Rombongan 1025

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on July 23, 2017

MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.795.177,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya servis rutin dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.345.177,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk ganti aki dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.445.177,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya ganti oli dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1010. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.105.175,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017

MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya ganti oli dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan Mei hingga pertengahan bulan Juni 2017. Pelaporan MTSR Jogja sebelumnya dilaporkan di Rombongan 1010. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 3.295.177,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Juni 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Mei ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya kirim Majalah Tembus Langit dan kuitansi ke seluruh Indonesia, dan biaya cetak kuitansi sedekah Rombongan. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1012. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 10.136.495,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Bantuan operasional bulan Juni 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Juni 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya ini meliputi biaya konsumsi pasien dan pendamping untuk menunjang gizi pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 1012. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 8.937.071,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Juni 2017


RSSR JOGJA (Pembelian Inventaris RSSR). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Gerakan Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang keenam. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Semakin hari, Sedekah Rombongan semakin bertransformasi dan berbenah diri, dari semula yang hanya gerakan sedekah jalanan kini mencoba bergerak lebih profesional tanpa meninggalkan ruh dan nafas Sedekah Rombongan. Dalam perkembangannya, Sedekah Rombongan Jogja kini memiliki Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang merupakan rumah tinggal sementara bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang tengah melakukan proses pengobatan. Sedekah Rombongan juga merekrut staf untuk mendukung kerja ratusan Kurir Sedekah Rombongan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Staf Sedekah Rombongan berkantor di RSSR dan mengerjakan pekerjaan administrasi kantor dan administrasi keuangan, dan pekerjaan lain yang memudahkan pergerakan Sedekah Rombongan. Semakin bertambahnya jumlah pasien di Sedekah Rombongan Jogja maka Kurir Sedekah Rombongan merasa perlu untuk membeli 1 brankar untuk pasien yang digunakan utamanya untuk pasien yang harus berbaring. Selain itu, untuk mempermudah komunikasi dengan driver juga dibeli 1 buah handphone. Semoga dengan penambahan inventaris ini dapat meningkatkan kinerja Sedekah Rombongan dalam melayani dhuafa, Aamiin. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.900.000,-
Tanggal Penyerahan : 21 Juni 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas @aji_kristanto @boyadisakti

Pembelian inventaris RSSR


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan, RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata. Beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin dua kali sebulan ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.945.500,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Pak Abdul menderita kanker nasofaring


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1022. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 702.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar fasilitas KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 755.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Sunarmi @EArynta

Pak Fuad menderita tuberculosis tulang belakang


MANSHUR AZIZ (47, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Pohgurih, RT 2/7, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu Pak Manshur sudah menderita sakit. Awal mulanya Pak Manshur sering merasakan sakit kepala. Selain sering sakit kepala, bagian sekitar leher hingga wajah juga kaku atau sulit untuk digerakkan. Mata beliau juga juling sehingga pandangan mata Pak Manshur pun kabur. Tidak hanya itu, Pak Manshur kesulitan untuk bicara secara jelas karena suara beliau menjadi serak. Pak Manshur juga sering mimisan. Karena beragam keluhan yang beliau alami akhirnya Pak Manshur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, Pak Manshur dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring. Dari RSI Sakinah Mojokerto, Pak Manshur dirujuk lagi ke RSUD Mojokerto untuk melakukan kemoterapi. Hingga saat ini Pak Manshur sudah melakukan kemoterapi sebanyak lima kali. Namun hingga kini, beliau masing sering merasa pusing, leher kaku, kesulitan berbicara karena serak, dan penglihatan beliau yang kurang jelas. Istri Pak Manshur, Mutoharoh (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum sakit, Pak Manshur bekerja sebagai tukang sepatu. Selama pengobatan di RSUD Mojokerto, Pak Manshur menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan kesehatan dan biaya untuk transportasi. Maklum saja, sudah tidak ada pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari karena Pak Manshur sudah tidak bekerja lagi. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya obat-obatan dan biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1016. Pak Manshur dan keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Eisty @EArynta

Pak Mansyur menderita kanker nasofaring


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1015. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.100.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @Earynta

Ibu Mawani menderita tumor otak


MAYA SOFIANAH (23, Gloukoma). Alamat: Kampung Baru, RT 18/8, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil ibu Maya sudah mengeluhkan sakit di daerah mata. Saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mata kiri ibu Maya tidak sengaja terkena pantulan karet gelang. Semenjak kejadian itu mata kiri ibu Maya sering mengalami sakit. Karena menganggap sakit mata tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Maya tidak memeriksakan diri ke dokter setempatnamun semakin lama, keluhan ibu Maya tidak kunjung hilang. Karena sudah lama sakit, akhirnya pada tahun 2009 ibu Maya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dengan dibiayai oleh sebuah panti asuhan karena pada saat itu ibu Maya adalah anak binaan panti asuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata yaitu bola mata yang terdorong keluar. Dokter menyarankan untuk mengambil tindakan operasi. Saat itu ibu Maya tidak berani untuk melakukan operasi, sehingga beliau memilih untuk berobat jalan. Saat berobat jalan, ibu Maya mengonsumsi minuman herbal yaitu daun sirsak dicampur dengan kunyit. Seiring berjalannya waktu, ibu Maya selalu merasakan sakit yang hilang timbul. Mata beliau selalu mengeluarkan air mata, dan lama kelamaan bola matanya semakin menonjol keluar. Karena hal tersebut, ibu Maya sering mengeluh sakit di daerah mata dan merasa kesulitan untuk melakukan ibadah. Kedua orangtua ibu Maya, Muhammad Bukhori (47) bekerja sebagai buruh tambak sedangkan, Dewi (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Suami ibu Maya, Didik Supriyanto (37) adalah seorang guru. Sedangkan ibu Maya bekerja sebagai tukang sablon. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Saat ini ibu Maya belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat sehingga mereka merasa terkendala untuk membiayai pengobatan ibu Maya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Maya. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh ibu Maya, dan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi bantuan untuk mendampingi pembuatan kartu jaminan kesehatan ibu Maya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Semoga ibu Maya bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu yang baik seperti yang beliau inginkan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 551.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Maya menderita gloukoma


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1015. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 1012. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


SITI NUR MUJAWAROH (16, Tumor Tulang). Alamat: Dusun Genengan, RT 2/14, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar awal 2016, kaki Siti terbentur meja di sekolah. Akibatnya, kaki Siti membengkak. Karena mengeluh sakit, keluarga membawa Siti ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Setelah beberapa minggu berlalu, Siti masih mengeluh sakit di bagian kakinya. Akhirnya, pada April 2016 Siti dirujuk ke RSUD Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RSUD Mojokerto, Siti menjalani pemeriksaan X-ray. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Siti didiagnosa menderita tumor tulang. Mulai tanggal 27 April 2016, Siti dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, dokter mendiagnosa bahwa kondisi kaki Siti sudah terlalu parah sehingga harus dilakukan amputasi. Setelah menjalani operasi amputasi, Siti juga menjalani perawatan kemoterapi dan radioterapi. Selama di RSUD Dr. Soetomo, Siti sudah melakukan kemoterapi sebanyak enam kali. Ayah Siti, Muchid (53) bekerja sebagai tukang becak motor. Sedangkan ibunya, Choiriyah (53) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Siti menggunakan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 sehingga dapat meringankan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga. Walaupun begitu, keluarga masih kesulitan mengenai biaya transportasi dan biaya pembuatan kaki palsu untuk Siti. Selama ini, biaya transportasi sementara dibantu oleh para tetangga. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan yang ia alami. Bantuan dari para sedekaholic telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama berbat di Surabaya. Semoga Siti dapat segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala.bantuan sebelumnya tercatat pada rombingan 1016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.008.333 ,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Siti menderita tumor tulang


HARTATIK ROFI’I (41, Tumor Otak). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 1/1, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. 3 tahun yg lalu bu Hartatik pernah mengalami jatuh di pabrik tempat beliau bekerja. Setelah jatuh, beliau merasa ada benjolan di kepala dan sering merasa pusing. Kemudian bu Hartatik memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Hartatik didiagnosa menderita tumor otak. Bu Hartatik sempat dirawat di Rumah Sakit Mojosari selama 6 hari. Karena keterbatasan peralatan, bu Hartatik di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bu Hartatik sudah mulai kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Saat ini bu Hartatik sudah tidak mampu berkerja lagi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bu Hartatik sering mengalami kejang, kaki & tangan susah untuk digerakkan dan sering keluar busa serta darah dari mulutnya di setiap malam. Suami bu Hartatik, bapak Rofi’i (46) juga sudah tidak bekerja karena merawat bu Hartatik. Meskipun pembayaran pengobatan di rumah sakit sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan KIS, namun untuk biaya transportasi ke Surabaya bu Suhartatik dan keluarga mengalami kesulitan. Untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk jaminan KIS, Bu Hartatik meminjam uang dari kas desa dan koperasi desa sebesar Rp. 6.000.000,-. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan bu Hartatik. Mulai september 2016 bu Hartatik menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada januari 2017 Bu hartatik melakukan operasi dan kondisi saat ini kondisinya sudah membaik. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang tidak tertanggung KIS. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 996. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini bu Hartatik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Hartatik menderita tumor otak

IMAM MUHYIDIN (41, Diabetes Melitus ). Alamat : Desa Gedangan, RT 1/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Imam Muhyidin dalam kesehariannya biasa dipanggil. Imam berprofesi sebagai buruh tani di desanya. Imam hanya bekerja ketika ada tetangga ataupun saudara yang membutuhkan tenaganya, karena ia tidak memiliki lahan untuk digarap sendiri. Saat ini ia hanya tinggal bersama istrinya Khofifah (34) dan bapaknya yang bekerja sebagai buruh tani (Senen, 65) di desa terpencil yang jauh dari keramaian kota karena ibunya Wasini (alm) sudah meninggal dunia. Imam menderita sakit diabetes melitus atau kencing manis sejak bulan Desember 2016, Ia sudah beberapa kali menjalani pengobatan medis dan aternatif. Namun, saat ini kondisi Imam semakin parah, kaki kanannya yang pernah dioperasi dan sempat kering mulai kambuh lagi dan posisi lidah dan mulut kaku sehingga membuatnya tidak bisa bicara. Dengan kondisi yang demikian membuatnya tidak mampu bek erja, sehingga Imampun bingung bagaimana ia harus menafkahi keluarga dan memperolah biaya untuk pengobatannya. Imam sudah memiliki jaminan kesehatan berupa KIS, namun tetap saja Imam dan keluarganya tidak mampu membiayai pengobatannya karena keterbatasan ekonomi. Imam sangat bertekad dan berkeinginan kuat untuk sembuh secara total agar bisa beraktivitas normal dan bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pada bulan Maret 2017, salah satu kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Imam dan membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, setelah melalui proses pemeriksaan oleh dokter, gula darahnya sangat tinggi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Imam sampai bisa sembuh. Namun pada bulan April karena kondisinya semakin melemah, akhirnya Imam Muhyidin dipanggil oleh Allah, semoga beliau Khusnul Khotimah dan keluarganya diberi ketabahan serta keihlasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @Arifpandowo Akhmad Rif’an @akuo_kawai

Pak Imam menderita diabetes melitus


PANTI ASUHAN DARUL HADLONAH (Bantuan Anak Yatim Piatu ). Alamat: Jl. Raya Pati Tayu KM. 21 Waturoyo, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Panti Asuhan Darul Hadlonah merupakan wadah atau tempat tinggal untuk menaungi anak-anak yatim piatu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Anak-anak panti asuhan ini berjumlah 60. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, pengurus Panti Asuhan mengandalkan pemberian dari para donatur. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini dengan latar belakang yang berbeda, ada yang bapak dan ibu nya meninggal, ada pula yang bapak dan ibu nya bercerai. Alhamdulillah, sekarang mereka sudah merasa nyaman berada di panti asuhan dengan berbagai fasilitas mamadai setelah banyak para donatur membantu dengan menyumbang keperluan belajar, di antaranya buku-buku pelajaran, alat tulis, dll. Sedekah Rombongan memberikan bantunan kepada anak yatim untuk membantu biaya hidup dan pendidikan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovancakep Andi @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan anak yatim piatu


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Pada bulan februari 2017, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1012. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.376.400,-
Tanggal: 17 Juni 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Sukartini menderita kanker payudara


USTADI BIN BUKORI (46, Benjolan Pada Perut). Alamat : Jalan Kenanga Gempolan, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 6 bulan yang lalu, Bapak Ustadi sering mengalami sakit perut. Pada awalnya Bapak Ustadi hanya mengkonsumsi obat-obatan yang dibeli beliau dari toko di sekitar rumah beliau. Jika terasa sakit lagi, beliau mengkonsumsi obat-obatan itu lagi dan terkadang beliau mengolesi perut dengan obat oles seperti balsem. Karena sering mengalami sakit perut, Bapak Ustadi pun hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, perut beliau timbul benjolan dan kondisi beliau juga semakin menurun. Untuk saat ini, Bapak Ustadi telah menjalani pengobatan di rumah sakit dan menjalani rawat inap. Kondisi yang setiap hari selalu menurun dan pada pertengahan bulan ini, Bapak Ustadi telah menghembuskan nafas yang terakhir di rumah sakit. Bapak Ustadi sebelumnya bekerja sebagai petani bersama istrinya Ibu Yuli (36). Karena kodisi Bapak Ustadi yang melemah, beliau dan sang istri tidak bekerja lagi. Kondisi keuangan yang sangat sedikit, membuat Bapak Ustadi tidak menjalani pengobatan ke rumah sakit dan beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Bapak Ustadi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan sehingga dapat memberikan bantuan untuk membeli susu peptamen, obat-obatan dan santunan kematian. Bantuan kepada Bapak Ustadi sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1013. Semoga semua amal ibadah yang dilakukan Bapak Ustadi diterima oleh Allah SWT dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.377.800,-
Tanggal : 18 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Pak Ustadi menderita benjolan pada perut


DEDIK IRAWAN (23, Gagal Ginjal). Dusun Sobo, RT 16/8, Desa Madiredo, Kecematan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada dua bulan yang lalu, Dedik merasakan kalau kepalanya sering pusing dan sering kali membuat badannya menjadi lemas. Dedik pun akhirnya diajak keluarga untuk diperikasakan ke Puskesmas terdekat. Karena minimnya peralatan yang dimiliki oleh puskesmas, Dedik pun akhirnya diberikan surat rujukan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan dan tindakan lebih lanjut. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan di rumah sakit, diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa Dedik mengalami kerusakan pada ginjalnya. Dikarenakan sering mengkonsumsi obat-obatan yang membuat tubuh lebih bertenaga. Dari pihak rumah sakit Dedik disarankan untuk melalakukan cuci darah setiap seminggu sebayak dua kali di RSSA. Terhitung hingga Bulan Juni ini, Dedik sudah melakukan cuci darah sebanyak 15 kali dan untuk saat ini, Dedik mengalami penurunan penglihatan yang membuatnya sulit untuk melakukan aktivitas. Pada bulan ini, kondisi Dedik menurun dan harus menjalani rawat inap untuk beberapa hari di rumah sakit. Dedik Tinggal berdua saja bersama ayah kandungnya Bapak Sholeh (42). Setelah Dedik sakit, perekonomian keluarga menjadi menurun dan sehingga Dedik mengalami kendala biaya transportasi untuk berobat. Bapak Sholeh sendiri bekerja hanya sebagai buruh tani dengan penghasilan yang sedikit setiap harinya. Dedik merasa sangat terbantu dalam berobat akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dedik. Tim Sedekah Rombongan Malang yang saat itu bersilaturahmi ke kediaman Dedik sangat merasakan kendala yang dihadapi. Bantuan pertama pun diberikan kepada Dedik untuk membeli obat-obat, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan kepada Dedik sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 1015. Semoga dengan adanya bantuan dari Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan dapat meringankan beban Dedik dan keluarga dan semoga Dedik bisa lekas sembuh. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Dedik menderita gagal ginjal


MUHAMMAD SYAFIUDIN (2, Hydrocephalus). Alamat : Dusun Krajan, RT 3/3, Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Muhammad Syafiudin atau yang kerap disapa Syafi’. Dokter yang ragu akan kondisi Syafi saat dilahirkan, mulai memeriksa kondisi yang di alami Syafi’. Dari hasil pemeriksaan, dokter akhirnya mendiagnosis bahwa syafi’ mengalami hydrocephalus. Dokter pun memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Setelah beberapa kali dilakukan perawatan di Surabaya, Syafi’ pun akhirnya berhenti berobat dikarenakan transportasi yang terlalu jauh. Orang tua syafi’ pun akhirnya meminta surat rujukan untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, Syafi’ pun direncakan untuk dilakukan operasi oleh dokter dan untuk saat ini masih menunggu kamar untuk operasi di RSSA. Syafi’ merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Fathur (30) dan Ibu Izza (27). Bapak Fathur yang merupakan tulang punggu keluarga setiap harinya berkerja dengan membuka warung kopi di desanya sedangkan Ibu Izza sendiri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki sangat membantu keluarga akan biaya berobat. Akan tetapi, kebutuhan transportasi dan keperluan saat berobat selalu menjadi kendala untuk berobat. Yang kerap kali membuat Syafi’ harus berhenti menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Syafi’ dan sekarang Syafi’ merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang. Bantuan pada bulan ini telah dipergunakan Syafi’ untuk membeli susu, pampers, iuran BPJS dan kebutuhan perbaikan keadaan umum. Semoga pengobatan yang sedang dijalani Syafi’ bisa berjalan dengan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Syafi menderita hydrocephalus


PIRWANDI BIN SUPARJO (25, Patah Tulang). Alamat: Sukaraja RT 6/1 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluna, Provinsi Bengkulu. Pirwandi begitu pemuda ini sering disapa, adalah seorang buruh harian di kota asalnya Bengkulu. 24 Oktober 2016, mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Pirwandi, hari itu saat perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerjanya Pirwandi mengalami kecelakaan. Tiba-tiba truk dari arah berlawanan menabraknya, sang sopir langsung melarikan diri. Sementara kondisi Pirwandi mengalami patah tulang, oleh warga setempat langsung dilarikan ke RSUD Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis. Tak lama dirawat, orang tua Pirwandi memutuskan untuk membawa pulang sang anak, karena memilih melakukan pengobatan alternatif. 4 bulan berikhtiar namun kondisi Pirwandi tak kunjung, akhirnya orang tua Pirwandi kembali membawa Pirwandi ke RSUD Bengkulu, namun karena kondisinya sudah parah pihak dokter memutuskan untuk merujuk Pirwandi ke RSCM Jakarta. 21 Maret 2016, Pirwandi telah dilakukan operasi pemindahan syaraf dari kaki ke tangannya karena tangan Pirwandi sebelumnya tak bisa digerakan. Alhamdulillah, kini kondisi Pirwandi berangsur membaik, tapi Pirwandi masih harus menjalani kontrol rutin di beberapa poliklinik. Lama tinggal di Jakarta, meski biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi untuk biaya hidup sehari-hari ternyata membutuhkan biaya yang besar, bekal yang dibawa dari kampung halamanpun sudah habis. Orang tua Pirwandi, bapak Suparjo (67) bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan Rp 900.000,- Sementara sang ibu, ibu Nurlaili (40) terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu sang anak berobat. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wira_wiri Rini @endangnumik.

Pak Pirwandi menderita patah tulang


AHMAD FAUZI (18, Patah Tulang di Jari Tangan). Alamat: Kp. Parung Kored RT 4/3, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Cileduk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Fauzi, panggilan singkat untuk anak yang baru lulus sekolah ini. Fauzi adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Dia ditinggalkan oleh sang ayah pada saat masih bayi. Fauzi besar dan belajar tanpa sentuhan lembut tangan dari sang ayah. Meski besar tanpa adanya sang ayah, Fauzi tumbuh sebagai anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Saat ini Fauzi tinggal di sebuah rumah sederhana bersama neneknya. Sementara sang ibu Susih (35) sekarang bekerja di luar kota. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang Fauzi bekerja sebagai buruh kasar disebuah proyek pembangunan. Meski tubuhnya kecil, namun semangat untuk bekerja jauh lebih besar. Pada suatu hari saat bekerja menggunakan alat pemotong besi, tak disangka kecelakaan menimpa Fauzi. Jari telunjuk tangan kanan Fauzi terkena alat pemotong besi tersebut dan mengakibatkan luka hingga hampir putusnya jari tangan Fauzi. Rekan-rekan kerjanya langsung membawa Fauzi ke Rumah Sakit Bakti Asih. Dengan bermodal jaminan BPJS kelas 3, Fauzi dapat ditangani dokter untuk dioperasi penyambungan jari telunjuknya. Keputusan operasi tersebut diminta oleh nenek Fauzi karena sang nenek tidak mau jari cucunya diamputasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Fauzi. Dan santunan awal pun diberikan kepada Fauzi untuk biaya pengobatan dan transportasi. Fauzi dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Setelah sebelumnya masuk di rombongan 1004. Semoga Fauzi lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Fauzi menderita patah tulang di jari tangan


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin. Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Syakila menderita hydrocephalus


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari untuk Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Untuk tindakan medis selanjutnya Silva direncanakan akan melakukan scan dibagian kepala dan cek perkembangannya selama 1 tahun.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Silva menderita hydrocephalus


RAFLI FADHILAH RAMADHAN (15, Polio). Alamat : Kampung Sidamukti RT.5/4, No. 60 Kel. Sukamaju, Kec. Cilodong, Kota Depok Jawa Barat. Rafli menderita sakit polio sejak lahir, kakinya mengecil hingga ia tidak mampu berdiri normal terlebih kini tubuhnya mulai tumbuh menjadi seorang remaja, karena sudah tidak kuat berjalan jauh lagi, Rafli tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Tindakan medis yang sudah dilakukan orangtuanya untuk Rafli adalah berobat dengan menggunakan jaminan kesehatan daerah, ke RS. Fatmawati yang direncanakan akan dilakukan operasi. Meskipun biaya medis ditanggung oleh pemerintah daerah setempat, namun biaya operasional seperti transport dari rumahnya ke RS. Fatmawati yang berjarak kurang lebih 20 km itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan santunan guna keperluan Rafli berobat dan terapi. Santunan sebelumnya masuk pada rombongan 768.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Rafli menderita sakit polio


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1005. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Mahira menderita atresia billier


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 1004. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehinCgga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


ERNA BINTI KARYA SUTISNA (50, Janda), Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No 85, Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ibu Erna biasa disapa, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidup dengan 4 orang anaknya. Suamianya Karya Sutisna sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena serangan jantung, hal tersebut membuat Ibu Erna merasa kesepian. Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangganya. Dua orang anaknya masih duduk dibangku sekolah sehingga Ibu Erna harus membiayainya. Penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari. Sehingga sang anak membantu Ibu Erna dengan berjualan gorengan yang dibuat Ibu Erna. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Erna, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk Ibu Erna. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Erna dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bantuan tunai


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 1004. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @endangnumik

Bu Anita menderita sakit ginjal


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013. Kondisi bapak Wahidin terus membaik, saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, bapak Wahidin sudah dapat berjalan tanpa bantuan tongkat Alhamdulillah.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Pak wahidin menderita diabetes melitus


RASYID BIN KASMIRI (63, Stroke). Alamat : Jl. Kapuk Pos Polisi, RT. 15/5, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Sudah 2 tahun ini bapak Rasyid menderita sakit stroke. Gejala awal yang dirasakan oleh bapak Rasyid, saat bangun pagi tiba – tiba dirasakan tangannya mengalami kelumpuhan, kaku dan bentuk wajah tidak simetris (bibir mencong), bapak Rosid kemudian dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama dan dari klinik tersebut diketahui bapak Rasyid menderita stroke. Karna keterbatasan biaya, bapak Rasyid selama ini tidak dapat melakukan pengobatan ke rumah sakit, ia hanya melakukan pengobatan dengan jalan berobat alternatif saja. Kondisi bapak Rasyid saat ini beliau sudah tidak bisa berjalan normal dan bekerja lagi, untuk menutupi kebutuhan hidup dan biaya membayar kontrakan rumah, bapak Rasyid dibantu oleh istrinya yang bekerja membersihkan limbah oli daur ulang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000.-
Tanggal : 23 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @khOirul @endangnumik

Pak Rasyid menderita stroke


ASYFA AULIA PUTRI (1, Radang Otak dan Radang paru). Alamat : Jl. Lagoa Terusan, Gang 4, RT. 2/4, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Awalnya Asyfa Aulia Putri sehat sudah bisa berdiri, lalu di suntik campak di Puskesmas Lagoa, tiba tiba demam lalu panas tinggi dan akhirnya kejang kejang, dan koma tidak sadarkan diri. Tindakan selanjutnya oleh Orang tuanya dibawa ke RSUD Koja Jakarta Utara, selama 1 bulan, kondisi fisik kaku, menurut team dokter yang menanganinya, Asyfa menderita radang otak dan paru. Setelah mendapat perawatan di RSUD Koja kondisi Asyfa sudah mulai membaik, kemudian team dokter meminta Asyfa untuk melakukan rawat jalan untuk control satu minggu sekali. Saat dikunjungi Kurir SedekahRombongan, kondisi Asyfa masih mengalami kejang dan terkadang kaget, tidak pernah menangis, tiap bulan harus vaksin prevenar 3x. Alhamdulillah SedekaRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk membeli obat kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017.
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik

ASyifa menderita radang otak dan radang paru


DIVA LIANSYAH (14, Jantung Bocor). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, Diva masih rawat inap di gedunga A RSCM Jakarta, semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik

Diva menderita jantung bocor


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan biaya untuk membeli vitamin kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


ALEX MANTUFANUAN (53, Stroke). Alamat: Tanah Merah RT 12/7 Kelurahan Penumpang, Kecamatan Tanjung Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Bang Alex begitu beliau disapa, bermula 1 tahun yang lalu tiba-tiba Bang Alex mengalami kekakuan di tangan dan kaki kirinya. Kemudian dibawa ke Klinik terdekat, dokter di klinik mengatakan jika bang Alex menderita Stroke. Karena keterbatasan biaya bang Alex tidak memeriksakan dirinya ke dokter, bang Alex cukup memeriksakan diri ke klinik terdekat. Sehari-hari bang Alex bekerja serabutan, sekarang saat kondisinya sedang sakit seperti ini bang Alex tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bang Alex saat para pasien sedekah rombongan yang dirawat di RSUD Koja Tanjung Priuk banyak yang dibantu pengurusan surat-suratnya oleh bang Alex. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan biaya akomodasi ke rumah sakit disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 991. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Alex menderita stroke


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 13 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Sunarmi menderita stroma nodosa


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat : Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September 2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 1013. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Hanum menderita diabetes + TB paru


SUMARSIH KUSNADI, (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat: Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali pada keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan bantuan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Sebelumnya Ibu Sumarsih masuk di rombongan 1013. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini@endangnumik

Bu Sumarsih menderita diabetes + pengapuran tulang pinggul


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1013. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini@endangnumik

Shinta menderita hydrocepalus


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 1013. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Bantuan biaya hidup


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1017. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak tri menderita sakit TBC MDR


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Dalem menderita down syndrome dan jantung bocor


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Ibu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 1013.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Ibu Erah menderita infeksi ginjal


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1013. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Azlena menderita gizi buruk


AFRIZAL SUTISNA (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jalan Babakan Lebak, RT 1/5 No. 85 Kel. Balumbang Jaya, Kec. Kota Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Afrizal adalah seorang anak yatim yang telah 2 tahun ditinggal meninggal ayahnya, Bapak Karya Sutisna. Pasca meninggal ayahnya, Afrizal hanya diasuh oleh ibunya, Ibu Erna. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Ibu Erna bekerja sebagai buruh cuci dirumah tetanggany. Penghasilan dari pekerjaan tersebut hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari – hari. Di sisi lain dengan segala keterbatasan selama ini, Afrizal adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya. Afrizal bercita – cita ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP negeri tetapi keluarga merasa keberatan karena faktor biaya. Alhamdulillah Afrizal dapat diterima di SMP Negeri 1 Dramaga Bogor melalui jalur prestasi. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Afrizal dan dapat menyampaikan bantuan untuk memudahkan keinginan Afrizal melanjutkan sekolah. Semoga perjuangan Afrizal menuntut ilmu selalu diberkahi Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bantuan biaya sekolah

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MTSR JOGJA 2,795,177
2 MTSR JOGJA 3,445,177
3 MTSR JOGJA 3,445,177
4 MTSR JOGJA 3,295,177
5 MTSR JOGJA 3,105,175
6 RSSR JOGJA 10,136,495
7 RSSR JOGJA 8,937,071
8 RSSR JOGJA 9,900,000
9 ABDUL FATAH 1,945,500
10 MOHAMAD BIMA ADI 702,000
11 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 755,000
12 MANSHUR AZIZ 500,000
13 MAWANI PANE 2,100,000
14 MAYA SOFIANAH 551,000
15 SITI MARDIYAH 500,000
16 SUCI RAMADANI 553,500
17 SITI NUR MUJAWAROH 1,008,333
18 HARTATIK ROFI’I 500,000
19 IMAM MUHYIDIN 1,000,000
20 PANTI ASUHAN DARUL HADLONAH 1,000,000
21 SUKARTINI BINTI SULOYO 1,376,400
22 USTADI BIN BUKORI 1,377,800
23 DEDIK IRAWAN 500,000
24 MUHAMMAD SYAFIUDIN 500,000
25 PIRWANDI BIN SUPARJO 800,000
26 AHMAD FAUZI 500,000
27 SYAKILA CHOIRUNNISA 750,000
28 SILVA NADILA 750,000
29 RAFLI FADHILAH RAMADHAN 1,000,000
30 MAHIRA ASLA FAZILAH 1,000,000
31 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
32 ERNA BINTI KARYA SUTISNA 1,000,000
33 ANITA AGUSTINA 750,000
34 WAHIDIN MUHAMMAD 500,000
35 RASYID BIN KASMIRI 750,000
36 ASYFA AULIA PUTRI 900,000
37 DIVA LIANSYAH 500,000
38 AGIH PRIYANTO 1,000,000
39 ALEX MANTUFANUAN 1,000,000
40 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
41 HANUM YUNARNI 750,000
42 SUMARSIH KUSNADI 750,000
43 SHINTA AMALIA 750,000
44 SUHA SARI 1,000,000
45 TRI BUDIANTORO 500,000
46 DALEM PANGESTU 1,000,000
47 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
48 ALZENA SAFA 1,000,000
49 AFRIZAL SUTISNA 2,000,000
Total 81,878,982

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 81,878,982,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1025 ROMBONGAN

Rp. 52,991,728,417,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.