Rombongan 1050

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on September 17, 2017

M SHODIQIN, (17, Syaraf Terjepit) Alamat Dusun Mangar RT/RW 017/005, Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Shodiqin biasa ia panggil. tahun 2012 saat bermain bola jatuh terpelanting dan bahunya membentur tanah dengan keras. tidak ada tindakan medis, yang dilakukan hanya dibawa ke tukang urut biasa. setahun kemudian mulai terlihat akibat jatuh itu dengan tidak berfungsi normal tangan dan kaki sebelah kanan. berjalan diseret tangan juga kaku susah dibuka. sebulan belakangan bertambah lagi sakitnya Shodiqin merasakan ngilu luar biasa dari tangan sampai kaki. dibawalah ke RS Waluyo Jati untuk dilakukan Rontgen dan hasilnya dijelaskan seperti di gambar hasil Rontgen. dokter menyarankan agar melanjutkan pengobatan di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pengobatan lebih lanjut. Karena keluarga Shodiqin berasal dari keluarga tidak mampu / dhuafa pengobatan tidak dilanjutkan. Selang satu minggu Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan adik Shodiqin di tempat tinggal beliau yang terbaring lemas. Dan saat ini adik Shodiqin sudah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pengobatan mulai dilakukan di RSUD Dr. Soebandi Jember. alhamdulillah tanggal 10 Agustus 2017 Shodiqin menjalani tindakan Operasi. Dan saat ini hanya menjalankan Kontrol rutin seminggu sekali untuk melihat perkembangan adik Shodiqin. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Shodiqin, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan Santunan. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Shodiqin dan dapat kembali sembuh seperti diakala, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 774.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Shodiqin menderita syaraf terjepit


AHMAD ALDIANSYAH ABIDIN, (7, Celebral Palsy) Alamat Dusun Wetan Kali RT/RW 003/011, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Aldi biasa ia sebut, Aldi adalah seorang anak yang mengalami Celebral Pasly sejak lahir. Celebral Pasly adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Kesehariannya hanya bisa duduk dan terbaring lemas di tempat tidurnya, dan Aldi adalah anak dari pasangan Bapak Buamar (54) dan Ibu Sunarsih (52) yang berprofesi Ibu Rumah tangga. Bapak Buamar bekerja sebagai penarik becak kayuh di pasar balung yang penghasilannya tidak menentukan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomarsi dari warga setempat bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Aldi untuk bersilahturahmi dan adik Aldi benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang 1 jam Kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Aldi. Santunan yang diberikan alat bantu Kursi Roda. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Aldi untuk beraktivitas sehari-harinya dan Semoga Santunan yang diberikan para sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Aldi mengalami Celebral Pasly sejak lahir


ABDUL ROHMAN, (12, Celebral Palsy) Alamat Dusun Krajan Lor RT/RW 001/001, Desan Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Rohman adalah seorang anak yang mengalami Celebral Pasly sejak lahir. Celebral Pasly adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Rohman adalah anak dari pasangan Bapak Edy Sampurno (54) dan Ibu Juairiyah (52) yang berprofesi Ibu Rumah tangga. Bapak Edy bekerja sebagai buruh serabutan di desanya yang penghasilannya tidak menentukan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomarsi dari warga setempat bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal adik Rohman untuk bersilahturahmi dan adik Rohman benar-benar dari keluarga tidak mampu. Selang 1 jam Kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rohman. Santunan yang diberikan alat bantu Kursi Roda. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Rohman untuk beraktivitas sehari-harinya dan Semoga Santunan yang diberikan para sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Abdul mengalami Celebral Pasly sejak lahir


REZA ASFAHANY LUTHFYANSYAH, (4, Hernia) Alamat Dusun Kebonsari RT/RW 003/010, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. dik Reza menderita Hernia sejak lahir. Dan Hernia yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Riko masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Reza mengalami kesakitan di bagian alat kelaminnya. Dan akhirnya oleh pihak keluarga langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang di derita adik Reza. Dokter menyatakan adik Reza mengalami penyakit Hernia yang harus segera dirujuk ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai dirumah sakit Dr. Soebandi Jember Dokter menyatakan segera di Operasi supaya rasa sakit yang dialami adik Reza tidak semakin parah, karena kondisi perekonomian tidak memungkinkan untuk melanjutkan pengobatan, Akhirnya pengobatan adik Reza tertunda. Tak lama kemudian ada salah satu teman menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa tentang keadaannya adik Reza. Segera Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi untuk mensurvey keadaan adik Reza. dan kemudian dibantu pengurusan pembuatan BPJS mandiri kelas III, Akhirnya adik Reza bisa melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember, Dokter menyatakan adik Reza segera di Operasi. Adik Reza anak dari pasangan Bapak Qomarudin (45) dan Ibu Marwiyah (36) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Bapak Qomarudin (45) ayah dari adik Reza bekerja sebagai Kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Reza, Santunan yang diberikan sebagai pembayaran Iuran BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Reza dan semoga santunan yang diberikan mandapatkan ganti berlimpah ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April, 8 Mei, 8 Juni, 5 Juli, 9 Agustus 2017 ( Akumulasi )
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Reza menderita hernia sejak lahir


MARYAMAH BINTI SANOM, (38, Benjolan DI Leher Rahim) Alamat Dusun Wonowiri RT/RW 001/014, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Maryamah ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Maryamah. Setelah Ibu Maryamah diperiksa diagnosa mengalami benjolan di leher rahim dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Maryamah di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk Kontrol rutin, Ibu Maryamah memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Maryamah ini seorang janda yang tinggal di rumah yang berdinding kayu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Curahnongko bahwa Ibu Maryamah memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Maryamah untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Maryamah. Santunan yang diberikan untuk Uang Saku. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Maryamah dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Maryamah mengalami benjolan di leher rahim


SUTIKNO BIN ARMAN, (58, Asites) Alamat Jl. Singosari RT/RW 001/039, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Sutikno adalah seorang pekerja kuli Bangunan saat beliau masih sehat, dan setelah tujuh bulan berlalu beliau mengalami sakit kembung, sulit buang air kecil dan air besar. setelah itu hari demi hari Bapak Sutikno lewati sakit yang dialami beliau perutnya semakin membesar dan mengakibatkan kesakitan pada perutnya oleh pihak keluarga langsung membawanya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui sakit yang dialami beliau. Setelah sampai di Dr. Soebandi Jember Bapak Sutikno di CT-SCAN dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Sutikno mengalami Asites. Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut, Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik). Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme. Bapak Sutikno memiliki bekal Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya selama beliau masih dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Bapak Sutikno memerlukan bantuan dampingan selama pengobatan berlanjut karena berasal dari keluarga tidak mampu / dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal beliau dan beliau benar-benar dari keluarga kurang mampu yang layak untuk dibantu. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Sutikno. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Sutikno.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017 dan 14 Agustus 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bapak Sutikno mengalami Asites


RAHMATULLAH BIN ZAINAL, (34, Kecelakaan Kerja) Alamat Dusun Gluduk RT/RW 006/004, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Enam tahun lalu Rahmatulla mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ia terjatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah. Kondisi itu menyebabkan ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Setelah tiga tahun kemudian kaki Rahmatullah kian membusuk karena tidak ada tindakan medis sejak beliau mengalami kecelakaan kerja. Setelah itu oleh Ibunya Buk Nami (57) Rahmatullah dilarikan ke Puskesmas terdekat usai selesainya pembuatan JKN-KIS NON PBI Kelas III Mandiri. untuk tindakan pemeriksaan secara medis dan oleh pihak Puskesmas menyarankan Rahmatullah di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember Rahmatullah diperiksa dan diagnosa Dokter menyatakan bahwa Rahmatullah mengalami Osteomielitis Kronis, Osteomielitis Kronis adalah infeksi tulang yang disebabkan oleh bakteri. Yang harus menjalani Operasi pada Kaki Rahmatullah, karena keterbatasaan biaya Rahmatullah tidak melanjutkan pengobatannya hingga sakit yang dialaminya selama enam tahun. Kaki Rahmatullah yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang untuk biaya CT-Scan, Check Lab, dan alat medis habis pakai, dll yang di Luar tanggungan BPJS. Kondisi Rahmatullah kini masih dalam posisi tidak normal dan luka yang membusuk di kaki beliau. Rahmatullah hanya bisa duduk dan tidur saja. Saat ini Rahmatullah tinggal bersama Ibu Nami (57) yang berprofesi sebagai tukang pijat dan Bapak Zainal (62) yang bekerja sebagai buruh tani, penghasilan orang tua Rahmatullah hanya mampu untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan oleh Rahmatullah yang terbaring lemas di tempat tidurnya, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke rumah sakit Paru Jember untuk pemeriksaan awal karena luka yang dialami Rahmatullah semakin serius. Setelah pemeriksaan Check Lab dan CT-Scan dan Kontrol setelah dua minggu Rahmatullah dijadwalkan Operasi pada Tanggal 13 Juni 2017 yang intinya untuk merekontruksi pembuluh darah arteri dan vena yang bergabung menjadi satu akibat kecelakaan kerja maka dari itu dilakukan operasi pemasangan pembuluh darah sintetis dengan harapan aliran darah arteri dan vena kembali normal seperti sediakala. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rahmatullah. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran biaya rumah sakit, Akomodasi paska Operasi dan pembelian obat diluar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Rahmatullah dan dapat menghasilankan kesembuhan seperti sediakala, Amin. Dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 5.751.500,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Rahmatulla mengalami kecelakaan kerja saat berkebun


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1046

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


JATIMA BINTI DAHLAN (33, Ca Mamae). Alamat : Dusun Jagul, RT15/3, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika bulan Februari 2017, Ibu Jatima merasakan adanya benjolan di payudara kanannya, akan tetapi pada saat itu ibu Jatima tidak mau memeriksakan benjolannya dikarenakan benjolannya tersebut masih kecil dan tidak terasa sakit. Setelah dibiarkan beberapa bulan, benjolan di payudara kanannya semakin membesar dan terasa sakit, pada akhirnya Ibu Jatima mau memeriksakan benjolan tersebut dengan melakukan biopsi dan hasilnya Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan dan kankernya sudah menjalar ke ketiak, Ibu Jatima memiliki KIS PBI, Ibu Jatima melakukan pemeriksaan bertahap dan Operasi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Rabu 23 Agustus 2017, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor sudah terangkat. Keseharian Ibu Jatima yaitu Ibu Rumah Tangga yang mempunyai 1 anak kelas 4 SD, sementara itu suami beliau bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya tidak menentu terkadang menganggur jika tidak ada pekerjaan pembangunan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Ibu Jatima dan keluarganya untuk biaya transportasi dan biaya keperluan selama opname di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan sebelum dan sesudah operasi, Semoga Ibu Jatima diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas. Aamiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Firly Jheje

Ibu Jatima divonis kanker payudara kanan


SAIFULLAH BIN MAT RUDI (18, Skizofrenia). Alamat: Dusun Sentolan, RT 11/2, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Saifullah punya keinginan untuk menikah 3 tahun yang lalu, tapi orang tua belum merestui karena usianya masih muda dan masih duduk dibangku SLTP kelas 8. Akibat sering dapat gonjlokan dari teman-teman sekelasnya, Saifullah menjadi minder dan sering menyendiri. Semakin hari kondisi Saifullah semakin buruk ingatannya dan pada akhirnya mengalami depresi berat. Pihak keluarga berusaha mengobati Saifullah baik medis dan non medis, bahkan yg terakhir bulan Mei 2017 dibawa ke salah satu kyai yang sudah biasa menangani anak depresi berat dan di sarankan untuk dirawat dengan dua jalur. Saifullah selalu teriak teriak diwaktu malam, pihak keluarga sangat khawatir dengan keadaannya yang sekarang. Tapi karena tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, maka pihak keluarga hanya merawat dan dirumah saja. Tanggal 20 maret 2017 Kurir Sedekah Rombangan menemui Keluarga Saifullah dengan maksud ingin mengetahui kondisi Saifullah dan ingin membantu dalam proses pengobatannya. Keluarga menyambut tawaran dari Kurir Sedekah Rombongan dengan senang hati dan berterima kasih karena mau membantu Saifullah. Tanggal 17 Mei 2017 Kurir Sedekah Rombongan Membawa Saifullah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk berobat dan mendapat terapi kejiwaaan. Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombonga 1024 untuk biaya transportasi dan pengobatan Saifullah. Kondisi terkini pasca perawatan 1 bulan dari RSJ Menur Surabaya, Alhamdulillah kondisi Saifullah lebih baik, Saifullah tidak teriak teriak lagi ketika malam, sedikit-sedikit sudah mulai bisa diajak berbicara meskipun hanya dengan pihak keluarga, berat badan bertambah karena nafsu makan meningkat. Saifullah masih dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin tiap bulannya ke RSJ Menur Surabaya, semoga kedepannya kondisi Saifullah semakin membaik. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan kondisi kejiwaannya dan bisa normal kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2017
Kurir: @vanmadura Roni Yubayyin Nuris Ainul Wulan

Saifulloh menderita skizofrenia


HOSIAH BINTI TABI’IN (30, Epilepsi + Diabetes Melitus + Luka Ganggren + Fraktur Tangan Kanan). Alamat: Dusun Masaran, Desa Togubang, Kecamatan Gegger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Orang tua ibu Hosiah (Misnati, 62) mengatakan anaknya sakit semenjak usia 12 tahun, saat itu anaknya mengalami demam tinggi, karena keluarga tidak tahu cara penanangan yang tepat, akhirnya Hosiah dibawa berobat secara tradisional selama 4 bulan, namun pengobatan tradisional yang menjadi pilihan keluarga saat itu, tidak membuahkan hasil, demam yang dialami hosiah tidak kunjung turun, akhirnya gejala lain pun muncul, Hosiah mengalami kejang-kejang sepanjang waktu, terkadang waktu mengambil air ke kamar mandi kejangnya muncul, berkali-kali Hosiah terjatuh karena kejangnya tersebut. Hal ini terjadi karena tidak ada yang menjaga Hosiah pada waktu itu, ibu Misnati terpaksa meninggalkan Hosiah sendiri karena jika tidak demikian, tidak ada yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pada suatu waktu Hosiah terjatuh dan membuat tangan kiri patah, keluarga kebingungan pengobatan yang tepat untuk mengatasi penyakit hosiah, pada akhirnya karena tidak mendapatkan penanganan medis akhir tangan kiri Hosiah tidak bisa digerakan. Tidak hanya itu saja karena terlalu lama berada dikasur, dan sudah lama tidak digerakkan betis Hosiah? mengalami kekakuan sehingga membuatnya tidak bisa berjalan tegap seperti orang normal, tidak hanya itu, terdapat luka yang lebar di betis kanan Hosiah. Atas saran dari bidan setempat, keluarga membawa Hosiah ke rumah sakit umum Lukas Bangkalan, setelah mendapat penanganan medis dirumah sakit kondisi Hosiah mulai mengalami perkembangan namun tidak signifikan, dokter mendiagnosis Hosiah epilepsi dan memvonis epilepsi yang dialaminya tidak akan sembuh. Selang beberapa minggu kejang Hosiah kambuh, dan sejak saat itu sampai usia 30 tahun, Hosiah mengalami kejang beberapa kali dalam sehari. Pada saat usia 28 tahun, Hosiah menderita kencing manis dan terdapat luka di ibu jari kaki kanan Hosiah, karena tidak mendapatkan perawatan luka pada saat itu, terjadilah infeksi yang pada akhirnya ibu jari kaki Hosiah diamputasi di rumah sakit umum. Saat ini Hosiah banyak menghabiskan waktunya ditempat tidur, merasakan lemas, kejang-kejang, tangan kirinya tidak dapat digerakkan, kaki kanannya juga yang masih nyeri. Karena penyakit diabetes yang dialami, Hosiah kini meminum obat untuk menurunkan kadar gula darahnya. Ibu Misnati hanya bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu Hosiah belum memiliki kartu jaminan kesehatan apapun namun harus membeli obat penurun gula darah, dan nasi jagung yang harus dimakan oleh Hosiah. Sementara itu untuk kebutuhan sehari-hari, ibu Misnati kerja serabutan, penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan keluarga. Alhamdulillah dengan informasi dari salah satu kurir Sedekah Rombongan melakukan survey dan memberikan sedikit bantuan dana untuk membantu mengurangi beban biaya membeli obat penurun gula darah dan diet nasi jagung. Semoga Hosiah di berikan kesembuhan oleh Allah SWT, serta semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Syaroni

Bu Hosniah menderita epilepsi + diabetes melitus + luka ganggren + fraktur tangan kanan


HERMAN BIN YUM (54, Stroke). Alamat : Dusun Berkongan Utara, RT 5/9, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak Herman yang mengidap penyakit stroke dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan selama tiga hari tidak mengalami tanda-tanda perkembangan untuk sembuh, dikarenakan penyakit stroke yang dialami Pak Herman ini bisa dikatakan sudah lama, kurang lebih tujuh bulan semenjak pulang merantau dari Malaysia. Berbagai cara pengobatan dilakukan Pak Herman baik secara medis maupun non medis untuk bisa sembuh, namun stroke yang bisa dikategorikan parah ini susah untuk sembuh total. Anak perempuan tertua Pak Hermanlah yang rela merawat serta menjaga setiap waktu. Anak tertua inilah yang saat ini menjadi tulang punggung dalam keluarga . Hasil pekerjaan buruh lepas tak cukup untuk biaya berobat Pak Herman, bahkan untuk makan sehari-hari saja pun tidak mencukupi. Mengingat kondisi Pak Herman dan keterangan yang didapat dari segi medis, penyakit stroke yang diderita Pak Herman tidak ada harapan lagi. Akhirnya, Pak Herman yang awalnya merupakan pasien dampingan akan dirubah menjadi pasien sikat lepas. Jaminan kesehatan yang digunakan Pak Herman adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama pengobatan di RSUD Pamekasan. Sedekah Rombongan memberi santunan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Pak Herman yang mengidap penyakit stroke


FARIDA BIN MOHAMMAD (45, Parkinson). Alamat: Dusun Somalang, RT 8/3, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Farida adalah seorang wanita paruh baya yang mengalami penyakit langka, sekujur tubuh mengalami gatal-gatal dan disertai tubuh gemetaran. Setelah satu tahun lamanya penyakit ini sehingga beliau memeriksakan kondisinya ke salah satu dokter spesialis saraf di pamekasan dan dari hasil pemeriksaan dinyatakan ibu Farida mengalami gangguan saraf/Parkinson. Beliau diberikan lima jenis obat, setelah obat hanis beliau harus kontrol secara berkala, penyakit yg di derita ibu Farida ini sudah berjalan 14 (empat belas) tahun lamanya sehingga penyakitya ini menjalar ke anggota badan lainnya yaitu jari-jari tangannya mengalami luka bengkak disertai nanah, sudah terhitung 4 bulan lamanya penyakit yang menjalar ke anggota badan lain ini .Ibu Farida yg tidak mampu pergi kontrol dan membeli obat akhirnya hanya berbaring, hasil menjual itik dan ayam kampung tak bisa memenuhi permintaan dokter yg mengharuskan pergi kontrol dan membeli obat secara berkala. Kontrol pertama di Rumah Sakit Umum Pamekasan memberikan hasil yang positif dan terakhir kontrol ke RSUD Pamekasan pada Bulan Juli. Dari hasil kontrol Bulan Juli kondisi Ibu Farida semakin membaik, penyakit gatal-gatalnya mulai hilang namun untuk gemetarnha masih dirasakan Ibu Farida sehingga Dokter masih menyarankan untuk tetap mengonsumsi obat khusus menyembuhkan gemetarnya ini. Sedekah Rombongan memberi santunan berupa uang saku untuk kontrol ke RSUD Pamekasan dan pembelian obat gemetarnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Monir

Ibu Farida mengalami gangguan saraf/Parkinson


ASIFATUR RAMADANI (2, Cacat Wajah). Alamat : Dusun Lembenah, RT 7/6, Desa Telambeh Timur, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Sifa, biasa dia dipanggil terlahir cacat sejak lahir. Saat itu ibu Subaidah, sang ibu melahirkan secara normal di rumahnya tanpa bantuan bidan ataupun dukun. Wajah sifa cacat, tidak ada tulang hidung namun lubang hidung ada, juga tidak ada bibir. Hingga saat ini umur 2 tahun, tumbuh kembang Sifa tidak seperti anak seusianya. Sifa belum bisa merangkak dan duduk sendiri sehingga di umur 2 tahunnya Bu Subaidah harus terus menggendong Sifa. Ia juga jarang tidur, tidurnya hanya sekitar 1 jam. Sifa memiliki kakak perempuan berumur 5 tahun yang menderita tuli. Pak Asnawi, sang bapak tidak pernah membawa Sifa ke rumah sakit. Pak Asnawi yang bekerja sebagai petani terlihat pasrah dengan keadaan putrinya. Selain karena alasan ekonomi yang tidak mencukupi, pihak keluarga besarnya menganggap kejadian ini anugerah dari Tuhan yang tidak perlu diobati. Saat ini untuk kebutuhan nutrisinya, sifa mengkonsumsi susu formula. Ketika kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan, pak Asnawi terlihat sumringah sekali. Santunan tersebut akan dibelikan kebutuhan Sifa, seperti susu formula dan popok bayi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Teje Lika Sri

Sifa terlahir cacat sejak lahir


SURBIYEH BINTI SARNIDIN (46, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Trecet, RT 8/9, Desa Tobei, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Pada mulanya Surbiyeh merasakan nyeri pada payudara sebelah kiri, karena khawatir rasa nyeri yang tidak mereda dan sakitnya yg semakin terasa akhirnya pada tahun 2012 Surbiyeh pulang ke Indonesia setelah 7 tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia. Surbiyeh sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa beliau menderita kanker payudara. Pada tahun 2014, Surbiyeh mengalami sakit di kakinya, sempat dipijet dan sekarang berjalan dengan bantuan tongkat. Namun sayang, Surbiyeh lebih memilih pengobatan alternatif karena takut medis. Surbiyeh yang belum berkeluarga ini memenuhi kebutuhannya sebagai petani. Ketika kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan, Surbiyeh terlihat terharu. Santunan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan berobatnya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Teje Lika

Bu Surbiyeh menderita kanker payudara


SHOFIA BINTI NIHALI (14, Cacat Mental). Alamat : Dusun Tobei Tenga, FRT 8/3, Desa Crecet, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Shofia secara fisik terlahir sehat namun pada umur 2 tahun belum bisa berjalan, saat berumur 3 tahun diperiksakan ke rumah sakit dan dirawat selama 1 minggu, menurut dokter yang menanganinya, shofia menderita cacat mental. Dalam masa perkembangannya, kaki shofia mengecil sehingga tidak bisa berjalan. Shofia tinggal bersama kakek dan neneknya yang bekerja sebagai buruh tani. Jubairiyah, sang ibu bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia setelah bercerai dari suaminya. Sedangkan Nihali, sang bapak telah berkeluarga lagi dan jarang sekali menjenguk Shofia. Ketika kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan, wajah kakek dan nenek Shofia terlihat bahagia sekali. Beribu ribu ucapan terima kasih terlontar darinya. Santunan tersebut akan digunakan untuk beternak bebek guna membantu perekonomian sang kakek. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu meringankan perekonomian keluarga ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi para Sedekaholic, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Teje Lika Sri

Shofia menderita cacat mental


ENE TOHA (45, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Maja Pasir Kacapi, RT 2/6, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Ibu Ene adalah janda dengan satu anak, almarhum suaminya meninggal 8 tahun yang lalu. Ibu Ene sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun sejak sakit ia tidak dapat lagi bekerja. Sejak 2 tahun lalu, terdapat benjolan pada payudara Ibu Ene. Ia akhirnya berobat dan dokter mendiagnosisnya kanker payudara. Saat ini Ibu Ene dan anaknya yang masih berusia 12 tahun, tinggal dan dirawat di rumah kerabatnya. Didampingi kerabatnya, Ibu Ene berusaha tabah menjalani proses pengobatan untuk mendapatkan kesembuhan. Saat ini Ibu Ene sudah menjalani 2 kali operasi di RSUD Serang, Banten. Operasi yang terakhir dilakukan minggu lalu. Setelah operasi, Ibu Ene diharuskan menjalani serangkaian pemeriksaan pasca operasi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Ene dan dapat menyalurkan santunan, agar ia dapat melanjutkan proses pengobatan. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Ibu Ene Toha dan semoga dapat meringankan beban yang dideritanya selama ini, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Bu Ene menderita kanker payudara


UMED BIN WARJO (47, Patah Tulang). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bapak Umed adalah seorang nelayan, ia memiliki 3 orang anak yang 2 diantaranya mengalami sakit, yakni Eliatul Ikhlas dan Wulan yang menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kedua anak Pak Umed hingga saat ini masih berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, didampingi oleh ibu mereka, Lilis (32). Bapak Umed mengalami kecelakaan motor pada tanggal 15 Agustus 2017 saat hendak bekerja. Separuh badannya penuh luka dan diduga mengalami patah tulang. Saat ini Bapak Umed hanya dapat berbaring, ia tinggal sendiri di rumah sedangkan anak dan istrinya masih berada di RSSR Jakarta karena sedang menjalani proses pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Umed dan dapat menyalurkan santunan, agar ia dapat berobat ke rumah sakit. Semoga Pak Umed dapat sehat kembali dan melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Umed dan dapat meringankan bebannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Pak Umed mengalami patah tulang

​–
JAGAT SAPUTRA (3, Cerebral Palsy + Gizi Buruk). Alamat : Kp. Kalapa Cagak RT 2/7, Kelurahan Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jagat adalah anak satu-satunya dari pasangan Bapak Kosim Nurseha (36) dan Ibu Sami (37), yang bekerja sebagai petani dan pedagang sayuran. Pada usia 2 bulan, Jagat pernah sakit panas yang disertai kejang-kejang hingga mengalami koma selama 1 minggu. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, Jagat didiagnosis terkena Cerebral Palsy dan gizi buruk. Sejak saat itu, pengobatan terus dilakukan. Lokasi yang jauh dan akses yang cukup sulit membuat biaya transportasi untuk berobat menjadi lebih besar. Orang tua Jagat bahkan terpaksa harus menjual menjual rumah mereka untuk kebutuhan biaya pengobatan. Saat ini keluarga mereka tinggal di sebuah gubuk yang awalnya hanya sebuah warung sayur. Saat ini, Jagat masih sering mengalami kejang, mata mengeluarkan air, badan kaku dan leher yang tidak bisa tegak. Jagat Saputra diharuskan untuk melakukan terapi di RSUD Pandeglang setiap minggu. Sekitar 5 Bulan yang lalu, terapi terhenti karena kehabisan biaya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Jagat Saputra dan dapat menyalurkan santunan untuk transpotasi dan akomodasi terapi ke rumah sakit. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Jagat Saputra dan ia dapat tumbuh sehat seperti anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Jagat didiagnosis terkena Cerebral Palsy dan gizi buruk.


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada 21 Agustus 2017, kegiatan rutin Lansia Sehat kembali dilaksanakan sekaligus memperingati HUT RI yang ke- 72. Lansia yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan rutin dan berbagai macam perlombaan. Ada lomba menghafal Pancasila, memasukkan paku ke dalam botol, membawa kelereng, memasukkan jarum ke dalam benang, dan perlombaan lainnya. Kegiatan rutin pun tetap dilaksanakan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan konsultasi dokter. Alhamdulillah dalam kegiatan lansia kali ini juga didukung oleh Berau Coal yang memberikan obat – obatan. Tidak lupa, seperti biasa seluruh peserta melakukan senam sehat dan diberikan makanan yang bergizi. Semua pihak yang terlibat, baik kurir Sedekah Rombongan, pengurus PKK, petugas Puskesmas, dan pihak lain yang membantu turut merasakan kebahagiaan dan keceriaan yang dirasakan para lansia. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin Lansia Sehat pada bulan Agustus dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan, pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan perlombaan. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 21 Agustus2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu.

Bantuan operasional kegiatan


NOVALDI SETIAWAN (21, Korban Kecelakaan). Alamat : Bojong Rangkong, RT 6/8, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Novaldi Setiawan yang biasa dipanggil Noval, kini sedang mendapatkan perawatan di RSUD Kota Tangerang Selatan. Noval menjadi korban kecelakaan ketika sedang menyebrang sehabis solat jumat. Noval ditabrak oleh pengendara motor yang langsung bertanggung jawab membawanya ke RSUD Kota Tangerang Selatan yang dekat dengan lokasi kejadian. Noval yang bekerja sebagai penjaga toko mebel ini belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga masuk sebagai pasien umum. Noval mengalami memar dan luka pada pelipis matanya. Noval sudah mendapatkan penanganan selama 1 minggu di RSUD dan sudah diperboehkan pulang. Sang Ibu, Sulastri (47), yang selama ini menemani Noval merasa kebingungan dengan biaya rumah sakit, terlebih lagi orang yang menabraknya pun berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Noval segera menjenguknya. Kurir menyarankan agar keluarga Noval segera membuat laporan kepolisian yang kemudian diteruskan ke Jasa Raharja agar biaya rumah sakit bisa ditanggung, karena ia berhak mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya operasional Noval selama dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @nurmnmlana @ririn_restu

Noval mengalami memar dan luka pada pelipis matanya


ARIFIN KHOIRUL AFID (9, Polip). Alamat : Desa Kauman RT 3/3, Kec. Blora, Kab. Blora, Provinsi Jawa Tengah. Dua bulan yang lalu Dek Afid merasakan sakit di bagian hidungnya, rasa sakit yang dirasakan tidak dihiraukan olehnya hingga suatu hari ketika berobat ke Puskesmas, beliau didiagnosa polip oleh dokter. Dokter menyarankan untuk tindakan operasi agar polip tersebut tidak membesar, namun tindakan tersebut tidak dilakukan dikarenakan tidak adanya biaya. Untuk pengobatan sakitnya beliau hanya berobat ke puskesmas, itupun tidak rutin. Kini, kondisi benjolan dihidung Dek Afid semakin membesar sampai membuat beliau tidak nyaman beraktifitas. Orang tua Afid tidak punya pekerjaan tetap. Segala sesuatu dilakoninya untuk menghidupi keluarganya. Ibunya ibu rumah tangga sehingga tidak ada pemasukan tambahan untuk keluarga.sebelumnya mereka belum memiliki jaminan kesehatan dan akhirnya kurir sedekah rombongan membantu untuk mengurus bpjs kelas 3. Rasa khawatir untuk pembiayaan tindakan operasi dan biaya kontrol lainnya menjadi kendala. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Alhamdulillah hari selasa 13 juni operasi di RSUD berjalan baik. Saat ini kondisi beliau sudah dinyatakan dokter membaik. Tapi masih kita pantau terus sampai benar-benar sembuh total.Semoga Dek Afid bisa kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana24 @akuokawai

Arifin didiagnosa polip


SEPTI WAWANTONO (25, Patah Tulang). Alamat : Desa Kembang , RT.2/1 Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Septi nama panggilannya. Sekitar bulan Januari yang lalu terkena musibah. Waktu mas Septi lewat digang setapak tiba-tiba dinding pondasi dijalan tersebut roboh dan menimpa dirinya. Kaki beliau remuk dan terdapat luka bakar disekitar kakinya terkena mesin sepeda motor yang panas. Setelah kejadian pihak keluarga membawa beliau ke rumah sakit untuk pengobatan. Setelah beberapa minggu pengobatan pihak keluarga kehabisan dana untuk berobat. Pada saat itu dokter menyarankan untuk diamputasi kakinya, tp beliau bingung dengan biayanya. Sebulan berlalu, kurir #SedekahRombongan mendapat info dan langsung bergerak ketempat beliau untuk survey. Tidak lama kemudian kurir sedekah rombongan langsung membantunya untuk berobat ke RSUD Soetidjono Blora. Setelah berkonsultasi dengan dokter bedah Alhamdulillah ada keajaiban dokter memgatakan tidak harus diamputasi. Dokter segera melakukan tindakan operasi, alhamdulillah operasi pertama berjalan lancar. Kemudian setelah melakukan perawatan beberapa minggu dokter melakukan operasi lanjutan, dan akhirnya saat ini luka sudah membaik,struktur tulang sudah bagus. Perkembangan yang sangat cepat menurut dokter. Dan alhamdulillah sekarang mas septi sudah mulai membaik dan sekarang tinggal proses penyembuhan.bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pembelian obat – obatan Mas Septi. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1039. Semoga Mas septi beserta keluarga mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana @akuokawai

Septi menderita patah tulang


SEPTI WAWANTONO (25, Patah Tulang). Alamat : Desa Kembang , RT.2/1 Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Septi nama panggilannya. Sekitar bulan Januari yang lalu terkena musibah. Waktu mas Septi lewat digang setapak tiba-tiba dinding pondasi dijalan tersebut roboh dan menimpa dirinya. Kaki beliau remuk dan terdapat luka bakar disekitar kakinya terkena mesin sepeda motor yang panas. Setelah kejadian pihak keluarga membawa beliau ke rumah sakit untuk pengobatan. Setelah beberapa minggu pengobatan pihak keluarga kehabisan dana untuk berobat. Pada saat itu dokter menyarankan untuk diamputasi kakinya, tp beliau bingung dengan biayanya. Sebulan berlalu, kurir #SedekahRombongan mendapat info dan langsung bergerak ketempat beliau untuk survey. Tidak lama kemudian kurir sedekah rombongan langsung membantunya untuk berobat ke RSUD Soetidjono Blora. Setelah berkonsultasi dengan dokter bedah Alhamdulillah mengatakan tidak harus diamputasi. Dokter segera melakukan tindakan operasi, alhamdulillah operasi pertama berjalan lancar. Kemudian setelah melakukan perawatan beberapa minggu dokter melakukan operasi lanjutan, dan akhirnya saat ini luka sudah membaik,struktur tulang sudah bagus. Perkembangan yang sangat cepat menurut dokter. Dan alhamdulillah sekarang mas septi sudah mulai membaik dan sekarang tinggal proses penyembuhan.bantuan pun disampaikan untuk tambahan biaya saat operasi Mas Septi. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1039. Semoga Mas septi beserta keluarga mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana @akuokawai

Septi menderita patah tulang


AHMAD HAZIMI (5, Hydrocephalus + Kurang Gizi). Alamat: Desa Jambu Timur RT 28/6, Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Bulan Juli 2016, SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim Sedekah Rombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan SR Jepara. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya dan melakukan fisioterapi. Pada tanggal 4 Agustus kemarin dik Hazimi melakukan CT Scan untuk melihat perkembangan otaknya dan deteksi adanya penambahan cairan di otaknya. Santunan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Pemberian nutrisi rutin, berat badan Hazimi pun mulai naik.Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @restirianii @akuokawai

Hazim menderita hydrocephalus


DESVIA SALSABILA (1, Tumor Punggung). Alamat: RT 25/5, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Salsa, biasa ia dipanggil oleh keluarganya. Sejak lahir terdapat benjolan di punggungnya. Semakin lama benjolan di punggung semakin membesar, hingga akhirnya Salsa tidak bisa tidur terlentang. Benjolan tersebut dirasa sakit jika terbentur atau tersenggol. Saat ini usia salsa yang hampir 2 tahun juga belum dapat berjalan. Setelah sempat diperiksakan di RSUD Kartini Jepara, salsa didiagnosa Benign Neoplasm Of Pelvic Bones,Sacrum And Coccyx atau mengalami tumor punggung. Salsa di rujuk untuk diobati lebih lanjut di RSUP Kariadi Semarang. Ayah Salsa, Sholekan (44) hanya bekerja sebagai tukang kayu dan ibunya Susanti (31) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Salsa. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga merasa kesulitas jika harus melakukan pengobatan di Semarang. Dik Salsa telah melakukan operasi pertama pada tanggal 25 agustus 2017 dan akan direncanakan untuk operasi beriikutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu biaya hidup selama di RS saat menjalani operasi. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @restiarini @akuokawai

Salsa mengalami tumor punggung


HESTI DWI LESTARI (3, Microsephalus). Alamat : Gemulung Pecangaan, RT 2/2, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Panggilan akrabnya adalah Dek Hesti. Sejak lahir, kepala Dek Hesti mengalami kelainan, ukurannya lebih kecil dari ukuran normal anak-anak lainnya. Dek Hesti divonis menderita Microcepalus, hal ini membuat pertumbuhan Dek Hesti terhambat dan tidak normal. Hingga saat ini usia tiga tahun, Dek Hesti belum bisa berjalan dan berbicara. Setiap harinya, Dek Hesti hanya mau minum susu bubuk dan tidak mau makan atau minum apapun selain itu.. Ayah Dek Hesti, Heris Suwanto (37) hanya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya Siti Murdiyanti (33) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Dek Hesti sehari-hari. Sejak Dek Hesti didiagnosis menderita microcephalus atau tulang tengkorak yang kecil. Sebenarnya dokter sudah menyarankan agar bisa kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau tumbuh kembang, gizi dan fisioterapinya namun, karena keadaan ekonomi yang terbatas, kontrol rutin tersebut tidak pernah dilakukan. Mengetahui hal tersebut, Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan mereka. Bantuanpun disampaikan berkala untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan biaya akomodasi kontrol rutin ke RSUD Kartini Jepara. Saat ini Dek Hesti sudah dapat memakan makanan lunak selain susu seperti nasi yang dilembutkan. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @restirianii @akuokawai

Hesti didiagnosis menderita microcephalus


AMAR MALIK SUKARYO (1, Hydrocephalus). Alamat: Desa Sekuro RT 9/2 Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus dan Bu Afifah. Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi pada umumnya ketika ramadhan (2016), kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari lalu menjadi tidak muat dipakai lagi. Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif Hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus segera membuat BPJS untuk melanjutkan pengobatan Amar. Amar telah menjalani pemasangan selang dan dirujuk balik untuk kontrol lebih dekat di RSUD Kartini Jepara guna fisioterapi. Saat ini dek Amar rutin menjalani fisioterapi dan berat badan dik Amar sudah mulai naik. Santunan kali ini digunakan untuk biaya pengobatan dan akomodasi dik Amar ke RSUD Kartini selama menjalani fisioterapi. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1014

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @restirianii @akuokawai

Amar positif Hydrocephalus


MTSR PANTURA TIMUR I ( k 9468 TB, Biaya Operasional Bulan Juli 2017 Tahap II) Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Timur khususnya daerah Demak, Kudus, Jepara, Semarang dan daerah terdekat lainya. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Timur. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk pembelian BBM. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin… Santunan Sebelumnya masuk dalam rombongan 1034 .

Jumlah Bantuan : Rp 900.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Juli 2017 Tahap II


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Agustus 2017 Tahap 1). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Loekmonohadi, Rumah Sakit Mardirahayu, Rumah Sakit Kariadi Semarang. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Pantura Timur (Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya). Biaya operasional kali ini digunakan untuk Jasa Driver bulan Juli, Jasa Admin Pantura Timur bulan Juli Serta, Bahan Bakar Minyak Terima kasih sedakholic sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para Dhuafa. Santunan Sebelumnya masuk dalam rombongan 1034 .

Jumlah Bantuan : Rp.3.400.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Agustus 2017 Tahap I


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Loekmonohadi, Rumah Sakit Mardirahayu, Rumah Sakit Kariadi Semarang. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey para dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Pantura Timur (Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya). Biaya operasional kali ini digunakan untuk Jasa Driver bulan Juli, Jasa Admin Pantura Timur bulan Juli Serta, Bahan Bakar Minyak sebagaimana terlampir dalam narasi berikut. Terima kasih sedakholic sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para Dhuafa. Santunan Sebelumnya masuk dalam rombongan 1034 .

Jumlah Bantuan: Rp.3.650.000,-
Tanggal: 8 september 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Juli 2017 Tahap II


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Agustus 2017). Sedekah Rombongan area Pati memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang biasa dijuluki “Mr. Red” ini adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Frekuensi penggunaan MTSR Pati semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari Sedekaholics dipergunakan untuk mendukung biaya perawatan MTSR dan operasional bahan bakar agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Biaya operasional sebelumnya tercantum pada rombongan 1028

Jumlah Bantuan: Rp. 2.285.646,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Rochim @hendrowidyanto @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Juli 2017 Tahap II


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia telah menjalani operasi pemasangan pen dan masih harus rutin berobat ke poli ortopedi untuk mengecek perkembangan tulangnya pasca operasi dan ke poli paru untuk cek rutin sakit TB Parunya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS, kateter, perban, dan pampers. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1039.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholic menderita TB Tulang


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi saat ini hanya dapat terbaring di tempat tidur, ia sudah mulai kembali kontrol rutin ke RS Fatmawati. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan keperluan perawatan luka Yudi. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Yudi menderita lumpuh


MUSYAFFA HAKIM (2, Diare + Kejang + Dehidrasi). Alamat : Desa Pesuncen, RT 11/1, Kel. Pesucen, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada 16 Agustus 2017, Musyaffa Buang Air Besar (BAB) lebih dari 5 kali sehari hingga dibawa ke Puskesmas terdekat dan diberi obat lactobe. Kondisi Musyaffa sempat membaik, namun pada 20 Agustus 2017 ia tidak sadarkan diri. Pada pukul 08.00 WIB Musyaffa dibawa ke Puskesmas, di sana ia mengalami kaku kejang dan diinfus sebanyak dua kali. Dokter menyatakan Musyaffa mengalami dehidrasi dan harus dirawat di ruang ICU. Penuhnya ruang ICU membuat Musyaffa dirawat di ruang perawatan biasa di RSU Siloam Tangerang ruang 3D 12. Orang tua Musyaffa hanya bisa ikhlas dan pasrah atas semua ujian yang menimpa mereka. Ayah Musyaffa, Didik Purnomo (39), sudah 6 bulan menganggur, sebelumya ia bekerja menjadi satpam. Ibu Musyaffa, Mei Riyanti (32), hanya seorang ibu rumah tangga, ia berusaha mencukupi kebutuhan ketiga anaknya dengan uang sisa penghasilan sang suami. Bahkan untuk pengobatan Musyaffa saat ini dibantu sanak saudara dan tetangga karena JKN – KIS baru dibuat dan belum aktif. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang keluarga Musyaffa alami, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Musyaffa segera pulih seperti sediakala dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Dewi @ririn_restu

Musyaffa menderita diare + kejang + dehidrasi


PENGKI BINTI JASIH (49, Susp. Gastritis + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Pengki adalah seorang ibu rumah tangga yang ulet dan rajin. Sehari – harinya Ibu Pengki berjualan es campur dan jajanan anak-anak untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami Ibu Pengki bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasil yang tak menentu. Enam bulan lalu, Ibu Pengki tidak bisa berjualan lagi karena sakit yang dideritanya. Awal mulanya saat Ibu Pengki sedang berjualan, ia jatuh pingsan karena menahan sakit yang tak terhingga di bagian perut dan ulu hatinya. Setelah diperiksa dokter di klinik terdekat dan dilihat dari hasil rongtennya ternyata ada gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya. Dokter pun menyarankan Ibu Pengki berobat ke rumah sakit. Untunglah Ibu Pengki mempunyai Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatannya bisa terpenuhi, namun ia kerap kebingungan mencari uang untuk transportasi ke RSUD Tangerang. Jarak dari rumahnya ke rumah sakit cukup jauh, terkadang ia harus meminjam uang pada tetangganya agar bisa berobat. Kondisi Ibu Pengki belum banyak peningkatan, ia masih sering merasa lemah. Ibu Pengki disarankan menjalani pemeriksaan CT-Scan karena diduga rahimnya terdapat kista. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dirasakan oleh Ibu Pengki dan keluarga, untuk membantu biaya pengobatannya, kurir menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Ibu Pengki telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Bu Pengki mengalami gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya


ROMDONI BIN ENDI (12, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Putra sulung pasangan Bapak Endi dan Ibu Aminah ini kondisinya sangat memprihatinkan, tulang kaki dan tangan Romdoni mengecil; ia juga tidak bisa bicara karena pendengarannya terganggu. Kesehariannya Doni lalui hanya di tempat tidur, agar tidak bosan orang tuanya terkadang menggendongnya keluar dan membaringkannya di balai bambu di depan rumahnya. Kondisi ini telah berlangsung sejak 12 tahun lalu, awalnya Doni terserang demam dan panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Orang tua Doni kemudian membawanya berobat ke klinik terdekat tetapi penyakit tak juga sembuh, justru ia semakin sering mengalami kejang. Penglihatan mata Doni pun mengalami gangguan, ia mengalami mata juling. Akhirnya Doni dibawa ke rumah sakit, dan setelah diperiksa dokter menyatakan ia mengalami kanker tulang. Keadaan ekonomi keluarga Doni yang kekurangan, serta jauhnya jarak ke rumah sakit membuat orang tua Doni tidak sanggup untuk melanjutkan pengobatan Doni. Akhirnya mereka pun hanya membawa Doni berobat ke pengobatan alternatif, dan kini mereka hanya bisa pasrah dan sangat sedih dengan keadaan Doni. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesusahan dan kesedihan keluarga Doni, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pengobatan Doni. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban penderitaan Doni sekeluarga dan mudah2an ia bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @mistaaja @ririn_restu

