Rombongan 1052

Kekuatan dari sedekah begitu ajaib, sehingga akal sehat tak mampu menangkap sebab-akibat dari sedekah.
Posted by on September 18, 2017

ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat : Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1037. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Anita menderita sakit ginjal


SUNITI ALI (41, Kanker Lidah). Alamat : Jln. Mushola RT 1/5, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Ibu Suniti, seorang buruh cuci yang mempunyai 4 orang anak diantaranya 2 orang SD dan 2 oranh masih balita. Sang suami yang bernama Ali Sodikin (42) hanya seorang pedagang minuman keliling. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah. Awal mulanya Ibu Suniti seusai pulang kerja di sore hari di jalan matanya di serang binatang kecil-kecil dan bergerombol. Bu Suniti langsung berobat ke klinik, setelah beberapa hari tak kunjung sembuh Bu Suniti pun di rujuk ke Rumah Sakit Cirebon. Dokter menyatakan bahwa mata ibu Suniti katarak dan di haruskan memakai kacamata. Untuk mendapat penanganan yang lebih baik, Ibu Suniti mencari kesembuhannya di Depok. Tetapi setelah beberapa tahun di Depok ternyata penyakitnya bertambah parah. Dokter menyatakan Ibu Suniti terkena penyakit kanker lidah. Gejala yang ibu Suniti rasakan pun malah bertambah parah. Saat ini yang dirasakan sakit oleh ibu Suniti pada bagian lidah, tenggorokan dan sulit sekali untuk menelan makanan. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah sudah 4 tahun hingga sekrang. ibu Suniti masih rutin berobat ke rumah sakit. Dan suaminya pun harus bekerja keras mencari nafkah untuk biaya pengobatan serta biaya anak-anaknya sekolah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan ibu Suniti, sehingga dapat kembali menyampaikan titipan para Sedekaholics. Bantuan lanjutan ini dipergunakan Ibu Suniti untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1037. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ibu Suniti dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah


ERNA BINTI KARYA SUTISNA (50, Janda), Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No 85, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ibu Erna biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 4 orang anaknya. Suamianya Karya Sutisna sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena serangan jantung, hal tersebut membuat Ibu Erna merasa kesepian. Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya. Dua orang anaknya masih duduk dibangku sekolah sehingga Ibu Erna harus membiayainya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari. Sehingga sang anak membantu Ibu Erna dengan berjualan gorengan yang dibuat Ibu Erna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Erna, sehingga dapat menyampaikan titipan lanjutan dari para Sedekaholics untuk Ibu Erna. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1037. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Erna dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bantuan tunai


SUHARSONO TARUNA (61, Katarak + Komplikasi Jantung). Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 49 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Pada tahun 2014 Pak Suharsono berobat ke Klinik Budi Luhur Cibitung untuk memeriksa penyakit darah tingginya. Dokter menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk pengobatan lebih lanjut. Dan setelah diperiksa oleh tim dokter IGD Rumah Sakit Hermina, Pak Suharsono mengalami tekanan darah yang sangat tinggi dan adanya pembengkakan pada jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Pak Suharsono masih menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Akan tetapi sekarang badan dan kakinya mengalami pembengkakan. Kemudian di cek oleh dokter ternyata itu adalah gejalan asam urat dan kolesterol, dan juga adanya gumpalan darah pada bola mata Pak Suharsono sehingga menyebabkan penglihatan beliau kurang jelas. Dokter menyarankan Pak Suharsono untuk operasi mata. Pak Suharsono hanya mengandalkan jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Suharsono. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan pembelian kacamata pasca operasi katarak nya setelah sebelumnya masuk di rombongan 1037. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Pak Suharsono segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Pak Suharsono menderita katarak + komplikasi jantung


SALAM HASAN (56, Diabetes) Alamat :Jalan Haji Hasan RT 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13950. Pak Salam menderita diabetes sejak tahun 2014. Pada bagian kakinya terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan beliau sulit berjalan. Pak Salam melakukan pengobatan di rumah sakit Harapan Jayakarta. Selama berobat, Pak Salam menggunakan fasilitas BPJS. Sesuai saran dokter, dalam waktu dekat ini Pak Salam akan diamputasi kaki kirinya agar luka pada kaki tidak semakin menggerogoti bagian tubuh lainnya. Pak Salam adalah seorang tukang ojek pangkalan yang dirawat oleh keluarganya. Saat ini Pak Salam tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya, tugasnya sebagai tulang punggung keluarga digantikan oleh sang istri Ibu Darisem (58) yang bekerja sebagai pedagang lauk matang. Walau menggunakan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat namun Pak Salam kesulitan untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics setelah sebelumnya masuk di rombongan 1037. Semoga Pak Salam segera dipulihkan kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Pak Salam menderita diabetes


SITI NURSIYAH (57, Asam Urat) Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 45 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sejak 10 tahun lalu, Ibu Siti divonis adanya tumor jinak di otak beliau. Menurut dokter jika dioperasi kemungkinan Ibu Siti akan mengalami kelumpuhan. Akhirnya Ibu Siti mengurungkan niatnya untuk melakukan operasi. Hingga saat ini Ibu Siti hanya berobat jalan. Pada tahun 2012 Ibu Siti di vonis juga mengidap asam urat akut oleh dokter. Di tahun 2015 Ibu asiti mendadak lemas dan tidak bisa berdiri juga berjalan, setelah diperiksa dokter menurut dokter efek tersebut karena asam urat akutnya. Beliau yang selalu rutin ke Puskesmas mencoba untuk konsultasi dengan dokter. Dari pihak Puskesmas pun memberikan obat untuk beliau konsumsi. Pak Ahmad (58) adalah Suami Ibu Siti yang bekerja serabutan yang memiliki penghasilan yang sedikit dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Siti. Bantuan lanjutan kembali disampaikan, setelah sebelumnya masuk dirombongan 1037. Semoga Ibu Siti dapat segera sembuh seperti sedia kala. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Siti menderita asam urat


ABDULLAH SANJAYA (8, Penyempitan Jantung ) Alamat : Jl. Bona Kp. Pisangan RT 7/3 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Jaya lahir pada bulan Mei 2009. Jaya adalah anak kedua dari pasangan Suyandi (48) dan Yeyen (42). Sejak usia 4 bulan Jaya memiliki masalah di pernafasannya dan kulit wajah berwarna kuning. Orang tua Jaya segera membawa Jaya ke klini. Setelah diperiksakan di klinik, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung Jaya, kemudian dokter merujuk Jaya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan Jaya untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Jaya melakukan operasi pertamanya pada saat usia 3 tahun. Meskipun Jaya memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat, orang tua Jaya hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Bapak Suyandi hanya bekerja sebagai buruh lepas yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan dan Ibu Yeyen hanya sebagai ibu rumah tangga yang merawat Jaya dirumah. #SedekahRombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Jaya. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Jaya. Saat ini Jaya rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSCM. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan. Semoga dengan bantuan yang telah diberikan dapat menjadi jalan sembuh Jaya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Jaya mengalami penyempitan jantung


