Rombongan 1065

Orang bersedekah hakikatnya meminjamkan harta kepada Allah dan Dia pasti akan mengembalikan pinjaman dengan pengembalian yang berlipat ganda.
Posted by on October 20, 2017

MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, ganti ban belakang, ganti kampas rem, ganti piringan rembelakang dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.500.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @arfanesia@widadopangesti Arif @ddeean

Biaya operasional September 2017


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Pembayaran Pajak Tahunan). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk membayar pajak tahunan ambulance. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1054.

Jumlah Bantuan : Rp. 593.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti Arif @ddeean

Biaya untuk membayar pajak tahunan ambulance


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan September Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1054 Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 904.500,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Sembako pasien bulan September tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan September Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Pemalang, Purworejo, Pangandaran, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1054. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.150.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan operasional bulan September tahun 2017


SULASMI BINTI SLAMET (44, Tumor Otak). Alamat : RT 4/1, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2005, Ibu Sulasmi sering mengalami sakit kepala, bahkan sempat beberapa kali kejang bila tidak sanggup menahan sakitnya. Beliau didiagnosis menderita tumor otak. Beliau sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Banyumas, namun tidak merasakan perubahan yang berarti. Pengobatan Ibu Sulasmi kemudian dilanjutkan di RS Margono, Purwokerto. Selama pengobatan di RS Margono, beliau sudah menjalani 2 kali operasi. Operasi pertama dilaksanakan pada September 2016, sedangkan operasi kedua pada Januari 2017. Kini kondisi beliau sudah membaik dan masih harus menjalani terapi sinar rutin di RS Margono. Sejak operasi terakhir, beliau menderita batuk yang tak kunjung sembuh. Menurut dokter, hal tersebut disebabkan efek dari operasi yang dijalaninya. Ibu Sulasmi tinggal bersama suaminya, Karwan (49) yang berprofesi sebagai sopir becak. Penghasilan Bapak Karwan yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. Biaya pengobatan Ibu Sulasmi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun mereka masih kesulitan untuk membiayai transportasi ke rumah sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sulasmi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan kehidupan sehari-hari selama pengobatannnya. Semoga Ibu Sulasmi segera pulih dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @paulsyifa

Bu Sulasmi menderita tumor otak


FAIQ NOUVAL (2, Tumor Leher). Alamat : RT 2/5, Dusun Bungkus, Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal sakit yang dirasakan Dik Faiq adalah tumbuhnya benjolan di leher bagian kanannnya. Tangannya juga terasa sakit. Semakin hari, benjolan tersebut tumbuh semakin membesar. Orang tuanya mengira benjolan tersebut hanya bisul biasa, jadi tidak segera diperiksakan ke dokter. Namun semakin hari benjolan tersebut semakin membesar, hingga akhirnya Dik Faiq diperiksakan ke dokter di Pemalang. Melohat kondisi Dik Faiq, dokter menyarankan agar ia dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono, Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Faiq menderita tumor leher. Ia pun dijadwalkan menjalani pengobatan di RS Margono. Namun Allah berkehendak lain. Pada 31 Agustus 2017, kondisi tubuh Dik Faiq memburuk dan akhirnya ia meninggal dunia. Kedua orang tuanya, Bapak Tarmono (32) dan Ibu Jumaroh (30) sangat kehilangan buah hatinya. Bapak Tarmono bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Jumaroh seorang ibu rumah tangga. Kehidupan sehari-hari mereka yang sederhana kini harus bertambah murung karena kehiilangan buah hatinya. Biaya pengobatan Dik Faiq selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Sebelumnya, mereka kesulitan untuk membiayai akomodasi berobat dan kehidupan sehari-hari Dik Faiq. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengang Dik Faiq sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan dan kebutuhan sehari-harinya. Semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Dik Faiq menderita tumor leher


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jl. Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membeli tabung oksigen. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1016. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak Yulianto mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak


RASINEM TARMO (50, Kanker Serviks). Alamat : RT 1/2, Dusun Karanggude, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya, Ibu Rasinem mengeluhkan perutnya sakit seperti ditusuk jarum dan badannya panas tinggi. Beliau pun dibawa berobat ke Puskesmas Bobotsari, namun tidak ada perubahan yang berarti. Beliau dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit (RS) Ummu Hani, Purbalingga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker serviks atau kanker mulut rahim, sehingga Ibu Rasinem dirujuk ke RS Margono, Purwokerto. Beliau pun dijadwalkan menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan sinar selama 25 hari. Kini beliau masih menjalani terapi rutin ke RS Margono. Suaminya, Tarmo sudah lama meninggal. Ibu Rasinem kini tinggal bersama putranya yang hidup pas-pasan. Biaya pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Pengobatan beliau terkendala biaya akomodasi selama menjalani terapi di rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rasinem sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga Ibu Rasinem segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Bu Rasinem menderita kanker serviks


SUJATMIKO BIN SURADI (5, Kelainan Mata). Alamat : RT 3/4, Dusun Cocok, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Dik Jatmiko menderita kelainan mata sejak ia lahir. Bola mata kirinya tampak seperti ikan dan berwarna putih semua. Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya lantas membawa Dik Jatmiko berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng, Purbalingga. Namun pihak rumah sakit tidak dapat memberikan pengobatan untuk menangani keluhan Dik Jatmiko. Kini Dik Jatmiko harus beraktifitas dengan kondisi mata kiri yang belum normal. Ia merupakan putra dari pasangan Bapak Suradi (33) dan Ibu Utari (25). Bapak Suradi bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan Ibu Utari adalah seorang asisten rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka sangat sulit untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Jatmiko dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Jatmiko sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-harinya. Semoga Dik Jatmiko segera menjalani pengobatan sehingga dapat melihat dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Dik Jatmiko menderita kelainan mata sejak ia lahir


KARSAH BINTI MATIMIN (57, Tumor Parotis + Kelenjar Getah Bening). Alamat : RT 3/1, Dusun Cipicung, Desa Madusari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Karsah didiagnosis menderita tumor kelenjar getah bening. Beliau pun disarankan untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Margono atau RS Banjar. Namun belum dapat dilaksanakan karena beliau takut. Sebelumnya, Ibu Karsah menderita miom uterus di rahim dan sempat dioperasi di RS Majenang. Namun pascaoperasi, benjolan tersebut masih ada. Mengetahui hal tersebut, Ibu Karsah menjadi takut untuk dioperasi karena menganggap operasinya terdahulu gagal. Hingga saat ini, beliau belum dioperasi. Suaminya, Miskam (70) bekerja sebagai petani. Penghasilan sebagai petani hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dengan sangat sederhana. Biaya pengobatan Ibu Karsah selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun, pengobatannya terkendala biaya transportasi, akomodasi ke rumah sakit, serta obat-obatan yang tidak dijamin BPJS. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Karsah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembelian obat yang tidak termasuk dalam jaminan BPJS. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Ibu Karsah didiagnosis menderita tumor kelenjar getah bening


MUHAMMAD RIDUWAN (47, Infeksi Lambung). Alamat : Dusun Krajan, RT 1/1, Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 bulan yang lalu badan Bapak Riduwan mulai panas dan perut beliau rasanya seperti ditusuk-tusuk sampai belakang. Karena yang dirasakan beliau sangat sakit sekali sampai-sampai beliau tidak kuat menahannya dan mengakibatkan beliau tak sadarkan diri. Mengetahui akan hal tersebut, teman kerja beliau akhirnya membawanya ke RSUD Pasuruan. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau pun didiagnosis mengalami infeksi pada lambung. Akhirnya Bapak Riduwan pun menjalani rawat inap untuk beberapa hari dan beliau pun memutuskan untuk pulang setelah rawat inap yang ke 3 hari. Kondisi Bapak Riduwan saat ini sangat lemah karena tidak melanjutkan lagi pengobatannya. Bapak Riduwan setiap harinya bekerja sebagai buruh tani, sedangakan istri beliau Ibu Misyah (41) hanya sebagai ibu rumah tangga. Bapak Riduwan memiliki 2 orang anak yag masih bersekolah di SMP dan SD. Penghasilan yang didapat Bapak Riduwan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak beliau. Bapak Riduwan juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat sehingga beliau sangat terkendala dalam biaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Riduwan. Bantuan pun akhirnya dapat diberikan kepada beliau untuk keperluan berobat, biaya saat masuk rumah sakit, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan Sedekaholics dapat menjadikan jalan kesembuhan bagi Bapak Riduwan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Kurniawanekko @m_rofii11

Pak Riduwan mengalami infeksi pada lambung


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami kanker servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Pada Bulan Juli, Ibu Temon telah menjalani kemo terapi yang ke 6 dan mulai menunggu telfon dari dokter untuk rencana pelaksanaan operasi. Pada awal bulan ini beliau telah menjalani operasi dan berjalan dengan lancar. Ibu Temon tinggal bersama suami beliau, Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1033. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.050.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Ibu Temon mengalami kanker servik


JAMES VALENTINO SYAELENDRA (2, Kanker Kelenjar Getah Bening). Jalan Binor VII C/16, RT 1/14, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa timur. James yang kala itu lahir dengan kondisi badan yang sangat sehat. Pada awal umur yang ke 8 bulan, mulai ada benjolan di daerah sekitar atas mata. Keluarga pun akhirnya mengolesi benjolan tersebut dengan obat tradisional dan benjolan tersebut sudah mulai mengecil. Akan tetapi, pada umur 10 bulan tumbuh benjolan lagi di sekitar lengan dan kaki. Orang tua James yang khawatir akan kondisi pada putranya, lalu mulai diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalai pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis kalau James mengalami kanker kelenjar getah bening. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya mulai menjadwalkan kemo terapi yang akan dilakukan untuk pegobatan. Saat menjalani kontrol diketahui adanya benjolan baru di kepalanya dan James direncanakan untuk menjalani kemo terapi lagi sebanyak 6 kali. James merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Yoseph (46) dan Ibu Anna (39). Bapak Yoseph yang merupakan tulang punggung keluarga, setiap harinya bekerja sebagai penjual koran. Pendapatan yang dimiliki Bapak Yoseph pun juga menentu setiap harinya, sedangkan anak pertama beliau masih duduk di bangku sekolah. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi biaya kebutuhan sehari-hari saat berobat menjadi kendala yang berat bagi keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombonga dipertemukan dengan James, sehingga bantuan dari Sedekaholics pun dapat diberikan kepada James. Bantuan yang diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, susu, membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1049. Semoga pengobatan yang di akan dilakukan James diberi kelancaran dan dapat segera sehat kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 970.100,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

James mengalami kanker kelenjar getah bening


MUCHAMAD FICKY ARCAPUTRA (2, Gizi Buruk). Alamat : Dusun Krajan, RT 6/4, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada saat berumur 4 bulan, Ficky mengalami sakit kulit seperti melepuh. Setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Karsa Husada Batu dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Setelah beberapa hari kondisi Ficky menjadi melemah dan berat badannya menurun. Karena khawatir akan kondisi putranya, orang tua Ficky pun membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksakan dokter mendiagnosis dari hasil yang di dapat kalau Ficky mengalami gizi buruk. Ficky disarankan untuk mengkonsumsi susu yang mengandung gizi yang tinggi. Ficky adalah putra dari Bapak Maulana (33) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan almarhum Ibu Sulastin. Orang tua Ficky merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Ficky untuk terus memberikan asupan gizi yang baik. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki Ficky sangatlah membantu. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ficky dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan pun diberikan untuk Ficky yang telah dipergunakan untuk transportasi dan perbaikan gizi. Semoga Ficky cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Candyaryo @m_rofii11

Ficky mengalami gizi buruk


NGATELIM BINTI TASREL (52, Sesak Nafas). Alamat : Dusun Trajeng, RT 4/9, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Bapak Ngatelim sering mengalami sesak nafas kurang lebih dari satu tahun lalu. Bapak Ngatelim pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas Pakis untuk mendapatkan tindakan medis. Setelah diperiksa Bapak Ngatelim hanya diberikan obat saja oleh pihak puskesmas. Akan tetapi sesak nafas Bapak Ngatelim tidak kunjung membaik. Mengetahui akan hal tersebut, tetangga beliau mengajak untuk pergi ke dokter spesialis paru. Oleh dokter telah dilakukan rongten dan dari hasil rongten diketahui kalau kerja jantung Bapak Ngatelim bekerja melambat dari biasanya. Dokter pun menyarankan beliau untuk tetap menjalani kontrol rutin setiap minggunya agar kondisi beliau bisa membaik. Bapak Ngatelim merupakan kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani yang memiliki penghasilan tidak tentu setiap harinya. Sedangkan istri beliau Ibu Siti Patruha (59) hanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi keuangan yang tidak menentu membuat Bapak Ngatelim tidak berobat. Bapak Ngatelim juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Ngatelim. Bantuan pun diberikan kepada Bapak Ngatelim yang dipergunakan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Bapak Ngatelim akan segera membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Candyaryo @m_rofii11

Bapak Ngatelim sering mengalami sesak nafas


KHOIRUN NISA’UL MARDIYAH (1, Hydrochepalus). Alamat : Dusun Karangbendo, RT 3/6, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir Adek Nisa sudah didiagnosis oleh dokter mengalami Hydrochepalus. Adek Nisa mengalami pembesaran pada kepalanya seiring berjalannya waktu. Adek Nisa selama ini hanya menjalani kontrol rutin setiap bulannya di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Untuk saat ini, kondisi Adek Nisa sangat lemas. Adek Nisa adalah putri dari Bapak Sunarto (45) dan Ibu Sunarti (37). Orang tua Adek Nisa yang bekerja serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Adek Nisa untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki Adek Nisa sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan sangat menyulitkan keluarga. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Adek Nisa dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan pun diberikan untuk Adek Nisa yang telah dipergunakan untuk membeli obat-obatan, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga pengobatan yang dijalani Adek Nisa diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Firman @m_rofii11

Adek Nisa mengalami Hydrochepalus


RINA MARIA ULFA (32, Kanker Payudara Kanan + Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Kyai Boto Lengket, RT 6/5, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada tangga 22 Juni 2017, Ibu Rina mulai mengetahui adanya benjolan sebesar kelereng pada kedua payudara beliau. Ibu Rina pun langsung ke Rumah Sakit Baptis Kediri untuk memulai pemeriksaan akan gejala yang dialami beliau. Dari hasil pemeriksaan yang di jalani, dokter mendiagnosis ada sel kanker pada kedua payudara beliau. Kontrol rutin yang di jalani Ibu Rina memiliki hasil yang bagus dan dokter pun merencanakan untuk dilakukan tindakan operasi pengangkatan sel kanker. Operasi pertama yang dilakukan pada payudara kanan Ibu Rina berjalan sangat lancar dan beliau pun diperbolehkan pulang setelah beberapa hari di rumah sakit. Setelah kondisi beliau pulih akan operasi yang pertama, Ibu Rina pun dijadwalkan lagi untuk operasi pengangkatan sel kanker pada payudara sebelah kiri. Pertengahan Bulan Agustus, Ibu Rina telah menjalani operasi yang dijadwalkan dokter dan operasinya berjalan lancar. Ibu Rina yang menjalani kontrol kembali di sarankan oleh dokter untuk tindakan kemo terapi setelah selang yang di pasang pasca operasi dilepas. Karena obat yang dimiliki di rumah sakit belum lengkap, Ibu Rina pun rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk tindakan selanjutnya. Ibu Rina setiap harinya sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Riadi Supriyanto (33) yang hanya sebagai pedagang dan Ibu Rina telah dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang kebutuhan berupa transportasi dan kebutuhan hidup untuk saat berobat sangat membebani beliau dan keluarga untuk menjalani pengobatan. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Rina dipergunakan untuk biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Rina dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 680.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Rina mengalami ada sel kanker pada kedua payudara beliau


SUMIRA BINTI SAMSUDIN (48, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Banjarsari I, RT 2/7, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 8 bulan yang lalu, tepatnya pada Bulan Desember 2016 mulai tumbuh benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Karena tidak dirasa sakit, Ibu Sumira pun membiarkan benjolan tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar dan mulai terasa nyeri. Tepat pada tanggal 20 Juli kemarin kondisi beliau tiba-tiba menurun, keluarga akhirnya membawa beliau ke Rumah Sakit Tentara Soepraon Malang. Setalah dilakukan beberapa pemeriksaan, dari hasil yang didapat dokter pun mendiagnosis terdapat sel kanker pada payudara kanan beliau. Sebelum berobat kembali, beliau sering merasakan nyeri pada payudara dan membuat keadaan beliau semakin melemah. Ibu Sumirah yang telah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan telah menjadi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Setelah menjalani operasi Ibu Sumira di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk kontrol pasca operasi. Pada akhir Bulan Agustus Ibu Sumira direncanakan untuk tindakan kemo terapi. Sampai saat ini Ibu Sumira sudah menjalani kemo terapi sampai yang ke 3. Ibu Sumirah tinggal suami beliau Imam Syafi’I (48) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan kedua anak beliau yang masih bersekolah. Bapak Imam yang merupakan tulang punggung keluarga sangat terbebani akan biaya yang harus dikeluarkan saat berobat. Ibu Sumirah yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun harus menghentikan pengobatan yang dijalani. Alhamdulillah, Ibu Sumirah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan. Sehingga bantuan yang telah dititipkan Sedekaholics dapat diberikan kepada beliau untuk biaya berobat ke rumah sakit, transportasi, kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pembuatan BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan untuk Ibu Sumira sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1033. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan dapat membuat Ibu Sumira tetap semangat untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 671.500,-
Tanggal : 29 Setember 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Bu Sumira mengalami ada sel kanker pada kedua payudara


ZIO DEVANDRA (5, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Magersari, RT 3/6, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2015, Zio yang saat itu mengeluh kalau di bagian perutnya terasa sakit dan saat buang air kecil sangat sakit. Setelah 5 hari berlalu, wajah Zio tiba-tiba membengkak dan perut Zio juga mulai menggembung. Akhirnya orang tua Zio dengan sigap membawa Zio untuk periksakan ke Puskesmas di daerah sekitar rumah. Dari Puskesmas Zio disarankan untuk melakukan cek laboraturium untuk pemeriksaan yang lebih detail. Hasil dari cek laboraturium, Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor dan langsung diberikan surat rujukan ke RS Saful Anwar (RSSA) Malang. Setelah beberapa kali menjalani kontrol dan konsul dengan dokter di RSSA, Zio akhirnya diputuskan menjalani pengobatan dengan kemo terapi sebanyak 6 kali. Setelah beberapa minggu, Zio yang sudah selesai menjalani jadwal kemo terapinya kondisinya tiba-tiba menurun dan mengalami panas tinggi dan kejang. Zio pun akhirnya menjalani rawat inap di RSSA dan sempat dirawat di ruang ICU anak. Untuk rencana selanjutnya Zio akan dilakukan cuci darah akan tetapi masih dikonsulkan ke dokter. Zio adalah putra kedua dari Bapak Hariadi (31) dan Ibu Wulan (29), sedangkan kakaknya Diandra (9) yang masih duduk di sekolah dasar. Orang tua Zio yang bekerja sebagai serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Zio untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Zio sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS sangat menyulitkan keluarga. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zio dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan kembali diberikan untuk Zio yang telah dipergunakan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1035. Semoga pengobatan yang dijalani Zio diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor


RISKA YULIANTI (12, Kelainan Jantung). Alamat : Dusun Tanah Begali, RT 2, Pulau Layang, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Riska adalah seorang pelajar kelas 7 di SMP Negeri 25 Merangin. Sekitar awal tahun 2016 lalu, Riska merasakan nyeri yang sangat dahsyat pada persendiannya yang terkadang berpindah – pindah dari sendi satu ke sendi lainnya. Setelah beberapa hari mengalami gejala tersebut, orang tua Riska membawanya berobat ke RSUD Kabupaten Merangin menggunakan JKN-KIS. Ternyata Riska terindikasi TBC Tulang dan dokter memberikan obat untuk penyembuhannya. Berselang 6 bulan kemudian, Riska mengalami kondisi tubuh yang mudah capek, setelah itu nafsu makannya berkurang dan berat badannya semakin menurun. Keluarga akhirnya memutuskan untuk membawanya berobat ke RSUD Kabupaten Merangin, dokter mendiagnosis Riska terkena kelainan jantung atau paru paru. Riska pun mendapat rujukan ke RSUD Raden Mattaher Jambi, namun keluarga menolak karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan akomodasi. Ayah Riska, Samsi (37), dan ibunya, Mirawati (33) mengais rezeki menjadi petani di lahan milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Selain Riska, mereka memiliki dua orang anak yang masih kecil, belum lagi ada tunggakan utang yang harus mereka bayar. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Jambi bertemu keluarga Riska, dan dapat menyampaikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi berobat, sehingga pada awal Oktober Riska dapat kontrol ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Hasil diagnosis dokter, Riska menderita kelainan jantung yang diakibatkan tidak optimalnya kerja katup jantungnya dan secara medis harus dioperasi. Tetapi keluarga ingin bermusyawarah lebih dulu. Dokter pun memberikan obat untuk dikonsumsi selama sebulan dan Riska harus kontrol bulan depan. Semoga Riska segera membaik sehingga ia dapat sekolah dan bermain seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @Fadol_s @limzki_99 @ririn_restu

Riska terindikasi TBC Tulang dan kelainan jantung


HASRIL MAHARDIKA (1, Kelainan Jantung Bawaan). Alamat : Desa Danau Embat, RT 2/1, Kecamatan Muaro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Tangis bayi laki-laki ini pecah mengejutkan kedua orang tuanya malam itu. Tepat 1 bulan yang lalu, Harsil mengalami sesak napas, kulit putihnya menjadi pucat dan berwarna biru keunguan di bagian bibir, kuku jari tangan dan kakinya. Kala itu sang ayah, Pak Muammar (35), bingung apa yang terjadi dengan anaknya yang baru berusia 2 bulan. Harsil pun dibawa ke Puskesmas terdekat di desanya. Bidan desa memberikan saran agar dirujuk ke RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe (HAMBA) Muara Bulian. Berbekal uang seadanya, Pak Muammar, membawa Harsil dari desa ke RSUD HAMBA Muara Bulian dengan mengendarai motor yang memakan jarak tempuh selama 1 jam dan harus melewati Sungai Batang Hari. Menurut dokter, Harsil harus sesegera mungkin dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. JKN-KIS Harsil sedang dalam kepengurusan. Pak Muammar hanyalah seorang buruh pemanen sawit dengan penghasilan tidak tetap setiap bulannya, sedangkan istrinya, Ibu Ratna Kholila (33), adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan tersebut tentulah tidak cukup untuk biaya berobat Hasril, terlebih lagi masih ada 2 anak lainnya yang masih bersekolah. Kurir Sedekah Rombongan Jambi merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga ini. Bantuan awal pun disampaikan untuk sewa ambulans, transportasi dan akomodasi selama di Jambi. Semoga bayi Harsil bisa segera sembuh dan tumbuh besar seperti anak-anak yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @limzki_99 @ririn_restu

Hasril menderita kelainan jantung bawaan


PRIMA HIDAYAH (1, Tetralogi of Fallot). Alamat : Jalur I Blok A, RT 2, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Prima harus mengalami rasanya masuk keluar rumah sakit karena sering mengalami kebiruan pada ujung-ujung jari, bibir serta cuping hidungnya sejak ia berusia 2 bulan. Orang tua Prima bercerita saat lahir putrinya tidak segera menangis dengan kondisi ketuban yang berwarna hijau kental. Saat itu Prima disarankan untuk dikonsultasikankan ke dokter spesialis anak oleh bidan setempat, akan tetapi karena keterbatasan biaya ia tidak jadi dibawa ke dokter. Pada saat memasuki usia 11 bulan, Prima mengalami batuk pilek disertai sesak napas berat hingga akhirnya ia dibawa ke RS Sungai Bahar dan dirawat selama 2 hari. Selama menjalani rawat inap dan tak kunjung ada perkembangan yang signifikan, akhirnya ia dirujuk ke RSU Raden Mattaher Jambi dan dirawat di ruangan PICU. Prima didiagnosis mengalami tetralogi of fallot yakni kelainan jantung bawaan yang terdiri dari empat atau paling nyata tiga kelainan jantung yang disebabkan karena “sindrom bayi biru”. Dokter menyarankan agar Prima segera dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sudarto (41) dan Warni (38) adalah orangtua Prima yang sehari hari bekerja sebagai buruh sawit. Saran pihak medis yang mengharuskan putri mereka segera dirujuk ke Jakarta dengan menyertakan pendamping medis sangat memberatkan keluarga ini. Meskipun memiliki JKN – KIS; kesulitan biaya transportasi, proses rujukan, serta sulitnya urusan dengan maskapai penerbangan akibat kondisi Prima yang sedikit berbeda, sempat menyurutkan keinginan orang tuanya untuk membawa Prima ke Jakarta. Alhamdulillah berkat izin Allah SWT kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini dan dapat menyampaikan santunan awal hingga akhirnya Prima dan orang tuanya dapat berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Prima sempat dirawat karena mengalami sesak napas dan sampai saat ini ia masih berobat jalan. Kurir Sedekah Rombongan pun telah menyampaikan bantuan untuk pembelian alat nebulizer atau alat terapi pernapasan. Prima kembali dirawat karena kembali mengalami sesak napas. Setelah 12 hari dirawat, Prima menghembuskan napas terakhirnya. Pemulangan jenazah Prima ke daerah asal tidak ditanggung oleh JKN – KIS. Kurir Sedekah Rombongan akhirnya kembali menyampaikan santunan ketiga untuk biaya pemulangan jenazah dan santunan duka. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan tabah atas meninggalnya Prima. Sebelumnya Prima telah dibantu dalam Rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.410.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @bitrihanuari @limzki_99 @ririn_restu

Prima didiagnosis mengalami tetralogi of fallot


RAHMA OKTA BERINA (13, Penyempitan Usus). Alamat : RT 2, Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Sejak lahir Rahma buang air besarnya normal, namun ketika berumur 11 bulan perutnya membesar lalu dibawa ke RSUD Bangko. Dokter mengatakan ada penyempitan usus karena dihimpit tumor dan harus segera dioperasi untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke sebelah kiri perut. Operasi pun dilakukan, tetapi tumornya tidak diangkat karena pada saat itu kondisi Rahma tidak memungkinkan. Sebulan setelah operasi, perut Rahma kembali membesar. Ibunya memberikan susu kuda liar hingga 7 botol dan alhamdulillah perutnya tidak membesar lagi hingga sekarang. Kondisi Rahma saat ini bisa beraktivitas seperti biasa, namun saluran buang air besar yang berada di sebelah kiri perut sangat mengganggu kesehariannya. Pihak medis RSUD Bangko menyarankan agar Rahma dioperasi kembali untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke posisi normal, ia pun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ayah tirinya, Yusrianto (36), bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya, Marilam (44), hanya ibu rumah tangga. Mereka mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta proses rujukan ke RSUD Raden Mattaher Jambi karena untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja masih sangat sulit. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini dan dapat menyampaikan santunan awal. Setelah Rahma menjalani dua kali pemeriksaan rontgen, dokter menyarankan untuk terlebih dahulu dibersihkan kotoran yang menumpuk selama 2 bulan dan ia pun harus kontrol sebulan sekali. Santunan kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Rahma. Semoga Allah memperkenankan Rahma bisa memiliki saluran pembuangan normal dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman. setiap disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga operasi Rahma berjalan lancar dan ia bisa beraktivitas kembali dengan nyaman. Sebelumnya Rahma sudah mendapatkan santunan dalam Rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @fadol_s @limzki_99 @ritania @azwir @ririn_restu

Rahma mengalami penyempitan usus karena dihimpit tumor


SYIFA NURFADILA (6, Jantung Bocor + Pembuluh Darah Terbalik). Alamat : Jalan Padang lamo, RT 13, Dusun Rimbun Sari, Kelurahan Sungai Rambai, KecamatanTebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Syifa terlahir normal, namun sejak berusia 6 bulan muncul bintik – bintik hitam pada kukunya dan ia demam tinggi. Syifa pun berobat ke RSUD Sulthan Thaha Kabupaten Tebo, dokter menyatakan ia mengalami bocor jantung dan untuk lebih meyakinkan lagi dokter menyarankan dirujuk ke RS Padang. Syifa tidak langsung dibawa berobat ke RS Padang dikarenakan tidak ada biaya pada saat itu. Setahun kemudian tepatnya pada tahun 2012, Syifa berobat ke RS Padang, ia didiagnosis mengalami bocor jantung dan pembuluh darah terbalik. Kendala tidak adanya biaya membuat Syifa akhirnya dibawa pulang ke Tebo. Sebulan kemudian, Syifa mengalami demam tinggi dan dilarikan ke RSUD Muaro Bungo dan koma selama 2 minggu. Karena ketiadaan biaya, Pak Jumanto membawa Syifa ke RSUD Tebo karena lebih dekat dengan rumah dan agar ia bisa bolak – balik ke rumah sakit sembari bekerja. Syifa dirujuk lagi ke RS Padang dalam keadaan masih koma, tetapi pihak medis RS Padang menyarankan agar dibawa ke Jakarta untuk dioperasi. Pak Jumanto dan istri tidak punya uang sehingga Syifa dibawa pulang ke rumah meskipun masih dalam keadaan tak sadarkan diri dengan kondisi tubuh kaku dan tidak bergerak. Sungguh keajaiban, jika Allah sudah berkehendak meski tidak dirawat di rumah sakit dan hanya dirawat di rumah saja, keadaan Syifa membaik hingga sadar dari komanya. Meskipun telah membaik, tapi Syifa tidaklah seperti anak kecil lainnya, ia tidak bisa berjalan normal seperti teman seusianya karena ia hanya bisa duduk saja. Beberapa minggu yang lalu, Syifa mengalami demam tinggi dan kembali dibawa ke RSUD Kabupaten Tebo. Setelah dirawat selama 5 hari dan kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang. Syifa dijadwalkan untuk kontrol seminggu kemudian dan dirujuk kembali ke Padang sebelum ke Jakarta. Bapak Jumanto (34) sehari-harinya menjual bakso keliling dengan menggunakan sepeda motor kreditan yang sudah menunggak cicilannya berbulan-bulan. Dengan penghasilan yang tak menentu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja keluarga ini agak kesulitan, apalagi jika digunakan untuk biaya transportasi ke Padang dan Jakarta. Ibu Syifa, Roslina (30), adalah ibu rumah tangga, selain mengurusi Syifa ia juga merawat adik Syifa yang berusia 2 tahun. Alhamdulillah berkat izin Allah, Kurir Sedekah Rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan pun telah diberikan kepada keluarga ini untuk biaya transportasi pengobatan Syifa. Semoga Syifa bisa berobat dan segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 10 oktober 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @ritania @limzki

Syifa mengalami bocor jantung dan pembuluh darah terbalik


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine, tetapi pada pengidap hipospadia lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Saat usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisinya. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Sedekahrombongan dapat memfasilitasi keberangkatan Asyraf ke Jakarta pada 15 April 2017. Asyraf sudah menjalani rangkaian pengobatan dan operasi di RSCM Jakarta, menurut dokter kini ia dapat menjalani rawat jalan di Pangkalpinang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya kepulangan ke Pangkalpinang Asyraf beserta keluarganya. Sebelumnya Asyraf telah dibantu dalam rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.693.730,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi via Suharji @ririn_restu

Asyraf menderita penyakit Hipospadia


HANIFAH BINTI SUDIRMAN (1, Pneumonia Aspirasi). Alamat : Jalan Tiga Dalam, RT 1, No. 29, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hanifah adalah putri ketiga pasangan Bapak Sudirman (37) dan Ibu Hartati (34), dua kakaknya masih berusia 8 tahun dan 6 tahun. Hanifah dilahirkan pada Minggu, 10 September 2017, dibantu oleh bidan. Saat berumur 4 hari, Hanifah tidak mau menyusu dan kondisi badannya menguning. Bidan menyarankan untuk menetesi ASI ke mulut Hanifah dengan menggunakan pipet. Beberapa saat setelah itu, Hanifah muntah dan kondisinya mulai menurun. Jumat, 15 September 2017, Hanifah dibawa ke RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Dokter menyatakan Hanifah tersedak dan sebagian susu masuk ke dalam paru-parunya, ia pun dinyatakan mengalami pneumonia aspirasi atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya bahan-bahan ke dalam saluran pernapasan. Hanifah akhirnya dirawat di ruang NICU RSU Kanujoso Djatiwibowo dan dipasang ventilator. Pada pukul 21: 30 WITA, Hanifah meninggal dunia. Hanifah dirawat sebagai pasien umum sehingga meninggalkan tunggakan sebesar Rp2.250.000,-. Pak Sudirman yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan kini tidak lagi bekerja karena berkurangnya proyek pembangunan perumahan dan kondisi kesehatannya sering menurun. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Hanifah akhirnya menyampaikan bantuan untuk membantu membayar tunggakan biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 2.250.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Hanifah mengalami pneumonia aspirasi atau infeksi paru-paru


MUHAMMAD ANUGRAH (1, Asfiksia Neonatorum). Alamat : Jalan Raya Nongsa Asri, RT 1/12, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 15 Mei 2017 lalu, Agustina (19), melahirkan putra pertamanya di klinik melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dengan kondisi lemas dan kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak klinik sang bayi dirujuk ke RS Elisabet Batam Center dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Muhammad Anugrah sempat dirawat di rumah sakit selama 25 hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Agustina dan suaminya, Nasrullah bin Sahrullah (16), belum bekerja dan masih bergantung dengan orang tuanya yang sehari – harinya menjual solar dan bensin. Selama dirawat di RS Elisabet Batam Center, Muhammad Anugrah menggunakan biaya mandiri tanpa ada jaminan kesehatan karena sang ayah belum memiliki KTP. Keluarga akhirnya menghadapi kendala biaya rumah sakit yang terus membesar hingga mencapai 15 juta rupiah, sedangkan kondisi keuangan keluarga tidak sanggup untuk melunasi semua tagihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga Nasrulah dan Agustina. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk mencicil tagihan biaya rumah sakit. Semoga adik Muhammad Anugrah tumbuh dewasa dengan sehat dan menjadi kebanggaan orang tuanya, amin. Sebelumnya Muhammad Anugrah dibantu dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000.-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @ririn_restu

Anugrah menderita asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Sebelumnya sel kankernya sudah menjalar ke paru – paru dan berkat kemoterapi rutin tersisa di dinding paru – paru. Kini sel kanker di dinding perahu perlahan semakin berkurang dan kondisi Supriyadi semakin membaik. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


Alm. ADIK AISYAH BINTI ANDI (4, Tumor Otak dan Broncopnsmoni). Alamat Jl. Kenanga Perumnas Balaroa Kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat Kota Palu. Adik Aisyah menderita penyakit tumor otak yang menyebabkan adik Aisyah tidak sadarkan diri hingga 12 hari lamanya masih berada dalam kondisi Koma dan terus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RS. Anutapura Palu. Namun kondisi dihari ke-13 di ruang ICU tersebut kondisi adik Aisyah terus mengalami penurunan dan akhirnya takdir menetapkan bahwa Adik Aisyah meninggal dunia. Alm. Adik Aisyah merupakan anak dari Bapak Andi (44) yang sehari-hari bekerja tidak tetap dan biasa menjadi pembantu sopir dan Ibu bernama Lili (27) sebagai Ibu rumah tangga. Dikarenakan Adik Aisyah belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun, maka pihak rumah sakit memasukan Adik Aisyah dalam kategori pasien umum. Dengan kondisi demikian pihak keluarga mengalami kesulitan guna melunasi biayia perawatan dan pengobatan alm. Adik Aisyah selama di rumah sakit.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan pelunasan biaya perawatan dan pengobatan selama alm. Adik Aisyah di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 24.000.000, –
Tanggal : 16 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Taty dan Lisma

Adik Aisyah menderita penyakit tumor otak


AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke jakarta. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu proses keberangkatan Agustiawan ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta. Bantuan sebeleumnya terdapat dalam rombongan ke 999 dan 1008.

Jumlah bantuan : Rp. 3.355.000, –
Tanggal : 17 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Mega Lapasere

Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir


ERDA YOVAN (20, Luka Bakar Seluruh Tubuh). Alamat : Dusun Pengkol Rat 3/1, Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Yovan, panggilan akrabnya sejak kecil, Yovan lulus SMA tahun 2016, sejak lulus SMA Yovan ikut kakaknya bekerja di salah satu instalasi pelistrikan di daerah Bandung. Awal bekerja tidak mengalami kendala apapun, hingga 8 bulan bekerja cobaan datang padanya, Yovan tersengat listrik yang tengah diperbaikinya yang menyebabkan luka bakar di sekujur tubuhnya dan hanya wajah yang tidak terkena dampaknya. Setelah kejadian tersebut Yovan
dilarikan ke salah satu rumah sakit di Bandung, dengan jaminan KIS yang dimilikinya Yovan dirawat di rumah sakit selama 1 bulan. Selama 1 bulan perawatan luka bakarnya tidak kunjung pulih, akhirnya Yovan memilih untuk pulang ke Ngawi dan dirawat di rumah saja. Selama di Ngawi, Yovan dirawat oleh neneknya karena ayahnya yang hanya seorang pedagang cilok harus melanjutkan pekerjaanya di luar kota, begitu pula dengan ibunya yang juga harus bekerja bersama ayahnya. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya perawatan medikasi lukanya. Yovan dan keluarga menyampaikan terima kasih, semoga amal kebaikan semuanya diterima oleh Allah.

Jumalh bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal :
Kurir : @mawan @anissetya @ayak @dedyreza @welly @yudi

Erga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya


IIS JUJU ZULAIKAH (22, Infeksi Kaki Sebelah Kanan). Alamat: Desa Candi RT. 01/06, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbak Iis merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Semarang yang saat ini menjadi dampingan SedekahRombongan Solo. Mei 2015 silam sepulang dari bekerja di Kalimantan, Mbak Iis mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kanannya retak. Oleh warga sekitar dilarikan ke Rumah Sakit di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tiga hari kemudian setelah kondisi Mbak Iis agak membaik dokter melakukan operasi pemasangan pen di kaki kanan. Beberapa bulan setelah operasi pemasangan pen, kaki bekas pen mengalami bengkak namun karena jarak ke Rumah Sakit jauh dan kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu maka tidak dibawa ke rumah sakit sehingga pada akhirnya kaki yang bengkak tadi membusuk, jahitan membuka, pen lepas dan sekarang terlihat tulang kaki karena daging juga mengelupas. Apabila berjalan, keluar tetesan darah dari luka tersebut. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan dilakukan seadanya. Sejak sakit, Mbak Iis tidak bekerja, kemudian Mbak Iis dan Ibunya, Ida Zubaidah (42) memutuskan untuk kembali ke Jawa tinggal menumpang di rumah kerabat di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan harapan akan mendapatkan pengobatan yang lebih layak. Sementara sang ayah dan adik tetap berada di Kalimantan. Kurir SedekahRombongan Semarang dipertemukan dengan Mbak Iis dan keluarga kemudian mendampingi pengobatan Mbak Iis hingga mengantar berobat ke Solo. Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan dan operasi di RS Dr Soeharso Solo. Mbak Iis baru saja menjalani operasi yang ketiga. Pemasangan alat ilizarov pada kaki kanan, berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi pergeseran tulang dan untuk membantu dalam proses pemanjangan tulang. Santunan ke-7 untuk pembelian obat dan akomodasi selama pengobatan disampaikan kepada Mbak Iis, dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1021. Semoga bantuan mampu mengurangi beban dan Mbak Iis berangsur sembuh. Aaamiin. Keluarga mengucapakan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @mawanhananto @Anissetya60 @shofawa

Bu Iis menderita infeksi kaki sebelah kanan


AFIANA ASKI SALSABILA (16, Kista Arachnoid). Alamat : Winda RT 2 RW 9, Makam Haji, Kartosuro, Sukoharjo. Afiana, putri dari pasangan bapak Sunarno (40) dan ibu Afidah (36) sudah menderita Hydrocephalus & Meningokel sejak lahir. Setelah didiagnosa Hidrocephalus, Afiana dilakukan operasi pemasangan VP shunt untuk mengurangi penumpukan cairah di kepalanya. Alhamdulillah operasi berhasil dan Afiana bisa beraktivitas normal seperti teman-teman sebayanya bahkan saat ini Afiana bisa bersekolah di salah satu SMK swasta di Kota Solo. Namun 2 bulan terkahir Afiana merasakan pusing di kepala dan nyeri di selang VP Shunt yang terpasang di kepalanya. Oleh kedua orang tuanya Afiana dibawa ke puskesmas dengan menggunakan kartu KIS yang dimilikinya. Dari puskesmas Afiana mendapat rujukan ke dokter bedah syaraf di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Oleh dokter bedah syaraf Afiana didiagnosa menderita Kista arachnoid dan harus dioperasi untuk mengambil kistanya. Setelah dioperasi Afiana menjalani pemulihan di ICU selama 2 hari. Saat ini Afiana sudah pindah ke bangsal untuk melanjutkan pemulihan pasca operasi. Setelah pulang dari rumah sakit Afiana harus menjalani kontrol rutin untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Ayahnya yang hanya pedagang gorengan hanya mampu mengantarkan kontrol menggunakan sepeda motor, dengan segala keterbatasan Afiana melanjutkan pengobatan di rumah sakit.Alhamdulillah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan Afiana, santunan pertama sebesar Rp 500.000 disampaikan untuk bantuan akomodasi selama pengobatan. Orang tua Afiana mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @mawan @anissetya @dedyreza @ayak

Afiana didiagnosa menderita Kista arachnoid


ARNI RUWANI (49, Kanker Servik) Alamat: Kidul Warung RT 2/6, Ke. Pabelan, Kel. Kartasura, Kab. Sukoharjo, Prov. Jawa Tengah. Bu Arni begitu sapaan beliau sehari-hari. Ibu Arni merupakan istri dari Bapak Hariyanto (53) dan ibu dari kedua anaknya yakni Sri Suhartati (24) dan Rivani Yuniar (16). Anak pertama Bu Arni sudah berkeluarga dan tinggal bersama suaminya di Kalimantan sedangkan anak keduanya masih sekolah kelas 2 SMA. Bu Arni divonis menderita Kanker Servik sejak Juli 2016. Awalnya pada bulan Juni 2016 Bu Arni mengalami perdarahan terus menerus lalu Bu Arni periksa ke bidan dan mengatakan kalau itu gejala monopouse. Namun perdarahan terus dialami hingga Bu Arni pingsan dan dilarikan ke RSUD Sukoharjo lalu ditangani Dokter Penyakit Dalam yang kemudian dilakukan transfusi darah. Setelah diizinkan pulang dari RSUD, pada akhir bulan juni Bu Arni mengalami pendarahan hebat lagi hingga pingsan, langsung dilarikan ke RSUD Sukoharjo di tangani oleh Dokter Kandungan kemudian dilakukan observasi dan cek lab, hasil cek lab menyatakan Bu Arni menderita Kanker Servik Stadium 2B. Setelah dinyatakan mengidap kanker lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo dan menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar namun sel kankernya sudah menjalar ke panggul dan otot. Dokter menyarankan untuk menjalani 3 kali kemo namun tidak tercover BPJS karena obat kemo yang digunakan berbeda dengan yang sebelumnya, hal itu yang menjadikan alasan Ibu Arni tidak melanjutkan pengobatan. Suami Bu Arni bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan Rp. 60.000,-/hari dan mereka tinggal dirumah kontrakan. Pertengahan bulan September 2017 Bu Arni mengalami perdarahan lagi yang kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo dan pada tanggal 21 September 2017 kondisinya membaik dan sudah diijinkan pulang dengan catatan tanggal 26 September 2017 menjalani kontrol. Saat kontrol Bu Arni disarankan untuk melanjutkan kemo namun karena ada masalah pada ginjal Bu Arni yang menunjukan kreatininnya tinggi sehingga beliau harus menjalani cuci darah terlebih dahulu. Tanggal 5 Oktober 2017 Bu Arni menjalani rawat inap untuk persiapan cuci darah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Arni, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu akomodasi Bu Arni ketika rawat inap. Bu Arni menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan meminta doa semoga segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @eliyan_a

Bu Arni divonis menderita kanker servik


ELVIRA BINTI BAKRI (48, Skoliosis). Alamat : Jalan Gadih Rantih, No. 2, RT 4/5, Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ibu Elvira adalah seorang janda dengan 6 anak. Ibu Elvira tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap, terkadang ia mendapat upah dari membersihkan warung makan dan menjaga anak tetangganya, itupun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Sehari – hari kebutuhan hidupnya sering didapat dari bantuan tetangga. Empat anaknya putus sekolah karena ketiadaan biaya, 1 anak masih kelas 3 SD dan anak bungsu perempuannya yang berusia 11 tahun menderita down syndrome dan bersekolah di SLB. Ibu Elvira juga harus merawat dan menghidupi ibu kandungnya yang mengidap kanker serviks stadium 3. Keluarga Ibu Elvira belum mempunyai JKN – KIS BPJS. Ia pernah mencoba mengurus JKN – KIS PBI pada tahun 2016, namun hingga kini belum mendapatkannya. Ibu Elvira tidak pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena ketiadaan biaya. Makan sehari – hari dan biaya sekolah kedua anaknya saja sangat sulit dipenuhi, apalagi untuk berobat. Anak laki – laki tertua Ibu Elvira berkerja serabutan apa saja untuk membantu ibunya. Kondisi Ibu Elvira yang mengalami skoliosis atau melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal, sering membuatnya merasakan nyeri hebat dan susah napas. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Ibu Elvira. Tangis haru tak tertahankan dari Ibu Elvira ketika menerima titipan rezeki dari Sedekahholics Sedekah Rombongan yang digunakan untuk bantuan pengurusan JKN – KIS. Rasa terima kasih tak terhingga disampaikan Ibu Elvira untuk sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2017
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Bu Elvira menderita skoliosis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR PURWOKERTO 7,500,000
2 MTSR PURWOKERTO 593,000
3 RSSR PURWOKERTO 904,500
4 RSSR PURWOKERTO 1,150,000
5 SULASMI BINTI SLAMET 500,000
6 FAIQ NOUVAL 750,000
7 YULIANTO BIN NASIR 500,000
8 RASINEM TARMO 500,000
9 SUJATMIKO BIN SURADI 500,000
10 KARSAH BINTI MATIMIN 750,000
11 MUHAMMAD RIDUWAN 1,000,000
12 TEMON BINTI SAWAL 1,050,000
13 JAMES VALENTINO SYAELENDRA 970,100
14 MUCHAMAD FICKY ARCAPUTRA 1,000,000
15 NGATELIM BINTI TASREL 600,000
16 KHOIRUN NISA’UL MARDIYAH 500,000
17 RINA MARIA ULFA 680,000
18 SUMIRA BINTI SAMSUDIN 671,500
19 ZIO DEVANDRA 600,000
20 RISKA YULIANTI 500,000
21 HASRIL MAHARDIKA 1,000,000
22 PRIMA HIDAYAH 11,410,000
23 RAHMA OKTA BERINA 1,000,000
24 SYIFA NURFADILA 800,000
25 ASYRAF BIN M.SALEH 1,693,730
26 HANIFAH BINTI SUDIRMAN 2,250,000
27 MUHAMMAD ANUGRAH 3,000,000
28 SUPRIYADI JAWAI 1,200,000
29 Alm. ADIK AISYAH BINTI ANDI 24,000,000
30 AGUSTIAWAN BIN HERMAN 3,355,000
31 ERDA YOVAN 1,000,000
32 IIS JUJU ZULAIKAH 500,000
33 AFIANA ASKI SALSABILA 500,000
34 ARNI RUWANI 500,000
35 ELVIRA BINTI BAKRI 1,000,000
Total 74,427,830

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,427,830,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1065 ROMBONGAN

Rp. 56,310,644,155,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.