Rombongan 1069

Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
Posted by on November 3, 2017

TRI MURWANDARI BINTI PONIKUN (43, Kanker Servik). Alamat: Doplang RT 1 / RW 1, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, Bu Tri menstruasi terus-menerus dan juga mengalami keputihan selama tiga minggu berturut-turut. Hanya beberapa hari menstruasinya berhenti namun menstruasinya kembali datang. Beliau sudah mencoba ke bidan untuk mengobati masalah menstruasi yang belum juga selesai serta keputihan yang masih juga dialami Bu Tri. Karena beliau masih belum merasakan perkembangan yang membaik, dilanjutkan berobat ke puskesmas, yang akhirnya beliau diberi surat rujukan oleh puskesmas ke RS Tjitrowardojo. Di RS Tjitrowardojo Bu Tri melakukan pemeriksaan USG, dari pemeriksaan USG ini dokter yang menangani Bu Tri mendiagnosa adanya kista/miom, tetapi hasil USG menunjukkan adanya benjolan yang berada di luar kandungan. Dokter menyarankan kepada Bu Tri untuk melakukan pemeriksaan bioksi, yang hasilnya dapat dilihat pada tanggal 29 Agustus 2017. Sebelum memperoleh hasil pemeriksaan bioksi, Bu Tri menjalani rawat inap di RS Tjitrowardojo pada tanggal 8-15 Agustus 2017 karena kondisi kesehatannya yang menurun dengan HB 3,2, disana beliau sempat diberikan penanganan penambahan darah. Keseharian Bu Tri yang menjadi ibu rumah tangga akhirnya tidak bisa menjalan kegiatan seperti biasanya, karena perawatan kesehatan yang sekarang dijalani. Pak Damaji (44), suami Bu Tri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kerajinan rumah tangga, menjadi kurang fokus dalam bekerja. Selama ini Bu Tri menjalani pengobatan dengan menggunakan BPJS PBI. Anak pertama beliau, Jimy (21), belum bekerja dikarenakan harus mengurus ibunya yang sakit. Selain Jimy, Bu Tri mempunyai dua anak lagi yaitu Fajar (16) dan Ariesta (11). Tanggungan Pak Damaji, suami Bu Tri, menjadi bertambah selain untuk keperluan sehari-hari keluarga, sekarang ditambah untuk akomodasi pendamping Bu Tri ketika berobat. Bantuan sedekaholik yang telah disampaikan kepada Bu Tri oleh kurir-kurir Sedekah Rombongan insya allah bisa meringankan biaya akomodasi Bu Triselama menjalani pengobatan. Dengan kondisi sekarang yang masih terasa nyeri dibagian perut beliau, terkadang juga mengalami pendarahan, menyebabkan kondisi fisik Bu Tri menurun. Insya Allah bantuan sedekaholik mampu mengantarkan Bu Tri memperoleh kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Dwi Emy Yuni Lilis

Bu Tri menderita kanker servik


SUTARTO KHOERUL ANAM BIN NGAWIN (13, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Karang Cengis RT 003 RW 005 Purwodeso, Kec. Sruweng, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sejak Desember 2016 muncul benjolan di leher Sutarto yang kemudian diperiksakan ke RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Karena belum juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, pihak keluarga memeriksakan Sutarto ke dokter sepesialis penyakit dalam di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, Sutarto di diagnosa TB, namun setelah menjalani terapi TB tetap tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lalu kondisi Sutarto kembali dikonsulkan ke dokter spesialis THT dan menjalani pemeriksaan biopsi, hasilnya ditemukan tanda-tanda keganasan dari benjolan yang muncul di leher Sutarto. Dari hasil pemeriksaan biopsi ini, Sutarto memperoleh rujukan untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RS Margono Purwokerto dan disarankan untuk menjalankan kemoterap, tetapi keluarga Sutarto memutuskan untuk menggunakan pengobatan alternatif terlebih dahulu yang berada di daerah Tuban. Selama menjalani pengobatan alternatif ini kondisi Sutarto semakin memburuk yang kemudian dibawa ke RSUD Tuban untuk menjalani perawatan medis. Di RS Tuban Sutarto juga disankan untuk menjalani kemoterapi dan memberikan rujukan ke RSUD Kebumen, setelah menjalani perawatan selama 1 minggu, Sutarto melanjutkan pengobatannya ke RSUD Margono, yang pada bulan Maret 2017 mulai menjalani kemoterapi yang disarankan sebanyak 6 kali. Setelah menjalani kemoterapi kondisi Sutarto hanya bisa berbaring lemas, lalu disarankan untuk menjalani terapi sinar yang dijadwalkan pada tanggal 11 September 2017. Program yang disarankan oleh dokter dalam menjalani terapi sinar ini dengan rentang waktu 2,5 bulan. Selam menjalankan terapi sinar ini, Sutarto menjalani rawat inap di RS Margono. Ayah Sutarto, Ngawin (54), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas, serta ibu Sutarto, Ana Ningsihyati (45), yang kegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, sangat membutuhkan bantuan dalam menjalani proses pengobatan Sutarto. Pak Ngawin juga ikut menemani Sutarto saat menjalani rawat inap di RS Margono sehingga membuatnya tidak mempunyai cukup waktu untuk bekerja mencari nafkah. Dengan adanya KIS memberikan sedikit angin segar bagi keluarga, karena berkurangnya beban biaya untuk berobat Sutarto. #sedekahrombongan merasakan betul beban yang dirasakan Sutarto beserta keluarga, yang ditindak lanjuti dengan memberikan bantuan yang bisa membantu keluarga untuk mengurangi beban akomodasi keluarga yang menemani Sutarto dalam menjalani proses pengobatan. Besar harapan teman-teman kurir pun juga #sedekaholik untuk kesembuahan Sutarto, sehingga ia bisa kembali ke bangku sekolah dan melanjutkan pendidikannya yang selama ini tertuda untuk berobat. Bantuan sebelumnya dimasukkan dalam Rombongan 1052

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti Dian

Pak Sutarno menderita ca nasofaring


SUMIYATI BINTI DARJAN (77, Stroke). Alamat : Silo RT 004 RW 001, Kel. Tegalsari, Kec. Bruno,Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sumiyati mulai mengalami stroke sejak setahun yang lalu. Anggota gerak bagian bawah Mbah Sumiyati, terutama di kedua kakinya, terasa sulit untuk digerakkan. Sehingga beliau mengalami kesulitan untuk berjalan. Mbah Sumiyati juga mulai mengalami kesulitan dalam berbicara, dikarenakan penyakit yang kini dideritanya. Selama ini, Mbah Sumiyati berusaha menggapai kesembuhan dengan mengandalkan kartu JKN/KIS-PBI, yang sangat membantu dirinya dalam permasalahan biaya pengobatan. Kendala paling besar yang dihadapi Mbah Sumiyati dalam berobat ialah akomodasi dari rumahnya menuju ke fasilitas kesehatan tempat dimana beliau berikhtiar untuk mencari kesembuhan. Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dihadapi Mbah Sumiyati dalam usahanya mencari kesembuhan. Bantuan dari sedekaholik pun segera disampaikan ke Mbah Sumiyati melauli kurir-kurir Sedekah Rombongan untuk membantu akomodasi keluarga yang menemani Mbah Sumiyati menuju saarana fasilitas kesehatan yang dituju. Dengan kondisi yang mengharuskan Mbah Sumiyati terus berbaring, tidak membuat beliau patah semangat untuk menggapai kembali kesehatan seperti sebelumnya. Insysa Allah bantuan dari sedekaholik yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan bisa menjadi salah satu jalan bagi Mbah Sumiyati untuk kembali menikmati anugerah kesehatan dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Mbah Sumiyati mengalami stroke


IWAN SUDRAJAT BIN (ALM) ISKAK (45, Tumor belakang otak). Alamat : Panjatan RT 002 RW 001, Kec. Karanganyar, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Iwan mulai merasakan sakit di kepala bagian belakangnya sejak Desember 2015. Selain sakit kepala yang dirasakannya, dari hidung juga mengeluarkan darah, juga kemampuan pendengarannya yang semakin berkurang, dan pandangan yang seolah-olah menjadi bayangan ganda, serta mengalami sesak nafas. Akhir Desember 2015 hingga awal Januari 2016, Iwan menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Setelah menjalani perawatan tersebut Iwan melakukan rawat jalan, hingga kondisinya mulai menurun dan semakin memburuk yang kemudian kembali menjalani perawatan di RSUD Kebumen sekitar bulan Maret 2016. Dari hasil pemeriksaan kesehatan di RSUD Kebumen, Iwan diberikan rujukan pengobatan ke RS Margono Purwokerto. Dari bulan April 2016 sampai sekarang, Iwan masih menjalani kemoterapi dengan jadwal 3 minggu sekali. Dengan kondisi sekarang yang sering mual dan muntah karena efek samping menjalani kemoterapi, Iwan juga sering merasakan kedinginan serta keadaan tubuhnya yang sering terasa lemas. Dengan kondisi yang demikian, Iwan tidak mampu lagi melanjutkan pekerjaan sehari-harinya sebagai seorang buruh. Wahyu Maharani (40), istri Iwan, yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga tidak bisa menopang kebutuhan hidup keluarganya yang jauh dari kecukupan. Keadaan Iwan yang membutuhkan perhatian khusus, membuat Wahyu Maharani tidak bisa berbuat banyak untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan adanya fasilitas kesehatan BPJS PBI, sangatlah membantu Iwan dalam menjalani proses pengobatan. Karena sudah tidak lagi memikirkan besarnya biaya kemoterapi yang telah berlangsung lama. Kurir #sedekahrombongan yang berkunjung kekediaman Iwan sangatlah merasakan kesulitan yang tengah dihadapi Iwan beserta keluarga. Bantuan awal pun diberikan kepada Iwan untuk biaya hidup sehari-hari serta akomodasi Iwan dalam menjalani proses pengobatan. Sedekah Rombongan mempunyai harapan yang sangat besar untuk kesembuhan Iwan, bantuan dari sedekaholik insya Allah sangatlah mampu meringankan beban hidup Iwan beserta keluarga. Semoga Iwan dapat segera memperoleh nikmat kesehatan dan dapat kembali bekerja untuk memenuhi nafkah bagi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Eni

Pak Iwan menderita tumor belakang otak


AGUS PRASETYO BIN MADWIKARTO (30, gangguan jiwa). Alamat : Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan,Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sudah lima tahun Agus mengalami gangguan kejiwaan. Hingga saat ini Agus sudah menjalani perawatan di RSJ Magelang sebanyak tiga kali. Sekarang Agus masih harus menjalani kontrol masalah kejiwaan di Puskesmas Kuwarasan, namun kendala yang dihadapi dari kontrol di puskesmas ialah obat yang diresepkan ke Agus tidak tersedia di puskesmas dan harus mencari serta membeli sendiri obat yang diberikan oleh dokter di apotik. Setiap bulannya diperlukan biaya kisaran Rp 60.000,-hingga Rp 100.000,- untuk menebus obat yang harus dikonsumsi Agus. Kondisi Agus saat ini terlihat sering melamun yang menyebabkan Agus tidak bisa beraktifitas seperti kebanyakan orang pun juga ia tidak bisa melakukan pekerjaan apapun karena sering melamun dengan tatapan kosong. Ayah Agus, Madwikarto (80), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas tentulah sangat membutuhkan bantuan anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun apa mau dikata, dengan kondisi Agus yang selalu melamun, Pak Madwikarto harus berusaha sendiri untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga biaya pengobatan untuk Agus. Ibu Agus, (alm) Samilah, sudah meninggal dunia, yang membuat Pak Madwikarto harus berjuang sendiri untuk membiayai pengobatan Agus. Dengan menggunakan KIS, Pak Madwikarto tidak terlalu memusingkan biaya pengobatan di puskesmas maupun biaya pengobatan di RSJ Magelang. Namun obat yang diresepkan dokter puskesmas tidak termasuk dalam tanggungan KIS, sehingga ini menjadi beban tambahan Pak Madwikarto. Sedekah Rombongan merasakan kepedihan yang dialami Pak Madwikarto dalam menjaga dan merawat Agus, hingga bantuan awal pun disampaikan ke Pak Madwikarto melalui para kurir yang tanggap terhadap keadaan Agus. Insya Allah bantuan dari sedekaholik mampu meringankan beban yang ditopan Pak Madwikarto pun juga mampu mengantarkan Agus untuk kembali sehat seperti sedia kala, sehingga mampu membantu sang ayah dalam mencari nafkah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Agus mengalami gangguan kejiwaa


ETI SUKESIH BINTI FULAN (42, Hemoroid grade IV). Alamat : Ds. Gumawang RT 001 RW 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015 Bu Eti menderita hemoroid, hingga sekarang penyakit yang diderita Bu Eti menjukkan tanda-tanda kesembuhan, namun kemudian muncul kembali gejala adanya penyakit hemoroid ini. Beliau sudah berusaha berobat, namun penyakit yang dialaminya ini belum menunjukkan adanya kesembuhan secara total. Akhir Agustus 2017 Bu Eti mengalami pendarahan di daerah dubur, juga muncul adanya benjolan yang tumbuh besar di darah dubur. Setelah menjalai pengobatan, pendarahan yang dialami Bu Eti berangsur membaik namun benjolan yang muncul tidak hilang berbarangan dengan berhentinya pendarahan. Pada awal bulan September 2017 Bu Eti memeriksakan masalah benjolan tersebut ke dokter spesialis bedah yang kemudian disarankan oleh dokter untuk menjalani operasi. Setelah menjalani proses operasi pengangkatan benjolan tersbut, kondisi Bu Eti mulai membaik dan sekarang sedang menjalani proses pemulihan paska operasi. Suami Bu Eti, Sapring (46), yang berprofesi sebagai buruh harian lepas pastilah mengalami berbagai kesulitan. selain harus menjaga dan merawat Bu Eti, juga harus bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan adanya fasilitas KIS yang selama ini digunakan untuk membantu biaya pengobatan Bu Eti, Pak Sapring merasa sedikit terbantukan. Kesedihan Bu Eti juga dirasakan Sedekah Rombongan dan bantuan awal dari sedekaholik pun disampaikan oleh teman-teman kurir untuk membantu akomodasi selama perawatan Bu Eti di Rumah Sakit. Besar harapan kita untuk kepulihan Bu Eti, sehingga beluai bisa kembali menjalankan aktifitas sehari-harinya dengan leluasa.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Bu Eti menderita hemoroid


AVIV WICAKSONO BIN AHMAD MASRURI (21, Ca Coli Suspect Nasofaring). Alamat : Ds. Kebulusan RT 008 RW 002, Kec. Pejagoan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2016 leher Aviv terasa cengeng dan seperti ada benjolan di bagian lehernya. Saat itu Aviv sedang bekerja di PT Yamaha Cikarang. Semakin lama benjolan yang muncul dilehernya semakin membesar dan dia disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter perusahaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter memberikan rujukan pemeriksaan ke RS di Bekasi, yang kemudian ditangani oleh dokter spesialis bedah. Pada tanggal 10 November 2016 dilakukan biopsi, yang memberikan hasil bahwa di leher Aviv terdapat tumor ganas nasofaring. Dan dokter memberikan saran agar Aviv menjalani kemoterapi di Jakarta, namun pihak keluarga merasa kerepotan jika Aviv menjalani pengobatan di Jakarta. Pihak keluarga meminta rujukan untuk bisa melakukan pengobatan di RSD Kebumen yang dilanjutkan rujukan pengobatan ke RS Margono Purwokerto untuk menjalani kemoterapi pada tanggal 28 November 2016. Setelah menjalani kemoterpi yang pertama kali, pasien mengalami efek samping muntah-muntah selama seminggu, hal ini menurunkan semangat Aviv untuk kembali melakukan kemoterapi. Satu bulan selepas kemoterapi yang pertama, kondisi Aviv semakin memburuk dan merasakan sakit di tubuhnya yang akhirnya kembali mau melanjutkan kemoterapi di RS Dadi Keluarga sebanyak 6 kali. Setelah kemoterapi sebanyak 4 kali di RS Dadi Keluarga kondisi Aviv mulai membaik dan bengkak di bagian lehernya berangsur menghilang. Karena proses pengobatan yang berlangsung lama kemudian Aviv mengajukan pengunduran diri dari tempat dia bekerja di Cikarang. Sepulang dari Cikarang, leher Aviv kembali bengkak dan terasa sakit. Setelah melanjutkan kemoterapi ke 5 dan ke 6 di RS Dadi Keluarga yang tidak menunjukan hasil membaik, Aviv kembali memperoleh rujukan ke RS Margono Purwokerto dan melakukan CT Scan, yang menunjukkan hasil bahwa Aviv mengalami Ca Coli Suspect Nasofaring dan disarankan untuk menjalankan terapi sinar sebanyak 45 kali. Aviv mendapatkan jadwal terapi sinar yang pertama pada tanggal 29 Agustus 2017. Ayah Aviv, Ahmad Masruri (48), yang bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik genteng, menceritakan kesedihan dan ketidak mampuannya dalam menjalani proses pengobatan Aviv yang harus melakukan kontrol dan terapi di RS Margono. Selain kesulitan dalam biaya transportasi juga semakin menambah bebannya untuk memnuhi kebutuhan hidup keluarga. Ibu Aviv, Mutamimah (46), yang berprofesi sebagai seorang penjahit untuk menambah pemasukan bagi keluarga, akhirnya berhenti menerima order jahitan selama merawat Aviv dan menemani Aviv dalam menjalani proses pengobatan. Adanya BPJS KIS sangat membantu keluarga dalam masalah biaya berobat Aviv di RS Margono. Dengan kondisi saat ini yang hanya terbaring lemas, tentu Aviv membutuhkan perhatian yang intens khususnya dari sang ibu yang selama ini menemani Aviv di kala dia sakit. Sedekah Rombongan merasakan apa yang dialami Aviv selama ini, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu akomodasi Aviv ketika berobat. Semoga Aviv dapat kembali merasakan nikmat kesehatan dan kembali bekerja untuk membatu perekonomian keluarga.

Jumlah Bantunan : Rp 500.000
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Aviv menderita ca coli suspect nasofaring


MUHAMMAD AKBAR KHALFANI (1, Pendarahan otak + Hydrocepallus), Alamat : Dusun Trimulyo RT 02 RW 01 Desa Trimulyo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 1.5 bulan ananda Akbar diberikan ujian dari Alloh. Saat itu gejala awal yang ditunjukkan adalah demam dan kejang, kemudian orang tua membawa Ananda ke bidan desa setempat. Karena kondisi Ananda yang semakin parah lalu dirujuk ke RS. Tjitro Wardjojo Purworejo selama 3 minggu dengan menggunakan fasilitas Jamkesda. Dari efek sakit panas dan kejang kemudian terjadi pendarahan otak yang menyebabkan semakin lama fungsi penglihatan menurun, hydrocepallus dan mengalami perkembangan mental. Atas saran dari dokter yang menangani ananda dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta agar hasil diagnosa dan penanganan lebih lanjut bisa dilaksanakan semaksimal mungkin. Ananda Akbar adalah anak bungsu dari 3 bersaudara pasangan bapak Bambang Sukmantoro (49) dan ibu Elin Herlina (36). Pak Bambang yang berprofesi sebagai penjual sembako tidak cukup untuk membawa ananda berobat ke RS Sardjito Yogjakarta. Selain hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari pak Bambang juga masih membiayai sekolah kedua kakak ananda Akbar. Alhamduliah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ananda Akbar, kami prihatin dengan kondisi Ananda yang hampir 7 bulan tidak ditanggani medis dengan semestinya. Bantuan lanjutan dari para sedekaholics sangat membantu keluarga untuk biaya kebutuhan dan pengobatan Ananda Akbar. Bantuan sebelumnya dimasukkan dalam Rombongan 898 dan 932.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Rafiq Aziz

Akbar menderita pendarahan otak dan hydrocepallus


HENDRIK SAPUTRO BIN SENO (11, Meningitis susp Encepalitis). Alamat : Ds. Gumawang Rt 001 Rw 002, Kec. Kuwarasan, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Berawal dari sakit demam yang dialami Hendrik selama kurang lebih empat hari dirumahnya yang dianggap sebagai penyakit demam biasa, Hendrik kemudian mengalami kejang-kejang yang membuat kedua orang tuanya semakin khawatir dengan kondisi kesehatan Hendrik. Kemudia kedua orang tua Hendrik membawanya ke RSU Purbowangi pada tanggal 12 September 2017. Dengan kondisi fisik Hendrik yang semakin melemah juga kesadarannya yang kian waktu semakin menurun membuat dokter menyarankan Hendrik untuk segera ditangani dan dirawat di ICU. Dalam perawatan di ICU selama dua hari, kondisi Hendrik belum juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga tanggal 13 September 2017 dokter spesialis anak yang menangani Hendrik memberikan rujukan pengobatan ke RSUD Kebumen. Selama seminggu Hendrik menjalani perawatan di RSUD Kebumen. Ayah Hendrik, Seno (50), yang berprofesi sebagai buruh harian lepas sangat merasakan sakit yang dialami anaknya itu. Beliau menjadi tidak bisa memfokuskan diri dalam bekerja, karena memikirkan putranya yang sakit serta biaya dan segenap akomodasi yang diperlukannya untuk menunjang proses pengobatan Hendrik. Sangken (48), ibunda Hendrik yang sehari-hari kegiatannya menjadi ibu rumah tangga menjadikannya harus memprioritaskan merawan dan menjaga Hendrik dalam kesibukan sehari-harinya mengurusi seluruh kebutuhan bagi keluarga. Dengan adanya KIS, Pak Seno dan Bu Sangken sangat merasakan sedikit angin sejuk dalam usaha mereka dalam berikhtiar untuk kesembuhan putra tercintanya. Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Kebumen, berangsur-angsur kondisi umum Hendrik mulai menunjukkan perkembangan positif. Dalam menjalani proses pengobatannya, Hendrik harus rajin kontrol di poli anakn RSDS Kebmen untuk mengetahui perkembangan kesehatan Hendrik. Oleh kurir-kurir Sedekah Rombongan, bantuan awal yang diperoleh dari sedekaholik langsung disampaikan kepada keluarga Hendrik untuk membantu biaya transportasi Hendrik kala dia harus melakukan kontrol kesehatan serta segala akomodasi yang diperlukan dalam menunjang proses pengobatan Hendrik. Insya Allah segala bantuan sedekaholik mampu mengantarkan Hendrik untuk dapat kembali bermain dan belajar di sekolah, serta menggapai cita-citanya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti

Hendrik menderita meningitis susp encepalitis


MUHAMMAD LEVIN SATYA PERMANA (4, Jantung Bocor), Alamat : Rumah Dusun Baledono Krajan, RT 3 RW 8 Desa Baledono Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Adik Kecil berumur 4 tahun ini kerap sekali di panggil dengan sebutan Levin. Semenjak lahir sampai dia berumur 1 Tahun, Levin sehat normal seperti teman teman seumurannya. Namun setelah itu, pada bibir dan jari jemari kecilnya berubah menjadi biru biru keabu-abuan, dan sempat di periksakan ke RS. Panti Waluyo Purworejo tahun 2014 untuk di Rujuk Ke Jogjakarta tapi karena terhambat oleh masalah biaya akhirnya Proses Pengobatan pun di tunda. Untuk Kondisi Levin saat ini bibir dan tangannya masih biru ke abu-abuan. Pada bulan Juni 2017 Kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah Levin untuk melihat kondisi dan keadaannya, ada wanita paruh baya yang yang menyambut kedatangan Kurir Sedekah Rombongan, ya beliau adalah nenek Levin bernama Sibeng Marlinah, sapaan akrab beliau adalah Mbah Sibeng. Beliau menceritakan keadaan Levin dan Kondisi apa yang di alami oleh cucunya. Tidak hanya tentang Kondisi yang di alami oleh cucunya yang beliau ceritakan, namun terkait Kendala seperti biaya dan Tunggakan BPJS Mandiri. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan pun tergerak hatinya dan ikut merasakan kesulitan yang di hadapi oleh Keluarga Levin, Bantuan awal pun diberikan langsung oleh Keluarga Levin untuk membantu biaya pengobatannya. Tidak hanya keluarga, tapi Kurir Sedekah Rombongan pun juga menaruh harapan besar untuk kesembuhan Levin, harapannya agar Levin dapat beraktifitas kembali seperti teman teman seumurannya. Santunan Sebelumnya masuk dalam Rombongan 1045

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Emy Yuni Didit Reyhan

Levin menderita jantung bocor


ALM. YOGA SETYO NUGROHO BIN TOWILAN (19, Leukimia tipe AML). Alamat : Ds. Karang Tengah RT 002 RW 003 Kledung Karangdalem, Kec. Banyuurip, Kab. Purworejo , Prov. Jawa Tengah. Sudah dua minggu ini Yoga dirawat di ICU, dengan kondisi yang masih sanget lemah serta buang air besar yang juga mengeluarkan darah. Hal ini bermula ketika Yoga merasakan tubuhnya tidak nyaman, badan terasa lemas dan suhu tubuhnya meningkat. Oleh orang tuanya, kondisi Yoga diaanggap sebagai gejala flu seperti biasa, namun semakin lama kondisi Yoga tidak kunjung membaik. Dan juga mulai mengeluarkan darah segar dari hidungnya (mimisan). Karena masih dirasa seperti bukan penyakit berat, hingga Yoga pingsan karena tidak mampu lagi menahan kondisi tubuhnya yang sangat tidak nyaman. Kemudian keluarga langsung membawa Yoga ke RS Tjitrowardojo Purworejo. Kondisi Yoga belu juga menunjukkan perkembangan posisitif, malahan Yoga mengalami pendarahan lambung yang menyebabkan dia sering mengeluarkan darah ketika buang air besar. Dengan kondisi yang semakin menurun dan terlalu banyak mengeluarkan darah, maka dokter menyarankan untuk melakukan transfusi darah. Penambahan darah ini berlangsung hingga mencapai 20 kalf. Towilan (50), ayah Yoga yang berprofesi sebagai sopir serabutan, sangat terpukul melihat kondisi anaknya yang kian hari tidak juga menunjukkan perkembangan ke arah kesembuhan. Sriyatun (45), ibu Yoga, sebagai ibu rumah tangga yang selalu menemani Yoga dalam kondisinya yang menurun sangatlah berharap bisa segera kembali melihat tawa riang putranya. Dengan menggunakan Jamkesda, tidak banyak yang bisa dilakukan Pak Towilan dan Bu Sriyatun untuk memberikan pengobatan bagi putranya. RS Tjitrowardojo memberikan rujukan pengobatan lebih lanjut ke RS Sardjito Yogyakarta, namun keluarga belum bisa melanjutkan proses pengobatan ke RS Sardjito dikarenakan belum ada biaya untuk akumodasi dan transportasi ke Yogyakarta. Belum lagi biaya perawatan Yoga di RS Tjitrowardojo yang mencapai angka 15 juta, sangatlah membebani Ayah dan Ibu nya Yoga. Pihak Rumah Sakit telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan penangan yang terbaik bagi kesembuhan Yoga, namun Allah berkehendak lain. Allah sayang sama Yoga, sehingga Allah segera memanggil Yoga untuk kembali kepadaNya dan melepaskan segala beban yang dibawa Yoga sekeluarga. Bantuan dari sedekaholik yang disalurkan melalui tangan-tangan kurir Sedekah Rombongan telah disampaikan keluarga Yoga untuk meringankan beban biaya perawatan Yoga selama di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Nurul Ngadiman

Alm Yoga menderita leukimia


NGAIDAN BIN KASNAMI (48, Benjolan di Ketiak). Alamat : Kamasan RT 002 RW 001, Kaliwungu, Bruno, Purworejo. Ibu Ngaidan adalah seorang buruh tani di daerah desa Bruno. Sudah Sejak 2 (dua) bulan lalumuncul benjolan sebesar biji kacang di bawah ketiak kanan, lama kelamaan makin membesar dan terasa sakit bila tertekan atau apa bila terkena sesuatu. Setiap berobat, beliau pasti selalu di sarankan untuk berobat tapi si Ibu sendiri takut dengan jarum suntik ataupun bedah. Serta karena keterbatasan wawasan Ibu dan Keluarga untuk mengakses Fasilitas Kesehatan, dalam hal ini Rumah Sakit, maka niat untuk berobat diurungkannya. Karena menunda pengobatan jadi rasa sakit yang ditimbulkan dari benjolan tersebut semakin tidak tertahankan. Yang dulunya hanya sebesar biji kacang sekarang sudah sebesar telur puyuh. Bapak Muh Isnen (41) , adalah suami Ibu Ngaidan yang berprofesi sebagai buruh tani. Keluarga ini terkendala pada biaya transportasi dan akomodasi untuk mencapai Rumah Sakit terdekat, maklum hasil dari buruh tani hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya sekitar bulan September 2017 kemarin, Ibu Ngaidan dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan Daerah Bruno, dan menceritakan keluhan dan sakitnya. Untuk saat ini beliau memiliki PBI-JKN/KIS. Keluarga Ibu Ngaidan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi jalan kesembuhannya, dan Penyakit Ibu Ngaidan dapat disembuhkan sehingga tidak mengganggu aktifitasnya sehari hari. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Ozzy

Bu Ngadian menderita benjolan di ketiak


LUSI SUSILOWATI BINTI SUPARMAN (20, Kanker kelenjar getah bening). Alamat : Krajan II RT 002 RW 004 Ketangi, Kec. Purwodadi, Kab. Purworejo , Proov. Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Mbak Lusi sudah mulai merasakan adanya benjolan yang tumbuh di lehernya. Karena benjolan itu tidak menghilang juga, akhirnya mbak Lusi memeriksakan keanehan tersebut di PKU Muhammadiyah Purworejo. Dokter yang menangani permasalah mbak Lusi memberikan saran untuk melakukan operasi pengangkatan benjolan tersebut, namun mbak Lusi beserta suaminya masih belum mau menjalani proses operasi yang pasti akan membutuhkan biaya cukup besar. Pada tahun 2016, dalam kondisi mbak Lusi yang sedang mengandung, kembali memeriksakan kondisi benjolan yang muncul di lehernya tersebut ke RS Tjitrowardojo Purworejo. Dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap keadaan mbak Lusi belum berani memberikan tindakan medis, dikarenakan kondisi mbak Lusi yang tengah mengandung dan takut akan mempengaruhi kondisi kesehatan mbak Lusi beserta kandungannya. Akhirnya mbak Lusi membiarkan benjolan yang masih berada di lehernya itu hingga dia melahirkan. setelah tiga bulan pasca melahirkan, mbak Lusi kembali melakukan kontrol ke RS Tjitrowardojo berkenaan dengan masih adanya benjolan pada lehernya, dan dokter memberikan rujukan penanganan medis lebih lanjut ke RS Sardjito Yogyakarta. Karena keterbatasan biaya yang mampu diberikan keluarga dalam menjalani pengobatan di RS Sardjito, akhirnya mbak Lusi berhenti melanjutkan proses pengobatannya. Pada bulan Agustus 2017, mbak Lusi sudah memiliki fasilitas kesehatan KIS PBI, akhirnya kembali melanjutkan proses pengobatan yang dulu pernah tertunda. Mbak Lusi kembali melakukan kontrol di RS Tjitrowardojo dan kemudian mendapat rujukan ke RS Sardjito. Pada tanggal 14 Oktober 2017, kondisi mbak Lusi tidak bisa tidur terlentang dan hanya bisa terduduk lesu. Ketika buang air besar maupun kecil, mbak Lusi sudah tidak bisa merasakannya lagi. Mbak Lusi sudah dijadwalkan untuk kontrol kesehatan pada tanggal 20 Oktober 2017. Mbak Lusi beserta keluarga sudah berusaha sebaik mungkin dalam menjalani pengobatan yang tidak sebentar, namun Allah berkehendak lain. Pada tanggal 25 Oktober 2017, mbak Lusi telah berpulang keharibaanNya. Bantuan dari sedekaholik yang disalurkan melalui tangan-tangan kurir Sedekah Rombongan telah disampaikan keluarga mbak Lusi untuk meringankan beban akomodasi selama di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Krisna Siti

Lusi menderita kanker kelenjar getah bening


UJANG HENDAR BIN HERMAN (43, Patah tulang paha). Alamat : Baledono Rt 006 Rw 009, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa tengah. Pekerjaan Pak Ujang sebagai pedagang obat kayu mengharuskannya bekerja hingga ke luar kota. Pada waktu itu, malam hari tanggal 07 Oktober 2017, selepas beliau selesai keliling menjual obat kayu di daerah Gunungkidul, Yogyayakarta, dalam perjalan pulang ke Purworejo dengan mengendarai sepeda motornya, Pak Ujang merasakan pandangannya seketika menjadi gelap dan beliau tidak bisa melihat jalur kendaraannya. Karena kemampuan pandangnya mulai menghilang, Pak Ujang tidak sadar melaju dan menabrak trotoar jalan raya. Kejadian tersebut terjadi di jembatan Nglipar, Wonosari, Yogyakarta. Setelah mengalami kecelakaan tunggal tersebut, Pak Ujang ditolong oleh warga sekitar kejadian. Kemudian warga mencoba untuk menghubungi istrinya, Anggi Arysanti (28), yang berada di Purworejo. Istri Pak Ujang, Bu Anggi, meminta pertolongan kepada perangkat desa Baledono, Purworejo, untuk membantu Bu Anggi menjemput Pak Ujang di Wonosari. Dengan bantuan ambulan PKU, Bu Anggi beserta perangkat desa setempat menjemput dan membawa pulang Pak Ujang ke Baledono, Purworejo. Biaya yang dikeluarkan Bu Anggi untuk menjemput Pak Ujang dia peroleh dari bantuan saudaranya yang juga sedang mengalami kesempitan, pun juga keadaan ekonomi Bu Anggi yang masih belum berkecukupan. Sesampainya di Baledono, esoknya Pak Ujang menjalani perawatan di RS Tjitrowardojo dan harus segera dilakukan tindakan operasi karena Pak Ujang mengalami patah tulang paha sebelah kiri. Pak Ujang menjalani operasai pemasangan pen pada paha kirinya pada tanggal 14 Oktober 2017, karena kondisi Pak Ujang sebelumnya tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi. Dengan adanya jaminan kesehatan BPJS, Pak Ujang sangat merasa tertolong untuk menutup biaya pengobatan dan operasi yang dia jalani. Dalam kondisi Pak Ujang yang masih belum bisa berjalan dengan normal, membuat beliau tidak mampu menjadi penopang utama kehidupan keluarganya. Dengan tiga orang putra yang semuanya masih dibawah 7 tahun, menjadikannya beban tersendiri bagi Pak Ujang yang mempunyai tugas sebagai kepala keluarga. Kondisi Pak Ujang setelah menjalani operasi alhamdulillah sudah bisa duduk di kursi roda. Kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui kondisi Pak Ujang langsung menyampaikan bantuan dari sedekaholik yang bisa meringankan biaya hidup keluarga Pak Ujang. Insya Allah bantuan yang dari sedekaholik telah disampaikan kepada Pak Ujang dapat meringankan bebannya dan membuatnya semangat untuk segera memperoleh kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Emy Yuni

Pak Ujang mengalami patah tulang paha sebelah kiri.


ROFI’ATUD DAROJAH BINTI ABDUL ROSYID (15, Tidak bisa buang air besar melalui anus, TB Usus). Alamat : Ds Ngaglik RT 001 RW 004 Kemejing, Kec. Loano, Kab. Purworejo , Prov. Jawa Tengah. Diawali pada bulan Maret 2017, dik Rofi, pangglian akarab untuk Rofi’atud Darojah, perutnya terasa sakit. Keluarga dik Rofi lantas memriksakan kondisi kesehatannya di Puskesmas Banyuasin. Hasil pemeriksaan di puskesmas, dokter yang menangani dik Rofi memberikan rujukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut ke RS Tjitrowardojo, Purworejo. Diagnosa awal yang diberikan kepada dik Rofi adalah sakit usus buntu san dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi. Ternyata kondisi usus buntu dik Rofi sudah pecah dan meluas hingga ke usus besar. Pasca tindakan operasi terhadap dik Rofi, dia dirawat selama lebih kurang lima hari di bagian ICU, total lama perawatan yang telah dijalani dik Rofi dari sebelum tindakan operasi adalah lima belas hari. Setelah itu dik Rofi menjalani perawatan di rumah, namun kondisi kesehatan dik Rofi malaha menunjukkan perkembangan negatif. Darah merembes keluar dari bekas luka operasi, yang kemudian membuat keluarga kembali membawa dik Rofi untuk dirawat di RS Tjotrowardojo. Kali ini perawatan berlangsung selama lebih kurang sebulan, keluarga berinisiatif untuk meminta rujukan pengobatan dik Rofi ke RS Sardjito, Yogyakarta. Setelah mendapat rujukan pengobatan di RS Sardjito Yogyakarta, dik Rofi memperoleh penanganan medis di bagian PICU. Yang kemudian menjalani operasi laparatomy (operasi besar di bagian perut) dan juga dilakukan colostomy (jalur pembuangan melalui perut), di RS Sardjito ini dik Rofi menjalani perawatan lebih kurang selama sebulan. Saat menjalani perawatan di RS Sardjito, dik Rofi juga didiagnosa terdapat kelainan lain dalam tubuhnya, yaitu lemah jantung, TB Usus, anemia, sepsis. Pak Abdul Rosyid (49), ayah dik Rofi yang berprofesi sebagai seorang petani, merasakan kesedihan tak terkira, melihat kondisi kesehatan anak perempuannya saat ini. Begitu juga ibu Kurniyah (33), ibundak dik Rofi yang setiap harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sangat terpukul melihat kondisi buah hatinya. Dengan kondisi anaknya yang saat ini terpasang kantung dibagian perutnya untuk menampung pembuangan yang tidak bisa melewati jalur biasa, Pak Abdul Rosyid dan Bu Kurniyah menjadi tidak bisa fokus dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaan sehari-hari mereka. Karena harus membagi waktu antara bekerja sekaligus melakukan perawatan mandiri seperti menggantikan kantong colostomy dik Rofi. Dengan adanya KIS, keluarga sangat merasa diringankan ketika dik Rofi berada di Rumah Sakit, namun dengan penggantian kantung colostomy yang harus dilakukan setiap hari, Pak Abdul Rosyid merasakan beban yang dipikulnya masih sangat terasa. Selain itu juga biaya yang harus dikeluarkannya untuk kontrol kesehatan dik Rofi di RS Sardjito yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Bantuan awal pun disampaikan oleh kurir #sedekahrombongan untuk meringankan beban pengobatan dik Rofi. Insya Allah bantuan #sedekaholik yang disampaikan melalui #sedekahrombongan mampu mengantarkan dik Rofi menggapai kesembuhannya, sehingga dik Rofi dapat kembali bersekolah dan meraih cita-cita yang diimpikannya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Krisna Siti

Rofi mengalami lemah jantung, TB Usus, anemia, sepsis.


HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO (17, Kebocoran Ginjal), Alamat : Desa Jabres RT 2 RW 2 Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Hayyu diketahui sakit sejak umur 3 tahun (semenjak tahun 2003), awalnya lemes, sering pingsan dan muka pucat. Oleh ke dua orang tua Hayyu, bapak Ahmad Riyanto (44) pekerjaan sehari-hari hanya buruh bangunan dan ibu Tri Ariyani (38) hanya ibu rumah tangga diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak yang memeriksakan Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal dan disarankan ke RSUP Sardjito Yogyakarta tapi tidak ada biaya jadi hanya berobat rutin ke rumah sakit di sekitar Kebumen, pada tahun 2006 setelah ada program Askeskin pasien menggunakan kartu askeskin untuk mondok di RSUD Kebumen, mulai tanggal 9 Juli 2015 rutin kontrol di RSUP Sardjito Yogyakarta sampe sekarang. Hampir setiap bulan dirawat karena kondisi menurun. Pada bulan Januari 2016 pasien terpasang CAPD, saat ini Hayyu kontrol rutin ke RSUD Sardjito Yogyakarta sebulan sekali. Until kontrol-kontrol Hayyu memiliki kartu Bpjs, kendala yang dihadapi biaya obat yang tidak tercover bpjs setiap bulan sekitar Rp. 700.000,-. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk menebus biaya obat yang tidak dicover jaminan kesehatan. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1052

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @Faturrozaq82 Sudiarto Tomi Mawarwati.

Hayyu menderita bocor ginjal


HADI SISWOYO BIN FULAN (60, TB kategori 2). Alamat : Ds. Kali Tengah Rt 004 Rw 010, Kec. Gombong, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Selama dua bulan terakhir ini, Pak Hadi harus rutin menjalani pengobatan di puskesmas karena penyakit TB kategori 2 yang dideritanya. Pengobatan suntik dan obat minum yang harus dilananinya selama dua bulan tersebut tidak boleh terputus sama sekali, karena jika sekali periode berobat Pak Hadi tidak menjalaninnya, Pak Hadi harus kembali mengulang proses pengobatannya dari awal lagi. Dengan adanya penyakit TB dalam tubuh Pak Hadi, membuatnya tidak bisa bekerja seaktif dulu, sewaktu keadaan tubuhnya sehat. Kondisi Pak Hadi saat ini yang terbaring lemas dengan stamina yang terlihat kian menurun, membuatnya tidak lagi bisa beraktifitas banyak untuk mencari nafkah bagi pemenuhan kebutuhan hidup keluarganya. Dalam berobat selama ini, Pak Hadi tidak mengeluarkan biaya untuk suntik dan obat yang selalu beliau konsumsi. Walaupun Pak Hadi tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, namun Pak Hadi sangatlah merasa terbantu dengan adanya program pengobatan gratis bagi penderita TB yang diberikan oleh pemerintah. Selain itu, Pak Hadi juga merasakan kesulitan dan kesempitan dalam mencukupi akomodasi serta transportasi menuju tempat berobat. Pun juga kebutuhan biaya untuk keperluan sehari-hari sangatlah membebani Pak Hadi. Bantuan awal pun disampaikan oleh kurir #sedekahrombongan kepada Pak Hadi, untuk meringankan biaya transportasi dan akomodasi Pak Hadi dalam menjalankan proses pengobatan. Insya Allah segala bentuk bantuan yang diberikan sedekaholik melalui perantara Sedekah Rombongan mampu menemani dan mengantarkan Pak Hadi untuk kembali memperoleh kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Ojah

Pak Hadi menderita penyakit TB kategori 2


NURCAHYA INDRA KUSUMA BIN SOEJONO (48, Stroke tangan kanan). Alamat : Karanggede Rt 002 Rw 001 Ds. Tambakagung, Kec. Klirong, Kab. Kebumen, Prov. Jawa Tengah. Sudah 7 tahun ini, Nurcahya menderita stroke. Tangan kanannya sudah lama tidak bisa lagi digunakan untuk beraktifitas seperti ketika beliau sehat. Ditambah lagi dengan adanya bagian saraf yang pecah yang membuat Nurcahya sulit berjalan seara normal. Dengan kondisinya saat ini yang sulit berjalan dengan normal dan tangan kanan yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, membuatnya tidak bisa beraktifitas banyak juga bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beserta keluarga. Dengan berbagai kendala yang dihadapi, Nurcahya hanya bisa mengandalkan istri tercintanya, Yuliasih (44), yang berusaha mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Untuk menjalani pengobatan, Nurcahya hanya bisa mengandalkan SKTM dari pihak desa. Nurcahya pernah melakukan pengobatan di RSUD Kebumen, karena keterbatasan kemampuan dalam membiayai pengobatannya, Nurcahya tidak bisa melunasi biaya pengobatan di RSUD Kebumen. Sampai pihak Rumah Sakit menagih pelunasayan biaya pengobatan Nurcahya ke pihak desa. dalam kondisi kesehatan dan kondisi perekonomian yang seperti itu, masih ditambah dengan berbagai permasalah yang menimpa keluarga Nurcahya. Anak pertamanya yang baru lulus dari SMK, belum bisa mengambil ijazahnya. Anaknya yang kedua pernah mengalami gizi buruk dan pernah menjalani operasi karena tidak bisa buang air besar melalui anus. Anaknya yang kedua ini pernah menjalani pengobatan di PKU Gombong yang kemudian menerima rujukan pengobatan di RS Sardjito. Kurir-kurir #sedekahrombongan yang singgah di kediaman Nurcahya sangat merasakan kesedihan dan kepedihan yang tengah dirasakan Nurcahya dan keluarga. Bantuan dari sedekaholik pun segera disampaikan kepada Nurcahya untuk keperluan pengobatan dan akomodasi Nurcahya dalam menjalani proses pengobatan. Semoga Nurcahya dapat segera kembali merasakan nikmatnya kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @faturrozaq82 Sudiarto Tuti Ojah

Pak Nurcahya menderita stroke


RESTI BINTI RAMLI ATO (4 bulan, Tumor Submandirhla), Alamat Desa Bontosi Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Satu bulan sejak dilahirkan orang tua Resti melihat ada kelainan terhadap benjolan yang ada di bagian leher adik Resti, yang semakin lama terlihat semakin membesar. Dikarenakan kedua orang tua adik Resti mulai merasa khawatir maka segera dibawa ke puskesam terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun pihak Puskesmas menyarankan agar adik Resti segera dibawa ke RSUD Luwuk. Dikarenakan RSUD Luwuk berada di Kabupaten Banggai maka orang tua Resti berangkat ke Luwuk dengan menggunakan jasa transportasi Kapal Kayu dengan waktu tempuh 6 jam lebih. Tiba di RSUD Luwuk dokter yang menangani adik Resti menyarankan agar Adik Resti harus di rujuk ke Makassar guna mendapatkan pengobatan dan perwatan lebih lanjut. Adik Resti merupakan anak ke-4 dari pasangan Bapak Ramli (34) yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan Ibu bernama Rostanting (30) sebagai Ibu rumah tangga. Saat ini adik Rest memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju RSUD Luwuk setelah mendapat informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat dan perawatan lanjutan ke Makassar sesuai dengan saran dari dokter.

Jumlah bantuan : Rp. 8.272.000, –
Tanggal : 28 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Ahmad Jueni

Resti mengalami kelainan benjolan di bagian leher


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Santunan kelima titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030, 1043 dan 1058. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak seno menderita gagal ginjal


MUHAMMAD NAWAWI (54, Tuna Daksa) Alamat : Ds. Sidorejo, RT 4/1, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun yang lalu saat masih muda, terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Bp. Muhammad Nawawi harus mengikhlaskan kehilangan kaki. Beliau harus menerima kenyataan bahwa kakinya diamputasi. Sekian lama beraktivitas hanya dengan kondisi demikian namun tak menyurutkan langkahnya untuk tetap bekerja. Kesempatan datang dan harapan lebih baik ketika ada bantuan dari pemerintah berupa kaki paksu. Sejak itulah beliau bisa bekerja sebagai buruh pada tetangganya yang mempunyai ternak. Namun aral tak dapat ditolak, ada ujian baru yaitu istri tercinta yang mendampinginya meninggalkan dunia fana ini. Hidup dalam kesendirian. Seiring berjalannya waktu, saat ini kondisi kaki palsu tersebut sudah rusak berat, sehingga tak dapat dipakai lagi. Seandainya beliau punya uang berlebih tentu sudah sangat ingin ganti kaki palsu itu. Tetapi pekerjaan sebagai buruh ternak dengan pemasukan tidak menentu serta tanggungan anak – anak membuat beliau pasrah dan berdoa saja semoga segera ada jalan. Doanya tentu didengarkan Allah dan kurir Sedekah Rombongan Rembang sebagai wasilahnya. Setelah disurvey dan dilakukan pendataan pada tanggal 30 September 2017, alhamdulillah team kurir merekomendasikan untuk diberikan santunan. Betapa bahagianya beliau bisa mendapatkan bantuan yang bisa memperlancar aktivitasnya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Pak Nawawi seorang tuna daksa


QOLBI NURILAH BIN JISMAN (14, Leukimia). Alamat Jl. Nurul Huda Kelurhan Kabonena Kecamatan Palu Barat Kota Palu Sulawesi Tengah. Adik qolbi awalnya sering mengalami sakit kepala, muka pucat dan demam. Pihak keluarga masih menganggap bahwa hal tersebut merupakan penyakit biasa dan ditangani seadanya. Namun kondisi adik Qolbi terus mengalami penurunan sehingga kondisi tubuh terus melemah. Akhirnya kedua orang tua adik Qolbi membawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut dan ternyata dokter mendagniosa bahwa adik Qolbi mengidap penyakit leukimia dan disarankan segera di rujuk ke Makassar guna mendaptkan penanganan lebih lanjut. Namun dikarenakan kondisi ekomoni kedua orang tua yang sulit menyebabkan keberangkatan adik Qolbi ke Makassar mengalami penundaan. Adik Qolbi merupakan anak dari Bapak Jisman (54) yang sehari-hari bekerja sebagai karnet mobil dan buruh bangunan, sedangkan Ibu bernama Nazaria (54) sebagai Ibu rumah tangga. Saat ini adik Qolbi memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS kelas 3.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman keluarga Adik Qolbi setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna mendampingi dan membantu meringankan biaya keberangkatan adik Qolbi ke Makassar.

Jumlah bantuan : Rp. 4.100.000, –
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Taty

Qolbi mengidap penyakit leukimia


ALBANI ARFAT BIN RAYAN ABU (1,3 bulan, Penyumbatan Saluran Pencernaan), alamat Desa Sisipan Kecematan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Awalnya Adik Albani lahir dengan kondisi pernapasan tidak stabil sehingga pernah dirawat satu malam di Puskesmas Batui. Namun kondisi pada saat itu tidak kunjung membaik dan kemudian di rujuk ke RSUD Luwuk. Dokter di rumah sakit mendiagnosa bahwa adik Albani mengalami penyumbatan pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan perut terlihat semakin membesar. Dokter rumah sakit menyarankan kepada orang tua adik Albani agar segera di rawat lebih lanjut di rumah sakit Makassar. Namun dikarenakan kondisi ekonomi orang tua maka pihak keluarga belum memutuskan untuk keberangkatan adik Albani ke Makassar. Albani merupakan anak dari Bapak Rayan Abu (56) yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan Ibu bernama Walina (41) sebagai ibu rumah tangga. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki adik Albani adalah BPJS kelas 3.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit umum daerah Luwuk setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna mendampingi dan membantu meringankan biaya keberangkatan adik Albani ke Makassar.

Jumlah bantuan : Rp. 8.000.000, –
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Taty

Albani mengalami penyumbatan pada saluran pencernaan


MUH. HAZAR BIN RIZAL (4, Tumor Mata). Alamat Jl. Tombolotutu Lrg. Jabal Rahmah Kelurahan Mantikulore Kota Palu Sulawesi Tengah. Awalnya dibagian mata sebelah kiri adik Hazar muncul bercak merah. Yang kurun waktu satu tahun bercak merah tersebut tidak menghilang dan justru terus menyebabkan sakit pada bagian mata sebelah kiri tersebut. Akhirnya kedua orang tua membawa adik Hazar ke rumah sakit umum anutapura guna mendapatkan pengobatan dan perawatan. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter maka ditemukan bahwa adik Hazar mengalami tumor mata pada bagian kiri dan disarankan untuk segera dilakukan operasi pengangkatan bola mata di Rumah Sakit Makassar. Dan disaat yang bersamaan pula Bapak dari Adik Hazar yaitu bapak Rizal (39) juga sedang dirawat di ruang ICU RSUD Undata Palu karena menderita penyakit ISPA. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki adik Hazar adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat adik Hazar di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 3.500.000, –
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Taty dan Lisma

Hazar mengalami tumor mata


MUNIR BIN AHMAD (1, Jantung Bocor). Alamat Jl. Umar Syarif Kota Palu Sulawesi Tengah. Awalnya diwaktu masih dalam kandungan atau tepatnya di usia kehamilan 7 bulan dari hasil USG ditemukan bahwa Ibu adik Munir mengalami penyempitan pada usus. Sehingga setelah adik Munir lahir ternyata mengalami kelainan. Kemudian selanjutnya bayi Adik Munir dirujuk ke rumah sakit Sanglah Denpasar untuk dilakukan operasi. Pasca operasi 1 bulan 3 minggu adik Munir didiagnosa indikasi miningitis. Seiring berjalanya waktu pada bagian perut adik Munir juga mengalami pembengkakan (perut selalu kembung) dan hasil pemeriksaan dokter juga didiagnosa ada kelainan pada bagian lambung. Kemudian di usia 2 bulan dari hasil pemeriksaan ECHO di rumah sakit ditemukan pula bahwa adik Munir positif mengidap penyakit jantung. Melihat kondisi tersebut sampai saat ini adik Munir di usia 1 tahun dirawat inap di RSUD Undata Palu untuk mendapatkan pengobatan penyakit jantung yang diderita, dan saran doter rumah sakit agar Adik Munir segera di berangkatkan ke RS Harapan Kita Jakarta guna mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Adik Munir merupakan anak dari bapak Ahmad Ramadhan (39) yang bekerja sebagai sopir dan Ibu bernama Sumarni Zakaria (30) yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki oleh adik Munir adalah BPJS kelas 3.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat dan keberangkatan adik Munir ke Jakarta.

Jumlah bantuan : Rp. 10.000.000, –
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Taty dan Lisma

Munir menderita jantung bocor


OLVIAN BIN AGUS (27, TBC Akut). Alamat Jl Lanta No. 87, RT 03/RW 03 Kelurahan Gunung Bale Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Olvian sudah 5 tahun lamanya mengidap penyakit TBC, yang kondisinya juga terus mengalami penurunan sebagai akibat dari sulitnya menelan makanan karena leher terasa sakit jika menelan makanan tersebut. Pihak keluarga belum pernah memeriksakan Olvian ke dokter atau puskesmas terdekat karena kondisi ekonomi yang sulit. Olvian merupakan anak yatim piatu yang tinggal bersama pamannya. Saat ini Olvian di rawat di rumah sakit umum Anutapura Palu dan memiliki jaminan kesehatan BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat Olvian selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Jalu

Olvian mengidap penyakit TBC


MUFLICHA ANNURIA (2, Anus sempit). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Icha adalah sosok si kecil mungil yang malang berusia hampir 2 tahun. Dia menderita anus sempit sejak lahir. Ayahnya bernama Katimin bin Sodikromo, 80 tahun dan ibunya Tini binti Rejo 39 tahun. Dengan alamat dusun Sidodadi RT 12 RW 02 Ketandan Dagangan Madiun Jawa Timur. Nuria begitu panggilan akrab si kecil ini, hampir 2 tahun dia menanggung rasa sakit ketika akan buang air besar, dia selalu menangis meronta-ronta jika akan BAB. Karena keluarganya tergolong RTSM maka ayahnya tidak mampu membiayai operasi buah hatinya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang cuma lauk sambal dan kerupuk. Icha memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara bapak dan ibunya adalah benar – benar sangat kurang pengalaman dan pergaulan. Alhamdulillah dek Icha sudah menjalani operasi tahap awal. Pasca operasi tersebut dek Icha masih rutin kontrol ke RSDM. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Icha. Bantuan ketigapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dek Icha, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030 dan 1039. Orang tua dek Icha sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 613.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Icha menderita anus sempit


NAYLA MUAZARA ALYA FITRI (3, Hydrocepalus). Alamat : RT 17/6, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Nayla adalah seorang anak berusia 3 tahun. Sejak 3 bulan Naila mengalami susah buang air besar yang akhirnya harus menjalani operasi di RSSA untuk mengeluarkan ususnya. Hampir kurang lebih 1,5 tahun Nayla BAB lewat usus yg dikeluarkan dibagian perutnya. Hingga usianya genap 2 tahun Naila menjalani operasi lagi untuk memasukkan ususnya. Selama ini Nayla dibantu sebuah yayasan Anak di Kota Malang, Sayangnya saat ini Nayla sudah dilepas dan tidak memberikan bantuan lagi terhadap Nayla karena dirasa sudah cukup. Padahal saat ini kondisi Nayla belum bisa dikatakan sembuh, karena setelah beberapa kali kontrol ke RSSA Nayla diminta CTScan dan hasilnya Nayla didiagnosa Hydrocepalus. Walaupun sebenarnya Nayla memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Nayla diajak orang tuanya pulang ke Madiun dan tidak melanjutkan pengobatan. Sedangkan Rumah yg ditempati di Madiun ini sebenarnya milik paman dari ayah Nayla, Namun di Madiun suaminya bisa bekerja serabutan dan ibu Nayla berjualan Cemol di depan rumahnya. Saat bertemu dengan Sedekah Rombongan, semua berkas pengobatan Nayla masih di Malang. Karena selain KK nya berdomisili Malang, orang tua Nayla berencana suatu saat punya rejeki atau ada yang memberikan bantuan, akan mengajak Nayla untuk berobat lagi ke RSSA. Sedekah Rombongan memahami kondisi orang tua Nayla. Saat ini Nayla menjalani therapy rutin di Rumah Sakit Soedono Madiun, dan alhamdulillah Nayla sudah mulai ada peningkatan perkembangan, otot – ototnya mulai kuat, apabila tengkurap maka sudah mulai bisa mengangkat kepalanya. Santunan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Nayla, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan ke 971. Orang tua Nayla sangat berterimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri04

Nayla didiagnosa Hydrocepalus


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat: Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yg ke 12 tahun ini Sekarang baru lulus dari kelas 6 SD dan belum melanjutkan sekolah karena menjalani proses pengobatan. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung. yang hingga sekarang masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS klas 3. Menjelang persiapan operasi, dek Rifai masih melakukan kontrol secara rutin. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai. Bantuan keduapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Rifai, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1031. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 827.800,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @iqbalfahmi09

Rifai menderita jantung bocor


SUPATMI BINTI PATMO (52, Miom). Alamat : Desa Sumberejo, RT 8/4, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Patmi, biasa beliau dipanggil demikian, tinggal berdua dengan cucunya, sedangkan anaknya merantau ke Pulau Sumatra mengikuti program Transmigrasi. Pada tahun 2012 beliau divonis menderita miom oleh dokter dan disarankan harus segera operasi mengingat miom nya sudah besar, namun hal tersebut diurungkan karena pada saat itu Almarhum suami bu Patmi juga sedang sakit parah. Pada 2014 suami bu Patmi meninggal, kemudian bu Patmi kembali ke RS untuk periksa sakit yang dideritanya. Dokter pun kembali menyarankan untuk operasi namun diurungkan lagi mengingat tidak ada yang menjaga cucu nya jika bu Patmi harus rawat inap di RS. Dalam beberapa bulan ini sakit yang diderita bu Padmi bertambah parah, miom nya semakin besar bahkan layaknya hamil 9 bulan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Patmi dan sangat merasakan kesulitan yang dialami Bu Patmi. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat Bu Patmi. Bu Padmi merasa senang sekali dan bersyukur kepada Allah SWT. Tidak lupa bu Padmi mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga bu Padmi segera kembali pulih kesehatannya. Aamiiin.

Jumlah Santunan : Rp 1.154.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Supatmi menderita miom


AGUS BUDIONO (45, luka bakar 85 ℅). Alamat : RT 3/1 Dusun Grombong, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Agus adalah seorang bapak dengan 3 anak yang bekerja sebagai penjual bakso. Anak pertama nya, Bagas berumur 18 tahun bekerja sebagai buruh di kandang ayam. Anak keduanya Afika Cahaya Agustin baru berusia 5 tahun dan sekolah TK, sedangkan anak ketiganya Dhea Ayu Anjani berusia 4 tahun. Istrinya seorang TKW yang bekerja di Malaysia, kebetulan baru berangkat beberapa bulan yang lalu. Musibah itu terjadi pada Senin, 16 Oktober 2017. Siang itu pak Agus sudah siap dengan dagangan bakso nya, bermaksud berangkat kerja. Afika dan Dhea akan dititipkan ke rumah saudara nya, karena searah maka 2 anak ini sekalian dibawa. Afika duduk di depan pak Agus sedangkan Dhea digendong dengan jarik dengan posisi di dada pak Agus. Malang tak dapat ditolak, saat berhenti di depan rumah saudara nya dan bermaksud menurunkan kedua anak nya, standart pada motor nya kurang pada posisi yang tepat sehingga menyebabkan sepeda motor terguling dan seluruh kuah bakso yang mendidih menimpa pak Agus dan kedua putrinya. Pak Agus dan Afika mengalami luka bakar 85℅, sedangkan Dhea lebih beruntung karena hanya tangan dan kakinya yang terkena kuah bakso. Saat kurir Sedekah Rombongan survey ke rumah nya, pak Agus dan Afika tidur dalam posisi tengkurap karena luka bakar ada di sekujur punggung nya. Keluarga ini pun belum mempunyai BPJS sehingga melakukan pengobatan si Rsud Sayidiman dengan SKTM yang terbatas masa berlakunya. Tetangga kanan kiri dan pihak desa juga perduli dan memberi bantuan pada keluarga pak Agus. Sedekah Rombongan hadir untuk menyampaikan bantuan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk pembuatan Bpjs Mandiri. Semoga Pak Agus dan 2 putrinya segera bisa sembuh dan dapat beraktifitas seperti sebelum nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Agus dan Afika mengalami luka bakar 85℅


MTSR MADIUN (B 1760 KZH, Biaya Mutasi dan Balik Nama). Sedekah Rombongan area Madiun memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Madiun mencakup Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ponorogo dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSDM Solo, RSO Solo dan juga RSUP. Dr.Soetomo Surabaya. MTSR Madiun merupakan Mobil Hibah dari sebuah perusahaan Iklan diJakarta. Untuk memenuhi standarisasi Ambulan dan SOP, Sedekah Rombongan perlu mengadakan proses Balik nama. Proses tersebut dilakukan demi keamanan dan tertib lalu lintas serta mempermudah proses pajak kendaraan. Laporan ini ditujukan untuk biaya yang diperlukan untuk proses mutasi dan balik nama.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati@Deniasri4 @iqbalFahmi09

Biaya mutasi dan balik nama


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 5 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Saat ini bu Sariyem menjalani proses kontrol rutin dan kemoterapi di Rsdm Solo. Bantuan kedua telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat setelah sebelum nya masuk rombongan 1054. Rasa terimakasih disampaikan oleh Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sariyem bisa sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Sariyem menderita Ca Mamae


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar tiga tahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Operasi terakhir dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2017. Titipan santunan kesebelas dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap dan pembayaran Bpjs Mandiri serta dendanya, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976, 1007 dan 1052. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Jeans_Oswolf @Vendikvero

Pak Nuryadi tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Sedekah Rombongan Surabaya. Santunan keenam titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Surabaya dan biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032, 1054 dan 1066. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Sulopo menderita Tumor Orbita


SUGI BIN PARTOWAGI, (53, pergeseran tempurung lutut) Alamat : RT.01/03 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pada Desember 2014 Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser dan menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Pernah di obatkan ke Sangkalputung dan RS Kustati tetapi karena ketidakadaan biaya pengobatan harus terhenti. Pak Sugi bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang tidak menentu. Apalagi sejak mengalami kecelakaan, praktis tidak bisa bekerja sama sekali. Bu Sani (49 tahun) yaitu istri pak Sugi bekerja sebagai penganyam bambu yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beliau mempunyai 2 anak, yang pertama sudah berkeluarga dan anak kedua beliau masih tinggal serumah dan mendampingi proses pengobatan pak Sugi selama ini. Berdasarkan informasi dari warga sekitar akhir nya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sugi. Beliau melanjutkan pengobatan ke RSO Soeharso Solo. Operasi dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. Setelah melakukan rangkaian pengobatan, kontrol rutin pak Sugi yang semula tidak bisa berjalan sama sekali mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mulai dari berjalan dengan bantuan walker, kemudian dengan tongkat dan saat ini sudah dapat berjalan sendiri tanpa alat bantu. Hidupnya kembali normal, dapat bekerja dan beraktifitas seperti dulu lagi, termasuk mencangkul dan membajak di sawah. Alhamdulillah setelah pendampingan selama 2,5 tahun semua usaha berbuah manis dan Pak Sugi bisa menatap masa depan nya kembali. Santunan lepas Kelima titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk modal kerja beliau setelah sebelum nya masuk rombongan 827, 891, 929 dan 1058. Keluarga pak Sugi sangat terharu dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan serta berterimakasih untuk pendampingan selama 2,5 tahun sampai saat ini beliau bisa sembuh. Semoga membawa kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 27 Oktober 2017
Kurir : @Ervin Survive @Jeans_Oswolf

Pak Sugi mengalami tempurung lutut nya bergeser


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2017. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan kelima titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030, 1044 dan 1059. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Widji menderita Ca Thyroid


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Terapi sinar telah dilakukan sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Saat ini bu Yuni menjalani proses kemoterapi yang direncanakan sebanyak 6 kali. Santunan ke enam titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032, 1043 dan 1058. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu Yuni menderita ca mamae


MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN (31, Hemangio Pericytoma). Alamat : RT 01/01 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ansori adalah bapak dari seorang balita yang menderita tumor telapak tangan sejak dua tahun yang lalu. Setahun yang lalu pernah dioperasi di Palembang tetapi setahun kemudian tumbuh lagi dan semakin parah. Saat ini Ansori sudah pulang kampung ke Magetan untuk melakukan pengobatan. Perdarahan hebat sering dialami sampai harus dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan untuk dilakukan perawatan dan transfusi darah. Ansori berobat dengan menggunakan jaminan Bpjs kelas 3, tetapi untuk biaya transport dan akomodasi dirasa berat apalagi setelah di rujuk ke Rsdm Solo. Ansori yang saat sehat bekerja sebagai buruh tani praktis tidak bisa bekerja lagi pasca amputasi telapak tangan kirinya. Istrinya yaitu Siti Makhmudah (29 tahun) seorang ibu rumah tangga sehingga tidak punya pendapatan, jadi jangan kan untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sudah dirasa berat. Informasi tentang keluarga Ansori diperoleh dari salah satu pasien dampingan #SR Magetan dan disurvey pada tanggal 6 Juni 2017. Saat ini Ansori menjadi pasien dampingan #SRmagetan dan santunan ketigapun disampaikan sebesar Rp. 500.000 digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk rombongan 1044 dan 1059. Ansori dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bisa menjadi jalan kesembuhan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Ansori menderita tumor telapak tangan


MINI BINTI DONOKARTO ( 50, Diabet + stres ) Alamat : Desa Gempol IV RT 2 /10, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Mini menderita diabet sudah 1 tahun, jatuh langsung kena saraf dan hampir separo badannya kaku. Anaknya tiga orang, dua sudah menikah dan yang satu lagi yang paling kecil masih kelas 5 SD. Saat ini bu Mini bisa mengurus diri sendiri seperti mandi dan makan. Suami bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya dan pulangnya tak menentu, mengirim uangpun jika lagi ada. Bu Mini sampai saat ini mengkonsumsi obat diabet yg dibelinya di apotik dengan Resep dokter umum. Harga obat harganya Rp 150.000 sampai 200.000 ditebusnya tiap 2 minggu sekali. Pernah ranap di klinik Karangjati selama 1 minggu dengan biaya hasil hutang dari saudaranya yang sampai sekarang belum bisa terbayar. Informasi mengenai bu Mini diperoleh dari salah satu tetangga yang perduli dengan kondisi bu Mini. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta kebutuhan hidup sehari- hari. Rasa terimakasih disampaikan kepada para Sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan, semoga berbalas beribu kebaikan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Jeans_Oswolf @Vendikvero

Bu Mini menderita diabet dan depresi


MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017 dan santunan kedua sebesar Rp. 1.150.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan sinar di Rsdm Solo, setelah sebelum nya masuk rombongan 1052. Pak Mesnan mengucapkan terika kasih atas semua bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.150.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Mirza

Pak Mesnan menderita Ca Nashoparing


WIWIK WIDYAWATI (51, Diabetes Mellitus dan Katarak). Alamat : Desa Pamotan, RT/RW 03/06, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Wiwik bekerja sebagai penjual lauk di pasar. Wiwik adalah penopang kebutuhan sehari-hari keluarga karena suaminya Mokhamad Hariyadi, (58) sudah tidak bekerja. Wiwik sudah tidak bisa bekerja untuk menopang kebutuhan keluarganya sejak ditanyatakan positif Diabetes dan terdapat luka di kakinya yang mengharuskan untuk amputasi satu jari kaki agar tidak semakin menyebar di bagian tubuh lainnya. Setelah satu tahun menjalani operasi, ia menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Pada tanggal 8 September 2017 ia kontrol di RSUD Soetrasno Rembang, dalam pemeriksaannya ia didiagnosa menderita penyakit katarak di kedua bola matanya dan disarankan untuk segera operasi ke RSUD Semarang. Tetapi, karena keterbatasan biaya dan transportasi Wiwik belum bersedia dirujuk. Wiwik hidup bersama ayahnya (Rebiyanto) yang berprofesi sebagai nelayan dan ibunya (Paini) yang hanya sebagai ibu rumah tangga, ia juga memiliki seorang anak yang masih sekolah. Sejak sakit hingga sekarang ia hanya menjalani rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS, namun ia masih tetap keberatan membiayai biaya pengobatan dan transportasi ke RSUD Semarang karena kondisi perekonomian keluarga memang sangat memprihatinkan, sudah tidak ada lagi yang bisa bekerja dan ia juga tidak memiliki asset yang bisa diperjualbelikan. Wiwik sangat berkeinginan kuat untuk sembuh agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan ia bisa beraktivitas kembali sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu menopang kebutuhan sehari-hari keluarga dan tidak membebani orang-orang disekitarnya.Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Wiwik. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Wiwik, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Wiwik sampai bisa sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke RSUD Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Diyah @akuokawai

Bu Wiwik menderita penyakit katarak dan diabetes


TARMINI BINTI DONO (55, Perbaikan Rumah Akibat Bencana Angin Kencang) Alamat : RT 2/1 , Ds. Gemblengmulyo, Kec. Pancur, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rerata rumah dikomplek RT 2/1 Desa Gemblengmulyo terletak di pinggiran sungai dan tanah labil. Lokasinya juga berada di atas perbukitan, penduduk membuat pemukiman di lereng-lerengnya termasuk Bu Tarmini yang hidup sendirian di rumahnya. Demikian juga tetangga-tetangganya dinding rumah dari gribik atau gedhek (anyaman bambu). Pada hari Selasa, tepatnya tgl. 12 September 2017 telah terjadi musibah dengan adanya angin kencang di wilayah Desa Gemblengmulyo. Akibatnya rumah janda cerai mati yang bernama Tarmini ini roboh total sehingga rata dengan tanah. 1 unit rumah ini berukuran 6 x 9 berkerangka kayu dengan atap genteng tanah, dinding gedhek atau anyaman bambu dan berlantai tanah tanpa pondasi. Tiada korban jiwa dalam kejadian ini, namun diperkirakan terjadi kerugian material sebesar Rp.30.000.000. Pada tgl. 13 September 2017 masyarakat bergotong royong membantu membersihkan dan mengumpulkan puing-puing rumah tersebut, karena Bu Tarmini tidak mempunyai pekerjaan. Selama ini hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Dan setelah kejadian ini, beliau tinggal bersama tetangga yang peduli. Pihak BPBD sebagai wakil pemerintah kabupaten memberikan bantuan berupa sembako, sandang dan peralatan dapur. Belum ada bantuan untuk perbaikan rumah. Demikian pula dari PMI berupa uang satu juta rupiah dan mie instan serta beras, minyak dan gula. Korban merasa trauma dan tinggal di rumah tetangga yang sama-sama pra sejahtera bahkan usianya lebih tua. Kurir Sedekah Rombongan Rembang segera menuju lokasi untuk survey dan pendataan. Atas izin Allah bantuanpun diberikan oleh Sedekah Rombongan kepada Bu Tarmini untuk membantu beliau merenovasi rumahnyanya yang hancur.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Bantuan renovasi rumah


LASTRI BINTI DIMYATI (37, Kanker Payudara) Alamat : DS. Jambeyan, RT 3/1, Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 Bu Lastri, seorang buruh tani ini merasakan ada benjolan yang sakit di payudaranya. Kemudian karena dirasakan semakin membesar dan rasa sakit yang tak bisa ditahan periksa di Puskesmas setempat. Karena terlihat parah maka direkomendasikan untuk dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap sarana prasaranya. Dan pada tanggal 27 April 2017 lalu dilaksanakan operasi pengangkatan payudara di RSI Arofah Rembang. Setelah operasi ternyata ada keluhan lain yaitu kedua kakinya terasa sakit, demikian pula perutnya. Sekarang, istri buruh bangunan ini hanya tergeletak di tempat tidur di rumah orang tuanya. Semua aset yang dimiliki terjual untuk biaya pengobatannya. Dalam kondisi lemah hanya bisa berharap karena dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Dan yang memprihatinkan justru ketika dalam kondisi seperti itu suaminya meninggalkannya begitu saja pergi tidak tahu kemana. Padahal beliau mempunyai 2 anak yang kondisi mentalnya termasuk berkebutuhan khusus. Alhamdulillah informasi tersebut didengar oleh kurir #SR Rembang sehingga atas izin Allah pada tanggal 5 Oktober 2017 disurvey dan dilakukan pendataan. Bantuanpun diberikan untuk biaya pendampingan pengobatan pada Bu Lastri.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan @akuokawai

Bu Lastri menderita ca mamae


SUPARI BINTI DASMO (77, Bantuan Renovasi Rumah Roboh karena Bencana Angin Kencang) Alamat : Rt 1/8, Ds. Labuhan Kidul, Kec. Sluke, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Mbah Supari binti Dasmo adalah salah satu warga Desa Labuhan Kidul yang mengalami rumah rubuh akibat rumah yang memang sudah miring dan kurang layak huni. Beliau tinggal dengan cucu nya Endrik yang berusia sekitar 35 tahun. Pada tanggal 18 Agustus 2017 saat angin datang ternyata rumah tersebut roboh total. Pada saat roboh Mbah Supari ada di dalam rumah, beliau sudah mulai merasa rumahnya mau rubuh. Ketika itu Mbah Supari dengan badan yang sudah tua bersembunyi di bawah meja saat rumahnya rubuh sampai ada pertolongan tetangganya. Beruntung Mbah Supari yang sepuh tetapi sigap dan tanggap bencana masih diberi keselamatan dan tidak luka sama sekali. Saat mendengar hal itu ada kurir Sedekah Rombongan yang menuju lokasi. Segera dalam survey itu dilakukan pendataan untuk dilakukan ke tim kurir. Beberapa hari setelah rubuh pihak desa dan masyarakat serta sedikit uang milik cucunya di gunakan untuk membagun rumah. Karena melihat kondisi Mbah Supari yang selama rumah rubuh harus tidur kedinginan di gubuk kecil dekat rumahnya. Pada tanggal 7 September kurir #SR melakukan survei lanjutan dan rumah sudah di bangun dengan gugur gunung atau kerjabhakti gotong royong sambatan. Lalu kurir berdiskusi dengan cucu Mbah Supari dengan di ajak melihat rumah baru tersebut. Rumah yang baru jadi dengan luas 4 x 7 Meter masih beralaskan tanah yang belum rata dan masih selisih dengan permukaan bawah rumah. Tim kurir melakukan pengolahan data dan bantuanpun diberikan kepada Mbah Supari untuk di pergunakan meratakan tanah dan plesterisasi secukupnya. Karena memohon untuk di bantu untuk perataan tanah dan plesterisasi secukupnya.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Bantuan renovasi rumah


RUSMINI BINTI YASIR (52, Batu Empedu + Syaraf Terjepit) Alamat : Dukuh Ngablak, RT 3/1, Kel. Magersari, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Rusmini binti Yasir adalah wanita tangguh yang membantu suaminya mencari nafkah. Di saat terik mentari yang membuat kulitnya semakin menghitam karena sebagai kuli pemadak di tambak garam tradisional. Itulah keseharian wanita berputra 4 ini. Awal tahun 2015 suaminya, Yandi meninggal dunia. Dan sejak itulah Mbak Rus menjadi tulang punggung keluarga. Dua anaknya telah berkeluarga namun saat itu dua anaknya yang masih SD membutuhkan gizi cukup untuk tumbuh kembangnya. Karena bekerja terlalu keras di daerah tambak dan cuaca panas kota Rembang yang tinggi membuat daya tahan tubuhnya menurun. Akhir November 2015 (setelah 100 hari wafatnya ssang suami), beliau merasakan sakit kembung pada perutnya. Seperti biasa cukup diobati dengan PROMAG dari beli di warung. Badannya terasa lemas sehingga meminta anaknya untuk beli Tolak Angin dan dilanjutkan kerokan. Sehari berikutnya badan masih lemah sehingga tidak bekerja, namun malamnya tiba-tiba mual dan muntah. Pagi harinya, anaknya melihat bekas muntahan berupa gumpalan-gumpalan darah merah menghitam. Dan hari itu Mbak Rusmini masih muntah darah bahkan juga berak darah. Anak-anak ketakutan, kemudian anak ke-3 segera berlari memanggil mantri kesehatan yang jaraknya dari rumah sekitar 150 m. Segera oleh mantri direkomendasikan untuk dibawa ke IGD RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Setelah di USG dinyatakan terkena batu empedu dan harus dioperasi. Pasien stress berat dan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi serta bingung siapa nanti yang menunggu. Pasien masih muntah darah, transfusi menghabiskan 7 botol darah. Melihat kondisi demikian maka operasi tidak bisa dilakukan. Sampai hari ke-17 belum bisa dilakukan operasi karena psychis pasien labil. Dan hari ke-18, Mbak Rus dimotivasi oleh sesama pasien di sebelahnya agar tenang menghadapi operasi. Hal tersebut membuatnya semangat dan normal sehingga siap dioperasi. Sayangnya, ketika keluarga menanyakan batu empedu hasil operasi pihak rumah sakit menjawab tidak ada. Lubang operasi belum menutup dan selalu mengeluarkan cairan yang banyak. Atas arahan pihak rumah sakit pasien diberikan pilihan untuk rujuk ke Semarang untuk sedot lemak atau dirawat mantri kesehatan setempat. Keluarga memutuskan rawat di rumah karena bingung kalau dirujuk ke Semarang dan biaya tidak ada untuk operasional. Apalagi anak-anak masih SD gak tega dirumah berdua. Sedang dua anak lainnya berkeluarga di luar kota Rembang. Perawatan berlangsung sampai 1 bulan baru kering membuat pasien hampir putus asa, karena takut tidak bisa sembuh/kering. Setelah itu setiap perutnya sakit cukup diberikan obat pereda nyeri dan kembung seperti resep dokter. Terus berlangsung sampai 2 tahun dan dampaknya kini adalah pinggulnya sakit serta membuat jalannya terpincang-pincang. Kondisi kaki menjadi mengecil dan juga bengkok. Pengobatan kadang dilakukan ke dr. Teguh Panca Muchlis, dan dinyatakan syaraf kakinya terjepit dan nyeri abdomen. Pada tanggal 9 Oktober 2017 pasien saat bekerja sebagai buruh kupas tebu hijau (bahan baku es tebu) bertemu kurir #SR Rembang. Setelah banyak bercerita tentang kisah awal mula sakit hingga saat ini, akhirnya Mbak Rusmini diajukan sebagai pasien dampingan setelah disetujui Sedekah Rombongan.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Bu Rusmini menderita batu empedu + syaraf terjepit


SUKINAH BINTI KLUMPUK (87, Nyeri Kepala) Alamat : Dukuh Ngablak, RT 3/1, Kel. Magersari, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sukinah binti Klumpuk adalah wanita dhuafa sepuh, yang sendirian dalam usia senjanya. Justru saat usia lanjut tiada teman untuk mendengar keluh kesahnya karena seluruh putra putrinya telah jauh dan tinggal satu putrinya yang kadang kala menjenguk keberadaannya. Bukan karena tak peduli namun disebabkan putrinya yaitu Mbak Rusmini juga sering sakit. Mereka tinggal di satu RT, namun tidak serumah. Mungkin karena dipicu oleh tekanan bola mata yang meningkat atau glaukoma itulah saat ini Mbah Sukinah sering mengeluh pusing. Hal ini berlangsung sejak tahun 2002. Ketika kurir #SR Rembang sedang survey putrinya (Mbak Rusmini) akhirnya juga tahu kondisi simbah ini. Untuk kemudian segera di survey dan alhamdulillah setelah diajukan dan diproses oleh tim kurir, akhirnya Mbah Sukinah mendapatkan santunan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Achmad Rif’an @akuokawai

Bu Sukinah menderita nyeri kepala


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi Rt 01 Rw 03 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1060

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Giat menderita patah tulang


MASDUKI BIN SAKRUN (54, Diabetes). Alamat : Desa Dorokandang, RT 12//5, Dukuh Karang Anyar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Masduki sudah lama merasakan sakitnya diperkirakan 10 tahun yang lalu, namun karena ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istrinya, Sumarsih (48) dan ibunya, Murdilah membuat Masduki tidak pernah mau merasakan dan memperhatikan rasa sakit yang dideritanya. Akumulasi sakit yang tidak pernah Masduki rasakan mengakibatkan sejak 2 bulan lalu dan minggu terakhir ini semakin parah dengan keluhan sakit pada bagian dada. Saat ini Masduki hanya mampu tergeletak tak berdaya di kamar tidur dan sering mengeluhkan sakit yang selalu menyerang dadanya. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu ke RSUD Soetrasno Rembang. Beban terberat keluarganya saat ini yaitu setiap minggu 3 kali harus membawa Masduki kontrol untuk membersihkan luka bekas operasi di Sarang dan sekali berangkat biayanya bisa 250.000 belum termasuk biaya transportasinya. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan membuat Masduki tidak mampu untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.. Selain itu ia juga tidak memiliki kartu BPJS sehingga lebih berat biaya yang akan ia keluarkan untuk pengobatannya yang rutin. Sebelum Masduki sakit beliau berprofesi sebagai penjual pentol keliling namun setelah Masduki sakit ia sudah tidak bekerja lagi dan istrinya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan jajan di pasar. Istrinya Sumarsih, dan ibunya, Mardilah mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Masduki saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Masduki agar bisa beraktivitas normal karena Masduki adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Masduki sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSUP Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo, Diyah @akuokawai

Pak Masduki menderita diabetes


LASMINI BINTI KASPIYO (60, Lumpuh) Alamat: Ds. Gandrirojo RT 3/4), Kec. Sedan, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sudah lebih dari sepuluh tahun Mbah Lasmini ini bekerja sebagai buruh yang merantau. Bukannya kesejahteraan sosial yang diperoleh namun pulang ke desa tanpa membawa sesuatupun. Karena komunikasi sudah sulit, sukar untuk melacak keberadaan keluarganya. Atas belas kasihan orang akhirnya bisa mendirikan gubuk, tak layak disebut rumah sebagai tempat untuk tinggal. Beliau mulai repot dan tidak bisa jalan sejak satu tahun terahir ini. Saat ini beliau ditempatkan di tempat yang sangat memprihatinkan, dekat kandang kambing yang sangat bau. Di gubuk itu tidak ada kasur dan tidak ada apapun kecuali bale kecil untuk tidur sekaligus makan dan aktivitas lainnya. Kondisinya memburuk karena sudah tidak bisa melakukan aktivitas lain disebabkan lumpuh. Untuk makannya beliau menunggu tetangga yang kasihan dan gantian memberi. Mbah Lasmini tidak mempunyai identitas apapun, baik Kartu Tanda Penduduk KK, tentu kartu jaminan kesehatan dan lain-lain juga sama sekali tidak ada. Selimut untuk tidur pun hanya satu-satunya, pakaian seadanya. Tidak adanya sanak saudara dan hanya tetangga yang masih kasihan saja yang mengurusnya. Benar-benar hidup sebatang kara. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Rembang menjumpai beliau dan setelah survey maupun pendataan kemudian atas initiative kurir berombongan iuran membuatkan tempat tidur layak, membelikan kasur, sembako dan juga meminta ijin pemilik tanah agar diperkenankan untuk memperbaiki lantai dengan plesterisasi. Setelah data kita sampaikan ke tim kurir, alhamdulillah Mbah Lasmini mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Bu Lasmini mengalami lumpuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 TRI MURWANDARI BINTI PONIKUN 500,000
2 SUTARTO KHOERUL ANAM BIN NGAWIN 500,000
3 SUMIYATI BINTI DARJAN 500,000
4 IWAN SUDRAJAT BIN (ALM) ISKAK 500,000
5 AGUS PRASETYO BIN MADWIKARTO 500,000
6 ETI SUKESIH BINTI FULAN 500,000
7 AVIV WICAKSONO BIN AHMAD MASRURI 500,000
8 MUHAMMAD AKBAR KHALFANI 500,000
9 HENDRIK SAPUTRO BIN SENO 500,000
10 MUHAMMAD LEVIN SATYA PERMANA 1,000,000
11 ALM. YOGA SETYO NUGROHO BIN TOWILAN 1,000,000
12 NGAIDAN BIN KASNAMI 500,000
13 LUSI SUSILOWATI BINTI SUPARMAN 1,000,000
14 UJANG HENDAR BIN HERMAN 500,000
15 ROFI’ATUD DAROJAH BINTI ABDUL ROSYID 500,000
16 HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO 500,000
17 HADI SISWOYO BIN FULAN 500,000
18 NURCAHYA INDRA KUSUMA BIN SOEJONO 500,000
19 RESTI BINTI RAMLI ATO 8,272,000
20 SENO BIN SUPANI 500,000
21 MUHAMMAD NAWAWI 1,000,000
22 QOLBI NURILAH BIN JISMAN 4,100,000
23 ALBANI ARFAT BIN RAYAN ABU 8,000,000
24 MUH. HAZAR BIN RIZAL 3,500,000
25 MUNIR BIN AHMAD 10,000,000
26 OLVIAN BIN AGUS 1,000,000
27 MUFLICHA ANNURIA 613,000
28 NAYLA MUAZARA ALYA FITRI 500,000
29 MUHAMMAD RIFAI 827,800
30 SUPATMI BINTI PATMO 1,154,000
31 AGUS BUDIONO 500,000
32 MTSR MADIUN 6,000,000
33 SARIYEM BINTI SARDI 500,000
34 NURYADI BIN SUPARMIN 1,000,000
35 SENO BIN SUPANI 500,000
36 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
37 SUGI BIN PARTOWAGI 500,000
38 WIDJI ALWIJIANTO 500,000
39 YUNI PURWANINGSIH 500,000
40 MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN 500,000
41 MINI BINTI DONOKARTO 1,000,000
42 MESNAN BIN SUROREJO 1,150,000
43 WIWIK WIDYAWATI 500,000
44 TARMINI BINTI DONO 1,000,000
45 LASTRI BINTI DIMYATI 500,000
46 SUPARI BINTI DASMO 1,000,000
47 RUSMINI YASIR 500,000
48 SUKINAH BINTI KLUMPUK 500,000
49 GIAT AGUS SALIM 1,500,000
50 MASDUKI BIN SAKRUN 1,000,000
51 LASMINI BINTI KASPIYO 500,000
Total 70,116,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,116,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1069 ROMBONGAN

Rp. 56,629,244,458,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.