Rombongan 1036

Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.
Posted by on August 18, 2017

EKA WIDYASTUTIK, (15, Tidak memiliki Lubang Anus) Alamat Jl. Kepodang Lingk. Krajan RT/RW 002/013, Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Eka didagnosis dokter Dr. Soebandi Jember yang tidak memiliki lubang anus atau bahasa medisnya atresia ani. Kondisi Adik Eka diketahui bahwa saat membuang air besar melewati lubang vagina. Adik Eka sering mengalami demam yang membuat kondisinya semakin memburuk. Adik Eka tidak segera dilarikan ke bidan setempat karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan ankanya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari warga sekitar bahwa adik Eka Widyastutik memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu / Dhuafa. Karena adik Eka tidak memiliki jaminan apapun akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III. setelah Jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III adik Eka diperiksakan ke Puskesmas setempat lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk menjalani operasi. Dokter mengatakan Adik Eka harus menjalani tiga kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk pembuatan lubang kolostomi di perut, dan ada operasi tahan selanjutnya untuk. operasi kedua adalah pembuatan lubang dubur dan ketiga penyambungan saluran pembuangan ke lubang dubur yang baru. Alhamdulillah selesai menjalani operasi petama sudah selesai, menunggu tahapan operasi selanjutnya. kondisi adik Eka ini semakin membaik. Bapak Siswanto (29) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, sedangkan ibunya, Wati Widiyanti (32), ibu rumah tangga. Saat ini adik Eka hanya menjalankan Kontrol rutin dan menunggu tahapan operasi selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Eka, Santunan yang diberikan di pergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi dan Transportasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Eka dan dapat segera sembuh. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 612.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Eka didagnosis atresia ani


NURUL INDAH NIAR, (47, Kanker Serviks) Alamat Jl. PB Sudirman XII/24 RT/RW 002/017, Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bu Nurul merasakan nyeri pada pinggul diikuti keputihan yang berbau serta menggumpal. Setelah itu Bu Nurul mengalami pendarahan. Bu Nurul mengira bahwa pendarahan tersebut adalah siklus menstruasi. Namun menstruasi tersebut lebih panjang dari biasanya. Kemudian Bu Nurul menjalani pemeriksaan di RS DKT Jember untuk mendapat penanganan lebih instensif. Setelah menjalani pemeriksaan lab, dokter mendiaknosa bahwa Bu Nurul menderita kanker seviks stadium 2B. Dokter merujuk Bu Nurul ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Bu Nurul terhenti. Bu Nurul adalah seorang tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai . . . . Suami Bu Nurul telah meninggal dunia dua tahun yang lalu. Ibu Nurul Meskipun biaya pengobatan sudah sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada awal Mei 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Nurul. Saat ini Bu Nurul sedang menjalani program kemoterapi tahap satu. Pada 13 Juli 2017 Bu Nurul meninggal dunia di tempat tinggal ketika melanjutkan program kemoterapi selanjutnya. Santunan di berikan untuk santunan kematian, semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi keluarga yang di tinggalkan, Amin

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Nurul menderita kanker seviks stadium 2B


ERMA NOVITA, (35, Pendarahan) Alamat Jl. KH. Agus Salim Gg VII RT/RW 006/002, Desa Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Erma Novita adalah istri dari Bapak Yon Suryono (38) yang bekerja sebagai buruh lepas. Erma Novita melahirkan di Puskesmas setempat dan beliau memiliki riwayat tekanan darah tinggi sehingga memiliki resiko pada saat melahirkan. Karena Erma Novita mengalami pendarahan dan Plasenta tertahan di dalam rahim sehingga pihak Puskesmas setempat merujuk ke RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso untuk melanjutkan pengobatan yang dialami. Erma Novita sempat rawat inap selama dua hari untuk perbaikan kondisi dan pengobatan karena kondisinya sempat lemas akibat pendarahan. Erma Novita tidak memiliki Jaminan kesehatan apapun dan pembiayaan selama di rumah sakit ditanggung dengan biaya umum. Karena Ibu Erma berasal dari keluarga tidak mampu/dhuafa Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Erma dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Erma, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya rumah sakit. Semoga santunan yang berikan bermanfaat bagi Ibu Erma. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin . .

Jumlah Santunan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Erma Novita mengalami pendarahan


SURAHMAN BIN ASMARI, (34, Mata) Alamat Desa Pasar Rejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bapak Surahman adalah seorang buruh bangunan yang sedang mengalami kecelakaan kerja saat mengelas besi yang mengakibatkan serpihan besi mengenai mata bapak Surahman. Setelah itu bapak Surahman segera di larikan ke Klinik terdekat untuk mengobati mata yang dialaminya. Karena bapak Surahman keterbatasan biaya akhirnya oleh bapak Surahman dibiarkan. Setelah dua minggu Surahman mengeluh terasa perih dan kesakitan di matanya. warga sekitar menginformansikan bahwa bapak Surahman memerlukan dampingan dalam berobat karena berasal dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi, karena kondisi mata Surahman sudah terasa merah dan terasa perih akhirnya oleh Kurir Sedekah Rombongan langsung periksakan ke Klinik terdekat dan harus di Operasi. Setelah itu Surahman menjalankan Operasi untuk membersihkan serpihan besi yang ada dimatanya. Alhamdulillah Operasi berjalan dengan lancar dan mata Surahman kembali seperti semula. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Surahman. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya Operasi dan Akomodasi. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan biaya operasi mata


NINING ROHANI, (20, Palatum) Alamat Dusun Gumuk Gebang RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nining Rohani adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang telah mengalami kelainan Palatum sejak kecil. Palatum adalah merupakan yang tidak memiliki tulang di rahang atas langit-langit mulut. Nining juga pernah di operasi bibir sumbing di RSUD Dr. Soetomo Surabaya saat masih berumur empat bulan. Karena orang tua tidak memiliki biaya kelainan Palatum yang dialaminya tidak di operasi karena keterbatasan biaya rumah sakit dan transportasi. Nining anak dari Ibu Sukarlik (44) dan Bapak Sutejo (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya. Ditambah sakit yang dialami Ibunya Sukarlik yang telah mengalami TB Tulang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nining yang memerlukan dampingan untuk berobat. Karena Nining tidak memiliki jaminan kesehatan apapun lalu Kurir Sedekah Rombongan mengurus jaminan kesehatan untuk Nining berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban dalam pengobatan di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Nining. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi, pembayaran Iuran BPJS, dan pembelian Susu Ensure. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan menghasilan kesembuhan. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic, Amin .

Jumlah Santunan : Rp. 646.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017 dan 10 Agustus 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Nining mengalami kelainan Palatum sejak kecil


SITI FARIDA, (20, Kanker Kulit) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/001, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Delapan bulan yang lalu Ibu Farida mengalami cipratan minyak saat menggoreng kerupuk dirumahnya dan pada saat itu bekas cipratan minyak tersebut hanya di beri odol atau pasta gigi yang digantikan sebagai salep. Setelah tiga bulan berlalu bekas cipratan yang dialami beliau merasakan panas dan gatal-gatal dan mengakibatkan luka. Setelah lima bulan berlalu bekas cipratan mengalami luka dan meluas pada paha Ibu Farida, dan oleh keluarga tersebut langsung dilarikan ke Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan awal dan Dokter Dr. Soebandi Jember Ibu Farida mengalami Kanker Kulit yang segera untuk dioperasi, Karna Ibu Farida tidak memiliki jaminan apapun dan Ibu Farida harus menyiapkan dana sebesar lima belas juta akhirnya Ibu Farida terpaksa mengundurkan diri dalam pengobatan yang dilakukan karena kondisi perekonomian tidak mendukung dan beliau berasal dari keluarga benar benar tidak mampu. Suami Farida, Abdur Rohman (25) bekerja sebagai pencari pasir di sungai yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Farida sehingga diberikan kesempatan untuk menyampaikan santunan awal yang dapat dipergunakan sebagai Pembayaran BPJS dan Akomodasi, semoga sakit Ibu Farida segera diangkat sehingga beliau dapat beraktifitas seperti beliau masih sehat, dan Semoga Santunan para sedekaholics yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 552.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017 dan 25 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Farida mengalami kanker kulit


SAMAT BIN SAMO (65, Kanker Usus). Alamat : Dusun Jurangsapi, RT 50/17, Desa Jurangsapi , Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Sejak 4 tahun yang lalu, Bapak Samat sering mengalami sakit perut dan mual-mual. Pada awalnya Bapak Samat hanya mengkonsumsi obat-obatan yang dibeli beliau dari toko di sekitar rumah beliau. Jika terasa sakit lagi, beliau mengolesi perut beliau dengan obat oles seperti balsem. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, perut beliau timbul benjolan dan kondisi beliau juga semakin menurun. Beliau pun akhirnya diperiksakan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan, doker pun akhirnya mendiagnosis bahwa Bapak Samat mengalami kanker pada usus beliau. Dokter pun akhirnya melakukan tindakan operasi, dengan persetujuan dari keluarga. Setelah operasi, kondisi Bapak Samat kembali membaik seperti dulu. Akan tetapi pada tahun 2016 akhir, beliau merasakan perutnya sangat sakit dan keluarga langsung membawa ke rumah sakit lagi. Karena sudah semakin parah, Bapak Samat diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Untuk saat ini, Bapak Samat hanya mengambil obat yang diberika rumah sakit. Bapak Samat dan istri beliau Ibu Mislati (49), setiap hari bekerja sebagai buruh tani harian. Penghasilan yang didapat dari keduanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi biaya hidup dan transportasi saat di Malang sangat membebani beliau. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Samat, sehingga dapat meringankan beban yang beliau tanggung. Usai satu minggu pulang pemeriksaan dari Rumah Sakit Saiful Anwar Malang tuhan berkehendak lain, Pada tanggal 19 Juli 2017 Bapak Samat meninggal dunia di tempat tinggalnya. Semoga Bapak Samat diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik. Alhamdulilah Sedekah rombongan bisa berpartisipasi untuk ikut serta menyampaikan bantuan titipan dari para Sedekahollics, untuk keluarga almarhum bapak Samat. Semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekahollics dan Sedekah Rombongan, Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bapak Samat mengalami kanker pada usus


SRI YULIATI, (40, Mioma Uteri) Alamat Perum Griya Mangli Indah AE – 14 RT/RW 002/004, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mula sakit pada bulan April 2017 Ibu Sri merasakan sakit perut terus menerus dan melakukan pemeriksaan dari puskesmas. Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Ibu Sri menderita sakit Mioma Uteri, dikarenakan peralatan yang belum memadai maka Ibu Sri di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah satu bulan Ibu Sri pulang dari RSUD Dr. Soebandi Jember, Ibu Sri merasakan sakit perut, perut membesar, tidak bisa BAB dan tidak bisa flatus, oleh suami Ibu Sri Bapak Sumarno (45) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini dibawa opname ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Alhamdulilah informasi sakit Ibu Sri di dengar oleh Kurir Sedekah Rombongan serta langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi keluarga pasien di Rumah Sakit dan pembayaran Iuran BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sri Yuliati. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 512.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017 dan 12 Juli 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Sri menderita sakit mioma uteri


MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA, (1, Hydrocephalus) Alamat Dusun Kedungsuko 003/030, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Ika Famawati (23) sedang hamil anak yang ketiga dari pasangan Kukuh Haryadi (31) kandungan istrinya sudah menginjak 10 bulan. Ibu Ika mengalami kesakitan untuk melahirkan Bayinya. Akhirnya pihak keluarga membawanya ke puskesmas terdekat karena mengalami pendarahan terus menerus, bidan setempat memberikan solusi untuk merujuk ke rumah sakit RSUD Balung Jember karena kondisi Ibu Ika darurat. Setelah sampai di rumah sakit RSUD Balung, selama 30 menit Ibu Ika melahirkan bayi kembar. Selang 3 hari salah satu bayi tersebut meninggal dunia di RSUD Balung. Bayi pertama mendapatkan perawatan 26 hari di RSUD Balung, tak lama kemudian Dokter merujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember karena alat RSUD Balung kurang memadai, karena Pasien mengalami Gangguan di kepala. Setelah sampai di rumah sakit Dr. Soebandi Jember bayi tersebut mendapatkan perawatan selama 1 bulan, Dan akhirnya setelah 1 bulan berlalu bayi tersebut dipulangkan, Dokter hanya menyarankan untuk rawat jalan. Karena kondisi keluarga tidak mampu untuk pengobatan anaknya akhirnya tidak Kontrol. Orang tua Adik Rafa kebingungan karena kondisi anaknya semakin menurun, Akhirnya orang tua tersebut mendatangi rumah kepala desanya untuk meminta bantuan. Dan setelah itu Bapak kepala desa setempat mehubungi salah satu Kurir Sedekah Rombongan memohon bantuan untuk mendapampingi selama dirumah sakit dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumah adik Rafa untuk bersilahturahmi kerumahnya untuk membantu biaya pengobatan adik Rafa. Adik Rafa anak dari Pasangan Kukuh Haryadi (31) dan Ibu Ika (23). Bapak Kukuh haryadi bekerja sebagai Tambal Ban di pinggir jalan yang penghasilannya tidak memungkinkan. Keluarga adik Rafa ini tergolong orang tidak mampu. Dan tempat tinggal yang di tempati hanya menumpang kepada Pamannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rafa. Santunan yang berikan sebagai Akomodasi selama dirumah sakit, pembayaran iuran BPJS dan pembelian susu. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp. 721.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017 dan 30 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rafa menderita hydrocephalus


SIGIT SUNARSO, (22, Patah Tulang) Alamat Dusun Gumuk Limo RT/RW 023/018, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa TImur. Awal mulanya Sigit sehat, namun pada bulan Mei tahun 2017 Sigit mengalami kecelakaan ketika akan berangkat kerja yang mengakibatkan patah Tulang pada kaki bagian paha kiri. Kemudian dalam penanganannya Sigit menjalani operasi dan pemasang mangkok tulang paha pada bagian kaki yang patah. Dirumah beliau tinggal bersama Ibu dan saudaranya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sigit yang memang membutuhkan bantuan selama proses penyembuhan dan rawat jalan. Saat ini Sigit sudah terdaftar sebagai anggota KIS-PBI Mandiri Kelas 3 yang telah di urus dengan Kurir Sedekah Rombongan. Dan Kurir pun mendampingi Sigit selama rawat jalan dengan memberikan bantuan transportasi, serta pembelian obat diluar jaminan kesehatan. Semoga kondisi Sigit semakin membaik dan diberi kesembuhan seperti diakala, Amiin. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 570.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Sigit mengalami patah tulang pada kaki bagian paha kiri


SUKARTI BINTI SUWARMO, (51, Tumor di dalam Lubang Telinga) Alamat Dusun Krajan 049/016, Desa Jurang Sapi, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Sukarti mengalami Tumor didalam lubang telinga sejak tahun 2015 yang lalu. Pengobatan yang dilalukan Ibu Sukarti pernah dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya , selama 1 minggu kemudian ketika dijadwalkan kemoterapi terpaksa pulang dikarenakan sudah kehabisan bekal untuk biaya hidup selama di Rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. Kondisi sekarang yang dirasakan sekarang hanya sakit di gendang telinga sebelah kanan dan dileher, kepala senantiasa nyeri dan juga kesulitan menelan makanan dan minum. saat ini juga menampakkan wajahnya yang kurang normal atau tampak agak miring. Ibu Sukarti ini memakai jaminan kesehatan dengan menggukan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ibu Sukarti tinggal bersama Suami Bapak Sahrimo (64) dan anaknya Andi (28) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi oleh perangkat desa Jurang Sapi bahwa ibu Sukarti membutuhkan dampingan karena keluarga ibu Sukarti dari keluarga tidak mampu. Pemeriksaan Ibu Sukarti sudah mulai lagi dilanjutkan dalam dampingan Sedekah Rombongan. setelah dua bulan pemeriksaan tuhan berkehendak lain Ibu Sukarti meninggal dunia di tempat tinggalnya. Semoga Ibu Sukarti diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik. Alhamdulilah Sedekah rombongan bisa berpartisipasi untuk ikut serta menyampaikan bantuan titipan dari para Sedekahollics, untuk keluarga almarhum Ibu Sukarti. Semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekahollics dan Sedekah Rombongan, Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Sukarti mengalami tumor didalam lubang telinga


SUCIK AISYAH, (40, Tumor Maxila) Alamat Jl. Mangga RT/RW 004/002, Desa Sumber Wetan Kecamatan Kedupok, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Sejak satu tahun yang lalu ibu Sucik telah menderita penyakit ini. Sebenarnya beliau telah membawa penyakitnya ini untuk dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Dr. Moh Saleh Probolinggo pada bulan maret 2014. Namun, karena keterbatasan dana dan keadaan ekonomi yang cukup memprihatinkan, perawatan penyakitnya ini terpaksa tidak dilanjutkan. Ibu Sucik ini memang berasal dari kaluarga miskin/duafa yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan menemukan ibu Sucik dan mendampingi beliau untuk melanjutkan perawatan yang telah terhenti tersebut. Setelah melanjutkan pemeriksaan di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo Ibu Sucik dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena penyakit yang dialaminya tergolong Ganas. Kondisi Ibu Sucik saat ini susah makan karena semakin membesar hingga menutup mulut dan matanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sucik. Santunan senilai dibawah ini digunakan sebagai Uang saku dan Akomodasi selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Sucik menderita tumor maxila


ROHANI BINTI MUKRI, (28, Anemia + Hemoroid) Alamat Dusun Krajan RT/RW 012/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Berawal dari sakit yang diderita sejak tiga bulan yang lalu, lemas, pucat, dan ada benjolan dianus. Kondisi semakin parah sampai suatu saat buang air besar (BAB) mengeluarkan darah segar yang diikuti rasa perih. Pemeriksaan pun dijalani dari Puskesmas Rambipuji, dikarena alat kurang memadai maka dirujuklah ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Dari hasil analisa dokter, Ibu Rohani disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena terkendala biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan akhirnya pemeriksaan belum jadi dilanjutkan. Pak Misnawi (46) suami Ibu Rohani bekerja di toko Meubel yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Ibu Rohani dikaruniai dengan tiga seorang anak, Khoirul Anam (15), Aqil Mahardika (7) dan Desy (5). Hal itu membuat ekonomi keluarga tidak menentu. Tidak cukup nya kebutuhan keluarga, membuat suami Rohani berfikir untuk tetap mencari rejeki. Kondisi Ibu Rohani pun semakin bertambah parah, Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Rohani yang langsung mengurus Jaminan kesehatan untuk Ibu Rohani. Selang satu hari dan akhirnya dibawalah ke Dr. Soebandi Jember dengan bantuan JKN – KIS NON PBI Kelas III yang telah selesai di urus dengan Kurir Sedekah Rombongan. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Rohani, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi dan pembelian darah. Semoga kondisi Rohani semakin membaik dan diberi kesembuhan seperti diakala, Aminn. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Rohani menderita anemia + hemoroid


RAKPIANI BINTI ROSET, (54, Kanker Serviks) Alamat Jl. KH Wahid Hasyim RT 001 RW 001, Desa Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ibu Rakpiani berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal di kelurahan Blindungan. Ibu Rakpiani awal mula sakit tiga bulan yang lalu, Ibu Rakpiani sering mengalami pendarahan dan sudah itu dilarikan ke rumah sakit RSUD Koesnadi Bondowoso dan sempat juga rawat inap selama tiga hari. Selama dirumah sakit Ibu Rakpiani tranfusi darah enam kantong darah dan untungnya biaya kantong tercover oleh JKN-KIS PBI yang dimiliki Ibu Rakpiani. Yusri (61) suami dari Ibu Rakpiani yang telah mengalami gangguan jiwa. Ibu Rakpiani tinggal bersama Anak dan mantunya yang menjadi tulang punggung keluarga Ibu Rakpiani. Usai satu minggu pemeriksaan dari Rumah Sakit tuhan berkehendak lain Ibu Rakpiani meninggal dunia di tempat tinggalnya. Semoga Ibu Rakpiani diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik. Alhamdulilah Sedekah rombongan bisa berpartisipasi untuk ikut serta menyampaikan bantuan titipan dari para Sedekahollics, untuk keluarga almarhum Ibu Rakpiani. Semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekahollics dan Sedekah Rombongan, Aminn

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Rakpiani menderita kanker serviks


NISAM BIN NURJAKIN, (67, Batu Ginjal) Alamat Jl. Moch. Yamin RT/RW 004,005, Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sakit yang diderita Pak Nisam berawal pada Januari 2016. Awalnya Pak Nisam merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya, tetapi oleh pak Nisam sendiri tidak diperiksakan karena keterbatasan biaya untuk pembiayaan pemeriksaan nantinya akhirnya Pak Nisam hanya minum obat obatan yang biasa terjual di toko toko terdekat. Dan setelah awal bulan Juli 2017 Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari warga sekitar bahwa Pak Nisam memerlukan bantuan dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Pak Nisam yang terbaring lemas di tempat tidurnya. Karena Pak Nisam tidak memiliki Jaminan apapun Akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan JKN- KIS NON PBI Kelas III yang satu hari langsung aktif. Ke esokan harinya Pak Nisam langsung di evakuasi ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan ke Poli Penyakit Dalam menggunakan Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS NON PBI Kelas III yang telah selesai di urus dengan Kurir Sedekah Rombongan, Pak Nisam diagnosis oleh dokter mengidap penyakit Batu Ginjal. Pak Nisam sempat dirawat selama sembilan hari di RSUD Dr. Soebandi Jember, tetapi tuhan berkehendak lain. Pada tanggal 15 Juli 2017 Pak Nisam meninggal dunia di RSUD Dr. Soebandi Jember. Semoga Bapak Nisam diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik. Alhamdulilah Sedekah rombongan bisa berpartisipasi untuk ikut serta menyampaikan bantuan titipan dari para Sedekahollics, untuk keluarga almarhum bapak Nisam. Semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekahollics dan Sedekah Rombongan, Aminn

Jumlah Santunan : 1.056.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Nisam menderita batu ginjal


MISTIYAH BINTI KARIM, (72, Kencing Manis) Alamat Jl. Ikan Banyar RT/RW 006/003, Desa Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mistiyah menderita kencing manis kering sejak 2016, April 2017 memotong kuku kaki memakai pisau kecil yg menyebabkan luka yang tak kunjung sembuh. Juni 2017 masuk rumah sakit Dr.Moh. Saleh Probolinggo dan setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan mengamputasi salah satu jari kaki yang luka. Amputasi salah satu jari kaki telah di dijalani dan menunggu proses penyembuhan. Kondisi saat ini Mistiyah masih merasakan nyeri pada bekas amputasi yang dilakukan. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa Ibu Mistiyah memerlukan bantuan karena keterbatasan biaya Transportasi dan Akomodasi selama dirumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal beliau dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Mistiyah, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Akomodasi selama dirumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Mistiyah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Mistiyah menderita kencing manis


SUGIANTO BIN SUWARNO (44, Kanker Testis). Alamat : Dusun Ngrangkah, RT 14/2, Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Bapak Sugianto mulai merasakan pembengkakan pada testis kanan beliau. Akan tetapi beliau menganggapnya hanya bengkak biasa saja. Setelah beberapa minggu, bengkak tersebut tidak kunjung sembuh dan kondisi fisik beliau juga semakin melemah. Beliau pun akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat untuk pemeriksaan. Karena tidak adanya peralatan yang lengkap, Puskesmas memberikan surat rujukan untuk pemeriksaan yang lebih lengkap di Rumah Sakit Gambiran Kediri. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, dokter pun akhirnya mendiagnosis bahwa beliau sakit kanker testis. Dokter pun akhirnya merencakan untuk dilakukan tindakan operasi pengankatan sel kanker pada testis. Operasi yang dijalani pun telah dilakukan dan berjalan sangat lancar. Tepat pada pertengahan Bulan Januari 2017, sel kanker tumbuh dengan cepat dan mengakibatkan kaki kanan beliau dari paha hingga telapak kaki membengkak. Beliau pun diberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pengobatan yang lebih intensif. Bapak Sugianto telah menjalani pemeriksaan kembali di RSSA dan dokter merencanakan untuk tindakan sinar. Belum sampai pada pengobatan sinar, kondisi beliau tiba-tiba menurun dan mulai sesak nafas. Saat berada di UGD kondisi Bapak Sugianto semakin parah dan beliau pun akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir. Bapak Sugianto yang bekerja sebagai buruh tani memiliki penghasilan yang sangat sedikit. Sedangkan istri beliau Ibu Surati hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah putra beliau sangat terbebani jika harus ditambah dengan biaya saat berobat. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sangat membantu beliau, akan tetapi biaya sehari-hari untuk akomodasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah Bapak Sugianto dipertemukan dengan Sedekah Rombongan, sehingga dapat membantu pendampingan dalam pengobatan beliau. Bantuan yang diberikan kali ini dipergunakan untuk biaya saat masuk rumah sakit dan santunan kematian. Semoga amal ibadah Bapak Sugianto diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Pak Sugianto menderita sakit kanker testis


PANDU NIZAM AL AKBAR (3, Atresia Ani). Alamat : Dusun Dukuh Dawuhan, RT 4/8, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tanggal 5 Juni 2013 lalu, Pandu yang lahir di RS Saiful Anwar telah mengalami kelainan. Dokter telah mendiagnosis jika Pandu mengalami atresia ani atau dalam bahasa awamnya tidak memiliki lubang anus. Tim dokter akhirnya melakukan tindakan operasi kolostomi kepada Pandu dengan sepertujuan dari orang tua. Setelah dilakukan operasi, dokter menyarankan untuk menunggu Pandu menginjak umur 3 tahun untuk operasi pembuatan lubang anus. Seiring berjalannya waktu, Pandu yang sudah berumur 3 tahun pun telah menjalani operasi pembuatan anus dan operasinya berjalan sangat lancar. Pengobatan yang dijalani Pandu telah membuahkan hasil, businasi atau bahasa awamnya pelebaran lubang dubur yang dilakukan hasilnya bagus dan akan menjalani kontrol lagi pada akhir bulan ini untuk perencanaan pengobatan. Pandu adalah putra ke 2 dari Bapak Mulyono (36) dan Ibu Ita (32). Bapak Mulyono sebagai tulang punggung keluarga bekerja sebagai manol atau tukang angkat yang memiliki pendapatan yang sangat sedikit dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan kakak Pandu masih duduk di bangku sekolah dan Pandu juga membutuhkan biaya untuk berobat. Pandu yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas I sedikit meringankan beban keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Pandu akhirnya dapat menjalani pengobatannya kembali. Bantuan yang diberikan kepada Pandu pada bulan ini telah digunakan untuk iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, transportasi dan biaya perbaikan keadaan umum. Keluarga Pandu mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan nomor 1000. Semoga Pandu akan selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan jalan kesembuhannya. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 530.000,-
Tanggal : 11 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Oni @m_rofii11

Pandu mengalami atresia ani


AMNA AMINA (33, Luka Bakar). Alamat : Jalan Sukajadi, RT 2/2, Desa Bukit Gajah, Desa Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada bulan Ramadhan tahun 2015 yang lalu, saat Amna dan keluarganya sedang berbuka puasa di rumahnya tiba-tiba listrik mati. Kemudian ia berinisiatif untuk menghidupkan lampu sentir/teplok memakai minyak tanah. Namun tanpa diduga, disaat menghidupkan lampu sentir tersebut tiba-tiba lampunya meledak hingga ledakan tersebut mengenai Bu Amna. Ledakan tersebut membakar bagian kepala, muka, telinga, tangan dan sebagian badan sebelah kanannya. Keluarga langsung membawa Bu Amna ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Selama dirawat di RS, Bu Amna mendapatkan perawatan intensif dan dirawat inap selama sebulan lebih. Menurut diagnosa pihak dokter, luka bakar yang dialami Bu Amna sangat parah karena sampai mengenai bagian dalam gendang telinga. Setelah dirawat inap satu bulan lebih Bu Amna pun di perbolehkan pulang oleh dokter dengan catatan pasien harus rutin kontrol berobat jalan seminggu sekali. Namun kontrol rutin tersebut harus terhenti karena keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi selama berobat jalan, jarak rumah Bu Amna dengan RSUD Selasih yang cukup jauh membuat dana yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Terlebih lagi, anaknya juga tiba-tiba sakit sehingga ia harus mengalihkan dana pengobatannya untuk pengobatan anaknya. Kondisi Bu Amna saat ini masih belum pulih, bagian gendang telinganya masih terasa sakit dan bagian luka yang terbakar masih sering terasa gatal dan perih jika berkeringat. Suami Bu Amna yaitu Pak Sumaryanto (47) bekerja sebagai pedagang keliling yang menjual kue-kue sehingga penghasilan yang didapat hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga saja. Alhamdulillah Bu Amna telah memiliki Jamkesda sehingga seluruh biaya pengobatannya gratis, namun ia tetap sulit melanjutkan pengobatannya karena tidak memiliki dana transportasi yang cukup untuk pergi ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Amna dan bantuan diberikan untuk biaya akomodasi dan transportasi ke RS. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Bu Amna segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @nhpita Wawan @rizkyqurniazary

Bu Amna menderita luka bakar


SARI RAMADHANI (22, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Tobek Panjang, RT 1/1, Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pada awal bulan Maret 2017, Sari sering mengalami demam, badan lesu, dan muntah-muntah. Sari akhirnya dibawa ke puskesmas dan dokter langsung melakukan cek darah dan hasilnya HB Sari rendah yaitu 5,5. Pihak Puskesmas akhirnya merujuk Sari ke RSUD Taluk Kuantan untuk diperiksa secara lebih intensif. Di RSUD Taluk, Sari melakukan cek darah ulang dan hasil HB Sari menurun hingga 4,5 karena terdiagnosa menderita gagal ginjal. Dokter tidak menganjurkan Sari untuk transfusi darah karena ada racun yang kadarnya tinggi di ginjalnya sehingga ia harus menjalani cuci darah rutin. Berdasarkan diagnosa tersebut, Sari dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk cuci darah. Seminggu sekali, ia harus menjalani cuci darahnya karena bila tidak badannya terasa sangat lemah dan ia tidak bisa menjalani aktivitas apapun. Saat ini, Sari tinggal bersama ayahnya yaitu Pak Safrizal (52) yang bekerja serabutan sedangkan ibunya sudah meninggal dunia. Selama pengobatannya, ia ditanggung oleh JKN-KIS PBI sehinggah alhamdulillah seluruh biaya pengobatannya bebas biaya. Alhamdulillah Sari dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan ia dapat tinggal di RSSR Riau selama berobat di Pekanbaru. Namun takdir Allah berkata lain, Sari akhirnya menyerah dengan penyakitnya dan berpulang ke Rahmatullah di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan duka diberikan Sedekah Rombongan sebagai tanda belasungkawa kepada keluarga. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @nhphita @hermansyah Murda @ranitw01

sari terdiagnosa menderita gagal ginjal


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Farida disiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33 persen di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Bu Farida segera pulih dan ia dapat menjalani kembali aktivitasnya dengan baik. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Bu Farida menderita luka bakar


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Asbih mengidap penyakit gagal hati


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @rizky_zary

Imam menderita patah tangan kiri


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan untuk melunasi pembayaran biaya rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.475.300,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita Tika @rizky_zary

Kembar kelahiran prematur


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital. Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Alhamdulillah akhirnya Sedekah Rombongan dapat melunasi pembayaran RS Pak Awaludin di Eka Hospital Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.391.600,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Rini

Pak Awaludin mengalami kecelakaan kerja


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang @hermanwaesyah

Alifa mengalami kelahiran prematur spontan


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifinyang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @sulityaone

Arifin mengalami kondisi usus yang berada di luar perut


ARA ZAQULL (12, Tumor Esofagus Gastro Duodenum). Alamat : Simpang Badak, RT 1/1, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2013 yang lalu, terjadi peristiwa penganiayaan pada keluarga Pak Rajiman dan juga pada Ara karena persoalan sengketa lahan. Akibat dari penganiayaan tersebut, Ara menderita penggumpalan darah hingga menyebabkan terjadinya tumor di dalam perut Ara. Ara sempat melakukan pemeriksaan atas penyakitnya tersebut di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta. Saat dirujuk pertama kali di RSCM, dokter menyimpulkan penyakit yang dialami Araadalah tumor duodenitis kronik dan dokter menyarankan Ara untuk minum susu 2000ml/hari atau setara dengan 30 kaleng @400gram untuk satu bulan. Kondisi Ara saat ini hanya mampu mendapatkan asupan makan yang masuk melalui alat bantu berupa lubang buatan di perut saja, sehingga zat gizi yang masuk ke dalam tubuh Ara menjadi kurang. Ara adalah anak dari pasangan Bapak Rajiman (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Mariyatun (47) seorang ibu rumah tangga. Ara memiliki Jamkesda untuk membantu menjalani pengobatannya selama ini, namun ia tetap mengalami kendala untuk pembelian susu yang ia sangat butuhkan untuk asupan makanannya sehari-hari. Selain itu keluarga sering terkendala oleh biaya transportasi berobat dari rumah ke kota, karena jaraknya yang cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Aradan bantuan disampaikan untuk biaya pembelian susu dan biaya transportasi selama ia menjalani pengobatan. Semoga kondisi kesehatan Ara semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nhpita Lendriani @hermanwaesyah

Ara menderita tumor duodenitis kronik


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses pengobatan Guna berjalan dengan lancar di Solo dan operasi dijadwalkan pada akhir Juli 2017, sehingga ia bisa pulang dulu ke Pekanbaru. Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan kepada Guna dalam pembelian tiket kembali ke Solo untuk menjalani operasi lanjutannya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.903.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @nhpita Ragiel Anis

Guna menderita patah tulang kaki


WINARTI BINTI SURIPTO (38, Kanker Payudara). Alamat : Simpang Intan Desa Kayu Api Beringin Pait, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Awalnya sejak setahun yang lalu ada benjolan kecil pada payudara kanan Bu Winarti, namun benjolan itu tidak terlalu dirasakan oleh bu Winarti. Selama 6 bulan Bu Winarti hanya berobat di Puskesmas dan minum jamu-jamuan untuk meringankan rasa sakitnya. Hingga akhirnya pada bulan Agustus 2016 benjolan tersebut semakin membesar, terasa nyeri dan mengeras. Sekitar bulan Oktober 2016, rasa nyeri pada payudara yang dirasakan oleh Bu Winarti sudah tidak tertahankan lagi sehingga oleh Puskesmas Simpang Intan di Kecamatan Pinggir ia dirujuk ke RSUD Duri. Kemudian oleh RSUD Duri ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter di RSUD Pekanbaru mendiagnosa Bu Winarti menderita kanker payudara dan harus menjalani pengobatan kemoterapi. Pada bulan November 2016 Bu Winarti mulai menjalani pengobatan kemoterapi. Selama pengobatannya, Bu Winarti menggunakan JKN-KIS PBI sehingga semuanya ditanggung. Namun ia tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSUD Pekanbaru. Pak Supri, suami Bu Winarti, bekerja sebagai buruh kasar dan mempunyai tanggungan 6 orang anak; anak yang tertua masih kelas 1 SMP dan bungsu sekolah TK. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Winarti dan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat di Pekanbaru. Saat ini Bu Winarti sedang memulihkan kondisinya dengan teratur minum obat agar bisa melanjutkan proses kemoterapi. Selama melanjutkan pengobatannya, Bu Winarti tinggal di RSSR Riau di Pekanbaru. Semoga Bu Winarti tetap tabah, bisa sehat kembali dan dapat menjalani aktifitasnya seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi @ekow_uwal

Bu Winarti menderita kanker payudara


AHMAD SUTRISNO (37, Pecah Pembuluh Darah di Otak). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 14/3, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada hari Minggu tanggal 11 Juni 2017, saat Pak Ahmad sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi, tiba-tiba ia mengalami kejang-kejang lalu pingsan. Keluarganya langsung membawanya ke Puskesmas Kerumutan dan langsung ditangani oleh dokter puskesmas. Dokter menyarankan Pak Ahmad agar dirujuk ke RSUD Medicare Sorek dan akhirnya ia dirawat selama 1 hari tetapi tidak ada kondisinya tidak membaik juga. Akhirnya dokter kembali merujuknya ke RSUD Selasih Pelalawan dan dirawat selama 3 hari. Dokter di RSUD Selasih menganjurkan Pak Ahmad untuk menjalani CT Scan di RSUD Efarina. Dari hasil CT Scan tersebut, dokter mendiagnosa adanya pembuluh darah yang pecah di bagian otak Pak Ahmad. Kondisinya saat ini masih belum membaik, ia masih sering merasakan sakit di bagian kepala sebelah kiri, selain itu kadar kolestrol dan gula darahnya juga tinggi. Pak Ahmad bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan istrinya Bu Tuti Nurhayati (32) sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Pak Ahmad memiliki JKN-KIS yang dapat membantu biaya pengobatannya, akan tetapi ia masih terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ahmad dan santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan Pak Ahmad segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @nhpita Dwi Kholiq @rizkyqurniazary

Pak Ahmad mengalami pembuluh darah yang pecah


MASRULOH BINTI HAMZALI (67, Stroke). Alamat : Ukui II, RT 17/4, Kelurahan Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kira-kira delapan bulan yang lalu Ibu Masluroh mengalami darah tinggi dan kambuh asam uratnya. Hingga akhirnya ia tidak dapat menggerakkan bagian kakinya dan tidak bisa berjalan lagi. Sejak itu, ia hanya bisa duduk dan sehari-harinya berbaring di tempat tidur saja. Karena terkendala masalah biaya, Ibu Masluroh tidak dibawa ke rumah sakit dan hanya mengandalkan obat yang dijual bebas selama dirawat di rumah. Tiga bulan berselang, Ibu Masluroh terjatuh dari tempat tidur hingga mengalami memar di bagian wajah di sebelah kanannya dan mengakibatkan kondisi kesehatannya semakin menurun hingga kini. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan Bu Masrulloh dan keluarga dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya hidup sehari-hari serta biaya akomodasi agar ia dapat kembali berobat. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan keluarga dan Bu Masrulloh diberikan kesembuhan oleh Allah subhanawat’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @nhphita Siswanto Wawan Dwi Kholiq @rini_syafrin

Bu Masruloh menderita stroke


ALFIANDRI SAPUTRA (18, Dhuafa). Alamat : Jalan Meranti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sehari-hari, Andri bersekolah di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru jurusan teknik sepeda motor. Andri adalah sulung dari 3 bersaudara. Karena keterbatasan ekonomi keluarganya, ia memiliki tunggakan uang PPDB di sekolah. Ayah Andri bekerja sebagai buruh di tempat pengumpulan barang bekas dengan sistem upah harian. Penghasilan ayahnya hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dan kadang itu pun masih belum cukup. Ujian keluarga ini tidak sampai di situ aja dengan kondisi ibunda Andri yang didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Saat ini Andri terkendala dalam pembayaran PPDB sekolahnya yang harus dibayarkan agar ia dapat terus melanjutkan sekolahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andri dan keluarga, titipan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membayar biaya PPDB dengan cara mencicil hingga lunas nanti. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan Andri terus semangat dalam melanjutkan pendidikannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.090.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @nhphita @hermansyah @sulistyaone Dede @ranitw01

Bantuan tunai


ULOH SAEFULLOH (53, Jantung + Stroke). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, Dusun Wono Mulyo, RT 3/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Pak Uloh berawal dari 1 tahun yg lalu saat ia bekerja sebagai buruh tenaga perbaikan jalan di Pekalongan, Jawa Tengah. Saat sedang bekerja, Pak Uloh merasakan kaki dan tangannya terasa sangat ngilu sehingga ia segera berobat ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya. Hasil diagnosa dokter adalah ia menderita darah tinggi dan mengalami gangguan pada jantungnya sehingga dokter menyarankan Pak Uloh agar segera dirawat inap. Setelah seminggu dirawat, keluarga memutuskan untuk membawa Pak Uloh pulang karena terkendala biaya akomodasi selama Pak Uloh dirawat di rumah sakit. Dokter pun akhirnya mengharuskan Pak Uloh menjalani kontrol berobat jalan namun itu pun tidak dapat dilakukan karena masalah biaya sehingga kondisi kesehatan Pak Uloh mengalami penurunan. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Pak Uloh telah menderita gejala stroke ringan dengan fungsi ginjal dan paru – paru yang juga sudah terganggu. Kondisi Pak Uloh saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk semakin memprihatinkan dengan badan dan kakinya yang membengkak, perut agak membesar, susah berbicara dan sering sesak nafas. Alhamdulillah Pak Uloh sudah terdaftar di JKN-KIS Non PBI kelas 3 sehingga biaya pengobatannya sudah ditanggung. Namun keluarga tetap terkendala dalam biaya akomodasi berobat Pak Uloh. Sejak ia sakit, keluarga tidak memiliki penghasilan lagi karena istri Pak Uloh, Ibu Sri Susanti (48), adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tambahan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Uloh dan dapat menyampaikan bantuan kepada keluarga. Semoga kesehatan Pak Uloh semakin membaik dan ia bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @nhphita Siswanto Wawan Dwi @ranitw01

Pak uloh menderita sakit jantung dan stroke


DALIM SEMBALUN (62, Tumor Leher). Alamat : Dusun Lauk Rurung Barat, RT 1, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. Penyakit Pak Dalim diawali adanya benjolan sebesar kelereng pada lehernya. Benjolan tersebut semakin membesar, terasa panas dan gatal. Selama 4 tahun terjadi benjolan tersebut semakin membengkak sehingga Pak Dalim kesulitan untuk mengunyah makanan. Pak Dalim Sudah berobat di RSU Provinsi NTB namun karena peralatan medis dan dokter spesialis terbatas, ia dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Dari pernikahannya dengan Ibu Cipa (59), Pak Dalim dikaruniai tiga orang anak. Dua anaknya sudah menikah dan yang lainnya merantau. Kondisi ekonomi keluarga Pak Dalim sangat sulit, sejak ia sakit tidak ada lagi yang bekerja sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga. Hal itu membuat Pak Dalim tidak dapat berobat dengan optimal meski ia telah memiliki JKN – KIS. Tumor yang dialami Pak Dalim semakin memburuk, darah terus mengucur dari lehernya dan berbau. Alhamdulillah setelah menempuh jarak yang cukup jauh ke rumah Pak Dalim, kurir Sedekah Rombongan dapat bertemu dengannya dan menyampaikan bantuan. Bantuan yang disampaikan akan dipergunakan untuk biaya transportasi ke Sanglah, sewa kos, dan kebutuhan selama menjalani pengobatan. Selama di Sanglah Pak Dalim didampingi 2 anaknya. Kini Pak Dalim telah berobat di RSUP Sanglah dan akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Ucapan terima kasih dan doa disampaikan Pak Dalim dan keluarga atas bantuan dari sedekaholic Sedekah Rombongan, semoga amal kebaikan sedekaholics dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Panca Lia

Pak dalim menderita tumor leher


RINI ASTUTI (46, Darah Tinggi + Vertigo + Stroke). Alamat : Jalan Sawo Jalur 3A, RT 2/12, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu dari lima anak ini kesehariannya menjual gorengan di kantin salah satu sekolah swasta di Pontianak. Sudah tiga bulan selama direnovasinya sekolah tersebut, ibu yang hidup sederhana inI sudah tidak bisa berjualan lagi. Satu bulan terakhir, sakit darah tinggi dan vertigo yang sudah lama diderita Ibu Rini sering kambuh. Saat dilakukan pemeriksaan medis di Puskesmas, dokter mengatakan akibat darah tingginya, Ibu Rini mengalami gejala stroke ringan. Selama ini Ibu Rini dan keluarga belum memiliki JKN – KIS karena keterbatasan ekonomi. Beban keluarga semakin berat sejak Ibu Rini tidak berjualan. Kebutuhan sehari-hari keluarga hanya berharap pada penghasilan suaminya, Eramli (49), yang bekerja sebagai tukang bangunan. Pak Eramli hanya bekerja jika ada proyek pembangunan yang menggunakan tenaganya. Jika proyek pembangunan selesai, ia menunggu adanya proyek yang lain sehingga tidak memiliki penghaslian tetap. Kondisi Ibu Rini semakin lemah dengan sakit kepala yang semakin terasa. Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin melihat kondisi dan mendengar cerita yang dialami Ibu Rini. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pembuatan JKN – KIS, dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatan. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu mengurangi beban keluarga Ibu Rini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh @ririn_restu

Ibu Rini mengalami gejala stroke ringan


MUHAMMAD AZIZ (68, Stroke). Alamat : Jalan Parit Timur, RT 5/3, Kelurahan Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Azis sejak 3 tahun yang lalu tidak bisa lagi berjalan karena mengalami stroke. Kesehariannya kini hanya ia habiskan di rumah. Pak Azis pernah dibawa berobat di RSI YARSI Pontianak saat pertama kali stroke menyerangnya. Saat itu keluarga tidak dapat berbuat banyak karena tidak tahu tindakan apa yang harus diambil dan tidak adanya biaya. Seiring waktu berjalan, kini pita suara Pak Aziz mengalami kelumpuhan sehingga ia tidak bisa berbicara. Dalam kondisi yang semakin lemah, semangat hidup Pak Aziz sangat kuat. Pak Aziz selalu menitikkan air mata ketika seseorang mendoakan kesembuhannya. Pak Aziz hanya bisa pasrah, ia sangat ingin berobat dan terapi ke rumah sakit namun terkendala biaya. Sejak 3 tahun ini, hanya anak laki- lakinya yang bekerja menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi ekonomi yang sulit membuat iuran JKN – KIS yang dimilliki Pak Aziz tidak dapat dibayar. Setelah mendapat informasi mengenai Pak Aziz, kurir Sedekah Rombongan langsung bersilaturahmi ke kediamannya dan menyampaikan bantuan untuk membayar iuran JKN – KIS, biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit, serta untuk kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh @ririn_restu

Pak Aziz mengalami stroke


MASELAKING (70, Janda Duafa). Alamat : Jalan Raya Wajok Hulu, RT 3/9, Gang Sungai Duria, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Maselaking merupakan seorang janda yang hidup bersama anak angkatnya. Mereka tinggal di rumah kayu sederhana yang kondisinya sudah lapuk. Kebutuhan sehari – hari hanya mengandalkan kebun kelapa peninggalan almarhum suaminya. Dari kebun kelapa tersebut Ibu Maselaking mendapat penghasilan sekitar Rp2.000.000,- untuk setiap tiga bulan penjualan. Usia dan tubuh yang semakin renta membuat Ibu Maselaking sangat berat dalam melakukan pekerjaannya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisinya semakin memprihatinkan karena rumahnya yang sudah sangat lapuk dan jika hujan terjadi kebocoran. Saat berkunjung kerumah Ibu Maselaking, kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialaminya sehingga bantuan pun disampaikan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @Ahmadtaqiyudin5 @doddy_indrawan

bantuan tunai


SULAIMAN BIN KADRI (65, Katarak). Alamat : Jalan Bersama Gang Bersama 1 B, No. 47, RT 1/14, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Provinsi Kalimantan Barat. Sejak tahun 2010, Pak Sulaiman sudah tidak dapat bekerja karena katarak yang dideritanya. Awalnya mata Pak Sulaiman sering berair dan berlendir. Ketika dibawa ke Puskesmas, dokter mendiagnosis Pak Sulaiman mengalami katarak dan menyarankan untuk dilakukan operasi. Atas inisiatif keluarga, pada tahun 2015 mata kiri Pak Sulaiman dioperasi dengan biaya sendiri karena ia tidak memiliki JKN – KIS. Dua tahun pasca operasi mata kiri Pak Sulaiman sudah normal, namun mata kanannya yang kini mengalami katarak. Anak-anak Pak Sulaiman berusaha mengumpulkan uang untuk pembuatan JKN – KIS dan alhamdulillah operasi katarak mata kanannya dapat dilaksanakan. Operasi katarak yang dijalani Pak Sulaiman berlangsung lancar, namun penglihatannya kabur ketika membaca. Pak Sulaiman dianjurkan untuk menggunakan kacamata, ia pun sangat ingin memilikinya agar bisa kembali lancar membaca dan mengaji. JKN – KIS yang dimiliki tidak menanggung sepenuhnya kaca mata yang dibutuhkan Pak Sulaiman, dan keluarga tak memiliki uang untu membayar sisa harga kaca mata tersebut. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sulaiman di kediamannya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitannya sehingga bantuan pun disampaikan untuk membantu pembelian kacamata.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Hamidah

Pak Sulaiman menderita katarak


DIA MARDIANA (16, Peradangan pada Rahim + Lumpuh ). Alamat : Jln. Prof. M. Yamin, Gg. Eka Daya, No. 33, RT 2/5, Kel. Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Dia sebelumnya adalah seorang siswi SMP di daerah Kota Pontianak. Sayangnya Dia harus putus sekolah karena menderita penyakit yang cukup serius, dimana terdapat penyakit pada rahimnya dan ia mengalami kelumpuhan. Penyakit tersebut membuat Dia tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya kondisi kesehatan Dia baik, namun setelah kejadian 3 bulan silam ia mengalami pelecehan seksual dan kini menjadi sering sakit – sakitan. Meskipun pelaku telah dijerat hukum, rasa trauma dan sakit yang diderita masih Dia rasakan. Kondisi tersebut menjadi ujian yang sangat berat bagi keluarga, terlebih lagi dengan kondisi orang tua Dia yang hidup dalam kemiskinan. Jangankan biaya berobat, untuk kebutuhan hidup sehari – hari saja terkadang tidak terpenuhi. Dia pernah dirawat di RSUD Soedarso Pontianak, kondisinya kini mengalami pembengkakkan di paha dan betis, juga sering mengalami sesak napas. Setiap bulan Dia menjalani pengobatan rutin didampingi orang tuanya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dia telah dibantu dalam rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Dia menderita peradangan pada rahim + lumpuh


HABIBA MEGA TIMUR (61, Stroke). Alamat : Jalan Parit Timur, RT 5/3, Kelurahan Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Sudah 10 tahun Ibu Habiba mengalami stroke. Penyakit Stroke menyerang Ibu Habiba saat ia bekerja di ladang. Ibu Habiba mendadak pusing hingga terpeleset dan jatuh ke kolam. Keluarga membawa Ibu Habiba ke RSI YARSI Pontianak dan di sana ia menjalani rawat inap. Pengobatan Ibu Habiba tidak optimal karena keluarga terkendala biaya. Suami Ibu Habiba pun juga mengalami stroke sejak 3 tahun lalu sehingga tidak dapat bekerja. Anak – anak Ibu Habiba yang menjadi tumpuan pun kondisi ekonominya sangat sulit. Mereka tidak dapat membiayai pengobatan orang tuanya dan juga tidak tahu tindakan apa yang harus diambil. JKN – KIS yang dimiliki Ibu Habiba pun iurannya tidak dapat dibayarkan. Biaya untuk kebutuhan berobat semakin sulit terlebih lagi Ibu Habiba harus menggunakan pamper karena tak mampu ke kamar mandi. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa silaturahmi dengan Ibu Habiba dan keluarga, kurir pun menyampaikan bantuan untuk membayar tunggakan iuran JKN – KIS, biaya transportasi ke rumah sakit, pembelian pamper dan kebutuhan selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh

Ibu Habiba mengalami stroke


SYARIF ABAS (67, Hernia + Diabetes + Darah tinggi + Stroke) Alamat : Jalan Parit Jaya RT 4/3, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Sejak Agustus 2013, Pak Abas menderita lumpuh dan stroke pasca menjalani operasi hernia. Saat itu kondisi Pak Abas tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi, namun karena ia pingsan dan sudah tidak tahan dengan sakitnya, akhirnya operasi tetap dilakukan. Sebelum operasi, Pak Abas menjalani rawat inap di RSUD Dr. Soedarso Pontianak menggunakan Jamkesmas, namun ia dipindahkan ke RSUD Rubini Mempawah dan menjalani operasi di sana. Sejak operasi hingga kini Pak Abas tidak lagi berobat karena terkendala biaya. Biaya transportasi sekali berobat dari rumah ke RSUD Dr. Soedarso bisa mencapai lebih Rp.250.000,-, terlebih lagi kini Pak Abas tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Peran Pak Abas sebagai tulang punggung keluarga kini digantikan istrinya, Ibu Hamimah, yang bekerja sebagai pembantu bidan dan menjual kayu bakar. Kebutuhan hidup semakin terasa sulit karena Ibu Hamimah harus menanggung kebutuhan cucu – cucunya untuk membeli pamper. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Pak Abas dan keluarga. Kurir pun menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, akomodasi dan transportasi berobat, serta kebutuhan pengobatan lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.900.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh

Pak Abas menderita lumpuh dan stroke pasca menjalani operasi hernia


HAMDANI BIN EDY SUWARNO (19, Fraktur Cruris + Post Stoma). Alamat : Jalan Parit Seman, RT 3/14, Kelurahan Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Hamdani adalah anak pertama dari keluarga Pak Edy Suwarno. Hamdani merupakan salah satu lulusan dari pondok pesantren yang ada di Pontianak. Sakit yang dialami Hamdani ini bermula saat ia berboncengan dengan sahabatnya dan mengalami kecelakaan. Mereka terjatuh dari motor dan tak lama datang sebuah truk yang hampir saja melindasnya. Hamdani dibawa oleh keluarganya ke salah satu rumah sakit swasta. Hamdani telah menjalani operasi, namun tim dokter meminta untuk dilakukan operasi kembali tetapi keluarga menolak karena tidak mempunyai dana. Hamdani menngalami patah tulang pinggul yang menharuskannya menjalani 2 kali operasi : operasi pemasangan pemberat kaki untuk menyamakan panjang kaki kiri dan kanan, dan operasi pemasangan plat untuk menyatukan tulang pinggul yang patah. Hamdani menjalani perawatan di rumah sakit selama 3 bulan. Penyembuhan lukanya pun sudah mencapai 90 % dari luas luka yang terpapar. Hmadani masih harus menjalani kontrol rutin ke dokter yang menangani operasinya di RSUD Dr. Soedarso. Meski operasi dan pengobatan ditanggung BPJS, keluarga Hamdani kesulitan untuk biaya transportasi berobat dan kebutuhan perawatan luka, terlebih lagi ayah Hamdani, Edy Suwarno, yang juga merupakan penerima bantuan Sedekah Rombongan sedang mengalami stroke. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya perawatan luka, pembelian obat albumin dan transportasi berobat. Sebelumnya Hamdani telah dibantu dalam Rombongan 1007.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.0000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @Ahmadtaqiyudin5 @doddy_indrawan

Hamdani menderita fraktur cruris + post stoma


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia mengalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Setelah 11 minggu mendapat obat Metilprednisolon seharusnya Kasih mendapat pengganti obat yang lebih keras, namun karena usia dan berat badannya yang belum mencukupi akhirnya dokter memutuskan untuk melanjutkan penggunaan Metilprednisolon. Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS membuat keluarga harus mengeluarkan uang sebesar Rp250.000,- per sekali dosis. Pada 6 Agustus 2017, Kasih akan mendapatkan perawatan lanjutan di RSU Bethesda Kab. Bengkayang untuk mendapatkan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infus. Menurut keterangan orang tua Kasih, setelah menjalani pengobatan alhamdulillah ginjal Kasih sudah ada perubahan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @ririn_restu

Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik)


MUHAMMAD REZKI BIN ZAMANI (2, Hidrocepalus). Alamat di Jalan Poros Makassar, Km 25. Kompleks Pesantren Darul Istiqamah, RT 1 / RW 1, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Muhammad Rezki atau dalam lingkup keluarga biasa dipanggil Alif adalah anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan Bapak Zamani (45) dan Mare (40). Alif kecil lahir dengan normal dan sehat di Malaysia saat kedua orangtua mereka masih berstatus TKI. Dalam keadaan baru saja melahirkan, ibu Alif masuk rumah sakit, penyakit strokenya kambuh. Alif kecil ditinggal di rumah dalam pengawasan saudari-saudarinya.
Sekitar 10 hari di rumah sakit, orang tua Alif meminta izin kepada pihak rumah sakit agar bayinya mengizinkan bayi mereka bertemu ibunya. Saat diambil di rumah, ternyata Alif seharian tertidur, tidak makan. Tidak mandi. Hari itulah dia mulai demam, dibawalah ke rumah sakit dan menerima perawatan juga.
Beberapa hari demam, dengan berbagai perawatan, diambillah kesimpulan oleh dokter Malaysia bahwa ada darah membeku dalam kepala Alif kecil. Diambillah segera tindakan, pembedahan kepala atas izin orangtua Alif.
Setelah operasi, dokter memberikan tulang kepala yang sudah diambil dari bagian kepala lainnya. Tulang kepala itu diberikan kepada orangtua yang tidak paham sama sekali dengan hasil operasi sang dokter. Sepotong tulang kepala tanpa informasi apa-apa tentang kejelasan hasil operasi apakah darah beku tersebut sudah diatasi atau belum. Mereka yang awam tidak bertanya banyak.
Sebelum pembedahan kepala itu, kepala Alif berbentuk normal. Barulah beberapa minggu setelah operasi tersebut kepala Alif mulai berkembang tidak normal. Bahkan jahitan dilepas sebelum benar-benar baik sehingga daging berwarna putih keluar dari kepala Alif yang sudah dibedah.
Singkat cerita, Alif mendapat tindakan operasi dua kali setelah bos dari orangtua mereka berbicara kepada pihak RS, menuntut tanggungjawab. Lama setelah operasi yang kedua, Alif kecil tidak kunjung sehat. Kepalanya makin membesar, tubuhnya tidak lagi bisa digerakkan dengan normal.
Alif akhirnya dibawa pulang ke Indonesia, kembali ke kampung halaman orang tuanya. Bone, Sulawesi Selatan. Kembali ke sebuah desa tanpa listrik, alat transportasi yang susah didapat, pusat pemeriksaan kesehatan yang sangat jauh dari rumah.
Berbulan-bulan tanpa perawatan medis yang terkontrol, tidak ada perkembangan yang membahagiakan, Alif kecil semakin lemah, hanya mata dan tangan yang bergerak-gerak, juga suara teriakan-terikan menangis atau bermain. Tidak bisa lagi menggerakkan badan sendiri, pun hanya beberapa senti saja.
Orang tua Alif adalah pasangan TKI di Malaysia, memiliki tanggungan anak 6. Ayahnya bekerja sebagai pekerja di kebun kelapa sawit dan ibunya bekerja sebagai PRT. Saudari tertua Alif juga PRT dan saudari kedua bekerja sebagai pegawai di sebuah toko kecil di Malaysia juga. Saudari ketiga bekerja sebagai PRT di Indonesia dan 2 saudari keempat dan kelima masih bersekolah SD.
Alif kecil penyakitan yang lahir dari pasangan orangtua yang awam dan keluarga yang miski, alhamdulillah akhirnya mendapat bantuan fasilitas BPJS setelah sekitar 2 tahun. BPJS itulah yang kemudian dipakai untuk mendapat perawatan di RS Salewangang Kabupaten Maros. Kemudian menunggu di RS tersebut sekitar tiga minggu untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar untuk operasi lanjutan, RS Wahidin Makassar.
Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa ada cairan dalam kepala Alif kecil, nyaris membungkus semua bagian otak. Operasi pertama di RS Wahidin alhamdulillah sudah dilaksanakan pada 27 Ramadhan kemarin. Alif dipasangi selang dari kepala turun ke lambung, rencananya agar cairan keluar lewat kelamin dan selang yang berbeda untuk minum susunya dia.
Saat di rumah sakit, Kurir Sedekah Rombongan datang memberikan bantuan. Kunjungan, doa dan pemberian donasi tersebut menguatkan keluarga Alif untuk berjuang bertahan hidup.

Tanggal : 8 Juni 2017
Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000
Kurir : @Ismawan_As @QanitahSafwan

Rezky menderita hydrocepalus


HALIMAH SUNGAI KAKAP (75, Stroke). Alamat : Sungai Kakap, RT 2/8, Kelurahan Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Halimah belum pernah menikah, di usianya yang sudah lanjut ia tinggal bersama pamannya sejak kedua orangtuanya meninggal dunia. Kebutuhan sehari-hari dipenuhi Ibu Halimah dari upah bekerja menanam padi di sawah milik tetangganya. Penghasilan yang didapat tidak tentu besarnya. Ibu Halimah kini tidak bisa bekerja lagi karena menderita stroke. Terbaring di rumah saja yang menjadi rutinitas kesehariannya sekarang. Stroke menyerang Ibu Halimah sebulan yang lalu. Ketika tengah bersantai, mendadak Ibu Halimah merasakan tangannya kaku tak bisa digerakkan. Ia sontak kaget saat tangannya tiba – tiba terkulai lemas. Ibu Halimah pun lantas merebahkan tubuhnya. Mirisnya, saat terbaring justru seluruh tubuhnya kaku dan tidak dapat digerakkan. Serangan stroke tersebut bahkan membuat Ibu Halimah tidak dapat bicara. Sejak saat itu Ibu Halimah hanya bisa berbaring di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Keluarga hanya bisa memberikan perawatan tradisional sebagai ikhtiar menolong Ibu Halimah karena tidak ada biaya dan jaminan kesehatan untuk melakukan pengobatan medis. Prihatin dengan kondisinya, kurir Sedekah Rombongan menemui Ibu Halimah di kediamannya, dan menyampaikan bantuan untuk keperluan biaya pembuatan JKN – KIS dan tranportasi selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Hamidah

Bu Halimah menderita stroke


KHADIJAH BINTI M. SHALEH (32, Cacat Permanen). Alamat : Jalan Bersama, Gg. Bersama IB, No. 25, RT 1/14, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Povinsi Kalimantan Barat. Khadijah yang kesehariannya akrab disapa Dijah ini mengalami cacat permanen. Keseharian Dijah dihabiskan hanya di rumah saja karena ia tidak bisa berjalan. Dijah hanya bisa merangkak jika ingin bergerak, ia pun tidak bisa berbicara. Sakit Dijah ini dialaminya sejak ia berumur 1 tahun. Ibu Dijah, Raihana, sudah 20 tahun menjadi janda sejak suaminya meninggal dunia. Ibu Raihana yang sudah sepuh ini memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan menjadi guru mengaji keliling, namun penghasilan yang didapat tidak seberapa karena orang yang menggunakan jasanya hanya memberinya uang secara sukarela. Dijah mempunyai kakak kandung bernama Rini Astuti (46). Ibu Rini inilah yang turut membantu biaya hidup Dijah dan ibunya dengan berjualan gorengan di kantin sekolah. Saat ini sang kakak yang selama ini sebagai penopang hidup sedang sakit dan tidak bisa berjualan lagi, ia pun menjadi penerima bantuan Sedekah Rombongan. Dijah yang selama ini tidak bisa berbuat apa – apa selalu bilang dengan isyarat ingin membantu ibunya mencari uang. Kurir Sedekah Rombongan merasa sangat prihatin melihat kondisi yang dialami Dijah dan ibunya. Bantuan awal pun disampaikan untuk membayar iuran JKN – KIS yang tertunggak dan biaya hidup sehari-hari. Semoga bantuan yang disampaikan bisa bermanfaat dan mengurangi beban Dijah dan ibunya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Yuhanizh

Khadijah menderita cacat permanen


HEFRI MAULANA (1, Suspect Hemofilia). Alamat : Desa Kunangan, RT 3, Kec. Sungai Bengkal, Kab. Tebo, Prov. Jambi. Hefri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak M. Daulay (40) dan Ibu Nurmani (33). Awalnya Hefri mengalami demam biasa yang disertai batuk, setelah seminggu badannya menguning. Merasa khawatir, Hefri dibawa orangtuanya ke mantri desa lalu diberikan obat sirop, namun tidak menunjukkan perubahan. Pada hari ke-9 mulai muncul seperti lebam biru yang cukup banyak di sekitar tangan dan kaki. Kondisi Hefri yang tidak kunjung membaik membuat ia akhirnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Muara Bulian untuk dilakukan pemeriksaan. Pada hari yang sama, Hefri dirujuk ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kondisi pada saat itu, seluruh tubuh Hefri menguning dengan lebam biru di sekujur tubuh, serta satu kali BAB disertai darah. Dokter menyarankan agar Hefri dirawat di rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan darah tahap awal, ternyata kadar HB Hefri rendah sebesar 7,9 gram/dl, dan darah terus-menerus keluar di berbagai titik bekas luka pengambilan darah. Hefri pun akhirnya menjalani tranfusi darah sebanyak 2 kantong. Setelah ditransfusi 2 kantong darah, dilakukan pemeriksaan labor PT/APTT, dengan kesimpulan sementara Hefri mengalami suspect hemofilia. Kepastian diagnosis masih harus menunggu hasil pemeriksaan lanjutan 3 bulan yang akan datang. Kondisi terakhir, lebam biru yang dialami Hefri sudah memudar setelah diberikan obat oles dan darah yang mengalir di beberapa titik sudah berhenti. Sementara waktu Hefri harus menjalani rawat jalan sambil menunggu jadwal pemeriksaan selanjutnya. Biaya pengobatan Hefri sementara diperoleh dari saudara terdekatnya karena ayahnya hanyalah seorang buruh sawit dengan penghasilan tidak tetap setiap bulannya. Sementara jaminan kesehatan juga tidak ada. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga Herfi, bantuan awal pun disampaikan untuk pembuatan JKN – KIS, transportasi dan akomodasi berobat, dan kebutuhan pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Lutfi Bitriani

Hefri menderita suspect hemofilia


KATINI SUMARDI SIKIN (66, Kanker Lidah). Alamat : RT 1/4, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Katini mulai menderita sakit sariawan sejak tahun 2016. Beliau pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker lidah. Mengetahui hal tersebut, Ibu Katini segera menjalani serangkaian pengobatan kanker di RS Margono. Kini beliau masih menjalani kemoterapi rutin, meski lidahnya masih sakit untuk menelan atau minum. Suaminya, Sumadi Sikin (70) sekarang sudah tidak bekerja. Biaya hidup sehari-hari kini ditanggung oleh putranya, Mulyono (23) yang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan.Biaya pengobatan beliau dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi dan transportasi selama Ibu Katini menjalani pengobatan di rumah sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Katini sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi dantransportasi selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga pengobatan beliau berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir : @arfanesia RahayuKhaerul@paulsyifa

Bu Katni menderita kanker lidah


TJAIMAH BINTI KARTA KIMUN (43, Tumor Rahim). Alamat : RT 3/3, Desa Karnggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Berawal pada tahun 2012, Ibu Tjaimah menderita sakit usus buntu saat masih bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Bandung. Beliau menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit (RS) Boronius Bandung. Namun mulai tahun 2013, beliau merasakan sakit perut yang luar biasa saat menstruasi, bahkan sampai pingsan dan dibawa ke puskesmas. Beliau beberapa kali menjalani rawat inap di puskesmas. Pada 2017, sakit yang dirasa Ibu Tjaimah tersebut kembali terasa dan berkelanjutan. Beliau pun dirujuk ke RS Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ibu Tjaimah menderita myoma uteri atau terdapat tumor lunak pada rahimnya. Beliau pun menjalani operasi pada awal Juni 2017. Setelah operasi beliau masih merasakan nyeri, pusing dan lemas. Kini beliau dalam tahap pemulihan pasca operasi. Semenjak suami beliau, Bapak Sukur meninggal,Ibu Tjaimah tinggal dengan kedua anaknya. Kebutuhan sehari keluarga Ibu Tjaimah bergantung pada ibunya. Supiyah (69) yang bekerja serabutan dengan mencari daun cengkeh. Mereka juga tinggal di rumah yang sangat sederhana. Biaya pengobatan Ibu Tjaimah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun beliau masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol ke RS Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Tjaimah sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari beliau. Semoga beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Ibu Tjaimah menderita myoma uteri


SANMARJO WAJAN (75, Buta + Sroke). Alamat : RT 4/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sanmarjo mengalami kebutaan karena matanya terkena getah pepaya. Matanya pun terasa perih dan sakit. Beliau sempat dibawa berobat ke puskesmas, dokter mata di Sumpiuh, Pembina Kesejahteraan Ummat(PKU) Gombong, Rumah Sakit (RS) Banyumas dan akhirnya dirujuk ke RS Margono Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa urat mata Bapak Sanmarjo sudah putus dan jika dioperasi pun tidak dapat sembuh. Hal tersebut mengakibatkan beliau kehilangan penglihatannya (buta). Bapak Sanmarjo juga menderita stroke ringan akibat terjatuh dan mengalami pendarahan di kepalanya. Selang beberapa tahun kemudian, istrinya, Tuminem (70) juga mengalami kebutaan. Berawal saat Ibu Tuminem membuat oyek, mata beliau kelilipan dan merasa nyeri dan pegal. Setelah dirujuk ke RS Margono, ternyata urat mata Ibu Tuminem juga sudah putus. Kini keduanya harus mejalani hidup dalam keadaan buta. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Ibu Tuminem masih beraktifitas di kebun untuk mencari lengkuas dan menjualnya. Hasil penjualan lengkuas yang tidak seberapa itu beliau mendapatkan uang untuk makan. Bapak Sanmarjo dan Ibu Tuminem tidak memiliki jaminan kesehatan. Ditengah keterbatasa keduanya sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sanmarjo dan keluarga sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Bu Sanmoro menderita buta + stroke


RAMA FABIAN PURWANEGARA (12, Tumor Otak). Alamat: Jl. Lensapura, RT 6/1, Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada Juli 2015, Dik Rama mengeluhkan matanya sakit dan penglihatannya kabur. Awalnya, Dik Rama didiagnosis menderita pembengkakan saraf mata. Setelah diperiksakan ke Katarak Centre, dokter spesialis mata mendiagnosis ada tumor di otak Dik Rama. Pengobatan Dik Rama dilanjutkan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Dik Rama sudah menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya pada tanggal 13 April 2017 di RS Margono. Namun ia harus menjalani kontrol serta fisioterapi untuk melatih kaki dan tangan kirinya yang belum bisa digerakkan karena ada gangguan pada salah satu syaraf otaknya dan sempat mengalami pendarahan di otak. Penghasilan Ayah Dik Rama, Suhendar (38) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Dik Rama dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya akomodasi saat kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Rama. Santunan kembali disampaikan untuk membeli susu omega dan akomodasi selama Dik Rama menjalani kontrol. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laprannya terdapat dalam rombongan 1012. Dik Rama masih menjalani fisioterapi di RS Margono. Kaki dan tangan kirinya sudah bisa digerakkan dan pelan-pelan sudah dapat berjalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Rama menderita tumor di otak


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Jantung Bocor). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect atau kerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama Dian menjalani perawatan di RSUP Sardjito cukup besar dan menjadi kendala bagi pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup pasca operasi jantung Dian. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1012. Saat ini Dian masih menjalani perawatan di RS Sardjito pasca operasi jantung. Semoga Dian segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Dian menderita jantung bocor


SAIJAH BINTI SANTAKRIP (80, Stroke). Alamat : RT 3/4, Kelurahan Singosari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada 26 Desember 2016, Ibu Saijah jatuh di dapur ketika hendak memasak. Seketika itu, beliau tidak sadarkan diri. Keluarganya segera membawa Ibu Saijah ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan beliau menderita stroke karena ada pembuluh darahnya yang tersumbat sehingga syarafnya terganggu. Beliau pun dirawat selama satu pekan. Kini beliau dirawat di rumahnya dan bagian kanan tubuhnya tidak dapat digerakkan (lumpuh). Ibu Saijah tidak bekerja. Suaminya, Sakhidin (80) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilannya yang kecil sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Saijah dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Pengobatan beliau terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Maklum, Ibu Saijah hanya tinggal dengan suaminya dan jarak tempat tinggal beliau ke rumah sakit cukup jauh. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Saijah dan keluarganya. Santunan dari sedekaholics kembali diberikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 964. Kini Ibu Saijah masih dalam masa pemulihan dan harus menjalani kontrol rutin. Semoga pengobatan Ibu Saijah dapat berjalan dengan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile Yunanto @paulsyifa

Bu Saijah menderita stroke


BETTY SUBEKTI (61, Lumpuh). Alamat : Jl. Laskar Patriot, RT 1/3, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Betty mulai terasa pada tahun 2014. Beliau merasakan pegal-pegal di pangkal paha. Beliau pun kemudian memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan berupa suntik kalsium serta beberapa obat yang harus dikonsumsi. Pada akhir 2016, pegal-pegal di pangkal paha kembali dirasakan Ibu Betty. Beliau pun kembali memeriksakan diri ke dokter namun belum sembuh, hingga akhirnya beliau tidak dapat berjalan (lumpuh). Kondisi ini menyebabkan beliau tidak dapat bekerja dan melakukan aktifitas seperti biasa. Sebelum sakit, Ibu Betty bekerja sebagai karyawan di sebuah toko aluminium. Kini biaya hidup sehari-hari ditanggung anaknya yang sudah berkeluarga. Biaya pengobatan Ibu Betty dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun, pengobatan beliau terkendala biaya transportasi dan juga kebutuhan sehari-harinya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Betty sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama pengobatannya. Semoga Ibu Betty segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Bu betty menderita lumpuh


ADITYA RIFQI HAMIZAN (1, Bibir Sumbing). Alamat : RT 3/3, Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. April 2106 yang lalu, Dik Aditya terlahir dengan bentuk bibir sumbing. Sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan kedua orang tuanya untuk mengobati bibir Dik Aditya yang sumbing karena terkendala ekonomi. Dik Aditya adalah putra dari Amirin (30) dan Leli Lestari (24). Bapak Amirin bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan Ibu Leli adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu dan sering kali kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dik Aditya memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KiS PBI, namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Aditya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Dik Aditya. Semoga ia segera dapat menjalani pengobatan dan mendapat hasil yang terbaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Aditya menderita bibir sumbing


RETVI ARSANTI (18, Jantung Bocor). Alamat : RT 3/3, Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak kecil, Retvi Arsanti atau akrab dipanggil Retvi, didiagnosis mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA) atau kebocoran jantung yang terletak di perempatan jantung. Hal tersebut pertama kali teidentifikasa saat Retvi berusia 7 bulan. Dokter umum yang memeriksa Retvi menyatakan ada suara gemuruh di jantungnya. Retvi pun dirujuk ke dokter spesialis jantung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Retvi menderita jantung bocor. Ia pun menjalani pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah kondisi retvi membaik. Namun setelah beranjak remaja, dada Retvi sering sakit, sesak nafas dan pusing. Awalnya ia diperiksakan di Rumah Sakit (RS) Banyumas, kemudian dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Dokter pun menyatakan bahwa Retvi harus segera diobati dan ditangani oleh beberapa dokter spesialis bedah. Retvi adalah putri dari almarhum Purwoko dan Dwi Nugrahayu (49). Ibunya bekerja sebagai buruh cuci di lingkungan rumahnya. Penghasilan keluarga mereka hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Retvi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Alhamdulillah, Sdekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Retvi sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan operasional selama kontrol. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 983. Kini kondisi Retvi sudah membaik dan sedang menjalani kontrol rutin di RS Banyumas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Retvi mengalami Ventricular Septal Defect tipe Double Commited Subarterial (VSD DCSA)


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Juli 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin dan jasa driver dan pembelian aki. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @sirheywarex Arif @ddeean

Biaya operasional Juli 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Juli Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1024. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.166.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile & all kurir

Bantuan operasional bulan Juli Tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Juli Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1024. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 469.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile & all kurir

Sembako pasien bulan Juli Tahun 2017

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 EKA WIDYASTUTIK 612,000
2 NURUL INDAH NIAR 1,000,000
3 ERMA NOVITA 3,000,000
4 SURAHMAN BIN ASMARI 1,000,000
5 NINING ROHANI 646,000
6 SITI FARIDA 552,000
7 SAMAT BIN SAMO 1,000,000
8 SRI YULIATI 512,000
9 MUHAMMAD RAFA AZKA SATRIA 721,000
10 SIGIT SUNARSO 570,000
11 SUKARTI BINTI SUWARMO 1,000,000
12 SUCIK AISYAH 500,000
13 ROHANI BINTI MUKRI 950,000
14 RAKPIANI BINTI ROSET 1,000,000
15 NISAM 1,056,000
16 MISTIYAH BINTI KARIM 750,000
17 SUGIANTO BIN SUWARNO 1,200,000
18 PANDU NIZAM AL AKBAR 530,000
19 AMNA AMINA 500,000
20 SARI RAMADHANI 500,000
21 FARIDA ANUM 1,000,000
22 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
23 IMAM KAYADI 1,000,000
24 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,475,300
25 AWALUDIN NASUTION 2,391,600
26 ALIFA NASIHA 2,000,000
27 ARIFIN AHMAD 1,000,000
28 ARA ZAQULL 600,000
29 GUNA IBMAWAN 1,903,000
30 WINARTI BINTI SURIPTO 500,000
31 AHMAD SUTRISNO 750,000
32 MASRULOH BINTI HAMZALI 750,000
33 ALFIANDRI SAPUTRA 1,090,000
34 ULOH SAEFULLOH 500,000
35 DALIM SEMBALUN 3,300,000
36 RINI ASTUTI 1,000,000
37 MUHAMMAD AZIZ 750,000
38 MASELAKING 750,000
39 SULAIMAN BIN KADRI 550,000
40 DIA MARDIANA 750,000
41 HABIBA MEGA TIMUR 750,000
42 SYARIF ABAS 1,900,000
43 HAMDANI BIN EDY SUWARNO 4,000,000
44 KASIH NUR VAJIRA 2,000,000
45 MUHAMMAD REZKI BIN ZAMANI 2,000,000
46 HALIMAH SUNGAI KAKAP 750,000
47 KHADIJAH BINTI M. SHALEH 1,000,000
48 HEFRI MAULANA 1,000,000
49 KATINI SUMARDI SIKIN 500,000
50 TJAIMAH BINTI KARTA KIMUN 1,000,000
51 SANMARJO WAJAN 1,000,000
52 RAMA FABIAN PURWANEGARA 750,000
53 DIAN SEKARANING PUTRI 750,000
54 SAIJAH BINTI SANTAKRIP 1,000,000
55 BETTY SUBEKTI 1,000,000
56 ADITYA RIFQI HAMIZAN 1,000,000
57 RETVI ARSANTI 500,000
58 MTSR PURWOKERTO 7,000,000
59 RSSR PURWOKERTO 1,166,000
60 RSSR PURWOKERTO 469,000
Total 70,193,900

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 70,193,900,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1036 ROMBONGAN

Rp. 53,965,195,952,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.