Doni mengalami kanker tulang


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.550.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional bulan Juni 2017


VAIGATUL QULQIYAH (2, Kelainan Jantung). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat I Buntu 3 Nomer 39, RT 7/3, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir, Vaigatul mengalami kelainan jantung yang membuat ia harus berjuang untuk bertahan hidup. Awal mulanya Vaigatul lahir dengan operasi caesar pada tanggal 13 November 2015. Setelah lahir, beberapa minggu setelahnya Vaigatul mengalami gejala sesak napas. Dua bulan pasca lahir, ia dilarikan oleh orangtuanya ke RSUD Dr. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita infeksi paru-paru dan ditemukan adanya air ketuban yang menempel di sekitar paru-paru tersebut. Vaigatul akhirnya diharuskan opname untuk menjalani pengobatan. Setelah dinyatakan sembuh, akhirnya Vaigatul kembali pulang. Karena sering pulang malam bersama dengan ibunya, Vaigatul kembali jatuh sakit hingga dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita kelainan jantung. Dokter menyatakan bahwa jantung Vaigatul tidak dapat berkembang sesuai usianya. Adanya kebocoran di jantung Vaigatul namun tidak diharuskan untuk operasi karena masih dapat ditangani dengan obat-obatan. Vaigatul pernah menjalani pengobatan dan opname selama satu bulan di RSUD Dr. Soetomo. Setelah menjalani pengobatan secara optimal, jantung maupun paru-paru Vaigatul dinyatakan sehat. Ia pun bisa kembali ke rumahnya namun harus selalu kontrol secara rutin ke RSUD Dr. Soetomo. Rumah keluarga Vaigatul berdekatan dengan tempat pengasapan ikan yang buka saat malam hari. Akibatnya, Vaigatul bersama dengan ibunya harus kos di malam hari saja di Jalan Putat Jaya B Nomer 8, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, untuk menghindari asap dan kembali ke rumah saat pagi hari. Ayah Vaigatul, Mujiyo (53) bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Lasiana (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun karena faktor ekonomi, Vaigatul selalu dibawa oleh ibunya bersama dengan kakaknya yang juga masih kecil berusia empat tahun untuk mencari sepeser uang dari orang-orang yang lalu-lalang di jalanan. Ibunya berharap mereka mengulurkan tangan dengan memberi sepeser uangnya. Selama menjalani pengobatan, Vaigatul menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas 3. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya di luar jaminan kartu BPJS Kelas 3 dan konsumsi nutrisi untuk Vaigatul. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan digunakan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan kebutuhan nutrisi. Bantuan sebelumnya tercatat pada robongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @EArynta

Vaigatul mengalami kelainan jantung


PUTRA PANJI PAMUNGKAS (1, Jantung Bocor). Alamat : Dusun Serut Trukan Demangan, RT 5/22, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir dua bulan lalu Dik Panji menunjukkan tanda-tanda kelainan jantung. Tangan dan bibirnya membiru. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, orangtuanya bercerita bahwa cek laboratorium lanjutan sudah dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, dan masih menunggu hasil tes tersebut. Ayahnya, Sukarjo (49) bekerja sebagai buruh pasang tenda, sementara ibunya Sri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Dik Panji memanfaatkan fasilitas kesehatan BPJS, tetapi untuk transportasi ke rumah sakit orangtuanya menyewa mobil dari teman kerja ayahnya. Selain itu, orang tua Dik Panji masih buta huruf sehingga perlu pendamping pasien saat periksa ke rumah sakit. Kesulitan keluarga Dik Panji dirasakan oleh Sedekah Rombongan. Santunan awal dari dana sedekaholics pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi pengobatan Dik Panji selanjutnya. Saat ini Dik Panji menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Semoga Dik Panji segera mendapatkan kesembuhan, Aamiin. Orangtua Dik Panji sangat berterimakasih atas kebaikan dana sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Allah membalas kebaikan sedekaholics dengan kebaikan dunia dan akhirat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Alda

Panji menderita jantung bocor


MUHAMMAD FIRZAN (1, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Tegalurung, RT 3, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor atau SNK (Syndrom Nefrotik Kongintal). Penyakit yang diderita Dik Firzan ini bawaan sejak lahir, tetapi penyakit ini diketahui setelah usianya dua bulan. Organ ginjal Dik Firzan mengalami kelainan dan tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya. Selain itu, diketahui juga Dik Firzan menderita penyakit komplikasi. Kondisi ginjalnya terus mengalami penurunan, saat ini menjadi stadium 4. Dik Firzan membutuhkan suntikan untuk meningkatkan HB sementara biaya kebutuhan ini tidak dicover oleh BPJS yang ia miliki. Dik Firzan tinggal bersama ayahnya Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus merawat sang putra. Penghasilan keluarga yang tidak menentu, hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Ayah Dik Firzan bercerita ia tidak mampu membeli obat untuk kebutuhan anaknya. Sementara, bila Dik Firzan tidak meminum obat kondisinya akan menurun dan rawat inap di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban pengobatan untuk Dik Firzan. Santunan sebelumnya untuk Dik Firzan terdapat dalam pelaporan di Rombongan 1046. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Firzan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Firzan menderita ginjal bocor


RAHAYU BINTI NGATIJO (11, Hydrocephalus). Alamat : Temuwuh, RT 2, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bulan Maret 2016, saat Rahayu masih tinggal di Lampung, ia merasakan kepalanya sangat pusing. Orangtuanya segera memeriksakan ke rumah sakit terdekat. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi karena cairan di kepalanya harus disedot. Alhamdulillah, operasi yang dilakukan sebulan kemudian berjalan lancar. Namun Rahayu mengalami buta mata karena efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Sepuluh hari setelah rawat inap tersebut perut Rahayu membesar karena cairan yang ada di tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Sebulan kemudian cairan di perutnya disedot, tetapi seminggu setelahnya perutnya membesar lagi, sehingga setiap bulan hingga bulan ke-9 cairan di perutnya selalu disedot. Jarak rumah dengan rumah sakit yang memerlukan satu hari penuh untuk sekali perjalanan membuat keluarga rahayu memutuskan pengobatan lanjutan untuk anak ke 4 dari 6 bersaudara ini dilakukan di kampong halaman saja, Yogyakarta. Ayahnya, Ngatijo (60) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya Robiyah (41) ialah ibu rumah tangga sekaligus merawat Rahayu dan seorang saudaranya yang juga mengalami lumpuh kaki. Kadang-kadang ibunya pun turut membantu buruh di ladang, tetapi penghasilan kedua orangtua ini tetap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbekal hasil menjual tanah ibu dan anak ini berangkat ke Yogyakarta, bertekad hendak melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Rahayu pun putus sekolah sejak kelas 4 SD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Hampir setahun Rahayu menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Serangkaian pengobatan kemoterapi, radioterapi, cek laboratorium, dan kontrol rutin telah dilakukan. Alhamdulillah, dokter memperbolehkan Rahayu pulang ke Lampung, sementara kontrol rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali. Santunan ini dipergunakan untuk biaya transportasi Jogja-Lampung dan akomodasi pasien. Keluarga Rahayu sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga dengan bantuan sedekaholics ini Rahayu bisa memeroleh kesembuhannya, Aamiin. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas

Rayahu menderita hydrocepalus


‌SALMI BINTI ABUHARI (41, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Putihan, RT 3/1, Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Pada awalnya Bu Salmi merasakan tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan. Setelah diperiksakan ke dokter didiagnosa Bu Salmi menderita ca mamae atau kanker payudara. Karena keadaan ekonomi dan Bu Salmi takut untuk dioperasi, maka suaminya memutuskan menempuh pengobatan alternartif. Selama pengobatan tersebut keluarga tidak melihat perkembangan kondisi yang signifikan. Setelah beberapa waktu menunggu perubahan kondisi, justru penyakitnya semakin parah. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Bu Salmi diperiksakan ke RS Ngesti Waluyo Parakan, Temanggung. Kemudian Bu Salmi dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto. Di rumah sakit Bu Salmi sempat kejang, Alhamdulillah kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Bulan Agustus 2017 lalu, kondisi Bu Salmi menurun lagi. Ia dibawa ke RSUD Temanggung, kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Di RSUP Dr. Sardjito Bu Salmi menjalani biopsi untuk penegasan diagnosa pasien. Beberapa hari setelah diperbolehkan pulang, kondisi pasien menurun kembali, bahkan saat ini penglihatan Bu Salmi kabur karena sel kanker sudah menyerang syaraf penglihatan. Dokter memutuskan untuk memulihkan kesehatannya secara umum, sebelum dilakukan tindakan medis selanjutnya. Suaminya, Slamet bin Sunarto (51) berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Tetapi selama istrinya dirawat, praktis, Pak Slamet tidak dapat bekerja seperti biasanya, sementara ia pun masih memiliki tanggungan biaya sekolah anaknya. Saat menjenguk Bu Salmi di rumah sakit, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Santunan ini dipergunakan untuk biaya akomodasi selama Bu Salmi rawat inap. Keluarga Bu Salmi mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Salmi, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir: @kissherry @Rofiq_Silver @Kedunk_Ussil @JemiGigi @atinlelyas

Bu Salmi menderita ca mamae


PAIRAH SURAJI (62, Gegar Otak). Alamat : Dusun Nyemengan, RT 5, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Pronvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesehariannya, Bu Pairah berjualan di pasar. Suatu hari saat Bu Pairah bersepeda pulang dari belanja barang dagangan atau kulakan, ia mengalami kecelakaan ditabrak seorang pengendara motor. Saat itu juga Bu Pairah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS PKU Bantul, Yogyakarta dan kondisi pasien langsung koma. Karena alat tidak memadai, maka Bu Pairah dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Selama 24 hari Bu Pairah menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Saat Kurir Sedekah Rombongan menerima informasi, Bu Pairah sudah diperbolehkan pulang, tetapi 3 hari kemudian, tanggal 4 September 2017 harus kontrol ke rumah sakit. Saat itu kondisi Bu Pairah sudah sadar, tetapi setengah anggota badannya tidak dapat digerakkan (lumpuh). Bu Pairah menggunakan sonde untuk mendapatkan asupan makanan dan juga masih dipasang kateter. Alhamdulillah, untuk biaya rumah sakit sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari Jasa Raharja dan jaminan kesehatan Jamkesos yang dimilikinya. Suaminya, Suraji (60) dulu bekerja sebagai tukang becak, tetapi karena kondisi kesehatannya, ia tak lagi mampu bekerja sebagai tukang becak. Ia pun mengaku masih kebingungan untuk mengusahakan kesembuhan bagi istrinya. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi untuk Bu Pairah menjalani perawatan di rumah sakit. Suami Bu Pairah sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan dari sedekaholics ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Pairah, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @kissherry @rofiqsilver @atinlelyas Bintang

Bu Pairah menderita gegar otak


MANSHUR AZIZ (47, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Pohgurih, RT 2/7, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu Pak Manshur sudah menderita sakit. Awal mulanya Pak Manshur sering merasakan sakit kepala. Selain sering sakit kepala, bagian sekitar leher hingga wajah juga kaku atau sulit untuk digerakkan. Mata beliau juga juling sehingga pandangan mata Pak Manshur pun kabur. Tidak hanya itu, Pak Manshur kesulitan untuk bicara secara jelas karena suara beliau menjadi serak. Pak Manshur juga sering mimisan. Karena beragam keluhan yang beliau alami akhirnya Pak Manshur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, Pak Manshur dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring. Dari RSI Sakinah Mojokerto, Pak Manshur dirujuk lagi ke RSUD Mojokerto untuk melakukan kemoterapi. Hingga saat ini Pak Manshur sudah melakukan kemoterapi sebanyak lima kali. Namun hingga kini, beliau masing sering merasa pusing, leher kaku, kesulitan berbicara karena serak, dan penglihatan beliau yang kurang jelas. Istri Pak Manshur, Mutoharoh (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum sakit, Pak Manshur bekerja sebagai tukang sepatu. Selama pengobatan di RSUD Mojokerto, Pak Manshur menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan kesehatan dan biaya untuk transportasi. Maklum saja, sudah tidak ada pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari karena Pak Manshur sudah tidak bekerja lagi. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya obat-obatan dan biaya transportasi. Setelah berobat beberapa kali, Pak Manshur pulang ke kmapung halam sembari menunggu jadwal periksa lanjutan. Dua minggu berselang, kami mendapat kabar bahwa Pak Manshur telah menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhumah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pemakaman. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Ayu @EArynta

Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring


WAJIB BIN AMIR (73, Jantung). Alamat: Desa Gadingwatu, RT 3/4, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pak Wajib sudah sakit sejak oktober tahun 2015 lalu. Awal mulanya, beliau mengeluh nyeri di sekujur tubuh. Namun karena menganggap hanya kurang enak badan dan akan sembuh dengan sendirinya beliau tetap melanjutkan aktivitas seperti sedia kala. Semakin lama, keluhan yang pak Wajib alami tidak kunjung hilang. Dada beliau juga terasa sakit sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik terdekat setelah pulang dari bekerja. Dari klinik, pak Wajib dirujuk ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Wajib didiagnosa menderita penyaikit jantung. Selama kurang lebih satu tahun pak Wajib berobat jalan RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Apabila pak Wajib merasa membaik, beliau akan melanjutkan bekerja, namun sebaliknya apabila mengeluh sakit atau nyeri pak Wajib akan kembali melakukan pemeriksaan ke perikasa ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Beliau bekerja sebagai buruh tani. Istri beliau juga sudah meninggal dunia. Pak Wajib belum memiliki jaminan kesehatan sehingga selama menjalani pengobatan beliau menggunakan jalur umum. Hal itu sangat menyulitkan pak Wajib dan keluarga. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1043. Keluarga pak Wajib mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin @EArynta

Pak Wajib didiagnosa menderita penyaikit jantung


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1042. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 582.500,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Riany @EArynta

Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi @EArynta

Pak Soni menderita tumor mata


MTSR PANTURA TIMUR (K 9468 TB, Operasional Bulan Agustus 2017 Tahap 2 ). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang. Adapun daerah tujuan ke bebarapa Kota sekitar, seperti Semarang dan Solo. Pada Periode ini MTSR melayani pasien Dampingan #SedekahRombongan yang kontrol rutin di beberapa Rumah Sakit. Selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin kebeberapa Rumah Sakit, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Umum dr. Kariadi Semarang dan ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Semarang. Selain itu juga mengantar pasien daerah yang kontrol rutin ke RSUD dan untuk mengantar pasien dampingan pemeriksaan Poli Urologi, konsul Dr. Rehab Medik, kontrol perkembangan, dan tindakan operasi pasien di RS Kariadi Semarang. Anggaran Operasional juga digunakan umtuk pembelian BBM dan Service MTSR. Santunan Sebelumnya masuk dalam rombongan 1034

Jumlah Bantuan: Rp. 4.998.966,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Agustus 2017 tahap 2


KARTINI BINTI GIYIN RANUSUWITO (37, Tumor Ganas Kelenjar Liur). Alamat : Dusun I RT 1/1, Desa Sri Bhawono, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Penyakit Kartini berawal pada saat beliau masih kuliah pada tahun 2000, Leher sebelah kiri Kartini terdapat benjolan. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Islam Metro Kartini di diagnose menderita Tumor kelenjar air liur dan dilakukan operasi di Rumah sakit tersebut. Selang bulan kemudian benjolan tersebut muncul kembali dan Kartini harus menjalani operasi yang ke-2 di RSCM pada tahun 2000 juga. Pada Tahun 2005 Kartini harus menjalani kemo 6x dan radiasi sebanyak 33x selama 1 tahun di RSCM. Pada Tahun 2008 Kartini pindah ke Jambi karena diterima sebagai PNS, tinggal dan dirawat oleh ibunya Warsiah (alm) sampai tahun 2013 ibunya meninggal. Setelah kepergian ibunya kondisi Kartini menurun sehingga harus menjalani Kemo dan radiasi di RSCM kembali. Karena kondisi fisiknya yang tidak kuat kartini baru menjalani kemo 1x dan radiasi 14x dan dihentikan. Selanjutnya Kartini melanjutkan pengobatan herbal. Pada bulan Juli 2017 kondisi Kartini drop (hb : 2,6) sehingga beliau dirawat di RS Mardi Waluyo Metro dan dilakukan tranfusi darah sebanyak 4 kantong. Hasil pemeriksaan di RS tersebut juga beliau didiagnosa mengalami pembengkakan jantung. Kartini saat ini tinggal dan dirawat di rumah kakaknya Heti (40) di Lampung Timur sejak bulan Maret 2017 karena di Jambi beliau hidup sendiri. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Kartini dikediamannya kondisi benjolan di leher sebelah kiri besar dan sering pecah. Untuk mengurangi pembengkakan Kartini melakukan bekam sendiri di bagian pipi kiri tiap seminggu sekali. Karena rongga mulut pecah dan semua gigi habis maka beliau hanya bisa makan bubur. Pengobatan yang dilakukan sekarang adalah pengobatan alternative seminggu 3x untuk memulihkan kondisi fisik kartini. Walaupun sudah menggunakan BPJS tetapi tidak semua biaya pengobatan terjamin sehingga Kartini membutuhkan bantuan biaya untuk pengobatannya. bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Kartini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @saesarraya Taufik Irawan Aprilyanti @akuokawai

Bu Kartini menderita Tumor kelenjar air liur


SLAMET BIN HASTURI (65, Tumor Leher). Alamat : Dusun II RT. 04/-, Desa Braja Yekti, Kec. Braja Selebah, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Pada awal tahun 2016 dibagian leher sebelah kanan Bpk Slamet terdapat benjolan kecil, karena dianggap benjolan biasa sehingga pak Slamet tidak melakukan pengobatan pada waktu itu. Karena kondisi benjolan yang semakin membesar, pada bulan November 2016 beliau berobat ke RSU Ahmad Yani Metro menggunakan fasilitas BPJS. Dari hasil laboratorium beliau didiagnosa menderita Tumor Leher dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjutan (operasi). Karena Bpk Slamet memiliki trauma/tidak berani untuk melakukan operasi maka beliau tidak mau dibawa ke RS tersebut. Selanjutnya beliau melakukan pengobatan alternative dibeberapa tempat. Beliau mengalami banyak perubahan pada saat pengobatan di Panjang Lampung Selatan, sehingga pengobatan tersebut dilanjutkan hingga saat ini. Saat ini beliau tinggal dan dirawat oleh Istrinya ibu Sutarti (56 ) dan anaknya Sudomo (23). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya berobat dilakukan oleh istrinya yang bekerja sebagai petani karena Bpk Slamet sudah tdk dapat bekerja. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk bpk Slamet dirumahnya kondisi benjolan dileher bapak Slamet pecah dan mengeluarkan cairan. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan lukanya sehari-hari.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @saesarraya Taufik Irawan Aprilyanti @akuokawai

Pak Slamet menderita tumor leher


EKO PRAYITNO (34, Lumpuh). Alamat : Dusun I RT 1/1, Desa Sri Bhawono, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Profesi sebagai penderes kelapa dilakoni oleh pak Eko demi mencukupi kebutuhan keluarganya walaupun pekerjaan tersebut beresiko tinggi. Pada tahun 2012 musibah menimpa keluarga yang baru 4 bulan menikah tersebut, Pak Eko jatuh dari pohon kelapa dengan posisi berdiri pada saat jatuh ketanah dan mengakibatkan kedua kakinya mengalami kelumpuhan dan tidak bisa buang air kecil. Pak Eko menjalani pengobatan di RSU Abdoel Muluk Bandar Lampung selama 2 minggu dengan menggunakan fasilitas KIS PBI Kelas III Karena keadaannya tidak banyak mengalami perubahan kemudiaan Pak Eko melanjutkan pengobatan dirumah. Kondisi kakinya yang semula mati rasa sedikit membaik tetapi masih tidak dapat digerakkan dan karena tidak bisa buang air kecil beliau harus menggunakan cateter selama 4 bln. Selama 5 tahun mengalami kelumpuhan pak eko dibuatkan alat bantu dari kayu. Karena aktifitasnya banyak dilakukan dengan kondisi duduk ± 2 bln ini pak eko mengalami decubitus (luka) dibagian pantatnya yang dalam. Pak Eko saat ini tinggal dan dirawat oleh orang tuanya yaitu Bpk. Sonoyadi (60) dan Ibu Mistinah (55) yang berprofesi sebagai petani karena istrinya sejak tahun 2014 pulang ke rumah orang tuanya di Jawa. Sedekah rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan lukanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @saesarraya Taufik Irawan Aprilyanti

Pak Eko menderita lumpuh


DEDE ANGGA ARDIANSYAH (17, Hydrocahaephalus + Tumor otak). Alamat : Dusun 6 RT 21/10, Desa Sri Menanti Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Dede dilahirkan di Bandung pada tahun 2000. Kedua orang tuanya, Ahmad Tamsir (Alm) dan Siti Fatimah (40) bekerja sebagai buruh pabrik. Pada usia 8 bulan Dede mengalami panas tinggi dan muntah-muntah, kemudian kepalanya semakin membesar. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Sari Ningsih Bandung Dede didiagnosa menderita hydrosefalus. Pada Usia 1 tahun Dede menjalani operasi pemasangan selang dikepala bagian kanan. Setelah diop erasi Dede dibawa pulang ke Lampung Timur dan ditinggal bersama nenek Susiah (61) dan kakeknya Sugito (73) sedangkan ayah dan ibunya tetap bekerja di Bandung. Pada usia 2 tahun operasi tersebut gagal, cairan jebol dari perutnya hingga Dede harus menjalani operasi pemasangan selang di kepala bagian kiri di RS Sari Ningsih Bandung. Tahun 2004 ayah Dede mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Pada tahun 2012 kondisi Dede drop dan dirawat di RS Imanuel Bandar Lampung. Hasil diagnose menyatakan Dede terkena tumor otak. Saat ini kondisi Dede setiap pagi mengalami kejang dan harus minum obat karena seharusnya Dede menjalani operasi ganti selang pada usia 15 tahun. Tetapi karena ketiadaan biaya dan keinginan ibunya untuk operasi ganti selang di RS Sari Ningsih Bandung sampai usia 17 tahun belum dilakukan operasi. Karena kebutuhan biaya perawatan Dede yang cukup besar dan juga ibunya bekerja sebagai TKW sejak tahun 2016. Selain merawat Dede, Nenek dan Kakeknya juga merawat anaknya Heri setiawan (31) yang mengalami gangguan jiwa sejak umur 25 tahun. Untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan biaya perawatan Dede dan Heri Setiawan dibantu oleh Bibi dan pamannya yang bekerja sebagai penjahit. Walaupun sudah menggunakan BPJS tetapi tetapi Dede masih banyak membutuhkan biaya untuk pengobatannya terutama operasi penggantian selang. bantuan ​awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan sementara Dede.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @saesarraya Taufik Irawan Aprilyanti @akuokawai

Dede didiagnosa menderita hydrosefalus


YATUN BINTI MARDI (52, Lumpuh). Alamat : Dusun 8 Way Bandar RT 42/21, Desa Labuhan Maringgai, Kec. Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung. Ibu Yatun mulai mengalami linu-linu dikakinya pada awal tahun 2015, kemudian beliau berobat ke Bidan setempat. Linu-linu dikaki Ibu Yatun tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan bahkan lambat laun kakinya mengalami kelumpuhan hingga Ibu Yatun tidak dapat berjalan. Mulai awal tahun 2017 tidak hanya kondisi kaki Ibu Yatun yang mengalami kelumpuhan, kondisi mata beliau dan kondisi telinganya juga mulai tidak dapat melihat dan mendengar. Saat ini beliau tinggal dan dirawat oleh Suaminya, Bpk Kamit (65) dan anak bungsunya Bambang (21). Selama sakit pengobatan ibu Yatun sebatas berobat ke Bidan dan belum pernah dibawa ke dokter atau Rumah Sakit dikarenakan ketiadaan biaya dan fasilitas BPJS yang belum dimiliki demikian penuturan Bpk Kamit. Penghasilan Bpk. Kamit sebagai petani dan bambang sebagai buruh membuat roti di tetangganya terkadang untuk kebutuhan sehari-hai saja masih kekurangan. Sedekah Rombingan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Yatun.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @saesarraya Taufik Irawan Aprilyanti @akuokawai

Bu Yatun menderita lumpuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 M SHODIQIN 774,000
2 AHMAD ALDIANSYAH ABIDIN 1,000,000
3 ABDUL ROHMAN 1,000,000
4 REZA ASFAHANY LUTHFYANSYAH 500,000
5 MARYAMAH BINTI SANOM 500,000
6 SUTIKNO BIN ARMAN 500,000
7 RAHMATULLAH BIN ZAINAL 5,751,500
8 SENIMAN BINTI SUDARMO 500,000
9 JATIMA BINTI DAHLAN 500,000
10 SAIFULLAH BIN MAT RUDI 500,000
11 HOSIAH BINTI TABI’IN 500,000
12 HERMAN BIN YUM 500,000
13 FARIDA BIN MOHAMMAD 500,000
14 ASIFATUR RAMADANI 500,000
15 SURBIYEH BINTI SARNIDIN 500,000
16 SHOFIA BINTI NIHALI 500,000
17 ENE TOHA 500,000
18 UMED BIN WARJO 500,000
19 JAGAT SAPUTRA 1,000,000
20 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,500,000
21 NOVALDI SETIAWAN 1,000,000
22 ARIFIN KHOIRUL AFID 1,500,000
23 SEPTI WAWANTONO 500,000
24 SEPTI WAWANTONO 500,000
25 AHMAD HAZIMI 750,000
26 DESVIA SALSABILA 1,000,000
27 HESTI DWI LESTARI 500,000
28 AMAR MALIK SUKARYO 500,000
29 MTSR PANTURA TIMUR I 900,000
30 MTSR PANTURA TIMUR I 3,400,000
31 MTSR PANTURA TIMUR I 3,650,000
32 MTSR PANTURA TIMUR I 2,285,646
33 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
34 ISWAH YUDI 1,000,000
35 MUSYAFFA HAKIM 1,000,000
36 PENGKI BINTI JASIH 500,000
37 ROMDONI BIN ENDI 500,000
38 MTSR MADURA 1,550,000
39 VAIGATUL QULQIYAH 500,000
40 PUTRA PANJI PAMUNGKAS 500,000
41 MUHAMMAD FIRZAN 1,000,000
42 RAHAYU BINTI NGATIJO 3,000,000
43 ‌SALMI BINTI ABUHARI 1,500,000
44 PAIRAH SURAJI 500,000
45 MANSHUR AZIZ 1,500,000
46 WAJIB BIN AMIR 2,000,000
47 LAILY HANIK 582,500
48 SONI ISRA ISTAIN 500,000
49 MTSR PANTURA TIMUR 4,998,966
50 KARTINI BINTI GIYIN RANUSUWITO 1,000,000
51 SLAMET BIN HASTURI 1,000,000
52 EKO PRAYITNO 1,000,000
53 DEDE ANGGA ARDIANSYAH 1,000,000
54 YATUN BINTI MARDI 1,000,000
Total 62,142,612

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,142,612,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1050 ROMBONGAN

Rp. 54,892,958,622,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.