Rombongan 1037

Bersedekahlah, maka doa mereka akan membawa kebahagiaan kepada anda.
Posted by on August 20, 2017

ABDUL RAZAK (4, Down Syndrome + Atresia Ani). Alamat : Jalan Muhajirin, RT 4, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Abdul Razak lahir dengan kelainan bawaan down syndrome dan tidak memiliki lubang anus. Abdul Razak sudah pernah menjalani operasi pembuatan lubang anus buatan. Abdul Razak yang kini berusia 4 tahun sering mengalami sakit yang berhubungan dengan pencernaannya. Ia sering mengalami BAB cair, sulit buang angin hingga menyebabkan kembung. Abdul Razak saat ini mengeluhkan tumbuh benjolan merah di lubang anusnya. Abdul Razak seharusnya rutin kontrol kesehatan di RSUD Nunukan pasca menjalani operasi, namun karena besarnya biaya transportasi keluarganya urung membawanya ke rumah sakit. Abdul Razak memiliki 10 saudara, empat orang kakaknya sudah menikah dan tinggal di luar Pulau Sebatik, namun kondisi ekonominya juga dalam kesusahan sehingga tidak pernah membantu perekonomian keluarga. Ayah Abdul Razak, Bahrun (47), sering mengalami sakit pinggang, ia tidak dapat bekerja dengan maksimal sebagai petani sehingga pendapatannya berkurang. Ibu Abdul Razak, Juslina (47), hanya seorang ibu rumah tangga. Sebelum adanya JKN – KIS, orang tua Abdul Razak telah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk pengobatan Abdul Razak. Alhamdulillah kini Abdul Razak telah memiliki JKN – KIS PBI dan sudah mulai kontrol rutin ke Puskesmas. Kurir Sedekah Rombongan menjenguk Abdul Razak yang sedang dirawat di Puskesmas Aji Kuning. Abdul Razak mengalami BAB cair, tidak nafsu makan dan kondisinya terus melemah. Ia disarankan untuk berobat ke RSUD Nunukan, namun biaya transportasi yang dibutuhkan sangat besar karena harus menyewa speedboat untuk menyebrang. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Keluarga Abdul Razak, santunan disampaikan untuk biaya akomodasi dan transportasi berobat ke RSUD Nunukan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari @ririn_restu

Rozak lahir dengan kelainan bawaan down syndrome dan tidak memiliki lubang anus


SEPEDA UNTUK ANAK – ANAK PELOSOK PERBATASAN (Bantuan 5 unit Sepeda). Alamat : Kongsi Tengah, Kebun Baru, Kampong Bergosong, Pulau Sebatik, Malaysia. Banyak warga Indonesia tinggal di wilayah Sebatik Malaysia karena menjadi pekerja di perusahaan sawit Malaysia. Mereka beserta keluarga tinggal di kamp atau yang disebut kongsi dengan mendirikan bedeng di tengah hutan sawit. Meski tinggal di Malaysia, anak – anak mereka tetap bersekolah di Sebatik Indonesia. Anak – anak BMI (Buruh Migran Indonesia) itu harus berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya untuk bersekolah. Jalan yang dilalui pun tidak mudah; medannya menanjak, menurun, licin, apalagi saat hujan datang. Anak-anak itu berjalan kaki sejak subuh hari sekitar pukul 5 pagi, agar bisa sampai sekolah pada pukul 7 pagi. Mereka bersekolah di SDN 005 Sungai Limau (Kampong Lourdes) dan di SD Tapal Batas Desa Sungai Limau. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan perjuangan yang dilakukan anak-anak Indonesia di Sebatik Malaysia ini. Kurir menyampaikan bantuan sepeda agar mereka dapat lebih mudah menuju ke sekolah. Lima unit sepeda pun diberikan untuk 5 anak. Lima anak yang dipilih adalah mereka yang memiliki adik atau kakak yang bersekolah di SD yang sama agar bisa saling berboncengan menuju sekolah. Meskipun dalam proses yang cukup panjang, karena harga sepeda di Sebatik cukup mahal, akhirnya sepeda dibeli di Surabaya melalui kurir SR Surabaya dan dibawa dengan Kapal Tol Laut Surabaya menuju Pulau Sebatik. Semoga sepeda yang diberikan semakin meningkatkan semangat anak-anak Indonesia di Perbatasan NKRI.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.050.000.-
Tanggal : 5 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Daniel Lalang @ririn_restu

Bantuan 5 unit sepeda


JUHA BINTI AMIR (32, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Juha memiliki 5 anak yang jarak kelahirannya cukup dekat dan usianya masih sangat kecil. Ibu Juha dan keluarga tinggal di sebuah gubuk kecil yang berada di tengah perkebunan sawit milik orang lain. Anak-anak Ibu Juha sering sakit karena kondisi rumah kayu yang lembab jika hujan. Mereka sulit menuju tempat pengobatan karena jauhnya tempat tinggal dan tidak ada kendaraan. Mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Ibu Juha kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suaminya, Nasrul (38), bekerja sebagai petani serabutan dengan penghasilan seadanya yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini, santunan pun disampaikan untuk biaya pengobatan bagi anak-anak yang sakit, akomodasi ke Puskesmas, dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Siti Aminah @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


LATANG BIN FULAN (60, Sakit Pinggang + Asma + Hipertensi). Alamat : Desa Bukit Harapan, RT 9, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimanan Utara. Pak Latang sudah sejak lama mengalami hipertensi dan asma yang sering kambuh tiba-tiba. Ia harus mengontrol tekanan darahnya minimal satu minggu sekali. Pak Latang saat ini tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ia pun tidak dapat mencari nafkah untuk keluarga dan memenuhi kebutuhan 10 anaknya masih kecil. Istrinya, Musdalifah (39), yang kini menjadi tulang punggung keluarga dengan bertani. Sesekali jika sakit muncul dan Pak Latang tidak mampu menahannya, ia berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu). Sering ia hanya berobat secara tradisional untuk meredakan nyeri yang ia rasakan. Meski telah mempunyai JKN – KIS PBI, Pak Latang urung ke RSUD karena biaya akomodasi dan trasnportasi yang cukup besar. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan Pak Latang dan keluarga. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi berobat ke rumah sakit. Semoga Pak Latang terus bersemangat untuk menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Wendi Ade Saputra @ririn_restu

Pak Latang mengalami hipertensi dan asma


DALLE BIN DAENG PARANI (54, Sebatang Kara + Buta Mata Kanan Sejak Lahir + Benjolan di Lutut + Susp. Rematik). Alamat : Desa Bukit Harapan, RT 1, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Bapak Dalle hidup sebatang kara di gubuk kayu miliknya. Bapak Dalle mengalami kesulitan penglihatan pada mata kanannya sejak lahir. Ia pun sulit berjalan karena ada benjolan di lutut dan kakinya, jika ingin duduk dan berdiri harus perlahan – lahan dan berpegangan. Tak hanya di lutut dan kaki, di tangan kiri dan pergelangannya juga terdapat benjolan. Benjolan tersebut akan hilang jika diobati atau disuntikkan obat anti radang, namun tetap saja benjolan lainnya akan muncul di tempat yang berbeda. Beberapa kali Pak Dalle berobat ke Puskesmas, dokter selalu menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Nunukan untuk mendapatkan penganan yang lebih baik. Saran tersebut urung dilakukan karena tidak ada keluarga yang mendampinginya di rumah sakit dan tidak ada biaya. Pak Dalle telah memiliki JKN – KIS mandiri kelas III, ia tidak tahu siapa yang mendaftarkannya. Iuran KIS Pak dalle tidak pernah dibayarkan per bulannya, karena untuk makan sehari – hari saja sangat sulit. Sehari – hari Pak Dalle hanya makan nasi dan garam, atau dengan daun singkong yang tumbuh di belakang rumahnya. Kondisi rumahnya pun sangat tidak terurus. Meski dalam kondisi sakit, Pak Dalle tetap berusaha mencari uang dengan bekerja di kebun warga untuk mendapatkan uang atau sayuran. Kurir Sedekah Rombongan Kalimantan Utara merasakan kesulitan yang dialami Bapak Dalle, santunan lanjutan pun disampaikan untuk biaya berobat dan makan sehari – hari. Pak Dalle pun meminta bibit sayuran yang akan ditanamnya agar hasilnya bisa ia makan, karena daun singkong yang biasa ia makan menimbulkan efek yang kurang baik bagi sakit yang dialaminya. Sebelumnya Pak Dalle telah dibantu dalam rombongan 901.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Nheni @ririn_restu

Bapak Dalle mengalami kesulitan penglihatan pada mata kanannya


EFENDI WAJOK HULU (43, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Raya Wajok Hulu Kilometer 9, Gang Sui Durian, RT 9/7, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan Hulu, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Efendi menikah dengan Ibu Halimah (42), dan memiliki delapan anak. Dengan penghasilan yang tak tentu, Pak Efendi sangat sulit dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Pekerjaan Pak Efendi hanya seorang tukang bangunan, itu pun tidak selalu ada karena ia hanya bekerja ketika ada proyek pembangunan. Lokasi proyek pembangunannya pun tak jarang berada di luar kota tempat ia tinggal. Baru-baru ini lokasi kerja Pak Efendi di luar kota yang jaraknya jauh dari rumah, terpaksa ia pulang seminggu sekali dan terkadang tidak pulang sama sekali. Rumah Pak Efendi kurang layak, seluruh bangunannya terbuat dari kayu yang kondisinya sudah lapuk dan tua. Ukuran rumahnya pun sangat kecil dan dihuni 9 orang. Demi membantu perekonomian keluarga, terpaksa anak Pak Efendi yang masih duduk di kelas 6 SD ikut bekerja menjadi asisten rumah tangga. Hasilnya pun tak banyak hanya sekitar Rp. 200.000,- – Rp. 300.000,- per bulan. Hidup dengan keterbatasan tetap membuat Pak Efendi dan keluarga tegar dalam kehidupan yang sangat berat. Kurir Sedekah Rombongan mengunjungi langsung kediaman Pak Efendi. Kondisinya sungguh memprihatinkan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban keperluan sehari-hari. Banyak kebutuhan pokok yang jarang terpenuhi terutama untuk anak-anak. Ketika kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan, Pak Efendi dan keluarga mengucapkan terima kasih. Bantuan yang disampaikan akan dipergunakan untuk keperluan harian keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudn5 Agustin Isnaini

Bantuan biaya hidup


RAFKA RAHADI PRATAMA (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Pete VI bawah, Tangerang, Banten. Rafka begitulah bocah ganteng ini sering disapa, sejak usianya menginjak 3 bulan diketahui telah menderita Atresia Billier atau kerusakan hati. Satu-satumya jalan yang harus ditempuh Rafka untuk mendapat kesembuhan adalah menjalani transplantasi hati. Hingga bulan Juni kemarin, Rafka menjalani transplantasi hati di RSCM. Sampai saat ini untuk tindakan transplantasi belum sepenuhnya bisa ditanggung oleh jaminan kesehatan, masih ada beberapa biaya tambahan seperti persiapan darah dan pemeriksaan untuk pendonor. Orang tua Rafka, bapak Haris Suranto (37) bekerja sebagai buruh pabrik sementara ibu Diah (34) adalah seorang ibu rumah tangga. Mendengar kondisi Rafka, kurir sedekah rombongan beserta dengan pejuang hati menyampaikan santunan untuk meringankan biaya persiapan transplantasi hati untuk Rafka. Semoga Rafka kecil lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 30 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Rafka menderita menderita atresia billier


YASMIN TANDJUNG (2, Jantung Bocor + Penumonia). Alamat: Kenari 2 RT 6/4 Kenari, Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Yasmin, begitulah bocah kecil ini sering disapa. Terlahir normal layaknya bayi pada umumnya, namun beberapa hari kemudian diketahui jari-jari tangan dan kakinya membiru. Setelah dibawa ke rumah sakit dan dilakukan beberapa pemeriksaan diketahui jika Yasmin menderita jantung bocor. Sampai usia Yasmin menginjak 2 tahun, Yasmin masih terus menjalani rawat jalan di RSCM. Menjelang lebaran kemarin Yasmin terpaksa dinawa ke IGD dan harus menjalani rawat inap karena sesak napas. Orang tua Yasmin sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot dengan penghasilan yang tidak menentu. Saat Yasmin dirawat seperti ini, tentu membutuhkan bekal. Mendengar tentang kondisi Yasmin, kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjunginya dan menyampaikan bantuan untuk kebutuhan selama menjalani perawatan. Hingga tanggal 27 Juni lalu, kami mendapat kabar jika Yasmin kecil menghembuskan napasnya yang terakhir. Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya Yasmin.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Yasmin menderita jantung bocor


AHMAD BADRUS ( 5, Leukimia ). Alamat Dusun Penerusan RT 6/3, Desa Penerusan, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Ahmad adalah anak kedua dari pasangan suami istri Mistam (42, buruh bangunan ) dan Sri (40, ibu rumah tangga). Derita Ahmad dimulai sekitar bulan April 2014. Saat itu mengalami demam yang cukup tinggi. Orang tua segera membawa ke Puskesmas setempat dan langsung diberikan rujukan ke RSUD Wonosobo. Setelah dilakukan pemeriksaan, analisa Dokter menyimpulkan Ahmad menderita Leukimia dan Dokter segera memberikan tujukan ke RS Sarjito Yogyakarta. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBIJKN, orang tuanya membawa ke RS Sarjito Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan awal Ahmad harus menjalani opname dan terapi selama 111 minggu. Pada tanggal 12 Juli 2016 Dokter menyatakan jika Ahmad sudah bisa berhenti meminum obat, namun sekitar bulan November 2016 sakit itu kambuh lagi dan orang tuanya segera membawa ke RS Sarjito kembali. Dokter yang menangani segera memberikan tindakan medis dan diharuskan kemoterapi selama 113 minggu. Saat ini kondisi Ahmad sduah agak membaik, namun kedua orang tuangnya sangat kebingunngan dikarenakan sudah tidak mempunyai biaya lagi untuk berobat. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim ke rumahnya ikut merasa prihartin dan memberikan bantuan dari para Sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya berobat dan transportasi selama di RS Sarjito Yogyakarta. Keluarga bersyukur atas bantuan ini dan berharap semoga Ahmad bisa segera diberikan kesembuhan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82, Vero

Ahmad menderita leukimia


YUDI EKO PRASTIYO (12, Leukimia). Alamat : Dusun Banjaran,RT 6/6 ,Desa Tempurejo, Kec. Tempuran, Kab. Magelang , Prop. Jawa Tengah. Adek Yudi pada awalnya hanya merasa lemas dan pada bulan Januari 2017 dilakukan pengecekan kesehatan karena mengeluh sakit pada bagian perutnya, setelah dilakukan pengecekan di RSUD Tidar Magelang akhirnya Yudi dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Yudi menderita leukemia dan disarankan untuk kemo terapi selama kurang lebih 2 tahun. Kemoterapi sudah dilakukan 2 kali selama 2 minggu ini dan sempat opname di RS Sardjito. Tetapi karena berbagai kendala dan kesulitan biaya hidup sehari2 dan biaya untuk transportasi serta berobat, terlebih saat ini keluarga Yudi masih mengontrak rumah sehingga biaya hidup semakin banyak maka untuk sementara Yudi di rujuk ke RSUD Kota Magelang. Yudi adalah putra dari Bapak Sutimah (32,Buruh bangunan), dan Ibu Yayuk Rubiyanti (30, Ibu rumah tangga biasa). Yudi sendiri adalah seorang pelajar kelas 5 di SDN Tempurejo 1 Kec.Tempuran Kab.Magelang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Adek Yudi untuk sedikit meringankan kesulitan beliau dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk biaya selama di RSUD Magelang. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yg diberikan semoga Yudi segera diberikan kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir :@MarjunulNP @faturrozaq82 @nurchotiah88

Yudi menderita leukemia


BADRIYAH (45, DIABETES) Alamat : Dusun Srigentan 1/4 Desa Wringin putih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Bu Badriyah menderita diabetes sejak 3 tahun yang lalu, hingga saat ini kondisinya semakin hari semakin parah. Upaya medis pihak keluarga sudah dilakukan dengan cara periksa ke Puskesmas serta Obat Herbal. Namun kondisinya belum kunjung sembuh dan saat ini terjadi luka di kaki yang mengakibatkan tidak bisa berjalan. Kondisi ekonomi sangatlah sederhana karena suami hanya bekerja sebagai pedagang keliling Makanan Ojek, yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari hari. Alhamdulillah #sedekahrombongam dapat dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Badriyah sehingga dapat menyalurkan titipan dari #sedekaholics untuk biaya berobat ke RSU Muntilan. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Arum Kriyanto Agus Rohmad

Bu Badriyah menderita diabetes


AHMAD SEVAN JULIANSYAH ( 10, Paru -paru). Alamat : Dusun Gamblok, RT 5/2, Desa Traji , Kec. Parakan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Sevan begitu disapa adalah anak kedua yang terlahir dari pasangan Bapak Waryono (30, Buruh bangunan) dan Ibu Astuti (25, Ibu rumahtangga). Anak pertamanya masih kelas TK kecil. Derita Sevan dimulai sejak lahir. Lahir dalam kondisi premature dan dilahirkan di Puskesmas setempat. Dokter yang menangani persalinan merasa ada hal aneh di kepalanya seperti penderita Hidrocepalhus, Dokter segera memberikan rujukan ke RSUD Temanggung untuk segera dilakukan tindakan. Hasil Roungen diketahui negative Hidrocepalus sehingga diperbolehkan pulang. Umur 4 bulan Sevan batuk batuk dan itu dialami hamper 1 bulan. Orang tuanya segera membawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukan pemeriksakan. Hasilnya diketahui Sevan mengalami Bronchitis atau penyakit paru paru. Dirawat di RSUD Temanggung sekitar 2 bulan Sevan diberikan rujukan untuk melakukan terapi di Balai Kesehatan DKK Kota Magelang. Orang tuanya juga rutin untuk melakukan terapi di tempat tersebut. Namun akhir akhir ini orang tuanya sangat kesulitan biaya untuk melakukan terapi, meski pengobatan sudah menggunakan KIS PBIJKN namun untuk biaya transportasinya sangatlah berat dirasakan. Kondisi orang tuanya yang hanya buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu membuat orang tuanya sangat kesulitan biaya transportasinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ahmad Sevan dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi untuk Terapi di Balai Kesehatan DKK Kota Magelang. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan dan berharap dengan bantuan ini Sevan bisa tetap rutin untuk terapi sehingga cepat diberi kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Sevan mengalami Bronchitis atau penyakit paru paru


SARINTEN BINTI PARTO PAIJAN ( 80, Stroke Kanan ). Alamat : Sidorejo, RT 3/2, Kelurahan Parakan Kauman, Kec. parakan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sarinten tinggal dirumah yang sangat kecil. Rumah yang berukutran 4x4m itu juga dihuni oleh anak semata wayangnya bersama istri dan anaknya. Derita Mbah Sarinten dimulai sejak 4 bulan yang lalu, Saat itu badannya terasa panas dan setelah mandi beliau terpeleset jatuh dikamar mandi. Anaknya langsung membawa ke RS PKU Muhammadiyah Parakan Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan diketahui Mbah Sarinten mengalami Stroke kaki kanannya sehingga tidak bisa digerakkan. Setelah dirawat selama 1 minggu keluarga membawanya pulang untuk dilakukan perawatan dirumah saja mengingt kondisi fisik yang sudah sepuh. Namun, kendala muncul dimana Mbah Sarinten harus membutuhkan pampers setiap harinya karena untuk mandi makan dan buang air sudah harus di kamar. Anaknya yang hanya jualan di pasar Parakan sangat kesulitan jika harus membeli pampers untuk mengganti setiap harinya 3 pcs pampers. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mbah Sarinten dan dapat memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk membeli perlengkapan seperti pampers dan sabun. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Mbah Sarinten mengalami stroke kaki kanannya


SULIYAH BINTI MUHBARI (60, Patah Tulang belakang). Alamat : Desa Bagusan Rt 5/2, Kec. Selopampang, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Yah adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak, namun kedua anaknya sudah berumah tangga sendiri sehingga beliau hanya hidup sendiri ditemani sang cucu yang masih kelas 1 SMP. Derita Mbah Yah dimulai sejak 1 tahun ini, berawal dari kebiasaannya ke sawah beliau terpeleset hingga terjatuh dari tampingan sawah setinggi 1,5m. Posisi jatuhnya adalah dengan terrduduk, orang orang yang melihat segera membawa beliau untuk pulang dan segera di periksakan ke Puskesmas, Namun Puskesmas segera memberikan rujukan ke RSUD Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah mendapatkan perawatan di RSUD Temanggung diketahui ada tulang belakang yang patah sehinnga membuat beliau tidak bisa berjalan. Dokter yang menanganinya sebenarnya menyarankan untuk operasi namun mengingat kondisi fisik dan usianya sehingga hanya dilakukan terapi setiap minggunya. Dalam melakukan terapi beliau menggungakan Jaminan Kesehatan PBI, namun beliau merasa sangat kesulitan biaya untuk transportasinya, sementara kedua anaknya juga tergolong dari keluarga yang tidak mampu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mbah Suliyah dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi untuk terapi rutin ke RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan dan berharap bisa kembali rutin untuk terapi dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Mbah Yah menderita patah tulang belakang


ARIF ROHMAN (28, Korban Kebakar). Alamat Dusun Kiringan 1/1, Desa Gondangrejo, Kec. Windusari, Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah. Arif adalah ana pertama dari pasangan Pak Suwito (59. Buruh Tani) dan Ibu Sujinah (48, Ibu rumahtangga). Awal kejadian sekitar pertengahan bulan Februari 2017. Saat itu Arif ikut tetangganya menjadi buruh bangunan di Wonosari. Saat itu pengerjaan kayu baru dilakukan, dan Arif ditugaskan untuk mengecat kayu itu menggunakan tiner dicampur dengan bensin. Saat baru memulai mengecat tanpa disadari ada api yang berasal dari puntung rokok masuk ke cat secara langsung timbullah api yang langsung menyambar sekujur tubuhnya. Teman temannya yang memgetahutahui kejadian itu berusaha membantu memadamkan api, namun karena besarnya api maka dibutuhkan beberapa saat untuk memadamkan api di tubuh Arif. Teman temannya segera membawa ke RS di Wonosari dan Dokter segera melakukan tindakan operasi karena sekujur tubuh Arif terbakar dan kulitnya terkelupas. Setelah 1 minggu di opname keluarga membawa pulang ke rumah dan menjalani perawatan di RSUD Magelang dan harus melakukan kontrol 2 kali seminggu. Meskipun Arif memiliki Jaminan Kesehatan KIS PBIJKN namun untuk biaya transportasinya sangat membutuhkan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah SWT dengan keluarga Arif dan ikut memberikan bantuan dari para Sedekahholics untuk digunakan sebagai biaya transportasi kontrol ke RSUD Magelang. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bermanfaat dan Arif segera sembuh.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @Saptuari, @Faturrozaq82, Swastiko

Arif menderita luka bakar


WAKIDAH BINTI ATMO ( 35, Lupus). Alamat Dusun Kagungan RT 1/1, Desa Gumelar, Kec. Wadaslintang, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah. Mbak Ida begitu disapa adalah seorang ibu rumah tangga bersuamikan Sumbodo (35, Buruh Tani). Awal sakit yang diderita mbak ida ini sekitar 4 bulan yang lalu. Saat itu terasa lemas sekujur tubuhnya dan sesak nafas. Suaminya segera membawanya ke Puskesmas setempat dan segera diberikan rujukan ke RSUD Wonosobo. Dokter yang menangani setelah melakukan beberapa tes diketahui ada ginjalnya mengalami kebocoran dan di ketahui menderita Lupus. Dokter kemudian memberikan saran untuk segera dibawa ke RS Sarjito Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Suaminya yang hanya buruh tani sangat shock mendengar cerita Dokter dan harus dirujuk ke RS Sarjito, mengingat Mbak Ida tidak mempunyai Jaminan kesehatan. Suaminya pun hanya pasrah dan berharap ada bantuan untuk membuat BPJS mandiri dan untuk biaya ke RS Sarjito. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim ke rumahnya ikut merasa prihartin dan memberikan bantuan dari para Sedekaholics yang dipergunakan untuk pembuatan BPJS mandiri dan biaya akomodasi ke RS Sarjito Yogyakarta. Keluarga bersyukur atas bantuan ini dan berharap semoga Mbak Ida bisa segera diberikan kesembuhan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82, Vero

Bu Wakidah menderita lupus


YULIANA DWI RAHAYU (14,Thalassemia Mayor). Alamat: Kontarakan Bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari Bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan Ibu Arti Rahayu (42) seorang ibu rumah tangga biasa, Yuli menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisinya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM untuk dilakukan transfuse darah. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional berobat Yuliana ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1017. Semoga kondisi Yuliana cepat pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yuli menderita thalassemia mayor


YULI BHAYANGKARA (44, Tumor Perut). Alamat: Jl. Nusantara No. 31 RT 4/2, Kelapa dua, Kelurahan, Pasir Gunung kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sakit yang lama tidak dirasa itu ternyata tumor yang semakin hari menggerogoti dinding perutnya, Yuli kini berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Yuli yang sehari hari biasanya bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai rabat ini sudah hampir setahun terakhir tidak bisa bekerja karena BPJS ke RS Fatmawati. Yuli tinggal di rumah dinas orangtuanya bersama ibu yang sudah berusia 64 tahun dan juga anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar, bapaknya sudah lama meninggal. Ketika masih bekerja dulu. Yuli kurang memperhatikan makan dan sering mengkomsumsi minuman berkarbonat. Sedekah Rombongan kembali menyampaian bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya menebus obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017. Sampai saat ini Yuli masih menunggu jadwal operasi. Semoga, Yuli segera mendapatkan jadwal operasi sehingga sakitnya segera diangkat. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu yuli menderita tumor perut


MTSR MAGELANG (AA 1953 HT, OPERASIONAL BBM,SERVICE). Periode Pemakaian Maret, April, Pertengahan Mei. Penggunaan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan sangatlah di perlukan oleh Pasien dampingan maupun masyarakat di sekitar Wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Pemanfaatan MTSR adalah sebagai alat transportasi untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan ke beberapa Rumah Sakit rujukan di wilayah Jogjakarta, Semarang, Temanggung, Solo dan Purwokerto. Selain itu juga kadang melayani permintaan tolong dari warga sekitar yang membutuhkan MTSR untuk kontrol ke beberapa Rumah Sakit dan juga untuk survey sasaran dhuafa, mengantarkan bantuan dan mengantar Jenazah. Pada Periode kali ini MTSR di gunakan untuk beberapa kali mengantar pasien dampingan yang kontrol Rutin dari Ngadirejo Temanggung ke RSSR Solo, mengantar pasien ke RSSR Jogjakarta. Mengantar Kontrol Pasien Jihan Fatin dari Grabag Kabupaten Magelang ke RSSR Jogjakarta. Pemakaian juga untuk melayani permintaan warga ke RS Kensaras Ungaran dan RS Sardjito Jogjakarta. Seiring dengan banyaknya pasien dampingan dan Permintaan warga dalam menggunakan MTSR maka jumlah Bahan Bakar pun semaikin tinggi. Keberadaan MTSR sangatlah bermanfaat bagi pasien dhuafa dampingan maupun warga sekitar. Anggaran juga dipakai untuk biaya Service Rutin dan Ganti Oli serta mengganti salah satu komponen Kaki Kaki MTSR. Anggaran juga dipakai untuk membayar biaya Tol ke Semarang dan untuk biaya Nitrogen dan Tambal ban. Anggaran juga terpakai untuk biaya Cuci Mobil. Semoga keberadaan MTSR bisa memberi manfaat yang lebih bagi masyarakat.

Jumlah : Rp. 4.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 All Kurir

Biaya operasional


JULIANA PAINI (60, Ulkus Diabetikum). Alamat : Desa Sungai Limau, RT 9, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Sebulan yang lalu kaki Ibu Juliana terkena pecahan beling yang menimbulkan luka kecil. Ibu Juliana tidak terlalu memperhatikan lukanya, hingga lama – kelamaan lukanya mulai infeksi dan membuatnya sakit, lemas, dan sering muntah – muntah. Ibu Juliana lalu dibawa ke Puskesmas dan menjalani rawat inap. Luka Ibu Juliana mengeluarkan banyak nanah, melebar, bahkan berlubang menembus telapak kakinya. Ibu Juliana sudah pulang ke rumah, dan dilakukan perawatan luka oleh perawat di Puskesmas Pembantu (Pustu) setiap 2 hari sekali. Kini Ibu Juliana hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Ia merasa lemas dan nafsu makan mulai menurun. Semua aktivitas Ibu Juliana dibantu oleh keluarganya. Dokter menyarankan agar Ibu Juliana dirujuk ke RSUD Nunukan, namun karena ketiadaan jaminan kesehatan dan biaya ia urung ke rumah sakit. Suami Ibu Juliana, Siptianus Blido (73), bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Juliana. Santunan pun disampaikan untuk biaya transportasi, pembuatan JKN – KIS, dan kebutuhan pengobatan di RSUD. Semoga Ibu Juliana tetap bersemangat untuk menjemput kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Daniel Lalang @ririn_restu

Bu Juliana menderita ullkus diabetikum


MAHMUD BIN DINI (33, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Pasir Kiara, RT 21/7, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawab Barat. Mang Mahmud, akrab kami memanggil ayah yang telah dikaruniai dua orang anak ini. Sejak Oktober 2016 lalu kejiwaannya terganggu karena adanya masalah berat yang harus ia hadapi, semenjak itu ia sering melamun, tertawa dan bicara sendiri, bahkan sering mengamuk dan mengejar orang yang lewat di hadapannya sehingga menyebabkan keresahan warga sekitar. Mang Mahmud hidup sebatangkara, istri dan anaknya sudah tidak lagi dengannya, pun kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Kini ia tinggal dan dirawat oleh kerabatnya, kerabatnya tersebut pula yang akhirnya meminta pertolongan ke aparat desa untuk segera menanggulangi penyakit yang diderita Mang Mahmud, karena kerabatnya pun memiliki keterbatasan biaya untuk membawa Mang Mahmud berobat. Setelah audiensi panjang, akhirnya Mang Mahmud dibawa ke RSJ Cisarua dengan bantuan dari biaya iuran warga. Setelah dua bulan Mang Mahmud berada di RSJ Cisarua Bogor, ia pun diperbolehkan pulang namun harus tetap menjalani kontrol pengobatan karena belum sembuh total. Saat ini sudah satu bulan lebih dari jadwal kontrol, namun Mang Mahmud tak kunjung dibawa ke RS tersebut karena kendala biaya. Aparat desa setempat kebingungan, karena masih ada msyarakat lain yang juga membutuhkan biaya dari iuran warga tersebut diatas selain Mang Mahmud. Alhamdulillah, dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Mahmud, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya kontrol pengobatan Mang Mahmud ke RSJ Cisarua. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Mahmud menderita gangguan jiwa


ALIYAH BINTI SAHRI (57, Diabetes Basah). Alamat : Kp. Pasir Wetan, RT 18/5, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Satu bulan yang lalu kakinya luka akibat terkena bambu yang tajam sewaktu bekerja dikebun majikannya untuk membersihkan rumput. Setelah pulang kerumah luka tersebut dibersihkan dan dibaluri betadine, beberapa hari kemudian lukanya malah semakin membengkak dan mengeluarkan nanah, ia pun mencoba pengobatan dengan obat kampung berupa ramuan dari dedaunan. Satu minggu kemudian lukanya semakin parah dan badan mulai semakin lemah, akhirnya diobati oleh mantri desa dengan cara disuntik antibiotik dan dikasih obat pereda nyeri. Pasca disuntik lukanya menjadi semakin membesar, akhirnya dibawa ke puskesmas. Setelah diperiksa dokter, dokter mengatakan kalau Bu Aliyah harus dibawa ke rumah sakit, karena hasil diagnosa pemeriksaan menyatakan bahwa Bu Aliyah menderita penyakit gula basah atau secara medis disebut diabetes. Setelah mendengar penjelasan dari dokter Bu Aliyah bingung karena ia tidak punya biaya untuk transportasi dan bekal selama di Rumah Sakit. Saat ini suaminya tak bisa mencari nafkah karena cedera kaki pasca mengalami kecelakaan, keduanya sedang sama-sama diuji dengan sakit. Jangankan untu biaya berobat ke Rumah Sakit, untuk biaya hidup pun mereka masih sering kekurangan. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Aliyah dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Aliyah menderita diabetes


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1022. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu Dodoh diagnosa kanker mulut


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih mengidap penyakit Kanker Payudara


HAIDAR AFTAB FATHIA (1, Perut Membengkak dan Biru). Alamat : Kp. Cisalak, RT 1/1, Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Haidar, akrab kami memanggil putra pertama dari pasangan bapak Jijin Mahfudin dan Ibu Lia ini. Ia mengalami kesakitan sejak usianya masih tiga hari, setiap diberi ASI langsung muntah dan sulit tidur, selain itu yang semakin membuat orangtuanya khawatir adalah membengkaknya perut dan warnanya yang kebiruan. Pembengkakan tersebut terjadi karena Dek Haidar sulit untuk buang air besar. Dek Haidar pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit terdekat, namun saat itu belum memiliki BPJS sehingga tunggakan selama beberapa hari perawatan disana juga sangat membengkak mencapai angka Rp. 5.000.000,-. Ayahnya yang merupakan seorang pegawai desa mulai kebingungan mencari biaya untuk perawatan anaknya tersebut, maklum saja menjadi pegawai desa gajinya tak begitu banyak dan sering sekali telat pembayarannya. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Haidar dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Dek Haidar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @zakiyah99

Pak haidar menderita perut membengkak dan biru


TINA SUNDARI (36, Pembengkokan Tulang belakang+Scoliosis). Alamat : jl. Wijaya Kusuma 3, RT 23/4, No.10, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dari sejak SMP sering merasakan sakit di bagian punggung namun baru tahun 2005 setelah melakukan pemeriksaan barulah diketahui sakit hebat yang sering dia derita selama ini karena mengalami penyempitan urat syaraf. Lama kelamaan Tina tidak bisa berjalan normal, terpapah berpegangan ke tembok dan sering terjatuh hilang keseimbangan. Ikhtiar berobat terus dilakukan ke RSUD dan klinik di Purwakarta, namun sakit Tina tidak kunjung reda, hasil pemeriksaan Rumah Sakit selanjutnya Tina menderita juga Scoliosis pembengkokan tulang belakang yang menyebabkan tubuhnya tampak bengkok ke samping. Lama kelamaan semakin hari daya tahan tubuhnya semakin melemah, dan Tina menderita lumpuh. Tiga bulan lalu ditengah rasa sakitnya yang masih ia derita kakinya tampak bengkak. Semakin hari pembengkakan tampak disertai dengan cairan di dalam lapisan kulit seperti yang tersiram air panas. Lama kelamaan pecah, seperti kondisi sekarang ini. Selama ini Tina membiayai hidupnya dari hasil berdagang kecil-kecilan, penghasilannya tersebut juga harus ia bagi-bagi untuk ayahnya yang sudah sepuh dan tak mampu bekerja. Dengan keadaan sakit seperti sekarang ini yang membutuhkan biaya tak sedikit, Tina merasa sangat kesulitan mencari uang untuk biaya pengobatannya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tina, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatannya. Semoga penyakitnya segera Allah angkat. Bantuan sebelumnya telah tercatat dan tersalurkan pada Rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bu Tina mengalami penyempitan urat syaraf


NENENG JUBAEDAH (26, Tumor payudara). Alamat: Jalan Mohamad Toha Gg. Suwarta RT 2/10, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak tahun 2013, ketika Neneng dan suaminya masih tinggal di Kuningan, ia merasakan pegal di dada kiri sampai ke pundak dan melihat ada benjolan di payudaranya. Ketika diperiksa dan dirontgent di Klinik Utama Spesialis Bedah, Metro Kuningan, ia dinyatakan “tumor payudara”. Waktu itu pun ia dirujuk untuk dioperasi (diangkat tumornya). Akan tetapi karena tidak memiliki uang dan tidak memiliki jaminan kesehatan, ia tidak melaksanakan anjuran dokter tersebut. Waktu itu suaminya, Deden Firmansyah, belum memiliki pekerjaan tetap. Kemudian Neneng diajak pindah ke Bandung oleh suaminya dan tinggal di rumah mertuanya. Di Bandung pun ia kembali memeriksakan diri ke RSHS dan di-USG. Di RSHS pun ia disarankan untuk menjalani operasi, tetapi karena biayanya sekitar 4 juta rupiah, dan keluarga mereka tidak memilikinya, maka tindakan operasi itu pun tidak bisa dilaksanakan. Sekarang mereka sudah memiliki 1 orang anak berumur empat tahun, tetapi sampai saat ini suaminya belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Neneng bekerja sebagai buruh membuat siomay, dan suaminya hanya mengandalkan pendapatan dari hasil jual-beli burung. Karena khawatir dengan penyakit yang dideritanya, Neneng terus mencari informasi dan cara agar ia bisa memperoleh bantuan. Berdasarkan informasi dari salah seorang warga, ia disarankan meminta tolong kepada Ketua RW setempat. Pada tanggal 26 Juli, oleh Ketua RW setempat itulah Neneng dibawa untuk menemui kurir Sedekah Rombongan. Kepada kurir Sedekah Rombongan Neneng menceritakan kesedihan dan kekhawatirannya selama mengalami tumor payudara. Syukur Alhamdulillah pada 10 Agustus kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung ke tempat tinggal ibu yang sedang prihatin itu. Pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari sedekaholics yang berempati atas penderitaannya. Bantuan uang tersebut untuk digunakan membiayai pembuatan BPJS untuk keluarganya dan biaya transportasi memeriksakan kembali penyakitnya ke rumah sakit. Semoga bantuan para dermawan memberinya harapan dan semangat kepada Neneng, serta menjadi pembuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Taggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @esumiati1 @hengkisenandika

Bu Neneng menderita tumor payudara


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Wulan menjalani operasi pembukaan pen yang tertanam di lengan kiri. Setelah operasi ia diwajibkan kontrol sejak tanggal 20 Juni 2017 di RS Fatmawati Jakarta. Dan akan segera dijadwalkan operasi tangan sebelah kanan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Pengantian Spare Part Brake Booster). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi penggantian spare part Brake Booster. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.135.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya penggantian spare part brake booster


ENOH BINTI MAKBUL (43, Ca Mammae). Alamat : Dusun 1, Blok Pajaten, RT 1/1, Desa Lebak Mekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang dirasakan oleh Ibu Enoh berawal pada bulan Januari 2016 yaitu rasa nyeri pada payudara sebelah kiri dengan ada sedikit benjolan. Keinginan berobat sempat tertunda karena anak Ibu Enoh juga sedang sakit saat itu. Kemudian pada awal tahun 2017, akhirnya Ibu Enoh memeriksakan sakitnya ke dokter dan disarankan untuk segera menjalani operasi. Ibu Enoh menjalani operasi sebanyak dua kali yaitu tanggal 16 Maret dan 11 April 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Selanjutnya Ibu Enoh dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung guna menjalani kemoterapi. Ibu Enoh adalah istri dari Bapak Mahi (46) yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan 4 (empat) orang anak. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuat rencana pengobatan di Bandung tidak bisa dilaksanakan walau biaya pengobatan sudah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan mencoba memahami dan mencari solusi untuk membantu Ibu Enoh dalam upaya berobat ke Bandung. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk biaya transportasi dan bekal selama proses kemoterapi. Saat ini Ibu Enoh sudah menjalani 3 (tiga) kali kemoterapi dari 7 (tujuh) yang direncanakan. Semoga Ibu Enoh bisa sehat dan kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Enoh menderita ca mamae


PULUNG BIN SUDARIP (65, Tumor pada Lengan). Alamat : Kedungkrisik Utara , RT 1/5, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Pulung begitulah sapaan akrabnya. Tangannya membengkak dan semakin membesar. Gejala penyakitnya berawal pada bulan Oktober 2016, ia merasakan sakit pada tangan sebelah kiri, karena benjolan seperti bisul. Setiap hari benjolan itu semakin membesar dan menyakitkan. Pihak keluarga akhirnya memeriksakan kondisi Pak Pulung ke Rumah Sakit Budi Luhur, Kota Cirebon. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Pak Pulung harus menjalani operasi pada bulan November 2016 dan berharap agar tangannya dapat pulih kembali. Namun setelah operasi pertamanya dilakukan, kondisi tangan Pak Pulung semakin membesar dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan tindakan terapi sinar pada tangannya. Pak Pulung adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki tujuh orang anak, bekerja sebagai petani dan istrinya, Engkun (60) sesekali ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai tukang pijat keliling. Keluarga yang hidup dalam kesederhanaan ini bersyukur karena biaya pengobatan selama ini menggunakan fasilitas KIS. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari istrinya yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan selama melakukan pengobatan di Bandung. Semoga Pak Pulung segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @suniah @aulia

Pak Pupung menderita tumor lengan


NURIYAH BINTI JUBA (61, Ca Mammae). Alamat : Blok Pesantren, RT 1/1, Desa Balerante, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nuriyah biasa ia dipanggil, hingga satu bulan yang lalu ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2015, ia merasa ada benjolan kecil pada payudara dan memeriksakan kondisinya di Puskesmas Palimanan. Hasil pemeriksaan awal di Puskesmas Palimanan menyatakan bahwa benjolan pada payudaranya hanya sakit biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Selang satu tahun, tepatnya pada tahun 2016 ia merasakan benjolan pada payudaranya semakin membesar, sehingga Ibu Nuriyah dirujuk untuk berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun dan hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ia terkena kanker payudara stadium II dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Nuriyah adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak. Saat ini, biaya pengobatan menggunakan KIS yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya yang tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti biasanya akibat kesehatannya yang terganggu dan hanya mengandalkan pemberian dari anak serta saudara yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama melakukan perawatan di Bandung. Semoga Ibu Nuriyah segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aditarso @aulia

Bu Nuriyah menderita terkena kanker payudara stadium II


AFFAN ARSALAN BAKIR (3, Cerebral Palsy). Alamat : Jalan Mbah Muqoyyim, RT 2/1, Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal sakit batuk pada usia 6 (enam) bulan, Affan dibawa berobat ke dokter oleh orang tuanya. Panas yang tak kunjung turun menyebabkan Affan perlu diobservasi lebih lanjut dan dokter mendiagnosa ada kelainan pada bagian otak. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan Affan yang tidak normal seperti anak pada umumnya, hanya bisa mengangkat kepala dan menangis. Pada beberapa pemeriksaan berikutnya, Affan didiagnosa terkena cerebral palsy yaitu gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Berdasar hal tersebut, Affan menjalani terapi tumbuh kembang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon, namun terhenti karena kendala biaya. Affan adalah putra dari Bapak Syaeful (35) dan Ibu Yuli (35) yang hidup dalam kondisi ekonomi memprihatinkan. Bapak Syaeful bekerja sebagai buruh harian lepas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bersyukur biaya pengobatan Affan telah dipenuhi dari fasilitas BPJS Kelas III walau terkadang kenadala untuk biaya transportasi berobat menyebabkan pengobatan Affan terganggu. Sedekah Rombongan mencoba memahami kesulitan keluarga ini dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk Affan. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan biaya pengobatan serta sedikit bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, hingga Affan bisa tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ochep_priyatno @asiihlestari

Affan didiagnosa terkena cerebral palsy


EGA MAULIDIA (2, Kelainan pada Tulang Belakang). Alamat : Blok Karangmoncol, RT 6/2, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ega adalah saudara kembar dari Egi Maulidi. Sejak berusia 4 (empat) bulan, Ega sering sakit panas dan sesak nafas, sampai pada usia satu tahun mulai terlihat kelainan pada tulang belakang yang terlihat bengkok. Karena kendala biaya, Ega tidak pernah dibawa berobat ke rumah sakit dan hanya menjalani terapi pijat. Ega adalah putri Pak Durahman (26) dan Ibu Runiah (25) yang hidup dalam kesederhanaan. Pak Durahman bekerja sebagai buruh rotan lepas atau bekerja serabutan jika sedang tidak ada pekerjaaan dari pabrik. Keadaan ekonomi keluarga yang tidak menentu membuat Ega belum memiliki fasilitas kesehatan untuk berobat. Sedekah Rombongan mencoba memahami kesulitan keluarga ini dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk Ega. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan biaya pengobatan serta sedikit bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, hingga Ega bisa tumbuh normal seperti anak-anak pada umumnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ochep_priyatno @asiihlestari

Ega menderita kelainan pada tulang belakang


AJI NUR RAFSANJANI (22, Decubitus + Syaraf Terjepit). Alamat : Jalan Cigosali, RT 2/3, Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, Aji pernah terjatuh dari motor yang dikendarainya. Selama lima tahun berjalan hal tersebut tidak menyebabkan perubahan apapun pada keseharian Aji hingga pada awal tahun 2016 mendadak tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Aji merasakan tulang punggung dan lehernya berat, kemudian mencoba berobat dengan dipijat urut namun hal tersebut membuat kakinya semakin tidak bisa merasakan apapun. Aji berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon dalam kondisi beberapa bagian tubuhnya mulai luka berlubang. Kemudian Aji dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan sempat dirawat selama 7 (tujuh) bulan. Diagnosa dokter menyatakan bahwa Aji mengalami syaraf terjepit dan decubitus yaitu mati jaringan karena jaringan darah pada suatu bagian kulit dirintangi oleh tekanan terus-menerus sebagai akibat dari duduk yang terlalu lama atau kondisi koma. Aji adalah putra dari Pak Surip (48) yang bekerja hanya sebagi buruh serabutan. Sementara ibunya, Sutersih hanya bekerja sebagai buruh pemecah batu alam. Kehidupan keluarga yang berada dalam ekonomi bawah ini menyebabkan kendala pada pengobatan Aji. Bersyukur Aji memiliki fasilitas kesehatan BPJS Kelas III untuk pengobatannya selama ini. Sedekah Rombongan mencoba memahami kesulitan keluarga ini dengan menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Bantuan lain berupa transportasi dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) juga diberikan kepada Aji selama berobat di Bandung. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan biaya pengobatan serta sedikit bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, hingga Aji bisa sembuh seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ochep_priyatno @asiihlestari

Aji mengalami syaraf terjepit dan decubitus


CASMIN BIN SARDA (58, Kanker Kulit). Alamat : Blok Kedung Mendeng, RT 3/3, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Casmin mengalami sakit pada bagian kaki dikarenakan benjolan seperti bisul yang kian lama kian membesar. Karena sakit yang semakin terasa, Pak Casmin berobat ke dokter dan menjalani operasi di Rumah Sakit Budi Luhur Cirebon pada November 2014. Kemudian Pak Casmin menjalani operasi kedua di rumah sakit yang sama tanggal 27 Maret 2015. Dari pengobatan tersebut, sakit Pak Casmin belum usai. Benjolan yang awalnya di kaki sudah sembuh, kini berpindah ke bagian paha dan cukup besar. Dari Rumah Sakit Budi Luhur Cirebon, Pak Casmin mendapat rujukan untuk berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan diagnosa kanker kulit. Pak Casmin bekerja sebagai buruh harian lepas sebelum sakit. Saat ini dia tidak lagi bisa menafkahi keluarga karena sakitnya. Sementara sang istri, Ibu Jasmi (56) hanya mengurus rumah tangga dengan dua orang anaknya. Bersyukur selama ini biaya pengobatan Pak Casmin dibantu dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pak Casmin menceritakan kesulitan ekonomi dan keinginannya untuk berobat lebih lanjut kepada kurir Sedekah Rombongan ketika mengunjungi kediamannya. Bantuanpun diberikan kepada Pak Casmin untuk meringankan biaya transportasi berobat. Semoga Pak Casmin segera mendapatkan kesembuhan dan bisa bekerja kembali dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @suniah @asiihlestari

Pak Casmin menderita kanker kulit


KASIH BINTI WARDONI (51, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Pahing, RT 22/22, Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit pada perut yang disangka maag dan masuk angin, dengan gejala perut kembung, keras dan sesak, Ibu Kasih memeriksakan diri ke dokter. Ibu Kasih disarankan untuk menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon. Sepulang dari perawatan tersebut, Ibu Kasih diminta chek-up di Poliklinik Obstetri Ginekologi (Obgyn) tiga hari kemudian. Hasilnya, Ibu Kasih dirujuk ke Poli Obgyn Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Di RSUD Gunungjati ini, hasil ctscan Ibu Kasih menyatakan diagnosa suspect tumor ganas ovarium. Dokter di RSUD Gunungjati merujuk Ibu Kasih berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan selanjutnya. Hasil pemeriksaan di Bandung menyatakan Ibu Kasih harus segera menjalani operasi karena kian mengkhawatirkan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, Ibu Kasih akhirnya menjalani operasi di RSHS Bandung pada bulan Juli 2017 lalu. Ibu Kasih adalah seorang janda yang tinggal dengan seorang anak putrinya. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuatnya berfikir keras untuk mendapatkan biaya hidup saat pengobatan ke Bandung, walaupun biaya berobat sudah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan keprihatinan atas keadaan Ibu Kasih. Bantuanpun kembali disampaikan agar pengobatan di Bandung bisa terus dilaksanakan. Sedekah Rombongan memberikan fasilitas transportasi dan bantuan biaya hidup serta tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama berobat di Bandung kepada Ibu Kasih. Bantuan sebelumnya sudah diberikan termasuk dalam Rombongan 1006. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepadanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Ibu Kasih menyatakan diagnosa suspect tumor ganas ovarium


RUKINI BINTI TARSONO (47, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April 2016 lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk pengobatan selanjutnya Ibu Rukini menjalani kemoterapi dengan menggunakan obat saja, dan diperbolehkan kontrol 1 bulan sekali. Pada tanggal 8 Agustus 2017, Ibu Rukini berangkat ke bandung untuk menjalani kemoterapi keempat. Dan saat ini rutin meminum obat kemo. Kondisi Ibu Rukini saat ini Alhamdulillah semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. Menurut Tim Medis RSHS, Ibu Rukini harus melakukan kemoterapi selama kurang lebih 5 tahun. Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (63), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Mayasaroh

Bu Rukini mengidap penyakit Ca Mamae


WINDA YULIANA (14, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosis menderita TB Kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September 2016 lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Keadaan luka Winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk lebih meyakinkan hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk Winda ke Rumah Sakit Persahabatan (RSUP) Jakarta. Winda menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan di RSUP Jakarta. Sudah 4 kali Winda melakukan kontrol ke RSUP dalam jangka waktu 3 bulan. Winda harus mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh tim medis RSUP. Pada bulan Agustus ini obat winda sudah habis, dan tidak boleh telat untuk minum obat. Winda harus mengonsumsi obat obatan dari RSUP, setelah keadaannya cukup baik, Winda bisa kontrol lagi ke Rumah Sakit Daerah. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesepuluh untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Winda menderita TB kelenjar


SARKIM BIN ASMUI (51, Tumor Tenggorokan). Alamat : Dusun Wage, RT 15/6, Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarkim biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang istri dan dua orang anak. Saat ini kesehatan beliau tengah terganggu akibat penyakit tumor yang ada pada tenggorokannya. Beliau sakit sejak 8 bulan yang lalu, berawal ketika beliau memakan mie instan. Secara tidak sengaja ternyata ada steples di dalam mie yang beliau makan. Steples tersebut masuk ke dalam tubuh beliau hingga melukai tenggorokannya. Beliau mulai merasakan sakit hingga lama-lama terjadi peradangan yang mengakibatkan bengkak bahkan suara beliau menghilang. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma namun pihak rumah sakit merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ketika diperiksa pihak medis memutuskan bahwa beliau positif terkena tumor tenggorokan. Kemudian beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Disana beliau menjalani 2 kali tindakan operasi untuk mengangkat tumor dan memasang kanul untuk alat bantu pernapasan pada tanggal 20 Februari lalu. Setelah operasi beliau harus menjalani 12 kali kemo dan sinar. Akan tetapi, baru sekitar satu minggu lalu kembali terdeteksi ada sebuah benjolan di dekat leher. Jadwal kemoterapi pertama adalah pada tanggal 2 Mei 2017. Pak Sarkim sudah 3 kali menjalani kemoterapi, dan kemoterapi ketiga ini kondisi beliau turun dan fisiknya lemah. Keadaan luka bekas operasi juga sering mengeluarkan darah dan nanah. Kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Pak Sarkim untuk berobat ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Kuningan. Dokter mengatakan luka bekas operasi beliau jarang dibersihkan sehingga menimbulkan infeksi. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun beliau tidak memiliki biaya lebih untuk transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Istri beliau, Ibu Titi Sapti (50) pun tidak bekerja. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari keduanya mengandalkan pemberian dari adik-adiknya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Sarkim sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Sarkim masuk kedalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Pak Sarkim positif terkena tumor tenggorokan


UPIN BINTI RASIM (53, Abdomen Massa/Tumor di Perut). Alamat : Dusun Manis, RT 2/1, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Upin adalah salah satu pasien yang menderita penyakit tumor pada bagian perut, yaitu Abdomen Massa. Tumor abdomen itu sendiri adalah jenis kanker yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel abnormal di abdomen (perut). Beliau menderita penyakit ini sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awal yang beliau alami berupa perut yang terasa perih panas dan punggung terasa pegal. Kondisi beliau saat ini semakin memprihatinkan karena perut beliau semakin membesar dan sudah tidak bisa berjalan. Beliau sudah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit di daerah Kuningan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dan Kuningan Medical Centre (KMC). Kemudian, beberapa waktu lalu beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Upin sempat masuk IGD karna sesak nafas, kemudian beliau dirawat selama kurang lebih dua bulan. Setelah hampir satu bulan dirawat, akhirnya Ibu Upin menjalani operasi pengangkatan tumornya, hanya saja tidak semua tumor bisa di angkat karna sudah menempel ke organ yang lain. Kemudian setelah operasi, Ibu Upin menjalani perawatan karna disekujur tubuhnya banyak terdapat luka luka (ecubitus) disebabkan beliau yang hanya bisa berbaring. Setelah tiga minggu pasca operasi, Allah berkehendak lain, Ibu Upin meninggal dunia ketika perjalanan pulang ke rumah karna dalam kondisi tak sadarkan diri. Ibu Upin memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya berobat. Akan tetapi, beliau tidak memiliki biaya akomodasi selama di rumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Upin. Santunan keempat pun dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Upin untuk biaya akomodasi selama di RSHS Bandung. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT. Aamiin. Sebelumnya Ibu Upin masuk kedalam Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Upin menderita penyakit tumor pada bagian perut


RIZKI PUTRA PAMUNGKAS (11, Lumpuh). Alamat : Dusun Manis, RT 3/1, Desa Purwawinangun, Kecamatan Kuningan , Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Rizki merupakan seorang anak yang saat ini sudah berusia 11 tahun. Kesehatan Rizki mulai terganggu ketika ia menginjak bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2. Saat itu ia positif terkena penyakit muntaber yang disertai dengan demam tinggi dan kejang-kejang. Akan tetapi, kondisi Rizki dibiarkan selama 3 hari tanpa dibawa ke rumah sakit karena orang tua Rizki menganggap masuk angin biasa. Akibatnya, sakit Rizki berkelanjutan hingga 1 minggu kemudian baru di bawa ke rumah sakit. Kondisi Rizki ketika itu sudah lemas dan lemah bahkan wajah serta badannya kebiru biruan. Kemudian, ia masuk ke ruang IGD selama 1 minggu karena kondisinya tak kunjung membaik. Setelah keluar dari IGD, kondisi Rizki masih sangat lemah walaupun muntabernya sudah sembuh. Parahnya kedua kaki Rizki benar-benar lemas tak bertenaga hingga tak dapat berdiri maupun berjalan. Lama-lama kedua kakinya bengkok dan menyebabkan ia lumpuh hingga sekarang ini. Pihak medis memastikan bahwa lumpuh yang Rizki derita akibat keterlambatan dalam penanganan. Sejak saat itu, kedua orang tua Rizki mengupayakan kesembuhan buah hatinya dengan melakukan berbagai macam pengobatan. Rizki pernah melakukan pengobatan ke dokter saraf, namun pengobatan dilakukan hanya sekali karena tidak ada biaya. Selain itu, ia juga pernah melakukan pengobatan tradisional ke tukang urut namun tetap tidak ada perubahan. Hingga saat ini, kedua orang tua Rizki belum melakukan pengobatan medis lagi karena tidak memiliki biaya akomodasi dan transportasi walaupun ia memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Kedua orang tua Rizki, Bapak Sarna (48) dan Ibu Rupini (43) hanya bekerja dengan penghasilan pas-pasan. Bapak Sarna bekerja sebagai seorang pedagang bakso keliling. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan Rizki sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Rizki. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Rizki menderita lumpuh


AZMI HAIL MAHLAL (3, Gangguan Perkembangan Motorik). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 3 tahun, ia tumbuh dengan normal, namun perkembangan motoriknya tumbuh dengan lambat. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis. Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Saat ini, Azmi masih melakukan terapi rutin di RS Sekar kamulyan Cigugur kuningan. Setiap satu minggu sekali, Azmi melakukan terapi di rumah sakit. Kondisi Azmi saat ini sudah banyak perkembangan, selain sudah mulai bisa berbicara walau belum jelas, Azmi sudah bisa duduk dengan tegak dan sedang belajar berjalan. Dan saat ini Azmi sudah bisa berdiri walaupun Cuma sebentar, tapi dia mampu menahan beban badannya. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi untuk ke rumah sakit dan untuk pembelian susu formula. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keempat belas kepada Azmi untuk biaya transportasi dan pembelian susu formula, pampers serta pembayaran BPJS. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Azmi menderita gangguan perkembangan motorik


WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN (16, Patah Tulang Kaki). Alamat: Jalan Laswi Kampung Pasir Malang RT 3/8, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada 11 Februari 2017, Widiati mengalami musibah, yaitu tertabrak sepeda motor, yang mengakibatkan patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul. Berdasarkan pemeriksaan dan rontgen rumah sakit Widiati harus menjalani operasi, dengan biaya berkisar antara Rp 29.000.000,-. Tentu saja musibah yang menimpa Widiati ini membuat sedih dan panik ibunya. Ibunya, yaitu Ibu Siti, adalah seorang janda dengan tiga orang anak. Sedangkan Widiati adalah anak pertamanya. Sedangkan ayahnya, Bpk. Ade Sulaeman, sudah tidak pernah mengurusnya sejak Widiati masih sekolah di kelas 2 SD. Untuk membiayai ketiga anaknya itu, Ibu Siti bekerja banting tulang dengan bekerja apa saja, dari mulai bantu-bantu tetangga sampai berjualan apa saja, “yang penting saya dapat rezeki halal…..” begitu kata Ibu Siti. Karena keluarga Ibu Siti belum mempunyai jaminan kesehatan dan karena pihak yang menabrak juga termasuk warga miskin, maka pihak penabrak tidak bisa membantu biaya operasi yang cukup besar itu. Karena tidak ada biaya Widiati akhirnya dibawa pulang. Ibunya terus berikhtiar mendapatkan uang agar dapat mengobati patah tulang Widiati. Setiap empat hari Widiati dibawa berobat ke tempat pengobatan alternative dengan cara diurut. Setiap berobat, Ibu Siti membutuhkan biaya Rp 300.000,-. Oleh karena itu, penderitaan dan kesusahan orang tua Widiati semakin berat karena ia jadi tidak bisa bekerja. Ibu Siti harus merawat Widiati yang sudah empat bulan terbaring di rumah serta harus bolak-balik ke tempat pengobatan alternative. Demi membiayai segala kebutuhannya, Ibu Siti sudah menjual apa pun barang miliknya dan juga meminjam kepada tetangga dan saudaranya. Kisah duka dan memprihatinkan dari keluarga dhuafa ini disampaikan oleh teman ibunya kepada kurir Sedekah Rombongan. Syukur Alhamdulillah, pada pertengahan Agustus 2017 kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menjenguk Widiati dan bersilaturahmi dengan ibu dan adik-adiknya. Pada kunjungan tersebut kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari para sedekaholik, yaitu bantuan uang untuk meringankan beban hidup mereka. Uang tersebut akan digunakan untuk biaya pembuatan BPJS dan pengobatan Widiati. Mudah-mudahan bantuan para dermawan dapat memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesembuhan Widiati.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @seynie05

Widiati mengalami patah tulang dari pergelangan kaki, lutut, paha, sampai tulang panggul.


IMAS SITI HABIBAH (42, CA Mamae Std 4). Alamat : Perum Citra Kebun Mas, Blok BE 45. RT. 39/8, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Imas Siti Habibah, ibu satu anak dari suami bapak Nanang Muchtar (44) sudah menderita sakit ca mamae (kanker payudara) selama lebih kurang enam tahun. Tidak hanya waktu pengobatan yang membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkannya bahkan rumah tempat mereka tinggal pun sudah habis terjual. Awal gejala yang dialami oleh ibu Imas terasa ada benjolan di sekitar payudara yang terasa sakit apabila tersentuh, ibu Imas kemudian memeriksakan keluhannya tersebut ke Klinik terdekat, dokter klinik tersebut kemudian menyarankan ibu Imas untuk melakukan tindakan mammografi dan beberapa tindakan lain untuk memastikan penyakit yang dideritanya dan diharuskan konsul ke RSUD Karawang. Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Karawang, ibu imas positif terdiagnosa ca mamae atau ada tumor ganas yang tumbuh pada payudaranya. Sudah enam tahun ibu Imas menjalani pengobatan di RSCM Jakarta setelah dirujuk pengobatannya dari RSUD Karawang, berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS memang sangat membantu ibu Imas dalam menjalani pengobatannya, namun untuk biaya harian dan biaya kos selama berobat di RSCM sangat memberatkannya apalagi bapak Nanang suaminya sudah tidak bekarja lagi selama mendampingi ibu Imas dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan awal untuk biaya harian dan biaya kos sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017.
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Imas menderita sakit ca mamae


LENI BURHAN AMIN (47, KANKER TULANG). Alamat : Jl. KH. Ismail Malik NO. 24/24, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Kota Jambi, Provinsi Jambi. Gejala awal sakit yang dirasakan ibu Leni terjadi pada tahun 2015. Ibu Leni merasakan ada nyeri pada paha kirinya yang dikira hanya sakit biasa seperti asam urat atau urat kejepit, pengobatannya pun dilakukan dengan berobat urut tradisional dan mengkomsumsi obat herbal. Satu tahun kemudian kondisinya diraskan semakin parah, pada paha kirinya terdapat benjolan, yang mengakibatkan ibu Leni kesulitan dalam berjalan dan harus dibantu menggunakan alat bantu tongkat agar bisa berjalan. Rasa sakit pada paha kirinya kemudian menjalar pada bagian pinggang, yang mengakibatkan ibu Leni tidak tahan karna sakit pada pinggangnnya, pihak keluarga kemudian membawanya berobat ke RS. Dr. Bratanata Jambi, setelah mendapat perawatan selama 3 hari, ibu Leni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Selama 3 bulan ibu Leni dirawat di RSUD Raden Mattaher, dokter menyarankan agar pengobatan lanjutan ibu Leni dilanjutkan ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas BPJS sangat membantu bapak Mukhlis (50), yang berprofesi sebagai pedagang bumbu dapur dalam mendampingi istrinya berobat di RSCM Jakarta, namun biaya harian dan biaya membayar sewa kos untuk tinggal sementara di Jakarta sangat memberatkannya, apalagi selama mendampingi ibu Leni brobat, bapak Mukhlis sudah tidak bisa berdagang lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya membayar kos setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Lani menderita kanker tulang


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat : Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian dan biaya membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @wirawiri @endangnumik

Pak Hasanudin menderita sakit kanker nasofaring


PIRWANDI BIN SUPARJO (25, Patah Tulang). Alamat: Sukaraja RT 6/1 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluna, Provinsi Bengkulu. Pirwandi begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Bengkulu. 24 Oktober 2016, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Pirwandi, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Pirwandi mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Pirwandi mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke RSUD Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, orang tua Pirwandi memutuskan untuk membawa pulang sang anak, karena memilih melakukan pengobatan alternatif. 4 bulan berikhtiar namun kondisi Pirwandi tak kunjung, akhirnya orang tua Pirwandi kembali membawa Pirwandi ke RSUD Bengkulu, namun karena kondisinya sudah parah pihak dokter memutuskan untuk merujuk Pirwandi ke RSCM Jakarta. 21 Maret 2016, Pirwandi telah dilakukan operasi pemindahan syaraf dari kaki ke tangannya karena tangan Pirwandi sebelumnya tak bisa digerakan. Alhamdulillah, kini kondisi Pirwandi berangsur membaik, tapi Pirwandi masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poliklinik. Lama tinggal di Jakarta, meski biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi untuk biaya hidup sehari-hari ternyata membutuhkan biaya yang besar, bekal yang dibawa dari kampung halamanpun sudah habis. Orang tua Pirwandi, bapak Suparjo (67) bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan Rp 900.000,- Sementara sang ibu, ibu Nurlaili (40) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak berobat. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1025.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Juli 2017
Kurir: @wira_wiri Rini @endangnumik.

Pirwadi menderita patah tulang


NANDITA SASKA (5, Leukimia Akut). Alamat: Jl. Batu Jambrut No. 155 RT 5/5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Nandita, begitu gadis ini sering dipanggil oleh teman-temannya. Sejak bulan Januari lalu, Nandita kecil sering mengeluh demam, mimisan, muntah darah dan juga BAB darah. Sempat dibawa ke Klinik Corini tapi dokter mengatakan jika Nandita tidak sedang dalam masalah yang cukup serius, akhirnya hanya diberi obat demam. Selang beberapa hati, Nandita kecil kembali muntah darah disertai dengan pingsan, hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU RS Polri. Disitu Nandita dilakukan beberapa pemeriksaan dan dokter mengatakan jika Nandita menderita Leukimia Akut. Kemudian, Nandita dirujuk ke RSCM dan masih menjalani kontrol rutin ke poli hematologi hingga saat ini. Nandita kondisinya masih belum benar pulih, tak jarang Nandita mengalami kejang. Sementara orang Nandita, bapak Suryana (41) sehari-hari hanya bekerja sebagi buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Endah adalah seorang ibu rimah tangga. Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh ibu Endah, karena tak jarang dalam seminggu Nandita harus 3x bolak balik rumah sakit. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1017.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @RiniAstuti @endangnumik

Nantida menderita leukimia akut


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi de rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Bu Sayekti menderita penyakit TBC


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, ibu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi duduk, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat yang tidak tercover BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @riniastuti @endangnumik

Bu Santi menderita osteosarkoma


EKO SETIAWAN (21, Kanker Kulit). Alamat: Jl. Manunggal 3 RT 11/6 No. 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Eko Setiawan, sejak berusia 1,5 tahun tidak bisa terkena sinar matahari, karena kulitnya langsung mengalami iritasi dan muncul bintik-bintik serta flek hitam. Awalnya sang ibu hanya membawa Eko ke klinik terdekat dan hanya diberi obat salf untuk iritasinya. Tahun 20112, saat Eko sudah masuk sekolah menengah atas tiba-tiba terdapat luka dihidung sebelah kiri. Ini yang mengakibatkan kulit dan daging dihidungnya mengelupas. Karena semmakin hari uka itu tak kunjung sembuh, akhirnya Eko dan sang ibu ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika Eko menderta kanker kulit. Tahun 2016, Eko menjalani operasi pertamanya di RS Dharmais untuk pengangkatan sel kanker dan hidungnya. Selang beberapa bulan Eko menjalani operasi yang kedua untuk pencangkokan daging dipipi sebelah kiri. Rencananya 2 bulan ke depan akan dilakukan operasi yang ketiga untuk pemasangan hidung. Saat ini Eko masih menjalani kontrol rutin di RS Dharmais, Alhamdulillah segala pengobatan telah ditanggung jaminan kesehatan BPJS tapi untuk akomodasi tak jarang orang tua Eko harus mencari pinjaman dulu ke tetangga. Orang tua Eko, bapak Setiawan (49) sehari-harri bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara ibu Nurhayati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya membeli obat yang tidak terjamin oleh BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuti @endangnumik.

Eko menderta kanker kulit


ARDINI PUTRI (23, Meningitis TB). Alamat: Kp. Bahari RT 3/3 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ardini Putri atau lebih akrab disapa dengan nama Ardini, bulan November 2016 lalu mengalami pembengkakan diperutnya. Ardini mengira jika dirinya hamil, hingga dilakukan pemeriksaan test pack dan USG tapi hasilnya negative, tidak ada janin diperut Ardini. Kemudian Ardini disarankan oleh dokter untuk ke RS Suroso Sunter, tanggal 23 Januari 2017 Ardini memeriksakan dirinya dan dokter mengatakan jika Ardin menderita kista. Lalu oleh pihak rumah sakit Ardini disarankan untuk dirujuk ke RS Gatot Subroto, tapi lagi-lagi diagnose yang sebelumnya juga tidak dibenarkan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui jika Ardini menderita Meningitis Tb dan saat itu Ardini langsung dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan cairan diperutnya. Pasca menjalani operasi Ardini masih terus menjalani kontrol rutin di RS Gatot Subroto, meski begitu keluhan-keluhan masih sering dirasakan oleh Ardini seperti sering pusing, kakinya mengecil hingga susah bicara jika kondisinya sedang menurun. Ardini menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali dan sesekali ada obat yang harus dibeli karena tidak dimasuk dalam jaminan kesehatan yang dipakainya. Saang suami, Slamet Riyadi (23) sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Tak jarang dengan sangat terpaksa Slamet tidak bisa membelikan obat untuk sang istri, padahal disisi lain Salamet sangat mengharapkan sang istri bisa sembuh dari sakit yang sekarang dideritanya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuty @endangnumik

Ardini menderita meningitis Tb


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1025. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @endangnumik

Bu Anita mengidap penyakit ginjal


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 1025. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehinCgga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


SALAM HASAN (56, Diabetes) Alamat :Jalan Haji Hasan RT 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13950. Pak Salam menderita diabetes sejak tahun 2014. Pada bagian kakinya terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan beliau sulit berjalan. Pak Salam melakukan pengobatan di rumah sakit Harapan Jayakarta. Selama berobat, Pak Salam menggunakan fasilitas BPJS. Sesuai saran dokter, dalam waktu dekat ini Pak Salam akan diamputasi kaki kirinya agar luka pada kaki tidak semakin menggerogoti bagian tubuh lainnya. Pak Salam adalah seorang tukang ojek pangkalan yang dirawat oleh keluarganya. Saat ini Pak Salam tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya, tugasnya sebagai tulang punggung keluarga digantikan oleh sang istri Ibu Darisem (58) yang bekerja sebagai pedagang lauk matang. Walau menggunakan jaminan kesehatan BPJS untuk berobat namun Pak Salam kesulitan untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk meringankan beban Pak Salam. Semoga Pak Salam segera dipulihkan kesehatannya dan dapat beraktifitas kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Pak Salam menderita diabetes


SITI NURSIYAH (57, Asam Urat) Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 45 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur. Sejak 10 tahun lalu, Ibu Siti divonis adanya tumor jinak di otak beliau. Menurut dokter jika dioperasi kemungkinan Ibu Siti akan mengalami kelumpuhan. Akhirnya Ibu Siti mengurungkan niatnya untuk melakukan operasi. Hingga saat ini Ibu Siti hanya berobat jalan. Pada tahun 2012 Ibu Siti di vonis juga mengidap asam urat akut oleh dokter. Di tahun 2015 Ibu asiti mendadak lemas dan tidak bisa berdiri juga berjalan, setelah diperiksa dokter menurut dokter efek tersebut karena asam urat akutnya. Beliau yang selalu rutin ke Puskesmas mencoba untuk konsultasi dengan dokter. Dari pihak Puskesmas pun memberikan obat untuk beliau konsumsi. Pak Ahmad (58) adalah Suami Ibu Siti yang bekerja serabutan yang memiliki penghasilan yang sedikit dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Siti dan bantuan pun telah diberikan kepada beliau untuk kebutuhan berobat dan transportasi. Semoga Ibu Siti dapat segera sembuh seperti sedia kala. Amiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @enangnumik

Bu Siti menderita asam urat


SUNITI ALI (41, Kanker Lidah). Alamat : Jln. Mushola RT 1/5, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Ibu Suniti, seorang buruh cuci yang mempunyai 4 orang anak diantaranya 2 orang SD dan 2 oranh masih balita. Sang suami yang bernama Ali Sodikin (42) hanya seorang pedagang minuman keliling. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah. Awal mulanya Ibu Suniti seusai pulang kerja di sore hari di jalan matanya di serang binatang kecil-kecil dan bergerombol. Bu Suniti langsung berobat ke klinik, setelah beberapa hari tak kunjung sembuh Bu Suniti pun di rujuk ke Rumah Sakit Cirebon. Dokter menyatakan bahwa mata ibu Suniti katarak dan di haruskan memakai kacamata. Untuk mendapat penanganan yang lebih baik, Ibu Suniti mencari kesembuhannya di Depok. Tetapi setelah beberapa tahun di Depok ternyata penyakitnya bertambah parah. Dokter menyatakan Ibu Suniti terkena penyakit kanker lidah. Gejala yang ibu Suniti rasakan pun malah bertambah parah. Saat ini yang dirasakan sakit oleh ibu Suniti pada bagian lidah, tenggorokan dan sulit sekali untuk menelan makanan. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah sudah 4 tahun hingga sekrang. ibu Suniti masih rutin berobat ke rumah sakit. Dan suaminya pun harus bekerja keras mencari nafkah untuk biaya pengobatan serta biaya anak-anaknya sekolah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan ibu Suniti, sehingga dapat kembali menyampaikan titipan para Sedekaholics. Bantuan lanjutan ini dipergunakan Ibu Suniti untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1013. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ibu Suniti dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu suniti menderita kanker lidah


ERNA BINTI KARYA SUTISNA (50, Janda), Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No 85, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ibu Erna biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 4 orang anaknya. Suamianya Karya Sutisna sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena serangan jantung, hal tersebut membuat Ibu Erna merasa kesepian. Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya. Dua orang anaknya masih duduk dibangku sekolah sehingga Ibu Erna harus membiayainya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari. Sehingga sang anak membantu Ibu Erna dengan berjualan gorengan yang dibuat Ibu Erna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan kembali dengan Ibu Erna, sehingga dapat menyampaikan titipan lanjutan dari para Sedekaholics untuk Ibu Erna. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1025. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Erna dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bantuan tunai


SUHARSONO TARUNA (61, Komplikasi Jantung). Alamat : Jalan Taruna Pahlawan Revolusi No. 49 RT 8/4 Kelurahan Pondok Bambu Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Pada tahun 2014 Pak Suharsono berobat ke Klinik Budi Luhur Cibitung untuk memeriksa penyakit darah tingginya. Dokter menyarankan dirujuk ke Rumah Sakit Hermina Bekasi untuk pengobatan lebih lanjut. Dan setelah diperiksa oleh tim dokter IGD Rumah Sakit Hermina, Pak Suharsono mengalami tekanan darah yang sangat tinggi dan adanya pembengkakan pada jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Pak Suharsono masih menjalani pengobatan rutin di rumah sakit. Akan tetapi sekarang badan dan kakinya mengalami pembengkakan. Kemudian di cek oleh dokter ternyata itu adalah gejalan asam urat dan kolesterol, dan juga adanya gumpalan darah pada bola mata Pak Suharsono sehingga menyebabkan penglihatan beliau kurang jelas. Dokter menyarankan Pak Suharsono untuk operasi mata. Pak Suharsono hanya mengandalkan jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga Pak Suharsono dan santunan akomodasi disampaikan untuk membantu keluarga. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Pak Suharsono segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Pak suharso menderita pembengkakan pada jantung


SATINI BINTI DARMAN ( 83, Santunan Tunai Duafa ). Alamat : Dusun Mangli RT 4/4, Desa Soborejo, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbah Satini adalah seorang janda yang hidup sebatang kara. Suami dan anaknya sudah meninggal sekitar 8 tahun yang lalu. Mbah Satini juga tidak mempunyai rumah untuk tempat tinggalnya sehingga saat ini beliau hanya menempati sebuah rumah petak milik tetangganya yang kebetulan tetangganya berada di luar Jawa. Setiap harinya Mbah Satini hanya pasrah dan dirawat oleh tetangganya yang merasa iba kepada Mbah Satini. Akhir akhir ini Mbah Satini juga seering sakit sakitan sehingga saat ini hanya bisa tiduran saja di tempat tidurnya bahkan untuk kek kamar mandipun sudah tidak bisa. Mbak Sri orang yang merawat sangat kesulitan mengingat setiap harinya Mbah Satini harus menggunakan pampers dan penghasilan dari suaminya Mbak Sri juga tidak menentu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Mbah Satini untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk membeli pampers dan untuk kebutuhan sehari hari Mbah Satini. Mbak Sri yang mewakili keluarga Mbah Satini mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah memberikan bantuan ini dan semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk Mbah Satini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko​

Bantuan tunai

​–
SITI KHODIJAH ( 43, Kanker Payudara ). Alamat : Dusun Dalem RT 4/3, Desa Tawangsari, Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Siti begitu di sapa adalah seorang ibu rumah tangga bersuamikan Wahyudin (43, Buruh Tani) dan memiliki 2 orang anak yang masih sekolah kelas 4 SD dan masih berusia 1,5 tahun. Derita Bu Siti di ketahui sudah 4 bulan yang lalu. Saat itu dirasa ada benjolan di payudara sebelah kanan. Mengetahui hal itu Bu Siti segera memeriksakan ke RSUD Temanggung. Dokter yang menangani langsung memberikan rekomendasi untuk dilakukan operasi. Setelah bermusyawarah dengan keluarga diputuskan untuk dilakukan operasi dan harus opname selama 1 minggu. Setelah dinyatakan boleh pulang oleh Dokter Bu Siti diwajibkan untuk mengikuti paket kemoterapi yaitu dengan seminggu sekali melakukan kemoterapi.Keluarga hanya bisa pasrah dan merasa sangat kesulitan biaya mengingat Bu Siti masih harus memberikan perhatian lebih kepada anak anaknya yang masih kecil sehingga jika mempunyai biaya lebih diberikan kepada anaknya karena harus mengkonsumsi susu sehingga beliau dan suami sangatlah kesulitan biaya meskipun untuk kemoterapinya menggunakan KIS PBI JKN. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Bu Siti Khodijah untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk Biaya transportasi untuk kemoterapi di RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimaksih atas bantuan ini semoga bisa bermanfaat dan Bu Siti bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu siti menderita kanker payudara


DAVINO RASYID ANDRIANSYAH (2, Kelainan Hati). ALAMAT : Dusun Kledok Rt 02/ Rw 11, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dek Davino Rasyid Andriansyah yang akrab di panggil dengan sebutan Vino,Vino anak dari pasangan suami istri bapak Andri Susanto(31) yang bekerja sebagai sopir truk pasir yang tidak tentu penghasilanya dan ibu Siti Zulaikhah(31) sebagai ibu rumah tangga. Kini hati dek vino tidak berfungsi secara normal seperti bayi pada umumnya akibat penyakit sirosis. Sejak lahir dek vino sudah menunjukan kelainan. Warna mata kuning, badan lemas, muntah dan BAB hitam seperti darah. RSUD Tidar Magelang pernah mendiagnosa dek vino menderita kolestasis atresia dan dirujuk langsung ke RSUP dr.Sardjito Yogyakarta. Di Sardjito, sakit dek vino semakin parah dan dinyatakan positif terjangkit sirosis. Namun karena kondisi ekonomi keluarga, pengobatan dek vino tidak maksimal. Padahal dek vino diharuskan kontrol rutin selama satu bulan sekali. Selama ini dek vino sudah keluar masuk rumah sakit selama 10 kali, di RSUD Tidar Magelang 6 kali, di RSUD Muntilan 1 kali dan terakhir di Rsup dr. Sardjito sebanyak 3 kali. Kondisi terkini dek vino sudah berangsur membaik, berat badanya pun bertambah yang semula 6 kg menjadi 8 kg tetapi saat ini perut dek vino membesar dan agak keras jika dipegang disamping itu nafas juga agak sesak. Untuk bisa mengkonsumsi asupan makanan berupa susu, asi, dan bubur, dipasang selang pada hidung vino. Keluarga hanya bisa pasrah dan berharap yang terbaik bagi kondisi vino. Jaminan kesehatan yang digunakan BPJS KIS KELAS 3. Kendala yang di hadapi yaitu kendala transport perjalanan untuk ke RSUP Sardjito dan pembelian obat atau vitamin di luar BPJS KIS. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga dek Vino Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga adek Vino dan mendampingi dalam pengobatan semoga adek Vino bisa lekas sembuh seperti sedia kala. Pihak keluarga adek Vinol mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan dan para donatur atas bantuan dari teman-teman #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 12 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Davino menderita kelainan hati


FAREL ANDI REINDRA DWI PUTRA (2, panas tidak turun-turun dan sering kejang). Alamat: Kampung Bogeman Lor, Rt 01 Rw 06, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Farel Andi Reindra Dwi Putra yang akrap di panggil adek Farel ini ketika kecil adek Farel ikut bersana orang tuanya bekerja di Bali. Orang tua adek Farel ketika itu bekerja juga sambil mengasuh adek Farel, ketika itu adek Farel usia 1 tahun dijemput kakeknya untuk diasuh di Magelang setelah ikut bersama kakeknya di Magelang beberapa bulan kemudian adek Farel sakit panas tidak turun-turun hingga panas tubuhnya mencapai 38 bahkan hingga sering kejang, ketika panas itu mengalami kejang-kejang bahkan dalam semalam itu bisa kejang-kejang 5-6 kali kejang-kejang maka paginya sama neneknya di bawa ke Puskesmas Panjang. Ketika di Puskesmas juga mengalami kejang-kejang juga ketika di periksa oleh dokter Puskesmas yang menanganinya maka adek Farel harus di rujuk ke RSUD Tidar Magelang serta menjalani rawat inap selama 5 hari, setelah itu menjalani rawat jalan yaitu kontrol di RSUD Tidar di poli anak, hingga saat ini belum ada hasil yang baik adek Farel masih sering panas tidak turun-turun dan masih sering kejang-kejang. Maka dokter yang menanganinya menyarankan harus di bawa di RS Sarjito untuk penangan yang lebih, maka dokter RSUD Tidar memberikan surat rujukan ke RS Sarjito Jogja. Saat ini ade Farel masih sering panas dan kejang-kejang, jaminan kesehatan yang digunakan yaitu BPJS KIS Adek Farel putra dari bapak Fahmi Andi (28) yang bekerja sebagai buruh dan ibu Sri Rahayu (27) yang bekerja sebagai buruh (pembantu rumah tanga). Tapi saat ini Adek Farel ikut tinggal bersama kakek dan neneknya di Magelang karna kondisi ekonomi orang tuanya yang kurang baik meski kakeknya juga mengalami hal yang sama tapi kakek dan neneknya masih sanggup merawat adek Farel dan dua anaknya. Kakek adek Farel yaitu Bapak Suarto atau yang akrap di panggil pak Jarot (53), yang bekerja mencari rosok atau barang bekas dan neneknya Poniati (44) sebagai ibu rumah tangga. Kendala yang di hadapi saat ini yaitu biyaya untuk transportasi karena penghasilan kakeknya sudah cukup untuk makan sehari-hari. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga adek Farel Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga adek Farel dan mendampingi dalam pengobatan semoga adek Farel bisa lekas sembuh seperti sedia kala. Pihak keluarga adek Farel mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantun dari teman-teman #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso
Tanggal : 11 Agustus 2017

Farel mengalami panas tidak turun-turun dan sering kejang


MUSTOFA BIN AMAT TOHA (50,Tidak bisa duduk dan jalan). Alamat: Dusun Kupen, Rt 09 Rw 02, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Mustofa yang akrab di panggil pak Topa itu ketika sebelum mengalami kecelakan pak Mustofa bekerja sebagai penebang pohon. Pada saat itu 8 setengah tahun yang lalu pak Mustofa di suruh menebang pohon, tak menyangka pak mustofa mengalami kecelakaan pada saat menebang pohon, di pohon tersebut ternyata ada ranting yang mengenai kabel PLN yang dalam tegangan tinggi ketika itu pak Mustofa kesetrum pada saat menebang pohon dalam ketinggian 4 meteran bahkan alat (bendo) yang untuk menebang pohon hingga hangus tapi pak mustofa alhamdulilah tidak hangus tapi pak mustofa jatuh dalam kondisi terbaring dan tidak sadar selama 24 jam. Saat itu pak mustofa di larikan ke RST Magelang dan menjalani rawat inap selama 4 hari lalu di rujuk ke RS Otopedi Solo dan menjalani rawat inap selama 27 hari juga belum sembuh, ketika dalam perawatan di rumah satu bulan punggung pak mustofa mengalami luka dan membusuk maka pak mustofa di bawa ke RS dan di arahkan ke RSU Muntilan dan menjalani rawat inap selama dua bulan. Setelah pulang di rumah pak Mustofa menjalani pengobatan terapi alternatif hingga saat ini, karena untuk ke RS sudah tidak mampu lagi. Kondisi saat ini pak Mustofa hanya dapat berbaring di tempat tidur saja dan bagian kaki dan tangan sering mengalami nyeri. Jaminan kesehatan yang di milikinya kini BPJS KIS. Kendala yang saat ini dirasakan yaitu biaya hidup dan perawatan. Pak Mustofa saat ini hanya tinggal sama ibunya saja yang kerap di panggil mbah Kinah (77) yang sudah tua itu untuk menyambung biaya hidup kini mbah Kinah bekerja mencari ranting kayu yang sudah jatuh. Pak Mustofa sudah ditinggal istrinya meninkah lagi sama orang yang dulunya mengobati alternatif pak Musofa. Bahkan pak Mustofa mempunyai tiga anak yang sudah berkeluarga semua tapi yang menyedihkan anaknya jarang menengoknya kondisi pak Mustofa yang dalam kondisi seperti ini. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga bapak Mustofa Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga pak Mustofa dan semoga bisa lekas sembuh seperti sedia kala dan mbah Kinah semoga tetap sehat serta sabar dalam menghadapi kondisi yang dihadapinya yang dalam keadaan. Pihak keluarga pak Mustofa mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantun dari teman-teman #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Tanggal : 12 Agustus 2017
Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Pak Mustofa tidak bisa duduk dan jalan


TARLAN BIN HARTOMO (49, Musibah Kebakaran Rumah). Alamat : Dusun Gabug RT 03 RW 06 Desa Kemiriombo Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Pak Tarlan mengalami musibah kebakaran rumah pada hari senin, 8 Mei 2017 pukul 20.00 WIB. Saat itu keluarga Pak Tarlan sedang tidak ada di rumah. Rumah ini terbuat dari papan kayu yang berukuran 8 X 12 Meter. Malam itu si jago merah melalap habis semua bangunan rumah milik keluarga Pak Tarlan hingga tak menyisakan apapun. Harta benda sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan selain baju yang melekat di badan. Pak Tarlan sangat terkejut dengan musibah ini. Pak Tarlan sehari – harinya berkebun dengan penghasilan yang tidak menentu dan ia harus memenuhi kebutuhan 3 orang anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Pak Tarlan dan keluarga sekarang tinggal di rumah milik bapaknya. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami Pak Tarlan. Santunan pun diberikan untuk membantu meringankan biaya kehidupan sehari-hari serta bahan bangunan pasca musibah kebakaran. Semoga santunan ini membuat Pak Tarlan bersemangat dalam ikhtiar kehidupannya.

Tanggal : 7 Agustus 2017
Jumlah : Rp. 3.000.000,-
Kurir : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82 , @M_ilyam17

Korban kebakaran rumah


EUW DENATALIA ABIGAIL (12, Saluran kencing tidak normal). Alamat : Karang Gading, Rt 01 Rw 03, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Adek Euw Denatalia Abigail yang akrap dipanggil Denatalia. Pada saat Denatalia lahir sudah ada benjolan di atas pantat lalu oleh orang tua Denatalia, Denatalia ini di periksakan di dokter umum hingga beberapa dokter umum itu tidak ada hasil lalu sama dokter di berikan surat rujukan ke RSUD Tidar Magelang. Karna Denatalia masih kekecilan maka menunggu hingga beberapa waktu, ketika Denatalia sudah usia 2,5 maka Denatalia di lakukan tindakan oprasi di RSUD Tidar Magelang ketika di operasi itu Denatalia di ambil bagian yang menonjol tersebut yang ujar ibunya benjolan itu seperti lemak. Setelah di lakukan operasi 6 bulan kemudian Denatalia tidak bisa buang air kencing, bisa di bilang bahwa itu operasi tidak tuntas, maka setelah itu Denatalia di pasangkan kateter dan setiap 2 minggu sekali melakukan kontrol dan ganti kateter di RSUD Tidar. Hingga saat usia Denatalia menginjak 10 tahun Denatalia diberikan surat rujukan ke RS Panti Rapih Jogja, harapan keluarga Denatalia sembuh dan tidak memakai kateter lagi tapi harapan itu belum terwujudkan lagi Denatalia masih harus menggunakan kateter lagi setelah operasi. Maka dari itu Denatalia juga masih harus melakukan kontrol di RSUD Tidar untuk ganti kateter juga setiap 2 minggu sekali, kalo dokter yang menangani Denatalia menyarankan di rujuk lagi ke RS Panti Rapih Jogja tetapi diwaktu konfrimasi dengan dokter RS Panti Rapih yang menangani Denatalia suruh melihat perkembangannya dulu. Kini Denatalia masih menggunakan kateter dan kontrol 2 minggu sekali di RSUD Tidar. Jaminan kesehatan yang dimiliki BPJS Kelas 2. Kendala keluarga Denatalia saat ini biaya untuk transportasi dan byaya pegangan saat kontrol. Denatalia anak dari pasangan bapak Triyanto (46) yang bekerja sebagai securiti dan ibu Denok Wagiah (38) sebagai ibu rumah tangga. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesedihan keluarga bapak Triyanto dan ibu Denok Wagiah atas musibah yang di derita oleh Ewu Denatalia Abigail putri kandungnya Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu biaya pengobatan Denatalia semoga Denatalia bisa lekas sembuh seperti layaknya. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantun dari teman-teman #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Euw menderita saluran kencing tidak normal


ARHA AINUN RIFATUN NIZAM (2, Langit – Langit ). Alamat : Dusun Dakaran RT 3/14, Desa Ngemplak, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Arha adalah anak pertama yang terlahir dari pasangan Edi Waluyo (36, Buruh tani) dan ibu Widati (28, Ibu rumah tangga). Arha terlahir tidak seberuntung teman teman sebayanya. Hal ini terllihat saat kelahirannya mengalami bibir sumbing dan tidak punya langit langit di tenggorokannya. Saat lahir kedua orang tuanya hanya bisa pasrah semoga ada bantuan yang datang, dengan motivasi dari Bidan setempat saat usia 3 bulan Arha diikutkan operasi gratis di sebuah RS di Semarang. Setelah selesai operasi yang pertama Dokter menyarankan agar usia 1,5 tahun dilakukan operasi lagi untuk membuat Langit langitnya. Saat usia saat ini 1,5 tahun keluarganya hanya bisa pasrah semoga ada operasi gratis lagi mengingat Arha juga tidak mempunyai Jaminan kesehatan. Alhamdulillah doa keluarganya terkabul tepat di usianya 1,5 tahun ada informasi dari kurir Sedekah Rombongan yang menginformasikan ada operasi gratis di RSI Wonosobo. Keluarga sangat bersyukur, namun kendala biaya untuk transportasi ternyata menjadi penghalang mengingat pekerjaan orang tuanya yang hanya buruh tani. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Arha Ainun untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama proses operasi di RSI Wonosobo. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga dapat bermanfaat dan proses operasi berjalan lancar sehingga Arha segera diberi kesembuhan dan bisa ceria kembali menatap masa depan seperti teman teman yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 08 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Arha mengalami bibir sumbing dan tidak punya langit langit di tenggorokannya


YUDI ANTORO ( 44, Tumor Otak ). Alamat : Jl. Terusan Sumbing IV Legoksari, Kel. Temanggung 2 Kec. Temanggung , Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Yudi adalah seorang duda yang sudah ditinggal oleh istrinya sekitar 1 tahun yang lalu sehingga perawtan dilakukan oleh orang tuanya. Derita Yudi sudah sekitar 3 tahun yang lalu namun saat itu tidak segera di periksakan ke Dokter. Baru sekitar 2 bulan yang lalu tubuhnya kejang kejang dan tidak sadarkan diri. Orang tuanya segera membawa ke RSUD Temanggung dan setelah dilakukan pemeriksaan diberikan rujukan ke RS Sarjito Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan dan city scan di dapat adanya tumor di otaknya sehingga diharuskan untuk segera dilakukan operasi, sementara untuk operasi akan dilakukan akhir bulan Agustus ini. Saat ini masih diharuskan control setiap minggunya untuk mengetahui kondisi fisiknya. Meskipun pengobatan dilakukan dengan menggunakan BPJS Mandiri kelas III, namun keluarga sangat kesulitan biaya untuk transportasi dan akomodasi ke RS Sarjito Yogyakarta. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke rumah Yudi Antoro dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya trasportasi dan akomodasi selama di RS Sarjito Yogyakarta. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini, semoga Yudi Antoro segera dilakukan operasi dan diberi kelancaran sehinga segera diberikan kesembuhan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak Yudi menderita tumor di otaknya


ZALFAA EVA PUSPITASARI (7, Thalassaemia). Kp.Kliwonan RT 03/07 Kel. Wonosobo Barat, Kec.Wonosobo, Kab.Wonosobo, Prov Jateng. Eva, begitulah sapaan akrabnya adalah seorang anak yang masih duduk di kelas I SDN 02 Jaraksari, Wonosobo, Jateng. Walaupun kondisi tubuhnya semakin menurun, tetapi semangat belajar Eva tetap tinggi. Kondisi perutnya mulai kelihatan membesar, muka pucat dan kelihatan lesu. Ini diakibatkan karena 1 tahun terahir tidak dilakukan Tranfusi darah. Saran Dokter, Eva diharuskan transfusi darah rutin tiap bulan, agar kondisi tubuhnya bisa stabil. Orang tua Eva belum bisa membawa ke rumah sakit untuk transfusi darah dikarenakan belum bisa melunasi tunggakan BPJS selama 1 tahun. Selama 1 tahun terahir, Eva hanya menjalani pengobatan non medis sehingga kesehatanya tidak stabil. Ayah Eva, Sugiarto (36) hanya seorang pekerja serabutan, sementara ibunya, Yuni Astuti (38) hanya seorang penjual sagon di Pasar Wonosobo yang penghasilanya tidak menentu. Mereka tinggal di rumah kontrakan. #Sedekah Rombongan merasakan kesusahan mereka, bantuan awalpun diberikan untuk membantu melunasi tunggakan BPJS nya, agar Eva bisa segera di bawa ke Rumah Sakit untuk Transfusi Darah. Semoga Eva segera pulih dan kesehatanya bisa stabil sehingga bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : 1.500.000
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @triipurwanto

Eva menderita thalassaemia


IMAM SUDADI (39, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Krajan RT 7/1, Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Pak Imam begitu di sapa mempunyai istri Rheni Sukapti (39,Ibu rumah tangga) dan mempunyai seorang anak yang masih berumur 4 tahun. Pak Imam dulunya adalah seorang sopir bis malam sehingga biasa mengkonsumsi minuman kemasan. Derita Pak Imam dimuai sejak 2 tahun ini. Awalnya dirasakan sering muntah dan tekanan darah tinggi. Istrinya membawanya ke RSUD Temanggung dengan menggunakan BPJS Mandiri Kelas III dan setelah di cek Dokter diketahui menderita Gagal Ginjal sehingga di haruskan untuk melkukan cuci darah setiap minggunya.Saat ini Pak Imam hanya duduk dan tidur di rumah saja dikarenakan masih mengalami bengkak pada kakinya.Pak Imam yang merupakan tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah. Di karenakan sakit maka istrinya bekerja meskipun tidak bisa mencukupi untuk biaya ke RSUD setiap minggunya . Bantuan Awal pun sudah diberikan Sedekah Rombongan dan tergabung dalam Rombongan 852. Saat ini kondisi Pak Imam sudah lebih baik namun masih harus melakukan cuci darah setiap minggunya dan keluarga sangat membutuhkan tambahan biaya untuk transportasi ke RSUD Temanggung setiap minggunya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim kembali ke rumah Pak Imam dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi untuk melakukan cuci darah di RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bermanfaat dan Pak Imam segera diberikan kesembuhan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak Imam menderita gagal ginjal


RINI MAHWIYATI ( 50, Kanker Payudara ). Alamat : Dusun Tinebah RT 4/5, Desa Purwodadi, Kec. Tembarak, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Rini begitu di sapa adalah seorang ibu rumah tangga bersuamikan Muh Purwanto (55, Bruh serabutan) dan memiliki 3 orang anak yang masih berada di bangku sekolah. Derita Bu Rini di ketahui sudah 1 tahun yang lalu. Saat itu dirasa ada benjolan di payudara sebelah kanan. Mengetahui hal itu Bu Rini segera memeriksakan ke RSUD Temanggung. Dokter yang menangani langsung memberikan rekomendasi untuk dilakukan operasi. Setelah bermusyawarah dengan keluarga diputuskan untuk dilakukan operasi dan harus opname selama 1 minggu. Setelah dinyatakan boleh pulang oleh Dokter Bu Rini diwajibkan untuk mengikuti paket kemoterapi yaitu dengan seminggu sekali melakukan kemoterapi. Awalnya kemo dilakukan rutin namun sejak 2 bulan ini Bu Rini mengeluh karena biaya untuk transportasi yang besar mengingat beliau harus mengurus anak anaknya yang masih sekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga BU Rini Mahwiyati untuk memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk Biaya transportasi untuk kemoterapi di RSUD Temanggung. Keluarga mengucapkan terimaksih atas bantuan ini semoga bisa bermanfaat dan Bu Rini bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 08 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu Rini menderita kanker payudara


LUKITO BIN AMAT ( 69, Stroke Kanan ). Alamat : Link Kertosari 2/1, Kel. Kertosari, Kec. Temanggung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Pak Lukito adalah seorang kepala rumah tangga yang beristrikan Ibu Wurni ( 60, Ibu rumah tangga). Derita Pak Lukito sudah 6 bulan yang lalu. Saat itu beliau terjatuh saat berada di kamar mandi dan tidak bisa berdiri, istrinya yang mengetahui meminta tolong tetangganya untuk membantunya membawa ke RSUD Temanggung dan dilakukan opname selama 1 minggu dan dinyatakan mengalami Stroke bagian kanan. Setelah diperbolehkan pulang Pak lukito diharuskan untuk melakukan terapi rutin setiap minggunya. Saat ini kondisinya sudah bisa duduk namun belum bisa untuk berjalan. Hal inilah yang membuat istrinya sangat kesulitan untuk membawanya terapi di RSUD Temanggung. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah beliau mengutarakan keinginannya untuk memiliki sebuah kursi roda untk digunakan membantu Pak Lukito dalam melakukan terapi ke RSUD Temanggung mengingat untuk membeli sebuah kursi roda istrinya tidak memiliki biaya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi kembali ke rumah Pak Lukito dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yaitu berupa sebuah kursi roda. Keluarga tak henti hentinya mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bermafaat sehingga Pak Lukito bisa segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 07 Agustus 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak Lukito mengalami Stroke bagian kanan


WAK KATONG (76, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Raya Wajok Hulu Kilometer 9, Gang Surya, RT 1/11, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Hari-hari Wak Katong dilaluinya bersama sang istri, Rukiyah (72). Wak Katong tidak memiliki anak kandung, namun ia memiiki anak angkat bernama Hamdani yang kini menjadi tulang punggung keluarga. Wak Katong dan istrinya tidak bisa lagi bekerja karena usia mereka yang sudah lanjut dengan fisik yang semakin lemah. Terkadang untuk makan sehari – hari Wak katong dan keluarga mendapatkan bantuan dari tetangga. Dulu Wak Katong bekerja sebagai buruh tebas, namun saat berusia 60 tahun ia berhenti bekerja karena sakit telinganya pasca kemasukan serangga. Sejak saat itu pendengarannya kurang berfungsi dengan baik, ditambah lagi ia kini mengalami sakit lambung dan daya ingatnya sudah menurun. Sementara itu, Ibu Rukiyah kondisinya juga tidak jauh berbeda. Pasca operasi tumor yang pernah dilakukannya, Ibu Rukiyah tidak bisa bekerja lagi selain hanya mengurus rumah tangga. Wak Katong memiliki kartu jaminan kesehatan seperti KIS, KKS, dan Kartu Perlindungan Sosial, namun ketiadaan biaya membuat ia tidak pernah memeriksakan kesehatannya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Wak Katong, bantuan pun disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari – hari. Wak Katong mengucapkan ribuan terima kasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin Agustin Isnaini

Bantuan biaya hidup


HERDIAN FITRAH IKHSANI (30, Ambien). Alamat : Jalan Perintis No. 20, RT 4/11, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat. Herdian kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu kolam renang di Pontianak. Dari pekerjaannya tersebut, Herdian digaji 1,2 juta rupiah per bulan. Pendapatan tersebut masih jauh dari cukup dibandingkan dengan beban tanggungan yang harus ia pikul. Terlebih lagi kini ia tidak bisa bekerja lagi karena penyakit ambeien yang dideritanya sejak 2013 silam. Sakit yang dialami Herdian pertama kali diketahui ketika ia buang air mengeluarkan darah bahkan hingga membuatnya pingsan. Saat itu, Herdian pun langsung dibawa ke Puskesmas. Anjuran dokter, Herdian harus dioperasi karena memang kondisinya sudah parah. Tetapi karena kendala keuangan dan tidak mempunyai JKN – KIS, maka Herdian hanya bisa melakukan pengobatan secara tradisional seperti meminum ramuan dari tumbuh-tumbuhan yang ditanam di pekarangan rumahnya. Saat ini Herdian beserta istri dan anak – anaknya yang masih kecil tinggal di rumah orang tua Herdian. Istrinya, Maisarah (32), tidak mampu membawa suaminya berobat karena tidak bekerja. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Herdian dan isterinya saat berkunjung ke rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka sehingga bantuan pun disampaikan untuk membantu pembuatan JKN – KIS, operasional berobat dan biaya hidup sehari- hari.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin Hamida

Pak Herdian menderita ambien


EKI SAPUTRA (17, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Batu Karak, Desa Jorong Siguhung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Eki adalah bungsu dari 3 bersaudara, ia merupakan pelajar kelas 3 SMK Plus Perbankan Bougenville jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), dan merupakan siswa yang berprestasi bagus. Seharusnya semester baru tahun ajaran 2017 – 2018 ini Eki sudah mulai belajar dan duduk di kelas 3, tetapi sayang ia terkendala biaya SPP selama di kelas 2 yang masih belum dibayarkan. Eki terancam tidak dapat melanjutkan ke kelas 3 dan putus sekolah sebelum melunasi semua tunggakan tersebut. Ayah Eki, Anas Suardi (64), hanya buruh tani yang mendapatkan upah jika ada pekerjaan, sedangkan ibunya, Ratnawilis (53), hanya seorang ibu rumah tangga. Saat Eki kelas 1 SMK, kakaknya yang bekerja sebagai penjaga lapangan futsal juga ikut membantu semampunya biaya sekolah Eki. Namun sejak Eki kelas 2, kakaknya menyatakan tidak mampu lagi membantu karena dengan ekonominya yang terbatas hanya bisa menghidupi anak dan istrinya. Eki tidak mau putus sekolah dan ingin terus melanjutkan cita-citanya untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan Allah dengan Eki dan keluarganya. Tangis bahagia tak bisa ditahan Eki dan ibunya saat titipan sedekahholics diserahkan dan langsung dibayarkan untuk pelunasan semua biaya pendidikan Eki. Senyum bahagia terus terukir dari Eki saat kakinya melangkah ke kelas 3 dan mulai belajar. Impian dan doa Eki untuk terus sekolah terwujud nyata. Terucap rasa syukur dan terimakasih tak terhingga dari Eki dan keluarganya atas semua bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan: Rp 2.010.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @eldaritarosman

Bantuan biaya sekolah


ALIFIANDRA BIN SUPIYANTO (4, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Kilangan, RT 2, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Alif si kecil yang periang, namun sorot matanya menyiratkan kelelahan. Menurut pengakuan ibunya, Alif sering terlihat lemas dan terdeteksi mengalami jantung bocor saat berusia 1,5 tahun. Hal ini diketahui karena Alif seringkali batuk berulang dalam jangka waktu yang lama hingga pada akhirnya keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum H. Abdul Madjid Batoe (HAMBA) Muara Bulian dan diketahui ada sesuatu yang bermasalah pada jantungnya. Saat itu juga Alif di rujuk ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi dan disarankan agar Alif segera dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk tindakan yang lebih intensif. Sesampainya di Jakarta ternyata Alif harus melakukan pemeriksaan tahap awal berupa pemasangan kateter, namun karena keterbatasan biaya akhirnya orangtua Alif urung melakukan tindakan tersebut. Ayah Alif, Supiyanto (28) yang bekerja sebagai petani karet dan istrinya, Nurazizah (25) yang hanya ibu rumah tangga biasa merasakan kesedihan yang mendalam saat menyaksikan anak semata wayang mereka terlihat lemas dan sering batuk belakangan ini. Alif memang memiliki fasilitas kesehatan berupa JKN – KIS, namun kebutuhan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama di Jambi dan Jakarta menjadi kendala utama keluarga ini. Awalnya, dirasa upaya membawa Alif kembali menjalani pengobatan di RS Harapan Kita Jakarta hanyalah angan semata, namun Allah berkehendak lain, atas izin-Nya, Kurir Sedekah Rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan berupa biaya transportasi ke Jakarta dan biaya selama mereka tinggal di Jakarta telah disampaikan kurir Sedekah Rombongan. Semoga ikhtiar menjalani pengobatan di Jakarta membawa hasil yang menggembirakan dan Alif dapat sehat kembali seperti anak-anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @diansiregar @cut.yusnila

Alfi mengalami jantung bocor


PRIMA HIDAYAH (1, Tetralogi of Fallot). Alamat : Jalur I Blok A, RT 2, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Bayi perempuan usia 11 bulan ini harus mengalami rasanya keluar masuk rumah sakit dikarenakan sering mengalami kebiruan pada ujung-ujung jari, bibir serta cuping hidungnya sejak ia berusia 2 bulan. Orang tua Prima bercerita saat lahir putrinya tidak segera menangis dengan kondisi ketuban yang berwarna hijau kental. Saat itu Prima disarankan untuk dikonsultasikankan ke dokter spesialis anak oleh bidan setempat, akan tetapi karena keterbatasan biaya ia tidak jadi dibawa ke dokter. Pada saat memasuki usia 11 bulan, Prima mengalami batuk pilek disertai sesak napas berat hingga akhirnya ia dibawa ke RS Sungai Bahar dan dirawat selama 2 hari. Selama menjalani rawat inap dan tak kunjung ada perbaikan yang signifikan, akhirnya ia dirujuk ke RSU Raden Mattaher Jambi dan dirawat di ruangan PICU. Dokter menyarankan agar Prima segera dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sudarto (41) dan Warni (38) adalah orangtua Prima yang sehari hari bekerja sebagai buruh sawit. Saran pihak medis yang mengharuskan putri mereka segera dirujuk ke Jakarta dengan menyertakan pendamping medis sangat memberatkan keluarga ini. Meskipun memiliki JKN – KIS, kesulitan biaya transportasi, proses rujukan serta urusan dengan maskapai penerbangan akibat kondisi Prima yang sedikit berbeda ini sempat menyurutkan keinginan orang tuanya membawa Prima ke Jakarta. Alhamdulillah berkat izin Allah SWT kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan awal diberikan untuk biaya transportasi dari Jambi ke Jakarta serta untuk kebutuhan lainnya selama di Jakarta. Semoga Prima lekas sembuh dan dapat tumbuh layaknya bayi lain seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.950.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @bitrihanuari @cut.yusnila

Prima menderita tetralogi of fallot


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Setelah beberapa hari selesai menjalani kontrol di RSSA, kondisi beliau tiba-tiba menurun dan mengalami sesak nafas. Beliau pun segera dibawa ke UGD RSSA dan beliau pun dilakukan rawat inap. Beberapa minggu di RSSA kondisi Ibu Sri tetap melemah dan akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhir saat di rumah sakit. Ibu Sri tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (7). Sehari-hari Bapak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya iuran BPJS, pampers, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan santunan kematian. Bantuan kepada Ibu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1026. Semoga amal ibadah Ibu Sri diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalka diberikan ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.327.800,-
Tanggal : 14 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Bu Sri menderita kanker payudara kiri

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ABDUL RAZAK 1,000,000
2 BANTUAN SEPEDA 6,050,000
3 JUHA BINTI AMIR 1,000,000
4 LATANG BIN FULAN 1,000,000
5 DALLE BIN DAENG PARANI 1,000,000
6 EFENDI WAJOK HULU 1,000,000
7 RAFKA RAHADI PRATAMA 2,000,000
8 YASMIN TANDJUNG 1,000,000
9 AHMAD BADRUS 500,000
10 YUDI EKO PRASTIYO 1,000,000
11 BADRIYAH 500,000
12 AHMAD SEVAN JULIANSYAH 500,000
13 SARINTEN BINTI PARTO PAIJAN 500,000
14 SULIYAH 1,000,000
15 ARIF ROHMAN 1,000,000
16 WAKIDAH BINTI ATMO 500,000
17 YULIANA DWI RAHAYU 500,000
18 YULI BHAYANGKARA 500,000
19 MTSR MAGELANG 4,500,000
20 JULIANA PAINI 1,000,000
21 MAHMUD BIN DINI 750,000
22 ALIYAH BINTI SAHRI 500,000
23 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
24 NENGSIH BINTI ISAH 500,000
25 HAIDAR AFTAB FATHIA 1,000,000
26 TINA SUNDARI 1,000,000
27 NENENG JUBAEDAH 500,000
28 WULAN JAMILAH 1,000,000
29 MTSR BEKASI 1,135,000
30 ENOH BINTI MAKBUL 1,000,000
31 PULUNG BIN SUDARIP 500,000
32 NURIYAH BINTI JUBA 500,000
33 AFFAN ARSALAN BAKIR 500,000
34 EGA MAULIDIA 500,000
35 AJI NUR RAFSANJANI 500,000
36 CASMIN BIN SARDA 500,000
37 KASIH BINTI WARDONI 1,000,000
38 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
39 WINDA YULIANA 1,000,000
40 SARKIM BIN ASMUI 500,000
41 UPIN BINTI RASIM 750,000
42 RIZKI PUTRA PAMUNGKAS 500,000
43 AZMI HAIL MAHLAL 750,000
44 WIDIATI BINTI ADE SULAEMAN 500,000
45 IMAS SITI HABIBAH 1,000,000
46 LENI BURHAN AMIN 1,000,000
47 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
48 PIRWANDI BIN SUPARJO 1,000,000
49 NANDITA SASKA 750,000
50 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
51 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
52 EKO SETIAWAN 1,000,000
53 ARDINI PUTRI 1,000,000
54 ANITA AGUSTINA 750,000
55 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
56 SALAM HASAN 750,000
57 SITI NURSIYAH 500,000
58 SUNITI ALI 750,000
59 ERNA BINTI KARYA SUTISNA 500,000
60 SUHARSONO TARUNA 1,000,000
61 SATINI BINTI DARMAN 1,000,000
62 SITI KHODIJAH 1,000,000
63 DAVINO RASYID ANDRIANSYAH 1,000,000
64 FAREL ANDI REINDRA DWI PUTRA 500,000
65 MUSTOFA BIN AMAT TOHA 1,500,000
66 TARLAN 3,000,000
67 EUW DENATALIA ABIGAIL 1,000,000
68 ARHA AINUN RIFATUN NIZAM 500,000
69 YUDI ANTORO 1,000,000
70 ZALFAA EVA PUSPITASARI 1,500,000
71 IMAM SUDADI 500,000
72 RINI MAHWIYATI 1,000,000
73 LUKITO BIN AMAT 1,000,000
74 WAK KATONG 750,000
75 HERDIAN FITRAH IKHSANI 1,000,000
76 EKI SAPUTRA 2,010,000
77 ALIFIANDRA BIN SUPIYANTO 2,500,000
78 PRIMA HIDAYAH 4,950,000
79 SRI RAHAYU 1,327,800
Total 83,472,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 83,472,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1037 ROMBONGAN

Rp. 54,047,668,752,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.