Rombongan 1028

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on July 29, 2017

NOVA ELIZA (10, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Garon Tengah RT 6/3, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal bulan Mei 2017, saat Nova sedang bermain sepatu roda yang dipinjam dari temannya. Naas nasib Nova, ia terjatuh saat sedang bermain sepatu roda dengan posisi bahu kanan terbentur aspal. Awalnya pengobatan yang dilakukan hanya sebatas urut tradisional, namun cidera bahu kanan tak kunjung membaik dan membengkak. Sejak itu dengan jaminan Kartu KIS PBI, Nova dibawa memeriksakaan penyakitnya ke Puskesmas Cabangbungin. Dokter di Puskesmas Cabangbungin menganjurkan agar Nova dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Nova kembali dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut dengan peralatan yang lebih memadai. Saat ini Nova menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Orang tua Nova merasakan kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di RS Persahabatan Jakarta. Ayah Nova, Pak Nana (52) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan ibunya, Bu Nunung (49) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan sehingga santunan awal disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan Nova ke RS Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Nova menderita kanker tulang


HARTONO BIN HANAPI (48, Stroke). Alamat : Kp. Pekopen RT 3/7, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Hartono sudah 10 tahun menderita stroke, berawal ketika ia sedang di kamar mandi dan terjatuh. Sejak itu ia tidak dapat mencari nafkah untuk keluarga sehingga kesehariannya sangat kesulitan. Selain harus menjalani kontrol rutin ia juga terkadang menjalani terapy dengan jaminan Kartu KIS PBI. Namun saat ini pengobatannya terhenti karena kendala ekonomi yang semakin sulit. Jangan kan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Keadaan seperti ini yang membuat istri Pak Hartono, Bu Welas Ningsih (45) harus berperan mencari nafkah. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah yang tidak memadai. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Pak Hartono menderita stroke


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4, Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Nur Hikmah sudah menjalani operasi jatung bocor pada tanggal 21 Maret 2017 Di RSUP Karyadi. Operasi berjalan lancar dan sekarang kondisi baik tinggal kontrol rutin saja, mulai bulan juni 2017 sudah bisa kontrol di RSUD Tegal. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @indrades @mbakipa @DiahPertiwi1110

Bu Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @indrades @ifatkhiyaah @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita hiperteroid


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 003/ 001, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 986.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan struktur wajah dan tempurung kepala


RULIYATI BIN TARJUAN (21, Carcinoma in situ of lib, oral cavity and pharynx) Alamat : Dukuh Wonorejo, RT 14/04, Desa Kenconorejo Kec. Tulis, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Akhir tahun 2016 Ruliyati merasakan sakit yang dideritanya pada gusi akibat menggosok gigi, Ruliyati merasakan keanehan setelah menggosok gigi menjelang sore hari waktu pulang kerja beliau merasakan sakit pada giginya, untuk menghilangkan rasa sakit yang di alami ia mengkonsumsi obat biasa dari apotek. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut mulai terjadi keanehan pada gusi tersebut yaitu munculnya benjolan kecil pada gusi yang sakit. Setelah diperiksa ke puskesmas, Ruliyati disarankan untuk periksa di rumah sakit Kalisari, Batang. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dihasilkan bahwa benjolan pada gusi Ruliyati adalah kanker gusi, Ruliyati di sarankan untuk segera memeriksakan kondisinya ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah diberi rujukan untuk RSUP Dr. Kariadi Semarang barulah ada tindakan yaitu penyinaran sebanyak 8 kali. Tindakan selanjutnya dari team dokter adalah kemoterapi, kemoterapi hanya mampu dilalakukan 1 kali, Ruliyati bekerja sebagai buruh harian lepas, karena terkendala masalah biaya hidup untuk dikariadi, kemudian dari pihak keluarga memutuskan untuk memulangkan Ruliyati untuk diobati ke pengobatan alternatif, setelah 2 minggu pulang benjolan semakin membesar hampir menutup mulut Ruliyati. Alhamdulillah pada awal 2017 team kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Ruliyati dan langsung membantu akomodasi Ruliyati untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal di berikan untuk membantu akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @marco

Ruliyati menderita kanker gusi


DWI MUHAMMAD AVRI (8, Meningiti + Oedema Cerebri). Alamat Dk Kramat RT 02/05 Desa Bumiayu, Kec Bumiayu, Brebes. Awal bulan Mei 2017 Adik Avri tiba-tiba sakit dan dilarikan ke RS Siti Aminah Bumiayu, dokter menyampaikan bahwa dek Avri terjangkit virus di otak sehingga harus dirujuk ke RS Margono Purwokerto. Orang tua Adik Avri sudah berpisah, Bapak Muhamad Tauhid (41) bekerja serabutan dan Ibu Iin Inayah (41). Meskipun telah tercover jaminan kesehatan BPJS Non PBI Kelas III orang tua Adik Avri merasa kesulitan biaya akomodasi selama pegobata. Alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan Adik Avri, sayangnya sebelum sempat memberi dampingan Pada 27 Mei 2017 Adik Avri meninggal dunia. Santunan di tujukan untuk membantu biaya pengurusan jenazah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @idaiddo

Dwi menderita meningiti + oedema cerebri


CHOIRUL ANAM (23, Tumor Ganas). Alamat: Dusun Krajan, Desa Mulyo Agung, RT 3/1, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Anam mengalami sakit sejak tahun 2016, tepatnya ketika awal ramadhan. Saat itu lehernya tiba-tiba saja membengkak. Anam mengira bahwa keluhan tersebut merupakan penyakit gondok sehingga ia hanya mengobati lehernya dengan cara tradisional. Keluhan di leher Anam sempat sembuh namun hanya beberapa saat saja. Leher Anam membengkak lagi hingga akhirnya ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Singgahan. Dari Puskesmas Singgahan, Anam dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anam didiagnosa menderita tumor ganas (Malignant Lymphoma, Undifferentiated Carcinoma). Anam kemudian dirujuk lagi ke RSUD Sosodoro Bojonegoro dan kemudian ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Anam telah melakukan beberapa kali pemeriksaan. Dokter menyarankan harus segera dilakukan operasi. Karena keterbatasan dana pengobatan, ia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Leher Anam kini masih membengkak. Ia mengalami kesulitan menelan makanan dan minuman sehingga nafsu makan pun menurun. Ayah Anam, Nurhadi (52) bekerja sebagai tukang jahit. Sedangkan ibunya, Siti Mujamalah (43) berjualan tahu di pasar. Anam selama ini belum bekerja. Orang tua Anam menghidupi empat anak mereka sehingga penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Selama pengobatan, Anam menggunakan kartu fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalamai kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dicover KIS, transportasi, serta biaya hidup jika harus menjalani operasi di Surabaya. Anam didampingi oleh Sedekah Rombongan sejak awal April 2017. Beberapa minggu terakhir kondisi Anam semakin menurun, hingga pada 23 April 2017 kami mendapat kabar bahwa Anam telah menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhum. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pemakaman. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi @EArynta

Anam didiagnosa menderita tumor ganas


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya Operasional Bulan Mei). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Mei 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.684.000
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Mei


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya Operasional Bulan Mei). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Mei 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.264.000
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan Mei


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan April 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura adalah mobil ambulan yang dipergunakan oleh kurir untuk menjemput dan mengantar pasien melakukan pemeriksaan ataupun pengobatan. Karena semakin banyaknya pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura, mobilitas MTSR pun semakin tinggi. MTSR menjangkau pasien di empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena jangkauan yang luas ini juga, kurir terkadang harus bergantian mengemudikan ambulan saat mengantar pasien. Untuk mengantar pasien dari Pamekasan yang akan kontrol ataupun melakukan pengobatan ke Surabaya, terkadang harus berganti pengemudi di Bangkalan dan dilanjutkan kurir Bangkalan ke Surabaya. MTSR juga bisa membawa lebih dari satu pasien bila terdapat jadwal yang sama . Tetapi, ini tidak menyurutkan semangat para kurir. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu para dhuafa dengan terus berputarnya roda MTSR madura. Laporan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 1013.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.268.500,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @vanmadura Sovan Angga @radityorenal

Biaya operasional bulan April


MTSR SEMARANG (AA 8683 TB, Inventaris #SedekahRombongan). #SedekahRombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal akomodasi, baik perawatan, pengobatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa di sebut “move” pun cepat dan padar sekali. Kebutuhan antar pasien pun brbeda-beda, perbedaan pada rumah sakit, jadwal kontrol, tempat tinggal, dan perbedaan yang lainnya. Saat ini pasien dampingan SEMARANG berjumlah kurang lebih 56 pasien dampingan. Padatnya agenda mobilitas ambulan #SedekahRombongan atau biasa di sebut MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga pada 20 Maret 2017 – 30 April 2017 meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN #SR” supaya kurir dapat bergerak lebih efektif dengan adanya 3 MTSR di Semarang. Dua diantaranya beroperasi di wilayah Pantura Pantura Barat (Batang, Pekalongan, Brebes, tegal). Response positif masyarakat kami dapatkan, program ini berhasil mengumpulkan sejumlah dana yang tertera di bawah ini. Suzuki APV ARENA GX 2013 dengan plat nomor AA 8683 TB telah berada di RSSR Semarang. Dana tersebut juga di alokasikan untuk renovasi dan membeli keperluan inventaris seperti cutting stiket, flight bar, cover jok, kaca film, interior ambulance dan brankar ambulance. Kini MTSR baru telah beroperasi di wilayah sekitar Semarang. Terimakasih kepada #SedekahHolic yang telah mendukung, baik dalam bentuk materi maupun penyebaran informasi. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan kita semua.

