Rombongan 1064

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on October 17, 2017

AFTA HERKA AL MAJID (13, Luka Bakar). Dusun Cokro Bedog, RT 8/12, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2008 Afta masuk penggorengan, dan hampir seluruh tubuhnya terdapat luka bakar. Orangtuanya segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Dokter memutuskan akan dilakukantindakan operasi secara bertahap. Selama kurun waktu 5 tahun ini Afta telah menjalani 20x operasi. Saat ini kondisi luka bakar Afta sudah kering, namun luka masih belum sembuh total. Untuk biaya pengobatan Afta orangtuanya meminjam uang ke sanak saudara dan tetangga hingga hutangnya saat ini mencapai 40 juta rupiah. Ayahnya Alip Budiyanto (36) berprofesi sebagai buruh dan ibunya, Yustina (34) seorang ibu rumah tangga yang juga merawat Afta dan kedua adiknya. Afta memiliki kartu jaminan BPJS, tetapi baru bisa digunakan mulai tanggal 27 Oktober 2017. Kedua orangtuanya terus berusaha mengusahakan kesembuhan untuk Afta. Saat bersilaturahim, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi selama pengobatan Afta. Keluarga Afta sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Afta dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : R:p. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Oktober 2017
Kurir: @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Hilmi

Afta mengalami luka bakar


WARGA DUSUN BUNDELAN (Pembuatan Sumur Bor Akibat Kekeringan). Alamat : Dusun Bundelan, RT 3/8, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Air menjadi sumber kehidupan utama bagi seluruh makhluk hidup, bahkan laksana emas bagi warga Gunungkidul terlebih di musim kemarau. Di beberapa wilayah di Gunungkidul sudah akrab menggunakan tampungan besar untuk menampung air saat musim penghujan. Penggunaan air dihemat hingga habis masa kemarau. Tetapi, tiga tahun belakangan ini musim kemarau berkepanjangan, warga pun hanya pasrah menunggu uluran tangan bantuan air bersih. Struktur batuan dan kondisi geografis Gunungkidul memang tak mendukung di setiap lokasi bisa membuat sumur, kadang warga hanya mengandalkan air sungai atau telaga yang debit airnya sudah berkurang juga jaraknya cukup jauh dari pemukiman. Alhamdulillah, saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke Dusun Bundelan ini, mendapat informasi di wilayah ini bisa dibuat sumur bor. Setelah dilakukan survei lokasi oleh petugas sumur, diketahui ada titik mata air yang bisa di bor. Tak menunggu lama proses pengerjaan pengeboran segera dilaksanakan. Setelah dikerjakan selama 3 hari, alhamdulillah di kedalaman 90 meter air memancar dengan deras. Sumur bor ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 45 KK dan 2 mushola. Warga pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya mewujudkan keinginan warga. Semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas dengan kebaikan dunia dan akhirat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Tubiyanto

Pembuatan sumur bor akibat kekeringan


AGUSTIANA BINTI RIDWAN (16, Lambung). Alamat Jl. Trans Sulawesi Desa Towale Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Agustiana sudah lebih dari seminggu terbaring lemah di rumah akibat penyakit lambung yang diderita. Kedua orang tua hanya membawa adik Agustiana ke Puskesmas karena awalnya hanya menganggap penyakit biasa saja. Namun lama kelamaan kondisi adik Agustiana semakin menurun, dan akhirnya kedua orang tua melarikan ke rumah sakit umum Kabelota Donggala guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan kondisi HB adik Agustiana terus menurun, wajah pucat, gemetaran dan sering pingsan. Adik Agustiana merupakan anak dari bapak Ridwan (43) yang sehari hari berprofesi sebagai nelayan dan Ibu bernama Faizar (40) sebagai ibu rumah tangga. Saat ini adik Agustiana memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk SKTM.
Sedekah rombongan segera bergerak setelah mendapat informasi tersebut. Namun ternyata Allah berekehendak lain setelah kurir sedekah rombongan hendak menemui adik Agustiana ternyata takdir telah mendahului bahwa adik Agustiana telah meninggal dunia. Kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan beban duka bagi keluarga adik Agustiana.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : Rasyid@Suparman

Agustina menderita penyakit lambung


BUAH BINTI AMBO DALE (65, Janda/TBC dan Lambung). Alamat Jl. Trans Sulawesi Dusun Petobo Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Buah telah lama mengindap penyakit TBC dan sudah sering keluar masuk rumah sakit. Saat ini kondisi Ibu Buah masih lemah dan terbaring di rumah dan mengandalkan pengobatan tradisional. Ibu Buah telah lama ditinggal oleh suami (meninggal dunia) dan terus berusaha menafkahi kehidupan sehari-hari dengan bekerja yang tidak tetap (jualan keliling, dan lain-lain). Kondisi tubuh ibu Buah sudah semakin lemah dan pihak keluarga terus berupaya untuk bisa membawa Ibu Buah kembali masuk ke rumah sakit. Jaminan kesehatan yang dimiliki Ibu Buah adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediaman Ibu Buah setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombonan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Buah.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Oktober 2017
Kurir : Rasyid@Suparman

Bu Buah mengindap penyakit TBC


ADRIAN BIN RUSLAN (15, Suspec Trauma Occuli). Alamat : jl. Trans Sulawesi Desa Lalos Kecamatan Galang Kabupaten Toli-Toli Sulawesi Tengah. Adrian adalah korban kecelakaan lalu lintas di desa lantapan kabupaten Toli-Toli, yang mengakibatkan bola mata mengalami kerusakan dan harus menjalani operasi sesegera mungkin. Saat ini Adrian masih dalam kondisi kritis di ruangan ICU RS Anutapura Palu. Adik Adrian merupakan anak dari bapak Ruslan (32) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh (tukang panjat kelapa) dan Ibu bernama Ria (30) sebagai Ibu rumah tangga. Dikarenakan adik Adrian belum memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun maka segala biaya pengobatan dan operasi masih mengalami kendala.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju rumah sakit umum Anutapura Palu setelah memperoleh informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya kebutuhan Adik Ardian.

Jumlah bantuan : Rp. 23.000.000,-
Tanggal : 13 Oktober 2017
Kurir : Rasyid@Taty dan Lismasari

Adrian mengalami kerusakan bola mata


UTING SUHARTINI (74, Stroke). Alamat : Kp. Jawa, RT 6/4, Kelurahan Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak Uting, akrab kami memanggilnya. Ia pernah jatuh di kamar mandi sekitar tiga tahun lalu, hal tersebut disebabkan karena Mak Uting mengalami stroke. Saat itu ia dibawa berobat ke RS Siloam oleh tetangga sekitar dengan biaya seadanya. Tiga tahun berlalu dan Mak Uting hanya bisa terbaring di kamar rumahnya, tidak pernah menjalani pengobatan lagi karena keterbatasan biaya. Anak-anaknya tidak bisa banyak membantu karena sudah memiliki keluarga masing-masing juga penghasilan yang pas-pasan. Saat ini Mak Uting membutuhkan biaya untuk hidup sehari-hari, pembelian pampers, susu, dan asupan makanan yang sehat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Uting, kami menyampaikan titipan bantuan untuk kebutuhan hidup Mak Uting. Semoga Allah memberi ketetapan terbaik untuknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Kiki Zakiah

Mak Uting mengalami stroke


SITI JUARIAH (56, Stroke). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/3, Desa Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Siti, akrab kami memanggil ustadzah yang sering mengajar ngaji anak-anak ini. Sudah sejak lama ia memiliki penyakit hipertensi, namun pola makan dan hdiupnya tidak ia perbaiki, bahkan tidak pernah menjalani kontrol sekedar ke Puskesmas terdekat saja. Tiba-tiba pada tanggal 10 Mei 2017 lalu, selesai menjalankan ibadah shalat dhuhur di rumahnya tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Keluarganya panik dan langsung membawa Bu Siti ke RS Siloam menggunakan fasilitas kesehatan berupa JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa). Ia pun harus menjalani rawat inap di RS tersebut. Bu Siti yang merupakan seorang janda tak memiliki pekerjaan, ia adalah seorang pengajar ngaji anak-anak di lingkungan sekitarnya, pekerjaan mulianya tersebut tak dibayar, ia ikhlas melakukannya. Selama ini untuk biaya hidup ia mengandalkan kerabat-kerabat terdekatnya saja. Untuk biaya akomodasi pengobatan pun ia kebingungan, karena tentunya memerlukan biaya yang besar. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Siti dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1002. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Kiki Zakiyah

Bu Siti mengalami stroke


MAMAD ISMAIL (17, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Cibolang RT 5/2 Desa Cibogohilir Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Gejala yang dialami Mamad berawal bulan Januari tahun 2013. Ia mempunyai keinginan membeli sepeda motor tetapi karena ayahnya tidak mampu membelikan. Pak Dudung (56), ayah Mamad sehari-harinya bekerja menjadi pengemudi ojeg dari motor sewaan sebesar 15 ribu/hari. Sejak itu Mamad mulai jarang pulang, dan setiap pulang ke rumah, ia selalu marah-marah dan terus merengek minta dibelikan motor. Bapak Dudung sangat sedih, bagaimana tidak, untuk kebutuhan sehari-hari saja penghasilannya masih belum cukup untuk menghidupi keluarga. Karena emosi yang tidak terkontrol akhirnya Mamad mengalami depresi, sering mengamuk dan berbicara ngelantur. Keluarga akhirnya membawa Mamad pergi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan jaminan JAMKESDA. Karena kondisi Mamad semakin memburuk, ia dibawa ke RSJ Cisarua untuk dirawat inap. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Rasa syukur dan terimakasih keluarga Mamad untuk sedekaholics Sedekah Rombongan yang berkenan membantu mereka. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 883. Semoga Mamad segera diberi kesembuhan dan dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Kiki Zakiah

Mamad mengalami depresi


CACA DAHYANA (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Pasir Angin, RT 12/5, Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Sejak lahir, putra dari pasangan Bapak Wahyudin (40) dan Ibu Nina (35) ini telah memiliki kelainan dibandingkan dengan bayi yang lahir pada umumnya, yakni ukuran kepala yang lebih besar dari tubuhnya dan bentuk yang lonjong. Sebulan berlalu, orangtuanya mulai khawatir karena ukuran kepala anaknya tersebut semakin membesar. Hasil pemeriksaan mengharuskan Caca dibawa ke RSUD Purwakarta, namun apa daya karena keterbatasan biaya Caca pun hingga kini tak pernah diobati. Seringkali Caca menangis kesakitan karena bagian kepalanya mulai lecet, namun tak banyak yang bisa dilakukan kedua orangtuanya. Maklum saja, ayahnya adalah seorang buruh tani yang memiliki penghasilan tak seberapa, namun keinginan untuk memeriksakan anaknya ke RSUD tak pernah pudar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Caca dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Caca menuju RSUD Bayu Asih. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Caca menderita hydrocepalus


R. RENA ASTARI (36, Systematic Lupus Erythematosus). Alamat : Kp. Karang Layung, RT 17/3, Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Gejala awal yang dialami Teh Rena adalah sering mengalami pingsan, badan lemas, pusing, sempat buta selama satu minggu, kemudian dibawa berobat ke dokter dengan diagnosa awal urat saraf kejepit. Pernah melakukan pengobatan di dokter umum, spesialis saraf dan disuntik 3 kali dalam 1 minggu, sekarang rutin ke Puskesmas dan RS Amira. Saat ini sering terjadi buterfly rash di area wajah ketika kepanasan, sakit pada tulang dan sendi di seluruh badan sampai tidak bisa berjalan atau bergerak, memerah di ujung jemari, sering terjadi pingsan, demam dan ketakutan. Penyakitnya tersebut sudah pernah menyerang organ-organ jantung (cardio megali/pembengkakan jantung), edema selebri (pembengkakan otak), dispepsia, gerd, grastistis, infeksi saluran kencing, gangguan mata hingga buta. Kini ia berobat menggunakan fasilitas BPJS, namun ada obat yang tidak tercover faskes tersebut dan harus dibeli tunai. Suaminya yang merupakan seorang buruh harian lepas merasa keberatan untuk membiayai pengobatan istrinya tersebut. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Rena dan suami, kami menyampaikan titipan bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan untuk biaya pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Bu Rena menderita systematic lupus erythematosus


OMAN BIN MANSYUR (46, Diabetes Kering). Alamat: Kp. Cidahu, RT 2/2, Desa Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Pak Oman, akrab kami memanggil lelaki pekerja keras ini. Ia merupakan seorang buruh tani di sawah, berangkat saat sebelum matahari terbit dan pulang saat hari mulai gelap. Kadang ia lupa dengan kesehatannya, jika sedang asyik bekerja ia lupa untuk sesekali meneguk air putih. Ia lebih memilih tenggorokannya kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Pak Oman didiagnosa mengalami penyakit kelainan ginjal, salah satunya adalah karena ia jarang sekali meminum air putih. Awalnya ia sering mengeluh kesakitan di bagian punggung dan perutnya, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan agar Pak Oman segera melakukan pemeriksaan di RSUD Daerah. Ia pun kemudian dibawa ke RS tersebut dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia mengidap penyakit gangguan ginjal dan harus melakukan kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Ia merasa keberatan dengan biaya transportasi dan akomodasi pulang-pergi RS tersebut, juga ia harus membayar beberapa obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, kami menyampaikan titipan para Sedekaholics #SedekahRombongan. Semoga Pak Oman segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Oman mengidap penyakit gangguan ginjal dan diabetes kering


SITI SILAWATI (52, Stroke). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak, akrab kami memanggilnya. Sudah bertahun-tahun ia memiliki penyakit hypertensi, mungkin karena faktor usia dan pola hidup yang dijalaninya. Hampir setiap satu minggu sekali ia memintacek darah ke bidan setempat karena sering mengeluh pusing dan berat di kepala. Sebulan yang lalu, sewaktu memberi makan untuk bebek peliharaan suaminya ia terjatuh, ia kemudian memanggil cucunya untuk membantunya bangun. Pihak keluarga saat itu hanya memanggil mantri desa, Mak Awa pun didiagnosa mengidap penyakit stroke dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Namun hingga kini Mak Awa hanya bisa berobat seadanya di kampung karena kendala biaya. Suaminya memiliki bebek yang diternak, namun jumlahnya tak banyak. Hasil penjualan telur bebeknya tersebut hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, ditambah ada cucunya yang tinggal bersama mereka dan harus dibiayai. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Awa dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Mak Awa mengidap penyakit stroke


MAHMUD BIN DINI (33, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Pasir Kiara, RT 21/7, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawab Barat. Mang Mahmud, akrab kami memanggil ayah yang telah dikaruniai dua orang anak ini. Sejak Oktober 2016 lalu kejiwaannya terganggu karena adanya masalah berat yang harus ia hadapi, semenjak itu ia sering melamun, tertawa dan bicara sendiri, bahkan sering mengamuk dan mengejar orang yang lewat di hadapannya sehingga menyebabkan keresahan warga sekitar. Mang Mahmud hidup sebatangkara, istri dan anaknya sudah tidak lagi dengannya, pun kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Kini ia tinggal dan dirawat oleh kerabatnya, kerabatnya tersebut pula yang akhirnya meminta pertolongan ke aparat desa untuk segera menanggulangi penyakit yang diderita Mang Mahmud, karena kerabatnya pun memiliki keterbatasan biaya untuk membawa Mang Mahmud berobat. Setelah audiensi panjang, akhirnya Mang Mahmud dibawa ke RSJ Cisarua dengan bantuan dari biaya iuran warga. Setelah dua bulan Mang Mahmud berada di RSJ Cisarua Bogor, ia pun diperbolehkan pulang namun harus tetap menjalani kontrol pengobatan karena belum sembuh total. Saat ini sudah satu bulan lebih dari jadwal kontrol, namun Mang Mahmud tak kunjung dibawa ke RS tersebut karena kendala biaya. Aparat desa setempat kebingungan, karena masih ada msyarakat lain yang juga membutuhkan biaya dari iuran warga tersebut diatas selain Mang Mahmud. Alhamdulillah, dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Mahmud, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya kontrol pengobatan Mang Mahmud ke RSJ Cisarua. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak mahmud menderita gangguan jiwa


IJAH KOMARIAH, (56, Maag Kronis). Alamat: Kp. Cidahu RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Wa Ijah sapaan akrabnya, istri dari Rosidi (57) ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau pengasuh anak, ia pernah pernah bekerja di Jakarta, Bekasi, dan Purwakarta. Semua itu ia lakukan untuk membantu meringankan beban suaminya yang hanya sebagai buruh harian lepas. Wa Ijah tetap melakukan pekerjaannya walaupun kedua anaknya sudah berumahtangga, maklum anak-anaknya tidak bisa membantu banyak terhadap Wa Ijah, karena mereka juga tinggal cukup jauh dan pekerjaan mereka pun hanya sebagai buruh bangunan. Semakin hari Wa Ijah menyada ri kalau kondisi tubuhnya sudah tidak sekuat dulu lagi, waktu terkahir kerja di Purwakarya ia sering sakit, pusing dan muntah-muntah. Sesekali ia berobat ke Puskesmas terdekat dengan majikannya, dokter mendiagnosa maagnya sudah kronis yang bisa membuat penyakitnya komplikasi ke organ yang lain. Setelah sering sakit, akhirnya Wa Ijah memutuskan untuk tidak bekerja jauh dari rumah. Setelah diam dirumah Wa Ijah merasa tidak membantu suaminya, akhirnya ia mencoba untuk mencari pekerjaan disekitar rumah tempat tinggalnya. Tidak lama kemudian Wa Ijah mendapatkan pekerjaan dari tetangganya sebagai pengasuh anak, kira-kira jarak dari rumahnya lima ratus meter, waktunya dari pagi sampai jam tujuh malam. Namun stelah satu bulan kondisi Wa Ijah kembali memburuk sehingga Pak Rosidi mendatangi majikannya untuk menyampaikan kalau Wa Ijah tidak akan bekerja lagi. Setelah beberapa hari Wa Ijah sering muntah dan merasa pusing hingga akhirnya dengan bantuan tetangga Wa Ijah dibawa ke Puskesmas untuk berobatdan harus dirujuk ke RSBA untuk rawat inap karena sudah dehidrasi dan tidak masuk makanan apapun. Dengan jaminan jampis akhirnya Wa Ijah menjalani rawat inap namun masih kebingungan dengan biaya sehari-sehari dan obat yang tidak tercover. Dengan izin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Wa Ijah dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RSBA Purwakarta. Semoga kesehatan Wa Ijah segera membaik. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu Ijah mengalami maag kronis


RIZIK MUHAMMAD (1, Thalassemia). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Saat umurnya menginjak empat bulan, dek Rizik –begitu ia disapa—sering terlihat pucat dan lemas. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya khawatir, mereka pun membawa Dek Rizik ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Dek Rizik menderita penyakit Anemia, ia pun diberi obat sesuai resep dokter. Namun keadaannya semakin memburuk, saat datang ke puskesmas untuk yang kedua kalinya Dek Rizik diharuskan menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Bayu Asih Purwakarta, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan diketahui bahwa Dek Rizik menderita Thalassemia, saat itu ia sempat menjalani rawat inap di RS tersebut selama beberapa hari. Setelah agak membaik ia diperbolehkan pulang namun tetap harus menjalani kontrol pengobatan setiap satu bulan satu kali. Hal tersebut tentunya memberatkan sang Ayah yakni Pak Abit Gunawan yang merupakan seorang buruh antar galon, penghasilannya baru cukup untuk membiayai hidup istri dan anaknya, namun belum cukup untuk membiayai pengobatan anaknya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rizik dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dek Rizik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Dek Rizik menderita penyakit Anemia


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu Nengsih mengidap pembengkakan jantung dan ca mamae


NAYLA HASNA KAMILA (1, Hidrocephalus). Alamat : Dsn. Cibadak, RT 12/3, Ds. Jatinagara, Kec. Jatinagara, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nayla merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Hidrocephalus, yaitu kelainan patologis pada otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan tekanan tinggi. Penyakit ini diderita sejak lahir dan mengakibatkan pertumbuhan bayi yang mempunyai penyakit seperti ini tidak bisa berkembang tumbuh seperti bayi pada umumnya. Nayla ini rutin diperiksa dan kontrol ke dokter di RSU Banjar dan Puskesmas Kawali bergantian dalam waktu seminggu. Ayah Nayla ini Wawan (31) tidak mempunyai pekerjaan tetap, ia hanya pekerja serabutan. Nayla tinggal bersama ayah dan ibunya Siti Maesaroh (23) yang hanya ibu rumah tangga biasa dan kakaknya Aulia Rahmah (4). Nayla mempunyai Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas III. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis telah menyampaikan santunan ketiga untuk biaya fisioterapi dan transportasi ke RSUD Banjar dan Puskesmas Kawali. Keluarga Nayla merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Nayla dapat kembali sehat dan bisa tumbuh normal selayaknya bayi biasa. Sebelumnya Nayla adalah pasien Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

Nayla menderita penyakit Hidrocephalus


CARWA ADI SUWANDA (51, Stroke). Alamat : Dsn. Pangrumasan, RT 3/8, Ds. Cileungsir, Kec. Rancah, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Pak Carwa ini menderita sakit stroke. Awalnya sekitar 6 tahun yang lalu ia terkena mencret terus menerus. Menurut pemeriksaan di klinik ia divonis kena gejala stroke. Telah beberapa kali berobat kemana-mana namun tiada hasil. Kini ia hanya tergolek lemah tidak bisa bangun dan juga bicara serta ingatannya juga tidak pulih. Keluarganya saat ini telah hampir menyerah. Bapak Carwa ini kini hanya tinggal dan diurus oleh istrinya, Oyoh (48), dan anaknya Aril (11) yang masih sekolah kelas 5 SD. Untuk biaya hidup sehari-hari ibu Oyoh suka kerja serabutan ke tetangganya bila ada yang menyuruh. Bapak Carwa ini memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI Kelas III. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Carwa dan ikut menyampaikan bantuan untuk biaya santunan sehari-hari. Keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Bapak Carwa dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

pak carwa terkena gejala stroke


DEDE HARTOYO (47, Tumor Basis Lidah). Alamat : Dsn. Kubang, RT 3/11, Ds. Bojonggedang, Kec. Rancah Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Bapak Dede ini menderita sakit Tumor Basis Lidah. Awalnya sekitar 5 tahun ia merasa sakit pada tenggorokannya. Lama kelamaan sakitnya semakin menjadi. Menurut pemeriksaan di rumah sakit ia disinyalir kena kanker. Dan setelah melalui pemeriksaan ia divonis terkena Tumor Basih Lidah. Dan membuatnya harus menjalani kemoterapi. Sampai saat ini ia telah melewati 12 kali terapi. Untuk bernafas sekarang ia dipasang alat bantu nafas di leher dengan cara melubangi tenggorokannya. Dan masih harus terus melakukan kontrol ke rumah sakit, agar tumornya tidak tumbuh lagi. Keluarganya sekatang sangat kesulitan biaya. Bapak Dede ini tinggal bersama istrinya Nining Sukmawati (45). Untuk biaya hidup sehari-hari ia hanya mengandalkan dari warung kecil-kecilan di rumahnya. Bapak Dede ini memiliki JKN-KIS Non PBI Kelas III yang baru ia buat karena akan dioperasi . Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Dede dan ikut menyampaikan bantuan untuk biaya untuk transportasi dan akomodasi kontrol rutin ke Rumah Sakit. Bapak Dede dan keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Bapak dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

menderita tumor basih lidah


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak). Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/5, Desa Pageur Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina menderita Gangguan Syaraf Otak sejak setahun yang lalu dan kini memasuki bulan keenam Sedekah Rombongan ikut mendampingi pengobatannya dari Rombongan 980. Karena menurut keterangan Dokter Syaraf RSU Banjar harus Rutin kontrol dan berobat jalan selama dua tahun lamanya, namun Bapak Sutarna (56) dan Ibu Mimin (44) sebagai orang tuanya hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini karena penghasilan mereka hanya bisa cukup untuk kehidupan sehari-hari saja. Alhamdullilah atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran terus ikut mementau kesehatannya dan ikut membantu memberikan bantuan lanjutan yang di sampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Neng Gina dan keluarga merasa sangat terbantu sekali dan mengucapkan trima kasih dari lubuk hati yang sedalam-dalamnya kepada para sedekaholic, semoga Neng Gina dapat kembali sehat seperti sediakala, dan beraktivitas kembali seperti biasa. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Neng Gina menderita gangguan syaraf otak


NIZAM MAULANA (2, Labiopalatoschizies). Alamat : Dsn. Surian, RT 10/5, Ds. Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Alhamdulillah kesehatan Nizam kali ini membaik. Pada bulan September yang lalu Nizam kontrol di RSUD Ciamis, dan akan melakukan kontrol ulang pada akhir bulan Oktober 2017 di RSUD Ciamis. Kondisi Nizam terus membaik. Orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (38) sebagai seorang buruh tani pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, Kini Bapa Lukman pergi ke kota untuk mencari tambahan biaya berobat, Ibunya Eti Rohaeti (35) selalu sabar merawat & mengantar Nizam pergi kontrol, Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesembilan kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan beli obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies


JOKO SUSILO (59, Patah Tulang). Alamat : Dsn. Garunggang, RT 3/2 Ds. Kondangjajar, Kec. Cijulang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Pak Joko adalah panggilan kesehariannya, beliau seorang tuna wicara semenjak lahir dan sampai saat ini belum berumah tangga, tinggal bersama Ibunya Rustinah (75) yang sudah tua renta bahkan saat ini kondisinya tidak bisa jalan. Joko adalah tulang punggung keluarga ini, kesehariannya sebagai buruh harian lepas. Namun takdir berkata lain, tiga minggu yang lalu beliau jatuh dari pohon kelapa saat jadi kuli panjat pohon, kurang lebih sembilan meter yang mengakibatkan patah tulang paha kirinya. Joko hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi untuk biaya berobat, dia mempunyai jaminan kesehatan yg di biayai pemerintah JKN-KIS PBI Kelas III. Untung saja masih ada tetangga yang peduli dan membawanya ke Puskesmas namun pihak Puskesmas tidak sanggup menangani karena keterbatasan alat kesehatannya dan akhirnya di rujuk ke RSU Siaga Medika Purwokerto. Sekarang masih berada di Rumah Singgah Purwokerto menunggu jadwal kontrol pasca di operasi. Alhamdulillah atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengannya dan ikut membantu menyampaikan bantuan yang disampaikan para Sedekaholic. Joko dan keluarga merasa sangat terbantu sekali dengan bantuan dari Sedekah Rombongan, semoga Joko dapat kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Pak Joko mengalami patah tulang paha kirinya


NENENG JUBAEDAH (26, Tumor Payudara). Alamat: Jalan Mohamad Toha Gg. Suwarta RT 2/10, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013, ketika Neneng dan suaminya masih tinggal di Kuningan, ia merasakan pegal di dada kiri sampai ke pundak dan melihat ada benjolan di payudaranya. Ketika diperiksa dan dirontgent di Klinik Utama Spesialis Bedah, Metro Kuningan, ia dinyatakan “tumor payudara”. Waktu itu pun ia dirujuk untuk dioperasi (diangkat tumornya). Akan tetapi karena tidak memiliki uang dan tidak memiliki jaminan kesehatan, ia tidak melaksanakan anjuran dokter tersebut. Waktu itu suaminya, Deden Firmansyah, belum memiliki pekerjaan tetap. Kemudian Neneng diajak pindah ke Bandung oleh suaminya dan tinggal di rumah mertuanya. Di Bandung pun ia kembali memeriksakan diri ke RSHS dan di-USG. Di RSHS pun ia disarankan untuk menjalani operasi, tetapi karena biayanya sekitar 4 juta rupiah, dan keluarga mereka tidak memilikinya, maka tindakan operasi itu pun tidak bisa dilaksanakan. Sekarang mereka sudah memiliki 1 orang anak berumur empat tahun, tetapi sampai saat ini suaminya belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Neneng bekerja sebagai buruh membuat siomay, dan suaminya hanya mengandalkan pendapatan dari hasil jual-beli burung. Karena khawatir dengan penyakit yang dideritanya, Neneng terus mencari informasi dan cara agar ia bisa memperoleh bantuan. Berdasarkan informasi dari salah seorang warga, ia disarankan meminta tolong kepada Ketua RW setempat. Pada tanggal 26 Juli, oleh Ketua RW setempat itulah Neneng dibawa untuk menemui kurir Sedekah Rombongan. Kepada kurir Sedekah Rombongan Neneng menceritakan kesedihan dan kekhawatirannya selama mengalami tumor payudara. Syukur Alhamdulillah pada 10 Agustus kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke tempat tinggal ibu yang sedang prihatin itu. Pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari sedekaholics yang berempati atas penderitaannya. Bantuan uang tersebut untuk digunakan membiayai pembuatan BPJS untuk keluarganya dan biaya transportasi memeriksakan kembali penyakitnya ke rumah sakit. Semoga bantuan para dermawan memberinya harapan dan semangat kepada Neneng, serta menjadi pembuka jalan bagi kesembuhannya. Pada awal Oktober 2017 Neneng kembali mengabari Kurir #SR bahwa ia telah dapat melakukan pemeriksaan dan berobat kembali dengan menggunakan fasilitas BPJS. Setiap minggu harus ke RSHS dan dilakukan test biopsy sebelum pengangkatan kankernya. Ia beserta suaminya masih memerlukan bantuan biaya transportasi dan akomodasi untuk kontrol dan berobat setiap minggu ke RSHS Bandung. Untuk membantu ikhtiar demi kesembuhannya, syukur Alhamdulillah, pada pertemuan itu Kurir #SR dapat kembali memberi bantuan lanjutan dari para sedekaholik. Syukur Alhamdulillah bantuan para dermawan tersebut telah membuat Neneng semakin bersemangat berobat dan siap operasi pengangkatan tumor payudaranya pada waktunya nanti. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1037,

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Taggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @esumiati1 @hengkisenandika

Bu Neneng menderita tumor payudara


WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN (16, Patah Tulang Kaki). Alamat: Jalan Laswi Kampung Pasir Malang RT 3/8, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung – Provinsi Jawa Barat. Pada 11 Februari 2017, Widiati mengalami musibah, yaitu tertabrak sepeda motor, yang mengakibatkan patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul. Berdasarkan pemeriksaan dan rontgen rumah sakit Widiati harus menjalani operasi, dengan biaya berkisar antara Rp 29.000.000,-. Tentu saja musibah yang menimpa Widiati ini membuat sedih dan panik ibunya. Ibunya, yaitu Ibu Siti, adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Sedangkan Widiati adalah anak pertamanya. Sedangkan ayahnya, Bpk. Ade Sulaeman, sudah tidak pernah mengurusnya sejak Widiati masih sekolah di kelas 2 SD. Untuk membiayai ketiga anaknya itu, Ibu Siti bekerja banting tulang dengan bekerja apa saja, dari mulai bantu-bantu tetangga sampai berjualan apa saja, “yang penting saya dapat rezeki halal…..” begitu kata Ibu Siti. Karena keluarga Ibu Siti belum mempunyai jaminan kesehatan dan karena pihak yang menabrak juga termasuk warga miskin, maka pihak penabrak tidak bisa membantu biaya operasi yang cukup besar itu. Karena tidak ada biaya Widiati akhirnya dibawa pulang. Ibunya terus berikhtiar mendapatkan uang agar dapat mengobati patah tulang Widiati. Setiap empat hari Widiati dibawa berobat ke tempat pengobatan alternative dengan cara diurut. Setiap berobat, Ibu Siti membutuhkan biaya Rp 300.000,-. Oleh karena itu, penderitaan dan kesusahan orang tua Widiati semakin berat karena ia jadi tidak bisa bekerja. Ibu Siti harus merawat Widiati yang sudah empat bulan terbaring di rumah serta harus bolak-balik ke tempat pengobatan alternative. Demi membiayai segala kebutuhannya, Ibu Siti sudah menjual apa pun barang miliknya dan juga meminjam kepada tetangga dan saudaranya. Kisah duka dan memprihatinkan dari keluarga dhuafa ini disampaikan oleh teman ibunya kepada kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, pada pertengahan Agustus 2017 kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menjenguk Widiati dan bersilaturahmi dengan ibu dan adik-adiknya. Pada kunjungan tersebut kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari para sedekaholik, yaitu bantuan uang untuk meringankan beban hidup mereka. Uang tersebut akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan pengobatan Widiati. Syukur Alhamdulillah, pada September 2017 Widiati dapat menjalani operasi dengan menggunakan fasilitas BPJS. Pada Oktober 2017 ibunya Widiati kembali mengabarkan Kurir #SR bahwa pasca operasi Widiati memerlukan bantuan untuk biaya transportasi dan kontrol ke rumah sakit. Selain itu, obat-obatan untuk perawatan di rumah yang harus dibeli di apotek, yang tidak bisa menggunakan BPJS, juga cukup banyak. Oleh karena itu pada kunjungan bulan Oktober 2017 itu, Kurir #SR kembali memberikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR, yang diterima oleh ibunya Widiati. Bantuan tersebut sangat diperlukan untuk biaya transportasi-akomodasi dan obat-obatan pasca operasi Widiati. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut dapat meringankan beban hidup keluarga Widiati dan memudahkan ikhtiar bagi kesembuhan Widiati. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @seynie05

Widiati mengalami patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September dan Oktober 2016 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Muzaki penuh ketulusan. Sampai sekarang Ahmad Muzaki masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung dan selama pemeriksaan dan pengobatan tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Pada Oktober 2017 sekarang pun Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi control ke RSHS Bandung dan membeli obat leukemia untuk Zaki. Bantuan tersebut disampaikan di RCAK Bandung. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @abahlutung

Zaki didiagnosa menderita leukemia


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada bulan April, Juli, Agustus, dan Oktober 2017, Azka masih rutin control dan berobat ke RSHS Bandung serta tinggal di RCAK Bandung. Kondisinya terus membaik tetapi keluarganya masih memerlukan bantuan. Pada Oktober 2017 Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan membeli obat untuk Azka. Bantuan lanjutan tersebut diberikan di RCAK Bandung dan diterima oleh Azkah bersama ibunya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @ambulutung

Azka menderita kanker darah


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin Fian

Biaya operasional


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin Fian

Biaya operasional


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin Fian

Biaya operasional


RAFLI NOVIANSYAH (4, Mata Myopia). Alamat : Kp. Jereged RT 5/3, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia Rafli 2 bulan, ia kurang respon terhadap benda-benda yang berwarna. Orang tua Rafli menganggap semua itu hal biasa sehingga tidak begitu dihiraukan. Usia Rafli saat 3 tahun ia selalu menunduk ketika melihat benda-benda disekelilingnya. Akhirnya upaya pengobatan pun ditempuh dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan, Rafli dibawa ke RS Medirossa Cikarang. Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan terkena mata myopa dan harus dirujuk ke RS Cicendo Bandung. Saat ini Rafli bersama orang tuanya sudah beberapa kali datang ke RS Cicendo menjalani pemeriksaan. Sayangnya upaya pengobatan Rafli hampir terputus ditengah jalan karena keadaan biaya transport dan bekal selama di rumah sakit. Ayah Rafli, Pak Naman (38) hanya seorang buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Bu Sumiati (28) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : RP. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M Amin

Rafli terkena mata myopa


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, sampai pada bulan Oktober 2017 kurir #SR kembali dapat menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk transportasi-akomodasi dan tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @abahbutung

Neng menderita Kanker Darah Akut


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol untuk memastikan perkembangan kesehatannya. Sampai pada Oktober 2017, Sinta dan keluarganya masih harus kontrol rutin ke RSHS Bandung, dan mereka masih terus bersemangat untuk terus berikhtiar Pada Oktober 2017 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR. Bantuan yang diberikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini dipergunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @abahlutung

Sinta menderita kanker darah


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada bulan Agustus 2017 Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan berupa uang dari Sedekaholics untuk biaya berobat. Pada Oktober 2017 Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik, yang disampaikan di RCAK Bandung. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi dari Garut ke Bandung dan membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan. Pada kunjungan di bulan Oktober ini, Alhamdulillah kondisi Sopa dikabarkan hampir mencapai kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @ghildakharisma

Sopa menderita Lupus


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, MTSR Bandung Raya ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya senantiasa laik dan layak jalan. Atas izin Allah SWT, bersyukur, sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar dapat beroperasi secara maksimal.Alhamdulillah para sedekaholics Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan Juni 2017 yang digunakan untuk : (1) pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM); (2) servis rutin dan pembelian sparepart; (3) top up e-Toll, tol tunai dan parkir; (4) honor supir; dan (5) keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.159.000,-
Tanggal: 30 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya Operasional Bulan Juni 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Juni 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan Juni 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, servis rutin/ pembelian sparepart MTSR, top up e-Toll, dan mengantar belanja kebutuhan RSSR Bandung. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.116.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya Operasional Bulan Juni 2017


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Juli 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, MTSR Bandung Raya ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya senantiasa laik dan layak jalan. Atas izin Allah SWT, bersyukur, sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar dapat beroperasi secara maksimal.Alhamdulillah para sedekaholics Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan Juli 2017 yang digunakan untuk : (1) pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM); (2) servis rutin dan pembelian sparepart; (3) tol tunai dan parkir; dan (4) keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.044.200,-
Tanggal: 31 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya operasional bulan Juli 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Juli 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan Juli 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, mengantar belanja kebutuhan RSSR Bandung dan keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.990.425,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional bulan Juli 2017


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Agustus 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, MTSR Bandung Raya ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya senantiasa laik dan layak jalan. Atas izin Allah SWT, bersyukur, sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar dapat beroperasi secara maksimal. Alhamdulillah para sedekaholics Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan Agustus 2017 yang digunakan untuk : (1) pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM); (2) servis dan ganti oli; (3) tol tunai dan parkir; dan (4) keperluan lainnya. Pada bulan ini, MTSR Bandung Raya 1 tidak banyak melakukan pergerakan mengantar atau menjemput pasien dampingan karena pada 4 Agustus 2017 MTSR mengalami kecelakaan ringan, yaitu tabrakan beruntun di dekat gerbang keluar Tol Pasteur, Bandung dan mengalami kerusakan pada bagian depannya, sehingga pergerakan MTSR dihentikan untuk sementara waktu selama masa perbaikan. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan: Rp. 368.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Agustus 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan Agustus 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, mengantar belanja kebutuhan RSSR Bandung dan servis rutin MTSR. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.413.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan September 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota Bandung, MTSR Bandung Raya ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya senantiasa laik dan layak jalan. Atas izin Allah SWT, bersyukur, sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar dapat beroperasi secara maksimal.Alhamdulillah para sedekaholics Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan September 2017 yang digunakan untuk : (1) pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM); (2) servis dan pembelian sparepart; (3) top up e-Toll dan parkir; dan (5) keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional September 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meingkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan September 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, mengganti accu (aki), servis rutin MTSR, mengantar belanja kebutuhan RSSR Bandung dan keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.823.400,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional bulan September 2017


MOH. IDRIS (28, Patah Tulang Lengan Ringan). Alamat : Dusun Daleman, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Bapak Idris mengalami patah tulang ringan di lengan akibat kecelakaan dalam perjalanan berangkat dari Pamekasan ke tempat kosnya di daerah Kenjeran Surabaya. Beliau mengalami kecelakaan tunggal (jatuh) karena adanya rintangan yaitu polisi tidur yang melintang dijalur tersebut. Kerasnya benturan dengan aspal jalan membuat Bapak Idris tidak sadarkan diri dan dilarikan ke Puskesmas setempat oleh pengendara yang melintasi tempat kecelakaan. Ketika sadar dan luka-luka pada anggota badannya telah dibersihkan Bapak Idris pun melanjutkan perjalanan menuju kosannya. Sesampainya di kosan, Bapak Idris mengeluh kesakitan di daerah bahunya secara terus-menerus. Maka beliau meminta ijin pulang ke Pamekasan untuk dipijat. Semenjak itu diketahui bahwa Bapak Idris mengalami patah tulang ringan di lengannya. Setelah menjalani beberapa pengobatan medis dan non medis, akhirnya Bapak Idris bisa beraktifitas normal. Bapak Idris bekerja di Surabaya sejak 1 tahun lalu dan berprofesi sebagai security di suatu perusahaan, sedangkan istrinya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. Fasilitas kesehatan yang di gunakan tidak ada. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang untuk santunan lepas karena masih perlu membeli vitamin yang di sarankan oleh puskesmas di daerahnya.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Bapak Idris mengalami patah tulang ringan di lengan


FRIZA AMANDA (7, Dhuafa). Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Friza Amanda anak ke dua dari ibu Yuyun sejak bayi sudah tidak memiliki seorang ayah, Friza ditingalkan ayahnya saat ia berusia 2 hari. Perkembangan Friza Amanda sama seperti anak – anak seusianya, ia selalu riang gembira bermain bersama teman – teman seusianya, namun ada yang membuat hati ibu Yuyun merasa tidak tenang dan bersedih hati karena Friza belum bersekolah. Saat ini usia Friza 7 tahun yang seharusnya sudah masuk sekolah dasar dan Friza pun ingin sekali bisa bersekolah seperti teman – teman lainnya. Kendala ibu Yuyun yang berprofesi sebagai buruh cuci di sekitar wilayahnya ini, ia tidak mempunyai biaya untuk mengurus administrasi pendaftaran sekolah dan biaya pembuatan akte kelahiran yang belum dimiliki Friza. Akte kelahiran ini apabila sudah ada akan dipergunakan untuk syarat pendaftaran masuk sekolah dasar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga kecil yang sederhana ini, bantuan untuk biaya pendaftaran sekolah dan biaya pembuatan akte kelahiran Friza sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat. Selamat bersekolah Friza.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2017.
Kurir : @wirawiry @endangnumi

Bantuan untuk biaya pendaftaran sekolah dan biaya pembuatan akte kelahiran Friza

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 AFTA HERKA AL MAJID 1,000,000
2 WARGA DUSUN BUNDELAN 15,000,000
3 AGUSTIANA BINTI RIDWAN 500,000
4 BUAH BINTI AMBO DALE 50,000
5 ADRIAN BIN RUSLAN 23,000,000
6 UTING SUHARTINI 500,000
7 SITI JUARIAH 500,000
8 MAMAD ISMAIL 1,000,000
9 CACA DAHYANA 1,000,000
10 R. RENA ASTARI 1,000,000
11 OMAN BIN MANSYUR 750,000
12 SITI SILAWATI 500,000
13 MAHMUD BIN DINI 750,000
14 IJAH KOMARIAH 500,000
15 RIZIK MUHAMMAD 1,000,000
16 NENGSIH BINTI ISAH 1,000,000
17 NAYLA HASNA KAMILA 1,000,000
18 CARWA ADI SUWANDA 500,000
19 DEDE HARTOYO 500,000
20 GINA KARISMA 2,000,000
21 NIZAM MAULANA 1,500,000
22 JOKO SUSILO 500,000
23 NENENG JUBAEDAH 500,000
24 WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN 500,000
25 AHMAD MUZAKI 750,000
26 MUHAMMAD AZKA 750,000
27 RSSR BANDUNG 4,000,000
28 RSSR BANDUNG 4,000,000
29 RSSR BANDUNG 4,000,000
30 RAFLI NOVIANSYAH 1,000,000
31 NENG RAHMAWATI 750,000
32 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
33 SOPA NUR PAOJA 750,000
34 MTSR BANDUNG RAYA 1 5,159,000
35 MTSR BANDUNG RAYA 2 4,116,000
36 MTSR BANDUNG RAYA 1 3,044,200
37 MTSR BANDUNG RAYA 2 2,990,425
38 MTSR BANDUNG RAYA 1 368,000
39 MTSR BANDUNG RAYA 2 3,413,000
40 MTSR BANDUNG RAYA 1 1,700,000
41 MTSR BANDUNG RAYA 2 4,823,400
42 MOH. IDRIS 500,000
43 FRIZA AMANDA 1,000,000
Total 99,164,025

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 99,164,025,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1064 ROMBONGAN

Rp. 56,236,216,325,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.