Rombongan 1058

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api
Posted by on October 3, 2017

SUGI BIN PARTOWAGI, (53, pergeseran tempurung lutut) Alamat : RT.01/03 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pada Desember 2014 Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser dan menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Pernah di obatkan ke Sangkalputung dan RS Kustati tetapi karena ketidakadaan biaya pengobatan harus terhenti. Pak Sugi bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang tidak menentu. Apalagi sejak mengalami kecelakaan, praktis tidak bisa bekerja sama sekali. Bu Sani (49 tahun) yaitu istri pak Sugi bekerja sebagai penganyam bambu yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beliau mempunyai 2 anak, yang pertama sudah berkeluarga dan anak kedua beliau masih tinggal serumah dan mendampingi proses pengobatan pak Sugi selama ini. Berdasarkan informasi dari warga sekitar akhir nya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sugi. Beliau melanjutkan pengobatan ke RSO Soeharso Solo. Setelah beberapa kali berobat, saat ini sudah ada kemajuan, beliau sudah bisa berjalan walau belum sempurna dan proses pengobatan terus dilanjutkan. Santunan Kelima titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk pembelian obat dan akomodasi selama proses pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 827, 891, 929 dan 1032. Keluarga pak Sugi sangat terharu dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Ronypratama @Mirza

Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini Bu Yuni menjalani kontrol rutin dan sinar sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Santunan ke lima titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023, 1032 dan 1043. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Yuni menderita ca mamae


ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (40) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah, seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir #SRMagetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Santunan keempat titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan, setelah sebelum nya masuk rombongan 929, 949 dan 1007. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Andik mengalami remuk tulang kaki karena kecelakaan


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Santunan keempat titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007, 1030 dan 1043. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Pak seno menderita gagal ginjal


DIRWAS BIN DAUD (6, microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru). Alamat : KPR Bukit Selosari Permai Blok A3 No 3, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Dirwas adalah putra kedua pasangan Bapak Daud (37 tahun) dan Ibu Ai Mulyani (26 tahun), yang mengalami kelainan sejak lahir. Kelainan itu sendiri diketahui sejak Dirwas berumur 4 bulan. Di usia nya yang ke enam seharus nya Dirwas sudah bisa berlarian hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur karena penyakit microsefalus yang menghambat tumbuh kembang nya. Tidak cukup sampai disitu, saat usia menginjak 5 tahun tulang tangan Dirwas menjadi bengkok dan saat dilakukan rontgen dinyatakan jika syaraf tangan nya putus. Karena keterbatasan biaya maka pengobatan Dirwas hanya dilakukan dengan terapi di Magetan. Pak Daud yang bekerja sebagai penjual bubur ayam sangat kesulitan membiayai pengobatan Dirwas. Di lain sisi Pak Daud masih mempunyai 5 anak yang masih kecil- kecil, yang tertua berusia 7 tahun dan yang bungsu baru berusia 6 bulan, sedangkan Dirwas adalah anak ke 2. Belum lagi harus memikirkan biaya kontrak rumah setahun sekali, semua dirasa cukup memberatkan Pak Daud. Alhamdulillah pak Daud dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari mantan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dik Dirwas menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan memulai pengobatan dengan jaminan Bpjs di Rumah Sakit Ortopedi Solo untuk masalah tulang tangan nya dan ke rsu Moewardi untuk terapi tumbuh kembang nya yang dilakukan tiap seminggu sekali. Santunan ke enam titipan para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 805 833, 866, 909 dan 965. Pak Daud mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe

Dirwas menderita microsefalus + cerebal palsy + syaraf tangan putus + gangguan paru-paru


PUTRI LESTARI (9, Tumor pipi). Alamat : Dusun Ngrumpon RT. 39/19, Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Putri Lestari, gadis kecil kelahiran 15 Mei 2009 sudah menderita kelainan di pipinya sejak kecil. Karena terbentur keterbatasan biaya, orang tua nya baru bisa mengajak berobat ke Rsu. dr. Soetomo saat usia Putri masih 3 tahun dengan menggunakan jaminan Jamkesda. Itupun hanya berlangsung selama 3 bulan karena kehabisan dana untuk akomodasi dan transportasi. Ayah nya yaitu Pak Mesran (31) bekerja sebagai pelayan toko Bangunan sedangkan ibunya yaitu Bu Kustilah (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Karena kondisi itulah pengobatan terhenti. Saat usia 4 tahun, atas saran dan bantuan pemilik toko tempat ayah nya bekerja, Putri dibawa berobat ke Rsup. Sardjito Yogyakarta. Seperti pengobatan sebelum nya kali ini pun pengobatan terhenti karena masalah biaya. Pada tanggal 24 September 2017 Sedekah Rombongan Magetan dipertemukan dengan keluarga Putri berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu warga Pacitan yang bersimpati dengan penyakit Putri. Kedua orang tua Putri sangat bersemangat dan menginginkan putri nya bisa sembuh dan beraktifitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Santunan awal sebesar Rp. 2.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membayar tunggakan Bpjs selama kurang lebih dua tahun. Pak Mesran dan Bu Kustilah sangat terharu dan bersyukur serta tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga berbalas beribu kebaikan untuk para Sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oawolf @RonyPratama @Mirza

Putri menderita tumor pipi


WARIYONO BIN DOTO (39, lumpuh layu + kelainan sumsum tulang belakang). Alamat : Dusun Karangpoh 1 RT 06/06, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Nano, demikian biasa dipanggil adalah seorang bapak dari satu anak yang menderita lumpuh layu + kelainan sumsum tulang belakang sejak umur 22 tahun. Sakit nya bermula saat pak Nano jatuh diusia 22 tahun yang menyebabkan tidak bisa berjalan. Kaki lemas secara bertahap dan seiring waktu menyebabkan tidak bisa berjalan secara permanen. Pak Nano mempunyai tanggungan seorang anak yang saat ini masih kelas 2 SD. Saat ini kondisi beliau sudah bercerai dengan istri nya. Selama ini pengobatan dilakukan secara medis dan juga alternatif tetapi belum membuahkan hasil. Lebih dari 16 tahun dengan kondisi ini, keluarga sudah pasrah dengan penyakit yang diderita. Untuk saat ini pak Nano lebih konsen untuk bekerja mencukupi kebutuhan keluarga nya dengan menjadi tukang servis TV panggilan. Kendala terjadi karena pak Nano sulit untuk mendatangi pelanggan. Selama ini beliau selalu mengandalkan jasa ojek untuk mengantar ke pelanggan atau mengambil TV dari pelanggan. Saat kurir Sedekah Rombongan survey, beliau menceritakan segala kesulitan nya. Beliau selalu bermimpi memiliki kendaraan modifikasi yang memudahkan untuk bekerja. Melihat kondisi ini, team Sedekah Rombongan Magetan berusaha mewujudkan apa yg dibutuhkan pak Nano. Alhamdulillah dengan bantuan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, motor modifikasi impian pak Nano dapat diwujudkan. Keluarga pak Nano sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bantuan motor modifikasi ini bermanfaat untuk keluarga pak Nano, bisa menghasilkan rejeki halal yang bermanfaat untuk keluarga nya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 8.000.000
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Pak nano menderita lumpuh layu + kelainan sumsum tulang belakang


PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL-AMIN MUHAMMADIYAH GEDONG KUNING (Pembelian Bahan Bangunan). Alamat: Jl. Karangsari Gg. Kenanga KG 1/319 C, RT 46/05 Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kabupaten Kota Yogyakarta, Provinsi DIY. Panti Asuhan dan Ponpes ini di bangun di tanah milik salah satu warga sekitar yang mana tanah ini dibeli dari dana swadana masyarakat. Pembangunan Panti Asuhan dan Ponpes ini sudah sampai 50% namun di saat pembangunan berlangsung masih terkendala dana yang membuat pembangunan sedikit terhambat. Rencana nya di lokasi juga akan di bangun sebuah masjid yang bisa di pakai warga sekitar dan anak-anak yang ingin belajar menghafal Al-Quran. Pada kesempatan ini Tim POPIMAS (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid) Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- guna pembelian bahan bangunan untuk kelanjutan pembangunan Panti Asuhdan dan Ponpes Al Amin tersebut. Bapak Ahmad Nur Ali mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar Sahabat SR diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian : 2 Mei 2017
Kurir : @RizkyAditya4 @RofiqSILVER

Bantuan pembelian bahan bangunan


PONDOK TETIRAH DZIKIR (Bantuan Tempat Tidur). Alamat : Jl. Wonosari Km. 10, Kuton RT 2/15 Tegaltirto, Berbah, Sleman, DIY. Pondok Tetirah Dzikir merupakan panti rehabilitasi yang bergerak dalam membantu penyembuhan bagi para pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang, orang-orang yang mempunyai masalah dengan kejiwaan, serta remaja bermasalah. Pak Tri Hardono, pendiri sekaligus pengurus pondok, dibantu oleh delapan staf lainnya setiap hari dengan telaten memberikan terapi pada orang-orang terbuang itu. Di sini, doa dan dzikir menjadi kunci utama dalam proses penyembuhan pasien. Terapi doa & dzikir lebih mudah merasuk ke kalbu, setiap doa positif akan naik ke langit, tembus ke langit mengalirkan energi kinetik, kembali ke bumi, menyentuh kalbu-kalbu. Tak ada daya upaya kecuali pertolongan Alloh SWT, itulah konsep utama yang selalu dijunjung. Saat ini pondok tersebut dihuni oleh sekitar 40 orang, yang dirawat oleh pak Tri Hardono. Bantuan pada penghuni pondok ini masih sangat dibutuhkan.Pada kesempatan ini Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan tempat tidur sejumlah 30 buah untuk penghuni baru pondok dapat beristirahat dengan layak. Bapak Tri Hardono mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Mereka senantiasa mendoakan agar para sedekaholics diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin SedekahRombongan. Semoga dengan bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat bagi semua penghuni pondok. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp.11.400.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir: @RizkyAditya4 @RofiqSILVER @fahmiSQ

Bantuan tempat tidur sejumlah 30 buah


LALITA ASANI (11, Hairy Cell Leukemia) Alamat: Dusun Tanjungsari, RT16/6, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita adalah sosok anak perempuan yang tangguh. Dia berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat itu, Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110 kali. Setelah menyelesaikan kemoterapi, Lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Hal tersebut tidak lepas dari kegigihan ibunya Cahyanah (28) dalam mengupayakan pengobatan untuk Lalita meskipun berprofesi sebagai Buruh Tani. Selang setahun kondisi Lalita tiba-tiba menurun, Lalita merasakan demam, lemas dan wajahnya pucat. Ibu Lalita segera membawanya ke Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Dan Lalita diharuskan melakukan pemeriksaan BMP ulang, dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya naik kembali hingga 87%. Dokter menyarankan Lalita untuk melakukan protokoler Kemo high Risk di RSK Darmais Jakarta. Kondisi Lalita saat ini dalam kondisi baik, namun masih harus melanjutkan serangkaian pemeriksaan yang dijadwalkan. Lalita melakukan kemoterapi seminggu sekali dengan menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Bantuan dari Sedekah Rombongan kembali disampaikan untuk membantu biaya hidup dan transportasi ke RSK Darmais Jakarta. Setelah santunan sebelumnya tercatat di Rombongan 1012. Semoga Lalita dan keluarga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani serangkaian pemeriksaan ini serta di Ridhoi dalam mengupayakan kesembuhan Lalita, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu

Lalita didiagnosa leukemia stadium 3


KAIYLA RAMADHANIS AZZAHRA ( 1, Epilepsi ). Alamat : Dusun Krajan II RT 1/2, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Kaiyla merupakan anak pertama dari pasangan Pak Lamri Gojali (25) dan Ibu Karsih (22). Penyakit Kaiyla pertamakali diketahui ketika berumur 4 bulan, dalam satu hari Kaiyla kejang – kejang sampai dua kali. Oleh orangtuanya Kaiyla dibawa berobat ke Bidan setempat, setelah diperiksa suhu tubuhnya mencapai 39ºC. Ketika usia 9 bulan, keadaan ini terjadi lagi, bahkan selama 2 hari berturut – turut dalam satu hari bisa kejang 3 – 5 kali. Akhirnya Kaiyla dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Kaiyla dinyatakan mengidap Epilepsi atau sering di sebut dengan penyakit Ayan. Namun dokter yang merawat menganjurkan Kaiyla untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keraguan menimpa kedua orangtua Kaiyla ketika harus berobat ke RSUP Hasan Sadikin Bandung, penghasilan Pak Lamri sebagai buruh harian dan Ibu Karsih sebagai Ibu Rumah Tangga biasa dirasa berat untuk mengadakan biaya transportasi dan biaya hidup selama di RSHS Bandung. Alhamdulillah, Allah mendatangkan rezeki melalui kurir Sedekah Rombongan, sehingga bantuan dari para Sedekaholics pun dapat disampaikan untuk membantu upaya pengobatan Kaiyla. Semoga Allah meridhoi usaha keluarga Pak Lamri dalam mengupayakan kesembuhan Kaiyla, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Badrudinmustafa@giantosu

Kaiyla dinyatakan mengidap Epilepsi


HAERUL ANAM ( 11, Acute Limphoblastic Leukemia). Alamat : Dusun Pasar II RT 7/3 Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Haerul merupakan anak tunggal dari Ibu Siti Rohmah (51), dan Pak Osim ( 50 ). Haerul yang selama ini hanya tinggal bersama ibunya seorang, sekitar 4 bulan yang lalu sepulang dari bermain Haerul mengeluhkan badannya panas dan lemas, ia pun terlihat pucat. Kemudian Ibunya membawa berobat ke Puskesmas setempat, dan Haerul dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang. Dari pemeriksaan dinyatakan bahwa Haerul mengidap penyakit Acute Limphoblastic Leukemia (ALL) atau lazim dikenal sebagai Kanker Darah Putih. Dokter yang merawat menyarankan Haerul untuk diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung. Namun Ibu Siti Rohmah memilih membawa Haerul pulang kerumah kontrakannya karena ketidaksediaan biaya untuk berobat ke RSHS Bandung. Belakangan ini sekitar dua minggu yang lalu, gejala yang dulu pernah dirasakan Haerul muncul kembali, setelah mendapat surat rujukan dari Puskesmas Cilamaya Wetan, Haerul dirawat di RSUD Karawang dan dari pemeriksaan diketahui bahwa kondisi Haerul mengalami penurunan, bahkan kadar Hemoglobin turun hingga sekitar 5 mg/dl. Setelah menjalani perbaikan kondisi, dokterpun mengharuskan Haerul untuk dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun menggunakan jaminan kesehatan Karawang Sehat, namun Ibu Siti Rohmah yang sehari-hari berjualan gorengan ini merasa kebingungan untuk menyediakan biaya transportasi dan biaya hidup selama di RSHS Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat merasakan beban yang dirasakan Ibu Siti Rohmah, sehingga bantuan dari para Sedekaholics pun dapat disampaikan untuk membantu meringankan beban Ibu Siti Rohmah. Semoga Allah senantiasa meridhoi usaha Ibu Siti Rohmah dalam mengupayakan kesehatan Haerul Anam, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu

Haerul mengidap penyakit Acute Limphoblastic Leukemia


NINA BINTI SAIMAN (48, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Krajan RT 1/1, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Bu Nina sering terserang virus influensa dan dianggap influensa biasa. Beliau hanya membeli obat yang di beli dari warung. Semakin lama sekitar hampir 2 bulan setelah itu, hidung sebelah kanan Bu Nina semakin susah untuk menghirup udara dan sering keluar cairan. Bahkan telinga kanannya pun sudah terasa mengganggu pendengaranya, seperti ada yang menghalangi. Bu Nina memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas terdekat, setelah mendapatkan pemeriksaan medis Bu Nina dirujuk ke Poliklinik THT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dibantu oleh pekerja desa setempat Bu Nina kemudian diantar ke RSUD Kabupaten Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ternyata Bu Nina di diagnosa Ca Nasofaring atau dalam bahasa umum dikenal dengan Tumor ganas pada rongga hidung dan tenggorokan, dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi di rumah sakit yang lebih besar. Akhirnya beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Bu Nina sampai saat ini masih menunggu hasil biopsi yang telah dijalaninya beberapa waktu lalu, untuk memudahkannya menjalani pengobatan, beliau tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Bu Nina yang sebelumnya hidup hanya seorang diri di sebuah warung pinggir jalan, selama pengobatannya menggunakan Jaminan Kesehatan JKN KIS PBI. Selama sakitnya beliau kesulitan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan biaya sehari- hari selama berobat di RSCM Jakarta. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1045. Semoga Bu Nina tetap semangat menjalani pengobatan dan Allah segera mengangkat penyakitnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @andraalfarabi

Bu Nina di diagnosa Ca Nasofaring


NANA JANET (47, Tumor Renal). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Nana merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, anak kedua dari tiga bersaudara penyandang disabilitas pendengaran. Tepatnya satu tahun lalu beliau mengeluhkan sakit di bagian perut, beliau pun menyadari di bagian perutnya terdapat benjolan. Awalnya hanya diabaikan karena dianggap benjolan biasa, namun semakin hari benjolannya membesar dan bila dipegang terasa sangat sakit. Pak Nana memeriksakannya ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Izza Cikampek. Menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa benjolan pada perut Pak Nana merupakan tumor renal atau biasa kita kenal dengan tumor ginjal. Mendapatkan surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang beliau pun dirujuk ke Bandung. Pak Nana saat ini tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) untuk terus dapat menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Beliau selanjutnya pemeriksaan fungsi ginjal, CT-SCAN dan radiologi guna persiapan tindakan operasi pengangkatan tumornya. Pak Nana sebagai tulang punggung selama ini tinggal bersama Ibunya Tirah (79) dan ketiga saudaranya, selama sakit beliau tidak bisa mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Walau beliau tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan Kartu Karawang Sehat, namun beliau kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan titipan dari sedekaholics untuk biaya kebutuhan makan sehari-hari selama di RSSR Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 968. Semoga Pak Nana menuntaskan pengobatannya dan kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Bu nana menderita tumor renal


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mammae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang. Berawal dari benjolan yang dirasakannya 2 tahun lalu pada payudara sebelah kanannya, yang sebelumnya beliau hiraukan. Kurang lebih di bulan oktober tahun lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui menderita Ca Mamae atau dalam bahasa umum dikenal dengan kanker payudara, Bu Juriah pun menjalani pengobatannya di RSHS Bandung. Untuk memudahkannya menjalani kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Bu Juriah yang masih rutin menjalani kemo, semenjak awal April lalu, kondisinya semakin menurun hingga beliau harus mendapatkan perawatan di RSHS Bandung sampai dengan saat ini. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah yang sebelumnya seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, kini kesulitan untuk bekerja dikarenakan mendampingi istrinya selama sakit. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya serta tagnggungan ke 3 anaknya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 1045. Semoga kesehatan Bu Juriah kembali normal seperti sebelumnya dan senantiasa diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @cucudjuanda @etydewi2

Bu Juriah menderita Ca Mamae


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya selama 2 tahun. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Ibu Rika yang berharap kesembuhannya melalui jalan operasi, Alhamdulillah pada tanggal 20 Maret 2017 lalu, berhasil menjalani tindakan operasi dengan lancar dan masih menjalani kontrol pasca operasinya di RSHS Bandung. Setelah sebulan pasca operasi alhamdulilah Ibu Rika sudah bisa berdiri walaupun masih menggunakan alat bantu dan sedikit demi sedikit mulai berlatih berjalan. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung terlihat sangat bahagia melihat istrinya yang selama ini sangat menanti pelaksanaan operasi. Selama istrinya sakit beliau tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, karena selalu mendampingi Ibu Rika selama sakit. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari masih banyak kekurangan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi kontrol ke RSHS Bandung. Semoga Bu Rika pulih dengan cepat dan bisa berjalan seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @zhebs3 @andraalfarabi

Ibu Rika dinyatakan positif mengidap tuberculosis tulang


IDI BIN JUMANTA (59, Ca Paru ). Alamat : Dusun Karajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Idi yang mempunyai 7 anak, sejak 8 bulan yang lalu timbul bengkak disekitar kepala dan leher samping kanan disertai batuk-batuk. Saat ini Pak Idi merasakan sesak nafas sehingga oleh keluarga, Pak Idi dibawa berobat ke Rumah Sakit Izza di Kota Baru Kabupaten Karawang. Setelah menjalani perawatan selama lima hari, Pak Idi pun dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan didapati bahwa Pak Idi menderita Ca Paru atau Kanker Paru-Paru, yang mengharuskan Pak Idi di rujuk ke Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan diketahui bahwa Kanker Paru-Parunya sudah memasuki stadium lanjut. Pak Idi yang sempat tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung, Pada awal Mei lalu kondisinya semakin menurun, beliau mengeluhkan sesak nafas dan terus qbergantung dari bantuan tabung oksigen selama 8 kali dalam sehari. Dengan berbekal jaminan kesehatan JKN – KIS PBI Pak Idi mendapatkan perawatan selama 2 minggu lamanya di RSHS Bandung. Bantuan kembali disampaikan untuk kebutuhan selama Pak Idi dirawat di RSHS Bandung. dan bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1051. Pada 19 Mei lalu atas keinginan pribadi, Pak Idi meminta bantuan kepada kurir Sedekah Rombongan, untuk mengantarkannya pulang ke Karawang. Beliau hanya menjelaskan ingin berkumpul bersama istrinya Ibu Karmini (56) dan ingin dekat dengan keluarganya di rumah. Selang sehari setelah kepulangannya Allah berkehendak lain, Pak Idi menghembuskan nafas terakhir untuk berjuang melawan sakitnya selama ini. Semoga Almarhum Pak Idi diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarganya diberikan ketabahan serta keikhlasan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Lisdamojang @etydewi2

Pak Idi menderita ca paru


NANI MARYANI (50, Tumor Ovarium). Alamat : Kampung Babakan Baru RT 2/4, Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama anak satu-satunya, Bu Nani tinggal di rumah keluarganya. Dengan segala keterbatasan, mereka bahu-membahu saling membantu menjalani kehidupan. Ketika Bu Nani sakit, keluarganya sekemampuan menjaga dan mendampinginya. Pada awal Januari 2016 Bu Nani merasa sakit di bagian peranakan. Setelah diurut atau dipijat oleh paraji, gejala aneh yang ia rasakan itu bukannya membaik, malah semakin mengakibatkan rasa sakit. Karena kondisi kesehatannya tak kunjung pulih, pada Februari 2016 ia dibawa periksa ke Puskesmas setempat. Karena Puskesmas menyatakan tidak sanggup menangani penyakitnya, akhirnya penanganan penyakit Ibu Nani dirujuk ke RSUD Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Di RSUD ini ia dicek darah dan di-USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Ibu Nani Maryani diduga kuat terkena penyakit Tumor Ovarium. Untuk lebih memastikan penyakitnya, Ibu Nani kembali diperiksakan ke RSHS Bandung. Setelah kembali di-USG , menjalani rontgent, dan berdasarkan pemeriksaan di laboratorium, Ibu Nani dinyatakan mengidap penyakit Tumor Ovarium Ganas dan dianjurkan untuk segera menjalani operasi. Setelah mendaftar serta berdasarkan antrian Ibu Nani akan mendapat jadwal operasi pada Februari 2017. Ibu Nani memohon bantuan doa dari kurir #SedekahRombongan yang mengunjunginya agar tindakan operasinya dapat segera dilaksanakan dan berhasil. Berdasarkan pengamatan kurir yang mengunjunginya, Bu Nani amat layak dibantu. Ibu Nani sangat menderita akibat rasa sakit. “Obat penahan sakit” yang harus diminumnya tidak terbeli. Di samping menanggung penderitaan dari penyakitnya, ia juga mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebagai seorang janda dan memiliki tanggungan seorang anak, sekarang ia tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Biaya sehari-hari saat ini dibantu anaknya yang juga sudah berkeluarga. Harapan Bu Nani untuk terus berjuang melawan kanker, akhirnya sampai juga kepada kurir #SR. Pada 22 April 2016, MTSR Bandung sempat mengevakuasi Bu Nani ke IGD RSUD Cicalengka dan IGD RSHS Bandung karena kondisinya menurun drastis. Ia sempat tinggal tiga hari di RSSR.Bandung. Selain mendapatkan dampingan dari #SR, alhamdulillah ia juga mendapatkan bantuan dari sedekaholics yang digunakan untuk akomodasi selama berobat, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Mei 2016, Bu Nani akhirnya dapat menjalani tindakan operasi di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. “Karena menunggu antrian untuk masuk ruang rawat inap di RS Cibadak lama, terpaksa kami pindahkan operasinya ke rumah sakit lain. Biayanya dengan menjual rumah kami,” kata anaknya saat dijenguk kurir #SR. Kondisinya kini membaik walau ia harus kontrol satu bulan sekali. Alhamdulillah #SedekahRobongan bisa terus mendampingi dan membantunya membayarkan sebagian hutangnya walapun secara diangsur. Bu Nani masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk terus berobat dan mengurangi beban kehidupannya. Berempati atas apa yang dialami Bu Nani, pada bulan Oktober dan November 2016, SedekahRombongan kembali memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi kontrol dan menjalani kemoterapi kembali. Pada bulan September 2017 Bu Nani mengabarkan bahwa ia harus menjalani kontrol ke RSHS Bandung dan belum melunasi utangnya ke rumah sakit. Untuk meringankan bebannya, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk biaya berobat dan membantunya mencicil utang bekas biaya operasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 914.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @muhtarefendi @lisdamojang

Ibu Nani Maryani diduga kuat terkena penyakit tumor ovarium


HESTI AHMADI (20, Usus Buntu). Alamat : Kampung Kendan RT 4/10, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Esti –begitu panggilannya—didiagnosa mengidap penyakit usus buntu ketika ia menjalani pemeriksaan rutin kehamilannya di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Cikopo Cicalengka Kabupaten Bandung. Mungkin karena kehamilannya itu, gangguan usus buntu itu tidak terdeteksi dari awal. “Dokter yang menangani menyarankan istri saya harus menjalani operasi usus buntu, sedangkan kami tidak memiliki biaya dan tak punya kartu Jamkesmas,” kata suaminya, Pak Ahmadi (28), saat dijumpai kurir #SR Kabupaten Bandung, Pak Muhtar Efendi yang menemui mereka berssama seorang warga, Pak Dodi Suherman, yang berbaik hati ingin membantunya. Selama 11 hari Bu Eesti dirawat di rumah sakit; selama itu pula mereka kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit. Secara medis, operasinya alhamdulillah berjalan lancar. Tetapi, karena Bu Esti terdaftar sebagai pasien umum yang harus membayar sendiri biaya pelayanan medisnya, mereka harus melunasi tagihan Rp.7.700.000,- Didampingi kurir Sedekah Rombongan, keluarga Esti kemudian mengajukan keringanan pembayaraan secara bertahap, dan bersyukur pengajuannya dipenuhi manajemen RSUD Cikopo Cicalengka. Keluarga dhuafa ini memang layak mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban kesulitan yang dialaminya. Suami Bu Esti yang hanya buruh serabutan tak sanggup membayar tagihan rumah sakit sebesar itu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada Januari 2017 Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Ibu Hesti Ahmadi yang digunakan untuk membayar biaya rumah sakit (Angsuran Pertama). Pada bulan Februari 217 kurir #SR kembali menyampaikan bantuan ke dua untuk membayar angsuran kedua. Pada September 2017, kurir #SR di Kecamatan Nagreg menbabarkan bahwa kondisi Esti berangsur sehat. Alhamdulillah pada bulan ini juga Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk membayarkan Angsuran Ketiga sebagai pembayaran biaya rumah sakit Hesti Ahmadi. Terima kasih. Jazaakumullah. Semoga yang bersedakah semua diluaskan rezekinya,” doa Heti dan suaminya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @muhtarefendi

Hesti mengidap penyakit usus buntu


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi setelah Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Cukup lama ia menunggu panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui Sedekah Rombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi pekerja serabutan itu memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam harinya, dia dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Pada 12 September 2015 Pak Agus kontrol ke rumah sakit yang sama. Kurir SR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, biaya transportasi-akomodasi serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali diantarkan ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang dilaksanakan pada Januari 2016. Senin, 18 Januari 2016, keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Dia kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung, Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Karena masih ada tahapan medis yang harus dijalani, yaitu operasi tulang belakangnya, pada Maret 2016, ia melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu, bersyukur, Sedekah Rombongan juga memberinya bantuan lanjutan. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi yang dilaksanakan di RSHS Bandung itu alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi dia rutin menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kondisinya amat menggembirakan. Ia mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR menjalani kontrol dan pengobatan. Ia tinggal di RSSR Bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan ke-11 ini pun Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Kembali ia tinggal seminggu di RSSR Bandung. Pada awal Maret 2017, anaknya mengabarkan bahwa luka decobitus di punggung bawah Pak Agus menganga dan basah lagi. Dia kemudian dibawa periksa ke Poli Bedah Plastik RSHS Bandung. Selama lima hari ia tinggal di RSSR Bandung dan bolak-balik menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Ia masih harus berobat sehingga memerlukan bantuan dan dukungan. Dari pertengahan April 2017 sampai akhir Mei 2017 dia tinggal lagi di RSSR Bandung untuk menjalani terapi dan pengobatan luka di punggungnya yang –menurut dokter– memerlukan tindakan operasi kedua. Pada 22 Juni 2017 ia diantar pulang pulang ke kampunnya untuk merayakan Idul Fitri. Pada 27 Juli 2017 ia dijemput lagi untuk melanjutkan pengobatan luka decobitus dan terapi tulangnya. Hampir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung. Berdasarkan hasil.pemeriksaa terakhir, tim dokter menyimpulkan bahwa keberhasilan pengobatannya hanya sampai ia bisa duduk. Meskipun demikian ia masih harus mengobati luka decobitus di punggung bagian bawah. Karena itu, Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Agus bin Momo dan keluarganya yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @widi_cinta

Pak agus menderita lumpuh


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kab. Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan harus menjalani 30 kali terapi sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, Sedekah Rombongan terus memberi mereka bantuan. Pada pertengahan April 2017 ibunya mengabarkan bahwa selain melalui pengobatan medis, ikhtiar penyemhuhannya dilakykan juga melalui pengobatan alternatif.” Pada Mei 2017 sampai awal Juni 2017 ia didampingi kurir #SR kontrol rutin ke rumah sakit dan ahli tulang. Alhamdulillah keberhasilannya mulai nampak. Kini Uzi sudah mulai bisa berjalan selangkah dua langkah, juga duduk. Alat penyangga dari para sedekaholik sangat membantu terapinya, berkat bantuan mereka sampai Juli 2017. Pada akhir September 2017 ibunya Uzi menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Uzi masih harus kontrol ke Klinik dan RSHS Bandung Uzi. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan dan dukungan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan mebyampaikan bantuan untuk Uzi Lestar. Bantuan yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi bwrobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Uzi menderita kanker tulang belakang


NAURA SALSABILA (8, Acute Lymphoblastic Leukaemia). Alamat: Kp. Pasar Rebo, RT 4/6, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Naura adalah putri dari pasangan suami istri Bapak Main Hermain (48) dan Ibu Yanti Nurmayanti (46). Naura menderita penyakit Acute Lymphoblastic Leukeumia (ALL) atau Lekeumia Limfositik Akut (LLA) sejak berumur 1 tahun. Leukeumia Limfositik Akut (LLA) merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anak. Secara umum, LLA adalah suatu penyakit yang berakibat fatal, dimana sel-sel yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit dan berubah menjadi ganas. Kemudian, dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di dalam sumsum tulang. Naura yang kini berusia 8 tahun ini sudah 7 tahun menderita penyakit LLA dengan gejala tubuh sering lemas, wajah terlihat pucat dan sering demam. Kedua orang tua Naura sudah melakukan pengobatan terbaik sesuai kemampuan keduanya. Naura sudah melakukan pengobatan dari mulai berobat ke klinik terdekat, Puskesmas, hingga berkali-kali harus menjalani rawat inap di RSUD Dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan anjuran dari pihak RSUD, Naura harus melanjutkan pengobatannya ke Bandung. Namun, tidak adanya biaya yang dimiliki oleh kedua orang tua Naura membuat Naura tidak segera melanjutkan pengobatan ke Bandung. Ayah Naura hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan untuk membiayai 5 orang anggota keluarga. Pengobatan ke Bandung memerlukan biaya yang lumayan besar untuk biaya transportasi, akomodasi, dan keperluan lain-lain selama di Bandung. Bulan Mei 2015 Naura menjalani jadwal kemoterapi lanjutannya di RSHS Bandung. Bulan September Naura menjalani kemoterapi 2 minggu sekali di Bandung. Tanggal 2 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 83 di RS Al-Islam Bandung. Tanggal 16 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 84 di RS Al-Islam Bandung.Tanggal 30 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 85 di RS Al-Islam Bandung. Bulan Juni 2016, Naura menjalani kemo yang ke 89 dan 90, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. Bulan Juli 2016, Naura menjalani kemo yang ke 91 dan 92, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. Pada Bulan September ini, ia harus kembali ke RSHS untuk melakukan kontrol rutin supaya penyakitnya bisa dipantau perkembangannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Naura agar ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapinya. Semoga kesabaran selalu Allah berikan kepada Naura sekeluarga dan semoga Allah lekas memberikan kesembuhan untuk Naura. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Naura menderita penyakit Acute Lymphoblastic Leukeumia (ALL)


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 25 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu kamilah menderita parkinson


UNUN BIN LATIF (84, Lumpuh). Alamat : Kp. Sindang Kasih, RT 3/2, Desa. Sukanagara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bila di suatu kampung, biasanya selalu ada orang yang menjadi sesepuh dan dianggap sebagai tokoh masyarakat maka Pak Unun adalah orangnya. Dulu ia adalah orang yang mempunyai fisik kuat meskipun di usia senja. Beliau mampu pergi ke kebun yang letaknya agak jauh dari rumah atau pergi ke kolam ikan untuk sekedar memberi pakan. Semakin usianya bertambah, tidak dipungkiri kekuatan pun melemah dan akhirnya tubuh pun tidak waspada hingga suatu hari ketika Pak Unun sedang mengambil wudhu, ia terpeleset jatuh di kamar mandi, kakinya terkilir hebat dan susah untuk bangun kembali. Sekeluarga di rumah panik dan membantu beliau berjalan. Berhari-hari, berminggu-minggu, hingga sampai berbulan-bulan tidak ada kemajuan sama sekali, padahal keluarga sudah membawa Pak Unun ke tukang pijat dan juga dokter karena penyakit yang lain mulai berdatangan. Obat yang diminum tidak memberikan efek sama sekali dan kini tubuhnya semakin kurus karena susah makan. Beliau tinggal bersama anak, ASEP (49), menantu, Idah (47) dan bersama 5 cucunya. Setiap hari mereka bergantian mengurus Pak Unun. Mereka merasakan kesulitan finansial karena untuk pengobatan tidak dijamin BPJS atau jaminan kesehatan lainnya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan beliau dan santunan dari para Sedekaholics pun disampaikan untuk berobat. Semoga Allah memberi kesehatan untuk Pak Unun. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 25 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak unun menderita lumpuh


SITI NURJANNAH (15, Biaya Sekolah). Alamat : Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nunuy, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMK yang duduk di bangku kelas XI. Nunuy juga sering mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Ia sudah menjadi anak yatim semenjak ayahnya meninggal beberapa bulan lalu, dan ibunya tinggal berjauhan darinya sehingga ia hanya mendiami rumah sendirian bersama adiknya yang masih SD. Untuk makan, ia mengandalkan belas kasihan tetangga atau keluarga terdekat. Untuk bekal sekolah, ia tak punya dan tak jarang Nunuy menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat keadaan Nunuy di rumahnya dan memberikan santunan biaya sekolah, biaya sehari-hari dan alat tulis yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Nunuy menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Santunan biaya sekolah


EEM BINTI ENJON (58, Kista Ovarium). Alamat: Kp. Nyalindung, RT 23/4, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Selama hampir satu dekade, Bu Eem selalu sakit-sakitan karena sistem imunnya yang lemah. Namun, setahun ini penyakitnya semakin parah dan perutnya semakin membesar karena kista ovarium. Perut Bu Eem terlihat seperti sedang hamil besar dan ia sering kesusahan berjalan. Karena keterbatasan biaya, awalnya ia memilih pengobatan tradisional namun karena tidak ada kemajuan yang berarti ia memeriksakan diri ke RS SMC Singaparna dan ternyata harus dirujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Di RS, ia dirawat inap selama beberapa hari dan kembali harus dirujuk ke RSHS Bandung karena keterbatasan alat medis. Dalam waktu dekat, Bu Een harus segera melakukan tindakan operasi untuk mengangkat kista di rahimnya. Suaminya, Omon (56) bekerja sebagai tukang cilok keliling dengan pendapatan tidak seberapa. Keluarganya kebingungan karena jaminan kesehatan yang mereka punya hanya bisa menutup setengah biaya pengobatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Bu Eem dan mengunjungi kediaman beliau yang letaknya di bawah kaki gunung dan dekat dengan perkebunan. Bantuan dana untuk berobat dari para Sedekaholics agar meringankan biaya akomodasi dan obat demi kesembuhan Bu Eem. Alhamdulillah, seminggu lalu, Bu Eem sudah melakukan proses operasi dan ternyata ada 35 liter cairan dan 8 kilogram daging yang sudah diangkat. Kini, perutnya sudah tidak membuncit lagi dan terukir senyum di wajahnya karena beban yang menghimpit sudah hilang sebagian meskipun ia masih harus berobat secara rutin ke RSHS. Semoga Allah memberi kemudahan untuk proses pengobatan Bu Eem selanjutnya. Aamiin. Terimakasih untuk sedekahnya, Sedekaholics. Sebelumnya masuk di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu eem menderita kista ovarium


EYOS ROSWENDI (40, Infeksi Jaringan Lunak/Sentitis). Alamat : Dusun Cikangkung, RT 3/3, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Mang Eyos begitu panggilan sehari-harinya, adalah penderita Infeksi Jaringan Lunak (Sentitis), begitu menurut diagnosis dokter setempat. Awalnya sekitar tiga bulan yang lalu menderita penyakit bisul dibetis kaki kanannya, karena mungkin ingin cepat sembuh dia mengikuti saran dari orang lain yang tidak tepat dan berakibat badan terasa panas dingin semalaman. Lalu dibawa dan diperiksa ke dokter umum di Pangandaran dan dari hasil pemeriksaan tersebut di diagnosis menderita Infeksi Jaringan Lunak/Sentitis yang membuat bekas luka bisul membusuk dan mengeluarkan cairan nanah. Sempat dirawat di Puskesmas Pangandaran selama 5 hari namun menurut dokter dari pihak Puskesmas disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut ke RSU Banjar, karena keterbatasan biaya akhirnya di bawa pulang oleh keluarga. Mang Eyos adalah tulang punggung keluarga yang kesehariannya sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Saat ini Eyos tinggal bersama Istri dan kedua anaknya yaitu Bela (8) yang sekarang duduk dibangku Sekolah Dasar kelas 2 dan adiknya Ridho yang masih berusia 2 tahun. Sedangkan Istrinya Enur Hasanah (35) hanya mengurus rumah tangga dalam kesehariannya, mang Eyos memiliki JKN-KIS PBI Kelas III. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran di pertemukan dengan mang Eyos dan ikut memberikan bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSU Banjar. Mang Eyos dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan, semoga mang Eyos dapat kembali sehat seperti sediakala, dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Pak eyos menderita menderita infeksi jaringan lunak/sentitis


NAYLA HASNA KAMILA (1, Hidrocephalus). Alamat : Dsn. Cibadak, RT 12/3, Ds. Jatinagara, Kec. Jatinagara, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nayla merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita penyakit Hidrocephalus, yaitu kelainan patologis pada otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan tekanan tinggi. Penyakit ini diderita sejak lahir dan mengakibatkan pertumbuhan bayi yang mempunyai penyakit seperti ini tidak bisa berkembang tumbuh seperti bayi pada umumnya. Nayla ini rutin diperiksa dan kontrol ke dokter di RSU Banjar dan Puskesmas Kawali bergantian dalam waktu seminggu. Ayah Nayla ini Wawan (31) tidak mempunyai pekerjaan tetap, ia hanya pekerja serabutan. Nayla tinggal bersama ayah dan ibunya Siti Maesaroh (23) yang hanya ibu rumah tangga biasa dan kakaknya Aulia Rahmah (4). Nayla mempunyai Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas III. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis telah menyampaikan santunan kedua untuk biaya fisioterapi dan transportasi ke RSUD Banjar dan Puskesmas Kawali. Keluarga Nayla merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Nayla dapat kembali sehat dan bisa tumbuh normal selayaknya bayi biasa. Sebelumnya Nayla adalah pasien Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

Nayla menderita penyakit hidrocephalus


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Wulan menjalani operasi pembukaan pen yang tertanam di lengan kiri. Setelah operasi ia diwajibkan kontrol sejak tanggal 20 Juni 2017 di RS Fatmawati Jakarta. Dan akan segera dijadwalkan operasi tangan sebelah kanan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


MUHAMAD IMAM RIZQI (7, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Kaliabang RT 4/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal 2017, kaki kiri Imam terbentur benda keras saat sedang bermain namun tidak dihiraukan. Hingga beberapa hari kemudian terjadi pembengkakan pada betis kirinya. Pemeriksaan mulai berlangsung saat bulan Maret 2017, Imam melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun sempat tertunda saat bulan Juli 2017 karena ibunya, Bu Minah meninggal dunia. Imam saat ini tinggal bersama ayahnya, Pak Nesin (45) yang hanya seorang buruh tani. Saat ini pengobatan Imam memasuki tahap pemeriksaan lanjut, karena dinyatakan kanker tulang dan harus dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Mereka mengalami kesulitan biaya akomodasi untuk keperluan transport dan bekal selama di rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Sunaji

Imam menderita kanker tulang


ANDRE CASIA NUR (20, Mag Kronis). Alamat : Kedung Cinde RT 1/5, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal Agustus 2017, Andre mengalami sakit perut, karena dianggap hanya sakit perut biasa ia menkonsumsi obat warung dengan harapan segera sembuh. Namun ternyata sakit perutnya tersebut semakin menyiksa sehingga ia dievakuasi ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Andre dirujuk ke RS Medirosa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut menggunakan jaminan KIS PBI. Andre menjalani perwatan selama 4 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat ini Andre diharuskan menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya transportasi, akhirnya rencana untuk kontrol batal. Ayah Andre, Pak Nur (60) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Sedangkan ibunya, Bu Hodijah (58) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Andre, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1056.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Andre menderita magh kronis


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Gaji Driver). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya gaji driver MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya gaji driver MTSR Bekas


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret, RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Kini Cici dirujuk kembali ke RSUD Fatmawati supaya mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap disana. Kini kondisi Cici semakin menunjukan kemajuan yang baik, Badannya sudah tidak membengkak serta sudah dapat mengkonsumsi makanan pokok setiap harinya. Kini Cici pun bisa kembali bersekolah setelah beberapa bulan absen karena sedang ikhtiar melakukan pengobatan. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk membeli obat yang tidak tercover BPJS dan untuk membayar tunggakan yang ada di sekolahnya. semoga Cici dapat mengejar cita – citanya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abah_accit @rexy_eas

Cici di diagnosa ginjal bocor


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional Mei, Juni, Juli, Agustus, September 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien Sedekah Rombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan membeli BBM, Tol, Parkir dan Operasional MTSR Lainnya. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 1033

Jumlah Bantuan : Rp. 3.750.000,
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_acit @rexy_eas

Biaya operasional Mei, Juni, Juli, Agustus, September 2017


SITI NURJANAH (11,Anemia Aplastic). Alamat : Dusun Pulo Luntas RT 5/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Nur, demikian nama panggilan sehari-hari dari Siti Nurjanah. Nur merasakan gejala sakit semenjak awal bulan April 2017. Kepala terasa pusing, mual hingga muntah, terasa sesak di dada berlangsung selama satu minggu. Hingga akhirnya Nur diperiksakan di Klinik Medika Wadas di daerah Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan Laboratorium diketahui kadar Hemoglobin Nur turun hingga 2 mg/dl yang seharusnya berada di kisaran 11-13 mg/dl. Keadaan ini mengharuskan Nur dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan di RSUD Karawang, Nur dinyatakan menderita Anemia Aplastic atau kekurangan darah. Namun dokter di RSUD Karawang menganjurkan Nur untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walau menggunakan Jaminan Kesehatan KIS-PBI, namun Orang tua Nur, yakni Pak Juri (55) dan Ibu Wasem (49) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu Rumah Tangga merasakan kesulitan mereka melanjutkan pengobatan Nur di RSHS dikarenakan keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup di Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan keluarga Nur, sehingga bantuan dari para Sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Semoga ikhtiar keluarga Nur dalam berobat dapat dimudahkan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudinmustafa @giantosu

Nur dinyatakan menderita Anemia Aplastic atau kekurangan darah


ARTALIM BIN KIAN (55, Kanker Buli). Alamat : Desa Bangkuang, RT 4/9, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Satu tahun yang lalu Pak Artalim mulai mengeluhkan sakit ketika Buang Air Kecil (BAK) namun saat itu Pak Artalim hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotek terdekat. Pak Artalim mulai mengeluarkan darah ketika BAK dan terasa makin sakit sehingga dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Pak Artalim dinyatakan mengidap Tumor Buli atau dalam bahasa umum dikenal dengan tumor kandung kemih dan disarankan untuk dioperasi. Akhirnya Pak Artalim memutuskan operasi di Rumah Sakit Islam Karawang (RSIK). Setelah operasi tersebut keadaannya membaik, selang beberapa bulan, Pak Artalim mulai merasakan kesakitan kembali. Beliau diperiksa dan mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pak Artalim menjalani pemeriksaan berupa USG dan CT-Scan di RSHS Bandung dan menunggu tindakan operasi selanjutnya. Namun Pak Artalim yang sempat berdiam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung atas keinginan sendiri berniat berhenti pengobatan dan kembali ke kediamannya di Karawang. Kembali merasakan keluhan yang sama, beliau pun berobat kembali dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan menjalani serangkaian pemeriksaan ulang kembali untuk mengetahui perkembangan sakitnya dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Kelas III. Akhirnya dokter memutuskan pengobatan yang harus dijalani Pak Artalim dengan kemoterapi. Untuk kemudahan berobat Pak Artalim tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Santunan lanjutan diberikan guna membantu biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Semoga Pak Artalim tetap semangat menjalani pengobatannya hingga tuntas dan dapat kembali sehat untuk beraktifitas. Aamiin.. Santunan sebelumnya masuk ke Rombongan 977.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @andraalfarabi

Pak Artalim dinyatakan mengidap tumor buli


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Mei 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol, servis dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya bahan bakar, biaya tiket tol selama bulan Mei 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada Rombongan 1045. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Piristin @etydewi

Biaya operasional Bulan Mei 2017


MIDAH ISTIKOMAH (27, Radang Sendi). Alamat : Dusun Cikarees, Desa Harum Mandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Midah adalah Pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran, Neng Midah menderita Radang Sendi sejak dua belas tahun yang lalu, kini keadaannya mulai membaik setelah pengambilan pen yang ketiga dan masih tersisa satu lagi yang belum di ambil, saat ini Midah masih berada di Rumah Singgah Purwokerto dikarenakan jarak tempuh kerumahnya sangat jauh dan masih perlu perawatan extra. Sekarang tinggal di Rumah Singgah bersama Ibunya Munawaroh (41) janda yang berpenghasilan tidak menentu dari buruh tani. Neng Midah memiliki JKN-KIS PBI Kelas III yang di biayai oleh pemerintah. Atas ijin Alloh, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran di pertemukan dan ikut membantu memberikan bantuan ke delapan untuk akomodasi selama tinggal di Purwokerto. Neng Midah dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuana yang disampaikan Sedekah Rombongan, semoga neng Midah dapat kembali sehat seperti sediakala. Sebelumnya Midah adalah Pasien di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Neng Midah menderita radang sendi


WASIEM BINTI FULAN (86, Osteoporosis). Alamat : Dsn. Cibuluh I, RT 1/1, Ds. Cibuluh, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Ibu Wasiem menderita menderita penyakit Pengeroposan Tulang atau yang lebih dikenal dengan istilah Osteoporosis. Keluhan mulai terasa sekitar dua tahun yang lalu, Sudah tidak bisa berjalan. Sehari hari hanya tidur diatas ranjang, beliau sebatangkara tidak mempunyai sanak saudara, setiap hari hanya menunggu belas kasih orang, sementara ini yang bertanggung jawab atas keidupanya adalah ketua RT setempat dan masyarakat sekitar. Ibu Wasiem tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Ciamis menyampaikan santunan untuk biaya hidup dan perbaikan renovasi rumahnya yang hampir roboh. Semoga beliau dapat kembali sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @Makinun Umikom

Ibu Wasiem menderita menderita penyakit pengeroposan tulang


TITIN PRIATIN (35, Ganggaun Ginjal). Alamat: Jalan Cihampelas Gg. Marga Setia No. 38/25, RT 4/15, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 Ibu Titin mengalami sakit di perut, terus merasa mual dan muntah-muntah. Setelah diperiksa di dokter umum dokter menyatakan bahwa ia sakit maag dan memberinya obat. Akan tetapi, setelah minum obat, Ibu Titin tambah sering muntah-muntah dan kesakitan di perut serta dadanya. Karena kondisinya semakin parah ia pun dievakuasi ke RS Salamun di Ciumbuleuit Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, ia dinyatakan sakit ginjal dan dirujuk ke RS Advent atau RS Khusus Ginjal R.A. Habibie. Sungguh sedih dan panik dirasakan bagi suami Ibu Titin, yaitu Bpk. Rendi Permana (37 thn). Sudah tiga tahun yang lalu suami Ibu Titin ini diberhentikan sebagai karyawan hotel dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, kecuali bekerja sebagai tukang ojeg on line. Sekarang pun Ibu Titin beserta suami dan satu orang anaknya tinggal bersama orang tuanya. Sewaktu bekerja dulu perusahaannya mendaftarkan keluarga Ibu Titin sebagai anggota BPJS kelas 1, namun sudah tiga tahun tidak terbayar. Demi memperoleh kesembuhan Ibu Titin, maka keluarganya pun berusaha membuat SKTM, agar Ibu Titin dapat berobat secara gratis. Namun, SKTM itu ditolak karena harus melunasi iuran BPJS. Setelah bernegosiasi dengan pihak BPJS, akhirnya mendapat keringanan dengan hanya diwajibkan membayar tunggakan sebesar Rp 3.120.000,- Namun tetap saja keluarga mereka tidak mampu membayarnya karena tidak memiliki uang. Demi menyelamatkan Ibu Titin, maka keluarganya pun terpaksa membawa Ibu Titin ke RS Khusus Ginjal R.A. Habibie melalui jalur umum. Di rumah sakit itu Ibu Titin dirawat-inap dan dicuci darah 1x dengan membayar biaya Rp 3.311.500,- yang diperoleh dari bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Setelah menjalani rawat inap, dokter pun menyarankan agar datang kembali seminggu kemudian untuk menjalani cuci darah, akan tetapi setelah hamper dua minggu sejak pulang, Ibu Titin belum bisa menjalani cuci darah disebabkan tidak memiliki biaya dan tunggakan BPJS-nya belum terbayar. Kondisi Ibu Titin semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan. Ia terus terbaring karena merasa pusing, mual dan muntah-muntah serta di badannya mulai muncul bintik-bintik merah. Kisah duka dan penderitaan Ibu Titin itu disampaikan kakaknya kepada Kurir Sedekah Rombongan Bandung. Karena berempati, maka Kurir #SR pun mengunjunginya diantar oleh oleh Kakaknya itu. Pada kunjungan itu Kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan dari para sedekaholics yang berempati terhadap kesusahan dan penderitaan Ibu Titin. Bantuan uang tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga mereka dan dapat digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta membeli obat yang disarankan dokter. Pada kesempatan itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan keprihatinannya dan akan berusaha mencari bantuan agar memperoleh biaya untuk melunasi tunggakan iuran BPJS-nya. Syukur Alhamdulillah, pada akhir Agustus 2017 Kurir #SR kembali dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS agar Ibu Titin dapat menjalani cuci darah rutin sesuai petunjuk dokter. Pada akhir September 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa keadaan Ibu Titin Priatin semakin memburuk. Selain harus menjalani cuci darah 2x setiap minggu, ia pun harus dirawat karena kondisinya semakin menurun. Maka pada 28 September Kurir Sedekah Rombongan kembali megunjungi Ibu Titin, yang pada saat itu sedang dirawat di rumah sakit. Pada kunjungan itu disampaikan kembali bantuan uang dari para Sedekaholik #SR. Bantuan tersebut diperlukan untuk biaya akomodasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama menjalani rawat-inap di rumah sakit. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima Yedi

Bu Titin dinyatakan sakit ginjal


NOVIA NUR WULANSARI (6, Typus + TB Paru). Alamat: Kampung Mekarmaju RT 2/2, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak yatim ini biasa disapa Ovi. Dia adalah anak bungsu –dari empat bersaudara– buah pernikahan almarhum Pak Oman S dengan Ibu Elin Herlina (47). Ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit. Kini ibu dan kakak pertamanya-lah yang bekerja banting tulang untuk bertahan hidup di tengah kemiskinan yang lama dialami keluarga ini. Selain harapan, almarhum ayahnya tak meninggalkan warisan harta yang berarti untuk kelanjutan hidup mereka. Bahkan rumah pun tak mereka punyai. Sampai kini Ovi dan orangtuanya tinggal berpindah-pindah. Hampir sepanjang hidupnya Ovi merasakan kegetiran hidup akibat kemiskinan dan penyakit. Kalau selama ini Ovi kerap menyaksikan betapa ayahnya harus jatuh bangun melawan penyakit yang menyerangnya, kini ia pun harus merasakannya sendiri. Selama bulan November 2015 ia sering sakit. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan disertai muntah-muntah. Sudah tiga kali ia diperiksakan ibu dan kakaknya ke Puskesmas dan klinik. Dokter di klinik dan Puskesmas Ciwidey akhirnya merujuk penanganannya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengalami thypus dan TB. Paru. Akan tetapi, anjuran itu belum mereka jalankan karena ketidakadaan biaya dan jaminanan kesehatan. Ibunya kemudian meminta bantuan #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan anak pendiam ini. Dengan kehendak Allah SWT, sedekaholics #SR berempati atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya. MTSR Bandung sempat mengevakuasi Ovi ke klinik saat dia mengalami muntaber. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan kepada Ovi dan keluarganya, juga memasukkannya sebagai pasien dampingan #SR. Kini masa kritisnya telah terlewati. Akan tetapi, ia masih harus berobat jalan sebulan sekali. Pada awal Mei 2016 kurir #SR sempat mengunjunginya di rumah kontrakan, kemudian mengantarnya berobat ke RSUD Soreang. Pada awal Juli 2016 kakaknya mengabarkan bahwa Ovi masih harus kontrol rutin ke RSUD. Maka pada pertengahan Juli 2016 kurir #SedekahRombongan menjenguknya di rumah kontrakan mereka yang baru. Perkembangan anak yatim itu menggembirakan. Ia mulai membaik, meskipun masih harus kontrol. Anak yatim ini masih membutuhkan bantuan para dermawan agar ia bisa sehat dan menikmati masa kanak-kanaknya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempat atas apa yang dialami Ovi dan keluarganya dengan memberi mereka bantuan lanjutan. Bantuan ke-3 digunakan untuk membayar iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 orangtuanya menghubungi kurir #SR di Bandung menyampaikan perkembangan Ovi; ia masih harus kontrol ke RSUD Soreang tetapi jaminan BPJS-nya belum bisa digunakan karena tagihan iuran BPJS atas nama anggota keluarga yang lain belum terbayarkan. Saat didatangi ke ruah kontrakannya, ibunya Ovi mengharapkan bantuan #SR untuk melunasi semua tagihan Iuran BPJS. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah melunasinya pada awal Maret 2017 seteleh memberinya bantuan. Pada awal Mei 2017 Novia difasilitasi lagi oleh Sedekah Rombongan untuk berobat ke poli RSUD Soreang. Ia masih harus berobat. Pada akhir September 2017 ibunya mengabarkan bahwa kesehatan Ovi menurun, bahkansempat ditangani di IGD RSUD Soreang Pada 29 September 2017 kurir Sedekah Rombongan menumie mereka di rumah kontrakan yang semput itu dan sambil menyampaikan bantuan lanjutan untuk Dek Ovi dan keluarganya. Bantuan ke-7 yang diterika kakaknya ini digunakan untuk membayar tagihan Iuran BPJS Klas 3, biaya transportasi-akomodasi berobat, dan biaya membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Novia mengalami thypus dan TB. Paru


YANTI NOVIANTI (38, Maag Kronik + Pendarahan di Telinga + Thypus). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Februari 2017, Teh Yanti –begitu panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan di rumahnya kepalanya terbentur pintu sehingga telinga kanannya berdarah. Selama beberapa waktu pedagang warungan itu tak sadarkan diri. “Malam itu juga dia kemudian dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapatkan pemeriksaan istri saya diperolehkan ulang dan dianjurkan untuk datang lagi ke oli THT RSUD Soreang,” kata suaminya, Pak Cecep (47), saat menjelaskan kronologis kejadian yang menima Teh Yanti yang mengakibatkan dia tak bisa beraktivitas seperti biasa. Pak Cecep juga menambahkan bahwa beberapa hari setelah kejadian, Teh Yanti dibawa periksa lagi ke Poli THT. Ia juga sempat diperiksa di Poli Dalam RSHS Soreang karena ia mengeluhkan sering merasakan sakit di bagian perut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga gendang telinganya pecah dan ia mengalamimag mag kronik. Selama berobat ke rumah sakit, ia didaftarkan sebagai asiern umum karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Saat dijumpai kurir Sedekah Rombongan di rumahnya, ia hanya bisa terbaring tak berdaya. Teh Yanti dan keluarganya layak mendapatkan bantuan untuk bisa menghadapi musibah sakit yang dia alami di saat kondisi ekonomi keluarganya sedang terpuruk. “Tanggungan keluarga kami ada empat anak. Cukup berat kami memenuhi kebutuhan keseharian, apalagi istri sakit.” Tambah suaminya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah memberi mereka bantuan untuk biaya pembuatan kartu BPJS Kelas 3 dan biaya sehari-hari sehingga Bu Yanti bisa melanjutkan pengobatannya ke RSUD Soreang. Bersyukur MTSR Bandung dapat mengantarnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Pada pertengahan April 2017 kurir SR di Bandung menjenguk lagi Bu Yanti dan keluarganya. Ia masih belum sembuh, dan memerlukan bantuan untuk berobat. Pada Juli 2017 suaminya mengabarkan bahwa Bu Yanti mendapatkan rujukan ke IGD RSUD Soreang dari klinik Salma Ciwidey. Ia diduga terserang penyakit Thypus. Menggunakan kendaraan operasional Desa Margamulya, Bu Yanti kemudian dibawa periksa ke IGD Soreang. Malam itu tim medis memutuskan untuk menanganinya di ruang dirawat inap. Setelah dua minggu dirawat inap, Bu Yanti diperbolehkan pulang dan harus kontrol. Pada akhir September 2017 suaminya mengabarkan bahwa kondisi istrinya masih belum pulih dan masih harus kontrol ke RSUD Soreang. Bu Yanti keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar sehat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Yanti Novianti yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1041. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Yanti mengalami gendang telinganya pecah dan ia mengalami mag kronik


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dan langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat di Jakarta. Selama berobat Pak Gito menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III. Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pengobatan Pak Gito sudah masuk ke proses sinar ke 10 dari 25 kali yang disarankan. Alhamdulillah, kondisi Pak Gito terus membaik. Dan kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @sayasepti @harji_anis @akuokawai

Pak Gito didiagnosis lymphoma hodgkin disease


MUHAMMAD ULIL ALBAB (3, Sakit Hydrocepalus). Alamat : Ds. Honggosoco, RT 7/2, Kec. Jekulo, Kab. Kudus, Jawa Tengah. Anak laki-laki berusia tiga tahun ini adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus yang sejak lahir telah mengalami ketidaksempurnaan yaitu menderita kelainan hydrocephalus. Kelainan ini menyebabkan cairan otak didalam otak tidak dapat diteruskan ke rongga perut. Bagian kepala anak sulung dari Bapak Ngasimin ini semakin membesar sehingga harus dilakukan pemasangan selang kecil (shunting). Shunting tersebut digunakan untuk menyalurkan cairan yang ada diotak kedalam rongga perut.
Untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan dari penanganan yang sudah diberikan, orang tua juga perlu untuk membawa anak mereka kembali ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Proses pemasangan Shunting telah dilakukan sebanyak 5 kali. Dan karena keterbatasan biaya, Bapak Ngasimin membutuhkan bantuan biaya untuk transportasi membawa pasien ke RSUP Kariadi Semarang dan juga untuk biaya pengobatan dari anak tercinta. Pada umumnya anak berusia tiga tahun sudah banyak mengalami perkembangan, salah satunya adalah dapat berjalan. Tetapi karena penyakit yang dideritanya, sangat disayangkan bahwa Ulil Albab belum dapat berjalan pada usianya tersebut, bahkan hampir separuh umur dari Ulil Albab berada di Rumah Sakit. Alhamdulillah Team Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga dari Bapak Ngasimin guna membantu biaya perawatan dari Muhammad Ulil Albab. Dengan ini santunan dari Tim Sedekah Rombongan telah disampaikan untuk biaya hidup selama rawat jalan di RSUP Kariadi Semarang bagi pasien. Semoga proses pengobatan dan perawatan dari Adik tercinta Muhammad Ulil Albab dapat berjalan dengan baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Wibowo Sigit @akuokawai

Ulil menderita kelainan hydrocephalus


MTSR PANTUR TIMUR I ( K 9468 TB, Pembelian Dua Buah Ban Roda Mobil). Keperluan antar jemput pasien dhuafa sakit dibawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu yang hamper setiap hari mengantar pasien dampingan dhuafa ke rumah sakit di area Kudus, Demak, Jepara, bahkan rumah sakit di daerah Semarang. Sebagian dari dana amanah pada donator dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk Inventaris untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk pembelian dua buah ban roda baru. Semoga sedekah dari pada donator dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.. Dan Semoga dengan adanya MTSR ini akan mempermudah pasien untuk berobat ke rumah sakit. Laporan keuangan Inventaris MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.390.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Pembelian 2 ban mobil

NUR KHASANAH (39, Hepatitis ). Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sukidah hidup sebatangkara karena ayah dan ibunya sudah meninggal dunia. Sukidah menderita penyakit Hepatitis B sejak bulan Juli 2017. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu pengobatan dokter spesialis dalam di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Terkini Nur Khasanah sering ngedrop jika kecapekan badannya menjadi panas, lemas dan tidak nafsu makan. Kondisi yang demikian membuat orang di sekitar sangat kebingungan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya kartu jaminan kesehatan berupa apapun sehingga biaya berobat akan semakin mahal. Pengobatan ke dokter spesialis mengakibatkan ia terlilit hutang dan tunggakan. Nur Khasanah sangat mengharapkan kesembuhannya Sukidah tak mampu membiayai biaya kontrol dan operasional di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Sukidah sangat bertekad kuat untuk bisa sembuh bisa beraktivitas kembali dan tidak membebani orang-orang disekitarnya terutama keluarganya. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Nur Khasanah, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Nur Khasanah sampai sembuh. Biaya transportasi dan pengobatan untuk antar jemput ke RSJ Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Farida @akuokawai

Bu Sukidah menderita penyakit Hepatitis B


JIHAN NOVITASARI, (1, Kelainan Jantung + Cacat Bawaan Lahir). Alamat : Troso. Pecangaan. RT 4/6, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tgl 19 Juni 2017 telah lahir bayi perempuan yg diberi nama Jihan Novitasari dari pasangan Nor Sholeh dan Risna Listyaningrum. Allah SWT telah memberi anugrah dengan lahirnya putri pasangan ini, namun juga sekaligus cobaan. Jihan terlahir dalam kondisi yang tidak sempurna layaknya anak- anak yang lain. Bagian perut sampai kaki mengalami kelainan sehingga harus dirawat di RS.Kartini Jepara. Setelah sepuluh hari dalam perawatan, pihak RS memberi rujukan untuk pengobatan dan operasi di RSUP Karyadi Semarang. Setelah kurang lebih perawatan dan pengobatan di RSUP Karyadi Semarang, qodarullah Jihan meninggal dunia Ayah Jihan, Nur Sholeh (23) dan dan ibunya Risna (24) hanya bekerja sebagai buruh tenun, dengan penghasilan yang sangat pas-pasan. SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuanpun disampaikankepada keluarga Jihan untuk meringankan biaya yang sudah keluar saat proses pengobatan dan sebagai santunan kematian

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @akuokawai

Jihan menderita kelainan jantung + cacat bawaan lahir


TUMIJAH BIN JASMO, (77, stroke) Alamat : Dukuh Gayam Desa RT 02/01 Kecamatan Pamotan Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Semenjak belasan tahun yang lalu Mbah Tumijah sudah tidak dapat berjalan, awal mulanya terjatuh saat sedang di kamar mandi. Mbah Tumijah hanya berobat ke puskesmas dengan menggunakan kartu jaminan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Terkadang juga ia menjalani pengobatan ke ahli pengobatan tradisional. Berbagai upaya untuk kesembuhannya sudah dilakukan. karena tetap lumpuh sehingga sampai sekarang tidak diobatkan apalagi anaknya sedang merawat juga suami yang tadinya tulang punggung keluarga untuk menafkahi keluarganya. Saat ini mereka kesulitan biaya sehari-hari dan untuk ongkos berobat. Pada bulan September 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Mbah Tumijah, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Mbah Tumijah sampai bisa sembuh. Biaya kontrol dan operasional selama pengobatan untuk antar jemput sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Namun pada tanggal 16 September beliau berpulang, semoga Husnul Khotimah, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Ahmad Najib @akuokawai

Mbah Tumijah menderita stroke


NUR SAHID (52 , Stroke +Diabetes). Alamat : Dukuh Gayam, Desa Sumberejo, RT/RW 002/001, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Nur Sahid sudah lama merasakan sakitnya, terhitung sejak pertengahan tahun 2012. Namun, sakit yang ia rasakan dianggap hanya sakit biasa sehingga tidak pernah dilakukan pengobatan. Nur Sahid bekerja sebagai penjaga gudang wallet di Desa Sawahan Rembang. Nur Sahid adalah kepala rumah tangga dari keluarga kecilnya. Istrinya bernama Inartik (48 th) yang berprofesi sebagai penjual makanan ringan dan memiliki tiga orang anak. Kondisi tempat dan suasana tempat kerja yang kurang sehat dengan menghirup bau yang tidak sedap setiap harinya membuat kesehatan NUR Sahid semakin memburuk. Nur Sahid terdiagnosa penyakit Diabetes. Pada bulan Juni 2016 karena sakit yang ia derita semakin parah akhirnya dilakukan pengobatan di RS Dr Moewardi Solo, setelah menjalani operasi luka yang sangat dalam di kakinya bisa mengering. Dengan BPJS mandiri akhirnya Nur Sahid dibawa ke RSUD pada tangga 20 Desember 2016. Setelah pemeriksaan dilakukan, Nur Sahid dinyatakan terkena penyakit stroke. Penyakit stroke yang diderita Nur Sahid masih saja belum ada perubahan bahkan menjadi semakin parah. Pada tanggal 20 Juli 2017 Nur Sahid dan keluarganya diusir oleh majikannya dari gudang wallet sehingga mengharuskan mereka untuk kembali ke Desa Sumberejo, Pamotan, daerah asal istrinya. Warga bergotong-royong membangunkan rumah untuk Nur Sahid dan keluarga kecilnya karena tidak tega melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan. Kondisi saat ini Nur Sahid hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa beraktivitas secara mandiri, pembicaraannyapun sering nglantur dan tidak nyambng ketika diajak untuk berkomunikasi. Istrinya merasa sangat kelelahan karena ia tidak mau ditinggal kemanapun dan sering marah. Ditambah lagi istrinya harus merawat ibunya yang menderita lumpuh di usia 77 tahun. Untuk pengobatan ke rumah sakit biasanya ia menggunakan BPJS mandiri. Namun karena ia pindah alamat maka saat ini BPJS yang ia miliki tidak bisa difungsikan. Kondisi perekonomian keluarga yang sangat miris membuatnya tidak memungkinkan untuk memperbarui BPJS yang sudah ada. Hal ini membuat istri dan keluarganya sangat kebingungan untuk mencari dana untuk pengobatan karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih sangat kurang. ia dan keluarganya sangat mengharapkan belas kasihan dari tetangga dan orang-orang disekitarnya. Nur Sahid sangat bertekad kuat agar bisa sembuh dari penyakit yang ia derita.Istrinya mengungkapkan kesedihan dan kelelahan akan kondisi Nur Sahid saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Nur Sahid agar bisa beraktivitas normal karena Nur Sahid adalah tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarganya. Tim kurir #SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Nur Sahid sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke rumah sakit sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Akhmad @akuokawai

Nur Sahid menderita stroke +diabetes


AINUSSALKI ATHORI QOTILLAH (16, Hepatitis ). Alamat : Desa Cabean Kidul RT 1/1 Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ainus adalah anak dari pasangan Ilfan Nadzawi yang berprofesi sebagai buruh swasta dan Nur Khasanah (39 th) yang berprofesi sebagai Guru Wiyata Bakti. Ainus menderita Lambung sejak tahun 2014 dan Hepatitis B sejak Juli 2017. Dua sekaligus penyakit yang diderita Ainus membuat kondisi fisiknya menjadi lemah dan tidak bisa belajar dengan baik. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu berobat ke RSUD Rembang dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kondisi Ainus semakin melemah karena daya tahan tubuhnya semakin menurun sehingga sering mual, muntah dan sakit pada ulu hati. Pengobatan yang dilakukan selama ini memanfaatkan fasilitas BPJS, namun masih belum cukup dan memerlukan banyak biaya tambahan termasuk akomodasi ke Semarang yang dilakukan secara intensif. Kedua orang tuanya sangat mengharapkan kesembuhannya putranya, namun terkendala ketidakmampuan untuk membayar biaya kontrol dan operasional di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Ainus sangat bertekad kuat untuk bisa sembuh agar bisa beraktivitas kembali dan tidak membebani orang-orang disekitarnya terutama kedua orang tuanya. Pada bulan September 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Ainus, setelah melihat kondisi Ainus dan kondisi perekonomian keluarga, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ainus sampai sembuh. Biaya transportasi dan pengobatan untuk antar jemput ke RSUP Dr. Kariadi Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Farida @akuokawai

Ainus menderita sakit lambung dan Hepatitis B

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUGI BIN PARTOWAGI 500,000
2 YUNI PURWANINGSIH 1,000,000
3 ANDIK ISDIANTO 500,000
4 SENO BIN SUPANI 500,000
5 DIRWAS BIN DAUD 500,000
6 PUTRI LESTARI 2,000,000
7 WARIYONO BIN DOTO 8,000,000
8 PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN AL-AMIN MUHAMMADIYAH GEDONG KUNING 1,000,000
9 PONDOK TETIRAH DZIKIR 11,400,000
10 LALITA ASANI 500,000
11 KAIYLA RAMADHANIS AZZAHRA 500,000
12 HAERUL ANAM 500,000
13 NINA BINTI SAIMAN 500,000
14 NANA JANET 500,000
15 JURIAH BINTI IDUN 500,000
16 RIKA MAELANI 500,000
17 IDI BIN JUMANTA 500,000
18 NANI MARYANI 1,000,000
19 HESTI AHMADI 1,000,000
20 AGUS BIN MOMO 500,000
21 UZI LESTARI 500,000
22 NAURA SALSABILA 500,000
23 KAMILAH BINTI UCA 800,000
24 UNUN BIN LATIF 750,000
25 SITI NURJANNAH 500,000
26 EEM BINTI ENJON 500,000
27 EYOS ROSWENDI 500,000
28 NAYLA HASNA KAMILA 750,000
29 WULAN JAMILAH 1,000,000
30 MUHAMAD IMAM RIZQI 1,000,000
31 ANDRE CASIA NUR 500,000
32 MTSR BEKASI 2,000,000
33 CICI CAHYANI 500,000
34 MTSR BOGOR 3,750,000
35 SITI NURJANAH 500,000
36 ARTALIM BIN KIAN 500,000
37 MTSR KARAWANG 3,500,000
38 MIDAH ISTIKOMAH 500,000
39 WASIEM BINTI FULAN 750,000
40 TITIN PRIATIN 500,000
41 NOVIA NUR WULANSARI 500,000
42 YANTI NOVIANTI 500,000
43 SUGITO BIN SURATMIN 2,000,000
44 MUHAMMAD ULIL ALBAB 750,000
45 MTSR PANTUR TIMUR I 1,390,000
46 NUR KHASANAH 500,000
47 JIHAN NOVITASARI 500,000
48 TUMIJAH BIN JASMO 750,000
49 NUR SAHID 500,000
50 AINUSSALKI ATHORI QOTILLAH 500,000
Total 59,590,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 59,590,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1058 ROMBONGAN

Rp. 55,745,417,516,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.