RENDRA MITRA (9, Syndrom Von Willebrand). Alamat: Jln. Budi Mulya RT. 11/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Rendra bocah kecil yang saat ini duduk dibangku Sekolah Dasar ini telah mengidap Leukimia sejak tujuh bulan lalu. Karena penyakit yang diderita ini, Rendra harus berobat rutin ke rumah sakit, dengan bekal seadanya orangtua Rendra mencoba membawa Rendra ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (30) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor dan ibunya Ita (27) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggu buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Rendra Mitra untuk biaya transportasi selama rawat jalan di RSCM Jakarta setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 884. Kini Rendra masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Semoga pengobatan yang ditempuh Rendra dilancarkan dan diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Rendra mengidap leukimia


ROHMANI NUR FAJRIAH (17, Jantung) Alamat ; Kampung Kambing, RT. 6/6, Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor. Rohmani merupakan putri ke 3 dari 4 bersaudara pasangan bapak Sutaryono dan Ibu Poniyem. Pekerjaan bapak Sutaryono adalah buruh pabrik di dekat tempat tinggalnya. Rohmani mengalami gejala sesak nafas ketika ia sedang mondok di sebuah pesantren di Semarang, setelah mendapat pertolongan awal di RSUD Semarang, Rohmani akhirnya di rujuk ke RSUD Cibinong Kabupaten Bogor dengan alasan dekat dengan tempat tinggalnya. Menurut dokter yang menanganinya, Rohmani mengalami gangguan pada jantungnya yang menyebabkan nafasnya sesak. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya akomodasi berobat dari rumah ke RSUD Cibinong yang berjarak sekitar 7 km.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Rohmani mengalami gangguan pada jantungnya


CUCUN CUNAYAH (35, Lahir Kembar Prematur) Alamat ; Kontrakan Mawar RT. 6/1, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Ibu Cucun yang warga asli Kota Brebes ini sudah lama menetap di Kota Depok, namun belum mempunyai surat pindah dari kota asal ke kota tempat dia menetap kini, hal itu yang mempersulit dia untuk mendaptakan BPJS. Usia kandungannya belum genap berusia 9 bulan namun sang bayi lahir kembar secara premature dengan proses normal di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor. Karena kondisi yang lemah, Wildan, bayi pertama hanya berusia satu hari di NICU. Bayi kedua yang juga dirawat di NICU juga tidak berumur lama, Miftah hanya mampu bertahan hidup 8 hari, lalu kemudian menyusul abangnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan sebesar Rp. 1.000.000,- kepada Bapak Ratmo suami Ibu Cucun untuk membantu biaya selama di RSUD.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bantuan biaya perawatan bayi prematur


SUGISO BIN ARJO (52TH) Ca Colostomi, Alamat Pedukuhan Jeruk RT 009 RW 005,Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta .Hampir sejak 5 tahun yang lalu sering sakit perut dan susah buang air bisa. Diperiksakan ke puskesmas langsung dirujuk ke RSUD Wates. Setelah diperiksa,tim medis menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi, namun saat itu bapak Sugiso tidak mau dioperasi karena takut jika dicolostomi umurnya tidak akan lama lagi. Karena tidak mau dioperasi, akhirnya lama-lama perutnya membesar. Beberapa tetangganya berusaha membujuknya. Baru sekitar satu tahun yang lalu bersedia dioperasi dan harus menggunakan Colostomi. Namun keadaan ekonominya yang mempruhatihatinkan terpaksa menggunakan kantong Colostomi dari plastik es yang biasa dipergunakan untuk plastik es teh. Hal yang menyulitkan lagi, untuk melanjutkan pengobatan harus dirujuk ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Selama ini masih bisa dibonceng dengan sepeda motor, namun saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dibonceng sepeda motor lagi. Anak bapak Sugiso yang selalu mwndampinginya sebenarnya anak yang pandai. Setelah lulus SMK tahun lalu langsung dapat panggilan kerja di salah satu BUMN di Jakarta namun panggilan kerja itu terpaksa tidak bisa dipenuhinya, karena harus merawat bapaknya, jika hanya istrinya yaitu ibu Sudarsih (50th) yang mendampinginya ibunya bingung seluk beluk di rumah sakit. Walaupun memiliki jaminan BPJS kelas 3 namun keluarga ini masih terkendala dengan transportasi dan biaya diluar jaminan.
‌Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Sugiso sehingga bisa membantu mendampinginya selama pengobatan di RSUP DR Sardjito Yogyakarta.
‌Beberapa bulan berobat di RSUP DR Sardjito, akhirnya Tuhan berkehendak lain, tanggal 20 Juli 2017 bapak Sugiso meninggal dengan.
#Sedekah holics, alhamdulilah sedekah kalian semua yang dtitipkan melalui #Sedekah rombongan tersampaikan dan salah meringankan beban keluarga almarhum bapak Sugiso. Keluarga almarhum bapak Sugiso mengucapkan terimakasih semua mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan serta dilancarkan segala usahanya.

Bantuan Uang duka: Rp 2.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 23 Juli 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@SigitTejo@JemiGigi

Pak Sugiso menderita ca colostomi


BIMA ARKA SINATRYA (8bulan,Colostomi) Bertempat tinggal di kampung Serangan MG II/177 RT 013 RW 002 Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta. Pada usia 5 bulan adik Bima Arka Sinatrya jatuh sakit. Sempat dibawa bolak balik ke rumah sakit, namun dokter bilang hanya sakit biasa. Baru pada kontrol ketiga kalinya, karena keadaannya semakin memburuk, orang tuanya meminta kepada tim medis untuk dilakukan tes laborat. Dari hasil tes laborat diketahui adik Bima Arka Sinatrya mengalami masalah dengan ususnya. Pihak RSUD Kota Yogyakarta, yang selama ini menanganinya, merujuk ke RSUP DR Sardjito untuk tindakan medis selanjutnya. Di RSUP DR Sardjito, sempat mengalami gagal nafas sampai empat kali dengan masa kritis 52 hari. Alhamduliah adik Bima Arka Sinatrya bisa melewati masa kritis, dan dapat dilakukan operasi untuk memotong ususnya yang terinfeksi sepanjang 15 cm. Pasca operasi dan opname beberapa hari, adik Bima Arka Sinatrya diperbolehkan pulang dan selanjutnya harus kontrol rutin sesuai jadwal dari rumah sakit. Keadaan pasien saat ini masih menggunakan kantong Colostomi dan masih harus kontrol rutin ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Walaupun mempunyai jaminan Kecamatan jamkesos, namun keluarga ini masih harus mengeluarkan biaya untuk pembelian kantong Colostomi seharga Rp 91.000,- Plastamin Rp 300.000,- Susu khusus yang harganya Rp 3.00.000,-/400gram untuk konsumsi 3 hari, padahal susunya harus diberikan setiap hari sampai kesehatannya membaik. Beban tersebut terasa berat bagi orang tua dari Bima Arka Sinatrya yaitu bapak Mochamat Amin Salikin (41th) yang berprofesi sebagai buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Umi Fatonah berprofesi sebagai ibu rumah tangga sambil membuat sprey kasur yang dijual kepada pegawai dan tenaga medis dirumah sakit. Namun beban ekonomi keluarga inipun belum begitu berkurang, mengingat harga susu tambahan yang harus dibeli begitu mahal. Terlebih lagi pada tanggal 20 Juli 2017, adik Bima Arka Sinatrya mengalami infeksi pada bagian ujung usus yang disambung dengan kantong colostomi. Badannya demam terjadi luka dan n adik nanah di ususnya, sehingga orang tuanya segera membawa ke IGD RSUP DR Sardjito. Setelah dilakukan tindakan medis, adik Bima Arka Sinatrya diperbolehkan pulang. Namun terkendala dengan biaya yang harus dibayar, pihak medis menyimpulkan tindakan medisnya tidak termasuk dalam kategori emergency sehingga tidak tercover jaminan kesehatan. Tagihan biaya yang harus dibayar sebesar kurang lebih Rp 500.000,- sedangkan orang tuanya hanya mempunyai uang Ro 40.000,-
Dengan jaminan KTP dan uang Rp 40.000,- akhirnya adik Bima Arka Sinatrya diperbolehkan pulang
Alhamduliah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga adik Bima Arka Sinatrya, untuk menyampaikan bantuan, titipan dari #Sedekah holics. Keluarga adik Bima Arka Sinatrya mengucapkan terimakasih dan mendoakan kepada segenap #Sedekah rombongan dan #Sedekah holics semoga menjadi amal keuangan dan diberikan kelancaran dalam segala usahanya. Dan akan mempergunakan uang dari #Sedekah holics untuk membayar tagihan biaya rumah sakit yang belum terbayar
Tercatat pernah disantuni di rombongan nomor: 1000

Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal Penyampaian: 26 Juli 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Jemi Gigi@Ketut Vilayani

Bima menderita ca colostomi


KADINEM BINTI KERTOREDI (57, duafa+ buta+sebatangkara) Alamat : RT. 04/08 Dukuh Plosorejo, Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kadinem adalah lansia yang hidup sebatang kara di sebuah bukit di daerah pinggiran kota Magetan dengan keterbatasan yang di milikinya. Suaminya sudah lama meninggal dan tidak dikaruniai anak. Bu Kadinem mengalami katarak yang menurut dokter sudah tidak dapat di sembuhkan. Keseharian beliau hanya bisa duduk, menyapu dan memasak sebisanya. Bahan makanan dan lauk pauk yang di dapat Bu Kadinem pun hanya menunggu raskin dari pemerintah dan warga yang merasa iba kepadanya. Ada satu tetangga yang selalu memantau Bu Kadinem setiap hari, karena memang posisi rumah Bu Kadinem masuk ke wilayah hutan kira-kira berjarak 1 km dari desa dan beliau hanya memiliki 1 tetangga saja. Melihat kondisi dan keterbatasan tetangganya pun sangat tidak mungkin membantu konsumsi Bu Kadinem setiap harinya. Karena itu kurir Sedekah Rombongan mengusahakan bantuan sembako dan lauk pauk untuk Bu Kadinem supaya meringankan beban beliau. Santunan keempat dari para Sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari setelah sebelum nya masuk rombongan 797, 853 dan 965. Rasa terimakasih dan doa disampaikan Bu Kadinem kepada kurir Sedekah Rombongan dan para sedekaholic di mana pun berada. Semoga menjadi amal kebaikan yang dibalas berlimpah oleh Allah, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @Ervinsurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Bu Kadinem duafa+ buta+sebatangkara


SUMARNI BINTI HARJO SENO (43, Tumor leher). Alamat : RT 02/01 Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Marni adalah seorang ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga karena sudah beberapa saat berpisah dengan suaminya yaitu Ali Imron (40). Beberapa bulan terakhir bu Marni merasakah bahwa terdapat benjolan di lehernya. Awalnya tidak dirasakan karena keterbatasan biaya dan kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan. Sehari-hari bu Marni berjualan nasi pecel di halaman Sekolah Dasar Candirejo. Karena itulah untuk biaya pemeriksaan dirasa cukup berat, pendapatan sehari-hari hanya cukup untuk biaya hidup dengan menanggung seorang anak yang masih sekolah SMP dan ibunya yang sudah lanjut usia dan menderita stroke. Alhamdulillah bu Marni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan Magetan atas informasi dari tetangga yang masih perduli dengan kondisinya. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat Bpjs mandiri kelas 3 yang baru aktif tanggal 18 September 2017. Santunan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk pembuatan Bpjs mandiri dan check lab awal dengan biaya umum. Bu Marni mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bu Marni segera sembuh dan beraktifitas seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe

Bu Sumarni menderita tumor leher


MARTINI BINTI YADI (45, patah tulang tungkai). Alamat : Desa Candirejo RT 03/02, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Martini adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh menjahit. Pada tanggal 12 Agustus 2017, bu Martini jatuh di kebun dan menyebabkan tulang tungkai nya patah. Awal nya hanya dikira keseleo biasa, tetapi karena dirasa sangat sakit akhirnya dibawa berobat ke Rsud. Sayidiman Magetan. Dari situ diketahui bahwa tulang tungkai nya patah dan harus dilakukan tindakan operasi sehingga perlu dirujuk ke Rsud Soedono Madiun. Suami bu Martini yaitu Pak Hudi (46) mendatangi rumah salah satu kurir Magetan untuk mengajukan bantuan. Selama ini pengobatan menggunakan Bpjs kelas 3, namun pak Hudi masih merasa kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Pak Hudi yang bekerja serabutan penghasilan nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya. Apalagi saat ini harus mendampingi berobat istrinya, praktis tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya bu Martini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan dan Alhamdulillah operasi telah dilaksanakan pada hari Selasa, 12-9-2017 di Rsud. Soedono Madiun. Bantuan pertama titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap serta pembelian obat diluar Bpjs. Pak Hudi dan keluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bu Martini segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Martini mengalami patah tulang tungkai


RIKA ANA SALSABILA (14, minus mata) Alamat : RT 4/1 Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. IKA OKVITIANA ( 13, minus mata) Alamat : Dusun Duwet RT 27/4, Desa Plaosan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Jawa Timur. WIDIANINGSIH (13, minus mata) Alamat : RT 6/1 Dusun Sengon, Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mereka bertiga adalah anak didik SMP Negeri 3 Plaosan yang duduk di kelas 9 dan 7. Mereka mengeluh tidak dapat melihat tulisan yang ada di papan tulis ruang kelas dari tempat duduk masing masing di karenakan minus mata yang akhirnya oleh wali kelas di tempat kan di tempat duduk paling depan agar mereka tidak ketinggalan pelajaran. Karena wali kelas merasa kasihan dan menilai keduanya dari kluarga kurang mampu, akhirnya wali kelas nya berinisiatif melaporkan masalah tersebut kepada kurir Sedekah Rombongan Magetan agar di usahakan bantuan kaca mata minus dan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah kurir mensurvei rumah mereka , para kurir tercengang karena orang tua mereka tidak mengetahui hal tersebut. Karena orang tua mereka masing masing hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak pasti, maka orang tua tersebut langsung meminta bantuan Sedekah Rombongan untuk memeriksakan dan memohon bantuan kacamata untuk anak mereka. Alhamdulillah santunan lepas titipan dari para Sedekaholic senilai Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk pengadaan kacamata minus untuk ketiga siswa yang kurang mampu ini. Pihak sekolah dan orang tua ketiga anak ini mengucapkan terimakasih atas santunan dari para Sedekaholic yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Sutamti

Bantuan untuk pengadaan kacamata minus


MESNAN BIN SUROREJO (65, Ca Nasopharing). Alamat : RT 20/02 Desa Kedung Putri, Kecamatan Paron , Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Pak Mesnan adalah seorang bapak yang menderita Ca Nashoparing, berawal dari satu tahun ysng lalu telinga nya selalu berdenging dan lama-lama tumbuh benjolan. Pertama kali Pak Mesnan periksa ke poli THT Rsud. Soeroto Ngawi dengan didampingi anak nya yang bernama Rita. Dari hasil pemeriksaan, pak Mesnan dinyatakan menderita Ca Nashoparing dan dirujuk ke Rsud. Moewardi Solo pada bulan Mei 2016 dan kemo pertama dilaksanakan bulan Januari 2017. Rangkaian pengobatan yang panjang sangat memberatkan pak Mesnan walaupun sudah menggunakan Bpjs klas 3. Biaya untuk transportasi dan akomodasi yang cukup memberatkan karena Pak Mesnan sejak sakit sudah tidak bisa bekerja lagi, sedangkan istrinya (Sumiyem, 59) berkerja sebagai buruh tani yang penghasilan nya tidak menentu. Informasi mengenai pak Mesnan diperoleh dari salah satu pasien dampingan Sedelah Rombongan Magetan. Pak Mesnan masuk jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan mulai 24-7-2017 dan santunan awal sebesar Rp. 700.000 pun disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Mesnan mengucapkan terika kasih atas semua bantuan yang telah disampaikan. Semoga beliau bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Mirza

Pak Mesnan menderita Ca Nashoparing


WINDARTI BINTI KASNI (17, Tumor otak). Alamat : RT 02/01 Dusun Genggong Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Windarti belum sempat tamat SD saat 2013 divonis kena tumor otak. Hal yang ia rasakan yaitu sering pusing dan sempoyangan. Dia sempat dioperasi di Rsud Soedono pada bulan Juni 2013 dan kondisi membaik, dia sudah bisa berjalan dan bersepeda seperti teman-teman sebayanya. Namun keadaan kurang beruntung menghampirinya lagi pada bulan Agustus 2014 dia mengalami drop lagi, oleh pihak medis dia diminta operasi tapi terbentur dengan masalah biaya operasional, saat itu dia hanya bisa berbaring lemah di kasur lusuh, berbicara hanya beberapa patah kata saja. Ayahnya, yaitu Pak Kasni (45) ingin melanjutkan pengobatan, namun apa daya beliau hanyalah seorang buruh tani yang pendapatannya hanya 800 ribu perbulan sedangkan sang Ibu, yaitu bu Lasmini (39) sebagai ibu rumah tangga sehingga sangat kesulitan untuk biaya operasional maupun biaya pengobatan Windarti ini. Dulu kalau kontrol ke Madiun bisa naik ojek tetapi sekarang kondisinya sangat lemah, dia hanya bisa berbaring saja dan untuk berobat perlu carter mobil sedangkan kedua orangtuanya tidak sanggup untuk membayar. Mereka membutuhkan bantuan untuk meringankan beban yang dialami Windarti dan keluarga. Alhamdulillah keluarga Pak Kasni dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari salah satu kurir. Setelah proses operasi dan kontrol rutin, kondisi Windarti sudah membaik, bisa bicara, mendengar bahkan berjalan normal. Setelah beberapa saat berjalan ternyata tumor di kepala Windarti tumbuh lagi sehingga dokter menyarankan tindakan sinar. Akhir nya Windarti dirujuk ke Rsud Moewardi Solo dan menjalani rangkaian sinar sebanyak 30 kali. Selanjutnya tumor di kepala Windarti dinyatakan hilang tetapi harus tetap menjalani kontrol tiap bulan sekali. Santunan kesembilan sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 745, 764, 788, 866, 880, 897, 935 dan 990. Pak Kasni mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini.

Jumlah Bantuan : Rp 500. 000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Windarti menderita tumor otak


AJI PANGESTU BIN DAMIN, (11, Katup Jantung). Alamat : Jalan Kelud No. 378 RT 6/1 Dukuh Kauman Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Dik Aji mengalami sakit yang menurut hasil diagnosa dokter adalah penyakit katup jantung. Awal mula sakit Dik Aji ini adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa lemas. Kemudian Dik Aji ini dibawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2015. Karena harus diperiksa dan cek darah, akhirnya Dik Aji diharuskan menginap selama 1 minggu. Hasil diagnosa dokter Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung, dan oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Soedono Madiun untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Setelah dibawa ke RSUD Madiun, dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Moewardi Solo. Dik Aji ini masih sekolah kelas 5 SD. Bapak Dik Aji bernama Pak Damin (49) yang bekerja sebagai buruh di industri kulit. Penghasilan Pak Damin sebulan hanya sekitar Rp.1.000.000,- yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Sedangkan ibunya, Bu Rusmiyati (50) sebagai ibu rumah tangga. Dik Aji adalah 2 bersaudara, kakaknya bernama Dwi. Dwi berusia 15 tahun kelas 3 SMP. Untungnya keluarga ini sudah memiliki Jamkesmas. Keluarga Dik Aji merasa senang bisa bertemu dengan Sedekah Rombongan. Informasi mengenai Dik Aji ini didapat dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Keluarga Dik Aji berharap Sedekah Rombongan bisa membantu untuk biaya pengobatan Dik Aji. Bantuan dana yang keenam dari para sedekaholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan dan kontrol rutin setelah sebelum nya masuk rombongan 701, 800, 833, 897 dan 990. Keluarga Pak Damin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @KinantiAwe

Dik Aji ini mengalami penyakit katup jantung


REZA TRI ANDIKA (17, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS Dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Kontrol yang dijalani Reza pada bulan ini melihat kondisi luka di perut hasil operasi yang pertama dan kondisinya pun sudah bagus. Reza direncanakan dokter untuk dilakukan operasi penutupan luka pasca operasi. Reza di jadwalkan akan menjalani kontrol lagi pada pertengahan Bulan September untuk kontrol perkembangan saluran kencing. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Bulan Juli bantuan disalurkan untuk biaya membeli kebutuhan transportasi pulang ke Magetan dan perbaikan keadaan umum. Bantuan ke sembilan sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan setelah sblm nya tercatat di nomor rombongan 909, 935, 939, 965, 986, 1023, 1032 dan 1043. Semoga pengobatan yang dijalani Reza akan terus mendapatkan hasil yang baik dan dapat segera sembuh. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @FaizFaeruz @m_rofii11

Reza menderita uretral stricture


AGUSTINA RAHAYU BINTI SARBINI ( 11, Lumpuh ) Alamat : Dusun Jetak RT/RW. 01/02 Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Sebagai anak nomor 5, Yayuk semenjak lahir sering mengalami sakit-sakitan. Setelah mengalami sakit panas tinggi tubuhnya mengalami kelumpuhan dan sulit untuk bicara. Setahun yang lalu ibunya meninggal dunia, sehingga untuk kebutuhan sehari-hari dibantu kakaknya untuk menyuapi makan dan kebutuhan lain. Bapaknya yang bekerja sebagai buruh tani masih membiayai kakaknya yang masih sekolah sehingga untuk memenuhi keperluan keluarganya sangat pas pasan. Pengobatan tidak pernah dilakukan karena keterbatasan biaya. Informasi tentang dik Yayuk diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi nya. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Pak Sarbini (50) ayah dek Yayuk sangat bahagia dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan kebaikan untuk para Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Yayuk mengalami lumpuh


SIBUN BIN SIRIN (49, stroke + darah tinggi). Alamat : Dusun Genjeng RT/RW. 021/08 Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Pak Sibun hidup melajang seorang diri dan belum pernah menikah. Semenjak sakit tidak nampu untuk bekerja, karena kondisi fisiknya mengalami kelumpuhan separo. Untuk makan sehari hari dibantu tetangganya, ada kakaknya yang juga mengalami sakit yang sama sehingga tidak dapat membantu.
Karena keterbatasan biaya tidak pernah periksa atau menjalani pengobatan. Informasi mengenai pak Sibun diperoleh dari tetangga sekitar yang masih perduli dengan kondisi beliau. Setalah mensurvey rumah pak Sibun, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lepas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat serta biaya hidup sehari-hari. Pak Sibun sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga penyakit beliau cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Pak sibun menderita stroke + darah tinggi


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Titipan santunan kesepuluh dari sedekahholic sebesar Rp 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap, tunggakan biaya medikasi dan pembayaran Bpjs Mandiri, setelah sebelum nya masuk rombongan 785, 798, 846, 853, 874, 909, 929, 976 dan 1007. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 September 2017
Kurir : @Ervinsurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Pak Nur mengalami tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


MTSR MAGELANG (AA 1953 HT, Biaya Operasional Agustus September 2017). MTSR Magelang ada Sejak akhir Tahun 2015, #SedekahRombongan Magelang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit fakir miskin, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Magelang, Temanggung dan Wonosobo yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan semakin hari semakin banyak warga yang memanfaatkan, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Magelang semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Magelang, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Magelang, Temanggung Wonosobo. Dengan Tingkat Pemakaian yang rutin dan mobilitas tinggi makan Kondisi MTSR haruslah prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Magelang senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Pertengahan Agustus sampai Pertengahan September 2017, service/beli spare part, dan Kebutuhan Lain seperti Cuci Mobil, Tambah Angin dan lainnya. Insya Allah, MTSR Magelang akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Magelang dan sekitarnya. Semoga kedermawanan para sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1037

Jumlah : Rp. 3.483.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @MarjunulNP All Kurir

Biaya operasional Agustus September 2017


HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD RIYANTO (17, Kebocoran Ginjal), Alamat : Desa Jabres RT 2 RW 2 Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Hayyu diketahui sakit sejak umur 3 tahun (semenjak tahun 2003), awalnya lemes, sering pingsan dan muka pucat. Oleh ke dua orang tua Hayyu, bapak Ahmad Riyanto (44) pekerjaan sehari-hari hanya buruh bangunan dan ibu Tri Ariyani (38) hanya ibu rumah tangga diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak yang memeriksakan Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal dan disarankan ke RSUP Sardjito Yogyakarta tapi tidak ada biaya jadi hanya berobat rutin ke rumah sakit di sekitar Kebumen, pada tahun 2006 setelah ada program Askeskin pasien menggunakan kartu askeskin untuk mondok di RSUD Kebumen, mulai tanggal 9 Juli 2015 rutin kontrol di RSUP Sardjito Yogyakarta sampe sekarang. Hampir setiap bulan dirawat karena kondisi menurun. Pada bulan Januari 2016 pasien terpasang CAPD, saat ini Hayyu kontrol rutin ke RSUD Sardjito Yogyakarta sebulan sekali. Until kontrol-kontrol Hayyu memiliki kartu Bpjs, kendala yang dihadapi biaya obat yang tidak tercover bpjs setiap bulan sekitar Rp. 700.000,-. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk menebus biaya obat yang tidak dicover jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Turyani

Hayyu dinyatakan ada kebocoran ginjal


SUTARTO KHOERUL ANAM (23, Kanker Nasofaring), Alamat : Dusun Karang Cengis, RT 3 RW 5 Desa Purwodeso Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Mas Anam mulai merasakan sakit sejak Desember 2016, munculnya benjolan di leher, sama ke dua orang tua nya bapak Ngawin (54) dan periksa Ibu Ana Ningsihyati (45) ke RS PKU Muhamadiyah Sruweng Kebumen. Tidak kunjung sembuh kemudian periksa ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS PKU Muhammadiyah Gombong di diagnosa TB dan di terapy TB, Setelah berobat tidak ada perubahan di konsulkan ke dokter Spesialis THT, dilakukan biopsi hasilnya ditemukan tanda2 keganasan, saat ini mas Anam sudah dirujuk RSUD Margono Purwokerto disarankan kemoterapy, pada bulan Maret 2017 mulai kemoterapi selama 6 kali. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dan langsung bersilaturahmi. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk akomodasi dan transportasi ke rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Fikri

Pak Sutarto menderita kanker nasofaring


LILI LESMANA ADI (25, Seronegative Rheumatoid Arthritis), Alamat : Desa Pepe RT RW 1 Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Lilik adalah putra dari pasangan Bapak Bambang (53) dan Ibu Tini (49). Lilik adalah suami dari Siti Sundari (25) ibu rumah tangga. Awal mula sakit yang diderita Lilik adalah saat akan mudik lebaran, badan terasa panas dingin kemudian di priksakan ke dokter. Setelah meminum obat dari dokter, Lilik malah semakin parah dan di sertai bintik-bintik merah. Setelah dirasa belum ada perubahan diperiksakan ke dokter dan belum juga merasa baik. Dari hari ke hari semakin dirasa panas dan dingin di sekujur badan disertai kulit bersisik kemudian oleh pihak keluarga di bawa pulang. Setelah itu inisiatif keluarga dibawa ke RSUD Citro Wardoyo Purworejo. Setelah dirawat satu minggu kemudian kondisi membaik setalah itu di perbolehkan pulang. Namun jelang 3 hari saat subuh lutut terasa nyeri dan sakit teramat sangat sampai sekarang serta kadang menggigil sudah 1 bulan ini pihak keluarga binggung bagaimana cara membawa ke RSUD karna terhalang trasportasi dan keuangan. Orang tua Lilik yang bekerja sebagai buruh serabutan membuat beban keluarga semakin berat. Kondisi saat ini Lilik tidak bisa bergerak hanya duduk dan tiduran ditempat tidur kaki tidak dapat diluruskan karna sakit yang dirasakan. Alhamduilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi dan langsung bersilaturahmi. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Ato Asri

Lili menderita seronegative rheumatoid arthritis


SITI KHOTIMAH (51, TBC). Alamat : Kalimati RT 1 RW 2 Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sejak akhir tahun 2015, ibu Siti yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu rumah tangga mengalmi batuk yang tak kunjung reda. Karena batuk yang sudah beberapa hari tak juga hilang, beliau memeriksakan diri ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa bu Siti terjangkit TBC. Tidak hanya batuk yang mengganggu aktifitas keseharia bu Siti, terkadang beliau juga merasakan sesak pada saluran pernafasannya. Proses pengobatan dan perawatan yang selama ini dilakukan hanya mengandalkan sarana Puskesmas dengan menggunakan kartu KIS yang dimilikinya. Kondisi batuk dan sesak nafas yang semakin sering muncul membuat bu Siti tidak merasakan nyamannya beristirahat, menyebabkan kondisi fisik yang semakin melemah karena kurang tidur. Dengan adanya program obat gratis selama 6 bulan dari Dinkes membuatnya merasa sangat terbantu. Tumiran (51), suami bu Siti yang bekerja sebagai buruh tani, mengalami kesulitan dalam mengurus bu Siti dan keluarga. Selain tidak bisa fokus dalam pekerjaannya pun harus merawat bu Siti yang kondisinya masih belum pulih. Hingga kebutuhan hidup keluarga terkadang menunggu uluran tangan dari warga sekitar. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kabar tentang bu Siti dan keluarga merasa sangat mengerti bagaimana kesulitan yang mereka alami. Bantuan awal pun diberikan kepada keluarga yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pun untuk membantu akomodasi bu Siti dan keluarga yang mengantar berobat. Setelah menjalani proses penyembuhan, bu Siti sudah merasakan keadaan dan kondisi fisik yang semakin membaik, serta sudah dapat beristirahat dengan lebih nyaman. Semoga bu Siti dapat segera sembuh dan pulih seperti sediakal, dan dapat membantu suaminya kembali dalam mengurus rumah tangga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Kurniawan

Bu Siti terjangkit TBC


DIDIK RIYAWAN (26, Kanker Ginjal). Alamat : Kledung RT 1 RW 11 Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Sekitar satu tahun yang lalu perut Didik mulai membesar. Keanehan ini membuat orang tua Didik memeriksakannya ke RS Tjitrowardojo Purworejo. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Didik terkena kanker ginjal. Hasil pemeriksaan tersebut membuat Didik harus dirujuk ke RS Sardjito, Yogyakarta, dan harus dilakukan operasi pengangkatan sel kanker serta kemoterapi untuk membersihkan tubuh Didik dari kanker yang berada di ginjalnya. Karena pertumbuhan sel kanker yang semakin membesar pada ginjalnya, membuat saluran kencing Didik menjadi tergencet sehingga Didik mengalami kesulitan untuk membuang air seni. Untuk membantu proses pembuangan air seni, Didik dibantu dengan selang yang dipasangkan di kedua ginjalnya. Walauoun sudah dibantu selang yang terhubung ke ginjalnya, Didik kadang merasa kerepotan jika terjadi penyumbatan pada selang bantuan tersebut. Dan harus segera dibawa keRS untuk membantu melancarkan saluran air pada selang bantuan. Rusmin (60), ayah Didik yang pekerjaan sehari-harinya menjadi seorang buruh, serta Hartatik (50), kegiatannya sebagai ibu rumah tangga yang selalu mengurus keperluan Didik di rumah, merasa sangat membutuhkan pertolongan dalam proses penyembuhan dan perawatan Didik yang hingga saat ini belum juga mendaftar kemoterapi. Hal ini dikarenakan pengobatan selanjutnya yang akan dijalani Didik dengan menjalani kemoterapi 4 paket yang tidak termasuk tanggungan BPJS mandiri yang selama ini digunakan Didik untuk proses pengobatan. Bukan hanya biaya pengobatan yang tidak dicover BPJS, keluarga juga terkendala masalah akomodasi ketika Didik harus melakukan kontrol di RS Sardjito. Kurir-kurir Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan yang dialami Didik dan keluarga, dengan memberikan bantuan awal yang diharapkan bisa membantu proses pengobatan dan perawatan Didik, yang saat ini tengah dalam keadaan lemah dan hanya bisa berbaring lemas di tempat tidur. Semoga bantuan sedekaholic mampu mengantarkan Didik hingga memperoleh kesehatan dan kembali dapat berakfitas lagi.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Ngadiman Nurul

Didik terkena kanker ginjal


BUDIN BIN SURATMAN (57, Sinusitis). Alamat : Dusun Sumber Agung RT 02 RW 01, Desa Blimbing, Kec. Bruno, Kab Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Pak Budin terdeteksi menderita sinusitis ketika berobat di RS Tjitrowardojo, Purworejo. Seiring berjalannya waktu, penyakit yang diderita semakin parah hingga Pak Budin mengalami kesulitan untuk beristirahat, selain itu juga beliau juga merasakan penglihatannya yang semakin kabur. Hal ini menyebabkan setamina pasien yang semakin hari tidak menunjukkan perkembangan yang baik. Pun menyebabkan sakit kepala yang sering muncul. Menurunnya keadaan Pak Budin yang tengah menjalani rawat inap di RS, membuatnya mendapat rujukan perawatan lebih lanjut ke RS Sardjito, Yogyakarta. Karena terbatasnya informasi yang dimiliki pihak keluarga, meraka beranggapan bahwa proses pengobatan Pak Budin di Yogyakarta akan memakan biaya yang cukup besar. Walaupun sebelumnya, ketika berobat di RS Tjitrowardojo, untuk biaya pengobatan dan perawatan Pak Budin sudah menggunakan KIS. Adanya tanggungan pinjaman uang yang telah digunakan dalam pengupayaan kesembuhan bagi Pak Budin, membuat istrinya, Rubingah (55), yang hanya bekerja sebagai buruh tani, sangat merasa kesulitan. Terutama biaya akomodasi untuk mengakses sarana kesehatan yang jauh dari rumahnya dan akomodasi keluarga yang menemani pak Budin berobat. Bantuan awal dari #SedekahRombongan disampaikan para kurir kepada Pak Budin untuk meringankan biaya akomodasi keluarga yang menemani proses pengobatan dan perawatan Pak Budin. Dengan harapan, bantuan yang telah disampaikan para kurir dapat membantu Pak Budin memperoleh kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Ozzy Sinta

Pak Budin menderita sinusitis


MARWIYAH BINTI DALDIRI (41, Miom). Alamat : Dusun Droko, RT 3 RW 2 Desa Wonotulus Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Ibu 3 Anak ini, Semenjak tahun 2016 Mengalami sakit dibagian perutnya, Beliau pernah di periksakan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Purworejo, dan di diagnose penyakit Miom. Awalnya Ibu Marwiyah ini melakukan pengobatan secara medis ataupun herbal. Setelah Hari Raya Idul Fitri tahun 2017 lalu, Perut Ibu Marwiyah semakin membesar, Beliau di melakukan pemeriksaan di Puskesmas. Dengan fasilitas umum Ibu Marwiyah melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Tirtowardojo Purworejo, namun karena fasilitas Rumah Sakit yang belum lengkap , Dokter menyarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogayakarta. Istri dari Pak Daldiri ini, hanya sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 3 anak. Sedangkan Pak Daldiri sendiri hanya sebagai buruh tani. Dengan kondisi Ibu Marwiyah sekarang yang perutnya semakin membesar dan Dokter menyarankan untuk di Rujuk dan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Sarjito. Awalnya Ibu Marwiyah tidak memiliki BPJS, akhirnya disarankan oleh Dokter bahwa ibu Marwiyah harus membuat Kartu BPJS secara mandiri. Untuk kemudahan ibu Marwiyah sendiri karena pengobatan untuk penyakitnya yang jangka panjang, daripada beliau harus menggunakan fasilitas umum dengan biaya yang mahal. Akhirnya beliau membuat BPJS secara mandiri. Beliau di melakukan pendaftaran BPJS secara mandiri pada tanggal 8 agustus 2017. Setelah 14 hari untuk pertama kalinya beliau membayar iuran sebesar Rp 127.500, dan kartu BPJS nya langsung di aktifkan pada tanggal 22 Agustus 2017. Tidak Hanya terkendala karena tidak memiliki kartu BPJS untuk pengobatan jangka panjangnya, Ibu Marwiyah juga terkendala di biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta kebutuhan sehari hari. Akhirnya beliau di pertemukan oleh Tim Sedekah Rombongan dan mau di damping sehinggah untuk urusan transportasi ke Rumah Sakit Sardjito beliau di Antar oleh Kurir Sedekah Rombongan. Harapan kami, tidak hanya keluarga dan Tim semoga ibu Marwiyah mampu melakukan aktifitasnya kembali karena perut yang semakin membesar menghambat aktifitasnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Emi Didit

Bu Marwiyah di diagnose penyakit Miom


MUHAMMAD AFFANDY, (2, Benjolan di Kepala Bagian Belakang), Alamat : Gemawang RT 1 RW 4 Desa Watuduwur Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Adik kecil satu ini kerap di panggil dengan sapaan dek Affan. Dek Affan sudah mengalami benjolan di kepala di bagian belakang sudah sejak lahir. Sampai sekarang, dek Affan kesulitan untuk tidur terletang, karena jika benjolanya terkena alas tidurnya dek Affan pasti menangis kesakitan. Jalan satu-satunya dek Affan harus tidur miring untuk menghindari terkena sentuhan. Sebenarnya sewaktu Affan berobat pernah disarankan untuk melakukan proses bedah terhadap benjolan di bagian kepala belakangnya, namun karena keterbatasan biaya makanya tak kunjung dilakukan. Dek Affan adalah putra dari pasangan Ahmad Pawit dan Ibu Wahyuni. Bapaknya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Keluarga sudah berusaha keras untuk pengobatan putranya tapi karena keterbtasan informasi dan minimnya dana maka tak kunjung di lakukan. Kedua orang tua dek Affan memang memiliki PBI/JKN-KIS, tapi untuk dek Affan sendiri belum memiliki, sedangkan satu satunya Jaminan Pelayanan Kesehatan yang dibawa hanya SKTM yang di terbitkan dari Desa dan di ketahui pihak Pemerintah Kecamatan Bruno. Tidak hanya terkendala oleh Biaya namun keluarga juga terkendala dalam Transportasi dan Akomodasi untuk berobat ke RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Untuk saat ini pengobatan Affan pun tertunda karena keluarga sudah tidak punya biaya lagi, dan keluarga pun terjerat hutang dengan pihak lain. Keluarga sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita tidak hanya dari Tim Sedekah Rombongan sendiri, namun bantuan dari mana saja yang tergerak hatinya untuk membantu Affan dan Keluarga sangat ditunggu., Affan mampu melanjutkan proses pengobatannya dan tidak merasa terganggu dengan ada benjolan di bagian kepalanya Sehingga dia mampu beraktiftas kembali dengan teman teman sebayanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Ozzy

Dek Affan sudah mengalami benjolan di kepala di bagian belakang


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Inventaris,DP Biaya Balik Nama Kendaraan). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan 2 Purworejo, biasa dijulukin si Silver digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Juni 2017 – Sepember 2017, MTSR 2 Purworejo melakukan Proses Balek Nama kendaraan ke nama Sedekah Rombongan. Semoga dengan nama Sedekah Rombongan di STNK, MTSR 2 Purworejo dapat membantu Dhuafa yang sedang ikhtiar berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

DP biaya balik nama kendaraan


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Seperti bulan lalu, bulan inipun Daffa chek up rutin ke poli kulit kelamin dan poli anak. Karena jadwal chek up ke poli kulit kelamin dan ke poli anak tak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka terpaksa dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Apalagi bulan ini kondisi fisik Daffa sempat menurun karena terserang flu, batuk dan pilek. Berat badan juga mengalami penurunan karena Daffa juga berkurang nafsu makannya. Daffa juga diberi beberapa resep obat dan vitamin, hanya saja sebagian besar tak tercover BPJS dan harus beli diapotek luar RS. Untuk perawatan kulitnya, tetap disarankan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Syaraf motoriknya juga berfungsi dengan normal. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.429.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Daffa menderita kelainan kulit


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak karena kondisi jantung kembali mengalami penurunan. Jika biasanya Farid chek up ke kardio anak sebulan sekali, untuk bulan ini Farid semingu sekali harus chek up ke poli kardio anak. Tak hanya itu, karena sering mengalami penundaan di poli bedah anak, bulan ini Farid kembali jalani chek up rutin ke poli bedah anak. Sayangnya jadwal poli anak dan poli bedah anak bukan di hari yang sama artinya dalam seminggu kadang Farid harus ke RS dua kali dalam seminggu. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.682.700,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita kebocoran jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Bulan ini Pak Dalimin sudah bulan ketiga menjalani terapi obat kemoterapi, dan bulan depan dijadwalkan jalani test USG untuk diobservasi. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni dijadwalkan konsultasi dengan beberapa dokter dispecialist. Jadwalnya pun tak dalam hari yang sama dan jadwalkan di minggu yang berbeda. Artinya dalam sebulan ini Bu Katni harus bolak balik ke RS. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan jadwalkan di minggu yang berbeda pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katmi menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Setelah bulan lalu jalani operasi, bulan ini pak Suradi rutin jalani chek up untuk observasi pasca operasi seminggu sekali. Rencananya akan dilakukan MRI ulang setelah tindakan operasi bulan lalu. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Apalagi selama operasi ini Pak Suradi berhenti bekerja. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan julah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.850.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia hampir 2 tahun Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus, Fatih mulai bisa duduk bahkan belajar merangkak. Untuk terapi lanjutan, Fatih akan jalani terapi wicara karena memang mengalami keterlambatan bicara. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp 1.397.600,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh. Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Pasca jalani operasi, sempat dinyatakan membaik, dan disarankan membeli kacamata, ternyata Bu Tini merasakan ada keluhan lagi dimatanya. Hal ini ternyata disebabkan karena Bu Tini tak memakai kacamata setiap hari. Rencananya Bu Tini mau dikonsuklan ke dokter specialist saraf. Sangat disayangkan memang, karena Bu Tini harus kembali bolak-balik ke RS lagi. Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan. Semoga saja Bu Tini bisa segera menjemput kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 1.810.300,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan perban pun belum boleh buka. Seperti rencana bulan lalu, bulan ini Bu Warsi akhirnya disarankan jalani operasi ulang. Setelah semua prosedur opersi lengkap terpenuhi, akhirnya bulan ini Bu Warsi jalani operasi ulang untuk menghilangkan benjolan lain di matanya. Operasi berjalan lancar dan saat ini sedang dalam masa pemulihan dan rutin jalani medikasi. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.723.400,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu Warsi menderita tumor mata


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat.Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya.Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat. Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Setelah dua bulan hampir 20 kali bolak-balik ke RS, akhirnya Pak Sokarto bisa jalani operasi pengangkatan tumor kulit di sekitar matanya. Operasi tak hanya dilakukan satu kali. Seperti kita ketahui sebelumnya, ada 3 dokter specialist yang menangani operasi Pak Sokarto. Selain operasi pengangkatan jaringan tumor, juga operasi mata dan untuk tahap terakhir dilakukan operasi penambalan kulit. Saat ini Pak Sokarto masih dirawat di RS mengingat rangkaian operasi yang dijalani. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.700.000,00
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds. Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi.Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya.Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini.Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan.Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Bulan Juli ini akhirnya Sandra berangkat lagi ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan. Sekitar kurang lebih satu minggu kemudian Sandra menjalani operasi lanjutan. Untuk pemulihan dan perawatan pasca operasi Sandra membutuhkan salep racikan khusus yang tak tercover BPJS, itupun harus lewat pemesanan khusus dan harus menunggu satu minggu. Hasil dari pemakaian saleb ini akan di obsevasi selama 3 bulan. Jika tak maksimal hasilnya, Sandra disarankan jalani laser dan lagi-lagi biayanya tak tercover BPJS. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasandan tak menentu, sementara ibunya Sandra Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Sandra mengalami luka bakar


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Dan bulan ini karena ada masalah dengan kondisi Rengga, terpaksa chek up dilakukan lebih cepat dari jadwal biasanya. Melihat kondisinya yang memang cukup mengkhawatirkan rencananya bulan depan Rengga akan jalani Exco. Bahkan tak mentup kemungkinan Rengga akan di rujuk ke Jakarta untuk jalani operasi jantungnya. Artinya bakal membutuhkan biaya yang lebih banyak lagi. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 1.541.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 26 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk biaya operasional RSSR Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan: Rp. 13.000.000,-
Tanggal: 5 September 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1037. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah stabil, control rutin di rs persahabatan masih terus dilakukannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 September 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Sayekti menderita TBC


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi mata Mahira sudah tidak menguning, namun gizinya masih dalam kondisi buruk. Mohon doa untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Mahira menderita Atresia Billier


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk membeli vitamin kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


DIVA LIANSYAH (14, Jantung Bocor). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva masih lemas dan masih dalam perawatan team dokter di gedung A RSCM Jakarta. Mohon doa untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik

Diva menderita gangguan jantung bocor


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan biaya akomodasi ke rumah sakit disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Kondisi bapak Alex masih rutin melakukan control rutin di RSUD Koja Jakarta Utara, sementara tangan kanannya masih belum bias digerakkan. Mohon doa untuk kesembuhannya

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 September 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Bang Alex menderita Stroke


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat : Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian dan biaya membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1037. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan kondisi bapak Hasanudin masih lemas terkadang seluruh tubuhnya merasa sakit apabila sedikit tersentuh, untuk tindakan medis selanjutnya direncanakan akan melakukan tindakan penyinaran kembali. Mohon doa untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @wirawiri @endangnumik

Pak hasanudin menderita sakit kanker Nasofaring


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Alhamdulillah kondisi luka pada kaki bapak Wahidin mulai sembuh tinggal bagian tengah masih proses penyembuhan, untuk tindakan medis selanjutnya direncanakan control ke poli syaraf karna jari kaki belum bergerak.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

apak Wahidin dinyatakan menderita diabetes melitus


SYAKILA CHOIRUNNISA (4, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin. Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Kondisi Syakila mulai membaik walaupun ingatannya belum sembuh total namun sudah mulai bisa berinteraksi, Alhamdulillah.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Syakila terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus)


SILVA NADILA (3,5. Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari untuk Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025. Minggu yang lalu sempat mengalami sesak nafas dan langsung dilarikan ke RSUD Cengkareng, setelah normal pasien diminta control rutin setiap 1 minggu sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Agustus 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan hydrocepalus


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 19 & 20 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-6. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, saat ini sudah berjalan tahun ke-3 dan sudah memasuki volume yang ke-19 dan ke-20. MTL Volume 19 terbit di bulan Juni 2017, sementara MTL Volume 20 terbit di bulan berikutnya yaitu bulan Juli 2017. MTL Volume 19 mengangkat Liputan Khusus: ‘Sedekah Mengantar Umrah’. Sementara MTL Volume 20 mengangkat Liputan Khusus: “Manyapa Dhuafa di Perbatasan Kaltara”. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, ada rubrik Aku Ingin Sembuh, Pantang Menyerah, Terus Bergerak, dan sebagainya, silakan menyimak. Volume 19 dicetak sebanyak 940 eksemplar dan Volume 20 dicetak sebanyak 1.000 eksemplar. MTL didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL dibagikan secara cuma-cuma dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Proses produksi masing-masing volume majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 7.000.000,- untuk biaya cetak. Sehingga untuk mencetak dua volume majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 14.000.000,-. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 1038 Rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 14.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ANITA AGUSTINA 750,000
2 SUNITI ALI 500,000
3 ERNA BINTI KARYA SUTISNA 500,000
4 SUHARSONO TARUNA 750,000
5 SALAM HASAN 750,000
6 SITI NURSIYAH 500,000
7 ABDULLAH SANJAYA 500,000
8 RENDRA MITRA 500,000
9 ROHMANI NUR FAJRIAH 500,000
10 CUCUN CUNAYAH 1,000,000
11 SUGISO BIN ARJO 2,000,000
12 BIMA ARKA SINATRYA 500,000
13 KADINEM BINTI KERTOREDI 500,000
14 SUMARNI BINTI HARJO SENO 1,000,000
15 MARTINI BINTI YADI 500,000
16 RIKA ANA SALSABILA 1,000,000
17 MESNAN BIN SUROREJO 700,000
18 WINDARTI BINTI KASNI 500,000
19 AJI PANGESTU BIN  DAMIN 500,000
20 REZA TRI ANDIKA 500,000
21 AGUSTINA RAHAYU BINTI SARBINI 1,000,000
22 SIBUN BIN SIRIN 1,000,000
23 NURYADI BIN SUPARMIN 500,000
24 MTSR MAGELANG 3,483,000
25 HAYYU WAHYUNINGTIAS BIN AHMAD  RIYANTO 500,000
26 SUTARTO KHOERUL ANAM 500,000
27 LILI LESMANA ADI 500,000
28 SITI KHOTIMAH 500,000
29 DIDIK RIYAWAN 2,000,000
30 BUDIN BIN SURATMAN 500,000
31 MARWIYAH BINTI DALDIRI 500,000
32 MUHAMMAD AFFANDY 800,000
33 MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 2,000,000
34 JANUAR DAFFA MAULANA 1,429,000
35 FARID ABDULLAH 1,682,700
36 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,500,000
37 KATNI JARTO 1,500,000
38 SURADI BIN SONO KARTO 1,850,000
39 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 1,397,600
40 TINI BINTI NGATMAN 1,810,300
41 WARSI BINTI KROMOREJO 1,723,400
42 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,700,000
43 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,000,000
44 RENGGA PUTRA PRATAMA 1,541,000
45 RSSR JAKARTA 13,000,000
46 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
47 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
48 AGIH PRIYANTO 1,000,000
49 DIVA LIANSYAH 500,000
50 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
51 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
52 WAHIDIN MUHAMMAD 500,000
53 SYAKILA CHOIRUNNISA 500,000
54 SILVA NADILA 500,000
55 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 19 & 20 14,000,000
Total 78,867,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 78,867,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1052 ROMBONGAN

Rp. 55,010,535,622,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.