Rombongan 1024

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on July 21, 2017

MUHAMMAD LUKITO (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Purwakarta, No. 124, RT 1/17, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ia biasa dipanggil Uki di lingkungannya adalah siswa berprestasi yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan ke sekolah menengah pertama dan atas keputusan sendiri, ia ingin masuk ke pesantren supaya ia bisa belajar agama dan menjadi seseorang yang mandiri. Sayangnya, mimpi Uki terhalang masalah ekonomi dan merasa keberatan dengan biaya pendaftaran sekolah yang mencapai jutaan. Ayah Uki, Kamil (55) bekerja sebagai freelancer yang pendapatannya tidak menentu dan terkadang tidak berpenghasilan sama sekali selama beberapa minggu. Ibunya, Erna (50) bekerja sebagai guru PAUD dengan honor tidak seberapa perbulannya, padahal mereka juga mesti memasukkan Kakak Uki ke sekolah menengah atas dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Mereka tinggal di rumah kecil dan letaknya agak jauh dari jalan raya sehingga jika ingin bersekolah maka mereka harus naik angkot beberapa kali. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Uki dan mendengarkan keluhannya. Santunan pun diberikan untuk biaya sekolah di pesantren dan semoga Uki bisa menggapai apa yang dicita-citakan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 650.000,-
Tanggal: 11 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


SIDIK BIN YANTO (21, Epilepsi). Alamat: Kp. Nangoh, RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Sidik balita, ia termasuk anak yang sehat tanpa penyakit apapun, namun menginjak usia 6 tahun Sidik terserang demam tinggi dan disertai kejang-kejang sehingga keluargaya langsung membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah melalui berbagai pemeriksaaan ternyata Sidik didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit, ia pun pulang namun masih harus melakukan pengobatan. Sayangnya, hingga menjelang dewasa penyakitnya tersebut tidak membaik ditambah dengan berhentinya pengobatan karena ketiadaan biaya. Penderitaan Sidik bertambah dengan meninggalnya sang ayah ketika ia masih kecil dan sekarang Sidik tinggal bersama ibunya, Kikim (39) di kontrakan kecil dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah tidak seberapa sedangkan Yanto belum bisa membantu perekonomian keluarga karena ia belum bekerja. Meskipun Sidik berobat menggunakan jaminan KIS, ia terbebani dengan biaya transportasi dan kadang harus membeli obat yang tidak dijamin KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sidik dan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Semoga Sidik segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa bekerja membantu ibunya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Sidik menderita epilepsi


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamila menderita parkinson


MUHAMMAD RAFI (9, Bocor Ginjal). Alamat: Dusun Pareng, RT 3/1, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dari pertama lahir, Rafi adalah seorang anak yang sehat dan ceria. Tak ada keluhan sakit apapun dan diberi vaksin lengkap. Namun menjelang umur 4 tahun, Rafi sering mengeluh sakit perut bagian kiri bawah dan merasa kesakitan ketika buang air kecil. Setelah dilakukan pemeriksaan, Rafi ternyata mengidap penyakit bocor ginjal yang mengharuskannya berobat rutin seminggu sekali. Sempat sembuh hingga umur 8 tahun, dan sekarang penyakitnya tersebut muncul kembali dan membuat badan Rafi bengkak, nafsu makannya pun memuncak hingga 10 kali sehari. Ayahnya, Wahyudin (44) dan ibunya, Suryati (35) merasa kewalahan dengan nafsu makan anaknya dan biaya berobat yang menghabiskan hingga ratusan ribu rupiah perbulan apalagi mereka tak punya jaminan kesehatan. Ayah Rafi bekerja di bengkel dan harus bekerja hingga malam supaya mereka mendapat pendapatan lebih. Keluarga Rafi tinggal di kontrakan kecil 3 petak dan masuk gang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa berkunjung ke kontrakan dan menyampaikan santunan untul membantu biaya obat dan transportasi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Semoga Rafi segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 600.000,-
Tanggal: 12 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Rafi menderita bocor ginjal


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembuatan SIM driver MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal 5-12 Juli 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


ULVIANI BINTI SURYANA (1, Hemangioma). Alamat : Kp. Sukahurip, RT 1/1, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat umur Ulviani menginjak 5 bulan, ada benjolan kecil di tangan kiri Ulvi dan keluarganya mengira benjolan tersebut hanya benjolan biasa dan akan mengecil seiring waktu. Sayangnya, perkiraan keluarga Ulvi meleset, benjolan di tangan Ulvi ternyata semakin membesar sebesar bola tenis dan pada Januari 2017, Ulvi diduga menderita Hemangioma bahkan kanker tangan saat diperiksa lagi pada Juni 2017. Keluarga Ulvi hanya bisa pasrah dan ketika diperiksa di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Ulvi harus dirujuk ke RSHS Bandung dengan jaminan KIS. Ayah Ulfi, Suryana (33) bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Ernawati (27) hanya seorang IRT dan merawat Ulvi. Mereka juga punya anak yang baru masuk sekolah dan perlu biaya sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Ulvi dan mengantarnya ke Bandung untuk pengobatan lanjut, bantuan pun disampaikan untuk bekal selama di sana. Semoga penyakit Ulvi segera sembuh dan Ulvi kembali sehat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudin @adiabdillah Latif

Ulviani menderita hemangioma


MARNI MARDIANI (34, Kelainan Syaraf). Alamat : Kp. Tapak Serang RT 7/3, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Marni merasakan ada kelainan sejak tahun 2004. Awalnya ia merasakan gatal-gatal pada tangan dan kaki, terkadang apabila jari tangan terbentur benda keras maka tulang jarinya akan rapuh dan lama kelamaan jarinya akan terputus. Waktu itu ia pernah menjalani pemeriksaan sampai ke RS Sintanala Tangerang namun tidak berlangsung lama karena kendala biaya. Saat ini Marni sudah memiliki kartu Jaminan KIS PBI dan berkeinginan melanjutkan pengobatan yang sempat tertunda. Ayah Marni, Pak Main (57) hanya berprofesi sebagai pemulung, sedangkan ibunya, Bu Yamah (53) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membiayai akomodasi pengobatan Marni. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi Marni berobat ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Asmy Wulandari

Bu Marni menderita kelainan syaraf


NEMIN BIN NEAN (55, Kencing Batu). Alamat : Kp. Gamprit RT 1/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Desember 2016, Pak Nemin sering merasakan sakit saat buang air kecil. Awalnya ia mengkonsumsi obat-obatan alami yang berupa ramuan ataau bahkan rebusan daun kumis kucing. Pernah pada bulan Maret 2017, benda asing keluar dari lubang kencingnya berupa batu seperti batu karang sebesar kancing baju. Sejak itu ia merasakan agak membaik, namun 1 bulan kemudian ia merasakan sakit saat buang air kecil. Pak Nemin tidak memiliki jaminan apa-apa, hal tersebut yang membuatnya tidak berani untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Selama ia sakit, ekonomi keluarganya bertambah susah karena tidak ada yang mencari nafkah. Sedangkan istrinya, Bu Ramih (50) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan Kartu Jaminan dan untuk membeli obat selama kartu jaminan belum jadi. Mereka sangat berterimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan yang membantu biaya pengobatan Pak Nemin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak Nemin menderita kencing batu


JUMINI BINTI KIRNO SUWITO (40, Tumor Hidung + Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat: Taman Rahayu Regency 2 Blok D12/11 RT 8/7, Kelurahan Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bulan Mei 2016, Bu Jumini merasakan gusinya nyeri yang teramat sakit, ia pun berobat ke klinik terdekat, namun karena tak juga sembuh maka ia pun dirujuk ke RSUD Ciawi dengan jaminan kartu BPJS Mandiri. Lalu di RSUD Ciawi diambil tindakan oprasi dan menjalani perawatan. Setelah diperbolehkan pulang ia harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Saat akan menjalani kemoterapy yang ke 4, ia sempat tidak datang karena terkendala biaya akomodasi. Akibat itulah saat ini kondisi Bu Jumini lemas dan memburuk. Suaminya, Pak Supriyanto (45) hanya berjualan gas keliling untuk menopang kebutuhan hidup mereka. Alhamdulillah mereka kini dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke RSUD Ciawi selama menjalani kemoterapy.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sri Suharni

Bu Jumini menderita tumor hidung + gangguan kelenjar getah bening


SELVI BINTI EDI (2,Hydrocepalus). Alamat : Kp. Segaran RT 2/8, Desa Segaran, Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak baru lahir sampai usia 4 bulan kondisi pertumbuhan Selvi terlihat normal, namun saat memasuki usia 5 bulan terlihat ukuran kepalanya semakin membesar. Sejak itulah Selvi dinyatakan menderita Hydrocepalus. Selvi pernah menjalani operasi pertama di RSUD Kabupaten Karawang pada bulan Desember 2016,selanjutnya ia menjalani kontrol ke RSUD Karawang sebulan sekali untuk mengetahui perkembangan Selvi. Selain menjalani kontrol rutin, Selvi dianjurkan untuk mengkonsumsi merk susu tertentu untuk mendapatkan asupan gizi yang baik. Orang tua Selvi, Bu Samih (35) yang hanya seorang ibu rumah tangga merasa kesulitan untuk membiayai kebutuhannya, sedangkan ayah Selvi sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Dengan kondisi seperti ini, Bu Samih sangat mengharapkan uluran bantuan dari dermawan. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaikan bantuan awal untuk membeli susu Selvi. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan dapat bermanfaat untuk Selvi dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Asmi Wulandari

Selvi menderita hydrocepalus


KOYAH BINTI NYIMAN (33, Ca Mammae). Alamat : Kp. Ceger RT 2/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak Januari 2016, Koyah sering merasakan sakit dan gatal pada payudara sebelah kanan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Hermina Kota Bekasi, ia dinyatakan terkena kanker payudara. Setelah 4 bulan kemudian ia menjalani operasi di RS Hermina Kota Bekasi dengan Kartu Jaminan KIS PBI yang ia miliki. Koyah wajib menjalani kontrol setelah operasi, namun ia terkadang masih merasakan sakit pada kepala dan gigi. Saat ini setelah Koyah menjalani kemoterapy di RS Hermina, ia menjalani proses penyinaran di RS Dharmais Jakarta. Koyah hanya seorang janda yang tinggal bersama orang tuanya. Suaminya, Pak Jaya Kusuma sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu. Kehidupan sehari-hari mereka sangat sulit dan layak dibantu. Saat ini Bu Koyah menjalani radioterpy di RSPAD Gatot Subroto setiap hari selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit agar pengobatan Koyah dapat berjalan lancar. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita ca mammae


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Bu Sri harus menjalani radiotherapy setiap hari di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang tidak tercover BPJS dan bekal selama menjalani radioterapy di RSPAD Gatot Subroto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Sri menderita ca mammae


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan mereka membutuhkan bekal untuk makan keluarga yang menunggu. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani perawatan di RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mulawarman

Wilda menderita katarak


BISMO YUDA WICAKSONO (16, Sindrom Guillain Barre). Alamat : Perum Villa Indah Permai Blok H36/19 RT 4/36, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal setelah Bismo bermain bola sekitar pertengahan 2016 lalu di Purworejo, ia merasakan tangan dan kakinya kesemutan. Bahkan kesemutan tersebut menjalar hingga ke pinggang. Sebelumnya Bismo adalah pasien yang pernah dibantu Kurir Sedekah Rombongan Purworejo karena asal mula penyakitnya tersebut berawal sejak ia tinggal di Purworejo. Saat ini ia tinggal di Kota Bekasi dan menjalani pengobatan yang harus ia jalani seminggu sekali ke RSCM Jakarta. Ayah Bismo, Pak Sadar Bromo (43) sangat kesulitan untuk mengevakuasi anaknya karena harus membutuhkan ambulan dengan tempat tidur khusus. Keluarga Bismo layak dibantu karena keinginannya yang begitu besar dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani pengobatan di RSCM kepada keluarga Bismo. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Bismo menderita sindrom guillain barre


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol memastikan perkembangan kesehatannya. Pada akhir tahun itu alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Mei 2017 Sinta kontrol lagi ke RSHS Bandung. Kondisinya terus membaik meskipun ia masih harus berobat sebulan sekali. Pada Juni 2017 Sinta dan bapaknya kembali menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung. Juga pada Juli 2017 Sinta dan keluarganya menjalani kontepl rutin ke RSHS Bandung. Mereka terus bersemangat berobat sampai tuntas dan dinyatakan sembuh total. Mereka masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberi mereka santunan lanjutan yang dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambu_lutung

Sinta menderita kanker darah


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak tahun 2015, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RSHS Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Zaki termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu para dermawan untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih melanjutkan terapi. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk kontrol dan terapi. Saat itu, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada September dan Oktober 2016 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Pada Februari 2017 dan April 2017, Zaki mendapatkan bantuan dari #SR sehingga ia bisa terus berobat. Pada Juni 2017, Zaki datang lagi ke rumah singgah untuk menjalani kontrol. Begitu juga pada Juli 2017, Zaki dibawa kontrol rutin bulanan ke RSHS Bandung. Kondisinya membaik tetapi ia masih harus terapi rutin. Karena ia masih tercatat sebagai pasien dampingan dan masih harus berobat, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Ahmad Muzaki. Bantuan yang diterima bapaknya di RCAK Bandung ini digunakan untuk tambahan membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambu_lutung

Zaki menderita leukimia


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan terus menyampaikan titipan langit kepada mereka. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik tetapi masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 dan Desember 2016 ia datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi. Bersyukur #SR dapat terus membantunya. Pada awal Mei 2017, kurir pendampingnya menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa Neng harus kontrol lagi dan membutuhkan bantuan untuk membeli obat; bersyukur pada bulan itu Neng mendapatkan bantuan lanjutan dari Sedekah Rombongan. Begitu juga, pada Juni 2017, dengan empati sedekaholik, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Neng Rahmawati. Meskipun kondisinya menggembirakan, Neng masih harus kontrol rutin. Karena itu, pada Juli 2017 Neng datang lagi ke RSHS Bandung. Perawatan dan pengobatannya belum dihentikan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan memberi mereka bantuanyang digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1014.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Neng menderita leukimia


TITA BINTI EMED (45, Sinonasal). Alamat : Kampung Cikukulu RT 23/9, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan ketiga anaknya, ia tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah mereka bertahun-tahun bekerja keras sebagai buruh harian tak tetap. Suaminya, Pak Baden (53), sehari-hari bekerja sebagai penambang pasir di kampungnya. Ibu Tita sendiri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah tangga. Dengan tanggungan anak tiga orang, cukup berat bagi mereka menjalani tuntutan kehidupan ekonomi keluarganya. Apalagi, setelah Ibu Tita sakit-sakitan dan harus rutin berobat ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit, kondisi ekonomi mereka semakin terpuruk, seperti yang dituturkan suaminya kepada kurir #SR di RSSR Bandung. Bagaimana tidak? Sejak bulan April 2016 mereka harus mencari uang untuk biaya berobat, padahal untuk biaya hidup sehari-hari pun mereka kerap merasakan kesulitan mendapatkannya. Sakitnya berawalnya saat Ibu Tita sering mimisan yang disusul dengan munculnya bentol, dan gumpalan cairan padat seperti gaji. Seiring waktu ia juga kerap merasa sakit di sekitar kepala. Selain ke dokter praktek, suaminua kemudian memeriksakannya ke Puskesmas Parung Kuda dan RSUD Bunut Kabupaten Sukabumi, menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia juga pernah dirujuk penanganannya ke RSUD Sekarwangi. Di RSUD itulah ia pernah menjalani operasi dan dirawat satu minggu. Pascaoperasi, tim medis kembali merujuknya ke RSHS Bandung, pada pertengahan Juni 2016. Saat berobat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) inilah, Ibu Tita bertemu dengan kurir #SR di Bandung, berdasarkan informasi dari keluarga pasien dampingan #SR. Saat itu mereka tengah mengalami kesulitan, kehabisan bekal, padahal tahap pemeriksaan masih lama. Akhirnya, ia diajak tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan bulan Agustus 2016 Bu Tita pulang dulu ke kampung halamannya di Sukabumi. Setelah seminggu di rumahnya, ia kembali lagi melanjutkan tahapa pemeriksaan medisnya di RSHS Bandung. Berdasarkan hasil diagnosa terakhir, Bu Tita harus menjalani 33 kali terapi sinar di RSHS Bandung. Hampir 40 hari Bu Tita dan suami setianya tinggal di RSSR dalam rangka berikhtiar sehat ke RSHS Bandung. Keluarga dhuafa yang diuji juga dengan penyakit ini masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk meneruskan pengobatannya. Pada 9 September 2016 Bu Tita harus datang lagi ke RSHS untuk menjalani proses biopsi agar ia segera mengawali tindakan medis yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Nasional (RSUP) ini. Memahami betapa beratnya beban hidup ibu Tita dan keluarganya, pada September 2016 kembali Sedekah Rombongan memberi mereka bantuan untuk biaya berobat dan ongkos pulang. Pada minggu terakhir Oktober 2016, ibu Tita dan suaminya datang lagi ke RSHS Bandung untuk memulai terapi sinar yang telah dijadwalkan. Kondisinya cukup stabil untuk mengawali terapi yang pada 3 November 2016. Mereka tinggal di RSSR Bandung sampai Ibu Tita menuntaskan terapi sinarnya (44 kali). Karena mereka masih membutuhkan biaya untuk keberlangsungan ikhtiarnya, kurir #SR di Bandung pada bulan itu menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Tita dan suaminya. Hampir sebulan mereka tinggal di RSSR Badung, sampai 9 Desember 2016. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir di RSHS, alhamdulillah terapi sinarnya dinilai berhasil. Ibu Tita dan suaminya meminta izin pulang karena jadwal kontrolnya di awal Januari 2017. “Kami juga kangen sama anak kami yang tinggal di kakaknya,” tambah Bu Tita. Pada bulan terakhir di tahun 2016 itu alhamdulillah #SR memberi mereka bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Januari 2017 kurir SR bertemu dengan mereka yang masih memerlukan bantuan dan layak untuk terus dibantu sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Tita bin Emed yang digunakan untuk ongkos pulang-pergi ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Pada Juli 2017 Ibu Tita datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol rutin, didampingi suaminya yang setia. Alhamdulillah kondisinya membaik tetapi ia masih harus kontrol tiga bulan sekali. Karena ia masih membutuhkan bantuan, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @pianjawir

Bu tita menderita sinonasaul


DIAN HAERANI (46, Gagal Ginjal + Ca Servik). Alamat : Kampung Parung Bitung, RT 2/3, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dian –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada perutnya pada awal tahun 2016: dari hari ke hari ia merasakan adanya pembengkakan di perut. Berbagai ikhtiar penyembuhan dia lakukan ditemani ibunya, Bu Pipih Sopiah (64), yang dengan tekun terus memotivasinya. Suaminya telah lama menghadap Allah Swt, meninggalkan tiga anak yang masih belum dewasa. Walaupun beban hidupnya kerap berat ia rasakan, janda pendiam itu sangat bermangat tuk berobat. Beberapa dokter praktek pun sempat mereka coba datangi untuk konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS – PBI), ibunya memeriksakan Teh Dian ke Puskesmas Cipeuyeum dan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Hasil diagnosa Tim medis di RSUD Sayang menyimpulkan bahwa Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal dan mengharuskannya menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu. Setelah berbulan-bulan menjalani cuci darah di rumah sakit daerah, kondisinya tidak juga membaik sehingga penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim medis di RSHS Bandung menduga kuat bahwa Teh Dian juga terserang kanker mulut rahim (Ca Servic). Di RSHS ia sempat tiga kali dirawat. Di rumah sakit rujukan pusat inilah Teh Dian dan ibunya bertemu dengan kurir #SR di Bandung, saat mereka kebingunan untuk mencari temat tinggal karena mereka haus kontrol rutin dan perawatannya masih lama dan harus mereka jalani. Sejak pertengahan Januari 2017 Teh Dian dan ibunya tingal di RSSR Bandung. “Kami sudah kehabisan segalannya, padahal anak saya harus mengikuti pengobatan lain, yaitu 22 kali terapi sinar. Setiap hari kami harus ke RSHS. Terima kasih kami diterima di rumah singgah ini. Semoga para dermawan terus berkah hartanya agar orang seperti kami terus terbantu,” doa ibunya Teh Dian, saat menutup oborolannya dengan kurir #SR. Alhamdulillah, harapan ibunya terkabulkan juga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan kini ikhtiar pengobatannya berjalan lancar. Terapi sinarnya sudah ia jalani 30 kali dari 33 terapi yang dijadwalkan. Kondisinya membaik, meskipun ia masih harus terus berobat. Pada akhir Mei 2017 menjemput dan mengantarkan Ibu Dian menjalani kontrol di RSHS Bandung. Ibu Dian dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Pada 23 Mei 2017 anaknya mengabarkan bahwa Ibu Dian diperiksakan ke IGD RSUD Cianjur dan sempat dirawat satu hari. Kondisinya menurun lagi. Ia kemudian dirujuk lagi ke RSHS Bandung dan harus menjalani pemeriksaan dengan CT-Scan. Pada pertengahan Juni 2017 Ibu Dian kembali menjalani pemeriksaan sampai minggu kedua bulan Juli 2017. Ia sempat diantar-jemput karena kondisinya melemah. Pada Juli 2017 ia sempat tinggal lima hari di RSSR Bandung. Ia masih harus terus ikhtiar berobat dan membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholisc, Ibu Dian Haerani kembali mendapatkan santunan yang disampaikan kurir #SR di RSSR Bandung. Santunan Ke-5 dari Sedekah Rombongan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Juli 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Dian menderita gagal ginjal + ca servik


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kab. Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan harus menjalani 30 kali terapi sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, Sedekah Rombongan terus memberi mereka bantuan. Pada pertengahan April 2017 ibunya mengabarkan bahwa selain melalui pengobatan medis, ikhtiar penyemhuhannya dilakykan juga melalui pengobatan alternatif.” Pada Mei 2017 sampai awaL Juni 2017 ia didampingi kurir #SR kontrol rutin ke rumah sakit dan ahli tulang. Alhamdulillah keberhasilannya mulai nampak. Kini Uzi mulai belajar berdiri. Ia memerlukan alat penyangga. Alhamdulillah, dengan empati para dermawan, pada Juni 2016 kurir #SR di Bandung, kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Uzi Lestari. Begitu juga, pada Juli 2017, Sedekah Rombongan kembali memberinya bantuan lanjutan karena ia masih berobat dan membutuhkan bantuan. Bantuan ke-7 ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi. membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Uzi menderita kanker tulang belakang


DWI CHANDRA RAMADAN (36, Patah Tulang Pinggul + Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat : Jalan Prada Abu Ali No. 40, RT 3/11, Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sebelum terjadi kecelakaan, Bapak Chandra telah menderita Guliane Bell Syndrome (GBS) yang ditandai dengan kondisi kakinya lumpuh selama dua hari ketika kecapekan atau kedinginan, setelah itu normal kembali. Setelah kecelakaan keadaan Bapak Chandra semakin parah bahkan pergelangan kaki kiri, tulang pinggul, pantat sebelah kiri patah, dan saluran kencing putus. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Kepanjen lalu dirujuk di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang karena keadaan luka yang parah. Untuk saat ini Bapak Chandra disarankan dokter untuk mulai melatih berjalan dan beliau juga menunggu untuk rencana operasi penyambungan saluran kencing yang telah dikonsulkan dengan dokter. Istri beliau, Aris Susanti (37) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III telah dimiliki beliau, akan tetapi obat-obatan yang tidak di tanggung oleh BPJS menjadi kendalanya. Alhamdulillah, santunan dari Sedekah Rombongan Malang telah tersampaikan untuk biaya kontrol umum, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Santunan untuk Bapak Chandra pada bulan sebelumnya telah masuk dalam rombongan nomor 985. Semoga pengobatan yang tengah dijalani Bapak Chandra akan diberikan kelancaran dan lekas diberikan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11

Dwi menderita patah tulang pinggul + patah tulang kaki kiri


RSSR MALANG (Pembelian Inventaris RSSR Bulan Juni 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, selain menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Untuk melengkapi kebutuhan RSSR dalam kenyamanan istirahat untuk pasien dampingan. Kurir Sedekah Rombongan Malang pun menggunakan bantuan yang telah diberikan para Sedekaholics untuk membeli kebutuhan berupa batal, tikar, sendok makan dan keset. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 1012. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 877.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir: @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Pembelian inventaris RSSR bulan Juni 2017


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean RT 4/3, Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Amrih saat ini merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan dalam Rombongan 944. Amrih sudah rutin melakukan kontrol dan pengobatan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Saat ini sedang menjalani evakuasi jahitan pasca biopi dan selanjutnya akan melakukan kontrol dan pengambilan hasil PA. Saat ini kondisi cukup baik, tetapi masih susah untuk berjalan dikarenakan masih ada jahitan di kaki pasca operasi benjolan di kaki. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari Sedekaholic digunakan untuk membantu biaya akomodasi selama proses pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @arifinfirmansyah @akuokawai

Amrih menderita hematoma


RUMINAH BINTI MULYONO (56, Kanker Ovarium). Alamat: Kaliulo 01/6, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ruminah, merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Semarang. Sekitar 5-6 tahun lalu Bu Ruminah merasakan nyeri pada perut, namun karena hanya sebatas nyeri maka tidak ditindak lanjuti ke pengobatan. Setelah beberapa waktu, ternyata nyeri yang dideritanya merupakan dampak yang ditimbulkan dari pertumbuhan daging liar di indung telurnya. Ketika daging tumbuh itu berukuran kecil, Bu Ruminah masih dapat bekerja sebagai tani. Suatu ketika, saat mandi Bu Ruminah keluar darah segar bukan hasil menstruasi akibat dari nyerinya tersebut. Namun, setelah beberapa hari kembali normal artinya tidak nyeri dan tidak mengeluarkan darah. Kejadian tersebut berulang dan akhirnya siklus menstruasi Bu Ruminah tidak berjalan normal. Beberapa waktu kemudian, benjolan bertambah besar dan darah kembali keluar. Sejak membesarnya benjolan tersebut Bu Ruminah sering merasa lemas, sehingga pihak keluarga meminta untuk istirahat di rumah dan tidak bekerja. Awal tahun 2016 keluarga memulai ikhtiar ke medis yang didukung oleh perangkat desa dalam pengurusan Jamkesda. Mulai dari rawat inap di RSUD Ambarawa hingga rujukan ke RSUP dr. Kariyadi Bu Ruminah didiagnosa positif kanker Ovarium. Juli 2016 Bu Ruminah diperbolehkan pulang dari RSUP dr. kariyadi dan melakukan rawat jalan sambil menunggu antrian untuk operasi. Namun hingga sekarang Bu Ruminah belum mendapat panggilan. Selama proses pengobatan di atas Bu Ruminah hanya mengandalkan pembiayan dari Jamkesda yang mempunyai limit 15 juta untuk operasi besar. Berdasarkan pertimbangan tersebut Sedekah Rombongan menyalurkan santunan untuk pembiayaan iuran keanggotaan Jaminan Kesehatan KIS. .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017.
Kurir : @robbyadiarta @agtian @faizalmoo @anggun @akuokawai

Bu Ruminah menderita kanker ovarium


SUNARTI BINTI KASAM (58, Infeksi Lambung). Alamat: Dusun Toyogiri RT 1/3, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai wanita desa, Bu Sunarti menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga. Bu Sunarti tetap merasa bersyukur meski suaminya hanyalah tukang rongsok karena itu ia yakini sebagai jalan rizki keluarganya. Sudah beberapa tahun terakhir ini Bu Sunarti merasa tidak enak badan, perutnya sering terasa sakit, badannya lemas, raut wajahnya tampak pucat. Kondisi demikian ini hanya beliau periksakan di Puskesmas Kec. Tuntang dan diberi obat rawat jalan, walaupun sebenarnya disarankan opname di RSUD. Selama proses rawat jalan belum nampak adanya perkembangan kesembuhan, meskipun demikian kala itu Bu Sunarti enggan untuk opname karena keterbatasan biaya. Maklum dikeluarganya hanya mengandalkan sang suami yang bekerja sebagai tukang rongsok, di sisi lain masih sangat kekurangan untuk biaya hidup harian ditambah tidak adanya asuransi jaminan kesehatan. Kini Bu Sunarti masih menjalani proses rawat jalan di rumah sambil mengurus 4 orang cucu karena masing-masing ibunya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di luar kota dan sudah berpisah dengan suami mereka masing-masing. Keinginan Bu Sunarti untuk sembuh sangat tinggi, namun beliau memiliki kendala biaya untuk Perawatan lebih lanjut ke RSUD, dan kendala karena mengurus keluarga yang belum memungkinkan untuk ditinggal opname di RS. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan mencoba memahami keadaan Bu Sunarti, alhasil Bu Sunarti menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah Bu Sunarti menjadi peserta Jamkesda, bersama Sedekah Rombongan Bu Sunarti dibawa ke RSUD Ambarawa untuk rawat inap selama 5 hari, dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong, diberi obat maag, dan vitamin. Alhamdulillah kondisi Bu Sunarti sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Kini Bu Sunarti menjalani masa pemulihan di rumah. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekah dari Sedekaholics untuk bantuan proses pemulihan pasca rawat inap dan untuk membantu kebutuhan hidup sehari hari. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestianto @muchtar @trislamet @akuokawai

Bu Sunarti menderita infeksi lambung


SUWARNI BIN PARTO ROSO (75, Bantuan Biaya Hidup). Desa Wedarijaksa, RT. 2/1, Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Beliau bernama Mbah Suwarni, sehari-hari beliau berjualan kacang rebus dari cara itulah beliau memenuhi kebutuhan hidupnya. Mbah suwarni saat ini tinggal sendirian, kedua anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah Mbah suwarni namun masing-masing sudah berkeluarga. Suami beliau Supardi sudah meninggal lama sehingga beliau tidak ada yang menemani. Semakin naik harga kebutuhan pokok menjadikan beliau masih tetap berjualan kacang rebus di usia tuanya karena beliau tidak ingin menyusahkan kedua anaknya dan selalu bersyukur dari berapapun pendapatannya. Semangat berdagang beliau masih kuat walaupun sudah tua. Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Mbah Suwarni dan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli kebutuhan hidup. Terimakasih diucapkan untuk SedekahHolics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @dewa_popfmpati Nadya @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup

MALKA FAHRIE ZAFRON KHOIRI (3, Limfoma Non – Hodgkin). Alamat : RT 5/1, Desa Maskuning Selatan, kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan April kemarin, Malka mulai mengalami batuk-batuk disertai dengan nafas yang tersengal-sengal. Orang tua Malka yang mengetahui akan hal tersebut akhirnya memeriksakan Malka untuk berobat ke dokter umum terdekat. Dari Dokter hanya diberikan obat untuk batuk-batuknya saja. Seiring berjalannya waktu, batuk Malka tidak kunjung membaik dan ditambah dengan kondisi badan yang demam. Karena mengetahui akan hal tersebut, dokter pun memberikan surat rujukan ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk penanganan yang lebih baik. Pihak dokter yang memeriksa Malka mendiagnosis bahwa Malka mengalami Limfoma Non – Hodgkin. Limfoma Non – Hodgkin adalah kanker yang tumbuh pada sistem limfatik tubuh yang membawa cairan bening yang mengandung sel darah putih. Karena kondisi yang tidak stabil Malka pun akhirnya menjalani rawat inap untuk beberapa hari di rumah sakit. Karena kondisi Malka yang tidak kunjung membaik, rumah sakit pun memberikan rujukan untuk pengobatan yang lebih intensif ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Saat berada di RSSA, kondisi Malka pun tetap sama dan tubuhnya semakin melemah. Karena semakin hari kondisi Malka semakin menurun, akhirnya pada sehari sebelum Idul Fitri Malka pun telah menghembuskan nafas terakhirnya. Malka merupakan putra Bapak Abdul Aziz (44) dan Ibu Sri Hartini (39). Bapak Aziz yang bekerja sebagai petani memiliki penghasilan yang sangat sedikit, sedangkan Ibu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Malka selama ini terbantu akan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III untuk berobat. Akan tetapi biaya transportasi dan kebutuhan hidup saat berobat di Malang menjadi kendala tersendiri. Alhamdulillah, Malka yang kala itu dipertemukan dengan Sedekah Rombongan bisa langsung terbantu untuk berobat di Malang. Bantuan yang telah diberikan untuk Malka diperunakan untuk Biaya rumah sakit dan transportasi. Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000 ,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz @m_rofii11 @yudhoari @viandwiprayugo

Malka menderita limfoma non – hodgkin


ROSIDATUL HASANIAH, (10, Unspecified Hydronephrosis) Alamat Curahdami RT/RW 011/003, Desa Curahdami, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Rosidatul mengalami sering kesakitan selama tiga bulan dan diperutnya semakin membesar, oleh keluarga hanya di bawa ke dukun pijat. Setelah itu ada salah satu tetangganya yang peduli ke Adik Rosidatul, lalu dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui penyakit yang dialaminya diagnosa awal Dokter menyatakan bahwa adik Rosidatul mengalami asites. Lalu dokter menyarankan keluarganya adik Rosidatul segera di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lanjutan. Adik Rosidatul memiliki Jaminan Kesehatan berupa JKN KIS PBI yang pembiayaannya di tanggung oleh pemerintah selama masa pengobatan di rumah sakit. Adik Rosidatul anak dari Pasangan Ibu Nurmini (46) yang berprofesi sebagai Ibu Rumah tangga dan Bapak Sadran (49) yang bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu, hanya cukup untuk kebutuhan sehari harinya. Dan ada salah satu warga sekitar menginformasikan kepada Kurir Sedekah Rombongan bahwa Adik Rosidatul memerlukan bantuan dampingan selama pengobatan karena dari keluarga kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturah ke tempat tinggal adik Rosidatul sesudah itu langsung mengevakuasi adik Rosidatul ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Setelah pemeriksaan diagnosa Dokter menyatakan bahwa adik Rosidatul mengalami Unspecified Hydronephorosis, Unspecified Hydronephorosis adalah merupakan proses penggelembungan atau pembengkakan ginjal akibat urin yang menumpuk di ginjal. Hal ini disebabkan oleh terdapatnya halangan sebagian atau penuh atas aliran urin pada bagian ujung atas ureter atau saluran yang akan membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu adik Rosidatul. Santunan yang diberikan digunakan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember, Transport dan pembelian Susu. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi adik Rosidatul dan semoga penyakit yang dialaminya cepat sembuh amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1008

Jumlah Santunan : Rp. 2.660.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017 dan 4 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rosidatul menderita unspecified hydronephrosis


SANTUNAN ANAK YATIM GRIYATIM FATAHIYYAH BONDOWOSO yang berlokasi di Jl. Letnan Rantam No 7 A, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Merupakan bantuan untuk Santunan anak Yatim di usia belajar tingkat SD (Sekolah Dasar) bagi Anak-anak yang kurang mampu. Kurir Sedekah Rombongan menerima informasi bahwa ada anak Yatim dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu/duafa. Dan Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk memberikan santunan Anak Yatim yang latar belakang dari keluarga kurang mampu atau Dhuafa yang diwakili oleh pengurus anak yatim Griyatim Fatahiyyah Bondowoso. Semoga santunan yang di berikan bermanfaat bagi Anak Yatim Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak Yatim dan dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan tunai


RAHMATULLAH BIN ZAINAL, (34, Kecelakaan Kerja) Alamat Dusun Gluduk RT/RW 006/004, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Enam tahun lalu Rahmatulla mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ia terjatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah. Kondisi itu menyebabkan ia tidak dapat bekerja seperti biasanya. Setelah tiga tahun kemudian kaki Rahmatullah kian membusuk karena tidak ada tindakan medis sejak beliau mengalami kecelakaan kerja. Setelah itu oleh Ibunya Buk Nami (57) Rahmatullah dilarikan ke Puskesmas terdekat usai selesainya pembuatan JKN-KIS NON PBI Kelas III Mandiri. untuk tindakan pemeriksaan secara medis dan oleh pihak Puskesmas menyarankan Rahmatullah di rujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sampai di RSUD Dr. Soebandi Jember Rahmatullah diperiksa dan diagnosa Dokter menyatakan bahwa Rahmatullah mengalami Osteomielitis Kronis, Osteomielitis Kronis adalah infeksi tulang yang disebabkan oleh bakteri. Yang harus menjalani Operasi pada Kaki Rahmatullah, karena keterbatasaan biaya Rahmatullah tidak melanjutkan pengobatannya hingga sakit yang dialaminya selama enam tahun. Kaki Rahmatullah yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang untuk biaya CT-Scan, Check Lab, dan alat medis habis pakai, dll yang di Luar tanggungan BPJS. Kondisi Rahmatullah kini masih dalam posisi tidak normal dan luka yang membusuk di kaki beliau. Rahmatullah hanya bisa duduk dan tidur saja. Saat ini Rahmatullah tinggal bersama Ibu Nami (57) yang berprofesi sebagai tukang pijat dan Bapak Zainal (62) yang bekerja sebagai buruh tani, penghasilan orang tua Rahmatullah hanya mampu untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan oleh Rahmatullah yang terbaring lemas di tempat tidurnya, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke rumah sakit Paru Jember untuk pemeriksaan awal karena luka yang dialami Rahmatullah semakin serius. Setelah pemeriksaan Check Lab dan CT-Scan dan Kontrol setelah dua minggu Rahmatullah dijadwalkan Operasi pada Tanggal 13 Juni 2017 yang intinya untuk merekontruksi pembuluh darah arteri dan vena yang bergabung menjadi satu akibat kecelakaan kerja maka dari itu dilakukan operasi pemasangan pembuluh darah sintetis dengan harapan aliran darah arteri dan vena kembali normal seperti sediakala. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Rahmatullah. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Uang saku selama di rumah sakit, pembelian alat Medis, Akomodasi, dan pembelian alat beriplas. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Rahmatullah dan dapat menghasilankan kesembuhan seperti sediakala, Amin. Dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Aminn.

Jumlah Santunan : Rp. 6.444.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Rahmatullah mengalami kecelakaan kerja


NOVI NURUL AMALIA, (39, Gagal Ginjal) Alamat Jl. PB Sudirman VII / 99 RT/RW 002/003, Desa Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ibu Novi adalah seorang janda dengan satu orang anak yang berusia 11 tahun. Sejak dua tahun yang lalu, Ibu Novi menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu Ibu Novi memeriksakan diri untuk berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosa Ibu Novi menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Novi semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Novi pun kini menjalani hidup dengan anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Novi semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Novi dirujuk ke Rumah sakit Bina Sehat Jember yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Tujuh bulan sudah Ibu Novi bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski menggunakan JKN-KIS PBI ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Kini Ibu Novi dan anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh dan tak memiliki suami. Kondisi Ibu Novi sangat memprihatinkan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk Ibu Novi yang memerlukan Kursi Roda, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian satu unit Kursi Roda. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Novi.

Jumlah Santunan : Rp. 1.050.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Novi menderita gagal ginjal


WIWIK RAHAYU, (31, Kista Ovarium) Alamat Dusun Krajan RT/RW 002/002, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 6 bulan yang lalu Wiwik mendadak tidak bisa buang air kecil. Setelah diperiksa ke Puskesmas terdekat, akhirnya dilakukan pemasangan kateter. Wiwik Rahayu juga melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya adalah erosi serviks, yaitu terjadinya peradangan pada area serviks. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, Wiwik Rahayu dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya dilakukan penanganan dengan alat cauter. Namun hingga sekarang bagian perut sampai dengan anus masih terasa sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dokter menyatakan bahwa Wiwik Rahayu menderita penyakit Kista Ovarium. Dokter menyatakan Wiwik Rahayu harus menunggu sampai datang bulan sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Suami ibu Wiwik, Atim (39) bekerja sebagai buruh tani di desanya. Wiwik Rahayu memiliki jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI. Namun selama pemeriksaan di RSUD Dr. Soebandi Jember Wiwik Rahayu kekurangan biaya Akomodasi selama di rumah sakit dan uang Transport. Kurir Sedekah Rombongan mendengar kabar bahwa Wiwik memerlukan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Wiwik Rahayu, santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan Uang Transport. Semoga Santnan yang diberikan bermanfaat bagi Wiwik Rahayu dan bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Wiwik menderita kista ovarium


FARIDATUL ASFIAH, (20, Tumor Ovarium) Alamat Dusun Rambutan RT/RW 001/004, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Faridatul Asfiah, merasakan sakit pada bagian perut pada awal Oktober 2016. Karena sakitnya berlanjut, maka dia berobat ke puskesmas. Dan diagnosa awal Dokter puskesmas menyatakan bahwa Farida mengalami Asites sehingga menyebabkan perutnya terasa kembung dan terasa sakit. Setelah beberapa hari pengobatan dan tidak ada perubahan yang signifikan, Farida akhirnya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Balung Jember. Setelah beberapa kali berobat jalan, dokter mendiagnosa kedua kalinya bahwa Farida terkena Tumor Ovarium. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, pengobatanpun berhenti, sampai akhirnya Farida hanya di beri jamu tradisi daerah dan obat-obatan. Warga sekitar menginformasikan bahwa Farida memerlukan bantuan untuk mendampingi selama berobat. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal Farida bahwa beliau benar benar dari keluarga tidak mampu. Selang satu hari setelah rujukan dan persyaratan selesai Kurir Sedekah Rombongan langsung mengevakuasi ke Rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan dan pengobatan lanjutan karena sakit yang dialami Farida cukup serius atau berbahaya bagi dirinya. Setelah pemeriksaan kedua kalinya di rumah sakit Dr. Soebandi Jember, Farida langsung dijadwalkan oleh Dokter untuk di Operasi. Setelah itu Farida hanya menjalani Kontrol rutin. Farida memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Farida berobat. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Farida, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover oleh BPJS dan pembayaran Iuran BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Farida dan semoga penyakit yang dialaminya dapat pulih kembali seperti beliau masih sehat, Aminn. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 997

Jumlah Santunan : Rp. 514.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017, 8 Juni 2017, dan 5 Juli 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Farida menderita tumor ovarium


SOEDAHLAN BIN SARKAWI, (58, Asites) Alamat Jl. Singosari RT/RW 001/039, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Bapak Soedahlan adalah seorang pekerja kuli Bangunan saat beliau masih sehat, dan setelah tujuh bulan berlalu beliau mengalami sakit kembung, sulit buang air kecil dan air besar. setelah itu hari demi hari Bapak Soedhalan lewati sakit yang dialami beliau perutnya semakin membesar dan mengakibatkan kesakitan pada perutnya oleh pihak keluarga langsung membawanya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas dirujuk ke RSUD Dr. Soebandi Jember untuk mengetahui sakit yang dialami beliau. Setelah sampai di Dr. Soebandi Jember Bapak Soedahlan di CT-SCAN dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Soedahlan mengalami Asites. Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut, Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik). Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme. Bapak Soedahlan memiliki bekal Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarganya selama beliau masih dalam pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Bapak Soedahlan memerlukan bantuan dampingan selama pengobatan berlanjut. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal beliau dan beliau benar-benar dari keluarga kurang mampu yang layak dibantu. Pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Soedhalan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi bapak Soedahlan.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Soedahlan menderita asites


ASMONOWATI (52, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1021

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Juli 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Bu Asmoniwati menderita keloid akut


SURATNO BIN ROHADI (41, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat : RT 1/2, Desa Pekuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Suratno tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah yang sangat sederhana. Rumah mungil berukuran 7×5 meteritu ditempati Bapak Suratno bersama istri dan putrinya, Ibu Tuwati (32) dan Fena Lufiana (7). Rumah yang mereka huni beratapkan terpal, berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah. Hanya da dua ruangan di dalam rumah itu, yaitu kamar tidur dan ruang serbaguna yang dipisahkan dengan kain bekas seprei. Kondisi rumah mereka saat ini juga sudah banyak yang rusak. Sehari-hari Bapak Suratno bekerja sebagai buruh tani. Terkadang bila beliau sedang tidak sibuk di sawah, beliau bekerja sebagai buruh bangunan. Perkerjaan tersebut dijalankannya dengan ikhlas meski pun hasil yang didapatkan tidak seberapa. Ibu Tuwati terkadang kesulitan membagi penghasilan suaminya agar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dan biaya sekolah Dik Fena. Praktis tidak ada uang untuk membenahi rumah mereka. Masyarakat sekitar kediaman Bapak Suratno dan relawan yang berempati melihat kondisi rumahnya melakukan musyawarah pada Senin, 20 Maret 2017. Mereka berusaha untuk merenovasi rumah Bapak Suratno secara swadaya dan gotong royong. Namun proses renovasi belum dapat segera dilaksanakan karena terkendala biaya pengadaan bahan bangunan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Suratno sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengadaan bangunan. Kini rumah Bapak Suratno sudah diperbaiki. Semoga Bapak Suratno dan keluarga dapat tinggal dengan nyaman dan aman.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.750.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Bantuan renovasi rumah


SUNARSO BIN SANPARTO (42, Bengkak Leher Sebelah Kiri). Alamat : RT 12/4, Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Sejak pertengahan April 2017, muncul benjolan di leher sebelah kiri Bapak Sunarso. Benjolan tersebut membesar dalam dua hari. Bapak Sudarso pun memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga Purwokerto. Beliau sudah melakukan pengambilan sampel untuk dianalisis dan sekarang sedang menunggu hasilnya. Kini benjolan di leher sebelah kirinya semakin membesar. Bapak Sunarso pun merasakan sakit pada bagian kepala dan pinggangnya. Benjolan di lehernya juga membuat beliau sulit makan dan minum. Sebelum sakit, Bapak Sunarso bekerja sebagai supir. Kini beliau hanya beristirahat di rumah dan tidak bekerja. Istrinya, Kasmirah (37) berusaha membantu suaminya mencari nafkah dengan bekerja serabutan. Penghasilan yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Sunarso dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Sunarso sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportsai dan akomodasi selama pengobatannya. Semoga pengobatan Bapak Sunarso berjalan lancar, diangkat penyakitnya dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Pak sunarso menderita bengkak leher sebelah kiri


SUGIYONO BIN DUL MUKTI (45, TuberculosisParu). Alamat : Jl. Bahrun, RT 4/1, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Sugiyono didiagnosis menderita tuberculosisparupadatahun 2005. Tuberculosis parumerupakaninfeksipadaparu-paru yang disebabkanolehbakteri tuberculosis.Beliau kemudian dirawat selama 6 bulan. Setelah kondisinya membaik, Bapak Sugiyono kembali bekerja seperti semula. Namun kondisinya kembali memburuk. Bapak Sugiyono kembali batuk dan sesak nafas. Belia kembali dirawat intensif selama 6 bulan dan kondisinya membaik. Tidak lama kemudian, kondisinya kembali memburuk dan semakin sulit bernafas. Akhir November 2016, beliau dibawa ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bapak Sugiyono kemudian dirujuk ke RS Moewardi Solo untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sebelum sakit, Bapak Sugiyono bekerja sebagai buruh bangunan. Kini beliau tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. Ibunya, Rupinah (72) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu oleh adik-adik Bapak Sugiyono yang juga berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun beliau masih harus memikirkan biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Bapak Sugiyono, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 980. Kini keadaan Bapak Sugiyono semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang, berat badannya bertambah dan sudah bisa melakukan aktifitas ringan. Semoga beliau segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Pak Sugiarso menderita tuberculosis paru


YUDI PRIANTO (24, Multi Drug Resistant Tuberculosis). Alamat: RT 7/6, Desa Karangtengah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Oktober 2014, Yudi mengalami sakit tipus yang tak kunjung sembuh hingga 1 bulan lamanya. Karena curiga dengan kondisi tersebut, Yudi dibawa ke Balai Pengobatan Paru-paru (BP4) Purwokerto. Hasil pemeriksaan BP4, Yudi positif menderita Tuberkulosis (TBC) yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Di BP4, Yudi menjalani terapi obat selama 11 bulan. Hasilnya menggembirakan, Yudi dinyatakan sembuh. Akan tetapi, 4 bulan kemudian sesak nafas Yudi kambuh. Yudi dilarikan ke Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto. Setelah menjalani rawat inap selama 5 hari di RSMS, Yudi dibolehkan pulang dan harus menjalani terapi obat selama 8 bulan. Memasuki bulan ke 7, kondisi Yudi menurun drastis. Yudi kembali dibawa ke RSMS. Yudi menjalani rawat inap selama 12 hari di RSMS dan melakukan cek dahak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Hasil laboratorium RSUD Cilacap menyatakan Yudi menderita Multi Drug Tuberculosis (MDR-TB) atau kondisi dimana bakteri tuberkulosisnya telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 macam obat antiTB. Kondisi ini memaksa Yudi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Moewardi selama 40 hari, Yudi diperbolehkan pulang tetapi tetap harus menjalani suntik obat setiap hari selama 8 bulan di puskesmas, terapi obat selama 2 tahun dan kontrol rutin bulanan ke RSUD Moewardi, Surakarta. Saat ini, Yudi memasuki bulan ke 5 terapi suntik dan obat. Perkembangannya mulai terlihat, berat badan Yudi berangsur naik dan intensitas sesak nafasnya mulai berkurang. Yudi, putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan Edi Winarto (52) dan Yusriati (47). Ayah Yudi, Bapak Edi Winarto bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan Ibunya, Ibu Yusriati sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi, adik Yudi masih berstatus sebagai pelajar SMA kelas 1. Hal ini menambah kesulitan keluarga untuk menjalani perawatan Yudi yang tergolong lama. Biaya pengobatan Yudi dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, proses pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Yudi sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan terdapat dalam rombongan 983. Kini keadaan Yudi semakin membaik, sesak nafasnya semakin berkurang, berat badannya naik dan dapat melakukan beberapa aktifitas ringan. Semoga pengobatan Yudi berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @misterrmoo @paulsyifa

Yudi menderita multi drug resistant tuberculosis


DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI (5, Syaraf Terjepit). Alamat : RT 3/3, Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Alif, begitu ia biasa dipanggil. Saat usia 2 tahun, ia terjatuh saat bermain bersama temannya. Setelah kejadian tersebut, Dik Alif sulit untuk duduk dan berjalan. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Dik Alif menderita penyakit syaraf terjepit. Orang tuanya pun segera mengupayakan berbagai macam pengobatan, mulai dari pijat tradisional hingga terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goetheng dan Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umum (RS PKU) Muhammadiyah. Pengobatan Dik Alif dilanjutkan di RS Moewardi Solo. Kondisi Dik Alif sudah berangsur membaik. Ia sudah dapat duduk meski belum bisa berdiri dan berjalan. Kedua orang tuanya, Bapak Sajidin (47) dan Ibu Suswati (47) menceritakan sakit yang dialami Dik Alif saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Sajidin bekerja sebagai buruh berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Biaya pengobatan Dik Alif dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun keluarganya masih kesulitan mencari dana untuk memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama Dik Alif menjalani pengobatan di RS Moewardi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Alif sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan diberikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Dik Alif. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 993. Dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Dik Alif tidak perlu menjalani operasi, kakinya hanya perlu diluruskan dengan menggunakan sepatu khusus untuk terapi. Semoga operasi Dik Alif berjalan lancar dan ia segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Didik @paulsyifa

Dimas menderita saraf terjepit


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Juni 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.950.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @mistermoo @sirheywarex Arif @ddeean

Biaya operasional Juni 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Juni Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1012. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 639.000
Tanggal : 30 Junin2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan operasional bulan Juni tahun 2017


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien Bulan Juni Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 1012. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp 499.000
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Bantuan sembako pasien bulan Juni tahun 2017


EDDY SUHERMAN (49, Bantuan Modal Usaha Penyandang Disabilitas). Alamat : BTN Nusantara Blok J, No. 9, Desa Sokong, Kec. Tanjung, Kab. Lombok Utara, Provinsi NTB. Pak Eddy adalah penyandang disabilitas karena mengalami patah tulang kaki dan tangan akibat kecelakaan. Pak Eddy ditabrak mobil di Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Akibat kecelakaan tersebut, Pak Eddy tidak dapat bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya. Untuk kebutuhan sehari – hari keluarga diperoleh dari penghasilan istrinya, Suciati (26), yang berjualan kerupuk. Ibu Suciati menjual kerupuk milik orang sehingga keuntungan hasil penjualan dibagi dengan pemilik kerupuk. Penghasilan yang diperoleh Ibu Suciati dari berjualan kerupuk hanya cukup untuk makan sehari – hari. Bapak Eddy dan Ibu Suciati sangat membutuhkan modal agar bisa membeli kerupuk dan tidak perlu lagi menjual kerupuk milik orang lain. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan modal usaha pembuatan dan penjualan kerupuk. Ucapan terima kasih disampaikan keluarga Pak Eddy pada Sedekah Rombongan, semoga modal usaha yang disampaikan dapat membantu kesulitan keuangan yang dialami keluarga Pak Eddy dan semoga semua kebaikan sedekaholic Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.3.545.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Panca Saiful HS.Rinjanah

Bantuan modal usaha penyandang disabilitas


AMAQ MAJAS (75, Lumpuh). Alamat : Dusun Paku Papak, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Kelumpuhan yang dialami Amaq Majas berawal dari rasa sakit pada kedua kakinya sejak 10 tahun yang lalu. Rasa sakit tersebut muncul tanpa diketahui sebabnya. Tiba – tiba kedua kaki Amaq Majas lemas namun masih bisa digerakkan dan digunakan untuk berjalan dan bekerja. Lama – kelamaan kondisi Amaq Majas semakin memburuk, ia tidak bisa berjalan dan bekerja lagi. Amaq Majas memiliki satu orang anak laki – laki yang sudah menikah, ia bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu sehingga tidak bisa membantu pengobatan ayahnya. Kondisi ekonomi keluarga Amaq Majas sangat sulit, karena itulah istrinya yang juga sudah tua, Halimah (70), berdagang kecil- kecilan di sekolah dekat rumah demi dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari. Saat ini Amaq Majas hanya dapat berdiam diri di rumah dengan kondisi kedua kakinya lumpuh. Meski memiliki KIS PBI, Amaq Majas tidak pernah memeriksakan secara rutin kondisinya karena ketiadaan biaya. Anak dan istri Amaq Majas merasa kesulitan untuk membopongnya sehari – hari, seperti saat akan dimandikan ataupun saat BAB dan BAK. Amaq majas sangat membutuhkan alat bantu gerak untuk memudahkan aktivitasnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat meringankan kesulitan Amaq Majas dengan menyampaikan sebuah kursi roda. Semoga dengan adanya kursi roda tersebut Amaq majas bisa beraktivitas walaupun tidak optimal. Ucapan terima kasih disampaikan Amaq Majas dan keluarga pada Sedekah Rombongan dan mereka berdoa semoga kebaikan sedekaholic dibalas keberkahan oleh Allah SWT, Aamiin Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Bantuan : Rp.1.175.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @arfanesia Panca Ovy Untung @ririn_restu

Pak amaq menderita lumpuh


INAQ HAPSAH JUMAWAL (59, Stroke). Alamat : Dusun Batu Banteng, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat , Provinsi NTB. Inaq Hapsah mengalami stroke sejak tahun 2015. Saat itu tiba – tiba kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan, sehingga keluarga membawa ke Rumah Sakit Tripat Gerung, Lombok Barat sebagai pasien umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Setelah dirawat selama satu minggu dan positif dinyatakan mengalami stroke, pihak keluarga meminta untuk dipulangkan karena ketiadaan biaya untuk berobat. Saat ini Inaq Hapsah hanya dapat terbaring di rumah dengan keadaan tangan dan kaki sebelah kiri lumpuh total. Inaq Hapsah ingin sekali bisa beraktivitias seperti sedia kala walaupu sudah tidak memungkinkan dapat optimal. Keluarga Inaq Hapsah kesulitan untuk mengendongnya saat akan dimandikan atau saat BAB dan BAK. Inaq Hapsah sangat berharap memiliki kursi roda yang dapat membantu aktivitasnya sehingga tidak tergantung sepenuhnya dengan orang lain. Suami Inaq Hapsah, Jumawal (70), yang bekerja sebagai buruh tani tak mampu membelikan istrinya kursi roda, begitu juga anak – anaknya yang sulit kondisi keuangannya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan kursi roda untuk Inaq Hapsah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Panca Ovy Untung @ririn_restu

Bu Inaq menderita stroke


LALU MUHAMMAD AMIN (31, Susp. Ca. Ameloblastoma). Alamat : Dusun Esot, RT 2/1, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Sejak 2 tahun lalu, Lalu Amin mengidap kanker pada rahangnya yang ditandai dengan benjolan yang semakin membesar. Kondisi tersebut membuat Lalu Amin kesulitan mengunyah makanan sehingga istrinya, Baiq Nilawati, memberikan makanan dalam bentuk cair. Sakit yang dialami Lalu Amin membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga kehidupan sehari – hari dibantu ayahnya, Lalu Kitun (65) yang bekerja sebagai petani. Kondisi keuangan yang sulit membuat Lalu Amin tidak bisa berobat dengan optimal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu Lalu Amin untuk biaya transportasi kontrol ke RSU Provinsi NTB. Kurir pun mendampingi Lalu Amin dari awal pengobatan di RSUP NTB, namun karena dokter spesialis yang menangani tidak bisa membuatkan rahang palsu sehingga pada 24 Mei 2017 ia dirujuk ke RSUP Sanglah Bali. Lalu Amin telah memiliki JKN – KIS dan saat ini ia masih menunggu jadwal operasi di RSUP Sanglah. Saat ini Lalu Amin masih menjalani pengobatan di RSUP Sanglah dan menjalani rangkaian pemeriksaan untuk persiapan operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk sewa kos dan kebutuhan makan sehari – hari selama berobat di Bali. Ucapan terima kasih yang tak terhingga dari Lalu Amin dan keluarga atas bantuan yang disampaikan. Semoga segala kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas kebaikan berlimpah oleh Allah SWT, Aamiin Aamiin Ya Rabb. Sebelumnya Lalu Amin telah dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan Rp. 2.900.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @arfanesia Panca Rinjanah @ririn_restu

Pak Lalu menderita susp. ca. ameloblastoma


AMAQ JUMSAH (80, Stroke + Lumpuh). Alamat : Dusun Gelogor Tengah, Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Amaq Jumsah mengalami stroke sejak 4 tahun yang lalu, w tahun belakang kondisinya semakin menurun. Sebelumnya Amaq Jumsah mendapat perawatan oleh mantri di rumah namun kini sudah terhenti. Ia pun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga tidak pernah berobat ke rumah sakit. Amaq Jumsah kini hanya dapat terbaring di tempat tidurnya. Ia hanya bisa pasrah pada kondisi yang dialaminya yang sudah tidak bisa lagi bangun, berjalan dan beraktivitas. Amaq Jumsah saat ini dirawat oleh anak saudaranya yang kehidupannya juga serba kekurangan. Istri Amaq Jumsah sudah meninggal dan ia tidak memiliki anak sehingga yang merawatnya selama ini adalah adiknya beserta istri dan anaknya. Keluarga dan tetangga sekitar sangat berharap ada pihak yang memberikan bantuan kursi roda agar Amaq Jumsah tak hanya terbaring di tempat tidurnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan kursi roda untuk memudahkan keluarga dalam merawat Amaq Jumsah. Ucapan terima kasih disampaikan Amaq Jumsah dan keluarga atas bantuan kursi roda tersebut, semoga semua kebaikan sedekaholic Sedekah Rombongan dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Panca Ovy Untung

Pak amaq menderita lumpuh dan stroke


AMAQ DARMAT (79, Rabun + Stroke). Alamat : Dusun Paku Papak, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Tiga tahun yang lalu, Amaq Darmat tiba – tiba tidak dapat melihat. Sejak saat itu ia mengalami kesulitan dalam beraktivitas dan tidak bisa bekerja lagi. Kesulitan yang dialami Amaq Darmat bertambah saat ia terserang stroke hingga tidak bisa berjalan. Saat hendak ke kamar mandi Amaq Darmat sering terjatuh. Amaq Darmat hanya bisa pasrah pada kondisi yang dialaminya. Ia memiliki 2 anak yang semuanya merantau dan bekerja menjadi buruh bangunan. Amaq Darmat kini tinggal bersama istrinya, Saimah (70), dan juga cucu – cucunya yang masih kecil. Deang membutuhkannya seperti mencuci baju dan pering agar bisa terus makan. Keluarga Amaq Darmat sangat berharap adanya bantuan kursi roda yang dapat memudahkan Ibu Saimah dalam merawatnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan kursi roda untuk membantu Amaq Darmat dalam beraktivitas dan meringankan beban Ibu Saimah. Ucapan terima kasih disampaikan Amaq Darmat dan keluarga, semoga semua amal ibadah sedekaholic dibalas Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.175.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Panca Ovy Untung @ririn_restu

Pak amaq menderita lumpuh,rabun dan stroke


SUMINEM BINTI HADI WIYONO (49 Tahun, Stroke). Alamat: Dusun Kebosungu-2 RT.03/RW.19 Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pada Mei 2017, Bu Suminem merasa tangan dan kakinya sakit seperti kesemutan ketika ia bangun tidur di pagi hari. Bu Suminem kemudian dibawa ke Puskesmas Dlingo, setelah diperiksa ia pun diberi obat dan direkomendasikan untuk rawat jalan. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangannya kaku dan tidak bisa digerakkan. Ia kembali dibawa ke pusat kesehatan, kali ini ke Rumah Sakit Permata Husada. Ternyata Bu Suminem menderita stroke, ia tidak boleh pulang dan dirawat inap selama lima hari. Setelah kondisinya membaik, ia diperbolehkan pulang namun ia harus menjalani fisioterapi setiap dua minggu di rumah sakit yang sama. Kondisinya saat ini kaki dan tangan masih kaku dan belum bisa digerakkan secara leluasa. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kesulitannya. Mari kita bantu saudara kita yang tengah membutuhkan pertolongan ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari Sedekaholic. Bu Suminem dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Ia juga mendoakan semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Bu Suminem juga segera diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Bu Suminem menderita stroke


ANIS ZAHRAH (14, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Dusun Mandala, Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan, Prov. Jawa Timur. Dek Anis tinggal di Panti Asuhan An – Nidhomiyah Pamekasan. Sejak kecil ia tidak mengetahui sosok kedua orang tuanya. Ayah nya pergi saat ibu nya sedang mengandung. Tidak lama setelah dilahirkan, ibunya menitipkan Anis pada tetangga yang sama-sama menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia dan akan pulang ke Indonesia untuk dititipkan pada nenek nya di Pamekasan. Dan semenjak saat itu Anis dirawat oleh neneknya. Tetapi karena sudah semakin tua, neneknya mulai tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan Anis sehingga ia dititipkan ke panti. Saat ini pihak panti yang mencarikan bantuan dari pihak donatur untuk kebutuhan Anis. Semoga bantuan dari Sedekaholic bisa menjadi penyemangat Anis untuk terus belajar lebih giat agar ia bisa lebih berhasil dan mandiri kedepannya. Terimakasih Sedeholic yang telah turut membantu Anis untuk bisa terus bersekolah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bantuan biaya sekolah


SITI WADIAH WAHEDAH (35, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Wadiah saat beliau sedang melakukan pemulihan pasca operasi kanker payudayra kiri yang beliau derita. Ia telah melakukan 10 (sepuluh) kali proses kemoterapi. Setelah sebelumnya mengeluhkan bahwa bekas lukanya belum kering, Bu Wadiah kondisi kesehatannya semakin menurun. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa Bu Wadiah ke Rumah Dakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep. Oleh pihak dokter disarankan Bu Wadiah untuk melakukan perawatan di Rumah Sakit agar kondisinya lebih terkontrol. Karena kondisinya yang belum stabil dan semakin menurun, pihak dokter menunda untuk merujuk beliau ke RSUD dr. Soetomo. Setelah beberapa hari dirawat di RSUD Sumenep, Bu Wadiah harus menghembuskan nafas terakhir. Beliau tidak terselamatkan dan meninggal dunia. Santunan kematian yang Sedekah Rombongan salurkan dipergunakan untuk membantu pihak keluarga dalam

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @hafnirosania

Bu Siti menderita kanker payudara


JAMALUDIN BIN JALALUDIN (27, Depresi Berat). Alamat : Desa Tebul Timur, Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ia biasa dipanggil Jamal. Awalnya tidak ada yang aneh dengan sikap Jamal. Ia lulusan salah satu Pondok Pesantren ternama dan tertua di Kabupaten Sumenep Madura. Bahkan selama di pondok, ia mampu menghafal hingga 17 (tujuh belas) juz Al-Quran. Setelah lulus pondok pada tahun 2006, Jamal berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi karena keterbatasan biaya niatan tersebut diurungkan. Sejak itulah Jamal mulai sering menyendiri dan menolak untuk diajak berkomunikasi. Hingga pada puncaknya pada tahun 2014, ia sempat hendak bunuh diri dengan melukai anggota tubuhnya. Selama ini Jamal hanya dirawat oleh kakak perempuannya dirumah, ia tidak pernah dibawa untuk diperiksa secara medis. Pihak keluarga berkeinginan kuat untuk membawa Jamal berobat, mengingat Jamal masih muda dan masih punya harapan untuk kembali beraktifitas normal lagi. Bantuan yang disalurkan dipergunakan untuk pengobatan awal dan proses pembuatan jaminan kesehatan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Jamal menderita depresi berat


ISTIFAH BINTI ABDUL (23, Skizofrenia). Alamat : Dusun Berek Leke, Desa Gulbung, Kec. Pangarengan, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Setahun belakangan ini, gadis yang sehari-hari nya ceria, kini hanya mengurung diri di rumahnya. Untuk makan pun susah, sehingga membuat tubuhnya semakin hari semakin kurus dan seringkali pingsan dan mual-mual. Tak tau apa penyebab pastinya, diidentifikasi ia mengalami gejala penyakit jiwa atau yang biasa disebut skizofrenia. Anak ke 3 dari 4 (Alm) Abdul dan Bu Hosna (60) ini hanya tersenyum saat ditanya tentang dirinya. Si ibu yang sehari-hari bekerja sebagai penjaja ikan keliling yang dengan sabar merawatnya. Naas, bukan hanya Istifah, anaknya yang mengalami gejala gangguan kejiwaan. Namun juga anak ke 2 saudaranya pun juga mengalami gejala yang sama. Saat mengetahui informasi keluarga tersebut, kurir sedekah rombongan mendampingi Istifah untuk berobat. Diantara saudaranya, hanya Istifah yang mau diajak berobat. Pada bulan Juni 2017, sebanyak 2 kali, Istifah kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Psikiater menyatakan bahwa sulit mengidentifikasi apa penyebab pasti dari penyakitnya, kemungkinan terdapat faktor turunan, namun masih bisa untuk disembuhkan. Masih harus kontrol rutin ke psikiater dan juga rutin minum obat agar mempercepat proses penyembuhan nya. Semoga bantuan pertama yang diberikan dari sedekaholic dapat membantu proses penyembuhan nya serta membantu kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Angga Sri Ifa Robby

Istinah menderita skizofrenia


JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD (30, Tubercolosis). Alamat : Dusun Masaran, Kelurahan Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Penyakit yang derita bu Jumriyah sejak tahun 2004 silam, saat itu melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif Tobercolosis ringan, mulai saat itu bu Jumriyah konsumsi obat yang disarankan dokter. Dalam jangka waktu yang relatif singkat penyakitnya berangsur sembuh. Sejak 3 tahun yang lalu penyakitnya mulai kambuh lagi, tepatnya saat suaminya mulai sakit-sakitan. Bu Jumriyah harus merawat suaminya yang terkena kanker tulang sehingga lupa dengan kondisinya sendiri yang juga punya penyakit yang lumayan kronis. Dua tahun mengurus suaminya yang lumpuh akibat kanker tulang yang dideritanya, membuat bu Jumriyah harus banting tulang sendiri. Sapi dan harta lainnya habis di pakai untuk pengobatan suaminya, sehingga untuk makan sehari-hari saja harus dibantu keluarganya yang lain. Awal tahun 2015 menjadi awal kelam bagi bu Jumriyah, suaminya meninggal, anak pertamanya sakit dan dibawa pulang dari pondok. Karena kondisi psikologinya belum stabil akibat ditinggal suaminya dan anaknya juga sakit, bu Jumriyah drop. Tubuhnya kurus, batuk-batuk dan keluar darah. Pada bulan april 2016 bu Jumriyah periksa dan melakukan rongten di laboratorium Fortuna Bangkalan dan hasilnya positif Tubercolosis. Mulai saat itu bu jumriyah rutin minum obat selama 6 bulan yang di dapat dari puskesmas secara gratis. Kondisinya mulai membaik tapi batuknya masih sering dan kadang ada darah yang keluar. Oleh bidan setempat disarankan untuk beli obat lanjutan, tapi bu jumriyah tidak mampu membelinya karena harga obatnya yang mahal tidak dapat dijangkau oleh bu Jumriyah. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga akhirnya hanya mengkonsumsi susu beruang setiap harinya sebagai pengganti obat. Kamis tanggal 1 desember 2016 kurir Sedekah Rombongan menemui bu Jumriyah dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan keinginannya untuk berobat. Tekadnya untuk sembuh dan normal seperti ibu-ibu lainnya membuat bu Jumriyah kuat melawan penyakit yang dideritanya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya dan menyampaikan kabar bahwa Bu Jumriyah akan dibawa ke RS Bangkalan untuk melakukan pemeriksaan secara gratis, pihak keluarga menyambut baik dengan ungkapan syukur dan terima kasih. Pada tanggal 27 Desember 2016 bu Jumriyah melakukan pemeriksaan dan rontgen ulang. Dari hasil rontgennya diketahui bahwa paru-parunya sudah parah, saran dokter agar mengkonsumsi obat secara rutin. Bu Jumriyah sudah lebih sehat dari pada saat awal pengobatan, akan tetapi setiap pagi hari masih batuk darah, mual, dan sering pusing sehingga pada tanggal 05 Mei 2017 bu Jumriyah melakukan pemeriksaan dahak dan hasilnya negatif. Dokter menyarankan agar mengkonsumsi obat secara rutin dan 3 bulan sekali harus kontrol ke RSUD Bangkalan. Kondisi beliau saat ini Alhamdulillah sudah membaik, namun tetap harus rutin minum obat dan kontrolnya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 983. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu bu Jumriyah pulih dan normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Roni Wulan

Bu Jumriyah menderita tubercolosis


KAMA BIN MOMAHAMMAD (46, Kencing manis + Rabun). Alamat : Dusun Banyu Ayu, Desa Pamoroh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Bu Kama adalah seorang janda dengan memiliki 2 anak berusia 17Thn dan 6Thn. Suami bu kama meninggal sejak 1 Thn yg lalu, meninggal karena penyakit kencing manis. Asal mula penyakit yg d alami bu kama ini sering mengalami gatal d sekujur tubuh selama 1 Thn,karena terkendala di biaya ibu kama tidak pernah berobat ke dokter, sehingga lama kelamaan kulit mulai mngelupas dan kondisi kaki sekarang mengalami luka sehingga kaki dikit demi sedikit mengalami luka luka. Sampai sekarang penyakit yg di derita itu sudah berumur 3 Thn lamanya. sehingga diabet ini menjalar k saraf mata sehingga kondisi mata tidak bisa melihat. Untuk kebutuhan sehari haripun dbantu masyarakat sekitar dan kedua anaknya yg merawatnya. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa santunan uang dan membantu membuatkan BPJS untuk kluarga ibu kama ini. Karena bu kama harus dirawat dan berobat k RSUD di Pamekasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Monir @hafnirosania

Pak Kama menderita kencing manis + rabun


MUHAMMAD RAWI (61, Skizofrenia). Alamat: Dusun Sondung RT00/00, Kelurahan Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Rawi mulai sakit semenjak istrinya meninggal, awalnya masih biasa seperti orang-orang pada umumnya. Sepeninggal istrinya beliau suka pada wanita lain hingga akhirnya Bapak Rawi mengutarakan niatnya untuk menikah lagi kepada bapaknya (Nadimin), namun ibunya (Mairah) tidak merestui. Sejak saat itu beliau mulai suka diam menyendiri dan tidak mau bergaul dengan masyarakat. Akibat dari lama tidak berinteraksi dengan masyarakat Bapak Rawi mengalami depresi, setiap bertemu dengan orang beliau merasa takut. Bertahun-tahun Bapak Rawi menyendiri dirumahnya dengan kondisi rumah yg tidak layak huni. Saat ini rumahnya sudah roboh dan Bapak Rawi dirawat oleh Kepala Dusun Sondung. Kondisi bapak rawi saat ini jika diajak bicara tidak nyambung, diam, kadang berjalan tanpa tujuan. Karena keterbatasan biaya dan beliau tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, Kepala Dusun hanya Merawat dirumahnya tanpa diperiksakan ke dokter jiwa. Pada hari Senin 20 maret 2017 Kurir Sedekah Rombangan menemui Kepala Dusun dengan maksud ingin kengetahui kondisi Bapak Rawi dan ingin membantu dalam proses pengobatannya. Kepala dusun menyambut tawaran dari Kurir Sedekah Rombangan dengan senang hati dan berterima kasih karena mau membantu Bapak Rawi. Tanggal 17 Mei 2017 Kurir Sedekah Rombongan membawa Bapak Rawi ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya untuk berobat dan mendapatkan terapi kejiwaaan. Alhadulillah hampir satu bulan di RS Menur beliau banyak mengalami perubahan, yang awalnya tidak bisa diajak bicara sekarang sudah bisa diajak bicara. Tanggal 15 Juni 2017 Bapak Rawi diijinkan pulang oleh Pihak RS Menur dan dijemput menggunakan MTSR Madura. Kondisi terakhir Bapak Rawi semakin membaik. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membuat Bapak Rawi pulih dan normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2017
Kurir: @vanmadura Roni Yubayyin Nuris Wulan

Pak Rawi menderita skizofrenia


SAIFULLAH BIN MAT RUDI (18, Skizofrenia). Alamat: Dusun Sentolan, Desa Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Saifullah punya keinginan untuk menikah 3 tahun yang lalu, tapi orang tua belum merestui karena usianya masih muda dan masih duduk dibangku SLTP kelas 8. Akibat sering dapat gonjlokan dari teman-teman sekelasnya, Saifullah menjadi minder dan sering menyendiri. Semakin hari kondisi Saifullah semakin buruk ingatannya dan pada akhirnya mengalami depresi berat. Pihak keluarga berusaha mengobati Saifullah baik medis dan non medis, bahkan yg terakhir bulan Mei 2017 dibawa ke salah satu kyai yang sudah biasa menangani anak depresi berat dan di sarankan untuk dirawat dengan dua jalur. Saifullah selalu teriak teriak diwaktu malam, pihak keluarga sangat khawatir dengan keadaannya yang sekarang. Tapi karena tidak memiliki biaya dan tidak memiliki jaminan kesehatan apapun, maka pihak keluarga hanya merawat dan dirumah saja. Tanggal 20 maret 2017 Kurir Sedekah Rombangan menemui Keluarga Saifullah dengan maksud ingin mengetahui kondisi Saifullah dan ingin membantu dalam proses pengobatannya. Keluarga menyambut tawaran dari Kurir Sedekah Rombangan dengan senang hati dan berterima kasih karena mau membantu Saifullah. Tanggal 17 Mei 2017 Kurir Sedekah Rombongan Membawa Saifullah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk berobat dan mendapat terapi kejiwaaan. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan kondisi kejiwaannya dan bisa normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2017
Kurir: @vanmadura Roni Yubayyin Nuris Wulan

Saefullah menderita skizofrenia


SULAMI BINTI SANIJAN (39, Gangguan Saraf + Kantong Kemih). Alamat: Dusun Pangeleyan RT00/00, Kelurahan Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Berawal dari sakit vertigo sekitar 2,5 tahun yang lalu. Nyeri yang berkepanjangan membuat sel saraf yang ada di bagian kepala bu Sulami terjadi kerusakan sehingga mengganggu kinerja otak. Hari demi hari kondisi kesehatannya menurun dan pada akhirnya sarafnya terkena. Selama 2,5 tahun beliau tidak bisa bekerja, berjalan saja susah, dengan kondisi yang demikian pihak keluarga terus berusaha untuk mengobati penyakitnya. Tapi usahanya tidak kunjung berhasil, bahkan sampai tidak punya biaya untuk berobat. Dengan dukungan keluarga yang lain bu Sulami terus dicarikan obat baik secara medis dan non medis. Tahun 2017 keadaan bu sulami berangsur angsur membaik sudah bisa jalan-jalan. Tetapi kondisinya tidak bertahan lama, pada bulan maret 2017 tiba bu Sulami mengalami sakit perut hingga tidak sadarkan diri, dalam keadaan panik pihak keluarga langsung membawa bu Sulami ke dokter kandungan dr.Hikmah, disana bu Sulami ditangani dan di rontgen, tapi hasilnya tidak ada masalah. Sakit perutnya masih sering kambuh dan seperti ada sesuatu yg turun dari perutnya (turun perut). Pihak keluarga membawa ke puskesmas Tanah Merah dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan masuk ke poli bedah dan dirujuk ke bagian urologi. Ternyata tidak masalah, dan hanya diberi obat. Tapi sakit diperutnya masih saja berlanjut. Pihak keluarga mencari alternatif dokter diluar RS. Bu Sulami di bawa ke dr.Doni dan terakhir ke dr. Bambang. Dari hasil pemeriksaan dr Bambang ini baru ketahuan penyakitnya. Ternyata saluran kemihnya turun, nyeri, tidak bisa kerja, kalau duduk lama nyeri dan harus di bawa tiduran. Karena tidak punya biaya untuk berobat, bu Sulami hanya periksa ke bidan desa. Sabtu tanggal 6 mei 2017 kurir Sedekah Rombongan menemui bu Sulami dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan keinginannya untuk berobat. Tekadnya untuk sembuh dan normal seperti ibu-ibu lainnya membuat bu Sulami kuat melawan penyakit yang dideritanya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga dan menyampaikan kabar bahwa Bu Sulami akan dibawa ke RS Bangkalan untuk melakukan pemeriksaan dengan menggunakan KIS, pihak keluarga menyambut baik dengan ungkapan syukur dan terima kasih. Pada tanggal 10 juni 2017 bu Sulami melakukan pemeriksaan dan hasilnya diketahui bahwa ada infeksi di kemaluannya, saran dokter agar mengkonsumsi obat secara rutin dan harus kontrol. kondisi bu Sulami saat ini masih lemah dan tidak bisa beraktifitas berat. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu bu Sulami pulih dan normal kembali. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Juni 2017
Kurir: @vanmadura Roni Wulan

Bu Sulami menderita gangguan saraf + kantong kemih


SAIDATUL MILLAH (17, Tumor Pinggul). Alamat : Dusun Babab Utara, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika Mila merasakan adanya benjolan pada pinggul bagian kanannya semenjak SMP namun dibiarkan sampai kelas 2 SMA. Benjolan tersebut ternyata semakin membesar dan terasa nyeri saat berjalan dan duduk, sampai tidurpun sangat susah. Kondisi ini sudah sangat mengganggu, kini Mila jarang masuk sekolah akibat penyakitnya. Akan tetapi karena Mila sedang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan menjalani ujian akhir, maka berkat dukungan dari guru-gurunya Mila masih mau melanjutkan sekolah meskipun harus memaksakan kondisi kesehatannya. Mila pernah menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Bangkalan dengan menggunakan jaminan kesehatan pemerintah kabupaten yaitu SEHATI. Dokter manganjurkan untuk dibawa kerumah sakit type A yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dikarenakan penyakit tumor yang diderita Mila tidak bisa ditangani dirumah sakit Bangkalan. Orang tua Mila menghentikan pengobatan tersebut dikarenakan tidak adanya biaya untuk berobat dan transportasi. Ayah Mila sudah meninggal sejak dia SD kemudian ibunya menikah lagi dan hidup terpisah dengan Mila. Dia tinggal dengan kakaknya (Ahmad Musa, 29) dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan, kakak Mila bekerja sebagai buruh cuci motor di Arosbaya, penghasilannya hanya cukup untuk mereka makan bertiga sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Mila dan keluarganya untuk transportasi ke RSUD Dr Soetomo. Setelah beberapa kali ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan laboratorium, CT scan dan MRI, namun dokter belom bisa memastikan penyakit tumor yang diderita Mila jinak atau ganas. Pada tanggal 31 Mei 2017 ada kabar bahagia dari rumah sakit Soetomo Surabaya, salah satu dokter yang menangani Mila mengkonfirmasi bahwa sudah bisa (MRS) masuk rumah sakit, untuk dilakukan operasi. Alhamdulillah pada tanggal 20 Juni 2017 Mila menjalani operasi pengangkatan tumor. Kondisi saat ini semakin membaik hanya saja bekas operasinya masih belum sembuh dan Mila masih belum bs berjalan normal. Mila disarankan untuk tetap rutin menjalani kontrol ke RSUD Dr. Soetomo. Bantuan sebelumnya telah masuk dalam rombongan 1016 yang diberikan untuk kebutuhan Mila sehari-hari dan biaya menebus obat. Semoga Mila diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas seperti anak remaja lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Zamroni Indah Nuris Wulan

Mila menderita tumor pinggul


R. HERI MULYADI (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 3/1, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Sekitar awal bulan Juli 2016 Bapak Heri merasakan sakit pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Syamrabu Bangkalan, di diagnosa terkena Hernia dan pada bulan September 2016 dilakukan operasi Hernia. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada Carsinoma Colorectal (Ca Colon) Transversum kategori Mucinous Adenocarsinoma Colon. Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu losmen di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga losmen di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan SEHATI, masalah biaya transportasi ke Surabaya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun diberikan kepada Bapak Heri. Alhamdulillah bulan januari pak Heri telah menyelesaikan kemoterapi yang pertama, namun masalah mucul ketika pak heri hendak melakukan kemoterapi yang kedua kalinya, dokter onkologi RS dr.Soetomo Surabaya menganjurkan pak Heri untuk melakukan operasi penutupan stoma, pak Heri dan bu Novi menyetujui keputusan dari dokter onkologi. Pada tanggal 22 Mei 2017 pak Heri melakukan kemoterapi pertama kalinya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan disarankan untuk terus konsumsi obat secara rutin. Alhamdulillah setelah menjalani kemoterapi kondisi Pak Heri terus membaik.Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 1016 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat perawatan di Rumah Sakit dan biaya transportasi untuk kemoterapi. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris @cocochesse Wulan

Pak Heri menderita ca colon


JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD (30, Tubercolosis). Alamat : Dusun Masaran, Kelurahan Togubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Penyakit yang derita bu Jumriyah sejak tahun 2004 silam, saat itu melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif Tobercolosis ringan, mulai saat itu bu Jumriyah konsumsi obat yang disarankan dokter. Dalam jangka waktu yang relatif singkat penyakitnya berangsur sembuh. Sejak 3 tahun yang lalu penyakitnya mulai kambuh lagi, tepatnya saat suaminya mulai sakit-sakitan. Bu Jumriyah harus merawat suaminya yang terkena kanker tulang sehingga lupa dengan kondisinya sendiri yang juga punya penyakit yang lumayan kronis. Dua tahun mengurus suaminya yang lumpuh akibat kanker tulang yang dideritanya, membuat bu Jumriyah harus banting tulang sendiri. Sapi dan harta lainnya habis di pakai untuk pengobatan suaminya, sehingga untuk makan sehari-hari saja harus dibantu keluarganya yang lain. Awal tahun 2015 menjadi awal kelam bagi bu Jumriyah, suaminya meninggal, anak pertamanya sakit dan dibawa pulang dari pondok. Karena kondisi psikologinya belum stabil akibat ditinggal suaminya dan anaknya juga sakit, bu Jumriyah drop. Tubuhnya kurus, batuk-batuk dan keluar darah. Pada bulan april 2016 bu Jumriyah periksa dan melakukan rongten di laboratorium Fortuna Bangkalan dan hasilnya positif Tubercolosis. Mulai saat itu bu jumriyah rutin minum obat selama 6 bulan yang di dapat dari puskesmas secara gratis. Kondisinya mulai membaik tapi batuknya masih sering dan kadang ada darah yang keluar. Oleh bidan setempat disarankan untuk beli obat lanjutan, tapi bu jumriyah tidak mampu membelinya karena harga obatnya yang mahal tidak dapat dijangkau oleh bu Jumriyah. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga akhirnya hanya mengkonsumsi susu beruang setiap harinya sebagai pengganti obat. Kamis tanggal 1 desember 2016 kurir Sedekah Rombongan menemui bu Jumriyah dengan maksud ingin mengetahui kondisi dan keinginannya untuk berobat. Tekadnya untuk sembuh dan normal seperti ibu-ibu lainnya membuat bu Jumriyah kuat melawan penyakit yang dideritanya. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarganya dan menyampaikan kabar bahwa Bu Jumriyah akan dibawa ke RS Bangkalan untuk melakukan pemeriksaan secara gratis, pihak keluarga menyambut baik dengan ungkapan syukur dan terima kasih. Pada tanggal 27 Desember 2016 bu Jumriyah melakukan pemeriksaan dan rontgen ulang. Dari hasil rontgennya diketahui bahwa paru-parunya sudah parah, saran dokter agar mengkonsumsi obat secara rutin. Bu Jumriyah sudah lebih sehat dari pada saat awal pengobatan, akan tetapi setiap pagi hari masih batuk darah, mual, dan sering pusing sehingga pada tanggal 05 Mei 2017 bu Jumriyah melakukan pemeriksaan dahak dan hasilnya negatif. Dokter menyarankan agar mengkonsumsi obat secara rutin dan 3 bulan sekali harus kontrol ke RSUD Bangkalan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 983. Harapan kami semoga bantuan dari Sedekah Rombongan yang diberikan dapat membantu bu Jumriyah pulih dan normal kembali. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Syaroni wulan

Bu Jumriyah menderita tubercolosis


FAEZA BIN HIDAYAT (10, kejang + penyakit telinga). Alamat : Jl. KH. Hasyim Asyari No. 28, Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya Faeza mengalami demam tinggi disertai lendir yang keluar dari telinganya. Akibat penyakit yang dideritanya, Faeza terus menangis kesakitan sambil memegang telinganya. Bapak Faeza memutuskan untuk memeriksakan anaknya ke Bidan terdekat, namun setelah melakukan pengobatan selama dua bulan penyakit yang di derita Faeza tak kunjung sembuh, bahkan semakin parah karena darah juga keluar dari telinga Faeza. Faeza kemudian dibawa ke Poli THT RSUD Syamrabu Bangkalan, dan melakukan pengobatan secara rutin dengan obat tetes telinga. Ketika masa penyembuhan, Faeza sempat mengalami kejang dan muntaber sehingga dia harus dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan dan diharuskan rawat inap kurang lebih empat hari tiga malam, sampai keadaan Faeza membaik dan pihak dokter membolehkan untuk pulang. Faeza adalah putra dari pasangan Bapak Nur Hidayat (24) dan Ibu Maya Safitri (23). Pekerjaan Bapak Hidayat tidak tetap (serabutan), pengahasilan bapak Hidayat setiap harinya juga tidak menentu, sedangkan Ibu Maya bekerja sebagai petugas kebersihan. Kendala biaya menjadi faktor utama orang tua Faeza untuk menebus obat. Jaminan kesehatan yang digunakan selama pengobatan di RSUD adalah kartu SEHATI atas nama Maya Safitri. Pada tanggal 8 Mei 2017 Faeza menjalani kontrol pertama kali ke RSUD Bangkalan poli THT, setelah diperiksa ternyata Faeza didiagnosa Infeksi Gendang Telinga dan mendapatkan beberapa obat. Setelah mengkonsumsi obat dari dokter, faeza mengalami demam ringan disertai diare, karena gejala tersebut, orang tua faeza melakukan tindakan dengan memberikan obat diare dan membawanya ke tukang pijat. Pada kontrol kedua tepatnya tanggal 15 Mei 2017 di Poli THT, Faeza dirujuk ke Poli Anak dikarenakan mengalami diare yang tidak kunjung sembuh. Di poli Anak, Dokter menyuruh untuk ke Radiologi melakukan rontgen pada bagian perut dan dada yang hasilnya menyebutkan bahwa Faeza mengalami Bronkitis. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan orang tua Faeza dalam melakukan pengobatan. Sehingga bantuan diberikan guna membeli obat untuk membantu penyakit telinga yang diderita Faeza serta susu untuk memenuhi gizinya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 998. Orang tua Faeza sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Faeza. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.034.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Yubayyin Firly @zamsjourney Wulan

Faeza menderita kejang + penyakit telinga


NABILA AZKIA (1, Gizi buruk). Alamat : Dusun Markolak Timur, Desa Kramat, Kecamatan Ujung Piring, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Nabila biasa ia dipanggil. Nabila merupakan anak terakhir dari 10 bersaudara, sejak lahir Nabila tidak mau minum asi dan susu, untuk pemenuhan gizi sehari hari orang tua hanya memberikan Nabila air gula, dalam usia 10 bulan setelah diperiksa oleh bidan di posyandu, Nabila mengalami kekurangan gizi dan berat badan yg tidak normal yaitu 6 kg. Kondisi terkini Nabila terlihat lemas, tidak ceria dan masih belum bisa bicara serta berjalan. Ayahnya (Abd.Latif, 46) hanya seorang kuli dan ibunya (Maimuna, 34) tidak bekerja membuat keluarga ini mengalami kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Nabila tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Selama ini jika sakit hanya dibawa berobat ke bidan setempat saja. Saat ini Nabila sudah mendapatkan penanganan khusus dari bidan Puskesmas setempat. Adik Nabila sudah mau minum susu, berat badan mulai bertambah, akan tetapi keluarga tidak mempunyai biaya untuk membeli susu terkait faktor ekonomi dan jumlah anak yang banyak yaitu 10 orang anak. Susu yang selama ini diminum diperoleh dari jatah Puskesmas. Kurir #SedekahRombongan memberikan bantuan berupa pemenuhan gizi adik Nabila Azkiya. Semoga dengan bantuan ini berat badannya bertambah dan semakin sehat. Aamiin

Jumlah santunan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Firly Nuris Ainul Ria Wulan

Nabila menderita Gizi buruk


VINA AFIDATUS SHOFA (1, Lahir Tanpa Anus). Alamat : Dusun Panyaleh, RT 2/3, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Dek Vina putri pertama dari pasangan Bapak Kusnadi (38) dan Ibu Maidah (37). Bapak Kusnadi bekerja sebagai buruh tani dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Dek Vina dilahirkan di bidan desa, satu hari setelah dilahirkan dek Vina muntah kuning secara terus menerus, perutnya pun mengeras sehingga bidan menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan. Ketika di RSUD lah, setelah diperiksa oleh dokter diketahui bahwa Vina tidak memiliki lubang anus. Sehingga dokter menyarankan Vina untuk dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Setelah dirawat selama 3hari di RSUD dr. Soetomo Surabaya dibuatkan lubang saluran pembuangan sementara di perut bawah samping bagian kiri. Sejak itu Vina diharuskan kontrol setiap 2minggu ke surabaya. Saat ini usia Vina sudah 6bulan sehingga dokter menyatakan Vina sudah cukup usia untuk dilakukan operasi pembuatan lubang anus. Vina memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas III tetapi orang tua masih kesulitan untuk biaya transportasi selama pengobatan. Sehingga bantuan yang Sedekah Rombongan salurkan dipergunakan untuk biaya tranportasi. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu Vina untuk bisa kembali sehat dan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Monir @hafnirosania

Vina mengalami lahir tanpa anus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUHAMMAD LUKITO 650,000
2 SIDIK BIN YANTO 500,000
3 KAMILAH BINTI UCA 500,000
4 MUHAMMAD RAFI 600,000
5 MTSR TASIKMALAYA 500,000
6 ULVIANI BINTI SURYANA 500,000
7 MARNI MARDIANI 500,000
8 NEMIN BIN NEAN 1,000,000
9 JUMINI BINTI KIRNO SUWITO 500,000
10 SELVI BINTI EDI 500,000
11 KOYAH BINTI NYIMAN 1,000,000
12 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
13 SRI MULYATI 1,000,000
14 WILDA SARI 1,000,000
15 BISMO YUDA WICAKSONO 1,000,000
16 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
17 AHMAD MUZAKI 750,000
18 NENG RAHMAWATI 750,000
19 TITA BINTI EMED 500,000
20 DIAN HAERANI 500,000
21 UZI LESTARI 1,000,000
22 DWI CHANDRA RAMADAN 500,000
23 RSSR MALANG 877,000
24 AMRIH MARYANTO 500,000
25 RUMINAH BINTI MULYONO 500,000
26 SUNARTI BINTI KASAM 1,000,000
27 SUWARNI BIN PARTO ROSO 1,000,000
28 MALKA FAHRIE ZAFRON KHOIRI 6,000,000
29 ROSIDATUL HASANIAH 2,660,000
30 SANTUNAN ANAK YATIM GRIYATIM FATAHIYYAH BONDOWOSO 1,000,000
31 RAHMATULLAH BIN ZAINAL 6,444,000
32 NOVI NURUL AMALIA 1,050,000
33 WIWIK RAHAYU 500,000
34 FARIDATUL ASFIAH 514,000
35 SOEDAHLAN BIN SARKAWI 500,000
36 ASMONOWATI 500,000
37 SURATNO BIN ROHADI 3,750,000
38 SUNARSO BIN SANPARTO 2,000,000
39 SUGIYONO BIN DUL MUKTI 500,000
40 YUDI PRIANTO 500,000
41 DIMAS PANGESTU NUR ALIFKI 500,000
42 MTSR PURWOKERTO 6,950,000
43 RSSR PURWOKERTO 639,000
44 RSSR PURWOKERTO 499,000
45 EDDY SUHERMAN 3,545,000
46 AMAQ MAJAS 1,175,000
47 INAQ HAPSAH JUMAWAL 1,200,000
48 LALU MUHAMMAD AMIN 2,900,000
49 AMAQ JUMSAH 1,200,000
50 AMAQ DARMAT 1,175,000
51 SUMINEM BINTI HADI WIYONO 1,000,000
52 ANIS ZAHRAH 1,000,000
53 SITI WADIAH WAHEDAH 600,000
54 JAMALUDIN BIN JALALUDIN 500,000
55 ISTIFAH BINTI ABDUL 500,000
56 JUMRIYAH BINTI MUHAMMAD 500,000
57 KAMA BIN MOMAHAMMAD 1,000,000
58 MUHAMMAD RAWI 500,000
59 SAIFULLAH BIN MAT RUDI 500,000
60 SULAMI BINTI SANIJAN 500,000
61 SAIDATUL MILLAH 550,000
62 R. HERI MULYADI 750,000
63 JUMRIYAH 500,000
64 FAEZA BIN HIDAYAT 1,034,000
65 NABILA AZKIA 600,000
66 VINA AFIDATUS SHOFA 500,000
Total 75,862,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 75,862,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1024 ROMBONGAN

Rp. 52,789,490,383,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.