Rombongan 1044

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on September 8, 2017

SITI HANA KUMALASARI (24, Tumor Tulang GCT). Alamat : Kp. Terahan, RT 1/1, Ds. Sukasari, Kec. Tunjungteja, Kab. Serang, Prov. Banten. Hana mengidap tumor tulang sejak berusia 17 tahun. Awalnya ada benjolan kecil di kakinya, namun lama – kelamaan semakin membesar. Hana akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat, setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis ia mengalami GCT (Giant Cell Tumor) atau tumor jinak yang menghancurkan tulang. Pada tahun 2013, Hana menjalani operasi di kakinya yang membuat sebagian dagingnya harus diangkat. Tak lama kemudian kakinya mengecil dan bengkok sehingga ia tidak bisa berjalan dengan normal dan harus menggunakan tongkat. Setelah beberapa bulan rutin menjalani rawat jalan, Hana kini tak pernah lagi berobat karena ketiadaan biaya transportasi meski ia telah memiliki JKN – KIS kela III. Jarak yang cukup jauh dari rumah ke RSCM Jakarta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sakit yang dialami Hana kini kambuh lagi, kakinya mulai membesar, namun ia hanya bisa pasrah terbaring di rumah tanpa berobat. Suaminya, Irwansyah (35), hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Melihat kondisi yang dihadapi Hana, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat ke RSCM. Semoga Hana segera tertangani dan pulih seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp750.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catu Emay @ririn-restu

Hana mengidap tumor tulang


ZAKARIA BIN MUNARWAN (62, Diabetes). Alamat : Kp. Kadugenep Pasir, RT 13/4, Desa Kadugenep, Kec. Petir, Kab. Serang, Prov. Banten. Bapak Zakaria sebelumnya bekerja sebagai butuh tani. Pada September 2010, kaki kanannya tiba – tiba bengkak dan lama – kelamaan menjadi luka yang sangat besar. Pak Zakaria oleh keluarganya langsung dibawa ke Puskesmas dan didiagnosis mengalami diabetes. Kondisi kaki Pak Zakaria semakin memburuk, tulang pada mata kaki belakangnya lepas dan kakinya menjadi bengkok dan mengecil. Kini Pak Zakaria tidak bisa bekerja seperti sediakala. Istri Pak Zakaria, Sarmanah (45), menggantikannya sebagai tulang punggung keluarga dengan bekerja menjadi buruh lepas pembersih tas dengan penghasilan yang sangat kecil. Ketiadaan biaya membuat Pak Zakaria tidak lagi pernah berobat meski telah mempunyai KIS kelas III. Melihat kondisi keluarga Pak Zakaria yang kesusahan, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Pak Zakaria diberi kesembuhan dan bisa beraktivitas normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catu Emay @ririn_restu

Pak Zakaria mengalami diabetes


NESSA BINTI SAIMIN (4, Demam Berdarah dan Gejala Tifus). Alamat : Jalan Pintu Air 2, RT27/8, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Nessa saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS Fatmawati Jakarta. Nessa terkena sakit demam berdarah dan ada gejala tifus. Awal mulanya, Nessa mengalami demam selama 5 hari yang tak kunjung turun. Orang tua Nessa, Asih (31) dan Saimin (37), membawanya ke Puskesmas setempat yang kemudian merujuknya ke UGD RS Fatmawati. Sehari menginap di UGD, Nessa dipindahkan ke ruang perawatan. Pak Saimin kebingungan saat akan mengurus administrasi Nessa. Seluruh data-data yang dibutuhkan seperti data kependudukan, Kartu Keluarga (KK) berada di kampungnya, yakni di Kuningan, Jawa Barat. Pak Saimin dan keluarga baru beberapa bulan di Jakarta dan belum memiliki pekerjaan. Pak Saimin memohon keringanan kepada pihak RS Fatmawati terkait biaya perawatan. Pihak rumah sakit memberikan waktu pada Pak Saimin untuk mengurus surat-suratnya, namun ia tak memiliki uang untuk pulang ke kampungnya. Ketiadaan jaminan kesehatan memuat Nessa berobat sebagai pasien umum. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Nessa langsung bergegas ke RS Fatmawati. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Nessa. Kurir pun memberi masukan agar Pak Saimin segera mengurus JKN – KIS agar nanti ke depannya lebih mudah jika ada keluarga yang sakit.

Jumlah Bantuan : Rp2.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nessa terkena sakit demam berdarah dan ada gejala tifus


HASAN PABUARAN (47, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Pabuaran RT 9/8, Desa Cidudut, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Hasan tidak bisa menjalani aktivitasnya sebagai buruh bangunan karena mengalami patah tulang belakang dan kini mendapatkan perawatan di RS Fatmawati Jakarta. Sakit yang dialami Pak Hasan akibat terjatuh dari atap rumah. Saat itu Pak Hasan sedang membetulkan atap, namun secara tidak sengaja ia menginjak genteng atap yang sudah rapuh. Pak Hasan langsung jatuh dan tidak bisa beranjak, ia hanya merintih kesakitan. Sang istri, Minah (50), segera meminta bantuan ke tetangga. Pak Hasan kemudian dibawa ke klinik dekat rumah dan dirujuk ke RSUD Bogor. Pihak RSUD merujuk Pak Hasan ke RS Fatmawati Jakarta, dan setelah menjalani operasi ia kini mendapatkan perawatan di Gedung Soelarto. Menurut Dokter Pak Hasan mengalami patah pada tulang belakangnya, ia disarankan menggunakan alat bantu ortopedi brace untuk menopang tulang leher dan splint untuk menopang tulang tangannya yang lemas. Bu Minah yang menjaga Pak Hasan tidak tahu harus kemana mencari pinjaman untuk membeli alat medis yang tidak ditanggung BPJS itu. Kebutuhan sehari – hari di rumah sakit dan anak – anak di rumah saja ia kesulitan memenuhinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membeli alat bantu ortopedi dan kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp1.500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Hasan mengalami patah tulang belakang


AMALIA NUR FAJARINA (14, TB Tulang). Alamat : Kampung Sukamaju, RT 4 /1, Kelurahan Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Amalia kini sedang mendapatkan perawatan di RS Fatmawati karena mengidap TB Tulang. Sakitnya bermula pada 1 tahun yang lalu, tubuh Amalia mendadak lemas semua. Amalia oleh orang tuanya, Ibu Leni (41) dan Bapak Badri (49) dibawa ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke RSUD Bogor untuk melakukan MRI dan rawat jalan tingkat lanjut. Enam bulan kemudian, Amalia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih itensif. Amalia menjalani rawat jalan selama 4 bulan dan oleh dokter disarankan untuk menjalani operasi pemasangan pen di tulang belakangnya. Untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, Amalia dianjurkan menggunakan kursi roda. Pak Badri yang bekerja sebagai buruh serabutan itu merasa keberatan karena ia tidak mempunyai persediaan dana untuk membelinya. Bahkan untuk operasional selama Amalia dirawat saja Pak Badri harus meminjam uang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk pembelian kursi roda. Selain kursi roda, Amalia membutuhkan kateter pikon yang dapat digunakan jangka panjang dan dapat melatih kemandiriannya saat buang air. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembelian kateter pikon dan kebutuhan sehari – hari selama di rumah sakit. Sebelumnya Amalia telah dibantu dalam Rombongan 1040.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Amalia menderita TB Tulang


ANITA ADHA (11, Leukoma Kornea pada Mata Kanan). Alamat : Kp. Cipinang, RT 10/3, Desa Cilangkahan, Kec. Malingping, Kab. Lebak, Prov. Banten. Saat berusia 5 tahun gadis yang kini duduk di kelas 6 MI Cilangkahan ini mengalami hal yang menyedihkan, mata sebelah kanannya tertusuk lidi oleh keponakannya yang masih kecil saat mereka main bersama. Pada kejadian itu mata Nita memerah dan ia menangis tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Nita saat itu diasuh oleh kakek dan neneknya, sedangkan ibunya bekerja di Jakarta menjadi asisten rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, mata Nita semakin memerah namun orang tuanya menganggap itu hanya terkena angin dan sakit mata biasa. Nita pun hanya dibawa ke mantri setempat dan diberi salep. Setelah diberi salep bukannya membaik justru muncul warna putih yang menutupi bola hitam matanya dan setelah itu Nita tidak bisa melihat lagi hingga sekarang. Ayah Nita, Ujang (42) dan ibunya, Jamis (37) mengungkapkan kesedihan atas apa yang sudah terjadi pada anak perempuannya itu dan mereka sangat menyesal karena menginggalkan anaknya bekerja di Jakarta. Mata Nita belum pernah diperiksakan karena orang tuanya tak memiliki uang dan saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pak Ujang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tak menentu sedangkan Ibu Jamis bekerja saat orang menggunakan jasanya, seperti menjadi buruh cuci dan bertani. Ibu Jamis berharap agar suatu saat nanti ia bisa membawa anaknya berobat dan Nita kembali bisa melihat seperti sedia kala. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Nita dapat berobat di RSCM Jakata. Pada 23 Maret 2017 saat menjalani pengobatan, dokter menyatakan Nita harus menjalani penggantian kornea mata dan ia membutuhkan donor kornea. Kondisi kesehatan Nita cukup baik sehingga memudahkannya untuk menjalani tindakan selanjutnya. Alhamdulillah Nita sudah mendapatkan donor mata dan ia perlahan kembali dapat melihat. Kondisi Nita semakin membaik namun ia masih harus menjalani rawat jalan 3 bulan sekali. Penglihatan Nita belum terlalu jelas sehingga ia harus mengunakan kacamata. Kini Nita sudah kembali ceria dan dapat bersekolah lagi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat di RSCM. Sebelumnya Anita dibantu pada rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana via Suharji @ririn_restu

Nita harus menjalani penggantian kornea mata


MISAH BINTI ADAM (58, Lumpuh + Stroke). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Misah biasa ia disapa, ia adalah seorang wanita yang sabar dan ulet. Sejak suaminya meninggal, Bi Misah berjuang untuk bertahan hidup dengan berjualan gado-gado dan gorengan. Bi Misah kini hidup seorang diri, karena anak angkat satu – satunya telah berkeluarga dan hidup terpisah. Setiap satu minggu sekali anaknya menjenguk Bi Misah. Bi Misah kini mengalami lumpuh dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Awal mulanya, ia pernah terkena sroke ringan dan sembuh setelah rutin berobat dan meminum ramuan herbal yang dibuat oleh almarhum suaminya. Tiga bulan yang lalu, Bi Misah terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter menyatakan Bi Misah terkena stroke dan harus kontrol rutin setiap bulannya, namun karena kini ia hanya tinggal seorang diri tidak adalagi yang bisa mengantarnya berobat. Melihat kondisi Bi Misah yang sangat memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari – hari. Semoga Bi misah bisa hidup lebih layak dan ada yang merawatnya dan segera pulih kembali, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bi Misah kini mengalami lumpuh


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak Pak Sarnawi harus meminjam ke tetangga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Pak Sarnawi dapat rutin berobat. Kondisi Pak Sarnawi kini berangsur membaik, meski sudah mulai dapat menggerakkan sebagian anggota tubuhnya, namun luka akibat diabetesnya masih harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan perawatan luka. Sebelumnya Pak Sarnawi telah dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke


MURSADAH BINTI ENJI (60, TBC + Asma). Alamat : Kp. Cimentul, RT 9/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Mursadah adalah ibu dari lima anak yang semuanya sudah berkeluarga. Ibu Mursadah terkena TBC sejak 1 tahun yang lalu. Awal mulanya Ibu Mursadah mengalami batuk yang tak kunjung sembuh meski berbagai pengobatan telah ia jalani. Kondisi Ibu Mursadah semakin memburuk, batuk yang tak kunjung sembuh kini disertai dengan sesak napas. Akhirnya Ibu Mursadah dibawa ke RSUD, dan setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ia dinyatakan positif menderita TBC. Ibu Mursadah dianjurkan untuk kontrol rutin setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Selama ini suaminya yang selalu setia mengantarkan Ibu Mursadah berobat ke RSUD, namun sejak dua bulan terakhir suaminya tidak bisa mengantar lagi karena terkena stroke dan tidak bisa berjalan dengan normal. Ibu Mursadah dan suaminya hidup terpisah, ia ikut bersama anak pertamanya sedangkan suaminya ikut bersama anak ketiganya. Kondisi perekonomian anak – anak Ibu Mursadah juga sulit, penhasilan mereka sebagai buruh pabrik berusaha dicukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Ibu Mursadah dapat berobat secara rutn dan kondisinya terus membaik. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi kontrol rutin. Sebelumnya Ibu Mursadah telah dibantu dalam Rombongan 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Ibu Mursadah terkena TBC sejak 1 tahun yang lalu


MUMUN BINTI ALI (20, Kista Rahim) Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mumun adalah anak keempat dari sepuluh bersaudara. Mumun selama ini tinggal di pondok pesantren di daerah Kudus, Jawa tengah. Awal mula sakit yang dialami Mumun adalah saat menstruasi pertama kali ia merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu dihiraukannya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa untuk menstruasi pertama. Sakit yang tak tertahankan membuat Mumun mengeluh kepada pimpinan pesantren. Saat itu oleh pengurus pesantren, Mumun langsung dibawa ke rumah sakit setempat, hasilnya ia didiagnosis menderita kista rahim yang ukuranya sudah 2 cm. Selang 4 bulan, Mumun kembali ke rumahnya dan oleh orang tuanya ia dibawa berobat. Setelah berobat diketahui ukuran kista Mumun membesar menjadi 4 cm, dan saat itu ia harus menjalani operasi. Mumun menjalani operasi dengan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya, namun orang tuanya sangat bingung untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Ayahnya, Ali Ridho, yang bekerja sebagai guru ngaji, penghasilanya hanya cukup untuk hidup sehari – hari. Pasca operasi kondisi Mumun mulai membaik namun belum boleh beraktivitas berat. Mumun harus menjalani kontrol rutin sebulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Mumun telah dibantu dalam Rombongan 1007.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Mumun menderita kista rahim


TUTI BINTI ABDULAH (17, Gangguan Syaraf + Susp. Pneumonia). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 10/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Tuti mengalami gangguan syaraf sejak berusia 9 tahun. Sakitnya berawal saat Tuti terjatuh dari ketinggian lantai 2 sekolahnya. Sejak saat itu Tuti sering mengalami panas tinggi disertai kejang, bahkan sakitnya membuat rambutnya lama – kelamaan rontok. Ayah Tuti, Abdullah (50), yang bekerja sebagai buruh tani sudah berusaha membawanya berobat. Dokter menyarankan tuti dibawa ke poli syaraf RSUD yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Beberapa kali Tuti dibawa berobat namun belum ada hasil yang maksimal. Kondisi Tuti kini semakin memburuk, matanya tidak dapat melihat dengan jelas, pendengarannya berkurang, sering mengalami demam, mengalami gangguan pernapasan, dan sering ia berbicara sendiri. Dalam beraktivitas Tuti lebih banyak mengandalkan bantuan orang tuanya. Tuti seharusnya rutin berobat sebulan sekali ke RSUD, namun meski telah memiliki JKN – KIS kelas III, Pak Abdullah tak mampu membiayai kebutuhan transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah rombongan dipertemukan dengan Tuti dan keluarga. Bantuan awal pun disampaikan kurir untuk biaya transportasi berobat Tuti. Semoga Tuti dapat segera tertangani dan terobati, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @chaturpratama @fatmaalwiny @misnamina @Triwahyudi @ririn_restu

Tuti mengalami gangguan syaraf


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai office boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Alhamdulillah kini ibu Susanti tak harus cuci darah lagi, namun ia masih diharuskan kontrol untuk penyakit TBC paru – parunya. Setelah rutin kontrol Ibu Susanti mengalami perkembangan, rasa sesak napas yg kini dirasakan tidak terlalu parah seperti dulu. Ibu Susanti harus rutin meminum obat dan rawat jalan, karena jika putus minum obat ia harus mengulang kembali fase pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Susanti dibantu pada rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Bu Susanti terkena sakit TBC Paru-paru.


FIKA WATI (32, Gangguan Jantung + Anemia saat Kehamilan). Alamat : Kampung Gunung, RT 1/9, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Istri dari Bapak Ifan (35) ini biasa dipanggil Ibu Wati, saat ini ia sedang mengandung anak keduanya. Anak pertama Ibu Wati dan Bapak Ifan yang bernama Fariz Khulafaur Rasyidin, telah meninggal dunia 3 tahun lalu saat berusia 3 tahun karena sakit. Mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk pengobatan Fariz namun Allah berkehendak lain. Sejak putranya meninggal Ibu Wati merasa kesepian, namun akhirnya Allah menghadiahkan kembali ia dan sang suami seorang anak. Saat hamil anak keduanya, Ibu Wati mengalami kendala dan dokter menyatakan kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan persalinan normal. Kadar HB Ibu Wati rendah dan ada gangguan pada jantungnya hingga harus dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Saat itu Ibu Wati bahkan harus menjalani rawat inap di RSUD Tangerang Selatan, dan setelah itu ia menjalani rawat jalan di RS Harapan Kita. Kondisi Ibu Wati yang sedang hamil besar membuat ia kewalahan jika harus bolak – balik ke RS Harapan Kita yang jaraknya jauh dari rumah. Suaminya pun tak tega melihat kondisi Ibu Wati dan berharap ada tempat persinggahan sementara. Sayangnya biaya penginapan di sekitar rumah sakit sangat mahal, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp200 ribu untuk satu malamnya. Bapak Ifan sehari – harinya bekerja sebagai pengantar air isi ulang dengan penghasilan yang sangat kecil. Ibu Wati pun telah berusaha menambah penghasilan keluarga dengan menjadi pembuat payet. Penghasilan keduanya berusaha dicukup – cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan, terlebih lagi kondisi Ibu Wati yang sedang hamil perlu mendapatkan asupan makanan yang bergizi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Bapak Ifan dan Ibu Wati. Kurir pun memberikan bantuan awal untuk operasional berobat ke RS Harapan Kita. Semoga Ibu Wati diberikan kemudahan dalam proses kehamilannya hingga anaknya lahir nanti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp700.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Ibu Wati mengalami HB rendah dan ada gangguan pada jantungnya


ACHMAD BIN SUHADI (36, Patah Tulang). Alamat : Angsoka, RT 13/1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Achmad adalah seorang buruh di tempat pembibitan ikan milik tetangganya. Pada Jumat,16 Juni 2017, Pak Achmad mengendarai sepeda motor untuk mengantar bibit ikan pesanan orang. Tiba-tiba di tengah jalan ada seekor anjing melintas, sontak Pak Ahmad kaget dan menabrak anjing tersebut hingga ia terjatuh. Masyarakat setempat membawa Pak Achmad ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa Pak Ahmad dinyatakan mengalami patah tulang. Pak Achmad tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia terpaksa meminjam uang pada tetangganya untuk membayar biaya rumah sakit. Kedua orang tua Pak Achmad sudah lanjut usia, sedangkan keseharian mereka mengandalkan hasil kerja Pak Achmad saja. Setelah memulai kontrol rutin berbekal KIS yang kini telah dimilikinya, kondisi Pak Achmad berangsur membaik. Ia sudah bisa berjalan perlahan – lahan meski masih harus menggunakan alat bantu. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Sebelumnya Pak Achmad telah dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mayhumai @ririn_restu

Pak Ahmad dinyatakan mengalami patah tulang


RUMSIAH MAKSUM (60, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Ocit, RT 11/2, Kec. Kibin, Kab. Serang, Prov. Banten. Bu Rum biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga. Ia sempat dirawat di RSUD Banten, karena mengalami pendarahan dengan kadar Hb sangat rendah, mengeluarkan cairan kuning dari rahim, dan mengeluarkan banyak gumpalan darah seperti menstruasi padahal ia sudah mengalami menopause. Gejala penyakitnya mulai dialami sejak Februari 2016, awalnya Bu Rum mengalami demam disertai sakit perut seperti diremas-remas, dan mengeluarkan darah seperti menstruasi tapi tidak kunjung berhenti. Keluarga mencoba membawa Bu Rum ke Puskesmas terdekat, namun hanya diberikan obat pereda rasa sakit saja, dan diduga hanya mengalami penyakit ringan. Sakit yang dialami Bu Rum tidak kunjung sembuh membuat keluarga membawanya berobat ke RSUD Banten pada 24 Maret 2016, dari hasil diagnosis dokter menyatakan Bu Rum mengalami kanker serviks. Bu Rum dirawat selama 2 minggu, namun karena ketiadaan uang ia meminta dipulangkan dan dokter pun mengizinkan, dengan catatan harus rajin kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Dokter mengatakan jika kondisinya tak kunjung membaik, kemungkinan Bu Rum harus menjalani operasi. Meskipun pengobatan Bu Rum telah ditanggung JKN – KIS kelas III yang dimilikinya, keluarga tetap merasa resah karena tidak memiliki uang untuk transportasi dan akomodasi berobat Bu Rum. Suami Bu Rum, Bapak Maksum (70), mengungkapkan kesedihannya ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Keluarga sama sekali tidak mempunyai simpanan, karena hasil jualan barang rongsokan saja terkadang tidak mencukupi kebutuhan sehari – hari. Bapak Maksum giat berusaha mengais rezeki untuk menafkahi isti dan kedua anaknya yang masih bersekolah. Kondisi ekonomi yang sulit bahkan membuat mereka tidak bisa merapihkan rumah mereka yang hampir roboh. Alhamdulillah setelah didampingi Sedekah Rombongan Bu Rum dapat kembali berobat. Kondisinya pun terus membaik. Kini Bu Rum tidak harus setiap bulan kontrol ke dokter, namun ia harus tetap rutin mengonsumsi obat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat di RSUD. Sebelumya Bu Rum dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir :@Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Bu Rum mengalami kanker serviks


NGADIMAN BIN MULYO PAWIRO ( 58, stroke ), Alamat : dusun medangan rt 06 rw 03, Desa tersan gede, Kecamatan salam, Kabupaten Magelang, Propinsi jawa Tengah. pak ngadiman adalah seorang kepala keluarga, hidup bersama satu anaknya yang bekerja serabutan sebagai tukang las, istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, beliau kesehariannya mencari nafkah dengan berjualan bakso tusuk di sekolah- sekolah sekitar tempat tinggal beliau, juga aktif di tempat ibadah sebagai pengurus masjid di kampung. Awal derita pak ngadiman sekitar awal bulan maret 2017, beliau merasakan pegal pegal di semua persendian tulang, trus dilakukan pijat di tetangga, selang 3 hari diwaktu pagi bangun tidur, beliau merasa berat untuk berjalan, dan dipaksa untuk berjalan tapi akhirnya jatuh dan badan susah di gerakkan, untuk bicarapun gak bisa jelas. Akhirnya oleh tetangga di bawa ke RSU muntilan yang akhirnya diketahui bahwa beliau mengidap stroke. Beliau dirawat di RSU selama 1 minggu dengan perkembangan kesembuhan yang lamban mengingat beliau sudah mendekati usia lanjut, karena kerepotan biaya pengobatan dan operasional lainnya, walaupun sedikit tercover jaminan kesehatan KIS, akhirnya Pak ngadiman oleh keluarga dibawa pulang dan dirawat dirumah dengan terapi sederhana, sambil menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSU muntilan, dengan harapan bisa segera sembuh dan beraktifitas seperti sedia kala.untuk perkembangan kearah kesembuhan semakin membaik walaupun lamban, untuk berjalan masih dibantu sama keluarga sambil belajar pakai tongkat, dengan terapi sederhana. Sementara untuk masalah kondisi keuangan keluarga, beliau mengalami kesulitan biaya hidup sehari-hari, juga untuk biaya operasinal kontrol, karena sudah tidak ada pemasukan lagi, mengingat istrinya sudah meninggal dan satu anaknya yang bekerja serabutan belum bisa mengcover kebutuhan keseharian dirumah, juga mengingat kondisi beliau termasuk kaum dhuafa di desa tersebut. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan fihak keluarga pak ngadiman untuk turut serta berpartisipasi meringankan kesulitan beliau dengan menyampaikan titipan santunan dari #sedekahollics yang bisa digunakan biaya kontrol rutin ke RSU muntilan juga untuk sedikit memenuhi kebutuhan hidupnya. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan santunan ini bisa bermanfaat buat Pak ngadiman juga lebih terpacu semangat untuk mencari kesembuhan, sehingga bisa kembali menunaikan tugasnya sebagai pejuang keluarga dan yang lebih utama sebagai khalifah dimuka bumi.

Jumlah bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Pak ngadiman mengidap stroke


FARAH NUR FADINA, ( 15, Beasiswa ), Dusun Semawen Rt.1, Rw.9 Desa Wadas Kec.Kandangan Kab.Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Farah panggilannya saat ini bersekolah di MAN Temanggung kelas X , Ayahnya yaitu M Tarono ( 45) bekerja sebagai buruh tani dan menjadi tulang punggung keluarga, Ibunya yaitu Rumtinasikhah (40) sebagai ibu rumah tanga dan tidak bekerja. Saat ini Dik Farah masih memiiki adik yang juga baru masuk kelas VII SMP, jadi kebutuhan biaya sekolah cukup banyak karena penghasilan orang tuanya memang tidak pasti hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarganya setiap hari, untuk biaya sekolah Adik Farah yang seharusnya dibayarkan ketika masuk sekolah sampai saat ini belum mampu terbayarkan. Karena adik Farah tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar, Pihak sekolah sudah berusaha untuk mencarikan beasiswa dan keringanan biaya namun tetap tidak bisa dan biaya itu harus dibayar oleh wali murid. Informasi ini dibenarkan oleh wali kelasnya Bapak Imam Riyono menceritakan kesulitan untuk melunasi biaya sekolah Adik Farah kepada kurir #SR Temanggung. Setelah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah tentang kebenaran adanya tunggakan biaya yang harus dibayar maka diputuskan untuk melunasi tunggakan biaya sebesar yaitu sebesar Rp.1.500.000,- yang dibayarkan langsung kepihak administrasi sekolah. Adik Farah terlihat senang sekali ketika mengetahui biaya sekolahnya sudah terbayar dan mengucapkan banyak terima kasih pada #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @Gusdurholic

Bantuan untuk melunasi tunggakan biaya sebesar


ITA SUFI LUTFIANA, ( 12, Beasiswa ), Dusun klodran Rt.4, Rw.6 Desa Gemawang Kec. Gemawang Kab.Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Adik Ita saat ini bersekolah di kelas VIII SMP Jam’iyyatut Thoibin Kandangan Temanggung. Ayahnya yaitu Wahyudi ( 50) bekerja sebagai buruh harian lepas dan tentu tulang punggung keluarga, Ibunya yaitu Misqini (40) hanya bekerja sebagai buruh tani di sekitar tempat tinggalnya. Penghasilan kedua orangtuanya memang tidak pasti hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarganya setiap hari, untuk biaya sekolah Adik Ita yang seharusnya dibayarkan ketika masuk sekolah di SMP Jam’iyyatut Thoibin sampai saat ini belum mampu terbayarkan. Karena adik Ita tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar, Pihak sekolah sudah berusaha untuk mencarikan beasiswa dan keringanan biaya namun tetap tidak bisa dan tunggakan biaya itu harus dibayar oleh wali murid. Kepala sekolah SMP Jam’iyyatut Thoibin yaitu Bapak M. Yusuf Hasyim menceritakan kesulitan untuk melunasi biaya sekolah Adik Ita kepada kurir #SR Temanggung. Setelah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah tentang kebenaran adanya tunggakan biaya yang harus dibayar maka diputuskan untuk melunasi tunggakan biaya sebesar yaitu sebesar Rp.1.000.000,- yang dibayarkan langsung kepihak administrasi sekolah. Adik Ita terlihat senang sekali ketika mengetahui tunggakan biaya selolahnya sudah terbayar dan mengucapkan banyak terima kasih pada #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @Gusdurholic

Biaya untuk melunasi tunggakan biaya sebesar


NURIYAH BIN ZAENI (54, Lumpuh jatuh saat kerja bangunan). Alamat Dusun Jurang Rt.01 Rw.04 Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. Pak Nur panggilan pak Nuriyah yang awalnya jatuh saat bekerja disebuah bangunan, sehingga saat itu kakinya yang kanan patah, kemudian dibawa ke sangkal putung di Temanggung karena tak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit, hingga saat ini beliau hanya berbaring ditempat tidurnya saja, pak Nur hidup bersama adiknya Mulyono (52) dan keluarganya yang hanya bekerja sebagai buruh tani. Pak Nur tidak memiiki BPJS sehingga untuk berobat kerumah sakit dari keuarganya keberatan, sampai saat ini Pak Nur hanya bisa berbaring di tempat tidur saja dan tidak melanjutkan pengobatan karena tidak sanggup untuk berobat dan hanya bisa pasrah kepada Allah subhanahuwataala. Alhamdulilah berkat Informasi dari ketua Karang Taruna Kec. Kranggan pak Nur dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga bisa dibantu untuk pembelian Kursi Roda. Pihak keluarga pak Nur mengucapkan terimakasih kepada #SedekahRombongan atas bantuan santunan yang telah diberikan

Jumlah bantuan :Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir :@MarjunulNP@fathurrozaq82 AbdurrochmanWachid

Pak nur Lumpuh karena jatuh saat kerja bangunan


KASTILAH BINTI TISMOREJO (57, Benjolan di Dalam Perut). Alamat : Dusun Susukan II, RT 2/6, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Bu Kastilah merasakan sakit di perutnya. Kemudian pihak keluarga memeriksakan ke puskesmas terdekat. Setelah menjalani pengobatan beberapa lama, Bu Kastilah dan keluarga merasa tidak ada perkembangan signifikan terhadap kondisi kesehatan Bu Kastilah. Oleh karena itu pihak keluarga segera membawa Bu Kastilah berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah mendapat pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosa bahwa terdapat benjolan di dalam perut Bu Kastilah. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Bu Kastilah, ia terbaring lemah di tempat tidur. Bu Kastilah dan keluarga sangat ingin melanjutkan pengobatan Bu Kastilah. Tetapi keluarga merasa kesulitan untuk biaya hidup dan pengobatan. Selama ini, Bu Kastilah dibantu oleh anak-anaknya yang bekerja di luar kota. Bapak Sukiran (66), suami Bu Kastilah bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu. Semenjak bertemu dengan Sedekah Rombongan, bu kastilah rutin melakukan pengobatan ke RS. Panti Rapih dijogja dan seringkali menginap di rumah singgah karena harus beberapa kali kontrol dalam waktu berdekatan. Setelah sekian lama kontrol di RS dan beberapa kali mengalami penundaan operasi karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan, akhirnya bu Kastilah menjalani operasi pengangkatan tumornya di RS. Panti Rapih. Setelah kurang lebih dua minggu opname bu Kastilah diperbolehkan pulang. Sehubungan dengan kondisinya yang belum pulih sempurna maka bu kastilah sementara tinggal di RSSR jogja. Akan tetapi berselang sehari kepulangannya dari RS bu kastilah mengalami penurunan kondisi dan tidak bisa diajak berkomunikasi, bu kastilah langsung di larikan ke RS Panti Rapih. Ternyata Allah SWT berkehendak lain, bu Kastilah dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya. Semoga amal ibadah beliau selama hidup diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, aamiin. Seluruh pengurusan jenazah sampai pengantaran ke rumah duka serta penyerahan santunan semua dibantu oleh Sedekah Rombongan, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Terdapat benjolan di dalam perut Bu Kastilah


ERNI MARLINA (38, Operasi Caesar+Hepatitis). Alamat : Kedaton Kidul RT 04 Pleret, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Erni pada saat mau melahirkan waktunya sudah melebihi 9 hari dari waktu seharusnya melahirkan. Pada saat itu melahirkan dengan cara operasi caesar. Pada waktu melahirkan juga mengidap hepatitis dan diharuskan menyuntik obat untuk anaknya yg baru saja melahirkan. Pada saat mau melahirkan dokter menganjurkan untuk operasi Caesar. Jadi melahirkan dilakukan melalui operasi Caesar. Bilal Maryanto (39) suami Ibu Erni, berasal dari Kalimantan dan Ibu Erni berasal dari Jawa Tengah. Mereka hidup beserta kedua anaknya dengan berjualan di rumah kontrakan di Pleret Bantul Yogyakarta. Karena KTP asal mereka berasal dari luar daerah maka mereka tidak mempunyai BPJS. Untuk pendapatan mereka tidak mencukupi untuk membayar biaya untuk operasi caesar tersebut sehingga biayanya sangat besar. Bantuan diperlukan untuk membiayai biaya operasi dan obat untuk anaknya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu biaya operasi dan obat selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : 5.000.000
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @satyaluke

Bantuan untuk membiayai biaya operasi caesar dan obat untuk anaknya


DINI MULYANI BINTI RAMADHI (31th, masalah kandungan) Alamat Dusun Koplak RT/RW 03/01, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Dini Mulyani merupakan istri dari Bapak Ristanto yg bekerja sebagai penjahit/permak dengan penghasilan yang tidak pasti. Ibu Dini mengandung hingga melewati 15 hari dari HPL belum juga melahirkan.Oleh Bidan desa disarankan untuk di bawa ke RS Bhayangkara kemarin pagi tanggal 10 Juli 2017.Setelah sampai di RS tersebut beberapa saat kemudian dari tim medis mengambil tindakan dipacu untuk melahirkannya.Tapi sampai keesokan hari belum lahir dan masih bukaan 2. Lalu diputuskan dilakukanlah operasi cesar. Alhamdulillah lahirlah putra ke dua melalui oprasi cesar pada tanggal 11 Juli 2017 dan untuk biaya sekitar 5,5 Juta.Karena belum mampu melunasi administrasi Ibu dan bayinya saat ini di bawa pulang ke Bidan desa sebagai jaminan. Jika sudah melunasi asministrasi esok ibu Dini dan bayinya bisa di bawa pulang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan keluarga Ibu Dini untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban beliau untuk melunasi administrasi Rumah Sakit sehingga Ibu Dini dan bayinya bisa di bawa pulang , kami menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk biaya Rumah Sakit dan Oprasi Cesar.

Jumlah Bantuan : 5.000.000
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @sri_putri

Bantuan untuk biaya Rumah Sakit dan oprasi Caesar.


NGATIRAH BINTI JUMIKO ( 36 tahun, Bantuan Tunai ) Alamat di Dusun : Widoro Rt 11 / RW 04, Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah Ibu Ngatirah adalah Ibu dari 4 orang anak dan hanya tinggal serumah dengan 4 orang anaknya, karena beliau ditinggalkan suami sudah lebih dari satu tahun yg lalu, Ibu ngatirah saat ini harus menanggung 4 anaknya, anak yg pertama sudah SMK dan Anak ke 2 dan ke 3 Sekolah dasar anak yg ke 4 masih balita, adapun sekarang keadaan rumah Ibu Ngatirah atapnya rusak parah dan teras runtuh, beberapa tahun yg lalu rumah Ibu Ngatirah sempat roboh diterjang angin, dan mendapat bantuan matreal berupa bambu dan kayu seadanya, namun karena keterbatasan perekonomian Ibu Ngatirah tidak mampu membeli genteng dan kayu. Sehingga cuma menggunakan bambu seadanya dan genteng bekas dan tenaga gotong royong sehingga atap tidak awet. Dan kondisi rumah Ibu Ngatirah saat ini belim bisa dibenahi karena belum punya biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah swt. dipertemukan dengan pihak Ibu Ngatirah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban beliau dengan merenovasi rumah beliau, kami menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang digunakan untuk renofasi rumah Ibu Ngatirah senilai Rp.12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Jumlah Bantuan : 12.500.000
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @sri_putri @hanif

Bantuan tunai


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ Biaya Operasional Bulan Agustus). Mtsr Madiun (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Madiun dari kabupaten Madiun, kota Madiun dan Ponorogo. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Madiun-Ponorogo ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area Madiun – Ponorogo. Selain itu, ambulan MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Agustus 2017. Laporan keuangan operasional MTSR pada bulan ini yaitu sebesar Rp. 4.935.000 dikarenakan banyaknya pasien yang berdomisili lereng bukit, dan jauh dari pemukiman penduduk,dan butuh melewati jalanan terjal. Laporan sebelumya masuk di rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.935.000,-
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Biaya operasional bulan Agustus


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Agustus 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Agustus 2017 sebesar Rp 2.150.500 di gunakan untuk pembelian BBM dan ganti oli. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1032.

Jumlah Bantuan : Rp 2.150.500
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Agustus


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Agustus 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Agustus 2017 sebesar Rp 3.440.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM dan ganti oli. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1032.

Jumlah Bantuan : Rp 3.440.000
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional bulan Agustus


RSSR MAGETAN, ( Pembelian Inventaris RSSR Magetan bulan Agustus 2017). RSSR Magetan adalah rumah singgah yang di amanahkan oleh Sedekah Rombongan pusat kepada kurir area Magetan yang digunakan untuk transit pasien dari pedalaman kota Magetan, Ngawi, Ponorogo, Caruban dan sekitarnya untuk berihtiar menjemput kesembuhan di Rumah Sakit Daerah maupun Rumah Sakit Rujukan Di luar kota terutama Rumah Sakit rujukan di kota Solo. Selain untuk transit, RSSR Magetan juga di gunakan untuk mengerjakan adminitrasi, data base pasien dan laporan laporan data secara manual (tulisan tangan). Karena selama ini pengerjaan semua administrasi menggunakan laptop pribadi milik kurir. Untuk mempermudah pengerjaan anminitrasi, RSSR Magetan melakukan pembelian satu unit komputer. Dengan adanya komputer tersebut di RSSR Magetan di harapkan pengerjaan anminitrasi lebih mudah dan cepat karna dapat di kerjakan oleh semua kurir dengan keahlian masing- masing sehingga meringankan pekerjaan kurir yang sebelumnya mengerjakan laporan di laptop pribadi. Dengan adanya komputer ini pula semoga dapat menambah semangat para kurir untuk terus menyampaikan sedekah dari para Sedekaholic dan bermanfaat untuk duafa disekitar Magetan, Ngawi, Madiun dan Ponorogo. Laporan ini ditujukan untuk pembelian 1 unit komputer, kasur lipat, ATK, Wirelles dan peralatan lain untuk Rssr Magetan. Bantuan untuk inventaris Rssr Magetan sebelum nya masuk rombongan 1032.

Jumlah Santunan : Rp. 4.498.000
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Pembelian inventaris RSSR Magetan bulan Agustus 2017


RSSR MAGETAN, (Sembako pasien bulan Agustus 2017). Alamat : Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Kebutuhan pokok yang diperlukan antara lain : Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk dan lain- lain. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Laporan sebelum nya masuk rombongan 1032.

Jumlah Santunan : Rp 588.850
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Allcrew

Sembako pasien bulan Agustus 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan, iuran acara 17 Agustus tingkat RT/RW dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Agustus 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1032

Jumlah Santunan : Rp 2.054.250
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Agustus 2017


MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN (31, Hemangio Pericytoma). Alamat : RT 01/01 Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ansori adalah bapak dari seorang balita yang menderita tumor telapak tangan sejak dua tahun yang lalu. Setahun yang lalu pernah dioperasi di Palembang tetapi setahun kemudian tumbuh lagi dan semakin parah. Saat ini Ansori sudah pulang kampung ke Magetan untuk melakukan pengobatan. Perdarahan hebat sering dialami sampai harus dilarikan ke Rsud. Sayidiman Magetan untuk dilakukan perawatan dan transfusi darah. Ansori berobat dengan menggunakan jaminan Bpjs kelas 3, tetapi untuk biaya transport dan akomodasi dirasa berat apalagi setelah di rujuk ke Rsdm Solo. Ansori yang saat sehat bekerja sebagai buruh tani praktis tidak bisa bekerja lagi pasca amputasi telapak tangan kirinya. Istrinya yaitu Siti Makhmudah (29 tahun) seorang ibu rumah tangga sehingga tidak punya pendapatan, jadi jangan kan untuk berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sudah dirasa berat. Informasi tentang keluarga Ansori diperoleh dari salah satu pasien dampingan #SR Magetan dan disurvey pada tanggal 6 Juni 2017. Saat ini Ansori menjadi pasien dampingan #SRmagetan dan santunan awalpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan. Ansori dan keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga bisa menjadi jalan kesembuhan, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak Ansori menderita tumor telapak tangan


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2016. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua yang rencananya dilaksanakan tanggal 6-9-2017. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023 dan 1030. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 September 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Widji menderita Ca Thyroid,


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 6 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin. Diperlukan tindakan operasi pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Karena masih harus terus dipantau kondisinya. Kondisi Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Kondisinya saat ini membuat Ihya sering kali meninggalkan sekolahnya untuk sekedar beristirahat di rumah. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik dengan penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Saat ini Ihya menjalani kontrol di RS Harapan Kita sebulan sekali. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk transportasi dan biaya hidup saat berobat rutin ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 1011. Semoga Ihya segera mendapatkan jadwal operasi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @sayasepti @sitiaminah886 Dinda @akuokawai

Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dan langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat di Jakarta. Selama berobat Pak Gito menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III. Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pengobatan Pak Gito sudah masuk ke proses sinar. Alhamdulillah, kondisi Pak Gito terus membaik. Dan kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @sayasepti @harji_anis

Pak Gito didiagnosis tumor ganas kelenjar getah bening


IIP SAEPUDIN (42, Ambeien). Alamat : Kp. Cisalak, RT 1/1, Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada Juni 2017 lalu, Kang Iip –akrab ia dipanggil—merasakan ada benjolan di bagian duburnya, benjolan tersebut awalnya hanya satu dan berukuran kecil. Namun setelah beberapa minggu benjolannya membesar dan semakin banyak, selain itu juga keluar darah dari duburnya. Hal tersebut membuat Kang Iip sulit untuk melakukan buang air besar, sehingga perutnya menjadi bengkak. Ia sempat melakukan pengobatan di klinik terdekat dan disarankan untuk melakukan operasi, namun Kang Iip menolak saran dokter tersebut. Saat itu ia kebingungan dengan biaya operasi dan perawatan Rumah Sakit nantinya, karena selama kurang lebih satu tahun ini Kang Iip tidak bekerja dan tak memiliki penghasilan. Ia memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas I, itupun dulu didaftarkan dari perusahaan. Namun BPJS miliknya tersebut menunggak selama 7 bulan lamanya, sehingga ia pun sulit untuk menggunakannya. Pada 9 Agustus 2017 kemarin, istri Kang Iip menemui salah satu kurir Sedekah Rombongan Purwakarta, meminta saran terbaik karena keadaan suaminya sudah semakin memburuk saat itu, dari duburnya terus menerus keluar nanah dan darah, benjolannya semakin besar dan perut yang semakin membengkak. Istrinya kebingungan karena fasilitas kesehatannya harus dibayar dulu tunggakannya supaya bisa dipakai, jika memakai biaya umum tidak terbayang sebesar apa total tagihannya nanti. Akhirnya dengan tekad yang kuat, sang istri membawa suami ke RS Ramahadi dan di hari yang sama juga melunasi tunggakan di BPJS sekaligus pindah ke kelas rendah. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan titipan bantuan untuk biaya tunggakan BPJS Kang Iip dan akomodasi selama berada di RS Ramahadi. Alhamdulillah Kang Iip langsung ditindak dengan dilakukan operasi pada duburnya tersebut, saat ini ia sudah bisa pulang ke rumah namun harus menjalani kontrol satu minggu satu kali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Kang iip menderita ambeiyen


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Hingga saat ini Pak Jalil masih pulang pergi ke Bandung untuk berobat. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk terus melanjutkan proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung selama menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan tercantum dalam Rombongan 1020. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepada Pak Jalil dan bisa sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Pak Jalil terkena tumor anus


ARSINI BINTI WADI (55, Kanker Tulang Hidung). Alamat : Desa Kedung Krisik Utara, RT2/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya, enam tahun lalu Ibu Arsini merasakan nyeri di sekitar tulang hidung dan pipi. Tanpa terasa, sakitnya kian menjalar dan muncul benjolan di sekitar hidung. Ibu Arsini sesekali berobat ke puskesmas, sampai suatu saat benjolan itu terus membesar dan hampir menutup mata kirinya. Barulah dia sadar bahwa sakitnya bukan sekedar biasa saja. Dari puskesmas, Ibu Arsini dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung. Karena sakit yang dideritanya memerlukan penanganan intensif, Ibu Arsini dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun rujukan ini sempat diabaikan karena terkendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari jika harus berada di Bandung selama pengobatan. Ibu Arsini adalah seorang dhuafa yang hanya tinggal sendiri di sebuah rumah sederhana karena suaminya Bapak Akim (70) baru meninggal minggu lalu. Ibu Arsini tidak bekerja dan hanya mengandalkan kepedulian dari para tetangga serta dermawan yang mau membantu. Hal ini disebabkan keadaan sakit dan faktor usia yang memaksa Ibu Arsini untuk tidak terlalu banyak beraktifitas. Rumah yang ditempati sekarangpun hasil gotong royong warga sekitar yang bersimpati atas keadaannya. Bersyukur untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh BPJS PBI Kelas III. Apalagi setelah Ibu Arsini menderita sakit kanker tulang hidung, maka konsentrasinya hanya fokus pada penyembuhan penyakit tersebut. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke Ibu Arsini, tersirat harapan untuk berobat secara sungguh-sungguh demi kesembuhan sakitnyatersebut. Kendala biaya transportasi dan biaya hidup sehari-haripun diceritakan Ibu Arsini kepada kurir Sedekah Rombongan. Maka, dengan niat membantu yang tulus serta menyampaikan amanat dari para sedekaholics, bantuanpun diberikan kepada Ibu Arsini untuk memenuhi rencana pengobatannya di Bandung. Sejak 1 Juni 2016, Ibu Arsini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung, dan hasil biopsi menyarankan untuk terapi sinar sebanyak 40 kali. Setelah Idul Fitri 2016 lalu, Ibu Arsini menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung hingga terapinya selesai. Saat ini, Ibu Arsini telah kembali ke kediamannya di Cirebon dan menjalani pemeriksaaan rutin setelah terapi di Bandung hingga beberapa waktu ke depan. Bantuan biaya transportasi diberikan kembali untuk melengkapi proses pengobatan hingga tuntas. Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 997. Kini Ibu Arsini sudah terlihat lebih sehat karena semangatnya menjalani proses pengobatan serta berkat do’a dan bantuan dari sedekaholics sekalian.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno suniah @asiihlestari

Ibu Arsini terkena kanker tulang hidung


IKHLAS BIN SANJE (52, Tumor Ganas). Alamat : Dusun 04, Blok Wage, RT 6/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Ikhlas biasa ia dipanggil, satu bulan yang lalusedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2015, ia menemukan benjolan kecil pada bagian dada. Ia menduga bahwa itu hanya benjolan biasa yang akan mengecil dan normal kembali dengan sendirinya tanpa harus diobati. Namun tanpa disadari benjolan pada dadanya tersebut semakin hari semakin membesar.Bersama istrinya,ia menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon dan dilakukan tindakan operasi pertama untuk menghilangkan benjolan tersebut. Selang beberapa bulan pada tahun 2016 benjolan pada dadanya tersebut kembali muncul dan membesar sehingga dilakukan operasi keduanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah operasi kedua,benjolan tersebut ternyata kembali tumbuh bahkan kini semakin hari ukurannya semakin membesar. Diketahui benjolan pada dadanya tersebut merupakan tumor ganas. Pak Ikhlas kembali menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Permata Cirebon dan kembali dirujuk ke RSHS Bandung untuk operasi pengangkatan tumor yang kembali tumbuh di bagian dadanya itu.Pak Ikhlas adalah kepala keluarga yang memiliki sepuluh anak, berprofesi sebagai imam masjid dan istrinya, Aryanti (47) hanya mengurus rumah tangga. Hingga saat ini, biaya pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan pemberian dari anak yang telah bekerja namun hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan keprihatinan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan lanjutan disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama melakukan perawatan di rumah sakit setelah bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan. Semoga Pak Ikhlas segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @suniah @aulia

Pak Ikhlas menderita tumor dada


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobservasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Saat ini Ibu Karni sudah beberapa kali dan masih menjalani pemeriksaaan rutin ke RSHS Bandung. Perkembangan kesehatannya Alhamdulillah kian membaik. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung juga untuk membeli obat diluar BPJS. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 1020. Semoga segala ikhtiar dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Ibu Karni terkena kanker pada rahim


KASNO BIN WANDA (43, Gastrointestinal Stromal Tumor). Alamat : Desa Karang Kendal, RT 1/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gejala sakit Pak Kasno berawal pada tahun 2008. Dia mengalami terkilir pada bagian tubuhnya. Dia dan istrinya menduga bahwa itu sesuatu yang wajar dan dianggap tidak berbahaya. Namun selang beberapa lama ia merasakan sakit pada bagian perut serta pinggangnya terasa panas. Bersama istrinya, dia beberapa kali melakukan pemeriksaan di klinik setempat karena mereka beranggapan sakit yang diderita Pak Kasno hanya gejala penyakit yang tidak mengkhawatirkan. Sakit yang diderita Pak Kasno tidak kunjung membaik sehingga istrinya mulai mengkhawatirkan kondisi sang suami dan membawanya ke rumah sakit. Kemudian Pak Kasno menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan dokter, Pak Kasno didiagnosia terkena Gastrointestinal Stromal Tumor yaitu terdapat tumor pada sistem pencernaan di bagian usus atau pipa makanan. Karena kondisinya yang memerlukan penanganan khusus, dokter merujuk Pak Kasno untuk menjalani pengobatan lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Pak Kasno sedang menjalani pengobatan di Bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk beberapa waktu. Pak Kasno merupakan kepala keluarga yang berprofesi sebagai penarik becak dan istrinya, Runiah (38) adalah seorang petani. Setelah sakit, Pak Kasno tidak lagi bekerja dan ekonomi keluarga inipun kian menurun hingga semakin memprihatinkan. Biaya pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya karena hanya mengandalkan penghasilan istrinya sebagai petani untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan dari sedekaholics disampaikan kembali untuk membantu biaya transportasi selama Pak Kasno melakukan pengobatan di Bandung. Semoga Pak Kasno segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya. Bantuan sebelumnya sudah disampaikan kepada Pak Kasno dan termasuk dalam Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin@myusela @ochep_priyatno dwi aulia

Pak Kasno didiagnosia terkena Gastrointestinal Stromal Tumor


MAISAH BINTI BANA’I (58, Myoma). Alamat : Blok Lakar Jero, RT 2/5, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Maisah mengalami sakit yang dirasakan karena benjolan yang tumbuh pada bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke dokter, Ibu Maisa ternyata menderita myoma pada bagian perut. Atas saran dokter, Ibu Maisa menjalani operasi pengangkatan penyakitnya tersebut. Operasipun dilakukan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon sekira setahun lalu dan Ibu Maisa bisa melakukan aktifitas seperti biasa kembali. Namun beberapa bulan terakhir, perutnya kembali membesar bahkan lebih besar dari sebelum operasi. Kali ini Ibu Maisa belum memeriksakan kembali sakitnya tersebut dikarenakan kesulitan biaya transportasi. Ibu Maisa adalah orang tua tunggal dari putranya yang hidup sangat sederhana. Ketika masih sehat, dia bekerja sebagai buruh batik dan juga berjualan makanan keliling. Keadaan ekonomi keluarga yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari ini membuat pengobatan Ibu Maisa terkendala walaupun biaya pengobatan sudah difasilitasi jaminan kesehatan BPJS. Sedekah Rombongan mencoba memahami kesulitannya dan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk meringankan beban yang sedang dialami. Semoga sakit yang dideritanya bisa segera disembuhkan dan Ibu Maisa bisa menjalani hidup yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dhemis @aulia

Ibu Maisa menderita myoma pada bagian perut


MUDIYA BIN SUGANDA (37, TB Paru). Alamat : Gang Soban 1, RT 15/4, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sedekah Rombongan pertama kali bertemu dengan Pak Mudiya ketika dia baru pulang ke Cirebon usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu Bandung pada bulan Juli lalu. Pak Mudiya dirawat karena sakit paru-paru yang dideritanya. Hal ini mungkin disebabkan karena Pak Mudiya pernah bekerja selama beberapa tahun di gudang semen sebagai kuli angkut. Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu, Pak Mudiya disarankan untuk check-up kembali. Keterbatasan biaya hampir saja membuatnya tidak melanjutkan pengobatan. Pak Mudiya adalah seorang kepala keluarga dengan seorang anak. Istrinya, Ibu Murniasih (32) hanya mengurus rumah tangga tanpa bekerja sambilan. Keadaan ekonomi keluarga ini menjadi semakin berat karena Pak Mudiya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu. Bersyukur biaya pengobatan Pak Mudiya selama ini telah dijamin melalui fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan bantuanpun diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan. Pada keberangkatan berikutnya setelah mendapat bantuan, Pak Mudiya dirawat kembali selama beberapa hari di RS. H.A. Rotinsulu Bandung dan akan menjalani pemeriksaan rutin selama beberapa waktu ke depan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak Mudiya menderita TB Paru


PULUNG BIN SUDARIP (65, Tumor Pada Lengan). Alamat : Kedungkrisik Utara, RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Pulung begitulah sapaan akrabnya. Tangannya membengkak dan semakin membesar. Gejala penyakitnya berawal pada bulan Oktober 2016, ia merasakan sakit pada tangan sebelah kiri, karena benjolan seperti bisul. Setiap hari benjolan itu semakin membesar dan menyakitkan. Pihak keluarga akhirnya memeriksakan kondisi Pak Pulung ke Rumah Sakit Budi Luhur, Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Pak Pulung harus menjalani operasi pada bulan November 2016 dan berharap agar tangannya dapat pulih kembali. Namun setelah operasi pertamanya dilakukan, kondisi tangan Pak Pulung semakin membesar dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan tindakan terapi sinar pada tangannya. Setelah melakukan beberapa kali pemeriksaan, dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi. Namun pada pemeriksaan selanjutnya, dokter menyarankan Pak Pulung untuk diberikan terapi karena diagnose terakhir menunjukkan bahwa sakit yang dialami Pak Pulung disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah. Pak Pulung adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki tujuh orang anak, bekerja sebagai petani dan istrinya, Engkun (60) sesekali ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai tukang pijat keliling. Keluarga yang hidup dalam kesederhanaan ini bersyukur karena biaya pengobatan selama ini menggunakan fasilitas KIS. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari istrinya yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan lanjutan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan selama melakukan pengobatan di Bandung setelah bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1037. Semoga Pak Pulung segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @suniah @aulia

Pak pulung menderita tumor lengan


ROINI BINTI NADI (41, Congestive Heart Failure + Atrial Fibrillation). Alamat : Dusun IV, Blok Wage, RT 4/7, Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Roini sudah menderita sakit sejak sepuluh tahun lalu, namun mulai terasa berat sejak lima tahun terakhir. Gejalanya, sering merasa sesak nafas secara mendadak dan degup jantung terasa cepat. Awalnya sakit ini tidak begitu dirasakan, karena dianggap sebagai sakit ringan yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, akhirnya Ibu Roini merasa sakitnya kian bertambah hingga akhirnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dokter menyatakan Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure atau gagal jantung kongestif dan Atrial Fibrillation yang ditandai dengan irama jantung yang tidak stabil dan cenderung cepat. Setelah menjalani perawatan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter memberikan rujukan untuk pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Awalnya, karena kendala biaya, rujukan untuk berobat ke Bandung belum juga terlaksana namun Sedekah Rombongan berkenan memberikan sedikit bantuan untuk pengobatan Ibu Roini dan akhirnya bisa menjalani pengobatan di Bandung. Saat ini Ibu Roini masih menjalani pengobatan rutin di RSHS hingga beberapa waktu mendatang. Ibu Roini adalah seorang janda dari almarhum Bapak Wadi yang wafat beberapa tahun lalu. Saat ini dia hidup bersama lima orang anaknya. Ibu Roini tidak bekerja, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya menerima pesanan pembuatan ketupat, itupun tidak setiap hari ada yang memesan, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini jelas membuat dia tidak sanggup untuk berobat ke Bandung walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS PBI Kelas III. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan simpati dan empati mendalam atas keadaannya. Bantuan dari sedekaholics kembali diberikan kepada Ibu Roini untuk biaya transportasi selama pengobatan di Bandung. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 995. Seraya memberikan pendampingan, do’apun teriring agar Ibu Roini segera diberikan kesembuhan dan kesehatan yang lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno suniah @aulia

Ibu Roini terdiagnosa Congestive Heart Failure


SAIPAH BINTI WASLAM (60, Ca Mammae). Alamat : Dusun III, RT 2/6, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Saipah sering merasakan nyeri pada bagian dada. Kian lama sakitnya bertambah dengan payudara yang seringkali mengeras. Karena mulai tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerangnya, Ibu Saipah memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Sekian lama berobat di puskesmas, Ibu Saipah tidak merasakan adanya perubahan yang berarti. Dia mencoba memeriksakan kesehatannya ke dokter. Dokter lalu menyatakan bahwa Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri dan harus segera menjalani operasi. Bersama kurir Sedekah Rombongan, Ibu Saipah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan hingga pada awal Mei lalu dilakukan operasi di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Ibu Saipah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan hingga kini masih menjalani pengobatan lebih intensif di Bandung. Hasil sementara pemeriksaan, selain terkena kanker, Ibu Saipah juga mengalami kelianan pada livernya. Ibu Saipah adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak Watina (60) yang bekerja sebagai buruh tani. Kehidupan sehari-harinya sangat sederhana dan penghasilan Pak Watina hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok seadanya. Sakit yang diderita Ibu Saipah menyebabkan beban yang cukup berat untuk keluarga ini, meskipun biaya pengobatan Ibu Saipah sudah difasilitasi jaminan kesehatan KIS. Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan pembelian obat diluar jaminan kesehatan serta pendampingan selama proses pengobatan Ibu Saipah berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Besar harapan kesembuhan segera didapat Ibu Saipah agar bisa kembali bekerja membantu suaminya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini sudah disampaikan kepada Ibu Saipah pada Rombongan 1041.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit, ternyata beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Ia pun mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia mencoba berobat ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Ia pun harus dirawat selama dua minggu dan melakukan kemoterapi. Setelah kemoterapi selesai, penyakitnya malah tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar dan harus berobat lanjut ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya akomodasi, meskipun ia mempunyai KIS. Pak Emay bekerja sebagai petani dan sudah beberapa bulan ini ia harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya. Istrinya, Omah (57) yang kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah kontrakan Pak Emay dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Pak Emay selama di Bandung dan MTSR juga mendampingi Pak Emay sampai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Keadaannya kini semakin memburuk dan setelah dirawat selama beberapa hari di RSHS, ia sudah merasa tidak kuat lagi sehingga meminta untuk pulang saja. Sekuat apapun manusia berusaha, Allah jua lah yang menentukan, Pak Emay harus berpulang ke Rahmatullah keesokan harinya. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menempatkan almarhum di tempat terbaik. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 27 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya


TARSITI BINTI WIRIA (63, Tumor Abdomen). Alamat: Kp. Datarwangi, RT 1/25, Kelurahan Sukawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Tarsiti, sudah setahun ini menderita tumor abdomen. Gejala awalnya, Bu Tarsiti sering muntah-muntah disertai kembung yang intensitasnya semakin sering. Kemudian, beliau mencoba memeriksakan diri ke klinik terdekat dan harus dirujuk ke RS Rancamaya Singaparna. Setelah melakukan pemeriksaan ternyata ia mengidap tumor abdomen, tumor yang menyerang perut. Karena RS Rancamaya tidak mampu menangani Bu Tarsiti akhirnya ia kembali dirujuk ke RSHS Bandung dan sempat dirawat selama beberapa hari dengan jaminan KIS. Berjuang berbulan-bulan demi kesembuhan sudah dilakukan beliau. Sarga (71), suaminya yang sudah mulai sepuh terkadang menemani istrinya yang sedang sakit parah, anak-anaknya juga membantu merawat ibunya hingga berobat ke RSHS. Sayangnya, Allah berkehendak lain Bu Tarsiti akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di RSHS Bandung. Jenazahnya langsung dibawa menggunakan MTSR Bandung dan kemudian diantar MTSR Tasik menuju tempat istirahat terakhir. Mudah-mudahan Allah selalu melimpahkan kasih sayangnya kepada beliau dan memberi tempat yang terbaik di sisi-Nya. Aamiin, Ya Robbal Alamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah Latif

Bu Tarsiti menderita tumor abdomen


EEM BINTI ENJON (58, Kista Ovarium). Alamat: Kp. Nyalindung, RT 23/4, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Selama hampir satu dekade, Bu Eem selalu sakit-sakitan karena sistem imunnya yang lemah. Namun, setahun ini penyakitnya semakin parah dan perutnya semakin membesar karena kista ovarium. Perut Bu Eem terlihat seperti sedang hamil besar dan ia sering kesusahan berjalan. Karena keterbatasan biaya, awalnya ia memilih pengobatan tradisional namun karena tidak ada kemajuan yang berarti ia memeriksakan diri ke RS SMC Singaparna dan ternyata harus dirujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Di RS, ia dirawat inap selama beberapa hari dan kembali harus dirujuk ke RSHS Bandung karena keterbatasan alat medis. Dalam waktu dekat, Bu Een harus segera melakukan tindakan operasi untuk mengangkat kista di rahimnya. Suaminya, Omon (56) bekerja sebagai tukang cilok keliling dengan pendapatan tidak seberapa. Keluarganya kebingungan karena jaminan kesehatan yang mereka punya hanya bisa menutup setengah biaya pengobatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Bu Eem dan mengunjungi kediaman beliau yang letaknya di bawah kaki gunung dan dekat dengan perkebunan. Bantuan dana untuk berobat dari para Sedekaholics agar meringankan biaya akomodasi dan obat demi kesembuhan Bu Eem. Alhamdulillah, seminggu lalu, Bu Eem sudah melakukan proses operasi dan ternyata ada 35 liter cairan dan 8 kilogram daging yang sudah diangkat. Kini, perutnya sudah tidak membuncit lagi dan terukir senyum di wajahnya karena beban yang menghimpit sudah hilang sebagian meskipun ia masih harus berobat secara rutin ke RSHS. Semoga Allah memberi kemudahan untuk proses pengobatan Bu Eem selanjutnya. Aamiin. Terimakasih untuk sedekahnya, Sedekaholics. Sebelumnya masuk di Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.400.000,-
Tanggal: 26 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Eem menderita kista ovarium


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir#SedekahRombongan untuk meminta bantuan.#SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Sebelumnya beliau tercatat di Rombongan 1009. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Imas menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung


DINI AGUSTIN (1, Craniocynostosis). Alamat: Kampung Jamantri RT 10/3, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Pada usia 3 bulan Dini di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang oleh bidan saat pemeriksaan di Posyandu. Dari hasil pemeriksaan lingkar kepala Dini lebih kecil daripada lingkar kepala yang seharusnya untuk anak seusia Dini sehingga Dini di rujuk ke Poli Anak RSUD Kabupaten Karawang. Orang tua Dini segera membawa Dini ke RSUD Kabupaten Karawang setelah mendapat surat pengantar dari Bidan Desa di Posyandu. Setelah dilakukan rangkaian pemeriksaa Dini di diagnosa Craniocynostosis yaitu penutupan sambungan tulang kepala yang terlalu dini sehingga kepala menjadi lebih kecil ukuranya karena tidak dapat berkembang. Dini juga mempunyai pembuluh darah yang tidak beraturan dan sebagian sudah mengecil sehingga Dini di rujuk ke Rumah Salit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ayah Dini, Anim (32) bekerja sebagai petugas keamanan gudang di Tanjung Pura, sedangkan ibunya Yoyoh (34) seorang ibu rumah tangga. Saat ini Dini berobat menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Non PBI. Dini membutuhkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dini dan keluarga. Santunan awalpun disampaikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari selama di Bandung, semoga dengan dipertemukanya Dini dengan Sedekah Rombongan dapat membantu dan memberikan semangat yang lebih besar untuk seluruh keluarga Dini dalam beriktiar mencari kesembuhan dan Dini sehat kembali tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya. Aamiin Ya Robbalalamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @Retno_indrayati

Dini di diagnosa Craniocynostosis


ENAR BINTI RASIM (54, Luka Bakar + Kencing Manis ). Alamat : Dusun Langseb II, RT 1/2, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Enar adalah pedagang kupat dan Leupeut, sekitar tiga bulan yg lalu Ibu Enar sedang mengambil kupat yang sudah matang dari kukusan, karena kondisi Ibu Enar yang masih mengantuk maka kaki sebelah kanannya menginjak kayu bakar yang masih ada sisa api, akhirnya telapak kakinya terkelupas karena terbakar. kemudian Beliau di bawa ke Puskesmas terdekat dan setelah diberikan tindakan pengobatan Ibu Enar di bolehkan pulang. Setelahnya Ibu Enar tidak memeriksakan lukanya kemana pun hanya di obati dengan menggunakan obat salep tanpa resep dokter. Kondisi luka dikakinya semakin memburuk dan di periksakan kembali ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan dan diketahui mengidap Diabetes (Kencing Manis), maka Ibu Enar di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Jaminan Kesehatan yang dimiliki Ibu Enar adalah JKN-KIS Mandiri Kelas III. Namun sudah hampir satu tahun lamanya iuran BPJS nya menunggak. Penghasilan Ibu Enar sebagai pembuat Leupeut dan suaminya, Bapak Zaenudin (70) sebagai tukang Ojek dirasa tidak mampu untuk melunasi tunggakan BPJS dan biaya untuk ke RSUD Karawang. Alhamdulillah atas seizin Allah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Enar, sehingga bantuan awal disampaikan untuk melunasi tunggakan BPJS dan biaya hidup. Semoga Ibu Enar bisa segera melanjutkan pengobatannya ke RSUD Karawang dan segera diangkat penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu@kosasihsidik@giantosu

Bu Enar menderita luka bakar

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SITI HANA KUMALASARI 750,000
2 ZAKARIA BIN MUNARWAN 500,000
3 NESSA BINTI SAIMIN 2,000,000
4 HASAN PABUARAN 500,000
5 AMALIA NUR FAJARINA 1,000,000
6 ANITA ADHA 500,000
7 MISAH BINTI ADAM 500,000
8 SARNAWI BIN MAKRUM 500,000
9 MURSADAH BINTI ENJI 500,000
10 MUMUN BINTI ALI 500,000
11 TUTI BINTI ABDULAH 500,000
12 SUSANTI KUMALA SARI 500,000
13 FIKA WATI 700,000
14 ACHMAD BIN SUHADI 500,000
15 RUMSIAH MAKSUM 500,000
16 NGADIMAN BIN MULYO PAWIRO 1,000,000
17 FARAH NUR FADINA 1,500,000
18 ITA SUFI LUTFIANA 1,000,000
19 NURIYAH BIN ZAENI 1,000,000
20 KASTILAH BINTI TISMOREJO 1,500,000
21 ERNI MARLINA 5,000,000
22 DINI MULYANI BINTI RAMADHI 5,000,000
23 NGATIRAH BINTI JUMIKO 12,500,000
24 MTSR MADIUN 4,935,000
25 MTSR 1 MAGETAN 2,150,500
26 MTSR 2 MAGETAN 3,440,000
27 RSSR MAGETAN 4,498,000
28 RSSR MAGETAN 588,850
29 RSSR MAGETAN 2,054,250
30 MAHPUR ANSORI BIN WAKIMIN 500,000
31 WIDJI ALWIJIANTO 1,000,000
32 IHYA RAMADHANI 1,000,000
33 SUGITO BIN SURATMIN 2,000,000
34 IIP SAEPUDIN 1,000,000
35 ABDUL JALIL 750,000
36 ARSINI BINTI WADI 1,000,000
37 IKHLAS BIN SANJE 750,000
38 KARNI BINTI SUKARI 500,000
39 KASNO BIN WANDA 750,000
40 MAISAH BINTI BANA’I 500,000
41 MUDIYA BIN SUGANDA 750,000
42 PULUNG BIN SUDARIP 750,000
43 ROINI BINTI NADI 750,000
44 SAIPAH BINTI WASLAM 1,000,000
45 EMAY BIN DANU 700,000
46 TARSITI BINTI WIRIA 500,000
47 EEM BINTI ENJON 1,400,000
48 IMAS KARTINI 500,000
49 DINI AGUSTIN 500,000
50 ENAR BINTI RASIM 1,000,000
Total 73,716,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 73,416,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1043 ROMBONGAN

Rp. 54,538,039,190,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *