Rombongan 1045

Sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on September 9, 2017

KARTINI BINTI ACANG (29, Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump). Alamat : Dusun Pangkalan, RT 9/3, Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kartini seorang ibu beranak satu, sejak satu bulan belakangan selalu merasakan sakit pada perut bagian bawah, mual, pusing dan susah buang air besar disertai keluarnya darah. Melihat kondisinya Bu Kartini berobat ke Puskesmas Tirtajaya Kabupaten Karawang hingga akhirnya beliau di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut diketahui Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump atau dalam bahasa umum dikenal dengan Tumor didalam rongga perut. Pak Ojo (35) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli disawah, ikut mengurus anaknya Rohman (11) selama istrinya sakit. Beliau menggunakan Jaminan Kesehatan Karawang Sehat dalam upaya pengobatan istrinya. Namun Pak Ojo masih menghadapi masalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama pengobatan istrinya. Saat ini Ibu Kartini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah bantuan dari Sedekah Rombongan kembali disampaikan untuk keperluan biaya selama menjalani pemeriksaan di RSUP Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya dari Sedekah Rombongan tercatat di Rombongan 975. Semoga Alloh meridhoi usaha Ibu Kartini dalam berupaya memulihkan kesehatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu kosasihsidik@giantosu

Ibu Kartini menderita penyakit Intra Abdominal and Pelvic Swelling Mass and Lump


DAFFA ANUGRAH PRATAMA (2, Suspect Lymphoma). Alamat : Dusun Cariu 1 RT 2/1, Desa Cariu Mulya, Kecamatan Telaga Sari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Daffa merupakan anak kedua dari dua saudara, yang sejak 6 bulan yang lalu sering menderita sakit panas. Bahkan di usia sekarang ini belum bisa berjalan, saat ini Daffa masih demam terus dan lehernya membesar. Kedua orangtuanya membawa Daffa ke Puskesmas Telagasari Kabupaten Karawang. Dan oleh pihak Puskesmas Telagasari di Rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang. Kondisi saat ini Daffa sedang dirawat di RSUD Karawang, dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS-Non PBI Kelas III. Dari hasil pemeriksaan didiagnosa adanya Lymphoma atau Tumor ganas kelenjar getah bening. Kondisi ini mengharuskan Daffa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Hasan Sadikin Bandung. Ayah Daffa, yakni Pak Cahya Supriyatna (36) sebagai buruh panggul dipasar dan Ibu Neni Nuraeni (30) sebagai Ibu Rumah Tangga merasa kesulitan biaya untuk hidup selama di Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dibukakan jalan untuk dipertemukan dengan keluarga Pak Cahya, sehingga santunan awal dari para Sedekaholics dapat disampaikan untuk kebutuhan biaya hidup selama di Bandung. Semoga ikhtiar keluarga Pak Cahya dalam mengupayakan kesehatan Daffa diridhoi Allah. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@retno_indrayati@giantosu

Daffa menderita tumor ganas kelenjar getah bening


ASEP SAEPUDIN (14, Fraktur Pelvis+ Ruptur Buli ). Alamat : Kampung Pawarengan RT 3/4, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Asep adalah seorang pelajar SMP kelas VIII. Sekira awal bulan ini, Asep dan beberapa temannya menumpang truk ketika pulang bermain, namun naas belum sampai tujuan Asep terjatuh dari atas truk dengan posisi terduduk, Asep merasakan kesakitan dibagian perut ke bawah sampai kakinya. Oleh keluarga dan tetangga Asep segera di bawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang. Dari pemeriksaan lebih lanjut didapati bahwa Asep di diagnosa Fraktur Pelvis atau patah tulang duduk dan Ruptur Buli atau luka pada kandung kemih. Keadaan ini mengharuskan dilakukan pasang Kateter terhadap Asep agar air seni bisa keluar. Asep menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI selama menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Karawang. Namun Asep yang hidup hanya dengan kakeknya, Pak Andi (64) dan neneknya, Ibu Kusminah (61) yang sehari – harinya berpenghasilan dari jualan kue dan gorengan merasakan kesulitan dalam memenuhi biaya hidup selama menemani Asep. Alhamdulillah atas seijin Allah, kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Asep. Sehingga santunan awal dari sedekaholics dapat di sampaikan untuk membantu biaya hidup selama di RSUD Kabupaten Karawang dan biaya transportasi. Semoga Kakek dan Neneknya Asep selalu dikaruniai kesehatan dan Asep segera dipulihkan kesehatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir :@ddsyaefudin@zerinabanu@Retno_indrayati@giantosu

Asep di diagnosa fraktur pelvis


NINA BINTI SAIMAN (48, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Krajan RT 1/1, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Add NewKarawang, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Bu Nina sering terserang virus influensa dan dianggap influensa biasa. Beliau hanya membeli obat yang di beli dari warung. Semakin lama sekitar hampir 2 bulan setelah itu, hidung sebelah kanan Bu Nina semakin susah untuk menghirup udara dan sering keluar cairan. Bahkan telinga kanannya pun sudah terasa mengganggu pendengaranya, seperti ada yang menghalangi. Bu Nina memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas terdekat, setelah mendapatkan pemeriksaan medis Bu Nina dirujuk ke Poliklinik THT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dibantu oleh pekerja desa setempat Bu Nina kemudian diantar ke RSUD Kabupaten Karawang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ternyata Bu Nina di diaagnosa Ca Nasofaring atau dalam bahasa umum dikenal dengan Tumor ganas pada rongga hidung dan tenggorokan,dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi di rumah sakit yang lebih besar. Akhirnya beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Bu Nina adalah seorang janda yang tinggal seorang diri di sebuah warung pinggir jalan. Jaminan Kesehatan yang dimiliki saat ini adalah JKN KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah SWT kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nina, saat ini Bu Nina memerlukan biaya untuk transportasi dan biaya sehari- hari selama berada di RSCM Jakarta. Santunan awalpun disampaikan untuk kebutuhan Bu Nina. Semoga Bu Nina tetap semangat menjalani pengobatan dan Allah segera mengangkat penyakitnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @kosasihsidik @tammitree

Bu Nina di diaagnosa ca nasofaring


NANANG KOSASIH (36, Amputasi Kedua Tangan). Alamat : Tegal Tanjung RT 1/19 Kelurahan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Nanang, bapak dari satu orang anak ini terpaksa harus menjalani amputasi dikedua tangannya sampai lengan. Kejadian berawal sekitar bulan November 2016 ketika sedang mengerjakan pemasangan atap sebuah rumah sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai seorang buruh bangunan. Namun naas, badan Pak Nanang mengenai kabel sentral dari suatu jaringan listrik sehingga seluruh badannya hangus. Pak Nanang segera diberikan pertolongan dengan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Karena kondisi yang parah mengharuskan Pak Nanang dirujuk untuk menjalani perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS – PBI kelas III. Kondisi yang parah pada kedua tangannya sehingga mengharuskan dilakukan tindakan amputasi pada keduatangannya hingga batas lengan. Pak Nanang menjalani perawatan di RSHS selama kurang lebih dua bulan. Bantuan pengadaan tangan palsu diberikan oleh BPJS untuk satu tangan terlebih dahulu dengan bekerja sama dengan Rumah Sakit Santo Yosep Bandung, sehingga kondisi mengharuskan Pak Nanang beberapa kali melakukan pemeriksaan disana. Keseharian Pak Nanang yang sudah tidak bekerja dan istri Pak Nanang yakni Ibu Esti Jaedaidah (37) sebagai Ibu Rumah Tangga merasa kesulitan untuk pengadaan biaya transportasi ke Rumah Sakit Santo Yosep Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan keluarga Pak Nanang sehingga bantuan untuk transportasi dapat disampaikan. Semoga keluarga Pak Nanang diberikan kesabaran dan kekuatan dalam mengupayakan tangan palsu. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @ddsyaepudin @zerinabanu @retnoindrayati @giantosu

Pak Nanang terpaksa harus menjalani amputasi dikedua tangannya sampai lengan


NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA (13, Kanker Ginjal). Alamat : Kampung Adiarsa Pusaka RT 4/7, Desa Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Awalnya Nurhalimah merasakan sakit dibagian perut, tepatnya bulan Januari 2017. Beberapa hari Nurhalimah merasakan perutnya keras dan terlihat semakin membesar. Disadari berat badannya semakin menurun, wajahnya terlihat pucat, serta sering kali sesak nafas ia pun menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan Dokter merujuknya ke Poliklinik Bedah Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Nurhalimah melakukan tindakan Biopsi dan hasilnya Nurhalimah mengidap Kanker Ginjal. Selama di RSHS Bandung, Nurhalimah diberikan protokol terapi sebanyak enam siklus kemoterapi. Nurhalimah telah menjalani kemoterapi siklus ke duanya. Nurhalimah yang kondisinya terlihat membaik selanjutnya akan menjalani pemeriksaan untuk kesiapan menjalani kemoterapi siklus yang ke tiga di RSHS Bandung. Walaupun selama berobat Nurhalimah menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI namun Ayah Nurhalimah, Nana Sujana (49) bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan Ibunya Ika Atikah (46) seorang ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari hari selama di Bandung. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan santunan lanjutan kepada Nurhalimah guna membantu biaya sehari hari dan pembelian susu selama di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung . Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 996. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan untuk dapat melawan penyakit yang dideritanya dan menjadi sehat kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Retno_indrayati

