Rombongan 1066

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka
Posted by on October 24, 2017

TUMINI BINTI SAMIRAN (62, Jantung). Alamat : Dukuh Sewelut, RT 1/1, Desa Palalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Tum adalah seorang ibu rumah tangga, yang mengalami gangguan jantung sejak tahun 2009. Karena keterbatasan ekonomi, maka bu Tum tidak pernah memeriksakan sakitnya secara rutin. Suaminya yang bekerja sebagai pengayuh becak, penghasilan sehari-harinya untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum sehari-hari. Bu Tum sebenarnya memiliki seorang anak, namun karena sudah berkeluarga dan jauh tempat tinggalnya, jadi hanya setahun sekali berkunjung ke rumah orang tuanya. Disamping jauh juga karena keterbatasan ekonomi yang serba pas – pasan. Bu Tum kalau sakitnya kambuh maka terasa sesak nafasnya. Jaminan kesehatan berupa bpjs kelas 3 yang dimilikinya, merupakan fasilitas yang bisa dipakai berobat selama ini oleh bu Tum. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bu Tum. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga bu Tum. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Tum. Bu Tum dan suami merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah diaampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Bu Tum mengalami gangguan jantung


WIHARTI BINTI SUMAJI (55, Diabetes). Alamat : Desa Banjarsari kulon, RT 8/4, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Wiharti adalah seorang ibu dengan 3 anak. Salah satu dari ketiga anaknya tersebut mengalami juga mengalami kelumpuhan sejak lama. Pekerjaan sehari- hari beliau adalah jualan kopi (warung). Beliau menderita sakit Diabetes sejak 2011 lalu. Walau kondisi sakit, namun dengan semangat bu Wiharti harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Beberapa hari yang lalu beliau terjatuh dan terkena gejala strooke. Beliau sempat lumpuh dan untuk berjalan sempoyongan. B. Wiharti memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa bpjs mandiri kelas 3, dan sempat ranap di RSU PARU Dungus. SedekahRombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Wiharti sekeluarga. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat bu Wiharti. Bu Wiharti merasa senang sekali dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Bu Wiharti menderita sakit diabetes


SUMARTI BINTI SUMBER (67, Diabet). Alamat : Desa Tawangrejo, RT 15/4, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mbah Marti, biasa dipanggil demikian, sudah lebih dari lima tahun menderita penyakit diabet. Hidup dengan suaminya yang juga sakit – sakitan. Setelah menikah sampai sekarang sepasang suami istri itu tidak dikaruniai anak. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, suaminya harus bekerja keras demi dapur agar bisa mengepul setiap hari. Belum lagi, sekarang mbah Marti mengalami sakit, sehingga suami mbah Marti harus segera pulang dari sawah untuk segera merawat mbah Marti. Sebagai buruh tani, kedua kakek nenek itu sudah terbiasa dengan hidup yang serba pas – pasan. Mbah Marti sebenarnya memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun untuk bisa berobat secara intensif sangatlah tidak mungkin karena kondisi yang seperti itu. Beruntung ada tetangga mbah Marti yang peduli dengan sakitnya, dan secara rutin mbah Marti diperiksa kesehatannya oleh perawat tetangganya tersebut tanpa membayar sedikitpun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mbah Marti. Sedekah Rombongan sangat mamahami kondisi yang dialami mbah Marti dan suami. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat mbah Marti dan biaya hidup sehari – hari. Atas nama mbah Minah, suaminya mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Bu Sumarti menderita sakit diabetes


KEMIS BIN SARJI (65, Asma). Alamat : Desa Mruwak, RT 19/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Kemis hidup sebatang kara yang sudah lama ditinggal wafat istrinya. Karena tidak dikaruniai anak maka mbah Kemis harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Dan saat sekarang mbah Kemis sering sakit-sakitan, setelah diperiksakan ternyata menderita asma, karena usia yang semakin renta. Tidak jarang tetangganya membantu mbah Kemis untuk makan sehari-harinya. Saat bertemu dengan team Sedekah Rombongan, mbah Kemis yang sedang kambuh asmanya, menyampaikan keluh kesahnya dan derita hidupnya. Tidak terasa tetesan air mata membasahi pipi mbah Kemis yang sudah keriput. Belum lagi kondisi rumahnya yang tidak layak huni dengan ukuran 3 x 4 m. Sungguh kasihan sekali melihat kondisi mbah Kemis. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun karena kondisi yang serba sulit, maka mbah Kemis jarang sekali berobat. Informasi tentang mbah Kemis diperoleh dari salah satu teman kurir Madiun. Alhamdulillah mbah Kemis mendapatkan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000 untuk biaya berobat. Mbah Kemis senang sekali dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholic yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga berkah dan manfaat. Amin.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Mbah kemis menderita asma


TINI BINTI TUKIMIN (39, Biaya hidup). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Tini adalah seorang ibu yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil – kecil. Anak pertama baru kelas 6 SD. Sedangkan anak ke empat menderita anus sempit sehingga kalau BAB menangis karena kesulitan.Dia menderita anus sempit sejak lahir. Suaminya yang sudah berusia 80 tahun, sudah tidak kuat lagi untuk bekerja keras di sawah. Karena keluarganya tergolong RTSM maka suaminya tidak mampu membiayai pengobatan anaknya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang hanya lauk sambal dan kerupuk. Dengan kondisi yang memprihatinkan itu, ditambah suaminya yang juga sakit, terasa berat penderitaan keluarga bu Tini. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bu Tini. Tidur dengan beralaskan tikar seadanya, suami yang saat ini juga sakit, tidur berbaring di pojok ruang rumahnya, sementara anak – anaknya tidur tanpa ada bantal dan selimut. Sungguh kasihan melihatnya. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari – hari, membeli kasur, bantal, dan selimut. Bu Tini sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Bantuan tunai


TANAH BINTI MISNO (66, Miom). Alamat : Desa Banaran, RT 6/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Tanah, biasa beliau dipanggil tinggal sebatang kara. Pada tahun 2005 beliau menderita miom dan menjalani operasi di rumah sakit. Setelah operasi Mbah Tanah tidak kontrol sama sekali dikarenakan tidak ada nya biaya dan yang mengantar untuk kontrol pun tidak ada. Hingga akhirnya mbah Tanah tidak kontrol sama sekali. Tahun 2013 Mbah Tanah merasakan sakit lagi, kemudian periksa lagi ke Rumah Sakit dengan meminta bantuan diantar tetangga kiri kanan. Adapun hasil dari RS, miom Mbah tanah kembali tumbuh. Sempat disarankan oleh dokter untuk dilakukan tindakan selanjutnya, namun diabaikan oleh Mbah Tanah mengingat beliau seorang diri dan tidak ingin merepotkan orang lain. Namun 1 tahun terakhir ini sakit Mbah Tanah mulai kambuh. Adakalanya Mbah Tanah tidak bisa bangun dan hanya terbaring di tempat tidur. Adapun kebutuhan untuk hidup Mbah Tanah sehari-hari diperoleh dari bantuan tetangga yang peduli. Beberapa bulan yg lalu karang taruna Desa Banaran swadaya memberi bantuan membuka warung kopi kecil ala kadarnya di rumah Mbah Tanah dengan harapan agar dapat membantu perekonomian Mbah Tanah sehingga tidak mengandalkan bantuan tetangga. Sebenarnya Mbah Tanah masih mempunyai sanak saudara tapi berlainan desa dan relatif jauh, Mbah Tanah enggan meminta bantuan sanak saudaranya karena tidak ingin merepotkan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Tanah dan sangat merasakan kesulitan yang dialami Mbah Tanah. Santunan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat Mbah Tanah agar segera kembali pulih kesehatannya sehingga dapat berjualan kembali. Mbah Tanah sangat gembira dan bersyukur. Tak lupa Mbah Tanah mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Mbah tanah menderita miom


WAGIMIN BIN KARMAN (66, Lumpuh). Alamat : Dusun Godongan, RT 34/4, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Wagimin, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang kakek sebatang kara yang tidak mampu berjalan normal. Beliau barjalan dengan merangkak. Hidup sendirian, istri sudah meninggal, anak ada dua orang, yang pertama sudah menikah dan ikut suami. Tinggalnya jauh dari rumah bapaknya dengan kondisi pas – pasan sehingga hanya satu tahun sekali bisa menjenguk orang tuanya. Lalu anak keduanya yang ekonominya cukupan dan awalnya serumah biasa menghidupi dan merawat bapaknya, meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Sehingga saat ini mbah Wagimin untuk makan mengandalkan pemberian saudara perempuan yang hidupnya juga kurang mampu. Terkadang 3 hari sekali baru bisa makan. Mbah Wagimin tidur beralaskan tikar. Jika kakinya kambuh rasa sakitnya, hanya minum obat ala kadarnya untuk meringankan rasa nyeri yang dideritanya. Sebenarnya mbah Wagimin memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun untuk bisa berobat rasanya berat sekali karena kondisi yang serba kesulitan tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mbah Wagimin. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Wagimin. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Mbah Wagimin sangat senang dan bersyukur sekali. Tidak lupa mbah Wagimin mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan yang bisa digunakan untuk meringankan beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Erik6789

Mbah wagimin mengalami lumpuh


WATINI BINTI MARSIDI (36, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Jegolan RT 5/12, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Watini adalah seorang ibu rumah tangga yang divonis menderita Ca Ovarium. Selama 1,5 tahun bu Watini menderita sakit sehingga tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya. Bu Watini berobat pertama kali di Rsud. Soeroto Ngawi dan akhir nya dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo. Selama setahun terakhir berobat di Rsdm Solo, telah dilakukan satu kali operasi bulan Februari 2017 dan menjalani rangkaian kemoterapi sebanyak 6 kali. Bu Watini berobat dengan menggunakan jaminan Kis dari pemerintah. Namun demikian biaya operasional untul transportasi dan akomodasi berobat dirasa sangat berat. Pak Sopingi (39) suami nya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan harus memikirkan biaya sekolah anak nya yang duduk di kelas 2 SMK dan 4 SD. Setelah setahun berobat di Rsdm, dokter sudah menyatakan menyerah dan akhir nya bu Watini hanya disarankan kontrol jika merasakan keluhan saja. Disamping itu juga berusaha melakukan pengobatan alternatif. Informasi mengenai bu Watini diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Bu Watini dan keluarga sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bantuan dapat bermanfaat dan bu Watini bisa sembuh lagi dan melakukan aktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000. 000,-
Tanggal : 15 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Rubi

Bu Watini menderita Ca Ovarium


SUTINI BINTI SARNO (58, Darah tinggi + Diabet). Alamat : Dusun Dukuh RT. 9/5, Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sutini telah lama ditinggal suaminya meninggal dunia. Saat ini hidup di sebuah rumah kecil dengan anak satu satunya. Anaknya laki lakinya belum menikah, yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan. Semenjak 2 tahun yang lalu bu Sutini sudah tidak mampu untuk bekerja karena sering kambuh sakitnya. Oleh dokter disarankan meminum obat penurun tensi dan diabet selamanya. Untuk kebutuhan sehari-hari di cukupi oleh anak satu satunya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan bantuan dari tetangga. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat pas pasan. Rumahnya kecil berdinding anyaman bambu pernah mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. Pengobatan dilakukan dengan obat jalan dari dokter, kalau sedang tidak punya uang hanya membeli obat di apotek. Alhamdulillah keluarga ini dipertemukan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bu Sutini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas kebaikan untuk para Sedekaholic yang telah membantu. Semoga bu Sukini segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Bantuan biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari


JARNI BINTI SURAT ( 42, Lumpuh + Gangguan pencernakan). Alamat : Dusun Sambi RT. 7/ 3, Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Jarni terlahir sebagai satu satunya anak yang dimiliki ibunya, semenjak lahir mengalami kelainan bawaan pada kedua kakinya sehingga apabila untuk berjalan dengan ngesot . Semenjak kecil Jarni tidak pernah bersekolah. Aktifitas yang dilakukan hanya membantu ibunya dirumah menjemur kayu bakar. Semenjak 5 bulan yang lalu mengalami kelumpuhan dan sulit untuk bicara. Makan sehari hari hanya buah karena mempunyai sakit gangguan pencernaan sulit buang air besar. Untuk kebutuhan sehari-hari didapat dari ibunya menjual hasil kebun di sekitar rumah dan bantuan dari tetangga. Untuk sekedar makan dan kebutuhan lain sangat pas pasan. Rumahnya kecil berdinding anyaman bambu. Pengobatan tidak pernah dilakukan karena keterbatasan biaya. Alhamdulillah keluarga ini dipertemukan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisinya. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Bu Jarni dan ibunya sangat bahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi berkah kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Bu Jarni mengalami lumpun dan gangguan pencernaan sulit buang air besar


