Rombongan 1043

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“
Posted by on September 3, 2017

MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar fasilitas KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1025.

Jumlah Bantuan : Rp. 806.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Sunarmi @EArynta

Bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1025. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 551.000,-
Tanggal : 25 Junl 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi @Earynta

Bu mawani menderita tumor otak


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1025. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara


DIAN RAHMAWATI (15, Dislokasi Tulang Pinggul) Alamat: Dusun Karang Candi, RT 02/06, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Dian biasa ia disapa, waktu kecil saat berumur 5 tahun, ia pergi mengaji. Setelah mengaji entah bagimana ceritanya, ia jatuh dari mushola yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Dian sudah berikhtiar untuk berobat ke beberapa ahli tulang baik secara tradisional maupun medis, terakhir dibawa ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Dikarenakan keterbatasan dana dan kondisi orang tua saat itu yang sedang sakit, maka ia memutuskan untuk berhenti berobat. Karena lama tidak berobat, saat ini cara berjalan Dian berbeda dengan orang pada umumnya. Sekarang cara berjalan Dian terlihat seperti pincang dan terseok-seok, kondisi ini menyebabkan Dian putus sekolah karena malu sering diejek teman-temannya. Ayah Dian, pak Warmuji (45) menderita penyakit komplikasi, praktis tidak bisa bekerja sama sekali, dengan tiga tanggungan keluarga yakni dua anak dan istri menyebabkan satu persatu barang berharga yang dia punyai dijual untuk berobat dan bertahan hidup. Tak jarang tetangganya ber baik hati membantu meringankan beban hidupnya dengan menawarkan kerja kepada istrinya sebagai pemanggang ikan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan disampaikan dengan harapan Dian bisa berobat lagi dan bisa sembuh seperti sediakala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 961. Saat ini Dian manjadi pasien dampingan SRtulabo dan sudah memulai pengobatan di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dian dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 623.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi Ayu @EArynta

Dian menderita dislokasi tulang pinggul


SUPAR BINTI DASMO (49, Tumor Mata). Alamat: Dusun Doro, RT 7/2, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013, ibu Supar mengeluh sakit pada matanya. Keluhan tersebut pada awalnya disebabkan karena ketidaksengajaan tangan beliau yang mengenai mata saat beliau bekerja di sawah. Dari kejadian itu, mata ibu Supar sering mengalami gatal dan berair. Selama beberapa waktu ibu Supar hanya membiarkan keluhan tersebut tanpa memeriksakan diri karena beliau beranggapan keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, mata ibu Supar semakin membengkak. Akhirnya ibu Supar memeriksakan diri ke tempat mantri terdekat dan kemudian ke Puskesmas. Kemudian ibu Supar dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Supar didiagnosa menderita Tumor Mata. Dari RSUD Tuban, ibu Supar dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Supar menjalani pengobatan di Poli Mata, Posa Mata, Poli Bedah Syaraf, serta pernah menjalani rawat inap di Instalasi Bedah. Hingga sekarang, ibu Supar masih menunggu panggilan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Supar, Dasmo dan Panirah sudah meninggal. Sedangkan suami beliau, Waji (56) bekerja serabutan. Sekiranya ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan sedang dibutuhkan, maka suami ibu Supar bersedia melakukannya seperti bekerja sebagai seorang nelayan, buruh tani, dan tukang bangunan. Ibu Supar mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, tunggakan biaya di rumah sakit telah mencapai satu juta karena ada beberapa obat yang biayanya tidak dicover KIS. Kini, kondisi mata ibu Supar masih bengkak. Apabila kambuh, mata beliau memerah dan mengeluarkan air mata. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ibu Supar. Beliau mengatakan sudah tidak ada biaya lagi untuk pengobatan lebih lanjut. Tanah dan rumah yang ditempati sudah dijual untuk pengobatan ibu Supar. Bantuan kembali disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berobat di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Semoga ibu Supar bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi Ayu @EArynta

Ibu Supar didiagnosa menderita tumor mata


ALIF RIZKI SYAFATIR (12, Leukimia). Alamat : Gang Merak 1, No 27, RT 3/6, Jalan Raya Pak kasih, Desa Mariana, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2015 menjadi awal mula gejala sakit yang dialami Alif hingga kini. Saat itu Alif mengalami demam beberapa hari, setelah menjalani perawatan di rumah, sakitnya tak kunjung sembuh hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Kota Pontianak dan dinyatakan mengalami tifus. Seminggu menjalani perawatan di rumah sakit Alif diperbolehkan pulang, namun seminggu berada di rumah dan kembali sekolah, ia kembali mengalami demam tinggi yang disertai mimisan. Orang tua Alif merasa khawatir dan kembali membawa anaknya ke RSUD Kota Pontianak, namun karena keterbatasan alat dokter merujuk ke RSUD Dr. Soedarso. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui Alif mengidap leukimia dan harus segera dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Berbekal pinjaman uang dari sanak keluarga, dibawalah Alif ke Jakarta dan sempat menjalani pengobatan selama kurang lebih 3 bulan. Besarnya biaya hidup selama di Jakarta dan pengobatan Alif yang cukup lama, membuat orang tua Alif membawanya kembali pulang ke Pontianak karena tidak lagi mempunyai uang. Ayah Alif, Bapak Alimaya hanya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan dengan penghasilan yang sangat kecil, sedangkan ibunya, Nur Cahyani, tidak bekerja. Selama berobat Alif menggunakan JKN – KIS kelas III. Beberapa minggu terakhir, Alif harus menjalani perawatan kembali di RSUD Dr. Soedarso karena kondisinya yang tidak stabil. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Alif dan orang tuanya. Kurir merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi berobat ke Jakarta dan biaya hidup selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp3.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Alif mengidap leukimia


