Rombongan 1031

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on August 3, 2017

FARIDA BIN MOHAMMAD (45, Parkinson). Alamat : Dusun Somalang, RT 6/8, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya ibu Farida merasakan sekujur tubuh mengalami gatal-gatal dan tubuh gemetaran. Karena tidak kunjung sembuh, setelah satu tahun kemudian pihak keluarga membawa Bu Farida periksa ke dokter. Setelah diperiksa dan hasilnya Bu Farida mengalami gangguan saraf (Parkinson). Bu Farida diberikan lima macam obat, setelah obat habis maka Bu Farida diharuskan untuk kontrol kembali. Karena kondisi keuangan yang tidak menentu, beliau tidak teratur dalam waktu kontrol ke dokter. Saat ini Bu Farida juga mengalami sakit di jari-jari tangannya, terdapat luka bengkak dan bernanah yang telah beliau alami selama empat bulan. Bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan dipergunakan untuk periksa ke dokter spesialis kulit. Semoga keadaan Bu Farida membaik. Terimakasih Sedekaholic yang telah membantu Bu Farida untuk bisa kembali berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Syamsuri @hafnirosania

Bu Farida mengalami gangguan saraf parkinson


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1030.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.773.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional bulan Juni 2017


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Cystostomi + Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 1/4, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad merupakan salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Ayah dari 2 orang anak ini begitu semangat untuk menjemput kesembuhannya. Hal itu dapat dilihat dari ikhtiar beliau dalam menjalankan serangkaian pengobatan pasca mengalami kecelakaan pada traktor bego di tempat kerjanya bulan September 2016 lalu. Akibat kecelakaan tersebut membuat pak muhammad harus menjalani tindakan operasi tulang panggul dan pemasangan stoma/kateter pada saluran kemih beliau. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, Alhamdulillah kondisi pak muhammad semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Awalnya pak muhammad hanya mampu berbaring, kini beliau sudah mampu untuk duduk dan mulai latihan untuk berjalan. Selain itu menurut pemeriksaan terakhir yang dilakukan di poli orthopedi RSUD Dr. Soetomo kondisi tulang pinggul pak muhammad sudah membaik, dan disarankan kembali hanya jika ada keluhan saja. Namun, perjuangan pak muhammad untuk menjemput kesembuhan masih harus terus berlanjut karena beliau harus tetap rutin kontrol dan mengganti stoma/kateter setiap 2 minggu sekali di IIU Dr. Soetomo. Pak muhammad juga sedang menunggu jadwal operasi pada kandung kemih beliau agar tidak lagi menggunakan stoma/kateter. Pengobatan pak muhammad selama ini dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Untuk yang kelima kalinya kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan biaya berobat, mengganti selang kateter dan kontrol rutin pak muhammad. Semoga santunan dari sedekaholics mampu terus membantu ikhtiar pak muhammad untuk menjemput Kesembuhannya dan mampu menjalani hidup seperti sedia kala. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak Muhammad menderita cystostomi + stoma


RINI UTAMI (43, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Gendeng, RT 3/5, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 1 tahun yang lalu, Ibu Rini sudah mengetahui adanya benjolan sebesar kelereng pada payudara sebelah kanan beliau. Karena tidak dirasa sakit sama sekali saat beraktivitas, Ibu Rini pun membiarkan benjolan tersebut. Seiring berjalannya waktu, payudara beliau terus bertambah besar. Ibu Rini akhirnya pergi ke dokter umum sekitar untuk dieriksakan. Dokter juga telah mendiagnosis kalau Ibu Rini mengalami kanker payudara. Dokter pun akhirnya memberikan surat rujukan ke rumah sakit agar bisa cepat tertangani. Benjolan pada payudara kanan beliau telah pecah dan mengeluarkan cairan serta berbau. Beliau pun hanya bisa menutup lukanya dengan menggunakan perban saja. Akhir Bulan Juli ini, kondisi Ibu Rini menurun dan beliau dibawa ke Rumah Sakit Gambiran, Kediri. Saat ini Ibu Rini tinggal bersama suami beliau Bapak Saidi (42) dan kedua orang anak yang masih bersekolah. Penghasilan yang bisa diperoleh Ibu Rini dan keluarga sehari-hari dari berjualan di rumah beliau sendiri selalu tidak menentu. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III Ibu Rini telah aktif dan bisa dipergunakan untuk berobat. Pengobatan yang harus dijalani beliaupun harus tertunda karena tidak adanya biaya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rini dan bantuan pun telah diberikan kepada beliau untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit dan transportasi. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada nombongan nomor 1021. Semoga pengobatan yang akan dijalani Ibu Rini diberikan kelancaran dan diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Ibu Rini mengalami kanker payudara


SITI NUR ALIFAH (28, Suspect Penyempitan Kelenjar Getah Bening). Alamat: Dusun Kedunglumpang, RT 3/4, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2013, paha sebelah kanan Bu Siti mengalami pembengkakan. Bu Siti beranggapan bahwa pembengkakan terjadi karena beliau terlalu lelah sehingga dibawa ke tukang pijat. Setelah dibawa ke tukang pijat, pembengkakan pada paha Bu Siti tidak kunjung sembuh. Bu Siti akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, lalu ia dirujuk ke RSUD Jombang. Di RSUD Jombang Bu Siti diberi obat jalan dan tidak memerlukan rawat inap. Hingga pada tahun 2015 paha Bu Siti semakin membengkak. Adanya kabar burung yang menyatakan ibu Siti mengidap penyakit kaki gajah membuat tim dinas kesehatan setempat melakukan kunjungan ke kediaman beliau untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan, Bu Siti dinyatakan menderita suspect penyempitan kelenjar getah bening. Hingga sekarang, Bu Siti masih menunggu panggilan untuk rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemerikasaan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Siti, Sumarno (54) bekerja sebagai karyawan swasta dan Suliyani (46) bekerja sebagai petani. Sedangkan suami ibu Siti, Yuli Iswayudi (29) bekerja sebagai kuli bangunan. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Bu Siti mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, ia masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan biaya transportasinya. Kini, kondisi kaki Bu Siti semakin membengkak. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Siti. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan tranportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1116. Keluarga Bu Siti berterima kasih kepada para sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga Bu Siti bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas kembali. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 608.333,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Siti menderita suspect penyempitan kelenjar getah bening


NGATIMAN BIN SAMIDIN (52, Stroke). Alamat: Desa Rejosari, RT 4/3, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bapak Ngatiman sudah sakit sejak beberapa tahun yang lalu. Awal mulanya bapak Ngatiman mengeluh sakit di bagian dada ketika bekerja di sawah. Selama beberapa waktu bapak Ngatiman hanya membiarkan rasa sakit tersebut tanpa berniat memeriksakan diri karena beliau beranggapan rasa sakitnya akan sembuh dengan sendirinya. Pada tahun 2007, bapak Ngatiman kembali mengeluhkan rasa sakit. Ada beberapa bagian tubuh yang mendadak tidak dapat difungsikan. Akhirnya bapak Ngatiman memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Ngatiman didiagnosa menderita stroke. Tidak lama kemudian bapak Ngatiman keluar dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan memilih untuk obat jalan. Tepatnya pada tanggal 16 Maret 2017 tubuh bagian kanan bapak Ngatiman tidak dapat digerakkan. Ketika diajak berbicara, respon bapak Ngatiman tidak jelas dan pengucapannya pun terbata-bata. Bapak Ngatiman juga tidak bisa menelan makanan yang keras sehingga untuk makan beliau hanya mengonsumsi susu dan air putih. Sebelum sakit, bapak Ngatiman bekerja sebagai buruh tani. Istrinya, Jarmiati (48) juga bekerja sebagai buruh tani. Bapak Ngatiman sekarang tidak tinggal bersama istri dan anaknya. Istri bapak Ngatiman berada di Malang. Sedangkan anak bapak Ngatiman berada di Yogyakarta dan sedang bekerja sebagai karyawan swasta. Bapak Ngatiman tinggal dengan adiknya, Satri yang bekerja sebagai tukang jahit. Mesin jahit yang digunakan menyewa dari tetangga dan harus membayar uang sewa sebesar seratus ribu rupiah setiap minggunya. Suami dari adik bapak Ngatiman bekerja sebagai karyawan swasta di Kenjeran, Surabaya. Setiap tahunnya mereka harus membayar rumah kontrakan yang mereka tinggali sebesar lima juta rupiah. Bapak Ngatiman tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga selama pengobatan yang pernah dijalani menggunakan biaya pribadi. Kini, tidak ada biaya lagi untuk pengobatan bapak Ngatiman. Sedekah Rombongan mengetahui kesulitan beliau. Bantuan telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan dan pemenuhan nutrisi. Semoga bapak Ngatiman bisa segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Ida @EArynta

Bapak Ngatiman didiagnosa menderita stroke


ANISA BINTI SUTARMO (48, Patah Tulang Kaki dan Tangan Kanan). Alamat : Tangkit, RT 005 RW 000 kelurahan Tangkit Kecamatan sungai gelam kab Muaro Jambi. Ibu Anisa namanya , mungkin tak akan terlupakan peristiwa yang menimpa kala itu olehnya pada tanggal 18 April 2017 beliau sedang mengemudi motor dan tertabrak truk yang sedang melaju dengan cepat dari arah belakang hingga menyebabkan ibu Anisa tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa ke RSUD Jambi untuk mendapatkan pertolongan pertama karena kondisi nya yang cukup memprihatinkan. Karena kondisi nya yang tak kunjung membaik ibu Anisa dirujuk ke RSUD Tanggerang pada tanggal 07 Mei 2017 dan dilakukan pemeriksaan pada luka dan patah tulang ditangan serta kakinya karena ketersediaan alat alat medis yang kurang memadai untuk penganganan ibu Anisa sehingga ia dirujuk kembali ke RSCM pada tanggal 08 Mei 2017 setelah dilakukan perawatan intensif ibu Anisa dilakukan tindakan operasi pemindahan syaraf dari kaki ke tangan. Saat ini kondisi ibu Anisa masih lemah tak berdaya pasca kejadian naas tersebut ibu paruh baya dan janda ini pun harus berjuang untuk kesembuhan nya di ibu kota belum lagi Isa sudah tidak bisa bekerja menjual makanan dipasar karena kondisinya saat ini. Mendengar kabar tersebut kurir SR menyampaikan bantuan untuk dapat mengurangi beban ibu Anisa.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir : @wirawiry , @riniastuti, @endangnumik

Annisa menderita patah tulang kaki dan tangan kanan


RADIVA YUDIATAMA (4, Allagile Syndrome). Alamat: Jl. Bumi Pasar Kemis A4 Gang Asem, Tangerang, Banten. Radiva, begitulah bocah ganteng ini disapa. Terlahir normal seperti anak pada umumnya, tapi saat usia Radiva menginjak 3 tahun terlihay badan dan matanya kuning. Oleh orang tua awalnya hanya dijemur saja. Tapi karena tak kunjung membaik langsung dibawa ke RSUD Tangerang, tapi karena RS tersebut belum bisa menangani kasus seperti yang diderita Radiva pihak dokter langsung menyarankan supaya Radiva dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, oleh mengatakan jika Radiva menderita Allagile Syndrom dan tindakan yang bisa dilakukan untuk saat ini adalah transplantasi hati. Kini Radiva sedang fokus ke perbaikan gizi dan menunggu jadwal transplantasi hati. Orang tua Radiva,bapak Yudi Septian sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Ririn bekerja di pabrik. Penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sementara Radiva membutuhkan biaya yang banyak untuk memenuhi nutrisinya. Mendengar kondisi Radiva kurir sedekah rombongan langsung mengunjungi Radiva dan menyampaikan bantuan untuk tambahan membeli susu. Orang tua Radiva mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @shendi

Radiva menderita Allagile Syndrom


KENZIE KAHARUDIN JAMAL (2, Kista Duktus Koleduktus). Alamat: Jl. Tanah Merdeka RT 5/7 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Kenzie, terlahir seperti bayi pada umumnya. Tapi beberapa bulan pasca kelahirannya, mata dan tubuh Kenzie tampak kuning. Orang tua Kenzie langsung membawa Kenzie ke bidan terdekat, tapi pihak bidan hanya menyarankan supaya Kenzie dijemur saja tiap pagi. Tapi setelah beberapa hari tak ada perubahan yang berarti. Lalu, orang tua Kenzie membawa Kenzie ke puskesmas. Pihak puskesmas langsung mengajurkan supaya Kenzie dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dokter mengatakan jika Kenzie menderita Kista Duktus Koleduktus yang menyebabkan terjadinya kerusakan hati. Kini Kenzie harus menjalani kontrol rutin di RSCM dan harus mengkonsumsi susu khusus untuk menunjang nutrisinya. Orang tua Kenzie, bapak Jamaludin dan ibu Siti sehari-hari jualan diwarung kecil miliknya. Pendapatan yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara susu untuk Kenzie tak boleh terlambat. Mendengar kabar tentang kondisi Kenzie, kurir Sedekah Rombongan langsung menemui Kenzie di poliklinik dan menyampaikan bantuan untuk tambahan membeli susu. Mohon doa untuk Kenzie kecil, supaya proses pengobatan yang dijalaninya berjalan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @shendi

Kenzie menderita kista duktus koleduktus


JOSUA IMMANUEL (2, Allagile Syndrome). Alamat: Perumahan Alamanda E8/24 Periuk, Tangerang, Banten. Josua, begitu bocah ganteng ini sering disapa. Sejak usia Josua menginjak 1 tahun, mata dan tubuhnya terlihat kuning, oleh orang tuanya Josua hanya dijemur. Setelah beberapa lama, kondisi Josua tak kunjung membaik hingga akhirnya Josua kecil dibawa ke Puskesmas. Di Puskesmas, Josua diberi obat tapi tetap tak ada perubahan kondisi. Sampai usia Josua menginjak tahun kedua, sakit yang diderita Josua tak kunjung diketahui. Kemudian orang tuanya memutuskan untuk membawa Josua ke RSUD Tangerang, disana Josua langsung dirujuk ke RSUPN dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan, dojter mengatakan jika Josua menderita Allagile Syndrome atau kerusakan hati. Alhamdulillah, Josua sudah menjalani tranaplantasi hati dan kini kondisinya terus membaik. Tapi Josua masih harus mengkonsumsi susu khusus untuk menunjang kebutuhan nutrisinya. Orang tua Josua, bapak Averiyanto dan ibu Ervina. Sang ibu bekerja sebagai cleaning servis di laboratorium, sementara sang ayah lebih fokus untuk merawat Josua. Pendapatan sang ibu, tentunya tak cukup jika untuk membeli susu Josua, karena harganya yang tak murah. Mendengar tentang Josua, kurir Sedekah Rombongan langsung menemui Josua dan menyampaikan santunan untuk tambahan beli susu. Semoga, Josua kecil dapat tumbuh selayaknya anak seusia dengan hati yang baru. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @hery_aldian

Josua menderita Allagile Syndrome atau kerusakan hati.


DIKA RAMADHAN (14, Appendicitis). Alamat: Kp. Rawa Panjang RT 3/1 Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. Dika, begitulah remaja bongsir ni sering disapa. Dika terpaksa menjalani operasi di RSUD Bekasi seminggu setelah lebaran kemarin, pagi hari setelah bangun tidur Dika merasakan nyeri hebat di perut bagian kanan bawahnya. Sebelumnya Dika tak pernah merasakan keluhan seperti ini, bahkan sehari sebelumnya Dika masih bermain bersama dengan teman-temannya. Karena khawatirorang tua Dika membawa Dika ke rumah sakit dan pihak dokter langsung menajdwalkan tindakan operasi untuk Dika. Alhamdulillah ini Dika konndisinya berangsur membaik, tinnggal menjalani rawat jalan di RSUD Bekasi. Selama dirawat Dika menggunakan fasilitas jamkesmas, sehingga ada beberapa obat yang tidak discover oleh jamkesmas. Sementara orang tua Dika yang tak mempunyai banyak simpanan bingung harus bagaimana. Orang tua Dika, bapak Agus (50) adalah seorang satpam di perumahan dekat tempat tinggalnya dan ibu Sariwati (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Tak lama mendengar kabar tentang kondisi Dika, kami langsung mengunjungi Dika dan menyampaikan bantuan untuk membeli obat yang tidak discover oleh jamkesmas dan untuk kebutuhan Dika selama berobat di RSUD Bekasi. Mohon doa terbaik untuk Dika, semoga lekas diberikan kesehatan. Aamiin.

 

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 5 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Dika menderita appendicitis


SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET (11, Tumor Kelenjar Getah Bening), Alamat : Dusun Sindomulyo ,RT 03/RW 01 ,Desa Sidomulyo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ananda Sonia mulai merasakan sakit setelah lebaran tahun 2016, berawal dari munculnya benjolan di sebelah kiri dan mulai diperiksakan ke puskesmas Sruwohrejo. Dikarenakan tidak kunjung sembuh dan benjolan tersebut pindah ke daerah hidung yang mengakibatkan mata sebelah kiri agak keluar. Sama pihak keluaga melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut di RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Mata dek Sonia semakin membesar dan peralatan di RSU kurang menunjag maka dimulai membuat rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta. Bapak nya ananda Sonia Pak Slamet (43) sehari-hari membantu bude nya ananda Sonia di Jakarta sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Pembuatan BPJS pun dibuat sama pak Slamet dari awal ananda sakit. Semenjak ananda Sonia sakit praktis bapak slamet tidak bekerja karena selalu mendampingi ananda Sonia berobat. Pak Slamet dan bu Mursinah memiliki anak Sonia Andriyati (11) , Zakia Takiana (7) dan Bilqis Nabila Hafizara (8). Alhamdulilah pak Slamet bertemu ama kurir Sedekah Rombongan langsung silaturahmi ke rumahnya. Pengobatan pun dilakukan mulai dari Kemo di RS Sardjito Jogjakarta, cuma Baru melakukan kemo yang ke 4 Ananda Sonia mengalami alergi, dan dilanjut kan melakukan sinar. Jadwal sinar pun dicari yang paling cepat sampai ke RS Moewardi Solo. Dan akhirnya Sonia di rujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. seempat lama menjalani pengobatan di RSCM, kondisinya sempat naik turun dan pada akhirnya Allah lebih sayang Sonia. Sonia berpulang tanggal 20 Juni 2017 kemarin, semoga almarhumah dek Sonia diterima disisiNya. Aamiin. Sebagai bentuk rasa belasungkawa kita, kembali sedekah rombongan memberikan uang duka untuk keluarga Sonia sekaligus untuk biaya pemakaman, setelah bantuan sebelumnya masuk dirombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Sonia menderita tumor kelenjar getah bening


MUH. RIZKI (5, Rabdomiosarcoma) Alamat: Kampung Pabuaran RT. 1/5, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, bocah yang sejak kecil sudah menderita Rabdomiosarcoma. Saat itu mata sebelah kirinya menonjol keluar. Melihat kondisi anaknya yang sepeti ini, orang tua Rizki sempat bingung harus bagaimana karena jika berobat pasti akan berlangsung lama sementara bayangan tentang biaya terus menghantuinya. Ibunya, Siti Solihat (39) menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana mempunyai tanggungan 5 anak semuanya masih kecil-kecil. Ayahnya, Acang (41) adalah seorang supir truk pengangkut pasir. Dengan keyakinan dan harapannya akan kesembuhan Rizki, orang tua Rizki memutuskan untuk membawa Rizki berobat ke Jakarta. Karena saat itu, Rumah Sakit Daerah tempatnya berobat tidak dapat menangani penyakitnya. Ditengah proses pengobatan yang dijalani Rizki, Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Melihat semangat Rizki yang ingin sembuh begitu luar biasa, kami merasa bertanggung jawab untuk membantunya. Bantuan lanjutan untuk biaya hidup selama Rizki menjalani pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebeumnya masuk Rombongan 966. Kini Rizki kecil masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM Kirana setiap 3 bulan sekali, rencananya Rizki akan dilakukan tindakan pemasangan protesa mata. Semoga proses pengobatan yang dijalani Rizki akan menuntunnya menuju kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri

Rizki menderita Rabdomiosarcoma


TRIANA AMELIA (2, Hepatoblastoma). Alamat: Dusun Kedunng Anyar RT 4/3/ Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Triana, begitulah gadis kecil ini sering disapa oleh kebanyakan suster yang merawatnya. Menurut cerita sang ibu, Triana dulu terlahir dengan persalinan normal bahkan tumbuh layaknya anak seusianya. Namun saat usia Triana menginjak 11 bulan, dia terjatuh dari tempat tidur dan bagian perut yang menjadi tumpuan. Awalnya tak ada keluhan yang beraarti yang terlihat dari diri gadis kecil ini, namun lama kelamaan perut Triana makin membesar. Sempat dibawa berobat ke RSUD Cirebon selama sebulan, hingga dirujuk ke RSCM Jakarta karena keterbatasan fasilitas. Di RSCM Triana sudah hampir sehatun, sudah pernah dilakukan tindakan operasi. Kini Triana rutin menjalani rawat jalan di Poli Hematologi dan kemoterapi di RSCM. Orang tua Triana, bapak Rustadi (45) adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu dan ibu Yani (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Berangkat ke Jakarta dengan bekal seadanya, kini setelah hampir setahun hidup di ibukota tanpa penghasilan orang tua Triana merasakan beban hidupnya terasa semakin berat. Mendapat kabar tentang kondisi Triana, kurir sedekah rombongan langsung menemui Triana dan menyamaikan bantuan awal untuk memenuhi kebutuhan Triana selama menjalani pengobatan di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Rini

Triana menderita hepatoblastoma


RAZQA FIRMANSYAH (1, Atresia Billier). Alamat: Desa Koto Baru Salo, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Bukit Tinggi, Sumatra Barat. Razqa, begitulah bocah ini sering disapa. Terlahir normal layaknya bayi pada umumnya. Tapi saat usianya menginjak satu setengah bulan, mata dan badannya terlihat kuning. Sempat dibawa ke puskesmas terdekat, tapi pihak puskesmas langsung menyarankan supaya Razqa dirujuk ke RSUD. Tak lama menjalani pengobatan disana, Razqa langsung dirujuk ke RSCM Jakarta. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter menyatakan jika Razqa menderita Atresia Billier. Dan sampai saat ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Tapi untuk sampai ditahap itu, sang anak harus mendapatkam gizi yang cukup dan harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tak murah. Sementara kedua orang tua Razqa, bapak Zulhendri (45) dan ibu Nolin (39) kini terpaksa tak bekerja karena harus mendampingi Razqa berobat. Bekal yang dibawa dari kampung juga mulai menipis. Dengan alasan ini pula, kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Razqa dan menyampaikan bantuan untuk membeli susu khusus. Semoga Razqa kecil lekas mendapat jadwal untuk transplantasi hati dan dapat tumbuh layaknya anak yang lain. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @shendi @endangnumik

Razqa menderita Atresia Billier


MALIKA ALMAHIRA (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Kemiri 3 No. 35 RT 20 Kepuh, Tulungan, Sidoarjo, Jawa Timur. Malika Almahira, atau Malika adalah putri pertama pasangan bapak Moch. Iqbaludin (28) dan ibu Meiyanawati (25). Malika sekilas nampak seperti anak sehat, hanya saja mata dan tubuhnya terlihat kuning. Tapi, dibalik itu hati dalam tubuh bocah cantik ini telah rusak dan harus cepat mendapatkan hati yang baru melalui tindakan transplantasi hati. Berbekal surat rujukan dari RS Dr. Soetomo Surabaya dan jaminan kesehatan, orang tua Malika membawa Malika kecil ke Jakarta untuk dilakukan tindakan transplantasi hati. Kini kondisi Malika sedang bagus dan menjadi kandidat untuk maju transplantasi. Tapi, persiapan yang dilakukan tidak semudah yang dikira banyak pemeriksaan terutama untuk pendonor yang tidak dicover oleh jaminan kesehatan. Orang tua Malika, mulai khawatir karena bekal yang dibawa dari kampung semakin menipis. Ayahnya tak lagi bekerja karena sedang menjalani proses screening. Mendengar info tentang kondisi Malika, kurir Sedekah Rombongan turut membantu untuk meringankan biaya persiapan transplantasi hatinya. Semoga prosesnya diberi kelancaran, Malika kecil lekas dilakukam tindakan dan dapat tumbuh seperti anak pada umumnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @Shendi @endangnumik

Razqa menderita atresia billier


MIKAILLA ADZANA (1, Atresia Billier). Alamat: Dk. Kademangan RT 8/1 Demangharjo, Warureja, Tegal, Jawa Tengah. Mika, begitu gadis kecil ini disapa. Terlahir seperti bayi pada umumnya, tapi saat usianya menginjak 2 bulan mata dan tubuhnya terlihat kuning. Sempat dibawa ke bidan desa lalu disarankan supaya Mika kecil dijemur. Seminggu setelahnya kondisinya tak kunjung membaik. Lalu oleh orang tuanya dibawa le puskesmas terdekat, hingga akhirnya di rujuk ke RS Karyadi Semarang, disana sempat dilakukan tindakan kassai tapi tidak berhasil. Kondisi Mika perutnya semakin membesar dan kuning. Lalu oleh dokter disarankan untuk dirujuk lagi ke RSCM Jakarta karena Mika harus dilakukan transplantasi hati. Dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS, orang tua Mika membawa Mika ke Jakarta. Setelah sampai di Jakarta dan melewati beberapa tahap pemeriksaan, benar Mika memang harus transplantasi hati karena sebagian besar hatinya sudah rusak. Selain itu, syarat untuk dilakukan transplantasi hati adalah kondisi badannya bagus dan berat badannya memenuhi. Sementara anak dengan kondisi seperti Mika, harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah. Orang tua Mika, bapak Abdul Sampang (35) adalah pekerja pabrik, tapi saat ini tidak bisa bekerja karena harus menjalani screening untuk persiapan donor hati. Sementara ibu Pasicatun (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisi seperti ini, orang tua Mika hanya fokus pada sang buah hati. Mereka berharap akan ada uluran tangan untuk sang buah hati, sehingga Mika kecil bisa mendapatkan hati baru dan bisa tumbuh seperti anak-anak yang lain. Alhamdulillah, melalui teman-teman dari pejuang hati kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mika sekaligus menyampaikan santunan untuk membeli susu dan keperluan selama menjalani pengobatan di RS. Mohon doa terbaik untul Mika kecil.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @Shendi @endangnumik

Razqa menderita atresia billier


MTSR WONOGIRI ( B1732KZH, Operasional Dan Perawatan Rutin ). Proses pendampingan pasien serta mobilitas cukup tinggi hampir setiap hari kita lakukan. Hal ini bukan saja proses pendampingan pasien rutin akan tetapi juga sering dibutuhkan oleh warga masyarakat yang membutuhkan. Selain itu untuk perawatan agar kondisi tetap prima pun kita lakukan. Keberadaan MTSRsangat penting, mengingat dalam proses transportasi membawa pasien maupun warga yang membutuhkan perlu hal tersebut. Frekuensi penggunaan MTSR Wonogiri semakin hari semakin tinggi. Tidak cukup satu MTSR yang bergerak. Pelayanan terhadap masyarakat dengan memaksimalkan peran MTSR kita optimalisasi. Semakin sering bergerak, masyarakat pun semakin banyak yang membutuhkan. Bentuk dari kegiatan MTSR antara lain survey lokasi atau survey pasien. Membawa pasien antar jemput ke rumah sakit serta memulangkan ke rumah. Dan ini kita lakukan hampir setiap saat. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, jasa driver, service rutin, rekondisi mobil. Alhamdulillah saat ini sudah bisa digunakan kembali untuk mendukung aktivitas pendampingan pasien sedekah rombongan di Wonogiri.

Bantuan/Biaya : Rp. 4.921.800,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Allkurir

Biaya operasional dan perawatan rutin


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Mei 2017). Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Manfaat dari adanya RSSR sangat dirasakan baik oleh pasien maupun masyarakat umumnya. Ini juga sebagai basecamp dari komando pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Kondisi perbaikan beberapa perlengkapan di rumah singgah untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dampingan yang menginap perlu dilakukan. Hal ini agar kenyamanan mereka pun terpenuhi. Akomodasi serta pembelian lauk dan kebutuhan pokok lainnya bulan ini cukup banyak. Pasien yang singgah tidak hanya seorang saja namun terkadang bersama anggota keluarga lainnya. Tercukupinya kebutuhan tersebut merupakan salah satu upaya sedekah rombongan tim Wonogiri memberikan upaya maksimal agar semua bisa tertangani dengan baik. Selain untuk singgah, RSSR juga sebagai basecamp dalam kegiatan tim. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Pada bulan Mei 2017, kegiatan di RSSR pun cukup banyak. Selain sebagai tempat transit para pasien, khususnya pasien yang akan kita kontrolkan esok harinya. Maka, saat malam sebelumnya kami inapkan di RSSRini. Dan mereka membutuhkan makan serta pendampingan secara medis. Selain itu, untuk menjaga RSSR kami siapkan staf sebagai pendamping khusus yang bertugas dalam kebersihan rumah dan sebagainya. Selain untuk rumah singgah aktivitas lain adalah untuk rapat koordinasi, konsultasi pendampingan serta penerimaan tamu yang ingin tahu lebih jauh tentang pergerakan sedekah rombongan. Pasien yang sedang akan melakukan upaya medis secara intensif kita inapkan di rumah singgah, jeda waktu kontrol pun yang berdekatan bisa efektif saat pasien berada di rumah singgah, dan segala biaya yang timbul dari aktivitas tersebut kami bebankan pada anggaran operasional untuk Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Adapun kebutuhan untuk bulan Mei sebagaimana terlaporkan di website ini, semoga bermanfaat.

Operasional : Rp. Rp. 2.300.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional, Mei 2017


Kariyem Binti Alm. Samino, (44 tahun, Bantuan Tunai), Tinggal di Klampisan RT1/7, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Kariyem saat ini mengidap penyakit kanker rahim ganas yang menyerang tubuhnya. Seharusnya kanker tersebut harus segera di operasi, namun keterbatasan ekonomi membuat hal itu belum terlaksana. Ibu ini mempunyai suami yang tidak mempunyai pekerjaan. Keseharian mencari rumput untuk pakan ternak mereka. Kariyem mempunyai tanggungan dua anak, saat ini tinggal dua anaknya yang masih hidup. Ibu Kariyem tinggal dirumah ibunya yang sudah tua. Beban ekonomi yang ditanggung olehnya yang berat membuat wajahnya menjadi lebih tua dari umur sebenarnya. Beberapa bulan ini Ibu Kariyem sering sakit-sakitan. Sering mengeluh sesak, badan lemas bahkan sering keluar masuk RS. Terakhir kali sampai menjalani rawat inap di RSUD Wonogiri. Tapi karena keterbatasan biaya terpaksa pulang lebih awal walaupun sebenarnya belum pulih. Keluarga Bu Kariyem memang tak memiliki jaminan kesehatan apapun, artinya selama ini setiap berobat menggunakan biaya umum. Melihat kondisi Ibu Kariyem yang serba dalam keterbatasan ini, akhirnya beberapa perangkat desa meminta bantuan pada tim kurir Wonogiri. Setelah dilakukan survey dan memang layak dibantu, Tim kurir kemudian memutuskan memberikan bantuan tunai pada Ibu Kariyem. Selain untuk mengganti biaya pengobatan yang mana juga dari hasil pinjam sana – sini, bantuan ini juga untuk meringankan beban mencukupi kebutuhan hidup sehari – harinya, walaupun sifatnya pun hanya sementara mudah – mudahan bisa meringankan beban ekonomi keluarga ini.

Bantuan : Rp. 4.500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan tunai


Dewi Sartini ( 42, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds.Sidarjo Rt01/11, Pokoh Kidul, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Dewi mempunyai dua orang anak yang masih kecil, suami bekerja sebagai sopir truk dengan penghasilan yang kecil. Mereka tinggal bersama orang tuanya. Ibu dewi tidak mempunyai pekerjaan tetap, apa saja dilakukan untuk membantu sang suami mencukupi kebutuhan hidup mereka dan anak – anaknya. Saat ini, beliau mengidap sakit tumor kista yang membutuhkan biaya pengobatan cukup besar, namun karena keterbatasan ekonomi keluarganya ibu ini pun belum berani untuk memeriksakan atau menjalani tindakan medis. Beliau pun belum mempunyai jaminan kesehatan saat ini. Saat kurir mendatanginya, beliau sedang terbaring di tempat tidurnya sebab saat itu sedang kambuh. Jika kambuh sakitnya, badan lemas dan sering mengeluh sakit diperutnya. Melihat kondisi ini, kurir memberikan bantuan tunai untuk membantu pengobatannya. Selain juga untuk meringankan kebutuhan sehari – harinya. Rencananya tanggal 25 Mei 2017, bu Dewi akan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Tim kurir juga berencana membantu mencarikan jaminan kesehatan untuk keluarga ini, agar ke depannya lebih ringan dalam pengobatan selanjutnya. Bantuan tunai ini untuk pengobatan awal serta meringankan kebutuhan sehari – harinya, serta mencukupi kebutuhan sekolah anaknya. Semoga meringankan beban keluarga ini.

Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan tunai


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Setelah bulan lalu menjalani serangkaian test untuk mengetahui tumbuh kembangnya untuk bulan ini Daffa kembali jalani chek up rutin di poli kulit kelamin dan poli anak. Sayangnya jadwal chek up ke poli kulit kelamin serta poli anak tak bisa dalam waktu yang bersamaan, alhasil dalam sebulan Daffa bisa dua sampai tiga kali ke RS. Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja.Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Januar menderita ichtyosis lamelar


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Sama seperti bulan lalu, bulan ini masih fokus pada pengobatan jantung, akibatnya penangananan di poli bedah anak kembali tertunda. Kondisi jantung Farid mengalami penurunan dan kembali menjalani rawat inap. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti sudah 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir,hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun lebih Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi beberapa bulan laluterbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Setelah bulan kemarin jalani operasi pemasangan klem, bulan ini Winanti tetap rutin kontrol di poli bedah RSD.Moewardi Surakarta untuk jalani spooling. Haslnya cukup menggembirakan, Winanti siap untuk jalani operasi lanjutan, yaitu penyambungan usus dan penutupan stoma. Tanggal 2 Juni Winanti akhirnya jalani rawat inap dan dua hari kemudian langsung jalani operasi penutupan stoma. Operasi berjalan lancar selama kurang lebih 3 jam, kondisi juga stabil dan langsung dirawat di kamar perawatan. Hampir dua minggu jalani rawat inap akhirnya Winanti diperbolehkan pulang karena kondisi sudah baik seperti yang diharapkan. Untuk kedepannya, Winanti tetap harus jalani chek up rutin pasca operasi untuk memantau kondisinya. Keluarga Winanti memang benar-benar dhuafa. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunyaWinanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Lokasi tempat tinggal Winanti jauh dipelosok desa, bahkan tak ada kendaraan umum dari kampung Winanti menuju jalan raya. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan beban mereka, dengan mengantar jemput Winanti serta membantu biaya untuk membeli perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp.1.620.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Winanti menderita megacolon


APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI (6 Luka Bakar). Alamat : Dsn. Mloko RT 02/01, Ds. Songbledeg, Kec. Paranggupito, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sandra,begitu nama panggilannya, awalnya anak yang aktif dan periang. Malangnya bulan Juli tahun 2014 dia mengalami luka bakar di tubuhnya akibat ledakan gas elpigi.Sandra mengalami luka bakar di kedua tangan,kaki,punggung dan wajahnya.Pada saat kejadian Sandra segera dilarikan ke RS dan untuk menjalani operasi selama 7 kali di RSUD WONOGIRI dalam kurun waktu setahun ini.Tapi ternyata sampai sekarang kondisi kulit Sandra tak mengalami perubahan.Akhirnya pihak RSUD WONOGIRI memutuskan merujuk ke RSD.MOEWARDI SOLO untuk ditangani Dokter specialis bedah plastik. Selama hampir satu tahun di RSD.MOEWARDI SURAKARTA, Sandra sudah menjalani 14 kali operasi rekontruksi, tapi karena tak menunjukkkan banyak perubahan akhirnya Sandra dirujuk ke RS.SOETOMO SURABAYA. Tanggal 2 Mei 2016 Sandra jalani operasi yang pertama di RS.Dr Soetomo Surabaya. Sandra menjalani operasi rekontruksi di jari tangan , kaki dan pipi. Selain medikasi Sandra juga menjalani rehabilitasi medis serta terapi ke psikiatri. Setelah sempat mengalami penundaan operasi, akhirnya pihak keluarga di hubungi pihak RS untuk melanjudkan operasi di Surabaya. Setelah dua bulan yang lalu Sandra berhasil menjalani operasi lanjutan, sementara waktu diperbolehkanpulang kerumah dulu. Operasi lanjutan akan dijadwalkan bulan April. Tapi ternyata mengalami perubahan jadwal. Operasi sengaja diundur mengingat Sandra ingin menjalani test kenaikan kelas dulu mengingat sudah dua tahun Sandra meninggalkan bangku sekolah untuk menjalani pengobatannya. Setelah berkonsultasi dengan tim dokter akhirnya tim dokter mengijinkan penundaan oerasinya. Karena dirasa masih terlalu lama,pihak keluarga memutuskan untuk pulang ke Wonogiri terlebih dahulu. Meskipun dirumah perawatan dan medikasi rutin tetap dilakukan setiap hari di klinik terdekat. Kondisi Sandra sudah semakin baik dan medikasi tak sesering bulan sebelumnya. Rencananya pertengahan bulan Juli Sandra akan berangkat lagi ke Surabaya untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Sandra menjadi dampingan #SRWonogiri dan #SRSurabaya. Karena di Surabaya pengobatan membutuhkan waktu yang lama, untuk sementara keluarga Sandra pindah domisili agar bisa pindah Faskes JAMKESMAS. Tak mudah bagi keluarga Sandra melewati semua in. Ayahnya, Bapak Taufik hanya buruh sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasandan tak menentu, sementara ibunya Sandra Ibu Esti bekerja sebagai buruh tani untuk membantu ekonomi keluarganya. Keluarga ini memang peserta JAMKESMAS, tapi untuk biaya transport selama di Solo dan Surabaya tentulah membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dan untuk bulan ini bantuan untuk biaya medikasi dan pembelian obat yang kebetulan obatnya tak tercover BPJS. Semoga Sandra dan keluarga diberi kesabaran,operasi lanjutan bisa berjalan lancar dan bisa lebih baik dari sebelumnya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Sandra mengalami luka bakar


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Pak Dalimin saat ini sudah dinyatakan selesai jalani radioterapi, dan bulan lalu ada beberapa test yang harus dijalani. Diantaranya CT Scan, USG dan Rongent yang tentu saja dilakukan di waktu yang berbeda. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap dua minggu sekali. Bulan ini Pak Dalimin mulai jalani terapi obat sebagai lanjutan pengobatan radioterapi. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Setelah bulan lalu Bu Katni menjalani rongent paha untuk memantau perkembangan kanker di pahanya dan hasilnya cukup bagus karena tak tampak ditemukan benjolan lagi, maka bulan ini dijadwalkan jalani test USG. Hasilnya cukup menggembirakan karena tak ditemukan metastase. Dan rencananya bulan depan kembali dijadwalka jalani CT Scan untuk test lanjutan. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita pleomorphic rhabdomyosarcom


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS Mandiri dengan total 5 anggota keluarga, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan di paru-parunya. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru, sementara untuk operasi tulang akan dilakukan bulan Juli tahun ini ( Juli 2017). Bulan ini Pak Suradi harus jalani beberapa test dan konsultasi penunjang tindakan operasi bahkan jadwal rawat inap sudah diputuskan tanggal 10 Juli 2017 dan tindakan operasi tanggal 12 Juli 2017. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Buatnya membayar BPJS dengan julah 5 anggota keluarga tidaklah ringan. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB Tulang


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia 18 bulan Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Setelah rutin jalani fisioterapi Fatih mulai menunjukkan perkembangan yang cukup bagus, Fatih mulai bisa menggenggam benda seperti mainan atau biskuit.Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita gangguan paru-paru + gangguan tumbuh kembang


MUHAMMAD RIFAI (12, Jantung Bocor). Alamat : Desa Putat, RT 4/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rifai, begitulah nama seorang anak desa yang begitu kurus tubuhnya. Di usianya yang ke 12 tahun ini, sekarang duduk di kelas 6 SD. Sejak kecil Rifai sudah menderita kelainan jantung yang hingga saat ini masih belum mendapatkan kesembuhan. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi bapaknya juga seorang buruh tani. Sementara Rifai masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang kalau untuk berjalan sampai 15 meter saja sudah merasa lelah dan sesak nafasnya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Rifai. Hanya kalau Rifai ada keluhan batuk pilek baru dibawa ke puskesmas pembantu di desanya. Tidak memeriksakan kondisi sakit jantungnya. Karena sewaktu usia 3 tahun, menurut dokter, Rifai harus dirujuk ke Surabaya. Saat ini Rifai menggunakan fasilitas BPJS kas 3. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami ibunya Rifai, bantuan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membantu biaya pengobatan Rifai. Ibunya Rifai tak terasa meneteskan air mata karena terharu anaknya mendapatkan bantuan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Rifai diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Rifai menderita kelainan jantung


M. HASAN AL BASHRI (2, Megacolon Congenital). Alamat : Desa Karangmalang, RT 11/05 Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Terlahir sebagai anak yang mengalami gangguan Obstruksi Usus ( Megacolon Congenital) menyebabkan Hasan mengalami susah buang air besar. Sekilas, Hasan terlihat sehat dan aktif. Namun jika diperhatikan dengan seksama, perutnya terlihat jauh lebih besar dari anak kebanyakan. Untuk BAB, harus ada treatment khusus atau dipancing dengan obat, baru bisa lancar. Sebelum bertemu dengan #Sedekahrombongan, Hasan belum menjalani tindakan apapun. Orang tua Hasan, Bapak Muksin adalah guru ngaji di daerahnya dan Ibu Maslikha seorang Ibu Rumah Tangga, belum memiliki rezeki yang cukup untuk membawa Hasan berobat. Sekitar bulan April 2017 Hasan mulai menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan pendampingan #Sedekahrombongan. Awal pengobatan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi. Juni 2017, Hasan menjalani operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Hasan masih harus menjalani kontrol rutin pasca operasi. Bantuan yang diberikan untuk akomodasi pengobatan dan pembelian obat. Terimakasih sahabat SR karena telah membantu pengobatan Hasan, semoga lancar pengobatan Hasan dan segera memperoleh kesembuhan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp 1.510.717,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @indrades @desiariyanii @naadiahusna @auliarahman04

Hasan mengalami gangguan obstruksi usus


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membeli susu dan membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 986.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @indrades @auliarahman04 @naadiahusna

Maghfiroh menderita hydrocephalus + kelainan struktur wajah


ROMADHON BIN CUNDUK (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2017
Kurir : @indrades @dianfariza @yodhadidot @nellasari_ @naadiahusna

Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker kelenjar getah bening

———–
YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus.Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @indrades @resti @eka @naadiahusna

Bu Yuli menderita kanker usus


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @hanifpeduli

Lia menderita penyumbatan anus


PURFI MARTALIA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Siasem RT 10/001 Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2015, Bu Purfi memiliki keluhan sering bersin-bersin, kemudian muncul benjolan kecil di hidung. Bu Purfi kemudian berobat ke RSUD Brebes dan didiagnosa sakit polip. Setengah bulan menjalani pengobatan, Bu Purfi menjalani operasi pengangkatan polip di RSUD Brebes. Namun setelah operasi, benjolan semakin membesar sehingga Bu Purfi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Purfi terkena kanker nasofaring. Bu Purfi sudah menjalani pengobatan, program kemoterapi, dan operasi sebanyak tiga kali di RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2016. Bu Purfi menjalani operasi ke-empat pada awal tahun 2017 dan beberapa kali melakukan penyinaran. Karena kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan di Semarang, pengobatan Bu Purfi mengalami beberapa hambatan. Bu Purfi sebelum sakit pernah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Suami Bu Purfi, Pak Ahmad Rifai dahulu bekerja sebagai buruh di sekitar rumah. Bu Purfi masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih kecil. Saat ini Bu Purfi sudah memiliki fasilitas BPJS Non PBI Kelas III. Karena dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh, Bu Purfi membutuhkan pendampingan. Tanggal 1 Mei 2017, Bu Purfi dipertemukan dengan #SedekahRombongan tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Purfi. Saat itu, Bu Purfi sudah melakukan program penyinaran sebanyak 3 kali dari program 33 kali penyinaran. Alhmadulillah, saat ini Bu Purfi sudah menjalani penyinaran sebanyak 15 kali. Kondisi Bu Purfi masih memakai selang NGT, karena tidak bisa memakan makanan biasa, Bu Purfi hanya bisa mengkonsumsi susu peptisol. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Purfi menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Purfi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.667.675
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira

Bu Purfi terkena kanker nasofaring.


KARWIJIONO BIN BASARI (47, Katarak Glukoma). Alamat Jln. Yos Sudarso, Gg. Musi, Ketandan Rt 04/ Proyonanggan Utara, Batang, Kab. Batang. Pak Karwi, menderita penyakit Katarak Glukoma sejak usianya 18 tahun, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, Istri Pak Karwi, Endah Rukmiati (41) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dan Pak Karwi sendiri bekerja sebagai nelayan dengan pendapatan yang hanya cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pak Karwi memiliki 4 orang anak, 1 diantaranya sudah bekerja di pabrik, dan 3 yang lainya masih bersekolah di SD, SMP, dan SMA. Pada bulan April 2017 Kurir dari #sedekahRombongan di pertemukan dengan Pak Karwi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Karwi selama berobat di Semarang. Pak Karwi telah menjalani kontrol di RSUP Dr. Kariadi, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Karwi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari #SedekahRombongan. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @indrades @nellasari @naadiahusna

Pak Karwi menderita penyakit katarak glukoma


RULIYATI BIN TARJUAN (21, Carcinoma in situ of lib, oral cavity and pharynx) Alamat : Dukuh Wonorejo, RT 14/04, Desa Kenconorejo Kec. Tulis, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Akhir tahun 2016 Ruliyati merasakan sakit yang dideritanya pada gusi akibat menggosok gigi, Ruliyati merasakan keanehan setelah menggosok gigi menjelang sore hari waktu pulang kerja beliau merasakan sakit pada giginya, untuk menghilangkan rasa sakit yang di alami ia mengkonsumsi obat biasa dari apotek. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut mulai terjadi keanehan pada gusi tersebut yaitu munculnya benjolan kecil pada gusi yang sakit. Setelah diperiksa ke puskesmas, Ruliyati disarankan untuk periksa di rumah sakit Kalisari, Batang. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dihasilkan bahwa benjolan pada gusi Ruliyati adalah kanker gusi, Ruliyati di sarankan untuk segera memeriksakan kondisinya ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah diberi rujukan untuk RSUP Dr. Kariadi Semarang barulah ada tindakan yaitu penyinaran sebanyak 8 kali. Tindakan selanjutnya dari team dokter adalah kemoterapi, kemoterapi hanya mampu dilalakukan 1 kali, Ruliyati bekerja sebagai buruh harian lepas, karena terkendala masalah biaya hidup untuk dikariadi, kemudian dari pihak keluarga memutuskan untuk memulangkan Ruliyati untuk diobati ke pengobatan alternatif, setelah 2 minggu pulang benjolan semakin membesar hampir menutup mulut Ruliyati. Alhamdulillah pada awal 2017 team kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Ruliyati dan langsung membantu akomodasi Ruliyati untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kabar duka di sampaikan dari keluarga Ruliyati kepada Kurir #SedekahRombonganSemarang, Ruliyati meninggal pada 6 Juni 2017 di rumah duka. Santunan di berikan untuk membantu biaya mengurus jenazah. Santunan sebelumnya telah di sampaikan, terdapat pada rombonga1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @marco

Ruliyati menderita kanker gusi


SEPTIANA DEWI (4, Tumor Pipi). Alamat : Jl. Angkatan 66, Gang 10A, RT 4/2, Desa Kramatsari, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, 2 hari setelah Septi lahir diketahui ada benjolan pada pipi kiri. Kemudian orang tua Septi membawa ke RSUD Bendan Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Septi menderita tumor pipi. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Pada akhir September 2014, Septi dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Tahap demi tahap pemeriksaan telah dilalui oleh Septi. Dokter menyarankan Septi untuk menjalani operasi pada usia 1 tahun karena organ tubuh dan wajahnya yang masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut, seperti pembedahan. Pada Oktober 2015, Septi menjalani operasi pengangkatan tumor tahap satu dan selanjutnya dilakukan rekontruksi wajah. Hingga saat ini, Septi telah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 7 kali. Saat ini Septi sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan persiapan rekonstruksi tahap ke 8. Ayah Septi, Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan ibunya, Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga, merasa kesulitan ketika berobat ke Semarang karena jarak yang sangat jauh sehingga dibutuhkan biaya akomodasi yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Hingga pada pertengahan September 2014 tim kurir#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Septi dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dan menjadikan Septi sebagai pasien dampingan #SedekahRombongan. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @indrades @haurilmnisfari @naadiahusna

Septi menderita tumor pipi


SOKARTO BIN SOIKROMO (67, Tumor Kulit). Alamat Dsn. Jaban RT 002/004, Kel. Wuryantoro, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Sokarto begitu beliau dipanggil, tak pernah mengira bahwa benjolan kecil dibawah mata sebelah kanan delapan tahun yang lalu itu kini melebar dan menutup seluruh bagian mata kanannya. Alhasil saat ini mata kanannya tak bisa melihat.Pak Sokarto saat ini tinggal bersama istrinya, Ibu Wasinem, 67 disebuah rumah model tradisional jawa yang lapuk dimakan usia. Terlihat, rumah yang sebagaian besar bangunannya terbuat dari kayu itu sudah miring. Awalnya Pak Sokarto bermata pencaharian sebagai petani dan menghabiskan waktu dengan beraktifitas di sawah. Tapi semenjak sebuah daging tumbuh melebar dipipinya hingga menutupi mata kanannya, aktivitas itu total ditinggalkannya.Dulu saat benjolan itu masih kecil dan dibiarkan saja. Selang beberapa lama benjolan itu pecah dan disarankan menjalani tindakan operasi di sebuah RS Swasta di Wonogiri. Karena pada waktu itu tak memiliki fasilitas jaminan kesehatan apapun, terpaksa biaya dicover dengan biaya umum. Saat operasi itu, Pak Sokarto terpaksa menjual satu ekor sapi peliharaannya untuk biaya operasi. Operasipun berjalan lancar, namun tidak lama setelah itu daging tumbuh semakin banyak dan lebih besar dari sebelumnya. Tak hanya pengobatan medis, segala macam obat herbal sudah dicoba, tapi tidak sembuh-sembuh juga.Seingat Pak Sokarto, lima tahun lalu dirinya juga menjalani operasi yang kedua di RSD.Moewardi Surakarta. Lagi-lagi karena belum punya fasilitas Jaminan Kesehatan, operasi yang kedua ini, satu ekor sapi lagi dijualnya sebagai biaya operasi. Sudah habis-habisan, kini tinggal dua ekor kambing, yang dipelihara untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Dan semenjak operasi kedua, dirinya sudah tidak lagi menjalani pengobatan karena tidak mempunyai biaya lagi. Hingga akhirnya tumor itu tumbuh semakin besar menutupi mata kanannya. Karena sakitnya itu, Pak Sokarto lebih banyak menutup diri dirumah, dirinya merasa minder jika harus bergaul dengan tetangga. Pak Sokarto juga sudah tidak bertani lagi, karena dirinya takut nantinya lumpur-lumpur akan memperparah penyakitnya itu. Keinginan untuk sembuh begitu kuat dalam diri beliau, namun ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa berobat. Sementara Ibu Wasinem,istrinya juga hanya bisa pasrah, berjalanpun Wasinen harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya akibat kecelakaan yang dialaminya sekitar dua tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya, kebanyakan juga hanya buruh tani yang juga dalam kondisi kekurangan. Atas rekomendasi Bapak Camat Wuryantoro ,akhirnya pihak keluarga terhubung dengan tim #SR. Melihat kondisi Pak Sokarto yang semakin memprihatinkan, Tim dibantu perangkat kecamatan dan desa bergerak cepat mengurus segala keperluan, termasuk membuatkan BPJS. Setelah semua berkas yang diperlukan lengkap, Pak Sokarto segera dibawa ke RSUD Wonogiri, untuk selanjudnya dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Terhitung sejak bulan ini, Juni 2017, Pak Sokarto jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Jarak tempuh puluhan kilometer tak menyurutkan semangat Pak Sokarto berobat menjemput kesembuhan. Bahkan dalam bulan ini tercatat 9 kali Pak Sokarto harus bolak-balik ke RS untuk menjalani berbagai macam test lab, rongent, USG, CT Scand serta konsultasi ke beberapa dokter specialist. Untuk kasus Pak Sokarto ini melibatkan tim dokter bedah onkology, bedah kulit serta dokter specialist mata. Semoga saja dengan bantuan dari para sedekaholic, Pak Sokarto dapat menjemput kesembuhannya. Karena atas uluran tangan para sedekaholic saat ini Pak Sokarto dapat melanjutkan pengobtannya lagi. Bantuan bulan ini diberikan untuk biaya akomodasi, pembayaran BPJS serta biaya perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp. 2.250.000,00
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Pak Sokarto menderita tumor kulit


RENGGA PUTRA PRATAMA (1, Jantung). Alamat Dsn. Sumberwatu RT 001/005, Ds. Sumberharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Putra pertama pasangan muda bernama Pak Mulyadi (30) dan Ibu Martini (32), sepintas memang seperti anak yang sehat yang lucu dan menggemaskan. Rengga begitu balita ini biasa disapa ternyata memiliki kelainan pada jantungnya. Jantung merupakan salah satu organ penting didalam tubuh manusia. Tidak berfungsinya kerja organ ini, pasti membuat fungsi organ yang lain menjadi terganggu. Bayi berusia 10 bulan ini ternyata hanya memiliki satu bilik dan satu serambi, padahal normalnya manusia memiliki jantung dengan 2 bilik dan dua serambi. Malangnya kelainan ini baru terdeteksi saat Rengga sudah berusia 6 bulan. Padahal sebenarnya kelainan itu sejak baru lahir. Semua karena ketidak pahaman orang tua dan keluarga atas kondisi Rengga. Sejak lahir bayi Rengga selalu membiru kulitnya apabila dalam keadaan menangis,kecapaian serta kedinginan. Kondisi seperti ini tak kunjung membaik justru semakin parah. Awalnya dibawa berobat ke salah satu RS. Anak di Wonogiri, pihak RS sempat kaget kenapa baru diusia 6 bulan baru dibawa berobat, mengingat kondisi jantung memang perlu penangan serius. Merasa tak mampu menangani kasus ini, pihak RS merujuk ke RSUD Wonogiri. Reaksi sama dengan RS sebelumnya kembali menanyakan hal yang sama. Hal serupa dilakukan oleh tim dokter di RSUD Wonogiri bahwa mereka tak mampu menangani karena tak adanya fasilitas medis sekaligus tim medis untuk kasus Rengga ini. Akhirnya Rengga dirujuk ke RSD.Moewardi Surakarta. Dari catatan medisnya, jantung bocah ini mengalami kebocoran yang ukurannya besar. Sehingga antara kanan dan kiri seolah tidak dipisahkan sekat. Jadi secara fungsional tinggal satu serambi dan satu bilik. Darah bersih dan darah kotor tercampur. Perkembangan Rengga dalam hal tumbuh kembangnya juga terganggu. Saat ini Rengga dan orang tuanya memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, tapi ayah Rengga, yaitu Pak Mulyadi yang hanya petani ini mengaku kesulitan biaya. Bagaimana tidak? Perjalanan dari rumah menuju ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jarak antara rumah sampai RS Dr Moewardi di Solo hampir 60 kilo meter. Menempuhnya menggunakan bus atau sepeda motor jelas tidak mungkin karena membawa anak kecil menderita penyakit semacam itu. Kadang dipinjami tetangga. Tapi kadang juga harus merental mobil Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, baru rentalnya, belum bayar sopir serta biaya makan karena biasanya untuk chek up ke RS sampai selesai memang hampir seharian. Untuk bulan ini memang hanya sekali chek up ke RS, tapi tak menutup kemungkinan juga di waktu mendatang bisa lebih dari sekali dalam sebulan ke RS. Pak Mulyadi hanya petani biasa dengan penghasilan pas-pasan. Musim tanam kali inipun terpaksa menanggung rugi karena serangan hama wereng. Sementara, istrinya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Kini Rengga jadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga Rengga, dan kondisi Rengga bisa lebih baik lagi.

Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @Mawan, @Nonis, @Dodo

Rengga menderita kelainan pada jantungnya


ZAKAT BERAS. Salah satu gerakan rutin yang dilakukan oleh Sedekah Rombongan jelang Idul Fitri adalah Bagi-bagi zakat keseluruh negeri. Tak terkecuali #SRWonogiri. Tahun ini sebanyak 48 paket zakat beras masing masing 5 kg atau total 240 kg diberikan untuk para dhuafa yang tersebar dibeberapa kecamatan. Bagi para dhuafa ini rezeki yang benar-benar mereka syukuri di hari menjelang Idul Fitri. Puji syukur diiringi doa untuk para sedekaholic terlontar atas sedekah untuk para dhuafa. Sungguh sesuatu yang menurut kita kecil ternyata sangat bernilai besar bagi para dhuafa. Harapan kedepan tentunya makin banyak lagi zakat yang bisa dibagiakan mengingat memang masih banyak dhuafa yang perlu uluran tangan kita.

Bantuan : Rp. 3.360.000,00
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir :@Mawan, @Nonis,@Dodo,@Maria

Bantuan zakat beras


Bantuan Sembako ( Wonogiri, Pasien Dampingan ). Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini pun Sedekah Rombongan kembali membagikan bingkisan untuk para pasien dampingan. Para pasien yang memang para keluarga dhuafa memang tak seperti keluarga mampu pada umumnya untuk menyambut Idul Fitri. Kadang mereka tak terfikir untuk sekedar membeli makanan yang bisa dihidangkan di meja mereka karena mereka lebih mengutamakan pengobatan. Tak ada salahnya jika kita berbagi lagi di hari yang suci. Untuk tahun ini 12 paket bingkisan diberikan kepada 12 pasien dampingan #SRWonogiri ,berupa sembako dan makanan ringan. Serta khusus pasien anak diberikan tambahan masing-masing sepasang baju untuk lebaran. Bagi mereka bingkisan kecil ini bernilai besar buat mereka. Mereka berterima kasih, dalam keadaan penuh keprihatinan mereka bisa merayakan Idul Fitri seperti keluarga lain pada umumnya. Semoga saja untuk tahun-tahun mendatang bingkisan seperti ini masih tetap bisa diberikan untuk para dhuafa, bisa membuat mereka tersenyum melupakan sejenak atas sakit yang sedang dideritanya.

Bantuan : Rp. 1.910.100,00
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir :@Mawan, @Nonis, @Dodo, @Maria

Bantuan sembako


MAYLINDA WIDIANI (20, Kanker Kelenjar Tiroid). Alamat: Desa Jagalan, RT 2/4, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Maylinda, biasa ia dipanggil. Pada april 2015 lalu, Maylinda merasakan ada benjolan sebesar jakun lelaki di bawah telinganya. Kemudian Maylinda dibawa orang tuanya ke RSUD Keraton Pekalongan untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter menyarankan agar Maylinda melakukan operasi pengambilan sampel pada benjolan.Setelah dioperasi, hasilnya Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid. Selang satu bulan, Maylinda kembali melakukan operasi penggangkatan sel kanker. Dua bulan pasca operasi, Maylinda kembali mengeluhkan sakit pada bagian leher karena benjolan tersebut muncul lagi dan semakin besar. Setelah itu Maylinda dibawa ke RSUD Keraton Pekalongan untuk pemeriksaan ulang. Dokter langsung merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang agar Maylinda mendapat penanganan lebih maksimal. Maylinda telah menjalani beberapa tindakan medis untuk penanganan kanker kenejar tiroid. Alhamdulillah kondisi Maylinda semakin membaik. Ayah Maylinda yaitu Pak Yanto (60) bekerja sebagai buruh harian lepas merasa kesulitan dengan besarnya biaya transportasi pulang pergi yang harus disiapkan untuk berobat ke Semarang. Hal tersebut membuat Pak Yanto memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Maylinda. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN-KIS PBI yang dimiliki. Atas ijin Allah pada bulan Agustus 2015 kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Maylinda dan sepakat untuk mendampingi. Saat ini Maylinda sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santuanan disampaikan untuk biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 931.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @indrades @zeni_rofiqoh @naadiahusna

Maylinda positif menderita kanker kelenjar tiroid


DESI AKHIRANA RESDIAWATI (42, Kanker Serviks). Alamat : Desa Kauman, RT 13/7, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, Bu Desi merasakan nyeri pada pinggul diikuti keputihan yang berbau serta menggumpal. Setelah itu Bu Desi mengalami pendarahan. Bu Desi mengira bahwa pendarahan tersebut adalah siklus menstruasi. Namun menstruasi tersebut lebih panjang dari biasanya. Kemudian Bu Desi menjalani pemeriksaan di RS Khodijah untuk mendapat penanganan lebih instensif. Setelah menjalani pemeriksaan lab, dokter mendiaknosa bahwa Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B. Dokter merujuk Bu Desi ke RSUD Bendan Pekalongan untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Bu Desi terhenti. Suami Bu Desi yaitu Bapak Ahmad (45) yang bekerja sebagai buruh di Kalimantan tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Bu Desi. Meskipun biaya pengobatan sudah sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada awal februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Desi. Saat ini Bu Desi sedang menjalani program kemoterapi tahap satu. Pada 10 Juni 2017 Bu Desi meninggal dunia di RSUP Dr. Kariadi Semarang ketika sedang menjalani rawat inap untuk program kemoterapi selanjutnya. Santunan di berikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang di tinggalkan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1027.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @indrades @ratna @naadiahusna.

Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B


AHMAD ARIF SETIAWAN (14, Tumor Tangan). Alamat Desa Gebangkarep RT 002 RW 002 Kelurahan Gebangkarep Kecamatan Sragi Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Tumor yang dialami dik Ahmad muncul sejak dia masih bayi. Awalnya hanya berupa garis garis hitam di tangan kirinya dan orangtua nya pun mengira itu hanyalah bawaan bayi. Namun seiring bertambahnya usia Dik Ahmad, garis garis hitam itu terus berkembang menjadi benjolan dan lama kelamaan semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan telah di lakukan mulai dari operasi amputasi hingga pengobatan tradisional. Bukannya mengecil dan sembuh, tumor ini malah semakin membesar dan membuat gerak dik Ahmad menjadi terbatas. Ayah dik Ahmad sehari harinya bekerja sebagai buruh dan Ibunya yang hanya ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena adanya keterbatasan biaya. Hingga akhirnya di bulan Februari 2015 kami di pertemukan dengan keluarga dik Ahmad di Pekalongan. Mengingat tindakan medis dik Ahmad sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini tindakan pengobatan pun telah di lakukan, yakni dik Ahmad telah melakukan operasi tahap pertama di bulan Maret 2015, tahap kedua tanggal 28 April 2015 hingga operasi tahap ketiga di tanggal 3 Agustus 2015. Dan alhamdulillah berkat doa dari #sahabatSR dik Ahmad telah melakukan operasinya dengan lancar. Dokter pun mengatakan Ahmad bisa kontrol lagi 6 bulan kemudian atau di bulan Februari 2016. Pada tanggal 10 Februari 2016 dik Ahmad melakukan kontrol rutin ke RSUP Dr. Kariadi dan hasil kontrol tersebut menjelaskan perkembangan pengobatan dik Ahmad semakin hari semakin membaik. Bahkan pihak Dokter mengatakan dik Ahmad bisa kontrol jika hanya ada keluhan saja.
Santunan di tujukan untuk membantu biaya pengobatan Dik Ahmad. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 819.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @Indrades @colourish_@naadiahusna

Ahmad menderita tumor tangan


SLAMET GENDARI (42, Ca Serviks). Alamat Dususn Krajan, RT001 RW 001 ,Desa Kuripan , Kec. Subah Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Pertengahan tahun 2016 Ibu Slamet Gendari merasakan nyeri pada bagian rahim, kemudian memeriksakan prektik ke dokter umum di sekitar rumahnya, dan disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis, sayangnya Ibu Slamet tidak melanjutkan saran dokter karena keterbatasan biaya. Sekitar bulan Maret tahun 2017 Ibu Slamet mengalami pendarahan dan langsung melakukan pemeriksaan ke RSUD Batang. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B , dann disarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan rutin dan kemoterapi. Suami Ibu Slamet, Wajianto (44 th) bekerja sebagai seorang Buruh serabutan dan Ibu Slamet sendiri sebagai IRT tidak memiliki banyak biaya untuk akomodasi dan tempat tinggal selama melangsungkan pengobatan di Semarang, selama ini Ibu Slamet melangsungkan pengobatn di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan bantuan kepala desa setempat menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia sehat (KIS). Pada tanggal 30 Mei 2017 kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Ibu Slamet, dan setelah melalu berbagai pertimbangan kurir sepakat untuk memberi dampingan kepada Ibu Slamet selama menjalani pengobatan. Saat ini Ibu Slamet sedang menjalani rangkaian kemoterapi yang sudah mulai dilaksanakan di bulan Juni. Bantuan Di tunjukkan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Ibu Slamet menderita Ca cervix stadium 3B


SAODAH BINTI TOHA (50, Kanker Kelenjar Getah Bening) Alamat Desa Wirosari RT 004 RW008 Kel. Sambong Kec. Batang, Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Saodah menderita penyakit Kanker Kelenjar Getah Bening sejak Juli 2016, selama ini hanya melakukan pengobatan rawat inap apabila kondisi sedang drop di Rumah Sakit Daerah di antaranya RS. Bedah Aro Pekalongan, RSUD Keraton Pekalongan, RSUD Kalisari Batangdengan menggunakan fasilitas kesehatan JKN Mandiri Kelas 3, karena terkendala biaya untuk melakukan rujukn ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Saodah selama ini hanya menjadi Ibu Rumah Tangga sehingga tidak banyak membantu perekonomian keluarga, dan suaminya Bapak Mulyono Bin Soari (62) bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami Ibu Saodah dan sepakat untuk memberi dampingan. Pada tanggal 15 juni 2017 Ibu Saodah berpulang ke Rahmatullah ketika sedang melangsungkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Ibu Saodah di berikan tempat terbaik di sisi Allah. Santunan di berikan untuk membantu pengurusan jenazah Ibu Saodah.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Bu Saodah menderita penyakit kanker kelenjar getah bening


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN ( Wonogiri, Operasional Juni 2017 ). Bulan maret ini alhamdulillah kami mendapatkan sebuah mobil tanggap sedekah rombongan dari sedekaholics di Jakarta. Dan kami pun berupaya memanfaatkan keberadaan mobil sebagai sarana pergerakan pendampingan pasien di Wonogiri yang cukup banyak. Hampir tiap hari kita bergerak, mulai dari pendampingan pasien – pasien rutin sampai pasien baru. Selain itu, keberadaan mobil tanggap ini juga sering di fungsikan untuk membantu masyarakat luas. Terutama saat pengantaran jenazah dengan menggunakan MTSR 1, yaitu mobil apv. Dukungan dari masyarakat pun banyak, mereka juga mensupport pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri. Dan kita juga tidak menutup kesempatan bagi para sedekaholics yang bergabung dengan kurir – kurir di Wonogiri, asalkan memang niatan untuk bergerak dan bekerja secara bersama – sama dengan baik. Pergerakan bulan maret pun cukup banyak. Sehingga kami pun memanajemen dengan baik, merawat sarana operasional dengan baik, check up serta peningkatan kondisi mesin agar lebih prima untuk kepentingan pelayanan warga bersama sedekah rombongan. Semoga saja banyak yang terketuk hati untuk membantu dalam kita bersama melakukan kebaikan melayani masyarakat kurang mampu tanpa pamrih.

Bantuan/biaya Operasional : Rp. 6.927.500,-
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir : @Mawan@All tim

Biaya operasional Juni 2017


RSSR WONOGIRI ( Operasional, Juni 2017). Bertempat di depan kantor Kelurahan Wonokarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Keberadaan RSSR atau dinamakan Rumah Singgah Sedekah Rombongan sangat penting sebagai prasana dalam membantu pergerakan kurir #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri. Segala biaya dan kebutuhan yang timbul untuk mencukupi pasien dampingan membutuhkan operasional yang tiap bulannya kami laporkan melalui website ini. Pada bulan Juni 2017, kegiatan di RSSR pun cukup banyak. Selain sebagai tempat transit para pasien, khususnya pasien yang akan kita kontrolkan esok harinya. Maka, saat malam sebelumnya kami inapkan di RSSR ini. Dan mereka membutuhkan makan serta pendampingan secara medis. Selain itu, untuk menjaga RSSR kami siapkan staf sebagai pendamping khusus yang bertugas dalam kebersihan rumah dan sebagainya. Manfaat dari adanya RSSR sangat dirasakan baik oleh pasien maupun masyarakat umumnya. Ini juga sebagai basecamp dari komando pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Adapun kebutuhan untuk bulan Juni sebagaimana terlaporkan di website ini, semoga bermanfaat. Aamiin.

Biaya : Rp. 5.585.000,-
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Juni 2017


SRI MULYANI (3, Atresia Ani) Alamat Ds sigentong RT 002 RW 001, Kec. Warureja, Kab Tegal, Provinsi : Jawa Tengah. Dik Sri Mulyani lahir pada bulan maret tahun 2014, sejak lahir Dik Sri menderita Atresia Ani. Pada usia 7 hari sempat dioperasi pembuatan anus sementara di RSUD Soesilo, Slawi, Tegal. RSUD Soesilo, Slawi memberikan rujukan untuk operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang, orang tua Dik Sri Ibu Tarini (45) bekerja sebagai buruh serabutan dan Ayahnya Alm. Toto Mubarok telah berpulang terlebih dahulu ke Rahmatullah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang di alami oleh Ibu Tarini dan sepakat meberi dampingan kepada Dik Sri. Saat ini Dik sri sedang menunggu antrian operasi pembuatan anus permanen di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna

Dik Sri menderita atresia ani


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan Juni). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.627.190,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Biaya Operasional Bulan Juni). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juni 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Juni). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juni 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp 5.550.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Juni). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juni 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1028.

Jumlah Bantuan : Rp 2.200.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Juni


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1020. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita menderita epilepsy dan cerebral palsy spastis


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1020. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan telah berhasil menjalani tindakan operasi untuk pemasangan selang di jantungnya. Hari ini juga telah dilakukan tindakan CT Scan, karena Mella dicurigai menderita Meningitis juga. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1020. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Akhir-akhir ini diketahui jika di dagu kanan bu Agustini tumbuh benjolan lagi, kini sedang menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini menderita tumor pipi


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1020. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Ali menderita cerebral palsy


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1020, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yudistira menderita penyakit Jantung, hernia serta cerebral palsy


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1020 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM dan menjalani terapi setiap 2x dalam seminggu. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

 

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy atau kelainan pada syaraf wajah

SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1020. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Siti menderita tumor perut


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 1020. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono @endangnumik

Pak sarbini menderita gula darah kering


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1020. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita varises esofagus


BAYI NYONYA AGUSTINA (1, Asfiksia Neonatorum). Alamat : Jalan Raya Nongsa Asri, RT 1/12, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 15 Mei 2017 lalu, Agustina (19), melahirkan putra pertamanya di klinik melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dan kondisinya lemas serta kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak klinik sang bayi dirujuk ke RS Elisabet Batam Center dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Bayi Ny. Agustina sempat dirawat di rumah sakit selama 25 hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Agustina dan suaminya, Nasrullah bin Sahrullah (16) belum bekerja dan masih bergantung dengan orang tuanya yang sehari – harinya menjual solar dan bensin. Selama dirawat di RS Elisabet Batam Center, bayi Ny. Agustina menggunakan biaya mandiri tanpa ada jaminan kesehatan karena sang ayah belum memiliki KTP. Keluarga akhirnya menghadapi kendala biaya rumah sakit yang terus membesar hingga mencapai 15 juta rupiah, sedangkan kondisi keuangan keluarga tidak sanggup untuk melunasi semua tagihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga Nasrulah dan Agustina. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk mencicil tagihan biaya rumah sakit. Semoga Bayi Ny. Agustina tumbuh dewasa dengan sehat dan menjadi kebanggaan orang tuanya, amin. Sebelumnya Bayi Ny. Agustina dibantu dalam Rombongan 1016.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000.-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Arlia @ririn_restu

Bayi Ny agustina menderita asfiksia neonatorum


ELSA BINTI HERIYANTO (10, Bantuan Sepeda). Alamat : Jalan Pramuka, Gg. Masnun, RT 10/2, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Elsa merupakan bungsu dari empat bersaudara, sekarang ia duduk di kelas 3 SD. Elsa memiliki saudara, yakni : Ari Fitriandi (17), Firiti (15) dan Lola (11). Sehari-hari Elsa pergi ke sekolah yang berjarak lebih dari 1 km dengan berjalan kaki. Saat ada kegiatan di luar sekolah, Elsa terkadang tidak bisa pergi karena terkendala kendaraan, sedangkan jarak yang harus ditempuh lebih dari 3 km. Elsa ingin sekali memiliki sepeda untuk bisa pergi ke sekolah, tempat les dan mengikuti kegiatan di luar sekolah yang selama ini terkadang tidak bisa diikutinya. Satu – satunya sepeda yang dimiliki keluarga dipakai ibu Elsa, Rini Apriani (45), bekerja dan mengantar Firiti sekolah sebelum menuju tempat kerja. Ibu Rini pun pulang kerja sekitar pukul 15.00 WIB. Tak hanya Elsa, Lola pun harus berjalan kaki menuju ke sekolahnya. Sejak meninggalnya sang suami, Ibu Rini yang menjadi tulang punggung keluarga mengandalkan gajinya di rumah makan. Ibu Rini berjuang seorang diri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan dan harapan seorang Ibu untuk membelikan anaknya sepeda. Alhamdulillah Kurir SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan sebuah sepeda untuk transportasi Elsa ke sekolah, tempat les dan mengikuti kegiatan di luar sekolahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12

Bantuan sepeda


TIMAH BINTI M. ASNAN (33, Tumor Kelenjar Teroid). Alamat : Jalan Ampera, RT 5/3, Kelurahan Twi Mentibar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Timah sejak sekitar 10 tahun yang lalu sudah tidak bisa melihat namun tidak diketahui penyebabnya. Pihak keluarga sudah melakukan pemeriksaan satu kali di Puskesmas Kecamatan Pemangkat, namun tidak dilanjutkan karena ketidaktahuan keluarga bagaimana alur prosedur pengobatan lanjutan ke rumah sakit. Kondisi yang dialami Timah berlangsung bertahun – tahun tanpa mendapat penanganan. Sekitar bulan Oktober 2016, kondisi Timah mulai melemah. Ia hanya dapat berbaring di tempat tidurnya dengan kondisi lehernya terdapat benjolan besar. Hingga bulan Januari 2017, berat badan Timah menurun hingga tubuhnya sangat kurus dengan mata yang tidak bisa melihat. Berkat pertolongan warga, Timah diperiksakan ke salah satu rumah sakit di Singkawang. Dokter menyatakan Timah mengalami tumor kelenjar teroid. Sejak Januari 2017, Timah menjalani rawat jalan selama 1 tahun. Ia dibantu oleh warga baik saat konsultasi maupun mengambil obat-obatan. Perawatan dan pengobatan Timah menggunakan JKN – KIS PBI. Kondisi ekonomi keluarga Timah sangat terbatas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan nutrisi Timah sangat sulit. Sejak ayahnya meninggal, ibu Timah, Nursali (54), yang menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi petani. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Timah di rumahnya, Ibu Nursali tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Alhamdulillah Kurir SedekahRombongan berkesempatan untuk sedikit meringankan beban Ibu Nursali, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, nutrisi, dan pengobatan Timah.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 have @ferian_syah12

Timah mengalami tumor kelenjar teroid


JASIMAH BINTI SANGKEN (48, Stroke). Alamat : Dusun Sejahtera, RT 3/1, Kelurahan Gayung Bersambut, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Jasimah mengalami stroke sejak tahun 2012. Delapan bulan terhitung sejak terkena stroke, kondisi Ibu Jasimah memprihatinkan. Ibu Jasimah tidak bisa bicara dan tidak bisa berjalan, untuk buang air pun ia dibantu oleh suaminya, Achmadi (58). Memasuki bulan ke sembilan setelah sakitnya, kondisi Ibu Jasimah sudah mulai menunjukkan perubahan. Ia sudah mulai bisa merangkak dan berusaha berjalan. Pak Achmadi terpaksa menjual tanah miliknya demi memenuhi biaya pengobatan istrinya. Sejak tahun 2013 – 2014, Ibu Jasimah sudah mendapat perawatan 3 kali dan dirawat inap dengan menggunakan JKN KIS – PBI. Namun hingga kini, Ibu Jasimah tidak pernah lagi dibawa ke rumah sakit karena jauhnya jarak ke rumah sakit dan sarana transportasi yang tidak memadai. Pak Achmadi bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan yang tidak menentu, yang terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat istrinya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ekonomi keluarga Pak Achmadi dan Ibu Jasimah saat berkunjung ke kediaman mereka. Kurir Sedekah Romobongan pun menyampaikan santunan untuk kebutuhan berobat Ibu Jasimah, semoga dengan santunan yang diberikan bisa sedikit membantu pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12

Ibu Jasimah mengalami stroke


ALIF PRADATA (1, Hydrocephalus). Alamat : Gang Sehat Pal 9, RT 3/8, Kelurahan Sui Kakap, Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Alif lahir prematur dengan berat badan hanya 1.48 kg. Sejak usia 2 bulan Alif menderita hydrocephalus. Pada 28 Februari 2017, Alif menjalani operasi pertamanya untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepala. Menurut tim dokter bedah yang menangani operasi pertama Alif, hampir 50% kandungan air di kepalanya sudah keluar. Saat ini lingkar kepala Alif sudah mengecil menjadi 82 cm. Kondisi Alif pun kini stabil, ia sudah bisa bersuara dan menggerak-gerakkan mulutnya. Kedua mata Alif sudah mulai putih padahal sebelum operasi matanya berwarna merah. Dua gigi seri atas dan bawahnya juga sudah tumbuh. Alif sekarang menjalani rawat jalan untuk perawatan luka bekas operasi di kepalanya dan kontrol selang. Perawatan luka Alif ditangani tim perawat yang datang ke rumahnya setiap dua hari sekali dengan biaya perawatan Rp.200.000,- sekali kunjungan. Sedangkan untuk kontrol selang, Alif dibawa ke RS Sudarso satu kali dalam sebulan dengan biaya Rp.300.000,- sekali kontrol. Saat ini perawatan luka di kepala Alif dilakukan lebih intensif dibantu oleh petugas Puskesmas terdekat agar bisa cepat kering. Alif membutuhkan operasi setiap 4 tahun sekali hingga usianya 17 tahun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup dan perawatan luka. Sebelumnya Alif dibantu dalam Rombongan 1003.

Jumlah bantuan : Rp.4.440.000,-
Tanggal : 21 Juli 2017
Kurir :@arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Guntur

Alif menderita hydrocephalus.


RAMNAH BUJANG BIN TAMBI (77, Lumpuh). Alamat : Jalan Adi Sucipto, Gang Teladan No. 1, RT 4/3, Desa Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan barat. Ibu Ramnah adalah seorang janda yang tinggal bersama anaknya. Ia menderita lumpuh setelah menjadi korban tabrak lari 20 tahun silam yang menyebabkan patah kaki kirinya. Sesaat setelah kejadian, Ibu Ramnah langsung dirawat di rumah sakit, namun karena keterbatasan biaya ia hanya dirawat biasa tanpa operasi. Beberapa minggu di rumah sakit, Ibu Ramnah dibawa pulang dan diberikan perawatan secara tradisional. Pengobatan tradisional yang dijalani membuahkan hasil, Ibu Ramnah bisa berjalan pelan – pelan berpegangan pada dinding rumah. Tanpa disengaja, Ibu Ramnah terpeleset di rumah hingga kakinya yang patah tidak bisa digerakkan sama sekali dan mengakibatkan kelumpuhan sampai sekarang. Kaki kirinya yang patah tidak bisa diluruskan lagi. Sekarang Ibu Ramnah juga sering sakit-sakitan bahkan tak mau minum obat. Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin melihat kondisi dan mendengar cerita yang dialami Ibu Ramnah. Bantuan awal pun disampaikan untuk biaya hidup sehari-hari selama pengobatan. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit mengurangi beban Ibu Ramnah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Seselia Jurniati

Bu Ramnah menderita lumpuh


EDY SURYADI (46, Tumor Mediastinum + Paraplegia + Ulcus Decubitus). mediastinum paraplegia inferior metastase tulang belakang ulcus decubitus). Alamat : Jalan Johar, Gang Batu Bara, No. 83, RT 4/18, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Provinsi Kalimantan Barat. Pada awal Oktober 2016, Edy yang kesehariannya bekerja di tempat penjualan motor menderita batuk dan sakit dada. Kondisi ini memaksa Edy menjalani rawat jalan di Puskesmas. Kesehatannya kian memburuk satu bulan ke depan dengan kondisi lumpuh kaki. Ia pun melakukan rawat jalan di RS Bhayangkara. Hingga Maret 2017, Edy terpaksa rawat inap di RS Untan. Selama sembilan hari dirawat inap kondisi Edy memburuk, ia mengalami luka decubitus di bokongnya. Edy kemudian dirujuk ke RS dr. Soedarso. Selama dua minggu dirawat, tim medis mendiagnosisnya mengalami tumor mediastinum, paraplegia Inferior Metastase Tulang Belakang, Ulcus Decubitus, Sepsis dan komplikasinya. Terbatasnya fasilitas RS Soedarso untuk kemoterapi, tim medis merujuk Edy ke RS Persahabatan di Jakarta. Dalam keadaan sakit, Edy dibawa pulang ke rumah karena rawat inap yang ditanggung BPJS hanya maksimal 45 hari sedangkan untuk melanjutkan pengobatan keluarga sudah tidak mampu. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Edy dan isterinya, saat berkunjung ke rumahnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Edy, bantuan pun disampaikan untuk membantu perawatan di ICU.

Jumlah Bantuan : Rp 6.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Meta Nuryani

Pak Edy mengalami tumor mediastinum, paraplegia Inferior metastase tulang belakang, ulcus decubitus, sepsis dan komplikasinya


MAKKA DAENG LURANG (71 thn, pneumonia-paru paru basah, dhuafa). Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Bapak Makka deng Lurang adalah dhuafa sakit yang hidup di salah satu kamar kontrakan berukuran 2 x 3 m tanpa ventilasi dan tidak layak huni, bersama cucu perempuannya yang saat ini putus sekolah (selika-12thn). Penyakit paru paru basah yang dideritanya sudah sejak lama membuat beliau hanya mampu berbaring lemah tanpa tindakan pengobatan.
Bapak Makka deng Lurang sangat lemah ekonomi tanpa pekerjaan, sedangkan satu-satunya anak nya yaitu sampara dg tayang (41 thn) yang merupakan buruh bangunan yang tinggal dibagian lain kamar kontrakan tersebut terkadang tidak mampu menghasilkan uang yang cukup meski hanya untuk membayar 2 kamar kontrakan, sampara pun harus membiayai hidupnya, ayahnya dan seorang anaknya yang sudah putus sekolah. Meski bapak Makka telah memiliki fasilitas kesehatan KIS, namun jarang digunakan karena biaya lain seperti transport tidak mampu mereka bayarkan.
Dahulunya bapak Makka dan keluarganya memiliki rumah didalam gang, namun karena gang tersebut kini ditutup oleh pemilik tanah didepan rumah bapak Makka, maka oleh tetangganya itu, rumah bapak Makka diambil alih dan ditukarkan dengan sebuah sepeda motor tua, sejak saat itu bapak Makka tidak lagi memiliki tempat tinggal dan menyewa kamar kontrakan tidak layak huni dengan biaya Rp. 500.000,- perbulannya untuk 2 kamar yang saat ini beliau dan anaknya tidak mampu lagi membayar kontrakan dan terancam diusir dari kamarnya karena tunggakan yang semakin membesar.
Bantuan rencananya akan dipergunakan untuk membayar tunggakan kontrakan, biaya masuk sekolah (SMP) untuk cucunya dan untuk kebutuhan pengobatan serta biaya hidup sehari-hari bapak Makka.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 19 juli 2017
Kurir @Areefy_dip @YaniKening @Battihusain

Pak Makka menderita pneumonia-paru paru basah, dhuafa


HANIAH DG NGAI (63 Tahun, Gagal Ginjal + Dhuafa) Alamat : Jalan Karunrung, RW 04/ RT 04Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Haniah Daeng Ngai adalah janda dhuafa yang tinggal serumah dengan seorang anak dan menantunya serta 3 orang cucu. Awalnya beliau tidak dapat melakukan aktifitas sehari – hari secara normal karena mengalami pembengkakan kaki di malam hari dan ketika buang air kecil bercampur darah, hal ini telah dirasakan sejak 3 tahun yang lalu, selain itu rasa cepat lelah juga dialami pada setiap aktifitas keseharian, namun vonis penyakit gagal ginjal baru diketahuinya 2 bulan belakangan ini
Haniah Daeng Ngai hidup dirumahnya yang sangat sederhana bahkan bisa dikatakan memprihatinkan Bersama anaknya (Muhammad Safiri-45 thn) dengan pekerjaan yang tidak tetap , menjadi buruh panggil di masyarakat, penghasilan yang tidak tetap dengan tanggungan istri, 3 orang anak yang masih kecil serta ibunya yang sakit seringkali menjadi masalah dalam kehidupan keluarga ini, seringkali keluarga ini tidak mendapatkan penghasilan yang cukup. kepada anaknya inilah Haniah daeng Ngai menggantungkan kebutuhan hidup dan pengobatannya.
Karena kekurangan biaya yang ibu haniah alami, maka rasa sakit yang dirasakannya jarang beliau periksakan ke dokter meskipun beliau telah memiliki fasilitas kesehatan KIS, namun karena kurangnya biaya dan kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, kartu itupun sangat jarang ibu haniah gunakan. Haniah Dang Ngai baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit gagal ginjal setelah rasa sakit yang tidak tertahankan dan dengan penuh rasa takut serta was-was sebulan yang lalu beliau dilarikan kerumah sakit daerah di makassar. Penyakit tersebut menyababkan Haniah Daeng Ngai saat ini tidak dapat berjalan dan hanya berbaring di rumah dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi inilah yang membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan dan perawatan serta biaya kehudupan sehari hari.
sedekah rombongan merasakan kesulitan Ibu Haniah. Bantuan pun diberikan dan rencananya akan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta keperluan sehari-hari ibu Haniah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000
Tanggal. : 19 Juli 2017
Kurir : @Areefy_dip @YaniKening @Battihusain

Bu Haniah menderita penyakit gagal ginjal


NGINGA DAENG JINNE ( 85 Tahun, Lumpuh, pikun , Dhuafa ), Alamat Jalan Karunrung Raya I Nomor 5, RW. 01 , Rw 05 Kelurahan Karunrung, kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Nginga Daeng Jinne mengalami kelumpuhan sejak 5 Tahun yang lalu. Selain lumpuh Ibu Nginga juga sudah pikun tidak dapat lagi mengenali keluarganya dan cucunya. sampai saat ini kakinya sudah mengalami pengecilan karena tidak pernah di gunakan untuk beraktifitas.
Nginga Daeng Jinne tinggal Bersama anaknya (Daeng Bombong-60 thn) yang bekerja sebagai buruh harian tidak tetap . Perawatan yang di lakukan hanyalah seadanya dalam kamar yang tidak layak . Kesulitan ini disebabkan karena untuk kebutuhan sehari hari saja tidak mencukupi bagi mereka.
Pentingnya bantuan ditujukan untuk memberi keringanan kebutuhan hidup dan perawatan yang ditujukan untuk membeli obat dan popok untuk ibu nginga sehari-hari.
Sedekah Rombongan menyambangi kediaman ibu Nginga. Beliau amat senang karena merasa diperhatikan. Ia mengucapkan doa agar kurir dan sedekaholic senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah Bantuan Rp. 750.000
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir @Areefy_dip @YaniKening @Battihusain

Nginga Daeng Jinne mengalami kelumpuhan


MARAYANG DAENG RAMPU BINTI LARIANG DAENG KULLE ( 85, Asma ), Alamat Jalan Jipang RW 4 RT1 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, KotaMakassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Marayang Daeng Rampu mengalami penyakit Asma kronis, tingal dirumah bertiga dengan 2 orang anaknya, setahun yang lalu beliau seing mengeluh batuk dan sesak nafas. Batuknya seringkali dirasakan memberat dan disertai demam. sehari – harinya hanya berbaring di rumahnya
Marayang Daeng Rampu memiliki dua orang anak yaitu seorang putra bernama Ansa Daeng Guling (50 thn) yang bekerja sebagai buruh tidak tetap dan seorang putri yang tidak berkeluarga dan tidak bekerja . Marayang Daeng Rampu yang mengalami penyakit asma pernah menjalani pengobatan di rumah sakit, dengan memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun ketidak tahuannya bahwa kartu KIS yang digunakan berbeda dengan data base dan data yang sesungguhnya dimiliki oleh Marayang Daeng Rampu sehingga oleh pihak rumah sakit mengenakan tarif biaya pengotan secara umum . Hal ini menyebabkan Marayang Daeng Rampu bertambah sulit disebabkan oleh biaya sebesar 3 Jt rupiah harus di lakukan dengan utang kepada tetangga. Kesulitan itulah yang kini membuat anaknya Ansa Daeng Guling bekerja banting tulang dengan niatan dapat membayarkan hutang yang ada serta kebutuhan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.
Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Ia amat bahagia mendapat kunjungan dari SR. Bantuan SR dibutuhkan untuk membayar/melunasi hutang pengobatan pada tetangga dan meringankan beban hidup beliau.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal 19 Juli 2017
Kurir : @Areefy_dip, Ismawan_As, @HjUsman

Bu Marayang Daeng Rampu mengalami penyakit Asma kronis


DG. JIPA’ BINTI TABA (67 thn, Asma Akut, Janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Jipa’ adalah Janda mati Dhuafa Miskin yang menderita penyakit Asma Akut, sakitnya ini dirasakan sejak meninggalnha suaminya 3 tahun yang lalu, Pengobatan ke dokter sangat jarang beliau lakukan, jika sakitnya menyerang, Dg Jipa hanya meminum ramuan-ramuan yang diberikan tetangganya, meski sangat menderita kesakitan ketika batuknya yang tak henti henti, dg Jipa tak punya keberanian untuk berobat ke dokter atau pukesmas karena ketidakmampuan ekonomi.
Suami Dg Jipa’ (bpk. Dg Tunru) meninggal dunia 3 tahun yang lalu, sejak saat itu hidup Dg. Jipa sebatang kara, karena tidak memiliki anak seorangpun, selain itu beliau pun tak memiliki tempat tinggal. selama ini hanya menumpang di rumah kos yang kosong yang jika rumah/kamar kos tersebut terisi, Dg. Jipa harus berpindah lagi ketempat yang lain. Terkadang beliau tidur di luar rumah kos berupa gubuk tanpa atap disamping rumah kos yang biasa beliau tempati. Bahkan pada saat suami Dg. Jipa’ meninggal dunia, jenazah suaminya itu harus dibawa ke rumah orang lain untuk diurus sebelum dikebumikan. Dg. Jipa’ pernah berjualan dengan modal Rp. 200.000,- berjualan snack dan sabun sachet di depan rumah orang yang sedang dibangun dan belum ditempati, namun karena modal yang terus menyusut digunakan untuk kebutuhan hidupnya yang akhirnya modalnya itupun habis maka kini Dg. Jipa’ telah berhenti berjualan, hidupnya kini bergantung belas kasihan tetangganya. Dua tahun yang lalu, Santunan #SedekahRombongan masuk di rombongan 747
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, santunan lanjutan disampaikan untuk sedikit meringankan beban biaya hidupnya. Semoga kondisi Daeng Jipa segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 08 Juni 2017
Kurir : @Areefy_dip@Yanikening @Battihusain

Bu Jipa menderita penyakit asma akut


DG. BOLLO BINTI RUPPA (57, Asam Urat, janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Bollo janda miskin menderita penyakit Asam Urat sejak 6 tahun lalu. Sakitnya ini di duga karena kakinya yang kerap kali terendam dalam air ketika sedang memetik kangkung pada daerah persawahan di belakang rumahnya yang dilakukan pada malam atau subuh setiap harinya, karenanya kakinya sering membengkak dan tidak dapat digerakkan. Beberapa kali Dg. Bollo berobat ke puskesmas namun penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.
Dg. Bollo tinggal menumpang dirumah saudaranya yang juga seorang janda dhuafa miskin, dimana rumah tersebut telah direnovasi oleh pemerintah melalui program PNPM bersama 2 orang keponakan dari saudaranya yang juga ke duanya adalah janda cerai yang setiap harinya bekerja sebagai tukang cuci dari rumah kerumah. karena beliau tidak mampu lagi beraktifitas, ke dua keponakan dari saudaranya inilah lah yang menanggung biaya hidup Dg. Bollo suaminya yang meninggal 6 tahun lalu meninggalkan 2 orang anak yang kini sudah berkeluarga, namun sang anak yang berprofesi sebagai buruh bangunan pun hanya dapat menghidupi keluarganya sendiri dan tinggal di kota yang berbeda dengan beliau. Dg. Bollo terkadang berobat ke puskesmas dengan fasilitas kesehatan KIS, namun tak kunjung sembuh.
Santunan #SedekahRombongan 2 tahun silam masuk pada rombongan 747 digunakan untuk berobat dan modal jualan kecil kecilan berupa buah mangga, kedondong, ketimun dan semacamnya yang diperkirakan harga jualannya itu tidak lebih dari 100 ribu. Beliau berjualan di pos kamling sekitar tempat tinggalnya. Jualannya ini dibantu keponakannya yg dititipkan pembeliannya ke pasar di pagi hari karena keterbatasan ruang gerak beliau, Dg Bollo menunggui jualannya dengan penuh semangat meski kerap kali sakit Asam Uratnya kambuh dan menyerang kaki beliau.
Santunan diharapkan untuk dapat melanjutkan pengobatan Dg. Bollo dan juga untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 08 Juni 2017
Kurir : @Areefy_dip@Yanikening @battihusain

Bu Dg. Bollo janda miskin menderita penyakit asam urat


DAENG KENNA ( 65, Diabetes – luka di kaki dan punggung, Dhuafa ). Alamat Jl Karunrung RT 1/ RW 9 Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan .
Daeng Kenna mengalami penyakit diabetes mellitus pada stadium yang cukup tinggi, ini dapat dilihat dengan gejala yang dialami berupa luka pada kaki dan punggung yang menyerupai luka bakar .
Daeng Kenna hidup sebatangkara, tinggal sendiri dirumahnya tanpa sanak keluarga, keseharian beliau hanya menggantungkan kebutuhan hidupnya pada jualan kecil berupa mie instan, permen, kerupuk dan kopi instan, yang dia gantungkan di depan rumahanya . Pembelanjaan untuk jualannya ini dititipkan pada tetangga di karenakan ketidak mampuan dia untuk berjalan lebih jauh dan hanya beraktifitas di sekitar rumahnya saja. Dari hasil jualan itulah untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian hasilnya daeng Kenna sisihkan untuk membeli obat. beliau hanya tinggal seorang diri karena beliau belum pernah berumah tangga sebelumnya.
Dahulu daeng Kenna tinggal Bersama orang tuanya tetapi orang tua deng kenna terlebih dahulu meninggal dunia oleh karena itu diusianya yang sudah tua beliau tetap bekerja keras agar bias memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di usia yang sudah tua pula penyakit diabetes yang dialaminya dengan mengandalkan fasilitas kesehatan KIS Daeng Kenna berobat ke puskesmas. seringkali tatangganya memberikan bantuan baik berupa makanan ataupun kebutuhan pengantaran berobat beliau.
Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Daeng Kenna. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan hidup Daeng Kenna.

Jumlah bantuan : Rp.500.000
Tanggal 19 Juli 2017
Kurir : @Areefy_dip @Yanikening @battihusain

Bu Daeng Kenna mengalami penyakit diabetes mellitus


HANISE BIN RASYID (39, tumor rahim stadium awal). Alamat Jalan Sahabat No 7 RT/RW :01/01, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hanise Bin Rasyid adalah seorang ibu rumah tangga sedangkan suaminya Bapak Suriadi (45 tahun). Ia memiliki pekerjaan serabutan. Saat ini ia bekerja sebagai penjaga kos di dekat rumahnya. Dari pekerjaan itu ia menanggung ketiga anaknya yang masih kecil.
Ibu Hanise awalnya tidak mengira jika keluhan di bagian kemaluannya bisa bahaya. Ia menganggap itu hanya keluhan biasa. Apalagi seringkali mengalami pendarahan. Ibu Hanise mencoba melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat. Namun pihak puskesmas menyarankan untuk berobat ke rumah sakit.
Ibu Hanise berangkat ke rumah sakit Daya Makassar untuk berobat. Tak disangka dokter yang melihat menyarankan agar Hanise melakukan operasi.
Ibu Hanise mecoba ke Rumah Sakit St Khadijah untuk melakukan operasi. Tapi semua rencananya urung Karena biaya operasi cukup besar. Ibu Hanise makin bingung Karena sebagian obat tidak ditanggung oleh BPJS.
Ibu hanise pun merasa kegalauan karena suami yang kerja sebagai penjaga kos tidak bisa menutupi biaya pengobatan di rumah sakit. Untuk menutupi biaya rumah sakit, ibu Hanise meminjam uang kepada tetangganya. Untuk biaya control setelah operasi, ibu Hanise dibantu oleh kerabatnya. Meski demikian ia ingin merantau ke Ambon mencari pekerjaan agar bisa membayar hutangnya dan biaya berobat berikutnya.
Sedekah rombongan dipertemukan dengan ibu Hanise dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatannya. Semoga dengan bantuan itu, Ibu hanise dapat membaik dan diberikan kesembuhan dari penyakitnya.

Jumlah bantuan : Rp.750.000
Tanggal 24 Juli 2017
Kurir : @Areefy_dip, Ismawan_As, @HjUsman

Bu hanise menderita tumor rahim stadium awal


HASRALIAH BINTI USMAN (45 Dhuafa). Alamat: Jalan Barru No 1 F/87, RT2/RW1 Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar- Sulawesi Selatan.
Ibu Hasraliah, sehari- harinya akrab dengan panggilan mama Anis. Sebelumnya, mama anis berjualan sayuran di pasar Daya Makassar, menyewa tempat di depan kios sangat sempit yang hanya berukuran 1×2 M, cukup untuk mengelar beberapa jenis sayuran saja. Di tempat itulah Mama Anis menghabiskan waktu sehingga sore hari.
Kesabarannya sebagai pedagang lapak dalam pasar akan semakin teruji jika daganganya tidak begitu laris, sebagian besar yang dia jual adalah sayuran hijau, yang seharusnya harus habis terjual hari itu juga. Tidak hanya berisiko pada kerugian sayuran tidak habis terjual tetapi juga diwajibkan untuk tetap membayar sewa lapak Rp. 30.000 per hari.
Karena berdagang di pasar tidak terlalu begitu menguntungkan bagi mama anis, bahkan terkadang harus tekor untuk membayar sewa tempat lapak. Akhirnya, sekitar dua tahun yang lalu memutuskan untuk berhenti dan mendaftar sebagai pekerja sapu jalan raya di poros Tamalanrea Makassar. Mengikuti profesi suaminya selama ini, Muh. Amin (52).
Mama anis adalah sosok ibu yang gigih, kerja keras bukan hanya untuk makan keluarganya, tapi juga untuk membiayai kedua orang anaknnya. Anak pertama tahun ini telah menyelesaikan kuliahnya di salah satu kampus kesehatan di Makassar, sementara anak kedua di kelas 2 SMA.
Mama anis adalah salah satu potret ibu rumah tangga yang patut diapresasi, tidak banyak mengeluh menyalahkan keadaan. Baginya, bersyukur sudah cukup untuk tetap hidup.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan beban biaya hidupnya. Semoga kelak mama anis diLimpahkan rezeki yang banyak, mudah da berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @Areefy_dip @Ismawan_as @munatsir

Bu Hasraliah seorang dhuafa


NUR ASHABUL KAHFI (14,Jantung), Alamat: Dusun Tanetea, RT1/ RW2, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pajukukakang, Kabupaten Bantaeng- Sulawesi Selatan.
Kahfi adalah nama pangilannya, anak kedua dari lima bersaudara, kesehariannya di kampung tidak sebahagia dengan anak- anak sebayanya. Kahfi, lebih banyak berdiam diri dalam rumah saat ini, bahkan untuk berjalan beberapa meter saja keluar rumah sudah tidak sanggup lagi. Penyakit yang di deritanya adalah Jantung bawaan sejak lahir, katub tidak bertemu dan berimplikasi pada semua organ, bahkan hasil dianosis terakhir setengah jantungnnya sudah tidak berfungsi lagi.
Kedua orang tuanya baru sadar, ketika kahfi sudah berumur 6 tahun, ketika itu sering mengeluhkan sakit pada dadanya, beberapa kali berobat dan konsultasi tapi hanya di Puskesmas dekat rumahnya. Rasa sakit/ sesak yang dirasakan pada dadanya, semakin hari, semakin terasa. Hingga akhirnya, kedua orang tuanya melanjutkan proses pemeriksaan medis di RSUD Kabupaten Bantaeng. Ketika hasil dianosis dokter pertama kali dia dengar, kedua oranya tidak bisa berbuat banyak, memilih untuk melanjutkan pengobatan secara tradisional, sembari menunggu keajaiban dari langit.
Ayahnya bernama Muh. Jabir (45), profesi sehari- harinya hanya petani yang menggarap beberapa petak sawah milik tetangganya, tak bisa berharap banyak dari sawahnya untuk membiaya penyakit Kahfi, karena bahkan hasil sawahnya pun tidak cukup untuk makan hingga menjelang musim panen berikutnya. Sementara ibunya, Ibu Sri Asnawati (42) ibu rumah tangga yang kesehariannya berada di ruman merawat anak- anaknya.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan beban biaya hidupnya. Semoga kondisi Kahfi segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 08 Juni 2017
Kurir : @Areefy_dip@Munatsir@Firman

Kahfi menderita sakit jantung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 FARIDA BIN MOHAMMAD 500,000
2 MTSR MADURA 5,773,000
3 MUHAMMAD BIN HAMIN 1,400,000
4 RINI UTAMI 500,000
5 SITI NUR ALIFAH 608,333
6 NGATIMAN BIN SAMIDIN 1,000,000
7 ANISA BINTI SUTARMO 1,000,000
8 RADIVA YUDIATAMA 500,000
9 KENZIE KAHARUDIN JAMAL 500,000
10 JOSUA IMMANUEL 500,000
11 DIKA RAMADHAN 1,000,000
12 SONIA ANDRIYATI BINTI SLAMET 1,500,000
13 MUH. RIZKI 1,000,000
14 TRIANA AMELIA 500,000
15 RAZQA FIRMANSYAH 500,000
16 MALIKA ALMAHIRA 1,000,000
17 MIKAILLA ADZANA 500,000
18 MTSR WONOGIRI 4,921,800
19 RSSR WONOGIRI 2,300,000
20 Kariyem Binti Alm. Samino 4,500,000
21 Dewi Sartini 2,500,000
22 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
23 FARID ABDULLAH 1,000,000
24 WINANTI BINTI TAYAT 1,620,000
25 APRILIA CASSANDRA SYAFFARIYANI 1,000,000
26 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,000,000
27 KATNI JARTO 1,000,000
28 SURADI BIN SONO KARTO 1,000,000
29 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 500,000
30 MUHAMMAD RIFAI 1,000,000
31 M. HASAN AL BASHRI 1,510,717
32 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 986,000
33 ROMADHON BIN CUNDUK 500,000
34 YULI HIDAYATI 850,000
35 LIA LIFIANA 500,000
36 PURFI MARTALIA 1,667,675
37 KARWIJIONO 500,000
38 RULIYATI BIN TARJUAN 1,500,000
39 SEPTIANA DEWI 500,000
40 SOKARTO BIN SOIKROMO 2,250,000
41 RENGGA PUTRA PRATAMA 500,000
42 SR BERBAGI ZAKAT 3,360,000
43 Bantuan Sembako 1,910,100
44 MAYLINDA WIDIANI 1,000,000
45 DESI AKHIRANA RESDIAWATI 1,000,000
46 AHMAD ARIF 500,000
47 SLAMET GENDARI 1,000,000
48 SAODAH BINTI TOHA 1,000,000
49 MTSR WONOGIRI 6,927,500
50 RSSR WONOGIRI 5,585,000
51 SRI MULYANI 1,000,000
52 RSSR SEMARANG 11,627,190
53 MTSR SEMARANG 2,100,000
54 MTSR SEMARANG 5,550,000
55 MTSR SEMARANG 2,200,000
56 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
57 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
58 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
59 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
60 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
61 ENI NURAENI 750,000
62 SITI MARSELA 750,000
63 SARBINI BIN AHMAD 500,000
64 HADI ANDRIANSYAH 750,000
65 BAYI NYONYA AGUSTINA 3,000,000
66 ELSA BINTI HERIYANTO 1,000,000
67 TIMAH BINTI M. ASNAN 800,000
68 JASIMAH BINTI SANGKEN 1,000,000
69 ALIF PRADATA 4,440,000
70 RAMNAH BUJANG BIN TAMBI 1,000,000
71 EDY SURYADI 6,000,000
72 MAKKA DAENG LURANG 500,000
73 HANIAH DG NGAI 500,000
74 NGINGA DAENG JINNE 750,000
75 MARAYANG DAENG RAMPU BINTI LARIANG DAENG KULLE 500,000
76 DG. JIPA’ BINTI TABA 750,000
77 DG. BOLLO BINTI RUPPA 500,000
78 DAENG KENNA 500,000
79 HANISE BIN RASYID 750,000
80 HASRALIAH BINTI USMAN 1,000,000
81 NUR ASHABUL KAHFI 500,000
Total 128,887,315

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 128,887,315,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1031 ROMBONGAN

Rp. 53,609,588,061,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.