Rombongan 1067

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on October 26, 2017

MUHAMMAD YASIN, (13, TB TULANG) Alamat Pondok Rampal RT/RW 001/008, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semoboro, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Yasin biasa ia panggil, adik Yasin adalah anak pertama dari Bapak Hariadi dan Atminah yang telah mengalami sakit TB Tulang sejak delapan bulan yang lalu. Awalnya adik Yasin jatuh dan saat proses penyembuhan adik Yasin hanya di bawa ke dukun pijat dan sampai akhirnya punggung adik Yasin menjadi bungkuk. Adik Yasin tinggal bersama Bapak Saman Hariadi (36) dan Ibu Atminah (35), Kedua orang tua adik Yasin bekerja sebagai pemulung yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa adik Yasin memerlukan bantuan, karena adik Yasin semangat untuk menjemput kesembuhannya. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Yasin untuk membawanya pemeriksaan awal di puskesmas hingga ke RSUD Dr. Soebandi Jember, setelah pemeriksaan diagnosa Dokter menyatakan bahwa adik Yasin mengalami sakit TB Tulang. Kurir Sedekah Rombongan langsung memberi santunan titipan dari para Sedekaholics , Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran iuran BPJS mandiri Kelas III. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Yasin dan semoga adik Yasin bisa sembuh seperti sediakala, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.045.000,-
Tanggal : 19 September 2017 dan 9 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @agungganong @viandwiprayugo

Yasin mengalami sakit TB Tulang


SOWATI BINTI TAYIB (64, Tumor Ovarium) Alamat Jl. Ajisaka 50 Lingk Krajan RT/RW 002/002, Desa Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Sowati sering mengalami sakit perut, mual mual, dan perut sering terasa kembung. firasat Ibu Sowati hanya sakit biasa dan tidak diperiksakan. Lalu setelah empat bulan berlalu perut Ibu Sowati semakin membesar, lalu oleh pihak keluarga di periksakan ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya, setelah diperiksakan pihak Puskesmas menyarankan Ibu Sowati harus di rujuk ke Dr. Soebandi Jember. Karena ibu Sowati memiliki Jaminan kesehatan berupa KIS, keluarga Ibu Sowati langsung meminta rujukan. Setelah diperiksa oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi diagnosa dokter menyatakan bahwa ibu Sowati mengalami sakit Tumor Ovarium. Tumor ovarium adalah Tumor yang tumbuh pada indung telur atau ovarium. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker yang paling umum menyerang wanita. dan Ibu Sowati lalu menjalankan opname selama satu minggu di RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perbaikan kondisi. Setelah itu Dokter Poli Kandungan Dr. Soebandi Jember merujuk Ibu Sowati ke RSSA Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut. tetapi oleh keluarga Ibu Sowati tidak sanggup untuk pemeriksaan ke RSSA Malang karena keterbatasan dengan biaya Transport dan biaya hidup dirumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan siap untuk membantu kekurangan yang dihadapi Ibu Sowati. Lalu Kurir Sedekah Rombongan dan keluarga Sowati meminta rujukan ke RSSA Malang untuk melanjutkan pengobatan. Tepat pada tanggal 16 Oktober 2017 kurang lebih jam 12 siang Ibu Sowati menghebuskan nafas terakhirnya. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu keluarga yang ditinggalkan, Santunan yang diberikan dipegunakan untuk Biaya Transportasi dan Santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan Semoga amal ibadah Alm Ibu Sowati di terima di sisinya, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.227.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi @isroil

Ibu Sowati mengalami sakit tumor ovarium


SUCIK AISYAH, (40, Tumor Maxila) Alamat Jl. Mangga RT/RW 004/002, Desa Sumber Wetan Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu ibu Sucik telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Moh Saleh Probolinggo pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu Sucik ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan menemukan ibu Sucik dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Setelah melanjutkan pemeriksaan di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo Ibu Sucik dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penyakit yang dialaminya tergolong Ganas. Kondisi Ibu Sucik saat ini susah makan karena semakin membesar hingga menutup mulut dan matanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sucik. Santunan senilai dibawah ini digunakan sebagai Uang saku dan Akomodasi selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1047

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Bu Sucik menderita tumor maxila


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi dan Uang Transport . Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1021

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017 dan 12 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Lusiani mengalami kanker serviks


SITI FARIDA, (20, Kanker Kulit) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Delapan bulan yang lalu Ibu Farida mengalami cipratan minyak saat menggoreng kerupuk dirumahnya dan pada saat itu bekas cipratan minyak tersebut hanya di beri odol atau pasta gigi yang digantikan sebagai salep. Setelah tiga bulan berlalu bekas cipratan yang dialami beliau merasakan panas dan gatal-gatal dan mengakibatkan luka. Setelah lima bulan berlalu bekas cipratan mengalami luka dan meluas pada paha Ibu Farida, dan oleh keluarga tersebut langsung dilarikan ke Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan awal dan Dokter Dr. Soebandi Jember Ibu Farida mengalami Kanker Kulit yang segera untuk dioperasi, Karna Ibu Farida tidak memiliki jaminan apapun dan Ibu Farida harus menyiapkan dana sebesar lima belas juta akhirnya Ibu Farida terpaksa mengundurkan diri dalam pengobatan yang dilakukan karena kondisi perekonomian tidak mendukung dan beliau berasal dari keluarga benar benar tidak mampu. Suami Farida, Abdur Rohman (25) bekerja sebagai pencari pasir di sungai yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Farida sehingga diberikan kesempatan untuk menyampaikan santunan awal yang dapat dipergunakan sebagai Pembayaran BPJS dan Pembelian rutin obat di luar BPJS, semoga sakit Ibu Farida segera diangkat sehingga beliau dapat beraktifitas seperti beliau masih sehat, dan Semoga Santunan para sedekaholics yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala. Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1059

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Ibu Farida mengalami kanker kulit


ABDUL ROZAK, (6, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Biaya Transportasi dan Biaya pengobatan dan perawatan pasien. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala, Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal :10 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adik Rozak mengalami ginjal bocor


SUNARTI BINTI ARI (48, Ca. Cervix). Alamat : Dusun Paleran, Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Empat bulan yang lalu ibu Sunarti mengalami penyakit yang diderita saat ini. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah ibu Sunarti mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, karena khawatir dengan kondisi saat itu ibu Sunarti dua bulan memeriksaan diri ke RS Bhayangkara, dan melakukan USG. Dari hasil pemeriksaan ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit Kanker Serviks semakin lama penyakitnya semakin parah. Karena waktu itu ibu Sunarti dan keluarga tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan. Suami ibu Sunarti, Muksin (44) yang sehari- harinya bekerja sebagai seorang pedagang merasa kesulitan untuk mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri. Sesekali suami ibu Sunarti megngkapkan kesedihan ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Saat ini ibu Sunarti menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 863.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017 dan 25 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Ibu Sunarti didiagnosa mengidap penyakit kanker serviks


MARSYAH AMANDA PUTRI, (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah Bayi yang lahir pada tanggal 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32) mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah ini dirawat di rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat dan Alhamdulillah kondisi Adik Marsyah saat ini semakin membaik. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah Adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentukan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi biaya Transport dan pembelian Obat-obatan berupa Sirup yang di tanggung di luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.460.625,-
Tanggal : 25 Agustus 2017 dan 27 September 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @lutfi

Putri menderita penyakit jantung bawaan


JUMA’ATI BINTI NURMINA (53, Tumor Ovarium). Alamat : Desa Selombu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak 1 tahun yang lalu, Ibu Juma’ati mulai merasa kurang nyaman pada bagian perut beliau. Karena terasa sering nyeri, beliau pun akhirnya diperiksakan ke Puskesmas di daerah beliau. Dari Puskesmas, Ibu Juma’ati disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan di rumah sakit. Ibu Juma’ati yang diperiksakan di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, dikarenakan peralatan yang kurang lengkap. Akhirnya beliau diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Kondisi perut Ibu Juma’ati saat ini semakin besar dan sering merasa nyeri. Pada bulan ini, beliau telah menjalani pemeriksaa berupa USG, cek laboraturium dan konsul untuk memulai penjadwalan kemo terapi. Ibu Juma’ati dan suami beliau Bapak Buwari (67), setiap hari bekerja sebagai buruh tani harian. Penghasilan yang didapat dari keduanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi biaya hidup dan transportasi saat di Malang sangat membebani beliau. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Juma’ati, sehingga dapat meringankan beban yang beliau tanggung. Tepat pada tanggal 19 Oktober 2017 Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Juma’ati Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas meninggalnya Ibu Juma’ati, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.297.650,-
Tanggal : 29 September 2017, 21 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Triretno

Bu Jumaati menderita tumor ovarium


SITI KOMSYAH (16, Katarak). Alamat : Blok Kebagusan, RT 2/10, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Kokom -demikian kami akrab menyapanya- sudah memiliki kelainan pada mata kirinya. Dan ketika Kokom duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas enam, mata kanannya juga mengalami gangguan penglihatan, berawal dari minus sampai merambat ke silindris dan akhirnya dokter mendiagnosa Tumor Ovarium. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi, namun karena keterbatasan biaya, sakit pada mata Kokom hanya diberi obat tetes mata dan dibantu dengan mengenakan kacamata. Hal ini menyebabkan Kokom seringkali kesulitan mengikuti pelajaran karena susah membaca dan matanya terasa perih untuk melihat terlalu lama apalagi jika disertai terpapar sinar matahari langsung. Setelah berdiskusi dan Kokom menyatakan kesediaanya untuk menjalani pengobatan lanjutan, kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan surat rujukan dari Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon untuk dibawa ke Rumah Sakit Mata (RSM) Cicendo Bandung. Saat ini Kokom telah selesai menjalani pemeriksaan di RSM Cicendo Bandung dan dokter memberikan kacamata baru untuk membantu penglihatannya. Selama beberapa bulan ke depan Kokom masih akan menjalani pemeriksaan rutin di RSM Cicendo Bandung. Kokom adalah seorang yatim piatu, putri almarhum Bapak Sarja dan almarhumah Ibu Karwina. Saat ini dia tinggal bersama budenya. Keadaan dia yang sederhana namun memiliki semangat untuk belajar dan aktif di organisasi terlihat jelas ketika kurir Sedekah Rombongan menemuinya di SMA Negeri 1 Jamblang, tempat dia bersekolah. Selama ini, biaya pengobatan Kokom menggunakan fasilitas BPJS PBI Kelas III. Bantuan transportasi, biaya hidup dan pendampingan selama pengobatan di Bandung diberikan Sedekah Rombongan untuk Kokom. Bantuan sedekaholics telah meringankan beban seorang yatim piatu yang saat ini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Cirebon dan bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno aulia

Kokom menderita katarak


SUMARNI BINTI KADMA (47, Ca Mammae). Alamat : Blok Duansukun Lor, RT 6/2, Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Mba Marni merasakan benjolan pada payudara sebelah kanan sejak masih sekolah dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Tiga tahun lalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolan serupa. Namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu satu tahun. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Mba Marni hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Setahun kemudian, benjolan tersebut mulai pecah dan mengeluarkan darah. Mba Marni langsung dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Cirebon. Atas persetujuan pribadi dan saran dokter, Mba Marni akhirnya langsung menjalani operasi pengangkatan kanker pada payudara tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Mba Marni adalah seorang guru mengaji di sebuah taman pendidikan. Kehidupan yang sederhana membuatnya tidak berfikir jauh tentang pengobatan sakit yang dialaminya. Saat Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, Mba Marni belum memiliki fasilitas kesehatan sehingga biaya operasi yang harus dibayar cukup besar serta masih ada kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan. Sedekah Rombongan membantu pembuatan fasilitas kesehatan agar biaya berobat selanjutnya bisa terbantu, serta bantuanpun kembali diberikan untuk cicilan pembayaran di rumah sakit. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1048. Semoga Mba Marni segera diberikan kesehatan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhamadiskandar @asiihlestari

Bu Marni menderita ca mamae


MARFUAH BINTI MADINA (38, Kanker Kulit). Alamat : Blok Kauman Lor, RT 5/2, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa perih di kulit bagian tangan, lalu menyebar ke bagian tubuh lain hingga sekujur tubuhnya, Marfuah -yang akrab dipanggil Puah- akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas Karangsari yang merupakan puskesmas rujukan di wilayah Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Seluruh kulit tubuhnya mengeras dan hitam, lalu mengelupas sedikit demi sedikit. Perih pada permukaan kulitnya kian terasa ketika terpapar sinar matahari langsung. Setelah beberapa kali berobat ke puskesmas, Puah mencoba berobat ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Puah terkena kanker kulit. Setelah beberapa kali pemeriksaan dokter mendiagnosa Puah terkena scleroderma yaitu penyakit autoimun dengan gejala utama berupa pengerasan dan penebalan kulit. Area yang sering terkena adalah wajah, tangan, dan kaki. Organ-organ di dalam tubuh, seperti sistem pernapasan dan pencernaan, juga dapat terkena. Karena keterbatasan fasilitas, Puah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mencoba berkonsultasi dengan dokter lain di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Puah adalah istri dari Abdul Hamid (39) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Bersama ketiga anaknya dia hidup dalam rumah sederhana. Penghasilan suami yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuatnya kesulitan untuk berobat karena walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS PBI Kelas III namun tetap dibutuhkan biaya transportasi selama berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya merasa prihatin dan mencoba memahami kebutuhan untuk biaya berobat tersebut. Bantuan dari para sedekaholicspun kembali diberikan kepada Puah untuk memudahkan berobat selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini termasuk dalam Rombongan 923. Semoga kesembuhan yang terbaik segera Allah berikan kepada Puah, agar bisa kembali normal seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhamadiskandar @asiihlestari

Puah terkena scleroderma


JAKA ROMA (56, TB Paru). Alamat : Kampung Ciwidey Tengah RT 1/10, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Maret 2017 Kang Jaka –begitu panggilan sehari-harinya– mengalami demam berat. Hampir satu bulan ia menderita sakit yang dianggapnya hanya flu biasa. Berkeli-kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Ramuan tradisional juga sempat dijadikan alternatif pengobatan. Berdasarkan rekomendasi dari Puskesmas, Kang Jaka akhirnya dirujuk pengobatannya je RSUD Soreang. Ia diduga menderita TB. Paru. ” Tapi pemeriksaan ke rumah sakit ditunda dulu, Pak, karena tagihan iuran BPJS Mandiri Kang Jaka dan keluarga masih menunggak,” kata istrinya, Ibu Nanih (45) saat menceritakan kronologis sakit suaminya kepadamkurirn#SR di Bandung. Perihal sakitnya petugas kebersihan di Mesjid Besar Ciwidey ini sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi dari Kang Asep Cunarya. Setelah tunggakan Iuran BPJS mereka dilunasi, pada 15 April 2017, Kang Jaka kemudian dibawa periksa ke IGD RS Santosa 2 Kopo Bandung, menggunakan MTSR Bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS swasta ini, ia diduga kuat mengidap TB. Paru dan harus dirawat (diisolasi) di ruang khusus. Tetapi karena di rumah sakit ini ruangan isolasinya tak ada yang kosong, penanganan medis Kang Jaka dirujuk lagi ke RS Paru dr. Rotinsulu di Ciumbuleuit Kota Bandung. “Setelah diperiksa seksama, Pak Jaka positif terserang TB. Paru dan harus dirawat malam ini juga,” kata tim medis di rumah sakit khusus paru itu. Setelah lima hari dirawat inap dan masa kritisnya teratasi, Kang Jaka diperbolehkan pulang, tetapi dia harus kontrol pada 28 April 2017. Pak Jaka Roma dan keluarganya layak mendapatkan bantuan dari para dermawan untuk mengobati penyakitnya agar ia segera sembuh dan dapat menjalankan tugas mulianya: memelihara kebersihan mesjid. Bersyukur sedekaholics berempati atas musibah yang dipikul Pak Jaka dan keluarganya. Dengan izin Allah swt, alhamdulillah, Bantuan Awal dari Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada Pak Jaka Roma, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. “Terima kasih bapak-bapak/ibu-ibu di SR. Semoga Allah Swt membalasnya dengan kebaikan,” doa istrinya. Pada minggu kedua bulan Mei 2017, istri Kang Jaka menghubungi kurir #SR mengajukan bantuan untuk mengantar Pak Jaka kontrol ke RS Paru Rotinsulu Kota Bandung. Meskipun masa kitisnya telah terlewati, Kang Jaka harus kontrol rutin sebulan sekali selama enam bulan. Pada Juni 2017 dan Juli 2017 Pak Jaka kontrol rutin ke RS Paru Rotinsulu. Kondisi Pak Jaka terus membaik tetapi ia masih harus kontrol. Pada Oktober 2017 istrinya menghubungi kurir SR bahwa Pak Jaka mesti kontrol lagi dan membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Jaka Roma yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Pak jaka menderita TB. Paru


DEDI AZIS SOLIHIN (47, Hepar Abses). Alamat : Kampung Sindangmulya RT 1/20, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan anak-anaknya, Pak Dedi tinggal di rumah orangtuanya. Sampai beranak tiga, Pak Dedi dan istrinya masih menumpang di rumah keluarga. Penghasilan sehari-hari Kang Dedi diperoleh dari jasa menjahit; tak ada pekerjaan lain. Istrinya, Ibu Windayani Saputri (42) hanya sebagai ibu rumah tangga yang disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan anak-anaknya. Ujian hidup bagi Pak Dedi rupanya tak sampai di aitu. Selain dengan kemiskinan, ia juga diuji kesabarannya dengan penyakit. Sejak awal Mei 2017, Pak Dedi sakit-sakitan. Ia mengalami demam berkepanjangan dan sulit buang air kecil dan BAB. Menggunakan jaminan kartu JKSN- KIS PBI, Pak Dedi kemudian memeriksakan dirinya ke Puskesmas Karamatmulya dan RSUD Soreang. Karena penyakitnya diduga serius, pemeriksaan medisnya lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Di RSUP inilah Pak Dedi dan istrinya bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, berawal dari informasi seorang kader PKK di Soreang: “Mohon bantuan untuk pasien tidak mampu, Pak Dedi Azia Solihin. Dia sekarang ditangani di RSHS Bandung didampingi istrinya. Mereka tak punya saudara di Kota Bandung dan tidak mampu mengontrak kamar selama berobat di sana.” Malam itu juga kurir #SR menemuinya di RSHS dan mengajaknya tinggal di RSSR Bandung. Pak Dedi dan kepuarganya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Penyakit yang dideritanya memerlukan penanganan lama, padahal penghasilannya tidak seberapa dan tidak menentu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa untuk Pak Dedi Azis Solihin. Bantuan awal yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobat ke RSUD Soreang dan RSJS Bandung serta biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Pak Dedi menderita hepar abses


SYARIF NURDIANSYAH (40, Neurofibromatosis). Alamat: Kp. Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis adalah kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas namun tidak teratur karena terkendala biaya. Maklum penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampinginya berobat. Kini dia harus menjalani terapi bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung, untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Dia juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan April 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, bersyukur, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung; dia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Tetapi pada November 2015 ia tidak diterapi bedah beku karena obatnya kosong. Pada Desember 2015 kurir kembali mendaftarkannya terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia mengikuti tawaran itu. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir SR kembali mendampinginya operasi kecil di RSHS Bandung. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR menemui Pak Syarif di rumahnya Pak Syarif dan memberinya bantuan. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia harus ke RSHS Bandung untuk operasi bedah beku. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya. Pada pemeriksaan saat itu, ia juga dijadwalkan tim medis untuk tindakan operasi kecil pada Desember 2016. Selama sepuluh hari dia tinggal di RSSR Bandung sambil menunggu panggilan. Akan tetapi, sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Karena itu, dia diantar pulang dulu ke rumahnya. Pada Februari 2017 kurir #SR mendampinginya kontrol sambil mengecek jadwal masuk ruang rawat inap. Bersyukur ia mendapatkan gilirannya dan masuk ruang rawat inap di ruangan Kana RSHS. Operasi pembedahan benjolan di tangannya dilaksanakan pada 13 Februari 2017. Setelah menjalani operasi, ia sempat dirawat satu minggu dan menjalani kontrol seminggu sekali sampai bulan Maret 2017. Alhamdulillah operasinya berhasil. Pada minggu akhir April 2017 dia kontrol lagi ke RSHS Bandung didampingi kurir #SR. Saat diperiksa di rumah sakit, muadzin ini harus terus didampingi karena fungsi penglihatannya semakin menurun. Pada akhir Juni 2017 kurir #SR kembali menemui Pak Syarif dan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Oktober 2017, Pak Syarif diantar jemput ke RSHS untuk memeriksakan paru-parunya setelah hampir satu bulan dia kerap demam dan batuk terus-menerus. Dia dikhawatirkan terserang TB Paru. Ia masih membutuhkan bantuan untuk terus ikhtiar sehat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santun untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Pak Syarif menderita neurofibroma


NAZRIL AL RASYID (1, Retinoblastoma). Alamat : Kampung Tonjong RT 1/30 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Bersama kakak dan kedua orangtuanya, Azril tinggal di rumah panggung sangat sederhana di daerah pertanian. Ibunya, Lili Herlina (32) sehari-hari berdagang warungan; sedangakan bapaknya, Asep Sutisna (26) dikenal warga sebagai penjahit. Dengan tanggungan keluarga tiga orang, Pak Asep merasakan cukup berat menjalankan roda keluarganya. Apalagi setelah anak keduanya, Nazril, sering keluar-masuk rumah sakit. Awalnya, pada usia satu tahun, mata kanan Nazril terlihat tidak normal, tampak seperti mata kucing. Pada April 2017 Nazril kemudian dibawa periksa ke klinik Salma Ciwidey. Karena diduga penyakit di mata kanannya itu serius, penanganan medisnya lalu dirujuk ke RSUD Soreang yang akhirnya merujuk lagi ke RS Mata Cicendo Bandung. Nazril didiagnosa terserang kanker di retina mata kanannya (retinoblastona). Setelah menjalani semua tahapan pemeriksaan, akhirnya mata kanan Nazril diangkat melalui operasi di RS Cicendo pada bulan Juli 2017, menggunakan janinan BPJS Mandiri. Ujian tak berhwnti di situ. Nazril disarankan menjalanai kemo terapi sehingga ia dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Karena antrian di RSUP itu lama, keluarganya meminta dirujuk ke RSU Santosa Kopo Bandung. Bersyukur Nazril bisa ditangani di RS swasta itubdan disimpulkan dia harus menjalani 7 kali terapi kemo dengan siklus 3 minggu sekali. Informasi tentang musibah sakitnya Nazril dan perjuangan orangtuanya diperoleh dari warga peduli yang memnyampaikanya ke Sedekah Rombongan. Saat dikunjungi kurir #SR, Nazril baru pulang menjalani kemo terapi yang pertama di RSU Santosa. Nazril dan kedua orangtuanya layak dibantu untuk menuntaskan ikhtiar sehatnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk biaya transportasi-akokodasi berobat dan biaya sehati-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @dedesyaefudin @azepbima @cucucuanda

Nazril didiagnosa terserang kanker di retina mata kanannya


DIAN HAERANI (46, Gagal Ginjal + Ca Servik). Alamat : Kampung Parung Bitung, RT 2/3, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dian –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada perutnya pada awal tahun 2016: dari hari ke hari ia merasakan adanya pembengkakan di perut. Berbagai ikhtiar penyembuhan dia lakukan ditemani ibunya, Bu Pipih Sopiah (64), yang dengan tekun terus memotivasinya. Suaminya telah lama menghadap Allah Swt, meninggalkan tiga anak yang masih belum dewasa. Walaupun beban hidupnya kerap berat ia rasakan, janda pendiam itu sangat bermangat tuk berobat. Beberapa dokter praktek pun sempat mereka coba datangi untuk konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS – PBI), ibunya memeriksakan Teh Dian ke Puskesmas Cipeuyeum dan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Hasil diagnosa Tim medis di RSUD Sayang menyimpulkan bahwa Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal dan mengharuskannya menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu. Setelah berbulan-bulan menjalani cuci darah di rumah sakit daerah, kondisinya tidak juga membaik sehingga penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim medis di RSHS Bandung menduga kuat bahwa Teh Dian juga terserang kanker mulut rahim (Ca Servic). Di RSHS ia sempat tiga kali dirawat. Di rumah sakit rujukan pusat inilah Teh Dian dan ibunya bertemu dengan kurir #SR di Bandung, saat mereka kebingunan untuk mencari temat tinggal karena mereka haus kontrol rutin dan perawatannya masih lama dan harus mereka jalani. Sejak pertengahan Januari 2017 Teh Dian dan ibunya tingal di RSSR Bandung. “Kami sudah kehabisan segalannya, padahal anak saya harus mengikuti pengobatan lain, yaitu 22 kali terapi sinar. Setiap hari kami harus ke RSHS. Terima kasih kami diterima di rumah singgah ini. Semoga para dermawan terus berkah hartanya agar orang seperti kami terus terbantu,” doa ibunya Teh Dian, saat menutup oborolannya dengan kurir #SR. Alhamdulillah, harapan ibunya terkabulkan juga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan kini ikhtiar pengobatannya berjalan lancar. Terapi sinarnya sudah ia jalani 30 kali dari 33 terapi yang dijadwalkan. Kondisinya membaik, meskipun ia masih harus terus berobat. Pada akhir Mei 2017 menjemput dan mengantarkan Ibu Dian menjalani kontrol di RSHS Bandung. Ibu Dian dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Pada 23 Mei 2017 anaknya mengabarkan bahwa Ibu Dian diperiksakan ke IGD RSUD Cianjur dan sempat dirawat satu hari. Kondisinya menurun lagi. Ia kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung dan harus menjalani pemeriksaan dengan CT-Scan. Pada pertengahan Juni 2017 Ibu Dian kembali menjalani pemeriksaan sampai minggu kedua bulan Juli 2017. Ia sempat diantar-jemput karena kondisinya melemah. Pada Juli 2017 ia sempat tinggal lima hari di RSSR Bandung, untuk melanjutkan ikhtiarnya. Pada awal Oktober 2017, Bu Dian dibawa kontrol lag ke RSHS. Ia bahkan dirawat 7 hari di RSHS setelah ia menjalani operasi selang ginjal. Bu Dian masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholisc, Ibu Dian Haerani kembali mendapatkan santunan lanjyang disampaikan kurir #SR di RSSR Bandung. Santunan lanjutan dari Sedekah Rombongan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @mulawarman

Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal


SALSA SUKMAWATI (2, Bibir Sumbing + Gizi Buruk). Alamat: Jalan Cibaduyut Gg. Tarate 2 Blok Oca RT 1/1, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salsa adalah anak bungsu dari keluarga miskin, hasil pernikahan Pak Dede Rohman (39) dengan Ibu Diah (30). Sehari-hari Pak Dede bekerja sebagai tukang odong-odong dan memiliki anak enam orang. Anak pertamanya berusia 16 tahun bekerja serabutan dan bantu-bantu di pabrik sandal, anak kedua dan ketiganya putus sekolah, sedangkan anak keempat dan kelima belum sekolah. Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya. Menurut bidan yang menangani sejak kelahirannya, mata Salsa yang sebelah kiri itu tidak akan berfungsi normal. Selain itu, Salsa terlahir dengan berat badan dan kondisi yang tampak kurang gizi. Kondisi tubuh dan berat badan ananda Salsa yang tidak memenuhi persyaratan itulah yang menyebabkan tindakan operasi pada bibir sumbingnya tidak bisa dilakukan. Meskipun demikian, harapan dan keinginan orang tua Salsa untuk dapat mengoperasi bibir sumbing anaknya itu tidaklah hilang. Sekarang, ananda Salsa Sukmawati sudah berusia dua tahun. Akan tetapi kesedihan dan duka kedua orang tuanya belum juga hilang disebabkan kondisi Salsa yang saat ini semakin memprihatinkan. Berat badan Salsa terus menurun akibat kurangnya penanganan medis dan kurangnya asupan gizi. Kemiskinan keluarga Pak Dede Rohman tak mampu memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, apalagi untuk membiayai pengobatan Salsa. Kabar tentang kisah duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya yang peduli, yaitu Ibu Mega. Syukur, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah orang tua Salsa Sukmawati dan bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah ini. Pada kunjungan itu juga, alhamulillah, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarga Pak Dede. Bantuan pertama ini diberikan untuk membiayai pembuatan Jaminan Kesehatan agar Salsa memperoleh kemudaan berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat membantunya membeli makanan untuk menambah asupan gizi dan vitamin. Dikarenakan Salsa Sukmawati memerlukan bantuan berkelajutan untuk memulihkan kondisi kesehatan dan berat badannya agar dapat menjalani operasi, maka ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Januari, Februari, Agustus, dan September 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi keluarga Salsa untuk menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik. Bantuan uang tersebut digunakan untuk biaya transportasi pemeriksaan, membeli vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan Salsa. Pada awal Oktober 2017 orang tua salsa mengabari bahwa mereka membutuhkan biaya transportasi dan bekal untuk ke rumah sakit. Alhamdulillah, ada yayasan lain yang mau membantu mengoperasi langit-langit mulut dan bibir sumbing Salsa. Tetapi, untuk sementara Salsa harus dirawat dulu karena tindakan operasi menunggu kondisi kesehatan Salsa stabil dan berat badannya sesuai. Alhamdulillah, Kurir SR dapat berkunung ke rumah sakit untuk menjenguk Salsa. Pada kunjungan ini juga Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan sedekaholik untuk biaya transportasi dan bekal orang tua Salsa di rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan para dermawan akan mengantarkan Salsa memperoleh kesembuhan dan kesehatannya. Aamiin ya Robbal Aalamin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @trietan @hengkisenandika

Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya


CICIH JUARSIH (48, Katarak). Alamat : Dsn. Parigi, RT 3/3, Ds. Parigi, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Cicih adalah pasien dampingan SR sejak 2 bulan lalu penderita glukoma dan Katarak. Akibat glukoma, sebelah matanya buta permanen. Beberapa tahun ini mata yang sebelah terkena katarak. Setelah dilakukan operasi di RS Siaga Medika Banyumas, Cicih diharuskan menjalani kontrol rutin selama dua kali. Sehari-hari ia berjualan gorengan di Pasar Parigi, namun karena penglihatannya semakin buram ia berhenti. Cicih memiliki jamkes Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pendapatan suami Saeful (37) yang berjualan makanan gorengan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Cicih dan ikut memberikan bantuan untuk biaya transportasi pemeriksaan ke RS Siaga Medika Banyumas selama dua kali dan pembelian obat (di luar BPJS). Semoga Cicih diberikan kelancaran dan kesehatan seperti sediakala. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhierda, @ramlannugraha

Bu Cicih menderita glukoma dan katarak


KURNIAWAN BIN CARSONO (1, Hernia). Alamat : Dsn. Sindangsari RT 30/11, Ds. Sindangwangi, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Kurniawan adalah pasien dampingan SR penderita Hernia di bagian kantung zakar. Hernia yang dideritanya semakin membesar sejak usia 3 bulan. Akibat Hernia yang diderita dan komplikasi asma dan bronkhitis, pada usia 16 bulan ini berat badannya hanya 6,3 kg tergolong gizi buruk. Setelah dilakukan operasi Hernia di RS Dadi Keluarga Purwokerto, Kurniawan diharuskan menjalani kontrol selama dua kali. Kurniawan adalah anak keempat dari pasangan Carsono (32) dan Dasih (39). Pekerjaan Carsono sbg buruh harian lepas hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurniawan memiliki jamkes Kartu Indonesia Sehat (KIS). Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran memberikan bantuan untuk biaya transportasi kontrol pasca operasi di RS Dadi Keluarga selama dua kali perjalanan. Keluarga Kurniawan merasa sangat terbantu dengan bantuan yg diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Kurniawan diberikan kesehatan seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhier_dha⁩, @ramlannugraha

Kurniawan menderita Hernia di bagian kantung zakar


HAMDAN BIN USMAN (15, Lumpuh Layu). Alamat : Kampung Cidokom, RT 1/12, Kelurahan Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.Hamdan biasa ia dipanggil sejak lahir tidak ada tanda – tanda kelainan pada dirinya, ia lahir, tumbuh dan berkembang seperti anak – anak pada umumnya, namun ketika usianya menginjak 8 tahun ia mengalami demam dalam waktu yang lama yang membuat ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan pada saat kondisinya sudah membaik ia mulai tidak bisa merasakan kedua kakinya, karena bingung dengan kondisi anaknya, Pak Usman dan Bu Emah membawa anaknya ke Mantri dekat rumah dan oleh Mantri disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke RS agar bisa di periksa secara komprehensif. Karena terbentur biaya akomodasi dan belum adanya jaminan kesehatan pada saat itu akhirnya Hamdan urung di bawa ke RS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Barulah pada tahun 2014 yang lalu Hamdan memiliki Jaminan kesehatan dan baru bisa memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah sakit, namun dokter menyebut kondisi Hamdan sudah sulit untuk disembuhkan karena sudah terlalu lama dibiarkan tidak bisa berjalan tanpa di periksakan ke rumah sakit. Kini Hamdan hanya bisa duduk saja tanpa bisa berjalan maupun berdiri dan kini Hamdan juga hanya diperiksakan ke Dokter yang berada dekat rumahnya karena tidak adanya biaya akomodasi untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Seorang tetangga Pak Usman yang merasa kasihan dengan kondisi Hamdan melaporkan kepada Kurir Sedekah Rombongan tentang kondisi Hamdan dan setelah beberapa saat Hamdan akhirnya dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Pak Usman dan Bu Emah bercerita kalau kini anaknya semakin minder dengan kondisi kesehatannya dan lebih cenderung mengurung diri dikamar. Bu Emah dan Pak Usman juga sudah kebingungan harus melakukan apa lagi dengan kondisi keuangan yang terbatas. Kurir yang mendengar cerita dari Pak Usman pun menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang diberikan kepada Pak Usman yang akan digunakan untuk Akomodasi Hamdan ke Rumah Sakit untuk melanjutkan Terapi dengan Harapan Hamdan bisa kembali berjalan dan Tumbuh Seperti anak – anak pada umumnya.. Semoga Hamdan diberikan kemudahan untuk menggapai kesembuhan dan dapat kembali bermain dengan teman – teman seusaianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Hamdan menderita lumpuh layu


ARIEF RAHMAN (50, Meningitis + Stroke). Alamat : Kp. Panjang RT 1/6, Kelurahan Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pak Arief biasa ia dipanggil sudah sejak 2 tahun yang lalu sering keluar masuk RS Pusat Otak Nasional karena mengidap meningitis. Namun sudah sejak setahun belakangan ia hanya berobat alternatif dirumah karena status BPJS kesehatan dari perusahaan tempat dia bekerja sudah tidak aktif karena ia telah berhenti bekerja. Kini Pak Arief hanya bisa tertidur saja tanpa ia bisa berbicara atau melakukan aktifitas lainnya. Sang Istri pun tidak bisa berbuat banyak karena ia tidak bekerja dan masih memiliki anak yang sekolah dan harus dipenuhi kebutuhan sekolahnya, kini Pak Arief dan Sang Istri hanya bergantung kepada anak laki – lakinya yang bekerja sebagai Office Boy di salah satu mall di kawasan Depok dengan gaji yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Sang istri Bercerita kalau sedang kebingungan untuk membawa Pak Arief ke Rumah Sakit dikarenakan tidak adanya jaminan kesehatan yang dimilikinya dan tidak adanya akomodasi yang dimiliki oleh Pak Arief. Ia hanya bisa berbaring di kasur dan hanya melakukan pengobatan alternatif 2 mingggu sekali yang dilakukan dirumahnya. Bantuan awalpun disampaikan untuk Pak Arief yang diberikan kepada istrinya yang akan digunakan untuk mengaktifkan kembali jaminan kesehatannya dan untuk biaya akomodasi ke RSUD, Kabupaten Bogor. Semoga Pak Arief dapat segera pulih agar dapat beraktifitas seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas

Pak Arief menderita meningitis + stroke


SARNI BINTI HASYID (77, Darah Tinggi + Reumatik). Alamat : Kp. Cidokom RT 4/8, Kelurahan Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Mak Sarni biasa ia disapa oleh tetangganya sejak 8 tahun lalu sering merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Kondisi tersebut di perparah dengan Mak Sarni yang sering merasakan pusing yang menyebabkan Mak Sarni kesulitan untuk berjalan. Mak Sarni yang sudah sepuh ini memang didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit darah tinggi dan reumatik namun semakin usianya menambah keluhan akan kondisi kesehatannya juga semakin banyak. Ia jarang memeriksakan kondisi kesehatannya ke Dokter karena terhalang biaya pengobatan dan akomodasi karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Pernah seorang perangkat desa mencoba membuatkan jaminan kesehatan untuk Mak Sarni namun karena ada perbedaan NIK milik Mak Sarni membuat jaminan kesehatannya hingga kini tak kunjung selesai. Mak Sarni tinggal dengan anak dan menantunya di sebuah rumah kecil dikawasan Cisarua, Anaknya merupakan seorang Ibu Rumah tangga biasa sedangkan menantunya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari. Kurir sedekah rombongan yang mendapatkan informasi tentang kondisi dan kesulitan yang dirasakan oleh Mak Sarni pun mengunjung Mak Sarni dikediamannya di Kawasan Cisarua, Ketika Bertemu Mak Sarni Bercerita bahwa keluhan akan kondisi kesehatannya ini membuat ia kesulitan melakukan aktifitas sehari – hari untuk membantu anaknya dan lebih sering menghabiskan waktu di tempat tidur. Ia juga bercerita ingin sekali berobat ke RS namun terhalang oleh biaya yang lumayan mahal dan tidak ia miliki. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Mak Sarni yang digunakan untuk akomodasi dan untuk biaya pengobatan Mak Sarni ke RS Cisarua, Semoga Allah memudahkan Mak Sarni untuk berobat kerumah sakit. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Sarni mengidap penyakit darah tinggi dan reumatik


EUIS BINTI MAMAN (61, Kelainan Tulang Ekor + Vertigo). Alamat : Kp. Duren RT 3/6 Kelurahan Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Wa Euis biasa ia dipanggil sudah sejak 12 tahun yang lalu mengalami kelainan pada tulang ekornya yang disebabkan karena kecelakaan yang membuat ia hingga kini harus bulak balik ke RS karena sering drop badannya. Kini Wa Euis juga kembali masuk ke UGD RS. Marzoeki Mahdi untuk kesekian kalinyadikarenakan pada saat sedang berbelanja sayuran tiba – tiba ia pingsan dan dibawa ke RS oleh anaknya. Suami Wa Euis merupakan pengrajin sepatu yang penghasilannya tidak menentu karena hanya dibayar sesuai dengan selesainya pesana sepatu. Dengan BPJS yang dimiliki memang Wa Euis tidak membayar biaya pengobatan namun tetap saja biaya akomodasi selama di RS dan untuk menebus obat yang tidak di cover BPJS lah yang menjadi masalah bagi Wa Euis. Wa Usup yang merupakan Suami Wa Euis bercerita ia diberitahu oleh cucu nya kalau sang istri masuk UGD RS pada saat ia sedang bekerja dan ketika mendengar kabar tersebut ia langsung merasa tidak semangat bekerja. Mau meningalkan pekerjaan tapi nanti tidak memiliki uang untuk kebutuhan di rumah sakit akhirnya terpaksa Wa usup menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu baru sore nya pergi ke RS untuk melihat istrinya. Kurir yang mendengar cerita tesebut merasakan kesulitan yang di alami Wa Usup. Dengan penghasilan yang tidak seberapa ia sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk istri tersayang. Bantuan awalpun diberikan yang akan digunakan untuk akomodasi selama di RS dan untuk menebus obat yang tidak tercover oleh BPJS. Semoga allah senantiasa menjaga Wa Usup dalam mencari berkah dan semoga Wa Euis cepat diberikan kesembuhan oleh Allah Subhanahu wa Taala. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas

Bu Euis mengalami kelainan pada tulang ekornya


ISAH BINTI ODIH (59, Stroke). Alamat : Kampung Cidokom, RT 4/9, Kelurahan Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Isah biasa ia dipanggil sudah sejak 1.5 tahun yang lalu tiba – tiba terserang Stroke yang berawal pada saat bangun tidur tiba – tiba bagian tubuhnya tidak bisa digerakkan. Oleh anak dan suaminya ia dibawa ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut atas sakit yang di deritanya. Oleh dokter di RSUD Ciawi disebutkan kalau Bu Isah terserang Stroke dan harus rutin kontrol ke RSUD Ciawi untuk melakukan therapi. Karena terbentur oleh biaya akomodasi akhirnya Bu Isah hanya kontrol ke RSUD Ciawi jika sedang memiliki uang, walaupun biaya pengobatannya sudah gratis karena jaminan kesehatan yang dimiliki tapi Bu Isah tetap terbentur di biaya akomodasi ke Rumah Sakit, Pak Kosih (72) suaminya tidak bisa berbuat banyak karena usianya yang sudah senja membuat ia tidak bisa bekerja dengan berat karena sudah tidak memiliki tenaga yang kuat. Ia hanya berharapa kepada anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk membantu biaya pengobatan sang ibu yang merupakan istrinya. Saat dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan Bu Isah bercerita sambil menitikan air mata bahwa ia sangat ingin kembali beraktifitas seperti biasanya, ia tidak ingin membuat repot keluargannya untuk mengurus dirinya. Bantuan awalpun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk Bu Isah yang akan digunakan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Bu Isah cepat sembuh agar dapat kembali beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Isah terserang stroke


IIN BINTI MUHAMMAD (67, Kelainan Ginjal + Pembengkakan Jantung). Alamat : Kampung Semplak RT 2/12, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Mak Iin sudah sejak beberapa tahun lalu mengalami kelainan ginal dan pembengkakan jantung yang menyebabkan aktifitas hariannya sebagai pedagang kue terganggu. Namun sejak beberapa bulan terakhir kondisi kesehatannya makin menurun dan sering keluar masuk ruang rawat di Rumah sakit. Mulai dari RSUD Kota Bogor, RS. Marzoeki Mahdi hingga kini ia di rawat di RST. Dompet Dhuafa Parung. Memang untuk biaya pengobatannya sudah dijamin oleh BPJS yang dimiliki namun keluarga terkendala dengan biaya penebusan obat yang tidak di cover oleh BPJS. Maklum saja karena Mak Iin tidak bekerja dan anak – anaknya hanya bekerja sebagai tukang Ojek dan pedagang biasa dengan penghasilan yang tidak menentu dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka saja tanpa bisa membantu banyak untuk pengobatan Mak Iin. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Mak Iin pun langsung mengunjung Mak Iin di RST Dompet Dhuafa Parung. Kondisi nya masih terlihat lemah dan tidak bisa diajak bicara banyak. Anaknya Mak Iin bercerita sudah sekitar beberapa hari ibundanya di Rawat di RST karena tiba – tiba pingsan dan kini mereka sedang kebingungan untuk menebus obat yang diberikan oleh dokter dan tidak tercover BPJS. Bantuan awalpun disampaikan untuk Mak Iin yang digunakan untuk menebus obat yang tidak tercover oleh BPJS. Semoga kondisi kesehatan Mak Iin cepat pulih agar bisa kembali kerumah dan berkumpul bersama keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Mak Iin mengalami kelainan ginal dan pembengkakan jantung


MIMIN BINTI AHMAD (70, Darah Tinggi + Reumatik). Alamat : Kp. Cidokom RT 3/11, Kelurahan Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Emak biasa ia dipanggil sudah sejak beberapa tahun belakangan tinggal seorang diri karena suaminya telah meninggal dan anaknya sudah tinggal ditempat berpisah, sejak 2 tahun yang lalu sudah susah untuk berjalan dan sering pingsan. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun Emak hanya diberikan obat – obatan warung saja untuk mengurangi sakit yang dirasakannya. Mendapat info tentang kondisi dan keberadaan Emak akhirnya kurir Sedekah Rombongan mengunjungi kediaman Emak untuk melihat kondisinya, Emak bercerita ditengah kondisinya yang semakin menurun ia merasa kesepian karena hanya tinggal seorang diri di rumahnya, anak – anaknya sudah berkeluarga dan hanya bisa menemani ketika siang hari. Ia mengeluhkan kesulitan untuk berjalan dari kamarnya menuju kamar mandi karena tidak ada yang menuntun dan terkadang suka terjatuh saat ingin ke kamar mandi karena kelelahan. Melihat kondisi Emak akhirnya kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan dari para Sedekaholic untuk Emak yang akan digunakan untuk mengurus jaminan kesehatan Emak dan untuk biaya sehari – hari Emak. Suasana Haru tampak terasa ketika Kurir Sedekah Rombongan Memberikan bantuan untuk Emak, Emak mengucapkan terimakasih untuk para Sedekaholic atas bantuannya dan berdoa agar para Sedekaholic Selalu diberikan kesehatan dan diberikan rezeki yang melimpah, Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu Emak agar dapat melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Mimin menderita darah tinggi + reumatik


ASIH MAULINA (35, Bantuan Biaya Persalinan). Alamat : Kampung Cisalak Satu RT 1/14, Kelurahan Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Asih akrab kami menyapa merupakan istri dari Pak Iwan yang merupakan seorang buruh serabutan, pada akhir bulan September kemarin melahirkan anak keduanya di sebuah Klinik di kawasan Bogor dengan proses persalinan Caesar. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya Bu Asih terpaksa menggunakan biaya umum. Karena belum melunasi tagihan di Klinik Tersebut Bu Asih dan bayinya tidak diperbolehkan pulang oleh pihak Klinik sebelum membayar 75% dari total tagihan yang ada. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Bu Asih dan Bayinya langsung menuju Klinik yang dimaksud untuk melakukan negosiasi dengan pihak klinik akhirnya Bu Asih diperbolehkan pulang dengan membayar sejumlah biaya untuk membayar biaya persalinan tersebut. Pak Iwan bercerita awalnya merencanakan untuk melahirkan anaknya di seorang Dukun dirumahnya namun karena keadaan istri dan bayinya yang lemah mengharuskan ia melahirkan di Klinik dengan proses caesar, ia jga bercerita dengan pekerjaannya sebagai buruh serabutan tidak memiliki banyak tabungan untuk biaya persalinan sang istri. Kurir yang mendengar cerita tersebut langsung memberikan bantuan dari para sedekaholics untuk membayar sebagian tagihan di Klinik dan membuat surat perjanjian hutang agar si Ibu dan bayinya dapat keluar dari klinik. Semoga Bu Asih dan Bayi yang dilahirkan nya selalu sehat dan si Bayi dapat tumbuh menjadi anak yang soleh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 3 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @kasriyanto @rexy_eas

Bantuan biaya persalinan


ADITIRA AHMAD MAULANA (14, Retak Tempurung Kepala). Alamat : Kp. Cibuntu Malang RT 5/5, Kelurahan Cicadas wates, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adit biasa ia dipanggil merupakan pelajar kelas 3 SMP di daerah Ciampea yang pada saat sepulang sekolah dan hendak kembali kerumahnya mendapatkan musibah, ia tertabrak oleh motor yang melaju kencang yang menyebabkania tak sadarkan diri. Penabraknya pun melarikan diri tanpa bertanggung jawab sedikitpun. Oleh warga sekitar ia dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan namun karena keterbatasan alat akhirnya Adit dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dokter di UGD RSUD Kota Bogor menyebut kalau adit mengalami pendarahan dan retak tempurung kepala dan harus melakukan operasi., orang tua adit yang baru datang pun sontak terkejut dan sang ibu langsung pingsan karena mendengar anaknya harus di operasi. Pak Nuryadi yang merupakan ayah adit pun kebingungan harus kemana untuk mencari uang karena pekerjaan ia yang hanya seorang buruh serabutan tidak memili penghasilan yang tidak menentu ditambah lagi Adit tidak memiliki jaminan kesehatan apapun yang membuat ia harus menggunakan biaya umum untuk mengobati lukanya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info dari pihak rumah sakit tentang kondisi Adit langsung menuju RSUD untuk melihat kondisi Adit. Saat bertemu dengan kedua orang tua Adit, Sang Ayah terlihat sangat kebingungan mencari biaya untuk mengoperasi anaknya dan ibundanya hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya yang hingga kini belum sadarkan diri di UGD RSUD Kota Bogor. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Nuryadi, Bantuan Awalpun disampaikan untuk Adit yang akan digunakan untuk membayar biaya pengobatan dan untuk membuat jaminan kesehatan agar Adit dapat ditangani tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Semoga Adit dapat segera ditangani dan dapat kembali pulih sehingga dapat kembali bersekolah seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 11 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Adit mengalami pendarahan dan retak tempurung kepala


MUHAMMAD IRSYAD MAULANA (2, Jantung Bocor). Alamat ; Jl. Raya Sukabumi Km 02, Kelurahan Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Irsyad merupakan anak pertama dari pasangan Rina dan Yanto, sejak usia 7 bulan Irsyad mengalami penurunan kesehatan secara drastis yang ketika Irsyad menangis maka telinganya akan mengeluarkan darah dan muka nya membiru yang menyebabkan Irysad pingsan. Karena khawatir akan kondis kesehatan anaknya akhirnya Irsyad dibawa oleh orang tuanya ke puskesmas untuk selanjutnya di rujuk ke RS. Hermina Bogor untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Dari pemeriksaanoleh dokter disebutkan kalau Irsyad mengidap Jantung Bocor dan harus melakukan operasi. Secara kasat mata memang Irsyad terlihat normal namun ketika sakitnya sedang kambuh terlihat sekujur tubuhnya mulai membiru dan telinganya mengeluarkan darah. Hingga kini Irsyad masih rutin berobat di RS. Hermina sambil menunggu jadwal operasi. Orang tuanya merasa kebingungan dengan biaya pengobatan Irsyad, Memang Irsyad memiliki BPJS untuk berobat namun untuk Akomodasi Ke RS. Hermina dan untuk membeli Obat yang tidak dijamin oleh BPJS lah yang membuat kedua orang tuanya kebingungan. Penghasilan Yanto sebagai pedagang Bakso keliling tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan untuk pengobatan Irsyad. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan informasi tentang Irsyad dari Informan di Web Sedekah Rombongan langsung mengunjungi kontrakan Yanto dikawasan Ciawi. Seteleh mendengar penjelasan dari Rina tentang kondisi Irsyad dan kekurangan yang dialami kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk Irsyad yang akan digunakan sebagai Akomodasi Irsyad berobat ke RS. Hermina. Semoga kondisi Irsyad cepat pulih agar dapat tumbuh dan berkembang seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Irsyad mengidap jantung bocor


IGOH SAEPUDIN (44, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kampung Wangun Jaya RT 1/7, Kelurahan Ciaruten Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Igoh akrab kami menyapa pria paruh baya ini, sekilas dari penampilannya terlihat sehat namun jika diperhatikan lebih jelas terlihat kondisinya yang sedang sakit. Sudah beberapa tahun belakangan ia sering merasakan sesak ketika tidur, mudah berkeringat dan sangat mudah lelah yang menyebabkan sering pingsan. Dengan kondisi tersebut membuat Pak Igoh tidak bisa banyak beraktifitas berat karena jika kelelahan akan mudah pingsan. Pemeriksaan Pak Igoh pun terbentur biaya karena pekerjaan Pak Igoh hanya buruh serabutan yang tidak memiliki penghasilan tetap ditambah ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun yang bisa digunakan untuk mengobati sakit yang di deritanya. Pernah sesekali ia memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Dramaga. Dokter menyebut kalau Pak Igoh mengalami pembengkakan jantung dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk penanganan yang tepat atas sakit yang dideritanya. Kurir yang mendapatkan info tentang kondisi kesehatan Pak Igoh langsung mengunjungi kediaman Pak Igoh. Pak Igoh bercerita ke kurir yang mengunjunginya tentang kesulitan yang dirasakannya, ia sangat ingin memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit namun terbentur masalah biaya. Kurir yang mendengar cerita Pak Igoh tersebut langsung menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk Pak Igoh yang akan digunakan untuk membuat jaminan kesehatan dan untuk akomodasi berobat Pak Igoh ke RSUD Dramaga. Semoga Pak Igoh cepat mendapatkan pemeriksaan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat di RSUD Dramaga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tangal : 11 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_accit @rexy_eas

Pak Igoh mengalami pembengkakan jantung


CARNITI BINTI SUKINTA (48, Susp. Diabetes). Alamat : Dusun 1 Randusari, RT 2/1, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Carniti merupakan seorang Ibu yang kesehariannya menjadi pembantu rumah tangga. Kesehatan beliau menurun sejak awal tahun 2017. Saat itu beliau merasakan gejala awal berupa demam yang disertai menggigil. Kemudian, beliau memeriksakan kondisinya ke dokter praktek di desanya. Menurut dokter, beliau didiagnosa menderita diabetes. Sejak saat itu kondisi kesehatan mulai menurun, puncaknya sejak satu bulan yang lalu. Tiba-tiba Ibu Carniti tidak bisa berjalan, namun sayangnya pihak keluarga tidak membawa beliau ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. hal tersebut berkaitan dengan tidak adanya biaya transportasi maupun pengobatan. Ibu Carniti hanya dibawa ke Dokter Umum setempat hanya saja selang beberapa hari kesehatan Ibu Carniti kembali turun dan Allah berkehendak lain, ditengah menunggu pembuatan BPJS, Ibu Carniti menghembuskan nafas terakhir. Suami Ibu Carniti, Bapak Darmin (47) hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Terlebih Ibu Carniti pun tidak memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Carniti sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi dan pembuatan BPJS. Semoga Allah menempatkan beliau ditempat terbaikNya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Carniti menderita diabetes


MARI BINTI ENCUP (52, Kanker Kulit). Alamat: Dusun Manis, RT 7/2, Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Mari, adalah ibu rumah tangga yang mengalami penyakit cukup serius. Beliau terkena kanker kulit sejak tahun 2014,l silam. Awalnya beliau mengira jika beliau terkena mata ikan. Akan tetapi, setelah 7 bulan muncul benjolan di bagian selangkangan. Sehingga hal tersebut membuat beliau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Saat itu, beliau menjalani rawat inap selama 1 malam guna pemgambilan sample PA. Kemudian, pihak RSUD memutuskan bahwa beliau harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, beliau terkendala biaya dan tidak melanjutkan pengobatan. Pada tahun 2016, beliau menjalani operasi di RSUD 45 Kuningan untuk pengangkatan sel kanker karena tumbuh benjolan di bagian pundak. Beliau saat ini sudah menjalani kemoterapi pertama di RSHS. Kondisinya cukup membuat beliau kesulitan beraktifitas dikarenakan badannya terasa lemas efek kemoterapi. Beliau memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya pengobatan. Namun beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke Bandung. Beliau harus melakukan kemoterapi lanjutan di Bandung demi kesembuhannya. Akan tetapi, kondisi kesehatan beliau membuat beliau tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lepas. Beliau hidup dengan anak bungsunya, suaminya telah meninggal dunia. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Ibu Mari sehingga santuan awal dapat diampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.050.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bu Mari terkena kanker kulit


SANTUNAN ANAK YATIM (Bantuan Sembako) Alamat : Masjid Al-Anwar, Desa Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Santunan anak yatim Alhamdulillah dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2017. Bersinergi dengan Gerakan Peduli Sosial dan Rumah Sehat El Arbah, Sedekah Rombongan juga turut ikut serta berpartisipasi dalam acara tersebut. Santunan anak yatim tersebut diadakan bersamaan dengan acara pelatihan ruqyah massal. Santunan anak yatim diikuti oleh 20 anak yatim dari beberapa desa di Kecamatan Cibingbin. Acaranya dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali dengan pelatihan ruqyah massal sampai Dzuhur. Setelah Dzuhur, baru dimulai acara anak yatim dengan mengadakan games dan juga dongeng untuk anak-anak yatim. Acara ditutup dengan pembagian sembako dan juga santunan. Alhamdulillah, raut suka cita terlihat dari wajah polos para anak yatim. Semoga Allah menjadikan mereka anak-anak yang shalih/shalihah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa Risa Diah

Bantuan sembako


ABI SAPUTRA (13, Celebral Palsy). Alamat: Kampung Balakang RT 2/2, Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sejak dilahirkan fisik bayi Abi Saputra terlihat ada kelainan. Akan tetapi secara kejiwaan, dalam pertumbuhannya Abi baik-baik saja dan bisa berkomunikasi dengan baik. Abi adalah anak kedua dari Ibu Neneng (43) yang sudah bercerai dengan suaminya. Sendirian Ibu Neneng bekerja sebagai buruh lepas demi mengurus kedua anaknya. Sekarang pun Ibu Neneng dan kedua anaknya tinggal bersama di rumah orang tuanya. Dalam keterbatasan itu Ibu Neneng terus berjuang untuk mengobati Abi dengan harapan dan semangat agar Abi bisa tumbuh normal dan sehat sebagaimana anak yang lain. Abi pernah dibawa berobat ke dokter ortopedik di RSUD Cianjur, dan menurut dokter Abi didiagnosa Celebal Palsy. Dokter pun merujuknya agar Abi berobat ke RSHS Bandung. Dengan bekal seadanya Ibu Neneng membawa Abi ke RSHS Bandung untuk diperiksa. Setelah beberapa kali pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Abi bisa disembuhkan dengan cara operasi. Akan tetapi karena jarak yang jauh dan tidak memiliki biaya serta bekal, pengobatan Abi akhirnya terhenti. Berkat usahanya yang gigih, akhirnya Ibu Neneng bertemu dengan Sdr. Iyus yang kemudian Sdr. Iyus itulah yang menyampaikan keluhan Ibu Neneng itu kepada Kurir Sedekah Rombongan Cipanas-Cianjur. Beruntung Kurir #SR dapat berkunjung ke rumah keluarga Abi Saputra. Pada kunjungan itu Kurir #SR mendengarkan kisah sedih dan keprihatinan Ibu Neneng yang berjuang untuk kesembuhan Abi. Ibu Neneng dan Abi membutuhkan pertolongan dan bantuan agar Abi bisa berobat kembali ke RSHS Bandung, dan ia memerlukan bantuan transportasi serta akomodasi selama di Bandung. Syukur Alhamdulillah, berdasarkan persetujuan seluruh keluarga maka Sedekah Rombongan pun menjemput Abi beserta ibunya untuk dibawa ke Bandung demi melanjutkan ikhtiar berobatnya di RSHS Bandung. Selama berobat Abi dan ibunya akan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Sesampai di RSSR Bandung Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR berupa uang untuk bekal mereka selama di Bandung dan akan digunakan untuk membeli obat berdasarkan resep dokter yang harus dibeli di apotek. Semoga bantuan para dermawan, sedekaholik #SR dapat memberinya kemudahan agar Abi memperoleh kesembuhan dan tumbuh sehat seperti yang diharapkan Ibu dan seluruh keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima :@paulazah @agungtrikurnia7 @alwijozz

Abi didiagnosa celebal palsy


ANISA LISNIAWATI (12, Epilepsi + Lumpuh Layu). Alamat: Kampung Balakang RT 2/2, Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sejak usia 7 bulan Anisa mulai mengalami kejang-kejang apabila suhu badannya panas. Namun karena tidak memiliki biaya ibunya tidak pernah membawa Anisa untuk memeriksakan atau mengobatinya. Sejak Anisa dalam kandungan ibunya, yaitu Lilis Wasilah (39), ayah Anisa pergi meninggalkan ibunya. Sejak itu pula Ibu Lilis berjuang melahirkan, mengurus, dan membesarkan Anisa tanpa didampingi suami. Pada usia 11 bulan Anisa masih tumbuh normal dan mulai belajar bicara. Akan tetapi pada usia 3 tahun anisa kembali mengalami kejang-kejang disertai demam yang tidak turun. Dengan meminjam uang ke tetangga anisa dibawa ke rumah sakit. Hasil diagnosa rumah sakit Anisa dinyatakan mengidap epilepsy. Akan tetapi, karena keterbatasan biaya dan biaya rumah sakit pun cukup besar, pengobatan Anisa pun tidak berlanjut. Kondisi Anisa sekarang semakin memprihatinkan karena ia pun sekarang mengalami lumpuh layu. Ia hanya terbaring di tempat tidur dan tidak dapat bergerak. Kabar duka Anisa beserta ibunya itu sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan Cipanas. Beruntung Kurir #SR dapat berkunjung dan melihat kondisi Anisa yang sangat memilukan di tempat tidur. Melihat kondisi Anisa dan keprihatinan ibunya maka Sedekah Rombongan pun menjadikan Anisa sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada kunjungan berikutnya di awal Oktober 2017 Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan uang dari sedekaholik #SR untuk meringankan beban hidup orang tua Anisa. Bantuan uang tersebut diterima oleh ibunya dan akan digunakan untuk biaya berobat serta membeli kebutuhan sehari-hari Anisa berupa pampers dan lain-lain. Semoga bantuan para dermawan Sedekah Rombongan ini memberinya harapan dan mengantarkan Anisa untuk memperoleh kesehatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @paulazah @agungtrikurnia7 @alwijozz

Anisa dinyatakan mengidap epilepsy


ENUNG HASANAH (61, Empedu Bocor). Alamat: Kampung Tegal Lega RT 3/13, Desa Palasar, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provisi Jawa Barat. Sejak Desember 2016 Ibu Enung sering merasakan sakit di perutnya. Karena sakitnya semakin membuat ia menderita, maka keluarganya membawanya ke RS Umum Dokter Syamsudin di Sukabumi. Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan, dokter menyarankan supaya Ibu Enung melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung. Namun karena tidak memiliki biaya Ibu Enung tidak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatannya ke RSHS Bandung. Ibu Enung sudah 14 tahun menjanda, dan hidup dalam kesulitan. Kebutuhan sehari-harinya mengandalkan pemberian anak-anaknya yang tentu saja terbatas, karena anak-anaknya pun sudah berumah tangga dan hidup sederhana. Pada Juli 2017, Ibu Enung kembali dapat memeriksakan penyakitnya ke RSUD Cimacan, namun karena keterbatasan alat medis, pihak rumah sakit kembali merujuknya ke RSUD Cianjur dan dirawat selama 5 hari. Karena penyakitnya dianggap perlu penanganan yang lebih khusus, maka Ibu Enung kembali dirujuk untuk berobat ke RSHS Bandung. Berkat bantuan saudaranya yang tinggal di Padalarang, Ibu Enung dapat melakukan beberapa pemeriksaan di RSHS Bandung dan selama itu ia tinggal di rumah saudaranya itu. Selama 5 hari Ibu Enung bolak-balik Bandung-Padalarang untuk melakukan rawat-jalan ke RSHS. Tentu saja dalam kondisi Ibu Enung yang sedang sakit, keadaan itu membuatnya lelah dan mederita. Kedua kaki Ibu Enung membengkak dan perutnya makin membesar. Tetapi karena semangatnya untuk sembuh ia terus menjalani pengobatannya dengan sabar. Walaupun belum sembuh, sekarang Ibu Enung sudah kembali ke Cipanas-Cianjur. Ia harus terus berobat dan melakukan rawat jalan ke RSHS Bandung, akan tetapi ia sudah tidak memiliki biaya, karena kebutuhan sehari-hari pun masih mengandalkan pemberian dari anaknya yang terbatas. Kisah duka dan penderitaan Ibu Enung itu sampai pula kabarnya kepada kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Enung. Karena Ibu Enung memerlukan bantuan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSHS Bandung, maka pada awal Oktober itu Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholik #SR. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi Ibu Enung berobat ke RSHS Bandung. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini dapat meringankan beban hidupnya dan memberinya semangat agar Ibu Enung terus berikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @aatatikah @alwiejozz

Ibu Enung menderita empedu bocor


WINDA JUNIARTI (21, Infeksi Payudara). Alamat: Kampung Sukasari RT 2/14 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Pada satu bulan yang lalu, ketika Winda menyusui anaknya, payudaraya yang sebelah kiri terasa sangat perih dan sakit serasa digigit. Sejak itu ia tidak lagi menyusui bayinya dengan payudara sebelah kiri. Pada Makin lama payudaranya sebelah kiri itu membengkak, berwarna merah dan lama-lama bernanah serta terus-menerus terasa sakit. Sejak mengalami penderitaan itu Winda tidak berobat ke dokter atau ke rumah sakit dikarenakan tidak memiliki biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan . Suaminya, Dado Junaedi (26) hanyalah buruh bangunan yang kadang bekerja dan kadang-kadang tidak. Kabar penderitaan keluarga dhuafa itu akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan menemui Winda beserta keluarganya. Pada awalnya Winda dan keluarganya keberatan ketika kurir #SR menawarkan bantuan untuk ke rumah sakit. Akan tetapi, setelah diberi penjelasan dan bermusyawarah, akhirnya winda dapat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan mendapat tindakan medis awal. Pada 5 Oktober 2017 kurir #SR kembali menjenguk Winda di rumahnya. Saat dikunjungi Winda masih terbaring di tempat tidurnya. Karena Winda harus melakukan pemeriksaan rutin dan pengobatan ke rumah sakit, maka pada kunjungan kedua itu Sedekah Rombongan menyampaikan santunan pertama, yaitu bantuan dari para sedekaholik #SR. Bantuan berupa uang itu akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS, transportasi dan akomodasi berobat jalan ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini meringankan beban hidup keluarga winda serta memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @alwiejozz

Winda menderita infeksi payudara


HANNA HANIFAH (14, Hydrocephalus + Disabilitas). Alamat: Kampung Baru RT 1/4 Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Hana Hanifah adalah anak semata wayang dari pasangan Bpk. Jajang Supardi (48) dan Ibu Tikah Atikah (40). Sejak usia 6 bulan Hana sudah terlihat memiliki kelainan, baik dari pertumbuhannya maupun bentuk tubuhnya. Hanna hanya bisa terbaring dan kepalanya membesar. Hanna dan kedua orang tuanya hidup dalam kemiskinan dan keprihatinan. Mereka tinggal di gubuk yang tidak layak huni. Lantai rumahnya basah dan bila hujan bocor di banyak tempat. Ayah Hanna hanya seorang buru harian di sebuah bengkel kecil. Ia hanya mendapat upah dari jasa mengganti oli. Sedangkan ibunya membantu berjualan keliling kampung menjajakan nasi uduk dan gorengan dagangan orang lain. Kesulitannya mencari nafkah membuat mereka sering meninggalkan Hanna sendirian di rumah, dan pertumbuhan serta kesehatan Hanna pun tidak terperhatikan. Makin hari pertumbuhan Hanna semakin terlihat kelainannya. Setiap hari ia hanya bisa terbaring, dan sekali-kali didudukkan di kursi roda. Dari beberapa pengamatan tetangganya yang berkunjung, Hanna termasuk anak yang mengidap penyakit Hydrocephalus dan termasuk anak disabilitas. Tentu saja keadaan itu semakin membuat hati kedua orang tua Hanna sedih dan hidupnya semakin prihatin. Walaupun keluarga mereka sudah terdaftar sebagai peserta BPJS, akan tetapi mereka tidak pernah membawa Hanna berobat dikarenakan tidak memiliki ongkos untuk membawanya ke rumah sakit. Selain itu, dari kabar yang mereka terima diperoleh informasi bahwa Hanna harus ditangani oleh dokter atau rumah sakit khusus. Mereka hanya bisa pasrah atas semua penderitaan yang dialaminya. Dari kabar para tetangga dan aktifis sosial, kabar penderitaan keluarga dhuafa itu sampai kepada kurir Sedekah Rombongan Cipanas. Syukur Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan bertemu dengan mereka. Sejak kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan bekerja sama dengan penggiat sosial lainnya untuk mengumpulkan dana demi menolong keluarga mereka. Alhamdulillah dari donasi yang diperoleh, kurir SR bersama masyarakat dapat memperbaiki tempat tinggal orang tua Hanna agar tidak bocor dan lebih layak ditinggali. Pada kunjungan berikutnya, Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para dermawan, yaitu bantuan sedekaholik #SR berupa uang untuk Hanna Hanifah. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat Hanna ke rumah sakit. Mudah-mudahan juga dapat meringankan beban hidup orang tua Hanna untuk membeli kebutuhan Hanna. Semoga bantuan para dermawan ini memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesehatan dan kesembuhan Hanna Hanifah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @alwiejozz @aatatikah

Hanna mengidap penyakit hydrocephalus


DEDEH NENGSIH (47, Kanker Serviks). Alamat: Jalan Pelindung Hewan Gang Wahuri No. 90/96, RT 5/9, Kel. Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung – Jawa Barat. Pada Desember 2016 Ibu Dedeh mengalami keputihan berlebih. Karena merasa khawatir maka ia pun memeriksakan diri ke dokter di Laboratorium Prodia Bandung. Hasilnya sangat mengejutkan karena Ibu Dedeh diduga menderita serviks. Dari laboratorium itu Ibu Dedeh dirujuk ke klinik kandungan di Rumah Sakit Immanuel, dan hasilnya disana ia harus dibiopsi. Setelah dibiopsi dokter menyarankan agar ia melakukan pengobatan rutin dengan disuntik imunisasi untuk pencegahan dan pengobatan serviks-nya. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan ke RS Immanuel beban hidup Ibu Dedeh dan suaminya, yaitu Bpk. Heriyana Setiawan (47) semakin mengalami kesulitan. Suaminya hanya bekerja sebagai penjaga villa dengan penghasilan yang tidak besar. Sementara itu biaya ke rumah sakit setiap kali diimunisasi dan membeli obat mencapai Rp 1.500.000,-. Selain itu, sampai sekarang Ibu Dedeh beserta suami dan dua orang anaknya masih tinggal di rumah orang tuanya. Bahkan ayahnya Ibu Dedeh pun sudah sepuh dan sering sakit. Kesedihan Ibu Dedeh semakin bertambah ketika pada September 2017, dari hasil pemeriksaan terakhir, penyakit cancer serviks Ibu Dedeh sudah dinyatakan stadium 2. Oleh karena itu ia memerlukan biaya agar rutin ke rumah sakit untuk memeriksakan dan mengobati penyakitnya. Dalam keadaan ekonomi yang serba sulit tentu saja keadaan itu semakin membuat Ibu Dedeh semakin sedih dan seluruh keluarganya merasa susah. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Dedeh melalui bantuan temannya. Dalam kunjungannya ke rumah Ibu Dedeh dan keluarganya Kurir Sedekah Rombongan semakin mengetahui dan merasakan kecemasan serta kesusahan keluarganya. Alhamdulillah, pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan uang dari para dermawan yang berempati terhadap penderitaan Ibu Dedeh. Titipan dari sedekaholik #SR itu akan digunakan untuk membantu meringankan sebagian beban hidupnya, yang akan digunakan untuk biaya transportasi berobat ke rumah sakit. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberinya harapan dan semangat baru kepada Ibu Dedeh agar dapat terus berikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @esumiati1

Ibu Dedeh diduga menderita kanker serviks.


DEDEH SUTARNI (21, Lipoma). Alamat: Jalan Cidadap Girang RT 1/5, Desa/Keluraan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Sudah sekitar enam tahun Dedeh merasakan benjolan di pundak sebelah kirinya. Semakin lama benjolan itu membesar dan terasa pegal sampai ke lengan, sehingga menghambat aktivitasnya. Namun baru pada bulan Agustus 2017 ia mulai memeriksakan dirinya ke Puskesmas Cipaku, Ledeng. Setelah melakukan pemeriksaan, maka pada 8 September 2017 dokter Puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit Salamun. Dari hasil pemeriksaan rutin di rumah sakit diketahui bahwa benjolan di pundak Dedeh itu adalah gumpalan lemak yang terus aktif dan akan membesar. Tetapi tindakan operasi itu tidak segera dilakukan karena Dedeh dan suaminya tidak memiliki biaya dan bekal selama operasi dan perawatan. Suaminya, Kusnadi (24), hanyalah seorang buruh bangunan yang kadang bekerja dan kadang menganggur. Sementara itu mereka pun memiliki anak yang masih berusia dua tahun dan masih tinggal bersama orang tuanya. Akan tetapi pada bulan Oktober 2017 Dedeh merasakan benjolannya semakin membesar dan rasa pegal di pundaknya semakin menyiksa, sehingga ia sulit tidur ataupun tidak tahan menggendong anaknya. Karena keluarganya merasa cemas maka Dedeh pun segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Alhamdulillah proses operasinya berhasil dilaksanakan dan Dedeh pun dirawat selamat tiga hari. Tetapi, alangkah kagetnya suami dan orang tua Dedeh ketika mereka akan pulang, rumah sakit menyatakan bahwa mereka harus membayar biaya operasi sebesar Rp 3.250.000,-. Hal itu terjadi karena menurut pihak rumah sakit, SKTM-nya ditolak karena Dedeh dan keluarganya terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, dan iuran BPJS nya belum dibayar (menunggak) selama 4 bulan. Sungguh kejadian itu membuat seluruh keluarganya kaget dan bingung. Mereka pun kemudian mencari solusi dengan meminta bantuan kepada kerabat dan tetangganya. Akan tetapi untuk kebutuhan yang sangat mendadak itu, sungguh sangat sulit mendapatkan uang pinjaman. Berdasarkan informasi saudaranya, maka mereka pun menghubungi Kurir Sedekah Rombongan dan meminta bantuan agar mereka bisa membayar biaya ke rumah sakit dan Dedeh dapat segera pulang. Setelah berusaha mencari bantuan sampai hampir tengah malam, syukur Alhamdulillah, akhirnya kurir #SR bersama saudaranya memperoleh uang pinjaman untuk membayar sebagian biaya rumah sakit. Pada saat itu juga kurir #SR memberikan bantuan uang dari para sedekaholik #SR yang berempati terhadap kesusahan Dedeh dan keluarganya. Bantuan dari dermawan #SR itu pun digunakan untuk melunasi biaya operasi dan perawatan ke Rumah Sakit. Mudah-mudahan untuk selanjutnya para sedekaholik #SR akan kembali memberi bantuan kepada Dedeh untuk membayar utangnya kepada orang yang telah memberikan pinjaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @esumiati1

Dedeh menderita lipoma


RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT (6, Hypospadia). Alamat: Kp. Salamnunggal Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ketika dilahirkan, Dayhan sudah tidak memiliki anus atau disebut dengan Atresia Ani. Rayhan juga menderita Disorder of Sexual Development (DSD) with ambiguous genitalia atau kelainan perkembangan seksual (Sex Ambiguity). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan termasuk test kromosom di RSHS Bandung, Rayhan dinyatakan positif berjenis kelamin laki-laki. Untuk itu sebelum dilakukan tindakan operasi, ia diharuskan mendapatkan suntikan hormon sebanyak 5 kali yang dijadwalkan 1-2 minggu sekali. Setelah mendapatkan suntikan hormon yang pertama tanggal 25 Maret 2014, minggu ini Dik Rayhan berangkat lagi ke Bandung untuk kembali disuntik hormon yang kedua kalinya tanggal 10 April 2014. Hari Senin tanggal 5 Mei 2014 kembali Dik Rayhan akan menjalani jadwal suntik hormon untuk yang ketiga kalinya. Untuk yang keempat kalinya hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 kembali Dik Rayhan akan menjalani suntik hormon. Akhir Nopember 2014 Dik Rayhan mendapat panggilan dari pihak RSHS untuk datang ke RSHS pada tanggal 1 Desember 2014. Dik Rayhan langsung masuk ruangan untuk persiapan operasi, dan saat ini masih menunggu jadwal operasinya di RSHS Bandung. Operasi juga pernah dilakukan pada Desember 2014. Anak dari pasangan Bapak Dayat (44) dan Ibu Yati Mulyati (31). Pak Dayat sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, atau kadang-kadang kalau sedang tidak ada pekerjaan ia berjualan tahu. Penghasilannya yang tidak menentu membuat keadaan ekonomi keluarganya sulit, apalagi Pak Dayat harus membiayai keempat orang anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Keadaan ekonomi yang sudah sulit dirasakan tambah berat dengan kondisi Dik Rayhan yang memerlukan biaya perawatan yang cukup memperberat kesulitan keluarga mereka. Keluarga Pak Dayat tercatat sebagai penerima fasilitas Jamkeskinda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun hal ini tidak serta merta menjamin pengobatan Dik Rayhan dapat dengan mudah dilakukan, karena pengobatannya harus dirujuk ke RSHS Bandung yang membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar dan cukup memberatkan untuk ukuran keluarga ini. Setelah empat kali melakukan pemeriksaan ke RSHS, mereka hampir menyerah dan nyaris menghentikan pengobatan Dik Rayhan. Setelah 3 tahun ini Rayhan didampingi oleh #SedekahRombongan. Rayhan kembali menjalani jadwal kontrol ke RSHS Bandung dan ternyata harus melakukan cek laboratorium di Prodia pada tanggal 10 Oktober 2017. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya berobat ke Prodia, transportasi dan biaya kebutuhan sehari-hari selama ia dirawat. Sebelumnya masuk di Rombongan 822.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Rayhan menderita hypospadia


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir#SedekahRombongan untuk meminta bantuan.#SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Sebelumnya beliau tercatat di Rombongan 1009. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Diki menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung


DEWI DIPRIYANI (19, Radang Daging di Paha Kiri). Alamat: kp. Rancabungur, RT 2/1, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit di paha kiri dan akhirnya Dewi tidak bisa berjalan selama berhari-hari. karena panik, akhirnya keluarga Dewi membawanya ke RSUD dr. Soekardjo untuk diobati, ternyata Dewi harus dirujuk ke RSHS Bandung setelah dinyatakan radang daging di paha kirinya. di RSHS ternyata Dewi harus dioperasi. Dewi dan keluarga sempat berpikir dan kebingungan darimana biaya berobat dan akomodasi ke Bandung. Ketika di rumah sakit, kurir bertemu dengan ayah Dewi, Sutrisno (50) yang bekerja sebagai buruh tani dan ia pun mengungkapkan kesulitannya. Akhirnya #SedekahRombongan pun membawa Dewi ke RSHS Bandung dengan MTSR agar Dewi bisa diobati. Setelah operasi, keadaan Dewi lumayan membaik tapi masih harus rutin kontrol ke Bandung untuk melihat perkembangan penyakitnya. Bantuan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan obat karena meskipun Dewi sudah mengalami kemajuan, ia masih harus berobat jalan supaya penyakitnya tidak semakin parah. Semoga penyakit Dewi segera diangkat oleh Allah SWT dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR

Dewi menderita radang daging di paha kiri


TOHA BIN NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Alamat : Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga minggu yang lalu, Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan akhirnya ia terjatuh sehingga kakinya kanannya terbentur ke tembok lantai dan patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan tersebut. Kondisi terkini Pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, buang air besar dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari-hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri bernama Ibu Ijoh (67) yang mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat jalan tiap sebulan sekali, ditambah juga Pak Toha harus membiayai cucunya, Sidik (19) yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Tanggal 19 September, Pak Toha menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan KIS. Sekarang, kondisinya semakin memperihatinkan dan hanya bisa berbaring di atas kasur. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan di luar jaminan kesehatan serta membantu meringankan beban untuk akomodasi bagi keluarga yang mengalami cobaan dari Allah ini. Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi Pak Toha. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan


DARCI BINTI KASWA (51, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Darci merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit yang cukup membahayakan sejak awal tahun 2017 lalu. Awalnya beliau mengeluhkan sakit di bagian perut, tepatnya di bagian rahim. Setelah itu beliau melakukan pemeriksaan ke rumah sakit KMC (Kuningan Medical Centre) Kuningan. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di dalam rahim Ibu Dasti terdapat tumor dan beliau divonis menderita kanker serviks. Sejak saat itu beliau mulai menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Hingga akhirnya pada tanggal 14 April 2017 lalu beliau menjalani operasi di rumah sakit KMC. Saat ini beliau masih melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Kemudian, pihak dokter yang menangani beliau memutuskan bahwa beliau harus melakukan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hal tersebut berkenaan dengan adanya sel tumor yang kembali tumbuh membesar di rahimnya. Selama menjalani pengobatan beliau dibantu dengan adanya jamianan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Suami beliau, Bapak Dedi (37) bekerja sebagai seorang pedagang kecil dengan penghasilan minimun. Beliau telah menghabiskan banyak biaya demi kesembuhan Ibu Darci. Selain itu, beliau juga memiliki hutang kepada pihak keluarga untuk biaya berobat dan membeli obat-obatan diluar BPJS. Beliau juga sudah harus diberangkatkan ke Bandung untuk mempersiapkan tindakan operasi. Untuk itu beliau membutuhkan biaya transportasi ke Bandung dan juga membeli obat diluar BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Darci sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk transportasi dan membeli obat diluar BPJS. Semoga Allah memberi kelancaran kepada beliau demi kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Batuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Ibu Dasti menderita kanker serviks


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Selama menjalani pemeriksaan kontrol rutin ke rumah sakit, Pak Arif harus membeli obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin Sasa

Pak Arief didiagnosa TB Luar


MUHAMAD IMAM RIZQI (7, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Kaliabang RT 4/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal 2017, kaki kiri Imam terbentur benda keras saat sedang bermain namun tidak dihiraukan. Hingga beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan pada betis kirinya. Pemeriksaan mulai berlangsung saat bulan Maret 2017, Imam melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun sempat tertunda saat bulan Juli 2017 karena ibunya, Bu Minah meninggal dunia. Imam saat ini tinggal bersama ayahnya, Pak Nesin (45) yang hanya seorang buruh tani. Saat ini pengobatan Imam memasuki tahap pemeriksaan lanjut, karena dinyatakan kanker tulang dan harus dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Mereka mengalami kesulitan biaya akomodasi untuk keperluan transport dan bekal selama di rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Sunaji

Imam menderita kanker tulang


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia). Alamat: Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan membeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Namih menderita arthralgia + asam urat


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk sewa kontrakan dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


ANDRE CASIA NUR (20, Mag Kronis). Alamat : Kedung Cinde RT 1/5, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal Agustus 2017, Andre mengalami sakit perut, karena dianggap hanya sakit perut biasa ia menkonsumsi obat warung dengan harapan segera sembuh. Namun ternyata sakit perutnya tersebut semakin menyiksa sehingga ia dievakuasi ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Andre dirujuk ke RS Medirosa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut menggunakan jaminan KIS PBI. Andre menjalani perwatan selama 4 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat ini Andre diharuskan menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya transportasi, akhirnya rencana untuk kontrol batal. Ayah Andre, Pak Nur (60) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Sedangkan ibunya, Bu Hodijah (58) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Andre, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Andre menderita mahg kronis


RAFLI NOVIANSYAH (4, Mata Myopia). Alamat : Kp. Jereged RT 5/3, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia Rafli 2 bulan, ia kurang respon terhadap benda-benda yang berwarna. Orang tua Rafli menganggap semua itu hal biasa sehingga tidak begitu dihiraukan. Usia Rafli saat 3 tahun ia selalu menunduk ketika melihat benda-benda disekelilingnya. Akhirnya upaya pengobatan pun ditempuh dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan, Rafli dibawa ke RS Medirossa Cikarang. Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan terkena mata myopa dan harus dirujuk ke RS Cicendo Bandung. Saat ini Rafli bersama orang tuanya sudah beberapa kali datang ke RS Cicendo menjalani pemeriksaan. Sayangnya upaya pengobatan Rafli hampir terputus ditengah jalan karena keadaan biaya transport dan bekal selama di rumah sakit. Ayah Rafli, Pak Naman (38) hanya seorang buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Bu Sumiati (28) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : RP. 500.000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M Amin

Rafli terkena mata myopa


OKE MAULANA (52, Stroke). Alamat : Jalan Lele 7 No. 216, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak Juni 2017 Pak Oke sudah tidak dapat berjalan, awal mulanya terjatuh saat sedang di kamar mandi. Pak Oke hanya berobat ke puskesmas dengan menggunakan kartu jaminan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Terkadang juga ia menjalani pengobatan ke ahli pengobatan tradisional. Berbagai upaya untuk kesembuhannya sudah dilakukan. Selama Pak Oke sakit, ia sudah tidak dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya. Saat ini mereka kesulitan biaya sehari-hari dan untuk ongkos berobat. Istrinya, Bu Yanti (47) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi pengobatan Pak Oke. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1056. Dan saat ini ada perkembangan kesehatannya, Pak Oke sudah bisa berdiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Pak Oke menderita stroke


NURSUSI AWALIA (4, Tumor, Kelenjar Getah Bening). Alamat: Dusun Sapiri, Desa Sapanang Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Provindi Sulawesi Selatan.
Nursusi adalah anak semata wayang. Sakitnya bermula ketika dibawah telinganya muncul benjolan kecil, awalnya keluarga mengira hanya benjolan biasa sehingga diobati dengan cara tradisional. Namun cara itu tidak berhasil oleh karena itu keluarga membawanya ke rumah sakit daerah dan pada bulan juni dirujuk ke rumah sakit Wahidin di kota Makassar. Ketika pemeriksaan di rumah sakit Wahidin kota Makassar diperoleh hasil diagnosis bahwa Nursusi menderita Tumor dan Kelenjar Getah Bening. Dokter juga mengatakan bahwa kondisi Nursusi telah stadium 4. Dokter meminta agar Nursusi segera dikemotrapi dam berlanjut selama 19 bulan. Nursusi adalah anak pertama dari Bpk Ruslan (37) yang berprofesi sebagai Petani dan Ibu Nirwana (25) sebagai IRT. Untuk biaya kemotrapi dan rawat inap keluarga nursusi hanya bisa berharap dari bantuan BPJS. Namun tetap saja keluarga Nursusi mengalami kesulitan dalam berobat. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang berkunjung kerumahnya di kabupaten Jenponto, keluarga Nursusi bercerita bahwa mereka kesulitan katika melakukan rawat inap yaitu untuk kebutuhan makanan para penjaga, transportasi dan yang terpenting untuk kebutuhan obatnya yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan dari Sedekah Rombongan dipergunakan untuk menutupi biaya obat-obatan tersebut dan biaya transportasi ketika ingin melakukan kemotrapi. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Sedekah Rombongan kepada keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 30 Aguatus 2017
Kurir : @Areefy_Dip @Muflihuddin

Nursusi menderita Tumor dan Kelenjar Getah Bening


SYAMSUDDIN BIN DANI (43, Syaraf Terjepit). Alamat: Kacoe, Desa Masalle, Kec. Masalle, Kab. Enrekang. Sulawesi Selatan.Awalnya di akhir tahun 2016, ketika bekerja sebagai ojek kebun. Mengangkut hasil pertanian dengan menggunakan motor, dari kebun hingga jalan raya. Biasanya di upah hingga Rp.10.000/ karung. Syamsuddin yang memang selalu mengangkut beban yang berat dengan motornya. Seperti halnya pengendara motor lain ketika berhenti menjadikan kakinya sebagai tumpuan. Namun pada suatu ketika ketika Ia berhenti dengan beban angkutan yang berat kaki kirinya terasa sakit hingga pangkal. Awalnya di biarkan begitu saja sembari melanjutkan pekerjaannya sebagai ojek kebun dan menggarap beberapa lahan. Hingga akhirnya, awal Ramadhan tahun 2017 rasa sakitnya semakin bertambah, hingga akhirnya harus istirahat penuh dalam rumah, aktifitas berkebun dan ojek kebun tidak pernah lagi di lakukan hingga sekarang. Beberapa kali sudah melakukan pemeriksaan medis di RSUD Kab. Enrekang hingga rongen tapi belum memperlihatkan hasil yang baik. Hingga pihak keluarga merujuk untuk berobat ke Makassar dan tinggal di rumah keluarga. Pengobatan medis tetap di lakukan ke dokter ahli syaraf, selain itu juga melakukan pengobatan rukyah dan refleksi tradisional ke ahli syaraf keturunan Tionghoa dengan bayaran hingga Rp.3.000.000 sekali refleksi. Rasa sakit yang dirasakan di pangkal paha, terkadang di rasakan sakitnya naik hingga ke perut. Yang menyebabkan hampir tidak pernah tidur di malam hari karena harus menahan rasa sakit. Sementara, isteri dan 3 orang anaknya yang masih SD tetap tinggal di kampung untuk melanjutkan aktifitas berkebun. Ibu Harlina (38) kini mengambil alih peran sebagai kepala keluarga mencari nafkah untuk anak-anaknya. Selain berkebun di siang hari, ibu Harlina juga aktif mengajar mengaji anak anak di Mesjid bada shalat magrib hingga isya. Jarak Mesjid dengan rumah kurang lebih 1,5 Km dan di tempuh dengan jalan kaki tanpa penerangan lampu sepanjang jalan. Upaya Ibu harlina untuk mencari nafkah menggantikan suaminya tentunya sangat terbatas. ditambah biaya pengobatan suaminyapun cukup banyak karena selain beruboat dirumah sakit pak Syamsuddin juga melakukan terapi ditempat lain. Kedatangan kurir Sedekah Rombongan sangat membantu bagi keluarga Pak Syamsuddin untuk menutupi sebagian biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 02 September 2017
Kurir : @Ismawan_As @Munatsir

Pak Syam menderita syaraf terjepit


MAIMUNAH HONTONG (68, PARU-PARU BASAH) Alamat: Kelurahan Pateten 3 Lingkungan 2 Rt 10 Kecamatan Maesa Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Ibu Maimunah menderika sakit paru-paru basah sejak bulan November tahun 2014 lalu. Sakit yang diderita selama 3 tahun ini membuatnya sangat kesakitan. Gejala seperti batuk, demam, dan sakit kepala selalu menemaninya. Ibu Maimunah bekerja sebagai penambal pakaian bekas, sedangkan suaminya Bpk Muhammad Pamolangon (71) bekerja sebagai pemulung pelastik bekas seperti botol-botol aqua. Dengan pekerjaan seperti itu keluarga ini sangat terbatas untuk soal keuangan, hanya 300 sampai 400 ribu yang biasa didapatnya perbulan bahkan dalam dua bulan. Berbagai macam cara sudah di lakukan oleh Pak Ahmad untuk pengobatan Istrinya. Ia juga sudah membawa sang istri tercinta berobat ke PUSKESMAS, dari puskesmas di berikan surat rujukan ke Rumah Sakit Bitung dengan kartu BPJS di tangan. Tetapi hasilnya masih Nihil. Rumah sakit di Bitung menyarankan agar di rujuk ke RS. MALALAYANG. Namun Pak Ahmad tidak mampu karena keterbatasan biaya untuk berangkat ke kota dan biaya hidup disana. Pak Ahmad mencoba bekerja sebagai tukang sapu jalanan berharap dari penghasilan menyapu ini bisa membawa sang istri untuk di periksa lebih insentif lagi. tapi takdir berkata lain, gaji pak ahmad ini tak pernah diterima sepeserpun. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang berkunjung Pak Ahmad menyampaiakn curhatannya. “saya tak punya dana uang cukup untuk perjalanan untuk berobat dan tidak tau harus menginap dimana “ya allah… berapa biaya yang harus di persiapkan untuk semua ini.” rintih pak ahmad kepada kurir. Bantuan dari Sedekah Rombongan dipergunakan untuk membantu biaya pengobatan belia dan membantu keluarganya untuk memnuhi kebutuhan lain.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 02 september 2017
Kurir : @Muyassir@latifahqueenano

Ibu Maimunah menderika sakit paru-paru basah


NAISA BINTI H. SANUDDIN (63, Kebutaan) Alamat: Desa Kayumate, Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Sulsel. Ibu Naisa adalah seorang Janda, Suaminya meninggal sejak tahun 2015 yang lalu. Karena di kelurahan Borimasunggu tidak memiliki rumah untuk tempat tinggal, maka beliau berangkat ke Kota Pare-pare, karena anak satu-satunya tinggal disana. Sakitnya terjadi begitu saja, tiba-tiba mengalami kebutaan. Ibu Naisa ingin sekali mengobati matanya namun apa daya karena tak ada biaya membuat ibu Naisa harus menunda dan sampai saat ini masih dalam kondisi buta. Bersama sang anak dia tidak memiliki penghasilan, menantunya juga orang yang malas dan tidak memiliki penghasilan yang tetap. Karena sudah tidak bisa bersama anak dan menantunya, ia pun kembali ke Pangkep, meskipun disana ia tidak memiliki tempat tinggal. Akhirnya keluarga dan masyarakat setempat memberikan sumbangan dan membuatkan tempat tinggal yang sederhana. Beliau kini tinggal sendiri, keluarga hendak membawanya berobat tapi karena keterbatasan biaya sehingga belum diobati, bahkan periksa kondisi mata pun belum dilakukan. Pun belum memiliki kartu KIS dari pemerintah. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan beliau dan santunan pertama kalinya berupa uang saku untuk keperluan pemeriksaan mata. dan semoga bermanfaat bagi beliau. Belia sangat haru dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang peduli pada nasibnya . Semoga Allah membalas kebaikan kita semua, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : Areefy_Dip@Resmi

Ibu Naisa mengalami kebutaan


PERAWATAN MTSR MAKASSAR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Mobil Suzuki APV GX Tahun 2014 dengan nomor polisi DD1317 DA merupakan mobil ambulans MTSR Sedekah Rombongan wilayah Makassar dan sekitarnya. Mobil ini untuk kelancaran mobilitas tim dan meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam pendampingan pasien Sedekah Rombongan Makassar dan sekitarnya. Untuk itu performa perawatan mobil ambulans yang dilakukan agar selalu dalam kondisi lebih baik. Selama ini MTSR Makassar selalu digunakan untuk menjemput dan mengantar pasien dampingan, dhuafa sakit dan jenazah baik dalam maupun luar kota. Antara lain Kabupaten Bone, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sinjai, Kota Palopo, bahkan hingga keluar Provinsi seperti Kota Palu di Sulawesi Tengah yang harus ditempuh sekitar 18 jam perjalanan darat. Selama bulan Agustus – September MTSR Telah mengeluarkan biaya meliputi biaya servis, ganti oli, ganti ban, balancing dan sporing, pemasangan talang air, riben, brending, perbaikan interior dan penambahan sejumlah peralatan dalam ambulans MTSR Makassar. semoga bantuan dari donatur sedekah rombongan mendapat ladang pahala dam dilipat gandakan kelak diakhirat. Aamiin

Jumlah : Rp. 7.000.000
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @areefy_dip via @ajiusman, @ahmadhamzahmo

Biaya perawatan MTSR


DG. TAWANG BIN TALLI (60, Liver/hepatitis) Alamat: Jl. Minasa Karya Rt. 03 Rw. 09, Kel. Karunrung, Kec. Rappocini, Kota Makassar.Dg. Tawang adalah Buruh Harian Lepas. Sejak 1993 Ia menderita penyakit liver, perutnya membengkak dan sampai saat ini tidak dapat lagi bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Dg. Tawang merasakan nyeri perut dan pembengkakan pada perut, kaki dan pergelangan kakinya. Ia mudah sekali lelah, jika ia bekerja beraktifitas menjadi buruh sehari, hari berikutnya ia harus berobat kepuskesmas sehingga keluarganya dengan berat hati meminta ia berhenti bekerja. Dg. Tawang hanya tinggal dirumahnya dan sekali-kali berobat ke puskesmas, kondisi tubuh yang terus menerus menurun mengakibatkan penyakit lain bermunculan. Dg. Tawang juga menderita penyakit lain yang awalnya bermula dari hepatitis tersebut. Ia pernah menderita ambaiyen, Typus dan paru-paru. Ketika dirujuk ke rumah sakit daerah yang lebih besar, Dg Tawang menolak berobat lebih lanjut karena takut tidak memiliki cukup biaya baik biaya transport keluarganya yang menunggui ataupun biaya lainnya. Sejak Dg. Tawang Sakit ditahun 1993 hingga saat ini, istrinyalah yaitu Dg. Memang yang menggantikan Dg Tawang untuk mencari nafkah. Setiap hari dia menjajakan kue, mulai subuh hingga siang hari dari rumah kerumah. Pekerjaan ini di lakukan istri Dg Tawang demi memenuhi kebutuhan pengobatan dan kebutuhan hidup suami dan seorang anak yang masih dinahkahi olehnya. Dg. Tawang memiliki 3 orang anakn. 2 diantaranya telah berkeluarga. namun keduanya masih sebatas mampu mebiayai keluarganya sendiri dan belum mampu membantu kebutuhan orang tuanya. 1 orang anak yang masih tinggal bersama mereka adalah Jufri (22 thn) putus sekolah sejak SMP dan kadang bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk mengobati sakitnya terkadang Dg Tawang dibawah berobat alternatif oleh istrinya, meski telah memiliki fasilitas kesehatan KIS dari pemerintah, ketakutan akan biaya yang akan timbul diluar tanggungan pemerintah membuat keluarga ini berat untuk berobat medis. Kini Dg. Tawang lebih banyak dirawat dirumahnya dan hanya berdoa memasrahkan pada Allah atas penyembuhan penyakitnya. Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Dg Tawang. Bantuan pun diberikan. Bantuan rencanaya akan dipergunakan untuk biaya pengobatan Dg. Tawang serta keperluan hidup sehari-hari keluarga mereka. Ia sangat berterima kasih pada Sedekah Rombongan yang peduli pada nasibnya.

Jumlah Bantuan : Rp 650.000
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @Ismawan_A @ YaniKening

Pak Tawang menderita penyakit liver


BASRAH BIN NURDIN (71, Paru- Paru, Stroke, Dhuafa Miskin). Alamat : Jl. Manunggal No. 22 Rt. 003 Rw. 006, Kelurahan. Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.Bapak Busra adalah seorang pedagang roti disalah satu rumah sakit di Makassar, sejak 10 bulan yang lalu, beliau tidak lagi dapat beraktifitas untuk menghidupi dirinya karena jatuh sakit. Bapak Busra selama ini hidup menumpang di rumah saudaranya karena beliau tidak memiliki tempat tinggal sendiri, tidak memiliki istri dan anak. Bapak Busra, diusianya yang sudah sangat tua, sebelum jatuh sakit menghidupi dirinya dengan berdagang Roti yang dijajakannya di salah satu rumah sakit di kota Makassar. Roti ini ia ambil secara konsinyasi pada pembuat roti. Bapak Busra menghidupi dirinya sendiri, karena istrinya sudah lama meninggalkannya, ia pun tak memiliki anak. Dirumah saudaranya lah ia beristirahat sepulangnya dari​ berdagang roti, namun sejak 10 bulan yang lalu ketika beliau jatuh sakit, saudara yang ia termpati tidak mampu merawat beliau, sehingga beliau dibawa kerumah saudaranya yang lain yaitu rumah Ibu Sukmawati Dg Ngiji. Ibu sukmawati Dg Ngiji tersebut juga berdiri diatas tanah orang lain, dirumah itu Dg Ngiji tinggal bersama suaminya Dg. Bijaya yang bekerja sebagai buruh harian, mengidupi 8 orang anak dan 3 orang cucu dimana anak-anak Dg Ngiji belum satupun yang berkerja sehingga kesulitan hidup sangat dirasakan oleh keluarga ini, ditambah lagi harus merawat Bapak Busra yang saat ini sakit parah. Upaya pengobatan telah dilakukan, BPJS Mandiri pun telah selesai di proses yang dibantu oleh anak Dg. Ngiji untuk Bpk. Busrah. Namun jika Bapak Busra di bawa ke Rumah Sakit untuk dirawat merekapun kesulitan biaya transportasi, biaya makan yang menjaga dan menunggui di Rumah Sakit sehingga mereka memutuskan membawa pulang Bapak Busra dan dirawat dirumah saja. Dg. Ngiji hanya pasrahkan pada Allah atas segala penyembuhan penyakit saudaranya. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumah beliau, beliau menitipkan harapan agar kiranya didoakan kesembuhan untuk saudanya, namun takdir Allah berkata lain, Bapak Busra telah dipanggil Allah. Semoga Allah mengampuni semua dosa beliau, dilapangkan kuburnya, diterima dan dilipat gandakan amal perbuatan baiknya. Bantuan dipergunakan untuk biaya penyelenggaraan pemakaman beliau, mulai dari biaya pembelian kain kafan, papan kayu, biaya penguburan. Keluarganya amat berterima kasih atas bantuan Sedekah Rombongan yang merasakan penderitaan bapak Busra.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.350.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @Areefy_dip @YaniKeNing

Pak basrah menderita sakit paru paru dan stroke

MARY YUANA INTAN NURBAITI (16, Microcephalus) Alamat: Sawah Karang RT 3/23, Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Prov. Jawa Tengah. Intan, sapaannya diusianya yang memasuki remaja, ia tidak bisa merasakan belajar dan bermain sebagaimana teman sebayanya. Sejak lahir, ia menderita microcephalus atau disebut pengecilan volume otak yang berpengaruh pada syarafnya. Hal itu menyebabkan ia tak dapat berkembang sebagaimana teman sebayanya, tubuhnya kurus kering, tingginya pun kurang, tak mampu berbicara, hanya sebatas anggukan atau gelengan serta merengek bila menginginkan sesuatu. ibunya, Suryanti (32) yang selama ini selalu sabar mengurus ia dan adiknya. Kedua orangtuanya telah lama bercerai, sehingga kebutuhan harian ditanggung oleh sang ibu yang bekerja membantu kakaknya di tempat laundry dengan penghasilan Rp. 150.000,-/minggu. Karena keterbatasan biaya itulah ia berhenti berobat sejak berusia 7 tahun. Awalnya, setelah dilahirkan secara prematur, kondisi Intan tak kunjung membaik, ia sering kejang dan ukuran kepalanya pun tidak normal, sehingga keluarga membawa Intan ke RS. Namun, karena penyakitnya termasuk jarang dokter belum berani bertindak, kemudian menyarankan agar ia melakukan terapi. Namun, karena tak memiliki biaya transportasi pulang-pergi ke rumah sakit, hal itu pun diurungkan. Alhamdulillah, Wakil Walikota Surakarta mendengar kabar mengenai kondisi Intan kemudian membantu membuatkan BPJS serta memberikan kursi roda. Saat ini, ia kesulitan BAB, namun pihak keluarga belum memeriksakan ke rumah sakit karena terkendala dalam transportasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Intan kemudian menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu Intan kembali berobat. Semoga Intan dapat berangsur membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 oktober 2017
Kurir: @mawan, @anis, @wellyanto

Mary menderita microcephalus


JULITA LEONI WARDANI (17, Jantung Bocor). Alamat : Gondangsari, RT 004/ RW 002, Jetis, Bulu, Juwiring, Jawa Tengah. Gadis remaja yang biasa dipanggil Julita ini sepintas seperti remaja-remaja lain. Namun berbeda dengan Julita, Julita memiliki kelainan jantung bocor sejak kecil. Putri kedua dari 4 bersaudara pasutri bapak Subandi (40 tahun), ibu Woro Mintasih (40 tahun). Pak Subandi saat ini merantau ke Malang bekerja sebagai buruh meubel dan ibu Woro dahulu bekerja sebagai buruh pabrik, namun semenjak memiliki putri ke empat yang masih balita ibu Woro berjualan jajanan kecil di rumah. Karena kelainan yang di alami Julita, Julita sering beberapa kali opname di RS dr. moewardi Surakarta. Sampai saat ini belum pernah dilakukan operasi karena terkendala biaya. Karena itu Julita sering mengalami sesak nafas, batuk berdarah, muntah berdarah dan mimisan. Kondisi bisa lebih parah jika kecapekan, kena panas terlalu lama dan suhu tubuh tinggi. Dokter menyarankan untuk operasi, namun masih terkendala ekonomi dan Julita belum berani di operasi. Saat ini Julita masih menjalani kontrol setidaknya sebulan sekali di dokter BPJS dan di berikan obat jalan untuk sebulan. Sabtu, 22 Oktober 2017 santunan kedua dari #SedekahHolic disampikan kepada keluarga Julita sebesar Rp. 500.000 untuk biaya pengobatan. Sebelumnya santunan pertama sudah disampaikan dan masuk dalamweb www.SedekahRombongan. com Rombongan 1045 untuk biaya akomodasi periksa ke RS Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Amiinn

Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Oktober 2017
Kurir : @mawan , @anissetya60 , @RizqiRizqie

Julita memiliki kelainan jantung bocor sejak kecil


Azizah Elsya Lathifah (1, Atresia Bilier+Severely stunted) Sirosis hepatis + Hepatitis CMV+Microcefaus) Alamat: Dusun Suruhan RT. 4/3, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Dik Azizah sapaanya, putri dari Bapak Warno (42) sebagai petani dan Ibu Harni (34) ibu rumah tangga. Dik Azizah premature sejak lahir. Dari fisiknya mungkin kita sudah bisa melihat kalau dik Azizah ini sedang sakit. Dik Azizah terkena penyakit Atresia Bilier dan komplikasi lainnya, dimana saluran empedu tidak bisa berkembang sempurna yang menyebabkan kerusakan di hati. Satu satunya solusi untuk Atresia Bilier sampai saat ini adalah dengan cangkok hati. Mungkin mendengar cangkok hati pasti kita akan terbayang bagaimana rumit dan mahalnya biaya. Dengan Jaminan Kesehatan yang dimilikinya (BPJS kelas 3). Dik Azizah saat ini masih terus berikhtiar mencari kesembuhan ke RS. Sardjito Yogyakarta. Saat berobat ke Yogyakarta Azizah dan orang tuanya naik sepeda motor -+ 3 jam perjalanan karena hanya sepeda motor yang mereka punya. Dik Azizah yang harus bolak balik ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta udara panas dan dingin sudah pasti jadi teman dalam perjalanannya. Dik Azizah juga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya Rp 250.000 – Rp 300.000/kaleng 400gr. Ini membuat beban berat orang tuanya yang hanya sebagai petani biasa. Pendapatan yang tidak pasti Rp. 800.000/bulan sambil kerja serabutan untuk kebutuhan sehari hari keluarga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Azizah dan keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk beli susu dan membantu akomodasi Dik Azizah ketika kontrol di Rumah Sakit. Dik Azizah dan keluarga menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Oktober 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yuli

Dik Azizah terkena penyakit Atresia Bilier


Jahroni Binti Sanuri (52, TB Paru Lama Aktif) Alamat: Dusun Plosorejo, Rt 1/3, Desa Jaruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Bu Jahroni sapaanya, awalnya masuk angin dan batuk batuk yang tak kunjung sembuh dan hanya dikerokin. Sejak awal Januari 2017 hasil rongten bu Jahroni didiagnosis TB Paru Lama Aktif. Seharusnya bu Jahroni kontrol di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta (BBKMS) namun pengobatan terhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Dan saat ini beliau berobat di dokter umum di tetangga desanya tiap 2 minggu sekali. Selama sakit kondisi bu Jahroni semakin kurus. Alm. Suparmanto suami bu Jahroni sudah meninggal beberapa tahun lalu. Bu Jahroni hanya bisa bergantung pada anak permatanya mas Ernawan (26) kerja bangunan kadang srabutan pendapatan Rp. 1.000.000/bulan dan hanya cukup buat kebutuhan sehari hari. Erfi Y. (22) sudah menikah masih tinggal seatap dengan bu Jahroni. Erda Aji P. (18) kerja di dealer. Alhamdulillah bu Jahroni di pertemukan dengan kurir #sedekahrombongan, menyampaikan santunan ke – 2 dari Sedekaholic untuk biaya berobat dan transportasi Santunan sebelumnya rombongan 1056. Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang di berikan. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda dan memohon doa agar bu Jahroni segera sembuh. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 26 Oktober 2017
Kurir: @Mawan @AnisSetya @Yuli

Bu Jahroni didiagnosis TB Paru lama aktif


SUGIYATMI BINTI SUGIYO (31, Infeksi saluran pencernaan). Alamat : Dusun Kopa’an RT 2/16, Desa Kemiri, Kec. Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Sugiyatmi lebih sering dipanggil mbak Nyamek, putri ketiga dari pasangan bapak Sugiyo (65) dan ibu Benik (59). Mbak Nyamek merupakan istri dari Mas Murdani (38), sejak menikah mba Nyamek tinggak di rumah suaminya di Bantul dan dikaruniai 2 orang anak. Di usia pernikahan yang ke 7 tahun mba Nyamek dan suami mulai mengalami permasalahan keluarga, permasalahan yang tak kunjung ada penyelesaiannya membuat mba Nyamek merasa tertekan dan nafsu makan berkurang, hal ini menyebabkan kondisi kesehatan mbak Nyamek makin memburuk, berat badannya pun turun drastis. Karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk akhirnya mba Nyamek dibawa ke rumah sakit terdekat, namun tidak menemukan kesembuhan juga. Hingga oleh kedua orang tuanya mba Nyamek dibawa pulang ke Karanganyar dan dirawat sendiri oleh orang tuanya. Melihat kondisi mbak Nyamek yang makin hari makin kurus orang tuanya pun memberanikan diri memeriksakan ke puskesmas dengan berbekal kartu KIS. Oleh puskesmas dirujuk ke RSUD setempat dan didiagnosa infeksi saluran pencernaan. Setelah sekian lama pengobatan di RSUD mba Nyamek tidak kunjung membaik juga dan akhirnya oleh keluarganya dibawa ke IGD RS dr. Moewardi Surakarta untuk ditangani lebih lanjut. Untuk pengobatan di Surakarta orang tua mba Nyamek harus mengeluarkan uang akomodasi selama berobat, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik ibu mba Nyamek harus rela pinjam uang tetangga untuk biaya akomodasi berobat. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga mba Nyamek, santunan pertama diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Keluarga mba Nyamek mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga amal kebaikan kurir #SedekahRombongan dibalas oleh Allah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 24 Oktober 2017
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Bu Sugiyatmi didiagnosa infeksi saluran pencernaan


NOVAL ROLAND MARGALES (3, PJK + TOF). Alamat : Desa Dipotrunan RT. 3/11, Tipes, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah. Sejak lahir, 29 Maret 2013 anak Noval sudah didiagnosa penyakit Jantung Koroner (PJK) + Tetralogy of Fallot (TOF). Putra Bapak Wahyu Sutrisno (33), Buruh las bubut di lingkungan tempat tinggalnya dengan penghasilan tidak lebih dari Rp.700.000,- perbulan. Sedangkan Ibunya Tutik Suryaningsih (30) membuka usaha jahit di rumahnya. Berbekal kartu BPJS, dik Noval menjalani Pengobatan di RSUD Dr. Moewardi dan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. November 2014 Noval operasi pemasangan selang pada jantung. untuk memacu keseimbangan jantung, sehingga bisa beraktifitas normal. Lantaran keterbatasan ekonomi noval baru bisa kontrol lagi tanggal 24 Agustus 2016. Oleh pihak RS disarankan untuk operasi besar dan rawat inap, secepatnya. Sesampainya di RS Harapan Kita Jakarta, Noval harus mengantri untuk dilakukan operasi, dan noval mendapatkan antrian di bulan Oktober/Nobember 2017. Sambil menunggu antrian Noval kembali ke Solo dan tetap menjalankan kontrol rutin di RS Moewardi. Bulan Oktober 2017 Noval menjalani operasi pelepasan gigi untuk persiapan operasi di Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali memberikan santunan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat Dik Noval di Jakarta. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 910. Dik Noval dan kedua orang tuanya menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholics dan #SedekahRombongan diterima Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Oktober 2017
Kurir : @mawan @anissetya @cahyani_eka @dedyreza

Noval sudah didiagnosa penyakit Jantung Koroner (PJK) + Tetralogy of Fallot (TOF)

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD YASIN 1,045,000
2 SOWATI BINTI TAYIB 1,227,000
3 SUCIK AISYAH 500,000
4 LUSIANI BINTI SIKAN 600,000
5 SITI FARIDA 1,000,000
6 ABDUL ROZAK 1,500,000
7 SUNARTI BINTI ARI 863,000
8 MARSYAH AMANDA PUTRI 1,460,625
9 JUMA’ATI BINTI NURMINA 1,297,650
10 SITI KOMSYAH 500,000
11 SUMARNI BINTI KADMA 1,500,000
12 MARFUAH BINTI MADINA 500,000
13 JAKA ROMA 500,000
14 DEDI AZIS SOLIHIN 500,000
15 SYARIF NURDIANSYAH 500,000
16 NAZRIL AL RASYID 500,000
17 DIAN HAERANI 500,000
18 SALSA SUKMAWATI 500,000
19 CICIH JUARSIH 1,000,000
20 KURNIAWAN BIN CARSONO 750,000
21 HAMDAN BIN USMAN 500,000
22 ARIEF RAHMAN 500,000
23 SARNI BINTI HASYID 500,000
24 EUIS BINTI MAMAN 500,000
25 ISAH BINTI ODIH 500,000
26 IIN BINTI MUHAMMAD 1,000,000
27 MIMIN BINTI AHMAD 500,000
28 ASIH MAULINA 1,000,000
29 MUHAMMAD IRSYAD MAULANA 500,000
30 IGOH SAEPUDIN 1,000,000
31 CARNITI BINTI SUKINTA 500,000
32 MARI BINTI ENCUP 1,050,000
33 SANTUNAN ANAK YATIM 500,000
34 ABI SAPUTRA 500,000
35 ANISA LISNIAWATI 500,000
36 ENUNG HASANAH 500,000
37 WINDA JUNIARTI 500,000
38 HANNA HANIFAH 500,000
39 DEDEH NENGSIH 500,000
40 DEDEH SUTARNI 1,000,000
41 RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT 2,000,000
42 IMAS KARTINI 500,000
43 DEWI DIPRIYANI 500,000
44 TOHA BIN NUKDI 500,000
45 DARCI BINTI KASWA 600,000
46 ARIEF HUSEIN 5,000,000
47 MUHAMAD IMAM RIZQI 1,000,000
48 MAULA BUDI ASTUTI 1,000,000
49 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
50 KOYAH BINTI ODIH 750,000
51 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
52 ANDRE CASIA NUR 500,000
53 RAFLI NOVIANSYAH 500,000
54 OKE MAULANA 500,000
55 NURSUSI AWALIA 2,000,000
56 SYAMSUDDIN BIN DANI 1,000,000
57 MAIMUNAH HONTONG 1,000,000
58 NAISA BINTI H. SANUDDIN 750,000
59 PERAWATAN MTSR MAKASSAR 7,000,000
60 DG. TAWANG BIN TALLI 650,000
61 BASRAH BIN NURDIN 2,350,000
62 MARY YUANA INTAN NURBAITI 500,000
63 JULITA LEONI WARDANI 500,000
64 Azizah Elsya Lathifah 1,000,000
65 Jahroni Binti Sanuri 500,000
66 SUGIYATMI BINTI SUGIYO 500,000
67 NOVAL ROLAND MARGALES 1,000,000
Total 63,393,275

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 63,393,275,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1067 ROMBONGAN

Rp. 56,517,143,430,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.