Bu Nurhalimah mengidap kanker ginjal


ERINA NURFADILLAH (7, Leukemia Limpoblastik Akut). Alamat : Dusun Sukasari RT 8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Erina adalah putri bungsu dari 2 bersaudara, dia masih duduk dibangku TK ketika mulai merasakan sakitnya. Awalnya Erina sering mengeluhkan sakit di sekujur tubuhnya dan merasa lemas. Berkali-kali Erina diperiksakan ke Puskesmas kemudian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Setelah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan Erina didiagnosa mengidap Leukimia Limpoblastik Akut (ALL). Erina kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk menjalani kemoterapi sebanyak 49 kali yang terbagi ke dalam 7 siklus. Selama menjalani kemoterapi, Erina harus membeli obat yang tidak dijamin Jaminan Kesehatan. Berkat pertolongan Allah SWT dan upaya bersama, Erina dinyatakan tubuhnya bebas dari sel kanker. Selanjutnya Erina dianjurkan rutin menjalani kontrol kesehatannya selama 3 bulan sekali. Kini Erina sudah pulang kerumahnya dan kembali bersekolah lagi. Ayah Erina, Ahmad (37) yang berprofesi sebagai buruh dan ibunya Dedeh Ropiah (35) merasa sangat bersyukur atas kesembuhan putri bungsunya. Orang tua Erina tak hentinya mendoakan para sedekaholics yang sudah membantu selama penyembuhan. Akan tetapi, Erina dan keluarganya merasa kesulitan untuk membeli obat yang masih harus rutin dikonsumsinya hingga tiga tahun ke depan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Erina untuk tambahan biaya membeli obat Mercapto. Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan Erina dan menjadikan kesembuhannya selamanya. Aamiin. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @tamitrie

Erina didiagnosa mengidap leukimia limpoblastik akut


WINAH BINTI TOI (44, Suspect Spinal Stenosis). Alamat : Dusun Balong, RT 3/1, Kelurahan Bolang, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Winah merasakan sakitnya di awal tahun 2014. Awalnya Ibu Winah merasakan pegal-pegal dan kesemutan yang terus menerus di telapak kakinya. Beliau menghiraukan karena dianggapnya hanya keluhan biasa. Namun beberapa bulan kemudian tiba-tiba Ibu Winah merasakan kakinya lemas dan sulit untuk berdiri. Keluarga membantunya membawa ke puskesmas terdekat. Di puskesmas beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani perawatan selama 7 hari, Ibu Winah kecurigaan menderita penyempitan celah sendi tulang belakang atau dalam bahasa medis dikenal dengan Spinal Stenosis. Dokter kemudian merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, namun pihak keluarga menolaknya pada saat itu. Selama 2 tahun belakangan, Ibu Winah yang hanya terbaring lemas tak berdaya hanya melakukan ikhtiarnya melalui pengobatan seadannya. Akhir November 2016 lalu Ibu Winah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSSR Bandung. Untuk mendapat diagnosis terbarunya, beliau harus melakukan pemeriksaan MRI terlebih dahulu. Waktu itu beliau harus menunggu dan dijadwalkan 6 bulan kemudian, dikarenakan penuhnya antrian. Suami Ibu Winah, Bapak Ajo (52) yang sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan menuturkan, walaupun memiliki fasilitas jaminan kesehatan JKN- KIS PBI untuk pengobatannya, namun Ibu Winah menunda rujukannya dengan alasan biaya akomodasi, tempat tinggal serta kebutuhannya selama berobat di Bandung. Alhamdulilah setelah menunggu untuk pemeriksaan MRI, Ibu Winah mendapat jadwal tanggal 5 Mei 2017, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk meringankan kebutuhan beliau membeli diapers selama menunngu di RSSR dan akomodasi selama berobat. Sebelumnya ibu Winah masuk dalam Rombongan 928. Semoga Ibu Winah tetap semangat menjalani ikhtiarnya berobat hingga sembuh. Sedekah Rombongan mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics yang terus memberikan perhatian dan supportnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kosasih @tammitree

Ibu Winah menderita penyempitan celah sendi tulang belakang


JURIAH BINTI IDUN (48, Ca Mamae). Alamat : Dusun Tambak Sumur 2 RT 14/5, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bu Juriah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Karawang, sejak 2 tahun yang lalu merasakan ada benjolan di payudaranya sebelah kanan, namun beliau hiraukan. Kurang lebih di bulan oktober tahun lalu, benjolan di payudara Bu Juriah pecah dan menimbulkan luka. Bu Juriah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Karawang sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui menderita Ca Mamae atau dalam bahasa umum dikenal dengan kanker payudara, Bu Juriah pun menjalani pengobatannya hingga tuntas di RSHS Bandung. Minggu ini, beliau kembali menjalani kemoterapi siklus ke 3 dari 6 siklus yang dijadwalkan. Untuk memudahkannya menjalani kontrol, beliau masih tinggal di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung. Suami Bu Juriah, Pak Misan (53) adalah seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dengan jumlah tanggungan 3 orang. Selama sakitnya Bu Juriah terbantu dengan menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun kesulitan untuk memenuhi biaya hidupnya dan juga biaya obat yang harus beliau konsumsi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya kebutuhan sehari-harinya selama beliau menjalani ikhtiarnya di RSHS Bandung juga untuk pembelian obat yang tidak dicover. Bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 996. Semoga Bu Juriah diberikan kesabaran dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin ..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Lisdamojang @etydewi2

Bu Juriah menderita ca mamae


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat : Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit serta mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan kanker usus besar kemudian disarankan untuk menjalani operasi. Operasi berjalan dengan baik dan selanjutnya disarankan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, Pak Endar tidak berangkat ke RSHS Bandung. Pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut, beliau memeriksakannya ke RSUD Kabupaten Karawang dan kembali di rujuk ke RSHS Bandung. Pak Endar yang rutin menjalani kontrol, kesehatannya tiba-tiba menurun dan terpaksa dilarikan ke IGD. Beliau yang menjalani perawatan di RSHS selama 4 hari, Alhamdulillah kini kondisinya semakin membaik. Pak Endar sempat menjalani tindakan endoskopi, saat ini masih menunggu jadwal antrian tindakan CT Scan yang dan tindakan kolonoskopi di RSHS Bandung. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari selama berobat. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk bekal selama beliau menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Santunan lanjutan masuk dalam Rombongan 986. Semoga Pak Endar tetap semangat menjalani ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Mojanglisda @etydewi2

Pak Endar diketahui menderita ca colon


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol, servis dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya bahan bakar, biaya tiket tol selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada Rombongan 1027. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Biaya operasional bulan Maret 2017


DAFFA ANUGRAH PRATAMA (2, Suspect Lymphoma). Alamat : Dusun Cariu 1. RT 2/1, Desa Cariu Mulya, Kecamatan Telaga Sari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Daffa merupakan anak kedua dari dua saudara, yang sejak 6 bulan yang lalu sering menderita sakit panas. Bahkan di usia sekarang ini belum bisa berjalan, saat ini Daffa masih demam terus dan lehernya membesar. Kedua orangtuanya membawa Daffa ke Puskesmas Telagasari Kabupaten Karawang. Dan oleh pihak Puskesmas Telagasari di Rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kabupaten Karawang. Selama pengobatan Daffa menggunakan jaminan kesehatan BPJS-Non PBI Kelas III. Dari hasil pemeriksaan didiagnosa adanya Lymphoma atau benjolan di leher Daffa. Kondisi ini mengharuskan Daffa dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ayah Daffa, yakni Pak Cahya Supriyatna (36) sebagai buruh panggul dipasar dan Ibu Neni Nuraeni (30) sebagai Ibu Rumah Tangga merasa kesulitan biaya untuk hidup selama di Bandung. Sudah seminggu lamanya Daffa berada di Bandung, Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Keluarga Daffa, santunan dari para Sedekaholics dapat disampaikan untuk kebutuhan biaya hidup selama di Bandung. Santunan sebelumnya disampaikan pada tanggal 18 April 2017. Selang beberapa hari semenjak di informasikan bahwa Daffa sedang kritis, Allah berkehendak lain, Daffa berpulang ke Rahmatullah. Ikhtiar yang Daffa dan kedua orang tua nya jalani sampai disini dan Daffa tidak merasakan sakit lagi. Semoga Almarhum Daffa diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarganya diberikan ketabahan serta keikhlasan dalam menerimanya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @retno_indrayati @tammitree

