Rombongan 1074

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah, bertambah, bertambah
Posted by on November 11, 2017

NOVIA JULIANTI (9, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Siluman RT 2/2, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal November 2016, Novia terjatuh dari sepeda, ada memar pada bagian bawah mata. Karena dianggap luka memar biasa, pengobatan hanya dilakukan secara tradisional. Namun 2 bulan kemudian memar tersebut berubah menjadi benjolan yang makin membesar hingga sekarang. Setelah dibuatkan kartu jaminan KIS Mandiri, ia dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan beberapa hari kemudian dokter menyarankan untuk merujuk Novia ke RSCM Jakarta karena harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan peralatan lebih canggih. Mereka kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta. Ayahnya, Pak Sago sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, saat ini ia tinggal bersama ibunya, Bu Sati (47) yang bekerja sebagai buruh cuci untuk kebutuhan sehari-hari. Innalillahi wainnaillahirojiun, Novia akhirnya meninggal pada 22 Oktober 2017 di kediamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan uang duka untuk membantu pemakaman Novia. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Novia menderita tumor pipi


PONIYATI BINTI KAMADI (46, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Mrisi, RT 1, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Poniyati menderita kanker payudara sejak lima tahun lalu. Beliau sudah menjalani operasi dua kali dan serangkaian jadwal kemoterapi. Operasinya dilakukan pertama kali di tahun 2013. Hingga bulan Juli lalu Bu Poniyati masih menjalani kemoterapi. Rencananya, pada bulan Desember mendatang akan dilakukan tes USG atau rontgen lagi. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Poniyati mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah. Pascakemoterapi Bu Poniyati masih merasakan nyeri di bagian pinggang. Di tahun 2016 lalu, dokter mendiagnosa kanker yang ia derita sudah menjalar ke tulang pinggul. Saat ini Bu Poniyati terus bersemangat menjemput kesembuhan. Ia juga selalu menaati jadwal kontrol rutin dan menjalani terapi obat. Bu Poniyati tinggal bersama ibunya, anak dan cucunya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Bu Poniyati masih merasakan kesulitan untuk menebus obat terapi yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan ini disampaikan untuk meringankan beban keluarga Bu Poniyati. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1046. Bu Poniyati dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Poniyati.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @KissHerry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Ibu Poniyati menderita kanker payudara


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya servis, ganti aki, ganti ban, dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga akhir bulan September 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada laporan rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.910.085,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR JOGJA (AG 4320 VK, Biaya Pajak Tahunan). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Selain memiliki lima unit Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), Sedekah Rombongan Jogja mendapat amanah tiga unit motor dari sedekaholics yang diberi nama Motor Tempur Sedekah Rombongan. Setiap hari motor tempur ini digunakan oleh pendamping pasien sebagai alat transportasi dari rumah singgah ke rumah sakit. Selain itu, motor ini juga digunakan untuk operasional pergerakan kurir seperti survei pasien, penyerahan santunan, pengambilan obat pasien, dan pendampingan pasien di rumah sakit. Pada Bulan Oktober ini Kurir Sedekah Rombongan membayar biaya administrasi pajak tahunan kendaraan selama 2 tahun. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya pajak tahunan


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa. Kegiatannya antara lain survey target pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan dan tempat ibadah. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya servis rutin, ganti aki, dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga akhir bulan September 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1059. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.932.085,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR JOGJA (AB 1583 VT, Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR yang semula bernomor polisi AB 1185 JC ini juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan wilayah Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, yaitu empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya tambal ban dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga akhir bulan September 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.422.085,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Saat ini, Sedekah Rombongan Jogja Raya memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Untuk menjaga performa kendaraan, pada bulan ini dilakukan servis rutin meliputi ganti oli mesin, ganti oli garden, dan filter oli. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga akhir bulan September 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1059. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.437.085,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Oktober 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja Raya mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan September hingga akhir bulan September 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1059. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.287.085,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


NOVI RAHMAWATI (15, Osteosarcoma). Alamat : Dusun Lingkungan I ,RT 3/1, Desa Lugosobo, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Mei 2017 Dik Novi merasakan nyeri di sekitar lutut. Oleh orangtuanya ia segera diperiksakan ke puskesmas, kemudian mendapat rujukan ke RS Panti Waluyo, Purworejo. Dik Novi pun menjalani rawat inap untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dokter, Dik Novi didiagnosa menderita kanker tulang. Untuk mendapatkan pengobatan lebih intensif Dik Novi dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Selama pengobatan di Yogyakarta, Dik Novi tinggal di RSSR Yogyakarta. Ia sering terlihat kesakitan, tetapi tidak pernah mengeluh, meskipun lututnya semakin bengkak. Ia tetap bersemangat kontrol rutin dan menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, hingga dokter memutuskan untuk dilakukan amputasi pada kaki kirinya. Ayahnya, Waluyo (41) bekerja sebagai karyawan swasta dan ibunya, Soekhah (37) ialah ibu rumah tangga. Keduanya saling bekerja sama untuk mendampingi pengobatan anaknya. Alhamdulillah, operasinya sudah dilakukan pada tanggal 18 September 2017 dan berjalan lancar. Selama pengobatan ini keluarga Dik Novi sangat bersyukur karena mendapat fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan ini disampaikan untuk biaya pembelian obat untuk perawatan luka dan obat yang tidak tercover. Mari kita doakan semoga Dik Novi segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 957.924,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat

Dik Novi didiagnosa menderita kanker tulang


JUMARWAN BIN AHMAD SENAWI (47, Ginjal + Syaraf Tulang Belakang) Alamat : Gelaran II, RT 2, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Jumarwan pernah menjalani operasi pengangkatan ginjal sebelah kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan ia bisa beraktivitas seperti biasa kembali. Ia bekerja sebagai penjual koran dan petugas parkir di area wisata dekat rumahnya. Sekitar dua tahun kemudian tiba-tiba ia merasa kesemutan. Lalu periksa ke RSUD Wonosari dan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk menjalani tes MRI, karena alat tidak bisa kemudian dirujuk ke RS Panti Rapih. Diagnosa dokter ada masalah di tulang belakang semacam saraf kejepit, kemudian dokter menyarankan dua pilihan antara operasi dan terapi. Pihak keluarga memilih menjalani terapi, tetapi lama-kelamaan keluarga merasa kesulitan ekonomi. Mardiyah (41), istrinya, bekerja serabutan selain mengurus rumah tangga dan ketiga anaknya. Sementara anak pertamanya juga bekerja untuk membantu kedua orangtuanya. Saat ini Bapak Jumarwan hanya bisa terbaring saja. Tubuhnya kurus. Beberapa waktu lalu ia menjalani rawat inap di RS Panti Rahayu, Gunungkidul karena kondisinya menurun. Alhamdulillah selama pengobatan Bapak Jumarwan terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan KIS. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari. Bapak Jumarwan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Jumarwan segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Santunan sebelumnya sudah terlapor di Rombongan 819.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Pak Jumarwan menderita ginjal + syaraf tulang belakang


A.KUMBANG DWI PRABOWO (33, Disposisi Tiroid). Alamat : Dusun Patangpuluhan WB 3/315 Yogya, RT 8/2, Desa Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak 8 tahun yang lalu, sakit tersebut ia derita. Selain dengan keterbatasan dana ia juga takut untuk melanjutkan pengobatan secara medis karena takut dengan operasi. Sebelumnya dokter yang memeriksa mengatakan hal terburuk bila dilakukan operasi ialah pita suaranya rusak sehingga tidak dapat berbicara lagi. Sampai saat ini ia memilih pengobatan alternatif dan mengonsumsi obat herbal. A. Kumbang sebelumnya ialah seorang penyanyi dan guru les Bahasa Inggris. Sejak sakit ini, ia menjadi menutup diri dan tidak bekerja kembali. A. Kumbang memiliki jaminan kesehatan BPJS untuk membantu biaya pengobatan, tetapi kartu belum aktif kembali sehingga belum bisa digunakan. Selain takut dengan efek terburuk dari operasi, ia juga merasa kesulitan secara ekonomi. Bahkan, untuk keperluan sehari-hari saja ia kadang berhutang. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan A. Kumbang. Amanah sedekaholics ini disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga A. Kumbang segera mendapat kesembuhan. Keluarga A. Kumbang sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Bintang

Dwi menderita disposisi tiroid


BAKTI SOSIAL DAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA DI KLATEN. Alamat : Jalan Diponegoro By Pass 13 Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Acara sosial yang diselenggarakan pada hari Minggu, 29 Oktober 2017 ini diprakarsai oleh karyawan/karyawati Bengkel Anugerah Prima Motor. Bengkel yang bekerja sama dengan Sedekah Rombongan lebih dari dua tahun ini, memang sangat senang melakukan kegiatan sosial. Di kegiatan bakti sosial pertama ini, acaranya dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan pengajian dan penyerahan santunan anak yatim. Selanjutnya acara bazar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti warga sekitar. Sementara, untuk donor darah, bekam, dan cek kesehatan ini peserta sudah mendaftar sebelumnya. Selain dengan Sedekah Rombongan, acara ini juga bekerja sama dengan yayasan sosial setempat, Dompet Sejuta Harapan (DSH). Sedekah Rombongan yang berkhidmat membantu pendampingan kesehatan dhuafa turut menyukseskan acara ini di bagian pemeriksaan kesehatan gratis sederhana. Timbang berat badan, cek tensi, dan pemeriksaan asam urat, glukosa, dan kolesterol dilakukan oleh Kurir Sedekah Rombongan. Setelah itu peserta diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dokter dari Tim DSH. Alhamdulillah, event tahunan yang diadakan pertama kali ini berjalan lancar. Sekitar 100 warga sekitar antusias mengikuti serangkaian acara hingga pukul 11.30. Bantuan ini digunakan untuk pembelian strip glukosa, strip asam urat, strip kolesterol, dan peralatan untuk acara pemeriksaan kesehatan ini. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.058.073,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan penyelenggaraan acara


