Rombongan 1032

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on August 5, 2017

MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Juli 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Juli 2017 sebesar Rp 2.265.000 di gunakan untuk pembelian BBM dan servis kaki-kaki. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp 2.265.000
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juli 2017


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Juli 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Juli 2017 sebesar Rp 3.150.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM, servis dan ganti kampas rem serta pembelian spion. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp 3.150.000
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juli 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juli 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Juli 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1030.

Jumlah Santunan : Rp 2.552.000
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juli 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya Inventaris Rssr Magetan bulan Maret – Juli 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan pembelian inventaris selama bulan Maret sampai dengan Juli 2017 untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan. Laporan Rumah Singgah Magetan sebelumnya masuk rombongan 1030.

Jumlah Santunan : Rp 841.000
Tanggal : 1 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya inventaris Rssr Magetan bulan Maret – Juli 2017


PARNI BIN RAMBAT, (48, Karsinoma Nasopharyng) Alamat : Dusun Claket Desa Bulugunung RT 17 / 2 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Parni begitu orang biasa memanggilnya. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertempat tinggal di Bulugunung Magetan. Dalam kesehariannya Pak Parni bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 50.000/hari. Ayah dari 4 orang anak ini mulai mengetahui adanya benjolan di leher 1 tahun lalu, dan baru terasa sakit beberapa bulan belakangan ini. Ia sudah menjalani pengobatan di Rsud dr. Sayidiman Magetan, Rsud dr. Soedono Madiun, dan terakhir ia berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo. Dokter mendiagnosa ia menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng. Dengan penghasilan yang cukup minim, istrinya Parmi yang bekerja sebagai buruh gendong tidak kamu membiayai suaminya berobat. Setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal Pak Parni, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei memutuskan untuk mendampingi beliau berobat. Setelah satu tahun dalam dampingan #SRmagetan berikhiar maksimal untuk kesembuhan ke Rsdm Solo, pada tanggal 1 Agustus 2017 Pak Parni meninggal dunia. Santunan kelima sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pemakaman setelah sebelumnya masuk rombongan 935, 976, 1023 dan 1030. Pak Parni sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan. Keluarga juga menyampaikan permintaan maaf apabila selama ini ada kesalahan. Semoga Pak Parni mendapatkan tempat terbaik disisiNya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 2 Agustus 201
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Parni menderita penyakit karsinoma nasopharyng


SUYATI BINTI KASAN (47, kanker paru-paru). Alamat : RT 19/04 Desa Kopek, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yati, demikian biasa dipanggil adalah ibu dari 2 orang anak yang suaminya meninggal dunia karena kecelakaan 7 tahun yang lalu. Beliau menghidupi kedua anak nya yang duduk di kelas 3 MAN dan 6 MI dengan bekerja menganyam berbagai perangkat berbahan dasar bambu. Namun sejak 3 tahun lalu bu Yati kesehatan nya mulai menurun. Praktis karen kondisi ini bu Yati sudah tidak dapat bekerja. Untuk pengobatan dan hidup sehari- hari beserta 2 anaknya tergantung pemberian saudaranya. Dengan menggunakan Bpjs bu Yati berobat ke Rsud Sayudiman Magetan kemudian dirujuk ke Rsud Soedono Madiun dan dinyatakan menderita sakit Kanker paru-paru. Tetapi kondisinya semakin menurun sampai akhir nya melanjutkan pengobatan ke Rsup. Sarjito Yogyakarta. Untuk ke Yogya bu Yati naik bus umum dan di dampingi saudara nya karena kedua anak nya tidak mungkin mendampingi, sedangkan saudara nya inipun mempunyai tanggungan keluarga sendiri. Sudah 3 bulan terakhir bu Yati menjalani pengobatan di Yogya, kendala keuangan untuk transport dirasa sangat memberatkan. Bu Yati sudah menjalani 5 kali kemoterapi. Informasi mengenai bu Yati diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi Bu Yati. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 2.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan dan transport. Bu Yati mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga bu Yati segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti dulu lagi. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 2 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama @Jeans_Oswolf

Bu Suyati menderita sakit kanker paru-paru


SUGI BIN PARTOWAGI, (53, pergeseran tempurung lutut) Alamat : RT.01/03 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Pada Desember 2014 Pak Sugi mengalami kecelakaan kecil hingga tempurung lutut nya bergeser dan menyebabkan beliau tidak bisa berjalan. Pernah di obatkan ke Sangkalputung dan RS Kustati tetapi karena ketidakadaan biaya pengobatan harus terhenti. Pak Sugi bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang tidak menentu. Apalagi sejak mengalami kecelakaan, praktis tidak bisa bekerja sama sekali. Bu Sani (49 tahun) yaitu istri pak Sugi bekerja sebagai penganyam bambu yang penghasilan nya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beliau mempunyai 2 anak, yang pertama sudah berkeluarga dan anak kedua beliau masih tinggal serumah dan mendampingi proses pengobatan pak Sugi selama ini. Berdasarkan informasi dari warga sekitar akhir nya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Sugi. Beliau melanjutkan pengobatan ke RSO Soeharso Solo. Setelah beberapa kali berobat, saat ini sudah ada kemajuan, beliau sudah bisa berjalan walau belum sempurna dan proses pengobatan terus dilanjutkan. Santunan Keempat titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk pembelian obat dan akomodasi selama proses pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 827, 891 dan 929. Keluarga pak Sugi sangat terharu dan berterimakasih atas santunan yang telah disampaikan oleh Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 3 Agustus 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervin Surive @DedyReza

Pak Sugi menderita pergeseran tempurung lutut

DWI SUMARNO (46, Gagal Ginjal). Alamat : RT 17/04 Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Marno, demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang bapak dari 3 orang anak yang masih kecil. Sejak September 2013 Pak Marno divonis gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah sebulan sekali di Rsud. Soedono Madiun dengan menggunakan Bpjs Mandiri klas 2. Semakin lama, frekuensi cuci darah yang dilakukan semakin sering, bahkan saat ini cuci darah harus dilakukan seminggu dua kali yaitu setiap hari Rabu dan Sabtu. Karen sakit nya ini beliau harus kembali ke kampung halaman dan nyantri di suatu Pondok Pesantren, sementara istri nya yaitu Ibu Sulistyowati (37) dan anak-anak nya bertempat tinggal di Surabaya sehingga pak Marno selalu melakukan hemodialisa sendirian tanpa pendamping di Rsud. Soedono Madiun. Informasi mengenai Pak Marno diperoleh dari salah satu pasien dampingan dari #SRmadiun. Santunan pertama  sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli kruk dan kebutuhan sehari-hari. Pak Marno mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga pak Marno diberi kekuatan untuk kembali seperti sediakala dan bekerja sebagaima sebelum nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 29 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Pak Dwi menderita gagal ginjal


ROIZ ZAENAL MUHTAROM (5, Leukimia). Alamat : RT 020/02 Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Rois demikian biasa dipanggil, sepintas seperti anak normal dan sehat seperti anak usia 5 tahun. Siapapun tidak akan menyangka bahwa Rois menderita penyakit serius, yaitu Leukimia. Gejala sakit dimulai saat Rois berumur 4 tahun, sering mengalami panas yang tinggi. Karena dikira panas biasa, awal nya hanya dibawa ke Dokter anak, dan disarankan untuk berobat ke Rsud. Soedono Madiun dan diketahui bahwa Rois menderita penyakit Leukimia. Akhir nya mulai Januari 2016 Rois dirujuk untuk berobat ke Rsud. Moewardi Solo. Saat ini Rois menjalani Kemoretapi seminggu sekali. Kedua orang tua Rois yaitu Pak Samsudin (37) dan Ibu Siti Nurhayati (33) merasa sangat berat untuk biaya pengobatan Rois karena Pak Samsudin yang bekerja sebagai buruh tani penghasilan nya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu masih mempunyai tanggungan kakak Rois yang sekolah kelas 3 SMP. Informasi mengenai Rois diperoleh dari salah satu pasien dampingan #SRmagetan. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi ke Rsdm Solo saat melakukan kemoterapi seminggu sekali. Bu Siti Nurhayati sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga Rois bisa sembuh dan menikmati masa kecil nya dengan ceria. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Roiz menderita leukimia


SUPRATI BINTI BASIR (41, Ca Mamae). Alamat : RT 53/4 Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Prati, demikian biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak yang masih usia sekolah. Suaminya yaitu Pak Abdul Samad (40) sudah lama meninggalkan bu Prati tanpa memberikan nafkah apapun. Semasa masih sehat, Bu Prati bekerja pada sebuah Pabrik Garmen di Tangerang. Tetapi 2 tahun terakhir Bu Prati divonis menderita Kanker Payudara. Awal nya bu Prati berobat di Tangerang tetapi karena kondisi nya terus menurun maka keluarga memutuskan untuk membawa pulang ke Magetan. Saat sampai di tanah kelahiran nya, Bu Prati sudah tidak mau lagi melanjutkan pengobatan. Saat Kurir #SRmagetan datang ke rumahnya, Bu Prati hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Smua aktivitas hanya bisa dilakukan di tempat tidur, ibunya yang sudah tua dengan sabar merawat Bu Prati. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli pampers dan kebutuhan sehari-hari. Bu Suprati sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Bu Prati divonis menderita kanker payudara


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT/RW 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini Bu Yuni menjalani kontrol rutin dan sinar sebanyak 10 kali untuk punggung dan sinar 24 kali untuk ca Mamae. Santunan ketiga titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan sinar setelah sebelum nya masuk rombongan 986 dan 1023. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Bu Yuni menderita ca mamae


SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN, (55, kedua kaki patah karena kecelakaan). Alamat : RT.03/01 Dusun Basri Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Setahun lalu Ibu Sumiyem mengalami kecelakaan tertabrak truk saat pulang dari menghadiri hajatan saudara nya. Kedua kaki nya remuk dan harus dirawat di RS Ortopedi Soeharso Solo beberapa minggu. Si penabrak hanya memberikan santunan Rp 5.000.000 dan ditinggalkan pergi. Ibu Sumiyem mempunyai jaminan kesehatan Bpjs tetapi untuk biaya transport dari Ngawi ke Solo dan akomodasi di rumah sakit sangat memberat kan keluarga, apalagi jadwal kontrol nya sangat sering mengingat luka yang dialami oleh Ibu Sumiyem sangat parah. Sedangkan suami nya yaitu Bapak Kasiman (58 tahun) hanya bekerja serabutan sehingga hasil nya tidak menentu. Bu Sumiyem mempunyai 2 anak, yang pertama sudah meninggal karena sakit gagal ginjal. Yang kedua yaitu Mardi (27 tahun) sudah berkeluarga dan kerja di sebuah restoran. Untuk proses berobat, Mardi ini lah yang selalu menjadi pendamping ibu nya. Karena keterbatasan biaya operasi pelepasan pen belum bisa dilakukan sampai akhir nya dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan dan sudah 8 bulan terakhir menjadi pasien dampingan. Santunan keempat titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 500.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi selama kontrol, setelah sebelum nya masuk rombongan 874, 891 dan 949. Keluarga Pak Kasiman sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dan pendampingan kepada Ibu Sumiyem selama ini. Semoga menjadi catatan amal terbaik bagi semua pihak yang telah membantu.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf

Bu Sumiyem menderita kedua kaki patah karena kecelakaan


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung kopi. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan #SR Magetan dan #SRSurabaya. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Surabaya dan biaya akomodasi pengobatan setelah sebelum nya masuk rombongan 1007 dan 1030. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 25 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe

Pak Sulopo menderita Pak Sulopo menderita tumor orbita / tumor ganas


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza dan mendampingi Reza dalam proses pengobatan. Santunan ke tujuh telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi di Rssr Malang selama bulan Maret sampai Juni 2017. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935, 939, 965, 986 dan 1023. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.416.800
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Faiz_Faeruz

Reza menderita uretral stricture


WAGIYAH BINTI SONO DIRYO ( 82, Rematik, duafa sebatangkara ) Alamat : Dusun Sambi RT.05/03 Desa Simo, Keamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Semenjak anak satu satunya meninggal dunia bebarapa tahun yang lalu bu Wagiyah hidup sebatangkara, tubuhnya yang kurus dan renta tidak mampu untuk bekerja.Untuk kebutuhan sehari-hari mengharapkan uluran tangan tetangganya. Rumah yang ditinggali sangat tidak layak untuk disebut rumah tinggal, boleh dikata mirip kandang ayam. Sedangkan tanahnya menumpang lahan tetangganya.
Pengobatan tidak pernah dilakukan karena keterbatasan biaya dan tidak ada yang mendampingi. Sebenarnya sudah ada bantuan dari desa dan kodim untuk perbaikan rumah nya, tetapi karena status tanah yang ditempati masih menumpang, maka bantuan tersebut tidak bisa direalisasikan. Informasi mengenai mbah Wagiyah diperoleh dari salah satu kurir #SRngawi. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mbah Wagiyah sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe @Sumiyati

Bu Wahiyah menderita reumatik


AHMAD BARORI BIN AMAT KARMI (58, Stroke) Alamat : Dusun Ngijo RT. 07/06 Desa Kendal Kecamatan, Kendal Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur. Sebagai penjual bakso pak Ahmad mempunyai 3 anak yang salah satunya masih berumur 14 tahun ( Rahma Noviana ) mengalami kelumpuhan sejak bayi. Setelah menderita stroke sekarang tidak mampu bekerja lagi, untuk kebutuhan hidupnya istrinya yaitu bu Rohmatun (55) bekerja sebagai buruh membungkus kerupuk di tetangganya. Dengan penghasilan yang pas pasan hanya cukup untuk makan sehari. Sedang untuk berobat pak Ahmad dan anaknya tidak ada ditambah membiayai 2 anak yang usia sekolah. Informasi mengenai pak Ahmad diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan keluarga nya. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Ahmad sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga pak Ahmad bisa sembuh seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @Kinanti_Awe @Sumiyati

Pak Ahmad menderita stroke


SULASTRI BINTI KATIRAN (43, Asam Urat + Darah Tinggi + Diabet ) Alamat : Dusun Temboro RT.07/01 Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sepulang kerja dari Arab Saudi pada tahun 1996 Bu Sulastri bermaksud berangkat kembali. Tetapi tidak lolos tes kesehatan sehingga gagal berangkat. Setelah petiksa dokter dinyatakan menderita penyakit darah tinggi, asam urat dan diabetes. Bu Sulastri bekerja menjadi penjual nasi pecel dan rujak petis di depan rumahnya. Keadaan berangsur memburuk, pada tahun 2016 Bu Sulastri sudah tidak mampu bekerja lagi. Untuk membiayai kedua anaknya yang masih sekolah suaminya yaitu Bapak Jayadi (50 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, sehingga untuk biaya berobat tidak mencukupi. Kondisi Bu Sulastri sekarang tidak dapat duduk lama dan sulit untuk berjalan. Informasi mengenai bu Sulastri diperoleh dari salah satu teman kurir #SRngawi. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat. Pak Jayadi sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, dan semoga Bu Sulastri bisa sembuh kembali seperti sediakala. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @KinantiAwe @Jeans_Oswolf @Sumiyati

Bu Sulastri menderita penyakit darah tinggi, asam urat dan diabetes

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR 1 MAGETAN 2,265,000
2 MTSR 2 MAGETAN 3,150,000
3 RSSR MAGETAN 2,552,000
4 RSSR MAGETAN 841,000
5 PARNI BIN RAMBAT 1,000,000
6 SUYATI BINTI KASAN 2,000,000
7 SUGI BIN PARTOWAGI 500,000
8 SARMI BINTI KASAN SARJU 1,000,000
9 ROIZ ZAENAL MUHTAROM 1,000,000
10 SUPRATI BINTI BASIR 1,000,000
11 YUNI PURWANINGSIH 1,000,000
12 SUMIYEM BINTI KARSO SIRIN 500,000
13 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
14 REZA TRI ANDIKA 2,416,800
15 WAGIYAH BINTI SONO DIRYO 500,000
16 AHMAD BARORI BIN AMAT KARMI 1,000,000
17 SULASTRI BINTI KATIRAN 1,000,000
Total 22,224,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 22,224,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1032 ROMBONGAN

Rp. 53,631,812,861,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.