Rombongan 1053

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 22, 2017

DESI SAGITA (27, Tumor Otak). Alamat: Jalan Veteran Gang 7B No 4 Gapurosukolilo, RT 12/8, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Di saat-saat bahagia karena baru memiliki momongan yang masih balita dan cantik, bu Desi harus berjuang untuk kesembuhannya. Pada awal 2012, bu Desi sering mengeluh sakit kepala parah dan berkelanjutan. Karena terlalu sakit beliau hingga berteriak dan sering muntah. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Dari RSUD Ibnu Sina Gresik, bu Desi langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasilnya, ternyata pada kepala bu Desi terdapat gumpalan darah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Desi didiagnosa menderita tumor otak. Bu Desi kemudian disarankan kembali lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi dengan biaya sekitar Delapan puluh hingga serratus juta rupiah. Mendengar biaya yang tidak sedikit tersebut, keluarga akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan dan memilih untuk mencari pengobatan alternatif lain. Atas saran teman bu Desi, akhirnya bu Desi dibawa ke Solo untuk menjalani pengobatan alternatif dengan biaya seikhlasnya. Hasilnya, telinga bu Desi mengeluarkan darah dan badan beliau kembali sehat. Namun lambat laun, beberapa bulan terakhir ini kesehatan bu Desi menurun. Beliau kini tidak dapat berjalan dan kepala bu Desi kembali pusing. Ditambah lagi, beliau tidak dapat melihat karena pandangan matanya menjadi kabur. Beliau hanya dapat berbaring di tempat tidur. Bu Desi adalah ibu rumah tangga. Suami beliau, Wiwit Wicaksono (31) bekerja sebagai tukang kernet. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih berusia 4 tahun. Mereka menyewa tempat tinggal dengan biaya lima ratus ribu setiap bulan. Selama menjalani pengobatan, bu Desi menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan diluar jaminan KIS dan transportasi ketika ke Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Pada akhir agustus, kondisi bu Desi semakin menurun hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian bu Desi. Santunan kembali disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pemakaman almarhumah. Bantuan sebelumnya tecatat pada rombongan 1049.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin @EArynta

Bu Desi didiagnosa menderita tumor otak


MAYSUROH BINTI MOH SUHDI (21, Kanker Mata + Kanker Kaki). Alamat : Dusun Nagasari RT 6/2, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Maysuroh, biasa ia disapa adalah seorang anak yang terlahir normal. Memasuki masa sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), muncul benjolan di kelopak mata kirinya. Ia dan keluarganya mengira itu hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, benjolan itu kian hari semakin membesar dan ia merasakan sakit pada mata kirinya. Sakit yang dirasa oleh mata kirinya belum selesai, ia juga merasakan sakit pada betis kakinya. Ternyata, betisnya pun muncul benjolan, dan itu sangat mengganggu aktivitasnya ketika berjalan. Kedua orang tuanya pun memeriksakan keadannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martodirdjo Pamekasan untuk mengetahui keadaannya. Dokter mendiagnosa bahwa Maysuroh terkena kanker, dan menyarankannya untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk di operasi. Ayah Maysuroh, Moh. Suhdi (54), yang bekerja sebagai petani merasa kesulitan untuk mendapatkan biaya operasi anaknya. Terlebih ibu Maysuroh sudah meninggal dunia. Keadaan ini membuat orang tua maysuroh hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya, karena beliau tidak mengira jika benjolan yang awalnya biasa itu kini tumbuh menjadi kanker. Keadaan ini membuat kakak Maysuroh pergi merantau ke Negeri Jiran, Malaysia untuk membantu orang tuanya membiayai Maysuroh. Namun, keinginannya harus pupus karena Pasportnya sudah tidak berlaku lagi. Kini keadaan penglihatan Maysuroh semakin kabur dan benjolan semakin membesar. Untuk berobat, Maysuroh menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang difasilitasi pemerintah. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk biaya transportasi dan uang saku selama Maysuroh melakukan kontrol ke RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Semoga Maysuroh segera menemui jalan kesembuhannya. Mari terus bantu Maysuroh untuk tetap semangat berjuang melawan penyakitnya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1049.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Muhyi Hesti

Maysuroh terkena kanker mata dan kaki


MARYAMAH BINTI SANOM, (38, Benjolan DI Leher Rahim) Alamat Dusun Wonowiri RT/RW 001/014, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Maryamah ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Maryamah. Setelah Ibu Maryamah diperiksa diagnosa mengalami benjolan di leher rahim dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Maryamah di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk Kontrol rutin, Ibu Maryamah memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Maryamah ini seorang janda yang tinggal di rumah yang berdinding kayu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Curahnongko bahwa Ibu Maryamah memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Maryamah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Maryamah. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di Rumah Sakit dan biaya Transport ke Malang. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Maryamah dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017 dan 11 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @isroil

Bu Maryamah diagnosa mengalami benjolan di leher rahim


LATIFA BINTI EMOK, (34, Katarak) Alamat Jl. Ikan Banyar RT/RW 004/003, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Latifa adalah seorang kuli rongsokan yang mengalami derita katarak sejak 8 tahun yang lalu. Awalnya Ibu Latifa makan Usus dan Ayam potong, mata beliau mebengkak merah keseluruhan dan mengeluarkan air disetai cenut cenut. Setelah itu dibawalah ke mantri terdekat karena keterbatasan biaya beliau hanya diberi obat matan dan obat pereda nyeri. Setelah pengobatan lambat laun, sakit dan bengkaknya berkurang tetapi beliau sudah tidak bisa melihat dengan jelas seperti sebelumnya. Selang 2 tahun berlalu, Ibu Latifa memeriksakan diri di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo di Poli mata dan hanya disarankan untuk tidak makan makanan instan dan tanpa ada pengobatan lanjutan. Ibu Latifa hanya tinggal bersama suaminya Bapak Jumaan (36) yang bekerja sebagai kuli rongsokan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari dan ditambah penyakitnya yang sering mengulah sakit kepala. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu Ibu Latifa, Santunan yang diberikan di pergunakan untuk biaya hidup dan kebutuhan sehari. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi ibu Latifa dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi sesama, Semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholics Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @firmanyusnizar

Bu Latifa mengalami derita katarak


AMELIA NURAINI RAMADANI (5, Retino Blastoma). Alamat : Dusun Krajan Atas RT/RW 006/002, Desa Sumber Jeruk, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Amelia adalah gadis kecil mungil yang selama 4 tahun yang lalu sudah mengidap penyakit yang ia derita. Awalnya terdapat benjolan kecil di mata sebelah kanan. Lama kelamaan benjolannya semakin besar. Amelia melakukan pemeriksaan di RS. Koesnadi Bondowoso dan hasilnya menyatakan bahwa amelia mengidap penyakit Retino Blastoma. Karena keterbatasan sarana dan prasarana di RS. Koesnadi Bondowoso mengharuskan Amelia di rujuk ke RS Malang. Sebelum bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan orang tua Amelia, Rasidi (46) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya Sukna (36) mengobati Amelia menggunakan alternatif dan sempat menghentikan pengobatan karena kesulitan biaya pengobatan amelia. Saat ini amelia menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS. Amelia saat ini badannya lemah, benjolan mata disebelah kanan sebesar bola ping pong, badan kurus dan bibir berdarah. Tepat pada tanggal 12 September 2017 tuhan berkehendak lain, Amelia meninggal dunia. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu pembelian obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS dan santunan kematian.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.380.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017 dan 13 September 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo @lesi @Retno

Amelia mengidap penyakit Retino Blastoma


MUHAMMAD HAVIV (9, TB TULANG). adalah seorang anak dari pasangan bapak sukriyanto (34) dan ibu neny (32) yang tinggal di desa pondok, 014/004 Klabang, Kabupaten Bondowoso jawa timur. Bapak sukriyanto memiliki 3 anak dan ini menjadi beban yang berat bagi beliau dengan satu anak yang sakit ini. Bapak sukriyanto bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang tidak pasti, sedangkan ibu neny bekerja sebagai ibu rumah tangga. Adik muhammad haviv sudah mengalami sakit sejak 1 tahun yang lalu, dan pernah mengalami operasi usus buntu. dan sejak saat itu Haviv mengalami pertumbuhan yang tidak normal, badan mengecil, dan akhirnya mengalami kelumpuhan. Setelah didiagnosa, ternyata adik Haviv mengalami penyakit TB tulang. Ini merupakan ujian yang berat bagi keluarga ini. Keluarga ini tinggal satu rumah dengan nenek muhamad haviv. Dan karena sakit ini, adik Haviv sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya sejak 8 bulan yang lalu, dan ini sungguh memprihatinkan mengingat semangat adik Haviv yang ingin sembuh dan dapat melanjutkan sekolah kembali. Latar belakang adik Haviv dari lingkungan sungguh membuat iba, sehingga lingkungan tetangga sekitar sering memberikan bantuan saat pergi ke puskesmas terdekat. Dengan keadaan ini, adik Haviv sangat memerlukan perawatan rutin, kontrol ke rumah sakit terdekat, dalam hal ini ke rumah sakit Dr kusnadi Bondowoso. Santunan yang diberikan sebesar nominal di bawah ini digunakan untuk pembelian Obat-obatan di luar BPJS dan uang Transportasi. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1021

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 08 Agustus 2017 dan 12 September 2017
kurir: @yudhoari @viandwiprayugo @awwaludin_yudha

Haviv mengalami penyakit TB tulang.


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine, tetapi pada pengidap hipospadia lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Sedekahrombongan dapat memfasilitasi keberangkatan Asyraf ke Jakarta pada 15 April 2017. Asyraf sudah menjalani rangkaian pengobatan dan operasi di RSCM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Asyraf telah dibantu dalam rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi via Suharji @ririn_restu

Asyraf menderita penyakit Hipospadia


IMAM SETIOHADI (30, Susp. Tumor Paru Metastase Regio Lumbal). Alamat : RT 37, Desa Kasang Pudak, Kel. Kumpeh Ulu, Kec. Muaro Jambi, Prov. Jambi. Bapak Imam merupakan ayah dari 2 orang anak yang masih berusia balita. Sejak Desember 2016, Pak Imam mengalami keluhan kebas dan kesemutan pada kedua kakinya. Pak Imam sempat dibawa berobat ke Puskesmas dan bidan setempat, namun tidak ada perubahan pada keluhan yang dirasakannya. Berselang 1 pekan, kedua kaki Pak Imam menjadi lumpuh dan ia hanya dapat beraktivitas di tempat tidur. Keluarga menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, tapi Pak Imam menolak dikarenakan saat itu ia tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun dan tidak ingin memberatkan istri serta anak-anaknya. Kondisi Pak Imam yang semakin menurun membuat keluarga memutuskan membawanya berobat dengan menggunakan jaminan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Imam disaran untuk menjalani CT-Scan, tapi karena tidak ditanggung oleh SKTM, terpaksa Pak Imam dibawa pulang oleh keluarga dan dirawat di rumah saja. Selama dirawat di rumah Pak Imam mengalami kesulitan BAK (Buang Air Kecil), keluarga akhirnya memutuskan untuk membuat JKN – KIS kelas III dan membawanya kembali ke rumah sakit. Pak Imam dirawat di ruang Neurologi (saraf) RSUD Raden Mattaher Jambi dan dilakukan pemeriksaan CT-Scan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Imam disarankan menjalani biopsi di RSUP Moehammad Hoesin Palembang. Istri Pak Imam, Ibu Endang (28), berurai air mata mengungkapkan kesedihan perihal suaminya yang harus dirujuk ke Palembang saat dijenguk oleh Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja semenjak Pak Imam sakit, Ibu Endang menggantikanyna mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang cuci setrika di 2 rumah. Ibu Endang harus bekerja untuk biaya berobat dan menafkahi suami dan kedua anak mereka. Selama ini mereka tinggal di rumah kontrakan yang akan habis masa kontraknya pada akhir tahun 2017. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya rujukan ke Palembang. Semoga Pak Imam segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.850.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @bitrianihanuari @ririn_restu

Pak Imam menderita susp. tumorparu metastase regio lumbal


AHMAD SUN IN BIN TONGE (50, Infeksi Tetanus). Alamat : Jln. Musyawarah, RT 5/3, Kampung Parung Benying, Kel. Serua, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Tepat ketika hari kemerdekaan Indonesia ke – 72 tahun, Bapak Ahmad mulai merasakan demam tinggi disertai kejang – kejang di sekujur tubuh, bicaranya cadel dan mulutnya tidak bisa terbuka lebar. Melihat kondisi tersebut keluarga lalu membawa Pak Ahmad ke klinik dr. Herman Serua untuk mendapatkan penanganan pertama. Pak Ahmad dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Tangerang Selatan untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Pak Ahmad tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, keluarga terpaksa berutang dengan sanak saudara dan kerabat dekat sejumlah Rp 7.000.000,- untuk kebutuhan berobat selama ini. Kesulitan ekonomi keluarga Pak Ahmad bertambah karena anak bungsunya baru saja menjalani proses persalinan anak pertamanya di rumah sakit yang sama. Bukan hal yang mudah bagi keluarga Pak Ahmad menghadapi ujian ini, sejak Pak Ahmad sakit, istrinya lah yang bekerja sebagai buruh cuci keliling komplek untuk menanggung biaya berobat Pak Ahmad dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Pak Ahmad, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga keluarga bisa terbantu dan Pak Ahmad bisa kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Pak Ahmad mengalami infeksi tetanus


JENAB BINTI JAMALI (74, Patah Tulang Kaki). Alamat : Ds. Jayanti, RT 4/2, Kec. Jayanti, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Jenab yang sehari – hari membantu suaminya ke sawah kini tak dapat lagi bekerja seperti biasa. Sejak tahun 2006, Ibu Jenab mengalami sakit patah tulang kaki. Sakitnya bermula ketika Ibu Jenab terjatuh sepulang dari sawah. Kakinya mengalami patah tulang dan tak dapat berjalan lagi sampai sekarang. Ibu Jenab tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun sehingga keluarga tidak dapat membawanya ke dokter. Ibu Jenab hanya mampu menjalani pengobatan alternatif tukang urut di dekat dengan rumahnya. Suami Ibu Jenab, Bapak Ribo (78), juga sudah tidak bekerja lagi karena sakit dan kondisi fisik yang sudah renta. Pak Ribo pun tidak dapat berbuat banyak untuk istrinya yang kini tidak bisa berjalan. Ibu Jenab dan Pak Ribo hanya bisa pasrah dan berdoa atas ujian yang mereka hadapi. Ibu Jenab dan Pak Ribo menceritakan kondisi mereka kepada kurir sedekah rombongan saat menjenguknya dan menyampaikan bantuan untuk pengobatan Ibu Jenab. Semoga Ibu Jenab dapat segera pulih kembali, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @ririn_restu

Bu Jenab mengalami patah tulang kaki


RINI PERMATASARI (3, Lifangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini menderita Lifangioma sejak dilahirkan, awalnya pembengkakan di wajah mungilnya belum sebesar sekarang. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Walaupun Rini sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Rini akhirnya menjalani operasi yang keduanya pada tanggal 1 Mei 2017. Pasca operasi Rini dirawat selama satu minggu. Rini masih harus menjalani beberapa operasi selanjutnya. Alhamdullilah kondisi Rini semakin membaik, benjolan yang sebelumnya menutupi hampir seluruh wajahnya kini semakin berkurang. Rini akan kembali menjalani operasi yang ke-3. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk ransportasi dan akomodasi berobat. Semoga Rini segera sehat dan kembali ceria seperti anak-anak sebayanya. Sebelumnya Rini telah dibantu pada rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @ririn_restu

Rini menderita lifangioma


JAHROTUL UYUN (40, Pneumonia + Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat : Kp. Tirtayasa, RT 3/1, Kel. Tirtayasa, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten. Ibu Uyun kerap anak – anak didiknya memangilnya. Ibu dari empat orang anak ini setiap harinya berprofesi sebagai guru mengaji di desanya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Uyun sering mengalami sesak napas diserai batuk. Semakin lama kondisinya semakin memburuk, hingga Ibu Uyun berobat ke klinik terdekat. Sakit yang tak kunjung sembuh membuat Ibu Uyun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah (pneumonia). Ibu Uyun harus kontrol setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh. Setelah berjalan enam bulan, penyakit yang diderita Ibu Uyun tidak hanya paru-paru basah, ternyata jantungnya mengalami pembengkakan. Selama ini Ibu Uyun berobat tanpa jaminan kesehatan. Ibu Uyun harus bekerja keras menyisihkan rezekinya untuk berobat, terkadang Ibu Uyun terpaksa meminjam uang pada saudaranya. Penghasilan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tidaklah seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Meski sudah jarang mengalami sesak napas, beberapa hari yang lalu kondisi Bu Uyun sempat menurun dan mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dan disertai sesak napas hingga suaranya hilang. Bu Uyun disarankan menjalani rekam jantung dan masih harus menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Sebelumnya Bu Uyun telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririn_restu

Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburuk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Kondisi Emam belum membaik, bahkan setelah 1 bulan menjalani rawat jalan, ia kembali dirawat inap untuk yang kedua kalinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Semoga Emam cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Sebelumnya Emam telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Emam menderita kanker paru-paru


ADE YULIAWATI (26, TB Paru + Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalem, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ade didiagnosis mengalami TB Paru dan pembengkakan jantung sejak 3 tahun lalu. Awal mulanya Ade selalu merasakan sesak napas dan batuk yang tak kunjung sembuh. Setiap hari Ade merasakan sesak napas dan badan mengigil kedinginan ketika ia mau tidur. Kondisi Ade semakin memburuk, berat badanya semakin menurun. Anak ketiga dari lima bersaudara ini kini tinggal bersama ibu dan kedua adiknya yang masih bersekolah. Setelah ayahnya meninggal, Ade menjadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Sejak sakit, Ade berhenti bekerja karena kondisinya yang semakin tidak memungkinkan, namun ia tak mau menyerah begitu saja, ia berjualan jajanan anak- anak di rumah kecilnya. Ia tetap semangat mencari rezki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, walau terkadang kerap merasa sesak napas ketika terlalu capai. Selama ini Ade rutin berobat di Puskesmas terdekat setiap setengah bulan sekali. Dokter yang menangani Ade di Puskesmas menyarankannya untuk kontrol ke RSUD. Ketiadan biaya membuat Ade mengurungkan niatnya untuk berobat. JKN – KIS yang pernah ia miliki sewaktu bekerja kini tidak bisa dipergunakan, karena ada tunggakan selama satu setengah tahun. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan sebelumnya telah menyampaikan bantuan untuk pembayaran iuran JKN – KIS. Kini Ade bisa berobat rutin setiap dua minggu sekali dan ia tidak boleh putus minum obat. Perkembangan kesehatan Ade belum banyak mengalami peningkatan, beberapa hari yang lalu kondisinya sempat menurun, ia mengalami sesak napas hebat hingga langsung dibawa ke klinik terdekat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Ade dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ade didiagnosis mengalami TB Paru dan pembengkakan jantung


NANO BIN RISA (35, Pneumonia). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalam, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini biasa dipanggil Bang Nano. Sudah hampir 1 tahun Bang Nano mengalami batuk yang disertai sesak napas. Selama ini Bang Nano tak mempedulikan sakit yang dialami, namun karena tak kunjung sembuh akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter yang menyarankannya untuk berobat ke rumah sakit. Ketiadaan biaya berobat membuat Bang Nano hanya mengonsumsi obat yang dibelinya di apotek. Akhirnya Bang Nano berupaya membuat JKN – KIS agar dapat digunakan untuk berobat di RSUD. Dokter mengatakan bahwa Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ia pun harus kontrol setiap satu bulan sekali. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bang Nano di rumahnya, ia bercerita kesulitan yang dihadapinya. Bang Nano tak bisa lagi mencari nafkah karena jika terlalu lelah ia langsung mengalami sesak napas. Ia pun akhirnya bergantung pada orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah memiliki JKN – KIS kelas III, alhamdulilah Bang Nano tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya. Kondisi Bang Nano kini mulai membaik dan sudah dapat bekerja walau belum bisa bekerja berat. Sebelumnya Bang Nano tidak bisa bicara dengan normal akibat terganggu pita suaranya, alhamduillah kini suaranya membaik dan kembali pulih. Bang Nano masih membutuhkan bantuan untuk operasional berobat, karena itulah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan. Sebelumnya Bang Nano telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririnrestu.

Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya, namun tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya. Terkadang Bu Mutiah terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk biaya transportasi berobat. Penghasilan suaminya yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kondisi Bu Mutiah belum mengalami perkembangan, ia masih harus rutin ke rumah sakit sebulan dua kali. Kini tangan kiri Bu Mutiah tidak bisa digerakkan berat badannya pun semakin menurun. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transpotasi berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga Bu Mutiah selalu diberikan kesabaran dan kesembuhan, amin. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh dan tak memiliki suami. Kondisi Ibu Latifah sangat memprihatinkan, wajahnya sudah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah bahkan sempat harus dirawat inap di rumah sakit. Setelah 1 bulan berjalan kondisi Ibu Latifah semakin memburuk. Ibu Latifah kerap kebingungan mencari uang untuk biaya transportasi dan menebus obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan menebus obat. Semoga Ibu Latifah cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Sebelumya bu Latifah di bantu di rombongan 1040.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Ibu Latifah menderita gagal ginjal


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag Kronis + Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tiga bulan yang lalu pria yang akrab disapa Oji ini mulai merasakan sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan hingga pernah membuatnya pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawanya ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan biaya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sudah memiliki Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Sebelumnya Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, namun karena kondisi Oji memburuk akhirnya bantuan dipergunakan untuk biaya berobat dan rawat inap di rumah sakit. Kondisi Oji berangsur membaik, ia sudah bisa berjalan dengan normal. Selain itu badan Oji terlihat lebih segar dan bertambah gemuk. Oji maih harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimilikinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Oji telah dibantu dalam rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Oji menderita magh kronis dan sesak napas


MUHAMMAD FATIH MUZAKI (3, Epilepsi + Gangguan Saraf + Otak Mengecil). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 1/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Fatih sapaan ade kecil yang berbadan gempal ini, ia mengalami sakit sejak berusia lima bulan. Ketika bayi – bayi seusianya sudah bisa menangkap dan merespon orang yang mengajak bicara, mata; pendengaran; serta anggota tubuh Fatih lainnya tidak memberikan respon apa – apa. Bidan desa yang memeriksa Fatih langsung merujuknya ke RS Sari Asih Tangerang. Betapa terkejutnya orang tua Fatih, Bapak Fadli (31) dan Ibu Farihah (26), ketika mendengar diagnosis dokter bahwa Fatih mengalami gangguan saraf dan pengecilan otak. Bapak Fadli yang kesehariannya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan kurang dari Rp2 juta harus menguras tenaga dan pikirannya untuk pengobatan putra satu – satunya ini. Untuk memastikan diagnosis dokter sebelumnya, orang tua Fatih membawanya berobat ke RS Siloam Tangerang dan RS Usada Insani dan dokter di kedua rumah sakit tersebut mendiagnosis penyakit yang sama. Fatih harus menjalani pemeriksaan secara intensif dan harus melakukan fisioterapi 2 hari sekali. Tiga tahun sudah Fatih melakukan pengobatan ke berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif, namun kondisinya belum banyak perubahan. Keluarga pun hampir putus asa dan menyerah, walaupun biaya pengobatan ditanggung BPJS, namun mereka kesulitan untuk biaya transportasi setiap kali kontrol karena rumah sakit yang dituju jaraknya cukup jauh dari rumah dan Fatih tidak memungkinkan dibawa menggunakan motor. Setiap kali berobat orang tua Fatih harus sewa mobil yang biayanya cukup mahal. Pengobatan Fatih pun akhirnya sempat dihentikan karena tidak ada biaya. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan Fatih dan dapat menyampaikan bantuan biaya transportasi berobat untuk meringankan beban orang tuanya. Semoga Fatih dapat berobat kembali dan sembuh dari sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Fatih mengalami gangguan saraf dan pengecilan otak


DESI SUPIYANTI (8, Thalasemia). Alamat : Kp. Benda kebon, RT 1/5, Ds. Benda, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Desi Supiyanti adalah putri kedua dari pasangan Encep dan Supianah. Terlihat Desi nampak sehat seperti anak-anak pada umumnya, namun jika diperhatikan secara jelas perutnya membuncit dan badanya sangat kurus. Sejak 4 tahun lalu Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia atau kelainan darah dimana tubuh tidak cukup memproduksi hemoglobin sehingga kadarnya sedikit. Desi harus melakukan cuci darah dan transfusi minimal 1 bulan sekali, bahkan usianya dinyatakan dokter hanya bisa bertahan sampai umur dua puluh tahun. Beruntung Pak Encep yang bekerja sebagai karyawan honorer beserta keluarga telah memiliki KIS sehingga biaya pengobatan Desi bisa terpenuhi. Jarak tempuh dari rumah ke tempat berobat Desi di RSU Kota Tangerang cukup jauh, membuat Pak Encep harus memiliki uang untuk transportasi berobat anaknya. Terkadang Pak Encep kerepotan untuk biaya transportasi karena dalam sebulan Desi bisa 2 – 3 kali berobat. Pak Encep dan keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Allah SWT mengangkat dan menyembuhkan penyakit Desi. Kondisi Desi belum banyak mengalami perubahan, ia maaih harus menjalani transfusi darah rutin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Desi dan keluarganya sehingga bantuan lanjutan pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi pengobatannya. Semoga Allah mengangkat dan menghilangkan penyakit ananda Desi Supiyanti sehingga ia bisa sembuh, sehat dan bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya, amin. Sebelumnya Desi telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia


NIJAR BIN WAHYUDI (1, TB Paru + Pembengkakkan Limpa). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/1, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nijar adalah anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Hayaroh. Sungguh malang nasib Nijar, baru beberapa bulan dilahirkan ia sudah menjadi anak yatim. Ironisnya ayah Nijar meninggal dikarenakan penyakit yang sekarang diderita Nijar yaitu TB paru. Setelah suaminya meninggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ibu Hayaroh bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik di wilayah Sukamulya, Tangerang. Untunglah ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga Nijar bisa dijaga oleh kakek dan neneknya. Ketika lahir bayi Nijar dalam kondisi sehat, namun setelah berusia enam bulan ia mulai terkena TB paru. Awalnya Nijar terserang panas tinggi, badannya demam. Ibunya pun membawa Nijar berobat ke klinik terdekat. Setelah beberapa hari panas Nijar tak turun juga, Ibu Hayaroh akhirnya membawanya ke klinik di Kecamatan Kronjo, karena belum adanya JKN – KIS ia tidak berani membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Nijar untuk dirongten, dan setelah dicek hasilnya ternyata Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa. Saat ini Nijar harus berobat dua kali seminggu selama enam bulan secara terus – menerus agar penyakitnya segera sembuh. Kondisi Nijar saat ini belum banyak mengalami peningkatan, tubuhnya masih sangat kurus karena berat badannya tidak naik. Nijar harus rutin kontrol setiap satu bulan sekali. Alhamdulillah Nijar telah memiliki JKN – KIS kelas III yang dapat meringankan biaya berobatnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan biaya transportasi dan akomodasi berobat Nijar. Sebelumnya Nijar telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa


MUHAMMAD UMAR (45, Stroke). Alamat : Jln. Ki Ujung, No. 4, RT 4/1, Ds. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Umar kerap tetanga memanggilnya. Pak Umar adalah pengemudi ojek online, setiap hari ia menarik ojek dari pagi sampai sore, bahkan terkadang sampai malam hari. Pak Umar bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya yang hidup serba kekurangan. Pak Umar tinggal di sebuah kontrakan bersama anak perempuanya yang masih SD. Istri Pak Umar meninggal ketika anaknya masih kecil. Kini Pak Umar tidak bisa mengojek lagi karena terjatuh saat hendak menjemput penumpang. Pak Umar sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar. Luka yang diderita Pak Umar terlihat tak terlalu parah, hingga ia langsung dibawa ke kontrakan oleh temannya sesama pengemudi ojek online. Selang lima hari, badan Pak Umar mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Umar yang semakin memburuk, kakaknya membawanya ke RSUD Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Umar tak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia dirawat sebagai pasien umum. Selama Pak umar dirawat biaya ditanggung oleh saudara dan kakaknya yang seorang janda. Kedua orang tua Pak Umar sudah lama meninggal. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Pak Umar bisa berobat. Kondisi Pak Umar kembali menurun, ia tidak lagi bisa berjalan dan membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas. Keluarga sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatan Pak Umar dan kebutuhannya seperti pampers dewasa. Sebelumnya Pak Umar dibantu pada rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan


SUPENO PENO (53, Maag Akut + Jantung Berdebar). Alamat : Jln. Angsoka, RT 2/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Peno adalah seorang pedagang es kelapa yang setiap harinya berjualan di SD. Setiap pagi Pak Peno harus mendorong gerobaknya sendirian menuju sekolah. Istri Pak Peno, Sri Lestari (48), berjualan gorengan dengan mengayuh sepeda keliling kampung. Kesibukan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Pak Peno lupa untuk sarapan. Pada pertengahan September 2016, Pak Peno mengalami sakit dan kondisinya sangat menurun hingga harus dirawat di RSUD Kota Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya. Pak Peno dirawat menggunakan JKN – KIS kelas III yang ia dapatkan dari bantuan tetangganya yang mendaftarkanya melalui Dinas Sosial. Setelah satu minggu dirawat Pak Peno diizinkan pulang, namun ia harus selalu kontrol setiap bulannya. Setelah sakit, Pak Peno tak lagi bisa berjualan. Kebutuhan hidup keluarga kini menjadi tanggung jawab isterinya. Pendapatan istrinya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Pak Peno akhirnya kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk biaya transportasi ketika ia berobat. Kondisi Pak Peno belum banyak mengalami peningkatan, tubuhnya masih sering lemas hingga ia tidak lagi bisa bekerja. Pak Peno masih harus rutin berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transportasi ke RSUD dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Allah SWT memberikan Pak Peno kesehatan. Sebelumnya Pak Peno telah dibantu di rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis


FADHILA PUTRI (5, Jantung Bocor ASD). Alamat : Jln. Raya Pandeglang, Kp. Karundang Masjid, RT 3/1, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Dila adalah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Ia didiagnosis dokter menderita jantung bocor. Awal mulanya Dila mengalami demam tinggi, oleh orang tuanya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis radang tenggorokan dan gizi buruk. Setelah beberapa bulan, Dila tak kunjung sembuh hingga akhirnya orang tuanya membawanya ke RS Siloam. Setelah dilakukan pengecekan medis, dinyatakan terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm. Keterbatasan alat membuat dokter RS siloam merujuk Dila ke RS Harapan Kita Jakarta. Setelah beberapa kali kontrol Dila dinyatakan harus menjalani operasi. Syarat agar dapat dilakukan operasi adalah kondisi gigi Dila harus sehat, karena itulah tiga belas giginya yang rusak dicabut melalui operasi pada 5 April 2017. Kini Dila menunggu penjadwalan operasi dan setiap bulan harus rutin kontrol ke RS Harapan Kita. Jarak dari rumah Dila ke Jakarta yang sangat jauh membuat orang tuanya harus mengeluarkan banyak biaya untuk transpotasi. Terkadang orang tua Dila tak memiliki uang dan itu menjadi kendala meski pengobatannya telah ditanggung BPJS. Jika tak ada uang, Ayah Dila, Sarwoto (28), terpaksa mencari pijaman untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Dila. Pak Sarwoto yang bekerja sebagai tukang bakso di kantin sekolah terkadang penghasilanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Alhamdulillah Dila dapat menjalani operasi yang pertama, dan pasca operasi kondisi Dila semakin membaik. Raut keceriaan terpancar dari wajah Dila saat ia kembali dapat bermain bersama teman sebayanya. Kini Dila pun sudah bisa bersekolah. Meskipin kondisinya membaik, Dila tidak boleh beraktivitas yang dapat membuatnya lelah. Dila harus menjalani kontrol rutin dua blan sekali. Saat Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Dila di rumah, kurir hanya menemui ibunya, Riana (26). Pada saat itu Dila sedang dibawa ayahnya berobat karena mengalami demam tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Semoga Dila segera diberi kesehatan oleh Allah SWT. Sebelumnya Dila dibantu pada rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririnrestu

Terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm


ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Setengah bulan kepulangan pasca operasi, Ilham kembali masuk rumah sakit karena mengalami kejang. Luka bekas operasinya pun mengakibatkan rasa sakit sehingga ia selalu menangis menahan rasa sakitnya. Kondisi Ilham semakin memburuk, kini matanya tak bisa melihat. Selain itu, luka bekas pemasangan selang terjadi infeksi akibatnya Ilham kerap menangis kesakitan dan demam tinggi. Menurut cerita orang tua Ilham, kini kondisi Ilham sering menurun. Mata Ilham tidak dapat melihat dan merespon orang di sekitarnya, terkadang tangan dan kaki kanannya kaku tidak bisa digerakkan. Kondisi kesehatan Ilham tidak memungkinkan untuk bolak – balik ke rumah sakit, karena itulah orang tuanya diharuskan menebus obat di apotek setiap bulannya jika Ilham tidak berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat dan membeli obat di apotek. Semoga Ilham segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sebelumya Ilham telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir


AMINAH BINTI RASMAN (58, Susp. Dermatitis). Alamat : Kp. Waas, RT 3/3, Desa Cadasari, Kec. Cadasari, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Bu Aminah adalah seorang Janda dengan 1 orang anak yang berusia 30 tahun, Rahmatullah. Kebutuhan sehari – hari Bu Aminah tergantung pada penghasilan Rahmatullah sebagai supir angkot. Pada Maret 2015, Bu Aminah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Bu Aminah mengira itu hanya akibat biang keringat, tapi lama – kelamaan timbul bintik – bintik merah yang rasanya gatal dan panas. Bu Aminah mencoba berobat ke puskesmas terdekat dan dinyatakan itu jenis penyakit kulit. Tidak cukup di Puskesmas saja, Bu Aminah juga mencoba pengobatan herbal tapi sakitnya belum kunjung sembuh. Ada yang menyarankan Bu Aminah berobat ke spesialis penyakit kulit, akan tetapi ia terbentur dengan biaya. Penghasilan anaknya sebagai supir angkot hanya cukup untuk makan sehari-hari. Saat ini Bu Aminah masih berobat ke Puskesmas dengan JKN – KIS yang dimilikinya, namun ia kesulitan untuk biaya transportasi dan operasional berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Bu Aminah, bantuan awal pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga penyakit Ibu Aminah bisa sembuh kembali dan ia bisa beraktivitas seperti biasa, karena selama iniia hanya berdiam di dalam rumah dan khawatir orang – orang sekitarnya merasa terganggu dengan penyakit kulitnya yang membuat kulitnya semakin menghitam.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay @ririn_restu

Bu Aminah menderita susp. dermatitis


RAFAEL FIRDAUS (1, Gizi Buruk + Kelainan Jantung Bawaan PDA). Alamat : Kp. Cimarga Kidul, RT 1/3, Kel. Margajaya, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Rafael adalah anak ke – 6 dari pasangan Rohman (35) dan Isnawati (36). Sejak dilahirkan, Rafael dinyatakan mengidap kelainan jantung bawaan tipe PDA (Patent Ductus Arteriosus) atau jantung bocor, dan juga gizi buruk. Rafael yang kini berusia 5 bulan beratnya hanya mencapai 2.5 Kg (berat normal 6 Kg). Pak Rohman adalah seorang buruh harian lepas, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, sedangkan Ibu Isnawati adalah seorang ibu rumah tangga. Ironisnya, rumah yang mereka tinggali juga hampir roboh karena sudah terlalu rapuh. Saat ini Pak Rohman dan keluarga tinggal di sebuah kontrakan berukuran 4 meter persegi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rafael, sehingga dapat menyalurkan santunan agar ia dapat melanjutkan proses pengobatan di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Setelah beberapa hari santunan diberikan Allah berkehendak lain, Rafael meninggal dunia. Semoga orang tua Rafael diberikan ketabahan dan kesabaran, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Rafael dinyatakan mengidap kelainan jantung bawaan tipe PDA (Patent Ductus Arteriosus) atau jantung bocor, dan juga gizi buruk


MUHAMMAD FAHMI (7, Gizi Buruk). Alamat : Kp. Kaduguling, RT 3/2, Kel. Mekarmulya, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Fahmi adalah anak ke – 9 dari pasangan Pak Edi (53) dan Ibu Kasni (50). Fahmi berasal dari keluarga tidak mampu yang menderita gizi buruk dan sampai saat ini belum bisa berjalan, padahal anak seusianya sudah masuk kelas 1 SD. Daya tahan tubuh Fahmi juga lemah, sehingga ia sering sakit. Fahmi belum pernah dibawa berobat ke rumah sakit karena jarak yang jauh dan aksesnya pun sulit. Untuk ke Puskesmas terdekat saja harus berjalan lebih dari 7 km karena tidak punya uang untuk menyewa ojek. Pak Edi adalah seorang buruh tani, penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, sedangkan Ibu Kasni adalah seorang ibu rumah tangga. Dulu Fahmi terbantu dengan bantuan susu yang diberikan oleh Puskesmas setempat, namun sejak 2 tahun terakhir ia tidak bisa lagi mendapatkan bantuan tersebut karena usianya sudah melebihi 5 tahun. Fahmi telah memiliki KIS, namu orang tuanya tidak memiliki uang untuk membawanya berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Fahmi, sehingga dapat menyalurkan santunan untuk perbaikan gizi dan kesehatannya. Semoga Fahmi dapat segera sembuh dan semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban yang diderita, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Fahmi menderita gizi buruk


MISI BINTI MININ (63, Kelainan Ginjal). Alamat : Kp. Babakan, RT 2/3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Awal mulanya Ibu Misi mengalami bengkak pada kakinya namun tidak disertai rasa sakit. Ibu Misi akhirnya berobat ke klinik terdekat dan menurut dokter yang dialaminya karena darah tingginya naik. Seminggu setelah itu, Ibu Misi mulai merasakan nyeri di belakang tubuhnya disertai sulit buang air. Kemudian Ibu Misi kembali berobat ke klinik yang berbeda namun tidak ada perubahan hingga seminggu setelahnya. Akhirnya Ibu Misi diurut namun tetap saja tidak ada perubahan. Kondisi itu membuat Ibu Misi tidak bisa tidur hampir setiap malam. Akhirnya anak Ibu Misi, Usman, membawanya berobat ke klinik kembali pada pukul 23.00 WIB. Ibu Misi disarankan untuk dibawa ke rumah sakit agar bisa menjalani pemeriksaan USG atau CT – Scan. Menurut dokter di bagian perut bawah Ibu Misi agak keras khawatir ada benjolan. Ibu Misi yang biasa berjualan nasi uduk ini memang pekerja keras, demi mencari sesuap nasi ia berdagang setiap hari. Tiga hari setelah berobat ke klinik, terlihat ada benjolan di bawah perut Ibu Misi. Usman yang memang tinggal bersama ibunya kaget dan langsung membawanya ke Puskesmas. Tak lama setelah diperiksa, Pihak Puskesmas merujuk untuk ditindak lanjuti di RSUD Tangerang Selatan. Berbekal JKN KIS kelas III yang dimiliki, Ibu Misi akhirnya menjalani USG dan dipasang cateter untuk mengeluarkan air seni yang tersumbat di dalam kandung kemihnya. Alhamdulilah sejak dipasang cateter Ibu Misi sudah bisa istirahat seperti biasa. Pada 24 Juli 2017 Ibu Misi kembali berobat ke spesialis urologi untuk mengontrol kateter dan melihat hasil USG. Kondisi Ibu Misi sudah membaik dan kateternya sudah bisa dicopot, namun ia masih harus rutin menjalani rawat jalan. Semoga Ibu Misi segera disembuhkan oleh Allah SWT. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover BPJS. Sebelumnya Ibu Misi dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Misi menderita kelainan ginjal


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); ALISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki dan Zaskia banyak mengalami peningkatan, bahkan hasil tes IQ mereka meningkat dari sebelumnya. Rifki saat ini sangat suka berbicara, mencoba dan mencari tahu hal – hal baru. Zaskia sudah mulai bisa mengeja dan rencananya tahun depan ia bisa masuk SD. Zaskia mengalami urtikaria atau gatal – gatal yang sampai saat ini belum sembuh. Dibandingkan kedua kakaknya, Alisha belum banyak peningkatan, ia belum bisa berbicara dengan baik, suka berlari – larian, dan sering mengalami tantrum padahal dosis obat penenangnya sudah ditingkatkan. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknya sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Selain itu, ayah Ibu Ade yang mengalami sakit ginjal kronis juga kondisi kesehatannya sering menurun hingga dirawat di rumah sakit. Kondisi Ibu Ade yang sering menurun membuat ia dirawat di rumah sakit. Bahkan ia bersama sang suami, Pak Bekti, sempat mengalami kecelakaan motor. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi dan pengobatan di poli psikiatri di RSCM Jakarta, kondisi mereka belum banyak mengalami peningkatan. Bu Ade kondisinya kembali menurun, ia diharuskan untuk kultur vagina dan pap smear. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin ketiga anak Bu Ade setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

bantuan lanjutan untuk operasional berobat rutin ketiga anak Bu Ade


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Dimas masih harus menjalani kontrol rutin untuk mengecek dan mengganti selang di perutnya. Perkembangan saat ini kondisi Dimas masih sering demam dan batuk-batuk, ia masih rutin berobat ke RSAB Harapan Kita. Kondisi Dimas sempat menurun karena badannya mengalami panas tinggi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membeli kebutuhan Dimas seperti selang dan pampers. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot dan celebral palsy


AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat : Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria yang terpancar dari sorot mata indahnya. Ayu sebelumnya menjalani pengobatan dengan metode akupuntur dan sudah banyak mengalami perubahan. Kini ia sudah mampu berdiri dan duduk dalam waktu yang cukup lama. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya dan ia harus rutin menjalani terapi, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu kini sudah mulai menjalani rawat jalan di RSUD Tangerang Selatan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli kebutuhan Ayu seperti susu dan pampers. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita kelainan tulang punggung


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Sandra juga berencana mencoba membawa Lutfi ke rumah sakit untuk memastikan kondisi terkininya dan berharap semoga masih berstatus negatif. Beberapa hari yang lalu kondisi Sandra menurun, ia mengalami batuk – batuk. Aulia pun mengalami kondisi yang sama, di bagian mulutnya muncul jamur. Berbeda dengan istri dan anaknya, kondisi Fajar cenderung stabil. Sandra ingin sekali berhenti bekerja karena kondisinya sering menurun, namun hal itu tak dapat ia lakukan karena hanya ia lah yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat serta untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 1039.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1025. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 880.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Eisty Erna @EArynta

Bima diagnosa menderita kelainan ginjal


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, RT 9/2, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Lidia biasa ia dipanggil, adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Ia rutin melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dikarenakan RSUD Sumenep tidak mampu melakukan tindakan pengobatan untuk penyakitnya. Sudah sejak setahun lalu ia diketahui menderita TB Otak. Lidia mengeluhkan pandangannya mulai tidak jelas, sehingga diberikan obat tambahan. Mei 2017, Lidia selain melakukan kontrol juga dijadwalkan untuk melakukan tindakan MRI sehingga menunggu dari pihak rumah sakit untuk jadwal kapan tindakan MRI bisa dilakukan. Lidia menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dari Sumenep ke Surabaya, juga biaya akomodasi selama di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Lidia dan keluarga. Santunan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1049. Lidia dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Lidia dan keluarga terus semangat untuk melakukan pengobatan, sehingga dapat segera sembuh total dan bisa meraih cita-cita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 640.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Monir @hafnirosania

Lidia menderita TB Otak


PATONAH BINTI RIFA’I (74, Lumpuh Kaki). Alamat: Griya Mapan Sentosa Blok EF Nomer 26, RT 11/6, Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Patonah sudah sakit sejak April 2016. Awal mulanya, beliau terpeleset ketika sedang berada di kamar mandi. Karena bu Patonah hidup sendiri, beliau mengesampingkan nyeri pada kaki beliau. Beliau beranggapan bahwa sakit akibat terpeleset tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, keluhan bu Patonah tidak kunjung sembuh. Akibatnya beliau menjadi kesulitan untuk berjalan. Beliau baru memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, bu Patonah dirujuk ke RSI Jemursari, Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Patonah mengalami kelumpuhan pada bagian kaki. Awal Agustus 2017, bu Patonah kembali mengalami keluhan sehingga beliau dibawa ke RSI Jemursari, Surabaya. Bu Patonah menjalani pengobatan selama 5 hari dengan biaya sekitar empat juta. Semenjak mengalami kelumpuhan, bu Patonah tidak lagi tinggal di Griya Mapan, Sidoarjo. Akhirnya bu Patonah kini tinggal dan dirawat oleh anak angkat beliau, bu Ririn. Bu Ririn tinggal di sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Manyar Sabrangan IX Nomer 35A, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Selama menjalani pengobatan, bu Patonah menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Maklum saja, bu Rini bekerja sebagai buruh pabrik swasta sehingga penghasilan beliau pun hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga bu Patonah mengalami kesulitan dalam melunasi pengobatan yang bu Patonah jalani. Saat ini biaya pengobatan sementara dibantu oleh para tetangga, dan dicarikan bantuan oleh anak dan cucu bu Patonah. Saat Sedekah Rombongan mendatangi bu Patonah, beliau sudah kembali ke rumah. Bantuan dari sedekaholics yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan ke bu Patonah. Bantuan berupa santunan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga bu Patonah dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 BambangBKY @EArynta

Bu Patonah mengalami kelumpuhan pada bagian kaki


SODIQ BIN MUKHSIN (45, Liver). Alamat: Desa Lemahputro, RT 24/10, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Sodiq sudah sakit sejak Februari 2017. Awal mulanya, pak Sodiq sering mengalami pusing dan sakit perut. Karena menganggap hanya sakit perut dan kurang enak badan seperti biasanya, beliau beranggapan keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, keluhan yang pak Sodiq alami tak kunjung hilang. Sebaliknya, beliau sering mengalami rasa lelah yang teramat sangat dan hilangnya nafsu makan. Ditambah lagi, pak Sodiq mengalami kesulitan dalam berjalan. Karena hal tersebut, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, beliau dirujuk untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Sodiq didiagnosa menderita Liver. Kini, kaki pak Sodiq semakin membengkak dan menghitam. Beliau juga masih mengalami kesulitan dalam berjalan. Pak Sodiq bekerja sebagai kuli bangunan. Istri beliau, Suci (33) bekerja sebagai tukang tenun. Mereka dikaruniai dua orang anak. Pak Sodiq belum memiliki jaminan kesehatan sehingga untuk menjalani pengobatan di RSUD masih menggunakan biaya pribadi. Karena biaya yang besar, beliau pun mengalami kesulitan. Maklum saja, upah pak Sodiq hanya dapat untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Sedangkan beliau membutuhkan membutuhkan biaya untuk ke RSUD dan pengobatan lebih lanjut. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Sodiq. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic untuk pak Sodiq. Bantuan tersebut dipergunakan untuk biaya pengobatan dan tranportasi ke rumah sakit. Semoga beliau dapat segera sembuh dan dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi @EArynta

Pak Sodiq didiagnosa menderita liver


Abdullah Anis Syukurillah ( 27, Gangguan Jiwa )Alamat: Gambiran RT 11, Blawong 2, Trimulyo, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Panti Hafara merupakan lembaga sosial yang kerap bersinergi dengan SR. Mereka memilih fokus pada penanganan anak-anak terlantar dan orang dengan gangguan jiwa. Jumlah orang yang mereka rehabilitasi saat ini mencapai 50 orang. Dan jumlah ini selalu bertambah. Baru-baru ini, ada seorang penghuni baru bernama Abdullah Anis Syukurillah yang mengalami gangguan jiwa. Ia memerlukan perawatan khusus, sehingga diserahkan pada Panti Hafara untuk merawatnya. Umurnya masih muda, harapan untuk sembuh pun terbuka. Maka dari itu, SR mencoba mensupport biaya bagi Anis melalui Panti Hafara. Harapannya, kebutuhan bagi Anis dapat tercukupi dan proses recovery kejiwaannya pun dapat berjalan lancar. Sehingga ia kembali menjadi manusia yang sehat jiwa dan raga.

Jumlah Santunan: Rp 5.000.000,-
Tanggal: 14 September 2017
Kurir: @Saptuari @Boyadisakti

Abdullah mengalami gangguan jiwa


DARYANTI BINTI MARMO ( 18, Bantuan Tunai ). Tinggal di Dsn. Cangkring RT01/04, Ds. Cangkring, Kec. Jatiroto, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Daryanti adalah seorang anak perempuan yang lahir dari ayah bernama Marmo serta Ibu bernama Tini. Keluarganya saat ini dalam kondisi kekurangan, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari Ibunya mengandalkan dari pekerjaan sebagai buruh tani. Hasil kesehariannya pun tentunya sangat kurang, apalagi untuk kebutuhan sekolah Daryanti. Kondisi ini tidak mematahkan semangat orang tua untuk mencarikan nafkah selain pemenuhan hidup, juga kebutuhan pendidikan Daryanti. Untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolah, keluarga tersebut membutuhkan bantuan. Ayah nya sudah cukup lama meninggal dunia. Sehingga, saat ini Daryanti hidup bersama ibu dan neneknya saja. Semangat untuk bersekolah tidak pernah padam. Namun, untuk mencukupi biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah, Daryanti agak kesulitan. Ada beberapa kebutuhan yang harus dicukupi sendiri, walau pihak sekolah sebenarnya juga sudah berupaya maksimal membantu keringanan biaya pendidikan tersebut. Pihak pemerintah kecamatan pun juga sudah bergerak serta berupaya membantu warga miskin di wilayahnya dengan program – program sosial. Namun, semuanya belum bisa tercover. Bapak Camat menghubungi salah seorang kurir Sedekah Rombongan. Dari informasi beliau, sedekah rombongan pun berupaya meringankan beban Daryanti dan keluarganya. Semoga, bantuan ini meringankan beban hidup Daryanti dan keluarganya saat ini. Begitupun bagi para sedekaholics, semoga selalu diberikan kemudahan dan rejeki yang berkah melimpah. Terimakasih dari keluarga Daryanti kepada seluruh pihak yang telah meringankan biaya sekolah baginya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@Andhika

Bantuan biaya sekolah


ARIFIN BIN HARYONO (37, Kanker Ganas). Alamat: Dusun Sidorangu, RT 11/5, Kelurahan Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Arifin sudah sakit sejak pertengahan tahun 2014. Awal mulanya pak Arifin sudah lama menderita batuk yang tidak kunjung sembuh. Karena pak Arifin hanya menganggap keluhan tersebut merupakan batuk biasa, beliau akhirnya tidak menghiraukan keluhan tersebut dan berasumsi akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, batuk tersebut tidak kunjung sembuh hingga suatu ketika pak Arifin menderita batuk hingga mengeluarkan darah. Akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Arifin didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Selama masa pemulihan, ternyata pada punggung pak Arifin terdapat benjolan-benjolan yang membuat beliau memeriksakan diri lagi ke Puskesmas. Di puskesmas, pak Arifin dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Dokter menyatakan harus segera dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan benjolan-benjolan tersebut. Setelah dilakukan tindakan operasi, ternyata benjolan tersebut timbul lagi namun berada di area lain yaitu di leher, selangkangan, hingga merambah ke alat kelamin. Pak Arifin kemudian diperiksa lagi di RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Arifin didiagnosa menderita penyakit Kanker Ganas stadium 4. Sebelum sakit, pak Arifin bekerja sebagai karyawan di pabrik aki, Sukodono. Beliau tinggal bersama 2 anaknya. Anak pertama pak Arifin, berusia 16 tahun memutuskan untuk berhenti sekolah semenjak SMP. Sedangkan anak kedua beliau masih berusia 7 tahun. Pak Arifin mengurus kedua anaknya selama sakit. Pak Arifin tinggal bersama ibu beliau. Karena tidak ada yang bekerja, pak Arifin terpaksa hidup serba kekurangan. Untuk makan sehari-hari, beliau dibantu oleh tetangga beliau. Selama menjalani pengobatan, pak Arifin menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pak Arifin masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan di luar fasilitas KIS. Beliau pun memutuskan untuk berhenti berobat mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka diberi oleh para tetangga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan tersebut. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic untuk pak Arifin. Bantuan tersebut dipergunakan untuk berupa bantuan biaya pengobatan. Semoga pak Arifin dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Pak Arifin didiagnosa menderita penyakit Kanker Ganas stadium 4


BINTANG RAMADHAN (1, Demam Tinggi). Alamat: Jalan Pasir Raya Timur Blijon, RT 3/3, Dusun Wedi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bayi kelahiran 15 juni 2017, Bintang yang belum genap berusia satu tahun ini mendadak demam tinggi pada 9 Juli 2017. Tidak hanya demam tinggi, Bintang juga mengalami kejang sehingga kedua orangtuanya membawa Bintang ke bidan desa untuk diperiksa. Karena demam Bintang yang terlalu tinggi, Bintang langsung dirujuk ke UGD RSUD Sidoarjo. Saat itu pula Bintang dilarikan ke ruangan ICU. Ayah Bintang, Farid (29) bekerja sebagai sales motor. Sedangkan ibunya, Faradiba (30) bekerja sebagai penjual minuman ringan. Menjelang kelahiran Bintang yang merupakan putra ke 2 mereka, orang tua Bintang disarankan membuat BPJS dengan harapan bisa melahirkan tanpa biaya. Akhirnya BPJS diuruskan oleh salah seorang teman ayah Bintang dan dipilih kelas 1. Ternyata kelahiran ke 2 ini dilakukan di bidan desa dan masih membayar setengah dari total tagihan. Biaya tersebut adalah biaya persalinan yang harus dibayarkan diluar tanggungan BPJS. Akhirnya orang tua Bintang tidak lagi membayar BPJS hingga menunggak sekitar tiga juta. Di saat Bintang harus dirujuk ke RSUD Sidoarjo, orang tua Bintang sadar bahwa BPJS tidak dapat digunakan sehingga akhirnya mereka memakai jalur umum dahulu. Karena memakai biaya pribadi, orang tua Bintang mengalami kesulitan dalam membiayai pengobatan Bintang. Mereka hanya memiliki sedikit tabungan karena upah kedua orang tua Bintang hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pengobatan yang telah dilalui Bintang. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Bintang dapat segera sembuh, sehingga dapat tumbuh menjadi anak yang sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.900.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bintang mengalami demam tinggi


MA’ARIF BIN AWALUDIN (49, Tumor Paru + Kelenjar Tiroid). Alamat: Perumahan Pejaya Anugrah, Blok ZA20, RT 8/2, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Ma’arif sudah sakit sejal April 2017. Awal mulanya beliau mengeluh sakit kepala. Beliau menganggap keluhan tersebut adalah sakit kepala biasa sehingga beliau mengkonsumsi obat generik yang beliau beli di toko obat. Setelah meminum obat sakit kepala dan sakitnya reda, pak Ma’arif kembali mengeluh sakit kepala. Semakin lama, keluhan tersebut tidak mereda sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri. Pak Ma’arif adalah penduduk asli dari kota Mataram, NTB sehingga saat itu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Di Puskesmas, pak Ma’arif dirujuk ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru. Dokter menyatakan bahwa tumor yang ada di paru-paru pak Ma’arif sudah terlalu besar sehingga apabila dilakukan tindakan operasi maka risiko kematian akan menjadi besar. Dokter akhirnya memutuskan untuk merujuk pak Ma’arif ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pak Arif diharuskan untuk melakukan perawatan kembali pada tanggal 30 Agustus 2017. Namun, pada saat itu kondisi pak Ma’arif sudah terlalu lemas dan khawatir untuk perjalanan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya terlalu lama sehingga keluarga membawa pak Ma’arif ke RS Siti Khodijah Sepanjang. Sesampainya pak Ma’arif di RS Siti Khodijah, ternyata peralatan untuk kemoterapi kurang lengkap. Dokter di RS Siti Khodijah kemudian menyarankan untuk membawa pak Ma’arif ke RSU Anwar Medika, Sidoarjo. Ternyata dokter mendiagnosa bahwa pak Ma’arif juga mengalami penyakit tiroid. Kini dokter masih menunggu kondisi pak Ma’arif membaik, setelah itu beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani kemoterapi. Kini, berat badan pak Ma’arif menurun drastis. Dari awalnya 58 kg sekarang menjadi 40 kg. Pak Ma’arif adalah seorang guru mengaji di daerah tempat tinggal beliau. Sedangkan istri beliau, Nawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, pak Ma’arif menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar BPJS dan transportasi ketika ke Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pengobatan. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.139.504,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Pak Ma’arif didiagnosa menderita Tumor di bahu dan di paru-paru


MARYATI MUJIONO (43, Kanker Rahim). Alamat: Jalan Jadamsari, RT 3/6, Desa Keboan Anom, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Maryati merasakan sakit sejak beberapa tahun silam. Sekitar tahun 2014, bu Maryati sudah sering mengeluh sakit di sekitar area perut. Namun karena kesibukan mengurusi pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, keluhan tersebut tidak dirasa oleh beliau. Beliau menganggap keluhan tersebut hanya sakit perut biasa yang akan segera sembuh seiring berjalannya waktu. Namun semakin lama, nyeri perut bu Maryati menjadi lebih sakit, lebih sering dari biasanya, dan berangsur lama. Akhirnya baru pada Januari 2017 beliau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskemas, bu Maryati langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Maryati didiagnosa menderita kanker rahim dan harus dilakukan tindakan operasi. Karena sudah dalam kondisi yang gawat, beliau akhirnya menjalani operasi pengangkatan rahim. Kini, beliau sudah dapat berbaring dan duduk di tempat yang agak tinggi walaupun masih dalam tahap pemulihan pasca operasi. Bu Maryati adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Muijono (45) bekerja sebagai buruh, dan memiliki satu orang anak. Selama menjalani pengobatan, bu Maryati menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, bu Maryati masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan diluar tanggungan BPJS yang dikenakan biaya hingga sepuluh juta. Selain itu, keluarga juga mengalami kesulitan dalam transportasi ketika bu Maryati melakukan kontrol rutin ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pengobatan. dan transportasi. Semoga bu Maryati dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Ida @EArynta

Bu Maryati didiagnosa menderita kanker rahim


MTSR SOLORAYA ( B1732KZH, Operasional Agustus 2017 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan saat ini setiap hari selalu bergerak, selain untuk mendampingi pasien yang rutin untuk kontrol pengobatan mereka juga kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Alhamdulillah, semakin banyak yang terbantu dengan bergeraknya MTSR ini. Semua pelayanan yang dihandle oleh ambulan ini tidak dipungut biaya alias gratis.Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Agustus ini sebagaimana laporan berikut. Semoga suatu saat ada lagi yang berkenan bergabung menambah kebutuhan ambulan di wilayah Soloraya, dimana untuk saat ini ambulan hampir tidak pernah berhenti bergerak dalam menangani dhuafa, pasien miskin serta masyarakat dalam kebutuhan sosial mereka. Selain itu, kita juga bergerak dalam penanganan bencana yang akhir – akhir ini terjadi bukan saja di wilayah Soloraya namun juga wilayah tetangga.

Operasional : Rp. 5.826.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Agustus 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Agustus 2017 ). Lokasi : Wonokarto RT04/05, Yudistira IV, Wonogiri, Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Sewa RSSR berakhir pada bulan ini, selanjutnya kami mencari lokasi untuk RSSR yangg baru di kemudian hari. Rencananya, kita carikan lokasi yang dekat dengan jalan besar serta terminal untuk efektifitas dan efisiensi bagi para pasien yang ke depannya membutuhkan rumah singgah dalam upaya pengobatannya. Aamiin.

Operasional : Rp. 3.480.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@All tim

Biaya operasional RSSR


IMELDA YETY MELDAWANTIR (40, Paru-Paru Kronis + Infeksi Lambung). Alamat: Perumahan Tawangsari Permai B-4, RT 22/6, Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Imelda sudah sering sakit-sakitan semenjak 2016. Beliau sering batuk-batuk yang tak kunjung sembuh. Batuk tersebut membuat beliau tersengal-sengal bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang ringan. Tubuh bu Imelda juga sering lemas dan mengalami turunnya nafsu makan. Karena pola makan yang tidak teratur, bu Imelda sering sakit perut hingga ke ulu hati. Akhirnya, bu Imelda memeriksakan diri ke Puskesmas Taman. Di Puskesmas Taman, beliau dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Imelda didiagnosa menderita Paru kronis dan infeksi lambung. Penyakit yang beliau derita membuat bu Imelda mengalami kesulitan dalam menjalani pekerjaannya sebagai karyawan. Beliau pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Suami bu Imelda sudah lama meninggal dunia. Untuk menyambung hidup, akhirnya bu Imelda pun kembali bekerja sebagai penjual pentol keliling. Beliau menghidupi empat orang anak dengan sekuat tenaga. Selama menjalani pengobatan, bu Imelda menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Semakin lama, kondisi bu Imelda tidak kunjung sembuh. Hingga pada pertengahan Mei tahun 2017 kondisi bu Imelda semakin menurun. Ia tidak mempunyai biaya untuk menjalani pengobatan karena harus menghidupi ke empat anak beliau. Ditambah lagi, dokter mendiagnosa harus secepatnya dilakukan penanganan operasi pengambilan cairan di dalam paru-paru karena sudah mengalami pembengkakan dan mengenai jantung serta lambung beliau. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bu Imelda. Sedekah Rombonga menyampaikan bantuan dari para sedekaholic kepada bu Imelda. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga bu Imelda dapat segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laskmi @EArynta

Bu Imelda didiagnosa menderita Paru kronis dan infeksi lambung


KAPLIN BIN IMAM (71, Suspect Katarak). Alamat: Desa Keboansikep RT 7/2, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pak Kaplin adalah satu dari sekian banyak dhuafa yang terlunta-lunta di masa tuanya. Sejak tahun 2014 pak Kaplin hidup dengan penglihatan seadanya. Beliau mengalami penurunan penglihatan. Setiap benda yang beliau lihat, terlihat memudar dan tidak jelas. Hanya saja, beliau tidak pernah memeriksakan diri ke Puskemas terdekat. Untuk makan saja beliau dapat dari pemberian warga yang kebetulan melewati kediamannya. Pak Kaplin tidak dapat beraktivitas secara leluasa dan beliau karena hidup sebatang kara. Sesekali beliau membersihkan sepanjang jalan di sekitar gubuk yang beliau tinggali. Hidup di perantauan sebatang kara, tanpa rumah untuk berlindung dari panasnya terik matahari dan dinginnya malam. Berbekal dari izin kepala desa, beliau diperkenankan mendirikan sebuah gubuk yang menempel di pagar tembok salah satu perumahan di Desa Keboansikep. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami pak Kaplin. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic dan telah diterima oleh pak Kaplin. Bantuan tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beliau. Pak Kaplin sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk pak Kaplin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Rizky @EArynta

Pak Kaplin mengalami penurunan penglihatan


MOH. SUJARWANTO (38, Kanker Usus). Alamat: Desa Sidorangu RT 10/5, Kelurahan Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Kesibukan membuat pak Wanto mengesampingkan kesehatan, hingga pada akhirnya penyakit yang beliau derita baru terdeteksi pada Juni 2017. Awal mulanya, pak Wanto sering mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, pak Wanto merasakan adanya nyeri di perut bagian bawah yang kerap muncul. Nyeri tersebut membuat perut pak Wanto terasa kaku dan tidak dapat bergerak. Karena khawatir, akhirnya pak Wanto memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, pak Wanto langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Al-Islam H. M. Mawardi karena fasilitas kesehatan beliau berada di RSU Al-Islam H.M Mawardi, Krian. Setelah diperiksa, pak Wanto didiagnosa menderita Kanker Usus. Di sana, pak Wanto kembali dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Sidoarjo, ternyata dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi pengangkatan kanker usus beliau. Dokter akhirnya menjadwalkan operasi untuk pak Wanto pada awal September 2017. Sebelum sakit, pak Wanto bekerja sebagai tukang kebun di sebuah Pabrik Oli. Ayah pak Wanto, Samsuri sudah meninggal sedangkan ibu pak Wanto, Kasiati (60) adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu pak Wanto dikaruniai 4 orang anak. Di rumah, pak Wanto hidup dengan 9 orang dengan 2 Kartu Keluarga karena Saudara pak Wanto juga tinggal serumah dengan pak Wanto. Selama menjalani pengobatan, pak Wanto menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pak Wanto masih mengalami kesulitan mengenai transportasi ketika ke Surabaya. Sedekah Rombongan membantu meringankan beban pak Wanto dengan menyampaikan santuanan yang digunakan untuk biaya transportasi dan pengobatan. Semoga pak Wanto dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Pak Wanto didiagnosa menderita kanker usus


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Cystostomi + Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 1/4, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad merupakan salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Ayah dari 2 orang anak ini begitu semangat untuk menjemput kesembuhannya. Hal itu dapat dilihat dari ikhtiar beliau dalam menjalankan serangkaian pengobatan pasca mengalami kecelakaan pada traktor bego di tempat kerjanya bulan September 2016 lalu. Akibat kecelakaan tersebut membuat pak Muhammad harus menjalani tindakan operasi tulang panggul dan pemasangan stoma/kateter pada saluran kemih beliau. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, Alhamdulillah kondisi pak Muhammad semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Awalnya pak muhammad hanya mampu berbaring, kini beliau sudah mampu untuk duduk dan mulai latihan untuk berjalan. Selain itu menurut pemeriksaan terakhir yang dilakukan di poli orthopedi RSUD Dr. Soetomo kondisi tulang pinggul pak Muhammad sudah membaik, dan disarankan kembali hanya jika ada keluhan saja. Namun, perjuangan pak Muhammad untuk menjemput kesembuhan masih harus terus berlanjut karena beliau harus tetap rutin kontrol dan mengganti stoma/kateter setiap 2 minggu sekali di IIU Dr. Soetomo. Pak Muhammad juga sedang menunggu jadwal operasi pada kandung kemih beliau agar tidak lagi menggunakan stoma/kateter. Pengobatan pak Muhammad selama ini menggunakan JKN-KIS Kelas III. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan yag dipergunakan untuk biaya berobaat, mengganti selang kateter dan kontrol rutin pak Muhammad. Semoga santunan dari sedekaholics mampu terus membantu ikhtiar pak Muhammad untuk menjemput kesembuhannya dan mampu menjalani hidup seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1049.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa Didit @nunia91

Pak Muhammad menderita cystostomi + stoma


SUPARMI SI’UN (48, Diabetes Melitus + Lumpuh). Alamat: Desa Bungur Asih Timur, RT 7/1, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Suparmi sudah sakit sejak Maret 2017. Awal mulanya, beliau sering merasa haus namun juga sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Walaupun bu Suparmi memiliki nafsu makan yang baik, beberapa waktu terakhir ini beliau mengalami penurunan berat badan yang drastis. Suatu ketika, kaki bu Suparmi mendadak bengkak tanpa sebab. Bu Suparmi awalnya sudah mengira bahwa beliau menderita diabetes karena gejala-gejala tersebut. Akhirnya beliau pun memeriksakan diri ke Puskesmas Medaeng. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata benar bahwa bu Suparmi didiagnosa menderita diabetes. Beliau pun pulang ke rumah dan mengkonsumsi obat dari Puskesmas. Setelah obat bu Suparmi habis, beliau membuat obat-obatan untuk diabetes secara alami. Namun, setelah 4 hari kemudian bu Suparmi mendapati kaki beliau lumpuh tidak dapat bergerak dan terdapat luka ganggren. Luka ganggren tersebut menyebabkan lutut bu Suparmi menjadi busuk dan terdapat nanah dengan diameter sekitar 5 cm. Akhirnya, dari Puskesmas bu Suparmi dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Bu Suparmi adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Si’un (53) bekerja sebagai kuli bangunan. Mereka belum memiliki anak. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga akhirnya harus banting tulang untuk mendapatkan biaya tambahan untuk pengobatan bu Suparmi. Keluarga juga mengalami kesulitan mengenai transportasi ke Ponorogo, tempat kediaman asli bu Suparmi. Beliau berniat untuk berobat ke Ponorogo karena lebih dekat dengan keluarga. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bu Suparmi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Sun @EArynta

Bu Suparmi didiagnosa menderita diabetes


SUKARTINI SANTOSO (52, Lumpuh Kaki). Alamat: Tenggulunan RT 4/2, Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Sukartini sudah menderita lumpuh sejak tahun 2016. Awal mulanya, beliau terjatuh di kamar mandi. Akibat dari jatuh tersebut bu Sukartini mengeluh nyeri dan kakinya keseleo. Semakin lama, kaki bu Sukartini menjadi tidak dapat digerakkan. Sudah satu tahun lamanya semenjak jatuh, beliau belum pernah memeriksakan diri karena terkendala biaya. Kini, bu Sukartini hanya dapat duduk dan berbaring di kasur karena sudah tidak dapat berjalan. Sedangkan untuk kebutuhan hajat yaitu buang air besar dan kecil, beliau terpaksa melakukannya di tempat tidur. Sebelum sakit, bu Sukartini adalah seorang pemulung. Suami beliau, Santoso sudah meninggal dunia. Bu Sukartini memiliki 11 anak. Dua di antaranya sudah berkeluarga sedangkan yang lain masih berada pada usia sekolah namun beberapa sudah putus sekolah karena sudah tidak memiliki biaya. Bu Sukartini hanya dapat mengandalkan anaknya yang sudah berkeluarga untuk menjadi tulang punggung mereka. Dengan ke sembilan anak bu Sukartini yang masih belia, hidup yang serba kekurangan membuat bu Sukartini rela tidak mendapat pengobatan karena lebih mementingkan makanan sehari-hari untuk anak-anaknya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bu Sukartini. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Bu Sukartini berupa santunan yang digunakan untuk biaya pemeriksaan. Bu Sukartini dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Sukartini dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 853.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik @EArynta

Bu Sukartini sudah menderita lumpuh sejak tahun 2016


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.040.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY Ayu @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Ayu @EArynta

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala.bantuan sebelumnya tercatat pada rombingan 1042.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Siti didiagnosa menderita tumor tulang


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1029. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 595.900,-
Tanggal : 25 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya untuk kebutuhan RSSR


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Juni 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1029. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.667.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda BambangBKY @EArynta

Biaya operasional Juni 2017


RSSR SURABAYA (Biaya Sewa RSSR 2 Tahun). Alamat: Jalan Kalidami 1 No. 18, RT 9/1, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa dari luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit rujukan di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Surabaya. Sehingga keberadaan RSSR sangat membantu para pasien dhuafa ketika melakukan pengobatan ke Surabaya. Masa Sewa RSSR di Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61 Surabaya berakhir pada 15 Juli 2017. Berkat bantuan dana dari para sedekaholic, Sedekah Rombongan Surabaya dapat menempati RSSR baru di Jalan Kalidami 1 No. 18 Surabaya. RSSR baru tersebut disewa untuk digunakan selama 2 tahun kedepan. Para kurir dan pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya masuk dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp 110.000.000,-
Tanggal : 25 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY Ayu @EArynta

Biaya sewa RSSR 2 tTahun


ALFIANA ANINDHITA MAULIDA (5, Leukimia). Alamat : Desa Pojok Watu RT 4/1, Kec Sambong, Kab. Blora, Provinsi Jawa Tengah. Dita nama panggilannya. Bocah kecil yang seharusnya bisa bermain, bercanda, sekolah bersama teman-temannya saat ini menderita Leukimia. Sekitar 1 tahun yang lalu penyakit itu menyerang dek Dita. Selama ini pengobatan hanya dilakukan di puskesmas terdekat dan pengobatan alternatif tanpa tahu penyakit apa yang sebenarnya dek Dita rasakan. Vonis penyakitnyapun berbeda-beda. Ada yang memvonis limfa, lambung, dll. Akhirnya salah satu kurir sedekah rombongan mendapat kabar kalau ada pasien. Kami langsung bergerak dan membawa pasien ke RSUD di daerah Cepu. Dan ternyata setelah melalui beberapa test dokter memvonis Leukimia. Keluarga dek Dita kebingungan harus bagaimana. Kendala yang dihadapi pastinya biaya pengobatan. Orang tua dek Dita, ayahnya bekerja sebagai buruh pembuat roti dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Akhirnya kita bantu mengurus bpjs untuk pengobatan lanjutan. Selama seminggu dek Dita dirawat di RSUD. Keadaannya berangsur membaik. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Semoga Dek Dek Dita bisa kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana24 @akuokawai

Alfiana menderita leukimia


SEPTI WAWANTONO (25, Patah Tulang). Alamat : Desa Kembang , RT.2/1 Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Septi nama panggilannya. Sekitar bulan Januari yang lalu terkena musibah. Waktu mas Septi lewat digang setapak tiba-tiba dinding pondasi dijalan tersebut roboh dan menimpa dirinya. Kaki beliau remuk dan terdapat luka bakar disekitar kakinya terkena mesin sepeda motor yang panas. Setelah kejadian pihak keluarga membawa beliau ke rumah sakit untuk pengobatan. Setelah beberapa minggu pengobatan pihak keluarga kehabisan dana untuk berobat. Pada saat itu dokter menyarankan untuk diamputasi kakinya, tp beliau bingung dengan biayanya. Sebulan berlalu, kurir Sedekah Rombongan mendapat info dan langsung bergerak ketempat beliau untuk survey. Tidak lama kemudian kurir sedekah rombongan langsung membantunya untuk berobat ke RSUD Soetidjono Blora. Saat ini luka sudah membaik,struktur tulang sudah bagus. Perkembangan yang sangat cepat menurut dokter. Dan alhamdulillah sekarang mas septi sudah mulai membaik dan sekarang tinggal proses penyembuhan dan masih membutuhkan bnatuan pengobatan. Bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pembelian obat – obatan Mas Septi. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1050. Semoga Mas septi beserta keluarga mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana @akuokawai

Septi menderita patah tulang


AZKA ALKHALIFI ZIKRI (2, Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki). Alamat : Gunung Batu I, RT 3/1, Kelurahan Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sejak lahir Azka sudah mengalami kelainan pada tulang kaki. Ketika usianya menginjak 17 bulan, terjadi pembengkakkan di sekujur tubuhnya. Azka kemudian kontrol di Rumah Sakit Puri Betik setelah mendapat rujukan dari RSAM. Azka sudah selesai menjalani proses siklofosfamid untuk ginjalnya, namun setelah menjalani proses siklofosfamid sebanyak 7 kali, kadar protein pun tidak turun dari positif 2, karena itu Azka saat ini dirujuk kembali ke RSAM untuk dilakukan penggantian obat yang tidak tersedia di RSIA Betik Hati, tempat dimana Azka selama 7 bulan ini menjalani proses siklofosfamid. Pihak keluarga juga mulai melakukan ikhtiar untuk kelainan kaki Azka. Kondisi si kecil, Azka saat ini masih meneruskan tindakkan CPA karena hasil pemeriksaan masih menunjukkan positif 1, dan masih menunggu jadwal operasi untuk kelainan tulang kaki. Ayahnya, Pak Dodi Irwanto (27), seorang buruh pabrik dan Ibu Suratminah (21), seorang ibu rumah tangga. Azka memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Azka merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit kelima dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan transportasi. Santunan keempat masuk pada rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae Gegen Fajri @yesaridani @akuokawai

Azka menderita ginjal bocor + kelainan pada tulang Kaki


SUTARMI BINTI NITI DIHARJO (48, Ca. Mamae). Alamat : Dusun 1, RT 2/1, Desa Margorejo, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Sekitar tahun 2008, Ibu Sutarmi merasakan adanya benjolan di payudara sebelah kanan. Kemudian beliau berobat ke RS Handayani dan dokter mengatakan untuk operasi, tapi Ibu Sutarmi belum ada kesiapan. Kemudian sekitar tahun 2013, Ibu Sutarmi dibawa ke RS Marya Regina, dan dilakukan operasi. Beberapa tahun kemudian muncul lagi benjolan kecil di payudara sebelah kanan, dan payudara sebelah kiri mengeras. Tahun 2016, Ibu Sutarmi melakukan operasi kembali di RS Abdul Moeloek untuk kembali mengoperasi payudara sebelah kanan. Dan dioperasi kembali tahun 2017 untuk mengangkat kanker di payudara sebelah kiri. Saat ini Ibu Sutarmi sudah melakukan operasi kedua payudaranya dan harus melakukan kontrol ke dokter agar tidak tumbuh lagi benjolan-benjolan abnormal. Ibu Sutarmi adalah ibu rumah tangga dan suaminya, Bapak Sumanto (49) yang juga mengalami gagal ginjal sudah tidak lagi bekerja. Ibu Sutarmi menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III selama operasi, namun untuk kontrol menggunakan biaya umum. Semenjak beliau dan suaminya sakit, pihak keluarga kesulitan mencari biaya hidup untuk pengobatan dan transport dari Kotabumi ke Bandar Lampung. Kurir yang mengetahui kendala tersebut mendatangi pihak keluarga. Bantuan pertama pun disampaikan kurir Sedekah Rombongan kepada Ibu Sutarmi untuk membantu biaya pengobatan dan transport. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics yang sudah mengulurkan tangannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @yesaridani

Bu Sutarmi menderita ca. mamae


BAYI MARSIAH (1, BBLR + Asfixia ec. RDS). Alamat : Dusun Kejadian, RT 3/4, Desa Kejadian, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bayi Marsiah lahir lebih cepat 2 minggu dari perkiraan bidan. Pertolongan bidan datang setelah Ibu Marsiah melahirkan sendiri di rumahnya. Setelah itu Bayi Marsiah dibawa ke RS Simpang Natar Medika dan dirawat selama 2 hari. Pihak rumah sakit kemudian merujuk pasien ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) namun alat CPAP tidak ada yang kosong sehingga pihak keluarga membawanya ke RS Urip Sumoharjo. Dokter RS Urip Sumoharjo mendiagnosis Bayi Marsiah terkena BBLR (Bayi berat lahir rendah ) dan asfiksia dikarenakan RDS ( respiratory distress syndrome) atau bahasa awamnya bayi prematur dan sesak napas. Kondisi terkini Bayi Marsiah sedang dirawat di RS Urip Sumoharjo menggunakan alat CPAP. Ibunya, Marsiah (39) seorang ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya, Ali Rosid (46) seorang buruh serabutan. Karena baru berumur beberapa hari, Bayi Marsiah belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga selama pengobatan masuk dalam jalur umum. Penggunaan alat CPAP memakan biaya yang tidak sedikit setiap harinya. Keluarga amat kesulitan mencari biaya yang cukup mahal. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan pihak keluarga. Bantuan pun segera disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama Bayi Marsiah di rumah sakit. Keluarga pun mengucapkan terima kasih banyak kepada kurir dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae Luthfiatul @yesaridani @akuokawai

Bayi Marsiah menderita BBLR + Asfixia ec. RDS


PRAYOGI AGUSTIAN (15, Patah Tulang Kaki Sebelah Kiri). Alamat : Kampung Baruna Jaya, RT 7/-, Lingkungan 3, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Awal kejadian pada tanggal 17 Juli 2017, Yogi menaiki angkot untuk pulang ke rumahnya, namun dikarenakan di mobil tersebut penuh, ia pun duduk di pinggir pintu mobil. Pada saat mobil angkot berbelok dan berhadapan dengan mobil lain yang berlawanan arah maka mobil angkot yang Yogi naiki pun terlalu dekat dengan pinggiran pagar rumah warga sehingga kaki Yogi pun menghantam pagar tersebut hingga tulang kakinya patah. Sampai saat ini Yogi masih dirawat di pengobatan tradisional dengan kondisi patah tulang kaki kiri yang dibalut dengan giv dan masih belum dapat berjalan. Ibunya, Sumiati (54) seorang buruh cuci, sedangkan ayahnya telah meninggal dunia. Yogi tidak memiliki jaminan kesehatan. Selama pengobatan ibunya hanya bisa mengandalkan pendapatan dari mencuci. Pendapatan yang tak seberapa membuat Ibu Sumiati kesulitan mencari biaya pengobatan anaknya. Kurir yang mendengar kabar kesulitan Ibu Sumiati segera mendatangi kediaman Yogi. Bantuan pertama pun segera disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya sehari-hari dan pengobatan Yogi. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @Ramadanifredye6 @yesaridani

Yogi menderita patah tulang kaki kiri


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Hampir setahun ini Bapak Rudi menetap di rumah singgah Bandung untuk kontrol di RSCB. Pasca dipasang mata palsu, keadaan beliau membaik. Saat ini Bapak Rudi masih rutin kontrol dan menunggu jadwal untuk operasi sebelah matanya yang lain. Biaya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat selama rawat jalan di RS Cicendo Bandung. Sedangkan mata kanan masih menunggu pendonor kornea mata. Istri dari Pak Rudi, As (40) kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah pengobatan Bapak Rudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pihak keluarga yang kesulitan mencari pendapatan untuk biaya akomodasi selama di Bandung terlebih lagi Bapak Rudi sudah tidak bekerja selama sakit sehingga tak ada pemasukkan. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Titipan langit kesembilan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Bandung. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @saesarraya @sevinndae @raden_691 @yesaridani

Pak Rudi terkena katarak komplikata


SEDEKAH ROMBONGAN LAMPUNG (Biaya Operasional Rakornas 2 Sedekah Rombongan). Alamat : Rumah Budaya Tembi, Jl. Parangtritis Km 8.4, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 4 s.d. 5 Agustus 2017 kemarin, Sedekah Rombongan mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-2 di Yogyakarta. Rakornas tersebut merupakan suatu kegiatan nasional yang kedua kalinya diadakan di Yogyakarta, yang berfungsi untuk menyusun dan merapikan laporan baik dalam bentuk keuangan, database pasien, sosial media, dan web di tahun ke-7 Sedekah Rombongan. Dalam kegiatan rakornas ke-2 ini, Sedekah Rombongan memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu menjadikan Sedekah Rombongan sebagai yayasan yang teraudit dan mendapatkan pernyataan Sedekah Rombongan Menuju WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian khususnya dalam laporan keuangan oleh tim Audit eksternal. Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, maka diharapkan seluruh perwakilan dari setiap kota dan kabupaten dapat hadir dalam acara Rakornas. Dikarenakan jauhnya jarak yang ditempuh untuk hadir dalam kegiatan Rakornas, beberapa kurir Sedekah Rombongan di kota dan kabupaten mendapatkan biaya transportasi untuk keberangkatannya, salah satunya adalah kurir di daerah Provinsi Lampung. Dana santunan dari sedekaholics digunakan untuk membantu akomodasi dan transportasi kurir untuk hadir dalam acara Rakornas, agar dapat bergerak lebih maksimal di daerah asalnya di kemudian hari. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan dapat menjadikan kurir menjadi lebih baik dalam menyusun laporan maupun membantu pasien Sedekah Rombongan dimana pun berada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.240.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @sayasepti @akuokawai

Biaya operasional Rakornas 2 sedekah rombongan


DIAN RAHMAWATI (15, Dislokasi Tulang Pinggul) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dian biasa ia disapa, waktu kecil saat berumur 5 tahun, ia pergi mengaji. Setelah mengaji entah bagimana ceritanya, ia jatuh dari mushola yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Dian sudah berikhtiar untuk berobat ke beberapa ahli tulang baik secara tradisional maupun medis, terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dikarenakan keterbatasan dana dan kondisi orang tua saat itu yang sedang sakit, maka ia memutuskan untuk berhenti berobat. Karena lama tidak berobat, saat ini cara berjalan Dian berbeda dengan orang pada umumnya. Sekarang cara berjalan Dian terlihat seperti pincang dan terseok-seok, kondisi ini menyebabkan Dian putus sekolah karena malu sering diejek teman-temannya. Ayah Dian, pak Warmuji (45) menderita penyakit komplikasi, praktis tidak bisa bekerja sama sekali, dengan tiga tanggungan keluarga yakni dua anak dan istri menyebabkan satu persatu barang berharga yang dia punyai dijual untuk berobat dan bertahan hidup. Tak jarang tetangganya ber baik hati membantu meringankan beban hidupnya dengan menawarkan kerja kepada istrinya sebagai pemanggang ikan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan dengan harapan Dian bisa berobat lagi dan bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1043. Saat ini Dian manjadi pasien dampingan SRtulabo dan sudah memulai pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dian dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi Erna @EArynta

Dian menderita dislokasi tulang pinggul


MTSR WONOGIRI (AD9218KH, Operasional Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang biasa disebut MTSR menjadi kendaraan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna untuk kebutuhan pendampingan pasien maupun survey lokasi sasaran. Saat ini, keberadaan MTSR di Wonogiri belum bisa menampung semua kebutuhan warga yang cukup banyak, apalagi pasca berkurangnya kendaraan satu mobil yang saat ini tidak lagi kita fungsikan sebagaimana biasanya karena berpindahnya armada tersebut untuk fungsi lain. Bagaimanapun, sedekah rombongan tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa saja yang membutuhkan, utamanya dhuafa atau warga kurang mampu. Fungsi peran armada untuk tujuan survey lokasi atau sasaran dampingan pasien, kebencanaan, koordinasi wilayah dalam rangka kelancaran pergerakan sedekah rombongan di soloraya, akhirnya sebagian tugas oper handle dengan armada ini. Dalam sebulan, membutuhkan biaya operasional yang kita anggarkan dari anggaran yang tersedia secara keseluruhan. Walau, terkadang momen khusus atau kondisi – kondisi tertentu menyebabkan adanya kurang lebih penganggaran yang semuanya adalah untuk kelancaran pergerakan sedekah rombongan. Pun juga dalam hal insentif driver yang telah kita bebankan agar tugas berjalan dengan baik dan menyeluruh. Masa pajak MTSR ini pun bulan depan harus segera kita cukupi, mengingat pentingnya keberadaan surat kendaraan yang lengkap serta sesuai aturan yang ditetapkan. Kesehatan serta kelayakan kendaraan adalah hal yang utama, mengingat medan geografis di Wonogiri sedemikian rupa. Laporan operasional sebagaimana kami terangkan di informasi ini sekaligus sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pelaporan pergerakan sedekah rombongan.

Biaya : Rp. 5.700.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@Alltim

Biaya operasional Agustus 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DESI SAGITA 1,000,000
2 MAYSUROH BINTI MOH SUHDI 500,000
3 MARYAMAH 600,000
4 LATIFA BINTI EMOK 1,000,000
5 AMELIA NURAINI RAMADANI 1,380,000
6 MUHAMMAD HAVIV 500,000
7 ASYRAF BIN M.SALEH 3,000,000
8 IMAM SETIOHADI 1,850,000
9 AHMAD SUN IN BIN TONGE 1,000,000
10 JENAB BINTI JAMALI 500,000
11 RINI PERMATASARI 1,000,000
12 JAHROTUL UYUN 500,000
13 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
14 ADE YULIAWATI 500,000
15 NANO BIN RISA 500,000
16 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
17 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
18 PAHRUROJI BIN RAHMAN 500,000
19 MUHAMMAD FATIH MUZAKI 500,000
20 DESI SUPIYANTI 500,000
21 NIJAR BIN WAHYUDI 500,000
22 MUHAMMAD UMAR 500,000
23 SUPENO PENO 500,000
24 FADHILA PUTRI 500,000
25 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
26 AMINAH BINTI RASMAN 500,000
27 RAFAEL FIRDAUS 1,000,000
28 MUHAMMAD FAHMI 1,000,000
29 MISI BINTI MININ 1,500,000
30 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
31 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
32 AYU NOVITA SARI 1,000,000
33 SANDRA WATI 1,000,000
34 MOHAMAD BIMA ADI 880,000
35 USRIFATUL MAULIDIA 640,000
36 PATONAH BINTI RIFA’I 500,000
37 SODIQ BIN MUKHSIN 900,000
38 Abdullah Anis Syukurillah 5,000,000
39 DARYANTI BINTI MARMO 1,000,000
40 ARIFIN BIN HARYONO 1,500,000
41 BINTANG RAMADHAN 3,900,000
42 MA’ARIF BIN AWALUDIN 1,139,504
43 MARYATI MUJIONO 500,000
44 MTSR SOLORAYA 5,826,000
45 RSSR WONOGIRI 3,480,000
46 IMELDA YETY MELDAWANTIR 500,000
47 KAPLIN BIN IMAM 500,000
48 MOH. SUJARWANTO 500,000
49 MUHAMMAD BIN HAMIN 1,000,000
50 SUPARMI SI’UN 500,000
51 SUKARTINI SANTOSO 853,000
52 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,040,000
53 SITI MU’ALIMAH 500,000
54 SITI NUR MUJAWAROH 500,000
55 RSSR SURABAYA 595,000
56 MTSR SURABAYA 5,667,000
57 RSSR SURABAYA 110,000,000
58 ALFIANA ANINDHITA MAULIDA 1,000,000
59 SEPTI WAWANTONO 500,000
60 AZKA ALKHALIFI ZIKRI 2,000,000
61 SUTARMI BINTI NITI DIHARJO 500,000
62 BAYI MARSIAH 1,000,000
63 PRAYOGI AGUSTIAN 1,000,000
64 RUDI BIN NURIL 2,000,000
65 SEDEKAH ROMBONGAN LAMPUNG 2,240,000
66 DIAN RAHMAWATI 1,000,000
67 MTSR WONOGIRI 5,700,000
Total 193,690,504

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 193,690,504,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1053 ROMBONGAN

Rp. 55,203,226,126,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.