Rombongan 1041

Bersedekahlah, maka doa mereka akan membawa kebahagiaan kepada anda.
Posted by on August 27, 2017

SLAMET ABDUL JALIL (5, Epilepsi). Alamat : Madigondo,Sidoharjo,Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Slamet Abdul Jalil biasa dipanggil Slamet, sejak lahir sudah sakit kejang dan ternyata Epilepsi. Slamet anak dari Darmanto (49) dan Sudrikah(42) orang tuanya bekerja sebagai petani dan serabutan sebagai buruh tukang gelondong kayu sangat kerepotan dalam biaya pengobatan anaknya ke 2 tersebut. Pengobatan Slamet sudah di jamin dengan BPJS / KIS , namun untuk biaya operasional ke RS Sarjito dengan ojek tiap Setengah bulan sekali kontrol dengan jarak tempuh 60 km dari rumah juga cukup merepotkan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahim ke rumah Bapak Darmanto orang tua Slamet mereka sangat senang.Semoga santunan ini dapat meringankan beban Slamet dan orang tua.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Slamet menderita epilepsi


DARSIH BINTI LEGIMAN (74, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Bandungrejo, RT 1/1, Kec Kalinyamatan, Kab Jepara, provinsi Jawa Tengah. Bu Darsih, adalah seorang dhuafa yang sehari hari hanya berjualan kelapa. Bu Darsih hanya hidup sendirian sejak sang suami meninggal. Dan di Kudus ini pun bu Darsih tidak memiliki keluarga. Dan kehidupan bu Darsih pun berpindah pindah tempat sejak memutuskan berjalan kelapa. Bu Darsih sehari hari kadang tinggal bersama temanya. Tetapi terkadang juga tinggal di emperan toko pasar mijen, kaliwungu. Kudus. Dan untuk berjualan kelapa, itupun kelapa diambil dari pedagang kelapa lain. Dan terkadang tidak selalu laku. Dan jika tidak laku pun. Terpaksa kelapa dijual karena sudah busuk dan tidak dapat digunakan lagi Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan pun dipertemukan dengan bu Darsih dan memberikan bantuan Santunan lepas untuk ibu Darsih. Semoga kisah ibu Darsih senantiasa mampu membuat kita untuk selalu bersyukur. Dan bagi segenap donatur semoga mendapat karunia yang terbaik dari Allah Swt. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017.
Kurir : @robbyadiarta @lucieaugustin @mustafaandrey @kuokawai

Bantuan tunai


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan Juli 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “SRbergerak” sangat cepat dan padat mengikuti jumlah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kebutuhan antar pasien tidak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, wilayahnya meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUP dr. Kariadi Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang harus dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowono, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah-daerah perbatasan yang jarak tempuh ke RSUD/RSUP sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk pembelian bensin dan gaji pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR di Wilayah Ungaran dan Salatiga akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit. Laporan mengenai MTSR PANTURA TIMUR III sebelumnya ada dalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp 1.955.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian Muhtadin @akuokawai

Biaya operasional MTSR bulan Juli 2017


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Pembelian Nomor Hot Line MTSR). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Jauhnya akses pasien ke RSUD dan RSUP menjadikan alasan diperlukannya MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) untuk Kab.Semarang-Salatiga.. Saat ini kurir Sedekah Rombongan Kab. Semarang-Salatiga menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya yang tersebar di berbagai wilayah di Kab. Semarang-Salatiga. Pada bulan April 2017 alhamdulillah wilayah Kab.Semarang-Salatiga diberi amanah untuk membeli satu unit mobil untuk dijadikan MTSR. Dana dari sedekaholics kali ini digunakan untuk membeli nomor Hot Line (0822-2626-101) untuk MTSR Kab. Semarang-Salatiga dan nomor Hot Line (08226-101-101) untuk MTSR Kudus. Nomor Hot Line ini akan ditulis di sticker MTSR agar masyarakat dapat dengan mudah menghubungi MTSR jika ada yang membutuhkan. Saat ini MTSR baru Sedekah Rombongan Kab. Semarang-Salatiga telah beroperasi yang insyaa Allah juga akan melayani daerah Kab. Boyolali. Sedekah Rombongan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengadaan MTSR berikut perlengkapannya. Semoga Allah menerima dan membalas setiap nilai sedekah yang telah disampaikan dengan kebaikan-kabaikan yang berlipat di dunia dan akhirat, amin. Laporan mengenai MTSR PANTURA TIMUR III sebelumnya ada dalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @muhtadinexc @akuokawai

Pembelian nomor hot line MTSR


DADAN HIDAYAT (50, Hernia). Alamat: Dusun Anoman, RT 8, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada Tahun 2000 Bapak Dadan Hidayat kerap mengalami pingsan lalu beliau dibawa ke bidan guna pengobatan. Tahun 2006 Bapak Dadan Hidayat kembali mendapatkan pengobatan karena beliau merasakan sakit yang membuatnya sulit untuk duduk, tidur dan bergerak. Pada tahun 2016 sakit yang diderita Bapak Dadan Hidayat kian memburuk lalu beliau memerikasakan diri ke Rumah Sakit Mardi Waluyo. Dirumah sakit tersebut Bapak Dadan Hidayat melakukan rawat jalan serta rontgen, adapun hasil dari rontgen menunjukkan beliau menderita penyakit hernia. Pertengahan tahun 2016 penyakit hernia yang diderita Bapak Dadan Hidayat terasa makin parah dan pihak rumah sakit menganjurkan agak beliau melakukan operasi di akhir bulan juli 2017. Kini dalam kesehariannya Bapak Dadan Hidayat hanya bisa banyak istirahat di rumahnya karena kondisi kesehatannya yang kian melemah. Sang istri Aini Cahyati (49) kini harus bekerja lebih ekstra selain harus merawat Bapak Dadan Hidayat, beliau juga harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Istri Bapak Dadan Hidayat sehari-hari bekerja sebagai buruh rumah tangga. Bapak Hidayat sangat terbantu dengan adanya fasilitas kesehatan KIS PBI Kelas III yang dimilikinya. Kondisi kehidupan yang pas-pasan membuat Bapak Dadan Hidayat tak bisa berbuat banyak untuk mendapatkan kesembuhan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Bapak Dadan Hidayat saat kunjungan ke kediaman beliau langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Bapak Dadan Hidayat berupa tunjangan dana guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bapak Dadan Hidayat dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @siskakhadija @xkurniawatix @juniwahyu1927 @akuokawai

Pak dadan menderita penyakit hernia


MEDI WAHYUDI (27, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Tahun 2005 pasien yang akrab dipanggil Yudi ini mengalami perubahan sikap, orangnya pendiam dan suka menyendiri serta tidak suka keramaian. Melihat kondisi seperti itu ayahnya, Muchtar (50) membawa Yudi ke Pondok di Banten. Namun belum genap 1 bulan, Yudi kabur dari Pondok untuk kembali ke Lampung. Kadang Yudi berbicara sendiri, tertawa sendiri, sering menjerit ditengah malam. Keadaan terakhir, Yudi berbicara melantur dan sering mengamuk. Setelah mendapat pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Negeri Sakti, Yudi mengalami perkembangan. Yudi mulai tidur teratur, mengurangi minum kopi dan bicaranya mulai teratur. Yudi tinggal dengan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Yudi memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Keterbatasan ekonomi dan jauhnya akses ke Rumah Sakit Jiwa dari tempat tinggalnya mengakibatkan kesulitan dan keterlambatan pengobatan Yudi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menjadikannya pasien dampingan. Kurir merasakan kesulitan yang dialami keluarga, santunan keempat pun disampaikan untuk biaya transportasi pengobatan, santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 1013. Semoga Yudi dapat segera sembuh total dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @ummusofiayusuf @xkurniawatix @akuokawai

Medi menderita gangguan jiwa


MUNAWAROH BINTI ABDULLAH (69, Stroke ringan + Susah buang air kecil dan besar). Alamat : Dusun SB Blok Aren, RT. 3/- Desa Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Ibu Munawaroh sudah mengalami kebutaan sejak usia remaja setelah sebelumnya terserang penyakit cacar yang tumbuh diarea mata sehingga mengalami kebutaan sampai saat ini. Sekitar beberapa bulan yang lalu Ibu Munawaroh terjatuh di kamar mandi yang menyebabkan stroke ringan dan mengakibatkan pasien sulit berjalan. Sekitar satu minggu terakhir pasien mengalami susah buang air kecil dan buang air besar sehingga pada hari kamis malam tanggal 12 Juli 2017 Ibu Munawaroh dibawa ke Puskesmas Talang Padang setelah sebelumnya diperiksa bidan setempat. Karena kondisi pasien makin melemah dan tekanan darahnya juga semakin tinggi akhirnya Ibu Munawaroh di rujuk Ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu dan diberikan pertolongan pertama dengan memasang selang pada jalan urine. Alhamdulillah setelah mendapat penanganan Ibu Munawaroh dapat mengeluarkan cairan urine sebanyak 2-3 kantong dalam semalam. Kondisi Ibu Munawaroh sekarang semakin melemah dan masih dalam tahap perawatan medis. Ibu Munawaroh hanya tinggal bersama dengan cucu angkatnya yang sehari hari menjadi tukang sayur keliling dan selama beliau sakit tidak dapat berjualan sehingga membutuhkan biaya transportasi dan biaya hidup selama di rumah sakit meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS KIS PBI Kelas III, Alhamdulillah Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Ibu Munawaroh. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya lenimarlina @xkurniawatix @akuokawai

Bu Munawaroh menderita stroke ringan + susah buang air kecil dan besar


SULASTRI BINTI SUGIMIN (30, Tumor Ganas). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 4/2, Kelurahan Maja, Kecamatan Punduh Pudada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Ibu Sulastri begitu beliau biasa disapa, telah menderita tumor ganas sejak tahun 2015. Berawal dari timbulnya benjolan kecil di perut kemudian benjolan tersebut mulai tumbuh membesar. Pada pertengahan 2015 Ibu Sulastri mellakukan operasi di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Setahun berlalu pasca operasi yang dijalani Ibu Sulastri, ternyata benjolan diperut beliau muncul kembali dan beliaupun melakukan operasi di rumah sakit yang sama seperti sebelumnya. Setahun belakangan tumor yang diderita Ibu Sulastri semakin ganas sehingga membuat beliau tidak bisa beraktifitas karena benjolan yang semakin membesar. Kini dalam kesehariannya Ibu Sulastri hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur. Dalam kehidupan perkeluargannya Ibu Sulastri memiliki seorang suami dan . Sang Suami Basirudin (41) sehari-hari bekerja sebagai petani. seorang anak bernama Budi Setiawan. Penghasilan sang suami dari bertani hanya mampu mencukupi kebutuhan kehidupan Ibu Sulastri dan keluarga sehari-hari. Untuk berobat Ibu Sulastri menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesda Kelas III. Ibu Sulastri disarankan pihak rumah sakit untuk dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengingat kondisi keuangan yang tak memungkinkan maka pihak keluarga memutuskan untuk merawat beliau dirumah saja. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melihat kondisi Ibu Sulastri saat kunjungan ke kediaman beliau langsung tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Ibu Sulastri berupa tunjangan dana guna biaya berobat dan juga untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu Sulastri dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @siskakhadija fanani @juniwahyu1927 @akuokawai

Bu Sulastri menderita tumor ganas


SURYAWATI BINTI SAFARI (40, Ca Mamae). Alamat : Kota Baru RT. 7/2, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013, Ibu Suryawati didiagnosa menderita kanker payudara (Ca. Mamae). Hingga kini Ibu Suryawati tak pernah berehenti berobat demi kesembuhannya. Bulan Agustus 2016, Ibu Suryawati telah menjalani kemo yang ke-10 dan Bulan September 2016 menjalani kemo lagi yang ke-11, Mei 2017 setelah selesai kemo infus sebanyak 11 kali, beliau melakukan kemo obat selama 7 kali yang dilakukan di Rumah Sakit Abdoel Moeloek karena kondisi pasien yang melemah sekarang dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangukusumo Jakarta untuk melakukan operasi tetapi karena kondisinya belum diperbolehkan operasi sehingga harus menjalani kemo lagi dengan menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki berupa Kartu Indonesia Sehat Mandiri Kelas III, Ibu Suryawati belum menunjukkan perubahan dan masih terasa nyeri dipayudara. Ibu Suryawati merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan dan berobat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari #sedekaholics untuk biaya transportasi dan hidup sehari-hari selama di rumah sakit setelah sebelumnya dibantu dan masuk rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @saesaraya @siskakhadija @xkurniawatix @akuokawai

Ibu Suryawati didiagnosa menderita kanker payudara


SLAMET RIADI (48, Trombositopenia). Alamat : Argomulyo, RT 2/3, Desa Argomulyo, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Sejak April 2016 lalu Bapak Slamet mulai merasakan sakit dengan tubuhnya dan sering kali lemas saat beraktivitas sebagai buruh bangunan, kemudian beliau dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, selama dirawat didapati trombosit Bapak Slamet rendah, sehingga mengharuskannya transfusi darah sebanyak 10 kantung, setelahnya trombosit Bapak Slamet kembali normal. Tetapi pada awal Januari beliau mengeluhkan bagian kaki kirinya sakit dan sulit untuk digerakka selama beberapa hari, ditambah dengan sulitnya buang air kecil. Beberapa hari kemudian beliau buang air kecil disertai darah yang kental, khawatir melihat kondisi suaminya, sang istri membawa ke bidan terdekat dan di rujuk ke RSUD pringsewu, kemudian dirujuk kembali ke RS Urip Sumoharjo, setelah diperiksa didapati trombosit Pak Slamet kembali rendah dan disarankan untuk transfusi darah. Selama 10 hari dirawat beliau mendapatkan transfusi darah sebanyak 10 kantung, tetapi tombosit masih belum ada perubahan, karena diduga ada kelainan pada darahnya, beliau dirujuk kembali ke RS Ahmad Yani Metro. Ibu Tunjiah (46) adalah istri beliau, seorang ibu rumah tangga. Bapak Slamet merupakan tulang punggung keluarga, sejak beliau sakit keadaan ekonomi keluarga cukup memprihatinkan. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Meskipun memiliki jaminan kesehatan, beliau terkendala oleh biaya transportasi berobat dan biaya kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi beliau, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali berupaya membantu beliau dengan menyampaikan sedekah dari para sedekaholics. Bantuan ini digunakan untuk biaya trasnport selama beroabat ke RS Abdul Moeloek. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 984. Semoga beliau segera diberi kesembuhan total dan dapat beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @sayasepti

Pak Slamet menderita trombositopenia


MUSTINGI BINTI ABDULLOH (39, kanker Payudara). Alamat : Dusun Argo Agung, Desa Argopeni, Kec. Sumberejo, Kab.Tanggamus, Prov. Lampung. Awal mulanya Ibu Mustingi merasakan ada benjolan di payudaranya, kemudian ia melakukan pemeriksaan di Puskesmas Desa Argopeni. Pihak Puskesmas kemudian memberikan rujukan ke RSUD Pringsewu. Pihak rumah sakit menyarankan ia melakukan operasi, operasi pertama dilakukan pada tahun 2013 dan ia juga telah melakukan kemoteraphy sebanyak 6 kali pada tahun 2016. Di tahun yang sama kondisi Ibu Mustingi semakin memburuk hingga pecahnya benjolan pada payudaranya mengharuskan ia melakukan operasi yang ke dua untuk pengangkatan payudara di Rumah Sakit Sumoharjo. Hingga saat ini ia masih melakukan kemoteraphy dan mengkonsumsi obat herbal. Kondisi saat ini ia merasa lemas dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Suaminya adalah Bapak Paiman (53) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan sebagai buruh hanya mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini mengakibatkan kendala biaya transportasi untuk berobat meskipun Ibu Mustingi memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI kelas III. kondisi inilah yang membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung merasa tergerak untuk membantu Ibu Mustingi dengan menyampaikan bantuan dari sedakaholic. Bantuan ini semoga dapat meringankan beban yang ditanggung oleh keluarga. Semoga Ibu Mustingi segera diberi kesembuhan oleh Allah dan dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni

Bu Mustigi menderita kanker Payudara


JUMINAH BINTI ADEMIN (57, Kanker Servic). Alamat : Dusun Kamulyan, RT 3/3, Desa Kalirejo, Kec. Negeri Katon, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Awalnya Ibu Juminah mengalami keputihan, keputihan tersebut berlangsung lama dan beliau tidak periksa lebih lanjut hanya melakukan pemeriksaan ke bidan. Gejala awal selain keputihan, beliau sering sakit kepala dan setiap mengalami sakit kepala beliau mengkonsumsi obat warung. Lebih dari 4 tahun mengalami keputihan, yang dirasa beliau perih dan gatal diarea kewanitaan. Kondisi tersebut memperburuk kondisi beliau yang sering sakit perut dan perut terasa panas seperti akan melahirkan. Beliau kemudian mengalami pendarahan hebat dan dibawa ke RS Mitra Husada, beliau mendapat transfusi darah sebanyak 2 kantong. Selang beberapa hari beliau dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, diagnosis dokter menyatakan positif kanker servic dan harus menjalani kemoterapi di Jakarta. Kondisi terkini ketika beliau buang air kecil keluar darah keunguan terkadang hitam kental dan beliau hanya bisa berbaring. Bapak Sudirman (54) adalah suami Ibu Juminah yang berprofesi sebagai buruh harian lepas. Kendala yang dialami keluarga adalah kesulitan untuk biaya pengobatan herbal dan transportasi, maklum hasil dari buruh harian lepas hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ibu Juminah memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas 3. Mengetahui hal tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha membantu keluarga Ibu Juminah dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan biaya berobat dan transportasi. Semoga Ibu Juminah segera diberi kesembuhan dan selalu dalam perlindungan Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @jjtari

Bu Juminah diagnosis kanker servic


PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN (58, Kanker Payudara) Alamat: Dukuh Brak Bunder, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Patmi sapaan akrab beliau merupakan pasien dampingan SedekahRombongan solo sejak 3 tahun lalu . Beliau tinggal dengan seorang menantu dan dua cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau biasa berjualan di pasar dengan penghasilan tidak menentu, sementara kedua anak beliau merantau di Kalimantan dan Jogja. Setelah menjalani operasi pemgangkatan payudara pada akhir 2014 silam, beliau rutin menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Beliau pun berangsur sembuh. Meskipun demikian beliau tetap harus menjalani kontrol rutin 3 bulan sekali. Hingga awal 2016, dada mbah Patmi di bagian tulang iga muncul benjolan awalnya lunak lama -lama keras dan membesar. Dari dokter dianjurkan untuk kemoterapi kembali. Awal Juli 2017 mbah Patmi melakukan kontrol, setelah diperiksa, hasil rongsen paru-paru beliau sebelah kanan terdapat cairan yang cukup banyak dan hampir menutupi bagian sebelahnya. Paru-paru beliau hanya berfungsi 1, supaya beliau tidak terus-terusan merasakan sesak napas, dokter menyarankan untuk segera mengambil cairan tersebut. Hari itu juga beliau disarankan utk rawat inap, tangan dan kaki beliau bengkak dipenuhi cairan. Setelah dua minggu menjalani rawat inap beliau meminta untuk dipulangkan. Saat berada dirumah keadaan beliau berangsur membaik bengkak yang ada di tangan dan kaki perlahan mulai berkurang. Namun berita duka menghampiri, pada 23 agustus 2017 Mbah Patmi berpulang, Santunan ke-11 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman dan pengajian. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1039. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih untuk semunya, Mari bersama mendoakan Almarhumah Mbah Patmi semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan untuk keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan Amiin.

Jumlah Santunan: Rp. 1.000.000,
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir: @mawan, @Anissetya60 @Ayak @Aji @Eliana @Kuncoro

Mbah patmi menderita kanker payudara


ENGGAR FAJAR PRASETYO (10 Tahun, Hipospadia). Alamat : Karangmojo, Krasak, Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Adik Enggar yang akrab dipanggil oleh teman- temannya, sejak lahir mengalami kelainan pada alat kelamin yang disebut Hipospadia. Hipospadia merupakan kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal yaitu ujung penis. Karena kelainan tersebut Enggar mengeluarkan air seninya dibawah penis, sehingga untuk buang air kecil harus jongkok. Orang tua Enggar bapak Sri Widodo (46) dan ibu Sumiati (39) ingin putra semata wayangnya bisa sembuh dan seperti anak laki laki normal lainnya. Namun karena terhalang kondisi keuangan orang tua Enggar tidak mampu membawa Enggar ke rumah sakit untuk melakukan operasi. Enggar juga tidak terlindungi program jaminan kesehatan apapun. Hingga pada tanggal 17 Maret 2016 Enggar dapat malakukan operasi pertama di Rumah Sakit, melalui program PSIT yang di danai oleh beberapa produk salah satunya bodrex, namun saat ini program tersebut telah berhenti, sehingga Enggar tidak bisa melakukan pengobatan kembali. Untuk membuat uretra ke keadaan normal diperlukan beberapa kali operasi. Dari rumah sakit tersebut, berjanji akan mengabari Adik Enggar untuk operask selanjutnya. Namun sampai saat ini belum ada panggilan. Saat ini, Enggar masih menunggu jadwal operasi selanjutnya dari rumah sakit. Ayah Enggar pak Waluyo bekerja sebagai buruh serabutan dan istrinya ibu Sumiati bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji UMR tidak bisa mencukupi biaya operasi selanjutnya. Alhamdulillah adik Enggar dipertemukan dengan #SedekahRombongan. Rabu, 9 Agustus 2017, santunan dari #SedekahHolic disampaikan kepada adik Enggar sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya akomodasi selama pengobatan. Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang di berikan. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda. Amin ya rabbal alamin.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @mawan, @anissetya60, @kuncoro, @ilhamriska, @RizqiRizqie

Enggar menderita hipospadia


WIDHI WINARYATI (43, Patah Tulang). Alamat: Rumah Dinas Kebun Lamong SPBMA Jl. Balirejo RT. 050 / RW. 005, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Malam itu, tepatnya tanggal 20 Agustus 2017, Bu Widhi berniat untuk pulang ke rumah asalnya. Tapi, musibah tak bisa ditolak. Dalam perjalanan, sebuah motor menabraknya dari belakang ketika ia sedang menyebrang jalan. Bu Widhi langsung dilarikan ke RSPAU Dr. S. Hardjolukito. Setelah dilakukan rontgen, dokter menyatakan bahwa Bu Widhi mengalami patah tulang kaki sebelah kanan dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Esoknya, setelah dilakukan tindakan operasi, Bu Widhi menjalani rawat inap selama 5 hari. Alhamdulillah, semua biaya pengobatan dan perawatan selama Bu Widhi di rumah sakit sudah tercover oleh BPJS. Bu Widhi merupakan pengurus aktif di Pondok Tetirah Dzikir, Tegaltirto, Berbah , Sleman. Sehari-hari ia bersama suaminya, Pak Rizal (50), mengurus para pasien yang ada di pondok tersebut dengan pendapatan Rp. 600.000,- per bulan. Dengan pendapat sebesar itu, mereka harus membiayai 8 orang anaknya. Akibat musibah ini, aktifitas Bu Widhi harus terhenti untuk sementara waktu selama masa pemulihan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Widhi. Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan amanah dari Sedekaholic untuk membantu biaya akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Bu Widhi segera mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Agustus 2019
Kurir: @saptuari @boyadisakti @wuri_shinta

Bu Widhi mengalami patah tulang kaki sebelah kanan


DEDEH JUARIAH (64, Diabet + Jantung + Asam lambung). Alamat: Jalan Amir Machmud, Gg. H. Mustopa No. 176, Desa Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Januari 2010, Ibu Dedeh sering mengalami pingsan, dan setelah diperiksa di RS Cibabat – Cimahi, diketahui bahwa ia mengidap penyakit diabet, jantung dan asam lambung. Ibu Dedeh adalah seorang janda yang tinggal dan dirawat oleh anak dan menantunya di rumah kontrakan. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan berobat di beberapa rumah sakit, dengan menggunakan fasilitas BPJS, sampai saat ini kondisinya kesehatannya belum juga membaik. Menantunya bekerja sebagai PSG di sebuah super market, dan dengan penghasilannya yang terbatas itu, ia sering mengalami kesulitan untuk memiliki biaya transportasi dan akomodasi berobat. Bahkan untuk biaya sehari-hari dan mencukupi kebutuhan Ibu Dedeh pun sering dibantu saudara-saudaranya. Kesulitan ekonomi itulah yang menyebabkan Ibu Dedeh tidak bisa melakukan chek-up dan berobat rutin. Padahal, berdasarkan anjuran dokter, seharusnya Ibu Dedeh melakukan chek-up dan berobat rutin setiap minggu. Kabar duka keluarga dhuafa itu sampai kepada Sedekah Rombongan melalui kabar dari Bapak Asep Sudibyo, yang disampaikannya kepada Kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Ibu Dedeh dan keluarga di rumah kontrakannya. Pada kunjungan pertama itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholics yang berempati dengan kesulitan mereka. Dan menjadikannya sebagai pasien dampingan #SR. Bantuan melalui Sedekah Rombongan itu diberikan untuk membantunya biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari Ibu Dedeh. Pada bulan April 2017, Kurir #SR kembali mengunjungi Ibu Dedeh untuk melihat perkembangna kondisinya dan kembali memberi bantuan untuk biaya berobat. Karena ia masih memerlukan bantuan untuk transportasi, akomodasi dan biaya berobat, pada Agustus kurir #SR kembali menyampaikan santunan agar Ibu Dedeh melanjutkan ikhtiarnya berobat. Mudah-mudahan bantuan para dermawan melalui Sedekah Rombongan ini dapat meringankan beban hidup Ibu Dedeh dan keluarganya, menjadi jalan bagi kesembuhan Ibu Dedeh, dan menjadi amal shaleh yang mendapat penggantian lebih baik dari Allah SWT. Aamin ya robbal ‘aalamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @trietan

Bu Dedeh mengidap penyakit diabet, jantung dan asam lambung


YANTI NOVIANTI (38, Maag Kronik + Pendarahan di Telinga + Thypus). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Februari 2017, Teh Yanti –begitu panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan di rumahnya kepalanya terbentur pintu sehingga telinga kanannya berdarah. Selama beberapa waktu pedagang warungan itu tak sadarkan diri. “Malam itu juga dia kemudian dibawa periksa ke IGD RSUD Soreang. Setelah mendapatkan pemeriksaan istri saya diperolehkan ulang dan dianjurkan untuk datang lagi ke oli THT RSUD Soreang,” kata suaminya, Pak Cecep (47), saat menjelaskan kronologis kejadian yang menima Teh Yanti yang mengakibatkan dia tak bisa beraktivitas seperti biasa. Pak Cecep juga menambahkan bahwa beberapa hari setelah kejadian, Teh Yanti dibawa periksa lagi ke Poli THT. Ia juga sempat diperiksa di Poli Dalam RSHS Soreang karena ia mengeluhkan sering merasakan sakit di bagian perut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga gendang telinganya pecah dan ia mengalamimag mag kronik. Selama berobat ke rumah sakit, ia didaftarkan sebagai asiern umum karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Saat dijumpai kurir Sedekah Rombongan di rumahnya, ia hanya bisa terbaring tak berdaya. Teh Yanti dan keluarganya layak mendapatkan bantuan untuk bisa menghadapi musibah sakit yang dia alami di saat kondisi ekonomi keluarganya sedang terpuruk. “Tanggungan keluarga kami ada empat anak. Cukup berat kami memenuhi kebutuhan keseharian, apalagi istri sakit.” Tambah suaminya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan telah memberi mereka bantuan untuk biaya pembuatan kartu BPJS Kelas 3 dan biaya sehari-hari sehingga Bu Yanti bisa melanjutkan pengobatannya ke RSUD Soreang. Bersyukur MTSR Bandung dapat mengantarnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Pada pertengahan April 2017 kurir SR di Bandung menjenguk lagi Bu Yanti dan keluarganya. Ia masih belum sembuh, dan memerlukan bantuan untuk berobat. Pada Juli 2017 suaminya mengabarkan bahwa Bu Yanti mendapatkan rujukan ke IGD RSUD Soreang dari klinik Salma Ciwidey. Ia diduga terserang penyakit Thypus. Menggunakan kendaraan operasional Desa Margamulya, Bu Yanti kemudian dibawa periksa ke IGD Soreang. Malam itu tim medis memutuskan untuk menanganinya di ruang rawat inap. Bu Yanti dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar sehat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Yanti Novianti yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari selama ia dirawat di RSUD Soreang. Semoga sedekah ini membawa kebaikan bagi para dermawan dan membuka kesembuhan bagi Ibu Yanti Novianti. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989. Aamiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu yanti mengalami gendang telinganya pecah dan ia mengalamimag mag kronik


SAQUILA RIZQY S (3, Hydrochepalus). Alamat : Kampung Junti Hilir RT 2/3 Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rizki -panggilan sehari-harinya– diduga mengalami kelainan sejak ia berusia tiga bulan. Awalnya, bentuk kepala Rizki tampak tidak biasa sehingga keluarganya mengkhawatirkan gejala yang dialami anak ketiga ini. Berbagai upaya kemudian dilakukan orangtua Rizki untuk mengobatinya. Berbekal Kartu JKSN – BPJS PBI, Rizki kemudian dibawa periksa ke Puskesmas di Katapang dan RSUD Soreang. Berdasarkan hasil diagnosa sementara, Rizki diduga menderita Hydrochepalus. Akan tetapi, ikhtiar medis Rizki kerap berhenti di tengah jalan, karena terkendala masalah biaya. Ayahnya, Pak Dudung Supriadi (42) hanyalah buruh harian yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. “Saya baru saja kehilangan pekerjaan sebagai tenaga kebersihan di suatu kantor. Kini tak punya pendapatan yang jelas,” katanya. Ibunya, Ibu Wiwi Pertiwi (39), lebih banyak disibukkan dengan membesarkan ketiga anaknya. “Kami ingin sekali mengobatinya sampai sembuh tapi tak ada biaya. Ini rumah juga kontrakan,” tambah istrinya. Mereka termasuk keluarga dhuafa yang layak dibantu untuk berobat rutin ke RSHS Bandung setelah mendapatkan rujukan dari RSUD Soreang. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholiks, kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi dengan mereka dan dapat menyampaikan bantuan untuk Saquila Rizqiy S dan keluarganya. Bantuan yang disampaikan di rumah kontrakan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Rizki diduga menderita Hydrochepalus


SAIPAH BINTI WASLAM (60, Ca Mammae). Alamat : Dusun III, RT 2/6, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Saipah sering merasakan nyeri pada bagian dada. Kian lama sakitnya bertambah dengan payudara yang seringkali mengeras. Karena mulai tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerangnya, Ibu Saipah memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Sekian lama berobat di puskesmas, Ibu Saipah tidak merasakan adanya perubahan yang berarti. Dia mencoba memeriksakan kesehatannya ke dokter. Dokter lalu menyatakan bahwa Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri dan harus segera menjalani operasi. Bersama kurir Sedekah Rombongan, Ibu Saipah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan hingga pada awal Mei lalu dilakukan operasi di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dari Rumah Sakit Mitra Plumbon, Ibu Saipah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan hingga kini masih menjalani pengobatan lebih intensif di Bandung. Ibu Saipah adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak Watina (60) yang bekerja sebagai buruh tani. Kehidupan sehari-harinya sangat sederhana dan penghasilan Pak Watina hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok seadanya. Sakit yang diderita Ibu Saipah menyebabkan beban yang cukup berat untuk keluarga ini, meskipun biaya pengobatan Ibu Saipah sudah difasilitasi jaminan kesehatan KIS. Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan pendampingan selama proses pengobatan Ibu Saipah berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Besar harapan kesembuhan segera didapat Ibu Saipah agar bisa kembali bekerja membantu suaminya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini sudah disampaikan kepada Ibu Saipah dan termasuk dalam Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri


MUHAMAD QOLBY RIDHOWI (1, Susp. Atresia Billier). Alamat : Blok Pengkolan, RT 1/3, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Qolby terlahir normal, namun pada usia enam bulan tubuhnya terlihat menguning dan perut yang keras membesar jika diberi makanan tambahan selain ASI. Orang tua Qolby membawanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun dan dokter merujuknya untuk berobat ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan awal, Qolby didiagnosa terkena Suspect Atresia Billier dan memerlukan pengobatan lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Atresia billier adalah kondisi langka yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu. Saluran empedu pada hati merupakan saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kantong empedu untuk disimpan ke usus kecil untuk digunakan dalam pencernaan. Karena sakitnya tersebut, Qolby hanya diberi makanan sesuai dengan petunjuk bidan dan dokter yang merawatnya. Bapak Anwar (40) dan Ibu Ani Haryani (36) adalah orang tua Qolby yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka hanya cukup untuk makan dan keperluan sekolah kakak Qolby. Bersyukur Qolby memiliki jaminan kesehatan BPJS yang digunakan untuk membiayai pengobatannya. Sedekah Rombongan berusaha memahami kesulitan yang dialami keluarga ini dengan memberikan bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi berobat dan bekal selama di Bandung, teriring do’a agar Qolby segera sembuh dan tumbuh layaknya balita normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela dwi aulia

Qolby didiagnosa terkena Suspect Atresia Billier


HELIA UDI (50, Biaya Instalasi Listrik). Alamat : Blok Reca, RT 8/3, Desa Cangkingan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Pak Udi, demikian kami akrab menyapanya. Dalam keseharian dia adalah seorang yang berada dalam keadaan ekonomi sederhana. Hidup bersama istri dan anaknya, dia bekerja sebagai buruh harian lepas. Terkadang sebagai kuli bangunan atau juga membantu di pabrik sebagai kuli angkut. Hingga saat ini rumahnya belum memiliki aliran listrik pribadi, hanya menyambung dari tetangganya, karena jangankan untuk mendaftar pemasangan listrik, penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedekah Rombongan yang berkesempatan silaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan mencoba memahami kesulitan keluarga ini. Bantuan dari sedekaholics disampaikan kepada Pak Udi untuk membantu pemasangan instalasi listrik di rumahnya. Semoga kesejahteraan keluarga ini akan membaik di masa depan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh auli

Bantuan pemasangan instalasi listrik


KHAERUN NISA (5, Kelainan Jantung). Alamat : Blok Kedung Menjangan, Gang Mangga, RT 1/6, Nomor 49, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Nisa, demikian kami menyapanya. Di usianya yang hampir memasuki lima tahun, tubuhnya masih sangat kecil. Walaupun aktif seperti anak pada umumnya, Nisa seringkali mengalami sesak nafas, bahkan tubuhnya sempat membiru. Sakitnya tersebut disertai batuk pada malam hari. Awalnya, ketika berusia tujuh belas bulan, Nisa mengalami panas dan muntaber. Karena sakitnya tersebut, Nisa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dan diagnosa dokter menyatakan bahwa Nisa mengalami kelainan pada jantung. Kondisi ekonomi yang tidak baik, menyebabkan Nisa baru diperiksakan kembali ketika berusia tiga tahun dan terus berobat hingga kini. Melihat pertumbuhan Nisa yang tidak normal dan lambat, dokter menyarankan agar Nisa dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta untuk mendapatkan pengobatan lebih intensif. Adalah Pak Kadram (52) dan Ibu Kadmira (44) yang merupakan orang tua dari Nisa. Mereka hidup dalam keadaan sangat sederhana, hanya menempati rumah seluas sembilan meter persegi. Pekerjaan sebagai buruh bangunan lepas membuat Pak Kadram tidak mampu membiayai pengobatan putrinya keluar kota walaupun biaya berobat sudah menggunakan jaminan kesehatan BPJS, karena penghasilannya hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan biaya transportasi kepada Nisa agar bisa segera menjalani pengobatan dengan baik. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban yang ditanggung keluarga ini, dan Nisa segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Nisa mengalami kelainan pada jantung


NIZAM MAULANA (2, Labiopalatoschizies). Alamat : Dsn. Surian, RT 10/5, Ds. Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Alhamdulillah kesehatan Nizam kali ini membaik. 14 Juli kemairin Nizam kontrol di RSUD Ciamis, dan akan melakukan kontrol ulang pada akhir bulan Agustus 2017 di RSUD Ciamis. Kondisi Nizam terus membaik. Orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, Kini Bapa Lukman pergi ke kota untuk mencari tambahan biaya berobat, Ibunya Eti Rohaeti (34) selalu sabar merawat & mengantar Nizam pergi kontrol, Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesembilan kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan beli obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Namih menderita arthralgia + asam urat


NURHAYATI BINTI EDON (30, TB Paru). Alamat : Kp Ceger, RT 2/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Nurhayati merasakan sesak nafas dan jantung berdebar, ia hanya minum obat-obatan warung saja. Namun pada akhir April 2017 yang lalu, sakitnya bertambah parah. Akhirnya suaminya membawa ia ke klinik dan setelah menjalani pemeriksaan di klinik, dokter menganjurkan untuk merujuk Bu Nurhayati ke RSUD Kabupaten Bekasi karena dikhawatirkan ada indikasi terkena jantung. Bersyukur Bu Nurhayati mempunyai Kartu BPJS, sehingga biaya pengobatan di rumah sakit dapat tercover. Saat ini Bu Nurhayati mengalami kesulitan untuk biayaakomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Suaminya, Pak Ade Suryadi (33) hanya seorang kuli panggul di pasar. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi selama Bu Nurhayati menjalani pemeriksaan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Bu Nurhayati menderita TB Paru


ROKAYAH BINTI IYAM (30, TB Paru). Alamat : Kp. Warung Bambu RT 2/9, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan 2016 lalu, Bu Rokayah menderita sakit batuk berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh. Awalnya ia hanya menkonsumsi obat-obatan warung yang mudah didapat. Namun ketika ia merasakan batuk tak kunjung sembuh, akhirnya ia memeriksakan ke puskesmas terdekat. Setelah menjalani pemeriksaan, Bu Rokayah didiagnosa menderita penyakit TB Paru dan diharuskan menjalani pengobatan rutin. Bu Rokayah memiliki kartu BPJS yang sudah lama tidak dibayarkan. Karena status BPJS yang ia miliki dari perusahan namun suamminya saat ini sudah tidak bekerja sehingga tidak dibayarkan preminya. Suami Bu Rokayah, Pak Ichwanudin (33) saat ini bekerja sebagai buruh serabutan, terkadang ada orang yang membutuhkan tenaganya. Penghasilan yang ia dapat pun tidak menentu dan mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari, apalagi ditambah untuk biaya berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

u Rokayah didiagnosa menderita penyakit TB Paru


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Maryani menjalani perwatan di RS Persahabatan Jakarta, bahkan sempat masuk ICU karena drop. Alhamdulillah, akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan lanjutanpun disampaikan untuk bekal selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita ca mammae


CICIH JUARSIH (48, Katarak). Alamat : Dsn. Parigi, RT 3/3, Ds/Kec. Parigi, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 20 tahun lalu, mata kiri Cicih terkena glukoma. Syaraf matanya rusak dan menyebabkan buta permanen. Saat itu, Cicih belum sempat ke RS karena faktor biaya. Beberapa tahun ini mata kanannya mengalami layang pandang, buram, seakan ada irisan benang menghalangi pandangannya. Untuk melihat Cicih harus mengerucutkan matanya karena daya pandang semakin pendek. Sehari-hari ia berjualan keliling gorengan di Pasar Parigi, namun karena sering terjatuh, ia berhenti. Cicih pernah berobat ke dokter umum dan harus segera di operasi. Cicih memiliki jamkes Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sebagai suami, pendapatan Saeful (37) yang berjualan cimol hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Cicih dan ikut memberikan bantuan untuk akomodasi dan transportasi selama pemeriksaan dan operasi ke RS Siaga Medika Banyumas, Jawa Tengah. Semoga Cicih diberikan kelancaran dan kesehatan seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @fhierda, @ramlannugraha

Bu Cicih menderita katarak


RASYA NURYAMAN PUTRA (2, Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Kondisi terkini Rasya sudah melakukan operasi dan keadaannya membaik. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Latif

Rasya menderita tumor ginjal


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp. Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembelian aki MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan RSHS Bandung sekitarnya selama Agustus 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


YUTI BINTI RUKYANTO (12, Tonsilitis). Alamat : RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Yuti adalah seorang remaja yang saat ini baru menginjak usia 12 tahun. Ia merupakan salah satu siswi di sebuah Sekolah Dasar Negeri di daerahnya. Saat ini, kesehatan Yuti sedang terganggu karena ada benjolan di bagian lehernya atau bahasa medisnya dikenal dengan tonsilitis. Awalnya ketika usia Yuti baru 10 tahun, ia sering sakit-sakitan. Ia sering mengalami batuk-batuk yang disertai panas tinggi. Selain itu, terdapat benjolan kecil di leher Yuti. Hal tersebut membuat Yuti selalu dibawa berobat jalan ke bidan desa terdekat. Sayangnya tidak ada perubahan sama sekali. Semakin lama, karena benjolan kecil di leher semakin terlihat akhirnya ia dibawa ke dokter yang praktek di daerah tempat tinggalnya. Menurut dokter, benjolan tersebut adalah amandel yang membengkak sehingga menyebabkan sering batuk dan juga panas tinggi. Akibat sering sakit, berat badan Yuti semakin hari semakin menyusut. Di usia Yuti yang saat ini menginjak 12 tahun, benjolan tersebut bertambah menjadi 2. Bahkan benjolannya semakin membesar. Kurir Sedekah Rombongan kemudian dipertemukan dengan Yuti, dan Yuti pun dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim Medis rumah sakit menyatakan bahwa Yuti menderita amandel, dan harus dilakukan operasi. Hanya saja jika dilakukan operasi, resikonya lumayan besar. Jadi, tim medis menyarankan untuk mengobatinya dengan obat saja. Namun sudah beberapa bulan ini, amandelnya tak kunjung mengempis. Dan saat ini keluarga Yuti memutuskan pengobatan Yuti akan dialihkan ke obat obatan herbal. Biarpun Yuti memiliki jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, kedua orang tuanya tidak memiliki biaya transportasi ke rumah sakit dan untuk membeli obat obatan diluar BPJS. Kedua orang tua Yuti, Bapak Rukyanto (49) dan Ibu Rastinah (45) adalah seorang buruh harian lepas. Bapak Rukyanto bekerja sebagai seorang buruh tani dengan penghasilan minim. Ibu Rastinah pun ikut bekerja sebagai pencari rumput demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Yuti sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Yuti untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan membeli obat obatan herbal. Semoga Allah mempermudah jalan bagi Yuti untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Yuti masuk kedalam Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji

Yuti menderita amandel


SUTEJA JUANTA (11, Retinoblastoma). Alamat : Kp. Utan RT 2/29, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016, awalnya mata kanan Suteja terasa gatal-gatal hingga akhirnya menjadi benjolan besar. Namun proses pengobatan baru ia lakukan pada awal 2017. Suteja diantar kedua orang tuanya rutin menjalani pemeriksaan di RS Cicendo Bandung dan pada pertengahan bulan Juli 2017 ia menjalani operasi pertama di RS Hasan Sadikin Bandung dan menjalani perawatan untuk beberapa hari. Setelah diperbolehkan pulang Suteja harus menjalani kontrol beberapa hari kemudian, namun kedua orang tua Suteja mengalami kesulitan biaya transport ke Bandung. Ayah Suteja, Pak Juanta (47) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang minim. Sedangkan ibunya, Bu Amih (42) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi Suteja ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Suteja menderita retinoblastoma


WANTIYAH BINTI TOMO PERWIRO (44, Tumor Nasofaring). Alamat : Dusun II RT 2/2, Desa Aglik, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bu Wantiyah menderita sakit sejak tahun 2012 hingga sekarang. Awalnya ini ia menjalani pengobatan di RSUD Purworejo namun hanya 2 kali kemoterapy dan selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr. Sarjito. Hingga saat ini Bu Wantiyah menjalani kemoterapy di RSUP Dr. Sarjito sebanyak 10 kali. Ia pun harus menjalani radiotherapy hingga saat ini sudah 35 kali. Suaminya, Pak Yatino (51) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya sangat kecil. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka masih sangat kesulitan dan kini harus mengeluarkan uang untuk biaya akomodasi pengobatan Bu Watiyah. Alhamdulillah, mereka dipertemukan oleh Kurir Sedekah Rombongan Bekasi yang saat itu dalam perjalanan pulang sehabis acara Milad 6 #SR. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan Bu Watiyah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @rettarizqi

Bu Wantiyah menderita tumor nasofaring


SAAMAH BINTI MARCANA (41, Kanker Otak ). Alamat : Kp. Pulo Tiga RT 5/3, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal tahun 2016, muncul 3 benjolan di leher Bu Saamah yang juga merasakan sering lemas sebagian anggota tubuh. Setelah melakukan pemeriksaan ke sebuah rumah sakit swasta di Cikarang, ia diagnosa pembengkakan kelenjar dan ada gejala kanker otak, kemudian ibu 4 orang anak ini disarankan untuk mengobati kankernya terlebih dahulu dengan menjalankan kemoterapy. Karena pertimbangan dan saran teman-teman, bu Sa’amah tidak menjalani kemo, hanya tetap berikhtiar minum obat tradisional. Selama 4 bulan minum obat tradisional tidak ada perkembangan. Sementara untuk benjolannya yang semula hanya 3, kini bertambah jadi 11. Dan juga masih merasakan sering merasa lemas. Hasil pemeriksaan Bu Sa’amah dianjurkan menjalani operasi pengangkatan kelenjarnya satu persatu. Namun hampir saja proses pengobatannya terbengkalai karena ketiadaan dana untuk bekal ke rumah sakit. Bu Saamah tinggal bersama anak dan menantunya yang bekerja sebagai kuli bangunan untuk menopang biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi Bu Saamah selama menjalani pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Bu Saamah menderita kanker otak


BARJA BIN ILENG (37, Peritonitis). Alamat : Kp. Solokan Kendal RT 3/1, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya pada pertengahan bulan Juli 2017, Pak Barja mengeluh sakit perut dan langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata Pak Barja mengalami peradangan selaput dinding perut (Peritonitis) dan komplikasi pada saluran cerna. Setelah menjalani perawatan dokter melakukan tindakan operasi lapartomi dan colostomy. Pak Barja dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi menggunakan jaminan kartu BPJS Kesehatan. Namun karena sudah berhari-hari menjalani perawatan, mereka merasakan kesulitan untuk bekal selama dirawat di rumah sakit. Pak Barja sebagai kepala keluarga sudah tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya. Ia hanya bisa terkulai merasakan sakit yang ia derita. Sedangkan istrinya, Nasih Kurniasih (34) hanya seorang ibu rumah tangga yang saat ini setia menemani suami di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Pak Barja mengalami peradangan selaput dinding perut


DAYU ALBAR (13, TB Paru). Alamat : Perum Graha Prima Blok B No. 2 RT 11/16, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan Juni 2017 Dayu merasakan sesak nafas dan batuk. Namun sudah hampir 1 bulan sesak nafas dan batuknya tak kunjung sembuh. Setelah menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bekasi, ia didiagnosa terkena TB Paru dan dianjurkan harus menjalani pengobatan rutin sampai sembuh. Namun pada pertengahan Agustus 2017, Dayu kondisinya sangat mengkhawatirkan sehingga dilarikan ke IGD RSUD Kota Bekasi dan sempat menjalani perawatan selama 5 hari. Setelah pulang ke rumah ia masih dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin. Dayu tinggal bersama ibunya, Bu Dina Mayasari (33) yang mencari nafkah dengan berjualan kue keliling untuk kebutuhan sehari-hari. Beban mereka terasa berat ketika harus membiayai keperluan akomodasi pengobatan Dayu, meskipun untuk biaya rumah sakit sudaah tercover dengan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit selama Dayu menjalani kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Dayu didiagnosa terkena TB Paru


KOYAH BINTI NYIMAN (33, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ceger RT 2/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2016, Koyah sering merasakan sakit dan gatal pada payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hermina Kota Bekasi, ia dinyatakan terkena kanker payudara. Setelah 4 bulan kemudian ia menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan Kartu Jaminan KIS PBI yang ia miliki. Koyah wajib menjalani kontrol setelah operasi, namun ia terkadang masih merasakan sakit pada kepala dan gigi. Saat ini setelah Koyah menjalani kemoterapy di RS Hermina, ia menjalani proses penyinaran di RS Dharmais Jakarta. Koyah hanya seorang janda yang tinggal bersama orang tuanya. Suaminya, Pak Jaya Kusuma sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Kehidupan sehari-hari mereka sangat sulit dan layak dibantu. Saat ini Bu Koyah menjalani radioterpy di RSPAD Gatot Subroto setiap hari selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Koyah dapat berjalan lancar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Bu Koyah dinyatakan terkena kanker payudara


SAMIH BINTI LILI (54, Ca Ovarium + Ca Mammae). Alamat : Kp. Bakung Kulon RT 10/6, Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal rasa sakit dari benjolan di perut sekitar pertengahan Juni 2017, kemudian Bu Samih dibawa berobat ke puskesmas. Karena keterbatasan alat medis akhirnya ia dirujuk ke RS. Annisa Cikarang bahkan sempat dirawat selama tiga hari karena sempat drop. Namun tak lama setelah menjalani perawatan ia kembali dirujuk ke RS Hermina Kota Bekasi. Hingga saat ini Bu Samih menjalani kontrol rutin dan kemoterapy di RS Hermina. Namun proses pengobatannya sempat terhenti karena kendala biaya akomodasi dan bekal untuk ke rumah sakit. Suami Bu Samih, Pak Nian (62) sudah tidak bekerja karena sering sakit-sakitan. Selama ini mereka hanya mengandalkan pemberian dari anak dan menantu untuk hidup sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Taufik Hidayat

Bu samih menderita ca ovarium + ca mammae


REVAN RIZKI (10, Kejang-Kejang). Alamat : Kp. Jati Mulya RT 3/8, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 12 Agustus, Revan mengalami kejang-kejang yang disertai suhu badan yang tinggi. Revan seketika itu langsung dibawa ke IGD RS Multazam Jatimulya Bekasi untuk mendapatkan pertolongan. Namun karena tidak memiliki jaminan apapun akhirnya ia menjalani perawatan dengan biaya umum. Dalam menjalani perawatan Revan sempat dirawat di Ruang ICU karena kondisinya yang memburuk. Hal inilah yang membuat tagihan rumah sakit jadi semakin besar. Selama 4 hari menjalani perawatan tagihan biaya rumah sakit sudah mencapai 11 juta rupiah. Mereka sangat kesulitan untuk membayar tagihan biaya rumah sakit tersebut. Revan seorang anak yatim yang saat ini tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Revan mengalami kejang-kejang


MUHAJIR BIN ABDURRAHMAN (56, Liver). Alamat : Kp. Gaga RT 2/4, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak bulan Juni 2017, Pak Muhajir seorang marbot masjid sering merasakan sakit perut. Awalnya ia hanya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat hingga akhirnya diperlukan pemeriksaan lanjut ke rumah sakit yang lebih memadai. Pak Muhajir pun sempat menjalani perawatan di RS Medirosa Cikarang dengan jaminan kartu BPJS Kesehatan. Saat ini kondisinya semakin kritis dan menjalani perawatan di Ruang ICU. Pak Muhajir tinggal sebatang kara tidak ada sanak saudara. Sementara ini ia bersyukur karena ada pemuda masjid yang sudi mendampingi Pak Muhajir selama ia dirawat. Dan mereka sangat membutuhkan bantuan bekal selama menunggui Pak Muhajir di rumah sakit. Alhamdulillah, bantuan awalpun disampaikan untuk bekal selama Pak Muhajir menjalani perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Pak Muhajir menderita liver


OKE MAULANA (52, Stroke). Alamat : Jalan Lele 7 No. 216, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak Juni 2017 Pak Oke sudah tidak dapat berjalan, awal mulanya terjatuh saat sedang di kamar mandi. Pak Oke hanya berobat ke puskesmas dengan menggunakan kartu jaminan BPJS Kesehatan yang ia miliki. Terkadang juga ia menjalani pengobatan ke ahli pengobatan tradisional. Berbagai upaya untuk kesembuhannya sudah dilakukan. Selama Pak Oke sakit, ia sudah tidak dapat bekerja untuk menafkahi keluarganya. Saat ini mereka kesulitan biaya sehari-hari dan untuk ongkos berobat. Istrinya, Bu Yanti (47) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pengobatan Pak Oke. Dan saat ini ada perkembangan kesehatannya, Pak Oke sudah bisa berdiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Lia Amalia

Pak Oke menderita stroke


SUTINI BINTI SINGKRIH (52, Ca Serviks). Alamat : Kp. Selang Cau Kavling RT 4/17, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Januari 2017, Bu Sutini sering merasakan sakit nyeri pada bagian perut. Saat itu ia coba memeriksakan ke Klinik terdekat, namun disarankan menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit. Bu Sutini pun langsung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan Kartu BPJS Kesehatan. Sebelum menjalani pemeriksaan, Bu Sutini diduga gejala Pra Manopose, namun setelah melihat dari hasil pemeriksaan ia didiagnosa Ca Serviks. Guna menjalani pemeriksaan lanjutan dan tahap pengobatan, Bu Sutini dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta dan menjalani kemoterapy di rumah sakit ini. Suami Bu Sutini, Pak Sumadi (56) seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak pasti. Mereka sangat kesulitan dengan beban biaya akomodasi dan bekal ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Bu Sutini didiagnosa ca serviks


RENDI BIN SAKA (9, TB Paru). Alamat : Kp. Cap Jaya RT 4/2, Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak masih bayi, Rendi tidak terdapat tanda-tanda bahwa ia sakit. Pertumbuhan normal, namun saat usia Rendi 4 tahun mulai terlihat sering sakit, suhu badan panas dan batuk pilek. Hingga pada bulan Juni 2017, Rendi mengalami suhu panas badan yang tinggi dan sempat menjalani perawatan di RS Cikarang Medika selama beberapa hari. Saat itulah dari hasil pemeriksaan Rendi didiagnosa TB Paru dan harus menjalani pengobatan rutin. Ayah Rendi, Pak Saka (54) hanya seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Bu Nurjanah (50) hanya ibu rumah tangga. Mereka saat ini mengalami kesulitan biaya akomodasi dan bekal untuk ke rumah sakit menjalani kontrol rutin. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Karmo

Rendi didiagnosa TB paru


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Oprasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi penggantian spare part Brake Booster. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya oprasional


SRI LESTARI (25, Operasi Caesar). Alamat : Kp. Pulo Gelatik RT 11/3, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2017, Sri yang saat itu sedang hamil 9 bulan dilarikan ke RS Ridhoka Salma Cikarang, karena sudah ada tanda-tanda akan melahirkan. Namun setelah melihat kondisi bayi yang ternyata menderita Hydrochepalus, dokter segera melakukan tindakan operasi Caesar. Operasi pun berjalan lancar, namun kondisi bayi sangat lemah sehingga harus menjalani perawatan intensif di Ruang Nicu selama sekitar 1 hari. Sri memiliki kartu KIS PBI namun sang bayi belum memiliki jaminan apapun. Saat akan mengurus jaminan untuk sang bayi, ternyata ada masalah dengan Kartu Keluarga yang menyebabkan Kartu Jaminan untuk bayi tidak dapat diterbitkan. Akhirnya biaya perawatan bayi menggunakan biaya umum karena sudah lewat masa tenggang untuk mengurus jaminan. Sangat disayangkan, karena kondisi bayi yang sangat lemah, keesokan harinya sang bayi meninggal dunia. Biaya perawatan bayi yang lebih dari 4 juta harus dibayarkan secara umum. Mereka mulai kebingungan, setelah buah hati meninggal kesedihan pun belum berlalu ia masih harus membayar biaya perawatan bayi yang cukup besar. Ayah sang Bayi, Maryani Saputra (28) hanya seorang pedagang siomay keliling. Uang hasil berjualan beberapa hari sebelumnya sudah habis untuk bekal selama di rumah sakit dan kini mereka kesulitan biaya untuk membayar biaya perawatan bayi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan melunasi biaya perawatan bayi Sri Lestari sehingga mereka dapat terlepas dari beban hutang biaya rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.085.876,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bantuan untuk melunasi biaya perawatan bayi Sri Lestari


KARLINAN BIN SUBUR (15, TB Tulang/ Coxitis TBC). Alamat: Kp. Srengseng RT 1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan. Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS, Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang kaki kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Pekan lalu Karlinan datang ke RSCM Jakarta, ia dapat obat paru tulang yang harus diminum 3 butir sehari. Saat ini Karlinan didiagnosa terkena TB Tulang setelah menjalani pemeriksaan yang lebih terarah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembayaran iuran BPJS dan bekal selama Karlinan kontrol ke RSCM. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 1015. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Karlinan didiagnosa terkena TB Tulang


YANI MULYANI (61, Asma + Jantung Terendam). Alamat: Jalan Papanggungan X RT 6/9, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yani adalah penderita asma sejak usia muda, dan sudah beberapa tahun di usia tuanya sekarang derita asmanya semakin parah. Ia tinggal bertiga di rumah kontrakan bersama suaminya yang bernama Ano Suryadi (61 tahun) dan anaknya bernama Meti (30 tahun). Suami Ibu Yani sudah tidak bekerja, kebutuhan mereka berdua diurus oleh Meti yang bekerja tidak tetap di perusahaan leasing. Tiga orang anaknya yang lain tinggal terpisah, ada yang di luar kota dan bekerja sebagai pedagang minuman, ada juga yang di Kota Bandung bekerja sebagai tukang rongsokan. Pada 15 Maret 2017 Ibu Yani harus masuk IGD di RS Bhayangkara ketika berkunjung ke rumah anaknya di Jakarta. Karena tidak memiliki biaya, keluarganya minta rujukan agar dapat dirawat di RSHS Bandung. Pada waktu itulah keluarga mereka meminta bantuan Kurir Sedekah Rombongan. Setelah dibantu membuatkan SKTM, Sedekah Rombongan membawanya ke RSHS dengan menggunakan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan). Di RSHS Ibu Yani dirawat kurang-lebih satu minggu dengan menggunakan fasilitas SKTM. Ketika pulang setelah dirawat pun Sedekah Rombongan memberi bantuan transportasi dengan menggunakan MTSR. Sayang sekali, sepulang dirawat itu Ibu Yani tidak pernah lagi berobat atau memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit dengan alasan tidak memiliki biaya. Pada Agustus 2017, kurir Sedekah Rombongan kembali mendapat kabar bahwa Ibu Yani kembali merasakan sesak napas yang sangat berat dan beberapa bagian badannya bengkak, termasuk tangan dan kakinya. Ia pun dievakuasi ke Rumah Sakit Pindad dan langsung dibawa ke ruang IGD. Berdasarkan diagnosa, Ibu Yani menderita akibat jantung terendam, dan ia pun menjalani perawatan selama satu malam. Tetapi, dikarenakan SKTM-nya sudah habis masa berlakunya, maka Ibu Yani harus membayar biaya sebesar Rp 1.300.000,- dan kemudian dirujuk ke RSHS untuk mendapat perawatan di HCU. Berempati dengan penderitaan keluarga dhuafa itu Kurir Sedekah Rombongan terus mendampinigi dan membantunya agar Ibu Yani mendapat perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Untuk membantu meringankan beban hidup keluarga itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari para Sedekaholik. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi Ibu Yani agar dapat menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @dzim_dzim @lisdamojang

Bu Yani menderita asma + jantung terendam


FIRDA BINTI GUGUH (19, Operasi Caesar). Alamat : Kp. Nangoh, RT 1/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sebulan lalu, Bu Firda melahirkan secara sesar di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan operasinya berjalan lancar. Namun beberapa hari kemudian, bekas jahitan di perutnya tidak kunjung sembuh dan menjadi luka, membengkak dan mengeluarkan darah. Kemungkinan, terjadi infeksi pada bekas jahitan tersebut. Seharusnya, Bu Firda kembali berobat namun ia khawatir dengan biaya yang harus keluar. Akhirnya, ia hanya mengobatinya sendiri di rumah dan sama sekali tidak ada kemajuan. Hingga suatu hari, lukanya semakin membengkak dan mulai mengeluarkan nanah, akhirnya Firda dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan dirawat selama beberapa hari tanpa jaminan. Untuk biaya perawatan, Firda menghabiskan uang sampai jutaan rupiah. Suami Firda, Yanto (24) bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan per hari tidak mencapai 20 ribu karena ia bekerja bukan di sawah milik sendiri. Mereka kebingungan dengan biaya RS karena untuk makan pun terkadang sulit, tinggal pun di rumah kontrakan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Firda dan keluarga di RS kemudian menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya RS dan akomodasi. Semoga Allah memberi kesehatan kepada Firda sehingga ia bisa merawat anaknya yang masih bayi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adebuser

Bantuan untuk membantu meringankan biaya RS dan akomodasi


TITIN PRIATIN (35, Ganggaun Ginjal). Alamat: Jalan Cihampelas Gg. Marga Setia No. 38/25, RT 4/15, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 Ibu Titin mengalami sakit di perut, terus merasa mual dan muntah-muntah. Setelah diperiksa di dokter umum dokter menyatakan bahwa ia sakit maag dan memberinya obat. Akan tetapi, setelah minum obat, Ibu Titin tambah sering muntah-muntah dan kesakitan di perut serta dadanya. Karena kondisinya semakin parah ia pun dievakuasi ke RS Salamun di Ciumbuleuit Bandung. Setelah diperiksa di laboratorium, ia dinyatakan sakit ginjal dan dirujuk ke RS Advent atau RS Khusus Ginjal R.A. Habibie. Sungguh sedih dan panik dirasakan bagi suami Ibu Titin, yaitu Bpk. Rendi Permana (37 thn). Sudah tiga tahun yang lalu suami Ibu Titin ini diberhentikan sebagai karyawan hotel dan sampai saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, kecuali bekerja sebagai tukang ojeg on line. Sekarang pun Ibu Titin beserta suami dan satu orang anaknya tinggal bersama orang tuanya. Sewaktu bekerja dulu perusahaannya mendaftarkan keluarga Ibu Titin sebagai anggota BPJS kelas 1, namun sudah tiga tahun tidak terbayar. Demi memperoleh kesembuhan Ibu Titin, maka keluarganya pun berusaha membuat SKTM, agar Ibu Titin dapat berobat secara gratis. Namun, SKTM itu ditolak karena harus melunasi iuran BPJS. Setelah bernegosiasi dengan pihak BPJS, akhirnya mendapat keringanan dengan hanya diwajibkan membayar tunggakan sebesar Rp 3.120.000,- Namun tetap saja keluarga mereka tidak mampu membayarnya karena tidak memiliki uang. Demi menyelamatkan Ibu Titin, maka keluarganya pun terpaksa membawa Ibu Titin ke RS Khusus Ginjal R.A. Habibie melalui jalur umum. Di rumah sakit itu Ibu Titin dirawat-inap dan dicuci darah 1x dengan membayar biaya Rp 3.311.500,- yang diperoleh dari bantuan keluarga dan saudara-saudaranya. Setelah menjalani rawat inap, dokter pun menyarankan agar datang kembali seminggu kemudian untuk menjalani cuci darah, akan tetapi setelah hamper dua minggu sejak pulang, Ibu Titin belum bisa menjalani cuci darah disebabkan tidak memiliki biaya dan tunggakan BPJS-nya belum terbayar. Kondisi Ibu Titin semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan. Ia terus terbaring karena merasa pusing, mual dan muntah-muntah serta di badannya mulai muncul bintik-bintik merah. Kisah duka dan penderitaan Ibu Titin itu disampaikan kakaknya kepada Kurir Sedekah Rombongan Bandung. Karena berempati, maka Kurir #SR pun mengunjunginya diantar oleh oleh Kakaknya itu. Pada kunjungan itu Kurir #SR menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan dari para sedekaholics yang berempati terhadap kesusahan dan penderitaan Ibu Titin. Bantuan uang tersebut mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga mereka dan dapat digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit serta membeli obat yang disarankan dokter. Pada kesempatan itu pula, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan keprihatinannya dan akan berusaha mencari bantuan agar memperoleh biaya untuk melunasi tunggakan iuran BPJS-nya, agar Ibu Titin dapat segera menjalani cuci darah untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima

Bu titin dinyatakan sakit ginjal


ESIH BINTI SAHRUDIN (61, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Tangsi, RT 13/3, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penyakit yang dialami Esih sudah terlihat sejak 7 tahun lalu. Awal mulanya, saat suaminya meninggal karena sakit dan membuat Esih begitu terpukul. Setelah beberapa bulan, Esih mulai kebingungan karena kehilangan tulang punggung dan warisan yang ditinggalkan pun tidak seberapa. Lama-kelamaan keadaan Esih semakin buruk dan sering terlihat tertawa atau menangis secara tiba-tiba, terkadang ia juga merusak perabotan rumah dan keluarganya mulai khawatir kemudian membawanya ke pengobatan alternatif tapi tidak ada perkembangan berarti. Untuk saat ini, keadaannya terlihat membaik namun sewaktu-waktu bisa kambuh. Mereka tak tega bila harus membawa Bu Esih ke RSJ karena tak ada yang bisa menjenguk. Sampai suatu hari seseorang menganjurkannya untuk berobat ke dokter dan Bu Esih pun diberi obat-obatan yang harus diminum beberapa jam sekali. Ia berobat tanpa jaminan dan harus menghabiskan biaya hingga ratusan ribu perbulannya. Esih tinggal di rumah dengan dinding anyaman bambu sendirian karena anak-anaknya sudah berkeluarga. Untuk berobat ke rumah sakit dirasakan sangat sulit karena letak rumah Bu Esih yang lumayan jauh dari jangkauan dan dekat dengan hutan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi rumahnya dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan Bu Esih. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu esih menderita gangguan jiwa


UMAR BIN EJEN (1, Kanker Mata). Alamat: Kp. Sindangkasih, RT 2/2, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ketika umur Umar menginjak 7 bulan, ia sering memukul kepalanya sambil menangis. Keluarganya mengira, itu karena tingkah anak seperti biasa namun lama-kelamaan tangisannya semakin kencang. Karena khawatir, Umar diperiksa ke dokter anak dan didiagnosa mengalami katarak di matanya karena ada bintik kecil, Umar pun diberi obat tetes namun sebulan kemudian, bintik di matanya semakin membesar dan Umar pun dibawa ke RSUD dr. Soekardjo dan dokter menyatakan bahwa mata kiri Umar terserang kanker. Keluarga Umar kaget bukan kepalang karena Umar dirujuk ke RS Cicendo Bandung dan harus segera dioperasi. Ayah Umar, Ejen (40) bekerja sebagai guru ngaji dengan pendapatan tidak sampai 50 ribu per hari. Umar dijaga ibunya setiap hari karena keadaan mata kiri Umar sudah semakin parah dan nyaris sudah tidak bisa melihat. Kini keluarga Umar sedang menunggu keajaiban untuk dana operasi anaknya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi rumahnya dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan Umar. Semoga Allah memberikan kesembuhan dan melancarkan proses pengobatannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Mata kiri Umar terserang kanker


ALITA BINTI ABUN (7, Retinoblastoma). Alamat : Kp. Suniabana, RT 7/4, Desa Mulyasari, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Alita sudah mengalami kelainan sejak dilahirkan, awalnya hanya bintik kecil di mata kanan yang dikira akan hilang dengan sendirinya namun semakin waktu berjalan, bintik tersebut membesar dan hingga kini umur Alita mencapai 7 tahun, matanya menjadi bengkak dan mulai menghitam. Tak ada usaha lebih yang busa dilakukan keluarga karena keterbatasan biaya dan letak rumah Alita yang jauh dari fasilitas medis sehingga sulit menjangkau rumah sakit. Alita hanya diobati di puskesmas namun Alita harus ditangani lebih intensif. Ibunya, Nanay (55) juga mengalami kebutaan setelah melahirkan Alita, sedangkan ayahnya, Abun (57) bekerja sebagao buruh panggul kayu dan harus membiayai 3 anak lainnya. Mereka tinggal di rumah dengan di dinding anyaman bambu. Alhamdulillah, atas informasi dari para tetangga, Sedekah Rombongan bisa berkunjung dan melihat keadaan keluarga Alita dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan Alita dan transportasi karena Alita harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Alita dan ibunya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 2 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @luchakiem

Alita menderita retinoblastoma


JEJE BIN JAMHAR (62, Kecelakaan Ledakan Gas). Alamat: Kp. Cibeuti, RT 2/6, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Jeje menjadi korban ledakan gas di rumahnya sendiri. Saat ia hendak pergi wudhu untuk shalat tahajud di tengah malam, ia mencoba menyalakan lampu di dapur dan tidak disangka api menyambar seluruh tubuhnya. Ternyata malam sebelumnya, salah satu anaknya tidak mematikan kompor gas sehingga gas bocor dan menyebar ke seluruh ruangan dapur. Ketika Pak Jeje berteriak karena tersambar api, seluruh keluarga terjaga dan membawanya ke UGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Di rumah sakit, Pak Jeje mesti dirawat selama beberapa minggu dengan jaminan KIS namun keluarganya merasa keberatan dengan biaya transportasi dan obat yang mesti dibeli di luar jaminan KIS karena hanya Pak Jeje yang bekerja, setelah kejadian ini tentu beliau menjadi berhenti bekerja sebagai buruh untuk sementara. Alhamdulillah, atas informasi dari kerabat, Sedekah Rombongan bisa berkunjung dan melihat keadaan Pak Jeje di rumah sakit dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan kepada Pak Jeje. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 8 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Jeje menjadi korban ledakan gas


ERUM BINTI INU (78, Lumpuh). Alamat: Kp. Kalapa Dua, RT 18/3, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Erum sudah bertahun-tahun menderita penyakit reumatik yang menyebabkannya menjadi lumpuh kaki. Selama sakit, ia hanya berobat ke klinik terdekat dan tidak pernah memeriksakan diri ke rumah sakit sama sekali karena tak punya jaminan kesehatan seperti KIS dan hanya diurut secara berkala, akibatnya sekarang ia tak bisa berjalan. Bu Erum tinggal sendirian di rumah petak dengan dinding bambu karena sudah lama ditinggal suaminya dan anaknya menjenguk setiap hari dan terkadang menginap untuk menjaganya. Jika ia ingin buang air besar, kecil dan mandi, ia menumpang ke kamar mandi di rumah anaknya karena di rumah Bu Erum tak tersedia MCK, untuk makan pun Bu Erum disediakan oleh anaknya karena sudah tidak melakukan aktivitas apapun. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Bu Erum dan melihat langsung keadaannya. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk biaya berobat Bu Erum. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1027. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Erum dan memberikan kemudahan hidup di umurnya yang sudah renta. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Erum sudah bertahun-tahun menderita penyakit reumatik dan lumpuh


KARWIJIONO BIN BASARI (47, Katarak Glukoma). Alamat Jln. Yos Sudarso, Gg. Musi, Ketandan Rt 04/ Proyonanggan Utara, Batang, Kab. Batang. Pak Karwi, menderita penyakit Katarak Glukoma sejak usianya 18 tahun, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, Istri Pak Karwi, Endah Rukmiati (41) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dan Pak Karwi sendiri bekerja sebagai nelayan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pak Karwi memiliki 4 orang anak, 1 diantaranya sudah bekerja di pabrik, dan 3 yang lainya masih bersekolah di SD, SMP, dan SMA. Pada bulan April 2017 Kurir dari #sedekahRombongan di pertemukan dengan Pak Karwi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Karwi selama berobat di Semarang. Pak Karwi telah menjalani kontrol di RSUP Dr. Kariadi, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Karwi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari #SedekahRombongan. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.349.393
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @indrades @nellasari @naadiahusna

Pak Karwi menderita penyakit Katarak glukoma


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT001 RW 001 ,Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatn di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian program penyinaran yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Juli. Bantuan di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp 1.661.380,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


TARONO BIN CARIDI (36, Ca Nasofaring). Alamat Wiyoro Wetan RT. 004 RW. 005 Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2017 Pak Tarono merasakan keanehan pada pendengarannya dengan sering berdenging tanpa sebab, 3 bulan kemudian di seratai dengan migrain yang tidak tertahankan. Pak Tarono memutuskan untuk berobat ke RSU Keraton Pekalongan, di RSU Keraton menjalani rawat inap selama 10 hari dengan program pemeriksaan biopsi, dan melakukan scan untuk mendeteksi penyakit yang sesungguhnya di derita Pak Tarono. Setelah menjaani rawat inap dokter menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama 2 minggu. Selama melakukan rawat jalan tidak ada perkembangan hingga di putuskan rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Selama 12 hari di Semarang Pak Tarono menjalani semua kontrol yang di sarankan oleh pihak RSUP Dr. Kariadi yaitu cek THT dan seluruh organ vital. Hasil diagnosa penyakit Pak Tarono yaitu Ca Nasofaring. Pak Tarono bekerja sebagai pedagang kerupuk dengan penghasilan yang cukup untuk biaya makan sehari-hari dan Istrinya Sumiyati (37) sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak yang masih balita merasakan kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Selama pengobatan di Semarang Pak Tarono di temani adik iparnya menginap di salah satu penginapan dengan biaya 50.000/ hari untuk 2 orang dan fasilitas jaminanan kesehatan KIS. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh bapak Tarono dan memutuska untuk memberi dampingan kepada beliau. Santunan awal di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Pak tarsono menderita ca nasofaring


ROMADHON BIN CUNDUK (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, istri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Program kemoterapi telah di jalani Bapak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sedang menjalani program penyinaran. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya pernah terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @indrades @dianfariza @yodhadidot @naadiahusna

Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker


SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @indrades @haurilmnisfari @naadiahusna

Septi menderita tumor pipi


KASIROH BINTI WASMUN (36, Pembekuan Darah di Kepala + Komplikasi). Alamat: Jl. Solotigo RT. 004/RW. 001, Desa Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2015 Ibu Kasiroh mempunyai riwayat sakit jantung dan darah tinggi. Pada tahun 2017, Ibu Kasiroh hamil anak ketiganya dengan pengawasan ketat oleh bidan desa setempat karena riwayat sakit yang dideritanya sejak tahun 2015, saat usia kehamilan 8 bulan Ibu Kasiroh mengalani pingsan sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Pada tanggal 02 juli 2017 Ibu Kasiroh melahirkan anak ketiganya, dua minggu setelah melahirkan Ibu Kasiroh terjatuh dikamar mandi karena terserang stroke, kemudian dilarikan ke RSI Harapan Anda Tegal dan menjalani perawatan selama satu minggu dirumah sakit dengan diagnosa stroke, yang kemudian oleh pihak rumah sakit dirujuk ke RSUP dr. Karyadi Semarang, setelah menjalani perawatan selama satu bulan di RSUP dr. Karyadi Semarang Ibu Kasiroh langsung menjalani operasi pembekuan darah di kepala. Dan pada awal juli 2017 Ibu Kasiroh menjalani operasi yang kedua. Suami Ibu Kasiroh, Nuri Sutrisno (33) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Kasiroh sendiri adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang Ibu Kasiroh menggunakan fasilitas jaminan kesehatan KIS. Bantuan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @s_nurulh

Bu Kasiroh menderita pembekuan darah di kepala


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

ajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh


NARTI BINTI ASTAP (38, Kanker Ovarium). Alamat : Karangmalang, RT 4/2, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov.Jawa tengah. Pada tahun 2013 lalu, Bu Narti mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Setelah diperiksakan ke RSUD setempat diketahui terdapat tumor dalam perut Bu Narti. Pihak keluarga Bu Narti tidak langsung melakukan pengobatan kepada Bu Sunarti karena kala itu Bu Narti masih bekerja di luar kota. Tahun 2014, Bu Narti pertama kali melakukan tindakan operasi di RSUD Soesilo Slawi. Namun, setahun kemudian perut Bu Narti terlihat bertambah besar. Bu Nartii kembali melakukan operasi ke-2 di RSI Singkil Tegal dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dirujuk ke Semarang, Bu Narti tidak langsung melanjutkan pengobatan di Semarang. Tidak adanya biaya membuat pengobatan tertunda meskipun biaya pengobatan telah dicover fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI yang di buatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah, pada bulan Juni 2016 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunarti. Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga, Bu Narti kemudian dibawa ke Semarang dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. Saat ini Bu Narti telah menjalani operasi pengangkatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan kini menjalani program kemoterapi 6 kali. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan belumnya terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir: @indrades @restirianii @naadiahusna

Bu Narti menderita kanker ovarium


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus.Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp.1.300.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades @nellasari @eka @naadiahusna

Bu Yuli menderita kanker usus


M. HASAN AL BASHRI (2, Megacolon Congenital). Alamat : Desa Karangmalang, RT 11/05 Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Terlahir sebagai anak yang mengalami gangguan Obstruksi Usus (Megacolon Congenital) menyebabkan Hasan mengalami susah buang air besar. Sekilas, Hasan terlihat sehat dan aktif. Namun jika diperhatikan dengan seksama, perutnya terlihat jauh lebih besar dari anak kebanyakan. Untuk BAB, harus ada treatment khusus atau dipancing dengan obat, baru bisa lancar. Sebelum bertemu dengan #Sedekahrombongan, Hasan belum menjalani tindakan apapun. Orang tua Hasan, Bapak Muksin adalah guru ngaji di daerahnya dan Ibu Maslikha seorang Ibu Rumah Tangga, belum memiliki rezeki yang cukup untuk membawa Hasan berobat. Sekitar bulan April 2017 Hasan mulai menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan pendampingan #Sedekahrombongan. Awal pengobatan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi. Juni 2017, Hasan menjalani operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasca operasi, kondisi Hasan keseluruhan lebih baik. Oleh Dokter, disarankan kontrol hanya jika ada keluhan saja . Bantuan yang diberikan untuk akomodasi pengobatan. Terimakasih sahabat SR karena telah membantu pengobatan Hasan, semoga lancar pengobatan Hasan dan segera memperoleh kesembuhan. Santunan belumnya terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @desiariyanii

Hasan mengalami gangguan obstruksi usus


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 686.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Dik Maghfiroh mengalami kelainan pada struktur wajah dan tempurung kepala


ALFAN TAUFIQU (14), Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. ik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dan kedua dinyatakan telah selesai. Berkat bantuan dan doa dari sedekah holic kondisi Dik Alfan saat ini sudah membaik dan stabil, Dik Alfan di jadwalkan kontrol setahun yang akan datang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Alfan menderita kanker kelenjar getah bening


ALFAN TAUFIQU (14, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. ik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36). Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dan kedua dinyatakan telah selesai. Berkat bantuan dan doa dari sedekah holic kondisi Dik Alfan saat ini sudah membaik dan stabil, Dik Alfan di jadwalkan kontrol setahun yang akan datang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @indrades @Qiiyu @naadiahusna

Alfan menderita kanker kelenjar getah bening


UNTUNG SAHARA (20, Kanker Tulang). Alamat : Kalenpandan, RT 4/14, Kel. Pamulihan, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah. Awalnya, Untung mengalami kecelakaan yang tak kunjung sembuh meskipun sudah diperiksakan di klinik setempat. Akhirnya oleh orangtuanya, dibawa ke Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta dan menjalani kontrol setiap bulannya, Tetapi pengobatan terhenti karena terkendala biaya serta tak ada kemajuan kesembuhan. Ayah Untung yaitu Bapak Dartam (50) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan. Maklum saja, Bapak Dartam tidak memiliki simpanan uang. Pak Dartam masih memiliki tanggungan 5 anak. Seluruh biaya pengobatan Untung telah dicover oleh JKN-KIS PBI. Kurir #SRbrebes dipertemukan dengan Untung kemudian mendamipingi pengobatanya. Untung dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di RS. Ortopedi Solo. Maret 2016, Untung menjalani pemeriksaan awal kemudian kontrol tiap satu bulan sekali. Pada 25 April 2016, dokter menganjurkan untuk melakukan pengobatan rutin rawat jalan selama beberapa minggu untuk mematikan sel kanker yang ada, sebelum dilakukan operasi. Awal Agustus 2016, Untung kembali menjalani kontrol serta tes laboratorium, kemudian 8 Agustus ia menjalani operasi kaki bagian kiri. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RS serta dianjurkan untuk berbaring selama 6 minggu untuk memulihkan kaki pasca operasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk kontrol/terapi setiap 1 minggu sekali pada hari kamis untuk pemulihan lebih lanjut dan dokter memberikan obat setiap kontrol untuk melenturkan sendi yang kaku. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993 .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Untung menderita kanker tulang


PURFI MARTALIA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Siasem RT 10/01 Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2015, Bu Purfi memiliki keluhan sering bersin-bersin, kemudian muncul benjolan kecil di hidung. Bu Purfi kemudian berobat ke RSUD Brebes dan didiagnosa sakit polip. Selang setengah bulan menjalani pengobatan, Bu Purfi menjalani operasi pengangkatan polip di RSUD Brebes. Namun setelah operasi, benjolan semakin membesar sehingga Bu Purfi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Purfi terkena kanker nasofaring. Bu Purfi sudah menjalani pengobatan, program kemoterapi, dan operasi sebanyak tiga kali di RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2016. Bu Purfi menjalani operasi ke-empat pada awal tahun 2017 dan beberapa kali melakukan penyinaran. Karena kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan di Semarang, pengobatan Bu Purfi mengalami beberapa hambatan. Bu Purfi sebelum sakit pernah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Suami Bu Purfi, Pak Ahmad Rifai dahulu bekerja sebagai buruh di sekitar rumah. Bu Purfi masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih kecil. Saat ini Bu Purfi sudah memiliki fasilitas BPJS Non PBI Kelas III. Karena dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh, Bu Purfi membutuhkan pendampingan. Tanggal 1 Mei 2017, Bu Purfi dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan setelah melakukan beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Purfi. Saat itu, Bu Purfi sudah melakukan program penyinaran sebanyak 3 kali dari program 33 kali penyinaran. Alhamdulillah, saat ini Bu Purfi sudah selesai menjalankan program penyinaran sebanyak 33 kali. Selanjutnya, Bu Purfi dijadwalkan untuk melakukan program kemoterapi lagi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.645.150,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Bu Purfi terkena kanker nasofaring


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000​,-
Tanggal : 11 Juli 2017​
Kurir : @indrades @DiyahSumanti @naadiahusna

Wildan menderita atresia ani


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala). Alamat : Desa Sidorejo Tengah, RT 5/4, Kec. Balong Kembang, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, pada tahun 2004 lalu terdapat benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang Pak Sudi. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Pak Sudi dibawa ke RS Kelet Jepara untuk pemeriksaan awal. Dokter mendiagnosa bahwa Pak Sudi menderita tumor kepala sehingga harus dilakukakan operasi pengangkatan tumor. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet Jepara. Setelah operasi, Pak Sudi hanya kontrol perawatan luka.Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternatif, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya Pak Sudi menjalani operasi ke-2 di bulan April 2014 di RSUD Kartini Jepara. Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, Pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RSUP Dr. Kariadi Semarang di bulan November 2014.Operasi yang ke-3 terhenti karena tidak adanya biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Pak Sudi yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas dan istrinya yaitu Bu Marsulin adalah ibu rumah tangga.Pak Sudi masih memiliki dua anak yang masih bersekolah. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III yang dimiliki. Hingga atas ijin Allah, pada awal September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sudi. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Pak Sudi. Saat ini Pak Sudi sudah menjalani operasi yang ke-3 dan melanjutkan program kemotherapi.Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Evaluasi yang dijalani beliau saai ini dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Proses pengobatan Pak Sudi masih panjang. Santuan yang disampaikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi. Santunan belumnya terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @desiariyanii

Pak Sudi menderita tumor kepala


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Lia menderita penyumbatan anus


CASMURDIATI ZAENAL ARIFIN (28, Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh). Alamat : Dukuh Karangsari, RT. 02/ RW. 07 Kel. Karangasem Utara, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Mei 2017 Ibu Casmurdiati yang sedang mangandung mengalami sakit perut yang hebat karena rasa sakit tidak kunjung hilang Zaenal Arifin (27) suami Ibu Casmurdiati memeriksakan ke puskesmas desa. Setelah di lakukan observasi oleh pihak puskesamas, bidan menyarankan Ibu Casmurdiati untuk segera memeriksa ke RSUD Kalisari karena keterbatasan fasilitas. Pemeriksaan selajutnya di RSUD Kalisari Batang, dokter melakukan banyak pengecekan pada Ibu Casmurdiati dan mendiagnosa Positive HIV dan harus segera dirujuk ke RSUP Kariadi untuk tindakan persalinan pada bayi yang sedang di kandung. Zaenal Arifin Dikarenakan terkendala masalah biaya, dan lagi pula keseharian suami dari Ibu Casmurdiati yaitu Pak hanya seorang pekerja kasar, maka untuk berobatpun perlu biaya tidak sedikit untuk persalinan. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Casmurdiati. Santunan untuk membantu biaya persalinan selama di RSUP Kariadi. Mohon doanya semoga Ibu Casmurdiati lancar dalam proses persalinan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @indrades @marco @naadiahusna

Ibu Casmurdiati dan mendiagnosa Positive HIV


DIMAS DWI ANUGRAH (15, Lumpuh). Alamat: Jl. Jonggring saloko IV No. 04 RT. 006 RW. 012 Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah. Dimas Dwi Anugrah adalah putra bapak Bihari dan ibu Sukaesih ini, Dulu nya Dimas tumbuh layaknya anak seusianya dengan normal, kemudian barulah sejak umur 3 tahun Dimas sering terjatuh dengan tumpuan yang selalu sama, kaki sebelah kiri, semenjak itu perlahan kaki yang biasa bisa digerakan dengan normal itu, perlahan mulai melemah, mulai dari jongkok tidak bisa berdiri hingga akhirnya tidak bisa berjalan dengan normal, Seharusnya Dimas saat ini sudah duduk di bangku SMP semenjak sakit Dimas tidak dapat melanjutkan sekolahnya kembali, saat ini keluarganya sudah pasrah Pak Bihari yang sehari-hari hanya menghidupi keluarganya dengan menarik becak sudah tak mampu berbuat banyak, dulu Dimas sudah sempat di berobatkan dimana-mana sudah sampai berobat di RS Tugu namun hanya bertahan 3 Bulan saja, dan terpaksa harus berhenti karena terkendala biaya dan karena perkembangan yang tidak kunjung membaik, akhirnya keluarga memutuskan untuk mengehentikan pengobatan, kini keadaan Dimas semakin memburuk, karena minim nya aktivitas, tiap harinya Dimas hanya tiduran di kasur dan menonton TV dengan sesekali bermain hp, Santunan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban biaya hidup sehari-hari pak Biari dan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 3 Juli 2017
Kurir: @indrades, @naadiahusna, @arifin_

Dimas menderita lumpuh


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Juli). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk service mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp 5.742.122,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juli


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Juli). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura Jawa Tengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.723.248,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juli


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Juli). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.335.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juli


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Juni). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Operasional Pasien yang tinggal sementera di Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.459.231,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Juli). Alamat : Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jl. Kedungjati No.4 RT 01 RW 07, Randusari, (Kompleks PJKA) Semarang Selatan, Jawa Tengah. (50244). RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Juli 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1031.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.718.113,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Saat ini Bu Pungut menjalani pengobatan di RS Bakti Husada Cikarang dan ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit yang harganya hampir Rp. 500.000,-. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover kartu KIS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SLAMET ABDUL JALIL 1,000,000
2 DARSIH BINTI LEGIMAN 1,000,000
3 MTSR PANTURA TIMUR III 1,955,000
4 MTSR PANTURA TIMUR III 700,000
5 DADAN HIDAYAT 1,000,000
6 MEDI WAHYUDI 500,000
7 MUNAWAROH BINTI ABDULLAH 1,000,000
8 SULASTRI BINTI SUGIMIN 2,000,000
9 SURYAWATI BINTI SAFARI 2,500,000
10 SLAMET RIADI 500,000
11 MUSTINGI BINTI ABDULLOH 500,000
12 JUMINAH BINTI ADEMIN 1,000,000
13 PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN 1,000,000
14 ENGGAR FAJAR PRASETYO 1,000,000
15 WIDHI WINARYATI 1,000,000
16 DEDEH JUARIAH 500,000
17 YANTI NOVIANTI 750,000
18 SAQUILA RIZQY S 750,000
19 SAIPAH BINTI WASLAM 500,000
20 MUHAMAD QOLBY RIDHOWI 1,000,000
21 HELIA UDI 1,000,000
22 KHAERUN NISA 1,000,000
23 NIZAM MAULANA 750,000
24 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
25 NURHAYATI BINTI EDON 500,000
26 ROKAYAH BINTI IYAM 500,000
27 MARYANI BINTI SUMARNO 500,000
28 CICIH JUARSIH 1,000,000
29 RASYA NURYAMAN PUTRA 500,000
30 ECIN BINTI TAMAMI 500,000
31 MTSR TASIKMALAYA 1,750,000
32 YUTI BINTI RUKYANTO 500,000
33 SUTEJA JUANTA 500,000
34 WANTIYAH BINTI TOMO PERWIRO 500,000
35 SAAMAH BINTI MARCANA 500,000
36 BARJA BIN ILENG 500,000
37 DAYU ALBAR 1,700,000
38 KOYAH BINTI NYIMAN 1,000,000
39 SAMIH BINTI LILI 500,000
40 REVAN RIZKI 500,000
41 MUHAJIR BIN ABDURRAHMAN 500,000
42 OKE MAULANA 500,000
43 SUTINI BINTI SINGKRIH 500,000
44 RENDI BIN SAKA 500,000
45 MTSR BEKASI 3,000,000
46 SRI LESTARI 4,085,876
47 KARLINAN BIN SUBUR 500,000
48 YANI MULYANI 500,000
49 FIRDA BINTI GUGUH 500,000
50 TITIN PRIATIN 500,000
51 ESIH BINTI SAHRUDIN 750,000
52 UMAR BIN EJEN 500,000
53 ALITA BINTI ABUN 500,000
54 JEJE BIN JAMHAR 700,000
55 ERUM BINTI INU 500,000
56 KARWIJIONO BIN BASARI 1,349,393
57 SLAMET GENDARI 1,661,380
58 TARONO BIN CARIDI 500,000
59 ROMADHON BIN CUNDUK 900,000
60 SEPTIANA DEWI 2,000,000
61 KASIROH BINTI WASMUN 1,000,000
62 FAJAR FIRMANSYAH 900,000
63 NARTI BINTI ASTAP 2,100,000
64 YULI HIDAYATI 1,300,000
65 M. HASAN AL BASHRI 500,000
66 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 686,000
67 ALFAN TAUFIQU 1,000,000
68 ALFAN TAUFIQU 1,500,000
69 UNTUNG SAHARA 1,000,000
70 PURFI MARTALIA 1,645,150
71 MUHAMAD WILDAN AFANI 500,000
72 SUDI BIN KASDI 500,000
73 LIA LIFIANA 500,000
74 CASMURDIATI ZAENAL ARIFIN 1,000,000
75 DIMAS DWI ANUGRAH 1,000,000
76 MTSR SEMARANG 5,742,122
77 MTSR SEMARANG 6,723,248
78 MTSR SEMARANG 2,335,000
79 RSSR SEMARANG 10,459,231
80 RSSR SEMARANG 1,718,113
81 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
Total 98,910,513

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 98,910,513,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1041 ROMBONGAN

Rp. 54,322,073,811,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.