Rombongan 1061

Sedekah membawa keberkahan pada harta yang dimiliki
Posted by on October 12, 2017

YUNINGSIH BINTI KOKO (38, Ca Cervix). Alamat : Warung Kebon RT 4/4, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yuningsih adalah Ibu dari 3 orang anak. Beliau mulai merasakan gejala sakit semenjak dua bulan yang lalu. Beliau sering merasakan sakit dibagian perut, terasa nyeri, mual, bahkan sampai muntah, hingga merasakan tubuhnya lemas. Ibu Yuningsih berobat ke Puskesmas Purwasari di Kabupaten Karawang. Dari Puskesmas Purwasari, Ibu Yuningsih dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan di RSUD Karawang Ibu Yuningsih dinyatakan terkena Ca Cervix atau Kanker Leher Rahim. Oleh Dokter yang memeriksa Ibu Yuningsih, menyarankan untuk segera di periksa lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung. Keresahan muncul dalam pikiran Pak Kasman, meskipun menggunakan Jaminan Kesehatan JKN KIS-PBI dalam berobat namun Pak Kasman (42) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek kebingungan untuk menyediakan biaya transportasi serta biaya hidup selama di RSHS Bandung, mengingat penghasilannya yang dirasa kurang. Saat ini kondisi Ibu Yuningsih masih dalam perawatan di RSUP Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani persiapan serangkaian protokoler proses Kemoterapi. Bantuan dari para sedekaholics pun kembali disampaikan melalui Sedekah Rombongan, untuk biaya hidup selama di RSHS Bandung, setelah bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1056. Semoga Ibu Yuningsih diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani serangkaian proses pengobatan, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu @giantosu

Bu Yuningsih dinyatakan terkena Ca Cervix


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang semangatnya tinggi menjalani ikhtiarnya. Ia merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi yang pernah menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya tahun lalu, selalu rutin menjalani cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu di RSUD Kabupaten Karawang. Handi yang sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Karawang selama 1 minggu lamanya bulan Mei lalu, Alhamdulillah kini sudah kembali ke rumah. Kesehatannya berangsur membaik, HB nya pun kembali normal. Handi sampai dengan saat ini masih menjalani cuci darah rutin setiap hari Rabu dan Sabtu. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun mereka kesulitan dalam mencari kebutuhan biaya transportasi selama Handi berobat di rumah sakit. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan keluarga memenuhi biaya transportasi selama Handi berobat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 1048. Semoga titipan dari sedekaholics menambah semangat hidup Handi menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease


RSSR BANDUNG (Sembako dan Obat-obatan). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan September 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 22 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR Bandung dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien, juga kebutuhan pasien lainnya seperti obat-obatan. Semoga semua bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien dampingan di RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.698.298,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya sembako dan obat-obatan


RSSR BANDUNG (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan September 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 22 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, kebutuhan operasional RSSR di antaranya: Bahan Bakar Minyak (BBM) motor, alat tulis kantor (ATK), fotocopy berkas, retribusi (sampah & iuran RT), dan utility (internet, telepon, listrik & PDAM) bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp.1.743.331,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


MAISAH BINTI BANA’I (58, Myoma). Alamat : Blok Lakar Jero, RT 2/5, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Maisah mengalami sakit yang dirasakan karena benjolan yang tumbuh pada bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke dokter, Ibu Maisah ternyata menderita myoma pada bagian perut. Atas saran dokter, Ibu Maisah menjalani operasi pengangkatan penyakitnya tersebut. Operasipun dilakukan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon sekira setahun lalu dan Ibu Maisah bisa melakukan aktifitas seperti biasa kembali. Namun beberapa bulan terakhir, perutnya kembali membesar bahkan lebih besar dari sebelum operasi. Kali ini Ibu Maisa belum memeriksakan kembali sakitnya tersebut dikarenakan kesulitan biaya transportasi. Sedekah Rombongan berusaha membantu Ibu Maisah dengan membawanya kembali berobat ke puskesmas setempat, lalu ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dokter di rumah sakit ini menyarankan agar Ibu Maisah berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Ibu Maisah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS. Ibu Maisah adalah orang tua tunggal dari putra tunggalnya yang hidup sangat sederhana. Ketika masih sehat, dia bekerja sebagai buruh batik dan juga berjualan makanan keliling. Keadaan ekonomi keluarga yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari ini membuat pengobatan Ibu Maisah hampir saja terkendala walaupun biaya pengobatan sudah difasilitasi jaminan kesehatan BPJS. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics untuk meringankan beban yang sedang dialami. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1044. Semoga sakit yang dideritanya bisa segera disembuhkan dan Ibu Maisah bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dhemis @aulia

Ibu Maisah menderita myoma pada bagian perut.


MAISAH BINTI BANA’I (58, Myoma). Alamat : Blok Lakar Jero, RT 2/5, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Maisah mengalami sakit yang dirasakan karena benjolan yang tumbuh pada bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke dokter, Ibu Maisah ternyata menderita myoma pada bagian perut. Atas saran dokter, Ibu Maisah menjalani operasi pengangkatan penyakitnya tersebut. Operasipun dilakukan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon sekira setahun lalu dan Ibu Maisah bisa melakukan aktifitas seperti biasa kembali. Namun beberapa bulan terakhir, perutnya kembali membesar bahkan lebih besar dari sebelum operasi. Kali ini Ibu Maisa belum memeriksakan kembali sakitnya tersebut dikarenakan kesulitan biaya transportasi. Sedekah Rombongan berusaha membantu Ibu Maisah dengan membawanya kembali berobat ke puskesmas setempat, lalu ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dokter di rumah sakit ini menyarankan agar Ibu Maisah berobat lebih lanjut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Ibu Maisah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS. Ibu Maisah adalah orang tua tunggal dari putra tunggalnya yang hidup sangat sederhana. Ketika masih sehat, dia bekerja sebagai buruh batik dan juga berjualan makanan keliling. Keadaan ekonomi keluarga yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari ini membuat pengobatan Ibu Maisah hampir saja terkendala walaupun biaya pengobatan sudah difasilitasi jaminan kesehatan BPJS. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics untuk meringankan beban yang sedang dialami. Bantuan sebelumnya telah diberikan tanggal 10 September 2017. Kali ini bantuan disampaikan untuk membeli diapers dan bekal selama Ibu Maisah tinggal di Bandung. Semoga sakit yang dideritanya bisa segera disembuhkan dan Ibu Maisah bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dhemis @aulia

Ibu Maisah  menderita myoma pada bagian perut.


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Hingga saat ini Pak Jalil masih pulang pergi ke Bandung untuk berobat namun alhamdulillah perkembangan kesehatannya kian membaik. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk terus melanjutkan proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung selama menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan termasuk dalam Rombongan 1048. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepada Pak Jalil dan bisa sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dan tumor anus


AHMAD MAHBUB (5, Kelainan Pada Mata + Luka Bakar). Alamat : Dusun II, RT 1/3, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kami akrab menyapanya dengan panggilan Abub. Pada usianya yang masih balita dia memiliki kelainan pada mata yaitu tidak dapat melihat dengan baik dikarenakan ukuran bola matanya yang tidak normal. Kornea matanya terus bergerak memutar. Hal ini dialami sejak dia lahir. Dokter yang memeriksanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon menyatakan bahwa harus segera dilakukan operasi sebelum usia Abub terus beranjak remaja. Abub dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung, namun belum sempat berangkat Abub justru mengalami musibah lain yang menyebabkan luka bakar pada bagian tangan dan dadanya. Konsentrasi pengobatanpun beralih untuk sementara waktu hingga luka di tubuh Abub mulai membaik. Abub adalah putra dari Bapak Abdul Muhyi (43) dan Ibu Umi Asih (36). Mereka hidup dalam keadaan yang sangat sederhana. Ibu Umi Asih yang merupakan seorang hafizhah mengajar mengaji di kediamannya dan suaminya hanya berjualan di warung kecil yang mereka miliki. Keadaan ini sempat membuat rencana pengobatan Abub di Bandung tertunda meski biaya pengoatan sudah ditanggung oleh fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepada keluarga ini untuk transportasi selama berobat ke Bandung dengan harapan agar Abub bisa sehat segera seperti anak seusia dia pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Abub memiliki kelainan pada mata dan mengalami luka bakar


ARSINI BINTI WADI (55, Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT 2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, enam tahun lalu Ibu Arsini merasakan nyeri di sekitar tulang hidung dan pipi. Tanpa terasa, sakitnya kian menjalar dan muncul benjolan di sekitar hidung. Ibu Arsini sesekali berobat ke puskesmas, sampai suatu saat benjolan itu terus membesar dan hampir menutup mata kirinya. Barulah dia sadar bahwa sakitnya bukan sekedar biasa saja. Dari puskesmas, Ibu Arsini dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung. Karena sakit yang dideritanya memerlukan penanganan intensif, Ibu Arsini dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun rujukan ini sempat diabaikan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari jika harus berada di Bandung selama pengobatan. Ibu Arsini adalah seorang dhuafa yang hanya tinggal sendiri di sebuah rumah sederhana karena suaminya Bapak Akim (70) baru meninggal minggu lalu. Ibu Arsini tidak bekerja dan hanya mengandalkan kepedulian dari para tetangga serta dermawan yang mau membantu. Hal ini disebabkan keadaan sakit dan faktor usia yang memaksa Ibu Arsini untuk tidak terlalu banyak beraktifitas. Rumah yang ditempati sekarangpun hasil gotong royong warga sekitar yang bersimpati atas keadaannya. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Apalagi setelah Ibu Arsini menderita sakit kanker tulang hidung, maka konsentrasinya hanya fokus pada penyembuhan penyakit tersebut. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke Ibu Arsini, tersirat harapan untuk berobat secara sungguh-sungguh demi kesembuhan sakitnyatersebut. Kendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-haripun diceritakan Ibu Arsini kepada kurir Sedekah Rombongan. Maka, dengan niat membantu yang tulus serta menyampaikan amanat dari para sedekaholics, bantuanpun diberikan kepada Ibu Arsini untuk memenuhi rencana pengobatannya di Bandung. Sejak 1 Juni 2016, Ibu Arsini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung, dan hasil biopsi menyarankan untuk terapi sinar sebanyak 40 kali sudah rampung dilaksanakan. Saat ini, Ibu Arsini telah kembali ke kediamannya di Cirebon dan menjalani pemeriksaaan rutin setelah terapi di Bandung hingga beberapa waktu ke depan. Bantuan biaya transportasi diberikan kembali untuk melengkapi proses pengobatan hingga tuntas. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1044. Kini Ibu Arsini sudah terlihat lebih sehat karena semangatnya menjalani proses pengobatan serta berkat do’a dan bantuan dari sedekaholics sekalian.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno suniah @asiihlestari

Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung


ENOH BINTI MAKBUL (43, Ca Mammae). Alamat : Dusun 1, Blok Pajaten, RT 1/1, Desa lebak Mekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang dirasakan oleh Ibu Enoh berawal pada bulan Januari 2016 yaitu rasa nyeri pada payudara sebelah kiri dengan ada sedikit benjolan. Keinginan berobat sempat tertunda karena anak Ibu Enoh juga sedang sakit saat itu. Kemudian pada awal tahun 2017, akhirnya Ibu Enoh memeriksakan sakitnya ke dokter dan disarankan untuk segera menjalani operasi. Ibu Enoh menjalani operasi sebanyak dua kali yaitu tanggal 16 Maret dan 11 April 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Selanjutnya Ibu Enoh dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung guna menjalani kemoterapi. Ibu Enoh adalah istri dari Bapak Mahi (46) yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan 4 (empat) orang anak. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuat rencana pengobatan di Bandung tidak bisa dilaksanakan walau biaya pengobatan sudah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan mencoba memahami dan mencari solusi untuk membantu Ibu Enoh dalam upaya berobat ke Bandung. Bantuan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan bekal selama proses kemoterapi. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1048. Saat ini Ibu Enoh sudah menjalani 6 (enam) kali kemoterapi dari 7 (tujuh) yang direncanakan. Semoga Ibu Enoh bisa sehat dan kembali beraktifitas dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @asiihlestari

Bu Enoh menderita kanker payudara


IKHLAS BIN SANJE (52, Tumor Ganas). Alamat : Dusun 04, Blok Wage, RT 6/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Ikhlas biasa ia dipanggil, satu bulan yang lalusedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2015, ia menemukan benjolan kecil pada bagian dada. Ia menduga bahwa itu hanya benjolan biasa yang akan mengecil dan normal kembali dengan sendirinya tanpa harus diobati. Namun tanpa disadari benjolan pada dadanya tersebut semakin hari semakin membesar.Bersama istrinya,ia menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon dan dilakukan tindakan operasi pertama untuk menghilangkan benjolan tersebut. Selang beberapa bulan pada tahun 2016 benjolan pada dadanya tersebut kembali muncul dan membesar sehingga dilakukan operasi keduanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah operasi kedua,benjolan tersebut ternyata kembali tumbuh bahkan kini semakin hari ukurannya semakin membesar. Diketahui benjolan pada dadanya tersebut merupakan tumor ganas. Pak Ikhlas kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Permata Cirebon dan kembali dirujuk ke RSHS Bandung untuk operasi pengangkatan tumor yang kembali tumbuh di bagian dadanya itu. Operasi sudah berhasil dilaksanakan dan kini Pak Ikhlas terus menjalani persiapan untuk kemoterapi. Pak Ikhlas adalah kepala keluarga yang memiliki sepuluh anak, berprofesi sebagai imam masjid dan istrinya, Aryanti (47) hanya mengurus rumah tangga. Hingga saat ini, biaya pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan pemberian dari anak yang telah bekerja namun hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan keprihatinan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan lanjutan disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama melakukan perawatan di rumah sakit setelah bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1044. Semoga Pak Ikhlas segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @suniah @aulia

Pak Ikhlas menderita tumor ganas di dada


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobservasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Saat ini Ibu Karni sudah beberapa kali dan masih menjalani pemeriksaaan rutin ke RSHS Bandung. Perkembangan kesehatannya Alhamdulillah kian membaik. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung juga untuk membeli obat diluar BPJS. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 1044. Semoga segala ikhtiar dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Ibu Karni terkena kanker pada rahim


MUDIYA BIN SUGANDA (37, TB Paru). Alamat : Gang Soban 1, RT 15/4, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sedekah Rombongan pertama kali bertemu dengan Pak Mudiya ketika dia baru pulang ke Cirebon usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu Bandung pada bulan Juli lalu. Pak Mudiya dirawat karena sakit paru-paru yang dideritanya. Hal ini mungkin disebabkan karena Pak Mudiya pernah bekerja selama beberapa tahun di gudang semen sebagai kuli angkut. Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu, Pak Mudiya disarankan untuk check-up kembali. Keterbatasan biaya hampir saja membuatnya tidak melanjutkan pengobatan. Pak Mudiya adalah seorang kepala keluarga dengan seorang anak. Istrinya, Ibu Murniasih (32) hanya mengurus rumah tangga tanpa bekerja sambilan. Keadaan ekonomi keluarga ini menjadi semakin berat karena Pak Mudiya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu. Bersyukur biaya pengobatan Pak Mudiya selama ini telah dijamin melalui fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan bantuanpun diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan. Pada keberangkatan berikutnya setelah mendapat bantuan, Pak Mudiya dirawat kembali selama beberapa hari di RS. H.A. Rotinsulu Bandung dan akan menjalani pemeriksaan rutin selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini telah termasuk dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak Mudiya menderita tb paru


PULUNG BIN SUDARIP (65, Tumor pada lengan). Alamat : Kedungkrisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Pulung begitulah sapaan akrabnya. Tangannya membengkak dan semakin membesar. Gejala penyakitnya berawal pada bulan Oktober 2016, ia merasakan sakit pada tangan sebelah kiri, karena benjolan seperti bisul. Setiap hari benjolan itu semakin membesar dan menyakitkan. Pihak keluarga akhirnya memeriksakan kondisi Pak Pulung ke Rumah Sakit Budi Luhur, Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Pak Pulung harus menjalani operasi pada bulan November 2016 dan berharap agar tangannya dapat pulih kembali. Namun setelah operasi pertamanya dilakukan, kondisi tangan Pak Pulung semakin membesar dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan tindakan terapi sinar pada tangannya. Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi. Namun pada pemeriksaan selanjutnya, dokter menyarankan Pak Pulung untuk diberikan terapi karena diagnosa terakhir menunjukkan bahwa sakit yang dialami Pak Pulung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan rencana amputasi batal dan Pak Pulung tetap menjalani pemeriksaan rutin. Pak Pulung adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki tujuh orang anak, bekerja sebagai petani dan istrinya, Engkun (60) sesekali ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai tukang pijat keliling. Keluarga yang hidup dalam kesederhanaan ini bersyukur karena biaya pengobatan selama ini menggunakan fasilitas KIS. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari istrinya yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan lanjutan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan selama melakukan pengobatan di Bandung setelah bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1044. Semoga Pak Pulung segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @suniah @aulia

Pak pulung menderita tumor lengan


ROINI BINTI NADI (41, Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation). Alamat : Dusun IV, Blok Wage, RT 4/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Roini sudah menderita sakit sejak sepuluh tahun lalu, namun mulai terasa berat sejak lima tahun terakhir. Gejalanya, sering merasa sesak nafas secara mendadak dan degup jantung terasa cepat. Awalnya sakit ini tidak begitu dirasakan, karena dianggap sebagai sakit ringan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, akhirnya Ibu Roini merasa sakitnya kian bertambah hingga akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif dan Atrial Fibrillation yang ditandai dengan irama jantung yang tidak stabil dan cenderung cepat. Setelah menjalani perawatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter memberikan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Awalnya, karena kendala biaya, rujukan untuk berobat ke Bandung belum juga terlaksana namun Sedekah Rombongan berkenan memberikan sedikit bantuan untuk pengobatan Ibu Roini dan akhirnya bisa menjalani pengobatan di Bandung. Saat ini Ibu Roini masih menjalani pengobatan rutin di RSHS hingga beberapa waktu mendatang. Ibu Roini adalah seorang janda dari almarhum Bapak Wadi yang wafat beberapa tahun lalu. Saat ini dia hidup bersama lima orang anaknya. Ibu Roini tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya menerima pesanan pembuatan ketupat, itupun tidak setiap hari ada yang memesan, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini jelas membuat dia tidak sanggup untuk berobat ke Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Bantuan dari sedekaholics kembali diberikan kepada Ibu Roini untuk biaya transportasi selama pengobatan di Bandung. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1044. Seraya memberikan pendampingan, do’apun teriring agar Ibu Roini segera diberikan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno suniah @aulia

Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure


SAIPAH BINTI WASLAM (60, Ca Mammae). Alamat : Dusun III, RT 2/6, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Saipah sering merasakan nyeri pada bagian dada. Kian lama sakitnya bertambah dengan payudara yang seringkali mengeras. Karena mulai tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerangnya, Ibu Saipah memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Sekian lama berobat di puskesmas, Ibu Saipah tidak merasakan adanya perubahan yang berarti. Dia mencoba memeriksakan kesehatannya ke dokter. Dokter lalu menyatakan bahwa Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri dan harus segera menjalani operasi. Bersama kurir Sedekah Rombongan, Ibu Saipah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan hingga pada awal Mei lalu dilakukan operasi di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Ibu Saipah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan hingga kini masih menjalani pengobatan lebih intensif di Bandung. Hasil sementara pemeriksaan, selain terkena kanker, Ibu Saipah juga mengalami kelainan pada livernya. Saat ini Ibu Saipah menjalani kemoterapi dan penyembuhan atas penyakit liver yang dialaminya secara bersamaan. Ibu Saipah adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak Watina (60) yang bekerja sebagai buruh tani. Kehidupan sehari-harinya sangat sederhana dan penghasilan Pak Watina hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok seadanya. Sakit yang diderita Ibu Saipah menyebabkan beban yang cukup berat untuk keluarga ini, meskipun biaya pengobatan Ibu Saipah sudah difasilitasi jaminan kesehatan KIS. Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan pembelian obat diluar jaminan kesehatan serta pendampingan selama proses pengobatan Ibu Saipah berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Besar harapan kesembuhan segera didapat Ibu Saipah agar bisa kembali bekerja membantu suaminya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini sudah disampaikan kepada Ibu Saipah dan termasuk dalam Rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri


SINTA DEWI (2, Retinablastoma). Alamat : Dusun 2, Blok Parenca, RT 4/4, Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sinta yang waktu itu masih berusia sekira satu tahun terjatuh dan matanya terkena benturan dengan aspal. Tidak disangka, karena hal tersebut, mata sebelah kanannya membengkak dan merah. Kian lama matanya kian membesar hingga menonjol keluar. Sinta yang saat itu masih belum bisa bicara hanya merintih kesakitan dan terus menangis. Ketika diperiksakan ke dokter, Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma, ada tumor yang terus tumbuh pada retina matanya dan disarankan untuk segera dioperasi. Bola mata Sinta harus diangkat dan Sinta dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan, Sinta akhirnya menjalani operasi pengangkatan bola mata. Operasi berjalan lancar dan saat ini Sinta masih terus berobat rutin untuk kemoterapi di RSHS Bandung. Bantuan sedekaholics kembali diberikan untuk pembelian protesa mata dan obat lainnya. Sinta adalah putri pertama dari Bapak Sopari (30) dan Ibu Atikah (23). Bapak Sopari adalah seorang pedagang siomay yang menetap di luar kota dan seminggu sekali pulang ke rumah. Penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari membuat dia berfikir keras agar bisa menuntaskan pengobatan putrinya. Bersyukur Sinta sudah memiliki fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan biaya hidup selama berobat ke Bandung. Bantuan sebelumnya tercantum dalam Rombongan 1048. Semoga Sinta segera diberikan kesehatan hingga bisa tumbuh layaknya anak balita normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Namun saat ini mereka sudah diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani kontrol ke RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1055.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amien

Wilda menderita katarak


MUHAMAD IMAM RIZQI (7, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Kaliabang RT 4/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal 2017, kaki kiri Imam terbentur benda keras saat sedang bermain namun tidak dihiraukan. Hingga beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan pada betis kirinya. Pemeriksaan mulai berlangsung saat bulan Maret 2017, Imam melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun sempat tertunda saat bulan Juli 2017 karena ibunya, Bu Minah meninggal dunia. Imam saat ini tinggal bersama ayahnya, Pak Nesin (45) yang hanya seorang buruh tani. Saat ini pengobatan Imam memasuki tahap pemeriksaan lanjut, karena dinyatakan kanker tulang dan harus dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Mereka mengalami kesulitan biaya akomodasi untuk keperluan transport dan bekal selama di rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Sunaji

Imam menderita kanker tulang


AZIZ DEBIA AROBI (22, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT 4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama, yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup. Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya, semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit hanya cukup untuk 1 bulan dan ia harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1015. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay

Aziz menderita Diabetes Melitus


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Pak Arif menderita tb usus


RACIH BINTI APE (48, Diabetes Melitus). Alamat : Kp. Gaga RT 3/3, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sebenarnya Bu Racih sudah hampir 2 tahun terkena Diabetes, namun hanya menjalani pengobatan di klinik dan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Tidak ada hasil yang dirasakan Bu Racih sehingga membuat ia pernah putus asa, mungkin karena biaya yang ia keluarkan sudah cukup banyak. Pada awal Okteber 2017, Bu Racih kondisinya menurun sehingga ia dilarikan ke RS Bhakti Husada Cikarang untuk mendapat pertolongan dengan jaminan BPJS Mandiri yang ia miliki. Setelah menjalani pemeriksaan di IGD, ia dinyatakan harus menjalani perawatan sampai kondisinya membaik. Suami Bu Racih seorang sopir yang terkadang ada saja tetangga yang membutuhkan jasanya untuk mengantar ke suatu tempat, namun tidak hampir tiap hari. Dan untuk saat ini, Pak Kaman (50) – suaminya Bu Racih – tidak memiliki penghasilan karena harus menemani istrinya yang sedang sakit. Mereka kesulitan biaya bekal selama berada di rumah sakit. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama Bu Racih menjalani perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Bu Racih sudah hampir 2 tahun terkena Diabetes


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan 1060.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay

Biaya operasional


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay

Biaya operasional


ACHMAD TOHA (48, Tumor Torax). Alamat: Jalan MT. Haryono Gang Demak Nomer 117, RT 3/2, Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Toha menderita Tumor Torax sejak 2016. Awal mulanya beliau sering mengalami batuk kering, mual dan sering demam. Karena dianggap hal yang biasa, keluarga pun mengira keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, keluhan-keluhan tersebut menjadi semakin sering terjadi sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Alhasil, dokter Puskesmas menyarankan pak Toha untuk dirujuk ke Rumah Sakit Paru-Paru Jember untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Toha didiagnosa menderita tumor torax dan memerlukan pengobatan lanjutan. Dari Rumah Sakit Paru-Paru Jember, pak Toha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatakan pengobatan yang lebih intensif. Sebelum beliau sakit, pak Toha bekerja sebagai buruh angkutan di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari- hari. Sedangkan istri beliau, Supani (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, pak Toha menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI. Meskipun demikian pak Toha masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, biaya pengobatan diluar jaminan BPJS, dan tempat tinggal selama beliau mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Toha. Bantuan telah disampaikan kepada pak Toha. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi, pengobatan dan kebutuhan nutrisi selama di Surabaya. Semoga pak Toha lekas sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.018.690,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @imamhariyadi

pak Toha didiagnosa menderita tumor torax


SUCIK AISYAH (40, Tumor Maxila). Alamat: Jalan Mangga, RT 4/2, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Bu Sucik sakit sejak oktober 2016. Awal mulanya, beliau mengeluh adanya benjolan di dalam rongga mulut. Karena berupa benjolan kecil, beliau mengira bahwa keluhan tersebut hanya sariawan, sehingga beliau tidak segera memeriksakan diri. Semakin lama, benjolan yang ada di mulut bu Sucik semakin membesar dan membuat beliau kesulitan dalam menelan makanan. Tidak hanya itu, benjolan tersebut juga merambah ke area mata dan semakin membesar seiring waktu. Karena hampir memenuhi rongga mulut, akhirnya bu Sucik memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Selanjutnya bu Sucik dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Bu Sucik melakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), dan pemeriksaan Ultrasonography (USG). Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sucik didiagnosa menderita tumor maxila yang sudah ganas. Bu Sucik adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Mohammad Junaedi (42) bekerja sebagai kuli bangunan. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih balita. Selama menjalani pengobatan, bu Sucik menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Namun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan diluar jaminan BPJS kelas 3, transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Sucik. Bantuan pun telah diberikan dan diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut berupa biaya pengobatan, transportasi dan pemenuhan nutrisi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1047. Semoga bu Sucik dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.075.500,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @yudhoari @firmanyusnizar

Bu Sucik didiagnosa menderita tumor maxila


AHMAT AZIKUR ROHMAN (1, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun Karang Semanding, RT 1/11, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ziko biasa ia disapa. Tiga bulan setelah kelahiran Ziko, tepatnya pada november 2016 ia sudah harus menjalani perawatan karena sakit jantung yang ia derita. Awal mulanya, Ziko sering mengalami demam tinggi. Semakin lama, Ziko sering rewel dan hanya dapat menangis setiap saat. Orang tua Ziko mengira bahwa Ziko mengalami sesak napas karena sering tersengal-sengal seperti kesulitan bernapas. Saat diketahui bibir dan lidah Ahmat membiru, keluarga khawatir hingga memutuskan untuk membawa Ahmat ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Ziko langsung dirujuk ke Rumas Sakit Umum Daerah Dr. M. Soebandhi Jember untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ziko didiagnosa menderita kelainan jantung. Kini, ia dirawat secara intensif untuk penyembuhan penyakitnya. Ayah Ziko, Ahmad Tauhid (36) bekerja sebagai penjual arum manis. Sedangkan ibunya, Arifah Mahtum (24) adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak yang baru saja berumur satu tahun, Ziko kecil harus berusaha bertahan hidup karena penyakit yang dideritanya. Selama menjalani pengobatan, Ziko menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas 3. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan dalam hal biaya transportasi dari jember ke Surabaya, juga akomodasi selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya untuk mendampingi pengobatan Ziko. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi, akomodasi dan pemenuhan nutrisi Ziko. Keluarga Ziko merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1059. Semoga Ziko dapat segera sembuh dan tumbuh sehat.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @yudhoari @isroil

Ziko didiagnosa menderita kelainan jantung


MARSYAH AMANDA PUTRI (1, Penyakit Jantung Bawaan) Alamat Dusun Krajan RT 2/3, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Marsyah Amanda Putri adalah bayi yang lahir pada 25 Mei 2016 dari Ibu Listiani (32). Bayi ini mengalami Penyakit Jantung Bawaan sejak lahir yang mengakibatkan pernafasannya terganggu. Ia juga mengalami sesak nafas dan munculnya warna biru pada beberapa tempat, mulai dari bayi yang terlihat lebih biru saat menangis, mulai dari kuku, bibir serta lidah. Hal ini akan terjadi lagi saat bayi menggunakan banyak tenaganya, seperti menyejan saat buang air besar, menyusui dan melakukan beberapa hal yang menguras tenaga. Adik Marsyah dirawat di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemulihan kondisinya yang melemah. Saat ini adik Marsyah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo. Sastrawan Dwi Saputra (38) Ayah dari adik Marsyah ini bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu, dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Meskipun adik Marsyah memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI untuk meringankan beban keluarganya untuk berobat, namun keluarga masih kesulitan untuk mencukupi biaya transportasi pulang pergi ke Surabaya, dan biaya hidup selama berobat di Surabaya. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke tempat tinggal Adik Marsyah untuk menyampaikan titipan para sedekaholic untuk membantu Adik Marsyah yang memerlukan pengobatan lanjutan. Bantun tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama berobat di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 945. Semoga Bantunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.167.695,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @yudhoari @tukirin

Masyah mengalami penyakit jantung bawaan


AHMAD ARIFIN (18, Anemia + Trombositopenia). Alamat: Dusun Tegal Kalong, RT 5/6, Kelurahan Kemuning Sari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ipin, begitulah sapaan akrab Arifin yang dulunya adalah pemuda yang aktif. Kini ia harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas karena harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat. Suatu hari di awal januari 2017, Ipin mendapati kondisi tubuhnya menurun. Ia sering mengalami kelelahan yang berlebihan, lemas, hingga seringnya perdarahan pada area gusinya. Ia menganggap lelah tersebut hanya lelah seperti biasanya akibat beraktivitas sehari-hari dan dapat kembali bugar setelah beristirahat. Semakin lama, kondisi Ipin tidak berangsur membaik dan malah menunjukkan penurunan. Ia pun akhirnya berobat pada mantri desa setempat. Beberapa hari menjalani pengobatan, kondisi Ipin masih tetap sama. Akhirnya keluarga membawa Ipin ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Ipin dirujuk ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diagnosa awal adalah Ipin menderita leukimia. Ia pun diharuskan opname selama satu minggu untuk menjalani pengobatan. Karena kondisi Ipin yang membaik, ia pun diperbolehkan pulang. Setelah 2 minggu di rumah, kesehatan Ipin mengalami penurunan kembali sehingga ia dirujuk langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan secara intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Arifin didiagnosa menderita anemia dan trombositopenia. Setelah lulus dari tingkat Sekolah Menengah Atas, sehari-harinya ia membantu ayahnya, Mulyadi (50) bekerja di sawah. Ibunya, Sofia (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Ipin adalah anak tunggal dari pasangan tersebut. Selama menjalani pengobatan, ia menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas III. Walaupun demikian, keluarga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan yang tidak dicover BPJS, biaya transportasi dan tempat tinggal selama berada di Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut telah diterima oleh keluarga Ipin dan dipergunakan untuk biaya pengobatan, transportasi dan akomodasi. Semoga Arifin dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 820.600,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @yudhoari @mistoro

Ipin menderita leukimia


ASWANI NI’MAD (47, Kanker Serviks). Alamat: Dusun Gunung Malang, RT 15/2, Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Aswani sakit sejak maret 2017. Awal mulanya beliau sering mengeluh nyeri perut. Karena kesibukan bu Aswani sebagai ibu rumah tangga, beliau mengesampingkan nyeri tersebut dan menganggap sakit perut biasa yang dapat mereda seiring berjalannya waktu. Semakin lama, nyeri perut beliau semakin sering kambuh. Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya juga dialami oleh beliau. Ketika bu Aswani mulai merasakan kejanggalan pada gejala-gejala tersebut, beliau akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Darii Puskesmas, bu Aswani dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. H. Koesnadi Bondowoso untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks dan diharuskan segera menjalani operasi. Setelah menjalani operasi, keadaan bu Aswani kini terkadang masih mengalami nyeri perut. Bu Aswani juga mendapati adanya benjolan di sekitar leher sehingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Bu Aswani dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Bu Aswani adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Ni’mad (53) bekerja sebagai petani. Mereka memiliki seorang anak. Selama menjalani pengobatan, bu Aswani menggunakan biaya pribadi sehingga selama ini merasa mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Beliau belum memiliki jaminan kesehatan. Selain biaya pengobatan, bu Aswani juga mengalami kesulitan dalam biaya transportasi dan akomodasi selama berobat di Surabaya. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, dan telah diterima oleh pihak keluarga. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan, transportasi dan pemenuhan nutrisi. Semoga bu Aswani dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 519.200,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @triretno

Bu Aswani didiagnosa menderita kanker serviks


NAHATI ARNADI (57, Retina Blastoma). Alamat: Desa Botolinggo, RT 28/10, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bu Nahati merasakan sakit sejak 2016. Hingga tahun 2017 ini, beliau masih pantang menyerah dalam pengobatan penyakit yang beliau derita. Awal mulanya, bu Nahati mendapati adanya benjolan kecil di bagian mata sebelah kanan. Karena masih berupa benjolan kecil, bu Nahati mengira benjolan tersebut adalah debu yang masuk ke mata dan akan segera hilang. Namun semakin lama, benjolan tersebut tidak kunjung hilang dan malah membesar. Karena khawatir, bu Nahati akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Nahati langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Nahati didiagnosa menderita penyakit retina blastoma, yaitu sejenis kanker yang menyerang mata. Di RS Bhayangkara Bondowoso, bu Nahati dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap dan penanganan yang lebih lanjut. Bu Nahati adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Arnadi (61) bekerja sebagai buruh tani. Mereka memiliki dua orang anak. Anak pertama sudah berkeluarga dan anak kedua masih bersekolah. Selama menjalani pengobatan, bu Nahati menggunakan biaya mandiri karena belum memiliki jaminan kesehatan. Beliau pun akhirnya mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Tidak hanya itu, bu Nahati juga mengalami kesulitan mengenai transportasi dan akomodasi ketika di Surabaya. Bantuan telah disampaikan kepada bu Nahati. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya transportasi, pengobatan dan akomodasi selama di Surabaya. Bu Nahati dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Nahati dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 705.700,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @yudhoari @triretno

Bu Nahati didiagnosa menderita penyakit retina blastoma


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA (2, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Kedungsuko RT 3/30, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Rafa Azka Satria, atau yang biasa dipanggil Rafa adalah anak ketiga dari ibu Ika. Ketika bu Ika sedang hamil 10 bulan, bu Ika tiba-tiba mengalami keluhan nyeri di area perut beliau. Awalnya bu Ika tidak menghiraukan rasa nyeri tersebut. Namun saat mendapati adanya perdarahan yang tidak sedikit dan terus-menerus, akhirnya keluarga membawa bu Ika ke Puskesmas terdekat. Bidan setempat memberikan arahan untuk merujuk bu Ika ke RSUD Balung Jember karena kondisi bu Ika yang sudah darurat dan butuh penanganan yang tepat. Di RSUD Balung Jember, bu Ika segera dibawa ke tempat persalinan. Selama 30 menit, bu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari pasca melahirkan, dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perawatan secara intensif kepada kedua bayi tersebut. Namun salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung Jember. Akhirnya bayi yang masih tetap bertahan mendapatkan perawatan selama 26 hari di RSUD Balung Jember. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi bu Ika yang kemudian bernama Rafa tersebut didiagnosa menderita hydrocepalus. Dokter kemudian merujuk bayi bu Ika ke RSUD Dr. Soebandi Jember karena peralatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, Rafa mendapatkan perawatan selama satu bulan. Karena kondisi Rafa berangsur membaik, akhirnya Rafa diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan saja. Beberapa waktu berlalu, keluarga tidak mampu untuk membawa Rafa kembali untuk menjalani rawat jalan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan kontrol rutin. Semakin lama, kondisi Rafa semakin menurun. Keluarga khawatir karena tidak ada biaya untuk pengobatan Rafa. Ayah Rafa, Kukuh Hariyadi (31) bekerja sebagai tukang tambal ban. Sedangkan ibunya, Ika Fatmawati adalah seorang ibu rumah tangga. Rafa dirujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Lalu dari RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, rafa dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dapat menjalani pengobatan yang lebih intensif. Selama menjalani pengobatan, Rafa menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas III. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mencukupi biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat ke rumah sakit rujukan. Saat Kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Rafa, kam turut merasakan kesulitan keluarga Rafa. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan di luar BPJS, transportasi, dan biaya hidup selama mendampingi pengobatan Rafa. Semoga Rafa dapat segera sembuh dan dapat tumbuh dengan baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 753.350 ,-
Tanggal : 3 Oktober 2017
Kurir : @yudhoari @isroil

Rafa didiagnosa menderita hydrocepalus


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional Bulan September 2017 tahap ke-2). MTSR adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai pengantar pasien dampingan ke rumah sakit maupun penjemput pasien pasca kontrol di rumah sakit, dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan wilayah Pantura Timur. Survei, mengantar santunan, dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Pantura Timur untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota seperti di RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah tugas utama MTSR Pantura Timur I. jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi pada MTSR Pantura Timur I agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan September 2017 sebesar Rp. 3.350.000,- di gunakan untuk biaya pembelian BBM, pembayaran toll, cuci MTSR, dan bayar jasa Driver MTSR. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Pantura Timur I dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan masuk pada rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.350.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan September 2017 tahap ke-2


JUHARIA BINTI ALIGE (52, Tumor Mata), alamat : Jl. Merpati, Lrg. Merpati, RT ¼, Kel. Tanahmodindi, Kec, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ibu Juharia menderita tumor yang menyebar di bagian mata sejak tahun 2004, dan sudah beberapa kali melakukan pengobatan dan perawatan di berbagai rumah sakit diantaranya RS. Wirabuana Palu, RS. Amapana dan RS Undata Palu. Dan hasil konsultasi terakhir bahwa Ibu Juharia harus di rujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Namun dikarenakan ketiadaan biaya Ibu Juharia memilih melakukan pengobatan di rumah saja. Kurir sedeah rombongan setelah mendapat informasi mengenai beliau, segera bergerak menuju kediaman Ibu Juharia dan melihat kondisinya secara langsung. Pada saat itu kondisi Ibu Juharia sering mengalami kesakitan di bagian wajah dan sehari-hari untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita tersebut (mata dan bagian wajah), maka setiap malam hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit yaitu Asam mefenamat dan anti biotik cefadroxil. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sehingga menyebabkan Ibu Juharia mengalami gangguan tidur dan selalu tidur dengan posisi duduk (karena sulit tidur jika berbaring/perasaan tidak nyaman). Suami Ibu Juharia yaitu Bapak Muhammad Syarif (50) yang bekerja sebagi buruh merasakan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan istrinya. Keduanya selama ini hanya mengandalkan gaji yang minim dari pendapatan hasil bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pasien ini adalah BPJS.
Alhamdulillah sedekah rombongan masih terus melakukan pendampingan kepada Ibu Juharia setelah selesai operasi di Makassar. Dan saat ini masih melakukan pengobatan lanjutan di Palu. Namun dalam perkembanganya Ibu Juhari disarankan kembali oleh dokter agar segera dibarngkatkan kembali ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar guna menjalani proses pengobatan dan penyembuhan lanjutan. Sedekah rombongan kembali memberangkatkan Ibu Juhari ke Makassar sesuai saran dokter tersebut.. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 940, 943, 947, dan 1057

Jumlah bantuan : Rp. 2.326.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : Rasyid@Lismasari

Ibu Juharia menderita tumor mata


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan terus melakukan pendampingan kepada Ibu Hudiyah pasca pengobatan di Makassar, yang saat ini masih membutuhkan bantuan pembelian obat-obatan dan biaya hidup. Bantuan Sebelumnya masuk pada rombongan 1057.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000, –
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Ibu Hudiyah menderita kanker payudara


RAFFASYA AL HAFIZ (1, Encephalocelle), alamat Jalan Pramuka Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Adik Al Hafiz dilahirkan melalui proses operasi, yang kemudian 5 hari pasca operasi ibunya menemukan benjolan kecil berwarna merah di bagian belakang kepala, namun awalnya disangka hanyalah benjolan biasa saja. Sampai akhirnya semakin hari benjolanya semakin membesar. Diusia lebih dari 1 tahun, saat ini adik Al Hafiz belum bisa melakukan aktivitas sebagaimana layaknya anak seusianya. Posisi tidur pun harus dimiringkan tidak bisa terlentang akibat benjolan yang berada di belakang kepalanya. Pihak keluarga telah berupaya pengobatan di rumah sakit pada bulan Agustus 2017 kemarin, namun dikarenakan kendala biaya yang tidak bisa di cover oleh BPJS, yang mana menurut dokter ahli bahwa adik Al Hafiz harus dipasangkan selang dari otak sampai lambungnya dan hal ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Adik Al Hafiz merupakan anak dari Bapak Moh. Sadly (36) yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan SPBU (pengisian bahan bakar minyak) dan Ibu bernama Sherly Rapar (35) yang sehari-hari sebagai Ibu rumah tangga. Saat ini Adik Al Hafiz memiliki jaminan kesehatan BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak ke kediaman adik Al Hafiz setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat bagi adik Al Hafiz.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000, –
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari dan Yusriani Yusuf

Al Hafiz menderita encephalocelle


MARLIYA AMRULLAH (55, Tumor Permaligna Suspect Ganas), alamat Jl. Dayo Dara Kelurahan Valangguni Kecamatan Mantikulore Kota Palu Sulawesi Tengah. Ibu Marliya sejak beberapa bulan yang lalu menderita penyakit tumor pada bagian perut (Tumor Permaligna Suspect Ganas) yang mengakibatkan pada bagian perut terus mengalami pembengkakan dan membesar. Ibu Marliya beberapa hari yang lalu sempat dirawat di RSUD Undata Palu dan terus mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Saran dokter agar Ibu Marliya segera di rujuk ke rumah sakit Dr. Wahidin di Makassar guna dilakukan tindakan kemoteraphy mengingat status tumor yang tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Ibu Marliya merupakan istri dari Bapak Amrullah (58) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Jaminan kesehatan yang dimiliki Ibu Marliya saat ini adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju kediamana ibu Marliya setelah memperoleh informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Marliya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000, –
Tanggal : 6 Oktober 2017
Kurir : Rasyid via Taty

Bu Marluya menderita penyakit tumor pada bagian perut tumor permaligna suspect ganas


SAKIMAN BIN JAKAR (80, Diabites + Paru – paru). Alamat : Jl. Hidup Baru, RT. 5/2, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Sudah hampir 15 tahun bapak Sakiman menderita sakit diabetes, gejala awal yang sering dirasakannya, bapak Sakiman sering lelah, mengantuk dan pada kai kanannya terdapat luka yang sulit mengering dengan warna kulit yang menghitam. Pengobatan awal dilakukan pada puskesmas terdekat dan dari puskesmas tersebut kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Koja Jakarta Utara. Berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS memang sangat membantu namun untuk biaya akomodasi ke rumah sakit sangat memberatkannya apalagi kondisi bapak Sakiman sudah tidak bisa naik angkot, beliau harus sewa mobil untuk bisa berobat ke RSUD Koja. Alhamdulilah kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1051. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Sakiman menderita sakit diabetes


IMAS SITI HABIBAH (42, CA Mamae Std 4). Alamat : Perum Citra Kebun Mas, Blok BE 45. RT. 39/8, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Imas Siti Habibah, ibu satu anak dari suami bapak Nanang Muchtar (44) sudah menderita sakit ca mamae (kanker payudara) selama lebih kurang enam tahun. Tidak hanya waktu pengobatan yang membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkannya bahkan rumah tempat mereka tinggal pun sudah habis terjual. Awal gejala yang dialami oleh ibu Imas terasa ada benjolan di sekitar payudara yang terasa sakit apabila tersentuh, ibu Imas kemudian memeriksakan keluhannya tersebut ke Klinik terdekat, dokter klinik tersebut kemudian menyarankan ibu Imas untuk melakukan tindakan mammografi dan beberapa tindakan lain untuk memastikan penyakit yang dideritanya dan diharuskan konsul ke RSUD Karawang. Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Karawang, ibu imas positif terdiagnosa ca mamae atau ada tumor ganas yang tumbuh pada payudaranya. Sudah enam tahun ibu Imas menjalani pengobatan di RSCM Jakarta setelah dirujuk pengobatannya dari RSUD Karawang, berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS memang sangat membantu ibu Imas dalam menjalani pengobatannya, namun untuk biaya harian dan biaya kos selama berobat di RSCM sangat memberatkannya apalagi bapak Nanang suaminya sudah tidak bekarja lagi selama mendampingi ibu Imas dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta dan biaya membeli obat sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1037. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 September 2017.
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Ibu imas positif terdiagnosa ca mamae


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat : Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah berpulang kerahmatullah bapak Hasanudin Bin Rahman pada tanggal 2 Oktober 2017 di Karawang Jawa Barat, semoga almarhum ditempatkan ditempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, Aamiin. Bantuan lanjutan untuk membayar sisa kontrakan di rumah singgah RSCM dan biaya pemakaman sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Oktober 2017
Kurir : @wirawiri @endangnumik

Pak Hasanudin menderita sakit kanker nasofaring


JUMIATI BINTI ROMO REJO (54, Lumpuh Kaki Kanan + Benjolan di Leher). Alamat : Lebung Sari, RT 12/6, Desa Labuan Ratu VIII, Kecamatan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Berawal dari bulan April lalu, Ibu Jum bekerja di sawah seperti biasa. Saat itu memang sedang panen padi, setelah selesai, Ibu Jum bermaksud pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Sampai di rumah tiba-tiba beliau merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepala belakangnya. Lalu dari hidung mengeluarkan darah dan beliau juga muntah. Kemudian oleh anak lelakinya, Ibu Jum dibawa ke mantri desa setempat. Usai diperiksa, mantri mengatakan Ibu Jum terkena stroke ringan lalu beliau diberikan obat. Setiap malam Ibu Jum sering merasakan benjolan di lehernya terasa sakit apabila terlalu lelah bekerja. Saat ini Ibu Jum tetap bekerja meskipun kaki sebelah kanannya mulai tidak bisa di gerakkan. Hidung beliau pun masih sering mengeluarkan darah. Ibu Jum hanya tinggal bersama anaknya, suaminya, Mulyo Basuki telah lama meninggal. Ibu Jum tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga kesulitan bila harus berobat ke dokter terlebih lagi biaya hidup yang sulit karena penghasilan yang sangat minim. Alhamdulillah Ibu Jum dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan dan kini Ibu Jum telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan kedua pun disampaikan untuk meringankan biaya berobat dan pembuatan kartu jaminan kesehatan. Mereka mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang disampaikan. Sebelumnya Ibu Jum masuk ke dalam rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @adityaBdvil @yuliansapri @yesaridani @akuokawai

Ibu Jum terkena stroke ringan


PUTRI AMELIA AMANDA (22, Paraparesis Inferior). Alamat : Jalan KH. Manshur, Gang Hanawi, RT 1/2, Desa Sidang Sari, Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Berawal pada bulan Maret 2016, Putri mengalami sakit maag dan susah buang air besar, keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Kota Bumi. Setelah seminggu dirawat, keadaan Putri belum membaik juga sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Selang beberapa hari, tidak ada perubahan pada gadis ini justru ia mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Putri kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto dan sempat rawat inap selama 20 hari namun tidak juga ada perubahan. Akhirnya ia dibawa dan dirawat lagi di RSAM untuk kontrol dan terapi setiap hari, kondisi Putri sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan, setiap malam pun masih sering merasakan nyeri pada kakinya. Ayah Putri, Bapak Amirudin (52), adalah seorang wiraswasta dengan penghasilan tak menentu, sedangkan ibunya, Meli Yentina (40), seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Putri ditanggung jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Putri merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak tahun lalu dan tinggal di RSSR Lampung. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit keempat untuk biaya pengobatan yang tidak tercover KIS dan kebutuhan sehari – hari selama di RSSR Lampung. Sebelumnya Putri dibantu pada rombongan 1013.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @adityaBdvil Fajri @yesaridani

Putri menderita paraparesis inferior


SITI AISYAH (56, Suspek Decomp Cordis). Alamat : Jalan Imam Bonjol, Gang Persada RT 2, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Siti adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Beliau adalah seorang janda, ia yang tidak memiliki keturunan ini hidup sendirian di rumah peninggalan orang tuanya dan masih harus bekerja keras menjelang usia senjanya. Menjadi seorang pemulung ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ibu Siti tak pernah mengeluh mengerjakan segalanya sendirian. Seiring waktu, kondisi tubuh Ibu Siti semakin lemah, ia mulai terkena darah tinggi yang diawali dengan kepala pusing. Badannya sering terasa lemas, batuk-batuk dan pada malam hari napasnya terasa sesak. Ia hanya mampu membeli obat warung dan tidak berani ke Puskesmas maupun rumah sakit karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Saat ini Ibu siti mengalami batuk – batuk yang disertai darah, hal ini disebabkan karena penyakit darah tingginya dan dicurigai terdapat masalah di jantung. Ibu Siti pun harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek karena keadaannya tersebut. Sekarang Ibu siti harus menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan kondisi Ibu Siti hingga kini belum kunjung membaik. Santunan ketiga pun diberikan untuk biaya kontrol dan kehidupan sehari-hari. Sebelumnya Ibu Siti masuk dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @adityaBdvil @yuliansapri @yesaridani

Bu Siti menderita suspek decomp cordis

—-
SUGIYONO BIN DARISMAN (38, Gumpalan Darah di Kepala). Alamat : Mukti Karya, RT 10/4, Desa Mukti Karya, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Tepat tanggal 12 Juli 2017 sekitar jam 4 sore, Pak Sugiyono mengendarai motor pulang dari tempat kerjanya. Sampai di jalan sekitar rumahnya, beliau ditabrak sepeda motor dari arah berlawanan karena pemotor tersebut menghindari jalanan rusak. Seketika itu Pak Sugiyono tersungkur dan kepalanya menghantam aspal jalan, ia tidak sadarkan diri dan warga sekitar segera melarikannya ke klinik setempat. Perawat menyarankan Pak Sugiyono dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dokter RSAM mengatakan Pak Sugiyono harus menjalani operasi karena terdapat gumpalan darah di kepalanya. Saat ini Pak Sugiyono masih merasakan sakit kepala dan terkadang muntah-muntah. Pak Sugiyono adalah seorang pekerja di pabrik sawit sedangkan istrinya, Siti Suharyani (34) seorang ibu rumah tangga. Pak Sugiyono memakai jaminan kesehatan JKN-KISS PBI selama pengobatan. Namun semenjak sakit, pihak keluarga kesulitan mencari pendapatan untuk biaya hidup maupun berobat Pak Sugiyono terlebih lagi jarak rumah dan rumah sakit sangatlah jauh. Mendapat info kendala yang dihadapi keluarga, kurir Sedekah Rombongan segera ke RSAM menjenguk beliau. Titipan langit pun segera disampaikan untuk biaya hidup dan berobat. Semoga Pak Sugiyono segera sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @adityaBdvil Fajri @yesaridani @akuokawai

Pak Sugiyono mengalami gumpalan darah di kepalanya


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR Agustus 2017). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) berfungsi sebagai penginapan sementara para pasien dhuafa sakit dari luar Kota Bandar Lampung yang hendak kontrol maupun rawat jalan di rumah sakit – rumah sakit rujukkan di Kota Bandar Lampung. Semua fasilitas di RSSR gratis untuk para pasien dan pendamping pasien. Alhamdulillah bantuan sedekaholics terus mengalir dan mempermudah fungsi RSSR. Untuk itu biaya-biaya yang mencakup biaya operasional ditanggung oleh Sedekah Rombongan. Biaya operasional bulan Agustus mencakup pembelian; biaya sampah, biaya listrik, biaya administrasi dan sebagainya yang berhubungan dengan operasional RSSR. Biaya operasional sebelumnya tercatat dalam rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @adityaBdvil Fajri Elfira @yesaridani @akuokawai

Biaya operasional RSSR Agustus 2017


RSSR RIAU (Sembako Pasien RSSR Juli 2017). Rumah singgah pasien Sedekah Rombongan Riau beralamat di Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Lokasi rumah para pasien dhuafa dampingan yang jauh dari rumah singgah dan proses pengobatan pasien yang harus rutin bolak-balik ke rumah sakit sangat terbantu dengan adanya Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau di Pekanbaru. Di RSSR para pasien dapat tinggal sementara selama mereka masih dalam ikhtiar pengobatannya. Alhamdulillah dengan bantuan dari sedekaholics, kebutuhan sembako dan makan pasien selama tinggal di RSSR dapat terpenuhi dengan baik. Semoga titipan amanah para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan berkah berlimpah tercurah selalu kepada seluruh sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.223.600,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah

Biaya sembako pasien RSSR Juli 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Juli 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Juli 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.862.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Juli 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Juni 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Juni 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk biaya operasional sehari-hari diantaranya untuk pembayaran listrik, biaya kebersihan, biaya keamanan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.086.500,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Operasional RSSR Juni 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Juli 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Juli 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.944.330,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Juli 2017


MARYATI BINTI MASYURI (57, Kanker Payudara). Alamat : Jl. Garuda Kelurahan Delima RT 3/2 Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Awal penyakit Bu Maryati berawal pada tahun 2016, saat itu pasien merasakan adanya benjolan di payudara sebelah kirinya. Dalam tempo 4 bulan, benjolan tersebut semakin membesar hingga menimbulkan rasa nyeri. Pengobatan awal Bu Maryati dilakukan dengan memeriksakan dirinya di Puskesmas Ranap Sidomulyo, lalu dokter merujuknya untuk berobat lanjutan di RS Sansani karena keterbatasan tenaga dan alat medis. Di RS Sansani, ia dirawat inap untuk dilakukan pemeriksaan biopsi. Hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan bahwa Bu Maryati terdiagnosa menderita kanker payudara stadium 4. Karena kondisinya sudah semakin parah, ia langsung menjalani operasi pengangkatan payudara dan dirawat inap selama 5 hari paska operasi. Setelah 2 bulan paska operasi, Bu Maryati merasakan kembali adanya benjolan sehingga ia kembali memeriksakan diri ke RS Sansani. Dokter di RS Sansani kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena sudah tidak bisa menangani dan dokter RSUD menganjurkan agar Bu Maryati menjalani pengobatan kemoterapi. Setelah proses kemoterapi selesai, akan dilakukan operasi pengangkatan payudara kembali. Alhamdulillah, operasi sudah dilakukan pada tanggal 19 Juli 2017. Selanjutnya dokter akan melakukan operasi bedah plastik untuk membalut bekas operasi pengangkatan payudara tersebut. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Bu Maryati, ia masih dirawat di RSUD dalam kondisi pemulihan fisiknya paska operasi. Alhamdulillah selama pengobatannya, Bu Maryati ditanggung oleh Jamkesda Kota Pekanbaru sehingga tidak ada kendala dalam pembiayaan pengobatannya. Namun ia tetap terkendala dalam biaya akomodasi dan transportasi selama berobat karena ia sudah tidak memiliki penghasilan hidup sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi Bu Maryati dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat inap di RSUD. Semoga Bu Maryati selalu semangat dalam pengobatannya dan segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone

Bu Maryati terdiagnosa menderita kanker payudara stadium 4

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 YUNINGSIH BINTI KOKO 500,000
2 HANDI KUSNAWAN 500,000
3 RSSR BANDUNG 6,698,298
4 RSSR BANDUNG 1,743,331
5 MAISAH BINTI BANA’I 500,000
6 MAISAH BINTI BANA’I 500,000
7 ABDUL JALIL 750,000
8 AHMAD MAHBUB 750,000
9 ARSINI BINTI WADI 750,000
10 ENOH BINTI MAKBUL 750,000
11 IKHLAS BIN SANJE 750,000
12 KARNI BINTI SUKARI 750,000
13 MUDIYA BIN SUGANDA 750,000
14 PULUNG BIN SUDARIP 750,000
15 ROINI BINTI NADI 750,000
16 SAIPAH BINTI WASLAM 1,500,000
17 SINTA DEWI 1,000,000
18 WILDA SARI 1,000,000
19 MUHAMAD IMAM RIZQI 500,000
20 AZIZ DEBIA AROBI 500,000
21 ARIEF HUSEIN 500,000
22 RACIH BINTI APE 500,000
23 RSSR BANDUNG 4,000,000
24 RSSR BANDUNG 4,000,000
25 ACHMAD TOHA 1,018,690
26 SUCIK AISYAH 1,075,500
27 AHMAT AZIKUR ROHMAN 800,000
28 MARSYAH AMANDA PUTRI 1,167,695
29 AHMAD ARIFIN 820,600
30 ASWANI NI’MAD 519,200
31 NAHATI ARNADI 705,700
32 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 753,350
33 MTSR PANTURA TIMUR I 3,350,000
34 JUHARIA BINTI ALIGE 2,326,000
35 ADIK RAFFASYA AL HAFIZ 2,000,000
36 HUDIYAH BINTI YACI 1,500,000
37 MARLIYA AMRULLAH 1,500,000
38 SAKIMAN BIN JAKAR 1,000,000
39 IMAS SITI HABIBAH 1,000,000
40 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,500,000
41 JUMIATI BINTI ROMO REJO 1,000,000
42 PUTRI AMELIA AMANDA 1,000,000
43 SITI AISYAH 1,000,000
44 SUGIYONO BIN DARISMAN 500,000
45 RSSR LAMPUNG 2,000,000
46 RSSR RIAU 2,223,600
47 RSSR RIAU 5,862,000
48 RSSR RIAU 5,086,500
49 MTSR RIAU 7,944,330
50  MARYATI BINTI MASYURI    500,000
Total 78,844,794

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 78,844,794,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1061 ROMBONGAN

Rp. 56,013,308,450,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *