Rombongan 1059

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu embali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya
Posted by on October 6, 2017

ARIFIN BINTI SUFIAH (35, Lumpuh). Alamat : Desa Sidorejo, RT 3/1, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Arifin adalah putra dari ibu Sufi’ah (58). Ia hanya tinggal bersama ibunya karena ayahnya sudah meninggal dunia. Bu Sufi’ah dulu berprofesi sebagai buruh monte kerudung, namun saat ini sudah tidak bekerja karena usianya yang semakin menua. Di usianya yang sudah senja, Bu Sufi’ah dihadapkan pada kondisi perekonomian yang sulit dan harus merawat anaknya (Arifin) yang sedang sakit lumpuh. Arifin menderita lumpuh sejak 15 tahun lalu. Pada awalnya pihak keluarga hanya mengira bahwa sakit yang sering diderita Arifin adalah kelelahan karena aktivitasnya di sawah. Berawal dari gejala panas disertai nyeri hebat di bagian dadanya sepulang dari mencari rumput di sawah, kemudian ibunya membawa Arifin ke Rumah Sakit Umum dan saat itu dokter mendiagnosa sakit yang diderita Arifin adalah lemah jantung. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kesehatan Arifin semakin memburuk dan didiagnosa menderita lumpuh, karena keterbatasan biaya maka sejak bapaknya meningggal, Arifin tidak pernah lagi menjalani pengobatan di RSU karena untuk kebutuhan sehari-harinya saja diberi saudara dan tetangga. Kondisi saat ini kaki dan tangan bisa digerakkan namun lemah, sehingga hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Meskipun sudah memiliki BPJS, pihak keluarga masih sangat keberatan jika harus membiayai pengobatan Arifin, karena untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja Bu Sufi’ah tidak mampu apalagi jika harus membiayai pengobatan putranya. Bu Sufi’ah sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari pihak yang bersedia membantu biaya pengobatan dan perawatan Arifin hingga sembuh, karena Arifin adalah harapan satu-satunya sebagai tulang punggung keluarganya setelah ayahnya meninggal dunia. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Mas Arifin, dan pihak keluarga menyampaikan jika Mas Arifin membutuhkan kursi roda untuk beraktifitas. Alhamdulillah keesokan harinya Sedekah Rombongan mewujudkan keinginan Mas Arifin. Semoga Mas Arifin segera sehat dan bisa bekerja membantu keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir: @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Pak arifin menderita lumpuh


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakitpenurunan Daya Tahan Tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena penyakit penurunan daa tahan tubuh, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Devi terserang penyakit penurunan daya tahan tubuh


AHMAD RIF’AN (13, Post Amputasi). Alamat : Desa Sampung, RT 2/3, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Rif’an atau yang akrab disapa Rif’an adalah putra dari bapak Sundiar dan ibu Dewi Fatimah (34) yang berprofesi sebagai pedagang. Saat ini, dek Rif’an hanya tinggal bersama ibunya karena sang ayah sudah menceraikan ibunya dan tidak lagi mengurus dek Rif’an dan ibunya. Dek Rif’an mengalami kecelakaan pada 22 Oktober 2015 yang mengakibatkan tangannya di amputasi 15 hari setelah nya, amputasi pada tangan kanannya berdampak pada tangan kirinya, tangan kirinya menjadi tidak normal sehingga harus melakukan rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Setelah kecelakaan yang dialaminya, dek Rif’an yang dulunya terkenal sebagai orang yang percaya diri dan supel di sekolahnya menjadi minder karena tangan kanannya diamputasi, hal itu mengakibatkan dek Rif’an ingin sekolah di sekolah khusus penyandang cacat untuk menghindari bullyan teman-temannya, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga dek Rif’an putus sekolah. Dek Rif’an berharap memiliki tangan palsu dan juga ingin bisa sekolah lagi jika memiliki biaya. Semenjak orang tuanya bercerai, dek Rif’an sudah tidak diurus bapaknya, sehingga ibunya seorang diri yang merawat dan membesarkan dengan segala keterbatasan yang ada. Pada awal bulan April 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang menemui keluarga dek Rif’an di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi dek Rif’an, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan mewujudkan keinginan dek Rif’an untuk memiliki tangan palsu agar bisa beraktivitas seperti biasa dan meningkatkan kepercayadirian dek Rif’an. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Alhamdulillah sekarang Dek Rifan sudah memiliki tangan palsu dan bisa sekolah kembali. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1033

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal 17 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo, Khumaidah @akuokawai

Rifan mengalami amputasi pada tangan kanannya


SUDARMAN BIN MATEKAN (42, Batu Empedu). Alamat : Desa Balong Mulyo, RT 7/3, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sudarman sudah lama merasakan sakit, namun karena ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istrinya, Tri Wajyuningtyas (43) dan keempat anaknya yang masih kecil dan membutuhkan biaya untuk sekolah membuat Sudarman tidak pernah mau merasakan dan memperhatikan rasa sakit yang dideritanya. Akumulasi sakit yang tidak pernah Sudarman rasakan mengakibatkan keadaannya semakin parah dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa Sudarman menderita penyakit batu empedu dan harus segera dioperasi karena kondisinya sudah sangat parah. Ia dan keluarga sangat terkejut dan merasa kebingungan karena Sudarman adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. Pengobatan yang dijalani saat ini hanya di Puskesmas Kragan saja karena terkendala dana untuk biaya pengobatan yang harus dilakukan secara intensif. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan membuat Sudarman tidak mampu untuk berobat. Meskipun sudah memiliki BPJS keluarga tak mampu membiayai pengobatan Sudarman, mencukupi kebutuhan sehari-hari susah karena keterbatasan ekonomi. Ayah Sudarman, Matekan (82) dan ibunya, Tuminem (80) serta istrinya mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Sudarman saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Sudarman agar bisa beraktivitas normal karena Sudarman adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Sedekah Rombongan bersedia untuk mendampingi pengobatan Sudarman sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Pak Sudarman menderita penyakit batu empedu


LATMI BINTI LAMI (51, Stroke). Alamat : Desa Ronggomulyo, RT 6/1, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Latmi dikenal sebagai orang yang suka bekerja keras dan tidak mau sedikitpun merepotkan orang-orang disekitarnya. Latmi hidup bersama satu anaknya yang masih duduk di kelas XI SMK sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Sebelum sakit, Latmi berjualan nasi jagung untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya namun semenjak beliau sakit, sudah tidak bisa jualan lagi sehingga saat ini beliau hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga disekitarnya. Latmi sudah menderita stroke selama 6 bulan, stroke yang dideritanya disebabkan karena ia pernah jatuh sebanyak 3 kali. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu opname di puskesmas Sumber selama 4 hari setelah itu kontrol di mantri 2 kali dalam sebulan dengan biaya mandiri. Saat ini Latmi sudah bisa berjalan namun belum bisa angkat barang berat dalam jangka waktu yang lama. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan dan usianya yang sudah tua membuat Latmi tidak mampu untuk berobat. Meskipun sudah memiliki BPJS keluarga tak mampu membiayai pengobatan Latmi, mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Latmi sangat berharap bisa sembuh total agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan Latmi bisa beraktivitas kembali sebagai tulang punggung keluarga. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Latmi, kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Latmi sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke rumah sakit sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Ari @akuokawai

Bu Latmi menderita stroke


MASDUKI BINTI MURDILAH (54, Diabetes Melitus). Alamat : Desa Dorokandang, RT 12/5, Dukuh Karang Anyar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Masduki sudah lama merasakan sakitnya diperkirakan 10 tahun yang lalu, namun karena ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istrinya, Sumarsih (48 th) dan ibunya, Murdilah membuat Masduki tidak pernah mau merasakan dan memperhatikan rasa sakit yang dideritanya. Akumulasi sakit yang tidak pernah Masduki rasakan mengakibatkan sejak 2 bulan lalu dan minggu terakhir ini semakin parah dengan keluhan sakit pada bagian dada. Saat ini Masduki hanya mampu tergeletak tak berdaya di kamar tidur dan sering mengeluhkan sakit yang selalu menyerang dadanya. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu ke RSUD Soetrasno Rembang. Beban terberat keluarganya saat ini yaitu tiga kali setiap minggu harus membawa Masduki kontrol untuk membersihkan luka bekas operasi. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan membuat Masduki tidak mampu untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.. Selain itu ia juga tidak memiliki kartu BPJS sehingga lebih berat biaya yang akan ia keluarkan untuk pengobatannya yang rutin. Sebelum Masduki sakit beliau berprofesi sebagai penjual pentol keliling namun setelah Masduki sakit ia sudah tidak bekerja lagi dan istrinya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan jajan di pasar. Istrinya Sumarsih, dan ibunya, Mardilah mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Masduki saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Masduki agar bisa beraktivitas normal karena Masduki adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Masduki sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSUP Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Akhmad Fifi @akuokawai

Pak Masduki menderita diabetes


ZAINAL ARIFIN (51, Penyakit Kulit). Alamat : Desa Sumber Girang, RT/RW 001/002, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Zaenal Arifin yang akrab disapa Arif menderita penyakit kulit sejak satu tahun yang lalu. Arif hidup bersama ibunya yang bernama Surti dan anaknya yang saat ini duduk di kelas XII Madrasah Aliyah Lasem. Keluarga Arif tinggal jauh dari saudara-saudaranya. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya sebatas rawat jalan di Puskesmas dan dibantu obat yang dibeli dari toko ataupun apotek. Kondisi Arif saat ini sangat memprihatinkan karena ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Arif sudah memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat, namun saat ini terkendala jauh dari saudara-saudaranya jika ia dirawat di rumah sakit maka tidak ada yang menjaga dan mendampinginya karena ibunya sudah tua dan harus merawat anak Arif yang masih duduk di bangku sekolah. Arif dan keluarganya berharap ada orang yang bersedia membantu pengobatannya agar bisa sembuh dan beraktivitas normal seperti sedia kala. Ibunya mengungkapkan kesedihan akan kondisi Arif saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Arif agar bisa beraktivitas normal. Tim kurir #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Arif sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke rumah sakit sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Pak Arif menderita penyakit kulit


SHOLEH BIN NURSALIM (47, Infeksi Luka Kecelakaan). Alamat : Desa Lambangan Kulon, RT 1/1, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sholeh sudah merasakan sakitnya sejak 1 tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas yaitu tertabrak Mini Bus. Sholeh hidup bersama istrinya yang bernama Sumiyati dan 3 orang anaknya yang masih sekolah. Sejak mengalami kecelakaan itu Sholeh tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya dan sebagai pengganti perannya, Istrinya menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dengan bekerja serabutan pada tetangga sebagai buruh tani tembakau yang tidak menentu waktunya. Pengobatan lukanya dilakukan dengan rawat jalan setiap bulan di RSUD Rembang. Saat ini Sholeh sudah bisa berjalan menggunakan alat bantu namun hanya di sekitar rumah karena masih terasa sakit. Sholeh sangat berkeinginan kuat untuk sembuh agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan ia bisa beraktivitas kembali sebagai kepala rumah tangga dan tidak membebani orang-orang disekitarnya. Akan tetapi ia tidak memiliki biaya untuk kontrol setiap bulan dan biaya hidup tiap hari hanya menggantingkan uluran tangan saudara dan tetangga. Meskipun sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat keluarga Sholeh tak mampu membiayai pengobatan Sholeh karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Sholeh. Pada Bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Sholeh, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Sholeh sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSUD Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Puji @akuokawai

Pak sholeh menderita infeksi


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan September 2017). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan konsumsi pasien dan biaya rakorda SR AE Soloraya yang dilaksanakan tanggal 10 September 2017. Laporan sebelum nya masuk rombongan 1044.

Jumlah Santunan : Rp 2.832.000
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Sembako pasien bulan September 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan rekening air, listrik, telpon, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan September 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1044.

Jumlah Santunan : Rp 1.791.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional September 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan September 2017 sebesar Rp 2.210.000 di gunakan untuk pembelian BBM dan Jasa driver. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp 2.210.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan September 2017


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional September 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan September 2017 sebesar Rp 3.161.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM dan kampas rem. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp 3. 161.000
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional September 2017


MTSR MADIUN (B 1760 KZH, Biaya Operasional Bulan September 2017). MTSR Madiun adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Madiun Utara, Madiun selatan, Madiun Kota hingga Ponorogo yang terpusat di Madiun Selatan. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah ini, menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area Madiun Raya. Selain itu, ambulan MTSR di Madiun ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan September 2017, serta biaya rakorda. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.995.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @Ervinsurvive@Mundiwati @Deniasri4

Biaya Operasional September 2017


REZA TRI ANDIKA (17, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS Dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Kontrol yang dijalani Reza pada bulan ini melihat kondisi luka di perut hasil operasi yang pertama dan kondisinya pun sudah bagus. Reza direncanakan dokter untuk dilakukan operasi penutupan luka pasca operasi. Reza di jadwalkan akan menjalani kontrol lagi pada pertengahan Bulan September untuk kontrol perkembangan saluran kencing. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Bulan Agustus ini bantuan disalurkan untuk biaya membeli kebutuhan transportasi pulang ke Magetan dan perbaikan keadaan umum. Bantuan ke sepuluh sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan setelah sebelumnya tercatat di nomor rombongan 909, 935, 939, 965, 986, 1023, 1032, 1043 dan 1052. Semoga pengobatan yang dijalani Reza akan terus mendapatkan hasil yang baik dan dapat segera sembuh. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Oktober 2017
Kurir : @ErvinSurvive @FaizFaeruz @m_rofii11

Reza menderita uretral stricture


MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN (31, Hemangio Pericytoma). Alamat : RT 01/01 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ansori adalah bapak dari seorang balita yang menderita tumor telapak tangan sejak dua tahun yang lalu. Setahun yang lalu pernah dioperasi di Palembang tetapi setahun kemudian tumbuh lagi dan semakin parah. Saat ini Ansori sudah pulang kampung ke Magetan untuk melakukan pengobatan. Perdarahan hebat sering dialami sampai harus dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan untuk dilakukan perawatan dan transfusi darah. Ansori berobat dengan menggunakan jaminan Bpjs kelas 3, tetapi untuk biaya transport dan akomodasi dirasa berat apalagi setelah di rujuk ke Rsdm Solo. Ansori yang saat sehat bekerja sebagai buruh tani praktis tidak bisa bekerja lagi pasca amputasi telapak tangan kirinya. Istrinya yaitu Siti Makhmudah (29 tahun) seorang ibu rumah tangga sehingga tidak punya pendapatan, jadi jangan kan untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sudah dirasa berat. Informasi tentang keluarga Ansori diperoleh dari salah satu pasien dampingan #SR Magetan dan disurvey pada tanggal 6 Juni 2017. Saat ini Ansori menjadi pasien dampingan #SRmagetan dan santunan keduapun disampaikan sebesar Rp. 600.000 digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan. Ansori dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bisa menjadi jalan kesembuhan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Ansori menderita tumor telapak tangan


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2016. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan keempat titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 1030 dan 1044. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Widji menderita ca thyroid


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1053. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 860.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @BambangBKY @Anggreat Ayu @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1043. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Ida @Earynta

Bu Mawani menderita tumor otak


SITI BINTI KARSO (56, Kelenjar Getah Bening). Alamat: Dusun Kawah RT 6/6, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Sekitar 2 tahun yang lalu, bu Siti merasakan nyeri di bagian betis sebelah kiri. Awalnya beliau mengira rasa sakit tersebut karena kelelahan setelah beraktiftas seharian. Namun, rasa nyeri tersebut semakin menjadi bahkan membuat beliau tidak mampu beraktifitas terlalu berat. Setelah diperiksakan di sebuah klinik bedah swasta di Kecamatan Bawen, Kabupaten Ungaran, beliau dinyatakan memiliki kelenjar getah bening. Pada saat itu juga beliau langsung dibedah. Tetapi, beberapa waktu setelah pembedahan tersebut bagian betis kiri dan yang lain juga merasa nyeri. Ternyata benjolan tersebut muncul lagi di tiga tempat yang berbeda. Hal ini membuat beliau tidak mampu beraktifitas sehingga keluar dari pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga. Biaya hidup sehari-hari beliau sekeluarga hanya ditanggung oleh sang suami yang bekerja sebagai buruh tani lepas yang tidak menentu pendapatannya. Karena mengalami kesulitan ketika harus membeli obat untuk menghambat pertumbuhan kelenjar getah bening di kaki seharga Rp 500.000,- lebih, beliau terpaksa menghentikan pengobatan jalannya dengan berpasrah diri. Alhamdulillah, setelah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Siti, Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada beliau untuk biaya akomodasi pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Santunan: Rp 500.000,-
Tanggal: 10 September 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @dayati @anggun @muhtadinexc