Daffa didiagnosa adanya Lymphoma


TITIN PRIATIN (35, Ganggaun Ginjal). Alamat: Jalan Cihampelas Gg. Marga Setia No. 38/25, RT 4/15, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 Ibu Titin mengalami sakit di perut, terus merasa mual dan muntah-muntah. Setelah diperiksa di dokter umum dokter menyatakan bahwa ia sakit maag dan memberinya obat. Akan tetapi, setelah minum obat, Ibu Titin tambah sering muntah-muntah dan kesakitan di perut serta dadanya. Karena kondisinya semakin parah ia pun dievakuasi ke RS Salamun di Ciumbuleuit Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, ia dinyatakan sakit ginjal dan dirujuk ke RS Advent atau RS Khusus Ginjal R.A. Habibie. Sungguh sedih dan panik dirasakan bagi suami Ibu Titin, yaitu Bpk. Rendi Permana (37 thn). Sudah tiga tahun yang lalu suami Ibu Titin ini diberhentikan sebagai karyawan hotel dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, kecuali bekerja sebagai tukang ojeg on line. Sekarang pun Ibu Titin beserta suami dan satu orang anaknya tinggal bersama orang tuanya. Sewaktu bekerja dulu perusahaannya mendaftarkan keluarga Ibu Titin sebagai anggota BPJS kelas 1, namun sudah tiga tahun tidak terbayar. Demi memperoleh kesembuhan Ibu Titin, maka keluarganya pun berusaha membuat SKTM, agar Ibu Titin dapat berobat secara gratis. Namun, SKTM itu ditolak karena harus melunasi iuran BPJS. Setelah bernegosiasi dengan pihak BPJS, akhirnya mendapat keringanan dengan hanya diwajibkan membayar tunggakan sebesar Rp 3.120.000,- Namun tetap saja keluarga mereka tidak mampu membayarnya karena tidak memiliki uang. Demi menyelamatkan Ibu Titin, maka keluarganya pun terpaksa membawa Ibu Titin ke RS Khusus Ginjal R.A. Habibie melalui jalur umum. Di rumah sakit itu Ibu Titin dirawat-inap dan dicuci darah 1x dengan membayar biaya Rp 3.311.500,- yang diperoleh dari bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Setelah menjalani rawat inap, dokter pun menyarankan agar datang kembali seminggu kemudian untuk menjalani cuci darah, akan tetapi setelah hamper dua minggu sejak pulang, Ibu Titin belum bisa menjalani cuci darah disebabkan tidak memiliki biaya dan tunggakan BPJS-nya belum terbayar. Kondisi Ibu Titin semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan. Ia terus terbaring karena merasa pusing, mual dan muntah-muntah serta di badannya mulai muncul bintik-bintik merah. Kisah duka dan penderitaan Ibu Titin itu disampaikan kakaknya kepada Kurir Sedekah Rombongan Bandung. Karena berempati, maka Kurir #SR pun mengunjunginya diantar oleh oleh Kakaknya itu. Pada kunjungan itu Kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan dari para sedekaholics yang berempati terhadap kesusahan dan penderitaan Ibu Titin. Bantuan uang tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga mereka dan dapat digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta membeli obat yang disarankan dokter. Pada kesempatan itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan keprihatinannya dan akan berusaha mencari bantuan agar memperoleh biaya untuk melunasi tunggakan iuran BPJS-nya. Syukur Alhamdulillah, pada akhir Agustus 2017 Kurir #SR kembali dapat mengunjunginya dan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS agar Ibu Titin dapat menjalani cuci darah rutin sesuai petunjuk dokter. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima Yadi

Bu Titin dinyatakan sakit ginjal


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September dan Oktober 2016 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Sampai sekarang, pada bulan Agustus 2017, Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat Zaki, yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung @hengkisenandika

Zaki didiagnosa menderita leukemia


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada bulan Januari, Maret, Juni, Juli, dan Agustus 2017 Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan berupa uang dari Sedekaholics untuk biaya berobat. Bantuan yang disampaikan di RCAK Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Pada kunjungan di akhir Agustus 2017 ini, Alhamdulillah kondisi Sopa dikabarkan hampir mencapai kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @ghildakharisma

Sopa menderita lupus


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol untuk memastikan perkembangan kesehatannya. Sinta dan keluarganya masih harus kontrol rutin dan masih membutuhkan bantuan. Karena Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat, pada akhir Agustus 2017 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR. Bantuan yang diberikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung @hengkisenandika

Sinta didiagnosa menderita kanker darah


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, sampai bulan Agustus 2017 kurir #SR kembali dapat menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @abahbutung

Neng menderita kanker darah


MUHAMMAD AZKA (3, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada bulan April, Juli dan Agustus 2017, Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Karena Azka dan keluarganya mesih memerlukan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya beroba. Bantuan yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi, dan akomodasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @abahlutung @hengkisenandika

Azka menderita kanker darah


SANDRA SRI SUYANI (9, Cacat Bawaan Lahir). Alamat : Blok Robahan, RT 1/1, Ds. Cibuluh, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran, Prov, Jawa Barat. Sandra begitu ia dipanggil, terlahir berbeda dengan orang lain yaitu cacat sejak lahir, perkembangan tubuhnya terganggu, setiap hari digendong oleh Ibunya yang bernama Sartini (45). Ayah Sandra sudah lama meninggal karena sakit. Sebagai pencari nafkah hanya tinggal ibunya yang sekarang tidak bisa bekerja karena harus mengurus Sandra. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga Sandra hanya mengandalkan belas kasih tetangga sekitarnya. Sandra mempunyai JKN-KIS PBI Kelas III. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dan dapat menyampaikan santunan pertama untuk biaya transportasi dan akomodasi ke Rumah Sakit Siaga Medika sehingga Sandra bisa diperiksa secara keseluruhan. Semoga Sandra dapat sembuh dan bermain kembali seperti layaknya anak-anak yang lain. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhier_dha, @abi makinun

Sandra mengalami cacat sejak lahir


ADMINAH BINTI HADIWIKARTA (53, Mag Akut). Alamat : Kp. Pulo RT 2/36, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 2 bulan Bu Adminah sering merasakan sakit perut. Waktu itu pernah ia memeriksakan diri ke Klinik yang berjarak tidak jauh dari rumahnya sebelum akhirnya ia didiagnosa sakit mag. Saat ini ia menjalani kontrol rutin dan harus minum obat tepat waktu. Bu Adminah tidak berani untuk memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit karena kartu BPJS Kesehatan yang ia miliki tidak aktif akibat premi yang sudah lama tidak dibayarkan. Untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan, apalagi harus membayar iuran BPJS tiap bulan. Bu Adminah tinggal bersama anak dan menantunya, menantunya sudah tidak bekerja karena PHK. Dan Bu Adminah sendiri hanya seorang janda yang ditinggal suaminya Pak Sumardi meninggal beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan dan menyampaikan bantuan untuk membayar BPJS Kesehatan agar bisa digunakan untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Bu Adminah didiagnosa sakit magh


INAN BIN SAIM (46, Susp. Eritroderma). Alamat: Kp. Gondrong RT 5/3, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Inan yang aslinya warga Kabupaten Karawang ini, sejak 7 tahun yang lalu menderita sakit kulit. Awalnya, kepalanya tertusuk bambu yang kemudian mengeluarkan cairan. Cairan yang keluar dari kepalanya tersebut, terus menetes dan merambat ke permukaan wajahnya. Dari situ, Pak Inan mulai merasakan ada sakit kulit di tubuhnya. Pak Inan sudah berupaya berobat ke mantri di kampung dan ke Puskesmas, namun tak kunjung membuahkan kesembuhan. Sehari-harinya, Pak Inan bekerja sebagai pemulung, sehingga tidak banyak materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya ini. Sehingga menghalangi niatannya untuk mengobati sakitnya sampai tuntas. Sakit di kulitnya sangat mengganggu, karena apabila terkena terik matahari, kulitnya merasakan panas, jika terkena air, kulitnya akan mengeluarkan bau anyir. Suami dari Ibu Asih (40) ini hanya bisa pasrah dan menanti ada orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Inan sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Saat ini Pak Inan akan menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis kulit di RSUD Kabupaten Bekasi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1001. Semoga Pak Inan segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita

Pak Inan menderita sakit kulit


SUCIATI IWAN (34, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Kali Jeruk RT 2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 20 Agustus 2017, Bu Suciati dilarikan ke IGD RS Ridhoka Salma Cikarang Barat karena kondisinya drop. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, Bu Suciati didiagnosa pembengkakan jantung. Pada hari ke 3 menjalani perawatan kondisinya semakin memburuk dan akhirnya dipindahkan ke ruang ICU. Bu Suciati adalah warga pendatang dari Jepara, ia dan suaminya merantau ke Cikarang bekerja sebagai pemulung. Beruntung Bu Suciati memiliki KIS PBI sehingga dapat mengcover biaya perawatan selama di rumah sakit. Sedangkan suaminya, Pak Iwan (40) selalu setia menunggu Bu Suciati. Namun sayangnya takdir berkehendak lain, Bu Suciati meninggal saat dalam perawatan di ruang ICU RS Ridhoka Salma. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa uang duka untuk pemakaman Bu Suciati. Innalillahi wainnailahi rojiun….

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana H. Nasim Surahman

Bu Suciati didiagnosa pembengkakan jantung


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Maryani sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya masih lemah. Ia membutuhkan kursi roda sebagai alat bantu. Alhamdulillah, kembali Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kursi roda. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita kanker payudara kanan


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


SELVI BINTI EDI (2,Hydrocepalus). Alamat : Kp. Segaran RT 2/8, Desa Segaran, Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak baru lahir sampai usia 4 bulan kondisi pertumbuhan Selvi terlihat normal, namun saat memasuki usia 5 bulan terlihat ukuran kepalanya semakin membesar. Sejak itulah Selvi dinyatakan menderita Hydrocepalus. Selvi pernah menjalani operasi pertama di RSUD Kabupaten Karawang pada bulan Desember 2016,selanjutnya ia menjalani kontrol ke RSUD Karawang sebulan sekali untuk mengetahui perkembangan Selvi. Selain menjalani kontrol rutin, Selvi dianjurkan untuk mengkonsumsi merk susu tertentu untuk mendapatkan asupan gizi yang baik. Orang tua Selvi, Bu Samih (35) yang hanya seorang ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhannya, sedangkan ayah Selvi sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Dengan kondisi seperti ini, Bu Samih sangat mengharapkan uluran bantuan dari dermawan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu Selvi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan dapat bermanfaat untuk Selvi dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Asmi Wulandari

Selvi dinyatakan menderita Hydrocepalus


ARIEF HUSEIN (38, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger Gg. Najil Dalam No. 20 RT 4/3, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Tanggal 4 Juni 2017, awalnya Pak Arief positif terjangkit DBD dan dirawat selama 4 hari di RS Hermina Galaxy Bekasi. Setelah keluar dari RS Hermina Galaxy trombositnya normal tetapi HB nya rendah. Dengan kondisi seperti ini Pak Arief tetap bekerja, namun karena kondisi tidak kunjung membaik akhirnya setelah hari raya Idul Fitri 1438 H Pak Arief dirujuk ke RS Ananda Bekasi dengan keadaan HB rendah dan feses berwarna hitam (didiagnosa ada luka di usus). Setelah pengobatan rawat jalan selama seminggu di RS Ananda, Pak Arief dirujuk ke RSCM Jakarta, kemudian masuk IGD selama 2 hari. Setelah itu Pak Arief dirawat selama 2 minggu di ruang isolasi dengan diagnosa TB Luar, peradangan di lambung dan masalah imunitas. Hingga saat ini Pak Arief masih rutin menjalani kontrol ke rumah sakit. Pak Arief memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri dan masih bisa digunakan. Saat ini mereka sangat kesulitan ekonomi karena Pak Arief sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan istrinya Bu Marni (21) sedang hamil 7 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Pak Arif menderita tb paru


TINAH BINTI KECER (62, TB Kelenjar Liur). Alamat : Kp. Pulo Rengas RT 4/2, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak bulan April 2017, Bu Tinah sudah merasakan sakit pada bagian leher belakang. Hingga rasa sakit itu begitu cepat tumbuh menjadi sebuah benjolan yang semakin membesar. Pada bulan Mei 2017, ia sempat menjalani operasi pengangkatan benjolan di RS Medirossa Cikarang. Namun setelah menjalani operasi tersebut, 2 minggu kemudian tumbuh kembali benjolan yang kali ini di bagian depan leher. Bu Tinah pun kemudian dirujuk ke RS Persahabatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait penyakitnya. Bu Tinah tinggal bersama anak dan menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Suami Bu Tinah sudah meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Mereka kesulitan biaya transport untuk menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya transport ke RS Persahabatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Tinar menderita TB kelenjar liur


NOVIANTO RESIAWAN (28, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Cibeber RT 2/5, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2014, Novi pernah bekerja sebagai Cleaning Servis di sebuah perusahaan swasta. Namun karena gaji yang ia peroleh sangat kecil akhirnya ia tidak bertahan lama dengan pekerjaan tersebut. Dengan harapan mendapat pekerjaan yang lebih memadai, ia pun dibantu orang tuanya untuk mencari pekerjaan. Namun tak satu pun pekerjaan yang cocok dengan gaji lebih besar. Terakhir Novi sering mendadak marah-marah, bahkan menghancurkan apa yang ada di hadaapannya. Novi sering melamun yang dan kadang marah-marah tidak jelas. Kedua orang tua Novi akhirnya memutuskan untuk membawanya ke Panti Yayasan Galuh, sebuah panti rehabilitasi mental. Kedua orang tua Novi harus membayar tiap bulan ke yayasan tersebut untuk biaya pengobatan mental di Yayasan Galuh. Ayah Novi, Pak Muchni Minarno (63) hanya seorang pensiunan yang penghasilannya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, sedangkan ibunya, Bu Nyai Rohati (58) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membayar iuran biaya pengobatan Novi. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pengobatan Novi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Novi mengalami gangguan jiwa


SAMSIAH BINTI ALI (54, TB Paru). Alamat : Kp. Ceger RT 1/5, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir 2016, Bu Samsiah sering mengeluh dada sesak, sakit dan kepala pusing. Saat itu ia pernah dibawa ke puskesmas Sukatani untuk menjalani pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan ia dinyatakan terkena TB Paru dan gangguan jantung. Sebenarnya Bu Samsiah sudah dianjurkan untuk menjalani pengobatan secara rutin, namun hal tersebut tidak dihiraukan. Hingga pada pertengahan bulan Agustus 2017, kondisinya memburuk bahkan sempat tidak sadarkan diri. Bu Samsiah dilarikan ke IGD RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapat penanganan dengan mengunakan kartu KIS PBI sebagai jaminan. Akhirnya Bu Samsiah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi selama beberapa hari. Mereka kesulitan bekal selama di rumah sakit. Bu Samsiah seorang janda yang tinggal bersama anak dan menantunya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaedudin @SuharnaYana Jainudin

Bu Samsiah menderita TB Paru dan gangguan jantung


ISMAIL MAHADI (52, Maag Kronis). Alamat : Kp. Kempes RT 5/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertengahan Agustus 2016, tengah malam, Pak Ismail merasakan sakit perut. Karena panik keluarga langsung membawanya ke RSUD Kabupaten Bekasi menggunakan mobil pick up milik tetangganya. Setelah diperiksa dokter UGD, akhirnya Pak Ismail disarankan untuk dirawat. Pak Ismail dinyatakan menderita Magh Kronis. Hari-hari pun berlalu di rumah sakit, mereka kini merasa kesulitan bekal untuk makan selama menemaninya. Pak Ismail hanya seorang ustad dan guru ngaji yang penghasilannya tidak pasti. Sedangkan istrinya, Bu Lonih (50) seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 885.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana Via Jaenudin

Pak Ismail dinyatakan menderita Magh Kronis


NURMAN BIN NURANIH (31, Gangguan Jiwa + TB Paru + Morbus Hansen/Lepra). Alamat: Kp. Ceger RT 6/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga saat ini Nurman belum berkeluarga. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya yang penghasilannya dari bekerja serabutan. Sudah sekitar 6 tahun ini Nurman lebih banyak terbaring di tempat tidur. Ia menderita tuberculosis (TB) paru, lepra dan gangguan jiwa. Saat ini Nurman rutin kontrol berobat di RSUD Cibitung Bekasi. Nurman mengalami kesulitan biaya transport dan biaya sehari-hari. Keadaannya sampai dengan saat ini makin membaik, tapi sayangnya obat yang biasa dikonsumsi sering tidak ada di RSUD Cibitung sehingga harus beli di apotik luar rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurman, yang sebelumnya masuk di Rombongan 859. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak Nurman menderita tuberculosis (TB) paru, lepra dan gangguan jiwa


MARDALINA BINTI SUTIYEM (26, Neurofibroma et Regio Gluteus) Alamat: Sugehwaras RT 2/6, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Selama 3 tahun terakhir, Mbak Lina merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo. Sakitnya diawali dengan adanya benjolan kecil di pantat Mbak Lina. Lama kelamaan, benjolan tersebut membesar, hingga pada 2010 keluarga memeriksakan Mbak Lina ke RS. Pandanarang Boyolali yang kemudian merujuk Mbak Lina untuk melakukan pengobatan ke RS. Dr.) Moewardi (RSDM). Namun, karena terkendala biaya, operasi pun urung Mbak Lina lakukan. Sutiyem (45) Ibu Mbak Lina bekerja sebagai buruh serabutan, sementara sang ayah sudah lama pergi sejak mengetahui Mbak Lina sakit. Mbak Lina bekerja sebagai pengasuh anak dengan penghasilan Rp. 400.000,-/bulan. Namun sejak menjalani pengobatan kembali mbak lina sudah tidak bekerja. Sejak didampingi oleh #SedekahRombongan, Mbak Lina sudah menjalani 6 kali operasi dan operasi yang ke-6 pada bulan september 2016. Pasca menjalani operasi yang ke-6 mbak lina kerap mengalami perdarahan yang disebabkan oleh luka operasi pertama kembali membuka dan proses pemulihamnya cukup lama. Alhamdulillah setelah menjalani kontrol pada tanggal 25 Agustus 2017 luka tersebut dinyatakan sudah kering dan esok harinya mbak lina menjalani cek lab untuk persiapan operasi tahap selanjutnya. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang ke-12 untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 933. Mbak Lina dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada #Sedekahrombongan untuk santunan yang diberikan. Semoga Mbak Lina segera sembuh dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @eliyan_a

Mbak lina menderita neurofibroma et regio gluteus


HIKMAWATI BINTI SAIMAN (5,Cerebral Palsy). Alamat: RT. 6/3, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Hikma merupakan putri pasangan dari Pak Saiman (36) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Rayem (26) seorang ibu rumah tangga. Hikma sendiri mengalami cacat bawaan sejak lahir. Pada waktu umur 1 tahun dik Hikma dibawa ke RSUD Purworejo untuk pengobatan. Pada awalnya dipasang Gips pada kedua kakinya selama 4 bulan, kemudian dilepas untuk dilakukan Operasi. Namun sampai tahun 2015 tidak ada perubahan. Setelah Operasi dik Hikma kontrol setiap 2 minggu sekali. Karena keadaan ekonomi yang kurang mapan akhirnya pengobatan dihentikan. Tahun 2015 sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga dik hikma, saat itu pula dik hikma menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan dan dapat melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soeharso Solo. Selama didampingi #SedekahRombongan Hikma sudah menjalani beberapa perawatan dan pengobatan hingga tahun 2017 Alhamdulillah dik hikma sudah dapat berjalan meskipun masih tertatih-tatih. Meskipun sudah bisa berjalan dik hikma tetap harus menjalani terapi 3x dalam seminggu karena kakinya masih bengkok dan menjalani kontrol rutin 1 bulan sekali. Kurir #SedekahRombongan Solo kembali menyampaikan santunan yang ke-10 kepada keluarga Hikma untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya santunan kepada Hikma telah masuk rombongan 903. Keluarga bersyukur serta mendoakan keberkahan untuk kurir dan sedekaholics. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @eliyan_a

Hikma menderita cerebral palsy


HAMLAN BAWAS MAJID (3, Patah Tulang Siku Kiri). Alamat Totosari RT 3 Solo. Hamlan seorang balita yang ceria, beberapa hari yang lalu ketika tengah asyik bermain dengan teman-temannya tiba-tiba terjatuh dan membuatnya tak bisa beraktivitas dengan baik seperti biasanya. Sebelumnya dik Hamlan tidak pernah menderita sakit yang serius. Hanya sakit batuk – pilek seperti balita pada umumnya. Karena keterbatasan biaya, orangtuanya membawa balita ini ke tukang urut untuk dipijat. Namun, bukan semakin membaik tangan kirinya semakin membengkak. Orangtuanya pun membawa ke RS Karima Solo, setelah dilakukan rontgen ternyata tulangnya patah dan harus dilakukan oprasi. Dik hamlan tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga tindakan operasi membutuhkan biaya kurang lebih 6jt. Ayah dik Hamlan yang hanya seorang tukang bersih-bersih gedung sekolah dengan pendapatan 700rb/bln ini pun kebingungan bagaimana mendapat biaya sebanyak itu untuk berobat. Saat ini orangtua dik Hamlan sudah mengupayakan mencari pinjaman uang untuk mengobati anaknya tersebut. Keluarga sangat membutuhkan bantuan untuk pengobatan dik Hamlan. Kurir SedekahRombongan mendapatkan info dan melakukan survai. Untuk membantu biaya pengobatan kurir SedekahRombongan menyampaikan sedekah dari sedekahholic. Semoga kebaikan dan kemudahan senantiasa tercurah Kepada kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 31 Agustus 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @khorysme

Hamlan menderita patah tulang siku kiri


JULITA LEONI WARDANI (17, Jantung Bocor). Alamat : Gondangsari, RT 004/ RW 002, Jetis, Bulu, Juwiring, Sukoharji, Jawa Tengah. Gadis remaja yang biasa dipanggil Julita ini sepintas seperti remaja-remaja lain. Namun berbeda dengan rekan sebayanya, Julita memiliki kelainan jantung bocor sejak kecil. Putri kedua dari 4 bersaudara pasutri Bapak Subandi (40) dan Ibu Woro Mintasih (40). Pak Subandi saat ini merantau ke Malang bekerja sebagai buruh meubel dan ibu Woro dahulu bekerja sebagai buruh pabrik, namun semenjak memiliki putri ke empat yang masih balita ibu Woro berjualan jajanan kecil di rumah. Karena kelainan yang di alami Julita, Julita sering beberapa kali opname di RS. Dr. Moewardi Surakarta (RSDM). Sampai saat ini belum pernah dilakukan operasi karena terkendala biaya. Karena itu Julita sering mengalami sesak nafas, batuk berdarah, muntah berdarah dan mimisan. Kondisi bisa lebih parah jika terlalu lelah, terkena panas terlalu lama dan suhu tubuh tinggi. Dokter menyarankan untuk operasi, namun masih terkendala ekonomi dan Julita belum berani dioperasi. Keluarga Julita belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga semua biaya pengobatan Julita menggunakan uang sendiri. Namun saat ini keluarga masih mengusahakan akan membuat jaminan kesehatan. Saat ini Julita masih menjalani kontrol setidaknya sebulan sekali di dokter spesialis penyakit dalam dan di berikan obat jalan untuk sebulan. Rumah di tempati saat ini adalah rumah nenek.Alhamdulillah Julita dipertemukan dengan sedekah Rombongan. Rabu, 23 Agustus 2017 santunan awal dari Sedekaholics disampikan kepada keluarga Julita untuk biaya pengobatan dan pembuatan jaminan kesehatan Julita. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Amiinn

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @mawan, @anissetya60, @RizqiRizqie

Julita memiliki kelainan jantung bocor sejak kecil


WACHIDATUN BINTI CHAYUN (59,TBC + Jantung), Alamat : Desa Kedawung RT 2 RW 2 Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang dirasakan bu Wachidatun sudsh 5 tahun terakhir, yang dirasakan lemes, nafas sesak dan mudah batuk. Melihat Kondisi istrinya bu Wachidatun semakin parah, suami Pak Chayun (64) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan memeriksakan ke puskesmas, dikarenakan tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS, maka dapat obat TB gratis yang di dapat di puskesmas. Pak Chayun sendiri juga menderita sakit kusta dan sesak nafas. Untuk saat ini tidak ada yang bekerja hanya mengharap dari anak yang kerja serabutan, padahal anaknya juga sudah berkeluarga. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan biaya akomodasi berobat ke puskesmas.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Haryani

Bu Wachidatun menderita tb paru,nafas sesak dan mudah batuk.


TATI BINTI ALM. DUPI (47,Tumor Payudara), Alamat : Dukuh Bangkerep RT 02 RW 02 Desa Candirejo Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sakit yang dialami bu Tati sudah dirasakan 2 tahun yang lalu. Dan pada tahun 2015 dilakukan operasi pertama untuk pengangkatan benjolan di payudara bu Tati di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Gombong. Setelah dilakukan operasi bu Tati harus melakukan kemoterapi, dikarenakan tidak adanya alat kemoterapi di RSU PKU Muhammadiyah Gombong dan pada bulan Januari 2017 kembali di lakukan operasi kedua untuk pengangkatan benjolan di payudara bu Tati dan selanjutnya oleh Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Gombong dibuatkan rujukan untuk melakukan kemoterapi selama 6 kali dengan 2 minggu sekali di Rumah Sakit Umum Margono Purwokerto dan saat ini sudah 2 kali kemoterapi yang di jalani dari 6 serangkaian kemoterapi yang harus di jalani Ibu Tati. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Bantuan dari sedakcolicpun diberikan untuk meringankan biaya akomodasi ke rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto Turyani

Bu Tuti menderita tumor payudara


REZA SYUHADA BIN SAMURI (16, Kanker Tulang Dan Otot), Alamat : Dusun 1 RT 3 RW 1 Desa Patutrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Reza sakit pada bulan Desember 2016, muncul benjolan kecil di punggung bagian bawah. Diperiksakn ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo untuk mencari penyebab penyakit. Dua minggu kemudian benjolan pindah ke perut. Di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo bagian Ortopedi dirongsen sampai 2 kali, tes darah kemudian didiagnosa TB tulang. Pasien minum diberi obat TB dan minum selama 18 hari. Setelah minum obat TB, badan turun drastis, tidak mau makan dan mual. Melihat keadaan Reza seperti itu, bapak Samuri (44) yang sehari-harinya sebagai petani dan ibu Pontini (44) sebagai ibu rumah tangga membawa ke rumah sakit lagi dan dirawat selama 8 hari. Melihat Kaki tambah bengkak, oleh dokter obat TB dihentikan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Di Sardjito, dicari penyakitnya selama satu bulan, baru diketahui terkena tumor ganas yang menyerang tulang dan otot. Sampai saat ini sudah di kemo selama 1 kali dan tanggal 4 Mei 2017 akan di kemo lagi. Kondisi saat ini semakin Kurus , tidak bisa duduk, badan kurus, sedangkan kaki kanan dan perut bengkak. BAB sudah tidak bisa dan pipisnya pakai kateter. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan Reza menjadi pasien dampingan di rumah sakit. Namun Alloh lebih sayang sama Reza. Reza meninggal pada tanggal 17 Juni 2017. Santunan kematian dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan biaya akomodasi transportasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.00,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Sinta

Reza terkena tumor ganas yang menyerang tulang dan otot


SARINEM BINTI FULAN (59, Stroke + Diabetes), Alamat : Dusun Banjar Utama RT 5 RW 2 Banjareja Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Bu Sarinem mulai merasakan sakit sejak tiga tahun terakhir ini, yang dirasakan badan pegel, mudah masuk angin dan sering pusing. Lama kelamaaan penyakit ini semakin parah dan bu Sarinem memeriksakan ke Rumah Sakit Umum Banyumas. Dari Dokter mendiagnosa bu Sarinem mengidap Diabetes dan gejala Stroke. Bu Sarinem sehari-hari berjualan jajanan di sekolah, untuk saat ini Bu Sarinem sudah tidak bekerja karena sakit diabetes dan stroke yang diderita. Saat ini Bu Sarinem rutin kontrol ke Dokter Syaraf di RSUD Banyumas. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan langsung silaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Rasinah

Bu Sarinem mengidap Diabetes dan gejala Stroke


TINI TASINI BINTI SALI (32, Tumor Ginjal), Alamat : Desa Kunirejo Kulon RT 2 RW 2 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Bulan Desember tahun 2015 bu Tini awalnya hanya mengeluh sakit di perutnya, dengan memakai Kartu KIS yang Ada bu Tini kemudian berobat di puskesmas setempat. Sama dokter puskesmas disaranka untuk berobat ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo. Dari hasil pemeriksaan yg dilakukan, dokter mendiagnosa tumor ginjal. Dokter di RS Tjitro Wardjojo di buatkan rujukan ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Di Rumah Sakit Sardjito pemeriksaan yg lebih lengkap scan perut dan pada bulan Januari tahun 2016 di lakukan operasi pengangkatan tumor dan ginjal yg satu disarankan untuk kemoterapi setelah operasi sebanyak 6x dengan biaya sendiri, akan tetapi karena tidak adanya biaya pengobatan pun dihentikan sejak bulan Februari 2016. Ibu Tini memiliki 2 orang anak lelaki yg msh kecil, anak pertama bernama Raka (8) kelas 3 SDN Tlogorejo sedangkan anak yg keduanya bernama Riki (5). Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan melakukan silaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan biaya kemoterapi dengan biaya sendiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi

Bu Tini didiagnosa tumor ginjal


AHMAD ADITYA BIN WIYONO (10, Tumor Kaki), Alamat : Dusun Kedungbunder RT 4 RW 2 Kretek Kecamatan Rawakele Kabupaten Kebumen. Sakit dek Ahmad mulai dirasakan Pada tahun 2016. Yang dirasakan dek Ahmad pegal-pegal saat malam hati, kalau kelelahan cepat dan mudah sakit dan benjolan membesar. Diperiksakan di Puskesmas dan dari puskesmas di rujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, karena tidak punta biaya dan tidak memiliki BPJS maka pengobatan tertunda dikarenakan Bapak Wiyono (34) hanya sebagai buruh serabutan dan ibu Tuti Suhartati (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Bapak dan ibu dek Ahmad pada bulan Maret dibawa ke Tangerang karena punya saudara di Tangerang dan menawarkan pengobatan alternatif. Setelah pengobatan alernatif tidak ada perkembangan akhirnya kembali lagi ke Kebumen. Pada bulan Juni 2017 dek Ahmad melakukan operasi di RSU PKU Muhammadiyah Gombong dengan biaya mandiri karena tidak punya BPJS. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi langsung bersilaturahmi ke rumah orang tuanya dek Ahmad. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan beban biaya operasi yang dilakukan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Fikri

Ahmad menderita tumor kaki


EMI RAMA BINTI SUDIRMAN (17, Biaya Sekolah), Alamat : Bandungrejo RT 1 RW 5 Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Mbak Emi merupakan siswi di SMA Widya Kutoarjo, Putri dari bapak Sudirman (53), pekerjaan sehari-hari sebagai buruh tani, sedangkan ibunya mbak Emi bernama ibu Komariyah (48) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. Menurut keterangan salah seorang guru ibu Friska Rernani,Spd guru Matematika SMA Widya Kutoarjo, mbak Emi merupakan salah satu siswi yang memiliki semangat belajar yg tinggi dan cukup pandai dikelasnya, karena kondisi ekonomi keluarga mbak Emi bermasalah dengan biaya sekolah yang 2 tahun ajaran sama sekali belum terbayar sejumlah Rp. 2.000.0000,. Alhamdulillah bantuan dari Sedekah Rombongan sudah di terima bapak Sudirman dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yg di berikan. Bapak Sudirman merasa sangat terbantu sekali karena tanggal 17 Juli 2017 mbak Emi bisa kembali masuk sekolah dan bantuan akan diserahkan ke pihak sekolah untuk meringankan biaya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dzikron

Bantuan biaya sekolah


PUJI MAWARTI BIN EKO PURWANTO (17, Biaya Sekolah), Alamat : Bandungrejo RT 1 RW 2 Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Mbak Puji merupakan pelajar SMA Widya Kutoarjo Purworejo, putri dari bapak Eko Purwanto (37) yang sehari-hari sebagai sopir (saat ini lagi menganggur). Sedangkn Ibunya bernama Sri Hartati (34) sebagai ibu Rumah tangga. Mbak Puji sebelumnya sudah bersekolah di salah satu SMK di Kutoarjo, karena banyak tunggakan biaya maka Mbak Puji terpaksa tidak bisa mlanjutkan sekolah. Berita tersebut terdengar sampai Kepala Sekolah SMA Widya Kutoarjo Bpk. Agus Haryanto, kemudian mengutus seorang guru untuk mendatangi rumah orang tua mbak Puji, menawarkan bantuan agar mbak Puji mau melanjutkan sekolahnya. Sekarang Mbak Puji sudah di kelas 2 yang sebentar lagi akan masuk di tahun ajaran baru, akan tetapi pihak sekolah mensyaratkan kenaikan kelasny agar tunggakan sekolah segera dbayar. Tunggakan biaya sekolah saat ini sdh selama 2 tahun ajaran dengan jumlah Rp. 1.800.000. Alhamdulilah informasi tersebut didengar sama kurir Sedekah Rombongan dan bersilaturahmi ke rumah mbak Puji. Bantuan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan biaya tunggakan sekolah mbak Puji.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto Dzikron

Bantuan biaya sekolah


AFNAN FAIZAH BINTI RIYANTO (1, Talasemia), Alamat : Desa Bayem RT 2 RW 4 Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Dek Afnan dari umur 4 bulan kelihatan pucet dan kuning sampai kaki. Sama ibunya bu Tri Susiyanti (35) dan bapaknya Riyanto (34) diperiksakan ke Puskesmas Semawung Daleman Kutoarjo, sama dokter disarankan untuk di jemur kena sinar matahari pagi dirumah, dilakukan jemur sinar matahari setiap hari belum ada perubahan akhirnya oleh orang tuanya dibawa periksa ke Rumah Sakit Tidar Magelang dengan Dokter Spesialis Anak, oleh Dokter dilakukan cek Hb dan hasilnya pun Hb dek Afnan hanya 8. Dari Hasil pemeriksaan yg ada Dokter mendiagnosa dek Afnan menderita Sakit Talesemia. Dokter menyarankan untuk makan makanan yg bergizi seperti daging, ayam, ikan, susu sebagai tambahan gizi dalam tubuh agar Hb darah tidak turun, karena jika Hb terus turun akan dilakukan transfusi darah. Dikarenakan kondisi sang ayah yg kadang bekerja kadang tidak bekerja karena hanya buruh serabutan maka untuk memenuhi kebutuhan gizi dek Afnan hanya cukup telur saja. Bu Tri Susiyanti mempunyai anak pertama bernama Naila Safi (6). Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan until membeli kebutuhan gizi susu dek Afnan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi

Afnan menderita talesemia


MUHAMMAD LEVIN SATYA PERMANA (4, Jantung Bocor), Alamat : Rumah Dusun Baledono Krajan, RT 3 RW 8 Desa Baledono Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Adik Kecil berumur 4 tahun ini kerap sekali di panggil dengan sebutan Levin. Semenjak lahir sampai dia berumur 1 Tahun, Levin sehat normal seperti teman teman seumurannya. Namun setelah itu, pada bibir dan jari jemari kecilnya berubah menjadi biru biru keabu-abuan, dan sempat di periksakan ke RS. Panti Waluyo Purworejo tahun 2014 untuk di Rujuk Ke Jogjakarta tapi karena terhambat oleh masalah biaya akhirnya Proses Pengobatan pun di tunda. Untuk Kondisi Levin saat ini bibir dan tangannya masih biru ke abu-abuan. Pada bulan Juni 2017 Kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah Levin untuk melihat kondisi dan keadaannya, ada wanita paruh baya yang yang menyambut kedatangan Kurir Sedekah Rombongan, ya beliau adalah nenek Levin bernama Sibeng Marlinah, sapaan akrab beliau adalah Mbah Sibeng. Beliau menceritakan keadaan Levin dan Kondisi apa yang di alami oleh cucunya. Tidak hanya tentang Kondisi yang di alami oleh cucunya yang beliau ceritakan, namun terkait Kendala seperti biaya dan Tunggakan BPJS Mandiri. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan pun tergerak hatinya dan ikut merasakan kesulitan yang di hadapi oleh Keluarga Levin, Bantuan awal pun diberikan langsung oleh Keluarga Levin untuk membantu biaya pengobatannya. Tidak hanya keluarga, tapi Kurir Sedekah Rombongan pun juga menaruh harapan besar untuk kesembuhan Levin, harapannya agar Levin dapat beraktifitas kembali seperti teman teman seumurannya.

Jumlah Bantuan : Rp 3.590.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Aziz Fendy

Levi menderita jantung bocor


KURNIANDI METIARIDHO (13, CTEV). Alamat: Lawatan RT. 1/1, Dukuh Turi, Tegal, Jawa Tengah. Dik Ridho merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Solo sejak tahun 2015 lalu. Sejak lahir Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya. Meski begitu, Dik Ridho termasuk sosok yang rajin dan pantang menyerah. Bahkan ia pernah bekerja di tempat pengrajin bulu angsa. Ayahnya, Kuwatman (40) bekerja sebagai penjual mie ayam yang berpenghasilan tidak menentu. sementara Ibunya Kurninda (35) tidak bekerja. Dik Ridho pernah mendapat bantuan pengobatan dari luar. Namun tidak sampai selesai sudah terhenti. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Ridho dan keluarga. Sehingga pengobatan bisa dilanjutkan kembali. Sejauh ini, Dik Ridho telah menjalani dua kali operasi. Kondisi terkini, kakinya sudah bisa untuk berpijak namun untuk jalan kakinya belum lurus, ibunya pernah menanyakan hal itu kepada dokter, kemudian dokter mengatakan bahwa itu sudah kemajuan yang baik. Menurut dokter biarkan anak itu jalan sesuai kenyamannya jangan dipaksa lurus seiring berjalannya waktu anak akan tau bagaimana posisi yang nyaman. Meskipun sudah banyak perkembangan Dik Ridho tetap menjalani kontrol 2 bulan sekali, kontrol selanjutnya bulan oktober mendatang. Santunan ke-15 kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan Solo untuk biaya akomodasi dan transportasi dari Tegal ke Solo (PP). Santunan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 1021. Dik Ridho dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada #SedekahHolic. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Aamiin

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 30 Agustus 2017
Kurir:@Mawan @Anissetya60 @welly

Dik Ridho sudah mengalami cacat pada kaki kanan dan kedua tangannya


APRILIA USMAWATI (26, Paru-paru bernanah). Alamat: Kampung Pongangan Rt 5 Rw 12, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Aprilia Usmawati yang akrab di panggil Aprilia ini saat ini sedang berbaring lemas tak berdaya di RSUD Tidar Magelang karena tak tahan merasakan sakitnya. Aprilia ini anak dari bapak Kabul (ALM) dan ibu Lestari (45) yang bekerja sebaga buruh rumah tangga. Aprilia juga seorang janda mempunyai satu anak yang masih kecil. Pada saat itu tepatnya dua bulan yang lalu Aprlia mengalami sakit sesak napas dan akhirnya di periksakan di puskesmas setempat dan di berikan rujukan ke RS Paru Magelang hasil dari diagnosa dokter yang menanganinya adalah menderita Paru-Paru. Tak lama kemudian hingga keluar nanah dan menjalani pemeriksaan kembali ternyata hasil pemeriksaanya yaitu paru-paru bernanah sehingga mengakibatkan kondisi tubuhnya kering kurus tak berdaya hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Kodisi ekonomi keluarganya pun juga sangat memprihatinkan namun surat jaminan kesehatan pun juga tak memiliki sama sekali. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga Aprilia Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya pengobatan dengan memberikan santunan untuk membuat BPJS untuk jalanya pengobatan Aprlia. Semoga Aprlia bisa lekas sembuh seperti sedia kala. Pihak keluarga Aprlia mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur atas bantuan yang diberikan melalui #SedekahRombongan. Saat kami #SedekahRombongan memberikan santunan kami didampingi keluarga, ibu Rt dan tetangga Aprlia yang peduli dengan keluarga Aprlia

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 30 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Sigit Purnomo, Agus Santoso

Aprilia menderita paru-paru bernanah


RAKA AJI WIBAWA (2, Jantung Bocor ). Alamat : Dusun Delok, RT 2/7, Desa Gesing, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Raka adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Bapak Waluyo (34, Buruh Tani) dan Ibu Romiyati (23, Ibu rumah tangga). Raka lahir setelah 8 bulan dikandungan dan lahir di RSUD Temanggung. Setelah lahir Dokter yang menangani ada hal yang tidak lazim, itu diketahui setelah badannya terlihat kehitam hitaman dan dengan nafas yang tidak teratur, Dokter segera memberikan pertolongan dengan menggunakan Oksigen, Dokter segera melakukan pemeriksaan secara intensif dan diketahui hasilnya ada kelainan di jantungnya yang di diagnose mengalami jantung bocor. Kedua orang tuanya mendengar hal tersebut merasa kaget dan khawatir sehingga diputuskan selama hampir 3 bulan dirawat di RSUD Temanggung. Dokter pun menyarankan untuk membawa ke RS yang mempunyai peralatan yang lebih lengkap. Akhirnya dengan di bantu kurir Sedekah Rombongan Raka bisa menjalani perawatan di RS Kariadi semarang dan menjadi pasien dampingan di RSSR Semarang. Saat ini Raka masih harus menjalani kontrol rutin dan mengkonsumsi makanan dan susu agar kondisi dan berat badanya segera naik. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan dari para sedekahholics yang digunakan untuk membeli susu untuk membantu pertumbuhan badannya .ini merupakan santuan kedua dan santunan pertama diberikan dan masuk di Rombongan 942. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya, semoga Raka segera sembuh dan bisa melanjutkan cita citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Raka menderita jantung bocor


RATNA SULISTYOWATI (46, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Kauman Kepil RT 03 / RW 02 Desa Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Awalnya pada tahun 1994 pernah jatuh dari sepeda motor dengan posisi jatuh duduk saat itu hingga setahun tidak merasakan keluhan apapun. Namun setelah beberapa tahun kemudian merasakan sakit di sekitar pinggang, kemudian periksa di RSUD Purworejo pada tahun 1997 dan dirujuk ke RS Sardjito untuk operasi namun karena dokter operasi cuti pendidikan selama 3 bulan maka operasi diurungkan hingga saat ini. Selanjutnya pernah melakukan terapi pijat namun kondisi nya tidak membaik. Kondisi saat ini dia sedang berupaya medis dengan melakukan kontrol rutin ke dokter spesialis. Kondisi ekonomi minim karena suami nya sudah tidak pernah pulang dan memberikan nafkah, Bu Ratna saat ini tinggal bersama dengan orang tuanya. Bu Ratna berharap kesembuhan dan dapat melakukan aktifitas seperti pada umumnya. Alhamdulillah Bu Ratna dipertemukan dengan sedekah rombongan dan dapat berupaya berobat kembali dengan dana titipan dari sedekaholics. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Bu Ratna kembali sembuh dan beraktivitas seperti dahulu. Sebelumnya pernah disantuni pada rombongan 1020

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Tommy Pramudya

Bu Ratna menderita syafaf terjepit


ENDANG SUGIARTI ( 59, Acites ). Alamat : Purwosari, RT 2/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2016, perut Bu Endang tiba-tiba mulai membesar, semakin membesar dan mengeras setiap harinya. Lalu Bu Endang memeriksakan diri ke rumah sakit, namun dokter belum bisa mendiagnosa penyakitnya. Lalu keluarga membawa Bu Endang ke pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan, justru perut Bu Endang semakin membesar, nafsu makan menghilang, tidur pun tidak nyenyak karena perutnya yang semakin membesar. Sejak Oktober 2016 atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Endang dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Endang. Mulai bulan Oktober Bu Endang telah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus namun dokter belum juga ditemukan apa sakit sebenarnya. Sampai saat ini diagnosa dokter Bu Endang mengalami Acites (adanya cairan di perut). Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas KIS-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Endang. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Endang adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena Bu Endang seorang janda, dimana penghasilannya hanya dari usahanya warung klontong di rumahnya. Saat ini beliau tinggal bersama anak lelakinya Ahmad Bunyamin (24), dan sesekali di jenguk oleh anak-anaknya. Sebenarnya bu Endang memiliki 4 anak lain, 3 anak perempuan sudah berumah tangga sendiri, dan anak bungsu ikut salah satu kakaknya yg sudah berumah tangga itu. Pada bulan Januari 2017 Bu Endang di rujuk ke RSUP Dr Kariyadi Semarang, untuk penanganan lebih lanjut, beberapa kalu kontrol dan pada bulan Februari 2017 sempat ranap inap di RSUP Dr Kariyadi beberapa hari untuk pengambilan cairan dari perut bu Endang agar bisa di laboratorium apakah ganas atau tidak penyakitnya. Dan pada Bulan Maret 2017 bu Endang kembali ranap inap di RSUP Dr Kariyadi karena perutnya semakin membesar, sudah bernafas dan kakinya bengkak. Tanggal 13 Maret 2017 telah dilakukan tindakan laparaskopi, cairan di perut bu Endang diambil, lalu terlihat 3 benjolan di perut bu Endang. Tindakan selanjutnya akan dilakukan usg dan rontgen untuk menentukan keadaan terbaru diderita Bu Endang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya ranap di Rumah Sakit Kariadi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @RobbyAdiarta @Lucie_augustin Ahmad Arim Muttaqin

Bu Endang mengalami Acites


ARSYA RAFA MUAZZAM (1, Katarak). Alamat : Bulung Cangkring, Rt 4/2, Kec. Jekulo, Kab. Kudus, Provinsi Jawa Tengah.Sejak lahir Dik Rafa matanya sudah ketutupan selaput putih oleh bidan yang membantu melahirkan diagnosa katarak. Selama ini Dek Rafa menjalani kontrol di dokter mata Rumah Sakit Aisyah dan sampai sekarang dari dokter mata hanya dikasih obat tetes. Oleh dokter tersebut juga diberi rujukan ke Rumah Sakit Dr Kariyadi Kondisi. Dari RS Kariyadi menganjurkan untuk di bawa ke RSCM Jakarta agar mendapatkan donor mata setelah umur satu tahun untuk dilakukan operasi secepatnya karena bisa menyebabkan Dik Rafa tidak bisa melihat selamanya. Bapak Subekhi Azal (26) dan Maria Agustina (28) adalah orang tua Dik Rafa. Ibu Maria Agustina yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik, kini harus berhenti dari pekerjaannya, dikarenakan keadaan dik Rafa yang membutuhkan perawatan insentif dan pendampingan dari dirinya, sedangkan ayahnya bekerja buruh bangunan. Karena keterbatasan biaya, selama ini Dik Rafa hanya rutin kontrol di RS Kariadi dengan menggunakan KIS-JkN PBI kelas III yang telah dipunyai. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan keluarga Dik Rafa, bantuanpun diberikan. Sedekah Rombongan mengupayakan kesembuhan Dik Rafa, mendamping Dik Rafa selama kontrol di Rumah Sakit. Perkembangan sekarang kondisi Dik Rafa baik menunggu umur 1 tahun untuk dilakukan tindakan selanjutnya,Semoga Allah memberikan Kesembuhan untuk Dik Rafa. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir :@robbyadiarta @mustafaandrey @lucie_augustin @akuokawai

Arsya diagnosa katarak

REKAPITULASI BANTUAN

<td700,000

No Nama Jumlah Bantuan
1 KARTINI BINTI ACANG 500,000
2 DAFFA ANUGRAH PRATAMA 500,000
3 ASEP SAEPUDIN 500,000
4 NINA BINTI SAIMAN 500,000
5 NANANG KOSASIH 500,000
6 NURHALIMAH BINTI NANA SUJANA 500,000
7 ERINA NURFADILLAH 750,000
8 WINAH BINTI TOI 500,000
9 JURIAH BINTI IDUN 500,000
10 ENDAR BIN DATI 500,000
11 MTSR KARAWANG 3,000,000
12 DAFFA ANUGRAH PRATAMA 500,000
13 TITIN PRIATIN 1,500,000
14 AHMAD MUZAKI 750,000
15 SOPA NUR PAOJA 750,000
16 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
17 NENG RAHMAWATI 750,000
18 MUHAMMAD AZKA 750,000
19 SANDRA SRI SUYANI 750,000
20 ADMINAH BINTI HADIWIKARTA 500,000
21 INAN BIN SAIM 1,000,000
22 SUCIATI IWAN 1,000,000
23 MARYANI BINTI SUMARNO 1,000,000
24 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
25 SELVI BINTI EDI 500,000
26 TINAH BINTI KECER 500,000
27 NOVIANTO RESIAWAN 500,000
28 SAMSIAH 500,000
29 ISMAIL MAHADI 500,000
30 NURMAN BIN NURANIH 500,000
31 MARDALINA BINTI SUTIYEM 500,000
32 HIKMAWATI BINTI SAIMAN 500,000
33 HAMLAN BAWAS MAJID 2,000,000
34 JULITA LEONI WARDANI 1,000,000
35 WACHIDATUN BINTI CHAYUN 500,000
36 TATI BINTI ALM. DUPI 500,000
37 REZA SYUHADA BIN SAMURI 1,500,000
38 SARINEM BINTI FULAN 500,000
39 TINI TASINI BINTI SALI 500,000
40 AHMAD ADITYA BIN WIYONO 500,000
41 EMI RAMA BINTI SUDIRMAN 500,000
42 PUJI MAWARTI BIN EKO PURWANTO 500,000
43 AFNAN FAIZAH BINTI RIYANTO 500,000
44 MUHAMMAD LEVIN SATYA PERMANA 3,590,000
45 KURNIANDI METIARIDHO 500,000
46 APRILIA USMAWATI 500,000
47 RAKA AJI WIBAWA 500,000
48 RATNA SULISTYOWATI 500,000
49 ENDANG SUGIARTI 1,000,000
50 ARSYA 700,000
Total 39,290,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 39,290,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1045 ROMBONGAN

Rp. 54,576,329,190,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.