Rombongan 1049

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 15, 2017

ABDUL MAJID (52, Lumpuh Pasca Operasi Hernia). Alamat : Jl. Darma Gg. II No. 5, RT 3/5, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak Majid biasa beliau disapa, adalah pria paruh baya yang mengalami sakit Hernia pada tahun 2016. Beliau mengetahui penyakit tersebut setelah berkonsultasi dengan dokter umum dan dokter menyatakan bahwa harus dilakukan tindakan operasi. Setelah dilakukan tindakan operasi, beliau mengalami keluhan seperti kehilangan kekuatan pada anggota tubuhnya. Untuk menggerakkan tangan kanan, bahkan untuk menggenggam benda beliau tidak bisa. Hal ini terus terjadi perlahan-lahan, tangan kanan berlanjut pada tangan kiri, bahkan kedua kaki yang sulit digerakkan. Hingga akhirnya, beliau benar-benar tidak bisa melakukan aktifitas apapun. Sang istri, Sutantinah (49), seorang ibu rumah tangga harus membantu suaminya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk berdiri atau berjalan, sampai sekarang beliau harus dibantu dengan cara di bopong oleh sang istri. Dari awal gejala tersebut, beliau sudah melakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui penyebabnya, namun hasil laboratorium menunjukkan bahwa keadaan beliau normal. Kemudian dari dokter spesialis saraf, beliau sudah mendapat rujukan untuk melakukan tes lebih lanjut yaitu tes MRI ke RSUD. Dr Soetomo Surabaya. Beliau belum bisa melakukan tes tersebut dikarenakan tidak adanya biaya untuk PP Pamekasan-Surabaya, dan biaya selama perawatan atau bekal hidup di Surabaya. Beliau juga masih memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah, diantaranya kuliah, SMA, dan SMP. Dengan keadaan beliau, sampai saat ini sudah tidak bisa lagi bekerja. Beliau adalah seorang wiraswasta, dan sejak beliau sakit sang istri yang membantu perekonomian keluarga dengan menjual kue basah yang dititipkan untuk dijualkan. Beliau menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk pengobatannya selama ini. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau dan santunan berupa uang saku untuk pembelian obat lanjutan pun diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @estianti01 @ghirahrizky

Pak Majid lumpuh pasca operasi hernia


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, RT 9/2, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Lidia biasa ia dipanggil, adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Ia rutin melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dikarenakan RSUD Sumenep tidak mampu melakukan tindakan pengobatan untuk penyakitnya. Sudah sejak setahun lalu ia diketahui menderita TB Otak. Lidia mengeluhkan pandangannya mulai tidak jelas, sehingga diberikan obat tambahan. Mei 2017, Lidia selain melakukan kontrol juga dijadwalkan untuk melakukan tindakan MRI sehingga menunggu dari pihak rumah sakit untuk jadwal kapan tindakan MRI bisa dilakukan. Lidia menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dari Sumenep ke Surabaya, juga biaya akomodasi selama di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Lidia dan keluarga. Santunan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Lidia dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Lidia dan keluarga terus semangat untuk melakukan pengobatan, sehingga dapat segera sembuh total dan bisa meraih cita-cita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Monir @hafnirosania

Lidia menderita TB Otak


MAYSUROH BINTI MOH SUHDI (21, Kanker Mata + Kanker Kaki). Alamat : Dusun Nagasari RT 6/2, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Maysuroh, biasa ia disapa adalah seorang anak yang terlahir normal. Memasuki masa sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), muncul benjolan di kelopak mata kirinya. Ia dan keluarganya mengira itu hanya benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, benjolan itu kian hari semakin membesar dan ia merasakan sakit pada mata kirinya. Sakit yang dirasa oleh mata kirinya belum selesai, ia juga merasakan sakit pada betis kakinya. Ternyata, betisnya pun muncul benjolan, dan itu sangat mengganggu aktivitasnya ketika berjalan. Kedua orang tuanya pun memeriksakan keadannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martodirdjo Pamekasan untuk mengetahui keadaannya. Dokter mendiagnosa bahwa Maysuroh terkena kanker, dan menyarankannya untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk di operasi. Ayah Maysuroh, Moh. Suhdi (54), yang bekerja sebagai petani merasa kesulitan untuk mendapatkan biaya operasi anaknya. Terlebih ibu Maysuroh sudah meninggal dunia. Keadaan ini membuat orang tua maysuroh hanya bisa pasrah dengan keadaan putrinya, karena beliau tidak mengira jika benjolan yang awalnya biasa itu kini tumbuh menjadi kanker. Keadaan ini membuat kakak Maysuroh pergi merantau ke Negeri Jiran, Malaysia untuk membantu orang tuanya membiayai Maysuroh. Namun, keinginannya harus pupus karena Pasportnya sudah tidak berlaku lagi. Kini keadaan penglihatan Maysuroh semakin kabur dan benjolan semakin membesar. Untuk berobat, Maysuroh menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang difasilitasi pemerintah. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk biaya transportasi dan uang saku selama Maysuroh melakukan kontrol ke RSUD. Dr. Soetomo Surabaya. Semoga Maysuroh segera menemui jalan kesembuhannya. Mari terus bantu Maysuroh untuk tetap semangat berjuang melawan penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Muhyi Hesti

Maysuroh terkena kanker mata dan kaki


MOHAMMAD JUNAEDI (35, Pembengkakan Paru-Paru + Jantung). Alamat : Kemuning I/20, RT 7/3, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Sehari-hari Pak Junaedi adalah seorang pencari barang-barang rongsokan. Beliau juga dikenal sebagai orang yang bekerja keras untuk membantu biaya hidup keluarga. Namun, sejak ayah beliau meninggal dunia, beliau tinggal hanya dengan sang ibu Halimatus Sakdiyah (60) dan kedua saudara perempuannya. Merasa sangat kehilangan sosok sang ayah, pak junaedi mulai terbiasa mengkonsumsi rokok. Beberapa bulan yang lalu Pak Junaedi merasakan sesak napas dan batuk-batuk akibat kebiasaannya yang sering merokok tersebut. Saudara dekat beliau kemudian membawa ke RSUD Martodirdjo Pamekasan untuk dilakukan cek rontgen dan pemeriksaan dokter. Dari hasil rontgen terlihat banyak bercak putih pada paru-paru pak Junaedi sehingga dokter pun menyarankan untuk bisa dilakukan rawat inap selama kurang lebih 15 hari. Setelah 15 hari rawat inap, akhirnya dokter mengijinkan pak junaedi untuk rawat jalan saja di rumah dan memberikan beberapa obat untuk diminum. Alhamdulillah, biaya pengobatan beliau selama sakit dibantu oleh JKN KIS-PBI. Namun, meskipun telah melakukan rawat jalan dirumahnya, keadaan pak junaedi tak kunjung membaik. Pada tanggal 3 Juni 2017 kemarin pak junaedi telah berpulang kepada Sang Khalik. Kurir Sedekah Rombongan pamekasan pun segera memberikan santunan kematian kepada keluarga. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Ucapan terimakasih disampaikan oleh keluarga pak junaedi untuk para sedekaholics. Selamat jalan pak junaedi, semoga Allah mengampuni segala khilaf dan menerima segala amal baik bapak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @nunia91 @estianti01 @radityorenal

Pak Junaedi menderita pembengkakan paru-paru + jantung


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 1042.

Jumlah Bantuan​: Rp. 1.500.000,-
Tanggal​​: 23 Juni 2017
Kurir​​​: @vanmadura Ruslan @hafnirosania

Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3


RAHMAT MAULIDAN AZUARDI (11, Thalassemia). Alamat : Dsn. Ranggang RT 4/2, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Ardi biasa ia disapa, sejak usia 2 tahun divonis dokter menderita thalassemia sehingga darahnya cepat rusak. Darahnya menumpuk di limpa, yang mengakibatkan limpanya bengkak dan pada akhirnya pada tahun 2012 yang lalu telah dilakukan operasi pengangkatan limpa. Saat ini ketika kondisi Ardi pucat, ia harus segera melakukan transfusi darah ke Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya karena di Sumenep belum tersedia alat transfusinya. Bu Elvi Usyani (41), ibu Ardi adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Ardi adalah anak bungsu, anak tertua bu Elvi masih sekolah SMA. Sehari-hari bu Elvi berjualan soto dan kaldu di Jln. Seludang Sumenep. Karena besarnya biaya hidup dan biaya pengobatan yang tidak sesuai dengan pendapatan sehari-hari yang didapat, terkadang bu Elvi harus berhutang untuk memenuhi biaya berobat. Biaya pengobatan Ardi ke Surabaya menggunakan fasilitas BPJS, walaupun BPJS tidak mengcover keseluruhan biaya. Melihat semangat yang tinggi dari Ardi, kami Sedekah Rombongan beruntung diberi kesempatan untuk membantunya. Bantuan telah diberikan, bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan ketika di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Ardi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Syamsuri @hafnirosania

Rahmat menderita thalassemia


JUNIA RAMADHANI (8, Infeksi Kelamin). Alamat : Kampung Pao, RT 6/8, Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Nia, begitu dia akrab dipanggil. Sekitar 7 bulan yang lalu Nia menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Nia tidak mau memberitahu keluarganya karena takut. Si pelaku selalu mengancam akan membunuh jika Nia memberitahu keluarganya. Sejak kejadian itu, Nia sering mengalami sakit, namun pihak keluarganya belum membawanya periksa ke medis. Hingga pada awal januari, Nia mengeluh sakit perut, perutnya diolesi minyak kayu putih dan obat sakit perut biasa, namun tak kunjung mereda. Akhirnya sang bibi membawanya ke bidan terdekat untuk diperiksa. Nia tinggal bersama bibinya, karena sang ayah Nisman (38) dan Ibunya Romlah (36) merantau ke Surabaya. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang mengurus 2 adik nia yang masih kecil. Setelah diperiksakan ke bidan ternyata sakit Nia sudah lanjut. Keluarga terkejut sehingga membawa Nia ke puskesmas untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak puskesmas membenarkan dan menyarankan Nia untuk melakukan visum. Meskipun Nia tidak memiliki jaminan kesehatan, namun pihak RSUD Bangkalan memberi kemudahan dalam menangani kasus ini. Kondisinya masih belum membaik dan Nia mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Nia putus sekolah, dan psikisnya juga terganggu. Nia, tidak mau bicara dan juga tidak mau makan sehingga berat badannya menurun. Sedekah Rombongan turut merasakan kesediahan Nia. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa akses untuk terapi ke psikolog untuk mengobati trauma yang dialami Nia. Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan untuk biaya berobat dan kebutuhan Nia. bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1030. Kondisi kesehatan Nia saat ini mulai membaik. Nia juga sudah mulai bisa berinteaksi dengan orang luar meskipun kadang enggan untuk berbicara. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk kesembuhan Nia. Pihak keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2017
Kurir : @vanmadura @chococheese28

Junia mengalami infeksi kelamin


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Cystostomi + Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 1/4, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad merupakan salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Ayah dari 2 orang anak ini begitu semangat untuk menjemput kesembuhannya. Hal itu dapat dilihat dari ikhtiar beliau dalam menjalankan serangkaian pengobatan pasca mengalami kecelakaan pada traktor bego di tempat kerjanya bulan September 2016 lalu. Akibat kecelakaan tersebut membuat pak muhammad harus menjalani tindakan operasi tulang panggul dan pemasangan stoma/kateter pada saluran kemih beliau. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, Alhamdulillah kondisi pak muhammad semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Awalnya pak muhammad hanya mampu berbaring, kini beliau sudah mampu untuk duduk dan mulai latihan untuk berjalan. Selain itu menurut pemeriksaan terakhir yang dilakukan di poli orthopedi RSUD Dr. Soetomo kondisi tulang pinggul pak muhammad sudah membaik, dan disarankan kembali hanya jika ada keluhan saja. Namun, perjuangan pak muhammad untuk menjemput kesembuhan masih harus terus berlanjut karena beliau harus tetap rutin kontrol dan mengganti stoma/kateter setiap 2 minggu sekali di IIU Dr. Soetomo. Pak muhammad juga sedang menunggu jadwal operasi pada kandung kemih beliau agar tidak lagi menggunakan stoma/kateter. Pengobatan pak muhammad selama ini dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Untuk yang kelima kalinya kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan biaya berobat, mengganti selang kateter dan kontrol rutin pak muhammad. Semoga santunan dari sedekaholics mampu terus membantu ikhtiar pak muhammad untuk menjemput Kesembuhannya dan mampu menjalani hidup seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa Didit @nunia91

Pak Muhammad menderita cystostomi + stoma


SOBIRIN BIN RADUN (47, Tumor Usus). Alamat : RT 5/3, Dusun Caruban, KelurahanPurwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gejala awal yang dialami Bapak Sobirin berawal pada Januari 2016. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit (RS) Margono menunjukkan bahwa beliau menderita tumor usus yang mengharuskannya segera dioperasi. Operasi dilakukan pada Mei 2016, kemudian dilanjutkan 12 kali kemoterapi dan 25 kali sinar di RS Margono. Setelah melakukan pemeriksaan saat menjalani terapi rutin, terlihat bahwa ada benjolan yang kembali tumbuh pada tempat yang sama dengan tempat tumor usus Bapak Sobirin sebelumnya. Sebelum sakit, Bapak Sobirin bekerja sebagai buruh serabutan. Istrinya, Tuti (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilannya yang kecil hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka beserta ke tiga orang anaknyaBiaya pengobatan Bapak Sobirin dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sobirin. Bantuan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan ke rumah sakit. Santunan sebelumnya telah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 967.Kondisi Bapak Sobirin sempat membaik, bahkan sempat bekerja sebelum Ramadhan lalu. Namun kondisi beliau tiba-tiba menurun dan segera dilarikan ke RS Margono. Beliau dijadwalkan menjalani operasi namun ditunda. Kamis, 3 Agustus 2017 beliau minta diantar pulang ke rumah. Pada Sabtu, 5 Agustus 2017 kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Bapak Sobirin baru saja meninggal dunia. Semoga sakit yang dirasakan Bapak Sobirin menjadi penggugur dosa-dosanya dan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak sobirin menderita tumor usus


SULINAH BINTI SAMAR (52, Sakit Jantung + Asam Urat). Alamat : RT 9/5, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar pertengahan tahun 2014, Ibu Sulinah mengeluhkan nafasnya yang terasa sesak dan kakinya yang bengkak. Beliau pun memeriksakan diri ke Puskesmas Mandiraja. Dari puskesmas, beliau dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Disana, beliau dirawat inap selama 12 hari. Dari hasil pemerilksaan, dokter mendiagnosis bahwa Ibu Sulinah menderita sakit jantung dan asam urat. Sejak saat itu hingga 3 tahun ke berikutnya, sakit yang dirasakan Ibu Sulinah tersebut tidak terasa lagi. Namun pada April 2017, beliau mengeluhkan dadanya terasa panas, sesak nafas yang terus menerus dan badan yang bengkak kebiruan. Ibu Sulinah kembali dirawat di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara selama 7 hari. Kini beliau masih kesulitan dalam berjalan karena lututnya masih bengkak. Suaminya, Narsidi (91) bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Penghasilan tersebut sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Sulinah selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Beliau masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya operasional selama pengobatannya dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sulinah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya operasional selama pengobatannya dan kebutuhan sehari-hari keluarganya. Semoga Ibu Sulinah segera diangkat penyakitnya dan diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Wiwid @paulsyifa

Ibu Sulinah menderita sakit jantung dan asam urat


RAMADHANIA BINTI IMAM SADULLAH (6, Luka Bakar di Punggung). Alamat : RT 2/3, Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Saat Dik Ramadhania menyalakan kembang api, korek yang dipakainya dibuang ke belakang. Tanpa sepengetahuannya, korek terseut ternyata masih menyala dan mengenai baju bagian belakangnya. Hal tersebut baru diketahui setelah api membakar baju dan badan bagian belakangnya. Setelah api dipadamkan, Dik Ramadhania pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Emanuel Klampok dan dirawat selama 8 hari. Dokter mendiagnosis bahwa Dik Ramadhania mengalami combustio derajat 3 dengan spesis atau luka bakar yang mengenai seluruh lapisan kulit.Ia pun melanjutkan pengobatannya ke RS Margono Purwokerto dan dirawat selama 13 hari. Saat kontrol, dokter menyarankan agar Dik Ramadhania menjalani fisioterapi di RS Goetheng Purbalingga. Namun sebelum menjalani fisioterapi yang sudah dijadwalkan, Dik Ramadhania mengalami demam yang mengharuskannya dirawat di IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS Goetheng. Saat ini demamnya sudah turun meski wajahnya masih pujat dan luka bakarnya juga masih kotor. Dik Ramadhania adalah seorang anak yatim. Ibunya, Nur Nukminah Hidayati (43) yang menjadi tulang punggung keluarga, kini bekerja di Malaysia. Penghasilannya yang kecil dan posisinya yang jauh dari keluarga, membuat Ibunya tidak dapat mendampingi pengobatan Dik Ramadhania. Biaya pengobatan Dik Ramadhania dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun proses pengobatannya masih terkendala biaya perawatan luka di rumah dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ramadhania sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi, berobat dan kehidupan sehari-hari selama pengobatan Dik Ramadhania. Semoga ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Sulistiani @paulsyifa

Dik Ramadhania mengalami combustio derajat 3 dengan spesis


TARMI BINTI KASMADI (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : RT 4/5, Dusun Danayuda, Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2015, muncul benjolan kecil di payudara kanan Ibu Tarmi. Pada Agustus 2015, benjolan tersebut pecah. Setelah menjalani pengobatan herbal, Ibu Tarmi memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika pada Juli 2016. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker payudara. Ibu Tarmi langsung menjalani operasi pengambilan contoh dan pada September 2016 dilakukan operasi total. Setelah itu beliau menjalani kontrol rutin dan kemoterapi. Namun Alloh berkehendak lain. Pada tanggal 18 Agustus 2017, Ibu Tarmi dipanggil ke sisi-Nya. Suaminya, Kasman (60) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang dihadapinya selepas kepergian sang istri. Selama Ibu Tarmi sakit, Bapak Kasman yang bekerja sebagai buruh tani selalu setia merawat dan menemaninya berobat. Penghasilan Bapak Kasman yang semula kecil dan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun semakin berkurang. Biaya pengobatan Ibu Tarmi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Ibu Tarmi dan keluarga. Santunan diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhumah. Semoga Ibu Tarmi mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Wiwid @paulsyifa

Bu Tarmi menderita kanker payudara


ROCHYATI SAKAM (57, Kanker Payudara Kanan + Kiri). Alamat : RT 1/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Rochyati merasakan sakit, nyeri dan pegal pada payudara kirinya sejak awal tahun 2015. Beliau pun berobat ke dokter dan sempat membaik. Namun 3 bulan kemudian, sakitnya kambuh lagi. Beliau pun dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ibu Rochyati menderita kanker payudara kiri dan harus segera dioperasi. Setelah dioperasi, beliau melanjutkan pengobatan dengan kemotherapi di RS Margono. Pada 2016, kembali tumbuh benjolan di tempat yang dahulu dioperasi, di payudara kanannya, serta di punggung dan perutnya. Hingga saat ini beliau belum melakukan pengobatan kembali dan hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit dari apotek. Kini benjolan yang sudah menyebar tersebut sudah pecah dan menyebabkan luka basah yang berbau tidak sedap. Ibu Rochyati pun mengeluhkan pegal, perih dan sakit di sekujur tubuhnya. Ibu Rochyati adalah istri dari Alm. Sakam. Sejak suaminya meninggal, beliau hidup seorang diri. Terkadang anaknya yang sudah berkeluarga menemaninya saat malam hari. Kehidupan sehari-hari Ibu Rochyati dibantu anaknya yang bekerja sebagai buruh lepas. Biaya pengobatannya dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III yang dimilikinya. Namun, beliau masih kesulitan mencari biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rochyati sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan kehidupan sehari-hari beliau. Semoga Ibu Rochyati segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Lasminah @paulsyifa

Ibu Rochyati menderita kanker payudara


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, TuberculosisParu). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosisparupadatahun 2005. Tuberculosis parumerupakaninfeksipadaparu-paru yang disebabkanolehbakteri tuberculosis.Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Beliau kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi selama kontrol ke RS Moewardi. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1024. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya bertambah. Beliau juga sudah kembali bekerja sebagai tukang parkir meski belum masuk setiap hari. Saat ini beliau sedang menjalani kontrol di puskesmas setiap hari. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @paulsyifa

Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosis paru


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Moewardi selama 40 hari, Yudi diperbolehkan pulang tetapi tetap harus menjalani suntik obat setiap hari selama 8 bulan di puskesmas, terapi obat selama 2 tahun dan kontrol rutin bulanan ke RSUD Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 5 terapi suntik dan obat. Perkembangannya mulai terlihat, berat badan Yudi berangsur naik dan intensitas sesak nafasnya mulai berkurang. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1024. Kini keadaan Yudi semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang dan berat badannya naik.Ia sedang menjalani kontrol di puskesmas setiap hari. Semoga pengobatan Yudi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @misterrmoo @paulsyifa

Yudi positif menderita Tuberkulosis


WINDI NUR SULISTYANINGRUM (11, Jantung Bocor). Alamat : RT 5/2, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Dik Windi bermula pada tahun 2013. Ia merasakan jantungnya berdetak dengan keras, mudah lelah dan sesak nafas. Orang tuanya membawa Dik Windi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Ia kemudian di rujuk ke RSUD Margono dan didiagnosa menderita jantung bocor. Pengobatan Dik Windi dilanjutkan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito. Alhamdulillah pengobatannya berjalan lancar. Dik Windi adalah anak ketiga dari pasangan Alm. Suparmono dan Sutristiyaningsih (47). Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang terkadang membuat jajanan pasar bila ada pesanan. Kedua kakaknya sudah bekerja dengan penghasilan yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Windi dapat dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya kesulitan untuk membayar biaya iuran bulanan jaminan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Windi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya iuran bulanan JKN-KIS Non PBI kelas III, transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah pernah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 964. Kini Dik Windi masih harus menjalani kontrol satu bulan sekali di RSUP Sardjito. Semoga Dik Windi segera diberi kesembuhan dan diangkat penyakitnya sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @atinlelyas @paulsyifa

Windy menderita jantung bocor


DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI (5, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Alif, begitu ia biasa dipanggil. Saat usia 2 tahun, ia terjatuh saat bermain bersama temannya. Setelah kejadian tersebut, Dik Alif sulit untuk duduk dan berjalan. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit. Orang tuanya pun segera mengupayakan berbagai macam pengobatan, mulai dari pijat tradisional hingga terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng dan Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah. Dik Alif sempat disarankan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit (RS) Moewardi Solo. Namum saat diperiksa, dokter menyampaikan bahwa ia tidak perlu menjalani operasi, hanya fisioterapi rutin dan dibuatkan sepatu fisioterapi untuk meluruskan kaki dan berlatih berjalan. Kedua orang tuanya, Bapak Sajidin (47) dan Ibu Suswati (47) menceritakan sakit yang dialami Dik Alif saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Sajidin bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alif dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama Dik Alif menjalani pengobatan di RS Moewardi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Alif sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan Dik Alif. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 997. Kini Dik Alif sedang menjalani fisioterapi dan terapi wicara. Semoga Dik Alif berjalan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Didik @paulsyifa

Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Hasil pemeriksaan doker Siti didiagnosis mengalami epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Sitti masih menjalani kontrol rutin di RSUD Depati Hamzah, ia harus rutin meminum obat dan orang tuanya harus terus berupaya agar ia tidak mengalami kejang – kejang karena jika terjadi bahkan bisa menyebabkan ia tidak sadarkan diri. Siti kembali menjalani kontrol rutin ke RSUD Depati Hamzah, ia harus kontrol 2 kali dalam 1 bulan. Kurir Sedekah Rombongan kebali menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1048. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Siti didiagnosis mengalami epilepsi


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Zaky kini dapat menjalani transfusi darah secara rutin. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky pun harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Kondisi Zaky stabil karena ia rutin melakukan transfusi darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transportasi dan akomodasi pengobatan transfusi darah selama bulan Juli 2017. Sebelumnya Zaky telah dibantu dalam rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Zaky kini dapat menjalani transfusi darah secara rutin. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky pun harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Kondisi Zaky stabil karena ia rutin melakukan transfusi darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transportasi dan akomodasi pengobatan transfusi darah selama bulan Agustus 2017. Sebelumnya Zaky telah dibantu dalam rombongan 1019 dan pada 24 Juli 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia


MARYAM BINTI SAMANI (58, Stroke). Alamat: Dusun Kaisan RT 38/9, Desa Kaisan, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Bu Maryam sudah merasakan keluhan sejak 2006 lalu. Awal mulanya, bu Maryam sering mengeluh kram dan kaku pada persendiannya. Karena hanya menganggap sakit perut biasa, bu Maryam tidak menghiraukan keluhan tersebut. Semakin lama, keluhan yang dialami bu Maryam tidak kunjung mereda dan justru semakin sakit. Hingga suatu ketika bu Maryam tidak bisa bicara dikarenakan rasa sakit yang ia alami. Akhirnya beliau pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Maryam didiagnosa menderita Stroke. Beliau tidak bisa menggerakkan kakinya dan harus segera mendapatkan penanganan intensif. Bu Maryam dirujuk ke RS Dr. Iskhak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Bu Maryam mempunyai jaminan kesehatan BPJS, namun beliau urung memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan dikarenakan kesulitan untuk biaya transportasi dari rumahnya menuju ke rumah sakit. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa biaya transportasi hingga bantuan akomodasi selama masa pengobatan. Bu Maryam mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga bu Maryam dapat segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD Agung @MasKhus1027

Bu Maryam didiagnosa menderita Stroke


SUPARNO BIN MARTO KARYALEGI (62, Tumor Leher) Alamat: Dusun Kwarasan Lor RT 10/3, Desa Tiru Kidul, Kec. Gurah, Kab. Kediri, Jawa Timur. Pak Suparno biasa disapa, beliau bekerja sebagai buruh tani. Meski usianya sudah lanjut beliau masih terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beliau mempunyai tanggungan seorang istri dan 2 orang anak yang duduk di kelas 3 SMA & yang berusia 4 tahun. Pak Suparno divonis menderita penyakit tumor pada alat pencernaannya sejak pertengahan 2016. Awalnya, pada tahun 2015 yang dirasakan beliau seperti amandel, 2 bulan kemudian timbul benjolan di sekitar leher yang awal mulanya kecil. Lalu 3 bulan kemudian benjolan itu membesar seperti genggaman tangan. Pak Suparno awalnya dirawat di Rumah Sakit Pare Kediri, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada akhir bulan April 2015. Profesi beliau sebagai buruh tani tidak memungkinkan untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dikarenakan kesulitan membayar biaya berobat, transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Alhamdulillah melalui info dari kurir Sedekah Rombongan di Kediri, kami Sedekah Rombongan Surabaya bisa dipertemukan dengan Pak Suparno. Tanpa tunggu lama, kami langsung membawa Pak Suparno ke Surabaya dengan ambulan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya beliau mendapat jadwal kemoterapi. Bulan ini beliau sedang menjalani kemoterapi yang kelima. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 832. Pak Suparno & keluarga sangat berterima kasih atas bantuan para sedekaholic yang telah memberikan sebagian rezekinya melalui Sedekah Rombongan sehingga bisa membantu proses pengobatannya.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2016
Kurir : @wahyu_CSD @kurnia_isw Santi @EArynta

Pak Suparno divonis menderita penyakit tumor leher


SUPATMIRAH BINTI MAT SUKO (49, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Maron, RT 2/2, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, Ibu Supatmi mulai mengetahui adanya benjolan kecil pada payudara beliau. Ibu Supatmi akhirnya ke Puskesmas Banyakan untuk memeriksakan keadaannya. Pihak Puskesmas pun memberikan surat rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dikarenakan curiga jika ada sel kanker pada payudara Ibu Supatmi. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Ibu Supatmi di diagnosis dokter mengalami kanker payudara. Pada Bulan Agustus 2016 Ibu Supatmi dilakukan tindakan operasi pengangkatan sel kanker oleh rumah sakit atas sepertujuhan keluarga. Setelah menjalani operasi, Ibu Supatmi juga sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali yang sudah selesai pada Bulan Mei 2017. Ibu Supatmi pun dijadwalkan oleh dokter untuk menjalani sinar sebanyak 5 kali. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Supatmi sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Subagyo (62) yang hanya sebagai peternak. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III sedikit meringankan beban beliau. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Supatmi dipergunakan untuk biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan batuan yang diberikan Sedekaholics dapat meringankan beban Ibu Supatmi dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Ibu Supatmi di diagnosis dokter mengalami kanker payudara


SITI NABSIAH (45, Pendarahan Kepala Belakang + Ambeien). Alamat : Lingkungan Papringan, RT 1/1, Desa Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Ibu Nabsiah mengalami nyeri saat buang air besar. Beliau pun berobat ke Puskesmas Sutojayan, setelah menjalani pemeriksaan dan dokter mendiagnosis ambeien dan memberikan obat kepada beliau. Setelah beberapa minggu mengkonsumsi obat dari Puskesmas, ambeien beliau masih tetap ada. Akhirnya beliau pun berobat ke Rumah Sakit Aulia Blitar dan dari pihak rumah sakit beliau disarankan untuk operasi. Alhamdulillah operasi yang beliau lakukan berjalan lancar dan beliau mulai diberikan jadwal untuk kontrol kembali. Pada pertengahan Bulan Juli nasib naas menimpa Ibu Nabsiah, beliau mengalami kecelakaan pada saat sepulang dari kontrol. Beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Aulia. Saat diperiksa oleh dokter, kepala beliau bagian belakang terus mengalami pendarahan dan keadaan tersebut membuat beliau tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal. Ibu Nabsiah setiap harinya bekerja sebagai buruh ternak milik tetangga dan suami beliau Bapak Sujito (60) bekerja sebagai buruh tebang tebu. Pendapatan yang dimiliki hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan putri beliau yang masih sekolah. Ibu Nabsiah pun tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat, sehingga beliau sangat terbebani akan biaya berobat untuk kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nabsiah, sehingga bantuan yang dititipkan para Sedekaholics dapat tersampaikan kepada beliau. Santunan untuk Ibu Nabsiah telah dipergunaka untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan, biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga Ibu Nabsiah bisa segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Firman @m_rofii11

Bu Siti menderita pendarahan kepala belakang + ambeien


ELIF CALISTA MAHMUD (1, Perbaikan Gizi). Alamat : Jalan Hasan Rakib, RT 2/1, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Elif yang lahir pada 2 September 2017 di Rumah Sakit Prasetya Husada Malang, terlahir dengan ceasar. Ibunda Elif yang saat ini tinggal di Malang, kala itu ada acara keluarga di Desa Pujon mengalami kontraksi saat beraktifitas. Ibunda Elif pun dibawa ke Puskesmas Pujon untuk mulai menjalani persalinan. Saat bukaan ke 7 kondisi sang ibu menjadi kritis dan akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Prasetya Husada. Ibunda Elif pun akhhirnya dilakukan operasi untuk persalinannya dan untuk saat ini Elif masih menjalani rawat inap di rumah sakit untuk perbaikan gizi dan kontrol. Kini Elif dan keluarganya sedang kesulitan dalam biaya kontrol dan perbaikan gizi untuk ibunda pasca melahirkan dan menyusui. Elif terlahir dari seorang ibu bernama Ayu Mariza (22) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Sementara ayahnya bernama Safril Ali (24) berprofesi sebagai karyawan swasta. Elif juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan Malang dipertemukan dengan Elif sehingga bisa membantu untuk membayar biaya kepulangan dari rumah sakit, memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir serta gizi untuk ibu menyusui dan perbaikan kondisi pasca melahirkan dan biaya melahirkan. Semoga kelak Elif akan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.200.000,-
Tanggal : 12 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Bantuan untuk perbaikan gizi dan kontrol


DESI SAGITA (27, Tumor Otak). Alamat: Jalan Veteran Gang 7B No 4 Gapurosukolilo, RT 12/8, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Di saat-saat bahagia karena baru memiliki momongan yang masih balita dan cantik, bu Desi harus berjuang untuk kesembuhannya. Pada awal 2012, bu Desi sering mengeluh sakit kepala parah dan berkelanjutan. Karena terlalu sakit beliau hingga berteriak dan sering muntah. Karena khawatir, akhirnya beliau memeriksakan diri ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Dari RSUD Ibnu Sina Gresik, bu Desi langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasilnya, ternyata pada kepala bu Desi terdapat gumpalan darah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Desi didiagnosa menderita tumor otak. Bu Desi kemudian disarankan kembali lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi dengan biaya sekitar Delapan puluh hingga serratus juta rupiah. Mendengar biaya yang tidak sedikit tersebut, keluarga akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan dan memilih untuk mencari pengobatan alternatif lain. Atas saran teman bu Desi, akhirnya bu Desi dibawa ke Solo untuk menjalani pengobatan alternatif dengan biaya seikhlasnya. Hasilnya, telinga bu Desi mengeluarkan darah dan badan beliau kembali sehat. Namun lambat laun, beberapa bulan terakhir ini kesehatan bu Desi menurun. Beliau kini tidak dapat berjalan dan kepala bu Desi kembali pusing. Ditambah lagi, beliau tidak dapat melihat karena pandangan matanya menjadi kabur. Beliau hanya dapat berbaring di tempat tidur. Bu Desi adalah ibu rumah tangga. Suami beliau, Wiwit Wicaksono (31) bekerja sebagai tukang kernet. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih berusia 4 tahun. Mereka menyewa tempat tinggal dengan biaya Rp 500.000,- setiap bulan. Selama menjalani pengobatan, bu Desi menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan diluar jaminan KIS dan transportasi ketika ke Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bu Desi dan keluarga menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 980.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin @Earynta

Bu Desi didiagnosa menderita tumor otak


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat: Jl. Syamanhudi No. 35, RT 3/6, Kecamatan Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Selain itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS serta biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 1042. Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun dokter menyarankan agar bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 665.000,-
Tanggal: 11 Agustus 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3


SUTRISNO BIN DARMO SUGITO (44, Stroke/Pengapuran Tulang). Jalan Nusa Indah 2 Gang 6 No. 231 Kelurahan Malaka Jaya Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sudah sejak setahun yang lalu, Sutrisno mengeluh nyeri di bagian paha hingga kaki. Lama kelamaan kakinya mengecil dan susah berjalan. Pada awal bulan Juli 2017, Sutrisno di bawa ke Bogor untuk menjalani pengobatan alternatif. Beberapa hari setelah menjalani pengobatan alternaif, kakinya semakin kecil dan susah untuk berjalan juga tangannya susah di gerakan. Ia pun segera berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah meminum obat dari Puskesmas akhirnya badannya pun kembali sehat. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, karena sebulan kemudian penyakitnya kambuh kembali, dan melihat dari gejala-gejalanya menurut dokter Puskesmas Sutrisno terkena gejala Stroke. Semenjak sakit, Sutrisno tidak bekerja. Karena merasa kesakitan cukup lama, mengakibatkan kejiwaannya sedikit terganggu. Sutrisno tinggal bersama kakaknya yang sudah berkeluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Fasilitas kesehatan yang dimiliki BPJS. Kakaknya juga memiliki 1 anak kandung dan 3 anak yatim piatu yang merupakan anak dari adiknya yang telah meninggal dunia. Alhamdulillah atas izin Allah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sutrisno. Melihat kondisi Sutrisno, kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatan. Keluarga Sutrisno mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Pak Sutrisno terkena gejala Stroke


KARYANI BINTI DARJA (10, Leukimia cml krisis blasis). Alamat : Dusun Krajan IV RT. 5/10, Kelurahan Talaga Sari, Kecamatan Talaga Sari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 7 tahun sudah Karyani kecil berjuang melawan penyakit kanker yang ia derita, sewaktu bocah Malang ini berumur 18 bulan tepatnya pada Juli 2009 perut nya membesar seperti ibu dewasa hamil serta tangan yang mengecil lalu diperiksakan ke RSUD Karawang, menurut dokter yang menangani, Karyani kurang serat dan terdapat kotoran kering diperutnya hasil diagnosa dokter Karawang bahwa Karyani mengalami tumor perut lalu pengobatan lanjutannya Karyani dirujuk ke RSCM Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter RSCM, Karyani terdiagnosa mengidap leukimia cml, dokter menyarankan selama 3 tahun diberi obat arpurinol dan hidrea dan hasilnya memberikan secercah harapan kesembuhan dikarenakan perut sang anak mengecil setelah itu karyani pun hanya perlu menjalani kontrol 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali namun naas dikesekian kalinya untuk kontrol terjadi musibah pada keluarga Karyani sehingga membuat ia terlambat kontrol ke RSCM. Karna pengobatan yang tidak teratur, kondisi perut Karyani membesar kembali juga terdapat benjolan besar di paha kanan dan kiri serta saat ini diagnosa dokter atas penyakit karyani meningkat menjadi Leukimia cml krisis blasis, 3 bulan terakhir ini Karyani harus menikmati hidupnya di ruang rawat inap dan terus menjalani kemoterapi. Ayah karyani bapak Darja (37) seorang pekerja bangunan di Karawang penghasilanya yang minim hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, belum lagi selama 3 bulan ini bapak Darjan tidak bekerja dikarenakan harus ikut membantu sang istri merawat karyani yang semakin lemah kondisinya, ibu karyani yaitu ibu Karsih (37) seorang ibu rumahtangga ia pun tidak bekerja dengan kondisi anaknya yang sakit membuat kehidupan mereka semakin sulit dan berat. Memang​ benar untuk biaya pengobatan gratis di tanggung oleh BPJS namun untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta, seperti makan sehari-hari dan transportasi mereka sering mengalami kesulitan keuangan. Alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian selama pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @rini astuti @endang numik

Karyani terdiagnosa mengidap leukimia cml


ANISA BINTI SUTARMO (48, Patah Tulang Kaki dan Tangan Kanan). Alamat: Tangkit RT 5/8 kelurahan Tangkit, Kecamatan sungai gelam, kabupaten Muaro, Jambi. Ibu Anisa namanya , mungkin tak akan terlupakan peristiwa yang menimpa kala itu olehnya pada tanggal 18 April 2017 beliau sedang mengemudi motor dan tertabrak truk yang sedang melaju dengan cepat dari arah belakang hingga menyebabkan ibu Anisa tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa ke RSUD Jambi untuk mendapatkan pertolongan pertama karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. Karena kondisi nya yang tak kunjung membaik ibu Anisa dirujuk ke RSUD Tanggerang pada tanggal 07 Mei 2017 dan dilakukan pemeriksaan pada luka dan patah tulang ditangan serta kakinya karena ketersediaan alat alat medis yang kurang memadai untuk penganganan ibu Anisa sehingga ia dirujuk kembali ke RSCM pada tanggal 08 Mei 2017 setelah dilakukan perawatan intensif ibu Anisa dilakukan tindakan operasi pemindahan syaraf dari kaki ke tangan. Saat ini kondisi ibu Anisa masih lemah tak berdaya pasca kejadian naas tersebut ibu paruh baya ini pun harus berjuang untuk kesembuhannya di ibukota. Kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk ibu Anisa, setelah bbantuan sebelumnya masuk di rombongan 1031.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 27 Juli 2017
Kurir : @wirawiry , @riniastuti, @endangnumik

Bu Anisa mengalami patah tulang ditangan


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit. Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan, namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1007. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Eva Suryati menderita sakit tumor mata


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan Sedekah Rombongan Surabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1042. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1046. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan iabisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 581.500,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Mia menderita tumor mata


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya pengobatan, transportasi, dan kebutuhan nutrisi. Bantuan Sebelumnya tercatat pada rombongan 1043. Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi

Bu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggal dunia. Sebelum kedua orangtua Maulana meninggal, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1043. Keluarga yang mendampingi Maulana merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 666.100,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi

Maulana menderita busung lapar


MOHAMAD JUNAEDI (20, Leukimia). Alamat: Jl. Jembatan 1 RT 8/5 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Februari 2017, Junaedi mengalami demam dan harus mendapat perawatan di RS Pasar Minggu. Namun karena keterbatasan fasilitas, Junaedi dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan seperti laboratorium dan BMP, dokter menyatakan jika Junaedi menderita Leukimia. Junaedi langsung menjalani perawatan, setelah beberapa hari dirawat kondisi Junaedi terus menurun hingga pada tanggal 17 Juli 2017 Tuhan berkehendak lain. Innalillahi wainnailaihiroji’uun, Junaedi telah berpulang. Orang tua Junaedi sangat terpukul dengan ini semua. Orang tua Junaedi, bapak Herman (45) adalah seorang tukang ojek pangkalan dan ibu Maimunah (50) sehari-hari berjualan di warung. Ditengah kesedihan yang dirasakan, orang tua Junaedi juga bingung untuk biaya pemakanan sang buah hati. Setelah mendapat informasi tentang ini, kurir Sedekah Rombongan langsung menuju ke rumah duka RSCM dan menyampaikan santuan untuk biaya pemakanan Junaedi. Semoga Junaedi mendapatkan tempat terindah disisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 17 Juli 2017
Kurir: @wirawiry Novita @untaririri

Junaedi menderita Leukimia


Biaya Pembangunan Pondok Pesantren Al-Anwar Pondok Pesantren Al-Anwar, Bolon, Palbapang, Bantul, menjadi tempat bagi sekitar 70-an anak mengaji dan menghafal Al-Quran. Setiap hari, Kyai Aris selaku pengasuh ponpes, selalu membimbing para santriwan dan santriwati dengan sabar dan ikhlas. Untuk menunjang kegiatan mengaji, Kyai Aris sadar, perlunya melakukan pembangunan pondok pesantren agar dapat memfasilitasi dengan layak para santriwan dan santriwati ini, supaya mereka dapat menuntut ilmu di pondok denga khusyuk. Maka dari itu Sedekah Rombongan ikut turun tangan memberikan bantuan, dengan menyumbang biaya pembangunan sebesar 10 juta rupiah. Pada tanggal 1 Agustus 2017 dana titipan sedekaholics diberikan. Pembangunan pun dapat dilaksanakan. Sampai saat ini pembangunan masih berjalan, sedangkan para santriwan dan santriwati masih tetap melanjutkan kegiatan utamanya yakni menuntut ilmu di pondok pesantren. Semoga titipan dari sedekaholics dapat membantu pembangunan pondok pesantren, serta sedekaholics juga turut diberikan ganjaran yang setimpal seperti para santriwan dan santriwati yang tak pernah berhenti menuntut ilmu agama.

Jumlah : 10.000.000
Rincian : Biaya pembangunan pondok pesantren
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Biaya pembangunan


AKHMAD SIDIQ DAMARHURI (20, Radang Saluran Pernafasan) Alamat: Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Anwar, Bolon, Palbapang, Bantul, Yogyakarta. Huri, begitulah panggilannya. Ia merupakan salah satu santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidhul Qur’an Al-Anwar yang di ketuai oleh Kyai Aris Munawar Dachlan. Remaja yang berasal dari kota Malang, Jawa Timur ini termasuk salah satu santri yang rajin di ponpes Al-Anwar. Selain menimba ilmu agama di ponpes Al – Anwar, ia juga sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Yogyakarta. Tanggal 28 Agustus 2017, Huri mengalami batuk dan sesak nafas. Ia akhirnya dibawa ke Klinik Wiwit Bantul. Dokter mengatakan, Huri menderita radang saluran pernafasan. Beruntung, keadaannya tidak begitu parah. Ia menjalani rawat inap selama 3 hari. Huri tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, apalagi sanak keluarga yang jauh di Jawa Timur hanya bisa berkabar via telepon saja. Pengobatannya pun harus dibiayai secara umum. Alhamdulillah, melalui Ponpes Al-Anwar, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Huri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholic untuk biaya pengobatan Huri selama di Klinik. Saat ini Huri diharuskan menjalani kontrol seminggu sekali, hingga kesehatannya pulih kembali. Semoga Huri cepat sembuh dan bisa menjalani rutinitasnya kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.162.000,-
Tanggal: 4 September 2017
Kurir: @Saptuari, @wuri_shinta , @ boyadisakti

Huri menderita radang saluran pernafasan


AKMALIA MUTAMIMAH (18, Maag) Alamat: Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Anwar, Bolon, Palbapang, Bantul, Yogyakarta. Amel, begitulah panggilannya. Ia merupakan salah satu santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidhul Qur’an Al-Anwar yang di ketuai oleh Kyai Aris Munawar Dachlan. Remaja yang berasal dari kota Pekalongan, Jawa Tengah ini termasuk salah satu santriwati yang rajin di ponpes Al-Anwar. Selain menimba ilmu agama di ponpes, ia sekolah juga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Kesibukannya di ponpes dan di sekolah membuat Dik Amel kurang beristirahat. Tanggal 25 Agustus 2017, ia sempat beberapa kali muntah darah dan mimisan. Dik Amel dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul. Dokter mengatakan, Dik Amel sedang mengalami banyak pikiran (gangguan psikosomatis). Keadaan itu langsung mempengaruhi penyakit maag yang dideritanya. Ia menjalani rawat inap selama 5 hari. Jauh dari sanak keluarga, dan hanya kawan-kawan sesama santriwati yang menemaninya. Kartu BPJS yang tertinggal di kampung halaman, membuat Dik Amel harus membayar biaya pengobatan secara umum dengan bantuan dari Ponpes Al-Anwar. Alhamdulillah, melalui Ponpes Al-Anwar, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Amel. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari Sedekaholic untuk biaya pengobatan Dik Amel selama di Rumah Sakit. Saat ini Dik Amel diharuskan menjalani kontrol seminggu sekali, hingga kesehatannya pulih kembali. Semoga Dik Amel cepat sembuh dan bisa menjalani rutinitasnya kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.510.000,-
Tanggal: 4 September 2017
Kurir: @Saptuari, @wuri_shinta , @ boyadisakti

Akmalia menderita magh


MASJID NABAWI (Berbagi Ifthar untuk Musafir). Alamat : Madinah Munawaroh, Arab Saudi. Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Indahnya berbagi juga dirasakan oleh para dhuafa dan juga para musafir yang ada di luar Indonesia yaitu di daerah sekitar Masjid Nabawi Arab Saudi. 3Ketika bulan Ramdhan jamaah umroh mningkat drastis dikarenakan melihat fadilah umroh di bulan Ramadhan itu sperti haji bersama Rosulullah SAW. Ada sekitar ratusan ribu kaum muslimin yg datang dari seluruh negara untuk melakukan ibadah umroh dan lebih lagi penduduk lokal yg ketika Ramadhan juga memadati sluruh area masjid nabawi dan halaamannya. Untuk itulah ketika berbuka puasa dengan jumlah jemaah yang begitu besar dan tdak semua dapat diatur oleh pemenrintah, tapi oleh personal atau organisasi dan yayasan- yayasan sosial yang menyediakan makanan berbuka puasa di depan masjid nabawi. Setiap hari stlah asar mereka yg mnydiakan buka puasa sudh mulai mnyiapkan karpet d halaman, kmudian mnyiapkan menu berbuka untk seluruh kaum muslimin yg berada d nabawi. Salah satu kurir Sedekah Rombongan yang kebetulan berada di masjid Nabawi turut membantu para mushafir untuk mendapatkan kemudahan dalam berbuka puasa pada tanggal 9 Juni 2017 atau lebih tepatnya 13 Romadhon 1438 H. Menu berbuka disajikan berupa 150 box nasi dengan menu ayam dan sayur-sayuran, kurma dan air mineral. Terima kasih kepada para sedekaholics yang terus memepercayakan Sedekah Rombongan untuk menyalurkan bantuannya kepada kaum dhuafa. Semoga Allah membalas segala amal kebaikannya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @Saptuari Hidayat @akuokawai

Berbagi ifthar untuk musafir


HOLINA M. HUSIN (39, Kanker Serviks). Alamat : Jln. Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ibu Holina merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dua tahun yang lalu, berawal dari bercak merah disertai pendarahan terus menerus, Ibu Holina merasakan nyeri haid yang luar biasa. Awalnya hanya dikira sebagai haid biasa hingga akhirnya diperiksakan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno di Air Anyir Pangkalpinang. Hasil diagnosis dokter Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut. Ibu Holina disarankan rujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Ibu Holina telah memiliki JKN – KIS, namun biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta menjadi kendala besar. Ibu Holina adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak M. Husin yang sehari – hari berprofesi sebagai buruh harian. Keterbatasan biaya untuk membawa Ibu Holina ke Jakarta membuat keluarga hanya bisa pasrah meski kondisi Ibu Holina semakin lemah dan terus mendapat transfusi darah. Alhamdulillah, Ibu Holina kini sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM. Ibu Holina dan suami tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – sehari selama di Jakata. Semoga Ibu Holina segera sembuh, amin. Sebelumnya Ibu Holina dibantu dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel via suharji @ririn_restu

Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut


HOLINA M. HUSIN (39, Kanker Serviks). Alamat : Jln. Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ibu Holina merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dua tahun yang lalu, berawal dari bercak merah disertai pendarahan terus menerus, Ibu Holina merasakan nyeri haid yang luar biasa. Awalnya hanya dikira sebagai haid biasa hingga akhirnya diperiksakan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno di Air Anyir Pangkalpinang. Hasil diagnosis dokter Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut. Ibu Holina disarankan rujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Ibu Holina telah memiliki JKN – KIS, namun biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta menjadi kendala besar. Ibu Holina adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak M. Husin yang sehari – hari berprofesi sebagai buruh harian. Keterbatasan biaya untuk membawa Ibu Holina ke Jakarta membuat keluarga hanya bisa pasrah meski kondisi Ibu Holina semakin lemah dan terus mendapat transfusi darah. Alhamdulillah, Ibu Holina kini sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM. Ibu Holina dan suami tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Setelah menjalani serangkaian kemoterapi, kondisi Ibu Holina membaik. Ia masih harus menjalani beberapa tahapan kemoterapi dan rencananya akan menjalani terapi sinar. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjtan untuk kebutuhan sehari – sehari selama di Jakata. Semoga Ibu Holina segera sembuh, amin. Sebelumnya Ibu Holina dibantu dalam Rombongan 1019 dan pada 23 Juli 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel via suharji @ririn_restu

Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut


DALIM SEMBALUN (62, Tumor Leher). Alamat : Dusun Lauk Rurung Barat, RT 1, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. Penyakit Pak Dalim diawali adanya benjolan sebesar kelereng pada lehernya. Benjolan tersebut semakin membesar, terasa panas dan gatal. Selama 4 tahun terjadi benjolan tersebut semakin membengkak sehingga Pak Dalim kesulitan untuk mengunyah makanan. Pak Dalim Sudah berobat di RSU Provinsi NTB namun karena peralatan medis dan dokter spesialis terbatas, ia dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Dari pernikahannya dengan Ibu Cipa (59), Pak Dalim dikaruniai tiga orang anak. Dua anaknya sudah menikah dan yang lainnya merantau. Kondisi ekonomi keluarga Pak Dalim sangat sulit, sejak ia sakit tidak ada lagi yang bekerja sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Hal itu membuat Pak Dalim tidak dapat berobat dengan optimal meski ia telah memiliki JKN – KIS. Tumor yang dialami Pak Dalim semakin memburuk, darah terus mengucur dari lehernya dan berbau. Alhamdulillah setelah menempuh jarak yang cukup jauh ke rumah Pak Dalim, kurir Sedekah Rombongan dapat bertemu dengannya dan menyampaikan bantuan. Setelah dibantu Sedekah Rombongan, Pak Dalim dapat berobat ke RSUP Sanglah dan saat ini sedang menunggu jadwal operasi yang jika tidak ada hambatan akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2017. Saat berobat di RSUP Sanglah, Pak Dalim menyewa kamar kos yang berada di sekitar rumah sakit. Kondisi Pak Dalim sempat menurun hingga dibawa ke UGD karena ia merasakan sesak. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya sewa kos, dan kebutuhan selama menjalani pengobatan. Ucapan terima kasih dan doa disampaikan Pak Dalim dan keluarga atas bantuan dari sedekaholic Sedekah Rombongan, semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas Allah SWT, amin. Sebelumnya Pak Dalim telah dibantu dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.400.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia Panca Lia Rinjanah @ririn_restu

Pak dalim menderita tumor leher


ANTOENY BIN SYARKOWI (30, Psikotik). Alamat : Dusun Tanjung Kemala, RT 1/2, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten Oku Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Setelah lulus SMA, Antoeny bekerja di rumah makan sekitar Martapura, sejak saat itu ia sering mangalami hal – hal yang tidak normal. Antoeny sering melamun dan mimpi buruk yang terkadang disertai dengan suhu badan panas tinggi. Keluarga Antoeny pada waktu itu membawanya ke pengobatan tradisional, namun kondisinya tidak kunjung membaik dan tingkah lakunya semakin tidak normal. Dua tahun lalu keluarganya memutuskan membawa Antoeny ke RS Renaldi Bahar di Palembang, sebulan rawat inap kondisinya membaik namun karena keterbatasan biaya pengobatan dihentikan. Orang tua Antoeny, Bapak Syarkowi (58), yang bekerja sebagai tukang ojek dan Ibu Linda Wirmala (45), seorang ibu rumah tangga yang juga berjualan jajanan kecil, menuturkan kesulitan yang mereka hadapi untuk biaya tranportasi dan biaya hidup sehari-hari di rumah sakit meski Antoeny sudah mempunyai JKN-KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Antoeny, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya akomodasi, transportasi dan kebutuhan pengobatan ke rumah sakit. Semoga Antoeny bisa terus berobat dan kesehatannya kembali pulih sehingga ia dapat bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelumnya Antoeny telah dibantu dalam Rombongan 955.

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @sintamurtinaa @ririn_restu

Antony mengalami psikotik


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dilakukan operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kini Yohanes masih menjalani rawat jalan dan serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta hingga jadwal operasi tiba. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan dil uar tangguungan BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1026. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan dan kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes mengalami tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya


ATHAYA NASUHA CHOIRUNNISA (10, Sindrom Nefrotik Resisten Steroid). Alamat : Jln. DI Panjaitan No. 50, RT 3, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Putri keempat dari pasangan Bapak Bambang Sudiatmoko (44) dan Ibu Irzi’in (42) ini mengalami sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urin, dimana seharusnya pada ginjal yang sehat akan menyimpan zat penting protein di dalam darah. Gejala yang dialami Athaya adalah tubuhnya bengkak sejak Mei 2013, ia kemudian berobat di RSUD Balikpapan dan didiagnosis sindrom nefrotik resisten steroid. Saat berobat di RSUD Balikpapan pada Mei 2013 Athaya diberikan obat Prednison, setelah itu pada Juni 2013 ia diberikan obat Cyclophosphamide (CPA) oral hingga Desember 2013. Sejak Januari 2014 Athaya kembali menjalani terapi obat Prednison sampai sekarang. Setiap 3 bulan sekali Athaya dianjurkan untuk dirujuk kontrol ke Poli Nefrologi Anak RSUD dr. Soetomo Surabaya, karena tidak bisa ditangani di RSUD Balikpapan. Sejak Agustus 2016, Athaya tidak lagi berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena tidak ada biaya transportasi dari Balikpapan ke Surabaya. Selain itu, keluarga juga tidak mempunyai uang untuk akomodasi selama pengobatan Athaya di Surabaya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Athaya hingga menyampaikan bantuan untuk transportasi dan kebutuhan berobatnya. Alhamdulillah setelah dibantu oleh Sedekah Rombongan, Athaya didampingi oleh Ibu Irzi’in dapat berangkat untuk berobat ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Minggu, 20 Agustus 2017. Sambil menunggu jadwal pengobatan lanjutan yang masih cukup lama, Athaya dan Ibu Irzi’in kembali ke Balikpapan. Pada Jumat, 1 September 2017 Athaya dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani operasi usus buntu. Pasca operasi kondisi Athaya terus menurun sehingga harus dirawat di ruangan PICU. Kondisi Athaya terus memburuk hingga Allah berkehendak lain, pada Minggu, 3 September 2017 pukul 7 pagi ia meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 5.000.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @fperwiro @ririn_restu

Athaya menderita sindrom nefrotik resisten steroid


MINI MURSINAH (78, Asam urat + Pengapuran tulang). Alamat : Kp. Baru, RT 2/5, Kelurahan Koang jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Mini tinggal di gubuk kecil bersama seorang anaknya yang bernama Pak Iwan. Gubuk tersebut dibangun di tanah garapan milik tetangganya. Sejak satu tahun yang lalu Nek Mini kerap mengeluhkan sakit pada kakinya, bahkan tekadang membuatnya tidak bisa berjalan. Setelah Nek Mini dibawa berobat oleh anaknya ke rumah sakit, ia dinyatakan mengalami Asam urat dan pengapuran tulang. Nek Mini dianjurkan untuk rutin kontrol setiap sebulan sekali. Nek Mini kerap kebinggungan ketika ia harus kontrol, karena penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh pembuat tahu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Walaupun kondisi Nek Mini sangat kekurangan, namun Ia tidak menerima JKN – KIS bantuan dari pemerintah. Nek Mini akhirnya berobat menggunakan biaya sendiri dan hingga kini belum memiliki jaminan kesehatan. Melihat kondisi Nek Mini yang semangat untuk sembuh, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi dan kebutuhan berobatnya. Semoga Nek Mini segera sembuh dan pulih seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn-restu

Nek Mini mengalami Asam urat dan pengapuran tulang


JAMES VALENTINO SYAELENDRA (2, Kanker Kelenjar Getah Bening). Jalan Binor VII C/16, RT 1/14, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa timur. James yang kala itu lahir dengan kondisi badan yang sangat sehat. Pada awal umur yang ke 8 bulan, mulai ada benjolan di daerah sekitar atas mata. Keluarga pun akhirnya mengolesi benjolan tersebut dengan obat tradisional dan benjolan tersebut sudah mulai mengecil. Akan tetapi, pada umur 10 bulan tumbuh benjolan lagi di sekitar lengan dan kaki. Orang tua James yang khawatir akan kondisi pada putranya, lalu mulai diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalai pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis kalau James mengalami kanker kelenjar getah bening. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya mulai menjadwalkan kemo terapi yang akan dilakukan untuk pegobatan. Pada bulan ini, James telah menjalani jadwal kemo terapinya yang ke 12 dan James akan menjalani kontrol setiapbulan sekali untuk mengambil obat dan perbaikan nutrisi. James merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Yoseph (46) dan Ibu Anna (39). Bapak Yoseph yang merupakan tulang punggung keluarga, setiap harinya bekerja sebagai penjual koran. Pendapatan yang dimiliki Bapak Yoseph pun juga menentu setiap harinya, sedangkan anak pertama beliau masih duduk di bangku sekolah. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi biaya kebutuhan sehari-hari saat berobat menjadi kendala yang berat bagi keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombonga dipertemukan dengan James, sehingga bantuan dari Sedekaholics pun dapat diberikan kepada James. Bantuan yang diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, susu, membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1035. Semoga pengobatan yang di akan dilakukan James diberi kelancaran dan dapat segera sehat kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 946.900,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

James mengalami kanker kelenjar getah bening


UMI NAFIAH (37, Gangguan Jiwa). Alamat : Dusun Tlogo 1, RT 1/1, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Saat kecil Ibu Umi normal seperti anak pada umumnya, hingga sampai saat kelas 2 Sekolah Dasar (SD) beliau sudah tidak bisa mengikuti pelajaran apa pun. Dikarenakan saat pelajaran beliau cenderung melamun dan beliau pun akhirnya memilih untuk putus sekolah. Pada saat umur 15 tahun beliau mulai sering marah-marah sendiri. Akhirnya beliau pun diperiksakan ke Rumah Sakit Porong untuk tindakan medis dan dokter pun telah mendiagnosis kalau beliau mengalami gangguan kejiawaan. Sekitar 15 tahun beliau berobat, akan tetapi kondisi beliau masih tetap sama dan sekarang di rawat di rumah dengan mengkonsumsi obat yang diberi dokter. Ibu Umi hanya tinggal berdua saja bersama ibunya Romelah (66) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ibu Umi tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun untuk berobat. Keluarga merasa sangat terbebani akan biaya untuk berobat dan membeli obat-obatan. Tak jarang tetangga juga memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Umi dan keluarga. Bantuan yang diberikan kepada Ibu Umi telah dipergunakan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan transportasi. Semoga kondisi Ibu Umi akan segera membaik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @FaizFaeruz Firman @m_rofii11

Bu Umi mengalami gangguan kejiawaan


SAMIYAH BIN ROHADIN (34, Kanker Otak). Alamat : Dusun Bapao ll, RT 9/7, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Samiyah menderita kanker otak sekitar dua tahun yang lalu. Bermula dari benjolan kecil di belakang kepala tanpa disertai rasa sakit, Ibu Samiyah tidak curiga apapun. Kenyataannya, semakin hari benjolan tersebut semakin membesar dan mulai menimbulkan rasa sakit. Beliau memeriksakan benjolan yang ada dibelakang kepala karena sudah menimbulkan gejala sakit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Menurut petunjuk dari pihak RSUD Pamekasan, Ibu Samiyah diharuskan memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soetomo Surabaya. Hasil pengobatan sebelas kali di RSUD Soetomo Surabaya tidak mengarah pada kesembuhan beliau. Beliau yang merupakan seorang petani sudah pasrah saat ini dikarenakan tidak ada biaya untuk berobat lagi serta trauma mendalam yang membuat Ibu Samiyah enggan untuk pergi berobat kembali. Kondisi saat ini Ibu Samiyah merasa sakit saat tidur maupun duduk karena kanker yang di derita sudah membesar. Hewan ternak, harta satu satunya pun yaitu sapi dijual untuk biaya pengobatan kankernya pada saat itu. Jaminan Kesehatan yang dipakai Ibu Samiyah sampai saat ini adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan menyampaikan santunan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.0000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @vanmadura Muhyi

Ibu Samiyah menderita kanker otak


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Transportasi dan pembelian alat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 2.005.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Hasan menderita sakit atresi ani


SUHAENI BINTI ENDEN (35, Malignant Neoplasm of cervix uteri). Alamat Desa sukowono, RT011/RW001, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Suhaeni mengalami penyakit yang di derita kurang lebih selama 10 bulan yang lalu. Awalnya ia mengalami keputihan yang berbau dan warnanya agak kecoklatan serta sering merasakan nyeri di perut. Ibu Suhaeni melakukan pemeriksaan ke pkm pujer dan di rujuk ke RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah) Dr.H. Koesnadi. Hasil pemeriksaan yang dilakukan menjelaskan bahwa Ibu Suhaeni mengidap penyakit Malignant Neoplasm of cervix uteri atau kanker serviks. Saat ini Ibu Suhaeni menggunakan fasilitas jaminan kesehatan yaitu JAMKESMAS. Suami Ibu Suhaeni yaitu Bapak Sudi (43) yang pekerjaannya hanya buruh mengalami kesuliatan membiayai pengobatan Ibu Suhaeni diluar tanggunngan JAMKESMAS. Saat ini Ibu Suhaeni sering mengalami pendarahan dan mual serta nyeri di perutnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan JAMKESMAS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2017
Kurir : @Andriono @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Suhaeni mengidap penyakit kanker serviks


SUNIWI BINTI SUNDARI (56, Tumor leher). Alamat : Desa Sulek RT 006 RW 003, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ibu Suniwi menderita penyakit ini semenjak satu tahun yang lalu. Awalnya terdapat benjolan kecil di leher. Tiga bulan yang lalu benjolannya semakin besar. Karena keluarga khawatir maka dilakukan pemeriksaan di RS. Dr. Koesnadi Bondowoso. Hasil pemeriksaan menjelaskan bahwa Ibu Suniwi mengidap penyakit kanker tumor. Sebelum melakukan pemeriksaan dan rawat inap di RS. Koesnadi Bondowoso, Ibu suniwi pernah menginap di puskesmas Tlogosari. Saat ini Ibu Suniwi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Suami Ibu suniwi, Toli (71) merasa kesulitan untuk pembiayaan pengobatan diluar tanggungan KIS. Karena sehari-harinya ia hanya bekerja sebagai buruh tani. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 September 2017
Kurir : @andriono @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Suniwi mengidap penyakit kanker tumor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ABDUL MAJID 500,000
2 USRIFATUL MAULIDIA 650,000
3 MAYSUROH BINTI MOH SUHDI 750,000
4 MOHAMMAD JUNAEDI 500,000
5 SARIHA BINTI DUL KAWI 1,500,000
6 RAHMAT MAULIDAN AZUARDI 1,000,000
7 JUNIA RAMADHANI 500,000
8 MUHAMMAD BIN HAMIN 1,200,000
9 SOBIRIN BIN RADUN 1,000,000
10 SULINAH BINTI SAMAR 500,000
11 RAMADHANIA BINTI IMAM SADULLAH 500,000
12 TARMI BINTI KASMADI 500,000
13 ROCHYATI SAKAM 500,000
14 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 500,000
15 YUDI PRIANTO 500,000
16 WINDI NUR SULISTYANINGRUM 500,000
17 DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI 500,000
18 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 1,000,000
19 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
20 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
21 MARYAM BINTI SAMANI 500,000
22 SUPARNO BIN MARTO KARYALEGI 500,000
23 SUPATMIRAH BINTI MAT SUKO 500,000
24 SITI NABSIAH 1,000,000
25 ELIF CALISTA MAHMUD 3,200,000
26 DESI SAGITA 980,000
27 NJOO SWIE FOEN 665,000
28 SUTRISNO BIN DARMO SUGITO 750,000
29 KARYANI BINTI DARJA 500,000
30 ANISA BINTI SUTARMO 500,000
31 EVA SURYATI 1,000,000
32 SUCI RAMADANI​ 553,500
33 HELMIATUS SOLEKAH 581,500
34 TITIK RACHMAWATI 800,000
35 MAULANA PUTRA 666,100
36 MOHAMAD JUNAEDI 1,000,000
37 Pondok Pesantren Al-Anwar 10,000,000
38 AKHMAD SIDIQ DAMARHURI 1,162,000
39 AKMALIA MUTAMIMAH 1,510,000
40 MASJID NABAWI 5,000,000
41 HOLINA M. HUSIN 1,000,000
42 HOLINA M. HUSIN 1,000,000
43 DALIM SEMBALUN 2,400,000
44 ANTOENY BIN SYARKOWI 2,500,000
45 YOHANES APRILIANO DEGA 1,000,000
46 ATHAYA NASUHA CHOIRUNNISA 5,000,000
47 MINI MURSINAH 500,000
48 JAMES VALENTINO SYAELENDRA 946,900
49 UMI NAFIAH 1,000,000
50 SAMIYAH BIN ROHADIN 500,000
51 AHMAD HASAN ABDILLAH 2,005,000
52 SUHAENI BINTI ENDEN 1,000,000
53 SUNIWI BINTI SUNDARI 1,000,000
Total 65,820,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 65,820,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1049 ROMBONGAN

Rp. 54,830,816,010,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.