Rombongan 1030

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on August 1, 2017

MISI BINTI MININ (63, Tumor Abdomen). Alamat : Kp. Babakan, RT 2/3, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Awal mulanya Ibu Misi mengalami bengkak pada kakinya namun tidak disertai rasa sakit. Ibu Misi akhirnya berobat ke klinik terdekat dan menurut dokter yang dialaminya karena darah tingginya naik. Seminggu setelah itu, Ibu Misi mulai merasakan nyeri di belakang tubuhnya disertai sulit buang air. Kemudian Ibu Misi kembali berobat ke klinik yang berbeda namun tidak ada perubahan hingga seminggu setelahnya. Akhirnya Ibu Misi diurut namun tetap saja tidak ada perubahan. Kondisi itu membuat Ibu Misi tidak bisa tidur hampir setiap malam. Akhirnya anak Ibu Misi, Usman, membawanya berobat ke klinik kembali pada pukul 23.00 WIB. Ibu Misi disarankan untuk dibawa ke rumah sakit agar bisa menjalani pemeriksaan USG atau CT – Scan. Menurut dokter di bagian perut bawah Ibu Misi agak keras khawatir ada benjolan. Ibu Misi yang biasa berjualan nasi uduk ini memang pekerja keras, demi mencari sesuap nasi ia berdagang setiap hari. Tiga hari setelah berobat ke klinik, terlihat ada benjolan di bawah perut Ibu Misi. Usman yang memang tinggal bersama ibunya kaget dan langsung membawanya ke Puskesmas. Tak lama setelah diperiksa, Pihak Puskesmas merujuk untuk ditindak lanjuti di RSUD Tangerang Selatan. Berbekal JKN KIS kelas III yang dimiliki, Ibu Misi akhirnya menjalani USG dan dipasang cateter untuk mengeluarkan air seni yang tersumbat di dalam kandung kemihnya. Alhamdulilah sejak dipasang cateter Ibu Misi sudah bisa istirahat seperti biasa. Pada 24 Juli 2017 Ibu Misi diharuskan kembali berobat untuk mengontrol cateter dan melihat hasil USG. Ibu Misi dirujuk ke spesialis urologi. Kurir Sedekah Rombongan merasa terpanggil untuk membantu Ibu Misi yang dalam kondisi kesushan. Bantuan awal pun disampaikan untuk operasional pengobatan di RSUD. Semoga Ibu Misi segera disembuhkan oleh Allah SWT dan emoga bantuan yang disampaikan sedekah rombongan dapat bermanfaat bagi kesembuhannya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bu Misi menderita tumor abdomen


NURHADI BIN UJANG (65, Gagal Ginjal + Stroke). Alamat : Kp. Dangder, RT 1/3, Ds. Sukamurni, Kec. Balaraja, Kab. Tangerang, Prov Banten. Bapak Nurhadi adalah ayah dari dua orang anak, ia bekerja keras untuk menafkahi istri dan anak- anaknya. Dua tahun yang lalu, Pak Nurhadi mengalami muntah darah hingga tak sadarkan diri, dan segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis Pak Nurhadi mengalami sakit gagal ginjal dan disarankan untuk cuci darah setiap satu bulan sekali. Sejak dua bulan terakhir ini, Pak Nurhadi tidak bisa cuci darah karena ketiadaan biaya untuk transportasi berobat walaupun cuci darah sudah ditanggung BPJS. Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari – hari saja keluarganya kerap kebinggungan. Istri Pak Nurhadi yang menggantikannya mencari nafkah bekerja sebagai buruh dengan penghasilanya tak bisa mencukupi. ,kini bpk Nurhadi dan keluarga hanya bisa pasrah dengan apa yang beliau derita. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Nurhadi dan dapat sedikit membantu biaya transportasi berobatnya yang sempat tertunda. Semoga Pak Nurhadi segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggl : 21 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Pak Nurhadi mengalami sakit gagal ginjal


MAULANA ADITYA JATI SASONGKO (14 Tahun, Biaya Pendidikan). Alamat: Salakan RT.03 Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Maulana adalah putra kedua dari tiga bersaudara, putra Ibu Mayang Puji Astuti. Ibunya merupakan kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh harian lepas, kadang menjadi buruh cuci, kadang membantu di perusahaan catering, tidak ada pekerjaan tetap. Sementara P. Murba Prapto P., ayahnya, sudah meninggal tujuh tahun lalu karena sakit. Tahun ini, Maulana memasuki jenjang sekolah menengah pertama, ia bersekolah di SMPN 1 Banguntapan. Sayangnya, ia dan keluarganya terkendala biaya pendidikan (daftar ulang) yang harus dibayarkan pada awal tahun ajaran baru ini. Penghasilan sang ibu sangat pas-pasan, hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Apabila ada pengeluaran besar dalam satu waktu, sang ibu tentu sangat terbebani. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kesulitannya. Mari kita bantu saudara kita yang tengah membutuhkan pertolongan ini. Kurir Sedekah Rombongan menyalurkan sedekahmu kepada Maulana, sebesar Rp. 1.900.000,- yang dipergunakan untuk biaya pendidikan sekolah selama 1 tahun yang meliputi biaya praktek sekolah, kegiatan sekolah, berbagai iuran sekolah, dan lain sebagainya. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan keluarga ini, tak lupa mereka pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mudah-mudahan, Maulana dapat belajar dan mengukir prestasi di sekolah barunya ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @Saptuari

Bantuan biaya sekolah


SAHVELIA NIRA NASIHATUR’ROHMAH (16, Bantuan Biaya Sekolah) Alamat: Plurugan Rt 10 Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sahvelia adalah seorang anak yatim, ia adalah anak ke-dua dari Ibu Nunik Prihastuti. Semenjak ayahnya meninggal, semua kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anak menjadi kewajiban sang ibu. Ibu Nunik berwirausaha sebagai penjual cokelat homemade untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Usaha ini digelutinya sejak lama. Namun, usaha tersebut tak cukup memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Apalagi Sahvelia baru saja masuk di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Belum lagi, kebutuhan untuk kakak dan adik-adiknya yang masih sekolah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sahvelia dan keluarganya. Sedekaholic menyampaikan dana bantuan untuk biaya sekolah Sahvelia.Bantuan biaya sekolah ini diwakilkan oleh Ibu Nunik. Semoga keinginan Sahvelia untuk meraih cita-cita, diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal: 24 Juli 2017
Kurir: @Saptuari, @Nisyarifiani, @wuri_shinta

Bantuan biaya sekolah


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ Biaya Operasional Bulan Juni 2017). MTSR MADIUN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Madiun dari kabupaten Madiun, kota Madiun dan Ponorogo. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Madiun-Ponorogo ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area Madiun – Ponorogo. Selain itu, ambulan MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juni 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.525.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Biaya operasional bulan Juni 2017


SOLIMAN BIN KARDI ( 65, duafa). Alamat : Dusun Krajan, RT 8/3, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Soliman, lelaki dengan usia 74 tahun, dulu Pekerjaan beliau sebagai buruh tani tetapi beberapa tahun ini sudah tidak sanggup bekerja dan hanya di rumah saja dikarenakan kondisi fisik yang sudah menurun dan sering sakit – sakitan. Saat ini Beliau tinggal di rumah yang sederhana bersama istrinya yang biasa mencari sisa petani panen padi di sawah. Kalau tidak musim panen, istrinya ya tinggal di rumah tidak bisa bekerja . Hanya belas kasihan tetangga yang diharapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari mereka. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi mbah Soliman. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup mbah Soliman beserta istri. Mbah Soliman sangat bersyukur dan berterimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervin Survive @Mundiwati

Bantuan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup


KOSIDAH BINTI SARDI (53, Sakit Punggung) Alamat : Dusun Kemulan, RT 19/3, Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Bu Kosidah yang dulu biasa rajin ke sawah untuk membantu suaminya mencari nafkah, sekarang sudah tidak bisa lagi. Suaminya yang juga sudah renta, harus bekerja keras walau juga harus menahan sakit juga yaitu merasa nyeri semua persendian. Selain itu mereka juga tidak punya anak. Sehingga saat bu Kosidah sakit, tidak ada yang merawatnya, kecuali suaminya sambil tetap harus ke sawah. Tepatnya 3 bulan yang lalu Bu Kosidah merasakan punggung dan semua persendiannya susah untuk digerakkan, namun karena bu Kosidah hidup serba kekurangan, maka sakitnya tidak pernah diperiksakan. Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan dan juga keterbatasan keuangan, sehingga bu Kosidah mengurungkan niatnya untuk berobat, walau sebenarnya bu Kosidah memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Kondisi saat ini bu Kosidah sudah tidak bisa berjalan lagi dan untuk kebutuhan makan minum sehari – hari seadanya semampu suaminya memasak atau diberi oleh para tetangganya yang peduli. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami . Bantuan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Pak Kemis, suami bu Kosidah mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Kosidah menderita sakit punggung


JEMITRI BINTI SARMAN (45, Kanker Payudara). Alamat : Desa Grogol, Kecamatan Sawo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bu Jemitri adalah seorang ibu rumah tangga yang mengalami penyakit kanker payudara. Bu Jemitri memiliki 3 orang anak yang masih sekolah semua. Sementara suaminya bekerja sebagai seorang buruh tani. Awalnya sakitnya tidak begitu dirasakan, namun lama kelamaan terasa sakit yang tidak tertahan sehingga bu Jemitri memeriksakan kondisinya tersebut. Ternyata bu Jemitri sakit kanker payudara dan harus operasi. Bu Jemitri memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Setelah dilakukan operasi, bu Jemitri diberi jadwal kemoterapi hingga beberapa kali. Bu Jemitri merasa sangat kesulitan untuk biaya kemoterapi yang harus dijalaninya di Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Jemitri. Bantuan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000. 000 telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Jemitri. Tak lupa bu Jemitri mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Jemitri.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Jemitri mengalami penyakit kanker payudara


MUKAYAT BIN TURAJI (46, Patah Kaki). Alamat : Dukuh Tambong, RT 6/2, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pak Kayat, demikian biasa dipanggil oleh tetangganya, pada tahun 2015 mengalami kecelakaan di sawah kena traktor, sehingga kakinya patah. Sampai sekarang masih belum dilepas besi bekas operasinya. Beliau adalah tulang punggung keluarga. Mempunyai anaknya tiga, anak pertama masih kuliah, sedang yg dua masih SD. Dahulu beliau pengusaha genteng, jejak kekayaan masih terlihat. Rumahnya bagus dan luas. Istri beliau dulu juga TKI. Tapi sejak 10 tahun lalu semua bangkrut. Warga di kampung yg rata-rata pengusaha genteng banyak yg gulung tikar. Penjualan sepi. Akhirnya pak Kayat hanya mengandalkan tani sawah untuk kehidupan sehari – hari bersama istrinya. Tapi sejak dua tahun lalu saat terjadi kecelakaan kaki Pak Kayat dioperasi. Dan tidak bisa bekerja maksimal. Tidak punya biaya bahkan sekedar kontrol ke dokter saja tidak ada biaya. Kemana – mana motor nya yamaha 75 sudah sangat tua dan gampang mogok. Pada saat tahun 2015 operasi dengan biaya 10 juta di Aisyah Ponorogo, namun karena pas Ramadhan dan ada santunan untuk warga kurang mampu akhirnya cuma bayar 5 juta. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Kayat. Bantuan awal titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Kayat dan istri sangat senang dan bersyukur. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak Kayat menderita patah kaki


DINI BINTI SALAM (27, Pasca melahirkan). Alamat : Desa Darmorejo, RT 6/2, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Dini, biasa dipanggil demikian oleh keluarganya, menikah dengan seorang pengamen. Dini adalah seorang ibu rumah tangga yang baru akan mempunyai anak pertama. Karena suami bekerja sebagai pengamen, untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja masih belum bisa tercukupi. Kadang kalau sepi, suaminya ngeprint gambar kosongan dan dijual lima ratus rupiah perlembar kepada anak – anak sekolah untuk diwarna. Apalagi untuk menabung persiapan kelahiran anak pertamanya. Selama hamil, Dini juga sangat jarang untuk memeriksakan kandungannya karena tidak memiliki biaya. Pernah merasakan mual perutnya, diperiksakan ke bidan, katanya bayinya nyungsang dan harus dilakukan operasi nanti saat melahirkan. Karena ketelatenan Dini untuk melakukan latihan gerak ibu hamil agar tidak sampai operasi, Alhamdulillah bayinya lahir secara normal. Kondisi Dini dan suami sangat difahami oleh Sedekah Rombongan. Bantuan lepas sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya persalinan Dini. Dini dan suami sangat bersyukur dan terima kasih banyak kepada Sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk biaya persalinan Dini


RINI PUJIRAHAYU (43, Kanker Payudara). Alamat : Desa Sewulan, RT 3/1, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Rini adalah seorang ibu yang mengalami penyakit kanker payudara. Bu Rini adalah seorang guru swasa di sebuah SD yang tidak jauh dari rumah tinggalnya. Bu Rini memiliki 3 orang anak yang masih sekolah semua. Sementara suaminya bekerja sebagai seorang buruh tani. Awalnya sakitnya tidak begitu dirasakan, namun lama kelamaan terasa sakit yang tidak tertahan sehingga bu Rini memeriksakan kondisinya tersebut. Ternyata bu Rini sakit kanker payudara dan harus operasi. Bu Rini memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Setelah dilakukan operasi, bu Rini diberi jadwal kemoterapi hingga 8 kali. Bu Rini merasa sangat kesulitan untuk biaya kemoterapi yang harus dijalaninya di Solo. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi bu Rini. Bantuan ke dua titipan dari para Sedekaholic telah disampaikan dan digunskan untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya bu Rini, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 1012. Tak lupa bu Rini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga bu Rini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Rini mengalami penyakit kanker payudara


MUFLICHA ANNURIA (2, Anus sempit). Alamat : Dusun Sidodadi, RT 12/2, Desa Ketandan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Icha adalah sosok si kecil mungil yang malang berusia hampir 2 tahun. Dia menderita anus sempit sejak lahir. Ayahnya bernama Katimin bin Sodikromo, 80 tahun dan ibunya Tini Binti Rejo 39 tahun. Nuria begitu panggilan akrab si kecil ini, hampir 2 tahun dia menanggung rasa sakit ketika akan buang air besar, dia selalu menangis meronta-ronta jika akan BAB. Karena keluarganya tergolong RTSM maka ayahnya tidak mampu membiayai operasi buah hatinya. Untuk makan sehari – hari saja terkadang cuma lauk sambal dan kerupuk. Icha memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sementara bapak dan ibunya adalah benar – benar sangat kurang pengalaman dan pergaulan. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga dek Icha. Bantuan awal titipan para Sedekaholic telah disampaikan dan digunakan untuk membantu biaya akomodasi berobat dek Icha. Orang tua dek Icha sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Icha menderita anus sempit sejak lahir.


FILMA PUTRI SULISTYANI (7, Hydrosefalus). Alamat : Dusun Mblebaan, RT 2/1, Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Filza, biasa dipanggil demikian oleh orang tuanya. Dek Filza saat ini untuk makan dan minum menggunakan selang. Orang tuanya ingin mengetahui rekam otak MRI, untuk mengetahui penyakit dengan detail. Karena dek Filza tidak bisa makan dan minum, kalau tidak pakai selang dan juga kondisi tidak bisa bicara serta mata buta pasca operasi. Pertama kali operasi tahun 2011 dengan biaya sekitar 23 juta, setelah itu berobat ke sana sini sampai sekarang. Sementara orang tuanya yang masih tinggal bersama mertuanya, jadi belum mempunyai rumah sendiri. Bapaknya dek Filza pekerjaan nya serabutan. Dulu dia bekerja di Surabaya menjadi tukang bangunan di perumahan Surabaya. Saat ini sudah di Ponorogo bekerja apa saja seadanya. Kadang juga membuat plafon dan menjadi tukang bangunan. Dek Filza memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Dulu operasi di Rsud. Soedono Madiun dan scan otak juga di situ. Harapan orang tua dek Filza menginginkan anaknya scan lagi, agar tahu detail kondisi dek Filza sekarang. Namun orang tua sudah tidak ada biaya untuk berobat lagi. Biasanya selama ini menyewa mobil. Dan problemnya sekarang sudah tidak ada uang untuk membawa anak ke Madiun. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami orang tua dek Filza. Bantuan awal sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat dek Filza. Ibunya dek Filza sangat terharu sampai menangis, bersyukur masih ada yang peduli terhadap kondisi anaknya. Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Filma menderita hydrosefalus


RANEM BINTI SONODRONO (75, duafa) Alamat : Dusun Mojokerto, RT 49/9, Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Bu Ranem yang dulu biasa berjualan tempe di pasar dekat rumahnya. Suaminya yang sudah lama meninggal dunia, mengharuskan bu Ranem harus bekerja keras walau sudah renta usianya. Selain itu mereka juga tidak punya anak. Sehingga saat bu Ranem sakit, tidak ada yang merawatnya. Tepatnya 4 tahun yang lalu Bu Ranem merasakan kaki dan semua persendiannya susah untuk digerakkan, namun karena bu Ranem hidup sebatang kara, sakitnya tidak pernah diperiksakan. Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan dan juga keterbatasan keuangan, sehingga bu Ranem mengurungkan niatnya untuk berobat. Kondisi saat ini bu Ranem sudah tidak bisa berjualan lagi dan untuk kebutuhan makan minum sehari – hari seadanya yang didapatkan sering dari para tetangganya yang peduli. Dan baru saja seminggu yang lalu Bu Ranem mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Ranem. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Bu Ranem mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervin Survive @Mundiwati

Bantuan untuk biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 3 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Santunan kedua titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 700.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan setelah sebelumnya masuk dalam rombongan 1007. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak seno menderita gagal ginjal


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juni 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Juni 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1023.

Jumlah Santunan : Rp 1.887.500
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr Magetan bulan Juni 2017


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Juni 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Juni 2017 sebesar Rp 3.000.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM dan ganti oli. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juni 2017


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Juni 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Juni 2017 sebesar Rp 2.232.000 di gunakan untuk pembelian BBM, servis dan anti Oli. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp 2.232.000
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Juni 2017


PARNI BIN RAMBAT, (48, Karsinoma Nasopharyng) Alamat : Dusun Claket Desa Bulugunung RT 17 / 2 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Parni begitu orang biasa memanggilnya. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertempat tinggal di Bulugunung Magetan. Dalam kesehariannya Pak Parni bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 50.000/hari. Ayah dari 4 orang anak ini mulai mengetahui adanya benjolan di leher 1 tahun lalu, dan baru terasa sakit beberapa bulan belakangan ini. Ia sudah menjalani pengobatan di Rsud dr. Syadiman Magetan, Rsud dr. Soedono Madiun, dan terakhir ia berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo. Dokter mendiagnosa ia menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng. Dengan penghasilan yang cukup minim, istrinya Parmi yang bekerja sebagai buruh gendong tidak kamu membiayai suaminya berobat. Setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal Pak Parni, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei memutuskan untuk mendampingi beliau berobat. Santunan keempat sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi rawat inap di Rsud Sayidiman Magetan setelah sebelumnya masuk rombongan 935, 976 dan 1023. Pak Parni sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Parni segera diberikan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Pak Parni menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2016. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua. Santunan kedua titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap setelah sebelum nya masuk dalam rombongan 1023. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekaholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Dedy_Reza

Pak Widji menderita Ca Thyroid


SULOPO BIN WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan #SR Magetan dan #SRSurabaya. Santunan kedua titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 806.667,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi pengobatan selama di Surabaya setelah bantuan sebelum nya masuk dalam Rombongan 1007. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 806.667
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama @Hadi

Pak Sulopo menderita tumor orbita / tumor ganas


HADJAR NADZIFAH (8, Tumor Tangan). Alamat : Desa Jeruksari Sekranding, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 bulan Maret, ia terjatuh dan mengalami luka pada tangan kirinya. Keluarga memilih untuk membawa ke tukang pijat di desa sekitar, luka tersebut perlahan mulai membaik. Namun, sekitar awal bulan mei muncul benjolan pada bekas luka tersebut. Semakin lama semakin membesar, karena khawatir dengan keadaan tersebut, orang tua memutuskan untuk berobat secara medis yang dilakukan di RS Bedah ARO Pekalongan. Dokter menyatakan, Hadjar mengalami tumor tangan dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi. Saat ini, Hadjar sudah menjalani 6 kali kemoterapi secara rutin. Ayah Hadjar, Warno (31) dan ibunya, Siska Andriani (28) mengungkapkan kesedihannya kepada kurir Sedekah Rombongan karena tidak ada biaya pulang pergi ke Semarang. Maklum saja, ayahnya hanyalah seorang buruh bangunan yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan pun tidak dimiliki oleh keluarga ini. Saat ini ibu Siska masih mengurus adik dari Hadjar yang masih berusia 2 tahun dan masih minum ASI. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana ditepi tambak yang ada disekitar rumahnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Saat ini Hadjar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Hadjar meninggal dunia pada tanggal 31 Mei 2017, di RSUP Dr. Kariadi Semarang ketika menunggu kondisi stabil untuk melakukan tindakan operasi. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit dan santunan kematian. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.0000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @naadiahusna

Hadjar mengalami tumor tangan


SARBINI SUBI’ITRISNO (75, Patah Tulang). Alamat: Sidomulyo 4A Nomer 19, RT 6/5, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pada Juni 2017 bu Sarbini mengalami patah tulang. Hal tersebut terjadi saat bu Sarbini menolong anak beliau, bu Winarsih yang mengalami gangguan syaraf sejak kecil. Keterbatasan ekonomi yang membuat bu Sarbini tidak bisa membawa anak beliau untuk berobat. Saat berada di ruang tamu bersama bu Winarsih, tiba-tiba bu Winarsih kambuh hingga mengalami kejang-kejang. Bu Sarbini berusaha menopang dari belakang agar tidak terjatuh ke lantai. Karena tidak kuat menahan tubuh bu Winarsih, bu Sarbini pun terjatuh dan saling menimpai. Setelah kejadian tersebut, bu Sarbini mengeluh sakit di bagian kakinya hingga tidak dapat berjalan. Bu Sarbini pun langsung dibawa anak kedua beliau ke UGD RSUD Dr. Soewandhi Surabaya. Di rumah sakit tersebut, bu Sarbini melakukan foto Rontgen. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bu Sarbini menderita patah tulang. Terdapat pergeseran tulang pinggul di sebelah kanan. Saat ini, bu Sarbini sudah tidak merasakan keluhan sakit di bagian kaki, hanya saja beliau masih harus menggunakan alat bantu untuk meluruskan tulang pinggulnya sehingga masih belum dapat berjalan. Selain melakukan pengobatan medis, bu Sarbini juga menjalani perawatan pijat urut. Bu Sarbini adalah seorang ibu rumah tangga. Suami bu Sarbini, Subi’itrisno telah meninggal dunia. Beliau hidup bersama kedua anaknya. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan biaya pribadi sehingga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan telah diterima oleh pihak keluarga berupa biaya pengobatan & transportasi. Semoga bu Sarbini dapat segera sembuh dan dapat mejalani aktivitas seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Nur @EArynta

Bu Sarbini mengalami patah tulang


SALIMAH SAMBARI (90, Liver + Hernia). Alamat: Desa Lemahputro, RT 9/2, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Salimah sudah sakit sejak 2014 lalu. Awal mulanya, bu Salimah sering mengeluh sakit di bagian perut hingga ke ulu hati. Karena hanya menganggap sakit perut biasa, bu Salimah tidak menghiraukan keluhan tersebut. Semakin lama, keluhan yang dialami bu Salimah tidak kunjung sembuh dan semakin sakit. Hingga suatu ketika bu Salimah mengalami muntah darah. Akhirnya beliau pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Salimah didiagnosa menderita Liver dan Hernia. Beliau sempat menjalani rawat inap. Namun, pengobatan bu Salimah terhenti karena pihak keluarga tidak dapat mengurus beliau ketika dirawat untuk menjalani pengobatan. Selain itu, bu Salimah juga merasa tidak ada hasil yang maksimal mengingat karena menganggap beliau sudah berumur. Pada akhirnya, bu Salimah hanya berdiam diri di rumah saja dan menjalani pengobatan di rumah. Bu Salimah adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Sambari (65) juga sudah tidak bekerja lagi. Selama menjalani pengobatan beberapa waktu lalu, bu Salimah menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Namun beliau kesulitan untuk biaya transportasi dan obat yang tidak dijanglau BPJS. Selai itu karena mereka hanya hidup berdua, tidak ada yang menjaga bu Salimah dan mengantar beliau ke rumah sakit. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa biaya transportasi hingga bantuan pengobatan. Beliau juga didampingi saat menjalani pengobatan. Semoga bu Salimah dapat segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus @EArynta

bu Salimah didiagnosa menderita liver dan hernia


SULASTRI EKO RUSDIANTO (34, Kanker Lidah). Alamat: Perumahan Jetis Permai Oma Green Park A 37, RT 6/1, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2016 bu Sulastri mengandung anak ketiga. Selama mengandung, beliau mengalami sariawan pada lidah. Pada saat pertama kali mengalami sariawan, umur kandungan bu Sulastri masih dua bulan. Saat itu suami bu Sulastri mengira bahwa sariawan tersebut hanyalah bawaan bayi sehingga menganggap sariawan tersebut akan segera sembuh dengan sendirinya. Namun setelah melahirkan, sariawan tersebut masih belum hilang. Benjolan yang dikira sariawan biasa oleh bu Sulastri dan keluarga tidak kunjung sembuh. Karena bu Sulastri mengeluh semakin sakit di daerah sekitar lidah, beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, bu Sulastri dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2. Bu Sulastri kembali pulang dan menjalani pengobatan alternatif. Hingga beberapa bulan setelahnya, bu Sulastri menjalani pemeriksaan kembali. Namun tidak disangka, hasil diagnosa menyatakan bahwa kanker Lidah beliau menjadi stadium 4. Bu Sulatsri pindah ke rumah orang tua beliau, bu Mujiati di Perumahan Mutiara Citra Graha L8 No 7 Sidoarjo. Beberapa minggu kemudian, kondisi bu Sulastri semakin menurun. Hingga pada tanggal 14 Juni 2017 bu Sulastri dilarikan ke RSUD Sidoarjo dan disarankan opname untuk memulihkan kondisi kesehatan beliau. Di RSUD Sidoarjo, bu Sulastri juga menjalani kemoterapi. Kini, bu Sulastri harus makan dan minum melalui selang sonde atau pipa makanan. Beliau mengeluh sakit saat harus menelan makan dan minuman tersebut sehingga nafsu makan bu Sulastri menurun. Bu Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga. Suami beliau, Eko Rusdianto (41) bekerja sebagai tukang instalasi listri harian lepas dengan penghasilan yang minim. Selain menghidupi keluarga, suami bu Sulastri juga membantu biaya sewa rumah yang kini didiami oleh mereka bersama dengan bu Mujiati, orang tua bu Sulastri di Sidoarjo. Sedangkan bu Mujiati sendiri bekerja menjaga anak tetangga sekitar rumah. Bu Sulastri dikaruniai tiga orang anak dengan anak terakhir yang masih balita. Selama menjalani pengobatan, beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, bu Sulastri masih mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan di luar fasilitas BPJS, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari saat suami menjaga bu Sulastri. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan berupa biaya pengobatan dan transportasi. Pihak keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus Laksmi @EArynta

Bu Sulastri didiagnosa menderita Kanker lidah stadium 2


SULASTRI WARJAN (40, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Dusun Sugihan, RT 2/3, Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Sekitar Maret 2017, bu Sulastri mengalami kelelahan yang luar biasa di tubuh beliau. Bu Sulastri merasa seluruh tubuh beliau lemas, nyeri di bagian sendi-sendi dan otot. Demam yang tidak kunjung reda membuat bu Sulastri dilarikan ke Puskesmas Parengan. Di Puskesmas Parengan, bu Sulastri langsung dirujuk ke RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dan dilakukan cek labolatorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sulastri didiagnosa mengalami penurunan kekebalan tubuh. Bu Sulastri mendapatkan terapi obat dan diharuskan kontrol rutin setiap bulannya. Suami bu Sulastri, Warjan sudah meninggal dunia beberapa bulan lalu karena penyakit serupa. Sepeninggalnya suami bu Sulastri, beliau menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, bu Sulastri menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bu Sulastri memiliki tiga orang anak. Bu Sulastri mengeluh bahwa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi 3 anak beserta orangtua bu Sulatsri saja sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk biaya transportasi pengobatan serta biaya hidup jika dirawat. Belum lagi dengan obat-obatan yang harus beliau tanggung bila harus di luar tanggungan KIS. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Sulastri. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan pengobatan. Semoga bu Sulastri dapat segera sembuh dan dapat mejalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Bu Sulastri didiagnosa mengalami penurunan kekebalan tubuh


PANTI ASUHAN BYOG (Bantuan Anak Yatim Piatu). Alamat : Pendopo Balai Desa Bulujiwo, RT 5/4, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Bulan suci ramadhan telah tiba, sebagian besar umat muslim berbahagia menyambut datangnya bulan penuh rahmat ini. Mereka mulai berlomba-lomba untuk memperoleh berkah ramadhan dengan melakukan sesuatu hal yang bermanfaat. Seperti halnya yang dilakukan sekumpulan masyarakat di Tuban yang menamakan organisasinya Bulu YOung Generation (BYOG). Kegiatan kali ini difokuskan untuk memberi santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 12 Juni 2017. Bantuan diberikan kepada 90 anak yatim yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Kegiatan ini sudah dilakukan rutin sejak tahun 2006. Untuk turut mensukseskan acara tersebut, Sedekah Rombongan turut ambil bagian dengan memberi bantuan dana sebesar 2 juta. BYOG menyambut baik bantuan tersebut. Anak-anak yatim penerima bantuan merasa senang dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi para penerima dan menjadi berkah serta pembuka pintu rezeki bagi sedekahholics dan kurir Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Bantuan dana


BENCANA ALAM BANJIR (Bantuan Sembako). Alamat : Jl. KH. Mansyur No. 9, Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Hujan deras yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya air sungai Bengawan Solo, menimbulkan bencana banjir terjadi Kamis (1/12/2016). Banjir tersebut melanda 51 desa dan 10 kecamatan, antara lain kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Baureno, dan Trucuk. Tercatat 3.410 rumah terendam banjir, satu orang tewas dan 156 jiwa mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mas Mansyur. Banjir ini juga menyebabkan tanggul Kali Ingas di Desa Pucangarum Kecamatan Baureno Bojonegoro pada Kamis pukul 10.00 WIB ikut jebol karena banjir, sehingga menyebabkan 3.703 hektar sawah terendam banjir. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 24 miliar. Luapan Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di wilayah kabupaten Tuban sejak 26 November lalu dan menyebabkan 3.569 rumah tergenang banjir, jalan tergenang sejauh 61.065 meter, dan lahan pertanian terendam seluas 2.111 hektar. Bantuan berdatangan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah sampai komunitas-komunitas sosial. Melihat kejadian ini Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan masyarakat yang terdampak banjir. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan sembako antara lain beras, mie instan, air minum, dan peralatan evakuasi. Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat untuk warga. Para warga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepedulian dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.200.000,-
Tanggal : 4 Desember 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi @Sumewo Dwi @Opotondanda @EArynta

Bantuan sembako


SLAMA BINTI CAHYO, (86, Dhuafa) Alamat Dusun Karang Bireh RT/RW 001/010, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mbah Slama adalah seorang Dhuafa yang ditinggal suaminya sejak 9 tahun yang lalu. Ibu Slama ini tidak memiliki anak dan hanya tinggal sendiri dirumahnya dan rumah yang ditinggali Ibu Slama hampir roboh. Dan Swadaya Masyarakat desa Sumber Lesung membantu renovasi Ibu Slama yang hampir roboh. Ibu Slama saat ini dirawat oleh tetangganya yang dekat dari rumah Ibu Slama. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Ibu Slama, bahwa Ibu Slama sudah tiada . kurir Sedekah Rombongan memberi santunan titipan dari para Sedekaholics untuk biaya pengajian selama tujuh hari untuk Alm. Ibu Slama. Semoga santunan yang diberikan mendapatkan ganti oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Satunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan ntuk biaya pengajian selama tujuh hari untuk Alm. Ibu Slama.


MAK TI, (67, Dhuafa) Alamat Dusun Krajan RT/RW 001/005, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mak Ti adalah seorang Dhuafa yang hidup sebatang kara dirumah gubuk yang sederhana. Mak Ti tidak bekerja karena kondisi yang sudah berusia senja dan beliau sering dibantu oleh tetangganya untuk makan sehari-harinya. Ibu Ibu pengajian menginformasikan bahwa Mak Ti perlu bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat beliau. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Mak Ti. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi kebutuhan biaya hidup untuk sehari – harinya. Semoga Santunan yang diberikan berguna bagi Mak Ti. Dan Semoga Santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh dariNya Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan untuk kebutuhan biaya hidup untuk sehari – harinya


BUAJI BIN DARSO, (58, Stroke) Alamat Jl. Manggar III RT/RW 02/12, Desa Gebang, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Buaji sudah empat tahun ini bapak Buaji menderita sakit Stroke. Gejala awal yang dirasakan oleh bapak Buaji saat bangun pagi tiba – tiba dirasakan tangannya mengalami kelumpuhan, kaku dan bentuk wajah tidak simetris (bibir mencong). Bapak Buaji kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Paru Jember untuk mendapatkan pertolongan pertama dan dari klinik tersebut diketahui bapak Buaji menderita stroke. Karna keterbatasan biaya, bapak Buaji selama ini tidak dapat melakukan pengobatan ke rumah sakit, ia hanya melakukan pengobatan dengan jalan berobat alternatif saja. Kondisi bapak Buaji saat ini sudah tidak bisa berjalan normal dan bekerja lagi, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari hari. bapak Buaji dibantu oleh istrinya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bapak Buaji dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu bapak Buaji, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian alat bantu jalan berupa Kursi Roda. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Buaji dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bapak Buaji menderita sakit Stroke


AHMAD HASAN ABDILLAH, (9, Atresi ani). Alamat Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Adik Hasan menderita sakit Atresi ani. Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya tidak sempurna. Ketidak normalan Hasan tak memiliki anus Hasan segera dirujuk ke Rumah Sakit Paru- Paru Jember untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Hasan menderita atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 5 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 – 9 tahun lebih Hasan bisa menjalani operasi pembuatan lubang anus di dubur. Bulan ini telah jalani serangkaian test akhirnya tim Dokter rumah sakit Paru – Paru Jember memutuskan dilakukan tindakan operasi pembuatan lubang anus di dubur. Operasi berjalan lancar dan saat ini Hasan menjalani perawatan pasca operasi. kondisi ekonomi untuk kebutuhan sehari hari yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Hasan hanya bisa pasrah. Bapak Wakik bapaknya si adek Hasan hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjutkan pengobatan. Atas dampingan Sedekah Rombongan Hasan dapat melanjutkan pengobatannya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Hasan, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit Paru – Paru Jember, tunggakan pembayaran Iuran BPJS, dan Uang Transport pasien Hasan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Hasan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 2.192.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adik Hasan menderita sakit Atresi ani


MEGA PUTRI MAULIDIA, (12, Kelenjar Getah Bening) Alamt Jl. Fatahillah V/19 Lingk Kauman 001/011, Desa Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Adik Mega sudah mengalami sakit kelenjar Getah bening ini sudah selama 2 tahun yang lalu. Dan sekarang sudah mengganggu ke pendengaran Adik Mega. Adik Mega di bawa ke puskesmas terdekat untuk meminta rujukan ke Dr Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Dan setelah itu adik Mega sampai di rumah sakit Dr Soebandi Jember diminta untuk di kemo tetapi pihak keluarga tidak mau karena keterbatasan biayanya karena tidak tercover oleh BPJS. Mega Putri Maulidia anak dari pasangan Bapak Imam Bastomy (35) yang bekerja sebagai penjual burung berkicau yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dan Ibu Mei Tiyas (34) yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga, dengan kondisi perekonomian yang serba terbatas fasilitas kesehatan yang dimiliki adik Mega adalah BPJS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi kerumah adik Mega untuk menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Adik Mega. Santunan yang diberikan sebagai Akomodasi biaya perawatan selama dirumah sakit,Pembayaran Iuran BPJS Kelas III, dan Pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Mega dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 998

Jumlah Santunan : Rp. 580.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Mega menderita kelenjar getah bening


SITI ASPIYA, (20, Atresia Ani) Alamat Dusun Sumber Tengah RT/RW 001/001, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Siti Aspiya adalah anak dari pasangan Bapak Sunar (49) dan Ibu Misnaya (48) yang lahir dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan yang tidak memiliki anus. Pada awalnya, Aspiya terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Aspiya tidak di periksaan oleh keluarganya karena keterbatasaan biaya. Hingga sekarang adik Aspiya masih tetap merasakan sakit saat buang air besar. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aspiya bahwa Aspiya memerlukan bantuan. Semangat untuk sembuh Aspiya sangat tinggi. Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi Aspiya untuk berobat di rumah sakit paru Jember untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Setelah dua kali pemeriksaan di rumah sakit paru Jember, Aspiya menjalani pengobatan Pasca operasi agar Aspiya bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Orang tua Aspiya Ibu Misnaya (48) yang berprofesi sebagai Ibu rumah tanggan dan Bapak Sunar (49) yang bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarganya. Adik Aspiya memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI kelas III yang meringankan beban keluarga dalam pembiayaan selama Aspiya berobat. meski Aspiya telah memilki JKN – KIS kelas III, masih banyak obat-obatan dan peralatan lainnya yang harus dibeli diluar cover Jaminan yang dimiliki Aspiya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para sedekaholics untuk membantu Aspiya, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama dirumah sakit, biaya Check Lab, dan pembelian kantong kolostomi. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Aspiya dan semoga diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, Amin. dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah santunan : Rp. 1.170.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Siti menderita atresia ani


ADINDA DIANA SAFITRI, (2, Kelainan Jantung + Syaraf) Alamat Dusun Plalangan RT/RW 004/001, Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Saat lahir adik Adinda terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia tiga bulan adik Adinda mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap adik Adinda menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah oleh kedua orang tuanya diperiksakan di Puskesmas terdekat, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung adik Adinda, kemudian dokter merujuk adik Adinda ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan adik Adinda untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. tetapi oleh kedua orang tua adik Adinda tidak melanjutkan kontrol rutin karena tidak memiliki biaya transport dan pembiayaan selama di rumah sakit, akhirnya adik Adinda hanya dirawat dirumahnya. Setelah satu tahun kemudian penyakit yang alami adik Adinda kembali kambuh dan oleh keluarganya langsung dilarikan ke RSUD Dr. Seobandi Jember untuk pemeriksaan, dan setelah diperiksa adik Adinda menjalankan perawatan intensif. Bapak Enik (47) ayah adik Adinda seorang buruh tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan, yang panghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan Melita (43) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan adik Adinda. Dan Kurir Sedekah Rombongan langsung mengurus Jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III untuk meringankan beban keluarganya dalam pembiyaan rumah sakit. Dan pada kesempatan itu juga Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Adinda. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk, pembayaran Iuran BPJS, Uang saku. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Adinda. Dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017, 19 Mei 2017, Dan 5 Juli 2017
Kurir : @Yudhoari @viandwiprayugo

Adinda menderita kelainan jantung + syaraf


SHOLIHATUN BINTI BAKRI, (47, CA Ovarium) Alamat Dusun Timur RT/RW 001/008, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Berawal dari rasa sakit pada perut yang disangka masuk angin biasa dan Maag, dengan gejala perut kembung, keras dan sesak, Ibu Sholihatun memeriksakan diri ke dokter Puskesmas Jelbuk. Ibu Sholihatun disarankan untuk menjalani perawatan Opname untuk perbaikan kondisi selama tujuh hari di Puskesmas Jelbuk. Setelah usai perawatan tersebut ibu Sholihatun diperbolehkan pulang oleh Dokter Puskesmas tersebut. Selang lima hari Ibu Sholihatun kembali kambuh sakit yang dialaminya dan dilarikan ke Puskesmas Jelbuk lagi dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah di RSUD Dr. Soebandi Jember Ibu Sholihatun chek-up hasil Ct – Scan Ibu Sholihatun, diagnosa Dokter menyatakan suspect tumor ganas ovarium. Ibu Sholihatun adalah seorang Ibu Rumah tangga yang tinggal dengan suaminya Bukhari (52) yang bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya hanya cukup untuk Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sholihatun dan bantuan awal telah disampaikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember pada tanggal 5 Juli 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 6 Juli 2017 Ibu Sholihatun berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD Dr. Soebandi Jember. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Alm Ibu Sholihatun. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk biaya rumah sakit dan Santunan kematian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Jumlah santunan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Sholihatun menderita suspect tumor ganas ovarium


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 1026.

Jumlah Bantuan​: Rp. 500.000,-
Tanggal​​: 25 April 2017
Kurir​​​: @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bu Sariha menderita kanker payudara stadium 3


KASIMIN BIN ROJIKUN ( 43, Jantung Bengkak). Alamat: Ds. Randukuning RT 3/3, Kel. Pati Lor, Kec. Pati, Kab Pati, Prov.Jateng. Pak Kasimin, demikian tetangga biasa memanggil beliau. 3 bulan yang lalu, Pak Kasimin mengalami muntah darah dan dadanya terasa sakit. Dikarenakan kondisi yang semakin buruk, beliau akhirnya berobat ke RSUD Soewondo Pati. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa jantung beliau membengkak. Dokter menyarankan beliau agar rawat inap di rumah sakit terlebih dahulu, namun beliau tidak bersedia dan memilih rawat jalan. Pak Kasimin yang bekerja sebagai penjual bakso kojek keliling tinggal bersama sang istri Siti Fatimah (42) dan kedua anaknya, Fatika Dwi Kurnia Putri (15) dan Kasih Puji Lestari (4). Penghasilan Pak Kasimin dan sang istri yang hanya bekerja sebagai penjual jajan keliling bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan dan biaya sekolah putrinya. Dalam kondisi sakit, beliau tetap berusaha kuat untuk bekerja mencari nafkah. Namun, ternyata kondisi beliau semakin memburuk, badannya semakin lemas dan tidak dapat bekerja sehingga untuk sementara, istrinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga. Selama berobat, Pak Kasimin menggunakan jaminan kesehatan berupa KIS. Dokter mengharuskan beliau untuk kontrol rutin sekali dalam 2 minggu agar kondisi beliau tidak semakin memburuk. Walau begitu, beliau mengalami kendala dalam transportasi sebab kondisi tidak memungkinkan berkendara sendiri dan biaya akomodasi berobat juga menjadi alasan sebab pendapatan saat ini hanya dari istri yang untuk memenuhi kebutuhan hidup saja masih kurang. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan yang dialami beliau juga keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Kasimin. Setelah bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan, beliau kembali berobat di RS Mitra Bangsa Pati. Seperti ketika berobat di RSUD Soewondo, dokterpun menyarankan beliau untuk rawat inap namun beliau tetap memilih rawat jalan. Alhamdulillah, kondisi beliau berangsur membaik dan sudah dapat berkendara sendiri. Namun, beliau masih harus kontrol rutin satu kali dalam sebulan di RS Mitra Bangsa Pati. Semoga Pak Kasimin segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep Miftah @JeanseaMaurermaurer @akuokawai

Pak kasimin menderita jantung membengkak


SAIDI BIN KAJI (75, Katarak). Alamat : Desa Mantingan, RT 5/1, Kec. Jaken, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Saidi, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Tahun 2012, Pak Saidi menderita katarak dan menjalani operasi di RSUD Suwondo tetapi mengalami kegagalan saat operasi dan tidak ada tindakan lanjutan dari pihak rumah sakit. Kemudian, keluarga Pak Saidi membawa beliau pulang. Namun, semakin hari penglihatan Pak Saidi semakin memburuk dan pada akhirnya tidak bisa melihat. Keluarga mencoba melakukan pengobatan kembali tapi Pak Saidi menolak karena trauma. Hal tersebut membuat Pak Saidi tidak dapat beraktifitas dan hanya menghabiskan waktunya di atas ranjang. Sebelum sakit beliau bekerja sebagai peternak. Beliau mempunyai seorang istri Rasiah (63) yang bekerja sebagai pedagang pisang di pasar Jaken. Sekarang, Bu Rasiah yang menjadi tulang punggung mencari nafkah. Bu Rasiah dengan pendapatan yang tidak menentu berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Pak Saidi. Kurir Sedekah Rombongan membantu dengan memberikan santunan dari para Sedekahholic yang digunakan untuk pengobatan Pak Saidi. Pak Saidi mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuannya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep ItaListiani @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Saidi menderita katarak


ASLAH BINTI MASKURI (43, Infeksi Tulang + Gangguan Ginjal + Gangguan Lambung + Darah Tinggi). Alamat : Desa Lahar, RT 3/1, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bu Aslah dulunya seperti layaknya ibu rumah tangga lainnya yang sibuk merawat dan membesarkan anak-anaknya. Tetapi tepatnya pada tahun 2007 paska beliau melahirkan anaknya yang ke 3, Bu Aslah mengalami pembengkakan pada kaki dan persediannya terasa nyeri. Ketika kondisi kesehatan mulai pulih dari paska melahirkan, beliau dibawa berobat ke Dr. Susanto untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa Bu Aslah mengalami infeksi pada tulang kakinya. Dan dari Dr. Susanto hanya diberi obat-obatan saja. Selang waktu berlalu tepatnya 4 tahun yang lalu, beliau mengalami sakit lagi pada perutnya. Kemudian keluarga membawanya ke Dr. Eko untuk memeriksakan keadaan beliau, menurut hasil pemeriksaan Bu Aslah mengalami gangguan pada lambung, ginjal, dan darah tinggi. Karena penyakit yang beliau alami, Bu Aslah tidak kuat untuk berjalan dan tidak bisa berdiri terlalu lama. Hingga 1 tahun yang lalu beliau tidak bisa berjualan keliling lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi sekarang beliau menjadi pengganti kepala keluarga karena Pak Kosim suaminya telah terlebih dahulu meninggal dunia sekitar 12 tahun yang lalu. Sedangkan Bu Aslah mempunyai 3 anak yang harus beliau besarkan seorang diri. Beban hidup beliau sedikit berkurang karena Bagus Winarso (20) anaknya yang pertama bisa membantu dalam keperluan sehari-hari dari hasil dia bekerja sebagai sales. Sedang Nurul Muttaqin (13) anaknya yang kedua masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan adiknya Tengku Firmansyah (6) masih Sekolah Dasar (SD). Karena kurang ketiadaan biaya Bu Aslah tidak bisa berobat ke dokter kembali. Bahkan beliau masih mempunyai tunggakan kepada tetangga untuk biaya berobat Bu Aslah. Sebenernya beliau mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) tapi karena kurang pengetahuan cara penggunaannya, kartu itupun tidak pernah Bu Aslah gunakan. Dan untuk sehari-hari sering kali kurang, dan sekarang mengandalkan penghasilan dari anak beliau yang pertama. Bu Aslah mulai kontrol mandiri sejak Mei Juli 2017, karena pihak keluarga dirasa mampu me fasilitasi sendiri transport untuk kontrol melalui anaknya atau keponakan. Untuk kontrol pertama dan seterusnya di lakukan suntikan cairan pelumas pada sendi” yang di rasa nyeri oleh Bu Aslah sampe rasa nyeri tersebut berkurang. Untuk perkembangannya sendiri, Bu Aslah sekarang lebih fokus pada penyembuhan melalui tenaga medis, untuk obat-obat yang dikonsumsipun sesuai anjuran dokter, karena pada sebelumnya Bu Aslah lebih sering mekonsumsi ramuan jawa buatan sendiri sesuai anjuran ahli terapi jawa. Setelah meninggalkan ketergantungan pada ramuan jawa dan kembali berobat sesuai anjuran dokter, badan yang sebelumnya di rasa nyeri nya jarang kumat, sekarang nyeri pada sendi mulai sering terasa lagi semenjak meninggalkan ramuan jawa. Untuk itu Bu Aslah kembali rutin kontrol dan menjalani pengobatan secara medis pada tiap mingunya agar nyeri pada sendi dapat segera di tangani melalui pengobatan secara medis dan sesuai anjuran dokter agar tidak selalu ketergantungan pada ramua jawa yang hanya bersifat menghilangkan rasa nyeri hanya untuk sementara. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk keperluan berobat beliau. Sebelumnya sudah pernah terbantu pada tanggal 22 September 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JovanCakep DonyEP @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Aslah mengalami infeksi pada tulang kakinya


SUTIPAH BUDIARTI (58, Kanker Payudara Kiri). Jalan Selorejo No. 23 C, RT 4/8, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2003 terdapat benjolan kecil di payudara sebelah kiri Ibu Sutipah yang saat di sentuh beliau terasa sakit. Selama 4 tahun beliau hanya berobat secara alternative di daerah sekitar rumah dan meminum obat-obatan herbal. Akan tetapi tidak mendapatkan perubahan apa pun dan akhirnya pada tahun 2007 beliau mulai pergi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk berobat. Setelah didiagnosis dokter jika sakit kanker payudara, Ibu Sutipah dengan intensif menjalani proses berobat dan telah menjalani kemo terapi di RSSA sebanyak 6 kali. Kemudian pengobatan beliau dilanjutkan dengan mengkonsumsi obat yang diberikan pihak RSSA. Akan tetapi pada tahun 2016 Ibu Sutipah merasakan sakit lagi pada payudara kiri beliau dan akhirnya dilakukan kemo terapi lagi. Setelah menjalani kemo terapi yang ke 3, di lakukan operasi pengangkatan payudara dan setelah itu dilakukan kemo terapi lagi sebanyak 3 kali. Untuk saat ini, kondisi beliau semakin menurun pasca penyedotan cairan pada paru-paru beliau dan Ibu Sutipah disarankan untuk istirahat dan mengkonsumsi obat yang telah diberikan. Ibu Sutipah setiap harinya hanya sebagai ibu rumah tangga dan beliau tinggal bersama suami dan satu orang anak. Suami beliau Bapak Selamat (55) bekerja sebagai security di perumahan dengan penghasilan yang sedikit tiap bulannya. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki sangat membantu Ibu Sutipah, akan tetapi beliau merasa kesulitan untuk pergi berobat ke rumah sakit sedangkan beliau harus secara intensif menjalani pengobatan. Akhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sutipah dan bantuan kedua pun diberikan kepada Ibu Sutipah yang dipergunakan untuk transportasi, membeli obat-obatan dan biaya perbaikan keadaan umum. Bantuan pada Ibu Sutipah sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 992. Semoga kondisi Ibu Sutipah segera membaik dan dapat menjalani aktifitas beliau kembali. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Oby_Bee @m_rofii11

Bu Sutipah menderita kanker payudara


SURHANIK BINTI HASYIM (51, Diabetes Militus). Alamat : Jalan Mawar I, No. 29 A, RT 4/14, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada 5 tahun yang lalu kaki kanan Ibu Surhanik terluka karena terjatuh dan mengakibatkan kaki beliau terluka. Luka yang dirasa biasa itu pun dihiraukan oleh Ibu Surhanik. Seiring berjalannya waktu, luka pada kaki beliau semakin membesar dan bertambah parah. Mengetahui hal tersebut Ibu Surhanik pun diperiksakan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dan dokter mendiagnosis Ibu Surhanik mengalami diabetes militus. Saat itu juga pun dokter melakukan operasi amputasi pada kaki kanan Ibu Surhanik agar bakteri tidak semakin menyebar. Kondisi beliau hanya bisa duduk di kursi roda dan pergelangan kaki kirinya pun membengkak. Ibu Surhanik yang harus rutin menjalai kontrol di RSSA untuk pemeriksaan cek laboraturium dan pengambilan obat. Akan tetapi pada pertengahan bulan ini kandungan gula pada darah sangat tinggi dan membuat beliau tidak bisa beraktivitas karena harus istirahat total untuk sementara. Ibu Surhanik saat ini tinggal berdua di kontrakan hanya bersama seorang anaknya. Suami beliau Bapak Rachmad telah meninggal dunia dan anak beliau bekerja sebagai karyawan swasta. Akan tetapi dari penghasilan anaknya tersebut hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan iuran untuk sewa kontrakan. jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sedikit meringankan beban beliau. Akan tetapi pengobatan beliau terhenti dikarenakan biaya transportasi dan membeli obat-obatan non BPJS menjadi kendalanya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Surhanik dan santunan kedua pun diberikan untuk membeli obat-obatan, transportasi dan biaya perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 952. Semoga kondisi Ibu Surhanik segera membaik kembali dan lekas diberikan kesembuhan dari Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Ibu Surhanik mengalami diabetes militus


JUNIA RAMADHANI (8, Infeksi alat kelamin). Alamat : Kampung Pao, RT 6/8, Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Nia, begitu dia akrab dipanggil. Sekitar 7 bulan yang lalu Nia menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Nia tidak mau memberitahu keluarganya karena takut. Si pelaku selalu mengancam akan membunuh jika Nia memberitahu keluarganya. Sejak kejadian itu, Nia sering mengalami sakit, namun pihak keluarganya belum membawanya periksa ke medis. Hingga pada awal januari, Nia mengeluh sakit perut, perutnya diolesi minyak kayu putih dan obat sakit perut biasa, namun tak kunjung mereda. Akhirnya sang bibi membawanya ke bidan terdekat untuk diperiksa. Nia tinggal bersama bibinya, karena sang ayah Nisman (38) dan Ibunya Romlah (36) merantau ke Surabaya. Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang mengurus 2 adik nia yang masih kecil. Setelah diperiksakan ke bidan ternyata sakit Nia sudah lanjut. Keluarga terkejut sehingga membawa Nia ke puskesmas untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak puskesmas membenarkan dan menyarankan Nia untuk melakukan visum. Meskipun Nia tidak memiliki jaminan kesehatan, namun pihak RSUD Bangkalan memberi kemudahan dalam menangani kasus ini. Kondisinya masih belum membaik dan Nia mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut. Nia putus sekolah, dan psikisnya juga terganggu. Nia, tidak mau bicara dan juga tidak mau makan sehingga berat badannya menurun. Sedekah Rombongan turut merasakan kesediahan Nia. Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa akses untuk terapi ke psikolog untuk mengobati trauma yang dialami Nia. Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan untuk biaya berobat dan kebutuhan Nia. Kondisi kesehatan Nia saat ini mulai membaik. Nia juga sudah mulai bisa berinteaksi dengan orang luar meskipun kadang enggan untuk berbicara. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk kesembuhan Nia. Pihak keluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 17 Januari 2017
Kurir : @vanmadura @chococheese28

Nia menderita infeksi alat kelamin


SULIPAH JONO (37, Tumor Rahim). Alamat: Dusun Karang Dhuwur, RT 20/6, Desa Banjarjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu ibu Sulipah merasakan sakit di bagian perut. Ibu Sulipah membiarkan keluhan sakit di bagian perut beliau karena menganggap hanya sakit perut biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya. Pada akhir Januari, ibu Sulipah sudah tidak dapat menahan keluhan di bagian perut beliau. Beliau juga sering muntah, berak, dan demam tinggi. Akhirnya ibu Sulipah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Sulipah dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Sulipah didiagnosa menderita tumor rahim. Suami ibu Sulipah, Jono (40) bekerja sebagai nelayan. Sedangkan ibu Sulipah sebagai ibu rumah tangga. Sebagai nelayan, suami ibu Sulipah mengandalkan cuaca dan gelombang air dalam bekerja. Sehingga suami ibu Sulipah hanya bisa aktif bekerja menjadi seorang nelayan selama setengah bulan. Upah dari bekerja sebagai nelayan pun tidak terlalu tinggi. Suami ibu Sulipah mendapat upah 50.000 setiap kali bekerja, terkadang juga tidak mendapatkan apa-apa saat kembali pulang. Suami ibu Sulipah mempunyai tanggungan keluarga yang besar, dan mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Untuk biaya pengobatan yang dilakukan sebelum mempunyai jaminan kesehatan BPJS, mereka dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan biaya transportasi. Akhir Mei 2017 kondisi bu Sulipah menurun, dan beberapa waktu kemudian kami mendapat kabar bahwa beliau telah berpulang, meninggalkan kita untuk selamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa. Bantuan kembali disampaikan untuk biaya pemakaman almarhumah. Pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

ibu Sulipah didiagnosa menderita tumor rahim


JAMALUDIN BIN JALALUDIN (27, Depresi Berat). Alamat : Desa Tebul Timur, Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Jamal adalah salah satu anak yang berprestasi saat masih sekolah di salah satu pesantren di Sumenep Madura. Karena harapannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pupus, ia mulai menarik diri dari kehidupan sosialnya. Hingga Sedekah Rombongan mendampingi Jamal dan keluarga untuk menempuh pengobatan medis. Kini kondisi Jamal telah membaik, ia mulai mau berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Dokter tetap menganjurkan untuk konsumsi obat secara rutin hingga kondisi Jamal mulai stabil. Untuk melakukan pengobatan Jamal menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu Jamal agar bisa hidup normal kembali. Semoga Jamal bisa segera pulih dan bisa menghafal lagi hafalan Al-Quran yang telah dia lakukan selama di pondok pesantren.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Teguh @hafnirosania

Jamal mengalami depresi berat


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1004. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.800.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih sedekaholics yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1013.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.773.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional Bulan April 2017


MIADAH BINTI SUMARI (44, Sakit Jiwa). Alamat : Desa Warugunung , RT 10/3, Kec. Bulu, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Miadah adalah putri dari Ibu Sumari (67) yang berprofesi sebagai buruh tani dan bapaknya sudah lama meninggal. Miadah sudah diceraikan suaminya dan menderita sakit jiwa sekitar satu setengah tahun yang lalu. Pada awalnya keluarga mengira sakit yang diderita Miadah adalah karena gangguan jin, sampai dibawa ke kiyai namun masih nihil hasilnya, malah gangguan jiwa yang dideritanya semakin menjadi-jadi, Miadah memukuli Ibunya sampai terluka. Miadah sudah pernah menjalani pengobatan di RSJ dan setelah perkembangannya terkontrol normal keluarga memutuskan membawa dan merawatnya di rumah, namun sejak keluar dari RSJ sekitar 4 minggu, Miadah kambuh lagi, Miadah sering marah, menjerit dan memukuli semua orang yang berada di sekitarnya. Meskipun Miadah sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana pengobatan rutin dan transportasi ke RSJ. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Miadah. Pada bulan April 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Miadah, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan memfasilitasi transportasi ke RSJ Khumaiyah sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Bu Maidah menderita sakit jiwa


ABDUL MUKHID (32, Gangguan jiwa). Alamat : Desa Plawangan, RT 4/2, Kragan, Kab Rembang Jawa Tengah. Abdul Mukhid dikenal sebagai pemuda yang rajin bekerja dan taat sama orang tuanya, kesehariannya ialah menangkap ikan dilaut sebagaimana aktifitas yang dilakukan oleh kebanyakan warga dikampungnya. Sejak ayahnya Alm. Dureni meninggal, kini dialah yang menjadi tulang punggung keluarga yang menanggung ibunya yang bernama Amirah dengan usia 67 tahun dan kakaknya yang bernama wedok dengan usia 37 tahun, kira-kira sejak 4 tahun lalu setelah pulang dari melaut, tiba-tiba kejiwaan Abdul Mukhid menjadi tidak stabil, ikhtiar sudah pernah dilakukan pihak keluarga dengan di bawa ke RSJ dan sempat pulih tapi sejak saudara yang menguruskan juga sakit-sakitan dan tidak ada lagi biaya untuk mengobatkan maka kondisi Abdul Mukid di biarkan saja, yang mana sering kali mengkhawatirkan oleh keluarga karena beberapa bulan ini lebih sering menyakiti ibunya. Hingga kabar mengenai hal ini tersebar sampai salah satu kurir Sedekah Rombongan mengetahui langsung esok harinya silaturahim kerumah Abdul Mukhid, ternyata yang sakit jiwa adalah 2 bersaudara dari anak Ibu Amirah, yaitu abdul mukhid dan Wedok yang mengalami gangguan jika sejak di cerai oleh suaminya. Mendapati keduanya dalam kondisi seperti itu kurir Sedekah Rombongan menawarkan diri untuk membantu proses penyembuhan ke Rumah Sakit Jika Amino Gondo Semarang dengan diantar oleh Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Alhamdulliah setelah 2 bulan dirawat di RSJ Aminogondo kini kondisi keduanya sudah membaik dan sudah pulang kembali berkumpul dengan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Abdul menderita sakit jiwa


MUHAMMAD RIDHO HAMKA (5, Kecelakaan). Alamat: Desa Kajeksan, RT 3/1, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Hamka merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak Februari 2017. Hamka merupakan korban kecelakaan.Kejadian kecelakaan pada hari kamis tanggal 23 Februari 2017 tertabrak sepeda motor pada saat mau menyebrang.Karena luka yang cukup serius Hamka rawat inap di Rumah Sakit Yakis selama kurang lebih 4 hari setelah dibolehkan pulang dari dokter diminta untuk rawat jalan. Sebagian luka sudah kering, dan sebagian luka basah (bernanah). Kedua mata bengkak.kepala bengkak, banyak luka dibagian kepala,mengeluhkan sakit pada telinga. Saat ini Hamka tinggal bersama ibunya bernama Rupini (41) dan kakak. Ibu Rupini bekerja serabutan dan Bapaknya bernama Sutedjo (61) sudah meninggal dunia sejak Hamka kecil. Hamka belum mempunyai jaminan kesehatan. Sehingga Kesulitan keluarga yang dialami ketika Hamka harus segera dilakukan penanganan pengobatan lebih lanjut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Hamka Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Semoga kondisi Hamka semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Ridho mengalami kecelakaan


KADARNO BIN SABU (64, Tumor Mata). Alamat : Bacin, RT 1/3, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Pak Darno biasa beliau dipanggil. Berawal dari dua tahun yang lalu (tahun 2015) Pak Darno jatuh dari sepeda dan salah satu bgian sepeda mengenai mata sebelah kiri sehingga mengakibatkan bengkak dan tidak dibawa ke dokter karena berpikir cuma sakit biasa. Namun,sampai beberapa bulan mata beliau tidak kunjung membaik melainkan bertambah parah dan tidak bisa melihat. Oleh keluarga dibawa berobat ke salah satu Rumah Sakit di Kudus,oleh dokter didiagnosa Tumor Mata.Sudah pernah dilakukan pengobatan di RS Kariadi dan dilakukan operasi sehingga kondisi membaik. Tapi, setelah itu tidak dilakukan lagi kontrol sampai sekarang cuma dibelikan obat mata sehingga mata kiri kembali membengkak dan tidak bisa melihat. Pak Darno tinggal bersama istri, Ibu Sumiyati (63).Pak Darno bekerja sebagai penjaga parkir di salah satu warnet Kudus.Sedang Bu Sumiyati bekerja serabutan. Sehingga kondisi ekonomi sangat minim. Jaminan kesehatan KIS – JKN PBI yang dimiliki Pak Darno sangat membantu selama Ia mengalami pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Pak Darno Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Semoga kondisi Pak Darno semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafa_andre @akuokawai

Pak Kardono menderita tumor mata


WATONO JUNAIDI (57, Osteoporosis). Alamat : Desa Kaliputu, RT 3/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa. Awal mula sakit semenjak 8 bulan yang lalu, badan tiba-tiba tidak bisa bergerak lumpuh sebagian. Oleh keluarga akhirnya dibawake Rumah Sakit Mardi Rahayu dan pernah rawat inap sekali dinyatakan sudah tidak tertolong akhirnya pulang,tapi setelah 2 minggu ternyata kesehatannya pulih tetapi masih lumpuh sebagian. Kondisi selama dirumah hanya bisa tiduran ditempat tidur. Pada hari Jumat jam 17.30 tanggal 10 Maret 2017, beliau mengalami sesak nafas saat rebahan ditempat tidur dan akhirnya meninggal dunia pada hari itu. Semenjak sakit, Bapak Wartono tidak bekerja. Istrinya, Suriyah(49) menggantikannya mencari nafkah dengan bekerja buruh harian di salah satu pabrik rokok di Kudus. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Watono dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Wartono dan keluarganya. Santuan diberikan untuk biaya pengobatan dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Sebelumnya sudah santunan sudah ada pada rombongan 1005.Semoga Bapak Wartono mendapat tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan ikhlas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Pak Watono menderita osteoporosis


HERI SISWANTO (36,Tetraparesis). Alamat : Jalan Kiangkat, RT 3/3 ,Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kudus sejak Bulan November tahun 2016. Lima tahun yang lalu (tahun 2011) Mas Heri mengalami kecelakan motor kemudian dibawa ke Rumah Sakit terdekat setelah melakukan pemeriksaan hasil rontgen saat itu tidak ada luka yang serius. Tapi berjalannya waktu lama kelamaan ternyata tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakkan hingga hampir lima tahun dibiarkan karena tidak ada biaya. Dari pihak keluarga Mas Heri hanya dibawa pengobatan alternatif. Sampai akhirnya bulan November 2016 Mas Heri dibawa kembali untuk melakukan pengobatan dan diketahui dari hasil rontgen diagnosa Mas Heri mengalami kelemahan pada 4 anggota gerak (tangan kanan kiri juga kaki kanan kiri) atau secara medis disebut tetraparasis. Saat ini Mas Heri tinggal bersama kedua orangtuanya Ibu Suyati (57) merupakan ibunya dan Bapaknya Kayat (62). Pekerjaan Bu Suyati jualan Lentog setiap pagi dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sedangkan suami beliau pak kayat sudah tidak bisa bekerja menafkahi keluarga karena terkena stroke satu tahun lalu. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimiliki Mas Heri sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan jaminan kesehatan menjadi kendala dalam proses pengobatan. Ketika Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Mas Heri dan keluarga, mereka mengungkapkan kesulitan biaya pengobatan. Santunan diberikan untuk membantu akomodasi selama pengobatan. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih untuk bantuannya dan semoga Mas Heri selalu diberikan semangat dan bisa kembali sehat. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyAdiarta @lucie_augustin Sigit @akuokawai

Pak Heri mengalami kelemahan pada 4 anggota gerak


BAMBANG SUPRAPTO (34, Patah Tulang). Alamat: Wergu Wetan,RT 4/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Bambang adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan Januari tahun 2017. Awal mulanya Bapak Bambang sehat , namun pada bulan Desember tahun 2016 Bapak Bambang mengalami kecelakaan ketika akan berangkat kerja yang mengakibatkan patah Tulang pada kaki bagian paha kiri. Kemudian dalam penanganannya Bapak Bambang menjalani operasi dan pemasang pen pada bagian kaki yang patah. Saat ini bapak Bambang belum menikah dan kedua orang tua beliau sudah meninggal. Dirumah beliau tinggal bersama saudaranya. Alhamdulillah team Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Bambang yang memang membutuhkan bantuan selama proses penyembuhan dan rawat jalan. Saat ini bapak Bambang sudah terdaftar sebagai anggota KIS-PBI Mandiri Kelas 3. Dan team Kurir pun mendampingi bapak Bambang selama rawat jalan dengan memberikan bantuan transportasi, serta pembelian obat diluar jaminan kesehatan. Semoga kondisi Bapak Bambang semakin membaik dan diberi kesembuhan. Amiin. Sebelumnya santunan sudah terdapat di nomor rombongan 1005. Dan semoga perjuangan hidup Pak Bambang dapat menginspirasi kita semua dan menjadikan kita semua untuk dapat lebih bersyukur.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir: @robbyadiarta @lucia_augustin Sigit @akuokawai

Pak bambang mengalami kecelakaan


Wiji Yanti ( 51, Bantuan Tunai ). Tinggal di Ds.Kerjolor RT2/1, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini sangat membutuhkan bantuan untuk kesembuhan atas sakit yang dideritanya saat ini. Selain itu, beliau juga membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan kewajiban kepada tetangga untuk keperluan pengobatan selama di rumah sakit. Tanggungan atas kewajiban tersebut menjadi beban dalam hidupnya yang serba kekurangan. Suaminya pun sakit stroke dan tidak mampu bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Wiji seorang ibu rumah tangga yang mengalami sakit mata semacam katarak, selain itu beliau juga sering mengeluh sakit diperutnya akibat operasi myoma yang telah berlalu. Saat itu, beliau harus menjalani tindakan operasi di RSDM Solo. Namun, dengan kondisi ekonomi yang kekurangan, beliau pun tidak mampu mencukupi kebutuhan medis. Sehingga, beliau pun meminjam kepada tetangga – tetangganya. Hal ini juga untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari lainnya. Dari biaya yang sekitar 4. 200.000,- semakin lama berkembang sehingga sampai pada waktu untuk membayar, beliau sangat kesulitan. Kewajiban yang harus dia cukupi sebenarnya pun juga untuk kebutuhan pengobatan suaminya, sebagian lagi untuk kebutuhan makan hidup sehari – hari. Dari kondisi tersebut, sedekah rombongan membantu nya dengan menyelesaikan kewajiban serta untuk kebutuhan sementara agar mereka bisa tetap bertahan hidup. Semoga, bantuan ini meringankan beban keluarga Ibu Wiji, dan suami bisa berangsur membaik agar bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua saat ini.

Bantuan : Rp. 7.200.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @Mawan

Bantuan tunai


SIMUN Bin. Alm. KATIJO ( 39, Lumpuh ). Tinggal di Ds. Wuryorejo RT03/5, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Beliau mengalami kelumpuhan sudah hampir 5 tahun. Penyebabnya adalah kecelakaan kerja saat di Harco Mangga Dua Jakarta pada tanggal 20 Juli 2011 yang lalu. Bapak Simun saat itu bekerja sebagai buruh bangunan. Dan ketika bekerja di tempat tersebut, lift yang dinaikinya merosot sehingga beliau terjatuh dari lantai 3. Akibatnya, tulang belakang patah dan menyebabkan kelumpuhannya saat ini. Beliau keluarga yang kurang mampu. Sejak jatuh, Simun sudah tidak bisa berbuat apa – apa lagi. Sehari – hari hanya terbaring di tempat tidurnya. Kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Makan, minum dan buang air pun di tempat tidur. Mas Sarko, tetangganya pun merasa iba. Sehingga, Sarko berinisiatif mencarikan dana bantuan untuk menopang kebutuhan hidup Simun. Setiap bulannya, bantuan yang berhasil dikumpulkan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga bapak Simun ini. Dari informasi Sarko tersebut, kurir memberikan bantuan tunai untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga bantuan ini sedikit meringankan serta bisa digunakan sebagai tambahan mencukupi kebutuhan sehari – hari keluarga Bapak Simun. Aamiin.

Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Sarko

Pak simun menderita lumpuh

Kasemi Binti Alm. Sutardi (42, Bantuan Tunai ). Tinggal di Pringapus RT2/11, Ds.Gunungan, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini tinggal bersama dua orang anak bernama Wahyu ( masuk SMP ) dan Rianto ( 4th ). Kronologis derita ibu ini berawal dari rencana keluarga untuk menyunatkan anaknya yang besar. Saat itu, beliau mencari pinjaman ke tetangga sebesar 2,5 juta. Dana ini dimaksudkan untuk biaya sunat dan sebagian lagi untuk cadangan kebutuhan pasca sunatan. Anak yang besar baru lulus sekolah dasar, kesehariannya membantu ayahnya mencari rumput dan membantu pekerjaan (glidik ) apa saja. Nasib malang menimpa keluarga ini ketika ada sms penipuan kepada ibu ini. Saat itu dia tidak pernah menyangka akan tertipu uang sebesar 1,5 juta. Sedianya, dengan iming- iming hadiah yang diberikan, dan karena ketidakpahaman Kasemi dengan hal seperti ini, membuat dirinya ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Dana yang semestinya untuk kebutuhan itu pun lenyap. Dan beliau pun masih mempunyai tanggungan lain dari tetangganya. Dia hanya bisa menangis dan meratapi nasib tersebut. Kasemi kesehariannya bekerja membantu penjual nasi goreng di depan pasar wonogiri, kebetulan beliau sering lewat depan rumah kami. Suatu ketika, saat mengantar nasi goreng ibu ini menangis. Dengan rasa takut memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut, dan saat itu beliau sangat – sangat kebingungan harus bagaimana lagi. Akhirnya sedekah rombongan berupaya meringankan beban Kasemi dengan memberikan bantuan tunai. Semoga hal ini bisa meringankan beban hidup keluarganya, kami pun memberi nasihat agar lebih berhati – hati dengan sms penipuan. Sebelumnya, kami minta bantuan rekan di Kecamatan untuk survey rumah beliau. Dan memang kondisinya cukup memprihatinkan. Mudah – mudahan amal kebaikan para sedekaholics bisa membawa manfaat dan kebaikan untuk semuanya.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan tunai


EKO SANJAYA ( 39, Lumpuh ). Tinggal di Krisak RT01/1, Selogiri, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prop. Jawa Tengah. Eko yang masih muda dan produktif namun saat ini tidak mampu berbuat banyak untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup orang tuanya. Hal ini dikarenakan, Eko mengalami kondisi lumpuh separo. Keluarga sangat kurang mampu, Ayahnya sudah meninggal, dan saat ini dia hidup bersama ibunya yang juga sering sakit – sakitan. Ibunya saat ini sedang dirawat di rumah pasca pengobatan dari rumah sakit akibat demam berdarah. Kondisi keluarga ini diperparah dengan kondisi Eko yang juga sedang sakit lumpuh. Kronologis dari sakit yang diderita Eko sendiri sebagai berikut, suatu ketika, Eko jatuh saat bekerja. Rasa sakit di pinggang dan kaki pun sekedar dirasakan sebagai sakit biasa. Namun, ternyata hal ini membawa dampak luar biasa baginya. Makin hari sakit itu makin menjadi. Beberapa kali diperiksakan ke dokter namun diberi obat penghilang rasa sakit. Kemungkinan, saat terjatuh ada syaraf di kaki yang bermasalah. Sehingga, akhirnya Eko terasa lumpuh dan sampai saat ini pun tidak mampu berjalan. Awal gejala ini pun tidak terlalu dirasakannya. Ketika bekerja sebagai kuli kasar dan bangunan, dia sangat rajin. Ini untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari keluarganya. Mencukupi kebutuhan ibunya dan satu adiknya yang masih bersekolah di kelas 4 SD. Yatiyem, ibunya keseharian membantu salah satu tetangga dalam berjualan sayur. Kehidupan mereka kurang beruntung, semenjak ayahnya meninggal keluarga ini limpung. Biasanya sang ayah yang mencukupi kebutuhan, namun semenjak meninggal maka Eko lah sebagai tulang punggung. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan untuk ibunya sebesar dua juta rupiah. Selain itu, untuk kebutuhan makan sehari – hari serta kontrol pengobatan Eko selanjutnya. Semoga ini bisa meringankan beban hidup keluarga mas Eko. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Yuli

Pak Eko menderita lumpuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MISI BINTI MININ 1,000,000
2 NURHADI BIN UJANG 500,000
3 MAULANA ADITYA JATI SASONGKO 1,000,000
4 SAHVELIA NIRA NASIHATUR’ROHMAH 2,000,000
5 MTSR MADIUN 3,525,000
6 SOLIMAN BIN KARDI 1,000,000
7 KOSIDAH BINTI SARDI 1,000,000
8 JEMITRI BINTI SARMAN 1,000,000
9 MUKAYAT BIN TURAJI 1,000,000
10 DINI BINTI SALAM 1,000,000
11 RINI PUJIRAHAYU 1,000,000
12 MUFLICHA ANNURIA 1,000,000
13 FILMA PUTRI SULISTYANI 1,000,000
14 RANEM BINTI SONODRONO 1,000,000
15 SENO BIN SUPANI 700,000
16 RSSR MAGETAN 1,884,500
17 MTSR 2 MAGETAN 3,000,000
18 MTSR 1 MAGETAN 2,232,000
19 PARNI BIN RAMBAT 500,000
20 WIDJI ALWIJIANTO 1,000,000
21 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 806,667
22 HADJAR NADZIFAH 2,000,000
23 SARBINI SUBI’ITRISNO 1,000,000
24 SALIMAH SAMBARI 500,000
25 SULASTRI EKO RUSDIANTO 500,000
26 SULASTRI WARJAN 500,000
27 PANTI ASUHAN BYOG 2,000,000
28 BENCANA ALAM BANJIR 7,200,000
29 SLAMA BINTI CAHYO 500,000
30 MAK TI 500,000
31 BUAJI BIN DARSO 800,000
32 AHMAD HASAN ABDILLAH 2,192,000
33 MEGA PUTRI MAULIDIA 580,000
34 SITI ASPIYA 1,170,000
35 ADINDA DIANA SAFITRI 500,000
36 SHOLIHATUN BINTI BAKRI 5,000,000
37 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
38 KASIMIN BIN ROJIKUN 500,000
39 SAIDI BIN KAJI 500,000
40 ASLAH BINTI MASKURI 500,000
41 SUTIPAH BUDIARTI 500,000
42 SURHANIK BINTI HASYIM 500,000
43 JUNIA RAMADHANI 700,000
44 SULIPAH JONO 1,000,000
45 JAMALUDIN BIN JALALUDIN 500,000
46 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,800,000
47 MTSR MADURA 5,773,000
48 MIADAH BINTI SUMARI 1,000,000
49 ABDUL MUKHID 500,000
50 MUHAMMAD RIDHO HAMKA 500,000
51 KADARNO BIN SABU 500,000
52 WATONO JUNAIDI 1,000,000
53 HERI SISWANTO 1,000,000
54 BAMBANG SUPRAPTO 500,000
55 Wiji Yanti 7,200,000
56 SIMUN Bin. Alm. KATIJO 800,000
57 Kasemi Binti Alm. Sutardi 3,000,000
58 EKO SANJAYA 3,500,000
Total 84,363,167

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 84,363,167,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1030 ROMBONGAN

Rp. 53,480,700,746,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.