Rombongan 1026

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.
Posted by on July 24, 2017

MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Pajak tahun 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan yang hadir di Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Mtsr ini sangat berguna bagi warga Magetan dan sekitar nya khususnya untuk duafa yang tidak mampu berobat. Kiprah nya di Magetan selama 2,5 tahun terakhir sangat lah bermanfaat untuk warga Magetan dan sekitar nya. Laporan kali ini ditujukan untuk keperluan pembayaran pajak tahun 2017 setelah laporan sebelum nya masuk dalam rombongan 1007. Semoga keberadaan Mtsr di Magetan terus dapat bermanfaat dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholic maupun seluruh kurir Sedekah Rombongan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 567.000
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive Allcrew

Biaya operasional pajak tahun 2017


SAID BIN YUSUF (20, Luka Robek Kaki). Alamat : Kampung loden, Dusun Pendeh, Kec. Jrengik, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Awal Juni 2017, Said mengalami kecelakaan motor tunggal saat perjalanan menuju rumahnya. Kecelakaan naas itu, menyebabkan luka cukup parah di kaki nya, dan mendapatkan penanganan pertama di puskemas di Jrengik. Sebanyak 26 jahitan dilakukan untuk bisa menyatukan luka sobek di kaki kirinya. Untuk proses penyembuhan, ia diharuskan kontrol rutin ke puskemas. Said tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga untuk berobat, ia harus menggunakan dana pribadi. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Pak Turah (55) dan Bu Mujenna (50) yang sama2 bekerja sebagai buruh tani ini, masih belum bisa beraktivitas kembali karena luka nya masih belum kering. Semoga bantuan yang diberikan dari sedekaholic dapat membantu proses penyembuhan kaki nya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @bungfafan

Said menderita luka robek kaki


YETTI SUSIANA (38, Tumor Palatum). Alamat : Jalan 21 Januari No. 47, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Istri dari Bapak Sarifudin (51) ini pada tahun 2006 merasakan ada benjolan di dalam mulut bagian rahang atas. Bu Yetti mengira benjolan itu adalah amandel biasa, namun semakin lama semakin membesar. Saat itu karena terkendala biaya, Bu Yetti mengurungkan diri untuk berobat ke dokter ataupun Puskesmas terdekat. Benjolan Bu Yetti semakin membesar, bahkan hampir menutupi saluran yang menuju ke kerongkongannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSU Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Bu Yetti harus dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk tindakan operasi. Bu Yetti sudah memiliki KIS, namun pekerjaan Pak Sarifudin sebagai buruh serabutan, penghasilannya tidak mampu membiayai biaya transportasi dari Balikpapan ke Surabaya dan biaya hidup selama berobat di Surabaya. Alhamdulillah setelah dibantu oleh Sedekah Rombongan, Bu Yetti dengan membawa anaknya yang paling kecil, Arif Ardan (3), dapat berangkat ke Surabaya pada Selasa, 28 Februari 2017. Sesampainya di Surabaya Bu Yetti beserta anaknya dijemput oleh Kurir Sedekah Rombongan Surabaya dan menginap di RSSR Surabaya. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan di RS Dr. Soetomo Surabaya, operasi tumor palatum dilaksanakan pada Jumat, 17 Maret 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan tumor palatum yang berhasil diangkat berdiameter 6 cm. Pasca operasi, Bu Yetti menjalani perawatan dan setelah kondisinya membaik diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada 20 Maret 2017. Pada tanggal 6 April 2017, Bu Yetti pulang ke Balikpapan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya kepulangan Bu Yetti dan anaknya ke Balikpapan. Alhamdulillah saat ini berat badan Bu Yetti sudah naik 6 kg dibandingkan saat sebelum menjalani operasi. Semoga kondisi Bu Yetti terus membaik. Sebelumnya Bu Yetti telah dibantu dalam Rombongan 976.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @arfanesia @fperwiro Dimas Wahyu Setiawan @ririn_restu

Bu Yetti menderita tumor palatum


ASMUDIN BIN ABDULLAH (55, Stroke + Paru-paru). Alamat : Desa Pasir Bangun, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi. Aceh. Bapak dari 5 orang ini kini tidak mampu lagi bekerja memenuhi kebutuhan keluarga setelah terserang stroke pada awal tahun 2013. Istri Bapak Asmudin, Ibu Salimah, yang menggantikan mencari nafkah guna mencukupi segala kebutuhan rumah tangga. Ibu Salimah hanya sebagai pedagang tape keliling, ia berkeliling mendorong gerobak kesayangannya untuk menjajakan tape dagangannya. Hasil yang diperoleh dari berjualan tape hanya cukup untuk makan keluarga. Tepat pada Januari 2013, Bapak Asmudin mengalami kejang-kejang dan oleh keluarga dibawa ke Puskesmas Lawe Alas untuk dilakukan pertolongan pertama. Dokter Puskesmas merujuk Bapak Asmudin ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane Aceh Tenggara untuk penanganan lebih lanjut. Bapak Asmudin mengalami koma selama beberapa hari dan siuman dalam kondisi hilang ingatan. Bapak Asmudin dibawa pulang oleh keluarga karena tidak ada biaya hidup selama di rumah sakit. Bapak Asmudin juga sering merasakan sesak napas. Keluarga Bapak Asmudin tinggal di sebuah gedung bekas Kantor LPEM kecamatan Lawe Alas, karena tidak memiliki rumah. Melihat kondisi keluarga Bapak Asmudin, kurir Sedekah Rombongan menyampaika bantuan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan Bapak Asmudin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir :@arfanesia @pratiwi5566 @gherdatama @ririn_restu

Pak Asmudin menderita stroke + paru-paru


MUDIRIN BIN KARTAWIKRAMA (49, Gangguan Syaraf). Alamat : Dusun Sidaurip, RT 19/4, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Pak Mudirin merantau ke Batam sejak 1 tahun lalu untuk mengadu nasib, ia bekerja serabutan demi menafkahi keluarganya di kampung. Pada 22 Mei 2017, Pak Mudirin mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka di bagian kepala hingga mengalami gangguan syaraf. Pak Mudirin dirawat di RS Elisabet Batam Center selama 10 hari lebih, sedangkan di Batam ia tidak memiliki saudara. Alhamdulillah teman Pak Mudirin di Peguyuban Cilacap dapat membantu biaya selama di rumah sakit secara gotong royong. Saat kondisi Pak Mudirin sudah agak membaik, pihak keluarga ingin segera membawanya pulang kembali ke kampung halaman di Cilacap. Kondisi ekonomi Pak Mudirin dan keluarga di kampung halaman yang kurang mampu menjadi kendala untuk membeli tiket kepulangan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Mudirin, dan bantuan pembelian tiket untuk kepulangannya pun telah disampaikan. Semoga Pak Mudirin segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Arlia @ririn_restu

Pak Mudirin menderita gangguan syaraf


NURMAIDAH BINTI RASIMUN (56, Dhuafa). Alamat : Jalan Raja Ali Haji, RT 18, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Suami Bu Nurmaidah telah meninggal dunia sejak 3 tahun yang lalu. Saat ini Bu Nurmaidah hidup dengan kedua anaknya beserta 2 orang cucu. Bu Nurmaidah tinggal di rumah milik sendiri namun tanahnya menumpang tanah milik orang lain. Untuk biaya hidup sehari-hari, beliau mengandalkan upah anaknya yang bekerja di toko bangunan. Selama ini beliau belum pernah mendapatkan subsidi program pemerintah (Raskin, KIS, BPJS, dan lain-lain). Terlepas dari kondisinya yang sulit, Ibu Nurmaidah tidak pernah mau berhutang kepada orang lain. Anaknya yang perempuan (Sabilla) masih sekolah di SMK 1 Dumai kelas 1 dan masih memiliki tunggakan uang SPP/Komite selama 8 bulan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Nurmaidah dan santunan pun disampaikan untuk membantu pembelian sembako serta pembayaran tunggakan SPP sekolah anaknya. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Bantuan pembelian sembako serta pembayaran tunggakan SPP sekolah


MELISA ANAWILANI (30, Kista). Alamat : Jl. Sungai Teras, Gg. Jati Sarana, Kelurahan STDI, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pada bulan Desember 2011, Bu Melisa didiagnosa menderita kista dan disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan kista oleh dokter. Sayangnya Bu Melisa tidak bisa memenuhi saran dokter untuk operasi karena keterbatasan biaya. Bu Melisa memilih untuk melakukan pengobatan alternatif untuk mengobati penyakitnya tersebut. Dua tahun berselang, pengobatan Bu Melisa terhenti karena biaya yang tidak mencukupi untuk meneruskan pengobatan. Pada tanggal 20 April 2017, Bu Melisa merasakan nyeri yang tak tertahankan dan sekujur tubuh terasa kebas hingga keluarga langsung membawa beliau ke RSUD Dumai dan dirawat inap. Kemudian pada tanggal 7 Mei 2017, Bu Melisa dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru karena keterbatasan alat di RSUD Dumai. Setelah dilakukan pemeriksaan USG dan diberi obat pereda nyeri, alhamdulillah pada tanggal 9 Mei 2017 dilakukan operasi pengangkatan kista. Alhamdulillah saat ini Bu Melisa sudah memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas 3, namun keluarga masih tetap mengalami kesulitan untuk biaya akomodasi dan transportasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Bu Melisa dan membantu biaya akomodasi transportasi agar beliau dapat menjalani pengobatan dengan lancar. Semoga Bu Melisa segera pulih dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @jangajid @sulistyaone

Bu Melisa menderita kista


HALIMAH BINTI SAIMI (72, Nyeri Punggung). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 8/2, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada bulan Februari lalu, bu Halimah merasakan nyeri pada bagian perut dan pinggangnya. Rasa sakit yang beliau alami semakin menjadi saat malam hari dimana bagian perut hingga punggungnya terasa panas. Bu Halimah belum pernah menjalani pengobatan medis meski sudah memiliki Jamkesda karena terbatasnya biaya untuk transportasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Bu Halimah dan membantu biaya transportasi agar Bu Halimah segera dapat berobat dan menjemput kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Anggi Evi Iqbal Wawan Eka @sulistyaone

Bu Halimah menderita nyeri punggung


GHICEL ALORA LIANDO (1, Hidrosepalus). Alamat : Jalan Rimba Mutiara, RT 27/11, Kelurahan Simpang Pulai, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ghicel adalah bayi yang lahir dari pasangan Pak Jerry dan Bu Ira. Saat masih dalam kandungan 7 bulan, Ghicel terdeteksi mengalami kelainan di kepalanya (kepala membesar) melalui pemeriksaan USG di RS Medicare Sorek, sehingga dokter harus melakukan operasi caesar untuk kelahiran Ghicel. Akhirnya Alhamdulillah Ghicel lahir melalui operasi caesar di RS Evarina dan setelah ia berumur 1 minggu dokternya merujuknya ke RSUD Arifin Achmad untuk dilakukan perawatan yang lebih intensif. Di RSUD Arifin Achmad, dokter melakukan operasi pemasangan selang ke saluran air kecing untuk membuang cairan yg ada di kepala. Alhamdulillah setelah menjalani rawat inap 1 minggu paska operasi, Ghicel diperbolehkan pulang dengan jadwal kontrol setiap 4 hari sekali ke RSUD AA. Dan selama 3 bulan setelah itu, ia menjalani kontrol 1 bulan sekali karena kepalanya bertambah besar sejalan dengan pertumbuhannya. Ghicel akan menjalani operasi lanjutan untuk penambahan selang namun karena kondisinya belum fit dengan terdapatnya luka di bagian punggungnya, operasi terpaksa harus diundur. Kondisi Ghicel saat ini masih belum membaik dengan kepalanya yang semakin membesar dan bagian pinggang hingga kakinya mati rasa meskipun luka di punggungnya sudah mulai mengering. Proses pengobatan Ghicel yang masih panjang serta kedua orang tuanya yang tidak bekerja membuat perekonomian keluarga sangat sulit sehingga mereka terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi untuk membawa Ghicel menjalani kontrol rutin berobatnya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan Ghicel dan santunan yang disampaikan digunakan untuk membantu biaya akomodasi di rumah sakit. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan Ghicel segera diberikan kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @nhpita Siswanto Anggi Evi Iqbal @rizky_zary

Ghicel menderita hidrosepalus


SITI CHOIRIYAH (57, Stroke). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 3/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sejak bulan Maret 2015, Bu Siti tiba-tiba merasa lemas dan jatuh kemudian beliau dibawa ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Selasih. Dari hasil pemeriksaan dokter, Bu Siti mengalami hipertensi dan harus dirawat inap. Namun pada bulan Juni 2016, Bu Siti tiba-tiba tidak bisa berdiri setelah menjalani sholat subuh dan sejak saat itu keluarga menyarankan agar beliau berobat ke Pulau Jawa. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan bahwa syaraf sebelah kiri tersumbat Bu Siti tersumbat sehingga bagian kiri kaki dan tangan beliau tidak bisa digerakkan dan ia positif mengalami stroke pada bagian kiri tubuhnya. Sejak saat itu, Bu Siti sudah sulit mobilisasi dan hanya bisa duduk di kursi roda. Sebulan kemudian, beliau pulang ke Riau. Pada bulan Maret 2017 kondisi Bu Siti semakin memburuk, badannya lemas dan beliau tidak bisa duduk lagi. Kemudian ia dibawa kembali ke RSUD Selasih dan hasil CT Scan menunjukkan beliau mengalami stroke total dengan kondisi seluruh syaraf otak tersumbat dan sejak beliau tidak bisa melakukan apa-apa lagi hingga kini. Setiap 2 jam sekali, badan Bu Siti harus dimiringkan ke kanan dan ke kiri dengan bantuan anaknya. Saat ini beliau sudah makan melalui selang, wajah dan tangan sebelah kanannya mulai membengkak serta bagian pinggulnya sudah melepuh. Selang makannya harus diganti setiap sepuluh hari sekali di RSUD Selasih pada saat kontrol rawat jalan. Suami Bu Siti, Pak Sugiono (58), adalah seorang pekerja serabutan di kampung halaman dengan penghasilan yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kondisi kesehatan yang sudah terganggu. Selama pengobatannya, Bu Siti ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun keluarga masih terkendala dengan pembelian susu dan biaya transportasi selama beliau berobat jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Siti dan bantuan pun disampaikan untuk meringankan beban keluarga. Semoga kesehatan Bu Siti semakin membaik dan beliau bisa sembuh dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @nhphita Siswanto @karin_lathief

Bu Siti menderita stroke


SYIFAMU LESTARI (16, Dhuafa). Alamat : Desa Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Syifa adalah anak semata wayang dari Pak Sugiono (51) dan Ibu Rubiah (42). Pak Sugiono sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani serabutan di kampung halamannya dan Ibu Rubiah adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugiono yang minim tidak mencukupi kebutuhan keluarganya dan keperluan sekolah Syifa. Kondisi tempat tinggal Syifa sangat memprihatinkan dan hanya menumpang di tanah milik orang lain di daerah persawahan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga masih mengalami kesulitan sementara uang pembayaran SPP Syifa pun sudah menunggak 4 bulan. Setiap berangkat dan pulang dari sekolah, Syifa harus berjalan kaki dengan menempuh jarak 6 km setiap harinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Syifa dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu pembayaran SPP dan pembelian sepeda yang dapat digunakan untuk transportasi Syifa ke sekolah setiap harinya. Semoga Syifa selalu semangat menuntut ilmu dan menjadi anak yang sukses nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @nhphita Miftahul Ulum @karin_lathief

Bantuan pembayaran SPP dan pembelian sepeda


ROSNITA PERPETUA (51, Suspek Gangguan Ginjal). Alamat : Desa Rambah Baru, RT 5/1, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sejak bulan Agustus 2016 lalu, Ibu Rosnita merasakan kaki dan tangannya kebas. Awal pemeriksaan penyakitnya di bidan, Ibu Rosnita didiagnosa menderita penyakit asam urat dan anemia. Saat pergi berjualan di pasar, ia kadang mengalami pusing serta muntah-muntah. Saat ini kondisi badan Ibu Rosnita semakin kurus dan susah buang air, dimana saat buang air kecil urinenya berwarna merah seperti darah dan keluarnya pun hanya sedikit. Ibu Rosnita ingin berobat ke medis untuk mengetahui lebih lanjut penyakitnya akan tetapi keluarga tidak mempunyai biaya yang cukup, apalagi saat ini ia sudah tidak kuat berjalan dan tidak bisa duduk. Ibu Rosnita dan suaminya, Pak Muhaer Candra (51), yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak punya rumah dan hingga kini mereka tinggal di rumah yang difasilitas oleh warga desa. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnita dan bantuan tersebut digunakan untuk biaya akomodasi berobat ke RS. Semoga kesehatan Ibu Rosnita semakin membaik dan ia bisa beraktivitas seperti sediakala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @nhphita Mustakwa Lendri @karin_lathief

Bu Rosnita menderita suspek gangguan ginjal


WINDI ALFIA PUTRI (15, Lumpuh). Alamat : Rambah Baru, RT 2/2, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Windi lahir dalam kondisi prematur, sejak kecil ia tidak bisa berbicara dan bergerak aktif seperti usia remaja pada umumnya. Windi tinggal bersama nenek, kedua orang tuanya dan adik-adiknya. Kehidupan mereka masih dalam kondisi sulit, padahal kebutuhan hidup sehari-hari keluarga sangat banyak termasuk diantaranya adik-adik Windi yang masih membutuhkan biaya sekolah. Hingga kini, Windi masih mengalami keterbatasan mental sehingga menyulitkannya untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Seringkali ia histeris dan mengamuk apabila keinginannya tidak terpenuhi. Windi sempat menjalani terapi namun akhirnya terhenti karena ketiadaan biaya, sehingga keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Windi. Ayah Windi, Mulyadi (43) sehari-harinya adalah penjual ikan sedangkan ibunya, Naning (36), adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Mulyadi sebagai penjual ikan hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Saat ini Windi masih mengalami kendala dalam biaya SPP di sekolahnya karena keluarga tidak mampu untuk melunasi pembayarannya. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan untuk menyampaikan titipan sedekaholics kepada Windi untuk bantuan pelunasan SPP sekolahnya. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Mustakwa @rini_syafrin

Windi menderita lumpuh


EKO DARWATI (37, Paru-paru). Alamat : Bangun Rejo, RT 1/1, Desa Pasir Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Pada tahun 2010 Bu Eko sempat terkena penyakit tipus dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata Bu Eko juga mengalami gangguan pada paru-parunya sehingga hingga kini kondisi Bu Eko sering mengalami sesak napas. Ia berobat jalan rutin di puskesmas daerah tempat tinggalnya dengan menggunakan Jamkesda sehingga biaya pengobatannya ditanggung. Terkadang saat mengalami sesak napas yang parah, ia dirujuk ke RSUD Rokan Hulu untuk menjalani perawatan yang lebih intensif. Namun meskipun biaya pengobatan sudah terbantu dengan Jamkesda, keluarga masih terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi saat Bu Eko harus berobat jalan. Suami Bu Eko, Suratno (47) adalah seorang pedagang yang penghasilannya tidak menentu dan hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Eko dan santunan disampaikan untuk membantu biaya berobat di rumah sakit. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan Bu Eka segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Mustakwa @rini_syafrin

Bu Eko menderita sakit paru-paru


SITI RAMLAH (58, Mata Rabun + Magh Kronis). Alamat : Desa Kayu Api, RT 2/1, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ibu Siti sering merasakan nyeri pada perutnya karena penyakit magh kronis yang dideritanya sejak satu setengah tahun yang lalu. Selain itu, kedua matanya juga sudah mengalami rabun. Berbagai pengobatan alternatif sudah ia jalani namun belum ada yang membuahkan hasil. Sebenarnya ia memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya pengobatannya, namun ia tetap terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi karena jarak rumah yang jauh dan transportasi yang sulit menuju puskesmas terdekat. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Siti dan santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi serta transportasi berobat. Semoga Bu Siti segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @rini_syafrin

Bu Siti menderita mata rabun + magh kronis


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Farida disiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33 persen di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Bu Farida segera pulih dan ia dapat menjalani kembali aktivitasnya dengan baik. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Bu Farida menderita luka bakar


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah proses pengobatan Guna berjalan dengan lancar di Solo dan operasi dijadwalkan pada akhir Juli 2017. Mengingat waktu operasi masih lama, Guna dan ibunya berencana kembali dulu ke rumahnya di Riau namun keluarga terkendala dengan biaya pembelian tiket untuk pulang ke Pekanbaru. Sedekah Rombongan kembali membantu pembelian tiket kepulangan Guna dan ibunya ke Pekanbaru. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.144.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @nhpita Ragiel Anis

Guna menderita patah tulang kaki


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifinyang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita usus di lLuar perut


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @nhpita Irni Icang @sulistyaone

Santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa yang lahir prematur


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital. Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan Juni 2017. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.402.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru hingga alhamdulillah lunas. Semoga kondisi bayi kembar terus sehat dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.429.300,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @sulistyaone

Bayi ny laila menderita  gangguan pertumbuhan janin


JAPAR BIN TINUN (45, Kecelakaan). Alamat : Jalan Kubang Raya, Perum Bumi Kubang Raya, Desa Tambang Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada tanggal 29 April 2017, Bapak Japar mengalami kecelakaan (korban tabrak lari) di daerah Pangkalan Kerinci saat ia dalam perjalanan menuju Belilas untuk membantu adiknya berjualan pakaian. Pak Japar menderita luka di bagian kepala dan kaki. Oleh warga setempat, ia dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama hingga kondisinya cukup membaik dan bisa dibawa pulang ke rumah. Namun tak lama setelah ia beristirahat di rumah, pada tanggal 30 April 2017 kondisi Pak Japar kembali memburuk. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan ia dirawat inap selama 5 hari sebagai pasien umum kelas 3 karena ketiadaan jaminan kesehatan apapun. Dengan kondisi perekonomian yang masih terbatas, keluarga terkendala dengan biaya akomodasi selama Pak Japar dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Japar dan santunan akomodasi disampaikan untuk membantu keluarga pada tanggal 4 Mei 2017. Saat ini Pak Japar telah pulih dari kondisinya dan alhamdulillah sudah pulang ke rumahnya. Namun keluarga masih terkendala dengan pembayaran biaya RS yang masih menunggak yang tidak dapat dibayarkan keluarga. Bantuan pun kembali disampaikan untuk melunasi cicilan biaya RS selama Pak Japar masih dirawat di RSUD. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.008.500,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone Iin @rini_syafrin

Pak Japar mengalami kecelakaan


RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Namun sejak beberapa minggu terakhir kondisi Riski terus memburuk hingga akhirnya ia meninggal dunia. Sedekah Rombongan memberikan bantuan biaya pengurusan jenazah Riski untuk dimakamkan di Padang, Sumatra Barat. Semoga almarhum Riski husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 18.000.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @nhpita Habibie Untari @harji_anies

Riski menderita kanker tulang


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Harji @rini_syafrin

Pak Asep menderita tumor di belakang mata


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita Tika @rizky_zary

Kembar kelahiran prematur


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik @rizky_zary

Imam menderita patah tangan kiri


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1019.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Lintang

Asbih menderita gagal hati


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani beberapa kali operasi, namun kelainan yang dideritanya sangat rumit dan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai sehingga ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan Yohanes sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM kurang lebih 7 bulan dan kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes sudah menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter saat ini masih menunggu kondisi Yohanes untuk layak dlakuka operasi, mengingat umurnya yan masih kecil. Kini Yohanes masih menjalani rawat jalan dan serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta hingga jadwal operasi tiba. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan dil uar tangguungan BPJS. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 1012. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan dan kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita malformasi anorectal


MTSR MAGELANG (AA 1953 HT, Biaya Operasional Mei Juni Juli 2017). MTSR Magelang ada Sejak akhir Tahun 2015, #SedekahRombongan Magelang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit fakir miskin, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Magelang, Temanggung dan Wonosobo yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan semakin hari semakin banyak warga yang memanfaatkan, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Magelang semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Magelang, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Magelang, Temanggung Wonosobo. Dengan Tingkat Pemakaian yang rutin dan mobilitas tinggi makan Kondisi MTSR haruslah prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Magelang senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Pertengahan Mei Juni Juli 2017, service/beli spare part, dan Kebutuhan Lain seperti Cuci Mobil, Tambah Angin dan lainnya. Insya Allah, MTSR Magelang akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Magelang dan sekitarnya. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 969.

Jumlah Bantuan : Rp.4.400.000,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 All Kurir Magelang

Biaya operasional Mei Juni Juli 2017


Gino Bin Alm.Kromo Karso ( 58, Bantuan Tunai ). Gino tinggal di Tare RT02/2 Kerjolor Ngadirojo Wonogiri Jawa Tengah. Keluarganya sangat miskin. Mempunyai dua anak yang juga hidup kurang mampu. Dia saat ini sedang sakit stroke, di saat sakit tersebut Gino pun harus memikirkan hutang yang melilitnya. Informasi tersebut kami terima, setelah kita lakukan survey dengan beberapa pertimbangan yang bisa membantunya, dengan kondisi yang sakit dan hidup dalam kesulitan maka kami putuskan untuk memberikan bantuan tunai. Bantuan ini merupakan jumlah dari hutang nya saat ini yang ada di beberapa tempat. Kurir memahami kondisi itu, sebab untuk mencari nafkah pun dia sudah tidak mampu. Kesehariannya hanya tergolek lemas di tempat tidurnya. Kondisi kehidupan anaknya pun hampir sama, sehingga dengan pertimbangan itu semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup Gino dan keluarganya. Kami pun berharap, agar setelah ini tidak lagi ada tanggungan pada orang lain. Sebisa mungkin memenuhi kebutuhan hidup seadanya. Walau pun, ini memang sulit ketika melihat kondisi fisik serta kemampuan mereka dalam mencari nafkah pemenuhan kebutuhan sehari – harinya. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban kehidupan keluarga Bapak Gino, serta dia punya semangat hidup lagi untuk bangkit melawan sakit strokenya saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 8.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

Bantuan tunai


MTSR WONOGIRI ( AD1999SR, Operasional Mei 2017 ). Keberadaan mobil ambulan yang dinamakan dengan MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan membawa dampak luar biasa bagi pergerakan #SedekahRombongan di Wonogiri. Tiap harinya, tidak kurang dari 4 sampai 5 pasien kami bawa ke Moewardi Solo untuk mendapatkan penanganan secara medis. Hal ini meliputi aktivitas pendampingan kontrol secara rutin, serta pasien – pasien baru yang kita handle. Bukan itu saja, masyarakat sekitar pergerakan MTSR ini pun kerap menggunakan jasa mobil ini untuk mengangkut serta mengantarkan jenazah. Kami selalu berharap, bahwasanya makna positip yang terbawa dari bergeraknya mobil – mobil ambulan ini membawa berkah bagi pemberi atau penyedekah. Urusan pahala tentunya hak prerogratif-Nya, namun sebagai manusia pasti kita selalu berharap yang baik dan lebih baik lagi. Mudah – mudahan, harapan kami segera diijabah oleh Tuhan, di respon oleh tangan – tangan malaikat yang digerakkan-Nya melalui manusia berhati mulia seperti para sedekaholics yang selama ini sangat banyak membantu pergerakan #SedekahRombongan di Kabupaten Wonogiri.

Biaya : Rp. 4.346.800,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @Mawan@allteam

Biaya operasional Mei 2017


RABINA BINTI BAJRAH (96, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Bertah, RT 3/13, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Buk Bina tercatat sebagai salah satu warga yang tidak mampu di desanya, demikian hal ini karena kondisi rumah yang dianggap sudah tidak layak huni. Tidak ada perabotan rumah untuk menunjang hidupnya, hanya sebatas alat masak sederhana seperti tumang, kayu bakar, panci kecil dan sebuah piring saja. Beliau hidup sebatang kara karna tidak memiliki anak, serta telah lama suaminya meninggal dunia. Sanak keluarga yang dekat dengannya juga tidak begitu perduli dengan kondisi hidupnya. sehingga beliau harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja sebagai tukang batu. Mengumpulkan kerikil batu kecil yang kemudian dijual kepada kuli bangunan sebagai bahan cor. Upah yang diperoleh beliau tidak banyak, hanya dua ribu rupiah dalam setiap karungnya. Kadang ketika beliau tidak dapat menemukan batu kerikil kecil, beliau harus menghancurkan batu besar dengan palu kecil yang dimilikinya untuk tetap mendapatkan uang dua ribu sebagai biaya makannya sehari-hari. Diusianya yang sudah demikian tua, sungguh ini bukan pekerjaan yang layak baginya. Saat kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau untuk hendak melakukan survey, Buk Bina semlat menolak karena selama ini beliau sering di survey oleh berbagai pihak tetapi bantuan yang diharapkan belum pernah sampai pada beliau. Ketika kurir dating menyampaikan bantuan, beliau terlihat sangat senang. Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu Buk Bina

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Eko @HafniRosania

Bantuan biaya hidup


MATSALE BIN DARKUN (46, TBC Paru). Alamat : Dusun Semtani, RT 9/3, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Pak Matsale awalnya sering batuk tetapi tidak dikhiraukan karena dikira hanya sakit batuk biasa. Tetapi batuknya tidak kunjung sembuh hingga 3bulan beliau batuk darah. Karena itu sanak keluarganya membawa Pak Matsale untuk periksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Dokter menyarankan beliau untuk periksa laboratorium untuk memastikan penyakitnya. Setelah hasil laboratorium keluar, Pak Matsale dinyatakan positif menderita TBC Paru. Karena saat ini Puskemas telah mampu mendampingi pengobatan TBC maka dokter RSUD Pamekasan menyarankan Pak Matsale untuk berobat rutin di Puskesmas Saronggi. Saat ini setelah satu bulan mengkonsusi obat, Pak Matsale sudah merasa lebih baik dari rencana pengobatan selama enam bulan. Beliau memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat untuk biaya pengobatan. Pak Matsale adalah tulang punggung keluarga. Beliau harus menanggung biaya hidup ibu, istri dan kedua anaknya. Semenjak sakit dan pihak Puskesmas menyarankan untuk istirahat total agar proses pemulihan bisa maksimal, Pak Matsale tidak bisa melakukan aktifitasnya yaitu sebagai buruh tani. Sehingga kadang untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh sanak keluarga dan terkadang beliau memaksakan bekerja bila pekerjaan tani yang ditawarkan tidak terlalu berat. Semoga Pak Matsale bisa segera sembuh dan beraktifitas normal kembali. Terimakasih Sedekaholic yang telah membantu Pak Matsale untuk bisa kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Pak Matsale menderita TBC paru


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Nyato, RT 6/9, Desa Tebul Timur, Kecamatan. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Sariha dahulunya bekerja sebagai penjual makanan kecil di Sekolah Dasar Tebul Timur 1 Pamekasan. Namun setelah suaminya meninggal, beliau tidak meneruskan pekerjaan tersebut dikarenakan terkendala oleh modal usaha. Pada 2014 lalu, Bu Sariha didiagnosa oleh Dokter menderita kanker payudara stadium 3, dimana benjolan kankernya sudah mulai menyebar atau mengalami metastase. Dokter pun menyarankan beliau untuk segera melakukan operasi agar sel kankernya tidak semakin menyebar. Akhirnya beliau melakukan operasi dengan biaya pinjaman dari para tetangga. Setelah operasi, Bu Sariha mendapat jadwal untuk melakukan kemoterapi. Biaya kemoterapi beliau dibantu oleh ketiga anaknya yang sama-sama bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Namun saat ini Bu sariha mengalami kesulitan dalam pembiayaan transportasi & pengobatan. Sampai saat ini beliau sudah menjalani kemoterapi 8 kali. Sedekah Rombongan merasa beruntung bisa dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi beliau selama berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Sariha sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu sariha masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombonan 976.

Jumlah Bantuan​: Rp. 500.000,-
Tanggal​​: 4 Desember 2016
Kurir​​​: @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bu Sariha menderita kanker payudara


AHYAITA BANJAH DINI (10, Lupus Nefritis). Alamat : Jl. Trunojoyo VII No. 121, RT. 4/3, Kec. Patemon, Kota Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Ita, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas IV di salah satu sekolah negeri di Pamekasan. Pada awalnya ia lahir dengan keadaan yang normal. Perkembangan fisiknya tidak mengalami masalah. Namun, sekitar Agustus 2016, ia sempat merasa sakit pada daerah perutnya dan sempat pingsan. Saat itu juga orang tuanya membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan untuk diperiksa. Kemudian dokter mendiagnosis bahwa ia menderita Lupus Nefritis atau penyakit ginjal yang serius yang disebabkan oleh peradangan yang berkepanjangan di ginjal. Dokter memberikan saran pada kedua orang tuanya untuk merujuk ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya untuk segera mendapat penanganan yang tepat. Sampai saat ini, ia masih rutin berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Sebelumnya ia selalu rutin melakukan cuci darah namun saat ini sudah dipasang CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) atau metode yang dipasang di daerah perutuntuk menghilangkan racun dan kelebihan air dari tubuh manusia. Ayah Ita, Mukhlisin (47) dan ibunya Muhayatun (37), mengungkapkan bahwa sejak sakit sampai saat ini, Ita belum bisa masuk sekolah, dikarenakan ia harus berobat ke Surabaya yang terkadang harus menginap sampai dengan delapan hari. Saat ini, pengobatan Ita terus diperhatikan oleh kedua orang tuanya, terutama ayahnya yang seorang sales roti. Keluarga juga mengeluhkan besarnya biaya yg diperlukan untuk transportasi, akomodasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Keadaan inilah yang mendorong Kurir Sedekah Rombongan untuk ikut membantu kesembuhan Ita. Bantuan telah disampaikan untuk biaya transport dan pengobatannya di Surabaya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 977. Semoga Ita bisa segera pulih dan masuk sekolah demi meraih cita-cita.

Jumlah Bantuan​: Rp. 1.000.000,-
Tanggal​: 17 Februari 2017
Kurir​: @Wahyu_CSD @vanmadura @estianti01 @u_nitaks

Ita menderita lupus nefritis


RSSR SURABAYA (Operasional RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar Kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholic kali ini dipergunakan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM, biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 981. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.415.644,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Bantuan untuk pembayaran listrik, pembayaran PDAM, biaya obat yang tidak tercover jaminan kesehatan, serta biaya iuran BPJS.


RSSR SURABAYA (Kebutuhan RSSR). Alamat: Jalan Semampir Selatan Gang 2A No. 61, RT 3/5, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya ini difungsikan sebagai tempat singgah untuk para pasien dhuafa di luar kota Surabaya agar lebih mudah untuk melakukan pengobatan di rumah sakit di Surabaya, utamanya RSUD Dr. Soetomo. Mengingat RSUD Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit rujukan Indonesia Timur, maka banyak pasien Sedekah Rombongan Surabaya yang berasal dari luar kota, sehingga dengan adanya RSSR sangat membantu para pasien dhuafa dalam melakukan pengobatan ke Surabaya. Bantuan dana dari sedekaholics kali ini dipergunakan untuk Kebutuhan RSSR. Bantuan untuk RSSR Surabaya sebelumnya tercatat dalam rombongan 981. Kurir dan para pasien Sedekah Rombongan Surabaya mengucapkan banyak terima kasih kepada para sedekaholic. Semoga RSSR Surabaya dapat terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit dan tidak kesulitan jika membutuhkan tempat untuk tinggal selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.020.200,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Gitatamara BambangBKY @EArynta

Biaya operasional RSSR Surabaya


BEDJOE ARYO SAPUTRO (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1004. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.700.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (59, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Ibu Musripah untuk awal bulan ini mengambil obat dari rumah sakit dan direncanakan kontrol setiap sebulan sekali. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itu pun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, iuran BPJS, dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 1013. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 685.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu Musripah menderita kanker payudara kiri


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move keluar kota dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1013. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 2.236.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional bulan Juni 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Juni 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang memiliki 50 pasien dampingan dari berbagai wilayah Malang dan dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan untuk pengantaran dan penjemputan yang lebih cepat. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, biaya administrasi pajak kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulannya. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 1013. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah yang kita lakukan dengan sebaik-baiknya pembalasan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.492.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya Operasional Bulan Juni 2017


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Juni 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, membeli kebutuhan ATK dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1012. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.131.600,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional RSSR bulan Juni 2017


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Mei 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, air minum, gula, kopi, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1012. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.831.800,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional RSSR bulan Mei 2017


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher Supriyadi mulai mengecil. Dua kali menjalani kemoterapi, muncul benjolan – benjolan baru di leher bagian belakang Supriyadi karena keterlambatan menjalani kemoterapi. Saat akan menjalani kemoterapi, terkadang ruang rawat di RSCM Jakarta penuh sehingga ia baru bisa menjalani kemoterapi 1 minggu setelah jadwal yang ditentukan. Meskipun sakit yang dirasakan tidak seperti dulu, namun tidak teraturnya kemoterapi membuat kondisi Supriyadi sering menurun. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


UNNA BINTI NURJANAH (75, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Jalan Trunojoyo, RT 6/4, Kecamatan Patemon, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Mbah Unna Sehari-hari berjualan jagung bakar dipinggir jalan Trunojo Pamekasan. Sebenarnya pihak keluarga sudah melarang Mbah Unna untuk berjualan karena dirasa sudah lanjut usia. Tetapi beliau menolak karena merasa tidak memiliki kegiatan bila tidak berjualan. Mbah Unna tinggal bersama putranya yang bekerja membuka usaha las. Bantuan yang disampaikan melalui Sedekah Rombongan ini diharapkan bisa membantu modal mbah Unna dalam berjualan dan membantu kebutuhan sehari-hari beliau. Mbah Unna dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melelui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @vanmadura @niaruun @drerien @hrosania

Bantuan biaya hidup


ASTAMI BINTI TRIKA (78, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Aeng Anyar, RT 2/5, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Mbah Tami begitu ia disapa sehari-hari. Kami mendapat info tentang mbah Tami dari media online. Setelah ditelusuri ternyata mbah Tami memang tinggal di kandang sapi milik keponakannya. Beliau tidak memiliki anak. Karena usia yang sudah lanjut dan tidak memungkinkan untuk bekerja, mbah Tami hidup sehari-hari bergantung pada bantuan tetangga. Ah rombongan turut merasakan kesulitan mbah Tami. Bantuan telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mbah Tami. Mbah Tami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 September 2016
Kurir : @vanmadura fadel @hrosania

Bantuan biaya hidup


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani USG pada dada beliau dan pada bulan ini telah menjalani pengambilan cairan pada paru-paru beliau sebanyak 900cc. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (7). Sehari-hari Bapak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk biaya iuran BPJS, perbaikan keadaan umum dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Ibu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 1005. Semoga Ibu Sri segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Sri menderita kanker payudara kiri


RUKIDAL BIN WIDO KARTOMO (48, Patah Jari Kaki). Alamat : Pedukuhan Kamal Kulon, RT 5/10, Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanggal 13 Juni 2017 Pak Rukidal mengalami kecelakaan lalu lintas ketika berangkat kerja. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil di depannya yang mengerem mendadak karena ibu pengendara sepeda motor di depan mobil tiba-tiba memotong jalan dan berhenti di tengah jalan. Dari kecelakaan tersebut, Pak Rukidal mengalami patah jari manis kaki kanan. Pak Rukidal pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Tim medis menyarankan untuk dilakukan operasi menggunakan pen. Alhamdulillah, operasi Pak Rukidal berjalan lancar. Saat kondisinya stabil, pasien pun diperbolehkan pulang, dengan tetap menjalani kontrol rutin sesuai yang dijadwalkan. Pak Rukidal ini sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara istrinya Sugiyem Binti Kromo Demejo (56) ialah ibu rumah tangga. Istrinya merasa kesulitan untuk membayar biaya pengobatan sang suami. Alhamdulilah berkat sedekah dari sedekaholics yang dititipkan melalui Sedekah Rombongan, keluarga Bapak Rukidal bisa membayar biaya rumah sakit. Bapak Rukidal mengucapkan terima kasih dan mendoakan, semoga menjadi amal kebaikan bagi sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga Pak Rukidal segera mendapatkan kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.645.980,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @kissherry @jemigigi @anjesmou @atinlelyas

Pak Rukidal mengalami patah jari manis kaki kanan


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Beberapa waktu lalu Jihan mengalami sesak nafas karena flu, sehingga ia sempat rawat inap di rumah sakit. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban orangtua Jihan selama Jihan dirawat di rumah sakit. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1010. Semoga Jihan segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu peptamen. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekaliBantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1010. Semoga Jihan segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.625.228,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier


RUBIYAH BINTI ALM. KASNO REJO (48, Benjolan di Leher). Alamat: Dusun Gebang, RT 16/4, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Rubiyah sebenarnya sudah merasakan ada benjolan di lehernya sejak dua tahun silam, tepatnya pada tahun 2015. Benjolan itu mulai tumbuh, tapi tidak menimbulkan rasa sakit maka ia biarkan saja. Awal tahun 2017, benjolan itu semakin membesar dan ia pun merasakan sesak terutama pada saat tidur. Bu Rubiyah kemudian datang ke puskesmas untuk memeriksakan diri, dari sana ia dirujuk ke rumah sakit. Namun pihak rumah sakit merujuknya lagi ke rumah sakit besar di pusat kota karena alat-alat yang kurang memadai. Bu Rubiyah dirujuk ke RSPAU Dr. S Hardjolukito Yogyakarta, ia pun memulai rangkaian pengobatannya. Dari hasil pemeriksaan, Bu Rubiyah disarankan untuk segera menjalani operasi, namun menjelang operasi kondisi kesehatannya menurun. Dokter memutuskan untuk menunda operasinya sampai kondisi kesehatannya pulih. Setelah sehat kembali, Bu Rubiyah berniat berobat kembali namun sudah tidak memiliki biaya akomodasi. Sementara jarak rumah sakit dengan rumah tinggal sangat jauh dan membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi yang tidak sedikit. Suaminya, Pak Wanto (57), sehari-harinya bekerja sebagai petani. Bu Rubiyah dan suaminya masih memiliki tanggungan merawat ibu kandung Bu Rubiyah, yaitu Bu Biyem, yang kini usianya telah mencapai 80 tahun dan tidak mampu bekerja lagi. Bu Rubiyah berobat dengan berbekal jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS PBI. Alhamdulillah, bulan Juni lalu Ibu Rubiyah telah menjalani operasi dengan lancar. Bantuan ini diberikan untuk akomodasi Ibu Rubiyah selama rawat inap di rumah sakit. Bu Rubiyah dan keluarganya berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Bu Rubiyah dapat melanjutkan pengobatannya kembali. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Rubiyah menderita benjolan di leher


HANNA AZZAHRA (5, Leukemia). Alamat : Dusun Tumiyang, RT 1/1, Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Hanna terdiagnosa menderita kanker darah atau leukemia saat usianya tiga setengah tahun. Ia menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Awalnya, wajahnya pucat dan kelopak mata dalam berwarna putih. Hanna juga cepat lelah meski kegiatannya hanya bermain-main layaknya anak-anak biasa. Hanna juga sering mengalami demam selama lebih dari satu bulan, orang tuanya hanya memberikan obat penurun panas. Orang tua Hanna kemudian membawa Hanna berobat ke puskesmas. Setelah diperiksa, Hanna langsung dirujuk ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Di RSUD setempat ia menjalani serangkaian cek laboratorium dan transfusi darah karena saat itu kadar hemoglobinnya rendah. Kemudian, oleh dokter ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hanna adalah anak ke kedua dari dua bersaudara pasangan Anom Suwelo (36) dan Nur Asiah (32). Ayah Hanna bekerja sebagai buruh proyek di kampung halamannya. Sementara Ibu Hanna tak lagi bekerja karena fokus merawat Hanna dan seorang kakaknya. Selama pengobatan Hanna menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dua minggu sekali ia kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito dan terus bersemangat menjalani protokol kemoterapi. Hanya saja pada saat kontrol rutin awal bulan April lalu Hanna mengalami demam. Dokter menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata sel kankernya bertambah. Ia menjalani perawatan intensif di ruang khusus kanker anak di RSUP Dr. Sardjito. Hanna sempat diperbolehkan pulang, tetapi beberapa hari kemudian kondisinya menurun kembali. Ia pun kembali rawat inap di RSUP Dr. Sardjito sampai sekarang. Bantuan ini diberikan untuk membantu akomodasi selama Hanna rawat inap. Santunan sebelumnya telah terlapor di Rombongan 1010. Semoga Hanna segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Hana menderita leukemia


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Alhamdulillah operasi yang ia jalani lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Saat datang ke RSSR Jogja beberapa waktu lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Kurir Sedekah Rombongan pun mengganti lensa kacamata Pak Dalio. Setelah kontrol ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio juga menderita katarak. Saat ini Pak Dalio sedang menunggu jadwal operasinya. Bantuan ini digunakan untuk bantuan akomodasi selama berobat dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan mengenai Pak Dalio sebelumnya terdapat dalam Rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak Daliyo menderita prostat + hipertensi + katarak


VETY SEPTIANA (22, Lupus). Alamat: Pedukuhan Suka, RT 4/13, Desa Candirejo, Kecamatan Sedang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Vety menderita lupus sejak tahun 2010. Saat itu ia menderita demam tinggi, dan muncul tanda-tanda penyakit lupus. Keluarganya kemudian membawanya ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah dilakukan pemeriksaan dan cek laboratorium, dokter mendiagnosanya menderita penyakit lupus. Vety rawat inap di rumah sakit selama sebelas hari dan sempat menjalani transfusi darah. Medio semester awal tahun itu, kesehatannya sempat menurun lagi dan langsung dibawa ke RSUD Wonosari. Kemudian ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan menjalani rawat inap selama 24 hari. Dokter pun menyarankan Vety untuk menjalani serangkaian protokol kemoterapi. Vety merupakan putri dari pasangan Pak Sugiyono (52) dan Bu Maryati (49). Sehari-harinya, Pak Sugiyono bekerja sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sementara itu Bu Maryati bekerja sebagai ibu rumah tangga, sembari merawat anaknya yang sedang sakit. Vety mempunyai saudara kembar, namun telah meninggal karena penyakit yang sama. Vety tercatat sebagai pemegang jaminan kesehatan dari pemerintah, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kelas 3. Namun demikian, Vety dan keluarganya menghadapi kesulitan biaya pengobatan dan transportasi. Bahkan keluarga ini menjual aset-aset yang mereka punya untuk membiayai pengobatan anak mereka, pernah juga mereka meminjam uang tetangga untuk menyewa mobil yang digunakan untuk berobat. Alhamdulillah, Vety telah menyelesaikan jadwal kemoterapi. Saat ini ia hanya menjalani kontrol rutin dan cek laboratorium saja. Bantuan ini diberikan untuk biaya cek laboratorium. Vety dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 906. Semoga Vety segera diberikan kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 864.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Vety menderita lupus


LUTIYATMI TUGINEM (50, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Riwayat penyakit Bu Lutiyatmi dimulai sejak tahun 2006. Ada benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga sebelah kanan. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas, selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah. Belum pernah ada tindakan lainnya yang berhubungan dengan tumornya karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Tepus, Gunungkidul. Bu Lutiyatmi segera berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ia menjalani biopsi untuk menentukan tindakan pengobatan selanjutnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu, Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Bu Lutiyatmi dijadwalkan untuk kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Sejak itu kondisinya menurun. Beberapa kali, Bu Lutiyatmi dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito karena nyeri di bagian perut. Beberapa waktu lalu, Bu Lutiyatmi menjalani rawat inap di rumah sakit. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya akomodasi selama Bu Lutiyatmi rawat inap. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 1010. Mudah-mudahan pengobatan Bu Lutiyatmi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bu Lutiyatmi menderita sarcoma


JOKO SANTOSA (24, Kanker Nasofaring). Alamat : Dusun Kalibenda, RT 1/3, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum terdiagnosa menderita kanker nasofaring, pemuda lulusan SMK ini bekerja sebagai karyawan swasta. Semenjak sakit, Joko keluar dari pekerjaannya, kemudian menjalani pengobatan di RS. Emanuel Banjarnegara, Jawa Tengah dan selalu didampingi ibunya. Meski sudah berobat selama beberapa minggu tidak tampak perkembangan signifikan pada kesehatan Joko. Akhirnya Joko dirujuk ke rumah sakit yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko dan ibunya. Sejak itu, Joko menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Di awal datang di RSSR Jogja, kondisinya lemah hingga dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Sardjito. Setelah menjalani perawatan kurang lebih satu tahun, Joko, yang sebelumnya terbatas geraknya di atas kursi roda, saat ini sudah dapat berjalan kembali. Untuk biaya pengobatan, Joko memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Saat ini Joko masih menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan transportasi dari Banjarnegara ke Yogyakarta. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat pada rombongan 925. Joko dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Joko segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 681.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Joko menderita kanker nasofaring


PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN #SR JOGJA & DHUAFA (119 Paket Sembako). Tak seperti selayaknya penyambutan kemenangan bagi sebagian besar orang, pasien dampingan Sedekah Rombongan melewatinya dengan berbeda. Tidak ada berburu baju baru, kue lebaran bahkan tidak terbersit sejenak pun di pikiran. Hari-hari yang ada, pun di akhir Ramadhan, mereka terus bolak-balik rumah sakit-Rumah Singgah Sedekah Rombongan-rumah tinggal untuk menjemput kesembuhan. Begitulah yang dialami pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Yogyakarta. Berbulan-bulan mereka lalui untuk kesembuhannya hingga sampai bulan penuh keberkahan ini mereka masih melanjutkan ikhtiar untuk berobat. Pulang pergi ke Rumah Sakit, rawat inap dan berbagai pengobatan lainnya membuat mereka urung merayakan hari kemenangan. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan mereka, melalui dana sedekah yang diterima dari para sedekaholics, Kurir Sedeah Rombongan menyampaikan amanah para sedekaholics, semoga parsel yang diberikan pada para pasien dhuafa dan keluarganya dapat menambah keceriaan Ramadhan ini. 119 paket sembako ini diberikan kepada 89 pasien dampingan Sedekah Rombongan Jogja dan 30 warga dhuafa yang berada di sekitar RSSR Jogja. Ramadhan tahun lalu pun Sedekah Rombongan membagi parsel untuk pasien dan warga dhuafa, pelaporannya terdapat pada Rombongan 864. Semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarga besar sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.900.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Danis

Bantuan 119 paket sembako

MTSR SURABAYA (L 1182 E, Biaya Operasional Februari 2017). Pada tahun 2015, Sedekah Rombongan dihubungi oleh salah satu pengusaha di Surabaya dan mengabarkan bahwa beliau akan menyedekahkan satu buah unit mobil untuk dijadikan ambulan. Lalu mobil tersebut langsung diberikan kepada kami. Mobil ini selanjutnya kami gunakan sebagai Mobil tanggap Sedekah rombongan (MTSR) wilayah Surabaya yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya ke rumah sakit di Surabaya utamanya RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, MTSR juga sering mengantar jemput para pasien yang berada di luar kota Surabaya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Surabaya. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Surabaya dan sekitarnya, kebutuhan untuk bensin, tol, servis dan biaya operasional lainnya pun dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Surabaya dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, gaji driver, biaya bahan bakar, biaya tol dan transportasi pasien. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 981. Semoga MTSR bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 5.416.500,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Biaya operasional bulan Februari 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR 1 MAGETAN 567,000
2 SAID BIN YUSUF 500,000
3 YETTI SUSIANA 1,500,000
4 ASMUDIN BIN ABDULLAH 500,000
5 MUDIRIN BIN KARTAWIKRAMA 3,000,000
6 NURMAIDAH BINTI RASIMUN 1,500,000
7 MELISA ANAWILANI 500,000
8 HALIMAH BINTI SAIMI 500,000
9 GHICEL ALORA LIANDO 500,000
10 SITI CHOIRIYAH 1,000,000
11 SYIFAMU LESTARI 1,500,000
12 ROSNITA PERPETUA 500,000
13 WINDI ALFIA PUTRI 750,000
14 EKO DARWATI 500,000
15 SITI RAMLAH 500,000
16 FARIDA ANUM 1,000,000
17 GUNA IBMAWAN 2,144,000
18 ARIFIN AHMAD 1,000,000
19 ALIFA 2,000,000
20 AWALUDIN NASUTION 2,402,000
21 BAYI NY. LAILA NIKA 1,429,300
22 JAPAR BIN TINUN 1,008,500
23 RISKI BIN AMRIL 18,000,000
24 ASEP GUNAWAN 2,000,000
25 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
26 IMAM KAYADI 1,000,000
27 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
28 YOHANES APRILIANO DEGA 1,500,000
29 MTSR MAGELANG 4,400,000
30 Gino Bin Alm.Kromo Karso 8,000,000
31 MTSR WONOGIRI 4,346,800
32 RABINA BINTI BAJRAH 750,000
33 MATSALE BIN DARKUN 500,000
34 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
35 AHYAITA BANJAH DINI 1,000,000
36 RSSR SURABAYA 1,415,644
37 RSSR SURABAYA 1,020,200
38 MTSR SURABAYA 5,416,500
39 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,700,000
40 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 685,000
41 MTSR MALANG 2,236,000
42 MTSR MALANG 4,492,000
43 RSSR MALANG 3,131,600
44 RSSR MALANG 1,831,800
45 SUPRIYADI 1,500,000
46 UNNA BINTI NURJANAH 500,000
47 ASTAMI BINTI TRIKA 1,500,000
48 SRI RAHAYU 500,000
49 RUKIDAL BIN WIDO KARTOMO 2,645,980
50 JIHAN FATIN 500,000
51 JIHAN FATIN 1,625,228
52 RUBIYAH BINTI ALM. KASNO REJO 500,000
53 HANNA AZZAHRA 500,000
54 DALIO BIN JOYO SENTONO 500,000
55 VETY SEPTIANA 864,000
56 LUTIYATMI TUGINEM 500,000
57 JOKO SANTOSA 681,000
58 PARSEL LEBARAN PASIEN DAMPINGAN #SR JOGJA & DHUAFA 11,900,000
59 MTSR SURABAYA 5,416,500
Total 121,359,052

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 121,359,052,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1025 ROMBONGAN

Rp. 52,910,849,435,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.