Bu siti menderita kanker kelenjar getah bening


ARKHA HAUZAN ALFAHREZI (1, Epilepsi). Alamat: Dusun Ngrakal Mukti RT 24/8, Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat lahir kondisi Arkha normal seperti bayi pada umumnya, namun pada saat berusia 3 bulan pandangan mata Arkha hanya memandang ke atas, tidak merespon ketika dipanggil seperti bayi umumnya. Pak Edi Susanto, ayahnya, memeriksakan Arkha ke RSUD Salatiga, kemudian oleh RSUD Salatiga dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta atau Semarang. Keluarga memilih berobat ke Yogyakarta dengan pertimbangan mempunyai saudara yang tinggal di Yogyakarta, sehingga diharapkan mempermudah akomodasi. Arkha menjalani rawat inap di RSUP dr. Sardjito sekitar 1 bulan pada usia 4 bulan, oleh dokter Arkha divonis mengalami epilepsi GTC, ukuran kepala Arkha tidak normal, lebih kecil dari bayi umumnya sehingga mengganggu perkembangannya. Saat ini Arkha terus menjalani kontrol rutin ke RSUP dr. Sardjito. Setiap satu bulan sekali Arkha harus kontrol dan rutin mengkonsumsi obat. Kini Arkha sudah mulai merespon dengan senyum ketika diajak berbicara oleh orangtuanya, namun secara fisik Arkha hanya bisa tidur, belum bisa tengkurap sendiri. Kedua orang tua Arkha bekerja sebagai buruh pabrik garment, Walaupun untuk pemeriksaan Arkha sudah ditanggung oleh JKN BPJS Non PBI yang didapat dari perusahaan, namun keluarga merasa kesulitan untuk menebus obat yang setiap bulan harus dibeli karena tidak ditanggung oleh JKN BPJS Non PBI, belum termasuk kebutuhan susu, makanan pendamping susu, serta kebutuhan lainnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk biaya kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @tika @muhtadinexc

Arkha divonis mengalami epilepsi GTC


ROHMAD BIN ABDULLAH (80, Katarak). Alamat: Dusun Gedong RT 2/1, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dua tahun yang lalu pak Rohmad sering merasa sakit dikedua matanya, namun tidak pernah diperiksakan dan hanya diberi obat tetes mata. Lama-kelamaan tidak juga sembuh bahkan semakin hari kedua mata pak Rohmad tidak bisa melihat. Sehari-hari pak Rohmad berkerja sebagai buruh tani dan sejak sakit Pak Rohmad tidak lagi bekerja hanya menghabiskan waktu di tempat tidur. Keterbatasan biaya dan pengetahuan membuat keluarganya tidak memeriksakan pak Rohmad ke rumah sakit ataupun Puskesmas terdekat. Hanya mantri desa yang beberapa kali datang ke rumah pak Rohmad untuk melakukan pemeriksaan, pak mantri menduga bahwa mata pak Rohmad terkena penyakit katarak. Atas izin Allah swt pada bulan September 2017 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Rohmad. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @tika @muhtadinexc

Pak Rohmad terkena penyakit katarak


TAMAMI BIN IMAM (69, Dhuafa). Alamat: Jl Bangau No 5 RT 1/2, Desa Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Tamami, biasa beliau dipanggil, tinggal di sebuah rumah berukuran kecil di Salatiga. Rumah beliau beratapkan gedhek (anyaman bambu) dan beralaskan tanah. Setiap sekat antar ruangan hanya terbuat dari kayu triplek. Selain itu, di usianya yang sudah senja, mbah Tamami tetap bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang kadang masih kurang. Beliau biasa dipanggil untuk membantu membersihkan taman, menjahitkan baju yang robek dan hal lain yang bisa beliau kerjakan untuk mendapat uang. Oleh karena itu Sedekah Rombongan memberi santunan kepada beliau untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari.

Jumlah Santunan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 8 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anggun @muhtadinexc

Bantuan biaya kehidupan sehari-hari.


SUKIRMAN BIN ABDURRAHMAN (50, Gagal Jantung). Alamat: Dusun Njrebeng RT 3/5, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sukirman sehari-hari bekerja sebagai petani, istrinya berjualan sayuran di pasar. Bapak Sukirman mempunyai keluhan di bagian jantungnya. Beliau merasakan sakit sejak satu tahun terakhir. Beliau sudah melakukan pengobatan di Puskesmas terdekat hingga ke rumah sakit, namun belum merasakan perkembangan yang diharapkan. Sakit yang sering kambuh membuat bapak Sukirman lebih banyak melakukan aktifitas di rumah saja. Satu bulan yang lalu kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan bapak Sukirman untuk bersilaturahim dan melihat keadaan bapak Sukirman. Alhamdulillah dari Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada bapak Sukirman untuk bantuan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Pak sukirman menderita gagal jantung


SAWI BINTI ABDULLAH (69, Kaki Lumpuh). Alamat: Dusun Karangannyar RT 2/1, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Sawi tinggal di rumah bersama suaminya yang sama-sama sudah lanjut usia. Beliau hanya mengandalkan anaknya untuk kebutuhan sehari-hari, karena dengan usia yang sudah lanjut dan fisik yang mulai renta beliau tidak mampu untuk bekerja. Kegiatan sehari-hari hanya di rumah saja karena kaki mbah Sawi lumpuh. Mbak sawi melakukan aktifitas dengan cara merangkak. Sangat disayangkan karena beliau tidak melakukan pengobatan untuk sakit yang dideritannya. Karena memang tidak ada yang mengarahkan dan mengantar terlebih soal biaya. Mbah Sawi mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk berobat sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Mbah sawi menderita lumpuh


KARSI BINTI ABDULLAH (73, Dhuafa). Alamat: Dusun Getasan RT 2/4, Kelurahan Kalikurmo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Mbah Karsi hidup di rumah sendiri, suaminya sudah meninggal, semua anak-anaknya pergi merantau dan tidak pernah pulang untuk menjenguk sang ibu. Jangankan menjenguk, untuk mengabari saja sudah tidak pernah lagi. Begitu sedihnya beliau di masa tuanya tidak ada anak di sampingnya yang seharusnya merawatnya. Sehari-hari beliau mencari kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Terkadang tetangga memberi makanan untuk beliau. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat memberikan santunan kepada beliau untuk biaya kehidupan sehari-hari

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Bantuan biaya kehidupan sehari-hari.


RUMINAH BINTI ABDULLAH (53,Tumor Leher). Alamat: Dusun Getasan RT 2/4, Desa Kalikurmo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu ruminah menderita sakit tumor leher sudah lama, namun karena jarak rumah yang jauh dan perekonomian yang pas-pasan sehingga beliau merasa berat untuk melakukan pengobatan rutin sampai akhirnya pengobatannya terhenti. Beliau tinggal bersama anak dan cucunya. Pekerjaan bu Ruminah sehari-hari hanya mengurus cucunya. Anak bu ruminah menjadi korban pemerkosaan. Sekitar 3 bulan yang lalu kurir Sedekah Rombongan mendapat info mengenai masalah yang dialami bu Ruminah. Kemudian kurir melakukan survey ke rumah bu Rumina, Alhamdulillah beliau mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk bantuan biaya akomodasi ke rumah sakit dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @agtian @datikdungg @anjar @muhtadinexc

Bu ruminah menderita sakit tumor leher


YUSUF BIN IBADULLAH (44, Perut Robek). Alamat: Dusun Rowokasam RT 3/3, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 1999 terjadi kecelakaan beruntun di wilayah Magelang Jawa Tengah, pak Yusuf menjadi salah satu korbannya. Akibat kecelakaan itu pak Yusuf harus dijahit pada bagian lutut dan perut yang robek, setelah jahitannya kering aktifitas pak Yusuf bisa berjalan normal seperti biasa. Pada tahun 2015 kaki pak Yusuf kesumutan mulai dari telapak kaki kiri naik sampai lutut yang dirasakan sampai waktu setengah tahun, begitu juga dengan lutut bagian kanannya. Berjalannya waktu pak Yusuf dioperasi pada bulan April 2017, tetapi belum ada hasilnya dan kontrol kembali tanggal 21 agustus 2017. Pada tanggal 8 September 2017 Sedekah Rombongan memberikan santunan yang rencananya akan digunakan untuk pembelian kursi roda bekas dan sisanya untuk biaya akomodasi ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 8 September 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @trislamet @muhtadinexc

pak Yusuf harus dijahit pada bagian lutut dan perut yang robek karena kecelakaan


ROZIKIN BIN ABDULLAH (42, Patah Tulang Kaki). Alamat: Desa Sruwen RT 1/1, Kelurahan Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2015 pak Rozikin ikut bekerja tetangganya menambang pasir di Klaten Jawa Tengah, dalam perjalanan truk yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan itu kaki kiri pak Rozikin terpaksa harus diamputasi sampai lutut, dan kaki kanannya mengalami patah tulang sehingga harus dipasang pen. Sehari-hari pak Rozikin hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur, bahkan untuk ke kamar kecil harus dibantu orang lain. Karena keterbatasan biaya selama dua tahun pasca kecelakaan, pak Rozikin tidak pernah memeriksakan kondisi kakinya ke rumah sakit. Setelah memiliki jaminan fasilitas kesehatan dari JKN BPJS-PBI, pak Rozikin berangkat kontrol ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta. Walaupun biaya rumah sakit sudah ditanggung faskes JKN BPJS-PBI, namun pak Rozikin merasa kesulitan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit mengingat jarak yg ditempuh ke RS Ortopedi Soeharso Surakarta cukup jauh. Pak Rozikin yang dulunya berkerja sebagai tenaga serabutan, dengan kondisi fisiknya pasca kecelakaan kini pak Rozikin tidak bisa bekerja lagi untuk menafkahi keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anaknya yang masih SD, istrinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga dengan berkerja di toko kelontong milik tetangganya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk biaya akamodasi pemeriksaan pak Rozikin ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 7 September 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @tika @muhtadinexc

Pak Rozikin diamputasi sampai lutut, dan kaki kanannya mengalami patah tulang


MARISHA NURUL AINI (5 bulan, Kelainan Jantung). Alamat: Dusun Garung RT 1/6, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Nurul biasa dipanggil adalah putri dari pasangan bapak Mulyani bekerja sebagai Buruh Tani dan ibu Murtafiah sebagai ibu rumah tangga. Selama mengandung bu Murtafiah tidak pernah ada keluhan apapun hingga janin yang dikandungnya lahir dengan normal di salah satu bidan desa yang ada di Desa Gondoriyo. Ketika dek Nurul menginjak usia 2 bulan, dek Nurul sering mengalami batuk disertai sesak hingga badan mulai membiru, kemudian dek Nurul dibawa ke RSUD Ambarawa dan dirujuk ke Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Ambarawa. Setelah dilakukan pemeriksaan di BKPM Ambarawa hanya diberi obat tetapi dokter belum berani memberikan diagnosa untuk penyakitnya. Dokter menyarankan jika sampai pukul 3 sore belum ada perubahan disarankan untuk dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang, dan di rumah harus disiapkan tabung oksigen jika masih batuk dan sesak nafas. Karena belum ada perubahan, maka keesokan hari nya tanggal 19 Juni 2017 dek Nurul dibawa ke RSUD Ambarawa untuk meminta surat rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang, dan sorenya dibawa ke RSUP dr. Kariadi Semarang menggunakan mobil sewaan, sesampainya di RSUP dr. Kariadi Semarang langsung dilakukan periksa dan akhirnya Rawat Inap selama 2 minggu. Hasil diagnosa klinik ASD,PH primer. Karena hanya sebagai buruh tani sehingga kehidupan sehari-hari sangat sederhana dan tinggal bersama dengan orang tua. Selasa, 5 September 2017 mulai pagi hingga malam dek Nurul tidak lepas dari gendongan ibunya, batuk dan sesak mulai menyerang dek Nurul, dan ketika dibantu menggunakan oksigen dek Nurul menolak hingga bibir mulai menghitam. Pukul 00.30 pagi dek Nurul dibawa ke RSUD Ambarawa dalam kondisi sudah tidak sadar, keluarga mengira bahwa dek Nurul sedang tidur, setelah sampai RSUD Ambarawa dan masuk ruang IGD ternyata dek nurul telah meninggal, dan dimakamkan tanggal 6 September 2017. Sedekah Rombongan memberikan santunan sebesar untuk membantu biaya pemakaman dan acara pengajian malam setelah pemakaman.

Jumlah Santunan: Rp 500.000,-
Tanggal: 7 September 2017
Kurir: @agtian @datikdungg @trislamet @muhtadinexc

Bantuan biaya pemakaman dan acara pengajian malam setelah pemakaman.


MTSR UNGARAN SALATIGA (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan September 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “Srbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowono, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah-daerah perbatasan yang jarak tempuh ke RSUD/RSUP sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian BBM, service, dan gaji pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR di Wilayah Ungaran dan Salatiga akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit. Laporan mengenai MTSR UNGARAN-SALATIGA (PANTURA TIMUR III ) sebelumnya ada dalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp 3.420.000,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @muhtadinexc

Biaya operasional MTSR bulan September 2017


BIMA SENA (1, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Balong Kidul, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Bima Sena menderita jantung bocor sejak lahir. Dari rumah sakit tempat ia dilahirkan, dokter merujuknya untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Setiap sebulan sekali Dik Bima Sena kontrol rutin ke rumah sakit. Namun dalam perkembangannya dokter menyarankan kontrol rutin dilakukan setiap dua minggu sekali. Akhir bulan februari lalu Dik Bima Sena rawat inap di RSUP Dr. Sardjito selama dua minggu. Setelah kondisinya stabil, ia pun diperbolehkan pulang. Selang satu minggu di rumah, Dik Bima Sena batuk dan lama tidak berhenti. Orangtuanya segera membawanya ke rumah sakit kembali. Pada akhir Maret 2017 Dik Bima Sena menjalani rawat inap kembali. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya Dik Bima Sena masih menjalani rawat inap di Bangsal Melati RSUP Dr. Sardjito. Menurut bibinya, dokter memprediksi Dik Bima Sena akan dirawat inap selama kurang lebih 1,5 bulan untuk pemulihan kondisi. Ayah Dik Bima Sena, Ibnu (45) bekerja serabutan di sebuah percetakan sementara ibunya, Anik Fatmawati (35) ialah ibu rumah tangga. Alhamdulillah, selama pengobatan dan perawatan keluarga ini terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Meskipun begitu Pak Ibnu yang tidak bekerja selama menunggu anaknya di rumah sakit merasa kesulitan untuk kebutuhan akomodasi selama di rumah sakit, selain itu Dik Bima Sena juga membutuhkan tambahan asupan gizi. Kurir Sedekah Rombongan pun segera menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Santunan ini dipergunakan untuk membantu pembelian susu Dik Bima Sena. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Bima Sena, Aamiin. Orangtua Dik Bima Sena sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor di Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Suparno

Dik Bima Sena menderita jantung bocor


JOKO PRABOWO (19, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Mangunan, RT 1/1, Kelurahan Kedungampel, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sejak setahun lalu Joko memiliki benjolan di prostat dan bahu kirinya. Karena masih merasa biasa-biasa saja dan menganggap tidak akan terjadi apa-apa, Joko mengabaikan benjolan tersebut. Selain itu ia merasakan keadaan ekonomi keluarganya sehingga memilih tak segera berobat ke dokter. Lama-kelamaan Joko merasakan efek sakitnya. Benjolannya terasa sakit, badannya demam, dan kepala sering pusing. Tiga bulan kemudian muncul benjolan di lehernya. Dalam waktu tak begitu lama, benjolan tersebut membesar. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa Joko menderita kanker kelenjar getah bening. Joko segera dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ayah Joko, Sutarno (48) bekerja sebagai buruh, sementara ibunya, Supriyati, telah meninggal dunia. Sejak Joko sakit, ayahnya tak lagi bekerja. Selama pengobatan Joko dan ayahnya sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan yang dimilikinya. Tetapi mereka masih kesulitan untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari dan biaya akomodasi selama pengobatan. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics Sedekah Rombongan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan dari sedekahlics ini dapat mengantarkan kesembuhan Joko, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Putri @Sunandar

Joko menderita kanker kelenjar getah bening.


SUNARTI BINTI SASTROSALIM (33, Kanker Payudara Kiri + TBC). Alamat : Dusun Bogem, RT 2/2, Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Sejak dua tahun lalu Bu Sunarti merasakan sesak dan nyeri di bagian rusuknya. Ia telah memeriksakan diri ke bidan setempat, selain juga mengonsumsi obat yang dibeli di warung. Suaminya tak kuasa membawa sang istri berobat ke rumah sakit karena biaya transportasi ke rumah sakit cukup lumayan. Beberapa waktu menunggu tak ada perkembangan kesehatan yang signifikan. Bulan Juni 2017 lalu Bu Sunarti merasa tidak kuat lagi menahan sakitnya. Sri Mulyono (39), suaminya segera membawa ke RSI Klaten. Setelah menjalani pemeriksaaan dokter mendiagnosa Bu Sunarti menderita TBC dan kanker payudara kiri. Selama kurang lebih 1 bulan Bu Sunarti rawat inap di RSI Klaten. Pihak RSI Klaten pun merujuk pengobatan pasien ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Meski biaya pengobatan Bu Sunarti telah dijamin oleh fasilitas jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi Pak Mulyono merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan, terlebih ia yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan tak lagi bekerja sebab harus merawat istrinya. Maka terpaksa Pak Mulyono hanya membawa istrinya pulang ke rumah kontrakan di daerah Ngingas Kidul, Klaten Selatan. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah kontrakannya, kondisi Bu Sunarti lemah. Ia sulit berbaring karena sesak nafas. Badannya demam dan lemas. Ia sedikit terbantu karena suaminya menyewa oksigen di rumah. Selain menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Bu Sunarti, kurir Sedekah Rombongan juga mengantarkan Bu Sunarti berobat ke RSUP Dr. Sardjito. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Bu Sunarti dan menjadi salah satu jalan kesembuhannya, Aamiin. Keluarga Bu Sunarti sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Putri @Sunandar

Bu Sunarti menderita TBC dan kanker payudara kiri


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Pak Dalio dapat menjalani operasi prostat sekitar dua tahun lalu. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah kontrol ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio juga menderita katarak. Awal bulan Agustus Pak Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari

Pak Dalio menderita sakit prostat


MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI (15, Kaki Letter O). Alamat : Dusun Semoyan, RT 1 No.12, Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Remaja lima belas tahun ini terlahir dengan kaki normal, akan tetapi seiring pertumbuhannya ia mengalami kelainan pada tulang kakinya. Ia mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O, akibatnya ia mengalami kesulitan berjalan. Sampai kelas enam sekolah dasar ia berjalan menggunakan bantuan tongkat penyangga. Fauzan lahir di tengah keluarga yang serba terbatas secara ekonomi. Kedua orang tuanya ingin sekali mengobati anaknya tetapi mereka tidak punya biaya dan tidak punya jaminan kesehatan dari pemerintah. Pak Wardani, ayahnya, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan membantu membersihkan lingkungan sebuah masjid di kawasan Kotagede Yogyakarta. Sementara Bu Wulan, ibunya, seorang ibu rumah tangga yang kini juga tengah sakit. Kakinya kian melemah dan yang menyebabkan sang ibu tak bisa beraktifitas penuh. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fauzan dan keluarganya, Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk mendaftar jaminan kesehatan, BPJS. Setelah itu, atas kesepakatan bersama, Fauzan menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan mulai menjalani proses pengobatannya. Proses pengobatannya dilakukan secara bertahap, yang pertama pengobatan kaki kanan terlebih dahulu. Operasi pertamanya adalah operasi taylor spatial yaitu pemasangan alat di kaki kanannya. Tahap ini sudah terlewati, operasi ketiga dijalankan dan kini alat tersebut dipindahkan di kaki kiri. Alat ini harus terpasang di kaki kirinya selama beberapa bulan ke depan. Perjalanan pengobatannya masih panjang, mudah-mudahan keluarga ini senantiasa diberikan kesabaran selama proses pengobatan sang anak. Kembali, sedekaholics melalui Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit untuk membiayai pengobatannya. Fauzan dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya telah diberikan dan terlapor pada Rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @KissHerry @rofiqsilver @atinlelyas

Fauzan mengalami kondisi genu varum atau kaki berbentuk O


MARWIYAH BINTI AMAT SYAEKONI (41, Miom). Alamat : Dusun Droko, RT 3/2, Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2016 Bu Marwiyah merasakan sakit perut yang tak kunjung sembuh. Ia sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Purworejo. Dokter mendiagnosa ia menderita miom. Setelah itu Bu Marwiyah menjalani pengobatan secara medis dan herbal. Setelah lebaran Idul Fitri perut Bu Marwiyah semakin membesar. Ia segera diperiksakan ke Puskesmas, kemudian ia dirujuk ke RSUD Tjitrowaddjojo Purworejo. Saat itu Bu Marwiyah belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Di rumah sakit daerah tersebut Bu Marwiyah mendapat rujukan ke RSUP Dr. Sardjito dan disarankan untuk mendaftar BPJS Kesehatan. Akhir Agustus 2017 Bu Marwiyah memulai pengobatan di Yogyakarta dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS tersebut. Suami Bu Marwiyah, Daldiri, bekerja sebagai buruh tani, sementara Bu Marwiyah tak lagi bekerja semenjak sakit. Keluarga ini memiliki tiga orang anak yang sedang bersekolah di jenjang SMK dan SD. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk, Pak Daldiri bercerita penghasilannya yang tak menentu tak mampu membiayai sekolah ketiga anaknya sekaligus melanjutkan pengobatan sang istri. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics unuk meringankan beban keluarga ini. Santunan ini diberikan untuk biaya akomodasi selama Bu Marwiyah dirawat di rumah sakit. Saat ini Bu Marwiyah masih rawat inap di RSUP Dr. Sardjito untuk perbaikan kondisi setelah dilakukan operasi pengambilan cairan beberapa waktu lalu. Keluarga Bu Marwiyah sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya ini. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan Bu Marwiyah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Marwiyah menderita miom


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter mendiagnosa ia menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.807.528,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari Ina

Jihan menderita atresia bilier


JAMINGATUL FATA BIN MUKHOLIS (2, Hidrocepallus), Alamat : Dusun Surodadi, RT 1/3, Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Dek Jamingatul Fata atau Fata, merupakan anak pertama pasangan Mukholis (23 Tahun) dan Kongidah (23 Tahun). Dek Fata terdiagnosa menderita hidrocepallus, kepalanya mulai membesar saat usianya menginjak dua minggu. Kedua orang tuanya memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi tentu dek Fata tidak tidak punya KIS. Karena keluarga ini membutuhkan jaminan kesehatan untuk berobat sang anak maka orang tuanya segera mendaftarkannya ke BPJS Non PBI Kelas 3. Dek Fata sudah pernah diperiksa di Rumah Sakit Dr. Tjitro Wardojo Purworejo, namun dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pihak keluarga ingin sekali membawa dek Fata berobat ke rumah sakit rujukan tersebut namun mereka terkendala biaya, baik akomodasi maupun transportasi. Pak Mukholis bekerja sebagai buruh tani, sementara Bu Kongidah merupakan ibu rumah tangga. Selama berobat dek Fata dan keluarganya singgah di RSSR Yogyakarta. Setiap berobat dek Fata selalu didampingi oleh kedua orangtuanya. Praktis, ayahnya tak lagi bisa bekerja di ladang. Hal ini membuat ayahnya memilih membuat kerajinan dari bambu untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, semangat ikhtiar ayah dek Fata mendapat sorotan dari salah seorang sedekaholics Sedekah Rombongan dan menyalurkan bantuan untuk modal usahanya tersebut. Harapannya, usaha kerajinan bambu ini dapat berkembang terus sehingga mampu menopang perekonomian keluarga ini. Sementara, perkembangan kesehatan dek Fata pun semakin membaik. Saat ini ia menjalani kontrol rutin dan fisioterapi di RSUP Dr. Sardjito. Dek Fata sudah bisa tengkurap sendiri, mengangkat kepala, dan bertambah nafsu makannya. Mari kita berdoa bersama untuk dek fata semoga segera diberikan kesembuhan, mudah-mudahan ia tumbuh sebagai anak yang cerdas dan senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Aamiin. Sebelumnya, santunan kepada dek Fata ini sudah dilaporkan di Rombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @kissherry @atinlelyas @boyadisakti

Dek Fata terdiagnosa menderita hidrocepallus


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Dik Firzan membutuhkan suntikan untuk meningkatkan HB sementara biaya kebutuhan ini tidak dicover oleh BPJS yang ia miliki. Dik Firzan tinggal bersama ayahnya Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ayah Dik Firzan bercerita ia tidak mampu membeli obat untuk kebutuhan anaknya. Sementara, bila Dik Firzan tidak meminum obat kondisinya akan menurun dan rawat inap di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban pengobatan untuk Dik Firzan. Saat ini dek Firzan berusia 1 tahun 4 bulan. Orangtuanya sangat menjaga agar HB-nya tidak turun supaya ia tidak sering rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1050. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan


WASTINEM BINTI ALM WONGSO WIKROMO (58, Kanker Usus). Alamat : Dusun Babadan, Desa Gedongkuning, RT 19/17 No 508, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Wastinem merasakan sakit perut sejak dua tahun lalu. Awalnya hanya diduga asam lambungnya naik, tetapi karena tidak tertahan lagi keluarganya memeriksakan ke RSPAU Hardjolukito. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut diketahui ia menderita batu empedu. Alhamdulillah operasinya di bulan Januari 2017 berjalan lancar. Ia sudah dinyatakan sehat dan dapat bekerja kembali sebagai buruh di tempat pemotongan ayam. Bulan Juli 2017, aktivitas Ibu Wastinem menjadi terbatas karena tangan kanannya sulit digerakkan. Oleh anaknya, ia diperiksakan ke RS Hidayatullah setelah itu diketahui ia terkena gejala stroke. Sejak saat itu ia mengeluhkan perutnya sakit. Ia kesulitan buang air besar dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ibu Wastinem masih terbaring lemah. Perutnya membesar, susah buang angin dan buang air besar. Dari pemeriksaan di rumah sakit, dokter mengatakan ada perlengketan usus. Karena kondisi Ibu Wastinem makin kesakitan, tanggal 26 Agustus 2017 pihak keluarga segera membawanya ke RS Panti Rapih. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, rontgen, USG, diketahui Ibu Wastinem menderita kanker usus. Operasi pun dilakukan. Saat operasi ini juga diketahui ada 7 liter cairan di paru-parunya. Pascaoperasi kondisinya melemah. Selama 5 hari ia dirawat di ruang intensif. Setelah berpindah di ruang perawatan selama 4 hari, kondisinya melemah kembali dan dipindahkan ke ruang isolasi. Selama berobat ketiga anaknya bergantian menjaga sang ibu, karena masing-masing anak sudah bekerja dan berumah tangga, sementara suaminya, Sukimin, sudah meninggal dunia lebih dari lima tahun lalu. Alhamdulillah selama pengobatan ini Ibu Wastinem terbantu dengan fasilitas Jamkesmas. Tetapi takdir Allah berkehendak lain. Tanggal 7 September 2017 Ibu Wastinem telah berpulang. Santunan ini diberikan untuk meringankan beban keluarga. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @panggihjuni

Bu Wastinem menderita batu empedu.


ANDI KURNIAWAN (18, Tumor Kepala). Alamat : Dusun Ngabeyan, RT 2/2, Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Andi mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon pertengahan bulan Februari 2017 lalu. Ia sempat dirawat selama kurang lebih 1 minggu di RSUD Temanggung. Setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, ia mulai beraktivitas seperti biasa kembali. Sekitar dua bulan kemudian, Andi merasakan penglihatannya kabur. Orangtuanya pun segera memeriksakan kembali ke RSUD Temanggung. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada benjolan di kepalanya. Pihak rumah sakit memberikan rujukan pasien untuk segera melanjutkan pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pertama kali periksa Andi diberikan obat jalan saja dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan CT-Scan pada tanggal 18 Mei 2017. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim, kondisi Andi sedang lemah dan sedang rawat inap di RSUD Temanggung. Ayah Andi, Tri Yoto (39) bekerja sebagai buruh pabrik, sementara ibunya, Sulastri (37) seorang ibu rumah tangga. Saat ditemui, keduanya mengaku sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatan di Yogyakarta. Meskipun Andi memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas, tetapi biaya transportasi dan akomodasi dari Temanggung ke Yogyakarta memang tidak sedikit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Andi di rumah sakit. Kemudian Andi menjalani pengobatan ke RSUP Dr. Sardjito. Saat di RSSR Jogja Andi mengalami pendarahan beberapa kali. Begitu juga jadwal operasinya beberapa kali tertunda karena ia mengalami pendarahan terus-menerus. Ia pun menjalani transfusi darah. Melihat kondisi Andi ini, pihak dokter mengurungkan niat untuk melakukan tindakan operasi bagi Andi. Santunan ini dipergunakan untuk akomodasi selama Andi rawat inap di rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Andi, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari

Andi menderita tumor kepala


SITI NURAINI, (36, Penyempitan Syaraf Di Otak) Alamat Jl. Kali Tengah RT/RW 001/004, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Siti merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Siti hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Siti mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ibu Siti juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Siti dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Siti telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Siti mederita Penyempitan Syaraf di Otak di kepala sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Siti sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Siti hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Siti, Hasan (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai satu seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Siti menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. hidup ibu Siti telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Siti dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017, 13 Juni 2017, 5 Juli 2017, 9 Agustus 2017 dan 25 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

s

Ibu Siti mederita penyempitan syaraf di otak


EKA RISTIN NIA LESTARI, (32, Struma) Alamat Jl. Jaya Negara 18 Dusun Kaliputih RT/RW 001/001, Kelurahan Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sudah empat tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Bu Eka. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Bu Eka merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Eka. Lalu Bu Eka memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Bu Eka didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Bu Asih, Pak Heri Subagio (49) yang hanya bekerja sebagai Buruh serabutan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit lumayan jauh. Ibu Eka memiliki Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran, tetapi di saat pertengahan kontrol Ibu Eka tidak membayar iuran BPJS nya karena tidak memiliki uang untuk membayarnya dan Pak Heri pun susah paya mencari penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Setelah Mendengar cerita tentang Bu Eka karena tidak bisa berobat karena BPJS yang dimiliki Ibu Eka menunggak selama satu tahun. kurir Sedekah Rombogan Jember bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk pembayaran denda BPJS Mandiri Kelas III selama satu tahun. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Eka dan Terima kasih kepada para sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 997.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bu Eka didiagnosis struma atau lebih dikenal sebagai tumor kelenjar tiroid


MOH JALIL, (56, Hernia) Alamat Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Februari 2017 Bapak Jalil merasakan nyeri di sekitar bagian bawah perut. Bapak Jalil akhirnya berobat ke Puskesmas Bangsalsari, dengan keadaan lemas Bapak Jalil pun dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Bapak Jalil memiliki Jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Setelah pemeriksaan di RSUD Dr. Soebandi Jember Diagnosa Dokter menyatakan bapak Jalil menderita Hernia ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Bapak Jalil masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Istri bapak Jalil, Ibu Supyani (52), setiap harinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga agar dapat membantu biaya pengobatan Bapak Jalil dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Beratnya pekerjaan yang dijalani demi keluarga membuat Bapak Jalil sering mengeluh sakit. Ia sering mengalami demam dan kondisinya menurun. Bapak Jalil akhirnya menjalani operasi pada bulan Agustus dan ia masih harus berobat jalan pasca operasi sebulan sekali. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Bapak Jalil dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk pembayaran Iuran BPJS Mandiri Kelas III selama bulan Mei, Juni, Juli, Agustus. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Jalil. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017, 13 Juni 2017, 5 Juli 2017, 9 Agustus 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bapak Jalil menderita hernia


AFRYN DIKA RHAMDHAN, (4, Hydrocephalus) Alamat Dusun Rowotamtu RT/RW 002/007, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Afryn adalah anak pertama dari pasangan muda Bapak Feri Fadli (21) dan Ibu Yayik Desi Hermawati (21) yang lahir di Puskesmas Rambipuji Tanggal 28 Juni 2013. Adik Afryn mengalami sakit Hydrocephalus sejak umur 4 bulan yang orang tuanya tidak merasakan bahwa anaknya mengalami sakit Hydrocephalus.Ibunya hanya merasakan bahwa Afryn sering demam, sulit tidur, dan sering menangis tengah malam. Setelah umur satu tahun kepala Adik Afryn makin membesar, oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas untuk mengetahui sakit yang dialaminya.Dan ternyata diagnosa dokter menyatakan bahwa Afryn mengalami Hydrocephalus.Orang tuanya pun kebingungan karena keterbatasan perekonomian yang tidak mendukung untuk melanjutkan pengobatan.Setahun lalu keluarga kecil yg masih menumpang tinggal di rumah orang tua tersebut sempat beberapa kali mendapat tawaran pengobatan gratis,bahkan sempat dirawat inap di sebuah RS swasta di Jember.Tapi lagi-lagi rasa bahagia keluarga kecil ini harus tertunda setelah rawat inap selama 5 hari diperbolehkan pulang tanpa ada tindakan operasi sesuai apa yg telah dijanjikan sebelumnya.Sambil menunggu dirumah,pasangan suami istri ini hanya mampu berserah kepada Allah Subhanahuwata’ala sambil merawat Adik Afryn yg setiap hari bertambah besar ukuran kepalanya yg disebabkan oleh kelebihan cairan otak.Bapak Feri Fadli (21) Orang tua Adik Afryn bekerja sebagai buruh serabutan yang pekerjaannya tidak menetap yang hanya menunggu orang yang membutuhkan tenaga kerjanya,beliau harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan susu si bayi.Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Adik Afryn ini setelah mendapatkan info dari keluarga pasien dampingan Sedekah Rombongan lain yg kebetulan masih tetangga.Saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk Adik Afryn agar meringankan beban keluarga untuk berobat dan perawatan di Rumah Sakit.Alhamdulillah setelah kami berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah syaraf yg menangani kasus Hydrocephalus,saat itu juga Adik Afryn kami evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk segera mendapat perawatan karena kepalanya semakin membesar. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Afryn. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pembelian susu. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat dari Allah Subhanahuwata’ala, Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 982

