Rombongan 1039

Rutinkan diri anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada anda.
Posted by on August 25, 2017

MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (59, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah saat ini akan terus menjalani kontrol setiap satu bulan sekali untuk mengambil obat dari rumah sakit. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itu pun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, iuran BPJS, dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 1026. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Fajar @m_rofii11

Bu Musripah menderita sakit kanker payudara


EFENDI WAJOK HULU (43, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Raya Wajok Hulu Kilometer 9, Gang Sui Durian, RT 9/7, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan Hulu, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Efendi menikah dengan Ibu Halimah (42), dan memiliki delapan anak. Dengan penghasilan yang tak tentu, Pak Efendi sangat sulit dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Pekerjaan Pak Efendi hanya seorang tukang bangunan, itu pun tidak selalu ada karena ia hanya bekerja ketika ada proyek pembangunan. Lokasi proyek pembangunannya pun tak jarang berada di luar kota tempat ia tinggal. Baru-baru ini lokasi kerja Pak Efendi di luar kota yang jaraknya jauh dari rumah, terpaksa ia pulang seminggu sekali dan terkadang tidak pulang sama sekali. Rumah Pak Efendi kurang layak, seluruh bangunannya terbuat dari kayu yang kondisinya sudah lapuk dan tua. Ukuran rumahnya pun sangat kecil dan dihuni 9 orang. Demi membantu perekonomian keluarga, terpaksa anak Pak Efendi yang masih duduk di kelas 6 SD ikut bekerja menjadi asisten rumah tangga. Hasilnya pun tak banyak hanya sekitar Rp. 200.000,- – Rp. 300.000,- per bulan. Hidup dengan keterbatasan tetap membuat Pak Efendi dan keluarga tegar dalam kehidupan yang sangat berat. Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi langsung kediaman Pak Efendi. Kondisinya sungguh memprihatinkan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban keperluan sehari-hari. Banyak kebutuhan pokok yang jarang terpenuhi terutama untuk anak-anak. Ketika kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan, Pak Efendi dan keluarga mengucapkan terima kasih. Bantuan yang disampaikan akan dipergunakan untuk keperluan harian keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudn5 Agustin Isnaini

Bantuan untuk keperluan harian


ROSNELLY BINTI HAMZAH (38, Kanker Payudara). Alamat : Jln. Sungai Sapiah, No. 49, Simpang Bawah Asam, RT 4/2, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Awal mula sakit yang dialami Ibu Rosnelly adalah saat ia menyusi anaknya yang ke-3. Ibu Rosnelly merasakan payudara sebelah kanannya bengkak dan nyeri. Pada November 2016, Ibu Rosnelly memeriksakan diri ke Puskesmas Belimbing dan dari hasil pemeriksaan dokter ia didagnosis mengalami kanker payudara. Dokter pun merujuknya ke dokter spesialis di rumah sakit namun tidak segera ia lakukan karena tidak memiliki biaya. Ibu Rosnelly mencoba mengurus JKN – KIS PBI agar ia dapat berobat, namun belum berhasil. Ibu Rosnelly akhirnya tidak dapat berobat secara medis karena tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan. Suami Ibu Rosnelly, Bapak Novidal (42), tidak memiliki penghasilan tetap karena usaha tambal ban yang dijalaninya terhenti sejak istrinya sakit. Akhirnya Ibu Rosnelly hanya dapat berobat dengan pengobatan tradisional. Pada Februari 2017, benjolan di payudara Ibu Rosnelly pecah mengeluarkan cairan darah dan nanah. Kondisinya pun semakin menurun, ia mengalami bengkak dari bahu kanan hingga ke jari – jari tangannya. Saat mengerakkan tangan kanan, Ibu Rosnelly merasakan nyeri yang sangat hebat di payudaranya. Alhamdulillah dengan izin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnelly dan suaminya. Setelah dibantu Sedekah Rombongan, Ibu Rosnelly dapat berobat dengan KIS Mandiri kelas III yang kini telah dimilikinya. Ibu Rosnelly akhirnya menjalani operasi pada Juli 2017 dan menjalani kemoterapi di RS Ibnu Sina Padang. Kondisinya sempat menurun dan tidak dapat menjalani kemoterapi karena kadar HB-nya rendah dan harus menjalani transfusi. Alhamdulillah santunan ketiga untuk Ibu Rosnelly telah disampaikan dan ia sudah mulai menjalani kemoterapi keduanya. Ibu Rosnelly dan keluarga mengucapkan terimakasih banyak atas perhatian dan bantuan dari Sedekah Rombongan, ia berharap semoga menjadi berkah bagi semua pihak. Semoga Ibu Rosnelly bisa segera sembuh dan sehat kembali, amin. Sebelumnya Ibu Rosnelly telah dibantu pada Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Bu Rosnelly mengalami kanker payudara


GANDA SURYA SAPUTRA (9, Hydrocephalus). Alamat : Desa Dersalam, RT 3/2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.Ganda begitu keluarga memanggilnya. Sejak berumur tiga tahun, ia mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berkomunikasi secara normal. Awal mula penyakit yang dia derita adalah saat Ganda terjatuh. Kemudian kakinya terlihat pincang saat berjalan, karena orang tua berpikir bahwa ini hanya keseleo biasa, pihak keluarga hanya membawa Dik Ganda ke tukang pijat tradisional. Namun, semakin hari keadaan Dik Ganda semakin memburuk dan terjadi kelumpuhan pada kakinya. Pihak keluarga pernah membawa dik Ganda memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf dan disarankan untuk terapi juga rontgen. Karena tidak adanya biaya, Dik Ganda hanya dibawa ke pengobatan alternatif saja. Pada tanggal 16 Desember 2016 tim Kurir Sedekah Rombongan Kudus membawa Ganda ke RS Mardi Rahayu untuk kembali melakukan pemeriksaan CT Scan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan cairan di kepala (hydrocephlus). Oleh dokter dari RS tersebut, Dik Ganda disarankan untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk dilakukan operasi. Namun,keluarga Dik Ganda menolak dan meminta agar sementara waktu dilakukan rawat jalan di RS Mardi Rahayu Kudus. Ganda tinggal bersama Bapaknya Sutrisno (60) dan kedua kakak perempuannya. Sedang ibunya almarhumah Sri Endahyani sudah meninggal dunia sewaktu Ganda masih kecil. Bapak sutrisno dahulu bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan swasta di Semarang namun karena kondisi Ganda yang memerlukan perawatan khusus akhirnya beliau keluar dan memutuskan merawat Ganda. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dibantu tetangga dan saudara. Sedangkan, saat ini yang menjadi tulang punggung adalah anak perempuannya yaitu Linda (22) bekerja sebagai SPG salah satu mall di kudus dengan gaji yang masih kurang memenuhi kebutuhan mereka.Ganda memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan pengobatan selama ini belum pernah terpakai. Alhamdulillah tim kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Keluarga Ganda sehingga dapat memberikan bantuan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 975 Semoga Ganda selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Ganda menderita hydrocephalus


TITIN SUNARWI (45, Penyekat Jantung Bocor). Alamat: Dusun Bakungan RT 8/4, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Bu Titin adalah pasien dampingan sedekah rombongn, beliau memiliki keluhan penyakit katup jantung bocor. Semenjak sakit yang beliau rasakan semakin parah akhirnya beliau memilih berhenti bekerja, sehingga sekarang kebutuhan hidupnya bergantung pada kebaikan saudara dan orang-orang di dekatnya. Sebelumnya telah diketahui bahwa memiliki kegagalan fungsi jantung. Bu Titin telah periksa ke RS Ken Saras Ungaran dan oleh dokternya beliau diberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan diagnosa secara detail tentang kondisi jantungnya. PAC/Penyadapan Jantung telah dilakukan pada hari Kamis, 13 April 2017, namun belum mendapatkan keputusan final soal penanganan jantung bu Titin. Pengujian Ekokardiografi dilakukan pada hari Rabu, 21 Juni 2017, hasilnya menunjukkan bahwa kelainan fungsi katup jantung bu Titin masih bisa diusahakan untuk disembuhkan tanpa operasi. Namu, kontol selanjutnya menunukkan bahwa bu Titin harus tetap dioperasi, yang dijadwalkan pada hari Kamis, 24 Agustus 2017. Sedekah Rombongan terus mendampingi dan memantau perkembangan medis bu Titin. Santunan telah diberikan untuk membantu biaya berobat dan sebagai tambahan kebutuhan sehari-hari. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian Muhtadin @akuokawai

Bu Titin menderita penyakit katup jantung bocor


KARTINAH BINTI MARJUKI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Kalijambe RT 2/3, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Kartinah yang tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni. Beliau tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai suami karna sudah meninggal. Mbah Kartinah masih semangat mencari nafkah untuk biaya hidup sehari-hari dengan menjual kayu bakar, terkadang beliau mendapat bantuan dari tetangganya dalam hal kebutuhan harian. Pendengaran beliau sudah mulai berkurang tidak jarang beliau kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Maka dari itu perlu bantuan dari saudara dekat beliau untuk memantau keadaan mbah Kartinah. Bahkan ada yang tega membohongi beliau ketia beliau belanja sendirian. Kurir Sedekah Rombongan mendapat info tentang keadaan mbah Kartinah dan Alhamdulillah mbah Kartinah mendapatkan santunan untuk membantu mecukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @anjar Muhtadin @akuokawai

Bantuan biaya hidup


UMI AMINATUZZAHRO (22, Kanker Payudara). Alamat : RT 6/2, Desa Sekuro Kabupaten Jepara, Prov. Jawa Tengah. Umi, biasa ia dipanggil baru saja lulus dari SMK di tahun 2015. Pada November 2015 adalah awal dirasakan ada benjolan di payudara. Umi kemudian berobat rutin ke RSUD Kartini Jepara dan sempat mengalami dua kali operasi pengangkatan, namun benjolan itu terus tumbuh. Pada Maret 2016 Umi di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Pada saat awal kontrol dan berobat di RSUP Kariadi Semarang Umi masih dapat pergi bersama ibunya dengan Bis kendaraan umum, namun tiga bulan terakhir kondisinya melemah dan hanya bisa berbaring saja, sehingga setiap jadwal yang kontrol ke semarang harus sewa mobil dan bapaknya harus tidak bekerja untuk ikut mengantar. Selama kontrol dan berobat di RSUP Kariadi Semarang, sudah dilakukan dua kali operasi pengangkatan dan lebih dsri enam kali kemoterapi. Ayah Umi, Suhartoyo (44) dan ibunya, Wardah (38) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja biaya yang sudah dikeluarkan untuk pengobatan Umi sangatlah banyak untuk mereka. Ditambah Ayah Umi juga banyak tidak dapat bekerja ketika mengantar Umi ke semarang. Ibu Umi tidak bekerja karena harus selalu merawat Umi dan mengurus dua adik Umi yang masih kecil Umi telah menjalani serangkaian pengobatan dan kemoterapi, namun ia mengalami kritis ketika akan menjalani kemo ke-6 dan meninggal dunia. Santunan diberikan untuk biaya akomodasi dan santunan kematian. Bantuan sebelumnya masuk dalam rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.188.500,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih Resti @akuokawai

Bantuan biaya akomodasi dan santunan kematian


CHANDRAGITA SASAKIRANA (3,Tumor). Alamat: Desa Samirejo, RT 3/1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Gita merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak Februari 2017. Sejak lahir Gita mengalami kelainan di bagian perut dimana terdapat benjolan (seperti daging tumbuh) di pusar hampir sebesar kelereng berwarna merah. Keluarga pernah membawa ke mantri desa dan dari mantri tidak berani melakukan tindakan. Benjolan di pusar kadang merasa gatal namun tidak pernah diobati karena kendala biaya dan ditambah meninggalnya ibu sehingga dirawat oleh neneknya. Gita tinggal bersama neneknya dengan saudara kembarnya bernama Dwi.Gita sudah mempunyai jaminan kesehatan berupa KIS-JKN PBI.Sehingga dapat membantu namun Kesulitan keluarga yang dirasakan biaya akomodasi dan obat yang dluar jaminan kesehatan. Alhamdulillah team Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Gita Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan.Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Semoga kondisi Gita semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Gita menderita tumor perut


KUSTINAH BINTI JASMIN (49, Infeksi Tulang). Alamat: Dusun Susukan RT 5/1, Kelurahan Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Kustinah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita infeksi tulang kaki yang sudah cukup lama tidak mendapat perwatan medis secara maksimal. Melalui dampingan Sedekah Rombongan beliau intensif menjalani perawatan infeksi tulang kakinya, hingga pada pertengahan bulan Juli kemarin telah menjalani operasi pemasangan pen di bagian kakinya yang terkena infeksi. Dokter telah menjadwalkan untuk rutin terapi dan mendapatkan alat bantu jalan (Kruk). Bantuan disampaikan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RS Ken Saras Kab. Semarang. Santunan sebelumnya terlah masuk dalam Rombongan 1005.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik Muhtadin @akuokawai

Bu Kastinah menderita infeksi tulang kaki


SRI PATONAH BINTI HARJO (58, Stroke). Alamat: Dusun Njrebeng RT 2/5, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bu Patonah tinggal di rumah seorang diri dengan kondisi mata sebelah kirinya tidak bisa melihat karena stroke yang dialaminya sekitar 8 bulan terakhir. Sempat kedua matanya tidak bisa melihat semua, alhamdulillah sudah dioprasi dan akhirnya bu Patonah bisa melihat lagi meskipun hanya dengan satu mata sebelah kanannya. Pada tanggal 30 Juli kemrin kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah untuk bersilaturahmi dan melihat keadaan beliau. Beliau bercerita bahwasannya mata yg sebelah kiri sudah tidak bisa untuk melihat, kata dokter yg menanganinya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @anjar Muhtadin @akuokawai

Bu Sri menderita stroke


YAMINI BINTI SUWONO (56, Pembengkakan Jantung ). Alamat : Dusun Susukan RT 5/1, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Ibu Yamini, biasa beliau dipanggil. Sehari-harinya berjualan jajanan pasar keliling desa, kadang-kadang tidak berjualan kalau sesak nafasnya kambuh, mengeluhkan sakit dibagian dadanya dan nafasnya terengah-engah. Bu Yamini merupakan pasien yang masih dipantau oleh Sedekah Rombongan, bu Yamini ini pasien yang peduli dengan orang lain karena beberapa minggu yang lalu bu Yamini jg mendampingi salah satu pasien Sedekah Rombongan yang rawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang yang juga masih tetangganya. Beliau juga masih rutin kontrol di RSUD Ambarawa untuk cek kondisi kesehatan jantungnya. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui dan memahami kondisi beliau saat ini, bantuan diberikan untuk biaya akomodasi selama kontrol di RSUD Ambarawa. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 936.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian Muhtadin @datik @akuokawai

Bu Yamini menderita pembengkakan jantung


MUHAMMAD RASIDI (39, Kerusakan Kornea Mata). Alamat: Dusun Wonorejo RT 5/2, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarag, Provinsi Jawa Tengah.Pak Rasidi sejak bulan Februari 2016 mengalami strok akibat darah tinggi, sejak itulah akhirnya kornea mata sebelah kiri rusak. Sejak 6 bulan yang lalu sudah dilakukan operasi di RSUP dr. Kariadi dan itu sifatnya penahanan sementara. Hasil operasi, penglihatan masih remang-remang dan untuk operasi selanjutnya akan dilaksanakan jika sudah mendapatkan donor kornea mata. Sejak bulan Mei 2017 pak Rasidi resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Proses pengobatan masih berjalan dengan kontrol berkala di RSUP dr. Kariadi Semarang dan terapi di RSUD Ungaran. Kendala yang dihadapi adalah biaya akomodasi rumah sakit dan biaya makan sehari-hari keluarga karena pak Rasidi mempunyai 4 orang anak dan istrinya seorang penjahit yang baru memulai buka jahitan di rumah karena selama pak Rasidi sakit istrinya selalu setia mendampingi pengobatan pak Rasidi dan keluar dari pabrik. Bantuan kedua diberikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi kontrol di rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1018.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik @dayati Muhtadin @akuokawai

Pak Rasidi kornea mata sebelah kiri rusak


WAHYU LISTIYONINGSIH (45, Patah Kaki). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 3/ 3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu wahyu merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang telah menjalani proses perawatan medis secara berkala di RS Ken Saras Kab. Semarang. Bu Wahyu menjadi korban kecelakaan yang mengakibatkan patah kaki sehingga harus dipasang pen, kesabaran beliau melalui proses terapi dan rutin kontrol dokter menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kondisi terkini telah selesai menjalani terapi jalan dan akan dijadwalkan untuk operasi lepas pen jika hasil rontgennya baik. Bantuan diberikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi selama proses kontrol di RS Ken Saras Kab. Semarang. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1004.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik @dayati Muhtadin @akuokawai

Bu Wahyu menderita patah kaki


SUATI BINTI PRAWIRO (51 ,Patah Tulang). Alamat : Dusun Candirejo RT 1/3 ,Desa Caneirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Suati, beliau biasa di panggil adalah pekerja salah satu pabrek di Ungaran. Beliau mengalami kecelakaan sekitar satu setengah tahun yang lalu, ketika Bu Suati dan suaminya hendak menengok anaknya di Gunung Pati. Saat di perjalanan mereka di tabrak dua pengendara motor, akibat dari kecelakaan itu Bu Suati mengalami patah tulang dan menjalani operasi di RSUD Ungaran. Selama kurun waktu setelah rawat inap di RSUD Ungaran beliau belum bisa kontrol lagi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi seperti itu ibu suati belum bisa bekerja lagi, sedangkan suaminta sudah tidak bekerja lagi. Pada saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Bu Suati, beliau bercerita tentang keadaannya. Bantuan awal telah di sampaikan 18 januari 2017 untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Mulai saat itu juga Bu Suati menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah kurang lebih tiga bulan Bu Suati kontrol pen dan menjalani terapi, Alhamdulillah kondisi Bu Suati semakin membaik dan sudah mulai berlatih berdiri tanpa krug atau penyangga, Bu Suati masih harus terus kontrol dan menjalani terapi maka bantuan ke-2 telah di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol lanjutan di rumah sakit. Kini sudah enam bulan lebih Bu suati menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan kondisi beliau semakin membaik, sudah bisa jalan dengan satu krug, dan masih menjalani terapi dan kontrol berkala. Dan bantuan ke-3 pun di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Semoga Bu Suati segera sembuh dan dapat bekerja kembali. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk @trislamet Muhtadin @akuokawai

Bu Suati mengalami patah tulang


SURGIYATNO BIN SUHADI (49, Katarak). Alamat: Kupang Dalangan RT 2/5, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Pak Surgiyatno adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Beliau telah menjalani proses yang cukup panjang dalam penanganan medis di rumah sakit, dari RSUD dan kemudian dirujuk ke RSUP dr. Kariadi. Pertengahan bulan Juli 2017 beliau telah selesai menjalani proses operasi di salah satu bagian matanya dengan lancar, serta menunggu proses recovery dan hasil operasi kemarin. Bantuan diberikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi selama kontrol pasca operasi mata.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik @muchtar Muhtadin @akuokawai

Pak Surgiyatno menderita katarak


NIZAR PANGESTU (14, Luka Bakar). Alamat: Jl. Brigjen Katamso 3 RT 5/2, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Nizar, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas VIII di Pondok Pesantren di daerah Gunung Pati. Kecelakaan Nizam terjadi sekitar 2 bulan yang lalu. Awal mula kejadian, Nizar bermain dengan teman-temannya, info sekitar ia bermain api, semacam membakar sesuatu dengan korek api dan bensin, akhirnya terjadi kecelakaan sehingga api membakar daerah sekitar tangan dan kaki Nizar karena kurang berhati-hati. Mungkin Nizar merasa trauma, sehingga ia pun belum bisa bercerita secara detail kejadiannya, akibat luka yang diderita, Nizam di rawat di RSUP dr. Kariadi Semarang selama 41 hari. Ayah Nizar, Suwiji (51) dan ibunya, Ani Kusrini (44) mengungkapkan kesedihanya karena selama dirawat Nizar tidak dapat bersekolah dan biaya selama di rumah sakit telah menghabiskan simpanan untuk kebutuhan berobat. Suwiji menafkahi 4 orang anaknya dengan menjadi buruh bangunan, sedangkan ibu Ani sendiri hanyalah ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah dengan dinding terbuat dari seng besi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit. Semoga Nizar segera pulih sehingga ia dapat bersekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Agustus 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @eka @yayuk Muhtadin @akuokawai

Nizar menderita luka bakar


SUPRIHATI BINTI SAMAK (47, Kanker Ovarium). Alamat: Dusun Glagahombo RT 4/5, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Suprihati merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang telah menjalani proses perawatan medis sudah cukup lama, termasuk menjalani proses kemoterapi. Kondisi terkini bu Suprihati sedang menjalani rawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang untuk operasi pengangkatan rahim yang awalnya dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2017 diundur menjadi tanggal 15 Agustus 2017. Sedekah Rombongan terus memantau kondisi beliau selama di RSUP dr. Kariadi Semarang. Santunan lanjutan diberikan untuk biaya akomodasi selama menjalani rawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 936.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @lian Muhtadin @akuokawai

Bu Suprihati menderita kanker ovarium


TAMIM AHMAD (25, Saraf Terjepit). Alamat : Dusun Ngesrep RT 11/6, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Mas Tamim adalah anak ke-5 dari 6 bersaudara, putra bapak Kosim (64) yang kesehariaannya bekerja sebagai petani dan ibu Ngatiah (60) seorang ibu rumah tangga. Pertengahan tahun 2013 yang lalu, ia mengalami kecelakaan sepeda motor, yang mengakibatkan luka dalam cukup serius hingga kemudian dilakukan operasi dan tindakan perawatan di RS Panti Rapih Yogyakarta. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan adanya saraf yang terjepit. Akibat keterbatasan biaya, ia berhenti berobat, sehingga sejak pasca operasi tidak pernah kontrol lagi ke rumah sakit. Alhamdulillah SedekahRombongan mendampingi pengobatan lanjut Mas Tamim. Hasil kontrol terakhir menyatakan bahwa ia membutuhkan terapi yang berkelanjutan untuk membantu menstimulasi saraf-sarafnya kembali. Sedekah Rombongan memberikan santunan yang digunakan untuk uang saku selama menjalani porses fisioterapi lanjutan. Santunan sebelumnya telah masuk dalam Rombongan 1004.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtain @datik @ethika

Bu Tamim menderita saraf terjepit


ZAEDAH BINTI MUSRIN (57, Kaki Lumpuh). Alamat: Dusun Kemetiran RT 9/5, Desa Nyamat, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Zaedah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan, beliau mengalami sakit lumpuh anggota gerak di kedua kaki. Proses dampingan untuk perawatan medis telah dilalui dengan kesabaran dan optimisme agar beliau bisa berjalan kembali seperti sedia kala. Terapi dan kontrol ke dokter menjadi agenda rutin beberapa bulan ini, hingga dari RS Ken Saras Kab. Semarang merujuk beliau untuk menjalani proses operasi di RS Solo. Proses persiapan untuk operasi dan transfer pasien ke Solo masih di musyawarahkan oleh keluarga beliau. Bantuanp disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi perawatan kontrol ke RS Ken Saras Kab. Semarang. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik Muhtadin @akuokawai

Bu Zaedah mengalami sakit lumpuh


SYAIFUL PITAMEH (49, Gagal Ginjal). Alamat Jln. Pitameh, RT 2/5, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pak Syaiful adalah ayah dari 3 orang putra, ia mengalami gagal ginjal sejak tahun 2012. Sekitar bulan Mei tahun 2000, pipis Pak Syaiful berdarah. Pak Syaiful segera berobat ke rumah sakit umum, dokter mengatakan pendarahan itu akibat dari kekelahan dan beberapa hari sebelumnya ia mengalami demam dan panas tinggi. Akhir Maret 2012, Pak Syaiful mengalami mual – mual, pusing dan muntah, hingga dirawat di rumah sakit. Hasil sejumlah pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan di kedua ginjal Pak Syaiful dan ia harus menjalani cuci darah 2 kali seminggu di RSUP M Jamil. Biaya cuci darah saat itu dibantu oleh bos tempatnya bekerja sebagai pelayan di toko Sentosa Aluminium. Sejak Agustus 2012, Pak Syaiful berhenti bekerja karena fisiknya semakin lemah, sehingga ia tidak memiliki penghasilan lagi. Pengobatan pun terpaksa dihentikan karena tidak ada biaya. Setelah itu Pak Syaiful mengalami beberapa kali anfal hingga harus dirawat dan akhirnya kembali menjalani cuci darah dengan biaya dibantu oleh tetangga dan kerabatnya. Istrinya, Azmiwati (47) atau yang biasa disapa Upik, membantu penghasilan keluarga dengan berjualan makanan ringan di depan rumah. “Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu meringankan beban berat suami saya. Biarlah hanya dapat 15 – 20 ribu rupiah per hari, itu sangat berarti untuk menyambung kehidupan kami,” cerita Ibu Upik. Sakit yang diderita tak membuat Pak Syaiful berpangku tangan, sejak Desember 2016 ia kembali memulai mencari nafkah dengan berdagang asongan. Sejak pukul 6 pagi Pak Syaiful sudah menyusuri jalanan sepanjang Pasar Raya Padang untuk menjajakan dagangannya dan kembali ke rumah pada pukul 8 malam. Dari seharian berjualan, Pak Syaiful memperoleh pendapatan rata – rata 30 – 40 ribu rupiah per hari. “Saya harus mencari rezeki untuk makan dan sekolah 3 anak saya. Saya harus berusaha menabung setiap hari walau sedikit demi pendidikan anak – anak saya,” kata Pak Syaiful. Pada tahun 2015, Alhamdulillah biaya cuci darah Pak Syaiful dapat ditangung Jamkesda yang didapatnya. Sejak Mei 2016, Jamkesda tersebut beralih menjadi JKN – KIS PBI yang ditanggung pemerintah daerah (Pemda) setempat. Pada Juni 2017, saat hendak menjalani cuci darah Pak yaiful mengalami kendala. Pak Syaiful yang kini sudah pindah rumah dari Kelurahan Alang Laweh ke Kelurahan Tanjung Saba Pitameh dinyatakan tidak dapat menggunakan KIS-nya. Akhirnya Pak Syaiful mencoba mengonfirmasi ke pihak kelurahan dan ia mendapat penjelasan bahwa keanggotaan KIS PBI itu berdasarkan kelurahan, dan jika ada warga yang pindah, hak keanggotaannya akan dialihkan ke warga lain. Pak Syaiful kaget sekali karena tidak pernah diinformasikan apapun tentang kebijakan ini. Kondisi tersebut akhirnya membuat Pak Syaiful tidak bisa cuci darah hingga ia pernah dirawat inap karena mengalami pendarahan dari hidung dan mulut. Ibu Upik sangat ingin suaminya kembali cuci darah, ia pun akhirnya dengan uang pinjaman dari tetangga membuat JKN – KIS Mandiri kelas III untuk suaminya. “Saya tahu suami saya sangat tergantung dengan cuci darah dan ini akan berlangsung seumur hidupnya. Apapun caranya saya tidak akan biarkan suami tidak cuci darah lagi. Saya tidak mau suami lebih menderita lagi. Saya dan anak-anak masih membutuhkannya,” ujar Ibu Upik dengan raut sedih. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Pak Syaiful dan keluarganya. Dengan tangis haru dan kalimat terbata – bata, Pak Syaiful dan Ibu Upik mengucapkan rasa syukur dan terimakasih saat titipan langit dari Sedekaholics disampaikan pada mereka. Semoga Pak Syaful selalu dikuatkan Allah dalam ikhtiar menjemput kesembuhannya agar terus bisa mendampingi anak – anaknya menyelesaikan pendidikannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman @ririn_restu

Pak Saiful mengalami gagal ginjal


SLAMET RIYADI (48, Glaukoma). Alamat: Jl Yos Sudarso No 38 RT 4/3, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Slamet, biasa beliau dipanggil merupakan seorang office boy disebuah kantor di kota Ungaran. Berawal dari tahun 2015 pada saat bekerja membersihkan rumput, kemudian beliau istirahat karena kecapekan tiba tiba mata sebelah kanan seperti bayangan hitam menutup mata, sejak itu pula beliau periksa ke Poli Mata RSUD Ungaran, diagnosa dokter ada pendarahan di syaraf mata. Kemudian dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang, selang setahun kemudian baru ada tindakan operasi karena antri rawat inap. Pasca operasi kondisi sudah berangsur-angsur pulih, namun pada saat berjalan terjadi benturan di kepala sehingga mengakibatkan gangguan kembali di mata kanan. Selang beberapa bulan kondisi mata kiri juga hampir sama sehingga mengharuskan untuk operasi mata dan harus menunggu antrian kembali untuk rawat inap. Beliau hidup bersama istri dan seorang putri, istri beliau juga memiliki kondisi mata yang tidak bisa melihat, kehidupan sehari hari bergantung dengan putrinya yang bekerja sebagai pelayan toko. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau, santunan diberikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 14 Agustus 2017
Kurir: @robbyadiarta @ agtain @datik Muhtadin @akuokawai

Pak Slamet menderita pendarahan di syaraf mata


ROTIYEM BINTI ABDULLAH (80, Patah Kaki). Alamat: Dusun Krajan RT 1/1, Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Mbah Rot, biasa beliau dipanggil oleh tetangga-tetangganya. Beliau tinggal seorang diri di rumahnya yang sangat sederhana, tanpa keluarga. Sehari-hari beliau berkeliling pasar untuk menjajakan dagangannya, daun pisang. Namun, sekarang beliau tidak lagi bekerja dan hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya setelah menjadi korban tabrak lari pada bulan Maret yang lalu ketika pulang dari pasar. Beliau mengalami patah kaki, hingga akhirnya dilakukan operasi. Pasca operasi, beliau sama sekali belum pernah kontrol akibat keterbatasan biaya. Sedangkan untuk makan dan kebutuahn sehari-hari beliau hanya mengandalkan pemberian dari tetangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbah Rotiyem. Sedekah Rombongan memberikan santunan yang digunakan untuk pengobatan lanjut dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 15 Agustus 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @datik Muhtadin @akuokawai

Mbah rotiyem mengalami patah kaki


SUKIMAN BIN KAMDANI (66, Stroke). Alamat : Desa Bogorejo, RT 3/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sukiman biasa dipanggil di desanya, yang kesehariannya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, namun kini beliau tidak bisa beraktifitas seperti biasanya, hal itu bermula dari 3 hari yang lalu setelah ia pulang dari gunung mencari kayu bakar untuk dijual tiba-tiba ia jatuh tertimpa sepeda dan kayu yang dibawa, akibatnya badan Bapak Sukiman menjadi lemas dan mulutnya tidak bisa bicara, tetangganya berinisiatif membawa Bapak Sukiman ke Puskesmas dan kondisinya sudah lebih baik. Dokter menyarankan agar Bapak Sukiman dirawat dulu di Puskemas karena keadaannya belum pulih, namun Bapak Sukiman tetap bersikeras untuk pulang ke rumah karena khawatir dengan kondisi istrinya, Lasminah (62) yang juga dalam kondisi sakit dan tidak ada yang merawat. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan dan usianya yang sudah tua membuat Bapak Sukiman tidak mampu untuk berobat. Meskipun sudah memiliki BPJS, namun keluarga tidak mampu membiayai beban transportasi untuk pengobatan Bapak Sukiman, mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah karena tidak ada yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya selain Bapak Sukiman. Istrinya sangat mengharapkan kesembuhan Bapak Sukiman agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan Bapak Sukiman bisa beraktivitas kembali sebagai tulang punggung keluarga sekaligus merawat istrinya.Pada bulan Juli 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Bapak Sukiman, kurir SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka, setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan bersedia untuk membantu mendampingi pengobatan Bapak Sukiman sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Bu Sukiman menderita stroke


AYU BINTI SURTI (11, Gizi Buruk). Alamat : Desa Sendang Waru, RT/RW 01/01, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ayu adalah anak dari pasangan Darwi dan Surti. Pada saat dilahirkan Ayu lahir dengan kondisi normal hanya saja ada sedikit kelainan syaraf di tangan kanannya. Sejak kecil Ayu dititipkan di tetangga karena Ayah dan ibunya pergi merantau dan kemudian tinggal bersama neneknya. Dalam kesehariannya nenek Ayu hanya meminta-minta belas kasihan dari para tetangga dan masyarakat sekitar sehingga untuk makan hanya bergantung dari kebaikan tetangga. Setelah satu tahun Ayu dirawat oleh neneknya dengan kondisi perekonomian yang sangat memprihatinkan kondisi Ayu semakin memburuk, badannya semakin mengecil dan kesulitan dalam berjalan. Pemeriksaan dari dokter menyatakan bahwa Ayu menderita gizi buruk dan harus segera dilakukan pengobatan agar kondisinya tidak semakin parah. Pada bulan Juli 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga kecil Ayu, kurir SedekahRombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Ayu adalah anak yang baru berusia 11 tahun masa depannya masih panjang, ia sangat bersemangat agar bisa sembuh dan beraktivitas normal selayaknya anak di usianya. Setelah melalui proses pendataan dan survey,, Sedekah Rombongan bersedia untuk membantu mendampingi pengobatan Ayu sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RS akan ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan . Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Ayu menderita gizi buruk


HUMAIDI BIN WAJIR (36, Skizofernia). Alamat : Desa Gandrirojo, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Humaidi menderita gangguan jiwa sejak 4 tahun yang lalu. Humaidi hidup bersama istrinya Husniyyah (32), ibunya yaitu Bu Yatmi (80) dan anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sedangkan bapaknya sudah meninggal dunia (alm. Wajir). Sebelum Humaidi menderita gangguan jiwa ia berprofesi sebagai sopir. Semenjak Humaidi menderita gangguan jiwa istrinya harus bekerja keras menggantikan peran Humaidi sebagai kepala rumah tangga dengan bekerja sebagai buruh jahit dan buruh cuci pakaian untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Selama 4 tahun Humaidi tidak pernah mendapatkan pengobatan apapun karena terkendala biaya. Meskipun sudah memiliki BPJS keluarga Humaidi tak mampu membiayai sarana transportasi pengobatan Humaidi karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah sehingga kondisinya semakin memprihantinkan. Humaidi sering mengamuk dan marah ketika permintaannya terhadap sesuatu tidak dituruti, jika permintaannya tidak dituruti ia mengobrak-abrik semua perabotan rumah dan sering mengancam anaknya yang saat ini berusia 10 tahun sehingga sering kali anaknya mengalami depresi karena ketakutan melihat kondisi Bapaknya. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Humaidi agar kondisi keluarga bisa kembali normal dan Humaidi bisa beraktivitas kembali sebagai kepala rumah tangga dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya. Pada bulan Agustus 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Humaidi, setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan bersedia untuk membantu mendampingi pengobatan Humaidi sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSJ Aminogondo Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Pak Humaidi menderita gangguan jiwa


ARIF SUSANTO (31, Skizofernia). Alamat : Desa Karas Gede, RT 1/1, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Arif Susanto atau pria yang akrab dipanggil Arif menderita gangguan jiwa sejak 7 tahun yang lalu. Semenjak menderita gangguan jiwa hingga saat ini Arif belum pernah mendapatkan pengobatan dikarenakan tidak ada dana untuk biaya pengobatan. Kondisi kejiwaan Arif semakin memprihatinkan dan sangat mengganggu ketentraman orang-orang di sekitarnya. Ia berkeliaran di sekitar rumah dengan membawa batu dan akan melemparkan batu yang ia bawa kearah setiap orang yang ditemuinya. Banyak tetangga dan orang di sekitarnya yang sudah menjadi korban kemarahannya sehingga setiap warga yang melewati sekitar rumahnya menjadi ketakutan. Ayah Arif, Slamet (57) dan ibunya, Sriwanti (56) mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi anaknya yang semakin memprihatinkan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Arif agar bisa beraktivitas normal dan tidak mengganggu serta merugikan orang-orang disekitarnya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Sedekah Rombongan bersedia untuk mendampingi pengobatan Arif sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSJ Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 21 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Pak Arif menderita gangguan jiwa


SUDARMAN BIN MATEKAN (42, Batu Empedu). Alamat : Desa Balong Mulyo, RT 7/3, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sudarman sudah lama merasakan sakit, namun karena ia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istrinya, Tri Wajyuningtyas (43) dan keempat anaknya yang masih kecil dan membutuhkan biaya untuk sekolah membuat Sudarman tidak pernah mau merasakan dan memperhatikan rasa sakit yang dideritanya. Akumulasi sakit yang tidak pernah Sudarman rasakan mengakibatkan keadaannya semakin parah dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa Sudarman menderita penyakit batu empedu dan harus segera dioperasi karena kondisinya sudah sangat parah. Ia dan keluarga sangat terkejut dan merasa kebingungan karena Sudarman adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. Pengobatan yang dijalani saat ini hanya di Puskesmas Kragan saja karena terkendala dana untuk biaya pengobatan yang harus dilakukan secara intensif. Kondisi perekonomian keluarga yang serba kesusahan membuat Sudarman tidak mampu untuk berobat. Meskipun sudah memiliki BPJS keluarga tak mampu membiayai pengobatan Sudarman, mencukupi kebutuhan sehari-hari susah karena keterbatasan ekonomi. Ayah Sudarman, Matekan (82) dan ibunya, Tuminem (80) serta istrinya mengungkapkan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Sudarman saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Sudarman agar bisa beraktivitas normal karena Sudarman adalah satu-satunya tulang punggung yang mencari nafkah untuk keluarga besarnya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan mereka. Sedekah Rombongan bersedia untuk mendampingi pengobatan Sudarman sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 16 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah akuokawai

Pak Sudarman menderita penyakit batu empedu

Pak Saiful mengalami gagal ginjal


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang). Alamat Pasar Banggi RT 1/3 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah kini kondisi kesehatannya semakin membaik. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo diyah afi nurlaeli @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


MUHAMMAD ANDHIKA SAPUTRO (13, Patah Kaki). Alamat : Desa Bonang, RT 4/2, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Andhika adalah putra dari ibu Jumaroh yang berprofesi sebagai guru PAUD dan penjual nasi bungkus. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Saat dalam perjalanan pulang sekolah tepatnya pada tanggal 31 Desember 2016, Andhika mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibat dari kecelakan itu menyebabkan Andhika mengalami patah tulang yang sangat parah di bagian kakinya. Akibat parahnya patah tulang yang diderita Andhika membuat keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Proses perawatan dan pengobatan di rumah sakit yang lumayan lama menyebabkan pihak keluarga kesulitan mencari biaya untuk membayar dan melunasi tanggungan rumah sakit yang semakin bertambah. Satu-satunya aset yang dimiliki oleh ibunya sepeninggalan ayahnya adalah sepetak tanah beserta rumahnya. Pihak keluarga sedang berupaya menjual rumah, walaupun belum terjual rumahnya menjadi jaminan hutang. Hutang yang ditanggung oleh ibunya kian bertambah hingga mencapai sekitar 80 jt karena biaya sebelum mempunyai kartu BPJS yaitu sebesar Rp. 2.000.000 per minggu. Ibunya tidak sanggup lagi jika harus melanjutkan perawatan dan pegobatan di rumah sakit sedangkan tanggungan sebelumnya saja belum mampu dibayar. Akhirnya sang ibu memutuskan membawa pulang Andhika dan dirawat di rumah saudara. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu perawatan dan pengobatan kesembuhan Andhika agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas layaknya pelajar lainnya. Pada bulan Desember 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Andhika, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Andhika sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa perawatan dan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Andhika menderita patah kaki


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Tahan Tubuh). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT/RW 02/02, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang HIV/AIDS dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakit HIV/AIDS sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena HIV AIDS, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Romongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan. Santunan sebelumny masuk dalam rombongan 1016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Devi menderita penurunan daya tahan tubuh


SEPTI WAWANTONO (25, Patah Tulang). Alamat : Desa Kembang , RT.2/1 Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Septi nama panggilannya. Sekitar bulan Januari yang lalu terkena musibah. Waktu mas Septi lewat digang setapak tiba-tiba dinding pondasi dijalan tersebut roboh dan menimpa dirinya. Kaki beliau remuk dan terdapat luka bakar disekitar kakinya terkena mesin sepeda motor yang panas. Setelah kejadian pihak keluarga membawa beliau ke rumah sakit untuk pengobatan. Setelah beberapa minggu pengobatan pihak keluarga kehabisan dana untuk berobat. Pada saat itu dokter menyarankan untuk diamputasi kakinya, tp beliau bingung dengan biayanya. Sebulan berlalu, kurir #SedekahRombongan mendapat info dan langsung bergerak ketempat beliau untuk survey. Tidak lama kemudian kurir sedekah rombongan langsung membantunya untuk berobat ke RSUD Soetidjono Blora. Setelah berkonsultasi dengan dokter bedah Alhamdulillah ada keajaiban dokter memgatakan tidak harus diamputasi. Dokter segera melakukan tindakan operasi, alhamdulillah operasi pertama berjalan lancar. Kemudian setelah melakukan perawatan beberapa minggu dokter melakukan operasi lanjutan, dan akhirnya saat ini luka sudah membaik,struktur tulang sudah bagus. Perkembangan yang sangat cepat menurut dokter. Dan alhamdulillah sekarang mas septi sudah mulai membaik dan sekarang tinggal proses penyembuhan.bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya hidup dan pengobatan. Semoga Mas septi beserta keluarga mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari Allah SWT. Aamiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @donypermana @akuokawai

Septi menderita patah tulang


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuan yang ketigapun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990 dan 1018. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati@Deniasri4

Pak Nur mengalami penyakit gagal ginjal


YAYANG DWI CAHYO (13, Stevens Jonson). Alamat : RT 13/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Saat ini Yayang tinggal bersama bapak ibuk dan kakaknya di rumah kakeknya di desa Gantrung, Kecamatan Kebonsari, Madiun. Yayang adalah seorang anak laki-laki yang periang yang sudah bersekolah di SMPN 1 Dolopo Kelas 2 ini, dia juga merupakan murid di sebuah Pondok Pesantren. Sakit ini berawal sepulang dari pondok pesantren menderita seperti Cacar Air, dianggap penyakit yang biasa dia pun diobati ala kadarnya akan tetapi penyakitnya malah menjadi parah dengan kondisi sekujur tubuh banyak benjolan berisi cairan dan kulit bercak menghitam, mulut sariawan parah sampai gigi berwarna merah karena darah, kelopak mata bengkak sehingga tidak bisa melihat akhirnya di periksakan ke RSUD Dr.Soedono Madiun, di sana baru diketahui menderita penyakit stevens johnson syndrome, karena fasilitas RS yg kurang memadai akhirnya dirujuk ke RSU Soetomo Surabaya, dikarenakan sudah terlanjur parah dokter menyarankan untuk operasi mengangkat kedua bola matanya karena penyakit itu juga menyerang indra penglihatannya. Dengan kondisi yang demikian, meskipun sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS kelas 3, namun keluarga sangat kekurangan untuk biaya akomodasi berobat. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami orang tua dek Yayang. Santunanpun disampaikan untuk biaya berobat. Tidak lupa orang tua Yayang mengucapkan banyak teriimakasih atas bantuan dari sedekaholic yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Yayang menderita penyakit stevens johnson syndrome


SUPARYONO BIN SALIMAN (54, Kaki bengkak). Alamat : RT 8/1, Dusun Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Supar biasa dipanggil demikian. Pada tahun 2015 silam pak Supar jatuh pingsan ketika bekerja di sawah. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit. Selama 1 minggu tidak sadarkan diri, dan selama itu pula kaki kiri beliau membengkak. Pak Supar kemudian menjalani operasi kaki sebelah kiri. Namun hingga kini lutut kaki kiri pak Supar tidak bisa ditekuk. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun untuk biaya kontrol dan berobat setelah operasi tidak ada, oleh karena itu sampai saat ini pak Supar belum kontrol sama sekali setelah operasi tahun 2015 silam. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Supar dan keluarga. Bantuanpun disampaikan untuk biaya berobat pak Supar. Pak Supar sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Suparyono menderita kaki bengkak


MUFLICHA ANNURIA (2, Anus sempit). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Icha adalah sosok si kecil mungil yang malang berusia hampir 2 tahun. Dia menderita anus sempit sejak lahir. Ayahnya bernama Katimin bin Sodikromo, 80 tahun dan ibunya Tini binti Rejo 39 tahun. Dengan alamat dusun Sidodadi RT 12 RW 02 Ketandan Dagangan Madiun Jawa Timur. Icha begitu panggilan akrab si kecil ini, hampir 2 tahun dia menanggung rasa sakit ketika akan buang air besar, dia selalu menangis meronta-ronta jika akan BAB. Karena keluarganya tergolong RTSM maka ayahnya tidak mampu membiayai operasi buah hatinya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang cuma lauk sambal dan kerupuk. Icha memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara bapak dan ibunya adalah benar – benar sangat kurang pengalaman dan pergaulan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Icha. Bantuan keduapun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat dek Icha, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1030. Orang tua dek Icha sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Icha menderita anus sempit


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang hanya sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 897, 959, 976, 989, dan 1018, kali ini Hamdan kembali menerima santunan yang ke enam untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Dan alhamdulillah setelah sekian lama dengan sabar dan telaten secara rutin berobat, maka tahun ajaran baru 2017/2018 ini dek hamdan sudah bisa masuk sekolah lagi, walau seminggu sekali masih harus tetep kontrol. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat meraih cita – citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Musofa menderita shepinabifida


PAERUN BIN KADONI (43, Kanker otak). Alamat : Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Paerun adalah orang asli Ponorogo (desa Tegalombo, Kecamatan Kauman) sejak 6 tahun yang lalu merantau ke Kalimantan barat tepatnya di desa Taum RT 2/1 Desa Sinar Tebudak, Kecamatan Tujuh belas, Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalbar, dan telah menetap di sana serta menikahi seorang wanita asli sana (Nurmisumah) dan telah dikarunia 1 orang anak laki – laki, namun kira – kira sejak 2 tahun terakhir yang bersangkutan terkana kangker otak. Menurut istrinya (Nurmisunah) awalnya suaminya sering muntah dan pusing, hal itu sering terjadi. Akhirnya bapak Paerun dibawa ke rumah sakit di Kalimantan dan dinyatakan kena kangker otak. Dengan segala upaya dilakukan oleh istrinya untuk kesembuhan suaminya, semua harta yang dimiliki habis dijual untuk kesembuhan suaminya. Karena belum ada perkembangan yang membaik, maka bapak Paerun oleh istrinya dibawa ke Jawa untuk memperoleh pengobatan yang lebih memadai. Bapak Paerun akhirnya menjalani operasi di RS Soedono Madiun dan juga pernah dilakukan kemo di RS Moewardi Solo. Hal yang sangat menyentuh hati adalah di Jawa tepatnya di desa Tegalombo Kecamatan Kauman Ponorgo bapak Paerun, istri dan anaknya menumpang di rumah saudaranya karena tidak adanya dana untuk berobat/kemo ke RS Moewardi warga sekitar iuran untuk bekal ke Solo. Pak Paerun memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Dan kini bapak Paerun setelah menjalani operasi yang kedua di RS Soedono hanya bisa 2 kali kontrol ke Sudono karena tidak ada biaya transportnya dan istrinya pasrah dengan hal ini bahkan dia berinisiatif membawa pulang kembali suaminya ke Kalimantan karena untuk makan keseharian dia, suami dan anaknya harus minta belas kasihan saudara dan orang sekitar. Harta benda sudah tidak punya lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Paerun. Bantuan keduapun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 1007. Pak Paerun sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan kepadanya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Paerun menderita kanker otak


RIFKY TAUFIK MURTADHO (6, Lumpuh Otak – Celebral Parsy). Alamat : RT 2/1, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Rifky biasa dipanggil demikian. Lahir normal seperti bayi pada umumnya. Ketika usia 2 tahun sudah bisa berdiri namun belum bisa berjalan dan minta tetah terus tapi perkembangan dek Rifky terus menurun, ketika usia 3 tahun oleh dokter syaraf di vonis menderita CelebralParsy (cp) – lumpuh otak. Kondisi saat ini duduk pun dek Rifky tidak bisa. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun ibunya terkendala ketika berobat terutama mengenai akomodasi. Hal ini dikarenakan ketika terapi atau kontrol menggunakan sepeda motor dek Rifky cenderung ketakutan dan membuat drop. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami orang tua Dek Rifky. Santunan awalpun disampaikan untuk akomodasi berobat dek Rifky. Ibunya sangat terharu dan sangat bersyukur. Tak lupa ibunya dek Rifky mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2017
Kurir : @Ervinsurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rifky menderita celebral parsy (cp) – lumpuh otak


BEGAWAN ALFATHIHAN, (12, Lumpuh). Alamat : Dusun Modinan, RT 1/1, Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bega adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya baru saja lulus SLTA dan adiknya masih berusia 4 tahun. Bapaknya yang bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kecil di desanya. Bega saat ini lulus dari kelas 6 di sebuah MI di desanya. Semangatnya untuk bersekolah sangat besar, sehingga dia tetap melanjutkan sekolah. Namun karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat, membuat Bega tidak meneruskan sekolah. Sebenarnya terapy rutin sudah dilakukan. Dan selama didampingi Sedekah Rombongan sejak Mei 2016 sampai sekarang. Akhirnya orang tua Bega memutuskan untuk menghentikan terapy yang dirasa oleh orang tua Bega, sampai sekarang belum membuahkan hasil. Santunan akhirpun (ke lima) disampaikan kepada Bega untuk biaya berobat, yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 853, 897, 929, 989. Bega merasa senang sekali dan orang tua Bega mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekacholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga dengan santuan tersebut Bega pulih bisa berjalan lagi sehingga masa depannya cerah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bengawan menderita lumpuh


PURWANTO BIN SANDI (43, Hipokalemia). Alamat : Desa Sumberejo, RT 9 /10, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Pur adalah duda dengan seorang anak yang serba kekurangan. Rumah tempat tinggal yang tidak berubin, banyak bagian-bagian rumah yang rusak dan harus diganti sehingga bila ada angin kencang atau hujan deras sering keluar rumah karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Walaupun sudah lama berpisah dengan istrinya, namun semangatnya kerjanya tinggi sekali.Terbukti setiap hari kalau ada yang menawari kerja di proyek membuat jalan misalnya, maka dia berangkat juga, walau sebenarnya sudah lama pak Pur menderita sakit kekurangan kalium. Kalau kambuh sakitnya, pak Pur merasakan badannya lemas semua. Jangankan untuk berdiri, untuk duduk pun tidak bisa dan harus dibantu orang lain. Sementara di rumahnya hanya ada ibunya yang sudah renta. Akhirnya tetangga dekat yang membantu untuk proses berobat pak Pur. Dia memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Meskipun memiliki fasilitas tersebut, pak Pur masih tetap terkendala untuk biaya akomodasi berobatnya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Pur dan ibunya. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Pur sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak pur menderita sakit kekurangan kalium


SUDARMONO BIN SARMAN (57, Diabetes) Alamat : RT 14/7, Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Dar, biasa disapa seperti itu. Adalah seorang yang bekerja sebagai tukang foto. Beliau hanya berpenghasilan saat job foto nya banyak, untuk bulan – bulan lain yang tidak musim manten, beliau juga tidak ada pendapatan sama sekali. Saat ini beliau menderita diabetes, sehingga opname di Rumah Sakit Sogaten Kota Madiun. Walau mempunyai kartu jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk akomodasi Pak Dar dan keluarga mencari pinjaman ke tetangga dan keluarga untuk membayar biaya akomodasi berobat. Sedekah Rombongan sangat memahami apa yang dialami Pak Dar dan keluarga. Bantuanpun disampaikan untuk biaya berobat Pak Dar. Atas nama Pak Dar, istrinya mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000 ,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Pak Sudarmono menderita diabetes


IRSAT BIN KASAN TUNGGAK (45, Modal usaha ). Alamat : Desa Menang, RT 1/1, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Irsat berasal dari keluarga tidak mampu yang pekerjaan setiap harinya menjual jasa tambal ban sepeda motor dan tidak punya pekerjaan lain, hal ini karena kondisi fisik beliau yang tidak kuat untuk bekerja kasar misal ke sawah, jadi buruh/kuli bangunan atau yang lain. Selain itu beliau tidak punya skill apa-apa. Penghasilan setiap hari yang tidak menentu membuat Bapak Irsat dan istri harus hidup pas – pasan bahkan sering kekurangan. Dan sejak lahir anak pertama beban beliau semakin berat apalagi saat ini beliau sering mengeluh pusing, hal ini karena darah tinggi yang dideritanya. Menurut keterangan beliau, hasil pemeriksaan bidan desa tensinya mencapai 200. Walaupun sebenarnya pak Irsad memiliki BPJS kelas 3, namun karena keterbatasan ekonomi akhirnya pak Irsad hanya sebatas memeriksakan kondisinya ke bidan desa terdekat. Sementara ibu mertua beliau membawa anak dan istrinya ke rumh mertuanya di Desa Gabel Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorgo agar bisa lebih terjamin kesehatannya terutama si kecil, ASI ibunya saat ini tidak keluar sehingga total asupan susu dari membeli di toko sekitar harga 75 ribu untuk 1 minggu. Sebagai seorang ayah, Bapak Irsat meskipun untuk sementara jauh dari istri dan anak saat ini sambil bekerja sebagai tambal ban juga menjual kue di depan rumahnya. Dan hasilnya yang diberikan istri untuk membeli susu anaknya. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, kadangkala untuk membeli susu dibantu orang lain. Dan karena kondisi darah tinggi untuk naik sepeda pak Irsat sering harus berhenti karena merasa gemetar dan pusing. Hal ini biasanya terjadi pada waktu beliau belanja ke pasar untuk belanja kue untuk dijual lagi. Dari sekilas hal di atas, Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak irsat dan keluarga. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 dan digunakan untuk biaya berobat dan modal usaha agar pak Irsat bisa sehat kembali dan bisa menghidupi keluarganya. Pak Irsad sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Bantuan modal usaha


RISKI PUTRA PRATAMA (11, Buta). Alamat : RT 8/1, Desa Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dek Putra biasa dipanggil demikian. Lahir oleh dokter di diagnosa Hydrocepalus. Ketika usia 1 tahun menjalani operasi dan tergolong berhasil. Namun ketika kelas 1 SD (7 tahun) dek Putra jatuh dari ayunan. Badannya panas selama 3 hari. Setelah itu lemas kemudian rawat inap di rumah sakit. Sepulang dari rumah sakit, selang 2 minggu dek Putra mengeluhkan penglihatannya semakin kabur dan bertambah parah. Pernah di bawa ke dokter untuk berobat dan Dokter menyatakan bahwa dia sudah tidak bisa melihat (buta) karena menangkap cahaya pun tidak bisa. Sedangkan menurut pengakuan orang tua dek Putra jika di senteri mengeluhkan silau. Besar harapan kedua orang tua dek Putra bisa pulih dan normal lagi. Dek Putra walau memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3, namun untuk biaya perjalanan setiap periksa tidak mampu. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami dek Putra dan orang tuanya. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat, agar dapat membantu karena dek Putra adalah anak tunggal dan harapan mereka. Orang tua dek Putra sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Deniasri4

Rizki menderita buta


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Setelah menjalani beberapa kali tahapan kemoterapi, Supriyadi juga diharuskan menjalani terapi sinar untuk membunuh sel kankernya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


HARTATI MUHIDIN (35, Post Operasi Colostomy). Alamat : Lingkungan Simpasai, RT 6, Kel. Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Ibu Hartati pernah menjalani operasi kista di RSUD Dompu pada Desember 2016 dan menjalani rawat inap selama 4 bulan. Ibu Hartati kemudian dirujuk ke RSU Provinsi (RSUP) NTB karena ia tidak bisa buang angin dan BAB. Ibu Hartati akhirnya menjalani operasi colostomy atau pembuatan lubang pembuangan di perutnya dan dirawat selama 15 hari di RSUP NTB. Meski belum diperbolehkan pulang, Ibu Hartati terpaksa memutuskan pulang ke rumah karena tidak ada lagi biaya untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga yang mendampinginya selama di rumah sakit. Suami Ibu Hartati, Pak Muhidin (38), bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Ibu Hartati pulang ke rumahnya menggunakan Bis, jauhnya jarak dan kurang baiknya kondisi jalan yang dilewati membuat luka bekas operasi robek. Dokter menganjurkan agar Ibu Hartati kembali ke rumah sakit dan menjalani operasi lanjutan. Akhirnya Ibu Hartati kembali menjalani operasi kedua pada Juni 2017 dan dirawat selama kurang lebih 1 bulan. Setelah menjalani perawatan, Ibu Hartati diperbolehkan pulang, namun baru dua hari di rumah luka bekas jahitan kembali robek. Ibu Hartati dirujuk kembali ke RSUP NTB, namun ia belum dapat menjalani operasi karena menurut dokter harus mengeluarkan cairan yang ada di perutnya terlebih dahulu. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat membantu meringankan beban Ibu Hartati dengan menyampaikan santunan lanjutan untuk kebutuhan selama ia dirawat. Sebelumnya Ibu Hartati telah dibantu pembayaran iuran JKN – KIS kelas III yang dimilikinya dan masuk dalam Rombongan 1017. Ucapan terima kasih disampaikan Ibu Hartati dan keluarga atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan, semoga Allah membalas semua kebaikan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia Panca Omiati @ririn_restu

Bu Hartati menderita post operasi colostomy


PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN (58, Kanker Payudara) Alamat: Dukuh Brak Bunder, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Patmi sapaan akrab beliau merupakan pasien dampingan SedekahRombongan solo sejak 3 tahun lalu . Beliau tinggal dengan seorang menantu dan dua cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau biasa berjualan di pasar dengan penghasilan tidak menentu, sementara kedua anak beliau merantau di Kalimantan dan Jogja. Setelah menjalani operasi pemgangkatan payudara pada akhir 2014 silam, beliau rutin menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Beliau pun berangsur sembuh. Meskipun demikian beliau tetap harus menjalani kontrol rutin 3 bulan sekali. Hingga awal 2016, dada mbah Patmi di bagian tulang iga muncul benjolan awalnya lunak lama -lama keras dan membesar. Dari dokter dianjurkan untuk kemoterapi kembali. Awal Juli 2017 mbah Patmi melakukan kontrol, setelah diperiksa, hasil rongsen paru-paru beliau sebelah kanan terdapat cairan yang cukup banyak dan hampir menutupi bagian sebelahnya. Paru-paru beliau hanya berfungsi 1, supaya beliau tidak terus-terusan merasakan sesak napas, dokter menyarankan untuk segera mengambil cairan tersebut. Hari itu juga beliau disarankan utk rawat inap, tangan dan kaki beliau bengkak dipenuhi cairan. Setelah dua minggu menjalani rawat inap beliau meminta untuk dipulangkan. Keadaan beliaupun berangsur membaik, tangan dan kaki sudah tidak membengkak meski masih merasakan sesak nafas. Santunan ke-10 kembali disampaikan untuk keperluan harian beliau setelah menjalani rawat inap. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1035. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih untuk bantuannya. Mari bersama mendoakan Mbah Patmi, semoga amal kebaikan sedekaholics diterima dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir: @mawan, @Anissetya60 @shofawa

Bu Patmi menderita kanker payudara


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra kini sering menurun karena kadar gulanya rendah, sedangkan Auliya kondisinya masih stabil dan berat badannya meningkat. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Sandra juga berencana mencoba membawa Lutfi ke rumah sakit untuk memastikan kondisi terkininya dan berharap semoga masih berstatus negatif. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat serta untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra menderita penurunan kekebalan Tubuh


MAEMUNAH BINTI BANDI (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Kondisi Bi Mun tak kunjung membaik, bahkan luka borok di kakinya semakin melebar. Setelah rutin kontrol dan minum obat Alhamdulillah luka di kakinya mulai membaik dan kering. Ketika kami datang menyampaikan bantuan lanjutan, Bi Mun sedang kebingungan karena obat yang biasa ia konsumsi sudah habis. Jika ia telat minum obat, lukanya akan kembali bernanah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi dan transportasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan kesusahan yang dialami Bi Mun. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bu Maemunah menderita diabetic foot


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik berobat ke Poli Paru dan Rehab Medis rutin seminggu dua kali. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia direncanakan akan menjalani operasi pemasangan pen dan setelah itu dapat melanjutkan pengobatannya di kampung halamannya. Alhamdulillah operasi Cholik berjalan dengan lancar dan pasca operasi ia dirawat di gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS, kateter, perban, dan pampers. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1029.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nur menderita TB tulang

AHMAD RIFA’I (37, Skizofernia). Alamat : Desa Gandrirojo, RT 3/2 , Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Rifa’i tinggal bersama ibunya, Kholifah (50) yang berprofesi sebagai buruh tani dan bapaknya, Sukur (57) yang berprofesi sebagai penjual sosis keliling. Ahmad Rifa’i menderita gangguan jiwa sejak 3 tahun yang lalu. Sebelum menderita gangguan jiwa Ahmad Rifa’i atau yang akrab disapa Rifa’i adalah seorang penjual pentol keliling yang terkenal ramah, lucu, dan baik hati. Anak-anak sekolah banyak yang menjadi pelanggan setia dan menyukainya karena sifat Rifa’i yang sangat baik, ia sering kali dengan suka rela memberikan pentol ke anak-anak yang ingin membeli pentolnya namun tidak memiliki uang untuk membelinya. Selama 3 tahun menderita gangguan jiwa, Rifa’i belum pernah mendapatkan pengobatan karena terkendala biaya dengan kondisi perekonomian keluarga yang pas-pasan. Kondisi kejiwaan Rifa’i semakin memprihatinkan dan sangat mengganggu ketentraman orang-orang di sekitarnya. Ia berkeliaran di sekitar lapangan dan jalan raya sehingga mengganggu arus lalu lintas dan banyak orang yang ketakutan dengan keberadaannya. Bahkan pada saat ada perkemahan di lapangan tempat ia berkeliaran. Rifa’i mengancam akan menculik salah satu peserta perkemahan agar ia bisa terkenal dan masuk Koran. Kondisi yang demikian membuat pihak keluarga sangat kebingungan dan masyarakat pun menjadi terusik dan tidak tenang. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Rifa’i agar bisa beraktivitas normal dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya. Pada bulan Agustus 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Rifa’i, setelah melalui proses pendataan dan survei, Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi pengobatan Rifa’i sampai sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSJ Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Darsan Khumaidah @akuokawai

Ahmad menderita skizopernia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 600,000
2 EFENDI WAJOK HULU 1,000,000
3 ROSNELLY BINTI HAMZAH 1,000,000
4 GANDA SURYA SAPUTRA 1,000,000
5 TITIN SUNARWI 500,000
6 KARTINAH BINTI MARJUKI 1,000,000
7 UMI AMINATUZZAHRO 1,188,500
8 CHANDRAGITA SASAKIRANA 1,000,000
9 KUSTINAH BINTI JASMIN 500,000
10 SRI PATONAH BINTI HARJO 1,000,000
11 YAMINI BINTI SUWONO 500,000
12 MUHAMMAD RASIDI 500,000
13 WAHYU LISTIYONINGSIH 1,000,000
14 SUATI BINTI PRAWIRO 500,000
15 SURGIYATNO 500,000
16 NIZAR PANGESTU 500,000
17 SUPRIHATI BINTI SAMAK 500,000
18 TAMIM AHMAD 500,000
19 ZAEDAH BINTI MUSRIN 700,000
20 SYAIFUL PITAMEH 1,500,000
21 SLAMET RIYADI 500,000
22 ROTIYEM BINTI ABDULLAH 1,000,000
23 SUKIMAN BIN KAMDANI 500,000
24 AYU BINTI SURTI 500,000
25 HUMAIDI BIN WAJIR 1,000,000
26 ARIF SUSANTO 1,000,000
27 SUDARMAN BIN MATEKAN 1,000,000
28 GIAT AGUS SALIM 500,000
29 MUHAMMAD ANDHIKA SAPUTRO 500,000
30 DEVI INDRA ALDIFA 500,000
31 SEPTI WAWANTONO 1,000,000
32 NUR CHOLIS 500,000
33 YAYANG DWI CAHYO 1,000,000
34 SUPARYONO BIN SALIMAN 1,000,000
35 MUFLICHA ANNURIA 1,000,000
36 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
37 PAERUN BIN KADONI 1,000,000
38 RIFKY TAUFIK MURTADHO 1,000,000
39 BEGAWAN ALFATHIHAN 1,000,000
40 PURWANTO BIN SANDI 500,000
41 SUDARMONO BIN SARMAN 1,500,000
42 IRSAT BIN KASAN TUNGGAK 1,000,000
43 RISKI PUTRA PRATAMA 1,000,000
44 SUPRIYADI JAWAI 1,500,000
45 HARTATI MUHIDIN 1,000,000
46 PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN 500,000
47 SANDRA WATI 1,000,000
48 MAEMUNAH BINTI BANDI 500,000
49 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
50 AHMAD RIFA’I 1,000,000
Total 41,988,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 41,988,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1039 ROMBONGAN

Rp. 54,189,893,298,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.