MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Oktober 2017). Sedekah Rombongan area Pantura Timur memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang biasa dijuluki “Mr. Red” ini adalah mobil ambulance operasional tim Sedekah Rombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Frekuensi penggunaan MTSR Pati semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah dhuafa. Bantuan dana dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Biaya operasional sebelumnya tercantum pada rombongan 1060

Jumlah Bantuan: Rp. 1.658.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Rochim @hendrowidyanto @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Oktober 2017


NAYLA ZAFIRA MECCA (1, Infeksi Saluran Pencernaan). Alamat : Dusun Gayaman RT 4 RW 3, Kelurahan Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Nayla panggilannya, putri pertama dari pasangan bapak Suparno (30) dan ibu Sarwanti (28). Tanggal 26 September 2017 ibu Sarwanti mengalami pecah ketuban, kemudian dilarikan ke puskesmas setempat, karena pecah ketuban sudah parah kemudian dilarikan ke RS dr. Moewardi dengan menggunakan pembiayaan umum, di RSDM bu Sarwanti dipacu untuk bisa segera melahirkan dan akhirnya lahirlah Nayla Zafira Mecca pada hari rabu 27 September 2017 pukul 09.45. Nayla lahir secara normal dengan berat badan 2,5 kg, kondisi Nayla setelah lahir stabil tapi pada hari kamis malam Nayla dipindahkan ke NICU dikarenakan muntah-muntah dan trombositnya jauh dari normal. Alhamdulillah Nayla saat ini sudah pulang dari rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah. Biaya pengobatan Nayla selama di NICU mencapai 13 juta. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Nayla dan dapat sedikit membantu meringankan biaya pengobatan selama di NICU.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Nayla mengalami infeksi saluran pencernaan


RONANDI FARADE WAHYUNANTA (14, Diare persisten + Blastomy + Skoliosis+ Megakolon + Gizi buruk) Alamat: Jln.Kyai mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, RT 03/23 Surakarta, Jawa Tengah. Dik Ronan sapaanya, memiliki adik yang bernama Bima Rafli (8) merupakan anak dari Ibu Sucitriwinarsi (35) dan Bapak Trigunandi (36) berkerja sebagai buruh serabutan. Ibu Suci melahirkan ronan secara parematur 8 bulan. Diusianya 1 tahun dik Ronan sudah sempat merambat tembok untuk berdiri, kejadiaan awalnya Ibu Suci. Saat menggendong dik ronan terjatuh dari gendongan tersebut saat di periksa ke dokter. Dik Ronan dirongsen dan dilihat dari hasil kaki kirinya ternyata patah. Saat kejadiaan itu perkembangan dik ronan terhambat dari hari ke hari badan dik ronan semangkin mengecil sampai akhirnya Ibu Suci membawanya ke RSDM Moewardi Solo, saat di periksa ternyata dik ronan memiliki gejala di usus buntu nya terdapat tumor yg mengakibatkan pembesaran pada usus besar nya (Megakolon). Perutnya membesar karena ronan susah sekali untuk BAB. Karena selama pegobatan Ronan sebelum nya mengunakan umum mulai dari terapi dan kontrol di rumah sakit habis semua biaya untuk pengobatan dik ronan. Pada akhirnya orang tua dik Ronan membuat BPJS Kesehatan, bulan Maret 2017 dilakukan operasi pemasangan stoma dalam proses pemulihan sampai 40 hari dik Ronan rawat inap di RSDM. Saat jadwalnya kontrol dokter mengecek paru-paru dik Ronan ternyata terdapat infeksi di paru-parunya dan adanya (Skoliosis) melengkungnya tulang belakang kesamping secara tidak normal yang mengakibatkan jantungnya berpindah ke tengah dada. Bulan Juli 2017 dilakukan operasi penutupan stoma dalam proses pemulihan dik Ronan transpusi darah hingga 12 kantong darah yg masuk. Setelah penutupan stoma dik ronan selalu mengalami diare hingga saat ini.Diare yang di keluar kan berupa cairan seperti darah. Tanggal 27 Oktober 2017 dik Ronan kembali kontrol ke RSDM karena ada masalah dibagian bekas operasinya, jahitan di perut nya terlepas dan dokter menyarankan untuk rawat inap, supaya luka di perutnya bisa di medikasi secara rutin, agar tidak ada tindak untuk operasi lagi karena darah yang di keluarkan saat operasi perlu HB yang stabil. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan dik Ronan dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Keluarga dik Ronan menyampaikan terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 4 November 2017
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Aji

Ronan menderita diare persisten + blastomy + skoliosis+ megakolon + gizi buruk


ALFIANDRI SAPUTRA (18, Dhuafa). Alamat : Jalan Meranti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sehari-hari, Andri bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru jurusan teknik sepeda motor. Andri adalah sulung dari 3 bersaudara. Karena keterbatasan ekonomi keluarganya, ia memiliki tunggakan uang PPDB di sekolah. Ayah Andri bekerja sebagai buruh di tempat pengumpulan barang bekas dengan sistem upah harian. Penghasilan ayahnya hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan kadang itu pun masih belum cukup. Ujian keluarga ini tidak sampai di situ aja dengan kondisi ibunda Andri yang didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Saat ini Andri terkendala dalam pembayaran PPDB sekolahnya yang harus dibayarkan agar ia dapat terus melanjutkan sekolahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andri dan keluarga, titipan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membayar biaya PPDB dengan cara mencicil hingga lunas nanti. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan Andri terus semangat dalam melanjutkan pendidikannya. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhphita @hermansyah @sulistyaone

Bantuan beasiswa


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk membayar tunggakan biaya pengobatan Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga lunas. Alhamdulillah kondisi Imam saat ini sudah membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @sulistyaone

Imam mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan Sedekah Rombongan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan sempurna dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita usus di luar perut


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Dede

Alifa mengalami lahir prematur spontan


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Farida disiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33 persen di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga alhamdulillah telah lunas. Semoga Bu Farida selalu diberikan kesehatan dan dapat menjalani kembali aktivitasnya sehari-hari. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.135.358,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Risti

Bu Farida menderita luka bakar 33 persen di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Hingga kini, Sedekah Rombongan masih membantu pembayaran cicilan biaya perawatan almarhum Asbih di RSUD AA hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Risti

Asbih mengidap penyakit gagal hati


AGIL SAPUTRA (16, Kanker Otak). Alamat : Dusun Pulau Terap II, RT 4/2, Desa Pulau Terap, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Awalnya Agil dan keluarga tidak mengira jika Agil akan mengidap kanker otak. Sebelumnya kondisi kesehatan Agil sangat menurun tidak seperti biasanya. Akhirnya Agil dibawa ke rumah sakit terdekat dan dokter mendiagnosanya dgn penyakit kanker otak sehingga ia langsung dirawat inap dan menjalankan pengobatan pertamanya tepatnya di bulan Ramadhan tahun ini. Namun pengobatan Agil berhenti karena kondisi ketiadaan biaya yang tidak mampu mencukupi segala kebutuhan Agil selama berobat. Walaupun masih dalam kondisi sakit parah, orang tua Agil tetap bersikeras membawanya pulang. Kondisinya saat ini tidak bisa makan tanpa bantuan selang (NGT) dan respon dengan orang sekitar juga menurun. Agil hanya bisa menggunakan isyarat mata untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pak Suratman (53), ayah Agil, kesehariannya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap dan Ibu Nurlianis (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Agil terdaftar sebagai pengguna JKN KIS MANDIRI kelas 3, meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS namun Agil masih membutuhkan bantuan untuk kebutuhan lainnya selama pengobatan. Alhamdulillah Agil dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan disampaikan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian susu selama pengobatan Agil. Semoga kesehatan Agil semakin membaik dan ia segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @nhpita fathudin @ranitw1

Agil mengidap kanker otak


HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA (4, Thalasemia Beta Mayor). Alamat : Jalan Gajah Tunggal, RT 5, Desa Perawang Pasar Perawang KM 4, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada bulan Agustus 2016 seluruh tubuh Hafsah mengalami pembengkakan. Untuk mendapatkan pertolongan pertama, Hafsah dibawa berobat ke puskesmas di Minas. Namun karena keterbatasan tenaga dan alat medis, Hafsah akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad. Saat itu kondisi Hafsah cukup kritis dan HB hanya 3 (normal 12,5), sehingga Hafsah harus dirawat inap selama seminggu untuk menjalani transfusi darah. Hasfah juga menjalani tes urine untuk mengetahui sakit yang diderita. Dari hasil uji urine, Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayor. Namun karena keterbatasan biaya, saat ini pengobatan sudah terhenti selama 6 bulan. Keluarga juga sama sekali tidak memiliki tanda pengenal karena hilang sewaktu terjadi gempa di kota Padang pada tahun 2009 silam. Hafsah dan keluarga baru 4 bulan tinggal di Perawang. Tempat tinggal keluarga ini alhamdulillah mendapat bantuan dari pemilik usaha tempat orang tua Hafsah bekerja. Kondisi perut Hafsah saat ini membesar karena efek limfa yang bengkak sehingga wajahnya pucat pasi. Hafsah adalah anak dari pasangan Pak Hamzah (35) yang bekerja sebagai pedagang jengkol dan Bu Citra Nengsih (34) seorang ibu rumah tangga. Keluarga Hafsah tidak memiliki jaminan kesehatan karena terkendala biaya untuk pengurusan dokumen yang diperlukan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Hafsah dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan Hafsah serta biaya berobat. Mudah-mudahan Hafsah segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah Rillo @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Hafsah didiagnosa menderita thalasemia beta mayorl


YATIMIN BIN FULAN (63, Dhuafa). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 2/3, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pak Yatimin dan keluarga saat ini mengalami kesulitan untuk makan sehari-hari. Biasanya tetangga sering memberi bantuan makanan untuk Pak Yatimin dan keluarga, karena di usianya yang sudah tidak muda lagi tak banyak yang bisa dilakukan oleh Pak Yatimin untuk mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehari-hari Pak Yatimin bekerja merawat kebun tetangganya, sedangkan istrinya Bu Ruminah (55) juga hanya bisa membantu pekerjaan di rumah sebagai ibu rumah tangga. Dengan penghasilan hidup yang tidak menentu keluarga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini Pak Yatimin dan keluarga tinggal menumpang di bangunan bekas KUD Desa. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Yatimin dan bantuan yang diberikan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @siswanto01 @rizkyqurniazary

Bantuan sembako


M. GHALIF BIN SULPIYANTO (10, Disabilitas Kaki Bengkok). Alamat : Jalan Cahaya No. 13, RT 1/8, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ghalif mengalami disabilitas kaki dengan bentuk tempurung lututnya yang bengkok terbalik sejak lahir. Dengan kondisinya itu, Ghalif lebih banyak melakukan aktifitasnya di rumah saja. Untuk melakukan aktifitas sehari-hari, Ghalif dibantu oleh orang tuanya dan jika ingin berpergian ia harus digendong karena tidak bisa berjalan. Ghalif juga mengalami sakit hernia dan sudah dioperasi sebanyak 3 kali. Selain itu saat ingin buang air besar, Ghalif kerap mengalami gangguan sesak nafas. Kondisi Ghalif saat ini masih belum mengalami banyak kemajuan, ia masih harus digendong oleh orang tuanya setiap akan melakukan aktifitas dan saat bepergian. Akan tetapi dengan pertumbuhan badannya yang semakin besar, ayah Ghalif sudah kesulitan untuk menggendongnya. Ghalif adalah anak dari Pak Sulpiyanto (38) yang sebagai tukang ojek anak sekolah dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Ghalif telah memiliki Jamkesda, sehingga alhamdulillah dapat terbantu dalam biaya pengobatannya. Akan tetapi keluarga tetap memiliki kendala membeli kursi roda untuk membantu aktifitas sehari-hari Ghalif. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ghalif dan dapat menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membeli kursi roda. Mudah-mudahan kondisi Ghalif bisa terus membaik dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @nhpita Slamet @rizkyqurniazary

Ghalif mengalami disabilitas kaki


M. RUSDY AL MUBAROK (11, Suspek Thalasemia). Alamat : Dusun Kampung Godang, RT 1/2, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rusdy adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara dan sejak ia berumur 10 tahun sering mengalami demam. Orang tuanya sering bolak-balik membawanya ke RSUD Bangkinang hingga akhirnya dokter menyarankan agar Rusdy menjalani cek darah Thalasemia karena kondisinya tersebut. Namun ternyata RSUD Bangkinang tidak menanggung pembayaran untuk pemeriksaan darah Thalasemia karena tidak ditanggung oleh Jamkesda. Keterbatasan biaya yang dialami keluarga Rusdy mengurungkan niat untuk melanjutkan pemeriksaan penyakit Rusdy. Keluarga hanya bisa menduga-duga kalau ia menderita thalasemia karena kakak Rusdy juga menderita penyakit tersebut. Ayah Rusdy, Pak Ismet (48), sehari-harinya tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga keluarga hanya bisa berharap penghasilan keluarga dari Ibu Nursiah (40), ibu Rusdy, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang setrika baju dari rumah ke rumah. Alhamdulillah Rusdy sekeluarga terdaftar sebagai peserta JKN KIS PBI untuk biaya pengobatannya, namun ia masih membutuhkan bantuan dana untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru. Alhamdulillah Rusdy dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu Rusdy. Mudah-mudahan kesehatan Rusdy segera membaik dan ia dapat kembali beraktifitas normal seperti anak-anak seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @nhpita Asynul Fathudin

Rusdy menderita thalasemia


FADILLATUL ZIKRA (16, Thalasemia Minor). Alamat : Dusun Kampung Godang, RT 1/2, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada saat Zikra berumur 9 tahun tiba-tiba ia mengalami demam berkepanjangan. Orang tuanya segera membawa Zikra ke bidan namun ia tak kunjung sembuh. Kemudian bidan merujuknya ke RSUD Bangkinang dan ia menjalani pemeriksaan DBD namun hasilnya negatif meskipun dokter menemukan kelainan pada hasil darahnya. Akhirnya dokter merujuk Zikra ke RSUD Arifin Achmad untuk melakukan pemeriksaan darah lebih lanjut dan hasil cek darah menunjukkan bahwa ia positif menderita Thalasemia Minor sehingga ia harus menjalani transfusi rutin agar kondisi kesehatannya tetap stabil. Sudah 4 bulan ini Zikra tidak menjalani transfusi darah karena keterbatasan biaya untuk berobat, sehingga kondisinya lemah dan pucat pasi karena ia tidak punya selera untuk makan. Ayah Zikra, Pak Ismet (48), tidak memiliki pekerjaan sehingga perekonomian keluarga bergantung penuh dari penghasilan ibunya, Ibu Nursiah (40), yang bekerja sebagai tukang setrika dari rumah ke rumah. Alhamdulillah Zikra sudah terdaftar sebagai peserta JKN KIS PBI, namun ia masih membutuhkan bantuan dana untuk transportasi dan akomodasi selama berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Alhamdulillah Zikra dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan amanah sedekaholics disampaikan untuk membantu keluarga. Semoga Zikra diberikan kesembuhan dari penyakitnya dan sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @nhpita Asynul Fathudin

Zikra menderita thalasemia minor


WARNITA BINTI SUHAIRI (37, Tunawicara). Alamat: Jalan Panti Jompo, RT 03/04, Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Duri, Provinsi Riau. Ibu yang hampir masuk usia kepala 4 ini menjanda sudah 8 tahun, karena suami tercinta sudah duluan dipanggil sang Ilhai. Dari pernikahan ibu ini, mereka mempunyai anak seorang laki-laki. Demi melanjutkan kehidupannya Ibu menumpang dirumah kakak kandungnya dan mengharap belas kasih dari orang yang membantu. Namun keluarga terhambat dengan biaya kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Warnita, dan bantuan diberikan untuk biaya sembako. Mudah-mudahan bantuan tersebut menjadi berkah. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nhpita @M. Ridwan @rini_syafrin

Bantuan sembako


CINDY BINTI DEDI WARNIJON (12, Amandel). Alamat : Jalan Baung, RT 2/8, Kecamatan Marpoyan Damai, Kelurahan Tangkerang Barat, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Cindy adalah seorang yatim piatu yang saat ini tinggal bersama adik ibunya. Sudah lama Cindy merasakan kesakitan pada tenggorokannya namun tidak terlalu ia hiraukan. Akhirnya saat rasa sakitnya semakin tidak tertahankan lagi, ia memeriksakan diri ke dokter dan ia didiagnosa menderita radang pada amandelnya. Keinginannya untuk berobat terkendala dengan hilangnya KK keluarga sehingga keluarga tidak dapat membuatkan jaminan kesehatan. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga tidak memiliki dana untuk membawa Cindy berobat dengan status pasien umum dan pengurusan surat-surat untuk membuat KK baru. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Cindy dan bantuan pun disampaikan untuk mengurus jaminan kesehatan. Mudah-mudahan Cindy segera diberikan kesembuhan oleh Allah Subhana Wata’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @nhpita Slamet @rini_syafrin

Cindy menderita radang pada amandelny


MISHUDDIN BATUBARA (73, Gangguan Prostat). Alamat : Desa Pinggir, RT 3/3, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Enam tahun yang lalu Pak Mishuddin pernah menjalani operasi pada prostatnya hingga akhirnya kondisinya membaik. Namun sudah sebulan ini beliau kembali mengalami gangguan pada prostatnya dan dokter yang memeriksanya mengatakan agar beliau kembali menjalani operasi pada prostatnya. Namun hal itu urung beliau lakukan karena ketiadaan dana biaya transportasi untuk berobat. Kondisinya saat ini semakin memburuk, beliau hanya bisa berbaring di kasur. Sehari-hari beliau dirawat oleh anaknya yang terakhir karena istri beliau sudah lama meninggal. Alhamdulillah selama pengobatannya, Pak Mishuddin sudah ditanggung oleh JKN-KIS Non PBI kelas 3 namun beliau masih membutuhkan bantuan untuk keperluan lainnya selama pengobatan. Alhamdulillah Pak Mishuddin dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan dapat membantu beliau dalam biaya akomodasi dan transportasi selama berobat di rumah sakit. Semoga kesehatan Pak Mishuddin kembali pulih dan beliau bisa beraktivitas kembali seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @ranitw1

Pak Mishuddin mengalami gangguan pada prostatnya


PARIYEM BINTI DIMAN (50, Infeksi Paru + Gangguan Jantung). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 5/4, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak 6 bulan yang lalu, Bu Pariyem merasakan kepalanya pusing, perutnya kembung dan kakinya membengkak. Bu Pariyem sempat berobat beberapa kali ke puskesmas namun karena tidak kunjung membaik, dokter merujuknya ke RS Medicare Sorek dan dirawat di sana selama 3 hari setelah didiagnosa menderita infeksi pada paru-parunya dan gangguan jantung. Alhamdulillah kondisi Bu Pariyem berangsur membaik sehingga akhirnya ia diperbolehkan pulang. Namun baru dua minggu berada di rumah, kondisinya kembali menurun sehingga ia kembali harus dirawat inap di RS Medicare Sorek selama 4 hari. Saat ini kondisinya masih lemah dan masih sering mengalami sesak napas, sehari-hari ia hanya bisa berbaring di kasur. Meskipun pengobatan Bu Pariyem sudah ditanggung BPJS namun keluarga masih terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi saat Bu Pariyem harus menjalani kontrol berobat dan rawat inap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Keluarga Bu Pariyem dan bantuan diberikan untuk membantu kelancaran berobat beliau. Mudah-mudahan bantuan tersebut bermanfaat untuk keluarga dan Bu Pariyem diberikan kesembuhan oleh Allah Subhana Wata’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @nhpita Dwi Kholiq Siswanto @rini_syafrin

Bu Pariyem menderita infeksi paru + gangguan jantung


ARA ZAQULL (12, Tumor Esofagus Gastro Duodenum). Alamat : Simpang Badak, RT 1/1, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2013 yang lalu, terjadi peristiwa penganiayaan pada keluarga Pak Rajiman dan juga pada Ara karena persoalan sengketa lahan. Akibat dari penganiayaan tersebut, Ara menderita penggumpalan darah hingga menyebabkan terjadinya tumor di dalam perut Ara. Ara sempat melakukan pemeriksaan atas penyakitnya tersebut di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat dirujuk pertama kali di RSCM, dokter menyimpulkan penyakit yang dialami Araadalah tumor duodenitis kronik dan dokter menyarankan Ara untuk minum susu 2000ml/hari atau setara dengan 30 kaleng @400gram untuk satu bulan. Kondisi Ara saat ini hanya mampu mendapatkan asupan makan yang masuk melalui alat bantu berupa lubang buatan di perut saja, sehingga zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Ara menjadi kurang. Ara adalah anak dari pasangan Bapak Rajiman (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Mariyatun (47) seorang ibu rumah tangga. Ara memiliki Jamkesda untuk membantu menjalani pengobatannya selama ini, namun ia tetap mengalami kendala untuk pembelian susu yang ia sangat butuhkan untuk asupan makanannya sehari-hari. Selain itu keluarga sering terkendala oleh biaya transportasi berobat dari rumah ke kota, karena jaraknya yang cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ara dan bantuan disampaikan untuk biaya pembelian susu dan biaya transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga kondisi kesehatan Ara semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Tri

Ara menderita tumor duodenitis kronik


SALMA AL ATSYARI (17, Dhuafa). Alamat : Jalan Wahid Hasyim, Gg. Aster No. 17, RT 3/2, Kelurahan Sumahilang, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Salma adalah salah satu siswi terbaik di sekolahnya yaitu di SMKN 1 Pekanbaru. Namun sudah 2 minggu ini, ia tidak masuk sekolah karena ia belum membayar uang pangkal masuk di sana. Salma adalah anak dari Bapak Erdi yang telah meninggal dunia 5 tahun yang silam dan Ibu Nelva Sari (46) yang bekerja sebagai penjual lontong di gang sekitar rumahnya. Pendapatan dari hasil jualan lontong itu hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarga. Salma memiliki 3 saudara kandung yang saat ini juga masih bersekolah. Biaya sekolah ketiga saudara Salma telah dibantu oleh tetangganya, sedangkan untuk biaya sekolah Salma sendiri ditanggung oleh ibunya. Namun dengan penghasilan hidup yang masih terbatas, ibunya belum mampu membayar uang masuk sekolah Salma. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Salma dan bantuan diberikan untuk membayar uang masuk sekolah Salma secara mencicil ke sekolahnya. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Salma terus semangat mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermawansyah @rizkyqurniazary

Bantuan untuk membayar uang masuk sekolah Salma


SABRYANI BINTI KASAM (27, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Agenda, RT 4, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pada awal tahun 2015 Sabryani merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kanannya dan ia memeriksakan diri ke RSUD Dumai dan dokter menyatakan benjolan tersebut adalah tumor payudara. Setahun kemudian, ia menjalani operasi pengangkatan tumor dan menjalani pengobatan rutin paska operasi hingga kondisinya membaik. Namun pada awal tahun 2017, Sabryani merasakan kembali adanya benjolan yang muncul di payudaranya dan setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dokter mendiagnosanya dengan penyakit kanker payudara. Akhirnya operasi pengangkatan seluruh payudara kanannya pun dilakukan di RSUD Dumai. Paska operasi Sabryani mengalami infeksi sehingga ia dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Meskipun ia telah memiliki KIS untuk menjamin seluruh biaya pengobatannya, namun keluarga tetap terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi selama ia dalam masa pengobatan. Sabryani adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan tidak menentu. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Sabryani dan menyampaikan bantuan agar ia dapat terus menjalani pengobatan. Saat ini kondisinya semakin membaik dan Sabryani masih rutin menjalani kontrol untuk selanjutnya menjalankan pengobatan kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Sabryani menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau dan insyaa Allah akan terus mendampingi pengobatannya hingga ia sembuh total dari penyakitnya. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @nhpita Rina Rani

Bu Sabryani menderita penyakit kanker payudara


JUM’AH BINTI ARHASIK (60, Dhuafa). Alamat : Karang Sari, RT 02/03, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Nenek Jum’ah begitulah nama panggilan beliau sehari-hari. Nek Jum’ah adalah seorang janda yang sudah lama ditinggal suaminya sejak suaminya meninggal dunia. Saat ini beliau hanya tinggal bersama cucunya yang masih sekolah di bangku SMP. Di usianya yang sudah senja, Nek Jum’ah masih harus berjuang mencari nafkah untuk menghidupi dirinya dan cucunya. Kadang saat kondisi kesehatannya sedang baik, ia bekerja sebagai buruh serabutan di desanya dengan pendapatan yang masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Namun itu pun hanya saat ada tetangganya ada yang meminta bantuannya saja. Alhamdulillah saat ini pihak desa menyediakan tempat tinggal bagi beliau dan cucunya di fasilitas umum milik desa. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan hidup yang dialami oleh Nek Jum’ah dan amanah sedekaholics disampaikan kepada beliau untuk membeli kebutuhan sembako. Mudah-mudahan bantuan tersebut berkah dan bermanfaat untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @nhpita Septy Siswanto @rini_syafrin

Bantuan sembako


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Agustus 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Agustus 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.951.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Agustus 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional September 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan September 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.445.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional September 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Oktober 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Oktober 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.214.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional Oktober 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Agustus 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Agustus 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.092.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Agustus 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR September 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan September 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.256.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR September 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Oktober 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Oktober 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.636.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Oktober 2017


RSSR RIAU (Sembako Pasien RSSR Agustus 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat di Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Santunan : Rp. 1.599.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya sembako pasien RSSR Agustus 2017


RSSR RIAU (Sembako Pasien RSSR September 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat di Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Santunan : Rp. 1.596.400,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya sembako pasien RSSR September 2017


RSSR RIAU (Sembako Pasien RSSR Oktober 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat di Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Santunan : Rp. 2.659.300,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir SR Riau

Biaya sembako pasien RSSR Oktober 2017


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1052. Alhamdulillah kondisi bapak Wahidin mulai membaik, luka pada kakinya sudah mulai mongering, team dokter yang menanganinya meminta bapak Wahidin untuk terus control rutin minimal 2 kali dalam 1 bulan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Pak Wahidin menderita diabetes meltus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR PANTURA TIMUR II 1,658,000
2 NAYLA ZAFIRA MECCA 2,000,000
3 RONANDI FARADE WAHYUNANTA 1,000,000
4 ALFIANDRI SAPUTRA 1,000,000
5 IMAM KAYADI 1,000,000
6 ARIFIN AHMAD 1,000,000
7 ALIFA NASIHA 2,000,000
8 FARIDA ANUM 1,135,358
9 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
10 AGIL SAPUTRA 1,000,000
11 HAFSAH BINTI MUHAMMAD SANJAYA 1,000,000
12 YATIMIN BIN FULAN 500,000
13 M. GHALIF BIN SULPIYANTO 1,300,000
14 M. RUSDY AL MUBAROK 500,000
15 FADILLATUL ZIKRA 500,000
16 WARNITA BINTI SUHAIRI 500,000
17 CINDY BINTI DEDI WARNIJON 500,000
18 MISHUDDIN BATUBARA 500,000
19 PARIYEM BINTI DIMAN 500,000
20 ARA ZAQULL 600,000
21 SALMA AL ATSYARI 1,000,000
22 SABRYANI BINTI KASAM 500,000
23 JUM’AH BINTI ARHASIK 500,000
24 MTSR RIAU 4,951,000
25 MTSR RIAU 4,445,000
26 MTSR RIAU 6,214,000
27 RSSR RIAU 3,092,000
28 RSSR RIAU 3,256,000
29 RSSR RIAU 2,636,000
30 RSSR RIAU 1,599,000
31 RSSR RIAU 1,596,400
32 RSSR RIAU 2,659,300
33 WAHIDIN MUHAMMAD 750,000
Total 52,392,058

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,392,058,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1077 ROMBONGAN

Rp. 57,217,136,868,-