Rombongan 1063

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on October 17, 2017

RAFI YUDA PRATAMA (1, Hydrosephalus). Alamat: Desa Margomulyo, RT 5/2, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rafi kecil harus mengalami masa-masa yang sulit karena penyakit yang dideritanya. Sejak lahir, di bagian pantat Rafi tumbuh sebuah benjolan yang awal mulanya hanya sebesar biji jagung. Namun setelah diamati selama sepuluh hari oleh kedua orangtuanya, benjolan tersebut semakin lama semakin membesar. Tidak hanya itu, ternyata kepala Rafi juga mengalami pembengkakan sehingga orang tua Rafi memeriksakan Rafi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tuban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rafi didiagnosa menderita Hydrosephalus. Di RSUD Tuban, Rafi langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo untuk menjalani perawatan dan pemeriksaan yang lebih lengkap. Benjolan tersebut awalnya keras hingga sempat pecah. Pasca adanya pemecahan benjolan, benjolan tersebut tidak hilang namun semakin membesar dan terdapat cairan di dalamnya. Hingga kini, Rafi masih menjalani perawatan secara intensif di RSUD Dr. Soetomo. Ayah Rafi, Suwanto (24) bekerja sebagai buruh proyek. Sedangkan ibunya, Gendut (25) adalah seorang ibu rumah tangga. Karena masih bayi, Rafi belum memiliki jaminan kesehatan sehingga selama menjalani pengobatan, keluarga menggunakan biaya pribadi. Perjalanan yang jauh dan harus mencari tempat tinggal di Surabaya membuat orang tua Rafi mengalami kesulitan dalam biaya yang dikeluarkan. Maklum saja, kedua orang tua Rafi belum memiliki simpanan untuk biaya yang tidak terduga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Rafi. Bantuan telah disampaikan dan diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut digunakan untuk akomodasi Rafi dan keluarga selama berobat di Surabaya. Semoga Rafi segera sembuh dan dapat tumbuh dengan baik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @BambangBKY @MiftkhhulAbuSasi @EArynta

Rafi didiagnosa menderita Hydrosephalus


ELI NURJANAH ( 42, TUMOR DAGU ) Alamat : Dk. Tumpek Rt 04/06, Pakujati, Kec. Paguyangan, Brebes. Bu Eli, begitu biasa ia dipanggil. Ketika pertama kali ada benjolan kecil di dagunya, beliau hanya mengira bahwa itu hanyalah jerawat dan dibiarkan begitu saja. Namun, lama kelamaan karena terasa nyeri, beliau memeriksakan benjolan di dagunya ke Rumah Sakit Bedah Jatiwinangun dan diketahui Bu Eli menderita tumor ganas stadium awal dan segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada tanggal 7 Desember Bu Eli telah dioperasi pengambilan tumor di dagu denagn fasilitas BPJS KIS dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Hasil operasi Bu Eli bagus dengan hasil bagian wajah agak miring sehingga dibutuhkan kemoterapi dan kemungkinan ke depan akan dilakukan operasi lagi untuk merekontruksi bentuk wajah kembali normal dan tidak miring. Pada tanggal 27 2015. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di alami Bu eli yang tidak memiliki pengahsilan tetap, Suami Bu eli bekerja sebagai kuli bangunan dengan pengahasillan yang tidak menentu. Desember 2017 untuk rontgen pasca 2 tahun operasi. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk biaya akomodasi Bu Eli. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 07 September 2017
Kurir :@indrades @naadiahusna @sekarkusumadewi

Bu Eli menderita tumor ganas di dagu


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker. Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang. Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN-KIS PBI yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal :8 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan pembengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasinya bagus dan kakinya tidak bengkak lagi. Pada pertengahan bulan Mei, Dik Nunug menjalani cek untuk mengetahui apakah Dik Nunug menderita TB sebagaimana dokter mencurigai adanya indikasi TB, hasilnya negatif. Saat ini Dik Nunug di jadwalkan kontrol rutin untuk melakukan operasi pada kakinya supaya dapat berjalan dengan normal. Santunan dari sedekah holics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga supaya dapat membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056 .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :8 September 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @naadiahusna

Nunung menderita penyakit tulang rapuh dan pembengkakan pembuluh darah atau Hemangioma


RATEMI BINTI SAMSURI (50, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat : Temenggungan, RT 2/6 Sumberejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada awal tahun 2016 bu Ratemi sering mengalami pusing, namun tidak begitu dihiraukan oleh beliau, hanya berobat ke Puskesmas terdekat dan diberi obat pusing. Lalu timbul benjolan kecil di pelipis wajahnya yang semakin hari ukurannya semakin membesar. Kemudian Bu Ratemi memeriksakan keluhannya di RSUD Soewando Kendal, dokter mendiagnosa menderita tumour facial dan dijadwalkan operasi pada bulan April 2016. Setelah menunggu beberapa minggu, Bu Ratemi menjalani operasi dan kondisinya membaik. Namun pada pertengahan Mei 2016 kondisi Bu Ratemi kembali turun dan dibawa berobat kembali ke RSUD Soewando Kendal. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan benjolan juga pada bagian bawah leher, lalu pihak RSUD Soewandi Kendal memberikan rujukan ke RSUD Tugurejo Semarang. Berdasarkan pemeriksaan di RSUD Tugurejo Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid. Pada 11 Juni 2016 Bu Ratemi kembali menjalani operasi di RSUD Tugurejo. Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas JKN – KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Bu Ratemi. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Ratemi adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena suaminya yaitu Pak Suwandi (54) bekerja sebagai teknisi listrik serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, dan Bu Ratemi hanyalah seorang ibu rumah tangga. Bu Ratemi masih ada tanggungan anak ketiga yang masih berusia 13 tahun. Hingga pada tanggal 13 Juni 2016 atas ijin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Ratemi dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Ratemi. Pada bulan Mei 2017 Bu Ratemi kembali diberikan tetes tyroid keempat dan hasil SC-Scan juga bagus. Dokter menyarankan bu Ratemi harus terus melakukan kontrol rutin untuk tetes tyroid secara berkala sampai benar-benar dinyatakan sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @indrades @ThikaNugrahini @naadiahusna

Bu Ratemi didiagnosa menderita kanker kelenjar tiroid


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056 .

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita Atresia Ani


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan, RT 4/14, Kel. Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041 .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Untung menderita kanker tulang


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus. Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp.600.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @eka

Bu Yuli menderita kanker usus


MELI SOFIATUN (45, Kista). Alamat : Jalan Salak no 2, RT.01 RW.02, Kelurahan Pekauman, Tegal Barat, Kab.Tegal, Jawa Tengah. Ibu Meli telah merasakan sakit perut sejak tahun 2014. Tahun 2016 Bu Meli merasakan sakit pada perutnya semakin bertambah, sehingga keluarga memutuskan untuk melakukan pengobatan. Di ketahui, penyakit yang di derita bu Meli adalah Kista. Agustus 2017 bu Meli menjalani operasi pengangkatan kista. Setelah menjalani operasi Bu Meli masih merasakan kembali sakit pada perutnya dan dokter merujuk bu Meli untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP dr Kariadi Semarang. Hasil dari Kariadi menunjukkan Kista yang berada di rahim Bu Meli telah mengalami pelekatan denga organ pencernaan bu Meli. Saat ini bu Meli sedang menunggu panggilan dari pihak Kariadi untuk melaksanakan operasi pengangkatan kista sekaligus rahim. Suami Bu Meli, Akhi Afianto (50) adalah seorang penjual jilbab keliling dengan penghasilan yang cukup untuk sehari-hari dan masih memiliki tanggungan seorang anak yang masih bersekolah di bangku SMA. Santunan di berikan kepada bu Meli untuk membantu biaya akomodasi selama masa pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Meli menderita Kista


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjplan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 558.060,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Bu Nisa menderita ca nasofaring


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 798.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Dik Maghfiroh mengalami kelainan struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir


BILQIS ASTILARAHMA (3, Tumor Mata). Alamat : Ds. Soko RT.03/ RW.03, Jl. Otto Iskandardinata, Pekalongan Selatan, Jawa Tengah. Ketika Bilqis berusia 1 tahun orang tua melihat ada kelian mata pada Bilqis, yaitu terdapat titik berwarna putih pada kornea mata. Semakin lama titik putih tersebut berubah warna menjadi kuning dan menonjol. Setahun kemudian kondisi mata Bilqis semakin memprihatinkan, hampir seluruh mata Bilqis tertutup oleh daging yang tumbuh tersebut, keluarga membawa Bilqis ke Rumah Sakit Bedan Pekalongan untuk mendapatkan perawatan, selama 2 hari tim medis melakukan observasi dan memberi rujukan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 17 di Kariadi Bilqis melakukan seluruh rangkaian observasi. Ayah bilqis, Hendro Wahono (46) bekerja sebagai seorang penjahit di desanya, dan Ibunya, Uswatun Nikmah (35) bekerja sebagai pedagang sayur merasa kesulitan ketika harus menjalani pengobatan di Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi Bilqis berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bilqis menderita tumor mata


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec.Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Lia menderita penyumbatan anus


KHOLIFAH UMAMI (36, Ca Mamae) Alamat : Dsn.Somalang, Desa Batu Ampar, Kec. Guluk-Guluk, Kab.Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Bu Kholifah menderita Kanker payudara sejak satu tahun yang lalu. Awalnya rasa nyeri menjalar disekitar payudaranya selama satu tahun ini rasa nyerinya tambah menjalar di sekitar ketiaknya, akhirnya ibu Kholifah ke Puskesmas Guluk-Guluk, namun pihak puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Anwar Sumenep. Sebelum ke RSUD Sumenep Ibu Kholifah malakukan kontrol terlebih dahulu ke Dr.Spesialis bedah di Pamekasan ternyata dokter menyarankan untuk di rujuk ke RS Sumenep untuk opname dan segera menjalani operasi. Sampai d RSUD Sumenep langsung ditangani Oleh Dr.Areya, hasil sementara kontrol dilakukan setiap minggu ke RSUD Sumenep. Selama 1 setengah bulan kontrol di setiap minggu. Setelah kontrol ke enam kalinya, beliau langsung opname untuk persiapan operasi, dan ke esokan harinya langsung menjalani proses operasi dan Alhamdulillah berjalan lancar. Semua biaya untuk mengurus serta biaya sehari – hari selama di rumah hasil pinjaman ke saudara. Suaminya Bapak Wahid adalah seorang satpam di Kantor Pegadaian Guluk-Guluk. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang untuk biaya selama berobat dan transportasi selama menjalani pengobatan. Terimakasih Sedekaholics yang telah turut meringankan biaya pengobatan Bu Kholifah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Bu Kholifah menderita Kanker payudara


FARIDA BIN MOHAMMAD (45, Parkinson). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan.Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Ibu Farida adalah seorang wanita paruh baya yang mengalami gatal-gatal yang disertai dengan gemetar pada seluruh tubuhnya. Penyakit yang dialami oleh Ibu Farida tersebut sudah berlangsung selama setahun. Hal tersebut mengharuskan Ibu Farida untuk memeriksakan keadaan beliau kepada dokter spesialis syaraf di Kabupaten Pamekasan. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan menyatakan bahwa Ibu Farida mengalami gangguan saraf/Parkinson. Beliau adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Kondisi Ibu Farida sampai saat ini mulai membaik dari serangkaian Pengobatan yang sudah dilakukan membuahkan hasil positif. Gatal gatal yang dialami beliau mulai berkurang atau bisa juga dikatan 90% sembuh, hanya saja gatal yang dialami beliau disertai pula denga gemetar sekujur badan. Sehingga pengobatan yang lebih intensif saat ini yaitu pengobatan untuk gemetarnya. Fasilitas kesehatan yang digunakan ibu Farida yaitu Jamkesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Ibu Farida mengalami gangguan saraf/Parkinson


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi selema dirumah sakit dan pembelian alat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1049

Jumlah Santunan : Rp. 1.243.500,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adik Hasan menderita sakit Atresi ani


ACHMAD TOHA, (48, Tumor Torax) Alamat Jl. MT. Haryono GG. Demak 117 RT/RW 003/002, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Achamd Toha menderita sakit Tumor Torax sejak satu tahun yang lalu. Awalnya mengalami batuk kering, mual mual, dan sering demam. Akhirnya keluarga memutuskan bapak Toha diperiksakan ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya dan pihak Dokter puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Paru – Paru Jember untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah pemeriksaan dan diagnosa dokter menyatakan bahwa bapak Toha menderita Tumor Torax yang memerlukan pengobatan lanjutan. Akhirnya Rumah sakit paru merujuk bapak Toha ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena fasilitas rumah sakit yang tidak memiliki radiotrapi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa bapak Toha memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu / Dhuafa. Sebelum beliau sakit bapak Toha bekerja sebagai buruh angkutan di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Dan Ibu Supani (44) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi ke tempat tinggal bapak Toha dan bersilahturahmi, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus surat – surat untuk melengkapi persyaratan untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Toha. Santunan yang diberikan dipegunakan untuk Transportasi Pasien dan Biaya Pengobatan dan perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Toha. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017 dan 2 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Pak Achamd Toha menderita sakit tumor torax


SINDI RAHMADANI, (12, Hipospadia) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT/RW 036/024, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sindi Rahmadani, kesehariannya sering di panggil Sindi. Sindi mengalami sakit saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir, dan Sindi ditinggal oleh ibunya sejak umur satu tahun karena Ibunya meninggal karena mengakibatkan sakit Liver. Sakit yang di alami Sindi tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Dan saat ini Sindi tinggal bersama Neneknya yang bekerja buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Sindi memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal Sindi. Selang dua hari Sindi langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Sindi mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Sindi memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Sindi masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Sindi untuk membantu Sindi. Santunan yang diberikan untuk pembayaran BPJS dan biaya perawatan dan pengobatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Sindi, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 846.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017 , 5 Juli 2017 , 9 Agustus 2017, 27 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi @isroil

Sindi mengalami sakit Hipospadia


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA, (1, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kedungsuko 003/030, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ika Famawati (23) sedang hamil anak yang ketiga dari pasangan Kukuh Haryadi (31) kandungan istrinya sudah menginjak 10 bulan. Ibu Ika mengalami kesakitan untuk melahirkan Bayinya. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke puskesmas terdekat karena mengalami pendarahan terus menerus, bidan setempat memberikan solusi untuk merujuk ke rumah sakit RSUD Balung Jember karena kondisi Ibu Ika darurat. Setelah sampai di rumah sakit RSUD Balung, selama 30 menit Ibu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung. Bayi pertama mendapatkan perawatan 26 hari di RSUD Balung, tak lama kemudian Dokter merujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena alat RSUD Balung kurang memadai, karena Pasien mengalami Gangguan di kepala. Setelah sampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember bayi tersebut mendapatkan perawatan selama 1 bulan, Dan akhirnya setelah 1 bulan berlalu bayi tersebut dipulangkan, Dokter hanya menyarankan untuk rawat jalan. Karena kondisi keluarga tidak mampu untuk pengobatan anaknya akhirnya tidak Kontrol. Orang tua Adik Rafa kebingungan karena kondisi anaknya semakin menurun, Akhirnya orang tua tersebut mendatangi rumah kepala desanya untuk meminta bantuan. Dan setelah itu Bapak kepala desa setempat mehubungi salah satu Kurir Sedekah Rombongan memohon bantuan untuk mendapampingi selama dirumah sakit dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumah adik Rafa untuk bersilahturahmi kerumahnya untuk membantu biaya pengobatan adik Rafa. Adik Rafa anak dari Pasangan Kukuh Haryadi (31) dan Ibu Ika (23). Bapak Kukuh haryadi bekerja sebagai Tambal Ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Keluarga adik Rafa ini tergolong orang tidak mampu. Dan tempat tinggal yang di tempati hanya menumpang kepada Pamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rafa. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi selama dirumah sakit, Biaya BPJS dan pembelian Suplemen. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1036

Jumlah Santunan : Rp. 883.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017 dan 18 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Rafa menderita hydrocepalus


DEWI DWI HARYATI, (10, Down Sydrome) Alamat Dusun Karang Anyar RT/RW 002/013, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dewi biasa ia panggil. Adik Dewi adalah anak kedua dari pasangan Alm Bapak Astim dan Ibu Haryati (39) yang berprofesi penjual makanan ringan di depan rumahnya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari untuk anak-anaknya. Alm Ayah adik Dewi sebelum meninggal bekerja sebagai tukang ojek di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. adik Dewi dan Kakaknya Nanang mengalami kelainan Down Syndrome, Yaitu kelainan genetik pada kromosom 21 yang dapat dikenal dengan manifestasi klinis yang cukup khas. Orang tua Dewi yang bekerja sebagai penjual makanan ringan di depan rumahnya pun tidak bisa berbuat banyak. Keadaan ekonomi yang pas-pasan membuat orang tuanya tidak pernah membawanya kontrol ke dokter. Setiap hari ibunya dengan sabar melatih kedua anaknya untuk bisa berbicara. Untuk tingkat IQ bisa dikatakan normal, karena saat diajak berkomunikasi, Dewi dan Nanang bisa menjawab dengan baik meskipun tidak tanggap. Keadaan ini membuat kurir Sedekah Rombongan prihatin, karena itulah bantuan dari para Sedekaholics diberikan. Semoga bantuan yang diberikan bisa membantu memberikan semangat kepada orang tua adik Dewi untuk bisa merawat adik Dewi dan Nanang kedepannya. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Dewi mengalami kelainan Down Syndrome


HIDAYATI TIARA (1, Tumor Bibir). Alamat : Brambang Darussalam RT 01 RW 04, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Tiara biasa ia disebut gadis kecil cantik yang sejak lahir terdapat benjolan di bibirnya. Orang tua Tiara telah memeriksakan kondisi Tiara ke puskesmas. Karena keterbatasan biaya membuat orang tua Tiara tidak melanjutkan pengobatan Tiara pada tahap operasi. Saat ini benjolan yang ada di bibir Tiara mulai membesar. Ibunya, Wasrik (24) dan ayahnya Hannan (30) selalu mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Tiara menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Hannan yang selama ini pekerjaannya sebagai wiraswasta sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan Tiara. Jangankan untuk berobat, kendaraan pun mereka tidak punya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan adik Tiara. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1059

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 05 Oktober 2017
Kurir : @Yudhoari @triretno @viandwiprayugo @isroil

Tiara menderita tumor bibir


ROSITA RIFA’I (29, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Jatirejo, RT 003/003, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya ibu Rosita mengalami sakit di bagian alat kelamin dan sering terjadi perdarahan. Karena rasa sakit yang luar biasa, ibu Rosita memeriksakan diri ke Puskesmas setempat dan dokter mendiagnosa ibu Rosita menderita penyakit kanker serviks. Setahun kemudian, ibu Rosita kembali mengalami perdarahan dan timbulnya benjolan kecil pada alat kelaminnya. Karena keterbatasan biaya, ibu Rosita membiarkan penyakitnya begitu saja. Semakin berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar sehingga ibu Rosita pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Ibu Rosita mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Dr. Soebandi Jember. Walaupun begitu, dokter merujuk ibu Rosita ke RSUD Dr. Soetomo. Orang tua ibu Rosita, Umar Hamdan (60) bekerja sebagai buruh dan Siti Maryam (59) sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan suami ibu Rosita, Ahmad Rifa’I (31) bekerja sebagai buruh. Ibu Rosita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS, akan tetapi ibu Rosita terkendala oleh besarnya biaya pengobatan di luar BPJS, biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan di Surabaya. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui perjalanan pengobatan dan kesulitan yang dialami ibu Rosita. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan, biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan. Saat ini ibu Rosita masih menunggu jadwal untuk melakukan kontrol pasca operasi. Ibu Rosita dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga ibu Rosita bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 3 April 2017, 3 Oktober 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Rosita menderita penyakit kanker serviks


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Transportasi. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1047

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Oktober 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @Lutfi

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit


ARBUWA BINTI AJIB (60,Ca Mamae). Alamat : Desa Lumutan RT 28 RW 07 Kec. Botolinggo, Kab.Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Ibu Arbuwa mengalami sakit semenjak lima bulan yang lalu. Sakitnya berawal dari adanya benjolan di sekitar payudara. Semula bu Arbuwa mengira bahwa benjolan yang ada di payudara tidak berbahaya. Namun, lama-kelamaan benjolan yang ada di payudara meradang dan terasa sakit. Karena khawatir ibu Arbuwa memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat, dari pemeriksaan tersebut dijelaskan bahwa bu Arbuwa mengidap Ca Mamae atau kanker Payudara. Saat ini ibu Arbuwa menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Suami ibu Arbuwa, Sukarto (58) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani merasa kesulitan saat harus meninggalkan pekerjaan untuk membiayai pengobatan demi mendampingi ibu Arbuwa. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan, biaya BPJS, dan Biaya Suplemen. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Arbuwa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 577.600,-
Tanggal : 28 Agustus 2017 dan 26 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @triretno

Bu Arbuwa mengidap ca mamae


SUSANTO BIN JAMALUDIN (53, Tumor Femoralis). Alamat : Desa Lumutan RT 29 RW 07, Kec . Botolinggo, Kab. Bondowoso, Prov. Jawa Timur. Lima belas tahun yang lalu, di paha dan betis pak Susanto terdapat benjolan. Sekitar dua tahun yang lalu memeriksakan kondisinya di DR. Koesnadi Bondowoso. Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa Pak Susanto mengidap penyakit Tumor Femoralis. Saat ini kondisi benjolan paha dan betis pak Susanto semakin besar dan terasa sakit. Pak Susanto yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang batu merasa terganggu pekerjaannya karena kondisinya yang seperti itu. Ketika di jenguk kurir Sedekah Rombongan sesekali pak Susanto menunjukkan kesedihan karena merasa kesulitan akan biaya pengobatan penyakitnya. Karena seperti yang diketahui gaji pak Susanto hanya cukup untuk makan sehari-hari. Saat ini Pak Susanto menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa PBI. Saran dokter adalah melakukan operasi lanjutan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan Perawatan yang tidak masuk dalam tanggungan PBI. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.357.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @yudhoari @triretno @Lesi @viandwiprayugo

Pak Susanto mengidap penyakit Tumor Femoralis


VINA AFIDATUS SHOFA (6, Lahir Tanpa Anus) Alamat : Dusun Panyaleh, RT 2/3, Desa Klompang Timur, Kec. Pakong, Kab. Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Adik Vina adalah balita yang memiliki kelainan pada anggota tubuhnya yaitu lahir dengan tanpa lubang anus. Dari berbagai tahapan pengobatan yang sudah dijalani sampai melewati beberapa tahapan operasi dari pembuatan lubang anus buatan di perut sampai saat sekarang dalam proses pembuatan lubang di anusnya membuahkan hasil. Perkembangan operasi pembuatan anus adik Vina yang sebelumnya lebarnya 12mili menjadi 13mili dan sekarang sudah normal menjadi 14 mili. ini menandakan bahwa tahapan operasi berhasil, hanya saja adik Vina tetap dalam pengawasan dokter sampai tiba dimana lubang anusnya tersebut bisa digunakan sebagaimana mestinya, kondisi fisik di usianya dan penyakit yang dideritanya ini tidak membuat adik ini lemas, tetapi seperti kebanyakan anak normal lainnya adik Vina bisa bermain. Fasilitas kesehatan yang digunakan selama pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIS). Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang untuk penebusan obat serta untuk biaya transport saat perjalanan ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu proses penyembuhan dek Vina. Semoga menjadi amal jariyah bagi para Sedekaholic. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 September 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Vina lahir tanpa lubang anus


PAINI BINTI SANUSI (61, Dhuafa). Alamat : Desa Muara Basung, RT 1/5, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Bu Paini adalah seorang janda yang saat ini hanya tinggal sendiri di rumah kecilnya. Suaminya telah lama meninggal dunia dan anak satu-satunya juga telah meninggal sekitar 5 bulan yang lalu. Almarhum anaknya lah yang dulunya merupakan tulang punggung keluarga. Kondisi Bu Paini saat ini tidak memiliki apa-apa lagi karena sudah tidak ada penghasilan hidup yang diperolehnya. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun ia sudah tidak mampu lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Paini dan bantuan diberikan untuk biaya pembelian sembako. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban hidup Bu Paini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nhpita Adli @rizkyqurniazary

Biaya pembelian sembako


AIRIN DWI LESTARI (9 tahun, Kelainan Tulang). Alamat : Kerto II RT.06/RW.02 Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Airin Dwi Lestari, atau Airin, merupakan putri pasangan Pak Rukiyanto (52 Tahun) dan Ibu Kasiyatun (52 Tahun). Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani yang bekerja di sawah milik orang lain. Sejak lahir, Airan menderita kelainan tulang, yaitu kelainan bantuk kaki. Saat kecil, Airin sudah pernah diberikan sepatu Ankle Foot Arthosis (AFO). Sepatu ini adalah alat bantu berjalan untuk pasien dengan kaki dropfoot. Tahun 2016 lalu, Airin juga mendapatkan sepatu AFO dari program pemerintah di sebuah rumah sakit swasta di Gunungkidul. Namun, sekarang sepatu tersebut sudah rusak, padahal sepatu ini sangat berguna untuk aktivitasnya sehari-hari. Airin dan orang tuanya berharap anaknya dapat memiliki sepatu baru. Namun orang tuanya tidak bisa mebelikannya karena terbentur masalah perekonomian. Bagi mereka yang berasal dari keluarga sederhana, harga sepatu itu terbilang cukup mahal. Kedua orang tua juga telah mengusahakan bantuan dengan mendatangi rumah sakit di Solo dan Yogyakarta, tentu dengan membawa serta sang anak. Ketika dikonsultasikan, menurut dokter, tulang kaki airin sudah keras, sehingga untuk sembuh harus menempuh jalan operasi. Baik Airin dan orang tuanya tidak mau dioperasi, mengingat ada biaya yang harus ditanggung meski sudah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Belum lagi, biaya akomodasi dan wara-wiri yang harus dikeluarkan pastilah tidak sedikit. Sekarang ini, Airin tidak menggunakan sepatu khusus itu sehingga kesulitan berjalan terutama bila berangkat ke sekolah. Saat sekolah sedang musim liburan, orang tuanya masih terus mencoba mencari bantuan dan solusi terbaik untuk anaknya. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan yang akan digunakan untuk membantu biaya pembelian sepatu AFO. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Airin dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 8 September 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Airan menderita kelainan tulang


