Rombongan 1029

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on July 30, 2017

GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


ELY FATMAWATI (19, Penyakit Kulit dan Lambung). Alamat : Dusun Seren Kulon, Desa Seren, RT 4/1, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Ely Fatmawati akrab disapa Ely adalah putri dari bapak Sugimin (44) yang berprofesi sebagai nelayan namun saat ini tidak bekerja karena harus menjadi bapak rumah tangga yang mengurus 5 anak dan istrinya (Rukasih, 45 th) yang sedang sakit. Ely merasakan sakit lambung saat pertengahan semester I kelas 11 SMA N 2 Rembang, sekitar September 2015. Oleh ibunya diperiksakan ke Puskesmas II Rembang. Namun sakit yang sering dirasakan secara tiba-tiba membuat Ely merasa terganggu, terutama saat ia sedang belajar di sekolah. Ely termasuk anak yang berprestasi (termasuk anak cerdas) di sekoahnya, sehingga meskipun ia sering merasakan sakit Ely tetap sekolah dan naik sampai kelas 12. Ujian baru dalam kehidupannya bermula. Baru masuk sekolah 1 pekan, yaitu sekitar awal Juli 2016 dia mendapatkan sakit kulit seperti melepuh dan berair. Kembali oleh ibunya dibawa ke Puskesmas II Rembang. Karena semakin hari semakin meluas area penyakitnya maka Ely malu untuk dibawa ke RSUD. Karena “sungkan” atau pekewuh dengan pemilik kendaraan dan lingkungan sekitar. Bau amis yang amat sangat keluar dari lukanya yang hampir disekujur tubuh terutama kedua kaki, lengan, perut dan dada. Sehingga Ely sudah tidak bisa berjalan tegak. Sangat memprihatinkan. Pengobatan dilakukan dengan cara ibunya mengumpulkan tanaman herbal disekitar rumah. Hingga saat ujian kelas 12, Ely tetap tak kunjung sembuh. Walaupun saat ini luka sedikit mengering dan mengeras dan sudah bisa berjalan perlahan. Sebagai tambahan informasi, kakaknya yang kuliah (beasiswa penuh dari pemerintah), jika pulang ke rumah juga sempat sakit seperti itu namun ketika balik ke Bogor kembali sembuh. Kini 4 adik Ely juga terkena penyakit kulit seperti itu tetapi tidak separah Ely. Karena lelah mengurusi anak-anaknya, Ibu Rukasih juga terkena sakit lambung. Saat ini sang ayah pun berhenti melaut untuk mengurusi keluarga. Dengan kondisi yang masih parah dan tak kunjung sembuh. Jika malam hari kedinginan. Jika muncul rasa gatal kemudian melepuh dan rasanya panas disertai rasa penat pegel linu disertai munculnya lepuhan. Pengobatan hanya dilakukan di Puskesmas II Rembang dan mengandalkan ramuan herbal, pengobatan terakhir dilakukan pada bulan Juli 206 saat muncul penyakit kulit dikarenakan keterbatasan biaya untuk berobat. Pada bulan April kurir #SR mengunjungi dan menjenguk Ely ke rumahnya, Ely kembali bersemangat dan mempunyai harapan kembali untuk sembuh. Bisa tersenyum lagi. Usianya masih muda sehingga berkesempatan lagi untuk melanjutkan pendidikan. Pembiayaan berobat dan pendampingan ke Rumah Sakit (antar jemput pasien karena kondisi lemah maka perlu kendaraan) serta operasional sehari-hari karena ortu sudah tidak bekerja. tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Ely. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 12 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Ahmad Rif’an @akuokawai

Ely menderita penyakit kulit dan lambung


BINTA SYAFAQOH (1, Peradangan Bola Mata). Alamat : Desa Lodan Kulon, RT 5/1, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Binta adalah putri dari bapak Winoto (29) yang berprofesi sebagai karyawan swasta dan ibu Siti Ulfainah (23) yang hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Binta adalah balita yang dilahirkan dengan proses dan kondisi yang tidak normal layaknya bayi lainnya. Semenjak lahir melalui proses caesar kondisi dek Binta Syafaqoh dinyatakan oleh dokter ada gejala lemah jantung sehingga harus dirawat di RSUD Soetrisno Rembang selama 13 hari, dan setelah dinyatakan membaik oleh pihak dokter, maka dek Binta diperbolehkan pulang. Pada usia yang ke 5 bulan terlihat ada masalah pada ke dua bola mata sehingga diperiksakan ke RSUD Soetrasno Rembang, dan dari pihak RSUD memberi rujukan untuk dibawa ke RS Kariadi Semarang, namun dikarenakan kendala biaya hingga saat ini sehingga keluarga masih belum bisa membawa dek Binta ke Semarang. Bapak dan ibunya tidak tega melihat kondisi kesehatan putrinya yang sangat memprihatinkan, karena di usia balitanya ia harus menanggung sakit yang bermacam-macam. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS, pihak keluarga masih sangat keberatan dan tidak mampu membiayai pengobatan dek Binta, apalagi pengobatan harus dilakukan secara intensif dan bolak-balik ke Semarang. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan dek Binta secara total karena ia adalah anak pertama yang sangat diharapkan. Pada awal bulan Maret 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang menemui keluarga dek Binta di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi dek Binta, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan perawatan dek Binta sampai bisa sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Binta menderita peradangan bola mata


ABDUL MUKHID (32, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Plawangan, RT/RW 04/02, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Abdul Mukhid atau akrab dipanggil Mukhid adalah putra dari bapak Dureni (alm) dan ibu Amirah (67 th). Saat masih sehat, Mukhid berperan sebagai tulang punggung keluarganya yaitu dengan bekerja sebagai nelayan. Namun, kondisinya berubah semenjak Mukhid mengalami gangguan jiwa, karena ayahnya sudah meninggal dunia dan ibunya sudah lanjut usia, maka tidak ada sumber pemasukan keuangan bagi keluarga mereka. Mukhid mengalami gangguan jiwa sekitar 4 tahun yang lalu. Sakitnya berawal setelah Mukhid pulang dari melaut, pada waktu itu pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Setelah menjalani perawatan di RSJ Mukhid sempat pulih dan dirawat di rumah oleh ibu dan saudaranya. Namun, sejak saudara yang merawatnya juga sakit-sakitan dan tidak ada lagi biaya untuk pengobatan, maka Mukhid dibiarkan tanpa perawatan dan pengobatan. Beberapa bulan ini kondisinya sangat mengkhawatirkan, ia sering memukuli dan menyakiti ibunya. Meskipun sudah memiliki jamkesda, keluarganya sangat keberatan dan tidak mampu membiayai pengobatan dan perawatan Mukhid, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka hanya mengandalkan belas kasihan dari saudara dan temannya. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Mukhid karena ia adalah satu-satunya harapan tulang punggung keluarganya. Pada pertengahan bulan Febuari 2017, kurir #SR Rembang bertemu dengan keluarga Mukhid, setelah melihat kondisi kesehatan dan keluarganya secara langsung, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan dan perawatan Mukhid sampai bisa sembuh. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke RSJ sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup Mukhid dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Abdul menderita gangguan jiwa


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 APRIL 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


DEA PUTRI AMIRA (1, Megacolondisease ). Alamat : Desa Karang Mangu, RT/RW 04/02, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Dek Dea adalah putri dari bapak Mohammad Zainuddin (22 th) yang berprofesi sebagai nelayan dan ibu Siti Amirotussholihah (19 th) yang tidak bekerja, hanya sebaga ibu rumah tangga. Pada saat dilahirkan kondisi dek Dea baik-baik saja sebagaimana bayi pada umumnya, Namun pada usia 11 bulan, perutnya mengalami nyeri yang mengakibatkan perutnya membengkak dan semakin membesar. Pada awalnya pihak keluarga membawanya ke pengobatan alternatif, namun karena tidak ada perubahan akhirnya dibawa ke puskesmas, kemudian pihak puskesmas memberi rujukan ke RSUD Soetrasno. Selama 1 minggu dirawat di RSUD Soetrasno sudah lumayan ada perubahan, namun karena keterbatasan biaya akhirnya dipulangkan dengan syarat menebus administrasi sebesar Rp. 2.700.000,00. Kondisi saat ini perutnya masih membesar, sesuai dengan intruksi dokter seharusnya segera dioperasi namun pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk operasi, transportasi dan lain-lain. Ayah dan ibunya sudah berusaha mencari pinjaman ke tetangga dan saudara-saudaranya namun belum juga mendapatkan pinjaman. Karena keterbatasan biaya pihak keluarga merasa bingung harus bagaimana, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa dek Dea pulang meskipun dalam kondisi yang masih sangat memprihatinkan. Keseharian ayahnya sebagai nelayan tradisonal sangat keberatan apabila harus membiayai pengobatan penyakit dek Dea, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja sudah pas-pasan apalagi harus memikirkan biaya pengobatan putrinya. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan putrinya secara total, dan yang terpenting saat ini adalah biaya untuk melunasi tunggakan rumah sakit. Pada bulan Mei 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga dek Dea, setelah datang langsung ke rumahnya, Sedekah Rombongan membantu untuk melunasi tunggakan biaya rumah sakit dan mendampingi pengobatan dek Dea sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.700.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Dea menderita megacolondisease


MUHAMMAD ANDHIKA SAPUTRO (13, Patah Kaki). Alamat : Desa Bonang, RT 4/2, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Andhika adalah putra dari ibu Jumaroh yang berprofesi sebagai guru PAUD dan penjual nasi bungkus. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Saat dalam perjalanan pulang sekolah tepatnya pada tanggal 31 Desember 2016, Andhika mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibat dari kecelakan itu menyebabkan Andhika mengalami patah tulang yang sangat parah di bagian kakinya. Akibat parahnya patah tulang yang diderita Andhika membuat keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Proses perawatan dan pengobatan di rumah sakit yang lumayan lama menyebabkan pihak keluarga kesulitan mencari biaya untuk membayar dan melunasi tanggungan rumah sakit yang semakin bertambah. Satu-satunya aset yang dimiliki oleh ibunya sepeninggalan ayahnya adalah sepetak tanah beserta rumahnya. Pihak keluarga sedang berupaya menjual rumah, walaupun belum terjual rumahnya menjadi jaminan hutang. Hutang yang ditanggung oleh ibunya kian bertambah hingga mencapai sekitar 80 jt karena biaya sebelum mempunyai kartu BPJS yaitu sebesar Rp. 2.000.000,- per minggu. Ibunya tidak sanggup lagi jika harus melanjutkan perawatan dan pegobatan di rumah sakit sedangkan tanggungan sebelumnya saja belum mampu dibayar. Akhirnya sang ibu memutuskan membawa pulang Andhika dan dirawat di rumah saudara. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu perawatan dan pengobatan kesembuhan Andhika agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas layaknya pelajar lainnya. Pada bulan Desember 2017, kurir Sedekah Rombongann Rembang bertemu dengan keluarga Andhika, setelah melalui proses pendataan dan survei, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Andhika sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU sudah ditanggung oleh pihak SR. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa perawatan dan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 16 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Andhika mengalami patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang). Alamat : Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat mengalami patah tulang


IKA ORI IRAWATI (23, SLE). Alamat: Jl. Datarajan Blok 2, Kec. Ulubelu, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Sejak Oktober 2016 lalu, Ika nama panggilan pasien mulai merasakan sakit disertai dengan pembengkakan diseluruh tubuh. Keluarga membawanya ke RS Mitra Husada dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo selama 6 hari. Belum diketahui secara pasti penyakitnya, menurut analisis dokter terjadi kerusakan ginjal dan kelainan darah. Karena keterbatasan biaya, pasien Ika menolak berlama-lama di rumah sakit. Ika merupakan pasien dampingan SR, pada bulan Maret lalu Ika mengalami sakit kembali badannya kejang-kejang, perutnya membuncit, dan seluruh tubuhnya mengalami pembengkakan dan kembali dibawa ke RS Mitra Husada langsung mendapat rujukan ke RSUD Abdul moeloek, dirawat selama 18 hari dan dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan pasien mengalami sakit SLE (Sistematic lupus Erythematosus). Ika merupakan anak yatim. Ibunya yakni Sri Daryati yang merawat 3 orang anaknya dari hasil bekerja sebagai guru honor. Melihat kondisi tersebut, SR kembali bergerak memberikan santunan yang kedua kalinya, santunan sebelumnya telah tercantum dalam rombongan no 956. Saat ini Ika menjalani check up secara berkala ke RSUD Abdul Moeloek. Semoga Ika segera membaik dan diangkat penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @erna_0307

Ika menderita kerusakan ginjal dan kelainan darah


JEMINO BIN W. SENTONO (56, Hernia). Alamat : Sumberahayu, RT. 1/2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Setahun lalu pasien mengeluhkan sakit perut, kemudian urut karena sakit yang sering kambuh. Diketahui muncul benjolan di bawah pusar, namun benjolannya terkadang hilang dan terkadang muncul. Pasien tidak pernah periksa ke dokter atau tempat kesehatan, karena pasien menganggap hanya sakit perut biasa. Berjalan 3 bulan benjolan semakin membesar. Satu minggu yang lalu tiba-tiba sakit perutnya kambuh dan pasien mengeluhkan tidak tahan lagi. Pasien langsung dibawa ke RS Mitra Husada dan didiagnosa memiliki penyakit Hernia dan dokter menyarankan untuk melakukan operasi. Pasien berprofesi sebagai buruh sedangkan istrinya Ibu Dimah (50) seorang ibu rumah tangga.Pengobatan menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS Mandiri kelas III. Setelah operasi, penyakit mulai membaik. Mengetahui hal ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung memberikan santunan kepada pasien untuk meringkankan biaya transportasi dan biaya alat jaringan di dalam perut yang harus dibayar secara mandiri. Semoga pasien segera pulih secara total dan dapat beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @jjtari

Pak Jemino menderita hernia


RINI RAHAYU, (12, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Jalan Pala, No. 15, RT 39/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Jika terlalu lelah beraktivitas, terkadang area di bawah mata Rini akan membiru dan bibirnya menghitam. Semakin lama, siswi SMP ini menjadi sering mudah lelah dan sesak napas. Orang tua Rini khawatir dengan kondisinya. Pada awal bulan Juli 2016, Rini akhirnya dibawa ke dokter setempat untuk diperiksakan kondisinya. Rini disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Kota Metro. Setelah diperiksa Rini didiganosis sakit jantung dan dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk mengetahui diagnosis pastinya. Rini pun mengikuti rujukan yang telah disarankan dan dinyatakan mengidap penyakit Patent Ductus Arteriosus atau penyempitan salah satu katup jantung akibat penyakit jantung bawaan. Ayah Rini, Misdaki Haki (46), bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak tentu, tinggal di Lampung bersama kedua saudara Rini yang lain. Sedangkan ibunya, Sarmini (39 lah yang menemani Rini selama pengobatan di Jakarta. Rini melakukan pengobatan dengan menggunakan jaminan kesehatan KIS-PBI Kelas III. Untuk itu Rini dijadikan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Yang kemudian kembali disampaikan bantuan untuk membantu biaya hidup selama menjalani pengobatan di Harapan Kita Jakarta. Bantuan terakhir masuk dalam Rombongan 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @harji_anis

Rini menderita mengidap penyakit patent ductus arteriosus


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dan langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat di Jakarta. Selama berobat Pak Gito menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III. Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Pak Gito mulai menjalani kemoterapi. Alhamdulillah, kondisi Pak Gito terus membaik. Dan kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017Kurir : @akuokawai @sayasepti @harji_anis

Pak Gito didiagnosis lymphoma hodgkin disease


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1026. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.297.200,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya operasional


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM, biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 1026. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.270.631,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya operasional


MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Februari 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1026. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 3.752.500,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda @EArynta

Biaya operasional Februari 2017


RATMI BINTI ABSAR (68, Infeksi Saluran Kencing + Maag + Diabetes). Alamat : Jl. Stadion IX, RT 6/2, Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Ratmi merupakan salah satu pasien dampingan dari SR Pamekasan. Pada bulan Maret yang lalu, beliau sempat dirujuk ke RSUD. Martodirdjo Pamekasan, karena mengalami sakit pada bagian perut. Setelah dilakukan pengecekan oleh dokter, ternyata beliau tidak mengalami sakit yang serius dan dokter mewajibkan untuk terus mengkonsumsi obat. Pada bulan ini kurir SR Pamekasan menjenguk keadaan beliau, ternyata pada jempol kaki kanan mengalami bengkak dan seperti bernanah. Setelah diperiksa oleh tetangga beliau yang berprofesi sebagai perawat, beliau dianjurkan untuk terus melakukan suntik insulin. Kendala yang dihadapi saat ini yaitu, Bu Ratmi selalu menghentikan untuk mengkonsumsi obat dikarenakan beliau sudah merasa lebih baik. Kurir mencoba untuk memberikan pengertian dengan menjelaskan resiko penyakitnya nanti ke depan jika obat yang seharusnya diminum dihentikan. Sedikit bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan semoga bisa membantu beliau untuk bisa memeriksakan diri ke dokter dan membeli kebutuhan obat semisal diluar BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @estianti01

Bu Ratmi menderita infeksi saluran kencing + maag + diabetes


THERESIA PAIRAH (66, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Pelem, RT 18/6, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Pairah ini sudah 15 tahun menderita kanker payudara sebelah kanan. Sejak tahun 2002 ini Bu Pairah berjuang untuk sembuh dari kanker payudara. Ia menjalani 5x operasi yang dilakukan di RSUD Wates, Kulon Progo dan RSU Panti Baktiningsih, Klepu, Kulon Progo. Operasi yang terakhir dilakukan pada tahun 2012 lalu. Semenjak operasi yang terakhir sampai sekarang, beliau hanya mengkonsumsi obat herbal saja. Bertahun-tahun mengkonsumsi herbal, menurut pengakuan beliau tidak ada efeknya dan membuat luka kankernya pecah, mengeluarkan darah dan nanah sehingga luka tersebut berbau. Sekarang kanker bu pairah sudah masuk stadium 4 dan sering mengalami sesak nafas. Bu Pairah mengaku ingin sekali melanjutkan pengobatannya. Tapi ia dan keluarga terkendala biaya transportasi mengingat jarak rumah ke rumah sakit memang cukup jauh. Alhamdulilah di bulan April lalu Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Pairah. Bu Pairah pun melanjutkan pengobatan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya kepada Bu Pairah. Tapi takdir Allah berkata lain, pengobatan Bu Pairah di rumah sakit belum selesai Allah telah memanggilnya berpulang. Bantuan ini diberikan untuk biaya administrasi pemulasaran jenazah di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.445.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @namaku_arini Erwin @danish_cookiez @atinlelyas

Bu Pairah menderita kanker payudara


THERESIA PAIRAH (66, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Dusun Pelem, RT 18/6, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Pairah ini sudah 15 tahun menderita kanker payudara sebelah kanan. Sejak tahun 2002 ini Bu Pairah berjuang untuk sembuh dari kanker payudara. Ia menjalani 5x operasi yang dilakukan di RSUD Wates, Kulon Progo dan RSU Panti Baktiningsih, Klepu, Kulon Progo. Operasi yang terakhir dilakukan pada tahun 2012 lalu. Semenjak operasi yang terakhir sampai sekarang, beliau hanya mengkonsumsi obat herbal saja. Bertahun-tahun mengkonsumsi herbal, menurut pengakuan beliau tidak ada efeknya dan membuat luka kankernya pecah, mengeluarkan darah dan nanah sehingga luka tersebut berbau. Sekarang kanker bu pairah sudah masuk stadium 4 dan sering mengalami sesak nafas. Bu Pairah mengaku ingin sekali melanjutkan pengobatannya. Tapi ia dan keluarga terkendala biaya transportasi mengingat jarak rumah ke rumah sakit memang cukup jauh. Alhamdulilah di bulan April lalu Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Pairah. Bu Pairah pun melanjutkan pengobatan di RS Panti Rapih, Yogyakarta. Keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuannya kepada Bu Pairah. Tapi takdir Allah berkata lain, pengobatan Bu Pairah di rumah sakit belum selesai Allah telah memanggilnya berpulang. Bantuan ini diberikan untuk santunan duka kepada keluarga. Semoga bantuan dari sedekaholics ini dapat meringankan beban keluarga, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @namaku_arini Erwin @danish_cookiez @atinlelyas

Bu Pairah menderita kanker payudara


RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO (43 Tahun, Sarkoma/Santunan Duka). Almarhum Ibu Rubini ketika masih hidup tinggal di Dusun Gatak RT.01/RW.07 Kelurahan Gari, Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Ia tinggal bersama suami dan kedua anaknya di sebuah rumah sederhana. Bu Rubini dan Pak Riswanto, suaminya, bekerja sebagai buruh tani, mereka menggarap lahan milik orang lain. Penghasilan yang mereka dapatkan tak terlalu banyak, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak pertama mereka laki-laki, saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sementara anak kedua mereka perempuan, baru saja masuk pendidikan dasar. Tiga tahun yang lalu, Bu Rubini divonis oleh dokter menderita sarkoma (sekelompok tumor ganas yang menyerang tubuh bagian tengah). Ia pun sudah menjalani dua kali operasi di RSK Bedah Sudirman Yogyakarta. Setelah itu ia menjalani satu kali operasi, kali ini di RSUD Wonosari Gunung Kidul. Operasi-operasi tersebut nyatanya belum mampu mengantarkannya ke gerbang kesembuhan. Sejak Mei 2016, Bu Rubini dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dokter menjadwalkan satu protokol kemoterapi. Hingga saat ini sudah menjalani lima dari dua belas kali jadwal kemoterapi. Bu Rubini dan pihak keluarga telah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatannya, padahal mereka berasal dari kalangan sederhana. Kini mereka sedang menghadapi kesulitan biaya berobat meski selama ini ia memanfaatkan jaminan kesehatan untuk berobat (KIS). Belum lagi ada jadwal kemoterapi dan pengobatan lainnya, dan biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Bu Rubini. Sedekah Rombongan kemudian mendampingi proses pengobatan Bu Rubini. Kala berobat, Bu Rubini harus menempuh jarak yang cukup jauh, untuk menjaga staminanya sebelum berobat kadang ia singgah di RSSR Jogja. Saat berobat, Bu Rubini bersama Pasien Dampingan SR yang lainnya berangkat menggunakan MTSR. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan juga membantu biaya pengobatannya. Selama lebih dari setahun, Bu Rubini berjuang melawan penyakitnya, sayangnya ia tidak bisa diselamatkan lagi. Bu Rubini berpulang pada 15 Juli 2017. Innalillahi wainnailaihirooji’un… Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan santunan duka dari Sedekaholic kepada kelauarganya untuk sedikit meringankan beban mereka yang ditinggalkan. Pihak keluarganya mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto, @SunnahKu

Bu Rubini menderita sarkoma


PANTI AISYIAH (Bingkisan Lebaran). Alamat : Jalan Veteran Gang V/20, Kecamatan Barurambat, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pada tanggal 17 juni atau bertepatan pada 25 Ramadhan, Sedekah Rombongan Madura mengundang 30 (tiga puluh) anak yatim untuk berbuka bersama teman-teman kurir Se Madura. Kami mengundang 30 anak yatim dari panti asuhan Al Azhar yang beralamatkan, Jalan Jembatan baru, kel. Barurambat, kec. Pamekasan dan Panti Asuhan Aisyiah yang berlokasi di Jalan Kolpajung, kel. Kowel, kec. Pamekasan. Panti al azhar untuk santi putra dan panti aisiyah untuk santriwati putri. Selain mengajak berbuka bersama, Sedekah Rombongan Madura juga memberi bingkisan untuk masing-masing panti, karena adek-adek panti akan berlebaran bersama di panti, maka kami berikan bingkisan berupa sembakao supaya bisa diolah untuk berlebaran bersama. Acara buka bersama diawal dengan mengkhatamkan Al-Quran kemudian dilanjut dengan tausiyah sebagai nasehat Ramadhan bagi kita dan kemudia ditutup dengan acara games dan bagi hadiah sebagai penyambung acara disela menunggu waktu berbuka puasa. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu menjadi penghibur dan penyemangat bagi adik-adik di panti asuhan melalui acara yang Sedekah Rombongan laksanakan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @niarun

Bingkisan lebaran


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi yang pekerjaannya sebagai penghalus kayu sering merasakan gatal pada matanya dikarenakan debu kayu. Mulanya hanya pada bagian mata sebelah kiri, kemudian menjalar ke bagian mata kanan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) hasil diagnosis Pak Rudi terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Sudah beberapa bulan ini Bapak Rudi menetap di rumah singgah Bandung untuk kontrol di RSCB. Kondisi terkini pasca dipasang mata palsu alhamdulilah baik. Saat ini bapak Rudi rutin kontrol dan masih memulihkan mata pasca operasi , sambil menunggu jadwaL. Biaya akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat selama rawat jalan di RS Cicendo Bandung. sedangkan mata kanan harus mencari donor kornea mata. Istri dari Pak Rudi, As (40) kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah pengobatan Bapak Rudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Pihak keluarga merasa kesulitan untuk biaya akomodasi selama di Bandung terlebih lagi Bapak Rudi sudah tidak bekerja selama sakit sehingga tak ada pemasukkan. Setelah bertemu kurir Sedekah Rombongan, beliau pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Titipan langit kelima kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Bandung. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan rombongan 1013.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @raden_691 @yesaridani

Pak rudi menderita Katarak komplikata


SITI AISYAH (56, Suspek Decomp Cordis). Alamat : Jalan Imam Bonjol, Gang Persada RT 2, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Siti adalah seorang janda, ia yang tidak memiliki keturunan ini hidup sendirian di rumah peninggalan orang tuanya dan masih harus bekerja keras menjelang usia senjanya. Menjadi seorang pemulung ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ibu Siti tak pernah mengeluh mengerjakan segalanya sendirian. Seiring waktu, kondisi tubuh Ibu Siti semakin lemah, ia mulai terkena darah tinggi yang diawali dengan kepala pusing. Badannya sering terasa lemas, batuk-batuk dan pada malam hari napasnya terasa sesak. Ia hanya mampu membeli obat warung dan tidak berani ke Puskesmas maupun rumah sakit karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Saat ini Ibu siti mengalami batuk – batuk yang disertai darah, hal ini disebabkan karena penyakit darah tingginya dan dicurigai terdapat masalah di jantung. Ibu Siti pun harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek karena keadaannya tersebut. laporan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 889.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @akuokawai Fajri Adit

Bu siti menderita suspek decomp cordis


ADITYA AHMAD (22, TB Tulang). Alamat : Kampung Cecentang, RT 2/5, Kelurahan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Ahmad saat ini mendapatkan penanganan itensif di RS Fatmawati, Jakarta. Ahmad terkena virus TB yang menyerang tulang belakangnya. Selepas menjalani aktifitasnya sebagai tukang ojek, tiba-tiba sekujur tubuhnya melemas bahkan untuk berdiri pun ia tidak bisa. Sang ayah, Zubair (52), yang mengetahui kondisi Ahmad pun sempat kaget, ia kemudian membaluri tubuh Ahmad dengan minyak angin namun masih belum menunjukkan perubahan. Sang Ayah kemudian membawa Ahmad yang dibantu oleh tetangganya ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas pun merujuk Ahmad ke RSUD Tangerang Selatan. Kemudian oleh pihak RSUD merujuk Ahmad ke RS Fatmawati dikarenakan keterbatasan peralatan. Ahmad menggunakan BPJS kelas 3 sebagai penjamin biaya perawatannya selama di RS. Ahmad didiagnosa TB Tulang setelah dilakukan tindakan MRI. Ahmad kemudian menjalani operasi pemasangan pen pada tulang belakangnya. Dokter menyarankan agar Ahmad menggunakan kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Pak Zubair yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak serta merta langsung mengiyakan saran dokter tersebut karena ia tidak mempunyai simpanan uang. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu Ahmad membeli kursi roda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ahmad terkena virus TB


JOKO MUHAJIRIN ( 59, Pembengkakan pada kepala). Alamat : Jln. .Muhajirin, RT 2/11, Kel. Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Joko adalah relawan dari komunitas Roemah Tawon yang peduli dengan anak-anak jalanan. Sejak dua tahun lalu Pak Joko mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala sering pusing. Pak Joko juga pernah terjatuh akibat pusing di kamar mandi hingga kepalanya terbentur ke dinding. Selama ini ketika rasa pusing mendera, pada kepala Pak Joko muncul benjolan besar. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan membuat Pak Joko hanya mengonsumsi obat anti nyeri yang dibelinya di apotek. Penghasilan istrinya sebagai pengupas bawang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Melihat kondisi pak Joko yang memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan JKN – KIS dan biaya hidup sehari – hari. Diharapkan dengan mempunyai KIS Pak Joko bisa menjalani pengobatan lebih lanjut ke rumah sakit sehingga dapat segera diketahui penyakit yang dideritanya dan akan lebih cepat penyembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur medi @ririn_restu

Pak Joko menderita pembengkakan pada kepala


FADHILA PUTRI (5, Jantung Bocor ASD). Alamat : Jln. Raya Pandeglang, Kp. Karundang Masjid, RT 3/1, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Dila adalah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Ia didiagnosis dokter menderita jantung bocor. Awal mulanya Dila mengalami demam tinggi, oleh orang tuanya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis radang tenggorokan dan gizi buruk. Setelah beberapa bulan, Dila tak kunjung sembuh hingga akhirnya orang tuanya membawanya ke RS Siloam. Setelah dilakukan pengecekan medis, dinyatakan terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm. Keterbatasan alat membuat dokter RS siloam merujuk Dila ke RS Harapan Kita Jakarta. Setelah beberap kali kontrol Dila dinyatakan harus menjalani operasi. Syarat agar dapat dilakukan operasi adalah kondisi gigi Dila harus sehat, karena itulah tiga belas giginya yang rusak dicabut. Kini Dila menunggu penjadwalan operasi dan setiap bulan harus rutin kontrol ke RS Harapan Kita. Jarak dari rumah Dila ke Jakarta yang sangat jauh membuat orang tuanya harus mengeluarkan banyak biaya untuk transpotasi. Terkadang orang tua Dila tak memiliki uang dan itu menjadi kendala meski pengobatannya telah ditanggung BPJS. Jika tak ada uang, Ayah Dila terpaksa mencari pijaman untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Dila. Ayah Dila yang bekerja sebagai tukang bakso di kantin sekolah terkadang penghasilanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Alhamdulillah Dila dapat menjalani operasi yang pertama, dan pasca operasi kondisi Dila semakin membaik. Raut keceriaan terpancar dari wajah Dila saat ia kembali dapat bermain bersama teman sebayanya. Dila harus menjalani kontrol rutin sampai ia tumbuh dewasa. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Semoga Dila segera sembuh sehingga bisa beraktivitas seperti biasa. Sebelumnya Dila dibantu pada rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririnrestu

Dila menderita kebocoran di jantung


AHMAD FATURAHMAN (21, Kantung Kemih Pecah). Alamat : Link Karundang, RT 2/2, Kel. Karundang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Pria yang akrab disapa Fatur ini adalah anak pertama dari Bapak Muslikh dan Ibu Mardiah. Pada Senin, 1 Mei 2017, Fatur pergi bersama temannya untuk mencari lowongan pekerjaan, ia ingin membantu orang tuanya yang sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sebagai anak pertama, Fatur berusaha menjadi tulang punggung keluarga demi kesejahteraan keluarga. Nasib berkata lain, sebuah mobil yang tidak diketahui nomor polisinya menabrak kendaraan yang sedang dikendarai Fatur. Fatur segera dilarikan ke RS Serang, namun kondisinya dinyatakan tidak terlalu parah, akhirnya ia diizinkan pulang. Selang beberapa hari, Fatur merasakan sakit di bagian bawah perutnya. Melihat kondisi Fatur yang terus merintih kesakitan, akhirnya ia dibawa ke RSUD Banten. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kantung kemih Fatur pecah, dan dianjurkan untuk tindakan operasi dengan biaya sebesar 30 juta rupiah. Fatur tidak memiliki jaminan kesehatan, namun kedua orangtuanya tidak pasrah begitu saja, ayahnya akhirnya mengurus SKTM di desa. Akhirnya Fatur bisa dioperasi secara gratis. Kondisi Faturahman pasca oprasi semakin membaik, kini ia sudah mulai bisa berjalan. Fatur masih harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan pembuatan KIS. Sebelumnya Faturohman telah dibantu dalam rombongan 1006. Semoga setelah KIS bisa dipergunakan Fatur bisa berobat dengan maksimal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Ahmad menderita kantung kemih pecah


RUMSIAH MAKSUM (60, Kanker Serviks). Alamat : Kp. Ocit, RT 11/2, Kec. Kibin, Kab. Serang, Prov. Banten. Bu Rum biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga. Beberapa minggu yang lalu ia dirawat di RSUD Banten, karena mengalami pendarahan dengan kadar Hb sangat rendah, mengeluarkan cairan kuning dari rahim, dan mengeluarkan banyak gumpalan darah seperti menstruasi padahal ia sudah mengalami menopause. Gejala penyakitnya mulai dialami sejak Februari 2016, awalnya Bu Rum mengalami demam disertai sakit perut seperti diremas-remas, dan mengeluarkan darah seperti menstruasi tapi tidak kunjung berhenti. Keluarga mencoba membawa Bu Rum ke Puskesmas terdekat, namun hanya diberikan obat pereda rasa sakit saja, dan diduga hanya mengalami penyakit ringan. Sakit yang dialami Bu Rum tidak kunjung sembuh membuat keluarga membawanya berobat ke RSUD Banten pada 24 Maret 2016, dari hasil diagnosis dokter menyatakan Bu Rum menderita kanker serviks. Bu Rum dirawat selama 2 minggu, namun karena ketiadaan uang ia meminta dipulangkan dan dokter pun mengizinkan, dengan catatan harus rajin kontrol rutin setiap satu minggu sekali. Dokter mengatakan jika kondisinya tak kunjung membaik, kemungkinan Bu Rum harus menjalani operasi. Meskipun pengobatan Bu Rum telah ditanggung JKN – KIS kelas III yang dimilikinya, keluarga tetap merasa resah karena tidak memiliki uang untuk transportasi dan akomodasi berobat Bu Rum. Suami Bu Rum, Bapak Maksum (70), mengungkapkan kesedihannya ketika dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Keluarga sama sekali tidak mempunyai simpanan, karena hasil jualan barang rongsokan saja terkadang tidak mencukupi kebutuhan sehari – hari. Bapak Maksum giat berusaha mengais rezeki untuk menafkahi isti dan kedua anaknya yang masih bersekolah. Mereka tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan hampir roboh. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Setelah bantuan awal diberikan kini bantuan lanjutan diberikan kembali. Setelah Bu Rum menjalani pengobatan secara rutin kondisinya mulai membaik. Kini Bu Rum tidak harus setiap bulan kontrol ke dokter, namun ia harus tetap rutin mengonsumsi obat. Bantuan lanjutan dipergunakan untuk membeli obat di apotek. Semoga Bu Rum segera diangkat penyakitnya oleh Allah SWT dan sehat kembali, amin. Sebelumya Bu Rum dibantu dalam rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir :@Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn _restu

Bu Rum menderita kanker serviks


MUHAMMAD UMAR (45, Stroke). Alamat : Jln. Ki Ujung, No. 4, RT 4/1, Ds. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Umar kerap tetanga memanggilnya. Pak Umar adalah pengemudi ojek online, setiap hari ia menarik ojek dari pagi sampai sore, bahkan terkadang sampai malam hari. Pak Umar bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Umar tinggal di sebuah kontrakan bersama anak perempuanya yang masih SD. Istri Pak Umar meninggal ketika anaknya masih kecil. Kini Pak Umar tidak bisa mengojek lagi karena terjatuh saat hendak menjemput penumpang. Pak Umar sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar. Luka yang diderita Pak Umar terlihat tak terlalu parah, hingga ia langsung dibawa ke kontrakan oleh temannya sesama pengemudi ojek online. Selang lima hari, badan Pak Umar mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Umar yang semakin memburuk, kakaknya membawanya ke RSUD Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Umar tak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia dirawat sebagai pasien umum. Selama Pak umar dirawat biaya ditanggung oleh saudara dan kakaknya yang seorang janda. Kedua orang tua Pak Umar sudah lama meninggal. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Pak Umar bisa berobat. Kondisi Pak Umar semakin membaik, kini ia sudah bisa duduk tanpa bantuan orang lain namun masih belum bisa berjalan. Jika hendak ke kamar mandi, Pak Umar membutuhkan bantuan orang lain, namun karena hanya tinggal dengan anaknya ia memilih untuk menggunakan pampers agar tidak harus mondar – mandir diangkat ke kamar mandi. Bantuan lanjutan diberikan untuk membeli pampers, kebutuhan sehari – hari dan biaya transportasi berobat. Sebelumnya Pak Umar dibantu pada rombongan 1006. Semoga Pak Umar segera sembuh dan bisa bekerja kembali seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Pak Umar didiagnosis mengalami stroke ringan


ABDUL AZIS (2, Luka Bakar). Alamat : Jalan Koman Muin, RT 2/3, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Abdul Azis yang biasa dipanggil Azis harus dirawat inap di RS Fatmawati Jakarta. Azis mengalami luka bakar karena sekujur badannya tersiram air panas. Saat itu Azis sedang bermain di warung nasi milik tetangganya. Sang tetangga saat itu sedang mengangkat air yang sedang direbusnya. Secara tidak sengaja, Azis menabrak tetangganya dan air yang mendidih tersebut langsung tumpah mengenai badan Azis. Sang Ibu, Siti Romlah (25) langsung bergegas membawa Azis ke Puskesmas terdekat yang kemudian merujuknya ke RSUD Depok. Azis kemudian kembali dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih itensif. Azis mendapatkan penanganan di Unit Luka Bakar RS Fatmawati. Azis masuk sebagai pasien umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Sang Ayah, Ruswanto (30), mengurus berkas administrasi di Subang karena berkas kependudukan keluarganya tidak lengkap. Azis sedang diupayakan untuk dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS dengan pengurusan satu hari langsung aktif yang harus melalui rekomendasi dinas sosial. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu operasional berobat Azis dan membeli obat yang dibutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Azis mengalami luka bakar


JAHROTUL UYUN (40, Pneumonia + Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat : Kp. Tirtayasa, RT 3/1, Kel. Tirtayasa, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten. Ibu Uyun kerap anak – anak didiknya memangilnya. Ibu dari empat orang anak ini setiap harinya berprofesi sebagai guru mengaji di desanya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Uyun sering mengalami sesak napas diserai batuk. Semakin lama kondisinya semakin memburuk, hingga Ibu Uyun berobat ke klinik terdekat. Sakit yang tak kunjung sembuh membuat Ibu Uyun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah (pneumonia). Ibu Uyun harus kontrol setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh. Setelah berjalan enam bulan, penyakit yang diderita Ibu Uyun tidak hanya paru-paru basah, ternyata jantungnya mengalami pembengkakan. Selama ini Ibu Uyun berobat tanpa jaminan kesehatan. Ibu Uyun harus bekerja keras menyisihkan rezekinya untuk berobat, terkadang Ibu Uyun terpaksa meminjam uang pada saudaranya. Penghasilan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tidaklah seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Bu Uyun masih harus menjalani kontrol rutin untuk sakit maag nya. Saat ini Bu Uyun sangat membutuhkan kacamata karena penglihatannya sudah mulai tidak maksimal. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membelli kacamata dan operasional berobat. Sebelumnya Bu Uyun telah dibantu dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :14 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririn_restu

Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru – paru basah


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak Pak Sarnawi harus meminjam ke tetangga. Setelah bantuan awal disampaikan, syukur alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Kondisi Pak Sarnawi kini berangsur membaik, ia sudah mulai dapat menggerakkan sebagian anggota tubuhnya, namun luka akibat diabetes semakin memprihatinkan. Semoga Pak Sarnawi semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Pak Sarnawi telah dibantu dalam Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke


UMRIYAH BINTI OCID (27, Pembengkakan Syaraf Punggung). Alamat : Kp. Kromong, RT 11/4, Ds. Patramanggala, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Umriyah adalah seorang janda dengan dua orang anak, suaminya telah meninggalkannya dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Umriyah bekerja sebagai buruh tani dan tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah kecil beralaskan tanah. Seusai mengangkut padi di sawah Ibu Umriyah meminta punggungnya diinjak oleh anaknya untuk meringankan rasa lelahnya, namun setelah beberapa jam ia justru merasakan sakit yang teramat sangat. Selang beberapa hari rasa sakit itu semakin terasa berat dan punggung Ibu Umriyah berubah menjadi kehitaman dan timbul pembengkakan yang disertai rasa sakit. Ibu Umriyah langsung pergi ke klinik untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter mendiagnosis terjadi pembengkakan syaraf punggung, dan menganjurkannya untuk kontrol setiap 1 bulan sekali. Akibat ketiadaan biaya Ibu Umriyah tidak menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Kini pembengkakan di punggung Ibu Umriyah semakin membesar. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Umriyah. Kini kondisinya semakin membaik, pebengkakan yang dialaminya semakin mengecil. Ia masih harus kontrol setiap bulanya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan biaya hidup. Sebelumnya Ia dibantu dalam rombongan 1006. Semoga Ibu Umriyah lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @fatmaalwiny @misnamina@ririn_restu

Bu Umriyah menderita pembengkakan syaraf punggung


SUHAYA BINTI ABDURAHMAN (60, Pneumonia + Katarak). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Suhaya adalah seorang janda, suaminya meninggal tiga tahun silam. Setelah suaminya meninggal dunia, Ibu Suhaya tinggal dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Anak Ibu Suhaya sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Satu tahun semenjak suaminya meninggal, Ibu Suhaya mulai sakit-sakitan. Awal mulanya Ibu Suhaya mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, ia pun akhirnya berobat ke Puskesmas. Walaupun keadaan ekonomi Ibu Suhaya dan anaknya tak mampu, namun mereka tak menerima jaminan kesehatan gratis dari pemerintah. Karena itulah setiap berobat Ibu Suhaya selalu meminta kepada anaknya. Anak Ibu Suhaya terkadang tak selalu mempunyai uang sehingga ia jarang berobat, bahkan hingga kini ia tak perah berobat lagi. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suhaya. Bantuan awal pun disampaikan kepada Ibu Suhaya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah berobat ke Puskesmas Ibu Suhaya langsung dirujuk ke RSUD Tangerang dan dokter mendiagnosis ia menderita pneumonia (paru – paru basah). Ibu Suhaya dianjurkan untuk kontrol setiap satu bulan sekali. Setelah menjalani kontrol rutin, Ibu Suhaya mengalami perubahan. Saat tidur ia tidak lagi terlalu merasakan sesak napas. Bantuan lanjutan diberikan untuk pembuatan KIS dan operasional berobat. Sebelumnya Ibu Suhaya dibantu dalam Rombongan 1000. Semoga Ibu Suhaya segera diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir:@nurmanmlana@endangmplus@pratama_chatur@misnaminan @fatmaalwiny @ririnrestu

Bu Suhaya menderita pneumonia


NANO BIN RISA (35, Pneumonia). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalam, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini biasa dipanggil Bang Nano. Sudah hampir 1 tahun Bang Nano mengalami batuk yang disertai sesak napas. Selama ini Bang Nano tak mempedulikan sakit yang dialami, namun karena tak kunjung sembuh akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter yang menyarankannya untuk berobat ke rumah sakit. Ketiadaan biaya berobat membuat Bang Nano hanya mengonsumsi obat yang dibelinya di apotek. Akhirnya Bang Nano berupaya membuat JKN – KIS agar dapat digunakan untuk berobat di RSUD. Dokter mengatakan bahwa Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ia pun harus kontrol setiap satu bulan sekali. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bang Nano di rumahnya, ia bercerita kesulitan yang dihadapinya. Bang Nano tak bisa lagi mencari nafkah karena jika terlalu lelah ia langsung mengalami sesak napas. Ia pun akhirnya bergantung pada orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah memiliki JKN – KIS kelas III, alhamdulilah Bang Nano tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya. Kondisi Bang Nano kini mulai membaik dan sudah dapat bekerja walau belum bisa bekerja berat. Bang Nano kini tidak bisa bicara dengan normal akibat terganggu pita suaranya. Bang Nano masih membutuhkan bantuan untuk operasional berobat, karena itulah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan. Sebelumnya Bang Nano telah dibantu dalam Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririnrestu

Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah


MAEMUNAH BINTI BANDI (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Kondisi Bi Mun tak kunjung membaik, bahkan luka borok di kakinya semakin melebar. Bi Mun masih harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi dan transportasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan kesusahan yang dialami Bi Mun. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kuri:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bi Mun menderita diabetes


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai office boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Alhamdulillah kini ibu Susanti tak harus cuci darah lagi, namun ia masih diharuskan kontrol untuk penyakit TBC paru – parunya. Setelah rutin kontrol Ibu Susanti mengalami perkembangan. Rasa sesak napas yg kini dirasakan tidak terlalu parah seperti dulu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Susanti dibantu pada rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :14 Juni 2017
Kurir :@nurmanmlana@endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Bu Susanti menderita TBC Paru-paru.


ACHMAD BIN SUHADI (36, Patah Tulang). Alamat : Angsoka, RT 13/1, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Achmad adalah seorang buruh di tempat pembibitan ikan milik tetangganya. Pada Jumat,16 Juni 2017, Pak Achmad mengendarai sepeda motor untuk mengantar bibit ikan pesanan orang. Tiba-tiba di tengah jalan ada seekor anjing melintas, sontak Pak Ahmad kaget dan menabrak anjing tersebut hingga ia terjatuh. Masyarakat setempat membawa Pak Achmad ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa Pak Ahmad dinyatakan mengalami patah tulang. Pak Achmad tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia terpaksa meminjam uang pada tetangganya untuk membayar biaya rumah sakit. Kedua orang tua Pak Achmad sudah lanjut usia, sedangkan keseharian mereka mengandalkan hasil kerja Pak Achmad saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Achmad, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya berobat dan biaya hidup sehari – hari. Pak Achmad masih harus kontrol setiap satu bulan sekali. Semoga Pak Achmad bisa segera pulih dan bisa bekerja kembali seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir: @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Pak Ahmad mengalami patah tulang


SULIPAH JONO (37, Tumor Rahim). Alamat: Dusun Karang Dhuwur, RT 20/6, Desa Banjarjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Beberapa bulan yang lalu ibu Sulipah merasakan sakit di bagian perut. Ibu Sulipah membiarkan keluhan sakit di bagian perut beliau karena menganggap hanya sakit perut biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya. Pada akhir Januari, ibu Sulipah sudah tidak dapat menahan keluhan di bagian perut beliau. Beliau juga sering muntah, berak, dan demam tinggi. Akhirnya ibu Sulipah dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Sulipah dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Sulipah didiagnosa menderita tumor rahim. Suami ibu Sulipah, Jono (40) bekerja sebagai nelayan. Sedangkan ibu Sulipah sebagai ibu rumah tangga. Sebagai nelayan, suami ibu Sulipah mengandalkan cuaca dan gelombang air dalam bekerja. Sehingga suami ibu Sulipah hanya bisa aktif bekerja menjadi seorang nelayan selama setengah bulan. Upah dari bekerja sebagai nelayan pun tidak terlalu tinggi. Suami ibu Sulipah mendapat upah 50.000 setiap kali bekerja, terkadang juga tidak mendapatkan apa-apa saat kembali pulang. Suami ibu Sulipah mempunyai tanggungan keluarga yang besar, dan mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Untuk biaya pengobatan yang dilakukan sebelum mempunyai jaminan kesehatan BPJS, mereka dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh keluarga ibu Sulipah. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Semoga ibu Sulipah bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

ibu Sulipah didiagnosa menderita tumor rahim


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Kondisi Pak Mamad semakin membaik, ia kini mulai bisa berjalan dengan berpegangan pada tembok. Pak Mamad masih harus menjalani terapi dan kontrol setiap bulanya. Untuk itu bantuan lanjutan diberikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari- hari. Sebelumnya ia dibantu dalam rombongan 1000. Semoga Pak Mamad segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak mamad menderita stroke dan lumpuh


SRI MULYATI (60, Asam Urat + Pembengkakan pada Kaki). Alamat : Kp. Panunggangan barat, RT 2/1, Kel. Panunggangan Barat, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Nenek Sri tinggal sebatang kara di gubug kecil pemberian tetangga yang merasa kasihan padanya. Nenek Sri ditinggalkan suaminya sejak lima belas tahun silam. Untuk makan sehari-hari, terkadang Nenek Sri dibantu oleh para tetangga. Satu tahun terakhir Nenek Sri tidak bisa mencari nafkah karena menderita asam urat dan pembengkakan pada kaki kanannya yang kondisnya semakin membesar. Sebelumnya Nenek Sri masih bisa mencari nafkah dengan memulung, namun kakinya yang semakin terasa sakit tidak bisa digunakan untuk berjalan dan bekerja. Nenek Sri tidak bisa terus – menerus mengandalkan pemberian tetangga, karena itulah terkadang ia tidak makan karena tak memiliki uang. Mendengar penderitaan yang dialami Nenek Sri, syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat kurir Sedekah Rombongan sampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Setelah menerima bantuan dari Sedekah Rombongan, Nenek Sri dibawa berobat ke dokter terdekat oleh tetangganya yang selama ini kerap membantunya. Setelah beberapa kali berobat pembengkakan pada kakinya mulai mengecil, dan kini Nenek Sri mulai bisa berjalan untuk mencari nafkah lagi. Jika sakit di kakinya kembali muncul dan tidak tertahankan, Nenek Sri memilih untuk beristirahat dan tidak melanjutkan pekerjaannya. Setelah rutin berobat kondisi Nenek Sri makin membaik, kini ia bisa kembali bekerja mencari nafkah. Nenek sri masih harus kontrol dan minum obat karena jika tidak rasa nyeri dan kakinya akan bengkak kembali. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya berobat dan membantu biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Ia dibantu di rombongan 992. Semoga Nenek Sri sehat selalu, panjang umur dan banyak hamba Allah SWT yang peduli padanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trimardiyanto @ririn_restu

Bu Sri menderita asam urat + pembengkakan pada Kaki


ELIATUL IKHLAS (13, Kanker Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, ia kini berobat RS Hermina Bekasi. Alasan dokte merujuk Elia adalah agar ia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Elia kembali menjali rawat jalan di RS Hermina Bekasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu transportasi dan operasional berobat ke RS Hermina Bekasi. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Eli menderita kanker pembuluh darah


ARI KASAN (36, Nefrolitiasis). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pak Ari sehari – harinya bekerja sebagai buruh pengangkut pasir di desanya. Dari pagi hingga sore hari ia habiskan waktunya untuk mengumpulkan pasir demi mendapatkan upah yang bisa dibilang tidak sepadan dengan beratnya pekerjan yang dijalaninya. Pak Ari memiliki 1 orang putri yang masih duduk dibangku sekolah dasar, sementara sang istri, Masni (32) hanya seorang ibu rumah tangga. Sakit yang diderita Pak Ari berawal pada Januari 2017. Awalnya Pak Ari merasakan sakit pada pinggang sebelah kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke Poli Penyakit Dalam menggunakan KIS yang dimiliki, Pak Ari diagnosis oleh dokter mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal. Pak Ari sempat dirawat selama 7 hari di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Alhamdulilah setelah menjalani rawat inap selama sepekan kondisi Pak Ari berangsur membaik dan diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol kembali untuk melihat perkembangan kondisinya. Ketiadaan biaya membuat Pak Ari tidak menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter. Pak Ari menyampaikan kepada kurir Sedekah Rombongan ingin meneruskan pengobatannya yang tertunda. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Ari dapat menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Adjidarmo. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi berobat, serta biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Pak Ari telah dibantu dalam Rombongan 1021. Semoga Pak Ari dapat segera sembuh dan dapat kembali bekerja seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Ari mengidap penyakit nefrolitiasis atau batu ginjal


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada September 2014 lalu, Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya lemah dan sakit pada kaki kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Luka di kaki Pak Adung tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatan rutin, tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan menjaga gula darahnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes


JANI SIMIN (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ciperag, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Bu Jani adalah seorang janda tua renta yang tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah panggung yang sangat sederhana. Keseharian Bu Jani dihabiskan untuk mengurus ternak ayam milik tetangganya. Upah yang diperoleh Bu Jani jauh dari cukup, sehingga anaknya, Simin (41), ikut membantu mencari penghasilan dengan bekerja sebagai pengumpul pasir. Meski telah bekerja dengan begitu keras, tetap saja mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Terkadang untuk makan sehari-hari mereka mendapatkan bantuan dari tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan keluarga ini dan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Bu Jani dibantu pada Rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


MAD SIRA (79, Lumpuh). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa. Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Pak Mad Sira sudah 2 tahun lebih menderita stroke. Sakitnya berawal sejak Pak Mad Sira mengalami kecelakaan saat bekerja di kebun milik tetangganya. Pak Mad Sira terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman hampir 20 meter. Beruntung Pak Mad Sira bisa selamat karena berpegangan pada akar pohon di sisi jurang. Sesaat setelah kecelakaan itu, Pak Mad Sira segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis, namun karena keterbatasan alat ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Keterbatasan biaya dan jarak tempuh ke rumah sakit besar cukup jauh, akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Pak Mad Sira secara medis. Terlebih lagi ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama hampir 6 bulan Pak Mad Sira menjalani pengobatan tradisional di mantri sekitar, namun bekas luka di kaki yang ia derita mengakibatkannya tidak dapat berjalan dengan normal. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan, Pak Mad Sira dapat melanjutkan pengobatannya secara medis di Puskesmas. Kondisi Pak Mad Sira membaik namun belum banyak mengalami perubahan. Pak Mad Sira tak dapat beraktivitas seperti biasa dan hanya bisa tinggal di rumah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional berobat. Semoga Pak Mad Sira diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya, amin. Sebelumnya Pak Mad sira telah dibantu dalam rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak mad menderita stroke


JASID CIPANCUR (87, Stroke). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Prov. Banten. Kakek berusia 87 tahun ini hidup dan tinggal di sebuah rumah panggung bersama istri dan satu orang anaknya. Awal penyakit yang diderita Pak Jasid adalah ketika ia mengalami demam tinggi yang disertai batuk berdarah. Keluarga dan tetangga sempat membawa Pak Jasid ke Puskemas, namun karena keterbatasan biaya akhirnya ia tidak melanjutkan pengobatannya. Pak Jasid menderita stroke lebih dari 11 tahun, dan selama itu pula ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sang istri tercinta, Siti (80), dan anaknya, Ikhsan (45), dengan setia menjaga dan merawat Pak Jasid. Selama Pak Jasid terbaring sakit, Ikhsan lah yang menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi sang ayah. Ikhsan bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi Pak Jasid belum membaik, ia masih terkulai lemah di tempat tidurnya dan masih harus menjalani kontrol rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat dan biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Pak Jasid dibantu pada Rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Jasid menderita stroke


MAR’I BAI (57, Hernia). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Maret 2017 Pak Mar’i merasakan susah buang air besar yang disertai nyeri di sekitar bagian bawah perut. Pak Mar’i akhirnya berobat ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak dengan KIS yang menanggung biaya pengobatannya. Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia, ia tidak diperbolehkan bekerja berat namun demi memenuhi kebutuhan keluarga ia tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kuli panggul di pasar. Pak Mar’i masih harus menjalani kontrol rutin, tetapi ia mengalami kesulitan karena tak ada uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Sang istri, Bai (59), setiap harinya berjualan kue keliling kampung agar dapat membantu biaya pengobatan Pak Mar’i dan memenuhi kebutuhan keluarga, namun tetap saja penghasilan yang didapat hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Beratnya pekerjaan yang dijalani demi keluarga membuat Pak Mar’i sering mengeluh sakit. Ia sering mengalami demam dan kondisinya menurun. Pak Mar’i masih harus menjalani pengobatan rutin. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Pak Mar’i dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Sebelumnya Pak Mar’i telah dibantu dalam rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak Mar’i didiagnosis menderita hernia


SAHIB SARAGENI (78, Susp. Eksim). Alamat : Kp. Cisempureun, RT 4/1, Desa Sarageni, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada Januari 2017 Pak Sahib mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya hinggal kulitnya memerah. Keluarga Pak Sahib mengira itu gatal biasa sehingga tidak ada penanganan serius dan dibiarkan begitu saja. Dua minggu berlangsung gatal yang dialami Pak Sahib tidak kunjung sembuh, tetapi semakin memburuk. Hal ini membuat Pak Sahib tidak bisa bekerja lagi sebagai buruh tani karena gatal tersebut sangat mengganggu aktivitasnya. Pak Sahib akhirnya dibawa ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak untuk mendapatkan penanganan. Setelah melakukan pengobatan di rumah sakit Pak Sahib diberi obat luar berupa salep, namun gatal yang dialaminya tidak kunjung sambuh. Ketiadaan biaya membuat keluarga memutuskan untuk berhenti membawa Pak Sahib ke rumah sakit. Sang Istri, Bu Mae (75), hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan anaknya, Idris (31), yang menggantikan ayahnya sebagai buruh tani penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Pak Sahib sudah mendapatkan penangan dan kondsinya semakin membaik. Gatal yang dialaminya semakin berkurang dan hilang timbul, namun Pak Sahib masih harus menjalani pengobatan agar sakitnya dapat sembuh total. Pak Sahib yang tak dapat bekerja membuat keuangan keluarga semakin sulit, sehingga untuk makan sehari – hari terkadang terasa berat. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan sehari – hari dan operasional berobat. Sebelumnya Pak Sahib dibantu dalam Rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak sahib menderita susp. eksim


LIA DESTIYANTI (30, Gastro Esophageal Reflux Diesease + Komplikasi Jantung Koroner + Diabetes). Alamat: Desa Cemengkaleng, RT 4/2, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil, bu Lia sering sakit-sakitan. Hidup beliau berada di tengah kekurangan, membuat bu Lia hanya bisa berada di rumah dan tidak melakukan upaya pengobatan untuk melawat penyakit yang beliau derita. Makan yang beliau konsumsi sehari-hari juga terbatas, hingga membuat beliau sering mengeluh sakit di area perut hingga ke ulu hati. Kondisi sakit yang beliau acuhkan membuat keadaan tubuh bu Lia semakin melemah. Mulut serta kerongkongan beliau terasa sakit hingga membuat bu Lia kesulitan dalam menelan makanan dan minuman. Ketika sudah beranjak dewasa, penyakit yang diderita semakin membuat tubuh bu Lia kurus dan lemas. Di usia yang ke 27, bu Lia akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit di Purwakarta dengan berbekal biaya seadanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Lia didiagnosa menderita Gastro Esophageal Reflux Diesease (GERD) dan komplikasi lainnya yaitu jantung koroner serta diabetes. Keterbatasan biaya membuat bu Lia hanya menjalani pengobatan rawat jalan. Pada tahun 2016, bu Lia datang ke Surabaya untuk mengadu nasib. Baru beberapa bulan bekerja, penyakit bu Lia kambuh. Beliau pun tidak dapat kembali bekerja. Bu Lia hanya dapat terbaring di tempat tidur karena tubuhnya terus melemah. Tidak ada biaya untuk pengobatan beliau. Selama sakit, bu Lia dibantu oleh teman dekat beliau, bu Irma untuk membantu melakukan kegiatan sehari-hari. Kini, selain penyakit beliau kambuh, pendengaran bu Lia juga terganggu. Bu Lia yatim piatu semenjak beliau berusia 17 tahun. Bu Lia pernah memiliki jaminan kesehatan BPJS namun hilang sehingga tidak dapat melakukan pengobatan. Sedekah Rombongan turut memberi bantuan kepada bu Lia berupa biaya pengobatan. Namun naas, walaupun sudah berusaha melawan segala penyakit yang diderita, pada awal April 2017 beliau menghembuskan nafas terakhir. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhumah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan, dan dipergunakan untuk biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.932.700,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Lia didiagnosa menderita gastro esophageal reflux diesease


SAMINAH EMED (71, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bu Saminah adalah seorang janda yang hanya tinggal berdua dengan anaknya, Jumris (32). Bu Saminah harus bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarganya meskipun usianya sudah tua dan sering merasa lemah. Setiap hari Bu Saminah dan anaknya mengurus kebun dan kambing milik tetangga. Bu Saminah hidup sangat kekurangan, rumah yang ditinggalinya pun sangat kecil berdindingkan bilik dan berlantaikan tanah. Kambing tetangga yang dipeliharanya pun ditempatkan di dekat tempatnya memasak karena tak adanya lahan yang memadai yang ia miliki. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke rumah Ibu Saminah sangat merasa prihatin atas kondisi yang dialaminya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Ibu Saminah dibantu dalam Rombongan 1921.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


SITI SARAGENI (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cipancur, RT 3/2, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Masa tua Ibu Siti hanya dihabiskan di rumah yang ditinggalinya bersmaa seorang anaknya yang bernama Sulaeman (35). Bu Siti sudah lama menjanda, sang suami meninggal pada tahun 2005. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Siti hanya mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Usia yang semakin senja membuat kondisi kesehatan Bu Siti sering menurun. Jika sakit mendera ia hanya dapat memeriksakan diri di Puskesmas terdekat. Beruntung Bu Siti telah memiliki Jamkesmas. Bu Siti menyadari bahwa beban hidup yang ditanggungnya memang tidaklah mudah. Kesulitan hidup tak membuat Bu Siti menyerah dalam menjalani kehidupannya. Kurir Sedekah Rombongan Banten yang melakukan kunjungan ke kediaman Bu Siti turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani olehnya dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan Sedekah Rombongan kepada Bu Siti untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bu Siti dan keluarga. Sebelumnya Ibu Siti telah dibantu dalam rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


RASIH SARAGENI (69, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Bangunan, RT 3/1, Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Bu Rasih adalah seorang ibu yang sudah tidak memiliki suami dan tinggal dengan seorang anaknya di rumah panggung sederhana. Anaknya berkerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Bu Rasih termasuk keluarga kurang mampu. Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bu Rasih menjual hasil sirih dan pinang yang ditanam oleh almarhum suaminya di samping rumah, itu pun hasilnya tidak banyak karena sangat tergantung musim, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan harian, Bu Rasih mendapatkan bantuan dari keluarga dan tetangganya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya hidup sehari – hari. Bu Rasih dan keluarganya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mudah-mudahan bantuan yang disampaikan kepada mereka menjadi ladang pahala bagi sedekaholic, amin. Sebelumnya Bu Rasih telah dibantu dalam Rombongan 1021.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Bantuan biaya hidup


VAIGATUL QULQIYAH (2, Kelainan Jantung). Alamat: Jalan Dukuh Kupang Barat I Buntu 3 Nomer 39, RT 7/3, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sejak lahir, Vaigatul mengalami kelainan jantung yang membuat ia harus berjuang untuk bertahan hidup. Awal mulanya Vaigatul lahir dengan operasi caesar pada tanggal 13 November 2015. Setelah lahir, beberapa minggu setelahnya Vaigatul mengalami gejala sesak napas. Dua bulan pasca lahir, ia dilarikan oleh orangtuanya ke RSUD Dr. Soewandhie Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita infeksi paru-paru dan ditemukan adanya air ketuban yang menempel di sekitar paru-paru tersebut. Vaigatul akhirnya diharuskan opname untuk menjalani pengobatan. Setelah dinyatakan sembuh, akhirnya Vaigatul kembali pulang. Karena sering pulang malam bersama dengan ibunya, Vaigatul kembali jatuh sakit hingga dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vaigatul didiagnosa menderita kelainan jantung. Dokter menyatakan bahwa jantung Vaigatul tidak dapat berkembang sesuai usianya. Adanya kebocoran di jantung Vaigatul namun tidak diharuskan untuk operasi karena masih dapat ditangani dengan obat-obatan. Vaigatul pernah menjalani pengobatan dan opname selama satu bulan di RSUD Dr. Soetomo. Setelah menjalani pengobatan secara optimal, jantung maupun paru-paru Vaigatul dinyatakan sehat. Ia pun bisa kembali ke rumahnya namun harus selalu kontrol secara rutin ke RSUD Dr. Soetomo. Rumah keluarga Vaigatul berdekatan dengan tempat pengasapan ikan yang buka saat malam hari. Akibatnya, Vaigatul bersama dengan ibunya harus kos di malam hari saja di Jalan Putat Jaya B Nomer 8, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, untuk menghindari asap dan kembali ke rumah saat pagi hari. Ayah Vaigatul, Mujiyo (53) bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Lasiana (42) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun karena faktor ekonomi, Vaigatul selalu dibawa oleh ibunya bersama dengan kakaknya yang juga masih kecil berusia empat tahun untuk mencari sepeser uang dari orang-orang yang lalu-lalang di jalanan. Ibunya berharap mereka mengulurkan tangan dengan memberi sepeser uangnya. Selama menjalani pengobatan, Vaigatul menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Kelas 3. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya di luar fasilitas kartu BPJS Kelas 3 dan konsumsi nutrisi untuk Vaigatul. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dan digunakan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan kebutuhan nutrisi. Semoga Vaigatul dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @EArynta

Vaigatul mengalami kelainan jantung


RAHMAT IRMA (28, Sakit Paru-Paru). Alamat: Gang Sidomulyo IV D, RT 9/5, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016, Pak Rahmat mengeluh sakit di bagian dadanya. Beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Rahmat didiagnosa menderita sakit Paru-paru dan diharuskan untuk rawat inap. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan rawat inap di Puskesmas, Pak Rahmat akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Hingga tahun 2017, Pak Rahmat masih dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Namun pada akhir Mei 2017, sakit paru-paru Pak Rahmat kembali kambuh. Beliau juga mengalami sesak napas sehingga tidak dapat melakukan aktivitas bekerja. Selama satu minggu beliau terbaring di rumahnya dan mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi makanan karena susah untuk menelan. Pak Rahmat bekerja sebagai penjual sempol ayam keliling. Sedangkan istrinya, Irma (24) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun, semenjak Pak Rahmat sakit istri Pak Rahmat yang menggantikan beliau berjualan sempol keliling agar dapat menghidupi keluarga. Istri Pak Rahmat harus berjualan keliling dengan mengasuh anak mereka yang masih balita. Karena berjualan sambil mengasuh anak, penghasilan yang istri Pak Rahmat dapat tidak seberapa. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa sangat kurang. Alhasil, tetangga sekitar dengan ikhlas membantu keluarga Pak Rahmat. Pak rahmat tinggal di sebuah kos kecil bersama istri dan anak beliau. Pak Rahmat belum memiliki jaminan kesehatan sehingga beliau mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan karena selama ini apabila berobat menggunakan biaya pribadi. Keinginan beliau untuk sembuh sangat besar demi keluarganya. Sedekah Rombongan measakan kesulitan Pak Rahmat. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan. Semoga Pak Rahmat dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Nur @EArynta

Pak Rahmat didiagnosa menderita sakit paru-paru


KARTINI BINTI NELAYA (40, Lumpuh). Alamat : Kp Rawalele, RT 5/6, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bu Kartini sudah 12 tahun lamanya mengalami kelumpuhan. Pada tahun 2005, Bu Kartini terjatuh di kamar mandi. Seketika itu juga Bu Kartini tidak bisa berdiri dan ia berusaha berteriak meminta pertolongan. Sang Ayah, Nelaya (69) perlahan-lahan membopong Bu Kartini. Keterbatasan biaya membuat Bu Kartini hanya mendapat perawatan seadanya dengan diurut. Keadaan tersebut ternyata tidak membuahkan hasil yang positif. Bu Kartini hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Bu Kartini hanya hidup bersama ayahnya. Keseharian Pak Nelaya adalah sebagai buruh serabutan. Apabila ada yang menggunakan jasanya, maka Pak Nelaya mendapatkan penghasilan. Begitu juga sebaliknya, apabia di hari itu tidak ada yang ingin menggunakan jasanya, maka Pak Nelaya tidak mendapatkan penghasilan. Kurir yang melihat kondisi Bu Kartini ingin berbagi kebahagiaan bersamanya. Bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan pun disampaikan untuk dibelikan kursi roda yang mampu membantu aktivitas Bu Kartini. Semoga Bu Kartini tetap bersemangat dalam menjalani hidup.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @rianananudz @ririn_restu

Bu Kartini sudah 12 tahun lamanya mengalami kelumpuhan.


PAINEM DARSIH (87, Stroke). Alamat : Gang Damai, RT 2/1, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Bu Painem sudah 1 tahun terakhir mengalami stroke, namun sakit itu hanya dirasakan saja. Bu Painem tidak ingin dibawa ke rumah sakit karena tidak mau merepotkan anaknya yang sudah berkeluarga, Anaknya, Bu Darsih, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan suaminya, Anang (40) yang bekerja sebagai supir angkutan umum mempunyai penghasilan yang pas-pasan. Belum lagi Bu Darsih harus memenuhi kebutuhan sekolah anaknya dan membayar kontrakan tiap bulannya. Meski telah memiliki JKN – KIS PBI, Bu Painem tak mau merepotkan Bu Darsih yang kondisi ekonominya sulit. Bantuan dari sedekah rombongan yang disampaikan digunakan untuk operasional berobat Bu Painem agar penyakitnya segera mendapatkan penanganan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @riana

Bu Painem sudah 1 tahun terakhir mengalami stroke


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktivitas kopenurunan daya kekebalan tubuhntrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya dengan kemauan untuk sembuh yang sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra kini sering menurun karena kadar gulanya rendah, sedangkan Auliya kondisinya masih stabil dan berat badannya meningkat. Berbekal JKN – KIS kelas III yang kini telah dimiliki, Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat serta untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra menderita penurunan daya kekebalan tubuh


ABDUL JABAR (7 Tahun, Infeksi Paru-Paru + Celebral Palci). Alamat: Jl. Bulak Rukem Gang 2B No. 16, RT 8/6, Kecamatan Bulak, Surabaya, Jawa Timur. Jabar biasa ia dipanggil. Awalnya Jabar kejang-kejang di usia 9 bulan tanpa ada gejala panas atau dingin dan menurut keluarga mengira itu hal biasa. Waktu itu Jabar sempat dibawa ke RSU Dr. Soetomo Surabaya, namun dinyatakan terlambat dan hasil pemeriksaan menyatakan Jabar mengalami celbral palse pada syaraf otak kiri metorik. Dokter menganjurkan Jabar untuk melakukan CT scan namun orang tuanya tidak mampu membayar biaya CT scan yang mencapai 3 juta. Hasil eeg menyatakan Jabar juga mengalami penyakit epilepsy. Menurut rehab medik dokter, sakit Jabar belum ada obatnya, tindakan operasi dan terapipun hanya ada di Jepang (untuk menguatkan otot-ototnya). Jabar 2 tahun lalu sempat opname di RS Haji Surabaya karena mengalami diare akut. Setelah sembuh, sekitar bulan oktober 2015, Jabar terpaksa dilarikan ke RSUD Soewandi karena tersendak nasi, waktu itu biaya pengobatan dibantu oleh kakak iparnya. Namun setelah mendapatkan pemeriksaan selama beberapa hari, Jabar terpaksa pulang karena keterbatasan biaya. Bapaknya, Apri (32) bekerja sebagai tukang bangunan dan Ibunya, Mudjiwati (33) Setiap sore hari membantu tetangga membuat cireng. Jabar mempunyai 2 orang adik yang masih bersekolah TK dan usia 2 tahun. Saat ini keadaan Jabar memprihatinkan. Tidak diperiksakan ke Puskesmas karena keterbatasan biaya. Selain tidak bias berobat ke Puskesmas, makanan dan nutrisi Jabar juga tidak tercukupi. Mengetahui info ini, Sedekah Rombongan membantu meringankan beban dengan memberi bantuan untuk biaya pengobatan. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp. 2.700.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @Earynta

Abdul menderita infeksi paru-paru + celebral palci


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi masih belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti, ia hanya dapat terbaring di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat perawatan luka Yudi. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Yudi menderita lumpuh


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Ia didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Kondisinya sempat menurun hingga harus dirawat di RSCM Jakarta. Bu Fatmawati masih terlihat sangat lemah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli pampers. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 1023.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana via NurmanPutra @ririn_restu

Bu Fatma menderita ca. nasofaring


AYU NOVITA SARI (6, Kelainan Tulang Punggung). Alamat : Jln. Mandor Baret Pondok Hijau, RT 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari pasangan Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisinya tidak seperti anak lain seusianya. Saat kawan-kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring saja. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria yang terpancar dari sorot mata indahnya. Saat ini Ayu sedang menjalani pengobatan dengan metode akupuntur dan sudah banyak mengalami perubahan. Kini ia sudah mampu berdiri dalam waktu yang cukup lama dan bisa duduk sendiri namun masih perlahan-lahan. Ayu masih belum bisa mendaftar sebagai peserta BPJS, karena terkendala persoalan administrasi yang masih dalam proses pengurusan. Ayu harus terus minum susu untuk pertumbuhannya, namun penghasilan Pak Susanto sebagai tukang ojek tak banyak apalagi ia juga harus membayar kontrakan rumah. Ayu masih harus menjalani terapi dan mendapat asupan yang bergizi. Ayu mengalami perkembangan yang cukup baik, berat badannya terus meningkat dan kini ia sudah bisa duduk sendiri. Saat ini Ayu masih menjalani akupuntur secara rutin. Ayu masih menjalani rawat jalan dengan metode akupuntur. Perlahan-lahan Ayu sudah bisa menegakkan badannya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kebutuhan Ayu serta membantu membayar biaya kontrakan. Pak Susanto mempunyai utang biaya kontrakan selama 2 bulan karena dirinya sudah tidak bekerja sebagai tukang ojek. Saat ini Pak Susanto bekerja sebagai buruh serabutan. Ayu sebelumnya dibantu pada rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ayu menderita kelainan tulang punggung


DORI SURATMI (60, Infeksi Lambung + Penyumbatan Pembuluh Darah). Alamat: Dusun Simo Jawar 5A Nomor 1, RT 1/10, Desa Simo Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pak Dori sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya Pak Dori mengeluh sakit di bagian perut. Semakin lama, keluhan tersebut terasa semakin sakit. Pak Dori memeriksakan diri ke klinik terdekat. Ternyata keluhan sakit perut pak Dori bukan sakit perut biasa. Karena keterbatasan peralatan di klinik, pak Dori dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pak Dori didiagnosa menderita infeksi lambung dan penyumbatan pembuluh darah di bagian tangan beliau. Selama beberapa hari dilakukan pengobatan namun tidak ada perkembangan. Dokter akhirnya menyarankan dilakukan amputasi pada tangan pak Dori. Namun, beliau menolaknya. Pihak keluarga membawa pak Dori pulang ke rumah saudaranya di Bondowoso untuk melakukan pengobatan rawat jalan. Beliau dirawat disana selama satu minggu. Di tengah melawan sakit yang beliau derita, pak Dori menghembuskan napas terakhir di rumah Bondowoso. Keluarga sangat terpukul karena kepergian pak Dori. Sebelum beliau sakit, pak Dori bekerja sebagai tukang bangunan. Istri beliau, Suratmi (52) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun setelah pak Dori mulai sakit-sakitan istri beliau membantu bekerja sebagai tukang masak apabila ada hajatan di tetangga. Pak Dori meninggalkan tiga orang anak. Anak pertama adalah seorang laki-laki yang sudah berkeluarga dan tinggal di Bondowoso, bekerja sebagai karyawan di sebuah koperasi. Anak kedua tinggal di Surabaya dan sekarang sedang mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga. Sedangkan anak ke tiga adalah seorang pelajar yang sekarang sedang menempuh jenjang SMA. Selama menjalani pengobatan, pak Dori menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Keluarga mengalami kesulitan dalam membiayai kehidupan sehari-hari karena belum memiliki penghasilan yang tetap semenjak pak Dori meninggal dunia. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga tersebut. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan pak Dori semasa hidup. Semoga amal ibadah pak Dori dapat diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Khoiriyah @EArynta

Pak Dori didiagnosa menderita infeksi lambung dan penyumbatan pembuluh darah di bagian tangan


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik berobat ke Poli Paru dan Rehab Medis rutin seminggu dua kali. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia direncanakan akan menjalani operasi pemasangan pen dan setelah itu dapat melanjutkan pengobatannya di kampung halamannya. Alhamdulillah operasi Cholik berjalan dengan lancar dan pasca operasi ia dirawat di gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Cholic menderita TB tulang


ELIATUL IKHLAS (13, Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Pakojan, RT 2/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Elia sudah dua tahun lebih dibantu Sedekah Rombongan. Ia masih harus berobat rutin di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Elia masih sangat membutuhkan bantuan agar bisa terus berobat demi kesembuhan penyakitnya. Maklum saja, ayahnya, Pak Umed (46) hanya seorang buruh nelayan dengan penghasilan yang bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari saja sangat sulit, sedangkan ibunya, Ibu Lilis hanya seorang ibu rumah tangga. Jika Elia tidak berobat, penyakitnya akan kambuh, pembuluh darah di tangan dan bibirnya akan membengkak dan menghitam. Elia tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta namun kini ia dirujuk oleh dokter yang menanganinya di RSCM ke RS Hermina Bekasi. Alasan dokternya adalah agar Elia tidak terlalu lama menunggu jadwal setiap pengobatannya, dan dokter tersebut selain di RSCM juga berpraktek di RS Hermina Bekasi. Untuk menangani penyakit yang diderita Elia, dokter melakukan tindakan embolisasi atau pembekuan darah dengan tujuan memutus pasokan darah dan nutrisi ke kankernya sehingga membuat kanker “mati kelaparan”. Elia masih menjalani rawat jalan di RS Hermina Bekasi. Kondisi Elia masih mengalami pembengkakan pada bibir dan tangannya. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat Eliatul di RS Hermina Bekasi. Sebelumnya Elia dibantu pada rombongan 971 dan 20 Juni 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Julii 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Eli menderita kanker pembuluh darah


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya pengobatan, transportasi, dan kebutuhan nutrisi. Bantuan Sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 754.600,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara


ASENIH BINTI H. ASMAN (46, Kanker Payudara). Alamat : Kp. Rawa Mekar Jaya, RT 3/3, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada tahun 2015, Ibu Asenih sering mengalami demam dan lama – kelamaan muncul benjolan di payudaranya namun tidak terasa sakit. Hingga pada tahun 2016 ia merasakan benjolan itu semakin keras dan tubuhnya sering menggigil dan sakit. Ibu Asenih akhirnya memeriksakan diri ke dokter dan harus diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, istri dari Bapak Mitar Cecep yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir ini, diketahui mengalami kanker payudara. Sejak akhir tahun 2016 hingga kini Ibu Asenih masih menjalani kemoterapi. Beruntung Ibu Asenih telah memiliki JKN – KIS kelas III. Ibu dari 5 orang anak ini harus menerima rambutnya botak demi kesembuhan dirinya. Kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Ibu Asenih dan mendengar semua keluh kesahnya. Ibu Asenih kebingungan karena tak memiliki uang untuk pemeriksaan darah pada 16 Juli dan kontrol rutin pada 19 Juli besok. Mendengar kesulitan Ibu Asenih, Kurir Sedekah Rombongan menyampakan bantuan untuk operasional berobat. Semoga Ibu Asenih segera diberikan kesembuhan. Tidak ada lagi yang bisa diucapkan untuk sedekah rombongan selain rasa terimakasih yang mendalam karena telah membantu dan semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @nurmanmlana usman @ririn_restu

Bu Asenih menderita kanker payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
2 ELY FATMAWATI 500,000
3 BINTA SYAFAQOH 500,000
4 ABDUL MUKHID 1,000,000
5 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
6 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
7 GIAT AGUS SALIM 500,000
8 DEA PUTRI AMIRA 2,700,000
9 MUHAMMAD ANDHIKA SAPUTRO 500,000
10 GIAT AGUS SALIM 500,000
11 IKA ORI IRAWATI 1,000,000
12 JEMINO BIN W. SENTONO 500,000
13 RINI RAHAYU 750,000
14 SUGITO BIN SURATMIN 1,750,000
15 RSSR SURABAYA 1,297,200
16 RSSR SURABAYA 2,270,631
17 MTSR SURABAYA 3,752,500
18 RATMI BINTI ABSAR 500,000
19 THERESIA PAIRAH 1,445,000
20 THERESIA PAIRAH 1,000,000
21 RUBINI BINTI PAWIRO DINOMO 1,500,000
22 PANTI AISYIAH 500,000
23 RUDI BIN NURIL 750,000
24 SITI AISYAH 750,000
25 ADITYA AHMAD 1,000,000
26 JOKO MUHAJIRIN 500,000
27 FADHILA PUTRI 1,000,000
28 AHMAD FATURAHMAN 1,000,000
29 RUMSIAH MAKSUM 1,000,000
30 MUHAMMAD UMAR 1,000,000
31 ABDUL AZIS 1,000,000
32 JAHROTUL UYUN 500,000
33 SARNAWI BIN MAKRUM 500,000
34 UMRIYAH BINTI OCID 500,000
35 SUHAYA BINTI ABDURAHMAN 500,000
36 NANO BIN RISA 500,000
37 MAEMUNAH BINTI BANDI 500,000
38 SUSANTI KUMALA SARI 500,000
39 ACHMAD BIN SUHADI 500,000
40 SULIPAH JONO 500,000
41 MUHAMMAD YAHYA 500,000
42 SRI MULYATI 500,000
43 ELIATUL IKHLAS 1,000,000
44 ARI KASAN 500,000
45 ADUNG JAYA 500,000
46 JANI SIMIN 500,000
47 MAD SIRA 500,000
48 JASID CIPANCUR 500,000
49 MAR’I BAI 500,000
50 SAHIB SARAGENI 500,000
51 LIA DESTIYANTI 5,932,700
52 SAMINAH EMED 500,000
53 SITI SARAGENI 500,000
54 RASIH SARAGENI 500,000
55 VAIGATUL QULQIYAH 500,000
56 RAHMAT IRMA 1,000,000
57 KARTINI BINTI NELAYA 1,500,000
58 PAINEM DARSIH 500,000
59 SANDRA WATI 1,500,000
60 ABDUL JABAR 2,700,000
61 ISWAH YUDI 500,000
62 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
63 AYU NOVITA SARI 1,500,000
64 DORI SURATMI 1,000,000
65 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,500,000
66 ELIATUL IKHLAS 500,000
67 TITIK RACHMAWATI 754,600
68 ASENIH BINTI H. ASMAN 500,000
Total 65,852,631

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 65,852,631,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1029 ROMBONGAN

Rp. 53,397,337,579,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.