Rombongan 1040

sedekah akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak anda sangka-sangka sebelumnya.
Posted by on August 25, 2017

AMALIA NUR FAJARINA (14, TB Tulang). Alamat : Kampung Sukamaju, RT 4 /1, Kelurahan Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Amalia kini sedang mendapatkan perawatan di RS Fatmawati karena mengidap TB Tulang. Sakitnya bermula pada 1 tahun yang lalu, tubuh Amalia mendadak lemas semua. Amalia oleh orang tuanya, Ibu Leni (41) dan Bapak Badri (49) dibawa ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke RSUD Bogor untuk melakukan MRI dan rawat jalan tingkat lanjut. Enam bulan kemudian, Amalia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang itensif. Amalia menjalani rawat jalan selama 4 bulan dan oleh dokter disarankan untuk menjalani operasi pemasangan pen di tulang belakangnya. Untuk memudahkan aktivitas sehari-hari, Amalia dianjurkan menggunakan kurai roda. Pak Badri yang bekerja sebagai buruh serabutan itu merasa keberatan karena ia tidak mempunyai persediaan dana untuk membelinya. Bahkan untuk operasional selama Amalia dirawat saja Pak Badri harus meminjam uang. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membeli kursi roda dan operasional selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Amalia mengidap TB Tulang


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Dimas masih harus menjalani kontrol rutin untuk mengecek dan mengganti selang di perutnya. Perkembangan saat ini kondisi Dimas masih sering demam dan batuk-batuk. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu-

Dimas menderita kanker otot + celebral palsy


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Harji

Pak Asep menderita tumor di belakang


RENI ARIANTI (7, Leukemia + Gizi Buruk). Alamat : Bukit Kemuning RT 9/4, Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebelum didiagnosa penyakit Leukemia, Reni menderita gizi buruk sehingga ia sering sakit-sakitan. Namun sekitar 6 bulan yang lalu tiba-tiba ia tidak bisa jalan dan kondisi tubuhnya sangat lemah sehingga orang tuanya membawanya ke RSUD Bangkinang agar dapat dilakukan check up menyeluruh terhadap Reni. Setelah menjalani cek darah dan pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) yaitu pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan cara mengambil sedikit massa dari sumsum tulang belakang seorang pasien yang tersuspek leukemia, Reni positif terdiagnosa penyakit leukemia. Dokter menyarankan pengobatan kemoterapi namun saat ini masih terkendala kondisi gizi buruk yang dialami Reni sehingga kemoterapi ditunda hingga ia dinyatakan memenuhi persyaratan kondisi tubuh yang fit untuk menjalaninya. Alhamdulillah selama Reni berobat jalan hingga saat ini menjalani rawat inap di RSIA Eria Bunda seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS dengan JKN-KIS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya. Namun tetap saja keluarga memiliki kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di RS selama Reni dirawat di RS. Ayah Reni, Ipung Agus Susilo (34), bekerja sebagai pendodos sawit dengang penghasilan tidak tetap. Sedangkan ibunya, Sugianti (33), adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini keluarga tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di daerah Kampar. Penghasilan Pak Ipung hanya mampu untuk membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari sehingga dengan kondisi perekonomian keluarga yang terbatas mereka sulit memenuhi kebutuhan akomodasi di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Reni dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya makan sehari-hari keluarga selama menunggui Reni selama dirawat di RSIA Eria Bunda Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970. Namun takdir Allah berkata lain, karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk Reni akhirnya meninggal dunia pada tanggal 26 Juli 2017 di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan memberikan santunan duka sebagai tanda belasungkawa kepada keluarga dan turut mendo’akan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Sri Rani

Reni menderita gizi buruk dan leukimia


ROHANI BINTI YATIMAN (12, Dhuafa). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 2/3, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Rohani adalah anak terakhir dari dua bersaudara. Rohani bersekolah di sekolah dasar kelas 4, sedangkan abangnya sudah bersekolah di SMA. Rohani pernah terhenti sekolahnya 2 tahun karena ketiadaan biaya, seharusnya saat ini Rohani sudah duduk di kelas 6 SD. Ayah Rohani, Pak Yatiman (63), adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan ibunya, Ibu Rubinah (55), adalah seorang ibu rumah tangga. Karena faktor usia, ayah Rohani seringkali sakit-sakitan sehingga ia kadang tidak bisa bekerja. Penghasilan tidak seberapa yang kadang diperolehnya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan itu pun seringkali masih jauh dari cukup, sehingga biaya sekolah anak-anaknya juga sering menunggak. Bahkan kadang keluarga dibantu oleh tetangganya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi Rohani dan keluarga dan menyampaikan titipan sedekaholics yang digunakan untuk membayar tunggakan biaya sekolah Rohani. Semoga Rohani terus semangat belajar dan kelak bisa mencapai cita-citanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 520.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Yayuk Zakia @ranitw1

Bantuan untuk membayar tunggakan biaya sekolah


DEBY MAULINA (16, Dhuafa). Alamat : Jalan M. Ali no. 9, RT 3/1, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Deby merupakan salah satu siswi kelas X jurusan IPS di MAN 2 Model Pekanbaru. Deby adalah anak yg berprestasi dan mempunyai kecerdasan yg luar biasa diantara kakak dan adiknya. Namun karena faktor ekonomi, kini sekolah Deby berada di ujung kegagalan karena orang tuanya tidak bisa membayar tunggakan uang SPP dan uang pangkal sekolah. Deby adalah anak ke 2 dari 6 bersaudara dari pasangan Pak Suheri (48) yang tidak bekerja karena mengalami gangguan jiwa sejak 11 tahun yang lalu akibat stress dan Bu Eva Susanti (44) yang bekerja sebagai petugas kebersihan honorer. Bu Eva saat ini menjadi tumpuan keluarga, apapun pekerjaan dilakukan untuk menafkahi anak-anaknya. Saat tidak bekerja sebagai petugas kebersihan, Bu Eva bekerja sebagai penjaga kantin sekolah, tukang cuci dan sesekali berjualan soto. Faktor ekonomi membuat Bu Eva akhirnya hijrah ke Batam dan menjadi tenaga honor di sebuah kantor kelurahan. Karena keterbatasan ekonomi, 3 saudara Deby lainnya diasuh oleh saudara jauh keluarga untuk disekolahkan sedangkan kakak tertuanya putus sekolah karena tidak ada biaya. Saat ini Deby serta kedua saudaranya hidup terpisah dengan kedua orang tuanya. Deby tinggal bersama neneknya di Pekanbaru. Neneknya juga tidak bisa banyak membantu, karena beliau juga hidup dari belas kasihan tetangga. Saat ini Deby terkendala dalam pembayaran tunggakan Komite dan Biaya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Deby dan santunan disampaikan untuk membantu pembayaran cicilan tunggakan SPP sekolahnya. Semoga Deby terus semangat bersekolah dan terus berprestasi, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1035.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Bantuan untuk membantu pembayaran cicilan tunggakan SPP sekolah


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Farida disiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33 persen di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Bu Farida segera pulih dan ia dapat menjalani kembali aktivitasnya dengan baik. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Bu Farida menderita luka bakar


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @sulistyaone

Asbih mengidap penyakit gagal hati


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @sulistyaone

Imam menderita patah tangan kiri


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifin yang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita kondisi usus yang berada di luar perut


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1036.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang @hermanwaesyah

Alifa lahir dengan kondisi prematur


NURUL ISTIQOMAH (20, TBC Kelenjar). Alamat : Dusun Karang Sari, RT 2/4, Desa Sari Makmur, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Setahun yang lalu, Nurul mengalami demam tinggi hingga muncul empat benjolan di lehernya. Salah satu benjolan tersebut akhirnya pecah dan keluarga membawanya berobat ke puskesmas terdekat. Diagnosa dokter puskesmas menyatakan bahwa kelenjar getah bening Nurul mengalami peradangan dan harus segera dirujuk ke RS Efarina Kerinci. Sesampainya di RS Efarina dokter langsung menyarankan Nurul untuk dirawat inap agar ia dapat diperiksa secara lebih intensif. Selama dirawat 4 hari, dokter mengambil sampel dari benjolan yang pecah yang akhirnya diketahui bahwa Nurul menderita TBC Kelenjar. Dokter menyarankan agar ia kontrol rutin dan berobat jalan selama 9 kali, setelahnya ia akan dicek ulang. Hingga kini ia sudah menjalani kontrol rutin selama 5 kali namun tetap saja ia sering mengalami demam tinggi karena adanya benjolan baru di lehernya akibat terlalu mengonsumsi obat. Suami Nurul, Ryan (27), bekerja serabutan di kampung dengan penghasilan tidak menentu karena pekerjaannya hanya berdasarkan panggilan orang yang membutuhkan bantuannya saja. Selama pengobatannya, Nurul ditanggung oleh JKN-KIS Mandiri kelas 3 namun ia tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama berobat jalan. Alhamdulillah Nurul dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan disampaikan untuk membantu keperluan pengobatannya. Semoga Nurul tetap semangat dan segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Yayuk Zakia Siti @ranitw1

Nurul menderita TBC Kelenjar


Bayi Nyonya Irma Yuni (1, Hidrosepalus). Alamat : Desa Petay, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Selama kehamilannya, Ibu Irma hanya melakukan kontrol kandungan sekali dalam tiga bulan ke RSIA Eria Bunda karena lokasi rumah yang sangat jauh dari rumah sakit. Selama pemeriksaan kandungannya, dokter menyatakan janin yang dikandungnya sehat dan normal. Namun pada tanggal 19 Juli 2017, dokter menyatakan janinnya mengalami masalah dengan adanya penumpukan cairan pada kepala bayinya sehingga dokter menyarankannya untuk melakukan operasi caesar saat ia melahirkan nanti. Suami Ibu Irma pun kemudian langsung kembali ke kampungnya untuk mencari dana kepada sanak keluarganya. Setelah semua persyaratan sudah lengkap dan Ibu Irma dalam keadaan layak operasi, alhamdulillah pada tanggal 20 Juli dilakukan operasi caesar. Paska operasi, kondisi bayi masih sulit bernafas dan jantungnya lemah sehingga bayinya harus dirawat inap untuk memulihkan kondisinya. Ibu Irma Yuni (31) adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya, Pak Asrul (31), bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan tak jarang juga ia bekerja memanen di kebun sawit orang lain. Penghasilan keluarga hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga sehingga keluarga masih terkendala dengan biaya akomodasi selama mereka menunggu bayinya yang dirawat di RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Irma dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama keluarga menunggu di RS. Semoga kondisi sang bayi segera dipulihkan kondisinya dan dapat berkembang dengan baik serta selalu sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @nhphita @hermanwasyah @sulistyone @rini Andika Dede @ranitw1

Bayi ny irma menderita hidrosepalus


ASYRAF RIZQULLAH (2, Hidrosepalus). Alamat : Jalan Sedulur, RT 3/1, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Pada masa kehamilannya, ibunda Asyraf tidak mengalami keluhan apapun pada kondisi janin yang dikandungnya. Saat Asyraf lahir secara caesar di RSUD Selat Panjang dengan berat badan 3,5 kg dan panjang 57 cm, baru terlihat ukuran kepalanya lebih besar dari ukuran normal dengan diameter 38 cm. Dokter menyarankan agar Asyraf dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, akan tetapi ada ketakutan dari pihak orang tua Asyraf untuk menjalani pengobatan secara medis. Sehingga selama beberapa bulan, orang tua Asyraf hanya melakukan pengobatan secara herbal hingga akhirnya terpaksa berhenti melakukan pengobatan tersebut karena ketiadaan biaya. Pada pertengahan bulan Juli 2017, Asyraf mengalami demam dan oleh orang tuanya ia dibawa ke RSUD Selat Panjang untuk melakukan kontrol dan berobat seperti biasa. Akan tetapi melihat kondisi kepala Asyraf yang semakin membesar, dokter menyarankan agar dilakukan operasi dan dirujuk ke RSUD di Pekanbaru. Alhamdulillah akhirnya terhitung sejak tanggal 20 Juli 2017, Asyraf di rawat inap di RSUD di Pekanbaru. Namun kondisinya saat ini membuatnya tidak dapat mengonsumsi ASI, sehingga ia dibantu dengan mengkonsumsi susu formula untuk menambah asupan gizinya. Hingga kini, diameter kepala Asyraf semakin membesar dan telah mencapai 68 cm. Asyraf adalah anak dari pasangan Bapak Zulkifli (28) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Ibu Latifa (20) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Asyraf telah memiliki Jamkesda untuk membantu biaya pengobatannya, akan tetapi keluarga masih mengalami kendala dalam biaya akomodasi dan transportasi selama Asyraf menjalani pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asyraf dan santunan disampaikan untuk membantu biaya makan sehari-hari keluarga yang menunggu di rumah sakit serta untuk pembelian susu. Semoga Asyraf segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone @rizkyqurniazary

Asyaf menderita hidrosepalus


REZKI WAHYU RAMADHAN (1, Luka Bakar). Alamat : Perumahan Witayu, Jalan Siak 2 Palas, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada hari Jumat tanggal 30 Juni 2017, Wahyu ikut membantu orang tuanya membersihkan kebun dari pemilik rumah yang mereka tempati. Pada waktu istirahat siang, Ibu Wahyu membuat teh dan tanpa sepengetahuan sang ibu, Wahyu tersandung saat mengambil gelas yang berisi teh panas hingga akhirnya wajah dan sebagian tubuhnya tersiram teh panas. Akibatnya, kulit wajah dan tangan Wahyu melepuh. Lalu ia dibawa ke bidan terdekat dan beberapa klinik pengobatan setempat, namun karena keterbatasan alat dan ketiadaan dokter akhirnya pihak klinik menolak Wahyu untuk dilakukan pertolongan lebih lanjut. Atas rekomendasi dari perawat di salah satu klinik, akhirnya ia dibawa ke IGD RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru. Setelah mendapatkan penanganan dari dokter di IGD, ia disarankan untuk dirawat inap agar ia dapat dirawat secara lebih intensif. Namun karena terkendala masalah biaya, akhirnya orang tuanya membawa Wahyu pulang ke rumah. Dirawat di rumah tidak membuat kondisi Wahyu membaik, kulit pada sebagian dada dan wajahnya malah semakin melepuh sehingga keluarga memutuskan membawanya ke RSUD Pekanbaru dan menjalani rawat inap hingga sekarang. Wahyu tinggal bersama orang tuanya, yaitu Pak Niko Wahyu Santoso (41) yang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap serta Ibu Sri Dewi (36) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Ketiadaan jaminan kesehatan membuat Wahyu terdaftar sebagai pasien umum di RS sehingga keluarga mengalami kendala dalam pembayaran biaya berobat. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dihadapi keluarga dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu pembayaran biaya RS. Semoga kondisi Wahyu segera pulih dan ia dapat kembali sehat seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @nhpita @hermanwasyah @sulistyaone Dede Rillo Rizky @ranitw

Rezky menderita luka bakar


ITI ROSA (60, Susp. Tumor Abdomen). Alamat : RT 1/1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ibu Iti mengalami pembesaran di perutnya. Mulanya ia merasakan kembung yang disertai mual, kondisi tubuh lemah, dan perutnya yang semakin membesar, keras, dan terasa nyeri. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapat informasi mengenai Ibu Iti dari ketua lingkungan rumahnya, segera mendatanginya. Kurir merasa prihatin pada Ibu Iti yang saat itu sedang berbaring sembari menahan sakit di perutnya yang terlihat seperti orang hamil. Suami Ibu Iti, Bapak Encab (55), sangat ingin membawa istrinya berobat ke rumah sakit, namun penghasilannya dari bertani hanya cukup untuk makan sehari – hari. Ibu Iti juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, terlebih lagi ia hanya tinggal berdua dengan Bapak Encab. Kurir pun menyarankan agar Ibu Iti segera dibawa ke rumah sakit. Mulanya Bapak Encab kebingungan untuk membawa istrinya, karena ia hanya memiliki uang 50 ribu rupiah hasil penjualan pisang siang tadi. Kurir pun akhirnya mendampingi Pak Encab dan membawa Ibu Iti ke UGD RSUD Tangerang Selatan. Setelah mendapat penanganan awal, dokter mengatakan bahwa Ibu Iti harus menjalani pemeriksaan USG dan darah. Ketiadaan jaminan kesehatan membuat Ibu Iti didaftarkan sebagai pasien umum. Kurir Sedekah Rombongan berusaha membantu mengarahkan dan membuatkan pembuatan JKN – KIS yang dapat diaktivasi dalam 1 hari berbekal rekomendasi dari dinas sosial setempat. Alhamdulillah JKN – KIS Mandiri kelas III telah dimiliki Ibu Iti yang dapat dipergnakannya untuk berobat lanjutan. Ibu Iti disarankan untuk menjalani rawat jalan ke doter spesialis. Alhamdulillah kondisinya sedikit membaik, meskipun perutnya masih besar. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pemeriksaan USG, darah, dan operasional berobat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Iti menderita susp. tumor abdomen


ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Setengah bulan kepulangan pasca operasi, Ilham kembali masuk rumah sakit karena mengalami kejang. Luka bekas operasinya pun mengakibatkan rasa sakit sehingga ia selalu menangis menahan rasa sakitnya. Kondisi Ilham semakin memburuk, kini matanya tak bisa melihat. Selain itu, luka bekas pemasangan selang terjadi infeksi akibatnya Ilham kerap menangis kesakitan dan demam tinggi. Saat kurir Sedekah Rombongan kembali menjenguknya di rumah, Ilham baru dua hari di rumah setelah menjalani rawat inap karena demam tinggi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat. Semoga Ilham segera diberi kesembuhan dan bisa bermain seperti anak seusianya. Sebelumya bantuan awal telah diberikan pada Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Ilham Putra menderita hydrocephalus


SUPENO PENO (53, Maag Akut + Jantung Berdebar). Alamat : Jln. Angsoka, RT 2/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Peno adalah seorang pedagang es kelapa yang setiap harinya berjualan di SD. Setiap pagi Pak Peno harus mendorong gerobaknya sendirian menuju sekolah. Istri Pak Peno, berjualan gorengan dengan mengayuh sepeda keliling kampung. Kesibukan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Pak Peno lupa untuk sarapan. Pada pertengahan September 2016, Pak Peno mengalami sakit dan kondisinya sangat menurun hingga harus dirawat di RSUD Kota Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya. Pak Peno dirawat menggunakan JKN – KIS kelas III yang ia dapatkan dari bantuan tetangganya yang mendaftarkanya melalui Dinas Sosial. Setelah satu minggu dirawat Pak Peno diizinkan pulang, namun ia harus selalu kontrol setiap bulannya. Setelah sakit, Pak Peno tak lagi bisa berjualan. Kebutuhan hidup keluarga kini menjadi tanggung jawab isterinya. Pendapatan istrinya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Pak Peno akhirnya kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk biaya transportasi ketika ia berobat. Kondisi Pak Peno kian membaik, ia mulai bisa berjalan dan beraktivitas di dalam rumah. Melihat kesusahan yang dialami Pak Peno, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transportasi ke RSUD dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Peno segera pulih kembali dan bisa berjualan lagi, amin. Sebelumnya Pak Peno telah dibantu di rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Pak Peno menderita maag akut + jantung berdebar


FADHILA PUTRI (5, Jantung Bocor ASD). Alamat : Jln. Raya Pandeglang, Kp. Karundang Masjid, RT 3/1, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Dila adalah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Ia didiagnosis dokter menderita jantung bocor. Awal mulanya Dila mengalami demam tinggi, oleh orang tuanya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis radang tenggorokan dan gizi buruk. Setelah beberapa bulan, Dila tak kunjung sembuh hingga akhirnya orang tuanya membawanya ke RS Siloam. Setelah dilakukan pengecekan medis, dinyatakan terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm. Keterbatasan alat membuat dokter RS siloam merujuk Dila ke RS Harapan Kita Jakarta. Setelah beberap kali kontrol Dila dinyatakan harus menjalani operasi. Syarat agar dapat dilakukan operasi adalah kondisi gigi Dila harus sehat, karena itulah tiga belas giginya yang rusak dicabut. Kini Dila menunggu penjadwalan operasi dan setiap bulan harus rutin kontrol ke RS Harapan Kita. Jarak dari rumah Dila ke Jakarta yang sangat jauh membuat orang tuanya harus mengeluarkan banyak biaya untuk transpotasi. Terkadang orang tua Dila tak memiliki uang dan itu menjadi kendala meski pengobatannya telah ditanggung BPJS. Jika tak ada uang, Ayah Dila terpaksa mencari pijaman untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Dila. Ayah Dila yang bekerja sebagai tukang bakso di kantin sekolah terkadang penghasilanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Alhamdulillah Dila dapat menjalani operasi yang pertama, dan pasca operasi kondisi Dila semakin membaik. Raut keceriaan terpancar dari wajah Dila saat ia kembali dapat bermain bersama teman sebayanya. Kini Dila pun sudah bisa bersekolah. Meskipin kondisinya membaik, Dila tidak boleh beraktivitas yang dapat membuatnya lelah. Dila harus menjalani kontrol rutin dua blan sekali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Semoga Dila segera sembuh sehingga bisa beraktivitas seperti anak seusianya. Sebelumnya Dila dibantu pada rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririnrestu

Dilla menderita jantung bocor


JOKO MUHAJIRIN ( 59, Pembengkakan pada kepala). Alamat : Jln. Muhajirin, RT 2/11, Kel. Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Joko adalah relawan dari komunitas Roemah Tawon yang peduli dengan anak-anak jalanan. Sejak dua tahun lalu Pak Joko mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala sering pusing. Pak Joko juga pernah terjatuh akibat pusing di kamar mandi hingga kepalanya terbentur ke dinding. Selama ini ketika rasa pusing mendera, pada kepala Pak Joko muncul benjolan besar. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan membuat Pak Joko hanya mengonsumsi obat anti nyeri yang dibelinya di apotek. Penghasilan istrinya sebagai pengupas bawang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Melihat kondisi Pak Joko yang memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan JKN – KIS dan biaya hidup sehari – hari. Alhamdulillah JKN – KIS Pak Joko sudah jadi dan bisa dipergunakan, kini ia mulai berobat setiap bulanya. Pak Joko dijadwalkan untuk pemeriksaan rontgen setelah obat yang diberikan dokter habis. Semoga penyakit yang diderita Pak Joko dapat segera teratasi. Sebelumnya Pak Joko telah dibantu di Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Medi @ririn_restu

Pak Joko menderita pembengkakan pada kepala


PENGKI BINTI JASIH (49, Susp. Gastritis + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Pengki adalah seorang ibu rumah tangga yang ulet dan rajin. Sehari – harinya Ibu Pengki berjualan es campur dan jajanan anak-anak untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami Ibu Pengki bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasil yang tak menentu. Enam bulan lalu, Ibu Pengki tidak bisa berjualan lagi karena sakit yang dideritanya. Awal mulanya saat Ibu Pengki sedang berjualan, ia jatuh pingsan karena menahan sakit yang tak terhingga di bagian perut dan ulu hatinya. Setelah diperiksa dokter di klinik terdekat dan dilihat dari hasil rongtennya ternyata ada gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya. Dokter pun menyarankan Ibu Pengki berobat ke rumah sakit. Untunglah Ibu Pengki mempunyai Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatannya bisa terpenuhi, namun ia kerap kebingungan mencari uang untuk transportasi ke RSUD Tangerang. Jarak dari rumahnya ke rumah sakit cukup jauh, terkadang ia harus meminjam uang pada tetangganya agar bisa berobat. Kondisi Ibu Pengki belum banyak peningkatan, ia masih sering merasa lemah. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dirasakan oleh Ibu Pengki dan keluarga, untuk membantu biaya pengobatannya, kurir menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban Ibu Pengki dan bisa menambah semangat hidupnya untuk segera pulih dan sembuh dari penyakitnya, amin. Sebelumnya Ibu Pengki telah dibantu dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Bu Pengki menderita gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya


NIJAR BIN WAHYUDI (1, TB Paru + Pembengkakkan Limpa). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/1, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nijar adalah anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Hayaroh. Sungguh malang nasib Nijar, baru beberapa bulan dilahirkan ia sudah menjadi anak yatim. Ironisnya ayah Nijar meninggal dikarenakan penyakit yang sekarang diderita Nijar yaitu TB paru. Setelah suaminya meninggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ibu Hayaroh bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik di wilayah Sukamulya, Tangerang. Untunglah ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga Nijar bisa dijaga oleh kakek dan neneknya. Ketika lahir bayi Nijar dalam kondisi sehat, namun setelah berusia enam bulan ia mulai terkena TB paru. Awalnya Nijar terserang panas tinggi, badannya demam. Ibunya pun membawa Nijar berobat ke klinik terdekat. Setelah beberapa hari panas Nijar tak turun juga, Ibu Hayaroh akhirnya membawanya ke klinik di Kecamatan Kronjo, karena belum adanya JKN – KIS ia tidak berani membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Nijar untuk dirongten, dan setelah dicek hasilnya ternyata Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa. Saat ini Nijar harus berobat dua kali seminggu selama enam bulan secara terus – menerus agar penyakitnya segera sembuh. Kondisi Nijar saat ini belum banyak mengalami peningkatan, tubuhnya masih sangat kurus karena berat badannya tidak naik. Nijar harus rutin kontrol setiap satu bulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya transportasi dan akomodasi berobat Nijar. Semoga Allah segera mengangkat dan menyembuhkan penyakit yang diderita Nijar sehingga ia bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat seperti anak-anak lainnya. Sebelumnya Nijar telah dibantu dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Nijar menderita TB paru


NURHADI ARIYANTO (38, Pendarahan pada Mata / Pendarahan Vitreus). Alamat : Pondok Arum Blok B7, Kel. Nambo Jaya Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pada Kamis, 5 November 2015 tepatnya pada pukul 15.00 WIB, Nurhadi terkena ledakan tabung kompresor di halaman rumahnya. Ledakan tersebut hingga mengenai bagian matanya dan menyebabkan luka yang cukup parah. Oleh tetangganya Nurhadi langsung dilarikan ke RSU Tangerang dan pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi, namun di RSU Tangerang tidak ada peralatan medis yang memadai untuk dilakukan operasi mata. Setelah berpindah-pindah ke lebih dari dua rumah sakit dan berdasarkan saran dokter, Nurhadi dirujuk ke rumah sakit khusus mata RS Aini. Di RS Aini operasi dapat dilakukan namun biaya yang dibutuhkan sangat besar. Biaya operasi diperkirakan sekitar Rp. 30.000.000,- itupun belum termasuk obat-obatan dan ruang rawat inap. Mengingat penghasilan Suami dari Suryanti (32) ini sebagai buruh lepas/serabutan tidak menentu, ia tak mampu membiayai operasi tersebut. Bu Suryanti pun sudah menjadi tukang urut untuk menambah-nambah penghasilan keluarga. Akhirnya Pak Nurhadi mencari pinjaman untuk membiayai operasinya dan masih tersisa utang hingga sekarang. Pada Selasa, 10 November 2015, Nurhadi mendapat tindakan operasi. Secara fisik, bentuk kelopak mata Nurhadi memang terlihat normal namun ternyata syaraf matanya ada yang putus. Kini Nurhadi dapat kembali beraktivitas mencari nafkah demi keluarganya meski hanya satu matanya yang dapat berfungsi. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kontrol rutin dan membayar cicilan rumah sakit. Sebelumnya dibantu pada Rombongan 913.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @nurzainpriyatno @ririn_restu

Pak Hadi menderita pendarahan pada mata


DESI SUPIYANTI (8, Thalasemia). Alamat : Kp. Benda kebon, RT 1/5, Ds. Benda, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Desi Supiyanti adalah putri kedua dari pasangan Encep dan Supianah. Terlihat Desi nampak sehat seperti anak-anak pada umumnya, namun jika diperhatikan secara jelas perutnya membuncit dan badanya sangat kurus. Sejak 4 tahun lalu Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia atau kelainan darah dimana tubuh tidak cukup memproduksi hemoglobin sehingga kadarnya sedikit. Desi harus melakukan cuci darah dan transfusi minimal 1 bulan sekali, bahkan usianya dinyatakan dokter hanya bisa bertahan sampai umur dua puluh tahun. Beruntung Pak Encep yang bekerja sebagai karyawan honorer beserta keluarga telah memiliki KIS sehingga biaya pengobatan Desi bisa terpenuhi. Jarak tempuh dari rumah ke tempat berobat Desi di RSU Kota Tangerang cukup jauh, membuat Pak Encep harus memiliki uang untuk transportasi berobat anaknya. Terkadang Pak Encep kerepotan untuk biaya transportasi karena dalam sebulan Desi bisa 2 – 3 kali berobat. Pak Encep dan keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Allah SWT mengangkat dan menyembuhkan penyakit Desi. Kondisi Desi belum banyak mengalami perubahan, ia maaih harus menjalani transfusi darah rutin. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Desi dan keluarganya sehingga banyuan lanjutan pun disampaikan untuk meringankan biaya transportasi pengobatannya. Semoga Allah mengangkat dan menghilangkan penyakit ananda Desi Supiyanti sehingga ia bisa sembuh, sehat dan bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya, amin. Sebelumnya Desi telah dibantu dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Desi menderita thalasemia atau kelainan darah


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya. Terkadang Bu Mutiah terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk biaya transportasi berobat. Penghasilan suaminya yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kondisi Bu Mutiah belum mengalami perkembangan, ia masih harus rutin ke rumah sakit. Kini tangan kiri Bu Mutiah tidak bisa digerakkan. Melihat perjuangan Bu Mutiah untuk sembuh dan sehat, Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transpotasi berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga Bu Mutiah selalu diberikan kesabaran dan kesembuhan, amin. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


NANO BIN RISA (35, Pneumonia). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalam, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini biasa dipanggil Bang Nano. Sudah hampir 1 tahun Bang Nano mengalami batuk yang disertai sesak napas. Selama ini Bang Nano tak mempedulikan sakit yang dialami, namun karena tak kunjung sembuh akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter yang menyarankannya untuk berobat ke rumah sakit. Ketiadaan biaya berobat membuat Bang Nano hanya mengonsumsi obat yang dibelinya di apotek. Akhirnya Bang Nano berupaya membuat JKN – KIS agar dapat digunakan untuk berobat di RSUD. Dokter mengatakan bahwa Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ia pun harus kontrol setiap satu bulan sekali. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bang Nano di rumahnya, ia bercerita kesulitan yang dihadapinya. Bang Nano tak bisa lagi mencari nafkah karena jika terlalu lelah ia langsung mengalami sesak napas. Ia pun akhirnya bergantung pada orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah memiliki JKN – KIS kelas III, alhamdulilah Bang Nano tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya. Kondisi Bang Nano kini mulai membaik dan sudah dapat bekerja walau belum bisa bekerja berat. Sebelumnya Bang Nano tidak bisa bicara dengan normal akibat terganggu pita suaranya, alhamduillah kini suaranya membaik dan kembali pulih. Bang Nano masih membutuhkan bantuan untuk operasional berobat, karena itulah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan. Sebelumnya Bang Nano telah dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririnrestu.

Pak Nano menderita pneumonia


ADE YULIAWATI (26, Pneumonia + Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalem, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ade seorang gadis remaja yang pernah bekerja di sebuah pabrik bihun. Ia menderita sakit penumonia (paru – paru basah) dan pembengkakan jantung sejak 3 tahun lalu. Awal mulanya Ade selalu merasakan sesak napas dan batuk yang tak kunjung sembuh. Setiap hari Ade merasakan sesak napas dan badan mengigil kedinginan ketika ia mau tidur. Kondisi Ade semakin memburuk, berat badanya semakin menurun. Anak ketiga dari lima bersaudara ini kini tinggal bersama ibu dan kedua adiknya yang masih bersekolah. Setelah ayahnya meninggal, Ade menjadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Sejak sakit, Ade berhenti bekerja karena kondisinya yang semakin tidak memungkinkan, namun ia tak mau menyerah begitu saja, ia berjualan jajanan anak- anak di rumah kecilnya. Ia tetap semangat mencari rezki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, walau terkadang kerap merasa sesak napas ketika terlalu capai. Selama ini Ade berobat di Puskesmas terdekat dengan rumahnya. Ia harus rutin setengah bulan sekali berobat ke Puskesmas. akhir – akhir ini dokter yang menangani Ade di Puskesmas menyarankannya untuk kontrol ke RSUD. Ketiadan biaya membuat Ade mengurungkan niatnya untuk berobat. JKN – KIS yang pernah ia miliki sewaktu bekerja kini tidak bisa dipergunakan, karena ada tunggakan selama satu setengah tahun. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan sebelumnya telah menyampaikan bantuan untuk pembayaran iuran JKN – KIS. Kini Ade bisa berobat rutin setiap dua minggu sekali. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Sebelumnya Ade dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ade menderita penumonia (paru – paru basah) dan pembengkakan jantung


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag Kronis + Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tiga bulan yang lalu pria yang akrab disapa Oji ini mulai merasakan sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan hingga pernah membuatnya pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawanya ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan biaya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sudah memiliki Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Sebelumnya Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, namun karena kondisi Oji memburuk akhirnya bantuan dipergunakan untuk biaya berobat dan rawat inap di rumah sakit. Kondisi Oji berangsur membaik, ia sudah bisa berjalan dengan normal. Selain itu badan Oji terlihat lebih segar dan bertambah gemuk. Alhamdulillah Oji kini telah memilliki JKN – KIS kelas III yang dapat memudahkannya berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Oji telah dibantu dalam rombongan 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Oji menderita maag kronis + sesak napas


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh dan tak memiliki suami. Kondisi Ibu Latifah sangat memprihatinkan, wajahnya sudah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah bahkan sempat harus dirawat inap di rumah sakit. Setelah 1 bulan berjalan kondisi Ibu Latifah semakin memburuk. Ibuu Latifah kerap kebingungan mencari uang untuk biaya transportasi dan menebus obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan menebus obat. Semoga Ibu Latifah cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Sebelumya bu Latifah di bantu di rombongan 1007.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @fatmahalwiny @ririn_restu

Ibu Latifah menderita gagal ginjal


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Gadis belia ini biasa dipanggil Emam, ia adalah anak dari seorang buruh tani. Emam sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin memburk. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya hidup selama di rumah sakit. Setelah mendengar kesusahan yang dialami keluarga Emam, alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan beban keluarga Emam. Semoga Emam cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Sebelmnya Emam telah dibantu dalam Rombongan 1007.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Emam menderita kanker paru – paru


RINI PERMATASARI (3, Lifangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini menderita Lifangioma sejak dilahirkan, awalnya pembengkakan di wajah mungilnya belum sebesar sekarang. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Walaupun Rini sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Rini akhirnya menjalani operasi yang keduanya pada tanggal 1 Mei 2017. Pasca operasi Rini dirawat selama satu minggu. Rini masih harus menjalani beberapa operasi selanjutnya. Alhamdullilah kondisi Rini semakin membaik, benjolan yang sebelumnya menutupi hampir seluruh wajahnya kini semakin berkurang. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk ransportasi dan akomodasi berobat. Semoga Rini segera sehat dan kembali ceria seperti anak-anak sebayanya. Sebelumnya Rini telah dibantu pada rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @ririn_restu

Rini menderita lifangioma


JAHROTUL UYUN (40, Pneumonia + Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat : Kp. Tirtayasa, RT 3/1, Kel. Tirtayasa, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten. Ibu Uyun kerap anak – anak didiknya memangilnya. Ibu dari empat orang anak ini setiap harinya berprofesi sebagai guru mengaji di desanya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Uyun sering mengalami sesak napas diserai batuk. Semakin lama kondisinya semakin memburuk, hingga Ibu Uyun berobat ke klinik terdekat. Sakit yang tak kunjung sembuh membuat Ibu Uyun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah (pneumonia). Ibu Uyun harus kontrol setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh. Setelah berjalan enam bulan, penyakit yang diderita Ibu Uyun tidak hanya paru-paru basah, ternyata jantungnya mengalami pembengkakan. Selama ini Ibu Uyun berobat tanpa jaminan kesehatan. Ibu Uyun harus bekerja keras menyisihkan rezekinya untuk berobat, terkadang Ibu Uyun terpaksa meminjam uang pada saudaranya. Penghasilan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tidaklah seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Kondisi Bu Uyun semakin membaik, ia sekarang jarang mengalami sesak napas. Bu Uyun masih harus menjalani kontrol rutin setiap satu bulan sekali. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan membuat KIS. Sebelumnya Bu Uyun telah dibantu dalam Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :26 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririn_restu

Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi saat ini hanya dapat terbaring di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli Vitamin, obat, dan keperluan perawatan luka Yudi. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Yudi menderita lumpuh


AHMAD BIN SUDARYA (54, Tumor Mata). Alamat : Kp. Toplas, RT 1/1, Kelurahan Baros, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pak Ahmad adalah seorang buruh tani dan juga seorang guru ngaji di lingkungannya. Pada Januari 2016 lalu saat sedang bekerja di sawah, matanya terkena air kotor. Kemudian matanya memerah dan tiba-tiba muncul benjolan di matanya hingga mengeluarkan darah. Kondisi ini membuatnya tidak bisa bekerja seperti sebelumnya. Begitu juga kegiatannya sebagai guru ngaji, tak bisa dilanjutkan karena penyakitnya. Pak Ahmad pernah dilarikan ke rumah sakit karena lemas kehabisan darah. Pengobatan medis melalui Puskesmas dan RSUD sudah dilakukan, namun tiga bulan yang lalu proses pengobatan terpaksa dihentikan karena kehabisan dana. Suami dari Ibu Narwati (54) yang hanya ibu rumah tangga ini, terpaksa hidup dengan menahan rasa sakit hingga saat ini. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ahmad, sehingga dapat menyampaikan santunan untuknya agar dapat melanjutkan proses pengobatan dengan harapan dapat kembali sembuh seperti sebelumnya. Semoga bantuan untuk operasional berobat ini bermanfaat untuk Pak Ahmad dan semoga dapat meringankan beban yang diderita selama ini, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Pak Ahmad menderita tumor mata


SURONO BIN ATMOREJO (45, HNP). Alamat : Cipete Utara, RT 2/3, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Awal mula pertemuan Kurir Sedekah Rombongan dengan Pak Surono adalah saat ia dirawat inap di RS Fatmawati yang telah dijalaninya selama 5 bulan. Pak Surono mengidap penyakit HNP atau Saraf Kejepit di bagian saraf utamanya. Awalnya Pak Surono terjatuh dari gedung lantai 2 saat bekerja sebagai buruh bangunan. Pak Surono dibawa ke UGD RS Fatmawati oleh rekan-rekannya pada 26 Maret 2016. Keesokannya, Pak Surono dipindahkan ke ruang Highcare selama 2 minggu, kondisinya membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan di Gedung Soelarto. Pada 28 Mei 2016, Pak Surono mendapatkan tindakan operasi di bagian leher karena pada bagian toraknya ada yang patah, selain itu untuk mengatasi saraf kejepit di bagian saraf utamanya yakni saraf penggerak. Pasca operasi Pak Surono menjalani terapi di Poli Rehabmedik untuk melatih kemandiriannya dalam beraktivitas nantinya. Istri Pak Surono, Sucianingsih (42), dengan setia selalu mendampinginya. Saat Pak Surono dirawat hingga lebih dari 5 bulan, istrinya ikut tinggal di rumah sakit sehingga pada saat itu mereka tidak memiliki tempat tinggal karena tak mampu membayar sewa kontrakan. Kondisi tersebut bahkan membuat anaknya yang berusia 6 bulan dititipkan ke pedagang minuman mengingat di usia tersebut sangat rentan terserang virus jika berada di rumah sakit. Pak Surono selama ini berobat menggunakan KIS yang dibiayai Pemda Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali bertemu dengan Pak Surono setelah dihubungi Bu Sucianingsih. Kurir pun mengunjungi Pak Surono yang kini hanya dapat terbaring di kasur usang miliknya. Berdasarkan cerita dari Bu Sucianingsih, Pak Surono sudah tidak lagi dapat berobat. Untuk melanjutkan pengobatan, Pak Surono harus memperbaharui rujukannya mulai dari Puskesmas. Kondisinya yang tidak dapat berjalan membuat ia tidak dapat berobat ke Puskesmas, sang istri pun kesulitan karena tak memiliki uang untuk transportasi berobat dan jika pun ada kondisi Pak Surono sulit dipindahkan karena merasa kesakitan. Karena terus berbaring dalam waktu yang cukup lama, membuat bokong Pak Surono terluka. Luka tersebut harus rutin dibersihkan, namun Bu Sucianingsing tak selalu memiliki uang untuk membeli cairan pembersih yang dibutuhkan. Semenjak Pak Surono sakit, Bu Sucianingsih yang menggantikannya mencari nafkah. Bu Sucianingsih berjualan makanan ringan di depan kontrakannya, hasil yang didapat berusaha ia cukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Pak Surono dan Bu Sucianingsih beserta ketiga anaknya terpaksa tinggal seadanya di kontrakan 1 kamar berukuran 3 x 3 meter. Kondisi tempat tinggal yang sangat sempit dan pengap tentunya tak baik bagi kesehatan Pak Surono, terlebih lagi ia memiliki anak yang masih berusia balita. Pak Surono saat ini menempati kontrakan yang baru dengan biaya yang lebih murah. Hal ini dikarenakan Bu Sucianingsih merasa berat untuk membayar kontrakan sebelumnya. Belum lagi memenuhi kebutuhan Pak Surono. Bu Sucianingsih ingin mencoba berikhtiar kembali demi kesembuhan suaminya, alhamdulillah kini Pak Surono dapat kembali berobat sebulan sekali. Kondisi Pak Surono masih belum banyak peningkatan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidurnya dengan tubuh yang semakin mengurus. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat perawatan luka serta untuk operasional berobat. Sebelumnya Pak Surono dibantu pada rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Surono mengidap penyakit HNP


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada Kamis, 27 Juli 2017, kegiatan Lansia Sehat yang ke-5 dilaksanakan di gedung PKK RT 4 Pulau Derawan. Sebanyak 39 Lansia sangat antusias mengikuti kegiatan rutin bulanan ini. Dimulai sejak pukul 08.00 WITA, rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari pendaftaran peserta, penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi dokter, dan mengenai gizi. Kemudian juga dilakukan penyuluhan mengenai 5 langkah agar kondisi tetap sehat serta mandiri di usia lanjut. Tidak lupa, seluruh peserta juga diajak untuk senam agar tubuh selalu sehat. Kegiatan selanjutnya adalah makan – makanan yang bergizi dan mereka saling bercengkrama satu sama lain. Alhamdulillah kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar berkat kerjasama antara Tim Nusantara Sehat Pulau Derawan, Petugas Gizi Puskesmas, Kader PKK, dan Kader Kesehatan setempat. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin bulanan ini dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan operasional


MISI BINTI MININ (63, Prostat + Susp. Tumor Abdomen). Alamat : Kp. Babakan, RT 2/3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Awal mulanya Ibu Misi mengalami bengkak pada kakinya namun tidak disertai rasa sakit. Ibu Misi akhirnya berobat ke klinik terdekat dan menurut dokter yang dialaminya karena darah tingginya naik. Seminggu setelah itu, Ibu Misi mulai merasakan nyeri di belakang tubuhnya disertai sulit buang air. Kemudian Ibu Misi kembali berobat ke klinik yang berbeda namun tidak ada perubahan hingga seminggu setelahnya. Akhirnya Ibu Misi diurut namun tetap saja tidak ada perubahan. Kondisi itu membuat Ibu Misi tidak bisa tidur hampir setiap malam. Akhirnya anak Ibu Misi, Usman, membawanya berobat ke klinik kembali pada pukul 23.00 WIB. Ibu Misi disarankan untuk dibawa ke rumah sakit agar bisa menjalani pemeriksaan USG atau CT – Scan. Menurut dokter di bagian perut bawah Ibu Misi agak keras khawatir ada benjolan. Ibu Misi yang biasa berjualan nasi uduk ini memang pekerja keras, demi mencari sesuap nasi ia berdagang setiap hari. Tiga hari setelah berobat ke klinik, terlihat ada benjolan di bawah perut Ibu Misi. Usman yang memang tinggal bersama ibunya kaget dan langsung membawanya ke Puskesmas. Tak lama setelah diperiksa, Pihak Puskesmas merujuk untuk ditindak lanjuti di RSUD Tangerang Selatan. Berbekal JKN KIS kelas III yang dimiliki, Ibu Misi akhirnya menjalani USG dan dipasang cateter untuk mengeluarkan air seni yang tersumbat di dalam kandung kemihnya. Alhamdulilah sejak dipasang cateter Ibu Misi sudah bisa istirahat seperti biasa. Pada 24 Juli 2017 Ibu Misi diharuskan kembali berobat untuk mengontrol kateter dan melihat hasil USG. Ibu Misi dirujuk ke spesialis urologi. Kurir Sedekah Rombongan merasa terpanggil untuk membantu Ibu Misi yang dalam kondisi kesusahan. Bantuan awal pun disampaikan untuk operasional pengobatan di RSUD. Ibu Misi masih harus melakukan rawat jalan ke Poli Bedah dan harus menggunakan kateter untuk memudahkan aktivitasnya saat buang air kecil. Semoga Ibu Misi segera disembuhkan oleh Allah SWT. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover BPJS. Sebelumnya Ibu Misi dibantu dalam Rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Misi menderita prostat + susp. tumor abdomen


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah 5 tahun Ibu Fatmawati berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani anaknya, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Ia didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Kondisinya sempat menurun hingga harus dirawat di RSCM Jakarta. Kondisi Bu Fatmawati sudah semakin membaik. Bu Fatmawati diperbolehkan pulang dan melanjutkan kontrol rutin di RSCM. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana via Rini @ririn_restu

Bu Fatmawati menderita ca nasofaring


SANMIARTO BIN WARSIDI (54, Infeksi Saluran Kencing). Alamat: RT 5/3, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sanmiarto mulai merasakan susah buang air kecil sejak tahun 2016. Pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara selama 5 hari pada bulan Maret 2016 dan dinyatakan menderita infeksi saluran kencing. Selang satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 16 Maret 2017, penyakit Bapak Sanmiarto kambuh. Beliau kemudian di bawa ke Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umat (RS PKU) Muhammadiyah, Merden, Banjarnegara dan menjalani rawat jalan. Pada tanggal 10 – 15 April 2017, Bapak Sanmiarto menjalani rawat inap di Puskesmas Mandiraja, kemudian dilanjutkan rawat jalan. Saat ini, Bapak Sanmiarto masih mengeluhkan sering kesemutan dari kaki hingga bagian pantat sebelah kanan. Selain itu, di bagian tersebut juga sering dirasa panas dan pegal. Hal itu, membuat Bapak Sanmiarto kesulitan untuk bekerja seperti biasanya. Bapak Sanmiarto adalah suami dari Ibu Rasiem (50). Keduanya bekerja sebagai pembuat gula kelapa. Nira disadap oleh Bapak Sanmiarto, kemudian diolah menjadi gula kelapa oleh istri beliau, Ibu Rasiem. Penyakit Bapak Sanmiarto yang sering kambuh menyebabkan kemampuan untuk menyadap nira menjadi menurun yang berakibat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi berkurang. Biaya pengobatan Bapak Sanmiarto dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan dengan Bapak Sanmiarto sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholic untuk membantu perekonomian Bapak Sanmiarto. Semoga Bapak Sanmiarto segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir: @arfanesia @kangimam @misterrmoo

Pak Sanmiarto menderita infeksi saluran kencing.


ABI ARDIANSYAH SAPUTRA (1, Anemia Akut). Alamat : RT 4/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Abi lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas melalui proses operasi caesar. Perkembangan dan pertumbuhan Abi sejak lahir normal dan sehat. Namun saat berusia 10 bulan perkembangan dan pertumbuhannya mulai tidak normal. Ia sering mengalami demam, lemas, dan nafsu makan yang semakin berkurang. Hal tersebut membuat kedua orang tuanya membawa Abi berobat ke bidan desa dan setelah itu keadaannya pun membaik. Saat berusia 12 bulan ia kembali sering menderita demam, kondisi badannya lemah, pucat, sering merengek, dan kakinya memperlihatkan tanda-tanda mulai mengecil. Pada usia tersebut seharusnya Abi sudah dapat berjalan. Karena kondisi tersebut ia disarankan untuk berobat ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Setelah berobat dan mengkonsumsi obat dari Puskesmas kondisi Abi semakin membaik namun hal tersebut tidak bertahan lama karena beberapa bulan kemudian ia kambuh lagi bahkan semakin memburuk. Abi kemudian menjalani tes Laboratorium di Puskesmas dan didiagnosis positif menderita anemia akut. Ia lalu dirujuk ke RSUD Banyumas dan harus melakukan transfusi darah. Ayahnya, Satirun (41) yang bekerja sebagai petani tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Abi. Selain itu Abi tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. Karena kendala tersebut ia yang seharusnya pada tanggal 6 Juli 2017 lalu terjadwal untuk melakukan transfusi darah tidak dapat terlaksana padahal kondisinya sudah semakin lemah dan pucat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Abi dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Abi agar dapat segera melakukan transfusi darah. Semoga pengobatan Abi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @firdhanelis

Abi menderita anemia akut


AYUNDA PUTRI (17, Leukimia). Alamat : Gg. H. Sadar 2, RT 2/4, Kel. Kenanga, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Prov. Banten. Buah hati dari pasangan Bapak Ahmad Yunus (40) dan Ibu Ida Hermawati (39) ini biasa dipanggil Putri. Putri tumbuh seperti anak sebayanya, namun ketika ia genap berusia 17 tahun ia mulai sakit – sakitan. Rasa sakit di perut yang tak kunjung sembuh selama enam bulan membuat Putri sering dirawat di rumah sakit. Terakhir kali Putri dirawat di RS Mulya Tangerang. Tubuh Putri sangat kururs dan lemah hingga ia tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Saat Kurir Sedekah Rombongan menemui Putri, ia sudah 5 hari dirawat dan didagnosis mengidap leukimia. Melihat kondisi Putri, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama dirawat. Setelah menginjak hari ke – 7 Putri dirawat, Allah berkehendak lain. Putri dipanggil sang maha pencipta untuk selamanya. Semoga Putri diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di surga Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Sofyan @ririn_restu

Putri menderita leukimia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 AMALIA NUR FAJARINA 1,500,000
2 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
3 ASEP GUNAWAN 1,500,000
4 RENI ARIANTI 500,000
5 ROHANI BINTI YATIMAN 520,000
6 DEBY MAULINA 1,500,000
7 FARIDA ANUM 1,000,000
8 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
9 ARIFIN AHMAD 1,000,000
10 ALIFA NASIHA 2,000,000
11 NURUL ISTIQOMAH 500,000
12 Bayi Nyonya Irma Yuni 500,000
13 ASYRAF RIZQULLAH 750,000
14 REZKI WAHYU RAMADHAN 1,000,000
15 ITI ROSA 1,500,000
16 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
17 SUPENO PENO 500,000
18 FADHILA PUTRI 500,000
19 JOKO MUHAJIRIN 500,000
20 PENGKI BINTI JASIH 500,000
21 NIJAR BIN WAHYUDI 500,000
22 NURHADI ARIYANTO 1,000,000
23 DESI SUPIYANTI 500,000
24 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
25 NANO BIN RISA 500,000
26 ADE YULIAWATI 500,000
27 PAHRUROJI BIN RAHMAN 500,000
28 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
29 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
30 RINI PERMATASARI 1,000,000
31 JAHROTUL UYUN 500,000
32 ISWAH YUDI 1,000,000
33 AHMAD BIN SUDARYA 500,000
34 SURONO BIN ATMOREJO 1,500,000
35 KEGIATAN LANSIA PULAU RDERAWAN 1,000,000
36 MISI BINTI MININ 1,000,000
37 FATMAWATI BINTI ANWAR 500,000
38 SANMIARTO BIN WARSIDI 500,000
39 ABI ARDIANSYAH SAPUTRA 1,000,000
40 AYUNDA PUTRI 500,000
Total 33,270,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 33,270,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1040 ROMBONGAN

Rp. 54,223,163,298,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.