Rombongan 1054

Kekuatan dari sedekah begitu ajaib, sehingga akal sehat tak mampu menangkap sebab-akibat dari sedekah.
Posted by on September 24, 2017

JASEM BINTI YADIKRAMA (61, Kanker Otak). Alamat : RT 5/6, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Jasem mengalami sakit dan nyeri di bagian kepala pada pertengahan Juni 2017. Beliau sempat berobat ke dokter dan menjalani rawat jalan, namun tidak ada perubahan. Akhirnya beliau berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas dan menjalani rawat jalan selama sepekan. Karena tidak kunjung ada perubahan, beliau pindah berobat ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Setelah menjalani uji laboratorium, beliau didiagnosis menderita kanker otak. Beliau pun dirujuk ke RS Margono dan dianjurkan untuk menjalani operasi. Alhamdulillah, operasi beliau berjalan lancar meski dengan biaya sendiri. Saat ini beliau harus menjalani kontrol rutin pasca operasi sebanyak 6 kali. Ibu Jasem masih sering merasakan nyeri di kepala, pusing dan terkadang sakit perut. Suaminya, Darmudji Al Dasum (53) bekerja sebagai petani. Penghasilan sebagai petani hanya cukup untuk menghidupi keluarganya dengan sederhana, sehingga tidak ada sipanan uang untuk biaya berobat dan transportasi selama Ibu Jasem kontrol di RS Margono. Biaya pengobatan Ibu Jasem harus ditanggung sendiri karena beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di RS Margono dan biaya kehidupan sehari-hari keluarganya. Semoga Ibu Jasem segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bu Jasem menderita kanker otak


TITI WARSITI (61, Katarak + Ambeien). Alamat : RT 4/2, Dusun Cilubang, Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Titi menderita ambeien mulai tahun 1990-an. Beliau sempat berobat ke dokter dan sembuh. Namun, penyakit beliau kambuh lagi di awal tahun 2000. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Margono, dokter menyarankan agar Ibu Titi menjalani operasi ambeien, namun beliau menolak. Beliau pun menjalani rawat jalan selama 6 bulan. Pengobatan yang beliau lakukan tidak sampai tuntas karena kendala jarak tempuh yang cukup jauh. Ibu Titi melanjutkan berobat ke dokter atau puskesmas yang jaraknya lebih dekat. Pada tahun 2010, Ibu Tuti juga mulai merasakan pandangannya kabur. Setelah diperiksakan ternyata beliau menderita katarak. Saat ini penglihatan beliau masih kabur karena katarak dan ambeiennya sedang kambuh. Ibu Titi hidup seorang diri. Sebelum sakit beliau bekerja sebagai petani. Penghasilannya sangat kecil dan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Biaya pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun proses pengobatannya terkendala transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Beliau juga takut untuk menjalani operasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Titi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan di RS Margono. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Khaerul @paulsyifa

Ibu Titi menderita ambeien dan katarak


SADAR SARYONO (19, Tumor Ganas di Ketiak Kanan). Alamat : RT 10/3, Desa Kejambon, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Seperti remaja pada umumnya, Sadar adalah seorang remaja yang mempunyai banyak teman dan mudah bergaul. Suatu ketika, Sadar merasa gatal di bagian ketiak kanannya. Setelah digaruk, lama-kelamaan benjolan tersebut membesar. Menyadari hal tersebut, Sadar tidak langsung berobat atau memberi tahu kedua orang tuanya. Setelah ditegur oleh rekan kerjanya, barulah ia memeriksakan diri di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita tumor dan harus segera dioperasi. Ia menjalani operasi pembedahan dan pengangkatan tumor pada Januari 2017. Namun pada Juni 2017, jahitan bekas operasinya terlepas saat Sadar bermain bermain bersama temannya di kampung. Ia pun dilarikan keRumah Sakit (RS) Siaga Medika Pemalang. Setelah diperiksa, ternyata ia menderita tumor ganas. Ia pun dirujuk ke RS Margono untuk menjalani kemoterapi. Saat ini ia harus menjalani proses kemoterapi secara rutin di RS Margono. Selama pengobatannya, Sadar ditemani ibunya, Masrah (60) dan kakaknya. Ayahnya, Sukarlan (65) bekerja sebagai buruh tani bersama ibunya. Sebelum sakit, Sadar bekerja sebagai penjahit di sebuah usaha konveksi. Penghasilan keluarga yang kecil semakin berkurang semenjak Sadar tidak bekerja. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Pengobatan Sadar terkendala biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari saat ia menjalani kemoterapi di RS Margono. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sadar sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-harinya saat menjalani kemoterapi di RS Margono. Semoga pengobatannya berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @olip_oile @paulsyifa

menderita tumor


ROKHYATI AGUS RIYANTO (56, Diabetes). Alamat : RT 5/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Rokhyati mulai merasakan gatal dan panas di tubuhnya sekitar tahun 2015 lalu. Berat badannya pun mulai menurun. Beliau kemudian berobat ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijaya Kusuma Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar gula darah beliau di atas batas normal sehingga dokter mendiagnosis Ibu Rokhyati menderita diabetes. Beliaupun harus rutin mengkonsumsi obat untuk mengontrol kadar gula darahnya. Kini kulit di punggung Ibu Rokhyati mulai memutih dan pendengarannya terganggu. Suaminya,Agus Riyanto (52) bekerja sebagai buruh. Penghasilannya yang kecil sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Rokhyati dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rokhyati sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari beliau. Semoga penyakit Ibu Rokhyati segera diangkat, sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @paulsyifa

Ibu Rokhyati menderita diabetes.


MARYATI BINTI TASMIARJI (49, Tipus + Maag Kronis). Alamat: RT 5/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Maryati mulai merasakan sakit sekitar bulan Mei 2017. Saat itu, beliau merasa lemas sehingga tidak bisa beraktifitas. Pemeriksaan awal dilakukan di Puskesmas Purwokerto Timur. Kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijayakusuma, Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan dokter di RST Wijayakusuma, Ibu Maryati didiagnosis menderita tipus dan maag kronis. Beliau sempat menjalani rawat inap (ranap) di RST Wijayakusuma selama beberapa hari. Dari Mei hingga Juni 2017, Ibu Maryati dua kali menjalani ranap di RST Wijayakusuma. Pada periode kedua ranap, beliau meminta pulang karena dirasa tidak mengalami perubahan. Namun, saat menjalani rawat jalan di rumah, kondisi beliau terus menurun. Akhirnya beliau kembali menjalani ranap di Rumah Sakit Umum (RSU) Hidayah, Purwokerto. Saat ini kondisinya mulai membaik, meski sesekali masih merasakan sakit pada bagian perut dan sering lemas apabila berdiri terlalu lama. Ibu Maryati adalah tulang punggung keluarga setelah suaminya Bapak Suyono tidak bekerja. Namun, saat ini Ibu Maryati tidak dapat melakukan pekerjaannya sebagai karyawan laundry karena penyakit yang beliau derita, sehingga tidak ada penghasilan untuk menghidupi keluarga. Biaya pengobatan Ibu Maryati dibantu oleh jaminan kesehatam berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Maryati sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari keluarga Ibu Maryati. Semoga Ibu Maryati segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @misterrmoo

Ibu Maryati didiagnosis menderita tipus dan maag kronis


KEVIN NUR FIRDAUS (8, Tangan Kiri Retak). Alamat : RT 8/2, Desa Pamijen, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tanggal 22 Juli lalu Dik Kevin mengalami kecelakaan, ia jatuh dari atas pohon. Kejadian tersebut membuatnya mengalami retak pada tangan kirinya. Pada tanggal 25 Juli 2017, kedua orang tua Dik Kevin merujuknya ke Rumah Sakit (RS) Wijaya Kusuma. Setelah menjalani pemeriksaan disana, Dik Kevin dianjurkan untuk segera menempuh tindakan operasi. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter, tangan Dik Kevin yang retak disarankan untuk digips. Saat ini tangan kirinya digips atas saran dari dokter. Ayah Dik Kevin, Andi Purwanto (32) adalah seorang kuli batu, sementara sang ibu, Fita (26) bekerja sebagai asisten rumah tangga. Kedua orang tuanya mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya pengobatan Dik Kevin dan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya pengobatan Dik Kevin dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kevin dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Dik Kevin dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga pengobatan Dik Kevin berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @firdhanelis

Kevin mengalami retak pada tangan kirinya


REZA PRATAMA (3, Epilepsi). Alamat : Jl Arcamas, RT 4/8, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat berusia 1 tahun, Dik Reza mengalami panas tinggi dan kejang-kejang. Lalu, orang tuanya membawa Dik Reza berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo. Dik Reza didiagnosis menderita epilepsi. Namun saat konsultasi dengan dokter orang tuanya kesulitan memahami penjelasan dan pengarahan yang disampaikan oleh dokter. Hal tersebut menyebabkan Dik Reza tidak lagi menerima perawatan medis. Karena penyakit yang diderita, ia saat ini mengalami kesulitan berbicara dan tidak bisa berjalan. Pengobatan yang ditempuh saat ini hanya terapi pijat. Ayahnya, Narsim (44) bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan Ibunya, Karsiyah (40) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tak menentu membuat kedua orang tuanya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak memiliki biaya untuk membawa Dik Reza berobat ke rumah sakit. Selain itu jika berobat ke rumah sakit Dik Reza membutuhkan seorang pendamping yang dapat membantu memberikan penjelasan atas apa yang disampaikan oleh dokter kepada orang tuanya. Biaya pengobatan Dik Reza dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Reza dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Dik Reza dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Semoga pengobatan Dik Reza berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @menttariii @firdhanelis

Dik Reza didiagnosis menderita epilepsi.


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Agustus Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dan lainnya yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1036. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 451.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Sembako pasien bulan Agustus Tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Agustus Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dan lainnya yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1036. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 742.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan Operasional Bulan Agustus Tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Renovasi RSSR). Alamat : Jl Sokabaru4, No. 327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara bagi para pasien Sedekah Rombongan yang berlokasi di Purwokerto, khususnya bagi pasien yang berobat di Rumah Sakit (RS) Margono, RS Dadi Keluarga dan RS Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dan daerah lain yang hendak berobat ke rumah sakit di daerah Purwokerto. Pada bulan Agustus 2017, kurir Sedekah Rombongan Purwokerto bersama para tenaga kerja bangunan melaksanakan renovasi untuk RSSR Purwokerto agar lebih layak dan nyaman untuk ditempati para dhuafa sakit yang membutuhkan nantinya. Renovasi dilakukan untuk memanfaatkan ruang garasi yang sudah ada, menjadi gudang perlengkapan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dan kamar supir. Selain itu juga dilakukan penambahan satu ruangan khusus yang akan digunakan untuk menampung pasien anak. Jumlah bantuan yang tertulis di bawah ini digunakan untuk biaya pengadaan kayu, triplek, paku, kunci, lemari plastik, karpet plastik, jasa tukang, kuas dan cat. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1036. Semoga dengan adanya bantuan dari sedekaholics, RSSR Purwokerto dapat membantu menampung dhuafa sakit yang membutuhkan dan dan dapat dihuni dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.247.300,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile @paulsyifa

Biaya renovasi RSSR


CHIKA DWI ARDANI (2, Thalasemia Mayor). Alamat : Dusun Bulu Lor, RT 2/4, Desa Rakit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal bulan Februari 2017, Dik Chika mengalami demam dan lemas. Keluarga membawa Dik Chika ke bidan terdekat untuk diperiksakan terkait kondisinya tersebut. Namun, hingga obat yang diberikan bidan habis, kondisi Dik Chika tidak kunjung membaik. Akhirnya Dik Chika diperiksakan ke dokter umum. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di puskesmas, hasilnya ternyata kondisi hemoglobin (HB) Dik Chika rendah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dik Chika kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dan menjalani rawat inap selama 6 hari. Saat rawat inap tersebut, Dik Chika melakukan tes laboratorium di Laboratorium Klinik Prodia Purwoketo. Dari hasil cek laboratorium tersebut, Dik Chika dinyatakan positif mengidap Thalasemia Mayor yaitu kondisi dimana darah tidak mempunyai kecukupan hemoglobin (molekul protein pada sel darah merah). Saat ini, Dik Chika harus menjalani kontrol rutin, transfusi darah dan rawat inap 2 hingga 3 hari setiap 3 minggu sekali. Dik Chika, putri pasangan Bapak Budi Raharjo (47) dan Erni Suarti (40). Ayah Dik Chika, Bapak Budi awalnya bekerja sebagai buruh bangunan di perantauan, tapi semenjak Dik Chika sakit, beliau kembali ke Banjarnegara dan sekarang menjadi buruh serabutan di daerah asalnya tersebut. Sedangkan ibunya, Ibu Erni menjadi ibu rumah tangga, mengurus suami dan anak-anaknya. Hal ini membuat keluarga Dik Chika kesulitan untuk membiayai pengobatan terutama biaya transportasi dan akomodasi setiap kontrol ke RSUD. Biaya pengobatan Dik Chika dibantu oleh jaminan kesehatam berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Chika sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu akomodasi kontrol rutin Dik Chika. Semoga Dik Chika segera diberi kesembuhan dan dapat kembali ceria seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Dik Chika dinyatakan positif mengidap Thalasemia Mayor


AMAD SUPARJO (60, Rheumatik + Asam Urat). Alamat : RT 7/1, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal Maret 2016, Bapak Amad merasakan kesemutan pada tangan kanannya dan kesulitan untuk memegang sesuatu. Atas kondisinya tersebut, Bapak Amad berinisiatif untuk memeriksakan dirinya ke dokter umum dan menjalani kontrol rutin setiap 10 hari sekali. Akan tetapi, kondisinya tidak kunjung membaik, sehingga Bapak Amad memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Selama menjalani pengobatan, Bapak Amad menanggung seluruh biaya pengobatan tersebut karena beliau tidak memiliki kartu jaminan apapun. Saat ini kondisi tangan kanan Bapak Amad belum bisa digunakan untuk beraktifitas ringan sehingga beliau tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Istri beliau, Ibu Hadinem (53) bekerja sebagai buruh tani yang berpenghasilan kecil. Keluarga Bapak Amad juga harus menghidupi dan menanggung biaya pendidikan cucunya, setelah putra semata wayang beliau meninggal dunia karena sakit. Hal ini menambah beban penderitaan bagi Bapak Amad dan keluarga. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Amad sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Amad segera diberi kesembuhan dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Pak Amad menderita rheumatik + asam urat


SYABITA AYRA (2, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat: RT 6/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada usai 4 bulan, jari tangan Dik Ayra terlihat kebiru-biruan. Kondisi tersebut berlanjut hingga pada usia 8 bulan, seorang bidan desa menyarankan keluarga untuk memeriksakan kondisi Dik Ayra ke rumah sakit. Akhirnya keluarga membawa Dik Ayra ke Rumah Sakit (RS) Emanuel, Purwareja Klampok, Banjarnegara. Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Emanuel, Dik Ayra dinyatakan mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akan tetapi, karena belum mempunyai jaminan kesehatan, orang tua Dik Ayra mengurus jaminan kesehatan dulu. Setelah memiliki jaminan kesehatan, Dik Ayra kembali dimintakan rujukan ke puskesmas supaya dapat diperiksa di RSUP Dr. Sarjito. Dari hasil ekokardiografi jantung di RSUP Dr. Sardjito, Dik Ayra positif mengidap PJB dan dokter menyarankan untuk kontrol rutin setiap sebulan sekali untuk memantau kondisi Dik Ayra. Saat ini, kondisi jari tangan Dik Ayra masih tampak kebiruan dan perkembangan fisiknya mengalami keterlambatan. Dik Ayra adalah putri dari pasangan Bapak Agus Rifai (45) dan Ibu Sofiyati (35). Bapak Agus, ayahanda Dik Ayra berprofesi sebagai petani yang berpenghasilan kecil sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Meski biaya pengobatan Dik Ayra dibantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun keluarga merasa kesulitan dari sisi transportasi dan akomodasi untuk membawa Dik Ayra ke RSUP Dr. Sardjito menjalani kontrol rutin. Apalagi setelah Dik Ayra sakit, Bapak Agus Rifai tidak bisa bekerja secara maksimal. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ayra sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi untuk kontrol ke Yogyakarta . Semoga Dik Ayra segera diberi kesembuhan dan dapat kembali ceria seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Dik Ayra dinyatakan mengidap Penyakit Jantung Bawaan


MUSTANGIN BIN MAHUDI (36, Usus Robek). Alamat : Dusun Bulu Lor, RT 2/4, Desa Rakit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 31 Juli 2017, Bapak Mustangin mengalami kecelakaan di tol Cipali Subang. Saat itu, Bapak Mustangin tidak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kemudian, tanggal 1 Agustus 2017 pasien dirujuk ke Rumah Sakit Siaga Medika (RSSM), Banyumas. Dari hasil pemeriksaan Dokter RSSM, Bapak Mustangin mengalami robek usus akibat benturan dengan stir mobil dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Bapak Mustangin dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSSM selama 15 hari dan bangsal umum selama 5 hari. Setelah 3 hari berada di rumah, perut Bapak Mustangin mengeras. Atas kondisi tersebut, Bapak Mustangin kembali diperiksakan ke puskesmas dan ternyata harus dirujuk kembali ke RSSM. Dokter yang memeriksa Bapak Mustangin menyatakan bahwa jahitan operasi pertama mengalami kebocoran dan harus dilakukan tindakan operasi kembali untuk mengatasi hal tersebut. Saat ini kondisi Bapak Mustangin masih sangat lemah, hanya bisa terbaring dan harus menjalani kontrol rutin. Bapak Mustangin sebelumnya berprofesi sebagai seorang sopir, sedangkan istrinya, Ibu Ety Sumiati (42) sebagai ibu rumah tangga. Luka serius yang dialami Bapak Mustangin pascakecelakaan, memaksa Bapak Mustangin untuk berhenti bekerja. Hal ini menyebabkan hilangnya mata pencaharian untuk menghidupi keluarga. Biaya pengobatan Bapak Mustangin dibantu oleh jaminan kesehatan berupa Asuransi Jasa Raharja dan JKN-KIS Mandiri kelas III. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Mustangin sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi kontrol rutin dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Bapak Mustangin segera diberi kesembuhan dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @arfanesia @widadopangesti @misterrmoo

Bapak Mustangin mengalami robek usus


HAMSAD RANGKUTI (75, Darah Tinggi + Stroke + Prostat). Alamat : Jalan Bangau 6, No. 268, RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Pak Hamsad hingga kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kondisinya belum banyak mengalami perubahan : ia masih tidak bisa berjalan, berbicara, dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan. Kondisi Pak Hamsad memburuk hingga tidak sadarkan diri. Ia akhirnya dilarikan ke UGD RSUD Depok dan menjalani rawat inap. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Pak Hamsad, berbagai macam alat bantu terpasang ditubuhnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Pak Hamsad telah dibantu pada rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Hamsad menderita darah tinggi dan stroke


SALSA SOFIATUN HALIMAH (5, Talasemia). Alamat : Dusun Winony, RT 1/2, Desa Dono, Kecamatan Sendong, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Kabar sedih bertambah saat awal mula sakit yang diderita Salsa yaitu perutnya yang membesar, disusul dengan terjadinya komplikasi kelainan darah sampai akhirnya Salsa didiagnosis terkena menderita Talasemia. Bulan-bulan sebelumnya Salsa harus menjalani pengobatan rutin di poli anak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Alhamdulillah mulai pertengahan bulan Juli 2016 Salsa tidak perlu jauh-jauh ke Malang untuk berobat karena telah dirujuk di RS Tulungagung karena kondisinya membaik. Saat ini Salsa rutin menjalani tranfusi agar kondisinya akan tetap membaik. Salsa merupakan putri ke-4 dari 5 bersaudara. Ibu Rubiah (33) sebagai ibu Salsa mendapatkan pengahasilan dengan menitipkan kerupuk di toko-toko. Ibu Rubiah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya karena suami beliau tidak ada sudah hampir 2 tahun ini, padahal masih ada 2 kakak Salsa juga yang masih memerlukan biaya banyak untuk sekolah dan biaya hidup. Bantuan kali ini digunakan untuk uang saku membantu kehidupan sehari-hari Salsa dan keluarga. Salsa telah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas III. Bantuan kali ini disalurkan untuk biaya perbaikan keadaan umum, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi untuk berobat. Santunan sebelumya telah tercatat dalam nomor rombongan 975. Semoga kondisi Salsa akan selalu membaik, sehingga bisa ceria lagi. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Dirham @m_rofii11

Salsa didiagnosis terkena menderita Talasemia


SUPRAPTO BIN SUTIMAN (55, Stroke + Katarak). Alamat : Jalan Gajah Mada Gang Belik, RT 4/9, Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Pada 3 tahun yang lalu Bapak Suprapto sering terjatuh saat bekerja dan beliau berkata kalau kakinya tiba-tiba terasa kram. Pada awalnya Bapak Suprapto hanya mengkonsumsi obat untuk asam urat, karena dirasa beliau membaik akhirnya tidak berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. Pada awal tahun 2017, obat yang beliau konsumsi sudah tidak memberikan hasil lagi dan penglihatan mata kanan beliau pun juga menjadi buram. Beliau pun akhirnya berobat ke Rumah Sakit Paru Batu untuk mengetahui sakit yang beliau alami. Dari hasil yang didapat dari pemeriksaan, dokter mendiagnosis beliau mengalami stroke dan untuk mata kanan beliau mengalami katarak. Pada awal tahun 2017 Bapak Suprapto sudah tidak bekerja lagi dan beliau saat ini tinggal bersama istri beliau Ibu Masita (62). Penghasilan yang bertumpu pada istri beliau yang bekerja sebagai pedagang sayur dan putra beliau yang bekerja sebagai karyawan swasta. Pendapatan yang dimiliki keduanya hanya mampu untuk biaya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya tempat tinggal. Bapak Suprapto yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun sangat terbebani akan biaya untuk berobat dan transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Mengetahui beban yang sedang dialami Bapak Suprapto, Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan kepada beliau untuk biaya berobat, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bapak Suprapto. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Pak Suprapto mengalami stroke dan untuk mata kanan beliau mengalami katarak

—-
RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan Agustus 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan. Pasien dan pendamping yang kerap tidak sempat untuk sarapan terkadang sering membuat kondisinya turun dan terkadang membeli makan di luar yang belum tentu kesehatannya. Sedangkan di RSSR sendiri terkadang berkas-berkas penting pasien dan mainan anak-anak selalu tidak tertata rapi. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli kebutuhan berupa outner, box makan dan box mainan. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1043. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.201.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir: @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Pembelian Inventaris RSSR Bulan Agustus 2017


DESHINTA TEGAR MAHARANI (16, Gagal Ginjal + Ensefalopati Uremikum). Alamat : Jalan Flamboyan, Perumahan Dinas Sekolah Dasar Negeri Pilang 3, Nomor 31 C, RT 3/3, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pada akhir Bulan Mei tahun 2017 Deshinta mulai tidak nafsu makan, badan yang semakin kurus dan batuk-batuk dalam waktu yang lama. Deshinta pun berobat ke Puskesmas Kademangan untuk dilakukan pemeriksaan dahak. Dari hasil pemeriksaan dahak tidak didapatkan kuman Tuberkulosis (TBC), akhirnya Deshinta di rujuk ke RSUD Dr. M. Saleh Probolinggo. Dari pemeriksaan didapatkan ada kelainan di fungsi ginjal Deshinta dan harus menjalani rawat inap saat itu juga. Deshinta yang mengalami sesak nafas dan ensefalopati uremikum dimana pasien mengalami penurunan kesadaran, gelisah, dan tidak bisa mengenali orang disekitarnya. Karena kondisi yang semakin memburuk dan membutuhkan pemeriksaan yang lebih lengkap, Deshinta pun dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Saat di RSSA, Deshinta mendapatkan perawatan intensif di ruang Pediatri Intensive Care Unit (PICU) selama 7 hari. Selama di RSSA pasien dilakukan cuci darah selama 5 kali. Deshinta merupakan putri ke 2 dari Bapak Agus (48) dan Ibu Hopsyah (42) yang mash bersekolah kelas 3 SMP. Bapak Agus yang bekerja sebagai penjual cilok dan Ibu Hopsyah sebagai guru di SDN Pilang 3. Pengobatan Deshinta yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, kebutuhan hidup sehari-hari dan transportasi. Kedua orang tua yang tidak bekerja lagi membuat keluarga erbebani dalam biaya untuk sehari-harinya. Jaminan Kesehatan yang dimiliki berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II sangat membantu dalam pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Deshinta sekeluarga. Bantuan pun telah diberikan kepada Deshinta sekeluarga untuk kebutuhan saat di rumah sakit, transportasi dan membeli obat. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga dan Deshinta dapat segera diberikan kesembuhan Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Brio @m_rofii11