Jumlah Bantuan : Rp. 144.245.000
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Pengadaan MTSR Semarang


MOH. NAJMI (1, Hydrochepalus Permagna). Alamat : Dusun Nyabangan, RT 8/2, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Sejak dalam kandungan, bayi yang dikandung Ibu Hozainah (37) telah di diagnosa dokter menderita kelainan pada tumbuh kembang kepala. Bayi diduga menderita hydrochepalus, oleh karena itu dokter menyarankan untuk melahirkan secara cesar. Ayah dari sang calon bayi, Bapak Abdul Muni (36) menyetujui opsi yang ditawarkan dokter. Setelah dilahirkan dan diperiksa oleh dokter, dek Najmi disarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Setelah dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas III, dek Najmi dibawa ke Surabaya untuk dilakukan tindakan pengobatan lebih lanjut. Pak Muni sempat merasa bersedih karena kendala biaya yang akan dihadapi, pendapatannya tidak menentu karena beliau hanya bekerja sebagai buruh tani. Istrinya tidak bekerja dan semenjak dek Najmi sakit istrinya juga harus fokus merawat anaknya. Pak Muni juga harus menanggung 2 anaknya yang lain untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolahnya. Saat kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah dek Najimi, dia sudah berusia 11bulan. Kondisi kepala sudah sangat besar, pihak keluarga juga sudah pasrah dengan kondisi tersebut. Dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan secara medis ke Surabaya. Terimakasih Sedekaholic yang telah membantu Pak Muni dalam untuk terus merawat dek Najmi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Najmi menderita hydrochepalus


PANTI AN-NIDHOMIYAH (Bantuan Dana). Alamat: Jl. Stadion II/17b, Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Panti An-Nidhomiyah diketuai oleh Bapak H. Moh. Aliyulhaq, MS (27) yang merupakan Putra pendiri panti Bapak KH. Moh. Mas’ud Hrd., M. Ag (70). Panti ini menampung anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dan anak anak dari keluarga yang kurang mampu. Panti An-Nidhomiyah berdiri diatas tanah waqaf seluas 726 m2 dan sampai saat ini menampung 97 anak dari tingkat TK-SMA. Panti ini tidak memiliki donatur tetap sehingga pengurus panti terus berusaha mencari bantuan untuk kebutuhan sehari-hari anak asuhnya. Sebagian besar anak asuh juga bersekolah di SMP dan SMA yang masih satu yayasan dengan panti sehingga anak-anak tidak memiliki kendala dalam hal transportasi antara asrama dan sekolah. Keinginan agar anak-anak asuh panti bisa mendapatkan pendidikan dan harapan agar mereka kelak bisa menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia dan bisa memberi manfaat bagi sekitarnya membuat para pengurus panti tidak putus asa. Apalagi bila melihat minat belajar anak-anak asuh yang sangat tinggi. Bantuan yang disalurkan Sedekah Rombongan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan harian para anak asuh, berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. Terimakasih Sedekaholic yang telah membantu adik-adik ini untuk terus bisa belajar malalui bantuan yang Sedekah Rombongan berikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bantuan tunai


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan April). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 1005.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.615.912
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan April


JAMALUDIN BIN JALALUDIN (27, Depresi Berat). Alamat : Desa Tebul Timur, Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Jamal adalah salah satu anak yang berprestasi saat masih sekolah di salah satu pesantren di Sumenep Madura. Karena harapannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pupus, ia mulai menarik diri dari kehidupan sosialnya. Hingga Sedekah Rombongan mendampingi Jamal dan keluarga untuk menempuh pengobatan medis. Kini kondisi Jamal telah membaik, ia mulai mau berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Dokter tetap menganjurkan untuk konsumsi obat secara rutin hingga kondisi Jamal mulai stabil. Untuk melakukan pengobatan Jamal menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu Jamal agar bisa hidup normal kembali. Semoga Jamal bisa segera pulih dan bisa menghafal lagi hafalan Al-Quran yang telah dia lakukan selama di pondok pesantren.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Teguh @hafnirosania

Jamal mengalami depresi berat


YULI AGUSTINA (21, Sakit Pasca Melahirkan). Alamat : Dusun Kokap, RT 2/7, Desa Benben, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Sejak mengandung Bu Yuli sering mengeluhkan sakit. Karena selama mengandung sering terjadi keluhan maka dokter memutuskan untuk operasi cesar. Setelah operasi kondisi bu Yuli semakin memburuk. Beliau kekurangan darah dan kondisinya tidak kunjung membaik. Karena hal itulah dokter memutuskan memindahkan bu Yuli ke Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Tingginya biasa operasi cesar dan biaya ICU membuat suami bu Yuli, Ridwan Efendi (37) harus mencari pinjaman uang untuk biaya pengobatan istrinya. Hal ini juga dikarenakan bu Yuli tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keseluruhan biaya harus ditanggung secara penuh. Setelah tiga hari di ICU kondisi bu Yuli tidak menunjukkan tanda membaik, pada hari ketiga kondisinya semakin memburuk hingga kemudian Bu Yuli meninggal dunia. Bantuan yang Sedekah Rombongan salurkan dipergunakan merigankan beban biaya yang harus ditanggung pubak keluarga. Terimakasih Sedekaholic yang telah ikut membantu pengobatan bu Yuli. Semoga Almarhummah bu Yuli meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Munir @hafnirosania

Yuli sakit pasca melahirkan


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak. Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1002. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.003.484,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Riany @EArynta

Rifky didiagnosa menderita kanker kulit


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1015. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 582.500,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Riany @EArynta

Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal


MUHAMMAD BIN KAWI (46, Cystostomi + Stoma). Alamat : Desa Padelegan, RT 1/4, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad merupakan salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Ayah dari 2 orang anak ini begitu semangat untuk menjemput kesembuhannya. Hal itu dapat dilihat dari ikhtiar beliau dalam menjalankan serangkaian pengobatan pasca mengalami kecelakaan pada traktor bego di tempat kerjanya bulan September 2016 lalu. Akibat kecelakaan tersebut membuat pak muhammad harus menjalani tindakan operasi tulang panggul dan pemasangan stoma/kateter pada saluran kemih beliau. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, Alhamdulillah kondisi pak muhammad semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Awalnya pak muhammad hanya mampu berbaring, kini beliau sudah mampu untuk duduk dan mulai latihan untuk berjalan. Selain itu menurut pemeriksaan terakhir yang dilakukan di poli orthopedi RSUD Dr. Soetomo kondisi tulang pinggul pak muhammad sudah membaik, dan disarankan kembali hanya jika ada keluhan saja. Namun, perjuangan pak muhammad untuk menjemput kesembuhan masih harus terus berlanjut karena beliau harus tetap rutin kontrol dan mengganti stoma/kateter setiap 2 minggu sekali di IIU Dr. Soetomo. Pak muhammad juga sedang menunggu jadwal operasi pada kandung kemih beliau agar tidak lagi menggunakan stoma/kateter. Pengobatan pak muhammad selama ini dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Untuk yang kelima kalinya kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan biaya berobat, mengganti selang kateter dan kontrol rutin pak muhammad. Semoga santunan dari Sedekaholics mampu terus membantu ikhtiar pak muhammad untuk menjemput Kesembuhannya dan mampu menjalani hidup seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak muhammad menderita cystostomi + stoma


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Juni ini Bu Misreni telah melakukan operasi besar yang kedua. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.107.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Misreni menderita tumor mata


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1012. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi @EArynta

Pak Soni menderita tumor mata


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1016.

Jumlah Bantuan : Rp. 633.333,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Riany @EArynta

Ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV


ROHMAT NURHANI YUSRON (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Bumen Wetan, RT 7, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak duduk di sekolah dasar Rohmat sudah mantap memilih pondok pesantren untuk menuntut ilmu. Ia pun memilih salah satu pondok pesantren di daerah Pajangan, Bantul, Yogyakarta setelah mendapat restu orangtuanya. Ia belajar disana sejak SD hingga sekarang telah masuk di jenjang setara sekolah menengah atas. Rohmat ialah anak kedua dari lima bersaudara. Ayahnya, Jumakir (70) ialah seorang buruh tani sekaligus petani penggarap di sawahnya sendiri. Sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga. Keluarga ini tak memiliki penghasilan yang menentu, ada kalanya tetangga juga membantu untuk kehidupan sehari-hari atau untuk membeli buku anak-anaknya. Beberapa hari lalu, Allah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan Ayah Rohmat. Saat itu ayah Rohmat menyatakan ingin membayar biaya pendidikan untuk anaknya, tetapi uang yang ia miliki masih kurang. Kurir Sedekah Rombongan pun segera menyalurkan amanah sedekaholics untuk membayar tunggakan biaya pendidikan dik Rohmat. Keluarga dik Rohmat sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan sedekaholics mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT, Aamiin. Semoga sedikit bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dik Rohmat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 Juli 2017
Kurir : @saptuari @atinlelyas

Bantuan untuk membayar tunggakan biaya pendidikan


DINA AGUSTINA (37, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Sanggrah, RT 07/03, Desa Pakandangan Sangra, Kec. Bluto, Kab. Sumenep Madura, Jawa Timur. Bu Dina biasa disapa, pada pertengahan tahun 2013 ketika masih tinggal di Bekasi, hidung bu Dina terasa mampet seperti pilek. Setelah pindah domisili ke Madura awal tahun 2014, beliau diperiksakan ke dokter spesialis dan mendapat vonis mengidap tumor jinak. Pertengahan tahun 2014 Bu Dina dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan sudah melakukan operasi pada maret 2015. Tindakan yang dilakukan pasca operasi adalah kemoterapi. Kondisi pasien saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Yang dikeluhkan pasien adalah biaya transportasi dari rumah di Sumenep ke RSUD Dr. Soetomo yang mahal, serta biaya kost ketika sedang berada di Surabaya untuk ikhtiar mencari kesembuhan. Bahkan tidak jarang pasien tidur di teras rumah sakit yang sudah tentu tidak layak dijadikan tempat istirahat. Apalagi untuk jadwal berobat bisa 2 kali dalam satu bulan. Pak Joyo (42) suami bu Dina, sebelumnya bekerja sebagai pengajar di yayasan islam di Sumenep tetapi diberhentikan karena sering izin untuk menemani istri berobat ke Surabaya. Saat ini pak Joyo bekerja serabutan, terkadang bertani. Pasien tinggal dirumah orang tua suami, bersama bapak dan ibu mertuanya serta seorang anak di Sumenep. Setelah melalui survey dan dirasa layak mendapat bantuan, bu Dina menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah setelah berikhtiar selama 1 tahun bersama Sedekah Rombongan, kini kondisinya sudah membaik, beliau sudah bisa beraktifitas normal kembali walaupun tetap tidak bisa terlalu lelah. Bu Dina memutuskan untuk ikut suaminya merantau ke Jakarta sehingga pengobatan akan dilanjutkan disana. Terima kasih sedekaholic yang telah turut membantu pulihnya Bu Dina. Keluarga bu Dina merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya tercatat pada rombogan 963.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Januari 2017
Kurir : @vanmadura @radityorenal @hafnirosania

Bu Dina menderita kanker nasofaring


PANTI ASUHAN AL-MADANI (Bantuan Ex-house Fan). Alamat: Desa Branta Tinggi, RT 3/2, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Panti Asuhan Al-Madani diketuai oleh Bapak Drs. H. Muhammad Hanafi (55) yang sudah berdiri sejak tahun 1935 diatas tanah wakaf seluas kurang lebih 1000 meter. Pondok ini memiliki 190 santriwati yang terdiri dari yatim, piatu dan anak-anak yang berasal dari keluarga berada dibawah garis kemiskinan. Rata-rata mereka bersekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan terdapat juga beberapa santriwati yang berusia Sekolah Dasar (SD). Di dalam panti asuhan ini dilengkapi dengan 6 (enam) kamar tidur santriwati yang sangat pengap, padat dan kurang ventilasi dan satu kamar mandi besar tanpa atap dan sekat yang sangat tidak layak disebut kamar mandi. Untuk kebutuhan makanan sehari-hari adik-adik mengandalkan kiriman beras oleh keluarga yang kemudian di masak bersama di dapur umum, sedangkan untuk lauk pauk sehari-hari mereka biasanya membeli di warung dengan menu sederhana atau juga kadang mendapat kiriman dari keluarga. Karena itulah santri harus berhemat agar bisa mencukupi setiap bulannya. Untuk pendanaan panti ini tidak memiliki donatur tetap sehingga pengurus panti harus terus mencari bantuan setiap bulannya dan bergantung pada kiriman sembako yang diberikan oleh wali santri dan itupun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan para santri. Alhamdulillah pada tanggal 12 mei Sedekah Rombongan mampu membelikan 8 buah ex-hause untuk adek-adek pondok dengan harapan membantu mengurangi kepengapan dikamar mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 12 mei 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @radityorenal @niaruun

Bantuan Ex-house Fan


FAEZA BIN HIDAYAT (10, kejang + penyakit telinga). Alamat : Jl. KH. Hasyim Asyari No. 28, Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Faeza mengalami demam tinggi disertai lendir yang keluar dari telinganya. Akibat penyakit yang dideritanya, Faeza terus menangis kesakitan sambil memegang telinganya. Bapak Faeza memutuskan untuk memeriksakan anaknya ke Bidan terdekat, namun setelah melakukan pengobatan selama dua bulan penyakit yang di derita Faeza tak kunjung sembuh, bahkan semakin parah karena darah juga keluar dari telinga Faeza. Faeza kemudian dibawa ke Poli THT RSUD Syamrabu Bangkalan, dan melakukan pengobatan secara rutin dengan obat tetes telinga. Ketika masa penyembuhan, Faeza sempat mengalami kejang dan muntaber sehingga dia harus dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan dan diharuskan rawat inap kurang lebih empat hari tiga malam, sampai keadaan Faeza membaik dan pihak dokter membolehkan untuk pulang. Faeza adalah putra dari pasangan Bapak Nur Hidayat (24) dan Ibu Maya Safitri (23). Pekerjaan Bapak Hidayat tidak tetap (serabutan), pengahasilan bapak Hidayat setiap harinya juga tidak menentu, sedangkan Ibu Maya bekerja sebagai petugas kebersihan. Kendala biaya menjadi faktor utama orang tua Faeza untuk menebus obat. Jaminan kesehatan yang digunakan selama pengobatan di RSUD adalah kartu SEHATI atas nama Maya Safitri. Pada tanggal 8 Mei 2017 Faeza menjalani kontrol pertama kali ke RSUD Bangkalan poli THT, setelah diperiksa ternyata Faeza didiagnosa Infeksi Gendang Telinga dan mendapatkan beberapa obat. Setelah mengkonsumsi obat dari dokter, faeza mengalami demam ringan disertai diare, karena gejala tersebut, orang tua faeza melakukan tindakan dengan memberikan obat diare dan membawanya ke tukang pijat. Pada kontrol kedua tepatnya tanggal 15 Mei 2017 di Poli THT, Faeza dirujuk ke Poli Anak dikarenakan mengalami diare yang tidak kunjung sembuh. Di poli Anak, Dokter menyuruh untuk ke Radiologi melakukan rontgen pada bagian perut dan dada yang hasilnya menyebutkan bahwa Faeza mengalami Bronkitis. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan orang tua Faeza dalam melakukan pengobatan. Sehingga bantuan diberikan guna membeli obat untuk membantu penyakit telinga yang diderita Faeza serta susu untuk memenuhi gizinya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1024. Orang tua Faeza sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Faeza. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 765.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Yubayyin Firly @zamsjourney Wulan

Faeza menderita kejang + penyakit telinga


RAMA ISWANTO (10, Kebutaan). Alamat: Dusun Sumbersari, RT 1/2, Desa Sumber Karang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yang masih kecil, Rama kecil harus berjuang melihat dengan satu mata saja, yaitu mata kirinya. Kejadian tersebut dimulai sejak Rama berusia enam tahun, dia mengeluh sakit di daerah mata sebelah kanannya karena tidak sengaja tertusuk sedotan pada saat acara perlombaan hari kemerdekaan di desanya. Tidak hanya tertusuk sedotan, mata Rama juga kemasukan pasir sehingga secara spontan ia mengucek matanya. Semenjak kejadian tersebut, Rama mengeluh sakit di bagian mata. Rama kesulitan melihat dengan mata sebelah kanan dan yang ia lihat hanya sebuah cahaya. Keluarga pun melarikan Rama ke Puskesmas terdekat. Rama juga melakukan pemeriksaan di dokter spesialis mata di Mojosari. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa mata Rama mengalami kebutaan dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Saat ada operasi katarak gratis yang diadakan oleh pemerintah setempat, keluarga membawa Rama agar mendapatkan operasi gratis. Namun, dokter menyatakan bahwa Rama harus dioperasi di Surabaya karena usianya yang masih belia sehingga harus menjalani operasi khusus. Kini, Rama masih kesulitan untuk melihat dengan normal. Ayah Rama, Suparlan Marsono sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya, Istimaul Khusnah (45) bekerja sebagai buruh tani. Ada keinginan untuk operasi namun BPJS milik Rama masih menunggak 16 bulan. Selain itu, keluarga juga masih mengalami kesulitan mengenai transportasi saat berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dialami oleh Rama. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan, transportasi dan kebutuhan nutrisi pasien. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1016. Semoga Rama dapat segera sembuh dan dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.625.470,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Rama menderita kebutaan


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 1026.

Jumlah Bantuan​: Rp. 830.000,-
Tanggal​​: 28 Maret 2017
Kurir​​​: @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bu Sariha menderita kanker payudara stadium 3


SULIHAH BINTI MOH SUKRI (55, Kanker Payudara). Alamat : Kampung Murlaok RT 2/6, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Lihah, begitu sapaan akrabnya oleh para tetangga dan pelanggan bubur dagangannya. Bu lihah adalah Janda dengan satu anak. Sekitar 4 bulan lalu ia mengeluhkan sakit di bagian payudaranya. Terdapat benjolan di bagian payudara sebelah kiri dan mengeluarkan darah serta cairan kuning dari bagian putingnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah bu Lihah, beliau juga menuturkan bahwa payudaranya mengalami pembengkakan selama beberapa bulan terakhir. Pihak kerabat terdekat mengantar bu Lihah unutk periksa ke Puskesmas dan kemudian oleh pihak Puskesmas dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan untuk menjalani operasi pengangkatan kankernya. Pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Meski begitu bu Lihah mengeluhkan besarnya biaya transportasi untuk berobat dari rumah ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan berkesempatan untuk membantu bu Lihah dengan menyampaikan bantuan biaya transportasi dan biaya obat di luar BPJS. Operasi sudah dilakukan dan kondisi bu Lihah pasca operasi mulai membaik. Saat ini bu Lihah sedang menunggu jadwal kemoterapi yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan yang Sedekah Rombongan sampaikan juga meliputi biaya transportasi bu Lihah dari Madura ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Bu Lihah sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini ia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.070.000,-
Tanggal: 2 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @masyrifahhatib @hrosania

Bu sulihah menderita kanker payudara


AMELIA SAFITRI (1, Hydrochepalus + Meningoencephalocele). Alamat : Dusun Daleman, Desa Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Amelia adalah putri ketiga dari Pak Ali Wafa (41) dan Ibu Motiah (35). Pasangan ini bekerja sebagai buruh tani sehingga pendapatannya tidak menentu. Ketika mengandung Amelia, Bu Motiah merasa bahwa bayi nya jarang bergerak. Setelah diperiksakan ke bidan desa, bidan menyatakan ada kelainan pada bayi dan disarankan untuk periksa ke dokter kandungan. Pihak keluarga kemudian memeriksakan ke dr. Franky Sp.OG dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa bayi yang dikandung menderita hydrochelapus. Dokter menyarankan untuk dilahirkan melalui cara operasi. Setelah dilakukan operasi ditemukan di kepala belakang sang bayi ada kelainan yang berupa benjolan yang diketahui bahwa disebabkan adanya pembengkakan pada tulang kepala belakang. Dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Dengan berbekal jaminan kesehatan BPJS JKN, dek Amelia dibawa untuk melanjutkan pengobatan di Surabaya. Pemeriksaan dokter di Surabaya menyatakan bahwa dek Amalia mengalami Meningoencephalocele dan hydrochepalus. Meningoencephalocele yaitu suatu kelainan benjolan di selaput otak dan otak, akibat ketidaksempurnaan tulang dasar tengkorak yang tidak menutup dan mengakibatkan gangguan fungsi otak. Dokter segera melakukan tindakan operasi dan dek Amelia dirawat di Rumah Sakit selama 33hari. Kini dek Amelia sedang dalam tahap pemulihan. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu dek Amelia agar bisa sembuh dan hidup normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Teguh @hafnirosania

Amelia menderita hydrochepalus + meningoencephalocele


SUBAWI BIN SADIMAH (55, Stroke). Alamat : Desa Kertomulyo, RT 5/1, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak subawi begitu para warga menyapanya. Sejak 8 bulan yang lalu, beliau merasakan kepala pusing berputar kemudian lemas dan pingsan, setelah itu anggota badan sebelah kanan kaku dan tidak bisa digerakkan. Semenjak saat itu dia menumpang hidup bersama kakaknya Tisah (65) yang bekerja sebagai buruh tani tapi Juga memiliki riwayat katarak dan darah tinggi, sehingga sudah tidak kuat bekerja lagi. Pada bulan oktober 2016 pernah melakukan pengobatan di RSUD Soewondo Pati dan rawat inap selama satu minggu. Setelah itu pernah berobat ke fisioterapi sebanyak 4x, namun tidak diteruskan karena tidak ada yang mengantar dan keterbatasan biaya. Kini pak Subawi hanya berdiam diri dirumah sangat sederhana bersama kakaknya Tisah (65) dengan makanan seadanya bantuan dari warga. Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih melihat keadaanya bantuan yang di berikan untuk akomodasi dan berobat di rumah sakit kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Subawi menderita stroke


BANJIR PATI (Bantuan Sembako + Bantuan Alat – Alat Evakuasi). Alamat : Kota Pati, Prov. Jawa Temgah. Hujan deras yang melanda kawasan Kota Pati sejak satu minggu di awal bulan Februari, menimbulkan bencana alam banjir terjadi dari hari Rabu (8/2/2017) yang melanda 5 kecamatan yaitu Kec. Gabus, Kec. Jakenan, Kec. Juwana, Kec. Kayen dan Kec. Pati. Ada 8 desa di Kec. Juwana yaitu : 1.Desa Doropayung, 2. Desa Kedungpancing, 3. Desa Mintomulyo 4. Desa Bumirejo, 5. Desa Jepuro 6. Desa Gadingrejo: 7. Desa Tluwah: 8. Desa Margomulyo, dari ke-8 desa yang terkena banjir lebih dari 800 rumah penduduk yang terendam air dan aktivitas di daerah sekitar menjadi lumpuh total karena ketinggian air mencapai 120 cm, beberapa bangunan sekolah dasar juga terendam air sehingga para siswa tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kec. Pati ada 7 desa yang terkena dampak banjir diantaranya: 1. Ds. Sugiharjo : 2. Desa Mustokoharjo : 3. Desa Purworejo, 4. Desa Widorokandang, 5. Desa Sinoman, 6. Desa Payang, 7. Desa Gajahmati, yang rata-rata ketinggian airnya 80 cm, banyak ternak, lahan pertanian dan perkebunan warga yang terendam banjir sehingga para warga terpaksa panen mendadak padi-padi mereka. Daerah Kec. Jakenan ada Desa Ngatorejo dan desa Karangrowo, yang merupakan desa di pinggir bantaran sungai silugonggo yang terdampak langsung terhadap luapan aliran sungai, mengakibatkan kerugian terendamnya areal persawahan dan perumahan. Sawah terendam air 120 ha, Rumah terendam air 6 KK, Ketinggian air mencapai 60 cm. Daerah Kec. Kayen ada 5 desa yaitu 1. Desa Wotan, 2. Desa Baturejo, 3. Desa. Gadudero, 4. Desa Kasiyan, 5. Ds. Prawoto. Pada Kec. Kayen ada lebih dari 50 KK yang mengungsi di Masjid terdekat dan lebih banyaknya daerah pertanian yang terendam membuat kerugian banyak dialami penduduk. Daerah Kec. Jakenan dengan data : 1. Ds. Banjarsari dkh Biteng.2. Ds. Mintobasuki. 3. Ds. Babalan, 4. Ds. Gempolsari, 5. Ds. Sunggingwarno, 6. Ds koripandriyo, 7. Ds. Tanjang. 8. Ds.Kosean, 9. Ds Pantirejo,10. Ds. Wuwur, 11. Ds.Tlogoayu, 12. Ds. Penanggungan. Dari data diatas Warga tidak bisa beraktifitas secara normal. Rumah dan harta bendanya terendam banjir yang diprediksi masih akan lama terjadi karena intensitas hujan yang tinggi serta air laut yang pasang. Alhamdulilah kurir SedekahRombongan dapat menyalurkan bentuan beras, Mie instan, Makanan siap saji, sayuran, gula, teh, kopi, air minum, obat-obatan dan peralatan evakuasi. Setiap pagi dan sore para kurir berbagi menyurvey di setiap daerah berbeda menyalurkan makanan siap santap, dengan menggunakan 3 armada MTSR dan 1 mobil pribadi menyusuri daerah banjir di kota Pati. Semoga bantuan yang di berikan bermanfaat untuk warga Pati khususnya yang terkena banjir.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan sembako + bantuan alat – alat evakuasi


KEMAN BIN MARTO KLIWON (63, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dk. Muktisari, RT 1/4, Kel. Muktiharjo, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Keman adalah seorang tukang rongsok. Mbah Keman dan sang istri Mbah Parti (63) dikaruniai 4 orang anak. Semua anak mereka sudah menikah, dan satu yang masih tinggal seatap dengan Mbah Keman. 4 orang anak mereka semua bekerja serabutan, ada yang bekerja sebagai tukang bangunan, buruh, dan tukang cuci baju di rumah rumah tetangga. Istri Mbah Keman, Mbah Parti bekerja sebagai house keeping di desa sebelah, terkadang juga sebagai tukang pijit panggilan. Keseharian Mbah Keman sebagai tukang rongsok kertas semen bekas dan rongsok botol air mineral tidak cukup menutupi kebutuhan sehari hari. Rumah yang mereka tinggali yang dibangun di atas tanah milik saudaranya dengan sangat sederhana. Sedekah Rombongan memberikan bantuan guna membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @jovancakep Wara @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


WAKI BIN LEGIMAN (79, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Ds. Tegalharjo, Dk. Weron, RT 5/5, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Simbah Waki hidup sendiri disebuah rumah yang sangat sederhana. Istrinya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Karena sudah sepuh, Simbah ini tidak mampu bekerja lagi, hanya mengandalkan pemberian anaknya yang hidup tidak jauh dari rumahnya. Anaknya juga tidak mampu memberi lebih karena hanya bekerja sebagai kuli panggul singkong yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, belum lagi untuk keperluan menyekolahkan anaknya yang sedang duduk di bangku SD (Sekolah Dasar). Sedekah Rombongan memberikan bantunan untuk membantu biaya hidup Simbah Waki.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep Wiwied @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SUSANTI BINTI LEGIMAN (38, Bedah Rumah). Alamat: Desa Asempapan, RT 3/2, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Susanti adalah seorang janda yang hidup bertiga dengan anaknya di sebuah rumah yang sangat sederhana. Suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Bu Susanti bekerja di pabrik garam sebagai tenaga pembungkus garam. Anaknya yang pertama terpaksa berhenti sekolah saat MTs (setingkat SMP) untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai ABK pada kapal ikan di Juwana dan hanya pulang sebulan sekali, sementara anaknya yang kecil masih duduk di bangku kelas 2 SD. beliau menempati rumah yang sangat kurang layak, berdinding anyaman bambu, beratap genteng yang sebagai sudah rapuh dan pecah, berlantaikan tanah dan tentunya kurang layak untuk di tempati lebih lama. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan Ibu Susanti memberi bantuan untuk memperbaiki rumahnya, dengan bantuan ikhlas gotong royong dari warga sekitar ditambah infaq dari para warga untuk bantuan perbaikan rumah Ibu Susanti.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep @Wiwied @JeanseaMarurer @akuokawai

Bantuan bedah rumah


ALI MAHMUDI (39, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu didesanya, satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan bekerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak control ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2). Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali, Alhamdulillah pengobatan beliau menjadi lancar. 18 bulan rutin melakukan terapi dan minum obat membuahkan hasil yang maksimal perkembangan banyak didapat, kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak seperti sedia kala, sudah mulai latihan berjalan dan bisa duduk lama di kursi roda. Seminggu tiga kali beliau menjalani kontrol satu kali kontrol di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital untuk kontrol di urologi, poli saraf dan Fisioterapi. Disamping mengantarkan untuk menjemput kesembuhan SedekahRombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi, menebus obat dan membeli pampers untuk pak Ali. Besar dukungan, doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh.aamiin sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 1018.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.150.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovanCakep Rochim @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


NAUFAL ARDIANSYAH (2, Hydrocephalus). Alamat : Desa Gajahmati, RT 4/2, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bermula dari keluhan yang dirasakan Dek Naufal sejak umur 4 bulan, Dek Naufal mengeluh demam disertai BAB cair, kemudian Dek Naufal segera dibawa ke bidan Desa Gajahmati. Bidan desa mendiagnosa bahwa Dek Naufal menderita Hydrocephalus. Hydrocephalus adalah akumulasi abnormal cairan cerebrospinal di dalam otak akibat tersumbatnya aliran pengeluaran cairan otak tersebut. Cairan ini sering meningkatkan tekanan sehingga dapat memeras dan merusak otak. Pada normalnya cairan otak itu diproduksi dan diserap dengan seimbang. Kepala Dek Naufal semakin lama mulai membesar ketika berumur empat bulan. Setelah berobat di bidan desa, Dek Naufal diberi rujukan ke Pukesmas Pati 1 untuk ke RSUD Soewondo Pati, dan akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Di RSUP Kariadi Semarang Dek Naufal menjalani rawat inap selama dua hari, dalam rawat inap yang dilakukan, Dek Naufal sudah menjalani rontgen dan dokter menyarankan untuk tindakan operasi. Namun dikarenakan ketiadaan biaya akhirnya Dek Naufal menghentikan pengobatannya dikarenakan ketiadaan biaya. Ibunya Rufikah (20) bekerja sebagai ibu rumah tangga dan Ayahnya Subandi (25) bekerja sebagai buruh serabutan, pendapatan yang sangat minim untuk tindakan operasi yang disarankan oleh dokter. Bahkan kini Pak Subandi telah terdiagnosa Bell’s Palsy sehingga bekerjanya kurang maksimal. Sedekah Rombongan menemui keluarga dek naufal dan menjadikan dek naufal sebagai pasien dampingan. Pada tanggal 5 mei 2017 dek naufal beikhtiyar berobat ke Rs. Elisabeth Semarang dan Hasil periksa dek naufal dari dr. Amanullah,SpBS ,dokter di Elisabeth menjelaskan dari hasil 2 foto CT Scan dari RSUP dr. Kariadi Semarang sebelumnya, kedua-duanya menggambarkan, bahwa dek naufal ini tidak mengidap hydrochepalus murni, karena pada hydrochepalus murni, otak bagian atas dan bawah ada tapi tertutup oleh cairan, sehingga dalam kondisi ini, diperlukan tindakan pemasangan selang VJ stunt untuk mengeluarkan cairan, agar memberikan ruang / rongga bagi otak untuk berkembang. Sedang pada dek naufal, otak bagian atasnya tidak ada / tidak terbentuk. Dari foto tersebut menunjukkan otak bagian atasnya kosong. Karena SSP ( Susunan Saraf Pusat )sebagai pemberi perintah kepada saraf perifer untuk melakukan gerakan2 atau respon tubuh tidak ada. Dan dokter menyarankan untuk melakukan terapi Okupasi di Rumah sakit Daerah. Sedekah Rombongan Memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan dan kebutuhan dek naufal seperti pampers dan susu. Sebelumnya Sedekah Rombongan telah memberi bantuan di ROM 948, semoga Allah member kelancaran untuk pengobatan dek naufal, aamiin….

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati Nadya @JeanseaMaurer @akuokawai

Dek Naufal menderita Hydrocephalus


PARNI BINTI KARNO ( 58, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Mantingan RT 1/4, Kec.Jaken, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Parni, begitu biasanya tetangga menyapa beliau. Bu Parni adalah seorang janda yang hidup berdua dengan seorang anaknya dirumah yang begitu sederhana. Suaminya telah lama meninggalkan beliau. Selain itu, anak Bu Parni menderita gangguan kejiwaan. Keseharian beliau bekerja sebagai buruh tani, penghasilan yang didapat tidak menentu, bahkan untuk makan saja terkadang kurang. Hal tersebut semakin menambah kepedihan hidup Bu Parni. Bu Parni selama ini berusaha mengurus anaknya sebaik mungkin di rumah dikarenakan tiada biaya untuk membawa anaknya ke dokter. Diusia yang sudah mulai menua, Bu Parni seorang diri membanting tulang untuk menyukupi kebutuhan hidupnya dengan anak sematawayangnya. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai ikut merasakan kesulitan yang dialami beliau. Titipan dari para Sedekaholics disamppaikan kepada Bu Parni sebagai bantuan biaya hidup. Beliau mengucapkan terimakasih kepada para Sedekaholic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga santunan yang disampaikan dapat meringankan beban hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


MUSLIKAH BINTI DALJONO (54, Kanker Payudara Sebelah Kiri). Alamat : Desa Rondole, RT 3/6, Kel. Muktiharjo, Kec. Margorejo, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Beliau biasa dipanggil Mbak Mus oleh tetangga disekitar rumahnya. Berawal dari rasa nyeri di daerah dada selama dua tahun terakhir Mbak Mus hanya mengira itu penyakit masuk angin entah rasa nyari ketika kedinginan, dan benjolan di payudara sebelah kirinya di beliau mengira itu hanya bisul biasa dan hanya mengobati dengan balsam dan sejenis obat-obatan warung biasa, tanpa periksa ke dokter. Mbak Mus belum memiliki keluarga karena memang belum menikah, sifatnya yang pendiam tidak pernah bercerita tentang rasa nyeri yang biasa dirasakan, hingga satu tahun terakhir Mbak Mus mulai bercerita kepada keponakannya, seketika sang ponakan membawa Mbak Mus ke Dokter untuk periksa. Dokter Mendiagnosa Mbak Mus dengan Kanker payudara, pengobatan dilakukan namun dokter merujuk mbak mus ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kekhawatiran akan biaya, akomodasi dan kerabat yang mau menunggui menjadi beban untuk mbak mus. Beliau dulunya bekerja sebagai guru ngaji private ke rumah-rumah. Namun kegiatannya sudah dihentikan sejak sakit yang dideritanya dua tahun yang lalu. Sedekah Rombongan bertemu dengan Mbah Mus pada Akhir bulan Maret dan membantu pengobatan mbak mus selama berobat ke semarang, satu bulan rutin terapi di RSUP dr. Kariadi Semarang kondisi mbak Mus sempat drop karena memang kanker mbak Mus sudah parah. Selama pengobatan mbak mus menggunakan JKN KIS yang sangat membantu pengobatannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan perawatan, pengobatan dan akomodasi selama bulan April – Juni. Semoga bermanfaat untuk Mbak Muslikah dan semoga Allah beri kelancaran dalam menjelmput kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantunan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancake @SriAntini @JeanseaMaurer @akuokawai

Mbak Mus menderita kanker payudara


VARENDRA PUTRA MAHARDIKA (5, Cedera Kepala Berat + Pneuomia). Alamat : Dk. Kemiren, RT 1/3, Ds. Tempur, Kec. Keling, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Kamis, 8 juni 2017 dek dika mengalami kecelakaan saat mengendarai sepedanya, ia terjatuh ke jurang sedalam 4 meter, dengan dasar lumpur sawah yang basah sehingga lumpur masuk ke paru-parunya dan adanya benturan di kepala. Sempat mendapat pertolongan di RSUD Kelet Kepara kemudian di rujuk ke ICCU RS. Keluarga Sehat Hospital Pati karena kondisinya koma. 9 hari kesadaran dek dika masih pada 30% kedua orangtua dan semua sanak keluarga bingung dengan kondisi dek dika, dan dokter munyarankan untuk merujuk dek Dika ke Rumah Sakit dengan peralatan ICCU yang lebih lengkap supaya dek dika bisa segera pulih, Alhamdulillah keadaan dek dika mulai stabil pada tanggal 17 juni 2017 lalu di bawa ke RS. Moewardi Solo untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Ayah dek dika, Joko Sulistiyono (34) dan ibunya Nur Khayati (27) merasa sangat kebingungan semua harta benda sudah di gadai dan di jual namun masih kurang banyak untuk membayar biaya rumah sakit yang sangat besar sementara BPJS belum bisa bisa difungsikan karena baru mendaftar. . Kurir Sedekah Rombongan Pati mendapat info saat dek dika di rawat di RS. Keluarga Sehat Hospital Pati langsung mencari dan menemui dek dika dan keluarganya, juga berkoordinasi dengan Sedekah Rombongan Wilayah Solo untuk bisa memantau perkembangan dek dika selama di rawat di RS. Moewardi Solo.Setelah 1 minggu dek dika dirujuk ke RS. Moewardi Solo, qodarullah Dek dika menghembuskan nafas terakhir. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan mereka dan sebelumnya telah memberikan bantuan untuk pengobatan dan perawatan dek dika selama di ICUU RS. Keluarga Sehat Hospital Pati dan RS. Moewardi Solo . Terimakasih di ucapkan dari keluarga dek dika untuk Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics. Semoga dek dika tenang di sisi Allah SWT. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 25.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Dika menderita cedera kepala berat + pneuomia


PARWI BIN KARNO (68, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Muktiharjo, RT 1/4, Kec.Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Beliau dikenal warga sebagai Mbah Parwi, seorang buruh serabutan. Mbah Parwi hidup sendiri, tidak memiliki anak dan istri. Keseharian Mbah Parwi menggembalakan tiga kambing milik sendiri, untuk kebutuhan makan beliau biasanya diberi oleh tetangganya, Mbah Parwi hidup di rumah sendiri namun kepemilikan tanahnya milik orang lain, Sedekah Rombongan pun mengunjungi Mbah Parwi dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan Wara @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


KASENI PATI (53, Suspect Ca Cervix ). Alamat Sarir Kejo , RT2 /1 Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dhe Kaseni biasa dipanggil adalah seorang pedagang makanan seperti nasi bungkus, gorengan dan lauk-pauk lainnya yang berjualan dipasar yg ada didekat pabrik kacang.(orang-orang menyebutnya pasar garuda). Dua tahun sekitar bulan Mei 2015 yang lalu dhe Kaseni menderita keputihan , kemudian diperiksakan ke dokter kandungan, beliau mengatakan terkena kanker. Namun dhe Kaseni tidak percaya akan penyakit yg dideritanya kemudian dhe Kaseni berobat ke alternatif selang hampir satu tahun tidak sembuh-sembuh kemudian dhe Kaseni berobat di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati dan ditanganni oleh dr zakia. Dari hasil pemeriksaan ibu kaseni kemudian di lakukan tindakan medis yaitu dikiret dan hasilnya laboratorium positif menderita kanker servix. Langkah selanjutnya ibu Kaseni dirujuk ke R S Sultan Agung Semarang kemudian dirujuk ke R S Karyadi Semarang. Di RS Karyadi Ibu Kaseni sempat mendapatkan penangannan medis yaitu sistem paket , dhe Kaseni harus menjalani 15 kali sinar dan 5 kali kemoterapi. Akhinya dhe Kaseni baru menjalani 5 kali penyinaran dan satu kali kemoterapi , Namun putus ditengah jalan karena alasan biaya . dan sampai sekarang dhe Kaseni pasrah akan penyakit yang di deritanya. Salah seorang anak dari dhe Kaseni yaitu, Nana (29) dan menantunya Joko (35) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat salah satu kurir Sedekah Rombongan menjenguk dhe Kaseni yang sedang terbaring lemas dikamar rumahnya. Sedekah Rombongan merasa kesulitan saat memberangkatkan dhe Kaseni untu dirujuk ke RS. Kariadi dikarenakan dhe Kaseni tidak ada yang mendampingi untuk dirujuk ke RS Kariadi dan mengingat kondisi dhe Kaseni yang sudah lemas dan tidak kuat untuk perjalanan jauh. Akhirnya #SedekahRombongan memuputuskan untuk diberi santunan lepas untuk biaya berobat di salah satu rumah sakit di Pati. Semoga dengan diberikannya santunan ini bermanfaat untuk biaya pengobaatan penyakit dhe Kaseni dan keadaan dhe Kaseni semoga menjadi membaik dan bisa berjualan lagi dan dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancake @ibnu_widiatmoko @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Kaseni menderita kanker servix


KHASANTONO BIN SUPODO (34, Kelainan Kulit & Penyakit Lambung). Alamat: Ds. Banjarsari RT 3/1, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jateng. Khasantono sakit sejak tahun 2004. Beliau ering keluar masuk rumah sakit karena sakit yang dideritanya. Sakit yang dideritanya adalah psoriasis/ kelainan kulit dan asam lambung. Bukan hanya itu, sumsum tulangnya juga bermasalah. Beliau melakukan pengobatan di RSUD Soewondo Pati menggunakan KIS. Sudah 13 tahun, beliau melakukan pengobatan rawat jalan namun, hingga sekarang belum ada perubahan yang signifikan. Khasantono merupakan putra dari Pak Supodo (54) yang bekerja sebagai petani dan Bu Partini (50) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Penghasilan kedua orangtuanya hanya cukup untuk makan, sedangkan Khasantono sendiri tidak mampu bekerja karena kondisi tidak memungkinkan. Beliau ingin sekali sehat kembali agar dapat bekerja membantu orang tuanya. Hingga saat ini, dokter mengharuskan Khasantono untuk kontrol rutin, namun keadaan ekonomi keluarga menjadi kendala untuk biaya pengobatan Khasantono. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai beliau, ikut merasakan kesulitan yang dialaminya. Santunan dari para Sedekaholic disampaikan kepada beliau untuk digunakan sebagai biaya akomodasi dan pembelian obat. Semoga Khasantono segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal. : 10 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep, Sutrisno @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak khasantono adalah psoriasis/ kelainan kulit dan asam lambung


MTSR PANTURA TIMUR II ( K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). MTSR Pantura Timur II (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area Blora, Purwodadi hingga Sluke. Dengan jarak tempuh lebih dari 60 KM perharinya menjadi tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan SedekahRombongan di area tim Pantura Timur mengantar dan menjemput pasien dari rumahnya, entah dalam pengobatan di rumah sakit daerah maupun ke rumah sakit rujukan seperti RSUP Kariadi Semarang dan RSO Solo. Selain itu, ambulance MTSR Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Jauhnya jarak tempuh dan medan lapangan penjemputan pasien membuat MTSR Pantura Timur II harus seringnya perbaikan pada bagian dari Mobil agar mobilitas lancar dan bisa lebih bermanfaat serta tanggap dalam penanganan pasien. Pengeluaran dana ini ditujukan untuk servis mobil, pembelian bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 1022 .

Jumlah Bantuan : Rp. 7.250.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @HendroWidyanto @akuokawai

Biaya operasional bulan Maret 2017


RUBIKA SARI (15, Alergi kulit). Alamat : Desa Bancak RT 7/2, Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek Sari adalah siswa kelas 5 SD, namun seharusnya Dek Sari sudah di bangku kelas 8 SMP. Kendala tersebut dikarenakan kelainan kulit( gatal, disetai perih dan panas) yang dialami dek Sari sejak 3 tahun terakhir ini. Saat itu Dek Sari pernah mendapatkan perawatan dari RSUD RAA Soewondo Pati, namun belum bisa sembuh seperti yang diharapkan. Dua tahun yang lalu Dek Sari terpaksa berhenti bersekolah, karena alergi kulitnya kian parah. Ini tentunya sangat menganggu saat teman-temannya belajar di kelas. Setahun lalu terpaksa keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan secara medis pada Dek Sari karena kondisi ekonomi keluarga memprihatinkan. Ayahnya Syakur (39) telah lama pergi meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya, sedangkan Ibunya Kasmini (36) saat ini tengah mengalami kelainan pengeroposan tulang. Kebutuhan sehari-hari keluarga Dek Sari dibantu oleh paman dan bibinya, disamping membantu Dek Sari dan ibunya masih juga merawat neneknya. Kini Dek Sari menjadi salah satu dampingan Kurir Sedekah Rombongan, yang sebelumnya dibantu pada ROM 975 dan sekarang merupakan santunan ke-6. Kondisi Dek Sari mengalami kesembuhan yang signifikan setelah dirawat di RSUP DR Kariadi Semarang selama tiga bulan lamanya menjalani rawat jalan dan penanganan yang baik tepatnya pada 18 Mei 2016, Dek Sari dinyatakan sembuh total dari gatal – gatalnya. Namun, kondisi penyakitnya kambuh kembali setelah para kurir Pati menjenguknya. Dan sekarang masih menjadi pantauan Kurir Sedekah Rombongan. Selama dalam pemantauan, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Hingga saat ini, dokter masih mengharuskan Dek Sari untuk melakukan pengobatan secara rutin tiap 2 minggu sekali di RS Mitra Bangsa Pati. Santunan dari para sedekahholics kembali disampaikan kepada Dek Sari untuk membantu biaya akomodasi dan pembelian obat-obatan. Semoga kondisi Dek Sari semakin membaik sehingga dapat mengejar cita-cita kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep @miftah @EvvaViddia @jeanseamaurer @akuokawai

Sari menderita kelainan kulit


MUHAMMAD ASYARI (23, Kanker Hidung). Alamat : Desa Tluwuk, RT 8/2,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ari, biasa ia dipanggil. Berawal bulan oktober 2014, Ari sering mengalami sakit flu tetapi hanya bagian kiri. Lama-lama berbau dan muncul benjolan tetapi belum bengkak. Karena khawatir dengan kondisi Ari kemudian orang tua Ari memeriksakan di puskesmas setempat. Setelah diberi obat dari puskesmas benjolan tersebut mengecil. Akan tetapi setelah obat habis, benjolan tersebut kembali muncul. Kemudian Ari dibawa ke RSUD RAA Suwondo Pati untuk pemeriksaan lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa Ari menderita tumor ganas. Kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi untuk menjalani operasi pengambilan sampel. Hasil pengambilan sampel menunjukkan bahwa Ari menderita kanker hidung. Ari dijadwalkan akan menjalani beberapa tahap kemotherapi. Ari telah menjalani beberapa tahap kemotherapi dan beberapa operasi pengangkatan sel kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Alhamdulillah, kondisi Ari semakin membaik. Ayah Ari, Pak Said (51) dan ibunya, Bu Uswatun Hasanah (46) merasa sedih. Maklum saja Bapak Said bekerja menjadi buruh jemur padi dan Bu Uswatun Hasanah hanya ibu rumah tangga biasa. Penghasilan Pak Said hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Said juga masih memiliki tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah. Hal tersebut membuat Ari memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover JKN KIS PBI yang setara dengan BPJS Kelas III. Pada bulan juli 2015, tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ari dan kurir sepakat mendampingi Ari dalam proses pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini kondisi Ari sedang pemulihan setelah operasi penutupan luka tahap ke-empat dari rencana 12 kali operasi . Mohon doanya semoga Ari segera sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Sebelumnya sudah pernah dibantu pada ROM ke 920.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @vazen @fatkhiyaah @JeanseaMaurer @akuokawai

Ari menderita tumor ganas


RASINAH BINTI MARDI (56, Gagal Ginjal + Jantung). Alamat: Dukuh Jenggolo, RT 3/1, Desa Banyuurip, Kec.Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Rasinah sejak mengalami sakit pada pertengahan 2015, Bu Rasinah tidak bisa beraktifitas seperti biasa. 2 tahun yang lalu Bu Rasinah merasakan sakit di perutnya. Awalnya beliau berobat di RSUD Soewondo Pati, namun tidak kunjung membaik sehingga pindah pengotabatan ke RS. Keluarga Sehat Pati Dokter mendiagnosa beliau gagal ginjal dan harus mendapatkan perawatan intensif. Sejak awal 2017 Bu Rasinah dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang untuk pemasangan selang cuci darah. Hingga saat ini beliau harus rutin berobat ke 2 rumah sakit, yaitu RS Keluarga Sehat Pati dan RSI Sultan Agung Semarang. Bu Rasinah saat ini tinggal bersama suami dan anak bungsunya. Suami beliau Pak Rebo Yanto (62) keseharianya bekerja sebagai buruh tani yang tidak tentu penghasilanya.Bu Rasinah sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN KIS PBI hal ini cukup membantu beliau yang rutin berobat di Pati dan Semarang. Namun beliau masih membutuhkan bantuan transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Dengan pertimbangan tersebut. Bu Rasinah dulunya bekerja sebagai pemulung. Setiap hari beliau mengumpulan sampah yang masih berharga dan menyetorkanya kepada pengepul di desanya. Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Bu Rasinah. Saat ini kondisi Bu Rasinah sering merasakan sakit dibagian perut dan dada, sehingga diwajibkan untuk rutin kontrol ke rumah sakit 2 kali dalam seminggu. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir: @robbyadiarta @teguharsykids @jovancakep @darulnext @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Rasinah menderita gagal ginjal dan jantung


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Perawatan Bulanan MTSR). MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. MTSR yang mempunyai nomer hotline 08551911911 ini juga biasa dijuluki Mr. RED. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan SedekahRombongan di area tim Pantura Timur. Selain itu, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Selama bulan April 2017 MTSR Pantura Timur II membutuhkan biaya, yang meliputi biaya perawatan bulanan MTSR dan pembuatan jok belakang. Terimakasih Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Semoga MTSR semakin dapat bermanfaat untuk semua masyarakat yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.404.000,-
Tanggal : 31 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancake @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya perawatan bulanan MTSR


YANTO BIN WARDOYO (53, Diabetes). Alamat : Dusun Kinjeng, RT ¾, Desa Sugihrejo, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Yanto biasa beliau dipanggil, beliau adalah seorang tukang becak. Lebaran tahun 2016 awal Pak Yanto merasa sakit sakitan. Badan terasa pegal, gemetar, kaku dan muncul luka kecil di telapak kaki kirinya. Sekarang luka tersebut semakin melebar dan bau., setelah diperiksakan ternyata pak yanto terdiagnosa diabetes mellitus dengan gula darahnya yang tinggi dan dokter member saran agar kakinya diamputasi. Kini Pak Yanto sudah tidak bekerja lagi dan hanya mampu bertahan dengan sakitnya karena takut diamputasi. Bukan hanya itu, keadaan ekonomi pun ikut menjadi faktor kendala untuk berobat. Istri Pak Yanto, Bu Sri Yayuk (48) adalah seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Penghasilanya hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah anak nya, Ahmad Khoirul Ramadhani (7) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. AlhamdulilahSedekah Rombongan bertemu dengan Pak yanto dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat Pak Yanto agar kondisinya lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jeanseMaurer @anita @akukoawai

Pak yanto terdiagnosa diabetes mellitus


SUKARNO BIN KASMAN (44, Bronkitis). Alamat: Desa Sunggingwarno, RT 8/1, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Sukarno adalah seorang pekerja keras dia sering merantau ke luar jawa. Tetapi pada akhir 2016 beliau tidak bisa bekerja lagi karna mersakan sakit yang luar biasa di bagian uluh hati. Kemudian keluarganya membawanya ke RSUD Pati untuk melakukan pemeriksaan, setelah di periksa oleh dokter beliau di nyatakan menderita penyakit Bronkitis, dan dokter menyarankan untuk menjalani kemo 1 minggu sekali. Namun setelah kemo rutin beberapa bulan beliau tidak merasakan perkembangan. Akhirnya beliau tidak mengikuti kemo lagi dengan alasan tidak ada biaya untuk akomodasi .Sekarang semua beban biaya hidup keluarga dan untuk pengobatan beliau menjadi tanggung jawab sang istri Masna (45) yang hanya mengandalkan hasil dari jualan warung kecil2lan dan di bantu oleh anak pertamanya Roni (21) yg selalu setia menemani ibunya jualan. Anak keduanya Nastiti (8) masih belajar dibangku kelas 3 SD dan masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang di hadapi keluarga beliu, dan memberikan bantuan agar bisa digunakan untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @teguharsykids @JovanCakep @hasanlondo @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak sukarno menderita penyakit Bronkitis


KASAH BINTI KARIMUN ( 69, Peradangan Pasca Operasi Tumor Kandung Kemih). Alamat: Desa Penambuhan RT 3/5, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Kasah, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. 5 bulan yang lalu, mbah Kasah merasakan sakit diperutnya dan ketika buang air kecil, beliau mendapati darah keluar bercampur dengan air seninya. Mulanya beliau mengira bahwa itu hanya sakit perut biasa, namun sakit yang dirasakan semakin tak tertahankan. Mbah Kasah kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit dan dari hasil diagnosa terdapat tumor di kandung kemihnya. Kondisi tersebut mengharuskan beliau istirahat total di rumah karena setiap hari merasakan nyeri diperutnya juga susah tidur. 1 bulan kemudian Mbah Kasah melakukan operasi menggunakan kartu jaminan kesehatan. Namun, pasca operasi 4 bulan yang lalu, mbah Kasah masih terus merasakan perih dan nyeri pada perutnya. Hasil laboratorium menyatakan bahwa tumor tidak tumbuh lagi, namun terjadi peradangan pasca operasi. Sampai sekarang, mbah Kasah masih diharuskan melakukan kontrol rutin 1 kali dalam seminggu. Mbah Kasah bekerja sebagai petani, tak jarang beliau dimintai tolong untuk menjadi juru masak dalam sebuah acara. Setiap hari beliau berjalan kaki untuk bekerja di sawah atau pergi kemanapun jika tidak ada orang yang dimintai tolong mengantarkan. Namun, semenjak sakit, beliau hanya bekerja sesekali semampunya karena kondisi tubuh tidak dapat dipaksakan bekerja terlalu lelah. Mbah Kasah tinggal bersama suaminya Mbah Marlan (77), kedua anak, kedua cucu berumur 6 tahun dan 4 tahun, dan seorang menantu. Mbah Marlan sendiri menderita katarak dan sudah tidak dapat bekerja secara maksimal. Penghasilan sepasang suami istri tersebut hanya cukup untuk makan. Bahkan rumah yang sudah tidak kokoh hanya dibuatkan penyangga dari bambu. Mbah kasah mempunyai jaminan kesehatan KIS. Namun, kendala dalam akomodasi terkadang membuat beliau terlambat kontrol dari jadwal yang seharusnya. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu dan penglihatan beliau segera normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep , @evvaviddia , @jeansiemaurer @akuokawai

BantuBu Kasah menderita tumor di kandung kemihnyaan biaya hidup


WINTARA BINTI SENEN (5, Leukemia). Alamat: Dukuh Tambaharjo 5/3, Desa Tambaharjo, Kec. Tambakromo, Kab. Pati, Prov.Jateng. Wintara, begitulah tetangga biasa memanggil gadis kecil tersebut. Berawal dari gigitan nyamuk 8 bulan yang lalu pada bagian tubuh Wintara. Beberapa hari kemudian, badannya panas. Orang tuanya mengira bahwa hal tersebut adalah wajar dan akan sembuh beberapa hari kedepan. Namun, yang terjadi selanjutnya ternyata suhu tubuh Wintara panas dingin, badannya semakin lemas dan nampak pucat kekuningan. Kemudian, Wintara dibawa ke RSUD Kayen, namun pihak RS merujuknya di RSU Soewondo Pati. Dari hasil laboratorium menyatakan bahwa Wintara menderita leukemia. Selama 8 bulan terakhir, sudah 3 kali ia keluar masuk rumah sakit. Bahkan terakhir berada di rumah sakit, ia harus dipasang oksigen dan transfusi darah 3 kantong. Di saat teman seusianya telah mulai sekolah, Wintara justru harus berdiam di rumah berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ayah Wintara sudah pergi sejak ia masih berada di dalam kandungan, sedangkan ibunya Siti Aminah (29) bekerja sebagai buruh tani. Wintara tinggal dirumah kecil sederhana bersama ibunya, neneknya Sukini (56) dan keempat omnya, Sholekhul Hadi (27), Joko Lukito (25), dan Ilman Nafi (17) yang baru saja lulus SMP dan tidak bersedia lanjut melanjutkan sekolah dikarenakan ingin membantu perekonomian keluarga. Selama ini, Wintara menggunakan jaminan kesehatan untuk menjalani pengobatan. Dokter menyarankan agar Wintara menjalani kemoterapi di RSUP Karyadi Semarang, namun ketiadaan biaya menjadi kendala untuk akomodasi kontrol rutin Wintara. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi pengobatan Wintara. Semoga segera sembuh, tetap ceria dan semangat menjalani hari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @jovancakep @evvaviddia Anita @jeansiemaurer 2akuokawai

Wintara menderita leukemia


SURATMI PATI (43,Tumor Kepala). Alamat : Desa Juanalan, RT 4/5, Kec. Pati, Kab.Pati. Prov. Jawa Tengah. Bu Ratmi demikian panggilan akrab di lingkungan tempat tinggal dan di tempat kerjanya. Baru beberapa bulan lalu beliau merasa terganggu karena kepalanya terasa pusing dan badannya terasa sakit semua lalu beliau memeriksakan ke dokter, yang dokter pun memutuskan untuk segera mengambil tindakan operasi karena Bu Ratmi terdiagnosa Tumor Kepala. Sebetulnya benjolan dikepalanya sudah ada sejak beliau kecil,namun tidak pernah dihiraukannya hingga pada puncak beliau merasakan pusing berkepanjangan dan sangat mengganggu. Beliau hidup dengan Suami dan 2 anaknya, Sang Sang Suami Suyatno (52) yang dulu bekerja sebagai sopir sudah tidak bekerja lagi karena fisiknya yang sering sakit-sakitan. Sedangkan dua orang anaknya Dyah Ratih Mawarsari (25) dan Dyan Ratna Muninggar (20) belum bisa berbuat banyak untuk membantu keluarganya. Dahulu Bu Ratmi bekerja sebagai tukang masak di Susteran, tempat para biarawati tinggal di sebuah Pastoran di Pati. Namun pekerjaannya tidak bisa dilakukan lagi beberapa bulan ini karena sakit yang dialaminya. Selama pengobatan beliau menggunakan JKN BPJS kelas III yang Alhamdulillah banyak membantu sekali. Kurir Sedekah Rombongan yang menyambangi merasa ingin sekali meringankan beban keluarga ini. Sedekah Rombongan memberi bantuan yang diberikan untuk pengobatan mandiri bu Ratmi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Ratmi terdiagnosa Tumor Kepala


SAPON BINTI NODO (64, Diabetes Mellitus). Alamat: Desa Mangunrekso RT 1/2, Kec. Tambakromo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sapon, demikian biasanya para tetangga menyapa nenek ini. Sudah setahun Mbah Sapon mengidap penyakit diabetes mellitus kering. Beliau sudah periksa ke dokter umum terdekat dengan bantuan biaya dari sumbangan warga sekitar. Mbah Sapon sudah tidak mampu bekerja karena kondisi yang sudah tua dan semakin melemah, ditambah lagi dengan sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Mbah Sapon tinggal sebatang kara di rumah sederhana yang dibangun dengan bantuan warga sekitar dengan status tanah yang menumpang. Suaminya, Mbah Gareng sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Sekarang, Mbah Sapon hanya berharap pada belas kasih dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Begitupun untuk pengobatan sakitnya, beliau juga hanya bisa berobat apabila ada warga yang membantu dalam biaya pengobatan. Selain itu, Mbah Sapon juga tidak mempunyai jaminan kesehatan. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai beliau merasa sedih dan ikut merasakan penderitaan yang beliau hadapi. Bantuan dari Sedekaholic disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Mbah Sapon. Semoga Mbah Sapon bisa segera sembuh dari sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam @Jovan Cakep @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Mbah Sapon mengidap penyakit diabetes mellitus kering


SUPARMI BINTI SUNARNO (54, Osteoporosis). Alamat: Kel Parenggan, RT 4/1,Kec Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbak Parmi demikian tetangga memanggilnya. Sejak 4 tahun yang lalu Mbak Parmi sudah tidak banyak melakukan kegiatan dikarenakan kakinya yang selalu merasa kesakitan tiap digunakan berjalan agak jauh. Kaki terasa kaku seperti mengalami asam urat. Pernah sekali memeriksakan ke dokter umum dan dianjurkan memeriksakan ke dokter spesialis tulang, namun hal itu belum pernah dilakukan karena keterbatasan biaya. Mbak Parmi adalah wanita yang rajin bekerja, setiap ada tetangga yang membutuhkan tenaganya dengan senang hati beliau membantunya, yang dilakukannya sedikit banyak membantu perekonomian keluarga. Hidup bersama suami Widianto Sukresno (54) yang bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan kubah masjid dengan anaknya Yesa (17) dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini. Dokter memberi penjelasan bahwa keadaan Mbak Parmi membaik dan beliau disarankan untuk membeli walker supaya bisa digunakan untuk belejar berjalan dirumah. Bantunan keduapun diberikan untuk biaya akomodasi sehingga pengobatan dapat dilanjutkan kembali dan juga untuk membeli walker. Semoga kesembuhan dapat segera dirasakan oleh Mbak Parmi. Bantuan sebelumnya tercantum pada ROM ke 1004.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir: @Robbyadiarta Imam @Jovan Cakep @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu parmi menderita osteoporosis


SUKINI PATI (49, TBC). Alamat : Desa Kertomulyo, RT 5/1, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Sukini, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Berawal dari 18 tahun yang lalu, Bu Sukini merasakan sesak nafas yang disertai dengan muntah darah. Kemudian, beliau memeriksakan diri ke bidan desa, namun beliau disarankan untuk rujuk ke BP4 Pati (Rumah Sakit Khusus Paru-paru). Setelah melakukan pemeriksaan di BP4, dokter memberikan obat dan menyarankan beliau untuk kontrol kembali. Namun, hal tersebut tidak beliau jalankan dikarenakan tidak adanya biaya untuk pengobatan rutin. Bu Sukini hidup denga kedua anaknya Firgiawan (24) yang bekerja sebagai kuli bangunan dan Ahmad Agus Wibowo (8) yang masih belajar di Sekolah Dasar kelas II. Keseharian Bu Sukini membantu membuat aneka jajan kecil-kecilan. Penghasilan yang beliau dapat dari pekerjaan tersebut hanya cukup untuk makan dan sedikit ditabung untuk keperluan sekolah anaknya. Bu Sukini tidak memiliki jaminan kesehatan. Hal tersebut menjadi kendala bagi beliau untuk menjalani pengobatan disamping keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Sekarang, Bu Sukini hanya bisa menjaga pola makan dan istirahat apabila terlalu lelah. Sesak nafasnya tidak lagi kambuh sesering dulu, namun apabila beliau tengah memiliki beban pikiran, beliau bisa tiba-tiba muntah darah. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai beliau ikut merasakan kesulitan yang beliau alami. Titipan sedekah dari para Sedekaholic disampaikan kepada Bu Sukini oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk digunakan sebagai biaya pengobatan beliau. Terimakasih diucapkan oleh Bu Sukini kepada Sedekaholic dan Kurir Sedekah Rombongan. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu pengobatan beliau dan semoga Bu Sukini segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @robbbyadiarta Imam @Jovan Cakep @JeanseaMaurer @EvvaVidia @akuokawai

Bu Sukini menderita TBC


NGATMINAH BINTI SUPARMAN (15,Chronic Bulluos Disease Childhood). Alamat : Desa Semirejo, RT 3/8 Kec.Gembong, Kab.Pati, Prov.Jawa Tengah. Bermula dari penyakit kulit yg dideritanya 6 tahun yang lalu dari bintik- bintik kecil dan berair yang ada di leher. Meski sudah berobat namun bintik-bintik ini bukannya sembuh malah kian merata di seluruh tubuh, kecuali wajah dan kepalanya.Pada tahun 2015 berobat dan opname di RSUP Kariadi Semarang selama dua bulan, namun karena keterbatasan biaya akhirnya dek Ngatminah dibawa pulang walau kesembuhannya belum maksimal. Pada tahun 2017 ini penyakit dek Ngatminah kembali kambuh, bintik di sekujur tubuhnya jadi penuh luka mengelupas, merah dan membuat dek Ngatminah tidak bisa bergerak bebas karena jika bergerak lukanya akan robek.Ayah Dek Ngatminah sudah lama meninggal dunia, sedangkan ibunya Jumi (53) sudah sering sakit-sakitan. Dek ngatminah dan ibunya kini tinggal dengan kakaknya Narmo ( 37 ) yang sudah berkeluarga, gajinya sebagai petani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak cukup jika harus melakukan pengobatan secara terus menerus dengan rujukan ke Semarang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan menjadikan Dek ngatminah pasien dampingan, sehingga bisa rutin berobat ke RSUP Kariadi Semarang. Selain itu para kurir membelikan obat seperti salp, vit c, perban, dan obat lainnya sesuai kebutuhan dek Ngatminah supaya bisa digunakan setiap harinya sampai hari ini belum ada kemajuan tetapi doa dan ikhtiyar selalu dilaksanakan. Sedekah rombongan memberikan bantuan kedua yang digunakan untuk membeli obat-obatan dek ngatminah, sebelumnya sudah terbantu pada ROM 1004, Semoga pengobatan yang kembali dilakukan segera menjemput kesembuhan Dek Ngatminah. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017.
Kurir : @robbyadiarta Imam @JovanCakep Ferbyan @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Ngatminah menderita chronic bulluos disease childhood


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Juni 2017). MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang berplat nomor K 8502 ini adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. MTSR Pantim II yang biasa disapa “Mr.Red” ini mempunyai nomer hotline 08551911911 yang selalu aktif dan dapat segera dihubungi apabila masyarakat membutuhkan bantuan. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Timur. Selain itu, mobil ambulance MTSR juga mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa. MTSR selalu bergerak setiap harinya dari suatu desa ke desa lainnya, dari kecamatan hingga kabupaten bahkan kota dengan rata-rata mencapai 60km perharinya. Tak peduli berapa jauh jarak dan seberapa sulit medan yang harus ditempuh, demi kesehatan para pasien, segala rintangan tidak akan menjadi kendala pematah semangat. Agar MTSR selalu dapat difungsikan secara maksimal, selain pengisian bahan bakar, perawatan rutin dilakukan setiap bulan mulai dari servis, penggantian oli, dan pengecekkan secara menyeluruh pada mobil. Titipan dari para Sedekaholics dipergunakan sebagai biaya operasional dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Juni 2017. Semoga bantuan dari para Sedekaholics membawa berkah dan MTSR dapat semakin aktif dalam membantu mobilitas pasien.Biaya operasional sebelumnya tercantum pada rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.315.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancake @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya operasional bulan Juni 2017


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Mei 2017). Sedekah Rombongan area Pati memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang biasa dijuluki “Mr. Red” ini adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Frekuensi penggunaan MTSR Pati semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari Sedekaholics dipergunakan untuk mendukung biaya perawatan MTSR dan operasional bahan bakar agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Biaya operasional sebelumnya tercantum pada ROM 1022.

Jumlah Bantuan: Rp. 6.529.500,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancake @EvvaViddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya operasional bulan Mei 2017


MOHAMMAD SYAIFUL AMRI (17, Patah Tulang). Desa Gading, RT 4/3,Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bulan Agustus 2016 lalu, Syaiful mengalami kecelakaan ketika mengantarkan ibunya kepasar bersama adik kecilnya yang berusi sekitar 2 tahun menabrak truk yang sedang belok, Syaiful mengalami patah tulang tangan kanan dan patah tulang kaki kanan, adiknya terpental bersama ibunya ,alhadulillah hanya mengalami luka memar, akhirya syaiful di bawa ke RSUD Soewondo, dan di rujuk ke RS. Karima Utama Solo, Operasi yang dilakukan menghabisakan dana sebesar Rp. 18.000.000,- karena di Rumah Sakit tersebut tidak menerima Kartu Jaminan Kesehatan KIS PBI, Alhamdulillah Keluarga mendapat keringanan bantuan dari sang sopir truk dan dana dari Jasa Raharja. Ayahnya Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, beban terasa berat karena tidak adanya dana untuk akomodasi pengobatan Syaiful Solo – Pati untuk kontrol pemulihan pasca operasi. Sang ibu tidak bisa membantu banyak karena harus mengurusi adiknya yang masih berusia 2 tahun dan adiknya abdul Rohman yang masih berusia 3 bulan. Kini Syaiful menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Pati dua minggu sekali control rutin ke Rs. Mitra Bangsa Pati, selain itu dari kurir melakukan perawatan luka yang dilakukan dirumahnya, setiap 3 hari sekali dengan rutin kurir Sedekah rombongan mengunjungi rumahnya untuk mengecek lukanya. Karena sebelumnya Syaiful menjalani operasi kedua di akhir bulan februari, Sedekeha Rombongan memberi bantuan yang kedua yang digunakan untuk membeli obat, perban, perlengkapan perawatan luka dan untuk akomodasi perawatan. Bantuan sebelumnya terdapat pada ROM 948, semoga Syaiful bisa segera lekas sembuh dan bisa bekerja kembali membantu kdua orang tuanya. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 769.137,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Syaiful mengalami patah tulang tangan kanan dan patah tulang kaki kanan


MUHAMMAD ABDUL ROHMAN (1, Cacat Sejah Lahir). Alamat: Dukuh Gading Rejo, Desa Gading Rejo, Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov.Jawa Tengah. Pada bulan Februari 2017 ibu Suwarni (37) melahirkan bayi laki-laki dengan selamat, wajah yang lucu dan polosnya. Namun betapa kaget Bu Suwarni saat itu begitupun dengan sang suami Sutiyo Atmono (39) sangat kaget melihat bayinya, karena keadaanya kaki kanannya yang tidak bertulang (buntung) dan kaki kiri yang hanya ada satu jari dan bengkok, tak ada firasat akan melahirkan buah hati yang cacat sebelumnya, karena sang ibu pun hamil dengan keadaan sehat. Namun ketika hamil muda pernah mengalami kecelakaan bersama anaknya yang dewasa Moh. Syaiful Amri (17) mengalami patah tulang pasa kedua tangan dan kakinya sehingga harus di Pasang pen, sedangkan sang ibu koma selama 2 minggu lamanya dan mendapat asupan obat labih dalam komanya. Keadaan sang anak membuat sedih dan bingung harus berbuat apa dengan keadaan yang dialami. Sang Sutiyo Atmono (39) bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Suwarni (37) Ibu rumah tangga, Dek Rohman memiliki kakak Moh. Syaiful Amri (17) yang seusia anak SMA namun sudah tidak melanjutkan pendidikan dan lebih memilih untuk bekerja. Sedekah Rombongan Mendatangi keluarga dek Rohman, lalu membawa dek rohman untuk periksa di dokter spesialis ortopedi, sang dokter menyarankan untuk membawa dek rohman ke Solo agar kaki kecilnya bisa diluruskan. Sedekah Rombongan member bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobtan selama di solo. Semoga dek rohman mendapat pengobatan terbaik. Aamiin

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal :25 April 2017
Kurir : @robbbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Abdul menderita cacat sejak lahir


MASJID BAITURRAHMAN (Bantuan Pembelian Keranda Kematian) yang berlokasi di Dukuh Klegen, RT 3/3, Kel.Kalidoro, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov.Jawa Tengah. Masjid Baiturrahman adalah masjid utama di Klegen. Dukuh klegen terdiri dari 4 desa. Hampir semua penduduknya beribadah di masjid tersebut. Namun, usia manusia tentu tidaklah abadi selamanya. Setiap saat pasti ada yang lahir dan ada pula yang pulang menghadap Sang Illahi. Begitupun dengan penduduk dukuh Klegen, tidak ada yang mengetahui akan hidup hingga berada di usia berapa. Ketika ada kematian, shalat jenazah sering dilakukan di Masjid Baiturrahman, dan tak jarang desa tetangga juga terkadang ikut memanfaatkan fasilitas masjid tersebut. Karena apabila harus meminjam alat kematian di desa yang lain, harus membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang lumayan jauh. Sehubungan dengan hal tersebut, Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu membeli keperluan alat kematian yang disimpan di Masjid Baiturrahman. Sehingga membantu memudahkan para warga, untuk lebih efisien ketika mengurus jenazah dan bisa segera dimakamkan. Semoga bantuan yang diberikan memberikan manfa’at untuk semua warga di dukuh klegen khususnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan pembelian keranda ekmatian


MUSTAIN Bin Kamdari (35, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Bogorejo, RT/RW 02/03, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Mustain dalam kesehariannya biasa dipanggil Tain hanya tinggal dirumah bersama ibunya (Muriyati) karena ayahnya (Kamdari alm.) sudah meninggal dunia. Sebelum mengalami gangguan jiwa Mustain bekerja sebagai buruh bangunan. Gangguan kejiwaan Tain bermula pada beberapa hari menuju hari pernikahannya, tepatnya pada tahun 2008. Beberapa hari menuju pernikahan calon istrinya kabur dengan mantan kekasihnya. Semenjak kejadian itu, Tain sangat terpukul dan terpuruk, karena tidak kuat menahan beban hati akhirnya mengalami depresi hebat, hingga saat ini kondisi kejiwaannya menjadi tidak stabil. Selama mengalami gangguan kejiwaan, Tain hanya dirawat oleh ibunya di rumah. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan berupa BPJS dan Jamkesda, ibunya sangat kuwalahan untuk merawat Tain dengan kondisi yang suka mengamuk dan sering berperilaku tidak manusiawi. Selain itu, pendampingan ke RSJ juga membutuhkan kendaraan sedangkan ibunya sudah tua dan tidak memiliki biaya untuk transportasinya. Bu Muriyati sangat mengharapkan anaknya bisa sembuh dari gangguan kejiwaanya agar dapat beraktivitas secara normal dan menjadi harapan tulang punggung bagi keluarganya. Pada pertengahan bulan April 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang menemui keluarga Tain di rumahnya, setelah melihat secara langsung kondisi Tain dan keluarganya, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatannya hingga sembuh. Mustain akan dirujuk ke RSJ Aminogondo Semarang untuk menjalani pendampingan. Besar harapan kesembuhan pasien yang didampingi karena usia yang masih muda dan masa depan yang masih panjang. Biaya pengobatan dan transportasi untuk antar jemput ke Semarang ditanggung oleh pihak SR. Semoga Mustain segera mendapat kesembuhan dan bisa bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpendowo khumaidah @akuokawai

Pak Mustain menderita gangguan jiwa

REKAPITULASI BANTUAN

 

No Nama Jumlah Bantuan
1 NOVA ELIZA 1,000,000
2 HARTONO BIN HANAPI 500,000
3 NUR HIKMAH 500,000
4 FAJAR FIRMANSYAH 500,000
5 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 986,000
6 RULIYATI BIN TARJUAN 500,000
7 DWI MUHAMMAD AVRI 1,000,000
8 CHOIRUL ANAM 500,000
9 MTSR SEMARANG 7,684,000
10 MTSR SEMARANG 6,264,000
11 MTSR MADURA 4,268,500
12 MTSR SEMARANG 144,245,000
13 MOH. NAJMI 1,500,000
14 PANTI AN-NIDHOMIYAH 1,500,000
15 RSSR SEMARANG 12,615,912
16 JAMALUDIN BIN JALALUDIN 500,000
17 YULI AGUSTINA 1,000,000
18 RIFKY ELMADITA 1,003,484
19 LAILY HANIK 582,500
20 MUHAMMAD BIN KAWI 1,500,000
21 MISRENI BINTI SAMIN 1,107,000
22 SONI ISRA ISTAIN 500,000
23 SITI MU’ALIMAH 633,333
24 ROHMAT NURHANI YUSRON 1,500,000
25 DINA AGUSTINA 1,000,000
26 PANTI ASUHAN AL-MADANI 3,500,000
27 FAEZA BIN HIDAYAT 765,000
28 RAMA ISWANTO 2,625,470
29 SARIHA BINTI DUL KAWI 830,000
30 SULIHAH BINTI MOH SUKRI 1,070,000
31 AMELIA SAFITRI 500,000
32 SUBAWI BIN SADIMAH 1,000,000
33 BANJIR PATI 4,000,000
34 KEMAN BIN MARTO KLIWON 500,000
35 WAKI BIN LEGIMAN 500,000
36 SUSANTI BINTI LEGIMAN 1,000,000
37 ALI MAHMUDI 2,150,000
38 NAUFAL ARDIANSYAH 1,000,000
39 PARNI BINTI KARNO 1,000,000
40 MUSLIKAH BINTI DALJONO 1,500,000
41 VARENDRA PUTRA MAHARDIKA 25,000,000
42 PARWI BIN KARNO 500,000
43 KASENI PATI 750,000
44 KHASANTONO BIN SUPODO 750,000
45 MTSR PANTURA TIMUR II 7,250,000
46 RUBIKA SARI 560,000
47 MUHAMMAD ASYARI 1,250,000
48 RASINAH BINTI MARDI 1,000,000
49 MTSR PANTURA TIMUR II 6,404,000
50 YANTO BIN WARDOYO 750,000
51 SUKARNO BIN KASMAN 500,000
52 KASAH BINTI KARIMUN 500,000
53 WINTARA BINTI SENEN 750,000
54 SURATMI PATI 1,000,000
55 SAPON BINTI NODO 1,000,000
56 SUPARMI BINTI SUNARNO 500,000
57 SUKINI PATI 750,000
58 NGATMINAH BINTI SUPARMAN 1,200,000
59 MTSR PANTURA TIMUR II 6,315,000
60 MTSR PANTURA TIMUR II 6,529,500
61 MOHAMMAD SYAIFUL AMRI 769,137
62 MUHAMMAD ABDUL ROHMAN 500,000
63 MASJID BAITURRAHMAN 3,500,000
64 MUSTAIN Bin Kamdari 500,000
Total 283,357,836

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 283,357,836,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1027 ROMBONGAN

Rp. 53,331,484,948,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.