Rombongan 1035

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on August 13, 2017

ALIM BIN NISAM (55, TB Paru). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 3 bulan yang lalu, Pak Alim merasakan badannya demam dan panas tinggi yang disertai batuk dan muntah darah. Saat itu juga Pak Alim dilarikan ke RS. Medirossa berbekal kartu jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Alim dinyatakan mengidap TB Paru dan menjalani perawatan selama 1 minggu. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit dan belum bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pak Alim yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, sangat kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit. Sedangkan istrinya, Ibu Tati (46) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Pak Alim dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya akomodasi selama Pak Alim menjalani pengobatan di RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak Alim dinyatakan mengidap TB paru


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Pada tanggal 4 Agustus 2017, Wilda dan adiknya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi ke 2. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal dan biaya transport. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mulawarman

Wilda mengalami katarak


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako). Alamat : Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 Sedekah Rombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan Juni 2017 kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 1015. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @harji_anis

Bantuan sembako


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional + Servis + Gaji Driver). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi pembelian bensin, servis rutin, penggantian master rem dan gaji driver. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional + servis + gaji driver


NOVA ELIZA (10, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Garon Tengah RT 6/3, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal bulan Mei 2017, saat Nova sedang bermain sepatu roda yang dipinjam dari temannya. Naas nasib Nova, ia terjatuh saat sedang bermain sepatu roda dengan posisi bahu kanan terbentur aspal. Awalnya pengobatan yang dilakukan hanya sebatas urut tradisional, namun cidera bahu kanan tak kunjung membaik dan membengkak. Sejak itu dengan jaminan Kartu KIS PBI, Nova dibawa memeriksakaan penyakitnya ke Puskesmas Cabangbungin. Dokter di Puskesmas Cabangbungin menganjurkan agar Nova dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Nova kembali dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut dengan peralatan yang lebih memadai. Saat ini Nova menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Orang tua Nova merasakan kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Ayah Nova, Pak Nana (52) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan ibunya, Bu Nunung (49) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Nova menjalani perwatan di RS Persahabatan dan akan menjalani operasi pertamanya. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga santunan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan bekal selama Nova dirawat di RS Persahabatan Jakarta. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay M Amin

Nova menderita kanker tulang


SUPRIYANTO BIN MURSODO (29, Glomerulonepritis Akut). Alamat : Desa Kancilan RT 4/3, Kec Kembang, Kab Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2013 lalu, Supriyantomengalami keluhan di perutnya dan pusing yang disertai pembengkakan tubuh. Beliau sempat dilarikan ke puskesmas Kembang untuk mendapatkan perawatan setelah itu di rujuk menuju Rumah sakit islam Jepara untuk mendapatkan perawatan intensif. Seminggu di rumah sakit kondisi beliau tidak mengalami perubahan. Akhirnya pihak keluarga memilih merawat di rumah karena masalah biaya. Setelah obat habis, tidak ada lagi upaya berobat dan kontrol karena kesulitan biaya akomodasi. Empat tahun tanpa pengobatan dari dokter hanya mengandalkan obat tradisional seadanya, kondisinya stabil namun bengkak di baigian perut. Alhamdulillah pada akhir Mei 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Supriyanto dan sepakat mendampingi selama berobat. setelah satu minggu berlangsung, kondisi Supriyanto menurun drastis. Badannya kembali membengkak semua dan merintih kesakitan, lalu di bawa pihak keluarga menuju rumah sakit kartini untuk mendapatkan pertolongan dengan dibantu ambulan desa. selama di ICU mendapatkan perawatan intensif akan tetapi keadaannya semakin memburuk dan Supriyanto menghembuskan nafas terakhirnya didampingi seluruh anggota keluarganya. Bantuan dari sedekaholics ini ditujukan kepada keluarga almarhum Supriyanto untuk keperluan mengurus jenazah dan santunan kematian.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi Jati Resti @akuokawai

Pak Supriyanto menderita glomerulonepritis akut


SEPTIAN ANGGARA PUTRA (1, Hydrocephalus + Suspect Spina Bifida). Alamat : Desa Rendeng, RT 2/2, Kecamatan Kota , Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Angga, biasa ia dipanggil. Sejak lahir ia sudah terdapat kelainan yang diawali berlubang pada tulang ekor belakang kemudian kurang dari 24 jam terdapat benjolan kecil yang semakin membesar sampai sekarang. Awalnya Dek Angga hanya dibawa ke Bidan saja sampai akhirnya dibawa ke dokter bedah yang kemudian dirujuk ke dokter bedah syaraf Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dikarenakan adanya penonjolan syaraf pada tulang ekor yang keluar menyebabkan adanya benjolan dan juga bisa mengakibatkan lumpuh seumur hidup dan didiagnosis suspect spina bifida. Selain itu juga, oleh dokter bedah syaraf dilakukan rontgen ternyata ditemukan adanya penumpukan cairan di kepala dik Angga (Hydrocephalus), pada bulan November 2016 dokter mengambil tindakan pertama yaitu dilakukan operasi pemasangan selang bagian kepala. Pada sebulan sekali oleh dokter disarankan untuk kontrok rutin di RS Mardi Rahayu. Oleh dokter, Dik Angga akan menjalani operasi kembali bulan Februari 2017 pada benjolan tulang ekor belakang.Bapak Nofika Hermanu (29) dan Ibu Sri Widayanti (26) adalah orang tua Dik Angga. Ibu Sri Widayanti yang sebelumnya bekerja sebagai penjahit, kini harus berhenti dari pekerjaannya, dikarenakan keadaan dik Angga yang membutuhkan perawatan insentif dan pendampingan dari dirinya, sedangkan ayahnya sudah tidak bekerja lagi. Karena keterbatasan biaya selama ini dik Angga hanya berobat rutin pada Bidan.Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dik Angga punya sangat membantu selama pengobatan.Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya akomodasi dik Angga selama melakukan kontrol di RS Mardi Rahayu. Bantuan kepada Dik Angga pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 975. Semoga kondisi Dik Angga semakin membaik dan diberi kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @wibowo @lucie_augustin @akuokawai

Septian menderita hydrocephalus + suspect spina bifida


ENDANG SUGIARTI (59, Acites ). Alamat : Purwosari, RT 2/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2016, perut Bu Endang tiba-tiba mulai membesar, semakin membesar dan mengeras setiap harinya. Lalu Bu Endang memeriksakan diri ke rumah sakit, namun dokter belum bisa mendiagnosa penyakitnya. Lalu keluarga membawa Bu Endang ke pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan, justru perut Bu Endang semakin membesar, nafsu makan menghilang, tidur pun tidak nyenyak karena perutnya yang semakin membesar. Sejak Oktober 2016 atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Endang dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Endang. Mulai bulan Oktober Bu Endang telah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus namun dokter belum juga ditemukan apa sakit sebenarnya. Sampai saat ini diagnosa dokter Bu Endang mengalami Acites (adanya cairan di perut). Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas KIS-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Endang. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Endang adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena Bu Endang seorang janda, dimana penghasilannya hanya dari usahanya warung klontong di rumahnya. Saat ini beliau tinggal bersama anak lelakinya Ahmad Bunyamin (24), dan sesekali di jenguk oleh anak-anaknya. Sebenarnya bu Endang memiliki 4 anak lain, 3 anak perempuan sudah berumah tangga sendiri, dan anak bungsu ikut salah satu kakaknya yg sudah berumah tangga itu. Pada bulan Januari 2017 Bu Endang di rujuk ke RSUP Dr Kariyadi Semarang, untuk penanganan lebih lanjut, beberapa kalo kontrol dan pada bulan Februari 2017 sempat ranap inap di RSUP Dr Kariyadi beberapa hari untuk pengambilan cairan dari perut bu Endang agar bisa di laboratorium apakah ganas atau tidak penyakitnya. Dan pada Bulan Maret 2017 bu Endang kembali ranap inap di RSUP Dr Kariyadi karena perutnya semakin membesar, sudah bernafas dan kakinya bengkak. Tanggal 13 Maret 2017 telah dilakukan tindakan laparaskopi, cairan di perut bu Endang diambil, lalu terlihat 3 benjolan di perut bu Endang. Tindakan selanjutnya akan dilakukan biopsi untuk menentukan penyakit yang diderita Bu Endang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontol dan ranap di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1005.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin Ahmad Arim Muttaqin @akuokawai

Bu Endang menderita acites


SEPTIAN ANGGARA PUTRA (1, Hydrocephalus + Suspect Spina Bifida). Alamat : Desa Rendeng, RT 2/2, Kecamatan Kota , Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Angga, biasa ia dipanggil. Sejak lahir ia sudah terdapat kelainan yang diawali berlubang pada tulang ekor belakang kemudian kurang dari 24 jam terdapat benjolan kecil yang semakin membesar sampai sekarang. Awalnya Dek Angga hanya dibawa ke Bidan saja sampai akhirnya dibawa ke dokter bedah yang kemudian dirujuk ke dokter bedah syaraf Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dikarenakan adanya penonjolan syaraf pada tulang ekor yang keluar menyebabkan adanya benjolan dan juga bisa mengakibatkan lumpuh seumur hidup dan didiagnosis suspect spina bifida. Selain itu juga, oleh dokter bedah syaraf dilakukan rontgen ternyata ditemukan adanya penumpukan cairan di kepala dik Angga (Hydrocephalus), pada bulan November 2016 dokter mengambil tindakan pertama yaitu dilakukan operasi pemasangan selang bagian kepala. Pada sebulan sekali oleh dokter disarankan untuk kontrok rutin di RS Mardi Rahayu. Oleh dokter, Dik Angga akan menjalani operasi kembali bulan Februari 2017 pada benjolan tulang ekor belakang.
Bapak Nofika Hermanu (29) dan Ibu Sri Widayanti (26) adalah orang tua Dik Angga. Ibu Sri Widayanti yang sebelumnya bekerja sebagai penjahit, kini harus berhenti dari pekerjaannya, dikarenakan keadaan dik Angga yang membutuhkan perawatan insentif dan pendampingan dari dirinya, sedangkan ayahnya sudah tidak bekerja lagi. Karena keterbatasan biaya selama ini dik Angga hanya berobat rutin pada Bidan.Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dik Angga punya sangat membantu selama pengobatan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya akomodasi dik Angga selama melakukan kontrol di RS Mardi Rahayu. Bantuan kepada Dik Angga pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 975. Semoga kondisi Dik Angga semakin membaik dan diberi kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir :@robbyadiarta @wibowo @lucie_augustin @akuokawai

Septian menderita hydrocephalus + suspect spina bifida


PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN (55, Kanker Payudara) Alamat: Dukuh Brak Bunder, RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Patmi sapaan akrab beliau merupakan pasien dampingan SedekahRombongan Solo sejak 2 tahun lalu. Beliau tinggal dengan seorang menantu dan dua cucu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau biasa berjualan di pasar dengan penghasilan tidak menentu, sementara kedua anak beliau merantau di Kalimantan dan Jogja. Awal 2014 silam beliau tertabrak motor saat hendak pulang dari berjualan, dari situlah benjolan di payudara beliau semakin membesar dan bengkak. Beliau memeriksakan diri ke RSUD Sragen, namun karena keterbatasan alat tim dokter merujuk beliau untuk berobat di RS. Dr. Moewardi (RSDM) Solo. Niat untuk berobat hendak beliau urungkan karena keterbatasan dana, saat itulah kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau kemudian mendampingi pengobatan beliau. Saat ini beliau telah menjalani operasi serta 6 kali kemoterapi. Beliau berangsur sembuh meski harus menjalani kontrol rutin 3 bulan sekali. Setelah rutin kontrol 3 bulan dada mbah Patmi di bagian tulang iga muncul benjolan awalnya lunak lama -lama keras dan membesar. Dari dokter dianjurkan untuk kemoterapi kembali.. awal Juli 2017 mbah Patmi kontrol ke RSDM untuk persiapan kemoterapi. Namun saat antri beliau sesak nafas kemudian dilarikan ke IGD. Dari pemeriksaan dokter dianjurkan mondok karena paru-paru mbah Patmi hanya berfungsi satu, yg lain penuh terisi air. Dr melakukan pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan di paru-paru. Santunan ke-9 kembali kurir sampaikan untuk membantu biaya kebutuhan harian selama perawatan di Rumah Sakit. Santunan sebelumnya tercatat dalam rombongan 928. Mari bersama doakan agar beliau lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Santunan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir: @mawan, @Anissetya60 @Ayak

Mbah Patmi menderita kanker payudara


NOVIA SURTINI BINTI SATINO (34 Tahun,Kanker Payudara). Alamat : Manisharjo RT 02/RW 03 Tepisari,Polokarto,Sukoharjo,Jawa Tengah. Mbak Novi biasa beliau di panggil, menderita Kanker Payudara Stadium 3b di bagian kiri. Awalnya sejak Februari 2013 yang lalu terdapat benjolan kecil di bagian payudara Mbak Novi. Sampai akhirnya Mbak Novi membawanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo (DKR) tetapi di sana tidak di berikan penanganan khusus hanya di infus saja. Lalu Dokter menyarankan untuk di bawa pulang. Setelah pulang dari Rumah Sakit, Mbak Novi merasa kesakitan dan benjolanya semakin membesar, lalu Mbak Novi membawanya berobat ke alternatif di daerah Klaten. Setelah beberapa bulan tidak ada perubahan dan keluarga sudah kehabisan biaya untuk berobat lagi. Alhamdulillah Mbak Novi di pertemukan dengan #Sedekahrombongan pada tanggal 5 Agustus 2013. Akhirnya Mbak Novi menjalani operasi yang pertama di Rumah Sakit Sarjito pada tanggal 23 Agustus 2013 dan didampingi oleh #SRJogja. Setelah itu Mbak Novi hanya disarankan untuk kontrol saja dan dokter pun menyarankan untuk kontrol di Rumah Sakit terdekat. Lalu Mbak Novi kontrol rutin di RSUD Sukoharjo. Karena di sarankan oleh dokter untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Daerah, sehingga dari #SRJogja tidak lagi mendampingi Mbak Novi. Setelah 1 tahun, kemudian kanker Mbak Novi kembali tumbuh ,lalu Mbak Novi kontrol kembali ke Rumah Sakit dan dokter menyarankan untuk operasi lagi. Karena pertimbangan kanker yang kembali tumbuh, saat ini Mbak Novi kembali didampingi oleh #SRSolo. Alhamdulillah Mbak Novi menjalani operasi dengan lancar dan sekarang masih harus kontrol 1 bulan sekali, hasil dari kontrol rutin gula nya tinggi, dan ginjal nya kena. Kontrol terakhir tanggal 13 Juli 2017 di RSUD Sukoharjo. Hasil kontrol terakhir gula darah dan tekanan darah mbak Novi masih tinggi kalau pusing sering mimisan, kemudian perut bagian bawah tepatnya di ulu hati keras hingga dokter menyarankan untuk cuci darah. Santunan ke-4 dari #SedekahHolic Sebesar Rp 500.000,00 telah di sampaikan kepada Mbak Novi untuk biaya akomodasi selama berobat. Tiga santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 896 Keluarga menyampaikan terimakasih atas bantuan yang sudah di berikan dan memohon doa kepada semua agar Mbak Novi cepat di beri kesembuhan. Amin

Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @Mawan , @anissetya60, @RizqiRizqie, @eliyan_a

Mbak Novi menderita kanker payudara stadium 3b


NABBITA ANUGERAH MUKTI (5, Kelainan Tulang Kaki). Alamat: Pangen, Juru Tengah RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Prov. Jawa Tengah. Nabbita merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan Solo sejak 2013 silam. Tinggal bersama Ibunya, Dwi (36) Nabbita sejak lahir telah mengalami kelainan pada tulang kakinya. Sang ayah meninggalkannya dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini ibu Dwi pun berjuang sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan harian dan berobat Nabbita. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp. 800.000,-/bulan. Alhamdulillah kini kondisi Nabbita semakin membaik setelah menjalani serangkaian pengobatan untuk dapat memperbaiki struktur kakinya. Namun dikarenakan kelainan pada syaraf kakinya yang mengakibatkan struktur kaki masih dapat berubah-ubah sehingga diharuskan terapi setiap satu minggu sekali di Rumah Sakit dr. Soeharso (RSO) agar struktur kaki tidak berubah-ubah. Santunan ke-15 pun kembali disampaikan oleh kurir #SedekahRombongan untuk biaya transportasi Nabita dari Purworejo ke Solo. Santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 947 Keluarga Nabita mengucapkan terimakasih serta mendoakan agar segala amal kita diterima serta dibalas oleh Allah SWT dan mengharakan do’a agar Nabita segera sembuh dan dapat bermain kembali. Aaamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 2 Agustus 2017
Kurir : @mawan @anissetya60 @eliyan_a

Nabbita mengalami kelainan pada tulang kakinya


MUCHTAROM BIN BAMBANG (34,Teroid + Pembekakan Jantung). Alamat: Desa Semanggi, RT. 1/11, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Pak Muchtarom merupakan suami dari Ibu Sriyanti (38) dan memiliki 2 Putri yakni Inayah (12) dan Fitria (10). Pak Muchtarom sehari-hari bekerja sebagai Buruh Catering dan bila sedang tidak ada ‘job’ buruh serabutan. Namun sejak bulan Oktober Pak Muchtarom tidak dapat bekerja lagi dikarenakan sakit tersebut. Awal mulanya yang dirasakan kembung di bagian perut, mual dan kaki bengkak. Melihat kondisi seperti itu dilarikanlah ke RS Kustati Solo kemudian diagnosa pembekakan jantung dan diperkirakan teroid. Dari RS Kustati diberi obat untuk teroid hingga 3 bulan namun tidak ada perubahan. Alhasil, Tanggal 26 November 2016 pengobatan pindah ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta atas rekomendasi dari keluarga. Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta menjalani perawatan di ICU selama 4 hari. Hingga pada tanggal 5 November 2016 Pak Muchtarom sudah menunjukan perkembangan yang positif dan kaki sudah tidak bengkak lagi, kemudian diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Selama menjalani serangkaian pengobatan di Rumah Sakit Pak Muchtarom ditanggung oleh BPJS. Kini Pak Muchtarom hanya bisa berbaring di tempat tidur, jikalau ingin duduk pun hanya sebentar tidak bisa berlama-lama karena ada iritasi di bagian tulang ekornya dari efek pemakaian pampers. Selagi menunggu jadwal kontrol, di rumah Pak Muchtarom harus mengikuti beberapa anjuran dari dokter seperti minum air putih dibatasi untuk menjaga pembekakan jantungnya, sehingga untuk asupan energinya minum-minuman yang berasa manis dan setiap makan harus dengan empal daging sebanyak 3 ons bila tidak badan akan lemas, terasa panas dan bahkan sesak nafas. Bila Pak Muchtarom kaget atau panik Pak Muchtarom akan mengalami sesak nafas sehingga dirumah harus sedia Oksigen. Rencana medis selanjutnya Pak Muchtarom disarankan oleh dokter untuk menjalani tes Teroid di luar Rumah Sakit untuk memastikan teroidnya karena teroid Pak Muchtarom tidak terlihat secara kasat mata. Selama Pak Muchtarom jatuh sakit tidak ada pemasukan lagi hingga saat ini hanya mengandalkan uang dari bantuan warga sekitar. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan Pak Muchtarom setelah satu tahun menjalani pengobatan pak muchtarom sudah banyak perkembangan berat badan pak muchtarom sudah naik, sudah dapat berjalan dan beraktivitas seperti sedia kala, namun masih harus menjalani kontrol 2 bulan sekali selama 2 tahun. Santunan ke-2 pun disampaikan guna membantu biaya akomodasi Pak Muchtarom selama kontrol, santunan sebelumnya masuk pada rombongan 918. Pak Muchtarom dan Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang di terimanya semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan di terima Allah dan mengharap do’a semoga Pak Muchtarom segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya60 @eliyan_a

Pak Muchtarom diagnosa pembekakan jantung dan diperkirakan teroid


SALEHA BINTI BRANGSAH HASAN (52, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Bengkalis Indah, RT 1/2, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sudah sekitar 4 tahun yang lalu Bu Saleha menderita penyakit kanker payudara. Awalnya terasa ada benjolan di bagian payudaranya, lalu ia pergi berobat ke dokter dan setelah dilakukan pemeriksaan ia didiagnosa menderita kanker payudara stadium lanjut. Hingga kini, Bu Saleha masih terus berobat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Saat ini Bu Saleha masih menjalani rawat inap yang alhamdulillah seluruh biaya pengobatannya ditanggung JKN-KIS sehingga gratis. Namun karena keterbatasan ekonomi, ia tetap mengalami kendala dalam biaya akomodasi untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga yang mendampinginya selama dirawat di RSUD. Apalagi sejak suaminya meninggalkannya dalam kondisi sakit, ia tidak memiliki penghasilan apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Saleha dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban Bu Saleha dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @nhpita @supriadi @rini_syafrin

Bu Saleha menderita penyakit kanker payudara


SUMIATI BINTI SUHAIMI (46, Dhuafa). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, Dusun Wono Mulyo, RT 25/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Bu Sumiati bekerja sebagai tukang permak baju untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kadang ia juga sesekali menjadi buruh cuci untuk menambah penghasilan. Namun tetap saja itu semua belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga Bu Sumiati. Untuk biaya hidupnya saja ia juga dibantu oleh anaknya yang mengalami keterbatasan fisik sejak lahir karena menderita penyakit polio. Anaknya menjadi marbot mushola dengan upah per bulan Rp. 200.000,-. Kesulitan hidup Bu Sumiati tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari saja, tetapi juga ketiadaan alat transportasi putri Bu Sumiati ke sekolah. Setiap harinya, anak Bu Sumiati harus berjalan kaki untuk pergi ke sekolahnya dengan jarak yang cukup jauh karena ia tidak memiliki biaya untuk menggunakan sarana transportasi umum. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Sumiati dan keluarga sehingga titipan sedekaholics dapat disampaikan kepada keluarga untuk membantu kebutuhan hidup mereka sehari-hari dan pembelian sepeda. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat untuk keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Wawan Dwi @rini_syafrin

Bantuan tunai


DASEM BINTI TANJUNG (60, Komplikasi). Alamat : Desa Kuala Penaso, RT 3/1, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Enam tahun yang lalu Ibu Dasem terkena diabetes, darah tinggi dan saat ini akhirnya mengakibatkan komplikasi pada ginjalnya. Pengobatan yang ia jalani sudah cukup lama di RSUD Duri namun tidak ada kemajuan. Saat ini Bu Dasem hanya bisa berbaring dan duduk di atas tempat tidur karena sudah tidak bisa berjalan lagi sejak 1 tahun terakhir ini. Selama pengobatannya, Ibu Dasem ditanggung oleh Jamkesda sehingga gratis. Bu Dasem sehari-harinya ikut mendampingi suaminya, Tanjung (67), yang bekerja sebagai buruh tani lepas di kampung halaman. Dengan kondisi Bu Dasem yang tidak bisa berjalan dan terkendala biaya untuk membeli kursi roda, ia tidak dapat membantu suaminya secara maksimal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Dasem dan bantuan tersebut digunakan untuk membeli kursi roda. Semoga bantuan tersebut dapat menyemangati Bu Dasem dan keluarga agar lebih semangat lagi dalam menjalani hidup. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @ranitw1

Ibu Dasem terkena diabetes, darah tinggi


ERNAWATI BINTI USMAN (44, Kanker Payudara). Alamat : Desa Langgam, RT 1/4, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ibu Erna sudah mengidap Kanker Payudara sekitar 2 tahun yang lalu dan ia sempat dirawat di RSUD Selasih di Pelalawan. Saat itu kondisinya sangat lemah hingga akhirnya dilakukan operasi pengangkatan tumor payudara dan tranfusi darah paska operasi. Sehari-hari Ibu Erna berjualan di pasar dekat rumahnya untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Suaminya yang bernama Supriyadi (44) bekerja serabutan di daerah kampung halamannya. Alhamdulillah Ibu Erna sudah terdaftar sebagai pengguna JKN-KIS Non PBI sehingga pengobatannya gratis. Namun ia tetap terkendala dalam biaya transportasi berobat sehingga kadang ia tidak rutin menjalani kontrol pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Erna dan dapat menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya transportasi berobat ke RS. Sayangnya takdir Allah berkendak lain, tak lama setelah santunan disampaikan Ibu Erna dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Semoga Ibu Erna husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nhpita Arya @ranitw1

Ibu Erna mengidap Kanker Payudara


SUMARNO BIN KADRI (63, Stroke). Alamat : Jl. Soekarno Hatta RT 21, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Sejak tahun 2012, Pak Marno mengalami hipertensi. Akibat dari sakit hipertensi yang diderita, beliau terkena stroke ringan dan sempat berulang kali keluar masuk rumah sakit di RSUD Dumai. Semakin hari kondisi beliau semakin parah hingga akhirnya kini beliau sudah tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya. Dalam kesehariannya, Pak Marno dibantu dan dirawat oleh anak perempuannya. Sedangkan untuk berobat, beliau wajib kontrol rutin untuk memantau perkembangan penyakitnya. Namun itu pun sempat tertunda karena terkendala masalah biaya transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Marno dan memberikan bantuan untuk biaya transportasi berobat beliau ke rumah sakit. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Pak Marno. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @nhpita Asrina @hermanwaesyah

Pak Marno mengalami hipertensi.


KASTO BIN NOYO SETIKO (62, Stroke). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 25/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada awal tahun 2016, Mbah Kasto terjatuh di parit saat bekerja dan beliau langsung dibawa ke tukang urut untuk mengobati kondisi tulangnya. Hingga akhirnya pada bulan Juni 2016, Mbah Kasto tidak bisa bangun dari tempat tidur setelah istirahat dari tidur siangnya. Karena kondisinya tersebut, keluarga membawanya ke RS Evarina dan beliau didiagnosa mengalami stroke. Namun karena tidak ada perubahan membaik, pada bulan September 2016 Mbah Kasto dibawa ke RSUD Selasih dan beliau dirawat inap selama 2 hari. Pada awal tahun 2017 Mbah Kasto melakukan pengobatan alternatif Terapi Air, namun beliau juga tidak meneruskannya karena terkendala masalah biaya. Penghasilannya sebagai petani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, istrinya Ngatinem (55) adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus Pak Kasto yang dalam kondisi stroke dan masih menggunakan alat bantu tongkat untuk membantunya berjalan. Pak Kasto sebenarnya memiliki JKN-KIS untuk pengobatannya sehingga gratis, namun ia masih terkendala dalam biaya akomodasi berobat saat kontrol. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Kasto dan keluarga dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi berobat beliau. Semoga Pak Kasto cepat sembuh dan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Wawan

Mbah kasto menderita stroke


KASRI BIN TAKARJO (61, Gangguan Lambung). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, Dusun Mekar Sari, RT 16/4 Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Bu Kasri berawal tiga tahun yg lalu saat beliau didiagnosa menderita penyakit maag oleh dokter di RS Ibnu Sina Air Molek di Indragiri Hulu. Saat itu beliau diberi dokter obat hingga kondisinya berangsur membaik. Namun 6 bulan kemudian, kondisi Bu Kasri kembali memburuk sehingga ia harus dirujuk ke RSUD Selasih dan dirawat inap selama 3 hari sampai kondisinya bagus. Sejak itu ia rutin berobat jalan dan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter agar kondisinya tetap stabil. Pada bulan Desember 2016, tiba-tiba Bu Kasri mengalami nyeri pada lambungnya dan keluarganya segera membawa ke puskesmas, beliau dirawat selama 4 hari karena rasa mual yang membuatnya tidak bisa makan dan minum. Sayangnya, saat itu obat yang harus dibeli tidak ada di apotik sehingga keluarga harus menebus obat dengan biaya sendiri. Walaupun Bu Kasri sudah memiliki jaminan kesehatan Jamkesda untuk membebaskan biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung Jamkesda. Suami Bu Kasri, Parno Bin Saman (65), bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap sehingga hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. Kondisi Bu Kasri saat ini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidur karena ia sudah sulit makan dan minum dengan perutnya yang sering terasa nyeri dan mual. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Kasri sehingga titipan sedekaholics dapat disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung Jamkesda. Semoga Bu Kasri segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Dwi

Mbah kasri menderita penyakit maag


WARIYEM BINTI KROMOTIKAN (60, Katarak + Diabetes). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 25/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Satu tahun yang lalu, mata Bu Wariyem terasa sakit dan perih lalu ia dibawa berobat ke dokter di daerah Kayu Ara dan didiagnosa menderita katarak yang mungkin merupakan efek dari penyakit diabetes yang juga dideritanya. Dokter menganjurkannya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan ke dokter Spesialis Mata, namun karena ketiadaan biaya ia tidak pernah memeriksakan kondisi matanya tersebut sehingga akhirnya kini ia sudah tidak bisa melihat lagi. Kondisinya saat ini mengalami kesulitan mobilisasi karena gangguan penglihatan sehingga ia berjalan dengan merambat dan kakinya juga semakin mengecil karena jarang bergerak. Meskipun Bu Wariyem memiliki Jamkesda untuk menjamin pengobatannya, tetapi ia masih mengalami kendala dalam biaya transportasi berobat. Suaminya, Rosali Bin Asli (68), adalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap yang hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. Merasakan kesulitan yang dihadapi oleh keluarga, Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu kelancaran pengobatan Bu Wariyem. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Dwi

Mbah Wariyem menderita katarak


ALDI WIJAYA (16, Dhuafa). Alamat : Jalan Purwo Asri RT 4 No. 27, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Aldi saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan di sekolah SMKN 1 Dumai kelas X dan tinggal di rumah neneknya. Untuk kebutuhan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari, sepulang sekolah Aldi bekerja di tempat pencucian sepeda motor. Bapak Aldi bekerja sebagai petugas keamanan dengan status kontrak di salah satu pabrik, namun ia memiliki riwayat kelainan jiwa, sehingga sewaktu-waktu penyakitnya bisa kambuh. Dengan kondisi ekonomi yang masih jauh dari cukup, Aldi belum mampu membayar uang komite selama 6 bulan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Aldi dan bantuan diberikan untuk pembayaran tunggakan SPP sekolah. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Bantuan tunai


SRI WAHYUNINGSIH (28, Keguguran). Alamat Jl. Sumber Sari Gg. Bakti, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada tanggal 28 April 2017, saat usia kandungannya memasuki bulan ke empat, Sri mengalami pendarahan kecil. Ketika itu, ia menganggap kondisinya tak begitu berbahaya sehingga meskipun mengalami perdarahan ia tetap melakukan pekerjaan rumah seperti biasa. Namun saat sedang mencuci baju, ia merasa tiba-tiba ada sesuatu yg terjatuh dan ternyata itu adalah janinnya. Beberapa tetangga menyarankan agar Sri pergi berobat ke rumah sakit, agar bisa dilakukan operasi pengangkatan sisa janin yang tertinggal di rahimnya. Tetapi karena terkendala masalah biaya sehubungan dengan status suaminya yang baru saja kehilangan pekerjaan, Sri berpikir ulang untuk berobat ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sri dan keluarganya dan merasakan kesulitan yang ia hadapi. Santunan untuk membantu biaya pengobatan di RS pun disampaikan kepada keluarga. Semoga keluarga dapat menerima ujian ini dengan tabah dan Sri segera diberikan keturunan dalam kondisi yang lebih sehat lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone

Ibu Sri mengalami keguguran


FARIDA HANUM (41, Gangguan Tiroid + Ginjal + Jantung). Alamat : Jalan Pak Wo, RT 1/6, Kelurahan Sei Kijang, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah sejak lama, tepatnya pada bulan Agustus 2015, Bu Farida sering mengeluh sakit hingga ia sempat dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama 14 hari dengan diagnosa gangguan tiroid dan pembengkakan jantung. Setelah diperbolehkan pulang, ia melanjutkan pengobatan rawat jalan selama 2 bulan dengan mengonsumsi obat resep dokter. Namun sayangnya ia terpaksa harus menghentikan obatnya tersebut karena terkendala biaya saat obat tersebut tidak tersedia di RS dan ia harus membelinya di luar. Pada awal Maret 2017, penyakitnya kambuh sehingga ia harus dirawat inap di RSUD Selasih selama 11 hari. Dalam kesehariannya, ia harus menghidupi 4 orang anak sendirian dengan statusnya yang sudah janda. Ia mencari nafkah dengan membuat keripik singkong yang dititipkan ke kedai-kedai dengan dibantu anaknya yang pertama yang berusia 18 tahun. Selain itu ia juga kadang membantu menyetrika pakaian tetangga yang membutuhkan jasanya karena penghasilannya sebagai pembuat keripik singkong masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bu Farida memiliki Jamkesda untuk membantu biaya pengobatannya, namun ia tetap terkendala dengan biaya akomodasi berobat serta pembelian obat yang tidak ditanggung Jamkesda. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Farida dan santunan pun disampaikan untuk membantunya dalam biaya akomodasi berobat. Semoga Bu Farida segera sembuh dari semua penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Ragiel

Bu Farida menderita gangguan tiroid dan pembengkakan jantung


TINAH BINTI GUMER (52, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Melur, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bu Tina sudah menderita kanker payudara selama 5 tahun, namun kondisinya yang paling parah dialami sejak 2 tahun terakhir ini. Ia sempat menjalani pengobatan kemoterapi, namun pembayaran BPJS nya menunggak karena ketiadaan biaya sehingga ia tidak dapat melanjutkan pengobatan kemonya. Tumor di payudaranya saat ini sudah dalam kondisi basah dan infeksi sehingga rasa nyeri yang dirasakannya semakin menjadi. Pengobatan yang kini ia jalani adalah pengobatan herbal untuk mengganti pengobatan medis yang sudah tidak dijalaninya. Rasa nyeri yang dirasakannya kadang menyebabkan ia lemas hingga menggigil. Alhamdulillah akhirnya Bu Tina dibantu pengobatannya dengan Jamkesda sebagai pengganti BPJS nya yang sudah tidak aktif lagi karena adanya tunggakan biaya. Walaupun begitu, keluarga tetap terkendala dalam biaya transportasi dan akomodasi berobat saat ia menjalani kontrol rawat jalan. Suami Bu Tina, Matsaat (55), bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak tetap dan hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Tina dan santunan pun disampaikan untuk membantu kendala pengobatan yang dihadapi keluarga ini. Semoga Bu Tina segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @nhpita Murda Slamet

Bu Tina menderita kanker payudara


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses pengobatan Guna berjalan dengan lancar di Solo dan operasi dijadwalkan pada akhir Juli 2017. Mengingat waktu operasi masih lama, Guna dan ibunya berencana kembali dulu ke rumahnya di Riau namun keluarga terkendala dengan biaya pembelian tiket untuk pulang ke Pekanbaru. Sedekah Rombongan kembali membantu pembelian tiket kepulangan Guna dan ibunya ke Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.144.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @nhpita Ragiel Anis

Guna menderita patah tulang kaki


NURBAITI WARIDI (43, Kanker Payudara). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak tahun 2014 bagian payudara Ibu Nur terasa sakit dan ngilu, bila ia melakukan aktivitas berat rasa nyeri yang dirasakannya semakin mendera. Semakin lama payudaranya yang sakit tersebut menjadi benjolan yang semakin membesar. Langkah awal pengobatan yang dilakukan Ibu Nur adalah dengan menggunakan ramuan obat-obatan (herbal), namun setelah 4 bulan menjalani pengobatan tradisional tidak ada perkembangan berarti dan benjolan di payudaranya masih terasa nyeri. Akhirnya Ibu Nur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan dokter di Puskesmas merujuknya ke RSUD Selasih Pelalawan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada Maret 2015, dari hasil pemeriksaan laboratorium dokter mendiagnosis Ibu Nur mengidap kanker payudara. Dokter di RSUD Pelalawan kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani kemoterapi. Ia sempat menjalani kemoterapi selama 4 kali, namun akhirnya tidak dilanjutkan karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dari rumahnya ke Pekanbaru. Pengobatan kemoterapi yang terhenti menyebabkan payudara Ibu Nur membengkak kembali hingga akhirnya pada bulan Juni 2016 ia kembali melanjutkan pengobatan kemoterapi sebanyak 6 kali dengan bantuan dana dari kerabatnya. Alhamdulillah selama ikhtiar pengobatannya Ibu Nur menggunakan BPJS kelas 3 sehingga seluruh biaya berobat ditanggung oleh BPJS, namun selama ia dirawat di RS keluarga masih mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan biaya makan mereka sehari-hari. Suami Ibu Nur, Waridi (42), bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak tetap sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan Ibu Nur selama ia dirawat di RS. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Nur dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RSUD. Semoga ibu Nur senantiasa semangat ikhtiar pengobatannya dan segera diberikan kesembuhan, aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Surveyor : @nhpita @siswanto10 @robyparm @hermanwaesyah

Ibu Nur mengidap kanker payudara.


ROSYIDAH BINTI SULAIMAN (49, Dhuafa). Alamat : Jl. Manggis Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bu Rosyidah adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Anaknya yang kedua menderita sakit lumpuh sejak berumur 2 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Bu Rosyidah kadang menerima pesanan kue. Namun bila tidak ada pesanan kue, ia mengojek untuk memperoleh penghasilan. Penghasilan tetap keluarga bisa dibilang tidak ada, kadang dengan adanya pesanan kue atau mengojek Bu Rosyidah bisa mendapatkan penghasilan Rp. 12.000,-/hari. Namun bila tidak ada penghasilan, seringkali ia mendapatkan bantuan makanan dari warga sekitar yang bersimpati dengan kondisinya yang serba sulit. Sejak ia menjanda, Bu Rosyidah menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi 3 anaknya yang diantaranya menderita lumpuh dan gangguan jiwa. Terlebih lagi, 2 orang kakaknya yang mengalami gangguan jiwa juga tinggal bersama Bu Rosyidah dan anak-anaknya. Anaknya yang mengalami gangguan jiwa hanya tidur di lantai dimana untuk buang air kecil maupun besar dilakukan di tempat ia berada. Sedekah Rombongan yang mendengar kisah Bu Rosyidah segera menemuinya di rumahnya dan menyampaikan titipan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari keluarga tersebut. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan kehidupan Bu Rosyidah dan ia selalu diberikan kesehatan dan kesabaran dalam menjalani hidupnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @nhpita Murda Slamet

Bantuan tunai


MARIANI BINTI FAGILALAH (30, Kelahiran). Alamat : Afdeling BA RT 7/1, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada tanggal 21 Mei 2017, Ibu Mariani mengalami pecah ketuban pada jam 1 malam dan akhirnya ia dibawa ke puskesmas pada jam 11.30 siangnya karena terus mengalami pembukaan. Karena dokter puskesmas merasa khawatir Ibu Mariani kehabisan air ketuban sedangkan pembukaan belum juga maksimal, ia dirujuk ke RSUD Selasih. Dokter puskesmas berharap dengan penanganan yang lebih intensif, Ibu Mariani dapat segera ditangani dengan kemungkinan ia menjalani operasi caesar di RSUD. Sayangnya keluarga ragu untuk membawa Ibu Mariani ke RSUD karena mereka tidak memiliki jaminan kesehatan serta ketiadaan biaya untuk menyewa ambulance. Suami Ibu Mariani, Faatul (25), adalah seorang karyawan honorer dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Adanya keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak sanggup untuk membayar uang sewa ambulance untuk membawa Ibu Mariani ke RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang Ibu Mariani dan segera menemui keluarganya di puskesmas. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi oleh mereka dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya sewa ambulance puskesmas ke RSUD serta biaya rawat inap Ibu Mariani. Alhamdulillah akhirnya bayi Ibu Mariani lahir dalam keadaan selamat dan sehat di RSUD Selasih Pelalawan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.249.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Evi

Bantuan untuk membantu biaya sewa ambulance puskesmas ke RSUD serta biaya rawat


SARMINAH BINTI GHOPAR (37, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Terubuk, Dusun Tua, RT 1/ 2, Kelurahan Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabulaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Sarminah mulai merasakan sakit pada payudaranya sejak tahun 2015, tetapi ia tidak pernah menghiraukan penyakitnya karena kesibukannya mengurus ketiga anaknya. Salah satu anak Ibu Sarminah juga sedang sakit dan sedang menjalani proses rawat jalan serta menunggu hasil biopsi dari rumah sakit. Ibu Sarminah sering mengeluhkan sakit di bagian pinggang dan sering merasa sesak nafas. Akhirnya keluarga membawa Ibu Sarminah untuk berobat di Puskesmas terdekat dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa ia menderita kanker payudara. Selama pengobatannya, Ibu Sarminah ditanggung oleh JKN-KIS PBI sehingga alhamdulillah pengobatannya gratis, namun keluarga masih terkendala dengan biaya akomodasi berobat selama Bu Sarminah harus rutin menjalani kontrol. Ia hidup bersama suaminya, Abdul Ghopar (36), yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat berjumpa dengan Ibu Sarminah dan bantuan yang disampaikan digunakan untuk biaya akomodasi selama ia berobat di rumah sakit. Semoga Ibu Sarminah lekas sembuh dan bisa menjalankan aktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @nhphita @hermanwaesyah Rina @sulistyaone @iifafifa @ranitw1

Ibu sarminah mengidap kanker payudara.


ANDI AHMAD FADHILLAH (11, Autis). Alamat : Jl. Singgalang 3, RT 1/9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Fadil adalah anak dari almarhum Pak Darwis dan Ibu Anis. Almarhum Pak Darwis meninggal dunia pada tahun 2006 saat Fadil masih berumur 11 bulan. Fadil adalah anak berkebutuhan khusus, dengan diagnosa autis yang perilakunya cenderung hiperaktif. Mengingat kondisi Fadil yang memerlukan perhatian khusus, Bu Anis berhenti berjualan agar bisa menjaga dan merawat anaknya. Fadil sempat menjalani terapi dan mengonsumsi obat untuk mengurangi kondisi autis yang dideritanya, namun karena keterbatasan biaya ia berhenti terapi dan tidak ada satu pun obat yang ia konsumsi sekarang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fadil dan keluarga hanya bisa berharap dari pemberian neneknya dan belas kasihan tetangga. Fadil kini bersekolah di sekolah luar biasa di Jl. Hangtuah Pekanbaru. Namun Fadil tidak bisa setiap hari berangkat ke sekolah, karena tempat sekolahnya yang jauh. Sedangkan ibunya tidak memiliki dana untuk mengantar jemput Fadil ke sekolahnya. Saat Fadil tidak berangkat sekolah, hanya ibunya yang mengajar ia membaca dan menulis di rumah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Fadil dan keluarganya, bantuan pun disampaikan kepada Fadil agar dapat ia gunakan untuk membeli beberapa keperluan sekolah serta uang transportasi yang ia gunakan untuk bersekolah. Semoga Fadil tetap terus semangat dalam menimba ilmu hingga ia lulus nanti. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @karin_lathief

Fadil menderita autis


SUPANGSIH RAHAYU (65, Stroke). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, Dusun Segar Alam, RT 1/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak lima tahun yang lalu, Ibu Supangsih terdiagnosa menderita syaraf terjepit dan dokter mengharuskannya untuk menjalani tindakan operasi. Namun karena faktor biaya, ia tidak menindaklanjutinya. Setelah dua tahun berselang, Ibu Supangsih rutin melakukan pengobatan ke posyandu lansia yang berada di desanya karena kondisinya yang semakin melemah. Pada bulan Juni saat ia sedang menggendong cucunya, Ibu Supangsih terjatuh hingga tangan sebelah kanannya terkilir. Sejak itu ia sudah mulai sulit berjalan dan beraktivitas. Kondisinya saat ini semakin memburuk, kakinya membengkak dan ia sering sesak napas sehingga ia sudah menggunakan alat bantu tongkat untuk membantunya berjalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Supangsih dan bantuan pun diberikan untuk membantu biaya transportasi berobat saat ia harus menjalani kontrol rutin. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan keluarga dan Ibu Supangsih diberikan kesembuhan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @nhphita Siswanto Wawan Dwi @rini_syafrin

Ibu Supangsih terdiagnosa menderita syaraf terjepit


DEBY MAULINA (16, Dhuafa). Alamat : Jalan M. Ali no. 9, RT 3/1, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Deby merupakan salah satu siswi kelas X jurusan IPS di MAN 2 Model Pekanbaru. Deby adalah anak yg berprestasi dan mempunyai kecerdasan yg luar biasa diantara kakak dan adiknya. Namun karena faktor ekonomi, kini sekolah Deby berada di ujung kegagalan karena orang tuanya tidak bisa membayar tunggakan uang SPP dan uang pangkal sekolah. Deby adalah anak ke 2 dari 6 bersaudara dari pasangan Pak Suheri (48) yang tidak bekerja karena mengalami gangguan jiwa sejak 11 tahun yang lalu akibat stress dan Bu Eva Susanti (44) yang bekerja sebagai petugas kebersihan honorer. Bu Eva saat ini menjadi tumpuan keluarga, apapun pekerjaan dilakukan untuk menafkahi anak-anaknya. Saat tidak bekerja sebagai petugas kebersihan, Bu Eva bekerja sebagai penjaga kantin sekolah, tukang cuci dan sesekali berjualan soto. Faktor ekonomi membuat Bu Eva akhirnya hijrah ke Batam dan menjadi tenaga honor di sebuah kantor kelurahan. Karena keterbatasan ekonomi, 3 saudara Deby lainnya diasuh oleh saudara jauh keluarga untuk disekolahkan sedangkan kakak tertuanya putus sekolah karena tidak ada biaya. Saat ini Deby serta kedua saudaranya hidup terpisah dengan kedua orang tuanya. Deby tinggal bersama neneknya di Pekanbaru. Neneknya juga tidak bisa banyak membantu, karena beliau juga hidup dari belas kasihan tetangga. Saat ini Deby terkendala dalam pembayaran tunggakan Komite dan Biaya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Deby dan santunan disampaikan untuk membantu pembayaran cicilan tunggakan SPP sekolahnya. Semoga Deby terus semangat bersekolah dan terus berprestasi, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rizky_zary

Bantuan biaya sekolah


AVIAN SECO NUGROHO (17, Leukemia). Alamat : Desa Marga Mulya, RT 20/7, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada awal bulan Maret 2017, Avian mengalami demam tinggi hingga sendi-sendi pada tulang punggungnya terasa sakit dan nyeri. Kemudian keluarga membawanya berobat ke bidan terdekat untuk diperiksakan kondisi penyakitnya, namun karena belum juga membaik akhirnya Avian dibawa ke rumah sakit dan didiagnosa terkena demam berdarah karena trombositnya terus menurun. Setelah dirawat beberapa hari, alhamdulillah kondisi Avian mulai membaik dan akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Namun seminggu berada di rumah, kondisi Avian kembali memburuk hingga akhirnya ia dibawa ke klinik terdekat dan dokter langsung menyarankan keluarga untuk membawa Avian ke Pekanbaru dan dirawat di RS Islam Ibnu Sina. Sesampainya di RS Islam Ibnu Sina, dokter kemudian menyarankan agar Avian dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Keluarga pun membawa Avian ke RSUD dan menjalani cek darah untuk diperiksa patologi anatominya. Hasil darah yang dikirim ke Jakarta menunjukkan bahwa Avian positif menderita penyakit leukemia. Kondisi Avian semakin memprihatinkan dengan badannya yang semakin mengurus dan melemah. Avian hidup bersama ayahnya, Pak Supadi (42), yang bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Ibu Poniyem (42), yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Avian terdaftar sebagai pengguna Jamkesda namun dengan kondisi perekonomian keluarganya yang masih kurang mampu membuat keluarganya masih terkendala dalam biaya akomodasi berobat saat Avian harus pergi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Avian dan santunan disampaikan untuk kelancaran ikhtiar pengobatannya. Semoga Avian tetap semangat dalam berobat dan segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @nhphita Lendriani Mustakwa @ranitw1

Avian positif menderita penyakit leukemia


NADDINE NURHAFIZA (4, Leukemia). Alamat : Jalan Terubuk Dusun Tua, RT 1/2, Kelurahan Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada awal tahun 2015 Naddine sering mengalami demam dan berkurangnya nafsu makan yang membuatnya semakin hari semakin terlihat pucat. Pihak keluarga kemudian membawa Naddine ke RSUD Bengkalis untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif mengenai kondisinya dan ia dirawat selama 2 bulan. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, akhirnya dokter merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh akhirnya diketahui bahwa Naddine terdiagnosa penyakit leukemia dan harus menjalani kemoterapi selama 6 bulan. Paska pengobatan kemoterapi, Naddine tetap harus melakukan kontrol rutin dengan berobat jalan. Namun karena terkendala adanya keterbatasan biaya, pihak keluarga tidak mampu membawa Naddine secara rutin ke RS. Tepat pada bulan Juli 2017, kondisi Naddine memburuk dan keluarga membawa Naddine ke RSUD Arifin Achmad kembali untuk melanjutkan pengobatan kemoterapi. Naddine tinggal bersama ayahnya, Pak Abdul Ghopar (36), yang bekerja sebagai buruh lepas harian dan ibunya, Ibu Sarminah (37), yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan, Naddine ditanggung oleh JKN-KIS PBI sehingga seluruh biaya pengobatannya gratis. Namun lokasi rumah yang jauh dari rumah sakit dengan kondisi keuangan keluarga yang kurang mampu menjadi kendala keluarga untuk bisa rutin membawa Naddine ke Pekanbaru menjalani pengobatannya. Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan keluarga Naddine dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi agar Naddine dapat terus menjalani pengobatannya hingga sembuh. Semoga Naddine tetap semangat dalam menjemput kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @nhphita @sulistyaone Rina @hermanwaesyah @iifafifa @ranitw1

Naddine terdiagnosa penyakit leukemia


RUKMIATI BINTI WAKIMAN (59, Stroke). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, Dusun Wono Mulyo, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak bulan Februari 2017 lalu, Mbah Rukmiati merasakan kram pada kakinya dan beliau memeriksakan diri ke puskesmas. Beberapa kali berobat ke puskesmas, Mbah Rukmiati belum merasakan perubahan yang membaik. Hingga akhirnya kaki sebelah kiri dan tangan kanannya mati rasa. Kondisi Mbah Rukmiati saat ini kaki sebelah kiri sering terasa kesemutan dan tangan sebelah kanan hingga jari-jarinya sudah susah untuk digerakkan. Kondisinya saat ini membuat beliau sudah sulit untuk beraktivitas secara normal dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Mbah Rukmiati memiliki suami yaitu Pak Sukardi (67) yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Pak Sukardi lah yang saat ini melakukan semua pekerjaan rumah tangga meskipun kondisinya sudah sering sakit-sakitan karena pernah mengalami kecelakaan saat ia bekerja. Mbah Rukmiati mengalami kendala transportasi berobat dalam ikhtiar kesembuhannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga Mbah Rukmiati dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi berobat beliau. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @nhpita Siswanto @rizkyqurniazary

Bu Rukmiati menderita stroke


AFIKA YULIANI RAMADHANI (1, GEA Tanpa Dehidrasi + Hipokalemi). Alamat : Jalan Batang Ibul, RT 2/5, Kecamatan Muara Basung, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Afika terlahir dalam keadaan normal. Akan tetapi setelah beberapa bulan, ia mengalami diare berat selama lebih dari 5 hari. Kemudian Afika dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa secara intensif. Akan tetapi setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, ia tetap mengalami diare berlendir diselingi dengan muntah-muntah. Afika juga sudah dibawa berobat ke bidan dekat rumah, tapi tidak ada perubahan dengan kondisi semakin lemas dan kekurangan cairan. Kondisinya semakin memburuk karena ia kehilangan selera makan dan menyusui (ASI) juga tidak mau. Kemudian Afika dibawa ke RSUD Mandau dan langsung dirawat inap. Kondisi saat ini ia masih dirawat namun keadaannya sudah mulai membaik dan sudah tidak muntah lagi meskipun tetap masih mengalami diare sesekali. Afika adalah anak dari Desi Yuliani (21) yang bekerja sebagai buruh upah cuci setrika dan suaminya yang telah bercerai yaitu Farel (30) yang bekerja serabutan. Afika sudah memiliki JAMKESDA Kabupaten Siak yang saat ini sedang dalam pengurusan untuk bisa berlaku di RSUD Duri. Meskipun pengobatannya sudah ditanggung, keluarga tetap terkendala biaya akomodasi selama Afika dirawat di rumah sakit dan juga biaya pengobatan apabila Jamkesda tidak berlaku di RSUD Duri. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Afika dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama ia berobat. Semoga Afika segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @nhpita Dewi Supriadi @rizkyqurniazary

Afika menderita GEA tanpa dehidrasi + hipokalemi


MAYULIS BINTI ABU SALIM (16, Lupus). Alamat : Jalan Subrantas, RT 3/8, Kelurahan Babussalam, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Mayulis awalnya tidak merasakan apa-apa dengan penyakitnya, tetapi kira-kira empat bulan yang lalu ia mengalami demam disertai dengan muntah-muntah hingga kondisinya sangat lemah dan tidak mampu untuk melakukan aktivitas apapun. Karena melihat keadaan Mayulis yang kian hari semakin memburuk, keluarga membawa Mayulis ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit mendiagnosanya dengan penyakit autoimun atau lupus. Keadaan Mayulis saat ini hanya bisa berbaring saja, tubuhnya semakin lemah dan sering muntah-muntah. Mayulis adalah anak dari pasangan Pak Abu Salim yang telah meninggal dunia dan Ibu Darmani yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Mayulis telah terdaftar sebagai peserta KIS-PBI sehingga pengobatannya sudah ditanggung, namun keluarga masih terkendala dalam biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mayunis dan santunan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga. Namun takdir Allah pun menentukan segalanya, tak lama setelah Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan, Mayulis dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @rizkyqurniazary

Bu Mayulis didiagnosa penakit autoimun atau lupus


RENANDRA DAFA SANTOSO (17, Osteoporosis) beralamat Dukuh Wungurejo Rt 9/3 Kelurahan Mojodoyong, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Renandra saat ini hanya beraktivitas di rumah. Osteoporosis yang dideritanya membuat dirinya tidak bisa banyak melakukan aktivitas. Sejak umur 2 tahun, Renandra sudah mengalami patah tulang, sehingga harus dioperasi. Lalu, waktu TK, Renandra jatuh dan menyebabkan tulang kakinya patah. Dan waktu sekolah juga jatuh kembali. Saat ini Renandra sudah menjalani 4 kali operasi. Menurut dokter, tumbuh tumor di kaki kanan dan dagu. Sampai saat ini, pen yang berada di kaki dan tangan juga belum diambil. Bahkan sekarang kaki kanan sudah bergeser, sehingga saat berjalan, tidak seimbang. Semenjak lulus SMP, Renandra tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena ketiadaan biaya. Renandra merupakan anak yatim, karena bapaknya sudah meninggal. Saat ini tinggal bersama Ibunya, Suis Purnomosasi (46) yang bekerja sebagai buruh cuci. Bapak Joko Santoso (49) meninggal karena mengalami sakit, dan sampai saat ini keluarga masih memiliki tanggungan biaya sebesar Rp 2.000.00,00 di salah satu rumah sakit swasta di Sragen. Setelah Bapak Joko meninggal, kakak dari Renandra, Raka Bagaskara (21) mengalami sakit leukemia. Ibu Suis seorang diri harus menemani proses pengobatan Raka yang panjang. Saat ini kesehatan Raka sudah membaik. Setelah menjalani pengobatan di RS Ortopedi Dr Suharso Solo, Renandra harus mengonsumsi obat untuk osteoporosis namun tidak ditanggung BPJS, sehingga keluarga harus menebus obat tersebut dengan biaya pribadi. Keluarga membutuhkan bantuan untuk pengobatan Narendra. Oleh karena itu, kurir SR menyampaikan sedekah dari sedekahholic untuk biaya berobat.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,00
Tanggal : 4 agustus 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Renandra mengalami patah tulang


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1026.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Harji Rini

Pak Asep menderita tumor di belakang mata

Mbak novia menderita kanker payudara


JAMES VALENTINO SYAELENDRA (2, Kanker Kelenjar Getah Bening). Jalan Binor VII C/16, RT 1/14, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa timur. James yang kala itu lahir dengan kondisi badan yang sangat sehat. Pada awal umur yang ke 8 bulan, mulai ada benjolan di daerah sekitar atas mata. Keluarga pun akhirnya mengolesi benjolan tersebut dengan obat tradisional dan benjolan tersebut sudah mulai mengecil. Akan tetapi, pada umur 10 bulan tumbuh benjolan lagi di sekitar lengan dan kaki. Orang tua James yang khawatir akan kondisi pada putranya, lalu mulai diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalai pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis kalau James mengalami kanker kelenjar getah bening. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter pun akhirnya mulai menjadwalkan kemo terapi yang akan dilakukan untuk pegobatan. Pada bulan ini, James telah menjalani jadwal kemo terapinya yang ke 11 dan akan dilanjutkan kemo terapi lagi pada pertengahan Bulan Agustus. James merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Yoseph (46) dan Ibu Anna (39). Bapak Yoseph yang merupakan tulang punggung keluarga, setiap harinya bekerja sebagai penjual koran. Pendapatan yang dimiliki Bapak Yoseph pun juga menentu setiap harinya, sedangkan anak pertama beliau masih duduk di bangku sekolah. Keluarga merasa terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi biaya kebutuhan sehari-hari saat berobat menjadi kendala yang berat bagi keluarga. Alhamdulillah Sedekah Rombonga dipertemukan dengan James, sehingga bantuan dari Sedekaholics pun dapat diberikan kepada James. Bantuan yang diberikan telah dipergunakan untuk membeli pampers, susu, iuran BPJS, transportasi dan membeli kebutuhan saat masuk rumah sakit. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1021. Semoga pengobatan yang di akan dilakukan James diberi kelancaran dan dapat segera sehat kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.623.700,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

James mengalami kanker kelenjar getah bening


ZIO DEVANDRA (5, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Magersari, RT 3/6, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2015, Zio yang saat itu mengeluh kalau di bagian perutnya terasa sakit dan saat buang air kecil sangat sakit. Setelah 5 hari berlalu, wajah Zio tiba-tiba membengkak dan perut Zio juga mulai menggembung. Akhirnya orang tua Zio dengan sigap membawa Zio untuk periksakan ke Puskesmas di daerah sekitar rumah. Dari Puskesmas Zio disarankan untuk melakukan cek laboraturium untuk pemeriksaan yang lebih detail. Hasil dari cek laboraturium, Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor dan langsung diberikan surat rujukan ke RS Saful Anwar (RSSA) Malang. Setelah beberapa kali menjalani kontrol dan konsul dengan dokter di RSSA, Zio akhirnya diputuskan menjalani pengobatan dengan kemo terapi sebanyak 6 kali. Untuk saat ini, Zio telah menjalani kemo terapi yang ke 5 dan ke 6 dan telah menjalani cek laboraturium. Untuk hasil cek laboraturium akan dibacakan hasilnya pada awal Bulan Agustus. Zio adalah putra kedua dari Bapak Hariadi (31) dan Ibu Wulan (29), sedangkan kakaknya Diandra (9) yang masih duduk di sekolah dasar. Orang tua Zio yang bekerja sebagai serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Zio untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Zio sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS sangat menyulitkan keluarga. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zio dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan kembali diberikan untuk Zio yang telah dipergunakan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1000 Semoga pengobatan yang dijalani Zio diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor


YULINAR BINTI JAMALUDIN (44, Kanker Payudara + Hipertensi). Alamat : Jl. Meranti Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada bulan Juli 2016, Bu Yulinar mulai merasakan ada benjolan yang muncul di payudaranya namun ia tidak begitu menghiraukannya. Namun pada saat lebaran haji 2016, ia merasakan nyeri yang luar biasa hingga kakinya tidak bisa digerakkan. Akhirnya ia dibawa ke IGD RSUD Arifin Achmad oleh keluarga. Setelah mendapat penanganan dari dokter IGD, Bu Yulinar diperbolehkan pulang namun disarankan untuk tetap kontrol rutin. Saat kunjungan kontrol ulang, ia diminta untuk menjalani cek darah, rontgent dan biopsi. Dari hasil biopsi, dokter memvonis Bu Yulinar menderita kanker payudara stadium lanjut dan harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 siklus. Setelah pengobatan kemoterapi selesai, Bu Yulinar menjalani operasi pada tanggal 10 Juni 2017. Selain kanker payudara, Bu Yulinar juga menderita penyakit hipertensi dan jantung. Sakit hipertensi ia derita sejak 12 tahun yang lalu dan ia juga diharuskan mengonsumsi obat secara rutin. Kondisi kesehatannya semakin memburuk karena efek dari pengobatan kemoterapi yang ia jalani selama beberapa bulan. Saat ini Bu Yulinar sedang dalam masa pemulihan paska operasi. Meskipun ia sudah memiliki JKN-KIS yang menjamin pengobatannya, namun keluarga tetap terkendala dalam biaya akomodasi dan transportasi selama Bu Yulinar menjalani kontrol rawat jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan untuk membantu kesulitan Bu Yulinar dan keluarga. Semoga Bu Yulinar segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 19 Juni 2017
Kurir: @nhpita @hermanwaesyah @ranitw1 Dede @sulistyaone

Bu Yulinar menderita kanker payudara stadium lanjut

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ALIM BIN NISAM 1,000,000
2 WILDA SARI 1,000,000
3 YAYASAN GALUH 1,500,000
4 MTSR BEKASI 4,000,000
5 NOVA ELIZA 1,000,000
6 SUPRIYANTO BIN MURSODO 1,000,000
7 SEPTIAN ANGGARA PUTRA 500,000
8 ENDANG SUGIARTI 800,000
9 SEPTIAN ANGGARA PUTRA 500,000
10 PATMI BINTI SOEKROMO SIMIN 500,000
11 NOVIA SURTINI BINTI SATINO 500,000
12 NABBITA ANUGERAH MUKTI 500,000
13 MUCHTAROM BIN BAMBANG 1,000,000
14 SALEHA BINTI BRANGSAH HASAN 500,000
15 SUMIATI BINTI SUHAIMI 1,500,000
16 DASEM BINTI TANJUNG 1,500,000
17 ERNAWATI BINTI USMAN 500,000
18 SUMARNO BIN KADRI 500,000
19 KASTO BIN NOYO SETIKO 500,000
20 KASRI BIN TAKARJO 500,000
21 WARIYEM BINTI KROMOTIKAN 500,000
22 ALDI WIJAYA 750,000
23 SRI WAHYUNINGSIH 1,000,000
24 FARIDA HANUM 500,000
25 TINAH BINTI GUMER 1,000,000
26 GUNA IBMAWAN 2,144,000
27 NURBAITI WARIDI 500,000
28 ROSYIDAH BINTI SULAIMAN 1,000,000
29 MARIANI BINTI FAGILALAH 1,249,000
30 SARMINAH BINTI GHOPAR 500,000
31 ANDI AHMAD FADHILLAH 750,000
32 SUPANGSIH RAHAYU 500,000
33 DEBY MAULINA 1,000,000
34 AVIAN SECO NUGROHO 500,000
35 NADDINE NURHAFIZA 500,000
36 RUKMIATI BINTI WAKIMAN 500,000
37 AFIKA YULIANI RAMADHANI 500,000
38 MAYULIS BINTI ABU SALIM 500,000
39 RENANDRA DAFA SANTOSO 500,000
40 ASEP GUNAWAN 1,600,000
41 JAMES VALENTINO SYAELENDRA 1,623,700
42 ZIO DEVANDRA 600,000
43 YULINAR BINTI JAMALUDIN 750,000
Total 38,266,700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 38,266,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1035 ROMBONGAN

Rp. 53,895,002,052,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 1035

  1. khoirul amin

    Greetings! I know this is somewhat off topic but I was
    wondering which blog platform are you using for this
    website? I’m getting sick and tired of WordPress because
    I’ve had issues with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be great if you could point me in the direction of a good platform.