Deshinta mengalami sesak nafas dan ensefalopati uremikum


PUJIASIH BINTI SAMSUDIN (39, Diabetes). Alamat : Dusun Kamal, RT 4/1, Desa Banyakan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada setahun yang lalu Ibu Pujiasih telah didiagnosis dokter mengalami diabetes. Kondisi badan yang kurang sehat terkadang membuat beliau harus rawat inap di Rumah Sakit Gambiran Kediri untuk beberapa hari. Sejak awal tahun 2017, Ibu Pujiasih sudah mulai rutin untuk terus kontrol ke Puskesmas terdekat sampai saat ini. Ibu Pujiasih saat ini tinggal bersama dengan kedua anak beliau yang masih sekolah di SMP dan SD. Penghasilan yang di dapat Ibu Pujiasih dari berjualan mie di depan rumah beliau sangat tidak menentu. Hal ini membuat anak pertama beliau ingin membantu untuk mencari pendapatan sendiri dengan bekerja di depo air mineral dan sekolah kejar paket B. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki sangat membantu beliau dalam berobat. Akan tetapi biaya untuk kebutuhan sehari-hari sangat sedikit dan terkadang beliau mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Pujiasih dan dapat membantu untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Pujiasih dipergunakan untuk membeli obat, transportasi dan akomodasi. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Pujiasih. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Ibu Pujiasih telah didiagnosis dokter mengalami diabetes


MARYAMAH BINTI SANOM, (38, Benjolan DI Leher Rahim) Alamat Dusun Wonowiri RT/RW 001/014, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Maryamah ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Maryamah. Setelah Ibu Maryamah diperiksa diagnosa mengalami benjolan di leher rahim dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Maryamah di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk Kontrol rutin, Ibu Maryamah memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Maryamah ini seorang janda yang tinggal di rumah yang berdinding kayu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Curahnongko bahwa Ibu Maryamah memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Setelah ibu Maryamah di dampingi oleh Sedekah Rombongan selama tiga bulan tuhan berkehendak lain, Tepat pada tanggal 20 September 2017 Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Maryamah Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas meninggalnya Ibu Maryamah, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @imamhariyadi

Ibu Maryamah diperiksa diagnosa mengalami benjolan di leher rahim


RICKY AKBAR, (3 ,Tidak memiliki Lubang Anus) Alamat Dusun Jampit RT 007 RW 003, Desa Jampit, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Adek Ricky adalah Putra kedua dari pasangan Pak Buhari yang berkerja sebagai Buruh PTPN XII dan Ibu Sriwati sebagai Ibu Rumah Tangga. Semenjak lahir tidak mempunyai anus dan sejak umur 1 hari langsung di rujuk ke rumah sakit Bondowoso. Dikarenakan rumah sakit bondowoso tidak mampu menangani hingga dirujuk kerumah sakit Dr.Soebandi Jember sehingga dilakukan tindakan operasi pembuatan Anus sementara diperut. Saat ini adik Ricky menunggu jadwal operasi. Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Rumah Adek Ricky dan kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu adik Ricky. Santunan telah disampaikan untuk pembayaran denda BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Adek Ricky dan menghasilkan kesehatan Adek Ricky. Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 716.500,-
Tanggal : 30 Agustus 2017 dan 22 September 2017
Kurir : @yudhoari , @gredyanto, @awwaludin_yudha

Ricky semenjak lahir tidak mempunyai anus


ALI IMRON, (5, Meninokel) Alamat Dusun Sumber Balin 004/003, Desa Cumedak, Kecamatan SumberJambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Awal mula Adik Ali dirujuk ke Puskesmas SumberJambe karena Ali merasa pusing, sesudah itu Ali Imron bertemu dengan kurir #SedekahRombongan di saat Ali di Puskesmas. Kurir #SedekahRombongan membawa Ali dirujuk kerumah sakit Dr Soebandi Jember Untuk pemeriksaan lebih lanjut hingga sampai penjadwalan Operasi Meninokel yang dialami Adik Ali. setelah itu usai penjadwalan Operasi Ali Imron kembali lagi setelah 1 bulan mendatang. 1 bulan berlalu Adik Imron menjalanin operasi yang sakit di alami adik Ali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu biaya pasca operasi dan obat-obatan selama perawatan di rumah sakit Dr Soebandi Jember. Santunan yang digunakan untuk pembayaran BPJS setiap bulan dan Akomodasi Pasca Operasi. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan

Jumlah Santunan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017, dan 13 September 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Ali menderita meninokel


JUMA’ATI BINTI SNIDIN (49, Tumor Ovarium). Alamat : Jalan Kenitu, Dusun lojejer, RT 5/6, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak 1 tahun yang lalu, Ibu Juma’ati mulai merasa kurang nyaman pada bagian perut beliau. Karena terasa sering nyeri, beliau pun akhirnya diperiksakan ke Puskesmas di daerah beliau. Dari Puskesmas, Ibu Juma’ati disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan di rumah sakit. Ibu Juma’ati yang diperiksakan di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, dikarenakan peralatan yang kurang lengkap. Akhirnya beliau diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Kondisi perut Ibu Juma’ati saat ini semakin besar dan sering merasa nyeri. Pada bulan ini, beliau telah menjalani pemeriksaa berupa USG, cek laboraturium dan konsul untuk memulai penjadwalan kemo terapi. Ibu Juma’ati dan suami beliau Bapak Hadian (49), setiap hari bekerja sebagai buruh tani harian. Penghasilan yang didapat dari keduanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi biaya hidup dan transportasi saat di Malang sangat membebani beliau. Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Juma’ati, sehingga dapat meringankan beban yang beliau tanggung. Tepat pada tanggal 21 September 2017 Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Juma’ati Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas meninggalnya Ibu Juma’ati, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.327.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017 dan 21 September 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @Agungganong @Edikpurwanto

Bu Jumiati menderita tumor ovarium


ILYAS BABIBI, (5, Tumor di Kepala) Alamat Jl. Menco Dusun Krajan RT/RW 001/033, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ilyas biasa ia panggil, Ilyas adalah seorang anak yang terlahir normal dan disaat usia adik Ilyas menginjak ke 5 tahun adik Ilyas mengalami kecelakaan ringan. Adik Ilyas jatuh di depan teras rumah sehigga kepala si adik Ilyas tersebut mengalami benjolan di kepala, awalnya di biarkan karena oleh orang tuanya di anggap benjolan biasa. Setelah satu minggu kemudian benjolan semakin membesar perkembangan adik ilyas juga pun menurun dan Akhirnya oleh orang tuanya langsung dibawa ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas langsung di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan lebih lanjut karena adik Ilyas mengalami ketidak stabilan dalam berkomunikasi dan ingatannya. Setelah pemeriksaan Diagnosa dokter menyatakan adik Ilyas mengalami pembekuan darah di otak dan ada tumor di kepalanya. Sehingga Adik Ilyas harus menjalankan rawat inap. Setelah itu tepat pada tanggal 19 September 2017 pukul 10.15 WIB adik Ilyas menghebuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia. Alm adik Ilyas adalah anak dari Pasangan Bapak Shodiq (34) dan Ibu Siti Aminah (32), Bapak Shodiq (34) yang bekerja sebagai Kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan setiap harinya. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Alm adik Ilyas di RSUD Dr. Soebandi Jember saat sedang kesusahan dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Keluarga Alm adik Ilyas. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan Santunan kematian. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga Alm Adik Ilyas dan Semoga keluarga diberi kesabaran dan ketabahan atas meninggalnya buah hatinya tercinta. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 September 2017
Kuri : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil @Lutfi

Ilyas mengalami pembekuan darah di otak dan ada tumor di kepalanya


FACHRI BHANURIZA (17, Korban Kecelakaan). Alamat : Gang Sa’abun, RT 11/2, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Fachri mendapatkan perawatan itensif di ruang ICU RS Premier Jatinegara. Anak pertama dari pasangan Herry Santoso (47) dan Siti Hanipah (37) ini merupakan korban tabrak lari yang terjadi pada 21 Agustus 2017, di wilayah Rawa Jati, Jakarta Timur. Setelah kejadian, warga segera membawa Fahri ke RS Harum Kalimalang untuk penanganan pertama, namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RS Premier Jatinegara. Pak Herry yang mendapatkan informasi mengenai Fachri langsung bergegas menuju rumah sakit. Fachri menjalani CT Scan dan operasi karena di bagian kepalanya terdapat retakan dan terjadi pendarahan. Pak Herry yang bekerja sebagai pengemudi transportasi online merasa kebingungan mengenai pembiayaan di rumah sakit karena Fachri masuk sebagai pasien umum dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Bantuan dari Sedekah Rombongan diberikan untuk membantu biaya pengobatan Fachri.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Fachri merupakan korban tabrak lari


SAMIN BIN PILI (17, Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat : Kp. Rawa Indah, RT 4/5, Desa Tanah Merah, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Samin adalah anak dari pasangan Bapak Pili yang bekerja sebagai tukang becak dan Ibu Anah yang bekerja menjadi asisten rumah tangga. Samin terlahir normal, namun saat berusia 5 bulan ia mengalami demam hingga kejang. Samin baru bisa berjalan saat berusia 5 tahun, ia juga baru bisa bicara saat berumur 8 tahun namun hingga kini tidak terlalu jelas bicaranya. Bapak Pili dan Ibu Anah juga memiliki 1 anak lainnya yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Samin, namanya Mirna (12). Berbeda dengan Samin, kelainan yang dialami Mirna berlagsung sejak ia masih bayi. Samin dan Mirna tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Mereka tidak pernah dibawa berobat atau mejalani terapi untuk mengatasi sakitnya. Mereka pun sering mengalami sakit – sakitan, namun karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan Bapak Pili dan Ibu Anah tidak pernah membawa mereka berobat. Bapak Pili dan Ibu Anah ingin sekali menyekolahkan dan mengobati kedua anak mereka, tapi penghasilan dari menarik becak saja jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang keluarga mereka mendapat bantuan dari majikan Ibu Anah, dan tetangga. Tak hanya itu, rumah yang mereka tinggali juga sudah tidak layak huni karena banyak yang bocor dan kayunya sudah mulia lapuk. Ironisnya, dalam kondisi rumah yang seperti itu ada cucu Bapak Pili yang masih bayi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan dan kesedihan yang dialami keluarga Bapak Pili, sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk pembuatan JKN – KIS dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Samin dan Mira bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya, dan kehidupan keluarga Bapak Pilli bisa lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Samin menderita gangguan tumbuh kembang


ABDUL MUHYI (6, Hernia). Alamat : Dusun Kenaiban, RT 1/2, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Abdul adalah putra tunggal pasangan Bapak Muhayat dan Ibu Sunirah. Kondisi Abdul sangat memprihatinkan, buah zakarnya semakin membesar yang disertai rasa sakit. Saat dibawa ke Klinik Ananda, Abdul dirujuk ke rumah sakit untuk dioperasi, namun Ibu Sunirah urung membawanya karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Ibu Sunirah kini harus berjuang sendirian menjadi orang tua tunggal karena Bapak Muhayat sudah beberapa tahun pergi. Keadaan ekonomi yang serba kekurangan dan hidup merantau jauh dari keluarga membuat Ibu Munirah hanya mampu membawa Abdul berobat ke pengobatan alternatif. Ibu Munirah hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Abdul. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan dan kesedihan keluarga Abdul dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pembuatan jaminan kesehatan dan operasional pengobatan. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan Abdul dan Ibu Sunirah dan semoga Abdul bisa segera sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Dita @ririn_restu

Abdul menderita hernia


PUJIONO BIN TIRAN (50, Stroke). Alamat : Kp. Angsoka, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Puji saat ini hanya bisa terbaring tak berdaya di tempat tidur karena penyakit stroke yang dideritanya sejak 2 tahun lalu. Istrinya, Bu Suratmi (48), bercerita awal mula sakit yang dialami suaminya. Pada Januari 2015 Pak Puji mengikuti ziarah keliling, di sana ia terjatuh hingga tak sadarkan diri. Setelah diperiksa, tensi darahnya naik dan tinggi sehingga mengakibatkan stroke dan separuh badannya kaku tidak bisa digerakkan. Hingga kini Pak Puji hanya bisa terbaring, bahkan BAB dan BAK pun di tempat tidur. Ibu Suratmi sehari – hari yang menjaga dan membersihkan Pak Pujiono. Ibu Suratmi sering mengalami kelelahan hingga asma yang dideritanya sejak 10 tahun lalu sering kambuh. Ibu Suratmi pun masih berobat rutin setiap bulannya. Pak Pujiono dan Ibu Suratmi tinggal bersama anak mereka yang bekerja sebagai buruh harian lepas, untuk membantu perekonomian keluarga, Ibu Suratmi berjualan jajanan anak-anak di sekolahan. Kurir Sedekah Rombongan sangat prihatin dengan kondisi keluarga Pak Puji, bantuan awal pun disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan Pak Puji. Semoga Pak Puji dan Ibu Suratmi diberikan ketabahan atas hidup yang mereka alami dan Allah memberikan kesembuhan untuk mereka, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2017
Kurir: @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak Pujiono menderita stroke


RUDIANA BIN HARUN (16, Tumor Maxilla), Alamat : Kampung Kalibaru, RT 11/3, Kelurahan Cilangkahan, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Rudi menderita tumor maxilla sejak 4 tahun lalu, berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh tetapi justru melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 kurir Sedekah Rombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal. Sedekah Rombongan akhirnya menjadikan Rudi sebagai pasien dampingan sehingga ia dapat menjalani pengobatannya dengan maksimal. Rudi telah menjalani kemoterapi menggunakan Jamkesda. Selama lebih dari setahun, ia menghentikan pengobatannya karena saat itu ia merasa sudah sembuh dan kembali pulang ke kampung halamanya untuk melanjutkan sekolah. Kini ia harus kembali berobat ke poli hematologi anak RSCM Jakarta untuk melihat kondisi penyakitnya. Kondisi Rudi semakin membaik dan kembali dapat bersekolah. Sebelumnya Rudi kesulitan membayar tunggakan biaya sekolahnya dan alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantunya. Penghasilan ayah Rudi, Bapak Harun (36), sebagai buruh serabutan tak menentu, sedangkan ibunya, Ibu Suhenah (34) hanya seorang ibu rumah tangga. Pada 6 September 2017, Rudi akan ke Jakarta untuk kembali rawat jalan di RSCM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSCM Jakarta. Sebelumnya Rudi telah dibantu pada Rombongan 983.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Rudi menderita tumor maxilla


ANITA ADHA (11, Leukoma Kornea pada Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis kecil ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa. Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Alhamdulillah Nita sudah mendapatkan donor mata dan ia perlahan kembali dapat melihat. Kondisi Nita semakin membaik namun ia masih harus menjalani rawat jalan setiap bulannya agar ia dapat sembuh total. Penglihatan Nita belum terlalu jelas sehingga ia harus mengunakan kacamata. Kini Nita sudah kembali ceria dan dapat bersekolah lagi. Sambil menunggu jadwal pengobatan lanjutan, Nita dan ibunya kembali ke kampung halamannya. Mendekati jadwal berobat mereka kembali ke Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat ke RSCM Jakata. Sebelumnya Anita dibantu pada rombongan 1044.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Nita harus menjalani penggantian kornea mata


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk di bangku SD, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke Poli Penyakit Dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Ketiadaan biaya membuat Pak Ari tidak menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter. Pak Ari menyampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan ingin meneruskan pengobatannya yang tertunda. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Ari dapat menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Adjidarmo. Pak Ari kondisinya semakin membaik, ia sudah bisa bekerja menjadi satpam di peternakan daerah Lebak. Pak Ari sampai saat ini masih harus kontrol rutin sembari menunggu jadwal operasi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat, serta biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Pak Ari telah dibantu dalam Rombongan 1043. Semoga Pak Ari dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal


RASIH SARAGENI (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Bangunan, RT 3/1, Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Bu Rasih adalah seorang ibu yang sudah tidak memiliki suami dan tinggal dengan seorang anaknya di rumah panggung sederhana. Anaknya berkerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Bu Rasih termasuk keluarga kurang mampu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Rasih menjual hasil sirih dan pinang yang ditanam oleh almarhum suaminya di samping rumah, itu pun hasilnya tidak banyak karena sangat tergantung musim, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan harian, Bu Rasih mendapatkan bantuan dari keluarga dan tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari – hari. Bu Rasih dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Sebelumnya Bu Rasih telah dibantu dalam Rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan untuk membantu biaya hidup sehari – hari.


MAR’I BAI (57, Hernia). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Maret 2017 Pak Mar’i merasakan susah buang air besar yang disertai nyeri di sekitar bagian bawah perut. Pak Mar’i akhirnya berobat ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak dengan KIS yang menanggung biaya pengobatannya. Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia, ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kuli panggul di pasar. Pak Mar’i masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Sang istri, Bai (59), setiap harinya berjualan kue keliling kampung agar dapat membantu biaya pengobatan Pak Mar’i dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Beratnya pekerjaan yang dijalani demi keluarga membuat Pak Mar’i sering mengeluh sakit. Ia sering mengalami demam dan kondisinya menurun. Pak Mar’i akhirnya menjalani operasi pada bulan Agustus dan ia masih harus berobat jalan pasca operasi sebulan sekali. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Mar’i dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Sebelumnya Pak Mar’i telah dibantu dalam rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia


SAHIB SARAGENI (78, Susp. Eksim). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Januari 2017 Pak Sahib mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya hinggal kulitnya memerah. Keluarga Pak Sahib mengira itu gatal biasa sehingga tidak ada penanganan serius dan dibiarkan begitu saja. Dua minggu berlangsung gatal yang dialami Pak Sahib tidak kunjung sembuh, tetapi semakin memburuk. Hal ini membuat Pak Sahib tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani karena gatal tersebut sangat mengganggu aktivitasnya. Pak Sahib akhirnya dibawa ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak untuk mendapatkan penanganan. Setelah melakukan pengobatan di rumah sakit Pak Sahib diberi obat luar berupa salep, namun gatal yang dialaminya tidak kunjung sambuh. Ketiadaan biaya membuat keluarga memutuskan untuk berhenti membawa Pak Sahib ke rumah sakit. Sang Istri, Bu Mae (75), hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan anaknya, Idris (31), yang menggantikan ayahnya sebagai buruh tani penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Pak Sahib sudah mendapatkan penangan dan kondsinya semakin membaik. Gatal yang dialaminya semakin berkurang namun hilang timbul, sehingga Pak Sahib masih harus menjalani pengobatan agar sakitnya dapat sembuh total. Pak Sahib yang tak dapat bekerja membuat keuangan keluarga semakin sulit, sehingga untuk makan sehari – hari terkadang terasa berat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan operasional berobat. Sebelumnya Pak Sahib dibantu dalam Rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Sahib menderita susp. eksim


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Sakitnya berawal sejak Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira bisa selamat karena berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis di Puskesmas. Kondisi Pak Mad Sira membaik namun belum banyak mengalami perubahan. Pak Mad Sira tak dapat beraktivitas seperti biasa dan hanya bisa tinggal di rumah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional berobat. Sebelumnya Pak Mad sira telah dibantu dalam rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak mad menderita lumpuh


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya dan masih harus menjalani kontrol rutin. Keluarga hanya bisa pasrah atas kondisi yang dialami Pak Jasid yang tidak banyak perubahan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


SITI SARAGENI (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Masa tua Ibu Siti hanya dihabiskan di rumah yang ditinggalinya bersmaa seorang anaknya yang bernama Sulaeman (35). Bu Siti sudah lama menjanda, sang suami meninggal pada tahun 2005. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Siti hanya mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Usia yang semakin senja membuat kondisi kesehatan Bu Siti sering menurun. Jika sakit mendera ia hanya dapat memeriksakan diri di Puskesmas terdekat. Beruntung Bu Siti telah memiliki Jamkesmas. Bu Siti menyadari bahwa beban hidup yang ditanggungnya memang tidaklah mudah. Kesulitan hidup tak membuat Bu Siti menyerah dalam menjalani kehidupannya. Kurir Sedekah Rombongan Banten yang melakukan kunjungan ke kediaman Bu Siti turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani olehnya dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bu Siti untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bu Siti dan keluarga. Sebelumnya Ibu Siti telah dibantu dalam rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya kehidupan sehari-har


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada September 2014 lalu, Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya lemah dan sakit pada kaki kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Luka di kaki Pak Adung tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatan rutin, tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan menjaga gula darahnya. Ia juga sudah bisa kembali bekerja menggarap sawah meski tidak bisa bekerja terlalu berat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 31Agustus 2017
Kurir : @arfanesia Arif @ddeean

Biaya operasional Agustus 2017


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1031. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1031. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita cerebral palsy


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1031. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini terkena tumor lunak pipi kanannya


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1031. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan kardiologi. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Mella menderita jantung bocor, hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ limpha di tubuh Mella


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1031, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, hernia serta cerebral palsy


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1031 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, dan menjalani terapi akupuntur setiap 2x dalam seminggu yang biayanya tidak tercover oleh jaminan kesehatan. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy atau kelainan pada syaraf wajah


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1031. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Sela didiagnosa menderita tumor perut


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1031. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 28 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita varises esofagus


HERMAN BIN HASNI (29, Dhuafa) Alamat ; Setu Cilangkap Ujung, RT 10 RW Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos, Depo, Jawa Barat. Herman merupakan seorang pekerja taman di sebuah perumahan di Depok, tinggal bersama ibunya yang sudah berusia 70 tahun namun masih aktif memilah dan mengumpulkan sampah anorganik seperti gelas plastic, kardus dll. Herman dan Ibunya tinggal sehari hari di sebuah bedeng kecil di kebun tetangganya, namun karena keperluan biaya, sang pemilik lahan tempat Herman tinggal hendak dijual, terpaksa bedeng tempat tinggalnya di bongkar. Kini Herman menyewa lahan di pinggir Setu Cilangkap dengan biaya sebesar Rp. 1.000.000,- setahum dan mulai membangun bedeng dengan sisa sisa bedeng tempat tinggalnya kemarin. Pembangunan tempat tinggal sementara itu dibantu warga di tempat Herman bekerja, total biaya hingga saat ini sudah menghabiskan biaya lebih dari Rp. 5.000.000,- itu pun masih memerlukan biaya untuk pembangunan MCK dan juga instalasi air serta listrik yang memadai. Sedekah Rombongan turut membantu pembangunan dengan jumlah santunan Rp. 3.500.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 04 September 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Bantuan biaya untuk pembangunan MCK


ELIATUL IKHLAS (14, AVM). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah tiga tahun lebih menjadi pasien Sedekah Rombongan. Sakit yang dialami Elia mulai terjadi saat ia berusia 1 bulan. Awalnya terlihat bibir dan tangan kiri Elia bengkak dan terlihat kebiruan seperti lebam serta tangannya lemas. Orang tua Elia, Bapak Umed dan Ibu Lilis, mulanya menghiraukannya. Saat Elia berusia 3 bulan, tangannya semakin lemas dan bengkak, ia pun sering menangis hingga orang tuanya membawanya ke klinik terdekat. Elia dirujuk ke rumah sakit, namun Bapak Umed dan Ibu Lilis urung membawanya karena ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan. Menginjak Elia berusia 5 tahun, ia mengalami kejang hingga mengalami penurunan kesadaran, selain itu bengkak dan kebiruan yang mulanya ada di bibir dan tangan mulai menyebar ke tubuh bagian belakang. Elia langsung dilarikan ke RSUD Serang dan didiagnosis mengalami AVM (Arterio Venous Malformation) atau kelainan pembuluh darah akibat hubungan langsung arteri dan vena. Setelah kondisinya membaik, Elia diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Ketiadaan biaya membuat pengobatan Elia sempat terhenti. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013, kondisi Elia memburuk dan mengalami pendarahan di sekitar pantat, ia bahkan mengalami koma selama 2 bulan. Elia akhirnya menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah pada pantatnya di RSUD Serang. Elia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta, menurut dokter kasus yang dialaminya sangat jarang dan pengobatannya dapat maksimal jika dilakukan di luar negeri. Setelah rutin berobat kondisi Elia membaik, meski terkadang bengkak di tangan dan bibirnya hilang timbul. Elia sudah menjalani operasi untuk mengangkat pembekuan darah di pembuluh darahnya. Ia pun sudah menjalani 4 kali embolisasi, yakni pemasangan kateter kecil di pembuluh darah dan suntikan partikel untuk memblokir aliran darah. Perkembangan penyakit Elia tak kunjuk membaik, bengkak dan lebam sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hasil CT-Scan menunjukkan pembekuan darah sudah menyebar ke otaknya. Elia akhirnya dirujuk ke RS Hermina Bekasi dengan pertimbangan agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Dokter sudah menjadwalkan lagi tindakan operasi untuk mengatasi pembekuan darah di pinggang, bibir, dan mata Elia. Dokter menyatakan jika tidak dilakukan segera dikhawatirkan akan terjadi pendarahan. Dokter meminta agar tangan Elia sehari – harinya menggunakan stocking medis dan ia tidak boleh terjatuh karena kulitnya sudah sangat tipis dan beresiko pendarahan yang berakibat fatal. Elia juga disarankan mengonsumsi susu khusus agar nutrisinya cukup karena kadar hemoglobinnya sering turun. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, beberapa bagian tubuhnya terutama tangan dan bibir akan membengkak dan lebam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, semangatnya untuk berobat sangat tinggi, ia bahkan tak takut berobat seorang diri karena ibunya juga harus mendampingi adiknya, Wulan, yang mengalami pembengkakkan jantung dan berobat di RSCM Jakarta. Elia sangat ingin sembuh agar dapat kembali bersekolah. Pengobatan kedua anak yang sakit dan berobat di rumah sakit yang berbeda membuat Ibu Lilis membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasional berobat anak – anaknya. Terlebih lagi Pak Umed sedang tidak dapat bekerja karena mengalami kecelakaan. Alhamdulillah pengobatan Eliatul dan Wulan telah menggunakan JKN – KIS kelas III yang sebelumnya harus rutin dibayar per bulannya, namun sekarang sudah beralih menjadi yang dibayarkan pemerintah setempat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Eliatul dan Wulan dan untuk kebutuhan sehari – hari selama berobat. Sebelumnya Eliatul telah dibantu dalam Rombongan 1046.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @nurmanmlana via Untari @ririn_restu

Eli didiagnosis mengalami AVM


SALAM BIN ADON (30, Paru – Paru Basah). Alamat : Kp. Kaujon, RT 4/6, Kel. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Prov. Banten. Salam hidup sebatang kara, kedua orang tuanya sudah lama meninggal dunia. Salam sehari – harinya bekerja serabutan, ia membantu membersihkan pekarangan rumah orang yang membutuhkan tenaganya. Penghasilan yang ia dapat tak menentu dan jauh dari cukup, kini ia tidak dapat bekerja karena mengalami sakit. Salam mengalami batuk yang disertai sesak terutama pada malam hari. Ia akhirnya berobat ke Puskesmas dan didiagnosis mengalami paru – paru basah. Biaya berobat di Puskesmas pun merupakan hasil gotong – royong masyarakat setempat. Salam tidak mempunyai tempat tinggal, selama sakit ia dirawat oleh Ketua RT setempat, Bapak M. Acang (40). Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, ia sedang tertidur lemas dan tubuhnya sangat kurus. Menurut Bapak M. Acang, penyakit yang dialami Salam sudah parah dan berlangsung sejak lama namun tidak pernah diobati meski ia telah memiliki JKN – KIS. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dberobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Salam bisa segera sembuh dan sehat kembali, amiin.

Jumlah Bantuan. : Rp.500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Pak Salam mengalami paru – paru basah


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Yudi dirawat selama 10 hari dan mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah ia tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi saat ini hanya dapat terbaring di tempat tidur, sebelumnya ia masih bisa beraktivitas menggunakan kursi roda. Ydi sudah mulai kembali kontrol rutin ke RS Fatmawati. Dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi paha kanan Yudi karena engselnya mengalami pergeseran. Saat ini ia masih menjalani rawat jalan dan menjalani serangkaian pemeriksaan, sambil menunggu kepastian dilakukannya operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan keperluan perawatan luka Yudi. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1050.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @nurmanmlana via Ryan @ririn_restu

Yudi menderita lumpuh


MUHAMAD ASWURI (34, gagal ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1033. Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Aswuri menderita sakit gagal ginjal


JEMITRI BINTI SARMAN (45, Kanker Payudara). Alamat : Desa Grogol RT 09/04, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Jemitri adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Bu Jemitri memiliki 3 orang anak yang masih sekolah semua. Sementara suaminya bekerja sebagai buruh tani ysng pendapatannya hanya cukup untuk maksn sehari-hari. Awalnya sakitnya tidak begitu dirasakan, namun lama kelamaan terasa sakit yang tidak tertahan sehingga bu Jemitri memeriksakan kondisinya tersebut. Ternyata bu Jemitri sakit kanker payudara dan harus operasi. Bu Jemitri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Setelah dilakukan operasi, bu Jemitri diberi jadwal kemoterapi hingga beberapa kali. Bu Jemitri merasa sangat kesulitan untuk biaya kemoterapi yang harus dijalaninya di Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Jemitri. Bantuanpun kedua pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Jemitri, yang sebelumnya sudah menerima bantuan awal dan masuk pada rombongan 1030. Tak lupa bu Jemitri mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Jemitri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Jemitri sakit kanker payudara


MURIZAL EKA RAMADHAN (10, Biaya sekolah dan biaya hidup). Alamat : Desa Tegalombo RT 01/03, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Rizal adalah orang anak kelas 4 SD yang tinggal di sebuah keluarga yang sangat memprihatinkan kondisi perekonomian keluarganya di Ponorogo (Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman) sejak 6 tahun yang lalu merantau ke Kalimantan Barat tepatnya di Desa Taum RT. 02/01 Desa Sinar Tebudak Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat dan telah menetap di sana bersama orang tuanya. Namun kira – kira sejak 2 tahun terakhir bapaknya terkena kanker otak. Akhirnya bapaknya dibawa ke rumah sakit di Kalimantan dan dinyatakan kena kanker otak. Dengan segala upaya dilakukan oleh ibunya untuk kesembuhan bapaknya, semua harta yang dimiliki habis dijual untuk kesembuhan bapaknya. Karena belum ada perkembangan yang membaik, maka bapaknya oleh ibunya dibawa ke Jawa untuk memperoleh pengobatan yang lebih memadai. Bapaknya akhirnya menjalani pengobatan di Jawa. Hal yang sangat menyentuh hati adalah di Jawa tepatnya di desa Tegalombo Kecamatan Kauman Ponorogo, orang tua dan Rizal menumpang di rumah saudaranya karena tidak adanya dana untuk berobat orang tuanya dan untuk biaya hidup sehari-hari. Untuk bisa makan sehari-hari sangatlah kesulitan dan tidak jarang oleh para tetangganya dibantu. Saat ini Rizal harus menahan keinginan – keinginan layaknya anak seusia dia. Sementara ibunya pasrah dengan hal ini bahkan dia berinisiatif membawa pulang kembali bapaknya ke Kalimantan karena untuk makan keseharian dia, suami dan anaknya harus minta belas kasihan saudara dan orang sekitar. Harta benda sudah tidak punya lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Rizal dan orang tuanya. Bantuanpun disampaikan untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari. Rizal sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Biaya sekolah dan biaya hidup


RINI PUJIRAHAYU (43, Kanker Payudara). Alamat : Desa Sewulan, RT 3/1, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Rini adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Bu Rini bekerja sebagai guru swasa di sebuah SD yang tidak jauh dari rumah tinggalnya. Bu Rini memiliki 3 orang anak yang masih sekolah semua. Sementara suaminya bekerja sebagai buruh tani. Awalnya sakitnya tidak begitu dirasakan, namun lama kelamaan terasa sakit yang tidak tertahan sehingga bu Rini memeriksakan kondisinya tersebut. Ternyata bu Rini sakit kanker payudara dan harus operasi. Bu Rini memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Setelah dilakukan operasi, bu Rini diberi jadwal kemoterapi hingga 8 kali. Bu Rini merasa sangat kesulitan untuk biaya kemoterapi yang harus dijalaninya di Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Rini. Bantuanpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Rini, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1012 dan 1050. Tak lupa bu Rini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Rini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Rini mengalami penyakit kanker payudara


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama . Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar . Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem.memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1007. Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Katiyem mengalami sakit asictes


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Sakit leukimia yang dideritanya dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan ke lima pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981, 1018, dan 1033. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rizky menderita leukimia


SUMIHARSI BINTI ROHMAD (50, ASMA). Alamat : Desa Banjarsari Wetan, RT 5/3, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Harsi, biasa dipanggil demikian oleh tetangganya, adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 orang anak. Suaminya seorang buruh tani. Setiap hari suaminya sering pulang dari sawah sampai larut malam karena letak sawah yang jauh di lereng gunung. Sementara bu Harsi juga harus membanting tulang menjadi pembantu rumah tangga di salah seorang tetangganya mulai pagi sampai sore. Semangat bekerjanya luar biasa karena ingin anak-anaknya bisa sekolah yang lebih tinggi, tidak seperti orangtuanya. Dulu, bu Harsi sudah pernah sakit hingga akan merenggut nyawa. Alhamdulillah masih diberi kesehatan. Karena setiap hari kerja walau hari Minggu juga tetep masuk kerja, suatu hari jatuh sakit hingga badannya kurus kering. Setelah diperiksakan, dokter mengatakan bahwa bu Harsi alergi batuk dan asma. Bu Harsi sampai tidak bisa bekerja hingga beberapa bulan. Karena nafsu makan tidak ada, sehingga badan bu Harsi kurus kering. Bu Harsi memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun demikian untuk biaya akomodasi berobat, bu Harsi sangatlah tidak mampu. Sedekah Rombongan sangat memahami apa yang dialami oleh bu Harsi dan keluarga. Bantuanpun disampaikan untuk biaya berobat bu Harsi dan sedikit membantu kebutuhan hidupnya. Bu Harsi sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa bu Harsi mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bu Sumiharsi menderita asma


KINI BINTI WAHYO, ( 39, jantung lemah, benjolan di leher ). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan 2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan dua tahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 7 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785, 891, 949 dan 1023. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 17 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Bu Kini menderita jantung lemah, benjolan di leher


SUTI BINTI TAWI (45, Gagal ginjal ). Alamat : RT. 02/10 Dusun Gempol 4, Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Ibu Suti adalah ibu rumah tangga yang tinggal bersama suaminya yaitu bapak Rustam yang bekerja sebagai buruh tani. Dari hasil buruh tani inilah keluarga pak Rustam dan ibu Suti bergantung, tetapi tenaga bapak Rustam sudah mulai berkurang sehingga hasil dari buruh tani masih kurang untuk biaya berobat sampai bapak Rustam harus berhutang ke saudaranya demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Sempat juga bapak Rustam mengalami lumpuh layu dan harus dirawat di rumah sakit sehingga pekerjaan harus berhenti dan tugas mengantar ibu Suti cuci darah harus meminta bantuan saudara atau tetangga. Ibu Suti menderita gagal ginjal sendiri kurang lebih sudah 2 tahun dan melakukan perawatan jalan atau cuci darah selama 2 kali dalam satu minggu di Rumah Sakit Dr. Soedono Madiun. Informasi mengenai ibu Suti diperoleh dari tetangga nya yang masih peduli dengan nasib beliau. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta biaya hidup sehari-hari. Ibu Suti dan keluarganya sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @Nandhajadul

Ibu Suti menderita gagal ginjal


SAINEM BINTI SOMOSADIKIN ( 76, rematik + sebatangkara ). Alamat : Dusun Simo RT/RW. 09/01 Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Setelah berkeluarga bu Sainem berkerja sebagai pedagang makanan di pasar. Suamimya yaitu pak Sadimun telah lama meninggal dan tidak mempunyai anak. Semenjak merasakan sakit sakitan lebih 10 tahun yang lalu bu Sainem telah berhenti berjualan. Hidup sebatangkara tanpa sanak saudara sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan uluran tangan tetangganya. Rumah yang ditinggali hampir roboh dan sangat membahayakan keselamatannya. Setiap hari untuk mengurangi rasa sakitnya hanya minum obat remacyl yang diberikan tetangganya. Informasi tentang bu Sainem diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi beliau. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 2.000.000 dan digunakan untuk menambah biaya bedah rumah beliau yang sudah hampir roboh supaya menjadi rumah yang lebih layak dihuni. Bu Sainem sangat bahagia dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan kebaikan untuk para Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Sumiati

Bu Sainem menderita rematik + sebatangkara


SARIYEM BINTI SARDI (55, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nglemi RT/RW : 05/05 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Sariyem adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita Ca Mamae sejak satu tahun terakhir tetapi sakitnya disembunyikan dari keluarga dan baru ketahuan 3 bulan lalu (bulan Mei 2017). Bu Sariyem mulai berobat ke Rsud. Soedono Madiun sejak awal Agustus 2017. Dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan, bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae dan langsung di rujuk ke Rsdm Solo. Bu Sariyem mulai melakukan pengobatan di Rsdm Solo sejak pertengahan Agustus 2017. Biaya transportasi dan akomodasi dirasa sangat berat walaupun sudah berobat menggunakan fasilitas Bpjs kelas 3. Suaminya yaitu Bapak Sukiman (58 tahun) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai bu Sariyem diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Setelah melakukan survey, bu Sariyem masuk menjadi pasien dampingan mulai tanggal 24-8-2017. Bantuan awalpun telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Rasa terimakasih disampaikan oleh Bu Sariyem atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Sariyem bisa sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 18 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Mirza

Bu Sariyem dinyatakan menderita Ca Mamae


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan #SR Magetan dan #SRSurabaya. Santunan keempat titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Surabaya dan biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1007, 1030 dan 1032. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Anwar_Yusuf

Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 26 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk biaya operasional RSSR Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.500.000,-
Tanggal: 25 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


MTSR JAKARTA (Keranda Jenazah, Inventaris). Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Jakarta atau lebih sering disebut MTSR adalah armada andalan Sedekah Rombongan yang setiap hari digunakan untuk antar jemput pasien ke rumah sakit ataupun untuk mengantarkan jenazah. Untuk melengkapi perlengkapan di dalam MTSR, kemarin MTSR Jakarta membeli sebuah keranda jenazah. Selain untuk pasien dampingan Jakarta, kita juga bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Umum Nasional Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, sehingga permintaan dari rumah sakit untuk mengantar jenazah kadang juga sering datang. Hal ini yang membuat kita untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 25 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @harjianis @untaririri

MTSR Jakarta membeli sebuah keranda jenazah


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. Sembari menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya tercatat di rombongan 1015. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 687.500,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 JASEM BINTI YADIKRAMA 500,000
2 TITI WARSITI 750,000
3 SADAR SARYONO 500,000
4 ROKHYATI AGUS RIYANTO 500,000
5 MARYATI BINTI TASMIARJI 500,000
6 KEVIN NUR FIRDAUS 500,000
7 REZA PRATAMA 500,000
8 RSSR PURWOKERTO 415,000
9 RSSR PURWOKERTO 742,000
10 RSSR PURWOKERTO 2,247,300
11 CHIKA DWI ARDANI 1,000,000
12 AMAD SUPARJO 1,000,000
13 SYABITA AYRA 1,000,000
14 MUSTANGIN BIN MAHUDI 1,000,000
15 HAMSAD RANGKUTI 1,000,000
16 SALSA SOFIATUN HALIMAH 700,000
17 SUPRAPTO BIN SUTIMAN 1,000,000
18 RSSR MALANG 1,201,200
19 DESHINTA TEGAR MAHARANI 500,000
20 PUJIASIH BINTI SAMSUDIN 500,000
21 MARYAMAH BINTI SANOM 1,000,000
22 RICKY AKBAR 716,500
23 ALI IMRON 580,000
24 JUMA’ATI BINTI SNIDIN 1,327,000
25 ILYAS BABIBI 1,000,000
26 FACHRI BHANURIZA 5,000,000
27 SAMIN BIN PILI 500,000
28 ABDUL MUHYI 500,000
29 PUJIONO BIN TIRAN 500,000
30 RUDIANA BIN HARUN 500,000
31 ANITA ADHA 500,000
32 ARI KASAN 500,000
33 RASIH SARAGENI 500,000
34 MAR’I BAI 500,000
35 SAHIB SARAGENI 500,000
36 MAD SIRA 500,000
37 JASID CIPANCUR 500,000
38 SITI SARAGENI 500,000
39 ADUNG JAYA 500,000
40 MTSR PURWOKERTO 5,000,000
41 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
42 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
43 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
44 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
45 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
46 ENI NURAENI 1,500,000
47 SITI MARSELA 750,000
48 HADI ANDRIANSYAH 750,000
49 HERMAN BIN HASNI 3,500,000
50 ELIATUL IKHLAS 2,000,000
51 SALAM BIN ADON 500,000
52 ISWAH YUDI 1,000,000
53 MUHAMAD ASWURI 500,000
54 JEMITRI BINTI SARMAN 1,000,000
55 MURIZAL EKA RAMADHAN 1,500,000
56 RINI PUJIRAHAYU 1,000,000
57 KATIYEM BINTI JAIMAN 1,000,000
58 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 1,000,000
59 SUMIHARSI BINTI ROHMAD 1,000,000
60 KINI BINTI WAHYO 500,000
61 SUTI BINTI TAWI 1,000,000
62 SAINEM BINTI SOMOSADIKIN 2,000,000
63 SARIYEM BINTI SARDI 500,000
64 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
65 RSSR JAKARTA 13,500,000
66 MTSR JAKARTA 1,500,000
67 MUNAWIR BIN WASIMIN 687,500
Total 79,366,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 79,366,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1054 ROMBONGAN

Rp. 55,283,592,626,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.