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Oktober 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Rumah Singgah Sedekah Rombongan merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1059. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 16.711.251,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien oktober 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Oktober 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR ini dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain sebagai tempat transit pasien, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Santunan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan Oktober yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya telekomunikasi, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1059. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 2.029.483,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Oktober 2017


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arif menderita TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badan nya semakin menurun, wajahnya terlihat pucat, dan sering kali sesak nafas. Menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, di diagnosa Suspect Tumor Ginjal, kemudian dokter merujuk Nurhalimah ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dokter rumah sakit melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Dokter memberikan Nurhalimah protokol terapi untuk enam siklus kemoterapi yang harus dijalaninya. Nurhalimah selesai menjalani kemoterapi siklus ke tiganya. Alhamdulillah kesehatan Nurhalimah semakin membaik, nafsu makanya meningkat dan ia terlihat lebih ceria. Saat ini Nurhalimah akan menjalani pemeriksaan untuk kesiapan menjalani kemoterapi siklus yang ke empat di RSHS Bandung dan apabila kondisi stabil akan di rencanakan operasi pengangkatan tumornya. Walaupun selama berobat Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI namun Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari hari selama di Bandung. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah guna membantu biaya sehari hari selama di Bandung dan pembelian susu. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1045. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya dan menjadi sehat kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Retno_indrayati

Nurhalimah mengidap kanker ginjal


MUHAMMAD MAHMUD (18, Kanker Rongga Hidung). Alamat : Dusun Kosambi Batu 1, RT 3/1 Desa Kosambi Batu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mahmud merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia merasakan sakit sejak awal tahun 2017. Gejalanya sering merasakan pusing, mulai ada perdarahan dari hidung. Dan tanpa disadarinya ternyata ada benjolan di dalam hidungnya. Oleh orangtuanya Mahmud dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Karawang, Mahmud diduga menderita Kanker di rongga hidung dan dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun dalam berobat menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, namun kedua orang tua Mahmud yakni Pak Uci Sanusi (47) bekerja sebagai buruh dan Ibu Maemunah (41) sebagai Ibu Rumah Tangga biasa merasa kesulitan untuk menyediakan biaya hidup dan biaya transportasi selama Mahmud di RSHS Bandung. Tetapi Alhamdulillah, Allah menolong keluarga Mahmud dengan mempertemukannya dengan kurir Sedekah Rombongan, sehingga bantuan dari para Sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Semoga Allah selalu memudahkan usaha keluarga Mahmud dalam berupaya mengobati penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwan @giantosu

Mahmud diduga menderita Kanker di rongga hidung


SITI NURJANAH (11, Anemia Aplastic). Alamat : Dusun Pulo Luntas RT 5/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Nur, demikian nama panggilan sehari-hari dari Siti Nurjanah. Nur merasakan gejala sakit semenjak awal bulan April 2017. Kepala terasa pusing, mual hingga muntah, terasa sesak di dada berlangsung selama satu minggu. Hingga akhirnya Nur diperiksakan di Klinik Medika Wadas di daerah Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan Laboratorium diketahui kadar Hemoglobin Nur turun hingga 2 mg/dl yang seharusnya berada di kisaran 11-13 mg/dl. Keadaan ini mengharuskan Nur dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan di RSUD Karawang, Nur dinyatakan menderita Anemia Aplastic atau kekurangan darah. Namun dokter di RSUD Karawang menganjurkan Nur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walau menggunakan Jaminan Kesehatan KIS-PBI, namun Orang tua Nur, yakni Pak Juri (55) dan Ibu Wasem (49) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu Rumah Tangga merasakan kesulitan mereka melanjutkan pengobatan Nur di RSHS dikarenakan keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup di Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan keluarga Nur, sehingga bantuan lanjutan dari para Sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1058. Semoga ikhtiar keluarga Nur dalam berobat dapat dimudahkan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudinmustafa @giantosu

Nur dinyatakan menderita Anemia Aplastic


RAFAEL ERLANGGA ( 3, ALL ). Alamat : Kampung Citeureup RT 3/13 Desa Palumbon Sari, Kecamatan Karawang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rafael Erlangga, adalah anak ke tiga dari Ibu Yuliana (39), dan Pak Kusnadi ( 42 ). Sekitar sebulan terakhir Rafael sering sakit sakitan mulai dari lemas dan demam orang tua Rafael membawa berobat ke Puskesmas terdekat, dan perkembangan selanjutnya Rafael kelihatan sangat pucat dan sesak nafas sehingga di rujuk ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Rafael menjalani transfrusi darah karena saat itu HB Rafael hanya 1,7 dan memperbaiki kondisi umumnya. Dan pemeriksaan selanjutnya Rafael dinyatakan mengidap penyakit Acute Lympoblastic Leukemia (ALL) atau lazim dikenal sebagai Kanker darah. Dokter yang merawat menyarankan Rafael untuk diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung. Walaupun selama berobat Rafael menggukan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI namun Bapak Kusnadi yang bekerja sebagai kuli membuat sumur dan ibu Yuliana hanya ibu rumah tangga merasa berat dengan rencana Rafael di rujuk ke Bandung karena kesulitan untuk transportasinya dan biaya hidup sehari hari di Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rafael, sehingga bantuan dari para Sedekaholics pun dapat disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga Rafael dalam membawa Rafael berobat ke Bandung. Semoga Allah senantiasa meridhoi usaha Keluarga bapak Kusnadi dalam mengupayakan kesehatan Rafael Erlangga, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@Retno_indrayati

Rafael dinyatakan mengidap penyakit Acute Lympoblastic Leukemia


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia ). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2017 kondisi Dimas kembali menurun karena diare sehingga perlu dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu, selanjutnya mendapatkan rawat jalan kembali dengan menjalani kontrol setiap dua minggu sekali. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya transportasi untuk mengantar Dimas berobat ke RSUD Karawang. Alhamdulillah keadaannya terlihat lebih baik sekarang berat badannya juga terus bertambah , santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membayar iuran BPJS bulan Juni, membeli susu dan biaya akomodasi dan transportasi berobat ke rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Dimas tetap ceria dan semangat menjalani pengobatan. Bantunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @andraalfarabi

Dimas menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya


ASEP SAEPUDIN (14, Fraktur Pelvis+ Ruptur Buli ). Alamat : Kampung Pawarengan RT 3/4, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Asep adalah seorang pelajar SMP kelas VIII. Awal bulan April 2017, Asep dan beberapa temannya menumpang truk ketika pulang bermain, namun naas belum sampai tujuan Asep terjatuh dari atas truk dengan posisi terduduk, Asep merasakan kesakitan dibagian perut ke bawah sampai kakinya. Oleh keluarga dan tetangga Asep segera di bawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang. Dari pemeriksaan lebih lanjut didapati bahwa Asep di diagnosa Fraktur Pelvis atau patah tulang duduk dan Ruptur Buli atau luka pada kandung kemih. Setelah menjalani perawatan dan beberapa kali kontrol, oleh dokter dianjurkan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun Asep menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI selama menjalani pengobatan, namun Asep yang hidup hanya dengan kakeknya, Pak Andi (64) dan neneknya, Ibu Kusminah (61) yang sehari – harinya berpenghasilan dari jualan kue dan gorengan merasakan kesulitan untuk menyediakan biaya transportasi ke Bandung dan biaya hidup selama di Bandung. Alhamdulillah bantuan dari para Sedekaholics kembali dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup di Bandung, setelah bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1045. Semoga Asep dan keluarganya diberikan kesabaran dan kekuatan selama mengupayakan kesehatannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir :@ddsyaefudin@zerinabanu@Retno_indrayati@giantosu

Asep di diagnosa Fraktur Pelvis


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya bahan bakar, biaya tiket tol selama bulan Juni 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada Rombongan 1058. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 3.180.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Piristin @etydewi

Biaya operasional bulan Juni 2017


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Berawal dari benjolan yang dirasakannya 2 tahun lalu pada payudara sebelah kanannya, yang sebelumnya beliau hiraukan. Kurang lebih di bulan oktober tahun lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui menderita Ca Mammae atau dalam bahasa umum dikenal dengan kanker payudara, Bu Juriah pun menjalani pengobatannya di RSHS Bandung. Untuk memudahkannya menjalani kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Pada minggu pertama bulan Mei ini, kondisinya menurun, beliau yang mengeluhkan diare terus menerus juga mendapati telapak kakinya terus bernanah. Selama menjalani perawatan di RSHS Bandung selama hampir 2 bulan diketahui bahwa kanker payudara sudah semakin menyebar dan memasuki stadium 4. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah yang sebelumnya seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, kini kesulitan untuk bekerja dikarenakan mendampingi istrinya selama sakit. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya serta tagnggungan ke 3 anaknya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1058. Semoga Bu Juriah senantiasa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya menjalani pengobatan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Bu Juriah menderita ca mammae


LALITA ASANI (11, Hairy Cell Leukemia) Alamat: Dusun Tanjungsari, RT16/6, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Karawang. Seorang anak perempuan tangguh yang terus berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat itu, Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110 kali. Setelah menyelesaikan kemoterapi, Lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Selang setahun kondisi Lalita tiba-tiba menurun, Lalita merasakan demam, lemas dan wajahnya pucat. Ibu Lalita segera membawanya ke Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Dan Lalita diharuskan melakukan pemeriksaan BMP ulang, dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya naik kembali hingga 87%. Dokter menyarankan Lalita untuk melakukan protokoler Kemo high Risk di RSK Darmais Jakarta. Kondisi Lalita sampai saat ini dalam kondisi baik, namun ia masih harus melanjutkan kemoterapi seminggu sekali. Walau terbantu menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun Ibunya Cahyanah (28) yang berprofesi sebagai Buruh Tani merasakan kesulitan untuk biaya transportasi selama berobat. Bantuan dari Sedekah Rombongan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi ke RSKD Jakarta. Setelah santunan sebelumnya tercatat di Rombongan 1058. Semoga Lalita dan keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani serangkaian pemeriksaan ini serta di Ridhoi dalam mengupayakan kesembuhan Lalita, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi2

Lalita didiagnosa leukemia stadium 3


ARTALIM BIN KIAN (55, Kanker Buli). Alamat : Desa Bangkuang, RT 4/9, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Satu tahun yang lalu Pak Artalim mulai mengeluhkan sakit ketika Buang Air Kecil (BAK) namun saat itu Pak Artalim hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotek terdekat. Pak Artalim mulai mengeluarkan darah ketika BAK dan terasa makin sakit sehingga dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Pak Artalim dinyatakan mengidap Tumor Buli atau dalam bahasa umum dikenal dengan tumor kandung kemih dan disarankan untuk dioperasi. Akhirnya Pak Artalim memutuskan operasi di Rumah Sakit Islam Karawang (RSIK). Setelah operasi tersebut keadaannya membaik, selang beberapa bulan, Pak Artalim mulai merasakan kesakitan kembali. Beliau diperiksa dan mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pak Artalim menjalani pemeriksaan berupa USG dan CT-Scan di RSHS Bandung dan menunggu tindakan operasi selanjutnya. Namun Pak Artalim yang sempat berdiam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung atas keinginan sendiri berniat berhenti pengobatan dan kembali ke kediamannya di Karawang. Kembali merasakan keluhan yang sama, beliau pun berobat kembali dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan menjalani serangkaian pemeriksaan ulang kembali untuk mengetahui perkembangan sakitnya dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Kelas III. Akhirnya dokter memutuskan pengobatan yang harus dijalani Pak Artalim dengan kemoterapi. Untuk kemudahan berobat Pak Artalim tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Santunan lanjutan diberikan guna membantu biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Semoga Pak Artalim tetap semangat menjalani pengobatannya hingga tuntas dan dapat kembali sehat untuk beraktifitas. Aamiin.. Santunan sebelumnya masuk ke Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @andraalfarabi

Pak Artalim dinyatakan mengidap Tumor Buli


SAMSUDIN BIN OTO (59, Diabetes Melitus + Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017. Tetapi sampai saat ini pengobatan yang dilakukan Pak Samsudin hanya harus terus cuci darah, sebanyak 2x dalam seminggu. Kondisinya semakin memprihatinkan dan tentu saja ia harus tabah dalam menjalani ikhtiarnya berobat. Selain itu, sejak januari 2017, Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, setiap bulan Sedekah Rombongan rutin memberinya bantuan untuk ikhtiar pengobatannya. Pada Maret, Juli, September, dan Oktober 2017 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya bantuan lanjutan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi cuci darah, berobat ke RS Mata Cicendo Bandung, dan membayar iuran BPJS. Pada kunjungan terakhir itu Pak Samsudin masih dalam kondisi lemah dan hanya bisa duduk bersandar. Semoga bantuan para sedekaholic selalu memberinya semangat untuk terus berobat dan mudah-mudahan secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Pak Samsudin didiagnosa menderita kencing manis dan gagal ginjal


SITI MULYANAH (29, Tumor Rahang). Alamat: Kampung Jolok Pasir RT 5/3, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun yang lalu, Siti Mulyanah sering mengalami sakit gigi dan gusi tetapi setelah berobat ke klinik sakitnya tidak kunjung sembuh. Yang lebih mengkhawatirka lagi setiap hari bengkak pada pipi Siti semakin membesar. Bersama suaminya, yaitu Pak Mamang Suhendar (39), Siti memeriksakan dirinya ke RSUD Cimacan. Setelah diperiksa oleh dokter rumah sakit, Siti Mulyanah dinyatakan mengidap tumor rahang. Akan tetapi dikarenakan peralatan di RSUD Cimacan kurang lengkap, maka dokter merujuknya ke RSUD Cianjur. Berdasarkan hasil diagnosa di RSUD Cianjur, dokter memutuskan bahwa Siti Mulyanah harus menjalani tindakan operasi tumor di rahangnya. Perasaan panik dan cemas tentu saja dirasakan oleh Siti Mulyanah dan suaminya. Selain takut dan sedih karena penyakit yang dideritanya, mereka juga tidak memiliki uang untuk membayar biaya operasi. Suami Siti Mulyanah hanyalah seorang buruh harian sebagai sopir pengangkut sayur. Pekerjaan sebagai sopir itu pun dilakukan apabila ada pengepul sayur yang memerlukan jasanya. Oleh karena pendapatannya yang belum tetap itu mereka hidup dalam kekurangan. Selain itu mereka memiliki satu orang anak yang masih perlu dirawat dan dibiayai di rumahnya. Kabar penderitaan Siti Mulyanah dan kesusahan keluarganya itu sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui warga masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial di Cipanas-Cianjur. Syukur Alhamdulillah, kurir #SR dapat dipertemukan dengan keluarga dhuafa itu dan berkunjung ke rumahnya. Dalam kunjungan itu kurir #SR menawarkan bantuan agar Siti Mulyanah melanjutkan berobat ke RSHS Bandung. Setelah bermusyawarah dan diizinkan keluarganya, maka kurir #SR pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk memudahkan proses pengobatan Siti Mulyanah. Alhamdulillah, pada Oktober 2017 Siti Mulyamah dapat berangkat ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Karena harus menjalani rawat jalan ia dan keluarganya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Karena ia memerlukan bekal, biaya transportasi membeli obat maka Sedekah Rombongan memberikan bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati terhadap penderitaannya. Mudah-mudahan bantuan para dermawan #SR dapat memberinya semangat dan harapan agar ia terus berobat dan menjalani operasi sampai tumor rahangnya dapat sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @alwiejozz @lisdamojang

Siti Mulyanah dinyatakan mengidap tumor rahang


M. RIA ABDUL JAMAL (41, Anemia Gravis ). Alamat: Jalan Cijerokaso No. 7 RT 5/10, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Bapak Ria Abdul Jamal (Pak Jamal) adalah seorang sopir taksi yang masih tinggal menumpang di rumah mertuanya bersama istri dan satu orang anaknya. Delapan bulan yang lalu, Pak Jamal mengalami bengkak di kedua kakinya. Beberapa hari ia beristirahat dari pekerjaannya sebagai sopir taksi. Tetapi karena bengkak dikakinya tidak juga sembuh, maka ia pun pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tegal, bermaksud meminta bantuan biaya untuk berobat kepada keluarganya. Di sana ia memeriksakan kakinya ke RSI PKU Mhammadiyah Kabupaten Tegal. Dari pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Pak Jamal mengidap penyakit asam urat tinggi, dan dari hasil resume medis Bapak Jamal didiagnosa Anemia Gravis. Dokter menyarankan agar ia memeriksakan diri berobat rutin ke rumah sakit, namun setelah pemeriksaan itu Bapak Jamal kembali pulang ke Bandung untuk mengabarkan perihal sakitnya itu kepada keluarganya. Akan tetapi karena beberapa bulan ia tidak bekerja dan tidak memiliki uang, ia tidak mampu pergi ke dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan penyakitnya. Karena kondisi sakitnya yang berlarut itu istrinya pun terpaksa bekerja di tempat laundry pakaian untuk mencari nafkah. Beberapa bulan kemudian kedua kakinya semakin mengecil dan tubuhnya semakin kurus dan lemah. Setiap hari ia hanya terbaring beralas kasur di satu ruangan kecil, tempat tinggalnya bersama keluarga. Pak Jamal dan istrinya semakin hidup dalam keprihatinan dan kesedihan. Kondisi ekonomi keluarga dan orang tuanya yang sulit membuatnya tak berdaya untuk membiayai penyakit Pak Jamal. Walaupun mereka sudah menjadi peserta BPJS, namun karena iurannya menunggak maka mereka pun tidak bisa menggunakan fasilitas kesehatan itu untuk berobat. Beruntung sekali kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat berkunjung dan dipertemukan dengan keluarga dhuafa itu melalui kabar dari saudaranya yang merasa kasihan. Dari hasil kunjungan pertama itu kurir #SR mendengar cerita duka dan kesusahan mereka yang disertai dengan tangisan dan derai air mata. Namun demikian mereka terus berikhtiar mencari bantuan dan istrinya bekerja setiap hari sampai malam demi mencari uang sambil berharap mendapat rezeki untuk membiayai pengobatan pak Jamal. Merasa prihatin dengan penderitaan mereka, maka pada kunjungan berikutnya kurir #SR memberikan bantuan pertama berupa uang dari para Sedekaholik #SR yang berempati terhadap kesusahan mereka. Bantuan uang tersebut diterima oleh suami-istri dhuafa itu dengan diiringi tangisan haru dan kegembiraan. Sambil meneteskan air mata, istri Pak Jamal berulang kali mengucapkan terima kasih atas perhatian para dermawan #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS, biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan para dermawan ini telah memberinya harapan dan semangat agar Pak Jamal dan istrinya dapat terus berobat dan memperoleh kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bapak Jamal didiagnosa Anemia Gravis


YETI HERMAWATI (28, Tumor pada Tulang Kaki Kanan). Alamat : Kampung Munjul RT 6/6, Dusun Munjul, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015 Teh Yeti –panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan kecil terjatuh di halaman rumah orang tuanya. Dia bersama suaminya, Pak Apep K (40) dan kedua anaknya memamg masih tinggal bersama orangtuanya karena belum punya rumah sendiri. Semuala ia tidak begitu menghiraukan akibat jatuhnya itu, tetai karena ada pembengkakan di kaki kanannya, ia kemudian memeriksakannya ke tukang pijit di kampungnya. Berkali-kali keluarganya membawanya berobat secara alternatif, tetapi dari hari ke hari benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya penyembuhan alternatif nonmedis pun dilakukan. Setelah lama berobat dan tak kunjung sembuh, akhirnya mereka memutuskan berikhtiar secara medis dan membawanya periksa berkali-kali ke dokter praktek. Dokter menduga benjolannya itu tumor yang menyerang tulang kaki kanannya dan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, Teh Yeti kemudian diperiksakan ke Puskesmas Cipaku dan Rumah Sakit Daerah di Ciamis; di RSUD ini ia sempat dirawat satu malam. Berasarkan hasil rontsen, ia diduga teserang penyakit osteosarcoma. Tim medis RSUD Ciamis akhirnya merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Atas informasi dari saudaranya di Bandung, ia diarahkan untuk menemui kurir Sedekah Rombongan di RSSR Bandung. Pada 13 Desember 2016 Teh Yeti tiba di RSSR Bandung untuk melanjutkan ikhtiarnya di Kota Kembang. Semua tahapan diagnosa awal di RSHS Bandung sudah ia jalani. Hampir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung, meninggalkan kedua anaknya– yang satu masih usia Sedokah Dasar dan yang satu lagi masih menyusui. Di RSHS Bandung ia bahkan mendapatkan pemeriksaan RMI. Hasil Patology Anatomy menyimpulkan bahwa Teh Yeti menderita Low grade chondro sarcoma (sejenis tumor di tulang). Ia harus menjalani kemo mulai pertengahan Februari 2017. Teh Yeti dan suaminya layak mendapatkan bantuan agar ia semakin tegar menghadapi musibah yang dialaminya. “Kami kehabisan biaya. Pekerjaan saya sebagai buruh di perusahaan konveksi rumahan kini harus ditinggalkan,” kata suaminya. Alhamdulillah, harapan mereka terkabulkan. Dengan empati sedekaholik, pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Yeti Hermawati dan suaminya yang sedang menjalankan perintah Allah SWT: berikhtiar untuk meraih kesembuhan. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, dia dirawat selama seminggu dan mendapatkan tindakan kemoterapi Ke-1 dari 6 kali kemoterapi. Pada akhir April 2017, setelah menjalani kemoterapi ke-2, ia pulang dulu karena ingin menengok anaknya di kampung. Pada 5 Mei 2017 Teh Yeti dan suaminya dijemput lagi untuk menjalani kemoterapi Ke-3. Pada 23 Juli 2017 kurir #SR sempat menjenguknya, setelah ada kabar ia takkan melanjutkan terapinya. “Benjolannya malah membesar. Terapi kemonya akan saya minta dihentikan saja, Pak,” katanya saat menjelaskan kondisi terakhirnya. Suaminya terus memberinya semangat. Bersyukur upayanya berhasil. Akhirnya, didorong juga dengan keinginan kuatnya untuk sembuh, ia berangkat ke RSHS didampingi kurir asal Tasikmalaya. Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis memutuskan untuk menghentikan terapi kemo, diganti dengan tindakan operasi yang pelaksanaannya pada akhir Agustus 2017. Berdasarkan informasi dari suaminya, tindakan operasinya ditunda. Pada 1 November 2017 ia harus menkalani pemeriksaan RMI. Teh Yeti dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk ikhtiar sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan Santunan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan uang saku. Semoga sedekah para dermawan membawa keberkahan dan ijabah kesembuhan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Yeti teserang penyakit osteosarcoma


HANI NURHAWATI (36, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya makin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga, saat dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu Hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada akhir tahun 2016, Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Maret 2017 ia juga kontrol rutin ke rumah sakit. Perkembangannya belum menggembirakan. Pada awal Mei 2017 Ibu Hani menghubungi kurir # SR, mangabarkan bahwa ia membutuhkan bantuan untuk membeli obat dan berobat rutin. Dengan bantuan sedekaholiks, alhamdulillah ia bisa terus berobat. Pada akhir Juni 2017 Ibu Hani melanjutkan pengobatannya dengan bantuan sedekaholik #SR. Pada Oktober 2017 dia meminfa bantuan lagin untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya. Alhamdulllah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberi Ibu Hani bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 27 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Hani menderita lupus + kanker kulit


OTONG MULAWARMAN (52, Hyper Thyroid + Katarak). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa. Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Bu Anah R (38), hanya ibu rumah tangga biasa. Bersama istri dan anak tunggalnya, dia menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PT KI, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan mereka makin terasa sejak Mang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid pada 2005. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya. Berdasarkan penuturannya pula, ia mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada 2005 sampai 2006. Hasil: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada 2009, ia memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya namun kembali terhenti karena alasan biaya. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan Mang Otong, yang tetap semangat untuk sehat dan membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta meyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah Swt. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan mata kirinya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol dan meme-rikasakan matanya ke RSM Cicendo. Pada 20 November 2015 dia juga kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid-nya masih ada, dan ia harus rutin kontrol. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Karena ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat sampai Allah Swt menyembuhkannya, sedekaholics #SR terus berempati kepada Mang Otong. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Perkembangan kesehatannya membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan untuk biaya tambahan renovasi rumahnya dan transportasi-akomodasi berobat. Pada pemeriksaan rutin di bulan November 2016, dia disarankan lagi memeriksakan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk menjalani operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 dia kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasi yang dijadwalkan pertengahan Januari 2017. Tetapi, karena ada gangguan pada jantungnya, tindakan operasi ditunda sampai jantungnya dinyatakan sehat. Pada pertengahan April 2017 ia menjalani kontrol dan memperbarui rujukan dari RSUD Soreang. Sampai Juni 2017 ia menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung dan RSM Cicendo dengan bantuan #SR. Pada akhir Oktober 2017 ia dijadwalkan kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS. Dia masih membutuhkan bantuan dan layak dibantu. Alhamdulillah, dengan empati sedekahilocs, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Mang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid


IIS BINTI ADIN (38, Batu Ginjal + TB Ginjal). Alamat : Kampung Langgohar RT 2/8, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Teh Iis –begitu panggilan sehari-harinya—tak bisa lagi menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga setelah ia kerap merasakan sakit saat buang air kecil. Dari hari ke hari, ia juga merasakan seringnya dorongan untuk buang air kecil yang ia rasakan amat menyakitkan. Sejak akhir tahun 2016 ia hanya bisa berbaring dan sulit tidur. Suaminya, Pak Emay (47), telah membawa periksa Teh Iis ke dokter praktek dan Puskesmas terdekat di Kecamatan Sukawening. Menurut seorang dokter, Teh Iis menderita sakit kencing batu. Karena tidak ada perbaikan, ia kemudian diperiksakan ke RSUD Garut. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah, urine, rongent, Teh Iis diharuskan berobat jalan selama 3 bulan. Sejal bulan Februai 2017, keadaannya bertambah parah. Pada pertengahan April 2017 Teh Iis diperiksakan lagi ke RSUD Selamet Garut dan dirawat 43 hari. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak rumah sakit kemudian merujuk penanganan medisnya ke RSHS Bandung, ke Poli Urologi. Akan tetapi, suaminya tak langsung membawanya berobat/periksa ke RSHS Bandung karena tidak ada biaya padahal mereka amat bersemangat untuk terus berobat. “Kami ingin ke Bandung tapi kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya hanya tukang sol sepatu,” kata suaminya. Informasi tentang keinginan Teh Iis dan suaminya tuk melanjutkan ikhtiar sehatnya di RSHS Bandung akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, ia kemudian dijemput ke rumah orangtuanya untuk diajak tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung sambil berobat ke RSHS Bandung. Setelah hampir sebulan menjalani pemeriksan untuk mendiagnosa penyakitnya di rumah sakit rujukan pusat itu, alhamdulillah, pada 21 Juni 2017 ia mendapatkan tindakan operasi yang berjalan lancar. Sehari sebelum Idul Fitri 1438 diperbolehkan pulang setelah menjalani pemulihan dalam perawatan tim medis. Ibu Iis memilih tinggal dan berlebaran di di RSSR Bandung. “Sungguh Lebaran kali ini akan kami kenang dan membawa keberkahan tersendiri,’ kata suaminya. Pada Juli dan September 2017 Ibu Iis menjalani kontrol pascaoperasi dengan bantuan sedekaholik #SR. Pada akhir Oktober 2017 ia kontrol lagi ke RSHS. Hasil operasi batu ginjalnya berhasil dan menggembirakan. Akan tetapi ia didiagnosa mengidap TB Ginjal dan harus berobat rutin sebulan sekali selama 9 bulan. Bu Iis masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Ibu Iis binti Adin yang di sampaikan di RSSR Bandung. Bantuan Ke-4 ini digunakan untuk biaya membeli obat, biaya transport, dan membeli pampers. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Iis menderita batu ginjal + TB Ginjal


BURHANUDIN BIN SAJUDIN (49, Suspec Hypertensi + Penyakit Mata). Alamat: Kampung Babakan RT 4/13, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sudah satu tahun yang lalu Pak Burhanudin sering merasa sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Karena tidak memiliki uang, setiap sakitnya kambuh, ia tidak berobat ke Puskesmas atau ke dokter, tetapi hanya menunggu sampai sakit kepalanya berkurang dan reda. Beberapa kali sakit kepalanya itu terjadi cukup lama, bahkan sampai seminggu, dan menurutnya itu mungkin karena darah tinggi. Semakin lama, karena sakit kepala itu, pandangan matanya pun jadi buram. Tentu saja keadaan ini semakin membuatnya sulit bekerja. Pak Burhanudin hanyalah seorang buruh tani dan berkebun. Ia bekerja di sawah atau kebun sayur tetangganya, dengan penghasilan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi Pak Burhanudin sekarang semakin memprihatinkan. Selain ia masih sering sakit kepala, pandangan matanya semakin buram dan untuk berjalan pun harus dituntun atau dengan meraba-raba. Kondisi Pak Burhanudin yang demikian membuatnya sudah tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa istrinya yang sekarang bekerja di kebun atau sawah tetangga. Kabar duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan Cipanas. Syukur Alhamdulillah, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah untuk melihat keadaannya. Setelah kurir #SR menanyakan beberapa hal dan menjelaskan kedatangannya, terlihat sekali Pak Burhanudin dan istrinya sangat gembira. Mereka sangat berharap agar Pak Burhanudin dapat berobat ke rumah sakit atau dokter agar penyakit yang lama dideritanya sembuh. Pada kunjungan itu, kurir #SR menyampaikan titipan dari para dermawan yang berempati terhadap keadaan Pak Burhanudian. Bantuan tersebut berupa uang yang akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS, biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan sedekaholik #SR ini telah meringankan beban hidup keluarga dhuafa tersebut dan memudahkan Pak Burhanudin untuk memperoleh kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7, @alwiejozz, Aat Atikah

Pak Burhanudin menderita suspec hypertensi + penyakit mata


MAHMUD JALAL (50, Tumor Paha). Alamat: Kampung Cipaku Lebe RT 2/7, Desa Sukawangi, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sejak Pak Mahmud berusia 40 tahun, di paha kirinya muncul benjolan yang semakin hari semakin membesar. Waktu itu Pak Mahmud bekerja dan tinggal bersama istrinya di Subang. Sejak muncul benjolan Pak Mahmud Jalal terus berobat le dokter umum dan ke klinik di rumah sakit. Akan tetapi, sampai ia menjual barang-barang berharganya, penyakitnya itu tidak kunjung sembuh. Sampai akhirnya ketika semua hartanya yang tidak banyak itu habis terjual, dan ia tidak bisa bekerja, Pak Mahmud dan istrinya pun kembali pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Cianjur. Namun karena ia belum memiliki rumah, mereka tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Pada tanggal 18 Agustus 2017 Pak Mahmud Jalal memerikakan kondisinya ke rumah sakit di Kabupaten Cianjur, dan berdasarkan pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa di dalam kaki kirinya mengalami tumor. Dokter menganjurkan ia harus chek up seminggu sekali ke RSHS Bandung. Namun karena biaya transportasi dari Cianjur ke Bandung cukup besar dan ia tidak memiliki biaya, Pak Mahmud tidak pernah melakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter. Kabar penderitaan Pak Mahmud Jalal itu disampaikan oleh tetangganya kepada kurir Sedekah Rombongan (#SR) Cipanas. Alhamdulillah kurir #SR dapat berkunjung untuk bersilaturahmi dan melihat keadaan keluarga dhuafa itu. Mendengar kesusahan dan melihat kondisinya, Pak Mahmud sangat memerlukan bantuan untuk meringankan beban hidup dan biaya berobat. Syukur Alhamdulillah, pada kunjungan itu juga kurir #SR dapat menyampaikan bantuan uang dari para dermawan yang berempati atas penderitaannya. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSHS Bandung. Mudah-mudahan bantuan sedekaholik #SR ini kembali memberinya semangat Pak Mahmud untuk terus berikhtiar dan mudah-mudahan dapat memudahkannya untuk memperoleh kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7, @alwiejozz, Yadi S.

Pak Mahmud menderita tumor paha


MIFTAH ZANETA (4, Meningitis TB). Alamat: Jalan Desa RT 5/3 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Pada 14 Oktober 2017, Miftah mengalami demam tinggi sampai kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Oleh keluarganya ia dievakuasi ke Klinik Al Kautsar yang berada di dekat tempat tinggalnya. Dari klinik tersebut Miftah dirujuk ke RS Pindad dan di sana ia dinyatakan dalam kondisi koma. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa Miftah menderita meningitis TB. Karena keterbatasan peralatan medis, RS Pindad merujuknya ke RSHS Bandung dan di sana ia dirawat inap di ruang IGD selama dua hari. Setelah dua hari di IGD Miftah kemudian dirawat di ruang HICU. Setelah satu minggu, Alhamdulillah Miftah mulai sadar dan satu minggu setelah itu ia pun boleh pulang. Keadaan kritis dan mengkhawatirkan itu tentu saja membuat orang tua dan keluarganya sangat panik dan sedih, beruntung mereka bisa segera membawanya ke rumah sakit dengan menggunakan fasilitas SKTM. Miftah Zaneta yang sekarang sudah bisa pulang kondisinya masih lemah dan belum stabil. Dokter mewajibkan supaya Miftah setiap hari ke Puskesma atau klinik untuk disuntik Streptomycin. Keadaan ini tentu semakin memberatkan beban hidup orang tua Miftah yang hidup dalam kemiskinan. Uus Suherman (68), yaitu ayah Miftah hanyalah pekerja serabutan dan ibunya, yaitu Enung Nurhayati (48), hanyalah ibu rumah tangga. Keluarga mereka hidup dalam keprihatinan, dan dengan tiga orang anaknya tinggal di kamar kontrakkan yang tidak layak huni. Bahkan plafonnya banyak yang terlepas serta atapnya tampak seperti akan roboh. Miftah Zaneta dan keluarganya sangat memerlukan bantuan untuk transportasi pengobatan dan biaya sehari-hari. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat dipertemukan dan bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa itu melalui kabar dari tetangganya, yaitu Ibu Enung. Pada kunjungan itu kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para dermawan #SR yang berempati pada penderitaan Miftah dan keluarganya. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, biaya sehari-hari dan obat serta vitamin yang diperlukan Miftah. Mudah-mudahan bantuan para sedekaholik #SR ini telah meringankan beban hidup mereka dan membuka jalan bagi kesembuhan adik kita, Miftah Zaneta.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2011
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @dzim_dzim

Miftah menderita meningitis TB


AYI BINTI KIKI (30, Maag Kronis + Paru-Paru). Alamat: Kampung Ciburial RT 1/9, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Ayi adalah orang tua tunggal yang memiliki tiga orang anak. Mereka tinggal di sebuah rumah sewaan dan untuk menghidupi keluarganya itu Ibu Ayi bekerja sebagai buruh kebun yang upahnya hanya Rp 18.000,- per hari. Sejak tahun 2013 ia menderita maag kronis, bahkan karena sakitnya itu ia pernah sampai pingsan. Tetapi pengobatan yang dijalaninya hanya sampai Puskesmas, sedangkan rujukan dari dari Puskesmas agar ia memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit Cimacan, tidak pernah dilaksanakan karena tidak memiliki biaya. Penderitaan Ibu Ayi bertambah ketika ia sekarang ia sering sakit dan batuk terus menerus. Setelah diperiksa ke Puskesmas Sukagalih ia terdiagnosa terkena gejala penyakit paru-paru dan harus terus berobat rutin. Selain itu ia pun dirujuk ke RSUD Cimacan untuk diperiksa secara intensif agar mendapat pengobatan yang lebih akurat. Akan tetapi, saran dokter Puskesmas dan rujukan itu pun tidak dilaksanakan karena terkendala jaraknya yang jauh dan ia tidak memiliki biaya. Selain tidak memiliki jaminan kesehatan, Ibu Ayi dan anak-anaknya hidup dalam kemiskinan, dan kebutuhan sehari-harinya pun terkadang mereka peroleh dari bantuan tetangga atau warga yang peduli dan merasa kasihan. Kabar penderitaan keluarga dhuafa itu disampaikan oleh teman dekatnya, yaitu Ibu Eti Rosita dan tetangganya kepada kurir Sedekah Rombongan (#SR) Cipanas. Syukur Alhamdulillah, #SR dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Ibu Ayi dan anak-anaknya di rumah sewaannya. Kepada kurir #SR Ibu Ayi menceritakan keinginannya untuk dapat berobat agar ia kembali sehat dan dapat bekerja demi menghidupi anak-anakya. Alhamdulillah, pada kunjungan itu Sedekah Rombongan dapat menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para sedekaholik yang berempati kepada penderitaan Ibu Ayi dan anak-anaknya. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS, biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat meringankan beban hidupnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7, @alwiejozz, Aat Atikah

Ayi menderita maag kronis + paru-paru


TINA FALENTINA (10, Susp. Leukemia). Alamat : Kampung Sindangsari RT 1/21 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tina –begitu panggilan sehari-harinya — tinggal di rumah kontrakan bersama orangtua dan saudara kandungannya. Ayahnya, Pak Ayi Rasanya (49) bekerja sebagai tukang ojeg; sedangkan ibunya, Tini Herliana (32) hanya menjalankan tugasnya mengurus anak-anak mereka yang semuanya belum dewasa. Sejak awal Oktober 2017 siswi SD Kelas 5 ini kerap mengalami letih, lesu, dan pusing berkepanjangan. Tina kumudian dibawa periksa ke Puskesmas dan dokter praktek terdekat dengan biaya sendiri. Akan tetapi, kondisinya tidak membaik. Pada 20 Oktober 2017 Tina malah sempat menurun kondisinya dan sempat pingsan. Yang lebih mengkhawatirkan, pada saat itu ada bercak darah di beberapa titik pada tangan, kaki dan badannya. Orang tuanya kemudian memeriksakan Tina ke Puskesmas Ciwidey. Dokter di Puskesmas akhirnya penanganan medis Tina ke RSUD Soreang Kabupaten Bandung dan didaftarkan sebagai pasien Jamkesmas. Setelah menjalani beberapa tahap pemeriksaan di Poli Anak dan Poli Dalam RSUD Soreang, pemeriksaan Tina disarankan berlanjut ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena ketidakadaan biaya dan kesalahan data kepesertaan Jamkesmas, pengobatannya tertunda. “Jangankan untuk ke berobat lama, untuk biaya hidup sehari-hari juga berat,” kata ayahnya saat ditemui kurir #SR di rumah kontrakannya yang sempit. Tina dan keluarganya sangat layak mendapatkan bantuan untuk melanjutkan pemeriksaan Tina di RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati para dermawan #SR, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Tina Falentina yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobat dan pengurusan Kartu BPJS Kelas 3. “Terima kasih, Pak! Semoga relawan #SR semua sehat dan banyak rezikanya!” Kata orangtua Tina sambil membacakan doa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Tina menderita susp leukimia


WARGA DESA DUKUH DAN KARANG KENDAL (Bantuan Pengadaan Air Bersih). Alamat : Desa Dukuh dan Desa Karang Kendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Selama hampir lima tahun terakhir, wilayah utara Cirebon selalu mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau, membuat warga harus berfikir untuk mendapatkan air bersih dalam jumlah mencukupi untuk keperluan sehari-hari. Setiap tahun, beberapa wilayah seperti Desa Dukuh dan Desa Karang Kendal bisa terdampak kekeringan ini selama empat hingga lima bulan. Warga yang mengalami kesulitan ini biasanya mengambil air dari tempat yang cukup jauh. Alternatif lainnya adalah membeli air bersih dengan harga dua puluh ribu hingga empat puluh ribu rupiah per kubik. Hal ini tentu saja sangat memberatkan warga karena pada musinm kemarau yang menyebabkan kekeringan ini mereka mengalami gagal panen padi dan tambak yang merupakan mata pencaharian sehari-hari. Warga Desa Dukuh dan Karang Kendal bukan tidak mau berusaha membuat sumber air. Di wilayah mereka, sumber air yang dibuat dari kedalaman tanah yang lebih dalam sumur biasa, justru menghasilkan air berbau, keruh dan terasa asin. Kurir Sedekah Rombongan yang menyempatkan diri untuk melihat keadaan ini secara langsung merasakan bahwa harus ada solusi untuk bisa membantu masalah kesulitan air ini. Setelah melalui pertimbangan, diskusi dan persiapan yang matang, maka pada Sabtu, 21 Oktober 2017 Sedekah Rombongan menyampaikan Sedekah Air Bersih sebanyak 48000 liter yang dibagikan di enam titik distribusi. Warga menyambut antusias bantuan ini karena mereka memang sangat menantikan air bersih untuk dikonsumsi maupun dipakai memenuhi kebutuhan lain. Ucapan terima kasih disampaikan para warga untuk sedekaholics yang telah memberikan bantuan ini. Semoga kemarau yang datang, tidak lama lagi berganti menjadi musim penghujan sehingga tidak terjadi kesulitan mendapatkan air bersih.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.400.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Bantuan pengadaan air bersih


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat yang ke 3. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arif menderita TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Gaji Driver). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya gaji driver MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Ganti Spare Part). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya penggantian spare part, cakram rem dan Vanbel. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya penggantian spare part, cakram rem dan Vanbel


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita ca mamae


SITI NURELIYAH (31, Tumor Jinak di Payudara). Alamat : Kp. Galain Kemejing RT 3/5, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bermula sekitar pertengahan 2016, tumbuh benjolan kecil pada payudara sebelah kanan Bu Eli – panggilan Siti Nureliyah – yang semakin lama terasa sangat mengganggu. Setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas terdekat, ia disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit. Bu Eli pun segera menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki. Namun setelah diperiksa, benjolan tersebut dinyatakan sebagai tumor jinak dan harus dioperasi untuk membuangnya. Bu Eli sempat ketakutan mendengar kata operasi sehingga ia tidak mau dioperasi waktu itu. Bulan September 2017, Bu Eli berubah pikiran, ia mau untuk menjalani operasi pada tanggal 28 Oktober 2017 di RSUD Kabupaten Bekasi. Setelah operasi sukses ia pun menjalani perawatan. Pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, Bu Eli merasakan kesulitan dengan kebutuhan selama berada di rumah sakit. Ia sudah tidak memiliki uang, sementara suaminya, Pak Saipul (33) yang sehari-hari sebagai kuli serabutan tidak bisa bekerja karena begitu setia menunggu istrinya di rumah sakit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya untuk sehari-hari selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Mamat Maksudi

Bu Siti menderita tumor jinak di payudara


MTSR MALANG (L 1533 MF, Operasional September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobil luxio hitam yang dimiliki Sedekah Rombongan Malang ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Malang, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lainnya. Perawatan serta kebersihan terus dilakukan oleh para kurir agar tetap bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Dengan adanya MTSR baru ini diharapkan lebih bisa membantu masyarakat dan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang yang berada di Kota Kediri, Blitar dan Tulungagung. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan untuk MTSR sebelumnya masuk rombongan nomor 1056. Semoga para Sedekaholics diberikan kelancaran untuk segala urusan yang dijalani. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.226.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rofik Onni @m_rofii11

Biaya operasional bulan september


CLARISTA PUTRI KUNTORO (1, Perbaikan Gizi). Alamat : Jalan Rogonoto Timur No. 194, Dusun Samean, RT 4/3, Kelurahan Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Clarista yang lahir pada 5 September 2017 di Rumah Sakit Prasetya Husada Malang, terlahir dengan ceasar. Ibunda Clarista yang saat itu sedang beraktivitas, tiba-tiba mengalami pendarahan. Ibunda Clarista pun dibawa langsung ke Rumah Sakit Prasetya Husada untuk mulai menjalani persalinan. Karena pendarahan yang dialami tidak kunjung berhenti Ibunda Clarista pun akhhirnya dilakukan operasi untuk persalinannya dan untuk saat ini Clarista masih menjalani rawat inap di rumah sakit untuk perbaikan gizi dan kontrol. Kini Clarista dan keluarganya sedang kesulitan dalam biaya untuk melunasi kekurangan biaya saat menjalani persalinan dan biaya saat rawat inap di rumah sakit. Clarista terlahir dari seorang ibu bernama Tutik (40) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Sementara ayahnya bernama Kuntoro (42) berprofesi sebagai karyawan penjaga toko. Clarista yang belum memiliki jaminan kesehatan apapun sangat terkendala dalam hal biaya. Sehingga Clarista dan ibundanya tidak diperbolehkan untuk pulang sebelum melunasi biaya rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Clarista sehingga bisa membantu untuk membayar biaya kepulangan dari rumah sakit dan perbaikan gizi. Semoga kelak Clarista akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 11.000.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Clarista menderita gizi buruk


RINA MARIA ULFA (32, Kanker Payudara Kanan + Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Kyai Boto Lengket, RT 6/5, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada tangga 22 Juni 2017, Ibu Rina mulai mengetahui adanya benjolan sebesar kelereng pada kedua payudara beliau. Ibu Rina pun langsung ke Rumah Sakit Baptis Kediri untuk memulai pemeriksaan akan gejala yang dialami beliau. Dari hasil pemeriksaan yang di jalani, dokter mendiagnosis ada sel kanker pada kedua payudara beliau. Kontrol rutin yang di jalani Ibu Rina memiliki hasil yang bagus dan dokter pun merencanakan untuk dilakukan tindakan operasi pengangkatan sel kanker. Operasi pertama yang dilakukan pada payudara kanan Ibu Rina berjalan sangat lancar dan beliau pun diperbolehkan pulang setelah beberapa hari di rumah sakit. Setelah kondisi beliau pulih akan operasi yang pertama, Ibu Rina pun dijadwalkan lagi untuk operasi pengangkatan sel kanker pada payudara sebelah kiri. Pertengahan Bulan Agustus, Ibu Rina telah menjalani operasi yang dijadwalkan dokter dan operasinya berjalan lancar. Ibu Rina yang menjalani kontrol kembali di sarankan oleh dokter untuk tindakan kemo terapi setelah selang yang di pasang pasca operasi dilepas. Karena obat yang dimiliki di rumah sakit belum lengkap, Ibu Rina pun di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk tindakan selanjutnya. Ibu Rina telah menjalani USG dan cek laboratorium untuk rencana mulai tindakan kemo terapi. Ibu Rina setiap harinya sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Riadi Supriyanto (33) yang hanya sebagai pedagang dan Ibu Rina telah dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang kebutuhan berupa transportasi dan kebutuhan hidup untuk saat berobat sangat membebani beliau dan keluarga untuk menjalani pengobatan. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Rina dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Bantuan yang diberikan kepada Ibu Rina sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1065. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Rina dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Bu Rina menderita ca mamae


ULFA SETIANINGTIAS (30, Operasi Caesar Kelahiran Prematur). Alamat : Sawangan Indah Blok E No 51, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Keinginan Ulfa untuk melahirkan anak secara normal ternyata tidak dapat diwujudkan. Ia harus melahirkan secara sesar dalam usia kandungan masih 8 bulan. Pada 28 September 2017, Ulfa (30) yang saat itu bersama sang suami, Gatot (38), sedang menginap di rumah kerabatnya di daerah Tangerang, tiba – tiba kejang hingga mengeluarkan busa dan tak sadarkan diri. Gatot yang melihat keadaan istrinya sangat panik, sesegera mungkin ia dibantu kerabatnya membawa Ulfa ke rumah sakit terdekat. Ulfa langsung dibawa ke UGD dan langsung mendapatkan penanganan. Dokter menyarankan untuk segera mungkin dilaksanakan operasi caesar demi menyelamatkan ibu dan anak. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit swasta yang tidak bekerja sama dengan BPJS, karena panik dan ingin agar sang istri mendapat pelayanan maksimal, Gatot menyetujui untuk memenuhi biaya rumah sakit meskipun ia tidak memiliki cukup uang. Alhamdulillah ibu dan bayi selamat, meskipun lahir dengan berat badan rendah 1,8 kg. Bayi yang diberi nama Al Fattieh Joyo Negoro itu harus mendapatkan penanganan lanjutan karena ada cairan yang masuk ke paru – parunya, dan harus dirawat di ruang NICU. Ulfa yang sebelumnya dirawat di ruang High Care kondisinya membaik dan jika memungkinkan ia diperbolehkan pulang pada 3 Oktober 2017. Tagihan rumah sakit untuk Ulfa dan bayinya sudah mencapai lebih dari 40 juta rupiah. Gatot hanya menyiapkan uang sebesar 5 juta rupiah karena mengira istrinya yang tidak memiliki riwayat sakit apapun akan melahirkan secara normal. Gatot merasa bingung bagaimana membayar tagihan rumah sakit tersebut. Ia bahkan rela menjaminkan sertifikat rumahnya agar mendapat pinjaman demi melunasi biaya rumah sakit dan kedua orang yang disayanginya dapat pulang. Pekerjaan Gatot sebagai pelukis dengan penghasilan yang tidak menentu membuat ia kesulitan melunasi tagihan tersebut. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu membayar biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya operasi caesar


DENI PUJIANSYAH (21, Korban Kecelakaan). Alamat : Jalan Aminudin, RT 3/4, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Deni saat ini mendapatkan penanganan di RS Pondok Gede, Jakarta Timur. Denny merupakan korban kecelakaan saat ia mengendarai motor. Denny menabrak pembatas trotoar karena menghindari angkutan umum yang berhenti mendadak. Denny terpental yng membuat pendarahan di bagian wajahnya. Denny dibawa ke RS Pondok Gede oleh warga sekitar. Akibat kecelakaan tersebut, rahang bawah Denny rusak yang mengharuskan ada tindakan operasi. Orang tua Denny, Ade (55) dan Yani (48) merasa tidak mempunyai biaya untuk membayar biaya RS. Pak Ade sehari-harinya bekerja sebagai buruh lepas di mana beliau mendapatkan penghasilan ketika ada yang menggunakan jasanya. Denny pun belum terdaftar sebagai peserta BPJS oleh karena itu seluruh pembiayaan menggunakan jaminan umum. Kurir menyarankan agar segera mengurus ke Jasa Raharja untuk dapat bantuan pembiayaan di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Deni mengalami kecelakaan


SADIAH BINTI DARSA (24, Tumor Ganas Telinga). Alamat : Kp. Cendeleken, RT 8/2, Ds. Cikande, Kec. Jayanti, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sadiah mengalami tumor sejak setahun yang lalu, gejala awal tumbuh benjolan di telinga seperti bisul merah dan bengkak. Selang beberapa bulan, benjolan itu semakin membesar, pecah dan mengeluarkan cairan serta bau yang sangat menyengat. Sadiah akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat, dokter pun memberikan rujukan ke RSUD Balaraja. Bersama orang tuanya, akhirnya Sadiah berobat ke RSUD Balaraja, dokter mendiagnosisnya mengalami tumor ganas telinga. Dokter menyatakan bahwa Sadiah membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang tidak dapat dilakukan di RSUD Balaraja, akhirnya ia dirujuk ke RSU Tangerang yang juga merujuknya ke RSCM Jakarta. Ayah Sadiah, Bapak Darsa Warsa (67), yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya karena tidak mampu membawanya berobat ke RSCM. Sang ibu pun yang bekerja sebagai tukang cuci keliling, juga tidak mampu membiayai kebutuhan transportasi ke Jakarta meski Sadiah sudah memiliki Jamkesmas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Sadiah, kurir pun menyampaikan bantuan sehingga Sadiah didampingi ayah dan adiknya bisa berobat ke RSCM Jakarta pada 12 September 2017 dan tinggal di RSSR Jakarta. Kondisi Sadiah semakin memburuk hingga akhirnya dilarikan ke UGD RSCM. Sadiah pun akhirnya dirawat lebih dari 1 bulan karena tidak ada perkembangan. Dari hasil berbagai pemeriksaan, kemungkinan tumor yang dialami Sadiah sudah meningkat menjadi kanker. Dokter tidak dapat melakukan tindakan lanjutan karena kondisi Sadiah yang terus memburuk. Bau yang tidak sedap semakin tercium dari luka di telinga Sadiah. Ia pun masih sangat sulit untuk mendapat asupan makanan dan obat secara langsung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat selama dirawat di RSCM dan untuk kebutuhan lainnya seperti pampers dan kebutuhan keluarga yang menunggu. Sebelumnya Sadiah telah dibantu pada Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Via Untari @ririn_restu

Bu Sadiah menderita tumor ganas telinga


ENE TOHA (45, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Maja Pasir Kacapi, RT 2/6, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Ene adalah janda dengan satu anak, almarhum suaminya meninggal 8 tahun yang lalu. Ibu Ene sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun sejak sakit ia tidak dapat lagi bekerja. Sejak 2 tahun lalu, terdapat benjolan pada payudara Ibu Ene. Ia akhirnya berobat dan dokter mendiagnosisnya kanker payudara. Saat ini Ibu Ene dan anaknya yang masih berusia 12 tahun, tinggal dan dirawat di rumah kerabatnya. Didampingi kerabatnya, Ibu Ene berusaha tabah menjalani proses pengobatan untuk mendapatkan kesembuhan. Saat ini Ibu Ene sudah menjalani 2 kali operasi di RSUD Serang, Banten. Operasi yang terakhir dilakukan beberapa minggu lalu. Setelah operasi, Ibu Ene diharuskan menjalani serangkaian pemeriksaan pasca operasi. Kondisinya sudah semakin membaik namun masih harus kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Ene telah dibantu dalam Rombonan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Bu Ene menderita kanker payudara


EGEN BIN UJANG RAHMAT (32, Diabetes). Alamat : Kp. Cidangiang, RT 2/2, Kel. Saruni, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Egen sebelumnya bekerja sebagai sales perusahaan makanan. Sekitar satu tahun yang lalu, Egen mengalami sakit yang diawali dengan buang air besar terus – menerus. Keterbatasan biaya membuat Egen awalnya hanya diobati menggunakan obat tradisional. Kondisi Egen semakin memburuk hingga harus dirawat di RSUD Pandeglang selama 2 minggu dan diketahui kadar gula darahnya tinggi dan ia didagnosis diabetes. Egen diharuskan untuk menjalani rawat jalan, namun belum dilakukan karena tidak ada biaya. Sejak sakit satu tahun lalu, Egen sudah tidak mampu lagi bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Rumah yang ditempati pun saat ini dalam proses penyitaan oleh pihak Bank karena sudah menunggak cicilan selama 6 bulan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Egen sehingga dapat menyalurkan santunan untuk biaya pengobatan. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Egen dan ia dapat segera sehat kembali seperti sebelumnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Pak Ege menderita diabetes


SUKANAH BINTI SUEB (90, Asam urat). Alamat : Kp. Tapos, RT 24/8, Ds. Karangsuraga, Kec. Cinangka, Kab. Serang, Prov. Banten. Nenek Sukanah yang biasa dipanggil Mbok Anah ini adalah seorang janda, ia tinggal sebatang kara di rumah yang sering bocor saat hujan. Rumah yang Mbok Anah tempati tidak memiliki kamar mandi, sehingga ia terpaksa menumpang ke rumah saudaranya dengan berjalan menggunakan tongkat. Kakinya sudah sakit selama bertahun-tahun dan sulit digunakan untuk berjalan. Mbok Anah diduga mengalami asam urat. Suami dan anak semata wayang Mbok Anah sudah meninggal dunia, karena itulah tidak ada yang merawat dan menemaninya. Mbok Anah hanya berharap belas kasihan tetangga dan saudara untuk mendapatkan makanan sehari-hari. Mbok Anah tidak pernah lagi berobat, jika sakit mendera ia hanya mampu menahannya. Saat Kurir Sedekah Rombongan menemuinya, Mbok Anah sedang merintih kesakitan pada kakinya. Kurir pun menyampaikan bantuan agar Mbok Anah dapat memeriksakan sakitnya dan mendapat obat. Mbok Anah mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekahholic yang telah membantu meringnkan bebannya. Semoga Mbok Anah di usia senjanya selalu diberi kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Irma @ririn_restu

Mbok Anah diduga mengalami asam urat


ANITA ADHA (11, Leukoma Kornea pada Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis kecil ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa. Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Alhamdulillah Nita sudah mendapatkan donor mata dan ia telah menjalani operasi. Perlahan Nita kembali dapat melihat, namun belum terlalu jelas dan dalam masa perwatan ia diharuskan menggunakan kacamata. Kini Nita sudah kembali ceria dan dapat bersekolah lagi. Nita diharuskan berobat setiap 1 bulan sekali memeriksakan perkembangan mata barunya. Sambil menunggu jadwal pengobatan lanjutan, Nita dan ibunya kembali ke kampung halamannya. Mendekati jadwal berobat mereka kembali ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSCM Jakata. Sebelumnya Anita dibantu pada rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Nita menderita leukoma kornea pada mata kanan


JOKO MUHAJIRIN (59, Pembengkakan pada kepala). Alamat : Jln. Muhajirin, RT 2/11, Kel. Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Joko adalah relawan dari komunitas Roemah Tawon yang peduli dengan anak-anak jalanan. Sejak dua tahun lalu Pak Joko mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala sering pusing. Pak Joko juga pernah terjatuh akibat pusing di kamar mandi hingga kepalanya terbentur ke dinding. Selama ini ketika rasa pusing mendera, pada kepala Pak Joko muncul benjolan besar. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan membuat Pak Joko hanya mengonsumsi obat anti nyeri yang dibelinya di apotek. Penghasilan istrinya sebagai pengupas bawang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Melihat kondisi Pak Joko yang memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan JKN – KIS dan biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah JKN – KIS Pak Joko sudah jadi dan bisa dipergunakan, ia pun mulai berobat setiap bulannya. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen, diketahui pada kepala Pak Joko terdapat cairan, Pak Joko diharuskan menjalani tindakan penyedotan cairan di kepalanya. Semoga pengobatan yang dijalani Pak Joko berjalan lancar dan penyakitnya dapat segera teratasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan transportasi berobat dan kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Pak Joko telah dibantu di Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Pak Joko menderita pembengkakan pada kepala


SIAM BINTI SAIF (77, Rematik). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Desa Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Siam tinggal di rumahnya yang sangat sederhana bersama anaknya, Endan (30). Endan tidak bisa bekerja karena jika kelelahan ia tidak bisa berjalan, namun sampai saat ini Nenek Siam tidak mengetahui penyakit anaknya karena tidak pernah dibawa berobat. Sebelumnya Nenek Siam berkeliling menjual nasi uduk dan gorengan, namun tiga tahun lalu ia jatuh sakit dan kakinya tidak bisa digerakkan sehingga tidak bisa lagi mencari nafkah. Kini Nenek Siam sudah bisa berjalan, namun sakitnya hilang timbul. Nenek Siam belum pernah berobat secara medis karena tidak memiliki jaminan kesehatan, ia hanya berobat secara tradisional dan dinyatakan mengalami rematik. Kebutuhan sehari – hari Nenek Siam hanya mengandalkan batuan dari tetangganya, jika sakitnya muncul ia hanya bisa berdiam diri di rumah. Kini Nenek Siam kembali merasakan sakit pada kakinya, namun ia tidak memiliki uang untuk berobat. Nenek Siam sudah mulai kembali berobat, ia beberapa kali diberi obat suntik untuk meredakan sakitnya dan kondisinya terus membaik. Nenek Siam masih harus rutin berobat agar ia dapat kembali berjalan dengan nyaman dan lancar. Nenek Siam mengalami musibah, kompor satu – satunya yang ia miliki meledak sehingga ia tidak bisa masak, dan hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya. Beruntung ledakan yang cukup besar itu segera dapat ditangani sehingga rumahnya tidak terbakar, ia dan anaknya pun kondisnya baik – baik saja. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi berobat dan membeli kompor. Sebelumnya Nenek Siam telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Bu Siam mengalami rematik


SAMIN BIN PILI (17, Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat : Kp. Rawa Indah, RT 4/5, Desa Tanah Merah, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Samin adalah anak dari pasangan Bapak Pili yang bekerja sebagai tukang becak dan Ibu Anah yang bekerja menjadi asisten rumah tangga. Samin terlahir normal, namun saat berusia 5 bulan ia mengalami demam hingga kejang. Samin baru bisa berjalan saat berusia 5 tahun, ia juga baru bisa bicara saat berumur 8 tahun namun hingga kini tidak terlalu jelas bicaranya. Bapak Pili dan Ibu Anah juga memiliki 1 anak lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Samin, namanya Mirna (12). Berbeda dengan Samin, kelainan yang dialami Mirna berlangsung sejak ia masih bayi. Samin dan Mirna tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Mereka tidak pernah dibawa berobat atau mejalani terapi untuk mengatasi sakitnya. Mereka pun sering mengalami sakit – sakitan, namun karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan Bapak Pili dan Ibu Anah tidak pernah membawa mereka berobat. Bapak Pili dan Ibu Anah ingin sekali menyekolahkan dan mengobati kedua anak mereka, tapi penghasilan dari menarik becak saja jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang keluarga mereka mendapat bantuan dari majikan Ibu Anah, dan tetangga. Tak hanya itu, rumah yang mereka tinggali juga sudah tidak layak huni karena banyak yang bocor dan kayunya sudah mulia lapuk. Ironisnya, dalam kondisi rumah yang seperti itu ada cucu Bapak Pili yang masih bayi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat, pembuatan JKN – KIS dan kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Samin telah dibantu dalam Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Pak Samin menderita gangguan tumbuh kembang


ANAH SARWADI (72, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Ds. Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Anah sudah hidup menjanda, selama ini untuk memenui kebutuhan sehari- hari ia berjualan nasi uduk. Nenek Anah tinggal bersama kedua anaknya, suaminya, Sarwadi, telah meninggal dunia. Tujuh tahun lalu, Nenek Anah merasakan benjolan pada payudaranya yang juga mengeras, namun kondisi itu ia abaikan saja. Dua tahun terakhir payudaranya semakin membengkak dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan mengalami kanker payudara stadium lanjut. Setelah menjalani operasi, Nenek Anah akhirnya harus menjalani kemoterapi. Nenek Anah kini tidak dapat berjualan lagi, ia hanya mengandalkan penghasilan anak bungsunya yang bekerja sebagai guru SD honorer. Dalam kondisi sakit, Nenek Anah juga masih harus mengurus anaknya, Iin (40), yang mengalami gangguan jiwa. Nenek Anah kembali menjalani kemoterapi dan dirawat di RS Hermina Tangerang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat selama perawatan di rumah sakit. Sebelumnya Anah dibantu pada Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Bu Anah menderita ca mamae


ABDUL MUHYI (6, Hernia). Alamat : Dusun Kenaiban, RT 1/2, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Abdul adalah putra tunggal pasangan Bapak Muhayat dan Ibu Sunirah. Kondisi Abdul sangat memprihatinkan, buah zakarnya semakin membesar yang disertai rasa sakit. Saat dibawa ke Klinik Ananda, Abdul dirujuk ke rumah sakit untuk dioperasi, namun Ibu Sunirah urung membawanya karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Ibu Sunirah kini harus berjuang sendirian menjadi orang tua tunggal karena Bapak Muhayat sudah beberapa tahun pergi. Keadaan ekonomi yang serba kekurangan dan hidup merantau jauh dari keluarga membuat Ibu Munirah hanya mampu membawa Abdul berobat ke pengobatan alternatif. Ibu Munirah hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Abdul. Alhamdulillah setelah mendapat santunan awal dari Sedekah Rombongan untuk pembuatan JKN – KIS, Abdul dapat berobat. Ia pun diharuskan menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Melati Tangerang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional dan biaya transportasi berobat Abdul. Sebelumnya Abdul telah dibantu dalam Rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Abdul menderita hernia


MUHAMMAD ALIGANI (52, Katarak) , Alamat : Jln. Nusa Indah II, No. 18, RT 1/7, Kel. Nusa Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Sejak satu tahun lalu, ia yang biasa disapa Bapak Gani ini tidak dapat bekerja karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Kaki Bapak Gani juga sering sakit – sakitan. Awal mulanya Bapak Gani merasakan pedih di matanya, hari demi hari rasa sakit tersebut tak kunjung sembuh, matanya justru sering berair. Bapak Gani pernah sekali berobat dan diduga mengalami katarak dan harus dioperasi. Pak Gani tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Sejak Bapak Gani susah melihat, yang menjadi tulang punggung keluarganya kini adalah istrinya. Istrinya bekerja sebagai buruh cuci serabutan dengan penghasilan yang tak seberapa, untuk makan pun terkadang mereka kesusahan. Bapak Gani sangat ingin sembuh dari sakitnya, namun ia tak mampu berobat. Melihat kondisi keluarga Bapak Gani, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan untuk biaya berobat. Mudah – mudahan Bapak Gani segera sembuh, dan bisa beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Pak Gani mengalami katarak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 NOVIA JULIANTI 500,000
2 PONIYATI BINTI KAMADI 500,000
3 MTSR JOGJA 2,910,085
4 MTSR JOGJA 550,000
5 MTSR JOGJA 3,932,085
6 MTSR JOGJA 1,422,085
7 MTSR JOGJA 1,437,085
8 MTSR JOGJA 1,287,085
9 NOVI RAHMAWATI 957,924
10 JUMARWAN BIN AHMAD SENAWI 1,000,000
11 A.KUMBANG DWI PRABOWO 1,000,000
12 BAKTI SOSIAL DAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA DI KLATEN 1,058,073
13 RSSR JOGJA 16,711,251
14 RSSR JOGJA 2,029,483
15 ARIEF HUSEIN 5,000,000
16 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
17 MUHAMMAD MAHMUD 500,000
18 SITI NURJANAH 500,000
19 RAFAEL ERLANGGA 500,000
20 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
21 ASEP SAEPUDIN 500,000
22 MTSR KARAWANG 3,180,000
23 JURIAH BINTI IDUN 500,000
24 LALITA ASANI 500,000
25 ARTALIM BIN KIAN 500,000
26 SAMSUDIN BIN OTO 750,000
27 SITI MULYANAH 500,000
28 M. RIA ABDUL JAMAL 750,000
29 YETI HERMAWATI 750,000
30 HANI NURHAWATI 500,000
31 OTONG MULAWARMAN 500,000
32 IIS BINTI ADIN 500,000
33 BURHANUDIN BIN SAJUDIN 500,000
34 MAHMUD JALAL 500,000
35 MIFTAH ZANETA 500,000
36 AYI BINTI KIKI 500,000
37 TINA FALENTINA 500,000
38 WARGA DESA DUKUH DAN KARANG KENDAL 2,400,000
39 ARIEF HUSEIN 5,000,000
40 MTSR BEKASI 2,000,000
41 MTSR BEKASI 1,350,000
42 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
43 SITI NURELIYAH 1,000,000
44 MTSR MALANG 2,226,000
45 CLARISTA PUTRI KUNTORO 11,000,000
46 RINA MARIA ULFA 500,000
47 ULFA SETIANINGTIAS 2,000,000
48 DENI PUJIANSYAH 2,000,000
49 SADIAH BINTI DARSA 1,000,000
50 ENE TOHA 500,000
51 EGEN BIN UJANG RAHMAT 1,000,000
52 SUKANAH BINTI SUEB 500,000
53 ANITA ADHA 500,000
54 JOKO MUHAJIRIN 500,000
55 SIAM BINTI SAIF 500,000
56 SAMIN BIN PILI 500,000
57 ANAH SARWADI 500,000
58 ABDUL MUHYI 500,000
59 MUHAMMAD ALIGANI 500,000
Total 91,701,156

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 91,701,156,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1074 ROMBONGAN

Rp. 57,043,754,810,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *