Rombongan 1046

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on September 10, 2017

ENDANG SUGIARTI ( 59, Acites ). Alamat : Purwosari, RT 2/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2016, perut Bu Endang tiba-tiba mulai membesar, semakin membesar dan mengeras setiap harinya. Lalu Bu Endang memeriksakan diri ke rumah sakit, namun dokter belum bisa mendiagnosa penyakitnya. Lalu keluarga membawa Bu Endang ke pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan, justru perut Bu Endang semakin membesar, nafsu makan menghilang, tidur pun tidak nyenyak karena perutnya yang semakin membesar. Sejak Oktober 2016 atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Endang dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Endang. Mulai bulan Oktober Bu Endang telah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus namun dokter belum juga ditemukan apa sakit sebenarnya. Sampai saat ini diagnosa dokter Bu Endang mengalami Acites (adanya cairan di perut). Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas KIS-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Endang. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Endang adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena Bu Endang seorang janda, dimana penghasilannya hanya dari usahanya warung klontong di rumahnya. Saat ini beliau tinggal bersama anak lelakinya Ahmad Bunyamin (24), dan sesekali di jenguk oleh anak-anaknya. Sebenarnya bu Endang memiliki 4 anak lain, 3 anak perempuan sudah berumah tangga sendiri, dan anak bungsu ikut salah satu kakaknya yg sudah berumah tangga itu. Pada bulan Januari 2017 Bu Endang di rujuk ke RSUP Dr Kariyadi Semarang, untuk penanganan lebih lanjut, beberapa kalu kontrol dan pada bulan Februari 2017 sempat ranap inap di RSUP Dr Kariyadi beberapa hari untuk pengambilan cairan dari perut bu Endang agar bisa di laboratorium apakah ganas atau tidak penyakitnya. Dan pada Bulan Maret 2017 bu Endang kembali ranap inap di RSUP Dr Kariyadi karena perutnya semakin membesar, sudah bernafas dan kakinya bengkak. Tanggal 13 Maret 2017 telah dilakukan tindakan laparaskopi, cairan di perut bu Endang diambil, lalu terlihat 3 benjolan di perut bu Endang. Tindakan selanjutnya akan dilakukan usg dan rontgen untuk menentukan keadaan terbaru diderita Bu Endang. Hasil terakhir Bu Endang sudah terkena komplikasi dimana paru-paru mengecil,fungsi organ lainnya yang menurun. Pada tanggal 21 April 2017 Allah berkehendak lain Bu endang meninggal dunia. Santunan disampaikan untuk membantu biaya biaya pemakaman dan lain lain. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin Ahmad Arim Muttaqin @akuokawai

Bu Endang mengalami Acites


JUMIATI BINTI JAMIN (46, Tumor Parotis). Alamat : Kp. Juwanalan, RT 10/5, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bu Jum, biasa beliau dipanggil oleh kebanyakan warga sekitar Junawalan, Kelurahan Pati. Sejak tahun 2011, Bu Jum melihat ada benjolan kecil pada tubuhnya tetapi tidak dirasakan. Selang beberapa tahun benjolan yang dimilikinya semakin besar. Tahun 2016 tepatnya bulan Desember, beliau memeriksakan ke RSUD Soewondo. Menurut hasil pemeriksaan oleh Dr. Widi Antono, Sp. B , Bu Jum didiagnosa mengidap Tumor Parotis. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang karena Tumor Bu Jum diduga tumor ganas kelenjar parotis. Pengobatan selama di RSUP Kariadi Semarang menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI yang setara dengan BPJS kelas 3. Suami Bu Jum, Wijanarko (56) yang bekerja serabutan, merasa sangat kesulitan ketika harus mengeluarkan biaya berobat. Bu Jum memiliki motivasi untuk sembuh dan sehat kembali karena masih mempunyai anak yang membutuhkan biaya sekolah. Saat ini, kondisi Bu Jum masih lemas, badan semakin kurus, dan dada berdebar. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Bu Jum segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga beliau dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Bu Jum didiagnosa mengidap tumor parotis.


ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk kontrol, cuci darah dan mengambil obat-obatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang, biaya iuran BPJS dan untuk perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 1020. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni sekeluarga dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Erni menderita gagal ginjal


SAGITARIA SAPUTRI (23, Kolera + Lambung). Alamat : Desa Karanggintung, RT 4/1, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak hari Senin, 7 Agustus 2017 Gita merasa lemas, pusing, bahkan sampai pingsan. Pihak keluarga segera memeriksakan ke RS Wonosari. Di rumah sakit Gita mendapat tindakan medis suntikan dan obat. Saat itu, Gita yang juga sedang menjalani pengabdian masyarakat (KKN) di Dusun Suru Lor, Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul memutuskan untuk rawat jalan saja karena merasa kondisinya sudah membaik. Sesampainya di rumah pemondokan dia pingsan kembali. Melihat kondisi Gita yang semakin memburuk bahkan sampai pingsan tiga kali, keesokan harinya Gita dibawa berobat ke RS Bagas Waras Klaten. Dokter mendiagnosa Gita mengalami sakit pada lambung hingga tinja berdarah atau biasa disebut kolera. Selama tiga hari Gita menjalani rawat inap di RS Bagas Waras. Namun setelah sampai di pemondokan Gita mengalami kejang-kejang sampai memberontak tidak karuan, pihak induk semang pun kembali membawa Gita ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lagi. Gita adalah anak dari pasangan alm. Nurohim Saeful dan Ibu Parinem (39). Gita tidak memiliki jaminan kesehatan. Ibunya sebagai tulang punggung keluarga bekerja sebagai pedagang sayur keliling, sementara untuk biaya kuliah Gita terbantu dengan beasiswa Bidik Misi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Gita. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban Gita. Santunan ini diberikan untuk biaya rumah sakit dan akomodasi selama sakit. Semoga Gita lekas sembuh dan bisa beraktivitas lagi serta bisa mencapai cita-citanya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000.-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @anjesmou

Gita mengalami sakit pada lambung


ARIEL HOLY KARTIKA (1, Kelainan Jantung). Alamat : Dusun Cepoho, RT 2/15, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir Dik Kartika sudah mengalami kelainan tubuh. Tubuhnya membiru dan selalu rewel. Ibunya selalu mengusahakan untuk memberikan ASI terbaik, tetapi masih dirasa kurang, sementara makanan pendamping juga tidak ada. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim orangtuanya bercerita bahwa sejak lahir dokter mendiagnosa Dik Kartika mengalami kelainan jantung. Orangtua pun terus berjuang menjemput kesembuhan sang buah hati. Dik Kartika dibawa berobat ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kondisinya tampak baik saat itu. Tetapi sebenarnya kontrol rutin harus terus dilakukan, hanya saja kedua orangtuanya merasa kesulitan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja sangat sulit. Kedua orangtuanya pun sudah memiliki tanggungan hutang untuk biaya transportasi pengobatan Dik Kartika sebelumnya. Ayahnya, Basuki (34) dan ibunya Langkem (36) adalah seorang petani dengan penghasilan tidak menentu. Dik Kartika adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Alhamdulillah, berkat sedekah dari sedekaholics ia bisa melanjutkan pengobatan kembali. Untuk biaya pengobatannya Dik Kartika terbantu karena memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Tapi takdir Allah berkata lain, pada hari Minggu 27 Agustus 2017 lalu Dik Kartika berpulang. Santunan duka ini diberikan kepada orangtuanya untuk meringankan beban keluarga. Pihak keluarga sangat berterimakasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga dik Kartika diterima di sisiNya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @atinlelyas @aji_kristanto Aris Berkah Tirta

Dik Kartika mengalami kelainan jantung


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Alhamdulillah operasi yang ia jalani lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Istri Pak Dalio sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Akhir Juli 2017 lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Setelah kontrol ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio juga menderita katarak. Awal bulan Agustus Dalio menjalani operasi katarak mata kanannya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan Pak Dalio bisa melihat dengan jelas kembali. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ina

Pak Dalio menderita sakit prostat


HANNA AZZAHRA (6, Leukemia). Alamat : Dusun Tumiyang, RT 1/1, Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Hanna terdiagnosa menderita kanker darah atau leukemia saat usianya tiga setengah tahun. Ia menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Awalnya, wajahnya pucat dan kelopak mata dalam berwarna putih. Hanna sering demam lebih dari sebulan dan cepat lelah meskipun hanya bermain-main seperti anak-anak biasa. Orang tua Hanna kemudian membawa Hanna berobat ke puskesmas. Setelah diperiksa, Hanna langsung dirujuk ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Di RSUD setempat ia menjalani serangkaian cek laboratorium dan transfusi darah karena saat itu kadar hemoglobinnya rendah. Kemudian, oleh dokter ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hanna adalah anak ke kedua dari dua bersaudara pasangan Anom Suwelo (37) dan Nur Asiah (33). Ayah Hanna bekerja sebagai buruh proyek di kampung halamannya. Sementara Ibu Hanna tak lagi bekerja karena fokus merawat Hanna dan seorang kakaknya. Selama pengobatan Hanna menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dua minggu sekali ia kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito dan terus bersemangat menjalani protokol kemoterapi. Hanya saja pada saat kontrol rutin awal bulan April lalu Hanna mengalami demam. Dokter menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan diketahui sel kankernya bertambah. Ia menjalani perawatan intensif di ruang khusus kanker anak di RSUP Dr. Sardjito. Hanna sempat diperbolehkan pulang, tetapi beberapa hari kemudian kondisinya menurun kembali. Ia pun kembali rawat inap intensif di RSUP Dr. Sardjito. Makin hari kondisi Hanna melemah. Wajahnya pucat dan enggan bermain boneka kesayangannya lagi. Tanggal 1 Agustus 2017 Hanna berpulang. Selain mengantarkan jenazah Hanna ke rumah duka, kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka untuk orangtua Hanna. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Hilmi Sigit

Hanna terdiagnosa menderita kanker darah


JIHAN FATIN (3, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter mendiagnosa ia menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan yang disertai demam tinggi dan kejang hingga memengaruhi fungsi syaraf mata. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Jihan menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini Jihan kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Jihan dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.188.828,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin Ina Ari

Jihan menderita atresia bilier


ANISA HAPSARI ANJANI (1, Infeksi Paru-Paru). Alamat : Karanganyar, Pedukuhan Klodangan, RT 5/27, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak lahir Dik Anisa diketahui menderita infeksi paru-paru dan selalu kontrol rutin ke rumah sakit. Bulan Mei lalu, saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya, Dik Anisa baru saja pulang dari rawat inap di RS Rajawali Citra, Bantul. Mesikpun sudah diperbolehkan pulang, kedua orangtuanya masih menanggung hutang biaya rumah sakit. Dik Anisa tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Biaya rumah sakit yang cukup lumayan bagi orangtuanya itu hanya bisa dibayar sebagian, itupun dengan uang pinjaman. Anjang (25), ayahnya bekerja sebagai buruh dan ibunya, Widi Astuti (30) tidak bekerja. Sang ayah sebagai tulang punggung keluarga dengan penghasilan tidak menentu mengaku sangat kesulitan membiayai pengobatan Dik Anisa. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk meringankan beban keluarga ini. Bantuan ini digunakan untuk membayar tunggakan biaya rumah sakit Dik Anisa. Semoga sedekah dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dik Anisa, Aamiin. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas Allah dengan kebaikan dunia dan akhirat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Sigit

Dik Anisa menderita infeksi paru-paru


WIDI ASTUTI BINTI SUWITO (30, Batu Empedu dan Asam Lambung). Alamat : Karanganyar, Pedukuhan Klodangan, RT 5/27, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai bulan Januari 2017 lalu Bu Widi merasakan mual muntah dan perutnya sangat sakit. Oleh suaminya ia diperiksakan ke Puskesmas Berbah dan menjalani rawat inap. Karena kondisinya tak kunjung membaik, dokter merujuk pemeriksaan ke RSPAU Hardjolukito. Dari hasil pemeriksaan dokter mendiagnosa Bu Widhi menderita usus buntu, batu empedu, dan asam lambung. Bu Widhi pun menjalani operasi usus buntu di rumah sakit tersebut. Sementara ini belum ada tindakan selanjutnya untuk penyakit batu empedunya. Saat ini Bu Widhi masih sering merasa mual dan muntah. Perutnya juga sering terasa sakit. Anjang (25), suaminya bekerja sebagai buruh. Ia mengaku dengan penghasilan tak menentu merasa kesulitan melanjutkan pengobatan istrinya, sementara putrinya yang belum genap satu tahun juga sedang sakit infeksi paru-paru. Meskipun Bu Widhi memiliki fasilitas jaminan kesehatan KIS (Kartu Indonesia Sehat), tetapi biaya transportasi dan akomodasi masih cukup mahal bagi keluarga ini. Saat bersilaturahim menjenguknya, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan titipan sedekaholics untuk Bu Widhi. Santunan ini diberikan untuk bantuan biaya akomodasi selama Bu Widhi berobat ke rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Bu Widhi dan menjadi jalan kesembuhannya, Aamiin. Bu Widhi dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Sigit @jemigigi

Bu Widhi menderita usus buntu, batu empedu, dan asam lambung


SIMPANG WIYONO (54, Lumpuh). Alamat : Dusun Klenggotan, RT 6, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar delapan tahun lalu saat bersepeda hendak bersilaturahim ke rumah temannya, ia dikejar anjing dan terjatuh di lubang bekas galian tanah. Sejak saat iru semua anggota badannya tidak bisa digerakkan. Pengobatan medis dan non medis sudah ditempuh keluarga demi kesembuhannya tapi perkembangan kesehatannya tidak terlihat signifikan. Alhamdulillah, selama 1,5 tahun terakhir ini sedikit demi sedikit ia bisa menggerakkan badan, tangan dan kaki. Ia pun tampak lebih sehat dan sudah bisa belajar merangkak. Selama pengobatan ia memanfaatkan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sejak ia sakit, istrinya, Ngadinem (48) yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat sang suami. Bu Ngadinem bekerja sebagai buruh untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk melanjutkan pengobatan suaminya ditambah biaya kebutuhan sekolah anaknya ia merasa sangat kesulitan. Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga Pak Wiyono dalam menjemput kesembuhannya. Semoga amal ibadah sedekaholics Sedekah Rombongan diterima Allah SWT, Aamiin. Keluarga Pak Wiyono sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas Sigit @jemigigi

Pak Simpang menderita lumpuh


BODIN BIN SURATMAN (61, Sinusitis). Alamat : Dusun Sumber Agung, RT 2/1, Desa Blimbing, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Bulan Januari 2017 lalu, Pak Bodin sakit pilek biasa, tetapi tidak kunjung sembuh. Pak Bodin langsung periksa ke puskemas kecamatan, tetapi keluarga merasa tidak ada perkembangan kesehatan, justru sakitnya semakin parah. Setelah diperiksakan ke puskesmas kembali, dokter memberi rujukan untuk dibawa ke RSUD Purworejo. Pak Bodin pun menjalani pemeriksaan lanjutan. Diagnosa dokter Pak Bodin menderita polip. Selain itu, dokter merujuk Pak Bodin untuk menjalani pemeriksaan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Pak Bodin kondisinya sangat lemah. Pak Bodin kesulitan tidur, penglihatannya kabur, dan sakit kepala yang terus-menerus membuat staminanya menurun. Pihak keluarga ingin segera memeriksakan ke RSUP Dr. Sardjito, tetapi terbatasnya informasi dan ketakutan dengan biaya yang besar, keluarga mengurungkan diri, terlebih keluarga sudah berhutang untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Bodin sebelumnya. Selain itu, biaya transportasi dari rumah ke Yogyakarta memang cukup lumayan, meskipun untuk biaya pengobatan Pak Bodin sudah tercover dengan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Istri Pak Bodin, Rubingah (55) bekerja sebagai buruh tani, sekaligus tulang punggung keluarga menggantikan suaminya. Ia sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan yang telah berkenan mendampingi pengobatan suaminya. Saat ini Pak Bodin menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Sardjito. Pak Bodin sudah menjalani jadwal kemoterapi ke-3 dari 4x jadwal kemoterapi. Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Santunan ini diberikan untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Bodin selama di rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Pak Bodin, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Ari

Pak Bodin menderita polip


MEGA AULIA (3, Hydrocephalus, Cerebral Palsy, Epilepsi) Alamat: Wirengan, RT 1/4, Baluwarti, Pasar Kliwon, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Dik Mega, putri ke-4 pasangan Bapak Agus S. (44) dan Ibu Murtini (32) ini sejak lahir tidak bisa merespon seperti bayi normal lain, hingga berusia 4 bulan, ia masih tidak bisa tengkurap dan hanya berbaring. Ibunya kemudian membawanya berobat ke RS Kustati disana diketahui bila ia menderita hydrocephalus dan harus segera dilakukan operasi pasang selang untuk mengurangi cairan. Namun, karena saat itu Dik Mega belum memiliki bpjs dan biaya operasi sangat mahal, keluarga pun menunda operasi dan mengupayakan agar ia memperoleh bpjs. Setelah menabung, bpjs mandiri pun diperoleh oleh keluarga Dik Mega. Selanjutnya pada usia 7 bulan ia menjalani operasi. Pengobatan belum selesai karena ternyata Dik Mega sering mengalami kejang. Observasi lanjutan pun dilakukan dan diketahui bila Dik Mega juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Setiap 2 minggu sekali ia rutin menjalani terapi. Namun karena bpjs yang dimiliki Dik Mega adalah bpjs mandiri, semakin hari sang ibu dan ayah semakin kesulitan untuk membayar angsuran perbulan, karena penghasilan ayah sebagai buruh di bengkel sebesar Rp. 50.000,- / minggu. Alhamdulillah ada pihak yang membantu dengan mengupayakan bpjs dari pemerintah untuk Dik Mega. Dik Mega kemudian melanjutkan pengobatan di RS. PKU Muhammadiyah karena harus menjalani terapi, kontrol syaraf dan kontrol rutin perkembangan gizi. Setahun lalu, Dik Mega pernah dibantu oleh lembaga sosial di Solo untuk akomodasi berobat dan membeli susu serta popok, namun bantuan berhenti karena sudah 6 bulan berjalan. Kini Dik Mega masih harus menjalani terapi rutin di RS. PKU. Setiap kontrol sang ibu harus berjalan kaki dari rumah karena tidak ada kendaraan. Kondisi Dik Mega yang membutuhkan banyak keperluan membuat keuangan keluarga menipis. Terlebih, keluarga Dik Mega masih harus membayar kontrakan Rp. 1.500.000,-/tahun dan listrik Rp. 50.000,/bulan. Belum lagi biaya ketiga kakak Dik Mega, Ocha meriantani (13), Lovina Kiara P. (8), Arsya Adi Candra (5) untuk sekolah. Pihak keluarga berharap bisa memperoleh bantuan untuk membeli susu, popok, tissu, serta obat yang tidak tercover bpjs untuk Dik Mega. Tanggal 31 Agustus 2017 Dik Mega kejang-kejang dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Tanggal 1 September 2017 dilakukan cek urin dan diketahui bahwa Dik Mega mengalami Infeksi saluran kencing. Kurir #sedekahrombongan kembali menyampaikan santunan yang ke- 4 untuk membantu biaya akomodasi selama rawat inap di rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 999 Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga amal kebaikan Sedekaholic diterima oleh Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 September 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @eliyan_a @ayak

Mega menderita hydrocephalus


MUHAMMAD RAIHAN AL FATIH (11 Tahun, Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat : Dusun Sepat, Rt 2 Rw 3 Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Adik raihan merupakan anak pertama dari empat bersauda yang masih menginjak kelas 5 SD. Suatu ketika adik Raihan sedang bermain sepeda sendiri dan tiba-tiba terjatuh karena tidak menguasai sepedanya serta menyebabkan patah tangan kiri. Pada tanggal 2 November 2016 Adik Raihan menjalani operasi pemasangan pen di RSUD Sukoharjo. Walaupun keluarga adik Raihan memiliki kartu KIS, namun untuk operasi tersebut diluar tanggung jawab KIS sehingga harus membayar dengan biasa sendiri. Setelah 9 bulan berlalu, pada tanggal 31 Juli 2017 Adik raihan menjalani operasi pencopotan pen dengan biaya sendiri pula di RSUD Sukoharjo. Keluarga sengaja membuat surat keterangan tidak mampu untuk meminta keringanan biaya menjadi sebesar Rp. 3.500.000, itupun masih terasa berat bagi keluarga Adik Raihan. Bapak adik Raihan, Waluyo Suwanto biasa dipanggil Pak Anto saat ini tidak bisa bekerja karena menderita penyakit jantung koroner sejak 2015. Sebelumnya, keluarga pak Anto tinggal di rumah kontrakan di Jakarta. Karena penyakit Pak Anto yang semakin memburuk dan di keluarkan dari pekerjaannnya yang di Jakarta, akhirnya sekeluarga pindah ke rumah mertuanya yang di tempatinya saat ini di Bulu Sukoharjo. Namun tidak membuat keadaan semakin membaik, keluarga Pak Anto masih di uji dengan ujian bertubi-tubi. ibu Adik Raihan bernama Sulastri di uji dengan penyakit maag kronis dan usus buntu, serta menjalani operasi usus buntu. Saat ini pak Anto dan ibu Sulastri masih menjalani rawat jalan di RSUD Sukoharjo secara rutin. Dengan beban seberat itu, pak Anto yang seharusnya menafkahi 4 anak dan 1 istrinya tidak dapan melaksanakan tangung jawabnya karena kondisinya yang lemah karena penyakit jantungnya. Saat ini pak Anto hanya mengajar sebagai guru tpa di kampungnya dan sebagai buruh serabutan yang tidak pasti adanya pekerjaan. Ibu Sulastri juga hanya sebagai ibu rumah tangga karena harus mengurus putri sulungnya yang berumur 1,5 tahun. Untuk biaya operasi adik Raihan pun juga dengan berhutang kepada tetangganya. Saat ini kondisi Adik Raihan semakin pulih setelah kontrol terakhirnya tanggal 4 Agustus 2017, karena sebelumnya tangannya membengkak setelah operasi pencopotan pen. Alhamdulillah Adik Raihan dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Rabu, 9 Agustus 2017, santunan dari #SedekahHolic disampaikan kepada adik raihan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya akomodasi selama pengobatan. Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda dan memohon doa agar keluarga Adik Raihan di beri kesehatan selalu. Amin ya rabbal alamin.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @Mawan , @anissetya60 , @RizqiRizqie

Raihan menderita patah tulang tangan kiri


RASMANI BIN SAYIN (77, Pneumonia + Asma). Alamat : Kp. Dadap, RT 1/3, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Engkong kerap orang menyapanya, ia adalah seorang kakek yang rajin bekerja mencari barang bekas. Engkong hanya tinggal bersama istrinya di sebuah gubuk yang kurang layak huni. Istrinya pun saat ini juga mengalami sakit. Engkong mempunyai dua anak yang sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari rumahnya. Kehidupan kedua anaknya pun juga kekurangan sehingga tak dapat membantu Engkong dan istrinya. Sudah lebih dari 5 bulan, Engkong mulai merasakan sakit sesak napas, nyeri dada, batuk dan keluar keringat dingin. Setelah berobat di Puskesmas terdekat berbekal jaminan gratis Kartu Multiguna Kota Tangerang, dokter merujuk Engkong ke RSU Siloam Tangerang. Dokter mendiagnosis Engkong mengalami penumonia (paru – paru basah) dan asma. Engkong diharuskan untuk kontrol satu bulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Setelah beberapa kali berobat, Allah berkehendak lain. Innalillahiwainnailaihi raaji’uun, Engkong telah berpulang ke rahmatullah, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin. Sebelumnya Engkong telah dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trim @ririn_restu

Engkong Rasmani mengalami penumonia


ONEH KARSINAH (90, Lumpuh). Alamat : Kp. Baru, RT 2/5, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Oneh sebelumnya bekerja sebagai petugas memandikan jenazah di rumah sakit, namun sejak 1 tahun yang lalu ia tidak bisa bekerja lagi karena sering sakit – sakitan. Kini Nenek Oneh hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidurnya. Nenek Oneh mengalami lumpuh tidak lama setelah ia tidak lagi bekerja. Saat itu Nenek Oneh sering dirawat di rumah sakit, namun kini karena keterbatasan biaya ia tidak lai berobat. Nenek Oneh tinggal bersama anaknya yang berprofesi sebagai pemulung dengan pendapatan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Syukur alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nenek Oneh, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya hidup sehari – hari. Semoga Nenek Oneh disehatkan dan hidup sejahtera di amsa tuanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @rien_restu

Nenek Oneh mengalami lumpuh


KASREM BINTI WIRYO (73, Mata Rabun + Asam Urat). Alamat : Kp. Dadap, RT 1/3, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Provinsi. Ibu Kasrem selalu setia mendampingi suaminya, Rasmani (77), di masa tuanya ia masih mencari nafkah dengan cara memulung barang bekas. Ibu Kasrem hanya tinggal bersama suaminya di gubuk yang dibangun di atas tanah milik orang lain. Sejak 2 tahun lalu, Ibu Kasrem mulai sakit di kaki dan tangannya, ia merasakan nyeri, kebal dan kesemutan. Tidak lama kemudian, penglihatan Ibu Kasrem mulai terganggu. Setelah berobat ke Puskesmas dengan menggunakan Kartu Sehat Multiguna, dari hasil pemeriksaan dokter Ibu Kasrem dinyatakan terkena sakit asam urat dan mata rabun. Kondisi Ibu Kasrem saat ini masih belum membaik dan harus menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Kendala yang dihadapi Ibu Kasrem adalah tidak punya uang untuk ongkos berobat. Saran dokter Ibu Kasrem harus banyak istirahat, sehingga ia sudah tidak boleh memulung lagi. Hal itu membuat Ibu Kasrem tidak lai memiliki penghasilan, sedangkan anak – anaknya sudah berkeluarga hidupnya terpisah dan juga dalam kondisi kekurangan. Bapak Rasmani yang selama ini menemani sisa hidup Ibu Kasrem telah berpulang ke rahmatullah karena sakit. Kini Ibu Kasrem hanya seorang diri menghabiskan masa tuanya dalam kondisi sait dan hidup serba kesusahan. Kurir Sedekah Rombongan merasa sangat prihatin dengan kondisi Ibu Kasrem, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk transportasi berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Kasrem bisa segera pulih dari sakitnya. Sebelumnya Ibu Kasrem dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur Trim @ririn_restu

Ibu Kasrem dinyatakan terkena sakit asam urat dan mata rabun


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Kondisi Pak Mamad semakin membaik, ia kini mulai bisa berjalan perlahan – lahan dan rubuhnya pun lebih terlihat segar. Pak Mamad masih harus menjalani terapi dan kontrol setiap bulanya. Untuk itu bantuan lanjutan diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari- hari. Sebelumnya ia dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak mamad menderita stroke dan lumpuh


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit di kakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Setelah rutin berobat kondisi Nenek Sri makin membaik, kini ia bisa kembali bekerja mencari nafkah. Nenek sri masih harus kontrol dan minum obat karena jika tidak rasa nyeri dan kakinya akan bengkak kembali. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya berobat dan membantu biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Ia dibantu di rombongan 1029. Semoga Nenek Sri sehat selalu, panjang umur dan banyak hamba Allah SWT yang peduli padanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Bu Sri menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kananny


SOLICHATUN BINTI NASIR (32, Pneumonia). Alamat : Kp. Bencongan, RT 7/1, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Atun biasa ia dipanggil, sejak 11 bulan yang lalu menderita sakit Pneumonia (paru-paru basah). Gejala awalnya saat Ibu Atun tidur pada malam hari selalu keluar keringat dingin dan badan lemas. Sampai suatu saat Ibu Atun mengalami sesak napas yang begitu hebat hingga suaminya, Karwin, segera membawanya berobat ke dokter dekat rumah. Setelah berobat, dokter menyarankan untuk dibawa ke RSUD Tangerang. Setelah dilakukan pengecekan akhirnya Ibu Atun didiagnosis terkena Pneumonia. Saat itu Ibu Atun dirawat di RSUD Tangerang selama 1 bulan. Setelah diizinkan pulang, dokter menganjurkan Ibu Atun untuk selalu kontrol setiap bulanya. Penghasilan suami Ibu Atun sebagai pemulung tak menentu, untuk makan pun mereka kerap kekurangan. Tak jarang ketika jadwal berobat tiba, Ibu Atun terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk ongkos ke RSUD Tangerang. Selama ini Ibu Atun berobat menggunakan JAMKESDA. Setelah mengunjungi Ibu Atun, Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dihadapinya. Syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat disampaikan dan kini kurir kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi berobat. Setelah rutin berobat kondisi Ibu Atun semakin membaik meski berat badannya masih sangat kurus. Ibu Atun masih harus rutin berobat agar ia dapat sembuh total. Sebelumnya Ibu Atun telah dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trimardiyanto @ririn_restu

Bu Atun menderita sakit Pneumonia


ELIATUL IKHLAS (13, Kanker Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, ia kini berobat RS Hermina Bekasi. Alasan dokter merujuk Elia adalah agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Kondisi Elia semakin membaik, meskipun pembengkakkan dan memar di bibir dan tangannya masih ada. Elia juga sedang menjalani terapi suplemen plasenta yang diberikan sedekaholics Sedekah Rombongan sebagai penunjang pengobatannya. Hasil dari terapi tersebut perlahan menunjukkan peningkatan, meski begitu Elia tetap harus rutin menjalani kontrol medis rutin ke RS Hermina Bekasi. Selain Elia, Ibu Lilis juga harus berjuang untuk kesembuhan anaknya yang lain, Wulandari, yang mengalami pembengkakkan jantung dan sedang berobat di RSCM Jakarta. Pengobatan kedua anak yang sakit dan berobat di rumah sakit yang berbeda membuat Ibu Lilis membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasional berobat anak – anaknya. Alhamdulillah pengobatan Eliatul dan Wulan telah menggunakan JKN – KIS kelas III yang sebelumnya harus rutin dibayar per bulannya, namun sekarang sudah beralih menjadi yang dibayarkan pemerintah setempat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Eliatul dan Wulan. Sebelumnya Eliatul telah dibantu dalam Rombongan 1043.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Eli menderita kanker pembuluh darah


ELIATUL IKHLAS (13, Kanker Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, ia kini berobat RS Hermina Bekasi. Alasan dokter merujuk Elia adalah agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Kondisi Elia semakin membaik, meskipun pembengkakkan dan memar di bibir dan tangannya masih ada. Elia juga sedang menjalani terapi suplemen plasenta yang diberikan sedekaholics Sedekah Rombongan sebagai penunjang pengobatannya. Hasil dari terapi tersebut perlahan menunjukkan peningkatan, meski begitu Elia tetap harus rutin menjalani kontrol medis rutin ke RS Hermina Bekasi. Selain Elia, Ibu Lilis juga harus berjuang untuk kesembuhan anaknya yang lain, Wulandari, yang mengalami pembengkakkan jantung dan sedang berobat di RSCM Jakarta. Pengobatan kedua anak yang sakit dan berobat di rumah sakit yang berbeda membuat Ibu Lilis membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasional berobat anak – anaknya. Alhamdulillah pengobatan Eliatul dan Wulan telah menggunakan JKN – KIS kelas III yang sebelumnya harus rutin dibayar per bulannya, namun sekarang sudah beralih menjadi yang dibayarkan pemerintah setempat. Pengobatan Eliatul dan Wulan mengalami kendala administrasi, kartu keluarga yang mereka gunakan telah habis masa berlaku dan harus segera diperbaharui. Selain itu, dalam status kepesertaan KIS Wulan, dinyatakan jenis kelaminnya laki – laki sehingga harus dirubah KIS dan rujukan BPJS-nya. Oleh karena itu, Ibu Lilis harus pulang ke kampung halamannya untuk menyelesaikan urusan administrasi pengobatan anak – anaknya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional kepulangan Ibu Lilis ke kampung untuk pengurusan administrasi. Sebelumnya Eliatul telah dibantu dalam Rombongan 1043 dan pada 8 Agustus 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Eli menderita kanker pembuluh darah


NENENG SAFITRI BINTI ALI (33, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Baru, RT 3/1, Ds. Kramatwatu, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang, Prov. Banten. Pada Juni 2015, Ibu Neneng mengalami demam dan pegal – pegal di tangan yang disertai sesak napas. Ibu Neneng akhirnya berobat di pengobatan alternatif dan diduga ada pembengkakkan kelenjar. Lama – kelamaan sakit dan pegal di tangan Ibu Neneng tidak kunjung sembuh, bahkan payudaranya mengalami bengkak. Ibu Neneng pun berobat ke Klinik Dokter Suhrijal Ciekek dan disana ia didiagnosis mengalami kanker payudara dan dirujuk ke RSUD Banten. Bengkak di payudara Ibu Neneng semakin membesar dan mulai muncul luka. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Ibu Neneng segera menjenguknya yang saat itu sedang dirawat di RSUD Banten. Kondisi Ibu Neneng sangat memprihatinkan, ia diharuskan menjalani operasi. Suami Ibu Neneng, Bapak Hendra (35), yang bekerja sebagai buruh lepas merasa kebingungan untuk biaya sehari – hari selama istrinya dirawat, meski biaya pengobatan telah ditanggung JKN – KIS. Bapak Hendra harus meninggalkan pekerjaannya karena menunggui Ibu Neneng di rumah sakit, bahkan anak balita mereka terpaksa dititipkan di panti miliki dinas sosial karena tidak ada yang mengurus. Kini Bapak Hendra tidak memiliki penghasilan, ia pun kebingungan membayar kontrakan yang ditinggali bersama istri dan anak balitanya. Bantuan awal pun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan kepada keluarga Ibu Neneng untuk membantu biaya hidup selama di RSUD. Semoga Ibu Neneng lekas sembuh, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Bu neneng menderita kanker payudara


SITI QORYATUL HASANAH (16, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Cikapling, RT 1/2, Ds. Pondok Jaya, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Qori mengalami sakit sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya Qori terjatuh dari motor dengan posisi miring dan tulang kaki tertimpa motor. Pertolongan pertama pada waktu itu Qori dibawa ke tukang urut, namun ia belum juga mengalami kesembuhan bahkan ia mengalami kesulitan berjalan. Qori kembali dibawa ke berbagai tukang urut namun belum ada hasil dan kondisinya semakin memburuk. Akhirnya sebulan kemudian ia dibawa ke RSU Tangerang dan dirawat inap selama 3 minggu. Qori didiagnosis mengalami kanker tulang dan disarankan menjalani operasi tulang belakang. Pasca operasi Qori menjalani rawat jalan selama 3 minggu dan dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani operasi yang ke-2. Kondisi Qori semakin melemah, bahkan ia juga mengalami sakit paru – paru. Berat badan Qori semakin menurun dan dokter menyarankan untuk pulang terlebih dulu guna perbaikan gizinya. Tak hanya itu di sekitar kepala, mata, dan pelipis Qori terdapat benjolan. Kini Qori hanya bisa terbaring di tempat tidur dan masih menjalani rawat jalan. Qori merupakan anak piatu karena ibunya, Eli Sufriyati, telah meningal dunia. Ayah Qori, Sahroni (45) bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilannya bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari karena harus digunakan untuk transportasi berobat Qori ke RS Fatmawati yang jaraknya jauh dari rumah. Pak Sahroni hanya bisa pasrah atas penyakit yang dialami anaknya. Dalam kepasrahannya itu, alhamdulillah Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Sahroni dan dapat menyampaikan bantuan untuk operasional berobat Qori. Semoga Qori bisa segera sembuh dan kembali ceria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @ririn_restu

Qori didiagnosis mengalami kanker tulang


IYONG UMED (43, Susp. Paru – Paru Basah). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 1/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari empat orang anak ini mengalami sakit sejak 3 tahun lalu, namun ia tak pernah memeriksakan diri ke dokter. Ibu Iyong yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh tani ini mengeluh sering merasakan demam tinggi dan batuk yang disertai sesak napas. Ibu Iyong akhirnya berupaya menjalani pengobatan tradisional karena suaminya, Pak Umed (44), tidak memiliki uang untuk biaya ke rumah sakit. Upaya pengobatan tradisional tidak membuahkan hasil, tubuh Ibu Iyong semakin kurus dan batuknya tidak kunjung sembuh. Pak Umed akhirnya berusaha membawa istrinya berobat dengan meminjam uang pada tetangga. Hingga kini utang tersebut belum terbayarkan, karena untuk biaya transportasi berobat Ibu Iyong pun masih sulit untuk dipenuhi. Kini setelah memiliki JKN – KIS kelas III, Ibu Iyong mulai rutin berobat. Sudah beberapa bulan menjalani pengobatan kondisi Ibu Iyong belum banyak perubahan, bahkan ia semakin melemah hingga harus dirawat secara intensif di RSUD Tangerang. Keluarga Ibu Iyong sangat kebingungan untuk biaya kebutuhan selama di rumah sakit. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat meringankan beban keluarga Ibu Iyong dengan menyampaikan bantuan dana untuk transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Ibu Iyong dapat sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endang mplus @pratama_catur @misnamina @fatmahalwini @ririn_restu

Iyong menderita susp. paru – paru basah


SUCI KHOIRUNISA (13, Efusi Plura). Alamat : Kp. Cihideung, RT 3/2, Ds. Batubantar, Kec. Cimanuk, Kab. Pandeglang, Prov. Banten. Beberapa hari yang lalu Suci dirawat di RSUD Berkah Pandeglang karena kondisinya menurun. Saat berusia 1 tahun, suci mengalami demam dan batuk yang tidak kunjung sembuh. Suci lalu dibawa berobat ke Puskesmas terdekat dan dokter mendiagnosisnya mengalami radang tenggorokan. Suci sangat lemah, bahkan tumbuh kembangnya sangat lambat. Pada usia 5 tahun Suci baru dianjurkan untuk menjalani rontgen dan hasilnya menunjukkan paru – parunya terendam cairan sehingga ia membutuhkan perawatan yang insentif. Orang tua Suci bingung dengan sakit yang dialami anaknya, bermacam cara pengobatan sudah dilakukan namun Suci tidak kunjung sembuh. Saat ini suci sudah menginjak usia 13 tahun, badannya sangat kurus dan ia sering mengalami demam tinggi. Sakit yang dialami membuat Suci tidak bisa bersekolah lagi. Ayah Suci, Rahmatullah (37), yang sehari – harinya bekerja sebagai buruh lepas penghasilannya tidak mampu memenuhi kebutuhan pengobatan Suci meski telah menggunakan KIS. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk operasional berobat selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Emay Muhamad @ririn_restu

Sufi menderita efusi plura


MELI AGUSTIN (10, Tetralogi Of Fallot). Alamat : Desa Mekar Jaya, Kec. Bayung Lincir, Kab. Musi Banyu Asin, Prov. Sumatera Selatan. Meli diketahui menderita penyakit jantung bocor sejak ia berusia 2 bulan. Pada saat itu, Meli mengalami kejang-kejang hingga seluruh tubuhnya membiru. Orang tua Meli langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, tenaga medis merujuk Meli ke dokter spesalis anak. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui bahwa Meli menderita penyakit tetralogi of fallot atau kelainan jantung bawaan yang terdiri dari kombinasi 4 kelainan jantung. Meli akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Meli merupakan anak dari Bapak Supriono (37) dan Ibu Marlina (37). Bapak Supriono bekerja sebagai buruh tani karet dan Ibu Marlina yang membantu memotong karetnya. Pengobatan Meli sudah dijamin oleh JKN – KIS kelas 3, namun orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk akomodasi dan transportasi ke RSCM Jakarta. Penghasilan Bapak Supriono dan Ibu Marlina hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dengan tanggungan 7 orang, terlebih lagi mereka masih memiliki utang yang harus dibayar. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Meli, kurir pun menyampaikan bantuan untuk keberangkatan ke RSCM Jakarta dan biaya sehari-hari selama di sana. Semoga Meli bisa sembuh dan bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.800.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @ririn_restu

Meli diketahui menderita penyakit jantung bocor


MELI AGUSTIN (10, Tetralogi Of Fallot). Alamat : Desa Mekar Jaya, Kec. Bayung Lincir, Kab. Musi Banyu Asin, Prov. Sumatera Selatan. Meli diketahui menderita penyakit jantung bocor sejak ia berusia 2 bulan. Pada saat itu, Meli mengalami kejang-kejang hingga seluruh tubuhnya membiru. Orang tua Meli langsung membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Dari pemeriksaan yang dilakukan, tenaga medis merujuk Meli ke dokter spesalis anak. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui bahwa Meli menderita penyakit tetralogi of fallot atau kelainan jantung bawaan yang terdiri dari kombinasi 4 kelainan jantung. Meli akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Meli merupakan anak dari Bapak Supriono (37) dan Ibu Marlina (37). Bapak Supriono bekerja sebagai buruh tani karet dan Ibu Marlina yang membantu memotong karetnya. Pengobatan Meli sudah dijamin oleh JKN – KIS kelas 3, namun orang tuanya tidak mempunyai biaya untuk akomodasi dan transportasi ke RSCM Jakarta. Penghasilan Bapak Supriono dan Ibu Marlina hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dengan tanggungan 7 orang, terlebih lagi mereka masih memiliki utang yang harus dibayar. Setelah dibantu Sedekah Rombongan Meli dapat berangkat dan berobat di RSCM Jakarta, namun di hari ke – 9 Meli menghembuskan napas terakhirnya. Pemulangan jenazah Meli ke daerah asal tidak ditanggung BPJS dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk pemulangan jenazah Meli ke Jambi. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan tabah atas meninggalnya Meli. Sebelumnya Meli telah dibantu pada 19 Agustus 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.660.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @fadholsyukroni @ririn_restu

Meli diketahui menderita penyakit jantung bocor


KHAIRUNISA ZAHRAH TRIYANA (11 th, Gegar Otak). Alamat : Patangpuluhan WB 3/323 Rt 8 Rw 2 Kec. Wirobrajan Kel. Patangpuluhan kota Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta . Khairunisa adalah anak yang pernah jatuh sewaktu naik sepeda dan mengalami luka. Lalu dibawa ke RS untuk didiagnosa apakah lukanya berbahaya. Awalnya dibawa ke UGD namun dibawa untuk kedua kalinya ada penggumpalan darah di dalam kepala dan dinyatakan gegar otak. Selama di rumah sakit, akhirnya Dokter menyatakan luka di kepala tidak besar sehingga diberi obat luar saja untuk menutup lukanya di kepala. Khairunisa tinggal bersama ayah Bagyo Priyono (39) dan ibunya Khusnul Khotimah (38) dan neneknya. Ayahnya belum bekerja sebelumnya. Khairunisa dicover jaminan BPJS. Keluarga memerlukan dana tambahan untuk bisa membiayai pengobatan selama di RS. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya pengobatan selama di rumah sakit. Mudah-mudahan Khairunisa segera sehat seperti sedia kala, amin.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Khairunnisa dinyatakan gegar otak


MUHAMMAD FIRZAN (1.2 th, Ginjal bocor atau SNK/Syndrom Nefrotik Kongintal). Alamat: Tegalurung RT 03 Kel. Gilangharjo Kec. Pandak Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Firzan adalah pasien anak balita yang mengalami penyakit yang umumnya diderita oleh orang dewasa yaitu penyakit ginjal bocor. Karena ketahuannya pada umur beberapa bulan saja di RS yaitu kelainan pada ginjal tapi dapat dikatakan penyakit Firzan adalah bawaan sejak lahir, Firzan mengalami kelainan yaitu tidak mampu membuang racun dalam tubuhnya karena ginjalnya tidak berfungsi. Firzan mampu bergerak namun memerlukan bantuan obat untuk menyuplai kekurangan fungsi ginjalnya. Hal ini tidak sengaja diketahui oleh seorang dokter untuk memakai obat albumin. Firzan tinggal bersama ayah Ook Hafila (36) dan ibunya Rahmini Indarsih (35). Firzan mempunyai BPJS namun obat yang diperlukannya tidak ditanggung oleh BPJS. Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik. Namun selama ini tidak mampu membayar kebutuhan anaknya untuk membeli obat. Karena kebutuhannya kalau tidak dipenuhi Hafila masuk RS. Untuk itu memerlukan biaya untuk membeli obat tersebut.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya obat tersebut. Mudah-mudahan Firzan diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan bisa sehat seperti anak lainnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Firzan menderita penyakit ginjal bocor


PONIYATI BINTI SARIYAH (46, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Mrisi RT 1 Desa Tirtonirmolo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul kota Yogyakarta, Prop DIY. Bu Poniyati adalah pasien kanker payudara yg telah menjalani pengobatan kemo dan operasi beberapa kali. Saat ini sudah berakhir menjalani kemo dan masih perawatan paska operasi pengangkatan sebelumnya beberapa bulan lalu. Bu Poniyati tinggal bersama anaknya, cucunya dan ibunya di rumah. Bu poniyati hanya mempunyai BPJS yang ditanggung bukan BPJS mandiri. Bu Poniyati memerlukan biaya untuk membayar biaya perawatan luka operasi. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Bu Poniyati, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya perawatan luka di rumah. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 978. Santunan sebelumnya sudah pernah diberukan dan terdapat dalam rombongan 999. Mudah-mudahan Bu Poniyati diberi kesembuhan oleh Allah SWT san sehat kembali seperti sedia kala, amin.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Poniyati adalah pasien kanker payudara


PAIKEM BINTI SONTIKO (73 th, Batuk berdarah). Alamat : Dusun Ngepreh, RT 01, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kab Bantul , Prop DIY. Beberapa bulan yg lalu mulai batuk-batuk saja dan mulai mengeluarkan darah setelahnya. Terakhir sudah periksa di UGD PKU, harusnya dirujuk di Poli penyakit dalam, tapi kekurangan dana dan dibawa pulang. Karena tidak ada penanganan mulai batuk mengeluarkan berdarah dan setiap dibawa ke RS Pku lalu pulang karena kekurangan biaya. Bu Paikem tinggal bersama suaminya Harjo Suwito (75) bekerja serabutan dan anaknya serta beberapa saudaranya di rumah gubuknya. Bu Paikem tidak punya BPJS dan membutuhkan bantuan untuk membayar biaya RS utk berobat karena kesulitan dana untuk membiayai untuk sakitnya.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu meringankan membayar biaya di rumah sakit untuk menyembuhkan batuknya. Mudah-mudahan Bu Paikem segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan dapat sehat kembali, amin.

Jumlah Bantuan : 500.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bu Paikem menderita demam berdarah


TUKIRAH BINTI SAIRI JOPERTOMO (61, Bantuan Tunai). Alamat : Kuncen WB 1/204, RT 16, RW 8, Kel. Wirobrajan Kec. Wirobrajan kota Yogya, Propinsi DIY. Bu Tukirah mempunyai tanggungan cucu dari anaknya yang meninggal dunia dan tidak dibantu oleh bapaknya atau suami dari anaknya. Anak bu Tukirah meninggal dunia karena penyakit akibat bekerja di LN sebagai TKW karena jantung bocor. Dan keluarga dari suami dr anak bu Tukirah tidak menanggung cucu bu Tukirah. Bu Tukirah di rumah tidak mempunyai suami lagi karena sudah meninggal dan saat ini tinggal bersama cucunya yang akan melanjutkan sekolahnya. Kesulitan Bu Tukirah tidak mampu membayar sekolah kedua cucunya karena bekerja sebagai pengumpul barang rongsok. Kebutuhan cucunya harus dipenuhi untuk ke sekolah.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk meringankan biaya untuk menyekolahkan anaknya Bu Tukirah.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Bantuan tunai


FATINA KAYYIS KAMILA (2th,Komplikasi ) Alamat Dusun Pagerjurang RT 002 / RW 012, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Dik Fatina putri dari Bapak Dasmania baru berumur 23 bulan. Riwayat sakit dik Fatina sejak umur 9 bulan sering demam dan sesak nafas, disertai demam. Dikarnakan keadaan perekonomian keluarga yang kurang menentu dan jarak ke Rumah Sakit cukup jauh, dan juga dik Fatina belum punya jaminan kesehatan sehingga dik Fatina cuma diperiksakan ke pukesmas dan bidan desa. Satu minggu yg lalu dik Fatina demam dan sesak nafas, sudah diperiksakan ke bidan desa namun keadaanya tidak ada perubahan, lalu orangtuanya membawa ke Ruma Sakit untuk dirawat, menurut analisa dokter dik Fatina menderita asma, hepatitis, mag dan harus dirawat di rumah sakit Bagaswaras Klaten sejak sabtu malam lalu sampe saat ini belum ada perubahan dan HB menurun walaupun sudah sempat tambah darah, hingga saat ini nunggu hasil obserfasi dokter.Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah swt. dipertemukan dengan keluarga dik Fatina untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban kedua orang tua dik Fatina, dana tersebut dipergunakan untuk melunasi administrasi Rumah Sakit, kami menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk biaya Rumah Sakit dan Oprasi Cesar senilai Rp.1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus Rupiah)

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @putri_sri

Dik Fatina menderita asma, hepatitis, mag


PUTRA BIMA SENA (1 Tahun, Jantung Bocor dan Gizi Buruk). Alamat: Balong Kidul, Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Putra Bima Sena merupakan anak pasangan Pak Ibnu (47 Tahun) dan Bu Ani Fatmawati (35 Tahun), keluarga ini berasal dari kalangan sederhana. Pak Ibnu sehari-harinya bekerja sebagai tenaga cleaning service di sebuah perusahaan yang tak begitu besar. Sementara itu, Bu Ani bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa yang merawat anak semata wayangnya yang kerap sakit-sakitan. Ya, Putra, sang anak, sejak lahir menderita jantung bocor dan radang paru-paru, ditambah dengan gizi buruk. Putra pernah rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, setelah dua belas hari opname baru diizinkan pulang. Lanjut satu kali kontrol, tetapi kondisinya semakin memprihatinkan sehingga dokter memaksanya rawat inap kembali hingga saat ini. Putra memiliki Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun keluarga ini kekurangan biaya untuk biaya transportasi dan akomodasi sehari-hari. Karena lamanya waktu rawat inap, tabungan keluarga ini semakin menipis karena digunakan untuk membiayai keperluan yang berhubungan dengan pengobatan sang anak. Mari kita bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan pasien. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Putra segera diberikan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @Suparno

Putra menderita jantung bocor dan gizi buruk


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1015. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 959.667,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi


KHUDALIFAH SUHARTO (50, Diabetes Melitus + Tuberculosis). Alamat: Dusun Ketawang RT 14/4, Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Khudalifah sudah merasakan keluhan-keluhan sakit sejak tahun 2016. Awal mulanya, beliau sering merasakan haus dan lapar yang ekstrim. Walaupun sudah sering mengkonsumsi makanan, bu Khudalifah mengalami penurunan berat badan. Semakin lama, kondisi bu Khudalifah menjadi semakin lemah sehingga beliau memeriksakan diri ke bidan desa terdekat. Mengingat kondisi bu Ifah yang tidak mampu untuk perjalanan jauh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Khudalifah didiagnosa menderita Diabetes Melitus. Saat itu bu Khudalifah tidak rutin mengkonsumsi obat Diabetes Melitus, sehingga kondisi beliau tidak berangsur prima. Bu Khudalifah juga mengeluh batuk yang tidak kunjung sembuh. Karena batuk tersebut, dada bu Khudalifah juga sering mengalami nyeri saat bernafas dan batuk. Akhirnya bu Khudalifah memeriksakan diri kembali ke bidan desa terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Khudalifah juga didiagnosa menderita penyakit Tuberculosis (TBC). Saat bulan romadhon di tahun 2017 ini, kondisi bu Khudalifah semakin melemah. Tubuh beliau menjadi mudah gemetar saat berjalan jauh. Bu Khudalifah adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Suharto (55) bekerja di suatu proyek / konstruksi bangunan. Selama menjalani pengobatan, bu Khudalifah menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar KIS dan transportasi. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga bu Khudalifah dapat segera sembuh dan dapat menjalanin aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry

Bu Khudalifah didiagnosa menderita diabetes melitus


DIAH NUR SAFITRI (13, Neurogenic Blader) Alamat: Jl. Wijaya Kusuma RT 12/01 No. 9 Sukabumi, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah biasa disapa, sejak usia 7 bulan dik Diah didiagnosa menderita tumor di tulang belakangnya. Ketika sakitnya kambuh, badan dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki. Pada usia 1 tahun, dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi serta mengkonsumsi obat herbal. Semakin lama kondisi dik Diah semakin menurun. Dik Diah di bawa ke Rumah Sakit Daerah di Probolinggo untuk menjalani MRI. Berdasarkan hasil MRI dik Diah didiagnosa menderita Neurogenic Blader dan disarankan untuk menjalani terapi rutin. Dik Diah melakukan terapi setiap seminggu sekali hingga 2 tahun lamanya. Namun ternyata belum ada hasilnya. Akhirnya dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Dik Diah menjalani operasi yang dibayar dari uang pinjaman serta sumbangan dari para dermawan. Setelah menjalani operasi, kondisi dik Diah mulai membaik. Namun sampai sekarang dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Keluarga merasa kesulitan untuk mencukupi biaya kontrol serta keperluan dik Diah setiap harinya. Ayah dik Diah telah meninggal dunia saat dik Diah berusia 3 tahun. Sedangkan ibunya, Bu Sujinah (43) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan berjualan kerupuk di sore harinya. Karena kondisi dik Diah yang sering berobat ke rumah sakit, ibunya kadang terpaksa tidak bekerja untuk menemani dik Diah di rumah sakit. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Diah. Melihat semangat yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Diah. Saetelah beberapa bulan lalu melakukan operasi, saat ini dik Diah melakukan kontrol di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan dik Diah selama pengobatan bulan ini. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diah masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Firman @EArynta

Diah didiagnosa menderita neurogenic blader


HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1012. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan iabisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 564.667,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Mia menderita tumor mata


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Bu Misreni telah melakukan operasi. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 545.600,-
Tanggal: 11 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bu Misreni menderita tumor mata


SAMIDAH BINTI ANGGAR (48, Kerusakan Katup Jantung). Alamat : Desa Pasir Bangun, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Ibu dari 3 orang anak ini mengalami kerusakan katup jantung sejak 3 tahun lalu, yang membuatnya tidak mampu lagi melakukan aktivitas berat. Ibu Samidah merasakan lemas di sekujur badan, nyeri di bagian pinggul dan pusing. Ibu Samidah tinggal di rumah bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama suami dan ketiga anaknya. Pada Januari 2017, Ibu Samidah kembali mengeluhkan pusing, keluarga menganggapnya hanya sakit biasa. Ibu Samidah pun tetap melakukan aktivitas seperti biasa, ia masih bisa mengurus urusan rumah tangga dan menjadi buruh tani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Ibu Samidah menjadi memburuk pada awal Agustus 2017, ia mengalami mual disertai badan menggigil dan merasakan sakit yang hebat pada lambung sebelah kanannya. Keluarga membawa Ibu Samidah berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kabupaten Aceh Tenggara, tetapi karena keterbatasan sarana dan prasarana, akhirnya ia disarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Provinsi Sumatera Utara. Ketiadaan biaya membuat Ibu Samidah melakukan pengobatan seadanya di RSUD. H. Sahudin Aceh Tenggara. Bapak Sahrul, suami yang selalu setia menemani dan merawat Ibu Samidah ini hanya bekerja sebagai buruh bangunan dan tidak mempunyai penghasilan tetap, sehingga tidak mampu membawa istrinya berobat ke rumah sakit rujukan. Atas izin Allah SWT melalui bantuan tetangga Ibu Samidah, Kurir Sedekah Rombongan Aceh melakukan kunjungan ke rumah Ibu Samidah. Pada 28 Agustus 2017, Ibu Samidah dan keluarga yang didampingi kurir Sedekah Rombongan akhirnya dapat berobat ke RSUP H. Adam Malik berbekal JKN – KIS yang dimiliki. Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan bantuan untuk transportasi dan kebutuhan selama berobat. Keluarga Ibu Samidah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir :@arfanesia @pratiwi5566 @gherdatama @ririn_restu

Bu Misdah menderita kerusakan katup jantung


WIDIA KAMELINA PUTRI, (4, Pembengkakan Ginjal). Alamat Dusun Tegalan RT/RW 001/002, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adalah seorang putri dari pasangan Misnari (30) dan Nawiro (28). Adik Widia adalah seorang anak dari keluarga kurang mampu dengan rumah dinding bambu dan triplek. Pada awalnya Widia diagnosa Dokter Puskesmas menyatakan penyakit usus buntu. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, mengalami infeksi dan pembengkakan. Latar belakang keluarga dari adik Widia adalah dari keluarga kurang mampu dan Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh tani dan menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Dan semenjak adik Widia sakit, praktis sang ayah tidak bisa bekerja lagi. dan untuk keperluan sehari-hari dan makan, saudara-saudara nya yang membantunya. Saat ini adik Widia mendapatkan dampingan dari Kurir Sedekah Rombongan untuk melakukan pemeriksaan dan kontrol rutin di rumah sakit Dr. Soebandi Jember. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil operasi ginjal dan volume air kencing dan seberapa lancar untuk bisa normal tanpa menggunakan kateter lagi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Widia. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama dirumah sakit dan Pembayaran tunggakan BPJS. Semoga santunan yang diterima bermanfaat bagi Adik Widia dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpah ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 2021

Jumlah santunan: Rp. 1.284.000,-
Tanggal: 9 Agustus 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Widia didiagnosa penyakit usus buntu


SITI ASPIYA, (20, Atresia Ani) Alamat Dusun Sumber Tengah RT/RW 001/001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Siti Aspiya adalah anak dari pasangan Bapak Sunar (49) dan Ibu Misnaya (48) yang lahir dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan yang tidak memiliki anus. Pada awalnya, Aspiya terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Aspiya tidak di periksaan oleh keluarganya karena keterbatasaan biaya. Hingga sekarang adik Aspiya masih tetap merasakan sakit saat buang air besar. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aspiya bahwa Aspiya memerlukan bantuan. Semangat untuk sembuh Aspiya sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Aspiya untuk berobat di rumah sakit paru Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Setelah dua kali pemeriksaan di rumah sakit paru Jember, Aspiya menjalani pengobatan Pasca operasi agar Aspiya bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Orang tua Aspiya Ibu Misnaya (48) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tanggan dan Bapak Sunar (49) yang bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Adik Aspiya memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarga dalam pembiayaan selama Aspiya berobat. meski Aspiya telah memilki JKN – KIS kelas III, masih banyak obat-obatan dan peralatan lainnya yang harus dibeli diluar cover Jaminan yang dimiliki Aspiya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Aspiya, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian alat di luar cover BPJS dan Uang Saku. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aspiya dan semoga diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, Amin. dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1034

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Siti memiliki kelainan yang tidak memiliki anus


SRI WULANDARI, (25, Operasi Caesar) Alamat Dusun Krajan RT/RW 008/002, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada pertengahan bulan Agustus 2017, Ibu Sri mengalami mulas perut yang diduga akan segera melahirkan karena usia kandungannya sudah 9 bulan. Dengan bantuan tetangganya, Ibu Sri langsung dievakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan tindakan. Setelah diperiksa ternyata air ketubannya sudah terlebih dahulu pecah dan saat itu sudah kering. Hal tersebut membuat Ibu Sri harus segera dilakukan operasi Caesar. Ibu Sri saat dievakuasi tidak memiliki jaminan apa-apa, sehingga diharuskan bayar umum. Suami Ibu Sri, Bapak Anton Faisol Tantowi (30) adalah seorang Kuli Bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Oleh sebab itu saat ini Ibu Sri dan Suaminya kebingungan membayar biaya rumah sakit yang hampir mencapai delapan juta rupiah. Dengan ijin Allah SWT, akhirnya Ibu Sri dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian berupaya dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang pengobatan secara Gratis. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk Akomodasi Pasca Operasi. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 620.500,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan awal untuk Akomodasi Pasca Operasi


SENIMAN BINTI SUDARMO, (49,Dhuafa) Alamat Dusun Gumuk Bago RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Seniman adalah seorang duafa yang hidup sebatang kara yang memiliki keterbelakangan mental / memiliki kelainan sejak lahir, dan juga tidak memiliki sanak family. Kesehariannya pun hanya dibantu oleh tetangga sekitar untuk makan sehari harinya. Warga sekitar menginformasikan bahwa bapak Seniman memerlukan bantuan karena dari keluarga tidak mampu atau dhuafa. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi ketempat tinggal beliau dan bersilahturahmi. Dan pada saat itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Seniman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Kursi Roda untuk membantu Aktivitas sehari harinya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Seniman. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan untuk pembelian kursi roda


SUWARNI NIKET, (56, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan, Desa Gumelar, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Niket adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara yang makan sehari-harinya serba kekurangan dan memiliki kekurangan fisik, Keseharianya pun hanya pencari kayu bakar dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Ibu Niket bahwa beliau memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Niket. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Niket. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk Ibu Niket. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh AllahSubhanahuwata’ala. Amin

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


TUSIMIN BIN JEMADI, (72, Paru – Paru) Alamat Dusun Mandiku RT/RW 002/005, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2015, Pak Tusimin mengeluh sakit di bagian dadanya. Beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Tusimin didiagnosa menderita sakit Paru-paru dan diharuskan untuk rawat inap. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan rawat inap di Puskesmas, Pak Tusimin akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Hingga awal tahun 2017, Pak Tusimin masih dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Namun pada akhir Juni 2017, sakit paru-paru Pak Tusimin kembali kambuh. Beliau juga mengalami sesak napas sehingga tidak dapat melakukan aktivitas bekerja. Selama satu bulan beliau terbaring lemas di rumahnya dan mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi makanan karena susah untuk menelan. Pak Tusimin bekerja sebagai buruh tani di desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari harinya. Sedangkan istrinya, Suratemi (59) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun, semenjak Pak Tusimin sakit istri Pak Tusimin yang menggantikan beliau bekerja sebagai buruh tani desanya dan juga terkadang mencari rumput untuk di jual dan hasilnya untuk menghidupi keluarga. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa sangat kurang. tetangga sekitar dengan ikhlas membantu keluarga Pak Tusimin. Pak Tusimin tinggal di sebuah rumah kecil yang berdinding kayu bersama istrinya. Pak Tusimin memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS PBI, tetapi beliau mengalami kesulitan dalam biaya pembelian obat yang tidak tercover oleh BPJS, Akomodasi, dan Transportasi dari tempat tinggal ke rumah sakit. Keinginan beliau untuk sembuh sangat besar demi keluarganya. Sedekah Rombongan measakan kesulitan Pak Tusimin. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya Transportasi dan Akomodasi selama di RS Paru Jember. Semoga Pak Tusimin dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.172.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Tusimin didiagnosa menderita sakit Paru-paru


SITI HALIMAH, (43, Mioma Uteri) Alamat Dusun Krajan B RT/RW 001/035, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada akhir tahun 2016 Ibu Siti Halimah merasakan sakit perut terus menerus dan melakukan pemeriksaan dari puskesmas serta rumah sakit Balung. Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Ibu Siti Halimah menderita sakit Mioma Uteri, dikarenakan peralatan yang belum memadai maka Ibu Siti Halimah di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah satu bulan Ibu Siti Halimah pulang dari RSUD Dr. Soebandi Jember, Ibu Siti Halimah merasakan sakit perut, perut membesar, tidak bisa BAB dan tidak bisa flatus, oleh suami Bu Siti Halimah Bapak Abdi (45) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini dibawa opname ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Alhamdulilah informasi sakit Ibu Siti Halimah di dengar oleh Kurir Sedekah Rombongan serta langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi keluarga pasien di Rumah Sakit dan pembayaran Iuran BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Siti Halimah. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1021

Jumlah Santunan : Rp. 540.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017 dan 8 Agustus 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Siti Halimah menderita sakit Mioma Uteri


ARTAWI BIN SINGOWARI, (73, Katarak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Artawi, menderita penyakit Katarak sejak usianya tahun 1998, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Istri Pak Artawi, Misti (69) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. dan Pak Artawi sendiri tidak bekerja karena faktor penyakitnya Pak Artawi tidak bisa bekerja. Pada bulan Mei 2017 Kurir dari Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Artawi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Artawi selama berobat di RSUD Dr. Soebandi Jember. Pak Artawi telah menjalani kontrol di RSUD Dr. Soebandi Jember, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Artawi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari Sedekah Rombongan. Santunan di berikan untuk membantu pembayaran Iuran BPJS Kelas III dan pembelian obat yang tak ter cover BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Artawi dan dapat segera sembuh seperti diakala, Amin. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 902.500,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Artawi menderita penyakit katarak


KHOLIFATUL HASANAH, (21, Osteoarthritis) Alamat Dusun Kebonsari RT/RW 004/010, Desa Tamansari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kholifatul adalah anak dari pasangan Bapak Sumardi (52) dan Ibu Qomariyah (48) yang mengalami sakit pengapuran yang sudah dua tahun lamanya. Kholifatul mulai mengalami sakit pada tulang – tulangnya. Kondisi saat ini Kholifatul tidak bisa berjalan. Sebelum sakit Kholifatul biasa ke sawah untuk membantu mencari nafkah, namun sekarang sudah tidak bisa lagi. Di rumah bersama dengan Ibu dan Ayahnya yang merawatnya. Kholifatul memiliki fasilitas kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang meringankan beban biaya pengobatan. Selama ini melakukan proses pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember. Setiap Kholifatul pergi berobat selama ini Bapak Sumardi terpaksa mencari sewa kendaraan untuk mengantar ke RSUD Dr. Soebandi Jember, dan harus mencari biaya tranportasinya, walau untuk mencukupinya harus pinjam tetangga. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Keluarga Kholifatul. Kholifatul menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang siap untuk mengantar Kholifatul berobat serta kekurangan yang ia perlukan dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Kholifatul, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan biaya Check Lab. keluarga Kholifatul mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics melalui para kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu beliau dalam berikhtiar menjemput kesembuhannya. Semoga keadaan beliau terus membaik dan bisa berjalan seperti sedia kala, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 684.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017 dan 1 Agustus 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Kholifah menderita osteoarthritis


DELLA PUTRI CAHYANI (2, Meningitis). Alamat: Jalan Bungur IV, Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Semenjak lahir, Della sering mengalami demam yang cukup tinggi. Orang tua Della menganggap demam tersebut adalah demam biasa sehingga mengira akan turun dengan sendirinya. Della yang mengeluh sakit hanya dapat menangis. Hingga berumur enam bulan, Della masih sering demam tinggi. Suatu ketika demam Della tidak kunjung turun. Karena khawatir, akhirnya kedua orang tua Della memutuskan untuk memeriksakan ke Puskesmas terdekat. Karena peralatan yang kurang lengkap, akhirnya Della dilarikan ke Rumah Sakit Bina Sehat Jember untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Della didiagnosa menderita meningitis. Selama di RS Bina Sehat Jember, Della mendapatkan pengobatan secara rutin hingga berusia dua tahun. Kini kondisi Della semakin melemah. Akhirnya Della dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif. Ayah Della, Wijiono (42) adalah seorang penjual ayam keliling. Sedangkan ibunya, Sumi (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Della menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Meskipun demikian, keluarga Della masih mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, biaya pengobatan diluar yang tidak dijangkau BPJS kelas 3, dan akomodasi selama menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Della dan keluarga. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh pihak keluarga. Bantuan dipergunakan untuk akomodasi selama berobat di RS dan Alat Nebulizer. Semoga Della dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 675.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Della didiagnosa menderita meningitis

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ENDANG SUGIARTI 1,000,000
2 JUMIATI BINTI JAMIN 500,000
3 ERNI BINTI NARDI 500,000
4 SAGITARIA SAPUTRI 1,500,000
5 ARIEL HOLY KARTIKA 1,000,000
6 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
7 HANNA AZZAHRA 1,000,000
8 JIHAN FATIN 2,188,828
9 ANISA HAPSARI ANJANI 1,000,000
10 WIDI ASTUTI BINTI SUWITO 1,000,000
11 SIMPANG WIYONO 1,000,000
12 BODIN BIN SURATMAN 500,000
13 MEGA AULIA 500,000
14 MUHAMMAD RAIHAN AL FATIH 1,000,000
15 RASMANI BIN SAYIN 500,000
16 ONEH KARSINAH 500,000
17 KASREM BINTI WIRYO 500,000
18 MUHAMMAD YAHYA 500,000
19 SRI MULYATI 500,000
20 SOLICHATUN BINTI NASIR 500,000
21 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
22 ELIATUL IKHLAS 500,000
23 NENENG SAFITRI BINTI ALI 500,000
24 SITI QORYATUL HASANAH 500,000
25 IYONG UMED 500,000
26 SUCI KHOIRUNISA 500,000
27 MELI AGUSTIN 2,800,000
28 MELI AGUSTIN 10,660,000
29 KHAIRUNISA ZAHRAH TRIYANA 1,000,000
30 MUHAMMAD FIRZAN 1,000,000
31 PONIYATI BINTI SARIYAH 1,000,000
32 PAIKEM BINTI SONTIKO 500,000
33 TUKIRAH BINTI SAIRI JOPERTOMO 1,000,000
34 FATINA 1,500,000
35 PUTRA BIMA SENA 1,000,000
36 MISRIYA BIN ALAWI 959,667
37 KHUDALIFAH SUHARTO 500,000
38 DIAH NUR SAFITRI 550,000
39 HELMIATUS SOLEKAH 564,667
40 MISRENI BINTI SAMIN 545,600
41 SAMIDAH BINTI ANGGAR 1,400,000
42 WIDIA KAMELINA PUTRI 1,284,000
43 SITI ASPIYA 500,000
44 SRI WULANDARI 620,500
45 SENIMAN BINTI SUDARMO 1,000,000
46 SUWARNI NIKET 500,000
47 TUSIMIN BIN JEMADI 1,172,000
48 SITI HALIMAH 540,000
49 ARTAWI BIN SINGOWARI 902,500
50 KHOLIFATUL HASANAH 684,000
51 DELLA PUTRI CAHYANI 675,000
Total 52,546,762

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 52,546,762,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1046 ROMBONGAN

Rp. 54,628,875,952,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.