Rombongan 1042

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on August 30, 2017

SIRUN BIN TASLIM (58, Gejala Strooke). Alamat : Mekarsari RT 06/13 Kel.Kalibeber, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo, Prov Jateng. Sirun, begitulah orang biasa memanggil, karena memang hanya itu namanya tanpa ada tambahan di depan atau di belakangnya. Belakangan ini Sirun hanya bisa duduk dan berbaring saja karena terkena gejala stroke.Tangan dan kaki sebelah kiri tidak bisa di gerakan, sehingga kegiatan sehari-harinya harus di bantu orang lain. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu bulan, karena tidak di periksakan ke layanan kesehatan secara tuntas. Sebulan yang lalu, Sirun pernah dirawat di RSUD Wonosobo menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA). Selama 6 Hari dirawat, kondisi Sirun belum banyak berubah sehingga pihak rumah sakit menyarankan untuk tetap dirawat secara intensif di Rumah Sakit.Tetapi karena khawatir anggaran Jamkesda nya tidak mencukupi, terpaksa keluarga membawa Sirun pulang walaupun kondisinya masih sangat memprihatinkan. Istri Sirun, Partiyah (45) dan anaknya, Sri Setiawan Pranata (19) menyiratkan kesedihanya yang mendalam ketika kurir #Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya. Sebenarnya mereka masih ingin membawa suami dan ayahnya periksa di rumah sakit agar kondisinya bisa pulih dan bisa beraktifitas seperti sediakala, tapi apa daya, mereka tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat ke rumah sakit.#Sedekah Rombongan datang memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan Sirun. Istri dan anak Sirun terharu karena mendapat perhatian dan bantuan dari #Sedekah Rombongan, sehingga mereka bisa memeriksakan lagi Sirun ke Rumah Sakit Umum Wonosobo. Keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan .

Jumlah Bantuan : 1.500.000
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @triipurwanto

Pak Sirun terkena gejala stroke


SUMINGKIR BINTI MIJO (55, stroke) Alamat : Dusun Plalar RT 4/ RW 9 Desa Genito Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Bu Sumingkir mengalami stroke dikarenakan saat itu terjatuh dirumahnya. Setelah jatuh Bu Sumingkir mengalami stroke yang mengakibatkan badannya sulit untuk digerakkan. Sesaat setelah kejadian pihak keluarga membawa Bu Sumingkir ke dokter terdekat untuk berobat. Kejadian ini sudah dialami sekitar 15 tahun yang lalu hingga sekarang Bu Sumingkir masih belum menemui kesembuhan. Pihak keluarga sudah berupaya secara medis maupun non medis yaitu dengan therapi.
Siswadi (60) adalah suaminya yang bekerja sebagai Tani, dengan penghasilan yang pas-pasan. Mereka tinggal dirumah milik sendiri yang berlantaikan tanah dan dinding dari papan dan bambu. Saat ini kondisinya sudah mulai membaik meskipun bagian badan yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan. Untuk bisa berjalan harus dibantu oleh orang lain dan kadang harus merambat di dinding rumahnya. Selama mengalami stroke Bu Sumingkir di rawat oleh kedua anaknya yang tinggal satu rumah. Alhamdulillah #sedekahrombongan dipertemukan dengan perangkat desa yang memberikan info bahwa warganya ada yang membutuhkan bantuan kursi roda. Kemudian dengan didampingi bapak sekretaris desa #sedekahrombongan dapat menyalurkan bantuan dari #sedekaholics guna membeli kursi roda untuk kemudian diberikan kepada Bu Sumingkir. Keluarga sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq @agussantoso

Bu Sumingkir mengalami stroke


SARTINI BINTI KASMAN (49, Stroke) Alamat : Dusun Menayu RT/RW 2/1 Desa Bulu Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Bu Sartini, yang sehari-harinya bekerja membantu suaminya Bapak Ribut Faizin mengalami jatuh kira-kira 5 bulan yang lalu. Pada saat itu, beliau sedang panen tomat dan cabai di sawah tempat ia bekerja yang letaknya kira-kira 200 m dari rumahnya. Pada saat ia dan suaminya hendak pulang ke rumah untuk menunaikan sholat dhuhur Bu Sartini yang membawa hasil panen tersebut jatuh di pematang sawahnya. Sang suami yang berada di belakangnya pun berusaha menolongnya, dan seketika itu juga ia bergegas membawanya pulang dan mengabaikan hasil panennya tersebut. Saat tiba di rumah, baik Pak Ribut dan tetangga sekitar yang panik berusaha memberikan pertolongan ala kadarnya. Setelah dirasa kondisi tubuh Bu Sartini membaik, atas inisiatif keluarga, beliau dibawa berobat ke mantri sekitar. Sekarang, beliau hanya terbaring di tempat tidurnya dan tidak bisa pergi keluar dari kamar tidurnya. Untuk keperluan sehari-hari terutama untuk MCK, beliau dirawat anaknya yang sesekali datang untuk menjenguk. Ucapan syukur Alhamdulillah disampaikan oleh ibu Sartini dan suaminya saat kurir Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan tersebut yang berupa kursi roda dan bisa memberikan manfaat.

Tanggal : 18 Agustus 2017
Jumlah : Rp 1.000.000,-
Kurir. : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Abdurrochman Wachid

Bu Sartini mengalami stroke


ANGGER VAHESYA PUTRA (13, Hemofilia) Alamat : Dusun Dukuh RT/RW 02/02 Desa Kemloko Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Pada saat dik Angger Lahir, tidak ada tanda-tanda yang dirasa mencurigakan dari kedua orang tuanya. Seperti layaknya bayi yang lain, kedua orang tua Angger tidak mempunyai perasaan apapun. Senang tentunya ketika buah hati tersebut lahir kedunia. Namun, ketika Angger berusia 3 tahun, kedua orang tuanya baru menyadari bahwa pada saat pertama kali ia makan ikan tidak disangka durinya menancap pada gusinya. Akhirnya, darah segar pun keluar dari mulutnya tanpa bisa berhenti. Setelah itu, orang tuanya memeriksakan ia ke RSUD Kab. Temanggung. Alih-alih orang tuanya, dokter yang menanganinya pada saat itu pun heran mengingat ia mengidap hemofilia. Sejenis kelainan yang sangat langka, tidak setiap orang memilikinya. Setelah itu, dokter merujuknya ke RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Disana, ia dirawat intensif dan bahkan sudah mengalami koma hingga 1 bulan lamanya. Tentu saja, biaya yang sudah dikeluarkan tidak bisa terhitungkan lagi karena pada saat pertama kali ia berobat sudah menghabiskan uang sekitar Rp 25.000.000,00. Setelah pulang sampai rumah, kembali ia harus keluar masuk rumah sakit setiap 1 minggu sekali, mulai dari RSUD Kab. Temanggung hingga ke RSUP. Dr. Sardjito. Bahkan kedua orang tuanya sampai malu kepada tetangga sekitarnya karena ia rasa terlalu membebankan kepada tetangganya. Sekarang, Angger sebenarnya sudah duduk dibangku kelas 5 SDN Kemloko, walaupun dengan kelainan hemofilia tersebut, semangat belajar terus tertanam dalam dirinya, namun dengan kondisi tersebut, ia saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SD. Ibunya sering menemaninya ketika tidur, karena dikhawatirkan jikalau ada gesekan yang mengakibatkan luka maka kondisinya akan fatal hingga ancaman kematian. Orang tuanya menuturkan kejadian ketika ia tertidur, tiba-tiba darah terus menerus keluar akibat terkena kukunya yang tajam. Selain itu, makanan yang harus dikonsumsinya juga harus bergizi mengingat tubuhnya sangat membutuhkan nutrisi, namun dengan pendapatan per bulan dari ayahnya sebagai security pabrik tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhanya. Ditambah lagi beban sekarang bahwa ia menginginkan untuk dikhitan di RS. Dr. Sardjito Yogyakarta tentunya paling tidak akan menghabiskan biaya sekitar Rp 15.000.000,00. Kedua orang tua Angger sangat bersyukur, bahwa walaupun mempunyai anak seperti Angger, mereka tidak dikaruniai anak perempuan, karena sudah dipastilan bahwa kalo anak perempuan, pada saat haid pasti nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Ucapan syukur Alhamdulillah disampaikan oleh kedua orang tuanya saat kurir Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan tersebut dan bisa memberikan manfaat. Sebelumnya pernah di santuni pada rombongan 791

Tanggal : 15 Agustus 2017
Jumlah : Rp 2.000.000,-
Kurir. : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Abdurrochman Wachid

Angger mengidap hemofilia


SUTARNO BIN URIP (42 , Santunan Dhuafa). Alamat : Dusun Tegalurung Rt 2/ 11, Desa Banyubiru, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pak Sutarno yang akrap di panggil Pak No adalah seorang kepala rumah tangga . Istrinya bekerja sebagai buruh tanam dan Pak No sendiri saat ini menjalani kegiatan sebagai buruh serabutan. Pak No tidaklah tinggal sendirian, didalam rumah tersebut masih ada 3 keluarga dimana ada orang tuanya dan keluarga adiknya. Kebutuhan setiap harinya Pak No dan istrinya yang harus menanggungnya dikarenakan orang tuanya sudah sepuh dan adiknya juga belum bekerja secara mapan. Ayahnya juga sering sakit dan harus opname di RSUD Muntilan, meskipun menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Pbi JKN namun untuk biaya operasional sangatlah besar.usaha Pak No untuk ikhtiar kesembuhan Ayahnya sudah maksimal dan tepat 50 hari yang lalu ayahnya meninggal dunia. Pak No yang hanya buruh serabutan saat ini juga sangat membutuhkan bantuan ini dikarenakan masih harus menanggung kebutuhan hidup keluarganya dan keluarga adiknya sehingga Pak No hanya bisa pasrah dan menjalani kehidupan ini dengan sabar. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dapat membantu beban hidup keluarga Pak No dengan memberikan bantuan dari para sedekahholics yang digunakan untuk biaya kehidupan sehari hari. Pihak keluarga Pak No mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman Sedekah Rombongan dan para donatur atas bantun dari teman-teman Sedekah Rombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 @masdodo_1983

Santunan dhuafa


SRI SUSILO (36, Korban Kecelakaan).Alamat : Dusun Soroyudan RT 2/6, Desa Jogonegoro, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah. Bapak Susilo adalah seorang pekerja di pemotongan daging ayam di Yogyakarta yang beristrikan Ibu Darningsih (36, ibu rumah tangga) dan mempunyai 2 orang anak yang masih sekolah. Derita Bapak Susilo dimulai sejak 10 bulan yang lalu, saat itu beliau pulang kerja mengendarai sepeda motor dari Yogyakarta menuju Magelang, sesampainya di daerah Muntilan, beliau mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri, dan saat sadar sudah berada di RS Islam Magelang karena sudah dibawa oleh orang yang ada di sekitar tempat kejadian. Luka yang dialami juga sangat dalam yaitu luka dalam di perut dan lecet-lecet di badannya, saat di rumah sakit Bapak Susilo akan mendapatkan tindakan medis untuk mengetahui luka dalam pada perutnya tetapi,karena Bapak Susilo tidak memiliki biaya dan tidak memiliki Jaminan Kesehatan apapun maka Bapak Susilo mengajukan pulang paksa. Selama dirumah Bapak Susilo tidak dapat beraktifitas,untuk memenuhi kebutuhannya dibantu oleh istrinya, setelah 5 bulan akhirnya Bapak Susilo dapat beraktifitas kembali tetapi belum bisa bekerja di karenakan masih ada rasa sakit di perutnya sehingga hanya istrinya yang bekerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan. Untuk mendapatkan obat dan periksa beliau sangat kesulitan sehingga hanya bisa pasrah dirumah. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan keluarga Bapak Susilo dengan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya berobat ke Rumah Sakit Islam Magelang kembali. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya. Semoga Bapak Susilo segera diberikan kesembuhan dan bisa bekerja kembali.

Jumlah bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir :@MarjunulNP@Fathurrozaq82, Unika

Pak Susilo mengalami kecelakaan


NURUDIN BIN MURSYID ARIFUDIN (20, Depresi/Gangguan Jiwa). Alamat : Kp.Mekarsari RT06/13 Kel.Kalibeber, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo, Prov Jateng.. Nurudin adalah seorang pemuda desa yang lugu dan rajin bekerja.Walaupun tidak sempat mengenyam pendidikan, tetapi keinginan untuk membantu orang tuanya sangat tinggi.Selama hampir 5 tahun, Nurudin bekerja sebagai pelayan salah satu rumah makan di Kabupaten Wonosobo.Tetapi 3 bulan belakangan ini, Nurudin selalu mengurung diri dikamar, tidak mau keluar rumah dan hanya diam tanpa ada bicara. Kejadian itu diketahui berawal dari kepulangan Nurudin dari tempat kerjanya, sesampai di rumah Nurudin langsung masuk kamar dan tidak keluar-keluar. Kedua orang tuanya bingung anaknya seperti itu. kedua orang tua Nurudin mencoba punya keinginan untuk mengobati anaknya agar bisa normal seperti sebelumnya. Akan tetapi karena ketidak mampuan biaya dan tidak memiliki Jaminan Kesehatan, mereka hanya bisa membawa Nurudin ke alternatif. Selama 3 bulan menjalani terapi alternatif, belum membuahkan hasil. Ayah Nurudin, Mursyid Arifudin (57) yang bekerja di depo penggergajian kayu dan ibunya, Siti Nadhiah (49) yang bekerja sebagai buruh setrika sangat sedih melihat anaknya seperti itu, tetapi apa daya penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan makan menghidupi ketiga anaknya saja tanpa bisa menyisakan untuk Jaminan Kesehatan keluarganya. #Sedekah Rombongan datang untuk memberikan bantuan transpot dan akomodasi untuk pengobatan Nurudin, karena sedang diupayakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) oleh petugas sosial setempat. Kedua orang tua Nurudin sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh #Sedekah Rombongan, sehingga mereka bisa memeriksakan anaknya ke rumah sakit terdekat agar kejiwaan anaknya bisa pulih kembali.

Jumlah Bantuan : 1.500.000
Tanggal : 18-8-2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 triipurwanto

Pak Nurudin mengalami depresi/gangguan jiwa


WARDI BIN MINTO ATEMO (43, TBC ), Alamat : Dusun Kedungan 2 rt 11 rw 05, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Beliau adalah seorang kepala keluarga, hidup bersama istri siti munfangatun (40) dan 2 orang anak yang masih sekolah ditingkat dasar, kehidupan beliau yang sangat sederhana dengan menempati rumah yang jauh dari layak untuk kesehatan. Aktifitas kesehariannya mencari nafkah dengan menjadi pembantu tukang batu dan tani ladang tradisional dibantu juga sama istrinya dengan serabutan di ladang. Kebetulan anaknya pertama mempunyai sifat yang hiper aktif sehingga agak kerepotan dalam pengawasannya. Diawal bulan Januari 2017, beliau merasa kondisi tubuh lemas, semakin hari semakin hilang tenaga dan tidak bisa beraktifitas, bahkan cuma tiduran aja. Dari pihak bidan desa direkomendasikan ke puskesmas kecamatan, sama pihak puskesmas dirujuk ke RSU Magelang. Di RSU diperiksa dan didiagnosa gangguan sarafnya dan hanya berobat rawat jalan dgn kontrol rutin tiap seminggu sekali. Karena selama beberapa hari tidak ada perkembangan kesembuhan, bahkan kondisi semakin memburuk, sama fihak keluarga dibawa ke RSU muntilan dengan penanganan opname selama 3 hari,dan terindikasi kena radang tenggorokan stadium akut, akhirnya dari RSU muntilan dirujuk kembali ke RSU magelang dan menjalani opname selama 1 minggu dengan terdiagnosa penyakit TBC dan juga ada indikasi diabetes. Karena kerepotan biaya pengobatan dan operasional lainnya, walaupun sedikit tercover jaminan kesehatan KIS, akhirnya pak wardi oleh keluarga dibawa pulang dan dirawat dengan perawatan sederhana dirumah, Sementara pak wardi menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali ke RSU magelang dengan harapan bisa segera sembuh dah beraktifitas seperti semula untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi beliau saat ini belum begitu kelihatan perkembangan kesembuhan yang berarti, dan kondisi kesehatan naik turun, kadang cuma tiduran terus, kadang bisa jalan sekedar keluar rumah. salah satu kendala beliau adalah kesulitan biaya hidup sehari-hari, juga untuk biaya operasinal kontrol, karena sudah tidak ada pemasukan lagi, mengingat istrinya hanya bekerja serabutan petani ladang tradisional, dengan tanggungan 2 orang anak juga yang masih kanak-anak, bahkan untuk kebutuhan sehari hari kadang pak wardi dibantu dari saudara-saudaranya nya, karena juga mengingat kondisi beliau termasuk kaum dhuafa di desa tersebut, dengan menempati rumah sangat sederhana jauh dari kata layak untuk kesehatan. Alhamdulillah #sedekah rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga pak wardi untuk sedikit meringankan kesulitan beliau dengan memberikan santunan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk tambahan kebutuhan hidup dan biaya kontrol berobat. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk bpk wardi, sehingga bisa segera diberikan kesembuhan agar bisa kembali menunaikan tugas beliau mencari nafkah sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 13 agustus 2017
Kurir : @marjunulNP @fathurrozaq82, muh andari

Pak Wardi terdiagnosa penyakit TBC dan juga ada indikasi diabetes


MARIA KENUWAY (43, Kista). Alamat: Jl. Petrochina, RT/RW 01/04, Kelurahan Warmon, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Maria Kenuway didiagnosa menderita kista. Pada awal 2016, Bu Maria menduga dirinya sedang hamil. Kemudian pada saat diperiksa di RSUD Selebesolu oleh dokter Spesialis Kandungan, ternyata Bu Maria tidak hamil, tapi ditemukan adanya kista. Akhirnya dokter memutuskan merujuk Bu Maria ke Makassar untuk dapat menjalani operasi mengeluarkan kista tersebut. Sehubungan tidak mempunyai biaya, Bu Maria tidak menjalani rujukan tersebut. Lambat laun perutnya Bu Maria semakin besar dan kemudian melakukan pemeriksaan lagi ke RSUD Sorong. Suami Bu Maria sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas di salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Sorong. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu persiapan operasi Bu Maria. Persiapan mulai dari pemenuhan kebutuhan 3 labu darah sampai beberapa biaya paska operasi.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Maria Kenuway didiagnosa menderita kista


RSSR SORONG (Pelunasan pertama sewa rumah). Alamat: Jl. Anggrek Raya Gg.12 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah rumah persinggahan pasien-pasien yang kurang mampu dari luar Kota Sorong. Pasien-pasien rujukan biasanya berasala dari Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan dan Tambrauw. Bagi pasien-pasien yang membutuhkan akomodasi sementara karena jarak yang jauh untuk mengantri kamar dan berobat jalan, dapat memanfatkan rumah singgah ini secara gratis. RSSR Kota Sorong ini memiliki fasilitas 1 ruang utama, 4 kamar tidur, 2 kamar mandi dan garasi untuk Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Jarak ke RSU Sele Be Solu sejauh 2 KM dan RSU Kota Sorong 10 KM. Pasien dapat mengakses rumah sakit dengan menggunakan MTSR dan kendaraan umum dari RSSR. Pengelola RSSR Kota Sorong juga terdiri dari kurir atau relawan dengan latar belakang perawat untuk memastikan kondisi pasien terjaga selama singgah di RSSR. Biaya digunakan untuk pelunasan tahap kedua sewa rumah RSSR Kota Sorong selama 1 tahun kedepan. Narahubung RSSR Sorong di 0821989688377

Jumlah bantuan: Rp 10.000.000,-
Tanggal: 10 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya pelunasan pertama sewa rumah


KORI IMBIRI (53, Kanker serviks). Alamat: Jl. Kembang Sepatu, RT/RW 01/03, Kelurahan Klademak, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Kori didiagnosa menderita kanker serviks. Sudah 3 tahun Bu Kori menderita penyakit kanker ini. Saat pemeriksaan awal, Bu Kori berobat ke RSUD Sorong selama 6 hari, kemudian dokter menyatakan Bu Kori menderita kanker. Dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi dan rujukan pengobatan ke Makassar. Sehubungan penyakitnya ini, Bu Kori menjadi tidak bisa produktif bekerja lagi, biasanya Bu Kori bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ibu Kori merupakan tulang punggung keluarga sejak ditinggal meninggal suaminya 18 tahun lalu. Bu Kori bersama anaknya tinggal di rumah kerabatnya di Kota Sorong. Untuk berobat, Bu Kori menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat. Meskipun demikian ada biaya-biaya yang belum bisa ditanggung seperti biaya perjalanan dan kebutuhan lainnya selama proses berobat. #Sedekah Rombongan yang di dampingi oleh Kurir Ibu Maryana Pandori memberikan santunan untuk kebutuhan pengobatan Bu Kori.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Kori didiagnosa menderita kanker serviks


RSSR SORONG (Biaya operasional Mei & Juni 2017). Alamat: Kompleks Harapan Indah Jl. Anggrek Raya Gg.12 No. 02 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah rumah persinggahan pasien-pasien yang kurang mampu dari luar Kota Sorong. Dalam upaya mendukung operasional RSSR, biaya digunakan untuk biaya fotokopi, pembelian alat kesehatan, alat tulis kantor, dan biaya kurir pengiriman laporan ke bagian keuangan Sedekah Rombongan di Jogja. Terimakasih kepada segenap donatur yang telah membantu pergerakan #sedekahrombongan di Kota Sorong. Laporan sebelumnya bisa didapati di rombongan #1007

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya operasional Mei & Juni 2017


RAGUAN ALTING (48, Kelainan syaraf). Alamat: Jl. Fransisco Kalasuat, RT/RW 05/03, Kelurahan Klagete, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Raguan menderita kelainan saraf. Untuk pengobatan, Bu Raguan dirujuk dari RSUD setempat ke RSUD Kota Sorong. Pekerjaan sehari-hari Bu Raguan menerima jasa mencuci pakaian, masak dan bersih-bersih rumah tetangganya. Bu Raguan mempunyai anak namun sudah tidak tinggal bersama. Kini Bu Raguan tinggal dirumah kerabatnya dan tergantung dari bantuan kerabatnya ini. Saat melakukan pengobatan di RSUD Kota Sorong, biaya-biayanya dibantu melalui sumbangan keluarga. Kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan Bu Raguan dan menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari dan kebutuhan berobat jalan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Raguan menderita kelainan saraf


RAHMAWATY (43, Asam lambung). Alamat: Jl. Waisai, RT/RW 02/02, Kelurahan Waisai Kota, Distrik Sapordanco, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Bu Rahma menderita sakit asam lambung sejak 3 tahun silam, pengobatan pun sudah dilakukan mulai dari Pemeriksaan di Puskemas terdekat hingga sampai masuk RSUD Raja Ampat untuk mendapatkan perawatan. Gejala yang dirasakan yaitu sakit melilit sampai tidak tertahankan. Setelah sembuh beberapa bulan saja, penyakit asam lambungnya kambuh lagi dan masuk di RSUD Raja Ampat untuk mendapatkan perawatan. Bu Rahma memiliki Kartu KIS sehingga biaya pengobatan atau perawatannya dijamin. Namun, karena ada beberapa kondisi, Bu Rahma diharuskan untuk melakukan rujukan ke RSUD Kota Sorong. Bu Rahma suaminya sudah meninggal, dan mempunyai anak satu. Pekerjaan sehari-hari Bu Rahma sebagai guru honorer di SMP Swasta di Waisai Raja Ampat. Kami tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rahma di RSUD ruangan kelas 3 dan mendengar kesulitan Bu Rahma untuk biaya rujukan ke Kota Sorong. Santunan kemudian diserahkan kepada Bu Rahma untuk meringankan kebutuhan biaya perjalanan dan rujukan ke Kota Sorong.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Rahma menderita sakit asam lambung


SUMINTEN BINTI SUWIJI (48, Gangguan jantung). Alamat: Jl. Saigun, RT/RW 02/02, Kelurahan Saigun, Distrik Mosigin, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Ibu Suminten didiagnosa menderita gangguan jantung. Bu Suminten tidak menduga kalau penyakitnya ini serius dan perlu penanganan khusus sampai beliau dilarikan ke RSUD Sorong. Awalnya Bu Suminten merasakan gejala dadanya terasa terbakar dan sesak sekali.Bu Suminten berpikir hanya masuk angin dan badan terasa lemas tak berdaya. Sehubungan sakitnya semakin parah dan tak bisa di tahan, akhirnya Bu Suminten tidak sadarkan diri. Lalu keluarganya membawanya ke RSUD Selebesolu untuk mendapatkan perawatan. Ibu Sumi tinggal di daerah Saigun yang jaraknya cukup jauh jika ingin berobat ke RSUD Kabupaten Sorong. Kemudian perkiraan sekitar 30 KM jarak dari rumah ke RSUD yg berada di Kota Sorong. Bu Suminten adalah ibu rumah tangga yg punyai 4 orang anak. Suaminya Bu Suminten bekerja sebagai petani. Kurir #sedekahrombongan mendapatkan informasi langsung via telepon segera mendatangi ke RSUD Kota Sorong untuk melakukan survey awal. Bu Suminten menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama berobat dan masih membutuhkan biaya lainnya untuk kebutuhan yang tidak ditanggung KIS. Biaya santunan diberikan untuk tambahan biaya berobat dan transportasi. Semoga Bu Suminten dapat pulih kembali. Amin.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Ibu Suminten didiagnosa menderita gangguan jantung


DEDI IRAWAN (48, Kanker tulang ekor). Alamat: Jl. Lingua, RT/RW 04/02, Kelurahan Klafdalim, Distrik Mosigin, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang ekor. Beliau awalnya ditemukan saat kondisi lumpuh dan lemas diatas tikar di rumahnya. Pak Dedi kemudian dibawa ke rumah sakit di Kota Sorong menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Awalnya Pak Dedi didiagnosa menderita Anemia Aplastik, sampai dokter di Sorong merujuk Pak Dedi ker RS Dharmais di Jakarta. Pak Dedi kemudian berangkat ke Jakarta dan melalui proses pengobatan selama kurang lebih 2 bulan disana. Selama pengobatan di Jakarta, Pak Dedi ditemani istri dan 1 anaknya yang masih kecil. Sementara ada 2 anaknya yang lain dititipkan di tetangganya di Sorong. Santunan diberikan untuk biaya kebutuhan pendamping dan kebutuhan sewa kamar di dekat RS Dharmais. Laporan dukungan sebelumnya kepada Pak Dedi ada pada rombongan #1003

Jumlah bantuan: Rp 3.200.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang eko


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Inventaris). Alamat: Jl. Anggrek Raya Gg.12 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan adalah ambulan yang digunakan untuk kegiatan bantuan #sedekahrombongan secara gratis. Kegiatan MTSR seperti antar jemput pasien ke rumah sakit dan bandara, distribusi bantuan bencana dan pengantaran santunan ke daerah pelosok Sorong. Biaya digunakan untuk pembelian ban mobil. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984 guna mempermudah respon bantuan apabila dibutuhkan. Bantuan MTSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #1003.

Jumlah bantuan: Rp 3.500.000,-
Tanggal: 18 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya digunakan untuk pembelian ban mobil


DEDI IRAWAN (48, Kanker tulang ekor). Alamat: Jl. Lingua, RT/RW 04/02, Kelurahan Klafdalim, Distrik Mosigin, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang ekor. Beliau awalnya ditemukan saat kondisi lumpuh dan lemas diatas tikar di rumahnya. Pak Dedi kemudian dibawa ke rumah sakit di Kota Sorong menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Awalnya Pak Dedi didiagnosa menderita Anemia Aplastik, sampai dokter di Sorong merujuk Pak Dedi ker RS Dharmais di Jakarta. Pak Dedi kemudian berangkat ke Jakarta dan melalui proses pengobatan selama kurang lebih 2 bulan disana. Selama pengobatan di Jakarta, Pak Dedi ditemani istri dan 1 anaknya yang masih kecil. Sementara ada 2 anaknya yang lain dititipkan di tetangganya di Sorong. Ada perubahan positif dari awalnya hanya mampu berbaring saja, kini sudah bisa berjalan kembali. Dokter memperbolehkan Pak Dedi sementara ini pulang ke Sorong. Dukungan kali ini digunakan untuk biaya transportasi kepulangan dari Jakarta ke Sorong dan kebutuhan sewa kamar dekat RS Dharmais.Terima kasih kepada donatur yang telah menyampaikan dana melalui #sedekahrombongan sehingga dapat membantu pengobatan Pak Dedi. Laporan dukungan sebelumnya kepada Pak Dedi ada pada rombongan #1003.

Jumlah bantuan: Rp 6.607.836,-
Tanggal: 4 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita kanker pada bagian tulang eko


KAYLA WAHYU SALSABILA (4, Gangguan Jantung). Alamat : Jln. Basuki Rahmat KM. 10 Kolam Buaya, (RT 02/04),Kelurahan Malanu,Distrik Sorong Timur,Kota Sorong Papua Barat. Kayla didiagnosa menderita gangguan jantung. Saat lahir, kulit Kayla membiru (Baby blue syndrom) dan semakin kesini sering merasa sesak. Orang tua Kayla semakin khawatir kalau nanti Kayla tidak mengalami pertumbuhan secara normal. Awalnya Kayla dibawa untuk memeriksakan kesehatannya di dr. Spesialis Anak. Namun pada saat itu juga,Dokter menganjurkan Kayla untuk dirujuk keluar kota. Pada bulan Maret 2017, Kalya dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta melalui dukungan donatur. Pada saat dikunjungi oleh kurir #sedekahrombongan. Ayah Kayla, Wahyudi dan ibunya Susanti (26) menyampaikan kesulitannya. Mereka tidak memiliki simpanan untuk berobat. Sedangkan untuk berobat Kayla menggunakan layanan kesehatan BPJS. Ayah Kayla seorang montir yang penghasilannya bergantung dari bengkel kecil tempat ia bekerja. Ibunya Kayla seorang ibu rumah tangga. Pada bulan Mei 2017, Kayla diperbolehkan pulang sementara ke Sorong dan bulan September diminta untuk kembali lagi pemeriksaan lanjutan di Jakarta. Santunan #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu biaya tiket pesawat Kayla dari Jakarta ke Sorong.

Jumlah bantuan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 8 Mei 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Kayla didiagnosa menderita gangguan jantung


GAMARIA DAILON (54, Gagal ginjal kronis). Alamat: Kampung Lopintol, Distrik Teluk Maylibit, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Bu Gamaria didiagnosa menderita gagal ginjal kronis. Gamaria sudah lama menderita penyakit ini dan sebelumnya sudah sempat dioperasi di RSUD Sorong. Menurut dokter yang menanganinya pengobatan, Bu Gamaria harus dirujuk ke luar kota yang fasilitas rumah sakitnya lebih lengkap. Saat ini kondisi Bu Gamaria bertambah parah. Kedua kakinya membengkak, sesak nafas dan juga sulit buang air. Melihat kondisi yang semakin menurun, akhirnya rencana untuk rujuk keluar kota ditunda guna untuk memperbaiki kondisinya. Bu Gamaria harus rawat inap dulu sebelum diberangkatkan. Walaupun berobat dengan menggunakan jaminan BPJS, namun keadaan ekonominya masih memprihatinkan. Tim #sedekahrombongan bertemu dengan keluarga Bu Gamaria di rumah sakit. Santunan awal pun disampaikan kepada keluarga Bu Gamaria. Mudah-mudah bisa membantu biaya sehari-hari selama ia di rawat di rumah sakit dan Bu Gamaria segera pulih.

Jumlah bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong, @irfan_pribady

Bu Gamaria didiagnosa menderita gagal ginjal kronis


SRI WARTINI (61, Gangguan jantung). Alamat: Kampung Kalobo, RT/RW 04/05, Distrik Salawati Tengah,Kab Raja Ampat,Papua Barat. Bu Wartini menderita gangguan jantung disertai Dyspepsia kronis, kolesterol dan asam urat sejak tahun 2013. Gejala Awalnya Ibu sering mengalami sakit kepala terus menerus, jantung sering berdebar-debar, nyeri ulu hati dan sendi-sendi terasa sakit. Bu Wartini sudah sering keluar masuk rumah sakit untuk mengatasi sakit yang dideritanya. Namun, sakitnya ini sering kambuh dan mengharuskan Bu Wartini keluar masuk rumah sakit. Saat dikunjungi kurir #sedekarombongan, Bu Wartini menceritakan penderitaan yang dia alami selama ini. Meskipun saat ini ibu Wastini menggunakan fasilitas BPJS Mandiri Kelas 3 untuk biaya berobat,akan tetapi Ibu Wartini masih kesulitan untuk membiayai perjalanan dan biaya diluar tanggungan BPJS. Santunan melalui Sedekah Rombongan disampaikan untuk membantu Bu Wartini kembali berobat ke rumah sakit. Semoga kondisi Bu Wartini segera pulih.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Wartini menderita gangguan jantung disertai Dyspepsia kronis,


MISNAM (70, Diabetes Mellitus) Alamat: Jl. Lawu, RT/RW 04/03, Kampung Makbalim, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Misnam didiagnosa menderita Diabete Melitus. Gejala awal penyakitnya yaitu adanya luka dilutut kiri yang tidak kunjung sembuh, sehingga Pak Misnam tidak sulit berjalan. Kemudian Pak Misnam pergi ke Puskesmas untuk memeriksakan diri. Lalu dokter menganjurkan untuk cek kadar gula dan tekanan darahnya. Hasil pengecekan menunjukkan Pak Misnam menderita diabetes, sehingga ia harus mengonsumsi obat diabetes secara rutin. Kini kondisi Pak Misnam masih belum bisa berjalan sehingga tidak bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Anaknya Pak Misnam yang selama ini merawat. Istri Pak Misnam juga menderita sakit Liver. Dengan kondisi tersebut, membuat perekonomian keluarga pak Misnam semakin sulit. Santunanpun disampaikan kepada Pak Misnam dan keluarganya untuk membantu biaya berobat.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Misnam didiagnosa menderita diabetes melitus


ZULKIFLI KUTUMLAS (26, Infeksi saluran kencing). Alamat: Kampung Waibu, RT/RW 01/02, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Pak Zulkifli menderita infeksi saluran kencing. Sakitnya ini dialami sejak Oktober 2016. Gejala yang dirasakan yaitu sering mengalami sakit dan nyeri pada perut bagian bawah, rasa sakit saat buang air kecil, nyeri ulu hati, dan disertai mual. Saat memeriksakan diri ke dokter pada bulan Maret 2017, hasil lab menunjukkan Pak Zulkifli tidak hanya mengalami maag akan tetapi juga ada indikasi infeksi saluran pencernaan dan Infeksi saluran kencing. Pada saat itu dokter menganjurkan untuk di rawat inap. Namun, karena keterbatas biaya, Pak Zulkifli memilih untuk tinggal dirumah. Sebetulnya Pak Zulkifli memiliki fasilitas layanan kesehatan Kartu Indonesia Sehat, namun karena pertimbangan biaya lainnya selama perawatan cukup besar maka urung berobat. Biaya tersebut mulai dari transportasi, makan harian keluarga yang mendampingi dan beberapa kebutuhan lainnya. Kegiatan harian Pak Zukifli mengelola usaha kecil dengan penghasilan yang hanya bisa mencukupi kebutuhan makan saja. Santunan disampaikan guna membantu Pak Zulkifli pergi ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Zulkifli menderita infeksi saluran kencing


APRILIA (8, Bantuan kaki palsu). Alamat: Jl. Ahmad Yani, RT/RW 01/08, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Aprilia mempunyai hambatan dalam berjalan. Kakinya menjadi sulit digerakkan akibat kecelakaan berakibat luka bakar. Pada tahun 2011, terjadi peristiwa kebakaran di Hotel Pilihan dimana hotel tersebut merupakan tempat bekerja ibunya Aprilia, Adriana. Aprilia merupakan salah satu korban dari kebakaran tersebut. Setelah peristiwa tersebut, Aprilia pernah sekolah. Namun karena kondisi kakinya, Aprilia sering mengalami ejekan dari teman-temannya. Setelah berdiskusi dengan ibunya, didapati jika Aprilia menggunakan kaki palsu akan lebih baik. Kemudian melalui #sedekahrombongan, Aprilia dibantu untuk mendapatkan kaki palsu. Santunan diberikan kepada keluarga Aprilia untuk membeli kaki palsu.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan kaki palsu


GEORGE DOMINGGUS (44, Bantuan biaya hidup). Alamat: Jl. Menur 3B No. 314 RT/RW 03/04, Kelurahan klademak, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Dominggus adalah seorang duda dengan anak 1 yang tinggal menumpang di rumah ketua RT setempat. Pekerjaan sehari-hari Pak Dominggus adalah buruh lepas, sehingga membuat Pak Dominggus berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya bersama anaknya yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Elisabet, istri Pak Dominggus,sudah lama meninggal karena sakit. Kurir #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami bapak Dominggus, santunan pun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk keseharian Pak Dominggus dan anaknya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bantuan biaya hidup


SAONAH (65, Asam urat). Alamat: Jl. Rinjani, RT/RW 02/04 Kelurahan Makbalim, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Saonah didiagnosa menderita asam urat. Bu Saonah memiliki 3 orang anak, namun suaminya sudah meninggal. Saat ini Bu Saonah tinggal sendiri, anak-anaknya tidak ada yang tinggal bersama beliau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Saonah mencari uang dengan memetik kangkung dan genjer di rawa untuk dijual. Terkadang Bu Saonah juga bekerja sebagai pencuci pakaian tetangganya. Apabila kebetulan tidak mendapatkan penghasilan, Bu Saonah terpaksa menahan lapar tidak makan. Anak-anak Bu Saonah bekerja sebagai kuli kayu di hutan. Mereka pun dalam kondisi ekonomi yang kurang begitu baik. Bu Saonah sangat ingin mengobati asam uratnya karena mengganggu dirinya untuk bekerja. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu Bu Saonah memeriksakan kesehatannya dan tambahan kebutuhan harian.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Saonah didiagnosa menderita asam urat


HEMA MUGU (27, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Jendral Sudirman, RT/RW 08/04, Kelurahan Malabutor, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Hema didiagnosa menderita Tuberkolosis paru. Awalnya Bu Hema menderita batuk berlendir terus-menerus, demam tinggi, nafsu makan menurun, berat badan menurun, sesekali didera nyeri dada dan sesak nafas. Bu Hema lalu memeriksakan diri ke puskesmas. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan kalau Ibu Hema menderita sakit Tuberkolosis paru dan harus melalui pengobatan rutin selama 6 sampai 9 bulan. Saat ini kondisinya sudah terlihat kurus karena penyakit yang dideritanya. Suami Bu Hema bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu dan menyampaikan kesulitannya dalam membantu penyembuhan Bu Herma. Walaupun Bu Hema berobat dengan menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat, untuk membiayai transportasi pemeriksaan rutin dan makanan yang bergizi dirasa menjadi beban yang cukup berat. Santunan melalui #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu biaya-biaya selama proses pengobatan penyakit Bu Saonah.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Hema didiagnosa menderita tuberkolosis paru


ROSE (63, Lumpuh). Alamat: Jln. R.A Kartini, RT/RW 01/02, Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Rose menderita kelumpuhan. Bu Rose sering mengalami rasa sakit di kaki, kaku dan tidak dapat digerakkan. Kondisi ini terjadi sejak tahun 2016 dan mulanya karena jatuh. Selain lumpuh, Bu Rose juga mengalami gangguan penglihatan. Upaya yang dilakukan Bu Rose yaitu pernah berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sorong, tapi belum ada pemulihan pada kakinya. Suami Bu Rose sudah meninggal, sehingga yang merawat hanya keluarganya. Secara ekonomi, Bu Rose termasuk keluarga kurang mampu sehingga sangat berat untuk kembali berobat. Santunan melalui #sedekahrombongan pun disampaikan untuk dukungan pemeriksaan kembali ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Juli 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Bu Rose menderita kelumpuhan


MOHAMMAD JUNAEDI (35, Paru-Paru Bengkak + Jantung). Alamat : Kemuning I/20, RT 7/3, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Pak Junaedi adalah seorang pencari barang-barang bekas atau rongsokan untuk dijual kembali guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga beliau. Menurut keterangan dari keluarga, pak Junaedi adalah seorang pekerja keras. Namun, sejak ayah beliau meninggal dunia, beliau tinggal hanya dengan sang ibu Halimatus Sakdiyah (60) dan kedua saudara perempuannya. Merasa sangat kehilangan sosok sang ayah, pak junaedi mulai terbiasa mengkonsumsi rokok. Beberapa bulan yang lalu Pak Junaedi merasakan sesak napas dan batuk-batuk akibat kebiasaannya yang sering merokok tersebut. Saudara dekat beliau kemudian membawa ke RSUD Martodirdjo Pamekasan untuk dilakukan cek rontgen dan pemeriksaan dokter. Dari hasil rontgen terlihat banyak bercak putih pada paru-paru pak Junaedi sehingga dokter pun menyarankan untuk bisa dilakukan rawat inap selama kurang lebih 15 hari. Setelah 15 hari rawat inap, akhirnya dokter mengijinkan pak junaedi untuk rawat jalan saja di rumah dan memberikan beberapa obat untuk diminum. Selain hal itu, dokter juga menyarankan agar pak junaedi mengkonsumsi susu agar mampu membantu meningkatkan kondisi fisik tubuh beliau. Alhamdulillah, biaya pengobatan beliau selama sakit dibantu oleh JKN KIS-PBI. Kurir Sedekah Rombongan pamekasan akhirnya dipertemukan dengan pak Junaedi. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya pengobatan pak Junaedi. Semoga pak Junaedi segera diberi kesembuhan dan mampu beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 07 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @nunia91 @estianti01 @radityorenal

Pak Junaedi menderita paru-paru bengkak + jantung


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, RT 9/2, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Lidia biasa ia dipanggil, adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Ia rutin melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya dikarenakan RSUD Sumenep tidak mampu melakukan tindakan pengobatan untuk penyakitnya. Sudah sejak setahun lalu ia diketahui menderita TB Otak. Lidia mengeluhkan pandangannya mulai tidak jelas, sehingga diberikan obat tambahan. Mei 2017, Lidia selain melakukan kontrol juga dijadwalkan untuk melakukan tindakan MRI sehingga menunggu dari pihak rumah sakit untuk jadwal kapan tindakan MRI bisa dilakukan. Lidia menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan untuk memenuhi biaya transportasi dari Sumenep ke Surabaya, juga biaya akomodasi selama di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Lidia dan keluarga. Santunan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Surabaya. Liada dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga Lidia dan keluarga terus semangat untuk melakukan pengobatan, sehingga dapat segera sembuh total dan bisa meraih cita-cita. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 892.900,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Monir @hafnirosania

Lidia menderita TB Otak


RAHMAT MAULIDAN AZUARDI (11, Thalassemia). Alamat : Dsn. Ranggang RT 4/2, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Ardi biasa ia disapa, sejak usia 2 tahun divonis dokter menderita thalassemia sehingga darahnya cepat rusak. Darahnya menumpuk di limpa, yang mengakibatkan limpanya bengkak dan pada akhirnya pada tahun 2012 yang lalu telah dilakukan operasi pengangkatan limpa. Saat ini ketika kondisi Ardi pucat, ia harus segera melakukan transfusi darah ke Rumah Sakit Graha Amerta Surabaya karena di Sumenep belum tersedia alat transfusinya. Bu Elvi Usyani (41), ibu Ardi adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Ardi adalah anak bungsu, anak tertua bu Elvi masih sekolah SMA. Sehari-hari bu Elvi berjualan soto dan kaldu di Jln. Seludang Sumenep. Karena besarnya biaya hidup dan biaya pengobatan yang tidak sesuai dengan pendapatan sehari-hari yang didapat, terkadang bu Elvi harus berhutang untuk memenuhi biaya berobat. Biaya pengobatan Ardi ke Surabaya menggunakan fasilitas BPJS, walaupun BPJS tidak mengcover keseluruhan biaya. Melihat semangat yang tinggi dari Ardi, kami #SedekahRombongan beruntung diberi kesempatan untuk membantunya. Bantuan telah diberikan, bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan ketika di Surabaya. Ardi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @vanmadura Syamsuri @hafnirosania

Ardi menderita thalassemia


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok RT 2/6, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur dagangannya. Bu lihah adalah Janda dengan satu anak. Sekitar 4 bulan lalu ia mengeluhkan sakit di bagian payudaranya. Terdapat benjolan di bagian payudara sebelah kiri dan mengeluarkan darah serta cairan kuning dari bagian putingnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah bu Lihah, beliau juga menuturkan bahwa payudaranya mengalami pembengkakan selama beberapa bulan terakhir. Pihak kerabat terdekat mengantar bu Lihah unutk periksa ke Puskesmas dan kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan untuk menjalani operasi pengangkatan kankernya. Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Meski begitu bu Lihah mengeluhkan besarnya biaya transportasi untuk berobat dari rumah ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu bu Lihah dengan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan biaya obat di luar BPJS. Operasi sudah dilakukan dan kondisi bu Lihah pasca operasi mulai membaik. Saat ini bu Lihah sedang menunggu jadwal kemoterapi yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan yang Sedekah Rombongan sampaikan juga meliputi biaya transportasi bu Lihah dari Madura ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Lihah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.030.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @masyrifahhatib @hafnirosania

Bu sulihah menderita kanker payudara


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 1030.

Jumlah Bantuan​: Rp. 525.000,-
Tanggal​​: 26 Mei 2017
Kurir​​​: @vanmadura Ruslan @hafnirosania

Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, Diabetes Mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, RT 7/9, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke Rumah Sakit Bangkalan. Tim medis menganjurkan operasi untuk mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Pak Jalaluddin melakukan operasi pemasangan pen dengan biaya dibantu oleh Jasa Raharja. Perawatan tidak sampai disitu saja, karena ia memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, selama 4x perawatan keluarga pak Jalaluddin mengeluarkan biaya 1,2 juta. Kondisi lukanya semakin membaik. Awal februari lalu pak Jalaluddin mendapatkan cobaan lagi, beliau terjatuh ketika mengambil air minum, akhirnya luka yang semula dikaki kiri, menjalar ke bagian lutut atas. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan luka lagi. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Setelah itu ia disarankan kontrol di poli ortopedi seminggu sekali, hingga pada pertengahan februari dokter memutuskan pak Jalaluddin harus mendapatkan perawat luka di ruang operasi karena telah terjadi infeksi. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) ia dikaruniai 4 orang anak. ia bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, ia lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan. Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati Bangkalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun membengkak, uang modal jualan terpaksa dipakai untuk membiayai perawatan luka pak Jalaluddin. Sekali pengobatan keluarga mengeluarkan biaya sebesar 750 ribu sedangkan pak Jalaluddin harus mendapatkan 2 kali pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan keluarga 1,5 juta selama seminggu, belum lagi biaya hidup sehari hari pak Jalaluddin dan keluarga. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan disampaikan langsung kepada Pak Jalaluddin dan keluarganya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1016. Semoga Pak Jalaluddin di berikan kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Nuris Ainul Wulan

Pak jalaludin menderita diabetes mellitus


DUMIYAH BIN SATINA (49, Polio). Alamat : Dsn Karang, RT 5/14, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Dum sapaan wanita paruh baya ini, berawal dari sakit yang dideritanya sejak kecil, kisah penyakit yang diderita bu dumiyah ini diawali dengan sakit panas yg berkepanjangan, biaya adalah kendala beliau untuk tdiak memeriksakan sakitnya ini sehingga sakitnya semakin parah sampai usianya saat ini. kehidupan ibu Dumiyah ini sangat mengiris hati knp tidak, Bu Dumiyah hidup sendiri di sebuah rumah pengap hasil sumbangan yang kemudian di bangunkan oleh warga sekitar, kondisi yg cacat hanya bisa berbaring ini lah kendala bu dumiyah tidak bisa mandiri bekerja dan menafkahi dirinya sendiri. Mengandalkan bantuan dari warga sekitar inilah yang bisa meringankan beban hidup bu Dumiyah. Karena melihat kondisi warga sekitar yg membantu juga ekonominya lemah. Listrik untuk penerangan rumah Bu Dumiyah juga disambungkan ke salah satu rumah warga. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa santunan uang untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Teguh

Bu Dum menderita polio


SATIHAH BIN KARTO (56, Kanker Mata). Alamat : Dusun Kembang, RT 6/8, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Satihah adalah seorang wanita paruh baya yang hanya hidup berdua dengan suaminya, Mat Sai. Pada awal mula penyakit yang diderita ibu satihah muncul benjolan kecil dibagian kelopak mata tetapi beliau tidak merasa sakit pada benjolan tersebut. Beliau tetap pergi ke ladangnya untuk melakukan aktivitas seperti biasa karena tidak ada gejala-gejala sakit dikelopak mata. Tetapi setelah beberapa lama benjolan itu semakin membesar dan mengakibatkan rasa sakit pada kelopak mata dan kepalanya. Sehingga Bu Satihah memutuskan untuk beristirahat dirumah. Beliau menderita sakit kanker itu sekitar 6 Tahun dan tidak bisa lagi beraktivitas ke ladangnya beliau hanya pasrah dengan kondisinya saat ini dan sangat mengharap uluran tangan para dermawan karena beliau tidak mampu untuk berobat ke rumah sakit terdekat. Beliau hanya berobat seadanya dan sesuai kemampuannya. Bu Satihah dan suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani. Mereka hidup dengan modal tenaga di sawah orang untuk mendaptkan uang. Biaya yang membuat Bu Satihah tidak bisa ke pelayanan medis serta akses jalan menuju rumah Bu Satihah susah dilalui kendaraan. Selain tidak memiliki biaya untuk berobat, Bu Satihah juga takut jika akan di operasi. Sehingga suatu ketika benjolan sudah menutupi wajah Bu Satihah akhirnya mau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan dengan kondisi lemah, karena makan dan minumpun sudah tidak bisa. Setelah satu hari berada di RSUD Pamekasan, Bu Satihah menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa santunan uang duka. Semoga beliau meninggal khusnul khotimah, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Muhyi

Bu Satihah menderita kanker mata


AMELIA SAFITRI (1, Hydrochepalus + Meningoencephalocele). Alamat: Dusun Daleman, RT 5/9, Desa Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Amelia adalah putri ketiga dari Pak Ali Wafa (41) dan Ibu Motiah (35). Pasangan ini bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatannya tidak menentu. Ketika mengandung Amelia, Bu Motiah merasa bahwa bayi nya jarang bergerak. Setelah diperiksakan ke bidan desa, bidan menyatakan ada kelainan pada bayi dan disarankan untuk periksa ke dokter kandungan. Pihak keluarga kemudian memeriksakan ke dr. Franky Sp.OG dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa bayi yang dikandung menderita hydrochelapus. Dokter menyarankan untuk dilahirkan melalui cara operasi. Setelah dilakukan operasi ditemukan di kepala belakang sang bayi ada kelainan yang berupa benjolan yang diketahui bahwa disebabkan adanya pembengkakan pada tulang kepala belakang. Dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS JKN, dek Amelia dibawa untuk melanjutkan pengobatan di Surabaya. Pemeriksaan dokter di Surabaya menyatakan bahwa dek Amalia mengalami Meningoencephalocele dan hydrochepalus. Meningoencephalocele yaitu suatu kelainan benjolan di selaput otak dan otak, akibat ketidaksempurnaan tulang dasar tengkorak yang tidak menutup dan mengakibatkan gangguan fungsi otak. Dokter segera melakukan tindakan operasi dan dek Amelia dirawat di Rumah Sakit selama 33 hari. Kondisi hari semakin hari semakin membaik seperti layaknya bayi normal, dengan selang dikepala sampai keperut untuk pembuangan cairan melalui usus. Tetapi akhir Juni, Amelia mengalami hal yang tidak seperti biasanya. Ia menangis terus menerus sehingga orang tua membawa kembali ke Puskesmas. Pihak Puskesmas mengatakan Amelia mengalami dehidrasi. Tetapi karena kondisi semakin menurun hingga pada sore harinya, Amelia menghembuskan nafas terakhirnya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian Amelia. Santunan kembali disampaikan sebagai santunan kematian. Santunan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Teguh @hafnirosania

Amelia menderita hydrochelapus


R. HERI MULYADI (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 3/1, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Sekitar awal bulan Juli 2016 Bapak Heri merasakan sakit pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Syamrabu Bangkalan, di diagnosa terkena Hernia dan pada bulan September 2016 dilakukan operasi Hernia. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada Carsinoma Colorectal (Ca Colon) Transversum kategori Mucinous Adenocarsinoma Colon. Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu losmen di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga losmen di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan SEHATI, masalah biaya transportasi ke Surabaya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun diberikan kepada Bapak Heri. Alhamdulillah bulan januari pak Heri telah menyelesaikan kemoterapi yang pertama, namun masalah mucul ketika pak heri hendak melakukan kemoterapi yang kedua kalinya, dokter onkologi RS dr.Soetomo Surabaya menganjurkan pak Heri untuk melakukan operasi penutupan stoma, pak Heri dan bu Novi menyetujui keputusan dari dokter onkologi. Pada tanggal 22 Mei 2017 pak Heri melakukan kemoterapi pertama kalinya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan disarankan untuk terus konsumsi obat secara rutin. Alhamdulillah pak Heri telah menjalani kemoterapi yang ke 4, namun kondisi mulai menurun, terlihat lemas, ganpang lelah dan nafsu makan berkurang. Beliau masih disarankan untuk terus menjalani kemoterapi secara rutin. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1024 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat perawatan di Rumah Sakit dan biaya transportasi untuk kemoterapi. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris Ade Wulan

Pak heri di diagnosa terkena Hernia


ACHMAD JUNAIDI (52, Bedah Rumah Dhuafa) Alamat: JL. KH. Achmad Marzuki, RT 3/8, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Idi begitu beliau biasa dipanggil. Rumah bapak Idi yang dihuni istri dan 2 orang anaknya akan roboh. Atapnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh, begitu pun dinding rumahnya. Lantainya masih terbuat dari tanah. Atap dan dindingnya bolong sehingga sering memudahkan tikus masuk ke dalam rumah. Tanah lantai rumah bapak Idi sering dikeruk oleh tikus sehingga membuat lantai rumah menjadi rusak, terkadang tikus juga memakan pakaian dan sepatu sekolah milik anak bapak Idi. Istrinya (Ernawati, 42) hanya seorang buruh cuci dengan penghasilan tidak menetap. Sedangkan bapak Idi adalah seorang cleaning service di RSUD Bangkalan dengan penghasilan Rp700.000 per bulannya. Anak pertama bapak Idi sedang bersekolah kelas 2 SMA dan anak bungsunya duduk di bangku kelas 4 SD. Pada tanggal 26 Juni 2017, tembok rumah bapak Idi dibagian dalam roboh dan atapnya sudah jebol dan hampir jatuh ke bawah, lantainya juga sudah lapuk karena terkeruk oleh tikus, kasur dan bantalnya sudah tidak bisa dipakai lagi. Warga sekitar dengan sigap meminta urunan untuk membantu memperbaiki rumah bapak Idi. Kabar ini terdengar oleh kurir SedekahRombongan Bangkalan. Alhamdulillh SedekahRombongan memberikan bantuan untuk membeli bahan bangunan berupa kayu, asbes untuk atap, cat, kasur dan bantal. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk bapak Idi dan keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tangal : 1 Juli 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Indah Ainul Wulan

Bedah rumah dhuafa


SAIDATUL MILLAH (17, Tumor Pinggul). Alamat : Dusun Babab Utara, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika Mila merasakan adanya benjolan pada pinggul bagian kanannya semenjak SMP namun dibiarkan sampai kelas 2 SMA. Benjolan tersebut ternyata semakin membesar dan terasa nyeri saat berjalan dan duduk, sampai tidurpun sangat susah. Kondisi ini sudah sangat mengganggu, kini Mila jarang masuk sekolah akibat penyakitnya. Akan tetapi karena Mila sedang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan menjalani ujian akhir, maka berkat dukungan dari guru-gurunya Mila masih mau melanjutkan sekolah meskipun harus memaksakan kondisi kesehatannya. Mila pernah menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Bangkalan dengan menggunakan jaminan kesehatan pemerintah kabupaten yaitu SEHATI. Dokter manganjurkan untuk dibawa kerumah sakit type A yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dikarenakan penyakit tumor yang diderita Mila tidak bisa ditangani dirumah sakit Bangkalan. Orang tua Mila menghentikan pengobatan tersebut dikarenakan tidak adanya biaya untuk berobat dan transportasi. Ayah Mila sudah meninggal sejak dia SD kemudian ibunya menikah lagi dan hidup terpisah dengan Mila. Dia tinggal dengan kakaknya (Ahmad Musa, 29) dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan, kakak Mila bekerja sebagai buruh cuci motor di Arosbaya, penghasilannya hanya cukup untuk mereka makan bertiga sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Mila dan keluarganya untuk transportasi ke RSUD Dr Soetomo. Setelah beberapa kali ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan laboratorium, CT scan dan MRI, namun dokter belom bisa memastikan penyakit tumor yang diderita Mila jinak atau ganas. Pada tanggal 31 Mei 2017 ada kabar bahagia dari rumah sakit Soetomo Surabaya, salah satu dokter yang menangani Mila mengkonfirmasi bahwa sudah bisa (MRS) masuk rumah sakit, untuk dilakukan operasi. Alhamdulillah pada tanggal 20 Juni 2017 Mila menjalani operasi pengangkatan tumor. Kondisi saat ini semakin membaik hanya saja bekas operasinya masih belum sembuh dan Mila masih belum bisa berjalan normal. Mila disarankan untuk tetap rutin menjalani kontrol ke RSUD Dr. Soetomo. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 1024 yang diberikan untuk kebutuhan Mila sehari-hari dan biaya menebus obat. Semoga Mila diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas seperti anak remaja lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Zamroni Nuris Wulan

Mila menderita tumor pinggul


RIANTEN BINTI RUUDAN (60, Kebutaan). Alamat : Desa Planggaran Timur, RT 10/2, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Sejak 2 tahun lalu, di umurnya yang mulai memasuki usia senja, Bu Rianten mengalami masalah pada kedua mata nya, dimana tak lagi dapat melihat dengan jelas. Ia telah diperiksakan ke puskemas setempat dan dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan pengobatan. Namun dikarenakan kendala biaya, saat itu ia memilih untuk tidak mengikuti saran dokter. Hingga akhirnya, kini kedua matanya mengalami kebutaan total, tak lagi dapat melihat. Kondisi badannya pun juga tak sesehat dulu, sehingga untuk memlihkan kesehatannya, ia mengkonsumsi susu, madu, serta obat yg ia beli di apotek. Sejak ia sakit, anaknya yang melanjutkan dirinya sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup. Suami telah lama meninggal dunia dengan meninggalkan 2 anak yang semuanya perempuan. Semoga bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan dapat membantu meringankan kebutuhan hidup nya dan keluarga.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Angga Sugi

Bu rianten mengalami kebutaan


ISTIFAH BINTI ABDUL (23, Skizofrenia). Alamat : Dusun Berek Leke, RT 2/8, Desa Gulbung, Kec. Pangarengan, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Setahun belakangan ini, gadis yang sehari-hari nya ceria, kini hanya mengurung diri di rumahnya. Untuk makan pun susah, sehingga membuat tubuhnya semakin hari semakin kurus dan seringkali pingsan dan mual-mual. Tak tau apa penyebab pastinya, diidentifikasi ia mengalami gejala penyakit jiwa atau yang biasa disebut skizofrenia. Anak ke 3 dari 4 (Alm) Abdul dan Bu Hosna (60) ini hanya tersenyum saat ditanya tentang dirinya. Si ibu yang sehari-hari bekerja sebagai penjaja ikan keliling yang dengan sabar merawatnya. Naas, bukan hanya Istifah, anaknya yang mengalami gejala gangguan kejiwaan. Namun juga anak ke 2 saudaranya pun juga mengalami gejala yang sama. Saat mengetahui informasi keluarga tersebut, kurir sedekah rombongan mendampingi Istifah untuk berobat. Diantara saudaranya, hanya Istifah yang mau diajak berobat. Pada bulan Juni 2017, sebanyak 2 kali, Istifah kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Psikiater menyatakan bahwa sulit mengidentifikasi apa penyebab pasti dari penyakitnya, kemungkinan terdapat faktor turunan, namun masih bisa untuk disembuhkan. Ia Masih harus kontrol rutin ke psikiater dan juga rutin minum obat agar mempercepat proses penyembuhan nya. Bantuan kembali disampiakan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 1024. Semoga bantuan yang diberikan sedekaholic ini dapat membantu proses penyembuhannya serta membantu kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Angga Sri Ifa Robby

Istifah mengalami gejala gangguan kejiwaan


ISNAINI BINTI JUHANA (5, meningitis). Alamat : Desa Jrengik Laok, RT 10/3, Dusun Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. Isnaini adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara. Bapaknya telah meninggal semenjak isnaini masih bayi. Sang ibu, Hosniyeh (48), yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai petugas cleaning service di puskesmas tak jauh dari rumah. Semenjak 4 bulan, Isnaini didiagnosa kelebihan mengidap meningitis, terdapat kelebihan cairan di otak, yang menyebabkan ia sampai saat ini di umur nya yang beranjak 5 tahun masih belum bisa berjalan dan berbicara, tangan kanan dan kaki kanan juga susah untuk digerakkan. Ibunya tak melanjutkan untuk dilakukan tindakan medis dikarenakan terkendala biaya. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan beberapa pekan lalu, kurir mengarahkan untuk si ibu membuat BPJS agar meringankan biaya pengobatan. Semoga bantuan yang disalurkan dari sedekaholic dapat membantu proses pengobatan dek Isnaini.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Fafan Sri

Isnaini didiagnosa mengidap meningitis


VINA AFIDATUS SHOFA (1, Lahir Tanpa Anus). Alamat : Dusun Panyaleh, RT 2/3, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Vina panggilan adik ini adalah balita yg diketahui lahir tanpa anus oleh orang tuanya, saat diketahui setelah 1 hari 1 malam mulai muntah kuning secara terus menurus dan kondisi perut mengeras, sehingga orang tua membawa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Setelah diketahui tidak memiliki anus oleh dokter disarankan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Setelah itu selama 3 hari di RSUD surabaya dibuatkan lubang pengeluaran di perut bagian samping kiri. Sejak itu Vina kontrol tiap 2 minggu sekali ke Surabaya. Setelah juga dokter mnyarankan untuk mnggu operasi pembuatan lubang anus. Terakhir adik vina dapat panggilan oleh pihak RSUD Soetomo SBY untuk pembuatan lubang anus dengan cara d operasi. Pada tanggal 7 Juli 2017, setelah memakan sekitar 1 jam proses operasi lubang pembuatan anus di bokong blm bisa lngsng digunakan karena masih da beberapa tahap yg harus di lalui. Saat ini adik vina jika BAB masih mnggunakan lubang anus buatan yg di perut. Kondisi adik vina dalam keadaan sehat. Besarnya biaya berobat dan biaya operasi inilah yg ditakutkan oleh orang tua yg pekerjaannya sebagai petani d desanya. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa uang saku saat perjalanan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk proses pembuatan lubang anus.

Jumlah Bantuan : Rp. 730.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Monir Teguh

Vina lahir tanpa anus


HERMAN BIN YUM (54, Stroke). Alamat : Dusun Berkongan Utara, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Herman adalah pria paruh baya yang mengalami sakit stroke. Awal mula sakit yang di derita Pak Herman saat merantau mencari nafkah ke Malaysia. Pak Herman memutuskan bekerja ke Malaysia karena ingin memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mengingat pekerjaan hanya sebagai buruh tani di desanya. Sejak istrinya meninggal 11 tahun yg lalu, beliau nekat bekerja ke Malaysia. Tiga bulan lamanya di Malaysia beliau pulang dalam keadaan sakit kaki tidak bisa bergerak dan tidak bisa bicara. Sejak itu beliau berobat secara medis dan non medis dan hasilnya semakin parah. Diantara pengobatan ini pernah di infus di rumah oleh perawat selama dua hari. Menghabiskan biaya satu juta rupiah tetapi hasilnya pun semakin parah. Sehingga dari pihak keluarga pasrah dirawat dirumah. Saat ini kondisi Pak Herman hanya bisa berbaring dan tubuhnya tidak bisa bergerak. Hanya tangan sebelah kiri yang masih berfungsi. Sakit yang diderita pak Herman sudah tujuh bulan lamanya semenjak pulang dari Malaysia sampai saat ini. Empat anak yg ditanggung oleh beliau saat ini putus sekolah semua karena tidak ada biaya. Selain itu tanggungan hutang beliau kepada orang sekitar tujuh lebih yang digunakan saat biaya pulang dari Malaysia sampai pengobatan medis dan non medis. Tanggal 7 Juli Pak Herman di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan untuk menjalani pengobatan. Setelah tiga hari di RSUD Pamekasan, ternyata menurut dokter bahwa penyakit stroke ini sudah parah dan susah di obati sehingga Pak Herman kembali pulang untuk kembali di rawat dirumah. Sampai saat ini, kondisi beliau tidak mengalami perubahan. Beliau menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberi santunan berupa uang saku selama di RSUD Pamekasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Monir Indra

Pak Herman mengalami sakit stroke


PADI BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi Ipin @EArynta

Pak Padi di diagnosa menderita tumor mata


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat: Jl. Syamanhudi No. 35, RT 3/6, Kecamatan Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Selain itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS serta biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 1000. Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun dokter menyarankan agar bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 707.000,-
Tanggal: 9 Juni 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @GitaTamara @EArynta

Bu Gio menderita kanker payudara stadium 3


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak. Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 722.900,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Rifky didiagnosa menderita kanker kulit


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1030. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.100.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1028. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 582.500,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Riany @EArynta

Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada januari 2017 Bu hartatik melakukan operasi dan kondisi saat ini kondisinya sudah membaik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1025. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak


MANSHUR AZIZ (47, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Pohgurih, RT 2/7, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu Pak Manshur sudah menderita sakit. Awal mulanya Pak Manshur sering merasakan sakit kepala. Selain sering sakit kepala, bagian sekitar leher hingga wajah juga kaku atau sulit untuk digerakkan. Mata beliau juga juling sehingga pandangan mata Pak Manshur pun kabur. Tidak hanya itu, Pak Manshur kesulitan untuk bicara secara jelas karena suara beliau menjadi serak. Pak Manshur juga sering mimisan. Karena beragam keluhan yang beliau alami akhirnya Pak Manshur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, Pak Manshur dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring. Dari RSI Sakinah Mojokerto, Pak Manshur dirujuk lagi ke RSUD Mojokerto untuk melakukan kemoterapi. Hingga saat ini Pak Manshur sudah melakukan kemoterapi sebanyak lima kali. Namun hingga kini, beliau masing sering merasa pusing, leher kaku, kesulitan berbicara karena serak, dan penglihatan beliau yang kurang jelas. Istri Pak Manshur, Mutoharoh (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum sakit, Pak Manshur bekerja sebagai tukang sepatu. Selama pengobatan di RSUD Mojokerto, Pak Manshur menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan kesehatan dan biaya untuk transportasi. Maklum saja, sudah tidak ada pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari karena Pak Manshur sudah tidak bekerja lagi. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya obat-obatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1025. Pak Manshur dan keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 693.400,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Eisty @EArynta

Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028. Juni ini Bu Misreni telah melakukan operasi besar yang kedua. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 783.500-
Tanggal: 16 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Misreni menderita tumor mata


RAMA ISWANTO (10, Gloukoma + Katarak). Alamat: Dusun Sumbersari, RT 1/2, Desa Sumber Karang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yang masih kecil, Rama kecil harus berjuang melihat dengan satu mata saja, yaitu mata kirinya. Kejadian tersebut dimulai sejak Rama berusia enam tahun, dia mengeluh sakit di daerah mata sebelah kanannya karena tidak sengaja tertusuk sedotan pada saat acara perlombaan hari kemerdekaan di desanya. Tidak hanya tertusuk sedotan, mata Rama juga kemasukan pasir sehingga secara spontan ia mengucek matanya. Semenjak kejadian tersebut, Rama mengeluh sakit di bagian mata. Rama kesulitan melihat dengan mata sebelah kanan dan yang ia lihat hanya sebuah cahaya. Keluarga pun melarikan Rama ke Puskesmas terdekat. Rama juga melakukan pemeriksaan di dokter spesialis mata di Mojosari. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa mata Rama mengalami kebutaan dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Saat ada operasi katarak gratis yang diadakan oleh pemerintah setempat, keluarga membawa Rama agar mendapatkan operasi gratis. Namun, dokter menyatakan bahwa Rama harus dioperasi di Surabaya karena usianya yang masih belia sehingga harus menjalani operasi khusus. Kini, Rama masih kesulitan untuk melihat dengan normal. Ayah Rama, Suparlan Marsono sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya, Istimaul Khusnah (45) bekerja sebagai buruh tani. Ada keinginan untuk operasi namun BPJS milik Rama masih menunggak 16 bulan. Selain itu, keluarga juga masih mengalami kesulitan mengenai transportasi saat berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami oleh Rama. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan, transportasi dan kebutuhan nutrisi pasien. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028. Semoga Rama dapat segera sembuh dan dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 614.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Putra @EArynta

Rama menderita gloukoma + katarak


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala.bantuan sebelumnya tercatat pada rombingan 1025.

Jumlah Bantuan : Rp. 689.200,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Siti didiagnosa menderita tumor tulang


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 669.200,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Ayu @EArynta

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan Sedekah Rombongan Surabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1025. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


SUPARLAN BIN GIRI DJASMITO (52, Tumor Telinga). Alamat : Dukuh Bandung, RT 5/2, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Pak Parlan biasa beliau dipanggil. Semenjak 4 bulan yang lalu ( November 2016),awal mulanya selama satu minggu kepala terasa sangat pusing. Oleh keluarga akhirnya berobat ke RS Mardi Rahayu ditemukan adanya tumor di sekitar telinga.Dari dokter dikasih rujukan ke RS Ken Saras menggunakan fasilitas jaminan kesehatan.Tindakan yang dilakukan pembedahan leher sebelah kanan,selanjutnya sudah dilakukan kemo sekali. Setelah itu oleh dokter dianjurkan kontrol lagi setiap sebulan sekali. Pak Parlan tinggal bersama istri, Ibu Maryati (41). Sebelum sakit Pak Parlan bekerja sebagai tukang batu. Sejak Pak Parlan sakit Bu Maryati menggantikan beliau mencari nafkah buat keluarga. Bu Maryati bekerja sebagai buruh salah satu pabrik rokok di Kudus. Jaminan kesehatan KIS – JKN PBI yang dimiliki Pak Parlan sangat membantu selama Ia mengalami pengobatan. Namun Kesulitan keluarga yang dialami ketika Pak Parlan harus melakukan rawat jalan di RS Ken Saras dan adanya obat yang harus ditanggung sendiri karena tidak tercover oleh KIS. Alhamdulillah team Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Pak Parlan Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Santunan sebelumnya sudah ada pada rombongan 1005. Semoga kondisi Pak Parlan semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @

Pak Suparlan menderita tumor telinga


JOHAN ADI SAPUTRA (16, Perlengketan Usus). Alamat: Desa Ploso, RT 2/1, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Johan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak awal Januari 2017. Johan merupakan siswa kelas X STM Wisuda Karya Kudus. Awal Mula Johan mulai merasakan sakit pada bagian perut sejak bulan September tahun 2016. Sakit yang Johan rasakan pada perutnya seperti ditusuk tusuk. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi Kudus. Oleh pihak dokter dinyatakan usus Johan mengalami perlengketan (adhesi) yang membuat ia susah BAB. Pihak RSUD melakukan tindakan laparatomi (bedah perut) dan pembuatan kolostomi yaitu membuatkan saluran pembuangan feses (kotoran) di bagian usus besar. Saat ini kondisi Johan hanya bisa terbaring di tempat tidur karena tidak dapat beraktifitas seperti biasa dan terpaksa cuti dari sekolah. Saat ini Johan tinggal bersama ibunya bernama Sumanah (41) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Bapaknya bernama Ngadimin (45) yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Jaminan kesehatan KIS – JKN PBI yang dimiliki Johan sangat membantu selama Ia mengalami pengobatan. Namun Kesulitan keluarga yang dialami ketika Johan harus segera di bawa ke Rumah Sakit Karyadi semarang untuk segera dilakukan penanganan pengobatan lebih lanjut. Alhamdulillah team Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Johan Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Santunan sebelumnya sudad terdaftar nomor rombongan 975. Semoga kondisi Mas Johan semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Johan mengalami mengalami perlengketan (adhesi) usus


MAS’AMAH BINTI MAD IHSAN (77, Stroke). Alamat : Dusun Pedak, RT 7/1, Desa Klumpit. Kec Gebog. Kab Kudus. Jawa Tengah. Ini Mas’amah sudah menderita sakit sejak bulan September 2016. Di usianya yang sudah lanjut, ibu Mas’amah menderita sakit stroke. Semula hanya sakit biasa. Karena ketiadaan biaya sakit ibu Mas’amah pun semakin buruk. Dan saat ini menderita stroke. Sudah tidak mampu berjalan. Dan sehari hari menggunakan kursi roda untuk berpindah tempat. Sehari hari bu mas’amah tinggal bersama putra satu satunya yang juga masih sendiri dan belum menikah. Dan sehari hari ibu mas’amah sering menghabiskan waktu hanya sendiri dirumah. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu Mas’amah . Dan diberikan bantuan berupa pendampingan dan transportasi serta Santunan kepada bu mas’amah dalam usaha beliau untuk mencari kesembuhan. Semoga ikhtiar bu mas’amah dan keluarga serta kurir Sedekah Rombongan area Kudus mendapat hasil yang terbaik dari Allah Swt. Dan bagi segenap donatur semoga mendapat karunia yang terbaik dari Allah.. amin ya rabbal alamin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @mustafaandre @lucieaugustin @akuokawai

Ibu Mas’amah menderita sakit stroke


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan Mei sd. Juni 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “Srbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowono, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah-daerah perbatasan yang jarak tempuh ke RSUD/RSUP sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian bensin dan gaji pengemudi MTSR bulan Me sd Juni 2017. Semoga dengan hadirnya MTSR di Wilayah Ungaran dan Salatiga akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit. Laporan mengenai MTSR PANTURA TIMUR III sebelumnya ada dalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.600.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian Muhtadin @akuokawai

Biaya operasional MTSR bulan Mei sd. Juni 2017


Dimas Dwi Nur Cahyo (15, Lumpuh). Alamat: Jl. Jonggring saloko IV No. 04 RT. 006 RW. 012 Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah. Dimas Dwi Anugrah adalah putra bapak Bihari dan ibu Sukaesih ini, Dulu nya Dimas tumbuh layaknya anak seusianya dengan normal, kemudian barulah sejak umur 3 tahun Dimas sering terjatuh dengan tumpuan yang selalu sama, kaki sebelah kiri, semenjak itu perlahan kaki yang biasa bisa digerakan dengan normal itu, perlahan mulai melemah, mulai dari jongkok tidak bisa berdiri hingga akhirnya tidak bisa berjalan dengan normal, Seharusnya Dimas saat ini sudah duduk di bangku SMP semenjak sakit Dimas tidak dapat melanjutkan sekolahnya kembali, saat ini keluarganya sudah pasrah Pak Bihari yang sehari-hari hanya menghidupi keluarganya dengan menarik becak sudah tak mampu berbuat banyak, dulu Dimas sudah sempat di berobatkan dimana-mana sudah sampai berobat di RS Tugu namun hanya bertahan 3 Bulan saja, dan terpaksa harus berhenti karena terkendala biaya dan karena perkembangan yang tidak kunjung membaik, akhirnya keluarga memutuskan untuk mengehentikan pengobatan, kini keadaan Dimas semakin memburuk, karena minim nya aktivitas, tiap harinya Dimas hanya tiduran di kasur dan menonton TV dengan sesekali bermain hp, Santunan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban biaya hidup sehari-hari pak Biari dan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 3 Juli 2017
Kurir: @indrades, @naadiahusna, @arifin_

Dimas menderita lumpuh


KAMA BIN MOMAHAMMAD BARDI (46, Diabetes). Alamat : Dusun Karang, RT 5/14, Desa Larangan Badung, Kec. Palengaan, Kab. Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. Bu Kama adalah seorang janda yang memiliki 2 anak berusia 17Thn dan 6Thn. Suami bu kama meninggal sejak 1 Thn yg lalu, meninggal karena penyakit diabetes. Asal mula penyakit yang dialami Bu Kama ini sering mengalami gatal d sekujur tubuh selama 1 Thn,karena terkendala di biaya ibu kama tidak pernah berobat ke dokter, sehingga lama kelamaan kulit mulai mngelupas dan kondisi kaki sekarang mengalami luka sehingga kaki dikit demi sedikit mengalami luka luka. Sampai sekarang penyakit yg di derita itu sudah tiga tahun lamanya. sehingga diabet ini menjalar ke saraf mata sehingga kondisi mata tidak bisa melihat. Untuk kebutuhan sehari haripun dbantu masyarakat sekitar dan kedua anaknya yang merawatnya. Akhirnya Bu kama di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan oleh salah satu Kurir Sedekah Rombongan untuk penanganan penyakitnya, sambil lalu dibuatkan BPJS saat itu. Setelah sekitar 2 minggu opname, dokter menyarankan bu kama bisa pulang, saat itu pula kondisi bu kama semakin drop. Semenjak pulang dari RSUD sampai saat ini Bu Kama tidak mau kembali berobat. Sedekah Rombongan memberi bantuan santunan terakhir. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @vanmadura Teguh

Bu Kama menderita diabetes

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SIRUN BIN TASLIM 1,500,000
2 SUMINGKIR BINTI MIJO 1,000,000
3 SARTINI BINTI KASMAN 1,000,000
4 ANGGER VAHESYA PUTRA 2,000,000
5 SUTARNO BIN URIP 2,000,000
6 SRI SUSILO 1,500,000
7 NURUDIN BIN MURSYID ARIFUDIN 1,500,000
8 WARDI BIN MINTO ATEMO 1,500,000
9 MARIA KENUWAY 1,000,000
10 RSSR SORONG 1,000,000
11 KORI IMBIRI 500,000
12 RSSR SORONG 1,000,000
13 RAGUAN ALTING 500,000
14 RAHMAWATY 1,000,000
15 SUMINTEN BINTI SUWIJI 1,000,000
16 DEDI IRAWAN 3,200,000
17 MTSR SORONG 3,500,000
18 DEDI IRAWAN 6,607,836
19 KAYLA WAHYU SALSABILA 3,000,000
20 GAMARIA DAILON 1,500,000
21 SRI WARTINI 500,000
22 MISNAM 500,000
23 ZULKIFLI KUTUMLAS 1,000,000
24 APRILIA 1,000,000
25 GEORGE DOMINGGUS 500,000
26 SAONAH 500,000
27 HEMA MUGU 500,000
28 ROSE 500,000
29 M JUNAEDI 500,000
30 USRIFATUL MAULIDIA 892,900
31 RAHMAT MAULIDAN AZUARDI 1,000,000
32 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 1,030,000
33 SARIHA BINTI DUL KAWI 525,000
34 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,500,000
35 DUMIYAH BIN SATINA 750,000
36 SATIHAH BIN KARTO 500,000
37 AMELIA SAFITRI 800,000
38 R. HERI MULYADI 750,000
39 ACHMAD JUNAIDI 2,500,000
40 SAIDATUL MILLAH 600,000
41 RIANTEN BINTI RUUDAN 500,000
42 ISTIFAH BINTI ABDUL 500,000
43 ISNAINI BINTI JUHANA 500,000
44 VINA AFIDATUS SHOFA 730,000
45 HERMAN BIN YUM 500,000
46 PADI BIN SAKIP 500,000
47 NJOO SWIE FOEN 707,000
48 RIFKY ELMADITA 722,900
49 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,100,000
50 LAILY HANIK 585,500
51 HARTATIK ROFI’I 500,000
52 MANSHUR AZIZ 693,400
53 MISRENI BINTI SAMIN 783,500
54 RAMA ISWANTO 614,000
55 SITI NUR MUJAWAROH 689,200
56 SITI MU’ALIMAH 669,200
57 SUCI RAMADANI​ 553,500
58 SUPARLAN BIN GIRI DJASMITO 500,000
59 JOHAN ADI SAPUTRA 500,000
60 MAS’AMAH BINTI MAD IHSAN 1,000,000
61 MTSR PANTURA TIMUR III 2,600,000
62 Dimas Dwi Nur Cahyo 1,000,000
62 KAMA BIN MOMAHAMMAD BARDI 500,000
Total 70,103,936

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,103,936,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1042 ROMBONGAN

Rp. 54,393,177,747,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 1042

  1. khoirul amin

    Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add
    to my blog that automatically tweet my newest twitter updates.
    I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and
    was hoping maybe you would have some experience with something
    like this. Please let me know if you run into anything.
    I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.