Rombongan 1057

Satu sedekah yang tulus sama dengan seribu langkah menuju surgaNya
Posted by on October 2, 2017

SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @indrades @haurilmnisfari @naadiahusna

Septi lahir dengan benjolan pada pipi kiri


TUTUR BINTI TALAM (47, Kanker Payudara). Alamat : Dukuh Gunung Kulon, Desa Botolambat, Rt.15/4 Kac. Kandeman Kab. Batang. April 2016 Bu Tutur mengalami gatal pada payudara dan selang satu minggu muncul benjolan kecil namun tidak dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Sampai benjolan tersebut membesar baru beliau memeriksakan ke Puskesmas Kandeman, dokter puskesmas merujuk ke RS Kalisari Batang pada tanggal 17 Mei 2016. Setelah diperiksa oleh Dokter dilakukan tindakan medis oprasi karena terdiaknosa kanker, oprasi dilakukan pada bulan Juli 2016 setelah lebaran payudara sebalah kiri. Selang satu bulan , bulan Agustus benjolan kembali ada dan disertai bengkak bekas operasi , maka oleh dokter RS Kalisari dilakukan oprasi pengangkatan payudara sebelah kanan. Kontrol selanjutnya pasca oprasi dokter menyarankan untuk di rujuk ke Poli Bedah RS Tugurejo Semarang untuk tindakan yang lebih serius. Di Tugurejo dokter menyarankan kemo, Bu Tutur baru menjalani kemo 1 kali pada tanggal 28 Desember 2016, setelahnya tidak dilakukan kembali karena biaya akomodasi yang mahal. Suami Ibu Tutur, Sudono (54) bekerja sebagai buruh harian lepas dan Bu Tutur sendiri sebagai Ibu Rumah Tangga tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatan. Pada 16 september keluarga Ibu Tutur memberi kabar duka kepada kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Tutur telah meninggal dunia. Santunan di berikan untuk biaya akomodasi dan penbobatan luka Ibu Tutur.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.520.900,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Bu tutur menderita kanker payudara


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Agustus). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk membayar biasa sewa rumah selama 2 tahun dari Juli 2017 sampai Juli 2019. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 50.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya sewa rumah selama 2 tahun


RSSR SEMARANG (Operasional Renovasi Bulan Agustus). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk pembayaran tenaga harian lepas terkait renovasi RSSR Semarang, pemasangan PDAM, Instalasi listrik, pengecatan RSSR Semarang, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 18.926.200
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya renovasi rssr


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp.675.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Lia menderita penyumbatan anus


PURWATININGSIH BINTI SUDRI (54, Tumor Rahim). Alamat : Desa Selapura, RT.001/RW.003, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Juni 2017 Ibu Purwatiningsih mengalami sakit di perut di sertai perut yang semakin membesar, hasil periksa ke bidan desa tidak menghasilkan kesembuhkan, bidan desa mendiagnosa hanya kembung biasa, sedangkan Ibu Purwatiningsih masih terus merasakan sakit pada perutnya. Ibu Purwatiningsih kembali memeriksan ke dokter umum, dokter menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dr. Soesilo, Slawi, dan terdiagnosa tumor perut. Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini, pertumbuhan tumor di perut Ibu Purwatiningsih sangatlah cepat. Sehingga dokter menyarankan agar segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Meskipun menggunakan jaminan kesehatan KIS, Wahidin (56) Ibu Purwatiningsih bekerja sebagai pedang beras kecil-kecilan, dan Ibu Purwatiningsih sendiri sebagai Ibu Rumah tangga merasa kesulitan menjalani pengobatan RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait biaya akomodasi dan penginapan selama program pengobatan berlansung. Santunan awal diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Ibu Pur terdiagnosa tumor perut


YATNO BIN SANMURDI (49, Bantuan Bedah Rumah). Alamat : RT 3/3, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yatno adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau menderita neurofibromatosis sejak tahun 1998. Neurofibrosis adalah kelainan genetik dimana neurofibroma muncul pada permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya. Beliau sudah tidak bekerja karena kondisi kesehatan beliau yang semakin menurun. Selama pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Kondisi Bapak Yatno yang lemah semakin sulit karena keadaan rumahnya yang sangat sederhana. Bapak Yatno tinggal sebatang kara di petak sempit berukuran 4 x 3 meter. Rumah sederhananya hanya berdinding papan tripleks tipis dan banner bekas yang tidak mampu menahan dinginnya angin malam. Atap rumahnya dari seng yang sering bocor saat turun hujan. Bersama Sedekah Rombongan dan warga sekitar, pembangunan kembali rumah Bapak Yatno sudah dimulai sejak 20 Maret 2017. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Yatno sehingga dapat kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya pembelian material, kusen, pintu, cat dan kalsibot untuk menyelesaikan pembangunan rumah Bapak Yatno. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat pada rombongan 985. Saat ini sedang dilaksanakan tahap kedua dari pembangunan rumah Bapak Yatno dan beliau sudah dapat menempatinya. Semoga Bapak Yatno dapat tinggal dengan nyaman di rumah barunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.506.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Pak Yatno menderita neurofibromatosis


FALSAFAH ROMADHONI (5, Luka Bakar Bagian Pinggang Hingga Lutut). Alamat : RT 5/5, Dusun Gayamsari, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Kejadian naas menimpa Dik Falsafah. Saat orang tuanya selesai memasak bubur dalam panci besar, kemudian meletakkannya di lantai. Secara tidak sengaja Dik Falsafah terjatuh dengan posisi duduk ke dalam panci besar berisi bubur panas tersebut. Melihat kondisi Dik Falsafah, orang tuanya segera memberikan pertolongan pertama, kemudian mereka membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Ia mengalami luka bakar yang cukup serius dari bagian perut hingga lututnya. Kini kondisinya sangat memprihatinkan terutama pada luka bakar di bagian kemaluan, paha kanan dan kirinya. Ayahnya, Suratno (53) berprofesi sebagai pedagang bubur ayam keliling, sedangkan ibunya, Sukiyem (44) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga mereka hanya dapat mencukupi biaya hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Falsafah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Sejak sakit, ia tidak mau ditinggal oleh ayahnya, sehingga terpaksa Bapak Suratno tidak dapat berjualan selama beberapa hari. Hal tersebut membuat penghasilan keluarga menurun, sehingga semakin kesulitan untuk membayar obat yang tidak dalam tanggungan BPJS, mengganti perban dan merawat luka Dik Falsafah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Falsafah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya amulance, obat di luar tanggungan BPJS dan biaya hidup sehari-hari. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @arfanesia Daryanto @paulsyifa

Falsafah menderita luka bakar


ROKHMADI BIN WIRYANA (57, Serangan Jantung). Alamat : RT 3/2, Desa Pekuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita Bapak Rokhmadi bermula pada Mei 2017. Awalnya, beliau merasakan sakit di bagian perut, kemudian kakinya bengkak dari bagian lutut ke bawah sehingga beliau tidak dapat berjalan. Bapak Rokhmadi kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Nirmala Purbalingga pada awal Juni 2017. Hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Bapak Rokhmadi menderita serangan jantung. Beliau kemudian dirujuk ke RS Goetheng Purbalingga. Saat ini beliau masih menjalani rawat inap di ruangan intersive care unit (ICU) RS Goetheng Purbalingga dengan kondisi yang cukup serius. Sebelum sakit, Bapak Rokhmadi bekerja sebagai petani. Istrinya, Rochimah (50) juga bekerja sebagai petani. Penghasilan sebagai petani yang kecil kini semakin berkurang setelah Bapak Rokhmadi sakit dan tidak dapat bekerja. Bapak Rokhmadi juga tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun sehingga sangat kesulitan dalam memenuhi biaya pengobatannya. Selain itu, pengobatan beliau juga terkendala biaya akomodasi dan perlengkapan pasien yang harus diusahakan sendiri. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya yang dibutuhkan Bapak Rokhmadi saat menjalani rawat inap di RS Goetheng Purbalingga. Semoga sakit yang dirasakan Bapak Rokhmadi segera diangkat dari tubuhnya sehingga beliau dapat segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Bapak Rokhmadi menderita serangan jantung


