Rombongan 1027

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on July 26, 2017

SAMIYEM KARSOWIJOYO (61, Katarak). Alamat: Sidamukti RT 5/4, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Diusianya yang sudah lanjut, ibu Samiyem masih harus mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarganya. ibu Samiyem mencari uang dengan menjadi buruh cuci dan masak di rumah tetangganya. Ibu Samiyem mempunyai 3 orang anak, salah satunya sedang mengalami depresi dan kesehariannya hanya mengunci diri di kamar. Tiga bulan terakhir, ibu Samiyem mengeluh matanya tidak bisa melihat dengan jelas, yang disebabkan karena riwayat sakit katarak yang dideritanya. Sakitnya tersebut tidak pernah diobati dan hanya dibiarkan saja. Ibu Samiyem menginginkan agar bisa melihat dengan normal kembali, namun ia tidak mempunyai uang untuk mengobatinya. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar keadaan ibu Samiyem, langsung segera mengunjungi ke rumahnya. Alhamdulillah, pada 17 Januari 2017, ibu Samiyem menjalani operasi katarak pertama dan mata sebalah kanannya pun sudah bisa melihat dengan normal. Dan Alhamdulillah kemarin ibu Samiyem sudah menjalani operasi katarak mata yang satunya, jadi sekarang sudah bisa melihat dengan ke dua matanya . Semoga Allah SWT memudahkan pengobatan Bu Samiyem. Bantuan lanjutan dari sedekaholics Sedekah Rombongan diberikan kepada ibu Samiyem untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar BPJS. Sebelumnya ibu Samiyem diberikan bantuan pada rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Bu Samiyem menderita katarak


NAYLA HASNA KAMILA (1, Hydrocephalus). Alamat : Dsn. Cibadak RT 12/3, Ds. Jatinagara, Kec. Jatinagara, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nayla ini menderita penyakit Hidrocephalus, yaitu kelainan patologis pada otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan tekanan tinggi. Penyakit ini diderita sejak lahir dan mengakibatkan pertumbuhan bayi yang mempunyai penyakit seperti ini tidak bisa berkembang tumbuh seperti bayi pada umumnya. Oleh dokter disarankan harus rutin diperiksa dan kontrol ke dokter di RSU Banjar dan Puskesmas Kawali bergantian dalam waktu seminggu. Ayah Nayla ini Wawan (31) tidak mempunyai pekerjaan tetap, ia hanya pekerja serabutan. Nayla tinggal bersama ayah dan ibunya Siti Maesaroh (23) yang hanya ibu rumah tangga biasa dan kakaknya Aulia Rahmah (4). Nayla mempunyai Jaminan Kesehatan KIS PBI Kelas III. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Nayla dan keluarganya dan menyampaikan santunan awal untuk biaya fisioterapi dan transportasi ke RSUD Ciamis. Keluarga Nayla merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Nayla dapat kembali sehat dan bisa tumbuh normal selayaknya bayi biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

Nayla menderita hydrocephalus


PUTRI RAHAYU (19, Hepatitis). Alamat : Dsn. Susuru RT 2/5, Ds. Kertajaya, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Putri menderita Hipatitis sudah 1 bulan. Diketahui mengidap penyakit ini di awali dengal mual mual, muntah, dan pusing. Kemudian diperiksa ke dokter terdekat dan belum di ketahui jenis penyakitnya karena belum kelihatan badannya, setelah diperksa kembali setelah 3 hari dari pemeriksaan pertama ternyata hasilnya hepatitis karena sudah timbul efek warna di seluruh tubuh, sampai mata juga berwarna kuning, air kencing juga kuning. Selelah 3 hari kemudian di periksa kembali hasilnya positif hepatitis, tetepi belum di ketahui jenis hepatitis yang di derita karena belum di ketahui hasil laboratorium. Ayah putri Juma (45) bekerja berdagang kecil-kecilan yang hanya cukup untuk sehari-hari saja. Putri tinggal bersama ayah dan ibunya Eha Julaeha (39) yang hanya ibu rumah tangga biasa. Putri tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Putri dan keluarganya dan menyampaikan santunan awal untuk biaya pembuatan kartu jaminan kesehatan, biaya transportasi dan akomodasi kontrol rutin. Keluarga Putri merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Putri dapat kembali sehat seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Putri menderita hepatitis


ILAH BINTI ANHAIP (53, Stroke + Diabetes). Alamat : Dsn. Sukamaju, RT 2/20, Ds. Cileungsir, Kec. Rancah, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Ibu Ilah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita stroke dan gula darah. Ibu Ilah tengah melakukan pengobatan dengan terapi dan obat-obatan herbal dan sesekali kontrol ke mantri klinik swasta. Ibu Ilah saat ini Alhamdulillah kondisi kesehatannya kali ini mulai membaik. Yang awalnya tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali, kini ia dapat pindah duduk dengan cara mengingsar. Dan kini ia membutuhkan kursi roda agar bisa belajar naik dan duduk di kursi. Supaya ia tidak hanya berdiam diri saja di rumah terus. Suaminya, Bapak Darso (60) yang pendapatan hariannya sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ibu Ilah tinggal berdua bersama suaminya. Ibu Ilah ini mempunyai jaminan kesehatan BPJS yang dari Pemerintah. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kedua kepada Ibu Ilah untuk biaya pembelian kursi roda bekas dari tetangganya dan beli obat. Semoga kondisi Ibu Ilah semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Ibu Ilah adalah pasien Rombongan 900.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @zezenzn

Bu Ilah menderita stroke + diabetes


DARYA IRWANTO ( 48, Stroke). Alamat : Dsn. Pangrumasan, RT 10/11, Ds. Cileungsir, Kec. Rancah, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Bapa Darya ini menderita sakit stroke, awalnya sekitar 1 tahun yang ia terkena gejala darah tinggi, menurut pemeriksaan di klinik ia divonis kena gejala stroke dan saraf, namun ia tidak menjaga kesehatan dengan benar. Pola hidupnya tidak teratur dan sampai kini keadaannya semakin parah, ia oleh keluarganya hanya diperiksakan lagi ke mantri di klinik swasta dan ia divonis stroke berat. Menurut saran mantri ia harus dirawat ke dokter ahli. Keluarganya merasa pasrah dan kesulitan biaya, kini ia hanya tergolek lemah tidak bisa bangun dan ingatannya juga tidak pulih, Bapak Darya ini tinggal bersama ayahnya yang sudah tua, Elom Mislam (74). Sedangkan istrinya sendiri telah menggugat talak kepadanya karena tidak bisa menafkahi dan telah menikah lagi dengan orang lain. Ayahnya ini bekerja tidak menentu, hanya seorang buruh serabutan, itupun bila ada yang menyuruh. Bapak Darya ini tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Bapak Darya Irwanto dan ikut memberikan bantuan untuk biaya untuk transportasi dan akomodasi pengurusan administrasi untuk melakukan pengobatan kembali agar keadaanya bisa membaik. Keluarganya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang di sampaikan Sedekah Rombongan, semoga Bapak Darya dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @zezenzn

Pak Darya ini menderita sakit stroke


RASWI SURJO (57, Stroke). Alamat : Dsn. Susuru RT 4/5, Ds. Kertajaya, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Ibu Raswi menderita stroke sejak 3 tahun yang lalu, telah mencoba beberapa pengobatan dengan terapi dan obat-obatan herbal juga sesekali kontrol ke dokter di klinik swasta. Ibu Raswi saat ini kondisinya tidak bisa berjalan. Yang awalnya tubuhnya tidak bisa digerakan sama sekali. Kini ia membutuhkan kursi roda agar bisa belajar naik dan duduk di kursi. Supaya ia tidak hanya berdiam diri saja di rumah terus. Suaminya, Bapak Surjo (65) sama juga mengalami stroke sejak 2014, kini mereka tinggal bersama anaknya Wawan (33) bekerja sebagai buruh buruh biasa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ibu Raswi ini mempunyai jaminan kesehatan BPJS yang dibiayai oleh Pemerintah. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kepada Ibu Raswi untuk membeli kursi roda dan untuk biaya kontrol. Semoga kondisi Ibu Rasain dan Bapak Surjo semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Bu raswi menderita sakit stroke


MTSR KARAWANG (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol, servis dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya bahan bakar, biaya tiket tol selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada Rombongan 1011. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Biaya operasional bulan Maret 2017


RIKA MAELANI (25, Tuberculosis Tulang). Alamat: Kp. Krajan, RT 1/1, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rika, pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita kelumpuhan sejak tahun 2013. Berbagai upaya dilakukan Ibu Rika dan keluarga demi kesembuhannya selama 2 tahun lamanya. Setahun lalu Ibu Rika berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, kemudian Dokter merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, Ibu Rika dinyatakan positif mengidap Tuberculosis Tulang. Ibu Rika yang berharap kesembuhannya melalui jalan operasi, Alhamdulillah pada tanggal 20 Maret 2017 lalu, berhasil menjalani tindakan operasi pemasangan pen di tulang belakangnya dengan lancar. Bu Rika yang sempat menjalani perawatan di RSHS Bandung selama 3 minggu pasca operasinya kini kondisinya berangsur membaik. Diungkapkan bahwa sakit di bagian tulang belakangnya berangsur menghilang. Bu Rika yang saat ini sedang berkumpul dengan keluarganya di Karawang, masih menjalani kontrol rutin, dan selanjutnya akan menjalani kontrol kesehatan pada tulang belakangnya yang sudah dijadwalkan pada awal bulan Mei. Suami Ibu Rika, Bapak Andi Nugroho (37) terlihat sangat bahagia melihat perkembangan kesehatan istrinya saat ini. Selama ini beliau tidak dapat mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga, karena selalu mendampingi dan mengurus Istrinya yang sakit. Untuk biaya pengobatannya, beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari masih banyak kekurangan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhannya selama berada di RSSR Bandung. Semoga Bu Rika pulih dengan cepat pasca operasinya, bisa beraktifitas seperti sedia kala, dan berkumpul bersama putri-putri tercinta di rumah. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin@zerinabanu @etydewi2

Bu Rika menderita tuberculosis tulang


DELISA SELVIANA PUTRI (1, Cornelia de Lange Syndrome ). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/1, Kelurahan Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Delisa adalah anak pertama dari pasangan Bapak Pendi (23) dan Ibu Delvi Selvianingsih (25) dilahirkan pada tanggal 10 Januari 2017 secara normal di Rumah Sakit Delima Asih Karawang. Persalinan berjalan lancar dan saat lahir tidak ada hal yang janggal, bayi menangis keras dan sehat. Namun pada hari ke tiga tiba-tiba Delisa sesak nafas dan dirawat selama dua hari diketahui langit-langit atas mulut Delisa tidak tertutup. Akhirnya Delisa di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Di RSUD Kabupaten Karawang Delisa didiagnosis Cornelia de Lange Syndrome dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di RSHS Bandung langit-langit mulut Delisa yg terbuka sementara ditutup dengan alat dan minum susu masih melalui selang makanan atau OGT ( Oral Gastric Tube ) dan harus menjalani kontrol setiap satu bulan sekali. Walaupun selama berobat menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI namun penghasilan ayahnya yang bekerja sebagai karyawan sablon dan ibunya sebagai ibu rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya transportasi berobat ke RSHS Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Delisa. Santunan awal disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi kontrol ke RSHS Bandung. Orang tua Delisa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga kondisinya segera membaik dan diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @andraalfarabi

Delisa menderita cornelia de lange syndrome


IDI BIN JUMANTA (59, Ca Paru ) Alamat : Dusun Karajan, RT 3/3, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Pak Idi yang mempunyai 7 anak, sejak 8 bulan yang lalu timbul bengkak disekitar kepala dan leher samping kanan disertai batuk-batuk. Saat ini Pak Idi merasakan sesak nafas sehingga oleh keluarga, Pak Idi dibawa berobat ke Rumah Sakit Izza di Kota Baru Kabupaten Karawang. Setelah menjalani perawatan selama lima hari, Pak Idi pun dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Purwakarta untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan didapati bahwa Pak Idi menderita Ca Paru atau Kanker Paru-Paru, yang mengharuskan Pak Idi di rujuk ke Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan jaminan kesehatan JKN – KIS PBI. Pak Idi yang bekerja sebagai tukang sumur bor dan Ibu Karmini (56) sebagai ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk menyediakan biaya transportasi dan biaya hidup selama di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Idi sehingga bantuan dari para sedekaholics pun dapat disampaikan untuk membantu biaya selama berobat di RSHS Bandung. Semoga Pak Idi bisa kuat dan sabar dalam ikhtiar untuk memulihkan kesehatannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudinmustafa @giantosu

Pak Idi menderita ca paru


BUDIMAN BIN IYAT (15, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Babakan Isam, RT 1/1, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Budiman biasa dipanggil dengan Budi, adalah siswa kelas 8 di Kabupaten Karawang. Kesehariannnya Budi dikenal sebagai anak yang aktif, tekun dalam belajar, mudah bergaul dan tidak mudah minder meskipun Budi seorang anak yatim piatu. Tidak seperti anak-anak remaja seusianya yang bebas bermain tanpa memikirkan tentang kesusahan mencari kebutuhan hidup sehari-hari, terkadang selepas pulang sekolah Budi masih bekerja sebagai tukang parkir di perempatan jalan. Hal ini ia lakukan tidaklah lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Budi sebelumnya tinggal dalam rumah yang seadanya, namun atas kebaikan seorang donatur, kini bisa ia kembali tempati dengan layak. Budi merupakan tulang punggung keluarga, ia juga merawat kakaknya Ratnasari (20) yang kondisinya saat ini sedang menjalani pengobatan sakitnya. Budi yang baru saja menyelesaikan ujian tingkat akhir menuturkan, Alhamdulillah ia dan kakaknya sungguh terbantu titipan Sedekaholics selama ini untuk biaya hidupnya sehari-hari makan dan biaya transportasi ke sekolah. Waktunya kini tidak banyak dihabiskan untuk bekerja dijalanan, tetapi ia juga bisa menyisihkan waktunya untuk belajar agama juga mengajar marawis di masjid sekitar tempat tinggalnya. Melihat hal ini Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan kembali santunan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan kebutuhan hidup Budi sehari-hari dan agar ia tetap dapat melanjutkan sekolahnya. Bantuan selanjutnya masuk dalam Rombongan 996. Semoga Budi terus semangat belajar dan menuntut ilmu untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi dan bercita-cita tinggi. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu Kusrini @etydewi2

Bantuan biaya hidup


MIRA MAURIKA INDRIKA (13, Acute Lymphadenitis Unspecified). Alamat : Dusun Tanjung, RT 4/2, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Mira merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Putri kedua pasangan Bapak Anda Bin Amat (47) dan Ibu Nyai Haryati (41). Berawal dari pusing di kepala disertai keluar cairan nanah di leher kanan bawah 3 tahun lalu. Awalnya dianggap biasa karena tidak ada pembengkakan, lambat laun cairan nanah yang keluar bertambah banyak. Keluarga membawa Mira ke Puskesmas Lemah Abang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis menderita Acute Lymphadenitis Unspecified atau infeksi kelenjar getah bening. Mira dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dibantu Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Alhamdulillah biopsinya yang dilakukan pada bulan Maret lalu hasilnya sangat baik. Cairan yang ada pada lehernya pun sudah tidak tersisa dan Mira pun dinyatakan sembuh. Ia kini kembali beraktifitas bersekolah seperti sedia kala. Dokter hanya menyarankan apabila terasa keluhan baru agar diperiksakan segera. Orang tua Mira, Pak Anda kini bekerja sebagai buruh tani menuturkan, walaupun memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatan putrinya, namun kedua orang tuanya kesulitan mencari biaya hidup dan akomodasi selama Mira berobat. Santunan lanjutan titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya sehari-hari dan tranportasi Mira berobat. Bantuan sebelumnya tertera dalam Rombongan 973. Semoga Mira kembali ceria, sehat dan dapat kembali sekolah seperti sedia kala. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @badrudin_musthafa @etydewi2

Mira menderita acute lymphadenitis unspecified


JANURI BIN WIRANTA (74, Lambung Bocor). Alamat : Dusun III, RT 2/3, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Abah Januri, biasa beliau dipanggil merupakan seorang kakek yang biasa mencari rumput untuk dua kambing kecilnya. Usia beliau sudah cukup renta, sehingga kesehatannya mudah terganggu. Abah Januri mulai sakit ketika bulan Ramadhan kemarin, tepatnya tanggal 15 Juni 2017. Ketika itu, beliau berbuka puasa dengan minum es yang dilanjutkan dengan memakan tape ketan saat perut masih kosong. Beliau merasa sudah kenyang sehingga Abah tidak makan nasi sampai saat sahur tiba. Menjelang sahur Abah memakan tape ketan kembali. Kemudian, saat beliau makan sahur, sekitar baru dua suap nasi perut beliau terasa sangat sakit. Sehingga beliau segera dibawa ke dokter praktek di sekitar rumah beliau. Beliau diharuskan meminum obat resep dokter, akan tetapi walaupun obat telah habis tidak ada perubahan pada sakit di perutnya. Kemudian, beliau melanjutkan pengobatan ke Puskesmas Cibingbin. Namun, karena masih tidak menunjukan perubahan berarti akhirnya beliau dirujuk ke Rumah Sakit Kuningan Medical Centre (KMC) Luragung. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan lanjut, Abah Januri diketahui menderita lambung bocor yang mengharuskan beliau untuk segera menjalani operasi. Setelah disetujui pihak keluarga, Abah Januri menjalani operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar meninggalkan luka bekas operasi. Tak lama, luka tersebut kering dan beliau menganggap beliau sudah sembuh sehingga beliau membuka paksa jahitan pada luka. Akhirnya, luka tersebut kembali terbuka dan harus menunggu lebih lama agar lekas kering. Beliau harus menjalani kontrol kesehatan, namun keuangan beliau sangat tidak memungkinkan. Beliau hanya bekerja semampunya sebagai seorang buruh serabutan di sawah, begitu pula dengan istrinya, Emak Dasti (68). Penghasilan keduanya hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Untuk biaya perawatan kemarin, beliau terbantu karena adanya jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Beliau membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi untuk kontrol kesehatan ke rumah sakit, mengingat jarak tempuh ke rumah sakit cukup jauh. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Abah Januri, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah lekas memberi kesehatan kepada Abah Januri. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @Nitapuji @mayasaroh87

Pak Januri menderita lambung bocor


MUHAMAD NUROHMAH HAKIM (10, Higroma Colli/Pembengkakan Dagu). Alamat : Dusun Wage, RT. 2/2, Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Anak berusia 10 tahun ini biasa dipanggil dengan sebutan Nurohman. Sejak ia lahir, terdapat benjolan pada bagian dagu sebelah kanan. Kemudian, saat itu juga ia mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Sebetulnya ia dilahirkan secara normal dalam keadaan baik, namun karena adanya benjolan ia langsung mendapat perawatan. Di usianya yang menginjak 1 tahun ia mendapat tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) setelah mendapat rujukan dari RSUD 45 Kuningan. Kemudian, karena benjolan tidak lekas sembuh, ia kembali menjalani operasi ketika usianya 9 tahun tepatnya pada tahun 2016 lalu. Setelah operasi, ia harus rutin setiap 1 bulan sekali menjalani kontrol kesehatan. Saat ini ia tengah menunggu jadwal kontrol bulan Juli. Kondisinya saat ini masih memprihatinkan karena benjolannya masih besar. Saat ia demam, benjolan tersebut semakin membesar dan selalu mengeluarkan darah bercampur nanah melalui mulut. Ia juga harus selalu mengkonsumsi obat-obatan yang biayanya tidak ditanggung oleh BPJS. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan ia terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Namun sayangnya kedua orang tua Nurohman, Bapak Asep Heryanto (50) dan Ibu Erna (44) sudah kehabisan biaya akomodasi, transportasi ke rumah sakit dan juga biaya obat-obatan diluar jaminan BPJS. Selain itu, demi kesembuhan Nurohman kedua orang tuanya rela meminjam uang kepada tetangga dan hingga saat ini belum dibayar. Maklum saja, Ayah Nurohman hanya bekerja sebagai seorang tukang ojek dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Nurohman sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepadanya untuk biaya akomodasi, transportasi ke rumah sakit saat kontrol nanti sekaligus biaya membeli obat diluar jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Nurohman agar lekas sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Nurohman menderita higroma colli/pembengkakan dagu


ROHANIAH BINTI KURDI (43, Tumor Gusi). Alamat : Dusun Pahing, RT 6/2, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rohaniah merupakan seorang ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga. Beliau menderita penyakit serius sejak dua tahun yang lalu. Tak di sangka beliau menderita tumor gusi. Awalnya beliau merasakan gejala berupa gatal sekaligus sakit dalam gusi. Kemudian, tak lama gusinya membengkak. Karena hal tersebut akhirnya beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45. Akan tetapi, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan agar beliau melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik hingga tumor dinyatakan bersih. Namun sayangnya, satu tahun setelah tindakan operasi tumor tersebut kembali tumbuh bahkan hingga mengeluarkan nanah dan darah dari mulutnya. Beliau pun merasa kesulitan ketika berbicara karena rasa sakit sudah dirasakan hingga ke tenggorokan. Kondisi tersebut masih terasa hingga saat ini. Beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3 untuk meringankan biaya pengobatan. Namun, sudah lama beliau tidak membayar BPJS hingga akhirnya menunggak selama beberapa bulan. Hal itu dikarenakan beliau tidak memiliki cukup uang untuk membayar setiap bulannya. Suami beliau, Bapak Edi Suhendar (69) hanya bekerja sebagai pedagang kecil keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rohaniah, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya membayar tunggakan BPJS sekaligus biaya transportasi ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peni

Bu Rohaniah menderita tumor gusi


MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH (4, Infeksi Ginjal). Alamat : Dusun Karangsari, RT 13/5, Desa Dukuh picung, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Arkha. Diusia yang masih sangat kecil, Arkha menderita infeksi ginjal. Penyakit tersebut baru diketahui pada akhir bulan November 2016 lalu dengan gejala awal bengkak di bagian wajah, perut, kemaluan dan kaki. Biarpun demikian, Arkha tidak pernah mengeluh sakit. Kedua orang tua Arkha panik ketika perut Arkha tiba-tiba terlihat bengkak dan terasa keras. Saat ini Arkha sedang menjalani pengobatan di sebuah klinik dokter umum. Alhamdulillah mulai terlihat perkembangan yang positif. Bengkak di bagian wajah dan kemaluan mulai kempes. Akan tetapi, pengobatan Arkha belum maksimal karena belum diperiksa di rumah sakit dengan alat medis yang jauh lebih lengkap. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan kuningan dipertemukan dengan Arkha, kemudian kurir Sedekah Rombongan membawa Arkha ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lanjutan. Saat ini Arkha rutin melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur. Arka sempat dirawat di Rumah Sakit Sekar Kamulyan karna kesehatannya menurun, akan tetapi saat ini Alhamdulillah keadaannya sudah membaik. Arkha memanfaatkan kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III. Orang tua Arkha Bapak Andriansyah (30) bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Arkha sehingga santunan kelima dapat disampaikan kepada Arkha untuk biaya transportasi dan biaya pembayaran BPJS serta pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Arkha lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Arkha masuk kedalam Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Melisa

Arkha menderita infeksi ginjal


HARUN BIN USMAN (72, Tumor Pankreas). Alamat : Dusun Wage, RT 17/4, Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Harun, seorang kepala rumah tangga yang sudah memasuki kepala 7 ini menderita penyakit serius di usia senja. Beliau menderita sebuah penyakit yang disebut dengan Tumor Pankreas sejak bulan Mei 2017. Awalnya beliau mengeluh sakit perut dan mual seperti gejala maag. Kemudian beliau memeriksakan kondisnya ke Puskesmas terdekat hingga diberi obat lambung. Akan tetapi tidak ada perubahan sama sekali, bahkan terus terasa sakit dan timbul benjolan di perut. Tak lama, Bapak Harun kembali berobat ke Puskesmas dan meminta rujukan ke rumah sakit besar. Namun sayangnya beliau tidak kunjung diberi rujukan. Setelah 3 kali ke Puskesmas kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Wijaya Kusumah Kuningan. Namun karena ruang rawat inap BPJS jenis JKN-KIS PBI kelas 3 penuh, beliau dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Setelah pemeriksaan yang meliputi USG, CT-SCAN dan lain sebagainya akhirnya diketahui bahwa Bapak Harun menderita tumor pankreas yang sifatnya ganas. Namun anehnya pihak rumah sakit tidak menyarankan agar beliau menjalani rawat inap ataupun pemeriksaan lanjutan. Karena ingin sembuh, beliau mencoba berobat ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Alhamdulillah, disana beliau diharuskan untuk menjalani rawat inap dan pemeriksaan lanjutan. Sayangnya, beliau terkendala di biaya. Beliau membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi untuk kembali menjalani perawatan di rumah sakit. Beliau sudah lama tidak bekerja karena kondisi kesehatannya yang semakin lama semakin menurun. Tubuhnya semakin kurus karena hanya bisa makan 1-3 suap nasi sehari. Karena hal tersebut, beliau bergantung pada penghasilan istrinya, Ibu Nengsih (62) yang berjualan gorengan untuk kebutuhan sehari-hari. Penghasilan beliau kadang tidak cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Harun, sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan transportasi agar beliau bisa kembali menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Eka Firman

Pak Harun menderita tumor pankreas


SULAMI BINTI MAEDI (49, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Blok Plaksan, RT 2/6, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Myoma Intra Abdomen adalah nama penyakit yang diderita Ibu Sulami selama bertahun-tahun. Semuanya berawal ketika Ibu Sulami menjalani operasi sesar kelahiran putra tunggalnya delapan tahun lalu. Beberapa bulan setelah operasi, dia merasa ada benjolan pada bagian perutnya. Karena hanya dianggap sebagai benjolan biasa, maka dia berobat ke puskesmas terdekat beberapa kali. Kian hari, benjolan tersebut kian membesar dan akhirnya pihak puskesmas merujuk Ibu Sulami untuk pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, dokter menyatakan Ibu Sulami terkena myoma intra abdomen dengan gejala benjolan pada bagian perut yang kian hari kian membesar. Setelah diambil sampel penyakitnya, dia dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, keadaan perut yang kian membesar dan sesak nafas yang sering tiba-tiba datang, membuat Ibu Sulami tidak bisa lagi berobat ke Bandung. Maka ikhtiar lain dengan menggunakan pengobatan herbalpun dilakukan. Ibu Sulami adalah istri dari Pak Anta (55) yang hidup sederhana sebagai buruh batik. Karena sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebutlah maka sakit yang dideritanya tidak terlalu dihiraukan. Saat ini, Ibu Sulami dan Pak Anta tinggal dalam sebuah rumah sangat sederhana bersama anak tunggalnya. Karena sakit, maka saat ini hanya suaminya saja yang bekerja, itupun penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya operasional pengobatan istrinya. Biaya pengobatan Ibu Sulami selama ini sudah ditanggung menggunakan BPJS PBI Kelas III. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi kediaman mereka, ada rasa haru dan simpati yang begitu besar. Di tengah segala kekurangannya, keluarga ini masih mau berjuang untuk kesembuhan sang ibu rumah tangga. Segala cara pengobatan terus ditempuh dan kurir Sedekah Rombongan merasa tergugah untuk menyampaikan amanat sedekaholics kepada Ibu Sulami dan keluarganya agar bisa segera sehat kembali. Bantuan diberikan untuk pembelian obat dan biaya hidup sehari-hari. Ucapan terima kasih tak henti keluar dari bibirnya serta dirangkai do’a untuk para sedekaholics yang telah membantunya. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 917. Semoga kesembuhan segera dihadirkan Allah untuk Ibu Sulami agar bisa menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih baik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.900.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @nurmuhammadiskandar @asiihlestari

Bu Sulami menderita myoma intra abdomen


SULAMI BINTI MAEDI (49, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Blok Plaksan, RT 2/6, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Perutnya membesar, kakinya bengkak dan hanya bisa duduk di pinggir tempat tidur. Bahkan untuk tidurpun hanya bisa sambil duduk. Begitulah keadaan Ibu Sulami dengan myoma intra abdomen yang dideritanya. Sakitnya berawal sekira dua tahun lalu, dengan merasa ada benjolan kecil dan mengeras di bagian perut, bekas operasi sesar ketika melahirkan putra pertamanya delapan tahun lalu. Kian lama, perut Ibu Sulami terasa keras dan membesar. Namun hal ini tidak dirasa, bahkan Ibu Sulami tetap bekerja sebagai buruh batik. Setahun berlalu, perut ibu Sulami kian membesar dan mulai terasa tidak nyaman. Akhirnya diperiksakanlah sakitnya tersebut ke puskesmas, dan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dari hasil pemeriksaan, Ibu Sulami didiagnosa terkena myoma intra abdomen. Pengobatanpun dilanjutkan dengan pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama hampir enam bulan melakukan pemeriksaan, tubuh Ibu Sulami semakin kurus dan perutnya yang terus membesar. Keputusasaan sempat hinggap di benaknya, dan tidak lagi melanjutkan berobat ke Bandung karena tidak sanggup perjalanan jauh dan sering sesak nafas. Ikhtiar berobatpun dilanjutkan terus dengan pengobatan herbal. Namun, karena perkembangan yang tidak signifikan, pada hari Senin (11/7) kurir Sedekah Rombongan mencoba mencari informasi tentang kemungkinan Ibu Sulami bisa diberi tindakan medis pada beberapa rumah sakit. Akhirnya ada salah satu rumah sakit yang bersedia menangani Ibu Sulami. Pilihan ini akhirnya diambil mengingat keadaan Ibu Sulami semakin mengkhawatirkan. Tindakan medis langsung dilakukan dengan mengeluarkan cairan yang ada dalam perut Ibu Sulami. Sekitar tiga puluh liter cairan berhasil dikeluarkan dan perut Ibu Sulami akhirnya mengendur. Sehari kemudaian dilakukan operasi untuk mengeluarkan massa yang ada di dalam perutnya. Ibu Sulami adalah istri dari Bapak Anta (55), yang tinggal dalam rumah pra sejahtera dengan keadaan sederhana bersama anak tunggalnya, Khaerudin. Bapak Anta hanyalah seorang buruh batik dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selama pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah dan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung serta pengobatan herbal, Ibu Sulami didampingi oleh Sedekah Rombongan. Ibu Sulami juga mendapatkan bantuan renovasi kamar guna menunjang proses kesembuhan pengobatan sakitnya dari Sedekah Rombongan yang bersinergi dengan beberapa komunitas di Cirebon. Bantuan sebelum ini telah disampaikan kepada Ibu Sulami pada tanggal 10 Juli 2017 ada di Rombongan yang sama. Semoga Allah segera mengangkat sakit Ibu Sulami dan memberikan kesehatan yang sempurna serta menguatkan niat kita dan sedekaholics dalam pengkhidmatan kepada dhuafa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,-
Tanggal : 15 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhammadiskandar @aulia

Bu Sulami menderita myoma intra abdomen


SITI NURJANNAH (15, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nunuy, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMK yang duduk di bangku kelas XI. Nunuy juga sering mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Ia sudah menjadi anak yatim semenjak ayahnya meninggal beberapa bulan lalu, dan ibunya tinggal berjauhan darinya sehingga ia hanya mendiami rumah sendirian bersama adiknya yang masih SD. Untuk makan, ia mengandalkan belas kasihan tetangga atau keluarga terdekat. Untuk bekal sekolah, ia tak punya dan tak jarang Nunuy menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat keadaan Nunuy di rumahnya dan memberikan santunan biaya sekolah, biaya sehari-hari dan alat tulis yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Nunuy menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


ERUM BINTI INU (78, Lumpuh). Alamat: Kp. Kalapadua, RT 18/3, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini Bu Erum tidak berjalan karena suatu penyakit yang belum diketahui. Tiba-tiba saja kakinya menjadi layu dan tidak bisa ditegakkan sehingga membuat ia tak bisa lagi melakukan apapun selain berdiam diri di rumah. Ia pernah sekali berobat ke puskesmas dan masih belum diketahui penyakit apa yang sebenarnya ia derita karena ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya namun Bu Erum memilih tak melanjutkan pengobatan karena kekurangan biaya dan tak mempunyai jaminan kesehatan. Bu Erum sudah hidup menjanda selama beberapa tahun karena ditinggal suaminya yang meninggal, salah satu anaknya, Ujang (38) juga meninggal beberapa bulan lalu dan almarhum pernah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dua anak Bu Erum yang lain tinggal berjauhan sehingga ia kini hanya tinggal sendirian di rumah petak 3×3 meter dan jauh dari fasilitas kesehatan. Bu Erum hanya mengandalkan belas kasihan tetangga karena ia tak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan beliau dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan pada Bu Erum. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Erum menderita lumpuh


MUHAMMAD FATIH (10, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Cikawung, RT 2/5, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fatih, panggilannya sehari-hari adalah siswa SD yang setahun lagi akan masuk SMP. Fatih sering mengalami kesusahan untuk membeli peralatan sekolah karena keadaan ekonomi yang menghimpit. Untuk bekal ke sekolah saja terkadang ia tak pernah membawanya karena ia harus berbagi sengan ke-4 saudaranya yang lain dan hampir semuanya duduk di bangku sekolah. Adik bungsunya masih berumur 5 bulan dan memerlukan biaya besar sehari-harinya. Ketiga adiknya yang lain, Mizan (8), Naila (6,5) bersekolah di madrasah yang sama dengan kakaknya. Ayahnya, Ridwan (35) bekerja sebagai guru ngaji dengan pendapatan sekitar 50 ribu per hari dan ibunya, Ai (34) hanya seorang IRT yang mengurus kelima anaknya. Orangtua Fatih seeing merasa keberatan membiayai anak-anaknya yang memang membutuhkan biaya tidak sedikit, mereka juga tinggal di rumah kontrakan yang biaya sewanya harus dibayar perbulan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk biaya sekolah. Semoga Allah memberi kemudahan kepada Fatih dan adik-adiknya untuk meraih pendidikan yang layak dan mempunyai masa depan yang cerah di kemudian hari. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


DEWI DIPRIYANI (19, Radang Daging di Paha Kiri). Alamat: kp. Rancabungur, RT 2/1, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit di paha kiri dan akhirnya Dewi tidak bisa berjalan selama berhari-hari. karena panik, akhirnya keluarga Dewi membawanya ke RSUD dr. Soekardjo untuk diobati, ternyata Dewi harus dirujuk ke RSHS Bandung setelah dinyatakan radang daging di paha kirinya. di RSHS ternyata Dewi harus dioperasi. Dewi dan keluarga sempat berpikir dan kebingungan darimana biaya berobat dan akomodasi ke Bandung. Ketika di rumah sakit, kurir bertemu dengan ayah Dewi, Sutrisno (50) yang bekerja sebagai buruh tani dan ia pun mengungkapkan kesulitannya. Akhirnya #SedekahRombongan pun membawa Dewi ke RSHS Bandung dengan MTSR agar Dewi bisa diobati. Setelah operasi, keadaan Dewi lumayan membaik tapi masih harus rutin kontrol ke Bandung untuk melihat perkembangan penyakitnya. Bantuan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan obat karena meskipun Dewi sudah mengalami kemajuan, ia masih harus berobat jalan supaya penyakitnya tidak semakin parah. Semoga penyakit Dewi segera diangkat oleh Allah SWT dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 17 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR @adiabdillah

Dewi menderita radang daging di paha kirinya


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (24, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi harus dirujuk ke RSHS Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (50), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Februari 2017 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Aisyah menderita thalasemia


ASEP SUPRIATNA (37, TB Paru Kronis). Alamat: Kp. Gunung Mareme, RT 3/8, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Asep sudah 4 bulan ini menderita penyakit TB Paru namun setelah diperiksa ke puskesmas terdekat ternyata penyakitnya tersebut sudah parah dan harus segera dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya namun Pak Asep memilih berobat di rumah saja. Beberapa hari kemudian, Pak Asep tak sadarkan diri dan dinyatakan koma selama beberapa harisetelah dibawa ke RS dengan jaminan KIS. Kini keadaannya masih memprihatinkan dan masih perlu biaya perawatan. Istrinya, Iis (37) yang tidak bekerja ini sangat terpukul dengan penyakit suaminya karena hanya suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka mempunyai 3 anak yang masih duduk di bangku sekolah dan masih membutuhkan biaya. Terkadang Bu Iis meminjam uang ke tetangga atau kerabat namun ia kini kebingungan karena hutang sudah menumpuk dan tak punya pendapatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi keluarga ini saat mereka berada di RS dan menyampaikan bantuan untuk biaya pembelian obat yang tidak dibiayai KIS dan akomodasi selama masa perawatan. Semoga Pak Asep segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa kembali bekerja menafkahi keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudin @adebuser

Pak Asep menderita penyakit TB Paru


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional + Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembelian aki MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan RSHS Bandung sekitarnya selama Juli 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional + perawatan rutin


JAKA ROMA (56, TB Paru). Alamat : Kampung Ciwidey Tengah RT 1/10, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pada awal Maret 2017 Kang Jaka –begitu panggilan sehari-harinya– mengalami demam berat. Hampir satu bulan ia menderita sakit yang dianggapnya hanya flu biasa. Berkeli-kali ia diperiksakan ke dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Ramuan tradisional juga sempat dijadikan alternatif pengobatan. Berdasarkan rekomendasi dari Puskesmas, Kang Jaka akhirnya dirujuk pengobatannya je RSUD Soreang. Ia diduga menderita TB. Paru. ” Tapi pemeriksaan ke rumah sakit ditunda dulu, Pak, karena tagihan iuran BPJS Mandiri Kang Jaka dan keluarga masih menunggak,” kata istrinya, Ibu Nanih (45) saat menceritakan kronologis sakit suaminya kepadamkurirn#SR di Bandung. Perihal sakitnya petugas kebersihan di Mesjid Besar Ciwidey ini sampai kepada Sedekah Rombongan atas informasi dari Kang Asep Cunarya. Setelah tunggakan Iuran BPJS mereka dilunasi, pada 15 April 2017, Kang Jaka kemudian dibawa periksa ke IGD RS Santosa 2 Kopo Bandung, menggunakan MTSR Bandung. Berdasarkan pemeriksaan di RS swasta ini, ia diduga kuat mengidap TB. Paru dan harus dirawat (diisolasi) di ruang khusus. Tetapi karena di rumah sakit ini ruangan isolasinya tak ada yang kosong, penanganan medis Kang Jaka dirujuk lagi ke RS Paru dr. Rotinsulu di Ciumbuleuit Kota Bandung. “Setelah diperiksa seksama, Pak Jaka positif terserang TB. Paru dan harus dirawat malam ini juga,” kata tim medis di rumah sakit khusus paru itu. Setelah lima hari dirawat inap dan masa kritisnya teratasi, Kang Jaka diperbolehkan pulang, tetapi dia harus kontrol pada 28 April 2017. Pak Jaka Roma dan keluarganya layak mendapatkan bantuan dari para dermawan untuk mengobati penyakitnya agar ia segera sembuh dan dapat menjalankan tugas mulianya: memelihara kebersihan mesjid. Bersyukur sedekaholics berempati atas musibah yang dipikul Pak Jaka dan keluarganya. Dengan izin Allah swt, alhamdulillah, Bantuan Awal dari Sedekah Rombongan telah disampaikan kepada Pak Jaka Roma, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. “Terima kasih bapak-bapak/ibu-ibu di SR. Semoga Allah Swt membalasnya dengan kebaikan,” doa istrinya. Pada minggu kedua bulan Mei 2017, istri Kang Jaka menghubungi kurir #SR mengajukan bantuan untuk mengantar Pak Jaka kontrol ke RS Paru Rotinsulu Kota Bandung. Meskipun masa kitisnya telah terlewati, Kang Jaka harus kontrol rutin sebulan sekali selama enam bulan. Pada Juni 2017 dan Juli 2017 Pak Jaka kontrol rutin ke RS Paru Rotinsulu. Kondisi Pak Jaka terus membaik tetapi ia masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan Ke3 untuk Pak Jaka Roma yang digunakan untuk biaya membayar Iuran BPJS, biaya transposrtasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Jaka menderita penyakit TB Paru


ROSNELLY BINTI HAMZAH (38, Ca Mammae). Alamat : Jl. Sungai Sapiah No. 49 Simpang Bawah Asam RT 4/2, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kotamadya Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ibu Rosnelly tahu pertama kali menderita penyakit kanker payudara sekitar November 2016 dari hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Bu Rosnelly sudah mencoba mengurus BPJS PBI tapi tidak berhasil. Karena ketiadaan biaya dan suaminya Novidal (42) juga tidak punya penghasilan tetap karena usaha tambal ban nya tidak jalan, akhirnya Bu Rosnelly mencoba ikhtiar pengobatan dengan obat-obatan kampung. Februari 2017 benjolan di payudara Ibu Rosnelly pecah mengeluarkan cairan darah dan nanah. Alhamdulillah, dengan izin Allah ,kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnelly dan suaminya. Santunan ke dua untuk Bu Rosnelly telah disampaikan dan Alhamdulillah Ibu Rosnellz sudah mulai menjalani kemoterapi. Bu Rosnelly dan keluarga mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari Sedekah Rombongan , semoga menjadi berkah bagi semua pihak. Semoga juga Ibu Rosnelly bisa disembuhkan dan sehat kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @eldaritarosman

Ibu Rosnelly menderita penyakit kanker payudara


ELSA SUCI RAMADHANI (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Juanda Dalam RT 2/4, Kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kotamadya Padang ,Provinsi Sumatera Barat. Elsa adalah putri bungsu 4 bersaudara dari Ibu Yusniar 50 tahun ,seorang janda yang bekerja cuci gosok harian. Elsa adalah murid pintar yang selalu dapat juara kelas di SD. Tahun ajaran baru 2017-2018 ini Elsa akan jadi murid SMP. Qadarullah , Elsa sudah mencoba daftar di 4 SMP Negeri tapi tidak diterima. Elsa tetap harus sekolah. Apapun caranya. Elsa akhirnya daftar ke SMP swasta, diterima dan Elsa terbentur biaya pendaftaran dan pembelian seragam sekolah sebagai murid baru. Alhamdulillah dengan izin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Elsa dan keluarganya. Bantuan awal titipan dari sedekahholics untuk pembayaran masuk sekolah baru Elsa sebagai murid SMP telah disampaikan. Elsa dan Ibunya tersenyum bahagia. Impiannya untuk tetap bisa sekolah tersampaikan. Terucap rasa terimakasih tak berhingga dari Elsa dan Ibunya untuk semua bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.380.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @eldaritarosman

Bantuan biaya sekolah


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Pada tanggal 14 Juni 2017, Bu Koyah menjalani perawatan utk tindakan operasi, ia dirawat selama 4 hari di RS Persahabatan. Tanggal 18 Juni 2017, Bu Koyah sudah diperbolehkan pulang dan kontrol tanggal 20 Juni 2017. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama dirawat dan biaya akomodasi untuk Bu Koyah menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1022.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Saat ini Wilda dan adiknya sudah diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin ke RSM Cicendo. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani kontrol di RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1024.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Wilda menderita katarak


SYARIP BIN LIAN (34, TB Paru). Alamat : Kp. Serang RT 3/6, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak bulan Februari 2017, Pak Syarip sering mengeluh merasakan sesak nafas dan batuk, saat itu ia memeriksakan diri ke puskesmas. Namun karena pengobatannya yang tidak beraturan ia sempat mengalami kritis dan menjalani perawatan di RSUD Cileungsi pada bulan Juni 2017. Saat ini ia sudah agak baikan namun harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di poli Paru RSUD Cileungsi. Saat sedang menjalani serangkaian pemeriksaan, ia terkendala dengan biaya akomodasi untuk biaya transport ke rumah sakit. Pak Syarip dalah kepala keluarga yang semestinya menafkahi anak dan istrinya, namun semenjak sakit ia tidak dapat bekerja maksimal sehingga ekonomi keluarganya jadi tak pasti. Sedangkan istrinya, Bu Murti (33) bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk membantu ekonomi keluarganya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi untuk Pak Syarip menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sri Suharni

Pak Syarip menderita penyakit TB Paru


RANI HARTATI (30, Postpartum). Alamat : Kp. Gaga RT 2/4, Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 4 kali Rani mengalami keguguran yang sangat berpengaruh pada perkembangan psikologinya. Disaat kehamilannya yang ke 5, ia kembali mengalami keguguran dan pendarahan hebat sehingga harus dirawat di ruang ICU. Rani sempat koma beberapa hari di Ruang ICU RS Anissa Lemah Abang Cikarang. Orang tua Rani hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang tak berdaya di ruang ICU, begitu pula suaminya, Pak Iwan (35) yang hanya seorang penjaga took mainan. Selama kurang lebih 1 minggu di rumah sakit, mereka sempat kehabisan bekal untuk kebutuhan beli makanan dan pampers. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Bu Rani mengalami keguguran


GIANTI PUTRI AMALIA ( 22, Retinoblastoma). Alamat : Taman Narogong Indah Jln Narogong Megah 8A, RT 2/21 Blok D07/05, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawa Lumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Gianti hanya menderita iritasi mata biasa, namun setelah diberi obat, keadaannya malah bertambah parah. Pada bulan Juli 2016, mata kiri Gianti semakin membesar, terasa sakit di mata kirinya dan juga kepalanya. Awalnya ia dibawa berobat ke puskesmas dan dari sana ia dirujuk ke RS Rawa Lumbu, namun karena peralatan yang tidak mendukung, maka Gianti di rujuk ke RS Hermina Kota Bekasi. Demikian pula di rumah sakit ini, Gianti membutuhkan alat pemeriksaan yang lebih memadai, akhirnya ia kembali dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Keadaannya sempat menurun drastis, dari hasil observasi dinyatakan belakang mata kiri Gianti ada tumor ganas, yang mendorong matanya sehingga nampak membesar dan menonjol. Akhirnya pada bulan Desember 2016 dilakukan operasi untuk pengangkatan mata kiri dan juga sebagian batok kepala bagian depan, namun di masa penyembuhan, ternyata terjadi kebocoran di kepala bekas tindakan oprasi sebelumnya. Kemudian dilakukan oprasi kembali pada tanggal 9 Januari 2017. Di bulan Maret 2017 dilakukan MRI dan kembali di temukan tumor baru di kepala bagian kanan. Akhirnya di tanggal 21 Maret 2017 di lakukan operasi yang ke tiga, untuk mengangkat tumor tersebut. Namun pada tanggal 14 Juli 2017, Gianti meninggal di rumahnya sebelum ada upaya evakuasi ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Gianto Yusufandi (54) hanya seorang buru serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Euis Nuryani (54) hanya ibu rumah tangga. Innalillahi wainaillahirojiun, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan uang duka untuk membantu biaya pemakaman Gianti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Bu Giyanti menderita retinoblastoma


ROMADHON BIN CUNDUK (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. Beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, istri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir :@indrades @dianfariza @yodhadidot @lianhumaira @DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Pak Romadhon menderita kanker kelenjar getah bening


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli menjalani operasi saluran anus.Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapi pasca operasi. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.530.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @indrades @resti @eka @DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Bu Yuli menderita kanker usus


SUDIYAH BINTI SUGENG (41, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Demangharjo, RT 2/5, Kec. Warureja, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016, Ibu Sudiya merasakan ada benjolan pada payudara sebelah kanan, kemudian Ibu Sudiyah periksa ke bidan desa. Oleh bidan desa kemudian disarankan untuk periksa ke dokter, setelah diperiksa ke dokter umum menyarankan untuk diperiksa ke dokter spesialis bedah untuk cek lab karena benjolan tersebut seperti gejala kanker payudara. Namun Ibu Sudiyiah tidak langsung menjalani pemeriksaan lanjut karena keterbatasan biaya. Keluarga menyarankan untuk melakukan pengobatan secara alternatif. Keadaan Bu Sudiyah setelah menjalani pengobatan alternatif semakin melemah dan kondisi luka benjolan pada payudara semakin membesar dan menjalar kearea sisi payudara lainnya hingga mengeluarkan bau tidak sedap. Pada bulan Maret 2017 Bu Sudiyah diperiksa di RSUD Mitra Siaga Tegal dan didiagnosa kanker payudara bagian kanan, oleh dokter dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Sudiyah sudah memiliki fasilitas jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sudiyah. Ibu Sudiyah dibawa ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan. Setelah menjalani perawatan intensif kondisi Ibu Sudiyah semakin kritis. Hingga pada tanggal 25 April 2017 Ibu Sudiyah meninggal dunia. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kepengurusan jenazah. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @nellasari_ @DiahPertiwi1110

Bu Sudiyah menderita kanker payudara kanan


DESI AKHIRANA RESDIAWATI (42, Kanker Serviks). Alamat : Desa Kauman, RT 13/7, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, Bu Desi merasakan nyeri pada pinggul diikuti keputihan yang berbau serta menggumpal. Setelah itu Bu Desi mengalami pendarahan. Bu Desi mengira bahwa pendarahan tersebut adalah siklus menstruasi. Namun menstruasi tersebut lebih panjang dari biasanya. Kemudian Bu Desi menjalani pemeriksaan di RS Khodijah untuk mendapat penanganan lebih instensif. Setelah menjalani pemeriksaan lab, dokter mendiaknosa bahwa Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B. Dokter merujuk Bu Desi ke RSUD Bendan Pekalongan untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Bu Desi terhenti. Suami Bu Desi yaitu Bapak Ahmad (45) yang bekerja sebagai buruh di Kalimantan tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Bu Desi. Meskipun biaya pengobatan sudah sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada awal februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Desi. Saat ini Bu Desi sedang menjalani program kemoterapi tahap satu. Pada 06 Oktober 2017 Bu Desi meninggal dunia di RSUP Dr. Kariadi Semarang ketika sedang menjalani rawat inap untuk program kemoterapi selanjutnya. Santunan di berikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang di tinggalkan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B


MUHAMMAD HASAN AL BASHRI (2, Megacolon Congenital). Alamat : Desa Karangmalang, RT 11/5, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya tanggal 21 Oktober 2015 Hasan lahir dengan normal tetapi setelah di cek oleh petugas kesehatan pasca lahir, ternyata Hasan mengalami gangguan obstruksi usus sejak lahir atau dalam bahasa medisnya adalah Megacolon Congenital yang menyebabkan tidak bisanya usus untuk mendorong kotoran keluar melalui dubur secara otomatis. Saat Hasan masih bayi, orangtuanya pernah membawa ke dokter untuk diperiksakan lalu dokter menyarankan untuk operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang dengan meminta surat rujukan dari Rumah Sakit daerah. Keterbatasan biayalah yang menjadi kendala dek Hasan untuk segera dirujuk, Bapak Muahsinin yang seorang guru ngaji di kampung nya dengan bayaran seikhlasnya dari orangtua anak muridnya dan Ibu Muslikha yang seorang ibu rumah tangga mengharuskan mereka meminta alternatif jalan lain yang lebih terjangkau biayanya dibandingkan operasi. Akhirnya dokter menyarankan untuk sementara waktu, Hasan bisa BAB dengan diberikan obat suppositoria yaitu obat yang dimasukkan dalam dubur untuk ‘memancing’ kotoran keluar. Tak berhenti sampai disitu, setiap Hasan tidak BAB, perutnya makin membesar bahkan pernah tidak BAB selama 1-2 minggu. Alhamdulillah, awal April 2017 kurir Sedekah Rombongan Tegal mendapat info dari Bidan desa setempat tentang kondisi Hasan, bergerak cepat, kurir langsung mendatangi kediaman Hasan dan orangtuanya di desa Karangmalang, Tegal. Setelah proses pembuatan rujukan ke RSUD Soesilo Slawi untuk RSUP Dr. Kariadi Semarang sudah dibuat, MTSR langsung menjemput Hasan dan orangtuanya menuju Semarang. Hasan mulai menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan pendampingan #Sedekahrombongan. Awal pengobatan dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi. Bantuan ini diberikan untuk bantuan akomodasi. Semoga proses pengobatan Hasan lancer dan segera diberikan kesembuhan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @desiariyanii @DiahPertiwi1110

Hasan menderita megacolon congenital


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus). Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @hanifpeduli @DiahPertiwi1110

Lia menderita penyumbatan anus


ALFAN TAUFIQU (11, Kanker Kelenjar Getah Bening) alamat Desa Kasepuhan Kec. Batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun yang lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh Dik Alfan. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36) Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dik Alfan dan membawanya ke Semarang untuk melakukan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Kemoterapi tahap pertama dinyatakan telah selesai. Saat ini Dik Alfan sedang menjalani kemoterapi tahap ke dua siklus ketujuh di RSUP Dr Kariadi. Dan sudah dilakukan perawatan yang insetif oleh para Dokter di RSUP Dr Kariadi. Alhamdulilah berkat bantuan dan doa dari Sedekaholic kondisi Dik Alfan semakin membaik. Proses Kemoterapi akan dilanjutkan untuk menekan benjolan pada Limfa. Semoga Allah memudahkan pengobatan Dik Alfan. Setelah menjalani program kemoterapi selama 8 kali siklus dan dilakukan penyinaran MRI, hasilnya benjolan pada Limfa sudah tidak ada. Dilanjutkan kontrol rutin tiap 2 minggu sekali di RSUD DR. Kariadi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 974.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @indrades @ifatkhiyaah @Qiiyu @DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Alfan menderita kanker kelenjar getah bening


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan 30 kali penyinaran. Setelah pogram kontrol rutin sebulan sekali untuk cek perkembangan pengobatan, kini Bu Suniah dijadwalkan kontrol 6 bulan sekali. Santunan di bereikan untuk membantu biaya akomodasi dan pengobatan selama menunggu jadwal kontrol. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Bu Suniah menderita kanker payudara kanan


KARWIJIONO BIN BASARI (47, Katarak Glukoma). Alamat Jln. Yos Sudarso, Gg. Musi, Ketandan Rt 04/ Proyonanggan Utara, Batang, Kab. Batang. Pak Karwi, menderita penyakit Katarak Glukoma sejak usianya 18 tahun, semakin tahun pengelihatannya semakin memburuk, karena keterbatasan biaya ia tidak melanjutkan pengobatan yang di anjurkan oleh Dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUP Dr. Kariadi Semarang, Istri Pak Karwi, Endah Rukmiati (41) bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga dan Pak Karwi sendiri bekerja sebagai nelayan dengan pendapatan yang cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari. Pak Karwi memiliki 4 orang anak, 1 diantaranya sudah bekerja di pabrik, dan 3 yang lainya masih bersekolah di SD, SMP, dan SMA. Pada bulan April 2017 Kurir dari #sedekahRombongan di pertemukan dengan Pak Karwi, dan sepakat memberi dampingan kepada Pak Karwi selama berobat di Semarang. Pak Karwi telah menjalani kontrol di RSUP Dr. Kariadi, ia merasakan kemajuan pada matanya yang sedikit demi sedikit mulai dapat melihat kembali. Pak Karwi akan melakukan kontrol rutin selanjutnya dengan bantuan akomodasi dari #SedekahRombongan. Santunan di berikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @indrades @nellasari @naadiahusna

Pak Karwi menderita penyakit katarak glukoma


SUDI BIN KASDI (46, Tumor Kepala). Alamat : Desa Sidorejo Tengah, RT 5/4, Kec. Balong Kembang, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, pada tahun 2004 lalu terdapat benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang Pak Sudi. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Pak Sudi dibawa ke RS Kelet Jepara untuk pemeriksaan awal. Dokter mendiagnosa bahwa Pak Sudi menderita tumor kepala sehingga harus dilakukakan operasi pengangkatan tumor. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet Jepara. Setelah operasi, Pak Sudi hanya kontrol perawatan luka.Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternatif, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya Pak Sudi menjalani operasi ke-2 di bulan April 2014 di RSUD Kartini Jepara. Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, Pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RSUP Dr. Kariadi Semarang di bulan November 2014.Operasi yang ke-3 terhenti karena tidak adanya biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Pak Sudi yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas dan istrinya yaitu Bu Marsulin adalah ibu rumah tangga.Pak Sudi masih memiliki dua anak yang masih bersekolah. Merasa sudah tidak mampu dengan biaya transportasi tersebut. Meskipun biaya pengobatan sudah dicover BPJS PBI Kelas III yang dimiliki. Hingga atas ijin Allah, pada awal September 2014 tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Sudi. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Pak Sudi. Saat ini Pak Sudi sudah menjalani operasi yang ke-3 dan melanjutkan program kemotherapi.Setelah satu tahun, saat ini Pak Sudi telah selesai menjalani serangkaian paket kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi. Selanjutnya Pak Sudi masih harus menjalani kontrol rutin, evaluasi untuk hasil dari kemoterapinya. Evaluasi yang dijalani beliau saai ini dilakukan secara berkala 3 bulan sekali. Alhamdulillah, hasil evaluasi baik dan tidak ada tanda – tanda kemunculan sakitnya lagi. Proses pengobatan Pak Sudi masih panjang. Santunan yang disampaikan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang. Semoga kesembuhan segera diperoleh Pak Sudi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 921.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @indrades @desiariyanii@DiahPertiwi1110 @naadiahusna

Pak Sudi menderita tumor kepala


PURFI MARTALIA (38, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Siasem RT 10/001 Kec. Wanasari, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan September 2015, Bu Purfi memiliki keluhan sering bersin-bersin, kemudian muncul benjolan kecil di hidung. Bu Purfi kemudian berobat ke RSUD Brebes dan didiagnosa sakit polip. Setengah bulan menjalani pengobatan, Bu Purfi menjalani operasi pengangkatan polip di RSUD Brebes. Namun setelah operasi, benjolan semakin membesar sehingga Bu Purfi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Purfi terkena kanker nasofaring. Bu Purfi sudah menjalani pengobatan, program kemoterapi, dan operasi sebanyak tiga kali di RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2016. Bu Purfi menjalani operasi ke-empat pada awal tahun 2017 dan beberapa kali melakukan penyinaran. Karena kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya hidup dan transportasi selama pengobatan di Semarang, pengobatan Bu Purfi mengalami beberapa hambatan. Bu Purfi sebelum sakit pernah bekerja sebagai guru honorer di sekolah. Suami Bu Purfi, Pak Ahmad Rifai dahulu bekerja sebagai buruh di sekitar rumah. Bu Purfi masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih kecil. Saat ini Bu Purfi sudah memiliki fasilitas BPJS Non PBI Kelas III. Karena dibutuhkan banyak biaya transportasi mengingat jarak rumah dengan RSUP Dr. kariadi sangat jauh, Bu Purfi membutuhkan pendampingan. Tanggal 1 Mei 2017, Bu Purfi dipertemukan dengan #SedekahRombongan tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Bu Purfi. Saat itu, Bu Purfi sudah melakukan program penyinaran sebanyak 3 kali dari program 33 kali penyinaran. Alhmadulillah, saat ini Bu Purfi sudah menjalani penyinaran sebanyak 15 kali. Kondisi Bu Purfi masih memakai selang NGT, karena tidak bisa memakan makanan biasa, Bu Purfi hanya bisa mengkonsumsi susu peptisol. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Purfi menjalani pengobatan di Semarang. Mohon doanya semoga Bu Purfi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.038.695,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Purfi terkena kanker nasofaring


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menyelesaikan program kemoterapi ke-8. Bu Maryati belum bisa melanjutkan kemoterapi selanjutnya karena kondisi tubuhnya menurun. Tanggal 23 April 2017 pukul 16.26 WIB, Bu Maryati dibawa ke IGD RSUP Dr. Kariadi karena kritis. Pukul 17.45, Bu Maryati menghembuskan nafas terakhir di IGD RSUP Dr. Kariadi. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pemakaman Bu Maryati. Semoga almarhumah Bu Maryati diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003 .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @Indrades @naadiahusna @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Maryati menderita kanker payudara stadium 3


ABDURROCHIM BIN CASMADI (44, Kanker Usus). Alamat : Dk. Milahan Timur RT 5/3, Kel. Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada Mei 2016 Pak Abdurrochim mengeluh sakit di bagian perut, kemudian Pak Abdurrochim berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas Pak Abdurrochim diberi rujukan untuk berobat ke RSUD Bendan. Dari RSUD Bendan, Pak Abdurrochim dirujuk ke Poli Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter mendiagnosa bahwa Pak Abdurrochim menderita Kanker Usus. Pak Abdurrochim dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Istri Pak Abdurrochim yaitu Ibu Nur Sekhah (38) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa keberatan apabila PakAbdurrochim berobat di Semarang. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya transportasi. Meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh JKN – KIS PBI. Pak Abdurrochim masih memiliki satu anak yang masih sekolah. Pada pertengahan November 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Abdurrochim. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Setelah menlajani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semrang Pak Abdurrochim meninggal dunia pada 11 Mei 2017 di rumahnya. Santunan di berikan kepada pihak keluarga untuk membantu pengurusan jenazah. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1003.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @nellasari_ @DiahPertiwi1110

Pak Abdurrochim menderita kanker usus.


SYAKIRA PRAMUDITA AZMI (5 bl, Hydrocephalus). Alamat : Desa Wangandalem RT 5/2 Brebes, Jawa Tengah. Penantian kelahiran buah hati yang kedua dari pasangan Bapak Jaenudin (37) dan Ibu Warniti (36) sangatlah ditunggu-tunggu. Setelah 13 tahun lamanya, 4 Januari 2017 akhirnya mereka diberikan bayi kembar yang diberi nama Syakira dan Syahira. Meskipun dilahirkan dengan prematur tetapi mereka lahir dalam keadaan normal. Tetapi saat bulan Maret 2017 tepatnya saat mereka berumur 2 bulan, orangtua Syakira menyadari semakin hari lingkar kepala Syakira semakin membesar dibandingkan kepala kembarannya. Lalu dibawalah Syakira oleh orangtuanya ke dokter di desanya, saat diperiksa dokter mendiagnosa, Syakira mengalami suspect Hydrosephalus (pembesaran karena produksi cairan berlebih di kepala) dan lingkar kepalanya sudah mencapai 45 cm. Dokter menyarankan untuk diperiksa ke doter spesialis ke RSUD terdekat. Bapak Jaenudin (37) hanyalah seorang pedangang gorengan dengan pengahasilan tidak menentu dan Ibu Warniti (36) sebagai Ibu Rumah Tangga, keterbatasan biaya karena tunggakan BPJS belum terbayarkan menyebabkan orangtua Syakira mengurungkan niatnya untuk memeriksakan ke dokter spesialis. Alhamdulillah pada bulan Mei 2017, kurir #SedekahRombongan Tegal dipertemukan dengan orangtua Syakira, bergerak cepat, kurir menyampaikan santunan dari #sedekaholic untuk pembayaran BPJS juga transportasi ke RSUD Brebes dan dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal. Santunan di tujukan untuk membantu biaya akomodasi selama pengobatan Syakira.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @astialfatin

Syakira menderita hydrocephalus


MUHAMAD ARIF SUBKHAN, (13, Patah Tulang). Alamat : Jalan Brotojoyo Tengah II/2, RT 06/03, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang. Arif, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas VII di SMP Muhammadiyah 5 Semarang. Arif mengalami patah tulang sejak 3 tahun lalu. Berawal pada pertengahan Desember 2013 jatuh dari sepeda ketika ia bermain sepeda bersama teman – temannya, hingga menyebabkan tulang tangan kirinya patah. Arif segera dibawa ke Puskesmas Bulu Lor dirujuk ke RSUD Tugurejo, Semarang. Di sana Arif ditangani dengan segera, namun karena keterbatasan biaya, penanganan Arif hanya sampai photo roengen tulang yg patah saja. Hingga 6 bulan berikutnya saat Arif sekolah tidak sengaja tersenggol oleh temannya, dan tulang yang belum sembuh sempurna itu bergeser lagi. Kejadian itu berulang satu tahun berikutnya. Yang terakhir, September 2016 pada saat pelajaran olahraga, Arif melakukan push up dan tangannya tidak kuat menumpu badan hingga terjadi pergeseran lagi di tulangnya. Orang tua Arif hanya bisa pasrah jika Arif akan dioperasi, karena terbentur masalah biaya. Ayah Arif, Sugiyarto (57) dan ibunya, Muryati (45) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Saat ini, biaya pengobatan sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Sugiyarto mengais rezeki dan menafkahi 5 orang anaknya dengan menarik becak, sedangkan Muryati bekerja serabutan. Mereka tinggal di rumah kontrakan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Arif segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bersekolah seperti biasa. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 737.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna @yodhadidot

Arif mengalami patah tulang


MUHAMAD WILDAN AFANI (1, Atresia Ani). Alamat : Desa Lambanggelun, RT 1/1, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, lahir seorang bayi laki-laki bernama Wildan. Semua keluarga gembira menyambut kelahiran Wildan. Namun, tiba-tiba kabar kurang menyenangkan datang dari dokter yang penangani persalinan ibu Wildan. Saat itu dokter menjelaskan bahwa Wildan lahir dengan kondisi tidak normal. Wildan memiliki kelainan pada saat lahir yaitu atresia ani atau yaitu tidak memiliki anus. Dokter menjelaskan bahwa Wildan harus menjalani operasi supaya memiliki anus. Tetangga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut kemudian secara sukarela membantu agar Wildan bisa segera operasi. Operasi tahap satu pun dilakukan yaitu pembuatan colostomi (anus buatan) di perut kiri sebagai jalan pembuangan tinja sementara yang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah operasi tahap satu selesai, Wildan harus menjalani operasi tahap dua yaitu pembuatan anus diusia 6 bulan. Namun operasi tersebut belum bisa dilakukan saat Wildan berusia 6 bulan. Orang tua Wildan yaitu Pak Nasib Sugiono (22) yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan Bu Titi Murni (21) hanyalah ibu rumah tangga biasa merasa tidak mampu dengan biaya transportasi yang harus mereka siapkan. Pak Nasib dan Bu Titi Saat itu Pak Nasib seakan-akan menyerah. Meskipun biaya pengobatan telah dijamin oleh fasilitas kesehatan yang telah dimiliki yaitu BPJS PBI Kelas III. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Nasib. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Wildan. Serangkaian tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi telah selesai dilakukan dan Wildan sudah menjalani operasi tahap dua. Saat ini Wildan sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000​,-
Tanggal : 18 Mei 2017​
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @DiyahSumanti @DiahPertiwi1110

Wildan menderita atresia ani


MUCHAMMAD DWI ANUGRAH (5, Pembengkakan Pembuluh Darah + Patah Tulang). Alamat : Desa Proyonanggan, RT 05/05, Kec. Batang, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Dik Anugrah atau sering dipanggil Dik Nunug. Awalnya pada tahun 2014, Dik Nunug mengeluh gatal pada kaki kirinya, orang tuanya mengira bahwa gatalnya hanya karena alergi biasa. Semakin lama gatalnya semakin melebar dan kaki kirinya semakin bengkak. Saat diperiksakan ke RSUD Batang, dokter mendiagnosa Dik Nunug menderita penyakit tulang rapuh dan permbengkakan pembuluh darah atau Hemangioma sehingga harus dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada bulan Januari 2016, Dik Nunug jatuh setelah didorong temannya saat bermain, sehingga harus dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dokter hanya memasang gips pada kaki kiri Dik Nunug dan belum berani mengambil tindakan operasi karena Dik Nunug harus menjalani operasi besar, sehingga harus menunggu kondisi tulangnya membaik. Pada bulan Juli 2016, Dik Nunug kembali jatuh dan saat dicek di RSUP Dr. Kariadi ternyata ada tulang yang lepas, sehingga harus segera dioperasi. Ayah Dik Nunug, Pak Sukirno (39) yang hanya bekerja sebagai buruh batu berpenghasilan pas-pasan dan ibunya, Bu Wahyuni (36) yang tidak bekerja ternyata tidak cukup untuk membawa Dik Nunug bolak-balik Semarang-Batang. Meskipun biaya pengobatan telah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada akhir Juli 2016 Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Nunug, yang selanjutnya Dik Nunug menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 21 Februari 2017, Dik Nunug menjalani operasi pelepasan pen dan pengambilan cairan yang berada di kaki. Sampai saat ini hasil operasi bagus dan kaki Dik Nunug tidak bengkak lagi. Santunan dari #sedekaholics ditujukan untuk Dik Nunug dan keluarga untuk biaya akomodasi saat pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @DiahPertiwi1110

Dwi menderita pembengkakan pembuluh darah + patah tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SAMIYEM KARSOWIJOYO 1,000,000
2 NAYLA HASNA KAMILA 750,000
3 PUTRI RAHAYU 1,000,000
4 ILAH BINTI ANHAIP 1,250,000
5 DARYA IRWANTO 750,000
6 RASWI SURJO 1,000,000
7 MTSR KARAWANG 3,000,000
8 RIKA MAELANI 500,000
9 DELISA SELVIANA PUTRI 500,000
10 IDI BIN JUMANTA 500,000
11 BUDIMAN BIN IYAT 500,000
12 MIRA MAURIKA INDRIKA 500,000
13 JANURI BIN WIRANTA 500,000
14 MUHAMAD NUROHMAH HAKIM 500,000
15 ROHANIAH BINTI KURDI 2,000,000
16 MUHAMMAD ARKHA HERDIANSYAH 500,000
17 HARUN BIN USMAN 500,000
18 SULAMI BINTI MAEDI 2,900,000
19 SULAMI BINTI MAEDI 10,000,000
20 SITI NURJANNAH 500,000
21 ERUM BINTI INU 500,000
22 MUHAMMAD FATIH 500,000
23 DEWI DIPRIYANI 500,000
24 AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA 500,000
25 ASEP SUPRIATNA 500,000
26 MTSR TASIKMALAYA 1,200,000
27 JAKA ROMA 500,000
28 ROSNELLY BINTI HAMZAH 1,000,000
29 ELSA SUCI RAMADHANI 1,380,000
30 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
31 WILDA SARI 1,000,000
32 SYARIP BIN LIAN 500,000
33 RANI HARTATI 500,000
34 GIANTI PUTRI AMALIA 500,000
35 ROMADHON BIN CUNDUK 500,000
36 YULI HIDAYATI 1,530,000
37 SUDIYAH BINTI SUGENG 2,000,000
38 DESI AKHIRANA RESDIAWATI 1,500,000
39 MUHAMMAD HASAN AL BASHRI 500,000
40 LIA LIFIANA 1,100,000
41 ALFAN TAUFIQU 500,000
42 SUNIAH BINTI RASDJAN 500,000
43 KARWIJIONO BIN BASARI 1,100,000
44 SUDI BIN KASDI 500,000
45 PURFI MARTALIA 2,038,695
46 MARYATI BINTI KASNURI 1,000,000
47 ABDURROCHIM BIN CASMADI 1,000,000
48 SYAKIRA PRAMUDITA AZMI 1,000,000
49 MUHAMAD ARIF SUBKHAN 500,000
50 MUHAMAD WILDAN AFANI 500,000
51 MUCHAMMAD DWI ANUGRAH 900,000
Total 55,398,695

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 55,398,695,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1027 ROMBONGAN

Rp. 53,048,127,112,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.