Rombongan 1068

Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.
Posted by on October 30, 2017

KHITANAN MASSAL 2000 ANAK DI PAPUA. RS Nur Hidayah Bantul Yogyakarta, melalui Yayasan Nur Hidayah Sehat Mandiri kembali menyelenggarakan khitan massal di daerah pelosok Indonesia. Kali ini acara digelar di beberapa daerah di Papua mulai tanggal 31 Agustus – 5 September 2017. Beberapa daerah tersebut antara lain: Raja Ampat, Fak-fak, Jayapura, Bintuni. Tim RS Nur Hidayah dibagi menjadi empat tim yang ditempatkan di wilayah masing-masing. Untuk target peserta kali ini sama seperti tahun sebelumnya, 2000 orang. Khitan massal merupakan acara sosial kemasyarakatan, sehingga peserta tidak dipungut biaya, bahkan ada bingkisan bagi pesertanya. Terlebih Papua merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan yang masig tinggi. Dengan khitan massal yang menyasar, diharapkan banyak masyarakat yang terbantu, baik dari segi kesehatan, agama, maupun budaya. Alhamdulillah, SR bisa turut berpartipasi dalam acara mulia ini. Titipan langit sebesar Rp 15.000.000,00 dapat tersalurkan melalui Yayasan Nur Hidayah Sehat Mandiri untuk membantu kegiatan khitan massal diPapua.

Jumlah Santunan: Rp 15.000.000,-
Tanggal: 24 Agustus 2017
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Bantuan acara khitanan masal


Karang Taruna Dipo Ratna muda (Renovasi Rumah 3 orang dhuafa).Alamat: Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Semangat jiwa muda memang lebih baik disalurkan dengan melakukan berbagai kegiatan positif. Salah satunya dengan aktif membantu masyarakat di keorganisasian karangtaruna. Karangtaruna Dipo Ratna Muda merupakan contoh karangtaruna yang aktif menyelenggarakan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat desanya. Berbagai kegiatan tersebut sampai mengantarkan karangtaruna ini meraih juara karangtaruna tingkat nasional. Dalam waktu dekat ini mereka akan menyelenggarakan Bulan Bakti Karangtaruna Dipo Muda, yang rencananya akan mengadakan kegiatan bedah rumah bagi dhuafa setempat. Ada 3 orang dhuafa yang akan merea bantu, yakni Bapak Jumidi, Ibu Ramijem, dan Ibu Tumirah. Ketiga rumah dhuafa ini terletak di Dusun Kedung, RT 003, Guwosari, Pajangan, Bantul. Untuk kelancaran acara ini, Karangtaruna Dipo Ratna Muda mengajak berbagai pihak untuk terlibat, tak terkecuali SR. Kebetulan misi mereka sama dengan SR, membantu dhuafa yang membutuhkan. Titipan langit sebesar 10 juta rupiah pun disampaikan ke mereka pada tanggal 8 Oktober 2017, dengan harapan, terwujudnya rumah layak huni bagi ketiga dhuafa tersebut. Semoga sinergi dua lembaga ini dapat meringankan beban para dhuafa
yang dimaksud.

Jumlah Santunan: Rp 10.000.000,-
Tanggal: 8 Oktober 2017
Rincian: Biaya renovasi rumah
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Renovasi rumah 3 orang dhuafa


Pengobatan Santri Ponpes Al-Anwar a.n David Rizkiawan (18, Shok) Alamat: Bolong, Palbapang, Bantul. Kehidupan menjadi seorang santri bukanlah hal yang mudah. Setiap hari mereka menuntut ilmu, baik di sekolah formal maupun pesantren. Bisa jadi dalam satu hari mereka hanya istirahat beberapa jam, sehingga kondisi tubuh mereka bisa drop kapanpun. David Rizkiawan merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Al-Anwar yang sedang duduk dibangku SMA. Baru-baru ini ia mengalami shok,kondisi fisiknya drop. Suhu tubuhnya panas dan tensinya rendah, sehingga ia terpaksa dirawat di Klinik Wiwid yang tak jauh dari lokasi Pondok Pesantren. Mengetahui hal itu, SR coba membantu biaya perawatan bagi anak asal Klaten itu. Titipan Langit sebesar 1.064.500 pun disampaikan melalui pengurus pondok pesantren. Alhamdulillah, kondisi fisik David saat ini mulai membaik dan bisa menuntut ilmu seperti biasa lagi. Semoga Sedekaholic mendapat pahala di setiap tetes keringat David saat menuntut ilmu.

Jumlah : 1.064.500
Tanggal: 13 Oktober 2017
Rincian: Biaya Pengobatan santri Al-Anwar a.n David Rizkiawan
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Deni mengalami shock


Pengobatan Santri Ponpes Al-Anwar a.n Fahmi Syaefuddin (21, Demam) Alamat: Bolong, Palbapang, Bantul. Kehidupan menjadi seorang santri bukanlah hal yang mudah. Setiap hari mereka menuntut ilmu, baik di sekolah formal maupun pesantren. Bisa jadi dalam satu hari mereka hanya istirahat beberapa jam, sehingga kondisi tubuh mereka bisa drop kapanpun. Fahmi Syaefuddin merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Al-Anwar yang sedang duduk dibangku kuliah. Baru-baru ini ia terkena penyakit demam. Kondisi fisiknya lemah hingga tak mampu melakukan aktivitas menuntut ilmu seperti biasanya. Bahkan ia terpaksa dirawat di Klinik Wiwid yang tak jauh dari lokasi Pondok Pesantren. Mengetahui hal itu, SR coba membantu biaya perawatan bagi Fahmi. Titipan Langit sebesar 1.207.500 pun disampaikan melalui pengurus pondok pesantren. Alhamdulillah, kondisi fisik Fahmi saat ini mulai membaik dan bisa menuntut ilmu seperti biasa lagi. Semoga Sedekaholic mendapat pahala di setiap tetes keringat Fahmi saat menuntut ilmu.

Jumlah : 1.207.500
Tanggal: 11 Oktober 2017
Rincian: Biaya Pengobatan santri Al-Anwar a.n Fahmi Syaefuddin
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Fahmi menderita demam


BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI (2, Jantung Bocor) Alamat: Ngemplak Rejosari RT 4/15, Kel. Gilingan, Kec. Banjarsari , Kab. Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Dik Bintang begitu sapaannya. Dik Bintang merupakan anak pertama dari Bapak Chandra M (27) dan Ibu Evi N (26). Dik Bintang menderita Jantung Bocor. Yang dimana suatu kondisi terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Umumnya, penyakit jantung bocor merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Dengan jaminan kesehatan (KIS) yang di milikinya Dik Bintang menjalani pemeriksaan rontgen di RS. Dr Moewardi. Dan mendapat surat rujukan ke RS. Jakarta Heart Center untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karna penanganan jantung bocor baru bisa dilakukan setelah kondisi dik Bintang mulai membaik. Pertimbangan dari usia dan kondisi dik Bintang saat ini. Dik Bintang akan menjalani operasi di RS. Jakarta Heart Center. Memilih rumah sakit jantung terbaik adalah salah satu cara agar dik Bintang mendapatkan penanganan yang tepat dan dengan harapan supaya dik Bintang lekas sembuh. Tapi seperti yang kita ketahui, biaya pengobatan penyakit jantung tidaklah murah. Dengan kondisi seperti ini membuat orang tua dik Bintang bingung dengan biaya operasi, ayahnya dik Bintang bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan kurang lebih Rp. 1. 000.000,-/ bulan dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Dik Bintang dan Orang tuanya tinggal di kontrakan dan penghasilan cukup buat kebutuhan sehari hari. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Bintang dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu akomodasi Dik Bintang ketika di Jakarta. Dik Bintang dan keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yulihi

Bintang menderita jantung bocor


SUGINEM BINTI RESORIMANTO (49, Kanker Payudara). Alamat: Ngranyu Rt 01/07 Sribit, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Bu Suginem (49 Tahun) merupakan istri dari Pak Supardi (60 Tahun) namun kini sudah bercerai. Bu Suginem memiliki satu anak yang bernama Widyaningsih (25 Tahun) yang sudah menikah dan dikaruniai satu anak. Mbak Widya beserta anak dan suami tinggal bersama bu suginem dan neneknya atau ibu bu Suginem yaitu Mbah Jumirah. Sakit yang diderita Bu Suginem diketahui pada November 2016 awalnya cuma benjolan kecil, selang satu bulan benjolan membesar dengan cepat dan langsung di periksakan di Rumah Sakit Islam Klaten. Mulanya berobat melalui umum namun dirasa prosesnga akan panjang dan membutuhkan banyak uang Bu Suginem pun membuat BPJS kelas 3. Setelah menjalani pengobatan Bu Suginem divonis menderita Kanker Payudara stadium 3 kemudian dilakukan pengangkatan kanker pada bulan Februari 2017. Pasca operasi Bu Suginem menjalani kontrol dan serangkaian pengobatan yang kemudian menyarankan Bu Suginem untuk menjalani kemoterapi hingga 6 kali dan saat dilakukan survey sudah berjalan 4 kali. Proses kemo pun belum selesai namun Bu Suginem sudah disarankan untuk menjalani Sinar dan dirujuk di Rumah Sakit Ken Saran Salatiga. Berkas-berkaspun sudah siap namun keluarga terkendala transportasi. Sejak Bu Suginem sakit yang menjadi tulang punggung adalah mantunya yaitu Suseno (25 tahun) suami Mbak Widya. Mas Suseno bekerja sebagai sales di solo dengan penghasilan sesuai UMR solo meskipun begitu Mas Suseno memiliki tanggungjawab untuk melunasi hutang keluarga kepada rentenir yang pada waktu itu keluarga terpaksa meminjam uang. Sebelum Bu Suginem jatuh sakit beliau dan Mbak Widya berjualan soto di depan rumah dan warung sembako namun setelah sakit warung soto tutup dan warung sembako semakin sepi bahkan pernah dalam satu hari tidak ada pembeli. Saat Kurir #Sedekahrombongan melakukan survey kondisi Bu Suginem masih lemah pasca kemo ke-4 dan dijadwalkan kemo ke-5 Tanggal 25 November 2017. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Suginem, santunan dari sedekaholic pun disampaikan untuk membantu akomodasi Bu Suginem ketika berobat. Bu Suginem menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan memohon semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholic semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yudi @eliyan_a

Bu Suginem divonis menderita kanker payudara


ENI RAHAYU (36 Tahun, SLE + Mioma uteri sub serosa). Alamat: Dusun Kalisige Rt 02 /Rw 09 Kec Weru, Kab Sukoharjo. Ibu Eni merupakan seorang ibu rumah tangga yg telah memiliki tiga orang anak. Suaminya bernama Sutardi Satrio, bekerja merantau di jakarta. Sejak tahun 2009 Ibu Eni didiagnosa oleh dokter memiliki kista. Namun, beliau tidak memeriksakan secara rutin, hanya saja kalau timbul keluhan beliau baru memeriksakannya. Sekitar bulan Mei 2017 Ibu Eni mengeluhkan bengkak pada wajah dan kedua anggota geraknya, serta badannya lemas. Kemudian beliau memeriksakan ke puskesmas weru dan berobat jalan. Kurang lebih 1 bulan menjalani pengobatan di puskesmas namun kondisinya tetap sama. Lalu dari pihak keluarga meminta surat rujukan ke RSUD Sukoharjo untuk operasi kistanya tersebut. Setelah diperiksa dan opname selama 6 hari di RSUD Sukoharjo ternyata dari hasil lab Ibu Eni positif menderita lupus, dan dokter menunda operasinya dan merujuk ke RS Dr Moewardi. Ibu eni pernah sekali periksa ke RSDM dan beliau didiagnosa mioma uteri sub serosa. Namun karena terkendala transportasi dan biaya kemudian keluarga memutuskan untuk berobat ke RSUD Sukoharjo karena dirasa lebih dekat. Keluhan yg kini dirasakan bu eni bila terkena panas dan atau kecapekan yaitu sesak napas. Pada tanggal 30 september 2017 beliau kontrol penyakit lupusnya ke RSUD Sukoharjo dan kemudian dirujuk ke RS Dr Moewardi. Ibu Eny menjalani operasi kista pada 17 oktober kemaren. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan ibu eni, santunan ke 2 dari sedekahholic telah disampaikan kepada ibu eni untuk membantu pengobatannya. Santunan sebelumnya masuk rombongan 1056. Dan Ibu eni menyampaikan terima kasih atas santunan yg diberikan dan memohon doa agar segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 21 oktober 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @imawatirosyida

Ibu Eni positif menderita lupus


SUGIHARTI BINTI HARJODIKROMO (55, Stroke). Beralamat di Dukuh Grompolan Rt 02/8 Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sugi begitu sapaan beliau sehari-hari. Bu Sugi merupakan istri dari Bapak Sukadi (50 Tahun). Beliau divonis menderita stroke sejak 2014. Awalnya Bu Sugi saat jalan-jalan pagi merasa badannya seperti kesemutan, siangnya langsung di bawa ke puskesmas setempat. Dari puskesmas hanya diberi obat. Selama 6 bulan, gejala awal Bu Sugi jatuh dua kali dan langsung dibawa ke puskesmas. Dari puskesmas di beri rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro Sragen (RSUD). Beliau menjalani rawat inap selama 15 hari. Pada awal pengobatan, beliau belum terdaftar peserta BPJS. Karena merasa tidak ada perubahan, setelah pulang ranap, beliau oleh keluarga di bawa ke praktek dokter spesialis yang memakan banyak biaya. Baik dari obat dan biaya perawatan. Belum selesai sakit yang di derita, keluarga di timpa musibah kembali yang mana anak beliau saat pulang bekerja tiba-tiba langsung depresi. Menjalani pengobatan di RS Jogja hingga akhirnya bisa di rujuk ke daerah. Sekali menebus obat untuk anak beliau sekitar Rp 300.000,00 untuk 2 minggu. Dengan musibah yang dialami keluarga, akhirnya beliau menjual rumahnya, dan saat ini menumpang di rumah kakaknya. Suami Bu Sugi bekerja sebagai Buruh agen tiket bus Gunung Muria dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan Bu Sugi bekerja sebagai penjaga toilet umum di terminal Sragen. KurirSR dipertemukan dengan beliau, menuturkan bahwa membutuhkan biaya untuk akomodasi berobat dan menjalani terapi di RSUD Sragen. Bu Sugi saat ini menjalani terapi rutin di RSUD Sragen seminggu 2 kali, dan kontrol sebulan sekali. KurirSR menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk membantu kebutuhan berobat Bu Sugi. Semoga kesehatan Bu Sugi segera membaik. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @mawan @Anissetya60 @shofawa

Bu Sugiharti menderita stroke


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus + Cerebral Palsy + Epilepsi) Alamat: Wirengan, RT 1/4, Baluwarti, Pasar Kliwon, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega, putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32) ini sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Namun, karena saat itu Dik Mega belum memiliki bpjs dan biaya operasi sangat mahal, keluarga pun menunda operasi dan mengupayakan agar ia memperoleh bpjs. Setelah menabung, bpjs mandiri pun diperoleh oleh keluarga Dik Mega. Selanjutnya pada usia 7 bulan ia menjalani operasi. Pengobatan belum selesai karena ternyata Dik Mega sering mengalami kejang. Observasi lanjutan pun dilakukan dan diketahui bila Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Setiap 2 minggu sekali ia rutin menjalani terapi. Namun karena bpjs yang dimiliki Dik Mega adalah bpjs mandiri, semakin hari sang ibu dan ayah semakin kesulitan untuk membayar angsuran perbulan, karena penghasilam ayah sebagai buruh di bengkel sebesar Rp. 50.000,-/minggu. Alhamdulillah ada pihak yang membantu dengan mengupayakan bpjs dari pemerintah untuk Dik Mega. Dik Mega kemudian melanjutkan pengobatan di RS. PKU Muhammadiyah karena harus menjalani terapi, kontrol syaraf dan kontrol rutin perkembangan gizi. Setahun lalu, Dik Mega pernah dibantu oleh lembaga sosial di Solo untuk akomodasi berobat dan membeli susu serta popok, namun bantuan berhenti karena sudah 6 bulan berjalan. Kini Dik Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS. PKU. Setiap kontrol sang ibu harus berjalan kaki dari rumah karena tidak ada kendaraan. Kondisi Dik Mega yang membutuhkan banyak keperluan membuat keuangan keluarga menipis. Terlebih, keluarga Dik Mega masih harus membayar kontrakan Rp. 1.500.000,-/tahun dan listrik Rp. 50.000,/bulan. Belum lagi biaya ketiga kakak Dik Mega, Ocha meriantani (13), Lovina Kiara P. (8), Arsya Adi Candra (5) untuk sekolah. Pihak keluarga berharap bisa memperoleh bantuan untuk membeli susu, popok, tissu, serta obat yang tidak tercover bpjs untuk Dik Mega. Tanggal 31 Agustus 2017 Dik Mega kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Tanggal 1 September 2017 dilakukan cek urin dan diketahui bahwa Dik Mega mengalami Infeksi saluran kencing. Saat ini dek Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS PKU Muhammadiyah Solo dan YPAC Solo. Kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan ke- 5 untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi terapi. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1046 Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @mawan @anissetya @welly

Mega menderita hydrocepalus, cerebral palsy dan epilepsi


MUHAMMAD ZHAIDHATUL ARZAK (5, Fraktur Tibia). Alamat : Dusun Pundung, RT 5/32, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Arzak mengalami fraktur tibia saat jam istirahat di sekolah. Ia pun segera dibawa ke RSI Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan lebih. Saat itu dokter melakukan tindakan rontgen, yaitu menggambil gambar di bagian tubuh seseorang menggunakan radiasi. Setelah itu dokter juga melakukan pemasangan gips. Dari hasil pemeriksaan dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi untuk mengembalikan posisi tulangnya, tetapi orangtua Dik Arzak belum menyetujui karena masih terkendala biaya. Beberapa hari kemudian, Dik Arzak diperiksakan ke RS PKU Gamping, Yogyakarta. Tanggal 9 Oktober lalu Dik Arzak menjalani pemeriksaan foto rontgen kembali dan operasi pelepasan gips akan dilakukan setelah pemeriksaan berikutnya. Dik Arzak adalah putra pertama dari Marlan Santoso (32) dan Ria Umami (27). Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Saat menjenguk Dik Arzak di rumahnya, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi Dik Arzak selama di rumah sakit. Keluarga Dik Arzak sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan juga mendoakan semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Arzak, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Oktober 2017
Kurir @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Putri Fikri

Arzak mengalami fraktur tibia


CARTO RAHARJO (65, Tumor Paru-Paru). Alamat : Dusun Cageran, RT 4/1, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awal Bulan September 2017 Pak Carto Raharjo mengalami sesak nafas yang sangat mengganggu. Oleh keluarga ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dari hasil pemeriksaan dan rontgen yang dilakukan, dokter mendiagnosa Bapak Carto menderita tumor paru-paru. Tumor tersebut menyebabkan produksi cairan di paru-paru hingga hampir memenuhi separuh paru-paru beliau, sehingga harus dilakukan penyedotan cairan secara rutin agar tidak mengganggu pernafasan. Hingga saat ini Bapak Carto sudah 2 kali opname dan disedot cairan di paru-parunya. Bapak Carto selalu menggunakan bantuan oksigen. Kondisi kesehatannya juga belum menunjukkan perkembangan signifikan. Beliau belum mampu berdiri dan pernafasannya sering tersengal. Karena kondisinya lemah dokter mengurungkan tindakan kemoterapi dan operasi. Selama ini beliau menjalani pengobatan rawat jalan saja. Istri Bapak Carto semula bekerja sebagai buruh tani di sawah, tetapi saat ini fokus merawat suaminya. Sementara putra tunggalnya bekerja dan tinggal di Jakarta, meski begitu ia belum bisa berbuat banyak untuk kesembuhan sang ayah. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bapak Carto. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Bantuan ini dipergunakan untuk membeli tabung oksigen dan keperluan sehari-hari. Dua hari setelah silaturrahim ini Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga Bapak Carto. Mari kita doakan semoga amal kebaikan Bapak Carto diterima oleh Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @Putri

Bapak Carto menderita tumor paru-paru


RISKA CAHYANI (8, Patah Tulang). Alamat : Dusun Karangjati, RT 19/42, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 25 September 2017, saat berangkat sekolah, adik Riska Cahyani terjatuh dari sepeda karena terpeleset pasir. Akibat kejadian tersebut adik Riska mengalami patah tulang lengan tangan kanan. Namun sampai sore saat pulang ke rumah, tidak berani bercerita kepada orang tuanya. Saat ayahnya melihat lengan kanan sepedanya bengkok, Dik Riska baru bercerita. Saat itu juga orang tuanya membawanya ke RSA UGM. Dari hasil pemeriksaan diketahui tulang lengan kanannya patah dua bagian. Bapak Wagimin Bin Hadi Dimulyo (45), ayahnya sekaligus tulang punggung keluarga dan orangtua tunggal, bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dengan empat tanggungan putra. Setelah dirawat semalam, keluarga memutuskan untuk memilih pengobatan alternatif. Selain biaya akomodasi selama rawat inap, Bapak Wagimin juga memikirkan anak-anaknya yang lain. Beruntung di pengobatan alternative tidak dipatok tarif pengobatannya. Selain itu, untuk kehidupan sehari-hari, keluarga ini sering dibantu oleh tetangga sekitar, semisal memberikan pekerjaan apa saja untuk Bapak Wagimin. Bapak Wagiman juga tidak pernah mengeluh diberi upah berapapun, ia tetap bersyukur dengan pendapatan sekecil apapun. Alhamdulilah, saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, keadaan adik Riska mulai membaik, meskipun lengan tangannya masih harus digendong. Amanah sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga menjadi amal kebaikan sedekaholics dan Sedekah Rombongan serta segala usaha dan urusannya dilancarkan. Bapak Wagimin mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diterimanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @Jemi_Gigi

Riska mengalami patah tulang lengan tangan kanan


SUKILAH BINTI WIYONO SUNARTO (58, Diabetes Melitus). Alamat : Pedukuhan Pundong 3, RT 3/7, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Sukilah sudah menderita Diabetes Mellitus atau kadar gula darah tinggi sejak 3 tahun lalu. Pada bulan Desember 2016 dijemput suaminya dari Jakarta dalam kondisi sakit parah. Saat itu Bu Sukilah belum melakukan pengobatan di rumah sakit. Setiba di kampung halaman, Jogja, Bu Sukilah tidak segera dibawa ke rumah sakit karena terkendala biaya. Atas saran dan dukungan masyarakat Bu Sukilah memulai pemeriksaan di RSA UGM di awal bulan September 2017. Dari hasil pemeriksaan diagnosa dokter adalah non insulin dependent diabetes mellitus with unspe, yaitu kekurangan insulin karena resisten terhadap insulin tersebut. Rata-rata terjadi pada usia setelah 40 tahun. Setelah 5 hari rawat inap ia diperbolehkan pulang. Setelah itu, Bu Sukilah hanya mengecek gula darah di apotik dan mengonsumsi obat generik, atau periksa di puskesmas terdekat. Di pertengahan Sepetmber lalu kondisinya menurun. Ia langsung dibawa ke RSA UGM kembali. Setelah seminggu dirawat, tidak ada perkembangan kondisi, Bu Sukilah dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Selama pengobatan Bu Sukilah menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Suaminya, Bapak Mujiyanto (66) bekerja sebagai buruh serabutan. Meski dibantu dengan fasilitas BPJS, ia mengaku merasa berat dengan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan sempat menjenguk dan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga ini. Sehari setelahnya Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar Bu Sukilah meninggal dunia. Semoga amal kebaikan Bu Sukilah diterima di sisi Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir: @Saptuari @Faisal_Gudeg @JemiGigi

Bu Sukilah menderita diabetes mellitus


NANIK ISMAWATI (43, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Grogol Penatus, RT 2/1, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pada bulan Desember 2015 ibu Nanik Ismawati mengalami kecelakaan lalu lintas, terserempat sepeda motor. Pada bagian dadanya terkena stang kemudi sepeda motor. Awalnya tidak terindikasi sakit maupun luka, sampai akhir bulan Januari 2016 timbul benjolan kecil di payudara kanannya. Setelah diperiksakan ke puskesmas, dokter mendiagnosa sakit kanker payudara. Pada saat itu Bu Nanik dan ketiga anaknya masih tinggal menumpang di rumah orang tuanya, sedangkan suaminya, Bapak Dedi Surya (45) merantau sebagai buruh serabutan. Beberapa bulan kemudian, suaminya pulang ke Kebumen lalu keduanya memutuskan pindah ke Yogyakarta untuk mencari pekerjaan lain. Mereka tetap bersikeras meskipun tidak memiliki sanak saudara di Yogyakarta. Pada akhir bulan Agustus 2017 kondisi Bu Nanik menurun dan dibawa ke RS dr. Hardjolukito, Yogyakarta. Saat itu dilakukan uji laboratorium untuk menetukan tindakan medis selanjutnya. Untuk cek lab pertama Bu Nanik bisa menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III yang ia miliki, tetapi untuk cek lab selanjutnya sudah tidak tercover. Selanjutnya Bu Nanik memilih pengobatan herbal dengan minum rebusan daun jambu saja. Namun cara tersebut belum bisa mencegah berkembangnya sakit Bu Nanik, bahkan benjolannya sampai pecah. Keluarga ini tinggal di rumah kos dan sering berpindah-pindah mencari harga sewa yang terjangkau. Untuk kebutuhan sehari-hari Bu Nanik juga membuat kue kecil yang dititip di kantin sekolah. Sementara suaminya bekerja sebagai penjahit baju dengan sistem bagi sewa dengan pemilik mesin jahit. Alhamdulilah berkat sedekah dari sedekaholics Sedekah Rombongan, saat ini ada harapan untuk melanjutkan pengobatan Bu Nanik. Pihak keluarga mengucapkan terimakasih kepada segenap sedekaholics Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terlapor pada Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @Sigit_Saja @Jemi_Gigi

Bu Nanik menderita sakit kanker payudara


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, lalu dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Dokter mendiagnosa ia menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Magelang ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Jihan sudah menjalani perawatan rutin di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun lebih. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.712.228,-
Tanggal : 20 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ina

Jihan menderita atresia bilier


WASTI BINTI ALM KROMOREJO (55, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Duwet, RT 3/7, Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 6 bulan lalu Bu Wasti merasakan ada benjolan di payudaranya. Awalnya tidak sakit, benjolannya pun kecil, ia juga tetap mencari nafkah menjual pecel dan gorengan keliling dusun seperti biasa. Tetapi lama-kelamaan benjolannya membesar. Ia mulai mengeluhkan rasa sakitnya. Keluarga segera memutuskan untuk membawa berobat ke puskesmas. Alhamdulillah, Bu Wasti dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Dari pemeriksaan di puskesmas setempat, Bu Wasti dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Pihak keluarga terpaksa berhutang ke bank dan paguyuban masyarakat untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Setelah berobat ke RSUD, ternyata tidak ada perkembangan signifikan dengan kondisi kesehatan Bu Wasti. Ia pun dirujuk ke RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bu Wasti sudah menjalani 1x kemoterapi. Saat ditemui ia masih terbaring lemah dan mengeluh kesakitan. Kemudian Bu Wasti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Ia melanjutkan kontrol rutin di RSPAU Hardjolukito. Beberapa waktu kondisinya menurun dan menggunakan oksigen. Ia sempat lemas dan terjatuh di kamar mandi lalu dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya menjalani rawat inap. Karena kondisinya terus melemah, Bu Wasti dipindahkan ke Ruang ICCU. Pada tanggal 19 Oktober lalu Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar Bu Wasti meninggal dunia. Selain membantu mengurus administrasi di rumah sakit, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics sebagai santunan duka. Suami bu Wasti sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga amal ibadah Bu Wasti mendapat tempat terbaik di sisiNya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Ari

Bu Wasti menderita kanker payudara kanan


SUKINAH BINTI SOMO SUKIDO (67, Pembengkakan Limpa). Alamat : Dusun Jonge, RT 4/4, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar sebulan lalu Bu Sukinah sering mengalami demam tinggi. Suaminya, Tarmorejo Saimin (70) segera membawanya berobat ke rumah sakit terdekat. Kemudian Bu Sukinah menjalani pemeriksaan laboratorium dan USG. Dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil laboratorium, dokter mendiagnosa ada pembengkakan limpa. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bu Sukinah masih terbaring lemah setelah rawat inap di rumah sakit. Sehari-hari, suaminya bekerja sebagai petani. Tetapi saat ini juga harus merawat sang istri. Alhamdulillah selama pengobatan ini Bu Sukinah dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah, meskipun kadang-kadang harus membeli obat yang tidak tercover jaminan. Pihak keluarga dan Bu Sukinah pun terus bersemangat mencari kesembuhan. Tetapi, Pak Saimin mengaku, mereka sudah kebingungan untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Berkat rahmat Allah dan uluran sedekaholics, Bu Sukinah melanjutkan pengobatan di RS Panti Rapih Yogyakarta. Saat dibawa ke rumah sakit kondisi Bu Sukinah sudah tidak stabil. Ia makin lemas dan hanya bisa terbaring. Bu Sukinah meninggal dunia saat menjalani rawat inap di RS Panti Rapih pada tanggal 17 Oktober 2017. Selain bertakziah, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga. Pihak keluarga sangat berterima kasih atas bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas @aji_kristanto Ngadiyana

Bu sukinah menderita pembengkakan limpa


NY. ARJO UTOMO (80, Patah Tulang Kaki Kiri Atas Lutut). Alamat : Dusun Jetak, RT 6/29, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Akhir Bulan Agustus 2017 Ny. Arjo Utomo mengalami kecelakaan saat hendak ke kamar mandi. Saat itu, beliau terpeleset yang mengakibatkan tulang kaki kiri bagian atas lutut terasa sakit dan tidak bisa berdiri. Bu Arjo oleh sanak saudara dan tetangganya segera dibawa ke RSPAU dr. Hardjolukito. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyatakan kaki Bu Arjo mengalami patah tulang di bagian yang terasa sakit tersebut. Dokter segera mengambil tindakan untuk operasi pemasangan pen. Alhamdulillah untuk biaya rumah sakit ini ditanggung oleh BPJS (KIS) yang diterimanya dari pemerintah. Namun untuk pengobatan dan akomodasi/tranportasi untuk kontrol selanjutnya menjadi kendala. Selain itu, Bu Arjo yang tak bisa bebas bergerak lagi, membutuhkan 6-7 buah pampers setiap hari. Bu Arjo tidak mempunyai anak, di rumahnya beliau dirawat oleh anak cucu dari keponakannya, sementara kondisi ekonominya pun sangat pas-pasan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan bu Arjo Utomo pada tanggal 7 September 2017 lalu. Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan dari sedekaholics kepadanya untuk membantu biaya transportasi, biaya pengobatan, dan biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Arjo, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @Saptuari @Faisal_Gudeg @Sigit_Tejo @Jemi_Rikab @panggihjuni

Bu Arjo mengalami patah tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KHITANAN MASSAL 2000 ANAK DI PAPUA 15,000,000
2 Karang Taruna Dipo Ratna muda 10,000,000
3 David Rizkiawan 1,064,500
4 Fahmi Syaefuddin 1,207,500
5 BINTANG ZHAFRAN MEYFIAN MUKTI 1,000,000
6 SUGINEM BINTI RESORIMANTO 1,000,000
7 ENI RAHAYU 500,000
8 SUGIHARTI BINTI HARJODIKROMO 1,000,000
9 MEGA AULIA 500,000
10 MUHAMMAD ZHAIDHATUL ARZAK 1,000,000
11 CARTO RAHARJO 1,500,000
12 RISKA CAHYANI 1,500,000
13 SUKILAH BINTI WIYONO SUNARTO 1,000,000
14 NANIK ISMAWATI 1,000,000
15 JIHAN FATIN 1,712,228
16 WASTI BINTI ALM KROMOREJO 1,000,000
17 SUKINAH BINTI SOMO SUKIDO 1,000,000
18 NY. ARJO UTOMO 1,000,000
Total 41,984,228

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 41,984,228,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1068 ROMBONGAN

Rp. 56,559,127,658,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.