Rombongan 1048

Bersedekahlah, maka doa mereka akan membawa kebahagiaan kepada anda.
Posted by on September 12, 2017

MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Oprasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya operasional September 2017. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang, menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan demi kesembuhannya selama 2 tahun. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Ibu Rika yang berharap kesembuhannya melalui jalan operasi, Alhamdulillah pada tanggal 20 Maret 2017 lalu, berhasil menjalani tindakan operasi dengan lancar dan masih menjalani kontrol pasca operasinya di RSHS Bandung. Setelah sebulan pasca operasi alhamdulilah Ibu Rika sudah bisa berdiri walaupun masih menggunakan alat bantu dan sedikit demi sedikit mulai berlatih berjalan. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) sehari-hari mendampingi istrinya di RSSR Bandung terlihat sangat bahagia melihat istrinya yang selama ini sangat menanti pelaksanaan operasi. Selama istrinya sakit beliau tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, karena selalu mendampingi Ibu Rika selama sakit. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari masih banyak kekurangan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi kontrol ke RSHS Bandung. Semoga Bu Rika pulih dengan cepat dan bisa berjalan seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @zhebs3 @andraalfarabi

Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang


HANDI KUSNAWAN (11, End Stage Renal Disease + Batu Empedu). Alamat : Dusun Kecemek, RT 7/2, Desa Bayurkidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Handi merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang semangatnya tinggi menjalani ikhtiarnya. Ia merasakan sakitnya sejak 4 tahun lalu. Berawal dari mual terus-menerus disertai bengkak di sekujur tubuh. Keluarga membawa Handi ke Rumah Sakit Islam Kabupaten Karawang, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun keluarga menolak dengan alasan biaya. Setahun kemudian Handi dirawat selama seminggu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Selang beberapa hari pulang, ia merasakan lehernya tercekik disertai panas tinggi. Pada saat itu Handi hanya berobat secara herbal, namun keadannya semakin parah. Juni 2016 Handi melakukan pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang, ia terdiagnosis menderita End Stage Renal Disease yang dalam bahasa umum dikenal dengan gagal ginjal. Handi kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani pengobatannya lebih lanjut. Handi yang pernah menjalani proses operasi pengangkatan batu empedunya tahun lalu, selalu rutin menjalani cuci darah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebanyak dua kali dalam seminggu yaitu di hari Rabu dan Sabtu di RSUD Kabupaten Karawang. Pada tanggal 12 Mei lalu, Handi merasa sekujur tubuhnya sakit dan ia merasa lemas, keluarga membawanya ke RSUD Kabupaten Karawang dan kembali menjalani perawatan selama 1 minggu, dikarenakan kondisi HB nya turun. Ibu Handi Nurjanah Binti Chalim (34) yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, keadaan suaminya Bapak Engkus Kusnawan (35) yang seorang buruh dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi kendala memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama sakitnya Handi terbantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun mereka kesulitan dalam mencari kebutuhan biaya transportasi selama Handi dirawat di rumah sakit. Kembali santuan lanjutan disampaikan untuk meringankan keluarga memenuhi biaya selama Handi dirawat. Santunan sebelumnya telah tercatat dalam Rombongan 996. Semoga titipan dari sedekaholics menambah semangat hidup untuk Handi, menjalani hari-harinya selama pengobatan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin @etydewi2

Handi menderita End Stage Renal Disease


DEA SEKAR ARUM (9, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Babakan Tengah RT 1/5, Kecamatan Adiarsa Timur, Kelurahan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Dea sering merasa lemas, muka dan seluruh badan terlihat pucat, memar pada sekujur tubuhnya dan gusi berdarah. Kemudian orang tua Dea membawa ke Rumah Sakit Delima Asih Karawang. Dokter menyarankan untuk langsung rawat inap, setelah itu dokter merujuk Dea ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang (RSUD) Kabupaten Karawang. Dokter mendiagnosa Dea terkena Anemia Aplastik yaitu keadaan dimana sumsum tulang belakang tidak memproduksi sel darah, dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sempat berhenti pengobatan karena terkendala biaya namun akhirnya Dea dapat menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Saat ini Dea kembali dirawat lagi di RSUD Kabupaten Karawang karena mengalami penurunan hemoglobin dan trombosit sehingga memerlukan transfusi darah kembali. Sedangkan untuk trombosit harus diambil ke luar kota Karawang karena PMI Kabupaten Karawang belum bisa menyediakan trombosit. Selama berobat Dea menggunakan Jaminan Kesehatan Karawang Sehat namun Ayah Dea, Nurwendi (43) yang bekerja sebagai Buruh Harian Lepas dan Ibu Ningrum (39) bekerja sebagai asisten rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari hari selama berada di rumah sakit dan biaya transportasi untuk mengambil trombosit keluar kota. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan dari pada sedekaholics untuk biaya sehari-hari Dea selama rawat inap di rumah sakit dan biaya transportasi untuk mengambil trombosit ke luar kota Karawang. Sebelumnya Dea masuk pasien dampingan dalam Rombongan 1011. Semoga Dea dapat sehat seperti sebelumnya dan dapat bersekolah kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu @tammitree

Dea terkena Anemia Aplastik


RSSR BANDUNG (Sembako, Obat-obatan dan Perlengkapan Rumah Singgah). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Agustus 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 20 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR Bandung dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien, juga kebutuhan pasien lainnya di antaranya obat-obatan dan perlengkapan rumah singgah. Semoga semua bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien dampingan di RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.092.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Bantuan sembako, obat-obatan dan perlengkapan rumah Singgah


RSSR BANDUNG (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Agustus 2017, RSSR Bandung menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 20 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, kebutuhan operasional RSSR di antaranya: Bahan Bakar Minyak (BBM) motor, alat tulis kantor (ATK), fotocopy berkas, retribusi (sampah & iuran RT), dan utility (internet, telepon, & listrik) bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.443.033,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


SAMSUDIN BIN OTO (59, Diabetes Melitus + Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017. Tetapi sampai saat ini pengobatan yang dilakukan Pak Samsudin hanya harus terus cuci darah, sebanyak 2x dalam seminggu. Kondisinya semakin memprihatinkan dan tentu saja ia harus tabah dalam menjalani ikhtiarnya berobat. Selain itu, sejak januari 2017, Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, setiap bulan Sedekah Rombongan rutin memberinya bantuan untuk ikhtiar pengobatannya. Pada Maret, Juli, dan awal September 2017 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya bantuan lanjutan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi cuci darah, berobat ke RS Mata Cicendo Bandung, dan membayar iuran BPJS. Pada kunjungan terakhir itu Pak Samsudin dalam kondisi lemah karena baru pulang dari rumah sakit stelah dirawat dan tambah darah. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Pak samsudin menderita gagal ginjal dan diabetes


IMAS ROSMIATI (53, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics #SR menjawab keinginan Bu Imas. Sejak Desember 2015 Sedekah Rombongan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Dan sejak saat itu, atas bantuan para secekaholics, Ibu Imas dapat melanjutkan pengobatannya. Sampai pada kunjungan di bulan Agustus 2016, kondisi fisik Bu Imas terlihat belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia masih memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Pada bulan November dan Desember 2016, alhamdulillah, Kurir Sedekah rombongan dapat terus memberi bantuan untuk terus berobat dan kontrol ke rumah sakit. Pada tahun 2017 secara berkalanjutan Bu Imas mendapat bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan terapi agar kaki dan tangannya kembali sehat. Pada kunjungan di akhir bulan Juli 2017, Ibu Imas mengabarkan bahwa ia sudah bisa berjalan dan melakukan aktivitas kecil di rumah, tetapi tangannya masih kaku dan sakit kalau mengangkat yang berat. Dan pada bulan September 2017 Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan Sedekaholik yang memahami dan berempati pada penyakit yang dideritanya. Bantuan uang tersebut masih dibutuhkan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli vitamin tambahan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bu imas mengalami stroke dan darah tinggi.


AMELIA PUSPITASARI (28, Kelenjar pada Payudara). Alamat : Blok Pengkolan, RT 2/3, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Amel –demikian kami akrab menyapanya-, merasakan sakit berupa benjolan pada bagian atas payudara pada September 2016. Dia langsung memeriksakan diri ke dokter, dan belum ada diagnosa spesifik sehingga dianggap benjolan biasa. Amel tidak melanjutkan pemeriksaan sakitnya tersebut dan berfikir benjolan tersebut akan hilang seiring waktu. Namun sampai dengan bulan Juli 2017 kemarin, benjolan tersebut justru kian membesar hingga sebesar telapak tangan. Keluarga mengobatinya dengan pengobatan alternatif, namun tidak kunjung membaik hingga akhirnya Amel dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun untuk diperiksa. Dokter mendiagnosa ada kelenjar pada bagian payudara tersebut dan Amel dirujuk untuk ke Poli Bedah Onkologi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaaan lebih lanjut. Amel adalah putri pertama dari Bapak Agung Abdul Azis (53) dan Ibu Sunipah (48) yang tinggal bersama dua adiknya. Bapak Agung saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap dan Ibu Sunipah hanya mengurus rumah tangga. Keadaan ekonomi yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari membuat pengobatan Amel ke Bandung hampir saja tidak dilanjutkan meski Amel sudah memiliki jaminan kesehatan kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk pengobatannya. Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Amel memberikan bantuan biaya transportasi dan bekal selama berada di Bandung sehingga pengobatannya bisa terlaksana. Amel tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung selama berobat di RSHS.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Bu amel mengalami kelenjar pada bagian payudara


SINTA DEWI (2, Retinablastoma). Alamat : Dusun 2, Blok Parenca, RT 4/4, Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sinta yang waktu itu masih berusia sekira satu tahun terjatuh dan matanya terkena benturan dengan aspal. Tidak disangka, karena hal tersebut, mata sebelah kanannya membengkak dan merah. Kian lama matanya kian membesar hingga menonjol keluar. Sinta yang saat itu masih belum bisa bicara hanya merintih kesakitan dan terus menangis. Ketika diperiksakan ke dokter, Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma, ada tumor yang terus tumbuh pada retina matanya dan disarankan untuk segera dioperasi. Bola mata Sinta harus diangkat dan Sinta dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan, Sinta akhirnya menjalani operasi pengangkatan bola mata. Operasi berjalan lancar dan saat ini Sinta masih terus berobat rutin untuk kemoterapi di RSHS Bandung. Sinta adalah putri pertama dari Bapak Sopari (30) dan Ibu Atikah (23). Bapak Sopari adalah seorang pedagang siomay yang menetap di luar kota dan seminggu sekali pulang ke rumah. Penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari membuat dia berfikir keras agar bisa menuntaskan pengobatan putrinya. Bersyukur Sinta sudah memiliki fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan biaya hidup selama berobat ke Bandung. Semoga Sinta segera diberikan kesehatan hingga bisa tumbuh layaknya anak balita normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Kesungguhan dan semangat berobat Pak Jalil membuahkan hasil, dan saat ini kondisi kesehatannya kian membaik. Hingga saat ini Pak Jalil masih pulang pergi ke Bandung untuk berobat. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk terus melanjutkan proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung selama menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Bantuan sebelumnya telah diberikan pada tanggal 30 Juli 2017. Semoga Pak Jalil segera sehat kembali dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak Jalil terkena tumor anus dan batu ginjal


ENOH BINTI MAKBUL (43, Ca Mammae). Alamat : Dusun 1, Blok Pajaten, RT 1/1, Desa lebak Mekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang dirasakan oleh Ibu Enoh berawal pada bulan Januari 2016 yaitu rasa nyeri pada payudara sebelah kiri dengan ada sedikit benjolan. Keinginan berobat sempat tertunda karena anak Ibu Enoh juga sedang sakit saat itu. Kemudian pada awal tahun 2017, akhirnya Ibu Enoh memeriksakan sakitnya ke dokter dan disarankan untuk segera menjalani operasi. Ibu Enoh menjalani operasi sebanyak dua kali yaitu tanggal 16 Maret dan 11 April 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Selanjutnya Ibu Enoh dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung guna menjalani kemoterapi. Ibu Enoh adalah istri dari Bapak Mahi (46) yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan 4 (empat) orang anak. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuat rencana pengobatan di Bandung tidak bisa dilaksanakan walau biaya pengobatan sudah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan mencoba memahami dan mencari solusi untuk membantu Ibu Enoh dalam upaya berobat ke Bandung. Bantuan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan bekal selama proses kemoterapi. Bantuan sebelumnya termasuk dalam rombongan 1037. Saat ini Ibu Enoh sudah menjalani 5 (lima) kali kemoterapi dari 7 (tujuh) yang direncanakan. Semoga Ibu Enoh bisa sehat dan kembali beraktifitas dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @asiihlestari

Bu enoh menderita ca mamae


KHAERUN NISA (5, Kelainan Jantung). Alamat : Blok Kedung Menjangan, Gang Mangga, RT 1/6, Nomor 49, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Nisa, demikian kami menyapanya. Di usianya yang hampir memasuki lima tahun, tubuhnya masih sangat kecil. Walaupun aktif seperti anak pada umumnya, Nisa seringkali mengalami sesak nafas, bahkan tubuhnya sempat membiru. Sakitnya tersebut disertai batuk pada malam hari. Awalnya, ketika berusia tujuh belas bulan, Nisa mengalami panas dan muntaber. Karena sakitnya tersebut, Nisa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dan diagnosa dokter menyatakan bahwa Nisa mengalami kelainan pada jantung. Kondisi ekonomi yang tidak baik, menyebabkan Nisa baru diperiksakan kembali ketika berusia tiga tahun dan terus berobat hingga kini. Melihat pertumbuhan Nisa yang tidak normal dan lambat, dokter menyarankan agar Nisa dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta untuk mendapatkan pengobatan lebih intensif. Sedekah Rombongan mendampingi Nisa untuk berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan Nisa tidak ada kelainan jantung yang signifikan. Nisa disarankan dipanatau perkembangannya melalui dokter anak di Cirebon. Adalah Pak Kadram (52) dan Ibu Kadmira (44) yang merupakan orang tua dari Nisa. Mereka hidup dalam keadaan sangat sederhana, hanya menempati rumah seluas sembilan meter persegi. Pekerjaan sebagai buruh bangunan lepas membuat Pak Kadram tidak mampu membiayai pengobatan putrinya keluar kota walaupun biaya berobat sudah menggunakan jaminan kesehatan BPJS, karena penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kembali bantuan biaya transportasi kepada Nisa agar bisa kembali ke Cirebon dan segera menjalani pengobatan dengan baik. Bantuan sebelumnya tercatata pada Rombongan 1041. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban yang ditanggung keluarga ini, dan Nisa segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Nisa mengalami kelainan pada jantung


MUDIYA BIN SUGANDA (37, TB Paru). Alamat : Gang Soban 1, RT 15/4, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sedekah Rombongan pertama kali bertemu dengan Pak Mudiya ketika dia baru pulang ke Cirebon usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu Bandung pada bulan Juli lalu. Pak Mudiya dirawat karena sakit paru-paru yang dideritanya. Hal ini mungkin disebabkan karena Pak Mudiya pernah bekerja selama beberapa tahun di gudang semen sebagai kuli angkut. Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu, Pak Mudiya disarankan untuk check-up kembali. Keterbatasan biaya hampir saja membuatnya tidak melanjutkan pengobatan. Pak Mudiya adalah seorang kepala keluarga dengan seorang anak. Istrinya, Ibu Murniasih (32) hanya mengurus rumah tangga tanpa bekerja sambilan. Keadaan ekonomi keluarga ini menjadi semakin berat karena Pak Mudiya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu. Bersyukur biaya pengobatan Pak Mudiya selama ini telah dijamin melalui fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan bantuan lanjutan diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan. Pada keberangkatan berikutnya setelah mendapat bantuan, Pak Mudiya dirawat kembali selama beberapa hari di RS. H.A. Rotinsulu Bandung dan akan menjalani pemeriksaan rutin selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini telah diberikan pada tanggal 30 Juli 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak mudiya menderita tb paru


SUMARNI BINTI KADMA (47, Ca Mammae). Alamat : Blok Duansukun Lor, RT 6/2, Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Mba Marni merasakan benjolan pada payudara sebelah kanan sejak masih sekolah dan itu tidak dirasa membahayakan karena tidak terasa sakit dan tidak membesar. Tiga tahun lalu, pada payudara sebelah kiri muncul benjolan serupa. Namun benjolan di bagian kiri tersebut justru lebih cepat membesar dalam waktu satu tahun. Karena kendala biaya dan keadaan ekonomi yang juga terbatas, Mba Marni hanya mengobati sakitnya dengan pengobatan tradisional tanpa memeriksakan ke dokter. Hasil pengobatan tidak signifikan dan benjolan terus membesar hingga akhirnya mulai menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat. Setahun kemudian, benjolan tersebut mulai pecah dan mengeluarkan darah. Mba Marni langsung dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Cirebon. Atas persetujuan pribadi dan saran dokter, Mba Marni akhirnya langsung menjalani operasi pengangkatan kanker pada payudara tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa sel kanker sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening, sehingga menyebabkan nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh. Mba Marni adalah seorang guru mengaji di sebuah taman pendidikan. Kehidupan yang sederhana membuatnya tidak berfikir jauh tentang pengobatan sakit yang dialaminya. Saat Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, Mba Marni belum memiliki fasilitas kesehatan sehingga biaya operasi yang harus dibayar cukup besar serta masih ada kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan. Sedekah Rombongan membantu pembuatan fasilitas kesehatan agar biaya berobat selanjutnya bisa terbantu, serta bantuanpun diberikan untuk cicilan pembayaran di rumah sakit. Semoga Mba Marni segera diberikan kesehatan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhammadiskandar @asiihlestari

Bu Sumarni menderita ca mamae


RUTINI BINTI TISNO (50, Kanker Otak) Alamat : Dusun Wage, RT 12/2, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rutini adalah salah seorang pasien Sedekah Rombongan yang menderita penyakit kanker otak. Awalnya, sakit yang beliau derita sudah terasa pada bulan Agustus 2016. Gejala awal yang beliau rasakan yaitu sakit kepala berkepanjangan, leher susah di gerakan, terasa pegel dan juga telinga berdengung. Beliau pernah melakukan pengobatan di Puskesmas Darma namun harus dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Di RSUD beliau menjalani pemeriksaan di Poli Syaraf dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis Syaraf. Kemudian, pada bulan Januari 2017 beliau dirawat di RSUD 45 selama 6 hari dan terus menjalani pengobatan lanjutan. Namun, akhirnya beliau di rujuk ke RS Waled untuk melakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Kedua mata beliau sudah bisa melihat sedikit bayangan karena sebelum operasi beliau sama sekali tidak bisa melihat. Kemudian, pergerakan tangan dan kaki kiri sebelum operasi cukup berat, namun saat ini Alhamdulillah sudah mulai ringan. Paska operasi, kondisi beliau sempat turun dan sulit untuk berkomunikasi. Tapi Alhamdulillah itu tidak berlangsung lama, karna saat ini kondisi beliau sudah cukup baik dan bisa merespon jika diajak berkomunikasi. Selama menjalani perawatan dan operasi beliau terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Tapi, beliau sudah kehabisan biaya untuk transportasi sekaligus biaya obat diluar jaminan BPJS. Suami beliau, Bapak Amat (56) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rutini sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi dan membeli obat diluar jaminan BPJS. Sebelumnya Ibu Rutini masuk ke dalam Rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2017
Kurir :@dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bu Rutini menderita kanker otak


SARKIM BIN ASMUI (51, Tumor Tenggorokan). Alamat : Dusun Wage, RT 15/06, Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarkim biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang istri dan dua orang anak. Saat ini kesehatan beliau tengah terganggu akibat penyakit tumor yang ada pada tenggorokannya. Beliau sakit sejak 8 bulan yang lalu, berawal ketika beliau memakan mie instan. Secara tidak sengaja ternyata ada steples di dalam mie yang beliau makan. Steples tersebut masuk ke dalam tubuh beliau hingga melukai tenggorokannya. Beliau mulai merasakan sakit hingga lama-lama terjadi peradangan yang mengakibatkan bengkak bahkan suara beliau menghilang. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma namun pihak rumah sakit merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ketika diperiksa pihak medis memutuskan bahwa beliau positif terkena tumor tenggorokan. Kemudian beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Disana beliau menjalani 2 kali tindakan operasi untuk mengangkat tumor dan memasang kanul untuk alat bantu pernapasan pada tanggal 20 Februari lalu. Setelah operasi beliau harus menjalani 12 kali kemo dan sinar. Akan tetapi saat ini kembali terdeteksi ada sebuah benjolan di dekat leher. Saat ini Pak Sarkim tengah berada di bandung untuk melakukan kontrol dan menjalani ct-scan. Kondisi beliau sempat turun dan dibawa ke IGD, akan tetapi tim medis hanya memberikan obat pereda nyeri saja. Beliau sempat merasakan sesak nafas, dan saat ini selalu keluar darah dan leher beliau kembali bengkak. Pak Sarkim merasakan sakit yang teramat, tapi beliau sabar menjalaninya. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun beliau tidak memiliki biaya lebih untuk transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Istri beliau, Ibu Titi Sapti (50) pun tidak bekerja. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari keduanya mengandalkan pemberian dari adik-adiknya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Sarkim sehingga santunan keempat dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Sarkim masuk kedalam Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Pak Sarkim terkena tumor tenggorokan.


ABDULLAH BIN SABTU (71, Stroke). Alamat : Desa Air Payang, RT 3/1, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Bapak Abdullah mengalami stroke sejak tahun 2014, pada saat itu ia sempat tidak bisa berjalan, namun pada tahun 2015 hingga kini alhamdulillah ia sudah bisa berjalan meski harus menggunakan alat bantu tongkat. Saat ini Pak Abdullah hidup bersama istrinya, Cindur Mata Binti Mat Zeli (40), dan 1 orang anak laki-laki berumur 6 tahun. Sebelum sakit Pak Abdullah bekerja sebagai nelayan menjaring ikan kecil, tapi kini ia terpaksa berhenti bekerja karena tidak mampu lagi beraktivitas seperti biasa. Kebutuhan hidup keluarga sehari-hari terkadang didapat dari masyarakat sekitar yang memberikan makanan dan uang. Pak Abdullah masih berupaya terus terapi untuk bisa lepas dari tongkat agar bisa beraktivitas seberti sedia kala, namun terapinya terhendat karena ta memilki biaya. Alhamdulilah biaya berobat Pak Abdullah telah ditanggung oleh JKN – KIS miliknya, namun ia kesulitan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari keluarga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan atas izin Allah dipertemukan dengan Pak Abdullah yang menyampaikan keinginannya untuk sembuh dan ingin melanjutkan terapi di rumah sakit. Bantuan dari sedekaholics disampaikan kurir Sedekah Rombongan kepada Pak Abdullah untuk kebutuhan biaya hidup sehari – hari. Semoga Pak Abdullah sehat kembali dan dapat beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Azmy @ririn_restu

Bapak Abdullah mengalami stroke sejak tahun 2014


BAYI NYONYA AGUSTINA (1, Asfiksia Neonatorum). Alamat : Jalan Raya Nongsa Asri, RT 1/12, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 15 Mei 2017 lalu, Agustina (19), melahirkan putra pertamanya di klinik melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dan kondisinya lemas serta kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak klinik sang bayi dirujuk ke RS Elisabet Batam Center dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Bayi Ny. Agustina sempat dirawat di rumah sakit selama 25 hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Agustina dan suaminya, Nasrullah bin Sahrullah (16), belum bekerja dan masih bergantung dengan orang tuanya yang sehari – harinya menjual solar dan bensin. Selama dirawat di RS Elisabet Batam Center, bayi Ny. Agustina menggunakan biaya mandiri tanpa ada jaminan kesehatan karena sang ayah belum memiliki KTP. Keluarga akhirnya menghadapi kendala biaya rumah sakit yang terus membesar hingga mencapai 15 juta rupiah, sedangkan kondisi keuangan keluarga tidak sanggup untuk melunasi semua tagihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga Nasrulah dan Agustina. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membayar tagihan biaya rumah sakit. Semoga Bayi Ny. Agustina tumbuh dewasa dengan sehat dan menjadi kebanggaan orang tuanya, amin. Sebelumnya Bayi Ny. Agustina dibantu dalam Rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000.-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Zahra @ririn_restu

Bayi ny agustina menderita asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan


RINA BINTI ALMUKOROM (56, Stroke). Alamat : Perum. Pinang Cipta Karya Blok. E, No. 45, Kampung Mekar Jaya, RT 33/1, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Rina mengalami serangan stroke mendadak pada tahun 2015 lalu. Saat itu Ibu Rina sedang di kamar mandi, ia mendadak jatuh hingga tidak sadarkan diri. Ibu Rina segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau dan dirawat selama dua minggu. Setelah kondisinya membaik, Ibu Rina diperbolehkan pulang dan dilakukan terapi fisik di rumah selama 3 bulan untuk mengembalikan fungsi tubuhnya. Terapi dilakukan sampai Ibu Rina bisa berjalan kembali sedikit demi sedikit. Pengobatan herbal dan alternatif juga dilakukan dengan harapan bisa membantu mempercepat penyembuhannya. Kondisi Ibu Rina saat itu terus membaik, akan tetapi pada bulan Maret 2017, ia kembali mengalami serangan stroke yang kedua dan tidak sadarkan diri di rumah cukup lama sampai ada tetangga menemukannya. Pada serangan kedua ini, Ibu Rina tidak dibawa ke rumah sakit dan hanya dirawat di rumah oleh anaknya yang masih berusia 10 tahun dan terkadang dibantu tetangga. Kondisi Ibu Rina semakin menurun, ia sulit berjalan dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Kemampuan Ibu Rina dalam berkomunikasi dan berpikir juga mengalami gangguan. Ibu Rina hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih kecil, sedangkan suaminya sudah meninggal. Kebutuhan sehari-hari keluarga terkadang dibantu oleh para tetangganya. Selama ini biaya pengobatan Ibu Rina ditanggung KIS yang dimilikinya, namun kini ia belum bisa melanjutkan pengobatan karena tidak memiliki uang untuk transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan atas izin Allah dipertemukan dengan Ibu Rina dan sudah menyampaikan bantuan awal. Saat ditemui oleh kurir Sedekah Rombongan saat itu, Ibu Rina agak sulit diajak berkomunikasi. Keinginan Ibu Rina untuk sembuh sangat tinggi, namun Allah berkehendak lain. Ibu Rina berpulang ke rahmatullah meninggalkan anaknya yang masih kecil seorang diri. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk santunan duka. Semoga amal baik Ibu Rina selama di dunia diterima Allah SWT, amin. Sebelumnya Ibu Rina telah dibantu dalam Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Agus @ririn_restu

Bu Rina menderita stroke


AISYAH RAMADHANI (1, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Dompak Seberang, RT 1/2, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Aisyah sejak bayi telah didiagnosis mengalami penurunan kekebalan tubuh. Ia terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imun) sehingga tubuhnya rentan terkena infeksi, dan biasanya menular melalui cairan tubuh seperti darah. Gejala yang dialami oleh Aisyah dialami sejak ia berusia empat bulan. Pada saat itu terdapat benjolan di ketiak kanan Aisyah dan ia mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, Aisyah diketahui mengalami tuberkulosis paru atau biasa disebut TBC. Gejala-gejala lain kemudian muncul seperti penurunan berat badan yang drastis, bagian mulut yang dipenuhi dengan infeksi jamur dan kondisi tubuh Aisyah yang sangat lemah. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lengkap, dokter akhirnya menemukan mengapa Aisyah di usianya yang masih sangat bayi bisa mengalami tuberkulosis. Hasil darah menunjukkan bahwa Aisyah positif mengidap virus yang menyerang imun dan ia tertular melalui ibunya saat sedang mengandungnya. Ibu Aisyah, Dewi (32), bercerita bahwa ia sendiri tidak tahu jika telah terinfeksi virus tersebut. Saat ini kondisi Aisyah cukup stabil, gejala-gejala yang ditampakkan sebelumnya mulai berkurang. Aisyah dan ibunya mendapatkan terapi obat anti virus setiap hari dan setiap bulan diambil di rumah sakit. Untuk jaminan kesehatan, Ibu Dewi dan Aisyah memiliki jaminan kesehatan bantuan dari pemerintah, sehingga mereka dapat mengambil obat setiap bulannya secara gratis. Atas izin Allah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aisyah. Kepada kurir Sedekah Rombongan, Ibu Dewi bercerita bahwa ia ingin sekali Aisyah sembuh dan dapat beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya. Santunan dari sedekaholics yang disampaikan melalui Sedekah Rombongan akan dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan pengobatan Aisyah. Semoga Aisyah bisa terus mendapatkan obat dan suatu saat atas izin Allah ia diberikan kesembuhan dan dapat menikmati masa kanak-kanak yang bahagia seperti anak-anak lainnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy @ririn_restu

Aisyah mengalami penurunan kekebalan tubuh.


RAHMA BINTI LABILU (10, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Perumahan Yudha Oktaviani, RT 3/3, Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Pulau Bintan, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Rahma, begitulah sapaan akrab gadis cilik ini sehari-hari. Rahma adalah seorang pelajar kelas empat Sekolah Dasar (SD) yang cukup cerdas. Pada usia 4 tahun, ibunda Rahma meninggal dunia disebabkan oleh penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Sejak saat itu Rahma kemudian diasuh oleh neneknya sampai saat ini. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil yang merupakan hasil hibah dari pemilik lahan perumahan. Kebutuhan sehari-hari Rahma dan neneknya dibantu oleh para tetangga. Nenek Rahma sudah tidak mampu untuk bekerja karena usianya yang sudah sangat lanjut dan kondisi tubuh yang tidak memungkingkan. Rahma sendiri masih semangat untuk bersekolah, ia tidak ingin putus sekolah. Oleh sebab itu, bantuan yang didapat dari para tetangga digunakan nenek Rahma untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari dan untuk membiayai keperluan sekolah. Atas izin Allah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rahma dan neneknya. Santunan dari sedekaholics yang disalurkan oleh kurir Sedekah Rombongan akan digunakan untuk modal usaha kecil di rumahnya, kebutuhan sehari-hari dan terutama untuk biaya sekolah Rahma. Semoga Rahma tetap bisa bersekolah dan tercapai segala cita-citanya serta menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman @thiwipepthy

Bantuan biaya hidup


SANTI SANTIKA JABAR (41, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Tanjung Riau, Jln. KH. Ahmad Dahlan, RT 6/1, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Santika hidup dengan suami dan ketujuh anaknya, di rumah sewa sederhana dengan satu kamar dan tidak ada kamar mandinya. Saat malam hari teras yang semula difungsikan sebagai dapur dan tempat menyimpan peralatan melaut juga difungsikan sebagai tempat tidur Ibu Santika dan suaminya. Ketujuh anak Ibu Santika tidak ada yang menempuh pendidikan, anak sulungnya hanya mampu bersekolah sampai kelas 5 SD dan yang kedua hanya sampai jenjang kelas 3 SD. Suami Ibu Santika, Bapak Arab Sirait (68), untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari bekerja sebagai nelayan dibantu oleh kedua anaknya. Dua hari sebelum hari raya Idul Fitri, Ibu Santika dan keluarga dihimbau harus pindah dari kontrakannya, karena akan digunakan oleh keluarga pemilik kontrakan. Ibu Santika berusaha menemukan rumah sewa lain tetapi tidak ada yang kosong dan sesuai dengan kemampuan keluarga. Jika tidak kunjung menemukan kontrakan baru, keluarga Ibu Santika terpaksa harus tinggal sementara di perahu milik Bapak Arab Sirait. Atas izin Allah Kurir SedekahRombongan dapat bertemu dengan keluarga Ibu Santika, saat ini Ibu Santika mendapatkan keringanan untuk tinggal di kontrakannya semula selama 3 bulan sambil mencari tempat tinggal lain yang lebih layak. Santunan dari sedekaholics yang disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan digunakan untuk membeli keperluan sehari – hari, membeli jala untuk menangkap ikan yang lebih besar, dan modal untuk membuat usaha kue kecil – kecilan. Semoga Ibu Santika bisa mengembangkan usaha kue dan Pak Arab Sirait bisa mendapatkan ikan lebih banyak lagi dengan jaring ikan barunya sehingga bisa mengangkat ekonomi keluarga, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman azahra @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


YULIANI BINTI RAMLI (51, Diabetes). Alamat : Kampung Baru, RT 2/5, Kelurahan Belakang Padang, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Yuliani adalah orang tua tunggal yang memiliki dua orang anak perempuan dan seorang putra yang masih bersekolah di bangku SMP. Ibu Yuliani mengidap penyakit diabetes, sekitar tahun 2014 ia mengalami pembusukan pada kaki kanannya. Berbekal kartu Askes, Ibu Yuliani dilarikan ke RS Otorita Sekupang untuk melakukan operasi jari -jari kaki kanannya yang terpaksa harus diamputasi. Amputasi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pembusukan di bagian tubuh yang lain. Kini kartu Askes yang dimiiki Ibu Yuliani tidak bisa digunakan lagi karena ia sudah tidak bekerja. Sewaktu masih sehat, Ibu Yuliani bekerja di Malaysia atau Singapore, namun sejak sakit ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari -hari, Ibu Yuliani hanya mengharapkan bantuan dari anaknya, saudara dan tetangga.Terkadang jika rasa sakit itu menyerang, Ibu Yuliani hanya bisa menahannya karena tidak ada biaya untuk berobat . Ibu Yuliani terakhir berobat sekitar 5 bulan yang lalu sewaktu masih ada pengobatan gratis di Puskesmas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Yuliani dan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Semoga Ibu Yuliani segera sembuh dari sakit yang didera, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Rasna @ririn_restu

Bu Yuliani menderita diabetes


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN SOLO (Sembako Pasien bulan Agustus 2017) Alamat: Jl. Arifin 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu,minyak, detergen, lauk-pauk, Obat keluarga Pasin. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1038 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 2.598.300
Tanggal: 5 September 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya sembako


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan Agustus 2017) Alamat: Jl. Arifin No 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti biaya listrik,biaya Hotline, iuran keamanan, iuran kebersihan, Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1038. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 1.970.000
Tanggal: 5 September 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD 1998 SR Biaya Operasional Agustus 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Agustus ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 1038. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.632.500
Tanggal : 05 September 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan Agustus 2017


LEPI FIRMANDA (10, Thalasemia). Alamat : Dusun 1, RT 1, Desa Air Buluh, Kec. Mendo Barat, Kab. Bangka, Prov. Bangka Belitung. Lepi adalah pasien Sedekah Rombongan yang sebelumnya pernah dibantu pada tahun 2015. Lepi mengalami penyakit Thalasemia sejak usia 3 tahun. Beberapa kali Lepi berobat ke RS Bakti Wara Pangkal Pinang dan RS Umum Depati Hamzah Pangkal Pinang untuk menjalani transfusi darah secara rutin. Akan tetapi karena ketiadaan biaya untuk ke rumah sakit, Lepi hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Dampaknya, kondisi berat badan Lepi menurun, kulit di kaki dan tangannya menguning, serta perutnya membesar dan keras. Ayah Lepi, Bapak Andri (28), adalah seorang duda yang sudah pisah dengan istrinya, Ibu Gustina, sekitar 1 tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-hari Bapak Andri sebagai buruh harian penebang kayu memiliki penghasilan yang tidak menentu. Pak Andri mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, ia sangat menginginkan agar Lepi dapat kembali berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Lepi setelah mendapat kabar ia diopname di RS Umum Depati Hamzah Pangkalpinang. Bantuan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Sebelumnya Lepi telah dibantu dalam rombongan 796.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Lepi mengalami penyakit thalasemia


LEPI FIRMANDA (10, Thalasemia). Alamat : Dusun 1, RT 1, Desa Air Buluh, Kec. Mendo Barat, Kab. Bangka, Prov. Bangka Belitung. Lepi adalah pasien Sedekah Rombongan yang sebelumnya pernah dibantu pada tahun 2015. Lepi mengalami penyakit Thalasemia sejak usia 3 tahun. Beberapa kali Lepi berobat ke RS Bakti Wara Pangkal Pinang dan RS Umum Depati Hamzah Pangkal Pinang untuk menjalani transfusi darah secara rutin. Akan tetapi karena ketiadaan biaya untuk ke rumah sakit, Lepi hanya dibawa ke pengobatan alternatif. Dampaknya, kondisi berat badan Lepi menurun, kulit di kaki dan tangannya menguning, serta perutnya membesar dan keras. Ayah Lepi, Bapak Andri (28), adalah seorang duda yang sudah pisah dengan istrinya, Ibu Gustina, sekitar 1 tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-hari Bapak Andri sebagai buruh harian penebang kayu memiliki penghasilan yang tidak menentu. Pak Andri mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, ia sangat menginginkan agar Lepi dapat kembali berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Lepi setelah mendapat kabar ia diopname di RS Umum Depati Hamzah Pangkalpinang. Kondisi Lepi sempat memburuk hingga harus dirawat dan ia harus menjalani tranfusi darah rutin. Bantuan yang disampaikan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Sebelumnya Lepi telah dibantu dalam rombongan 796 dan pada 16 Juli 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Lepi mengalami penyakit thalasemia


YUDI SIJUK (45, Autis + Gangguan Pendengaran). Alamat : Jln. Air Rembikang, RT 9/3, Desa Air Rembikang, Kecamatan sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sejak lahir Pak Yudi sudah mengalami autis, namun ia tidak pernah berobat ke rumah sakit. Pak Yudi juga mengalami gangguan pada telinganya sehingga ia tidak bisa mendengar. Dengan kondisi kesehatan seperti itu, Pak Yudi hanya bisa beraktivitas di rumah dan tidak dapat bekerja. Sejak kecil, Pak Yudi sudah ditinggal oleh ayahanda sehingga ia hanya tinggal bersama ibunya, Ibu Seni. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, Ibu Seni di usianya yang sudah semakin senja terpaksa bekerja sebagai penambang timah tradisional dengan penghasilan yang tidak menentu. Saat ditinggal ibunda bekerja, Pak Yudi hanya tinggal sendirian di rumah karena kondisi kesehatannya. Kondisi ekonomi yang serba kekurangan dan tidak ada jaminan kesehatan, membuat keluarga pasrah akan kondisi kesehatan Pak Yudi sehingga ia tidak pernah dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Yudi dan dapat menyampaikan bantuan untuk membeli alat bantu pendengaran dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membuat Pak Yudi kembali bersemangat, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Desmi @ririn_restu

Pak Yudi menderita autis dan gangguan pendengaran


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Hasil pemeriksaan doker Siti didiagnosis mengalami epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Sitti masih menjalani kontrol rutin di RSUD Depati Hamzah, ia harus rutin meminum obat dan orang tuanya harus terus berupaya agar ia tidak mengalami kejang – kejang karena jika terjadi bahkan bisa menyebabkan ia tidak sadarkan diri. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Siti dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Siti didiagnosis mengalami epilepsi


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Hasil pemeriksaan doker Siti didiagnosis mengalami epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Sitti masih menjalani kontrol rutin di RSUD Depati Hamzah, ia harus rutin meminum obat dan orang tuanya harus terus berupaya agar ia tidak mengalami kejang – kejang karena jika terjadi bahkan bisa menyebabkan ia tidak sadarkan diri. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Siti berobat jalan rutin. Kondisinya tidak banyakSebelumnya Siti telah dibantu dalam Rombongan 1019 dan pada tanggal 20 Juni 2017. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Siti didiagnosis mengalami epilepsi


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Jantung Bocor). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidak menentu dan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Beruntung, biaya pengobatan Dian dibantu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama Dian menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito cukup besar dan menjadi kendala bagi pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi dari Banyumas ke Yogyakarta dan pembelian obat yang tidak tercover. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1036. Saat ini Dian masih kontrol rutin ke RSUP Dr. Sardjito setiap sebulan sekali. Semoga Dian segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 856.300,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari Ina Erwin

Dian menderita atrial septal defect


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun tersebut ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang sebelumnya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Hari-hari selanjutnya, kondisi kesehatan Pak Sudiman semakin lemah. Setelah dibujuk oleh keluarga, Pak Sudiman berkenan melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Sudiman. Dengan bantuan dana dari sedekaholics Sedekah Rombongan inilah Pak Sudiman dapat melanjutkan pengobatan ke RSUP Wates, Kulon Progo. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya merupakan kanker ganas stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Pihak rumah sakit memutuskan merujuk pasien ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya makin parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Jadwal 8x kemoterapinya juga sudah dijalani dengan lancar. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kantong kolostomi dan biaya pengobatan di rumah sakit. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1038. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya selama ini. Alhamdulillah, kondisi Pak Sudiman semakin membaik. Saat ini Pak Sudiman menjalani cek laboratorium dan kontrol rutin di RS Panti Rapih setiap dua minggu sekali. Semoga Pak Sudiman segera diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 567.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari

Pak sudiman menderita kanker rektum


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Sedekah Rombongan Jogja Raya mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. Tiga diantaranya dioperasionalkan di area Yogyakarta, dan dua ambulans difokuskan untuk mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR sering digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus 2017. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1038. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.651.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang selalu siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap atau ambulan yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, yaitu empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta utamanya mengcover wilayah Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya ganti oli dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.001.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) ialah kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan, diantaranya proses survey pasien, menyampaikan santunan, dan antar-jemput pasien dari rumah ke rumah sakit. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya bulan ini meliputi biaya servis rutin, ganti oli, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.201.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan atau masyarakat umum lebih mengenalnya dengan sebutan ambulans. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline MTSR 081906800900. Saat ini, Sedekah Rombongan Jogja Raya memiliki lima unit mobil tanggap, yakni empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1038. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.651.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Agustus 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya terdapat pada rombongan 1038.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.751.200,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Agustus 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini makin dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang berasal dari golongan tidak mampu. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Agustus ini meliputi biaya administrasi kantor, biaya cetak dan distribusi kuitansi, biaya listrik, biaya telekomunikasi, dan biaya air. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1038. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 6.642.444,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Agustus 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Agustus 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya konsumsi dan suplemen pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, dan biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1038. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat, Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 16.673.181,-
Tanggal : 31 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Agustus 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR BEKASI 1,500,000
2 RIKA MAELANI 500,000
3 HANDI KUSNAWAN 500,000
4 DEA SEKAR ARUM 500,000
5 RSSR BANDUNG 6,092,000
6 RSSR BANDUNG 1,443,033
7 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
8 IMAS ROSMIATI 500,000
9 AMELIA PUSPITASARI 750,000
10 SINTA DEWI 750,000
11 ABDUL JALIL 750,000
12 ENOH BINTI MAKBUL 500,000
13 KHAERUN NISA 1,000,000
14 MUDIYA BIN SUGANDA 750,000
15 SUMARNI BINTI KADMA 2,000,000
16 RUTINI BINTI TISNO 500,000
17 SARKIM BIN ASMUI 500,000
18 ABDULLAH BIN SABTU 1,000,000
19 BAYI NYONYA AGUSTINA 3,000,000
20 RINA BINTI ALMUKOROM 1,000,000
21 AISYAH RAMADHANI 1,500,000
22 RAHMA BINTI LABILU 1,500,000
23 SANTI SANTIKA JABAR 1,500,000
24 YULIANI BINTI RAMLI 1,000,000
25 RSSR SOLO 2,598,300
26 RSSR SOLO 1,970,000
27 MTSR SOLO 4,632,500
28 LEPI FIRMANDA 1,000,000
29 LEPI FIRMANDA 1,000,000
30 YUDI SIJUK 750,000
31 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 500,000
32 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 500,000
33 DIAN SEKARANING PUTRI 856,300
34 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 567,000
35 MTSR JOGJA 2,651,200
36 MTSR JOGJA 3,001,200
37 MTSR JOGJA 3,201,200
38 MTSR JOGJA 2,651,200
39 MTSR JOGJA 2,751,200
40 RSSR JOGYA 6,642,444
41 RSSR JOGYA 16,673,181
Total 81,480,758

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 81,480,758,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1048 ROMBONGAN

Rp. 54,764,996,010,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *