Rombongan 1060

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Posted by on October 7, 2017

SITI RUKIYAH (35,Melena + Anemia + Infeksi Lambung). Alamat : Dusun l.A Purwodadi, RT 1/1, Desa Purwodadi, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Awalnya sekitar umur 20 tahun perut Ibu Siti tiba-tiba membuncit setelah diperiksa ternyata ada pembengkakan pada organ Limpah. Saran dari Dokter agar segera dilakukan tindakan operasi pengangkatan limpah karena ditakutkan akan berdampak pada komplikasi penyakit pada organ tubuh yang lain. Saat ini Ibu Siti tidak mempunyai organ limpah pada tubuhnya dan sekitar 3 tahun yang lalu Ibu Siti merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya sering mendadak lemas dan kaku disekujur tubuhnya. Setelah diperiksa di RSUD Abdoel Moeloek diagnosis dari dokter Ibu Siti mengidap penyakit melena, anemia dan infeksi pembengkakan lambung, dokter mengatakan sakit yang diderita saat ini adalah dampak dari operasi pengangkatan limpah terdahulu yang menyebabkan organ tubuh Ibu Siti tidak berfungsi dengan baik. Dalam 1 tahun ini Ibu siti Sudah 3 kali bolak balik ke rumah sakit untuk melakukan transfusi Darah. Kondisi bu Siti saat ini masih sangat lemah,dan Yang dirasakan bu Siti Rukiyah saat ini merasa lemas dan kaku, terasa sakit pada lambungnya. Bapak Jauhri Hidayat (37) adalah suami Ibu Siti Rukiyah yang berprofesi sebagai buruh harian lepas. Keluarga ini kesulitan untuk biaya pengobatan dan transportasi, maklum hasil dari buruh harian lepas hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ibu Siti Rukiyah memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3 PBI. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Ibu Siti dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Ibu Siti segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @icalidmi @akuokawai

Ibu Siti mengidap penyakit melena, anemia dan infeksi pembengkakan lambung

EKA RISTIN NIA LESTARI, (32, Struma) Alamat Jl. Jaya Negara 18 Dusun Kaliputih RT/RW 001/001, Kelurahan Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah empat tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Bu Eka. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Bu Eka merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Eka. Lalu Bu Eka memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Bu Eka didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Bu Asih, Pak Heri Subagio (49) yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit lumayan jauh. Ibu Eka memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran, tetapi di saat pertengahan kontrol Ibu Eka tidak membayar iuran BPJS nya karena tidak memiliki uang untuk membayarnya dan Pak Heri pun susah paya mencari penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Setelah Mendengar cerita tentang Bu Eka karena tidak bisa berobat karena BPJS yang dimiliki Ibu Eka menunggak selama satu tahun. kurir Sedekah Rombogan Jember bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pembayaran denda BPJS Mandiri Kelas III selama satu tahun. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Eka dan Terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 997.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bu Eka didiagnosis struma


NURTIWI BIN MADZUM (73, Asma+Asam Urat). Alamat : Jalan Ahmad Yani No.072 Sukaraja VI, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Awalnya Ibu Nurtiwi adalah Seorang Janda dan ibu rumah tangga, Suaminya meninggal 16 tahun yang lalu sebagai seorang Perwira TNI, karena Suami nya Perwira Ibu Nurtiwi mendapatkan dana pensiun sebesar Rp 1.200.000 Perbulan, namun dana itu tak seutuhnya ia pegang karna sudah dipotong cicilan Bank, beliau hanya membawa uang Rp 250.000 untuk kebutuhan sehari-hari, Usia sudah mulai lanjut 73 tahun, beliau berjalan sudah menggunakan tongkat, rambut sudah sampai memutih, dan badan sudah keriput, ditambah lagi Ibu Nurtiwi menderita Sakit Asma dan Asam urat, Sakit ini sudah diderita ketika umur Ibu Nurtiwi 60 tahun. Kondisi Bu Nurtiwi saat ini masih Terbaring lemah, Beliau memiliki 2 orang anak yang sudah berkeluarga dan tinggal bersama di rumah Ibu Nurtiwi. Sehingga keluarga ini membutuhkan biaya berobat, transportasi, dan kehidupan sehari-hari. Ibu Nurtiwi memiliki kartu jaminan kesehatan berupa Askes. Mengetahui hal tersebut, Kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Ibu Nurtiwi dengan menyampaikan Bantuan dari sedekaholics untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Ibu Nurtiwi segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @icalidmi @akuokawai

Ibu Nurtiwi menderita Sakit Asma dan Asam urat


WAGINAH BINTI PAIDI (48, Patah tulang). Alamat : Dusun 13, Blok B, RT 1/13, Gisting atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Ibu Waginah yang kerap disapa yuk kate adalah seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan sejak ia masih kecil. Pada malam takbir hari raya Idul Fitri Ibu Waginah terjatuh dan kakinya mengalami patah tulang. Oleh tetangganya dibawa ke rumah sakit panti Secanti Gisting kemudian menjalani pengobatan tradisional sangkal putung. Dan pada malam harinya balutan/ikatan penyambung pada kakinya itu dilepas dan di hentak – hentak kan ke tanah mengakibatkan luka (tulang Keluar) dan anehnya Ibu Waginah sama sekali tidak merasakan sakit. Orang tua Ibu Waginah, Paidi (87) yang sudah renta dan sudah tidak mampu untuk mencari nafkah sedangkang ibunya Misiyem (77) sudah tidak dapat melihat karena kebutaan beberapa tahun lalu. Untuk kebutuhan sehari – hari mereka mengandalkan uluran tetangga dan masyarakat sekitar. Fasilitas kartu BPJS kesehatan dari pemerintah tidak bisa di fungsikan karena menggunakan pengobatan tradisional. Biaya pengobatan sementara ini dibantu tetangga sekitarnya. Melihat kondisi Ibu Waginah kurir Sedekah Rombongan Lampung berupaya membantu beliau dengan menyampaikan sedekah dari para sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat. Semoga Ibu Wagimah segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @akuokawai

Ibu Waginah terjatuh dan kakinya mengalami patah tulang


MUSIYEM BINTI SUDARYANTO (56, Penyakit Jantung + Asam Urat). Tegalsari, RT 3/1, Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu, Provinsi Lampung. Ibu musiyem adalah nama panggilan nya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga. Awalnya ibu musiyem sering merasakan sakit dan nyeri pada bagian dadanya terkadang disertai sesak nafas awal tahun 2016 lalu beliau sering mengeluh sakit kepala karna minum obat yang ia beli di warung tak kunjung sembuh kemudian oleh anak nya dibawa ke Puskesmas Gadingrejo dan dirawat inap selama 3 hari. Dua bulan kemudian ia kembali kambuh dan dirawat 4h hari di Puskesmas yang sama. Satu Bulan kemudian kondisi ibu musiyam kian memburuk oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu dirawat selama 5 hari . Dua bulan kemudian ibu musiyem drop kembali hingga tak sadarkan diri oleh Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Muluk selama 5 hari . Bersamaan dengan itu anak dari ibu musiyem juga sedang dirawat di Rumah Sakit karena persalinan bayi sungsang. Suami dari ibu musiyem bekerja sebagai buruh pengupas kelapa dan anaknya bekerja sebagai buruh serabutan mereka tinggal di rumah kecil yg blm permanen dan rumah itu di huni ibu mursiyem bersama siami anak dam cucunya berjumlah 8 orang. Biaya pengobatan memang sudah dicover oleh BPJS yang mereka dapatkan dari pemerintah tapi untuk transportasi dan keperluan selama berobat yang membuat mereka berat. Alhamdulillah keluarga ibu Musiyem dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan santunan pun disampaikan untuk membantu transportasi biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga ibu musiyem dapat kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya Lenimarlina @akuokawai

Bu Musiyem menderita penyakit jantung + asam urat


NUR SAHID (52, Stroke + Diabetes). Alamat : Dukuh Gayam, Desa Sumberejo, RT 2/1, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Nur Sahid sudah lama merasakan sakitnya, terhitung sejak pertengahan tahun 2012. Namun, sakit yang ia rasakan dianggap hanya sakit biasa sehingga tidak pernah dilakukan pengobatan. Nur Sahid bekerja sebagai penjaga gudang wallet di Desa Sawahan Rembang. Nur Sahid adalah kepala rumah tangga dari keluarga kecilnya. Istrinya bernama Inartik (48 th) yang berprofesi sebagai penjual makanan ringan dan memiliki tiga orang anak. Kondisi tempat dan suasana tempat kerja yang kurang sehat dengan menghirup bau yang tidak sedap setiap harinya membuat kesehatan NUR Sahid semakin memburuk. Nur Sahid terdiagnosa penyakit Diabetes. Pada bulan Juni 2016 karena sakit yang ia derita semakin parah akhirnya dilakukan pengobatan di RS Dr Moewardi Solo, setelah menjalani operasi luka yang sangat dalam di kakinya bisa mengering. Dengan BPJS mandiri akhirnya Nur Sahid dibawa ke RSUD pada tangga 20 Desember 2016. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nur Sahid dinyatakan terkena penyakit stroke. Penyakit stroke yang diderita Nur Sahid masih saja belum ada perubahan bahkan menjadi semakin parah. Pada tanggal 20 Juli 2017 Nur Sahid dan keluarganya diusir oleh majikannya dari gudang wallet sehingga mengharuskan mereka untuk kembali ke Desa Sumberejo, Pamotan, daerah asal istrinya. Warga bergotong-royong membangunkan rumah untuk Nur Sahid dan keluarga kecilnya karena tidak tega melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan. Kondisi saat ini Nur Sahid hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa beraktivitas secara mandiri, pembicaraannyapun sering nglantur dan tidak nyambng ketika diajak untuk berkomunikasi. Istrinya merasa sangat kelelahan karena ia tidak mau ditinggal kemanapun dan sering marah. Ditambah lagi istrinya harus merawat ibunya yang menderita lumpuh di usia 77 tahun. Untuk pengobatan ke rumah sakit biasanya ia menggunakan BPJS mandiri. Namun karena ia pindah alamat maka saat ini BPJS yang ia miliki tidak bisa difungsikan. Kondisi perekonomian keluarga yang sangat miris membuatnya tidak memungkinkan untuk memperbarui BPJS yang sudah ada. Hal ini membuat istri dan keluarganya sangat kebingungan untuk mencari dana untuk pengobatan karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih sangat kurang. ia dan keluarganya sangat mengharapkan belas kasihan dari tetangga dan orang-orang disekitarnya. Nur Sahid sangat bertekad kuat agar bisa sembuh dari penyakit yang ia derita.Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Bapak Nur Sahid, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Nur Sahid sampai bisa sembuh. Biaya kontrol dan operasional selama pengobatan untuk antar jemput sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Namun pada tanggal 16 September beliau berpulang, semoga Husnul Khotimah, aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1058.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Akhmad Najib Khumaidah @akuokawai

Nur Sahid terdiagnosa penyakit diabetes


NANA JANET (47, Tumor Renal). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Nana merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, anak kedua dari tiga bersaudara penyandang disabilitas pendengaran. Tepatnya satu tahun lalu beliau mengeluhkan sakit di bagian perut, beliau pun menyadari di bagian perutnya terdapat benjolan. Awalnya hanya diabaikan karena dianggap benjolan biasa, namun semakin hari benjolannya membesar dan bila dipegang terasa sangat sakit. Pak Nana memeriksakannya ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Izza Cikampek. Menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa benjolan pada perut Pak Nana merupakan tumor renal atau biasa kita kenal dengan tumor ginjal. Mendapatkan surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang beliau pun dirujuk ke Bandung. Pak Nana saat ini tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) untuk terus dapat menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Beliau selanjutnya pemeriksaan fungsi ginjal, CT-SCAN dan radiologi guna persiapan tindakan operasi pengangkatan tumornya. Pak Nana sebagai tulang punggung selama ini tinggal bersama Ibunya Tirah (79) dan ketiga saudaranya, selama sakit beliau tidak bisa mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Walau beliau tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan Kartu Karawang Sehat, namun beliau kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan titipan dari sedekaholics untuk biaya kebutuhan makan sehari-hari selama di RSSR Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1058. Semoga Pak Nana menuntaskan pengobatannya dan kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddayaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Pak Nana menderita tumor renal


RASYA BIN RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut). Alamat : Dusun Buer, RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah dasar. Awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas, hal itu terjadi setahun yang lalu. Orangtua Rasya pada waktu itu membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankan agar Rasya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Diagnosa tim Medis RSUD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Rasya mengidap Leukimia Limfoblastik Akut yang dalam bahasa umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Kemudian Rasya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rasya sebelumnya sudah menjadi pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Bandung dan akan dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi siklus ke 60 setelah lebaran nanti. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin. Alhamdulillah setelah serangkain kemoterapi yang sudah dijalankan kondisi Rasya sekarang sudah semakin membaik. Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang IRT. Jaminan kesehatan yang dimiliki Rasya adalah JKN-KIS PBI namun ia kesulitan untuk membeli obat yang harus ia konsumsi secara rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan dana santunan lanjutan yang diberikan secara rutin setiap bulan nya untuk membantu membeli obat tersebut. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 1014. Semoga Rasya diberikan kekuatan serta semangat dalam menjalani serangkaian pengobatan dan kemoterapi sampai sehat kembali seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tammitree

Rasya mengidap leukimia limfoblastik akut


JAMHARI DESTAM (14, Acute Limphoblastic Leukemia ALL). Alamat : Dusun Pisang Sambo, RT 3/1, Kelurahan Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Jamhari merasakan sakitnya sejak Juni 2016 lalu. Ia selalu pucat, seringkali demam, sakit disekujur tulang dan keluar bintik kemerahan di kulit. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas, hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani pemeriksaan Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau secara umum dikenal dengan kanker sel darah putih. Jamhari kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan serta pengobatannya. Alhamdulillah saat ini Jamhari sudah mulai menjalani kemoterapi 5 minggu sekali dan 2 minggu lagi dijadwalkan untuk siklus ke 20 dari 3 tahun waktu yang dijadwalkan. Selama perawatannya Jamhari tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker Bandung yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Orang tua Jamhari, Bapak Juwat (48) dan Ibu Nurhayati (48) terus mendampingi putranya selama sakit. Beliau mengungkapkan, walau saat ini menggunakan fasilitas jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk biaya perawatan putranya, namun ada obat oral yang harus di beli sendiri dan wajib dikonsumsi setiap hari. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu membeli kebutuhan obat. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 973. Terima kasih kepada para sedekaholics yang terus memberikan harapan kepada Jamhari. Semoga Jamhari tetap semangat dan dapat sehat seperti sebelumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @zerinabanu @ambuabah @tammitree

Jamhari menderita Acute Limphoblastic Leukemia (ALL)


KARTINI BINTI ACANG (29, Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump). Alamat : Dusun Pangkalan, RT 9/3, Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kartini seorang ibu beranak satu, sejak Februari 2017 selalu merasakan sakit pada perut bagian bawah, mual, pusing dan susah buang air besar disertai keluarnya darah. Melihat kondisinya Bu Kartini berobat ke Puskesmas Tirtajaya Kabupaten Karawang hingga akhirnya beliau di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump atau dalam bahasa umum dikenal dengan Tumor didalam perut. Bu Kartini kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dokter menjadwalkan agar Bu Kartini bisa menjalani pengobatan dan kontrol secara rutin. Untuk memudahkannya selama berobat, beliau tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Bu Kartini sampai dengan saat ini sudah menjalani kemoterapinya yang ke 3 dari 8 kali kemoterapi yang dijadwalkan pada siklus pertamanya. Pak Ojo (35) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli disawah, ikut mengurus anaknya Rohman (11) selama istrinya sakit. Walau terbantu Jaminan Kesehatan Karawang Sehat dalam upaya pengobatan istrinya, namun Pak Ojo masih menghadapi masalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama pengobatan istrinya. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya hidup selama berobat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1045. Semoga ibu Kartini terus semangat dalam menjalani pengobatannya untuk mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat: Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit serta mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan kanker usus besar kemudian disarankan untuk menjalani operasi. Operasi berjalan dengan baik dan selanjutnya disarankan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, Pak Endar tidak berangkat ke RSHS Bandung. Pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut, beliau memeriksakannya ke RSUD Kabupaten Karawang dan kembali di rujuk ke RSHS Bandung. Pak Endar yang sempat dirawat beberapa waktu lalu, kondisinya kini membaik dan selesai menjalani tindakan CT Scan dan Kolonoskopi dengan hasil yang baik. Hasilnya diketahui bahwa Pak Endar dapat segera menjalani tindakan operasi pada hari Jumat, 16 Juni nanti apabila kondisinya terus stabil dan tidak kurang satu apapun. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari selama berobat. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk bekal selama beliau menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Santunan lanjutan masuk dalam Rombongan 1001. Semoga Pak Endar bisa segera menjalani operasi dengan lancar dan tetap semangat menjalani ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Pak Endar menderita ca colon


MUHAMMAD ALFIANSYAH RAMDHANI (2, Kelainan Usus/Penyempitan). Alamat: Blok Mayasari, RT 1/4, Desa Cikijing, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Balita yang biasa dipanggil Alfian ini menderita kelainan sejak pertengahan tahun 2017. Ia mulai sakit sekitar akhir bulan Juni 2017 lalu. Awalnya Alfian mengeluh bahwa perutnya sakit. Kemudian kedua orang tuanya membawa ia ke Puskesmas Cikijing, namun ia harus dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Cigugur. Kemudian, pihak rumah sakit melakukan tindakan operasi. Hal tersebut dikarenakan ia ternyata menderita kelainan penyempitan usus. Hingga saat ini, ia telah menjalani 2 kali operasi di RSSK. Kondisi Alfian saat ini sudah mulai membaik, namun ia harus rutin menjalani kontrol kesehatan satu bulan sekali. Sayangnya, ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Selama menjalani pengobatan selalu menggunakan biaya pribadi. Kedua orang tua Alfian, Bapak Ajat Sudrajat (30) dan Ibu Surtilah (33) mulai kesulitan berkenaan dengan biaya pengobatan anaknya. Pekerjaan Bapak Ajat hanyalah buruh serabutan dan belum memiliki pekerjaan tetap. Penghasilannya hanya cukup untuk membiayai biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Alfian sehingga santunan awal dapat disampaikan untuk biaya transportasi dan kontrol kesehatan ke rumah sakit. Semoga kondisi Alfian semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Alfian ini menderita kelainan usus


KASWITI BINTI SUKATMA (53, Luka Bekas Operasi). Alamat : Dusun Satu, RT 4/1, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kaswiti merupakan korban kecelakaan lalu lintas di jalur Sumatera pada bulan September tahun 2012. Pada saat itu, beliau dalam perjalanan menuju Bengkulu untuk bekerja dalam sebuah proyek bangunan sebagai juru masak. Akan tetapi Allah berkehendak lain, mobil Elf yang beliau tumpangi mengalami kecelakaan hingga jatuh ke jurang sedalam 70 meter. Akibat kejadian nahas tersebut Ibu Kaswiti pingsan di lokasi kejadian dan baru sadar ketika beliau sudah berada di rumah sakit terdekat. Karena benturan yang cukup keras, wajah sebelah kiri beliau rusak. Selain itu, beliau mengalami patah tulang tangan kanan, tulang belakang hingga ada relakan pada tulang iga. Ketika keadaan beliau mulai membaik, beliau kembali pulang ke Kuningan. Akhirnya, beliau langsung mengambil tindakan terapi untuk menyembuhkan bagian tulang belakang dan iga yang retak di sebuah klinik herbal di daerah Panjalu, Tasikmalaya selama 25 hari. Namun untuk bagian tangan yang patah, beliau mendapat tindakan operasi sekaligus pemasangan pen di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Dua tahun kemudian, pen tersebut sudah bisa dilepas. Akan tetapi, setelah pelepasan pen sayangnya beliau tidak menjalani pengobatan lanjutan karena terkendala masalah biaya. Akibatnya, terjadi infeksi pada tangan beliau. Beliau hanya berobat ke dokter praktek terdekat. Namun, pengobatan harus kembali berhenti dua bulan ini karena keterbatasan biaya. Kondisi tangan kiri yang patah saat ini sulit di gerakkan, kadang-kadang keluar cairan dan terasa gatal. Kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa beliau kontrol ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Cigugur, luka beliau harus rutin dibersihkan. Dan Alhamdulillah saat ini lukanya sudah berangsur kering. Sehari-hari, Ibu Kaswiti mendapat penghasilan dari berjualan bensin. Penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Suami beliau, Bapak Warno telah meninggal dunia. Walaupun beliau memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3, beliau membutuhkan biaya transportasi, akomodasi dan biaya obat di luar BPJS. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kaswiti sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi dan juga biaya obat-obatan diluar BPJS. Sebelumnya beliau masuk kedalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyarohandis

Ibu Kaswiti merupakan korban kecelakaan lalu lintas


ARIS SUNANDAR (30, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Cibodas, RT. 2/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Aris biasa beliau dipanggil menderita sakit sejak beliau berusia 10 tahun. Awalnya, beliau pernah jatuh dari ranjang ketika tidur yang membuatnya dibawa ke tukang pijat. Alhamdulillah kondisinya membaik bahkan sembuh hingga beberapa tahun. Kemudian, saat usia 17 tahun beliau mulai ikut bekerja menjadi buruh bangunan di luar kota. Selama bekerja beliau tidak merasakan sesuatu yang berarti dan tetap lanjut bekerja di proyek bangunan. Setelah sepuluh tahun bekerja, tepatnya di usia 27 tahun tiba-tiba tangan kiri beliau mati rasa, leher kiri membengkak dan kaki kiri pun mati rasa. Akhirnya beliau pulang ke kampung halaman untuk mendapat perawatan di rumah. Beberapa kali beliau pernah menjalani terapi ke ahli pijat namun tidak ada hasilnya. Beliau juga berobat ke dokter hingga dokter memvonis stroke ringan. Kondisinya semakin hari semakin menurun, badannya semakin kurus dan masih ada beberapa bagian tubuh yang mati rasa. Saat ini beliau sering rutin melakukan terapi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur, dengan menggunakan sinar. Alhamdulillah tangannya sedikit demi sedikit sudah bisa di gerakkan. Dan otot ototnya sudah mulai lemas kembali. Saat ini beliau melakukan kontrol ke poly saraf, hanya saja waktu minggu kemarin, Dokter mengatakan kalau ada pembengkokan tulang lehernya, lalu disarankan untuk melakukan kontrol ke poly rehabilitasi medik. Saat ini, beliau masih ingin berobat ke rumah sakit namun terkendala biaya. Maklum saja beliau sudah tidak bekerja dan bergantung pada kedua orang tuanya Bapak Suhana (63) dan Ibu Rukini (48) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan minim. Biarpun memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Aris sehingga santunan keempat dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Arif untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Aris masuk kedalam Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Aris menderita stroke ringan


JUWI BINTI ASWAN (40, Katarak). Alamat : Dusun 3 Cibeurem, RT 3/3, Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sejak satu tahun kebelakang, Ibu yang biasa dipanggil Ibu Juwi ini secara tiba-tiba tidak bisa berjalan dan melihat. Beliau tinggal sendirian karena tidak memiliki suami maupun anak. Beliau belum pernah memerikskan kondisinya ke dokter praktek, Puskesmas atau rumah sakit. Beliau terbiasa mengonsumsi obat-obatan warung yang mudah dan murah untuk dibeli. Keadaannya tentu tak kunjung membaik karena obat-obatan yang beliau konsumsi tidak sesuai dengan sakit yang beliau derita. Saat ini beliau hanya bisa berdiam diri di rumah tanpa bisa melakukan banyak aktifitas. Beliau menggantungkan hidupnya dengan belas kasihan dari tetangganya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Kuningan dipertemukan dengan Ibu Juwi, kemudian Ibu Juwi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah 45 (RSUD). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya mata Ibu Juwi bisa di operasi. Tim medis melakukan operasi mata Ibu Juwi yang sebelah kanan terlebih dahulu. Pasca operasi katarak mata sebelah kanannya, Ibu Juwi bisa melakukan aktifitas sedikit demi sedikit menggerakkan kakinya untuk berjalan. Karna sebelumnya, beliau tidak berani untuk melakukan banyak aktifitas, dan mengakibatkan kondisi otot kakinya kaku. Pada pertengahan Agustus, kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa kembali Ibu Juwi untuk melakukan kontrol mata yang sebelah kirinya, untuk persiapan operasi selanjutnya. Dan Alhamdulillah saat ini Ibu Juwi sudah menjalani operasi mata yang sebelah kirinya. Sebetulnya beliau memiliki kartu jaminan kesehataan JKN-KIS PBI. Biarpun demikian, kondisi beliau yang tinggal sendiri menyulitkan beliau untuk pergi berobat karena tidak ada yang menemani. Terlebih beliau tidak memiliki biaya untuk transportasi berobat. Alhamdulillah, dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan beliau di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Karena pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga kepada Ibu Juwi untuk biaya transportasi sekaligus akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan ikhtiar beliau untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Juwi masuk kedalam Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Juwi menderita katarak


IYA YAHYA (74, Radang Usus Buntu). Alamat: Jl. Benda, RT 1/4, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun ini, Pak Iya mengalami radang di ususnya. Awalnya hanya sakit biasa, namun pada hari kedua rasa sakitnya semakin kuat dan menjadi akhirnya ia memeriksakan diri ke puskesmas dan dinyatakan terserang usus buntu. Pak Iya kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya karena ia harus dirawat inap dan harus dioperasi mengingat saluran pencernaannya mengalami penyumbatan. Namun, ada masalah muncul, Pak Iya menolak karena merasa keberatan dengan biaya yang lumayan besar karena jaminan kesehatan yang Pak Iya punya hanya bisa menutup setengah biaya operasi. Akhirnya, operasinya ditunda dan menunggu dana terkumpul hingga 5 juta sambil berobat jalan. Untuk berobat jalan, Pak Iya melakukan ECHO yang menghabiskan biaya 750 ribu seminggu. Pak Iya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan 20-30 ribu per hari, dan sekarang peran tulang punggung harus digantikan istrinya yang bekerja sebagai buruh cuci. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Pak Iya dsn menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan ECHO di RS Jasa Kartini. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada Pak Iya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Oktober 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Iya terserang usus buntu


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan kembali titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat untuk bulan Januari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Emim menderita penyakit lemah jantung


DIDIN NURYANA (35, Syaraf Terjepit). Alamat: Kp. Nangoh RT 2/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kejadiannya bermula sebulan lalu, saat ia berjalan di dekat rumahnya kemudian ia terjatuh karena terpeleset yang membuat kakinya terkilir hingga membuat Pak Didin tidak bisa berjalan selama beberapa minggu. Akhirnya, ia memutuskan berobat ke puskesmas setelah tindakan pijat alternatif tak memberikan kesembuhan, ternyata ia harus diperiksa ke RSUD dengan jaminan KIS dan dokter menyatakan bahwa syarafnya terjepit. Kondisinya kini masih memprihatinkan, hanya berdiam diri di rumah karena kakinya masih kaku dan masih harus dilakukan pengobatan rutin ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Pak Didin bekerja sebagai penjahit rumahan yang biasa menerima orderan dari tetangga atau orang yang mengenalnya. Penghasilannya tak lebih dari 29-30 ribu per hari karena bila bukan musim lebaran, usahanya akan sepi. Istrinya, Yohana (27) bekerja sebagai PRT untuk membantu perekonomian keluarga karena mereka juga punya anak yang masih membutuhkan biaya sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Didin di RSUD ketika ia akan berobat. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Didin karena ia masih harus berbuat hingga beberapa bulan ke depan. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada beliau supaya ia bisa kembali bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Didin menderita syaraf terjepit


WARSIDI BIN TAHROMI (75, Batu Ginjal). Alamat: Kp. Leuwihieum, RT 3/4, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Beberapa bulan ini, Pak Warsidi sering merasa sakit di bagian pinggang bagian kiri, ia kira itu hanyalah sakit biasa dan akan sembuh sendirinya namun seiring waktu, buang air kecil sering tersendat dan terasa perih, kemudian ia pergi berobat ke puskesmas terdekat namun harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya karena ternyata ia mengidap penyakit batu ginjal dan harus dioperasi dengan jaminan Jamkesda, meskipun begitu, Pak Warsidi harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat. Ketika masih sehat, ia bekerja sebagai buruh tani dan bekerja di sawah milik orang lain. Istrinya, Imat (70) memilih bekerja sebagai PRT harian dengan upah 25 ribu per hari karena sekarang suaminya sudah tidak bekerja diakibatkan pemulihan pasca operasi dan masih harus melakukan kontrol rutin dua minggu sekali. Terkadang juga mereka harus bergantung pada pemberian saudara dan tetangga karena kehabisan uang. Anak-anaknya tinggal berjauhan dan hanya bisa membantu sesekali karena kondisi finansial yang terbatas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Warsid di RSUD ketika ia sedang dirawat. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Warsidi karena ia masih harus berbuat hingga beberapa bulan ke depan. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada beliau supaya ia bisa kembali beraktivitas dan bekerja. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Warsidi mengidap penyakit batu ginjal


HARMAEN BIN DAHLAN (51, Gross Hematuria). Alamat: Kp. Gunung Cariu RT 1/6, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awal mulanya, saat Pak Harmaen memanjat pohon kelapa untuk kebutuhan sehari-sehari, tiba-tiba saja ia terjatuh ke tanah dan langsung terkapar dengan posisi telentang yang mengakibatkan patah tulang sehingga ia tidak bisa berjalan selama beberapa minggu. Akhirnya, ia dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo dan langsung dilakukan tindakan operasi dengan jaminan KIS. Keadaannya sekarang begitu memprihatinkan dan hanya bisa tiduran di kasur dan (maaf) bagian bokongnya sudah membusuk hingga tulang pun terlihat. Hingga kini, ia masih harus berobat rutin namun terkendala biaya yang mencekik. Istrinya, Fatimah (47) yang senantiasa menjaga Pak Harmaen yang dulunya bekerja sebagai buruh tani. Mereka juga masih punya dua anak yang terkadang membantu merawat ayahnya. Sayangnya, kini mereka tak mempunyai penghasilan lagi karena tidak ada yang bekerja. Terkadang Pak Harmaen meminjam uang untuk pengobatan, istrinya juga tidak bisa membantu dalam masalah keuangan karena ia fokus menjaga suaminya. Alhamdulillah, atas izin Allah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Harmaen di kediamannya dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Harmaen. Semoga ada keajaiban bagi kesembuhan beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Pak Harmaen menderita gross hematuria


UTANG KUSNADI (42, Tumor Hati). Alamat: Kp. Cikeleng , RT 18/4, Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah berbulan-bulan, Pak Utang merasakan sakit di dada bagian bawah. Terkadang, ia merasa sesak namun sering tidak dihiraukan karena ia berpikir itu hanya sesak karena lelah bekerja. Lama-kelamaan, sakit di dadanya semakin menjadi dan akhirnya ia dilarikan ke RS SMC Singaparna dan dirawat selama 10 hari dengan JAMKESDA. Sempat pulang ke rumah namun sayangnya, keadaan pak Utang tidak membaik dan ketika berobat kembali ia harus dirujuk ke RSHS Bandung karena diduga mengidap penyakit tumor hati dan harus segera melakukan tindakan serius. Beruntungnya, Pak Utang selalu Setia ditemani istrinya, Piah (28) yang juga harus merawat dua anaknya yang masih balita, tapi kini keluarga ini tak punya pendapatan karena sang kepala keluarga yang dulu bekerja sebagai buruh tani tengah ambruk dan hanya bisa mengandalkan belas kasihan kerabat dan tetangga. Alhamdulillah, dengan izin Allah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Pak Utang kemudian mengantarkannya ke RSSR Bandung untuk proses pengobatan di RSHS Bandung dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Utang. Semoga ada keajaiban bagi kesembuhan beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Utang mengidap penyakit tumor hati


ENGKAR BINTI BASARI (60, Susp. Tumor Kepala). Alamat: Kp. Cihideung, RT 12/4, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Awal mula penyakitnya, saat ia merasakan sakit kepala yang hebat dan selama beberapa minggu ia hanya meminum obat warung namun lama-kelamaan sakitnya tersebut tidak tertahankan dan ia memutuskan berobat ke klinik terdekat tapi kemudian, Bu Engkar harus dirujuk ke RSUD. Harusnya ia dirawat selama beberapa hari untuk pemeriksaan lanjut, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia hanya berobat jalan karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Bukannya sembuh, kini ada benjolan di kepalanya dan semakin membesar dari waktu ke waktu. Diduga, Bu Engkar mengidap tumor kepala dan harus segera dilakukan operasi di RSHS Bandung. Suaminya, Jaja (62) bekerja sebagai buruh harian yang pendapatannya tidak tetap dan terkadang harus meminjam uang ke tetangga untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka merasa keberatan dengan biaya pengobatan yang kemungkinan besar dan ada rasa putus asa untuk menggapai kesembuhan. Mereka juga hanya tinggal berdua dan berjauhan dari anak-anaknya. Alhamdulillah, atas izin Allah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Engkar di kediamannya dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan. Semoga ada keajaiban bagi kesembuhan beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 26 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Engkar mengidap tumor kepala


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver rMTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 1 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay

Biaya Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung


RSSR BANDUNG (Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung). Pada pergerakan Sedekah Rombongan di Jawa Barat saat ini kita telah menjangkau kordinasi di beberapa kabupaten kota seperti: Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Purwakarta, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dll. Di setiap kabupaten kota memiliki masing-masing kordinatornya yang bertugas mengatur pergerakan serta distribusi santunan untuk para dhuafa, RSSR Bandung adalah tempat kordinasi bak layaknya kantor yang mengadministrasikan semua laporan pergerakan se-Jawa Barat. Sejak Januari 2017, Sedekah Rombongan wilayah Jawa Barat mempekerjakan 2 orang tenaga profesional untuk menguatkan pergerakan Sedekah Rombongan yaitu tenaga Administrasi dan Driver MTSR, seperti di provinsi-provinsi lainnya pun sudah memiliki tenaga professional tersebut. Ada pun yang dikerjakan Staf Admin Jawa Barat mengurus laporan narasi dan keuangan secara professional, begitu juga tugas Driver MTSR yang selalu siap kapan pun ketika ada pasien dhuafa yang membutuhkan bantuan antar jemput. Operasional sebelumnya masuk di Rombongan yang sama.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay

Biaya Operasional Admin Jawa Barat + Driver MTSR Bandung


WIRYONO BIN SODIQO (70 Tahun, Katarak). Alamat : Sambirejo RT.02/RW.05 Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Pak Wiryono tidak bisa melihat sejak dua tahun yang lalu. Awal mula gejalanya adalah pengelihatannya kabur, lama-kelamaan ia tidak bisa melihat sama sekali. Mungkin penyebabnya adalah saat muda ia selalu bekerja di bawah terik matahari langsung tanpa menggunakan pelindung mata. Selain itu, faktor usia juga mempengaruhi karena usia yang mulai renta memang riskan terkena penyakit katarak. Ketika Kurir Sedekah Rombongan menyambangi kediamannya, Pak Wiryono berkata ia ingin sekali dapat melihat kembali karena ia masih mempunyai orang-orang yang ia sayangi. Ia masih memiliki istri, anak, dan cucu, Pak Wiryo tidak ingin merepotkan mereka semua karena keterbatasan pengelihatan. Kondisisnya saat ini tidak bisa melihat, tapi jika ada cahaya terang ia dapat melihatnya samar-samar. Selama ini, Pak Wiryo hanya beraktivitas di rumah dan tidak bekerja. Jika berjalan di dalam rumah tetap harus ada pendamping jika tidak ia bisa menabrak benda-benda di sekelilingnya. Saat ini ia membutuhkan biaya untuk operasi katarak, Pak Wiryo selama ini tidak memiliki jaminan kesehatan baik dari pemerintah maupun swasta. Selain itu, Pak Wiryo juga membutuhkan biaya akomodasi berobat dan biaya akomodasi untuk mengurus jaminan kesehatan. Mari bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya operasi katarak, serta untuk akomodasi berobat dan biaya akomodasi. Pak Wiryo dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mari kita berdoa untuk Pak Wiryo, semoga proses pengobatannya berjalan dengan lancar dan dapat melihat jelas kembali. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal Penyampaian : 4 September 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Bu Wiryono menderita katarak


AMBULANS GERAKAN PEDULI KANKER (Modifikasi Ambulans). Alamat : Wonocatur No. 513 RT.21/RW.26 Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Gerakan Peduli Kanker adalah sebuah gerakan sosial kemanusiaan, aktif dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan penyakit kanker. Kegiatan utamanya adalah memberikan penyuluhan, pelayanan, dan pendampingan untuk para penderita kanker, pada khususnya yang berdomisili di DIY. Gerakan ini hadir untuk membantu masyarakat, sebagai salah satu upaya mencegah meluasnya peningkatan penderita kanker di DIY. Gerakan ini juga memberikan Layanan IVA, yaitu pemeriksaan deteksi dini kanker serviks, layanan ini tentu gratis. Gerakan ini diinisiasi oleh Hanum Ekowati, pertama kali bergerak pada tahun 2000 silam, Gerakan Peduli Kanker kini bergerak bersama belasan relawan lainnya. Gerakan Peduli Kanker berkantor di seputaran Yogyakarta Timur, gerakan ini juga tengah membangun sebuah kompleks rumah singgah yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY. Saat ini, Gerakan Peduli Kanker memiliki sebuah mobil, armada ini rencananya akan dijadikan ambulans untuk men-support kegiatan mereka sekaligus untuk memberikan pelayanan kepada umat terutama yang berada di wilayah Yogyakarta. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah, juga turut membantu gerakan lainnya dalam rangka menyejahterakan umat. Kedua gerakan ini saling bersinergi, mengangkat beban bersama-sama agar terasa ringan. Armada calon ambulans sudah tersedia, Sedekah Rombongan kemudian membantu melengkapi kebutuhan interior armada ambulans yaitu modifikasi interior ambulan dan pengadaan scoope stretcher & brankar. Modifikasi tersebut membutuhkan dana sebesar Rp. 16.700.000,-. Proses modifikasi ini memakan waktu yang tak begitu lama, kira-kira hanya satu bulan lamanya. Ambulans Gerakan Peduli Kanker siap digunakan untuk melayani masyarakat, mudah-mudahan mobil ini memberikan manfaat, semoga bantuan yang diberikan ini juga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 16.700.000,-.
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Biaya modifikasi ambulans


SUKARTI BINTI SARJONO(55, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 3/2, Dukuh Sidengen, Kelurahan Pakauman, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sukarti menderita tumor di payudara kirinya sejak 2 tahun yang lalu. Beliau sudah menjalani pengangkatan tumor tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj Lasmana, Banjarnegara. Setelah 2 bulan tumor tersebut diangkat, Ibu Sukarti menjalani rawat jalan dan kemoterapi sebulan 2 kali di Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga, Banyumas. Kini beliau hanya dapat terbaring di rumahnya dengan menahan sakit, perih dan panas di tubuhnya. Suaminya, Senen Sumarno sudah meninggal. Biaya pengobatan Ibu Sukarti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya, namun terkendala biaya operasional dan akomodasi saat menjalani kemoterapi di RS Dadi Keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dan operasional saat menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga pengobatan Ibu Sukarti berjalan lancar, sehingga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @arfanesia Santo @paulsyifa

Ibu Sukarti menderita tumor di payudara kiri


NASIWEN BINTI SATIM (33, Psikosis). Alamat : RT 3/7, Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2007, Ibu Nasiwen sering merasa pusing dan lupa ingatan. Emosi beliau juga terkadang tidak terkendali. Pihak keluarga membawanya berobat keRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ibu Nasiwen didiagnosis menderita psikosis, yaitu keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Sejak saat itu, beliau rutin menjalani kontrol ke poli jiwa di RSUD Banyumas hingga tahun 2015. Kini Ibu Nasiwen sudah dapat berkomunikasi dengan baik meskipun masih sering merasa pusing dan mengalami halusinasi. Suaminya, Bapak Slamet (45) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Ibu Nasem dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun proses pengobatan beliau terkendala biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari saat beliau menjalani kontrol rutin ke RSUD Banyumas yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nasiwen sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan operasional selama beliau menjalani pengobatan di RSUD Banyumas. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Ibu Nasiwen didiagnosis menderita psikosis


GALUH AMANAH (2, Retina Glaukoma). Alamat : RT 6/1, Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Galuh berusia 4 bulan, kedua matanya terlihat seperti mata kucing. Orang tuanya memeriksakan Dik Galuh ke Rumah Sakit (RS) Emmanuel, Klampok. Ia pun disarankan untuk melanjutkan pengobatan di RS Sardjito, namun belum dapat terlaksana. Sekitar 8 bulan kemudian, ia melanjutkan pengobatan dengan Dokter Haryo Saroja spesialis mata. Dik Galuh didiagnosis menderita retina glaukoma, yaitu gangguan pada bagian retina mata yang berpengaruh buruh terhadap penglihatannya.Dokter menyarankan agar ia melanjutkan pengobatan ke RS Sardjito, namun keluarga merasa belum sanggup dan membawanya pulang. Setelah 20 hari, terjadi pembengkakan di sekitar mata dan bola matanya keluar. Keluarga pun memeriksakannya ke RS Kamandaka namun tidak ada perubahan. Pembengkakan di sekitar matanya pun semakin membesar. Akhirnya, Dik Galuh melanjutkan pengobatan di RS Margono dan menjalani operasi untuk membuang bola mata yang keluar. Dokter menyarankan agar Dik Galuh menjalani kontrol rutin dan kemoterapi setiap pekan di RS Sardjito. Selama 45 hari ia dan ibunya rajin menjalani pengobatan di RS Sardjito. Namun Allah berkehendak lain. Dik Galuh meninggal dunia pada 7 September 2017 di puskesmas. Ibunya, Kustanti (35) bekerja sebagai pedagang sayur keliling. Suaminya, Narim, meninggal dunia saat Dik Galuh berusia 6 bulan. Penghasilan Ibu Kustanti sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan Dik Galuh. Biaya pengobatan Dik Galuh selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Dik Galuh sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkannya. Semoga Dik Galuh mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan dapat membukakan jalan bagi kedua orang tuanya untuk ke surga.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti@paulsyifa

Galuh didiagnosis menderita retina glaukoma


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Atrial Septal Defect). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama Dian menjalani perawatan di RSUP Sardjito cukup besar dan menjadi kendala bagi pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup pasca operasi jantung Dian. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1048. Setelah menjalani operasi, kini Dian bisa bernafas dengan teratur dan tidak sesak lagi

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Dian menderita atrial septal defect


MUHAMMAD IQBAL SAPUTRA (2, Delay Development). Alamat : RT 7/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Iqbal berusia 8 bulan, orang tuanya merasa bahwa perkembangan anaknya tidak seperti anak seusianya. Gerak tubuhnya pasif. Namun, orang tuanya tidak langsung membawa Dik Iqbal ke dokter untuk diperiksa. Lantaran semakin hari perkembangannya semakin memburuk, akhirnya pada Juli 2017, Dik Iqbal diperiksakan di Klinik dr. Koent. Ia kemudian dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih sebelum akhirnya dirujuk ke RS Margono. Dokter mendiagnosis Dik Iqbal mengalami delay development atau perkembangan tubuh yang terlambat. Ia pun harus menjalani terapi secara rutin. Kini ia sudah mulai dapat berbicara dan muncul rasa ingin tahu. Saat ini, Dik Iqbal hanya tinggal bersama ibunya, Yatinah (38). Ibu Yatinah seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya, Trianto (40) bekerja sebagai buruh dan tinggal di luar kota. Penghasilan keluarga yang kecil membuat mereka kesulitan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Iqbal dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun proses pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Iqbal sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu membeli susu dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Dik Iqbal dapat tumbuh normal dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Iqbal mengalami delay development


AZALIA NUR HANIFAH (5, Idiopathic Thrombocitopenia Purpura). Alamat : RT 2/1, Desa Madukara, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 4 tahun, Dik Azalia sering mengalami mimisan dan apabila terkena benturan yang ringan saja langsung terlihat ada bekas memar. Akhirnya pada Juli 2017, ia diperiksakan ke Puskesmas Madukara dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara. Dokter mendiagnosis Dik Azalia menderita Idiopathic Thrombocitopenia Purpura (ITP), yaitu pendarahan yang disebabkan karena ekimosis di kulit atau pada selaput lendir. Setelah menjalani rawat inap selama 14 hari, kemudian dokter menyarankan agar ia dirujuk ke RS Sardjito. Namun karena terkendala faktor ekonomi, ia belum berobat ke RS Sardjito dan masih menjalani pengobatan di RS Hj. Anna Lasmanah. Kini kedua pipi Dik Azalia membengkak, sering buang air besar dan tubuhnya mudah memar. Ayahnya, Marno (38) bekerja sebagai tukang cukur, sedangkan ibunya, Pipung Ismiati (36) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Biaya pengobatan Dik Azalia dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala dana untuk operasional dan akomodasi berobat ke RS Sardjito. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Azalia sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya operasional dan akomodasi berobat ke RS Sardjito, Yogyakarta. Semoga pengobatan yang dijalani Dik Azalia berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti@paulsyifa

zalia menderita Idiopathic Thrombocitopenia Purpura (ITP)


RAFFAZA PUTRA NUGRAHA (1, Gangguan Jantung). Saat lahir, Dik Raffaza terlihat sehat. Namun pada usia 3 bulan, tubuh Dik Raffazamulai terlihat berwarna kebiru-biruan. Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya khawatir dan kemudian memeriksakannya ke tempat praktik dokter Yoso. Dari sanan, ia dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ummu Hani. Pemeriksaan pun dilakukan dan dari hasil rontgen diketahui bahwa kondisi jantung Dik Raffaza bermasalah. Ia pun melanjutkan pengobatan di RS Margono dan menjalani rawat inap selama sepekan. Namun kondisi Dik Raffaza semakin menurun. Hingga akhirnya, ia pun dinyatakan meninggal pada 18 Agustus 2017. Dik Raffaza adalah putra pertama dari pasangan Ragil Saputra (23) dan Risky (22). Keduanya bekerja sebagai buruh. Penghasilan keluarga mereka yang kecil hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Raffaza dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Raffaza dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga Dik Raffaza mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @arfanesia Khaerul @paulsyifa

Raffa menderita gangguan jantung


BAYI NYONYA INAQ SAPTI (1, Atresia Ani + Genu Varum). Alamat : Telaga Urung, Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. Putri pasangan Siban (39) dan Inaq Sapti (38) ini lahir pada 25 Agustus 2017. Saat lahir bayi Inaq Sapti tidak memiliki lubang anus dan mengalami kelainan kakinya berbentuk huruf O (Genu Varum). Ia kemudian dirujuk ke RSUD Lombok Timur. Saat ini Bayi Inaq Sapti dirawat di dalam inkubator dan menjalani transfusi darah untuk meningkatkan trombositnya. Kondisinya masih belum stabil pasca operasi pembuatan lubang anus. Selama anaknya dirawat, Bapak Siban dan Inaq Sapti merasa kebingungan untuk biaya kebutuhan sehari – hari mereka di rumah sakit, meski pengobatan telah ditanggung JKN – KIS. Bapak Siban tidak dapat bekerja menjadi buruh bangunan selama menunggu anak dan istrinya di rumah sakit, sehingga ia tidak mempunyai penghasilan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat meringankan beban kesulitan Bapak Siban dan Inaq Sapti dengan memberikan bantuan untuk kebutuhan selama pengobatan bayi mereka. Ucapan terima kasih disampaikan Bapak Siban dan Inaq Sapti kepada Kurir Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga semua bantuan dan kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.110.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @arfanesia Panca Agan Untung @ririn_restu

Inaq Sapti tidak memiliki lubang anus


​MTSR PANTURA TIMUR II ( K 8502 VA , Biaya Operasional Bulan September 2017 Tahap 2). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Pantura Timur, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR Pantura Timur II dengan nomor hotline 08551911911 yang tertera di bagian badan mobil , menjangkau pasien di empat kabupaten Pati, Rembang, Blora, serta wilayah terdekat lainya.. Karena jangkauan yang luas, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Rumah Sakit, terkadang juga harus melalui via estafet dan dilanjutkan Kurir lainya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian BBM dan bayar Gaji Driver MTSR bulan September tahap 2. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1051

Jumlah Bantuan : Rp. 2.850.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan September 2017 tahap 2


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang). Alamat : Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir Sedekah Rombongan Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1039.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Giat menderita patah tulang


WAHYU HIDAYAT (7, Atresia Ani + Cacat pada Tangan). Alamat : Olor Agung, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Selama ini Wahyu Buang Air Besar (BAB) melalui lubang buatan di perut sebelah kirinya. Sejak lahir pada 1 Juni 2010, Wahyu tidak memiliki lubang anus dan mengalami kecacatan pada tangannya. Wahyu dianjurkan untuk dioperasi oleh dokter Rumah Sakit Umum Provinsi, namun pada saat itu terdapat 3 orang bayi yang terlahir dalam kondisi sama dioperasi tetapi tak lama meninggal dunia. Hal itu menyebabkan orang tua Wahyu merasa khawatir dan mengurungkan niat agar anaknya dioperasi. Saat ini Wahyu sudah bersekolah kelas 2 SD, ia merasa risih dan malu karena teman – temannya sering mengejeknya tidak memiliki anus dan cacat. Wahyu sempat tidak mau sekolah lagi, namun setelah dibujuk akhirnya ia mau melanjutkan sekolah. Orang tua Wahyu yang sehari – harinya bekerja sebagai petani sangat menginginkan agar anaknya bisa dioperasi dan bisa BAB secara normal, namun keinginannya belum bisa terwujud karena ketiadaan biaya. Alhamdulillah dengan jaminan kesehatan yang telah dimiliki, kini Wahyu dapat kembali menjalani pengobatan di RS Kota Mataram. Kurir Sedekah Rombongan membantu kesulitan yang dialami Orang tua Wahyu dengan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Wahyu. Ucapan terima kasih disampaikan kedua orang tua Wahyu atas bantuan yang diberikan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan sedekaholic Sedekah Rombongan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.950.000,-
Tanggl : 21 September 2017.
Kurir : @arfanesia Panca Anto Agan Untung

Wahyu tidak memiliki lubang anus


SULTAN NULAZKAR (23, Tumor Renal Ginjal Kiri). Alamat : Dusun Terong Tawah Timur RT 3, Desa Terong Tawah, Kec. Labuapi, Kab. Lobar, Prov. NTB. Sultan mengalami tumor renal pada ginjal kirinya sejak 1 tahun yang lalu. Sultan yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah klinik mulanya sering mengalami sakit perut dan lama – kelamaan perutnya membesar. Kondisi tersebut disertai panas tinggi, mual hingga muntah. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, Sultan memeriksakan diri ke rumah sakit dan didiagnosis positif mengalami tumor renal. Sultan tinggal bersama ibunya, Zakiah (45) sedangkan ayahnya sudah lama pergi tak kunjung kembali. Penghasilan Ibu Zakiah sebagai pedagang nasi hanya cukup untuk makan sehari – hari dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pengobatan Sultan yang kini sudah tidak lagi bekerja. Sultan dirujuk berobat ke RSUP Sanglah Bali. Ibu Zakiah sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari selama di Bali dan transportasi berobat anaknya. Kurir Sedekah Rombongan alhamdulillah dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama pengobatan di Bali. Ucapan terima kasih disampaikan Sultan dan Ibu Zakiah atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga semua bantuan dan kebaikan sedekaholics dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.600.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @arfanesia Panca Saepul Rinjanah

Sultan mengalami tumor renal pada ginjal kirinya


HAPSAH ZAINUDDIN (40, Tumor Pipi). Alamat : Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ibu Hapsah harus hidup dengan tumor yang tumbuh di pipinya selama 10 tahun. Tumor tersebut berawal dari jerawat kecil yang semakin membesar, tidak ada penyebab yang pasti dan Ibu Hapsah tidak merasakan sakit di pipinya. Ukuran tumor yang semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan saat Ibu Hapsah beraktivitas, dan ia khawatir tumor tersebut semakin lama akan menutupi wajahnya. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan, tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Hapsah berobat ke RSUD Kolonel Abunjani Kota Bangko di Kabupaten Merangin dengan menggunakan JKN-KIS. Pihak medis di sana mengatakan itu adalah tumor dan Ibu Hapsah harus segera dioperasi dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Kota Jambi dan kondisinya pada saat itu sedang lemah. Ibu Hapsah hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Zainuddin (50), bekerja memotong karet dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilan Bapak Zainuddin jika digunakan untuk biaya pengobatan istrinya ke Jambi tidak cukup, belum lagi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anaknya. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya tranportasi dan akomodasi pemeriksaan awal di RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah telah menjalani pengobatan awal, tinggal menunggu jadwal kontrol selanjutnya sebelum dioperasi. Semoga Ibu Hapsah bisa segera dioperasi dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @arfanesisa @shintatantri gusniarita @wiratamayandi @ririn_restu

Bu Hapsah menderita tumor pipi


DIA MARDIANA (16, Peradangan pada Rahim + Lumpuh ). Alamat : Jln. Prof. M. Yamin, Gg. Eka Daya, No. 33, RT 2/5, Kel. Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Dia sebelumnya adalah seorang siswi SMP di daerah Kota Pontianak. Sayangnya Dia harus putus sekolah karena menderita penyakit yang cukup serius, dimana terdapat penyakit pada rahimnya dan ia mengalami kelumpuhan. Penyakit tersebut membuat Dia tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya kondisi kesehatan Dia baik, namun 3 bulan silam ia mengalami pelecehan seksual dan kini menjadi sering sakit – sakitan. Meskipun pelaku telah dijerat hukum, rasa trauma dan sakit yang diderita masih Dia rasakan. Kondisi tersebut menjadi ujian yang sangat berat bagi keluarga, terlebih lagi dengan kondisi orang tua Dia yang hidup dalam kemiskinan. Jangankan biaya berobat, untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja terkadang tidak terpenuhi. Dia pernah dirawat di RSUD Soedarso Pontianak karena mengalami pembengkakkan di paha dan betis, juga sering mengalami sesak napas. Setiap bulan Dia menjalani pengobatan rutin didampingi orang tuanya. Kini Dia kembali dirawat di ruang ICU dan kondisinya kritis. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian pamper dan kebutuhan selama pengobatan di rumah sakit. Sebelumnya Dia telah dibantu dalam rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Dia mengalami penyakit rahim dan mengalami kelumpuhan


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Ibu Hudiyah selama proses pengobatan di Makassar baik dalam hal tempat tinggal maupun biaya hidup selama di Makassar. Bantuan Sebelumnya masuk pada rombongan 1057.

Jumlah bantuan : Rp. 1.600.000, –
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Ibu Hudiyah menderita kanker payudara


REKI BIN GUNAWAN (12, Perut Robek). Alamat Jl. Tolamonte Tondo Kelurahan Tondo Kecamatan Palu Utara Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Awalnya adik Reki sedang bermain di halaman rumah tetangganya. Yang bersamaan pada saat itu ada pekerja yang sedang menggunting rumput menggunakan mesin pemotong rumput. Tiba-tiba pisau daru mesin pemotong rumput tersebut patah dan terlempar mengenai bagian perut dari Adik Reki. Saat itu juga adik Reki segera dilarikan ke RSUD Undata Palu dengan menggunakan motor. Karena kondisi luka yang cukup parah, maka dokter segera melakukan tindakan operasi. Sampai saat ini dan lima hari kedepan adik Reki akan diobservasi di ruang ICU. Adik Reki merupakan anak sulung dari Bapak Gunawan (35) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu bernama Hidra (33) sebagai pembantu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh Adik Reki adalah KIS.
Sedekah rombongan segara bergerak menuju rumah sakit setelah mendapatkan informasi. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat buat Adik Reki selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari dan Taty

Reki menderita perut robek


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan terus melakukan pendampingan kepada Ibu Hudiyah selama proses pengobatan di Makassar namun dikarenakan kondisi Ibu Hudiyah terus menurun maka berdasarkan permintaan keluarga serta hasil konsultasi dengan dokter maka Ibu Hudiyah pulang kembali ke Palu . Bantuan Sebelumnya masuk pada rombongan 1057.

Jumlah bantuan : Rp. 1.461.000, –
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Ibu Hudiyah menderita kanker payudara


NURHIKMAWATI BINTI HANAFI (26, Infeksi Saluran Kemih). Alamat Jl. Trans Sulawesi Petobo Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya selama seharian Nurhikmah mengalami sakit perut yang hebat sehingga menyebabkan tidak sadarkan diri. Yang kemudian Nurhikmah segera di larikan ke rumah sakit umum Kabelota Donggala guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Dari hasil pemeriksaan USG diperoleh bahwa Nurhimkah mengalami infeksi pada saluran kemih, sehingga harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Nurhikmah merupakan istri dari bapak Mahfud (30) yang sehari-hari berprofesi sebagai guru mengaji. Selang 3 bulan kemudian ibu Nurhikmah masuk rumah sakit umum Anutapura Palu dan disarankan untuk rujuk ke RS Wahidin di makassar agar diperoleh hasil pemeriksaan yang lebih lanjut terkait kondisi penyakit yang diderita. Saat ini Nurhikmah telah memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS.
Sedekah rombongan terus melakukan pendampingan kepada Ibu Nurhikmah selama di RS Wahidin Makasssar. Dan Alhamdulillah seluruh proses pengobatan selama di Makassar berjalan baik dan Ibu Nurhikmah dapat kembali ke Palu. Bantuan sebeleumnya masuk dalam rombongan 1057

 

Jumlah bantuan : Rp. 1.700.000, –
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Nurhimkah mengalami infeksi pada saluran kemih


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 (MTSR 1) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Juni 2017 – September 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin, ganti spare part dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.735.000,-
Tanggal : 15 September2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


SUKARJO BIN ALM. AMAT ROKANI (50, Motor Disibilitas), Alamat : Dusun Kedungdowo Wetan RT 2 RW 4 Desa Trirejo Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah. Pak Sukarjo adalah suami dari ibu Harsi yang bekerja sebagai buruh di solo. Pak Sukarjo sejak tahun 1987 mengalami kecelakaan kerja pada saat bekerja sebagai buruh bangunan. Mengalami retak tulang punggung, yang mengakibatkan kaki tidak sempurna. Pak Sukarjo memiliki sepeda motor sendiri yang sudah lama tidak dipakainya yaitu motor Honda revo 2007 Dan ingin sekali di modif menjadi roda 3. Keseharian Pak Sukarjo membuat bulu mata di Rumah. Sehari bisa mengerjakan 25 buah bulu mata , dan dari hasil bulu mata pak Sukarjo di beri upah 1 bulu mata 500 rupiah. Pak Sukarjo juga di tunjuk sebagai ketua Perkumpulan Disibilitas Tubuh Purworejo (PDTP). Kondisi yang dihadapi pak Sukarjo yaitu kesulitan dalam beraktivitas, karna terhalang kaki beliau yang tidak bisa mengendarai sepeda motor secara umum. Namun keinginan dan motivasi dari pak Sukarjo untuk berorganisasi dan bekerja membuat pak Sukarjo ingin sekali bisa memiliki kendaraan yang bisa membantu untuk menggapai mimpi. Keterbatasan fisik pak Sukarjo berlawanan dengan keinginan beliau yang berfikir maju. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan silaturahmi ke rumah Pak Sukarjo. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk pembuatan motor modifikasi disibilitas supaya bapak Sukarjo dapat beraktifitas seperti biasanya..

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Didit Kurniawan

Bantuan untuk pembuatan motor modifikasi disibilitas


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Juni 2017 – September 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin, ganti spare part dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.875.000,-
Tanggal : 18 September2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Supriyadi telah menjalani kemoterapi yang keenam, dari hasil pemeriksaan menyatakan sel kankernya sudah menjalar ke paru – paru, namun karena rutin menjalani kemoterapi sel kankernya hanya tersisa di dinding paru – paru. Supriyadi juga diharuskan menjalani terapi sinar untuk membunuh sel kankernya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1039.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SITI RUKIYAH 1,000,000
2 EKA RISTIN NIA LESTARI 997,000
3 NURTIWI BIN MADZUM 1,000,000
4 WAGINAH BINTI PAIDI 1,000,000
5 MUSIYEM BINTI SUDARYANTO 1,000,000
6 NUR SAHID 750,000
7 NANA JANET 500,000
8 RASYA BIN RANA 1,000,000
9 JAMHARI DESTAM 1,000,000
10 KARTINI BINTI ACANG 500,000
11 ENDAR BIN DATI 500,000
12 MUHAMMAD ALFIANSYAH RAMDHANI 500,000
13 MUHAMMAD ALFIANSYAH RAMDHANI 500,000
14 KASWITI BINTI SUKATMA 500,000
15 ARIS SUNANDAR 500,000
16 JUWI BINTI ASWAN 500,000
17 IYA YAHYA 500,000
18 EMIM HAMIMAH 500,000
19 DIDIN NURYANA 500,000
20 WARSIDI BIN TAHROMI 500,000
21 HARMAEN BIN DAHLAN 500,000
22 UTANG KUSNADI 500,000
23 ENGKAR BINTI BASARI 750,000
24 RSSR BANDUNG 4,000,000
25 RSSR BANDUNG 4,000,000
26 WIRYONO BIN SODIQO 6,500,000
27 AMBULANS GERAKAN PEDULI KANKER 16,700,000
28 SUKARTI BINTI SARJONO 1,000,000
29 NASIWEN BINTI SATIM 700,000
30 GALUH AMANAH 2,000,000
31 DIAN SEKARANING PUTRI 500,000
32 MUHAMMAD IQBAL SAPUTRA 500,000
33 AZALIA NUR HANIFAH 750,000
34 RAFFAZA PUTRA NUGRAHA 1,000,000
35 BAYI NYONYA INAQ SAPTI 1,110,000
36 ​MTSR PANTURA TIMUR II 2,850,000
37 GIAT AGUS SALIM 500,000
38 WAHYU HIDAYAT 1,950,000
39 SULTAN NULAZKAR 2,600,000
40 HAPSAH ZAINUDDIN 500,000
41 DIA MARDIANA 1,500,000
42 HUDIYAH BINTI YACI 1,600,000
43 REKI BIN GUNAWAN 1,000,000
44 HUDIYAH BINTI YACI 1,461,000
45 NURHIKMAWATI BINTI HANAFI 1,700,000
46 MTSR 1 PURWOREJO 5,735,000
47 SUKARJO BIN ALM. AMAT ROKANI 4,000,000
48 MTSR 2 PURWOREJO 3,875,000
49 SUPRIYADI JAWAI 1,000,000
Total 84,528,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 84,528,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1060 ROMBONGAN

Rp. 55,933,463,656,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.