KIRANA DERMAWAN (2, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor pada kaki kanan Dik Kirana sudah berubah menjadi kanker dan sudah menjalar ke pembuluh darahnya. Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1019. Dari hasil CT scan terakhir diketahui bahwa kanker di kaki kanan Dik Kirana tidak menyebar ke tulang dan sudah mengecil. Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir


ACHMAD SUMARJO SADIM (66, Diabetes Melitus + Hipertensi). Alamat : Gang Waringin II, RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sumarjo menderita diabetes melitus (kadar gula dalam darah tinggi) sejak dua tahun yang lalu. Beliau sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan Rumah Sakit Umum (RSU) Wishnu Husada Notog, Patikraja. Dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa paru-paru beliau luka dan tekanan darahnya tinggi (hipertensi). Sebulan yang lalu, tepatnya pada Agustus 2017, beliau selesai menjalani rawat inap di RSU Wishnu Husada Notog karena gula darahnya yang mencapai 600. Kini kondisi tubuh Bapak Sumarjo lemas, batuk dan hanya dapat beraktifitas di tempat tidur. Sebelum sakit, beliau bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan istrinya, Rasinah (58) seorang ibu rumah tangga. Sejak Bapak Sumarjo sakit, penghasilan keluarganya pun semakin sedikit. Mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Sumarjo dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya, namun masih terkendala biaya akomodasi dan opersional saat beliau dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sumarjo sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi saat beliau berobat di rumah sakit dan biaya kehidupan sehari-harinya. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bapak Sumarjo menderita diabetes melitus


FADIL ZAHDAN NASRULOH (3, Kanker Darah). Alamat : RT 3/1, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.Pada September 2016, Dik Fadil didiagnosis menderita kanker darah atau leukemia, yaitu kondisi dimana sel darah putih di tubuhnya sangat banyak dan melebihi batas normal. Saat ini ia sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) Sardjito, Yogyakarta. Ia sudah menjalani 14 kali kemoterapi dalam waktu 45 pekan dari rencana pengobatan 113 pekan. Selama pengobatannya, ia ditemani kedua orangtuanya. Orang tua Dik Fadil, Bapak Hendrawan Susanto (23) bekerja sebagai buruh, sedangkan Ibu Eka Melani (22) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Biaya pengobatan Dik Fadil dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Proses pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi selama menjalani kemoterapi di RS Sardjito yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal Dik Fadil. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Fadil sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatannya di RS Sardjito. Semoga pengobatan yang dijalani Dik Fadil berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Dik Fadil didiagnosis menderita kanker darah atau leukemia


KARSONO BIN SAYUTI (43, Cervical Displacement). Alamat : RT 5/8, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang diderita Bapak Karsono berawal saat ia memanen padi di sawah pada April 2017 lalu. Tiba-tiba badannya terasa lemas dan tidak dapat berjalan. Keluarganya segera membawa beliau ke Rumah Sakit (RS) Pembina Kesejahteraan Ummat (PKU) Muhammadiyah, Bobotsari. Beliau pun menjalani rawat inap selama 3 hari sebelum akhirnya dirujuk ke RS Goetheng, Purbalingga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bapak Karsono menderita cervical displacement, yaitu sakit pada bagian leher dan tulang punggung. Beliau kemudian dirujuk dan diopersi di RS Suharso, Solo. Kini tubuh beliau dalam keadaan lumpuh, sehingga tidak dapat beraktifitas seperti biasa. Beliau juga masih menjalani pengobatan di RS Suharso. Sebelumnya, Bapak Karsono bekerja sebagai buruh tani. Istrinya, Mutmainah (38) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang sejak Bapak Karsono sakit. Mereka pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Biaya pengobatan Bapak Karsono dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya, namun beliau masih kesulitan mendapatkan dana untuk membiayai akomodasi selama pengobatan di RS Suharso. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Karsono sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi selama beliau dirawat di RS Suharso. Semoga Bapak Karsono segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Bapak Karsono menderita cervical displacement


ANDI SUSMIANTO (46, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/3, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 1 tahun yang lalu saat Bapak Andi merantau di Jakarta, beliau muntah-muntah di tempat kerjanya. Beliau juga tidak dapat buang air kecil. Mengalami hal tersebut, beliau memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Banjarnegara. Bapak Andi kemudian berobat di Rumah Sakit (RS) Emanuel Purwareja, Klampok. Disana, beliau menjalani rawat inap selama 7 hari dan didiagnosis menderita gagal ginjal. Beliau pun disarankan untuk menjalani cuci darah rutin di RS Margono, Purwokerto. Bapak Andi menjalani rawat inap selama 7 hari dan cuci darah di RS Margono. Sampai saat ini, beliau rutin menjalani kontrol dan cuci darah setiap pekan di RS KRT Setjonegoro, Wonosobo. Kondisi Bapak Andi kini masih mengalami bengkak di bagian kaki dan perutnya. Semenjak sakit, beliau tidak dapat bekerja. Istrinya, Sumini (40) bekerja sebagai buruh tani untuk menghidupi keluarganya. Biaya pengobatan Bapak Andi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun, penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya akomodasi untuk kontrol rutin dan cuci darah ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Andi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatan di rumah sakit. Semoga Bapak Andi dapat segera beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia Wiwid @paulsyifa

Pak Andi menderita gagal ginjal


JATMONO BIN SANMORI (47, Kanker Saluran Pernapasan). Alamat : RT 2/1, Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada Agustus 2014, Bapak Jatmono didiagnosis menderita kanker pada saluran pernapasannya. Beliau lantas melakukan serangkaian pengobatan berupa kemoterapi dan sinar. Setelah selasai menjalani rangkaian kemoterapi dan sinar, Bapak Jatmono kembali merasakan sakit pada tahun 2016. Dokter pun menyarankan agar beliau kembali menjalani 30 kali kemoterapi dan sinar. Saat ini beliau sedang menjalani terapi tersebut di Rumah Sakit (RS) Margono, Purwokerto. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Jatmono melalui dokter di RS Margono yang menceritakan keadaan beliau. Perjalanan dari tempat tinggal Bapak Jatmono ke RS Margono ditempuhnya dengan mengayuh sepeda selama 3 jam. Terkadang beliau beristirahat dan tidur di masjid rumah sakit jika lelah. Kini Bapak Jatmono tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto selama menjalani terapi terhitung sejak Agustus 2017. Penghasilan keluarga beliau hanya mengandalkan istrinya, Pariyem (42) yang bekerja sebagai tukang potong rambut. Penghasilan yang kecil sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolan kedua anaknya. Biaya pengobatan Bapak Jatmono dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, namun masih terkendala biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama terapi di RS Margono. Santunan diberikan kepada beliau untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan sehari hari selama beliau menjalani kemoterapi dan sinar. Semoga Bapak Jatmono segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @paulsyifa

Bapak Jatmono didiagnosis menderita kanker pada saluran pernapasannya


TUSIMAN BIN ENJUN (27, Tumor Paratis + Tuberculosis Paru-Paru). Alamat : RT 3/3, Desa Sidamulya, Kecamtan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal Juni 2017, Tusiman merasakan sakit, bengkak dan nyeri di lehernya. Berat badannya mulai turun dan nafsu makannya berkurang. Sakitnya bertambah parah dengan gatal diseluruh tubuh dan napas yang sesak. Ia pun berobat ke Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga, Purwokerto. Dokter mendiagnosis Tusiman menderita tumor paritis (kelenjar getah bening) dan tuberculosis paru-paru. Ia pun menjalani operasi pada 17 Juni 2017, namun keadaannya tidak kunjung membaik. Kemudian, ia dirawat di ruang isolasi RS Siaga Medika, Banyumas. Ia pun tidak dapat berbicara, wajah terasa gatal, leher pun kaku dan membengkak. Kini rasa sakit Tusiman sudah selesai. Ia meninggal dunia pada hari Selasa, 5 September 2017. Tusiman adalah anak yatim piatu. Sebelum sakit, ia mengabdi sebagai guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di POS PAUD Kebasen selama 5 tahun. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Sejak Tusiman sakit, perekonomian keluarganya semakin melemah. Ia pun kesulitan mencari biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Tusiman sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Semoga sakit yang diderita almarhum dapat menjadi penggugur dosa-dosanya dan ia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Tusiman menderita tumor paritis (kelenjar getah bening) dan tuberculosis paru-paru


AKBAR PATRIOTA WARDANA (1, Muntaber). Alamat : Jl. Patriot RT 1/3, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada hari Selasa 15 Agustus 2017, Dik Akbar mulai muntah-muntah dan terus menerus buang air besar (BAB) sejak pukul 3 pagi hingga sore hari. Sampai akhirnya karena cairan tubuh yang terus berkurang akibat muntah dan buang air besar, ia merasa lemas lalu pingsan. Dik Akbar sudah beberapa kali diperiksakan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) setempat dan Klinik Palang Merah Indonesia (PMI) namun kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perkembangan ke arah membaik. Lalu pada tanggal 19 Agustus 2017 ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo dan menjalani rawat inap sekitar 4 hari. Kondisi Dik Akbar saat ini cukup membaik namun pencernaanya menjadi sensitif serta sedang terkena batuk dan pilek. Ayahnya, Novi Utanto (40) bekerja sebagai tukang kayu dan servis etalase sementara ibunya, Yuni Asih (27) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Novi sangat kecil dan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Akbar dibantu jaminan kesehatan berupa Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA), namun pengobatannya terkendala dari sisi biaya kontrol selama masa penyembuhan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Akbar dan keluarga. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kontrol biaya kehidupan sehari-hari Dik Akbar. Semoga Dik Akbar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis

Akbar menderita muntaber


NURDI BIN KASRODJI (63, Gangguan Paru-paru + Syaraf Kaki). Alamat : RT 3/8, Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 3 tahun lalu Bapak Nurdi mengalami gejala sakit kepala, lalu beliau memeriksakan diri ke Klinik Ikatan Dikter Indonesia (IDI). Selang beberapa minggu sakitnya bertambah parah, Bapak Nurdi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih. Setelah menjalani opname sekitar 2 hari dokter mendiagnosis beliau sakit paru-paru. Beberapa bulan kemudian beliau kembali dibawa ke RS Sinar Kasih, namun kali ini pihak rumah sakit angkat tangan. Kemudian Bapak Nurdi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo dan dirawat selama 1 minggu namun tidak ada perubahan. Beliau kemudian memutuskan untuk pulang, lalu dokter memberikan obat suntik untuk 3 bulan. Penyuntikan dilakukan di Klinik Talenta di desanya. Saat sakit akit paru-paru yang diderita beliau mulai sembuh Bapak Nurdi mengeluhkan kesulitan berjalan seperti biasanya. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosis syaraf kaki beliau bermasalah. Sampai saat ini Bapak Nurdi masih menjalani rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Selama sakit Bapak Nurdi tidak dapat bekerja. Sebelumnya beliau bekerja sebagai penjaga malam di sebuah kantor. Istrinya, Sulastri (58) menggantikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun penghasilan sebagai pembantu rumah tangga hanya cukup untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, sehingga Bapak Nurdi dan istri tidak memiliki simpanan uang untuk biaya transportasi berobat dan membeli kruk untuk Bapak Nurdi. Biaya pengobatan Bapak Nurdi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Nurdi dan keluarga sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi Bapak Nurdi selama berobat, membeli kruk serta untuk biaya kehidupan sehari-hari. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis

Pak nurdi menderita sakit paru-paru


RIANTI BINTI DIKUN (15, Tumor Intra Abdomen). Alamat : RT 1/9, Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Rianti berawal pada saat ia kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Ia merasakan ada benjolan di ulu hati dan terasa sakit. Setelah memeriksakan diri di puskesmas, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng, Purbalingga. Dalam kurun waktu kurang lebih 2 pekan, benjolan tersebut bertambah besar. Ia pun di periksa di Rumah Sakit (RS) Nirmala, kemudian ke RSUD Goetheng dan terakhir dirujuk ke RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Rianti menderita tumor intra abdomen sehingga harus segera dilakukan operasi. Beberapa bulan setelah operasi, benjolan di ulu hatinya terasa membesar. Setelah diperiksakan di RS Margono, ia pun menjalani operasi yang kedua namun tumor di perutnya belum dpat diangkat. Setelah itu, ia menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali di RS Margono. Kini perut bagian kanan bawahnya masih sakit serta dadanya juga. Orang tua Rianti, Bapak Dikun (38) dan Ibu Juminem (35) berpenghasilan kecil yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Rianti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun orang tuanya kesulitan dalam hal transportasi ke rumah sakit selama pengobatannya karena tidak memiliki dana dan alat transportasi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rianti sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga Rianti segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia Rahayu @paulsyifa

Rianti menderita tumor intra abdomen


FATIR TRIMANSYAH (17, Pembengkakan Limpa + Thalasemia). Alamat : RT 10/4, Desa Lambur, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 3 tahun, Fatir didiagnosis menderita flek paru-paru sehingga ia pun rutin menjalani pengobatan. Pada bulan Februari 2016, Fatir mulai sering batuk dan mengalami sesak nafas. Orang tuanya membawa Fatir untuk diperiksa di Puskesmas Serayularangan. Setelah menjalani tes labotarotium ternyata HB Fatir rendah dan kondisinya semakin parah sehingga ia dirujuk ke Rumah Sakir (RS) Nirmala. Ia pun dirawat inap di RS Nirmala selama tiga hari. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Fatir menderita pembengkakan limpa. Kini ia sering mengalami sesak nafas. Sesuai anjuran dokter, setiap kali Fatir sesak nafas, ia harus dibawa ke rumah sakit untuk menerima tranfusi darah. Hingga sekarang ia sudah menjalani 4 kali tranfusi. Fatir adalah putra dari pasangan Bapak Warid (47) dan Ibu Basinah (33). Bapak Warid bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan Ibu Basinah bekerja sebagai buruh lepas pabrik bulu mata palsu. Penghasilan keluarga yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Fatir dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Fatir sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 993. Hasil pemeriksaan terbaru menunjukkan bahwa Fatir juga menderita thalasemia. Ia pun harus menjalani transfusi darah setiap 2 bulan sekali dan setiap transfusi ia harus menjalani rawat inap selama 3 hari. Semoga Fatir segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Fatir menderita pembengkakan limpa dan sesak nafas


INDAH SRI RAHAYU (10, Leukemia). Alamat : RT 6/3, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Juli 2016, Indah mengalami demam tinggi yang terus menerus selama beberapa hari. Orang tuanya kemudian membawa Indah berobat ke Rumah Sakit Islam (RSI) Bawang dan sempat dirawat inap. Namun setelah beberapa hari pulang dari rumah sakit, tubuh Indah kembali demam tinggi. Ia pun kembali dirawat inap di RSI Bawang. Karena tidak ada perkembangan, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara sebelum akhirnya ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito, Yogyakarta. Dokter mendiagnosis Indah menderita leukemia atau kanker darah. Sejak saat itu, ia rutin melakukan rangkaian terapi di RSUP Sardjito. Ayahnya, Admin (36) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, Maryati (33) seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Admin hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, pengobatannya terkendala akomodasi dan biaya hidup sehari-hari saat Indah dirawat inap di RSUP Sardjito. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Indah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari selama ia menjalani rawat inap di RSUP Sardjito. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 832. Indah masih menjalani pengobatan dan rawat inap meskipun belum ada perkembangan yang berarti. Saat ini, ia sedang menjalani rawat inap di RSUP Sardjito karena infeksi di saluran pencernaannya. Semoga Indah sabar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Indah menderita leukemia atau kanker darah


EDY ICHTIFAR (59, Dada Memar). Alamat : RT 2/2, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Agustus lau Bapak Edy mengalami kecelakaan kerja saat akan mengecat pintu gerbang seberat 1,5 ton. Pintu tersebut jatuh dan menimpa bagian dadanya. Beliau lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih, disana beliau disarankan untuk melakukan rontgen. Hasil rontgen memperlihatkan adanya memar pada bagian dada beliau. Saat ini Bapak Edy mengeluhkan pegal pada bagian dadanya yang memar dan terasa nyeri ketika batuk. Kondisi tersebut membuat beliau belum bisa kembali bekerja. Istrinya, Indriyati (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Keluarga Bapak Edy kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak memiliki simpanan untuk biaya kontrol. Selama pengobatan Bapak Edy menanggung sendiri seluruh biaya karena beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Beliau pun mengalami kesulitan dari sisi biaya untuk kontrol. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Edy. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kontrol Bapak Edy dan kehidupan sehari-hari keluarganya. Semoga Bapak Edy segera diberikan kesembuhan serta dapat kembali bekerja dan beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @firdhanelis

Bapak Edy mengalami kecelakaan kerja


ABDUL LATIEF (71, Komplikasi Jantung + Batu Ginjal). Alamat : Kp. Tanah Baru RT 6/3, Desa Harjamekar, Kelurahan Harjamekar, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pinggang terasa panas dirasakan oleh Pak Abdul, lalu ia menjalani pemeriksaan di klinik terdekat. Kemudian Pak Abdul disarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit yang lebih memadai. Ia menjalani pemeriksaan rontgen dan serangkaian tes laboratorium di RS Sentra Medika Cikarang. Hasil yang diperoleh Pak Abdul mengalami gangguan jantung dan batu ginjal. Pak Abdul mejalani operasi batu ginjal di RS Sentra Medika pada pertengahan bulan September 2017. Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RS Sentra Medika. Pak Abdul hanya seorang pedagang asongan, sedangkan istrinya, Bu Mauripah (55) hanya ibu rumah tangga. Namun pada tanggal 20 September 2017, Pak Abdul meninggal dunia saat mah dalam perawatan di rumah sakit. Innalillahi wainailahi roji’un, Semoga Pak Abdul mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang duka untuk keluarga Pak Abdul.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Pak Abdul mengalami gangguan jantung dan batu ginjal


RAFLI NOVIANSYAH (4, Mata Myopia). Alamat : Kp. Jereged RT 5/3, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak usia Rafli 2 bulan, ia kurang respon terhadap benda-benda yang berwarna. Orang tua Rafli menganggap semua itu hal biasa sehingga tidak begitu dihiraukan. Usia Rafli saat 3 tahun ia selalu menunduk ketika melihat benda-benda disekelilingnya. Akhirnya upaya pengobatan pun ditempuh dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan, Rafli dibawa ke RS Medirossa Cikarang. Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan terkena mata myopa dan harus dirujuk ke RS Cicendo Bandung. Saat ini Rafli bersama orang tuanya sudah beberapa kali datang ke RS Cicendo menjalani pemeriksaan. Sayangnya upaya pengobatan Rafli hampir terputus ditengah jalan karena keadaan biaya transport dan bekal selama di rumah sakit. Ayah Rafli, Pak Naman (38) hanya seorang buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Bu Sumiati (28) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : RP. 1.500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M Amin

Rafli terkena mata myopa


MUHAMMAD AKHYAS (58, Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Kali Jeruk RT 2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Akhyas sudah menderita sakit jantung sejak 3 tahun lalu. Ia hanya melakukan pengobatan herbal alami dan terkadang berobat ke klinik atau rumah sakit. Berbagai upaya agar ia sembuh sudah ditempuh namun hasilnya belum maksimal. Pada pertengahan bulan September 2017, kondisi Pak Akhyas sangat kritis, tubuh lemas dan sekujur tubuh berwarna agak kuning. Saat itu istrinya yang dibantu tetangga sekitar mengevakuasi Pak Akhyas ke RS Ridhoka Saalma untuk mendapatkan pertolongan. Pak Akhyas menjalani perawatan selama beberapa hari sehingga kondisinya membaik. Setelah membaik ia pun diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin. Pak Akhyas sudah tidak bekerja lagi semenjak ia sakit sehingga mereka sangat kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit. Sedangkan istrinya, BuEuis Yunaningsih (47) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana H. Nasim

Pak Akhyas sudah menderita sakit jantung


AHMAD FAISAL HUSEN (21, Tumor di Mata). Alamat : Kp. Selang Cau RT 2/5, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015, Faisal terkena flu dan sering mimisan. Sejak itu selang beberapa bulan timbul benolan di pipi yang kemudian membesar. Faisal pernah 1 kali menjalani operasi di RS Persahabatan. Dan menjalani kemoterapy untuk melanjutkan proses pengobatannya hingga saat ini. Pernah suatu saat ia gagal kemoterapy karena tidak bisa datang ke rumah sakit. Alasannya terbentur biaya akomodasi ke rumah sakit sehingga kondisi tumor tersebut semakin memburuk. Faisal tinggal bersama ke 2 orang tuanya. Ayahnya Pak Ahmad Husen (47) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Sri Wahyuni (40) yang hanya seorang ibu rumah tangga. Kehidupan mereka sangat sulit dan masih harus menanggung beban biaya akomodasi pengobatan Faisal. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Faisal dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Faisal menderita tumor mata


NOVIA JULIANTI (9, Tumor Pipi). Alamat : Kp. Siluman RT 2/2, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal November 2016, Novia terjatuh dari sepeda, ada memar pada bagian bawah mata. Karena dianggap luka memar biasa, pengobatan hanya dilakukan secara tradisional. Namun 2 bulan kemudian memar tersebut berubah menjadi benjolan yang makin membesar hingga sekarang. Setelah dibuatkan kartu jaminan KIS Mandiri, ia dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan beberapa hari kemudian dokter menyarankan untuk merujuk Novia ke RSCM Jakarta karena harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan peralatan lebih canggih. Mereka kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta. Ayahnya, Pak Sago sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, saat ini ia tinggal bersama ibunya, Bu Sati (47) yang bekerja sebagai buruh cuci untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Novia menderita tumor pipi


TABA BIN TOIN (60, Cacat Permanen). Alamat : Kp. Galian RT 2/5, Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Taba hidup sebatangkara di sebuah rumahnya yang sederhana. Kondisinya sangat memprihatinkan karena penderitaan yang diderita semenjak lahir. Kondisinya hanya tergeletak di tempat tidur tanpa daya apa-apa. Ada anak dari kakaknya Pak Taba yang rutin setiap hari membawakan makanan untuknya. Kondisi cacat yang diderita Pak Taba cacat permanen yang sulit diobati. Namun terkadang ada orang yang merasa iba membawa Pak Taba ke pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan yang berarti. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kebutuhan sehari-harinya, salah satunya berupa pampers. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk membeli kebutuhan pampers dan lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Karmo

Pak Taba mengalami cacat permanen


ASEP SAEPULLOH (38, TB Paru). Alamat : Dusun Baktijaya RT 11/5, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 3 tahun Asep menderita TB Paru sehingga ia sudah tidak dapat bekerja lagi sebagai kuli di pasar. Di usianya yang sudah menginjak 38 tahun, Asep belum memiliki istri. Ia tinggal bersama kakak perempuannya. Kehidupan mereka sangat sederhana bahkan boleh dibilang kesulitan ekonomi yang membuat mereka menanggung beban kebutuhan hidup. Pada pertengahan September 2017, Asep mengalami sesak nafas sehingga ia segera dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan. Asep menjalani perawatan selama 2 minggu ditemani oleh kakak perempuannya. Mereka kesulitan biaya untuk bekal selama menjalani perawatan. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awalpun disampaikan untuk bekal selama Asep menjalani perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak Asep menderita TB Paru


NATASYA MELIZA BINTI NURSALAM (17, Jantung Rematik). Alamat Jl. Karang Ria 02 RT/RW 001/002 Kelurahan Labuan Bajo Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Awalnya Natasya terlahir dengan penyakit jantung bawaan atau yang awamnya disebut sebagai jantung bocor, beranjak dewasa tidak ada keluhan sakit apapun dan tetap aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikulir di Sekolah. Namun pasca mengikuti kegiatan Paskibraka tahun 2016 mulai Natasya merasakan sakit pada bagian dada sebelah kiri, yang kemudian pihak keluarga membawa Natasya ke rumah sakit umum Kabelota Donggala. Setelah dilakukan pemeriksaan Natasya disarankan untuk di rujuk ke rumah sakit umum Anutapura Palu untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan oleh dokter ahli jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada pembengkakan pada bagian jantung yang didiagnosa oleh dokter adalah Jantung rematik. Kemudian pihak rumah sakit kembali menyarankan agar Natasya harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit harapan kita Jakarta. Adik Natasya merupakan anak pertama dari Bapak Nursalam Bahar (37) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh dan ibu bernama Nadira (35) sebagai ibu rumah tangga. Selama berobat Natasya menggunakan jaminan kesehatan BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak melakukan pendampingan kepada Adik Natasya. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic guna membantu pelunasan BPJS senilai Rp. 1.989.000 dan biaya tiket serta akomodasi adik Natasya untuk diberangkatkan ke rumah sakit harapan kita di Jakarta pada tanggal 7 agustus 2017.

Jumlah bantuan : Rp. 6.265.000, –
Tanggal : 07 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari

Natasya terlahir dengan penyakit jantung bawaan


HUDIYAH BINTI YACI (45, Kanker Payudara). Alamat Jl. Banawa Lrg. Bambapangasi Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Sudah 2 tahun lamanya Ibu Hudiyah menderita kanker payudara dan Pernah dirawat di 2 rumah sakit di Kota Palu yaitu Rumah Sakit umum Anutapura Palu dan RS UNDATA, yang kemudian oleh dokter disarankan untuk rujuk ke rumah sakit Wahidin di Makassar. Namun dikarenakan kendala biaya transpor dan akomodasi pihak keluarga memutuskan untuk dirawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan Herbal. Ibu Hudiyah merupakan istri dari Bapak Arsyad (46) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Mereka memiliki tanggungan 4 orang anak. Saat ini jaminan kesehatan yang dimiliki selama berobat di rumah sakit adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sedekah rombongan segera bergerak melakukan pendampingan agar Ibu Hudiyah segera diberangkatkan menuju RS. Wahidin di Makassar. Bantuan Sebelumnya masuk pada rombongan 971.

Jumlah bantuan : Rp. 5.644.000, –
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Ibu Hudiyah menderita kanker payudara


ADIK AMKA BIN SULAEMAN (1,7 Kelainan pada Otak). Alamat Desa Baras Kec. Baras Kab. Mamuju Utara Sulawesi Barat. Adik Amka sejak lahir mengalami kelainan pada otak sehingga pertumbuhanya terganggu dan pada bagian kepala mengalami pengecilan. Saat ini dirawat di ruang PICU RSUD Undata Palu guna mendapatkan perawatan intensif. Adik Amka merupakan anak dari bapak Sulaeman (38) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu bernama Suli (29) sebagai Ibu rumah tangga. Selama ini jaminan kesehatan yang dimiliki Adik Amka selama berobat di rumah sakit adalah BPJS.
Sedekah rombongan segara bergerak menuju rumah sakit setelah mendapatkan informasi. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat buat Adik Amka selama di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari

Amka menderita kelainan otak


PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI (14, tumor mata). Alamat Desa Melei Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Awalnya Putri menganggap bahwa darah yang keluar dari hidung hanyalah mimisan biasa. Namun 3 (tiga) hari kemudian mimisanya berulang dan tidak mau berhenti. Kemudian pihak keluarga segera membawa putri ke rumah sakit di poso dan mendapat perawatan 4 hari lamanya. Dan selanjutnya dari hasil pemeriksaan belum ditemukan jenis penyakit dan penyebabnya. Beberapa minggu kemudian mimisan berulang dan masuk kedua kalinya di rumah sakit, yang kemudian di rujuk ke Rumah sakit umum anutapura di Palu guna mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lanjutan. Setelah di rumah sakit Palu Putri di diagnosa mengalami tumor di bagian mata, sehingga dianjurkan untuk dirujuk ke RS. Wahidin di Makassar. Putri saat ini sudah di Makassar dan menjalani rawat jalan sambil menunggu hasil diagnosa lanjutan oleh dokter, mimisan putri sudah berhenti namun mata kanan tampak meononjol keluar. Putri merupakan anak dari bapak Wiwi (40) yang bekerja sebagai nelayan dan ibu bernama Yuni (39). Adapun Jaminan kesehatan yang dimiliki saat ini adalah KIS.
Sedekah rombongan masih terus melakukan pendampingan di makassar dan memantau perkembangan berobat adik Putri. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedeakholic guna membantu meringankan biaya akomodasi dan transportasi bagi Putri selama di Makassar. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 998.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Ahmad Jueni

Putri di diagnosa mengalami tumor di bagian mata


JUHARIA BINTI ALIGE (52, Tumor Mata), alamat : Jl. Merpati, Lrg. Merpati, RT ¼, Kel. Tanahmodindi, Kec, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ibu Juharia menderita tumor yang menyebar di bagian mata sejak tahun 2004, dan sudah beberapa kali melakukan pengobatan dan perawatan di berbagai rumah sakit diantaranya RS. Wirabuana Palu, RS. Amapana dan RS Undata Palu. Dan hasil konsultasi terakhir bahwa Ibu Juharia harus di rujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Namun dikarenakan ketiadaan biaya Ibu Juharia memilih melakukan pengobatan di rumah saja. Kurir sedeah rombongan setelah mendapat informasi mengenai beliau, segera bergerak menuju kediaman Ibu Juharia dan melihat kondisinya secara langsung. Pada saat itu kondisi Ibu Juharia sering mengalami kesakitan di bagian wajah dan sehari-hari untuk menghilangkan rasa sakit yang diderita tersebut (mata dan bagian wajah), maka setiap malam hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit yaitu Asam mefenamat dan anti biotik cefadroxil. Kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sehingga menyebabkan Ibu Juharia mengalami gangguan tidur dan selalu tidur dengan posisi duduk (karena sulit tidur jika berbaring/perasaan tidak nyaman). Suami Ibu Juharia yaitu Bapak Muhammad Syarif (50) yang bekerja sebagi buruh merasakan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan istrinya. Keduanya selama ini hanya mengandalkan gaji yang minim dari pendapatan hasil bekerja sebagai seorang buruh harian lepas. Jaminan kesehatan yang dimiliki oleh pasien ini adalah BPJS.
Alhamdulillah sedekah rombongan masih terus melakukan pendampingan kepada Ibu Juharia setelah selesai operasi di Makassar. Dan saat ini masih melakukan pengobatan lanjutan di Palu. Sedekah rombongan memberi bantuan selanjutnya guna membantu meringankan biaya berobat lanjutan di Palu. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 940, 943 dan 947.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : Rasyid@Lismasari

Ibu Juharia menderita tumor mata


SDN 15 SINTORA DESA SALOYA KEC. SINDUE TOMBUSABORA KAB. DONGGALA SULAWESI TENGAH. Sekolah Dasar (SD) ini merupakan salah satu sekolah terpencil yang berada pada ketinggian gunung di Desa Saloya, dimana akses darat untuk menuju ke sekolah tersebut cukup jauh dan melalui sungai bagi anak-anak sekolah. Hingga saat ini anak-anak sekolah di SDN 15 Sintora tersebut belum memiliki perlengkapan sekolah karena orang tua mereka yang mayoritas mendiami pedalaman dan hanya mengandalkan hasil kebun semata. Total jumlah siswa di SDN 15 Sintora berjumlah 25 orang dengan rincian 15 perempuan dan 10 laki-laki.
Sedekah rombongan segera bergerak menuju SDN 15 Sintora setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu menyediakan perlengkapan sekolah bagi anak-anak SDN 15 Sintora.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : Rasyid@Suparman

Bantuan perlengkapan sekolah


NURHIKMAH BINTI HANAFI (26, Infeksi Saluran Kemih). Alamat Jl. Trans Sulawesi Petobo Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Awalnya selama seharian Nurhikmah mengalami sakit perut yang hebat sehingga menyebabkan tidak sadarkan diri. Yang kemudian Nurhikmah segera di larikan ke rumah sakit umum Kabelota Donggala guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Dari hasil pemeriksaan USG diperoleh bahwa Nurhimkah mengalami infeksi pada saluran kemih, sehingga harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Nurhikmah merupakan istri dari bapak Mahfud (30) yang sehari-hari berprofesi sebagai guru mengaji. Selang 3 bulan kemudian ibu Nurhikmah masuk rumah sakit umum Anutapura Palu dan disarankan untuk rujuk ke RS Wahidin di makassar agar diperoleh hasil pemeriksaan yang lebih lanjut terkait kondisi penyakit yang diderita. Saat ini Nurhikmah telah memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk BPJS.
Sedekah rombongan segera melakukan pendampingan kepada Ibu Nurhikmah setelah mendapatkan informasi tersebut. Dan Alhamdulillah kurir sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic agar Ibu Nurhikmah segera dapat diberangkatkan menuju RS Wahidin di Makassar.

Jumlah bantuan : Rp. 2.713.000, –
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Nurhimkah mengalami infeksi pada saluran kemih


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, RT 9/2, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Lidia biasa ia dipanggil, adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Ia rutin melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dikarenakan RSUD Sumenep tidak mampu melakukan tindakan pengobatan untuk penyakitnya. Sudah sejak setahun lalu ia diketahui menderita TB Otak. Lidia mengeluhkan pandangannya mulai tidak jelas, sehingga diberikan obat tambahan. Mei 2017, Lidia selain melakukan kontrol juga dijadwalkan untuk melakukan tindakan MRI sehingga menunggu dari pihak rumah sakit untuk jadwal kapan tindakan MRI bisa dilakukan. Lidia menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dari Sumenep ke Surabaya, juga biaya akomodasi selama di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Lidia dan keluarga. Santunan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1053. Lidia dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Lidia dan keluarga terus semangat untuk melakukan pengobatan, sehingga dapat segera sembuh total dan bisa meraih cita-cita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 724.150,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Monir @hafnirosania

Lidia menderita TB Otak


SULASTRI EKO RUSDIANTO (34, Kanker Lidah). Alamat: Perumahan Mutiara Citra Graha L8 No 7, RT 7/9, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2016 bu Sulastri mengandung anak ketiga. Selama mengandung, beliau mengalami sariawan pada lidah. Pada saat pertama kali mengalami sariawan, umur kandungan bu Sulastri masih dua bulan. Saat itu suami bu Sulastri mengira bahwa sariawan tersebut hanyalah bawaan bayi sehingga menganggap sariawan tersebut akan segera sembuh dengan sendirinya. Namun setelah melahirkan, sariawan tersebut masih belum hilang. Benjolan yang dikira sariawan biasa oleh bu Sulastri dan keluarga tidak kunjung sembuh. Karena bu Sulastri mengeluh semakin sakit di daerah sekitar lidah, beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Sulastri dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2. Bu Sulastri kembali pulang dan menjalani pengobatan alternatif. Hingga beberapa bulan setelahnya, bu Sulastri menjalani pemeriksaan kembali. Namun tidak disangka, hasil diagnosa menyatakan bahwa kanker Lidah beliau menjadi stadium 4. Beberapa minggu kemudian, kondisi bu Sulastri semakin menurun. Hingga pada 14 Juni 2017 bu Sulastri dilarikan ke RSUD Sidoarjo dan disarankan opname untuk memulihkan kondisi kesehatan beliau. Di RSUD Sidoarjo, bu Sulastri juga menjalani kemoterapi. Kini, bu Sulastri harus makan dan minum melalui selang sonde atau pipa makanan. Beliau mengeluh sakit saat harus menelan makan dan minuman tersebut sehingga nafsu makan bu Sulastri menurun. Bu Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Eko Rusdianto (41) bekerja sebagai tukang instalasi listrik harian lepas. Selain menghidupi keluarga, suami bu Sulastri juga membantu biaya sewa rumah yang kini didiami oleh mereka bersama dengan bu Mujiati, orangtua bu Sulastri di Sidoarjo. Sedangkan bu Mujiati sendiri bekerja menjaga anak tetangga sekitar rumah. Bu Sulastri dikaruniai tiga orang anak dengan anak terakhir yang masih balita. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 2. Walaupun demikian, bu Sulatsri masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar jaminan BPJS, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari saat suami menjaga bu Sulastri. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic untuk bu Sulastri. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan dan tranportasi ke rumah sakit. Bu Sulastri dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.900,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi @EArynta

Bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 1049.

Jumlah Bantuan​: Rp. 500.000,-
Tanggal​​: 18 Juli 2017
Kurir​​​: @vanmadura Ruslan @hafnirosania

Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3


VINA AFIDATUS SHOFA (1, Lahir Tanpa Anus). Alamat : Dusun Panyaleh, RT 2/3, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Vina panggilan adik ini adalah balita yg diketahui lahir tanpa anus oleh orang tuanya, saat diketahui setelah 1 hari 1 malam mulai muntah kuning secara terus menurus dan kondisi perut mengeras, sehingga orang tua membawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Setelah diketahui tidak memiliki anus oleh dokter disarankan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Setelah itu selama 3 hari di RSUD surabaya dibuatkan lubang pengeluaran di perut bagian samping kiri. Sejak itu Vina kontrol tiap 2 minggu sekali ke Surabaya. Setelah juga dokter mnyarankan untuk mnggu operasi pembuatan lubang anus. Terakhir adik vina dapat panggilan oleh pihak RSUD Soetomo SBY untuk pembuatan lubang anus dengan cara di operasi. Saat ini adik vina jika BAB masih mnggunakan lubang anus buatanyang ada di perut. Kondisi adik vina dalam keadaan yang membaik. Besarnya biaya berobat dan biaya operasi inilah yg ditakutkan oleh orang tua yg pekerjaannya sebagai petani di desanya. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang saku yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi saat perjalanan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk proses pembuatan lubang anus. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Monir Teguh

vina terlahir tanpa anus


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Oprasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya operasional September 2017 dan servis ganti oli. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1048.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


AlM. SUNARTO BIN SUWITO (43,Gagal Ginjal+sesak nafas) beralamat di dukuh Bandungharjo RT 4 RW 2, desa Bandungharjo, kabupaten Grobogan, propinsi Jawa Tengah.Bapak Sunarto menderita gagal ginjal sejak 3 tahun yang lalu. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya cuci darah dan karna keterbatasan biaya pengobatan yang dilakukan tidak rutin. Dan dalam 6 bulan terakhir, penyakit pak Sunarto semakin parah. Sehingga hanya bisa berbaring dirumah dengan alat bantu oksigen. Akhirnya oleh keluarga dibawa ke RSUD Grobogan dan disarankan untuk rawat inap. Karena RS Daerah kurang lengkap untuk pengobatan beliau, akhirnya akan dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Tetapi tidak jadi dikarenakan kamar rawat inap penuh. Kemudian beliau meminta untuk pulang paksa. Karena keterbatasan perawatan di rumah, akhirnya bapak Sunarto meninggal pada 18 Agustus 2017. Beliau mempunyai 4 anak yang masih kecil dan anak terakhir masih bayi. Beliau juga tinggal bersama neneknya, yang mana tanah tempat tinggal beliau adalah tanah milik desa. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info kemudian melakukan survai. Bantuan Sedekaholic disampaikan kepada keluarga untuk membantu meringankan beban keluarga untuk membantu biaya perbaikan rumah & kebutuhan harian keluarga yang ditinggalkan .

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 24 September 2017
Kurir : @mawan @anisSetya @ilhamriska

Bapak Sunarto menderita gagal ginjal dan sesak napas


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Biaya Rumah Tangga Pasien Bulan September 2017) Alamat: Jl. Arifin 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk, Obat keluarga Pasin. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1048
Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.699.500
Tanggal: 30 September 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO(Operasional Bulan September 2017) Alamat: Jl. Arifin No 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti biaya listrik,biaya Hotline, iuran keamanan, iuran kebersihan,Biaya Rapat koordinasi daerah. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1048 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 2.486.800
Tanggal: 30 September 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD 1998 SR Biaya Operasional September 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan September ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR, biaya Pajak Kendaraan, gaji Driver. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 1048 Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.758.500
Tanggal : 30 September 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional


RAHIMAH BINTI LANUTO ( 66, Stroke). Alamat : Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Fajar Karya, RT 1/26, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kode pos 78113, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Rahimah sejak September 2014 sudah mengalami stroke pada tubuh bagian kirinya hingga memuatnya tidak bisa berjalan. Ibu Rahimah karena sakitnya pernah dirawat inap bahkan masuk ICU. Selama sakit Ibu Rahimah baru satu kali konsultasi ke rumah sakit karena terbentur biaya transportasi dan biaya hidup selama di rumah sakit. Ibu Rahimah sudah 15 tahun menjanda. Ia tinggal bersama ketujuh anak dan cucunya. Salah seorang anaknya yang bekerja di bengkel mobil menjadi tulang punggung keluarga, namun penghasilannya tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Ibu Rahimah, terlebih lagi sang ibu membutuhkan popok karena tidak dapat bolak – balik ke kamar mandi. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rahimah saat bersilaturahmi ke rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Rahimah dan akhirnya menyampaikan bantuan untuk membayar iuran JKN – KIS agar ia bisa melanjutkan terapi di rumah sakit karena masih ada harapan untuk sembuh.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh@ririn_restu

Bu Rahimah menderita stroke


MUHAMMAD AMIN (65, Kanker Hidung + Hepatitis). Alamat : Jln. Senami, RT 7/2, Desa Sridadi, Kec. Muara Bulian, Kab. Batanghari, Prov. Jambi. Pak Amin mengalami kesulitan bernapas sejak tahun 2016, terlihat jelas ketika diafragmanya naik turun tidak stabil seperti kebanyakan orang pada umumnya. Hal ini dikarenakan ada daging abnormal yang terus tumbuh di dalam rongga hidung kiri Pak Amin, sehingga menutupi jalan keluar masuknya udara. Ketika Pak Amin dibawa ke Puskesmas setempat, dokter mendiagnosisnya mengalami kanker hidung. Untuk memperkuat diagnosis ini Pak Amin dirujuk ke RSUD Hamba Batanghari untuk pengambilan sampel atau biopsi, namun niat tersebut harus diurungkan karena ia tidak bisa membayar tunggakan JKN – KIS dan perekonomian keluarganya yang sedang sulit. Kebutuhan sehari – hari Pak Amin hanya dibantu oleh anak perempuan satu – satunya yang telah berkeluarga, Lili Monalisa (34), dari hasil berjualan tekwan di sekolah. Pemberian sang anak tentu tidak bisa membantu sepenuhnya, terlebih lagi istri Pak Amin, Ibu Siti Aisah (58), juga sedang sakit karena terkena stroke dan kini hanya dapat terbaring lemah di kasur kamarnya yang lusuh. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Amin. Kondisi Pak Amin yang semakin memburuk membuat warga setempat membantu melunasi tunggakan JKN – KIS miliknya sehingga bisa dibawa berobat ke RSUD Hamba Batanghari. Selang satu hari sejak kepulangan Pak Amin dari rumah sakit, ia menghembuskan napas terakhir di kediamannya. Selamat jalan Pak Amin, semoga amal ibadahmu diterima Allah Yang Maha Kuasa. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada Ibu Lili untuk membantu keluarga yang sedang berduka.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir: @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @ririn_restu

Pak Amin menderita kanker hidung


AJI MANGKAT (65, Diabetes Mellitus + Gangguan Jantung + Liver). Alamat : Jalan Gajah Mada, RT 13/2, Kelurahan Rengas Condong, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pak Aji diketahui telah mengidap penyakit diabetes cukup lama. Pelan tapi pasti, tubuhnya kian lama kian menyusut dan di perutnya terlihat lebih besar dari biasanya. Saat itu, Pak Aji pingsan karena gula darahnya tinggi. Pak Aji akhirnya dibawa ke Puskesmas dan diperiksa oleh dokter ternyata ada gangguan pada jantung dan livernya. Pak Aji pun mendaftarkan diri sebagai peserta JKN – KIS Mandiri kelas 3 dengan pembayaran secara swadaya yang dilakukan oleh anaknya secara bergantian. Pak Aji sudah tidak memiliki istri dan saat ini tinggal seorang diri di bengkel miliknya. Dua anaknya telah berkeluarga dan tinggal di satu kontrakan yang sama. Setiap hari anaknya mengantar makanan untuk Pak Aji. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Pak Aji di rumah sakit saat ia dirawat. Santunan pun telah disampaikan sebagai wujud kepedulian sedekah rombongan untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan Pak Aji. Semoga Pak Aji bisa segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir: @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila

Pak Aji menderita diabetes, gangguan pada jantung dan livernya


PRIMA HIDAYAH (1, Tetralogi of Fallot). Alamat : Jalur I Blok A, RT 2, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Prima harus mengalami rasanya masuk keluar rumah sakit karena sering mengalami kebiruan pada ujung-ujung jari, bibir serta cuping hidungnya sejak ia berusia 2 bulan. Orang tua Prima bercerita saat lahir putrinya tidak segera menangis dengan kondisi ketuban yang berwarna hijau kental. Saat itu Prima disarankan untuk dikonsultasikankan ke dokter spesialis anak oleh bidan setempat, akan tetapi karena keterbatasan biaya ia tidak jadi dibawa ke dokter. Pada saat memasuki usia 11 bulan, Prima mengalami batuk pilek disertai sesak napas berat hingga akhirnya ia dibawa ke RS Sungai Bahar dan dirawat selama 2 hari. Selama menjalani rawat inap dan tak kunjung ada perkembangan yang signifikan, akhirnya ia dirujuk ke RSU Raden Mattaher Jambi dan dirawat di ruangan PICU. Prima didiagnosis mengalami tetralogi of fallot yakni kelainan jantung bawaan yang terdiri dari empat atau paling nyata tiga kelainan jantung yang disebabkan karena “sindrom bayi biru”. Dokter menyarankan agar Prima segera dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sudarto (41) dan Warni (38) adalah orangtua Prima yang sehari hari bekerja sebagai buruh sawit. Saran pihak medis yang mengharuskan putri mereka segera dirujuk ke Jakarta dengan menyertakan pendamping medis sangat memberatkan keluarga ini. Meskipun memiliki JKN – KIS; kesulitan biaya transportasi, proses rujukan, serta sulitnya urusan dengan maskapai penerbangan akibat kondisi Prima yang sedikit berbeda, sempat menyurutkan keinginan orang tuanya untuk membawa Prima ke Jakarta. Alhamdulillah berkat izin Allah SWT kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini dan dapat menyampaikan santunan awal hingga akhirnya Prima dan orang tuanya dapat berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Prima sempat dirawat karena mengalami sesak napas dan sampai saat ini ia masih berobat jalan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya pembelian alat nebulizer atau alat terapi pernapasan dan untuk kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Prima telah dibantu dalam Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 September 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @bitrihanuari @ririn_restu

Prima didiagnosis mengalami tetralogi of fallot


RAHMA OKTA BERINA (13, Penyempitan Usus). Alamat : RT 2, Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Sejak lahir Rahma buang air besarnya normal, namun ketika berumur 11 bulan perutnya membesar lalu dibawa ke RSUD Bangko. Dokter mengatakan ada penyempitan usus karena dihimpit tumor dan harus segera dioperasi untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke sebelah kiri perut. Operasi pun dilakukan, tetapi tumornya tidak diangkat karena pada saat itu kondisi Rahma tidak memungkinkan. Sebulan setelah operasi, perut Rahma kembali membesar. Ibunya memberikan susu kuda liar hingga 7 botol dan alhamdulillah perutnya tidak membesar lagi hingga sekarang. Kondisi Rahma saat ini bisa beraktivitas seperti biasa, namun saluran buang air besar yang berada di sebelah kiri perut sangat mengganggu kesehariannya. Pihak medis RSUD Bangko menyarankan agar Rahma dioperasi kembali untuk memindahkan saluran buang air besarnya ke posisi normal, ia pun dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ayah tirinya, Yusrianto (36), bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya, Marilam (44), hanya ibu rumah tangga. Mereka mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta proses rujukan ke RSUD Raden Mattaher Jambi karena untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja masih sangat sulit. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga operasi Rahma berjalan lancar dan ia bisa beraktivitas kembali dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @ritania @azwir @ririn_restu

Rahma menderita penyempitan usus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SEPTIANA DEWI 500,000
2 TUTUR BINTI TALAM 1,520,900
3 RSSR SEMARANG 50,000,000
4 RSSR SEMARANG 18,926,200
5 LIA LIFIANA 675,000
6 PURWATININGSIH BINTI SUDRI 500,000
7 YATNO BIN SANMURDI 4,506,000
8 FALSAFAH ROMADHONI 1,000,000
9 ROKHMADI BIN WIRYANA 500,000
10 KIRANA DERMAWAN 750,000
11 ACHMAD SUMARJO SADIM 1,000,000
12 FADIL ZAHDAN NASRULOH 1,000,000
13 KARSONO BIN SAYUTI 1,000,000
14 ANDI 2,000,000
15 JATMONO BIN SANMORI 500,000
16 TUSIMAN BIN ENJUN 1,000,000
17 AKBAR PATRIOTA WARDANA 500,000
18 NURDI BIN KASRODJI 1,000,000
19 RIANTI BINTI DIKUN 750,000
20 FATIR TRIMANSYAH 500,000
21 INDAH SRI RAHAYU 500,000
22 EDY ICHTIFAR 500,000
23 ABDUL LATIEF 500,000
24 RAFLI NOVIANSYAH 1,500,000
25 MUHAMMAD AKHYAS 500,000
26 AHMAD FAISAL HUSEN 100,000
27 NOVIA JULIANTI 500,000
28 TABA BIN TOIN 500,000
29 ASEP SAEPULLOH 500,000
30 NATASYA MELIZA BINTI NURSALAM 6,265,000
31 HUDIYAH BINTI YACI 5,644,000
32 ADIK AMKA BIN SULAEMAN 1,000,000
33 PUTRI WAHYUNI BINTI WIWI 1,000,000
34 JUHARIA BINTI ALIGE 1,000,000
35 SDN 15 SINTORA 5,000,000
36 NURHIKMAH BINTI HANAFI 2,713,000
37 USRIFATUL MAULIDIA 724,150
38 SULASTRI EKO RUSDIANTO 550,900
39 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
40 VINA AFIDATUS SHOFA 1,000,000
41 MTSR BEKASI 3,000,000
42 AlM. SUNARTO BIN SUWITO 2,000,000
43 RSSR SOLO 1,699,500
44 RSSR SOLO 2,486,800
45 MTSR SOLO 4,758,500
46 RAHIMAH BINTI LANUTO 1,000,000
47 MUHAMMAD AMIN 750,000
48 AJI MANGKAT 500,000
49 PRIMA HIDAYAH 2,000,000
50 RAHMA OKTA BERINA 500,000
Total 137,319,950

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 137,319,950,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1057 ROMBONGAN

Rp. 55,685,827,516,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.