MEIFA DWI ADISTA (14 Tahun, Soft Tissue Tumor Ankle Sinistra). Alamat : Dusun Sumber Lor, RT.03/RW.03, Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awal Januari 2007 muncul benjolan kecil di kaki sebelah kiri. Oleh orang tuanya, Meifa diperiksakan ke Puskesmas Ponjong. Dokter mencurugai benjolan itu adalah tumor. Meifa kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. Tetapi orang tuanya merasa kesulitan biaya, terlebih untuk transportasi ke dan dari Yogyakarta. Pihak keluarga pun memutuskan membawa Meifa berobat ke pengobatan alternatif saja. Namun selama dua tahun menjalani pengobatan alternatif, tidak ada tanda-tanda perubahan signifikan pada perkembangan kesehatan Meifa, justru benjolan di kakinya makin membesar. Bulan Oktober 2010 pihak keluarga memeriksakan Meifa kembali ke RSUP Dr. Sardjito. Pertengahan bulan, Meifa menjalani operasi pengangkatan tumor di kakinya tersebut. Operasi yang berjalan lancar tersebut menggunakan biaya sendiri dari hasil menjual tanah. Tahun 2017 ini benjolan di kakinya tumbuh kembali, bahkan makin membesar, terkadang benjolan itu terasa nyeri. Meifa kini tidak bisa memakai sepatu, ia merasa malu dengan teman-teman sekolahnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah keluarga ini, Sumarsiti (42 Tahun), ibunya, dan Budi Haryanto (48 Tahun), ayahnya, berkata ingin sekali membawa Meifa berobat kembali. Tetapi penghasilan sang ibu sebagai buruh harian lepas di Gunungkidul, dan ayahnya sebagai kuli bangunan di Jakarta, untuk kehidupan sehari-hari saja tak cukup. Sementara tanah pun sudah tak punya. Alhamdulillah, berkat bantuan dana dari sedekaholics, siswi sekolah menengah pertama ini dapat melanjutkan pengobatan. Biaya pengobatan juga didukung oleh pemerintah dengan adanya jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI. Meifa pun segera menjalani cek laboratoriumpenunjang. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui tumor yang ia derita bukanlah tumor ganas. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat. Saat ini, Meifa menjalani kontrol rutin.Meifa dan orang tuanya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Meifa segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @KisHerry, @Ekow_st, @Aji_Kristanto

Meifa menderita tumor kecil di kaki sebelah kiri


DEVITA CAHYANINGRUM (17 Tahun, Gangguan Autoimun). Alamat: Menggoro, Sawah Lor RT.09/RW.08 Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Devita Cahyaningrum yang tahun ini berusia tujuh belas tahun ini adalah putri pasangan Pak Agung Dwi Purnama (43 Tahun) dan Ibu Ester Purwanti (40 Tahun). Kondisinya saat ini begitu memprihatinkan, ia mengalami gangguan autoimun yang menyebabkan tubuhnya terasa lemas. Awal mula gejala yang ia derita adalah pengelihatannya mulai kabur, disusul kakinya lemas dan sulit untuk berjalan, hingga akhirnya ia pun lumpuh total. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Untuk menegakkan badannya, ia membutuhkan bantuan dari orang lain. Kedua orang tuanya sangat ingin mengobati putrinya itu, namun apa daya mereka menghadapi masalah ekonomi. Meski telah memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Namun, keluarga ini terkendala biaya transportasi yang terbilang mahal, belum lagi biaya hidup sehari-hari. Penghasilan kedua orang tuanya hanya bisa untuk hidup pas-pasan. Sang ayah bekerja sebagai sopir, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga sembari merawat putrinya yang sakit. Sebelumnya, Devita sudah pernah menjalani pengobatan, puluhan juta dihabisakan untuk berobat namun belum membuahkan hasil, kondisinya pun belum ada kemajuan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan Devita. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar yang selama ini dijalankan membuahkan hal yang manis.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 5 September 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Devi mengalami gangguan autoimun


WIRYONO BIN SODIKO (70 Tahun, Katarak). Alamat : Sambirejo RT.02/RW.05 Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Pak Wiryono tidak bisa melihat sejak dua tahun yang lalu. Awal mula gejalanya adalah pengelihatannya kabur, lama-kelamaan ia tidak bisa melihat sama sekali. Mungkin penyebabnya adalah saat muda ia selalu bekerja di bawah terik matahari langsung tanpa menggunakan pelindung mata. Selain itu, faktor usia juga mempengaruhi karena usia yang mulai renta memang riskan terkena penyakit katarak. Ketika Kurir Sedekah Rombongan menyambangi kediamannya, Pak Wiryono berkata ia ingin sekali dapat melihat kembali karena ia masih mempunyai orang-orang yang ia sayangi. Ia masih memiliki istri, anak, dan cucu, Pak Wiryo tidak ingin merepotkan mereka semua karena keterbatasan pengelihatan. Kondisisnya saat ini tidak bisa melihat, tapi jika ada cahaya terang ia dapat melihatnya samar-samar. Selama ini, Pak Wiryo hanya beraktivitas di rumah dan tidak bekerja. Jika berjalan di dalam rumah tetap harus ada pendamping jika tidak ia bisa menabrak benda-benda di sekelilingnya. Saat ini ia membutuhkan biaya untuk operasi katarak, Pak Wiryo selama ini tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari pemerintah maupun swasta. Selain itu, Pak Wiryo juga membutuhkan biaya akomodasi berobat dan biaya akomodasi untuk mengurus jaminan kesehatan. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat dan biaya akomodasi untuk mengurus jaminan kesehatan. Pak Wiryo dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mari kita berdoa untuk Pak Wiryo, semoga proses pengobatannya berjalan dengan lancar dan dapat melihat kembali. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 4 September 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Pak Wiryono menderita katarak


MARSINEM BINTI SOMO KANI (48 Tahun, Susp. Kanker Tulang Belakang). Alamat: Dusun Sambirejo RT.01/RW.02 Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Dua tahun lalu, tepatnya tahun 2015, Bu Marsinem sering mengalami kesemutan di kaki. Semakin hari ia semakin sering mengalami kesemutan, kadang kakinya sampai tidak terasa, kadang kakinya nyeri luar biasa seperti tertusuk jarum. Bu Marsinem sudah pernah periksa ke puskesmas, dan dirujuk ke rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Namun, selama dan setelah berobat belum ada perubahan pada kakinya. Bahkan rasanya kakinya semakin berat pada saat digerakkan, kadang ia pun mengalami kejang. Selama satu setengah tahun, Bu Marsinem hanya tergolek di tempat tidur dan melakukan aktivitas hariannya dari sana karena kedua kakinya kini lumpuh. Karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari swasta maupun pemerintah, Bu Marsinem dan keluarganya membayar semua biaya pengobatan dan rumah sakit dengan uang pribadi. Untuk membiayai pengobatan, keluarganya menjual harta benda yang mereka miliki seperti sawah dan pekarangan. Sekarang hanya tersisa sebuah rumah yang mereka tinggali, yang berdiri pada sepetak tanah. Mujimin (45 Tahun), suaminya, bekerja sebagai jasa service barang elektronik kecil-kecilan. Penghasilan sang suami ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Saat ini, keluarga ini tak lagi mampu membiayai pengobatan Bu Marsinem. Keluarga sudah pasrah dan kini berobat secara tradisional. Sang suami ingin meringankan beban istrinya dengan membelikan kursi roda namun apa daya sang suami tak mampu. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan titipan dari Sedekaholic berupa kursi roda untuk memudahkan aktivitas Bu Marsinem. Bu Marsinem dan keluarganya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Mereka pun tak henti mengucapkan terima kasih sembari berdoa untuk Sedekaholic dan Sedekah Rombongan agar selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT. Amiin… Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meringankan beban hidup mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu Marsinem menderita susp. kanker tulang Belakang


MUHALIMIN BINTI WARJIUN (55, Katarak). Alamat : Dk. Katibayan, RT. 02 / RW. 02, Kel. Prayonanggan Utara, Batang, Jawa Tengah. Pada tahun 2014 Ibu Muhalimin menjalani operasi katarak mata kanan di RSU Bedan. Dokter menjelaskan operasi yang di lakukan tidak dapat menyelamatkan pengelihatan bu Muhalimin, operasi hanya berdampak untuk menghilangkan rasa sakit yang di derita bu Muhalimin, dengan persetujuan pihak keluarga dan bu Muhalimin sendiri menyetujui dampak pada operasi tersebut. Bu Muhalimin ingin segera dapat beraktifitas membantu keluarga mencukupi kebutuhan hidup tanpa merasakan sakit yang luar biasa pada mata kanannya. Suami Ibu Muhalimin, Modeli (56) bekerja sebagi seorang tukang becak. Setelah menjalani operasi Ibu Muhalimin bertumpu dengan pengelihatan dengan mata kirinya, kembali menjalani aktifitasnya sebagai buruh cuci. Pada awal tahun 2017 bu Muhalimin merasakan sakit pada mata kirinya, sama seperti rasa sakit pada mata kanannya terdahulu. Keluarga kembali membawa bu Muhalimin ke RSU Bedan, setelah menjalani observasi di RSU Bedan dokter memberi rujukan ke RSI Sultan Agung Semarang. Saat ini bu muhalimin sedang menjalani pengobatan di RSI Sultan Agung dengan fasilitas kesehatan KIS. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya pengobatan selama di Semarang menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ibu Muhalimin menderita katarak mata kanan


NARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Narti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Narti. Pihak keluarga Bu Narti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Narti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Nartiterlihat bertambah besar. Bu Nartii kembali melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Narti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang di buatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Narti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Narti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani program kemoterapi 6 kali. Kini beliau sedang dilakukan pengecekan rutin perkembangan kankernya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir: @indrades @restirianii @naadiahusna

Bu Narti menderita kanker ovarium


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuska untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp 661.545,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak Tarono menderita Ca Nasofaring


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp 835.344,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT. 023/ RW. 011, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani rawat inap untuk pemuliahan pasca di lakukan operasi pada leher Fajar. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp.1.100.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Fajar menderita hiperteroid


PURWATININGSIH BINTI SUDRI (54, Tumor Rahim). Alamat : Desa Selapura, RT.001/ RW.003, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Juni 2017 Ibu Purwatiningsih mengalami sakit di perut di sertai perut yang semakin membesar, hasil periksa ke bidan desa tidak menghasilkan kesembuhkan, bidan desa mendiagnosa hanya kembung biasa, sedangkan Ibu Purwatiningsih masih terus merasakan sakit pada perutnya. Ibu Purwatiningsih kembali memeriksan ke dokter umum, dokter menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dr. Soesilo, Slawi, dan terdiagnosa tumor perut. Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini, pertumbuhan tumor di perut Ibu Purwatiningsih sangatlah cepat. Sehingga dokter menyarankan agar segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Meskipun menggunakan jaminan kesehatan KIS, Wahidin (56) Ibu Purwatiningsih bekerja sebagai pedang beras kecil-kecilan, dan Ibu Purwatiningsih sendiri sebagai Ibu Rumah tangga merasa kesulitan menjalani pengobatan RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu Purwati terdiagnosa tumor perut


SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan awal diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Sri mengalami pembengkakan jantung


ROMADHON BIN CUNDUK (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, istri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi dan penyinaran. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @indrades @dianfariza @yodhadidot @naadiahusna

Pak Romadhon terkena kanker kelenjar getah bening


MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI (10, Jantung Bocor). Alamat : Desa Bojong Minggir, RT 11/6, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, saat lahir Yusuf mengalami batuk, hidung tersumbat, dan sesak napas. Kondisi tersebut membatasi aktivitas Yusuf, sehingga Yusuf tidak dapat melakukan aktivitas sebagaimana anak seumurannya. Pada saat Yusuf menginjak usia 40 hari, pihak keluarga memutuskan untuk memeriksakan Yusuf ke RSUD Kajen Pekalongan. Kemudian saat Yusuf menginjak usia 1,5 tahun, Yusuf diperiksakan lagi ke RSUD Kajen Pekalongan karena sakitnya yang tidak kunjung sembuh. Ternyata, Yusuf menderita penyakit Jantung Bocor. Dokter menyarankan agar Yusuf melakukan kontrol secara rutin demi kelancaran proses pengobatan dan bisa segera melakukan operasi pembedahan jantung. Ayah Yusuf yaitu Bapak Muji Slamet (46) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Syarifah (36) sebagai ibu rumah tangga. Pak Muji tidak memiliki cukup biaya untuk biaya akomodasi yang cukup besar. oleh karena itu pengobatan Yusuf dihentikan. Yusuf sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Alhamdulillah, atas izin Allah pada awal januari 2015 tim Sedekah Rombongan bertemu dengan Yusuf. Yusuf kembali menjalani serangkaian pengobatan dan operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Yusuf masih menjalani proses pemulihan pasca operasi dengan meminum obat dari resep dokter. Kondisi Yusuf semakin membaik namun tetap menjalani kontrol rutin apabila ada keluhan. Bantuan dari Sedekaholics telah disampaikan guna membantu biaya akomodasi dan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @indrades @nisa_unnes @naadiahusna

Yusuf menderita penyakit Jantung Bocor


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Agustus). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Agustus 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.132.704
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan September ). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana pasien selama bulan September 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien dan staff seperti Biaya Listrik, PDAM, Internet, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1057.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.662.908,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan september


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan September). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp 7.261.500
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan september


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan September). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.500.000
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan september


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan September). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.300.025,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan september


ERNAWATI BINTI SONO PAWIRO (54, Headache Syndrome). Alamat : Dusun Batusari, RT 91/4, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2013 Ibu Ernawati terjatuh saat hendak berwudhu. Ia terbentur batu, lalu diperiksakan ke RSI Klaten, Jawa tengah. Ia tidak mengalami cedera parah, hanya perlu menjalani pengobatan rawat jalan. Saat kurun waktu itu pula, Bu Ernawati pun bisa beraktivitas seperti biasa sekaligus merawat kakaknya yang sakit tumor otak. Kemudian di tahun 2016 Bu Ernawati mengeluh nyeri kepala yang hebat hingga terasa kesemutan. Ia pun mengalami gangguan tidur. Bu Ernawati tinggal sendiri di rumahnya. Suaminya telah meninggal dunia dua puluh lima tahun lalu sejak anaknya masih di dalam kandungan. Sementara, anak satu-satunya bekerja di warung makan di luar kota. Bu Ernawati tidak bisa bertani seperti dulu lagi, karena nyeri kepalanya kambuh bila ia terlalu lelah dan mengangkat beban berat. Penghasilan anaknya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tanggal 3 Agustus lalu, Bu Ernawati memeriksakan diri ke Puskesmas Ngawen 1, Gunungkidul. Kemudian ia dirujuk ke poliklinik syaraf RSUD Wonosari. Alhamdulillah, dengan bantuan transportasi ambulan puskesmas setempat Bu Ernawati dapat menjalani kontrol rutin di RSUD Wonosari. Biaya pengobatan pun Bu Ernawati sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS. Untuk meringankan beban Bu Ernawati selama pengobatan di rumah sakit, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Ernawati, Aamiin. Bu Ernawati sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan sedekaholics mendapat balasan kebaikan dunia dan akhirat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Bu Erna menderita Headache Syndrome


MARSINI SURANI (47, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Trenggono Lor, RT 1/11, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2014 Bu Marsini mengidap penyakit diabetes. Awalnya ia hanya berobat ke puskesmas menggunakan fasilitas jaminan Jamkesmas. Bermula saat itu juga, Bu Marsini sudah sering berobat ke rumah sakit. Di tahun 2016, muncul diagnosa baru, diketahui bahwa Bu Marsini menderita gagal ginjal. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, kondisi bu Marsini terbaring lemah. Perutnya nampak bengkak, kulitnya menghitam. Dokter menyarankan Bu Marsini untuk rutin melakukan cuci darah/hemodialisa. Kurir Sedekah Rombongan pun mengantar-jemput Bu Marsini sesuai jadwal untuk hemodialisa di RS DKT Dr. Soetarto, Yogyakarta. Suami Bu Marsini, Surani (57) sangat berterima kasih atas bantuan transportasi untuk pengobatan istrinya. Bapak Surani pun bercerita dengan pekerjaannya sebagai buruh harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, bahkan sudah berhutang. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Marsini terbantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain itu, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu akomodasi selama pengobatan Bu Marsini di rumah sakit. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Aris

Bu Marsini menderita gagal ginjal


MUJIYATI WADIYO (69, Ca Mamae). Alamat : Dusun Ngampel, RT 2/14, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2014 tumbuh benjolan kecil di payudara Bu Mujiyati. Oleh keluarga diputuskan untuk menjalani pengobatan alterantif dengan mengonsumsi obat herbal. Saat itu Bu Mujiyati merasakan benjolan di payudaranya hilang. Keluarga pun merasa tenang dan tidak melanjutkan pengobatan secara medis. Kemudian pada bulan Juli 2017, Bu Mujiyati merasakan sakit kembali. Ternyata benjolan di payudaranya tumbuh kembali. Suaminya, Wadiyo (51) segera memeriksakan istrinya ke rumah sakit. Dari pemeriksaan dokter, diketahui Bu Mujiyati menderita ca mamae atau biasa disebut kanker payudara. Dokter pun menyarankan Bu Mujiyati segera menjalani operasi pengangkatan. Alhamdulillah, tanggal 7 Agustus 2017, operasi Bu Mujiyati berjalan lancar. Operasi ini dilakukan di RS Khusus Bedah Soedirman, Yogyakarta. Selama pengobatan ini Bu Mujiyati memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Mujiyati di rumahnya, Bu Mujiyati masih terlihat lemah pascaoperasi. Ia pun masih menunggu hasil cek laboratorium dan jadwal kontrol selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan sedekaholics. Bantuan ini dipergunakan untuk pembayaran cek laboratorium, biaya transportasi dan akomodasi selama Bu Mujiyati berobat ke rumah sakit. Keluarga Bu Mujiyati sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan sedekaholics ini mendapat balasan kebaikan dunia dan akhirat. Semoga pula bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Mujiyati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Bu Mujiyati menderita ca mamae


WARSONO BIN SUNARJO (35, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Kaliwaru, RT 3/14, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di awal bulan Januari 2017 lalu Bapak Warsono mengeluh kesulitan buang air besar. Seminggu kemudian Bapak Warsono memeriksakan diri ke Puskesmas Ngawen 1. Oleh dokter diberikan rujukan untuk melanjutkan pemeriksaan di RS Panti Rahayu, Karangmojo, Gunungkidul. Setelah dilakukan pemeriksaan, Bapak Warsono dirujuk kembali ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Bapak Warsono menjalani rawat inap selama tiga hari. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan colon in loop untuk mendapatkan gambaran anatomi kolon. Dari hasil pemeriksaan diketahui Bapak warsono menderita kanker rektum. Setelah itu Bapak Warsono menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali ke poli bedah digestif. Pada tanggal 27 Juli 2017 operasinya telah dilakukan. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bapak Warsono masih lemah. Sebelum sakit, Bapak Warsono bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara istrinya, Sayekti (30) ialah ibu rumah tangga. Keluarga ini juga memiliki 1 anak perempuan yang masih sekolah. Semenjak bapak Warsono tidak bisa bekerja seperti biasa, keluarga ini tidak memiliki tulang punggung keluarga. Untuk kehidupan sehari-hari mereka hanya mengandalkan pemberian dari saudara dekat. Bu Sayekti mengaku ia ingin sekali melanjutkan pengobatan suaminya, tapi apalah daya. Meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan BPJS, Bu Sayekti masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan mencoba meringankan sedikit beban keluarga ini. Amanah dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol rutin di rumah sakit. Keluarga ini sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Warsono segera mendapatkan kesembuhan dan kebaikan sedekaholics dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Aris

Bapak warsono menderita kanker rektum


WASTI BINTI ALM KROMOREJO (55, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Duwet, RT 3/7, Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 6 bulan lalu Bu Wasti merasakan ada benjolan di payudaranya. Awalnya tidak sakit, benjolannya pun kecil, ia juga tetap mencari nafkah menjual pecel dan gorengan keliling dusun seperti biasa. Tetapi lama-kelamaan benjolannya membesar. Ia mulai mengeluhkan rasa sakitnya. Keluarga segera memutuskan untuk membawa berobat ke puskesmas. Alhamdulillah, Bu Wasti dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Dari pemeriksaan di puskesmas setempat, Bu Wasti dirujuk ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Pihak keluarga terpaksa berhutang ke bank dan paguyuban masyarakat untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Setelah berobat ke RSUD, ternyata tidak ada perkembangan signifikan dengan kondisi kesehatan Bu Wasti. Ia pun dirujuk ke RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Bu Wasti sudah menjalani 1x kemoterapi. Saat ditemui ia masih terbaring lemah dan mengeluh kesakitan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Wasti, Aamiin. Bu Wasti dan keluarga sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Ngadiyana

Bu Wasti menderita ca mamae


WAWAN SETIAWAN (1, Gizi Buruk). Alamat : Dusun Sambirejo, RT 4/4, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat lahir berat badan Dik Wawan hanya 1,5kg. Balita yang lahir tanggal 22 September tahun lalu ini langsung dirawat intensif selama 22 hari di rumah sakit. Di usia 3 bulan, Dik Wawan sudah tidak mau menyusu, meskipun ibunya sudah berusaha menyusuinya. Karena bayi Dik Wawan tetap tidak mau menyusu, orangtuanya memutuskan mengganti dengan susu formula. Meskipun begitu berat badan Dik Wawan masih di bawah garis merah. Saat diperiksakan ke puskesmas setempat, dokter langsung menyarankan untuk dikonsultasikan ke ahli gizi. Kemudian Dik Wawan menjalani rawat inap di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Seminggu setelah pulang dari rumah sakit Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya. Orangtuanya bercerita selama rawat inap berat badan Dik Wawan naik 0,5 kg. Tetapi Dik Wawan masih terus membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup, sementara orangtuanya kesulitan dana untuk membelikan susu penunjang. Ayahnya, Sukino (41) ialah seorang tukang ojek dengan penghasilan tidak menentu. Ibunya, Kasiyati (35) ialah ibu rumah tangga yang fokus merawat buah hatinya. Alhamdulillah, selama pengobatan Dik Wawan keluarganya sudah terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS. Bantuan ini diberikan untuk biaya pembelian susu penunjang dan kebutuhan sehari-hari. Semoga kondisi kesehatan Dik Wawan segera membaik, Aamiin. Keluarga Dik Wawan sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Tri

Wawan mengalami gizi buruk


RAMTO BIN MARTODINAMA (39, Luka Bakar + Post Amputasi Kedua Kaki dan Tangan Kiri). Alamat: Dusun Dukuh, RT 7/4, Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Juni 2017 mengalami kecelakaan kerja. Pak Ramto jatuh dari ketinggian 9 meter saat memperbaiki instalasi listrik di lokasi kerjanya. Beliau mendapat pertolongan pertama di RSI Klaten kemudian selang beberapa jam dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Di RSUP Dr. Sardjito, tim dokter melakukan tindakan amputasi pada kedua kaki dan tangan kirinya. Selain itu juga menambal daun telinga yang bolong. Alhamdulilah setelah rawat inap selama 2 bulan Pak Ramto diperbolehkan pulang, namun harus kontrol rutin untuk pemulihan. Tetapi kondisi Pak Ramto tidak memungkinkan untuk kontrol ke rumah sakit karena luka bakar yang belum pulih dan tidak mampu terkena cahaya matahari. Keluarga pun memutuskan mengundang perawat dari RSUP Dr. Sardjito ke rumahnya. Jadwal kontrol rutinnya sebanyak 12 kali. Pada hari Senin Tanggal 9 Oktober 2017 kemarin sudah dilakukan kontrol yang ke-9. Biaya tiap kali kontrol dan obatnya Rp. 1.500.000 – Rp. 2.400.000. Pak Ramto sebelumnya bekerja sebagai buruh harian lepas di sub kontraktor bagian kelistrikan. Kecelakaan terjadi saat membangun sebuah pabrik di daerah Dlimas, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Beliau menanggung 3 orang anggota keluarga yaitu seorang istri dan 2 anak yang masih berusia 5 dan 3 tahun. Demi kesembuhannya diperkirakan masih harus 2-3 kali kontrol lagi. Keluarga Pak Ramto ingin sekali melanjutkan pengobatan tetapi apa daya, perekonomian keluarganya tak memungkinkan. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya berobat serta keperluan sehari-hari. Keluarga Pak Ramto sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Ramto segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 10 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @Rofiq_silver @atinlelyas Putri Yudi

Pak ratmo mengalami amputasi pada kedua kaki dan tangan kirinya


AS’ADI KH BIN MUH HILAL (52, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Kadirejo, RT 8/4, Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar setahun yang lalu sampai akhir bulan Mei 2017 kemarin Pak As’adi sering sakit seperti sariawan dilidah dan sakit gigi. Pada awal bulan Juli 2017 Pak As’adi dirawat di RSI Klaten karena tenggorokannya membesar dan muntah darah. Kemudian Pak As’adi mendapat rujukan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah diperiksa, ternyata ia sakit kanker tenggorokan Stadium 4. Dokter menyarankan Pak As’adi melakukan tindakan operasi atau kemoterapi. Saat pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa Pak As’adi menderita Kanker Nasofaring. Tetapi karena takut ia memilih mengkonsumsi obat herbal dan ramuan yang didapat dari saudaranya, serta terapi bekam setiap seminggu sekali. Sejak Pak As’adi sakit keluarga tersebut sudah tidak ada pendapatan lagi. Istri Pak As’adi tidak bekerja, anak pertamanya mengabdi di sebuah Pondok Pesantren di Nogosari. Sedangkan anak kedua masih SMA dan tinggal di Pondok Pesantren di Magetan, Jawa Timur. Praktis setelah Pak As’adi sudah tidak bekerja sebagai buruh di percetakan lagi sejak awal Juni sampai sekarang secara materi tidak ada pemasukan. Untuk kehidupan sehari-hari keluarga ini hanya mengandalkan pemberian dari keluarganya yang lain. Alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Saat bersilaturahim ke rumahnya, kurir pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga Pak As’adi. Bantuan ini diberikan untuk untuk pembelian obat, biaya terapi bekam, dan biaya kebutuhan sehari-hari. Keluarga Pak As’adi sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Pak As’adi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @kisshery @Rofiq_silver @atinlelyas Putri Yudi

Pak As’adi menderita Kanker Nasofaring


RIDWAN MAULANA (6, Fimiosis). Alamat : Dusun Kanigoro, RT 3/6, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong , Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 1,5 tahun lalu saat Dik Ridwan masih TK, ia sering mengeluhkan sakit perut. Hal ini disebabkan karena sering loncat-loncat, lari-lari, dan makan makanan yang pedas. Dokter mendiagnosa ada masalah dengan organ lambungnya, tetapi lama kelamaan alat kelaminnya membesar di ujung (bengkak), lubang di penisnya mengecil, merasa gatal, sakit saat buang air dan buang air tidak lancar. Setelah menjadi pemeriksaan lebih lanjut, diketahui Dik Ridwan menderita fimiosis, yaitu kelainan pada pria yang belum disunat dimana kulup penis melekat kencang pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis. Kondisi yang umum terjadi pada anak berusia 2 – 6 tahun ini mengakibatkan penis bengkak dan sulit buang air kecil. Dokter menyarankan agar Dik Ridwan segera disunat, karena terapi obat hanya bisa meringankan sakitnya untuk sementara. Selama ini Dik Ridwan sudah merasa 3x sakitnya kambuh. Dik Ridwan merupakan putra dari Bapak Tedi (30) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Enik Utari (24) yang berprofesi sebagai petani. Penghasilan yang diperoleh keduanya tidak cukup untuk membiayai pengobatan Ridwan. Sementara jaminan kesehatan yang dimiliki, KIS tidak mengcover penyakit yang diderita buah hatinya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan keluarga ini ddan menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya sunat dan pengobatan Dik Ridwan. Dik Ridwan dan keluarganya sangat senang dan berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Ridwan segera sembuh dan bisa bermain dengan ceria bersama teman-temannya lagi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas Aris

Dik Ridwan menderita fimiosis


RENGGANIS YUMMA KHALILA (1, Kelainan Jantung + Radang Paru-Paru). Alamat : Dusun Ngawu, RT 1/1, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul,Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bayi kecil dan kurus itu lahir dengan operasi caesar pada tanggal 22 November 2016. Saat itu detak jantungnya terlalu cepat. Dokter kandungan yang menangani menyatakan bahwa bayi harus segera dikeluarkan dari kandungan. Usia kelahirannya normal, yaitu seminggu sebelum HPL (Hari Perkiraan Lahir). Namun di usia 3 – 9 bulan berat badannya tidak naik. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosa ada kelainan jantung. Sebelumnya dik Rengganis bersama orangtua dan kakaknya tinggal di Cimahi, Jawa Barat, tetapi saat ini memilih melakukan pengobatan di kampung halaman, Gunungkidul. Dari pemeriksaan di RSUD Wonosari dik Rengganis dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, tetapi resep dokter bisa diambil di rumah sakit daerah. Akhir September lalu saat hendak mengambil obat, kondisi Dik Rengganis. Ia pun disarankan rawat inap. Dari pemeriksaan dokter diketahui pula ternyata ia menderita radang paru-paru. Alhamdulillah saat ini kondisinya sudah membaik. Tanggal 7 November mendatang Dik Rengganis dijadwalkan untuk kontrol rutin di poli jantung RSUP Dr. Sardjito. Dik Rengganis adalah anak kedua dari pasangan Nono Tarsono (40) yang bekerja sebagai buruh swasta dan Ibu Winarni (38) ialah ibu rumah tangga. Selain dik Rengganis, Bu Winarni juga merawat anak pertamanya Khansa (13) yang menderita cerebal palsy. Saat ini keluarga Pak Nono memutuskan untuk fokus pada pengobatan Dik Rengganis dulu, itupun keluarga ini masih merasakan kesulitan biaya. Memang, biaya pengobatan sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, tetapi biaya kebutuhan sehari-hari, biaya akomodasi dan transportasi tidak bisa tertutup dengan penghasilan seadanya. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan keluarga ini. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Oktober 2017
Kurir: @kissherry @aji_kristanto @atinlelyas

Rengganis menderita radang paru-paru dan kelainan jantung


SUNARTI BINTI SASTROSALIM (33, Kanker Payudara Kiri + TBC). Alamat: Dusun Bogem, RT 2/2, Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2 tahun lalu Bu Sunarti sudah merasakan sesak dan nyeri di bagian rusuknya. Karena keterbatasan biaya dia hanya mengobatinya dengan obat yang dijual di toko dan diperiksakan ke dokter umum atau bidan saja. Sekitar bulan Juni 2017 lalu, karena tidak kuat menahan sakitnya, Ibu Sunarti bersama suami Sri Mulyono (39) ke rumah sakit di daerahnya. Setelah dirawat, dokter mendiagnosa Bu Sunarti menderita kanker payudara dan TBC. Sebelumnya Bu Sunarti menjalani rawat inap selam 1 bulan di RSI Klaten. Setelah itu, ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Selama kurang lebih 2 minggu Bu Sunarti berjuang memeroleh kesembuhan, Allah menakdirkan hal lain. Dini hari tanggal 5 Oktober 2017 kurir Sedekah Rombongan mendapatkan kabar duka dari keluarga Bu Sunarti. Selain bertakziah Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka dari sedekaholics. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Mari kita doakan semoga Allah SWT menerima amal kebaikan Bu Sunarti dan ia mendapatkan terbaik di sisiNya, Aamiin. Santunan untuk Bu Sunarti sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat pada laporan Rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Putri Yudi

Bu Sunarti menderita kanker payudara dan TBC


RISKI WARDANA (20, Tumor Otak) Alamat: Dusun Kamal Kulon, RT 2/9, Desa Margo Mulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Januari 2016, Riski merasa pusing dan ia diperiksakan ke dokter praktik terdekat. Dokter tersebut memberi rujukan ke rumah sakit dan Riski menjalani rawat inap selama seminggu dan diberi rujukan ke rumah sakit lain. Awalnya dari hasil pemeriksaan dan cek laboratorium dokter mendiagnosa Riski menderita hidrosefalus dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena terkendala biaya dan belum memiliki jaminan kesehatan, orangtua memutuskan untuk rawat jalan saja. Setelah pengurusan administrasi BPJS selesai, Riski menjalani operasi hidrosefalus di RSUP Dr. Sardjito pada bulan April 2017. Pascaoperasi kondisi kesehatan Riski menurun. Dokter terus mengobservasi kesehatannya, dari hasil pemeriksaan lanjutan diketahui Riski menderita tumor otak. Sejak saat itu kondisi keadaannya terus menurun. Tim dokter telah menjadwalkan untuk operasi kembali, tetapi kondisi Riski tidak stabil. Riski tinggal bersama ayahnya, Sutejo (50) yang bekerja menjadi buruh serabutan. Saat menjenguk Riski di rumah sakit, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama Riski dirawat. Santunan sebelumnya pun sudah diberikan dan terlapor di Rombongan 999. Sehari setelahnya, kurir yang menjenguk mendapat kabar duka. Riski meninggal dunia pada tanggal 10 Oktober 2017 di RSUP Dr. Sardjito. Mari kita berdoa semoga Allah menempatkan Riski di tempat terbaik di sisiNya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @jemigigi

Riski menderita hidrosefalus


RANIA WULAN (2, Tumor Kepala Belakang). Alamat : Desa Wonocatur, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bayi mungil yang berbadan kurus ini pernah menjalani rawat inap di RSI Klaten, Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan dokter mendiagnosa ada tumor di kepala belakang Dik Rania. Saat itu, biaya pengobatannya dibantu oleh neneknya. Beberapa waktu lalu saat kontrol rutin ke RSI Klaten, dokter menyarankan untuk dilakukan foto rontgen, tetapi keluarganya tidak memiliki biaya yang cukup. Keluarga ini pun belum memiliki jaminan kesehatan yang dapat meringankan biaya pengobatan. Ayahnya, Taufik Hermawan (16) dan ibunya Ari Wahyuni (18) sehari-hari mencari nafkah sebagai pemulung. Untuk asupan gizi Dik Rania mendapatkan ASI dari ibunya, kedua orangtuanya merasa tidak mampu membelikan tambahan susu untuk nutrisi tambahan. Dik Rania tinggal bersama ibu dan neneknya, sementara ayahnya pergi ke Sumatra. Saat bersilaturahim ke rumahnya, Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini, lalu menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga Dik Rania. Bantuan ini diberikan untuk biaya pengobatan dan akomodasi Dik Rania. Keluarga Dik Rania sangat berterima kasih atas kebaikan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Dik Rania Wulan segera memeroleh kesembuhan, Aamiin.

Jumlah: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Oktober 2017
Kurir: @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Satya

Rania menderita tumor di kepala belakang


NIKTA EKA SEPTIANI (7, Rubella Kongenital Syndrome). Alamat: Perumahan Graha Sedayu Sejahtera Blok KK No. 25 Gunung Polo, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nikta terinfeksi virus Rubella sejak lahir. Virus ini biasanya menyerang anak-anak, gejalanya muncul ditandai dengan ruam merah pada kulit. Seiring perkembangan usia, Nikta ternyata juga menderita katarak. Operasi katarak ini telah dilakukan saat Nikta berumur 1,5 tahun. Pasca operasi katarak Nikta mengalami gangguan pendengaran dan mikrosefali (pengecilan otak) yang menyebabkan proses belajarnya terhambat. Di usia 7 tahun ini dia tidak bisa melihat jarak jauh (low vision) dan kesulitan melihat jarak dekat. Dia bersekolah di SLB Hellen Keller, Yogyakarta, tetapi ia kesulitan menerima pelajaran akibat gangguan pada mata dan pendengarannya. Dia memerlukan kaca mata low vision untuk bisa melihat dan membaca. Sedangkan untuk melatih pendengarannya dia harus memakai alat bantu dengar. Orangtuanya ingin membelikan kacamata khusus low vision, tetapi tidak mampu karena harganya yang cukup mahal. Harga frame kacamata “low vision” khusus anak sekitar Rp 800.000, dan biaya ini tidak dicover oleh jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki. Nikta adalah anak dari pasangan Koko Aryanto (32) yang bekerja sebagai sopir dan Supriyanti (29) seorang ibu rumah tangga. Keluarga ini tinggal di rumah kontrakan. Kedua pasangan ini mengaku ingin sekali memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, tetapi apa daya. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga dengan bantuan ini proses belajar dan pengobatan Nikta berjalan lancar, Aamiin.

Jumlah Bantuan: 1.000.000
Tanggal: 10 Oktober 2017
Kurir: @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Satya

Nikta terinfeksi virus Rubella


ANDRA HANAN ADYATAMA (1, Infeksi Hati + Batu Empedu). Alamat : Dusun Tegallayang 10, RT 2, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di usia 4 hari kelahiran Dik Andra orangtuanya langsung memeriksakan ke puskesmas terdekat karena badan dan matanya menguning. Kemudian ia dirujuk ke RS Panembahan Senopati, Bantul. Selama 5 hari menjalani rawat inap tidak ada perkembangan signifikan terhadap kesehatannya. Dokter pun merujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Dari pemeriksaan diketahui ia menderita infeksi hati, yang berawal dari infeksi virus CMV. Sampai saat ini Dik Andra sering demam, lingkar perutnya mengecil, kadar haemoglobinnya sering turun sehingga sering menjalani rawat inap. Di usianya 3,5 bulan ini ia sudah menjalani 8x transfusi darah. Dokter menyarankan ia mendapat asupan tambahan dari susu khusus peptamen junior/pregistimil. Tetapi untuk biaya transportasi pengobatan saja orangtuanya sudah berhutang. Ayahnya, Slamet Raharjo (34) bekerja sebagai buruh tidak tetap dan ibunya Rinarsih (33) seorang ibu rumah tangga. Meskipun biaya pengobatan dicover oleh jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS, orangtuanya merasa kesulitan untuk membeli susu dan pampers khusus, juga biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan. Amanah dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Satya

Andra menderita infeksi hati


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan sekali di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah kontrol ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio juga menderita katarak. Awal bulan Agustus lalu Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1059.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Pak Dalio menderita sakit prostat, hipertensi dan katarak


SUKAMTI BINTI SUCIPTO (22, Syaraf + Polio). Alamat : Dusun Glagahan, RT 2, Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir hingga usia Sekolah Dasar tak ada hal ganjil mengenai perkembangannya. Namun saat duduk di kelas 2 SD muncul tanda-tanda adanya gangguan syaraf. Awalnya ia merasakan nyeri, lama kelamaan ia kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui bahwa Sukamti menderita polio. Polio adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem syaraf pusat, merusak syaraf motorik, dan menyebabkan kelumpuhan otot. Sukamti tinggal dengan ayahnya, Sucipto (55) yang bekerja sebagai tukang pijat dan kakaknya, Sukamto (23). Ibunya, Bonijem telah meninggal dunia 12 tahun yang lalu. Ayahnya ingin melanjutkan pengobatan untuk Sukamti tetapi terkendala biaya. Penghasilannya tidak menentu, dan hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja. Amanah sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu Sukamti melanjutkan pengobatannya. Keluarga Sukamti sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Mari kita doakan semoga Sukamti segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Oktober 2017
Kurir: @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @keliqer @fahmishidiqqi

Sukamti menderita polio

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RAFI YUDA PRATAMA 500,000
2 ELI NURJANAH 500,000
3 MAYLINDA WIDIANI 500,000
4 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 500,000
5 RATEMI BINTI SAMSURI 500,000
6 SRI MULYANI 500,000
7 UNTUNG SAHARA 1,000,000
8 YULI HIDAYATI 600,000
9 MELI SOFIATUN 800,000
10 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 558,060
11 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 798,000
12 BILQIS ASTILARAHMA 500,000
13 LIA LIFIANA 500,000
14 KHOLIFAH UMAMI 500,000
15 FARIDA BIN MOHAMMAD 500,000
16 AHMAD HASAN ABDILLAH 1,243,500
17 ACHMAD TOHA 500,000
18 SINDI RAHMADANI 846,000
19 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 883,000
20 DEWI DWI HARYATI 500,000
21 HIDAYATI TIARA 500,000
22 ROSITA RIFA’I 1,000,000
23 ASMONOWATI 500,000
24 ARBUWA BINTI AJIB 577,600
25 SUSANTO BIN JAMALUDIN 2,357,000
26 VINA AFIDATUS SHOFA 500,000
27 PAINI BINTI SANUSI 500,000
28 AIRIN DWI LESTARI 2,000,000
29 MEIFA DWI ADISTA 1,000,000
30 DEVITA CAHYANINGRUM 1,000,000
31 WIRYONO BIN SODIKO 1,000,000
32 MARSINEM BINTI SOMO KANI 1,000,000
33 MUHALIMIN BINTI WARJIUN 500,000
34 NARTI BINTI ASTAP 500,000
35 TARONO BIN CARIDI 661,545
36 SLAMET GENDARI 835,344
37 FAJAR FIRMANSYAH 1,100,000
38 PURWATININGSIH BINTI SUDRI 700,000
39 SRI WIDIYAWATI 500,000
40 ROMADHON BIN CUNDUK 1,000,000
41 MOHAMMAD YUSUF RAMADHANI 500,000
42 RSSR SEMARANG 13,132,704
43 RSSR SEMARANG 2,662,908
44 MTSR SEMARANG 7,261,500
45 MTSR SEMARANG 5,500,000
46 MTSR SEMARANG 4,300,025
47 ERNAWATI BINTI SONO PAWIRO 1,000,000
48 MARSINI SURANI 1,000,000
49 MUJIYATI WADIYO 1,000,000
50 WARSONO BIN SUNARJO 1,000,000
51 WASTI BINTI ALM KROMOREJO 1,000,000
52 WAWAN SETIAWAN 1,000,000
53 RAMTO BIN MARTODINAMA 1,500,000
54 AS’ADI KH BIN MUH HILAL 1,500,000
55 RIDWAN MAULANA 1,000,000
56 RENGGANIS YUMMA KHALILA 1,000,000
57 SUNARTI 1,000,000
58 RISKI WARDANA 1,500,000
59 RANIA WULAN 1,000,000
60 NIKTA EKA SEPTIANI 1,000,000
61 ANDRA HANAN ADYATAMA 1,000,000
62 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
63 SUKAMTI BINTI SUCIPTO 1,000,000
Total 81,817,186

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 81,817,186,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1063 ROMBONGAN

Rp. 56,137,052,300,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.