Rombongan 1047

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on September 12, 2017

FATINA HUMAIROH (1, Pneumonia dan gagal jantung). Alamat Mastrip 39 Rt.012/Rw.003 Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Fatina, biasa ia dipanggil adalah seorang bayi mungil yang selama satu bulan yang lalu menderita penyakit ini. Fatina telah melakukan pemeriksaan ke RS Bhayangkara Bondowoso, diketahui bahwa Fatina mengidap penyakit Pneumonia dan gagal jantung. Saat ini kondisi Fatina yaitu sesak dan BABnya cair. Ayah Fatina, Saiful Bahri (32) dan ibunya, Humairah bin thalib (32) selalu mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Saat ini Fatina menggunakan fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Saiful yang selama ini pekerjaannya serabutan sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan Fatina. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan obat-obatan yang tidak masuk dalam tanggungan KIS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Fatina dan dapat segera sembuh. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.489.300,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @muntiara @yudhoari @viandwiprayugo

Fatina mengidap penyakit Pneumonia dan gagal jantung


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Transportasi. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1038

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 September 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako Pasien RSSR Agustus 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Agustus 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 1.873.500,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Sembako pasien RSSR Agustus 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Agustus 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, PBB Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline Dll. yaitu selama bulan Agustus 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1034

Jumlah Santunan : Rp. 7.404.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR Agustus 2017


SUCIK AISYAH, (40, Tumor Maxila) Alamat Jl. Mangga RT/RW 004/002, Desa Sumber Wetan Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu ibu Sucik telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Moh Saleh Probolinggo pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu Sucik ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan menemukan ibu Sucik dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Setelah melanjutkan pemeriksaan di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo Ibu Sucik dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penyakit yang dialaminya tergolong Ganas. Kondisi Ibu Sucik saat ini susah makan karena semakin membesar hingga menutup mulut dan matanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sucik. Santunan senilai dibawah ini digunakan sebagai Uang saku dan Akomodasi selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1036

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 September 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Sucik menderita tumor maxila


IRMA CAHYANDARI, (14, Paraplegia) Alamat Jl. Jumat Lingk Karangmluwo 002/006, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Irma Cahyandari Namanya, biasa di panggil Irma. Irma yang masih duduk di bangku sekolah SMP kelas 2 ini mengalami gangguan pada kakinya sehingga kedua kakinya tidak bisa bergerak selama 3 bulan ini. Dan oleh pihak keluarga langsung di pijet ke dukun pijet di desannya karena di anggap penyakit sepele. Dan selama 1 minggu tidak ada perkembangan Adik Irma di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakitnya. Dan oleh pihak Puskesmas hanya di beri Obat-obatan. Dan setelah 3 Bulan berlalu, Kurir Sedekah Rombongan mendengar cerita dari Bapak RW Karangmluwo bahwa adik Irma layak di bantu atau di dampingi oleh Sedekah Rombongan. Adik Irma hanya tinggal bersama Ibunya Siti Maisaro (40) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayah Irma sudah meninggal sudah menginjak 3 tahun yang lalu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Irma. Santunan yang diberikan sebagai Pembelian Obat obatan di Luar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlipat ganda dariNYA. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 998

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017 dan 6 September 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Irma mengalami gangguan pada kakinya


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + P 1831 QE, Biaya Operasional Agsutus 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1034

Jumlah santunan: Rp.11.672.500,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional Agustus 2017


SOLEHA NURJANAH (16th, Bantuan Tunai). Alamat : Kampung Rejowinangun RT 29 RW 09 , Kelurahan Rejowinangun, Kodya Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Soleha adalah seorang anak dari keluarga tak mampu. Untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu tingkat SMK di Yogyakarta memerlukan biaya yang tak mampu dibiayai oleh keluarganya. Ayahnya Pak Narto (42) adalah seorang ayah yg mempunyai cacat fisik dan bekerja di rumah sebagai tukang servis elektronik dan Ibunya Bu Sukinah (44) adalah seorang Ibu RT. Pendapatan sebagai tukang servis dan cacat fisik Pak Narto membuat keuangannya untuk membayar pendidikannya anaknya tidak terpenuhi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk meringankan biaya untuk menyekolahkan anaknya Pak Narto.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @FahmiSQ @satyaluke

Bantuan tunai


HENDRO WIBOWO (34, Infeksi Paru – Paru). Alamat : RT 8/3, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar dua tahun yang lalu Bapak Hendro sudah terkena kelenjar getah bening dan sering bolak balik berobat ke rumah sakit karena belum ada perubahan Bapak Hendro mencoba berobat ke tabib dan sampai sekarang kalau penyakitnya sedang kambuh leher menjadi bengkak seperti gondok dan sulit berbicara kemudian sekitar bulan puasa 2017 saat bekerja di bengkel mengecat mobil Bapak Hendro sering tidak memakai masker, lama kelamaan beliau sering batuk dan hanya berobat ke mantri karena dianggapnya batuk biasa. Tetapi, keadaan beliau semakin mengurus dan batuk tidak pernah berhenti setiap harinya sehingga disarankan mantri untuk cek lab dan hasilnya terkena infeksi paru – paru , sampai sekarang kondisi Bapak Hendro sering sesak nafas, sering batuk setiap hari dan demam. Istri Bapak Hendro (Tusmiyati, 37) seorang ibu rumah tangga, selama ini yang bekerja hanya suaminya, semenjak Bapak Hendro sakit beliau tidak dapat bekerja lagi sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS KIS PBI Kelas III, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Hendro. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @xkurniawatix @akuokawai

Bapak Hendro sudah terkena kelenjar getah bening


MUHAMMAD NURROHMAN (24, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Waluyojati RT 02/02, Kec. Pringsewu Kab. Pringsewu, Prov. Lampung. Nurrohman menderita sakit sudah sekitar satu tahun yang lalu. Awalnya Nurrohman tidak memiliki kelainan dengan ginjalnya, namun setahun yang lalu Nurrohman sempat mengalami sakit asam lambung atau maag yang berkepanjangan dan terasa sakit sekali, namun Nurrohman enggan untuk memeriksakan sakitnya karena dianggap sakit biasa. Kemudian Nurrohman hanya mengkonsumsi obat maag biasa tetapi tidak mementingkan aturan dan dosisnya, hal itu dilakukannya selama satu bulan sehingga mengakibatkan ginjalnya tidak bisa berfungsi dengan normal. Kondisi Nurrohman sekarang cukup memprihatinkan dengan badan yang kurus dan perut membesar berisikan cairan urin yang tidak bisa terbuang keluar dari badannya dengan normal sehingga Nurrohman dirawat di RSUD Pringsewu selama sebulan, karena terkendala biaya akhirnya Nurrohman dibawa pulang dan hanya dilakukan rawat jalan, sampai sekarang Nurrohman rutin melakukan cuci darah 2x dalam seminggu dan operasi pembuangan cairan dalam perutnya 6 bulan sekali.. Gesta Ayu Susanti (22) adalah istri Nurrohman, dan bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga, biaya kehidupan sehari-hari hanya mengandalkan bejualan diwarung kecil di rumahnya. Selama rawat jalan Nurrohman menggunakan JKN-KIS PBI. Melihat kondisi Nurrohman kurir Sedekah Rombongan Lampung berupaya membantu beliau dengan menyampaikan sedekah dari para sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya berobat. Semoga Nurrohman segera diberi kesembuhan total dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @yulian_safri @akuokawai

Pak Nur rohman menderita gagal ginjal


VAHZAHRA KHOIRUNISA (3, Kejang). Alamat : Desa sidoharjo RT. 9/3, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sekitar awal tahun 2017 Saat ibunya sedang memasak Adik Nisa ikut bermain didapur tiba tiba Adik Nisa kejatuhan toples garam kaca yang berukuran besar sehingga kakinya bengkak, orang tua Adik Nisa mengganggap itu hanya sebuah kelalaian saja tetapi tidak lama dari kejadian tersebut Adik Nisa badannya sering panas dan kejang sehingga keluarga membawa ke rumah sakit, dari awal tahun 2017 sampai sekarang Adik Nisa sudah empat kali menjalani rawat inap di rumah sakit dan yang terakhir dirinya mengalami panas dan kejang. Tanggal 8 agustus 2017 sore dibawa kemantri terdekat untuk diobati, karena Adik Nisa saat kejang sempat menggigit lidahnya sampai berdarah akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu untuk perawatan, kondisi Adik Nisa masih lemah dan butuh perawatan pacsa kejang serta sel darah putih dan panas yang tinggi. Orang tua Adik Nisa, Dafit Kurniawan (26) dan Wiwin Marlena (24), ayah Adik Nisa adalah seorang buruh yang berpenghasilan tidak tetap sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat ditambah jaminan kesehatan yang berupa JKN-KIS Kelas III tidak dapat digunakan karena penunggakan pembayaran, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan keluarga Bapak Dafit. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @xkurniawatix @akuokawai

Nisa menderita kejang


WAHYUDI BIN MAD HADI (56, Diabetes + Infeksi Paru + Asam urat). Alamat : Desa Sidoharjo RT 7/2, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awal sekitar puasa 2017 Bapak Wahyudi merasakan badan yang tidak sehat dan sering lemas keluarga membawa berobat ke mantri terdekat dideteksi menderita penyakit diabetes, setelah rajin terapi untuk pengobatan diabetesnya yang terjadi badan Bapak Wahyudi malah semakin lama semakin lemas dan dada sesak keluarga khawatir sehingga membawa beliau ke dokter dan didiagnosa Bapak Wahyudi terkena sakit infeksi paru-paru dan disarankan untuk rawat inap karena keterbatasan biaya keluarga memutuskan untuk dirawat dirumah saja dan sesekali dibawa ke dokter untuk cek dan belum menunjukan adanya perubahan, sehingga dokter menyarankan untuk rontgen tetapi tidak keluarga lakukan karena belum ada biaya dan akhir agustus 2017 kondisi Bapak Wahyudi sangat drop sehingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu untuk rawat inap dan kondisi sekarang beliau masih lemah dan hanya bisa berbaring ditempat tidur. Istri Bapak Wahyudi (Marfungah, 46) seorang ibu rumah tangga, selama ini yang bekerja hanya suaminya, semenjak Bapak Wahyudi sakit beliau tidak dapat bekerja lagi sehingga keluarga ini kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan transportasi untuk berobat meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan keluarga Bapak Wahyudi. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @xkurniawatix @akuokawai

Bapak Wahyudi terkena sakit infeksi paru-paru


KAYLA ALMIRA FAREN (4, Tetralogy of Fallot). Alamat : Dusun II, RT 1/1, Desa Kedaton II, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar bulan April 2014 ketika Kayla berumur 4 bulan, pada saat dimandikan tiba-tiba kulitnya berubah jadi kebiruan. Kemudian Kayla juga mengalami batuk, dan sesak napas. Karena khawatir melihat keadaan Kayla langsung dibawa ke dokter spesialis anak. Mendapatkan diagnosa ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut). Dan disarankan untuk berobat rutin selama 6 bulan. Setelah selesai pengobatan tapi tidak ada perubahan maka dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dan didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) alias kebocoran jantung. Setelah dilakukan echocardiografi diketahui letak kebocoran ada pada serambi. Akhirnya Kayla harus melakukan serangkaian perawatan di RS Mardi Waluyo. Karena dirasa tidak juga ada perkembangan Kayla dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. Dan dirujuk kembali ke RS Harapan Kita Jakarta. Saat ini Kayla masih melakukan terapi obat selama 3 bulan dan menunggu jadwal operasi. Seringnya pengobatan Kayla membuat orangtuanya, Tata Boim (28) dan Yuli Arta (23) meninggalkan pekerjaannya sebagai petani. Sehingga tidak ada lagi pemasukan tetap. Sedangkan biaya transportasi pengobatan ke Jakarta berikutnya telah menanti dengan pasti. Mereka pun kebingunan, ingin tetap melakukan pengobatan tetapi terkendala dana meski telah menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri Kelas III. Untuk itu kurir Sedekah Rombongan Lampung segera bergerak untuk membantu Kayla dengan menyampaikan titipan sedekaholics untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan. Orangtua Kayla tak lupa menyampaikan terimakasih kepada Sedekaholics dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @sigitrudianto2 @sayasepti @akuokawai

Kayla didiagnosa Tetralogy of Fallot (TOF) alias kebocoran jantung


SULIWA BIN SUGENG (15, CTEV). Alamat : Desa Kertomulyo, RT 2/4, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek Suliwa adalah putra kedua dari pasangan bapak Sugeng (62) dan ibu Dawiyah (57). Berawal ketika berumur 5 bulan mengalami demam tinggi dan perut kembung membuncit, lalu dibawa ke RSUD Soewondo Pati dan ranap selama 1 minggu, setelah pulang dari RSUD Dek Suliwa masih panas (anget) lalu Pak Sugeng (62) mendapat saran dari orangtua beliau untuk memijitkan Dek Suliwa. Setelah dipijitkan ketika umur Dek Suliwa menginjak 7 bulan kakinya menjadi kaku dan membengkok pada telapak kakinya. Semenjak itu orang tua hanya pasrah mengingat perekonomian keluarga yang yang minim. Setelah dari RSUD sudah tidak pernah diobatkan kembali, walaupun memiliki JKN KIS. Menginjak umur remaja Kakinya semakin kaku tidak bisa berdiri, namun anggota badan atas (paha keatas) keadaannya normal. Mobilitasnya menggunakan kursi roda. Dek Suliwa sangat rajin sekali ke masjid, setiap sore hingga magrib dia lebih sering di masjid untuk mengaji. Sang Ibu Dawiyah (57) memiliki riwayat sakit jantung dan Sang Bapak Sugeng (62) sering merasakan kejang kaki mendadak apabila jongkok. Sang Kakak Joko (20) masih bekerja disebuah toko onderdil menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk mengobatkan dek suliwa disamping juga perekonomian yang sangat minim, juga tidak adanya pendidikan untuk dek Suliwa. Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga dek suliwa dan merinisiatif untuk memasukkan dek suliwa ke balai pelatihan bagi dpenyandang disabilitas, namun sayangnya angan-angan tersebut harus tertunda hingga umur 17 tahun, Sedekah Rombongan memberi bantuan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidupnya. Semoga bermanfaat untuk dek suliwa dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @Robbyadiarta @imamTeguh @jovancakep @JeanseaMaurer @akuokawai

Suliwa menderita CETV


KROMO KARSAN BIN WAGIMAN ( 72, Patah Tulang Belakang). Alamat: Desa Mbantengan RT 1/1, Kel. Trangkil Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Kromo, demikian tetangga biasa memanggil beliau. 2 tahun yang lalu, Mbah kromo mengalami kelumpuhan dan nyeri punggung yang hebat di akibatkan terjatuh pada saat mengambil pakan ternak di dekat sawah. Dikarenakan kondisi yang semakin buruk, beliau akhirnya berobat ke puskesmas trangkil. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa tulang belakang beliau mengalami masalah dan harus dirujuk ke RSUD suwondo karena keterbatasan kendaraan akhirnya beliau di obati oleh pijat alternatif tetangga nya.waktu pun berlalu tetapi kondisi tetap sama dan tiada perubahan kaki Mbah kromo mengalami pengecilan dan sangat kaku, untuk aktivitas sehari-hari Mbah kromo hanya di tempat tidur . Untungnya beliau di temani sang istri Mbah mian walaupun Kondisi badan yang tak lagi muda dan agak bungkuk Mbah mian masih aktif membuat batu bata. Mbah kromo tinggal bersama sang istri mian dan anaknya mbak Rubiah pergi merantau ke Jakarta . Untuk kehidupan sehari hari beliau hanya mengandalkan kiriman dari anak dan hasil kerajinan batu bata.Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan yang dialami beliau juga keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk pengobatan Mbah Kromo.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @imamTeguh @Jovancakep @TotokRagilH @JeanseaMaurer @akuokawai

Mbah kromo mengalami kelumpuhan dan nyeri punggung yang hebat


SAMINEM PATI (53, Infeksi Kulit). Alamat: Dukuh Blankeaan,RT5/1,Desa Tambah Mulyo, Kec. Jakenan, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu saminem dalah seorang janda yang hidup sendiri, yang hidupnya menumpang di rumah kosong milik keponakannya, 3 bulan yang lalu Bu Saminem mengalami gatal-gatal diseluruh tubuhnya, gatel dibadan tersebut lama tidak manu mongering hingga menjalar ke bagian kaki, beliau bingung dengan keadaannya, membiarkan gatal tersebut dirasakan tubuhnya selama berbulan-bulan, beliau tidak berani memeriksakan kondisinya di rumah sakit / dokter setempat karena alasan biaya, jaminan kesehatanpun tidak beliau miliki. Selama sakit beliau dirawat oleh salah satu keponakan lainnya dengan obat seada yang dibeli diwarung. Sedekah Rombongan melihat langsung keadaan Bu Saminem, lalu mengedukasi ke keluarga untuk memeriksakan Bu Saminem ke rumah sakit agar bisa tertangani dengan baik. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk Bu Saminem yang digunakan untuk berobat ke Rumah Sakit agar bisa sembuh dan bisa beraktifitas kembali. Terimakasih diucapkan kepada seluruh kurir Sedekah Rombongan dan para sedeholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Robbyadiarta @imamTeguh @Jovancakep Rukanto @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Saminem menderita infeksi kulit


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Pembuatan Tambahan Jok Belakang). Sedekah Rombongan area Pati memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang biasa dijuluki “Mr. Red” ini adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Frekuensi penggunaan MTSR Pantura Timur II semakin hari semakin tinggi. Dan pada titipan dari Sedekaholics kali ini dipergunakan untuk pembuatan tambahan jok belakang agar apabila mengantar pasien lebih dari satu dalam 1 hari saat kontrol lebih menyamankan pasien ketika dalam perjalanan dari rumah hingga rumah sakit dan tidak membuat pasien satu dengan yang lainnya berdesak-desakkan. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Biaya operasional sebelumnya tercantum pada ROM 1028.

Jumlah Bantuan: Rp. 900.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : ImamTeguh @jovancakep @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya pembuatan tambahan jok belakang


MUHAMMAD ASYARI (24, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III. Pada bulan juli 2015, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini kondisi Ari sedang pemulihan setelah operasi penutupan luka tahap ke-lima dari rencana 12 kali operasi. Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Sebelumnya sudah terbantu pada ROM 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @imamTeguh @Jovancakep @restiarianii @vazen @fatkhiyaah @JeanseaMaurer @akuokawai

Ari menderita tumor ganas di hidung


SAMINAH BINTI SAMSURI (57, CA Mamae Sinestra). Alamat : Desa Mantingan, RT 2/2, Kec. Jaken, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Saminah, demikian biasanya para warga menyapa beliau. Berawal pada tahun 2014, Bu Saminah hampir setiap hari masuk angin. Kalau di kerik sakitnya hilang, namun beberapa jam setelahnya, ia mulai merasa tidak enak badan lagi. Kemudian, muncul benjolan pada payudaranya. Karena merasa terganggu denga keadaan tersebut, ia menggosok-gosok benjolan tersebut hingga memerah. Namun, ternyata benjolan itu semakin besar dan beliau juga merasakan gatal di putingnya. Pada akhirnya keponakannya yang bernama Endang (24) mengantar beliau untuk periksa ke RSUD Rembang. Setelah dilakukan pemeriksaan dan cek laboratorium, hasil diagnosa menyatakan bahwa Bu Saminah menderita kanker payudara. Dokter melakukan tindakan operasi dan memberi rujukan ke RSI Sultan Agung untuk menjalani kemoterapi. Sebanyak 7 kali kemoterapi di RSI Sultan Agung, beliau kemudian dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang untuk cek darah. Pengobatan berlangsung sampai tahun 2016. Namun, meskipun telah dilakukan tindak operasi, sekarang tumbuh bintik nanah di sekitar payudara sebelah kiri dimana nanah sering keluar disertai darah. Bukan hanya itu, tangan sebelah kiri beliau pun ikut membesar. Sambil menunggu panggilan dari RSUP untuk penyinaran, Bu Saminah melakukan pengobatan jalan dengan menebus obat di apotek selama dua minggu sekali. Bu Saminah adalah janda miskin yang tidak mempunyai anak dan tidak bekerja. Sekarang hidup bersama keponakannya Endang (24) seorang janda yang hanya bekerja sebagai pegawai laundry. Meski memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah, Bu Saminah terkendala berobat karena tidak ada biaya akomodasi dan semua kebutuhannya sehari-hari bergantung sama Endang (24). Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menjumpai mereka dan dengan sigap melakukan survey dan akan mendampingi proses pengobatan Bu Saminah. Titipan langit dari para Sedekaholic disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk akomodasi kontrol Bu Saminah dan juga untuk menebus obat di apotek. Keluarganya begitu bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @imamTeguh @Jovancakep Ita Listiani @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Saminah menderita kanker payudara


SALSA SUKMAWATI (2, Bibir Sumbing + Gizi Buruk). Alamat: Jalan Cibaduyut Gg. Tarate 2 Blok Oca RT 1/1, Kelurahan Cangkuang, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salsa adalah anak bungsu dari keluarga miskin, hasil pernikahan Pak Dede Rohman (39) dengan Ibu Diah (30). Sehari-hari Pak Dede bekerja sebagai tukang odong-odong dan memiliki anak enam orang. Anak pertamanya berusia 16 tahun bekerja serabutan dan bantu-bantu di pabrik sandal, anak kedua dan ketiganya putus sekolah, sedangkan anak keempat dan kelima belum sekolah. Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya. Menurut bidan yang menangani sejak kelahirannya, mata Salsa yang sebelah kiri itu tidak akan berfungsi normal. Selain itu, Salsa terlahir dengan berat badan dan kondisi yang tampak kurang gizi. Kondisi tubuh dan berat badan ananda Salsa yang tidak memenuhi persyaratan itulah yang menyebabkan tindakan operasi pada bibir sumbingnya tidak bisa dilakukan. Meskipun demikian, harapan dan keinginan orang tua Salsa untuk dapat mengoperasi bibir sumbing anaknya itu tidaklah hilang. Sekarang, ananda Salsa Sukmawati sudah berusia dua tahun. Akan tetapi kesedihan dan duka kedua orang tuanya belum juga hilang disebabkan kondisi Salsa yang saat ini semakin memprihatinkan. Berat badan Salsa terus menurun akibat kurangnya penanganan medis dan kurangnya asupan gizi. Kemiskinan keluarga Pak Dede Rohman tak mampu memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, apalagi untuk membiayai pengobatan Salsa. Kabar tentang kisah duka keluarga dhuafa ini akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan melalui tetangganya yang peduli, yaitu Ibu Mega. Syukur, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah orang tua Salsa Sukmawati dan bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah ini. Pada kunjungan itu juga, alhamulillah, kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa berupa bantuan uang dari sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaan keluarga Pak Dede. Bantuan pertama ini diberikan untuk membiayai pembuatan Jaminan Kesehatan agar Salsa memperoleh kemudaan berobat ke rumah sakit, dan mudah-mudahan dapat membantunya membeli makanan untuk menambah asupan gizi dan vitamin. Dikarenakan Salsa Sukmawati memerlukan bantuan berkelajutan untuk memulihkan kondisi kesehatan dan berat badannya agar dapat menjalani operasi, maka ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Januari, Februari, dan Agustus 2017 Kurir #SR kembali mengunjungi keluarga Salsa untuk menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik. Bantuan uang tersebut digunakan untuk biaya transportasi pemeriksaan, membeli vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan Salsa, serta mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya. Alhamdulillah, pada kunjungan kelima ini, kondisi Salsa sudah semakin membaik dan berat badannya bertambah, Mudah-mudahan bantuan para dermawan akan memberi harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Salsa. Aamiin ya Robbal Aalamin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 964.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @trietan @hengkisenandika

Salsa Sukmawati terlahir dengan bibir sumbing dan terlihat cacat pada mata sebelah kirinya


ENCAS BINTI WIRATMA (Bantuan Sembako). Alamat: Jalan Sukamanah RT 5/13, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondon, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Mak Encas, begitu kami memanggilnya, adalah nenek berusia 79 tahun yang sudah Sembilan tahun ditinggal suaminya dan hidup dalam keprihatinan dan kesusahan. Mak Encas adalah ibu dari pasien dampingan Sedekah Rombongan, yaitu almarhum Ucin bin Wasman, yang menderita sakit jiwa dan badannya kaku karena lama dipasung di ruangan sempit. Selain Ucin, anak keempatnya juga menderita keterbelakangan mental dan bicaranya tidak lancar. Anak ketiganya juga telah meninggal, sementara anak kedua dan kelima tinggal di Cianjur dan di Indramayu dan berprofesi sebagai pemulung. Sekarang Mak Encas tinggal di gubug yang tidak layak tinggal bersama Juhana, anak yang memililiki keterbelakangan mental dan masih harus diurus. Untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya Mak Encas bekerja menjadi pemulung. Selain bantuan dari warga yang merasa kasihan, Mak Encas juga sering dibantu diberi pinjaman (ngutang) dari warung. Dan ketika Kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya kembali, ia bercerita kembali tentang penderitaannya dan tentang kesusahannya mendapat makanan, sehingga ia memiliki utang ke warung yang belum bisa dibayar. Pada di akhir Agustus 2017 itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan tanda cinta, yaitu bantuan uang, dari para sedekaholik #SR yang berempati terhadap penderitaannya. Untuk membantu meringankan beban hidupnya, bantuan tersebut sebagian dibelikan bahan makanan pokok dan sebagian uangnya diberikan untuk biaya sehari-hari serta mencicip utang ke warung. Mudah-mudahan bantuan para dermawan tersebut dapat membuat Mak Encas dan putranya tersenyum dan mengurangi penderitaannya. Mudahan-mudahan juga pada waktu-waktu selanjutnya akan selalu ada bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan yang menitipkan tanda cintanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @dzim_dzim

Bantuan Sembako


IIS BINTI ADIN (38, Batu Ginjal). Alamat : Kampung Langgohar RT 2/8, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Teh Iis –begitu panggilan sehari-harinya—tak bisa lagi menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga setelah ia kerap merasakan sakit saat buang air kecil. Dari hari ke hari, ia juga merasakan seringnya dorongan untuk buang air kecil yang ia rasakan amat menyakitkan. Sejak akhir tahun 2016 ia hanya bisa berbaring dan sulit tidur. Suaminya, Pak Emay (47), telah membawa periksa Teh Iis ke dokter praktek dan Puskesmas terdekat di Kecamatan Sukawening. Menurut seorang dokter, Teh Iis menderita sakit kencing batu. Karena tidak ada perbaikan, ia kemudian diperiksakan ke RSUD Garut. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah, urine, rongent, Teh Iis diharuskan berobat jalan selama 3 bulan. Sejal bulan Februai 2017, keadaannya bertambah parah. Pada pertengahan April 2017 Teh Iis diperiksakan lagi ke RSUD Selamet Garut dan dirawat 43 hari. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak rumah sakit kemudian merujuk penanganan medisnya ke RSHS Bandung, ke Poli Urologi. Akan tetapi, suaminya tak langsung membawanya berobat/periksa ke RSHS Bandung karena tidak ada biaya padahal mereka amat bersemangat untuk terus berobat. “Kami ingin ke Bandung tapi kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya hanya tukang sol sepatu,” kata suaminya. Informasi tentang keinginan Teh Iis dan suaminya tuk melanjutkan ikhtiar sehatnya di RSHS Bandung akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, ia kemudian dijemput ke rumah orangtuanya untuk diajak tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung sambil berobat ke RSHS Bandung. Setelah hampir sebulan menjalani pemeriksan untuk mendiagnosa penyakitnya di rumah sakit rujukan pusat itu, alhamdulillah, pada 21 Juni 2017 ia mendapatkan tindakan operasi yang berjalan lancar. Sehari sebelum Idul Fitri 1438 diperbolehkan pulang setelah menjalani pemulihan dalam perawatan tim medis. Ibu Iis memilih tinggal dan berlebaran di di RSSR Bandung. “Sungguh Lebaran kali ini akan kami kenang dan membawa keberkahan tersendiri,’ kata suaminya. Pada Juli dan September 2017 Ibu Iis harus menjalani kontrol pascaoperasi itu, dan Ia masih mmbutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan secara berturut-turut untuk Ibu Iis binti Adin. Bantuan Ke-3 pun diterima suaminya di RSSR Bandung, yang akan digunakan untuk biaya membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, membeli pampers, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @lisdamojang

Teh iis menderita batu ginjal


YOSI SANUSI (37, Reumatoid Artitis). Alamat : Kp. Babakan Ciseek, RT 3/8, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Yosi sudah sejak 8 tahun yang lalu Menderita Reumatoid Artitis atau biasa disebut Rematik Sendi. Penyakit yang dirasakannya itu sering membuat Bu Yosi kesulitan melakukan aktifitas seperti biasanya untuk menjadi kepala keluarga sejak suaminya meninggal beberapa tahun silam. Ia harus bekerja sebagai Buruh Cuci untuk menghidupi kedua anaknya yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya. Berawal dari kebiasaan Bu Yosi yang sering mengeluhkan sakit pada bagian sendi – sendi di seluruh badannya. Ia lantas memeriksakan kondisinya ke RSUD Ciawi dengan diantar alm. Suaminya. Sampai di RS Ciawi serta menjalani berbagai rangkaian pengobatan ia rujuk kembali ke dokter spesialis di RSCM untuk melakukan pengobatan lanjutan. Pengobatannya memang sudah dicover oleh BPJS yang dimilikinya namun yang menjadi kendala adalah biaya transportasi dan akomodasi ke RSCM. Mengingat Bu Yosi hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari ditambah jarak yang lumayan jauh dari rumahnya di Megamendung ke RSCM Jakarta. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Bu Yosi yang digunakan untuk akomodasi control ke RSCM serta untuk bantuan biaya hidup sehari – hari. Semoga Allah Subhanahu wa Taa’la menguatkan Bu Yosi untuk menjalani segala macam ujian yang sedang dihadapi. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1022

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Yosi menderita Reumatoid Artitis


WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN (28, Tumor Leher). Alamat : Kampung Kencana, RT 1/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Wahyu biasa kami memanggil, sejak 3 bulan yang lalu merasakan ada yang aneh di bagian belakang lehernya. Ia merasa seperti ada benjolan kecil yang jika ditekan akan membuat ia kesakitan, karena merasa akan sembuh dengan sendirinya oleh Wahyu benjolan tersebut dibiarkan begitu saja namun makin hari benjolan tersebut makin membesar yang membuat ia tidak bisa bekerja karena menahan sakit. Akhirnya Wahyu memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas dan mendapatkan rujukan untuk ke Poli Onkologi RSUD Kota Bogor. Oleh dokter di RSUD Kota Bogor Wahyu didiagnosa mengidap Tumor leher dan harus segera di operasi agar tumor tersebut tidak menyebar ke daerah lainnya. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki Wahyu tidak bisa rutin untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD untuk biopsi dan pemeriksaan lainnya. Untuk pengobatan yang dirasakan Wahyu memang telah di cover oleh BPJS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya, namun untuk akomodasi Wahyu ke RSUD serta untuk makan sehari – hari yang menjadi kendala Wahyu, terlebih lagi Wahyu merupakan kepala keluarga pengganti Ayahnya yang beberapa tahun lalu meninggal dunia. Kurir yang datang pun menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk Wahyu yang akan digunakan untuk membeli obat – obatan pasca kemotherapy Wahyu di RS. Dharmais serta untuk makan sehari – hari Wahyu dan keluarganya. Semoga Allah Segera mengangkat penyakit yang dirasakan Wahyu agar Wahyu dapat kembali bekerja seperti biasanya. Aamiin. bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Wahyudi mengidap tumor leher


ERLINA EVI LESTARI (42, Kelainan pada Telinga Kanan + Sakit sekujur Badan). Alamat : Tempat Pembuangan Akhir Sampah Jalan Kejaksaan Negeri Bogor, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Lina biasa ia dipanggil sehari – hari bekerja sebagai pemulung di kawasan Kejaksaan Negeri Bogor. Ia bersama suami dan Anaknya mencari sisa – sisa barang bekas yang dapat dijual kembali untuk biaya makan sehari – hari. Jika malam telah tiba, ia dan keluarga pun bermalam di TPS Kejaksaan Negeri Bogor dengan membuat gubuk sementara untuk tempat berteduh dan untuk tempat beristirahat. Pada ketika ia sedang mencari barang bekas, tiba – tiba ia terjatuh dan dari telinganya mengeluarkan darah, oleh sesama pemulung ia di bawa ke RS PMI untuk mendapatkan perawatan. Karena di RS PMI tidak bisa melakukan tindakan karena tidak adanya uang jaminan untuk pemeriksaan akhirnya Bu Lina dan Suaminya pergi dari RS PMI dan kembali ke gubuk sederhananya. Pernah sekali ia di periksa di klinik 24 jam dengan biaya dari sumbangan para teman – teman pemulungnya namun oleh dokter di klinik langsung disarankan untuk memeriksakan di RSUD Kota Bogor supaya ketahuan penyakit apa yang di deritanya. Karena tidak adanya biaya akhirnya niatan untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD Kota Bogor pun urung dilakukan. Kurir Sedekah Rombongan yang datang ke Gubuk kecilnya sangat merasakan kesulitan Bu Lina untuk berobat. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun serta dengan kondisi keluarganya yang hanya mengandalkan dari hasil memulung. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Bu Lina yang akan digunakan untuk biaya pemeriksaan lanjutan di RSUD untuk mengetahui sakit apa yang sedang diderita. Semoga Allah subhanahu wa taa’ala memudahkan proses penyembuhan Bu Lina. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Erlina menderita kelainan pada telinga kanan + sakit sekujur badan


AGUSTINISARI BINTI AMIN (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ciwaringin, RT 2/8, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mimih biasa Bu Agustini dipanggil sudah sejak awal tahun 2015 merasakan sakit dan nyeri dibagian payudara yang lama kelamaan sakit yang dirasakan semakin sering oleh Mimih. Pertengahan tahun 2016 mulai muncul benjolan yang makin hari makin membesar hingga kini sebesar kelereng. Karena khawatir akhirnya di periksakan ke puskesmas dan oleh pihak puskesmas di diagnosa Mimih mengidap Ca Mamae dan langsung dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk menjalani pemeriksaan lanjutan namun disarankan oleh pihak puskesmas untuk membuat BPJS terlebih dahulu agar tidak mengeluarkan biaya pada saat pengobatan. Sudah sempat mengurus BPJS ke aparat setempat namun hingga kini BPJS tersebut tak kunjung selesai dibuat. Makin hari benjolan di payudara Mimih makin besar namun ia tak kunjung berobat ke RSUD Kota Bogor karena tidak adanya jaminan kesehatan untuk berobat. Pak Ujang, Suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu sehingga tidak ada uang lebih untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Kurir yang datang menyampaikan amanah dari para Sedekaholics untuk Mimin yang digunakan untuk mengurus ulang BPJSnya dan untuk kebutuhan sehari – hari. Semoga BPJS Mimih segera selesai agar Mimih bisa segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Kota Bogor. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu Mimih mengidap ca mamae


ACHMAD BIN SUHARI (30, Idiot Syndrome + Lumpuh). Alamat : Kampung Sawah RT 3/8, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mamat biasa ia dipanggil merupakan anak yatim piatu yang sejak beberapa tahun lalu ditinggal oleh orang tuanya. Sejak lahir Mamat memang terlihat berbeda dengan anak lainnya, hingga umut 3 tahun Mamat belum bisa berbicara ataupun berjalan. Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Alm orang tua Mamat membawa ia ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi anaknya. Oleh dokter yang memeriksakan disarankan Mamat untuk dirujuk ke dokter spesialis anak di RSUD Kota Bogor. Namun karena tidak adanya biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan pada waktu itu akhirnya Mamat tidak dibawa kemanapun hingga kini berusia 30 tahun dan sampai kedua orang tua nya meninggal. Kini Mamat tinggal dengan Kakaknya yg bercerita ingin membawa sang adik ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kondisinya karena kini Mamat sering demam tiba – tiba hingga membuat ia sesak nafas. Kurir yang datang dan melihat kondisi Mamat sangat merasakan kondisi kesulitan yang dirasakan keluraga Mamat. Bantuan awal dari para donatur pun disampaikan untuk Mamat yang akan digunakan untuk membuat BPJS dan untuk kebutuhan sehari – hari Mamat. Semoga Mamat bisa segera dibawa ke Rumah Sakit dan mendapatkan perawatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Mamat menderita idiot syndrome + lumpuh


ANISA BINTI IWAN SETIAWAN (5, Susp. Leukimia). Alamat : Kp. Muarasari, RT 3/3, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Nisa biasa kami memanggil sudah sejak bayi memang terlihat berbeda dari bayi pada umumnya, Nisa sering terlihat lemah, mengeluarkan darah dari hidungnya, serta sering pingsan. Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Bu Sadyah membawa anaknya ke Puskesmas dan oleh Puskesmas dirujuk ke RSUD Kota Bogor. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya Nisa urung dibawa ke Rumah Sakit. Makin hari Nisa makin terlihat lemah serta makin sering pingsan, akhirnya dengan bantuan dari para tetangga Nisa dibawa ke RSUD Kota Bogor diketahui bahwa Nisa Mengidap Susp. Leukimia dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui sakit yang ia derita. Nisa yang seorang Yatim ini merasa kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk mengobati sakitnya, Ibundanya hanya bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Ditambah lagi Nisa harus masuk ke Taman Kanak – kanak untuk mendapatkan pendidikan. Kurir Sedekah Rombongan yang datang untuk melihat Nisa merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Nisa dan Ibundanya. Bantuan Awalpun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan yang digunakan untuk membuat BPJS dan untuk biaya makan sehari – hari. Semoga proses pengobatan Nisa diberikan kemudahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Nisa mengidap susp. leukimia


SITI AWALIYAH (73, Katarak + Asam Urat). Alamat : Kampung Pasir Karet RT 3/4, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mak Iyah biasa kami memanggil sudah sejak Januari 2015 mulai merasakan penurunan penglihatannya namun karena dipikir karena usia yang sudah lanjut akhirnya kondisi penglihatan tersebut diabaikan dan hanya sempat sekali diperiksakan ke dokter dan diketahui bahwa Mak Iyah mengidap Katarak dan harus menjalani operasi. Karena tidak memiliki biaya akhirnya Mak Iyah tidak memeriksakan kondisi matanya hingga pada akhirnya Mak Iyah kini sama sekali tidak bisa melihat karena Kataraknya sudah parah sehingga menutupi lensa matanya, kini Mak Iyah tidak hanya kehilangan penglihatannya namun ia juga merasakan sekujur tubuhnya sakit yang membuat ia tidak bisa berjalan terlalu lama, kini ia hanya menghabiskan waktu dengan duduk atau tiduran karena tidak memiliki jaminan kesehatan dan tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk Mak Iyah yang digunakan untuk pengobatannya dan untuk membuat jaminan kesehatan. Semoga Mak Iyah selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’aala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Mak Iyah mengidap katarak dan stroke


FITRI BINTI AHMAD (27, Susp. TB Paru). Alamat : Gang Masjid, RT 1/2, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Fitri sudah sejak awal tahun 2017 mulai sering merasakan demam disertai mual dan batuk – batuk. Karena batuk yg demam yang diderita tak kunjung reda ia pun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas untuk mengetahui sakit apa yang diderita namun di puskesmas dengan tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dan dirujuk ke RSUD untuk melakukan Rontgen. Namun karena belum punya jaminan kesehatan dan tidak punya biaya akhirnya hingga kini Fitri belum memeriksakan kondisinya ke RSUD. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang ke rumahnya, kondisi Fitri sangat lemah dan badannya sangat kurus. Ia bercerita kalau sejak sakit berat badannya sudah turun 15 Kg, ia sangat ingin memeriksakan kondisinya ke RSUD namun karena pekerjaan Pak Ropik hanya sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu membuat proses pengobatan Fitri Jadi terhambat. Bantuan awalpun disampaikan untuk Fitri yang akan digunakan untuk pembuatan BPJS dan untuk biaya sehari – hari. Semoga Fitri cepet sehat sehingga bisa kembali beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Fitri menderita susp. TB paru


SITI MAULIDA (24, Kanker Tulang). Alamat : Ciparigi RT 4/11, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ida akrab kami menyapa gadis cantik ini, berawal dari 2 tahun yang lalu Ida terjatuh ketika sedang membawa motor dengan posisi jatuh duduk, karena merasakan nyeri dibagian pinggang dan paha, Ida hanya dibawa ketukang pijat untuk diurut bagian yang sakitnya. Setelah pulang kerumah setelah di urut, kondisi Ida makin menurun hingga lama kelamaan menyebabkan ia tidak bisa berjalan dan hanya bisa berbaring, karena khawatir akan kondisi Ida, pihak keluarga membawa Ida berobat ke RSUD Kota Bogor dengan menggunakan jaminan BPJS yang dimiliki dan diketahui kalau Ida mengidap Kanker Tulang. Namun Pihak rumah sakit menolak untuk merawat Ida karena BPJS yang Ida memilik tunggakan yang jumlahnya lumayan besar. Karena tidak memiliki uang lagi untuk membayar tunggakan BPJS akhirnya Ida hanya berbaring di UGD RSUD Kota Bogor. Ditengah kebingungan yang melanda keluarga Ida ada seorang perawat yang menyarankan untuk menghubungi salah seorang kurir Sedekah Rombongan Bogor agar bisa ikut mendampingi dalam pengobatan di RSUD. Kurir Sedekah Rombongan pun datang ke RSUD Kota Bogor untuk menemui Ida beserta keluarga dan bertemu dengan Bu Mimih yang merupakan Ibu dari Ida, Bu Mimih bercerita bahwa Ida sudah tidak memiliki Ayah dan ia hanya bekerja sebagai buruh cuci di tetangga dengan penghasilan hanya cukup untuk makan sehari – hari sehingga tidak memiliki biaya untuk melunasi tagihan BPJS. Kurir yang mendengar penjelasan dan cerita dari Bu Mimih langsung menyampaikan bantuan untuk Ida yang akan digunakan untuk melunasi Tagihan BPJS yang dimiliki sehingga Ida bisa dirawat tanpa mengeluarkan biaya sambil berkordinasi dengan Pihak RSUD untuk merawat Ida terlebih dahulu sambil mengurus tunggakan BPJSnya. Semoga Ida cepat kembali sehat agar dapat beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Ida mengidap kanker tulang


SODIRIN SUGIANTO (69, Diabetes). Alamat : Jalan H. Dimun Blok D, RT 5/5, No. 39 A, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Pak Dirin biasa ia dipanggil sudah sejak 10 tahun yang lalu di diagnosa mengidap Diabetes. Ketika oktober 2016 Pak Dirin terjatuh yang membuat kakinya bengkak dan terluka yang membuat ia tidak bisa berjalan dan dirawat di RSUD Bekasi lalu dirujuk ke RS. Polri Kramat Jati dengan menggunakan BPJS. Dokter di RS. Polri menyebut kalau luka yang ada dikaki Pak Dirin sudah terinfeksi dan rutin memeriksakan kondisi kesehatannya di RS. Polri agar infeksi tersebut tidak menyebar. Namun karena keterbatasan biaya akomodasi yang dimiliki akhirnya Pak Dirin tidak memeriksakan kondisi kesehatannya di RS. Polri. Kini luka dikaki Pak Dirin makin menyebar yang membuat ia sering merasakan kesakitan, ia ingin melanjutkan pengobatannya namun karena ia tidak memiliki biaya akomodasi akhirnya niat tersebut urung dilakukan. Kini ia menumpang rumahnya di kawasan depok karena rumah asalnya dibekasi sudah dijual untuk biaya pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan Bogor yang mendapatkan info tentang Pak Dirin dari Kurir Sedekah Rombongan Bekasi langsung mengunjungi Pak Dirin di Kontrakan Anaknya di kawasan Depok, melihat luka Di kaki Pak Dirin makin membusuk dan mengeluarkan Bau yang tidak sedap kurir Sedekah Rombongan langsung menyampaikan amanah dari para Sedekaholics untuk Pak Dirin yang akan digunakan untuk akomodasi Pak Dirin melanjutkan pengobatan ke RS. Polri Kramat Jati. Semoga Pak Dirin Cepat kembali pulih dan bisa berjalan kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas

Pak Dirin diagnosa mengidap diabetes


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamiah menderita parkinson


RIDHO AGUSTIAN (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh + TB Paru + ADB). Alamat: Dusun Dongkal V, RT 10/5 Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang , Propinsi Jawa Barat. Ridho adalah anak yatim piatu, kedua orang tuanya sudah meninggal, saat ini Ridho tinggal bersama neneknya. Ridho mulai merasakan sakit sejak bulan februari 2017 dengan keluhan keluar cairan dari telinga, sariawan dan pipi bengkak kemudian dibawa berobat ke Poli Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan hasilnya diketahui Ridho mengalami penurunan daya tahan tubuh yaitu terganggunya sistem kekebalan tubuh dan melemahkan tubuh untuk melawan infeksi, yang kemudian menyebabkan Ridho juga mengidap penyakit TB Paru, selain itu, Ridho juga didiagnosa ADB yaitu Anemia Defisiensi Besi merupakan kekurangan zat besi sehingga menyebabkan pembentukan merah darah (Hb) berkurang. Ridho adalah putra kedua dari 2 saudara pasangan Bapak M Tadum (Alm) dan Ibu Waspah (Alm), orangtuanya belum lama meninggal. Ridho mulai menjalani terapi sejak bulan Maret 2017. Ridho berobat menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ridho harus melakukan terapi rutin untuk penyakitnya juga pemenuhan gizi dan keluarga pun mengalami kesulitan untuk biaya transportasi selama menjalani kontrol dan pembelian susu. Sebelumnya Ridho merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang tercatat pada Rombongan 975.Santunan pun kembali disampaikan untuk memenuhi kebutuhan Ridho. Semoga terapi Ridho berjalan lancar dan diberikan kesehatan seperti sebelumnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Zerinabanu @Retno_indrayati @tammitree

Ridho mengidap TB paru, ADB dan penurunan daya tahan tubuh


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Pada tanggal 4 Agustus 2017, Wilda dan adiknya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi ke 2. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal dan biaya transport. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M. Amin

Wilda menderita katarak


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia ). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin lama dirasa semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya pun susah bertambah bahkan cenderung semakin menurun saja. Melihat hal ini ibundanya pun membawa Dimas ke Puskesmas, Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2017 kondisi Dimas kembali menurun karena diare sehingga perlu dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu, selanjutnya mendapatkan rawat jalan kembali dengan menjalani kontrol setiap dua minggu sekali. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya transportasi untuk mengantar Dimas berobat ke RSUD Karawang. Alhamdulillah keadannya terlihat lebih baik sekarang, santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membayar iuran BPJS, membeli susu dan biaya akomodasi dan transportasi berobat ke rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Harapan kami semoga kondisi Dimas semakin membaik dan kembali seperti semula. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @andraalfarabi

Dimas menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya


SITI FATIMAH BINTI OMON (32, TB paru + Bengkak Jantung). Alamat: Kp. Karuhil, RT 2/4, Desa Barumekar, Kecamatan Parung Ponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2015, Bu Siti mengalami pembengkakan jantung yang mengharuskannya dirawat inap selama 3 hari di puskesmas, dari sana hingga sekarang keadaannya tidak membaik malah terserang penyakit TB Paru yang membuatnl tubuhnya menjadi kurus kering. Dua penyakit yang menyerang Bu Siti membuat dirinya koma selama dua minggu dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan jaminan KIS. Sekarang, Bu Siti harus berobat secara rutin di RSUD supaya penyakitnya tak semakin parah. Suaminya, Obing (40) bekerja sebagai buruh tani karena ia tak punya ladang sendiri dan pendapatannya per hari hanya mampu menutup kebutuhan pangan. Keluarga ini sempat kesulitan membiayai pengobatan Bu Siti apalagi ditambah dengan 2 anak yang masih duduk di bangku sekolah semakin menambah beban. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung, kediaman Bu Siti sudah terlihat tidak layak huni dan bocor di mana-mana. Alhamdulillah, atas kebaikan para Sedekaholics akhirnya Bu Siti bisa berobat kembali yang dananya disampaikan oleh #SR. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Siti. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 1 September 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ade Buser

Bu Siti mengalami pembengkakan jantung


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Maryani menjalani perwatan di RS Persahabatan Jakarta, bahkan sempat masuk ICU karena drop. Upaya sudah dilakukan, namun takdir berkehendak lain. Bu Maryani meninggal di kediamannya karena drop dan tidak sempat dilarikan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk uang duka. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita ca mamae


SUTINI BINTI SINGKRIH (52, Ca Serviks). Alamat : Kp. Selang Cau Kavling RT 4/17, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Bu Sutini sering merasakan sakit nyeri pada bagian perut. Saat itu ia coba memeriksakan ke Klinik terdekat, namun disarankan menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit. Bu Sutini pun langsung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu BPJS Kesehatan. Sebelum menjalani pemeriksaan, Bu Sutini diduga gejala Pra Manopose, namun setelah melihat dari hasil pemeriksaan ia didiagnosa Ca Serviks. Guna menjalani pemeriksaan lanjutan dan tahap pengobatan, Bu Sutini dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta dan menjalani kemoterapy di rumah sakit ini. Suami Bu Sutini, Pak Sumadi (56) seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak pasti. Mereka sangat kesulitan dengan beban biaya akomodasi dan bekal ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Bu Sutini didiagnosa ca serviks


OKE MAULANA (52, Stroke). Alamat : Jalan Lele 7 No. 216, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak Juni 2017 Pak Oke sudah tidak dapat berjalan, awal mulanya terjatuh saat sedang di kamar mandi. Pak Oke hanya berobat ke puskesmas dengan menggunakan kartu jaminan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Terkadang juga ia menjalani pengobatan ke ahli pengobatan tradisional. Berbagai upaya untuk kesembuhannya sudah dilakukan. Selama Pak Oke sakit, ia sudah tidak dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya. Saat ini mereka kesulitan biaya sehari-hari dan untuk ongkos berobat. Istrinya, Bu Yanti (47) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi pengobatan Pak Oke. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041. Dan saat ini ada perkembangan kesehatannya, Pak Oke sudah bisa berdiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Pak Oke menderita stroke


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Wulan menjalani operasi pembukaan pen yang tertanam di lengan kiri. Setelah operasi ia diwajibkan kontrol sejak tanggal 20 Juni 2017 di RS Fatmawati Jakarta. Dan akan segera dijadwalkan operasi tangan sebelah kanan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisayj

Wulan menderita kanker tulang


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk sewa kontrakan dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita ca mamae


PONIJAN SUNDARI (42, Stroke). Alamat : Perum Graha Asri Jalan Cisanggiri 2E Blok S5 No. 31, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan bulan Agustus 2017, Pak Ponijan mendadak tidak bisa bangun saat tertidur, tangan dan kakinya terasa lemas semua. Keluarga membawa Pak Ponijan ke RS Anisa Cikarang untuk menjalani pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan ia sempat dirawat selama 3 hari menggunakan jaminan Kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3. Setelah menjalani perawatan, kondisinya masih belum membaik, sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM Jakarta Pak Ponijan sempat menjalani perawatan di ruang ICU karena kondisinya sempat kritis. Alhamdulillah saat ini Pak Ponijan sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Namun ia masih harus menjalani kontrol rutin ke RSCM Jakarta, hal tersebut yang membuat mereka kesulitan biaya untuk transport berobat ke RSCM Jakarta. Semenjak sakit, Pak Ponijan tidak dapat bekerja untuk mencari nafkah, sedangkan istrinya, Bu Sundari (37) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M. Amin

Pak Ponijan menderita stroke


MIARSIH BINTI DARDIH (33, Ca Serviks). Alamat : Kp. Jatimulya RT 2/1, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir 2015, awalnya keluar gumpalan darah dan seperti keputihan,namun setelah menjalani pemeriksaan di salah satu ruma sakit swasta di Cikarang ia dinyatakan terdiagnosa Ca Serviks. Riwayat penyakit Bu Miarsih pernah menjalani perawatan di RS Siloam Jakarta. Hingga saat ini Bu Miarsih sudah menjalani operasi 9 kali dan penyinaran sebanyak 25 kali di RS Siloam Jakarta menggunakan jaminan Kartu BPJS Kesehatan. Dalam menjalani upaya pengobatan rutin di RS Siloam, Bu Miarsih sangat kesulitan biaya akomodasi dan bekal di rumah sakit. Suaminya, Pak Kosasih (33) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi dan bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M. Amin

Bu Miarsih menderita ca serviks


KASAN BIN SADIM (44, Infeksi di Kemaluan). Alamat : Kp. Kapek RT 15/7, Desa Karangmekar, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar awal Mei 2017, mulai terasa ada pembesaran pada biji kemaluan Pak Kasan. Sebelumnya ia sering merasakan mulas pada bagian atas kemaluan. Rasa mulas dan sakit tersebut terasa menyiksa, sehingga ia menjalani urut tradisional saat ini dan belum ada hasil untuk kesembuhannya. Saat ini terjadi luka pada biji kemaluan yang bengkak. Pemeriksaan awal di RS Anissa Cikarang tak berlangsung lama, saat ini ia menjalani pemeriksaan di RS Hasan Sadikin Bandung. Mereka mengalami kendala kesulitan biaya akomodasi meskipun biaya rumah sakit tercover oleh kartu BPJS Kesehatan yang ia miliki. Semenjak sakit, Pak Kasan sudah tidak dapat bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya, Bu Amsah (33) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal bekal untuk ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Taufik Hidayat

Pak kasan menderita infeksi di kemaluan


NURLELASARI BINTI ENJANG (16, Vertigo). Alamat : Kp. Babakan RT 4/3, Desa Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 1 tahun sakit kepala Nur tidak kunjung sembuh, ia hanya mengandalkan obat-obatan yang ia dapat dari Puskesmas terdekat. Rasa sakit kepala tersebut bisa hilang sejenak beberapa saat setelah minum obat. Hal tersebut terus menerus berlangsung tiap hari. Alhamdulillah saat ini Nur sudah memiliki Kartu KIS PBI yang dapat ia gunakan untuk berobat di rumah sakit dengan dokter spesialis. Namun setelah menjalani beberapa kali menjalani pemeriksaan, orang tua Nur merasa kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani pemeriksaan berikutnya. Ayah Nur, Pak Enjang (59) hanya seorang buruh kuli di sebuah took material. Sedangkan ibunya, Bu Engkar (56) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pengobatan Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Taufik Hidayat

Nur menderita vertigo


YANTI BINTI SUTRISNO (47, Glaukoma). Alamat : Kp. Rawa Lintah RT 4/3, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebenarnya Bu Yanti sudah merasakan gangguan mata semenjak awal tahun 2016, namun karena tidak begitu dihiraukan, akhirnya tidak ada upaya pengobatan. Pada akhir Agustus 2017, ia mulai merasakan gangguan mata yang dideritanya bertambah parah bahkan disertai sakit kepala. Sehubungan dengan kartu BPJS yang masih dalam pengurusan, ia tidak bisa menjalani pemeriksaan karena tidak ada biaya. Bu Yanti seorang janda yang saat ini tinggal bersama anak perempuannya yang bekerja sebagai pelayan toko. Mereka sangat kesulitan untuk biaya pengobatan mata Bu Yanti. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pemeriksaan mata Bu Yanti.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Bu Yanti menderita glukoma


ASIH BINTI SURYANA (3, Hydrochepalus). Alamat : Kp. Kedung Bokor RT 2/4, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Asih lahir dalam keadaan normal, selayaknya bayi pada umumnya. Namun ketika usianya menginjak 6 bulan, ada pembesaran pada bagian kepala. Asih pernah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di RSUD Kabupaten Bekasi. Namun saat ini ia jarang menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Nutrisi yang diberikan pun tidak maksimal, ada kala hanya diberi susu kental manis. Untuk biaya berobat ke rumah sakit, sebetulnya Asih sudah terdaftar sebagai pemegang kartu KIS PBI, namun jarak dari rumah ke rumah sakit lumayan cukup jauh. Dengan keadan seperti ini evakuasi nya sangat beresiko apabila menggunakan sepeda motor, namun apabila evakusi dengan mobil lumayan besar biaya sewa operasionalnya. Ayahnya, Pak Suryana (39) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan yang pas-pasan, sedangkan ibunya, Bu Mutiah (33) hanya seorang ibu rumah tangga. Alahmdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan Asih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Asih menderita hydrocepalus


ANDRE CASIA NUR (20, Mag Kronis). Alamat : Kedung Cinde RT 1/5, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal Agustus 2017, Andre mengalami sakit perut, karena dianggap hanya sakit perut biasa ia menkonsumsi obat warung dengan harapan segera sembuh. Namun ternyata sakit perutnya tersebut semakin menyiksa sehingga ia dievakuasi ke puskesmas terdekat. Dari puskesmas, Andre dirujuk ke RS Medirosa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut menggunakan jaminan KIS PBI. Andre menjalani perwatan selama 4 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat ini Andre diharuskan menjalani kontrol rutin, namun karena ketiadaan biaya transportasi, akhirnya rencana untuk kontrol batal. Ayah Andre, Pak Nur (60) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak seberapa. Sedangkan ibunya, Bu Hodijah (58) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke rumah Andre, bantuan awal pun disampaikan untuk bekal ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Andre menderita magh kronis


RIO GEOVANI NUR (27, Syaraf Terjepit). Alamat : Jalan Imam Bonjol RT 2/1, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Gejala awal yang timbul pada bulan Maret 2017, Rio mengalami sakit di seluruh tubuh, sesak nafas, kepala pusing dan gangguan pada pengelihatan. Upaya pengobatan yang ia lakukan hanya menggunakan cara tradisional karena dianggap hanya penyakit pegal-pegal biasa saja. Namun sudah 5 bulan berlalu tidak ada perubahan yang signifikan sehingga ia memutuskan untuk menjalani pengobatan medis. Namun sayangnya ia tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan sebagai jaminan rumah sakit karena belum paham akan cara pembuatannya. Rio tinggal bersama ayahnya, Pak Muhammad Yusuf (57) yang hanya seorang merebot masjid, sedangkan ibunya, Bu Trisnawati (48) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka merasa kesulitan dengan prosedur pembuatan kartu BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal untuk mengurus kartu BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 September 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Rio menderita syaraf terjepit

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 FATINA HUMAIROH 1,489,300
2 ASMONOWATI 500,000
3 RSSR JEMBER 1,873,500
4 RSSR JEMBER 7,404,000
5 SUCIK AISYAH 500,000
6 IRMA CAHYANDARI 500,000
7 MTSR JEMBER 11,672,500
8 SOLEHA NURJANAH 3,000,000
9 HENDRO WIBOWO 1,000,000
10 MUHAMMAD NURROHMAN 1,000,000
11 VAHZAHRA KHOIRUNISA 1,000,000
12 WAHYUDI BIN MAD HADI 1,000,000
13 KAYLA ALMIRA FAREN 1,000,000
14 SULIWA BIN SUGENG 500,000
15 KROMO KARSAN BIN WAGIMAN 750,000
16 SAMINEM PATI 500,000
17 MTSR PANTURA TIMUR II 900,000
18 MUHAMMAD ASYARI 750,000
19 SAMINAH BINTI SAMSURI 750,000
20 SALSA SUKMAWATI 500,000
21 ENCAS BINTI WIRATMA 500,000
22 IIS BINTI ADIN 500,000
23 YOSI SANUSI 500,000
24 WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN 1,000,000
25 ERLINA EVI LESTARI 500,000
26 AGUSTINISARI BINTI AMIN 1,000,000
27 ACHMAD BIN SUHARI 500,000
28 ANISA BINTI IWAN SETIAWAN 500,000
29 SITI AWALIYAH 500,000
30 FITRI BINTI AHMAD 1,000,000
31 SITI MAULIDA 500,000
32 SODIRIN SUGIANTO 500,000
33 KAMILAH BINTI UCA 500,000
34 RIDHO AGUSTIAN 500,000
35 WILDA SARI 500,000
36 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
37 SITI FATIMAH BINTI OMON 500,000
38 MARYANI BINTI SUMARNO 500,000
39 SUTINI BINTI SINGKRIH 50,000
40 OKE MAULANA 500,000
41 WULAN JAMILAH 1,000,000
42 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
43 PONIJAN SUNDARI 500,000
44 MIARSIH BINTI DARDIH 500,000
45 KASAN BIN SADIM 500,000
46 NURLELASARI BINTI ENJANG 500,000
47 YANTI BINTI SUTRISNO 500,000
48 ASIH BINTI SURYANA 500,000
49 ANDRE CASIA NUR 500,000
50 RIO GEOVANI NUR 500,000
Total 53,639,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 53,639,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1047 ROMBONGAN

Rp. 54,682,515,252,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.