TUKIYEM BINTI KARTODIRYO ( 70, Katarak ) Alamat : Dusun Simo RT. 3/2, Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Sebelum sakit Bu Tukiyem berkerja sebagai pedagang sembako di pasar. Suamimya telah lama meninggal dan tidak mempunyai anak. Kurang lebih 6 tahun yang lalu mulai merasakan gangguan penglihatan dan berobat di Solo yang akhirnya dinyatakan sakit katarak. Kemudian operasi di Madiun. Semenjak 4 tahun yang lalu merasakan gangguan penglihatannya kambuh dan tidak pernah berobat karena keterbatasan biaya. Semenjak itu bu Tukiyem berhenti berjualan dan hidup sebatangkara tanpa sanak saudara. Untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan uluran tangan tetangganya. Rumah yang ditinggali kecil dan pernah mendapat bantuan bedah rumah dari desa. Keadaan Bu Tukiyem sangat membutuhkan uluran tangan Sedekah Rombongan. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Bu Tukiyem sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas kebaikan untuk para Sedekaholic yang telah membantu. Semoga bu Tukiyem segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @Ervi–nSurvive @Sumiyati @DwiSulasno

Bu Tukiyem menderita katarak


DIRWAS BIN DAUD (6, microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru). Alamat : KPR Bukit Selosari Permai Blok A3 No 3, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dirwas adalah putra kedua pasangan Bapak Daud (37 tahun) dan Ibu Ai Mulyani (26 tahun), yang mengalami kelainan sejak lahir. Kelainan itu sendiri diketahui sejak Dirwas berumur 4 bulan. Di usia nya yang ke enam seharus nya Dirwas sudah bisa berlarian hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur karena penyakit microsefalus yang menghambat tumbuh kembang nya. Tidak cukup sampai disitu, saat usia menginjak 5 tahun tulang tangan Dirwas menjadi bengkok dan saat dilakukan rontgen dinyatakan jika syaraf tangan nya putus. Karena keterbatasan biaya maka pengobatan Dirwas hanya dilakukan dengan terapi di Magetan. Pak Daud yang bekerja sebagai penjual bubur ayam sangat kesulitan membiayai pengobatan Dirwas. Di lain sisi Pak Daud masih mempunyai 5 anak yang masih kecil- kecil, yang tertua berusia 7 tahun dan yang bungsu baru berusia 6 bulan, sedangkan Dirwas adalah anak ke 2. Belum lagi harus memikirkan biaya kontrak rumah setahun sekali, semua dirasa cukup memberatkan Pak Daud. Alhamdulillah pak Daud dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari mantan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Dirwas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan memulai pengobatan dengan jaminan Bpjs di Rumah Sakit Ortopedi Solo untuk masalah tulang tangan nya dan ke rsu Moewardi untuk terapi tumbuh kembang nya yang dilakukan tiap seminggu sekali. Santunan ke tujuh titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 805 833, 866, 909, 965 dan 1058. Pak Daud mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Dirwas menderita microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru


KINI BINTI WAHYO, ( 39, jantung lemah, benjolan di leher ). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan 2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan dua tahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 8 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785, 891, 949, 1023 dan 1054. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Bu Kini menderita jantung lemah, benjolan di leher


WINDARTI BINTI KASNI (17, Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (45) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (39) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan kesepuluh sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866, 880, 897, 935, 990 dan 1052. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500. 000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Windarti divonis menderita tumor otak


AJI PANGESTU BIN DAMIN, (11, Katup Jantung). Alamat : Jalan Kelud No. 378 RT 6/1 Dukuh Kauman Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Dik Aji mengalami sakit yang menurut hasil diagnosa dokter adalah penyakit katup jantung. Awal mula sakit Dik Aji ini adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa lemas. Kemudian Dik Aji ini dibawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Karena harus diperiksa dan cek darah, akhirnya Dik Aji diharuskan menginap selama 1 minggu. Hasil diagnosa dokter Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung, dan oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Soedono Madiun untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Setelah dibawa ke RSUD Madiun, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Dik Aji ini masih sekolah kelas 5 SD. Bapak Dik Aji bernama Pak Damin (49) yang bekerja sebagai buruh di industri kulit. Penghasilan Pak Damin sebulan hanya sekitar Rp.1.000.000,- yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Sedangkan ibunya, Bu Rusmiyati (50) sebagai ibu rumah tangga. Dik Aji adalah 2 bersaudara, kakaknya bernama Dwi. Dwi berusia 15 tahun kelas 3 SMP. Untungnya keluarga ini sudah memiliki Jamkesmas. Keluarga Dik Aji merasa senang bisa bertemu dengan Sedekah Rombongan. Informasi mengenai Dik Aji ini didapat dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Keluarga Dik Aji berharap Sedekah Rombongan bisa membantu untuk biaya pengobatan Dik Aji. Bantuan dana yang ketujuh dari para sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan kontrol rutin setelah sebelum nya masuk rombongan 701, 800, 833, 897, 990 dan 1052. Keluarga Pak Damin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Dik Aji mengalami penyakit katup jantung


REZA TRI ANDIKA (17, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS Dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Kontrol yang dijalani Reza pada bulan ini melihat kondisi luka di perut hasil operasi yang pertama dan kondisinya pun sudah bagus. Reza direncanakan dokter untuk dilakukan operasi penutupan luka pasca operasi. Reza di jadwalkan akan menjalani kontrol lagi pada pertengahan Bulan September untuk kontrol perkembangan saluran kencing. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak
menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Bulan Oktober ini bantuan disalurkan untuk biaya pembelian tiket kereta berangkat ke Malang dan untuk biaya akomodasi ranap operasi tahap ke dua. Bantuan ke sepuluh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan setelah sebelumnya tercatat di nomor rombongan 909, 935, 939, 965, 986, 1023, 1032, 1043 dan 1052. Semoga pengobatan yang dijalani Reza akan terus mendapatkan hasil yang baik dan dapat segera sembuh. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Reza menderita uretral stricture


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan #SR Magetan dan #SRSurabaya. Santunan kelima titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 606.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Magetan dan biaya akomodasi pengobatan selama di Surabaya setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030, 1032 dan 1054. Pak Sulopo sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan sakit yang di derita pak Sulopo segera sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 606.000
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @BambangBKY @Gita

Pak Sulopo menderita tumor orbita


MTSR LAMPUNG ( B 1583 SRT, Pembelian Inventaris MTSR Lampung). Berkat bantuan dan do’a sedekaholics, Alhamdulillah, kini wilayah Lampung telah memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). MTSR berfungsi mempermudah transportasi pasien Sedekah Rombongan maupun kaum papa untuk melakukan pengobatan di Puskesmas maupun rumah sakit. MTSR berupa mobil ambulan yang digunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien berobat. Seiring waktu, pasien Sedekah Rombongan Lampung sangat membutuhkan MTSR karena letak rumah sakit dengan tempat tinggal para pasien bisa dikatakan cukup jauh bahkan beberapa kabupaten masih daerah terpencil dan sulitnya kendaraan umum. MTSR Lampung dengan nomor hotline 085378070763 yang tercantum di badan mobil mempermudah komunikasi antara pasien yang membutuhkan dengan kurir profesional yang bertugas khusus membawa MTSR. MTSR dapat menjangkau pasien di wilayah Lampung seperti, Bandar Lampung, Metro, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Mesuji, dan wilayah bagian Lampung lainnya.Terima kasih untuk sedekaholics semoga menjadi pemberat timbangan kebaikkan kelak.

Jumlah Bantuan : Rp. 95.000.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @saesarraya @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Pembelian inventaris MTSR Lampung


SLAMET RIYADI (40, Lumpuh Kaki Sebelah Kanan). Alamat : Dusun 3 Kelahang, RT 10/6, Kelurahan Labuhan Ratu 8, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Slamet adalah seorang petani dan juga marbot masjid di daerah tempat tinggalnya. Sejak berumur 5 tahun beliau menderita lumpuh pada kaki kanan karena terjatuh saat bermain di kebun. Orang tuanya mengira beliau hanya keseleo biasa dan tidak memberi pengobatan sampai saat ini. Seiring berjalan waktu, kaki Pak Slamet mulai mengecil dan tidak bisa dibawa berjalan. Saat ini Pak Slamet berjalan dengan mengandalkan tongkat, dan kaki terasa sakit bila terkena udara dingin. Pak Slamet hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Rumi (74) yang sedang sakit dan butuh biaya berobat, Ayahnya telah meninggal dunia. Pak Slamet merupakan tulang punggung keluarga sehingga terkadang ia pun bekerja sampingan mencari rumput untuk ternak tetangganya. Pak Slamet pun tidak memiliki kartu jaminan kesehatan sehingga tidak pernah berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit, kondisi kakinya pun sekarang semakin mengecil dan sering sakit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bapak Slamet dan kini pak slamet menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan keduapun diberikan untuk biaya berobat dan pembuatan kartu jaminan kesehatan. Sebelumnya bapak slamet masuk ke dalam rombongan 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya Fajri @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Pak Slamet menderita lumpuh pada kaki kanan


SISWANTO BIN RAHMAT (57, Sakit Kepala Pasca Operasi Pengangkatan Tengkorak Kepala). Alamat : Jalan Wallet Lingkungan 1, RT 5, Dusun Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Bapak Siswanto tepat terjadi pada bulan Juli 2016 lalu. Bapak Siswanto dan anaknya bertabrakan dengan sesama pengendara motor. Lelaki paruh baya itu terhempas ke jalan dan kepalanya membentur aspal, masyarakat sekitar segera melarikan Bapak Siswanto ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah selama seminggu dirawat ia menjalani operasi di bagian kepala. Pasca operasi pertama, Bapak Siswanto diperbolehkan pulang dan menunggu 3 bulan lagi untuk operasi lanjutan. Saat ini Bapak Siswanto masih lemas dan sering sakit di bagian kepala serta penglihatannya terkadang tiba-tiba gelap. Bapak Siswanto kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan bersama 3 anaknya, sedangkan satu anaknya yang lain mengalami keterbelakangan mental. Istrinya, Sumiati (55), yang seorang ibu rumah tangga, mengaku kesulitan mencari bantuan biaya sehingga hanya bisa berdo’a demi kesembuhan suaminya. Pasalnya, ada obat yang tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dimiliki Bapak Siswanto, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit didapatkan. Alhamdulillah pak Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Siswanto. Kondisi sekarang pak siswanto sudah lebih baik, sebelumnya pak Siswanto telah menjalani 2 tahan operasi penambalan tengkoraknya dan sedang menunggu jadwal yang ketiga sampai penambalan terakhir yang keempat. Santunan keduapun diberikan kepada pak Siswanto untuk biaya akomodasi kontrol rutin 2 minggu sekali dan untuk membeli obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Sebelumnya pak Siswanto masuk ke rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya @adityaBdvil @yesaridani @akuokawai

Bapak Siswanto sering sakit di bagian kepala pasca kecelakaan


MUHAMMAD RAFI FIRMANSYAH (3, Leukemia). Alamat : Kp. Lingkungan Tegal Buntu, Kel. Tegal Ratu, RT 16/7, Kec. Ciwandan, Kota Cilegon, Prov. Banten. Rafi adalah anak satu – satunya dari pasangan Bapak Rifki Firmansyah dan Ibu Ernawati. Sakit yang dialami Rafi bermula sebelum bulan puasa lalu. Pada 3 September 2017, Rafi dirawat selama 3 hari menggunakan JKN – KIS di RS Kurnia Cilegon. Saat itu ia menjalani tranfusi darah sebanyak 3 kantong dan tidak semuanya ditanggung BPJS. Di sana Rafi didiagnosis mengalami leukemia dan harus dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Orang tua Rafi urung membawanya ke RS Dharmais Jakarta karena tidak memiliki uang, pekerjaan Bapak Rifki sebagai penjaga kemanan kontrak hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Kondisi Rafi kembali menurun hingga dibawa ke dokter di daerah Cengkareng yang merujuknya ke RS Dharmais Jakarta. Akhirnya pada 11 September 2017 dengan menyewa mobil, Rafi berobat ke RS Dharmais Jakarta namun jaminan kesehatannya tidak bisa digunakan dan harus menggunakan jaminan umum. Orang tua Rafi saat itu tidak memiliki uang sehingga kembali pulang. Esok harinya, pada 12 September 2017 kondisi Rafi kembali menurun dan langsung dilarikan ke UGD RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan dirawat di sana. Kurir Sedekah Rombongan telah memberikan bantuan untuk biaya transportasi berobat ke RS Dharmais Jakarta. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban kebutuhan pengobatan Rafi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @acik_endro_wicaksono @ririn_restu

Rafi didiagnosis mengalami leukemia


MUMUNG BIN UMAR (49, Diabetes + Gangguan Liver). Alamat : Kp. Angsoka, RT 6/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Bapak Mumung adalah seorang guru mengaji, namun setelah ia didiagnosis mengalami diabetes dan ada gangguan pada livernya, ia sudah tidak bisa mengajar mengaji lagi. Pak Mumung tinggal bersama kakaknya, Ibu Iis Maesaroh (52) karena istrinya telah meninggalkannya. Ibu Iis adalah seorang janda yang mencari nafkah dengan menjual nasi uduk di pinggir jalan. Ibu Iis kesulitan membiayai kebutuhan sehari – hari dan pengobatan Pak Mumung karena pendapatan dari menjual nasi sangat sedikit. Pada 4 September 2017, kurir Sedekah Rombongan mejenguk Pak Mumung, terlihat badannya lemah, kurus, matanya pun terlihat sudah kuning dan ia mengeluhkan penglihatannya sudah tidak jelas lagi. Pada 10 September 2017, bantuan awal pun di sampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan kepada Bapak Mumung untuk operasional berobat. Semoga penyakit yang diderita Bapak mumung segera sembuh lagi Amiiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak mumung didiagnosis mengalami diabetes dan ada gangguan pada livernya


FADHILA PUTRI (5, Jantung Bocor ASD). Alamat : Jln. Raya Pandeglang, Kp. Karundang Masjid, RT 3/1, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Dila adalah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Ia didiagnosis dokter menderita jantung bocor. Awal mulanya Dila mengalami demam tinggi, oleh orang tuanya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis radang tenggorokan dan gizi buruk. Setelah beberapa bulan, Dila tak kunjung sembuh hingga akhirnya orang tuanya membawanya ke RS Siloam. Setelah dilakukan pengecekan medis, dinyatakan terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm. Keterbatasan alat membuat dokter RS siloam merujuk Dila ke RS Harapan Kita Jakarta. Setelah beberapa kali kontrol Dila dinyatakan harus menjalani operasi. Syarat agar dapat dilakukan operasi adalah kondisi gigi Dila harus sehat, karena itulah tiga belas giginya yang rusak dicabut melalui operasi pada 5 April 2017. Kini Dila menunggu penjadwalan operasi dan setiap bulan harus rutin kontrol ke RS Harapan Kita. Jarak dari rumah Dila ke Jakarta yang sangat jauh membuat orang tuanya harus mengeluarkan banyak biaya untuk transpotasi. Terkadang orang tua Dila tak memiliki uang dan itu menjadi kendala meski pengobatannya telah ditanggung BPJS. Jika tak ada uang, Ayah Dila, Sarwoto (28), terpaksa mencari pijaman untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Dila. Pak Sarwoto yang bekerja sebagai tukang bakso di kantin sekolah terkadang penghasilanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Alhamdulillah Dila dapat menjalani operasi yang pertama, dan pasca operasi kondisi Dila semakin membaik. Dila pun sudah bisa bersekolah. Meskipin kondisinya membaik, Dila tidak boleh beraktivitas yang dapat membuatnya lelah. Pada 25 April 2017, Dila kontrol ke poli anastesi dan selanjutnya dijadwalkan untuk bertemu dengan dokter rehab medik. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta. Semoga Dila bisa sehat kembali. Sebelumnya Dila dibantu pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir: @nurmanmlana @mayhumai @ririn_restu

Dila menderita jantung bocor


MUHAMMAD UMAR (45, Stroke). Alamat : Jln. Ki Ujung, No. 4, RT 4/1, Ds. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Umar kerap tetanga memanggilnya. Pak Umar adalah pengemudi ojek online, setiap hari ia menarik ojek dari pagi sampai sore, bahkan terkadang sampai malam hari. Pak Umar bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya yang hidup serba kekurangan. Pak Umar tinggal di sebuah kontrakan bersama anak perempuanya yang masih SD. Istri Pak Umar meninggal ketika anaknya masih kecil. Kini Pak Umar tidak bisa mengojek lagi karena terjatuh saat hendak menjemput penumpang. Pak Umar sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar. Luka yang diderita Pak Umar terlihat tak terlalu parah, hingga ia langsung dibawa ke kontrakan oleh temannya sesama pengemudi ojek online. Selang lima hari, badan Pak Umar mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Umar yang semakin memburuk, kakaknya membawanya ke RSUD Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Pak Umar tak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia dirawat sebagai pasien umum. Selama Pak umar dirawat biaya ditanggung oleh saudara dan kakaknya yang seorang janda. Kedua orang tua Pak Umar sudah lama meninggal. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Pak Umar bisa berobat. Kondisi Pak Umar kembali menurun, ia tidak lagi bisa berjalan dan membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Pak Umar terapi ke pengobatan alternatif sembari menjalani kontrol rutin. Setiap dua minggu sekali Pak Umar menjalani terapi, ia masih belum bisa beraktivitas dengan maksimal, bahkan penglihatan mata kirinya semakin tidak jelas. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi. Sebelumnya Pak Umar dibantu pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir: @nurmanmlana @mayhumai @ririn_restu

Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan


SUPENO PENO (53, Maag Akut + Jantung Koroner). Alamat : Jln. Angsoka, RT 2/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Peno adalah seorang pedagang es kelapa yang setiap harinya berjualan di SD. Setiap pagi Pak Peno harus mendorong gerobaknya sendirian menuju sekolah. Istri Pak Peno, Sri Lestari (48), berjualan gorengan dengan mengayuh sepeda keliling kampung. Kesibukan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Pak Peno lupa untuk sarapan. Pada pertengahan September 2016, Pak Peno mengalami sakit dan kondisinya sangat menurun hingga harus dirawat di RSUD Kota Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya. Pak Peno dirawat menggunakan JKN – KIS kelas III yang ia dapatkan dari bantuan tetangganya yang mendaftarkanya melalui Dinas Sosial. Setelah satu minggu dirawat Pak Peno diizinkan pulang, namun ia harus selalu kontrol setiap bulannya. Setelah sakit, Pak Peno tak lagi bisa berjualan. Kebutuhan hidup keluarga kini hanya mengandalkan hasil jualan Ibu Sri yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Pak Peno akhirnya kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk biaya transportasi ketika ia berobat. Kondisi Pak Peno belum banyak mengalami peningkatan, tubuhnya masih sering lemas hingga ia tidak lagi bisa bekerja. Saat berobat pada bulan Agustus 2017, dokter menyarankan Pak Peno untuk dipasang ring pada jantungnya, namun ia belum mendapatkan kepastian jadwal operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Pak Peno telah dibantu di rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis dan jantung koroner


ACHMAD BIN SUHADI (36, Patah Tulang). Alamat : Angsoka, RT 13/1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Achmad adalah seorang buruh di tempat pembibitan ikan milik tetangganya. Pada Jumat, 16 Juni 2017, Pak Achmad mengendarai sepeda motor untuk mengantar bibit ikan pesanan orang. Tiba-tiba di tengah jalan ada seekor anjing melintas, sontak Pak Ahmad kaget dan menabrak anjing tersebut hingga ia terjatuh. Masyarakat setempat membawa Pak Achmad ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa Pak Ahmad dinyatakan mengalami patah tulang. Pak Achmad tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia terpaksa meminjam uang pada tetangganya untuk membayar biaya rumah sakit. Kedua orang tua Pak Achmad sudah lanjut usia, sedangkan keseharian mereka mengandalkan hasil kerja Pak Achmad saja. Setelah memulai kontrol rutin berbekal KIS yang kini telah dimilikinya, kondisi Pak Achmad berangsur membaik. Ia sudah bisa berjalan perlahan – lahan meski masih harus menggunakan alat bantu. Saat ini Pak Achmad menjalani terapi di pengobatan tradisional. Kondisinya semakin membaik namun masih belum bisa bekerja. Orang tua Pak Achmad khawatir jika berobat secara medis ada kemungkinan anaknya akan diamputasi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Sebelumnya Pak Achmad telah dibantu dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mayhumai @ririn_restu

Pak Ahmad dinyatakan mengalami patah tulang


NENENG SAFITRI BINTI ALI (33, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Baru, RT 3/1, Ds. Kramatwatu, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang, Prov. Banten. Pada Juni 2015, Ibu Neneng mengalami demam dan pegal – pegal di tangan yang disertai sesak napas. Ibu Neneng akhirnya berobat di pengobatan alternatif dan diduga ada pembengkakkan kelenjar. Lama – kelamaan sakit dan pegal di tangan Ibu Neneng tidak kunjung sembuh, bahkan payudaranya mengalami bengkak. Ibu Neneng pun berobat ke Klinik Dokter Suhrijal Ciekek dan di sana ia didiagnosis mengalami kanker payudara dan dirujuk ke RSUD Banten. Bengkak di payudara Ibu Neneng semakin membesar dan mulai muncul luka. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Ibu Neneng segera menjenguknya yang saat itu sedang dirawat di RSUD Banten. Kondisi Ibu Neneng sangat memprihatinkan, ia diharuskan menjalani operasi. Suami Ibu Neneng, Bapak Hendra (35), yang bekerja sebagai buruh lepas merasa kebingungan untuk biaya sehari – hari selama istrinya dirawat, meski biaya pengobatan telah ditanggung JKN – KIS. Bapak Hendra harus meninggalkan pekerjaannya karena menunggui Ibu Neneng di rumah sakit, bahkan anak balita mereka terpaksa dititipkan di panti milik dinas sosial karena tidak ada yang mengurus. Bapak Hendra akhirnya sempat tidak memiliki penghasilan, ia pun kebingungan membayar kontrakan yang ditinggali bersama istri dan anak balitanya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menjenguk Ibu Neneng di rumah kontrakannya. Ia bercerita seminggu lalu telah menjalani operasi di RSCM Jakarta. Alhamdulillah operasi pengangkatan payudara kanan Ibu Neneng berhasil dilaksanakan, namun luka bekas operasinya masih bengkak sehingga ia tidak bisa menggerakkan tangan kanannya. Ibu Neneng masih membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi berobat lanjutan pasca operasi, ia harus kontrol seminggu sekali ke RSCM Jakarta. Suami Ibu Neneng sudah mulai bekerja, namun penghasilan yang didapat masih belum bisa membiayai kebutuhan pengobatan istrinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan pasca operasi. Sebelumnya Ibu Neneng dibantu dalam Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Bu neneng mengalami kanker payudara


SITI MULIYA (13, Tumor Hidung). Alamat : Kp. Gerudug, RT 2/2, Desa Mekar Jaya, Kec. Sepatan, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ia biasa dipanggil Lia, gadis ceria yang seharusnya bersekolah SMP ini tak bisa bersekolah karena sakit dan hanya bisa terbaring lemah. Sebelumnya Lia tidak pernah mengalami sakit yang cukup parah meski sejak kecil ia tidak bisa berjalan dengan sempurna. Namun sekitar tiga tahun lalu, tumbuh benjolan di area sekitar hidung yang lama – kelaman menjadi besar, bernanah dan mengeluarkan bau tidak sedap. Tak hanya itu, kini Lia bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Kedua orang tua Lia membawanya ke klinik yang kemudian merujuknya ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Lia dan orang tuanya disarankan untuk menyewa kos di sekitar RSCM karena kemungkinan pengobatan yang dijalani membutuhkan waktu cukup lama. Kedua orang tua Lia akhirnya kebingungan karena tidak mempunyai uang untuk menyewa kos dan kebutuhan sehari-hari di Jakarta, untuk ongkosnya saja mereka terpaksa meminjam uang ke tetangga. Terlebih lagi, Lia juga mempunyai seorang adik yang mengalami lumpuh. Berat hati, orang tua Lia akhirnya membawanya pulang dan memilih pengobatan alternatif, namun itu juga tidak berlangsung lama karena ayah Lia, Bapak Mulyadi, yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak sanggup lagi membayar biaya pengobatan Lia. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan dan kesedihan keluarga Lia, dan memberikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan Lia. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan Lia sekeluarga dan semoga ia bisa segera sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Siti menderita tumor hidung


ANAH SARWADI (72, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Ds. Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Anah sudah hidup menjanda, selama ini untuk memenui kebutuhan sehari- hari ia berjualan nasi uduk. Nenek Anah tinggal bersama kedua anaknya, suaminya, Sarwadi, telah meninggal dunia. Tujuh tahun lalu, Nenek Anah merasakan benjolan pada payudaranya yang juga mengeras, namun kondisi itu ia abaikan saja. Dua tahun terakhir payudaranya semakin membengkak dan akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan mengalami kanker payudara stadium lanjut. Setelah menjalani operasi, Nenek Anah akhirnya harus menjalani kemoterapi. Nenek Anah kini tidak dapat berjualan lagi, ia hanya mengandalkan penghasilan anak bungsunya yang bekerja sebagai guru SD honorer. Dalam kondisi sakit, Nenek Anah juga masih harus mengurus anaknya, Iin (40), yang mengalami gangguan jiwa. Pada 13 September 2017 Nenek Anah mendapatkan jadwal kemoterapi, namun ia kebingungan karena tidak memiliki uang untuk ongkos ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasional berobat dan kemoterapi Nenek Anah. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban Nenek Anah sekeluarga dan semoga ia bisa segera sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Bu Anah mengalami kanker payudara stadium lanjut


SAMIN BIN PILI (17, Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat : Kp. Rawa Indah, RT 4/5, Desa Tanah Merah, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Samin adalah anak dari pasangan Bapak Pili yang bekerja sebagai tukang becak dan Ibu Anah yang bekerja menjadi asisten rumah tangga. Samin terlahir normal, namun saat berusia 5 bulan ia mengalami demam hingga kejang. Samin baru bisa berjalan saat berusia 5 tahun, ia juga baru bisa bicara saat berumur 8 tahun namun hingga kini tidak terlalu jelas bicaranya. Bapak Pili dan Ibu Anah juga memiliki 1 anak lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Samin, namanya Mirna (12). Berbeda dengan Samin, kelainan yang dialami Mirna berlangsung sejak ia masih bayi. Samin dan Mirna tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Mereka tidak pernah dibawa berobat atau mejalani terapi untuk mengatasi sakitnya. Mereka pun sering mengalami sakit – sakitan, namun karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan Bapak Pili dan Ibu Anah tidak pernah membawa mereka berobat. Bapak Pili dan Ibu Anah ingin sekali menyekolahkan dan mengobati kedua anak mereka, tapi penghasilan dari menarik becak saja jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang keluarga mereka mendapat bantuan dari majikan Ibu Anah, dan tetangga. Tak hanya itu, rumah yang mereka tinggali juga sudah tidak layak huni karena banyak yang bocor dan kayunya sudah mulia lapuk. Ironisnya, dalam kondisi rumah yang seperti itu ada cucu Bapak Pili yang masih bayi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat Samin yang kondisinya menurun dan untuk kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya samin telah dibantu dalam Rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Samin menderita gangguan tumbuh kembang


SIAM BINTI FULAN (77, Rematik). Alamat : Kp. Baru Tari Kolot, RT 2/3, Desa Sepatan, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nenek Siam tinggal di rumahnya yang sangat sederhana bersama anaknya, Endan (30). Endan tidak bisa bekerja karena jika kelelahan ia tidak bisa berjalan, namun sampai saat ini Nenek Siam tidak mengetahui penyakit anaknya karena tidak pernah dibawa berobat. Sebelumnya Nenek Siam berkeliling menjual nasi uduk dan gorengan, namun tiga tahun lalu ia jatuh sakit dan kakinya tidak bisa digerakkan sehingga tidak bisa lagi mencari nafkah. Kini Nenek Siam sudah bisa berjalan, namun sakitnya hilang timbul. Nenek Siam belum pernah berobat secara medis karena tidak memiliki jaminan kesehatan, ia hanya berobat secara tradisional dan dinyatakan mengalami rematik. Kebutuhan sehari – hari Nenek Siam hanya mengandalkan batuan dari tetangganya, jika sakitnya muncul ia hanya bisa berdiam diri di rumah. Kini Nenek Siam kembali merasakan sakit pada kakinya, namun ia tidak memiliki uang untuk berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan dan kesedihan Nenek Siam dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari –hari. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban Nenek Siam dan ia bisa segera sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Nenek siam menderita reumatik


SITI QORYATUL HASANAH (16, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Cikapling, RT 1/2, Ds. Pondok Jaya, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Qori mengalami sakit sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya Qori terjatuh dari motor dengan posisi miring dan tulang kaki tertimpa motor. Pertolongan pertama pada waktu itu Qori dibawa ke tukang urut, namun belum juga mengalami kesembuhan bahkan ia mengalami kesulitan berjalan. Qori kembali dibawa ke berbagai tukang urut namun belum ada hasil dan kondisinya semakin memburuk. Akhirnya sebulan kemudian ia dibawa ke RSU Tangerang dan dirawat inap selama 3 minggu. Qori didiagnosis mengalami kanker tulang dan disarankan menjalani operasi tulang belakang. Pasca operasi Qori menjalani rawat jalan selama 3 minggu dan dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani operasi yang ke-2. Kondisi Qori semakin melemah, bahkan ia juga mengalami sakit paru – paru. Berat badan Qori semakin menurun dan dokter menyarankan untuk pulang terlebih dulu guna perbaikan gizinya. Tak hanya itu di sekitar kepala, mata, dan pelipis Qori terdapat benjolan. Kini Qori hanya bisa terbaring di tempat tidur dan masih menjalani rawat jalan. Qori merupakan anak piatu karena ibunya, Eli Sufriyati, telah meninggal dunia. Ayah Qori, Sahroni (45), bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilannya bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari karena harus digunakan untuk transportasi berobat Qori ke RS Fatmawati yang jaraknya jauh dari rumah. Pak Sahroni hanya bisa pasrah atas penyakit yang dialami anaknya. Dalam kepasrahannya itu, alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Sahroni. Kini Qori kondisinya sudah membaik, benjolan di kepalanya sudah mengecil dan ia lebih ceria dari sebelumnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat, setelah sebelumnya dibantu dalam Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dita @ririn_restu

Qori didiagnosis mengalami kanker tulang


SAMIN BIN ASMAJA (68, Paru – Paru Basah + Stroke). Alamat : Ds. Mauk Timur, RT 7/2, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak Samin hidup sebatang kara di rumahnya yang sangat sederhana. Ia tidak memiliki pekerjaan dan untuk makan sehari – hari bergantung dari belas kasihan para tetangga. Sepeninggal istrinya sejak tiga tahun lalu Pak Samin mulai sakit – sakitan, ia sering mengalami panas tinggi, keluar keringat dingin saat malam hari dan batuk yang tak kunjung sembuh. Selain itu, Pak Samin juga sering mengalami linu di persendian tulang kakinya dan semakin lama kakinya semakin mengecil. Kondisi itu ia alami setelah mengalami stroke. Kini untuk berjalan Pak Samin harus dibantu tongkat. Pak Samin akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas karena sakitnya tak kunjung sembuh, dokter mendiagnosisnya mengalami paru – paru basah dan harus menjalani pengobatan rutin setiap bulan. Apa daya, Pak samin yang tak memiliki jaminan kesehatan apapun hanya bisa pasrah dengan kondisinya karena tak mampu melanjutkan pengobatan. Pak Samin hanya bisa mengonsumsi obat – obatan di warung jika sakitnya tak mampu ia tahan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Samin dan dapat membantu meringankan bebannya untuk bisa melanjutkan pengobatan. Semoga Pak Samin lekas sembuh dari penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 11 september 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @ririn_restu

Pak Samin mengalami paru – paru basah


RAPIAH BINTI MUH. HASDI (60, Susp. Radang Paru – Paru + Stroke). Alamat : Ds. Mauk Timur, RT 10/3, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Rapiah memiliki 3 orang anak yang semuanya sudah berumah tangga dan tinggal jauh darinya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Rapiah sakit dan tak dapat melakukan apa – apa, ia hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya. Gejala awal sakit yang dialami Ibu Rapiah adalah setelah ia jatuh dari sepeda motor saat hendak ke pasar. Tulang pinggul Ibu Rapiah retak dan sakitnya masih ia rasakan sampai sekarang. Ibu Rapiah kini tidak dapat berjalan, berbagai pengobatan telah dijalani mulai dari Puskesmas hingga RSUD, bahkan dengan pengobatan alternatif namun ia belum juga sembuh. Dokter menganjurkan Ibu Rapiah kontrol rutin, namun kesulitan ekonomi yang dialaminya membuat ia tak dapat berobat. Suami Ibu Rapiah yang berprofesi sebagai pemulung juga sering sakit – sakitan, jika dapat bekerja penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Anak Ibu Rapiah juga tidak dapat berbuat banyak karena kondisi ekonomi mereka juga sangat sulit. Ibu Rapiah telah memiliki KIS, namun ia terkendala biaya transportasi berobat. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rapiah dan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat. Semoga Ibu Rapiah dapat kembali sehat seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @ririn_restu

Bu Rapiah menderita susp. radang paru – paru + stroke


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak Pak Sarnawi harus meminjam ke tetangga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Pak Sarnawi dapat rutin berobat. Kondisi Pak Sarnawi kini berangsur membaik, meski sudah mulai dapat menggerakkan sebagian anggota tubuhnya, namun luka akibat diabetesnya masih harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan ia harus menjalani kontrol rutin 2 kali dalam satu bulan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Biaya trasnportasi berobat dan perawatan luka. Sebelumnya Pak Sarnawi telah dibantu dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke


MURSADAH BINTI ENJI (60, TBC + Asma). Alamat : Kp. Cimentul, RT 9/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Mursadah adalah ibu dari lima anak yang semuanya sudah berkeluarga. Ibu Mursadah terkena TBC sejak 1 tahun yang lalu. Awal mulanya Ibu Mursadah mengalami batuk yang tak kunjung sembuh meski berbagai pengobatan telah ia jalani. Kondisi Ibu Mursadah semakin memburuk, batuk yang tak kunjung sembuh kini disertai dengan sesak napas. Akhirnya Ibu Mursadah dibawa ke RSUD, dan setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ia dinyatakan positif menderita TBC. Ibu Mursadah dianjurkan untuk kontrol rutin setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Selama ini suaminya yang selalu setia mengantarkan Ibu Mursadah berobat ke RSUD, namun sejak dua bulan terakhir suaminya tidak bisa mengantar lagi karena terkena stroke dan tidak bisa berjalan dengan normal. Ibu Mursadah dan suaminya hidup terpisah, ia ikut bersama anak pertamanya sedangkan suaminya ikut bersama anak ketiganya. Kondisi perekonomian anak – anak Ibu Mursadah juga sulit, penhasilan mereka sebagai buruh pabrik berusaha dicukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Ibu Mursadah dapat berobat secara rutin dan kondisinya terus membaik. Ia masih harus berobat rutin dan tidak boleh putus minum obat, karena jika terhenti, ia harus kembali mengulang fase pengobatan yang telah dijalani. Ibu Mursadah juga harus memperhatikan asupan gizinya agar ia dapat segera sembuh. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi kontrol rutin. Sebelumnya Ibu Mursadah telah dibantu dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Ibu Mursadah terkena TBC dan asma


MUMUN BINTI ALI (20, Kista Rahim) Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mumun adalah anak keempat dari sepuluh bersaudara. Mumun selama ini tinggal di pondok pesantren di daerah Kudus, Jawa tengah. Awal mula sakit yang dialami Mumun adalah saat menstruasi pertama kali ia merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu dihiraukannya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa untuk menstruasi pertama. Sakit yang tak tertahankan membuat Mumun mengeluh kepada pimpinan pesantren. Saat itu oleh pengurus pesantren, Mumun langsung dibawa ke rumah sakit setempat, hasilnya ia didiagnosis menderita kista rahim yang ukuranya sudah 2 cm. Selang 4 bulan, Mumun kembali ke rumahnya dan oleh orang tuanya ia dibawa berobat. Setelah berobat diketahui ukuran kista Mumun membesar menjadi 4 cm, dan saat itu ia harus menjalani operasi. Mumun menjalani operasi dengan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya, namun orang tuanya sangat bingung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Ayahnya, Ali Ridho, yang bekerja sebagai guru ngaji, penghasilanya hanya cukup untuk hidup sehari – hari. Pasca operasi kondisi Mumun mulai membaik namun belum boleh beraktivitas berat. Mumun harus menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Setelah rutin berobat Mumun sudah merasa sehat dan ia kembali ke pesantrennya untuk melanjutkan hafalan al – Qur’annya yang sejak ia sakit sudah tertinggal. Seminggu tinggal di pesantren kondisi Mumun kembali menurun hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dirawat inap selama 1 minggu. Saat itu Mumun berobat menggunakan jaminan umum dan menghabiskan lebih dari 4 juta rupiah. Keluarga Mumun kebingungan untuk membiayai pengobatan tersebut dan akhirnya meminjam ke sanak saudara. Mumun kini kembali ke rumah dan menjalani pengobatan lagi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Mumun telah dibantu dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @ririn_restu

Bu Mumun menderita kista rahim


NAYLA OKTAFIANI (2, Vlek Paru – Paru + Benjolan di Bawah Telinga). Alamat : Ds. Pangarengan, RT 5/1, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nayla mengalami sakit sejak setahun yang lalu, ia sering demam dan sesak napas. Tumbuh kembang Nayla lambat hingga ayahnya membawanya ke dokter yang kemudian mendiagnosisnya mengalami vlek paru – paru dan harus rutin berobat setiap satu bulan sekali. Belum juga sembuh sakit vlek paru – paru yang dialami Nayla, kini ditemukan benjolan seperti bisul dan berpindah – pindah yang tumbuh di bawah telinganya. Benjolannya semakin membesar dan dokter pun menyarankan untuk dioperasi. Ayah Nayla, Bapak Hawasih (28) hanya seorang buruh pabrik dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Ibu Ria Marlina (23), kini mengalami depresi. Nayla diasuh oleh neneknya dan tinggal jauh dengan sang ibu. Bapak Hawasih bingung dengan keadaan istri dan putrinya yang sedang sakit, tentunya pengobatan keduanya membutuhkan banyak biaya terlebih lagi mereka belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Syukur Alhamdulillah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Nayla dan kurir pun memberikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan nayla terutama untuk membuat JKN – KIS agar Nayla bisa berobat dengan gratis dan bisa ditindak lanjuti dengan intensif.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 11 september 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Nayla mengalami vlek paru – paru


TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, matanya tidak dapat melihat dengan jelas, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah rombongan dipertemukan dengan Tuti dan keluarga. Kurir kembali menyampaikan bantuan untuk biaya trasnportasi berobat dan sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @chaturpratama @fatmaalwiny @ririn_restu

Tuti menderita gangguan syaraf + susp. pneumonia


RIDHO BIN SANILAN (2, Benjolan di Pipi dan Leher). Alamat : Desa Rancailat, RT 8/2, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ridho yang kini berusia 1,5 tahun sudah mengalami sakit sejak masih bayi, di bawah pipi sampai lehernya terdapat benjolan. Akibat benjolan tersebut pipi kiri Ridho tertarik hingga ke bibir, bahkan 1 matanya sempat tak dapat terbuka dan baru setelah rutin dibawa ke dokter matanya dapat terbuka. Seiring berjalannya waktu, Ridho tumbuh sebagai balita yang aktif dan badannya semakin membesar, namun diiringi dengan benjolan di lehernya yang juga semakin membesar. Ayah Ridho, Bapak Sanilan (32) hanya seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Ibu Janah (30) adalah seorang buruh pabrik. Mereka tidak dapat berbuat banyak untuk pengobatan Ridho karena penghasilan yanng mereka peroleh hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Keterbatasan biaya membuat Bapak Sanilan dan Ibu Janah tidak melanjutkan pengobatan Ridho, terlebih lagi Ridho belum memiliki JKN – KIS karena terhambat akta kelahiran yang belum dimiliki. Kini orang tua Ridho hanya bisa pasrah dengan keadaan putranya. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Ridho, kurir pun berusaha membantu meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan awal untuk biaya taransportasi berobat dan pembuatan akte serta JKN KIS agar Ridho bisa segera melakukan pengobatan ke rumah sakit. Semoga Ridho lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ridho mengalami benjolan di pipi dan leher


SADIAH BINTI DARSA (24, Tumor Ganas Telinga). Alamat : Kp. Cendeleken, RT 8/2, Ds. Cikande, Kec. Jayanti, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sadiyah mengalami tumor sejak setahun yang lalu, gejala awal tumbuh benjolan di telinga seperti bisul merah dan bengkak. Selang beberapa bulan, benjolan itu semakin membesar, pecah dan mengeluarkan cairan serta bau yang sangat menyengat. Sadiyah akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat, dokter pun memberikan rujukan ke RSUD Balaraja. Bersama orang tuanya, akhirnya Sadiyah berobat ke RSUD Balaraja, dokter mendiagnosisnya, mengalami tumor ganas telinga. Dokter menyatakan bahwa Sadiyah membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang tidak dapat dilakukan di RSUD Balaraja, akhirnya ia dirujuk ke RSU Tangerang yang juga merujuknya ke RSCM Jakarta. Ayah Sadiyah, Bapak Darsa Warsa (67), yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya karena tidak mampu membawanya berobat ke RSCM. Sang Ibu pun yang bekerja sebagai tukang cuci keliling, juga tidak mampu membiayai kebutuhan transportasi ke Jakarta meski Sadiyah sudah memiliki Jamkesmas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Sadiyah, Kurir pun menyampaikan bantuan sehingga Sadiyah didampingi ayah dan adiknya bisa berobat ke RSCM Jakarta pada 12 September 2017 dan tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Sadiyah Allah sembuhkan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Sadiah mengalami tumor ganas telinga


AGUNG BIN KAMID (6, Cedera Kepala + Patah Tulang Kaki). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Agung adalah anak yang sangat lincah dan gesit, meskipun badannya kecil ia tidak kalah aktif dengan anak-anak yang lebih besar darinya. Putra bungsu dari Bapak Kamid dan Ibu Safni ini cenderung hiperaktif dan terkadang jahil pada orang – orang di sekitarnya. Sejak ibunya bekerja menjadi TKW di luar negeri dan sang ayah menikah lagi, Agung dan kedua kakaknya tinggal dan diasuh oleh nenek mereka. Sejak saat itu juga Agung semakin menjadi anak yang mudah kesal dan sering merengek, terutama jika keinginannya tidak dikabulkan. Setiap Minggu pagi, Agung dan kakakknya terbiasa lari pagi bersama teman – temannya. Seminggu yang lalu, Agung dan kakakknya tidak hanya lari pagi tapi berniat mengunjungi ayah mereka yang sudah lama tidak mereka temui. Naas, Agung tertabrak motor yang melaju dengan begitu cepat dari arah yang berlawanan. Agung yang tidak sempat menghindar akhirnya terjatuh dan mengalami cedera di kepalanya dan tidak bisa berjalan karena diduga mengalami patah kaki. Beruntung saat itu sang penabrak mau bertanggung jawab dan langsung melarikan Agung ke RSUD Kab. Tangerang. Kejadian itu membuat sang ayah tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan kasih sayang dan perhatian darinya, ia pun berjanji untuk menjaga dan merawat Agung dengan baik. Setelah menjalani pengobatan dan diperbolehkan pulang, Agung diharuskan menjalani rawat jalan. Sang ayah yang belum memiliki pekerjaan tidak mampu membawa Agung berobat jalan karena tidak memilliki uang, sedangkan sang penabrak pun menyelesaikan tanggung jawabnya hanya dengan membawa Agung ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Agung akhirnya menjenguknya di rumah dan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat jalan. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban keluarga Agung dan ia segera diberi kesembuhan sehingga bisa bermain dengan teman – temannya lagi, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @mistaaja @ririn_restu

Agung mengalami patah kaki dan cedera kepala


MAEMUNAH BINTI BANID (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Sebelumnya kondisi Bi Mun tak kunjung membaik, bahkan luka borok di kakinya semakin melebar, namun setelah rutin kontrol dan minum obat Alhamdulillah luka di kakinya mulai membaik dan kering. Bi Mun harus terus minum obat agar kondisinya stabil dan lukanya tidak kembali bernanah. Saat kurir Sedekah Rombongan hendak menjenguk Bi Mun di rumahnya, kurir tidak dapat menemuinya dan menurut penuturan sang tetangga, Bi Mun sedang dibawa anaknya untuk berobat ke klinik di daerah Rajeg, Tangerang. Tetangganya juga menceritakan bahwa kondisi Bi Mun seminggu terakhir menurun dan wajahnya mengalami pembengkakkan. Akhirnya Kurir memutuskan menemui Bi Mun di Rajeg, dan saat bertemu dengannya kondisinya sudah membaik dan wajahnya tidak lagi bengkak. Menurut Bi Mun setelah minum obat, keluar cairan darah bercampur nanah dari hidungnya. Setelah dua kali berobat kondisinya terus membaik, dan Bi Mun diharuskan kontrol kembali namun belum ia lakukan karena tidak ada biaya untuk transportasi. Beruntung Kurir menemuinya dan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat dan kebutuhan pengobatan lainnya. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1039.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bu Memunah menderita diabetes


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai office boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Alhamdulillah kini ibu Susanti tak harus cuci darah lagi, namun ia masih diharuskan kontrol untuk penyakit TBC paru – parunya. Setelah rutin kontrol Ibu Susanti mengalami perkembangan, rasa sesak napas yg kini dirasakan tidak terlalu parah seperti dulu. Ibu Susanti harus rutin meminum obat dan rawat jalan, karena jika putus minum obat ia harus mengulang kembali fase pengobatannya. Sehari sebelum hari raya Idul Adha, Ibu Susanti kembali dirawat dan menjalani transfusi darah di RSUD Kab. Tangerang karena kondisinya melemah. Setelah 4 hari dirawat dan kondisinya membaik, Ibu Susanti diperkenankan pulang meski tubuhnya masih lemah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Susanti dibantu pada rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Bu Susanti terkena sakit TBC Paru-paru


KISUT BIN MUGENI (20, Gangguan Kandung Kemih dan Lambung). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/3, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Pria yang biasa disapa Kang Kisut ini sangat rajin dan ulet, meskipun kondisi badannya lemah ia tetap berusaha mengais rezeki dengan mengumpulkan barang bekas dan rongsokan yang hasil penjualannya pun hanya cukup untuk makan. Memang kondisi tubuh Kang Kisut tidak memungkinkan untuk berjalan jauh dan bekerja berat, jalannya pun sangat lamban. Kondisi Kang Kisut bermula sejak tahun 2002 saat ia berusia 6 tahun. Ketika itu Kang Kisut sedang bermain peran dengan anak tetangganya sebagai sepasang suami istri, namun tak disangka orang tua temannya tersebut tidak terima dan disangka ia hendak memerkosa, padahal mana mungkin hal tersebut dilakukan oleh anak usia 6 tahun. Tanpa pikir panjang ayah temannya itu menghajar dan memukuli Kang Kisut tanpa ampun, tidak hanya itu saja bahkan ia pun menginjak-menginjak perut dan kemaluan Kang Kisut. Tragis memang kisah kehidupan Kang Kisut, akibat dari kelalaian dan kesalahan orang tua dapat berakibat fatal pada masa depan anak. Hingga sekarang Kang Kisut menderita karena penganiayaan tersebut, selain tidak bisa berjalan normal dan bekerja berat, ia juga selalu kesakitan jika buang air. Menurut Kang Kisut dulu ibunya pernah membawanya berobat ke RSU Kota Tangerang tapi tidak diteruskan karena keterbatasan biaya. Orang tua Kang Kisut bercerai sejak ia berumur 3 tahun, akhirnya yang mencari nafkah hanya ibunya yang bekerja serabutan sebagai buruh tani. Kini kang Kisut hanya mampu berobat di klinik setempat yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya, itupun jarang sekali. Jika sedang kambuh, ketika hendak buang air kecil sakitnya tidak tertahankan sehingga Kang Kisut harus rutin berobat minimal 1 bulan sekali. Kang Kisut sudah harus dirujuk ke RSU untuk mengetahui pasti sakit yang dialaminya, namun tidak dapat ia lakukan karena tidak memiliki uang untuk ongkos berobat. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan yang dialami Kang Kisut dan memberikan bantuan awal untuk transportasi dan kebutuhan pengobatan lainnya. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan kesulitan Kang Kisut dan dapat membantu biaya pengobatan penyakitnya. Semoga kisah hidup Kang Kisut bisa menjadi pelajaran bagi kita selaku orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anak kita dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @mistaaja @ririn_restu

Kang kisut menderita gangguan kandung kemih dan lambung


ONEH KARSINAH (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Baru, RT 2/5, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Oneh sebelumnya bekerja sebagai petugas memandikan jenazah di rumah sakit, namun sejak 1 tahun yang lalu ia tidak bisa bekerja lagi karena sering sakit – sakitan. Kini Nenek Oneh hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidurnya. Nenek Oneh mengalami lumpuh tidak lama setelah ia tidak lagi bekerja. Saat itu Nenek Oneh sering dirawat di rumah sakit, namun kini karena keterbatasan biaya ia tidak lai berobat. Nenek Oneh tinggal bersama anaknya yang berprofesi sebagai pemulung dengan pendapatan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Nenek Oneh kini hanya dapat terbaring lemah di kasurnya yang sangat usang, tubuhnya pun sangat kurus. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari – hari dan transportasi berobat ke Puskesmas. Semoga Nenek Oneh disehatkan dan hidup sejahtera di masa tuanya, amin. Sebelumnya Nenek Oneh dibantu pada Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Nek oneng menderita lumpuh


SOLICHATUN BINTI NASIR (32, Pneumonia). Alamat : Kp. Bencongan, RT 7/1, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Atun biasa ia dipanggil, sejak 11 bulan yang lalu menderita sakit Pneumonia (paru-paru basah). Gejala awalnya saat Ibu Atun tidur pada malam hari selalu keluar keringat dingin dan badan lemas. Sampai suatu saat Ibu Atun mengalami sesak napas yang begitu hebat hingga suaminya, Karwin, segera membawanya berobat ke dokter dekat rumah. Setelah berobat, dokter menyarankan untuk dibawa ke RSUD Tangerang. Setelah dilakukan pengecekan akhirnya Ibu Atun didiagnosis terkena Pneumonia. Saat itu Ibu Atun dirawat di RSUD Tangerang selama 1 bulan. Setelah diizinkan pulang, dokter menganjurkan Ibu Atun untuk selalu kontrol setiap bulanya. Penghasilan suami Ibu Atun sebagai pemulung tak menentu, untuk makan pun mereka kerap kekurangan. Tak jarang ketika jadwal berobat tiba, Ibu Atun terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk ongkos ke RSUD Tangerang. Selama ini Ibu Atun berobat menggunakan JAMKESDA. Setelah mengunjungi Ibu Atun, Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dihadapinya. Terlebih lagi, ia masih sering merasakan lemas dan tidak nafsu makan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Ibu Atun masih harus rutin berobat agar ia dapat sembuh total. Sebelumnya Ibu Atun telah dibantu dalam Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trimardiyanto @ririn_restu

Ibu Atun didiagnosis terkena Pneumonia


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit di kakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Setelah rutin berobat kondisi Nenek Sri makin membaik, kini ia bisa kembali bekerja mencari nafkah. Nenek sri masih harus kontrol dan minum obat karena jika tidak rasa nyeri dan kakinya akan bengkak kembali. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya berobat dan membantu biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Ia dibantu di rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Bu Sri menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanan


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Kondisi Pak Mamad semakin membaik, ia kini mulai bisa berjalan perlahan – lahan dan tubuhnya pun lebih terlihat segar. Pak Mamad masih harus menjalani terapi dan kontrol setiap bulannya agar ia dapat kembali berjalan dengan normal. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan terapi lainnya. Sebelumnya Pak Mamad dibantu dalam rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak Yahya terserang stroke


MINI MURSINAH (78, Asam urat + Pengapuran tulang). Alamat : Kp. Baru, RT 2/5, Kelurahan Koang jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Mini tinggal di gubuk kecil bersama seorang anaknya yang bernama Pak Iwan. Gubuk tersebut dibangun di tanah garapan milik tetangganya. Sejak satu tahun yang lalu Nek Mini kerap mengeluhkan sakit pada kakinya, bahkan tekadang membuatnya tidak bisa berjalan. Setelah Nek Mini dibawa berobat oleh anaknya ke rumah sakit, ia dinyatakan mengalami asam urat dan pengapuran tulang. Nek Mini dianjurkan untuk rutin kontrol setiap sebulan sekali. Nek Mini kerap kebinggungan ketika ia harus kontrol, karena penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh pembuat tahu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Walaupun kondisi Nek Mini sangat kekurangan, namun ia tidak menerima JKN – KIS bantuan dari pemerintah. Nek Mini akhirnya berobat menggunakan biaya sendiri dan belum memiliki jaminan kesehatan. Kondisi Nek Mini saat Kurir Sedekah Rombongan temui sudah membaik, ia mengatakan sakit pada kakinya sudah berkurang sejak minum obat dari dokter. Nek Mini harus rutin berobat sebulan sekali dan menebus obat agar sakitnya tidak kambuh. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobatnya. Semoga Nek Mini segera sembuh dan pulih seperti sediakala, amin. Sebelumnya Nek Mini telah dibantu dalam Rombongan 1049.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Nek Mini mengalami asam urat dan pengapuran tulang


IVAN SANJAYA (19, Susp. TB Paru). Alamat : Jalan Masjid Darussalam, RT 3/2, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ivan sudah 3 bulan terakhir sering mengalami batuk-batuk yang tak kunjung reda. Ia pun sering merasakan nyeri pada dadanya dan sesak dalam bernapas. Ivan yang bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Ciputat tidak memeriksakannya ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat karena tidak mempunyai biaya dan jaminan kesehatan apapun. Penghasilannya sebagai kuli panggul hanya cukup untuk makan dan membayar kontrakan yang ditempatinya bersama neneknya, Rombia (70). Kedua orang tuanya sudah tidak hidup bersama, sehingga Ivan memilih tinggal bersama sang nenek. Sakit yang dialaminya pun membuat ia jarang bekerja sehingga ia tidak memiliki penghasilan. Tubuhnya sering lemah karena hilang nafsu makan dan sering mengalami demam. Kurir yang mendapatkan informasi mengenai Ivan segera menuju ke rumahnya. Ivan merupakan warga luar daerah sehingga ia tidak bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis dari Pemerintahan Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan KTP Tangerang selatan. Kurir menyarankan agar Ivan segera membuat JKN – KIS untuk memudahkan pengobatannya nanti. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasional pengobatan awal ke Puskesmas dan pembuatan JKN – KIS.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ivan menderita TB Paru


SITI HANA KUMALASARI (24, Tumor Tulang GCT). Alamat : Kp. Terahan, RT 1/1, Ds. Sukasari, Kec. Tunjungteja, Kab. Serang, Prov. Banten. Hana mengidap tumor tulang sejak berusia 17 tahun. Awalnya ada benjolan kecil di kakinya, namun lama – kelamaan semakin membesar. Hana akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat, setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis ia mengalami GCT (Giant Cell Tumor) atau tumor jinak yang menghancurkan tulang. Pada tahun 2013, Hana menjalani operasi di kakinya yang membuat sebagian dagingnya harus diangkat. Tak lama kemudian kakinya mengecil dan bengkok sehingga ia tidak bisa berjalan dengan normal dan harus menggunakan tongkat. Setelah beberapa bulan rutin menjalani rawat jalan, Hana kini tak pernah lagi berobat karena ketiadaan biaya transportasi meski ia telah memiliki JKN – KIS kelas III. Jarak yang cukup jauh dari rumah ke RSCM Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sakit yang dialami Hana kini kambuh lagi, kakinya mulai membesar, namun ia hanya bisa pasrah terbaring di rumah tanpa berobat. Suaminya, Irwansyah (35), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan Hana dapat kembali berobat. Hana menjalani pemeriksaan di Poli Bedah RSCM Jakarta. Kemungkinan Hana akan mendapatkan tindakan amputasi pada kakinya, namun ia perlu bermusyawarah pada keluarganya dan memikirkan lebih jauh jika tindakan amputasi tersebut dilaksanakan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kembali bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat ke RSCM. Sebelumnya Hana dibantu pada rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Siti mengalami GCT Giant Cell Tumor


SADIAH BINTI DARSA (24, Tumor Ganas Telinga). Alamat : Kp. Cendeleken, RT 8/2, Ds. Cikande, Kec. Jayanti, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Sadiah mengalami tumor sejak setahun yang lalu, gejala awal tumbuh benjolan di telinga seperti bisul merah dan bengkak. Selang beberapa bulan, benjolan itu semakin membesar, pecah dan mengeluarkan cairan serta bau yang sangat menyengat. Sadiah akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat, dokter pun memberikan rujukan ke RSUD Balaraja. Bersama orang tuanya, akhirnya Sadiah berobat ke RSUD Balaraja, dokter mendiagnosisnya mengalami tumor ganas telinga. Dokter menyatakan bahwa Sadiah membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang tidak dapat dilakukan di RSUD Balaraja, akhirnya ia dirujuk ke RSU Tangerang yang juga merujuknya ke RSCM Jakarta. Ayah Sadiah, Bapak Darsa Warsa (67), yang berprofesi sebagai tukang ojek hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya karena tidak mampu membawanya berobat ke RSCM. Sang ibu pun yang bekerja sebagai tukang cuci keliling, juga tidak mampu membiayai kebutuhan transportasi ke Jakarta meski Sadiah sudah memiliki Jamkesmas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Sadiah, kurir pun menyampaikan bantuan sehingga Sadiah didampingi ayah dan adiknya bisa berobat ke RSCM Jakarta pada 12 September 2017 dan tinggal di RSSR Jakarta. Kondisi Sadiah belum banyak perubahan, telinganya masih terdapat benjolan yang mengeluarkan darah dan nanah disertai bau yang tidak sedap. Sadiyah tidak dapat diajak berkomunikasi, karena ia mempunyai riwayat ganguan kejiwaan akibat pelecehan seksual yang dialaminya. Sadiah juga tidak mau minum obat, setiap obat yang diminumkan oleh ayahnya ia muntahkan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Sadiah telah dibantu pada 11 September 2017. Semoga Sadiah Allah sembuhkan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Sadiah menderita tumor telinga


HENDRI HERDIANSAH (33, TBC Paru). Alamat : Kampung Pasir RT 11/4, Ds. Kaduhandap, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Suami dari Elis (26) ini mengalami batuk yang tak kunjung sembuh disertai pendarahan. Sakit tersebut sudah Pak Hendri alami sejak tahun 2014 tapi hilang timbul. Pak Hendri yang bekerja sebagai kuli serabutan jarang sekali berobat, terakhir ia memeriksakan diri ke Puskesmas namun dirujuk ke RSUD. Rujukan tersebut belum juga dilakuakn karena Pak Hendri tidak memiliki simpanan uang, penghasilan yang ia dapat hanya cukup untuk makan – sehari – hari dan kebutuhan kedua anaknya. Terlebih lagi semenjak sakit Pak Hendir tidak mampu bekerja berat, kondisinya lemah dengan napas yang terengah – engah. Kondisi tersebut membuat ia tidak memiliki penghasilan, sedangkan istrinya tidak bekerja. Pak Hendri dan keluarga tinggal di rumah mertuanya yang sangat sederhana. Ia belum memiliki rumah dan tidak mampu membayar sewa kontrakan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Pak Hendri segera menjenguknya di rumah. Pak Hendri sangat ingin berobat, karena menurut pihak Puskesmas ia diduga mengidap TB Paru dan harus minum obat rutin tidak boleh putus. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya menyampaikan santunan untuk pembuatan JKN – KIS dan operasional berobat ke Puskesmas agar nantinya bisa meringankan beban biaya pengobatan Pak Hendri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 september 2017
Kurir : @nurmanmlana @acik_endro_wicaksono @ririn_restu

Pak Hendri mengidap TB Paru


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); ALISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki dan Zaskia banyak mengalami peningkatan, bahkan hasil tes IQ mereka meningkat dari sebelumnya. Rifki saat ini sangat suka berbicara, mencoba dan mencari tahu hal – hal baru. Zaskia sudah mulai bisa mengeja dan usianya sudah cukup untuk masuk SD. Zaskia sering mengalami urtikaria atau gatal – gatal yang hilang timbul. Dibandingkan kedua kakaknya, Alisha belum banyak peningkatan, ia belum bisa berbicara dengan baik, suka berlari – larian, dan sering mengalami tantrum padahal dosis obat penenangnya sudah ditingkatkan. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia sering mengalami pendarahan dari kemaluannya hingga tubuhnya lemas dan tidak bisa beraktivitas. Bu Ade merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknya sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Selain itu, ayah Ibu Ade yang mengalami sakit ginjal kronis juga kondisi kesehatannya sering menurun hingga sering dirawat di rumah sakit. Ibu Ade bersama sang suami, Pak Bekti, sempat mengalami kecelakaan motor. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi dan pengobatan di poli psikiatri di RSCM Jakarta, selain itu mereka juga masih berobat di spesialis gastroenterologi karena ada keluhan pada perut mereka. Kondisi Rifki dan kedua adiknya belum banyak mengalami perubahan, dan justru sering menurun hingga harus dirawat. Tak jauh berbeda, Bu Ade kondisinya menurun, ia diharuskan untuk kultur vagina dan pap smear, namun belum diketahui pasti sakit apa yang dialaminya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin ketiga anak Bu Ade setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya terapi ADHD


RUNAH BINTI FULANA (40, Persalinan Caesar). Alamat : RT 1/3, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Runah menjalani persalinan caesar anak ketiganya seorang diri, tanpa didampingi sang suami yang meninggalkannya sejak kandungannya berusia 3 bulan. Ibu Runah kini tinggal di rumah tetangganya yang sangat sederhana, Ibu Nunung (55), yang sehari – hari berjualan nasi uduk. Ibu Nunung merasa iba pada Ibu Runah karena sudah terlalu sering berpindah kontrakan karena tak mampu membayar uang sewa. Akhirnya Ibu Nunung mengangkat Ibu Runah sebagai anak angkat dan memperkenankan Ibu Runah tingal di rumahnya. Kehidupan Ibu Nunung pun jauh dari kata mewah, tapi ia merasakan kesedihan yang dialami Ibu Runah, karena ia pun hidup tanpa sanak saudara. Ibu Runah pada pagi hari membantu Ibu Nunung menjual nasi uduk, siang hingga sore hari ia berjualan air mineral di stasiun terdekat. Meskipun penghasilan yang didapat tidak banyak, Ibu Runah dan Ibu Nunung tetap bersyukur dalam menjalani kehidupan. Bayi Ibu Runah lahir prematur dan tidak memilliki anus sehingga harus dirawat di ruang NICU. Ibu Runah merasakan kesedihan dan kebingungan yang sangat besar karena ia tidak memilii uang untuk membayar biaya rumah sakit, sanak saudara yang diharapkan bisa membantu pun tidak ia miliki. Ibu Runah tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga harus menanggung biaya persalinan dan perawatan anaknya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Runah, kurir akhirnya menyampaikan bantuan untuk membantu biaya rumah sakit. Semoga Ibu Runah senantiasa diberikan kesabaran, dan semoga sang bayi diberikan kemudahan dalam proses kesembuhannya hingga kondisinya sehat dan kembali dalam belaian sang ibu. Semoga Sedekah Rombongan selalu menjadi tangan lembut yang selalu meringankan beban para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @usman @ririn_restu

Bantuan biaya melahirkan


NURMAH BINTI NISAN AMID (50, Kanker Serviks Stadium 3B). Alamat : Kp. Sengkol, RT 6/2, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Nurmah sudah sejak 3 bulan yang lalu terbaring sakit di rumahnya. Mulanya Ibu Nurmah sering merasakan nyeri pada kemaluannya. Saat itu Ibu Nurmah sudah merasakan tubuhnya lemah dan kemaluannya terasa nyeri, namun ia tetap memaksakan diri berkeliling menjual sayur – sayuran demi menafkahi kedua anaknya yang sudah menjadi yatim. Ibu Nurmah akhirnya pingsan di jalan hingga orang yang menemukannya membawanya ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas tidak mampu menangani karena keterbatasan alat sehingga merujuknya ke RSUD Tangerang Selatan. Ibu Nurmah menjalani rawat inap hampir 3 minggu, dokter RSUD mendiagnosisnya mengalami kanker serviks dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Anak Ibu Nurmah yang duduk di bangku SMP mendampinginya berobat ke RSCM Jakarta. Ibu Nurmah menjalani serangkaian pemeriksaan, karena pada saat itu kadar Hb-nya rendah, ia dirawat inap. Setelah menjalani rawat inap selama dua minggu, Ibu Nurmah meminta agar menjalani rawat jalan saja. Ia kebingungan akan kebutuhan anaknya yang mendampinginya di rumah sakit, dan 1 anaknya lagi yang masih SD yang berada di rumah. Sejak suaminya meninggal 1 tahun lalu, Ibu Nurmah harus berjuang seorang diri mencari nafkah. Setiap harinya ia berjual sayur – mayur yang tidak selalu habis sehingga pendapatan yang diperoleh sangat sedikit. Terkadang kedua anaknya terpaksa tidak bersekolah karena tidak mempunyai ongkos. Bahkan anak pertamanya rela menjadi juru parkir untuk membantu perekonomian keluarga. Ibu Nurmah diharuskan menjalani kemoterapi di RSCM Jakarta, namun belum ia lakukan karena terbentur biaya transportasi meski telah memiliki JKN – KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya menjenguk Ibu Nurmah di rumahnya, kurir pun menyampaikan bantuan untuk biaya tranportasi ke RSCM dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Nurmah lekas diberikan kesembuhan dan kedua anaknya tidak putus sekolah demi menggapai cita – cita mereka. Ucapan terimakasih yang tak terhingga diucapkan Ibu Nurmah disertai dengan isak tangis. Ibu Nurmah berdoa semoga Sedekaholics Sedekah Rombongan selalu mendapatkan kelimpahan rezeki, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Nurmah mengalami kanker serviks


HASIM EFFENDI (80, Katarak dan Gangguan Pendengaran). Alamat : Kp. Gardutanjak, RT 2/4, Kel. Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bapak Hasim sejak 2 tahun yang lalu mengalami katarak dan gangguan pendengaran, dimana telinganya selalu berdengung. Bapak Hasim Sudah mencoba berobat ke Puskesmas dan mendapatkan rujukan ke RSUD pada bulan Agustus 2017. Bapak Hasim sudah tidak mampu bekerja lagi, saat ini hanya mengandalkan kiriman dari anak-anaknya yang bekerja sebagai kuli yang merantau di ibu kota. Bapak Hasim sangat ingin sembuh, karena gangguan pada telinga yang dideritanya ini membuatnya tidak bisa mengikuti pengajian agama yang biasa beliau ikuti. Keinginan tersebut beliau buktikan dengan terus berusaha berobat, walaupun tak ada yang mendampingi dan tak ada uang untuk biaya transportasi. Kurir Sedekah Rombongan pertama kali dipertemukan dengan Bapak Hasim ketika beliau sedang berjalan kaki pada siang hari menuju RSUD Pandeglang. Beliau harus berjalan kaki karena tidak ada uang sama sekali untuk biaya transportasi kendaraan umum. Kurir pun akhirnya mengunjungi Bapak Hasim di rumahnya dan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk beliau dan semoga harapan beliau untuk sembuh dapat segera terwujud, sehingga beliau dapat merasa lebih nyaman beribadah kepada Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Pak Hasim menderita katarak dan gangguan pendengaran


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Kelurahan Sunter JAya, Kecamatan Tanjung Priok, RT 6/5, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik telah menjalani operasi pemasangan pen dan masih harus rutin berobat ke poli ortopedi untuk mengecek perkembangan tulangnya pasca operasi dan ke poli paru untuk cek rutin sakit TB Parunya. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia masih terbaring lemah, ia masih berobat rutin ke Poli Orthopodi dan Poli Paru – Paru. Cholik juga masih rutin minum obat TB Parunya dan tidak boleh putus. Dokter menyatakan masih ada harapan untuk Cholik dapat berjalan, namun membutuhkan pengobatan yang cukup lama. Dokter Ortopedi akan mengajukan tindakan operasi pada kakinya agar tidak terlalu kaku. Cholik yang selama ini hanya dapat terbaring, membuat pantatnya terdapat luka (decubitus) dan harus selalu dibersihkan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli keperluan untuk perawatan lukanya. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholik menderita TB Tulang


AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat : Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria yang terpancar dari sorot mata indahnya. Ayu sebelumnya menjalani pengobatan dengan metode akupuntur dan sudah banyak mengalami perubahan. Kini ia sudah mampu berdiri dan duduk dalam waktu yang cukup lama. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya dan ia harus rutin menjalani terapi, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu kini sudah mulai menjalani rawat jalan di RSUD Tangerang Selatan. Ayu mendapatkan tindakan pengobatan lanjutan dengan dirujuk ke RS Fatmawati. Ayu semakin nampak Ceria. Semoga jalan kemudahan terus dirasakan oleh Ayu. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RS Fatmawati serta membantu membayar kontrakan. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita kelainan tulang punggung


DENNY KURNIAWAN (40, Kelemahan Syaraf Kaki). Alamat : Jalan Dogolsuta, RT 3/2, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pak Denny kini hanya bisa berbaring dan duduk dengan kondisi yang sangat lemah karena kakinya terasa lemas saat digunakan untuk berjalan. Anehnya, hingga saat ini Pak Denny tidak mengetahui sakit apa yang dialaminya karena setelah menjalani pemeriksaan tidak diketahui penyebab dan diagnosis pastinya. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Pak Denny dalam kondisi normal seperti orang yang sehat, tetapi pada kenyataannya tubuhnya sangat lemas. Pak denny kini tidak bisa bekerja lagi, istrinya, Ida (38), yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan makanan kecil di rumahnya. Barang – barang di rumah sudah habis dijual untuk pengobatan Pak Denny. Kondisi Pak Denny menurun, namun Bu Ida tidak mampu membawanya berobat karena tidak memiliki uang, JKN – KIS pun belum dimiliki. Bu Ida dan Pak Denny ingin sekali kembali ke kampung halamannya karena merasa tidak ada perubahan pada Pak Denny. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan informasi mengenai Pak Denny, langsung bergegas menuju ke rumahya. Kurir pun menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS sembari memberi semangat agar Pak Denny tidak pututs asa untuk terus menjalani pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Deny menderita kelemahan syaraf kaki


ASIAH BINTI ACANG (39, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Aria Santika, RT 3/3, Kel. Sumur Pancing, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari dua orang anak ini, mengalami kanker payudara sejak dua tahun lalu. Berawal dari benjolan kecil di payudara Ibu Asiah yang ia abaikan, lama – kelamaan benjolannya semakin membesar, terasa nyeri, hingga membuatnya demam. Ibu Asiah akhirnya dibawa ke Puskesmas oleh sang suami, namun ia dirujuk ke RS Hermina. Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara dan harus rutin menjalani kemoterapi. Penghasilan sang suami sebagai buruh serabutan tak mampu membiayai kebutuhan pengobatan Ibu Asiah. Hal itu membuat pengobatan Ibu Asiah tidak maksimal. Tak hanya Ibu Asiah, putri sulungnya pun mengalami sakit yang serupa. Ibu Asiah pun semakin bingung untuk biaya transportasi berobat ia dan anaknya meski telah memiliki JKN – KIS kelas III. Pada 10 September 2017 seharusnya Ibu Asiah menjalani kemoterapi, namun tak dapat ia lakukan karena tak memiliki uang untuk ongkos ke rumah sakit. Ibu Asiah hanya bisa pasrah, dalam kepasrahannya itu alhamdullilah Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongn dengan Ibu Asiah dan dapat menyampaikan bantuan untuk oprasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Ibu Asiah didiagnosis mengalami kanker payudara


KARSINI BINTI TUGIMAN (55, Usus Bocor). Alamat : RT 4/2, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota tangerang Selatan, Provinsi Banten. Wanita yang akrab disapa Bude Karsi ini sehari – harinya membantu sang suami, Salamun (61), berjualan pecel. Kini Bude Karsi tidak dapat berkativitas karena terbaring sakit dan terkulai lemas sambil menahan nyeri. Hari itu Bude Karsi sedang menyiapkan dagangannya, saat ia membersihkan sayuran tiba – tiba perutnya terasa sakit hingga akhirnya ia segera dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun karena tidak dapat menangani akhirnya ia dibawa ke RS UIN. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dinyatakan Bude Karsi mengalami usus bocor dan harus segera dioperasi. RS UIN yang merupakan rumah sakit swasta mengharuskan keluarga Bude Karsi membayar biaya operasi yang jumlahnya tidak sedikit. Hal itu membuat keluarga meminta agar Bude Karsi dirujuk saja ke RSUD Tangerang Selatan. Bude Karsi akhirnya dibawa ke IGD RSUD Tangerang Selatan, ia sudah menjalani rawat inap selama 2 hari dan dijadwalkan akan menjalani operasi. Bude Karsi akhirnya diminta berpuasa untuk persiapan operasi, namun karena ruangan ICU penuh tapi ia harus sesegera mungkin dioperasi, akhirnya ia dirujuk ke RS Medika. RS Medika merupakan rumah sakit swasta sehingga keluarga Bude Karsi harus membayar sejumlah biaya operasi yang meski telah mendapat keringanan tetap saja jumlahnya tidak sedikit. Keluarga hanya bisa pasrah dan tetap melanjutkan rencana operasi Bude Karsi, namun keluarga harus memberikan sejumlah uang muka agar operasi dapat segera dilaksanakan. Untuk sisa biayanya keluarga diperkenankan mencicil hingga lunas. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan dengan keluarga Bude Karsi dan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya rumah sakit. Semoga Sedekah rombongan selalu bisa membantu dhuafa yang membutuhkan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bude Karsi mengalami usus bocor


KARSINI BINTI TUGIMAN (55, Usus Bocor). Alamat : RT 4/2, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota tangerang Selatan, Provinsi Banten. Wanita yang akrab disapa Bude Karsi ini sehari – harinya membantu sang suami, Salamun (61), berjualan pecel. Kini Bude Karsi tidak dapat berkativitas karena terbaring sakit dan terkulai lemas sambil menahan nyeri. Hari itu Bude Karsi sedang menyiapkan dagangannya, saat ia membersihkan sayuran tiba – tiba perutnya terasa sakit hingga akhirnya ia segera dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun karena tidak dapat menangani akhirnya ia dibawa ke RS UIN. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dinyatakan Bude Karsi mengalami usus bocor dan harus segera dioperasi. RS UIN yang merupakan rumah sakit swasta mengharuskan keluarga Bude Karsi membayar biaya operasi yang jumlahnya tidak sedikit. Hal itu membuat keluarga meminta agar Bude Karsi dirujuk saja ke RSUD Tangerang Selatan. Bude Karsi akhirnya dibawa ke IGD RSUD Tangerang Selatan, ia sudah menjalani rawat inap selama 2 hari dan dijadwalkan akan menjalani operasi. Bude Karsi akhirnya diminta berpuasa untuk persiapan operasi, namun karena ruangan ICU penuh tapi ia harus sesegera mungkin dioperasi, akhirnya ia dirujuk ke RS Medika. RS Medika merupakan rumah sakit swasta sehingga keluarga Bude Karsi harus membayar sejumlah biaya operasi yang meski telah mendapat keringanan tetap saja jumlahnya tidak sedikit. Keluarga hanya bisa pasrah dan tetap melanjutkan rencana operasi Bude Karsi, namun keluarga harus memberikan sejumlah uang muka agar operasi dapat segera dilaksanakan. Untuk sisa biayanya keluarga diperkenankan mencicil hingga lunas. Akhirnya setelah segala upaya dilakukan untuk kesembuhan Bude Karsi, Allah bekehendak lain. Bude Karsi mengembuskan napas terakhirnya pada 24 September 2017. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya pemkaman Bude Karsi. Semoga amal ibdah Bude Karsi diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan. Sebelumnya Bude Karsi telah dibantu pada 21 September 2017.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bude Karsi mengalami usus bocor


JUHARIAH BINTI AMIN (85, Kanker Mulut). Alamat : Kp Kadu Kancas, RT 2/2, Desa Banjarsari, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Nenek Juha panggilan akrabnya, ia adalah seorang janda yang kini tinggal bersama cucunya. Setahun terakhir Nenek Juha mengalami penyakit tumor di sekitar dagunya yang berawal dari tahi lalat yang membesar. Nenek Juha mengeluhkan sakit pada tahi lalat tersebut, setelah dibawa ke RS Serang dokter menyatakan itu adalah tumor dan harus segera dibawa ke RSCM Jakarta. Keluarga tidak membawa Nenek Juha ke rumah sakit karena ketiadaan biaya, mereka berharap bisa sembuh dengan pengobatan tradisional dan dibawa ke tabib. Tumor Nenek Juha semakin membesar dan mengeluarkan darah bahkan muncul ulat yang menggerogoti bibir bagian bawahnya. Belakangan diketahui tumor tersebut telah menjadi kanker mulut. Nenek Juha dan pihak keluarga akhirnya ingin membawa ke RSCM namun belum memiliki uang meski sudah ada JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya menyampaikan santunan untuk biaya transportasi ke RSCM Jakarta. Semoga dengan adanya santunan dari para sedekahholic melaui Sedekah Rombongan Nenek Juha dapat segera tertangani dan kondisinya membaik sehingga bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Eva @ririn_restu

Bu Juhariah menderita kanker mulut


RINA SILVIANI (9, Hidrosefalus). Alamat : Kp. Kadu Kancas, RT 4/2, Desa Banjarsari, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Rina Silviani adalah anak ketiga dari pasangan Masrani (42) dan Bayinah (42). Silvi panggilan sehari-hari gadis cilik ini. Silvi terlahir normal, namun setelah berumur 3 bulan, ada yang tampak tidak wajar pada kepalanya. Kepala Silvi terus membesar dari hari ke hari. Keluarga akhirnya segera membawa Silvi ke dokter. Silvi dirujuk untuk dibawa ke RS Serang, dan oleh dokter dinyatakan mengalami penyakit Hidrosefalus dan harus segera dioperasi. Dengan bantuan kartu JKN – KIS Silvi akhirnya dapat dioperasi pemasangan selang untuk membuang cairan yang ada di kepalanya. Kepala Silvi mengecil dan tidak mengalami pembesaran lagi, namun ukurannya tidak seperti anak normal seusianya. Silvi masih harus menjalani kontrol dan terapi. Setelah beberapa kali melakukan kontrol, orang tuanya tidak dapat membawa ia berobat karena ketiadaan biaya untuk transportasi. Bapak Masrani yang seorang buruh serabutan penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarga. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi berobat Silvi. Orang tua Silvi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para sedekahholic melaui sedekah rombongan, semoga kesehatan Silvi segera membaik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tangal : 24 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Eva @ririn_restu

Rina mengalami penyakit Hidrosefalus


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada 24 September 2017 kegiatan Lansia Sehata kembali dilaksanakan. Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 – 11.30 WITA, dan dihadiri sebanyak 41 peserta. Kegiatan rutin pun tetap dilaksanakan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan konsultasi dokter. Alhamdulillah dalam kegiatan lansia kali ini juga didukung oleh Berau Coal yang memberikan obat – obatan. Tidak lupa, seperti biasa seluruh peserta melakukan senam sehat dan diberikan makanan yang bergizi. Semua pihak yang terlibat, baik kurir Sedekah Rombongan, pengurus PKK, petugas Puskesmas, dan pihak lain yang membantu turut merasakan kebahagiaan dan keceriaan yang dirasakan para lansia. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin Lansia Sehat pada bulan September dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan dan pemeriksaan kesehatan. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti acar Lansia Sehat ini. Semoga mereka selalu disehatkan oleh Allah SWT. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan operasional kegiatan


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring + Ca. Mamae). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati mengalami sakit pada saluran pernapasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah hampir 6 tahun Ibu Fatmawati berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani anaknya, karena itulah ia mengais rezeki dan hijrah ke Jakarta dengan bekerja sebagai buruh serabutan, namun karena sakit ia tidak dapat bekerja lagi. Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM. Ibu Fatmawati didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring, ia sudah menjalani berbagai macam tindakan medis mulai dari operasi, kemoterapi, hingga dipasang alat di tenggorokannya karena sebelumnya ia kesulitan berbicara. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan tidak memiliki penghasilan. Kondisi Ibu Fatmawati sering tidak stabil dan sering dirawat di rumah sakit, bahkan kankernya kini sudah menjalar ke payudaranya. Ibu Fatmawati mendapatkan jadwal pengobatan pada bulan Oktober 2017, karena itulah ia memutuskan untuk pulang ke rumah anaknya di Pandeglang. Kondisi Ibu Fatmawati membaik, tubuhnya semakin segar dan berat badannya bertambah. Luka pada payudaranya pun mengering. Mendekati jadwal pengobatannya, Ibu Fatmawati kembali ke RSSR Jakarta, namun ia masih membutuhkan bantuan untuk transportasi ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @yadi_uy @ririn_restu

Ibu Fatmawati mengalami kanker nasofaring dan ca mamae


BAYI NYONYA YUSMANA BINTI HARYANTO (1, Kelahiran Prematur). Alamat : Karet Pasar Baru Barat V, RT 9/4, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Pada 29 Agustus 2017 perut Ibu Yusmana terasa nyeri yang tidak kunjung hilang. Suaminya, Bapak Haryanto (37), sangat khawatir dan membawanya Yusmana ke RSUD terdekat. Karena keterbatasan peralatan medis di RSUD, Yusmana dibawa ke UGD RSUP Fatmawati Jakarta. Menurut penuturan suaminya, Ibu Yusmana saat itu sedang hamil 8 bulan, kondisinya mengharuskan persalinan sesegera mungkin dilakukan melalui operasi caesar agar ibu dan bayi dapat diselamatkan. Apabila tidak dilakukan, maka bayi di dalam kandungan tersebut bisa beresiko tinggi hingga kehilangan nyawa. Tindakan operasi pun dilakukan, pasca operasi sang bayi harus mendapatkan tindakan lanjutan karena tubuhnya menguning. Bapak Haryanto merasa bersyukur melihat istri dan anaknya selamat, namun di sisi lain ia nampak kebingungan akan biaya yang harus dikeluarkan karena masuk sebagai pasien umum. Ibu Yusmana beserta sang bayi belum memilki JKN – KIS. Bapak Haryanto yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak mampu membayar biaya rumah sakit dengan mengandalkan penghasilannya yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Terlebih lagi, meski sang ibu sudah diperkenankan pulang tapi bayinya masih harus mendapatkan perawatan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi dari pihak rumah sakit menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : RP. 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Biaya perawatan bayi prematur

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 TUMINI BINTI SAMIRAN 1,000,000
2 WIHARTI BINTI SUMAJI 1,000,000
3 SUMARTI BINTI SUMBER 1,000,000
4 KEMIS BIN SARJI 1,000,000
5 TINI BINTI TUKIMIN 1,000,000
6 TANAH BINTI MISNO 1,000,000
7 WAGIMIN BIN KARMAN 1,000,000
8 WATINI BINTI MARSIDI 1,000,000
9 SUTINI BINTI SARNO 1,000,000
10 JARNI BINTI SURAT 1,000,000
11 TUKIYEM BINTI KARTODIRYO 1,000,000
12 DIRWAS BIN DAUD 500,000
13 KINI BINTI WAHYO 500,000
14 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
15 AJI PANGESTU BIN DAMIN 500,000
16 REZA TRI ANDIKA 500,000
17 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 606,000
18 MTSR LAMPUNG 95,000,000
19 SLAMET RIYADI 1,000,000
20 SISWANTO BIN RAHMAT 2,000,000
21 MUHAMMAD RAFI FIRMANSYAH 1,000,000
22 MUMUNG BIN UMAR 500,000
23 FADHILA PUTRI 500,000
24 MUHAMMAD UMAR 500,000
25 SUPENO PENO 500,000
26 ACHMAD BIN SUHADI 500,000
27 NENENG SAFITRI BINTI ALI 500,000
28 SITI MULIYA 1,000,000
29 ANAH SARWADI 500,000
30 SAMIN BIN PILI 500,000
31 SIAM BINTI FULAN 500,000
32 SITI QORYATUL HASANAH 500,000
33 SAMIN BIN ASMAJA 500,000
34 RAPIAH BINTI MUH. HASDI 500,000
35 SARNAWI BIN MAKRUM 500,000
36 MURSADAH BINTI ENJI 500,000
37 MUMUN BINTI ALI 500,000
38 NAYLA OKTAFIANI 500,000
39 TUTI BINTI ABDULAH 500,000
40 RIDHO BIN SANILAN 500,000
41 SADIAH BINTI DARSA 1,000,000
42 AGUNG BIN KAMID 500,000
43 MAEMUNAH BINTI BANID 500,000
44 SUSANTI KUMALA SARI 500,000
45 KISUT BIN MUGENI 500,000
46 ONEH KARSINAH 500,000
47 SOLICHATUN BINTI NASIR 500,000
48 SRI MULYATI 500,000
49 MUHAMMAD YAHYA 500,000
50 MINI MURSINAH 500,000
51 IVAN SANJAYA 500,000
52 SITI HANA KUMALASARI 500,000
53 SADIAH BINTI DARSA 500,000
54 HENDRI HERDIANSAH 500,000
55 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
56 RUNAH BINTI FULANA 1,000,000
57 NURMAH BINTI NISAN AMID 1,000,000
58 HASIM EFFENDI 500,000
59 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
60 AYU NOVITA SARI 1,000,000
61 DENNY KURNIAWAN 500,000
62 ASIAH BINTI ACANG 500,000
63 KARSINI BINTI TUGIMAN 1,000,000
64 KARSINI BINTI TUGIMAN 1,000,000
65 JUHARIAH BINTI AMIN 500,000
66 RINA SILVIANI 500,000
67 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,000,000
68 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
69 BAYI NYONYA YUSMANA BINTI HARYANTO 1,000,000
Total 143,106,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 143,106,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1066 ROMBONGAN

Rp. 56,453,750,155,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.