar berawal sekitar 5 tahun yang lalu. Beliau berusaha menghilangkan tahi lalat yang berada disekitar mata sebelah kanannya dengan alat seadanya sehingga menimbulkan infeksi. Luka bekas tahi lalat mulai terasa gatal hingga akhirnya melebar. Kemudian Pak Encar berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Disana Pak Encar dinyatakan terkena Basalioma atau dalam bahasa umumnya adalah kanker kulit, Sehingga dokter menyarankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Meskipun dalam berobat menggunakan jaminan kesehatan KIS-PBI, namun Pak Encar yang sudah tidak bisa bekerja secara penuh sebagai buruh, demikian juga istri Pak Encar yaitu Ibu Raci sebagai ibu rumah tangga biasa yang juga dalam keadaan sakit hati yang sudah menahun, merasa kebingungan untuk menyediakan biaya transport dan biaya hidup selama di Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat mengetahui keadaan ini sehingga bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya transport dan biaya hidup di Bandung. Semoga Allah selalu memudahkan usaha Pak Encar. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @@shofwan @giantosu

Pak Encar dinyatakan terkena basalioma


MUHAMMAD MAHMUD (18, Kanker Rongga Hidung). Alamat : Dusun Kosambi Batu 1, RT 3/1 Desa Kosambi Batu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mahmud merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia merasakan sakit sejak awal tahun 2017. Gejalanya sering merasakan pusing, mulai ada perdarahan dari hidung. Dan tanpa disadarinya ternyata ada benjolan di dalam hidungnya. Oleh orangtuanya Mahmud dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Karawang, Mahmud diduga menderita Kanker di rongga hidung dan dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun dalam berobat menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, namun kedua orang tua Mahmud yakni Pak Uci Sanusi (47) bekerja sebagai buruh dan Ibu Maemunah (41) sebagai Ibu Rumah Tangga biasa merasa kesulitan untuk menyediakan biaya hidup dan biaya transportasi selama Mahmud di RSHS Bandung. Selama di RSHS Mahmud telah menjalani transfusi darah dan penyinaran, hingga saat ini Mahmud masih dalam perawatan perbaikan kondisi untuk tindakan selanjutnya. Alhamdulillah, bantuan dari Sedekaholics kembali dapat disampaikan untuk membantu biaya hidup Mahmud selama di Bandung, setelah bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan . Semoga Mahmud diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwan @giantosu

Mahmud diduga menderita Kanker di rongga hidung


TINA SUNDARI (36, Pembengkokan Tulang Belakang+Scoliosis). Alamat : jl. Wijaya Kusuma 3, RT 23/4, No.10, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dari sejak SMP sering merasakan sakit di bagian punggung namun baru tahun 2005 setelah melakukan pemeriksaan barulah diketahui sakit hebat yang sering dia derita selama ini karena mengalami penyempitan urat syaraf. Lama kelamaan Tina tidak bisa berjalan normal, terpapah berpegangan ke tembok dan sering terjatuh hilang keseimbangan. Ikhtiar berobat terus dilakukan ke RSUD dan klinik di Purwakarta, namun sakit Tina tidak kunjung reda, hasil pemeriksaan Rumah Sakit selanjutnya Tina menderita juga Scoliosis pembengkokan tulang belakang yang menyebabkan tubuhnya tampak bengkok ke samping. Lama kelamaan semakin hari daya tahan tubuhnya semakin melemah, dan Tina menderita lumpuh. Tiga bulan lalu ditengah rasa sakitnya yang masih ia derita kakinya tampak bengkak. Semakin hari pembengkakan tampak disertai dengan cairan di dalam lapisan kulit seperti yang tersiram air panas. Lama kelamaan pecah, seperti kondisi sekarang ini. Selama ini Tina membiayai hidupnya dari hasil berdagang kecil-kecilan, penghasilannya tersebut juga harus ia bagi-bagi untuk ayahnya yang sudah sepuh dan tak mampu bekerja. Dengan keadaan sakit seperti sekarang ini yang membutuhkan biaya tak sedikit, Tina merasa sangat kesulitan mencari uang untuk biaya pengobatannya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tina, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatannya. Semoga penyakitnya segera Allah angkat. Bantuan sebelumnya telah tercatat dan tersalurkan pada Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Tina menderita Scoliosis pembengkokan tulang belakang


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1051. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu Dodoh menderita kanker mulut


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih mengidap penyakit Kanker Payudara


LIA ALIYAH (5, Radang Paru-Paru). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Lia, akrab kami memanggil gadis kecil ini. Tepat 2 minggu ini Neng Lia mengalami demam, demam tersebut juga disertai batuk yang gatal dan tanpa dahak. Selama 2 minggu tersebut Neng Lia hanya diobati seadanya menggunakan obat warung, namun ternyata belum nampak perubahan. Ibunya (35), mulai cemas dengan keadaan anaknya tersebut, ia pun membawa Neng Lia ke puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan di puskesmas tersebut mengharuskan Neng Lia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Namun karena kendala biaya, sementara ikhtiar tersebut ditunda dulu. Maklum saja, ayah Neng Lia saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, sehingga tidak memiliki biaya untuk akomodasi menuju RS tersebut. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Neng Lia, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Lia menuju Rumah Sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Lia menderita radang paru-paru


IMIN BINTI NOON (74, Katarak). Alamat : Kp. Cijati, RT 1/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Imin, begitu ia akrab dipanggil. Sudah merasakan gangguan penglihatan sejak 1 tahun lalu, awalnya terasa ada yang menghalangi pada kedua matanya, namun seiring waktu menjadi tidak bisa melihat. Ia belum pernah melakukan pengobatan, jangankan untuk berobat, untuk sehari-hari pun masih kekurangan. Kini Mak Imin tinggal bersama anaknya Jujun (37) yang belum menikah, Jujun bekerja sebagai buruh tani yang memiliki penghasilan tak menentu. Ia menuturkan bahwa punya keinginan untuk mengobati mata ibunya, namun tak memiliki biaya. Alhamdulillah kami Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Imin dan Jujun, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Mak Imin. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Imin menderita katarak


OMAN BIN MANSYUR (46, Diabetes Kering). Alamat: Kp. Cidahu, RT 2/2, Desa Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Pak Oman, akrab kami memanggil lelaki pekerja keras ini. Ia merupakan seorang buruh tani di sawah, berangkat saat sebelum matahari terbit dan pulang saat hari mulai gelap. Kadang ia lupa dengan kesehatannya, jika sedang asyik bekerja ia lupa untuk sesekali meneguk air putih. Ia lebih memilih tenggorokannya kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Pak Oman didiagnosa mengalami penyakit kelainan ginjal, salah satunya adalah karena ia jarang sekali meminum air putih. Awalnya ia sering mengeluh kesakitan di bagian punggung dan perutnya, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan agar Pak Oman segera melakukan pemeriksaan di RSUD Daerah. Ia pun kemudian dibawa ke RS tersebut dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia mengidap penyakit gangguan ginjal dan harus melakukan kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Ia merasa keberatan dengan biaya transportasi dan akomodasi pulang-pergi RS tersebut, juga ia harus membayar beberapa obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, kami menyampaikan titipan para Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Oman segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Oman menderita diabetes kering


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobservasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Saat ini Ibu Karni sudah beberapa kali dan masih menjalani pemeriksaaan rutin ke RSHS Bandung. Perkembangan kesehatannya Alhamdulillah kian membaik. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Ketika awal Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Saat ini Pak Karna bekerja sebagai tukang becak setelah kondisi kesehatan istrinya mulai membaik. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Bantuan lanjutanpun kembali disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung juga untuk bekal hidup. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 1061. Semoga segala ikhtiar dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera kembali pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Ibu Karni terkena kanker pada rahim


PULUNG BIN SUDARIP (65, Tumor Pada Lengan). Alamat : Kedungkrisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Pulung begitulah sapaan akrabnya. Tangannya membengkak dan semakin membesar. Gejala penyakitnya berawal pada bulan Oktober 2016, ia merasakan sakit pada tangan sebelah kiri, karena benjolan seperti bisul. Setiap hari benjolan itu semakin membesar dan menyakitkan. Pihak keluarga akhirnya memeriksakan kondisi Pak Pulung ke Rumah Sakit Budi Luhur, Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Pak Pulung harus menjalani operasi pada bulan November 2016 dan berharap agar tangannya dapat pulih kembali. Namun setelah operasi pertamanya dilakukan, kondisi tangan Pak Pulung semakin membesar dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan tindakan terapi sinar pada tangannya. Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi. Namun pada pemeriksaan selanjutnya, dokter menyarankan Pak Pulung untuk diberikan terapi karena diagnosa terakhir menunjukkan bahwa sakit yang dialami Pak Pulung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan rencana amputasi batal dan Pak Pulung tetap menjalani pemeriksaan rutin. Pak Pulung adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki tujuh orang anak, bekerja sebagai petani dan istrinya, Engkun (60) sesekali ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai tukang pijat keliling. Keluarga yang hidup dalam kesederhanaan ini bersyukur karena biaya pengobatan selama ini menggunakan fasilitas KIS. Saat ikhtiar pengobatan dilakukan dengan maksimal, Allah berkehendak lain. Pak Pulung dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa pada Rabu, 8 November 2017. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan dan belasungkawa mendalam, bantuan biaya transportasi dan santunan duka kembali diberikan kepada keluarga Pak Pulung, setelah bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1061. Semoga Pak Pulung tenang di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @suniah @aulia

Pak Pulung menderita tumor pada lengan


SUMARNI BINTI KADMA (47, Ca Mammae). Alamat : Blok Duansukun Lor, RT 6/2, Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Mba Marni merasakan benjolan pada payudara sebelah kanan sejak masih sekolah dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Tiga tahun lalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolan serupa. Namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu satu tahun. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Mba Marni hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Setahun kemudian, benjolan tersebut mulai pecah dan mengeluarkan darah. Mba Marni langsung dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Cirebon. Atas persetujuan pribadi dan saran dokter, Mba Marni akhirnya langsung menjalani operasi pengangkatan kanker pada payudara tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Pengobatan selanjutnya masih terus dilakukan untuk penyembuhan kesehatan secara total. Mba Marni adalah seorang guru mengaji di sebuah taman pendidikan. Kehidupan yang sederhana membuatnya tidak berfikir jauh tentang pengobatan sakit yang dialaminya. Saat Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, Mba Marni belum memiliki fasilitas kesehatan sehingga biaya operasi yang harus dibayar cukup besar serta masih ada kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan. Sedekah Rombongan membantu pembuatan fasilitas kesehatan agar biaya berobat selanjutnya bisa terbantu, serta bantuanpun kembali diberikan untuk pelunasan pembayaran di rumah sakit. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1067. Semoga Mba Marni segera diberikan kesehatan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhamadiskandar @asiihlestari

Bu Marni menderita ca mamae


MAISAH BINTI BANA’I (58, Myoma). Alamat : Blok Lakar Jero, RT 2/5, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Maisah mengalami sakit yang dirasakan karena benjolan yang tumbuh pada bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke dokter, Ibu Maisah ternyata menderita myoma pada bagian perut. Atas saran dokter, Ibu Maisah menjalani operasi pengangkatan penyakitnya tersebut. Operasipun dilakukan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon sekira setahun lalu dan Ibu Maisah bisa melakukan aktifitas seperti biasa kembali. Namun beberapa bulan terakhir, perutnya kembali membesar bahkan lebih besar dari sebelum operasi. Kali ini Ibu Maisa belum memeriksakan kembali sakitnya tersebut dikarenakan kesulitan biaya transportasi. Sedekah Rombongan berusaha membantu Ibu Maisah dengan membawanya kembali berobat ke puskesmas setempat, lalu ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dokter di rumah sakit ini menyarankan agar Ibu Maisah berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Ibu Maisah masih terus berobat dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS. Ibu Maisah adalah orang tua tunggal dari putra tunggalnya yang hidup sangat sederhana. Ketika masih sehat, dia bekerja sebagai buruh batik dan juga berjualan makanan keliling. Keadaan ekonomi keluarga yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari ini membuat pengobatan Ibu Maisah hampir saja terkendala walaupun biaya pengobatan sudah difasilitasi jaminan kesehatan BPJS. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics untuk meringankan beban yang sedang dialami. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan termasuk dalam Rombongan 1061. Kali ini bantuan disampaikan untuk biaya transportasi, membeli diapers dan bekal selama Ibu Maisah tinggal di Bandung. Semoga sakit yang dideritanya bisa segera disembuhkan dan Ibu Maisah bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dhemis @aulia

Ibu Maisah ternyata menderita myoma


FAIRUS SAFANA (2, Hidrosephalus+ TB Paru). Alamat: Kp. Talaga , RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Keluarga Fairus sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta.Ayahnya, Hidayatullah (36) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya Fairus mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi ayahnya mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para Sedekaholics, mereka mengungkapkan kelegaannya. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Februari 2017 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Keadaannya sekarang masih belum stabil dan masih harus melakukan pengobatan. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1070.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Fairuz menderita hidrosephalus+ TB paru


SIDIK BIN YANTO (21, Epilepsi). Alamat: Kp. Nangoh, RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Sidik balita, ia termasuk anak yang sehat tanpa penyakit apapun, namun menginjak usia 6 tahun Sidik terserang demam tinggi dan disertai kejang-kejang sehingga keluargaya langsung membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah melalui berbagai pemeriksaaan ternyata Sidik didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit, ia pun pulang namun masih harus melakukan pengobatan. Sayangnya, hingga menjelang dewasa penyakitnya tersebut tidak membaik ditambah dengan berhentinya pengobatan karena ketiadaan biaya. Penderitaan Sidik bertambah dengan meninggalnya sang ayah ketika ia masih kecil dan sekarang Sidik tinggal bersama ibunya, Kikim (39) di kontrakan kecil dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah tidak seberapa sedangkan Yanto belum bisa membantu perekonomian keluarga karena ia belum bekerja. Meskipun Sidik berobat menggunakan jaminan KIS, ia terbebani dengan biaya transportasi dan kadang harus membeli obat yang tidak dijamin KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sidik dan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Semoga Sidik segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa bekerja membantu ibunya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Sidik didiagnosa mengidap penyakit epilepsi


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan kembali titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat untuk bulan Januari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Emim menderita penyakit lemah jantung


IKA SUMARTIKA (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, RT 7/4, Kel. Kahuripan, Kec .Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Ketika itu beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik meskipun masih harus berobat dengan Jamkesda. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Keadaan Bu Ika sekarang sudah membaik namun masih harus menjalani pengobatan. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara


ENI BANDINI (50, Ca Mammae). Alamat: Jl. Asrama Nyantong , RT 9/7, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awal mula penyakitnya ditemukannya benjolan di payudara kiri dari sejak empat bulan yang lalu. Satu bulan kemudian benjolannya semakin membesar dan mulai mengeluarkan cairan nanah dan darah dan Bu Eni mulai panik karena sebelumnya tak pernah ia mengalami hal seperti ini. Karena kekhawatirannya tersebut ia berkali-kali berobat ke puskesmas dan tak ada kesembuhan yang didapat hingga akhirnya ia diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dikarnakan ia tidak punya biaya, maka pengobatannya tidak dilanjutkan meskipun Bu Eni mempunyai Jamkesmas sehingga pada tanggal 11 Oktober 2017 ia dilarikan ke rumah sakit karena penyakit yang menyerangnya semakin menjadi bahkan payudaranya membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap. Enam belas hari ia dirawat inap di RSUD kota Tasikmalaya dan menghabiskan biaya yang relatif besar bagi keluarga Bu Eni apalagi kemungkinan ia harus melakukan operasi dan segera mengangkakt payudara yang terkena kanker. Eni termasuk salah satu keluarga yang kurang mampu sehingga untuk biaya pengobatannya pun ditanggung oleh pemerintah daerah, setelah diajukan dan melalui berbagai proses. Eni tinggal dengan ibunya yang sudah tua renta dan biasa bekerja sebagai buruh cuci rumahan yang upahnya untuk biaya sehari-hari pun masih tidak mencukupi apalagi ia tak mempunyai suami dan anak yang membantunya sehari-hari. Kondisi saat ini Bu Eni sudah bisa pulang namun ia harus menjalankan pengobatannya dengan cara kemoterapi yang sudah dijadwalkan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Eni di RS saat ia sedang dirawat dan melihat keadaannya yang sudah memprihatinkan. Terkadang ada raut wajah putus asa di wajahnya dan kurir mencoba menghiburnya supaya ia optimis dalam menjalani pengobatan hingga sembuh. Bantuan pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pembelian obat dan akomodasi. Semoga Allah berkenan memberi kesembuhan bagi beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Eni menderita ca mammae


ENJANG BIN JOI (50, Hepatitis B+Maag Akut). Alamat: Kp. Sindanghayu, RT 2/8, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua bulan ini Pak Enjang mengeluhkan sakit di sekitar ulu hati yang awal gejalanya yaitu mual-mual, demam tinggi dan muka pucat hingga menguning. Pak Enjang pernah berobat ke klinik terdekat selama beberapa kali namun karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan hingga tidak ada makanan atau minuman yang masuk sedikit pun, sehingga ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan hingga kini ia sudah dirawat selama 14 hari hingga kehabisan bekal karena ia sudah berhenti bekerja dan tak ada pemasukan sama sekali, meminta bantuan kepada sanak keluarga atau tetangga pun tak bisa karena nasibnya pun sama, keterbatasan finansial. Bahkan untuk biaya perawatan pun ia tidak bisa membayar. Tapi Alhamdulillah setelah mengajukan fasilitas kesehatan kepada dinsos dan ditanggapi, maka biaya perawatannya pun ditanggung oleh pemerintah dengan Jamkesda. Pak Enjang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan sekarang harus berbaring lemah di tempat perawatan di RSUD dr. Sukardjo. Istrinya, Nenah (43) yang setia menemani Pak Enjang adalah seorang IRT dengan 3 anak yang masih sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi Pak Enjang di RS dan menyampaikan santunan kepada Pak Enjang untuk biaya akomodasi selama pengobatan. Semoga Allah segera memberi kesembuhan kepada Pak Enjang. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Enjang menderita hepatitis B+maag akut


DIDIN NURYANA (35, Syaraf Terjepit). Alamat: Kp. Nangoh RT 2/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kejadiannya bermula sebulan lalu, saat ia berjalan di dekat rumahnya kemudian ia terjatuh karena terpeleset yang membuat kakinya terkilir hingga membuat Pak Didin tidak bisa berjalan selama beberapa minggu. Akhirnya, ia memutuskan berobat ke puskesmas setelah tindakan pijat alternatif tak memberikan kesembuhan, ternyata ia harus diperiksa ke RSUD dengan jaminan KIS dan dokter menyatakan bahwa syarafnya terjepit. Kondisinya kini masih memprihatinkan, hanya berdiam diri di rumah karena kakinya masih kaku dan masih harus dilakukan pengobatan rutin ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Pak Didin bekerja sebagai penjahit rumahan yang biasa menerima orderan dari tetangga atau orang yang mengenalnya. Penghasilannya tak lebih dari 29-30 ribu per hari karena bila bukan musim lebaran, usahanya akan sepi. Istrinya, Yohana (27) bekerja sebagai PRT untuk membantu perekonomian keluarga karena mereka juga punya anak yang masih membutuhkan biaya sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Didin di RSUD ketika ia akan berobat. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Didin karena ia masih harus berbuat hingga beberapa bulan ke depan. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada beliau supaya ia bisa kembali bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Didin menderita syaraf terjepit


ONENG KURNIASIH (64, Patah Tulang Kaki). Alamat: Kp. Perum Rancapaku, RT 3/4, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awalnya ketika diantar anaknya dengan motor untuk hadir di pengajian namun saat akan turun dari motor rok yang dipakainya tersangkut ke salah satu badan motor. Ketika motor melaju lagi, Bu Oneng terjatuh dan terseret jauh yang menyebabkan kakinya kirinya patah. Harusnya ia segera dilarikan ke RS namun karena khawatir dengan biaya yang dikeluarkan akhirnya ia memilih pengobatan tradisional di rumah selama 10 hari. Sayangnya, tak ada kesembuhan berarti pada kakinya malah semakin parah karena ia harus melakukan tindakan operasi dan pemasangan pen yang menghabiskan biaya 8 juta belum termasuk obat-obatan yang tidak dibiayai KIS. Hingga kini ia sudah bolak-balik ke RS dan dirawat inap selama beberapa hari. Ia tinggal bersama anaknya yang tidak punya suami dan cucunya, dan karena usianya sudah renta, Bu Oneng sudah lama tidak bekerja. Untuk biaya sehari-hari ia hanya mengandalkan anaknya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah sekitar 25-40 ribu per hari dan terkadang tidak mencukupi karena cucunya pun masih duduk di bangku sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan akhirnya bisa bertemu dengan Bu Oneng dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membantu biaya operasi pemasangan pen yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober dan nanti rencananya akan dilakukan operasi pengangkatan beberapa bulan kemudian. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau dan dilancarkan segala proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Oneng menderita patah tulang kaki


IMA CHUZAEMA (47, Diabetes Mellitus). Alamat: Kp. Gudang Pesantren, RT 1/4, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah 8 tahun ini, Bu Ima mengidap penyakit diabetes mellitus yang menyebabkan kadar gula dalam darahnya mencapai 300. Sebenarnya ia rutin melakukan pengobatan namun tak ada kesembuyan yang berarti malah muncul beberapa luka di kakinya yang sulit sembuh. Berkali-kali ia dirawat inap di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya karena keadaannya yang sering lemah dan membutuhkan perawatan intensif dan mengharuskan mengeluarkan biaya banyak apalagi ia tak punya jaminan kesehatan. Beberapa bulan terakhir, luka di kakinya semakin menganga dan ketika diperiksa ke klinik, dokter mengatakan salah satu jarinya harus diamputasi untuk menghindari kebusukan yang akan merambat ke anggota tubuh yang lainnya. Bu Ima terkadang putus asa melihat keadaannya sendiri karena kini ia sudah tidak bisa beraktiviatas seperti dulu. Suaminya, Deni (48) bekerja sebagai buruh lepas yang pendapatannya hanya cukup untuk makan ditambah, mereka mempunyai satu anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan membutuhkan biaya besar untuk kelulusan. Kini, Bu Ima sedang menunggu jadwal untuk operasi amputasi jari kakinya namun ia masih kebingungan dengan biaya yang harus dikeluarkan, meskipun sekarang keluarganya membantu untuk registrasi BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan akhirnya bisa bertemu dengan Bu Ima si rumahnya dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau dan dilancarkan segala proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Ima mengidap penyakit diabetes mellitus


RIZKI NANDAR DIANSYAH (12, Patah Tulang + Epilepsi). Alamat: RT 7/15, Dusun Kwangen Lor, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Rizki yang lahir lebih dulu beberapa menit dari sang adik, sebenarnya terlahir dengan kondisi fisik yang baik dan sehat. Namun setelah berumur 3 hari, Rizki mengalami kejang. Saat diperiksakan ke dokter, ternyata Rizki mengalami epilepsi dan penyusutan volume otak yang menyebabkan perkembangannya terhambat. Bermodalkan Jamkesda dari pemerintah, sang ibu rutin membawa sang anak ke RSUP Dr. Sarjito untuk terapi dan kontrol dokter. Akan tetapi pengobatan rutin yang sudah dijalaninya lebih dari 10 tahun itu harus terhenti karena kartu BPJS pengganti program Jamkesmas tak kunjung diberikan. Semenjak itu Rizki sering mengalami kejang lagi. Pada tanggal 30 Oktober 2016 Rizki mengalami kejang hingga menyebabkan tulang kaki kirinya patah. Ia pun dibawa ke pengobatan sangkal putung di daerah Magelang oleh kedua orang tuanya. Ayahnya, Suratman (36) seorang sopir jasa angkut dengan penghasilan harian tidak menentu. Ibunya, Puji Rusukemi (32) sebagai buruh cuci di kios laundry di Jalan Dewan no. 126, Yogyakarta. Oleh pemilik laundry, keluarga kecil ini diperbolehkan tinggal disana sehingga jarak ke rumah sakit menjadi lebih dekat. Bulan September 2017 lalu Rizki mengalami kejang kembali dan menyebabkan tulang kaki kanannya patah. Menerima informasi tersebut, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Rizki. Semoga Rizki segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya telah terlapor pada Rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal: 1 November 2017
Kurir: @kisherry @rofiq_silver @atinlelyas @Boyadisakti

Rizki mengalami epilepsi dan penyusutan volume otak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUDIYA BIN SUGANDA 750,000
2 RSSR JAKARTA 870,000
3 NAMI BINTI PEYANG 1,000,000
4 YULIANA DWI RAHAYU 500,000
5 YULI BHAYANGKARA 500,000
6 ERNA YURIS 500,000
7 ALVARO RIKI ADITYA 1,000,000
8 MTSR PURWOKERTO 6,200,000
9 KASMIATI BINTI MUHERI 500,000
10 YUDI PRIANTO 500,000
11 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 500,000
12 MUHAMMAD NAUFAL NAIL 1,000,000
13 JASMINE ADI PUTRI 1,000,000
14 DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI 500,000
15 SANKARDI BIN SANTANI 1,000,000
16 ROHYATI NASIM 500,000
17 SOLIHUN BIN KASIKUN 500,000
18 MTSR UNGARAN SALATIGA 2,465,000
19 MUHAMMAD YAHYA 500,000
20 SRI MULYATI 500,000
21 LALU MUHAMMAD AMIN 3,550,000
22 YESNITATI BINTI ADAM 500,000
23 PANTI ASUHAN AL IHSAN 3,000,000
24 SITI NURJANNAH 500,000
25 ULFAH FAUZIAH 850,000
26 ROSHID BIN HADIMI 500,000
27 ROHAYATI BINTI AHIM 500,000
28 AGUS SASMITA 500,000
29 IGOH SAEPUDIN 500,000
30 ZAENUDDIN BIN UJANG 500,000
31 MERLIN BINTI ISHAK 500,000
32 JAJANG PERMANA 500,000
33 APENDI BIN MUHAMMAD 1,000,000
34 WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN 500,000
35 NURUL FADHILA 500,000
36 HIKMAH NURMAULIDA 700,000
37 IAN SOPYAN SAURI 1,000,000
38 ANDRI NUGROHO 500,000
39 JURIAH BINTI IDUN 500,000
40 RACI BINTI DIRJA 500,000
41 ENCAR BIN SURYA 500,000
42 MUHAMMAD MAHMUD 500,000
43 TINA SUNDARI 750,000
44 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
45 NENGSIH BINTI ISAH 500,000
46 LIA ALIYAH 750,000
47 IMIN BINTI NOON 500,000
48 OMAN BIN MANSYUR 750,000
49 KARNI BINTI SUKARI 500,000
50 PULUNG BIN SUDARIP 750,000
51 SUMARNI BINTI KADMA 2,000,000
52 MAISAH BINTI BANA’I 1,000,000
53 FAIRUS SAFANA 500,000
54 SIDIK BIN YANTO 500,000
55 EMIM HAMIMAH 500,000
56 IKA SUMARTIKA 500,000
57 ENI BANDINI 500,000
58 ENJANG BIN JOI 500,000
59 DIDIN NURYANA 500,000
60 ONENG KURNIASIH 3,500,000
61 IMA CHUZAEMA 500,000
62 RIZKI NANDAR DIANSYAH 1,000,000
Total 55,385,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,385,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1078 ROMBONGAN

Rp. 57,272,521,868,-