Rombongan 1033

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on August 8, 2017

SARMI BINTI KASAN SARJU (80, Stroke + sebatangkara). Alamat : RT 02/02 Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sarmi adalah seorang nenek tua yang mengalami stroke dan hidup sendiri di rumahnya. Suaminya sudah lama meninggal. Anak laki-lakinya juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena mengalami kecelakaan. Selama ini mbah Sarmi hidup dari belas kasihan tetangga nya dan ada salah satu keponakan yang rumah nya berdekatan masih mau perduli dan mengantar makanan pada mbah Sarmi hampir setiap hari. Mbah Sarmi juga tidak pernah berobat karena selain tidak ada biaya juga tidak ada yang mendampingi. Saat kurir #SRmagetan datang ke rumah nya, mbah Sarmi hanya bisa berbaring di kasur, kondisi nya lusuh, kotor dan bau karena memang jarang dibersihkan. Informasi tentang mbah Sarmi diperoleh dari penduduk sekitar yang perduli dengan nasib mbah Sarmi. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mbah Sarmi sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi berkah untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sugino

Mbah sarmi menderita stroke + sebatangkara


MUHAMMAD NUR ALFA (3, Invaginasi). Alamat : Lingkungan Krajan Barat, RT 11/2, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu Alfa susah makan karena merasakan sakit di bagian perutnya. Orang tuanya pun membawa Alfa ke tukang urut atau pijat untuk mengurut Alfa agar mau makan kembali. Tapi diduga pijatan tukang urut tersebut terlalu kencang saat menekan usus besar Alfa yang masih belum terlalu kuat organ tubuhnya. Sehingga ususnya tidak berkontraksi secara baik karena sebagian usus tersangkut dibagian usus yang lain atau yang lebih dikenal dengan istilah invaginasi dalam dunia kedokteran. Alhamdulillah, pengobatan yang telah dijalani Alfa telah selesai dan Alfa sudah sembuh seperti dulu lagi. Alfa tinggal bersama kedua orang tuanya, Bapak Harianto (37) yang bekerja petani dan Ibu Sunarti (34) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II adalah fasilitas kesehatan yang Alfa miliki. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Malang telah dipertemukan dengan Alfa dan memberi bantuan lanjutan untuk membeli pampers, susu, transportasi, iuran BPJS, kebutuhan hidup dan biaya perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam rombongan nomor 966. Semoga Alfa selalu diberikan kesembuhan dan dapat menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Alfa menderita invaginasi


SUMIRA BINTI SAMSUDIN (48, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Banjarsari I, RT 2/7, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 8 bulan yang lalu, tepatnya pada Bulan Desember 2016 mulai tumbuh benjolan kecil di payudara sebelah kanan. Karena tidak dirasa sakit, Ibu Sumira pun membiarkan benjolan tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin membesar dan mulai terasa nyeri. Tepat pada tanggal 20 Juli kemarin kondisi beliau tiba-tiba menurun, keluarga akhirnya membawa beliau ke Rumah Sakit Tentara Soepraon Malang. Setalah dilakukan beberapa pemeriksaan, dari hasil yang didapat dokter pun mendiagnosis terdapat sel kanker pada payudara kanan beliau. Sebelum berobat kembali, beliau sering merasakan nyeri pada payudara dan membuat keadaan beliau semakin melemah. Ibu Sumirah yang telah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan telah menjadi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Pada bulan ini Ibu Sumirah telah menjalani operasi yang sebelumnya telah tertunda. Ibu Sumirah tinggal suami beliau Imam Syafi’I (48) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan kedua anak beliau yang masih bersekolah. Bapak Imam yang merupakan tulang punggung keluarga sangat terbebani akan biaya yang harus dikeluarkan saat berobat. Ibu Sumirah yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun harus menghentikan pengobatan yang dijalani. Alhamdulillah, Ibu Sumirah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan. Sehingga bantuan yang telah dititipkan Sedekaholics dapat diberikan kepada beliau untuk biaya berobat ke rumah sakit, transportasi, kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pembuatan BPJS dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan yang diberikan dapat membuat Ibu Sumira tetap semangat untuk berikhtiar mencari kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 4.864.900,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Sumira menderita sel kanker pada payudara kanan


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami kanker servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Pada Bulan Juli, Ibu Temon telah menjalani kemo terapi yang ke 6 dan mulai menunggu telfon dari dokter untuk rencana pelaksanaan operasi. Pada awal bulan ini beliau telah menjalani operasi dan berjalan dengan lancar. Ibu Temon tinggal bersama suami beliau, Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1015. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 692.600,-
Tanggal : 4 Agustus 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Ibu Temon mengalami kanker servik


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.635.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional bulan Juni 2017


SAKINI BINTI SARIGUNO (81, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Muktiharjo RT 3/4, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Beliau dikenal sebagai Mbah Sakini tinggal di gubuk reyot seorang diri, berdekatan dengan masjid. Saat sedekah rombongan berkunjung ke rumah Mbah Sakini, beliau sedang terkapar tak enak badan di amben tanpa kasur dan selimut. Diusianya yg senja dan sering sakit-sakitan tanpa ada yg merawat, sesekali keponakannya menjenguk hanya memberi makan dengan lauk seadanya. Mbah Sakini memang tinggal dirumah milik tanah sendiri, namun rumah yang beliau tinggali lebih layak disebut kandang. Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan yang digunakan untuk pengobatan dan memenuhi kebutuhan hidup

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep @Woro @evvaviddia @jeansiemaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Dan bulan ini karena ada masalah dengan kondisi Rengga, terpaksa chek up dilakukan lebih cepat dari jadwal biasanya. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga memiliki kelainan pada jantungnya


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Seperti bulan lalu, bulan inipun Daffa chek up rutin ke poli kulit kelamin dan poli anak. Karena jadwal chek up ke poli kulit kelamin dan ke poli anak tak bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan, maka terpaksa dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja. Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula tubuhnya artinya kebutuhan untuk perawatan kulit juga semakin bertambah. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Daffa menderita kelainan kulit ini sejak lahir


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti sudah 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir,hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun lebih Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi beberapa bulan laluterbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Setelah bulan kemarin jalani operasi pemasangan klem, bulan ini Winanti tetap rutin kontrol di poli bedah RSD.Moewardi Surakarta untuk jalani spooling. Haslnya cukup menggembirakan, Winanti siap untuk jalani operasi lanjutan, yaitu penyambungan usus dan penutupan stoma. Operasi sudah berhasil dilakukan bulan lalu,untuk bulan ini rutin chek up untuk pemulihan pasca operasi. Dan hasilnya benar-benar menggembirakan. Selelah hampir 4 tahun jalani pengobatan akhirnya Winanti dinyatakan sembuh. Keluarga Winanti memang benar-benar dhuafa. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunyaWinanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Lokasi tempat tinggal Winanti jauh dipelosok desa, bahkan tak ada kendaraan umum dari kampung Winanti menuju jalan raya. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan beban mereka, dengan mengantar jemput Winanti serta membantu biaya untuk membeli perlengkapan medikasi. Dan bulan ini santunan terakhir, karena pengobatan dinyatakan selesai. Ucapan terima kasih disampaikan keluarga Winanti, berkat bantuan dari Sedekaholic, Winanti bisa menjemput kesembuhan setelah hampir 4 tahun lamanya.

Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita kelainan usus dari lahir


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bu Katni diminta jalani serangkaian test seperti rongent paha, USG,CT Scand. Hasil dari semua test lab cukup bagus karena tak ditemukan penyebaran. Meskipun begitu Bu Katni harus tetap rutin jalani chek up untuk memantau kondisinya. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcoma


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds. Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi.Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya.Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini.Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan.Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Setelah dua bulan yang lalu Sandra berhasil menjalani operasi lanjutan, sementara waktu diperbolehkanpulang kerumah dulu. Operasi lanjutan akan dijadwalkan bulan April. Tapi ternyata mengalami perubahan jadwal. Bulan Juli ini akhirnya Sandra berangkat lagi ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan. Karena sudah lebih dari 3 bulan tak jalani pengobatan, Sandra harus perpanjang surat rujukan sekaligus Surat Domisili Sementara. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasandan tak menentu, sementara ibunya Sandra Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dan untuk bulan ini bantuan untuk biaya pembelian tiket ke Surabaya, biaya akomodasi mengurus berkas untuk perpanjang rujukan dan medikasi. Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran,operasi lanjutan bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari sebelumnya.

Bantuan : Rp. 1.802.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan menggenangi tulang. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru. Akhirnya bulan ini Pak Suradi jalani operasi di tulangnya, operasi berjalan lancar, tapi masih akan tetap dilakukan observasi pasca operasi dengan dilakukan chek up rutin. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan julah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.727.500,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TBC


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat.Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya. Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga. Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat. Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Bahkan dalam bulan ini tercatat 9 kali Pak Sokarto harus bolak-balik ke RS untuk menjalani berbagai macam test lab, rongent, USG, CT Scand serta konsultasi ke beberapa dokter specialist. Untuk kasus Pak Sokarto ini melibatkan tim dokter bedah onkology, bedah kulit serta dokter specialist mata. Tak berbeda dengan bulan lalu, untuk bulan inipun Pak Sokarto harus bolak-balik lagi ke RS, karena harus melakukan serangkaian persiapan operasi yang rencananya dijadwalkan bulan depan. Semoga saja tak terjadi penundaan, sehingga operasi segera dapat dilakukan. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 1.860.000,00
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Operasi sudah berhasil dilakukan, akan tetapi masih ditemukan benjolan baru serta pembengkakan. Bahkan perban pun belum boleh dibuka. Kemungkinan akan dilakukan operasi ulang. Semoga penyakit Bu Warsi segera terangkat. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu warsi menderita tumor mata


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini Farid masih tetap chek up rutin ke poli kardio anak karena kondisi jantung kembali mengalami penurunan. Akibatnya untuk bulan ini Farid belum bisa lagi chek up rutin ke poli bedah anak. Padahal seharusnya Farid jalani businasi rutin seminggu sekali. Artinya pengobatan anusnya kembali tertunda. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


AHMAD RIF’AN (13, Luka Amputasi). Alamat : Desa Sampung, RT 02/03, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Rif’an atau yang akrab disapa Rif’an adalah putra dari bapak Sundiar dan ibu Dewi Fatimah (34) yang berprofesi sebagai pedagang. Saat ini, dek Rif’an hanya tinggal bersama ibunya karena sang ayah sudah menceraikan ibunya dan tidak lagi mengurus dek Rif’an dan ibunya. Dek Rif’an mengalami kecelakaan pada 22 oktober 2015 yang mengakibatkan tangannya di amputasi 15 hari setelah nya, amputasi pada tangan kanannya berdampak pada tangan kirinya, tangan kirinya menjadi tidak normal sehingga harus melakukan rawat jalan di RSUD Soetrasno Rembang. Setelah kecelakaan yang dialaminya, dek Rif’an yang dulunya terkenal sebagai orang yang percaya diri dan supel di sekolahnya menjadi tidak percaya diri karena tangan kanannya diamputasi, hal itu mengakibatkan dek Rif’an ingin sekolah di sekolah khusus penyandang cacat untuk menghindari bullyan teman-temannya, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga dek Rif’an putus sekolah. Dek Rif’an berharap memiliki tangan palsu dan juga ingin bisa sekolah lagi jika memiliki biaya. Semenjak orang tuanya bercerai, dek Rif’an sudah tidak diurus bapaknya, sehingga ibunya seorang diri yang merawat dan membesarkan dengan segala keterbatasan yang ada. Pada awal bulan April 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang menemui keluarga dek Rif’an di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi dek Rif’an, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan mewujudkan keinginan dek Rif’an untuk memiliki tangan palsu agar bisa beraktivitas seperti biasa dan meningkatkan kepercayadirian dek Rif’an. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Dek Rif’an mengalami kecelakaan


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia 18 bulan Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus, Fatih mulai bisa duduk bahkan belajar merangkak. Selain itu Fatih dianjurkan mengkonsumsi vitamin sebagai penambah suplement makanan, hanya saja tak tercover biaya BPJS. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi.
Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Farid menderita sakit paru-paru + gangguan tumbuh kembang


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ Biaya Operasional Bulan Juli). MTSR Madiun (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Madiun dari kabupaten Madiun, kota Madiun dan Ponorogo. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Madiun – Ponorogo ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan yang sering dan banyak dirujuk ke rumah sakit luar kota (Solo, Jogja) Sedekah Rombongan di area Madiun – Ponorogo. Selain itu, ambulan MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, ganti 2 ban, ganti oli, membeli kunci 12 dan kunci 14. Laporan keuangan sebelumya masuk di rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervin Survive @Mundiwati

Biaya operasional bulan Juli


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Selesai menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi. Untuk tindakan selanjudnya Pak Dalimin diminta lagi jalani serangkaian test, seperti USG,CT Scand, juga rongent. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Bulan ini Pak Dalimin mulai jalani terapi obat sebagai lanjutan pengobatan radioterapi.terapi obat ini dinyatakan berhasil jika sel tumor tak lagi berkembang. Kita masih menunggu hasil observasinya selama 3 bulan. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak dalimin menderita tumor pipi


SUHARYONO BIN KARIMAN (53, Ods Drolijeratik Diabetic Retinapati) Alamat : Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Suharyono, di awal sakit diabetes tahun 2000 sampai sekarang. Pada bulan Februari 2015 komplikasi ke ginjal, setiap sepuluh hari berobat dan teryata fungsi ginjal tidak bisa berfungsi dengan normal dan diharuskan cuci darah pada bulan Desember 2016 dan rawat inap. Awalnya cuci darah sepuluh hari sekali menjadi seminggu sekali. Pada tanggal 25-11-2016 mata mulai kabur dari poli dalam di konsultasikan ke poli mata teryata ada gangguan di kornea mata. Diaknosa Ods Drolijeratik Diabetic Retinapati dan dirujuk ke RS Yap Yogya karena alat di rumah sakit Sudono tidak ada. Periksa pertama di RS Yap Jogja pada bulan 11-2016.dan kontrol ke 2 tanggal 28-12-2016 selanjutnya pada tanggal 1-2-2017 diharuskan operasi laser petir yang pertama tgl 31-7-2017 mata kanan, nanti tanggal 7-8-2017 operasi yang ke dua mata kiri, selanjutnya tanggal 9-4-2018 yang ke tiga mata kanan lagi. Dan pernah pada tahun 2008 oprasi batu ginjal di rumah sakit Gatotsubroto Jakarta. Pak Suharyono memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Bantuan awal sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi biaya berobat. Pak Suharyono mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi berobat dan berikhtiar menjemput kesembuhanya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak Suharyono menderita ods drolijeratik diabetic retinapati


AJIJAH BINTI RAHMIN (42, Tumor Otak ). Alamat : Dusun. Gandu, RT 8/3, Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Ajijah adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu dari satu anak ini tiba- tiba sering merasakan pusing dan tidak pernah periksa. Dan suatu hari karena sudah tidak tahan dengan sakitnya, bu Ajijah memeriksakan sakitnya dan ternyata diagnosanya tumor otak stadium 4 dan belum pernah operasi. Meski sudah pernah menjalani kemo, namun terhambat biaya akodasi untuk perjalanan ke Rumah Sakit. Bu Ajijah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami oleh mbak Ajijah. Alhamdulillah bu Ajijah mendapatkan bantuan awal dari Sedekah Rombongan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya akomodasi berobat, sehingga dapat melanjutkan kemo dan persiapan operasi. Bu Ajijah mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh team Sedekah Rombongan, sehingga bisa membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Ajijah menderita tumor otak


MUHAMAD ASWURI (34, gagal ginjal). Alamat : Dusun Mruwak, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Aswuri, begitu disapa oleh tetangganya. Kebetulan pak Aswuri ini bekerja sebagai tukang selep keliling. Sebenarnya sudah 3 tahun periksa ke Rumah Sakit, namun hanya diberi obat. Tidak tahu kalau ternyata sakit gagal ginjal. Selama itu juga kadang beliau merasa tidak cocok saat minum obat kemudian mengkonsumsi obat bebas bila tidak punya biaya untuk periksa. Sekarang beliau menjalani hemodialisa atau cuci darah 1x dalam 1 minggu. Pak Aswuri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Aswuri dan keluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Aswuri sangat gembira dan sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak Aswuri menderita sakit gagal ginjal


HAKIKI NURHIDAYAH (5, Biaya Pendidikan+modal usaha orang tua ). Alamat : Desa Kertosari, RT 2/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Kiki, biasa dipanggil sehari-hari begitu baru masuk sekolah . Sampai saat ini untuk biaya masuk sekolah Kiki belum bisa terbayar karena keadaan ekonomi keluarganya yang kurang mampu. saat ini, rumah yang ditempati adalah kontrakan, belum mempunyai rumah sendiri. Ibunya yang seharusnya bekerja di sawah harus dengan rela menunda belajarnya itu demi anaknya. Ibunya yang berpendidikan SD tidak lulus, namun punya semangat agar kelak anaknya bisa berhasil dan sukses tidak seperti orang tuanya. Ibunya Kiki ingin sekali berjualan agar bisa membantu suaminya yang seorang buruh tani. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tua Kiki tersebut, maka bantuanpun lepaspun telah disampaikan dan digunakan untuk modal usaha dan biaya pendidikan agar bisa berjualan sehingga kehidupan mereka bisa lebih baik. Ibunya Kiki mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan, sehingga sangat membantu biaya pendidikan Kiki dan modal usaha keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bantuan untuk modal usaha dan biaya pendidikan


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuan keempatpun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 970, 981 dan 1018. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Rizky menderita leukimia


RATRI NOPIDHIAN WIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit adalah dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuan ketiga pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990 dan 1018. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Mas Pipit mengalami penyakit gagal ginjal


AHMAD HAZIMI (5, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Bulan Juli 2016, SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Santunan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Pemberian nutrisi rutin, berat badan Hazimi pun mulai naik.Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Rifqi @restirianii @akuokawai

Hazim menderita hydrocephalus


AHMAD SINTO (63, Lumpuh). Alamat : RT 5/3, Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sinto biasa dipanggil demikian. Satu tahun yang lalu Mbah Sinto menjalani operasi kanker Prostat. Sebenarnya keluarga Mbah Sinto tergolong keluarga mampu, namun demikian karena tidak mempunyai kartu BPJS sehingga sakitnya tersebut sangat menguras perekonomian keluarganya. Keadaan keluarga mbah Sinto saat ini sangat memprihatinkan. Ramadhan kemarin, Mbah Sinto mengeluh punggung sampai kakinya sering merasakan panas dan sakit. Karena terbentur oleh biaya, maka istri mbah sinto hanya merawatnya di rumah saja. Namun kondisi sekarang justru mbah Sinto lumpuh dan tidak bisa menggerakkan kakinya. Kondisi saat ini mbah sinto sedang dirawat di RS Griya Husada Madiun dan dokter sudah angkat tangan untuk menangani sakit yang diderita mbah Sinto. Alhasil saat ini mbah Sinto harus menjalani pengobatan alternatif. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami mbah Sinto dan keluarga. Santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat mbah Sinto. Keluarga mbah Sinto sangat berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan untuk berikhtiar demi kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal : 30 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Mbah sinto menderita lumpuh


NINING SITI NURJANAH (49, Ca Mammae). Alamat : Kampung Sukamaju RT 7/1, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nining –begitu panggilannya—diduga mengidap kanker payudara sejak tiga bulan yang lalu. Awalnya, ia melihat ada semacam bercak memerah dan benjolan kecil di sekitar payudaranya. Seiring waktu ia juga kera merasakan gejala-gejala lain, seperti nyeri tulang dan persendian, mual, dan kehilangan nafsu makan. Dari hari ke hari berat badannya mengalami penurunan. Ia juga keramerasakan sakit kepala hebat yang tidak lekas sembuh. Berbagai upaya dilakukan anak-anaknya untuk menyembuhakan penyakit yang dialami janda mendiang Pak Aang Sumarna, baik secara tradisional alternatif maupun medis. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke dokter prtaktek dengan biaya sendiri dan bantuan dari anak-anaknya. Ia juga bolak-balik keluar-masuk Puskesmas dan rumah sakit di daerah tanpa menggunakan jaminan kesehatan apa pun. Karena terkendala biaya, pengobatannya kerap tertunda adahal ia sangat bersemangat untuk terus berobat ke RSHS Bandung seperti yang dirujuk RSUD Cipanas. Harapannya akhirnya terjawab ketika ada perangkat desa yang memberi bantuan untuk membuatkan Kartu JKSN KIS Mandiri Kelas 3. Pak Agung, perangkat desa itu, pula yang mengabarkan derita hidup yang dialami Bu Nining kepada kurir Sedekah Rombongan di Bandung, “Ibu Nining layak dibantu, Kang. Setelah suaminya meninggal dunia, kehidupannya semakin menurun apalagi setelah ia sakit. Kini ia tinggal di rumah anaknya. Diantar salah satu anaknya dan Pak Agung, akhirnya Bu Nining berangkat ke RSHS Bandung setelah jaminan dari BPJS selesai diproses. Ia tinggal di RSSR Bandung sejak awal Januari 2017. Setelah mendapatkan pemeriksaan rutin di RSHS, para medis memutuskan bahwa Ibu Nining harus menjalani 6 kali kemoterapi. Sampai awal Mei 2017 ia sudah mendapatkan empat kali teraipi kemo. Ia akhirnya bisa menyelesaikan keenam kali terapi kemonya dengan lancar sampai pertengahan Juni 2017. Selesai beristirahat di rumah, pada minggu kedua Juli 2017, Bu Nining datang lagi ke RSRR Bandung untuk kontrol, menjalani pemeriksaan setelah ia menuntaskan kemotrapinya. Alhamdulillah perkembangan janda dhuafa ini menggembirakan, baik secara psikis maupun medis. Mekipun demikian, ia masih harus berikhtiar dan membutuhkan bantuan. Dengan empati sedekaholic, alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Nining Siti Nurjanah. Bantun ke-4 yang dia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk membayar Iuran BPJS Mandiri Kelas 3, biaya membeli susu, transport, dan biaya sehari-hari. Semoga keluarga dhuafa ini diberi ketabahan dalam ikhtiarnya dan dianugerahi kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Nining menderita ca mamae


KANIA RAHAYU (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Binong Kidul No. 90A/127C RT 4/3, Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kania, anak berusia 12 tahun ini baru saja dinyatakan lulus dari Sekolah Dasar (SD) Warung Jambu, Kota Bandung dan telah diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30 Kota Bandung, yang berjarak 1 km dari tempat tinggalnya. Dibalik rasa senang telah lulus dan diterima di SMP Negeri, ada sejumput kekhawatiran dalam benaknya tentang biaya pendidikannya nanti. Kania tidak seberuntung anak-anak lainnya, keluarganya hidup serba kekurangan. Saat ini, Kania tinggal bersama orangtuanya, yakni Pak Sutisna (56) dan Ibu Sumiati (43). Kesehariannya, Pak Sutisna bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Kiaracondong, Kota Bandung dengan penghasilan tak seberapa, maksimal hanya Rp. 10.000,-/ hari bahkan pernah tidak mendapat uang sama sekali. Itu pun digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Ibu Sumiati, beliau sudah 4 tahun mengalami gangguan jiwa dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak tahun 2016. Dengan kondisi ekonomi yang kekurangan dan kondisi ibunya yang belum sembuh, Kania masih semangat dan berkeinginan untuk melanjutkan sekolah. Namun, Kania dan keluarganya mengeluhkan masalah biaya pendidikan karena meski dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) ditanggung pemerintah, masih ada dana yang harus disiapkan, yakni untuk biaya seragam dan perlengkapan sekolah lainnya yang tidak ditanggung pemerintah. Alhamdulillah, atas informasi dari Ibu Nani, Ketua RT setempat, kurir Sedekah Rombongan dapat kembali mengunjungi dan bersilaturahim dengan Kania dan keluarganya. Bersyukur, kami dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholics kepada Kania yang dipergunakan untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah lainnya. Semoga perjuangan Kania dalam menuntut ilmu selalu diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @Lisdamojang @Dzim_dzim

Bantuan biaya sekolah


JUNIAH BINTI SAKIR (51, Parkinston). Alamat : Lingkungan Ciraja, RT 18/3, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Juniah merupakan seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau menderita penyakit dengan gejala seringnya tangan dan kaki kanan yang selalu bergetar sendiri atau bahasa medisnya dikenal dengan tremor. Berawal dari 6 bulan lalu, tiba-tiba kaki dan kanan beliau terasa kaku. Kepala beliau pun terasa pusing. Lama kelamaan, kaki serta tangan kanan sering bergetar bahkan bergerak sendiri hingga sekarang. Selain itu, masih sering terasa kaku. Beliau hanya berobat seadanya ke Puskesmas setempat. Beliau belum pernah ke rumah sakit untuk memeriksakan lebih lanjut kondisinya. Hal itu dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Juniah, kemudian kurir Sedekah Rombongan mendampingi Ibu Juniah berobat ke Rumah Sakit Wijaya Kusumah. Menurut Tim medis rumah sakit, Ibu Juniah positif terkena parkinston. Penyakit Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Tim medis telah memvonis beliau tidak bisa sembuh, tetapi tetap harus melakukan kontrol ke rumah sakit. Saat ini kurir Sedekah rombongan sedang mengupayakan pengobatan beliau dengan herbal dan akupuntur. Beliau hanya tinggal dengan anaknya yang masih Sekolah Menengah Pertama. Sehingga beliau menjadi tulang punggung keluarga. Beliau pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ini beliau kerja sebagai buruh serabutan sesuai kemampuannya dengan penghasilan seadanya. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Juniah, sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ibu Juniah untuk pembayaran BPJS dan juga membeli obat obatan diluar tanggungan BPJS. Semoga ikhtiar Ibu Juniah semakin Allah ringankan hingga mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Juniah masuk ke dalam Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Ade

Ibu Juniah positif terkena parkinston


UUM UMSARI (41, Lumpuh + Buta + Benjolan di Leher). Alamat : Dusun Tarikolot, RT 5/2, Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Uum biasa beliau dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya mengurus rumah tangga. Kesehatan beliau sayangnya sedang terganggu sejak bulan Juli 2015 lalu. Saat itu beliau tiba-tiba pingsan dan dalam keadaan tengah mengandung 4 bulan. Ketika menjalani fase kehamilan, kondisi kesehatan beliau sering turun. Puncaknya setelah melahirkan putranya beliau mulai merasa jika kondisinya semakin memburuk. Beliau merasakan badannya lemas dan tangan kanan serasa lumpuh. Sejak saat itu beliau segera memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Cigugur. Hasilnya ternyata kolesterol beliau tinggi. Namun sayangnya hingga saat ini kondisi beliau semakin memburuk. Sejak bulan Mei 2017, beliau tidak bisa berjalan dan mengalami kebutaan. Selain itu, beliau juga selalu buang air kecil setiap satu jam sekali. Anehnya, tak lama ada pula sebuah benjolan di bagian leher beliau. Namun hingga saat ini beliau belum tau pasti apa penyakit yang sedang beliau derita. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI, namun beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit sekaligus biaya lain-lain yang mungkin tidak termasuk tanggung jawab BPJS, termasuk obat-obatan. Suami beliau, Bapak Didin Rosidin (51) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Uum sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya lain diluar BPJS agar beliau segera mendapat pemeriksaan dan pengobatan maksimal dari pihak medis. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuj

Bu uum menderita lumpuh + buta + benjolan di leher


CANDRA IRAWAN (5, Gizi Buruk + Katarak Dua Mata). Alamat : Dusun Paling RT 5/2, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Candra seorang anak yang baru berusia lima tahun. Disaat anak seusianya tumbuh dengan perkembangan yang baik, ia harus menderita penyakit sejak usia 5 bulan. Ketika itu ia tiba-tiba panas tinggi, seluruh badannya lemas, panas tak kunjung turun, bahkan semakin hari berat badannya menyusut. Selain itu, kedua matanya selalu berair dan mengeluarkan lendir. Kemudian, Candra dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ia juga berobat ke Rumah Sakit Juanda. Kondisi kesehatan yang sering turun membuat ia sering keluar masuk rumah sakit, kondisinya sempat membaik namun perubahannya hanya sebentar. Berdasarkan keterangan dari pihak dokter ternyata ia mengidap gizi buruk dan katarak. Katarak di kedua matanya pun sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Alhamdulillah sudah ada perubahan dengan mulai merespon cahaya. Namun, ia tak melanjutkan pengobatan lagi karena terkendali masalah biaya. Hal tersebut membuat kedua matanya tertutup oleh lendir yang menutupi seluruh bola mata hingga sekarang. Kondisi Candra saat ini masih dengan gizi yang buruk karena berat badan hanya 7 kg. Sebetulnya ia telah mendapat surat rujukan ke Rumah Sakit Cicendo untuk melakukan pengobatan lanjutan, namun orang tua Candra tidak memiliki biaya untuk transportasi dan juga akomodasi ke Bandung. Selain itu, tidak ada pula biaya untuk membayar jaminan BPJS Mandiri Kelas 3 yang telah menunggak selama beberapa bulan. Maklum saja orang tua Candra, Ibu Verawati (30) seorang Ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga tanpa penghasilan apapun. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Candra agar ia bisa melakukan pengobatan lanjutan ke Bandung dan melunasi tunggakan BPJS yang belum dibayar. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Candra untuk lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Candra menderita gizi buruk dan katarak


ELI ROHLIANAH (47, Supsect Infeksi Mata). Alamat : Lingkungan Lameayung RT 6/7, Desa Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Eli merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehatan matanya terganggu. Awalnya, sejak 3 tahun yang lalu mata ibu Eli berwarna merah, gatal-gatal dan matanya sering berair. Apabila terkena sinar matahari mata terasa sakit dan membuat kepala pusing. Bahkan beliau juga merasa sakitnya seperti tersetrum. Hal tersebut membuat beliau segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Beliau sudah pernah berobat ke beberapa rumah sakit, seperti ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan, rumah sakit di Bogor, dan Eye Centre Kuningan. Namun, dokter hanya mengatakan bahwa beliau hanya terkena infeksi mata. Pihak dokter menyarankan agar beliau minum obat saja tanpa tindakan medis lain. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan biaya pribadi karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Oleh karena itu beliau semakin kesulitan mengenai biaya transportasi ke rumah sakit. Saat ini beliau tinggal bersama kedua orang anaknya yang bernama Rian (18) dan Andri (23). Ibu Eli sudah berpisah dengan suaminya sehingga tidak ada yang memberi nafkah selain kedua putranya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Eli sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Eti. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu eli terkena infeksi mata


BAYI YESTI APRIYANTI (1, Kelainan di Saluran BAB dan Saluran Kencing). Alamat : Dusun Manis, RT 4/1, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bayi Yesti adalah anak dari pasangan suami istri Ibu Yesti Apriyanti (21) dan Bapak Alex Sandrana (27). Ketika usia kandungan Ibu Yesti 6 bulan, beliau melakukan USG terhadap perkembangan bayi didalam perut. Hasilnya, bayi beliau terindikasi kelainan pada perut bayi. Tindakan lanjutan Ibu Yesti kontrol dengan secara rutin melakukan USG dan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Semakin lama semakin terlihat bahwa ternyata ada gumpalan dan cairan di usus bayi. Kemudian, di usia kandungan ke 9 bulan beliau di bawa ke Rumah Sakit Wijayah Kusumah dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah dirawat selama satu malam, kemudian operasi caesar dilakukan. Setelah berusia 4 hari, bayi Yesti melakukan tindakan operasi diperutnya untuk membuat 2 saluran kencing dan Bab yang nantinya keluar dari perut. Saat ini Bayi yesti sudah dua kali menjalani control ke RSHS setelah operasi, dan tgl 14 Agustus mendatang jadwal kontrol ketiganya. Selama menjalani perawatan, Alhamdulillah terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun, Ibu Yesti dan suami membutuhkan biaya hidup selama di rumah sakit dan biaya transportasi ke bandung. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Yesti sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk transportasi dan akomdasi. Semoga Allah memberi kemudahan bagi bayi Yesti untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Bayi Yesti masuk ke dalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi Wawan

Bayi yesti menderita kelainan di saluran BAB dan saluran kencing


AMUD BIN SABAN (60, Stroke + Penyumbatan Jantung). Alamat : Lingk. Aton, RT 9/5, Kecamatan Kuningan, Kelurahan Cijoho, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pak Amud, adalah seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Berawal dari satu tahun yang lalu, tiba tiba kepala beliau sakit dan dadanya sesak sehingga jatuh dan kepalanya terbentur. Kemudian beliau dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari karna darah tinggi dan sesak nafas disertai kejang – kejang. Karna itulah, beliau kemudian mengalami stroke berat. Beliau juga tidak bisa berjalan dan selalu sesak nafas jika kambuh karna ada penyumbatan di jantung. Beliau jarang menjalani kontrol penyakitnya, dikarnakan terbentur dengan biaya berobat. Ke rumah sakit pun jika sakit beliau sudah kambuh dan itu pun jika mereka ada biaya. Saat ini beliau hanya bisa terbaring dan sering mengalami kejang – kejang. Bapak Amud tidak mempunyai Jaminan kesehatan apapun. Sehinggan menyulitkan beliau untuk menjalani pengobatan. Semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa bekerja lagi dan menghidupi keluarganya, istri beliau, Ibu Esih Sukaesih (47) hanya bekerja sebagai pedagang gorengan saja yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari – hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Amud sehinggan santunan awal pun diberikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya pembuatan BPJS. Semoga Allah meberikan kesehatan kepada Bapak Amud. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniiasih

Pak amud menderita stroke + penyumbatan jantung


DINI RAHMA LESTARI (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Radar AURI GG. Anggrek RT 2/5, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Dini adalah seorang siswi di MTS. Tarbiatusshibyan Kota Depok yang saat ini ia sudah menepuh ujian akhir dan lulus. Namun sayangnya ijazah yang selama ini ia dambakan tertahan di sekolah karena ia belum melunasi administrasi iuran sekolah sebagai kewajiban orang tua siswi. Tunggakan sekolah yang belum dilunasi mencapai 1,2 juta rupiah. Tentu saja hal tersebut membuat Dini dan kedua orang tuanya bersedih. Mereka berharap ada uluran tangan mau membantu permasalahan ini. Dini adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Ayahnya, Pak Untung Supritno (51) hanya seorang pedagang kue keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedangkan ibunya, Bu Heni Suratmi (49) hanya seorang ibu rumah tangga. Saat ini Dini akan melanjutkan sekolah ke tingkat SMK, kedua orang tua Dini tidak mampu untuk membayarkan biaya masuk sekolah. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar uang masuk sekolah Dini di SMK. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1009. Mereka sangat bersyukur dan terimakasih atas bantuan yang telah diterima dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin Ruhenda Cobra

Bantuan lanjutan untuk membayar uang masuk sekolah Dini di SMK


SDN 3 RANCAPAKU (Bantuan Seragam Sekolah). Alamat: Kp. Rancapaku, RT 3/5, Kelurahan Padakembang, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 50 seragam dibagikan kepada 50 siswa di SDN 3 Rancapaku ketika ajaran tahun 2017/2018 dimulai. Penerima seragam gratis ini adalah siswa dan siswi yang duduk di bangku kelas 1 dan berasal dari keluarga tidak mampu. Sebagian mereka juga merupakan anak yatim piatu dan diurus oleh sanak saudara yang lain yang memiliki keterbatasan ekonomi. Latar belakang pekerjaan keluarga para siswa adalah petani, buruh tani, buruh cuci dan ada juga yang orangtuanya tidak bekerja karena sakit dan hanya mengandalkan belas kasihan para kerabat atau tetangga. Meskipun nasib seolah tak berpihak, anak-anak di daerah sekitar SDN Rancapaku ini mempunyai tekad besar untuk bersekolah dan ingin menaikkan derajat keluarga dengan mengenyam pendidikan supaya kelak di masa depan, mereka bisa memperbaiki keadaan untuk menuju keluarga yang lebih sejahtera. Oleh karena itu, Sedekah Rombongan berinisiatif membantu menyalurkan dana atas amanah dari para Sedekaholics dengan membagikan seragam gratis kepada para siswa tersebut agar mereka mempunyai semangat tinggi pergi ke sekolah. Begitu seragam dibagikan, terpancar wajah bahagia dari para siswa dan keluarga karena merasa terbantu oleh bantuan seragam gratis. Kurir Sedekah Rombongan pun memberikan wejangan agar para siswa semakin giat belajar dan cita-cita mereka bisa tercapai sehingga kelak mereka mempunyai masa depan cerah dan bisa berguna bagi bangsa. Terimakasih para Sedekaholics yang telah menyisihkan sebagian materi untuk membantu para dhuafa menjemput kesembuhan dan merajut harapan dengan pendidikan yang layak. Semoga Allah memberikan keridhoan-Nya bagi kita semua. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.420.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Elis

Bantuan seragam gratis


SOFYAN RAMLI (64, Stroke). Alamat: Jl. Pasar Kidul, RT 15/2, Kel. Manonjaya, Kec. Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah empat tahun Pak Sofyan hanya bisa terbaring di atas kasur. Awal mula gejala yang ia rasakan adalah sakit kepala yang tidak tertahankan saat ia baru pulang dari mesjid setelah sholat berjamaah maghrib. Ia pun memilih beristirahat dan meminum obat warung berharap keesokan harinya sakit kepala yang ia derita akan sembuh. Namun betapa kagetnya, ketika ia bangun pagi seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan terlebih lagi tangan dan kaki kirinya. Ia pun memeriksakan diri ke klinik dibantu keluarganya, ternyata ia terserang penyakit stroke. Dalam sekali berobat, ia menghabiskan uang hingga tujuh ratus ribu. Sayangnya, sudah dua tahun, Pak Sofyan tak bisa berobat lagi karena kehabisan uang dan jaminan kesehatan pun tidak punya. Dulu, ia bekerja sebagai penjahit dan sekarang sudah tidak mempunyai penghasilan. Istrinya, Nyai (60) yang menggantikannya sebagai tulang punggung keluarga. Bu Nyai berjualan rujak dan gorengan di depan rumahnya untuk memenuhi kebutuhan dan makan sehari-hari. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan kurir untuk mengunjungi Pak Sofyan di kediamannya dan melihat keadaannya yang sudah lemah tak berdaya. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan kepada Pak Sofyan untuk membantunya melanjutkan pengobatan karen kondisinya kini makin memprihatinkan dan sudah tidak bisa berjalan supaya ia bisa menjemput kesembuhan dan kembali sehat. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak sofyan menderita stroke


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan kembali titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat untuk bulan Januari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 987.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Emim menderita penyakit lemah jantung


IKA SUMARTIKA (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, RT 7/4, Kel. Kahuripan, Kec .Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Ketika itu beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik meskipun masih harus berobat dengan Jamkesda. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Keadaan Bu Ika sekarang sudah membaik namun masih harus menjalani pengobatan. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara


DODI SUPRIADI (60, Kecelakaan Lantas). Alamat: Kp. Kurang Kaler, RT 1/1, Kelurahan Margabakti, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dua minggu lalu saat Pak Dodi mengendarai motor di jalan raya, tiba-tiba saja mobil di depannya berhenti secara mendadak dan membuat motor Pak Dodi terjatuh hingga akhirnya ia terpelanting ke tengah jalan. Malangnya, saat itu ada truk melewati jalan tersebut dan melindas kaki serta tangan Pak Dodi hingga tulangnya remuk. Akhirnya, ia dilarikan segera ke RS dr. Soekardjo dan mendapat tindakan. Sayangnya, karena ketakutan dengan biaya yang akan keluar, keluarga Pak Dodi memilih membawa pulang beliau dan memutuskan membawa Pak Dodi ke pengobatan alternatif karena tidak mempunyai jaminan kesehatan dan ternyata ia harus dirawat di suatu perumahan selama 6 bulan. Hingga kini, tak ada perubahan berarti dari kaki dan tangannya dan masih tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Keluarganya sudah putus asa dengan keadaan Pak Dodi. Ia bekerja sebagai tukang dagang mainan, dan istrinya, Iis (58) hanyalah seorang IRT. Mereka hanya punya seorang anak dan tidak tinggal serumah sehingga yang merawat Pak Dodi sehari-hari setelah kecelakaan adalah istrinya dan para kerabat. Untuk pengobatan alternatif, Pak Dodi dan keluarga menghabiskan hingga jutaan rupiah perbulannya, sedangkan mereka tak mempunyai penghasilan karena Pak Dodi kini sudah tidak bisa bekerja dan hanya bisa berhutang pada tetangga atau saudara. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mendengarkan cerita keluarga ini dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan medis Pak Dodi supaya ia tertangani dengan tepat. Semoga Allah segera memberi kepulihan baginya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak dodi mengalami kecelakaan


ULVIANI BINTI SURYANA (1, Hemangioma). Alamat: Kp. Sukahurip, RT 1/1, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat umur Ulviani menginjak 5 bulan, ada benjolan kecil di tangan kiri Ulvi dan keluarganya mengira benjolan tersebut hanya benjolan biasa dan akan mengecil seiring waktu. Sayangnya, perkiraan keluarga Ulvi meleset, benjolan di tangan Ulvi ternyata semakin membesar sebesar bola tenis dan pada Januari 2017, Ulvi diduga menderita Hemangioma bahkan kanker tangan saat diperiksa lagi pada Juni 2017. Keluarga Ulvi hanya bisa pasrah dan ketika diperiksa di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Ulvi harus dirujuk ke RSHS Bandung dengan jaminan KIS. Ayah Ulfi, Suryana (33) bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Ernawati (27) hanya seorang IRT dan merawat Ulvi. Mereka juga punya anak yang baru masuk sekolah dan perlu biaya sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Ulvi dan mengantarnya ke Bandung untuk pengobatan lanjut, namun manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan. Ulviani meninggal dunia saat melakukan proses penyedotan cairan di tangannya dan apa daya, Ulviani harus berpulang ke Rahmatullah. Semoga Ulvi ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudin @adiabdillah Latif

Ulvi diduga menderita hemangioma


MTSR BOGOR (B 1681 SIF, Biaya Operasional April 2017). Pada akhir pekan awal Februari 2016, #SedekahRombongan dihubungi oleh salah seorang pengusaha di Jakarta, Pengusaha yang selama ini rutin memantau pergerakan #SR. Pengusaha ini menghubungi #SR mengabarkan niatnya memberikan mobil yang diperuntukan untuk ambulance. Beliau selama ini memonitor pergerakan #SR serta menjadi salah satu #Sedekaholics yang rutin menyalurkan bantuannya lewat SR. Sebuah Nissan Evalia ber Plat Nomer B 1481 SIF baru langsung kami jemput di rumah beliau di kawasan selatan Jakarta, diberikan langsung pada kami oleh puterinya. Mobil ini selanjutnya akan kami pergunakan untuk MTSR wilayah Bogor yang berfungsi untuk mengantar jemput para dhuafa berobat dalam dampingan #SedekahRombongan. tentunya dengan mobilitas MTSR di wilayah kabupaten dan kota bogor, Kebutuhan untuk bensin, Tol dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan supaya mobilitas MTSR untuk mengantar jemput pasien – pasien #SedekahRombongan di wilayah kabupaten dan kota Bogor bisa optimal. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk Biaya Perpanjangan Pajak Kendaraan Bermotor MTSR Bogor. Semoga dengan hadir nya MTSR di Wilayah Bogor akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit. Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @Kartimans1 @rexy_eas

Biaya operasional April 2017


DESTA NUR FUADAH (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Dusun Cikarag RT 2/6, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Desta, akrab kami memanggilnya. Sudah lama Desta terpaksa harus berhenti sekolah saat kenaikan ke kelas 12 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Malausma, Majalengka. Tak seberuntung anak-anak lainnya, Desta hidup serba kekurangan dan pada akhirnya terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena keterbatasan biaya. Saat ini, Desta tinggal di sebuah rumah petak berdinding bilik bersama orangtua dan adiknya yang masih kecil. Kedua orangtua Desta, yakni Pak Deden (70) dan Ibu Ihat (35) sehari-harinya hanya bekerja sebagai buruh tani dengan upah yang tak seberapa. Jangankan untuk biaya sekolah sang anak, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja rasanya sangat sulit. Himpitan ekonomi inilah yang membuat Pak Deden tidak mampu membiayai sekolah putri sulungnya itu. Sementara di balik itu, Desta masih semangat dan memiliki cita- cita untuk menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi keluarga memiliki keterbatasan dalam hal biaya pendidikannya. Alhamdulillah, atas informasi dari Pak Odang, ketua RW setempat, kurir Sedekah Rombongan pun dapat bersilaturahim dengan Desta dan keluarganya. Bersyukur, kami dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk membantu Desta melanjutkan sekolahnya. Semoga perjuangan Desta dalam menuntut ilmu selalu diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang @Dandi

Bantuan biaya sekolah


BISMO YUDA WICAKSONO (16, Sindrom Guillain Barre). Alamat : Perum Villa Indah Permai Blok H36/19 RT 4/36, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal setelah Bismo bermain bola sekitar pertengahan 2016 lalu di Purworejo, ia merasakan tangan dan kakinya kesemutan. Bahkan kesemutan tersebut menjalar hingga ke pinggang. Sebelumnya Bismo adalah pasien yang pernah dibantu Kurir Sedekah Rombongan Purworejo karena asal mula penyakitnya tersebut berawal sejak ia tinggal di Purworejo. Saat ini ia tinggal di Kota Bekasi dan menjalani pengobatan yang harus ia jalani seminggu sekali ke RSCM Jakarta. Ayah Bismo, Pak Sadar Bromo (43) sangat kesulitan untuk mengevakuasi anaknya karena harus membutuhkan ambulan dengan tempat tidur khusus. Keluarga Bismo layak dibantu karena keinginannya yang begitu besar dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani pengobatan di RSCM kepada keluarga Bismo. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Bismo menderita sindrom guillain barre


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan mereka membutuhkan bekal untuk makan keluarga yang menunggu. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani perawatan di RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana M Amin

Wilda mengalami katarak


NOVA ELIZA (10, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Garon Tengah RT 6/3, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal bulan Mei 2017, saat Nova sedang bermain sepatu roda yang dipinjam dari temannya. Naas nasib Nova, ia terjatuh saat sedang bermain sepatu roda dengan posisi bahu kanan terbentur aspal. Awalnya pengobatan yang dilakukan hanya sebatas urut tradisional, namun cidera bahu kanan tak kunjung membaik dan membengkak. Sejak itu dengan jaminan Kartu KIS PBI, Nova dibawa memeriksakaan penyakitnya ke Puskesmas Cabangbungin. Dokter di Puskesmas Cabangbungin menganjurkan agar Nova dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Nova kembali dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut dengan peralatan yang lebih memadai. Saat ini Nova menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Orang tua Nova merasakan kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Ayah Nova, Pak Nana (52) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan ibunya, Bu Nunung (49) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga santunan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan Nova ke RS Persahabatan Jakarta. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay M Amin

Nova menderita kanker tulang


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita ca mammae


HAIKAL FEBRIAN SYAHPUTRA (5, Flek Paru). Alamat : Kp. Lubang Buaya RT 2/4, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Haikal adalah seorang anak yatim piatu yang saat ini diasuh oleh nenek nya. Saat baru lahir hingga usia 2 tahun, tak ada tanda-tanda yang tampak kalau Haikal sakit. Awal tahun 2015, Haikal mulai merasakan sesak nafas, disertai kondisi berat badan semakin menurun. Upaya pengobatan dilakukan secara rutin di puskesmas terdekat, namun tidak berlangsung lama karena ketiadaan biaya untuk akomodasi karena nenek Haikal sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari Haikal. Pada saat ditemui Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Haikal sangat memperhatikan, kondisi badan kurus tinggal tulang. Kedua orang tua Haikal sudah meninggal pada awal tahun 2014 hampir bersamaan karena sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk kebutuhan Haikal membeli nutrisi agar pertumbuhan nya layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Haikal menderita flek paru


SUTEJA JUANTA (11, Retinoblastoma). Alamat : Kp. Utan RT 2/29, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak pertengahan tahun 2016, awalnya mata kanan Suteja terasa gatal-gatal hingga akhirnya menjadi benjolan besar. Namun proses pengobatan baru ia lakukan pada awal 2017. Suteja diantar kedua orang tuanya rutin menjalani pemeriksaan di RS Cicendo Bandung dan pada pertengahan bulan Juli 2017 ia menjalani operasi pertama di RS Hasan Sadikin Bandung dan menjalani perawatan untuk beberapa hari. Setelah diperbolehkan pulang Suteja harus menjalani kontrol beberapa hari kemudian, namun kedua orang tua Suteja mengalami kesulitan biaya transport ke Bandung. Ayah Suteja, Pak Juanta (47) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang minim. Sedangkan ibunya, Bu Amih (42) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi Suteja ke RS Hasan Sadikin Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Emma Hermawati

Suteja menderita retinoblastoma


NURSEHA BINTI JAMSARI (26, Susp. Tumor Ovarium). Alamat : Kp. Srengseng RT 1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekitar bulan Januari 2017 yang lalu, Nurseha merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam perutnya. Hingga suatu hari ia memeriksakan diri ke klinik terdekat didampingi oleh suaminya. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik, Nurseha disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut ke rumah sakit dengan peralatan lebih lengkap. Dengan berbekal kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, ia menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Sayangnya pemeriksaan tersebut hampir terhenti karena kendala biaya akomodasi yang hampir 1 minggu sekali. Suaminya, Susanto (30) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang pas-pasan. Bersyukur, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pengobatan Nurseha.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sunaji

Nurseha menderita susp. tumor ovarium


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia). Alamat: Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan membeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SARMI BINTI KASAN SARJU 1,000,000
2 MUHAMMAD NUR ALFA 2,000,000
3 SUMIRA BINTI SAMSUDIN 4,864,900
4 TEMON BINTI SAWAL 692,600
5 MTSR MADURA 1,635,000
6 SAKINI BINTI SARIGUNO 500,000
7 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
8 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
9 WINANTI BINTI TAYAT 1,000,000
10 KATNI JARTO 1,000,000
11 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,802,000
12 SURADI BIN SONO KARTO 1,727,500
13 SOKARTO BIN SOIKROMO 1,860,000
14 WARSI BINTI KROMOREJO 1,000,000
15 FARID ABDULLAH 1,000,000
16 AHMAD RIF’AN 1,000,000
17 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 500,000
18 MTSR MADIUN 6,000,000
19 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
20 SUHARYONO 1,000,000
21 AJIJAH BINTI RAHMIN 1,000,000
22 MUHAMAD ASWURI 1,000,000
23 HAKIKI NURHIDAYAH 1,000,000
24 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
25 RATRI NOPIDHIAN WIDHI 1,000,000
26 AHMAD HAZIMI 500,000
27 AHMAD SINTO 1,000,000
28 NINING SITI NURJANAH 500,000
29 KANIA RAHAYU 2,000,000
30 JUNIAH BINTI SAKIR 500,000
31 UUM UMSARI 500,000
32 CANDRA IRAWAN 500,000
33 ELI ROHLIANAH 500,000
34 BAYI YESTI APRIYANTI 500,000
35 AMUD BIN SABAN 500,000
36 DINI RAHMA LESTARI 2,000,000
37 SDN 3 RANCAPAKU 4,420,000
38 SOFYAN RAMLI 500,000
39 EMIM HAMIMAH 500,000
40 IKA SUMARTIKA 500,000
41 DODI SUPRIADI 850,000
42 ULVIANI BINTI SURYANA 500,000
43 MTSR BOGOR 3,000,000
44 DESTA NUR FUADAH 2,000,000
45 BISMO YUDA WICAKSONO 1,000,000
46 WILDA SARI 1,000,000
47 NOVA ELIZA 500,000
48 MARYANI BINTI SUMARNO 500,000
49 HAIKAL FEBRIAN SYAHPUTRA 500,000
50 SUTEJA JUANTA 500,000
51 NURSEHA BINTI JAMSARI 500,000
52 MAULA BUDI ASTUTI 500,000
Total 61,852,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,852,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1033 ROMBONGAN

Rp. 53,695,664,861,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *