Rombongan 1023

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on July 18, 2017

KIMIN BIN MURTAM (90, Lumpuh). Alamat: Dusun Gentong RT 1/,9 Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Kimin sakit sejak 2014 karena faktor usia dan sudah tidak dapat berjalan sejak 3 bulan yang lalu dan hanya menggunakan kursi roda. Saat ini pak Kimin dan istrinya hanya menumpang tinggal di rumah anaknya yang merupakan seorang janda sehingga biaya untuk berobat tidak ada. Sebelum sakit pak Kimin bekerja sebagai buruh mengambil getah karet di perkebunan dan sudah 2 tahun tidak bekerja karena sakit dan bahkan istrinya yang juga dalam kondisi sakit. Pada tanggal 30 Maret 2017 santunan sebesar Rp 1.000.000 untuk pak Kimin diberikan untuk keperluan membeli perlengkapan seperti pampers dan obat juga kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tangga l: 30 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @retno Muhtadin @akuo_kawai

Pak kimin menderita lumpuh


HARYONO MARJUKI (53, Katarak). Alamat: Dusun Jangkungan RT 3/4, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.Pada tahun 2010 pak Haryono mulai merasakan penglihatannya semakin kabur pada mata sebelah kiri, ketika itu ia masih bekerja sehingga ia memeriksakan matanya ke RSUP dr. Kariadi Semarang dan operasi dengan biaya sendiri. Pasca operasi, setelah beberapa bulan penglihatannya kabur lagi sehingga ia berniat untuk memeriksakan kondisi matanya ke dokter RSUP dr. Kariadi Semarang, namun dokter mengatakan bahwa kondisi matanya tidak apa-apa, jika dilakukan operasi hingga matanya bersih akan membuat lensa matanya rusak. Keinginannya untuk sembuh membuat ia berikhtiar menjalani pengobatan alternatif, namun setelah itu mata sebelah kanannya juga mengalami pengaburan penglihatan, sempat konsultasi ke dokter, dan dikatakan bahwa mata sebelah kanannya mengalami gangguan syaraf. Kini pak Haryono hanya bisa tinggal dan beraktifitas di rumah bersama ibunya, Suratmi (75) yang juga sakit, tulang paha kaki kanan bu Suratmi retak setelah ia terjatuh di belakang rumah. Pak Haryono dan bu Suratmi hidup bersama sejak pak Haryono bercerai dengan istrinya dan tidak bekerja. Kini biaya kebutuhan sehari-hari dibantu oleh dua adik pak Haryono yang telah berkeluarga dan tinggal serta bekerja di Semarang, sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari pak Haryono dikirimi makanan oleh mantan Istrinya. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah pak Haryono setelah mendapat informasi dari salah satu keluarga pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah melalui pertimbangan maka Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk pak Haryono dan bu Suratmi untuk bantuan biaya kebutuhan sehari-hari. Berucap terimakasih yang sebanyak-banyaknya dari pak Haryono untuk semua orang yang ada di Sedekah Rombongan teriring doa semoga semua diberkati Tuhan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 31 Mei 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtianrestiarto @muhtadinexc @akuo_kawai

Pak Haryono menderita katarak


TITIN SUNARWI (45, Penyekat Jantung Bocor). Alamat: Dusun Bakungan RT 8/4, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Dahulu bu Titin adalah seorang penjahit, namun semenjak beliau merasakan sakit yang tidak tertahankan pada dada bagian kirinya membuat beliau harus berhenti bekerja. Beliau pernah berkeluarga dan memiliki seorang putri, namun kini sudah bercerai dan beliau harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, sedangkan sang anak ikut saudara dari ibunya di Jakarta. Semenjak sakit yang beliau rasakan semakin parah akhirnya beliau memilih berhenti bekerja, sehingga sekarang kebutuhan hidupnya bergantung pada kebaikan saudara dan orang-orang di dekatnya. Sebelumnya telah diketahui bahwa memiliki kegagalan fungsi jantung. Bu Titin telah periksa ke RS Ken Saras Ungaran dan oleh dokternya beliau diberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan diagnosa secara detail tentang kondisi jantungnya. PAC/Penyadapan Jantung telah dilakukan pada hari Kamis, 13 April 2017, namun belum mendapatkan keputusan final soal penanganan jantung bu Titin. Pengujian Ekokardiografi dilakukan pada hari Rabu, 21 Juni 2017, hasilnya menunjukkan bahwa kelainan fungsi katup jantung bu Titin masih bisa diusahakan untuk disembuhkan tanpa operasi. Bu Titin adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 1005. Santunan telah diberikan untuk membantu biaya berobat dan sebagai tambahan kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya bu Titin masuk dalam Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto Muhtadin @akuo_kawai

Bu Titin menderita penyekat jantung bocor


NGATIYEM BINTI PAIMIN (42, Ca Mamae). Alamat: Dusun Temenggungan RT 10/3, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ngatiyem merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan area Kab Semarang. Kondisi beliau saat ini semangatnya agak menurun, secara mental down setelah mengetahui dan melihat di televisi tentang kondisi seorang artis yang meninggal karena kanker beberapa waktu yang lalu. Ada pemikiran bahwa artis dengan kondisi ekonomi tergolong mampu saja tidak tertolong apalagi beliau yg hanya mengandalkan biaya hidup dari jaga parkir suaminya Pak Edi Sudarwadi (44) mulai jam 3 sore sampe jam 11 malam. Kurir Sedekah Rombongan mengetahui secara langsung kondisi beliau saat ini, selain memberikan bantuan untuk biaya akomodasi selama menjalani proses kemoterapi yang tinggal 2 kali, Kurir Sedekah Rombongan juga memberikan semangat kepada beliau untuk terus berikhtiar menjemput kesembuhan demi suami dan anak-anak beliau yang masih kecil yang masih membutuhkan perhatian beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislamet Muhtadin @akuo_kawai

Bu Ngatiyem menderita ca mamae


MULIYAH BINTI SUGITO (57, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Ngampin Kulon RT 3/2 Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Berawal pada tahun 2014, saat Bu Muliyah merasakan ada benjolan di sekitar payudara sebelah kanan, dan ketika diperiksakan ternyata benjolan tersebut adalah kanker payudara. Bu Muliyah telah menjalani operasi pengangkatan di RSUD Ambarawa sampai akhirnya dilakukan operasi yang kedua di RSUD Ambarawa, selanjutnya dirujuk ke RS Ken Saras untuk kemoterapi. Kemoterapi dilakukan sebanyak 6 kali selama 3 Bulan, kemudian dilanjutkan dengan penyinaran setiap hari selama 30 kali dan tidak boleh terputus, jika dalam satu hari tidak dilakukan penyinaran maka harus diulang dari awal lagi. Saat ini rambut Bu Muliyah sudah rontok dan mendekati gundul, namun karena semangat untuk sembuh sangat besar maka apapun yang terjadi beliau siap menghadapinya. Suami Bu Muliyah telah berusia 67 tahun dengan kondisi fisik yang tidak sempurna dan kedua matanya sudah mendekati rabun, saat itu tidak percaya jika dalam kondisi saat ini masih ada yang peduli terhadap kondisi istrinya. Saat kurir Sedekah Rombongan datang menjelaskan maksud kedatangannya malah tidak ditanggapi dengan serius bahkan menantunya pun menaruh curiga sampai meminta foto copy KTP kurir Sedekah Rombongan. Ketika kurir Sedekah Rombongan datang kedua kalinya untuk menyerahkan santunan biaya operasional selama proses pengobatan ke RS Kensaras, barulah mereka percaya dan yakin bahwa ini adalah jalan pertolongan dan wujud kepedulian Sedekah Rombongan untuk Bu Muliyah. Bu Muliyah sudah melakukan operasi sebanyak tiga kali, dan hingga sampai saat ini masih menjalai kemoterapi dan kontrol. Minggu ke empat bulan Juni bu Muliyah harus menjalani rutinitas berobatnya. Atas dasar tersebut tim Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi berobat ke Rumah Sakit Ken Saras. Sebelumnya bu Muliyah masuk dalam Rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislamet @mukhtar @faizalmoo Muhtadin @akuo_kawai

Bu Muliyah menderita kanker payudara


PRASETYO BIN ABUHU (8, Sakit Kulit). Alamat: Dusun Bejalen Timur RT 7/3, Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pras biasa ia dipanggil, seorang anak kecil penderita sakit kulit yang belum diketahui sebabnya. Berawal dari beberapa tahun yang lalu kondisi kulitnya seperti melepuh, terasa panas, tetapi tidak gatal, pada saat kambuh muncul seperti herpes/kulitnya melepuh di sekujur tubuhnya dan tidak bisa beraktifitas apapun dan hanya berbaring saja. Sempat menjalani proses pengobatan di RSUD Ambarawa hingga ke dokter spesialis kulit di Ungaran dan belum diketahui jenis penyakitnya, diberi obat dan salep namun belum kunjung sembuh. Sementara ini berhenti berobat ke medis karena faktor biaya dan seperti ada alergi dengan obat, dan hanya pengobatan alternatif saja. Saat ini Pras tinggal sekeluarga dengan Pamannya. Bibinya sangat sayang kepada Pras bahkan sudah dianggap anak sendiri, demikian penuturan Bibinya saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya. Sedekah Rombongan merasakan kondisi Pras yang sudah tidak diasuh Ibu kandungnya lagi dengan kondisi sakit kulitnya. Bantuan awal telah diberikan untuk biaya kontrol ke rumah sakit. Namun hasil kontrol dari rumah sakit tidak menunjukan hasil yang signifikan, dan keluarga memutuskan untuk ikhtiar melalui pengobatan alternatif. Atas dasar tersebut Sedekah Rombongan memutuskan untuk memberi santunan lanjutan untuk membantu pengobatannya. Sebelumnya Pras masuk dalam Rombongan 975.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @trislamet @muchtar @faizalmoo Muhtadin @akuo_kawai

Pras menderita sakit kulit


TUKIYEM BINTI MARTO PAWIRO (75, Katarak). Alamat: Dusun Muncar RT 3/2, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Tukiyem, biasa ia dipanggil oleh tetangganya adalah seorang buruh serabutan yang hidup sebatang kara tanpa sanak saudara. Sudah lama Bu Tukiyem menderita katarak, karena ketiadaan biaya beliau tidak rutin memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Semakin lama Bu Tukiyem mengalami gangguan penglihatan, mata sebelah kanannya tidak bisa melihat. Bu Tukiyem yang hanya buruh serabutan hanya memeriksakan keluhannya di Puskesmas terdekat. Namun seiring berjalannya waktu bukan kesembuhan yang beliau dapatkan, justru mata sebelah kirinya juga tidak dapat melihat. Saat itu Bu Tukiyem yang sebatang kara dirawat oleh tetangga sekitar rumahnya, dibantu untuk kebutuhan makan dan di antar berobat ke Puskesmas. Atas izin Allah pada bulan April 2017 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Tukiyem, kemudian beliau didampingi untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Mulai bulan Mei 2017 Bu Tukiyem menjalani operasi Katarak di Rumah Sakit Columbia Asia Semarang. Saat ini mata Bu Tukiyem sudah bisa melihat kembali walaupun kadang masih terasa sakit. Bantuan awal telah disampaikan untuk membantu akomodasi dan biaya pengobatan selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @datik Muhtadin @akuo_kawai

Bu Tukiyem menderita katarak


SUPRIHATI BINTI SAMAK (47, Kanker Ovarium). Alamat: Dusun Glagahombo RT 4/5, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Suprihati, biasa beliau dipanggil adalah seorang petugas kebersihan di sebuah sekolah dasar di daerah Ambarawa. Sekitar bulan Maret 2016 bu Suprihati divonis menderita kanker ovarium, pada bulan September 2016 bu Suprihati telah menjalani operasi pertama di RSUD Ambarawa. Pada saat itu bu Suprihati masih menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jamkesda untuk membiayai operasinya. Setelah itu beliau masih tinggal di rumah dan belum bisa bekerja lagi karena kondisi fisiknya yang belum begitu pulih. Kini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bu Suprihati masih bergantung kepada orang tuanya, di sisi lain bu Suprihati juga masih menghidupi anaknya yang masih butuh biaya sekolah. Pada Bulan Juli 2017 bu Suprihati kembali melakukan kontrol di RSUP dr. Kariyadi Semarang dan dari hasil USG bu Suprihati akan kembali menjalani operasi kedua. Saat ini bu Suprihati sedang menunggu antrian kamar untuk operasi dan akan menjalani proses praoperasi. Sedekah Rombongan memahami kesulitan bu Suprihati dan terus mendampinginya, santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama pemeriksaan di rumah sakit. Santunan sebelumnya pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 936.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet Muhtadin @akuokawai

Bu Suprihatini menderita kanker ovarium


RUBANI SUBANI (58, Pembengkakan Jantung). Alamat: Dusun Poncol RT 3/5, Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Pak Rubani, biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pada tahun 2010 pak Rubani mengalami stroke yang mengakibatkan bagian tubuh sebelah kiri lumpuh tidak bisa bergerak. Setelah berikhtiar dengan pengobatan dan terapi yang rutin bagian tubuh pak Rubani yang lumpuh bisa sembuh dan digerakkan dengan normal. Namun, pada bulan November 2016 pak Rubani mulai mengalami sesak nafas dan oleh keluarganya diperiksakan ke klinik terdekat. Dokter mendiagnosa terjadi pembengkakan pada jantung pak Rubani. Kondisi sakit yang dialami pak Rubani membuatnya tidak bisa bekerja, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mengadalkan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani. Kondisi ekonomi yang terbatas ini membuat pak Rubani tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit. Pada bulan Maret 2017 kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan pak Rubani. Berbekal fasilitas kesehatan JKN-PBI BPJS Kelas 3, pada bulan Maret 2017 pak Rubani berobat ke RSUD Ambarawa dan melakukan cek laboratorium, hasilnya memberikan keputusan bahwa pak Rubani masih perlu kontrol rutin ke RSUD Ambarawa. Santunan telah diberikan untuk membantu akomodasi selama kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik @muchtar Muhtadin @akuo_kawai

Pak Rubani menderita pembengkakan jantung


TUKIMIN BIN SONO WIKROMO (54, Stroke). Alamat: Jl. Jalak Raya 84, Desa Kuncen RT 12/1, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Tukimin adalah seorang pedagang keliling yang harus bekerja menghidupi istri dan anaknya. Pertengahan tahun 2015 lalau, saat sedang berjualan keliling pak Tukimin terjatuh di jalanan. Saat itu pak Tukimin langsung dibawa ke UGD RSUD Ungaran untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan tensi pak Tukimin tergolong tinggi dan akibatnya pak Tukimin mengalami stroke, tangan dan kaki kiri pak Tukimin tidak dapat digerakkan. Pada bulan Febuari 2017 Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan pak Tukimin, kondisi tubuh yang lumpuh sebagian membuat pak Tukimin tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan keterbatasan yang ada pak Tukimin terus melakukan pengobatan dan terapi di RSUD Ungaran. Pak Tukimin menggunakan jaminan fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama berobat. Santunan diberikan untuk membantu akomodasi dan pemeriksaan di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk Muhtadin @akuokawai

Pak Tukimin menderita stroke


SUKINI BINTI KARDOH (67,Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Randukuning, RT 11/3, Kel.Pati Lor, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sukini merupakan janda kurang mampu pekerjaannya sebagai penyapu makam di sebuah makam kecil berdekatan rumahnya. Pendapatannya tidak menentu, tergantung dari ada tidaknya keluarga yang berkunjung dimakam tersebut. Sehari tidak lebih dari dua puluh ribu rupiah didapatnya. Suami tercintanya Sumolewo sudah puluhan tahun mendahuluinya. Dan Mbah Sukini pun tidak dikaruniai anak. Walau begitu tidak membuat mbah Sukini larut dalam kesendiriannya. Hidupnya tetap semangat dalam mencari rupiah demi menyambung hidup. Sedekah Rombongan menyampaikan bantunan untuk membantu membeli keperluan hidupnya. Atas bantuan yang disampaikan Mbah Sukini mengucapkan terimakasih, semoga keluarga Sedekah Rombongan dimudahkan segala urusannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


MUHAMMAD ALFARUQ ZIDNY (1, Ileus Obstruktif + Dehidrasi Berat). Alamat: Desa Gabus, RT 2/7, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Maret yang lalu dek Alfaruq mengalami susah BAB, hingga perutnya kembung, kemudian keluarga berinisiatif pergi ke dukun pijat untuk diurut. Akan tetapi selepas diurut perut makin membengkak,dan akhirnya mengeluarkan kotoran melalui buah zakar yang pecah. Waktu itu sempat dirawat di RSUD Soewondo dan dirujuk ke RS. Kariadi Semarang dengan kondisi yang sama, yaitu masih belum bisa BAB melalui dubur,sehingga setiap BAB,kotoran keluar melalui salah 1 buah zakar yang telah pecah. Saat itu operasi tidak bisa segera dilaksanakan, karena ada kendala dalam pembuatan BPJS,sementara keluarga hanya mempunyai jamkesda. Sang ayah Siswoyo (34) bekerja sebagai kuli bangunan yang gajinya tidak tentu,sedang ibunya Ani Rubiani (33) hanya sebagai ibu rumah tangga, sehingga untuk biaya operasi sang anak mereka tidak mampu membayarnya. Hingga akhirnya operasi bisa dilakukan dengan biaya berhutang pada saudara. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga dek al faruq dan memberikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga dek alfaruq segera sembuh dan bisa sehat seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @FifiKusuma @JeanseaMaurer @akuokawai

Alfaruq menderita Ileus obstruktif + dehidrasi berat


JASLIM BINTI TUSNO (82, Stroke). Alamat : Desa Gunungsari, RT 6/1, Kec.Batangan, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Kondisi Mbah Jaslim sekitar 3 bulan yang lalu mulai memburuk,pada waktu bangun beliau tiba -tiba tak sadarkan diri ,Mbah Sumini panik dan akhirnya memanggil mantri desa,selang beberapa waktu tersadar dan tak dikira tangan dan kaki Mbah tidak bisa bergerak. Mbah Jaslim merupakan mantan pejuang di era dulu, semasa beliau sehat bekerja sebagai kuli serabutan di sela-sela waktu bersama sang istri Mbah Sumini(79), Mbah Jaslim juga berdagang kerupuk aking,lama waktu berjalan Mbah Jaslim tidak bisa bekerja lagi karena penyakit stroke yang dialaminya, Mbah Jaslim hanya menumpu hidup dari uluran sang anak yang perekonomian juga pas-pasan, serta tetangga yg dermawan. Mbah Jaslim hanya mengandalkan pengobatan dari Puskesmas menggunakan JKN KIS PBI dan Alhamdulillah 2 Minggu bsetelah pengobatan rutin beliau bisa duduk sendiri. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan keluarga ini dan memberikan bantunan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhannya dan untuk akomodasi berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @TotokRagilH @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Jaslim menderita stroke


KASRI BIN MERTO NGADI (69, Patah Tulang). Alamat : Desa Klegen, RT 1/3, Dukuh Kalidoro, Kec. Pati,Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Kasri adalah seorang janda yang hidup sendiri dalam rumah yang sederhana. Satu bulan yang lalu ketika Mbah Kasri berdagang beliau terpleset dijalan, sehingga beliau jatuh keras, beliau merasakan sakit hingga diharuskan perawatan cepat waktu itu, warga datang menolong membawa Mbah Kasri ke puskesmas terdekat dokter mengatakan bahwa tulang belakang Mbah Kasri mengalami memar yang menjadikan sakit itu berkepanjangan. Sehari-hari beliau bekerja sebagai penjual sayur keliling namun semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Sang Suami Hadi Sumarto Dasan sudah meninggal lama, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya beliau diberi oleh tetangganya. Sedekah Rombongan melihat kesedihan beliau , dan memberi bantuan yang sekiranya bisa digunakan untuk membeli obat, karena sampai hari ini Mbah Kasri tidak bisa berjalan kembali. Semoga Mbah Kasri diberikan kesembuhan kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan Sugiono @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Kasri menderita patah tulang


SRI KUNARSIH (59, Stroke). Alamat : Kel.Parenggan RT 1/1, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov Jawa Tengah. Beliau biasa dipanggil Mbak Kun. Beliau dulu sangat ringan tangan saat tetangga membutuhkan bantuannya. Berapapun upahnya dengan ikhlas diterimanya, Sekedar memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun sejak stroke yang dialaminya sejak tiga tahun yang lalu membuat mbak Kun hanya terbaring sajam, sesekali duduk hanya untuk melepas rasa penat di tubuhnya. Suami tercinta Iman Prayitno telah lama meninggal dunia. Hidup bersama dengan tiga anak lelakinya Muhammad Ibnu (35), Muhammad Ali Sahid (32), Tri Bagus Pamungkas (26). Namun sayang ketiganya mempunyai kelainan pada matanya. Mata mereka mengalami minus lebih dari 25 sehingga tidak ada lensa yang dapat membantu melihat dengan jelas. Tulang punggung keluarga ini hanya bertumpu pada anak pertamanya Muhammad Ibnu (35), yang sudah berkeluarga sebagai penjaga malam di Hiswana migas, gudang elpigi. Anak kedua Muhammad Ali Sahid (32) tidak bekerja karena masih menjalani pengobatan matanya di RSUP Dr. Kariadi Semarang setiap satu minggu sekali. Sedangkan yang bungsu Tri Bagus Pamungkas (26) bekerja di warung kopi yang penghasilannya hanya cukup kebutuhannya sendiri. Namun begitu mbak Kun tetap sabar menjalani kehidupannya. Sedekah Rombongan merasakan beratnya kehidupan keluarga ini. Bantunan yang diberikan digunakan untuk membeli keperluan hidup dan berobat mandiri.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Sri menderita stroke


KINAH BINTI WIJOYO KARYO (87, Bantuan Biaya Hidup), Alamat : Desa Guwo, RT 3/5, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah. Buyut Kinah dikenal sebagai wanita pekerja keras yang berprofesi sebagai buruh tani, namun karena usia yang telah lanjut dan kondisi fisik yang telah renta kini beliau sudah tidak mampu bekerja lagi bahkan sulit diajak komunikasi karena pendengaran beliau sudah tidak berfungsi, buyut Kinah merupakan isteri kedua dari mbah Suwito (almarhum) yang tidak memiliki keturunan, satu – satunya kerabat terdekat adalah anak tirinya yang bernama Wagirah (66) merupakan anak sang suami dari istri yang pertama, sepeninggalan sang suami, buyut Kinah tinggal seorang diri di rumah sederhana yang berdiri di lahan milik sang anak tersebut. Untuk keperluan sehari hari buyut Kinah hanya mengandalkan uluran tangan tetangga serta belas kasih para dermawan, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan buyut Kinah dan memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari hari, beliau merasa terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan ini dari sedekah holics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan Eguh @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SUHARNI BINTI HARJO AWI (69, Diabetes). Alamat: Desa Dosoman, RT 3/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Harni adalah salah satu Pasien Sedekah Rombongan dengan diagnosa diabetes yang sudah diderita 5 tahun yang lalu dan hanya berobat ke dokter umum langganan di desa setempat, namun tidak ada perubahan yang lebih baik. Sang Suami Gini Soeseno (74) mengalami kelainan kulit, Rasa minder dan kekurangan dalam hal perekonomian membuat kondisinya semakin melemah. Mbah Suharni ini tinggal dengan Suaminya Gini Soeseno (74) Saat ini beliau bekerja sebagai pembuat tusuk sate dari bambu. Tinggal di Rumah kontrakan dengan bangunan kecil di desanya, karena rumahnya yang lama sudah dijual untuk bayar hutang setelah menikahkan adiknya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat secara mandiri, doa untuk mbah Suharni agar dapat sembuh dengan serangkaian pengobatan jalan. Terimakasih diucapkan dari keluarga mbah Suharni untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Suharni menderita diabetes


SUTRIYAH BINTI SUTRIMAN (67, Stroke).Alamat : Desa Randukuning, RT 11/3, Kel. Pati Lor, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sutriyah merupakan janda sepuh yang kini hanya terbaring saja diatas tempat tidurnya bermula pada bulan Januari 2017, mendadak beliau merasakan kaku seluruh tubuhnya, lalu berobatlah Mbah SutrIyah Ke Rumah Sakit terdekat dan dokter mendiagnosa beliau terserang Stroke pengobatan selanjutnya Hanya beberapakali saja berobat dan sekarang terkadang mengkonsumsi obat-obatan ringan dan beberapa vitamin saja. Hidup seorang diri di rumahnya yang berada di pinggir kali,yang kadang juga terkena banjir. Mbah Sutriyah hanya berharap dari belas kasihan tetangganya saja. Suami tercintanya Suratman telah lama dipanggil Yang Kuasa sedangkan dua anaknya sudah menikah semua dan tidak tinggal bersamanya.karena bekerja sebagai pengamen dan hanya kadang – kadang aja menengok mbah Sutriyah. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan dan kesedihannya dan memberikan santunan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @Sriantini @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Sutriyah menderita stroke


SULISTIYONO BIN PARMAN (45, Kerusakan Syaraf Mata). Alamat: Dukuh Siman Desa Tambahharjo, RT 5/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Tiyono adalah nama panggilan beliau oleh warga sekitar. Pak Tiyono yang telah mengalami gangguan pada kedua matanya dan setelah kontrol beberapa kali ke RSU Soewondo Pati dan RSUP Kariadi Semarang maka dokter menyimpulkan diagnosa terjadi kerusakan syaraf pada kedua matanya. Dan dokter telah memberitahukan bahwa mata beliau tidak bisa disembuhkan. Penyakitnya ini sudah diderita pada saat 3 tahun yang lalu, dan sudah sering kali kontrol ke dokter spesialis mata, namun tidak ada perubahan yang lebih baik. Hanya disuruh kontrol jika ada keluhan saja. Pengobatan Pak Tiyono selama di RSUD Soewondo Pati dan RSUP Kariadi Semarang menggunakan JKN KIS yang setara dengan BPJS kelas III. Pak Tiyono ini tinggal dengan istrinya Siti Khotimah (42) yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sekolah. Dulu pak Tiyono bekerja sebagai petugas kebersihan di masjid desa, namun sekarang karena kondisinya sudah tidak bisa bekerja lagi. Tinggal di Rumah sederhananya bersama istrinya saja, karena kedua anaknya telah meninggal dunia saat masih kecil. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat secara mandiri, doa untuk Pak Tiyono agar dapat melihat kembali. Terimakasih diucapkan dari keluarga Pak Tiyono untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak tiyono menderita kerusakan syaraf mata


SUMARMO BIN SUKARDI ( 39, Fracture Thorax + TB Paru). Alamat: Desa Ciroto, RT 1/4 Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Marmo, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Bermula sewaktu bekerja di Kalimantan, badan Pak Marmo mendadak lemas selama 2 minggu terakhir. Tidak hanya itu yang dirasakan, beliau juga tidak dapat buang air besar dan buang air kecil selama 10 hari. Hal tersebut tentu membuat beliau tidak dapat bekerja secara maksimal. Pak Marmo kemudian memeriksakan diri ke dokter, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa beliau sakit ginjal. Akhirnya, Pak Marmo memutuskan untuk pulang ke Jawa dikarenakan kondisi tidak lagi memungkinkan untuk bekerja di tanah rantau. Disamping itu, beliau juga harus menjalani pengobatan rutin untuk sembuh dari penyakitnya. Sesampainya di tanah Jawa, Pak Marmo hanya bisa terbaring dengan keadaan perut yang sedikit membuncit. Sedekah Rombongan mendapat info bahwa Pak Marmo membutuhkan pertolongan, dijemputlah pak marmot untuk segera mendapa perwatan medis, dengan medan perjalanan yang sangat jauh dan susah karena berada di perbatasan kota pati dengan kota purwodadi dengan jalur pegunungan yang terjal membutuhkan waktu selama 90 menit lamanya evakuasi, setelah menjumpai Pak Marmo maka dibawalah beliau untuk pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati, seketika dokter menyarankan untuk opname hari itu juga. Pak Marmo tinggal bersama istrinya Bu Suyati (28) dan kedua anaknya M. Aditya (10) dan M. Abizar (10). Istrinya sebagai ibu rumah tangga tidak dapat banyak membantu perekonomian keluarga. Kondisi tersebut semakin menyulitkan Pak Marmo untuk menjalani pengobatan. Setelah dirawat di RSI Sultan Agung ternyata dokter memberi rujukan kembali ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk perawatan yang lebih intensif lagi, selama di RSUP Dr. Kariadi Semarang pak Marmo menjalani beberapa tindakan medis seperti rontgen ulang ternyata dokter mendiagnosa TB Paru, bantuan kedua disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Sebelumnya dibantu pada ROM 1018, Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu sehingga beliau segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Sumarmo menderita fracture thorax + TB paru


SEMIN BIN DANURI (62, Benigna Prostat Hypertropy). Alamat: Dusun Wahyurejo RT 7/1, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Semin merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, yang sudah menjalani rawat jalan sebulan sekali di RSUP dr. Kariadi Semarang. Pada tanggal 14 Juni 2017 telah melakukan kontrol ke rumah sakit dan dilakukan operasi kecil atas sakit prostat yang dideritanya dan diberikan obat untuk rawat jalan. Santunan dampingan telah diberikan kepada Pak Semin untuk biaya akomodasi selama berobat di Rumah Sakit. Sebelumnya Pak Semin masuk dalam Rombongan 848.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2014
Kurir : @robbyadiarta @agtianrestiarto @datik Muhtadin @akuo_kawai

Pak Semin menderita benigna prostat hypertropy


MTSR WONOGIRI AD1999SR ( Operasional Maret dan April 2017 ). MTSR adalah Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, yaitu mobil ambulan sebagai mobil operasional kegiatan pendampingan pasien sedekah rombongan di Kabupaten Wonogiri. Mobil ini setiap harinya melaju bersama para pasien dampingan, selain itu pun mobil ini sering digunakan masyarakat baik di Wonogiri maupun daerah sekitar yang membutuhkan. Adapun penggunaan mobil ini manakala tidak untuk pasien dampingan misalnya saja antar jemput warga sakit yang membutuhkan, pengantaran jenazah dari warga, penjemputan jenazah dari rumah sakit ke rumah yang meninggal. Hal ini sudah menjadi rutinitas adanya mobil tanggap sedekah rombongan. Kebutuhan untuk bahan bakar, perawatan mobil serta bantuan – bantuan bagi warga kita masukkan dalam operasional Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Laporan kali ini, dua bulan yaitu bulan Maret dan April 2017 kita include kan menjadi satu. Laporan khusus bulan Maret belum masuk, sehingga kami laporkan di bulan April. Berikut laporan operasional Mobil Tanggap Sedekah Rombongan sebagaimana narasi laporan yang kami sampaikan di bawah ini.

Operasional : Maret 2017 sebesar Rp. 4. 869.300,- dan April sebesar Rp. 4.700.050,- (Total dua bulan : Rp. 9.569.350,- )
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @Mawan@Allteam

Biaya operasional Maret dan April 2017


SUPIYAH BIN MARTO SARDI (57, lemah jantung & paru paru). Alamat : Dusun Rejomulyo RT.06/02, Desa Panger, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Supiyah hidup dengan seorang anak yang masih sekolah di MAN Panekan, suaminya sudah lama meninggalkan keluarganya setelah bu Supiyah mengalami sakit jantung dan paru paru. Semenjak itu bu Supiyah sering keluar masuk rumah sakit dengan menggunakan BPJS mandiri. Setiap hari yang mencukupi kebutuhan makan dan biaya sekolah anaknya berasal dari uluran tangan tetangga sekitar dan keponakannya. Keadaan pasien sangat bergantung dengan tabung oksigen, 1 tabung dapat dipakai satu minggu. Keadaannya betul betul sangat memprihatinkan. Informasi mengenai bu Supiyah diperoleh dari warga sekitar yang perduli dengan kondisi beliau. Bantuan lepas titipan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan kepada bu Supiyah dan digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari hari. Bu Supiyah sangat berterima kasih atas kepedulian dari tim Sedekah Rombongan. Semoga Allah memberi kesembuhan atas sakitnya

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sumiyati

Bu Supiyah menderita lemah jantung & paru paru


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Pajak tahun 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mtsr ini sangat berguna bagi warga Magetan dan sekitar nya khususnya untuk duafa yang tidak mampu berobat. Kiprah nya di Magetan selama satu tahun terakhir sangat lah bermanfaat untuk warga Magetan dan sekitar nya. Laporan kali ini ditujukan untuk keperluan pembayaran pajak tahun 2017 setelah laporan sebelum nya masuk dalam rombongan 1007. Semoga keberadaan Mtsr di Magetan terus dapat bermanfaat dan menjadi ladang amal bagi para Sedekaholic maupun seluruh kurir Sedekah Rombongan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.292.900
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive Allcrew

Biaya operasional pajak tahun 2017


SUKARDI JIDUNG (80, duafa sebatangkara). Alamat : RT 02/02 Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Mbah Sukardi yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Mbah Jidung adalah seorang laki-laki tua yang sebatangkara. Diusia nya yang senja mbah Jidung hidup menumpang pada keponakan nya karena mbak Jidung tidak punya anak dan istri. Selama ini beliau bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan hidup nya tetapi dalam satu tahun terakhir beliau tidak bisa berjalan karena terjatuh saat bekerja. Saat kurir mensurvey kondisi beliau, memang sangat memprihatinkan. Beliau hanya tidur beralaskan tikar lusuh dan di ruangan yang sedikit gelap serta berlantai tanah. Berdasarkan hasil survey, santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk membeli kasur serta bantal supaya bisa tidur dengan lebih layak. Sisanya diberikan berupa uang tunai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mbah Jidung sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga menjadi catatan amal kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf

Mbah jidung duafa sebatangkara


BINGKISAN LEBARAN (Pasien dampingan dan Dhuafa). Bulan suci Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, menandakan bahwa hari kemenangan akan segera datang. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba agar bisa memperoleh berkah Ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan, baik berupa makanan dan pakaian. Akan tetapi tidak semua dapat merasakan indahnya perayaan kemenangan Ramadhan. Seperti yang dialami dhuafa sekitar wilayah Magetan. Mereka harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berpuasa tanpa memikirkan mampu berbuka atau tidak saat maghrib menjelang. Himpitan kondisi memaksa mereka untuk terus bekerja dan bekerja menikmati keberkahan Ramadhan dari peluh keringat yang ada. Asa mereka untuk mampu membeli kebutuhan pokok untuk sekedar merayakan nikmatnya hari kemenangan. Kurir Sedekah Rombongan Magetan kemudian menyampaikan sedikit bingkisan lebaran untuk pasien dampingan yang ada di Magetan. Tawa dan syukur terlihat dari sorot mereka, semoga mampu membawa ceria saat hari kemenangan tiba. Serta para Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir: @Mawan @ErvinSurvive Allcrew

Bingkisan lebaran untuk pasien dampingan


SULARDI BIN WARSONO (30, Patah Tulang Belakang). Alamat : Dusun Templek RT 38/4 Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Sulardi pria berusia 30 tahun yang sehari – harinya bekerja serabutan. Kejadian naas jatuh dari pohon pada tanggal 17 Juni 2017 membuatnya mengalami cedera tulang belakang yang cukup serius hingga saraf otaknyapun terkena dampaknya. Pasca kejadian jatuhnya dari pohon ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo Wonogiri. Ia dirawat selama 6 hari, dan dokter menyatakan bahwa kaki Sulardi tidak merespon akibat cedera tulang belakang yang cukup serius. Mendengar kabar bahwa kejadian itu menimpa Sulardi, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei, dan Sulardi mendapatkan bantuan. Santunan pertama titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya rawat inap di Rs. Amal Sehat Slogohimo Wonogiri. Sulardi sangat berterimakasih kepada para Sedekaholic atas bantuan yang telah diberikan, semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan Sulardi segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Wisnu

Pak Sulardi menderita patah tulang belakang


SUKARMI BINTI SUKIR ( 42, Gagal ginjal). Alamat : Dusun Rejomulyo RT. 03/02, Desa Panger , Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Sukarmi mempunyai 3 anak tanpa didampingi oleh suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bekerja merantau sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta selama kurang lebih 15 tahun. Pada tahun 2016 bu Sukarmi merasakan sakit dan dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan dengan menggunakam BPJS dan oleh dokter dinyatakan sakit gagal ginjal. Sampai sekarang Bu Sukarmi harus menjalani cuci darah seminggu sekali, setiap hari Rabu. Untuk kebutuhan hidup dan membiayai anaknya yang no 2 duduk di kelas 3 SMP dan yang no 3 duduk di kelas 5 SD, selama ini dibantu oleh orangtuanya yang sudah tua dan kondisinya sangat terbatas. Informasi mengenai bu Sukarmi diperoleh dari tetangga sekitar yang perduli dengan kondisi beliau. Bantuan lepas titipan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari hari. Bu Sukarmi sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga bermanfaat dan diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sumiyati @Jeans_Oswolf

Bu Sukarmi menderita gagal ginjal


WIDJI ALWIJIANTO (45, Ca Thyroid). Alamat : Dusun Godekan RT. 8/4 Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pak Widji, seorang lelaki berusia 45 harus terbaring lemah di atas kasur. Terdapat benjolan dilehernya sebelah kanan sebesar bola. Dulunya ia bekerja sebagai pencari pasir disungai dekat rumahnya. Ayah dari 2 orang anak ini kemudian merasakan keanehan pada lehernya, dan dibawa ke Rsud. Soedono Madiun. Hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa pak Widji menderita Ca Thyroid, dan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi di Rsud. Moewardi Solo. Namun karena terbatasnya biaya akhirnya pak Wijdi tidak melakukan apa yang telah disarankan dokter. Mendapat informasi dari keluarga disekitar tempat tinggal pak Wijdi, kurir Sedekah Rombonganpun melakukan survey. Pak Wijdi mulai didampingi SR tanggal 22-5-2016. Setelah mendapat rujukan dari Rumah sakit. dr Oen Solo selanjutnya berobat ke Rsup. Moewardi Solo. Operasi pertama dilaksanakam Senin, 29-5-2017 dan berjalan dengan lancar. Saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan untuk dilakukan operasi kedua. Santunan pertama titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat serta rawat inap. Pak Widji sangat berterimakasih atas bantuan yang telah sedekahholic berikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pak Widji, dan semoga segera diberikan kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervin @RonyPratama @HadiS @Kinantiawe @MirzaDwiP

Pak Widji menderita ca thyroid


PUTRI TRI HERYANTI (18, epilepsi) Alamat : Dusun Jetak RT. 05/02 Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Putri terlahir sebagai anak kembar, karena keterbatasan ekonomi orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani, semenjak kecil Putri diasuh oleh neneknya yang bekerja berjualan makanan kecil di sekolah terdekat. Penghasilan neneknya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Putri sekarang baru naik kelas 9 di MTsN Panekan. Putri termasuk anak yang rajin dan pandai di kelasnya. Namun karena penyakit epilepsi yang dideritanya sering membuat Putri tidak masuk sekolah. Selama ini hanya dilakukan pengobatan seadanya karena keterbatasan biaya. Informasi mengenai Putri diperoleh dari tetangga salah satu kurir Magetan. Bantuan lepas titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya sekolah dan berobat. Putri dan keluarganya sangat berterima kasih atas bantuan yg telah diberikan. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi sakitnya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Sumiyati @Hadi @KinantiAwe

Putri menderita epilepsi


REZA TRI ANDIKA (16, Uretral Stricture). Alamat : RT 22/04, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Uretral Stricture atau yang biasa dikenal dengan kesulitan untuk buang air kecil ini dimulai sejak empat tahun lalu Reza bermain sepeda bersama teman-temannya, ia terjatuh dari sepeda dan saluran kencingnya terbentur sadel sepeda yang menyebabkan Reza tidak dapat buang air kecil. Keluarga pun membawanya ke Puskesmas untuk bisa segera ditangani, lalu dirujuk ke RSUD Sayidiman Magetan. Karena peralatan medis yang kurang lengkap Reza dirujuk ke RS dr. Mowardi Solo untuk mendapat penanganan. Operasi telah dilakukan, namun ternyata Reza belum bisa buang air kecil melalui saluran kencing. Pengobatan dihentikan selama dua tahun karena keterbatasan biaya, Reza buang air kecil menggunakan selang yang di pasang di saluran kencingnya dan diganti setiap seminggu sekali sekali di RSUD setempat. Dokter menyarankan Reza melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut. Reza telah direncanakan dokter untuk melakukan operasi akan tetapi menunggu lubang bekas operasi yang pertama menutup terlebih dahulu. Pada pertengahan bulan Januari, lubang bekas operasi Reza yang dulu telah tertutup dan akan dilakukanya operasi. Alhamdulillah, operasi Reza pun telah dilakukan dan berjalan lancar. Ayah Reza, Paiman (50) dan ibunya Panirah (48) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu merasa sudah tidak sanggup membiayai pengobatan Reza, inilah kendala bagi keluarga ini. Sampai akhirnya Sedekah Rombongan mendengar kabar tentang Reza. Santunan ke enam telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan uang saku selama 2 kali kontrol ke Malang. Santunan sebelum nya telah masuk nomor rombongan 909, 935, 939, 965 dan 986. Semoga Reza bisa segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Jeans_Oswolf @KinantiAwe

Reza menderita uretral stricture


KINI BINTI WAHYO, ( 39, jantung lemah, benjolan di leher ). Alamat : Dusun Papringan, RT.02/04 Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Kini memiliki fasilitas kesehatan berupa Jamkesmas. Beliau memiliki tanggungan 2 orang anak, kelas 5 Sekolah Dasar, Balita 5 tahun gizi buruk sedangkan anaknya yg tertua berumur 18 tahun dan bekerja menjadi pembantu di rumah makan. Suami Ibu Kini yaitu bapak Sunu (53 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling yang penghasilannya bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Bu Kini mengalami sakit benjolan di leher sejak 11 tahun yang lalu sampai-sampai untuk berbicara tidak jelas bahkan untuk bernafas kadang mengalami kesulitan. Sedekah Rombongan bertemu dengan Bu Kini berdasarkan Informasi dari warga sekitar. Proses pengobatan di mulai di RS Dr. Sayidiman Magetan dua tahun yang lalu, tetapi karena keterbatasan peralatan terpaksa harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Solo. Santunan ke 6 titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000 telah disampaikan untuk biaya akomodasi selama pengobatan setelah sebelumnya masuk pada rombongan 632, 774, 785, 891dan 949. Keluarga Bu Kini merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPrata58 @Jeans_Oswolf

Bu Kini menderita jantung lemah, benjolan di leher


PARNI BIN RAMBAT, (48, Karsinoma Nasopharyng) Alamat : Dusun Claket Desa Bulugunung RT 17 / 2 Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Parni begitu orang biasa memanggilnya. Seorang pria berusia 48 tahun yang bertempat tinggal di Bulugunung Magetan. Dalam kesehariannya Pak Parni bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan kurang lebih Rp. 50.000/hari. Ayah dari 4 orang anak ini mulai mengetahui adanya benjolan di leher 1 tahun lalu, dan baru terasa sakit beberapa bulan belakangan ini. Ia sudah menjalani pengobatan di Rsud dr. Syadiman Magetan, Rsud dr. Soedono Madiun, dan terakhir ia berobat ke Rsud dr. Moewardi Solo. Dokter mendiagnosa ia menderita penyakit Karsinoma Nasopharyng. Dengan penghasilan yang cukup minim, istrinya Parmi yang bekerja sebagai buruh gendong tidak kamu membiayai suaminya berobat. Setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal Pak Parni, kurir Sedekah Rombongan melakukan survei memutuskan untuk mendampingi beliau berobat. Santunan ketiga sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama dua kali rawat inap setelah sebelumnya masuk rombongan 935 dan 976. Pak Parni sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Parni segera diberikan kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Pak parni menderita karsinoma nasopharyng


YUNI PURWANINGSIH (42, Ca Mamae). Alamat : Jalan Kelud RT/RW 4/1 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuni adalah seorang ibu dari 3 anak yang sehari-hari bekerja di warung kopi milik nya. Bulan Juni tahun 2015 Bu Yuni merasakan ada benjolan di payudara nya sebelah kanan tetapi tidak begitu dihiraukan. Pengobatan hanya dilakukan dengan mengkonsumsi obat alternatif karena terkendala keterbatasan biaya. Penghasilan bu Yuni di warung dan Suaminya yaitu Bapak Supriyanto (42 tahun) yang berjualan mie ayam keliling hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah 3 orang anak nya.Tetapi setelah hampir dua tahun penyakit nya semakin parah akhirnya Bu Yuni periksa ke dokter dan diharuskan melakukan check lab. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa harus segera dilakukan operasi untuk pengangkatan payudara kanan nya. Mulai tgl 20 Maret 2017 Bu Yuni menjadi pasien dampingan SR Magetan dengan melakukan pemeriksaan awal ke Rsup. Soedono Madiun untuk selanjutnya di rujuk ke Rsup. Moewardi Solo dengan menggunakan jaminan Bpjs Mandiri kelas 2. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang meliputi rotgen, Usg, rotgen punggung dan check lab akhirnya operasi dilaksanakan hari Jum’at, 31 Maret 2017 dan Alhamdulillah berjalan lancar. Saat ini Bu Yuni menjalani kontrol rutin dan persiapan rangkaian kemoterapi. Santunan kedua titipan dari para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol dan kemoterapi setelah sebelum nya masuk rombongan 986. Pak Supriyanto dan Bu Yuni mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pendampingan dari Sedekah Rombongan, semoga menjadi berkah untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Bu yuni menderita ca mamae


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional Mei 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 19 April 2015 yang lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Mei 2017 sebesar Rp 3.465.000 di gunakan untuk pembelian BBM, servis dan anti Oli serta pembelian 4 buah ban. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 1007.

Jumlah Bantuan : Rp 3.465.000
Tanggal : 1Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Mei 2017


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional Mei 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan Mei 2017 sebesar Rp 3.080.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM dan ganti oli. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 1007.

Jumlah Bantuan : Rp 3.080.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Mei 2017


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan Mei 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo. Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan Mei 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 1007.

Jumlah Santunan : Rp 1.995.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Mei 2017


ADUNG JAYA (58, Diabetes). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/2, Desa Jaya Sari, Kecamatan Cimarga, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Pada September 2014 lalu, Pak Adung tiba-tiba merasakan badannya lemah dan sakit pada kaki kanannya. Kondisi tersebut tidak dihiraukannya dan ia tetap bekerja seperti biasa sebagai buruh tani di kebun milik orang lain bersama istrinya, Nurheni (53). Kondisinya yang semakin melemah itu membuat Pak Adung terjatuh hingga kakinya terluka. Luka di kaki Pak Adung tak kunjung sembuh, keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak, Banten. Pak Adung didiagnosis oleh dokter menderita diabetes dan harus menjalani perawatan selama hampir 2 minggu. Pak Adung masih menjalani tahap pemulihan, namun kaki sebelah kanannya masih bengkak akibat terjatuh. Bermodalkan jaminan kesehatan KIS yang didapat dari pemerintah setempat, Pak Adung menjalani pengobatan rutin, tetapi untuk biaya transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung menjadi kendala. Kodisi Pak Adung membaik namun ia masih harus menjalani kontrol rutin dan menjaga gula darahnya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat – obatan yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Pak Adung dibantu dalam rombongan 998.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @anasaramadhan @ririn_restu

Pak adung menderita diabetes


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (8, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (6, ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang); LISHA ZAHRA PERMATASARI (5, ADHD Kombinasi). Alamat : Jln. Lembang Baru IV No 12 B, RT 2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Prov. Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Kondisi Rifki kembali cenderung lebih agresif sehingga obat penenangnya ditingkatkan dosisnya namun ia sudah tidak tempramental. Zaskia mengalami peningkatan, ia sudah bisa mulai mengeja dan membaca 1 kosakata dan sudah bisa menulis tanpa kaku jarinya. Ia pun sudah bisa duduk tenang ketika diminta. Bu Ade yang selama ini berjuang demi kesembuhan anaknya juga diduga mengidap penyakit yang cukup parah dan kondisi kesehatannya semakin menurun. Ia merasa sangat sedih jika tak dapat mengurus anak – anaknua sedangkan mereka masih harus terus menjalani pengobatan. Ketiga anak Bu Ade masih menjalani terapi di RSCM Jakarta. Bu Ade sempat mengalami pendarahan dan tubuhnya terus melemah karena darah yang terus keluar. Ia hanya dapat mengistirahatkan dirinya di rumah karena harus terus mendampingi anaknya berobat ke rumah sakit. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat setelah sebelumnya dibantu pada rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya terapi ADHD


DIMAS DWI NUGROHO (14, Kanker Otot + Celebral Palsy). Alamat : Jalan H. Salim, Gang Bidan, RT 9/6, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Sudah belasan tahun anak dari pasangan Agus Budi Saputro (41) yang bekerja sebagai petugas keamanan dan Nurjanah (39) yang seorang ibu rumah tangga ini menderita kanker otot dan celebral palsy. Kanker ototnya sudah tidak dapat diobati setelah menjalani dua kali protokol kemoterapi karena berdampak buruk pada sakit celebral palsy yang dideritanya. Ia akan kejang – kejang bahkan hingga tak sadarkan diri setelah menjalani kemoterapi. Beberapa bulan terakhir ini, Dimas sering masuk keluar rumah sakit akibat batuk yang tak kunjung henti dan membuat kondisinya semakin lemas. Kini ia sering mengalami sesak napas dan harus menggunakan tabung oksigen. Ia tak boleh putus minum obat sedangkan penghasilan ayahnya tak cukup untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS. Beberapa hari yang lalu Dimas dirawat di RS Harapan Kita Jakarta karena kondisinya kembali menurun. Saat ini Dimas sudah tidak lagi menggunakan NGT. Menurut dokter, pemakaian NGT terlalu lama dapat mengakibatkan munculnya lendir yang membuat Dimas terus batuk-batuk. Pada perut Dimas dibuat lubang sebagai saluran asupan makanan. Dimas masih harus menjalani kontrol rutin, ia akan berobat ke dokter spesialis gastro di RS Harapan Kita untuk mengecek dan mengganti selang di perutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat, dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Dimas dibantu pada rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Dimas menderita kanker otot + celebral palsy


SITI NURJANAH (26, Bantuan Biaya Hidup pasca Melahirkan). Alamat : Kp. Babakan RT 2/3, Kelurahan Babakan, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Dua minggu lalu, Ibu Siti melahirkan bayi perempuan yang ia beri nama Siska Meilani. Proses kelahiran Ibu Siti sangat memprihatinkan, karena ia tak didampingi sang suami yang sudah tidak ada kabarnya sejak ia dalam kondisi hamil. Ketiadaan biaya membuat Ibu Siti meminjam uang pada tetangga untuk biaya persalinannya. Ia pun kebingungan karena tak dapat memeriksakan kondisi bayinya pasca kelahiran dan tidak mampu membeli makanan yang layak padahal ia harus memberi ASI untuk anaknya. Ibu Siti sudah tidak lagi bekerja, kerabatnya pun tidak dapat membantu banyak karena tidak memiliki uang. Tanpa suami ia berusaha seorang diri, jaminan kesehatan yang dapat membantu biaya persalinannya pun belum ia miliki. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar informasi kesulitan Ibu Siti segera mengunjunginya. Saat Kurir mendatangi kontrakannya, ada dua orang tamu yang hendak mengadopsi anak Ibu Siti. Kurir pun berusaha memberi penjelasan bahwa proses adopsi anak ada syarat dan aturan yang harus dipenuhi dan harus melalui jalur hukum fomal yang berlaku. Akhirnya kurir pun berusaha menghubungi dinas sosial setempat agar dapat memediasi kondisi yang dialami Ibu Siti. Kurir sangat berharap meski dalam kondisi sulit Ibu Siti masih bisa merawat anaknya dan tidak menyerahkannya pada orang lain. Alhamdulillah diputuskan anak Ibu Siti tetap dalam perawatannya, dan pihak yang hadir pada saat itu mencari jalan keluar atas utang Ibu Siti dan kondisi hidupnya sehari – hari. Sementara waktu anak Ibu Siti dititipkan di rumah singgah Dinas Sosial agar Ibu Siti dapat kembali bekerja. Kurir Sedekah Rombongan turut menyampaikan bantuan untuk membeli kebutuhan dan makanan yang bergizi agar Ibu Siti dapat memberikan ASI yang baik untuk anaknya, dan untuk memeriksakan kondisi kesehatan ibu dan bayi pasca kelahiran. Semoga Sedekah Rombongan selalu dapat hadir menjadi penolong orang – orang yang dalam kesulitan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana Usman @ririn_restu

Bantuan biaya hidup pasca melahirkan


KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN (Bantuan Operasional Kegiatan). Alamat : Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kurir Sedekah Rombongan di Pulau derawan bersinergi dengan kawan – kawan dari Nusantara Sehat mengadakan kegiatan Lansia Sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kebahagiaan dan mewujudkan lansia sehat di usia senjanya. Pada Sabtu, 20 Mei 2017, kegiatan Lansia Sehat yang ke-4 dilaksanakan di gedung PKK RT 4 Pulau Derawan. Sebanyak 49 Lansia sangat antusias mengikuti kegiatan rutin bulanan ini. Dimulai sejak pukul 08.00 WITA, rangkaian kegiatan dilaksanak mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga siraman rohani. Para lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar berkala yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat tinggi badan, dan lingkat perut. Setelah itu para lansia menjalani pemeriksaan kolesterol secara menyeluruh, dan pemeriksaan lanjutan oleh dokter. Lansia yang sakit diresepkan obat yang dapat diambil di Puskesmas. Para lansia juga dapat berkonsultasi mengenai gizi seimbang dan pola makan yang sehat serta dimati pola prilaku masing – masing lansia. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang bertemakan “Menyambut Ramadan”. Lansia kemudian bersama – sama melakukan senam lansia di lapangan voli, makan – makanan yang bergzi dan saling bercengkrama satu sama lain. Alhamdulillah kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar berkat kerjasama antara Tim Nusantara Sehat Pulau Derawan, Petugas Gizi Puskesmas, Kader PKK, dan Kader Kesehatan setempat. Sedekah Rombongan kembali mendukung kegiatan rutin bulanan ini dengan menyampaikan bantuan untuk operasional kegiatan. Bantuan untuk kegiatan Lansia Sehat bulan lalu masuk dalam Rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlna @rianananudz @nahrulhasan @ririn_restu

Bantuan operasional kegiatan


FATMAWATI BINTI ANWAR (39, Ca. Nasofaring). Alamat : Jombang Kali, RT 1/1, Desa Masigit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon, Provinsi Banten. Ibu Fatmawati menderita sakit pada saluran pernafasannya dan TB paru sejak tahun 2011. Sudah 5 tahun ibu dari dua orang anak yang sudah tidak bersuami ini berjuang demi kesembuhannya. Ia sudah berobat di berbagai rumah sakit di Jakarta untuk mengobati benjolan yang menyumbat saluran pernapasannya ke hidung dan penyakit TB Parunya. Ibu Fatmawati tidak mau membebani kedua anaknya yang sedang merangkai masa depan, karena itulah ia mengais rezeki dengan bekerja sebagai buruh serabutan dan mengontrak sebuah kamar di Jakarta Utara. Saat ini Ibu Fatmawati tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama menjalani pengobatan di RSCM Jakarta. Ia didiagnosis dokter mengalami kanker nasofaring. Meskipun biaya pengobatan Ibu Fatmawati ditangung BPJS, tetapi untuk biaya operasional merupakan beban yang berat baginya, maklumlah ia sudah lama menjanda dan hidup seorang diri di Jakarta. Terlebih lagi ia kini tak dapat bekerja karena sakit yang dideritanya. Bu Fatmawati masih harus menjalani kontrol rutin di RSCM. Kondisinya sempat menurun hingga harus dirawat di RSM Jakarta. Ibu Fatmawati harus menjalani pemeriksaan kultur jamur di laboratorium parasitologi untuk mengetahui lebih lanjut kondisi paru – parunya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Bu Fatmawati telah dibantu pada Rombongan 998.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana via NurmanPutra @ririn_restu

Bu Fatma menderita ca. nasofaring


EMPUD ANIK (65, Penyakit Kulit). Alamat : Kp. Selaawi, RT 1/1, Desa Selaawi, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pak Empud, akrab kami memanggil bapak yang bekerja sebagai buruh tani ini. Saat ini ia sedang menderita penyakit yang lumayan parah, berawal dari jempol kaki yang bengkak dan bernanah disertai rasa sakit seperti disayat pisau, tuturnya. Selama tiga bulan ini ia pernah mencoba memeriksakan penyakitnya tersebut ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) Purwakarta, namun hasil pemeriksaan tidak didapati adanya penyakit apapun pada kaki pak Empud. Ia pun kemudian mencoba ke pengobatan alternative, namun belum juga menunjukkan adanya kesembuhan. ia ingin memeriksakan diri ke salah satu klinik khusus penyakit kulit di Purwakarta, namun terkendala dengan biaya. hal tersebut karena semenjak tiga bulan ini Pak Empud tidak bisa lagi mencari nafkah sebagai buruh tani di lahan warga sekitar, sedangkan kedua anaknya pun bekerja serabutan. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Empud dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Empud. Semoga segera Allah sembuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nzn1603

Pak Empud menderita penyakit kulit


SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Salsa menderita jantung bocor


TINA SUNDARI (36, Pembengkokan Tulang belakang+Scoliosis+Penyempitan Urat Syaraf+ Penggelembungan Cairan di Kaki). Alamat : jl. Wijaya Kusuma 3, RT 23/4, No.10, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dari sejak SMP sering merasakan sakit di bagian punggung namun baru tahun 2005 setelah melakukan pemeriksaan barulah diketahui sakit hebat yang sering dia derita selama ini karena mengalami penyempitan urat syaraf. Lama kelamaan Tina tidak bisa berjalan normal, terpapah berpegangan ke tembok dan sering terjatuh hilang keseimbangan. Ikhtiar berobat terus dilakukan ke RSUD dan klinik di Purwakarta, namun sakit Tina tidak kunjung reda, hasil pemeriksaan Rumah Sakit selanjutnya Tina menderita juga Scoliosis pembengkokan tulang belakang yang menyebabkan tubuhnya tampak bengkok ke samping. Lama kelamaan semakin hari daya tahan tubuhnya semakin melemah, dan Tina menderita lumpuh. Tiga bulan lalu ditengah rasa sakitnya yang masih ia derita kakinya tampak bengkak. Semakin hari pembengkakan tampak disertai dengan cairan di dalam lapisan kulit seperti yang tersiram air panas. Lama kelamaan pecah, seperti kondisi sekarang ini. Selama ini Tina membiayai hidupnya dari hasil berdagang kecil-kecilan, penghasilannya tersebut juga harus ia bagi-bagi untuk ayahnya yang sudah sepuh dan tak mampu bekerja. Dengan keadaan sakit seperti sekarang ini yang membutuhkan biaya tak sedikit, Tina merasa sangat kesulitan mencari uang untuk biaya pengobatannya. Alhamdulillah dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tina, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatannya. Semoga penyakitnya segera Allah angkat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Bu Tina menderita pembengkokan tulang belakang+scoliosis+penyempitan urat syaraf+ penggelembungan cairan di kaki


SITI NURMALA (17, Operasi Caesar). Alamat : Kp. Warungkandang, RT 2/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada bulan Juni 2017 usia kandungan Siti telah menginjak bulan ke delapan, pada bulan tersebut pula Siti merasakan mules ingin melahirkan. Haris sebagai suaminya segera memanggil dukun beranak ke rumahnya untuk membantu proses persalinan istrinya tersebut, setelah berjam-jam akhirnya Bayi Siti berhasil dikeluarkan. Namun ternyata ada Bayi kedua yang masih belum bisa dikeluarkan, sedangkan saat itu kondisi Siti sudah menurun karena pendarahan yang tak henti. Akhirnya tanpa piker panjang, Haris membawa istrinya ke Rumah Sakit terdekat, padahal saat itu Haris benar-benar tidak memiliki uang. Bayi Siti yang kedua pun telah berhasil dikeluarkan namun dengan kondisi yang membutuhkan perawatan di ruang NICU. Saat itu total tagihan sudah mencapai angka Rp. 8.000.000,-, Haris mulai kebingungan karena penghasilannya sebagai sopir angkot tentunya tak akan cukup menutupi biaya tersebut. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Siti dan suaminya, kami menyampaikan titipan sedekaholics untuk menutupi biaya tagihan RS tersebut diatas. Semoga Siti dan Bayinya bisa pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bantuan biaya operasi caesar


CARTINI BINTI PARTO (24, Maag Kronis). Alamat : RT 3/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Cartini adalah seorang ibu muda yang diduga memiliki penyakit maag kronis. Beliau baru mengetahui perkiraan penyakit tersebut pada bulan Maret 2017 lalu. Awalnya beliau jatuh sakit dengan gejala berupa sakit perut, mual dan demam. Tak lama, beliau segera memeriksakan kondisinya ke salah satu dokter praktek. Setelah berobat, kondisinya sedikit membaik namun kambuh lagi setelah obat habis. Akhirnya, Ibu Cartini sempat dirawat di Puskesmas Cibingbin selama dua hari karena kambuh. Beliau mendapat diagnosa berupa maag kronis. Setelah dirawat inap, Alhamdulillah kondisinya semakin baik namun harus dilanjutkan dengan berobat jalan. Walaupun telah dirawat, beliau ingin mengetahui pasti apa penyakit yang beliau derita dengan memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Namun sayangnya, hal tersebut belum dilakukan karena terkendala masalah biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun beliau memiliki jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI, penghasilan dari suami beliau, Bapak Rusandi (27) sebagai buruh harian lepas hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Besar harapan Ibu Cantini untuk mengetahui kepastian penyakitnya agar sembuh kembali. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Cartini sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memudahkan jalan beliau untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Bu Cartini menderita maag kronis


RUTINI BINTI TISNO (50, Kanker Otak) Alamat : Dusun Wage, RT 12/2, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rutini adalah salah seorang pasien Sedekah Rombongan yang menderita penyakit kanker otak. Awalnya, sakit yang beliau derita sudah terasa pada bulan Agustus 2016. Gejala awal yang beliau rasakan yaitu sakit kepala berkepanjangan, leher susah di gerakan, terasa pegel dan juga telinga berdengung. Beliau pernah melakukan pengobatan di Puskesmas Darma namun harus dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) 45 Kuningan. Di RSUD beliau menjalani pemeriksaan di Poli Syaraf dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis Syaraf. Kemudian, pada bulan Januari 2017 beliau dirawat di RSUD 45 selama 6 hari dan terus menjalani pengobatan lanjutan. Namun, akhirnya beliau di rujuk ke RS Waled untuk melakukan tindakan operasi. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik. Kedua mata beliau sudah bisa melihat sedikit bayangan karena sebelum operasi beliau sama sekali tidak bisa melihat. Kemudian, pergerakan tangan dan kaki kiri sebelum operasi cukup berat, namun saat ini Alhamdulillah sudah mulai ringan. Akan tetapi, tindakan operasi membuat kondisi beliau agak sulit untuk berkomunukasi. Saat diajak berbicara beliau agak kurang nyambung dan telat respon. Namun, mudah-mudahan kondisi ini hanya berlangsung sementara. Selama menjalani perawatan dan operasi beliau terbantu dengan adanya jaminan BPJS jenis JKN-KIS PBI. Tapi, beliau sudah kehabisan biaya untuk akomodasi dan transportasi sekaligus biaya obat diluar jaminan BPJS. Suami beliau, Bapak Amat (56) hanya bekerja sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Rutini sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi dan membeli obat diluar jaminan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir :@dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bu Rutini menderita kanker otak


WASKINAH BINTI ARSA DINATA (49, Kanker Rahim). Alamat : Dusun III, RT 2/4, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Waskinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita penyakit cukup serius, yaitu kanker rahim. Satu tahun lalu, beliau terbiasa mengambil air dalam jumlah yang banyak dari sebuah sumur. Hal tersebut beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Pada suatu hari, tiba-tiba perutnya kram dan sering terasa mules seperti orang yang akan melahirkan. Selain itu, badan beliau juga sering terasa pegal-pegal. Maka tak lama, kemudian beliau langsung menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit yang ada di wilayah Kuningan, seperti Rumah Sakit Wijaya Kusumah dan Kuningan Medical Center (KMC). Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa ternyata beliau positif terkena penyakit kanker rahim. Kondisi beliau saat ini sangat memprihatinkan. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan menahan sakit yang luar biasa pada perutnya. Untuk buang air kecil saja beliau menggunakan selang kateter, karna beliau tidak bisa buang air kecil kalau tidak menggunakan alat kateter. Saat ini Ibu Waskinah mengkonsumsi obat obatan herbal, karna beliau belum melakukan kontrol lagi ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyarankan supaya Ibu Waskiah dibawa saja ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, namun tidak ada keluarga yang bisa mendampingi beliau. Setelah mengkonsumsi obat herbal, Alhamdulillah kondisi Ibu Waskinah berangsur membaik. Beliau sudah bisa berjalan dan melakukan aktifitas seperti biasa, walaupun untung buang air kecil beliau masih menggunakan kateter. Saat ini beliau kesulitan berkenaan dengan biaya untuk membeli obat pereda sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Meskipun beliau memiliki jaminan kesehatan JKN KIS-PBI. Suami Ibu Waskinah sendiri, Bapak Mulyaji (50) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Waskinah sehingga santunan ketiga dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya pembelian obat obatan. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Ibu Waskinah untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Waskinah masuk kedalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Waskinah menderita kanker rahim


UPIN BINTI RASIM (53, Abdomen Massa/Tumor di Perut). Alamat : Dusun Manis, RT 2/1, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Upin adalah salah satu pasien yang menderita penyakit tumor pada bagian perut, yaitu Abdomen Massa. Tumor abdomen itu sendiri adalah jenis kanker yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel abnormal di abdomen (perut). Beliau menderita penyakit ini sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awal yang beliau alami berupa perut yang terasa perih panas dan punggung terasa pegal. Kondisi beliau saat ini semakin memprihatinkan karena perut beliau semakin membesar dan sudah tidak bisa berjalan. Beliau sudah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit di daerah Kuningan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dan Kuningan Medical Centre (KMC). Kemudian, beberapa waktu lalu beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah hampir kurang lebih dua bulan Ibu Upin tidak menjalani kontrol, saat ini kondisi beliau sangat mengkhawatirkan. Perut Ibu Upin semakin besar dan semakin menutupi paha beliau, dan sering keluar cairan dari perut beliau. Pada tanggal 29 Juni, Kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa beliau ke IGD Rumah Saki Hasan Sadikin Bandung dan Alhamdulillah saat ini beliau sudah masuk ruangan dan sedang dalam ruang perawatan. Hampir dua minggu Ibu Upin menjalani perawatan di RSHS tapi karna proteinnya kurang, maka jadwal operasi pun di undur kembali. Ibu Upin memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya berobat. Akan tetapi, beliau tidak memiliki biaya akomodasi selama di rumah sakit. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Upin. Santunan ketiga pun dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Upin untuk biaya akomodasi selama di RSHS Bandung. Semoga kesehatan Ibu Upin semakin membaik dan lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Upin masuk kedalam Rombongan 1020.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji wawan

Abdomen Massa/Tumor di Perut

Bu Upin menderita tumor perut


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir#SedekahRombongan untuk meminta bantuan.#SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Sebelumnya beliau tercatat di Rombongan 1009. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Imas menderita anemia hemolitik

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KIMIN BIN MURTAM 1,000,000
2 HARYONO MARJUKI 1,000,000
3 TITIN SUNARWI 500,000
4 NGATIYEM BINTI PAIMIN 500,000
5 MULIYAH BINTI SUGITO 500,000
6 PRASETYO BIN ABUHU 500,000
7 TUKIYEM BINTI MARTO PAWIRO 500,000
8 SUPRIHATI BINTI SAMAK 500,000
9 RUBANI SUBANI 500,000
10 TUKIMIN BIN SONO WIKROMO 1,000,000
11 SUKINI BINTI KARDOH 1,000,000
12 MUHAMMAD ALFARUQ ZIDNY 1,000,000
13 JASLIM BINTI TUSNO 500,000
14 KASRI BIN MERTO NGADI 500,000
15 SRI KUNARSIH 500,000
16 KINAH BINTI WIJOYO KARYO 500,000
17 SUHARNI BINTI HARJO AWI 500,000
18 SUTRIYAH BINTI SUTRIMAN 500,000
19 SULISTIYONO BIN PARMAN 500,000
20 SUMARMO BIN SUKARDI 750,000
21 SEMIN BIN DANURI 500,000
22 MTSR WONOGIRI AD1999SR 9,569,350
23 SUPIYAH BIN MARTO SARDI 1,000,000
24 MTSR 2 MAGETAN 2,292,900
25 SUKARDI JIDUNG 1,000,000
26 BINGKISAN LEBARAN 3,000,000
27 SULARDI BIN WARSONO 1,000,000
28 SUKARMI BINTI SUKIR 500,000
29 WIDJI ALWIJIANTO 1,000,000
30 PUTRI TRI HERYANTI 1,000,000
31 REZA TRI ANDIKA 700,000
32 KINI BINTI WAHYO 500,000
33 PARNI BIN RAMBAT 1,000,000
34 YUNI PURWANINGSIH 1,000,000
35 MTSR 1 MAGETAN 3,465,000
36 MTSR 2 MAGETAN 3,080,000
37 RSSR MAGETAN 1,995,000
38 ADUNG JAYA 500,000
39 MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI 1,000,000
40 DIMAS DWI NUGROHO 1,000,000
41 SITI NURJANAH 500,000
42 KEGIATAN LANSIA SEHAT PULAU DERAWAN 1,000,000
43 FATMAWATI BINTI ANWAR 1,000,000
44 EMPUD ANIK 500,000
45 SALSA RAMADANTI 500,000
46 TINA SUNDARI 1,500,000
47 SITI NURMALA 1,000,000
48 CARTINI BINTI PARTO 500,000
49 RUTINI BINTI TISNO 500,000
50 WASKINAH BINTI ARSA DINATA 750,000
51 UPIN BINTI RASIM 750,000
52 IMAS KARTINI 500,000
Total 57,102,250

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 57,102,250,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1023 ROMBONGAN

Rp. 52,712,628,383,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.