Rombongan 1072

Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.
Posted by on November 5, 2017

MISBACHUL MUSTAFID, (26, Patah Tulang Kaki Kiri ) Alamat Dusun Krajan A RT/RW 001/004, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Tafid begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Kencong Kabupaten Jember. Tahun 2010, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Tafid, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Tafid mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Tafid mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, Puskesmas menyatakan bahwa Tafid harus di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember, karena di Puskesmas keterbatasan alat medis. Setelah dirawat di RSUD Dr. Soebandi Jember, Tafid dilakukan operasi pemasangan Pen. dan saat usai operasi pemasangan pen Tafid tidak pernah kontrol sejak operasi pertama karena tidak memiliki biaya dan transportasi. hanya perawatan luka dirumahnya selama 6 tahun, kaki tafid akhirnya membusuk. Orang tua Tafid, Bapak Esi Junaidi (48) bekerja sebagai penjual bantal keliling dengan penghasilan tidak menentu. Sementara sang ibu Tafid, ibu Sumiati (45) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak dirumahnya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tafid di kediamannya, Tafid hanya terbaring lemas di tempat tidurnya. Tafid memiliki Jaminan kesehatan berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ). Kurir Sedekah Rombongan segera mengevakuasi Tafid ke Puskesmas lalu meminta rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk dilakukan pengobatan. Selama dilakukan pengobatan oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember Tafid untuk segera di operasi amputasi, karena kaki sebelah kirinya tidak bisa menjamin untuk sembuh. Alhamdulillah, usai amputasi kini kondisi Tafid berangsur membaik, tapi Tafid masih harus menjalani kontrol rutin di Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Tafid, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca operasi dan biaya administrasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Tafid, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1059

Jumlah Santunan : Rp. 922.500,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Tafid mengalami patah tulang kaki kiri


ACHMAD TOHA, (48, Tumor Torax) Alamat Jl. MT. Haryono GG. Demak 117 RT/RW 003/002, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Achamd Toha menderita sakit Tumor Torax sejak satu tahun yang lalu. Awalnya mengalami batuk kering, mual mual, dan sering demam. Akhirnya keluarga memutuskan bapak Toha diperiksakan ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya dan pihak Dokter puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Paru – Paru Jember untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah pemeriksaan dan diagnosa dokter menyatakan bahwa bapak Toha menderita Tumor Torax yang memerlukan pengobatan lanjutan. Akhirnya Rumah sakit paru merujuk bapak Toha ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena fasilitas rumah sakit yang tidak memiliki radiotrapi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa bapak Toha memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu / Dhuafa. Sebelum beliau sakit bapak Toha bekerja sebagai buruh angkutan di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Dan Ibu Supani (44) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi ke tempat tinggal bapak Toha dan bersilahturahmi, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus surat – surat untuk melengkapi persyaratan untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. setelah menjalani pemeriksaan di Dr. Soetomo keadaan bapak Toha juga semakin membaik. dan tiba – tiba pada tanggal 4 Oktober 2017 kondisi Bapak Toha Drop dan Tuhan berkehendak lain, Bapak Achmad Toha meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita santunan kematian pun di sampaikan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga Amal Ibadah Bapak Toha di terima disisinya, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bapak Toha menderita tumor torax


SUMIRA BINTI SUDARTI, (85, Pengapuran + Stroke) Alamat Jl. Kapt.Patimura Kav 50 RT 002 RW 008 Desa Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. sakit sejak 2005 merasakan sakit pada perut karena masalah ekonomi sampai sekarang tidak pernah berobat sama sekali. bertambah sakitnya ke pengapuran dan stroke semenjak putri dan 2 cucunya kumpul bersama. Tidak ada pemasukan sama sekali setelah warisan dari suaminya habis untuk kehidupan sehari hari. Rumah ngontrak yang di tahun 2017 belum terbayar sama sekali Alhamdulillah sedikit terbantu setelah bertemu dengan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu kekurang ibu Sumira. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk membayar kontrak rumah selama satu tahun. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sumira. Terima Kasih kepada sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Bu Sumira menderita pengapuran dan stroke


ABDUL AZIS, (47, Diabetes) Alamat Dusun Kantor RT 002 RW 006 Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sakit sejak 2016 yang berawal dari luka gores karena gatal dan digaruk yang menyebabkan luka yang semakin membesar disertai nyeri. selang beberapa hari karena semakin banyak mengeluarkan darah dibawalah beliau ke RSUD waluyo jati Kraksaan. dilakukan operasi pertama dan Alhamdulillah sukses. selang 1 tahun penyakit yang sama timbul lagi dengan diawali adanya benjolan kecil yang disertai nyeri juga. Setelah dibawa ke Puskesmas setempat disarankan untuk ke rumah sakit. setelah 4 hari opname dilakukan operasi lagi Alhamdulillah lancar. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan mereka, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari – hari. Semoga Santunan yang diberikan dipergunakan sebaik mungkin. Dan Terima Kasih kepada Parasedeholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar @viandwiprayugo

Pak Abdul menderita diabetes


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan Uang Transport . Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1067

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Bu Lusiani mengalami kanker serviks


AMNA BINTI BUATI (57, CA Mamae). Alamat : Dusun Gedangan, Rt 024 RW 003 Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2012 ibu Amna mengidap penyakit ini. Awalnya terdapat benjolan di payudara bu amna dan lama kelamaan menjadi luka membesar di bagian dada. Ibu Amna melakukan pemeriksaan di RS. Koesnadi Bondowoso. Dari hasil pemeriksaan di ketahui bahwa bu amna mengidap penyakit Ca. Mamae. Suami Ibu Amna, Abdul Kadir (69) yang pekerjaannya hanya sebagai buruh tani mengungkapkan kesedihan kepada kurir Sedekah Rombongan ketika harus mendampingi Ibu Amna berobat dan meninggalkan pekerjaannya untuk menemani Ibu Amna. Karena seperti diketahui Ibu Amna dan Pak Abdul tidak memiliki anak, mereka hanya tinggal berdua. Saat ini bu Amna menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa jamkesmas. Saat ini kondisi bu Amna sudah membaik karena sudah beberapa kali melakukan kemo. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan JAMKESMAS.

Jumlah Bantuan : Rp. 856.200,-
Tanggal : 25 Juli 2017, 21 Agustus 2017, dan 26 September 2017
Kurir : @yudhoari @Yudha @viandwiprayugo

Bu amna mengidap penyakit ca. mamae


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Oktober 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Oktober 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1059

Jumlah Santunan : Rp. 2.510.500,-
Tanggal : 30 September 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya sembako pasien RSSR Oktober 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Oktober 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM, Pembuatan Pagar, Pembuatan Garasi MTSR Dll. yaitu selama bulan Oktober 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1059

Jumlah Santunan : Rp. 16.779.181,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @agungganong

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1831 QE, Biaya Operasional Oktober 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1059

Jumlah santunan: Rp.6.661.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR, Biaya Operasional Oktober 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service Total Mesin MTSR, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari para donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1059

Jumlah santunan: Rp.12.429.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto @wahyono

Biaya operasional


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian alat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1063

Jumlah Santunan : Rp. 751.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Adik Hasan menderita sakit atresi ani


MOHAMMAD NUR GHUFRON, (42, Tumor Testis) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Riwayat penyakit Pak Ghufron berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Pak Ghufron tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Pak Ghufron menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Soebandi Jember agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sebelum beliau sakit Pak Ghufron bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, dan Istrinya ibu Holilah (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Pak Ghufron dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ghufron dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Ghufron dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya tunggakan JKN – KIS NON PBI Kelas III, pembelian obat di luar tanggungan BPJS, Biaya Transportasi dan biaya pengobatan pasien. Alhamdulillah, kondisi Pak Ghufron mulai membaik. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 1.399.500,-
Tanggal : 13 Agustus 2017, 25 September 2017, 31 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Pak Ghufron menderita suspek tumor testis.


ARBUWA BINTI AJIB (60,Ca Mamae). Alamat : Desa Lumutan RT 28 RW 07 Kec. Botolinggo, Kab.Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Ibu Arbuwa mengalami sakit semenjak lima bulan yang lalu. Sakitnya berawal dari adanya benjolan di sekitar payudara. Semula bu Arbuwa mengira bahwa benjolan yang ada di payudara tidak berbahaya. Namun, lama-kelamaan benjolan yang ada di payudara meradang dan terasa sakit. Karena khawatir ibu Arbuwa memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, dari pemeriksaan tersebut dijelaskan bahwa bu Arbuwa mengidap Ca Mamae atau kanker Payudara. Saat ini ibu Arbuwa menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Suami ibu Arbuwa, Sukarto (58) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan saat harus meninggalkan pekerjaan untuk membiayai pengobatan demi mendampingi ibu Arbuwa. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan, biaya BPJS, dan Biaya Suplemen. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Arbuwa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1063

Jumlah Bantuan : Rp. 900.600,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Bu Arbuwa mengidap ca mamae


RICKY AKBAR, (3 ,Atresi Ani) Alamat Dusun Jampit RT 007 RW 003, Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adek Ricky adalah Putra kedua dari pasangan Pak Buhari yang berkerja sebagai Buruh PTPN XII dan Ibu Sriwati sebagai Ibu Rumah Tangga. Semenjak lahir tidak mempunyai anus dan sejak umur 1 hari langsung di rujuk ke rumah sakit Bondowoso. Dikarenakan rumah sakit bondowoso tidak mampu menangani hingga dirujuk kerumah sakit Dr.Soebandi Jember sehingga dilakukan tindakan operasi pembuatan Anus sementara diperut. Saat ini adik Ricky menunggu jadwal operasi. Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Rumah Adek Ricky dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu adik Ricky. Santunan telah disampaikan untuk pembayaran denda BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Adek Ricky dan menghasilkan kesehatan Adek Ricky. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 551.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @awwaludin_yudha

Ricky menderita sakit atresi ani


NIKMATUS SHOLEHAH (4, Benjolan di pusar). Alamat : Kelurahan Curahdami RT 001, RW 001, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Nikmatus biasa ia dipanggil, adalah bocah cantik yang berumur 4 tahun sejak dari lahir terdapat benjolan yang berada dipusarnya. Pihak keluarga telah memeriksakan kondisinya ke puskesmas Curahdami. Namun karena keterbatasan obat yang ada di puskesmas Curahdami, pengobatan diberhentikan. Ibunya, Siti Zainab (33) yang pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dan ayahnya, Ali Usman (35) yang pekerjaan sehari-harinya sebagai buruh tani memberitahukan bahwa mereka tidak mampu untuk membiayai putrinya di Rumah Sakit. Karena itu pemeriksaan yang dilakukan hanya di puskesmas saja. Saat ini benjolan yang ada di pusar Nikmatus mengeluarkan darah, dan saran dokter harus dilakukan operasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu Biaya Pengobatan, Biaya Transportasi, Biaya Suplemen, Biaya BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Nikmatus.

Jumlah Bantuan : Rp. 565.600,-
Tanggal : 28 September 2017 dan 9 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @triretno @viandwiprayugo

Nikmatus menderita benjolan di pusar


ASNI BINTI MARHABI (64, Ca Mamae). Alamat Lor Sawah Dusun Grundo RT 004 RW 015, Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Asni telah 1 tahun yang lalu mengidap penyakit yang ia derita. Awalnya terdapat benjolan di payudaranya. Satu bulan yang lalu Benjolan yang ada di payudaranya mengeras dan meradang di dalam payudara. Ibu Asni memriksakan kondisinya ke puskesmas dan oleh puskesmas di rujuk ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso. Dari hasil pemeriksaan Dokter ibu Asni terdiagnosa mengidap penyakit Ca Mamae atau kanker payudara. Suami ibu Asni, Suma’il (66) yang sehari- harinya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan untuk mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri dan penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sesekali suami ibu Asni megungkapkan kesedihan ketika dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Asni menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan, Biaya BPJS, Biaya Suplemen, dan Biaya Transportasi Pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Asni.

Jumlah Bantuan : Rp. 994.600,-
Tanggal : 22 Agustus 2017, 14 September 2017, 31 Oktober 2017
Kurir : @viandwiprayugo

Ibu Asni terdiagnosa mengidap penyakit ca mamae


SAFIRA NURAINI (1, Atresiani). Alamat Desa Wonosari, RT 011 RW 004, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bayi mungil yang baru lahir dua hari yang lalu ini masih belum sempat diberi nama oleh keluarganya, hingga kami para kurir Sedekah Rombongan memberi julukan Bayi Safira Nuraini. Bayi mungil tersebut lahir di RS. Bhayangkara Bondowoso. Bayi tersebut saat terlahir ke dunia tidak memiliki anus, dan harus segera melakukan operasi di RSUD Dr. Soebandi Jember. Diagnosa dari dokter menjelaskan bahwa bayi Safira terkena kelainan Atresiani. Ibunya Holiseh (36) dan ayahnya Sucipno (42) merasa sangat sedih ketika melihat sang anak yang lahir ke dunia dengan keadaan yang demikian. Pak Sucipno yang pekerjaan sehari-harinya sebagai wiraswasta yang kadang kalanya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan putrinya. Saat ini bayi Safira menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan, biaya Transportasi dan Biaya Suplemen. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat untuk Bayi Safira. Dan Terima Kasih Kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : 979.000,-
Tanggal : 30 Oktober 2017
Kurir : @yudho @yudha @viandwiprayugo

Bayi Safira terkena kelainan atresiani


SUNARTI BINTI ARI (48, Ca. Cervix). Alamat : Dusun Paleran, Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Empat bulan yang lalu ibu Sunarti mengalami penyakit yang diderita saat ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti dua bulan memeriksaan diri ke RS Bhayangkara, dan melakukan USG. Dari hasil pemeriksaan ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit Kanker Serviks semakin lama penyakitnya semakin parah. Karena waktu itu ibu Sunarti dan keluarga tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan. Suami ibu Sunarti, Muksin (44) yang sehari- harinya bekerja sebagai seorang pedagang merasa kesulitan untuk mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri. Sesekali suami ibu Sunarti megngkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1067

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit kanker serviks


MUHAMMAD IKBAL MU’IN (1, Sesak nafas dan mallnutrisi). Alamat : Jebung Kidul, RT/RW 002/007 Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ikbal, nama panggilannya bocah mungil yang sudah 4 bulan yang lalu mengalami sakit yang ia derita. Karena khawatir dengan kondisinya, keluarga Ikbal memeriksakan keadaan Ikbal ke RSU. Dr. Koesnadi Bondowoso. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Ikbal menderita penyakit sesak nafas dan mallnutrisi. Ayahnya, Mu’in (60) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan Ibunya Hastutik (47) merasa kesulitan membiayai pengobatan iqbal. Hasil kerja dari sang ayah hanya cukup untuk makan sehari-sehari. Sesekali Ibu Ikbal megungkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir SedekahRombongan. Saat ini Ikbal menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS. Kondisi ikbal saat ini adalah harus melakukan MRS di RSU. Dr. Koesnadi dengan keadaan sesak nafas menggunakan oksigen dan badan kurus. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.182.500
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @triretno @viandwiprayugo

Ikbal menderita penyakit sesak nafas dan mallnutrisi


KIMAN BIN WAGIYO (90, Tidak Bisa Berjalan). Alamat : Desa Setolo Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Kiman atau yang akrab disapa mbah Kiman adalah seorang manula yang berusia 90 tahun, beliau hidup bersama anaknya yang juga dalam kondisi yang serba kekurangan. karena usianya yang sudah tua renta mbah Kiman tidak mampu lagi bekerja bahkan untuk berjalanpun beliau tidak mampu apalagi untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Mbah Kiman sudah lama sakit. Meskipun usianya sudah senja mbah Kiman sangat berharap bisa sembuh dari sakit yang dideritanya agar bisa beraktivitas normal dan tidak menyusahkan anak dan orang-orang di sekitarnya. Sejak beliau sakit hingga saat ini tidak pernah mendapatkan pengobatan medis beliau hanya dirawat di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Mbah Kiman berharap ada orang yang berkenan membantu meringankan beban keluarganya. Pada bulan Oktober 2017, kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga mbah Kiman, setelah melalui proses pendataan dan survei, Alhamdulillah atas izin Allah bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Youhan @akuokawai

Mbah Kiman tidak mampu lagi bekerja bahkan untuk berjalan


ADI CHANDRA (2, Epidermolisis Lubus + Hernia + Gizi Kurang). Alamat: Kp. Kaliabang RT 9/24 Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat. Adi begitu bocah ganteng ini disapa, adalah putra pasangan bapak Amir Mahmud (40) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Marfu’ah (36) seorang ibu rumah tangga. Adi, kini sedang menjalani pengobatan rutin di RSCM Jakarta. Gejala awal yang dirasakan oleh Adi adalah terdapat luka dijempol kaki, sudah diberi salep untuk lukanya. Tapi lukanya tak kunjung sembuh, justeru malah semakin melebar ke bagian tubuh yang lain seperti mulut, dada, pantat, punggung bahkan di kepala. Dari hasil pemerikmasaan yang telah dilakukan Adi menderita Epidermolisis Lubus atau pengelupasan kulit diusia dini dan ini merupakan penyakit langka. Tapi untuk saat ini pengobatan Adi lebih ke perbaikan gizinya terlebih dahulu, sehingga Adi harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sementara pengahasilan sang ayah tak cukup untuk memenuhi gizi Adi. Adi masih mempunyai kakak yang masih kecil dan adik bayi. Sehingga saat Adi dirawat sang ayah terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu Adi, dan sang ibu mengasuh anaknya yang masih bayi. Mengingat begitu besar beban hidup yang dihadapi pak Amir, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Adi dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1020. Semoga bantuan ini sedikit banyak bisa meringankan beban orang tua Adi dan Adi bisa terus melanjutkan pengobatannya hingga sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 September 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Adi menderita epidermolisis lubus


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta dan untuk biaya pelatihan (kursus) mobil, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055.. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan minggu kemaron baru saja dilakukan tindakan operasi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.140.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini terkena tumor lunak pipi kanannya


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita Cerebral Palsy


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1054. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita epilepsy dan cerebral palsy spastis


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring + Ca. Mamae). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati mengalami sakit pada saluran pernapasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah hampir 6 tahun Ibu Fatmawati berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani anaknya, karena itulah ia mengais rezeki dan hijrah ke Jakarta dengan bekerja sebagai buruh serabutan, namun karena sakit ia tidak dapat bekerja lagi. Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM. Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring, ia sudah menjalani berbagai macam tindakan medis mulai dari operasi, kemoterapi, hingga dipasang alat di tenggorokannya karena sebelumnya ia kesulitan berbicara. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan tidak memiliki penghasilan. Kondisi Ibu Fatmawati sering tidak stabil dan sering dirawat di rumah sakit, bahkan kankernya kini sudah menjalar ke payudaranya. Ibu Fatmawati mendapatkan jadwal pengobatan pada bulan Oktober 2017, karena itulah ia memutuskan untuk pulang ke rumah anaknya di Pandeglang. Kondisi Ibu Fatmawati membaik, tubuhnya semakin segar dan berat badannya bertambah. Luka pada payudaranya pun mengering. Mendekati jadwal pengobatannya, Ibu Fatmawati kembali ke RSSR Jakarta, namun ia masih membutuhkan bantuan untuk transportasi ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1066.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring dan ca mamae


SADIAH BINTI DARSA (24, Tumor Ganas Telinga). Alamat : Kp. Cendeleken, RT 8/2, Ds. Cikande, Kec. Jayanti, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sadiyah mengalami tumor sejak setahun yang lalu, gejala awal tumbuh benjolan di telinga seperti bisul merah dan bengkak. Selang beberapa bulan, benjolan itu semakin membesar, pecah dan mengeluarkan cairan serta bau yang sangat menyengat. Sadiyah akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat, dokter pun memberikan rujukan ke RSUD Balaraja. Bersama orang tuanya, akhirnya Sadiyah berobat ke RSUD Balaraja, dokter mendiagnosisnya, mengalami tumor ganas telinga. Dokter menyatakan bahwa Sadiyah membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang tidak dapat dilakukan di RSUD Balaraja, akhirnya ia dirujuk ke RSU Tangerang yang juga merujuknya ke RSCM Jakarta. Ayah Sadiyah, Bapak Darsa Warsa (67), yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya karena tidak mampu membawanya berobat ke RSCM. Sang Ibu pun yang bekerja sebagai tukang cuci keliling, juga tidak mampu membiayai kebutuhan transportasi ke Jakarta meski Sadiyah sudah memiliki Jamkesmas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Sadiyah, Kurir pun menyampaikan bantuan sehingga Sadiyah didampingi ayah dan adiknya bisa berobat ke RSCM Jakarta. bantan lanjutan kami berikan kepada Sadiyah setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1066. Semoga proses pengobatan yang dijalani Sadiyah diberikan kelancaran dan Sadiyah segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Sadiyah mengalami tumor telinga


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dilakukan operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kini Yohanes masih menjalani rawat jalan dan serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta, dan rencananya operasi akan dilaksanakan pada bulan September 2017. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan di luar tanggungan BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1055. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan, dan tumbuh kembangnya baik, serta kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Yohanes tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Sebelumnya sel kankernya sudah menjalar ke paru – paru dan berkat kemoterapi rutin tersisa di dinding paru – paru. Kini sel kanker di dinding perahu perlahan semakin berkurang dan kondisi Supriyadi semakin membaik. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1065.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Pak Supriyadi menderita Ca. Nasofaring


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke jakarta. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu proses keberangkatan Agustiawan ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta. Bantuan sebeleumnya terdapat dalam rombongan ke 1065.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Agustiawan menderita jantung bocor


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (2, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung. Jakarta Timur. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah berjemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi Fachri, Kurir Sedekah Rombongan langsung menemui Fachri di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1055. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan mohon doa supaya diberikan kemudahan dan kelancaran untuk persiapan operasi transplantasi hati untuk Fachri.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Fachri menderita Atresia Billier


ELIATUL IKHLAS (14, AVM). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah tiga tahun lebih menjadi pasien Sedekah Rombongan. Sakit yang dialami Elia mulai terjadi saat ia berusia 1 bulan. Awalnya terlihat bibir dan tangan kiri Elia bengkak dan terlihat kebiruan seperti lebam serta tangannya lemas. Orang tua Elia, Bapak Umed dan Ibu Lilis, mulanya menghiraukannya. Saat Elia berusia 3 bulan, tangannya semakin lemas dan bengkak, ia pun sering menangis hingga orang tuanya membawanya ke klinik terdekat. Elia dirujuk ke rumah sakit, namun Bapak Umed dan Ibu Lilis urung membawanya karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan. Menginjak Elia berusia 5 tahun, ia mengalami kejang hingga mengalami penurunan kesadaran, selain itu bengkak dan kebiruan yang mulanya ada di bibir dan tangan mulai menyebar ke tubuh bagian belakang. Elia langsung dilarikan ke RSUD Serang dan didiagnosis mengalami AVM (Arterio Venous Malformation) atau kelainan pembuluh darah akibat hubungan langsung arteri dan vena. Setelah kondisinya membaik, Elia diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Ketiadaan biaya membuat pengobatan Elia sempat terhenti. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013, kondisi Elia memburuk dan mengalami pendarahan di sekitar pantat, ia bahkan mengalami koma selama 2 bulan. Elia akhirnya menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah pada pantatnya di RSUD Serang. Elia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta, menurut dokter kasus yang dialaminya sangat jarang dan pengobatannya dapat maksimal jika dilakukan di luar negeri. Setelah rutin berobat kondisi Elia membaik, meski terkadang bengkak di tangan dan bibirnya hilang timbul. Elia sudah menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah di pembuluh darahnya. Ia pun sudah menjalani 4 kali embolisasi, yakni pemasangan kateter kecil di pembuluh darah dan suntikan partikel untuk memblokir aliran darah. Perkembangan penyakit Elia tak kunjuk membaik, bengkak dan lebam sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hasil CT-Scan menunjukkan pembekuan darah sudah menyebar ke otaknya. Elia akhirnya dirujuk ke RS Hermina Bekasi dengan pertimbangan agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Dokter sudah menjadwalkan lagi tindakan operasi untuk mengatasi pembekuan darah di pinggang, bibir, dan mata Elia. Dokter menyatakan jika tidak dilakukan segera dikhawatirkan akan terjadi pendarahan. Dokter meminta agar tangan Elia sehari – harinya menggunakan stocking medis dan ia tidak boleh terjatuh karena kulitnya sudah sangat tipis dan beresiko pendarahan yang berakibat fatal. Elia juga disarankan mengonsumsi susu khusus agar nutrisinya cukup karena kadar hemoglobinnya sering turun. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, beberapa bagian tubuhnya terutama tangan dan bibir akan membengkak dan lebam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, semangatnya untuk berobat sangat tinggi, ia bahkan tak takut berobat seorang diri karena ibunya juga harus mendampingi adiknya, Wulan, yang mengalami pembengkakkan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Elia sangat ingin sembuh agar dapat kembali bersekolah. Pengobatan kedua anak yang sakit dan berobat di rumah sakit yang berbeda membuat Ibu Lilis membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasional berobat anak – anaknya. Terlebih lagi Pak Umed sedang tidak dapat bekerja karena mengalami kecelakaan. Alhamdulillah pengobatan Eliatul dan Wulan telah menggunakan JKN – KIS kelas III yang sebelumnya harus rutin dibayar per bulannya, namun sekarang sudah beralih menjadi yang dibayarkan pemerintah setempat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Eliatul dan Wulan dan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat. Sebelumnya Eliatul telah dibantu dalam Rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Elia menderita kelainan pembuluh darah


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1054. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita sakit varises esofagus


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1054. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Sela didiagnosa menderita tumor perut


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1054 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, dan menjalani terapi akupuntur setiap 2x dalam seminggu yang biayanya tidak tercover oleh jaminan kesehatan. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Alhamdulillah kini kondisi Eni berangsur membaik, mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1054. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan kardiologi. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Mella menderita jantung bocor dan hidrocepalus


ALIF RIZKI SYAFATIR (12, Leukimia). Alamat : Gang Merak 1, No 27, RT 3/6, Jalan Raya Pak kasih, Desa Mariana, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2015 menjadi awal mula gejala sakit yang dialami Alif hingga kini. Saat itu Alif mengalami demam beberapa hari, setelah menjalani perawatan di rumah, sakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Kota Pontianak dan dinyatakan mengalami tifus. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit Alif diperbolehkan pulang, namun seminggu berada di rumah dan kembali sekolah, ia kembali mengalami demam tinggi yang disertai mimisan. Orang tua Alif merasa khawatir dan kembali membawa anaknya ke RSUD Kota Pontianak, namun karena keterbatasan alat dokter merujuk ke RSUD Dr. Soedarso. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui Alif mengidap leukimia dan harus segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Berbekal pinjaman uang dari sanak keluarga, dibawalah Alif ke Jakarta dan sempat menjalani pengobatan selama kurang lebih 3 bulan. Besarnya biaya hidup selama di Jakarta dan pengobatan Alif yang cukup lama, membuat orang tua Alif membawanya kembali pulang ke Pontianak karena tidak lagi mempunyai uang. Ayah Alif, Bapak Alimaya hanya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Nur Cahyani, tidak bekerja. Selama berobat Alif menggunakan JKN – KIS kelas III. Alif sempat menjalani perawatan kembali di RSUD Dr. Soedarso karena kondisinya yang tidak stabil. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Alif dan orang tuanya, kurir pun telah memfasilitasi keberangkatan mereka ke Jakarta. Kondisi Alif menurun hingga dirawat di ruang PICU RS Khusus Kanker Dharmais Jakarta selama 2 minggu. Kini Alif menjalani kemoterapi keduanya di RS Dharmais. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya kos, operasional berobat, dan biaya hidup selama pengobatan di Jakarta. Sebelumnya Alif telah dibantu dalam Rombongan 1055.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Alif mengidap leukimia


IRFAN YUSRAN AL GHAZALI (4, Atresia Bilier). Alamat : Kp. Bulak RT 2/3, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Irfan menderita Atresia Bilier dan sudah menjalani proses pengobatan sejak satu tahun lalu. Saat ini Irfan harus kontrol rutin ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta setiap minggunya serta harus minum susu khusus. Kini Irfan sedang menunggu kesiapan operasi cangkok hati. Ibunda Irfan, Ibu Yulianingsih (24) siap mencangkokan hatinya untuk sang buah hati, akan tetapi terkendala biaya operasi yang diperkirakan menghabiskan 1,2 milyar rupiah. Irfan adalah peserta BPJS dan biaya yang dapat dicover BPJS sekitar 230 juta rupiah, sehingga masih terlalu banyak dana mereka butuhkan untuk menutupi biaya operasi nantinya. Selain itu sebelum operasi diperlukan tindakan skrining yang juga membutuhkan dana besar, yaitu 20 juta rupiah. Ayah Irfan, Pak Daris (29) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Yuli ikut membantu mencari tambahan uang dengan cara berjualan kue di depan rumahnya. Saat ini Irfan diharuskan menjalani cek organ dalam yang biayanya tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya cek laboratorium di luar rumah sakit yang tidak discover oleh jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055. Semoga orang tua Irfan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Irfan menderita atresia bilier


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1054, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Yudistira menderita jantung bocor, hernia serta cerebral Palsy


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1052. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah stabil, control rutin di rs persahabatan masih terus dilakukannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Ibu Sayekti menderita penyakit TBC


ENDANG KURNIAWATI (32, Tumor Sumsum Tulang Belakang). Alamat : Dusun Sumurwarak, RT 3/1, Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, Ibu Endang mulai merasakan sakit seperti nyeri pada punggung beliau. Lama kelamaan Ibu Endang tidak bisa berjalan dan akhirnya hanya bisa tidur saja. Keadaan Ibu Endang yang semakin parah, Ibu Endang pun di periksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Ibu Endang didiagnosis bahwa mengalami tumor sumsum tulang belakang. Akhirnya pada awal Bulan Januari di lakukan operasi pengangkatan tumor beliau di Rumah Sakit Dr. Soetomo. Setelah beberapa bulan dan rutin menjalani kontrol, Ibu Endang pun sudah bisa duduk tapi masih belum bisa berjalan. Saat ini Ibu Endang hanya tinggal bersama Ibu beliau dan seorang putra. Sebelum sakit, Ibu Endang bekerja bertani bersama ibu beliau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena Ibu Endang sakit, perekonomian keluarga pun menjadi memburuk dan terkadang harus mengharapkan bantuan dari tetangga. Ibu Endang sangat terbantu dengan adanya JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi biaya yang perlukan saat berobat ke rumah sakit sangat lah tidak sedikit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Endang. Bantuan pertama pun telah diberikan kepada beliau untuk biaya transportasi, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Ibu Endang terus mengalami peningkatan dan segera bisa beraktivitas seperti dulu lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz Kristiono @m_rofii11

Bu Endang mengalami tumor sumsum tulang belakang


ATTA HAFIZ ALFAREZY (1, Jantung Bocor + Anemia + Penyempitan Syaraf Otak). Alamat : Jalan Sawunggaling I, No. 7, RT 1/1, Desa Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Adik Atta dilahirkan secara normal di Bidan terdekat. Akan tetapi, pada tanggal 8 Agustus 2017 kondisi tubuh Adik Atta semakin membiru. Karena khawatir akan keadaan putranya, orang tua Adik Atta pun membawanya ke Puskesmas Kepanjen Kidul. Karena tidak adanya peralatan yang dibutuhkan, Atik Atta pun dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar. Dari hasil yang didapat saat pemeriksaan, dokter mendiagnosis Adik Atta mengalami Anemia. Adik Atta pun menjalani transfusi darah sesuai yang disarankan dokter, akan tetapi kondisi Adik Atta tetap membiru dan keadaannya pun semakin kritis. Dokter pun memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Adik Atta yang dilarikan ke IGD RSSA langsung mendapatkan penanganan yang intensif dari dokter. Dokter pun menyampaikan kepada keluarga kalau Adik Atta harus dirawat di ruang ICU, dikarenakan diagnosis dari dokter menyatakan bahwa Adik Atta mengalami jantung bocor dan terjadi penyempitan syaraf pada otaknya. Setelah beberapa hari menjalani perawatan di ruang ICU Adik Arta pun akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. Adik Atta terlahir dari seorang ibu bernama Ratna Setyowati (27) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Sementara ayahnya bernama Wahyudi (29) berprofesi sebagai pengrajin kayu. Saat menjalani pengobatan Adik Atta menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) dikarenakan penghasilan yang didapat sang ayah sangat tidak menentu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Adik Atta sehingga bisa member bantuan untuk pendampingan berobat. Bantuan kepada Adik Atta kali ini diberikan untuk membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan santunan kematian. Semoga keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima cobaan yang dihadapi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Firman @m_rofii11

Adik Atta mengalami jantung bocor dan terjadi penyempitan syaraf pada otaknya


RAHMAD SANJAYA (18, Post Kecelakaan). Alamat : Jalan Cepiring, RT 1/4, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada akhir Bulan September nasib yang kurang baik bagi Rahmad. Hal buruk terjadi saat Rahmad mau menyebrang jalan raya, Rahmad di srempet angkutan umum dan sopir angkutan umum itu langsung melarikan diri. Karena kejadian tersebut Rahmad pun dibawa ke poliklinik terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama. Karena bermasalah dengan biaya yang harus dilunasi, Rahmad pun akhirnya dirawat di rumahnya. Kondisi Rahmad saat ini kakinya sulit untuk berjalan dan sekarang hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur saja. Rahmad merupakan putra kedua dari Almarhum Abdul Malik dan Ninik Sunarli (52). Penghasilan keluarga hanya berasal dari Ibu Ninik yang sehari-harinya bekerja secara serabutan, sedangkan Rahmad sendiri masih duduk di bangku sekolah. Karena tidak adanya biaya untuk berobat, Rahmad pun tidak bisa melanjutkan pengobatannya kembali. Apalagi Rahmad tidak mempunyai jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rahmad, sehingga dapat memberikan amanah yang diberikan Sedekaholics. Bantuan yang diberikan Rahmad dipergunakan untuk biaya berobat, transportasi, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan menjadi jalan menuju kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Rahmad mengalami kecelakaan


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan September 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1056. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 5.104.400,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan September 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1056. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 9.120.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional


RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan September 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan yang semakin banyak berdatangan. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli kasur, perlak dan dandang besar untuk memasak nasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1056. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.395.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir: @FaizFaeruz @Tica_Fajaria Rinda @m_rofii11

Pembelian inventaris RSSR


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, cuci ambulan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1056. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.995.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni Rofik @m_rofii11

Biaya operasional


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan September 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang memiliki 50 pasien dampingan dari berbagai wilayah Malang dan dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan untuk pengantaran dan penjemputan yang lebih cepat. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1056. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Aamiin.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 3.135.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Biaya operasional


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Beberapa bulan menjalani pengobatan di RSCM, namun kondisi Pak Asep terus menurun. Innalillahi wainnailaihi roji’uun, akhir bulan bulan kermarin pak Asep berpulang. Kembali kurir sedekah Rombonga menyampaikan uang duka, setelah santunan sebelumnya masuk di rombongan 1040. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik disisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri Harji

Pak Asep menderita tumor di belakang matanya


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan biaya akomodasi ke rumah sakit disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1052. Kondisi bapak Alex masih rutin melakukan control rutin di RSUD Koja Jakarta Utara, sementara tangan kanannya masih belum bias digerakkan. Mohon doa untuk kesembuhannya

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Bang Alex menderita stroke


DIVA LIANSYAH (14, AVM + Ca Pain). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1052. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva masih lemas dan masih dalam perawatan team dokter di gedung A RSCM Jakarta. Mohon doa untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik

Diva menderita gangguan jantung


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk membeli vitamin kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1052. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih mengalami kecelakaan


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1052. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi mata Mahira sudah tidak menguning, namun gizinya juga berangsur membaik. Mohon doa untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 November 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Mahira Asla Fazilah menderita Atresia Billier


RADJA PANGGOARAN SITORUS (1, Atresia Billier). Alamat: Jl .Ra Kartini RT 2/26 Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Radja, bocah ganteng asal Bekasi ini sekilas terlihat seperti anak sehat, hanya saja mata dan tubuhnya terlihat kuning. Radja oleh dokter dinyatakan menderita atresia billier dan gizi kurang sehingga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah. Radja sedang mengejar berat badannya supaya bisa menjalani transplantasi hati, karena selama ini pengobatan yang bisa dijalani untuk pasien atresia billier adalah transplantasi hati.orang tua Radja bapak Pical (37) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibu Siti Nurhasanah adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tak menentu dan dituntut untuk membeli susu khusus, menjadi pikiran tersendiri oleh orang tua Radja. Tak jarang orang tua Radja terpaksa mengandalkan bantuan donatur untuk memenuhi kebutuhan Radja. Kembali sedekah rombonga menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1056. Orang tua Radja mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga Radja bsia cepat mendapat jadwal transplatasi hati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 November 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Radja menderita atresia billier


GIO SITINJAK (60, Diabetes Akut+Katarak). Alamat: Jalan H. Ahmad R No 4 RT 6/4 Kecamatan Pondok Bambu Kota Jakarta Timur 13430. Bapak Gio, lelaki paruh baya yang didiagnosa oleh dokter terkena penyakit diabetes akut. Gejala awal dirasakan pada tahun 2015. Pak Gio awalnya didiagnosa sakit paru-paru. Sempat menjalani pengobatan dan di rawat di rumah sakit. Pak Gio bekerja sebagai buruh pabrik, akan tetapi semenjak terserang penyakit Pak Gio tidak sanggup lagi untuk bekerja keras. Sang istri, Ibu Lasmi membantu kebutuhan ekonomi dengan berjualan nasi uduk setiap pagi. Ibu Lasmi juga bersedia jika diminta bekerja dirumah tetangganya untuk cuci dan gosok pakaian. Penghasilan Ibu Lasmi hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Terkadang untuk biaya transportasi pengobatan Pak Gio, ia mencari pinjaman ke tetangga. Syukurnya Pak Gio mempunyai Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang membantu meringankan biaya pengobatannya. Pada tahun 2015, Pak Gio dirawat di rumah sakit hingga tidak sadarkan diri. Dokter menyatakan bahwa Pak Gio sudah terserang penyakit diabetes akut hingga terkena sarafnya. Efeknya adalah separuh tubuh Pak Gio tidak dapat bergerak dan menyebabkan matanya menjadi katarak. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi mata katarak. Saat ini Pak Gio sedang menunggu jadwal untuk operasi mata. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan oleh kurir SR, Pak Gio menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan sudah diberikan. Keluarga Pak Gio merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Pak Gio masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Gio terkena penyakit diabetes akut


SALAM HASAN (56, Diabetes) Alamat :Jalan Haji Hasan RT 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13950. Pak Salam menderita diabetes sejak tahun 2014. Pada bagian kakinya terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan beliau sulit berjalan. Pak Salam melakukan pengobatan di rumah sakit Harapan Jayakarta. Selama berobat, Pak Salam menggunakan fasilitas BPJS. Sesuai saran dokter, dalam waktu dekat ini Pak Salam akan diamputasi kaki kirinya agar luka pada kaki tidak semakin menggerogoti bagian tubuh lainnya. Pak Salam adalah seorang tukang ojek pangkalan yang dirawat oleh keluarganya. Saat ini Pak Salam tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya, tugasnya sebagai tulang punggung keluarga digantikan oleh sang istri Ibu Darisem (58) yang bekerja sebagai pedagang lauk matang. Walau menggunakan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat namun Pak Salam kesulitan untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics setelah sebelumnya masuk di rombongan 1052. Semoga Pak Salam segera dipulihkan kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Salam menderita diabetes


SUTRISNO BIN DARMO SUGITO (44, Stroke + Pengapuran Tulang). Jalan Nusa Indah 2 Gang 6 No. 231 Kelurahan Malaka Jaya Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sudah sejak setahun yang lalu, Sutrisno mengeluh nyeri di bagian paha hingga kaki. Lama kelamaan kakinya mengecil dan susah berjalan. Pada awal bulan Juli 2017, Sutrisno di bawa ke Bogor untuk menjalani pengobatan alternatif. Beberapa hari setelah menjalani pengobatan alternaif, kakinya semakin kecil dan susah untuk berjalan juga tangannya susah di gerakan. Ia pun segera berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah meminum obat dari Puskesmas akhirnya badannya pun kembali sehat. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, karena sebulan kemudian penyakitnya kambuh kembali, dan melihat dari gejala-gejalanya menurut dokter Puskesmas Sutrisno terkena gejala Stroke. Semenjak sakit, Sutrisno tidak bekerja. Karena merasa kesakitan cukup lama, mengakibatkan kejiwaannya sedikit terganggu. Sutrisno tinggal bersama kakaknya yang sudah berkeluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Fasilitas kesehatan yang dimiliki BPJS. Kakaknya juga memiliki 1 anak kandung dan 3 anak yatim piatu yang merupakan anak dari adiknya yang telah meninggal dunia. Alhamdulillah atas izin Allah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali dengan Sutrisno. Keluarga Sutrisno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang disampaikan. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Sutrisno terkena gejala Stroke


ERNA BINTI KARYA SUTISNA (50, Janda), Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No 85, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ibu Erna biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 4 orang anaknya. Suamianya Karya Sutisna sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena serangan jantung, hal tersebut membuat Ibu Erna merasa kesepian. Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya. Dua orang anaknya masih duduk dibangku sekolah sehingga Ibu Erna harus membiayainya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari. Sehingga sang anak membantu Ibu Erna dengan berjualan gorengan yang dibuat Ibu Erna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Erna, sehingga dapat menyampaikan titipan lanjutan dari para Sedekaholics untuk Ibu Erna. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1052. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Erna dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bantuan tunai


SUHARSONO TARUNA (61, Katarak + Komplikasi Jantung). Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 49 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Pada tahun 2014 Pak Suharsono berobat ke Klinik Budi Luhur Cibitung untuk memeriksa penyakit darah tingginya. Dokter menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk pengobatan lebih lanjut. Dan setelah diperiksa oleh tim dokter IGD Rumah Sakit Hermina, Pak Suharsono mengalami tekanan darah yang sangat tinggi dan adanya pembengkakan pada jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Pak Suharsono masih menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Akan tetapi sekarang badan dan kakinya mengalami pembengkakan. Kemudian di cek oleh dokter ternyata itu adalah gejalan asam urat dan kolesterol, dan juga adanya gumpalan darah pada bola mata Pak Suharsono sehingga menyebabkan penglihatan beliau kurang jelas. Dokter menyarankan Pak Suharsono untuk operasi mata. Pak Suharsono hanya mengandalkan jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Suharsono. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan pembelian kacamata pasca operasi katarak nya setelah sebelumnya masuk di rombongan 1052. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Pak Suharsono segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak Suharsono menderita katarak + komplikasi jJantung


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat : Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1052. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Bu Anita menderita ginjal


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 1051. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehingga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Pak heru sakit paru-paru dan infeksi ginjal


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya, sementara sang suami baru saja meninggal dunia. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Erah menderita infeksi ginjal.


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 1051. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini Hambali @endangnumik @untaririri

Bantuan tunai


TRI BUDIANTORO (41, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1051. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Tri Budiantoro positif menderita TBC


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1051. Kini berat badan Alzena terus naik namun Alzena masih harus menjalani serangkaian cek medis di rumah sakit Dharmais, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Alzena menderita gizi buruk


SUMARSIH KUSNADI (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat: Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali pada keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan bantuan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Sebelumnya Ibu Sumarsih masuk di rombongan 1051. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit diabetes


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat : Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September 2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 1051. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Hanum mengidap penyakit diabetes


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1051. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 1 Oktober 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik @untaririri

Ibu Sunarmi menderita stoma nodusa


SALNI BINTI FULAN (77, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Jalan Budi Mulia RT 7/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara. Bu Salni, demikian biasanya tetangga memanggil nenek ini. Di usia senjanya, kondisi beliau sudah tidak sekuat dulu lagi. Beliau sudah tidak mampu untuk berktivitas banyak. Bu Salni hanya hidup sendirian sejak sang suami meninggal 20 tahun yang lalu. Beliau memiliki 2 anak namun sudah berkeluarga. Bu Salni menjadi guru mengaji dirumahnya. Hidup didalam rumah yang sederhana sudah beliau syukuri. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Salni dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bu Salni.

Jumlah bantuan:Rp. 500.000,-
Tanggal :1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bantuan tunai


KOMARIAH BINTI UKAR (40, Soft Tissue Tumor Punggung). Alamat : Jalan Budi Mulia RT 1/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Kota Jakarta Utara. Ibu Komariah yang biasa dipanggil dengan sebutan Bu Kokom. Ibu dari 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Awalnya pada bulan Juli 2017, Bu Kokom seringkali merasakan pegal di bagian leher dan punggungnya. Bu Kokom mengira itu hanya salah bantal. Hal lain yang beliau telat sadari ialah tumbuhnya benjolan di punggungnya. Melihat benjolan Bu Kokom yang semakin membesar, keluarga membawa ke Melihat benjolan Pak Sudin yang semakin membesar, keluarga membawa ke RSU Kecamatan Pademangan untuk melakukan penyedotan cairan di benjolannya. Menjalani serangkaian tes di RSU diketahui Bu Kokom menderita tumor punggung. Suaminya, Pak Arip (45) yang seorang ojek online yang bekerja untuk biaya pengobatan istrinya. Terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk biaya transportasi selama berobat keluarga merasa kesulitan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Kokom untuk menyampaikan titipan para sedekaholics guna meringankan biaya untuk transportasi selama beliau melakukan pengobatan. Semoga Bu Kokom kembali sehat dan dapat menjalani aktifitas seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu Kokom menderita tumor punggung


AL FARIZHI (11, Benjolan Di Telapak Kaki) Alamat Jalan Budi Mulia RT 1/4 Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Jakarta Utara. Al Farizhi yang akrab dipanggil Fariz, anak dari pasangan Arip Yudhi Rachman dan Komariah ini masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 6. Saat sedang asik bermain bersama teman-temannya, Fariz tidak segaja menginjak bongkahan batu kerikil yang membuatnya menderita luka memar dan benjolan di telapak kakinya. Luka yang diderita membuat aktivitas anak ini terganggu. Fariz sudah melakukan operasi beda pada 2 September 2017 di rumah sakit Mulyasari Jakarta. Ayah Fariz, Pak Arip bekerja sebagai ojek online dan sang Ibu berjualan kue pasar setiap pagi. Penghasilan kedua orang tua Fariz tidak menentu sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat. Alhamdulillah Allah SWT mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan keluarga Bapak Arip. #SedekahRombongan Jakarta merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan #SedekahRombongan atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Fariz menderita luka memar dan benjolan di telapak kakinya


KURIAH BIN FULAN (48, Kanker Nasofaring Stadium 4). Alamat: Jalan Budi Mulia RT 11/5 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara. Bu Kuriah sudah 1 tahun menderita Kanker Nasofaring, setelah di diagnosa oleh dokter pada Juli 2016. Bu Kuriah ialah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 1 orang anak yang masih bersekolah. Dan sang suami, Pak Agus bekerja sebagai ojek pangkalan yang berpenghasilan tidak menentu dan terkadang hanya cukup untuk membeli kebutuhan makan saja. Gejala awal yang dirasakan oleh Bu Kuriah yaitu merasakan sakit kepala yang sangat berat dan langsung berobat ke puskesmas hingga saat ini Bu Kuriah masih berobat jalan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bu Kuriah harus rutin menjalani kemoradiasi dan kemoterapi. Kondisi Bu Kuriah saat ini tidak dapat melihat dan tidak dapat mengkonsumsi makanan kecuali dengan bantu selang. Pak Agus terus berusaha mencari rejeki untuk dapat membiayai pengobatan Bu Kuriah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Kuriah, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Bu Kuriah. Bantuan untuk Bu Kuriah dipergunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Bu Kuriah dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @untaririri

Bu Kuriah sudah 1 tahun menderita kanker nasofaring

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MISBACHUL MUSTAFID 922,500
2 ACHMAD TOHA 1,000,000
3 SUMIRA BINTI SUDARTI 500,000
4 ABDUL AZIS 500,000
5 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
6 AMNA BINTI BUATI 856,200
7 RSSR JEMBER 2,510,000
8 RSSR JEMBER 16,779,181
9 MTSR JEMBER 6,661,000
10 MTSR JEMBER 12,429,000
11 AHMAD HASAN ABDILLAH 751,000
12 MOHAMMAD NUR GHUFRON 1,399,500
13 ARBUWA BINTI AJIB 900,600
14 RICKY AKBAR 551,000
15 NIKMATUS SHOLEHAH 565,600
16 ASNI BINTI MARHABI 994,600
17 SAFIRA NURAINI 979,000
18 SUNARTI BINTI ARI 650,000
19 MUHAMMAD IKBAL MU’IN 1,182,500
20 KIMAN BIN WAGIYO 750,000
21 ADI CHANDRA 1,000,000
22 AGUSTINI NURMAN 2,140,000
23 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
24 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
25 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
26 SADIAH BINTI DARSA 1,000,000
27 YOHANES APRILIANO DEGA 1,000,000
28 SUPRIYADI JAWAI 1,000,000
29 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 1,000,000
30 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 1,000,000
31 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
32 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
33 SITI MARSELA 1,000,000
34 ENI NURAENI 1,500,000
35 MELLATUL LATIFAH 3,000,000
36 ALIF RIZKI SYAFATIR 1,000,000
37 IRFAN YUSRAN AL GHAZALI 1,000,000
38 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
39 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
40 ENDANG KURNIAWATI 500,000
41 ATTA HAFIZ ALFAREZY 1,000,000
42 RAHMAD SANJAYA 1,000,000
43 RSSR MALANG 5,104,400
44 RSSR MALANG 9,120,000
45 RSSR MALANG 3,395,000
46 MTSR MALANG 2,995,000
47 MTSR MALANG 3,135,000
48 ASEP GUNAWAN 1,000,000
49 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
50 DIVA LIANSYAH 1,000,000
51 AGIH PRIYANTO 1,000,000
52 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
53 RADJA PANGGOARAN SITORUS 1,000,000
54 GIO SITINJAK 500,000
55 SALAM HASAN 750,000
56 SUTRISNO BIN DARMO SUGITO 750,000
57 ERNA BINTI KARYA SUTISNA 750,000
58 SUHARSONO TARUNA 750,000
59 ANITA AGUSTINA 750,000
60 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
61 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
62 SUHA SARI 1,000,000
63 TRI BUDIANTORO 500,000
64 ALZENA SAFA 1,000,000
65 SUMARSIH KUSNADI 750,000
66 HANUM YUNARNI 750,000
67 SUNARMI SUTRISNO 750,000
68 SALNI BINTI FULAN 500,000
69 KOMARIAH BINTI UKAR 1,000,000
70 AL FARIZHI 1,000,000
71 KURIAH BIN FULAN 500,000
Total 120,271,081

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 120,271,081,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1072 ROMBONGAN

Rp. 56,880,144,004,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 1072

  1. FirstKristan

    I see you don’t monetize your page, don’t waste your traffic, you can earn extra bucks
    every month because you’ve got high quality content.
    If you want to know how to make extra money, search for: Boorfe’s tips best adsense
    alternative

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *