Rombongan 1070

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on November 3, 2017

DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakitpenurunan Daya Tahan Tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena penyakit penurunan daa tahan tubuh, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Khumaidah @akuokawai

Devi menderita penurunan daya tahan tubuh


HUMAIDI BIN WAJIR (36, Skizofernia). Alamat : Desa Gandrirojo, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Humaidi menderita gangguan jiwa sejak 4 tahun yang lalu. Humaidi hidup bersama istrinya Husniyyah (32)), ibunya Yatmi, (80) dan anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sedangkan bapaknya sudah meninggal dunia (alm. Wajir). Sebelum Humaidi menderita gangguan jiwa ia berprofesi sebagai sopir. Semenjak Humaidi menderita gangguan jiwa istrinya harus bekerja keras menggantikan peran Humaidi sebagai kepala rumah tangga dengan bekerja sebagai buruh jahit dan buruh cuci pakaian untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Selama 4 tahun Humaidi tidak pernah mendapatkan pengobatan apapun karena terkendala biaya. Meskipun sudah memiliki BPJS keluarga Humaidi tak mampu membiayai sarana transportasi pengobatan Humaidi karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Humaidi sering mengamuk dan marah ketika permintaannya terhadap sesuatu tidak dituruti, jika permintaannya tidak dituruti ia mengobrak-abrik semua perabotan rumah dan sering mengancam anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sehingga sering kali anaknya mengalami depresi karena ketakutan melihat kondisi Bapaknya. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Humaidi agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan Humaidi bisa beraktivitas kembali sebagai kepala rumah tangga dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya. Pada bulan Agustus 2017, kurir Sedekah rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Humaidi, setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan bersedia untuk membantu mendampingi pengobatan Humaidi sampai sembuh. Alhamdulillah satu bulan perawatan di RSJ AMINOGONDO membuahkan hasil, sehingga Humaidi sudah kembali normal kejiwaannya. Namun pada bulan September kondisi fisiknya melemah karena gejala stroke dan akhirnya dibawa ke puskesmas setempat, bantuanpun diberikan untuk biaya akomodasi selama control, karena dirujuk ke RSUD Soetrasno Rembang Jawa Tengah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Darsan, Khumaidah @akuokawai

Humaidi menderita gangguan jiwa


PURMINAH BINTI SAIBUN (38, Kanker Otak) Alamat : RT 2/1, Ds. Sumberejo, Kec. Pamotan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Wanita bernama Purminah binti Saibun ini hidup sebagai pedagang kebutuhan harian di Pasar Pamotan. Cerita deritanya bermula pada tahun 2013-an, Purminah ditinggal pergi suaminya yang bernama Supriyaduri. Lelaki asli Pamotan yang menikahi wanita asli Pati ini pergi tanpa kabar dan tanpa pernah menafkahi. Bahkan sebelumnya, wanita yang kerja di sebagai bakulan di Pasar Pamotan ini sering kali dimintai uang oleh suaminya. Akhirnya untuk menafkahi keluarga yaitu kedua anaknya, Purminah kerja keras. Namun mulai tahun 2015 merasakan sakit tak tertahankan di kepalanya. Saat ini Purminah dalam proses perceraian namun akta cerai belum keluar. Setelah merasa kepalanya sering pusing, Purminah memeriksakan diri ke Puskesmas Pamotan. Kemudian dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno, Rembang. Dan berlanjut di rujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Tanggal 24 Agustus 2017 hasilnya dinyatakan kanker otak dan harus opname. Tgl. 30 Agustus 2017 operasi kanker otak. Kemudian sempat kontrol 3 kali ke Semarang. Berangkat dari Pamotan jam 02.00 dan kemudian pulang sampai Lasem lagi jam 24.00. Pertama sewa mobil, namun karena tidak punya uang untuk kontrol berikutnya naik bis diantar iparnya dengan penuh sesak dan macet akhirnya pulang malah “awak lara kabeh”. Setelah kontrol ketiga dan diputuskan opname serta kemo lewat obat antibiotik cair (6 botol) kemudian dokter menyarankan tidak boleh ada aktivitas lagi. Anaknya yang pertama kerja di pabrik botol dengan gaji hanya Rp. 38.000/hr. Selama ini tidak pernah dapat bantuan karena rumah dianggap besar padahal tinggalan mantan mertua. Saat ini, anak sulung Purminah lulus SMA dan sudah kerja serta adiknya kelas 5 SD (11 th). Mbak Purminah ingin pulang ke Pati karena khawatir suatu ketika diusir mantan suaminya jika pulang. Namun ditahan oleh mertuanya yang masih sayang dan kasihan. Selama ini iparnya yang perempuan selalu menemani jika kontrol ke Semarang. Purminah sering merasakan pusing dan sakit luar biasa sehingga tak bisa pergi dari tempat tidur. Dia tak mampu beraktivitas seperti biasanya. Dia ewuh pekewuh dengan pihak keluarga mantan suaminya jika terus merepotkan. Saat ini istirahat total 3 bln di rumah. Beliau sangat bingung untuk menanggung biaya akomodasi yang ditanggung saat pemeriksaan ke Semarang, transportasi dan juga biaya keseharian untuk anaknya yang masih kecil. Alhamdulilah atas informasi dari Mas Mulat kepada kurir #SR Rembang, keberadaan beliau segera disurvey pada tgl. 29 September 2017. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan kepada bu Purminah, Bantuanpun diberikan untuk biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rif’an, Edi Santoso @akuokawai

Bu Purminah menderita kanker otak


KASMIAH BINTI KASMAN (74, Mata Rabun) Alamat : Gg. Kulit No.24, RT 2/3, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Walaupun renta, Yu Mi’ah (nama panggilannya) ini masih sehat bisa bekerja bantu-bantu orang lain. Namun ujian dari Allah datang sekitar tahun 2006 yaitu kecelakaan yang mengakibatkan kakinya kesleo. Tentu saja sejak itu Kasmiah binti Kasman yang sudah jompo ini berjalan dengan bertelekan tongkat. Seluruh badan dirasakan sakit. Hanya hidup berdua dengan putri sulungnya yang tidak bersuami dan hanya sebagai buruh cuci pada rumah tangga orang lain. Namun karena kondisi pasien sering jatuh maka putrinya keluar dari bekerja pada tetangga dan saat ini tidak bekerja. Pasien tidak pernah ke Puskesmas atau RS karena takut, sehingga hanya melalui pengobatan herbal. Saat itulah kurirSedekah Rombongan Rembang mendapat info tentang dhuafa tersebut dan dilakukan survey pada tanggal 4 Oktober 2017 dirumahnya yang kecil dan berada ditengah-tengah pemukiman sehingga kendaraan tidak bisa masuk. Hanya kurir beserta informan jalan beriringan menuju rumah beliau. Setelah di rekomendasikan tim Sedekah Rombongan, alhamdulillah mendapatkan santunan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Najib, Achmad Rif’an @akuokawai

Bu Kasminah menderita mata rabun


KASIATUN BINTI KASMANI (67, Lumpuh) Alamat : Jl. Ahmad Yani No.20 RT 2/2 Ds. Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Kasiatun binti Kasmani, atau dikenal dengan panggilan Mbah Kesi memang sejak muda sudah sulit komunikasi seperti lemah mental atau berkebutuhan khusus. Namun demikian dapat beraktivitas sehari-hari seperti lainnya termasuk ikut pengajian bersama tetangga-tetangganya. Beliau tidak menikah dan tentu tidak punya anak, mulai tahun 2005 tinggal dirumah peninggalan kakeknya bersama adiknya yang bernama Badriyah (65 th) yang sebelumnya merantau sebagai ART di Jakarta. Karena adiknya juga tidak bersuami, saat ini ditemani keponakan mereka yang bernama Solikhin (27 th). Kondisi Mbah Kesi sejak 2015 diusia senja tetiba menurun drastis dan badan terasa lemas seperti tanpa otot. Akhirnya setelah 3 hari tanpa ada perubahan, oleh keluarga di bawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Penanganan pihak medis dilakukan dengan opname selama satu pekan. Dengan pertimbangan biaya operasional yang tidak mencukupi, tiada yang menunggui, serta tak ada perubahan signifikan maka pasien dibawa pulang ke rumah. Sampai dua tahun, yaitu saat ini Mbah Kesi hanya tergolek di tempat tidur karena lumpuh. Keluarga berharap ada pihak yang dapat membantu meringankan beban tersebut, memberikan santunan operasional jika sewaktu-waktu diperlukan pengobatan ke rumah sakit kembali beserta kebutuhan hidup sehari-hari. Pada awal Oktober 2017, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Kasiatun, dan proses pendataan dilakukan. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan untuk Mbah Kesi.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Mbah Kesi mengalami lumpuh


YUMERTA INDRI WIDYA SUKMA (16, Paru-paru dan Gizi Buruk) Alamat : Dukuh Kaliprak, RT 1/1, Desa Ngajaran, Kec. Sale, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sebuah kebanggan ketika mempunyai putri mandiri dan mau belajar walaupun jauh dari orang tua. Indri, panggilan gudis belia ini memang sekolah sembari mondok di salah satu Ponpes daerah Lamongan. Kejadian memilukan bermula pada saat bulan Februari tahun 2017 yaitu saat putri Bapak Rijal Efendi ini masih sekolah Madrasah Aliyah di sebuah pondok pesantren daerah Lamongan merasakan badan demam tinggi. Diperiksakan ke klinik setempat dan hasilnya dinyatakan sakit thypus. Kemudian karena belum sembuh pada saat kenaikan kelas pindah ke Madrasah Aliyah di Sale, dan saat periksa ke Puskesmas hasil diagnosanya juga sakit thypus. Sehingga diharuskan istirahat yang cukup. Namun demikian, Indri masih tetap sakit dan tak kunjung sembuh maka dirujuk ke RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang. Hasil rontgen dinyatakan sakit paru-paru dan juga gizi buruk. Terakhir dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno namun informasi dari orang tuanya tidak diberikan obat karena pihak RSUD belum yakin jika Indri terkena paru-paru walaupun hasil rontgen dinyatakan demikian. Saat ini anak masih tergolek sakit di rumah. Saat ini keluarga Indri terkendala masalah biaya akomodasi bagi yang menunggui jika dirujuk ke RSUD termasuk sarana transportasi maupun biaya keseharian bagi yang di rumah. Sebuah informasi masuk ke tim #SR Rembang sehingga salah satu kurir mensurvey dan mendata pasien tanggal 29 September 2017. Setelah direkomendasi oleh tim kurir, alhamdulillah Indri menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan untuk mengurangi beban keluarga juga tentunya berharap segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali, memperoleh hak pendidikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Yuli Ari Wibowo @akuokawai

Indri mengalami sakit paru-paru dan juga gizi buruk


KOMARI BINTI KARBANI (87, Kanker kulit ) Alamat : Gg. Kulit, No. 32 A, RT 1/3, Desa Sawahan, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Komari binti Karbani merasa ada rasa panas dan gatal pada kulit wajahnya pada tahun 1999. Kurang lebih tahun 2000 berobat ke RSUD dr. Soetrasno Rembang, namun belum sembuh. Sekitar tahun 2001 berobat ke RSUD dr. Soewondo Pati, hasilnya masih belum jelas namun diperkirakan kanker kulit. Kondisinya yang jompo karena memang sudah sepuh dan penyakit kulit dimuka semakin melebar otomatis membatasi ruang geraknya. Sudah sepuh itu pula yang membuat pendengarannya berkurang jauh, pandangan mata tak jelas sehingga sudah tidak mau berobat. Karena tinggal hanya berdua dengan anaknya yang bernama Sriyanto yang kerjanya serabutan hanya membantu orang jika diperlukan maka keperluan biaya sehari-sehari sangat minim. Alhamdulillah Sriyanto bertemu kurir Sedekah Rombongan Rembang sehingga setelah disurvey dan dilakukan pendataan akhirnya tim kurir merekomendasikan untuk diberikan santunan bagi Mbah Komari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Najib, Achmad Rif’an @akuokawai

Mbah Komari menderita kanker kulit


MOHAMMAD KENZO JAYENDRA (1, Pendarahan Otak) Alamat : RT 2/2, Desa Sridadi, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bayi Kenzo, putra Bp. Agus Hadi Hartono yang baru berusia dua bulan ini sejak usia 29 hari sudah aering sakit. Karena kondisi yang mengkhawatirkan akhirnya bayi dibawa ke RSUD dr R Soetrasno dan dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Dilakukan operasi dan beberapa kali kontrol. Hasilnya alhamdulillah sudah sedikit membaik dalam proses kontrol ke Semarang sampai 2 tahun. Namun keluarga miskin ini kebingungan untuk selanjutnya karena ayah muda sebagai tulang punggung keluarga hanya bekerja jika ada orang lain yang memerlukan tenaganya untuk bantu-bantu. Akhirnya ada pihak (tetangga) yang mengunggah di facebook dengan kondisi bayi yang penuh dengan selang-selang saat operasi. Kurir #SR Rembang mengambil keputusan untuk survey pada tgl 4 Oktober 2017. Alhamdulillah setelah pendataan dan tim kurir memutuskan dilakukan pendampingan terhadap pasien bayi ini. Saat penyerahan santunan kondisi bayi sudah dirumah setelah kontrol 3 hari sebelumnya. Dan kontrol terakhir setelah survey kurir ada perkembangan baik yaitu otak kanan yang dioperasi dan posisinya sedikit keluar dari letak semula sudah balik ke posisi yang tepat, tinggal mengikuti program perkembangan selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Yuli Ari Wibowo @akuokawai

Kenzo menderita pendarahan otak


GIGIH BAYU SANTOSO (12, Gangguan Jantung + Radang nasofaring) Alamat : RT 1/3 Desa Sawahan, Kec Rembang, Kab Rembang, Prov. Jawa Tengah. Dilihat dari fisiknya Gigih bin Putut Wijanarko ini terlihat sehat, badanya tinggi besar. Namun pada bulan Juni – Juli 2017 keceriaannya hilang karena dada terasa sesak. Sejak itu tidak masuk sekolah bahkan tidak bisa mengikuti Ulangan Tengah Semester 1. Oleh kedua orangtuanya kemudian dilakukan pemeriksaan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dan diagnosa dokter sakit jantung. Dirawat inap selama 1 bulan (Agustus). Kemudian dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan dinyatakan belum ditemukan penyakitnya secara pasti sehingga diminta cek ulang di laboratorium. Pak Putut yang sebagai tukang parkir tidak bekerja sejak itu, sedangkan istri jadinya tidak bisa bekerja bantu-bantu tetangga akhirnya, Gigih dirawat dirumah dengan herbal dirumah. Saat ini sudah agak membaik namun disaat tertentu masih merasakan sakit sesak di dadanya. Alasan tepatnya karena kekurangan biaya hidup selama merawat putranya beserta biaya operasional pemeriksaan dan pengobatan medis di rumah sakit. Alhamdulillah pada tgl 9 Oktober 2017 kurir Sedekah Rombongan Rembang mendapat info dan langsung difollow up ke rumah beliau. Setelah diajukan ke tim kurir akhirnya diberikan santunan pendampingan. Rencana tanggal 19 Oktober 2017 dik Gigih akan kontrol di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Najib, Achmad Rif’an @akuokawai

Gigih menderita gangguan jantung + radang nasofaring


HARTONO BIN SADJIMIN (64, Kaki Patah + Sesak di Ulu Hati) Alamat : Gg. Palen, No. 29, RT 1/3, Desa Sawahan, Kec Rembang, Kab Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sekitar 3 tahun yang lalu Bp. Hartono bin Sadjimin ini mengalami kecelakaan, sedang membonceng sepeda motor ditabrak truck yang mengakibatkan kaki patah. Operasi pemasangan pen di kaki dilakukan di salah satu RS di Solo dan sejak itu beliau tidak bisa beraktivitas. Anaknya yang baru lulus SMA akhirnya membantu buka warung kopi di depan rumah. Sudah seharusnya pen diambil dua tahun lalu, namun karena biaya yang tidak ada sehingga sampai tiga tahun ini masih ada dikaki suami Bu Sumiyati ini. Saat ini sudah sekitar sebulan, Pak Hartono juga merasakan sakit di ulu hati. Jika makan walau sedikit sudah tidak kuat alias terasa sesak. Akhirnya periksa ke Dr. Edi specialis penyakit dalam dan hasil diagnosanya adalah ada cairan yang masuk ginjal. Sedangkan pen di kaki belum diambil rencana akan diambil secepatnya. Biaya hidup dan biaya operasional saat kontrol dan pengobatan ini masih menjadi kendala. Saat itu kurir #SR Rembang mendapatkan info dan segera survey tgl. 9 Oktober 2017. Walaupun kondisi demikian, Pak Hartono membantu putranya jualan kopi dan menerima kurir untuk pendataan. Alhamdulillah tim kurir kemudian memutuskan untuk dilakukan pendampingan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Najib, Achmad Rif’an @akuokawai

Pak Hartono menderita kaki patah + sesak di ulu hati


YAMI BINTI TAYIB (67, Kecelakaan). Alamat : Desa Jukung, RT/RW 03/02, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Yami mengalami sakitnya sejak 6 bulan yang lalu akibat kecelakaan tabrak motor. Saat ini Yami hidup bersama satu anaknya yang masih bujang karena ayah (Tayib) , ibu (Sagimah) dan suaminya (Sariman) sudah meninggal dunia. Anaknya berprofesi sebagai buruh tani dan pekerja serabutan karena tidak memiliki bekal pendidikan yang tinggi untuk memperoleh pekerjaan yang mapan dan tetap. Anaknya adalah satu-satunya tulang punggung keluarga, sehingga anaknya harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga sekaligus membiayai pengobatan Yami. Kondisi Yami saat ini hanya bisa duduk dan terbaring di atas kamar tidur, Yami harus menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang, namun karena terkendala biaya dan transportasi ia hanya bisa melakukan pengobatan di rumah dengan alat dan obat seadanya. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Yami tetap tidak mampu membiayai pengobatannya karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja anaknya harus bekerja keras dan sering mengharapkan bantuan dari saudara dan tetangganya, apalagi jika harus membiayai pengobatan dan transportasi ibunya. Kondisinya yang semakin tidak baik membuat Yami semakin merasa resah, Yami sangat bertekad kuat agar bisa sembuh dari penyakitnya, agar ia bisa beraktivitas secara normal dan tidak menjadi beban bagi anak semata wayangnya dan juga bagi saudaranya. Pada bulan September 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Yami, kurir #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Yami sampai sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke rumah sakit sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Puji @akuokawai

Bu Yami mengalami kecelakaan


NAILA KHAMIDAH (23 , Lupus). Alamat : Desa Tritunggal RT. 1/2 Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sejak April tahun 2015 Naila sudah menderita lumpuh dan baru sekitar bulan Mei 2017 ia terdeteksi sakit lupus. Naila hidup bersama kedua orang tuanya, ayahnya bernama Sukono (54 ) berprofesi sebagai nelayan dan ibunya bernama Sumi (48 tahun) yang berprofesi sebagai penjual ikan di rumah. Pada awal Naila sakit ia dilarikan ke rumah sakit Moewardi Solo, namun saat ini menjalani rawat jalan di RSUD Dr Kariadi Semarang. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS (peralihan dari Jamkesmas) namun kedua orang tua Naila masih keberatan dan tidak mampu menyewa secara rutin mobil untuk kontrol selama rawat jalan dan obat yang harus dibeli di luar tanggungan BPJS. Biaya kontrol bisa mencapai dua juta rupiah setiap sekali kontrol. Selama menjalani proses perawatan pihak keluarga sudah menanggung banyak hutang di keluarga, hutang koperasi dan saudara untuk membiayai mulai dari pengobatan awal hingga rawat jalan Naila. Di usianya yang masih muda Naila sangat berkeinginan kuat agar bisa sembuh, karena ia masih punya impian dan cita-cita untuk membahagiakan dan membanggakan kedua orang tuanya. Pada bulan September 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Naila, setelah melihat kondisi Naila dan kondisi perekonomian keluarga, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Naila. Bantuanpun diberikan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan obat diluar BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Diyah @akuokawai

Naila menderita lumpuh


NUR KHASANAH (39, Hepatitis B) Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sukidah hidup sebatangkara karena ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Sukidah menderita penyakit Hepatitis B sejak bulan Juli 2017. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu pengobatan dokter spesialis dalam di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Terkini Nur Khasanah sering ngedrop jika kecapekan badannya menjadi panas, lemas dan tidak nafsu makan. Kondisi yang demikian membuat orang di sekitar sangat kebingungan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya kartu jaminan kesehatan berupa apapun sehingga biaya berobat akan semakin mahal. Pengobatan ke dokter spesialis mengakibatkan ia terlilit hutang dan tunggakan. Nur Khasanah sangat mengharapkan kesembuhannya Sukidah tak mampu membiayai biaya kontrol dan operasional di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Sukidah sangat bertekad kuat untuk bisa sembuh bisa beraktivitas kembali dan tidak membebani orang-orang disekitarnya terutama keluarganya. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Nur Khasanah, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Nur Khasanah sampai sembuh. Biaya transportasi dan pengobatan untuk antar jemput ke RSJ Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Farida @akuokawai

Bu Sukidah menderita hepatitis B


SUTIAH BINTI RASIONO (47, Tumor Ganas). Alamat : Ds. Balongmulyo RT 7/3, Kec. Kragan Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Bu Sutiah yang biasa dipanggil dalam kesehariannya, sepulang merantau tinggal bersama saudaranya. Beliau belum bersuami dan orangtuanya sudah tidak ada. Sekitar awal tahun 2015, Bu Sutiah merasakan sakit yang setelah diperiksakan ke mantri kesehatan setempat diprediksi menderita tumor ganas. Pada bulan September 2017 kakinya mulai membengkak. Rasa sakit tersebut ditahan karena sungkan (segan) untuk berkeluh kesah kepada saudaranya. Karena sudah tidak bekerja dan rumah tidak punya, biaya berobat pun tidak ada. Kondisi beliau sebenarnya sudah parah tapi hanya di tahan rasa sakit nya karena kendala biaya dan takut merepotkan saudaranya itu. Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Sutiah, Adanya info demikian akhirnya kurir Sedekah Rombongan segera mensurvey dan melakukan pendataan. Ternyata Bu Sutini tidak memilik kartu jaminan sosial kesehatan. Kurir segera mengurus pembuatan Kartu BPJS. Alhamdulillah bantuanpun diberikan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Bu Sutiah menderita tumor ganas


AHMAD JUMRI (33, Cacat Bawaan). Alamat Jl. Sekar Melati. RT 1/1. Mlati Kidul. Kec. Kota Kab. Kudus. Jawa Tengah. Bapak Ahmad Jumri, Ayah dari tiga orang anak ini adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang sejak lahir telah memiliki kekurangan fisik yaitu tidak memiliki kaki. Pada tiga tahun yang lalu Beliau mendapat bantuan kaki palsu dengan Dr. Puspito di Karanganyar-Solo. Namun sekitar dua bulan yang lalu kaki palsu Beliau rusak dan tidak dapat dipakai kembali. Beliau tidak bisa berjalan. Beliau yang merupakan tulang punggung keluarga tidak dapat bekerja untuk memperoleh nafkah bagi keluarganya. Sehingga supaya tetap memperoleh penghasilan untuk kehidupan sehari-harinya, Ibu Sitorus-Istri Beliau bekerja sebagai buruh cuci. Selama ini Bapak Ahmad Jumri beserta keluarga tinggal di kost (rumah sewa). Keterbatasan biaya menyebabkan Bapak Ahmad Jumri tidak dapat melakukan pengobatan. Oleh karena itu Bapak Ahmad Jumri membutuhkan bantuan biaya untuk dapat memiliki kaki palsu kembali supaya bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.Alhamdulillah Team Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga Beliau guna membantu biaya hidup sehari-harinya. Dengan ini santunan Team Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada keluarga Beliau.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir: @robbyadiarta Wibowo Agus @akuokawai

Pak Ahmad menderita cacat bawaan


KADARNO BIN SABU (64, Tumor Mata). Alamat : DS. Bacin, RT 1/3, Bacin, Kec. Bae, Kab. Kudus. Jawa TengahBapak Kadarno merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang menderita penyakit tumor. Tumor yang menyerang pada bagian mata kiri tersebut dikarenakan sekitar dua tahun yang lalu Beliau jatuh dari sepeda. Ada bagian dari sepeda yang mengenai mata sehingga mata Beliau membengkak, namun sayangnya Bapak Kadarno tidak melakukan pengobatan dirumah sakit karena berpikiran bahwa pembengkakan tersebut adalah sakit biasa. Setelah beberapa bulan kemudian ternyata kondisi mata dari Bapak Kadarno yang bekerja sebagai penjaga parkir disuatu warnet, tidak kunjung membaik. Kondisi mata Beliau bertambah parah dan bahkan sampai tidak bisa melihat. Pihak keluarga pada akhirnya membawa Bapak Kadarno ke Rumah sakit dan diketahui bahwa Beliau menderita tumor pada bagian mata kirinya. Sekitar satu setengah tahun yang lalu pernah dilakukan pengobatan dan operasi di Rumah Sakit Kariadi sehingga kondisi mata Beliau membaik. Kontrol pasca operasi harus dilakukan supaya mengetahui bagaimana perkembangan dari kondisi mata beliau, tetapi hingga kini Beliau tidak lagi melakukan kontrol dan hanya dibelikan obat mata saja untuk mengatasi pembengkakan yang kembali diderita pada mata kirinya. Dan sekatang mata kiri Beliau justru tidak dapat digunakan untuk melihat kembali. Alhamdulillah Team Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Bapak Kadarno. Dengan ini santunan ke-2 dari Team Sedekah Rombongan telah disampaikan untuk biaya akomodasi dan biaya hidup sehari-hari selama rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang. Semoga proses pengobatan dan perawatan dari Bapak Kadarno dapat berjalan dengan baik dan Beliau dapat kembali melihat. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1030

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta Andre Wibowo @akuokawai

Pak Kadarno menderita tumor mata


MUHAMMAD DESTIAN (11, Kanker Darah ). Alamat : Link Tlasri RT 2/1 Kelurahan Giyanti, Kec. Temanggung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Destian adalah anak kedua dari pasangan Gunarno (38, Buruh Serabutan) dan Nurul Siam (39, Ibu rumah tangga). Derita Destian dimulai sekitar 4 bulan yang lalu, itu terjadi saat pagi bangun tidur Destian mengalami batuk dan kejang kejang. Karena panik, orang tuanya langsung membawa ke RSUD temanggung untuk mendapatkan tindakan. Dokter yang menangani segera memberikan rujukan ke RS Sarjito Yogyakarta untuk penanganan lebih intensif. Saat itu juga dengan perlengkapan administrasi dan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN keluarga membawa Destian ke RS Sarjito. Setelah mendapatkan perawatan dengan berbagai macam test laboratorium diketahui Destian mengalami Kanker Darah. Dokter segera memberikan perawatan dan terapi selama 1 bulan penuh. Satu bulan sudah dijalani Destian dan diperbolehkan pulang namun harus control setiap seminggu sekali sampai sekarang. Orang tuanya seakan putus asa mengingat biaya untuk transportasi dan akomodasinya sangatlah besar apalagi mereka juga sudah tidak bekerja mengingat harus mengurus di RS Sarjito selama 1 bulan lebih. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Muhammad Destian untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk menjalani kontrol rutin setiap minggunya di RS Sarjito. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat dan Destian segera sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Destian mengalami kanker darah


ISTIKHOMAH BINTI PAWIRO ( 60, Stroke Kanan ). Alamat : Dusun Kedunggintung Rt 1/4, Desa Baledu, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Komah adalah seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan Mbah Munari (65, Petani) dan mempunyai 2 orang anak. Kedua anaknya sudah tidak tinggal bersamanya dikarenakan sudah mengikuti suaminya di kota lain. Derita Mbah Komah sudah 1 tahun ini, awalnya sebagai petani yang rajin ke sawah Mbah Komah jatuh saat di sawah dan tidak bisa berdiri kembali. Suaminya yang mengetahui keberadaan Mbah Komah langsung meminta tolong tetangganya untuk membantu membawa ke RSUD Temanggung. Setelah melakukan opname selama 1 minggu Mbah Komah diperpolehkan pulang. Dokter yang menangani member tahu bahwa Mbah Komah mengalami Stroke sebelah kanan. Kontrol rutin dilakukan selama satu bulan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI JKN, namun kondisi mbah Komah belum menunjukkan hasil yang bagus sehingga suaminya hanya pasrah dan dilakukan perawatan seadanya di rumah. Tinggal sendiri dengan anak yang jauh membuat suami Mbah Komah sangat kesulitan, saat ingin ke kamar mandi atau ingin menghirup udara segarpun suaminya sangat kesulitan. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumah beliau sangat ingin mempunyai kursi roda untuk membantu merawat istrinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan ikut merasa prihatin dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk membeli sebuah Kursi Roda. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga bermanfaat dalam membantu Mbah Komah dalam masa perawatan ini dan semoga segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Mbah komah menderita stroke


RAHMAWAN SUSANTO ( 11, Kelainan mental ). Alamat : Kedu Gang 2 RT 5/2, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Santo begitu sapaanya adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Alm Joko Susanto dan Ibu Rahayu utami ( 39) Guru wiyata. Dilahirkan dengan normal namun Santo tidak seberuntung teman – temannya. Saat usia 3 tahun Santo belum bisa berbicaradan kadang kandang kejang kejang. Ibunya lalu membawa ke RS Sarjito untuk dilakukan perawatan. Dari Dokter yang menangani diketahui jika Santo merupakan anak yang memerlukan penanganan khusus yaitu terapi wicara dll karena didiagnosa mengalami Autis. Pengobatan dilakukan hingga hampir 2 tahun namun belum ada perkembangan yang signifikan sehingga sang Ibu hanya pasrah kepada Tuhan. Saat ini Santo sekolah di Sekolah Khusus Autis di Magelang Jawa Tengah. Kondisi ibunya yang hanya sebagai Guru Wiyata merasa sangat kesulitan biaya jika harus setiap hari mengantar anaknya sekolah padahal dengan sekolah tersebut perkembangan dari Santo sangatlah cepat sehingga sudah bisa menulis, namun kendala biaya yang membuat Santo tidak rutin untuk sekolah karena dia juga tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Santo untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi selama Sekolah. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantu semoga Santo bisa melanjutkan Sekolahnya lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Santo didiagnosa mengalami Autis


TAZKIA INDRAWATI (16,Leukimia). Alamat : Dusun Tabakwaru Rt2 Rw11, Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Tazkia adalah anak dari bapak Totok Saryawan (37) dan ibu indri (36). Profesi bapak Totok adalah swasta sedangkan ibu indri adalah seorang buruh pasar. Sebetulnya Adek Tazkia seorang anak yang masih mengenyam pendidikan setingkat SMA serta masih bisa berkumpul dengan teman-temannya. Namun kini sudah tidak bisa lagi akibat sakit yang di deritanya. Kejadian ini bermula saat 2 tahun lalu saat umur 14 tahun dik tazkia andarwati atau lebih sering disapa tazkia mendapati ada benjolan di leher bagian kanan dan kiri hingga mengakibatkan gangguan pendengaran. Setelah itu adek Tazkia berobat kedokter puskesmas. Setelah dilihat kondisinya dokter menyarankan agar dek tazkia dirujuk ke RS. Keluarga akhirnya membawa adek Tazkia berobat ke RSI dan menjalani pemeriksaan di poli penyakit dalam serta PA. Hasil pemeriksaan, adek Tazkia didiagnosis mengidap kangker darah. Dokter yang menangani adek Tazkia memberikan surat rujukan ke RSUP Sardjito Jogja. Ketika sampai poli di RSUP Sadjito ternyata kondisi adek Tazkia drop dan dokter langsung menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di ruang ICU. Setelah 24 jam kondisi adek tazkia sudah membaik dan dipindah ke bangsal dan menjalani rawat inap. Selama beberapa hari di RSUP Sadjito dan menjalani beberapa pemeriksaan ternyata dari hasil pemeriksaan dek tazkia didiagnosis menderita Leukimia. Sudah selama dua tahun belakangan ini dek tazkia menjalani rawat inap di RSUP Sadjito sebanyak kurang lebih 19x. Untuk pembiayaanya keluarga menggunakan Jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3, untuk iuran perbulanya saja ibu indri dibantu teman kerjanya. Kendala yang di hadapi keluarga adek azkia adalah kendala biaya pembelian obat yang di luar tanggungan BPJS, dan juga terkendala transportasi ke RSUP Sardjito. Karena ekonomi keluarga adek tazkia yang masih rendah. Ditambah hanya ibunyalah sendiri yang menjadi tulang punggung keluarga karena bapak Totok sudah tidak tinggal bersama lagi. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek Tazkia dan bu Indri Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga adek Tazkia dan mendampingi dalam pengobatan semoga adek Tazkia bisa lekas sembuh seperti sedia kala. Pihak keluarga adek Tazkia mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Tazkia didiagnosis mengidap kangker darah


VARA ERY AZZAHRA (13,Beasiswa sekolah). Alamat : Tanjungsari RT 02/06, Kec. Secang, kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah. Vara lahir dari keluarga yang tidak mampu, ayahnya bekerja sebagai buruh dan bekerja dengan berpindah pindah tempat. Saat ini Vara bersekolah di SMPN 3 SECANG kelas VII ( tujuh), setiap harinya Vara harus bangun pagi sekali untuk membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, dan agar tidak terlambat kesekolah di karenakan Vara harus berjalan kaki dari rumah sampai dengan sekolahnya, tidak dekat karena harus menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer. Dengan kondisi ekonomi yang kurang bahkan rumahnyapun masih tanah, tempat tidur hanya satu itupun di pakai oleh adik dan ibunya, ayah Vara tidak mampu membelikan alat tranportasi karena untuk makan dan biaya sekolah saja cukup pas pasan, setiap harinya Vara hanya membawa bekal Rp. 3000,- untuk membeli nasi bungkus diwaktu istirahat, di sekolah prestasi dan nilai Vara cukup bagus bisa di bilang Vara anak yang pintar, bahkan Vara tidak mempunyai kartu KIS ataupun BOS sehingga Vara masih memiliki tunggakan pembayaran di sekolahnya . Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan Alloh SWT dengan keluarga Vara dengan memberikan bantuan santunan pendidikan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk membayar kekurangan di sekolahnya. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantu. Semoga kedepan Vara dapat lebih giat belajar dan semakin berprestasi kembali.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP@Fathurrozaq82,Unika

Bantuan biaya sekolah


M. KRESNA GANDHI, (12, Tangan Patah). Alamat : Dusun Karang Luhur RT02 RW03, Kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, Kab.Wonosobo. Prov. Jawa Tengah. Gandhi adalah anak yang aktif, periang dan senang berolahraga.Sepak bola adalah kegemaranya. Hampir setiap sore setelah pulang sekolah, Gandhi bersama teman-temanya bermain sepak bola di lapangan kecil dekat kampungnya. Sore itu seperti biasanya Gandhi dan teman-temanya bermain bola. Bola yg digunakan adalah bola besar orang dewasa. Ketika itu ada orang dewasa yg sedang lewat di tengah lapangan dan menendang bola yg ada di depanya. Bola mengarah ke muka Gandhi, dengan reflek bola tersebut di tangkap Gandhi dengan satu tangan. Gandhi tidak mengira kalo tendangan orang dewasa tersebut begitu kencang, dan mengakibatkan tangan mungil Gandhi tidak kuat menahan kerasnya laju bola tersebut. Tangan mungil Gandhi berbunyi krek, dan langsung meraung kesakitan. Teman-teman Gandhi segera menghampiri dan mengantar pulang Gandhi ke rumah. Orang tua Gandhi panik melihat kondisi anaknya yang kesakitan. Sebenarnya orang tua Gandhi berniat memeriksakan anaknya ke rumah sakit terdekat. Tetapi karena tidak mempunyai jaminan kesehatan, orang tua Gandhi mengurungkan niatnya membawa Gandhi ke rumah sakit, hawatir tidak bisa membayar biayanya. Orang tua Gandhi memilih membawa ke sangkal putung demi untuk menghemat biaya perawatan tangan anaknya. Selama 8 hari Gandhi di rawat di tempat sangksl puting tersebut. Oleh ahli pemijat sangkal putung tersebut, tangan Gandhi di nyatakan patah dan harus di spalk dengan kayu dililit kain supaya tanganya tidak bergerak. Ayah Gandhi, Arip Usman (42) dan Ibunya Sangadah hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya. Arip Usman hanyalah seorang tukang ojeg pangkalan yang penghasilanya tidak menentu, sementara istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga tanpa ada penghasilan. Mereka harus menghidupi 6 orang di keluarga tersebut. Ketika di kunjungi Sedekah Rombongan, Gandhi baru saja pulang sekolah. Walaupun tanganya patah dan di gendong, Gandhi tetap bersemangat sekolah. Kedua orang tua Gandhi sangat berharap anaknya bisa dibawa ke rumah sakit agar bisa segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya. Bantuan dari Sedekah Rombongan sangat bermanfaat untuk biaya pengobatan dan rontgent Gandhi.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : Kurir : @MarjunulNP@Fathurrozaq82, triipurwanto

Gandhi mengalami patah tangan


UMMI ZAENAB ( 17, Beasiswa ), Dusun Kembangsari RT 03 RW 09 Desa Dangkel Kec.Parakan Kab.Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Ummi panggilannya saat ini bersekolah di MAN Temanggung kelas XII jurusan Bahasa, Ayahnya bernama A. Mustofa ( 49) bekerja sebagai pedagang es keliling di pasar parakan, Ibunya yaitu Mutmainnah (37) sebagai ibu rumah tanga dan tidak bekerja. Adik Ummi merupakan siswa yang cukup aktif dibeberapa bidang kegiatan antara lain OSIS, MT, mengelola majalah sekolah. Saat ini Dik Ummi masih memiiki adik yang masih duduk dikelas 2 SD. Dengan penghasilan orangtuanya memang tidak pasti hanya cukup untuk kebutuhan makan bahkan kadang tidak cukup untuk keluarganya setiap hari, untuk biaya sekolah Adik Ummi yang seharusnya dibayarkan ketika masuk sekolah sampai saat ini belum mampu terbayarkan. Karena adik Ummi tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar, Pihak sekolah sudah berusaha untuk mencarikan beasiswa dan keringanan biaya namun tetap tidak bisa dan tunggakan biaya itu harus dibayar. Informasi ini dibenarkan oeh wali kelasnya Ibu Anik Asni Ibrahim menceritakan kesulitan untuk melunasi biaya sekolah Adik Ummi kepada kurir #SR Temanggung. Setelah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah tentang kebenaran adanya tunggakan biaya yang harus dibayar maka diputuskan untuk melunasi tunggakan biaya sebesar yaitu sebesar Rp.1.500.000,-. Adik Ummi terlihat senang sekali ketika mengetahui biaya sekolahnya sudah terbayar dan mengucapkan banyak terima kasih pada #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @Gusdurholic

Bantuan biaya sekolah


ADI PAMUNGKAS (12, Tunggakan sekolah) Alamat Dusun Kalibeber RT02 RW04 Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Adi begitulah dia akrab dipanggil oleh teman-temanya. Adi sekarang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas VI tepatnya di MI Ma’arif Kalibeber kota kelahiranya. Bersama adiknya, Nadira Safana Aulia yang masih duduk di kelas III sekolah yang sama, mereka menimba ilmu di sekolah dekat tempat tinggalnya. Keduanya belum bisa melihat hasil nilai di buku Raportnya, dikarenakan orang tuanya belum bisa melunasi tunggakan sekolahnya. Sepeninggal ayahnya 3 tahun yang lalu, Adi dan Nadira sering terlambat membayar biaya sekolah, karena saat ini yg bekerja hanya ibunya saja dan mereka tidak mendapatkan program bantuan dari pemerintah berupa KIP ataupun PKH. Orang tua Adi, Bandiyah (40) adalah seorang janda yang tinggal suaminya kareta tersengat listrik. Bandiyah harus bekerja banting tulang untuk mencukupi kehidupan anak-anaknya. Bandiyah sehari-hari bekerja sebagai tukang setrika laundry di rumahnya. Penghasilanya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-harinya. Bandiyah meneteskan air mata terharu ketika dikunjungi oleh Sedekah Rombongan untuk melunasi tanggungan sekolah anaknya. Adi dan Nadira juga ikut bergembira karena akan bisa melihat nilai raportnya. Keluarga tersebut hanya bisa mendoakan agar para dermawan Sedekah Rombonngan diberikan kelancaran rizki agar bisa membantu orang lain lebih banyak lagi.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tangggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Tri Purwanto

Bantuan biaya sekolah


SUTRISNO BIN TOHAR (47, Disabilitas kaki). Alamat Dusun Kebondalem RT01 RW 04, Desa Sukorejo, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Sutrisno adalah seorang penyandang disabilitas sejak kecil disebabkan karena Polio. Kakinya mengecil dan susah untuk berjalan. Saat ini untuk kegiatan sehari-harinya dibantu dengan alat bantu long brish dan penyangga tubuh agar bisa berdiri dengan tegak. Walaupun punya kekurangan secara fisik, tetapi Sutrisno tidak pernah merasa rendah diri. Keseharian Sutrisno adalah sebagai tukang Reparasi elektronik di rumahnya. Sering mendapat panggilan untuk memperbaiki elektronik diluar rumah, tetapi terkendala sarana transportasi. Demi untuk menghidupi keluarganya, Sutrisno rela berjalan kaki untuk memenuhi panggilan pelangganya. Sutrisno sering pulang malam karena tidak ada kendaraan ataupun tukang ojeg yang mengantarkanya pulang. Pekerjaan itu tetap dijalani Sutrisno dengan senang hati, walaupun harus bersusah payah berjalan kaki dengan bantuan penyangga tubuh. Istri Sutrisno, Ririn Eko Astuti (39) juga seorang Difabel. Kaki kirinya mengecil sehingga jalanya pincang. Ririn juga ikut membantu suaminya mencari nafkah, dengan berjualan gorengan dilokasi Sekolah. Keluarga Sutrisno dan Ririn sebenarnya punya sepeda motor roda dua pemberian dari saudaranya. Akan tetapi sepeda motor tersebut belum begitu berguna dikarenakan keduanya belum bisa menggunakan.Ketika dikunjungi Sedekah Rombongan untuk memberikan bantuan dari para donatur, Sutrisno dan Ririn sangat gembira.Impianya untuk mempunyai sepeda motor roda tiga akan segera terwujud.Harapan Sutrisno, sepeda motor roda tiga tersebut bisa membantu kelancaran usahanya sehingga bisa menghidupi keluarganya dengan layak dan membiayai anak-anaknya untuk bersekolah.

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 Tri Purwanto

Bantuan motor khusus disabilitas


AYU SAVIRA (19, Tetraparese). Alamat Dusun Pekaringan RT01 RW01, Desa Larangan Kulon, Kec. Mojotengah, Kab.Wonosobo Jawa Tengah. Ayu Savira adalah anak pertama dari pasangan Suparman dan Muji Imbuh. Ayu tidak melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi dikarenakan kedua orang tuanya tidak mampu membiayai Ayu. Siang itu Ayu sedang berada dikamarnya, tiba-tiba ibunya memanggil untuk keluar dari kamar. Ayu langsung lari bermaksud keluar kamar untuk memenuhi panggilan ibunya. Tapi naas, Ayu terpeleset dan kepalanya membentur lemari dengan kerasnya. Ibu Ayu mendengar suara orang terjatuh seperti benda jatuh dari dalam kamar, langsung berlari menuju kamar Ayu. Ibu Ayu kaget melihat anaknya tergeletak tidak sadarkan diri. Tanpa pikir panjang, ibu Ayu memanggil tetangganya untuk membantu membawa Ayu ke RSUD Setjonegoro Wonosobo. Ibu Ayu tidak berpikir bagaimana nanti membayar biaya rawat inap anaknya, yang terpenting nyawa Ayu bisa terselamatkan. Selama 4 hari Ayu dirawat di RSUD Setjonegoro Wonosobo, kondisi Ayu belum banyak perubahan. Tangan dan kaki kanan Ayu gemetaran seperti orang strooke. Ahirnya dokter RSUD Setjonegoro merujuk Ayu ke RSUD Margono Purwokerto, agar mendapat pelayanan yang lebih maksimal. Selama 6 hari di RSUD Margono, kondisi Ayu berangsur membaik. Daya ingatnya masih agak lemah, tetapi fisiknya sudah membaik,walaupun kadang-kadang Ayu merasa tidak punya daya dan lunglai dengan sendirinya.Kini, keluarga tersebut tinggal berfikir bagaimana cara mengembalikan biaya perawatan Ayu selama di rumah sakit. Biaya rawat inap di RSUD Wonosobo di tanggung oleh Jamkesda, tetapi biaya Ambulance dan selama di RSUD Margono Purwokerto, seluruhnya ditanggung oleh keluarga Ayu yg didapat dari pinjaman sodara dan tetangganya. Ayah Ayu, Suparman (44) hanya seorang buruh serabutan, yang penghasilanya tidak menentu, sementara ibunya Muji Imbuh (41) hanyalah seorang ibu rumah tangga tanpa ada penghasilan. Mereka tinggal di rumah kontrakan.Rumah kontrakan yg ditinggali sekarang, dulunya milik keluarga Ayu Tetapi karena permasalahan ekonomi,terpaksa rumah tersebut dijual. Ketika dikunjungi oleh @Sedekah Rombongan, untuk memberikan titipan dari sedekaholics, Ibu Ayu meneteskan air mata dan terharu. Keluarga tersebut hanya bisa bersyukur ada yang membantu meringankan tanggungan biaya pengobatan Ayu selama di rumah sakit, sehingg bisa mengurangi beban pinjaman tetangganya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Tri Purwanto

Ayu menderita tetraparese


SAMSUL HIDAYAT (35, Musibah Kebakaran Rumah). Alamat : kampung Tejosari Rt 8 Rw 7, kelurahan Magersari, kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pada 23 September 2017 mengalami musibah kebakaran. Keluarga mas Samsul adalah keluarga yang punya usaha rumahan yaitu pembuatan bakpao. Beberapa hari sebelum musibah terjadi bapak mas Samsul yang bernama Rajimin kesulitan mencari gas yang 3 kg. Pada tanggal 23 September 2017 karena tidak kunjung menemukan gas, pak rajiman memutuskan untuk menggunakan cara seperti duli yaitu menggunakan kompor howos yang bahan bakarnya minyak tanah. Namun karena mencari minyak tanahpun sulit juga pak rajiman mengisi kompor howos tersebut dengan premium dan solar, ketika di nyalakan nyala api masih kecil lalu pak rajimin mengira kurang angin maka pak Rajimin memutuskan untuk mempompanya sekali lagi . Pada saat pak rajimin memompa tiba-tiba tutup tabung tersebut terpental dan seketika api menyambar minyak yang ada dalam tabung tersebut dan tabungnya terbakar. Seketika itu pak Rajimin ingin menyelamatkan diri dan keluarga dengan mengeluarkan tabung tersebut agar api tidak menjalar tetapi naas niat baik tersebut gagal karena badan pak rajiman juga ikut terbakar. Pak rajiman mengalami luka bakar sekitar 80%. Tak ketinggalan pula rumah pak Rajimin ikut ludes terbakar dan tidak ada satupun barang yang bisa di selamatkan. Pak Rajimin langsung di bawa ke RSUD Tidar Magelang oleh warga dan satpol PP dan menjalani rawat inap sampai 6 hari tetapi meskipun sudah mendapat pertolongan medis, Allah berkehendak lain pada tanggal 28 september 2017 malam jm 20:00 wib bapak mas Samsul pak Rajimin meninggal dunia. Pak Rajimin meninggalkan 2 anak yaitu mas Samsul Hidayat (35) dan Dewi Handayani (25). Rumah yang dulu mereka tempati sudah hangus dan hancur maka untuk tidur saja mas Samsul dan Dewi terpaksa menumpang di rumah tetangga, dan tidak ada barang satupun yg bisa dia bawa dari rumahnya Saat ini mas Samsul memerlukan biaya pembenahan rumah agar bisa di tinggali kembali. Kurir #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga mas Samsul Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya pembenahan rumah dengan memberikan santunan.semoga dapat meringankan biaya pembenahan rumah. Pihak keluarga mas Samsul mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur atas bantun yang diberikan melalui #SedekahRombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, Agus Santoso

Bantuan biaya pembenahan rumah


TAUKHID ARIYANTO (41,Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Ngepoh Rt 3/2, Desa Badran, Kec. Kranggan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Taukhid adalah kepala rumah tangga yang mempunyai istri Sartini (36, Ibu rumah tangga) dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Awal mula derita Taukhid sekitar 1 tahun yang lalu, awalnya ada benjolan dilehernya dan setelah diperiksakan ke RSUD Temanggung, Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi di karenakan itu adalah kanker getah bening. Setelah dilakukan operasi dan kemo, ternyata ada benjolan lagi yang tumbuh sehingga harus dilakukan pengangkatan lagi. Setelah dilakukan kemo Dokter menyarankan untuk di bawa ke RS Salatiga yang khusus menangani kanker getah bening. Keluarga pun membawa ke RS di Salatiga dengan rujukan Dokter dan menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Setelah opname selama 1 minggu sudah ada perkembangan dan masih diharuskan kontrol serta terapi dan minum obat secara rutin. Awalnya keluarga bisa mengantar namun akhir akhir ini keluarga seakan pasrah mengingat biaya sangat besar untuk transportasi dan akomodasi apalagi sang istri tidak bekerja dan tidak ada penghasilan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Taukhid Ariyanto untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk menjalani kontrol rutin setiap minggunya di RS Temanggung dan RS Salatiga. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat dan Taukhid segera sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak Taukhid menderita kanker getah bening


YAMA SAPUTRA WAHID PRAMONO (7, Jantung Bocor) Tempursari Rt 02 Rw 08, Desa Tempurejo, Kec. Tempuran, Kab. Magelang , Prop. Jawa Tengah. Pertama kali adek Yama merasakan sakit di dada sekitar satu tahun yang lalu, setelah terkena stang sepeda saudaranya secara tidak sengaja, semejak itu Adek Yama selalu mengeluh sakit di bagian dada tetapi keluarga hanya memeriksakan adek yama ke puskesmas tempuran dan hanya di beri obat jalan. Semakin hari keadaan adik yama semakin memperihatinkan karena pipi dan perutnya semakin membesar, lalu puncaknya adik yama tidak bisa mencerna makanan dan selalu mutah jika makan sesuatu, maka keluarga pun memeriksakan adik yama ke RSU kota magelang, dan harus masuk ruang picu karena memang kondisinya saat itu kritis. Dan di temukan juga cairan di lambung sehingga harus di sedot secara berkala. Adik yama putra pertama dari Bapak Prasetio (29) yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibu, Zamrotul Masruroh ( 25 ) sebagai ibu rumah tangga biasa. Saat ini keluarga adek yama mengalami kesulitan biaya hidup sehari-hari dan biaya untuk transportasi serta berobat. terlebih saat ini keluarga Yudi masih jadi satu rumah dengan orang tua nya sehingga biaya hidup semakin banyak ditambah keadaan adik yama saat ini. Sekarang keadaan adik yama hanya menjalani berobat jalan, jika sampai obat habis maka adek yama harus masuk rumah sakit kembali. Alhamdulilah #sedekahrombongan dapat membantu beban hidup keluarga adek yudi dan semoga adek yudi kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sedia kala. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman #sedekahrombongan atas bantuan yg diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir :@MarjunulNP @faturrozaq82 @nurchotiah88

Yama menderita jantung bocor


YUDHA DWI KURNIA KUSUMA (16, Beasiswa ) alamat : Dusun baron, rt 03 rw 04, Tanjung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Yudha tercatat sebagai siswa SMK muhammadiyah 1 Muntilan, Magelang kelas 5 TKR 2. Yudha merupakan anak pasangan dari Kusmindar (50), dan ibu suyami (49). Dimana yudha merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara, dan yudha mempunyai saudara kembar bernama kiky dwi rizki kusuma yg masih bersekolah di tingkat SLTP. keluarga adik yudha, tidak punya rumah sendiri untuk tempat tinggal, mereka tinggal menempati rumah saudaranya dari Pak kusmindar atas kebaikan saudaranya, dengan kondisi rumah apa adanya, bahkan ruang tamu juga dijadikan ruang tidur dengan alas apa adanya. Perekonomian keluarga dik yudha mengharuskan bapaknya banting tulang sendiri untuk mengidupi keluarganya, karena ibunya kurang bisa bekerja karena sakit asam urat menahun, juga kakak kandung dik yudha yang diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga juga belum bisa bekerja, malahan ada sedikit gangguan mental. Bapak dari dik yudha bekerja sebagai buruh tani dan jualan makanan ringan bakso penthol di sekolah- sekolah sekitar mereka tinggal. Dengan keterbatasan ekonomi tersebut, kebutuhan keluarga sangat jauh dari cukup, mengimbas ke biaya sekolah dik yudha. Informasi awal dari tetangga, dik yudha masih banyak tanggungan tunggakan biaya sekolah. #sedekah rombongan melakukan crosscek ke rumah, dan mendapati kondisi seperti informasi yang di dapat dan keluarga dik yudha termasuk dhuafa di desanya. Penjangkauan #sedekah rombongan tidak hanya dirumah, tapi juga langsung ke sekolah dik yudha dan langsung ketemu dengan kepala jurusan dan bagian keuangan, informasi keseharian dik yudha di sekolah merupakan anak yang rajin, hanya kurang seceria temen lainnya karena berangkat dari keluarga yang perekonomiaannya sangat terbatas. Dari data pihak sekolah, dik yudha bukan hanya punya tunggakan ditahun ini sebesar Rp, 1.185.000, tapi juga tunggakan tahun kemarin sebesar Rp.3.180.000, sehingga total tunggakan Rp.5.065.000, dengan data rinci pertunggakan biaya dari sekolah. angka yang sangat besar untuk bisa diselesaikan keluarga dik yudha, belum lagi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah saudara kembarnya. Begitu semangatnya Bapak dik yudha untuk biaya sekolah karena melihat anaknya juga semangat tinggi untuk kelanjutan sekolah, bapak dik yudha setiap bisa menyisihkan uang beliau dateng ke rumah guru ketua jurusan untuk nitip mencicil dengan nominal yang kecil kisaran 200 ribuan walaupun angka yang jauh dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menutup kekurangan biaya sekolah dik yudha. Alhamdulillah bantuan dari #sedekahrombongan sebesar Rp. 2.500.000,- telah diserahkan ke pihak sekolah untuk menutup sebagian kekurangan tunggakan biaya sekolah dik yudha. Keluarga dan pihak sekolah sangat berterimakasih kepada #sedekahrombongan, semoga bermanfaat serta dik yudha bisa lebih terpacu dan bersungguh- sungguh dalam belajar, dan bapaknya dik yudha juga lebih semangat dalam mencari nafkah buat keluarga juga untuk membiayai pendidikan dik yudha.

Jumlah bantuan : Rp.2.500.000
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Bantuan beasiswa


MUSTOFA BIN SEMAN (15, Rabun Jauh,). Alamat : Dusun Windusari RT 1/1, Desa Erorejo, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Mustofa berasal dari keluarga yang kurang harmonis dimana ayah dan ibu kandungnya sudah becerai dan masing – masing sudah menikah lagi. Saat ini ia tinggal bersama Pak De nya. Derita Mustofa dimulai ketika berusia 2 tahun yakni tahun 2002 dia mengalami demam panas yang sangat tinggi. Untuk mengobati demamnya orang tuanya lantas memeriksakan kepada Bidan Desa setempat. Saat itu hanya diberikan obat penurun panas. Karena belum turun panasnya merreka membawa ke RSUD Wonosobo dan diberikan rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Menggunakan jaminan Kesehatan untuk pengobatannya keluarga membawake RS Sarjito dan setelah mendapatkan pemeriksaan diketahui mengalami rabun jauh dan hanya bisa melihat sekitar jarak 1,5 meter. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi dan sudah dilakukan sebanyak 4 kali, hasilnya jarak pandangnya sudah bisamencapai 3 m, namun prahara rumah tangga orang tuanya menyebabkan Mustofa tidak rutin di periksakan ke Sarjito lagisehingga dia ikut bersama Pak Dhe nya sampai sekarang. Saat ini Mustofa sudah kelas 1 SMA dan Pak dhenya sudah beberapa kali memeriksakan ke RS Sarjito lagi karena jarakpandangnya mulaikambuh lagi. Namun pak Dhenya kesulitan biaya dan transportasi mengingat Mustofa harus operasi lagi sehingga sampai saat ini belum dibawa ke RS Sarjito. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mustofa sehingga dapat membantu mengurangi beban hidup keluarga Mustofa dan mendampingi dalam pengobatan dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya selama operasi nantinya. Keluarga Mustofa mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga operasi Mustofa dapat segera dilakukan dan segera sembuh untuk bisa segera sekolah lagi dan menggapai cita citanya kembali.

Jumlah bantuan : Rp. 2.500.000
Tanggal : 13 oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @veronikafeni

Mustofa menderita rabun jauh


AHMAD MUSYAFA ADI TRIYAN (5, Talasemia). Alamat : Dusun Panerusan RT 6/3, Desa Panerusan Kec, Wadaslintang, Kab. Wonosobo Prov. Jawa Tengah. Musafa adalah seorang anak ke dua yang terlahir dari pasangan Iksan singgih prayitno (53,Tukang Rosok) dan Sulastri (37,ibu rumah tangga). Awalnya Musyafa pada usia 2 bulan sering sakit panas dan membiru dan berkali kali dibawa ke Puskesmas setempat dan diberikanobat jalan. Kondisi seperti itu sering kali terjadi sehingga orang tuanya membawa ke RSUD Wonosobo. Setelah dilakukan tindakan oleh Dokter diketahui Musyafa mengalami Talasemia dan diharuskan untuk transfuse darah secara rutin. Sampai saat ini control rutin dan transfuse itu masih berlangsung, namun orang tuanya saat ini mengalami kesulitan biaya. Meskipun pengobatan dilakukan menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS mandiri kelas 3, namun untuk biaya transportasi dan akomodasi membutuhkan biaya yang besar mengingat orang tuanya masih memiliki tanggungan keluarga dan anak anak yang masih sekolah. Orang tua hanya bisa pasrah atas keadaan ini . Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Musyafa untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk transfuse darah ke RSUD Wonosobo. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bantuan ini bermanfaat dan Musafa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @MarjunupNP @faturrozaq82 @veronikafeni31

Musyafa mengalami talasemia


YANI BINTI SOLEHUDIN (31, Gangguan Jiwa). Alamat : Dusun Sikapat RT 1/3, Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang , Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah. Yani adalah anak dari Bapak Solehudin (54) dan ibu Warsih (54). Profesi bapak Solehudin adalah pekerja serabutan dan Ibu Warsih usaha warung kelontong kecil kecilan, dirumah bapak solehudin selain merawat Yani harus pula merawat cucunya yg sakit hedrocephalus, Sebetulnya Yani sejak kecil terlahir normal seperti biasa namun setelah lulus sekolah SD dia ikut orangtua nya merantau ke Riau bekerja di kebun sawit, saat menginjak dewasa nasib malang menimpanya, saat berumur 24 tahun dia sering berprilaku aneh seperti ganguan jiwa, orang tua nya hanya bisa mengusahakan pengobatan alternatif ke paranormal dan tidak ada hasil yg signifikan sampai saat ini belum pernah mendapat penanganan medis. Keluarga sangat berharap ada bantuan untuk segera mendapat penanganan medis yaitu dengan di bawa ke RSJ Magelang. Keluarga yang hidup pas pasan sangat kesulitan biaya dengan berobat ke RSJ karena terkendala biaya. Meskipun mempunyai Jaminan Kesehatan KIS PBI namun untuk transportasi dan akomodasi memerlukan biaya yang sangat besar sehingga hanya bisa pasrah saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukanoleh Allah SWT dengan keluarga Yani dan memberikan bantuan darii para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi ke RSJ Magelang. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini dan semoga Yani bisa segera mendapatkan perawatan dan segera sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 17 oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @veronikafeni

Yani mengalami gangguan jiwa


EVA NOFITA SARI (8 , Talasemia). Alamat : Dusun Kalitelu RT 12/6 Desa Panerusan, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Eva adalah Anak kedua dari bapak Munandar (44) dan Ibu Ratinem (42 ) . Derita ini diawali ketika usia 1,5 tahun, ini diketahui dengan tubuh nya membiru. Kedua Orang tuanya segera membawanya ke RSUD Wonosobo, setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya diketahui Eva menderita Talasemia. Ayahnya yang hanya buruh serabutan merasa keberatan karena besarnya biaya yang ditanggung karena setiap saat siap ke rumah sakit, sehingga memaksanya untuk tega meninggalkan rumah dan tidak bisa ikut merawat Eva untuk pergi merantau ke luar Jawa dan bekerja sebagai buruh perkebunan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Kondisi Eva sedang drop karena setelah dilakukan tranfusi darah badannya demam tinggi dan badan nya biduran. Orang tuanya sangat sedih dan merasa keberatan biaya karena setiap saat harus dilakukan transfuse darah. Meskipun pengobatan menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI namun untuk biaya akomodasi dan transportasi setiap saat sangatlah berat. Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan keluarga Eva. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Eva untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Wonosobo untuk setiap saat melakukan transfuse darah. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga dengan bantuan ini Eva bisa rutin ke RSUD Wonosobo dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @veronikafeni

Eva menderita Talasemia


RIFANDA IDZI FIRMANSYAH (12, Disabilitas Tanpa Telinga) . Anak kedua dari Bapak Damanhuri (47) dan Ibu Siti Asiyah (43 ) ini beralamat di Desa Wadaslintang RT 2/2 Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa tengah. Rifanda terlahir tidak mempunyai 2 telinga sehingga kondisi nya sangat memprihatinkan tidak bisa bicara dan mendengar sedangkan dia termasuk anak yang aktif. Ayahnya yang hanya buruh serabutan dan keliling di pasar jualan minum teh dan kopi yang dijual hanya hari pasaran sedangkan ibunya dulu jualan membuat emping sekarang hanya IRT yang mengurus sekolah Rifanda di SLB Wonosobo pulang seminggu sekali. Anak pertamanya sudah SMA. Rifanda sejak Tahun 2010 sudah beberapa kali ke RSUP Dr. Sardjito untuk dilakukan pemeriksaan dan tes pendengaran apakah bisa dipasang alat apa tidak, akhirnya setelah melakukan beberapa kali pemerisaan diputuskan untuk dilakukan operasi 3 x untuk penanaman daun telinga yang diharapkan nantinya bisa di pasang alat pendengaran yang ditanam. Operasi berikutnya setelah daun telinga tumbuh cukup untuk di buka operasinya. Keluarga sangat keberatan karena besarnya biaya yang ditanggung karena BPJS yang sudah PBI sekarng di blokir sehingga menjadi Mandiri sehingga sangatlah memberatkan dan untuk ke transportasinya dan akomodasi sangatlah besar , Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Rifanda untuk menyampaikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan Akomodasi untuk control di RS Sarjito. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini, semoga bermanfaat dan Rifanda segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @veronikafeni

Rifanda terlahir tidak mempunyai 2 telinga


SURATMI BINTI TOTO DIHARJO ( 49, Kanker Payudara ). Alamat : Dusun Bagusan RT 3/2, Desa Bagusan, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Lek Genuk begitu disapa adalah janda yang mempunyai seorang putri yang berusia 20 tahun. Sebelum mengalami sakit beliau adalah seorang buruh tani yang ulet. Derita Lek Genuk di ketahui sudah 1 tahun yang lalu. Saat itu dirasa ada benjolan di payudara sebelah kanan. Mengetahui hal itu Lek Genuk segera memeriksakan ke RSI Magelang. Dokter yang menangani langsung memberikan rekomendasi untuk dilakukan operasi. Setelah bermusyawarah dengan keluarga diputuskan untuk dilakukan operasi dan harus opname selama 1 minggu. Setelah dinyatakan boleh pulang oleh Dokter Lek Genuk diwajibkan untuk mengikuti paket kemoterapi di RSUD Temanggung yang jaraknya lebih dekat yaitu dengan seminggu sekali melakukan kemoterapi.Setelah dilakukan kemoterapi ternyata tumbuh benjolan lagi dan diharuskan operasi lagi. Saat ini kondisinya masih sangat lemah dan masih melkukan kemoterapi rutin setiap minggunya. Pengobatan yang dilakukan memamng menggunakan KIS PBI JKN, namun untuk biaya transportasi dan akomodasi Lek Genuk sangat kesulitan mengingat dia sudah tidak bekerja lagi dan anaknya belum bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Lek Genuk untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan Biaya transportasi untuk kemoterapi di RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimaksih atas bantuan ini semoga bisa bermanfaat dan Lek Genuk bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Lek Genuk menderita ca mamae


KASMIYATI SUTARNO (44, Radang Empedu). Alamat : RT 1/3, Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar awal bulan Juni 2017 Ibu Kasmiyati mengeluhkan sakit dan perih pada perut, demam dan dada terasa nyeri. Beliau memeriksakan diri ke bidan desa setempat dan diberi obat namun tidak menunjukkan perkembangan yang baik. Selang 2 pekan, Ibu Kasmiyati melakukan pengobatan ke mantri namun hasilnya juga tidak menunjukkan perkembangan ke arah membaik. Akhirnya beliau berobat ke Dr.Anggoro Sumpiuh dan dianjurkan berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Setelah berobat di RSUD Banyumas Ibu Kasmiyati dianjurkan untuk opname selama 5 hari dan didiagnosis mengidap radang empedu. Setelah menjalani pengobatan di RSUD Banyumas keadaan beliau sudah lebih membaik namun masih merasakan perut panas serta perih, dada nyeri, dahak berbusa, lemas dan napsu makan berkurang. Hingga saat ini Ibu Kasmiyati harus melakukan kontrol secara rutin setiap 3 hari, 1 pekan dan setengah bulan. Suaminya, Sutarno (51) adalah seorang petani. Selama berobat, Ibu Kasmiyati dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Penghasilan Bapak Suratno tidak menentu dan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Serra biaya kontrol Ibu Kasmiyati. Selama ini untuk kontrol belau menggunakan ojek atau kadang diantar oleh saudaranya karena suaminya harus mengerjakan pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kasmiyati dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan beliau dan biaya kehidupan sehari-hari. Semoga pengobatan Ibu Kasmiyati berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @firdhanelis

Bu Kasmiyati mengidap radang empedu


NADA LISTIYANI (11, Idiot). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada mulanya Dik Yani terlahir sehat namun sejak usia 2 bulan badannya mulai kurus, sering demam dan kejang. Ketika demam dan kejangnya kambuh Dik Yani selalu dibawa berobat ke bidan. Ketika menginjak usia 1 tahun perkembangan badannya kurang dibandingkan dengan anak seusianya. Badan Dik Yani lemas dan belum dapat berjalan maupun berbicara. Orang tuanya lalu membawa Dik Yani berobat ke puskesmas setempat dan dianjurkan untuk kontrol setiap bulan. Tetapi hingga berusia 2 tahun Dik Yani masih belum bisa berjalan. Akhirnya ia dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dik Yani dianjurkan untuk berobat jalan dan kontrol sebanyak 5 kali serta melakukan terapi. Akhirnya saat berusia 3 tahun ia dapat berjalan dan berbicara walaupun tidak sempurna. Karena keterbatasan yang dimilikinya, Dik Yani tidak dapat bersekolah tetapi ia memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan mengaji di rumahnya. Saat ini sebenarnya Dik Yani bisa tanggap dengan lingkungannya. Ia selalu mendengarkan murotal melalui telpon seluler. Namun terkadang demam dan kejangnya kambuh sehingga kondisi badannya lemas dan kehilangan napsu makan. Ayahnya, Tumiran (56) bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan ibunya, Sakiyah (49) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan orang tuanya yang kecil membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan berobat Dik Yani ketika demam dan kejangnya kambuh. Selama ini biaya pengobatan Dik Yani tidak dibantu oleh jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Yani dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari Dik Yani dan keluarga. Semoga dapat bermanfaat untuk Dik Yani sekeluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @firdhanelis

Yani mengalami gangguan tumbuh kembang


SUGINO BIN AMIREJA (56, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : RT 6/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Gino, begitu ia biasa dipanggil. Beliau tinggal berdua dengan anaknya di rumah yang sangat tidak layak huni. Rumahnya berukuran kurang lebih 3 x 4 meter. Dinding rumahnya terbuat dari triplek dan beralaskan tanah. Lokasi tempat tinggal Bapak Gino berada di tepi sungai, sehingga rumahnya selalu terkena banjir setiap musim hujan. Warga sekitar rumahnya mulai tergerak untuk membantunya dengan tenaga dan materi. Namun dana yang terkumpul masih kurang untuk memenuhi kebutuhan renovasi. Bapak Gino bekerja sebagai kuli batu. Penghasilannya yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Apalagi putrinya, Novelia Nugi Andini (10) masih bersekolah di SD dan memerlukan biaya pendidikan. Sehingga Bapak Gino sulit mengumpulkan dana untuk memperbaiki kondisi rumahnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Gino sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan bedah rumahnya. Semoga rumah beliau segera diselesaikan dan dapat ditinggali oleh Bapak Gino dan keluarga dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Bantuan renovasi rumah


MASJID DAN PANTI ASUHAN AL MAKKAH (Bantuan Pembuatan Sumur). Alamat : RT 4/5, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid Al Makkah menjadi salah satu tempat ibadah umat islam di desa Kaliori. Selain sebagai tempat ibadah, keberadaan Masjid Al Makkah sangat penting bagi penduduk sekitar untuk membentengi akhlak masyarakat.Kondisi ekonomi masyarakat yang sangat rendah, membuat akhlak dan akidah masyarakat desa tersebut rawan untuk dirusak. Oleh karena itu, beberapa orang di wilayah tersebut tergerak hatinya untuk membangun Masjid dan Panti Asuhan Al Makkah yang nantinya akan digunakan sebagai pusat dakwah islam di daerah tersebut. Sebagai langkah awal, dibangunlah sebuah sumur yang dapat digunakan untuk keperluan masjid, panti asuhan dan mencukupi kebutuhan air bersih untuk masyarakat sekitar karena daerah tersebut sangat kesulitan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus membuat sumur bor sedalam 100 m dari permukaan tanah sehingga akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Warga sekitar dapat membantu dengan do’a dan tenaga. Karena kondisi ekonomi yang lemah, mereka tidak sanggup untuk membantu secara materi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan penggagas berdirinya Masjid dan Panti Asuhan Al Makkah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan sumur. Semoga Masjid dan Panti Asuhan Al Makkah dapat segera diresmikan sehingga warga sekitar dapat terbantu dan beribadah dengan tenang.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.503.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bantuan pembuatan sumur


SATIMAN BIN SAJUM (55, Gagal Ginjal). Alamat : RT 2/4, Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dialami Bapak Satiman berawal sejak 2 tahun lalu. Beliau sering pingsan dan mudah lelah. Merasa tidak sanggup lagi, akhirnya beliau keluar dari tempat kerjanya. Setelah memeriksakan diri di rumah sakit, Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal. Dokter menyarankan agar beliau menjalani cuci darah rutin setiap pekan 2 kali. Kini Bapak Satiman mudah merasa lelah dan sering merasa sesak nafas. Istrinya, Ibu Parsini (50) bekerja dengan berjualan kecil-kecilan untuk menggantikan Bapak Satiman mencari nafkah. Penghasilan keluarganya yang kecil hanya dapat memenuhi kebutuhan hiduo sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satiman selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa KJN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di rumah sakit, serta biaya obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Satiman sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan di rumah sakit. Semoga Bapak Satiman segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto@paulsyifa

Bapak Satiman didiagnosis menderita gagal ginjal


NADIN NUR RAMADHANI (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Partabeles, RT 4/2, Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Nadin, begitu ia biasa dipanggil, saat ini bersekolah kelas 3 di SMK Citra Bangsa Mandiri, Purwokerto. Ia adalah anak pertama dari pasangan Bapak Sutrisno (44) dan Ibu Hindun Widiastuti (38). Bapak Sutrisno bekerja sebagai buruh yang berpenghasilan kecil dan tak menentu, sedangkan Ibu Hindun adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki 3 orang anak yang masih bersekolah, sehingga penghasilan Bapak Sutrisno sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Nadin pun sempat menunggak pembayaran biaya sekolah dari bulan Mei – September 2017. Orang tuanya kesulitan mencari dana untuk membayar tagihan biaya sekolah Nadin yang bagi mereka sangat besar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nadin dan kedua orang tuanya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu melunasi tagihan biaya sekolah Nadin dari bulan Mei – September 2017. Semoga Nadin dapat belajar dengan tenang dan lebih bersemangat lagi sehingga dapat berprestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.497.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Santunan untuk membantu melunasi tagihan biaya sekolah


MARUF DESMIKO PUTRA (12, Anemia Aplastic). Alamat: RT 6/8, Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Awal bulan Agustus 2017, Dik Maruf mengalami memar pada bagian paha. Gejala ini juga dibarengi dengan seringnya Dik Maruf mengalami pusing dan gusi berdarah. Pada tanggal 10 Agustus 2017, setelah menjalani imunisasi Measles & Rubella (MR), kondisi Dik Maruf menurun drastis. Oleh keluarganya, Dik Maruf diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan dokter, Dik Maruf didiagnosis menderita anemia aplastik yaitu suatu kondisi di mana sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah, baik sel darah merah, sel darah putih maupun trombosit. Dari hasil diagnosis tersebut, dokter merujuk Dik Maruf ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta untuk menjalani Bone Marrow Puncture (BMP) atau pengambilan sample sumsum tulang belakang. Saat ini, hemoglobin dan trombosit Dik Maruf masih sering turun dan mengalami kondisi gusi berdarah. Dik Maruf adalah putra dari pasangan Bapak Setyo Purwoko (43) dan Ibu Suratmi (37). Bapak Setyo Purwoko berprofesi sebagai karyawan swasta sedangkan Ibu Suratmi menjadi ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Dik Maruf dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II. Namun keluarga Dik Maruf masih kesulitan untuk membiayai pengobatannya terutama biaya operasional dan akomodasi saat harus dirawat di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Maruf sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dan operasional Dik Maruf selama menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito. Semoga Dik Maruf segera diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo

Dik Maruf didiagnosis menderita anemia aplastik


SATIM BIN SAIMUN SANWIKARTA (41, Paraparesis Inferior). Alamat : RT 4/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Satim mengalami kecelakaan jatuh dari pohon kelapa pada tahun 2012. Beliau segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pelayanan Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Gombong. Dari hasil pemeriksaan, Bapak Satim diketahui mengalami kecacatan karena cedera pada neural sensori, motorik dan autonom di dalam medula spinalis (paraparesis inferior) sehingga beliau tidak dapat berjalan. Pihak keluarga kemudian membawanya ke tukang urut dan disarankan agar kaki Bapak Satim direndam dalam air panas. Hal tersebut menyebabkan kakinya melepuh. Bapak Satim hanya dapat beraktivitas di tempat tidur dan kakinya yang semula melepuh kini lukanya membusuk hingga akhirnya mengering. Kondisi tubuh Bapak Satim semakin menurun, hingga akhirnya pada 15 Juli 2017 pukul 23.37 beliau meninggal dunia di RS Siaga Medika, Banyumas. Kedua orang tuanya, Saimun Sanwikarta (81) dan Saini (62) bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Satim selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Satim sehingga dapat kembali menyampaikan santunan kematian untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Semoga almarhum medapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii Lasminah @paulsyifa

Bapak Satim mengalami paraparesis inferior


ZIDAN FADIL PRANOTO (3, Colon in Loop). Alamat : RT 7/7, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat berusia 18 hari, Dik Zidan didiagnosis menderita colon in loop atau lebih dikenal dengan penyempitan pada saluran pencernaan atau gangguan pada usus. Ia pun sering mengalami kejang, dimana dalam sepekan dapat terjadi sampai 2 kali. Dik Zidan sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Banyumas selama satu bulan, namun tidak ada perubahan yang berarti. Saat ia ingin buang air besar pun harus dibantu dengan cara menyedot kotorannya menggunakan alat yang direkomendasikan dokter. Dokter pun menyarankan agar Dik Zidan menjalani operasi pada anusnya, sayang kedua orang tuanya tidak langsung menanggapi saran tersebut. Baru pada usia 3 tahun, Dik Zidan menjalani operasi. Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik dan sudah mulai bisa buang air besar sendiri. Meski pun begitu, perkembangan fisiknya terhambat. Sampai saat ini ia belum dapat berbicara dan berjalan secara normal. Kini Dik Zidan sedang menjalani terapi di RS Margono. Dik Zidan adalah anak dari pasangan Bapak Dedi Pranoto (31) dan Ibu Muklis Prianti (27). Bapak Dedi bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan Ibu Muklis seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Zidan dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun, kedua orang tuanya masih kesulitan mencari dana untuk membiayai transportasi saat Dik Zidan menjalani terapi di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Zidan sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan membeli susu untuk Dik Zidan. Semoga ia segera sembuh dan dapat tumbuh normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Dik Zidan didiagnosis menderita colon in loop


PRIYO ADI SANTOSO (38, Depresi). Alamat : Jalan Krapyak, RT 6/3, Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat masih kecil, orang tua Mas Priyo bercerai. Ia pun dititipkan di Panti Asuhan Siloam hingga ia lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Setelah itu ia merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai pengurus kucing. Saat pulang ke Purwokerto, ia pun bingung harus tinggal dimana karena keadaan kedua orang tuanya sama-sama tidak memungkinkan. Ia pun tinggal bersama kerabat yang tinggal sendirian. Sejak saat itu ia mengalami depresi. Semakin hari keadaan Mas Priyo semakin memburuk. Ia sering melamun, bicara melantur, enggan mandi, serta bermain ke sungai dan sawah selayaknya anak kecil. Kerabat yang tinggal bersamanya, berinisiatif membawanya ke panti rehabilitasi di Kroya untuk berobat secara medis maupun non medis. Biaya pengobatannya dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS… Namun, Mas Priyo masih kesulitan untuk memenuhibiaya hidup sehari-hari di panti rehabilitasi yang cukup besar. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mas Priyo sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-harinya di panti rehabilitasi. Semoga ia segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas secara normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Pak Priyo mengalami depresi


MUGHNI FATUR ALFARIZI (6, Disabilitas Intelektual dan Hemiparesis). Alamat : RT 2/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Faris lahir dalam keadaan normal. Namun saat ia hampir berusia 1 tahun, ibunya merasa ada yang aneh pada Dik Faris. Perkembangannya tidak seperti anak seusianya yang sudah mulai bisa berjalan dan mengucapkan kata. Dik Faris tidak begitu. Ia tidak dapat berjalan, sulit berbicara dan air liurnya selalu menetes. Ia pun dibawa ke tukang urut dan perkembangannya membaik meski kini masih belum dapat berjalan dan berbicara. Dik Faris didiagnosis menderita disabilitas intelektual, yaitu adanya kelainan pada syaraf otak yang menyebabkan lemahnya kemampuan berpikir, serta hemiparesis atau keadaan dimana salah satu kaki, tangan, atau sisi wajah melemah namun tidak sepenuhnya lumpuh. Ibunya, Arsiyah (43) adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya, Naim Setiawan (41) bekerja sebagai buruh harian lepas di Jakarta. Dik Faris dan ibunya kini tinggal menumpang di rumah neneknya. Penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dik Faris juga tidak terdaftar dalam jaminan kesehatan manapun. Ibunya ingin memeriksakannya ke dokter namun terkendala masalah ekonomi, seperti biaya untuk berobat, mengurus jaminan kesehatan, transportasi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Faris sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan JKN-KIS, biaya hidup sehari-hari dan pembelian sepatu untuknya. Semoga Dik Faris segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Dik Faris didiagnosis menderita disabilitas intelektual


REZA PRATAMA (3, Epilepsi). Alamat : Jl. Arcamas, RT 4/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Reza mengalami panas tinggi disertai kejang saat berusia 1 tahun. Ornag tuanya membawa Dik Reza berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo. Ia didiagnosis menderita epilepsi. Namun saat konsultasi dengan dokter, orang tuanya kesulitan untuk memahami penjelasan dan pengarahan yang disampaikan dokter. Hal tersebut menyebabkan Dik Reza tidak lagi menerima perawatan medis. Karena penyakit ini, ia mengalami kesulitan bicara dan berjalan. Kini ia sedang menjalani pengobatan tradisional dengan terapi pijat. Ayahnya, Narsim (44) bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya, Karsiyah (40) adalah ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Reza dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun keluarga masih kesulitan untuk biaya transportasi dan asupan gizi Dik Reza. Selain itu jika berobat ke rumah sakit, Dik Reza membutuhkan pendamping yang dapat membantu memberikan penjelasan atas apa yang disampaikan dokter. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Reza sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya perbaikan gizinya. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat salam rombongan1024.Mini iya sudah dapat merespon suara. Namun Berar badannya turun karena asupan gizi yang kurang seimbang. Semoga Dik Reza segera diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Reza didiagnosis menderita epilepsi


TANTRI EVA (18, Lupus). Alamat : Desa Undaan Lor Gang 11, Kec Undaan. Kab Kudus. Jawa tengah. Tantri, Wanita yang baru saja lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ini divonis menderita penyakit lupus sekitar 3 tahun yang lalu. Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit yang menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Lupus dikenal sebagai penyakit autoimun karena sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri, menyerang sel, jaringan dan organ yang sehat. Belum diketahui penyebab yang pasti dari penyakit ini, oleh karena itu penyakit ini belum bisa disembuhkan. Bahkan menurut ilmu medis, penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi hanya dapat diberikan perawatan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita. Kini Tantri harus mulai bersahabat dengan penyakit yang diderita dan tetap berharap untuk dapat sembuh dan sehat kembali. Tantri diharuskan kontrol 1 kali tiap bulannya dan disaat sakit itu datang. Ketika penyakitnya itu menyerangnya kondisi Tantri sangat memprihatinkan. Tantri yang merupakan anak tunggal hanya tinggal bersama dengan Sang Ibunda, Sulianah. Sedangkan Sang Ayah bekerja di Sumatera demi mencari nafkah bagi keluarga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan lepas disampaikan kepada Ibunda Tantri untuk dapat membantu biaya pengobatan. Semoga kesehatan Tantri dapat membaik dan segera dapat ditemukan pengobatan yang tepat untuk dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir: @robbyadiarta Wibowo @akuokawai

Tantri divonis menderita penyakit lupus


ANANDA YUE RISTANTO (8, Gigitan Ular Berbisa). Alamat : Dusun Disil, RT 27/14, Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 5 Januari 2017, Ananda Yue Ristanto tidur bersama ayah dan ibunya. Sekitar pukul 03.00 WIB tiba-tiba Ananda Yue Ristanto menangis dan kesakitan. Orangtuanya segera memeriksa bagian tubuhnya yang terasa sakit. Ternyata di bawah tempat tidur Ananda ada seekor ular weling yang baru saja menggigit bagian kaki Ananda. Ananda Yue pun segera dibawa ke IGD RSUD Wates, Kulon Progo. Ia menjalani pemeriksaan dan pertolongan pertama selama 1 hari. Setelah itu Ananda dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ananda menjalani rawat inap selama 35 hari. Ayahnya, Sugiyanto (35) ialah seorang pembuat sekalgius penjual keripik gadung, sementara ibunya Deni Ria Ningsih (32) ialah ibu rumah tangga. Selama menemani pengobatan Ananda, kedua orangtuanya praktis tidak bekerja. Meskipun biaya pengobatan sudah tercover menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi biaya akomodasi selama perawatan tidaklah sedikit. Orangtuanya memutuskan untuk membawanya pulang dan menjalani pengobatan alternatif. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Ananda belum sembuh. Ia belum dapat bergerak dan hanya di atas tempat tidur saja. Sementara untuk makan dan minum menggunakan selang. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya kontrol dan pengobatan Ananda selanjutnya. Orangtua Ananda sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Ananda, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @Yudan @atinlelyas Endro

Ananda tergigit ular berbisa

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DEVI INDRA ALDIFA 750,000
2 HUMAIDI BIN WAJIR 500,000
3 PURMINAH BINTI SAIBUN 500,000
4 KASMIAH BINTI KASMAN 750,000
5 KASIATUN BINTI KASMANI 750,000
6 YUMERTA INDRI WIDYA SUKMA 500,000
7 KOMARI BINTI KARBANI 750,000
8 MOHAMMAD KENZO JAYENDRA 500,000
9 GIGIH BAYU SANTOSO 500,000
10 HARTONO BIN SADJIMIN 500,000
11 YAMI BINTI TAYIB 500,000
12 NAILA KHAMIDAH 500,000
13 NUR KHASANAH 500,000
14 SUTIAH BINTI RASIONO 1,000,000
15 AHMAD JUMRI 500,000
16 KADARNO BIN SABU 500,000
17 MUHAMMAD DESTIAN 1,500,000
18 ISTIKHOMAH BINTI PAWIRO 1,000,000
19 RAHMAWAN SUSANTO 1,000,000
20 TAZKIA INDRAWATI 1,000,000
21 VARA ERY AZZAHRA 2,000,000
22 M. KRESNA GANDHI 1,500,000
23 UMMI ZAENAB 1,500,000
24 ADI PAMUNGKAS 2,000,000
25 SUTRISNO BIN TOHAR 3,000,000
26 AYU SAVIRA 1,000,000
27 SAMSUL HIDAYAT 1,000,000
28 TAUKHID ARIYANTO 1,500,000
29 YAMA SAPUTRA WAHID PRAMONO 1,000,000
30 YUDHA DWI KURNIA KUSUMA 2,500,000
31 MUSTOFA BIN SEMAN 2,500,000
32 AHMAD MUSYAFA ADI TRIYAN 1,500,000
33 YANI BINTI SOLEHUDIN 1,500,000
34 EVA NOFITA SARI 1,500,000
35 RIFANDA IDZI FIRMANSYAH 2,000,000
36 SURATMI BINTI TOTO DIHARJO 1,000,000
37 KASMIYATI SUTARNO 1,000,000
38 NADA LISTIYANI 1,000,000
39 SUGINO BIN AMIREJA 2,000,000
40 MASJID DAN PANTI ASUHAN AL MAKKAH 5,503,000
41 SATIMAN BIN SAJUM 500,000
42 NADIN NUR RAMADHANI 4,497,000
43 MARUF DESMIKO PUTRA 750,000
44 SATIM BIN SAIMUN SANWIKARTA 1,000,000
45 ZIDAN FADIL PRANOTO 500,000
46 PRIYO ADI SANTOSO 1,000,000
47 MUGHNI FATUR ALFARIZI 1,000,000
48 REZA PRATAMA 500,000
49 TANTRI EVA 1,000,000
50 ANANDA YUE RISTANTO 1,000,000
Total 62,250,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,250,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1070 ROMBONGAN

Rp. 56,691,494,458,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.