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2017, 22 Mei 2017, 25 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adik Afryn mengalami sakit hydrocephalus


NINING ROHANI, (20, Palatum) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nining Rohani adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang telah mengalami kelainan Palatum sejak kecil. Palatum adalah merupakan yang tidak memiliki tulang di rahang atas langit-langit mulut. Nining juga pernah di operasi bibir sumbing di RSUD Dr. Soetomo Surabaya saat masih berumur empat bulan. Karena orang tua tidak memiliki biaya kelainan Palatum yang dialaminya tidak di operasi karena keterbatasan biaya rumah sakit dan transportasi. Nining anak dari Ibu Sukarlik (44) dan Bapak Sutejo (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya. Ditambah sakit yang dialami Ibunya Sukarlik yang telah mengalami TB Tulang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nining yang memerlukan dampingan untuk berobat. Karena Nining tidak memiliki jaminan kesehatan apapun lalu Kurir Sedekah Rombongan mengurus jaminan kesehatan untuk Nining berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban dalam pengobatan di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Nining. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Susu Ensure. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan menghasilan kesembuhan. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 505.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017 dan 16 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Nining mengalami kelainan palatum


HIDAYATI TIARA (1, Tumor Bibir). Alamat : Brambang Darussalam RT 01 RW 04, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Tiara biasa ia disebut gadis kecil cantik yang sejak lahir terdapat benjolan di bibirnya. Orang tua Tiara telah memeriksakan kondisi Tiara ke puskesmas. Karena keterbatasan biaya membuat orang tua Tiara tidak melanjutkan pengobatan Tiara pada tahap operasi. Saat ini benjolan yang ada di bibir Tiara mulai membesar. Ibunya, Wasrik (24) dan ayahnya Hannan (30) selalu mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Tiara menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Hannan yang selama ini pekerjaannya sebagai wiraswasta sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan Tiara. Jangankan untuk berobat, kendaraan pun mereka tidak punya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu Akomodasi pasca operasi selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 816.700,-
Tanggal : 21 Juli 2017, 24 September 2017
Kurir : @Yudhoari @triretno @viandwiprayugo @isroil

Tiara menderita tumor bibir


SITI FARIDA, (20, Kanker Kulit) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Delapan bulan yang lalu Ibu Farida mengalami cipratan minyak saat menggoreng kerupuk dirumahnya dan pada saat itu bekas cipratan minyak tersebut hanya di beri odol atau pasta gigi yang digantikan sebagai salep. Setelah tiga bulan berlalu bekas cipratan yang dialami beliau merasakan panas dan gatal-gatal dan mengakibatkan luka. Setelah lima bulan berlalu bekas cipratan mengalami luka dan meluas pada paha Ibu Farida, dan oleh keluarga tersebut langsung dilarikan ke Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan awal dan Dokter Dr. Soebandi Jember Ibu Farida mengalami Kanker Kulit yang segera untuk dioperasi, Karna Ibu Farida tidak memiliki jaminan apapun dan Ibu Farida harus menyiapkan dana sebesar lima belas juta akhirnya Ibu Farida terpaksa mengundurkan diri dalam pengobatan yang dilakukan karena kondisi perekonomian tidak mendukung dan beliau berasal dari keluarga benar benar tidak mampu. Suami Farida, Abdur Rohman (25) bekerja sebagai pencari pasir di sungai yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Farida sehingga diberikan kesempatan untuk menyampaikan santunan awal yang dapat dipergunakan sebagai Pembayaran BPJS dan Pembelian rutin obat di luar BPJS, semoga sakit Ibu Farida segera diangkat sehingga beliau dapat beraktifitas seperti beliau masih sehat, dan Semoga Santunan para sedekaholics yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1036

Jumlah Santunan : Rp. 1.119.100,-
Tanggal : 5 April 2017 , 31 Agustus 2017, 25 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @edikpurwanto

Ibu Farida mengalami kanker kulit


MISBACHUL MUSTAFID, (26, Patah Tulang Kaki Kiri ) Alamat Dusun Krajan A RT/RW 001/004, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Tafid begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Kencong Kabupaten Jember. Tahun 2010, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Tafid, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Tafid mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Tafid mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, Puskesmas menyatakan bahwa Tafid harus di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember, karena di Puskesmas keterbatasan alat medis. Setelah dirawat di RSUD Dr. Soebandi Jember, Tafid dilakukan operasi pemasangan Pen. dan saat usai operasi pemasangan pen Tafid tidak pernah kontrol sejak operasi pertama karena tidak memiliki biaya dan transportasi. hanya perawatan luka dirumahnya selama 6 tahun, kaki tafid akhirnya membusuk. Orang tua Tafid, Bapak Esi Junaidi (48) bekerja sebagai penjual bantal keliling dengan penghasilan tidak menentu. Sementara sang ibu Tafid, ibu Sumiati (45) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak dirumahnya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tafid di kediamannya, Tafid hanya terbaring lemas di tempat tidurnya. Tafid memiliki Jaminan kesehatan berupa KIS ( Kartu Indonesia Sehat ). Kurir Sedekah Rombongan segera mengevakuasi Tafid ke Puskesmas lalu meminta rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk dilakukan pengobatan. Selama dilakukan pengobatan oleh Dokter RSUD Dr. Soebandi Jember Tafid untuk segera di operasi amputasi, karena kaki sebelah kirinya tidak bisa menjamin untuk sembuh. Alhamdulillah, usai amputasi kini kondisi Tafid berangsur membaik, tapi Tafid masih harus menjalani kontrol rutin di Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Tafid, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca operasi dan biaya administrasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Tafid, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 917.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Tafid mengalami patah tulang


ARTAWI BIN SINGOWARI, (73, Katarak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Artawi, menderita penyakit Katarak sejak usianya tahun 1998, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Istri Pak Artawi, Misti (69) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. dan Pak Artawi sendiri tidak bekerja karena faktor penyakitnya Pak Artawi tidak bisa bekerja. Pada bulan Mei 2017 Kurir dari Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Artawi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Artawi selama berobat di RSUD Dr. Soebandi Jember. Pak Artawi telah menjalani kontrol di RSUD Dr. Soebandi Jember, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Artawi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari Sedekah Rombongan. Santunan di berikan untuk membantu pembayaran Iuran BPJS Kelas III . Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Artawi dan dapat segera sembuh seperti diakala. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 506.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017, 5 Juli 2017, 13 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak artawi menderita penyakit Katarak


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR September 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, Pembayaran Pajak Bumi Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline, Biaya Air / PDAM Dll. yaitu selama bulan September 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1047

Jumlah Santunan : Rp. 3.624.551,-
Tanggal : 29 September 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR September 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR September 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan September 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1047

Jumlah Santunan : Rp. 2.067.800,-
Tanggal : 30 September 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya sembako pasien RSSR September 2017


AHMAT AZIKUR ROHMAN, (1, Kelainan Jantung) Alamat Dusun Karang Semanding RT/RW 001/011, Desa Sukorjo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ahmat Azikur Rohman adalah anak kedua dari pasangan Bapak Ahmad Tauhid (36) dan Ibu Arifah Mahtum (24), yang lahir di Puskesmas Bangsalsari dengan keadaan Normal. Setelah tiga bulan berlalu adik Azikur Rohman mengalami muncul seperti bibir berwarna biru, lidah berwarna biru dan juga sesak pada pernapasan. Lalu oleh pihak keluarga adik Azikur Rohman di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya. Setelah sampai di Puskesmas, adik Azikur Rohman di periksa dan oleh pihak Dokter menyatakan bahwa adik Azikur Rohman mengalami kelainan pada Jantungnya memerlukan rujukan ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Karena orang tua Aziku Rohman tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan apapun akhirnya Azikur Rohman dirawat di rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari warga sekitar bahwa adik Azikur Rohman memerlukan bantuan karena dari keluarga kurang mampu. Orang tua adik Azikur Rohman bekerja sebagai pedagang arum manis yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ke tempat tinggal keluarga adik Azikur Rohman dan bersilahturahmi. Karena adik Azikur Rohman memiliki jaminan apapun, Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban pembiayaan selama di rumah sakit. Dan setelah Jaminan Kesehatan mulai Aktif Kurir Sedekah Rombongan langsung meminta rujukan dari Puskesmas ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan setelah tiba di RSUD Dr. Soebandi Jember adik Azikur Rohman di periksa dan Dokter menyatakan adik Azikur mengalami kelainan jantung. Dan disarankan untuk opname perbaikan kondisi. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Azikur Rohman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian pembelian Susu, pembayaran BPJS, dan Akomodasi selama di Rumah Sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Azikur Rohman dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1021

Jumlah Santunan : Rp. 830.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017, 21 Agustus 2017, 13 September 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Azikur Rohman mengalami kelainan pada Jantungnya


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + P 1831 QE, Biaya Operasional September 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1047

Jumlah santunan: Rp.10.262.300,-
Tanggal: 30 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @edikpurwanto @Heru

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.234.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional


RSSR JOGJA (Pembelian RIG HT). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Di usianya yang menginjak enam tahun, Gerakan Sosial Sedekah Rombongan semakin bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang lebih profesional. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Kini Sedekah Rombangan telah memiliki 14 rumah singgah yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Hal ini diwujudkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sedekah Rombongan merekrut staf untuk mendukung kerja lebih dari 500 Kurir Sedekah Rombongan yang tersebar di seluruh Indonesia. Staf Sedekah Rombongan berkantor di RSSR dan mengerjakan pekerjaan administrasi kantor, administrasi keuangan, dan pekerjaan lain yang memudahkan pergerakan Sedekah Rombongan. Di RSSR Jogja pun terdapat 3 staf perawat yang membantu perawatan pasien-pasien yang singgah di RSSR. Untuk kemudahan berkomunikasi, RSSR Jogja membutuhkan rig Handy talky (HT) yang ditempatkan di ruang perawat. Dengan adanya fasilitas komunikasi ini, komunikasi tim perawat dengan driver atau dengan kurir yang sedang bertugas lebih mudah sehingga pasien-pasien lebih cepat terkontrol. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu kami dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para dhuafa yang membutuhkan di luar sana. Laporan mengenai pembelian inventaris RSSR Jogja sebelumnya terdapat dalam Rombongan 945. Semoga kebaikan sedekaholics selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.410.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Endrawijaya

Pembelian RIG HT


MUJILAH SUDIYAT (54, Kanker Payudara Kanan + Bronchitis Akut). Alamat : Dusun Siyono Kidul, RT 43/8, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, Ibu Mujilah sudah menjalani operasi tumor leher pada tahun 2010. Kemudian di tahun 2015, kembali muncul benjolan di lehernya. Di tahun 2016, Ibu Mujilah menjalani operasi kembali untuk mengangkat benjolan yang ada di ketiak. Bulan November 2016 dilakukan operasi biopsi (pengambilan sampel) di RSUD Wonosari, Gunungkidul. Hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan Ibu Mujilah mengidap kanker yang telah bermetastase ke payudara kanan. Oleh dokter Ibu Mujilah dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta, untuk selanjutnya akan dilakukan operasi pengangkatan. Bulan April lalu, Ibu Mujilah menjalani kemoterapi ke-4. Selama pengobatan, ia sangat terbantu dengan fasilitas jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas III, tetapi ia masih merasa kesulitan untuk biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit dan pembayaran iuran BPJS. Dalam perkembangan proses berobatnya, dokter mendiagnosa Ibu Mujilah juga menderita bronchitis akut. Saat ini, ia masih menggunakan alat bantu oksigen. Suaminya, saat ini aktivitasnya sangat terbatas karena selama 4 tahun terakhir ia pun menderita stroke. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan pembelian oksigen untuk Ibu Mujilah. Semoga bantuan dari sedekaholics menjadi jalan kesembuhan bagi Ibu Mujilah dan suaminya, Aamiin. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat pada laporan Rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 555.600,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Ibu Mujilah mengidap kanker payudara kanan


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survei pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Biaya bulan ini ialah biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga pertengahan bulan September 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.072.342,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) atau biasa dikenal dengan ambulans transport ini difungsikan sebagai kendaraan operasional yang mensupport pengabdian Sedekah Rombongan kepada dhuafa pada khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Kendaraan ini juga biasa digunakan untuk mendukung kurir Sedekah Rombongan saat survei pasien, proses santunan dan pendampingan pasien, juga menjemput dan mengantar pasien dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya, dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Saat ini, Sedekah Rombongan Jogja Raya memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Untuk menjaga performa kendaraan, pada bulan ini dilakukan servis rutin meliputi ganti oli mesin, ganti oli garden, dan filter oli. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin tersebut dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga pertengahan bulan September 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1048. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.862.341,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja Raya mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya cat body, penggantian lampu, dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga pertengahan bulan September 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1048. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.472.342,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvei calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan ambulans transport ini bisa menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan wilayah Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, yaitu empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans transport Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin meliputi penggantian bohlam dan coolant radiator dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga pertengahan bulan September 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.127.341,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses pendampingan pasien dhuafa dimulai dengan survey calon pasien, penyampaian santunan, dan pendampingan dari rumah ke rumah sakit/rumah singgah atau sebaliknya. Selain itu, MTSR juga sering digunakan untuk menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk pondok/panti asuhan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya penggantian ban termasuk spooring balancing dan pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Agustus hingga pertengahan bulan September 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1048. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.832.342,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan September 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Santunan ini dipergunakan untuk biaya operasional bulan September yang meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya operasional admin, biaya telekomunikasi, dan biaya listrik/air/internet. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1048. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 4.003.190,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan September 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien September 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Setiap hari, rata-rata RSSR Jogja dihuni oleh 10-17 pasien beserta pendamping pasien. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja, misalnya Purworejo, Purwokerto, Kuningan, Temanggung. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1048. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 10.939.163,-
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien September 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ARIFIN BINTI SUFIAH 1,200,000
2 DEVI INDRA ALDIFA 500,000
3 AHMAD RIF’AN 1,500,000
4 SUDARMAN BIN MATEKAN 500,000
5 LATMI BINTI LAMI 500,000
6 MASDUKI BINTI MURDILAH 500,000
7 ZAINAL ARIFIN 500,000
8 SHOLEH BIN NURSALIM 500,000
9 RSSR MAGETAN 2,832,000
10 RSSR MAGETAN 1,791,000
11 MTSR 1 MAGETAN 2,210,000
12 MTSR 2 MAGETAN 3,161,000
13 MTSR MADIUN 4,995,000
14 REZA TRI ANDIKA 500,000
15 MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN 600,000
16 WIDJI ALWIJIANTO 1,000,000
17 MAWANI PANE 500,000
18 SITI BINTI KARSO 500,000
19 ARKHA HAUZAN ALFAHREZI 500,000
20 ROHMAD BIN ABDULLAH 1,000,000
21 TAMAMI BIN IMAM 1,000,000
22 SUKIRMAN BIN ABDURRAHMAN 1,000,000
23 SAWI BINTI ABDULLAH 1,000,000
24 KARSI BINTI ABDULLAH 1,000,000
25 RUMINAH BINTI ABDULLAH 1,000,000
26 YUSUF BIN IBADULLAH 1,000,000
27 ROZIKIN BIN ABDULLAH 500,000
28 MARISHA NURUL AINI 500,000
29 MTSR UNGARAN SALATIGA 3,420,000
30 BIMA SENA 500,000
31 JOKO PRABOWO 500,000
32 SUNARTI BINTI SASTROSALIM 1,000,000
33 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
34 MUHAMMAD FAUZAN RISWANDI 1,000,000
35 MARWIYAH BINTI AMAT SYAEKONI 500,000
36 JIHAN FATIN 1,807,528
37 JAMINGATUL FATA BIN MUKHOLIS 500,000
38 MUHAMMAD FIRZAN 1,500,000
39 WASTINEM BINTI ALM WONGSO WIKROMO 1,500,000
40 ANDI KURNIAWAN 500,000
41 SITI NURAINI 500,000
42 EKA RISTIN NIA LESTARI 997,000
43 MOH JALIL 560,000
44 AFRYN DIKA RHAMDHAN 1,000,000
45 NINING ROHANI 505,000
46 HIDAYATI TIARA 816,700
47 SITI FARIDA 1,119,100
48 MISBACHUL MUSTAFID 917,000
49 ARTAWI BIN SINGOWARI 506,000
50 RSSR JEMBER 3,624,551
51 RSSR JEMBER 2,067,800
52 AHMAT AZIKUR ROHMAN 830,000
53 MTSR JEMBER 10,262,300
54 MTSR MADURA 2,324,000
55 RSSR JOGJA 2,410,000
56 MUJILAH SUDIYAT 555,600
57 MTSR JOGJA 2,072,342
58 MTSR JOGJA 2,862,341
59 MTSR JOGJA 3,472,342
60 MTSR JOGJA 3,127,341
61 MTSR JOGJA 2,832,342
62 RSSR JOGJA 4,003,190
63 RSSR JOGJA 10,393,163
64 AHMAD HASAN ABDILLAH 1,243,500
Total 104,518,140

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 104,518,140,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1059 ROMBONGAN

Rp. 55,849,935,656,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *