Rombongan 1073

Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki pada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya, dan Allah menyempitkan rizki pada orang yang dikehendaki-Nya.
Posted by on November 9, 2017

SUNARTI BINTI ARTAYU (52, Kanker Serviks). Alamat : Krajan II RT 001 RW. 000, Desa Palalangan, Kec. Cermee, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Sejak 7 bulan yang lalu ibu Sunarti menderita penyakit ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti memeriksakan kondisinya ke dua rumah sakit, yaitu ke RSU Koesnadi Bondowoso dan RS. Elizabeth Situbondo. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan diketahui bahwa Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uteri atau biasa disebut kanker serviks dan mengharuskan ia di rujuk ke RS. Saiful Anwar. Sampai sejauh ini pengobatan yang dilakukan Ibu Sunarti sudah pada tahap 5 kali kemo yang dilakukan di RS. Saiful Anwar Malang. Sebelum bertemu dengan SR, Beliau bersama suaminya, Niman (58) berangkat menggunakan transportasi umum. Namun karena terkendala biaya, pengobatannya sering terlambat. Saat di jenguk kurir Sedekah Rombongan, Suaminya yang pekerjaannya seorang pedagang sesekali meneteskan air mata ketika berbicara tentang perjuangannya saat berada di Malang. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit, Biaya Transportasi dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Sunarti dan Terima Kasih kepada Para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 961.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @triretno @viandwiprayugo, @lesi

Ibu Sunarti mengidap penyakit other benign neoplasm of cervix uterijj


AMNA BINTI BUATI (57, CA Mamae). Alamat : Dusun Gedangan, Rt 024 RW 003 Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2012 ibu Amna mengidap penyakit ini. Awalnya terdapat benjolan di payudara bu amna dan lama kelamaan menjadi luka membesar di bagian dada. Ibu Amna melakukan pemeriksaan di RS. Koesnadi Bondowoso. Dari hasil pemeriksaan di ketahui bahwa bu amna mengidap penyakit Ca. Mamae. Suami Ibu Amna, Abdul Kadir (69) yang pekerjaannya hanya sebagai buruh tani mengungkapkan kesedihan kepada kurir Sedekah Rombongan ketika harus mendampingi Ibu Amna berobat dan meninggalkan pekerjaannya untuk menemani Ibu Amna. Karena seperti diketahui Ibu Amna dan Pak Abdul tidak memiliki anak, mereka hanya tinggal berdua. Saat ini bu Amna menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa jamkesmas. Saat ini kondisi bu Amna sudah membaik karena sudah beberapa kali melakukan kemo. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit , Pembelian Susu, Transportasi pasien, dan Pembelian obat yang tidak masuk dalam tanggungan JAMKESMAS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Amna. Dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1072

Jumlah Bantuan : Rp. 786.200,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @Yudha @viandwiprayugo @triretno

Bu amna mengidap penyakit Ca. Mamae


MUHAMMAD RENO ABDULLAH, (1, Meningnokel + Hydrocephalus) Alamat Dusun Sidomulyo RT/RW 001/006, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Muhammad Reno Abdullah bayi dari pasangan Bapak Abdullah (30) dan Ibu Sukartini (24) yang terlahir pada tanggal 8 Maret 2017 mengalami sakit Meningnokel + Hydrocephalus saat baru lahir di Puskesmas Banyu Putih. Setelah Bayi Reno dirawat di Puskemas selama lima hari, lalu dirujuk ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan ternyata Bayi Reno tidak dapat di tangani di RSUD Abdoer Rahem disebabkan alat medis tidak lengkap. Lalu Bayi Reno di rujuk ke Dr. Soebandi Jember untuk melanjutkan pengobatan. Bayi Reno berbekal Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya selama pengobatan Bayi Reno. Bapak Abdullah (30) bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Bayi Reno membutuhkan bantuan karena kesulitan Biaya dan Transport dari Situbondo ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan langsung mensurvey dan Bayi Reno benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari adik Reno di Evakuasi dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bayi Reno. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya CT-SCAN dan Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bayi Reno dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh DariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 1.222.000,-
Tanggal : 15 September 2017 dan 20 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @aini

Reno menderita sakit meningnokel + hydrocephalus


SAHWANI BINTI ASJONO (46, Kanker Serviks). Alamat: RT 12/4, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Kota Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks atau kanker pada leher rahim sejak April 2016. Penyakit ini pun memerlukan tindakan cepat sehingga beliau dan keluarga memutuskan untuk melakukan operasi. Operasi berjalan lancar dan berhasil di Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso. Pasca operasi, keadaan kesehatan bu Sahwani membaik, dan pihak dokter menyarankan agar Ibu Sahwani dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang lebih optimal. Setelah operasi, Ibu Sahwani perlu melakukan kemo di RSSA. Pada awal bulan ini, Ibu Sahwani mendapatkan kabar dari dokter untuk simulator dan Ibu Sahwani dijadwalkan untuk melakukan sinar 25 kali. Pada bulan ini, Ibu Sahwani telah menjalani rencana sinar beliau sebnayak 25 kali dan beliau direncanakan lagi oleh dokter untuk melakukan sinar dalam sebanyak 4 kali. Untuk saat ini beliau telah menjalani snar dalam yang ke 3. Jauhnya jarak dari Bondowoso ke Malang tentu menyulitkan keadaan ekonomi bu Sahwani sekeluarga untuk mencari transportasi, belum lagi biaya obat-obatan dan penginapan untuk keluarga beliau. Apalagi pekerjaan suami beliau, Misnawi (42) sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak tentu. Ibu Sahwani memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga bisa membantu mengurangi beban keluarga bu Sahwani. Untuk bulan ini bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan digunakan beliau untuk biaya transportasi pulang pergi Bondowoso-Malang, iuran BPJS dan Uang Saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sahwani dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 501.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Ibu Sahwani mulai menderita kanker serviks


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan berupa Sirup yang di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1067

Jumlah Santunan : Rp. 798.450,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Edikpurwanto

Marsyah mengalami penyakit jantung bawaan


MUHAMMAD ISMAIL, (2, Step / Panas Tinggi) Alamat Keluarahan Blindungan RT/RW 008/003, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ismail biasa ia dipanggil adalah seorang anak yang pertumbuhannya sedikit terhambat. Di usia menjelang 2 tahun, Ismail belum bisa berjalan maupun berbicara dengan jelas. Ia juga sering panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Sakit yang Ismail derita berawal sejak usianya baru menginjak 3 bulan. Kondisi tersebut membuat Ismail sering mengalami kejang – kejang. Oleh orang tua diperiksakanlah ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan dan ternyata oleh pihak Puskesmas harus segera di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk pengobatan karena kondisi adik Ismail Drop. Ismail tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, keluarga Ismail merasa kesulitan. Kedua orang tua Ismail, Bapak Suparman (36) hanya bekerja sebagai Kuli Bangunan, dan Ibu Ika Affrillia (36) ibu rumah tangga yang selalu menjaga ismail dirumahnya. Penghasilan Bapak Suparman hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Sedangkan Ismail membutuhkan biaya Pengobatannya dirumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Bondowoso dengan Ismail sehingga santunan pertama dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ismail untuk biaya Biaya Rumah Sakit. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ismail. Dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @triretno @viandwiprayugo

Ismail sering panas tinggi yang disertai kejang-kejang


SUTINI MARIJA ( 54, Ca Mamae ). Tinggal di Bulu RT02/1, Mlokokulon, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Marija saat ini sedang mengalami masa sulit dan sangat membutuhkan bantuan. Sakit yang dideritanya selama ini belum ditangani secara medis, beliau takut dengan kondisi yang ada. Selain kesulitan ekonomi, dia hanya bisa pasrah dan enggan berobat. Terlebih, banyak tanggungan pinjaman ke rentenir yang dihadapi oleh keluarganya. Bermula dari suami yang saat ini mencari nafkah sebagai pedagang asongan di Pacitan Jawa Timur, disana suami hidup mengontrak dan berkeliling untuk mencari nafkah menghidupi keluarganya. Modal usaha minim membuatnya terkadang harus pinjam uang kepada tetangga, lembaga keuangan dan bank plecit di pasar. Makin lama hal ini menjadikan kehidupan mereka semakin sulit dan seolah tidak menemukan titik terang. Beliau juga mempunyai 1 anak yang saat ini duduk di bangku SMP. Kebutuhan akan sekolah juga cukup banyak, biaya serta operasional pendidikan setiap hari juga harus tercukupi selain kebutuhan hidup sehari – hari untuk makan. Walau merasa sakit, beliau belum mau untuk periksa dengn tindakan medis. Beliau takut terjadi sesuatu pada dirinya. Sang suami juga belum bisa memberikan biaya untuk gambaran pengobatannya ke depan. Sedekah rombongan melalui kurir yang menerima informasi tersebut mencoba membantu meringankan beban hidup keluarga Ibu Marija. Dari informasi kondisi yang memprihatinkan ini, bantuan dimaksudkan untuk meringankan beban, mencukupi untuk menutup satu per satu pinjamannya, menambah sedikit untuk bantuan permodalan bagi usaha suami. Serta mencukupi kebutuhan sekolah anaknya. Selain itu, bisa meringankan serta membantu renov sebagian sisi rumah yang masih butuh perbaikan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau saat ini.

Bantuan : Rp. 9.500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @Mawan

Bu Sutini menderita ca mamae


MARIYATMI BINTI SUPARMIN ( 57, Bantuan Biaya Hidup Dan Rekondisi Rumah ). Tinggal di Gunung Gadung RT1/08, Wonogiri, Jawa tengah. Mariyatmi beserta suami hidup berdua di rumah yang masih belum sempurna. Kondisi kehidupan mereka saat ini dalam kesulitan ekonomi. Untuk kebutuhan makan sehari – hari masih kurang, apalagi saat ini beberapa tanggungan melilit mereka karena rentenir. Hal ini menjadikan mereka sangat kesulitan untuk bergerak, sedangkan kebutuhan semakin hari semakin banyak utamanya untuk bertahan hidup. Saat ini pun keluhan ibu tersebut adalah ingin memperbaiki rumah yang layak huni. Namun apa daya dengan kondisi mereka saat ini kurang mampu. Informasi diterima kurir yuli kemudian langsung di lakukan survey ke lokasi. Dengan di dampingi warga setempat, tim kurir sampai ke lokasi rumah ibu tersebut. Kemudian, tim menanyakan kondisi yang ada dengan beberapa tanggungan yang saat ini menjadi beban sangat berat bagi keluarga ini. Keluhan disampaikan kepada tim, melihat hal ini maka tim kurir memutuskan untuk memberikan santunan lepas bagi Mariyatmi dan suami agar bisa dimanfaatkan untuk meringankan kondisi mereka saat ini. Sedekah rombongan menyampaikan sedikit bantuan untuk meringankan beban keluarga ini, semoga bisa bermanfaat bagi mereka.

Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan renovasi rumah


DARJI BIN SUKARDI (57, Asma). Alamat: Ds. Karas Gede, RT. 01/02, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Darji yang biasa dipanggil dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan, yang mana pendapatannya tidak menentu, untuk bisa makan saja sudah Alhamdulillah. Faktor ekonomi yang memaksakan beliau untuk selalu bekerja untuk bisa bertahan hidup. Saat kelelahanpun tidak dirasakan selama masih bisa diupayakan. Pada dua minggu yang lalu, karena akibat kondisi yang tidak sehat, Pak Darji terpeleset di kamar mandi, hal ini mengakibatkan tubuh Pak Darji tidak sadarkan diri, lalu sama tetangga dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat bantuan, yang menggunakan faslitas BPJS. Setelah dirawat 3 hari lamanya, Pak Darji diperbolehkan pulang, namun kondisinya masih lemah. Setelah berjalan dua minggu kondisi Pak Darji tidak ada kemajuan, bahkan kondisinya kian memburuk, dan merasa kesulitan untuk bernafas. Lalu di rujuk ke RSUD Soetrasno Rembang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan di pertemukan dengan keluarga Pak Darji. Sedekah Rombongan turut prihatin dan merasakan kesulitan yang dialami Pak Darji. Bantuanpun diberikan untuk membantu pengobatan Pak Darji ke RSUD Soetrasno, namun selang sehari setelah di rujuk kondisi Pak Darji kian memburuk. Ternyata Allah punya rencana lain, dan akhirnya Pak Darji menghembuskan nafas terakhir. Semoga beliau Husnul Khotimah dan diampuni segala dosanya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Pak Darji menderita asma


YUMERTA INDRI WIDYA SUKMA (16, Paru-paru + Gizi Buruk) Alamat : Dukuh Kaliprak, RT. 01/01, Desa Ngajaran, Kec. Sale, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sebuah kebanggan ketika mempunyai putri mandiri dan mau belajar walaupun jauh dari orang tua. Indri, panggilan gudis belia ini memang sekolah sembari mondok di salah satu Ponpes daerah Lamongan. Kejadian memilukan bermula pada saat bulan Februari tahun 2017 yaitu saat putri Bapak Rijal Efendi ini masih sekolah Madrasah Aliyah di sebuah pondok pesantren daerah Lamongan merasakan badan demam tinggi. Diperiksakan ke klinik setempat dan hasilnya dinyatakan sakit thypus. Kemudian karena belum sembuh pada saat kenaikan kelas pindah ke Madrasah Aliyah di Sale, dan saat periksa ke Puskesmas hasil diagnosanya juga sakit thypus. Sehingga diharuskan istirahat yang cukup. Namun demikian, Indri masih tetap sakit dan tak kunjung sembuh maka dirujuk ke RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang. Hasil rontgen dinyatakan sakit paru-paru dan juga gizi buruk. Terakhir dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno namun informasi dari orang tuanya tidak diberikan obat karena pihak RSUD belum yakin jika Indri terkena paru-paru walaupun hasil rontgen dinyatakan demikian. Saat ini anak masih tergolek sakit di rumah. Saat ini keluarga Indri terkendala masalah biaya akomodasi bagi yang menunggui jika dirujuk ke RSUD termasuk sarana transportasi maupun biaya keseharian bagi yang di rumah. Sebuah informasi masuk ke tim Sedekah Rombongan Rembang sehingga salah satu kurir mensurvey dan mendata pasien tanggal 29 September 2017. Setelah direkomendasi oleh tim kurir, alhamdulillah Indri menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan untuk mengurangi beban keluarga juga tentunya berharap segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali, memperoleh hak pendidikan. Namun pada tanggal 28 Oktober 2017 kemarin Sedekah Rombongan mendapat kabar dari pihak keuarga bahwa dek Yumerta menghembuskan nafas terakhir dirumahnya, semoga Beliau Husnul Khotimah dan diampuni segala dosa-dosanya. keluarga besar Sedekah Rombongan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Santunan diberikan untuk membantu prosesi pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Yuli Ari Wibowo @akuokawai

Indri menderita sakit paru-paru dan juga gizi buruk


MASDUKI BIN SAKRUN (54, Diabetes dan Penyakit Dalam). Alamat : Desa Dorokandang, RT/RW 12/05, Dukuh Karang Anyar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Masduki sudah lama merasakan sakitnya diperkirakan 10 tahun yang lalu, namun karena ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istrinya, Sumarsih (48 th) dan ibunya, Murdilah membuat Masduki tidak pernah mau merasakan dan memperhatikan rasa sakit yang dideritanya. Akumulasi sakit yang tidak pernah Masduki rasakan mengakibatkan sejak 2 bulan lalu dan minggu terakhir ini semakin parah dengan keluhan sakit pada bagian dada. Saat ini Masduki hanya mampu tergeletak tak berdaya di kamar tidur dan sering mengeluhkan sakit yang selalu menyerang dadanya. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu ke RSUD Soetrasno Rembang. Beban terberat keluarganya saat ini yaitu setiap minggu 3 kali harus membawa Masduki kontrol untuk membersihkan luka bekas operasi di Sarang dan sekali berangkat biayanya bisa 250.000 belum termasuk biaya transportasinya. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan membuat Masduki tidak mampu untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.. Selain itu ia juga tidak memiliki kartu BPJS sehingga lebih berat biaya yang akan ia keluarkan untuk pengobatannya yang rutin.Sebelum Masduki sakit beliau berprofesi sebagai penjual pentol keliling namun setelah Masduki sakit ia sudah tidak bekerja lagi dan istrinya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan jajan di pasar. Istrinya Sumarsih, dan ibunya, Mardilah mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Masduki saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Masduki agar bisa beraktivitas normal karena Masduki adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Masduki sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSUP Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Namun pada tanggal 23 November 2017 kemarin Sedekah Rombongan mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Pak Masduki menghembuskan nafas terakhir dirumahnya, semoga Beliau Husnul Khotimah dan diampuni segala dosa-dosanya. keluarga besar Sedekah Rombongan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Fifi @akuokawai

Pak Masduki menderita asma


KAMILAH BINTI UCA (44, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamilah menderita parkinson


RENI BINTI MASDAR (35, Pendarahan Rahim). Alamat: Kp. Ranggon, RT 1/6, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pendarahan yang dialami Bu Reni terjadi secara tiba-tiba dan belum diketahui penyebabnya, padahal selama ia mengandung tidak pernah terjadi masalah dan selalu cek rutin ke bidan di puskesmas terdekat. Namun, menginjak bulan ke-9 terjadi flek yang berlangsung secara terus menerus dan akhirnya mengakibatkan pendarahan yang hebat hingga akhirnya keluarga Bu Reni membawa beliau ke klinik terdekat dengan keadaannya yang sudah memprihatinkan terlihat dari wajahnya yang sudah pucat dan tidak sadarkan diri. Namun, karena keadaannya tidak kunjung membaik, kemudian ia dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk tindakan operasi sesar tanpa jaminan kesehatan sehingga ia harus mengeluarkan uang jutaan rupiah karena keluarga Bu Reni sebelumnya tidak mempersiapkannya dan berharap Bu Reni akan melahirkan normal tanpa kendala berarti. Suaminya, Rosidin (36) bekerja sebagai buruh tani mengurus sawah milik tetangga dan ia hanya diberi upah seadanya. Terkadang bila bukan musim panen, ia harus menganggur tanpa penghasilan dan mencari pekerjaan lain. Mereka juga mempunyai satu anak yang lain yang masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah. Bu Reni sempat kebingungan dengan biaya RS yang begitu besar ditambah ia harus dirawat inap selama seminggu. Kondisi terkini, Bu Reni harus berobat jalan namun sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan beliau di rumahnya dan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan yang masuh dibutuhkan. Semoga bu Reni cepat pulih sehingga ia bisa mengurus kedua anaknya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adebuser

Bu Reni menderita pendarahan rahim


MUHAMMAD ALFAN (5, Patah Rahang). Alamat: Kp. Bungursari, RT 1/8, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kejadian bermula, saat Alfan, sapaan bocah ini, memanjat pohon untuk mengambil buah kersen. Namun malang tak bisa dihindari, sehingga ia terpeleset dan jatuh dengan keadaan wajah menyentuh tangan yang mengakibatkan rahangnya patah. Kemudian, Alfan segera dilarikan ke RSUD dan langsung dilakukan tindakan operasi pemasangan pen rahang gigi. Masalahnya, operasi tersebut tidak dijamin Jamkesda yang akhirnya, keluarga Alfan harus mengeluarkan biaya sebesar 3 juta dengan menggunakan uang pinjaman. Itu belum termasuk obat-obatan yang harus dibeli Alfan untuk mempercepat penyembuhan. Orangtua Alfan, Momon (49) merupakan buruh serabutan dengan upah tidak menentu, sedangkan ibunya, Nani (43) hanya seorang IRT karena mereka mempunyai 5 anak yang harus diurus, meskipun ada anak sulungnya yang sudah bekerja tapi ia tak bisa membantu banyak. Keluarga Alfan sudah putus asa mencari pinjaman lagi karena mereka ragu apakah uang yang dipinjam bisa diganti dengan cepat atau tidak. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Alfan di kediamannya dan menyampaikan titipan langit dari para Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan yang masuh dibutuhkan. Semoga Alfan cepat pulih karena ia juga masih harus melakukan operasi pengangkatan pen. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adebuser

Alfan mengalami rahangnya patah


NIDA RAHMADHANI (1, Bocor Jantung). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ketika hamil, sang ibu yang tidak mengetahui kondisi anaknya di dalam kandungan mengalami bocor jantung ini kaget saat melahirkan bayinya ternyata tidak dalam keadaan sehat sepenuhnya. Meskipun, baru berumur satu hari, bayi yang diberi Nida ini harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo selama beberapa minggu dan menghabiskan biaya jutaan rupiah karena tidak mempunyai jaminan BPJS. Hingga kini umurnya menginjak tiga bulan, keadaan Nida belum sembuh dan masih memprihatinkan karena terlihat gejala sesak dan harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk tindakan operasi. Ayahnya, Dede (34) bekerja sebagai buruh serabutan, terkadang menjadi buruh bangunan atau buruh tani dengan pendapatan sekitar 20-30 ribu per hari dan ibunya, Eka (33) merupakan seorang IRT sehingga tidak bisa membantu perekonomian keluarga apalagi sejak melahirkan, ia harus mengurus anaknya yang tengah sakit. Mereka juga masih mempunyai anak yang masih sekolah. Keluarga Pak Dede tinggal di rumah kontrakan kecil dengan 1 kamar yang hanya bisa menampung sedikit orang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan bertemu saat orangtuanya berkeliling kampung untuk mencari sumbangan dan kemudian menyampaikan titipan langit dari para Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan yang masuh dibutuhkan. Semoga Allah memberi kesembuhan dan memberi kelancaran dalam proses operasi Nida sehingga ia bisa menjadi anak yang sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Nida mengalami bocor jantung


EDAH BINTI USEP (60, Diabetes Mellitus). Alamat: Kp. Cisalam, RT 9/2, Kelurahan pasir panjang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah lima tahun ini, Bu Edah harus menderita penyakit diabetes. Awalnya gula darah yang begitu tinggi hingga mencapai angka 500, entah dari makanan yang mungkin tidak dijaga atau mungkin karena kurang olahraga. Semakin hari, penyakitnya semakin parah hingga kakinya kini menjadi busuk dan harus dibungkus dengan plastik keresek dan baunya begitu menyengat. Bu Edah jarang sekali berobat karena ia hanya hidup dengan kakaknya yang berjualan telur di pasar itupun kios milik orang lain. Terkadang, ia dibantu kerabat jauhnya dengan memanggil dokter untuk sekedar memeriksa dan membersihkan kakinya yang sekarang sudah tidak bisa berjalan, dan Bu Edah kini hanya bisa berbaring saja dan sudah dipindahkan ke rumah majikannya karena dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan bila Bu Edah sedang sendirian. Bu Edah juga tidak mempunyai BPJS padahal biaya pengobatannya mencapai 4 juta rupiah setiap bulannya. Dulu, ia bekerja sebagai IRT dari belia hingga kini umurnya yang sudah udzur, ia tak mempunyai anak satu pun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan menjenguknya kemudian menyampaikan titipan langit dari para Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan yang masuh dibutuhkan. Semoga Allah memberi kesembuhan dan keajaiban untuk Bu Edah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 18 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Edah menderita penyakit diabetes


AGUS HIDAYAT (46, Infeksi Kaki + TB Paru). Alamat: Kp. Sukasirna, RT 13/3, Kelurahan Batu Sumur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah sebulan ini, kaki Pak Agus mengalami infeksi karena terkena benda tajam di jalan. Ia mengira, lukanya akan sembuh dengan sendirinya sehingga tidak diobati kecuali menggunakan cairan pengering luka. Tak disangka, luka di kakinya mengeluarkan darah dan nanah sehingga terlihat seperti membusuk. Selain itu, ia mempunyai penyakit TB Paru yang membuat tubuhnya kurus kering. Pak Agus sudah menduda sejak beberapa tahun lalu setelah berpisah dengan istrinya dan sekarang ia hidup sebatang kara di rumah kontrakan kecil dengan dinding bambu. Terkadang anaknya menjenguk sesekali. Saat itu, Sedekah Rombongan tidak sengaja bertemu dengan Pak Agus saat ia berjualan alat-alat dapur di pasar dan ketika ditanya kenapa ia tidak berobat, ia menjawab lebih baik uangnya dibelikan beras. Mendengar itu, SR begitu miris membayangkan kehidupan Pak Agus yang tak mempunyai siapa-siapa untuk berkeluh kesah ditambah tak mempunyai pendapatan yang cukup meskipun hanya untuk sekedar makan. Terkadang untuk membeli satu biji bakwan pun ia harus menghutan kepada pemilik warung. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan bertemu dengannya dan menyampaikan titipan langit dari para Sedekaholics untuk meringankan biaya pengobatan yang masuh dibutuhkan. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Pak Agus karena sekarang ia harus berhenti berjualan diakibatkan kondisi kakinya yang semakin memprihatinkan ditambah dengan kedua tangannya yang kini kaku tak bisa digerakkan, diduga terkena stroke ringan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 16 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Agus mengalami infeksi kaki dan tb paru


RASYA NURYAMAN PUTRA (2, Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Kondisi terkini Rasya sudah melakukan operasi dan keadaannya membaik. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 21 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Latif

Rasya menderita tumor ginjal


YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya akomodasi proses operasi Bu Yoyoh di RSHS Bandung, bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu Yoyoh menderita tumor usus


RANGGA PERMANA (26, Multiple Ulkus Decubitus). Alamat : Dusun Sukaati, RT 4/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya timbul lebam biru di bagian punggung bawah kemudian timbul lecet, saat itu diobati seadanya menggunakan dedaunan di kampung. Namun bukannya sembuh dan kering, lecetnya semakin meluas dan basah, hal tersebut juga diiringi sakit di bagian perut dan diare. Ia pun dibawa berobat ke RS Bayu Asih menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III, menjalani rawat inap selama sepuluh hari di RS tersebut. Luka dan lecet pada punggungnya kini semakin meuas ke bagian anus, setiap satu minggu sekali menjalani kontrol dan diganti perban oleh perawat yang datang ke rumah. Saat ini Rangga dirawat oleh ibunya yang tidak memiliki pekerjaan apapun, selama ini keduanya mengandalkan pemberian keluarga dan kerabat dekatnya. Ibunya yakni Yoyoh (45) sudah kebingungan untuk menutupi biaya pengobatan anaknya tersebut, karena sudah kurang lebih satu tahun ini penyakitnya belum juga sembuh. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rangga dan ibunya, kami menyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi pengobatan Rangga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Rangga menderita multiple ulkus decubitus


KOSASIH BIN ENGKOS (78, Stroke+Hypertensi+Gangguan Jantung). Alamat : Dusun Bunisari, RT 6/3, Desa Bojong Barat, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sekitar satu tahun lalu, Ki Engkos –akrab kami memanggilnya—sering sakit-sakitan dengan keluhan pusing dan nyeri di dada. Ia pernah dirujuk ke RS Ramahadi dengan diagnosa penyakit jantung, namun karena terkendala biaya akhirnya hanya mengandalkan pengobatan seadanya. Sekitar dua minggu yang lalu penyakitnya diperparah dengan nyeri dada dan mulut tidak bisa digerakkan, ia pun dibawa ke puskesmas. Hasil pemeriksaan mengharuskan ia menjalani pengobatan di RS Bayu Asih agar alatnya memadai. Namun karena kendala biaya, ia pun meminta untuk diobati di Puskesmas, pihak puskesmas tidak bisa memenuhinya karena kekurangan alat yang memadai. Saat ini Ki Engkos sudah dibawa pulang ke rumah, ia masih berharap bisa menjalani pengobatan di RS Bayu Asih. Selama sakit-sakitan dua tahun ini Ki Engkos memang tidak bisa bekerja sebagaimana biasa, ia hanya bisa mengandalkan penghasilan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ki Engkos dan istri, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Ki Engkos. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Kosasih menderita stroke+hypertensi+gangguan jantung


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 8 Desember 2016, saat kami menyambangi rumahnya, kami lihat Dek Rafli semakin kurus dan sangat pucat. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit leukimia


REZKY DWI ARYA PUTRA (2, Colestasis Jaundice + Infeksi CMV + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Buana Indah, Blok A6, RT 16/6, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, Dek Rezky harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri Purwakarta, hal tersebut dikarenakan karena tubuhnya menguning. Setelah pemeriksaan laboratorium di RS yang sama, Dek Rezky mendapat rujukan pemeriksaan lanjutan ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan di RSHS Bandung menunjukkan bahwa Dek Rezky mengidap penyakit Gastripologi, ia pun menjalani rawat inap selama 42 hari di RS tersebut. Saat ini Dek Rezky harus menjalani rawat jalan setiap satu bulan satu kali. Dilihat dari penyakit yang dideritanya, Dek Rezky masih akan menempuh perjalanan panjang untuk ikhtiar pengobatannya dan akan sangat membutuhkan biaya pengobatan yang besar senilai ratusan juta. Uang tersebut bagi kedua orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Purwakarta, merupakan nominal yang sangat besar. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rezky dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan pembelian susu khusus. Mari doakan bersama agar Dek Rezky segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Dek rezky mengidap penyakit Gastripologi


FARIDATUL HUSNA (16, Jantung Bocor). Alamat : Perum Panorama Indah, Blok A9, no 26, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Husna –akrab kami memanggil gadis cantik ini–, beberapa bulan lalu ia harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit karena penyakit DBD yang dideritanya. Pasca terkena serangan penyakit tersebut kondisinya tak juga membaik, dokter menyarankan Teh Husna untuk menjalani cek jantung. Ia pun kemudian menjalani proses ECHO, hasilnya ditemukan adanya kebocoran jantung. Ia diharuskan menjalani kontrol rutin setiap bulannya ke RS Siloam Purwakarta menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Ayah dari Teh Husna yakni Pak Waluyo (46) merasa keberatan dengan biaya akomodasi dan biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS, maklum saja ia merupakan buruh harian lepas yang memiliki penghasilan tak menentu. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Husna dan keluarganya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan Teh Husna.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal :15 Oktober 2017
Kurir : @ula_awwal @ddsyaefudin @hastapradja

Husna menderita kebocoran jantung


HERMAN BIN BASAR (31, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Legok Peundeuy, RT 11/6, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Herman, akrab kami memanggilnya. Pada awalnya ia sering mengalami muntah, namun hal tersebut diabaikannya. Dua minggu kemudian kondisinya tak kunjung membaaik, muntah semakin sering dan adanya rasa nyeri di bagian punggung bawah. Ia pun dibawa berobat ke Puskesmas, namun belum terlihat adanya perubahan. Semakin lama muntahnya semakin sering disertai darah segar. Kembali ia dibawa ke Rumah Sakit, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami gagal ginjal dan harus menjalani rawat inap. Profesinya sebagai seorang guru honorer tentunya sangat keberatan untuk membiayai pengobatan dirinya tersebut, Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Herman, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Asep Zaenal

Herman mengalami gagal ginjal


IRFAN SALEH (1, Kekurangan Gizi). Alamat : Kp. Pasir Gadung, RT 12/4, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Semenjak lahir Dek Irfan hanya memiliki berat sebesar 3 Kg. Kini sudah enam bulan usia kelahirannya, badannya kurus dan sering sakit-sakitan, beratnya pun hanya 3.4 Kg. dek Irfan sering rewel dan demam dan hanya bisa mengkonsumsi ASI. Ayahnya yang merupakan seorang buruh harian lepas dan sering kekurangan untuk membiayai hidup keluarganya tersebut, sehingga Irfan pun harus merasakan kekurangan gizi sejak bayi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Irfan dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya perbaikan gizinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @ddsayefudin @ula_awwal Asep Zaenal

Irfan mengalami gizi buruk


DEDEH BINTI MAMAD (43, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Dedeh, akrab kami memanggilnya. Sekitar dua tahun lalu ia merasakan adanya benjolan di leher yang disertai rasa nyeri, selama beberapa bulan ia mencoba ikhtiar pengobatan dengan menggunakan obat-obatan di kampung saja. Namun semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar, ia pun melakukan pengobatan ke klinik terdekat dan diharuskan untuk melalukan pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit, selama beberapa bulan tertunda karena tak memiliki biaya akomodasi. Namun karena kondisi benjolan tersebut semakin membesar, akhirnya kerabatnya membawa Bi Dedeh ke RS Siloam berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Hasil pemeriksaan mengharuskan Bi Dedeh dirujuk ke RSHS Bandung, ia pun mulai kebingungan lagi, karena kondisi suaminya saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan apapun. Biasanya suaminya Ajid (44) bekerja sebagai kuli bangunan, namun saat ini sedang tidak ada orang yang memakai jasanya tersebut. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bi Dedeh dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bi Dedeh menuju RSHS Bandung. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Dedeh menderita gangguan kelenjar getah bening


SITI ROHMAH (64, Jantung Bengkak+Hypertensi). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah cukup lama Mak Siti mengalami tekanan darah yang tinggi, hal tersebut diketahui setelah ia memeriksakan diri ke bidan setempat. Ia pun kemudian diberi obat yang harus dikonsumsi setiap harinya, namun tak juga kunjung sembuh. Badannya malah sering lunglai dan keluar keringat dingin, ia pun memaksakan diri berobat ke RS Siloam. Setelah menjalani serangkaian cek laboratorium, rontgen, dan USG diketahui bahwa Mak Siti mengalami pembengkakan jantung dan diharuskan menjalani kontrol pengobatan setiap bulannya. Mak Siti tidak memiliki cukup uang untuk biaya kontrol pengobatan penyakitnya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Siti, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Mak Siti mengalami pembengkakan jantung


ACIH BINTI FULAN (50, Diabetes Melitus). Alamat : Kp. Babakan Asem, RT 13/8, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lama Mak Acih menderita penyakit asam urat dan hipertensi, namun selama ini hanya ia obati menggunakan obat warung seadanya. Ia tak pernah mengira kalau penyakitnya tersebut menyebabkan ia harus menjalani rawat inap di RS Siloam Purwakarta. Kurang lebih selama 1 minggu ia dirawat di RS tersebut menggunakan BPJS PBI. Jarak antara rumah sakit dengan rumahnya sangatlah jauh, hal tersebut menyebabkan biaya sewa mobil yang ditanggung Mak Acih sangat besar, ia pun harus meminjam kepada tetangga terdekatnya. Maklum saja profesi suaminya yang bekerja sebagai buruh tani tak begitu cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan istrinya tersebut. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Acih dan suami, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Mak Acih segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Mak Acih menderita penyakit asam urat dan hipertensi


DIAH BINTI FULAN (57, Diagnosa Kanker pada Anus). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya sejak awal bulan Februari, Mak Diah merasakan sakit yang sangat di bagian perutnya, dan BAB yang disertai darah. Ia pun dibawa ke bidan setempat, sempat dua kali menjalani pengobatan di bidan tersebut namun tak juga menunjukkan adanya perubahan. Akhirnya ia dirujuk ke RS Siloam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan agar segera diketahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan di RS tersebut, tak banyak yang dokter sampaikan, Bu Diah pun belum tahu penyakit apa yang dideritanya. Hingga saat ini ia masih terus merasakan sakit di bagian perutnya dengan BAB yang berdarah. Berdasarkan penuturan suaminya, ia merasa keberatan dengan ongkos sewa mobil setiap akan berangkat ke RS Siloam, karena tarifnya mencapai Rp. 250.000/Hari, sedangkan ia merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan terbatas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Diah, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Bu Diah segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1062.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Bu Diah menderita sup. kanker anus


RUTINI BINTI TISNO (50, Kanker Otak) Alamat : Dusun Wage, RT. 12/2, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rutini adalah salah seorang pasien Sedekah Rombongan yang menderita penyakit kanker otak. Awalnya, sakit yang beliau derita sudah terasa pada bulan Agustus 2016. Gejala awal yang beliau rasakan yaitu sakit kepala berkepanjangan, leher susah di gerakan, terasa pegel dan juga telinga berdengung. Beliau pernah melakukan pengobatan di Puskesmas Darma namun harus dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Di RSUD beliau menjalani pemeriksaan di Poli Syaraf dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis Syaraf. Kemudian, pada bulan Januari 2017 beliau dirawat di RSUD 45 selama 6 hari dan terus menjalani pengobatan lanjutan. Namun, akhirnya beliau di rujuk ke RS Waled untuk melakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Kedua mata beliau sudah bisa melihat sedikit bayangan karena sebelum operasi beliau sama sekali tidak bisa melihat. Kemudian, pergerakan tangan dan kaki kiri sebelum operasi cukup berat, namun saat ini Alhamdulillah sudah mulai ringan. Paska operasi, kondisi beliau sempat turun dan sulit untuk berkomunikasi. Tapi Alhamdulillah itu tidak berlangsung lama, karna saat ini kondisi beliau sudah cukup baik dan bisa merespon jika diajak berkomunikasi. Beliau juga sudah bisa berjalan walau harus di papah, dan banyak peningkatan kesehatan setelah melakukan beberapa kali kontrol. Selama menjalani perawatan dan operasi beliau terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Tapi, beliau sudah kehabisan biaya untuk transportasi sekaligus biaya obat diluar jaminan BPJS. Suami beliau, Bapak Amat (56) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rutini sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi dan membeli obat diluar jaminan BPJS. Sebelumnya Ibu Rutini masuk ke dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir :@ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bu Rutini menderita penyakit kanker otak


DARCI BINTI KASWA (51, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Darci merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit yang cukup membahayakan sejak awal tahun 2017 lalu. Awalnya beliau mengeluhkan sakit di bagian perut, tepatnya di bagian rahim. Setelah itu beliau melakukan pemeriksaan ke rumah sakit KMC (Kuningan Medical Centre) Kuningan. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di dalam rahim Ibu Dasti terdapat tumor dan beliau divonis menderita kanker serviks. Sejak saat itu beliau mulai menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Hingga akhirnya pada tanggal 14 April 2017 lalu beliau menjalani operasi di rumah sakit KMC. Saat ini beliau masih melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Kemudian, pihak dokter yang menangani beliau memutuskan bahwa beliau harus melakukan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hal tersebut berkenaan dengan adanya sel tumor yang kembali tumbuh membesar di rahimnya. Kemudian kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa beliau untuk berobat ke RSHS Bandung. Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan, konidisi beliau turn dan HB nya hanya 3,8. Tim medis RSHS menyarankan beliau untuk transfusi di Rumah sakit daerah. Beliau kemudian dirawat di Rumah Sakit El Syifa Kuningan untuk melakukan transfusi dan menghabiskan sekitar 5 labu darah. Selama menjalani pengobatan beliau dibantu dengan adanya jamianan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Suami beliau, Bapak Dedi (37) bekerja sebagai seorang pedagang kecil dengan penghasilan minimun. Beliau telah menghabiskan banyak biaya demi kesembuhan Ibu Darci. Selain itu, beliau juga memiliki hutang kepada pihak keluarga untuk biaya berobat dan membeli obat-obatan diluar BPJS. Beliau membutuhkan biaya untuk membeli labu darah yang tidak di cover BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Darci sehingga santunan kedua dapat disampaikan kepada beliau untuk membeli labu darah yang kurang. Semoga Allah memberi kelancaran kepada beliau demi kesembuhannya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Darci masuk ke dalam Rombongan 1056.

Jumlah Batuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Darci divonis menderita kanker serviks


SUCI BINTI SAMSUDI (1, Bibir Sumbing/Tersier Cleft). Alamat : Dusun Manis, RT 16/5, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Suci adalah seorang bayi yang usianya baru menginjak 2 bulan. Alhamdulillah ia lahir dengan selamat, hanya saja ia terlahir dalam keadaan kurang sehat secara fisik. Bayi mungil ini menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas. Ia telah menjalani beberapa serangkaian pemeriksaan sekaligus perawatan di beberapa rumah sakit seperti, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuningan 45 selama 6 hari, hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Selain itu, terakhir ia harus menjalani perawatan di RSGM Unpad Bandung. Kedua orang tua Suci, Bapak Samsudi (49) dan Ibu Sahanah (34) selalu berupaya agar putrinya lekas tumbuh normal seperti anak pada umumnya. Sehingga mereka tidak pernah lelah berusaha yang terbaik untuk putrinya. Keduanya mengandalkan jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI untuk perawatan Suci, hanya saja keduanya kesulitan berkenaan dengan biaya akomodasi dan juga transportasi selama Suci menjalani perawatan di Bandung. Terlebih keduanya memiliki beban hutang kepada sanak keluarganya yang belum terbayar. Maklum saja, Bapak Samsudi kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah, karena kebaikan Allah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Suci dan keluarga sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada Suci untuk biasa transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Semoga Suci lekas diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Suci menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas


MARYAMAH BINTI OTENG (53, Tumor di Leher). Alamat : Dusun Manis, RT 6/2, Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Maryamah adalah seorang ibu yang usianya sudah setengah abad. Beliau menderita tumor pada bagian leher selama 23 tahun tepatnya sejak tahun 1995. Tumor yang ada pada leher beliau baru mendapat perawatan intensif pada awal tahun 2017 lalu. Beliau menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Seharusnya beliau menjalani tindakan operasi pada tanggal 28 Juli 2017, akan tetapi tindakan jadwal operasi gagal sehingga harus membuat jadwal baru untuk operasi. Sebelumya, beliau harus menjalani serangkaian observasi ulang berkaitan dengan tumor pada lehernya. Hal tersebut guna untuk mengambil tindakan medis yang tepat. Selama ini, Ibu Maryamah menggunakan jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI untuk berobat. Alhamdulillah sedikit terbantu untuk biaya perawatan di rumah sakit, hanya saja saat ini beliau kehabisan biaya untuk transportasi dan akomodasi bila beliau nanti menjalani observasi ulang di rumah sakit. Beliau juga masih memiliki beban hutang yang belum dibayar. Sebetulnya Ibu Maryamah bukanlah ibu rumah tangga biasa, beliau bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami beliau, Bapak Rudiyanto (64) merupakan seorang buruh tani dengan penghasilan minimum. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Maryamah sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah mempermudah jalan beliau untuk memperoleh kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Bu Maryamah menderita tumor pada bagian leher


ROHANIAH BINTI KURDI (43, Tumor Gusi). Alamat : Dusun Pahing, RT 6/2, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohaniah merupakan seorang ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit serius sejak dua tahun yang lalu. Tak di sangka beliau menderita tumor gusi. Awalnya beliau merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Akan tetapi, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan agar beliau melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik hingga tumor dinyatakan bersih. Namun sayangnya, satu tahun setelah tindakan operasi tumor tersebut kembali tumbuh bahkan hingga mengeluarkan nanah dan darah dari mulutnya. Beliau pun merasa kesulitan ketika berbicara karena rasa sakit sudah dirasakan hingga ke tenggorokan. Kondisi tersebut masih terasa hingga saat ini. Pada tanggal 18 September, Ibu Rohaniah mulai berangkat ke bandung untuk melanjutkan pengobatannya. Beliau telah menjalani beberapa pemeriksaan di RSHS Bandung, dan telah dijadwalkan operasi pada bulan maret 2018. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3 untuk meringankan biaya pengobatan. Suami beliau, Bapak Edi Suhendar (69) hanya bekerja sebagai pedagang kecil keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rohaniah, sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di bandung. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rohaniah masuk kedalam Rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Bu Rohaniah menderita tumor gusi


AZAMIL HASAN (5, Acute Limpoblastic Leukemia ). Alamat : Dusun Tengkolak Timur RT 4/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil putra ketiga pasangan Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Berawal dari sakit demam tinggi yang terus menerus dan memar disekujur tubuhnya yang ia rasakan 3 tahun lalu. Orang tua Azamil membawanya ke Puskesmas terdekat sampai akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung diketahui ia menderita kanker sel darah putih atau dalam bahasa medis disebut dengan Acute Limphoblastic Leukemia (ALL). Alhamdulillah Azamil yang rutin menjalani kontrol di RSHS Bandung kini telah bersih dari sel kanker dan menyelesaikan kemoterapi yang selama ini dijadwalkan. Azamil dianjurkan dokter untuk melakukan kontrol 3 bulan sekali. Sampai saat ini Azamil yang didampingi orangtuanya masih tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bangung, yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Ayahnya , Bapak Nuriban yang seorang buruh harian dan istrinya yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, untuk pengobatannya selama ini Azamil menggunakan jaminan kesehatanJKN-BPJS Mandiri kelas III. Namun mereka kesulitan untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh Jaminan Kesehatan karena obat tersebut wajib dikonsumsi Azamil hingga 3 tahun kedepan. Santunan lanjutan kembali disampaikan kepada Azamil untuk membantu biaya membeli obat yang harus ia konsumsi. Setelah bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1014. Semoga bantuan dari para sedekaholics dapat memberikan semangat bagi Azamil dan keluarga dalam mencapai kesembuhan Azamil. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinbanu @ambuabah @giantosu

Azamil menderita kanker sel darah putih


ERINA NURFADILAH (7, Leukemia Limpoblastik Akut). Alamat : Dusun Sukasari RT 8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Erina adalah putri bungsu dari 2 bersaudara, dia masih duduk dibangku TK ketika mulai merasakan sakitnya. Awalnya Erina sering mengeluhkan sakit disekujur tubuhnya dan merasa lemas. Berkali-kali Erina diperiksakan di Puskesmas kemudian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan Erina didiagnosa mengidap Leukemia Limpoblastik Akut (ALL). Erina kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, ia diharuskan menjalani kemoterapi sebanyak 49 kali yang terbagi dalam 7 siklus. Berbekal fasilitas Jaminan Kesehatan mereka berikhtiar untuk kesembuhan Erina. Selama menjalani kemoterapi, Erina harus membeli obat yang tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan. Berkat pertolongan Allah SWT dan upaya bersama, kesehatan Erina sekarang mulai membaik, bulan Oktober adalah kemoterapi terakhir. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dalam tubuh Erina bebas sel kanker, ia dinyatakan sembuh. Ayah Erina, Ahmad (37) yang berprofesi sebagai buruh dan ibunya Dedeh Ropiah (35) merasa sangat bersyukur atas kesembuhan putrinya. Yang awalnya kontrol satu bulan sekali, kini Erina sudah bisa kontrol tiga bulan sekali. Akan tetapi Erina masih harus rutin mengkonsumsi obat Mercapto hingga tiga tahun kedepan, dimana obat tersebut tidak ditanggung oleh Jaminan Kesehatan dan harus dibeli sendiri. Erina sangat membutuhkan obat tersebut.Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Erina untuk tambahan biaya membeli obat Mercapto. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 968. Semoga Allah senantiasa memudahkan usaha Erina dan keluarga dalam mengupayakan kesembuhan Erina. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @giantosu

Erina didiagnosa mengidap Leukemia Limpoblastik Akut


LIDIA PERMATA ANINDA (2, Allagile Syndrome). Alamat: Jl. Gunung Slamet RT 8/14 Bamang Kramat, Sampit, Kalimantan Tengah. Lidia, begitulah bocah mungil ini sering disapa. Terlahir dengan kondisi normal seperti bayi pada umumnya. Namun saat usia Lidia menginjak 3 bulan, tubuh dan matanya terlihat kuning. Saat itu Lidia kecil hanya dijemur, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Hingga bulan April kemarin Lidia dirujuk ke RSCM Jakarta dan setelah menjalani beberapa pemeriksaan, oleh tim dokter dikatakan menderita Allagile Syndrome. Saat ini Lidia sedang menjalani beberapa pemeriksaan untuk persiapan transplantasi hati, karena kondisi dan berat badan Lidia dinilai cukup untuk bisa dilakukan tindakan. Orang tua Lidia, bapak Hadi Pramono (46) sehari-hari bekerja sebagai security, tapi terpaksa harus mengambil cuti karena turut ke Jakarta untuk mempersiapkan diri sebagai pendonor hati untuk Lidia. Sementara ibu Lili Sukmawati (37) adalah seorang ibu rumah tangga, selain merawat Lidia bu Lili juga harus mengurus dua adik Lidia yang masih kecil. Selama menjalani pengobatan di Jakarta otomatis tal ada lagi pemasukan yang didapat oleh pak Hadi, sementara kebutuhan Lidia tidak sedikit. Lidia harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tak murah. Kembali kurir Sedekah Rombongan mendatangi Lidia untuk menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1055 untuk membeli susu. Orang tua Lidia mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal:28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Lidia menderita allagile syndrome


VEDRO AL GHIFARI (1, Iktiosis Konginetal). Alamat: Desa Pematang Pulai RT 1, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Vedro, lahir dengan kondisi yang berbeda pada bayi pada umumnya. Vedro terlahir dengan kondisi kulit yang mengelupas, hampir diseluruh bagian tubuhnya. Sempat dibawa ke RS Sangeti, namun langsung dirujuk ke RS Dr Mataher Jambi. Dua minggu menjalani rawat inap, Vedro disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Orang tua Vedro sudah berpisah, Vedro hanya tinggal bersama dengan sang ibu, ibu Yunita (34) seorang ibu rumah tangga. Jangankan dibawa ke Jakarta, untuk makan sehari-hari saja ibu Yunita bergantung pada sang kakak. Berbekal bantuan dari donatur, Vedro beserta dengan ibu dan neneknya berangkat ke Jakarta menuju RSCM dan tinggal sementara di Rumah singgah sedekah rombongan Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalani pengobatan, sedekah rombongan menyampaikan bantuan awal. Semoga proses pengobatan yang dijalani oleh Vedro diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 2 November 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri

Vedro menderita iktiosis konginetal


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1056. Semoga bantuan ini dapat memotivasi keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Muzhaki.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry Puput @endangnumik

Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir


NANDITA SASKA (5, Leukimia Akut). Alamat: Jl. Batu Jambrut No. 155 RT 5/5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Nandita, begitu gadis ini sering dipanggil oleh teman-temannya. Sejak bulan Januari lalu, Nandita kecil sering mengeluh demam, mimisan, muntah darah dan juga BAB darah. Sempat dibawa ke Klinik Corini tapi dokter mengatakan jika Nandita tidak sedang dalam masalah yang cukup serius, akhirnya hanya diberi obat demam. Selang beberapa hari, Nandita kecil kembali muntah darah disertai dengan pingsan, hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU RS Polri. Disitu Nandita dilakukan beberapa pemeriksaan dan dokter mengatakan jika Nandita menderita Leukimia Akut. Kemudian, Nandita dirujuk ke RSCM dan masih menjalani kontrol rutin ke poli hematologi hingga saat ini. Nandita kondisinya masih belum benar pulih, tak jarang Nandita mengalami kejang. Sementara orang Nandita, bapak Suryana (41) sehari-hari hanya bekerja sebagi buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Endah adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh ibu Endah, karena tak jarang dalam seminggu Nandita harus 3x bolak balik rumah sakit. Akhir bulan kemarin kondisi Nandita menurun, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Subroto, setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1037. Selang beberapa hari setelah kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan, kami mendapat kabar jika Nandita kecil telah berpulang. Innalillahi wa innailaihiroji’uun. Semoga keluarga Nandita diberi kekuatan dan kesabaran atas ujian ini.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 29 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry Puput @endangnumik

Nandita menderita Leukimia Akut


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit. Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan, namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1049. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Ibu Eva Suryati menderita sakit tumor mata


ZAIDAN NIKY PRATAMA (4, Spina Bifida). Alamat: Jl. Tanah Kusir 2 RT 5/11 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Zaidan, begitulah bocah lucu ini sering disapa oleh perawat diruangan tempat ia berobat. Zaidan putra dari pasangan bapak Apud Syaefudin (38) dan ibu Eka Wahyuni (33). Zaidan terlahir dengan kondisi yang tak biasa, kakinya tak seperti anak pada umumnya, kepalanya membesar, tidak mempunyai lubang anus dan terdapar benjolan yang berisi cairan di punggungnya. Beberapa bulan pasca kelahirannya Zaidan harus dilakukan operasi pemasangan VP Shunt karena Zaidan kecil menderita Hidrocepalus. Alhamdulillah, cairan dikepala Zaidan tidak menumpuk tetapi alirannya menumpuk di tulang belakang sehinggah semakin lama benjolan dipunggungnya makin membesar. Karena itu, hingga saat ini Zaidan kecil masih rutin menjalani kontrol rutin di poli bedah syaraf RSCM dan masih menunggu jadwal operasi selanjutnya. Lebih dari 4 tahun, harus membawa Zaidan berobat tentu memerlukan banyak biaya. Sementara penghasilan yang didapat orang tua Zaidan hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Sementara Zaidan masih harus terus berobat dan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Kembali kurir sedekah rombongan menyampaikan bantuan lanjuta untuk akomodasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1055. Orang tua Zaidan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Zaidan menderita spina bifida


RIZKY NURANANDA (9, Granuloma pada Hidung dan Mulut). Alamat : Dusun Nelayan RT 8/3, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Rizky, begitulah gadis kecil ini dipanggil. Setahun terakhir ini Rizky lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Berawal pada Oktober 2015 lalu, terdapat benjolan kecil dan keras disamping hidung Rizky. Awalnya hanyak didiamkan karena berfikir itu akan menghilang dengan sendirinya, tapi lama kelamaan makin membesar dan melebar ke daerah mulutnya. Karena khawatir, oleh orang tuanya Rizky dibawa ke Klinik terdekat. Namun,tidak ada tindakan apapun, Rizky hanya diberi obat anti nyeri. Sampai bulan Maret 2016, Rizky dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah di Pontianak karena benjolan di hidung dan mulut Rizky telah menjadi luka yang lebar. Dari pihak dokter sebenarnya telah menyarankan supaya Rizky dirujuk ke Jakarta, tapi karena alasan biaya orang tua Rizky belum bisa mengindahkan saran dokter. Juli 2016, berbekal jaminan kesehatan BPJS orang tua Rizky membawa Rizky ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, di RSCM Rizky langsung dilakukan tindakan biopsi. Pasca menjalani biopsi tindakan yang harus dijalani Rizky adalah kemoterapi. Dua minggu menjalani kemoterapi, kini luka di hidung dan mulut Rizky semakin mengecil. Orang tua Rizky, bapak Abdur Rauf (44) adalah seorang nelayan dulunya, tapi semenjak menemani putrinya berobat beliau tidak bisa bekerja lagi. Sementara ibunya, ibu Leni Marlina (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Lima bulan tinggal di Jakarta dengan bekal yang seadanya tentu menjadi kendala tersendiri untuk bapak Abdur, belum lagi biaya kontrakan yang bisa dibilang mahal. Alhamdulillah ditengah kesulitan yang dihadapi, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat Rizky dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1020. Kini kondisi Rizky sedang menurun, terdapat luka baru dihampir seluruh tubuhnya, obat kemoterapi yang diberkan juga belum memberikan effek yang maksimal. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit banyak beban yang dihadapi keluarga Rizky dan proses pengobatan yang dijalani Rziky diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :7 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Risky menderita granuloma pada hidung dan mulut


BAYI NYONYA ISTI FADILA (1, Perbaikan Gizi). Alamat : Jalan Ir. Juanda IX A, RT 6/1, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Bayi yang lahir pada 21 September 2017 di Rumah Sakit Puri Bunda Malang, terlahir dengan persalinan normal. Ibu Isti dirujuk oleh bidan setempat ke Rumah Sakit Puri Bunda dikarenakan mengalami dehidrasi saat akan melahirkan. Kini sang bayi dan keluarganya sedang kesulitan dalam dalam biaya untuk melunasi kekurangan biaya saat menjalani persalinan dan biaya saat rawat inap di rumah sakit. Ibu Isti Fadila (40) yang berprofesi sebagai buruh cuci baju, sementara suami beliau Bapak Juli (43) berprofesi sebagai supir angkutan. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga sangat terbebani akan biaya yang harus dilunasi. Keluarga ini pun juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Ibu Isti sekeluarga, sehingga bisa membantu untuk membayar biaya tunggakan selama perawatan di rumah sakit. Semoga dengan bantuan yang diberikan meringankan beban Ibu Isti sekeluarga dan semoga kelak bayi Ibu Isti akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bantuan biaya rumah sakit


BILAL AL GHIFARI RAMADHAN DAN ABID DZAR AL GHIFARI RAMADHAN (1, Diare + Kulit Berwarna Kuning + Lahir Prematur). Jalan Masjid Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tanggal 1 Juni 2017, Ibu Indah melahirkan bayi kembar yang diberi nama Bilal Al Ghifari Ramadhan dan Abid Dzar Al Ghifari Ramadhan. Bayi kembar ini terlahir secara premature dengan berat badan Bilal 2,2 Kg dan Abid 1,9 Kg. Keduanya memiliki kulit berwarna kuning dan untuk perbaikan gizi juga mengalami terkendala karena air susu yang dimiliki ibunya tidak bisa keluar. Pada akhir Bulan Agustus, keduanya mengalami diare karena tidak memiliki biaya akhirnya keduanya tidak dibawa ke dokter. Setelah keduanya tidak sadarkan diri karena dehidrasi, ibunya pun memberanikan diri untuk berobat di Rumah Sakit Prasetya Husada Malang. Akhirnya kedua bayi tersebut harus menjalani rawat inap untuk beberapa hari agar kondisi keduanya kembali pulih. Untuk saat ini, kondisi keduanya sudah mulai membaik dan diperbolehkan untuk pulang. Kedua orang tua bayi kembar ini bernama Sucipto (42) dan Indah Kurnia (34) yang memiliki pekerjaan sebagai petani dan kerja secara serabutan. Penghasilan yang didapat sangatlah sedikit, sehingga untuk berobat pun sangat terkendala dalam hal biaya. Jaminan kesehatan pun tidak dimiliki oleh keduanya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan yang telah diberikan pun telah dipergunakan untuk kebutuhan biaya berobat, transportasi dan perbaikan keadaan umum keduanya. Semoga dengan bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat meringankan beban yang dipikul keluarga dan semoga kedua bayi kembar ini selalu diberikan kesehatan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Candyaryo @m_rofii11

Bayi kembar penderita diare + kulit berwarna kuning + lahir prematur


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Transportasi. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1063

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 November 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @Lutfi

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya


SAHIRUDIN BIN MUTABI, (62, Giant Lymphoma) Alamat Dusun Krajan II RT/RW 002/013, Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Provinsi Jawa Timur. Sahirudin biasa beliau panggil. Empat tahun yang lalu Bapak Sahirudin memiliki benjolan kecil di pipi sebelah kanan, tetapi oleh bapak Sahirudin dibiarkan karena hanya dianggap benjolan biasa dan tetapi semakin lama benjolan tersebut semakin membesar sehingga sampai menutupi hidung dan kedua matanya. Oleh keluarga diperiksakan lah ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah hasil CT Scan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa bapak Sahirudin mengalami penyakit Giant Lymphoma. Dokter menyarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bapak Sahirudin memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya dalam pengobatan bapak Sahirudin. Setelah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya bapak Sahirudin menjalankan Kontrol Rutin dan Kemo. dan cukup banyak biaya transportasi ke Jember – Surabaya. Sampai keluarga Bapak Sahidurin kehabisan biaya untuk menjalankan kemo di Surabaya. Saat kondisi Bapak Sahirudin drop warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Sahidurin membutuhkan bantuan dalam berobat dan biaya Transportasi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal bapak Sahirudin dan membawanya ke Rumah Sakit swasta Jember untuk pengobatan dan perawatan karena kondisi Bapak Sahirudin semakin Drop. Sedekah Rombongan merasa kusulitan Bapak Sahirudin, Santunan diberikan dipergunakan untuk Biaya Suplemen Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Sahirudin, dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 530.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @lutfi

Bapak Sahirudin mengalami penyakit giant lymphoma


YULI BINTI HARYANTO, (32, Hamil Letak Sungsang) Alamat Dusun Campuran RT/RW 004/007, Kelurahan Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli hamil anak kedua umur kehamilan masuk 9 bulan datang ke puskesmas Leces untuk proses kelahiran, setelah di periksa Bu Yuli harus di rujuk ke Rumah Sakit Probolinggo yang memiliki pelengkap medis yang lengkap. Bu Yuli dirujuk dari puskesmas Leces ke Rumah Sakit Probolinggo. setelah melakukan pemeriksaan Bu Yuli di diagnosa dengan indikasi Hamil dengan letak bayi Sungsang, dikarenakan kondisi kesakitan dan HB rendah disarankan dokter untuk melakukan operasi untuk persalinannya. Ibu Yuli tidak memiliki Jaminan apapun. Suami Ibu Yuli, Bapak Misnadi (41) yang bekerja sebagai pedagang Asongan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka, santunan pun berikan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya operasi pasca operasi persalinan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Yuli, dan terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Santunan lepas untuk biaya operasi pasca operasi persalinan


TARSONO BIN FULAN (56, Korban longsor). Alamat : Dusun krajan RT 003 RW 002, Desa Karang Gedang, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pada hari Jumat sore tanggal 27 Oktober 2017, terjadi hujan dengan intensitas sedang dan kadang-kadang bertambah deras mulai dari sore hari sampai dengan malam hari. Pada saat itu keluarga bapak Tarsono sedang berkumpul dengan anak pertama (Wagino) dan cucunya dirumah seperti pada malam-malam biasanya. Namun pada hari itu sekitar pukul sebelas malam, saat semua anggota keluarga tertidur pulas, tiba-tiba tanah yang ada di samping rumah bergerak menuju rumah Pak Tarsono. Pak Tarsono yang sedang tidur satu kamar dengan istrinya, Ngadisah 56, tidak bisa menghindar dari longsoran tersebut. Pak Tarsono dan istri langsung terhempas tanah yang bercampur dengan kayu. Pak Tarsono terkena kayu dibagian leher sebelum beliau tertimbun tanah. Sedangkan Bu Ngadisah selamat dari terjangan longsor pada malam itu, karena bagian kepala Bu Ngadisah tidak ikut tertimbun tanah. Pak Tarsono meninggalkan istri dan kedua anaknya. Kondisi Bu Ngadisah setelah dilakukan evakuasi, beliau kemudian dirawat di Puskesmas Bruno karena masih terasa sesak dada Bu Ngadisah dan nyeri dibagian tulang dadanya. Mendengar adanya musibah tanang longsor di daerah Bruno, kurir-kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi lokasi kejadian, dan menengok kondisi korban (Keluarga Pak Tarsono) dan kejadian tanah longsor tersebut. Rekan-rekan kurir Sedekah Rombongan benar-benar bisa merasakan kesedihan yang dialami Seluarga yang di tinggalkan Pak Tarsono. Bantuan awal pun segera disampaikan melalui tangan kurir-kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Pak Tarsono, yang diperuntukkan untuk santunan duka bagi korban bencana tanah longsor. Insya Allah bantuan yang disampaikan sedekaholik melalui kurir-kurir Sedekah Rombongan mampu meringankan beban yang dipikul oleh keluarga Pak Tarsono.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Rofik Yusup

Santunan duka bagi korban bencana tanah longsor


SUPRIYANTO BIN JASWADI (51, Tumor Tulang). Alamat : Aglik Selatan RT 001 RW 006, Ds. Semawung Daleman, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sudah sejak tahun 2015, Pak Supriyanto menderita penyakit tumor tulang. Walaupun beliau menderita tuor tulang, Pak Supriyanto tetap menjalankan tugasnya sebagai kelapa rumah tangga. Beliau bekerja sebagai pedagang siomay keliling untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Sekitar bulan September 2015, Pak Supriyanto mengeluhkan rasa sakit yang muncul ditangannya. Pak Supriyanto berpikir bahwa rasa tidak nyaman di tangannya itu hanya gejala hanya kecetit biasa, dan beliau pergi ke tukang pijit untuk diurut agar rasa sakit ditangannya bisa segera hilang. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi tangan Pak Supriyanto membengkak. Kemudian beliau memeriksakan kondisi tangannya yang membengkak tersebut ke puskesmas. Dari puskesmas, Pak Supriyanto mendapat rujukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Tjitrowadjojo Purworejo. Setelah dilakukan rontgen terhadap tangan Pak Supriyanto yang membengkak tadi, dokter yang menangani permasalahan Pak Supriyanto mendiagnosa sakit tumor tulang. Dari hasil diagnosa dokter yang memeriksa Pak Supriyanto di RS Tjitrowardjojo Purworejo, dokter memberikan rujukan penangan Pak Supriyanto ke RS Sardjito Yogyakarta untuk di lakukan operasi. Sampai saat ini, Pak Supriyanto sudah menjalani operasi sebanyak lima kali. Karena kondisi tulang pada tangan Pak Supriyanto sudah keropos, maka dilakukan operasi cangkok tulang yang diambilkan dr tulang kaki. Setiap hari selasa, Pak Supriyanto harus menjalani kontrol kesehatan rutin di RS Sardjito Yogyakarta untuk mengetahui perkembangan pada tangan beliau. Mujiati (50), istri Pak Supriyanto, yang sehari-harinya berprofesi sebagai pembuat jajanan ringan, sangat merasa sedih, melihat kondisi suaminya saat ini yang tengah mengidap tumor tulang. Dengan segala keterbatasan yang ada, Bu Mujiati dengan sabar merawat Pak Supriyanto, pun juga membantu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga serta biaya yang pasti dibutuhkan untuk menjalani pengobatan Pak Supriyanto. Walaupun Pak Supriyanto dan Bu Mujiati memiliki dua orang anak, namun kedua anaknya tersebut berada di luar kota. Sehingga Bu Mujiati harus pandai-pandai mengatur waktu untuk merawat dan menjaga Pak Supriyanto, mengurus segala keperluan rumah tangga, serta membuat jajanan untuk menyambung hidup keluarganya. Dengan adanya fasilitas kesehatan BPJS kelas 3, sangat memberikan angin segar bagi Pak Supriyanto dan keluarga, sehingga bisa terbantukan untuk masalah biaya pengobatannya. Mendengar keluh kesah Pak Supriyanto yang saai ini tangannya masih terasa ngilu, kurir-kurir Sedekah Rombongan bisa merasakan kesulitan yang tengah dihadapi Pak Supriyanto beserta keluarga. Bantuan awal pun disampaikan kepada Pak Supriyanto untuk keperluan akomodasi dalam proses pengobatan beliau. Insya Allah segala bantuan dari sedekaholik bisa meringankan serta mengantarkan Pak Supriyanto untuk kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @faturrozzaq82 Sudiarto Dwi Tri

Pak Supriyanto menderita penyakit tumor tulang


WAGIYEM BINTI KAMAT KASRON (55, Kelenjar getah bening). Alamat : Desa Majir RT 001/ RW 001, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sekitar delapan tahun yang lalu, Bu Wagiyem merasakan di bagian kepalanya terasa sangat sakit. Bu Wagiyem mearasa bahwa ini bukan pusing-pusing seperti biasanya, akhirnya beliau memeriksakan kondisi kesehatannya ke klinik. Dokter yang menangani permasalahan Bu Wagiyem memberikan diagnosa bahwa Bu Wagiyem menderita sakit kelenjar getah bening dan dokter menyarankan Bu Wagiyem untuk berobat jalan. Setelah menjalani proses pengobatan selama beberapa waktu, sakit kepala yang dirasakan Bu Wagiyem belum menunjukkan perubahan yang signifikan menuju ke keadaan yang lebih baik. Karena proses pengobatan yang tak kunjung memberikan hasil positif, Bu Wagiyem melakukan pemeriksaan kesehetan ke poliklinik lain. Dengan hasil diagnosa dokter yang sama, Bu Wagiyem kembali menjalano proses berobat jalan. Setelah menjalani kontrol kurang lebih sebanyak 18 kali, dokter yang menangani keluhan kesehatan Bu Wagiyem, memberikan rujukan proses pengobatan lebih lanjut ke RSI Purworejo. Di RSI Purworejo ini, Bu Wagiyem sempat modok selama tujuh hari. Di RSI Purworejo, Bu Wagiyem menjalani rontgen, dari hasil rontgen pihak RSI membolehkan Bu Wagiyem untuk pulang, serta memberikan rujukan penanganan kesehatan bagi Bu Wagiyem ke RS Tjitrowardojo Purworejo di bagian poli saraf. Suroso (53), suami Bu Wagiyem, yang berprofesi sebagai buruh tani, menceritakan kesulitan yang diahadapinya dalam mengikuti proses pengobatan istri tercintanya. Juga menceritakan keluhan-keluhan yang sering diucapkan Bu Wagiyem ketika rasa yang sangat tidak nyaman mendera Bu Wagiyem, yang merupakan efek-efek yang sering muncul karena sakit yang diderita Bu Wagine. Dengan adanya KIS, Pak Suroso merasakan semilir kemudahan dalam membiayai pengobatan istri tercintanya. Namun dengan kondisi perekonomian yang dalam keadaan sangat terbatas, membuat Pak Suroso kerepotan untuk mengantar Bu Wagiyem berobat. Mendengar kesusahan yang dialami Bu Wagiyem beserta keluarga, kurir-kurir Sedekah Rombongan dengan sigap segera memberikan bantuan awal yang berasal dari sedekaholik. Bantuan tersebut disampaikan langsung kepada Bu Wagiyem untuk membantu biaya akomodasi Bu Wagiyem dalam menjalani proses pengobatannya. Kondisi Bu Wagiyem saat ini masih sering merasakan sakit di bagian kepala yang luar biasa, juga merasakan kesemutan di bagian muka, pandangan Bu Wagiyem yang sedikit agak kabur, serta sakit di bagian kakinya. Insya Allah bantuan dari sedekaholik yang disampaikan melalui tangan-tangan kurir Sedekah Rombongan mampu menemani dan mengantarkan Bu Wagiyem untuk kembali menikmati kesehatan.

Jumlah Batuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 November 2017
Kurir : @faturrozaq2 Sudiarto Atok Mawarwati

Bu Wagiyem menderita sakit kelenjar getah bening


NGADIYAH BIN DAIM SUYATMAN (36, Diabetes melitus). Alamat : Kalipuring RT 007 RW 004 Puspo, Kec. Bruno, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sudah sejak dua tahun yang lalu, Ngadiyah merasakan staminanya yang semakin menurun. Bahan Ngadiyah sempat juga mengalami kelumpuhan. Pihak keluarga dan Ngadiyah belum pernah memeriksakan kondisi kesehatan Ngadiyah yang semakin menurun tersebut, hal ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai kesehatan dan penanganan kesehetan yang dipahami Ngadiyah beserta keluarga. Kondisi pemahaman masalah kesehatan yang rendah inilah yang menyebabkan kesehatan Ngadiyah semakin hari semakin terlihat memburuk. Miftahul Rohmah (21), istri Ngdiyah, hanya bisa merawat Ngadiyah sekedarnya saja. Sebagai ibu rumah tangga yang mengandalkan nafkah dari suami, sangat merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga pun juga harus merawat Ngadiyah yang kondisi fisiknya semakin hari semakin menurun. Kurir #sedekahrombongan yang mengetahui kondisi Ngadiyah, segera memberikan bantuan informasi kesehatan dan penangan yang harus dilakukan pihak keluarga Ngadiyah untuk mengupayakan kesembuhan dan pemulihan kondisi Ngadiyah. Setelah menerima informasi mengenai kondisi kesehatan Ngadiyah, pihak keluarga segera memeriksakan Ngadiyah ke fasilitas pengobatan terdekat yang kemudian memperoleh rujukan pengobatan lebih lanjut ke RS Tjitrowardojo Purworejo sebagai upaya untuk memperoleh kesembuhan bagi Ngadiyah. Dengan adanya fasilitas kesehatan KIS-PBI memberikan kemudahan dan keringanan biaya pengobatan Ngadiyah. Selain bantuan tentang informasi kesehatan bagi keluarga Ngadiyah, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan dari sedekaholik untuk meringankan biaya akomodasi khususnya bagi pihak keluarga Ngadiyah yang menemani proses pengobatan Ngadiyah di RS Tjitrowardojo Purworejo. Dengan bantuan dari sedekaholik yang telah disampaikan kepada Ngadiyah, insya Allah mampu meringankan beban Ngadiyah dan mampu menemani serta mengantarkan Ngadiyah untuk kembali memperoleh nikmatnya kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Bu Ngadiyah menderita diabetes melitus


SUKATNO BIN SANDI (31, Ambeien akut). Alamat : Awang awang RT 002 RW 002 Brenggong, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir, Sukatno sudah menderita downsindrom. Sejak usianya baru lima tahun, Sukatno sudah menderita ambeien, karena keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan dari keluarganya, sakit yang diderita Sukatno hanya dibiarkan saja karena tidak banyak keluhan dari Sukatno. Seiring berjalannya waktu, ambeien Sukatno semakin membesar dan Sukatno semakin merasakan sakit. Telah dua kali keluarga Sukatno membawanya berobat kedokter untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya itu, dokter memberikan saran agar Sukatno ditangani oleh RS Tjitrowardojo Purworejo. Namun pihak keluarga Sukatno belum mau membawa Sukatno berobat ke RS Tjitrowardojo karena Sukatno mempunyai pengalaman buruk dengan peralatan medis, sehingga dia bisa tidak terkendali jika histeris karena peralatan medis. Karena sakit yang diderita Sukatno semakin memburuk seiring berjalannya waktu, akhirnya pihak keluarga membawa Sukatno untuk berobat di RS Tjitrowardojo Purworejo. Dengan kondisi pucat yang dikarenakan Sukatno mengalami pendarahan selama kurang lebih dua minggu dan juga ambeiennya sudah sebesar bola tenis, akhirnya Sukatno menjalani rawat inap di RS Tjitrowardojo sebelum dilakukan proses operasi pengangkatan ambeien. Selama rawat inap di RS Tjitrowardojo, Sukatno sempat menerima tambahan darah sebanyak lima kantong, karena kondisi Hb nya yang cukup rendah. Sukarni (75), ibunda Sukatno, sangat bisa merasakan sakit yang diderita anaknya itu. Ayah Sukatno sudah meninggal dunia, jadi saudara-saudara Sukatno yang selama ini membantu Sukatno dalam proses pengobatannya. Dengan adanya BPJS-PBI dari pemerintah, keluarga Sukatno sangat terbantukan untuk mengatasi biaya pengobatan bagi penyembuhan Sukatno. Setelah menjalani operasi, kondisi Sukatno semakin hari semakin menunjukkan peningakatan positif. Hingga pasien dijemput untuk pulang dari RS Tjitrowardojo oleh kurir-kurir Sedekah Rombongan, Sukatno sudah bisa jalan dengan tertatih-tatih. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang bisa dibilang jauh dari mapan, kurir-kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk membantu biaya akomodasi berobat Sukatno. Insya Allah segala bentuk bantuan dari sedekaholik mampu memberikan semangat bagi Sukatno untuk dapat kembali menikmati kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 6 November 2017
Kuriri : @faturrozaq82 Sudiarto Yuni Rina

Pak Sukatno menderita wasir akut


MANUL BINTI SAAL (56, Kanker Kulit di Wajah). Alamat : Kp. Telar RT 8/2, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan bulan Februari 2016, awalnya tumbuh seperti jerawat di bawah mata kiri yang kemudin semakin membesar hingga pecah jadi luka. Dalam jangka waktu 6 bulan, luka di muka Bu Manul semakin melebar hampir menutup seluruh wajahnya. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan dari RSUD Kabupaten Bekasi, Bu Manul dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, namun karena keterbatasan biaya transport upaya pengobatan di RSHS Bandung sempat terhenti. Bu Manul mempunya kartu KIS PBI yang ia gunakan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit. Meskipun demikian, ia hanya seorang janda yang hidupnya hanya bergantung pada anak dan menantunya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi untuk melanjutkan ikhtiar pengobatan Bu Manul. Semoga segala upaya Bu Manul dalam menjalani pengobatan dapat diberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Bu Manul menderita kanker kulit di wajah


NADIEN AULIA (1, Anemia + Gizi Buruk). Alamat : Kp. Garon Barat RT 2/1, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak usia sekitar 2 bulan, Nadien sering sakit-sakitan. Bahkan hingga saat ini berat badan tidak bertambah dan masih sering sakit-sakitan. Nadien mejalani pengobatan rutin di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan Kartu KIS PBI yang dimilikinya. Terkadang ia harus menjalani perawatan saat kondisi tubuhnya menurun drastis. Ayah Nadien sudah meninggal saat usianya beranjak 2 bulan, saat ini ia diasuh ibu dan neneknya. Ibu nya bernama Aliyah Holipah (33) yang hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari, apalagi harus menanggung biaya transport pengobatan Nadien. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama Nadien menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Nadien menderita anemia gizi buruk


LIA SUSILOWATI (38, Ca Mammae + Vertigo). Alamat : Metland Cileungsi Sektor 7 GC1 No.33, Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Semenjak 2 tahun lalu tumbuh benjolan pada payudara kanan Bu Lia. Awalnya ia belom sempat memeriksakan benjolan tersebut hingga pada akhirnya benjolan semakin besar ia pun memriksakan ke rumah sakit terdekat. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa Bu Lia menderita Ca Mammae. Bu Lia pernah menjalani operasi pada bulan Januari 2016 dan kemudian menjalani kemoteraphy lanjutan. Namun saat ini ia dirujuk ke RS Siloam Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Bu Lia mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RS Siloam, suaminya hanya seorang tukang ojek online yang penghasilannya tidak memadai. Alhamdulillah, akhirnya ia dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sri Suharni

Bu Lia menderita Ca Mammae dan vertigo


CECEP SYAFRUDIN (53, Hernia). Alamat : Kp. Jati Bulak RT 4/1, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Cecep sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan berjualan kopi. Setiap berangkat jualan, ia harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki. Hingga pada akhir tahun 2016, buah zakar Pak Cecep jadi membesar. Hal tersebut membuat aktifitasnya terganggu dan semenjak itu ia tidak dapat berjualan lagi. Terkadang ia juga merasakan sakit yang luar biasa dan sesak nafas. Saat ini Pak Cecep menjalani pengobatan di RS Hermina Kota Bekasi. Meskipun biaya pengobatan ditanggung Kartu BPJS yang ia miliki, namun biaya transport sangat berat ia rasakan karena saat ini Pak Cecep sudah tidak bisa mencari nafkah. Sedangkan istrinya, Bu Kurnia (46) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Pak Cecep menderita hernia


ANGGRAENI BINTI WAHAB NASUTION (9, Usus Buntu). Alamat: Kp. Pulopipisan RT 1/1, Desa Karangjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupatrn Bekasi, Jawa Barat. Angrai panggilan akrab kami di kampungnya, ia anak bungsu dari empat bersaudara pasangan bapak Wahab (Alm) dan ibu Sasih (44). Berawal hari Kamis tanggal 5 Oktober setelah menerima uang santunan anak Yatim anggrai mengalami sakit perut yang hebat sampai tidak tertahankan. Kemudian ia dibawa ke Bidan tapi tidak ada perkembangan kemudian ke mantri terdekat tapi tetep sama tidak kunjung membaik. Akhirnya Angrai pergi ke RS Medirosa Cikarang dan masuk IGD. Dengan jaminan KIS Angrai dirawat dan menjalani USG. Ternyata ususnya sudah sangat hitam dan harus langsung tindakan operasi. Hari Sabtu tanggal 7 Oktober Angrai menjalani operasi. Dan Sabtu depan harus menjalani kontrol ke rumah sakit. Namun karena kendala biaya ibu Sasih kebingungan untuk membawa Angrai pergi kontrol jahitan. Maklum saja Anggrai adalah anak yatim yang tinggal bersama ibunya yang tidak bekerja. Kemarinpun ke rumah sakit Angrai menggunakan uang hasil santunan. Dan harus memberi orang yang mengantar dan mengurus ke rumah sakitnya sebesar 500.000. Kini Bu Sasih tidak punya biaya lagi untuk kontrol berobat jalan memeriksa pasca operasi. Bersyukur Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Angrai dan memberi santunan awal untuk biaya transportasi berobat jalan ke RS Medirosa Cikarang. Mudah-mudahan Angrai cepat diberi kesembuhan agar ia bisa beraktivitas seperti biasanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ulfah

Anggrai menderita usus buntu


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Saat ini Bu Pungut menjalani pengobatan di RS Bakti Husada Cikarang dan ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit yang harganya hampir Rp. 500.000,-. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover kartu KIS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya pengisian BBM dan pembayaran tol saat mengantar pasien untuk MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Oktober 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1059

Jumlah santunan: Rp.6.811.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Biaya Operasional

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUNARTI BINTI ARTAYU 961,000
2 AMNA BINTI BUATI 786,200
3 MUHAMMAD RENO ABDULLAH 1,222,000
4 SAHWANI BINTI ASJONO 501,000
5 MARSYAH AMANDA PUTRI 798,450
6 MUHAMMAD ISMAIL 1,300,000
7 SUTINI MARIJA 9,500,000
8 MARIYATMI BINTI SUPARMIN 8,000,000
9 DARJI BIN SUKARDI 750,000
10 YUMERTA INDRI WIDYA SUKMA 750,000
11 MASDUKI BIN SAKRUN 750,000
12 KAMILAH BINTI UCA 500,000
13 RENI BINTI MASDAR 500,000
14 MUHAMMAD ALFAN 500,000
15 NIDA RAHMADHANI 500,000
16 EDAH BINTI USEP 750,000
17 AGUS HIDAYAT 750,000
18 RASYA NURYAMAN PUTRA 700,000
19 YOYOH KHODIJAH 750,000
20 RANGGA PERMANA 500,000
21 KOSASIH BIN ENGKOS 500,000
22 MUHAMMAD RAFLI 750,000
23 REZKY DWI ARYA PUTRA 750,000
24 FARIDATUL HUSNA 2,000,000
25 HERMAN BIN BASAR 500,000
26 IRFAN SALEH 750,000
27 DEDEH BINTI MAMAD 750,000
28 SITI ROHMAH 500,000
29 ACIH BINTI FULAN 500,000
30 DIAH BINTI FULAN 1,000,000
31 RUTINI BINTI TISNO 500,000
32 DARCI BINTI KASWA 750,000
33 SUCI BINTI SAMSUDI 600,000
34 MARYAMAH BINTI OTENG 600,000
35 ROHANIAH BINTI KURDI 500,000
36 AZAMIL HASAN 750,000
37 ERINA NURFADILAH 750,000
38 LIDIA PERMATA ANINDA 1,000,000
39 VEDRO AL GHIFARI 1,000,000
40 MUZHAKI HUSNIKARIM 1,000,000
41 NANDITA SASKA 750,000
42 EVA SURYATI 1,000,000
43 ZAIDAN NIKY PRATAMA 1,000,000
44 RIZKY NURANANDA 1,000,000
45 BAYI NYONYA ISTI FADILA 2,100,000
46 BILAL AL GHIFARI RAMADHAN DAN ABID DZAR AL GHIFARI RAMADHAN 500,000
47 ASMONOWATI 500,000
48 SAHIRUDIN BIN MUTABI 530,000
49 YULI BINTI HARYANTO 1,000,000
50 TARSONO BIN FULAN 1,000,000
51 SUPRIYANTO BIN JASWADI 500,000
52 WAGIYEM BINTI KAMAT KASRON 500,000
53 NGADIYAH BIN DAIM SUYATMAN 500,000
54 SUKATNO BIN SANDI 500,000
55 MANUL BINTI SAAL 500,000
56 NADIEN AULIA 500,000
57 LIA SUSILOWATI 500,000
58 CECEP SYAFRUDIN 500,000
59 ANGGRAENI BINTI WAHAB NASUTION 500,000
60 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
61 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
62 MTSR BEKASI 3,000,000
63 MTSR JEMBER 6,811,000
Total 71,909,650

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,909,650,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1073 ROMBONGAN

Rp. 56,952,053,654,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *