Rombongan 1034

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on August 11, 2017

TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh. Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Selama sebulan menjalani perawatan untuk mengobati infeksi dimata, akhirnya infeksi dinyatakan sembuh dan tim dokter memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Setelah jalani operasi dan disarankan menggunakan kacamata, bulan ini Bu Tini harus tetap jalani chek up ke RS untuk memantau perkembangan matanya.
Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan, serta menjalani operasi di matanya serta membeli kacamata. Semoga saja Bu Tini bisa segera menjemput kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.

Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Bu Tini menderita tumor mata


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN WONOGIRI ( Operasional, Juli 2017 ). Lokasi : Wonokarto RT04/05, Yudistira IV, Wonogiri, Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Aamiin.

Operasional : Rp. 2.163.700,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @Mawan@All tim

Biaya operasional Juli 2017


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Juli 2017 ). Rata – rata dalam sebulan untuk kebutuhan operasional lebih dari dua juta. Mengingat memang kondisi medan di Wonogiri cukup bervariasi dalam hal jarak penanganan pasien. Mobil ambulan ini merupakan salah satu sedekah dari salah satu sedekaholics. Dan beberapa waktu yang lalu pun, yang bersangkutan juga berkenan membantu kembali kebutuhan ambulan kemudian kami putuskan untuk pergerakan di koordinasi wilayah kabupaten Madiun, Jawa Timur. Untuk diketahui bahwa dalam penanganan pasien dalam progress pendampingan setiap harinya membutuhkan semangat para kurir. Hal ini tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mobil ambulan sangat berperan. Masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ambulan SR. Untuk kebutuhan operasional bulan Februari ini sebagaimana laporan berikut. Semoga suatu saat ada lagi yang berkenan bergabung menambah kebutuhan ambulan di wilayah Soloraya, dimana untuk saat ini ambulan hampir tidak pernah berhenti bergerak dalam menangani dhuafa, pasien miskin serta masyarakat dalam kebutuhan sosial mereka. Selain itu, kita juga beregrak dalam penanganan bencana yang akhir – akhir ini terjadi bukan saja di wilayah Soloraya namun juga wilayah tetangga.

Operasional : Rp. 4.281.400,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Juli 2017


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Juni 2017). #SedekahRombongan Pantura Timur dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan yang meliputi wilayah Kudus, Demak, Jepara dan wilayah terdekat lainya, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga Dhuafa lainnya yang membutuhkan. Intensitas penggunaan MTSR Pantura Timur I (K 9469 TB) semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Wilayah Pantura Timur, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulance. Ambulance yang kerap dipanggil “Si Belang” ini tentu harus tampil prima. Selain perawatan Service rutin, ketersediaan bahan bakar juga menjadi keharusan, agar MTSR I Pantura Timur ini senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar (premium) masa penggunaan bulan Juni 2017. Insya Allah, MTSR I Pantura Timur ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Pantura Timur dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Tengah. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Santunan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tangggal : 30 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya Operasional bulan Juni 2017


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Juli 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Loekmonohadi, Rumah Sakit Mardirahayu, Rumah Sakit Kariadi Semarang. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Pantura Timur (Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya). Biaya operasional kali ini digunakan untuk Jasa Driver bulan Juni, Jasa Admin Pantura Timur bulan Juni Serta, Bahan Bakar Minyak . Santunan Sebelumnya masuk dalam rombongan 1022. Terima kasih sedakholic sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para Dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp.3.350.000,-
Tanggal: 9 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya Operasional bulan Juli 2017


MARIYANAH BINTI MUNASIH (61, Diabetes dan Jantung). Alamat: Dusun Kampung Rapet RT 2/4, Kelurahan Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Usia semakin lanjut raga mulai melemah, demikian yang dialami Bu Mariyanah. Di usianya yang sudah mencapai 61 tahun, Ibu Mariyanah merasakan raganya yang mulai lemah, tidak disangka ternyata sudah lama ia memiliki sakit diabet, baru-baru ini ia menyadari dan mengetahuinya setelah merasa tidak nyaman dengan keadaan raganya dan bertekad memeriksakan kesehatannya ke Rumah Sakit dekat tempat ia tinggal. Alhasil diketahuilah bahwa ternyata Bu Mariyanah menderita diabet dan gangguan jantung. Bu Mariyanah kini tinggal dengan anaknya, sehingga segala sesuatu sangat bergantung kepada anaknya yang telah berkeluarga dan hidup serba pas-pasan. Kini Bu Mariyanah sangat membutuhkan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar penyembuhan penyakitnya dan untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya. Qodarullah, Allah pertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Bu Mariyanah, sedekah dari Sedekaholics disampaikan kepada Bu Mariyanah sebagai bantuan tambahan biaya pengobatan dan tambahan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @trislamet @muchtar Muhtadin @akuokawai

Bu Mariyanah menderita diabet dan gangguan jantung


AYU SAHPUTRI BIN SYARIFUDDIN (14, Jantung Tetralogi Of Fallot/TOF). Alamat Jl. Trans Palu-Sabang Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Adik Ayu sudah kurang lebih 40 hari lamanya di rawat di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu akibat penyakit jantung yang diderita. Penyakit jantung ini sudah sejak lahir diderita oleh adik Ayu dan telah beberapa kali masuk rumah sakit untuk kontrol dan berobat. Namun dikarenakan kondisi terus mengalami penurunan dan juga mengalami sakit pada bagian kepala yang begitu hebat, maka pihak keluarga membawa adik Ayu ke Rumah Sakit Umum Anutapura guna mendapatkan pengobatan dan perawatan. Dari hasil laboratorium ditemukan bahwa adik Ayu menderita penyakit jantung tetralogi of fallot (TOF) dengan hipoplasia arteri pulmonalis yang juga didapatkan polistemia vesa atau dalam bahasa sehari-hari disebut jantung disertai ada cairan nanah di bagian kepala. Pihak rumah sakit umum Anutapura Palu menyarankan agar adik Ayu segera di rujuk ke rumah sakit Gatot Subroto di Jakarta guna dilaksanakan operasi dan tindak lanjut pengobatan. Adik Ayu merupakan anak ke-3 dari 5 bersaudara dari Bapak Syarifuddin (46) yang bekerja sehari-hari sebagai tukang dan Ibu bernama Deby (39) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini adik Ayu selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan segera melakukan pendampingan kepada Adik Ayu guna diberangkatkan ke Rumah Sakit Gatot Subroto di Jakarta. Dan Alhamdulillah adik Ayu bersama ayah dan ibunya tiba di Jakarta pada tanggal 10 Juni 2017 dan langsung didampingi oleh kurir sedekah rombongan di jakarta.

Jumlah bantuan : Rp. 12.434.000, –
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : Rasyid @Lismasari

Ayu menderita penyakit jantung tetralogi of fallot (TOF)


IRSAN BIN LAMABE (40, Tumor Laring). Alamat Jl. Cuk Nyak Dien Kecamatan Lolu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah. Bapak Irsan menderita penyakit Tumor Laring dan sudah sebanyak dua kali menjalani pengobatan dan perawatan di bulan Desember 2016 di RS. DR.Wahidin di Makassar dan RSUD Anutapura Palu. Saat ini bapak Irsan kembali dirawat inap di RSUD Anutapura Palu dan hasil USG ditemukan bahwa tumor telah menyebar hingga perut, sehingga harus kembali di rujuk ke Makassar. Namun dari kesepakatan keluarga bahwa bapak Irsan belum dilanjutkan pengobatan ke Makassar karena kendala biaya. Bapak Iran sehari-hari menjalani aktifitas sebagai Imam dan pengurus masjid. Jaminan kesehatan yang dimililiki untuk berobat selama ini adalah BPJS.
Sedekah rombongan segera bergerak setelah mendapatkan informasi dan menemui Bapak Irsan di rumahnya dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : Rasyid @Jattman

Bapak Irsan menderita penyakit tumor laring


ALAKBAR BIN SAPRI (9 bulan, Ulkus Regio Colli). Alamat Jl. Trans Sulawesi Kelurahan Ganti Kecmatan Banawa Sulawesi Tengah. Adik Alakbar sudah 8 hari terus menangis dan sulit tertidur, pada bagian leher hingga sebagain pundaknya mengalami luka kecil dan berair. Oleh kedua orang tuanya membawa adik Alakbar ke Puskesmas untuk berobat dan pihak puskesmas menyampaikan agar Adik Alakbar dibawa ke dokter spesialis anak di Rumah Sakit Kabelota Donggala. Setelah didiagnosa oleh dokter ditemukan bahwa adik Alakbar mengidap penyakit Ulkus Regio Colli. Alakbar merupakan anak dari Bapak Sapri (35) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dan Ibu bernama Santi (26) sebagai ibu rumah tangga. Alakbar selama berobat menggunakan jaminan SKTM.
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah adik Alakbar setelah mendapatkan informasi dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Alakbar mengidap penyakit ulkus regio colli


JALADIN BIN MARIOLA (62, Lumpuh)). Alamat Desa Salubomba RT 4 Kecamatan Baawa Tengah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Jaladin sudah lebih dari 4 (empat) bulan lamanya terbaring di rumah akibat mengalami kelumpuhan. Awalnya Bapak Jaladin merasakan sakit sampai dipinggang akibat kecelakaan terjatuh dari motor, hingga lama kelamaan bapak Jaladin tidak bisa menggerakkan kaki sama sekali dan kedua kaki mengecil. Bapak Jaladin sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan memiliki istri bernama Nani (56) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Jaladin belum pernah memeriksakan diri ke puskesmas atau kerumah sakit. Jaminan kesehatan yang dimiliki belum ada.
Sedekah rombongan segera bergerak ke rumah Jaladin setelah mendapatkan informasi dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan biaya berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Pak Jaladin mengalami kelumpuhan


YUSUF BIN ARSYAD (55, Duafa). Alamat Desa Lembasada Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Bapak Arsyad pada hari selasa tanggal 26 Juni 2017 mendapatkan kabar dari Serawak Malaysia bahwa anak kandungnya yang bernama Ilham (25) meninggal dunia akibat penganiayaan oleh rekan kerjanya. Kabar duka tersebut membuat bapak Arsyad sangat terpukul karena Ilham merupakan tulang punggung keluarga yang selama ini menghidupi keluarga. Bapak Arsyad dan keluarga terus berupaya untuk dapat memulangkan Jenazah Almarhum Ilham, namun tak kunjung mendapatkan kepastian mengenai proses pengembalian Jenazah. Sudah lebih seminggu sejak kabar duka diterima jenazah Almarhum masih berada di Hospital Bintulu Serawak Malaysia. Bapak Arsyad sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Sedekah rombongan segera bergerak bertemu dengan bapak Yusuf setelah mendapatkan informasi dan alhamdulillah sedekah rombongan segera menyampaikan titipan dari para sedekaholic untuk membantu meringankan beban hidup bapak Arsyad.

Jumlah bantuan : Rp. 3.000.000, –
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : Rasyid @Suparman

Bantuan tunai


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 4/3 Kel. Pringapus Kec. Pringapus Kab. Semarang, Jawa Tengah. Mas Amrih adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Bapak Mujiono dan Ibu Sukarsih. Ayah Amrih bekerja sebagai penjual sosis keliling dan Ibu Amrihbekerja sebagai penjual gendar pecel keliling. Amrih saat ini kalau pagi bekerja di tempat pembuatan jok kursi dan malam hari sebagai penjaga di pengisian air minum isi ulang. Mas Amrih telah menderita tumor di bagian mata sejak lahir, sudah dilakukan operasi pada saat berusia 7 bln dengan biaya pribadi yang dibayar secara diangsur selama berbulan-bulan. Setelah lulus SMP tumor kembali membesar dan dilakukan operasi kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan biaya swadaya masyarakat. Pada tahun 2014 tumor kembali membesar dan oleh dokter kembali disarankan untuk melakukan operasi, namun sampai sekarang belum dilakukan operasi karena terkendala biaya. Meskipun pada saat itu pasien sudah memiliki kartu Jamkesda namun dari Jamkesda hanya bisa mengkover kurang lebih 10jt padahal oleh rumah sakit sudah diberi estimasi biaya lebih dari itu, sehingga pasien dan keluarga memutuskan untuk tidak melakukan operasi. awal tahun 2016, tim kurir dipertemukan dengan keluarga Mas Amrih dan sepakat untuk mendampingi pengobatan Mas Amrih. Saat ini Mas Amrih telah menjalani operasi pengambkan tumor dn saat ini masih kontrol rutin tiap bulanan selama 3 bulan, sampai dijadwalkan operasi kembali dari poli mata. Narasi sebelumnya masuk dalam rombongan 1024

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifiin_yaa Muhtadin @akuokawai

Mas Amrih menderita tumor di bagian mata


EKA WIDYASTUTIK, (15, Tidak memiliki Lubang Anus) Alamat Jl. Kepodang Lingk. Krajan RT/RW 002/013, Desa Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Eka didagnosis dokter Dr. Soebandi Jember yang tidak memiliki lubang anus atau bahasa medisnya atresia ani. Kondisi Adik Eka diketahui bahwa saat membuang air besar melewati lubang vagina. Adik Eka sering mengalami demam yang membuat kondisinya semakin memburuk. Adik Eka tidak segera dilarikan ke bidan setempat karena tidak memiliki biaya untuk pengobatan ankanya. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar dari warga sekitar bahwa adik Eka Widyastutik memerlukan dampingan karena dari keluarga kurang mampu / Dhuafa. Karena adik Eka tidak memiliki jaminan apapun akhirnya Kurir Sedekah Rombongan mengurus Jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III. setelah Jaminan kesehatan berupa JKN – KIS NON PBI Kelas III adik Eka diperiksakan ke Puskesmas setempat lalu dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk menjalani operasi. Dokter mengatakan Adik Eka harus menjalani tiga kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk pembuatan lubang kolostomi di perut, dan ada operasi tahan selanjutnya untuk. operasi kedua adalah pembuatan lubang dubur dan ketiga penyambungan saluran pembuangan ke lubang dubur yang baru. Alhamdulillah selesai menjalani operasi petama sudah selesai, menunggu tahapan operasi selanjutnya. kondisi adik Eka ini semakin membaik. Bapak Siswanto (29) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, sedangkan ibunya, Wati Widiyanti (32), ibu rumah tangga. Saat ini adik Eka hanya menjalankan Kontrol rutin dan menunggu tahapan operasi selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Eka, Santunan yang diberikan di pergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS, Akomodasi dan Transportasi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Eka dan dapat segera sembuh. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 572.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adik Eka didagnosis tidak memiliki lubang anus


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) JEMBER ( P 1272 SR + P 1831 QE, Biaya Operasional Juli 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Jember, Bondowoso, Besuki, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan bahkan mengirim pasien ke Malang maupun Surabaya. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar, Tap Oli, Service, Balik Nama MTSR dan perawatan lainnya. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Jember akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1021

Jumlah santunan: Rp.17.065.000,-
Tanggal: 30 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional Juli 2017


ABDUL ROZAK, (6, Ginjal Bocor) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/004, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Abdul Rozak, biasa dipanggil Rozak. Adik Rozak mengalami sakit sejak umur 2 tahun yang di deritanya tidak mengalami kesakitan karena umur adik Rozak masih kecil. Dan setelah umur 4 tahun adik Rozak mengalami sesak nafas, Air Urin bebusa, dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas. Karena adik Abdul Rozak memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI, Abdul Rozak langsung dibawa ke Puskesmas terdekat oleh keluarganya untuk mengetahui sakit yang dideritanya, dan Dokter Puskesmas menyatakan bahwa Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor dan Dokter Puskesmas menyarankan Adik Rozak dirujuk ke Poli Bedah RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut. Setelah itu sesampai di RSUD Dr.Soebandi Jember Adik Rozak menjalanin cek Lab dan Dokter menyatakan Adik Rozak mengalami Ginjal Bocor. Adik Rozak sudah bolak balik Opname atau Rawat inap di RSUD Dr. Soebandi Jember karena kondisinya sering ngedrop. Adik Rozak adalah anak dari pasang Bapak Achmad Ariyadi (41) dan Ibu Siti Muslika (38), Bapak Achmad Ariyadi ini bekerja sebagai penarik tukang becak di Desanya yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Keluarga Adik Abdul Rozak membutuhkan bantuan dan dampingan selama adik Rozak berobat karena keluarga dari kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan infomasi dari salah satu tetangga bahwa adik Rozak memerlukan bantuan karena selama penebusan Obat di Luar BPJS tidak mampu untuk membelinya dan Transport bolak balik ke RSUD Dr. Soebandi Jember ke rumahnya. Selang 7 bulan Adik Rozak dirujuk ke Dr. Soetomo Surabaya karena kondisi yang dialaminya cukup serius. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rozak. Santunan yang diberikan untuk Uang saku, Akomodasi, pembelian obat diluar BPJS dan Transport. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Rozak dan Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal :26 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rozak mengalami ginjal bocor


SITI ASPIYA, (20, Atresia Ani) Alamat Dusun Sumber Tengah RT/RW 001/001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Siti Aspiya adalah anak dari pasangan Bapak Sunar (49) dan Ibu Misnaya (48) yang lahir dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan yang tidak memiliki anus. Pada awalnya, Aspiya terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Aspiya tidak di periksaan oleh keluarganya karena keterbatasaan biaya. Hingga sekarang adik Aspiya masih tetap merasakan sakit saat buang air besar. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aspiya bahwa Aspiya memerlukan bantuan. Semangat untuk sembuh Aspiya sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Aspiya untuk berobat di rumah sakit paru Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Setelah dua kali pemeriksaan di rumah sakit paru Jember, Aspiya menjalani pengobatan Pasca operasi agar Aspiya bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Orang tua Aspiya Ibu Misnaya (48) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tanggan dan Bapak Sunar (49) yang bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Adik Aspiya memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarga dalam pembiayaan selama Aspiya berobat. meski Aspiya telah memilki JKN – KIS kelas III, masih banyak obat-obatan dan peralatan lainnya yang harus dibeli diluar cover Jaminan yang dimiliki Aspiya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Aspiya, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama dirumah sakit, Transportasi, dan pembelian alat di luar cover BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aspiya dan semoga diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, Amin. dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1030

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Siti menderita atresia ani


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, pembayaran Iuran BPJS, Transportasi dan pembelian alat diluar cover BPJS pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1030

Jumlah Santunan : Rp. 1.450.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ahmad menderita atresia ani


SURATENO BIN MARIYO, (36, Liver) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/003, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu Pak Surateno merasakan sakit di sekitar perut hingga ke tulang belakang. Karena keluhan sakit Pak Surateno tidak kunjung reda, beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Tempurejo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Surateno didiagnosa menderita sakit liver dan dianjurkan untuk rawat inap. Karena Pak Surateno merupakan tulang punggung keluarga, beliau tidak mau menjalani pengobatan dengan rawat inap dikarenakan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga dokter memberikan obat jalan. Kondisi Pak Surateno kini masih belum membaik, ditambah nafsu makan beliau berkurang. Pak Surateno sering batuk-batuk dan wajah beliau nampak pucat. Pak Surateno bekerja sebagai buruh tani. Istri beliau, Yayuk Setyo Rini (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikaruniai satu orang anak, dan anaknya masih berusia 7 tahun. Selama menjalani pengobatan ketika di Puskesmas, Pak Surateno menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun dalam kondisi sakit, beliau masih memaksakan diri untuk bekerja. Setelah penyakit yang dialaminya semakin bertambah para Surateno meminta rujukan ke rumah sakit Bina Sehat Jember, dan Surateno menjalanin Opname untuk perbaikan kondisi. Pak Surateno mengalami kesulitan biaya dalam membeli obat-obatan diluar obat yang dicover KIS dan biaya transportasi. Upah beliau bekerja sebagai buruh tani hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang terkadang juga masih belum cukup. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Surateno. Bantuan telah digunakan untuk biaya transportasi, Akomadasi dan biaya obat-obatan yang tidak dicover KIS. Semoga Pak Surateno bermanfaat dan segera sembuh. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.755.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Surateno menderita sakit liver


ASMUJI BIN NGATUN, (45, Stroke) Alamat Dusun Krajan RT/RW 014/003, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pak Muji sering beliau panggil. Pak Muji adalah buruh tani, setiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah pagi sampai sore. Pak Muji bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Muji tinggal bersama Istri dan anaknya. Kini Pak Muji tidak bisa bekerja lagi karena terjatuh saat hendak selesai menanam kedelai di Sawah dan tiba tiba Pak Muji sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar badan Pak Muji mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Muji yang semakin memburuk, warga membawanya ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Muji diagnosis mengalami pecahnya pembuluh darah di kepala dan mengakibatkan Stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Muji memiliki Jaminan Kesehatan Berupa KIS PBI, yang meringankan beban keluarganya dalam pembiayaan selama dirumah sakit Dr. Soebandi Jember. Tetapi biaya hidup dirumah sakit dan Transport ke Rumah sakit, Ibu Sri Wahyuni (36) istri dari Pak Muji dan anaknya kebingungan karena dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan mendengar derita dari keluarga Pak Muji, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Pak Muji. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi pasca Operasi dan Uang Saku + Transport. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Pak Muji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin . .

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Muji mengalami stroke ringan


RAHMATULLAH BIN ZAINAL, (34, Kecelakaan Kerja) Alamat Dusun Gluduk RT/RW 006/004, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Enam tahun lalu Rahmatulla mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ia terjatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah. Kondisi itu menyebabkan ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Setelah tiga tahun kemudian kaki Rahmatullah kian membusuk karena tidak ada tindakan medis sejak beliau mengalami kecelakaan kerja. Setelah itu oleh Ibunya Buk Nami (57) Rahmatullah dilarikan ke Puskesmas terdekat usai selesainya pembuatan JKN-KIS NON PBI Kelas III Mandiri. untuk tindakan pemeriksaan secara medis dan oleh pihak Puskesmas menyarankan Rahmatullah di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember Rahmatullah diperiksa dan diagnosa Dokter menyatakan bahwa Rahmatullah mengalami Osteomielitis Kronis, Osteomielitis Kronis adalah infeksi tulang yang disebabkan oleh bakteri. Yang harus menjalani Operasi pada Kaki Rahmatullah, karena keterbatasaan biaya Rahmatullah tidak melanjutkan pengobatannya hingga sakit yang dialaminya selama enam tahun. Kaki Rahmatullah yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang untuk biaya CT-Scan, Check Lab, dan alat medis habis pakai, dll yang di Luar tanggungan BPJS. Kondisi Rahmatullah kini masih dalam posisi tidak normal dan luka yang membusuk di kaki beliau. Rahmatullah hanya bisa duduk dan tidur saja. Saat ini Rahmatullah tinggal bersama Ibu Nami (57) yang berprofesi sebagai tukang pijat dan Bapak Zainal (62) yang bekerja sebagai buruh tani, penghasilan orang tua Rahmatullah hanya mampu untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan oleh Rahmatullah yang terbaring lemas di tempat tidurnya, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke rumah sakit Paru Jember untuk pemeriksaan awal karena luka yang dialami Rahmatullah semakin serius. Setelah pemeriksaan Check Lab dan CT-Scan dan Kontrol setelah dua minggu Rahmatullah dijadwalkan Operasi pada Tanggal 13 Juni 2017 yang intinya untuk merekontruksi pembuluh darah arteri dan vena yang bergabung menjadi satu akibat kecelakaan kerja maka dari itu dilakukan operasi pemasangan pembuluh darah sintetis dengan harapan aliran darah arteri dan vena kembali normal seperti sediakala. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rahmatullah. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Alat pembuluh darah Sintetis / Vascutexk, Akomodasi paska Operasi dan pembelian obat diluar BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Rahmatullah dan dapat menghasilankan kesembuhan seperti sediakala, Amin. Dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1024

Jumlah Santunan : Rp. 20.925.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rahmatulla mengalami kecelakaan kerja


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Operasional RSSR Juli 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan seperti ATK, PBB Rumah Singgah, pembayaran Speedy, Hotline Dll. yaitu selama bulan Juli 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1021

Jumlah Santunan : Rp. 7.728.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya operasional RSSR Juli 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) JEMBER ( Sembako RSSR Juli 2017 ). Rumah singgah Jember yang beralamat di Jalan Srikoyo No. 12, Patrang, Jember. Lokasi rumah para pasien dampingan yang seringkali jauh dari rumah singgah, dan dengan proses pengobatan pasien yang seringkali harus berulang kali kembali ke rumah sakit, inilah yang mendasari terbentuknya rumah singgah sedekah rombongan (RSSR). Santunan yang diberikan sejumlah di bawah ini digunakan untuk pasien dampingan di Rumah Singgah dan keperluan rumah singgah, Dan hal-hal yang diperlukan selama pasien dan keluarga pasien menginap sementara di rumah singgah di saat menunggu masa pengobatan di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, yaitu selama bulan Juli 2017. Semoga sedekah dari para sedekaholics ini dapat bermanfaat dan mendapatkan balasan berlipat ganda serta dimudahkan semua urusan dunia dan akherat. Aamiin Ya Rabb. Santunan sebelumnya (RSSR) ini masuk Rombongan 1021

Jumlah Santunan : Rp. 2.850.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Biaya sembako RSSR Juli 2017


BAYI NYONYA MASLAH PUJI LESTARI, (1, Asfiksia neonatorum) Alamat KP. Tunjang RT/RW 001/002, Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pada Tanggal 8 Juli 2017, Ibu Maslah (32), melahirkan bayi putri di RSUD Besuki Situbondo melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dan kondisinya lemas serta kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak rumah sakit sang bayi dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Bayi Ny. Maslah sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Suami Maslah, Salidin (47) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari – harinya. Selama dirawat di RSUD Dr. Soebandi Jember, bayi Ny. Maslah masih menghadapi masalah dengan penyakit yang dialaminya, dan akhirnya Tuhan berkehendak lain bayi Ny. Maslah meninggal. Kurir Sedekah Rombongan turut berduka cita atas meninggalnya bayi Ny. Maslah. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan untuk santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas meninggalnya bayi Ny. Maslah.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Sang bayi menderita asfiksia neonatorum


SITI MUAWANAH, (35, Tumor Otak) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/004, Desa Nogosari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya, Ibu Muawanah merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Muawanah memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Muawanah hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Satu bulan kemudian, ibu Muawanah mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Muawanah memerah. Ibu Muawanah juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Muawanah dirujuk ke RS Balung Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Balung Jember, ibu Muawanah dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Di RSUD Dr. Soebandi Jember, ibu Muawanah telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ibu Muawanah mederita Tumor Otak sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soebandi Jember setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Muawanah sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merespon dan terkadang tidak bisa. Ibu Muawanah hanya bisa terdiam di rumah karena matanya sudah tidak begitu normal. Suami ibu Muawanah, Abu Bakar (41) bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentukan, yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya. Ibu Muawanah adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua seorang anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah rumah yang berdinding kayu. Selama pengobatan, ibu Muawanah menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas III. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Muawanah telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Kurir Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk pembayaran Iuran BPJS dan Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Muawanah dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017 dan 5 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Muawanah menderita tumor otak


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit,Pembayaran Iuran BPJS Kelas III, dan Pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Mega dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1030

Jumlah Santunan : Rp. 660.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega mengalami sakit kelenjar Getah bening


SUKARLIK, (44, TB TULANG) Alamat Dusun Gumuk Bago RT 029 RW 005, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit pada pukul 10.00 WIB Ibu Sukarlik mengalami kecelakaan kerja di sawah, yang sedang mengalamai jatuh atau terpleset di pinggir sawah sehingga Ibu Sukarlik jatuh dan kesakitan di pinggul sebelah kiri. Setelah itu Ibu Sukarlik pulang dan memanggil dukun pijat kerumahnya dan keadaan semakin membaik dan selama 3 bulan selama Ibu Sukarlik mengalami sakit di pinggulnya Ibu Sukarlik pun rutin ke dukun pijat dan akhirnya beliau sakitnya semakin tambah parah, sehingga jalannya tidak normal dan jalan pun memakai alat bantu jalan berupa tongkat kayu yang dibuat oleh Suaminya sendiri. Setelah itu Ibu Sukarlik dilarikan ke klinik untuk menjalani Trapi dan penyakit yang dialaminya semakin parah sehingga tidak bisa berjalan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Ibu Sukarlik memerlukan bantuan untuk dampingan selama berobat dan Keluarga Ibu Sukarlik adalah keluarga kurang mampu dan pada akhirnya Kurir Sedekah Rombongan membantu yang sedang mengalami kesusahan untuk masalah pembiayaan dalam berobat dan pembelian Obat-obat an yang dibutuhkan Ibu Sukarlik. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Sukarlik dan setelah itu Kurir Sedekah Rombongan mengevakuasi Ibu Sukarlik ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut dan di diagnosa Dokter bahwa Ibu Sukarlik mengalami TB Tulang dan oleh pihak rumah sakit Ibu Sukarlik untuk segera di Operasi supaya penyakit yang di alami Ibu Sukarlik segera di tangani lebih lanjut. Ibu Sukarlik tinggal bersama Suamianya Bapak Hanafi (47) yang bekerja sebagai Buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hariNya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Sukarlik. Santunan yang diberikan untuk pembayaran Iuran BPJS dan Pembelian Obat diluar BPJS. semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sukarlik dan mendapatkan kesembuhan seperti beliau masih sehat Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp.674.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017 dan 5 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Sukarlik menderita TB Tulang


MOHAMMAD NUR GHUFRON, (42, Tumor Testis) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/001, Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Riwayat penyakit Pak Ghufron berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis mengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Pak Ghufron tidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Pak Ghufron menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk dari RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso ke RSUD Dr. Soebandi Jember agar dapat ditangani secara lebih intensif. Sebelum beliau sakit Pak Ghufron bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari bagi keluarganya, dan Istrinya ibu Holilah (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Pak Ghufron dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Ghufron dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Pak Ghufron dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya tunggakan JKN – KIS NON PBI Kelas III, pembelian obat di luar tanggungan BPJS dan akomodasi selama ia dirawat inap. Alhamdulillah, kondisi Pak Ghufron mulai membaik. Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 899.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Ghufron menderita suspek tumor testis


UNDANG SUBKI (50, Stroke). Alamat : Kampung Salamanjah RT 2/2, Desa Mekaramaju, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan dua anaknya, Pak Undang tinggal di rumah bilik amat sederhana di daerah yang dikenal sebagai kampung pengrajian pandai besi. Pak Undang sendiri dikenal warga sebagai buruh harian di usaha rumahan pengrajian golok dan pisau. Istrinya, Ibu Yaah (43), hanya ibu rumah tangga biasa; tak ada pekerjaan lain selain membantu suami dan mengurus anak-anaknya. Mereka termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan; apalagi setelah Pak Undang tidak bisa lagi menafkahi keluarganya karena sakit sejak pertengahan Juni 2016. Awalnya, suatu hari, tangan kiri Pak Undang tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Keluarganya kemudian membawanya periksa ke alternatif pijat refleksi, Puskesmas, bahkan RSUD Soreang. Dia diduga terserang stroke. Berkali-kali dia berobat secara medis dan nonmedis, tetapi kondisinya tak kunjung membaik. Saat ditemui kurir #SR di Kabupaten Bandung, kaki kiri Pak Undang bahkan tidak bisa berfungsi lagi. Berbicara pun ia tidak bisa. Dia tidak bisa berbuat banyak. Pekerja keras ini terpaksa kehilangan mata pencahariannya. Penghasilannya yang tak seberapa itu kini tiada lagi. “Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk biaya hidup sehari-hari pun kerap dibantu saudara. Kami punya jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi kami tak sanggup kalau harus terus-menerus ke rumah sakit,” kata istrinya kepada kurir Sedekah Rombongan yang bertemu dengan mereka atas informasi saudaranya. Pada pertemuan pertama dengan Pak Undang dan keluarganya, mereka menyampaikan keinginannya untuk berobat ke Klinik dr. Bana sebelum melanjutkan kembali ikhtiarnya ke RSUD Soreang. Dengan izin Allah Swt dan empati sedekaholics #SR, kurir #SR kemudian mengantarnya periksa malam itu juga. Alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk Pak Undang dan keluarganya. Bantuan yang mereka terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Desember 2016, istri Pak Undang menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa suaminya memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar ke rumah sakit dan ke alternatif. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguknya untuk yang ketiga kali. Bagian kaki sebelah kiri dan tangan sebelah kiri belum kembali normal. Ia masih rutin berobat dan menjalani terapi. Pada Juli 2017, istrinya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Pak Undang akan berobat ke ahli tulang dan membutuhkan bantuan. Bersyukur kurir #SR dapat menemui mereka di rumah bilik itu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada kesempatan itu kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Pak Undang Subki, yang digunaan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 931.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Undang diduga terserang stroke


ANAH ROHAYATI (38, Susp. Infeksi Saluran Pernafasan). Alamat : Kampung Cimuncang RT 2/7 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Teh Anah –panggilan sehari-harinya—baru kali ini mengalami serak suaranya yang begitu hebat sehingga hampir tiga minggu guru ngaji itu tak bisa menjalankan aktivitasnya mengajar anak-anak mengaji di madrasah. Suaranya mengalami perubahan yang tidak normal, berubah menjadi parau dan berat. Berbagai ikhtiar penyembuhan dilkukan. Diantar anaknya, ia sempat diperiksa di dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Menurut diagnosa sementara, Bu Anah mengalami gangguan pada tenggorokan yang disebut infeksi saluran nafas. “Istri saya ingin sekali melanjutkan pemeriksaannya ke RSUD Soreang, seperti anjuran dokter Puskesmas, tetapi belum terlaksana karena terkendala biaya,” papar suaminya, Pak Warman (50) pada kurir #SR di Bandung. Ibu Anah dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Suaminya hanyalah pekerja serabutan yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Ibu Anah sendiri hanya ibu rumah tangga biasa yang juga disibukkan dengan tugasnya sebagai guru ngaji anak-anak. Kurir #SR merasa bersyukur dapat bertemu dengan keluarga dhuafa yang taat dan tawakal ini. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada awal Juni 2017 Sedekah Rombongan dapat memberinya bantuan sehingga ia bisa meneruskan pengobatannya. Pada minggu terakhir bulan Juli 2017, kurir #SR bertemu lagi dengan Ibu Anah di rumah kontrakannya. Kondisinya membaik, tetapi ia masih harus beriktiar untuk sembuh total. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Anah Rohayati yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Anah mengalami infeksi saluran nafas


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (3, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT 2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi dipahami para awdwkaholik SR. Alhamdullah #SR bisa bersilaturahmi dengan anak yatim ini dan mendampinginya berobat ke rumah sakit sampai saat ini. Biaya tranportasi-akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung Juga biaya sehari-hari mereka dibantu sedekaholik. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 Shiddiq dirawat inap hampir sebulan dilanjutkan dengan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi pertamanya berhasil. Pada 28 Agustus 2015 ia diperbolehkan pulang dan dijemput MTSR Bandung. Siddiq menjalani kontrol pertamanya pada 3 September 2015, juga diantar-jemput MTSR. Perkembangannya sangat menggembirakan. Benjolannya sudah mengecil. Minggu kedua Oktober 2015 Shidddiq kontrol lagi ke RSHS Bandung. Pada kontrol ketiga, November 2015, dokter menyatakan bahwa penanganan di RSHS telah tuntas. Tetapi karena pada mata kirinya sering keluar cairan dan memerah, ia dirujuk ke RS Mata Cicendo, dan harus berobat jalan dua minggu sekali. Pada akhir Desember 2015, Shiddiq diantar-jemput lagi ke RS Mata Cicendo untuk pemeriksaan matanya yang kerap berair. Pada 9 Februari 2016, kurir #SR kembali mendampinginya kontrol ke Poli Anak RSHS Bandung. Kondisinya alhamdulillah membaik, meskipun ia masih harus kontrol kembali. Pada awal April 2016 ibunya mengabari kurir #SR di Bandung bahwa Shiddiq harus kontrol selaligus menjalani terapi di RSHS Bandung. “Kami harus bawa lagi Shiddiq ke RSHS tapi kami tak punya biaya,” kata ibunya. Anak yatim dari keluarga dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhannya. Kurir #SR kemudian mengantar-jemput Shiddiq dan keluarganya menjalani pemeriksaan medis dan terapis di RSHS Bandung. Selain itu, alhamdulillah, sedekaholiks #SR juga kembali memberinya bantuan untuk biaya akomodasi selama berobat dan biaya sehari-hari. Sejak bulan Mei 2016 Shiddiq rutin menjalani terapi seminggu sekali ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir #SR terus mendampingi dan mengantar-jemputnya menggunakan MTSR Bandung. Meskipun kondisinya amat menggembirakan, sampai September 2016, anak yatim ini masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS Bandung. Begitu juga di bulan Oktober 2016 dan November 2016, Shiddiq menjalani terapi rutin seminggu sekali di RSHS Bandung. Pada awal Januari 2017 ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan adanya benjolan di bagian belakang pundak anak semata wayangnya itu. Esok harinya, ia diperiksakan ke Puskesmas Rawabogo dan RSUD Soreang. Karena benjolannya diduga serius, penanganannya kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Baru saja penyakit miningokele teratasi, Shiddiq harus kembali menjalani pemeriksaan untuk memastikan benjolan yang tumbuh di awal tahun 2017 itu. Pada Feburari 2016, selain diperiksakan ke Poli Ongko dan Poli Anak, ia juga sempat diterapi di Poli Tumbuh Kembang. Sampai awal Mei 2017 Shiddiq kontrol ke RSHS. Pada bulan Juni 2017 ia tak sempat diperiksakan ke RSHS. Karena itu, di akhir bulan Juli 2017, ibunya mengabaarkan bahwa Shiddiq harus menjalani terapi di RSHS Bandung. Mereka masih membutuhkan dukungan dan bantuan para dermawan. Berempati atas apa yang dialami Shiddiq dan keluarganya, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk mereka yang digunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya tranportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Shiddiq menderita meningokel


NENI SURYANI (35, Retak Tulang Pinggang + Urat Terjepit). Alamat: Kampung Padarame RT 1/5, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Penderitaan Ibu Neni dialaminya sejak bulan November 2016. Sejak melahirkan anak yang ke-6, ia merasakan pingganggnya sakit dan ia tidak bisa bangun dari tidurnya. Sejak itu ia bisa terbaring di kamarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Rancamaya, ia dinyatakan mengalami retak tulang pinggang da nada uratnya yang terjepit. Dokter rumah sakit pun memberikan surat rujukan agar ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena faktor ekonomi, suami dan keluarganya yang miskin tidak bisa membawanya berobat. Suami Ibu Neni, Bapak Enjang, tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia bekerja serabutan dan sesekali bekerja sebagai buruh tani atau kuli bangunan kalau ada yang mengajaknya bekerja ke kota. Ibu Neni dan Pak Enjang memiliki enam orang anak yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana, yang banguannya belum selesai. Setelah selama empat bulan terbaring dalam kepasrahan, kabar tentang penderitaannya sampai kepada kurir #SR di Bandung melalui saudaranya yang tinggal di Bandung. Syukur Alhamdulillah, kurir #SR dapat berkunjung ke rumah Ibu Neni untuk melihat keadaannya. Dari hasil kunjungan kurir #SR itu, diketahui bahwa Ibu Neni dan keluarganya adalah keluarga dhuafa yang benar-benar memerlukan uluran tangan demi membantu pengobatan Ibu Neni dan meringankan beban hidup keluarganya. Pada kesempatan itu pula, alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat memberikan bantuan uang, titipan dari para Sedekaholik #SR yang berempati atas penderitaannya. Bantuan awal itu digunakan untuk biaya pemeriksaan, rontgent, dan biaya transportasi membuat surat rujukan dari Rumah sakit dan BPJS di daerah setempat. Pada Mei 2017 Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan uang untuk transportasi dan bekal berobat ke RSHS Bandung. Selain itu, kurir #SR memberi pendampingan selama pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung dan selama pengobatan Ibu Neni menginap di RSSR Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan di awal Juni 2017, ia harus menjalani pengobatan rutin sebulan sekali. Obat untuk mengatasi TB Tulang harus ia minum selama setahun. Pada akhir Juli 2017 kurir #SR menjenguk Ibu Neni di rumahnya sekaligus menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Kondisinya psikisnya membaik walaupun ia masih terbaring, belum bisa banyak bergerak. Ibu Neni masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Neni Suryani. Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Neni mengalami retak tulang pinggang da nada uratnya yang terjepit


AGUS HIDAYAT (48, Stroke). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Agus mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh serangan penyakit stroke yang ia derita. Semenjak sakit, istrinyalah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka dengan bekerja sebagai buruh cuci. Selama ini bapak dari dua anak ini berobat di Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang dengan fasilitas Jamkesmas. Selain minum obat, Pak Agus, yang dikenal dengan Agus Boncel ini, juga disarankan mengikuti fisioterapi seperti latihan menggerakkan jari-jari tangan, lengan, dan kaki. Pak Agus juga menjalani terapi pijat tradisional yang dirasakannya membantu proses kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat mendampingi Pak Agus berobat sampai saat ini. Pada awal Maret 2016, MTSR Bandung sempat mengantar-jemput Pak Agus ke Puskesmas Sugihmukti Pasirjambu. Lebih dari itu, santunan dari sedekaholics #SR pun kembali disampaikan kepada Pak Agus di gubuk pinjaman dari tetangganya itu. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat, vitamin dan keperluan sehari-hari. Pada kunjungan, 12 Maret 2016, kondisinya tampak semakin membaik walaupun ia belum bisa berjalan normal dan harus pakai tongkat. Pak Agus juga masih harus kontrol berkala ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Pada pertengahan Februari 2017, anak Pak Agus menemui kurir Sedekah Rombongaan, mengabarkan bahwa Pak Agus terjatuh di rumahnya dan mereka memohon bantuan untuk terus berikhtiar meraih kesembuhan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Agus yang digunakan untuk biaya berobat dan terapi serta biaya sehari-hari. Selama empat bulan di tahun 2017 (Maret, April, Mei, dan Juni) Pak Agus menghentikan pengobatannya atas keinginannya sendiri. Ia tidak memeriksakan dirinya ke Puskesmas terdekat. “Saat itu saya sudah merasa sembuh, Pak. Tapi ini kaki saya jadi bengkak, sekarang,” katanya saat ditemui di rumah kontrakannya sebelum didampingi lagi berobat dan memeriksakan keluhan di kakinya. Berdasarkan diagnosa sementara di Puskesmas, Pak Agus juga diduga terkenda diabet. Ia harus berobat lagi secara rutin. Pak Agus dan keluarganya masih layak dibantu untuk mengikhtiarkan kesehatannya dan mengurangi beban hidup keluarganya. Alhmdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Pak Agus Hidayat dan keluarganya, yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi berobaat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Agus mengalami kelumpuhan


UNDANG SUDARNA (53, Tumor Mata + Tumor Kulit). tAlamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luka di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya menyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kab. Bandung dan Kab. Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung. Rupanya ia berencana pindah ke Kab. Bandung, agar ia bisa memulai hidup baru dan lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya, Pak Undang mengutarakan harapannya melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Dia termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat berobat. Selama bulan November 2016 sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kec. Ciwidey. Pak Undang menjalani pemeriksaan CT-Scan pada akhir Desember 2016. Pada pertengahan Januari 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS dan RS Mata Cicendo, akhir bulan Februari 2017, ia harus terus berikhtiar di kedua rumah sakit tersebut. Meskipun kondisi psikologisnya makin membaik, upayanya masih cukup lama. Pada awal Mei 2017 Pak Undang diperiksa intensif di RSM Cicendo Bandung dan sempat tiga hari dirawat inap pascaoperasi tumor pada matanya. Ia kemudian tinggal di RSSR Bandung sambil rutin kontrol ke RSM Cicendo dan RSHS Bandung. Selain ada tumor di matanya, ia juga diduga mengidap tumor kulit sekitar mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama bulan Juli 2017, pihak medis memutuskan bahwa Pak Undang harus menjalani 30 kali terapi sinar. Dia masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Undang Sudarna. Bantuan yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Undang menderita tumor mata + tumor kulit


YETI HERMAWATI (28, Tumor pada Tulang Kaki Kanan). Alamat : Kampung Munjul RT 6/6, Dusun Munjul, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015 Teh Yeti –panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan kecil terjatuh di halaman rumah orang tuanya. Dia bersama suaminya, Pak Apep K (40) dan kedua anaknya memamg masih tinggal bersama orangtuanya karena belum punya rumah sendiri. Semuala ia tidak begitu menghiraukan akibat jatuhnya itu, tetai karena ada pembengkakan di kaki kanannya, ia kemudian memeriksakannya ke tukang pijit di kampungnya. Berkali-kali keluarganya membawanya berobat secara alternatif, tetapi dari hari ke hari benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya penyembuhan alternatif nonmedis pun dilakukan. Setelah lama berobat dan tak kunjung sembuh, akhirnya mereka memutuskan berikhtiar secara medis dan membawanya periksa berkali-kali ke dokter praktek. Dokter menduga benjolannya itu tumor yang menyerang tulang kaki kanannya dan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, Teh Yeti kemudian diperiksakan ke Puskesmas Cipaku dan Rumah Sakit Daerah di Ciamis; di RSUD ini ia sempat dirawat satu malam. Berasarkan hasil rontsen, ia diduga teserang penyakit osteosarcoma. Tim medis RSUD Ciamis akhirnya merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Atas informasi dari saudaranya di Bandung, ia diarahkan untuk menemui kurir Sedekah Rombongan di RSSR Bandung. Pada 13 Desember 2016 Teh Yeti tiba di RSSR Bandung untuk melanjutkan ikhtiarnya di Kota Kembang. Semua tahapan diagnosa awal di RSHS Bandung sudah ia jalani. Hampir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung, meninggalkan kedua anaknya– yang satu masih usia Sedokah Dasar dan yang satu lagi masih menyusui. Di RSHS Bandung ia bahkan mendapatkan pemeriksaan RMI. Hasil Patology Anatomy menyimpulkan bahwa Teh Yeti menderita Low grade chondro sarcoma (sejenis tumor di tulang). Ia harus menjalani kemo mulai pertengahan Februari 2017. Teh Yeti dan suaminya layak mendapatkan bantuan agar ia semakin tegar menghadapi musibah yang dialaminya. “Kami kehabisan biaya. Pekerjaan saya sebagai buruh di perusahaan konveksi rumahan kini harus ditinggalkan,” kata suaminya. Alhamdulillah, harapan mereka terkabulkan. Dengan empati sedekaholik, pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Yeti Hermawati dan suaminya yang sedang menjalankan perintah Allah SWT: berikhtiar untuk meraih kesembuhan. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, dia dirawat selama seminggu dan mendapatkan tindakan kemoterapi Ke-1 dari 6 kali kemoterapi. Pada akhir April 2017, setelah menjalani kemoterapi ke-2, ia pulang dulu karena ingin menengok anaknya di kampung. Pada 5 Mei 2017 Teh Yeti dan suaminya dijemput lagi untuk menjalani kemoterapi Ke-3. Pada 23 Juli 2017 kurir #SR sempat menjenguknya, setelah ada kabar ia takkan melanjutkan terapinya. “Benjolannya malah membesar. Terapi kemonya akan saya minta dihentikan saja, Pak,” katanya saat menjelaskan kondisi terakhirnya. Suaminya terus memberinya semangat. Bersyukur upayanya berhasil. Akhirnya, didorong juga dengan keinginan kuatnya untuk sembuh, ia berangkat ke RSHS didampingi kurir asal Tasikmalaya. Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis memutuskan untuk menghentikan terapi kemo, diganti dengan tindakan operasi yang pelaksanaannya pada akhir Agustus 2017. Teh Yeti dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk ikhtiar sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan Santunan Keempat yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan uang saku. Semoga sedekah para dermawan ini membawa keberkahan dan ijabah kesembuhan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Yeti diduga teserang penyakit osteosarcoma


DINDIN SETIAWAN (47, Kanker di Dagu). Alamat : Kampung Nagrak Kulon RT 2/8, Desa Mangkurayat, Kecamatan Cilawu, Kabuaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan lima anaknya yang masih membutuhkan uluran kasih sayang, Pak Dindin tinggal di rumah sempit dan kumuh. Dengan jumlah tanggungan keluarga enam orang, tidaklah mudah bagi Pak Dindin yang tidak memiliki pekeraan dan penghasilan yang memadai. Pak Dindin dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan motivasi untuk menjalani kehidupan. Seperti pengakuannya kepada kurir #SR di Garut, kondisi ekonomi mereka semakin berat setelah Pak Didin sering sakit dan diduga terserang kanker di dagunya sekitar tahun 2013. Berbekal BPJS Mandiri Kelas 3, Pak Dindin memeriksakan dirinya ke Puskesmas dan RSUD Selamet Kabupatn Garut. Akan tetapi, ikhtiarnya tidak dilakukan secara rutin dan berkelanjutan karena ketidakadaan biaya. Bahkan iuran bulanan Kartu BPJS pun sudah lama tidak dibayarkan. Selama ia tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga, perannya digantikan oleh istrinya yang bekerja sebagai buruh cuci di warga sekitar kampungnya. Kesulitan hidup Pak Dindi dan keluarga serta keinginannya untuk terus berobat sampai beritanya kepada #SedekahRobongan melalui kurir di Garut yang sempat menemui mereka pada akhir bulan Agustus 2016. Dengan upaya kurir dan warga peduli lainnya, alhamdulillah, tunggakan iuran BPJS Mandiri atas nama Pak Dindin kini sudah dibayar lunas oleh Bapak Camat Cilawu yang juga berempati atas ujian hidup yang dialami Pak Dindin dan keluarganya. Pak Dindin akhirnya dapat meneruskan kembali tahapan pemeriksaannya ke RSUD Garut yang kemudian merujuk penanganan lanjutannya ke RSHS Bandung. Pada minggu pertama September 2016, kurir #SR mendampinginya menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung dan memberinya bantuan awal untuk kelanjutan usahanya. Pada 14 September 2016 penanganan medis Pak Dindin dirujuk ulang ke RSUD Garut karena ia harus menjalani transfusi yang bisa dilakukan di rumah sakit daerah. Menggunakan MTSR Bandung, Pak Dindin dan istrinya diantar sampai terminal untuk menindaklanjuti rujukan RSHS tersebut. Akhirnya ia dirawat di RSUD Selamet Garut selama tiga hari. Pak Didin dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Pada 24 September 2016 semestinya ia berangkat lagi ke Bandung untuk menjalani tahapan pemeriksaan lanjutan di RSHS, namun rencana itu tak terlaksana karena kondisinya menurun. Kurir #SR di Garut mendampinginya melakukan pemulihan di RSUD. Setelah masa kritisnya terlewati, pada minggu kedua Oktober 2016, Pak Dindin dijemput oleh kurir #SR untuk meneruskan tahapan pemeriksaan di RSHS, dan memberinya bantuan Ke-3. Setelah dua minggu menjalani pemeriksaan di RSHS, tim medis RSHS memutuskan tindakan kemoterapi untuk pengobatan kanker yang diderita Pak Dindin. Akan tetapi, Pak Dindin meminta izin kurir Bandung untuk pulang dulu ke kampung kelahirannya di Bandung Barat. Selama dua bulan, kurir SR terus menghubunginya tetapi tidak ada jawaban dari Pak Dindin dan keluarganya. Kurir SR bahkan sempat seharian mencarinya di alamat yang ia berikan tetapi ia tak ditemukan. Pada pertengahan Juli 2017, seorang adik Pak Dindin menghubungi kurir SR lewat telpon, mengabarkan bahwa Pak Dindin Setiawan telah meninggal dunia. Innaa lillaah wa innaa ilaihi rooiuun! Kurir Sedekah Rombongn di Garut kemudian menyampaikan berita duka ini kepada anak-istri dan keluarga Pak Dindin, di Garut. Degan empati sedekaholik, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan uang duka yang diterima istrinya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 904.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @MahfudSalama

Pak dindin diduga terserang kanker di dagunya


SAINI BIN IYAS (28, TB Paru). Alamat : Kampung : Bengkok RT 2/1 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak 6 bulan yang lalu Pak Saini mengalami batuk berkepanjangan disertai sesak nafas dan mengalami panas juga demam tinggi. Menurut cerita adiknya, Pak Sairin (26 ), keluarga mereka memiliki riwayat penyakit yang sama, bahkan salah satu anggota keluarganya meninggal dunia –didugu terserang penyakit ini— karena tidak mendapat tindakan medis sama sekali. Pihak keluarga telah membawa Saini berobat namun tak kunjung sembuh. Dalam satu bulan belakangan ini kondisi Saini semakin menurun. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, Pak Saini dan adiknya mengungkapkan kebingungan dan kesedihan mereka menghadapi musibah sakit ini. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk berobat dan tidak memiliki jaminan kesehatan (BPJS). Selama ini biaya hidup dibantu oleh tetangga. Ibunda Saini meninggal dunia dan sang ayah pergi entah ke mana. Saat bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa inim, kurir Sedekah Rombongan Cipanas mendapatkan pelajaran akan ketegaran mereka di tengah kesulitan hidup yang membelenggunya. Pak Saini dan keluarganya amat layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk berobat sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan di Cipanas dapat menyampaikan bantuan awal kepada Pak Saini bin Iyas yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Pak Saini diberi kesembuhan seperti sedia kala sehingga dapat beraktivitas menjalani kehidupan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @agung tri kurniawan sunarko @paul @alwi

Saini menderita TB Paru


EMPAT BINTI SUKATMA (59, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kampung Babakan Nagrog RT 2/5, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2011 Ibu Empat mengalami sesak nafas disertai pembengkakan pada kaki. Menurut cerita suaminya, Pak Usup (64), keluarga mereka memiliki riwayat penyakit yang sama seperti yang dialami ibu Empat. Pihak keluarga telah membawa ibu empat berobat ke Puskesmas namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Dua bulan belakangan ini kondisi Bu Empat menurun. Berdasarkan informasi warga, kurir #SR Cipanas kemudian menemuinya. Bersyukur kurir #SR bisa bersilturahmi dengan keluarga dhuafa ini dan menjenguk Ibu Empat. “Kami bingung dan sedih. Kami tidak memiliki uang apalagi simpanan untuk biaya berobat istri saya,” kata Pak Usup yang pekerjaan sehari-harinya buruh tani itu. Kepada kurir #SR Cipanas, mereka juga mengemukakan keinginannya untuk terus berobat di tengah ketidakmampuan ekonomi mereka. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Empat yang digunakan untuk biaya transprtasi, akomodasi, uang saku selama Ibu Empat menjalani pengobatan di rumah sakit. Semoga Bu Empat diberi kesembuhan seperti sediakala sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @agung tri kurniawan @sunarko @alwi @ucu tresnawati

Ibu Empat mengalami sesak nafas disertai pembengkakan pada kaki


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi setelah Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Cukup lama ia menunggu panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui Sedekah Rombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi pekerja serabutan itu memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam harinya, dia dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Pada 12 September 2015 Pak Agus kontrol ke rumah sakit yang sama. Kurir SR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, biaya transportasi-akomodasi serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali diantarkan ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang dilaksanakan pada Januari 2016. Senin, 18 Januari 2016, keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Dia kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung, Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Karena masih ada tahapan medis yang harus dijalani, yaitu operasi tulang belakangnya, pada Maret 2016, ia melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu, bersyukur, Sedekah Rombongan juga memberinya bantuan lanjutan. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi yang dilaksanakan di RSHS Bandung itu alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi dia rutin menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kondisinya amat menggembirakan. Ia mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR menjalani kontrol dan pengobatan. Ia tinggal di RSSR Bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan ke-11 ini pun Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Kembali ia tinggal seminggu di RSSR Bandung. Pada awal Maret 2017, anaknya mengabarkan bahwa luka decobitus di punggung bawah Pak Agus menganga dan basah lagi. Dia kemudian dibawa periksa ke Poli Bedah Plastik RSHS Bandung. Selama lima hari ia tinggal di RSSR Bandung dan bolak-balik menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Ia masih harus berobat sehingga memerlukan bantuan dan dukungan. Dari pertengahan April 2017 sampai akhir Mei 2017 dia tinggal lagi di RSSR Bandung untuk menjalani terapi dan pengobatan luka di punggungnya yang –menurut dokter– memerlukan tindakan operasi kedua. Pada 22 Juni 2017 ia diantar pulang pulang ke kampunnya untuk merayakan Idul Fitri. Pada 27 Juli 2017 ia dijemput lagi untuk melanjutkan pengobatan luka decobitus dan terapi tulangnya. Pak Agus bin Momo dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Agus bin Momo dan keluarganya yang digunakan untuk biaya transport-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cinta

Pak agus menderita lumpuh


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak). Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/5, Desa Pageur Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina menderita Gangguan Syaraf Otak sejak setahun yang lalu dan kini memasuki bulan kelima Sedekah Rombongan ikut mendampingi pengobatannya dari Rombongan 980. Karena menurut keterangan Dokter Syaraf RSU Banjar harus Rutin kontrol dan berobat jalan selama dua tahun lamanya, namun Bapak Sutarna (56) dan Ibu Mimin (44) sebagai orang tuanya hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini karena penghasilan mereka hanya bisa cukup untuk kehidupan sehari – hari saja. Alhamdullilah atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran terus ikut mementau kesehatannya dan ikut membantu memberikan bantuan lanjutan yang di sampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Neng Gina dan keluarga merasa sangat terbantu sekali dan mengucapkan trima kasih dari lubuk hati yang sedalam-dalamnya kepada para sedekaholik, semoga Neng Gina dapat kembali sehat seperti sediakala, dan beraktivitas kembali seperti biasa. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Neng Gina menderita gangguan syaraf otak


SOPANDI BIN JUMHARI (72, Kanker Naso). Alamat : Dusun Cipari, RT 3/2, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sopandi (72) didiagnosis dokter Puskesmas setempat terkena penyakit Kanker Nasofaring. Sudah setahun lebih lamanya dan harus segera dilakukan operasi di bagian tenggorokannya. Berawal dari batuk-batuk yang tak kunjung sembuh hingga suaranya menghilang. Keterbatasan biaya menyebabkan istrinya, Ibu Mulyati (54) yang berprofesi sebagai buruh tani hanya bisa membawa dan merawatnya di Puskesmas saja. Alhamdulillah atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga yang sedang merawatnya di Puskesmas Pangandaran. Ibu Mulyati berharap suaminya mendapat kesembuhan karena merupakan tulang punggung keluarga. Namun takdir Alloh SWT berkehendak lain, seminggu setelah disurvey kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dan hendak diberikan bantuan, Bapak Sopandi di panggil yang Maha Kuasa. Kurir Sedekah Rombongan Pangandaran yang sedianya akan meberikan bantuan biaya pengobatan, akhirnya memberikan santunan kematian kepada keluarga Bapak Sopandi. Semoga Almarhum diterima amal baik semasa hidupnya dan ditempatkan di sisi Alloh SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Bapak Sopandi terkena penyakit kanker nasofaring.


KUSNADI BIN KARSIDI (62, Stroke) . Alamat. : Dusun Sindang, RT 10/10, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Bapak Kusnadi menderita Stroke sejak dua bulan lalu. Berawal dari pertengahan bulan Ramadhan, sepulang dari sawah tangan dan kaki terasa lemas dan kepala terasa pusing. Sejak itu pak Kusnadi tidak bisa berjalan dan beraktivitas seperti sebelumnya. Bapak Kusnadi adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tidak menentu. Istrinya Ibu Lilis (47) berprofesi sebagaibseorang buruh tani juga dan penghasilannya hanya cukup untuk membantu mencukupi keperluan sehari-hari saja. Kondisi seperti ini menyebabkan Ibu Lilis hanya bisa mengobati suaminya ke tukang urut di kampung, meskipun menurut dokter setempat perlu diberikan perawatan medis. Ibu Lilis hanya bisa pasrah,menunggu uluran tangan sedekaholic agar bisa memberikan pengobatan yang layak untuk suaminya. Bapak Kusnadi memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat yang dibiayai oleh pemerintah. Alhamdulillah atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan bertemu dan ikut memberikan bantuan berupa biaya transportasi ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Ibu Lilis dan keluarga merasa sangat terbantu sekali dengan bantuan dari Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Kusnadi kembali sehat dan dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Bapak Kusnadi menderita stroke


YATI ROHAYATI (44, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Babakan Sari, RT 1/4, Ds. Ciganjeng, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Tiga tahun lalu, Yati mengalami sakit kepala sebelah (migrain) yang terus menerus. Lama kelamaan muncul benjolan di samping mata sebelah kanan, namun karena keterbatasan biaya dirinya belum bisa ke puskesmas atau dokter terdekat. Pada awal 2017, karena benjolan sudah membesar dan menekan bola mata hingga ke luar Yati didampingi tetangga periksa ke RS Banjar, hasilnya benjolan yang terdapat di belakang mata adalah tumor mata (SOL). Yati kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tidak berselang lama, operasi pertama pun dilakukan. Hasil mikrokropis bagian patologi anatomi menyimpulkan Fibrous meningioma (VVHO grade II) a/r spenooornita dengan massa tumor terdiri dari sel sel bentuk bulat, oval sampai spindel hiperplastis. Operasi kedua rencana dilakukan bulan Agustus untuk mengambil tumor yg masih ada. Yati memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Sebagai suami, pendapatan Aceng Supriadi (48) sebagai pekerja serabutan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Yati dan memberikan bantuan untuk transportasi selama menjalani operasi lanjutan dan pemeriksaan berkala ke RSHS Bandunh. Keluarga Yati merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Yati diberikan kesembuhan dan bisa sehat seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin, @Fier_dha, @ramlannugraha

Bu Yati menderita tumor mata


DINDA DESPITA NINGRUM (6, Hernia) Alamat : Dsn. Sukasari, RT 36/9, Ds. Sukanagara, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Dinda adalah pasien dampingan #SR sejak dua bulan lalu penderita hernia. Setelah dilakukan operasi pengangkatan hernia di RS Dadi Keluarga Purwokerto, Dinda diharuskan menjalani kontrol rutin selama dua kali. Hernia yang dideritanya berawal tiga tahun lalu, benjolan di bawah (maaf) kemaluan Dinda semakin membesar. Ukuran hernianya kambuh dan membesar apabila kecapean atau menangis. Saat itu Dinda hanya diperiksa ke mantri karena keterbatasan biaya. Dinda memiliki jamkes Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pendapatan Jumhawan (36) sebagai orang tua hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Dinda dan ikut memberikan bantuan yang disampaikan sedekaholik dari Rombongan 1002. Dinda dan keluarga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Dinda bisa beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin, @fhierda, @ramlannugraha

Dinda penderita hernia


HARDIANSYAH BIN JAJAT (1, Muntaber). Alamat: Kp. Rancabungur RT 2/1, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bayi yang belum genap setahun ini sudah muntah-muntah dari sebulan lalu. Selain muntah, Dian, biasa is dipanggil selalu buang air besar dan mengalami dehidrasi. Karena keadaannya yang memprihatinkan, Dian dibawa ke RSUD dan dirawat selama seminggu tanpa jaminan kesehatan dan keluarganya harus membayar biaya rawat inap dan jumlahnya relatif besar. Namun karena keterbatasan dana, orangtua Dian memutuskan untuk membawa pulang paksa Dian dari RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan memilih merawat Dian di rumah meskipun keadaan Dian masih mengkhawatirkan. Ayah Dian, Jahat (50) adalah seorang supir dan terkadang tidak bekerja karena ia hanya seorang supir tembak. Ibunya, Edah (40) hanya seorang IRT yang mengurus lima anak dan masih duduk di bangku sekolah. Keluarga Dian merasa keberatan dengan biaya pembelian obat yang mesti dikeluarkan dan mereka juga harus meminjam sebagian kepada tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Dian dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Dian segera diberi kesembuhan dan kembali ceria. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Miftahudin

Dian mengalami muntaber


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembelian aki MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan RSHS Bandung sekitarnya selama Juli 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


SAMSUDIN BIN OTO (59, Diabetes Melitus + Gagal Ginjal). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama istri dan satu anaknya yang masih lajang, Pak Samsudin tinggal di rumah panggung sederhana, hasil kerja kerasnya, berdagang, sebelum ia terserang penyakit. Sejak awal 2011 Pak Samsudin tidak bisa bekerja lagi seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan biaya pribadi, ia memeriksakan penyakitnya ke dokter praktek dan rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Samsudin pertama kali didiagnosa menderita kencing mannis (Diabetes Melitus). Ketika masih mengobati penyakitnya itu, ia juga dikatakan menderita gagal ginjal berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia pernah dua minggu dirawat, menggunakan biaya sendiri. Bertahun-tahun ia berobat, menguras segala yang ia miliki: kesabaran, harta dan air mata. Karena tidak punya lagi biaya, dia sempat berhenti berobat. Apalagi, istrinya pun, Imas Rosmiati (55) sudah setahun terserang Stroke. Atas saran saudaranya, ia kemudian membuat Kartu BPJS Kelas 3. Sampai saat ini dia bisa berobat lagi dan menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RS AMC Cileunyi Bandung, menggunakan fasilitas BPJS. Akan tetapi, akibat kemiskinan yang dialaminya, ia sering kesulitan memiliki biaya transportasi karena tidak ada lagi harta benda yang bisa dijual. Musibah yang menimpa Pak Samsudin dan keluarganya sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Pak Samsudin dan keluarganya sambil menyampaikan bantuan dari sedekaholics dan mendaftarkannya sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Sejak November 2015 Pak Samsudin setiap bulan dikunjungi dan dibantu ikhtiar berobatnya, bahkan beberapa kali diantar-jemput untuk cuci-darah, dan Alhamdulillah masa kritisnya telah terlewati. Walaupun kemudian kondisinya nampak membaik, ia masih membutuhkan uluran tangan demi membantunya agar dapat terus berobat dan cuci darah. Pada kunjungan bulan Oktober 2016, diperoleh kabar bahwa kedua ginjal Pak Samsudin harus “dinuklir”. Namun, jadwal tindakan itu harus mengantri dan menunggu sampai Februari 2017. Tetapi sampai saat ini pengobatan yang dilakukan Pak Samsudin hanya harus terus cuci darah, sebanyak 2x dalam seminggu. Kondisinya semakin memprihatinkan dan tentu saja ia harus tabah dalam menjalani ikhtiarnya berobat. Selain itu, sejak januari 2017, Pak Samsudin harus bolak-balik memeriksakan matanya ke RS Mata Cicendo dikarenakan sekarang ia mengalami ngangguan penglihatan. Memahami betapa beratnya derita hidup Pak Samsudin dan keluarganya, setiap bulan Sedekah Rombongan rutin memberinya bantuan untuk ikhtiar pengobatannya. Pada Maret dan Juli 2017 Kurir Sedekah Robongan kembali memberinya santunan lanjutan, bantuan dari para sedekaholics. Bantuan tersebut akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi cuci darah, berobat ke RS Mata Cicendo Bandung, dan membayar iuran BPJS. Semoga dari bantuan para sedekaholic nanti, secara bertahap kedua ginjal Pak Samsudin dan gangguan penglihatan pada matanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Pak samsudin menderita kencing manis dan gagal ginjal


IMAS ROSMIATI (53, Darah Tinggi + Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT 3/10 Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan satu anaknya yang belum berkeluarga, Bu Imas tinggal di rumah panggung yang amat sederhana. Suaminya, Pak Samsudin (58), bekerja sebagai pedagang keliling yang kini tidak bisa lagi beraktivitas karena ia juga menderita penyakit seperti yang dialami istrinya. Suami-istri ini tengah mendapatkan ujian luar biasa! Sejak akhir 2013 Bu Imas tidak mampu lagi menjalankan tugas kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Ia sakit-sakitan, dan sempat berbulan-bulan hanya teronggok di pembaringan. Berawal dari serangan thypus, kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya kemudian tak bisa berfungsi. Dari pergelangan kaki dan tangan sampai jari-jarinya bahkan menghitam. Ia diduga mengalami Stroke dan Darah Tinggi. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, baik melalui medis maupun nonmedis dengan biaya sendiri. Selain ke dokter praktek, Puskesmas, RSUD Sumedang, ia bahkan pernah berobat ke RSHS Bandung sebagai pasien umum. Karena sudah habis biaya, akhirnya ia menggunakan fasilitas BPJS Kelas 3 untuk berobat. Akan tetapi, ikhtiar berobatnya kerap terhenti karena ketidakadaan dana. Cobaan hidup yang dialami Bu Imas akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi seorang kader PKK. Ketika kurir #SR berkunjung ke rumahnya, ia menuturkan harapannya untuk terus berobat. Alhamdulillah empati sedekaholics #SR menjawab keinginan Bu Imas. Sejak Desember 2015 Sedekah Rombongan menjadikannya sebagai pasien dampingan. Dan sejak saat itu, atas bantuan para secekaholics, Ibu Imas dapat melanjutkan pengobatannya. Sampai pada kunjungan di bulan Agustus 2016, kondisi fisik Bu Imas terlihat belum membaik. Tangan dan kakinya masih sakit dan sulit digerakkan, sehingga setiap harus berobat ia masih memerlukan transportasi yang bisa mengantar-jemput dari rumahnya ke rumah sakit. Pada bulan November dan Desember 2016, alhamdulillah, Kurir Sedekah rombongan dapat terus memberi bantuan untuk terus berobat dan control ke rumah sakit. Pada kunjungan di akhir bulan Juli 2017, Ibu Imas mengabarkan bahwa ia sudah bisa berjalan dan melakukan aktivitas kecil di rumah, tetapi tangannya masih kaku dan sakit kalau mengangkat yang berat. Pada kunjungan di akhir bulan Juli 2017 itu Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan Sedekaholik yang memahami dan berempati pada penyakit yang dideritanya. Bantuan uang tersebut masih dibutuhkan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli vitamin tambahan, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bu ima mengalami stroke dan darah tinggi.


TATA JUHATA (21, Susp. Kelainan Ginjal + Kolesterol). Alamat : Dusun 3 Heuleut, RT 9/4, Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Tata adalah seorang pemuda yang menderita penyakit yang cukup mengkhawatirkan. Pada bulan Januari 2017 lalu, perut Tata terasa melilit sampai muntah-muntah. Hal tersebut membuat perutnya membesar, bahkan lama-lama hampir seluruh tubuhnya menjadi bengkak. Kemudian ia menjalani pengobatan di Puskesmas Kuningan, namun pihak Puskesmas merujuk Tata ke Rumah Sakit Juanda Kuningan. Akhirnya setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Tata dinyatakan mengidap kelainan ginjal dan kolesterol tinggi. Sejak saat itu perutnya semakin lama semakin membesar. Saat ini pun kakinya sudah semakin bengkak dan mulai pecah-pecah. Dengan kondisi seperti itu ia tidak bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan kedua orang tuanya. Selama menjalani pengobatan, Alhamdulillah ia terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Namun, ia sudah kehabisan biaya untuk membeli obat-obatan diluar jaminan BPJS sekaligus biaya transportasi ke rumah sakit. Terlebih, Ia juga memiliki beban hutang kepada pihak lain. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Tata, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan membeli obat diluar jaminan BPJS sekaligus menyicil beban hutang. Semoga Allah memberi kesabaran dan kemudahan bagi Tata dalam menjalani pengobatan. Aamiin.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir :@ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Tata dinyatakan mengidap kelainan ginjal dan kolesterol tinggi


FITRI BINTI DALMI (44, Kanker Rahim). Alamat: Kampung Bulaksaga RT 4/7 No. 13 Cibadung, Gunung Sindoro, Bogor, Jawa Barat. Ibu Fitri, begitulah beliau sering disapa. Sejak 3 tahun yang lalu harus berjuang melawan kanker rahim yang dideritanya. Bermula dari sering mengalami perdarahan berobat ke rumah sakit satu ke rumah sakit lain, hingga oleh tim dokter RSUP Fatmawati dinyatakan menderita kanker rahim stadium 3b. Dokter juga mengatakan jika Ibu Fitri sudah tidak bisa dilakukan tindakan operasi ataupun kemoterapi, pengobatan yang bisa dilakukan hanya radioterapi. Karena keterbatasan fasilitas, ibu Fitri dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ibu Fitri sudah menjalani 20 kali sinar luar dan 3 kali sinar dalam, kanker yang tadinya stadium 3b turun ke 2b. Seharusnya, Ibu Fitri masih harus melanjutkan sinar lagi, tapi karena jarak Gn. Sindoro ke RSCM yang terlalu jauh dan harus menggunakan transportasi umum akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara pengobatannya. Hingga tanggal 14 Juni kemarin, Ibu Fitri mengalami perdarahan hebat, oleh keluarga langsung dibawa ke RSUD Pamulang. Disana sudah dilakukan transfusi darah sebanyak 15 kantong, tapi perdarahannya tak kunjung terhenti. Hingga tim dokter mengatakan, jika Ibu Fitri harus dirujuk ke RSCM. Tanggal 20 Juni 2017 jam 1 pagi, Ibu Fitri tiba di RSCM. Sesampainya di IGD, dokter mengatakan jika nafas ibu sudah tidak ada hingga harus dilakukan pemasangan alat bantu napas. 2 hari harus bergantung pada ventilator, hari ini tadi alhamdulillah sudah bisa dilepas dan kondisinya semakin membaik, meski ibu Fitri belum sadar penuh. Ditengah kebahagiaan karena kondisi Ibu Fitri yang membaik, ada sisi lain yang membuat suami Ibu Fitri (Pak Risman) mengelus dada. 3 tahun mendampingi pengobatan sang istri, hampir seluruh barang berharga yang beliau punya sudah habis terjual untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Pak Risman masih mempunyai tanggungan 2 orang anak yang masih sekolah. Dan saat Ibu Fatmawati dirawat Pak Risman tidak bisa lagi bekerja sebagai penjual ayam dan lele, sehingga tidak ada pendapatan lagi.Mendengar kondisi bu Fitri kurir sedekah rombongan langsung mengunjungi bu Fitri danmenyampaikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Risman mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang sampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @untaririri

Bu Fitri mederita kanker rahim


FIRMAN ANDRIANSYAH (26, Post Craniotomy ICH ec Trauma Capitis). Alamat: Pondok Bandung RT 9/3 Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Firman, begitulah pemuda ini sering disapa oleh rekan-rekannya. Tanggal 9 Juni lalu, Firman dalam perjalanan menuju tempat kerjanya mengalami kecelakaan hebat di daerah Jakarta Barat. Firman mengalami luka yang cukup berat, oleh warga sekitar langsung dibawa ke rumah sakit terdekat namun karena keterbatasan fasilitas Firman langsung dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Hampir sebulan Firman menjalani perawatan di ICU pasca operasi craniotomy. Kini Firman kondisinya berangsur membaik dan sudah pindah ke ruang rawat inap. Karena masih belum bisa mobilisasi dengan baik, sehingga terjadi penumpukan dahak yang berlebih dan pihak dokter menyarankan supaya Firman mempunyai alat suction. Tapi, orang tua Firman merasa keberatan jangankan untuk membeli alat suction, untuk kebutuhan sehari-hari saja hanya sekedarnya. Melalui Humas RSCM, Sedekah Rombongan mengetahui kesulitan yang tengah dialami oleh Firman dan orang tuanya. Kurir sedekah rombongan langsung mengunjungi tempat Firman dirawat sekaligus menyampaikan bantuan alat suction dan santunan untuk kebutuhan sehari-hari. Orang tua Firman, bapak Darmawan (56) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan sangat berterima kasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @untaririri

Firman menderita post craniotomy ICH ec trauma capitis


RSSR BANDUNG RAYA (Sembako, Obat-obatan dan Perlengkapan Rumah Singgah). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung Raya atau biasa disebut RSSR Bandung Raya merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung Raya telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Juli 2017, RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 17 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR Bandung Raya dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien, juga kebutuhan pasien lainnya di antaranya obat-obatan dan perlengkapan rumah singgah. Semoga semua bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien dampingan di RSSR Bandung Raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit. Bantuan RSSR Bandung Raya sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.202.500,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang

Bantuan sembako, obat-obatan dan perlengkapan rumah singgah


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung Raya atau biasa disebut RSSR Bandung Raya merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung Raya telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Juli 2017, RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 17 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, kebutuhan operasional RSSR di antaranya: Bahan Bakar Minyak (BBM) motor, fotocopy berkas, retribusi (sampah & iuran RT), dan utility (internet, telepon, & listrik) bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung Raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung Raya sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.310.891,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya operasional


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada bulan Januari, Maret, Juni dan Juli 2017, Sopa terus berobat ke RSHS untuk terapi rutin. Oleh kaena ia masih membutuhkan dukungan moril dan materiil, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan berupa uang dari Sedekaholics untuk biaya berobat. Bantuan yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Pada kunjungan di akhir Juli 2017 ini, Alhamdulillah kondisi Sopa dikabarkan hampir mencapai kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @ghildakharisma

Sopa menderita lupus


MUHAMMAD AZKA (6, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada April 2017, Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Begitu juga, pada awal Mei dan bulan Juni 2017, Sedekah Rombongan memberi bantuan kepada Azka karena harus terus menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada akhir Juli 2017 kondisinya amat menggembirakan, tetapi ia dan keluarganya masih memerlukan bantuan agar dapat terus. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Juli 2017, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya membeli obat dan transportasi. Bantuan disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung, dan bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @ambulutung @ghildakharisma

Azka menderita kanker darah


DONI SYAIFUL RAHMAN (20, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT 4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni ad alah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit, yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tak kan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen Meskipun tabung oksigen sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah Kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini. Pada kunjungan pertama itu Kurir #SR Bandung memberikan bantuan dari sedekaholics, berupa uang untuk meringankan beban hidup keluarga Pak Sabar, agar Doni dapat melanjutkan pengobatannya. Sejak saat itu Sedekah Rombongan menjadikan Doni sebagai pasian dampingan #SR. Beberapa bulan kurir #SR di Kota Bandung terus menjenguk Doni di rumahnya. Walau kondisinya tampak membaik, pengobatannya masih harus berlanjut. Saat ini, selain harus melakukan transfuse darah setiap minggu, Doni juga harus rutin memeriksakan matanya ke Cicendo dan berobat untuk gatal-gatal di tubuhnya yang diakibatkan dari efek samping transfuse darah. Dengan rahmat Allah Swt, dan bantuan dari para dermawan melalui Sedekah Rombongan, alhamdulillah, pada awal Agustus 2017 Kurir #SR kembali menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Bantuan lanjutan yang mereka terima di rumahnya yang sempit ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat rutin, membeli gas oxygen, pemeriksaan mata ke RS Cicendo, dan mengobati gatal-gatalnya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 943.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Doni diduga mengidap penyakit thalasemia major


ASRI AGUSTIN (16, Susp. Penyakit Kulit dan Sembelit). Alamat: Kampung Pangeteran RT 4/13, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penyakit kulit yang diderita Asri mulai terasa sejak ia duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar. Pada mulanya di wajah Asri timbul bintk-bintik yang mirip dengan bisul kecil. Seiring perjalanan waktu, bintik-bintik itu semakin lama semakin banyak, menyebar, dan menyiksa karena menimbulkan rasa gatal yang hebat. Selain itu, ia juga cukup lama mengalami gangguan pada pencernaan. Sayang, Asri belum pernah memeriksakan penyakitnya ke dokter karena tidak ada biaya dan jauhnya tempat tinggal Asri –ia dan keluarganya tinggal di kampung, di daerah pegunungan. Bersama ayahnya, Asri numpang di rumah neneknya yang juga sedang sakit. Ayahnya, meskipun sehat, tidak dapat membiayainya berobat. Penghasilannya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup mereka. Meskipun demikian, ayah Asri terus berusaha menyekolahkan anaknya padahal ongkos ke sekolah menghabiskan sekitar Rp.150.000,- per minggu. Kehidupan keluarga dhuafa ini serba sulit dan sangat memerlukan bantuan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga membutuhkan bantuan untuk berobat di tengah tingginya biaya transportasi karena akses dari rumah ke pusat kesehatan yang jauh dan sulit ditempuh. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, selain dari penghasilan ayah Asri yang tak mencukupi itu, juga diperoleh dari bantuan warga dan jemaah pengajian yang datang memberi santunan. Atas kehendak Allah SWT, informasi mengenai kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan. Berempati atas kesulitan yang dialami Asri dan keluarganya, sedekaholics #SR kemudian memberi mereka bantuan yang disampaikan kurir #SR di rumah sederhana itu, yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat serta biaya sehari-hari. Alhamdulillah, sejak itu Asri menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Karena Asri harus menjalani control rutin ke RSUD Ujungberung, pada bulan berikutnya Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholics berupa uang untuk biaya transportasi dan akomodasi berobat. Pada bulan Juli 2017, kurir #SR kembali mendapat kabar bahwa penyakit Asri semakin bertambah, dengan muncul benjolan-benjolan berair sampai ke bagian wajahnya. Alhamdulillah, pada awal Agustus Sedekah Rombongan dapat berkunjung menjenguknya dan kembali menyampaikan bantuan uang, titipan dari sedekaholics untuk Asri Agustin. Bantuan itu akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan untuk membayar iuran BPJS . Bantuan diberikan di rumah saudara yang membantunya berobat di Kota Bandung. Semoga bantuan para dermawan ini menjadi berkah bagi semua dan membawa kesembuhan, khusunya bagi Asri. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika @lisdamojang

Asri menderita susp. penyakit kulit dan sembelit


WIWI SURYATI (51, Asam Urat + Darah Tinggi). Alamat: Jln. Pelindung Hewan Gg. Darusalam RT 4/8, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Wiwi dan suaminya yang bernama bin M. Harun (66 tahun) tinggal bersama 3 orang anaknya yang masih sekolah di SLTP dan SD. Mereka menghuni rumah sewaan yang sempit, ukuran sekitar 4 M2, dengan biaya sewa Rp.425.000,- per bulan. Suaminya y

ang sudah tua dan hanya tukang laden, kuli bangunan, itu kini jarang mendapat pekerjaan sehingga tidak mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Mereka termasuk dhuafa. Di tengah kemiskinannya, keluarga ini harus membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Keperluan sekolah anak-anaknya sering kali tak terpenuhi. Oleh karena itu, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, Ibu Wiwi setiap hari mau bekerja apa saja untuk membantu suaminya mencari nafkah. Setiap hari ia berkeliling menjajakan dagangan titipan tetangganya, atau membantunya mencuci pakaian dan membereskan pekerjaan dapur di tetangganya. Kesusahannya semakin bertambah setelah dalam 2 tahun ini ia terserang darah tinggi. Dalam 6 bulan terakhir Ibu Wiwi juga sering mengalami pegal dan linu; badannya bengkak-bengkak dan sulit tidur. Bahkan, dalam dua bulan terakhir ia terjangkiti penyakit gatal-gatal; muncul pula bentolan-bentolan di sekujur tubuhnya. Bentolan-bentolan yang merambat sampai ke tangan dan kakinya itu mengeluarkan cairan yang terasa perih. Akan tetapi, segala rasa sakit di badan dan pusing-pusing itu tidak dia hiraukan. Ia harus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia harus terus bekerja. Selama sakit ia hanya berobat sekali-kali ke Puskesmas atau meminta obat-obatan dari tetangga dan saudaranya. Ia tak mampu berobat ke rumah sakit. Bahkan ia sering khawatir, kalau penyebab sakitnya diketahui dan harus dirawat yang pasti membutuhkan biaya lebih besar. Kabar duka derita keluarga dhuafa ani akhirnya sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari para tetangganya, juga dari Ketua RW setempat yang sering membantunya. Alhamdulillah pada kunjungan pertama kurir #SR dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa dari para sedekaholics untuk Ibu Wiwi, berupa uang tunai. Santunan awal ini digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan membeli obat-obatan. Pada akhir bulan Juli 2017 kurir #SR mendapat kabar bahwa Ibu Wiwi harus kembali berobat, sebab kakinya kembali sakit dan bengkak. Ia kembali mengalami kesulita berjalan, sehingga untuk membeli kebutuhan sehari-hari pun ia memaksakan diri ke warung dengan berjalan terpincang-pincang. Setelah beberapa bulan tidak berobat, ia ingin kembali memeriksakan diri dan untuk mengobati asam urat dan tekanan darahnya. Pada kunjungan bulan ini Ibu Wiwi menyampaikan juga kesusahannya yang belum teratasi, yaitu suaminya yang kuli bangunan masih belum punya pekerjaan tetap, sehingga setiap hari selalu kesusahan memperoleh biaya makan dan ongkos sekolah anak-anaknya. Pada kunjungan ini Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan dari sedekaholik untuk Ibu Wiwi agar ia dapat melanjutkan pengobatan dan untuk membantunya biaya sehari-hari bagi keluarganya yang miskin dan memprihatinkan. Bantuan sebelum ini tercatatat di Rombongan 951.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bu Wiwi menderita asam urat dan darah tinggi


OLIH BINTI ANWAR (68, Darah Tinggi + Maag Kronis + Dehidrasi). Alamat : Kampung Balakang Babakan RT 3/9 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal Juni 2017 Bu Olih –begitu panggilan sehari-harinya– sering mengeluh sakit di bagian perut yang disertai pusing. “Seminggu terakhir ini Bu Olih semakin parah; nafsu makannya berkurang. Ia hanya mampu berbaring di atas kasur. Pihak keluarga telah mencoba membawanya berobat ke Puskesmas dan dokter praktek, namun kondisinya tak kunjung sembuh,” ungkap Misbah (47), adik kandung Bu Olih, ketika dikunjungi kurir Sedekah Rombongan Cipanas. Kini Ibu Olih tinggal sendiri semenjak suaminya meninggal dunia. Tak ada simpanan apa pun yang ia miliki untuk melanjutkan kehidupan, apalagi untuk berobat. Ia tergolong dhuafa yang layak dibantu. Untuk berobat pun ia tak memiliki jaminan kesehatan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Olih binti Anwar. Sambil bersilaturahmi menjenguk Bu Olih, dan mendampinginya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan Cianjur, alhamdulillah, Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Olih Binti Anwar dan keluarganya. Bantuan yang diterima adiknya di rumah sakit ini digunakan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Olih Binti Anwar selama ia dirawat di rumah sakit. Semoga Bu Olih segera diberi kesembuhan oleh Allah Swt. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @agung tri kurniawan @iyus @alwie

Bu Olih menderita darah tinggi + maag kronis + dehidrasi


ENI SURANI (52, Radang Kulit). Alamat : Kampung Panyawean RT 1/3, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sejak akhir Mei 2017 Ibu Eni –panggilan sehari-harinya– mengalami sariawan di mulutnya; untuk makan saja, ia mengalami kesulitan. “Berkali-kali keluarga Ibu Eni membawanya berobat ke Puskesmas Ciherang namun tak kunjung sembuh. Kami belum memeriksakannya ke rumah sakit karena masalah biaya,” ungkap Bapak Ujang Kurniawan (60), suami Bu Eni, saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Maklum Pak Ujang Kurniawan (60) hanya bekerja serabutan yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Mereka juga tidak memiliki simpanan / tabungan untuk berobat. Selama ini biaya pengobatan kerap dibantu oleh warga sekitar. Ibu Eni dan suaminya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan di Cipanas dapat bantuan awal untuk Ibu Eni Surani yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat. Semoga Allah Swt segera membei Bu Eni Surani kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @agung tri kurniawan @alwi @ucu tresnawati

Bu Eni menderita radang kulit


ADE ISMAIL (53, Stroke). Alamat : Dusun Kliwon, RT 9/3, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Ade biasa beliau dipanggil adalah salah seorang pasien yang menderita penyakit Stroke. Beliau sakit sejak bulan Desember tahun 2016 lalu. Berawal dari kondisi kesehatan beliau yang tiba-tiba menurun dengan gejala berupa tangan mendadak kaku sulit digerakkan dan bibir berubah menjadi agak bengo. Karena kondisi tersebut akhirnya beliau dibawa ke Puskesmas Kuningan. Namun sayangnya beliau harus segera dibawa ke rumah sakit besar untuk pemeriksaan lanjutan. Beliau kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau positif terkena stroke. Beliau tak hanya menjalani perawatan di RSUD saja, beliau juga pernah dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan dengan harapan ingin segera sembuh. Akan tetapi, hingga saat ini kondisinya belum menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Beliau masih tidak bisa menggerakkan tangannya. Selain itu, saat ini beliau tidak bisa bicara dengan jelas. Beliau benar-benar ingin segera sembuh, namun sayangnya beliau kehabisan biaya untuk berobat. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI, namun beliau kehabisan biaya untuk membeli obat diluar jaminan BPJS. Hal tersebut menghambat proses pengobatan jalan beliau. Dengan kondisinya saat ini, beliau sudah tidak bisa lagi bekerja sebagai buruh harian lepas. Beliau mengandalkan pendapatan snag istri, Ibu Iin Suwarsini (42) yang sama-sama bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan pas-pasan. Beliau juga ternyata memiliki beban hutang kepada kerabat untuk biaya pengobatan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Ade, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya membeli obat diluar jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Pak ade menderita penyakit stroke


WASNA UDIN (57, Perforasi Gaster). Alamat : Dusun Pahing, RT 3/3, Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Wasna adalah seorang kepala rumah tangga yang kondisi kesehatannya mulai terganggu. Berawal dari tiga bulan lalu, kondisi tubuhnya menurun dengan gejala berupa nyeri pada ulu hati, tangan dan badan terasa pegal, bahkan kakinya membengkak. Kemudian beliau dibawa ke Puskesmas Luragung setelah sebelumnya sering mengkonsumsi obat warung. Berdasarkan analisa dokter, beliau menderita penyakit perforasi gaster. Penyakit tersebut berawal dari lambung yang rusak dan kemudian merambat merusak ginjal. Kondisi beliau sangatlah parah karena ususnya pecah. Sehingga memperparah kondisi lambung yang rusak. Selain itu, fungsi ginjal beliau pun semakin terganggu. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena akan berakibat fatal. Oleh karena itu beliau segera menjalani operasi beberapa hari lalu. Setelah operasi, kemudian tim medis segera memasang alat NGT 2, sebuah alat yang berfungsi mengeluarkan sisa makanan dan cairan dari lambung. Saat ini beliau masih menjalani rawat inap di rumah sakit. Walaupun biaya perawatan terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI, Bapak Wasna membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Istri beliau, Ibu Katmini (52) menemani beliau selama di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Wasna sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Pak Wasna menderita penyakit perforasi gaster


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Alhamdulillah, setelah hampir beberapa bulan menunggu alat untuk tindakan operasi, Amad telah menjalani operasi pemasangan pen. Akan tetapi harus ada operasi pemasangan pen kedua, sehingga Amad harus menunggu lagi diperkirakan satu bulan. Dua minggu pasca operasi, Amad mengalami pendarahan disekitar tumornya, dan langsung dilarikan ke IGD RSHS. Saat ini Amad tengah dalam perawatan tim medis. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi ke Bandung. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga belas kepada Amad untuk biaya akomodasi selama di Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Amad menderita penyakit kanker tulang


UPIN BINTI RASIM (53, Abdomen Massa/Tumor di Perut). Alamat : Dusun Manis, RT 2/1, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Upin adalah salah satu pasien yang menderita penyakit tumor pada bagian perut, yaitu Abdomen Massa. Tumor abdomen itu sendiri adalah jenis kanker yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel abnormal di abdomen (perut). Beliau menderita penyakit ini sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awal yang beliau alami berupa perut yang terasa perih panas dan punggung terasa pegal. Kondisi beliau saat ini semakin memprihatinkan karena perut beliau semakin membesar dan sudah tidak bisa berjalan. Beliau sudah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit di daerah Kuningan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dan Kuningan Medical Centre (KMC). Kemudian, beberapa waktu lalu beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah hampir kurang lebih dua bulan Ibu Upin tidak menjalani kontrol, saat ini kondisi beliau sangat mengkhawatirkan. Perut Ibu Upin semakin besar dan semakin menutupi paha beliau, dan sering keluar cairan dari perut beliau. Setelah hampir dua minggu menunggu jadwal operasi, Alhamdulillah saat ini Ibu Upin telah menjalani operasi pengangkatan tumornya, dan masih dalam ruang perawatan. Ibu Upin memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya berobat. Akan tetapi, beliau tidak memiliki biaya akomodasi selama di rumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Upin. Santunan ketiga pun dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Upin untuk biaya akomodasi selama di RSHS Bandung. Semoga kesehatan Ibu Upin semakin membaik dan lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Upin masuk kedalam Rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Ibu Upin menderita abdomen massa


KURNIAWATI BINTI SUGIANTO (41, Ca Mamae Dextra). Alamat : Dusun Pahing, RT 5/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uri, biasa beliau dipanggil merupakan anak kedua yang memiliki 4 saudara. Saat ini, di usia kepala empat beliau didiagnosa menderita Ca Mamae dextra atau yang biasa disebut dengan kanker payudara. Gejala awal beliau rasakan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya payudara sebelah kanan beliau terasa sakit, tepatnya di bagian bawah ketiak. Tak lama, pihak keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke dokter umum yang membuka praktek di daerah rumah beliau. Berdasarkan pemeriksaan dokter, Ibu Uri diperkirakan mengidap kanker payudara. Setelah itu, beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dengan hanya meminum ramuan daun sirsak saja. Alhamdulillah beberapa waktu lalu Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kurniawati sehingga beliau bisa menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Dari hasil diagnosis tim medis rumah sakit, Ibu Uri mengidap kanker payudara stadium 3 dan adanya kelenjar disekitar payudara sebelah kanannya. Selain itu, di akhir bulan Nopember lalu beliau telah melakukan operasi pengangkatan kelenjar dan sel kanker. Saat ini beliau harus menjalani tindakan lanjutan berupa kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hanya saja Ibu Uri tidak melanjutkan kemoterapinya dikarenakan tidak adanya pendamping dari pihak keluarga selama pengobatan di bandung. Namun saat ini beliau harus mengkonsumsi obat obatan herbal, sebagai pengganti kemoterapinya. Setelah kurang lebih satu bulan mengkonsumsi obat obatan, Alhamdulillah Ibu Uri masih dalam keadaan sehat. Untuk pengobatan, Ibu Uri terbantu dengan adanya kartu BPJS mandiri kelas 3. Beliau termasuk keluarga yang kurang mampu. Hidup beliau bergantung pada saudara dan kedua orang tuanya yang sudah tua, Bapak Sugianto (80) dan Ibu Wasri (75). Keduanya sudah tidak bekerja hingga akhirnya hidup keduanya bergantung pada anak-anak yang lain. Alhamdulillah, karena bantuan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Ibu Uri untuk biaya membeli obat obatan herbal dan pembayaran bpjs. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Ibu Uri. Aamiin. Sebelumnya Ibu Kurniawati masuk kedalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Uri didiagnosa menderita ca mamae dextra


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT. 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi ke empatnya dan harus segera berangkat ke bandung. Sedangkan untuk sinar, Ibu Icoh belum mendapat jadwal yang pasti. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan keselapan dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Ibu Icoh menderita penyakit kelenjar getah bening


RSSR JAKARTA 1 atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Pada bulan Juni 2013 #SedekahRombongan mengawali sewa Rumah Singgah di Jakarta tepatnya di belakang RSCM Jakarta, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang, Semarang, Surabaya dan kota lainnya. Alhamdulillah melalui Sedekah Rombongan para #Sedekaholic, para Muzakih menitipkan bersama-sama untuk kebutuhan tinggal para pasien rawat jalan dari Kabupaten-kabupaten yang berasal dari luar Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya. Kini kembali kita memperpanjang sewa Rumah untuk RSSR 1 Jakarta hingga bulan Juni tahun depan (2018), RSSR tersebut beralamat di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung Jakarta, persis dibelakang RSCM dan posisinya berdekatan dengan RSSR 3 Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 38.000.000,- (biaya kontrak rumah singgah selama 1 tahun)
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin

Biaya kontrak rumah singgah selama 1 tahun


LISNANINGSIH BINTI LILI (46, Keracunan Ginjal). Alamat: Jln. Brigjen Katamso Gg. Sukaluyu 3, No. 39 RT 2/7, Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Lisnaningsih adalah seorang janda yang memiliki 1 orang anak berusia 20 tahun. Setelah bercerai dengan suaminya, ia bekerja di sebuah pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah anaknya. Ibu Lisnaningsih dan anaknya sekarang tinggal di rumah kontrakan. Pada bulan Mei 2017, ketika bangun tidur tiba-tiba ia merasakan sakit di perut sebelah kiri. Karena sangat sakit ia pun memeriksakan diri ke dokter terdekat dan di sana ia diberi obat. Tetapi setelah minum obat ia malah muntah-muntah dan ia pun kembali dibawa ke klinik di daerah tempat tinggalnya. Berdasarkan pemeriksaan, ia diperkirakan keracunan dan segera dievakuasi ke RS Muhammadiyah Bandung dan dirawat selama 10 hari. Berdasarkan hasil USG, dokter menyatakan bahwa ia harus menjalani cuci darah sebanyak 2X dalam seminggu. Selain harus menjalani cuci darah ia pun harus minum obat yang harganya Rp 210.000,- untuk setiap 5 hari, dan selama 1 bulan ia harus membeli obat itu sebanyak 6x, atau total Rp 1.260.000,- Selama berobat dan dirawat di rumah sakit Ibu Lisnaningsih dibiayai dari hasil patungan saudara dan teman-temannya karena ia baru didaftarkan sebagai peserta BPJS ketika sudah dirawat di rumah sakit. Sepulang dari rumah sakit Ibu Lisnaningsih hanya terbaring dan kondisinya semakin menurun. Karena sakitnya itu pula ia tidak lagi bekerja. Beruntung ia memiliki saudara-saudara dan teman-temannya yang bergotong-royong untuk membiayai kebutuhannya sehari-hari dan mengurusnya ke rumah sakit bila harus menjalani cuci darah. Penderitan yang dialami Ibu Lisnaningsih itu sampai kepada Kurir Sedekah Rombongan melalui salah seorang temannya. Syukur Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung untuk melihat langsung kondisinya yang terbaring lemah. Sekarang ia tinggal dan diurus di rumah saudaranya. Pada kunjungan itu, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan uang dari sedekaholics yang berempati terhadap penderitaannya. Bantuan tersebut untuk digunakan sebagai biaya transportasi dan membeli obat, yang mudah-mudahan dapat meringankan beban hidup keluarga Ibu Lisnaningsih. Semoga bantuan para dermawan dapat memberinya harapan dan membuka jalan bagi kesembuhannya.

Jumlah bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika Eulis S.N.

Bu Listianingsih menderita keracunan ginjal


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Sejak tanggal 1 Agustus 2017, Bu Koya menjalani pemeriksaan dan penyinaran yang dilakukan hampir setiap hari selama 1 bulan. Oleh karena itu, Bu Koyah berinisiatif untuk tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk sewa kontrakan dan bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 TINI BINTI NGATMAN 850,000
2 RSSR WONOGIRI 2,163,700
3 MTSR WONOGIRI 4,281,400
4 MTSR PANTURA TIMUR I 2,000,000
5 MTSR PANTURA TIMUR I 3,350,000
6 MARIYANAH BINTI MUNASIH 1,000,000
7 AYU SAHPUTRI BIN SYARIFUDDIN 12,434,000
8 IRSAN BIN LAMABE 1,000,000
9 ALAKBAR BIN SAPRI 500,000
10 JALADIN BIN MARIOLA 1,000,000
11 YUSUF BIN ARSYAD 3,000,000
12 AMRIH 500,000
13 EKA WIDYASTUTIK 572,000
14 MTSR JEMBER 17,065,000
15 ABDUL ROZAK 2,000,000
16 SITI ASPIYA 1,000,000
17 AHMAD HASAN ABDILLAH 1,450,000
18 SURATENO BIN MARIYO 1,755,000
19 ASMUJI BIN NGATUN 1,000,000
20 RAHMATULLAH BIN ZAINAL 20,925,000
21 RSSR JEMBER 7,728,000
22 RSSR JEMBER 2,850,000
23 BAYI NYONYA MASLAH PUJI LESTARI 1,000,000
24 SITI MUAWANAH 500,000
25 MEGA PUTRI MAULIDIA 660,000
26 SUKARLIK 674,000
27 MOHAMMAD NUR GHUFRON 899,000
28 UNDANG SUBKI 750,000
29 ANAH ROHAYATI 500,000
30 MUHAMMAD SHIDDIQ MY 750,000
31 NENI SURYANI 500,000
32 AGUS HIDAYAT 750,000
33 UNDANG SUDARNA 500,000
34 YETI HERMAWATI 1,000,000
35 DINDIN SETIAWAN 500,000
36 SAINI BIN IYAS 500,000
37 EMPAT BINTI SUKATMA 500,000
38 AGUS BIN MOMO 750,000
39 GINA KARISMA 500,000
40 SOPANDI BIN JUMHARI 500,000
41 KUSNADI BIN KARSIDI 500,000
42 YATI ROHAYATI 1,500,000
43 DINDA DESPITA NINGRUM 750,000
44 HARDIANSYAH BIN JAJAT 500,000
45 MTSR TASIKMALAYA 750,000
46 SAMSUDIN BIN OTO 500,000
47 IMAS ROSMIATI 500,000
48 TATA JUHATA 500,000
49 FITRI BINTI DALMI 1,000,000
50 FIRMAN ANDRIANSYAH 1,500,000
51 RSSR BANDUNG RAYA 3,202,500
52 RSSR BANDUNG RAYA 2,310,891
53 SOPA NUR PAOJA 750,000
54 MUHAMMAD AZKA 750,000
55 DONI SYAIFUL RAHMAN 750,000
56 ASRI AGUSTIN 750,000
57 WIWI SURYATI 500,000
58 OLIH BINTI ANWAR 500,000
59 ENI SURANI 500,000
60 ADE ISMAIL 500,000
61 WASNA UDIN 500,000
62 AMAD BIN SUTARDI 650,000
63 UPIN BINTI RASIM 500,000
64 KURNIAWATI BINTI SUGIANTO 1,000,000
65 ICOH BINTI MISJA 500,000
66 RSSR JAKARTA 1 38,000,000
67 LISNANINGSIH BINTI LILI 750,000
68 KOYAH BINTI ODIH 1,500,000
Total 162,070,491

[total

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.