ARIS TIYAWAN (16, Gangguan Penglihatan). Alamat : Dusun Sungai Tapang, RT 2/2, Desa Sungai Alai, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Aris merupakan putra dari Iskandar (58). Bersama sang ayah, ia juga tinggal bersama Neng Yulinda (41), ibu tirinya. Orang tua Aris bekerja sebagai petani. Kondisi yang serba kekurangan menjadi kendala bagi Aris untuk mendapatkan perawatan medis atas penyakit yang dideritanya. Aris mengalami gangguan pada matanya sejak lahir, terdapat bulatan putih yang menutupi bola mata kirinya yang membuat penglihatannya kabur dan sering mengalami pusing. Aris belum pernah menjalani pemeriksaan medis karena tidak adanya biaya dan jaminan kesehatan. Kepada kurir SedekahRombongan yang mengunjunginya, Aris mengungkapkan harapannya yang besar agar penglihatannya bisa normal. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepada Aris dan keluarga untuk pembuatan JKN – KIS, transportasi dan operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp700.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @arfansia @ahmadtaqiyudin5 Setya @ririn_restu

Aris mengalami gangguan pada matanya sejak lahir


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk di bangku SD, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke Poli Penyakit Dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Ketiadaan biaya membuat Pak Ari tidak menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter. Pak Ari menyampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan ingin meneruskan pengobatannya yang tertunda. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Ari dapat menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Adjidarmo. Pak Ari sampai saat ini masih harus kontrol rutin sembari menunggu jadwal operasi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat, serta biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Pak Ari telah dibantu dalam Rombongan 1029. Semoga Pak Ari dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis


MAR’I BAI (57, Hernia). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Maret 2017 Pak Mar’i merasakan susah buang air besar yang disertai nyeri di sekitar bagian bawah perut. Pak Mar’i akhirnya berobat ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak dengan KIS yang menanggung biaya pengobatannya. Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia, ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kuli panggul di pasar. Pak Mar’i masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Sang istri, Bai (59), setiap harinya berjualan kue keliling kampung agar dapat membantu biaya pengobatan Pak Mar’i dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Beratnya pekerjaan yang dijalani demi keluarga membuat Pak Mar’i sering mengeluh sakit. Ia sering mengalami demam dan kondisinya menurun. Setelah menjalani pengobatan rutin, kesehatan Pak Mar’i semakin membaik. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Mar’i dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Sebelumnya Pak Mar’i telah dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia


SAHIB SARAGENI (78, Susp. Eksim). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Januari 2017 Pak Sahib mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya hinggal kulitnya memerah. Keluarga Pak Sahib mengira itu gatal biasa sehingga tidak ada penanganan serius dan dibiarkan begitu saja. Dua minggu berlangsung gatal yang dialami Pak Sahib tidak kunjung sembuh, tetapi semakin memburuk. Hal ini membuat Pak Sahib tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani karena gatal tersebut sangat mengganggu aktivitasnya. Pak Sahib akhirnya dibawa ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak untuk mendapatkan penanganan. Setelah melakukan pengobatan di rumah sakit Pak Sahib diberi obat luar berupa salep, namun gatal yang dialaminya tidak kunjung sambuh. Ketiadaan biaya membuat keluarga memutuskan untuk berhenti membawa Pak Sahib ke rumah sakit. Sang Istri, Bu Mae (75), hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan anaknya, Idris (31), yang menggantikan ayahnya sebagai buruh tani penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Pak Sahib sudah mendapatkan penangan dan kondsinya semakin membaik. Gatal yang dialaminya semakin berkurang namun hilang timbul, sehingga Pak Sahib masih harus menjalani pengobatan agar sakitnya dapat sembuh total. Pak Sahib yang tak dapat bekerja membuat keuangan keluarga semakin sulit, sehingga untuk makan sehari – hari terkadang terasa berat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan operasional berobat. Sebelumnya Pak Sahib dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

pak sahib menderita hernia


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, sehingga anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jani dibantu pada Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Sakitnya berawal sejak Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira bisa selamat karena berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis di Puskesmas. Kondisi Pak Mad Sira membaik namun belum banyak mengalami perubahan. Pak Mad Sira tak dapat beraktivitas seperti biasa dan hanya bisa tinggal di rumah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional berobat. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin. Sebelumnya Pak Mad sira telah dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya dan masih harus menjalani kontrol rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


RASIH SARAGENI (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Bangunan, RT 3/1, Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Bu Rasih adalah seorang ibu yang sudah tidak memiliki suami dan tinggal dengan seorang anaknya di rumah panggung sederhana. Anaknya berkerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Bu Rasih termasuk keluarga kurang mampu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Rasih menjual hasil sirih dan pinang yang ditanam oleh almarhum suaminya di samping rumah, itu pun hasilnya tidak banyak karena sangat tergantung musim, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan harian, Bu Rasih mendapatkan bantuan dari keluarga dan tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari – hari. Bu Rasih dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Sebelumnya Bu Rasih telah dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari – hari.


SITI SARAGENI (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Masa tua Ibu Siti hanya dihabiskan di rumah yang ditinggalinya bersmaa seorang anaknya yang bernama Sulaeman (35). Bu Siti sudah lama menjanda, sang suami meninggal pada tahun 2005. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Siti hanya mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Usia yang semakin senja membuat kondisi kesehatan Bu Siti sering menurun. Jika sakit mendera ia hanya dapat memeriksakan diri di Puskesmas terdekat. Beruntung Bu Siti telah memiliki Jamkesmas. Bu Siti menyadari bahwa beban hidup yang ditanggungnya memang tidaklah mudah. Kesulitan hidup tak membuat Bu Siti menyerah dalam menjalani kehidupannya. Kurir Sedekah Rombongan Banten yang melakukan kunjungan ke kediaman Bu Siti turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani olehnya dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bu Siti untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bu Siti dan keluarga. Sebelumnya Ibu Siti telah dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya kehidupan sehari-hari.


SAMINAH EMED (71, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bu Saminah adalah seorang janda yang hanya tinggal berdua dengan anaknya, Jumris (32). Bu Saminah harus bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarganya meskipun usianya sudah tua dan sering merasa lemah. Setiap hari Bu Saminah dan anaknya mengurus kebun dan kambing milik tetangga. Bu Saminah hidup sangat kekurangan, rumah yang ditinggalinya pun sangat kecil berdindingkan bilik dan berlantaikan tanah. Kambing tetangga yang dipeliharanya pun ditempatkan di dekat tempatnya memasak karena tak adanya lahan yang memadai yang ia miliki. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke rumah Ibu Saminah sangat merasa prihatin atas kondisi yang dialaminya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Ibu Saminah dibantu dalam Rombongan 1929.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada September 2014 lalu, Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya lemah dan sakit pada kaki kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Luka di kaki Pak Adung tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatan rutin, tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan menjaga gula darahnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); ALISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki dan Zaskia banyak mengalami peningkatan, bahkan hasil tes IQ mereka meningkat dari sebelumnya. Rifki saat ini sangat suka berbicara, mencoba dan mencari tahu hal – hal baru. Zaskia sudah mulai bisa mengeja dan rencananya tahun depan ia bisa masuk SD. Zaskia mengalami urtikaria atau gatal – gatal yang sampai saat ini belum sembuh. Dibandingkan kedua kakaknya, Alisha belum banyak peningkatan, ia belum bisa berbicara dengan baik, suka berlari – larian, dan sering mengalami tantrum padahal dosis obat penenangnya sudah ditingkatkan. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknya sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Selain itu, ayah Ibu Ade yang mengalami sakit ginjal kronis juga kondisi kesehatannya sering menurun hingga dirawat di rumah sakit. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya terapi ADHD kombinasi dan gejala autisme ringan


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); ALISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki dan Zaskia banyak mengalami peningkatan, bahkan hasil tes IQ mereka meningkat dari sebelumnya. Rifki saat ini sangat suka berbicara, mencoba dan mencari tahu hal – hal baru. Zaskia sudah mulai bisa mengeja dan rencananya tahun depan ia bisa masuk SD. Zaskia mengalami urtikaria atau gatal – gatal yang sampai saat ini belum sembuh. Dibandingkan kedua kakaknya, Alisha belum banyak peningkatan, ia belum bisa berbicara dengan baik, suka berlari – larian, dan sering mengalami tantrum padahal dosis obat penenangnya sudah ditingkatkan. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknya sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Selain itu, ayah Ibu Ade yang mengalami sakit ginjal kronis juga kondisi kesehatannya sering menurun hingga dirawat di rumah sakit. Kondisi Ibu Ade yang sering menurun membuat ia dirawat di rumah sakit. Bahkan ia bersama sang suami, Pak Bekti, sempat mengalami kecelakaan motor. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi dan pengobatan di poli psikiatri di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 1023 dan pada 30 Juni 2017.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya terapi ADHD kombinasi dan gejala autisme ringan


ELIATUL IKHLAS (13, Kanker Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, ia kini berobat RS Hermina Bekasi. Alasan dokter merujuk Elia adalah agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Elia kembali menjalani rawat jalan di RSCM dan RS Hermina Bekasi. Selain Elia, Ibu Lilis juga harus berjuang untuk pengobatan anaknya yang lain, Wulan, yang mengalami pembengkakkan jantung dan sedang berobat di RSCM. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu transportasi dan operasional berobat ke RS Hermina Bekasi. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Eli menderita kanker pembuluh darah


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus menyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun, yang sebelumnya telah menerima santunan dan masuk pada rombongan 1018. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak salamun menderita leukimia


EDY SUYANTO (57, gejala liver) Alamat : Jalan Seno RT 04/02, Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Eddy, begitu sapaan seorang kakek yang tinggal sebatang kara di rumah nya. Empat anak nya telah berkeluarga dan istrinya meminta cerai karena kondisinya yang semakin lemah dan tak mampu lagi menafkahi kluarganya. Mbah Edy menderita gejala liver yang menyebabkan beliau sering keluar masuk Rumah Sakit. Meskipun biaya rumah sakit telah di tanggung BPJS dari tempat ia bekerja dulu, namun untuk biaya akomodasi dan untuk makan sehari-hari beliau kesulitan karena tidak memiliki penghasilan sama sekali. Beruntung warga sekitar dan ada seorang pengusaha yang memperhatikan dan peduli pada beliau untuk memberikan konsumsi sehari-hari. Saat ini pengobatan mbah Edy harus terhenti karena tidak ada keluarga yang dapat mendampingi beliau ke Rumah sakit. Kabar tentang mbah Edy di peroleh dari warga sekitar yang menginformasikan kepada Sedekah Rombongan. Bantuan Dari sedekaholic pun segera di sampaikan sebesar Rp. 1.000.000,- dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Syukur Alhamdulilah dan rasa terimakasih disampaikan mbah Edy kepada semua orang yang berperan di Sedekah Rombongan. Semoga Mbah Edy lekas sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf

Mbah Edy menderita gejala liver


MUSLIMAH BINTI KASAN SETU (70, pengapuran tulang + sebatangkara ). Alamat : RT. 01/01 Dusun Kwagean, Desa Baron, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Muslimah adalah seorang nenek yang tinggal sebatangkara, suaminya yaitu Mbah Supar sudah meninggal, demikian juga dengan satu-satu nya anak telah pula meninggal. Dalam dua tahun terakhir mbah Muslimah mengeluh merasakan ngilu pada tulang-tulang nya. Dengan bantuan tetangga, mbah Muslimah periksa ke dokter dan dianalisa mengalami pengapuran tulang. Sedangkan pengobatan tidak bisa dilanjutkan karena masalah biaya dan juga tidak ada pendamping. Untuk makan sehari-hari pun mbah Muslimah sangat merasa kesulitan dan hanya mengandalkan belas kasihan tetangganya. Informasi mengenai mbah Muslimah di peroleh dari tetangga nya yang masih perduli dengan nasib beliau. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat serta biaya hidup sehari-hari. Mbah Muslimah sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Mbah muslimah mengalami pengapuran tulang


ALFIAN EKA SAPUTRA (16, patah tulang lengan) Alamat : Desa Candirejo RT 04/02, Kecamatan Magetan, Provinsi Jawa Timur. Vian, begitulah panggilan anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas tersebut. Vian di kenal sebagai anak yang pandai bergaul dan ramah dan juga berprestasi di sekolahnya namun, suatu hari nasib buruk menimpanya karena saat berangkat sekolah Vian mengalami kecelakaan di jalan dan si penabrak tidak bertanggung jawab dan kabur begitu saja. Kejadian tersebut mengakibatkan lengan kanan Vian patah dan harus menjalani operasi di RS Kustati Solo di karenakan fasilitas peralatan di RSUD setempat belum memadai. saat ini Vian menjalani kontrol rutin satu minggu sekali untuk melihat perkembangan pasca operasi. Meski biaya operasi dan kontrol di Rumah Sakit telah di cover oleh KIS, Subani (ayah Vian) yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak menentu merasa keberatan untuk menyewa mobil 600 ribu untuk satu kali kontrol. Akhirnya beliau mendatangi Sedekah Rombongan untuk mengajukan bantuan oprasional dan transpot untuk kontrol rutin. Bantuan pun di sampaikan dari Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 kepada Vian untuk biaya akomodasi. Rasa terimakasih telah di sampaikan dari Subani (ayah Vian) kepada Sedekah Rombongan dan juga Sedekahholic. Semoga Vian lekas pulih dan dapat sekolah dan belajar lagi dan semoga terus berkarya untuk tanah air sebagai anak bangsa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Wisnu @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Vian menderita patah tulang lengan


ILHAM BINTANG RAMADHAN (16, patah tulang kanan kiri dan prgeseran tulang rahang) Alamat : Kelurahan Tambran RT. 06/02, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ilham adalah murid kelas satu SMK sederajad di Magetan yang seperti pada umumnya pelajar melakukan aktifitas berangkat sekolah pada pagi hari dan pulang pada siang hari apabila tidak ada pelajaran exstra. Suatu hari ketika pulang sekolah tepat tanggal 20 Juli Ilham mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor miliknya. Kecelakaan itu menyebabkan kedua lengan Ilham patah dan harus menjalani dua kali operasi dalam satu minggu di RSUD Soedono Madiun. Supri, Ayah ilham yang bekerja sebagai buruh cuci mobil dengan penghasilan lebih kurang satu juta per bulan merasa kerepotan membiayai pengobatan Ilham dari ranap , kontrol dan transpot meski biaya rumah sakit telah di tanggung oleh jaminan kesehata BPJS dari tempat beliau bekerja. Bantuan dari sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000,- untuk biaya operasional pengobatan Ilham yang saat ini masih harus melakukan kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Rasa terimakasih disampaikan oleh Supri (ayah Ilham) kepada sedekaholic dan juga Sedekah Rombongan karena telah meringankan beban pengobatan untuk Ilham.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @RonyPratama

Ilham menderita patah tulang kanan kiri dan prgeseran tulang rahang


SINI BINTI SIRIN (57, stroke + asam urat) Alamat : Dusun Genjeng RT. 021/08, Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sini seorang janda yang mempunyai anak satu. Anaknya bekerja sebagai sopir angkutan luar kota. Semenjak sakit dua tahun yang lalu, bu Sini tidak nampu untuk bekerja, karena kondisi fisiknya mengalami kelumpuhan. Untuk makan sehari hari selain dari anaknya juga dibantu tetangganya, karena anaknya jarang pulang. Karena keterbatasan biaya tidak pernah periksa atau menjalani pengobatan. Kondisi beliau saat ini tidak bisa berjalan karena stroke yang dialami. Informasi megenai bu Sini diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi beliau. Santunan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 1.000.000,- dan digunakan untuk berobat serta biaya hidup sehari-hari. Bu Sini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yang telah disampaikan. Semoga bu Sini segera sembuh dari penyakitnya dan beraktifitas seperti biasa. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Sumiati

Bu Sini menderita stroke + asam urat


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT. 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini Bu Yuni menjalani kontrol rutin dan sinar sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Santunan ke empat titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan sinar setelah sebelum nya masuk rombongan 986, 1023 dan 1032. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Yuni menderita ca mamae


JUMINI BINTI SUYUD (46, Epilepsi + sebatangkara ) Alamat : Dusun Simo RT. 01/ 01 Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bu Jumini hidup sebatang kara setelah ditinggal wafat bapaknya. Sebagai seorang janda tanpa anak untuk makan dan kebutuhan sehari hari dibantu saudara dan tetangganya. Pekerjaan yang dilakukan hanya mencari kayu bakar untuk keperluan sendiri. Bila merasakan sakitnya kambuh baru membeli obat di apotek, itupun jika mempunyai uang. Kalau tidak ada uang tidak diobati. Seluruh tubuhnya kena luka bakar akibat sering tersiram air panas saat kambuh sakit kejangnya. Karena kebiasannya kalau mandi memakai air hangat. Informasi mengenai bu Jumini diperoleh dari penduduk sekitar yang perduli dengan kondisi beliau. Santunan lepas titipan para Sedekahic sebesar Rp. 1.000.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Bu Jumini sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga sakit yang diderita bu Jumini segera sembuh. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @KinantiAwe @Sumiati

Bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007 dan 1030. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Wisnu

Pak Seno menderita gagal ginjal


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza dan mendampingi Reza dalam proses pengobatan. Santunan ke delapan telah disampaikan dan digunakan untuk biaya travel ke Malang untuk 2 kali kontrol. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935, 939, 965, 986, 1023 dan 1032. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 17 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe

Reza menderita uretral stricture


KHAMIDAH MARSUI (39, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Baru, RT 10/5, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 18 bulan yang lalu setelah melahirkan, ibu Khamidah mendadak tidak bisa buang air kecil. Setelah diperiksa ke Puskesmas terdekat, akhirnya dilakukan pemasangan kateter. Ibu Khamidah juga melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya adalah erosi serviks, yaitu terjadinya peradangan pada area serviks. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Khamidah dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya dilakukan penanganan dengan alat cauter. Namun hingga sekarang bagian perut sampai dengan anus masih terasa sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Khamidah didiagnosa menderita penyakit kista ovarium. Dokter menyatakan ibu Khamidah harus menunggu sampai datang bulan sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Suami ibu Khamidah, Marsui (30) bekerja sebagai penjual sate dan dibantu oleh ibu Khamidah.. Jenis jaminan kesehatan yang dimiliki oleh ibu Khamidah adalah BPJS. Namun selama pemeriksaan di RSUD Sidoarjo ibu Khamidah tidak memakai kartu BPJS. Kini ibu Khamidah masih merasakan sakit di area anus sehingga kesulitan untuk dapat bekerja sehari-hari. Tanggungan biaya pengobatan juga membuat keluarga merasa kesulitan untuk mencari rizki tambahan karena hasil berjualan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan turut mersakan kesulitan Ibu Khamidah. Bantuan berupa uang tunai telah disampikan ke Ibu Khamidah dan digunakan untuk biaya hidup serta biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Semoga ibu Khamidah bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Khamidah menderita kista ovarium


MAYA SOFIANAH (23, Gloukoma). Alamat: Kampung Baru, RT 18/8, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil ibu Maya sudah mengeluhkan sakit di daerah mata. Saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mata kiri ibu Maya tidak sengaja terkena pantulan karet gelang. Semenjak kejadian itu mata kiri ibu Maya sering mengalami sakit. Karena menganggap sakit mata tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Maya tidak memeriksakan diri ke dokter setempatnamun semakin lama, keluhan ibu Maya tidak kunjung hilang. Karena sudah lama sakit, akhirnya pada tahun 2009 ibu Maya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dengan dibiayai oleh sebuah panti asuhan karena pada saat itu ibu Maya adalah anak binaan panti asuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata yaitu bola mata yang terdorong keluar. Dokter menyarankan untuk mengambil tindakan operasi. Saat itu ibu Maya tidak berani untuk melakukan operasi, sehingga beliau memilih untuk berobat jalan. Saat berobat jalan, ibu Maya mengonsumsi minuman herbal yaitu daun sirsak dicampur dengan kunyit. Seiring berjalannya waktu, ibu Maya selalu merasakan sakit yang hilang timbul. Mata beliau selalu mengeluarkan air mata, dan lama kelamaan bola matanya semakin menonjol keluar. Karena hal tersebut, ibu Maya sering mengeluh sakit di daerah mata dan merasa kesulitan untuk melakukan ibadah. Kedua orangtua ibu Maya, Muhammad Bukhori (47) bekerja sebagai buruh tambak sedangkan, Dewi (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Suami ibu Maya, Didik Supriyanto (37) adalah seorang guru. Sedangkan ibu Maya bekerja sebagai tukang sablon. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Saat ini ibu Maya belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat sehingga mereka merasa terkendala untuk membiayai pengobatan ibu Maya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Maya. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh ibu Maya, dan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi bantuan untuk mendampingi pembuatan kartu jaminan kesehatan ibu Maya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1025. Semoga ibu Maya bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu yang baik seperti yang beliau inginkan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Juli 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, cuci ambulan dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1026. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.998.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @m_rofii11

Biaya operasional bulan Juli 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Juli 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang memiliki 50 pasien dampingan dari berbagai wilayah Malang dan dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan untuk pengantaran dan penjemputan yang lebih cepat. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1026. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.838.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @m_rofii11

Biaya operasional bulan Juli 2017


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Juli 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air bersih, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK, membeli kebutuhan P3K, membeli kresek untuk tempat sampah dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1026. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.428.300,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan Juli 2017


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Juli 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, teh, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1026. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.573.600,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Sembako pasien RSSR bulan Juli 2017


AGUS WANTO (42, Patah Tulang Pinggul). Alamat: Dusun Warungdowo, RT 2/6, Kelurahan Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Nasib naas menimpa Bapak Agus lantaran kini beliau hanya dapat berbaring karena kecelakaan yang menimpa beliau pada Bulan Juni 2017. Suatu ketika, saat perjalanan pulang kerja di Jalan Raya Malang-Surabaya beliau mengalami kecelakaan lalu lintas. Motor yang dikendarai Bapak Agus ditabrak bus dari belakang dan beliau terlindas ban bus bagian depan. Warga yang melihatnya langsung menolong Bapak Agus dan membawa beliau ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan. Kecelakaan yang menimpa Bapak Agus membuat saluran kencing beliau robek. Tidak hanya itu, Bapak Agus mengalami patah tulang pinggul yang membuat beliau belum dapat duduk dan masih terbaring di tempat tidur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bpak Agus bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya. Istri beliau, Arini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikarunia dua orang anak. Selama menjalani pengobatan, Bapak Agus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak di cover KIS, transportasi dan tempat tinggal ketika berobat di Surabaya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan Bapak Agus. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya akomodasi selama di Surabaya. Semoga pak Agus dapat segera sembuh dan dapat menjalanin aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 939.200,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @BambangBKY @m_rofii11

Pak Agus menderita patah tulang pinggul


KUSBUDININGSIH USUF (40, Kanker Payudara Kanan). Alamat: Dusun Pengkol RT 2/4, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2017, Ibu Kus sudah merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudara sebelah kanan. Karena mengira benjolan tersebut akibat gigitan serangga, beliau mengabaikan benjolan tersebut dan berasumsi akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, benjolan yang awalnya hanya seperti benjolan akibat gigitan serangga tersebut semakin membesar sehingga membuat bu Kus kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Pada Bulan April 2017, Ibu Kus akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dari Puskesmas, Ibu Kus dirujuk ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ibu Kus didiagnosis mengalami kanker payudara. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih maksimal, Ibu Kus dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ibu Kus adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Usuf (49) bekerja sebagai buruh serabutan servis elektronik. Selama menjalani pengobatan, Ibu Kus menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Ibu Kus masih mengalami kesulitan akan biaya transportasi dan tempat tinggal ketika di Surabaya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Kus. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Ibu Kus dan keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Kus dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 670.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @Martinomongi @m_rofii11

Ibu Kus didiagnosis mengalami kanker payudara.


LAMINEM SUROSO (75, Kanker Hidung). Alamat: Jl. Tmg Irosroyo RT 2/6, Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Ibu Laminem sudah bertahan dari sakit yang beliau derita sejak tahun 1997. Dua puluh tahun perjalanan yang beliau tempuh dengan keluhan sakit yang luar biasa, tidak mematahkan semangat Ibu Laminem untuk sembuh dari sakitnya. Sakit yang beliau derita ini berawal dari seringnya Ibu Laminem mengalami mimisan. Selain itu, beliau mengeluh sering mengalami sesak napas dan selalu pusing. Semakin lama, Ibu Laminem melihat adanya perubahan pada wajah beliau, hidung beliau semakin membengkak. Karena khawatir, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, Ibu Laminem langsung dirujuk ke RSUD Nganjuk. Selama masa pengobatan, Ibu Laminem sudah mendapatkan tindakan operasi sebanyak 5 kali. Hingga kini, pengobatan yang beliau tempuh belum dapat menyembuhkan penyakit yang beliau derita. Penyakit yang menggerogoti wajah Ibu Laminem ini sudah merembet ke bagian mata. Akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Kini, beliau harus menjalani pengobatan rawat jalan 1 minggu sekali yaitu kontrol di bagian poli kulit RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Suami Ibu Laminem, Suroso sudah meninggal dunia. Ibu Laminem tinggal bersama seorang anak beliau yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Selama menjalani pengobatan, Ibu Laminem menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan diluar jaminan KIS, akomodasi, dan biaya hidup saat di Surabaya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Semoga penyakit Ibu Laminem dapat segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 669.200,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @BambangBKY @m_rofii11

Bu Laminem menderita kanker hidung


RINI UTAMI (43, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Gendeng, RT 3/5, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, Ibu Rini sudah mengetahui adanya benjolan sebesar kelereng pada payudara sebelah kanan beliau. Karena tidak dirasa sakit sama sekali saat beraktivitas, Ibu Rini pun membiarkan benjolan tersebut. Seiring berjalannya waktu, payudara beliau terus bertambah besar. Ibu Rini akhirnya pergi ke dokter umum sekitar untuk dieriksakan. Dokter juga telah mendiagnosis kalau Ibu Rini mengalami kanker payudara. Dokter pun akhirnya memberikan surat rujukan ke rumah sakit agar bisa cepat tertangani. Benjolan pada payudara kanan beliau telah pecah dan mengeluarkan cairan serta berbau. Beliau pun hanya bisa menutup lukanya dengan menggunakan perban saja. Ibu Rini yang di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar mulai menjalani kontrol, cek laboraturium dan USG. Karena kondisi beliau yang semakin melemah, Ibu Rini pun dibawa ke UGD untuk tindakan lebih lanjut. Ibu Rini yang menjalani rawat inap tidak membuahkan hasil, kondisi beliau pun semakin menurun dan pada akhirnya Ibu Rini menghembuskan nafas yang terakhir. Saat ini Ibu Rini tinggal bersama suami beliau Bapak Saidi (42) dan kedua orang anak yang masih bersekolah. Penghasilan yang bisa diperoleh Ibu Rini dan keluarga sehari-hari dari berjualan di rumah beliau sendiri selalu tidak menentu. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III Ibu Rini telah aktif dan bisa dipergunakan untuk berobat. Pengobatan yang harus dijalani beliaupun harus tertunda karena tidak adanya biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rini dan bantuan pun telah diberikan kepada beliau untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nombongan nomor 1031. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Rini diberikan kelancaran dan diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.480.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Ibu Rini mengalami kanker payudara.


AHMAD ADITYA SANJAYA (1, Invaginasi). Alamat : Dusun Krajan, RT 20/10. Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada pertengahan Bulan Agustus, Aditya yang saat itu dibawa ke tempat pijat, untuk pemijatan dibagian perut dikarenakan nafsu makan yang terganggu. Sehari setelah di pijat Aditya mulai muntah-muntah dan saat buang air besar keluar darah. Kedua orang tua Aditya yang khawatir akan keadaan putranya, akhirnya membawa Aditya ke Rumah Sakit Paru Batu. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Baptis Batu, karena tidak adanya peralatan yang diperlukan akhirnya di rujuk ke Rumah Sakit Siful Anwar (RSSA) Malang. Dari RSSA Aditya sudah dilakukan cek laboraturium dan USG, hasilnya usus Aditya tidak bisa berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi. Pihak RSSA pun menyarankan untuk dilakukannya tindakan operasi. Setelah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua, Aditya pun dilakukan tindakan operasi. Operasi yang dijalani berjalan sangat lancar, akan tetapi kondisi Aditya semakin melemah. Beberapa hari menjalani rawat inap, kondisi Aditya tetap tidak mengalami perkembangan dan semakin melemah. Akhirnya Aditya pun menghembuskan nafas terakhirnya. Bapak Solikin (30) dan Ibu Yuli (31) adalah kedua orang tua Aditya. Bapak Solikin yang merupakan buruh tani dan Ibu Yuli yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Karena tidak adanya biaya membuat jadwal operasi Aditya harus tertunda, apa lagi Aditya tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aditya dan mencoba memberikan bantuan berupa pengurusan jaminan kesehatan. Santunan pun diberikan kepada keluarga untuk santunan kematian Aditya. Semoga keluarga diberikan ketabahan dalam menjalani cobaan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @candyaryo @m_rofii11

Aditya menderita invaginasi


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1025. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Juli 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara


VAIGATUL QULQIYAH (2, Kelainan Jantung). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat I Buntu 3 Nomer 39, RT 7/3, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir, Vaigatul mengalami kelainan jantung yang membuat ia harus berjuang untuk bertahan hidup. Awal mulanya Vaigatul lahir dengan operasi caesar pada tanggal 13 November 2015. Setelah lahir, beberapa minggu setelahnya Vaigatul mengalami gejala sesak napas. Dua bulan pasca lahir, ia dilarikan oleh orangtuanya ke RSUD Dr. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita infeksi paru-paru dan ditemukan adanya air ketuban yang menempel di sekitar paru-paru tersebut. Vaigatul akhirnya diharuskan opname untuk menjalani pengobatan. Setelah dinyatakan sembuh, akhirnya Vaigatul kembali pulang. Karena sering pulang malam bersama dengan ibunya, Vaigatul kembali jatuh sakit hingga dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita kelainan jantung. Dokter menyatakan bahwa jantung Vaigatul tidak dapat berkembang sesuai usianya. Adanya kebocoran di jantung Vaigatul namun tidak diharuskan untuk operasi karena masih dapat ditangani dengan obat-obatan. Vaigatul pernah menjalani pengobatan dan opname selama satu bulan di RSUD Dr. Soetomo. Setelah menjalani pengobatan secara optimal, jantung maupun paru-paru Vaigatul dinyatakan sehat. Ia pun bisa kembali ke rumahnya namun harus selalu kontrol secara rutin ke RSUD Dr. Soetomo. Rumah keluarga Vaigatul berdekatan dengan tempat pengasapan ikan yang buka saat malam hari. Akibatnya, Vaigatul bersama dengan ibunya harus kos di malam hari saja di Jalan Putat Jaya B Nomer 8, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, untuk menghindari asap dan kembali ke rumah saat pagi hari. Ayah Vaigatul, Mujiyo (53) bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Lasiana (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun karena faktor ekonomi, Vaigatul selalu dibawa oleh ibunya bersama dengan kakaknya yang juga masih kecil berusia empat tahun untuk mencari sepeser uang dari orang-orang yang lalu-lalang di jalanan. Ibunya berharap mereka mengulurkan tangan dengan memberi sepeser uangnya. Selama menjalani pengobatan, Vaigatul menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas 3. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya di luar fasilitas kartu BPJS Kelas 3 dan konsumsi nutrisi untuk Vaigatul. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan digunakan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan kebutuhan nutrisi. Bantuan sebelumnya tercatat pada robongan 1029. Semoga Vaigatul dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @EArynta

Vaigatul didiagnosa menderita kelainan jantung


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya pengobatan, transportasi, dan kebutuhan nutrisi. Bantuan Sebelumnya tercatat pada rombongan 1029. Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 653.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi

Ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan, RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata. Beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Beberapa minggu terakhir kondisi Pak Abdul semakin menurun, hingga pada 19 Juli 2017 kami mendapat kabar bahwa Pak Abdul telah menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan dan akomodaso sebelumnya dan biaya pemakaman. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1025.

Jumlah Santunan : Rp. 1.808.900,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 1015. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.030.500,-
Tanggal: 22 Juli 2017
Kurir: @Wahyu_CSD Taufik @EArynta

Bu Nurhonsa menderita kanker mata


WAJIB BIN AMIR (73, Jantung). Alamat: Desa Gadingwatu, RT 3/4, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pak Wajib sudah sakit sejak oktober tahun 2015 lalu. Awal mulanya, beliau mengeluh nyeri di sekujur tubuh. Namun karena menganggap hanya kurang enak badan dan akan sembuh dengan sendirinya beliau tetap melanjutkan aktivitas seperti sedia kala. Semakin lama, keluhan yang pak Wajib alami tidak kunjung hilang. Dada beliau juga terasa sakit sehingga beliau memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik terdekat setelah pulang dari bekerja. Dari klinik, pak Wajib dirujuk ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Wajib didiagnosa menderita penyaikit jantung. Selama kurang lebih satu tahun pak Wajib berobat jalan RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Apabila pak Wajib merasa membaik, beliau akan melanjutkan bekerja, namun sebaliknya apabila mengeluh sakit atau nyeri pak Wajib akan kembali melakukan pemeriksaan ke perikasa ke RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Beliau bekerja sebagai buruh tani. Istri beliau juga sudah meninggal dunia. Pak Wajib belum memiliki jaminan kesehatan sehingga selama menjalani pengobatan beliau menggunakan jalur umum. Hal itu sangat menyulitkan pak Wajib dan keluarga. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan digunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga pak Wajib mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin @EArynta

Pak Wajib menderita sakit jantung


IVANKA MEDIANTARI (19, Patah Tulang). Alamat: Desa Suwaluh, RT 10/3, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Mudik lebaran menjadi salah satu rutinitas yang dimiliki ummat Islam di Indonesia, tidak terkecuali Ivanka dan keluarga. Pada tanggal 28 Juni 2017, mereka sedang melakukan perjalanan pulang saat mudik lebaran dari Blitar. Ivanka yang saat itu dibonceng oleh ibunya tiba-tiba mengalami kecelakaan. Ivanka lalu dilarikan ke RSUD Blitar untuk mandapatkan pertolongan pertama. Di RSUD Blitar, Ivanka diharuskan menjalani operasi pemasangan pen karena adanya patah tulang di lengan atas. Pada tanggal 4 Juli 2017, Ivanka sudah diperbolehkan pulang. Ayah Ivanka, Sugeng (49) bekerja serabutan setelah mengalami pemutusan hubungan kerja pada tahun 2013. Sedangkan ibunya, Nastiti (46) adalah seorang penjahit. Ivanka adalah anak tunggal. Selama menjalani pengobatan Ivanka, keluarga menggunakan biaya pribadi karena adanya beberapa alasan sehingga mereka tidak dapat menggunakan jaminan kesehatan. Biaya operasi Ivanka sebesar Rp 22.500.000,-. Ayah Ivanka merupakan salah satu pengembang dakwah di daerah Krian. Setelah mendengar kecelakaan yang menimpa Ivanka, Ivanka menerima bantuan dari komunitas tersebut sebesar Rp 3.000.000,-. Sedangkan sisa biaya operasi dibayar dengan dana pinjaman. Maklum saja, upah yang didapat oleh orang tua Ivanka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sehingga tidak mempunyai tabungan. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Ivanka. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya pengobatan. Ivanka da keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Ivanka dapat segera sembuh dan dapat menjalanin aktivitas seperti sedia kala. Amaiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Dedi

Ivanka menderita patah tulang


MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggal dunia. Sebelum kedua orangtua Maulana meninggal, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 633.900,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Laksmi

Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Kalidami 1 No. 18, RT 9/1, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM, biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1029. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 3.860.550,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @Martinomongi @EArynta

Biaya operasional


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Kalidami 1 No. 18, RT 9/1, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1029. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.933.693,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @Martinomongi @EArynta

Biaya operasional


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Februari 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1029. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.648.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda @Martinomongi @EArynta

Biaya operasional Februari 2017


REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 806,000
2 MAWANI PANE 551,000
3 SITI MARDIYAH 500,000
4 DIAN RAHMAWATI 623,000
5 SUPAR BINTI DASMO 500,000
6 ALIF RIZKI SYAFATIR 3,000,000
7 ARIS TIYAWAN 700,000
8 ARI KASAN 500,000
9 MAR’I BAI 500,000
10 SAHIB SARAGENI 500,000
11 JANI SIMIN 500,000
12 MAD SIRA 500,000
13 JASID CIPANCUR 500,000
14 RASIH SARAGENI 500,000
15 SITI SARAGENI 500,000
16 SAMINAH EMED 500,000
17 ADUNG JAYA 500,000
18 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
19 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
20 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
21 SALAMUN BIN SHOLIKAN 1,000,000
22 EDY SUYANTO 1,000,000
23 MUSLIMAH BINTI KASAN SETU 1,000,000
24 ALFIAN EKA SAPUTRA 500,000
25 ILHAM BINTANG RAMADHAN 1,000,000
26 SINI BINTI SIRIN 1,000,000
27 YUNI PURWANINGSIH 1,000,000
28 JUMINI BINTI SUYUD 1,000,000
29 SENO BIN SUPANI 500,000
30 REZA TRI ANDIKA 600,000
31 KHAMIDAH MARSUI 500,000
32 MAYA SOFIANAH 500,000
33 MTSR MALANG 2,998,000
34 MTSR MALANG 4,838,000
35 RSSR MALANG 9,428,300
36 RSSR MALANG 4,573,600
37 AGUS WANTO 939,200
38 KUSBUDININGSIH USUF 670,000
39 LAMINEM SUROSO 669,200
40 RINI UTAMI 1,480,000
41 AHMAD ADITYA SANJAYA 2,000,000
42 SUKARTINI BINTI SULOYO 500,000
43 VAIGATUL QULQIYAH 500,000
44 TITIK RACHMAWATI 653,000
45 ABDUL FATAH 1,808,900
46 NURHOSNA BIN MUSAKKI 1,030,500
47 WAJIB BIN AMIR 2,000,000
48 IVANKA MEDIANTARI 2,000,000
49 MAULANA PUTRA 633,900
50 RSSR SURABAYA 3,860,550
51 RSSR SURABAYA 1,933,693
52 MTSR SURABAYA 4,648,000
Total 71,444,843

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 71,444,843,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1043 ROMBONGAN

Rp. 54,463,622,590,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.