Rombongan 1056

Kekuatan dari sedekah begitu ajaib, sehingga akal sehat tak mampu menangkap sebab-akibat dari sedekah.
Posted by on September 30, 2017

OKE MAULANA (52, Stroke). Alamat : Jalan Lele 7 No. 216, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak Juni 2017 Pak Oke sudah tidak dapat berjalan, awal mulanya terjatuh saat sedang di kamar mandi. Pak Oke hanya berobat ke puskesmas dengan menggunakan kartu jaminan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Terkadang juga ia menjalani pengobatan ke ahli pengobatan tradisional. Berbagai upaya untuk kesembuhannya sudah dilakukan. Selama Pak Oke sakit, ia sudah tidak dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya. Saat ini mereka kesulitan biaya sehari-hari dan untuk ongkos berobat. Istrinya, Bu Yanti (47) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi pengobatan Pak Oke. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1047. Dan saat ini ada perkembangan kesehatannya, Pak Oke sudah bisa berdiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Pak oke menderita stroke


SELVI BINTI EDI (2,Hydrocepalus). Alamat : Kp. Segaran RT 2/8, Desa Segaran, Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak baru lahir sampai usia 4 bulan kondisi pertumbuhan Selvi terlihat normal, namun saat memasuki usia 5 bulan terlihat ukuran kepalanya semakin membesar. Sejak itulah Selvi dinyatakan menderita Hydrocepalus. Selvi pernah menjalani operasi pertama di RSUD Kabupaten Karawang pada bulan Desember 2016,selanjutnya ia menjalani kontrol ke RSUD Karawang sebulan sekali untuk mengetahui perkembangan Selvi. Selain menjalani kontrol rutin, Selvi dianjurkan untuk mengkonsumsi merk susu tertentu untuk mendapatkan asupan gizi yang baik. Orang tua Selvi, Bu Samih (35) yang hanya seorang ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhannya, sedangkan ayah Selvi sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Dengan kondisi seperti ini, Bu Samih sangat mengharapkan uluran bantuan dari dermawan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu Selvi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1045. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan dapat bermanfaat untuk Selvi dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Asmi Wulandari

Selvi dinyatakan menderita Hydrocepalus


NEVIA NILAM OCTAVIANA (19, TB Kelenjar). Alamat: Kampung Pasekon RT 3/16, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Anak pertama dari Bapak Indra dan Ibu Yani ini menderita sakit dengan diagnose dokter TB kelanjar, dan harus menjalani pengobatan rutin selama enam bulan. Tetapi baru dua bulan saja ia sanggup berobat dan harus terhenti dikarenakan kesulitan ekonomi, iuran BPJS-nya tidak terbayar dan sudah menunggak selama tiga bulan. Nevia sekarang tinggal bersama ibunya di rumah kakek dan neneknya. Kedua orang tua Nevia sudah bercerai dan ayahnya tidak pernah datang membiayainya lagi. Kebutuhan sehari-hari Nevia dan ibunya diurus oleh kakek dan nenek Nevia dalam keterbatasan ekonomi. Keadaan penyakit Nevia sudah memprihatinkan. Benjolan di leher yang awalnya sebesar biji kacang, sekarang sudah membesar seukuran telur putuh dan pecah mengeluarkan cairan. Bakan benjolannya pun sudah bertambah menjadi enam benjolan, dan dikhawatirkan menjalar ke telinga. Nevia membutuhkan pertolongan dan biaya karena harus secara intensif berobat. Kabar duka dan penderitaan Nevia beserta keluarganya sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan Cipanas. Syukur Alhamdulillah, pada awal September 2017 Kurir #SR Cipanas dapat berkunjung dan bertemu dengan keluarga Nevia. Pada kunjungan itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari Sedekaholik #SR yang berempati pada kesusahan keluarga Nevia. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS, biaya transportasi dan akomodasi berobat Nevia. Semoga bantuan para dermawan melalui #SR ini dapat meringankan beban hidup keluarga Nevia dan menjadi pembuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 Safroni, Paul, Aat Atikah

Nevia menderita TB kelanjar


YUNI NUR RIZKI (20, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat: Kampung Pasekon RT 1/16 Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupatetn Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pada awal 2017, Yuni didiagnosa mengidap penyakit kelenjar getah bening. Dan ia pun pernah melakukan pengobatan di RSUD Cianjur, tetapi karena keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki jaminan kesehatan, pengobatannya tidak dapat dilanjutkan. Karena penyakitnya itu leher Yuni membengkak dan semakin membesar, dan karena penyakit serta kesusahan yang dialaminya menyebabkan Yuni sering mengurung diri di kamar. Ayah dan ibu yuni sudah lama bercerai, dan sekarang Yuni tinggal bersama ibunya , yaitu Ibu Dedeh (38 th) yang tidak bekerja. Kebutuhan mereka mengandalkan dari penghasilan kakak Yuni sebagai buruh karena ayahnya sudah tidak lagi memberi nafkah. Yuni yang dulu dikenal sebagai anak yang cerdas, pintar dan aktif sebagai anggota paskibra sekarang menjadi anak yang pendiam dan selalu mengurung diri. Ibunya bercerita bahwa Yuni sangat ingin berobat dan semua terus berharap dan berdoa agar bisa mengobati Yuni, tetapi mereka benar-benar tidak mampu membiayainya, Ibunya Yuni bilang, bahwa Yuni seperti sudah berputus asa, sebab jangankan untuk berobat, untuk biaya sehari-hari pun mereka sering kesusahan. Kabar penderitaan keluarga dhuafa itu sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan, dan alhamdulillah Kurir #SR dapat berkunjung ke rumahnya. Setelah membantu keluarga Yuni mengurus Jamkesmas, Kurir #SR pun kembali datang menjemput Yuni untuk dibawa berobat. Akan tetapi, dikarenakan perasaan mindernya, pada awalnya Yuni tidak mau keluar untuk menemui para Kurir. Namun setelah dibujuk, akhirnya Yuni bersedia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapat tindakan medis. Syukur Alhamdulillah pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut juga dapat meringankan beban biaya hidup Yuni dan ibunya, dapat membangkitkan kembali kepercayaan diri Yuni serta memberinya harapan dan semangat untuk sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 september 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @yonkfajar, @Alwiejozz @agungtrikurnia7

Yuni didiagnosa mengidap penyakit kelenjar getah bening


ELSA MAYORI (12, Kanker Kepala). Alamat: Kampung Rasamala RT 2/8, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pada awal September 2017, Kurir Sedekah Rombongan mendapat telepon yang meminta pertolongan. Telepon tersebut dari dari keluarga Elsa Mayori, yang katanya mengalami pembengkakan lubang telinga yang diduga seperti daging atau nanah. Setelah mendapatkan alamat Kurir #SR pun bergegas menuju alamat tersebut, yang ternyata letaknya sangat jah dari kota dan Kurir #SR pun sebelumnya mengalami kesulitan untuk menemukannya. Dari kunjungan tersebut diperoleh penjelasan dari ayahnya, bahwa keadaan Elsa sangat mengkhawatirkan. Ia sering pusing dan tidak sanggup berdiri, sehingga untuk ke kamar mandi pun harus dipapah. Sungguh keadaan Elsa itu membuat sedih dan panik keluarganya. Mereka adalah keluarga miskin dan ayah Elsa hanyalah seorang pekerja serabutan, sehingga untuk pergi ke dokter atau ke rumah sakit pun, mereka tidak memiliki uang. Oleh karena itu Kurir #SR segera mencari bantuan untuk dapat membawa Elsa ke rumah sakit. Setelah mendapat bantuan ambulan dari pemerintah desa setempat, pada 6 September 2017, Kurir #SR beserta orang tuanya membawa Elsa ke RSUD Cimacan dan di sana ia mendapatkan penanganan medis. Namun karena sesuatu hal, Elsa kemudian dirujuk ke RSDH Cianjur. Pada waktu itu juga Elsa dibawa ke rumah sakit rujukan tersebut dan hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit sangat mengejutkan, yaitu elsa dinyatakan mengidap kanker kepala. Disebabkan penyakit yang dideritanya dan kondisi Elsa pada waktu itu semakin lemah maka Elsa pun dinyatakan kritis dan dirawat di ruang ICU. Pada 7 September Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi keluarga Elsa di rumah sakit. Waktu itu Elsa terlihat di ruang ICU dengan berbagai peralatan medis menempel di tubuhnya. Pada kunjungan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dri Sedekaholik #SR yang berempati terhadap keluarga dhuafa tersebut. Bantuan awal tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan bekal sehari-hari orang tua Elsa selama menunggu Elsa dirawat. Mudah-mudahan keluarga Elsa akan selalu mendapat bantuan dari para dermawan agar Elsa mendapat perawatan dan pengobatan di rumah sakit sampai sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @alwiejozz @agungtrikurnia7 Safroni

Elsa menderita kanker kepala


UNDANG SUDARNA (53, Tumor Mata + Tumor Kulit). Alamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luka di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya menyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kab. Bandung dan Kab. Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung. Rupanya ia berencana pindah ke Kab. Bandung, agar ia bisa memulai hidup baru dan lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya, Pak Undang mengutarakan harapannya melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Dia termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat berobat. Selama bulan November 2016 sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kec. Ciwidey. Pak Undang menjalani pemeriksaan CT-Scan pada akhir Desember 2016. Pada pertengahan Januari 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS dan RS Mata Cicendo, akhir bulan Februari 2017, ia harus terus berikhtiar di kedua rumah sakit tersebut. Meskipun kondisi psikologisnya makin membaik, upayanya masih cukup lama. Pada awal Mei 2017 Pak Undang diperiksa intensif di RSM Cicendo Bandung dan sempat tiga hari dirawat inap pascaoperasi tumor pada matanya. Ia kemudian tinggal di RSSR Bandung sambil rutin kontrol ke RSM Cicendo dan RSHS Bandung. Selain ada tumor di matanya, ia juga diduga mengidap tumor kulit sekitar mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama bulan Juli 2017, pihak medis memutuskan bahwa Pak Undang harus menjalani 30 kali terapi sinar. Dia masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Undang Sudarna. Bantuan yang disampaikan di rumah peninggalan orangtuanya ini digunakan untuk biaya membeli obat/alat kesehatan, bayar BPJS Mandiri, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Spetember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @ascun

Pak Undang menderita tumor mata dan tumor kulit


ANNISA BINTI WAWAN (5, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT 2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, Alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015, Kurir #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Pada awal Oktober 2015 Annisa mengalami kejang-kejang. Ia kemudian diperiksakan ke bidan dan Puskesmas. Ibunya Annisa, Bu Isma sendiri sedang mengandung anak ketiga. Dua kali Bu Isma diantar MTSR kontrol rutin pekembagan kehamilannya. Dokter Kandungan RSUD Soreang menduga kelahirannya melalui operasi. Dan pada 17 November 2015 Bu Isma melahirkan putri ketiganya melalui operasi cessar. Sementara itu kondisi anak keduanya, Annisa memburuk. Hampir setiap malam ia kejang dan demam. Pada pertengahan Januari 2016 kurir #SR menemui Annisa dan keluarganya untuk pemeiksaan rutin ke RSUD Soreang. Secara medis, tindakan terakhir untuk mengurangi cairan dan pembesaran kepalanya adalah operasi. Akan tetapi, sampai saat ini tindakan itu belum dilaksanakkan, menunggu kesiapan kedua orangtuanya. “Kami masih trauma Pak. Sudah dua kali Annisa dioperasi, tetapi kepalanya masih seperti itu,” jawab ibunya ketika ditanya kurir mengapa tindakan operasinnya selalu ditunda. “Bantu kami membeli obat untuk menangani Annisa kalau kejang dan kebutuhan susu. Apalagi, kami bulan ini (Februari 2016, red.) harus ikut suami ke Cirebon,” tambahnya. Selama Annisa tinggal di Cirebon, alhamdulillah empati sedekaholics #SR terus disampaikan. Pada awal Mei 2016 Annisa dan ibunya pulang ke kampung halaman tempat Ibu Isma dibesarkan. Saat dikunjungi kurir #SR, ibunya Annisa menyatakan bahwa Annisa akan diperiksakan kembali secara rutin ke rumah sakit, karena kondisinya semakin menurun. Pada bulan Mei 2016 bersyukur kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Annisa dan keluarganya. Pada akhir Agustus 2016 ibunya Annisa memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa kondisi Annisa kembaali menurun drastis. Ia tak mau menerima asupan makanan dan lingkar kepalanya membesar. Saat dikunjungi, kondisi Annisa memanga amat mengkhawatirkan. Ia masih harus menjalani terapi dan penanganan lainnya di rumah sakit. Dengn doa semua dan bantuan paramedis, bersyukur Annisa dapat diangani dengan baik. Pada akhir November 2016, ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa pada telinga kiri Annisa ada luka yang terus membesar. Beberapa hari kemudian kurir SR menemui Annisa dan ibunya di rumah kontrakan, kemudian membawa Annisa periksa ke Pukesmas Kopo dan RSUD Soreang. Annisa dianjurkan untuk kontrol rutin dua kali dalam seminggu ke rumah sakit . Pada Januari 2017 kurir #SR mengunjungi Annisa dan keluarganya setelah ibunya meminta bantuan untuk menguruskan tagihan Iuran BPJS serta biaya untuk membeli obat dan susu, dan alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantunya. Pada April 2017 Ibu Isma menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Annisam dirawat inap di RSUD Soreang dan mebutuhkan bantuan. Bersyukur saat itu kurir SR sempat menjenguk Annisa dan menyampaikan bantuan. Setelah dirawat semingga, penanganan medis Annisa dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Pada akhir Juni 2017 ia didampingi ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan. Tim medis memutuskan tindakan operasi untuk mengurangi cairan di kepalanya yang terus membesar. Kondisinya semakin menurun. Annisa juga sempat diperiksa dengan CT-Scan. Pada 17 September 2017 kurir #SR mengunjungi mereka di rumah orang tua angkat Bu Isma. Lingkar kepalannya makin membesar. Pada 18 September 2017 Annisa harus diperiksakan kembali ke rumah sakit. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali sedekaholics #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Annisa. Bantuan yang diterima ibunya ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS serta membeli obat dan susu. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Annisa didiagnosis hydrochepalus


SARAH BINTI HUSEN (71, Kista). Alamat: Kampung Cinengah Girang RT 2/14, Desa Sukanagalih, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Nenek Sarah yang sudah lama menjanda ini mencari nafkah dengan berjualan keliling ke kampong-kampung. Sejak April 2017, ia sering merasa pusing dan badannya panas sehingga ia hanya mampu berjualan sambil duduk di trotoar pasar Cipanas. Dengan dibantu tetangganya Nenek Sarah dibawa berobat ke dokter. Setelah beberapa kali memeriksakan diri dan berobat, dokter menyatakan bahwa Nenek Sarah mengidap penyakit kista. Akan tetapi, karena tidak memiliki biaya, Nenek Sarah sudah tidak bisa lagi berobat dan memeriksakan penyakitnya. Nenek Sarah yang hanya pedagang keliling ini hidup bersama salah satu anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Sementara salah satu anaknya yang lain tinggal di Jakarta dan menjadi penjual Koran. Walaupun Nenek Sarah memiliki jaminan kesehatan BPJS, tetapi ia sering tidak memiliki uang untuk ongkos berobat dan untuk biaya hidup sehari-hari pun ia kesusahan. Kabar penderitaan Nenek Sarah itu sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan Cipanas melalui pemberitahuan masyarakat yang prihatin terhadap penderitaannya. Beruntu Kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Nenek Sarah dan mendengarkan segala kisah sedih dan harapannya untuk dapat melanjutkan pengobatannya. Syukur Alhamdulillah, pada 17 September 2017 Kurir #SR dapat berkunjung kembali dan menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para Sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan membantunya meringankan beban biaya hidupnya sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini telah memberinya harapan dan membuka jalan untuk kesembuhan Nenenk Sarah binti Husen.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @alwiejozz @agungtrikurnia7 Aat Atikah, Paul

Sarah menderita kista


ROHILAH BINTI JAJA (39, Liver). Alamat: Kampung Landbau RT 4/8, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohilah adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal 4 tahun lalu dan ia bekerja membanting tulang menjadi buruh nyuci demi menghidupi anak-anaknya. Sejak satu tahun yang lalu Ia mulai kesulitan beraktivitas dan bekerja dikarenakan menderita sakit, perutnya membesar dan tubuhnya mengecil. Sebagai buruh nyuci pada tetangga-tetangganya tentu saja penghasilannya sangat kecil, sehingga ia tidak mampu memeriksakan diri dan mengobati penyakitnya. Kabar penderitaan Ibu Rohilah ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya yang merasa kasihan. Beruntung sekali, pada 20 Agutus 2017, Kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat berkunjung ke rumahnya dan melihat kondisinya. Sungguh prihatin melihat kondisinya yang kurus, perutnya besar, dan kakinya bengkak. Penderitaannya itu pulalah yang membuat keluarga dhuafa ini semakin susah, karena Ibu Rohilah tidak bisa lagi bekerja untuk mencari nafkah. Karena Ibu Rohilah tidak memiliki jaminan kesehatan untuk berobat, maka Kurir #SR pun membantunya mengurus pembuatan BPJS. Setelah selesai pembuatan BPJS-nya Kurir #SR pun mengantar dan mendampinginya memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Setelah pemeriksaan dan mendapat perawatan medis, maka dokter memutuskan untuk menyedot cairan yang berada di perutnya. Alhamdulillah, cairan dalam perutnya pun dapat dikeluarkan sebanyak empat botol air mineral ukuran besar. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Ibu Rohilah diizinkan pulang dan diharuskan control dan berobat seminggu sekali. Syukur Alhamdulillah, pada 17 September 2017 Kurir #SR kembali menjenguknya dan menyampaikan bantuan uang dari Sedekaholik #SR yang merasa priatin dan ingin membantunya. Bantuan uang tersebut untuk digunakan sebagai biay atransportasi-akomodasi berobat dan membantunya untuk mengurangi beban biaya hidupnya sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini memberi kebahagiaan dan semangat kepada Ibu Rohilah, sehingga ia dapat terus berobat untuk kesembuhanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ agungtrikurnia7 Cepi Andiana, Alya Rahma, Ikeu

Ibu rohilah menderita liver


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (24, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/5, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi harus dirujuk ke RSHS Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (50), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Februari 2017 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan. Sebelumnya masuk di Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia


RESNA BIN KARNO (46, Gagal Ginjal ) . Alamat: Kp. Karangresik, 2/10, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga bulan ini, Pak Resna tidak berdaya karena penyakit gagal ginjal yang menyerangnya. Berkali-kali ia pulang-pergi untuk cuci darah dan sempat dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Keadaannya kini sangat memprihatinkan karena sudah tidak bisa melakukan kegiatan yang berat, bila ia berjalan agak jauh saja atau melakukan pekerjaan lain maka badannya akan drop sehingga ia harus beristirahat. Meskipun ia mempunyai jaminan kesehatan KIS, namun itu tak membantu banyak karena ada banyak obat yang harus dibeli tanpa jaminan, ditambah biaya akomodasi yang membengkak. Pak Resna bekerja sebagai tukang bangunan, namun sejak sakit ia harus berhenti bekerja. Pak Resna tinggal bersama Ibunya, Nonoh (65) yang juga sedang sakit sehingga tak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Setiap harinya, mereka hanya mengandalkan belas kasihan tetangga. Alhamdulillah, dengan seizin Allah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Pak Resna di RSUD saat ia sedang dirawat dan kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan obat-obatan. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Pak Resna sehingga ia bisa kembali mencari nafkah untuk ibu dan dirinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Obet

Pak Resna menderita penyakit gagal ginjal


EUIS ASIAH (59, Ca Mammae ). Alamat: Dusun Pasajen, RT 12/5, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun lalu, Bu Euis merasakan ada benjolan di payudara kirinya namun ia berusaha positif bahwa benjolan tersebut akan mengecil dengan sendirinya mengingat ia tak punya biaya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, pada bulan Mei, benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengeluarkan nanah dan darah sehingga tercium bau yang tidak sedap. Alhasil, ia meminta bantuan para tetangga untuk membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan sudah hampir dua minggu ini ia dirawat. Kemungkinan, Bu Euis harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk pengobatam lanjutan karena kondisi payudaranya yang semakin memprihatinkan. Selama ini, ia tinggal sendiri di rumah sederhana dan ia bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya dengan upah tidak seberapa yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dirinya sendiri. Makanya, Bu Euis merasa keberatan dengan biaya pengobatan yang sekiranya tidak dijamin oleh KIS. Alhamdulillah, dengan seizin Allah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Bu Euis di RSUD saat ia sedang dirawat dan kemudian menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan obat-obatan. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Euis sehingga ia bisa kembali sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Obet

Bu Euis menderita ca mamae


YUNINGSIH BINTI KOKO ( 38, Ca Cervix). Alamat : Warung Kebon RT 4/4, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Ibu Yuningsih adalah Ibu dari 3 orang anak. Beliau mulai merasakan gejala sakit semenjak dua bulan yang lalu. Beliau sering merasakan sakit dibagian perut, terasa nyeri, mual, bahkan sampai muntah, hingga merasakan tubuhnya lemas. Ibu Yuningsih berobat ke Puskesmas Purwasari di Kabupaten Karawang. Dari Puskesmas Purwasari, Ibu Yuningsih dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang dengan menggunakan Jaminan Kesehatan JKN- KIS PBI. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan di RSUD Karawang Ibu Yuningsih dinyatakan terkena Ca Cervix atau Kanker Mulut Rahim. Oleh Dokter yang memeriksa Ibu Yuningsih, menyarankan untuk segera di periksa lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung. Keresahan muncul dalam pikiran Pak Kasman, meskipun menggunakan Jaminan Kesehatan JKN KIS-PBI dalam berobat namun Pak Kasman ( 42 ) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek kebingungan untuk menyediakan biaya transportasi serta biaya hidup selama di RSHS Bandung, mengingat penghasilannya yang dirasa kurang. Alhamdulillah doa dan usaha Pak Kasman diridhoi Allah sehingga Kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Pak Kasman, bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan dapat disampaikan. Semoga Ibu Yuningsih dan Pak Kasman diberikan kesabaran dan kekuatan dalam upaya mencari kesembuhan, Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu

Ibu Yuningsih dinyatakan terkena Ca Cervix


SAKIM BIN MASLAM (57, Tumor Paha). Alamat : Dusun Wage, RT 34/12, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sakim, biasa beliau dipanggil adalah seorang buruh tani. Beliau terpaksa berhenti bekerja ketika kondisi kesehatan beliau mulai terganggu sejak bulan Januari 2017 lalu. Berawal di suatu pagi, ketika beliau akan berangkat bekerja tiba-tiba beliau merasakan nyeri yang begitu hebat di paha bagian atas. Namun, beliau mengabaikan rasa. Sakit yang dideritanya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaanya. Selang beberapa hari, di bagian paha muncul benjolan dan membuat paha beliau semakin sakit. Lama kelamaan, benjolan itu terus membesar. Kemudian, Pak Sakim memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan hasil diagnosa tumor dan benjolan yang ada harus segera diangkat. Karena ingin sembuh, beliau akhirnya menjalani operasi pengangkatan benjolan dan Alhamdulillah berhasil diangkat. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan biaya, setelah benjolan itu diangkat tidak dilanjutkan dengan kemoterapi dan sinar untuk mematikan sel tumor karena ternyata sel tumor terus tumbuh. Beberapa minggu kemudian di bagian bekas operasi itu kembali timbul benjolan yang semakin membesar dan terus mengeluarkan darah. Semenjak itu Pak Sakim tidak bekerja karena benjolan di pahanya sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari. Saat ini, benjolan tersebut mengeluarkan darah dan nanah. Besar harapan Pak Sakim untuk sembuh kembali. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Untuk biaya hidup sehari-hari beliau ditanggung oleh putranya yang bernama Nana (32) dan bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Beliau membutuhkan biaya untuk transportasi, akomodasi sekaligus biaya obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Bapak Sakim, sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi ke rumah sakit dan juga biaya membeli obat-obatan. Semoga beliau lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Pak Sakim menderita tumor paha


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Alhamdulillah, setelah hampir beberapa bulan menunggu alat untuk tindakan operasi, Amad telah menjalani operasi pemasangan pen. Akan tetapi harus ada operasi pemasangan pen kedua. Sudah hampir satu bulan Amad menunggu alat kedua, tapi sampai saat ini belum ada kepastian lagi untuk alat ring yang akan dipasangkan ke dalam tubuh Amad. Saat ini kondisi Amad sudah mulai mengkhawatirkan, karna luka di tumor Amad semakin hari semakin besar dan sudah berlubang juga sering mengeluarkan darah. Setelah hampir menunggu satu bulan lamanya paska operasi, Amad pun ingin pulang ke rumah, dan rindu dengan kampung halaman. Tak disangka, Allah berkehendak lain, pada hari ketiga di rumahnya, Amad pendarahan hebat dan tidak sempat tertolong karna rumah Amad lumayan jauh dari puskesmas setempat. Amad pun menghembuskan nafas terakhir ditengah perjuangannya untuk bisa sembuh kembali. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi untuk pulang ke Kuningan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kelima belas kepada Amad untuk biaya transportasi. Semoga Allah melapangkan kuburnya, mengampuni dosa dosanya, dan semua amal yang pernah dilakukan semasa hidup diterima di sisi Allah. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Amad menderita kanker tulang


TASWAN BIN SALEH (57, Jantung + Ginjal + Prostat). Alamat : RT 3/2, Desa Cageur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Taswan biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang kesehatannya tengah terganggu. Diusia genap 57 tahun, beliau positif menderita gangguan kesehatan pada jantung, ginjal dan prostat. Berawal dari 6 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Nopember 2011 beliau mendadak sakit dengan keluhan berupa sesak nafas hebat. Kemudian beliau menjalani pemeriksaan di Puskesmas Darma hingga menjalani rawat inap. Namun, pihak Puskesmas ternyata merujuk beliau ke Rumah Sakit Juanda Kuningan. Akhirnya setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ternyata beliau menderita gangguan kesehatan pada tiga organ sekaligus, yaitu jantung, ginjal dan prostat. Sejak saat itu kondisi beliau semakin mudah sakit-sakitan hingga terus keluar masuk rumah sakit. Terakhir, beliau menjalani rawat inap di Rumah Sakit Juanda Kuningan pada bulan Juli lalu selama 7 hari. Kondisi beliau saat ini cukup memprihatinkan karena pinggang terasa sakit dan membuat beliau harus berjalan dengan membungkukkan badannya. Selain itu, prostat tidak bisa diangkat/operasi karena ginjalnya bermasalah dan membahayakan nyawanya apabila menjalani operasi. Selama menjalani perawatan, beliau mengandalkan jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Beliau sudah tidak bisa bekerja lagi seperti sedia kalau sebagai seorang buruh serabutan. Saat ini beliau tinggal bersama istrinya, Ibu Enah (67) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Untuk kehidupan sehari-hari keduanya bergantung pada pemberian anak maupun sanak saudara. Bapak Taswan juga memiliki beban hutang kepada keluarga demi menutupi biaya akomodasi dan transportasi selama menjalani rawat inap. Terlebih, beliau juga harus sering mengontrol kesehatannya dan meminum obat-obatan diluar jaminan BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Bapak Taswan sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk biaya transportasi dan juga membeli obat-obatan diluar jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Batuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Tasman menderita gangguan kesehatan pada jantung, ginjal dan prostat


DARCI BINTI KASWA (51, Kanker Serviks). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/1, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Darci merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit yang cukup membahayakan sejak awal tahun 2017 lalu. Awalnya beliau mengeluhkan sakit di bagian perut, tepatnya di bagian rahim. Setelah itu beliau melakukan pemeriksaan ke rumah sakit KMC (Kuningan Medical Centre) Kuningan. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di dalam rahim Ibu Dasti terdapat tumor dan beliau divonis menderita kanker serviks. Sejak saat itu beliau mulai menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit. Hingga akhirnya pada tanggal 14 April 2017 lalu beliau menjalani operasi di rumah sakit KMC. Saat ini beliau masih melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Kemudian, pihak dokter yang menangani beliau memutuskan bahwa beliau harus melakukan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hal tersebut berkenaan dengan adanya sel tumor yang kembali tumbuh membesar di rahimnya. Jadwal operasi pun telah ditentukan, rencananya beliau akan menjalani operasi di RSHS pada tanggal 22 September 2017 mendatang. Selama menjalani pengobatan beliau dibantu dengan adanya jamianan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Suami beliau, Bapak Dedi (37) bekerja sebagai seorang pedagang kecil dengan penghasilan minimun. Beliau telah menghabiskan banyak biaya demi kesembuhan Ibu Darci. Selain itu, beliau juga memiliki hutang kepada pihak keluarga untuk biaya berobat dan membeli obat-obatan diluar BPJS. Beliau juga sudah harus diberangkatkan ke Bandung untuk mempersiapkan tindakan operasi. Untuk itu beliau membutuhkan biaya transportasi ke Bandung dan juga membeli obat diluar BPJS. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Darci sehingga santunan awal dapat disampaikan kepada beliau untuk transportasi dan membeli obat diluar BPJS. Semoga Allah memberi kelancaran kepada beliau demi kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Ibu Dasti menderita kanker serviks


WASKINAH BINTI ARSA DINATA (49, Kanker Rahim). Alamat : Dusun III, RT 2/4, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Waskinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita penyakit cukup serius, yaitu kanker rahim. Satu tahun lalu, beliau terbiasa mengambil air dalam jumlah yang banyak dari sebuah sumur. Hal tersebut beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Pada suatu hari, tiba-tiba perutnya kram dan sering terasa mules seperti orang yang akan melahirkan. Selain itu, badan beliau juga sering terasa pegal-pegal. Maka tak lama, kemudian beliau langsung menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit yang ada di wilayah Kuningan, seperti Rumah Sakit Wijaya Kusumah dan Kuningan Medical Center (KMC). Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa ternyata beliau positif terkena penyakit kanker rahim. Kondisi beliau saat ini sangat memprihatinkan. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan menahan sakit yang luar biasa pada perutnya. Untuk buang air kecil saja beliau menggunakan selang kateter, karna beliau tidak bisa buang air kecil kalau tidak menggunakan alat kateter. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, akan tapi karna pihak keluarga ingin berobat di daerah saja, beliau hanya mengkonsumsi obat obatan dari herbal. Sekitar 10 hari yang lalu kondisi fisik Ibu Waskinah kembali turun dan pihak keluarga membawa kembali beliau ke rumah sakit Wijaya Kusumah Kuningan, hanya saja pihak rumah sakit tidak sanggup untuk menangani beliau. Kemudian Ibu Waskinah dibawa kembali pulang ke rumah. Dan malam tadi, beliau kembali merasakan panas dari perutnya ketika kurir Sedekah Rombongan datang menjenguk. Kemudian kurir Sedekah Rombongan langsung membawa beliau ke Rumah Sakit Umum KMC Kuningan. Setelah beberapa hari dirawat di KMC, kemudian Ibu Waskinah dirujuk ke RSUD 45 kuningan untuk melakukan cuci darah. Akan tetapi ketika cuci darah berlangsung kondisi Ibu Waskinah kembali menurun dan mengakibatkan beliau tak sadarkan diri. Karna kondisi beliau yang semakin menurun kemudian pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang saja. Beliau memiliki jaminan kesehatan JKN KIS-PBI. Suami Ibu Waskinah sendiri, Bapak Mulyaji (50) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Akan tetapi saat ini Bapak Mulyaji tidak bekerja karna mengurus Ibu Waskinah. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Waskinah sehingga santunan kelima dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Ibu Waskinah untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Waskinah masuk kedalam Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 14 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Waskinah menderita penyakit kanker rahim


TETI DARMIANTI (30, Susp. TB Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 2/4, Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Teti biasa beliau dipanggil mulai sakit sejak usia 5 tahun. Beliau sering sakit sakitan dan muncul benjolan aneh dikepalanya. Saat itu, muncul 3 benjolan di atas kepala. Anehnya benjolan tersebut sering berpindah-pindah. Kedua orang tua beliau pernah membawa beliau ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Pihak rumah sakit sudah menyarankan agar beliau segera menjalani operasi. Namun, karena pihak keluarga merasa tidak tega karena usia Teti masih sangat kecil untuk menjalani operasi. Akhirnya, beliau hanya menjalani pengobatan jalan. Kesehatan beliau lama-lama semakin memprihatinkan. Pada tahun 2000, kedua orang tua beliau meninggal dunia. Sehingga sejak saat itu beliau dirawat oleh kakak laki-lakinya. 4 tahun lalu, kondisinya semakin memprihatinkan karena sudah tidak bisa berjalan, dan hanya bisa berbaring saja. Semua badannya terasa kaku dan hanya jarinya saja yang bisa digerakkan. Hal tersebut berawal ketika benjolan yang ada menyerang tulang ekornya. Sejak saat itu, beliau banyak melakukan aktivitas di tempat tidur. Pada Saat kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengunjungi beliau pertama kali, tempat tidur beliau sangat tidak layak dan mengeluarkan bau yang menyengat. Banyak sarang semut dan kecoa dimana mana. Alhamdulillah, ada donatur yang memberikan kasur yang layak untuk beliau. Saat ini kondisi Teti masih belum ada perubahan apa apa, karna dari Tim medis pun sudah angkat tangan mengenai penyakit yang teti derita. Kondisi beliau saat ini muncul luka baru disekitar sikunya, hanya saja sudah sedikit mengering. Dan wajahnya terasa gatal gatal. Kakak beliau bernama Setiawan (42) dan istrinya bernama Rumiati (39). Kakaknya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan. Biarpun memiliki kartu kesehatan jenis JKN-KIS PBI, kakaknya tidak memiliki biaya lebih untuk kebutuhan Teti sehari hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Teti sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk kebutuhan sehari hari. Semoga Allah memberi kesembuhan dan kesabaran kepada Teti. Aamiin. Sebelumnya Teti masuk kedalam Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniiasih

Bu Teti menderita Susp. TB Tulang


ICOH BINTI MISJA (48, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi ke limanya dan harus segera berangkat ke bandung. Saat ini kondisi Ibu Icoh sudah stabil, akan tetapi tekanan darahnya sering turun dan mengakibatkan kemoterapi di undur. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan kesembilan dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita gangguan kelenjar getah bening


MAHREEN SABRIYA ALMAHYRA (1, Kelainan di Saluran BAB dan Saluran Kencing). Alamat : Dusun Manis, RT 4/1, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bayi Yesti adalah anak dari pasangan suami istri Ibu Yesti Apriyanti (21) dan Bapak Alex Sandrana (27). Ketika usia kandungan Ibu Yesti 6 bulan, beliau melakukan USG terhadap perkembangan bayi didalam perut. Hasilnya, bayi beliau terindikasi kelainan pada perut bayi. Tindakan lanjutan Ibu Yesti kontrol dengan secara rutin melakukan USG dan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Semakin lama semakin terlihat bahwa ternyata ada gumpalan dan cairan di usus bayi. Kemudian, di usia kandungan ke 9 bulan beliau di bawa ke Rumah Sakit Wijayah Kusumah dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah dirawat selama satu malam, kemudian operasi caesar dilakukan. Setelah berusia 4 hari, Bayi Mahreen melakukan tindakan operasi diperutnya untuk membuat 2 saluran kencing dan Bab yang nantinya keluar dari perut. Saat ini kondisi Bayi Mahreen tumbuh dengan sehat, hanya saja untuk buang air, Bayi Yesti masih melalui saluran yang dibuat melalui perut. Pada tanggal 20 September, bayi Mahreen harus melakukan kontrol kembali ke RSHS Bandung, untuk menjalani cek lab dan USG, setelah hasilnya keluar baru bisa dijadwalkan operasi kembali. Selama menjalani perawatan, Alhamdulillah terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun, Ibu Yesti (21) dan suaminya Bapak Alex (27) membutuhkan biaya transportasi ke bandung. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Mahreen sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk transportasi ke Bandung. Semoga Allah memberi kemudahan bagi bayi Mahreen untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Bayi Mahreen masuk kedalam Rombongan 1051.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Mahren menderita kelainan pada perut bayi


ROHANIAH BINTI KURDI (43, Tumor Gusi). Alamat : Dusun Pahing, RT 6/2, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohaniah merupakan seorang ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit serius sejak dua tahun yang lalu. Tak di sangka beliau menderita tumor gusi. Awalnya beliau merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Akan tetapi, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan agar beliau melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik hingga tumor dinyatakan bersih. Namun sayangnya, satu tahun setelah tindakan operasi tumor tersebut kembali tumbuh bahkan hingga mengeluarkan nanah dan darah dari mulutnya. Beliau pun merasa kesulitan ketika berbicara karena rasa sakit sudah dirasakan hingga ke tenggorokan. Kondisi tersebut masih terasa hingga saat ini. Pada tanggal 18 September, Ibu Rohaniah mulai berangkat ke bandung untuk melanjutkan pengobatannya, dan kartu BPJS beliau sempat bermasalah karna telat membayar selama 2 bulan. Alhamdulillah saat ini BPJS nya sudah dibayar dan beliau bisa melakukan pemeriksaan ke poli onkologi di RSHS. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3 untuk meringankan biaya pengobatan. Namun, sudah lama beliau tidak membayar BPJS hingga akhirnya menunggak selama beberapa bulan. Hal itu dikarenakan beliau tidak memiliki cukup uang untuk membayar setiap bulannya. Suami beliau, Bapak Edi Suhendar (69) hanya bekerja sebagai pedagang kecil keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rohaniah, sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di bandung. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rohaniah masuk kedalam Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Bu Rohaniah menderita tumor gusi


NURJAMIL IDRIS (55, Gangguan Jantung). Alamat : Kp. Siluman, RT 3/2, Desa Setiaratu, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Jamil, biasa beliau disapa warga sekitar adalah seorang tukang jahit baju. Ia membuka usahanya tersebut selama bertahun-tahun dan bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dengan cukup. Hebatnya beliau bisa menyekolahkan anak semata wayangnya hingga perguruan tinggi. Namun, pada akhir tahun 2015, Pak Jamil mulai mengeluh merasa sakit di dada, kadang terasa sesak dan susah untuk bernapas. Akibatnya, ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-harinya menjahit baju, apalagi istrinya, KARNINGSIH (55) hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan. Setelah merasa keluhannya semakin menjadi, Pak Jamil memeriksakan diri ke dokter terdekat, ternyata ia terdeteksi mempunyai penyakit lemah jantung. Pak Jamil merasa terkejut karena ia khawatir tak bisa melanjutkan mata pencahariannya sebagai penjahit karena fisiknya sudah melemah. Semakin hari, penyakitnya semakin parah karena hanya minum obat dengan dosis rendah hingga akhirnya ia dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama 11 hari dengan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi, karena hanya beliau yang bekerja, keluarganya kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari dan kadang dibantu anaknya yang berkuliah sambil bekerja di Bandung. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau dan santunan pun diberikan untuk membeli obat yang harus dibeli karena tidak dijamin oleh KIS sebesar 200 ribu untuk satu minggu. Keadaan Pak Jamil sekarang semakin memprihatinkan dengan badan yang semakin kurus. Semoga Pak Jamil segera diberi kesembuhan dan bisa melanjutkan peran sebagai tulang punggung keluarga. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 856.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Jamil mempunyai penyakit lemah jantung


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut


AI SURYATI (44, Leukimia + Gangguan Jantung). Alamat: Kp. Bunirasa, RT 7/6, Kelurahan Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun, Bu Ai menderita penyakit leukimia. Awalnya, ia didiagnosa dengan suatu penyakit di lambungnya namun karena tak kunjung sembuh, ia memeriksakan diri ke RS Ciamis dan harus dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata ia didiagnosa menderita penyakit leukimia stadium dua. Kini, tubuhnya kurus kering dan tak bisa berjalan. Selama sakit, sudah beberapa rumah sakit dikunjungi, sayangnya tak ada perubahan berarti. Suaminya, Rahwan (67) dulu bekerja sebagai tukang sayur keliling tapi sekarang berhenti berjualan karena harus merawat istrinya. Anak-anaknya juga turut serta merawat ibunya yang sudah sakit parah. Saat Sedekah Rombongan mengunjungi keluarga Bu Ai, mereka menceritakan keluhannya karena harus mengeluarkan biaya banyak untuk pengobatan sedangkan pendapatan tak ada dan tak punya jaminan kesehatan. Bantuan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan Bu Ai, semoga Allah memberi kesembuhan padanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Ai menderita penyakit leukimia


ENUNG BINTI ADANG (47, Radang Paru + Maag Kronis). Alamat: Kp. Tanjungsari, RT 16/6, Kelurahan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah 1,5 tahun ini Bu Enung menderita penyakit radang paru dan maag kronis yang mengakibatkan ia harus dirawat di RS Jasa Kartini Kota Tasikmalaya selama seminggu dengan menghabiskan biaya sekitar 11 juta rupiah karena tidak bisa dijamin dengan KIS. Penderitaannya bukan hanya di sana, kemarin ia harus dirawat lagi di RS Manonjaya karena keadaannya semakin memprihatinkan. Tak ada makanan yang masuk karena sakit di perutnya, dan ia hanya bisa menerima cairan infus. Keadaan terkini, ia hanya bisa berbaring di atas kasur dan tak bisa melakukan aktivitas apapun. Bu Enung tinggal bersama suaminya, Asep (50) yang sehari-harinya membuka warung kecil dengan pendapatan sekitar 50 ribu per hari, namun mereka tetap keberatan dengan biaya berobat yang mesti dikeluarkan apalagi hingga mencapai jutaan rupiah ditambah dengan biaya sekolah anak-anaknya yang masih bersekolah. Atas informasi dari tetangganya, Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Bu Enung dan melihat kondisinya secara langsung kemudian menyampaikan bantuan untuk meringankan beban Bu Enung dalam pembelian obat dan akomodasi. Semoga Allah segera memberi kesehatan kepada Bu Enung. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Enung menderita penyakit radang paru dan maag kronis


DIKI PERMANA (14, Ca Nasofaring). Alamat : Kampung Cisabuk RT 3/5, Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Diki adalah anak yatim piatu yang kini diasuh oleh bibinya dari pihak ibu. Ibu kandungnya sendiri meninggal dunia saat Diki baru berusia 17 hari. Ayahnya meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan ibunya. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sekarang tercatat sebagai siswa Kelas 2 SLTP di wilayah Bandung Selatan. Orangtua asuhnya, yaitu Ibu Ai Cacah (51) dan Pak Rahmat (54) dengan telaten membesarkan dan menyekolahkan anak yatim piatu ini seperti anak mereka sendiri. Walaupun hanya berprofesi sebagai buruh tani/pemetik teh, mereka berusaha keras mendidiknya sampai kini. Diki juga termasuk rajin bersekolah. Akan tetapi, sejak bulan September 2016, Diki sering meninggalkan tugas belajarnya di selolah karena ia kerap sakit sejak awal November 2016. Berbagai upaya medis dilakukan untuk mengatasi penyakitnya agar Diki bisa kembali rutin bersekolah. Berbekal Jamkesmas, bolak-balik Diki diperiksakan ke Puskesmas Pangalengan dan RSUD Soreang. Pada pemeriksaan ketiga di RSUD Soreang, tim medis merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Ia diduga mengidap Ca Nasofaring. Akan tetapi, karena tidak ada biaya, keluarga Diki kerap menunda pemeriksaannya di Kota Bandung. Jarak dari rumah mereka ke RSHS Bandung sangat jauh dan ongkosnya sangat memberatkan mereka. “Padahal, Diki bersemangat sekali untuk berobat,” kata Bu Wiwin, kader PKK yang mengabarkan kesulitan mereka kepada kurir #SR. Bersyukur kurir #SR kemudian dapat bersilaturahmi dengan Diki dan ibunya saar mereka berobat di RSHS Bandung. Diki dan ibunya kemudian tinggal di RSSR Bandung. Tahapan peneriksaan yang sudah dilakukan adalah memeriksakannya ke Poli Umum Anak, Poli Infeksi, Poli Onkologi, dan Poli Kulit. Setelah menjalani berkali-kali pemeriksaan awal di RSUP itu dan berdasarkan hasil biopsi, Diki harus menjalani tindakan medis berupa terapi sinar yang akan ditentukan jadwalnya pada pertengahan Januari 2017. Diki dan keluarganya amat layak mendapatkan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh. Harapan mereka alhamdulillah mendapatkan jawaban dari sedekaholik dengan memberinya bantuan awal sebagai Tanda Cinta Dhuafa yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan Pertama disampaikan pada akhir Desember 2016 di RSSR Bandung. Pada pertengahan Januari 2017 Diki dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk mengawali terapi sinarnya. Akan tetapi, tim medis berkesimpulan bahwa terapi sinarnya bisa ditunda, digantikan dengan terapi lain. Setelah tiga hari di RSSR Bandung, Diki dan ibunya pulang dulu ke kampungnya agar Diki bisa bersekolah lagi. Pada pertengahan Februari dan Maret 2017 Diki dan ibunya rutin datang lagi ke RSSR Bandung dan tinggal selama menjalani tindakan lanjutan di RSHS Bandung. Kondisiniya tampak membaik, tetapi ia masih harus rutin kontrol dan membutuhkan bantuan para dermawan. Pada September 2017 pun alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Diki Permana dan ibunya. Bantuan lanjutan ini digunakan untuk biaya transportasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @lisdamojang

Diki mengidap Ca Nasofaring


ENTIN SUTINAH (48, Stroke). Alamat : Kampung Pasar Kidul RT 1/9 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Panggilan sehari-harinya Teh Entin. Ibu beranak satu ini bertahun-tahun tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Awalnya, ia terjatuh cukup keras. Akibatnya, sampai kini tangan kirinya tidak bisa digerakkan, telapak tangan dan jari-jarinya pun tak bisa difungsikan. Begitu juga, kaki kirinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Saat berjalan, kaki kirinya harus digusur karena tak bisa digerakkan untuk melangkah. Sampai saat ini ikhtiar untuk kesembuhannya hanya dilakukan melalui pengobatan alternatif, yaitu dipijit atau ke ahli tulang. Walaupun Teh Entin memiliki Kartu JKSN Jamkesmas PBI (Peserta Bebas Iuran), keluarganya belum sempat memeriksakannya secara medis, ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Umum Daerah di Soreang. “Saya sudah berhenti berobat; tidak ada lagi biaya. Saya masih ingin berobat lagi,” kata Teh Entin kepada kurir #SR yang menemuinya di rumah keluarga peninggalsn orangtuanya. Di rumah sederhana itu, Teh Entin tinggal bersama suaminya, Pak Amang Syarif (43) dan anaknya yang masih sekolah di SLTP. Suaminya, Pak Amang, sehari-hari hanya berdagang warungan di depan sekolah, dengan penghasilan yang tak menentu dan tak seberapa; suaminya juga sakit-sakitan. Mereka termasuk dhuafa yang layak dibantu untuk ikhtiar menjalani kehidupan. Alhamdulillah, harapan mereka mendapatkan empati dari sedekaholik dengan memberi Bu Entin S bantuan yang digunakan untuk transport berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda

Bu Entin menderita stroke


ADE MUSLIM (53, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kampung Panundaan RT 3/5 Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kang Ade —begitu panggilan sehari-harinya– hampir tiga tahun sakit-sakitan. Awalnya, supir itu mengalami sakit saat menelan dan kerap mengalami demam. Berbagai ikhitiar kesembuhan dilakukan, baik melalui pengobatan medis maupun nonmedis. “Terakhir pada bulan Juni 2017, Bapak dirawat inap di RSUD Al Ihsan Baleendah, menggunakan JKSN BPJS Mandiri Kelas 3. Sebelumnya Bapak juga bolak-balik ke Puskesmas dan RSUD Soreang Bapak ditindak operasi di RS Al Ihsan. Dari RS Al Ihsan Bapak dirujuk ke RS Santosa Bandung karena harus terapi sinar. Tetapi keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena habis biaya,” papar Bu Otas Jubaedah, istrinya Pak Ade kepada kurir yang menemui keluarga dhuafa ini di rumah kontrakanya. Di temani satu anaknya, mereka tinggal di rumah kecil sederhana, sambil membuka usaha warungan yang dijalankan anak terkecilnya. Sejak sakit-sakitan, otomatis Pak Ade kehilangan penghasilan karena ia tak mampu lagi bekerja. Pak Ade dan keluarganya layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk meneruskan pengobatan, karena Pak Ade masih bersemangat untuk berobat. Selain alasan itu, penyakit yang dialaminya termasuk penyakit serius yang penanganannya memerlukan waktu tak sebentar. “Dia sebaiknya diperiksakan segera ke IGD karena kondisinya semakin menurun,” kata kurir Ascun yang menemui Pak Ade dan keluarganya. Pada 17 September 2017 bersyukur kami dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini. Pada kesempatan yanf sama, alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit. “Dengan bantuan Sedekah Rombongan, malam ini kami bisa memeriksakan Bapak ke IGD RSUD Soreang, dan bisa dirawat di sini,” kata istrinya sambil menyampaikan terimabkasih dan doa untuk para sedekaholik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @ascun

Pak Ade menderita gangguan kelenjar getah bening


ENCAS BINTI WIRATMA (Bantuan Sembako). Alamat: Jalan Sukamanah RT 5/13, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Mak Encas, begitu kami memanggilnya, adalah nenek berusia 79 tahun yang sudah Sembilan tahun ditinggal suaminya dan hidup dalam keprihatinan dan kesusahan. Mak Encas adalah ibu dari pasien dampingan Sedekah Rombongan, yaitu almarhum Ucin bin Wasman, yang menderita sakit jiwa dan badannya kaku karena lama dipasung di ruangan sempit. Selain Ucin, anak keempatnya juga menderita keterbelakangan mental dan bicaranya tidak lancar. Anak ketiganya juga telah meninggal, sementara anak kedua dan kelima tinggal di Cianjur dan di Indramayu dan berprofesi sebagai pemulung. Sekarang Mak Encas tinggal di gubug yang tidak layak huni bersama Juhana, anak yang memililiki keterbelakangan mental dan masih harus diurus. Untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya Mak Encas bekerja menjadi pemulung. Selain bantuan dari warga yang merasa kasihan, Mak Encas juga sering dibantu diberi pinjaman (ngutang) dari warung. Dan ketika Kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya kembali, ia bercerita kembali tentang penderitaannya dan tentang kesusahannya mendapat makanan, sehingga ia memiliki utang ke warung yang belum bisa dibayar. Pada di akhir Agustus 2017 itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan tanda cinta, yaitu bantuan uang, dari para sedekaholik #SR yang berempati terhadap penderitaannya. Untuk membantu meringankan beban hidupnya, bantuan tersebut sebagian dibelikan bahan makanan pokok dan sebagian uangnya diberikan untuk biaya sehari-hari serta mencicil utang ke warung. Pada 19 September 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi Mak Encas. Pada kunjungan kedua itu kembali Kurir #SR menyampaikan bantuan uang dari para dermawan untuk membantunya membayar utang Mak Encas ke warung dan memberinya uang untuk kebutuhan makanan dan biaya sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut dapat membuat Mak Encas dan putranya tersenyum dan mengurangi penderitaannya. Mudahan-mudahan juga pada waktu-waktu selanjutnya akan selalu ada bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan yang menitipkan tanda cintanya. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @trietan @hengkihendrawan

Bantuan sembako


AHMAD AZIZ (1, Gizi Buruk + Tyroid). Alamat: Kampung Gunung Kutu RT 1/5, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bayi dari pasangan Sri Mulyani (25) dan Bapak Yahya Lulum (31) ini lahir ketika usia kandungan 8 bulan. Berat badan ketika lahir 2,5 kg, tetapi setelah memasuki bulan keempat, pertumbuhannya mulai terlihat tidak normal. Di usia 8 bulan sekarang beratnya hanya 5,5 kg. Kedua orang tuanya sudah berusaha untuk membawa bayi Ahmad berobat ke dokter praktek dan ke RSUD Cimacan. Menurut hasil pemeriksaan bayi Ahmad Aziz mengalami gizi buruk dan tiroid. Akan tetapi pengobatan bayi Ahmad ini terhenti karena keterbatasan ekonomi dan jarak ke rumah sakit sangat jauh. Bapak Yahya, ayah bayi ini hanyalah seorang buruh kebun milik orang lain. Penghasilannya kecil, sementara mereka tinggal di kampong yang jauh dari kota dan tidak terdapat angkutan umum. Transportasi yang digunakan adalah ojek, dan ongkos menuju rumah sakit di kota yang diperlukan sampai dengan Rp 200.000,-. Keluarga dhuafa ini juga belum memiliki jaminan kesehatan untuk mendapat pengobatannya ke rumah sakit. Kabar duka yang memprihatinkan ini sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui Ibu Kania (TKSK Kec. Sukaresmi Kab. Cianjur). Syukur Alhamdulillah, Kurir #SR pun dapat berkunjung dan bersilaturahmi dengan orang tua bayi Ahmad Aziz. Melihat kondisi Ahmad Aziz waktu itu memang sangat mengkhawatirkan. Selain hanya terbaring lemas, untuk dapat minum pun harus terus disuapi. Pada kunjungan itu, syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholik yang berempati terhadap keadaan bayi Ahmad Aziz dan orang tuanya. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta untuk membantu kebutuhan bayi Ahmad Aziz sehari-hari. Mudah-mudahan titipan langit dari para sedekaholik ini memberinya semangat kepada kedua orang tua bayi Ahmad Aziz dan dapat membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @alwiejozz @agungtrikurnia7 Aat Atikah

Aziz mengalami gizi buruk dan tiroid


DEDEH BINTI ADANG (62, Mata Berkabut + Neuropati). Alamat: Kampung Cigunting RT 2/12, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikandung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sudah belasan tahun Ibu Dedeh mengalami ngangguan mata. Jarak pandangnya pendek dan terasa seperti ada kabut yang menghalangi. Walaupun jauh, beberapa kali ia berusaha mengobati penyakitnya ke RS Mata Cicendo di Bandung. Sejak suaminya meninggal belasan tahun yang lalu ia tidak lagi berobat karena tidak memiliki biaya. Ia harus membesarkan kedua anaknya yang masih sekolah di SMA dan anaknya yang bungsu masih di SD. Sementara anak-anaknya yang lain sudah menikah dan sebagian tinggal di kota. Untuk biaya hidupnya ia mencari nafkah dengan membuka warung kecil di rumahnya. Beberapa tahun ini pandangan matanya semakin buram. Jarak pandangnya hanya 10-15 Cm. Dokter mata di Cicendo mengusulkan agar mata Ibu Dedeh dioperasi, akan tetapi belum dapat terlaksana karena tidak memiliki biaya. Sementara itu dokter mengusulkan agar kedua mata ibu Dedeh dilaser terlebih dahulu. Biaya satu kali dilaser adalah Rp 750.000,- dan untuk ini pun baru dapat dilaksanakan 1 kali. Sekarang menggunakan kaca mata pun sudah tidak berpengaruh terhadap pandangan Ibu Dedeh, sementara ia harus mencari nafkah dengan belanja ke pasar agar bisa berjualan di warung. Selain itu, beberapa tahun ini ia sering menderita sakit badan, terasa ngilu sekujur tubuh, dan punggung terasa panas sehingga sulit tidur. Untuk penderitaan ini ia pun masih berusaha berobat ke Klinik dan RS Cikopo Cicalengka, Kabupaten Bandung. Dari hasil pemeriksaan dan setelah dirontgen, dokter menyatakan Ibu Dedeh menderita penyakit neuropati. Semangat Ibu Dedeh untuk berobat masih tinggi, akan tetapi karena tidak memiliki biaya ia tidak bisa melanjutkan pengobatannya. Sekarang ia tinggal bersama anak bungsunya yang sudah besar, tetapi belum bekerja. Biaya sehari-hari dibantu anak-anaknya yang bekerja dan tinggal di kota. Kabar penderitaan Ibu Dedeh yang sekarang tidak bisa lagi berjualan disampaikan putranya kepada Kurir Sedekah Rombongan. Ibu Dedeh memerlukan biaya berobat rutin ke RS Mata Cicendo Bandung dan ke RS Cikopi Cicalengka. Beberapa bulan terakhir pun anak-anaknya sudah mengeluarkan biaya sebanyak 2.700.000,- untuk biaya berobat ke dua rumah sakit itu, tetapi sekarang Ibu Dedeh dan anak-anaknya sudah merasa kesulitan untuk memiliki biaya berobat lagi. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Ibu Dedeh dan mendengar cerita dukanya. Pada kunjungan pertama itu Kurir #SR menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR yang berempati terhadap kesusahan Ibu Dedeh dan putranya. Bantuan awal tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi berobat ke Rumah Sakit Cikopo dan melakukan pemeriksaan mata lagi ke RSM Cicendo Bandung. Mudah-mudahan bantuan para dermawan ini akan selalu memberi semangat kepada Ibu Dedeh untuk terus berobat agar dapat kembali melihat dengan baik dan dapat kembali mencari nafkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @esumiati01 Roni Hardiansyah

Ibu Dedeh mengalami gangguan mata


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu nengsih didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan ca mamae


JUMINI BINTI KIRNO SUWITO (40, Tumor Hidung + Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat: Taman Rahayu Regency 2 Blok D12/11 RT 8/7, Kelurahan Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bulan Mei 2016, Bu Jumini merasakan gusinya nyeri yang teramat sakit, ia pun berobat ke klinik terdekat, namun karena tak juga sembuh maka ia pun dirujuk ke RSUD Ciawi dengan jaminan kartu BPJS Mandiri. Lalu di RSUD Ciawi diambil tindakan oprasi dan menjalani perawatan. Setelah diperbolehkan pulang ia harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat akan menjalani kemoterapy yang ke 4, ia sempat tidak datang karena terkendala biaya akomodasi. Akibat itulah saat ini kondisi Bu Jumini lemas dan memburuk. Suaminya, Pak Supriyanto (45) hanya berjualan gas keliling untuk menopang kebutuhan hidup mereka. Alhamdulillah mereka kini dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSUD Ciawi selama menjalani kemoterapy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sri Suharni

Bu Jumini menderita tumor hidung + gangguan kelenjar getah bening


SAMSIAH BINTI ALI (54, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger RT 1/5, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir 2016, Bu Samsiah sering mengeluh dada sesak, sakit dan kepala pusing. Saat itu ia pernah dibawa ke puskesmas Sukatani untuk menjalani pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan ia dinyatakan terkena TB Paru dan gangguan jantung. Sebenarnya Bu Samsiah sudah dianjurkan untuk menjalani pengobatan secara rutin, namun hal tersebut tidak dihiraukan. Hingga pada pertengahan bulan Agustus 2017, kondisinya memburuk bahkan sempat tidak sadarkan diri. Bu Samsiah dilarikan ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapat penanganan dengan mengunakan kartu KIS PBI sebagai jaminan. Akhirnya Bu Samsiah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi selama beberapa hari. Mereka kesulitan bekal selama di rumah sakit. Bu Samsiah seorang janda yang tinggal bersama anak dan menantunya. Namun saat ini Bu Samsiah sudah diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama kontrol ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaedudin @SuharnaYana Jainudin

Bu Samsiah terkena TB Paru dan gangguan jantung


SUTINI BINTI SINGKRIH (52, Ca Serviks). Alamat : Kp. Selang Cau Kavling RT 4/17, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Bu Sutini sering merasakan sakit nyeri pada bagian perut. Saat itu ia coba memeriksakan ke Klinik terdekat, namun disarankan menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit. Bu Sutini pun langsung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu BPJS Kesehatan. Sebelum menjalani pemeriksaan, Bu Sutini diduga gejala Pra Manopose, namun setelah melihat dari hasil pemeriksaan ia didiagnosa Ca Serviks. Guna menjalani pemeriksaan lanjutan dan tahap pengobatan, Bu Sutini dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta dan menjalani kemoterapy di rumah sakit ini. Suami Bu Sutini, Pak Sumadi (56) seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak pasti. Mereka sangat kesulitan dengan beban biaya akomodasi dan bekal ke rumah sakit. Saat ini kondisi Bu Sutini sedang kritis di ruang ICU sehingga dokumentasi santunan disampaikan kepada orang tua Bu Sutini. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Bu Sutini didiagnosa Ca Serviks


ANDRE CASIA NUR (20, Mag Kronis). Alamat : Kedung Cinde RT 1/5, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal Agustus 2017, Andre mengalami sakit perut, karena dianggap hanya sakit perut biasa ia menkonsumsi obat warung dengan harapan segera sembuh. Namun ternyata sakit perutnya tersebut semakin menyiksa sehingga ia dievakuasi ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Andre dirujuk ke RS Medirosa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut menggunakan jaminan KIS PBI. Andre menjalani perwatan selama 4 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat ini Andre diharuskan menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya transportasi, akhirnya rencana untuk kontrol batal. Ayah Andre, Pak Nur (60) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Sedangkan ibunya, Bu Hodijah (58) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Andre, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk bekal ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1047.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Andre menderita magh kronis


SUTEJA JUANTA (11, Retinoblastoma). Alamat : Kp. Utan RT 2/29, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016, awalnya mata kanan Suteja terasa gatal-gatal hingga akhirnya menjadi benjolan besar. Namun proses pengobatan baru ia lakukan pada awal 2017. Suteja diantar kedua orang tuanya rutin menjalani pemeriksaan di RS Cicendo Bandung dan pada pertengahan bulan Juli 2017 ia menjalani operasi pertama di RS Hasan Sadikin Bandung dan menjalani perawatan untuk beberapa hari. Setelah diperbolehkan pulang Suteja harus menjalani kontrol beberapa hari kemudian, namun kedua orang tua Suteja mengalami kesulitan biaya transport ke Bandung. Ayah Suteja, Pak Juanta (47) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang minim. Sedangkan ibunya, Bu Amih (42) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi Suteja ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Pak suteja menderita retinoblastoma


MAEMUNAH BINTI MADAWI (65, Kanker Kulit). Alamat : Kp. Gandu RT 1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 10 tahun yang lalu Bu Munah pernah menjalani operasi pada pipi kanan di RSCM Jakarta. Waktu itu setelah menjalani operasi ia sempat menjalani pemeriksaan beberapa kali saja karena keterbatasan biaya. Dan hingga saat ini luka di pipi Bu Munah belum kering bahkan sempat ditemui ada ulat pada luka tersebut. Masih begitu besar keinginan Bu Munah untuk kembali menjalani pengobatan. Bu Munah hidup menumpang di rumah anaknya yang sudah berkeluarga, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat mengupayakan kartu jaminan untuk Bu Munah agar dapat melanjutkan pengobatannya. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Bu Munah disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut di RSCM Jakarta. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi Bu Munah dalam menjalani pengobatannya ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977. Semoga pengobatan Bu Munah dapat berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Munah menderita kanker kulit


LALITA ASANI (11, Hairy Cell Leukemia). Alamat: Dusun Tanjungsari, RT 16/6, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita adalah sosok anak perempuan yang tangguh. Dia berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat itu, Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110 kali. Setelah menyelesaikan kemoterapi, Lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Hal tersebut tidak lepas dari kegigihan ibunya Cahyanah (28) dalam mengupayakan pengobatan untuk Lalita meskipun berprofesi sebagai Buruh Tani. Selang setahun kondisi Lalita tiba-tiba menurun, Lalita merasakan demam, lemas dan wajahnya pucat. Ibu Lalita segera membawanya ke Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Dan Lalita diharuskan melakukan pemeriksaan BMP ulang, dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya naik kembali hingga 87%. Dokter menyarankan Lalita untuk melakukan protokoler Kemo high Risk di RSK Darmais Jakarta. Santunan lanjutan dari Sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya hidup dan transportasi untuk kontrol ke RSK Dharmais Jakarta. Santunan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1012. Lalita melakukan kemoterapi seminggu sekali dengan menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Semoga hasil pemeriksaan rutin yang dijalani Lalita dapat menunjukkan hasil ke arah yang baik lagi, dan Lalita bisa dipulihkan kesehatannya . Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu

Lalita didiagnosa leukemia stadium 3


POSYANDU MAWAR MERAH (Bantuan Renovasi). Alamat : Dusun Bunut Boyot, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Posyandu Mawar Merah merupakan satu – satunya yang ada di Dusun Bunut Bonyot ini. Lokasi Dusun Bunut Bonyot sangat sulit dicapai, untuk menuju ke sana hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua. Lokasinya berbukit dan sangat sempit dan tidak bisa dilalui 2 kendaraan, sehingga bila ada kendaraan yang naik atau turun harus bergantian dan memberikan isyarat dengan terus membunyikan klakson. Masyarakat Dusun Bunut Bonyot sangat mengharapkan agar Posyandu tersebut dapat difungsikan dengan optimal namun kondisinya sangat tidak layak dan tidak terawat. Apabila ada warga setempat yang sakit terpaksa dibawa dengan motor dengan cara diikat menuju Puskesmas terdekat. Banyak bagian dari Posyandu Mawar Merah yang sudah rusak; sepeti pintu, jendela, kayu penyangga, atap dan bagian lainnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat membantu masyarakat setempat untuk memperbaiki Posyandu tersebut. Renovasi pun akhirnya dilakukan dan kini kondisinya sudah layak digunakan. Posyandu pun dicat ulang agar terlihat lebih indah dan bersih. Semoga Posyandu Mawar Merah dapat maksimal menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat di Dusun Bunut Boyot. Ucapan terima kasih yang sangat besar dari masyarakat, mereka berharap semoga kebaikan yang diberikan sedekaholic Sedekah Rombongan dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia Panca Saiful Anto Rinjanah @ririn_restu

Bantuan renovasi


JOJON BIN ANYAM (42, Lumpuh). Alamat : Dusun Prajurit, Desa Kenerak, RT 2/2, Kecamatan Semintau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Menempa parang menjadi mata pencaharian utama Pak Jojon untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi kakinya yang mengalami kelumpuhan tidak membuat Pak Jojon patah semangat dalam menjalani rutinitasnya. Pak Jojon mengalami lumpuh sejak kecil. Ia hanya tinggal sebatang kara, tanpa sanak keluarga. Pak Jojon tak pernah berkecil hati dan rendah diri, ia tetap bekerja dengan giat. Terkadang Pak Jojon mendapat bantuan beras dari tetangga sekitarnya. Dengan kondisi yang ada sekarang, kepada kurir Sedekah Rombongan Pak Jojon mengungkapkan keinginannya untuk memiliki kursi roda. Dengan kursi tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitasnya agar tak lagi mengandalkan tangannya sebagai penopang saat bergerak. Pak Jojon tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan turut prihatin dengan kondisi Pak Jojon dan menyampaikan bantuan kursi roda dan sembako untuk kebutuhan sehari – hari.

Jumlah : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 september 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Seselia @ririn_restu

Pak jojon menderita lumpuh


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional September 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR menjadi kendaraan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Bulan ini biaya operasional antara lain pembayaran pajak kendaraan bermotor, operasional bahan bakar serta insentif driver. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Biaya : Rp. 5.378.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @Mawan@Alltim

Biaya operasional September 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, SEPTEMBER 2017 ). Lokasi : Wonokarto RT04/05, Yudistira IV, Wonogiri, Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Operasional : Rp. 2.190.000,-

Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @Mawan@All tim.
jumlah bantuan: Rp. 2.190.000

Biaya operasional September 2017


ARNESTA NIKMATUL ASBYANTIAR ( 8, Gagal Ginjal ). Tinggal di Gunung Cilik RT03/08, Pulutan Kulon, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Lahir 23 Oktober 2009 putra dari Bapak Budi Utomo, menderita sakit gagal ginjal yang menyebabkan tubuh anak ini membengkak bahkan sampai 9 kilogram. Oleh keluarga di bawa ke RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Kemudian segera mendapatkan penangan oleh pihak rumah sakit. Keluarga anak ini kurang mampu, orang tuan yang bersangkutan sebenarnya pernah mendaftar BPJS untuk berobat tetapi karena tidak mampu maka BPJS tersebut menunggak dan tidak dapat digunakan pada saat berobat di RSUD Wonogiri karena menunggak 12 bulan. Karena kebijakan RSUD akhirnya anak yang bersangkutan bisa mendapatkan pelayanan di RSUD Wonogiri tapi dikarenakan penyakit tersebut tidak bisa ditangani oleh RSUD Wonogiri akhirnya anak tersebut di rujuk ke RS dr. Sardjito Yogyakarta. Pada saat di RS dr. Sardjito Yogyakarta walaupun tunggakan BPJS sudah bisa dibayar tapi untuk mendapatkan pelayanan disana wajib membayar denda pelayanan sebesar 2,5 % dari total pelayanan yang ada disana yaitu sebanyak Rp. 1.800.000,- . Untuk meringankan beban keluarga tersebut, sedekah rombongan pun memberikan bantuan atas beban biaya yang harus di bayar oleh keluarganya, semoga ini meringankan mereka dan Arnesta pun bisa segera pulih kembali serta dapat bermain dengan anak sebayanya. Terimakasih kepada sedekah rombongan yang banyak membantu, doa untuk para sedekaholics semoga selalu diberikan kesehatan dan kelimpahan rejeki. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @Mawan@Ari

Arnesta menderita sakit gagal ginjal


MIDI HARYANTO ( 54, Bantuan Kebakaran ). Tinggal di RT3/7, Norogo, Pokoh Kidul, Wonogiri, Jawa Tengah. Bapak Midi hidup kurang mampu dan bekerja sebagai buruh tani. Pada tanggal 20 September 2017 sekitar pukul 12.00 WIB rumahnya habis di lahap api. Kejadian ini pun membuat keluarga sangat terpukul dan sedih. Maklum, keluarga ini sudah hidup kekurangan dan tertimpa musibah seperti ini. Kesehariannya, Midi hanya sebagai buruh tani, terkadang juga kerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Istrinya membantu dengan menjadi pembantu rumah tangga serta buruh cuci dan setrika. Informasi mengenai hal ini disampaikan kepada tim sedekah rombongan wonogiri, kemudian langsung kita survey ke lokasi dan memang benar bahwa kondisi keluarga sangat membutuhkan bantuan. Agar segera terenovasi mengingat juga kondisi hampir musim hujan, maka sedekah rombongan membantu meringankan beban keluarga bapak Midi. Penyerahan bantuan disaksikan oleh ketua RT serta waga sekitar. Semoga bantuan ini meringankan beban keluarga tersebut. Aamiin.

Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @Mawan

Bantuan korban kebakaran


SULASTRI BINTI SUGIMIN (30, Tumor Ganas). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 4/2, Kelurahan Maja, Kecamatan Punduh Pudada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Ibu Sulastri begitu beliau biasa disapa, telah menderita tumor ganas sejak tahun 2015. Berawal dari timbulnya benjolan kecil di perut kemudian benjolan tersebut mulai tumbuh membesar. Pada pertengahan 2015 Ibu Sulastri melakukan operasi di Rumah Sakit Djawatan Kesehatan Tentara (DKT) Bandar Lampung. Setahun berlalu pasca operasi yang dijalani Ibu Sulastri, ternyata benjolan diperut beliau muncul kembali dan beliaupun melakukan operasi di rumah sakit yang sama seperti sebelumnya. Setahun belakangan tumor yang diderita Ibu Sulastri semakin ganas sehingga membuat beliau tidak bisa beraktifitas karena benjolan yang semakin membesar. Kemudian Ibu Sulastri mendapat surat rujukan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta. Ibu Sulastri mendapat penanganan medis selama beberapa hari di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta. Ibu Sulastri memiliki seorang suami dan seorang anak bernama Budi Setiawan. Sang Suami Basirudin (41) sehari-hari bekerja sebagai petani. Penghasilan sang suami dari bertani hanya mampu mencukupi kebutuhan kehidupan Ibu Sulastri dan keluarga sehari-hari. Untuk berobat Ibu Sulastri menggunakan fasilitas kesehatan BPJS PBI Kelas III. Ibu Sulastri telah berjuang untuk melawan penyakit yang dideritanya namun Tuhan punya rencana yang lebih baik dan lebih indah untuk beliau. Pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 Ibu Sulastri menghembuskan nafas terakhir yang mengakhiri perjuangan beliau melawan penyakit yang dideritanya. Semoga Ibu Sulastri mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan akhir untuk biaya kontrakan selama Ibu Sulastri berada di Jakarta, biaya ambulans serta untuk uang duka.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @saesarraya @siskakhadija fanani @juniwahyu1927

Bu sulasti menderita tumor ganas


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT.01/RW.01, Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatn di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Agustus. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp 936.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuskan untuk memberi dampingan kepada beliau. Saat ini Pak Tarono sedang dalam proses Penyinaran di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya telah di sampaikan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp 603.000
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Agustus 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kebutuhan P3K, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1054. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.476.177,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional RSSR bulan Agustus 2017


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Agustus 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1054. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.427.800,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bantuan sembako pasien RSSR Bulan Agustus 2017


AGUS WANTO (42, Patah Tulang Pinggul). Alamat: Dusun Warungdowo, RT 2/6, Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Nasib naas menimpa Bapak Agus lantaran kini beliau hanya dapat berbaring karena kecelakaan yang menimpa beliau pada Bulan Juni 2017. Suatu ketika, saat perjalanan pulang kerja di Jalan Raya Malang-Surabaya beliau mengalami kecelakaan lalu lintas. Motor yang dikendarai Bapak Agus ditabrak bus dari belakang dan beliau terlindas ban bus bagian depan. Warga yang melihatnya langsung menolong Bapak Agus dan membawa beliau ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan. Kecelakaan yang menimpa Bapak Agus membuat saluran kencing beliau robek. Tidak hanya itu, Bapak Agus mengalami patah tulang pinggul yang membuat beliau belum dapat duduk dan masih terbaring di tempat tidur. Untuk saat ini, Bapak Agus telah menjalani kontrol sesuai jadwal yang telah dibuat dokter dan beliau jiga telah menjalani pemeriksaan untuk keputusan pengobatan yang akan dijalani beliau. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Agus bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya. Istri beliau, Arini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikarunia dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, Bapak Agus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak di cover KIS, transportasi dan tempat tinggal ketika berobat di Surabaya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan Bapak Agus. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya akomodasi selama di Surabaya. Santunan kepada Bapak Agus sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1043. Semoga Bapak Agus dapat segera sembuh dan dapat menjalanin aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.087.678,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @BambangBKY @m_rofii11

Pak agus menderita patah tulang pinggul


KUSBUDININGSIH USUF (40, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Dusun Pengkol RT 2/4, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2017, Ibu Kus sudah merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudara sebelah kanan. Karena mengira benjolan tersebut akibat gigitan serangga, beliau mengabaikan benjolan tersebut dan berasumsi akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan yang awalnya hanya seperti benjolan akibat gigitan serangga tersebut semakin membesar sehingga membuat bu Kus kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada Bulan April 2017, Ibu Kus akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, Ibu Kus dirujuk ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ibu Kus didiagnosis mengalami kanker payudara. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal, Ibu Kus dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pada bulan ini, Ibu Kus kontrol untuk mengambil obat yang diresepkan dokter. Ibu Kus adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Usuf (49) bekerja sebagai buruh serabutan servis elektronik. Selama menjalani pengobatan, Ibu Kus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Ibu Kus masih mengalami kesulitan akan biaya transportasi dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Kus. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Ibu Kus dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bantuan kepada Ibu Kus sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1043 Semoga Ibu Kus dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 570.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD Erna @m_rofii11

Ibu Kus didiagnosis mengalami kanker payudara


LAMINEM SUROSO (75, Kanker Hidung). Alamat: Jalan Tumenggung Irosroyo, RT 2/6, Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Ibu Laminem sudah bertahan dari sakit yang beliau derita sejak tahun 1997. Dua puluh tahun perjalanan yang beliau tempuh dengan keluhan sakit yang luar biasa, tidak mematahkan semangat Ibu Laminem untuk sembuh dari sakitnya. Sakit yang beliau derita ini berawal dari seringnya Ibu Laminem mengalami mimisan. Selain itu, beliau mengeluh sering mengalami sesak napas dan selalu pusing. Semakin lama, Ibu Laminem melihat adanya perubahan pada wajah beliau, hidung beliau semakin membengkak. Karena khawatir, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Ibu Laminem langsung dirujuk ke RSUD Nganjuk. Selama masa pengobatan, Ibu Laminem sudah mendapatkan tindakan operasi sebanyak 5 kali. Hingga kini, pengobatan yang beliau tempuh belum dapat menyembuhkan penyakit yang beliau derita. Penyakit yang menggerogoti wajah Ibu Laminem ini sudah merembet ke bagian mata. Akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Untuk saat ini beliau telah menjalani kontrol yang telah di jadwalkan oleh dokter. Suami Ibu Laminem, Suroso sudah meninggal dunia. Ibu Laminem tinggal bersama seorang anak beliau yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Selama menjalani pengobatan, Ibu Laminem menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan diluar jaminan KIS, akomodasi, dan biaya hidup saat di Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan perbaikan keadaan umum, biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Santunan kepada Ibu Laminem sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1043. Semoga penyakit Ibu Laminem dapat segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 619.200,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @BambangBKY @m_rofii11

Bu Laminem menderita kanker hidung


ATTA HAFIZ ALFAREZY (1, Jantung Bocor + Anemia + Penyembitan Syaraf Otak). Alamat : Jalan Sawunggaling I, No. 7, RT 1/1, Desa Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Adik Atta dilahirkan secara normal di Bidan terdekat. Akan tetapi, pada tanggal 8 Agustus 2017 kondisi tubuh Adik Atta semakin membiru. Karena khawatir akan keadaan putranya, orang tua Adik Atta pun membawanya ke Puskesmas Kepanjen Kidul. Karena tidak adanya peralatan yang dibutuhkan, Atik Atta pun dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar. Dari hasil yang didapat saat pemeriksaan, dokter mendiagnosis Adik Atta mengalami Anemia. Adik Atta pun menjalani transfusi darah sesuai yang disarankan dokter, akan tetapi kondisi Adik Atta tetap membiru dan keadaannya pun semakin kritis. Dokter pun memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Adik Atta yang dilarikan ke IGD RSSA langsung mendapatkan penanganan yang intensif dari dokter. Dokter pun menyampaikan kepada keluarga kalau Adik Atta harus dirawat di ruang ICU, dikarenakan diagnosis dari dokter menyatakan bahwa Adik Atta mengalami Jantung bocor dan terjadi Penyempitan syaraf pada otaknya. Adik Atta terlahir dari seorang ibu bernama Ratna Setyowati (27) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Sementara ayahnya bernama Wahyudi (29) berprofesi sebagai pengrajin kayu. Saat menjalani pengobatan Adik Atta menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) dikarenakan penghasilan yang didapat sang ayah sangat tidak menentu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Adik Atta sehingga bisa member bantuan untuk pendampingan berobat. Bantuan kepada Adik Atta kali ini diberikan untuk membeli obat-obatan dan membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit. Semoga Adik Atta lekas diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Adik Atta mengalami anemia


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (60, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah saat ini akan terus menjalani kontrol setiap satu bulan sekali untuk mengambil obat dari rumah sakit. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itu pun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, iuran BPJS, dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 1039. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Musripah menderita kanker payudara kiri


NARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Narti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Narti. Pihak keluarga Bu Narti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Narti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Nartiterlihat bertambah besar. Bu Nartii kembali melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Narti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang di buatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Narti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Narti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani program kemoterapi 6 kali. Kini beliau sedang dilakukan pengecekan rutin perkembangan kankernya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir: @indrades @restirianii @naadiahusna

Bu Narti menderita kanker ovarium


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus.Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp.975.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @eka

Bu Yuli menderita kanker usus


JAHRONI BINTI SANURI (52, TB Paru) Alamat: Dusun Plosorejo, Rt 1/3, Desa Jaruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Bu Jahroni sapaanya, awalnya masuk angin dan batuk batuk yang tak kunjung sembuh dan hanya dikerokin. Sejak awal Januari 2017 hasil rongten bu Jahroni didiagnosis TB Paru Lama Aktif. Seharusnya bu jahroni kontrol di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta (BBKMS) namun pengobatan terhenti karena terkendala biaya dan transportasi. Dan saat ini beliau berobat di dokter umum di tetangga desanya tiap 2 minggu sekali. Selama sakit kondisi bu jahroni semakin kurus. Alm. Suparmanto suami bu Jahroni sudah meninggal beberapa tahun lalu. Bu Jahroni hanya bisa bergantung pada anak permatanya mas Ernawan (26) kerja bangunan kadang srabutan pendapatan Rp. 1.000.000/bulan dan hanya cukup buat kebutuhan sehari hari. Erfi Y. (22) sudah menikah masih tinggal seatap dengan bu jahroni. Erda Aji P. (18) kerja di dealer. Alhamdulillah bu Jahroni di pertemukan dengan kurir #sedekahrombongan, menyampaikan santunan dari Sedekaholic untuk biaya berobat dan transportasi. Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang di berikan. Semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda dan memohon doa agar bu jahroni segera sembuh. Aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 19 September 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Yuli

Bu Jahroni didiagnosis TB paru lama aktif


ROMADHON BIN CUNDUK (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, istri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi dan penyinaran. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.050.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @indrades @dianfariza @yodhadidot @naadiahusna

Bapak Romadhon terkena kanker kelenjar getah bening


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000​,-
Tanggal : 23 Agustus 2017​
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Wildan menderita atresia ani


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 970.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Maghfiroh sudah mengalami kelainan struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1036 .

Jumlah Bantuan : Rp 900.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita atresia ani


PRAWITO BIN SARYONO (14, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Desa Mbungan, RT.5/2 Kel. Botolambat Kec. Kandeman Kab. Batang Prov. Jawa Tengah. Wiwit, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar tamatan Sekolah Dasar. November 2014 di diagnosa TBC oleh dokter. Keluarga sudah berupaya untuk berobat baik secara medis maupun herbal, namun selama satu tahun sakitnya tak kunjung sembuh. Pada awal tahun 2015 muncul benjolan pada leher Wiwit dan disertai dengan demam. Keluarga segera membawa Wiwit ke RS. QIM, Pekalongan. setelah diperiksa Wiwit terdiagnosa penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening dokter merujuk untuk segera dibawa ke RSUP Dr. Karyadi untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Orang tua Wiwit, Pak Saryono (45) adalah seorang buruh kuli bangunan yang pendapatannya hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Ibu Shopiatun (43)sebagai Ibu Rumah Tangga. Setelah mendapat rujukan dari RS QIM, keluarga membawa Wiwit ke RSUP Dr.Karyadi, dokter menyarankan untuk dilakukan kemoterapi sebanyak 8 kali. Pak Sarono hanya sanggup melakukan kemoterapi untuk Wiwit sebanyak 3kali, selebihnya beliau pasrah karena mahalnya akomodasi berobat. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dengan izin Allah Subahanahu wa Ta’ala dipertemukan dengan keluarga Pak Saryono yang putranya mengalami musibah sakit, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi dan berobat. Semoga Wiwit segera lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @Arlan_Marco @Indrades @naadiahusna @nellasari

Wiwit terdiagnosa penyakit kanker kelenjar getah bening


ENI RAHAYU (36, SLE + Mioma uteri sub serosa). Alamat: Dusun Kalisige RT 02 /RW 09 Kec. Weru, Kab. Sukoharjo. Ibu Eni merupakan seorang ibu rumah tangga yg telah memiliki tiga orang anak. Suaminya bernama Sutardi Satrio sehari-hari bekerja sebagai penyelep keliling dan memiliki penghasilan yg tidak menentu. Kurang lebih 3 minggu belakangan ini suami dari ibu Eni merantau ke Jakarta. Sejak tahun 2009 Ibu Eni didiagnosa oleh dokter memiliki kista. Namun, beliau tidak memeriksakan secara rutin, hanya saja kalau timbul keluhan beliau baru memeriksakannya. Sekitar bulan Mei 2017 Ibu Eni mengeluhkan bengkak pada wajah dan kedua anggota geraknya, serta badannya lemas. Kemudian beliau memeriksakan ke puskesmas weru dan berobat jalan. Kurang lebih 1 bulan menjalani pengobatan di puskesmas namun kondisinya tetap sama. Lalu dari pihak keluarga meminta surat rujukan ke RSUD Sukoharjo untuk operasi kistanya tersebut. Setelah diperiksa dan opname selama 6 hari di RSUD Sukoharjo ternyata dari hasil lab Ibu Eni positif menderita lupus, dan dokter menunda operasinya dan merujuk ke RS Dr Moewardi. Ibu Eni pernah sekali periksa ke RSDM dan beliau didiagnosa mioma uteri sub serosa. Namun karena terkendala transportasi dan biaya kemudian keluarga memutuskan untuk berobat ke RSUD Sukoharjo karena dirasa lebih dekat. Keluhan yg kini dirasakan bu Eni bila terkena panas dan atau kecapekan yaitu sesak napas. Sebelumnya ibu Eni bekerja sebagai buruh cuci, namun semenjak sakit ini beliau tidak mampu lagi untuk bekerja seperti dahulu. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan ibu Eni, santunan dari sedekahholic pun telah disampaikan kepada ibu Eni untuk membantu pengobatannya. Dan Ibu Eni menyampaikan terima kasih atas santunan yg diberikan dan memohon doa agar segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 September 2017
Kurir: @Mawan @anissetya60 @Ima

Ibu Eni didiagnosa oleh dokter memiliki kista


BARI BIN WARJO (82, Tumor Kulit). Alamat : Dukuh Juwah, RT.01/2, Kel. Kurtosari, Kec.Karanganyar, Kab.Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Bari, biasa ia panggil adalah seorang laki-laki paruh baya yang tidak bekerja. Tiga tahun yang lalu tepatnya bulan Oktober 2014 beliau kedapati adanya tahi lalat yang tumbuh disekitar mata sebalah kiri, namun kian hari tumbuh membesar. Pada awal tahun 2015 beliau memeriksakan ke Puskesmas Desa untuk diperiksa. Dokter Puskesmas merujuk Pak Bari untuk diperiksa ke RSUD Kajen. Pak Bari mengikuti saran dokter dan sudah beberapa kali diperiksa di RSUD Kajen. Pada awal tahun 2016 dokter dari RSUD Kajen merujuk Pak Bari untuk diperiksa lebih serius lagi ke RSUP Dr.Karyadi karena benjolan pada area mata semakin membesar dan menutupi mata sebelah kirinya. Bu Rohmah (75) istri Pak Bari hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Biaya untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh keenam anaknya yang sudah berkeluarga, namun sudah tidak tinggal satu rumah dengan Pak Bari. Pak Bari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan yang disarankan oleh dokter daerah karena kendala biaya akomodasi. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan atas kehendak Allah Subhanahu wa’ Ta’ala, bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi. Semoga Pak Bari segera sembuh dan dapat melakukan aktifitas kembali dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @nellasari__ @indrades @rudy @naadiahusna

Pak Bari menderita tumor kulit


ADRIYANA BINTI DANANG JOKO SRIWIDODO (33, Lemah Jantung). Alamat: Tegalharjo Rt 1/5 Tegalharjo, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Riri sapaan sehari-hari Mbak Adriyana. Mbak Riri merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri Alm Danang Joko Sriwidodo dan Lasni Merciyana (68). Mbak Riri menderita sakit ginjal sejak tahun 2008 dan memiliki riwayat lemah jantung. Mbak Riri pernah pingsan dijalan yang kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh warga yang menemukan. Sejak saat itu Mbak Riri menjalani pengobatan rutin di RS Kasih Ibu Surakarta melalui umum. Namun lambat laun karena biaya pengobatan dan obat yang harus ditebus cukup mahal sehingga Mbak Riri berhenti menjalani pengobatan pada tahun 2012. Setelah itu jika Mbak Riri merasakan sakit beliau hanya menahannya dan mengistirahatkan tubuhnya. Aktivitas sehari-hari Mbak Riri kini membantu ibunya berjualan pop ice didepan rumah. Sebelumnya Mbak Riri kerja sebagai penjaga foodcourt disalah satu mall di solo dan ibunya pensiunan PNS. Ibunya tidak mengetahui perihal penyakit Mbak Riri karena Mbak Riri tidak mau merepotkan keluarganya khususnya Ibu Lasni. Mbak Riri memiliki kemauan untuk namun beliau tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga bila kontrol harus melalui umum, itulah yang menjadikan Mbak Riri tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Riri, santunan dari sedekaholic pun disampaikan untuk membantu Mbak Riri melanjutkan pengobatan. Mbak Riri menyampaikan terimakasih atas santunan yang diberikan dan memohon do’a semoga segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @eliyan_a

Bu riri menderita lemah jantung


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Agustus). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Agustus 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien seperti Sembako, perlengkapan Obat-obatan, perlengkapan sehari-hari, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 13.196.176,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Agustus). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Agustus 2017 berupa perlengkapa pasien dan kebutuhan operasional pasien dan staff seperti Biaya Listrik, PDAM, Internet, dll. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1045.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.864.500,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Agustus). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.322.713,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Agustus). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp 5.280.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Agustus). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.349.900,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Agustus


NGATIMIN BIN SUKARYO (35, Patah Tulang). Beralamat di dukuh Gandrung RT 02/01, desa Klandungan, kecamatan Ngrampal, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah. Mas Min biasa beliau dipanggil. Pada minggu tanggal 10 September 2017 mengalami kecelakaan yaitu terjatuh dari pohon mangga saat menebang ranting. Oleh keluarga langsung dibawa ke rumau sakit. Atas kejadian tersebut mengakibatkan tangan kiri dan kaki kiri beliau patah. Saat ini beliau dirawat di ruang kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro untuk menunggu jadwal operasi. Beliau merupakan tulang punggung keluarga, yang bekerja serabutan karena tidak memiliki keterampilan khusus. Terkadang beliau bekerja diproyek pembangunan dengan penghasilan Rp50.000,00 setiap bekerja. Istri beliau, Ibu Sri Rejeki (32) sebagai ibu rumah tangga. Beliau memiliki satu anak, Raka (5) sekolah di taman kanak-kanak. Alhamdulillah kurir SR dipertemukan dengan keluarga sederhana ini. Keluarga membutuhkan biaya untuk biaya berobat. Kurir SR menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak lupa keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga Bapak Ngatimin diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Bu Ngatimin menderita patah tulang


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional September 2017 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan saat ini setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis.Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan September ini sebagaimana laporan berikut cukup banyak hal ini antara lain untuk kebutuhan biaya mutasi pajak serta balik nama yang sebelumnya mobil ini adalah milik sebuah perusahaan di Jakarta. Kepengurusan untuk keperluan mutasi membutuhkan biaya cukup banyak, untuk diketahui bahwa kendaraan ini telat pajak atau pajak mati hampir dua tahun, untuk biaya mutasi serta balik nama ke Wonogiri biaya untuk pajak serta denda keterlambatannya. Selain itu, juga untuk operasional kebutuhan mobilitas MTSR yang rutin tiap bulan untuk survey sasaran, antar pasien serta masyarakat yang membutuhkan bantuan mobil ini. Dalam laporan ini sekaligus juga biaya perawatan rutin dan insentif driver. Demikian laporan tersebut harapa kami suatu saat ada penambahan armada khususnya untuk khusus jenazah serta penyediaan pasien yang tidak mampu duduk dalam proses pendampingannya. Sebab, untuk MTSR yang sebelumnya adalah APV sudah tidak menjadi kewenangan tim sedekah rombongan di Wonogiri.

Operasional : Rp.14.451.900,-
Tanggal : 28 September 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional September 2017


ADITYA RAMADHAN ASMARA (5, Leukimia). Alamat: Kramat Jati RT 7/8 Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. Adit, begitulah bocah ini sering disapa. Awalnya dari sejak lahir hingga usianya menginjak 5 tahun, Adit tak pernah mengeluh apapun tentang sakit yang dideritanya saat ini. Desember 2016, Adit kecil mengalami demam tinggi disertai dengan kejang. Karena khawatir, orangvtua Adit langsung membawa Adit berobat ke RS Polri, dari hasil pemeriksaan diketaui jika Adit menderita Leukimia atau Kanker Darah. Semenjak saar itu Adit kexil rutin berobat ke rumah sakit. Sampai bukan Maret 2017, Adit terpaksa dirujuk ke RSCM Jakarta karena di rumah sakit sebelumnya peralatan medisnya terbatas. Pengobatan yang dijalani Adit saat ini adalah kemoterapi, alhamdulillah kondisi Adit berangsur membaik meski sesekali harus masuk ruang rawat karena demam. Orang tua Adit, bapak Andra (46) adalah seorang buruh serabutan dengan pengasilan tak menentu. Sementara ibu Yulia adalah seorang ibu rumah tangga, yang juga sedang sakit sehingga tidak bisa merawat Adit secara penuh. Adit lebih serung diasuh oleh kakek dan neneknya, sementara kakek dan nenek Adit rak bisa bekerja saat Adit dirawat seperti saat ini. Kadang untuk makan sehari-hari sang nenek menyisihkan sisa makanan yang didapat dari rumah sakit. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan langsung memberikan santunan untuk Adit, untuk keperluan sehari-hari selama menjalani perawatan. Nenek Adit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Adit kecil lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 September 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Adit menderita leukimia


RADJA PANGGOARAN SITORUS (1, Atresia Billier). Alamat: Jl .Ra Kartini RT 2/26 Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Radja, bocah ganteng asal Bekasi ini sekilas terlihat seperti anak sehat, hanya saja mata dan tubuhnya terlihat kuning. Radja oleh dokter dinyatakan menderita atresia billier dan gizi kurang sehingga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah. Radja sedang mengejar berat badannya supaya bisa menjalani transplantasi hati, karena selama ini pengobatan yang bisa dijalani untuk pasien atresia billier adalah transplantasi hati.orang tua Radja bapak Pical (37) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibu Siti Nurhasanah adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang tak menentu dan dituntut untuk membeli susu khusus, menjadi pikiran tersendiri oleh orang tua Radja. Tak jarang orang tua Rada terpaksa mengandalkan bantuan donaur untuk memenuhi kebutuhan Radja. Mendengar tentang kondisi RAdja ini, kurir sedekah rombongan langsung mengunjungi Radja dan menyampaikan bantuan untuk membeli susu khusus. Orang tua Radja mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga RAdja bsia cepat mendapat jadwal transplatasi hati. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Radja menderita atresia billier dan gizi kurang


SYILFA PUTRI ALEENA (2, Atresia Billier). Alamat: Jl. Kramat Pulo Dalam 2 Gang 14 RT 8/4 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Syilfa, begitulah bocah bermata kuning ini disapa. Syilfa terlahir normal layaknya bayi pada umumnya, tapi saat usia Syilfa menginjak 2 bulan mata dan tubuh Syilva terlihat kuning. Beberapa kalinberobat ke bidan dan puskesmas terdekat, sakit yang diderita Syilfa tak kunjung sembuh hingga akhirnya Syilfa dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan medis Syilfa diketahui menderita Atresia Billier dan gizi kurang. Sehingga Syilfa harus mengkonsumsi susu khusus supaya mencapai berat badan ideal dan bisa dilakukan transplantasi hati. Beberapa bulan pertama orang tua Syilfa masih sanggup, semakin lama beban yang dipikul kian berat. Ayah Syilfa, Ali Firmansyah bekerja sebagai tukang ojek online dan ibu Sinah adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan hariannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Syilfa sekaligus menyampaikan bantuan awal untuk membeli susu khusus. Semoga proses pengobatan Syilfa diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Syifa menderita atresia billier


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017. Semoga bantuan ini dapat memotivasi keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Muzhaki.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @Rini @endangnumik

Muzhaki menderita cerebral palsy sejak lahir


SANTI RISTIANDARI (31, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, ibu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi duduk, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat yang tidak tercover BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1037. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @riniastuti @endangnumik

Bu Santi menderita osteosarkoma


SAMIYEM BINTI SUWARNO (57, Ca Mamae). Tinggal di dukuh Ngadirejo RT 03/01, desa Mojokerto, kecamatan Kedawung, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah. Sejak setahun ini, dipayudara Bu Samiyem terdapat benjolan. Karena Beliau merasa tidak sakit, sehingga benjolan tersebut hanya didiamkan, namun setelah beberapa bulan kemudian, benjolan tersebut semakin membesar dan sakit. Akhirnya oleh keluarga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro. Bertemu dokter spesialis onkologi dan didiagnosa ca mamae. Disarankan untuk menjalani rawat inap guna pemeriksaan lebih lanjut, namun beliau tidak melanjutkan pemeriksaan karena kurangnya semangat berobat. Keluarga beliau sudah berulang kali menyarankan untuk melanjutkan pengobatan, namun beliau tidak mau. Saat ini beliau rutin obat herbal. Sebelum sakit, beliau merupakan sosok pekerja keras, setiap harinya menjadi buruh tani untuk menambah biaya untuk hidup sehari-hari. Suami beliau, Bapak Darso Suwarno (59) bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan tidak menentu, sekitar Rp 30.000.00 setiap harinya. Beliau membutuhkan biaya untuk membeli obat herbal. Maka dari itu, kurir SR menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk biaya berobat beliau. Semoga Bu Samiyem diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Bu Samiyem didiagnosa ca mamae


SURATMAN BIN SUKIDI (42, Diabetes Melitus) beralamat di dukuh Jatisomo Rt 24, desa Sambungmacan, kecamatan Sambungmacan, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah. Bapak Suratman sudah mengetahui penyakitnya pada tahun 2010, sehingga beliau dapat memantau nilai gula dalam darahnya, beliau menjaga asupan makanan. Namun, sudah 2 tahun ini, kaki kiri beliau luka, karena beliau memiliki riwayat diabetes melitus (DM) sehingga mengakibatkan luka tersebut memburuk. Berulang kali keluar masuk rumah sakit. Oleh dokter disarankan untuk diamputasi. Mendengarkan hal tersebut, keluarga tidak terima. Berkat kesabaran istri beliau, Iis Sugiyanti (32) dalam merawat lukanya, saat ini perkembangan lukanya sangat baik sehingga menurut dokter tidak perlu dilakukan tindakan amputasi. Saat masi sehat, Bapak Suratman bekerja di jembatan timbang didekat rumahnya dengan gaji Rp50.000,00 setiap harinya, namun setelah sakit-sakitan sudah tidak bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya sekolah anak, Ibu Iis bekerja sebagai tukang jahit dengan penghasilan yang tidak menentu, kurang lebih Rp 70.000,00 setiap jahitan. Beliau memiliki 2 anak yang masih kecil, Faris (10) duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar dan Bunga (3). Selama orangtua menjalani pengobatan di rumah sakit, anak-anak dititipkan kepada saudara. Keluarga Bapak Suratman membutuhkan biaya untuk berobat dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena beliau dan istri untuk sementara tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini di ruang kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah Soehadi Prijonegoro. Maka, kurir SR menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga Bapak Suratman diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktifitas dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,00
Tanggal: 17 September 2017
Kurir: @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Pak Suratman diabetes melitus


RSSR WONOGIRI ( Biaya Sewa, Agustus 2017 ). Rumah Singgah Sedekah Rombongan atau biasa disebut dengan RSSR merupakan rumah sebagai tempat singgah para pasien dampingan sedekah rombongan. Salah satu fungsinya adalah sebagaimana tersebut di atas. Singgah identik dengan sifat menetap sementara untuk suatu tujuan tertentu. RSSR sebagai salah satu sarana efektifitas pergerakan sangat membantu dalam berbagai proses bukan saja penyembuhan pasien yang terhandle, namun juga bisa digunakan sebagai basecamp dan tempat koordinasi. Sebagaimana tersebut, keberadaan rumah singgah untuk pergerakan sedekah rombongan di Kabupaten Wonogiri bulan ini sudah habis masa sewanya. Kita sewa untuk RSSR selama dua tahun, dengan kondisi mas sewa yang telah selesai kiranya perlu untuk mencari lokasi baru agar pergerakan tetap berjalan dengan baik. Saat ini kita membutuhkan sewa selama satu tahun terlebih dahulu, dengan pertimbangan kuantitas pasien dampingan dan faktor lainnya misalnya jangkauan rumah singgah yang berdekatan dengan jalan raya, terminal bus dan sebagainya untuk memudahkan dalam komunikasi dan transportasi. Biaya sewa berbanding lurus dengan kondisi – kondisi tersebut, sesuai dengan lokasi serta jangkauan yang memadai dan mudah. Laporan ini sekaligus memberikan informasi untuk sewa rumah singgah yang baru bagi pergerakan sedekah rombongan di Kabupaten Wonogiri.

Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @Mawan

Biaya Sewa


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, cuci ambulan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1043. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 3.160.300,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @m_rofii11

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Agustus 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang memiliki 50 pasien dampingan dari berbagai wilayah Malang dan dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan untuk pengantaran dan penjemputan yang lebih cepat. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1043. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.321.298,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MUHAMAD ARIF SUBKHAN (13, Patah Tulang). Alamat : Jalan Brotojoyo Tengah II/2, RT 06/03, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang. Arif, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas VII di SMP Muhammadiyah 5 Semarang. Arif mengalami patah tulang sejak 3 tahun lalu. Berawal pada pertengahan Desember 2013 jatuh dari sepeda ketika ia bermain sepeda bersama teman – temannya, hingga menyebabkan tulang tangan kirinya patah. Arif segera dibawa ke Puskesmas Bulu Lor dirujuk ke RSUD Tugurejo, Semarang. Di sana Arif ditangani dengan segera, namun karena keterbatasan biaya, penanganan Arif hanya sampai photo roengen tulang yg patah saja. Hingga 6 bulan berikutnya saat Arif sekolah tidak sengaja tersenggol oleh temannya, dan tulang yang belum sembuh sempurna itu bergeser lagi. Kejadian itu berulang satu tahun berikutnya. Yang terakhir, September 2016 pada saat pelajaran olahraga, Arif melakukan push up dan tangannya tidak kuat menumpu badan hingga terjadi pergeseran lagi di tulangnya. Orang tua Arif hanya bisa pasrah jika Arif akan dioperasi, karena terbentur masalah biaya. Ayah Arif, Sugiyarto (57) dan ibunya, Muryati (45) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Saat ini, biaya pengobatan sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sugiyarto mengais rezeki dan menafkahi 5 orang anaknya dengan menarik becak, sedangkan Muryati bekerja serabutan. Mereka tinggal di rumah kontrakan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Arif segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bersekolah seperti biasa. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @yodhadidot

Arif mengalami patah tulang


KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN, (32, Ca Nasofaring). Alamat : Dk. Tarub RT.003/RW.007 Ds. Subah, Kec. Subah, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. April 2017 Ibu Khairunnissak merasakan sakit di bagian hidungnya, keluarga memustuskan berobat dipoli syaraf RS Kalisari Kab. Batang. Hasil scan menunjukkan adanya benjplan di belakang hidung Ibu Khairunnissak dan di duga adalah kanker, hingga akhirnya di putuskan untuk rawat inap oleh tim dokter dan menjalani evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis THT. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim dokter di putuskan untuk rujuk ke Rumah Sakit Bedan, Pekalongan agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Setelah menjalani pemriksaan di Rumah Sakit Bedan, Ibu Khairunnissak kembali di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani program kemoterapi. Rino Setyoko (36) Suami Ibu Khairunnissak bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Khairunnissak sendiri sebelum sakit bekerja sebagai guru honorer di desanya dengan jumlah tanggung 2 orang anak yang masih bersekolah merasa kesulitan menjalani pengobatan yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan luka selama program kemoterapi dan pemulihan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Nisa menderita ca nasofaring


PURFI MARTALIA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Siasem RT 10/01 Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2015, Bu Purfi memiliki keluhan sering bersin-bersin, kemudian muncul benjolan kecil di hidung. Bu Purfi kemudian berobat ke RSUD Brebes dan didiagnosa sakit polip. Selang setengah bulan menjalani pengobatan, Bu Purfi menjalani operasi pengangkatan polip di RSUD Brebes. Namun setelah operasi, benjolan semakin membesar sehingga Bu Purfi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Purfi terkena kanker nasofaring. Bu Purfi sudah menjalani pengobatan, program kemoterapi, dan operasi sebanyak tiga kali di RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2016. Bu Purfi menjalani operasi ke-empat pada awal tahun 2017 dan beberapa kali melakukan penyinaran. Karena kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan di Semarang, pengobatan Bu Purfi mengalami beberapa hambatan. Bu Purfi sebelum sakit pernah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Suami Bu Purfi, Pak Ahmad Rifai dahulu bekerja sebagai buruh di sekitar rumah. Bu Purfi masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih kecil. Saat ini Bu Purfi sudah memiliki fasilitas BPJS Non PBI Kelas III. Karena dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh, Bu Purfi membutuhkan pendampingan. Tanggal 1 Mei 2017, Bu Purfi dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan setelah melakukan beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Purfi. Saat itu, Bu Purfi sudah melakukan program penyinaran sebanyak 3 kali dari program 33 kali penyinaran. Alhamdulillah, saat ini Bu Purfi sudah selesai menjalankan program penyinaran sebanyak 33 kali. Selanjutnya, Bu Purfi dijadwalkan untuk melakukan program kemoterapi lagi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.716.898,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Bu Purfi menderita ca nasofaring


PURFI MARTALIA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Siasem RT 10/01 Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2015, Bu Purfi memiliki keluhan sering bersin-bersin, kemudian muncul benjolan kecil di hidung. Bu Purfi kemudian berobat ke RSUD Brebes dan didiagnosa sakit polip. Selang setengah bulan menjalani pengobatan, Bu Purfi menjalani operasi pengangkatan polip di RSUD Brebes. Namun setelah operasi, benjolan semakin membesar sehingga Bu Purfi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Purfi terkena kanker nasofaring. Bu Purfi sudah menjalani pengobatan, program kemoterapi, dan operasi sebanyak tiga kali di RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2016. Bu Purfi menjalani operasi ke-empat pada awal tahun 2017 dan beberapa kali melakukan penyinaran. Karena kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan di Semarang, pengobatan Bu Purfi mengalami beberapa hambatan. Bu Purfi sebelum sakit pernah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Suami Bu Purfi, Pak Ahmad Rifai dahulu bekerja sebagai buruh di sekitar rumah. Bu Purfi masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih kecil. Saat ini Bu Purfi sudah memiliki fasilitas BPJS Non PBI Kelas III. Karena dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh, Bu Purfi membutuhkan pendampingan. Tanggal 1 Mei 2017, Bu Purfi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan setelah melakukan beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Purfi. Saat itu, Bu Purfi sudah melakukan program penyinaran sebanyak 3 kali dari program 33 kali penyinaran. Alhamdulillah, saat ini Bu Purfi sudah selesai menjalankan program penyinaran sebanyak 33 kali. Selanjutnya, Bu Purfi dijadwalkan untuk melakukan program kemoterapi lagi. Pada 23 Agustus 2017 keluarga menyampaikan kabar duka kepada kurir Sedekah Rombongan Semarang bahwa Bu Purfi telah meninggal dunia. Santunan di sampaikan untuk membantu biaya kepengurusan Jenazah kepada keluarga Bu Purfi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Nisa menderita ca nasofaring


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan pembengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasinya bagus dan kakinya tidak bengkak lagi. Pada pertengahan bulan Mei, Dik Nunug menjalani cek untuk mengetahui apakah Dik Nunug menderita TB sebagaimana dokter mencurigai adanya indikasi TB, hasilnya negatif. Saat ini Dik Nunug di jadwalkan kontrol rutin untuk melakukan operasi pada kakinya supaya dapat berjalan dengan normal. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga supaya dapat membantu biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027 .

Jumlah Bantuan : Rp. 505.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @naadiahusna

Anugrah menderita pembengkakan pembuluh darah + patah tulang


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker. Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang. Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN-KIS PBI yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 931.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal :10 Agustus 2017
Kurir : @indrades @zeni_rofiqoh @naadiahusna

Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 OKE MAULANA 500,000
2 SELVI 500,000
3 NEVIA NILAM OCTAVIANA 500,000
4 YUNI NUR RIZKI 500,000
5 ELSA MAYORI 500,000
6 UNDANG SUDARNA 500,000
7 ANNISA BINTI WAWAN 500,000
8 SARAH BINTI HUSEN 500,000
9 ROHILAH BINTI JAJA 500,000
10 AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA 500,000
11 RESNA BIN KARNO 500,000
12 EUIS ASIAH 500,000
13 YUNINGSIH BINTI KOKO 500,000
14 SAKIM BIN MASLAM 500,000
15 AMAD BIN SUTARDI 500,000
16 TASWAN BIN SALEH 500,000
17 DARCI BINTI KASWA 500,000
18 WASKINAH BINTI ARSA DINATA 700,000
19 TETI DARMIANTI 750,000
20 ICOH BINTI MISJA 500,000
21 MAHREEN SABRIYA ALMAHYRA 500,000
22 ROHANIAH BINTI KURDI 1,000,000
23 NURJAMIL IDRIS 500,000
24 ECIN BINTI TAMAMI 500,000
25 AI SURYATI 500,000
26 ENUNG BINTI ADANG 500,000
27 DIKI PERMANA 500,000
28 ENTIN SUTINAH 500,000
29 ADE MUSLIM 500,000
30 ENCAS BINTI WIRATMA 500,000
31 AHMAD AZIZ 500,000
32 DEDEH BINTI ADANG 500,000
33 NENGSIH BINTI ISAH 500,000
34 JUMINI BINTI KIRNO SUWITO 500,000
35 SAMSIAH BINTI ALI 500,000
36 SUTINI BINTI SINGKRIH 500,000
37 ANDRE CASIA NUR 500,000
38 SUTEJA JUANTA 500,000
39 MAEMUNAH BINTI MADAWI 1,000,000
40 LALITA ASANI 500,000
41 POSYANDU MAWAR MERAH 2,000,000
42 JOJON BIN ANYAM 1,500,000
43 MTSR WONOGIRI 5,378,000
44 RSSR WONOGIRI 2,190,000
45 ARNESTA NIKMATUL ASBYANTIAR 1,800,000
46 MIDI HARYANTO 8,000,000
47 SULASTRI BINTI SUGIMIN 5,000,000
48 SLAMET GENDARI 936,000
49 TARONO BIN CARIDI 603,000
50 RSSR MALANG 9,476,177
51 RSSR MALANG 5,427,800
52 AGUS WANTO 1,087,678
53 KUSBUDININGSIH USUF 570,000
54 LAMINEM SUROSO 619,200
55 ATTA 500,000
56 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 500,000
57 NARTI BINTI ASTAP 1,800,000
58 YULI HIDAYATI 975,000
59 JAHRONI BINTI SANURI 500,000
60 ROMADHON BIN CUNDUK 1,050,000
61 MUHAMAD WILDAN AFANI 600,000
62 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 970,000
63 SRI MULYANI 900,000
64 PRAWITO BIN SARYONO 1,000,000
65 ENI RAHAYU 500,000
66 BARI BIN WARJO 1,000,000
67 ADRIYANA BINTI DANANG JOKO SRIWIDODO 1,000,000
68 RSSR SEMARANG 13,196,176
69 RSSR SEMARANG 2,864,500
70 MTSR SEMARANG 9,322,713
71 MTSR SEMARANG 5,280,000
72 MTSR SEMARANG 5,349,900
73 NGATIMIN BIN SUKARYO 1,000,000
74 MTSR WONOGIRI 14,451,900
75 ADITYA RAMADHAN ASMARA 750,000
76 RADJA PANGGOARAN SITORUS 1,000,000
77 SYILFA PUTRI ALEENA 500,000
78 MUZHAKI HUSNIKARIM 750,000
79 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
80 SAMIYEM BINTI SUWARNO 1,000,000
81 SURATMAN BIN SUKIDI 1,000,000
82 RSSR WONOGIRI 10,000,000
83 MTSR MALANG 3,160,300
84 MTSR MALANG 5,321,298
85 MUHAMAD ARIF SUBKHAN 500,000
86 KHAIRUNNISSAK BINTI ADJIRIN 800,000
87 PURFI MARTALIA 1,716,898
88 PURFI MARTALIA 1,500,000
89 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 505,000
90 MAYLINDA WIDIANI 1,000,000
Total 159,301,540

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 159,301,540,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1056 ROMBONGAN

Rp. 55,548,507,566,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.